P. 1
GANGGUAN JIWA

GANGGUAN JIWA

|Views: 1,719|Likes:

More info:

Published by: MaghfirahEkasariLaitjinara on Nov 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

Konsep Dasar Skizofrenia Paranoid dan Waham Kebesaran Pengertian Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang kronik, pada

orang yang mengalaminya tidak dapat menilai realitas dengan baik dan pemahaman diri buruk (Kaplan dan Sadock, 1997). Gejalanya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu primer yang meliputi perubahan proses pikir, gangguan emosi, kemauan, dan otisme. Sedangkan gejala sekunder meliputi waham, halusinasi, gejala katatonik. Gejala sekunder merupakan manifestasi untuk menyesuaikan diri terhadap gangguan primer. Skizofrenia dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu simplex, hebefrenik, katatonik, paranoid, tak terinci, residual (Maslim, 2000). Dari beberapa jenis skizofrenia diatas, terdapat skizofrenia paranoid. Jenis ini ditandai oleh keasyikan (preokupasi) pada satu atau lebih waham atau halusinasi, dan tidak ada perilaku pada tipe terdisorganisasi atau katatonik. Secara klasik skizofrenia tipe paranoid ditandai terutama oleh adanya waham kebesaran atau waham kejar, jalannya penyakit agak konstan (Kaplan dan Sadock, 1998). Pikiran melayang (Flight of ideas) lebih sering terdapat pada mania, pada skizofrenia lebih sering inkoherensi (Maramis, 1998). Kriteria waktunya berdasarkan pada teori Townsend (1998), yang mengatakan kondisi klien jiwa sulit diramalkan, karena setiap saat dapat berubah. Waham menurut Maramis (1998), Keliat (1998) dan Ramdi (2000) menyatakan bahwa itu merupakan suatu keyakinan tentang isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya, keyakinan tersebut dipertahankan secara kokoh dan tidak dapat diubah-ubah. Mayer-Gross dalam Maramis (1998) membagi waham dalam 2 kelompok, yaitu primer dan sekunder. Waham primer timbul secara tidak logis, tanpa penyebab dari luar. Sedangkan waham sekunder biasanya logis kedengarannya, dapat diikuti dan merupakan cara untuk menerangkan gejalagejala skizofrenia lain, waham dinamakan menurut isinya, salah satunya adalah waham kebesaran Waham kebesaran adalah waham peningkatan kemampuan, kekuatan,

pengetahuan, identitas, atau hubungan khusus dengan dewa atau orang terkenal (Kaplan dan Sadock, 1997). Pendapat ini juga didukung oleh Kusuma (1997)

yang menyatakan bahwa derajat waham kebesaran dapat terentang pembesarbesaran yang ringan sampai karakteristik sesungguhnya dari waham kebesaran psikotik. Isi waham umpamanya pasien telah melakukan penemuan yang penting atau memiliki bakat yang tidak diketahui atau kesehatan yang sangat baik. Etiologi Predeposisi Biologi Skizofrenia paranoid disebabkan kelainan susunan saraf pusat, yaitu pada diensefalon/ oleh perubahan-perubahan post mortem/ merupakan artefak pada waktu membuat sediaan. Gangguan endokrin juga berpengaruh, pada teori ini dihubungkan dengan timbulnya skizofrenia pada waktu pubertas, waktu kehamilan atau puerperium dan waktu klimaterium. Begitu juga dengan gangguan metabolisme, hal ini dikarenakan pada orang yang mengalami skizofrenia tampak pucat dan tidak sehat, ujung ekstremitas sianosis, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun. Teori ini didukung oleh Adolf Meyer yang menyatakan bahwa suatu konstitusi yang inferior/ penyakit badaniah dapat mempengaruhi timbulnya skizofrenia paranoid (Maramis, 1998). Menurut Schebel (1991) dalam Townsend (1998) juga mengatakan bahwa skizofrenia merupakan kecacatan sejak lahir, terjadi kekacauan dari sel-sel piramidal dalam otak, dimana sel-sel otak tersusun rapi pada orang normal. Gangguan neurologis yang mempengaruhi sistem limbik dan ganglia basalis sering berhubungan dengan kejadian waham. Waham oleh karena gangguan neurologis yang tidak disertai dengan gangguan kecerdasan, cenderung memiliki waham yang kompleks. Sedangkan waham yang disertai dengan gangguan kecerdasan sering kali berupa waham sederhana (kaplan dan Sadock, 1997). Psikologis Menurut Carpenito (1998), klien dengan waham memproyeksikan perasaan dasarnya dengan mencurigai. Pada klien dengan waham kebesaran terdapat perasaan yang tidak adekuat serta tidak berharga. Pertama kali mengingkari perasaannya sendiri, kemudian memproyeksikan perasaannya kepada lingkungan dan akhirnya harus menjelaskan kepada orang lain. Apa yang seseorang pikirkan

tentang suatu kejadian mempengaruhi perasaan dan perilakunya. Beberapa perubahan dalam berpikir, perasaan atau perilaku akan mengakibatkan perubahan yang lain. Dampak dari perubahan itu salah satunya adalah halusinasi,dapat muncul dalam pikiran seseorang karena secara nyata mendengar, melihat, merasa, atau mengecap fenomena itu, sesuai dengan waktu, kepercayaan yang irrasional menghasilkan ketidakpuasan yang ironis, menjadi karakter yang "Wajib" dan "Harus. Genetik Faktor keturunan juga menentukan timbulnya skizofrenia. Hal ini dibuktikan dengan penelitian pada keluarga-keluarga yang menderita skizofrenia dan terutama anak kembar satu telur. Angka kesakitan bagi saudara tiri sebesar 0,9 1,8%, saudara kandung 7 - 15%, anak dengan salah satu orang tua yang mengalami skizofrenia 7 - 16%, bila kedua orang tua mengalami skizofrenia 40 68%, kembar dua telur (heterozygot) 2-15%, kembar satu telur (monozygot) 6186% (Maramis, 1998). Presipitasi c. Faktor ini dapat bersumber dari internal maupun eksternal. Stresor sosiokultural Stres yang menumpuk dapat menunjang terhadap awitan skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya (Stuart, 1998) Stresor psikologis Intensitas kecemasan yang tinggi, perasaan bersalah dan berdosa, penghukuman diri, rasa tidak mampu, fantasi yang tak terkendali, serta dambaan-dambaan atau harapan yang tidak kunjung sampai, merupakan sumber dari waham. Waham dapat berkembang jika terjadi nafsu kemurkaan yang hebat, hinaan dan sakit hati yang mendalam (Kartono, 1981). Proses terjadinya waham Waham adalah anggapan tentang orang yang hypersensitif, dan mekanisme ego spesifik, reaksi formasi dan penyangkalan. Klien dengan waham, menggunakan

mekanisme pertahanan reaksi formasi, penyangkalan dan proyeksi. Pada reaksi formasi, digunakan dan sebagai perasaan pertahanan cinta. melawan agresi, akan kebutuhan, ketergantungan Kebutuhan ketergantungan

ditransformasikan menjadi kemandirian yang kokoh. Penyangkalan, digunakan untuk menghindari kesadaran akan kenyataan yang menyakitkan. Proyeksi digunakan untuk melindungi diri dari mengenal impuls yang tidak dapat diterima didalam dirinya sendiri. Hypersensitifitas dan perasaan inferioritas, telah dihipotesiskan menyebabkan reaksi formasi dan proyeksi, waham kebesaran dan superioritas. Waham juga dapat muncul dari hasil pengembangan pikiran rahasia yang menggunakan fantasi sebagai cara untuk meningkatkan harga diri mereka yang terluka. Waham kebesaran merupakan regresi perasaan maha kuasa dari anak-anak, dimana perasaan akan kekuatan yang tidak dapat disangkal dan dihilangkan (Kaplan dan Sadock, 1997). Cameron, dalam Kaplan dan Sadock, (1997) menggambarkan 7 situasi yang memungkinkan perkembangan waham, yaitu : peningkatan harapan, untuk mendapat terapi sadistik, situasi yang meningkatkan ketidakpercayaan dan kecurigaan, isolasi sosial, situasi yang meningkatkan kecemburuan, situasi yang memungkinkan menurunnya harga diri (harga diri rendah), situasi yang menyebabkan seseorang melihat kecacatan dirinya pada orang lain, situasi yang meningkatkan kemungkinan untuk perenungan tentang arti dan motivasi terhadap sesuatu. Gejala- gejala waham Jenis skizofrenia paranoid mempunyai gejala yang khas yaitu waham primer, disertai dengan waham-waham sekunder dan halusinasi (Maramis, 1998). Menurut Kaplan dan Sadock (1997), kondisi klien yang mengalami waham adalah: Status mental Pada pemeriksaan status mental, menunjukan hasil yang sangat normal, kecuali bila ada sistem waham abnormal yang jelas. Mood klien konsisten dengan isi wahamnya. Pada waham curiga, didapatkan perilaku pencuriga.

biasanya orang yang sangat terkenal. kecuali pada klien dengan waham raba atau cium. pejabat. Tipe ini jarang ditemukan (0. tidak ditemukan kelainan dalam orientasi. kecuali jika membahayakan dirinya. kemampuan. mempunyai hubungan khusus dengan orang yang terkenal. Tipe-tipe waham Menurut kaplan dan sadock (1997). atau atasanya. Klien waham hampir selalu memiliki insight (daya titik diri) yang jelek.Pada waham kebesaran. yaitu misalnya cemburu terhadap pasanganya. Klien dapat dipercaya informasinya. tipe-tipe waham antara lain: Tipe Eritomatik: klien dicintai mati-matian oleh orang lain. Klien dengan waham. tempat dan situasi. tetapi tidak dapat diketahui. seperti artis. masa sekarang dan yang direncanakan. Waham cemburu. Daya ingat dan proses kognitif klien adalah intak (utuh). Onset sering mendadak. pemeriksa kemungkinan merasakan adanya kualitas depresi ringan. tidak memiliki halusinasi yang menonjol/ menetap. kecuali yang memiliki waham spesifik tentang waktu. Tipe kebesaran (magalomania):yaitu keyakinan bahwa seseorang memiliki bakat. Klien biasanya hidup terisolasi. menarik diri. Keputusan terbaik bagi pemeriksa dalam menentukan kondisi klien adalah dengan menilai perilaku masa lalu. Sensori dan kognisi Pada waham. Pada beberapa klien kemungkinan ditemukan halusinasi dengar. hidup sendirian dan bekerja dalam pekerjaan yang sederhana.2%) dari pasien psikiatrik. dan hilang setelah perpisahan/ kematian . Adapun sistem wahamnya. wawasan yang luar biasa. ditemukan pembicaraan tentang peningkatan identitas diri.

Perbedaan dengan hipokondrial adalah pada derajat keyakinan yang dimiliki klien. dan kemungkinan dapat membunuh pasangan. Dapat berbentuk sederhana.pasangan. Waham kejar : keyakinan merasa dirinya dikejar-kejar. Waham tipe somatik atau psikosis hipokondrial monosimptomatik. merasa bersalah. Tipe ini menyebapkan penyiksaan hebat dan fisik yang bermakna terhadap pasangan. Tahap-tahap halusinasi Menurut Townsend (1998) tahap dari halusinasi antara lain : Comforting (secara umum halusinasi bersifat menyenangkan) Karakteristik : orang yang berhalusinasi mengalami keadaan emosi seperti ansietas. kesepian. Condemning (secara umum halusinasi menjijikan) Karakteristik : pengalaman sensori bersifat menjijikan dan menakutkan. oleh karena delusinya. diikuti oleh orang lain. dan biasanya berupa tema yang berhubungan difitnah secara kejam. ataupun terperinci. Menetapnya waham somatik yang tidak kacau tanpa adanya gejala psikotik lainya menyatakan gangguan delosional/ waham tipe somatik. dan takut serta mencoba untuk memusatkan pada penenangan pikiran untuk mengurangi ansietas. orang yang berhalusinasi mulai merasa kehilangan kendali dan berusaha untuk menjauhkan dirinya dari sumber yang dipersepsikan. individu mengetahui bahwa pikiran yang dialaminya tersebut dapat dikendalikan jika ansietasnya dapat diatasi (nonpsikotik). diracuni. Perilaku pasien yang teramati : menyeringai atau tertawa yang tidak sesuai. . individu mungkin merasa malu karena pengalaman sensorinya dan menarik diri dari orang lain (nonpsikotik). diusik. menggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara. dihalang-halangi. atau dihalangi dalam mengejar tujuan jangka panjang. Tipe ini paling sering ditemukan pada gangguan jiwa. respon verbal yang lamban. diam dan dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikkan.gerakan mata yang cepat.

Perilaku pasien yang teramati : peningkatan saraf otonom yang menunjukan ansietas misalnya peningkatan nadi. kegiatan fisik merefleksikan isi halusinasi seperti amuk. Conquering (secara umum halusinasi menjadi lebih rumit dan saling terkait dengan jumlah pasien yang masuk adalah delusi).jenis obat antipsikotik antara lain : . menarik diri.rentang perhatian hanya beberapa menit atau detik. halusinasi bisa berlangsung dalam beberapa jam atau hari apabila tidak ada intervensi terapeutik (psikotik). ketidakmampuan mengikuti petunjuk. tremor. Controling (pengalaman sensori menjadi penguasa) Karakteristik : orang yang berhalusinasi menyerah untuk melawan pengalaman halusinasinya dan membiarkan halusinasi menguasai dirinya. Perilaku pasien yang teramati : lebih cenderung mengikuti petunjuk yang diberikan oleh halusinasinya daripada menolaknya. Perilaku pasien yang teramati : perilaku menyerang atau teror seperti panik. individu mungkin mengalami kesepian jika pengalaman sensori tersebut berakhir (psikotik). Karakteristik : pengalaman sensori mungkin menakutkan jika individu tidak mengikuti perintah. Penatalaksanaan Farmakoterapi Tatalaksana pengobatan skizofrenia paranoid mengacu pada penatalaksanaan skizofrenia secara umum menurut Townsend (1998). gejala fisik dan ansietas berat seperti berkeringat. kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. atau kataton. penyempitan kemampuan konsentrasi. pernapasan dan tekanan darah. sangat potensial melakukan bunuh diri atau membunuh orang lain. tidak mampu berespon terhadap lebih dari satu orang. isi halusinasi dapat berupa permohonan. Kaplan dan Sadock (1998) antara lain : Anti Psikotik Jenis. dipenuhi dengan pengalaman sensori dan mungkin kehilangan kemampuan untuk membedakan halusinasi dengan realitas. agitasi.

Chlorpromazine Untuk mengatasi psikosa. anti psikotik dari kelas lain harus diberikan. psikosomatik. dan mengurangi gejala emesis. dosis awal : 3×25 mg.5 mg sampai 3 mg. ketegangan. kemudian dapat ditingkatkan supaya optimal. dan bertahap dinaikkan sampai 50 mg/hari. Kondisi ini harus diperhitungkan oleh dokter dan perawat. Untuk gangguan jiwa. psikosis. Pada kondisi gawat darurat. Sedangkan terapi yang berhasil dapat ditandai adanya suatu penyesuaian sosial. harus diberikan obat antipsikotik secara intramuskular. premidikasi dalam anestesi.dan mania. Dosis yang digunakan : 1-15 mg/hari Difehidamin Dosis yang diberikan : 10. Anti parkinson Triheksipenydil (Artane) Untuk semua bentuk parkinsonisme. dengan dosis tertinggi : 1000 mg/hari secara oral. Obat antipsikotik merupakan obat terpilih yang mengatasi gangguan waham. dan untuk menghilangkan reaksi ekstrapiramidal akibat obat. Dosis awal : 3×0. Haloperidol Untuk keadaan ansietas. Sedangkan jika klien gagal berespon dengan obat pada dosis yang cukup dalam waktu 6 minggu. dan bukan hilangnya waham pada klien. Trifluoperazine Untuk terapi gangguan jiwa organik. Dosis : 75-300 mg/hari. Penyebab kegagalan pengobatan yang paling sering adalah ketidakpatuhan klien minum obat. depresi oleh karena ansietas.400 mg/hari Anti Depresan Amitriptylin Untuk gejala depresi. Dosis awal : 3×1 mg. Imipramin . klien yang teragitasi parah. dan keluhan somatik. dan gangguan psikotik menarik diri.

obat yang termasuk anti ansietas antara lain: Fenobarbital Meprobamat Klordiazepoksida Psikoterapi Elemen penting dalam psikoterapi adalah menegakkan hubungan saling percaya. kelainan disosiatif. dosis pemeliharaan : 50-75 mg/hari. Dalam hal ini tujuannya adalah membantu klien memiliki keraguan terhadap persepsinya. dan harus mampu menampung semua ungkapan perasaan klien. Saat klien menjadi kurang kaku. terapis dapat meningkatkan tes realitas. perasaan kelemahan dan inferioritasnya yang menyertai depresi. mengingat apa yang anda lalui. dapat timbul. suatu hubungan terapeutik positif telah ditegakkan dan aktifitas terpeutik dapat dilakukan. kelainan kejang. Terapi Keluarga : 16-320 mg/hari : 200-2400 mg/hari : 15-100 mg/hari . jujur dan membuat perjanjian seteratur mungkin. dan untuk meringankan sementara gejalagejala insomnia dan ansietas. Terapis harus tepat waktu. karena disadari bahwa tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi. "tanpa menyetujui setiap mis persepsi wahamnya. Obat. Dosis awal : 25 mg/hari. kelainan somatroform. Bila klien mulai ragu-ragu dengan wahamnya. Pada saat klien membiarkan perasaan kelemahan memasuki terapi. Tujuan yang dikembangkan adalah hubungan yang kuat dan saling percaya dengan klien. Sehingga terapis perlu bersikap empati terhadap pengalaman internal klien. Terapi individu lebih efektif dari pada terapi kelompok.Untuk depresi dengan hambatan psikomotorik. Terapis tidak boleh mendukung ataupun menentang waham. Terapis perlu menyatakan pada klien bahwa keasyikan dengan wahamnya akan menegangkan diri mereka sendiri dan mengganggu kehidupan konstruktif. sehingga menghilangnya ketegangan klien. dan depresi neurotik. Anti Ansietas Anti ansietas digunakan untuk mengotrol ansietas. dan tidak boleh terus-menerus membicarakan tentang wahamnya. Kepuasan yang berlebihan dapat meningkatkan kecurigaan dan permusuhan klien. misalnya dengan berkata : "Anda pasti merasa sangat lelah.

kondisi medik umum. sehingga dapat membantu dalam Perencanaan terapi Meramalkan "Outcame" atau prognosis Format yang mudah dan sistematik. sebagai sekutu dalam proses pengobatan.Pemberian terapi perlu menemui atau mendapatkan keluarga klien. taraf fungsi secara global). Diagnosa Medis Penentuannya mengikuti diagnosa multiaksila yang terdiri dari 5 aksis Aksis I : gangguan klinis Aksis II : gangguan kepribadian Aksis III : kondisi medik umum Aksis IV Aksis V : Masalah Psikososial dan lingkungan : penilaian peran dan fungsi 1 tahun terakhir Tujuan dari diagnosa multiaksila Mencakup informasi yang komprehensif (gangguan jiwa. Memacu penggunaan "Model Bio-Psiko-Sosial"dalam klinis. . sehingga dapat membantu dalam : Menata dan mengkomunikasikan informasi klinis Menangkap kompleksitas situasi klinis Menggambarkan heterogenitas individual dengan diagnosa klinis yang sama. version of virus signature database 4436 (20090918) __________ The message was checked by ESET Smart Security. 2002) __________ Information from ESET Smart Security. masalah psikososial. Keluarga akan memperoleh manfaat dalam membantu ahli terapi dan membantu perawatan klien. dan lingkungan. pendidikan dan penelitian (PPDGJ-III.

sensitive. dan iritabel. atau memiliki halusinasi.EPISODE MANIA DENGAN GEJALA PSIKOTIK I. ETIOLOGI Kelainan fisik yang bisa menyebabkan mania:2 1. tetapi juga bisa mudah tersinggung.1 Penderita biasanya merasa senang.Kortikosteroid . Yang khas adalah bahwa penderita yakin dirinya baik-baik saja. yaitu mendengar dan melihat benda-benda yang sesungguhnya tidak ada.Kokain . kebutuhan tidur berkurang.Bromokriptin . Efek samping obat-obatan .2 Penderita tidak henti-hentinya mengikuti berbagai kegiatan (misalnya usaha dagang yang beresiko. berpikir cepat. tampak sifat mudah marah. 2 Perhatian penderita mudah teralihkan dan selalu berpindah-pindah dari satu tema ke tema lainnya. Penderita yakin bahwa dirinya sedang dibantu atau dihukum oleh orang lain. Gejala mania meliputi cara berbicara yang cepat. suka mencampuri urusan orang lain dan jika kesal akan lekas marah dan menyerang. tanpa memikirkan bahaya sosial yang mungkin terjadi. hiperaktif. mengacau. perasaan senang atau bahagia .Amfetamin . mengamuk. dan kadang menganggap dirinya adalah Tuhan. menetap. dan peningkatan minat pada suatu tujuan.Levodopa . aktivitas fisik dan mental penderita sangat hiruk pikuk. kekuasaan. Penderita memiliki keyakinan yang salah mengenai kekayaan. judi atau perilaku seksual yang berbahaya). abnormal. senang bertengkar atau memusuhi secara terang-terangan. Kurangnya pengertian akan keadaannya sendiri disertai dengan aktivitas yang sangat luar biasa.Obat anti-depresi . Pada keadaan ini diperlukan penanganan segera. PENDAHULUAN Episode mania merupakan suatu episode meningkatnya afek seseorang yang jelas. 2 II. bisa menyebabkan penderita tidak sabar. Pada kasus yang berat. karena penderita bisa meninggal akibat kelelahan fisik yang luar biasa. dan waham kebesaran. Selain itu. keahlian dan kecerdasan seseorang. ekspansif.

