P. 1
Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit

Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit

|Views: 736|Likes:
Published by GurdiRSidabutar

More info:

Published by: GurdiRSidabutar on Nov 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2013

pdf

text

original

Keseimbangan Cairan dan Elektrolit

1. Distribusi cairan tubuh Cairan tubuh menempati kompartmen intrasel dan ekstrasel. Dua pertiga bagian (67%) dari cairan tubuh berada di dalam sel (cairan intrasel/CIS) dan sepertiganya (33%) berada di luar sel (cairan ekstrasel/ CES). CES dibagi cairan intravaskuler atau plasma darah yang meliputi 20% CES atau 15% dari total berat badan, dan cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 5% dari total berat badan. Selain kedua kompartmen tersebut, ada kompartmen lain yang ditempati cairan tubuh, yaitu cairan transel. Namun, volumenya diabaikan karena kecil, yaitu cairan sendi, cairan otak, cairan perikard, liur pencernaan, dll. Ion Na+ dan Cl- terutama terdapat pada cairan ekstrasel, sedangkan ion K+ di cairan intrasel. Anion protein tidak tampak dalam cairan intersisial karena jumlahnya paling sedikit dibandingkan dengan intrasel dan plasma. Perbedaan komposisi cairan tubuh berbagai kompartmen terjadi karena adanya barier yangn memisahkan mereka. Membran sel memisahkan cairan intrasel dengan cairan intersisial, sedangkan dinding kapiler memisahkan cairan intersisial dengan plasma. Dalam keadaa normal, terjadi keseimbangan susunan dan volume cairan dan elektrolit antar kompartmen. Bila terjadi perubahan konsentrasi atau tekanan di salah satu kompartmen, maka akan terjadi perpindahan cairan atau ion antar kompartmen sehingga terjadi keseimbangan kembali.

2. Komposisi cairan tubuh Cairan yang bersirkulasi di seluruh tubuh di dalam ruang cairan intrasel dan ekstrasel mengandung elektrolit, mineral dan sel. Elektrolit merupakan sebuah unsur atau senyawa, yang jika melebur atau larut didalam air, atau pelarut lain, akan pecah menjadi ion dan mampu membawa muatan listrik. Elektrolit yang memiliki muatan positif disebut kation, sedangkan elektrolit ynag memiliki muatan negatif disebut anion. Konsentrasi setiap elektrolit didalam cairan intrasel dan ekstrasel berbeda.

Transport aktif membutuhkan energi. Membran disebut semipermeabel (permeabel selektif) bila beberapa partikel dapat melaluinya tetapi partikel lain tidak dapat menembusnya. Setiap zat yang akan pindah harus dapat menembus barier atan membran tersebut. termasuk fungsi neuromuscular dan keseimbangna asan basa. . 3. sedangkan transport pasif tidak membutuhkan energi. Presentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan tergantung beberapa hal antara lain : a. maka membran tersebut permeabel terhadap zat tersebut. Bila substansi zat tersebut dapat melalui membran. Usia Bayi (baru lahir) Dewasa Pria (20-40 : tahun) 60 % 50 % 45-50 Presentase 75 % Wanita (20-40 tahun) 4 Usia Lanjut 3. Elektrolit sangat penting pada banyak fungsi tubuh. 1. maka membran tersebut tidak permeable untuk substansi tersebut. Jenis Kelamin Perhatikan Uraian berikut ini : No. 2. Perpindahan substansi melalui membran ada yang secara aktif atau pasif. Jika tidak dapat menembusnya. Pergerakan cairan tubuh Setiap kompartmen dipisahkan oleh barier atau membran yang membatasi mereka.Namun jumlah anion dan kation didalam setiap kompartemen cairan harus sama. Umur b Kondisi lemak tubuh c.

