y Pengertian atau Definisi Otonomi Daerah

Otonomi Daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (pasal 1 huruf (h) UU NOMOR 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah). Daerah Otonom, selanjutnya disebut Daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 1 huruf (i) UU NOMOR 22 tahun 1999 tentang Pemerin tahan Daerah).

y Tujuan Otonomi Daerah
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka konsep otonomi yang diterapkan adalah : Desentralisasimerupakan simbol adanya kepercayaan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dalam konsep desentralisasi, peran pemerintah pusat adalah memantau, dan mengevaluasi pelaksannaan otonomi daerah. Tujuan yang hendak dicapai dengan diterapkannya otonomi daerah yaitu untuk memperlancar pembangunan diseluruh pelosok tanah air secara merata tanpa ada pertentangan, sehingga pembangunan daerah merupakan pembangunan nasional secara menyeluruh. Melalui otonomi diharapkan daerah akan lebih mandiri dalam menentukan setiap kegiatannya tanpa ada intervensi dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah diharapkan mampu membuka peluang memajukan daerahnya dengan melakukan identifikasi sumbersumber pendspatan dan mampu menetapkan belanja daerah secara efisien, efektif, dan wajar.

y Kelebihan otonomi daerah :
Dapat lebih memberdayakan dan meningkatkan kemampuan pemerintah daerah. Dengan adanya kewenangan yang diberikan kepada daerah, daerah mempunyai keleluasaan dalam melakukan pengelolaan pembangunan sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Kewenangan yang diberikan kepada daerah juga memungkinkan bagi daerah untuk mengambil keputusan secara cepat. Struktur organisasi dan personil dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak terjadi penggemukan. Dapat meningkatkan kreativitas aparatur pemerintah baik dalam pengelolaan pembangunan maupun dalam penggalian sumber-sumber dana pembangunan.

Pemerintahan daerah provinsi.22/1999 adalah mendorong untuk pemberdayaan masyarakat. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. daerah kabupaten. Sebagaimana telah disebut di atas Undang-undang Dasar 1945 merupakan landasan yang kuat untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang lebih mengutamakan pelaksanaan asas Desentralisasi. Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Selanjutnya. UUD 1945 pascaamandemen itu mencantumkan permasalahan pemerintahan daerah dalam Bab VI. y DASAR HUKUM OTONOMI DAERAH Otonomi Daerah berpijak pada dasar Perundang-undangan yang kuat. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pasal 18A. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Undang-Undang Undang-undang N0. Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. pada ayat (5) tertulis. yakni : 1. Mempercepat terwujudnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah. baik dalam perencanaan. Meningkatkan sosial budaya masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian karena terfokus pada pertumbuhan ekonomi. Sistem otonomi daerah sendiri tertulis secara umum dalam Pasal 18 untuk diatur lebih lanjut oleh undang-undang. Pasal 18 ayat (2) menyebutkan. Ketetapan MPR-RI Tap MPR-RI No. Pemerintahan daerah provinsi. Pemberlakuan sistem otonomi daerah merupakan amanat yang diberikan oleh Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) Amandemen Kedua tahun 2000 untuk dilaksanakan berdasarkan undang-undang yang dibentuk khusus untuk mengatur pemerintahan daerah. Dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. XV/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Otonomi Daerah : Pengaturan. meningkatkan peran masyarakat. Namun. Pasal 18 UUD menyebutkan adanya pembagian pengelolaan pemerintahan pusat dan daerah. pada ayat (5) tertulis. Selanjutnya. karena dianggap tidak sesuai lagi . Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan Pasal 18 ayat (2) menyebutkan. mengembangkan peran dan fungsi DPRD. Undang Undang Dasar. Dan ayat (6) pasal yang sama menyatakan. menumbuhkan prakarsa dan kreativitas. 2. serta perimbangan kekuangan Pusat dan Daerah dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. maupun dalam pemanfaatan hasil-hasil pembangunan. pengawasan. pendanaan.Dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan publik. Pembagian dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang berkeadilan. 3. daerah kabupaten. Dan ayat (6) pasal yang sama menyatakan. Hal-hal yang mendasar dalam UU No. dan Pasal 18B. yaitu Pasal 18.