3 IV.Lupus eritematosus sistemik 5. Onset rata-rata umur pada pasien dewasa dengsn mania adalah 55 tahun dengan perbandingan jumlah pria dan wanita 2 : 1. melawak. Kelainan hormonal . dan .. Penyakit jaringan ikat . Kelainan neurologis Ø Tumor otak Ø Cedera kepala Ø Korea Huntington Ø Sklerosis multipel Ø Stroke Ø Korea Sydenham Ø Epilepsi lobus temporalis III. banyak bicara .Hipertiroidisme 4. hiperaktif. EPIDEMIOLOGI Mania merupakan suatu gangguan afektif dengan persentasi 12 % dari seluruh gangguan afektif.Metilfenidat 2. Prevalensi timbulnya mania sekitar 0. Infeksi ¥ AIDS ¥ Ensefalitis ¥ Influenza ¥ Sifilis (stadium lanjut) 3.1% pertahun. GAMBARAN KLINIS Gambaran klinik yang dapat tampak pada pasien mania :4 ¥ Tampilan umum : bersemangat .

Kadang ada waham dan halusinasi yang kacau dan tidak serasi. V. terkadang jawaban tidak sesuai pertanyaan meskipun tidak ada gangguan tidak ada gangguan orientasi dan daya ingat.menetap. ¥ Gangguan persepsi :75% pasien mania mengalami waham. dan iritabel. bisa inkoheren dan neologisme sehingga sukar dibedakan dengan pasien skizofrenia.asosiasi menjadi longgar. Karena berdusta dan menipu adalah biasa bagi mereka. Harga diri yang dibesarkan atau grandiosis ii. ¥ Cara bicara : Bicaranya sukar dipotong. merasa hebat. v. ¥ Reliabilitas : Pasien mania sering berbohong ketika memberikan informasi.sedikitnya ada 3 dari gejala di bawah ini ( 4 bila afeknya hanya iritabel ) dan cukup dirasakan oleh lingkungannya. Mereka sukar mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal merugikan kalau tersinggung atau marah. b. ekspansif. Saat terjadinya gangguan afek. bisa cepat berubah dan gembira ke depresi dalam beberapa saat. kriteria diagnostik episode mania adalah sebagai berikut : a. sangat produktif dan tidak terkendalikan. kemampuan yang luar biasa. konsentrasi berkurang. loncatan gagasan (flight of ideas). mudah marah dan menyerang. Suka bicara lebih dari biasanya dan ada dorongan untuk bicara terus iv. DIAGNOSIS Berdasarkan tabel Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder edisi 3 yang direvisi (DSM-III-R). i. emosinya tidak stabil. kekuatan atau kehebatan yang luar biasa. Loncat pikir atau ia merasa alur pikirnya seperti berpacu. ¥ Gangguan pikiran : Pikiran pasien terisi dengan rasa percaya diri yang berlebihan. Suatu masa yang berbatas jelas dengan afek yang abnormal. volume keras. tidak mudah frustasi. ¥ Alam perasaan : Mudah tersinggung. Kebutuhan tidur berkurang iii. Mereka mudah teralihkan perhatiannya. ¥ Gangguan pengendalian diri : Sekitar 75% pasien mania suka mengancam dan menyerang. Mudah teralihkan perhatiannya .memperlihatkan gejala psikotik. ¥ Gangguan sensorium dan fungsi kognitif : Ada sedikit gangguan pada fungsi sensorium dan kognitif. biasanya berhubungan dengan kekayaan.

Tak dapat dibuktikan bahwa factor organic menyebabkan atau mempertahankan gangguan itu. Bertambahnya kegiatan yang bertujuan atau agitasi psikomotor. Peningkatan aktivitas atau kegelisahan fisik. Tidak bertumpang tindih pada skizofrenia. maka harus dibedakan antara hipomania. Perubahan suasana perasaan harus nyata dan menetap sekurangnya selama 1 minggu( kecuali jika cukup berat dan membutuhkan perawatan rumah sakit). c.vi. tak ada halusinasi atau waham selama 2 minggu. d. atau gangguan psikotik yang tak ditentukan. Ikut serta secara berlebih pada kegiatan yang menggembirakan yang beresiko tinggi untuk mengakibatkan penderitaan. gangguan waham. dan abnormal bagi pribadi yang bersangkutan. e. f. Setidaknya ada 3 tanda yang harus menyertai ( 4 bila afeknya hanya iritabel ) : 1. disebutkan pedoman diagnostic episode mania dengan gejala psikotik : 5 A. atau membutuhkan perawatan inap demi mencegah menciderai diri atau orang lain.5 Setelah menegakkan diagnosa suatu episode mania. flight of ideas atau alur pikirnya seperti berpacu. Dari ICD-10 Classification of Mental and Behavioral Disorders: Diagnostic Criteria for Research. gangguan skizofreniform. vii. atau iritabel. episode mania dengan tanpa gejala psikotik. meningkatnya harga diri atau grandiositas 7. 2. distraktibilitas atau perubahan terus-menerus dalam aktivitas dan rencana. hilangnya larangan sosial normal. dan episode mania dengan gejala psikotik. Gangguan afek yang cukup gawat menyebabkan gangguan yang nyata dalam fungsi kerja. 4. . B. ekspansif. kegiatan social. Suka bicara ( ada dorongan untuk bicara terus ) 3. menyebabkan perilaku yang tidak sesuai kepada keadaan 5. atau hubungan dengan orang lain. Pada saat tiada gangguan afek yang menonjol. kebutuhan tidur berkurang 6. Suasana perasaan meningkat dengan jelas.

Secara umum Penderita perlu dirawat di rumah sakit karena biasanya tidak mempunyai pandangan dan kesadaran terhadap dirinya. Terapi kimiawi .8. Episode tidak bertumpang tindih dengan kriteria skizofrenia atau gangguan skizoafektif tipe mania. VI. DIAGNOSIS BANDING a. Kecerobohan seksual. VII. C. iritabilitas. tidak tidur berharihari. dan menutup diri. PENATALAKSANAAN 1.7 b. Skizofrenia (F20. pedoman diagnosis untuk Mania dengan Gangguan Psikotik :6 · Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat dari F30. D.membuang banyak uang atau menghabiskan miliknya yang sudah secara rutin secara tidak bertanggungjawab. dan kecurigaan menjadi waham kejar ( delusion of persecution ). tidak mau makan. Dari Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa ( PPDGJ ) III.-) Skizofrenia dapat diawali dengan gangguan emosi dan afek sehingga memberikan gambaran yang hamper mirip dengan episode mania. Kepribadian seorang dengan gangguan mania hangat dan mudah bersahabat. Waham dan halusinasi “sesuai” dengan keadaan afek tersebut(mood congruent). jauh dari pergaulan. Perilaku sembrono atau membabibuta dengan resiko yang tidak diketahui 9.1 (Mania tanpa gejala psikotik ) · Harga diri yang membubung dan gagasan kebesaran dapat berkembang menjadi waham kebesaran ( delusion of grandeur ). Episode tidak dihubungkan dengan penggunaan zat psikoaktif atau gangguan mental organic lain. E. sedangkan pada seorang dengan skizofrenia biasanya pendiam.0) Pada skizofrenia tipe mania terjadi ketidaksesuaian gejala afek dengan waham dan halusinasi (mood incongruent) sangat menonjol.7 2. Skizofrenia tipe manic (F25. Waham atau halusinasi muncul. sehingga dapat membahayakan kesehatan fisiknya seperti kurang memperhatikan kebersihan diri.

a.7 4. Thorazine) 75 – 500 mg/hari o Levomepromazine(Nozinan/Neurocil) 75 – 300 mg/hari o Thioridazine (Melleril) 75 – 500 mg/hari o Trifluoperazine (Stelazine) 3 – 30 mg/hari . 32% pasien mengalami penurunan fungsi kognitif yang diukur dengan Mini Mental State Examination dengan skor kurang dari 24.Senyawa phenothiazine o Promazine (prazine/verophen) 100 – 600 mg/hari o Chlorpromazine(Largaktil / Megaphen / Propaphenin . Dhingra & Rabins (1991) mengamati pasien usia lanjur dengan mania selama 5 – 7 tahun dan menemukan 34% pasien meninggal.Senyawa butyrophenone o Haloperidol (Haldol/Serenace/ Vesalium) 3 – 5 mg/hari 3. Obat yang dapat diberikan ada beberapa senyawa : . Selama pengamatan.Senyawa alkaloid Rauwolfla o Reserpine (Serpasil) 3 – 9 mg/hari . PROGNOSIS Rata-rata durasi episode mania adalah sekitar 2 bulan. umumnya dalam bentuk tablet. Dengan 95% sembuh sempurna. Psikososial o terapi keluarga o terapi interpersonal o terapi tingkah laku o therapeutic community o kurangi jumlah dan berat stressor VIII. Terapi elektrolit Lithium Carbonat dapat diberikan dalam jumlah 1 gr/hari. 8 . 72% pasien mengalami bebas dari gejala dan 80% dapat hidup independent.

Maslim.rcpsych. PENDAHULUAN Episode mania merupakan bagian dari gangguan suasana perasaan atau gangguan afektif/ “Mood” dimana kelainan fundamental dari kelompok ini berupa perubahan suasana perasaan (mood) atau afek.DAFTAR PUSTAKA 1. berbicara terus menerus. tingkat keparahan gejala (mania dengan gejala psikotik ◊ mania tanpa gejala psikotik ◊ hipomania.2002. Shulman. Widya. Benjamin James.medicastore. Mowbray. Rujukan Ringkas PPDGJ III. Dennis Gath. 4.1979.244. berat tanpa gejala . Benjamin J. Diakses tanggal 6 Februari 2008. p61 7. Kaplan. 2001.G. Elsevier Press 10. Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat. Oxford : Oxford University Press 9. Jakarta : PT Nuh Jaya. MANIA TANPA GEJALA PSIKOTIK I. aliran pikiran yang cepat.Wicaksana Martin. 3. Mania. Diakses 6 Februari 2008 5. Available on http://www.Rusdi. New York : Lippincott Williams & Wilkins 6. Jakarta : 2. Kumar & Clark.Ilmu Kedokteran Jiwa Psychiatry. Jakarta 8.Sadock. Catatan Kuliah Psikiatri edisi 6. Virgina Alcott Sadock.M. R. Available on http://www. disinhibisi sosial.I.Diagnosis Gangguan Jiwa. 2000.. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.. 2007. atau kearah elasi (suasana perasaan yang meningkat). Ingram. dan kebanyakan gejala lainnya adalah sekunder terhadap perubahan itu. mudah mengambil resiko dan bersifat iritabilitas. Mania. biasanya kearah depresi (dengan atau tanpa anxietas yang menyertainya). Surya.122. Timbury. alih bahasa Wicaksana M Roan.uk/pdf/semOAP_ch8.Harold I. Sadock. Oxford Textbook of Psychiatry 2nd edition. Roan.Michael. Perubahan afek ini biasanya disertai dengan suatu perubahan pada keseluruhan tingkat aktivitas. Anonim. dan depresi ringan.3) Gangguan afektif dibedakan menurut episode tunggal atau multipel.M. 10th Edition. Diakses tanggal 6 Februari 2008.(1) Mania merupakan status mental abnormal yang ditandai dengan euforia. Editor Peter Anugrah.Ken. Richard Mayou.(2. Simposium Sehari Kesehatan Jiwa Dalam Rangka Menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia : Gangguan Afektif. 27 Oktober 2007.com/med/detail_pyk. Kaplan & Sadock's Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry. New York.C.ac. sedang. Clinical Medicine 5th ed. susah tidur. atau mudah dipahami hubungannya dengan perubahan tersebut.php? id=&iddtl=263&idktg=5&idobat=&UID=20080207100615125.pdf. Gelder.162.

dan cairan cerebrospinal dilaporkan ditemukan pada pasien.4% dapat terjadi dalam kelompok usia 18-44 tahun. Penelitian kembar menunjukkan angka kesamaan sebesar 70% untuk kembar monozigot dan 20% untuk kembar dizigot. Termasuk dalam kelompok ini hipomania. namun faktor nongenetik mungkin memainkan peranan kausatif dalam perkembangan gangguan ini pada sekurangnya beberapa pasien. urin. Kelainan metabolit amin biogenik seperti 5-hydroxyindoleacetic acid (5 HIAA). asosiasi huruf berisi amygdala. walaupun dua hipotesis tentang senyawa amina menghasilkan banyak penyelidikan selama bertahun-tahun. dan menurut dengan atau tanpa gejala somatik.(4) Genetika. EPIDEMIOLOGI Serangan pertama bisa muncul pada usia 15 dan 30 tahun. disertai dengan peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental.5) Terjadinya mania secara biologi sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. manik. Bukan hanya tidak mungkin untuk menyingkirkan faktor psikososial. ditandai dengan karakteristik dalam afek yang meningkat. tetapi bisa muncul pada berbagai usia dari masa kanak-kanak hingga dekade 7 atau 8. Dopamin. membaca. Pola penurunan genetika terjadi melalui mekanisme yang kompleks. Terdapat hipotesis yang menjelaskan bahwa jumlah neurotransmitter serotonin di lobus temporal mungkin sangat tinggi sehingga terjadi mania.(1) Mania tanpa gejala psikotik termasuk dalam episode mania. Penyebabnya merupakan interaksi antara faktor biologis. norepinephrine. glutamate dan GABA juga mengambil peranan yang penting.5) Biokimia.(1. Prevalensi terjadinya mania 0.4) II. Hipotesis katekolamin menyatakan bahwa setidaknya beberapa penyakit mania mungkin berhubungan dengan kelebihan katekolamin di dalam otak. dan mania dengan gejala psikotik. maka termasuk gangguan afektif bipolar (F31). faktor genetik dan faktor psikososial. Biokimia dari kelainan afektif tetap tidak diketahui. mania tanpa gejala psikotik. belajar. 3-metoksi-4-hidroksifenilglikol (MHPG) dalam darah. Jenis transmisinya kemungkinan poligenik. Hipotesis indolamina juga membuat pernyataan serupa untuk 5 hydroxytriptamin (5HT).(2) III. yang merupakan pusat emosional . Mania dapat terjadi pada usia tua (rata-rata 55 tahun) dengan perbadingan antara perempuan dan laki-laki 2:1. ETIOLOGI Dasar umum untuk gangguan ini tidak ketahui.(4. Insiden dalam masyarakat umum sebesar 1% dan dalam keluarga tingkat pertama 10-15%. mengarah ke berbagai tingkat predisposisi. Penyakit bipolar dan unipolar bersifat menurun. Kategori ini hanya untuk satu episode manik tunggal (yang pertama). Lobus temporal berperan dalam berbicara.psikotik hingga berat dengan gejala psikotik). Jika ada episode afektif (depresi. dalam berbagai derajat keparahan. Metabolit utamanya asam 5-hydroxyindoleacetic acid (5 HIAA). homovanillic acid (HVA). atau hipomanik) sebelum atau sesudahnya.(4.1% terjadi di atas usia 65 tahun. 1.

¬ Alam perasaan. ¬ Gangguan pikiran: Pikiran pasien terisi dengan rasa percaya diri yang berlebihan. mudah tersinggung (iritabel) atau membumbung tinggi (ekspresif) dan terdapat hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari. yang biasanya berhubungan dengan kekayaan. lebih gembira. kekuatan atau kehebatan yang luar biasa. hubungan sosial dan melakukan kegiatan rutin. bisa cepat berubah dan gembira ke depresi dalam beberapa menit saja. Kepribadian atau personalitas penderita mania biasanya berperilaku lebih riang. dan lebih ramah dari rata-rata. konsentrasi berkurang. bermanifestasi dalam gejala berupa: penurunan kemampuan bekerja. volumenya keras. afeknya meningkat. kemampuan yang luar biasa. mudah marah dan menyerang. Kadang-kadang ada waham dan halusinasi yang kacau dan tidak serasi. memiliki onset yang lebih awal dan penyakit yang lebih parah daripada yang tidak menggunakannya. bercanda. Para pengguna obat-obatan dan alkohol tersebut lebih bersifat iritabel dengan mood/perasaan yang mudah berubah serta lebih resisten terhadap pengobatan dan lebih cenderung untuk dirawat inap di rumah sakit. Bagian kiri amygdala lebih aktif pada wanita yang mania dan korteks orbitofrontal merupakan bagian yang kurang aktif (2005). Penelitian terbaru menemukan bahwa penderita gangguan bipolar afektif yang menggunakan obat-obatan maupun alkohol. tetapi secara umum insidens terjadinya gangguan ini pada pengguna alkohol beberapa kali lebih banyak daripada populasi lain yang tidak menggunakannya (sekitar 6%-9%). ¬ Gangguan persepsi: 75 % pasien mania mengalami waham. banyak bicara. ¬ Cara bicara: Bicaranya sukar dipotong. merasa . GEJALA KLINIS Episode mania Biasanya paling sedikit berlangsung selama satu minggu hampir setiap hari. mudah tersinggung. emosi : Perasaannya hiperthym. energitik. berpantun. bombastis. Kepribadian premorbid biasanya menunjukkan adanya gangguan afek yang ringan selama hidupnya. Selanjutnya bisa terjadi loncat gagasan. bisa inkoheren sehingga sukar dibedakan dengan pasien skizofrenia.(3) Psikososial. bermain dengan kata-kata. tidak mudah frustrasi. Ada kalanya mereka memperlihatkan gejala psikotik dan bingung sehingga perlu difiksasi dan diberikan suntikan antipsikotik.di otak.13) IV. Emosinya tidak stabil. Meskipun terdapat perdebatan dalam perbandingan penggunaan obat-obatan dan alkohol dan terjadinya gangguan afektif. Keadaan ini tidak berhubungan dengan penyebab eksterna. ¬ Tampilan umum : Bersemangat. dan tidak relevan. asosiasi menjadi longgar. melawak. hiperaktif. Hal ini berhubungan dengan psikis (kejiwaan) dan keadaan lingkungan sosial seorang penderita mania.(5.

