P. 1
Air-bahan Ajar Geografi SMA MUHAMMADIYAH 1 Tasikmalaya

Air-bahan Ajar Geografi SMA MUHAMMADIYAH 1 Tasikmalaya

|Views: 165|Likes:
Published by Iwan Hadikusna
IWANGEODRS GURU GEOGRAFI SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA
IWANGEODRS GURU GEOGRAFI SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA
IWANGEODRS GURU GEOGRAFI SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA
IWANGEODRS GURU GEOGRAFI SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA
IWANGEODRS GURU GEOGRAFI SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA
IWANGEODRS GURU GEOGRAFI SMA MUHAMMADIYAH 1 TASIKMALAYA

More info:

Published by: Iwan Hadikusna on Nov 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2013

pdf

text

original

AIR DALAM KAJIAN ILMIAH

Air adalah suatu zat kimia yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi [1] [2] [3], tetapi tidak di planet lain [4]. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) [5] tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut [6]. Pengaturan air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik

Yang pada mulanya ikatan molekul air tidak erat, akhirnya menjadi suatu kristal yang bolong-bolong (cluster). Akibatnya air dalam fase padat (es) ini mengambil bentuk volume yang besar. Pertambahan volumenya hingga mencapai 10 %masa jenisnya juga berkurang 10%

(menjadi lebih ringa Air merupakan pelarut universal yang sangat baik, karena begitu berlimpah adanya di bumi ini. Permukaan air merupakan sumber dari kehidupan. Dimana terdapat air disitulah terdapat kehidupan. Siklus air merupakan salah satu proses yang penting. Struktur air air merupakan senyawa polar yang berikatan satu dengan yang lain dengan ikatan hydrogen yang lemah. Dari ikatan yang lemah ini memungkinkan air dapat digunakan sebagai pelaut yang baik. Ikatan hydrogen ini juga bertanggungjawab atas sifat-sifat air yang unik. Air memiliki kapasitas menyimpan energi yang sangat spesifik. Kapilaritas memberikan dua sifat air yaitu kohesi dan adhesi. Kohesi membuat air lebih kenyal dibandingkan dengan zat lainnya karena ikatan antar atomnya lebih kuat. Namun air juga bersifat sangat adhesive. Sifat ini memungkinkan air merambat di permukaan apapun yang ia lewati. Meniscus: istilah untuk bentuk µu¶ yang dihasilkan air karena sifat adhesifnya. Capillary action: proses pengankutan yang dilakukan oleh air melalui dinding xylem menggunakan sifat adhesive dan kohesi air. tegangan permukaan. Terjadi karena perbedaan ikatan hydrogen yang terdapat di permukaan air.

Sifat-sifat kimia dan fisikaAir Informasi dan sifat-sifat Nama sistematis air Nama alternatif aqua, dihidrogen monoksida, hidrogen hidroksida Rumus molekul H2O Massa molar 18.0153 g/mol Densitas dan fase 0.998 g/cm³ (cariran pada 20 °C) 0.92 g/cm³ (padatan) Titik lebur 0 °C (273.15 K) (32 ºF) Titik didih 100 °C (373.15 K) (212 ºF) Kalor jenis 4184 J/(kg·K) (cairan pada 20 °C) Halaman data tambahan Disclaimer and references

Air merupakan senyawa kimia. Senyawa dapat diartikan sebagai gabungan dari beberapa unsur kimia (atom). Rumus kimia air adalah H2O, yang berarti gabungan dari 2 atom Hidrogen (H) dan 1 atom Oksigen (O). Gabungan dari 2 buah atom atau lebih disebut molekul. H2O dapat kita sebut sebagai satu molekul aiArtikel utama untuk bagian ini adalah: Air (molekul) Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada elektronelektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).

³Seperti ditunjukkan kristal-kristal air Masaru Emoto, pikiran dan kata-kata, jelas berdampak langsung pada dunia disekitarnya. Menunjukkan cinta dan penghargaan kepada air adalah tindakan yang sederhana, tetapi efeknya sangat bermakna bagi kesehatan air, bumi dan manusia itu sendiri. ³(Jhon Gray, Ph.D dalam komentar terhadap Buku Maseru Emoto : The Hidden Messages in Water, 2001). Di dalam buku tersebut dijelaskan, bahwa air yang menjadi sumber kehidupan di muka bumi juga menjadi sumber pengetahuan yang luar biasa, karena kemampuannya membaca, mendengar, melihat, merekam, dan bahkan meramal, mampu membedakan mana hal positif dan mana hal negatif, dan semua itu disampaikan dengan cara yang sangat mengagumkan. Kenyataannya karena ketersediaannya yang melimpah, seperti halnya udara, air seringkali dilupakan. Jangankan peranan air seperti dikatakan Maseru Emoto, bahkan peranannya sebagai sumber nutrisi yang penting bagi mahluk hidup sering dilupakan orang. Hal ini tercermin dari keterlibatan yang rendah terhadap tanggung jawab menjaga, agar air tetap berkualitas.

Fungsi air
1. Mempertahankan kelembaban organ-organ tubuh. Jika organ tubuh kekurangan air bentuknya akan mengempis karena kehilangan kelembaban.

2. Untuk mempertahankan volume dan kekentalan darah dan getah bening. 3. Mengatur suhu tubuh. Jika kekurangan air tubuh akan menjadi panas. 4. Untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kulit akan menjadi kasar dan berkerut jika kekurangan air. 5. Sebagai mediator dan saluran dari berbagai reaksi kimia di dalam tubuh, proses metabolisme tubuh memerlukan air. Dan masih banyak fungsi lainnya seperti sebagai pencuci, pelarut zat-zat gizi dsbnya.

Siklus air
Siklus air meliputi, evaporasi cadangan air tanah dan air laut disamping cadangan berupa es dan salju yang mengalir kelaut akibat pemanasan global, yang kemudian

mengalami kondensasi dan dilanjutkan dengan pengendapan yang biasa disebut dengan hujan . Oleh karena itu hujanpun membawa serta polutan yang mencemari air tanah, dan udara yang mempengaruhi pH air. Menurut data BMG, sejak tahun 1997, suimber-sumber air yang biasa di pakai oleh rumah tangga atau peternakan,di pulau jawa, pH sumber air asal air hujan rata-rata di bawah 5.6 atau bersifat asam. Hujan yang bersifat asam akan mengikis bangunan gedung atau bersifat korosif, merusak kehidupan biota di danau-danau ataupun sungai.

Air vs peternakan ayam petelur
Air di samping mempunyai manfaat seperti tersebut di atas, juga mempunyai segi yang tidak menguntungkan jika tidak dijaga dengan baik. Peranan air, sebagai media yang baik bagi pertumbuhan mikroba patogen, jamur, protozoa dan tempat hidup vektor penyakit harus selalu diwaspadai. 1. Mikroba dan Jamur. Meskipun air tawar dan air laut mengandung banyak mikroorganisme, namur pada umumnya jarang dijumpai bakteri patogen, kecuali air yang secara langsung tercemar oleh urine dan feces binatang. Oleh karena itu kasus penyakit di peternakan ayam petelur erat kaitannya dengan management air dan pengelolaan feces . Air pada tempat minum yang jarang dibersihkan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan kuman dan jamur. Air pada feces menjadi media yang baik bagi pertumbuhan kuman yang normal terdapat pada tanah, Clostridium.
Beberapa penyakit bawaan dari air dan agentnya
Agent P enyakit a. Virus R oravirus Diare pada anak-anak Virus Hepatitis A Hepatitis A Virus Poliomyelitis polio (myelitis anterior acuta) b. Bakteri Vibrio cholera Cholera Escherichia coli entero Diare/Dysenterie Patogenik Salmonella typhi Thypus abdominalis Salmonella paratyphi Paratyphus Shigella dysenteriae Dyseterie Protozoa Entamoeba histolytica Dysenteri amoeba Balantidia coli Balantidiasis Giardia lamblia Giardiasis c. Metazoa Ascaris lumbricoides Ascariasis Clonorchis sinensis Clonorchiasis Diphhyllobothrium Dyphyllobothriasis d. Latuum Taenia saginata/solium Taeniasis

Schistosoma Schistosomiasis

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi,[1][2][3] tetapi tidak di planet lain.[4] Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.[5] Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulanbulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.[6] Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. [7] Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya AirDaftar isi [sembunyikan] 1 Sifat-sifat kimia dan fisika 1.1 Elektrolisis air 1.2 Kelarutan (solvasi) 1.3 Kohesi dan adesi 1.3.1 Tegangan permukaan 2 Air dalam kehidupan 2.1 Makhluk air 3 Air dan manusia 3.1 Air minum 3.2 Pelarut 4 Air dalam kesenian 4.1 Seni lukis 4.2 Fotografi 4.3 Seni tetesan air 5 Sains semu air 6 Rujukan 6.1 Artikel rujukan 6.2 Rujukan umum 6.3 Air sebagai sumber daya alam alami 6.4 Bacaan lebih lanjut 7 Lihat pula [sunting] Sifat-sifat kimia dan fisikaAir Informasi dan sifat-sifat Nama sistematis air Nama alternatif aqua, dihidrogen monoksida,

Hidrogen Hidroksida Rumus molekul H2O Massa molar 18.0153 g/mol Densitas dan fase 0.998 g/cm³ (cariran pada 20 °C) 0.92 g/cm³ (padatan) Titik lebur 0 °C (273.15 K) (32 °F) Titik didih 100 °C (373.15 K) (212 °F) Kalor jenis 4184 J/(kg·K) (cairan pada 20 °C) Halaman data tambahan Disclaimer and references Artikel utama: Air (molekul) Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada elektronelektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-). Tingginya konsentrasi kapur terlarut membuat warna air dari Air Terjun Havasu terlihat berwarna turquoise. [sunting] Elektrolisis air Artikel utama: Elektrolisis air

Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OHmengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat Dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen.[8][9][10] [sunting] Kelarutan (solvasi) Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat "hidrofilik" (pencinta air), dan zatzat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat "hidrofobik" (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air. Butir-butir embun menempel pada jaring laba-laba. [sunting] Kohesi dan adesi Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif ( -) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif ( +) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen²yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih "kekuatan tarik" pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen. Air memiliki pula sifat adesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya. [sunting] Tegangan permukaan Bunga daisy ini berada di bawah permukaan air, akan tetapi dapat mekar dengan tanpa terganggu. Tegangan permukaan mencegah air untuk menenggelamkan bunga tersebut.

Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekulmolekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air. Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air. Irvin Langmuir mengamati suatu gaya tolak yang kuat antar permukaan-permukaan hidrofilik. Untuk melakukan dehidrasi suatu permukaan hidrofilik ² dalam arti melepaskan lapisan yang terikat dengan kuat dari hidrasi air ² perlu dilakukan kerja sungguh-sungguh melawan gaya-gaya ini, yang disebut gaya-gaya hidrasi. Gaya-gaya tersebut amat besar nilainya akan tetapi meluruh dengan cepat dalam rentang nanometer atau lebih kecil. Pentingnya gaya-gaya ini dalam biologi telah dipelajari secara ekstensif oleh V. Adrian Parsegian dari National Institute of Health.[11] Gaya-gaya ini penting terutama saat sel-sel terdehidrasi saat bersentuhan langsung dengan ruang luar yang kering atau pendinginan di luar sel (extracellular freezing). [sunting] Air dalam kehidupan Kehidupan di dalam laut. Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara. [sunting] Makhluk air Artikel utama: Hidrobiologi Perairan bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Semua makhluk hidup pertama di Bumi ini berasal dari perairan. Hampir semua ikan hidup di dalam air, selain itu, mamalia seperi lumba-lumba dan ikan paus juga hidup di dalam air. Hewan-hewan seperti amfibi menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa reptil seperti ular dan buaya hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan laut seperti alga dan rumput laut menjadi sumber makanan ekosistem perairan. Di samudera, plankton menjadi sumber makanan utama para ikan. [sunting] Air dan manusia Peradaban manusia berjaya mengikuti sumber air. Mesopotamia yang disebut sebagai awal peradaban berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Peradaban Mesir Kuno bergantung pada sungai Nil. Pusatpusat manusia yang besar seperti Rotterdam, London, Montreal, Paris, New York City, Shanghai, Tokyo,

Chicago, dan Hong Kong mendapatkan kejayaannya sebagian dikarenakan adanya kemudahan akses melalui perairan. [sunting] Air minum Air yang diminum dari botol. Artikel utama: Air minum Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan.[12] Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8±10 gelas (sekitar dua liter) per hari,[13] namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. [14] Malah terkadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada cuaca yang panas.[15] [sunting] Pelarut Pelarut digunakan sehari-hari untuk mencuci, contohnya mencuci tubuh manusia, pakaian, lantai, mobil, makanan, dan hewan. Selain itu, limbah rumah tangga juga dibawa oleh air melalui saluran pembuangan. Pada negara-negara industri, sebagian besar air terpakai sebagai pelarut. Air dapat memfasilitasi proses biologi yang melarutkan limbah. Mikroorganisme yang ada di dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat polusi yang lebih rendah. [sunting] Air dalam kesenian "Ombak Besar Lepas Pantai Kanagawa." oleh Katsushika Hokusai, lukisan yang sering digunakan sebagai pelukisan sebuah tsunami. Artikel utama: Air dalam kesenian Dalam seni air dipelajari dengan cara yang berbeda, ia disajikan sebagai suatu elemen langsung, tidak langsung ataupun hanya sebagai simbol. Dengan didukung kemajuan teknologi fungsi dan pemanfaatan air dalam seni mulai berubah, dari tadinya pelengkap ia mulai merambat menjadi obyek utama. Contoh seni yang terakhir ini, misalnya seni aliran atau tetesan (sculpture liquid atau droplet art).[16] [sunting] Seni lukis Pada zaman Renaisans dan sesudahnya air direpresentasikan lebih realistis. Banyak artis menggambarkan air dalam bentuk pergerakan - sebuah aliran air atau sungai, sebuah lautan yang turbulensi, atau bahkan air terjun - akan tetapi banyak juga dari mereka yang senang dengan obyek-obyek air yang tenang, diam -