Presiden Megawati Soekarnoputri mengesahkan Undang. perlu dicermati terus menerus demi keberhasilannya demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran rakyat di semua bagian negara berdasarkan potensi dan keanekaragamannya tanpa meninggalkan prinsip kesatuan Republik Indonesia. y Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah atau KPPOD adalah lembaga independen pemantauan pelaksanaan otonomi daerah yang lahir dari sebuah pemikiran bahwa pelaksanaan otonomi daerah sejak tanggal 1 Januari 2001 sebagaimana di atur dalam Undang Undang No. pemerintah daerah. akademisi. Sementara itu. ketidakjelasan kebijakan fiskal pusat-daerah. seperti: disharmoni produk produk hukum Nasional dan Daerah. Atas pertimbangan itu. Pemerintah daerah di Provinsi adalah Gubernur beserta perangkatnya. y Perangkat pelaksana otonomi daerah Perangkat pelaksana otonomi daerah adalah pemerintah daerah dan DPRD. dan tuntutan penyelenggaraan otonomi daerah. DPRD. Berbagai hambatan perdagangan antar daerah dapat menghancurnya keutuhan ekonomi nasional dan menumpulkan daya saing internasional ekonomi Indonesia. dan lain-lain) yang bertentangan dengan prinsip prinsip dasar mekanisme ekonomi. koordinasi kekuasaan Eksekutif dengan Legislatif yang kontraproduktif. ingin ikut memberikan kontribusi pemikiran dan upaya untuk mengoptimalkan tujuan pelaksanaan otonomi daerah. Tinggal permasalahannya adalah bagaimana dengan dasar hukum yang kuat tersebut pelaksanaan Otonomi Daerah bisa dijalankan secara optimal. Pemerintah daerah di Kabupaten adalah Bupati/Walikota beserta perangkatnya. retribusi. pemerintah propinsi.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang Undang No. dan setumpuk permasalahan lainnya. Pada 15 Oktober 2004. lemahnya sinergi kebijakan pembangunan di Daerah dan antar Daerah.dengan perkembangan keadaan. media masa dan pihak pihak lain yang mempunyai perhatian mengenai otonomi daerah. Kebutuhan itu terasa sebab munculnya berbagai permasalahan. dalam pelaksanaan otonomi daerah telah muncul berbagai kebijakan daerah (pajak. Keinginan ini diawali dengan penyelenggaraan Diskusi Nasional "Menyelamatkan Otonomi Daerah" tanggal 7 Desember 2000 yang dihadiri kalangan bisnis.Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. lemahnya koordinasi pemerintah Pusat dan Daerah (Propinsi & Kabupaten/Kota). pemerintah pusat. maka aturan baru pun dibentuk untuk menggantikannya. Dari ketiga dasar perundang-undangan tersebut di atas tidak diragukan lagi bahwa pelaksanaan Otonomi Daerah memiliki dasar hukum yang kuat.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Bahaya dari perkembangan ini adalah timbulnya ekonomi berbiaya tinggi. Pada gilirannya semua ini akan menghambat investasi dan pada akhirnya akan membawa dampak negatif bagi upaya menciptakan lapangan kerja dan mensejahterakan rakyat. . ketatanegaraan.

j. melindungi masyarakat. e. melestarikan lingkungan hidup. Pasal 22 Dalam menyelenggarakan otonomi. e. mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah. menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak. menyusun perencanaan dan tata ruang daerah. dan h. mengembangkan kehidupan demokrasi. mengembangkan sumber daya produktif di daerah. k. mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. f. meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. memilih pimpinan daerah. memungut pajak daerah dan retribusi daerah.Dalam menyelenggarakan otonomi. daerah mempunyai hak: a. g. mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang berada di daerah. g. . mengembangkan sistem jaminan sosial. c. mewujudkan keadilan dan pemerataan. mengelola kekayaan daerah. f. b. d. mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya. i. b. menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan. daerah mempunyai kewajiban: a. menjaga persatuan. mengelola administrasi kependudukan. l. d. kesatuan dan kerukunan nasional. meningkatkan pelayanan dasar pendidikan. mengelola aparatur daerah. c. h. serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