Mereka mudah teralihkan perhatiannya. sangat produktif dan tidak terkendalikan. Mereka sukar menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan kalau sedang tersinggung atau marah.3. • Ditambah dengan paling sedikit 4 gejala berikut ini : ¬ peningkatan aktivitas (ditempat kerja. Mereka mudah melanggar hukum. pelanggaran dibidang seksual dan keuangan.9. Ada juga yang melakukan homicide dan suicide. kebutuhan tidur yang berkurang. yaitu perhatiannya terlalu cepat tertarik kepada stimulus luar yang tidak penting atau yang tak berarti ¬ keterlibatan berlebih dalam aktivitas-aktivitas yang mengandung kemungkinan resiko tinggi dengan akibat yang merugikan apabila tidak diperhitungkan secara bijaksana.7. dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan. terkadang jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan meskipun tidak ada gangguan orientasi dan daya ingat. ¬ Tilikan: Pada umumnya pasien mania mengalami gangguan tilikan. ¬ Gangguan pengendalian diri: Sekitar 75 % pasien mania suka mengancam dan menyerang. karena berdusta dan menipu adalah biasa untuk mereka.10. dalam hubungan sosial atau seksual). yang dapat bertaraf sampai waham/delusi) ¬ berkurangnya kebutuhan tidur ¬ mudah teralih perhatian. • Perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas yang berlebihan. atau ketidak-tenangan fisik ¬ lebih banyak berbicara dari lazimnya atau adanya dorongan untuk berbicara terus menerus ¬ lompat gagasan (flight of ideas) atau penghayatan subjektif bahwa pikirannya sedang berlomba (mania dengan gejala psikotik) ¬ rasa harga diri yang melambung tinggi (grandiositas. (1. percepatan dan kebanyakan bicara. DIAGNOSIS Berdasarkan pedoman diagnosis gangguan jiwa (PPDGJ-III). misalnya berbelanja berlebihan. ¬ Reliabilitas: Pasien mania sering berbohong ketika memberikan informasi. mengemudi kendaraan (mengebut) secara tidak bertangguang jawab dan tanpa perhitungan.11) . mania tanpa gejala psikotik: • Episode harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu.6. tingkah laku seksual secara terbuka. penanaman modal secara bodoh.(1. ¬ Gangguan sensorium dan fungsi kognitif: Ada sedikit gangguan pada fungsi sensorium dan kognitif.hebat. kadangkadang mereka menyebabkan kebangkrutan ekonomi keluarga. ide-ide perihal kebesaran/ ”grandiose ideas” dan terlalu optimistik.4.8) V.

dan antimanik. Gemar menghambur-hamburkan uang atau hidup foya-foya 9. selanjutnya sama dengan kasus ringan dilanjutkan dengan 5-10 mg peroral tiga kali . Carbamazepine. Pada kasus yang sangat berat dapat diberikan 5-10 mg secara intramuskular dan dapat diulang 2-4 jam sampai dosis total mencapai 30 mg. Profilaksis Mania: Lithium Carbonate Obat yang dapat menenangkan perlu diberikan untuk mengurangi aktivitas penderita yang melelahkan dan agar dapat menahan penderita untuk tetap tinggal di rumah. Divalproex Na b.dll ¬ senyawa alkaloid: reserpine (3-9mg/hari) ¬ senyawa butyrophenone: Haloperidol (3-5mg/hari). Agresif. Mania Akut : Haloperidol. Penggolongan: a. Obat yang dapat diberikan: ¬ senyawa fenotiazine: promazine (100-600mg/hari). Elevasi mood atau perasaan dan iritabilitas 2. sehingga perlu diawasi. DIAGNOSIS BANDING • Intoksikasi alkohol • Hiperkinesia pada kanak-kanak • Tiroitoxikosa. Obat acuan untuk antimania adalah Lithium Carbonate. membuang banyak uang atau menghabiskan miliknya yang memang sudah rutin dilakukan. antara lain mood modulators. Perhatiannya mudah teralih 7. Terapi kimiawi Obat Antimania Obat antimania mempunyai beberapa sinonim. Valproic Acid. 1992) Tanpa gejala psikotik: 1. PENATALAKSAAN 1. perphenazine (8-30mg/hari).(2) VI. (12) VII. Disinhibisi sosial 6. Berbicara terus menerus 4. sehingga dapat membahayakan kesehatan fisiknya seperti kurang memperhatikan kebersihan diri. trifluoperazine (3-30mg/hari). Jangka waktu tidur menjadi pendek 5. 2. mood stabilizer. Untuk kasus akut haloperidol menjadi drug of choice dan dapat mengendalikan perilaku. Chlorpromazine (75500mg/hari. tidak mau makan. Peningkatan energi dan overaktivitas 3.Kriteria ICD–10 untuk episode mania (World Health Organization. tidak tidur berhari-hari. Secara umum Penderita perlu dirawat di dalam rumah sakit karena biasanya tidak mempunyai pandangan dan kesadaran terhadap dirinya. Grandiositas 8.

dapat digunakan sebagai profilaksis mania dengan beberapa serangan dalam interval 2 tahun atau kurang. kepribadian premorbidnya stabil tanpa sifat neurotik dan sebaliknya gambaran prognostik menjadi buruk jika ada depersonalisasi. intervalnya tidak teratur dan tidak dapat diramalkan. tetapi bisa muncul pada berbagai usia dari masa kanak-kanak hingga dekade 7 atau 8. Dasar umum untuk gangguan ini tidak ketahui. tetapi dengan peningkatan jumlah serangan. namun faktor nongenetik mungkin memainkan peranan kausatif dalam perkembangan gangguan ini pada sekurangnya beberapa pasien Biasanya paling sedikit berlangsung selama satu minggu hampir setiap hari. faktor genetik dan faktor psikososial. PROGNOSIS 4% mania dapat berulang. tetapi hanya setelah diberi terapi lain selama seminggu.10) VIII. Serangan pertama bisa muncul pada usia 15 dan 30 tahun. Gangguan ini cenderung memiliki perjalanan penyakit yang panjang dan mengalami kekambuhan 90% berulang dalam 10 tahun.(3) VII. 3. Jika terapi litium gagal setelah dicoba selama paling kurang setahun. mudah tersinggung (iritabel) atau membumbung tinggi (ekspresif) dan terdapat hendaya dalam fungsi . Terapi Psikososial • terapi keluarga • terapi interpersonal • terapi tingkah laku • therapeutic community • kurangi jumlah dan berat stressor. misalnya mulainya mendadak. dan tinggal di RS dalam waktu yang singkat. Prognosis diperkirakan baik bila episodenya ringan. biasanya kearah depresi (dengan atau tanpa anxietas yang menyertainya).sehari. (4.5. maka waktu interval cenderung berkurang. Penyebabnya merupakan interaksi antara faktor biologis. maka dapat diberikan suntikan depot flupentiksol dekanoat untuk pofilaksis. Litium juga efektif untuk mania akut. tidak ada gejala psikotik.12) 4. Terapi elektrolit Senyawa litium karbonat: Litium karbonat (400-1200mg/hari). lebih gembira. Bukan hanya tidak mungkin untuk menyingkirkan faktor psikososial. atau kearah elasi (suasana perasaan yang meningkat).(5. Gambaran prognostik yang memuaskan dan indikator respon yang baik terhadap terapi fisik mencakup gejala endogen yang khas. KESIMPULAN Episode mania merupakan bagian dari gangguan suasana perasaan atau gangguan afektif/ “Mood” dimana kelainan fundamental dari kelompok gangguan afektif ini berupa perubahan suasana perasaan (mood) atau afek. afeknya meningkat. sifat bawaan histeri dan gejala atipik lainnya. Menggabungkan obat ini dengan haloperidol nampaknya agak berbahaya.

jika neurotransmiter ini berlebih dapat menjadi penyebab gangguan manik.1. norepinefrin dan dopamin dapat menyebabkan depresi. Di satu sisi.2 . percepatan dan kebanyakan bicara. kebutuhan tidur yang berkurang. Pada beberapa pasien yang bunuh diri memiliki konsentrasi metabolit serotonin yang rendah di cairan serebrospinalnya. FAKTOR BIOLOGIS Beberapa bahan kimia di dalam otak dan tubuh memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan emosi kita. dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan dan terdapat perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas yang berlebihan. Berdasarkan riset.kehidupan sehari-hari. Penurunan serotonin dapat menyebabkan depresi. Dalam otak terdapat substansi biokimiawi yaitu neurotransmitter yang berfungsi sebagai pembawa pesan komunikasi antar neuron di otak. kekurangan neurotransmiter serotonin. Jika neurotransmiter ini berada pada tingkat yang normal.4. hubungan sosial dan melakukan kegiatan rutin Mania tanpa gejala psikotik harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu. ide-ide perihal kebesaran/ ”grandiose ideas” dan terlalu optimistik.4 Serotonin adalah neurotransmiteraminergic yang paling sering dihubungkan dengan depresi. Selain itu antidepresan trisiklik dapat memicu mania. ETIOLOGI 2. otak akan bekerja secara harmonis. bermanifestasi dalam gejala: penurunan kemampuan bekerja. Pada penggunaan antidepresan jangka panjang terjadi penurunan jumlah tempat ambilan kembali serotonin.

Dopamin juga diperkirakan memiliki peranan dalam menyebabkan depresi. Data menunjukkan aktivitas dopamin yang menurun pada depresi dan meningkat pada mania. Obat yang menurunkan kadar dopamin seperti reserpine dan pada penyakit yang mengalami penurunan dopamin seperti parkinson disertai juga dengan gejala depresi. Obat-obat yang meningkatkan kadar dopamin sepertityrosine,amphetamine dan bupropion menurunkan gejala depresi. Disfungsi jalur dopamin mesolimbik dan hipoaktivitas reseptor dopamin tipe 1 (D1) terjadi pada depresi.2 Obat-obatan yang mempengaruhi sistem neurotransmiter seperti kokain akan memperparah mania. Agen lain yang dapat memperburuk mania termasuk L-dopa, yang berpengaruh pada reuptake dopamin dan7 serotonin. Calsium channel blocker yang digunakan untuk mengobati mania dapat mengganggu regulasi kalsium di neuron. Gangguan regulasi kalsium ini dapat menyebabkan transmisi glutaminergik yang berlebihan dan iskemia pembuluh darah.5 Neurotransmiter lain seperti GABA dan peptida neuroaktif seperti vasopresin dan opiat endogen juga berperan dalam patofisiologi gangguan mood. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sistem pembawa kedua (second messenger) seperti adenylate cyclase,phosphatidylinosito l dan regulasi kalsium mungkin memiliki relevansi dengan penyebab gangguan mood.2 Regulasi abnormal pada sumbu neuroendokrin mungkin dikarenakan fungsi abnormal neuron yang mengandungam ine biogenik. Secara teoritis, disregulasi pada sumbu neuroendokrin seperti sumbu tiroid dan adrenal terlibat dalam gangguan mood. Pasien dengan gangguan mood mengalami penurunan sekresi melatonin nokturnal, penurunan pelepasan prolaktin, penurunan kadar FSH dan LH serta penurunan kadar testosteron pada laki-laki.2 Dexamethasone adalah analog sintetik dari kortisol. Pada Dexamethasone Suppression Test, 50% dari pasien yang menderita depresi memiliki respon yang abnormal terhadapdexamethasone dosis tunggal. Banyak penelitian menemukan bahwa hiperkortisolemia dapat merusak neuron pada hipokampus.2 Gangguan tiroid seringkali disertai dengan gejala afektif. Penelitian telah mengambarkan adanya regulasi tiroid yang abnormal pada pasien dengan gangguan mood. Sepertiga dari pasien dengan gangguan depresif berat memiliki pelepasan tirotropin yang tumpul.

Penelitian terakhir melaporkan kira-kira 10% pasien dengan gangguan mood khususnya gangguan bipolar I memiliki antibodi antitiroid yang dapat dideteksi.2 Beberapa penelitian menemukan terdapat perbedaan pengaturan pelepasan hormon pertumbuhan antara pasien depresi dengan orang normal. Penelitian juga telah menemukan bahwa pasien dengan depresi 8 memiliki penumpulan respon terhadap peningkatan sekresi hormon pertumbuhan yang diinduksiclonidine.2 Gangguan tidur adalah gejala yang sering ditemukan pada pasien depresi. Menurunnya kebutuhan tidur adalah gejala klasik dari mania. Penelitian telah mengungkapkan bahwa elektroensefalogram (EEG) saat tidur pada orang yang menderita depresi menunjukkan kelainan. Kelainan tersebut antara lain perlambatan onset tidur, pemendekan latensi rapid eye movement (REM), peningkatan panjang periode REM pertama dan tidur delta yang abnormal. Pada depresi terjadi regulasi abnormal dari irama sirkadian. Beberapa penelitian pada binatang menyatakan bahwa terapi antidepresan efektif untuk mengubah jam biologis.2 Penelitian melaporkan adanya kelainan imunologis pada pasien depresi dan pada orang yang berdukacita karena kehilangan sanak saudara, pasangan atau teman dekat. Kemungkinan proses patofisiologi yang melibatkan sistem imun menyebabkan gejala psikiatrik dan gangguan mood pada beberapa pasien.2 Pada pencitraan otak pasien dengan gangguan mood terdapat sekumpulan pasien dengan gangguan bipolar I terutama pasien laki-laki memiliki ventrikel serebral yang membesar. Pembesaran ventrikel lebih jarang pada pasien dengan gangguan depresif berat. Pencitraan dengan MRI juga menyatakan bahwa pasien dengan gangguan depresif berat memiliki nukleus kaudatus yang lebih kecil dan lobus frontalis yang lebih kecil. Banyak literatur menjelaskan penurunan aliran darah pada korteks serebral dan area korteks frontalis pada pasien depresi berat.2 Hipotesis menyatakan gangguan mood melibatkan patologis pada sistem limbik, ganglia basalis dan hipotalamus. Gangguan pada ganglia basalis dan sistem limbik terutama pada

hemisfer yang dominan dapat ditemukan bersamaan dengan gejala depresif. Disfungsi pada hipotalamus dihubungkan dengan perubahan pola tidur, nafsu makan dan perilaku seksual pada pasien dengan depresi. Postur yang membungkuk, terbatasnya aktivitas motorik dan gangguan kognitif minor adalah beberapa gejala depresi yang juga ditemukan pada penderita dengan9 gangguan ganglia basalis seperti penyakit Parkinson dan demensia subkortikal lainnya.2 2.4.2. FAKTOR GENETIK Seseorang yang memiliki keluarga dengan gangguan mood memiliki resiko lebih besar menderita gangguan mood daripada masyarakat pada umumnya. Tidak semua orang yang dalam keluarganya terdapat anggota keluarga yang menderita depresi secara otomatis akan terkena depresi, namun diperlukan suatu kejadian atau peristiwa yang dapat memicu terjadinya depresi. Pengaruh gen lebih besar pada depresi berat dibandingkan depresi ringan dan lebih berpengaruh pada individu muda dibanding individu yang lebih tua. Penelitian oleh Kendler (1992) dari Departemen Psikiatri Virginia Commonwealth University menunjukkan bahwa resiko depresi sebesar 70% karena faktor genetik, 20% karena faktor lingkungan dan 10% karena akibat langsung dari depresi berat.4 Pada penelitian keluarga ditemukan bahwa keluarga derajat pertama dari penderita gangguan bipolar I kemungkinan 8 sampai 18 kali lebih besar untuk menderita gangguan bipolar I dan 2 sampai 10 kali lebih besar untuk menderita gangguan depresi berat dibanding kelompok kontrol. Keluarga derajat pertama pasien dengan gangguan depresif berat kemungkinan 1,5 sampai 2,5 kali lebih besar untuk menderita gangguan bipolar I dan 2 sampai 3 kali lebih besar untuk menderita gangguan depresif berat dibanding kelompok kontrol.2 Kemungkinan untuk menderita gangguan mood menurun jika derajat hubungan keluarga melebar. Contohnya, keluarga derajat kedua seperti sepupu lebih kecil kemungkinannya daripada keluarga derajat pertama seperti kakak misalnya untuk menderita gangguan mood. Sekitar 50% pasien dengan gangguan bipolar I memiliki orang tua dengan gangguan mood terutama depresi. Jika orang tua menderita gangguan bipolar I maka kemungkinan anaknya menderita gangguan mood sebesar 10 25%. Jika kedua orang tua menderita gangguan bipolar I maka

kemungkinan anaknya menderita gangguan mood adalah 50-75%.2 Pada penelitian adopsi, anak biologis dari orang tua dengan gangguan mood tetap beresiko terkena gangguan mood walaupun mereka telah dibesarkan oleh keluarga angkat yang tidak menderita gangguan mood. Orang tua biologis dari anak adopsi dengan gangguan mood mempunyai prevalensi gangguan mood yang sama dengan orang tua dari anak dengan gangguan mood yang tidak diadopsi. Prevalensi gangguan mood pada orang tua angkat sama dengan prevalensi pada populasi umumnya.2 Pada penelitian saudara kembar, angka kejadian gangguan bipolar I pada kedua saudara kembar monozigot adalah 33-90% dan untuk gangguan depresif berat, angka kejadian pada kedua saudara kembar monozigot adalah 50%. Pada kembar dizigot angkanya berkisar 5-25% untuk menderita gangguan bipolar I dan 10-25% untuk menderita gangguan depresif berat.2 Hubungan antara gangguan mood khususnya gangguan bipolar I dengan petanda genetik telah dilaporkan pada kromosom 5, 11 dan X. Gen reseptor D1 terletak pada kromosom 5 dan gen untuk tiroksin hidroksilase yaitu enzim yang membatasi kecepatan sintesis katekolamin berlokasi di kromosom 11.2 Sekitar 25% dari kasus penyakit bipolar dalam keluarga terkait lokus dekat sentromer pada kromosom 18 dan sekitar 20% terkait lokus pada kromosom 21q22.3. Tidak ada penyebab tunggal untuk gangguan bipolar namun gangguan ini biasanya merupakan hasil dari kombinasi faktor keluarga, biologis, psikologis dan faktor sosial.7
2.4.3. FAKTOR PSIKOSOSIAL

Telah lama diamati bahwa peristiwa kehidupan yang menyebabkan stress sering mendahului episode pertama pada gangguan mood. Beberapa klinisi mempercayai bahwa peristiwa kehidupan memainkan peranan penting dalam depresi.2 11 Beberapa artikel menjelaskan hubungan antara fungsi keluarga dengan onset serta perjalanan gangguan mood khususnya gangguan depresif berat. Ada bukti bahwa individu yang kehilangan ibu saat masih muda memiliki resiko lebih besar terkena depresi. Pada pola pengasuhan, orang tua yang menuntut dan kritis, menghargai kesuksesan dan menolak semua

2 Menurut Gordon Parker. suka mengkritik diri sendiri. obsesif kompulsif. Pasien yang terdepresi menyadari bahwa mereka tidak hidup dengan ideal sehingga mereka merasa putus asa dan tidak berdaya. interpretasi yang keliru dalam menilai pengalaman hidup. histerikal.4 Sigmund Freud menyatakan suatu hubungan antara kehilangan objek dengan melankolia. mudah terpengaruh. Menurut Heinz Kohut.2 12 Menurut teori kognitif.5.4 Aspek-aspek kepribadian juga mempengaruhi kerentanan terhadap depresi dan tinggi rendahnya depresi yang dialami seseorang. Pasien depresi menderita karena mereka memiliki objek cinta yang dihancurkan oleh mereka sendiri. orang yang terdepresi merasakan suatu ketidaklengkapan dan putus asa kerena tidak menerima respon yang diinginkan. Tipe kepribadian tertentu seperti dependen. gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) dibagi menjadi: . Pandangan negatif yang terus dipelajari selanjutnya akan menimbulkan perasaan depresi. siklus manik depresif merupakan pencerminan kegagalan pada masa kanak-kanak untuk mendapat introjeksi mencintai. menyangkal adanya agresi atau destruktivitas terhadap orang lain dan mengembalikan objek cinta yang hilang. antisosial dan paranoid beresiko mengalami depresi. seseorang yang mengalami kecemasan tingkat tinggi.2 E Bibring memandang depresi sebagai suatu afek yang berasal dari ketegangan dalam ego antara aspirasi seseorang dengan kenyataan yang ada. penilaian diri yang negatif. Menurut Melanie Klein. pemalu. Ia menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan pasien depresi diarahkan secara internal karena identifikasi terhadap objek yang hilang. Anak yang menderita penyiksaan fisik atau seksual membuat seseorang mudah terkena depresi sewaktu dewasa. MANIFESTASI KLINIK DAN DIAGNOSIS Menurut PPDGJ III. hipersensitif.2 2. Klein memandang mania sebagai tindakan defensif yang disusun untuk mengidealisasi orang lain. pesimis dan keputusasaan yang terus-menerus berhubungan dengan depresi. memiliki harga diri yang rendah. perfeksionis dan memusatkan perhatian pada diri sendiri (self focused) memiliki resiko terkena depresi.kegagalan membuat anak mudah terserang depresi di masa depan.

1 atau F30. Kategori ini hanya untuk satu episode maniktunggal (yang pertama). irritabilitas dan kecurigaan menjadi waham kejar (delusion of persecution).1). kebutuhan tidur yang berkurang. F30. disertai peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental.9 Episode Manik YTT .1 Mania Tanpa Gejala Psikotik 13 • Episode harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu.2 Mania Dengan Gejala Psikotik • Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat dari F30. F30. pada suatu derajat intensitas dan yang bertahan melebihi apa yang digambarkan bagi siklotimia (F34. akan tetapi bila kakacauan itu berat atau menyeluruh. dan tidak disertai halusinasi atau waham. termasuk gangguan afektif bipolar. F30. • Pengaruh nyata atas kelancaran pekerjaan dan aktivitas sosial memang sesuai dengan diagnosis hipomania. • Perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas berlabihan. (F31). episode manik tunggal. Jika ada episode afektif (depresi. dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan.8 Episode Manik Lainnya F30.1 (mania tanpa gejala psikotik). • Harga diri yang membumbung dan gagasan kebesaran dapat berkembang menjadi waham kebesaran (delusion of grandeur).0). percepatan dan kebanyakan bicara.2) harus ditegakkan. F30. ide-ide perihal kebesaran/ “grandiose ideas” dan terlalu optimistik. manik atau hipomanik) sebelumnya atau sesudahnya. dalam berbagai derajat keparahan. maka diagnosis mania (F30. afek yang meninggi atau berubah disertai peningkatan aktivitas.turut.0 Hipomania • Derajat gangguan yang lebih ringan dari mania (F30. menetap selama sekurang-kurangnya beberapa hari berturut. termasuk gangguan afektif bipolar.F30 EPISODE MANIK • Kesamaan karakteristik dalam afek yang meningkat. Waham dan halusinasi “sesuai” dengan keadaan afek tersebut (mood congruent).