Filtrasi Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua ruang yang dibatasi oleh membran. Perpindahan seperti ini disebut dengan osmosis. Hal ini karena tempat molekul air telah ditempati oleh molekul substansi tersebut. 2) Peningkatan permeabilitas. Perpindahan partikel seperti ini disebut difusi. konsentrasi air dalam larutan tersebut lebih rendah dibandingkan konsentrasi air dalam larutan air murni dengan volume yang sama. 4) Berat molekul substansi. Jadi bila konsentrasi zat yang terlarut meningkat. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju difusi ditentukan sesuai dengan hukum Fick (Fick¶slaw of diffusion). konsentrasi air akan menurun. maka terjadi perpindahan air/ zat pelarut dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang rendah ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi. Osmosis Bila suatu substansi larut dalam air. Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. 5) Jarak yang ditempuh untuk difusi b. 3) Peningkatan luas permukaan difusi. Difusi Partikel (ion atau molekul) suatu substansi yang terlarut selalu bergerak dan cenderung menyebar dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah sehingga konsentrasi substansi partikel tersebut merata. Faktor-faktor tersebut adalah: 1) Peningkatan perbedaan konsentrasi substansi. Jumlah cairan yang keluar sebanding dengan besar perbedaan . c.a. Bila suatu larutan dipisahkan oleh suatu membran yang semipermeabel dengan larutan yang volumenya sama namun berbeda konsentrasi zat yang terlarut.

Transport aktif Transport aktif diperlukan untuk mengembalikan partikel yang telah berdifusi secara pasif dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah yang konsentrasinya lebih tinggi. Natrium Kalium Kalsium Magnesium Klorida 144. Klorida (Cl-). oksigen. Kalsium (Ca++). 4. tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda.7 2. karbon dioksida dan asam-asam organik. 3.0 4. fosfat (HPO42-). urea.0 5. kalium (K+).5 1. 4 5.0 Intersisial 137. Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intarseluler maupun pada plasma terinci dalam tabel di bawah ini : No. dan permeabilitas membran. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+). 2. seperti : protein. luas permukaan membran. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik. glukosa. Tekanan yang mempengaruhi filtrasi ini disebut tekanan hidrostatik d. Perpindahan seperti ini membutuhkan energi (ATP) untuk melawan perbedaan konsentrasi.7 10 141 0 31 4 Intraselular . Contoh: Pompa Na-K. Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya. sulfat (SO42-).tekanan.4 112.4 1. Elektrolit Ekstraselular Plasma 1. Elektrolit Utama Tubuh Manusia Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit.0 2.5 107. bikarbonat (HCO3-). magnesium (Mg++). hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatanmuatan negatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif.

5 0. pengatur konsentrasi garam dalam darah.0 2. yakni sebagai pengatur air. Keluaran urine yang diproduksi ginjal dapat dipengaruhi oleh ADH dan aldosteron dengan rata-rata 1 ml/kg/ bb/jam. kemudian mengalir melalui tubuli renalis yang sel-selnva menyerap semua bahan yang dibutuhkan. Proses ini diatur oleh pusat pengatur panas yang disarafi oleh vasomotorik dengan kemampuan mengendalikan arteriol kutan dengan cara . yang pada akhirnya menimbulkan produksi angiotensin II yang dapat merangsang hipotalamus untuk melepaskan substrat neural yang bertanggungjawab terhadap sensasi haus. Proses pengaturan kebutuhan keseimbangan air ini. Bikarbonat Fosfat Sulfat Protein 27.0 0. Ginjal Ginjal merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit.5 1. dan ekskresi bahan buangan atau kelebihan garam. 9. Rata-rata setiap satu liter darah mengandung 500 cc plasma yang mengalir melalui glomerulus.3 2. diawali oleh kemampuan bagian ginjal seperti glomerulus sebagai penyaring cairan. Hal ini terlihat pada fungsi ginjal.6 7. 8. Mekanisme rasa dahaga oleh ginjal: y Penurunan fungsi ginjal merangsang pelepasan renin. pengatur keseimbangan asambasa darah.2 10 11 1 4 5.2 28. Osmoreseptor di hipotalamus mendeteksi peningkatan tekanan osmotik dan mengaktivasi jaringan saraf yang dapat mengakibatkan sensasi rasa dahaga Kulit Kulit merupakan bagian penting dalam pengaturan cairan yang terkait dengan proses pengaturan panas.0 0. 10 persennya disaring keluar. y b. Pengaturan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit a. Cairan yang tersaring (filtrat glomerulus).

