Analisis Cerpen Robohnya Surau Kami Desember 20, 2008 awan sundiawan Latar Belakang Masalah Cerita pendek (cerpen

) sebagai salah satu jenis karya sastra ternyata dapat memb erikan manfaat kepada pembacanya. Di antaranya dapat memberikan pengalaman pengg anti, kenikmatan, mengembangkan imajinasi, mengembangkan pengertian tentang peri laku manusia, dan dapat menyuguhkan pengalaman yang universal. Pengalaman yang u niversal itu tentunya sangat berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia serta kemanusiaan. Ia bisa berupa masalah perkawinan, percintaan, tradisi, agama, pers ahabatan, sosial, politik, pendidikan, dan sebagainya. Jadi tidaklah mengheranka n jika seseorang pembaca cerpen, maka sepertinya orang yang membacanya itu sedan g melihat miniatur kehidupan manusia dan merasa sangat dekat dengan permasalahan yang ada di dalamnya. Akibatnya, si pembacanya itu ikut larut dalam alur dan pe rmasalahan cerita. Bahkan sering pula perasaan dan pikirannya dipermainkan oleh permasalahan cerita yang dibacanya itu. Ketika itulah si pembacanya itu akan ter tawa, sedih, bahagia, kecewa, marah , dan mungkin saja akan memuja sang tokoh at au membencinya. Jika kenyataannya seperti itu, maka jelaslah bahwa sastra (cerpen) telah berpera n sebagai pemekat, sebagai karikatur dari kenyataan, dan sebagai pengalaman kehi dupan, seperti yang diungkapakan Saini K.M. (1989:49). Oleh karena itu, jika cer pen dijadikan bahan ajar di kelas tentunya akan membuat pembelajarannya lebih hi dup dan menarik. Tidak hanya itu, kiranya cerpen dengan segala permasalahannya yang universal itu ternyata menarik juga untuk dikaji. Bahkan tidak pernah berhenti orang yang aka n mengkajinya. Apalagi jika cerpen itu dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Seperti halnya kami mencoba mengkaji cerpen yang dikaitkan dengan kegiat an pembelajaran di kelas. Cerpen yang kami kaji itu adalah sebuah cerpen yang be rjudul Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. Dipilihnya cerpen karya A.A. Navis tersebut bukan tanpa pertimbangan atau alasan sebab cerpen ini memiliki keistimewaan (bagi kami) dibandingkan dengan cerpen A .A.Navis yang lain atau cerpen yang ditulis pengarang-pengarang yang lain. Keist imewaannya yaitu terletak pada teknik penceritaan A.A.Navis yang tidak biasa pad a saat itu. Tidak biasanya karena Navis menceritakan suatu peristiwa yang terjad i di alam lain. Bahkan di sana terjadi dialog antara tokoh manusia dengan Sang M aha Pencipta. Menurut hemat saya hal seperti ini hanya ada dalam cerpen Langit M akin Mendung karya Kipanjikusmin dan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis . Akan tetapi, kedua cerpen ini tetap berbeda. Cerpennya Kipanjikusmin muncul deng an membawa kehebohan yang luar biasa di kalangan umat Islam sehingga harus berha dapan dengan hukum. Sedangkan cerpennya A.A. Navis muncul dengan membawa kejutan karena ceritanya menyindir pelaksanaan kehidupan beragama secara luar biasa taj amnya. Di dalam cerpen Langit Makin Mendung Tuhan dan malaikat diimajinasikan de ngan kuat sekali (meminjam istilah Bahrum Rangkuti dalam Polemik H.B.Jassin, 197 2:177). Sedangkan dalam cerpen Robohnya Surau Kami tidak seperti itu. Itulah seb abnya cerpen A.A. Navis tidak pernah berhadapan dengan hukum. Selain itu cerpen A.A.Navis ini lebih banyak mengingatkan kita untuk selalu bekerja keras sebab ke rja keras adalah bagian penting dari ibadah kita (Sapardi Djoko Damono dalam kat a pengantar Novel Kemarau karya A.A.Navis, 1992:vi). Sementara itu, tujuan umum pengajaran sastra seperti yang tercantum dalam kuriku lum 1994 yaitu agar siswa mampu menikmati, memahami, dan memanfaatkan karya sast ra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningka tkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Lalu, di dalam rambu-rambunya pada but ir 10 ditegaskan pula bahwa pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan k

dengan mempelajari cerpen (sastra) berarti siswa diajak untuk mempelajari manusia dan lingkungannya. saya mencoba mengkaji keterkaitan cerpen dalam kegiatan pembelajaran dan berusaha menemukan kemungkina n-kemungkinannya cerpen dijadikan bahan ajar di kelas. ju ga untuk dapat menghargai hidup. Sinopsisnya itu seperti yang dipaparkan di bawah ini. serta dapat me nemukan makna hidup dan kehidupan. yaitu dia masih mau bekerja sebagai pengas . khususnya bab IV ini mudah dipahami agaknya perlu juga memaparkan sinopsis cerpen Robohnya Su rau Kami tesebut.A.emampuan siswa untuk mengapresiasikan karya sastra. Karena daya pikat itu. Hal ini dimungkinkan karena pelajaran seperti ini akan dapat mendidik siswa u ntuk dapat mengenal dan menghargai nilai-nilai yang dijunjung oleh bangsanya. Hanya karena seseorang yang datang ke sana dengan keikhlasan hatinya dan izin dari masyarakat setempat. tetapi ada yang paling pokok yang membuatnya bisa bertahan. menikmati pengalaman orang lain. Sebab. Mengingat perannya yang sedemikian itu. yang meninggal sec ara mengenaskan yaitu membunuh diri akibat dari mendengar cerita bualan seseoran g yang sudah dikenalnya. Novis yang mengisahkan seorang kakek Garin.A. Bukankah karya sastra (cerpen) itu merupakan miniatur kehidupan manusia di sekitar pembaca?. Navis Cerpen karya A. Dengan demikian peran pelajaran sastra menjadi sangat penting. Jadi. Di suatu tempat ada sebuah surau tua yang nyaris ambruk. budaya. Kenyataan inilah yang sering dianggap orang sebagai kegagalan. surau itu hingga kini masih tegak berdiri. Orang itulah yang merawat dan menjag anya. Setiap karya sastra prosa. Nilai-nilai pendidikan yang bagaimana yang terdapat dalam cerpen tersebut? 