Episode Kini Hipomanik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a)Episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk hipomania (F30. episode manik tunggal (F30). dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. F31. depresif atau campuran) di masa lampau.kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu. episode depresi cenderung berlangsung lebih lama (rata-rata sekitar 6 bulan) meskipun jarang melebihi 1 tahun kecuali pada orang usia lanjut. F31. Kedua macam episode itu seringkali terajadi setelah 14 peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain (adanya stres tidak esensial untuk penegakan diagnosis). Episode Kini Manik Tanpa Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania tanpa gejala psikotik (F30.F31 GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR • Gangguan ini tersifat oleh episode berulang (sekurang. Episode Kini Manik Dengan Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a)Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania dengan gejala psikotik (F30. depresif atau campuran) di masa lampau.2 Gangguan Afektif Bipolar. dan pada waktu lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan aktivitas (depresi). manik. Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan beralngsung antara 2 minggu sampai 4-5 bulan. dan . • Termasuk: gangguan atau psikosis manik-depresif. F31.1). Yang khas adalah bahwa biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode.0 Gangguan Afektif Bipolar. manik.1 Gangguan Afektif Bipolar. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik.0). Tidak termasuk: gangguan bipolar. pada waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek disertai penmbahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania).2).

manik atau campuran di masa lampau.2). dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. depresif atau campuran) di masa lampau. dan telah berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu).9 Gangguan Afektif Bipolar YTT F32 . F31. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik.3). manik.5 Gangguan Afektif Bipolar. Episode Kini Campuran • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang menunjukkan gejala-gejala manik. Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32.(b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik.1). depresif atau campuran). dan depresif yang tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala mania/ hipomania dan depresi sama-sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekarang. atau campuran di masa lampau. tetapi pernah mengalami 16 sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. manik. manik.8 Gangguan Afektif Bipolar Lainnya F31. dan (b)Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik.3 Gangguan Afektif Bipolar. manik atau campuran di masa lampau.6 Gangguan Afektif Bipolar. manik.7 Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Dalam Remisi • Sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan terakhir ini. F31. F31. hipomani.4 Gangguan Afektif Bipolar.0) ataupun sedang (F32. Episode Kini Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a)Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32. F31. F31. F31. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. Episode Kini Depresif Ringan atau Sedang • Untuk menegakkan diagnosis pasti: 15 (a)Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32. manik atau campuran di masa lampau. atau campuran dimasa lampau dan ditambah sekurangnya satu episode afektif lain (hipomanik.

0). dan berat ): – Afek depresif – – Kehilangan minat dan kegembiraan.EPISODE DEPRESIF • Gejala utama ( pada derajat ringan.-) F32. • • Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya. dan Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas • Gejala lainnya : (a) Kosentrasi dan perhatian berkurang (b) Harga diri dan kepercayaan berkurang (c) Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna (d) Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis (e) Gagasan atau perbuatan membahayakan diri sendiri atau bunuh diri. • Kategori diagnosis episode depresif ringan (F32. • Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya: (a) sampai dengan (g). sedang.1) dan berat (F32. Episode depresif berikutnya 17 harus diklasifikasikan di bawah salah satu diagnosis gangguan depresif berulang (F33.2) hanya digunakan untuk episode depresi tunggal (yang pertama). (f) Tidur terganggu (g) Nafsu makan berkurang • Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa sekurangkurangnya 2 minggu untuk penegakan diagnosis. akan tetapi periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung cepat.0 Episode Depresif Ringan • Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti tersebut diatas. sedang (F32. Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu. • Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan .

• Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial. akan tetapi jika gejala sangat berat dan beronset sangat cepat.2 tersebut diatas. • Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya. Karakter kelima: F32. . maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam waktu kurang dari 2 minggu. Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa. maka pasien mungkin tidak mau 18 atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci.01 = Dengan gejala somatik F32. atau bau kotoran atau daging membusuk. kecuali pada taraf yang sangat terbatas. atau malapetaka yang mengancam.0). pekerjaan dan urusan rumah tangga. pekerjaan atau urusan rumah tangga.3 Episode Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik • Episode Depresi Berat yang memenuhi kriteria menurut F32. • Ditambah sekurang-kurangnya 3 (dan sebaiknya 4) dari gejala lainnya. • Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor) yang mencolok. dan diantaranya harus berintensitas berat. • Disertai waham. kemiskinan.1 Episode Depresif Sedang • Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti pada episode depresi ringan (F30.00 = Tanpa gejala somatik F32. • Lamanya seluruh episode berlangsung minimum sekitar 2 minggu. Dalam hal demikian penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresif berat masih dapat dibenarkan. • Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurangnya 2 minggu. • Sangat tidak mungkin bagi pasien meneruskan kegiatan sosial. F32.sosial yang biasa dilakukannya.10 = Tanpa gejala somatik F32.11 = Dengan gejala somatik F32. halusinasi atau stupor depresif. Karakter kelima: F32.2 Episode Depresif Berat Tanpa gejala Psikotik • Semua 3 gejala utama dari depresi harus ada. Halusinasi auditorik atau olfaktorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh. dan pasien merasa bertanggung jawab akan hal itu.

19 Episode masing-masing rata-rata lamanya sekitar 6 bulan.0 Gangguan Depresif Berulang.Reteardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor.0).1 dan F30.8 Episode Depresif Lainnya F32.0).3).9 Episode Depresif YTT F33 GANGGUAN DEPRESIF BERULANG • Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari : – – – episode depresif ringan (F32.2 dan F32.0) segera sesudah suatu episode depresif (kadang-kadang tampaknya dicetuskan oleh tindakan pengobatan depresi). episode depresif sedang (F32.-) harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32. • Tanpa riwayat adanya episode tersendiri dari peninggian afek dan hiperaktivitas yang memenuhi kriteria mania (F30. dan (b) . Episode Kini Ringan • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33. • Episode masing-masing. F32.1). episode depresif berat (F32. F33.2). • Pemulihan keadaan biasanya sempurna diantara episode namun sebagian kecil pasien mungkin mendapat depresi yang akhirnya menetap. waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan afek (mood congruent). dalam berbagai tingkat keparahan. Namun kategori ini tetap harus digunakan jika ternyata ada episode singkat dari peninggian afek dan hiperaktivitas ringan yang memenuhi kriteria hipomania (F30. akan tetapi frekuensinya lebih jarang dibandingkan dengan gangguan afektif bipolar. seringkali dicetuskan oleh peristiwa kehidupan yang penuh stress dan trauma mental lain (adanya stress tidak esensial untuk penegakan diagnosis). terutama pada usia lanjut (untuk keadaan ini. kategori ini harus tetap digunakan). Jika diperlukan.

-) harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32.4 Gangguan Depresif Berulang.2). dan (b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. dan (b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna.1 Gangguan Depresif Berulang. F33.01 = Dengan gejala somatik 20 F33. Episode Kini Berat Dengan Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.-) harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32.11 = Dengan gejala somatik F33.00 = Tanpa gejala somatik F33.2 Gangguan Depresif Berulang. Episode Kini Berat Tanpa Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33. Kini Dalam Remisi .10 = Tanpa gejala somatik F33.3). Karakter kelima: F33.1).Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna.3 Gangguan Depresif Berulang. Karakter kelima: F33. dan (b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela 21 waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. F33.-) harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32. Episode Kini Sedang • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.

9 Gangguan Depresif Berulang YTT F34 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD[AFEKTIF]) MENETAP F34. F34. meliputi banyak periode depresi ringan dan hipomania ringan.-).0 Siklotimia • Ciri esensial adalah ketidak-stabilan menetap dari afek (suasana perasaan). kadang.8 Gangguan Afektif Menetap Lainnya • .-) atau gangguan depresif berulang (F33.-). tetapi keadaan sekarang seharusnya tidak memenuhi kriteria untuk episode depresif dengan derajat keparahan apa pun atau gangguan lain apa pun dalam F30-F39. diantaranya tidak ada yang cukup parah atau cukup lama untuk memenuhi kriteria gangguan afektif bipolar (F31. F33. dan (b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. • Biasanya mulai pada usia dini dari masa dewasa dan berlangsung sekurang-kurangnya beberapa tahun. gangguan ini seringkali merupakan kelanjutan suatu episode depresif tersendiri (F32) dan berhubungan dengan masa berkabung atau stres lain yang tampak jelas. F34.1 Distimia • Ciri esensial adalah afek depresif yang berlangsung sangat lama yang tidak pernah atau jarang sekali cukup parah untuk 22 memenuhi kriteria gangguan depresif berulang ringan atau sedang (F33. • Setiap episode alunan afektif (mood swings) tidak memenuhi kriteria untuk mana pun yang disebut dalam episode manik (F30.0 atau F33.-) harus pernah dipenuhi masa lampau.1).8 Gangguan Depresif Berulang Lainnya F33. • Jika onsetnya pada usia lebih lanjut.-) atau episode depresif (F32.kadang untuk jangka waktu tidak terbatas.• Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.

F38.1 tersebut diatas.8 Gangguan Afektif Lainnya YTT • Merupakan kategori sisa untuk gangguan afektif yang tidak memenuhi kriteria untuk kategori mana pun dari F30.1 Gangguan Afektif Berulang Lainnya • F38.Kategori sisa untuk gangguan afektif menetap yang tidak cukup parah atau tidak berlangsung cukup lama untuk memenuhi kriteria siklotimia (F34. manik dan depresif. EPISODE DEPRESIF • . sedang atau berat (F32. • Termasuk: psikosis afektif YTT. F32.10 = Episode depresif singkat berulang Episode depresif singkat yang berulang. F38.1.0 Gangguan Afektif Tunggal Lainnya • F38. Semua episode depresif masing-masing berlangsung kurang dari 2 minggu (yang khas ialah 2-3 hari. dengan pemulihan sempurna) tetapi memenuhi kriteria simtomatik untuk episode depresif ringan.1. namun secara klinis bermakna.1).9 Gangguan Afektif Menetap YTT F38 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD[AFEKTIF]) LAINNYA F38. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL 2. 2. 23 F38.9 Gangguan Afektif YTT • Untuk dipakai hanya sebagai langkah terakhir jika tak ada istilah lain yang dapat digunakan.00 = Episode afektif campuran Episode afektif yang berlangsung sekurang-kurangnya selama 2 minggu yang bersifat campuran atau pergantian cepat (biasanya dalam beberapa jam) antara gejala hipomanik.6. F34.F38.6.0) atau distimia (F34. F32.0.2). muncul kira-kira sekali sebulan selama satu tahun yang lampau.

Resiko untuk melakukan bunuh diri meningkat saat mereka mulai membaik dan mendapatkan kembali energi yang diperlukan untuk merencanakan dan melakukan suatu bunuh diri (bunuh diri paradoksikal /paradoxical suicide). tidak berguna. afek dan perasaan: Pasien tersebut sering kali dibawa oleh anggota keluarganya atau teman kerjanya karena penarikan sosial dan penurunan aktifitas secara menyeluruh.Deskripsi umum: Retradasi psikomotor menyeluruh merupakan gejala yang paling umum. memalukan. Secara klasik. kegagalan. seorang pasien depresi memiliki postur yang membungkuk. bersalah. berespon terhadap pertanyaan dengan kata-kata tunggal dan menunjukkan respon yang lambat terhadap suatu pertanyaan. kejar dan penyakit somatik. • Reliabilitas: Semua informasi dari pasien terlalu menonjolkan hal- . • Mood. tidak terdapat pergerakan spontan. walaupun agitasi psikomotor juga sering ditemukan khususnya pada pasien lansia. • Gangguan persepsi: Pasien terdepresi dengan waham atau halusinasi dikatakan menderita episode depresi berat dengan ciri psikotik. pandangan mata yang putus asa dan memalingkan pandangan. • Sensorium dan kognisi: Kira-kira 50-70% dari semua pasien terdepresi memiliki suatu gangguan kognitif yang sering kali dinamakan pseudodemensia depresif. Waham sesuai mood pada pasien terdepresi adalah waham bersalah. bunuh diri. • Pengendalian impuls: Kira-kira 10-15% pasien terdepresi melakukan bunuh diri dan kirakira dua pertiga memiliki gagasan bunuh diri. Kira-kira 10% memiliki gejala jelas gangguan berpikir. Isi pikiran mereka sering kali melibatkan perenungan tentang kehilangan. kemiskinan. biasanya penghambatan arus pikiran dan kemiskinan isi pikiran. dan 24 kematian. dengan keluhan gangguan konsentrasi dan mudah lupa. • Pikiran: Pasien terdepresi biasanya memiliki pandangan negatif tentang dunia dan dirinya sendiri. • Bicara: Banyak pasien terdepresi menunjukkan kecepatan dan volume bicara yang menurun.

EPISODE MANIK • Deskriksi umum: Pasien manik adalah tereksitasi. banyak bicara. Mereka memiliki toleransi yang rendah dan mudah frustasi yang dapat menyebabkan perasaan marah dan permusuhan.hal yang buruk dan menekan hal-hal yang baik. Dapat juga ditemukan waham dan halusinasi aneh yang tidak sesuai mood. afek dan perasaan: Pasien manik biasanya euforik dan lekas marah. sering kali perhatiannya mudah dialihkan. • Mood. gado-gado kata dan neologisme. asosiasi menjadi longgar. pembicaraan mungkin sama sekali inkoheren dan tidak dapat dibedakan dari pembicaraan skizofrenik. • Reliabilitas: Pasien manik sulit untuk dipercaya. kelucuan. Saat tingkat aktifitas meningkat lagi. Secara emosional mereka sangat labil.2. pembicaraan penuh dengan gurauan. permainan kata-kata dan hal-hal yang tidak relevan. 25 • Gangguan persepsi : Waham ditemukan pada 75% pasien manik. orientasi dan daya ingat masih intak walaupun beberapa pasien manik mungkin sangat euforik sehingga mereka menjawab secara tidak tepat. Kebohongan dan . kemampuan konsentrasi menghilang menyebabkan gagasan yang meloncat-loncat (flight of idea). • Perimbangan dan tilikan: Gangguan pertimbangan merupakan tanda dari pasien manik. kadang-kadang mengelikan dan sering hiperaktif.2 2. • Pikiran: Isi pikirannya termasuk tema kepercayaan dan kebesaran diri.6. mudah beralih dari tertawa menjadi marah kemudian menjadi depresi dalam hitungan menit atau jam. Waham sesuai mood seringkali melibatkan kesehatan. Mereka mungkin dapat melanggar peraturan. • Pengendalian impuls: Kira-kira 75% pasien manik senang menyerang atau mengancam. Saat keadaan teraktifitas. Pada keadaan manik akut. sajak. • Sensorium dan kognisi: Secara umum. Gejala tersebut disebut “mania delirium” (delirious mania) oleh Emil Kraepelin. kemampuan atau kekuatan yang luar biasa. Fungsi kognitif ditandai oleh aliran gagasan yang tidak terkendali. • Bicara: Pasien manik tidak dapat disela saat mereka bicara dan sering kali rewel dan menjadi pengganggu bagi orang-orang disekitarnya.

Program terapi interpersonal biasanya terdiri dari 12 sampai 16 sesion. terapi interpersonal dan terapi perilaku telah diteliti manfaatnya dalam terapi gangguan depresi berat. Beberapa percobaan menyatakan bahwa terapi interpersonal efektif dalam pengobatan gangguan depresi berat. Terapi ini memusatkan pada satu atau dua masalah interpersonal yang sekarang dialami oleh pasien dengan anggapan bahwa masalah interpersonal sekarang ini memiliki hubungan dengan awal yang disfungsional dan masalah interpersonal sekarang mungkin terlibat dalam mencetuskan atau memperberat gejala depresi sekarang.2Terapi perilaku didasarkan pada hipotesis bahwa pola perilaku maladaptif menyebabkan seseorang mendapatkan sedikit umpan balik positif dari masyarakat dan kemungkinan menerima penolakan.2 Terapi kognitif awalnya dikembangkan oleh Aaron Back. Data saat ini menyatakan terapi perilaku adalah modalitas pengobatan yang efektif untuk gangguan depresif berat.2 Beberapa penelitian menyatakan bahwa kombinasi terapi kognitif dengan farmakoterapi lebih manjur daripada terapi tersebut masing26 masing.1.7. pasien akan belajar untuk berfungsi dengan cara tertentu sehingga mereka akan mendapat dorongan yang positif. baik sendiri maupun dengan psikoterapi merupakan terapi terpilih untuk pasien dengan gangguan depresif yang parah.penipuan sering ditemukan pada pasien mania. Tiga jenis psikoterapi jangka pendek seperti terapi kognitif.2 . TERAPI PSIKOSOSIAL Banyak penelitian menyatakan bahwa kombinasi psikoterapi dengan farmakoterapi adalah terapi yang paling efektif untuk gangguan depresi berat. menemukan bahwa farmakoterapi. Dengan memusatkan terapi pada perilaku maladaptif ini.7.2 Terapi interpersonal dikembangkan oleh Gerald Klerman. fleksibel dan positif serta melatih respon kognitif dan perilaku yang baru. TERAPI 2.2 2. mengembangkan cara berfikir alternatif. NIMH Treatment of Depression Collaboration Research Program. Tujuan terapi ini adalah menghilangkan episode depresif dan mencegah rekurensinya dengan membantu pasien mengidentifikasi uji kognitif negatif.

mekanisme mengatasi masalah.Terapi berorientasi psikoanalitik bertujuan untuk mendapatkan perubahan pada struktur atau karakter kepribadian dan bukan semata-mata untuk menghilangkan gejala. 27 tempat berlindung dan hancurnya sistem pendukung.2 Perawatan di rumah sakit diperlukan bila dibutuhkan prosedur diagnostik lebih lanjut. resiko bunuh diri atau membunuh oaring lain dan penurunan kemampuan pasien untuk merawat diri. Perbaikan dalam kepercayaan diri. dan kemampuan untuk mengalami berbagai macam emosi merupakan tujuan psikoanalisa. Pasien dengan gangguan mood yang berat seringkali tidak mau dirawat dirumah sakit sehingga mereka perlu dibawa secara involunter. kapasitas untuk berdukacita.2 Terapi keluarga dapat membantu seorang pasien dengan gangguan mood untuk menurunkan stress dan menerima stress serta menurunkan kemungkinan relaps. Pasien dengan depresi ringan atau hipomanik mengkin dapat diobati secara aman di tempat praktek dokter.2 . memperoleh makanan.

28 Obat antidepresan yang ideal harus memenuhi kriteria berikut: (1) efektif pada berbagai gangguan depresi. 2006. (3) efektif pada berbagai kelompok umur. Riwayat pengobataan di masa lalu juga sangat penting sebagai pedoman penggunaaan obat selanjutnya. (6) biaya yang terjangkau.7. dan penurunan libido. Sumber:B G Katzung. Obat yang termasuk golongan ini adalahimipramine. doxepine. (4) memiliki onset cepat. obat ini juga memiliki efek samping lainnya. penurunan berat badan. trimipramine.2. Berikut adalah macam-macam antidepresan yang banyak digunakan untuk kepentingan klinik. Mekanisme obat antidepresan adalah menghambat ambilan neurotransmiteraminergic dan menghambat penghancuran oleh enzim monoamine oxydase (MAO) sehingga terjadi peningkatan jumlah neurotransmiteraminergic pada celah sinaps neuron yang dapat meningkatkan aktivitas reseptor serotonin. Diagram skematis titik tangkap obat-obat antidepresan. (5) dosis sekali sehari. retardasi psikomotor. (11) aman. amitriptyline. Selain efek antidepresan.7 Setiap pasien memiliki masalah yang berbeda-beda dan penilaian klinis selalu diperlukan pada saat membuat keputusan dalam menentukan pengobatan pasien. nortriptyline. Untuk menemukan obat yang sesuai bagi seseorang harus dilakukan secara empiris. nafsu makan menurun. gangguan tidur. Antidepresan ini disebut trisiklik karena memiliki nukleus dengan tiga cincin. (2) efektif dalam perawatan jangka pendek dan jangka panjang. Semua .8 ANTIDEPRESAN TRISIKLIK (TRICYCLIC ANTIDEPRESSANT. protriptyline. (9) toleransi terhadap berbagai penyakit fisik. (7) ditoleransi oleh tubuh dengan baik.desipramine.6 Gambar 1. (8) tidak mempengaruhi perilaku. FARMAKOTERAPI ANTIDEPRESAN Antidepresan merupakan obat yang paling sesuai untuk pasien depresi dengan gangguan vegetatif yang jelas. TCA) TCA sudah digunakan hampir selama empat dekade. Basic Clinical Pharmacology 10th ed.clomipramine. (10) bebas dari interaksi dengan makanan atau obat-obatan. Obat yang berefek sedatif kuat lebih sesuai untuk keadaan gelisah dan agitasi sementara obat yang memiliki efek sedasi yang rendah cocok untuk pasien yang mengalami penghentian atau penurunan aktivitas psikomotor.2.