yudikatif dalam usaha mencapai tujuan Negara. Tugas perbantuan : Penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah dan/atau desa. dan bertanggung jawab 3 Otoda yang luas dan utuh untuk Kabupaten. n. nyata. y Asas-asas otonomi daerah Desentralisasi : Penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system NKRI Dekonsentrasi : Pelimpahan wewenang pemerintah oleh pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan/atau kepada instansi vertical di wilayah tertentu. Pemerintahan daerah adalah urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas . sedangkan dalam arti sempit adalah segala kegiatan badan-badan public yang hanya meliputi kekuasaan eksekutif saja. Kemudian pengertian pemerintahan dapat dibedakan dalam pengerti luas dan sempit. pemerataan serta potensi keanekaragaman 2 Otonomi luas. Otoda yang terbatas untuk Propinsi 4 Sesuai dengan konstitusi sehingga terjamin hubungan serasi antara Pusat dan Daerah serta antar Daerah 5 Lebih meningkatkan kemandirian daerah otonom sehingga dalam kabupaten tidak ada wilayah administrasi 6 Peningkatan peran dan fungsi Badan Legislatif Daerah wilayah administrasi 7 Asas dekonsentrasi diletakkan pada Propinsi sebagai wilayah administrasi 8 Asas Tugas Pembantuan diberikan dari Pemerintah kepada Daerah serta dari Pemerintah dan Daerah kepada Desa Pemerintahan adalah semua kegiatan lembaga-lambaga atau badan-badan public tersebut dalam menjalankan fungsinya untuk mencapai tujuan Negara (pemerintah dilihat dari aspek dinamikanya).dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas perbantuan y Prinsip-prinsip otonomi daerah 1 Memperhatikan aspek demokrasi. kewajiban lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. dan o. keadilan. Pengertian pemerintahan dalam arti luas adalah segala kegiatan badan-badan public yang meliputin kekuasaan eksekutif. legislative. melestarikan nilai sosial budaya.m. membentuk dan menerapkan peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya.

cepta. Pengertian kepala daerah Kepala daerah berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 24 ayat (1) dan (2) adalah : Ayat 1 setiap daerah memimpin oleh kepala pemwrintah daerah yang disebut kepala daerah. baik dalam organisasi itu sendiri maupun keluarga c) Terjadinya kerja sama dan pembagian tugas d) Berlangsungnya prosess aktivitas berdasarka kinerja masingmasing. pekerja dapat dikoordinasikan oleh pemerintah atasan kepada para bawahan yang menjangkau dari puncak sampai dasar dari seluruh badan usaha. untuk kabupaten diebut bupati dan untuk kota disebut walikota. ketentuan Pasal 24 ini telah memberikan ketegasan . Ayat 2 kepala daerah sebagaiman dimaksu pada ayat 1 untuk provensi disebut gubernur. Kemudian juga. pemerintah wajib memberikan pelayanan perorangan dengan biaya murah. Artinya. Hal ini berkaitan dengan fungsi dan tugas utama pemerintah secara umum. Pelayanan kepada masyarakat tersebut terintegrasi dalam penyelenggaran pemeintahan dan pembangunan. penyelenggaraan ketentraman dan ketertibaan umum dan pemeliharaan prasarana dan faslitas pelayanan umum serta pertanggungjawaban kepada dewan perwakilan rakyat daerah provensi (DPRD) sebagai lembaga legislative di daerah. antara lain: 1 memberikan pelayanan baik pelayanan perorangan maupun pelayanan public. (2) melakukan pembangunan fasilitas ekonomi untik meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan (3) memberikan perlindungan kepada masyaraka. professional dan baik serta adil. Dengan pemberian pelayanan yang baik kepada masyarakat maka pemerintah akan dapat mewujudkan tujuan Negara yaitu menciptakan kesejaterabn masyarakat. pemberdayaan masyarakat. pelayanan masyarakat. 2. Pelayanan pemerintahan di tingkat provensi merupakan tugas dan fungsi utama kepala daerah provinsi sebagai kepala wilayah dan wakil pemerintah pusat di daerah. Kepala daerah menerimah pelimpahan sebagai kewenangan pemerintahan dari pusat yang mempunyai tugas pelaksanaan kegiatan pemerintahan di daerah provensi. Menurut Ibnu kencana syafiie (1999: 53) organisasi merupakan: a) Wadah atau tempat terselenggaranya administrasi ) Terjadinya berbagai hubungan antar individu maupun kelompok. Jadi dengan demikian.otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam system dan prinsip Negara kesatuan republic Indonesia sebagaimana dimaksud dalam undang-undang dasar Negara republic Indonesia tahun 1945. berkualitas. Oleh karena itu. yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat. pemerintah dalam melaksanakan fungsi pelayanannya mempunyai tiga fungsi utma.

