Bab

7

Etika Peneliti
♥Etika dalam berperilaku dan dalam kepengarangan Para peneliti sebagai ilmuwan dituntut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam melakukan tugas tersebut, para peneliti dituntut untuk menjunjung tinggi dan menjaga perbuatan dan tindakan yang bertanggung jawab dalam penelitian. National Academy of Science USA (1995) telah menerbitkan panduan sebagai pegangan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai peneliti atau saintis. Panduan tersebut menyarikan seorang ilmuwan atau peneliti dalam melakukan penelitian yang bertanggung jawab harus memahami landasan sosial dalam sains. Ilmu pengetahuan mempunyai landasan sosial. Penelitian bertujuan memperluas pengetahuan manusia tentang dunia fisik, biologis, dan sosial melebihi apa yang sudah diketahui. Akan tetapi, pengetahuan atau ilmu individu akan memasuki ranah sains sesungguhnya hanya setelah ilmu tersebut disajikan kepada orang lain dalam bentuk yang validitasnya dapat dinilai dan dievaluasi secara bebas. Proses seperti ini terjadi dengan berbagai cara, antara lain diskusi, mempertukarkan data, seminar, menyajikan presentasi pada seminar atau kongres ilmiah, menulis hasil penelitiannya dan mengirimkannya untuk dipublikasikan di jurnal ilmiah, yang selanjutnya naskah artikel itu akan dievaluasi oleh reviewer. Setelah artikel diterbitkan, atau suatu penelitian dipresentasikan, para pembaca dan pendengar akan menilai hasil itu berdasarkan apa yang mereka ketahui sebelumnya dari sumber-sumber lain. Dalam proses ini, pengetahuan individu secara pelan-pelan akan memasuki ranah pengetahuan yang secara umum diterima. Proses review dan revisi ini sangat penting sehingga dapat meminimalkan pengaruh subjektivitas individu dengan mengharuskan bahwa hasil penelitian itu harus diterima oleh ilmuwan lain. Mekanisme sosial ilmu pengetahuan melakukan banyak hal dari sekadar validasi ilmu pengetahuan. Mekanisme sosial ini juga membantu membangkitkan dan mempertahankan kumpulan teknik percobaan, konvensi sosial, dan metode lain yang digunakan oleh para saintis dalam melakukan dan melaporkan penelitian. Beberapa di antaranya netode ini merupakan ciri permanen sains; yang lain berkembang dengan berjalannya waktu atau berbeda dari satu disiplin ke disiplin lain. Karena mereka ini mencerminkan standar yang diterima secara sosial dalam sains, penerapannya menjadi unsur kunci praktik ilmiah yang bertanggung jawab. Yang kedua, menjadi seorang saintis dan peneliti yang bertanggung jawab, para peneliti harus memahami nilai-nilai dalam sains. Nilai tidak dapat dan sebaiknya tidak dipisahkan dari sains. Keinginan untuk melakukan penelitian baik adalah nilai manusiawi. Demikian juga keharusan bahwa kejujuran dan objektivitas yang baku harus tetap dipertahankan. Mekanisme sosial dalam sains juga dapat menghilangkan pengaruh yang bertentangan yang mungkin dimiliki oleh nilai personal penelitinya. Para peneliti tidak hanya membawa teknik dan metode ke tempat kerjanya. Para peneliti juga membuat keputusan yang kompleks tentang interpretasi data, permasalahan mana yang akan dikejar, dan kapan untuk mengakhiri dan menyimpulkan suatu percobaan. Semua nilai-nilai dan keterampilan ini dipelajari melalui pengalaman pribadi dan interaksi dengan saintis lain. Beberapa nilai lain yang harus dimiliki oleh peneliti adalah keingintahuan, intuisi, dan kreativitas. Yang ketiga adalah menghindarkan diri dalam keterlibatan kegiatan ilmiah yang mempunyai conflict of interest atau bias kepentingan untuk mengurangi masuknya bias ke dalam sains. Hindarkan tindakan dan perbuatan yang ada niat tersembunyi baik dalam 7-1

Apa pun metode publikasi yang digunakan harus tetap menjaga mekanisme kontrol mutu. hak komersial atas karya ilmiah dimiliki oleh pemilik usaha dibandingkan dengan pekerja. yaitu nama pengarang. kuliah umum. Konvensi sosial yang sudah terbukti efektif dalam sains adalah publikasi penelaahan sejawat. evaluasi naskah yang akan diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Publikasi pada jurnal yang ditelaah oleh rekans ejawat masih tetap merupakan cara baku untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah. Jika berita seperti itu akan dibeberkan ke media. Paten memungkinkan individu atau lembaga mengambil untung dari suatu temuan ilmiah sebagai ganti dipublikasikannya hasil itu. pertimbangan yang berbeda akan berlaku. Sains adalah pengetahuan yang dibagikan berdasarkan pemahaman bersama tentang beberapa aspek dunia fisik dan sosial. Yang keenam. Sebelum publikasi. Dengan cara ini ilmuwan menjadi diberikan ganjaran melalui pengakuan sejawat dengan mempublikasikan hasil penelitian. keterbukaan dapat dijaga dengan pemberian atau pendaftaran paten. Bagi penelitian yang berpotensi menghasilkan keuntungan finasial. Yang kelima adalah menjaga pemberian kredit yang adil dan seimbang (ada tiga tempat untuk memberikan kredit kepada individu atau lembaga. Jika seseorang menggunakan bahan-bahan yang belum dipublikasikan yang ditemukan pada suatu usulan penelitian khusus atau pada naskah. Hal yang sering terjadi adalah contoh seperti seorang saintis yang membeberkan atau mengumumkan hasil penting dan kontroversial langsung ke publik sebelum diserahkan ke penelaahan dan pemeriksaan oleh ahli sejawat. Untuk alasan itu. biasanya pada waktu publikasi pada suatu jurnal ilmiah. Jika peneliti telah melakukan kesalahan atau jika temuan itu disalahtafsirkan oleh media atau publik. lihat borang contoh yang disediakan). Sekali hasil penelitian telah diterbitkan maka hasil tersebut akan dapat digunakan oleh peneliti lain untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika konvensi ini dilanggar. Dalam industri. evaluasi proposal. Poster. orang-orang yang menggunakannya harus mengakui penemunya melalui rujukan. menjunjung tinggi praktik kepengarangan (hanya orang yang betulbetul memberikan sumbangan berarti yang pantas dituliskan sebagai pengarang. Yang ketujuh. Akan tetapi harus diingat bahwa sampai hasil itu menjadi pengetahuan umum. Jika kontrol mutu ini tidak dilakukan maka akan melemahkan bahkan mematikan konvensi yang telah melayani sains dengan baik. abstrak. persantunan atau ucapan terima kasih. 7-2 . Yang keempat adalah mendorong publikasi dan keterbukaan. evaluasi suatu penelitian. konvensi sosial sain memainkan peranan penting dalam memantapkan keandalan pengetahuan ilmiah. akan tetapi ketentuan yang hampir mirip berlaku: hasil penelitian adalah rahasia (privilage) sampai hasil tersebut dipublikasikan atau yang dibeberkan atau disebarluaskan secara publik. daftar pustaka atau rujukan. menjaga teknik percobaan dan perlakuan atas data (untuk menjaga kesahihan hasil yang diperoleh sehingga memudahkan penerimaan hasil tersebut oleh klonsensus ilmiah). Ada konvensi bahwa penemu pertama bukan yang meneliti pertama tetapi yang melaporkan pertama dalam jurnal ilmiah yang menjadi penemu pertama.pelaksanaan penelitian. orang yang menggunakan informasi tersebut bisa dikatakan pencuri hak kekayaan intelektual. Sains bukan hanya pengalaman pribadi. kumunitas ilmiah dan publik bisa bereaksi buruk. Para peneliti harus membebaskan diri dari bias kepentingan ketika melakukan kegiatan ilmiah. dan volume prosiding sering sekali digunakan untuk menyajikan hasil awal sebelum penelaahan yang mendalam. kualitas sains akan rusak. seharusnya dilakukan setelah penelaahan oleh sejawat dan ahli sudah selesai.