Menghambat ambilan neurotransmiter TCA menghambat ambilan neurotransmitermonoamine (norepinefrin atau serotonin) ke terminal saraf prasinaptik yang menyebabkan peningkatan konsentrasi neurotransmitermonoamine pada celah sinaptik sehingga berefek antidepresan. • .9 TCA dosis tinggi dapat memperlambat aktivitas gastrointestinal dan memperpanjang waktu pengosongan lambung sehingga penyerapan obat menjadi lebih lama. pilihannya tergantung dari toleransi terhadap efek sampingnya serta lama kerjanya.TCA memiliki efek terapi yang sama.10 Obat ini dimetabolisme di hati dan dikeluarkan sebagai metabolit non aktif melalui ginjal.9 Farmakodinamik • Mekanisme kerja dari TCA adalah sebagai berikut.8 Farmakokinetik TCA mudah diabsorbsi peroral dan bersifat lipofilik sehingga mudah masuk SSP. Konsentrasi 29 puncak dalam serum dicapai setelah beberapa jam.

75. agitasi.Penghambatan reseptor TCA menghambat reseptor serotonin. mulut kering.6. 50. meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi gejala depresi pada 50-70% 30 pasien. memperberat epilepsi dan glaukoma. histamin dan muskarinik. Masalah ini harus diperhatikan terutama pada orang tua. Sumber: H Lullmann.9 Sediaan dan Dosis • Amitriptyline (generik. retensi urin. konstipasi. kemampuan kognitif menurun.9 Gambar 2. Penghambatan reseptor α-adrenergik menyebabkan hipotensi ortostatik dan takikardi. aktivitas psikomotor menurun. insomnia atau nafsu makan yang buruk. gelisah. insomnia. 2000.9 TCA banyak digunakan untuk depresi sedang hingga berat terutama dengan gangguan psikomotorik. 100. Farmakologi Klinik TCA meningkatkan aktifitas berfikir. kewaspadaan berkurang. • Kardiovaskuler: peningkatan aktivitas katekolamin menyebabkan stimulasi jantung yang berlebihan. Jika muncul respon parsial.11 Efek samping • Antimuskarinik: penghambatan reseptor asetilkolin menyebabkan penglihatan kabur. • Sedasi: rasa mengantuk. α-adrenergik. Anafranil) . perlambatan konduksi atrioventrikular. pengobatan harus dilanjutkan selama beberapa minggu lagi sebelum meningkatkan dosis. Perbaikan alam pikiran memerlukan waktu dua minggu atau lebih. 150 mg tablet Parenteral: 10 mg/mL IM injeksi Dosis: 75-200 mg/hari • Clomipramine (generik. • Neurotoksikosis: tremor halus. 25. Elvail) Oral: 10. Diagram skematis mekanisme kerja dari TCA. Hal yang perlu diperhatikan adalah efek terapi yang lambat sehingga pengobatan setidaknya dilakukan 4-6 minggu sebelum menyimpulkan bahwa obat tersebut tidak efektif. Color Atlas of Pharmacology 2nd ed. memperbaiki kewaspadaan mental.

25. 50. trazodonedan bupiropion. maprotiline. 100. 25. 75. 10. 150 mg kapsul (pamoat) Parenteral: 25 mg/2mL IM injeksi Dosis: 75-200 mg/hari • Nortriptyline (generik. 10 mg/5mL solution Dosis: 75-150 mg/hari • Protriptyline (generik.8 Sediaan dan Dosis • Amoxapine (generik. Potensi obat heterosiklik tidak berbeda secara khusus dari agen.venlafaxine dannefazodone. 150 mg kapsul. 10 mg/mL konsentrat Dosis: 75-300 mg/hari • Imipramine (generik. Yang termasuk antidepresan generasi kedua dalah amoxapine. Asendin) Oral: 25. 100 mg tablet. Farmakokinetik. 75. 150 mg tablet Dosis: 75-200 mg/hari 31 • Doxepine (generik. 75 mg kapsul. Pertofrane) Oral. 100. Pada tahun 1990 diperkenalkan agenvenlafax ine yang banyak digunakan di Eropa. 50. Norpramin. 75. Pamelor) Oral: 10. 25.Trazodone danvenlafaxine memiliki waktu paruh yang pendek sehingga perlu mengatur pembagian dosis pada awal pemberian terapi. 75 mg kapsul Dosis: 75-300 mg/hari • Desipramine (generik. Tofranil) Oral: 10. 50. 50. 125. 25. Generasi ketiga adalahmirtazapine. 10 mg tablet Dosis: 20-40 mg/hari • Trimipramine(S urmontil) Oral: 25. 50 tablet (hidroklorida). Aventyl. 150 mg sustaines release tablet Dosis: 200-400 mg/hari . 150 mg tablet 32 Dosis: 150-300 mg/hari • Bupropion(Wellbutrin) Oral: 75.agen sebelumnya.Oral: 25. Sinequan) Oral: 10. vivactil) Oral: 5. 50. farmakodinamik dan efek samping obat ini hampir sama dengan TCA. 100. 50. 100. 100. 100 mg kapsul Dosis: 75-200 mg/hari HETEROSIKLIK Antidepresan heterosiklik merupakan antidepresan turunan kedua dan ketiga.

Ludiomil) Oral: 25. 75. 150. 150 mg extended release tablet Dosis: 75-225 mg/hari INHIBITOR AMBILAN KEMBALI SEROTONIN SELEKTIF (SELECTIVE SEROTONIN REUPTAKE INHIBITOR. adrenergik ataupun histaminergik. SSRI) SSRI merupakan antidepresan baru yang khas. 50. Saat ini tersedia lima macam SSRI yaitufluoxetine. hipotensi ortostatik dan peningkatan berat badan. 75. 100 mg tablet.8 Farmakologi Klinik Fluoxetine sama manfaatnya dengan TCA dalam pengobataan depresi mayor namun obat ini bebas dari efek samping yang sering ditimbulkan TCA seperti efek antikolinergik. Dokter lebih sering meresepkanfluoxetine dan sekarang di Amerikafluoxet ine merupakan obat antidepresan yang paling banyak diresepkan.sertraline.paroxetine.5. 75 mg tablet Dosis: 75-300 mg/hari • Mitrazapine(Remeron) Oral: 15. Golongan ini kurang memperlihatkan pengaruh terhadap sistem kolinergik.9 33 Farmakodinamik SSRI merupakan golomgan obat yang secara spesifik meghambat ambilan serotonin.Fluoxetine merupakan inhibitor kuat isoenzim sitokrom P-450 di dalam hati yang berfungsi untuk eliminasi obat TCA. 100. Dibanding TCA. 37.Fluoxetine juga digunakan untuk mengobati bulimia nervosa dan gangguan obsesif kompulsif. antiaritmia dan antagonis βadrenergik. obat neuroleptik.• Maprotiline (generik.fluvoxamine dan citalopram. 37. 300 mg tablet Dosis: 200-600 mg/hari • Venlafaxine(Effecxor) Oral: 25.8 Farmakokinetik Fluoxetine dalam dosis oral mencapai konsentrasi plasma yang mantap dalam beberapa minggu.Fluoxetine mengalami demetilasi menjadi metabolit aktifnorfluoksetine. SSRI memiliki efek antikolinergik dan kardiotoksisitas lebih rendah. Desyrel) Oral: 50. 30.5. menghambat ambilan serotonin secara spesifik. 45 mg tablet Dosis: 15-60 mg/hari • Nefazodone (generik. 50.9 .

9 Farmakokinetik Obat ini mudah diabsorbsi dalam bentuk oral.9 Sediaan dan Dosis • Citalopram(Celexa) Oral: 20. 50. Hal ini meningkatkan depot norepinefrin. anorgasme dan mual.5. 10 mg tablet. serotonin dan dopamin dalam neuron dan selanjutnya meningkatkan konsentrasi neurotransmiter di dalam ruang sinaptik.9 Farmakologi Klinik . 100 mg tablet Dosis: 50-200 mg/hari 34 INHIBITOR OKSIDASE MONOAMIN (MONOAMINE OXYDASE INHIBITOR. 20 mg pulveres.9 Farmakodinamik MAOI membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan enzim dan menyebabkan inaktivasi yang irreversibel. Regenerasi enzim yang dinonaktifkan secara irreversibel biasanya terjadi beberapa minggu setelah penghentian pengobatan. 10 mg/mL suspensi. MAOI dapat menonaktifkan enzim MAO secara reversible atau irreversibel. 20 mg/mL liquid Dosis: 10-60 mg/hari • Fluvoxamine(Luvox) Oral: 25. 40 mg tablet. 12. 20. MAOI) MAO adalah enzim yang menonaktifkan neurotransmiter yang berlebihan di celah sinaptik saat neuron istirahat. 40 mg tablet Dosis: 20-60 mg/hari • Fluoxetine(P rozac) Oral: 10. Neurotransmiter tidak akan mengalami degradasi sehingga menumpuk dalam neuron presinaptik dan masuk ke dalam ruang sinaptik yang menimbulkan aktivitas antidepresan. 25 mg controlled release tablet Dosis: 20-50 mg/hari • Sertraline(Zoloft) Oral: 25. ejakulasi terlambat. 30. 50. 100 mg tablet Dosis: 100-300 mg/hari • Paraxetine(P axil) Oral: 10.Efek samping Efek sampingfluoxet ine seperti hilangnya libido. Obat ini dimetabolisme dan diekskresi dengan cepat melalui ginjal. Efek anti depresan memerlukan waktu 2-4 minggu.

kerang. Orang yang menggunakan MAOI tidak dapat menguraikan tiramin yang menyebabkan lepasnya katekolamin dalam jumlah besar yang tersimpan pada ujung terminal saraf sehingga terjadi sakit kepala. bir. mulut kering. aritmia dan stroke.9 Efek samping Tiramin dalam makanan seperti keju. disuria 35 dan konstipasi. MAOI dan SSRI jangan diberikan bersamaan karena dapat terjadi bahaya sindrom serotonin yang dapat mematikan. takikardi. penglihatan kabur. MAOI digunakan untuk pasien depresi yang tidak responsif dan alergi terhadap TCA atau menderita ansietas hebat. pasien disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung tiramin. Diperlukan waktu enam minggu sebelum menggunakan obat yang lain. Efek-efek farmakologi dari obat-obat antidepresan Obat Sedasi Anti muskarini k .Meskipun MAO dihambat setelah beberapa hari pengobatan. Efek samping lainnya dari MAOI adalah mengantuk. hipertensi.9 Sediaan dan Dosis • Phenelzine(N ardil) Oral: 15 mg tablet Dosis: 47-75 mg/hari • Tranylcypromine(P arnate) Oral: 10 mg tablet Dosis: 10-30 mg/hari Tabel 3. mual. hipotensi ortostatik. hati ayam dan anggur merah diinaktifkan oleh MAO di dalam usus. kerja antidepresan terjadi setelah beberapa minggu. Oleh karena itu.

Hipotensi Ortostati k Penyakat pompaami ne untuk Serotonin Norepinefrin Dopamin Amitriptyline +++ +++ +++ +++ ++ Amoxapine ++ ++ ++ + ++ + Bupropion +/+/? Citalopram +/+++ Clomipramin e +++ ++ ++ +++ +++ Desipramine + + ++ +++ Doxepine +++ +++ ++ ++ + Fluoxetine + + .

+/+++ +/+/Fluvoxamine +/+++ Imipramine ++ ++ ++ +++ ++ Maprotiline ++ ++ + +++ Mirtazapine +++ + Mianserin ++ + + +++ Nortriptyline ++ ++ ++ +++ ++ Paroxetine + +/+++ ++ Protriptyline ++ ++ ? +++ ? Setraline + .

jenis depresi. Berdasarkan hipotesis.6 LITHIUM Lithium adalah kation monovalen yang kecil. Pemilihan obat antidepresi tergantung pada toleransi pasien terhadap efek samping dan penyesuaian efek samping terhadap kondisi pasien (usia. 2009. Episode berubahnya mood pada umumnya tidak berhubungan dengan peristiwa.+/+++ Trazodone +++ + ++ Venlafaxine +++ ++ +/- Keterangan: +++ : Berat ++ : Sedang + : Ringan 36 +/: Tidak ada/ minimal sekali ? : Tidak tentu Sumber:B G Katzung. Basic Clinical Pharmacology 9th ed. Telah lama dikenal bahwa lithium merupakan pengobatan yang paling disukai pada gangguan bipolar khusunya fase manik. Angka keberhasilannya pada remisi pasien dengan fase manik dilaporkan mencapai 60-80%. penyakit fisik lainnya. Gangguan biologis yang pasti belum diidentifikasi tapi diperkirakan berhubungan dengan peningkatan aktivitas katekolamin.8 Farmakokinetik .peristiwa kehidupan. sindrom mania disebabkan oleh tingginya kadar serotonin dalam celah sinaps neuron khususnya pada sistem limbik.8 ANTIMANIA Antimania yang juga disebut sebagai mood modulator ataumood stabilizer merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala sindrom mania dan mencegah berubah-ubahnya suasana hati pasien.

12 Farmakodinamik • Mekanisme kerja yang pasti darilithium sampai saat ini masih dalam penelitian.adrenergik maupun transmisi muskarinik. Lithiumdapat menggantikan natrium dalam menimbulkan potensial aksi dan pertukaran natrium melewati membran. Penyakatan ini menyebabkan deplesi PIP2 yang merupakan prekursor IP3 dan DAG. DAG dan second messenger. Lithium menghambat konversi IP2 menjadi IP1 dan konversi IP menjadiinositol. Basic Clinical Pharmacology 10th ed.Pada penggunaan oral.12 Efek terapi terlihat setelah 10 hari penggunaan. Diperkirakan bekerja atas tiga dasar yaitu: Efek terhadap elektrolit-elektrolit dan transpor ion 37 Lithium berhubungan erat dengan natrium.12 Gambar 3. absorbsi lengkap terjadi setelah 6-8 jam. Kadar dalam plasma dicapai setelah 30 menit sampai 2 jam. IP3 dan DAG merupakan pembawa pesan kedua yang penting dalam transmisi α. Sumber:B G Katzung.8. • Efek terhadap neurotransmiter Lithium tampaknya meningkatkan aktivitas serotonin. • Efek ada pembawa pesan kedua (second messengers) Studi tentanglithium memperlihatkan perubahan kadarinositol phosphate di otak. menghambat supersensitifitas dopamin dan meningkatkan sintesis asetilkolin. 2006.13 Ekskresi terutama melalui urin dengan waktu paruh eliminasi 20 jam. Diperkirakan Lithium menurunkan pengeluaran norepinefrin dan dopamin. Farmakologi Klinik . Efeklithium terhadap IP3. Beberapa studi mengemukakan bahwa peningkatan aktivitas kolinergik akan mengurangi mania.

Beberapa literatur menerangkan bahwa terapi lithium jangka panjang dapat menyebabkan disfungsi ginjal termasuk nefritis interstitial kronis dan glomerulopati perubahan minimal dengan sindrom nefrotik.Sampai saat inilithium karbonat dikenal sebagai obat gangguan bipolar terutama pada fase manik. • Efek pada ginjal: polidipsi dan poliuri sering ditemukan namun bersifat reversibel. Pengobatan jangka panjang menunjukkan penurunan resiko bunuh diri. hampir selalu perlu ditambahclonazepam ataulorazepam dan kadang ditambah antipsikosis juga. koreoatetosis. Pada fase depresif gangguan bipolar. Beberapa pasien mengalami pembesaran kelenjar gondok dan gejala-gejala hipotiroidisme. pada kasus berat.lithium sering dikombinasi dengan antidepresan.lithium 38 sendiri merupakan obat yang efektif. • Edema: Hal ini mungkin terkait dengan efeklithium pada retensi natrium. Bila mania masih tergolong ringan. disartria dan afasia. hiperaktivitas motorik. ataksia. • Efek pada jantung: Ionlithium dapat menekan pada nodus sinus sehingga sindrom bradikardi dan takikardi merupakan kontraindikasi penggunaanlithium. • . Penurunan laju filtrasi glomerulus telah ditemukan tapi tidak ada contoh mengenai azotemia maupun gagal ginjal.12 Efek Samping • Efek neurologis: tremor.8. antipsikosis boleh dihentikan dan lithium digunakan bersamaan dengan benzodiazepine untuk pemeliharaan. Setelah mania dapat teratasi. Peningkatan berat badan pada pasien diduga karena edema namun pada 30% pasien tidak mengalami peningkatan berat badan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran kadar TSH serum setiap 6-12 bulan. • Efek pada fungsi tiroid: dapat menurunkan fungsi kelenjar tiroid tapi efeknya reversibel dan nonprogresif. Tes fungsi ginjal harus dilakukan secara periodik untuk mendeteksi perubahan-perubahan pada ginjal.

Carbamazepine dapat digunakan . 600 mg kapsul. 450 mg tablet sustained release 300 mg lithium carbonate setara dengan 8. Banyak dokter tidak setuju untuk menggabungkanvalproate dengan lithium pada pasien yang respon terhadap salah satu agen. Toksisitas pada bayi dimanifestasikan dengan letargi. 8 meq/5 mL sirup. Eskalith) Oral: 150. • Efek lainnya: Telah dilaporkan efek erupsi jerawat dan folikulitis pada penggunaanlithium. Kombinasivalproate dengan obat-obatan psikotropik lainnya mungkin dapat digunakan dalam pengelolaan fase kedua pada penyakit bipolar yang umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati mania akut dan juga untuk terapi profilaksis.valroate menunjukkan keberhasilan yang setara denganlithium pada awal minggu pengobatan. Leukositosis selama pengobatan dengan lithium selalu ada yang merefleksikan efek langsung pada leukopoiesis. 300 mg tablet. Efek sampingcarbamazepine pada umumnya tidak lebih besar dari lithium dan kadang bahkan lebih rendah. 250 mg/5 mL sirup Dosis: 3 x 250 mg/hari CARBAMAZEPINE 40 Carbamazepine telah dianggap sebagai alternatif yang pantas untuk lithiumjika lithium kurang optimal. Valproatetelah diakui sebagai pengobatan lini pertama untuk mania.VALPRO ATE) Obat ini merupakan suatu agen untuk epilepsi dan telah terbukti memiliki efek antimania.12 meq Li Dosis: 250-500 mg/hari ASAM VALPROAT (VALPROIC ACID.Efek pada kehamilan dan menyusui: Laporan terdahulu menyatakan peningkatan frekuensi kelainan jantung pada bayi dengan ibu yang mengkonsumsilithium terutama anomali Ebstein. 300. 300. sianosis.8 Preparat yang Tersedia Lithium carbonate (generik.8 Preparat yang Tersedia Valproic acid (generik. 39 Lithium didapatkan pada air susu dengan kadar sepertiga sampai setengah dari kadar serum. reflek moro dan reflek hisap berkurang dan hepatomegali. Namun data terbaru menyebutkan resiko efek teratogenik relatif rendah. Depakene) Oral: 250 mg kapsul. Secara keseluruhan.Valproate manjur untuk pasien-pasien yang gagal memberikan respon terhadaplithium.