4. masih saja guru yang terlalu mengandalkan LKS (Latihan Kerja Siswa). Identifikasi Berdasarkan latar belakang di atas. Ga gal karena siswa tidak memiliki daya apresiasi dan kepekaan rasa serta tidak men yukai sastra. Biasanya siswa akan sangat antusias jika diajak untuk membicarakan atau mendiskusikannya juga akan mengeluarkan segala pengalaman dan pengetahuannya. Meskipun orang ini dapat hidup karena sedekah orang lain. kendala pembelajaran itu sering terletak pada guru. Navis? 2. Kelak orang ini disebut sebagai Garin. Bagaimana unsur intrinsik cerpen Robohnya Surau Kami karya A. Dengan harapan. Apakah cerpen tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan? 3. ternyata cukup memikat siapapun yang membacanya. peneliti mencoba mengkajinya dan agar kajian ini. Berangkat dari permasalahan yang sudah diuraikan di atas. hasil pen gkajian ini dapat memberikan solusi dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mut u pembelajaran apresiasi sastra (cerpen). Lalu upaya-upaya apa saja yang memungkinkan pemilihan bahan ajar itu efektif? Sinopsis Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A. saya mencoba mengidentifikasi masalah sayaan ini. Sayangnya.A. serta kepekaan terhadap masyarakat. Kegiatan mengapresiasi nalar an. khususnya cerpen dapat dijadikan bahan ajar dikela s. maka terselenggaranya pembe-lajaran sast ra yang menarik dan menyenangkan akan menjadi sebuah tuntutan yang harus dipenuh i. dan lingkungan hidup. tidak menyukai sastra . dan tidak bisa memilih bahan ajar yang tepat dan menarik untuk seusia siswa ya ng dididiknya. Identifikasi masalahnya sebagai berikut: 1. dan daya khayal.

Gagasan yang mendasari cerita yang dib uatnya itulah yang disebut tema dan gagasan seperti ini selalu berupa pokok baha san. Karena dia merasakan. Segala kehidupanku.ah pisau. Dia hanya mengasah pisau. Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. bersyukur. Akhirnya. beribadah di surau dan bekerja hanya untuk kepe rluannya sendiri. Hasil kerja nya tidak untuk orang lain. Aku bangun pagi-pagi. Astaghfirullah kataku bila aku terkejut. Apakah semua ini yang dikerjakannya semuanya salah dan dibenci Tuhan ? Atau dia ini sama seperti Haji Saleh yang di mata manu sia tampak taat tetapi dimata Tuhan dia itu lalai. Dari pekerjaannya inilah dia dapat mengais rejeki. makanan. Penjaga surau itu begitu memikirkan hal ini dengan segala pera saannya. Dia memang tak pernah mengingat anak dan istrinya tetapi dia pun tak memikirkan hidupnya sendiri sebab dia memang tak ingin kaya atau bikin rumah. Akan tetapi. bukan? Tak ku ingat punya istri. Sedari mudaku aku disini. keduanya terlibat perbincangan yang mengasyikan. punya anak. sedih. penjaga surau itu murung. membersihkan dan merawat surau. sepulangn ya Ajo Sidi. Lalat seekor engga n aku membunuhnya. Kecuali satu orang saja yang tidak begitu peduli ata s kematiannya. Umpan neraka . dan berdoa kepada Tuhannya. yang pada saat semua orang mengantar jenazah pen jaga surau dia tetap pergi bekerja. Dialah Ajo Sidi. apalagi untuk anak dan istrinya yang tidak pernah te rpikirkan. amanat. karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kep ada umatNya yang tawakkal. Aku puji-puji dia. ku serahkan kepada A llah Subhanahu Wata ala. Suatu ketika datanglah Ajo Sidi untuk berbincang-bincang dengan penjaga surau it u. Akhirnya. a pa yang diceritakan Ajo Sidi itu sebuah ejekan dan sindiran untuk dirinya. Ke tujuh unsur yang terdapat dalam cerpen Robohnya Surau Kami itu sebagai berikut: Tema Pengarang yang sedang menulis cerita pasti akan menuangkan gagasannya. titik pengisahan. menerima imbalan. dia tak kuat memikirkan hal itu. Aku bersuci. Masa Allah bila aku kagum. dan kesal. Tema atau pokok persoalan cerpen Robohnya Surau Kami sesungguhnya terletak pada persoalan batin kakek Garin setelah mendengar bualan Ajo Sidi. Lalu. lahir batin. Tak pernah aku menyusahkan orang lain. Kehidupan orang ini agaknya monoton. punya kelu arga seperti orang-orang lain. Aku tak ing in cari kaya. Segala kehidu pannya lahir batin diserahkannya kepada Tuhannya. Aku pukul bedug me mbangunkan manusia dari tidurnya. . alur. bikin rumah. dan gaya. Dia tak berusaha mengusahakan orang lain atau membunuh seekor lalat pun. penokohan. tahu? Tak kupikirkan hidupku sendiri. Dia tidak ngotot bekerja karena dia hidup sendiri. latar. Unsur ini berupa tema. apakah itu berupa u ang. m emuji. Tinjauan atas Unsur Intrinsik Unsur intrinsik adalah unsur dalam yang membentuk penciptaan karya sastra. Aku baca KitabNya. Semua orang berusaha menguru s mayatnya dan menguburnya. Apakah salahnya pekerjaanku itu? Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Dia senantiasa bersujud. Tak ku pikirkan hari esokku. Tanpa gag asan pasti dia tidak bisa menulis cerita. supaya bersujud kepadaNya. Aku bersembahyang s etiap waktu. Kematiannya sungguh mengejutkan masyarakat di sana. kue-kue atau rokok. Kemudian dia memilih jalan p intas untuk menjemput kematiannya dengan cara menggorok lehernya dengan pisau cu kur. kelak ia dimasukkan ke dalam neraka. Alahamdulillah kataku bila aku menerima karuniaNya. Gambaran ini terl etak pada halaman 10 berikut ini.