Sistem ilmu pengetahuan modern merupakan sistem yanh dibangun di atas dasar kepercayaan.Yang kedelapan. falsification. harus bertindak untuk melaporkannya supaya tidak merusak penelitian kita atau penelitian kolega dan merusak nama lembaga). yaitu yang menyangkut kebohongan yaitu fabrication. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI telah menerbitkan buku dengan judul Kode etik Peneliti (2007) yang merangkum secara umum kode etik yang berkaitan dengan Penelitian. disebut kategori kesalahan ketiga. dan menjaga tanggung jawabnya dalam masyarakat. Bangunan sistem nilai ini bertahan sebagai sumber nilai objektif karena koreksi yang tak putus-putus yang dilakukan sesama peneliti. Peneliti ialah insan yang memiliki kepakaran yang diakui dalam suatu bidang keilmuan. Sekalipun seorang peneliti melakukan penelitian yang sangat mendasar atau fundamental. dan beberapa bentuk perilaku tidak jujur. Dengan menegakkan kejujuran. 3. Kepengarangan. yang bersangkutan harus menyadari bahwa pekerjaan atau penelitiannya akhirnya bisa berdampak sangat besar pada masyarakat. Buku Kode Etika Peneliti yang diterbitkan oleh LIPI diharapkan akan menjadi acuan moral bagi peneliti dalam melaksanakan hidup. bagi kehormatan lembaga yang mendukung pelaksanaan penelitiannya. harus bereaksi terhadap pelanggaran standar etika (Salah satu situasi yang paling sulit yang bisa dihadapi oleh peneliti adalah melihat atau menduga bahwa seorang kolega telah melanggar standar etika komunitas peneliti. Ilmuwan-peneliti berpegang pada nilai-nilai integritas. keberadaan peneliti diakui sebagai insan yang bertanggung jawab. dan temuan keilmuan menjadi kunci pembaruan dan kemajuan ilmu pengetahuan. kejujuran dan keadilan. Berperilaku. dan plagiarism). Yang kesembilan. Sebagai lembaga pengampu ilmu pengetahuan di Indonesia. Tugas utamanya ialah melakukan penelitian ilmiah dalam rangka pencarian kebenaran ilmiah. dan. kemampuan baru. seorang peneliti memiliki empat tanggung jawab. Kreativitas peneliti melahirkan bentuk pemahaman baru dari persoalanpersoalan di lingkungan keilmuannya dan menumbuhkan kemampuan-kemampuan baru dalam mencari jawabannya. menghindari tercela dalam sains (di luar kesalahan jujur dan kesalahan yang disebabkan oleh negligence. 2. terhadap proses penelitian yang memenuhi baku ilmiah. martabat peneliti tegak dan kokoh karena ciri moralitas yang tinggi ini. Sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Ini menjadi suatu bentuk pengabdian dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. yaitu: 1. 7-3 . Dengan menjunjung keadilan. 4. kepada masyarakat ilmiah yang memberi pengakuan di bidang keilmuan peneliti tersebut sebagai bagian dari peningkatan peradaban manusia. Integritas peneliti melekat pada ciri seorang peneliti yang mencari kebenaran ilmiah. Pemahaman baru. Penelitian ilmiah menerapkan metode ilmiah yang bersandar pada penalaran ilmiah yang teruji. terhadap hasil penelitiannya yang memajukan ilmu pengetahuan sebagai landasan kesejahteraan manusia. terutama yang berkenaan dengan proses penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