Cara tersebut berupa cara konduksi. Jumlah keringat yang dikeluarkan tergantung pada banyaknya darah yang mengalir melalui pembuluh darah dalam kulit. dengan demikian dapat menghemat air.vasodilatasi dan vasokonstriksi. melalui kondisi tubuh yang panas. . Pengaturan Keseimbangan Cairan secara Hormonal 1) Anti diuretik hormone (ADH) ADH dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis dari hipofisis posterior. Gastrointestinal Gastrointestinal merupakan organ saluran pencernaan yang berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. yaitu pengalihan panas ke benda yang disentuh dan cara konveksi. Proses pengeluaran cairan terkait dengan respons akibat perubahan terhadap upaya kemampuan bernapas. Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolaritas dan penurunan cairan ekstrasel. suhu dapat diturunkan dengan cara pelepasan air yang jumlahnya kurang lebih setengah liter sehari. Proses pelepasan panas dapat dilakukan dengan cara penguapan. Dalam kondisi normal. cairan yang hilang dalam sistem ini sekitar 100-200 ml/ hari e. Hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus koligentes. yaitu dengan mengalirkan udara yang telah panas ke permukaan yang lebih dingin. c. Proses pelepasan panas lainnya dilakukan melalui cara pemancaran yaitu dengan melepaskan panas ke udara sekitarnya. Keringat merupakan sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pengendalian saraf simpatis. d. suhu lingkungan. Melalui kelenjar keringat ini. Perangsangan kelenjar keringat yang dihasilkan dapat diperoleh dari aktivitas otot. Paru Organ paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan menghasilkan insensible water loss kurang lebih 400 ml/hari.

dan efek ginjal pada ADH. dan sistem angiotensin rennin dan sangat efektif dalam mengendalikan hiperkalemia. pengendalian tekanan darah. Intake Cairan : Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-lira 1500 ml per hari. 4) Glukokortikoid Meningkatkan resorpsi natrium dan air. ekresi pada proses metabolisme. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi. 3) Prostaglandin Prostaglandin adalah asam lemak alami yang terdapat dalam banyak jaringan dan berfungsi dalam merespon radang. Dalam ginjal.2) Aldosteron Hormon ini disekresi oleh kelenjar adrenal yang bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium. kontraksi uterus dan mobilitas gastrointestinal. 6. ginjal (urine). sehingga volume darah naik dan terjadi retensi natrium. dan oksidasi . respon natrium. Perubahan glukokortikoid menyebabkan perubahan pada keseimbangan volume darah. penguapan kulit. Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. natrium serum. Regulating Body Fluid Volumes Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan kehilanagn caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi. sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan. a.

bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh.2700 2200 .0 9.selama proses metabolisme. 2) IWL (Insesible Water Loss) : IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit.1500 1800 . tapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat. Pada orang dewasa.1300 1350 . Output Cairan : Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu : 1) Urine Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius merupakan proses output cairan tubuh yang utama. Melalui kulit dengan mekanisme difusi.2500 2200 . .2000 2000 .0 54. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar 300-400 mL per hari. atau sekitar 30-50 ml per jam. perhatikan tabel di bawah ini: NO 1 2 3 4 5 6 7 BERAT BADAN (KG) 3 hari 1 tahun 2 tahun 6 tahun 10 tahun 14 tahun 18 tahun UMUR 3.0 28.0 KEBUTUHAN CAIRAN (mL/24 Jam) 250 .300 1150 .7 45. Dalam kondisi normal output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap harinya.2700 b.8 20.5 11. Berikut adalah kebutuhan intake cairan yang diperlukan berdasarkan umur dan berat badan.

respon ini berasal dari anterior hypotalamus. d. Iklim : Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat. Stress : . 7. Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema. sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit. Umur : Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia. Diet : Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari. 4) Feces : Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari. karena usia akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh. dan berat badan. Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding usia dewasa. b. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung. yang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon). metabolisme. c. Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh antara lain : a.3) Keringat : Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas.

Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah. Kondisi Sakit : Kondisi sakit sangat b3erpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Misalnya : y y y Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL Penyakit ginjal dan kardiovaskuler Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri. e. 8. Tindakan Medis : Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti : suction. laksative dapat kondisi cairan dan elektrolit tubuh h.Stress dapat meningkatkan metabolisme sel. glukosa darah. Pengobatan : Pengobatan seperti pemberian deuretik. nasogastric tube dan lain-lain g. Volume Ketidakseimbangan volume terutama mempengaruhi cairan ekstraseluler (ECF) dan menyangkut kehilangan atau bertambahnya natrium dan air dalam jumlahyang relatif sama. dikarenakan kehilangan darah selama pembedahan. Ketidakseimbangan osmotik terutama mempengaruhi cairan . f. sehingga berakibat pada kekurangan atau kelebihan volume ekstraseluler (ECF). dan pemecahan glykogen otot. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Tubuh 1. Pembedahan : Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami berpengaruh pada gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

Kadar dari kebanyakan ion di dalam ruang ekstraseluler dapat berubah tanpa disertai perubahan yang jelas dari jumlah total dari partikel-partikel yang aktifsecara osmotik sehingga mengakibatkan perubahan komposisional. a. Karena natrium merupakan zat terlarut utama yang aktif secara osmotik dalam ECF maka kebanyakan kasus hipoosmolalitas (overhidrasi) adalah hiponatremia yaitu rendahnya kadar natrium di dalam plasma dan hipernatremia yaitu tingginya kadar natrium di dalam plasma.intraseluler (ICF) dan menyangkut bertambahnya atau kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang relatif tidak seimbang. Edema dapat terlokalisir atau generalisata.Kurangan Volume Cairan Ekstraseluler (ECF) Kekurangan volume ECF atau hipovolemia didefinisikan sebagai kehilangan cairan tubuh isotonik. Kekurangan volume isotonik sering kali diistilahkan dehidrasi yang seharusnya dipakai untuk kondisi kehilangan air murni yang relative mengakibatkan hipernatremia. Osmolalitas Ketidakseimbangan osmolalitas melibatkan kadar zat terlarut dalam cairancairan tubuh.Dengan terkumpulnya cairan isotonik yang berlebihan pada ECF (hipervolumia) maka cairan akan berpindah ke kompartement cairan interstitial sehingga mnyebabkan edema. 2. Edema adalah penunpukan cairan interstisial yang berlebihan. Ketidakseimbangan Volume: . Gangguan osmotik umumnya berkaitan dengan hiponatremia dan hipernatremia sehingga nilai natrium serum penting untuk mengenali keadaan ini.Kelebihan Volume ECF Kelebihan cairan ekstraseluler dapat terjadi bila natrium dan air keduaduanya tertahan dengan proporsi yang kira. .kira sama. . yang disertai kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang relatif sama.

Pengobatan tertentu yang sedang dijalani dapat mengganggu status cairan f. Pemasukan dan pengeluaran cairan dan makanan (oral.y Hipokalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum kurang dari 3. Randa umum masalah elektrolit c. Asuhan keperawatan A.5 mEq/L. Factor psikologis seperti perilaku emosional yang mengganggu pengobatan.5 mEq/L. y Hiperkalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum lebih dari atau sama dengan 5. 2) Pengukuran klinik a. dan ditangani untuk menghindari disritmia dan gagal jantung yang fatal. y 3. Status perkembangan seperti usia atau situasi social g. Komposisi 9. Proses penyakit yang menyebabkan gangguan homeostatis cairan dan elektrolit e. Tanda kekurangan dan kelebihan cairan d. Hiperkalemia akut adalah keadaan gawat medik yang perlu segera dikenali. Berat badan Kehilangan/bertambahnya berat badan menunjukkan adanya masalah keseimbangan cairan: y ±2% : ringan y ±5% : sedang y ±10% : berat . 1) Pengkajian Riwayat keperawatan a. parenteral) b.

