P. 1
Pengertian

Pengertian

|Views: 723|Likes:
Published by Robi Gaul

More info:

Published by: Robi Gaul on Nov 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

y Pengertian atau Definisi Otonomi Daerah

Otonomi Daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (pasal 1 huruf (h) UU NOMOR 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah). Daerah Otonom, selanjutnya disebut Daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 1 huruf (i) UU NOMOR 22 tahun 1999 tentang Pemerin tahan Daerah).

y Tujuan Otonomi Daerah
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka konsep otonomi yang diterapkan adalah : Desentralisasimerupakan simbol adanya kepercayaan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Dalam konsep desentralisasi, peran pemerintah pusat adalah memantau, dan mengevaluasi pelaksannaan otonomi daerah. Tujuan yang hendak dicapai dengan diterapkannya otonomi daerah yaitu untuk memperlancar pembangunan diseluruh pelosok tanah air secara merata tanpa ada pertentangan, sehingga pembangunan daerah merupakan pembangunan nasional secara menyeluruh. Melalui otonomi diharapkan daerah akan lebih mandiri dalam menentukan setiap kegiatannya tanpa ada intervensi dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah diharapkan mampu membuka peluang memajukan daerahnya dengan melakukan identifikasi sumbersumber pendspatan dan mampu menetapkan belanja daerah secara efisien, efektif, dan wajar.

y Kelebihan otonomi daerah :
Dapat lebih memberdayakan dan meningkatkan kemampuan pemerintah daerah. Dengan adanya kewenangan yang diberikan kepada daerah, daerah mempunyai keleluasaan dalam melakukan pengelolaan pembangunan sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Kewenangan yang diberikan kepada daerah juga memungkinkan bagi daerah untuk mengambil keputusan secara cepat. Struktur organisasi dan personil dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak terjadi penggemukan. Dapat meningkatkan kreativitas aparatur pemerintah baik dalam pengelolaan pembangunan maupun dalam penggalian sumber-sumber dana pembangunan.

dan Pasal 18B. mengembangkan peran dan fungsi DPRD. pada ayat (5) tertulis. meningkatkan peran masyarakat. Pasal 18 ayat (2) menyebutkan. pengawasan. Ketetapan MPR-RI Tap MPR-RI No. yakni : 1. serta perimbangan kekuangan Pusat dan Daerah dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya. Mempercepat terwujudnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah. UUD 1945 pascaamandemen itu mencantumkan permasalahan pemerintahan daerah dalam Bab VI. 3. pada ayat (5) tertulis.Dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan publik. Meningkatkan sosial budaya masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian karena terfokus pada pertumbuhan ekonomi.22/1999 adalah mendorong untuk pemberdayaan masyarakat. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintahan daerah provinsi. maupun dalam pemanfaatan hasil-hasil pembangunan. Namun. Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Dan ayat (6) pasal yang sama menyatakan. Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Pemberlakuan sistem otonomi daerah merupakan amanat yang diberikan oleh Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) Amandemen Kedua tahun 2000 untuk dilaksanakan berdasarkan undang-undang yang dibentuk khusus untuk mengatur pemerintahan daerah. karena dianggap tidak sesuai lagi . menumbuhkan prakarsa dan kreativitas. Dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. 2. Selanjutnya. Pasal 18A. XV/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Otonomi Daerah : Pengaturan. Dan ayat (6) pasal yang sama menyatakan.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang lebih mengutamakan pelaksanaan asas Desentralisasi. Undang-Undang Undang-undang N0. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan Pasal 18 ayat (2) menyebutkan. yaitu Pasal 18. baik dalam perencanaan. daerah kabupaten. y DASAR HUKUM OTONOMI DAERAH Otonomi Daerah berpijak pada dasar Perundang-undangan yang kuat. Sebagaimana telah disebut di atas Undang-undang Dasar 1945 merupakan landasan yang kuat untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah. Hal-hal yang mendasar dalam UU No. Sistem otonomi daerah sendiri tertulis secara umum dalam Pasal 18 untuk diatur lebih lanjut oleh undang-undang. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pasal 18 UUD menyebutkan adanya pembagian pengelolaan pemerintahan pusat dan daerah. Undang Undang Dasar. Pembagian dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang berkeadilan. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. pendanaan. daerah kabupaten. Pemerintahan daerah provinsi.