terutama dalam pemanfaatannya. membahayakan kesehatan masyarakat. dan 2) keterbukaan memberi semua informasi kepada orang lain untuk memberi penilaian terhadap sumbangan dan/atau penemuan ilmiah tanpa membatasi pada informasi yang membawa ke penilaian dalam satu arah tertentu. 2007) 7. peneliti harus teguh hati untuk: 1) bebas dari persaingan kepentingan bagi keuntungan pribadi agar hasil pencarian kebenaran dapat bermanfaat bagi kepentingan umum. dalam arti penelitian dilakukan karena penelitian itu merupakan langkah efektif untuk mencari jawab dari tantangan yang dihadapi. dan mensyukuri nikmat anugerah tersedianya sumber daya keilmuan baginya. metode. berisiko penghancuran sumber daya bangsa. dan tidak ditempuh sekadar untuk mencari informasi. dan menghasilkan inovasi bagi peningkatan peradaban dan kesejahteraan manusia.1. yaitu “berlakulah kepada orang lain hanya sepanjang Anda setuju diperlakukan serupa dalam situasi yang sama. merancang. Tantangan dalam pncarian kebenaran ilmiah adalah: 1) kejujuran untuk terbuka diuji kehandalan karya penelitiannya yang mungkin membawa kemajuan ilmu pengetahuan. 2) memilih. peneliti perlu: 1) menyusun pikiran dan konsep penelitian yang dikomunikasikan sejak tahapan dini ke masyarakat luas. Dalam menghasilkan sumbangan dan/atau penemuan ilmiah yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan manusia dan peradaban. dan 4) menolak pelaksanaan penelitian yang terlibat pada perbuatan tercela yang merendahkan martabat peneliti. 2) logis.1 Kode Etika dalam Penelitian o Peneliti membaktikan diri pada pencarian kebenaran ilmiah untuk memajukan ilmu pengetahuan. dan prosedur yang dan tepat sasaran. dalam bentuk diskusi terbuka atau debat publik untuk mencari umpan balik atau masukan. tidak dapat diganti dan butuh waktu panjang untuk pengadaan kembali agar tetap bekerja baik. dan 3) empiris. dan 3) arif tanpa mengorbankan integritas ilmiah dalam berhadapan dengan kepekaan komunitas agama. Peneliti berbuat untuk melaksanakan penelitian dengan asas manfaat.7. bertindak dengan mendahulukan kepentingan dan keselamatan semua pihak yang terkait dengan penelitiannya. o Peneliti mengelola sumber daya keilmuan dengan penuh rasa tanggung jawab.1 Kode Etika Peneliti (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. khususnya peralatan yang mahal. teknik. ekonomi. dan 2) pelaksanaan penelitian mengikuti metode ilmiah yang kurang lebih baku. dan politik dalam melaksanakan kegiatan penelitian. budaya. berlandaskan tujuan mulia berupa penegakan hak-hak asasi manusia dengan kebebasan-kebebasan mendasarnya. 2) menjaga peralatan ilmiah dan alat bantu lain. 3) melakukan pendekatan. seperti penelitian bersifat fiktif. Muatan nilai dalam suatu penelitian dapat dikembangkan pada tindakan yang mengikuti aturan keemasan atau asas timbal-balik. yaitu memiliki bukti nyata dan absah. Dalam mencapai tujuan mulia dengan segala kebebasan yang mendasarnya. tidak dilakukan bila tidak diperlukan. Aturannya adalah: 1) peneliti bertanggung jawab untuk tidak menyimpang dari metodologi penelitian yang ada. menemukan teknologi. dan 3) menjaga jalannya percobaan dari kecelakaan bahan dan gangguan lingkungan karena penyalahgunaan bahan berbahaya yang dapat merugikan 7-4 . 2) menolak penelitian yang berpotensi tidak bermanfaat dan merusak peradaban . Dalam pencarian kebenaran ilmiah peneliti menjunjung sikap ilmiah: 1) kritis. yaitu memiliki landasan berpikir yang masuk akal dan betul. dan menggunakan bahan dan alat secara optimum. baik itu berarti 1) hemat dan efisien dalam penggunaan dana dan sumber daya lain. yaitu pencarian kebenaran yang terbuka untuk diuji. o Peneliti melakukan kegiatannya dalam cakupan dan batasan yang diperkenankan oleh hukum yang berlaku. menemukan teknologi dan menghasilkan inovasi. dengan semua perangkat pembenaran metode dan pembuktian hasil yang diperoleh. merusak keamanan negara dan mengancam kepentingan bangsa.

o Peneliti membuka diri terhadap tanggapan. dan melaporkan hasil penelitian ilmiahnya secara bertanggung jawab.1. o Peneliti menyebarkan informasi tertulis dari hasil penelitiannya. dan berkeadilan terhadap lingkungan penelitiannya. yang memungkinkan peneliti lain untuk menilai keabsahannya. misalnya. 7. termasuk yang belum dipublikasikan. atau temuan-temuan. dan tanpa menimbulkan rasa merendahkan martabat sesama ciptaan Tuhan. informasi pendalaman pemahaman ilmiah dan/atau pengetahuan baru yang terungkap dan diperolehnya. perlu ditangkal secara lugas. yang dalam masyarakat tidak dapat diterima keberadaannya. tindak tanduk membabi buta dan kebiasaan buruk. bernurani. seperti budi pekerti rendah. Peneliti bertanggung jawab atas penyajian hasil penelitiannya sehingga memungkinkan peneliti lain untuk mereproduksinya agar mereka dapat memperbandingkan keandalannya. dan saran dari sesama peneliti terhadap proses dan hasil penelitian. Jujur. cermat. Plagiarisme secara singkat didefinisikan sebagai “mengambil alih gagasan. tanpa diskriminasi. disampaikan ke dunia ilmu pengetahuan pertama kali dan sekali. Untuk itu. Peneliti boleh jadi harus menyimpan data mentah selama jangka waktu yang cukup panjang setelah dipublikasikan. sesama peneliti harus saling menghormati hak-hak peneliti untuk menolak ikut serta ataupun menarik diri dalam suatu penelitian tanpa prasangka. o Peneliti menghormati objek penelitian manusia.3 Etika dalam Kepengarangan o Peneliti mengelola. melaksanakan.1. tanpa mengenal publikasi duplikasi atau berganda atau diulang-ulang. baik dalam pelaksanaan penelitian maupun pergaulan ilmiah. plagiat dapat juga terjadi dengan pengutipan dari tulisan peneliti sendiri (tulisan terdahulunya) tanpa mengikuti format 7-5 . sumber daya alam hayati dan non-hayati secara bermoral.2 Etika dalam Berperilaku o Peneliti mengelola jalannya penelitian secara jujur. misalnya sesama peneliti memberi kemungkinan pihak lain mendapat akses terhadap sumber daya penelitian (kecuali yang bersifat rahasia) baik untuk melakukan verifikasi maupun untuk penelitian lanjutan. tanpa pengakuan pengambilalihan dan dengan niat menjadikannya sebagai bagian dari karya keilmuan yang mengambil”. sebagai pengabdian dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. atau kata-kata tertulis dari seseorang. peneliti harus mencatat dan menyimpan data penelitian dalam rekaman tahan lama dengan memperhatikan segi moral dalam perolehan dan penggunaan data yang seharusnya disimpan peneliti. saling menghormati melalui diskusi dan pertukaran pengalaman dan informasi ilmiah yang objektif. Plagiat sebagai bentuk pencurian hasil pemikiran. berbuat sesuai dengan perkenan kodrat dan karakter objek penelitiannya. Peneliti mewujudkan nilai semacam ini dengan: 1) perilaku kebaikan. Peneliti yang jujur dengan hati nurani akan menampilkan keteladanan moral dalam kehidupan dan pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi keselamatan manusia dan lingkungannya. data. dan saksama. dan 2) perilaku hormat pada martabat. bernurani. Dari rumusan ini. 7.kepentingan umum dan lingkungan. Keteladanan moral itu seharusnya tampak dalam perilaku tidak melakukan perbuatan tercela yang merendahkan martabat peneliti sebagai manusia bermoral. yang diberinya kesempatan dan perlakuan timbal balik yang setara dan setimpal. kritik. dan berkeadilan adalah nilai yang inheren dalam diri peneliti.