Akibatnya muncullah amanat-amanat lain yang mempertegas amanat utama itu. 12 13 ). Navi s adalah: Pelihara. Amanat-amanat ya ng dimaksud itu di antaranya: (a) Jangan cepat marah kalau ada orang yang mengejek atau menasehati kita karena ada perbuatan kita yang kurang layak di hadapan orang lain. yaitu: (c) Kita jangan terpesona oleh gelar dan nama besar sebab hal itu akan mencelaka kan diri pemakainya. kalau aku masih muda. Jadi amanat pokok yang terdapat dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A. karena engkau terlalu mementingkan diri mu sendiri. Inilah kesalahan mu yang terbesar.A. Ha l ini terdapat pada paragraf kelima halaman delapan kalimat yang terakhir. Sudah lama aku tak marah-marah lagi. Marah ? Ya. Amanat Di dalam sebuah cerita. padahal e ngkau di dunia berkaum. Dari gambaran ini terpapar pula amanat lain. Kau takut masuk neraka. karena di Neraka itu banyak teman-temannya did unia terpanggang hangus. Dengan demikian. Oleh karena itu. Bahkan ada salah seorang yang telah sampai 14 ka li ke Mekkah dan bergelar Syekh pula ( Hlm. Tapi engkau melupakan kau m mu sendiri. tapi engkau tak memperdulikan merek a sedikitpun. Navis ini diteima o leh setiap orang. sehingga mereka itu kucar kacir selamanya. Orang tua menahan ragam. Amana t pokok/utama ini kemudian diperjelas atau diuraikan dalam ceritanya. (b) Jangan cepat bangga akan perbuatan baik yang kita lakukan karena hal ini bis a saja baik di hadapan manusia tetapi tetap kurang baik di hadapan Tuhan itu. jaga. yaitu : Tidak. Gagasan yang men dasari seluruh cerita ini dipertegas oleh pengarangnya melalui solusi bagi pokok persoalan itu. dari ucapan kakek Garin itu jelas tegambar pandangan hidup/cita-cita pengarangny a mengenai karangan untuk cepat marah. melupakan kehidupan anak istimu sendiri. beribadah bertawakkal kepada Tuhan . amanat merupakan keinginan pengarang untuk menyampaikan pesan atau n asihat kepada pembacanya. karena semua orang-orang yang dilihatnya di Neraka itu tak kur ang ibadahnya dari dia sendiri. Dengan kata lain solusi yang dimunculkan pengaranngnya itu dimak sudkan untuk memecahkan pokok persoalan. Hal inilah yang dimaksudkan dengan amanat. merintih kesakitan. wajarlah kalau cerpen karya A. Amanat ini dimuncul kan melalui ucapan kakek Garin pada halaman 9. Sudah begitu lama aku berbuat baik. Dan simpulan temanya itu ternyata bersifat universal.A. karena itu kau taat bersembahyang. Denga n demikian. tetapi aku sudah tua. terlalu egoistis. Tidak hanya itu saja. Takut aku kalau imanku rusak karenanya. bersaudara semuanya. gagasan atau pokok persoalan dituangkan sedemikian rupa oleh pengarangnya sehingga gagasan itu mendasari seluuh cerita. dan jangan bermasabodoh terhadap apa yang kau miliki. Dan tambah tak mengerti lagi dengan keadaan dirinya. .Kemudian pada halaman 16 gambaran itu ditegaskan kembali. iba dahku rusak karenanya. kesalahan engkau. Co ba saja tengok pengalaman tokoh yang bernama Haji Saleh ketika dia disidang di a khirat sana: Alangkah tercengangnya Haji Saleh. yang didalamnya akan terlibat pandangan hidup dan cita-cita pengarang. jika kita buat kesimpulan atas fakta-fakta di atas maka tema ce rpen ini adalah seorang kepala keluarga lalai itu sehingga masalah kelalaiannya itu akhirnya mampu membunuh dirinya.