dan setumpuk permasalahan lainnya. . y Perangkat pelaksana otonomi daerah Perangkat pelaksana otonomi daerah adalah pemerintah daerah dan DPRD. maka aturan baru pun dibentuk untuk menggantikannya. Keinginan ini diawali dengan penyelenggaraan Diskusi Nasional "Menyelamatkan Otonomi Daerah" tanggal 7 Desember 2000 yang dihadiri kalangan bisnis. Kebutuhan itu terasa sebab munculnya berbagai permasalahan. Sementara itu. Atas pertimbangan itu. Pemerintah daerah di Kabupaten adalah Bupati/Walikota beserta perangkatnya. Pemerintah daerah di Provinsi adalah Gubernur beserta perangkatnya. lemahnya koordinasi pemerintah Pusat dan Daerah (Propinsi & Kabupaten/Kota). Dari ketiga dasar perundang-undangan tersebut di atas tidak diragukan lagi bahwa pelaksanaan Otonomi Daerah memiliki dasar hukum yang kuat. pemerintah pusat.Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Presiden Megawati Soekarnoputri mengesahkan Undang.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang Undang No. pemerintah propinsi. perlu dicermati terus menerus demi keberhasilannya demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran rakyat di semua bagian negara berdasarkan potensi dan keanekaragamannya tanpa meninggalkan prinsip kesatuan Republik Indonesia. lemahnya sinergi kebijakan pembangunan di Daerah dan antar Daerah. Pada gilirannya semua ini akan menghambat investasi dan pada akhirnya akan membawa dampak negatif bagi upaya menciptakan lapangan kerja dan mensejahterakan rakyat. koordinasi kekuasaan Eksekutif dengan Legislatif yang kontraproduktif. dalam pelaksanaan otonomi daerah telah muncul berbagai kebijakan daerah (pajak.dengan perkembangan keadaan. dan lain-lain) yang bertentangan dengan prinsip prinsip dasar mekanisme ekonomi. DPRD. seperti: disharmoni produk produk hukum Nasional dan Daerah. Berbagai hambatan perdagangan antar daerah dapat menghancurnya keutuhan ekonomi nasional dan menumpulkan daya saing internasional ekonomi Indonesia. Pada 15 Oktober 2004. Tinggal permasalahannya adalah bagaimana dengan dasar hukum yang kuat tersebut pelaksanaan Otonomi Daerah bisa dijalankan secara optimal. y Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah atau KPPOD adalah lembaga independen pemantauan pelaksanaan otonomi daerah yang lahir dari sebuah pemikiran bahwa pelaksanaan otonomi daerah sejak tanggal 1 Januari 2001 sebagaimana di atur dalam Undang Undang No. Bahaya dari perkembangan ini adalah timbulnya ekonomi berbiaya tinggi. retribusi. akademisi. dan tuntutan penyelenggaraan otonomi daerah. ingin ikut memberikan kontribusi pemikiran dan upaya untuk mengoptimalkan tujuan pelaksanaan otonomi daerah. ketidakjelasan kebijakan fiskal pusat-daerah. media masa dan pihak pihak lain yang mempunyai perhatian mengenai otonomi daerah. ketatanegaraan. pemerintah daerah.

e. f. mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah. meningkatkan pelayanan dasar pendidikan. d. memungut pajak daerah dan retribusi daerah. menyusun perencanaan dan tata ruang daerah. kesatuan dan kerukunan nasional. daerah mempunyai kewajiban: a. e. menjaga persatuan. h. melindungi masyarakat. mengembangkan sumber daya produktif di daerah. daerah mempunyai hak: a. b. mengelola aparatur daerah. menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak. b. dan h. c. mengembangkan kehidupan demokrasi. mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan.Dalam menyelenggarakan otonomi. mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya. j. Pasal 22 Dalam menyelenggarakan otonomi. meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. mengembangkan sistem jaminan sosial. mengelola administrasi kependudukan. mengelola kekayaan daerah. i. melestarikan lingkungan hidup. k. g. serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. . g. d. l. f. mewujudkan keadilan dan pemerataan. mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang berada di daerah. c. memilih pimpinan daerah.