Unsur penting yang melekat pada aspek perilaku seorang peneliti meliputi: 1) jujur: menolak praktik merekayasa data ilmiah atau memalsukan data ilmiah. bukan saja karena secara moral itu salah(=tidak jujur). suatu karya tulis ilmiah hanya dapat dipublikasikan “pertama kali dan sekali itu saja”. o pemalsuan data penelitian (falsification). tanpa tambahan informasi atau pengetahuan ilmiah baru. saling mengisi. hormat-sesam. yang diperoleh dari suatu penelitian.4 Perilaku tidak jujur. Karenanya. (2) melalui pengutipan pernyataan atau pemikiran orang lain. Selanjutnya. Tindakan korektif secara ilmiah terkait dengan layanan dan capaian tujuan membangun ilmu pengetahuan. Perilaku peneliti tidak jujur tampak dalam bentuk: o pemalsuan hasil penelitian (fabrication). Batasan ini tidak dapat dikenakan pada hal-hal: kejadian yang sejujurnya keliru. dan/atau mengumumkan hasil penelitiannya tanpa pembuktian telah melakukan proses penelitian. dan mengikuti dari dekat jalannya penelitian itu. tetapi karena praktik ini akan menghasilkan kesalahan-kesalahan. Ini semua merupakan bentuk penghargaan yang harus sampai ke yang berhak. dan kesalahan manusiawi yang tak disengaja apalagi yang disengaja. kecermatan ini juga merupakan kunci tercapainya tujuan ilmu pengetahuan. yang secara nyata mengikuti tahapan rancangan penelitian dimaksud. o Peneliti memberikan pengakuan melalui (1) penyertaan sebagai penulis pendamping. dan/atau (3) dalam bentuk ucapan terima kasih yang tulus kepada peneliti yang memberikan sumbangan berarti dalam penelitiannya. atau proses. seperti juga kejujuran di atas.1. peralatan. 7. 2) amanah: dalam etika kepengarangan berlaku ungkapan “penghargaan seharusnya disampaikan pada yang berhak memperolehnya” yang mencakup seputar pengakuan. dan 3) cermat: mengupayakan tidak terjadinya kesalahan dalam segala bentuk. sebagai bagian dari upaya memajukan ilmu pengetahuan. Perilaku tidak jujur tampak mencakup baik perilaku tidak jujur dalam penelitian maupun perilaku curang sebagai peneliti. dan selisih pendapat berkenaan dengan rancangan penelitian. Dengan sendirinya hal sebaliknya juga berlaku. pertikaian pendapat sejujurnya. menambah khazanah ilmu pengetahuan melalui publikasi ilmiahnya. dan membahas siapa yang bertanggung jawab atas kekeliruan ilmiah – artinya tanggung jawab dalam penegakan kode etika peneliti adalah sisi lain dari amanah dan sebaliknya. yaitu memanipulasi bahan penelitian. dan hadiah. yang mendorong rusaknya iklim kepercayaan yang menjadi dasar kemajuan ilmu pengetahuannya sendiri. seperti peneliti senior tidak berhak menyajikan data atau hasil karya peneliti yang mereka supervisi tanpa sepengetahuan dan persetujuan peneliti yang disupervisi serta tanpa mencantumkan penghargaan. menemukan. mengubah atau tidak mencantumkan data atau hasil sedemikian rupa sehingga penelitian itu tidak disajikan secara akurat dalam catatan penelitian. gengsi. misalnya alih bahasa dan saduran suatu karangan ilmiah yang berguna bagi penyebaran ilmu pengetahuan harus atas seizin pengarangnya. Informasi atau pengetahuan keilmuan baru. Prinsip inilah yang menjadi sumber motivasi ilmuwan untuk berkarya berpedoman pada wajib-lapor. yaitu mengarang. 7-6 . karya tulis ilmiah ini dapat dijadikan rujukan untuk membangunlanjut pemahaman yang awal itu.merujuk yang baku sehingga dapat saja terjadi auto-plagiarism. mencatat. mengumpan dan berbagi informasi dalam memelihara pemupukan khazanah ilmu pengetahuan. seperti mengabaikan hak milik intelektual atas pemikiran dalam usulan penelitian dan menggunakan pemikiran tersebut dalam penelitian sendiri. perbedaan dalam penafsiran data ilmiah. kesalahan secara metode. kesalahan percobaan. uang.