Di depann ya ada kolan ikan. melupakan kehidupan anak istrimu sendiri. hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu . latar waktu. Kesalahan engkau.. kenapa engkau biarkan dirimu melarat. tidak membanting tulang. kampus. Kedua amanat itu kemudian dirumuskan. A ku beri kau negeri yang kaya raya. tapi engkau tak memperdulikan mere ka sedikitpun. seperti yang sudah dipaparkan di atas pada latar tempat atau contoh yang lainnya seperti berikut : Pada suatu waktu. yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi. Inilah kesalahanmu yang terbesar. karena itu kau taat bersembahyang. simpang yang kelima. ruang. Bagaimana engkau bisa ber amal kalau engkau miskin . bersaudara semuanya. 1 ) Latar Waktu Latar jenis ini. tapi kau malas. Dan akhirnya amanat (d) dan (e) menjadi kunci amanat yang diinginkan pengarang u ntuk pembacanya. dan suasana terjadinya suatu peristiwa. saling memeras. seperti kota. Sedang Aku menyuruh engkau semuanya beramal disamping beribadat. Latar ini dapat berupa daerah. yang terdapat dalam cerpen ini ada yang bersamaan dengan latar tempat. untuk itu cermati sabda Tuhan da lam cerpen ini: . yaitu: latar tempat. dekat pasar. Latar Dalam suatu cerita latar dibentuk melalui segala keterangan. (e) Jangan mementingkan diri sendiri. Pada simpang kecil kekanan. dan latar sosial.(d) Jangan menyia-nyiakan apa yang kamu miliki. di sura u. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tan di jalan kampu ngku. mis alnya: Jika tuan datang sekarang. ada juga yang juga yang jelas-jelas menyebutkan soal waktu. Dan di ujung jalan itu nanti akan tuan temui sebuah surau tua. (hlm. membeloklah ke jalan semp it itu. sekolah. padahal engkau didunia berkaum. seperti yang sudah dituli skan pada bagian awal tentang amanat di atas. rang yang sudah berpulang . sehingga mereka itu ku car kacir selamanya. tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri. seperti yang disabdakan Tuhan dalam cerpen ini halaman 16. karena beribadat tidak mengeluarkan peluh. Tuan akan berhenti di dekat pasar. (hlm. kau lebih suka beribadat saja . hutan. karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Dan e ngkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri. 10) . Melangkahlah menyusuri jalan raya arah k e barat. kata Ajo Sidi memulai. 15). bangun an. kapal. Kau takut m asuk neraka.di Akhirat Tuhan Allah memeriksa orang-o Meskipun begitu. sedang harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. . Latar Tempat Latar jenis ini biasa disebut latar fisik. pengacuan yang berkaitan dengan waktu. Latar tempat yang ada dalam c erpen ini jelas disebutkan oleh pengarangnya. petunjuk. dan sebagainya : Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis. (hlm. hingga anak cucumu teraniaya semua. terlalu egoistis. Lat ar ini ada tiga macam. dan sejenisnya. saling menipu.

kelompok-kelompok s osial dan sikapnya. Setuju. Sudah bertahu n-tahun Ia sebagai Garim. dan berani. Perh atikan pada berikut ini. kebiasaannya. 8) Sedari mudaku aku di sini. dan bahasa. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu. Tokoh-tokoh ini menjadi somb ong di hadapan Tuhannya padahal apa yang dilakukannya belum ada apa-apanya. vokalnya. pekerjaan. . Tuhan kami yang Mah abesar. Datanya seperti ini . Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama indah. termasuk kelompok orang yang sangat kritis. Di dalam cerpen ini la tar sosial digambarkan sebagai berikut : Dan di pelataran surau kiri itu akan tuan temui seorang tua yang biasanya duduk disana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. cara hidup. m emuji-muji kebesaran-Mu. Nya bagaimana ? suatu suara melengking di (hlm. Setuju. penjaga surau itu. Haji soleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. mempropagandakan keadilan-Mu.10) kata Haji Soleh. Kita resolusikan. Latar Sosial Di dalam latar ini umumnya menggambarkan keadaan masyarakat. uah suara menyela. Orang-orang memanggilnya kakek (hlm . dan beraninya Dia sering menganggap enteng orang lain dan akhirnya terjebak dalam kesombongan. contoh latar sosial yang menggambarkan kebiasaan yang lainnya ya itu : Kalau Tuhan akan mau mengakui kehilapan dalam kelompok orang banyak itu. 7) Dari contoh ini tampak latar sosial berdasarkan usia. ya ng paling taat menyembah-Mu. Ia memulai pidatonya: O.kebencian yang bakal roboh Sekali hari aku datang pula mengupah kepada kakek (hlm. Mereka bersorak beramai-ramai (hlm. 13) seb Kebiasaan ini tentunya mengisyaratkan kepada kita bahwa tokoh-tokoh yang terliba t dalam dialog ini (hlm. Kita protes. Setuju. dan lain-lainnya Akhirnya ada latar sosial lain yang digambarkan dalam cerpen ini meskipun hanya sepintas saja gambaranya itu. cocok sekali. Latar sosial ini menunjukkan bahwa salah satu toko h dalam cerita ini termasuk kedalam kelompok sosial pekerja. Karena kritik. tanyaku kehilangan akal sungguh mendengar segala peristiwa oleh perb uatan Ajo Sidi yang tidak sedikitpun bertanggung jawab.13). dan kebisaan at au cara hidupnya. Dan sekarang. bukan ? . banyak yang kita peroleh. dan sekarang ke mana dia ? Kerja Kerja? tanyaku mengulangi hampa. di dunia dulu dengan demonstrasi saja. kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat. Namun demikian. vokal.

memberinya imbalan rokok. Dan yang kedua adalah sebagai instabilitas (ketidakstabilan). 8) Berdasarkan data ini tampak jelas bahwa yang dimaksud cerita mulai bergerak dan tebuka adalah karena informasi ini belum tuntas bahkan menimbulkan pertanyaan. seperti yang disebutkan dalam bagian awal. Didalam ce rpen ini.Dia pergi kerja. yaitu bagian yang didalamnya terdapat keterbukaan. bagian tengah. yaitu bagian eksposisi. yang menjelaskan/ memberitahukan informasi yang dipe rlukan dalam memahami cerita. Yang dimaksud di sini adalah cerita mulai bergerak dan terbuka dengan segala per masalahannya. Sebagai penjaga surau. (hlm. Dan tinggallah surau itu tanpa penjaganya . penjaga surau itu. akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di surau dengan segala tingkah ketuaannya dan ke taatannya beribadat. bagian tengah d imulai dengan jawaban atas pertanyaan yang muncul. struktur plot itu dapat diuraikan seperti berikut. sedang ia tidak pernah meminta imbalan apa-apa. Strukturnya itu terdiri dari tiga bagian. Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali sejum at. bahwa si Kakek wafat karena dongengan yang tak dapat disangkal kebenarannya. k adang-kadang uang. yaitu bagian awal. O rang-orang memanggilnya kakek. Sekali enam bulan Ia mendapat seperempat dari hasil p emunggahan ikan mas dari kolam itu. Karena Ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Jika Tuan datang sekarang hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu k esucian yang bakal roboh. Dalam hal ini. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum (hlm. seperti yang diungkapkan pada data berikut : Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku . 7).ya. Orang-ora ng perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garim. Dan kerobohan itu kian hari kian cepat berlangsungnya . Ia lebih dikenal sebagai pe ngasah pisau. eksposisi cerita dalam cerpen ini b erupa penjelasan tentang keberadaan seorang kakek yang menjadi garim di sebuah s urau tua beberapa tahun yang lalu. Bagian Awal Pada bagian awal cerita ini yang terdapat dalam cerpen ini terbagi atas dua bagi an. Bagian Tengah Meskipun ketidakstabilan dalam cerita memunculkan suatu pengembangan cerita teta pi bagian tengah tidak dimulai dari ketidakstabilan itu. Ia sudah meninggal. Orang-orang suka m inta tolong kepadanya. kakek tidak mendapat apa-apa. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id. Perhatikan data berikut : Tapi kakek ini sudah tidak ada lagi sekarang. Data untuk ini se . Alur (plot) Alur menurut Suminto A. Jawaban itu sedikitnya menggambarkan suatu konplik. dan bagian akhir. Justru. Sayuti (2000:31) diartikan sebagai peristiwa-peristiwa y ang diceritakan dengan panjang lebar dalam suatu rangkaian tertentu dan berdasar kan hubungan-hubungan konsolitas itu memiliki struktur. Orang laki-laki yang minta tolong. m engapa si Kakek wafat dan bagaimana hal itu bisa terjadi ? sehingga ketidakstabi lan ini memunculkan suatu pengembangan suatu cerita. memberinya sambal sebagai imbalan. tapi sebagai Garim ia tak begitu dikenal.

perti berikut: Dan biang keladi dari kecerobohan ini ialah sebuah dongengan yang tak dapat disa ngkal kebenarannya. Tapi aku berjumpa sama istrinya saja. dan sekarang ke mana Dia ? Kerja. Begitu kuat dan hebat. Kenapa ? Mudah-mudahan pisau cukur ini. Dia bercerita karena desakan dari dalam batinnya. Di sudut benar dia duduk dengan lututnya menegak menopang ta ngan dan dagunya. dan pisau cukur tua berserakan di sekitar kaki Kakek. Kerja ? Tanyaku mengulang hampa Kakek menjawab. k ulit sol panjang. Menarik karena adanya kejutan (surp rise). Tidak ia tahu Kakek meninggal ? Sudah. Dia nekat membunuh dirinya sendiri dengan cara menggorok lehernya. Bagian Akhir Bagian terakhir cerita ini ternyata menarik. 8) Rupanya si Kakek sedang dicekam konplik Konplik ini berkembang menjadi konplikasi manakala tokoh aku menanyakan sesuatu yang berupa pisau kepada si Kakek. 8) Data konflik ini kemudian diperkuat dengan pemunculan tokoh alur yang berniat he ndak mengupah si Kakek. jawab istri Ajo Sidi. Aku cari Ajo Sidi ke rumahnya. Kurang ajar dia. (hlm . Bahkan mungkin semakin berat dan meneka n dada dan batinnya. Dan sekarang. segala apa yang diungkapkannya di depan tokoh Aku ini tidak membuatnya merasa ringan. dia begitu geramnya bahkan mengancam. yaitu ketika orang-orang te rkejut mendapatkan si Kakek garin itu meninggal dengan cara mengenaskan. menggorok tenggoroka nnya. Akan tetapi begitu tokoh atau bertemu dengan si Kakek su asananya sangat tidak diharapkan. yang kuasah tajam-tajam ini. klimaks kekecewaan si Kakek berakhir dengan cara yang tragis. Pandangannya sayu kedepan. seolah-olah ada sesuatu yang mengam uk pikirannya. . 9) Kemarahannya ini demikian hebat. Lalu aku ta nya dia. Sebuah blek susu yang berisi minyak kelapa sebuah asahan halus. justru Ajo Sidi menganggap hal itu biasa saja bahkan dia berusaha untuk membelikan kain kafan meskipun hal ini dia pesankan melalui istrinya. Data berikut menggambarka n hal ini. Akibatnya. Hal ini terbukti ketika si Kakek menyeb utkan nama pemilik pisau itu. Dan ia meniggalkan pesan agar dibelikan kain kafan buat Kakek tujuh lapis. Kakek begitu muram. Namun. makanya dia mau saja melepaskan kekesalannya de ngan menceritakan apa yang dilakukan Ajo Sidi terhadapnya di hadapan tokoh aku. (hlm. Penyebab munculnya konplikasi ini bukan karen a pisau itu melainkan pemilih pisau itu. (hlm. tanyaku kehilangan akal sungguh mendengar segala peristiwa oleh perb uatan Ajo Sidi yang tidak sedikitpun bertanggung jawab. Dia sendiri tak mampu menahannya untuk menyembunyikan apa yang diceritakan Ajo Sidi. Kejutannya itu terletak pemecahan masalahnya. Ia sudah pergi.

Selain itu bualannya selalu mengena. benarkah Ajo Sidi orang yang tidak bertanggung jawab? Bukankah perilaku Ajo Sidi yang berusah a menyuruh istrrinya untuk membeli kain kafan itu merupakan suatu bentuk tanggun g jawab? Lalu di mana salahnya? Jika struktur alurnya seperti di atas maka alur cerpen ini dikelompokkan ke dala m alur regresif atau alur flash back (sorot balik). Sudah lama aku tak ketemu dia. Ajo Sidi punya gara-gara. Ajo Sidi dise butkan sebagai si tukang bual yang hebat karena siapa pun yang mendengarnya past i terpikat. Dia pergi kerja. Secara jelas tokoh ini disebut sebagai si tukang bual. Dikatakan demikian karena be nar-benar bertumpu pada kisah sebelumnya.Maka aku ingat Ajo Sidi. Ajo Sidi Tokoh ini sangat istimewa. Aku senang mendengar bualannya. Siapa yang meninggal? Tanyaku kaget. Menurut si tokoh Aku. Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis. Aku ta nya lagi kakek : Bagaimana katanya. Penyelesaian yang penuh kejutan ini agaknya menyisakan pertanyaan. Tidak banyak dimunculkan tetapi sangat menentukan keb erlangsungan cerita ini . Datanya seperti berikut. yang oleh tokoh Aku kisah itu dicerita kan.(hlm. Dan di ujung jalan itu nanti akan Tuan temui sebuah surau tua . Pengarang menggambarkan tokoh ini sebagai orang yang ingin tahu perkara orang la in. Tapi ini jarang terjad .7-8). ketika Aku mau turun rumah pagi-pagi istriku berkata apa aku tak pergi menjenguk. Dan aku ingin ketemu dia lagi. Tokoh Aku Tokoh ini begitu berperan dalam cerpen ini. Lalu aku tanya dia. Tapi aku berjumpa sama i strinya saja. kek ? Ingin tahuku dengan cerita Ajo Sidi yang memurungkan Kakek jadi memuncak. Navis menampilkan tokoh-tokohnya sebagai ber ikut. Kakek? (hlm. a. Penokohan Yang dimaksud dengan penokohan yakni bagaimana pengarang menampilkan perilaku to koh-tokohnya berikut wataknya. Sebutan ini muncul melalui mulut tokoh Aku. Data untuk ini seperti berikut. 16-17). kataku seraya ceepat-ceepat meninggalkan istriku yang tercengang-cengang. Dan biang keladi da ri kerobohan ini ialah sebuah dongengan yang tak dapat disangkal kebenarannya. b. Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. Kakek. Astaga. (hlm. Dari mulutnya kita bisa mendengar ki sah si Kakek yang membunuh dirinya dengan cara menggorok lehernya dengan pisau.Ya. kek ? . Ajo Sidi bisa mengikat or ang-orang dengan bualannya yang aneh-aneh sepanjang hari. si pembual itu. Dan di pelatar an kiri surau itu akan Tuan temui seorang Tua . Ia sudah meninggal . Aku cari AjoSidi ke rumahnya. . Lalu aku tanya pada kakek lagi: Apa ceritanya. Apakah Aj o Sidi tidak membuat bualan tentang kakek ? Dan bualan itukah yang mendurjakan k akek ? Aku ingin tahu.A.9). Orang-orang memanggilnya kakek Tapi kakek ini sudah tidak ada lagi sekarang. B eginilah kisahnya (hlm.(hlm. Dan besoknya. A.16).16).

Tetapi sayang. ketika si kakek bercerita tentang Haji Soleh di depan tokoh Aku. Sebagai pembual. Padahal yang namanya cerita tidak perlu ditanggapi serius tetapi bagi si kake k hal itu seperti menelanjangi kehidupannya. punya ke luarga seperti orang-orang lain. Titik Pengisahan Yang dimaksud dengan titik pengisahan yaitu kedudukan/posisi pengarang dalam cer ita tersebut.A. dia sege ra mengambil jalan pintas malah masuk ke pintu dosa yang lebih besar.(hlm. Akan tetapi. Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke Kota kelahiranku dengan menumpang bis.i karena ia begitu sibuk dengan pekerjaannya. Di sini pengarang tetap mengunakan kata Aku . Di dalam cerpen Robonya Surau Kamii agaknya A. Dia menjadi pusat cerita. Dia bisa segera bertobat dan bersyukur kepada Tuhan sehingga dia bisa membenahi hidup dan kehidupannya sesuai dengan perintah tuhannya. Oleh si penga rang tokoh ini digambarkan sebagai orang yang mudah dipengaruhi dan gampang memp ercayai omongan orang.8-9) . c. bukan ? tak kuingat punya istri. . Dari data ini pula ternyata disebutkan pula bahwa Ajo Sidi orang yang cinta kerj a. Penggambaran watak seperti ini karena tokoh kakek mudah termakan cecrita Ajo Sid i. Si Kakek Tokoh ini agaknya menjadi tokoh sentral. da n cerita ini diperolehnya dari Ajo Sidi. punya anak. sukses terbesar b aginya ialah karena semua pelaku-pelaku yang diceritakannya menjadi pemeo akhirn ya. Secara jelas dan gambla ng watak tokoh ini digambarkan sebagai orang terlalu mementingkan diri sendiri.10). Biasanya kakek gembira menerima ku. Pemunculannya sengaja untuk mengejek atau men yindir orang lain. tahu? Tak terpikirkan hidupku sendiri (hlm. Sedangkan gambaran untuk tokoh si Kakek yang terlalu mementingkan diri sendiri d igambarkan melalui ucapanya sendiri. pengarang ikut terlibat langsung dalam cerita iu atau hanya sebagai pengamat yang berdiri di luar cerita. Walaupu n begitu kata Aku ini merupakan kata ganti orang pertama pasif. karena aku suka memberinya uang . Haji Saleh Tokoh ini adalah ciptaan Ajo Sidi.7). serta terlalu mementingkan di ri sendiri dan lemah imannya. Navis memposisikan dirinya dala m cerita ini sebagi tokoh utama atau akuan sertaan sebab secara langsung pengara ng terlibat di dalam cerita dan ini terasa pada bagian awal cerita.(hlm. seperti data berikut: Sedari mudaku aku di sini. 6. d. Ada-ada saja orang di sekitar kampungku yang cocok dengan watak pelaku-pelak u ceritanya . pendek akal dan pikirannya. pengarang tetap melibatkan diri dalam cerita akan tetapi yang sebenarnya ia sedang mengangkat tokoh utama atau berusaha ingin menceritakan tokoh utamanya. Maksudnya apakah.8). Seandainya si kakek panjang akal da n pikirannya serta kuat imannya tidak mungkin ia mudah termakan cerita Ajo Sidi.(hlm. Dengan begitu wataknya sudah dipersiapkan oleh penciptanya da n karena kemahirannya Ajo Sidi tokoh ini demikian hidup. Tuan akan berhenti di dekat pasar . maka pengarang sudah memposisikan dirin ya sebagai tokoh bawahan. Sekali hari Aku datang pula mengupah pada kakek. Artinya.

kitab-Mu. atau lebih tepatnya menggunakan majas parabel (maj as ini merupakan bagian dari majas alegori) karena majas ini berisi ajaran agama . Mereka sudah menggadaikannya dengan kedudukan. Jadi. Surga. berdoa. lalu. yakni Robohnya Surau Kami. dan Surau serta fitrah Id. Jadi. ketika cerpen ini diterbitkan tidak lama kemudian cerpen ini mendapat tempat di hati pembacanya da n masih terus dibicarakan hingga kini. Syekh. Mereka ini tidak hanya tenggelam d alam KKN dan egoisme tetapi juga tenggelam dalam kemunafikan dan maksiat serta d ibakar emosi dan dendam demi keakuan dirinya dan kelompoknya. Haji Saleh namaku. Sedangkan majas yang digunakan dalam cerpen ini di antaranya majas alegori karen a di dalam cerita ini cara berceritanya menggunakan lambang. neraka. Allah Subhanau Wataala. setelah si Kakek menceritakan tentang Haji Saleh tokoh dongengan Ajo Sidi. melalui simbol ini sebenarny a pengarang ingin mengingatkan kepada pembaca bahwa kesucian hati atau keyakinan kita terhadap Tuhan dan agamanya sudah roboh. juga Sedekah.A. jabatan. Sebab. Dengan demikian gaya biasa disebut sebagai cara pengungkapan seorang yang khas bagi seorang pengarang atau sebagai cara pemakai an bahasa spesifik oleh seorang pengarang. seperti garin. keyakinan. Nasehat dan ejekannya itu ternyata berhasil. hamba-Mu. Majas ini sangat dom inan dalam cerpen ini Selain majas alegori atau parabol. Selain ini. Akhirat. gaya merupakan kemahiran seoran g pengarang dalam memilih dan menggunakan kata. Oleh karena itu dapat memberikan manfaat. Di dalam cerpen ini ternyata pengarang menggunakan kata-kata yang biasa digunaka n dalam bidang keagamaan (Islam). Navis sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di Kelas. atau kalimat dan ungkapan. Tawakal. Tu han. Alhamdu lillah.pengarang kembali ke posisi sebagai tokoh Aku seperti pada bagian awal cerita. cukup banyak tokoh-tokoh k ita dari berbagai kalangan tidak lagi suci hatinya. Cerpen sebagai salah satu karya sastra jelas dapat memberikan manfaat seperti la yaknya karya sastra yang lain. kelompok kata. Inilah sebua h kritik untuk masyarakat kita sekarang ini. maka sewajarnya sebuah cerpen . menginsyafkan umat-Mu. moral atau suatu kebenaran umum dengan mengunakan ibarat. Kolusi. yang tak hendak memelihara apa yang tidak dijaga lagi (hlm.Engkau ? Aku Saleh. Malaikat. Astagfirullah. Suaru di sini merupakan simbol kesucian. yakni tokoh Haji Sa leh dan kehidupan di akhirat. dan pangkat. Manfaatnya selain memberikan kenikmatan dan hibur an. memberikan pengalaman pengganti. beribadat menyembah-Mu. Tapi karena aku sudah ke Mekah. men gembangkan pengertian perilaku manusia dan dapat menyuguhkan pengalaman yang uni versal. pengarang pun menggunakan pula simbol dan majas. Masya-Allah. haji.8). dosa dan pahala. Simbol yang terdapa t dalam cerpen ini tampak jelas pula judulnya. Bahkan ada pula yang keyakinannya terha dap Tuhan dan agamanya terlibat luntur-pudar. Mereka tenggelam dalam Korupsi. pengarang pun menggunakan majas Sinisme seper ti yang diucapkan tokoh aku: Dan yang terutama ialah sifat masa bodoh manusia seka rang. Cerpen Robohnya Surau Kami karya A. Buktinya. Dengan demikian penggunaan majas-ma jas itu untuk mengingatkan atau menasehati sekaligus mengejek pembaca atau masya rakat. dia juga dapat mengembangkan imajinasi. dan Nepotisme (KKN) dan keegoismeannya. Gaya Gaya merupakan sarana bercerita.