kepala daerah memberikan penanggungjawabnya kepada DPRD. Efektifitas pemerintahan Negara tergantung pada efektifitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah. sebab pemerintahan daerah merupakan subsistem dari pemerintah nasional atau Negara. dan gubernur. kepala daerah kabupaten adalah lembaga pelaksana adaripada kebijakan daerah kabupaten yang dipimpin oleh bupati. c. b. Pemerintah kota adalah daerah otonom . Sebagai lembaga eksekutif daerah. dan walikota sebagai pelaksana penyelenggaraan pemerintah diwilayah otonominya masing-masing. Pembuatan pedoman/arah atau ketentuan kepada masyarakat (regulation). Dalam wujud konkritnya lembaga pelaksana kebijakan daerah adalah organisasi pemerintahan. Untuk daearah provinsi lembaga pelaksana kebijakan daerah adalah pemerintah provinsi yang dipimpin oleh gubernur sebagai kepala daerah provinsi dan dibantu oleh perangkat pemerintah provinsi. maka ia dikatakan sebagai lemabaga eksekutif daerah. menteri. Kepala daerah menurut Hanif Nurcholis (desember 2007:212) adalah pimpinan lembaga yang melaksanakan peaturan perundangan. Selain itu juga. sebagai pihak yang memimpin pelaksanaan eksekutif daerah. bupati dan perangkatnya adalah pelaksana peraturan perundangan dalam lingkup kabupaten (peratruran daerah dan peraturan kepala daerah) serta pelaksana dari pada kebijakan/peraturan daerah yang dibuat bersama dengan DPRD kabupaten maupun melaksanakan semua peraturan perundangan yang baik yang dibuat oleh DPR dan presiden. Pemerintah kota yang dipimpin oleh walikota bukan bawahan pemerintah provinsi. Oleh karena itu. karena kepala daerah merupakan komponen signifikan bagi keberhasilan pembangunan nasional. Kepala daerah menyelenggarakan pemerintahan didaerahnya. fungsi kepala daerah dalam bidang pemerintahan hanyalah meliputi tiga hal yaitu: 1.bahwa yang diamaksud dengan kepala daerah adalah gubernur. seperti: a. Pemberdayan (empowerment). dan 3. Pelayanan kepada masyarakat (services). Jadi. bupati. Kaloh (2003:4) kepala daerah dalam semua undang-undang tentang pemerintahan daerah membuat peranan kepala daerah sangat strategi. Kemudian. Maka. dalam fungsinya sebagai alat pemerintah daerah. kepala daerah memimpin pelaksanaan kekuasaan eksekutif pemerintah daerah baik dalam urusan rumah tangga daerah maupun bidang pembantuan. Karena. karena kepala daerahsangat strategis. 2. J.

Membimbing dan mengawasi penyelenggaraan pemerintah daerah e. Melaksanakan tugas yang belum diatur oleh pemerintah pusat. bertindak dan bersikap dengan lebih mengutamakan kepentingan bangsa. Membina ketentraman dan ketertiban umum b. SH. gubernur betanggungjawab kepada presiden. Kemudian. Sarundajang (2000:75-76). Menyelenggarakan koordinasi antara instansi-instansi vertical dan dinas-dinas daerah d. Sedangkan kepada DPRD. kepala daerah hanya memberikan keterangan pertanggungjawaban dalam bidang tugas pemerintah. Mengawasi dan mengusahakan dilaksanakan peraturan perundang-undangan pemerintah pusat dan daerah f. Walikota dan perangkatnya adalah pelaksana kebijakan daerah kota yang dibuat bersama DPRD kota. Negara dan masyarakat umum. Pengertian yang lain juga disampaikan oleh Andi Mustari Pide (1999:50-52) tentang kepala daerah adalah pejabat yang menjalankan hak. wewenang dan kewajiban pimpinan pemerintah daerah atau pejabat yang memimpin penyelenggaraan dan pertanggungjawaban sepenuhnya tentang jalannya pemerintahan daerah. Kepala daerah bertanggungjawab kepada pemerintah pusat. Bupati dan walikota bertanggungjawab kepada DPRD kabupaten/kota dan berkewajiban memberikan laporan kepada presiden melalui menteri dalam negeri dengan tembusan kepada gubernur.dibawah koordinasi pemerintah provinsi. Melaksanakan usaha-usaha dalam pembinaan ideologio Negara dan politik dalam negeri dan pembinaan kesatuan bangsa c. menyatakan bahwa kepala daerah disamping sebagai pimpinan pemerintahan juga sebagai penyelenggara pemeritahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. Oleh karena itu. . Adapun tugas kepala daerah adalah kekuasaan kepala daerah yang dirinci secara jelasmenurut peraturan perundang-undangan yang berlaku yang wajib dikerjakan atau dilaksanakan oleh kepala daerah. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh pemerintah pusat g. Maka dalam menjalankan tugas dan kewajiban pemerintah daerah apabila kepala daerah itu gubernur maka bertanggungjawabnya kepada DPRD provinsi dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah. sekaligus adalah pimpinan daerah dan pengayom masyarakat sehingga kepala daerah harus berpikir. Adapun tugasnya sebagai pejabat Negara dalam bidang dekosentrasi meliputi: a. Termasuk hak-hak kepala daerah seperti kekuasaan kepala daerah dengan persetujuan DPRD untuk menetapkan peraturan daerah (perda) atau mengeluarkan keputusan dan peraturan kepala daerah untuk melaksanakan perda. Syaukani HR (2000:43) kepala daerah adalah pejabat Negara yang menjalankan tugas-tugas dibidang dekonsentrasi.