dan penyarian data) Tidak pernah terlibat secara berarti Terlibat tidak langsung. menggunakan data tanpa izin pemiliknya. melaksanakannya. perancangan) Tidak ada sumbangan secara berarti Dua tiga kali diskusi Beberapa kali diskusi terinci Pertemuan dan pembicaraan berlama-lama Pembahasan mendalam terus-menerus 2. o pemerasan tenaga peneliti dan pembantu peneliti (exploitation) seperti peneliti senior memeras tenaga peneliti yunior dan pembantu penelitian untuk mencari keuntungan. gagasan pendekatan. dan tidak merujuk publikasi sebelumnya. pengumpulan. kepentingan pribadi. proses dan hasil penelitian.2 Sistem skor untuk penentuan hak kepengarangan bersama sebuah karya tulis ilmiah 1. hanya dua-tiga kali Keterlibatan langsung. pembaruan isi. o perbuatan tidak adil (injustice) sesama peneliti dalam pemberian hak kepengarangan dengan cara tidak mencantumkan nama pengarang dan/atau salah mencantumkan urutan nama pengarang sesuai sumbangan intelektual seorang peneliti. tanpa ada penyempurnaan. beberapa kali 7-7 0 5 10 0 5 10 15 20 . dan dalam melaporkan hasil-hasil suatu penelitian. usulan rencana penelitian dan naskah orang lain tanpa menyatakan penghargaan. Masukan intelektual (identifikasi masalah. 7. mencari. dan o penduplikasian (duplication) temuan-temuan sebagai asli dalam lebih dari satu saluran. baik dalam bentuk data atau kata-kata. pemikiran. perekaman. seperti pencurian gagasan. o kecerobohan yang disengaja (intended careless) dengan tidak menyimpan data penting selama jangka waktu sewajarnya. termasuk bahan yang diperoleh dalam penelitian terbatas (bersifat rahasia). atau tidak mempublikasikan data penting atau penyembunyian data tanpa penyebab yang dapat diterima. Masukan fisik (penataan peranti serta pengamatan. perencanaan.o pencurian proses dan/atau hasil (plagiat) dalam mengajukan usul penelitian. dan/atau memperoleh pengakuan atas hasil kerja pihak lain. menilainya. data. Peneliti juga melakukan perbuatan tidak adil dengan mempublikasikan data dan/atau hasil penelitian tanpa izin lembaga penyandang dana penelitian atau menyimpang dari konvensi yang disepakati dengan lembaga penyandang dana tentang hak milik kekayaan intelektual (HAKI) hasil penelitian.

pengikhtisaran. tak terhitung Terlibat secara penuh dan terus-menerus 3. nasihat. Masukan kesastraan (sumbangan pada buram naskah lengkap pertama) Tidak ada sumbangan secara berarti Membaca dan memperbaiki sumbangan orang lain Membantu menulis buran dua-tiga bagian naskah Ikut menulis buram sebagian besar naskah Menulis buram hampir keseluruhan naskah 0 5 10 15 20 0 5 10 15 20 0 5 10 15 20 7-8 . sintesis) Tidak ada sumbangan secara berarti Keterlibatan pendek. pendapat dari bidang lain) Tidak ada sumbangan secara berarti Nasihat pendek merutin Pandangan cukup bermakna Bantuan pemikiran yang khusus dipersiapkan Pendapat yang mendasari pendekatan dan penyimpulan 5. pemikiran. pandangan. Masukan kepakaran 15 20 0 5 10 15 20 (konsultasi. Masukan keahlian (penyimpulan. analisis. perampatan. Masukan pengolahan data (pengorganisasian.Keterlibatan berkali-kali. dua-tiga kali Beberapa kali terlibat Ikut cukup lama Terlibat terus-menerus dari awal sampai akhir 4. pencetusan teori) Tidak ada sumbangan secara berarti Penyimpulan bagian-bagian tertentu Pengikhtisaran sebagian besar hasil Perampatan menyeluruh Pencetusan teori umum 6. pemrosesan.

Deklarasi Helsinki mengemukakan isu berikut:      “Penelitian medis dikenai standar etika yang menaikkan harkat semua manusia dan melindungi kesehatan dan hak-haknya. prinsip. 18 Juli 1991) . Jumlah pengarang yang dapat berbagi hak kepengarangan suatu naskah tidak terbatas. Risiko tidak melampaui manfaat. dengan catatan bahwa pencetus gagasan memunyai kelebihan untuk didahulukan. Praktik mengacu ke intervensi yang dirancang semata-mata untuk menaikkan kesejahteraan pasien secara individual atau klien dan yang memiliki harapan yang masuk akal akan keberhasilannya. penanganan preventif.wma.3 PRINSIP ETIKA UNTUK PENELITIAN MEDIS YANG MELIBATKAN SUBJEK MANUSIA Deklarasi Helsinki.” Protokol penelitian harus dirumuskan dengan jelas ke dalam protokol percobaan dan ditelaah oleh komisi independen sebelum dimulai. atau terapi atas individual tertentu. dalam teori. Penelitian biasanya dideskripsikan dalam protokol formal yang mengemukakan tujuan dan seperangkat prosedur yang dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. yang digunakan untuk menarik simpulan. dipublikasikan oleh the National Commission for the Protection of Human Subjects of Biomedical dan Behavioral Research pada tanggal 18 April 1979 (http://ohsr. Penelitian harus dilaksanakan oleh individu yang berkualifikasi medis/ilmiah. atau putusan preskriptif umum.htm). Pencantuman nama pengarang(-pengarang) dilakukan dengan menggunakan peringkat urutan sesuai dengan jumlah skor yang diraihnya. Kalau dua orang peserta meraih skor yang sama. dan pernyataan hubungan). 2. Deklarasi ini mengatur etika penelitian internasional dan mendefinisikan aturan untuk “penelitian yang digabung dengan perawatan klinis” dan “penelitian non-terapeutik. Laporan Belmont. yang relevan dengan penelitian yang melibatkan subjek manusia. Laporan Belmont mengidentifikasi tiga prinsip. Izin-termaklum (informed consent) dari semua partisipan penelitian adalah keharusan. Sempadan antara Praktik dan Penelitian 1.nih. (Dimodifikasi untuk situasi Indonesia dari tulisan dalam jurnal ilmiah Nature 352:187. A. Maksud praktik medis atau praktik perilaku ialah memberikan diagnosis.php3). Penelitian menunjukkan aktivitas yang dirancang guna menguji suatu hipotesis. Ethical Principles and Guidelines for the Protection of Human Subjects of Research.gov/mpa/belmont. menetapkan rekomendasi yang memandu para dokter dalam penelitian biomedis yang melibatkan subjek manusia (www.ssa 7. dan dengan demikian mengembangkan atau berkontribusi pada pengetahuan umum (dinyatakan. misalnya.” Deklarasi Helsinki telah direvisi secara berkala dan merupakan dasar Praktik Klinis yang Baik (Good Clinical Practices) yang digunakan sekarang. 7-9 . namun seseorang baru berhak ikut menjadi pengarang kegiatan yang sedang ditangani kalau paling sedikit ia berhasil mengumpulkan skor 30. urutan alfabet nama seyogianya dipakai. Salinan (terjemahan) revisi terakhir diberikan dalam Lampiran ini. pertama kali dipublikasikan tahun 1964 oleh the World Medical Association.net/e/policy/b3.Skor tertinggi yang bisa dicapai seseorang dari sebuah naskah adalah 100 (karena butir 4 melibatkan pihak luar).od.