kewajiban lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas perbantuan y Prinsip-prinsip otonomi daerah 1 Memperhatikan aspek demokrasi.m. Kemudian pengertian pemerintahan dapat dibedakan dalam pengerti luas dan sempit. Otoda yang terbatas untuk Propinsi 4 Sesuai dengan konstitusi sehingga terjamin hubungan serasi antara Pusat dan Daerah serta antar Daerah 5 Lebih meningkatkan kemandirian daerah otonom sehingga dalam kabupaten tidak ada wilayah administrasi 6 Peningkatan peran dan fungsi Badan Legislatif Daerah wilayah administrasi 7 Asas dekonsentrasi diletakkan pada Propinsi sebagai wilayah administrasi 8 Asas Tugas Pembantuan diberikan dari Pemerintah kepada Daerah serta dari Pemerintah dan Daerah kepada Desa Pemerintahan adalah semua kegiatan lembaga-lambaga atau badan-badan public tersebut dalam menjalankan fungsinya untuk mencapai tujuan Negara (pemerintah dilihat dari aspek dinamikanya). y Asas-asas otonomi daerah Desentralisasi : Penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system NKRI Dekonsentrasi : Pelimpahan wewenang pemerintah oleh pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan/atau kepada instansi vertical di wilayah tertentu. n. nyata. yudikatif dalam usaha mencapai tujuan Negara. legislative. sedangkan dalam arti sempit adalah segala kegiatan badan-badan public yang hanya meliputi kekuasaan eksekutif saja. membentuk dan menerapkan peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya. Pengertian pemerintahan dalam arti luas adalah segala kegiatan badan-badan public yang meliputin kekuasaan eksekutif. pemerataan serta potensi keanekaragaman 2 Otonomi luas. dan o. melestarikan nilai sosial budaya. dan bertanggung jawab 3 Otoda yang luas dan utuh untuk Kabupaten. keadilan. Pemerintahan daerah adalah urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas . Tugas perbantuan : Penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah dan/atau desa.

pelayanan masyarakat. Kemudian juga. Dengan pemberian pelayanan yang baik kepada masyarakat maka pemerintah akan dapat mewujudkan tujuan Negara yaitu menciptakan kesejaterabn masyarakat. pemberdayaan masyarakat. Pengertian kepala daerah Kepala daerah berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 24 ayat (1) dan (2) adalah : Ayat 1 setiap daerah memimpin oleh kepala pemwrintah daerah yang disebut kepala daerah. baik dalam organisasi itu sendiri maupun keluarga c) Terjadinya kerja sama dan pembagian tugas d) Berlangsungnya prosess aktivitas berdasarka kinerja masingmasing. professional dan baik serta adil. (2) melakukan pembangunan fasilitas ekonomi untik meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan (3) memberikan perlindungan kepada masyaraka. cepta. berkualitas. 2. Hal ini berkaitan dengan fungsi dan tugas utama pemerintah secara umum. pemerintah wajib memberikan pelayanan perorangan dengan biaya murah. Menurut Ibnu kencana syafiie (1999: 53) organisasi merupakan: a) Wadah atau tempat terselenggaranya administrasi ) Terjadinya berbagai hubungan antar individu maupun kelompok. Kepala daerah menerimah pelimpahan sebagai kewenangan pemerintahan dari pusat yang mempunyai tugas pelaksanaan kegiatan pemerintahan di daerah provensi. Oleh karena itu. Jadi dengan demikian.otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam system dan prinsip Negara kesatuan republic Indonesia sebagaimana dimaksud dalam undang-undang dasar Negara republic Indonesia tahun 1945. pekerja dapat dikoordinasikan oleh pemerintah atasan kepada para bawahan yang menjangkau dari puncak sampai dasar dari seluruh badan usaha. untuk kabupaten diebut bupati dan untuk kota disebut walikota. antara lain: 1 memberikan pelayanan baik pelayanan perorangan maupun pelayanan public. pemerintah dalam melaksanakan fungsi pelayanannya mempunyai tiga fungsi utma. ketentuan Pasal 24 ini telah memberikan ketegasan . Ayat 2 kepala daerah sebagaiman dimaksu pada ayat 1 untuk provensi disebut gubernur. Pelayanan pemerintahan di tingkat provensi merupakan tugas dan fungsi utama kepala daerah provinsi sebagai kepala wilayah dan wakil pemerintah pusat di daerah. yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Artinya. Pelayanan kepada masyarakat tersebut terintegrasi dalam penyelenggaran pemeintahan dan pembangunan. penyelenggaraan ketentraman dan ketertibaan umum dan pemeliharaan prasarana dan faslitas pelayanan umum serta pertanggungjawaban kepada dewan perwakilan rakyat daerah provensi (DPRD) sebagai lembaga legislative di daerah.