400 mg tablet extended-release. 300 mg kapsul Dosis: 400-600 mg/hari 2. Tegretol) Oral: 200 mg tablet. tidak lebih dari sekali perawatan • Selama masa remaja memuliki riwayat persahabatan yang erat dan baik • • • • pasien mempunyai hubungan psikososial yang baik dan kokoh Fungsi keluarga yang stabil dan baik Tidak ada gangguan psikiatri komorbid Tidak ada gangguan kepribadian. tidak ada gejala psikotik Perawatan di rumah sakit hanya singkat. 100. dan pasien cenderung mengalami relaps. Laki-laki lebih sering menjadi kronis dan mengganggu dibandingkan perempuan. Keadaan ini cenderung merupakan gangguan kronis. tetapi dapat mengurangi sensitisasi otak terhadap perubahan mood.8.5 41 Prognosa buruk apabila: • Adanya penyerta gangguan distimik • • • • Penyalahgunaan alkohol dan zat-zat lainnya Gejala gangguan kecemasan Riwayat lebih dari satu episode depresif sebelumnya. Cara kerjacarbamazepine tidak jelas.2 Gangguan depersif berat bukan merupakan gangguan yang ringan. Pasien dengan gangguan bipolar memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan pasien dengan gangguan . 200. namun tidak menjadi masalah besar pada penggunaanya sebagai penstabil mood.8 Preparat yang Tersedia Carbamazepine (generic. Meskipun efek diskrasia darah menonjol pada penggunaannya sebagai antikonvulsi. 100 mg tablet kunyah. Prognosa baik apabila: • • Episodenya ringan. PROGNOSIS Banyak penelitian mengenai perjalanan penyakit dan prognosis gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) memberikan kesimpulan bahwa penyakit ini memiliki perjalanan yang panjang dan pasien cenderung mengalami kekambuhan. Mekanisme tersebut mungkin serupa dengan efek antikonvulsinya. 200. 100 mg/5 mL suspensi.sendiri atau pada pasien yang refrakter dapat dikombinasi denganlithium.

Laki-laki lebih sering menjadi kronis dan mengganggu dibandingkan perempuan. Sepertiga dari semua pasien gangguan bipolar memiliki gejala kronis dan buktibukti penurunan sosial yang bermakna. Keadaan ini cenderung merupakan gangguan kronis.depresif berat.2 . dan pasien cenderung mengalami relaps.2 Prognosa buruk apabila: • • • • • Adanya penyerta gangguan distimik Penyalahgunaan alkohol dan zat-zat lainnya Gejala gangguan kecemasan Riwayat lebih dari satu episode depresif sebelumnya. Pasien dengan gangguan bipolar memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan pasien dengan gangguan depresif berat. Sepertiga dari semua pasien gangguan bipolar memiliki gejala kronis dan buktibukti penurunan sosial yang bermakna.2 Gangguan depersif berat bukan merupakan gangguan yang ringan.

memahami situasi. 07 April 2010 GANGGUAN KEPRIBADIAN (PERSONALITY DISORDER) Gangguan Kepribadian adalah istilah umum untuk suatu jenis penyakit mental di mana cara berpikir. Secara umum.Rabu. memiliki gangguan kepribadian berarti memiliki kaku dan berpotensi merusak diri sendiri atau merendahkan diri-pola berpikir dan berperilaku tidak . Ada banyak jenis spesifik gangguan kepribadian. dan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi.

dan juga bagaimana seseorang melihat diri sendiri. Lingkungan. emosi dan perilaku yang membuat seseorang unik. seperti rasa malu atau pandangan terhadap kebahagiaan. Hal ini kadang-kadang disebut temperamen bersifat "alami" dan merupakan bagian dari pola asuh dan "konflik". Ini mencakup beberapa hal seperti jenis pola pengasuhan yang dialami seseorangapakah itu dengan penuh cinta atau kekerasan. Kepribadian adalah kombinasi dari pikiran. dan penderita mungkin menyalahkan orang lain atas keadaannya. memahami dan berhubungan dengan dunia luar. Ini cara melihat. Dalam beberapa kasus. dibentuk melalui interaksi dari dua faktor: Warisan kecenderungan atau gen. Gangguan kepribadian dianggap disebabkan oleh kombinasi genetik dan pengaruh lingkungan. mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan dalam kasus-kasus tertentu mereka menjadi menderita. . Akibatnya. Gangguan-gangguan dalam kategori ini bersumber dari perkembangan kepribadian yang tidak masak dan menyimpang. cara pikir dan berhubungan dengan dunia sekelilingnya secara maladaptif. kemungkinan penderita tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan kepribadian karena cara berpikir dan berperilaku tampak alami bagi si penderita. individu-individu tertentu memiliki cara pandang. Hal ini menyebabkan stress dalam hidup atau gangguan dari kemampuan untuk beraktivitas rutin di tempat kerja. hubungan dengan anggota keluarga dan orang lain juga turut berpengaruh dalam pembentukan kepribadian. berbeda satu sama lain.peduli pada situasinya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki kerentanan genetik untuk mengembangkan sebuah gangguan kepribadian dan situasi kehidupan dapat memicu perkembangan gangguan kepribadian. Bentuk kepribadian selama masa kanak-kanak. atau situasi kehidupan. Lingkungan tempat seseorang dibesarkan. sekolah atau situasi sosial lain. Kerena mengalami proses perkembangan yang tidak semestinya. Ini adalah aspek kepribadian yang diturunkan kepada seseorag dari oleh orang tua.

Celakanya. Kepribadian Paranoid. masalahnya lebih berupa akibat tidak menyenangkan dari tindakan sipenderitan terhadap orang lain. Selain itu. Penderita sendiri hanya mengalami reputasi yang buruk. yaitu gangguan kepribadian. Dalam kasus neurosis. Selalu menghindari tanggung jawab atas masalah-masalah yang mereka timbulkan. Skizoid. tidak punya rasa bersalah. dan tidak mengenal rasa sesal bila mencalakakan orang lain. Beberapa jenis gangguan kepribadian yang cukup menonjol adalah kepribadian paranoid-skizoid-skizotipe. Sebaliknya dalam gangguan kepribadian ini yang menjadi korban perbuatan tidak bertanggung jawab dari si penderita. tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang lain: bersikap manipulatif atau senang mengakali. Dengan kata lain. yang menderita dan merasa tidak bahagia adalah penderita itu sendiri.Ada tiga kelompok gangguan utama dalam kategori ini. penderita gangguan ini tidak pernah merasa bersalah. dan Skizotipe . seperti misalnya pada kasus neurosis. dan perilaku kriminal. mementingkan diri sendiri. dan kepribadian aviodantergantung-kompulsif-agresif pasif. bukan berupa penderitaan yang harus ditanggung oleh yang bersangkutan. gangguan ini lebih merupakan gangguan terhadapa nama baik si penderita (disorders of reputation). dalam arti sikap dan perilakunya cenderung merugikan orang lain. GANGGUAN KEPRIBADIAN Penderita jenis gangguan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Hubungan pribadinya dengan orang lain terganggu. kepribadian histrionik-narcisistik-antisosial. kepribadian antisosial. orang ini tidak pernah dapat melepaskan diri dari pola tingkah lakunya yang maladaptif itu. Artinya. Memandang bahwa kesulitannya disebabkan oleh nasib buruk atau perbuatan jahat orang lain. yang bagi penderita gangguan ini sama sekali bukan soal.

dihantui oleh pikiran-pikiran autistik. emosinya labil. sangat haus akan pengukuhan orang lain. ditambah beberapa kekhususan sebagai berikut: Kepribadian Paranoid memiliki ciri-ciri tambahan: serba curiga. suka menghindari oang lain. . dan mudah ditipu. dan tanpa rasa sesal. sangat egois. selalu menuntut perhatian dan perlakuan istimewa dari orang lain. hipersensitif atau sangat perasa. tergantung. penyesuaian seksual dan hubungan pribadinya kacau. suka menyalahkan orang lain. dangkal atau picik. dan tudal tulus. di samping beberapa ciri khusus sebagai berikut: Kepribadian Histrionik: tidak matang. Kepribadian Antisosial: selalu melanggar hak orang lain lewat perilaku agresif. antisosial.Penderita ketiga jenis gangguan ini berperilaku eksentrik. Kepribadian Narcisistik: merasa diri penting dan haus akan perhatian dari orang lain. yaitu pikiran-pikiran yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain selain oleh dirinya sendiri. emosional. sangat peka pada pandangan orang lain terhadap dirinya (harga dirinya rapuh). tidak terampil bergaul dan suka menyendiri. argumentatif atau suka menentang. tidak sedikit diantara penderita cukup cerdas dan pandai menampilkna diri secara meyakinkan untuk menjadi penipu ulung. bersikap exploitatif: memikirkan kepentingannya sendir. mudah iri. egois. senang mendramatisasi diri secara berlebihan untuk mencari perhatian. dan amat perasa. mangabaikan hak dan perasaan orang lain. suka menuduh orang lain jahat. dan Penderita ketiga jenis gangguan ini memiliki ciri umum berperilaku dramatik atau penuh aksi serba menonjolkan diri. Kepribadian Skizoid memiliki ciri-ciri khas: tidak mampu dan menghindari menjalin hunbungan sosial. dan takhayul-takhayul. Kepribadian Skizotipe memiliki ciri-cri khas: suka menyendiri. dan eratik atau aneh-aneh. haus akan hal-hal yang serba menggairahkan (excitement). tak berdaya. rigid atau kaku. congkak. egosentrik. sangat reaktif. Narcisistik. Gangguan Kepribadian Antisosial Historik. terkesan dingin dan tidak akrab atau tidak ramah.

sulit untuk bersantai. menginginkan semua orang bekerja seperti dirinya. Kepribadian Tergantung: sangat tergantung pada orang lain dan merasa tidak berdaya. Beberapa ciri khasnya adalah: tidak suka patuh pada tuntutan orang lain. dan pada pekerjaan.Gangguan Kepribadian Avoidan. sangat perasa. dan sebagainya. pergaulan sempit dan segan emnjalin pergaulau. efisiensi. seperti pola hubungan . Kompulsif. Kepribadian Agresif-pasif. kepribadiannya kaku. sangat memperhatikan hal kecil-kecil. dan ketidakmampuan bergaul tersebut menjadi sumber kesusahan dan penyebab harga dirinya yang rendah. merasa sedih karena tidak punya teman. kendati sesungguhnya tidak demikian. seorang pembantu sengaja senang menangguhkan atau menghambat-hambat pelaksanaan pekerjaan. Kepribadian Kompulsif: memiliki perhatian yang berlebihan pada aturan-atiran. benci pada figur otoritas. untuk mengungkapkan kebenciannya pada majikan yang lalim. Sebagai contoh. kendati sering merasa butuh afeksi dari orang lain dan merasa sepi. dan sangat sulit membagi waktu. faktor psikososial. takut bergaul dengan orang lain disebabkan takut untuk dikritik atau ditolak. tidak mampu mengungkapkan sikap dan perasaan hangat. bersikap keras kepala. sehingga kadang-kadang susah dibedakan dari penderita neurosis. sengaja bekerja tidak efisien. ditambah ciri-ciri khusus sebagai berikut: Kepribadian Avoidan tau menghindar: sangat peka terhadap penolakan atau hinaan orang lain. namun juga sangat rajin. dapat berfungsi baik sepanjang tidak dituntut melakukan sesuatu seorang diri. Simtom ini sesungguhnya merupakan sikap bermusuhan yang diungkapkan lewat cara-cara yang bersifat tidak langsung dan bukan melalui kekerasan. ketertiban. tetapi takut menyatakan atau mengungkapkannya (tidak asertif). dan Agrasif Pasif Tergantung. perilakunya serba terhambat. Penderita dalam kategori ini memiliki ciri umum diliputi kecemasan dan rasa takut. cenderung mudah mempersepsikan olok-olokan atau pelecehan yang belum tentu benar. Gangguan-gangguan ini diduga dapat disebabkan oleh faktor bawaan (masih hipotesis).

Mereka harus dipaksa. Kelompok C (anxious/fearful cluster) Terdiri dari gangguan kepribadian avoidant. misalnya di penjara atau pusat rehabilitasi lainnya.keluarga yang patogenik. dan sebagainya. dan obsessive. dan narcissistic. Penanganan di luar jarang berhasil. emosional dan eratik (tidak menentu atau aneh). Kelompok B (dramatic/erratic cluster) Terdiri dari gangguan kepribadian antisosial. dan schizotypal. KELOMPOK A (ODD/ECCENTRIC CLUSTER) Paranoid Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Paranoid) . Usaha memberikan pertolongan biasanya lebih efektif bila dilakukan dalam lingkungan tertentu yang membatasi runga gerak penderita. histrionic. seperti munculnya sistem nilai dan pola perilaku tertentu yang jauh berbeda dari yang lazim berlaku di masyarakat akibat kondisi kemiskinan. Misalnya. schizoid. Penderita aneka jenis gangguan ini biasanya sulit ditangani untuk ditolong. dan faktor sosiokultural. Individu dalam kelompok ini menampilkan perilaku yang aneh dan eksentrik. borderline. tanggung jawab sosial. Individu dalam kelompok ini menampilkan perilaku cemas dan ketakutan.compulsive. dependent. Individu dalam kelompok ini menampilkan perilaku yang dramatik atau berlebih-lebihan. GANGGUAN KEPRIBADIAN MENURUT DSM-IV-TR Kelompok A (odd/eccentric cluster) Terdiri dari gangguan kepribadian paranoid. dalam bentuk standar yang sangat longgar tentang kejujuran.

Gangguan kepribadian paranoid paling banyak terjadi pada kaum laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Mereka sangat pencemburu dan tanpa alasan dapat mempertanyakan kesetiaan pasangannya. Orang-orang yang mengalami gangguan ini merasa dirinya diperlakukan secara salah dan dieksploitasi oleh orang lain sehingga berperilaku selalu waspada terhadap orang lain. borderline. Schizoid Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Skizoid) .Individu yang mengalami gangguan kepribadian paranoid biasanya ditandai dengan adanya kecurigaan dan ketidakpercayaan yang kuat terhadap orang lain. Mereka sering kali kasar dan mudah marah terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan. mereka tidak hangat. Gangguan ini banyak dialami bersamaan dengan gangguan kepribadian schizotipal. Mereka juga diliputi keraguan yang tidak beralasan terhadap kesetiaan orang lain atau bahwa orang lain tersebut dapat dipercaya. Individu dengan gangguan ini tidak mampu terlibat secara emosional dan menjaga jarak dengan orang lain. Prevalensi pada gangguan ini adalah berkisar 2 persen dari populasi pada umumnya. Individu semacam ini enggan mempercayai orang lain dan cenderung menyalahkan mereka serta menyimpan dendam meskipun bila ia sendiri juga salah. Gangguan paranoid memiliki perbedaan diagnosis dengan skizofrenia. Perbedaannya dengan gangguan borderline adalah gangguan paranoid lebih sulit untuk menjalin hubungan dengan orang lain. dan avoidant. Sedangkan perbedaannya dengan gangguan antisosial adalah paranoid tidak memiliki sejarah antisosial. Perbedaannya dengan schizoid adalah gangguan ini tidak memiliki ide-ide paranoid atau tidak memiliki kecurigaan. karena pada gangguan paranoid tidak muncul simtom halusinasi dan delusi.

dan perasaan orang lain. mereka berbicara kapada diri sendiri dan memakai pakaian yang kotor serta kusut.5 persen dari populasi. Dalam kesehariannya. Dari perilaku dan penampilan. mereka juga tampak eksentrik. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan diperkirakan 2 : 1 untuk laki-laki. Mereka terlihat sebagai individu yang eksentrik. mereka merasa tidak nyaman bila berinteraksi dengan orang lain. dan menyendiri serta tidak memiliki perasaan yang hangat dan tulus terhadap orang lain. serta bersikap masa bodoh terhadap pujian. dan penyendiri. dan derealisasi yang mereka tampilkan dalam kehidupan sehari-hari. mereka dapat menggunakan kata-kata dengan cara yang tidak umum dan tidak jelas sehingga hanya diri mereka saja yang mengerti artinya. dingin. kritik. Individu yang mengalami gangguan ini adalah seorang penyendiri dan menyukai kegiatan yang dilakukan sendirian. Mereka tampak tumpul. Dalam pembicaraan. terkucil.Individu yang mengalami gangguan ini tidak menginginkan atau menikmati hubungan sosial dan biasanya tidak memiliki teman akrab. individu lebih menyenangi kegiatan yang tidak melibatkan orang lain dan berhasil pada bidang-bidang yang tidak melibatkan orang lain. Prevalensi gangguan skizoid diperkirakan 7. Schizotypal Personality Kepribadian Skizotipal) Disorder (Gangguan Individu dengan gangguan kepribadian skizotipal biasanya memiliki kepercayaan yang aneh. Individu dengan gangguan ini memiliki masalah dalam berpikir dan berkomunikasi. Sebagai contoh. datar. ide-ide yang ganjil. tidak tertarik pada hubungan seks. ilusi. Mereka jarang memiliki emosi kuat. Mereka memiliki pemikiran yang ajaib/aneh (magical). Ciri yang umum terjadi adalah ideas of reference (keyakinan bahwa berbagai kejadian memiliki makna khusus dan tidak biasa bagi . cenderung introvert. Individu dengan gangguan kepribadian skizoid menampilkan perilaku menarik diri.

orang yang bersangkutan). Walaupun sama-sama muncul simtom halusinasi. dan pikiran paranoid. Contohnya. pasien mengalami kelemahan kognitif dan kurangnya fungsi neuropsikologis yang sama dengan terjadinya skizofrenia. Ciri-ciri utama gangguan ini adalah impulsivitas dan ketidakstabilan dalam hubungan dengan orang lain dan memiliki mood yang selalu berubah-ubah. namun perbedaan gangguan ini dengan gangguan skizofrenia adalah halusinasi pada skizotipal biasanya berlangsung dalam waktu singkat. sikap dan perasaan terhadap orang lain dapat berubah-ubah secara signifikan dan aneh dalam kurun waktu yang singkat. Individu . Prevelensi gangguan ini diperkirakan kurang dari 1 persen. Selain itu. Gangguan kepribadian skizotipal adalah titik awal dari skizofrenia. pasien dengan gangguan kepribadian skizotipal memiliki rongga otak yang lebih besar dan lebih sedikit bagian abu-abu di lobus temporalis. kecurigaan. Pada gangguan skizotipal. KELOMPOK B (DRAMATIC/ERRATIC CLUSTER) Borderline Personality Kepribadian Ambang) Disorder (Gangguan Disebut dengan kepribadian ambang (borderline) karena berada di perbatasan antara gangguan neurotik dan skizofrenia. Mereka pun memiliki kemampuan yang rendah dalam berinteraksi dengan orang lain dan kadang kala bertingkah laku aneh sehingga akhirnya mereka sering kali terkucil dan tidak memiliki banyak teman. Gangguan kepribadian skizotipal lebih banyak muncul pada keluarga yang memiliki penderita skizofrenia. Etiologi Kelompok A Berbagai studi tentang keluarga memberikan beberapa bukti bahwa gangguan kepribadian kelompok A berhubungan dengan skizofrenia.

dan secara keseluruhan sangat sulit untuk hidup bersama mereka. Dengan kata lain. dan lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. dengan prevelensi sekitar 1 persen. fokus . yang sering diduga berperan dalam perilaku impulsif. Individu dengan gangguan borderline mengalami peningkatan aktivasi amigdala. Mudah mengalami perasaan depresi dan perasaan hampa yang kronis. Beberapa data menunjukkan adanya kelemahan fungsi lobus frontalis. misalnya orang tua. dan menuntut perhatian. boros.yang mengalami gangguan borderline memiliki karakter argumentatif. mudah tersinggung. Gangguan kepribadian borderline bermula pada masa remaja atau dewasa awal. penyalahgunaan zat. Perilaku mereka yang tidak dapat diprediksi dan impulsif. suatu struktur dalam otak yang dianggap sangat penting dalam pengaturan emosi. memiliki rasa takut diabaikan. dan makan berlebihan. cepat menyerang. Etilogi Gangguan Kepribadian Borderline Penyebab terjadinya gangguan kepribadian borderline antara lain dapat dijelaskan oleh kedua pandangan berikut: Faktor biologis Faktor-faktor biologis antara lain disebabkan oleh faktor genetis. aktivitas seksual yang tidak pandang bulu. Object Relations Theory Teori ini merupakan teori dari psikoanalisa yang memfokuskan diri pada bagaimana cara anak mengintroyeksikan nilai-nilai dan gambaran yang berhubungan dengan orang-orang yang dianggap penting dalam hidupnya. berpotensi merusak diri sendiri. mereka sering kali mencoba bunuh diri. sarkastik. Mereka tidak tahan berada dalam kesendirian. Gangguan kepribadian borderline dialami oleh lebih dari satu anggota dalam satu keluarga.

Individu yang mengalami gangguan kepribadian borderline menyatakan kurangnya kasih sayang dari ibu. Selain itu. dan ideal-idealnya. Otto Kernberg. tujuan. misalnya mempunyai orang tua yang memberikan cinta dan perhatian secara tidak konsisten (menghargai prestasi anak. Beberapa hasil penelitian juga mendukung teori ini. Bagaimanapun juga. tidak memiliki kedekatan emosional. dalam dikotomi hitam-putih. . Individu dengan gangguan kepribadian borderline sering kali mengembangkan mekanisme defense yang disebut splitting.dari teori ini adalah cara anak mengidentifikasikan diri dengan orang lain di mana ia memiliki emotional attachment yang kuat dengan orang tersebut. dan sering terjadi konflik dalam keluarga. Terkadang perspektif tersebut berlawanan harapan dan minat dari individu yang bersangkutan. defense ini melindungi ego yang lemah dari kecemasan yang tidak dapat ditoleransi. termasuk dirinya sendiri. tetapi tidak dapat memberikan dukungan emosional dan kehangatan). dapat menyebabkan anak mengembangkan insecure egos (bentuk umum dari gangguan kepribadian borderline). mereka biasanya juga mengalami kekerasan seksual dan fisik serta sering mengalami perpisahan dengan orang tua pada masa kanakkanak. Teori ini beranggapan bahwa individu bereaksi terhadap dunia melalui perspektif dari orang-orang penting dalam hidupnya pada masa lalu. Hal itu menimbulkan kesulitan yang ekstrem dalam meregulasi emosi karena individu borderline melihat dunia. Mereka memandang keluarga mereka tidak ekspresif secara emosional. terutama orang tua atau caregiver. Orang-orang yang diintroyeksikan tersebut menjadi bagian dari ego si anak pada masa dewasa. yaitu mendikotomikan objek menjadi semuanya baik atau semuanya buruk dan tidak dapat mengintegrasikan aspek positif dan negatif orang lain atau diri menjadi suatu keutuhan. salah seorang tokoh dalam teori ini menyatakan bahwa pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa kanak-kanak. tetapi dapat menimbulkan konflik dengan harapan.

terlalu mempedulikan daya tarik fisik mereka. Dengan kata lain. Hal itulah yang kemudian memicu perkembangan kepribadian borderline. dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang salah (invalidating).Bagaimanapun juga. gangguan kepribadian borderline berkembang ketika individu dengan diatesis biologis (kemungkinan genetis) di mana ia mengalami kesulitan untuk mengontrol emosi. usaha individu untuk mengkomunikasikan perasaannya tidak dipedulikan atau bahkan diberi hukuman. Mereka sering kali menggunakan ciri-ciri penampilan fisik yang dapat menarik perhatian orang kepada dirinya. Linehan’s Diathesis-Stress Theory Menurut teori ini. baik secara seksual maupun nonseksual. Histrionic Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Histrionik) Gangguan kepribadian histrionik sebelumnya dikenal disebut kepribadian histerikal. diatesis biologis disebut sebagai emotional dysregulation. Sedangkan invalidating experience adalah pengalaman di mana keinginan dan perasaan individu diabaikan dan tidak dihormati. dan merasa tidak nyaman bila tidak menjadi pusat perhatian. emotional dysregulation saling berinteraksi dengan invalidate experience anak yang sedang berkembang. Namun belum jelas apakah pengalaman tersebut bersifat spesifik bagi gangguan ini. hasil-hasil penelitian tersebut masih belum dapat menyatakan secara jelas apakah pengalamanpengalaman itu memang hanya dialami oleh mereka dengan gangguan kepribadian borderline saja. ditegakkan bagi orang-orang yang selalu dramatis dan mencari perhatian. tata rias. atau warna rambut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa individu yang mengalami gangguan kepribadian borderline mempunyai pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan. Mereka dapat sangat provokatif dan tidak . Dalam teori ini. Salah satu contoh ekstremnya adalah kekerasan pada anak. Mereka berpusat pada diri sendiri. misalnya pakaian yang mencolok.

Narcissistic Personality Kepribadian Narsistik) Disorder (Gangguan Individu dengan gangguan kepribadian narsistik memiliki pandangan berlebihan mengenai keunikan dan kemampuan mereka. Mereka merasa bahwa dirinya spesial dan berharap mendapatkan perlakuan yang khusus pula. ketika orang lain menjatuhkan harapan mereka yang tidak realistis. mereka sulit menerima kritik dari orang lain. dan arogansi. tetapi mereka biasanya tidak mengizinkan siapa pun untuk benar-benar berhubungan dekat dengan mereka. Terkadang mereka mencari sosok lain yang dapat mengidealkan karena mereka kecewa terhadap diri sendiri. . Diagnosis ini memiliki prevelensi sekitar 2 persen dan lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Gangguan kepribadian histrionik lebih banyak terjadi pada mereka yang mengalami perpisahan atau perceraian. Individu pada gangguan ini sangat sensitif terhadap kritik dan takut akan kegagalan. Gangguan ini sering muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian borderline. Hubungan interpersonal mereka terhambat karena kurangnya empati. Etiologi Gangguan Kepribadian Histrionik Gangguan ini dijelaskan berdasarkan pendekatan psikoanalisa. Perilaku emosional dan ketidaksenonohan secara seksual didorong oleh ketidaksenonohan orang tua. terutama ayah terhadap anak perempuannya. dan hal ini diasosiasikan dengan depresi dan kesehatan fisik yang buruk. perasaan iri. Hubungan personal mereka sedikit dan dangkal. dan memanfaatkan/menghendaki orang lain melakukan sesuatu yang istimewa untuk mereka tanpa perlu dibalas.senonoh secara seksual tanpa mempedulikan kepantasan serta mudah dipengaruhi orang lain. Oleh sebab itu. Kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian dipandang sebagai cara untuk mempertahankan diri dari perasaan yang sebenarnya yaitu self-esteem yang rendah.

baik positif maupun negatif. Mereka sedikit atau bahkan tidak merasa menyesal atas berbagai tindakan buruk yang mereka lakukan. Etiologi Gangguan Kepribadian Narsistik Penyebab gangguan kepribadian narsistik dapat dipandang dari segi psikoanalisa. anak tidak bernilai bagi harga diri mereka sendiri. ceroboh.mereka akan marah dan menolak. Prevelensi gangguan ini kurang dari 1 persen. mudah tersinggung. Orang yang mengalami gangguan ini dari luar tampak memiliki perasaan yang luar biasa akan pentingnya dirinya. Dengan demikian. karakteristik tersbut merupakan topeng bagi self-esteem yang rapuh. Gangguan ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan dan lebih banyak terjadi di kalangan anak muda daripada dewasa yang lebih tua. salah satu karakteristik psychopathy adalah kemiskinan emosi. melanggar hukum. tetapi bernilai sebagai alat untuk meningkatkan self-esteem orang tua. dan sebagainya. Kegagalan mengembangkan self-esteem yang sehat terjadi bila orang tua tidak merespons dengan baik kompetensi yang ditunjukkan oleh anak-anaknya. self muncul pada awal kehidupan sebagai struktur bipolar dengan immature grandiosity pada satu sisi dan overidealisasi yang bersifat dependen di sisi lain. Penampilan psikopat menawan dan memanipulasi orang lain untuk memperoleh . Namun dipandang dari psikoanalisa. Orangorang psychopathy tidak memiliki rasa malu. sembrono. Sementara itu. Antisocial Personality Disorder and Psychopathy (Gangguan Kepribadian Antisosial dan Psikopati) Orang dewasa yang mengalami gangguan antisosial menunjukkan perilaku tidak bertanggung jawab dan antisosial dengan bekerja secara tidak konsisten. Menurut Heinz Kohut. Gangguan ini lebih umum terjadi pada orang dengan status sosioekonomi rendah. agresif secara fisik. bahkan perasaan mereka yang tampak positif terhadap orang lain hanyalah sebuah kepura-puraan. Mereka impulsif dan tidak mampu membuat rencana ke depan. tidak mau membayar hutang.

Faktor lingkungan di sekitar individu yang buruk juga dapat menyebabkan gangguan ini. Etiologi Gangguan Kepribadian Antisosial dan Psychopathy Penyebab gangguan ini berkaitan dengan peran keluarga. Kurangnya afeksi dan penolakan berat orang tua merupakan penyebab utama perilaku psychopathy. Kadar kecemasan yang rendah membuat psikopat tidak mungkin belajar dari kesalahannya. Kurangnya emosi positif mendorong mereka berperilaku secara tidak bertanggung jawab dan berperilaku kejam terhadap orang lain.keuntungan pribadi. yaitu gangguan pada individu yang kurang percaya diri dan sangat bergantung pada orang lain. yaitu: Avoidant personality disorder. Dependent personality disorder. yaitu gangguan pada individu yang mempunyai gaya hidup yang perfeksionis. Gangguan ini juga dapat disebabkan oleh kehilangan orang tua. Orang tua yang sering melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya dapat menyebabkan gangguan ini. Selain itu. yaitu gangguan pada individu yang memiliki ketakutan dalam situasi sosial. kelompok ini terbagi menjadi tiga gangguan kepribadian. ayah dari penderita psikopat kemungkinan memiliki perilaku antisosial. Di samping itu. juga disebabkan oleh tidak konsistennya orang tua dalam mendisiplinkan anak dan dalam mengajarkan tanggung jawab terhadap orang lain. Avoidant Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Menghindar) . KELOMPOK C (ANXIOUS/FEARFUL CLUSTER) Seperti yang telah disebutkan. Berikut ini akan dijelaskan secara lebih rinci tentang ketiga gangguan kepribadian tersebut. Obsessive-compulsive personality disorder.

serta tidak berani mengambil risiko atau mencoba hal-hal baru. Ia merasa yakin bahwa dirinya tidak kompeten dan inferior. Gangguan ini memiliki gejala yang serupa dengan generalized social phobia. Perasaan inferior. Kekakuan dalam hubungan yang intim karena takut dipermalukan atau dicemooh. tetapi gangguan ini sebenarnya merupakan jenis generalized social phobia yang lebih kronik. Prevalensi dari gangguan ini sekitar 5 persen dan sering muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian dependen dan borderline. ia sangat mengendalikan diri (kaku) karena sangat amat takut mengatakan sesuatu yang bodoh atau dipermalukan atau tanda-tanda lain dari kecemasan. kecuali ia yakin bahwa ia akan diterima. kriteria personality disorder adalah sebagai berikut: dari avoidant Penghindaran terhadap kontak interpersonal karena takut kritik dan penolakan. Dalam situasi sosial. Perhatian yang berlebihan terhadap kritik atau penolakan. Individu tersebut bahkan terkadang menghindari pekerjaan yang banyak memerlukan kontak interpersonal. Ketidakmampuan untuk terlibat dengan orang lain kecuali ia merasa yakin akan disukai atau diterima. Keengganan yang ekstrem untuk mencoba hal-hal baru karena takut dipermalukan.Individu dengan gangguan ini adalah individu yang memiliki ketakutan yang besar akan kemungkinan adanya kritik. sehingga merasa enggan untuk menjalin hubungan. Perasaan tidak mampu. Berdasarkan DSM-IV-TR. Avoidant personality disorder juga sering bercampur dengan diagnosis Axis I depresi dan generalized social phobia. penolakan atau ketidaksetujuan. .

tetapi dapat juga mengambil langkah aktif untuk menjaga hubungan. Individu dengan taijin kyoufu cenderung cemas atau malu tentang bagaimana ia mempengaruhi atau tampak di depan orang lain. misalnya takut bahwa mereka tampak jelek atau bau. Dependent Personality Kepribadian Dependen) Disorder (Gangguan Ciri utama dari gangguan kepribadian dependen adalah kurangnya rasa percaya diri dan otonomi. yang disebut dengan taijin kyoufu. Kriteria dalam DSM pada umumnya mendeskripsikan individu yang mengalami gangguan kepribadian dependen sebagai orang yang sangat pasif. Ketika hubungan dekat berakhir. penelitian mengindikasikan bahwa sifat-sifat pasif tersebut tidak mencegah individu melakukan hal-hal penting untuk menjaga hubungan dekat. misalnya memiliki kesulitan dalam memulai sesuatu atau mengerjakan sesuatu sendiri. dan meminta orang lain mengambil keputusan untuk dirinya. tidak mampu menolak. Namun. Ia juga memiliki kebutuhan yang kuat untuk diperhatikan atau dijaga oleh orang lain yang sering kali menyebabkan munculnya perasaan tidak nyaman ketika sendirian. Bagaimanapun juga. Individu dengan gangguan kepribadian ini memandang dirinya lemah dan orang lain lebih kuat. individu yang mengalami taijin kyoufu sangat sensitif dan menghindari kontak interpersonal. . hal yang ditakuti berbeda dengan hal-hal yang umumnya ditakuti pada diagnosis DSM. Ia mengesampingkan kebutuhannya sendiri untuk meyakinkan bahwa ia tidak merusak hubungan yang telah terjalin dengan orang lain.Baik avoidant personality disorder atau social phobia berhubungan dengan gejala yang muncul di Jepang. ”Taijin” berarti interpersonal dan ”kyoufu” berarti takut. misalnya menjadi sangat penurut dan pasif. Seperti pada avoidant personality disorder dan social phobia. individu yang mengalami gangguan ini segera berusaha menjalin hubungan lain untuk menggantikan hubungan yang telah berakhir tersebut.

Sangat ketakutan untuk mengurus atau menjaga diri sendiri. skizotipal. dan avoidant. sama seperti diagnosis Axis I gangguan bipolar. Gangguan kepribadian dependen sering kali muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian borderline. gangguan kecemasan. Kesulitan dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu sendiri karena kurang percaya diri. histrionik. dan bulimia. lebih banyak ditemukan di India dan Jepang. kemungkinan karena perbedaan pengalaman sosialisasi pada masa kanak-kanak antara wanita dan pria.Berdasarkan DSM-IV-TR. Melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan baginya sebagai cara untuk memperoleh penerimaan dan dukungan dari orang lain. Gangguan kepribadian ini muncul lebih banyak pada wanita daripada pria. Prevalensi dari gangguan ini adalah sekitar 1. Obsessive-Compulsive Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif) . depresi. skizoid. Perasaan tidak berdaya ketika sendiri karena kurang percaya pada kemampuan diri dalam menyelesaikan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Kesulitan dalam mengatakan atau melakukan penolakan terhadap orang lain karena takut kehilangan dukungan dari orang lain. Hal itu kemungkinan dikarenakan lingkungan di kedua negara tersebut yang memicu perilaku dependen. Kebutuhan terhadap orang lain untuk memikul tanggung jawab dalam hidupnya. kriteria gangguan kepribadian dependen yaitu sebagai berikut: Kesulitan dalam mengambil keputusan tanpa nasihat dan dukungan yang berlebihan dari orang lain.5 persen. Segera mencari hubungan baru ketika hubungan yang sedang terjalin telah berakhir.

kriteria dependent personality disorder yaitu sebagai berikut: Sangat perhatian terhadap aturan dan detail secara berlebihan sehingga poin penting dari aktivitas hilang. kaku. walaupun objek tersebut tidak bernilai. dan sebagainya. Kaku dan keras kepala. Kekakuan dalam hal moral. Biasanya ia memiliki hubungan interpersonal yang kurang baik karena keras kepala dan meminta segala sesuatu dilakukan sesuai dengan keinginannya. ia juga sangat sulit mengalokasikan waktu karena terlalu memfokuskan diri pada hal-hal yang tidak seharusnya. Berdasarkan DSM-IV-TR. aturan. Ketaatan yang berlebihan terhadap pekerjaan sehingga mengesampingkan waktu senggang dan persahabatan. Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif agak berbeda dengan gangguan obsesif kompulsif. sangat memperhatikan detail. formal dan tidak fleksibel. Individu dengan gangguan kepribadian ini pada umumnya bersifat serius. Istilah yang umum digunakan sebagai julukan bagi individu seperti itu adalah “control freak”.Individu dengan obsessive-compulsive personality bersifat perfeksionis. Kikir atau pelit. ia juga pelit atau kikir. Kesulitan dalam membuang barang-barang yang tidak berguna. terutama berkaitan dengan isu-isu moral. Individu yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif sangat memperhatikan detail sehingga kadang ia tidak dapat menyelesaikan hal yang dikerjakannya. Tidak ingin mendelegasikan pekerjaan kecuali orang lain megacu pada satu standar yang sama dengannya. Selain itu. Ia tidak mampu membuang objek yang tidak berguna. Pada gangguan . Di samping itu. Perfeksionisme yang ekstrem pada tingkat di mana pekerjaan jarang terselesaikan. jadwal. Ia lebih berorientasi pada pekerjaan daripada bersantai-santai dan sangat sulit mengambil keputusan karena takut membuat kesalahan.

yang muncul dari gangguan pada hubungan awal antara orang tua dan anak yang disebabkan oleh kematian. Pada attachment yang tidak normal. Seiring dengan proses perkembangan. Pada masa kanak-kanak. sehingga menghambat berkembangnya selfefficacy. Sedangkan gangguan kepribadian avoidant kemungkinan merefleksikan pengaruh lingkungan. anak tersebut kemudian menjadi tidak terlalu dependen pada figur attachment. Individu yang mengalami gangguan ini menggunakan berbagai cara untuk menjaga hubungan dengan orang tua atau orang lain. Misalnya ayah atau ibu memiliki . tidak terdapat obsesi dan kompulsi seperti pada gangguan obsesif-kompulsif. misalnya dengan selalu menuruti mereka. Perpisahan dari orang dewasa dapat menimbulkan kemarahan dan distress.kepribadian obsesif-kompulsif. gangguan kepribadian dependen disebabkan oleh pola asuh yang overprotektif dan authoritarian. anak mengembangkan attachment terhadap orang dewasa dan menggunakan orang dewasa tersebut sebagai dasar yang aman untuk mengeksplorasi dan mengejar tujuan lain. atau pengasuhan yang overprotektif. di mana anak diajarkan untuk takut pada orang dan situasi yang pada umumnya dianggap tidak berbahaya. perilaku yang dapat dilihat pada individu yang mengalami gangguan kepribadian dependen merefleksikan kegagalan dalam proses perkembangan yang biasanya. pengabaian. penolakan. Di samping itu. gangguan kepribadian dependen juga dapat disebabkan oleh masalah attachment. Sebagai contoh. Etiologi Kelompok C Tidak banyak data yang menjelaskan penyebab dari gangguan kepribadian kelompok anxoius/fearful. Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif paling sering muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian avoidant dan memiliki prevalensi sekitar 2 persen. Salah satu penyebab yang memungkinkan adalah hubungan antara orang tua dan anak.

atau rationalemotive behavior therapy. Sedangkan teori psikodinamik kontemporer menjelaskan bahwa gangguan kepribadian obsesif-kompulsif disebabkan oleh ketakutan akan hilangnya kontrol yang diatasi dengan overkompensasi. sehingga ia berani mengambil risiko dan membuat kesalahan. TERAPI UNTUK GANGGUAN KEPRIBADIAN Terapi psikodinamik bertujuan untuk mengubah pandangan individu saat ini tentang masalah-masalah pada masa kanak-kanak yang diasumsikan menjadi penyebab dari gangguan kepribadian. Terapis behavioral dan kognitif lebih menekankan perhatian pada faktor situasi daripada sifat.ketakutan yang sama. Freud berpendapat bahwa obsessive-compulsive personality traits disebabkan oleh fiksasi pada tahap awal dari perkembangan psikoseksual. dapat mengindikasikan adanya peran faktor genetik. Sebagai contoh. seorang pria workaholic yang kompulsif kemungkinan takut bahwa hidupnya akan hancur jika ia bersantai-santai dan bersenang-senang. systematic desentizitation. Sensitivitas tersebut dapat dikurangi dengan behavioral rehearsal (social skills training). Kenyataan bahwa gangguan ini terjadi di keluarga. Sebagai contoh. Terapis behavioral dan kognitif cenderung menganalisa masalah individu yang merefleksikan gangguan kepribadian. yang kemudian diturunkan pada anak melalui modeling. misalnya terapis membimbing individu yang mengalami gangguan kepribadian obsesif-kompulsif pada kenyataan bahwa pencarian kasih sayang dari orang tua pada masa kanak-kanak dengan cara menjadi sempurna tidak perlu dilakukan pada masa dewasa. Contoh lain dapat dilihat pada individu dengan kepribadian paranoid yang bersifat hostile . individu yang didiagnosa memiliki kepribadian paranoid atau avoidant bersifat sangat sensitif terhadap kritik. Ia tidak harus menjadi sempurna untuk memperoleh penerimaan dari orang lain.

rasa percaya sulit diciptakan dan dijaga. sehingga mempengaruhi huubungan terapeutik. Selain itu. diberikan beberapa macam obat. social-skills training dalam suatu kelompok dapat membantu mereka untuk lebih asertif terhadap orang lain. Kesalahan berpikir (errors in logic) kemudian dieksplorasi. gangguan dianalisa dalam hubungannya dengan logical errors dan dysfunctional schemata. pada terapi kognitif bagi individu yang mengalami gangguan kepribadian obsesif-kompulsif. Pada terapi kognitif. Dalam hal ini. memohon pengertian dan dukungan. terapis juga mencari asumsi atau skema dysfunctional yang mungkin mendasari pikiran dan perasaan individu tersebut. pertamatama dibantu untuk menerima konsep bahwa perasaan dan tingkah laku merupakan fungsi dari pikiran. meminta perhatian khusus pada satu waktu.dan argumentatif ketika menyatakan ketidaksetujuan atau penolakan terhadap orang lain. maka sering kali individu tersebut perlu dirawat di rumah sakit. misalnya saat individu menyimpulkan bahwa ia tidak mampu melakukan semua hal dengan benar hanya karena kegagalan dalam satu hal saja (melakukan overgeneralisasi). Individu cenderung mengidealkan dan menjelek-jelekkan terapis. Pada farmakoterapi bagi individu berkepribadian borderline. Umumnya obatobatan yang diberikan tersebut merupakan antidepresan dan . Bagi mereka dengan kepribadian avoidant. Terapi Untuk Kepribadian Ambang (Borderline Personality) Pada individu dengan kepribadian borderline. Misalnya. Apabila tingkah laku individu sudah tidak dapat dikendalikan atau ketika ancaman bunuh diri tidak dapat diatasi lagi. tetapi tidak mau membahas topik-topik tertentu. misalnya keyakinan individu bahwa setiap keputusan harus selalu benar. terapis behavior dapat membantu individu paranoid belajar untuk mengutarakan ketidaksetujuan dalam cara yang lebih baik.