tidak teruji. termasuk surat pernyataan pembebasan tuntutan (waiver) Mendeskripsikan proses pendokumentasian izin-termaklum. 3. dan neonatus Narapidana Anak Berbagai sumber yang menyangkut etika yang melibatkan penelitian subjek manusia dan Institutional Review Boards (IRB) telah dihimpun oleh the National Institutes of Health (www. termasuk surat pernyataan pembebasan tuntutan Terdapat tiga subbagian dari peraturan yang mencakup perlindungan tambahan bagi populasi yang rentan: Wanita hamil. Percobaan ialah bila seorang petugas klinik banyak menyimpang dari standar atau praktik yang diterima. 2. Pasal 45 Code of Federal Regulations Bagian 46 (45CFR46) mengandung peraturan pemerintah federal yang langsung berlaku untuk hampir semua penelitian manusia yang dilakukan di Amerika Serikat dan dimaksudkan untuk melindungi semua subjek manusia. Izin-termaklum Penilaian Risiko dan Manfaat Pemilihan Subjek Code of Federal Regulations (CFR) Amerika Serikat mempublikasikan peraturan untuk perlindungan bagi subjek manusia. Penerapan 1. B. atau berbeda. 2. Dasar Prinsip Etika 1. Kenyataan bahwa sebuah prosedur adalah “percobaan.html).gov/sigs/bioethics/IRB. 7-10 .nih.3.” dalam artian baru. 45CFR46 mencakup: • • • • • • • Mendefinisikan aktivitas yang dikenai peraturan Memerinci komposisi dan fungsi Institutional Review Board (IRB) Mendeskripsikan prosedur telaah yang dipercepat Mendaftar kriteria untuk menelaah penelitian Memberikan deskripsi rinci mengenai proses izin-termaklum. janin. tidak secara otomatis menggantikan kategori penelitian. 3. Menghargai Orang Murah hati Keadilan C.

Hong Kong. Italia. teknik yang dapat-diterima untuk meminimumkan nyeri harus diikuti. hewan harus dikorbankan secara manusiawi di akhir pengamatan. dan harus selalu setara dengan praktik yang dapat-diterima di sekolah kedokteran hewan. dan 52nd WMA General Assembly. Oktober 2000 A.Deklarasi Helsinki Prinsip Etika untuk Penelitian Medis yang Melibatkan Subjek Manusia Diadopsi oleh the 18th WMA General Assembly. Pertimbangan harus diberikan pada kelayakan prosedur percobaan. Pengendur otot dan paralitik dapat digunakan untuk bersama-sama dengan obat yang diketahui menghasilkan analgesia yang memadai. dan lokal dan sesuai dengan Panduan NIH. Jepang. September 1989. Jika kajian itu memerlukan kematian hewan.PRINSIP PEMANDU DALAM PERAWATAN DAN PENGGUNAAN HEWAN Percobaan hewan dilakukan hanya dengan maksud memajukan pengetahuan. Penelitian medis yang melibatkan subjek manusia mencakup penelitian pada material manusia yang dapat-diidentifikasi atau data yang dapat-diidentifikasi. Bila hewan digunakan oleh mahasiswa guna pendidikan atau pemajuan ilmu. Juni 1964. Oktober 1983. negara bagian. Republik Afrika Selatan. dan banyaknya hewan yang diperlukan. diberi pakan. Skotlandia. Hewan di laboratorium harus menerima setiap pertimbangan untuk kenyamanannya. Bila penggunaan anestesi akan meniadakan hasil percobaan. Adalah tugas dokter untuk menaikkan dan menjaga kesehatan manusia. mereka harus dikandangkan dengan benar. Finlandia. Helsinki. Anestesi yang benar harus digunakan untuk mengeliminasi sensibilitas atas nyeri selama seluruh prosedur bedah. Bila pemulihan dari anestesia diperlukan sewaktu kajian. 48th WMA General Assembly. spesies hewan yang digunakan. diperbaiki oleh the 29th WMA General Assembly. 7-11 . 2. pekerjaan itu harus di bawah pengawasan langsung oleh guru atau peneliti berpengalaman. The World Medical Association telah mengembangkan Deklarasi Helsinki sebagai pernyataan prinsip etika untuk memberikan panduan bagi dokter dan partisipan lain dalam penelitian medis yang melibatkan subjek manusia. Hanya hewan yang dibenarkan secara hukum yang dapat digunakan di laboratorium. Somerset West. 41st WMA General Assembly. Perawatan pascaoperasi hewan harus sedemikian rupa untuk meminimumkan ketidaknyamanan dan nyeri. DEKLARASI HELSINKI World Medical Association . dan penahanannya serta penggunaannya harus selalu patuh pada hukum dan peraturan federal. Peraturan untuk perawatan hewan tersebut harus sama dengan hewan yang digunakan untuk penelitian. Tokyo. Pengantar 1. Oktober 1975. Oktober 1996. 35th WMA General Assembly. Venice. Pengendur otot atau paralitik bukanlah anestesi dan tidak boleh digunakan sendiri saja untuk pengendalian bedah. dan lingkungannya harus tetap dalam kondisi sehat. Pengetahuan dokter dan hati nuraninya didedikasikan untuk memenuhi tugas ini. prosedur seperti itu harus dilakukan secara ketat menurut Panduan NIH. Edinburgh.