bahwa yang diamaksud dengan kepala daerah adalah gubernur. sebagai pihak yang memimpin pelaksanaan eksekutif daerah. Karena. Pelayanan kepada masyarakat (services). J. Efektifitas pemerintahan Negara tergantung pada efektifitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Untuk daearah provinsi lembaga pelaksana kebijakan daerah adalah pemerintah provinsi yang dipimpin oleh gubernur sebagai kepala daerah provinsi dan dibantu oleh perangkat pemerintah provinsi. dan 3. bupati. Maka. karena kepala daerah merupakan komponen signifikan bagi keberhasilan pembangunan nasional. c. dan gubernur. bupati dan perangkatnya adalah pelaksana peraturan perundangan dalam lingkup kabupaten (peratruran daerah dan peraturan kepala daerah) serta pelaksana dari pada kebijakan/peraturan daerah yang dibuat bersama dengan DPRD kabupaten maupun melaksanakan semua peraturan perundangan yang baik yang dibuat oleh DPR dan presiden. sebab pemerintahan daerah merupakan subsistem dari pemerintah nasional atau Negara. Kemudian. kepala daerah memberikan penanggungjawabnya kepada DPRD. Sebagai lembaga eksekutif daerah. dan walikota sebagai pelaksana penyelenggaraan pemerintah diwilayah otonominya masing-masing. menteri. Dalam wujud konkritnya lembaga pelaksana kebijakan daerah adalah organisasi pemerintahan. karena kepala daerahsangat strategis. kepala daerah kabupaten adalah lembaga pelaksana adaripada kebijakan daerah kabupaten yang dipimpin oleh bupati. maka ia dikatakan sebagai lemabaga eksekutif daerah. Kepala daerah menurut Hanif Nurcholis (desember 2007:212) adalah pimpinan lembaga yang melaksanakan peaturan perundangan. Pembuatan pedoman/arah atau ketentuan kepada masyarakat (regulation). b. Pemerintah kota yang dipimpin oleh walikota bukan bawahan pemerintah provinsi. Pemberdayan (empowerment). Kaloh (2003:4) kepala daerah dalam semua undang-undang tentang pemerintahan daerah membuat peranan kepala daerah sangat strategi. Kepala daerah menyelenggarakan pemerintahan didaerahnya. Jadi. Pemerintah kota adalah daerah otonom . kepala daerah memimpin pelaksanaan kekuasaan eksekutif pemerintah daerah baik dalam urusan rumah tangga daerah maupun bidang pembantuan. Oleh karena itu. dalam fungsinya sebagai alat pemerintah daerah. fungsi kepala daerah dalam bidang pemerintahan hanyalah meliputi tiga hal yaitu: 1. Selain itu juga. seperti: a. 2.

Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh pemerintah pusat g. Sedangkan kepada DPRD. Menyelenggarakan koordinasi antara instansi-instansi vertical dan dinas-dinas daerah d. Maka dalam menjalankan tugas dan kewajiban pemerintah daerah apabila kepala daerah itu gubernur maka bertanggungjawabnya kepada DPRD provinsi dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah. Membimbing dan mengawasi penyelenggaraan pemerintah daerah e. kepala daerah hanya memberikan keterangan pertanggungjawaban dalam bidang tugas pemerintah. wewenang dan kewajiban pimpinan pemerintah daerah atau pejabat yang memimpin penyelenggaraan dan pertanggungjawaban sepenuhnya tentang jalannya pemerintahan daerah. Negara dan masyarakat umum. menyatakan bahwa kepala daerah disamping sebagai pimpinan pemerintahan juga sebagai penyelenggara pemeritahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. Adapun tugasnya sebagai pejabat Negara dalam bidang dekosentrasi meliputi: a. Syaukani HR (2000:43) kepala daerah adalah pejabat Negara yang menjalankan tugas-tugas dibidang dekonsentrasi. Walikota dan perangkatnya adalah pelaksana kebijakan daerah kota yang dibuat bersama DPRD kota. Kepala daerah bertanggungjawab kepada pemerintah pusat. Pengertian yang lain juga disampaikan oleh Andi Mustari Pide (1999:50-52) tentang kepala daerah adalah pejabat yang menjalankan hak. Adapun tugas kepala daerah adalah kekuasaan kepala daerah yang dirinci secara jelasmenurut peraturan perundang-undangan yang berlaku yang wajib dikerjakan atau dilaksanakan oleh kepala daerah. . gubernur betanggungjawab kepada presiden. Kemudian. Mengawasi dan mengusahakan dilaksanakan peraturan perundang-undangan pemerintah pusat dan daerah f. Bupati dan walikota bertanggungjawab kepada DPRD kabupaten/kota dan berkewajiban memberikan laporan kepada presiden melalui menteri dalam negeri dengan tembusan kepada gubernur. Oleh karena itu. Melaksanakan usaha-usaha dalam pembinaan ideologio Negara dan politik dalam negeri dan pembinaan kesatuan bangsa c. bertindak dan bersikap dengan lebih mengutamakan kepentingan bangsa. Termasuk hak-hak kepala daerah seperti kekuasaan kepala daerah dengan persetujuan DPRD untuk menetapkan peraturan daerah (perda) atau mengeluarkan keputusan dan peraturan kepala daerah untuk melaksanakan perda.dibawah koordinasi pemerintah provinsi. Sarundajang (2000:75-76). sekaligus adalah pimpinan daerah dan pengayom masyarakat sehingga kepala daerah harus berpikir. Melaksanakan tugas yang belum diatur oleh pemerintah pusat. SH. Membina ketentraman dan ketertiban umum b.