Kemudian. seorang kepala daerah dalam implementasi pola kepemimpinannya seharusnya tidak hanya berorientasi pada tuntutan untuk memperoleh kewenangan yang sebesar-besarnya. Sayuti Unan (2004: 100) bahwa dalam fungsinya sebagai alat pemerintah daerah. gubernur bertanggngjawab kepada presiden. yang betujuan untuk memberikan pelayanan yang. tanpa menghiraukan makna otonomi daerah itu sendiri yang lahir dari suatu kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas manajemen menyelenggarakan pemerintahan. Hal ini juga dalam pandangan BN Marbun (1983: 87) mengatakan bahwa begitu penting dan luasnya tugas seorang kepala daerah baik sebagai kepala wilayah yang harus mempunyai kecakapan dibidang pemerintahan dan dipercaya sepenuhnya oleh pemerintah serta sebagai kepala daerah otonom. 4. karena otonomi daerah bukanlah tujuan. baik dalam urusan rumah tangga daerah maupun bidang pembantuan. pengertian kepala daerah menurut Abdul latief (2006:7) kepala daerah sebagai penyelenggara pemerintahan daerah yang akan bertindak mewakili pemerintah daerah dalam segala hubungan hukum baik yang bersifat public maupun privat. maka posisi kepala daerah terdapat dua fungsi (lihat juag bagir manan. Dalam konteks pelaksanaan otonomi daerah. mempunyai kewenangan untuk bertindak dalam menyelenggarakan pemerintah daerah. maka ia perlu pendapatkan dukungan dari rakyat yang dipimpinnya. Pendapat lainnya juga di nyatakan oleh. Tugas dan kewajiban kepala daerah Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah khususnya dalam Pasal 25 yang menyangkut tugas dan wewenang serta kewajiban kepala daerah . 2001: 129-130) yaitu: (1) Fungsi sebagai kepala daerah otonomi yang memimpin penyelenggaraan dan bertanggungjawab sepenuhnya tentang jalannya pemerintahan daerah dan (2) Fungsi sebagai kepala wilayah yang memimpin penyelenggaraan urusan pemeintahan umum yang menjadi tugas pemerintahan pusat didaerah. Instrument tersebut harus digunakan secara arif oleh kepala daerah tanpa harus menimbulkan konflik pusat dan daerah. melainkan suatu instrument untuk mencapai tujuan. (2) dalam kedudukannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kedudukan kepala daerah Kedudukan gubernur sebagai wakil pemerintah menurut UndangUndang Nomor 34 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah khususnya pada Pasal 37 (1) gubernur yang karena jabatannya berkedudukan juga sebagai wakil pemerintah diwilayah provinsi yang bersangkutan.Oleh karena itu. lebih baik pada masyarakat. 3. Paradigma baru otonomi daerah harus diterjemahkan oleh kepala daerah sebagai upaya untuk mengatur kewenangan pemerintahan sehingga serasi dan focus pada tuntutan kebutuhan masyarakat. kepala daerah memimpin pelaksanaan kekuasaan eksekutif dibidang pemerintahan daerah. atau antara provinsi dan kabupaten karena jika demikian makna otonomi daerah menjadi kabur.

dsb). 4) Menyusun dan mengajukan rancangan perda tentang APBD kepada DPRD utnuk dibahas dan ditetapkan. c.adalah: 1) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. 2) Mengajukan rencangan perda. 3) Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD. Pengidentifikasian masalah dan penyusunan agenda Penyusunan skala prioritas Perumusan (formulasi) rancangan kebijakan Penetapan dan pengesahan Pelaksanaan kebijakan Evaluasi kebijakan public Pentingnya partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan public : y y y Kebijakan public untuk kepentingan masyarakat. e. d. f. y Pengertian kebijakan public Kebijakan yang diperuntukkan bagi seluruh anggota masyarakat dalam hal penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara y Contoh kebijakan public Mulai dari UUD sampai peraturan daerah. y Tahap-tahap penyusunan dan perumusan kebijakan public a. b.( UU Anti Korupsi. Retribusi parker. maka kebijakan public harus sesuai harapan masyarakat Masyarakat merupakan subjek/pelaksana kebijakan public Kebijakan public yang tidak sesuai aspirasi dapat menimbulkan gejolak/protes .