yang harus independen dari peneliti. komentar. Keperluan khusus dalam hal kerugian ekonomi dan medis harus dikenali. Peneliti juga harus mengajukan kepada komisi. Kemajuan medis didasarkan pada penelitian yang pada akhirnya antara lain mengandalkan percobaan yang melibatkan subjek manusia. Komisi yang independen ini harus patuh pada hukum dan peraturan di negara tempat percobaan penelitian dilakukan. Rancangan dan kinerja setiap prosedur percobaan yang melibatkan subjek manusia harus dirumuskan dengan jelas dalam protokol percobaan. Protokol ini harus diajukan untuk pertimbangan. Penelitian medis dikenai standar etika yang menaikkan harkat semua manusia dan melindungi kesehatan dan hak-haknya. 8. Dalam penelitian medis pada subjek manusia. Penelitian medis yang melibatkan subjek manusia harus patuh pada prinsip ilmiah yang diterima secara umum. dan martabat subjek manusia. 7. dan terapeutik harus senantiasa ditantang melalui penelitian untuk meningkatkan efektivitas. metode profilaktik. informasi yang menyangkut pendanaan. 12. sponsor atau pengaruh tak-semestinya. 11. “Kesehatan pasien saya akan menjadi pertimbangan utama. percobaan hewan. dan laboratorium yang memadai. Prinsip dasar bagi semua penelitian medis 10. untuk ditelaah. 6. dan bila mungkin. bagi mereka yang tidak akan mendapat manfaat secara personal dari penelitian. 13. bila mungkin. Beberapa populasi penelitian termasuk rentan dan memerlukan perlindungan khusus. sebagian besar prosedur profilaktik. dan terapeutik dan pemahaman akan etiologi dan patogenesis penyakit. Bahkan bila terbukti terbaik. Dalam praktik medis yang berlaku dan dalam penelitian medis. terutama kejadian tak-diinginkan yang serius.” 4. dan mutunya. diagnostik. bagi mereka yang mungkin dikenai untuk memberikan izin di bawah ancaman. dan bagi mereka yang penelitiannya digabung dengan perawatan. Peneliti wajib memberikan informasi pemantauan kepada komisi. Perhatian khusus juga diperlukan bagi mereka yang tidak dapat memberikan atau menolak izin untuk mereka sendiri. persyaratan hukum atau peraturan yang dapat menurunkan atau mengeliminasi perlindungan bagi subjek manusia yang dikemukakan dalam Deklarasi ini. sumber informasi lain yang relevan. dan insentif bagi subjek. dan terapeutik melibatkan risiko dan beban. petunjuk. Adalah tugas dokter dalam penelitian medis untuk melindungi kehidupan. aksesibilitas. “Dokter hanya bertindak sesuai dengan keinginan pasien sewaktu memberi perawatan medis yang mungkin akan memengaruhi pelemahan kondisi fisik dan mental pasien. Kehati-hatian harus dijalankan dalam melaksanakan penelitian yang dapat memengaruhi lingkungan. 7-12 . 5. persyaratan hukum dan peraturan untuk penelitian atas subjek manusia di negaranya sendiri serta persyaratan internasional yang berlaku. Tidak ada etika nasional. afiliasi kelembagaan. B. Peneliti harus menyadari etika.3. kesehatan. dan. diagnostik. potensi benturan kepentingan lain. Deklarasi Geneva dari the World Medical Association mengikat para dokter dengan kata-kata. dan kesejahteraan hewan yang digunakan untuk penelitian harus dihargai. Maksud utama dari penelitian medis yang melibatkan subjek manusia ialah memperbaiki prosedur profilaktik. Komisi ini berhak memantau jalannya percobaan. yang didasarkan pada pengetahuan yang cermat dari pustaka ilmiah. 9. sponsor. persetujuan dari komisi telaah etika yang ditunjuk.” dan the Internasional Code of Medical Ethics mendeklarasikan bahwa. diagnostik. efisiensi. pertimbangan yang berkait dengan kesejahteraan subjek manusia harus didahulukan di atas kepentingan ilmu dan masyarakat. privasi.