atau antara provinsi dan kabupaten karena jika demikian makna otonomi daerah menjadi kabur. Instrument tersebut harus digunakan secara arif oleh kepala daerah tanpa harus menimbulkan konflik pusat dan daerah.Oleh karena itu. Kedudukan kepala daerah Kedudukan gubernur sebagai wakil pemerintah menurut UndangUndang Nomor 34 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah khususnya pada Pasal 37 (1) gubernur yang karena jabatannya berkedudukan juga sebagai wakil pemerintah diwilayah provinsi yang bersangkutan. karena otonomi daerah bukanlah tujuan. maka ia perlu pendapatkan dukungan dari rakyat yang dipimpinnya. Tugas dan kewajiban kepala daerah Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah khususnya dalam Pasal 25 yang menyangkut tugas dan wewenang serta kewajiban kepala daerah . pengertian kepala daerah menurut Abdul latief (2006:7) kepala daerah sebagai penyelenggara pemerintahan daerah yang akan bertindak mewakili pemerintah daerah dalam segala hubungan hukum baik yang bersifat public maupun privat. tanpa menghiraukan makna otonomi daerah itu sendiri yang lahir dari suatu kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas manajemen menyelenggarakan pemerintahan. maka posisi kepala daerah terdapat dua fungsi (lihat juag bagir manan. Kemudian. 3. gubernur bertanggngjawab kepada presiden. baik dalam urusan rumah tangga daerah maupun bidang pembantuan. lebih baik pada masyarakat. kepala daerah memimpin pelaksanaan kekuasaan eksekutif dibidang pemerintahan daerah. Pendapat lainnya juga di nyatakan oleh. Paradigma baru otonomi daerah harus diterjemahkan oleh kepala daerah sebagai upaya untuk mengatur kewenangan pemerintahan sehingga serasi dan focus pada tuntutan kebutuhan masyarakat. seorang kepala daerah dalam implementasi pola kepemimpinannya seharusnya tidak hanya berorientasi pada tuntutan untuk memperoleh kewenangan yang sebesar-besarnya. Sayuti Unan (2004: 100) bahwa dalam fungsinya sebagai alat pemerintah daerah. (2) dalam kedudukannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 4. Hal ini juga dalam pandangan BN Marbun (1983: 87) mengatakan bahwa begitu penting dan luasnya tugas seorang kepala daerah baik sebagai kepala wilayah yang harus mempunyai kecakapan dibidang pemerintahan dan dipercaya sepenuhnya oleh pemerintah serta sebagai kepala daerah otonom. Dalam konteks pelaksanaan otonomi daerah. yang betujuan untuk memberikan pelayanan yang. melainkan suatu instrument untuk mencapai tujuan. 2001: 129-130) yaitu: (1) Fungsi sebagai kepala daerah otonomi yang memimpin penyelenggaraan dan bertanggungjawab sepenuhnya tentang jalannya pemerintahan daerah dan (2) Fungsi sebagai kepala wilayah yang memimpin penyelenggaraan urusan pemeintahan umum yang menjadi tugas pemerintahan pusat didaerah. mempunyai kewenangan untuk bertindak dalam menyelenggarakan pemerintah daerah.

b. 4) Menyusun dan mengajukan rancangan perda tentang APBD kepada DPRD utnuk dibahas dan ditetapkan.adalah: 1) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. f. y Tahap-tahap penyusunan dan perumusan kebijakan public a. Retribusi parker. e. maka kebijakan public harus sesuai harapan masyarakat Masyarakat merupakan subjek/pelaksana kebijakan public Kebijakan public yang tidak sesuai aspirasi dapat menimbulkan gejolak/protes . d. y Pengertian kebijakan public Kebijakan yang diperuntukkan bagi seluruh anggota masyarakat dalam hal penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara y Contoh kebijakan public Mulai dari UUD sampai peraturan daerah. 3) Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD. 2) Mengajukan rencangan perda. Pengidentifikasian masalah dan penyusunan agenda Penyusunan skala prioritas Perumusan (formulasi) rancangan kebijakan Penetapan dan pengesahan Pelaksanaan kebijakan Evaluasi kebijakan public Pentingnya partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan public : y y y Kebijakan public untuk kepentingan masyarakat. c.dsb).( UU Anti Korupsi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->