Makna Politik (Prespektif Teori Konstruksi Sosial tentang Makna Politik pada Masyarakat Marginal di Kota Surabaya

)

Bab I Pendahuluan

Ketika kita berbicara politik, apa yang akan kita katakan soal ini? Sebagian masyarakat luas memandang politik adalah ranah pemerintahan, karena dari lingkungan yang ada di sekitar banyak mengarahkan bahwa politik adalah suatu hal yang bersangkutan dengan semua yang berkaitan dengan pemerintahan, pemahaman itu dihasilkan baik dari interaksi sosial, media massa, pengalaman, dan pengetahuanpengetahuan lain. Bagaimana dengan masyarakat marginal seperti gelandangan, pengemis,orang-orang yang tinggal di tempat kumuh,orang-orang yang miskin di bawah garis kemiskinan? Apa yang di dalam pikiran mereka pada saat mendengar dengan kata politik, yang dimana lingkungannya sedikit sekali mendapatkan pendidikan politik? Masyarakat marginal sedikit sekali memiliki peran politiknya sebagai rakyat yang juga memiliki hak dan kewajiban dalam ranah politik, sehingga mereka tidak memandang politik sebagai hal yang harus diperhatikan, sehingga mereka cenderung parokial. Yang dimaksud parokial adalah tidak peduli dengan politik atau tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang politik. Oleh karena itu perlulah di antisipasi agar masyarakat marginal sekarang tidak mengalami miskonsepsi dan cenderung arogan dalam hal ini. Yang mereka ingin tahu hanyalah hasil dari politik itu yang bsa menguntungkan mereka tanpa peduli status politik dan pendidikan politik bagi mereka. Sehingga mereka hanyalah dijadikan alat poltik untuk kepentingan politik para aktor-aktor politik.

banyaknya konspirasi-konspirasi. 2007) adalah Interaksi antarapemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat untuk kebaikan bersama masyarakat yang tinggal di dalam suatu wilayah tertentu. kejadian-kejadian dalam dunia politik memepengaruhi makna setiap orang terhadap politik. Sehingga dalam artian terminologi politik berarti memerdekakan manusia untuk melepaskan dirinya dari segala bentuk penindasan. dan sadanya pengalaman-pengalaman. pemerasan. di mana kekuasaan berada di tangan rakyat. yang dalam pandangan islam adalah manusia yang bertauhid.Kita semua tahu. tujuan etis politik melekat pada proses humanisasi sebagai ajang pendidikan agar mampu mewujudkan hak dan tanggung jawabnya sebagai manusia seutuhnya. korupsi. kebodohan ataupun kemiskinan dalam kehidupan bersama. Yang berarti penggalian kemampuan manusia untuk menggunakan kemampuan daya nalarnya untuk melakukan proses perubahan. banyak makana yang ada di benak setiap orang. orang-orang yang berpengetahuan atau berpendidikan tinggi itu yang membuat peneliti sangat tertarik ingin mengetahui bagaimana makna politik kaum marginal yang dimana masyarakat ini seolah-olah tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu tentang politik. membuat masyarakat luas memandang bahwa makna politik itu berkonotasi negatif. politik memiliki artian etimologi adalah siyasah atau strategi. Berhubung kejadian politik yang ada di Indonesia sangatlah rumit dan cenderung bermuara kekuasaan semata. ”Politik” merupakan kata yang tidak tunggal makna. . Pada dasarnya konsep politik secara komprehensif (Rahman. Dengan kata lain. banyaknya pemerintah yang mengeluarkan janji politik tapi ternyata hanya janji palsu yang masih mengabaikan rakyat miskin. Namun apa jadinya bila rakyatnya sendiri cenderung parokial. Disini politik tentunya akan memberikan kerangka luas pembebasan manusia menjadi insan yang merdeka. tidak memahami politik itu sendiri? Anggapan bahwa politik adalah milik kaum elit. ketidakadilan. bahwa negara kita adalah negara demokrasi. kepentingan-kepentingan kelompok. Tulisan Bang one dalam suatu artikel mengatakan bahwa secara teoritis.

Pengertian politik secara teoritis dari penjelasan di atas itu sangat mulia sekali dan anggapan masyarakat luas tentang politik yang berkonotasi negatif itu salah besar jika aktor-aktor politik itu mengimplementasikan arti politik secara teoritis itu dengan benar dan tepat. dan peneliti tertarik meneliti tentang makna politik dari prespektif teori konstruksi sosial terutama masyarakat marginal yang dianggap kurang melek akan politik. Adanya sejarah politik yang berubah-ubah. Sistem politik di indonesia sangat panjang dan tidak heran bahwa makna politik yang ada di kepala masyarakat masing-masing tidak tunggal meskipun memiliki kecenderungan negatif. begitu pulan catatan-catatan politik yang berupa hitam putih. kegiatankegiatan politik seperti kampanye pada saat pemilu merupakan bahan konstruksi makna dari setiap individu. Mengapa peneliti memilih lokasi penelitian di Surabaya bagian utara karena peneliti menganggap bahwa Surabaya bagian utara merupakan daerah kota yang paling banyak daerah yang kumuh ditinggali oleh masyarakat menengah bawah dan jarang terjamahi oleh pemerintah. tapi dengan memberikan kejelasan sistem politik Indonesia sehingga masyarakat mampu mengkonstruksi makna politik dengan sendirinya. Sehingga makna politik tidak tunggal. terkadang progrsesif dan terkadang pula regresif. Menurut Barger dalam teori konstruksi sosialnya yang fokus dengan ”pengetahuan” dan ’kenyataan” masyarakat dalam memaknai sesuatu. . Pendidiakan politik yang dilakukan oleh negara untuk masyatraktnya agar melek akan politik tidak harus bersosialisasi langsung. Bagaimana pengetahuan dan pengalaman masyarakat marginal dalam dunia politik sehingga mampu memaknai arti politik itu seperti apa adalah tergantung dengan lingkungannya dan negaranya untuk memberikan konsumsi pendidikan politik kepada mereka. Jadi masyarakat untuk dapat memaknai sesuatu itu dengan pengetahuan yang dihasilkan dengan interaksiinteraksi sosial kehidupan sehari-harinya dan pengalaman-pengalaman yang ia alami.