dan untuk meminimumkan dampak kajian pada integritas fisik dan mental. antisipasi manfaat dan potensi risiko dari kajian. 23. dokter kemuudian mendapatkan izin-termaklum yang diberikan sukarela oleh subjek. Setiap tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menghormati privasi subjek. lebih baik dalam bentuk tertulis. Setiap projek penelitian medis yang melibatkan subjek manusia harus didahului dengan penilaian cermat mengenai risiko dan beban yang dapat-diprediksi dibandingkan dengan manfaat yang dapat-terlihat bagi subjek atau pihak lainnya. Dokter harus mundur dari penelitian jika risiko ternyata melampaui potensi manfaat atau jika sudah ada bukti kuat hasil dan manfaat yang positif. izin tak-tertulis harus secara formal terdokumentasi dan dihadiri saksi. Rancangan dari semua kajian harus tersedia bagi publik. Ketika mendapat izin-termaklum untuk proyek penelitian. 16. metode. Subjek harus merupakan sukarelawan dan partisipan memaklumi proyek penelitian. 18. izin-termaklum harus didapatkan oleh dokter yang terinformasi-baik yang tidak terlibat dalam penelitian dan yang benar-benar tidak ada hubungan keluarga. afiliasi kelembagaan dari peneliti. Tanggung jawab atas subjek manusia harus selalu berada pada orang yang berkualifikasi medis dan tidak pernah pada subjek penelitian. Dalam penelitian manusia apa pun. Sesudah ada jaminan bahwa subjek memahami informasi. kerahasiaan informasi pasien. Protokol penelitian harus selalu mengandung pernyataan tentang pertimbangan etikanya dan harus menyatakan bahwa ada kepatuhan dengan prinsip yang diucapkan dalam Deklarasi ini. dan pada kepribadian subjek. 24. 22. kemungkinan benturan kepentingan. Jika izin tidak diperoleh secara tertulis. 7-13 . meskipun subjek telah memberikan izin.14. sumber dana. Penelitian medis hanya dibenarkan jika ada kecenderungan yang masuk akal bahwa populasi yang diteliti dapat menerima manfaat dari hasil penelitian. 15. Hak subjek penelitian untuk menjaga integritasnya harus selalu dihormati. 17. Subjek harus diberi informasi mengenai hak untuk abstain dari kesertaan dalam kajian atau untuk menarik izin berpartisipasi kapan saja tanpa tindakan pembalasan. scara fisik atau mental tidak mampu memberikan izin atau yang secara hukum tidak kompeten karena belum dewasa. 19. 21. dokter harus berhati-hati jika subjek ada hubungan keluarga dengan dokter atau izin diberikan di bawah ancaman. Ini terutama penting bila subjek manusia adalah sukarelawan sehat. Ini tidak menghalangi partisipasi dari sukarelawan sehat dalam penelitian medis. Kelompok ini tidak boleh dimasukkan ke dalam penelitian kecuali penelitian itu diperlukan untuk menaikkan kesehatan dari populasi yang diwakili dan penelitian ini malah tidak dapat dilakukan pada orang yang kompeten secara hukum. Penelitian medis yang melibatkan subjek manusia hanya boleh dilakukan jika kemanfaatan tujuan melampaui risiko dan beban yang inheren bagi subjek. 20. Untuk subjek penelitian yang secara hukum tidak kompeten. dan ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Dalam hal ini. peneliti harus mendapatkan izin-termaklum dari wakil yang sah sesuai dengan hukum yang berlaku. Dokter harus abstain dari pelibatan dalam projek penelitian yang melibatkan subjek manusia kecuali mereka percaya diri bahwa risiko yang terlibat telah dinilai dengan layak dan dapat dikuasai dengan memuaskan. setiap subjek yang potensial harus diberi informasi secukupnya mengenai tujuan. Penelitian medis yang melibatkan subjek manusia harus dilaksanakan hanya oleh orang yang berkualifikasi ilmiah dan di bawah pengawasan petugas medis yang kompeten secara klinis.

Sumber dana. 29. dan terapeutik. diagnostik. harus bebas menggunakan cara tidak-terbukti atau cara baru profilaktik. 31. Prinsip tambahan untuk penelitian medis yang digabung dengan perawatan medis 28. atau terapeutik. 32. risiko. mampu memberikan persetujuan untuk berpartisipasi dalam penelitian. 26. Pengantar Artinya tulisan orisinal. Bila subjek dianggap tidak kompeten secara hukum. bila mungkin. cara-cara ini harus membuat objek penelitian. dalam kajian bila ternyata metode terbaik profilaktik. bukan plagiat Laporan 7-14 . pulihnya kesehatan atau terhindarnya penderitaan. atau tidak-ada perawatan. 30. Alasan spesifik untuk pelibatan subjek penelitian dengan kondisi yang membuatnya tidak mampu memberikan izintermaklum harus dinyatakan dalam protokol percobaan untuk menjadi pertimbangan dan persetujuan dari komisi penelaah. setiap pasien yang masuk ke kajian harus terjamin aksesnya ke metode profilaktik. diagnostik dan terapeutik. harus dilakukan hanya jika kondisi fisik/mental yang menghalangi perolehan izin-termaklum merupakan keharusan untuk populasi penelitian. misalnya anak di bawah umur. 27. Panduan yang relevan lainnya dari Deklarasi ini harus diikuti. Protokol harus menyatakan bahwa izin untuk tetap ikut dalam penelitian harus diperoleh secepat-cepatnya dari individual atau wali yang sah secara hukum. terrancang untuk mengevaluasi keamananya dan efektivitasnya. dengan izin-termaklum dari pasien. Hasil yang negatif dan yang positif harus dipublikasi atau sekurang-kurangnya terbuka bagi publik. Di akhir kajian. beban. Bila penelitian medis digabungkan dengan perawatan medis. dan benturan kepentingan yang mungkin harus dinyatakan dalam publikasi. termasuk wali atau izin terdahulu. dan efektivitas dari metode baru harus diuji terhadap yang terbaik saat ini dalam metode profilaktik. informasi baru harus dicatat dan. peneliti wajib menjaga akurasi hasilnya. diagnostik dan terapeutik terbukti tidak ada atau tidak efektif. diagnostik atau terapeutik tidak ada. Penolakan pasien untuk berpartisipasi dalam kajian tidak pernah boleh dicampuri dengan hubungan pasien–dokter. dan terapeutik yang ternyata terbaik sebagaimana diidentifikasi dalam kajian. Dalam mempublikasikan hasil penelitian. Dalam penanganan pasien. jika menurut putusan dokter hal itu akan memberikan harapan terselamatkannya nyawa. Manfaat. Dokter harus sepenuhnya memberi tahu pasien mengenai aspek perawatan mana yang berkait dengan penelitian. dokter. bila metode profilaktik. diagnostik.25. diagnostik. standar tambahan berlaku untuk melindungi pasien yang menjadi subjek penelitian. hanya jika penelitian itu dibenarkan berdasarkan nilai potensi profilaktik. afiliasi kelembagaan. peneliti masih harus mendapatkan persetujuan selain izin dari wakil yang sah secara hukum. Penelitian pada individual yang tidak mungkin memberikan izin. Baik penulis maupun penerbit mempunyai kewajiban etika. Dokter dapat menggabungkan penelitian medis dengan perawatan medis. C. Ini tidak meniadakan penggunaan plasebo. dipublikasikan. Laporan mengenai percobaan yang tidak sesuai dengan prinsip yang diletakkan dalam Deklarasi ini tidak boleh diterima untuk publikasi. Bila mungkin. Dalam semua hal.

3 xxx ♠ RUJUKAN 7-15 ♦Ringkasan ♣ Petunjuk Praktis .Berkala ilmiah 7.1 ♠ xx.2 xxx ♠ xx.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful