P. 1
Laporan Praktikum Biologi Daun

Laporan Praktikum Biologi Daun

|Views: 15,485|Likes:
Published by wahyudin

More info:

Published by: wahyudin on Nov 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2015

pdf

text

original

1

TUJUAN

Tujuan disusunnya laporan ini ialah untuk mengetahui bentuk-bentuk

daun, mengamati perbedaan dalam bentuk, warna, tepi daun, permukaan daun,

dan bau masing-masing daun.

LANDASAN TEORI

Daun merupakan organ yang paling bervariasi, dan terutama merupakan

organ fotosintetik. Daun dibagi menjadi beberapa tipe atas dasar yang berbeda

misalnya atas dasar terdapatnya stomata, letaknya stomata terhadap permukaan

daun, susunan mesofil daun, susunan selubung berkas pengangkut dan seterusnya.

Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya

tiap tumbuhan mempunyai daun, alat ini hanya terdapat pada batang. Batang-

batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus)

batang, tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun

dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat

warna hijau yang dinamakan klorofil. Pada daun yang telah tua, kemudian mati

dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda dengan daun yang masih

segar. Perbedaan warna dilihat dari warna ketika daun masih muda berwarna hijau

muda keputih-putihan, kadang-kadang ungu atau kemerah-merahan, sedangkan

jika telah dewasa biasanya berwarna hijau sungguh.

Jika daun yang runtuh diganti kembali, tetapi ada pula tumbuhan yang

pada waktu-waktu tertentu, untuk jenis-jenis tumbuhan yang mempunyai sifat

demikian disebut tumbuhan meranggas (tropophyta) yang banyak dijumpai di

Indonesia seperti : pohon Jati (Tectona grandis L. ), kedondong ( Spondias dulcis

Forst.), kapok randu (Ceiba pentandra Gaertn.), pohon para (Hevea brasiliensis

Muell), dll.

2

Bentuk daun yang tipis melebar, warna hijau, dan duduknya pada batang

yang menghadap ke atas itu selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan,

yaitu sebagai alat untuk :

1. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas

(CO2).

2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi).

3. Penguapan air (transpirasi).

4. Pernafasan (respirasi).

Tumbuhan mengambil zat-zat makanan dari lingkungannya dan zat yang

diambil (diserap) bersifat anorganik. Air beserta garam-garam diambil dari tanah

oleh akar tumbuhan, sedang gas asam arang (CO2) yang merupakan zat makanan

yang diambil dari udara melalui celah-celah halus yang disebut mulut daun

(stoma) masuk kedalam daun. Zat- zat itu herus diolah dijadikan zat-zat organik

yang sesuai dengan kepentingan tumbuhan.

Pengolahan zat anorganik menjadi organik dilakukan oleh daun

(sesungguhnya zat hijau daun atau klorofilnya) dengan bantuan matahari yang

disebut asimilasi. Jadi daun disamakan dengan dapur bagi tumbuhan.

Karena tugas daun memerlukan bantua sinar matahari, maka daun

bentuknya pipih lebar dan selalu menghadap ke atas untuk dapat menangkap sinar

matahari sebanyak-banyaknya. Setiap benda yang basah di dalam ruang yang

belum jenuh dengan uap air akan menguapkan air ke dalam ruang tadi, maka

peristiwa ini merupakan suatu peristiwa yang di dalam alam dikenal sebagai

peristiwa difusi yang bertujuan untuk meniadakan perbedaan konsentrasi

kandungan akan air antara ruangan dengan benda yang basah itu, maka penguapan

itu akan berjalan terus sampai konsentrasi atau kadar air dalam ruangan tempat

benda itu sama dengan kadar air dalam benda, atau udara dalam ruangan tadi tidak

sanggup lagi menerima tambahan uap air.

Tumbuhan yang berada di dalam udara, pada hakekatnya merupakan suatu

benda basah yang mengandung banyak air, oleh karea itu tumbuhan ini akan terus

3

menerus menguapkan air dari tubuhnya, dan dapat mengurangi penguapan dalam

tubuhnya sesuai dengan kepentingan.

Walaupun tumbuhan selalu memerlukan air dalam berbagai macam

keperluan hidupnya, penguapan air melalui daun adalah penting karena

menyebabkan air yang diserap oleh akar dari tanah di dalam tubuh tumbuhan

dalam keadaan bergerak mengalir dari bawah ke atas bagi pengangkutan zat-zat

makanan yang biasanya terdapat dalam bentuk larutan oleh arus air dari bawah ke

atas itu zat-zat sampai di daun untuk di ubah menjadi zat-zat organik.

Sehingga jika udara tempat tumbuhan telah jenuh dengan uap air lalu

mengeluarkan air dalam bentuk zat cair, sehingga tetap ada aliran dari bawah ke

atas yaitu mencucurnya air ke tanah melalui suatu liang yang terdapat pada ujung

daun. Keluarnya air dalam bentuk tetes-tetes dinamakan penetesan air (gutasi).

Semua bagian tubuh tumbuhan yang hidup memrlukan tenaga untuk

menjalankan berbagai macam pekerjaan, tenaga tersebut diperoleh dari

pernafasan, yang artinya tumbuhan mengambil zat asam (O2) dari udara, zat

tersebut dipergunakan untuk membakar (mengoksidasikan hasil asimilasi)

misalnya gula, sehingga diperoleh tenaga dan dikeluarkanlah sisa pembakaran

yang iasa berupa gas asam arang (CO2) dan air (H2O).

Daun-daun sebagai bagian tubuh tumbuhan yang tersusun atas sel-sel yang

hidup pun melakukan pernafasan. Dan mengingat bahwa daun mempunyai banyak

sekali mulut-mulut daun yang dapat menjadi jalan masuknya udara kedalam tubuh

tumbuhan, maka daun dianggap sebagai suatu alat yang penting untuk pernafasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->