danau, sungai yang hampir tak mengalir, dan permukaan laut yang tak berombak. Dalam setiap kasus ini, air menentukan suasana (mood) keseluruhan dari karya seni tersebut,[17] seperti misalnya dalam Birth of Venus (1486) karya Botticelli[18] dan The Water Lilies (1897) karya Monet.[19] Rivermasterz, memanfaatkan air sebagai elemen dalam foto. [sunting] Fotografi Sejalan dengan kemajuan teknologi dalam seni, air mulai mengambil tempat dalam bidang seni lain, misalnya dalam fotografi. walaupun ada air tidak memiliki arti khusus di sini dan hanya berperan sebagai elemen pelengkap, akan tetapi ia dapat digunakan dalam hampir semua cabang fotografi: mulai dari fasion sampai landsekap. Memotret air sebagai elemen dalam obyek membutuhkan penanganan khusus, mulai dari filter circular polarizer yang berguna menghilangkan refleksi, sampai pemanfaatan teknik long exposure, suatu teknik fotografi yang mengandalkan bukaan rana lambat untuk menciptakan efek lembut (soft) pada permukaan air.[20] [sunting] Seni tetesan air Artikel utama untuk bagian ini adalah: Seni tetesan air Keindahan tetesan air yang memecah permukaan air yang berada di bawahnya diabadikan dengan berbagai sentuhan teknik dan rasa menjadikannya suatu karya seni yang indah, seperti yang disajikan oleh Martin Waugh dalam karyanya Liquid Sculpture, suatu antologi yang telah mendunia.[21] Seni tetesan air tidak berhenti sampai di sini, dengan pemanfaatan teknik pengaturan terhadap jatuhnya tetesan air yang malar, mereka dapat diubah sedemikian rupa sehingga tetesan-tetesan tersebut sebagai satu kesatuan berfungsi sebagai suatu penampil (viewer) seperti halnya tampilan komputer. Dengan mengatur-atur ukuran dan jumlah tetesan yang akan dilewatkan, dapat sebuah gambar ditampilkan oleh tetesan-tetesan air yang jatuh. Sayangnya gambar ini hanya bersifat sementara, sampai titik yang dimaksud jatuh mencapai bagian bawah penampil.[22] Komersialisasi karya jenis ini pun dalam bentuk resolusi yang lebih kasar telah banyak dilakukan.[23][24] [sunting] Sains semu air Ikatan hidrogen antar molekul air yang membuatnya dapat membentuk kelompok atau klaster, Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang pada tahun 2003 melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya,[25] yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen, Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi "indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel

kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat didalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.[26] Sampai sekarang Emoto dan karyanya masih dianggap kontroversial.[27][28][29][30] Ernst Braun dari Burgistein di Thun, Swiss, telah mencoba dalam laboratoriumnya metoda pembuatan foto kristal seperti yang diungkapan oleh Emoto, sayangnya hasil tersebut tidak dapat direproduksi kembali, walaupun dalam kondisi percobaan yang sama.[31]

Kelarutan (solvasi)

Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat "hidrofilik" (pencinta air), dan zatzat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat "hidrofobik" (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air. [sunting] Kohesi dan adesi Butir-butir embun menempel pada jaring laba-laba. Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif ( -) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif ( +) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen²yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih "kekuatan tarik" pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen. Air memiliki pula sifat adesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya. Tegangan permukaan Bunga daisy ini berada di bawah permukaan air, akan tetapi dapat mekar dengan tanpa terganggu. Tegangan permukaan mencegah air untuk menenggelamkan bunga tersebut. Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekulmolekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air. Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air. Irvin Langmuir mengamati suatu gaya tolak yang kuat antar permukaan-permukaan hidrofilik. Untuk melakukan dehidrasi suatu permukaan hidrofilik ² dalam arti melepaskan lapisan yang terikat dengan kuat dari hidrasi air ² perlu dilakukan kerja sungguh-sungguh melawan gaya-gaya ini, yang disebut gaya-gaya hidrasi. Gaya-gaya tersebut amat besar nilainya akan tetapi meluruh dengan cepat dalam rentang nanometer atau lebih kecil. Pentingnya gaya-gaya ini dalam biologi telah dipelajari secara

ekstensif oleh V. Adrian Parsegian dari National Institute of Health [11] Gaya-gaya ini penting terutama saat sel-sel terdehidrasi saat besentuhan langsung dengan ruang luar yang kering atau pendinginan di luar sel (extracellular freezing). Air dalam kesenian "Ombak Besar Lepas Pantai Kanagawa." oleh Katsushika Hokusai, lukisan yang sering digunakan sebagai pelukisan sebuah tsunami. Arikel utama: Air dalam kesenian Dalam seni air dipelajari dengan cara yang berbeda, ia disajikan sebagai suatu elemen langsung, tidak langsung ataupun hanya sebagai simbol. Dengan didukung kemajuan teknologi fungsi dan pemanfaatan air dalam seni mulai berubah, dari tadinya pelengkap ia mulai merambat menjadi obyek utama. Contoh seni yang terakhir ini, misalnya seni aliran atau tetesan (sculpture liquid atau droplet art) [12]. [sunting] Seni lukis Pada jaman Renaisans dan sesudahnya air direpresentasikan lebih realistis. Banyak artis menggambarkan air dalam bentuk pergerakan - sebuah aliran air atau sungai, sebuah lautan yang turbulensi, atau bahkan air terjun - akan tetapi banyak juga dari mereka yang senang dengan obyek-obyek air yang tenang, diam danau, sungai yang hampir tak mengalir, dan permukaan laut yang tak berombak. Dalam setiap kasus ini, air menentukan suasana (mood) keseluruhan dari karya seni tersebut [13], seperti misalnya dalam Birth of Venus (1486) karya Botticelli [14] dan The Water Lilies (1897) karya Monet [15]. [sunting] Fotografi Rivermasterz, memanfaatkan air sebagai elemen dalam foto. Sejalan dengan kemajuan teknologi dalam seni, air mulai mengambil tempat dalam bidang seni lain, misalnya dalam fotografi. walaupun ada air tidak memiliki arti khusus di sini dan hanya berperan sebagai elemen pelengkap, akan tetapi ia dapat digunakan dalam hampir semua cabang fotografi: mulai dari fasion sampai landsekap. Memotret air sebagai elemen dalam obyek membutuhkan penanganan khusus, mulai dari filter circular polarizer yang berguna menghilangkan refleksi, sampai pemanfaatan teknik long exposure, suatu teknik fotografi yang mengandalkan bukaan rana lambat untuk menciptakan efek lembut (soft) pada permukaan air [16]. [sunting] Seni tetesan air Artikel utama untuk bagian ini adalah: Seni tetesan air Keindahan tetesan air yang memecah permukaan air yang berada di bawahnya diabadikan dengan berbagai sentuhan teknik dan rasa menjadikannya suatu karya seni yang indah, seperti yang disajikan oleh Martin Waugh dalam karyanya Liquid Sculpture, suatu antologi yang telah mendunia [17].

Seni tetesan air tidak berhenti sampai di sini, dengan pemanfaatan teknik pengaturan terhadap jatuhnya tetesan air yang malar, mereka dapat diubah sedemikian rupa sehingga tetesan-tetesan tersebut sebagai satu kesatuan berfungsi sebagai suatu penampil (viewer) seperti halnya tampilan komputer. Dengan mengatur-atur ukuran dan jumlah tetesan yang akan dilewatkan, dapat sebuah gambar ditampilkan oleh tetesan-tetesan air yang jatuh. Sayangnya gambar ini hanya bersifat sementara, sampai titik yang dimaksud jatuh mencapai bagian bawah penampil [18]. Komersialisasi karya jenis ini pun dalam bentuk resolusi yang lebih kasar telah banyak dilakukan [19] [20]. [sunting] Sains semu air Ikatan hidrogen antar molekul air yang membuatnya dapat membentuk kelompok atau klaster, Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang pada tahun 2003 melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya [21], yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen, Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi "indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat didalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan kedalam air tersebut [22]. Sampai sekarang Emoto dan karyanya masih dianggap kontroversial [23] [24] [25] [26]. Ernst Braun dari Burgistein di Thun, Swiss, telah mencoba dalam laboratoriumnya metoda pembuatan foto kristal seperti yang diungkapan oleh Emoto, sayangnya hasil tersebut tidak dapat direproduksi kembali, walaupun dalam kondisi percobaan yang sama [27].

Bunga daisy ini berada di bawah permukaan air, akan tetapi dapat mekar dengan tanpa terganggu. Tegangan permukaan mencegah air untuk menenggelamkan bunga tersebut. Hexagonal Bio Resonance Water

(Gambar)

Air

HEXAGONAL adalah air dengan rangkaian molekul segi 6 yang merupakan rangkaian molekul
yang paling kecil dan stabil serta mempunyai ikatan yang paling kuat, karena keseimbangan ion positif dan negatif. Air ini mempunyai ciri khas dan manfaat sebagai pengantar´ nutrisi, oksigen dan pengangkut´ racun yang baik. Air HEXAGONAL® bisa digunakan untuk apa saja, minum,masak,bilas, dll selayaknya kita menggunakan air untuk kebutuhan kita sehari-hari. Tetapi diharapkan konsumen yang membeli air HEXAGONAL® mendapatkan manfaat kesehatan yang meningkat setelah minum air ini, oleh karena itu kami menyarankan Terapi´, dengan terapi ada 2 proses yang terjadi; I. pembersihan sel mukosa di dalam usus sehingga memungkinkan penyerapan gizi yang lebih sempurna. II. pembentukan sel darah baru, sehingga meningkatkan metabolisme tubuh dan kesehatan secara keseluruhan ( Prof. Pariasamy DIM & DACC ). Perlu diketahui apabila jaringan dan sel tubuh kekurangan air maka yang terjadi adalah penyerapan air dari darah kita, sehingga fungsi dan peredaran darah terganggu dengan segala akibat pada organ tubuh, otak, ginjal dan otot. Fungsi utama air HEXAGONAL® adalah menggantikan cairan tubuh kita yang notabene 62 % adalah cairan hexagonal. Dengan pola hidup kita yang salah seperti; merokok, junkfood, polusi, stress, radiasi sinar matahari, radiasi magnet, dll, air di dalam tubuh kita mengalami perubahan struktur menjadi yang tidak beraturan, bisa menjadi pentagonal ( lepasnya satu ikatan molekul) dan tetrahedral. Perubahan struktur molekul ini yang lebih akrab kita kenal dengan nama free radical´ akarnya tumor, kanker serta kelainan fungsi tubuh. Dengan kita minum HEXAGONAL® yang diharapkan adalah meningkatkan cairan dalam sel tubuh, memberikan energi pada sel tubuh, melindungi inti sel dari serangan radical bebas, menetralisir dan membuang toksin, meningkatkan kandungan oksigen dan daya serap gizi serta meningkatkan kemampuan sel dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi. Mengapa Harus Air Hexagonal buatan PT. Abiota ? 1. Hexagonal Bio Resonance Water adalah air minum dalam kemasan yang bersumber dari mata air alami diproses dengan higienis dengan standard filterisasi SNI dan Depkes MD, juga telah mendapat sertifikat HALAL dari MUI sehingga menjamin bahan baku air yang digunakan. 2. Menggunakan mesin Bio Resonance Water teknologi dari Jepang yang memanfaatkan trace element alami yang memancarkan sinar FIR (Far Infrared Rays) yang mempunyai getaran (resonance) yang

berfungsi memecah rangkaian molekul air menjadi lebih kecil (memutus ikatan hidrogen), sehingga lebih mudah diserap sel-sel tubuh guna membawa nutrisi dan oksigen masuk dalam sel dan membawa keluar sisa metabolisme pembakaran keluar dari sel tubuh. Teknologi ini telah dipatenkan di dirjen HAKI Indonesia. 3. Mengandung trace element terlarut dalam air Fe2Fe3Cl5 dan 73 jenis mikro mineral lainnya, yang merupakan mineral alam yang sangat dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh tapi tidak terdapat pada makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Diproses dengan menggunakan kristal alam yang memancarkan energi yang berfungsi meningkatkan energi spin pada electron ( ion negatif ) sehingga air mempunyai dorongan energi yang bisa menjangkau ke sel-sel tubuh yang lebih jauh. 4. Telah dibuktikan bahwa molekul air Hexagonal® benar benar berbentuk segi enam dengan hasil foto dari laboratorium IHM ± Japan. 5. Kemasan anti ultra violet melindungi isi botol / galon dari radiasi sinar matahari, dipadukan dengan design dan warna exclusive sehingga menjamin higienitas dan kualitas isinya, juga anti pemalsuan. I.PENDAHULUAN Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) telah menjadi kesepakatan sebagian besar bangsa di dunia. Diawali oleh berbagai konferensi tingkat internasional (antara lain, Stockholm, tahun 1972). Namun demikian, seiring perkembangan jaman, dan tuntutan kebutuhan yang semakin kompleks, tak dapat dihindari munculnya berbagai permasalahan lingkungan hidup. Beberapa permasalahan lingkungan yang sangat mendesak antara lain: pencemaran air, penjarahan hutan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Kesemua permasalahan tersebut secara umum ternyata telah menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan Masalah pencemaran air misalnya, selain menyebabkan gangguan estetis (keindahan), berkurangnya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pada tahap tertentu bahkan dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Mengingat berbagai permasalahan krusial di atas maka perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan masalah pencemaran air. Upaya-upaya tersebut seyogyanya tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi harus pula didukung oleh lembaga-lembaga masyarakat, kalangan pendidikan serta masyarakat umum. II. PENCEMARAN AIR : DEFINISI DAN PENYEBAB Definisi pencemaran air adalah : masuknya atau dimasukkannya makhluk hudup, zat, dan energi dan/atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Dari definisi di atas dapat dilihat bahwa sumber/penyebab pencemaran adalah kegiatan manusia, contohnya adalah: 1. Sektor Domestik Aktifitas domestic sehari-hari, mandi, mencuci, memasak, selalu menghasilkan air sisa (limbah). Air limbah domestic, biasanya terdiri dari bahan organic, detergen, dan mikroorganisme (misalnya dari

ekskreta manusia). Bila air limbah ini dibuang langsung ke badan air (sungai) maka akan turunlah kualitas air sungai tersebut. 2. Sektor Industri Limbah industri meiliki karakteristik yang bermacam-macam, tergantung dari jenis industrinya. Industri makanan dan minuman biasa memiliki kadar BOD tinggi, industri kertas biasa menghasilkan limbah dengan sisa kandungan bahan pemutih. Beberapa jenis industri tertentu bahkan menghasilkan limbah dengan katagori berbahaya dan beracun (Limbah B3). 3. Pertanian dan peternakan Kegiatan pertanian misalnya penggunaan pupuk buatan dan pestisida sebenarnya merupakan ancaman yang cukup serius terhadap kualitas badan air. Bahan-bahan yang terkandung dalam pestisida buatan sulit terurai secara alami sehingga akan tetap bertahan di lingkungan dalam jangka waktu yang lama (persisten). III. DAMPAK PENCEMARAN AIR Air adalah salah satu penunjang utama kehidupan. Menurunnya kualitas air (atau bahkan pencemaran air) secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas hidup manusia. Beberapa dampak yang mungkin disebabkan oleh air yang tercermar sebagai berikut: 1. NAIKNYA TEMPERATUR AIR Naiknya suhu air disebabkan air limbah yang dibuang ke badan air pada saat suhunya masih tinggi,.misalnya air bekas ketel. Suhu badan air yang tinggi dapat menyebabkan kematian organisme air. 2. PERUBAHAN WARNA DAN KEKERUHAN AIR Kekeruhan disebabkan zat padat tersuspensi dalam air, misalnya air bekas penyemprotan cerobong pabrik gula. Kekeruhan terutama akan menyebabkan gangguan secara estetis. Namun tidak tertutup kemungkinan terjadinya hal yang lebih serius. Misalnya bila air keruh maka penetrasi sinar matahari ke dalam air akan terbatas, sehingga kehidupan beberapa organisme air akan terganggu (misalnya phytoplankton). 3. PERUBAHAN pH AIR Beberapa jenis limbah, misalnya limbah pabrik tahu memiliki tingkat keasaman tinggi. Hal ini dapat juga mengganggu kehidupan organisme air. 4. BAU Buangan limbah yang mengandung bahan organic tinggi akan mengalami pembusukan dalam air. Proses tersebut akan menghasilkan bau yang merupakan pula gangguan secara estetis. 5. BERKURANGNYA OKSIGEN TERLARUT (DO/DISSOLVED OXYGEN) Buangan berkadar organic tinggi tidak hanya menyebabkan bau busuk tetapi juga proses pembusukan tersebut membutuhkan banyak oksigen. Hal ini akan membuat persedian oksigen di badan air semakin berkurang, akibatnya banyak kehidupan air akan terganggu.

IV. KONDISI BADAN AIR BONDOWOSO Secara umum dapat dikatakan kondisi badan air di Kabupaten Bondowoso masih baik. Namun demikian ada beberapa titik yang telah mulai mengalami penurunan kualitas. Berikut ini contoh uji laboraturium terhadap sample air yang berasal dari Hilir bawah sungai Sampeyan (sample diambil 26 Juli 2006). Tabel 1 :

Uraian : - Kadar BOD 5 dan COD yang melebihi baku mutu kemungkinan merupakan indikasi masuknya limbah domestic atau limbah industri yang tinggi bahan organic (misalnya industri makanan) - Tingginya kadar phospat kemungkinan menandakan adanya limbah dari aktifitas pertanian (sisa pemakaian pupuk kimia buatan) Contoh di bawah ini adalah hasil analisa laboratorium terhadap air sungai Kijing (bagian hilir bawah). Tabel 2 :

Uraian : - Kadar BOD 5 dan COD yang melebihi baku mutu kemungkinan merupakan indikasi masuknya limbah domestic atau limbah industri yang tinggi bahan organic (misalnya industri makanan) - Kurangnya DO mengindikasikan tingginya bahan organic dalam badan air. - Tingginya kadar phospat kemungkinan menandakan adanya limbah dari aktifitas pertanian (sisa pemakaian pupuk kimia buatan) - Tingginya kadar detergent kemungkinan menunjukkan pencemaran dari sumber domestic (aktivitas MCK) V. LANGKAH-LANGKAH PEMERINTAH Pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam hal ini telah melakukan berbagai upaya untuk mengelola Sumber daya air khusunya pencegahan dan pengendalian pencemaran air melalui berbagai hal berikut: a. Produk-produk hukum Misalnya adanya kewajiban pelaku usaha tertentu untuk melengkapi usahanya dengan dokumen UKLUPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan), hal ini diatur dalam Keputusan Bupati Bondowoso Nomor 390 tahun 2005 dan jenis usaha yang harus menyusun UKL-UPL (SK Bupati No. 580 Tahun 2005) b. Kerjasama dengan LSM Misalnya dengan pembentukan KOLILA (Komite Peduli Linghungan Hidup) yang terdiri dari dinas/instansi terkait dan LSM-LSM. Aspartam

Desember 17, 2008 · Tidak ada Komentar Yongki Kastanya Luthana

aspartam Senyawa metil ester dipeptide yaitu L-aspartil-L-phenil-alaninmetil-estil yang terasa 100-200 kali lebih manis dari gula tebu. Senyawa pemanis buatan ini mendapat izin resmi di Amerika Serikat untuk dipakai sebagai bahan pemanis makanan (tahun 1981). Panitia gabungan FAO (food and Agricultural Organization) dan WHO (Word Health Organization) dari PBB telah menetapkan Acceptable Daily Intake (ADI, atau konsumsi harian yang aman) untuk aspartame sebesar 40 mg bahan setiapkilogram berat badan konsumen. Struktur kimiawi aspartame:

struktur molekul aspartam Dengan pengunaan sakarin yang sangat dibatasi dan siklamat sama sekali dilarang di Amerika Serikat, maka satu-satunya harapan dunia perdagangan bahan pemanis berkalori rendah adalah aspartame. Untuk pemakaian dalam minuman ringan, aspartame ini kurang menguntungkan karena turunnya rasa manis setelah disimpan agak lama. Juga aspartame tidak tahan pemanasan sehingga kurang bermanfaat dipakai dalam bahan makanan yang perlu diolah dengan pemanasan. Aspartame sebagai bahan pemanis ditemukan secara tak terduga-duga dalam tahun 1965 oleh peniliti perusahaan Searle yang bernama James Schlatter. Peneliti tersebut sebenarnya sedang mencoba-coba kombinasi asam-asam amino untuk pengobatan borok usus. Karena tersusun oleh asam amino, maka asapartame akan mengalami metabolisme dalam tubuh seperti halnya asam amino protein pada umumnya. Untuk penderita kencing manis, aspartame aman untuk digunakan. Tetapi bagi penderita PKU (phenyl Ketone Urea, penyakit keturunan yang berhubungan dengan kelemahan mental) aspartame ini tidak cocok karena adanya Phenilalanin yang tak dapat dipergunakan oleh tubuh secara wajar. Izin penggunaan aspartame oleh FDA (Food and Drug Administration) memerlukan waktu yang sangat panjang. Dalam tahun 1974 FDA sebenarnya telah mengizinkan pemakaiannya namun karena adanya laporan penelitihan yang menyatakan aspartame dapat menyebabkan kerusakan otak, maka izin tersebut

dicabut kembali. Tetapi penelitian oleh produk makanan dari FDA sendiri mununjukkan tidak adanya bahaya kerusakan otak tersebut yang disebabkan oleh aspartame. Sakarin

Intensitas rasa manis garam natrium sakarin tinggi, kira-kira 200-700 kali lebih tinggi dari pada sukrosa. Rasa manis sakarin masih dapat dirasakan pada tingkat pengenceran 1:100.000.

sakarin Rumus molekul sakarin adalah C7H5NO3S dan mempunyai berat molekul 183,18 dan struktur kimianya adalah

struktur kimia sakarin Secara kimiawi sakarin merupakan senyawa 2,3-Dihidro-3-Oxobenzisosulfonasol atau benzosulfimida. Dalam perdagangan dikenal dengan nama misalnya gluside, glucid, garantose, saccarinol, saccarinose, saccarol, saxin, sycose, hermesates. Panas pembakaran sakarin sebesar 4,753 Kcal/gram. Absorpsi spektroskopis maksimmum dalam 0,1N NaOH tercapai pada panjang gelombang sinar 267,3nm. Satu gram sakarin dapat larut dalam 290 ml air suhu kamar atau dalam 25 ml air mendidih; dalam 31 ml alcohol;12 ml aseton; atau 50 ml gliserol. Mudah sekali larut dalam dalam larutan alakali karbonat. Sedikit larut dalam chloroform atau eter. Sakarin mengalami hidrolisa adalm suasana alkalis menjadi asam O-sulfamoil-benzoat atau dala suasana asam akan menjadi asam ammonium O-sulfo-benzoat Natrium sakarin secara sintesis pertama kali dibuat oleh Ira Remsen dan Costantine Fahlberg dari Johns Hopkins Universitas dalam tahun 1879

Natrium sakarin yang terserap dalam tubuh tidak akan mengalami metabolisme sehingga akan diekskresikan melalui urin tanpa perubahan kimiawi. Rasa pahit yang menyertai sakari disebabkan oleh ketidakmurnian bahan. Rasa pahit dapat dikurangi dengan sintesa sakarin dari amtranilat. Sakarin banyak dipakai sebagai pengganti gula pada pendeita kencing manis atau untuk makanan yang berkalori rendah. Meskipun masih diperbolehkan sebagai pemanis bahan makanan di Amerika Serikat namun pemakaiannya sangat dibatasi. Pada pembungkus produk bahan pemanis yang mengandung sakarin harus dibubuhi kalimat peringatan sebagai berikut: Pemakaian produk ini mungkin berbahaya bagi kesehatan anda. Produk ini terbukti mengandung sakarin yang dapat menyebabkan kanker pada hewan percobaan dilaboratorium. Pemakaian sakarin dalam bahan makanan dan miniman menurut peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia (No. 10/79/A/SK/74) tahun 1974, hanya diperbolehkan dalam kadar maksimum yang jauh lebih kecil daripada kadar siklamat yang diperbolehkan. Untuk makanan olahan khusus yaitu yang berkalori rendah dan untuk penderita diabetes kadar maksimum sakarin yang diperbolehkan adalah 0,15 ppm (untuk siklamat 2,0 ppm). Sedangkan untuk minuman (yang diizinkan) adalah 0,005 ppm (untuk siklamat 0.06 ppm). c. Program/kegiatan Berbagai program dan kegiatan Kantor Lingkungan Hidup contohnya untuk tahun ini yang berkenaan dengan masalah pencemaran adalah: 1. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, melalui kegiatan antara lain : - Pengembangan produksi ramah lingkungan - Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian LH - Pembangunan gedung laboratorium lingkungan, dll. 2. Program peningkatan pengendalian polusi, melalui kegiatan penyuluhan dan pengendalian polusi dan pencemaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->