Berikut ini terdapat dua jenis terapi bagi individu yang berkepribadian borderline. terdiri dari membantu individu belajar menyelesaikan masalah. Istilah ”dialectic” juga mengacu pada kenyataan bahwa individu borderline tidak perlu membagi dunia secara dikotomi. individu juga diberi saran konkret untuk bertingkah laku adaptif dan merawat individu di rumah sakit jika tingkah lakunya membahayakan diri sendiri maupun orang lain. salah satu tujuan DBT adalah mengajari individu untuk memandang dunia secara dialektik. yaitu: Mengajari individu untuk mengatur dan mengendalikan tingkah laku dan emosi yang ekstrem. Object-Relations Psychoterapy Terapi yang dilakukan bertujuan untuk memperkuat ego yang lemah. baik yang dilakukan secara individual atau dalam kelompok. Mengajari individu untuk menoleransi perasaan distress. Dengan kata lain. sehingga individu tidak lagi melakukan dikotomi. Dialectical Behavior Therapy (DBT) DBT merupakan pendekatan yang mengkombinasikan client-centered empathy dan penerimaan dengan menyelesaikan masalah secara kognitif-behavioral dan socialskills training. membantu untuk memperoleh penyelesaian masalah yang lebih efektif dan dapat diterima secara sosial dan . tetapi dapat mencapai suatu sintetsis. Selain itu. suatu pemahaman bahwa hidup terus berubah dan suatu hal tidak semuanya buruk atau semuanya baik.antipsikotik. DBT mempunyai tiga tujuan utama. Sedangkan aspek kognitif-behavioral dari DBT. yaitu di mana terapis harus menerima individu borderline apa adanya sekaligus membantu individu tersebut untuk berubah. Istilah ”dialectic” mengacu pada sikap yang berlawanan. Mengajari individu belajar untuk mempercayai pikiran dan emosinya sendiri.

terdapat bukti bahwa psikopat biasanya mulai hidup lebih baik di usia dewasa madya (40-an). REFERENSI . sesuai dengan pendapat para kriminolog. sistem yang diterapkan di penjara lebih menyerupai sekolah kriminal daripada tempat di mana para psychopath dan pelaku tindak kriminal direhabilitasi. Namun. dan mengendalikan amarah dan kecemasan. Semakin muda individu. Hal tersebut dikarenakan individu tidak dapat dan tidak termotivasi untuk membina hubungan yang jujur dan menumbuhkan kepercayaan pada terapis. insight terhadap self-defeating (mengalahkan diri sendiri). Hasil penelitian membuktikan bahwa psikoterapi psikoanalitik sangat membantu dalam beberapa hal. Namun sayangnya. peningkatan kapasitas dalam perasaan menyesal dan empati. atau merasa lelah dan tidak dapat melanjutkan hidup yang penuh dengan tipuan. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh perubahan biologis. bahkan kekerasan. seperti hubungan interpersonal yang lebih baik. dan bertahan pada satu pekerjaan. meningkatkan kemampuan interpersonal. Banyak penderita psychopathy yang dipenjara karena melakukan tindak kriminal. terbebas dari masa percobaan. Efek yang serupa juga dapat dilihat pada beberapa penelitian yang menggunakan teknik kognitif-behavioral. maka semakin baik efek yang dihasilkan dari terapi. Bagaimanapun juga. Terapi Untuk Psychopathy Kebanyakan ahli menyatakan bahwa membantu individu dengan kepribadian psychopathy untuk berubah merupakan hal yang sia-sia.mengendalikan emosi. mengurangi kebiasaan berbohong. pendapat tersebut ternyata tidak sesuai dengan hasil-hasil penelitian tentang psikopat.

Davidson. Neale. Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin. Gerald C. Mengenal Perilaku Abnormal. Kring. Supratiknya. John M. Yogyakarta: Kanisius Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial.. A. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya . (2004). fungsi kerja. (1995). Abnormal Psychology (9th edition). yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Inc. & Ann M. US: John Wiley & Sons. dan perawatan diri.

paranoid dan skizofrenia. bermusuhan. Pada pasien penderita. Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati. Skizofrenia terjadi pada pria dan wanita dengan frekuensi yang sama.1992). Gangguan skizofrenia sebenarnya dapat dibagi menjadi beberapa tipe. Skizofrenia terjadi dengan frekuensi yang sangat mirip di seluruh dunia.Banyak pembahasan yang telah dikeluarkan para ahli sehubungan dengan timbulnya skizofrenia pada lanjut usia (lansia). Pria sering mengalami awitan yang lebih awal daripada wanita. psikologis dan sosialbudaya.Kes.perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). yaitu: Skizofrenia paranoid (curiga. ditemukan penurunan kadar transtiretin atau prealbumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin. dsb) . Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog. kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Parafrenia lambat (late paraphrenia) digunakan oleh para ahli di Eropa untuk pasien-pasien yang memiliki gejala paranoid tanpa gejala demensia atau delirium serta terdapat gejala waham dan halusinasi yang berbeda dari gangguan afektif. tidak mau minum. Hal itu bersumber dari kenyataan yang terjadi pada lansia bahwa terdapat hubungan yang erat antara gangguan parafrenia. Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik. 75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. tidak mau makan. Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep. garang dsb)· Skizofrenia katatonik (seperti patung. yang menyebabkan permasalahan pada fluida cerebrospinal. Gejala-gejala awal biasanya terjadi pada masa remaja atau awal dua puluhan.

sulit berkonsentrasi. gangguan skizofrenia yang terjadi pada lansia adalah skizofrenia paranoid. galak. Faktor penyebabnya dapat disebabkan oleh kehilangan atau kematian pasangan hidup atau seseorang yang sangat dekat atau oleh sebab penyakit fisik yang berat atau lama mengalami penderitaan. merengek-rengek. karena kebutuhan biologis sebenarnya selama orang masih sehat dan masih memerlukan tidak ada salahnya bila dijalankan terus secara wajar dan teratur tanpa menggangu kesehatannya. Pada usia pertengahan tersebut prosentase wanita lebih banyak dari laki-laki. simplek dan latent. pada umur 40 – 50 tahun dan kondisinya makin buruk pada lanjut usia (lansia). kesadarannya terganggu sehingga kemampuan uji realitas (reality testing ability) ikut terganggu dan berakibat bahwa kadang- . walaupun sebenarnya tidak harus begitu. kluyuran)· Skizofrenia Latent (autustik. Pada depresi psikotik. Pada tipe neurotik kesadaran pasien tetap baik. namun memiliki dorongan yang kuat untuk sedih dan tersisih. sukar tidur. Beberapa pandangan menganggap bahwa terdapat 2 jenis depresi yaitu Depresi tipe Neurotik dan Psikotik.Gangguan ini terjadi relatif cepat dalam beberapa bulan. Pada wanita mungkin ada kaitannya dengan masa menopause. jalan terus. merasa dirinya tak berharga. yang berarti fungsi seksual mengalami penurunan karena sudah tidak produktif lagi. para lansia dengan gangguan kejiwaan tersebut menjadi kurang terurus karena perangainya dan tingkahlakunya yang tidak menyenangkan orang lain. dsb) Skizofrenia simplek (seperti gelandangan.Skizofrenia hebefrenik (seperti anak kecil. Gangguan Jiwa Afektif Gangguan jiwa afektif adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya gangguan emosi (afektif) sehingga segala perilaku diwarnai oleh ketergangguan keadan emosi. akan tetapi diatas umur 60 tahun keadaan menjadi seimbang. mintaminta. bosan hidup dan kadang-kadang ingin bunuh diri. dan kadang-kadang baik pria maupun wanita perilaku seksualnya sangat menonjol walaupun dalam bentuk perkataan yang konotasinya jorok dan porno (walaupun tidak selalu).Gangguan ini paling banyak dijumpai pada usia pertengahan. bersikap bermusuhan. Gangguan afektif ini antara lain: Gangguan Afektif tipe Depresif --. Gejala gangguan afektif tipe depresif adalah: sedih. seperti gembel) Pada umumya. seperti curiga berlebihan. Sulitnya dalam pelayanan keluarga.

tak ada rasa takut. Neurosis --.kadang pasien tidak dapat mengenali orang. sedangkan separuhnya lagi adalah gangguan yang didapatkannya pada masa memasuki lanjut usia (lansia). murung. namun tak lama kemudia menjadi sedih. Kondisi ini lebih jarang terjadi dari pada tipe depresi. tempat. Sebagai contoh : mandi adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang normal sehari 2 kali. Hampir separuhnya merupakan gangguan yang ada sejak masa mudanya.Gangguan neurosis dialami sekitar 10-20% kelompok lanjut usia (lansia). dsb. Gangguan neurosis pada lanjut usia (lansia) berhubungan erat dengan masalah psikososial dalam memasuki tahap lanjut usia (lansia). Dalam keadaan Manik. eksentrik. penarikan diri. Kepribadiannya tetap utuh. riang gembira. maupun waktu atau menjadi seseorang yang tak tahu malu. pidato berapi-api.Gangguan ini sering timbul secara bergantian pada pasien yang mengalami gangguan afektif tipe depresi sehingga terjadi suatu siklus yang disebut gangguan afektif tipe Manik Depresif. pembicaraan menjadi tidak sopan dan membuat orang lain menjadi tidak enak. aktif. cenderung berlebihan sehingga mendorong pasien berbuat sesuatu yang melampaui batas kemampuannya. menangis tersedusedu yang sulit dimengerti. Faktor ini hanya memiliki nilai prediktif yang sangat kecil. namun bagi orang neurosis obsesive untuk mandi. dan/atau impulsivitas. Gangguan ini ditandai oleh kecemasan sebagai gejala utama dengan daya tilikan (insight) serta daya menilai realitasnya yang baik. Kondisi semacam ini kadang-kadang silih berganti. namun secara kuantitas perilakunya menjadi irrasional. Sering sukar untuk mengenali gangguan ini pada lanjut usia (lansia) karena disangka sebagai gejala ketuaan. ia akan mandi berkali-kali dalam satu hari dengan alasan tidak puas-puas untuk mandi. secara kualitas perilaku orang neurosis tetap baik. Stress lingkungan Kelahiran pada musim dingin. Secara umum gangguan neurosis dapat dikategorikan sebagai berikut: Neurosis cemas dan panic Neurosis obsesif kompulsif Neurosis fobik Neurosis histerik (konversi) Gangguan somatoform Faktor resiko penyakit ini termasuk: Riwayat skizofrenia dalam keluarga Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan. Gangguan Afektif tipe Manik --. pasien menunjukkan keadaan gembira yang tinggi. suatu ketika pasien menjadi eforia. . marah-marah.

jarang tersenyum. probandnya. Gangguan perilaku: menjadi pemalu. mengganggu dan tak disiplin.Gejala Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin. Penyakit ini mungkin mewakili sekelompok heterogen gangguan yang mempunyai gejala-gejala serupa. atau memindahkan atensi.Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini Tidak ada jalur etiologi tunggal yang telah diketahui menjadi penyebab skizofrenia. Keputusan klinis diambil berdasarkan sebagian pada: Tanda dan gejala yang ada Rriwayat psikiatri Setelah menyingkirkan semua etiologi organic yang nyata seperti keracunan dan putus obat akut. Semua tanda dan gejala skizofrenia telah ditemukan pada orangorang bukan penderita skizofrenia akibat lesi system syaraf pusat atau akibat gangguan fisik lainnya. acuh tak acuh. menarik diri secara sosial. dan Brain Electrical Activity Mapping (BEAM) mengungkapkan turunnya aktivitas lobus frontal pada beberapa individu penderita skizofrenia. Gejala dan tanda psikotik tidak satu pun khas pada semua penderita skizofrenia. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah. . glukografi. kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). sekurang-kurangnya beberapa individu penderita skizofrenia mempunyai kerentanan genetic herediter. Hal ini menyebabkan sulitnya menegakkan diagnosis pasti untuk gangguan skizofrenia. Kemungkinan menderita gangguan ini meningkat dengan adanya kedekatan genetic dengan. Status hiperdopaminergik yang khas untuk traktus mesolimbik (area tegmentalis ventralis di otak tengah ke berbagai struktur limbic) menjadi penjelasan patofisiologis yang paling luas diterima untuk skizofrenia. dan beratnya penyakit. Penelitian aliran darah. menantang tanpa alasan jelas. Gejala . tidak bisa menikmati rasa senang. tertutup. Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan. Secara genetik. Penelitian Computed Tomography (CT) otak dan penelitian post mortem mengungkapkan perbedaan-perbedaan otak penderita skizofrenia dari otak normal walau pun belum ditemukan pola yang konsisten. mempertahankan.

Misalnya penderita tampak berbicara sendiri tetapi ia mempersepsikan ada orang lain yang sedang ia ajak berbicara. Delusi adalah keyakinan/pemikiran yang salah dan tidak sesuai kenyataan. namun tetap dipertahankan sekalipun dihadapkan pada cukup banyak bukti mengenai pemikirannya yang salah tersebut. bersenang-senang. kurangnya dorongan untuk beraktivitas. tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia). gagal menjalin hubungan yang dekat dengan orang lain. Sementara halusinasi adalah persepsi panca indera yang tidak sesuai dengan kenyataan. dewa. maupun aktivitas seksual. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/ mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku. berbicara hanya sedikit. misalnya menampilkan pose tubuh yang aneh. . delusi. gejala-gejala skizofrenia adalah sebagai berikut: yang muncul pada penderita muncul delusi dan halusinasi. Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas: Gejala-gejala Positif Termasuk halusinasi. gangguan pemikiran (kognitif). kehilangan energi dan minat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. nabi. Delusi yang biasanya muncul adalah bahwa penderita skizofrenia meyakini dirinya adalah Tuhan. Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya. pembicaraan yang tidak tertata dengan baik (bicara melompat-lompat dari satu topik ke topik yang lain atau 'tidak nyambung'). Gejalagejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain. keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme. menampilkan perilaku tidak terorganisir. atau orang besar dan penting. Gejala-gejala Negatif Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. atau bahkan ekspresi emosi yang tidak sesuai konteks (misalkan tiba-tiba tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas). tidak mampu memikirkan konsekuensi dari tindakannya.Secara umum. menampilkan ekspresi emosi yang datar.

Antara sepertiga hingga separuh penderita skizofrenia dapat membaik dengan lithium. pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya. pikiran obsesif tak terkendali. kecuali obat-obat ini terkontraindikasi. Kontraindikasi meliputi neuroleptika yang sangat antikolinergik seperti klorpromazin. penggunaannya disarankan sebatas . penuh kiasan. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan. Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia. persepsi pancaindra yang tidak biasa. pikiran yang samar-samar. dan thioridazine pada penderita dengan hipertrofi prostate atau glaucoma sudut tertutup. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin.sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Dissorder. karena 75% penderita skizofrenia memperoleh perbaikan dengan obat-obat neuroleptika. halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis. menganggap semua orang sebagai musuh. sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren. molindone. Sebaliknya. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis. Namun. kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. afek sempit. yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan. Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati. percaya hal-hal aneh. terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik. Terapi Penyakit Skizofrenia Pemberian obat-obatan Obat neuroleptika selalu diberikan. mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. karena lithium belum terbukti lebih baik dari neuroleptika. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia. Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja.

maka gejala-gejala skizofrenia dapat kembali muncul saat individu berada dalam tekanan atau mengalami stres. Pendekatan Psikologi Hal yang penting dilakukan adalah intervensi psikososial. Mempertinggi toleransi keluarga akan perilaku disfungsional yang tidak berbahaya. Penderita skizofrenia tidak dapat disembuhkan secara total. Bantu penderita memandang bahwa skizofrenia adalah gangguan otak. Psikodinamik atau berorientasi insight belum terbukti memberikan keuntungan bagi individu skizofrenia. Intervensi berpusat pada keluarga hendaknya tidak diupayakan untuk mendorong eksplorasi atau ekspresi perasaanperasaan. penambahan terapi ini pada regimen neuroleptika menguntungkan beberapa penderita skizofrenia. dalam arti halusinasi dan delusi tidak dapat hilang total. dan demoralisasinya amat penting dilakukan. Meskipun terapi elektrokonvulsif (ECT) lebih rendah dibanding dengan neuroleptika bila dipakai sendirian. Mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita dan anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga. Mengurangi rasa bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini. karena tanpa pengobatan yang terus-menerus dan dukungan dari lingkungan. Terapi individual menguntungkan bila dipusatkan pada penatalaksanaan stress atau mempertinggi kemampuan social spesifik. Keterlibatan yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko relaps. ketakutan-ketakutannya. dan ikhlas. Mengurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan emosional penderita. Intervensi psikososial diyakini berdampak baik pada angka relaps dan kualitas hidup penderita. Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang parah dan sulit ditangani. Tujuannya adalah: Pendidikan pasien dan keluarga tentang sifat-sifat gangguan skizofrenia. serta bila berlangsung dalam konteks hubungan terapeutik yang ditandai dengan empati. Cara ini malahan memperlambat kemajuan. Intervensi sejak dini merupakan hal yang sangat . Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan atau mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya. Kecaman dari keluarga dapat berkaitan erat dengan relaps. atau mempertinggi kewaspadaan impuls-impuls atau motivasi bawah sadar. Pemahaman yang empatis terhadap kebingungan penderita. rasa hormat positif. dan adanya dukungan sosial.obat penopang.

awitan pada usia pertengahan. Skizofrenia Tipe I tidak selalu mempunyai prognosis yang lebih baik disbanding Skizofrenia Tipe II. awitan mendadak. Sekitar 70% penderita skizofrenia yang berada dalam remisi mengalami relaps dalam satu tahun. dan system dukungan yang tidak kritis dan tidak terlalu intrusive. Pria biasanya mengalami perjalanan gangguan yang lebih berat dibanding wanita. meningkatkan komunikasi dan keterampilan pemecahan masalah dalam keluarga. Untuk itu. riwayat untuk gangguan afek. . Dalam terapi keluarga. sedangkan perbaikan yang bermakna terjadi pada sekitar dua per tiga kasus. Sepuluh persen penderita skizofrenia meninggal karena bunuh diri. Banyak penderita skizofrenia mengalami eksaserbasi intermitten. maupun keluarga. penyelesaian masalah. Prognosis Penyakit Skizofrenia Fase residual sering mengikuti remisi gejala psikotik yang tampil penuh. kelompok (difokuskan pada keterampilan sosial. gejala-gejala psikotik ringan menetap pada sekitar separuh penderita. selain itu terapi juga diarahkan untuk menghindarkan sikap saling menyalahkan dalam keluarga. terutama selama tahun-tahun awal gangguan ini. Penanganan gangguan skizofrenia membutuhkan berbagai pendekatan selain dengan obat-obatan. terapi selamanya diwajibkan pada kebanyakan kasus. Prognosis baik berhubungan dengan tidak adanya gangguan perilaku prodromal. Penyembuhan total yang berlangsung sekurang-kurangnya tiga tahun terjadi pada 10% pasien. Gejala dan tanda selama fase ini mirip dengan gejala dan tanda pada fase prodromal. dan meningkatkan motivasi penderita skizofrenia dan keluarganya.penting dan bermanfaat dalam penanganan skizofrenia demi mencegah perkembangan gangguan ke arah yang semakin parah. mendorong penderita dan keluarga untuk mengembangkan kontak sosial. adanya konfusi. tetapi juga dengan terapi-terapi baik terapi individu. diberikan informasi dan edukasi mengenai skizofrenia dan pengobatannya. perubahan pemikiran. pencetus lingkungan yang jelas. terutama sebagai respon terhadap situasi lingkungan yang penuh stress. dan keterampilan persiapan memasuki dunia kerja).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->