P. 1
Tugas Auditing 1

Tugas Auditing 1

|Views: 581|Likes:
Published by Tri Ono

More info:

Published by: Tri Ono on Nov 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jelaskan pengertian auditing dan jelaskan alasan mengapa laporan keuangan perlu di audit! Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis auditing! Sebut dan jelaskan jenis pendapat auditor! Apa perbedaan risiko audit dengan kegagalan audit? Jelaskan perbedaan standar auditing dengan standar akuntansi! Apa sebenarnya tujuan dilakukan audit terhadap laporan keuangan? Jelaskan! Jelaskan pengertian bukti audit yang cukup dan kompeten! Apa yang dimaksud independensi auditor? Dan sebutkan tipe independesi!

Jawab: 1. Auditing yaitu suatu proses sistematik untuk menghimpun dan mengevaluasi bukti2 secara obyektif mengenai asersi2 tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi2 tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan dan menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan. - Perlunya audit atas laporan keuangan yaitu alasannya adalah: a. Perbedaan kepentingan, ada perbedaan kepentingan yang dapat menimbulkan konflik antara manajemen sebagai pembuat dan penyaji laporan keuangan dengan para pemakai laporan keuangan. b. Konsekuensi, ada konsekuensi ekonomik atas keputusan ekonomi yang dibuat berdasarkan laporan keuangan. c. Kompleksitas, permasalahan akuntansi dan laporan keuangan semakin kompleks, yang mengakibatkan semakin tingginya risiko kesalahan interprestasi dan penyajian laporan keuangan. d. Keterbatasan akses (Remotenes), pemakai laporan keuangan pada umumnya mempunyai keterbatasan akses terhadap data akuntansi. 2. Jenis-jenis auditing: a. Audit laporan keuangan (Financial statement audit)  audit laporan keuangan mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti mengenai laporan keuangan suatu entitas dengan tujuan untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai criteria yang telah ditentukan (PABU). b. Audit kepatuhan (Compliance audit)  audit kepatuhan mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti dengan tujuan untuk menentukan apakah kegiatan financial maupun operasi tertentu dari suatu entitas sesuai dengan kondisi2, aturan2, dan regulasi yang telah ditentukan. c. Audit operasional (Operational audit)  audit operasional meliputi penghimpunan dan pengevaluasian bukti mengenai kegiatan operasional organisasi dalam hubungannya dengan tujuan pencapaian efisiensi, efektivitas, maupun kehematan (ekonomis) operasional. 3. Ada 5 jenis pendapat yang dapat diberikan auditor yaitu: a. Pendapat wajar tanpa pengecualian ( unqualified opinion)  pendapat wajar tanpa pengecualian dapat diberikan auditor apabila audit telah dilaksanakan atau diselesaikan sesuai dengan standar auditing, penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. b. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan tambahan bahasa penjelasan  pendapat ini diberikan apabila audit telah dilaksanakan atau diselesaikan sesuai denga standar auditing, penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, tetapi terdapat keadaan atau kondisi tertentu yang memerlukan bahasa penjelasan. c. Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion)  pendapat ini diberikan apabila: i) tidak ada bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan lingkup audit yang material tetapi tidak mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan. ii) auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum yang berdampak material tetapi tidak mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan. d. Pendapat tidak wajar (adverse opinion)

dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. pendapat ini menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan. tidak boleh dikendalikan ataupun dipengaruhi oleh klien. independence in fact (independensi senyatanya) b. Tujuan dilakukan audit terhadap laporan keuangan yaitu: untuk menyatakan pendapat atas kewajaran dalam semua hal yang material. hasil usaha. 4. sedangkan kompetensi bukti audit menyangkut kualitas atau keandalan bukti. e. . Jenis independensi yaitu: a. 8. posisi keuangan dan hasil usaha. Pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion atau no opinion)  pernyataan ini layak diberikan apabila: i) ada pembatasan lingkup audit yang sangat material baik oleh klien atau kondsi tertentu ii) auditor tidak independen terhadap klien.Standar Akuntansi merupakan kerangka acuan dalam prosedur yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan. meningkatkan efisiensi dan kejujuran c. Risiko audit adalah apabila prosedur audit yang mandatory (wajib) sudah dilakukan. dan terjadi penyimpangan. yang merupakan persyaratan minimum yang harus dicapai auditor dalam melaksanakan tugas auditnya. mendorong efisiensi pasar modal. independence in appearance (independensi dalam penampilan) c. tetapi ada penyimpangan. Sedangkan kegagalan audit adalah terjadi ketika prosedur audit yang mandatory (wajib) tidak dilakukan. meskipun ia dibayar oleh klien. Manfaat audit: a. meningkatkan kredibilitas perusahaan b. -Standar audit adalah mutu pekerjaan audit yang ditetapkan oleh organisasi profesi audit. independence in competence (independensi dari sudut keahliannya atau kompetensinya) . meningkatkan efisiensi operasional perusahaan d. 6. 7. dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Bukti audit yang cukup adalah yang menyangkut kuantitas bukti yang harus diperoleh auditor dalam auditnya. Independensi auditor yaitu bahwa auditor bebas dari pengaruh. 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->