Keadaan umum y Pengukuran tanda vital seperti suhu. Actual/resiko deficit volume cairan. Kehilangan cairan secara berlebihan.Pengukuran berat badan dilakukan setiap hari pada waktu yang sama b. Iv y Makanan yang cenderung mengandung air y Irigasi kateter atau NGT d. nadi dan pernapasan y Tingkat kesadaran c. Ukur keseimbangan cairan dengan akurat : Normalnya sekitar ±200 cc. b. Penggunaan diuretic e. Pengukuran masukan cairan y Cairan oral :NGT dan oral y Cairan parenteral termasuk obat-obatab. tekanan darah. d. kejernihan/kepekatan. Perdarahan Kemungkinan ditemukan data a. kemungkinan berhubungan dengan a. y Feses: jumlah dan konsistensi y Muntah y Tube drainase y IWL e. B. Pengukuran keluaran cairan y Urin : volume. Hipotensi . Diagnose keperawatan 1. Berkeringan secara berlebihan c. Menurunnya intake oral.

turgor kulit baik. AIDS h. diare f. C. urin dan feses y Monitor turgor kulit y Tanda vital y Monitot IV infuse y CVP y Elektrolit. BUN.b. Pucat d. Takhikardia c. Intake cairan tidak adequate g. hematokrit. Muntah. Ketoasidosi pada diabetik¶anoreksia nervosa d. dan hemoglobin y Status mental y Berat badan Rasional 1. Menentukan kehilangan dan kebutuhan cairan . Konsistensi urin pekat Kondisi klinik a. Rencana Asuhan Keperawatan Intervensi 1. Mempertahankan keseimbangna cairan b. Koma c. Perdarahan gastrointestinal e. Ukur dan catat setiap 4 jam y Intake dan output cairan y Warna muntahan. Ulcer kolon Tujuan yang diharapkan a. membrane mukosa mulut lembab. Kele\mahan e. Penyakit : Addison b. Perdarahan i. tekanan darah stabil. Menunjukkan adanya keseimbangan cairan seperti outpun urin adequate.

Lakukan kebersihan mulut sebelum makan 6. g. Berikan support verbal dalam pemberian cairan 5. d. c. Meningkatkan sirkulasi 7.Kemungkinan berhubungan dengan a. Memenuhi kebutuhan makan dan minum 3. f. c. Volume cairan berlebih . e. Meningkatkan nafsu makan 6. Meningkatkan konsumsi yang lebih 5. h. b. Ubah posisi pasien setiap 4 jam 7. b.Kemungkinan data yang ditemukan a. Retensi garam dan air Efek dari pengobatan Malnutrisi 2. Obesitas Hipothirodism Pengobatan dengan kortikosteroid. Orthopnea Oliguria Edema Ditensi vena jugularis Hipertensi Distress pernapasan Anasarka Edema paru . c. b. Berikan pengobatan seperti antidiare dan antimuntah 4.2. Berikan pendidikan kesehatan tentang y Tanda dan gejala dehidrasi y Intakes dan output cairan y Terapi 2. Berikan makanan dan cairan 3. Menurunkan pergerakan usus dan muntah 4.Kondisi klinik a. . Meningkatkan informasi dan kerjasama .

berat badan y pengobatan Rasional 1. Dasar pengkajian kardivaskuler dan respons terhadap penyakit 2. - Immobilisasi Yang lama Cushings syndrome Ggal ginjal Sirosis hepatis Kanker Toxemia Tujuan yang diharapkan a. Ukur dan monitor y Intake dan output cairan. Mencegah kulit 7. Kerjasama disiplin ilmu dalam Perawatan 4. Pada pasien yang bedrest y Rubag posisi setiap 2 jam y Latihan pasif dan aktif 6. Hati-hati dalam pemberian cairan 5. Mengatur adanya edema paru 3. Monitor Ro¶ Paru 3. Pasien dan keluarga mengetahui dan kooperatif .d. Berikan pengetahuan kesehatan tentang y Intake dan output cairan y Edema. Mempertahankan keseimbangan intake dan output caira b. obat. dan efek pengobatan 4. Mengurangi edema 6. g. Menurunkan kelebihan cairan Intervensi 1. Mengurangi overload cairan 5. h. f. i. berat badan. j. distensi vena jugularis. CVP. hindari penekanan yang terusmenerus 7. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian cairan. dan bunyi paru 2. Pada kulit yang edema berikan lotion. e.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->