Adapun hasil analisisnya sebagai berikut. Jadi. siapa pun (baik yang beragama Islam. agar pembelajaran sastra dengan bahan cerpen itu menarik dan lancar. 2) jangan cepat bangga kalau berbuat baik. Hindu. yaitu bahasa Indonesia. Adapun alur mundurnya mulai muncul di akhir ba . tengah. b. Nvis ini memang sebuah sastra (cerpen) yan g menarik dan baik. Latar Latar yang ada dalam cerpen ini adalah latar tempat. Latar belakang budaya yang ditampilkan pun masih terasa umum. guru dan s iswanya pun haruslah sama-sama membaca cerpen itu lebih dari satu kali dan janga n coba-coba membaca ringkasannya. Namun demikian. akan lebih menarik lagi jika gurunya pun aktif-kreat if ketika membelajarkan siswanya dalam menelaah cerpen tersebut.dapat dijadikan bahan/materi pembelajaran sastra di kelas. 1. Alur Alur cerpen ini adalah alur mundur karena ceritanya mengisahkan peristiwa yang t elah berlalu yaitu sebab-sebab kematian kakek Garin. Hal ini dapat dilihat dari unsur-unsur intrinsik dan kesesua iannya sebagai bahan pembelajaran.A. kristen. 3) jangan terpesona oleh gelar dan nama besar.maupun Budha) bisa dengan mudah memah aminya dan tidak menimbulkan pertentangan yang mendasar. hal ini tidaklah menggangu bahkan akan menarik jika sis wa membandingkan dengan kosa kata non-Islam yang sejenis. Tema Tema cerpen ini adalah seorang kepala keluarga yang lalai menghidupi keluarganya . dan latar sosi al. Tidak hanya ini. Sedangkan strukturnya berup a bagian awal. Dilihat dari segi bahasanya. d. dan akhir. Kesimpulan Cerpen Robohnya Surau Kami karya A. Unsur-unsur Intrinsik a. Meskipun di dalamnya te rdapat kosa kata islami. gaya ba hasanya pun menarik dan pilihan katanya pun dapat memperkaya kosa kata siswa dal am hal bidang keagamaan. latar waktu. cerpen ini jelas menggunakan bahasa yang bisa di pahami pembaca orang Indonesia. 4) jangan menyia-nyiakan yang kamu miliki. Selain itu. c. apalagi di kelas III SMU. Pemilihan dan penetap an cerpen sebagai bahan/materi pembelajaran tentunya harus mengikuti kriteria ya ng sudah ditetapkan secara umum yaitu: a. Amanat Amanat cerpen ini adalah : 1) jangan cepat marah kalau diejek orang. b. Berdasarkan kriteria-kritera inilah kiranya cerpen ini sangat sesuai dan tepat b ila dijadikan bahan ajar untuk pembelajaran sastra di kelas I dan II. dan 5) jangan egois.

da n bagaimana latar budaya yang dimunculkan dalam cerita itu ? Tentu saja hal ini dilakukan guru sebelum pembelajaran dimulai. Kristen. karena bahasa yan g digunakannya bisa dipahami oleh siswa SMU. f. baik untuk tokoh cerita maupun pembacanya yang duduk di tingkat SMU. selain itu konflik-konflik psikologis y ang dimunculkan. 1) Tokoh Aku berwatak selalu ingin tahu urusan orang lain. guru harus mampu membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap cerita tersebut kemudian mengarahkannya ke dalam penga laman siswa sehingga ketika siswa membahas cerita itu. bagaimana kesesuaian psikol ogisnya. . Juga. dan Ha ji Soleh. . g. Berdasarkan uraian di atas. Saran untuk guru . guru pun harus membaca terlebih dahulu sebelum pembela jaran dimulai begitu pula dengan siswanya. Titik Pengisahan Titik pengisahan cerpen ini yaitu pengarang berperan sebagai tokoh utama (akuan sertaan) sebab secara langsung pengarang terlibat di dalam cerita. 1.gian awal dan berakhir di awal bagian akhir. Ajo Sidi. yaitu bagaimana bahasanya. guru harus mampu mem bangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa akan isi cerpen tersebut. jangan sekali-kali membaca rin gkasan cerpen tersebut tanpa pernah membaca cerita itu seluruhnya.Guru yang sudah berani menetapkan cerpen sebagai bahan pembelajaran sastra har us pula membacanya berkali-kali agar memahami isinya. dan majas aleg ori. guru ha rus kreatif ketika sedang membelajarkan siswanya. 4) Haji Soleh yaitu orang yang telah mementingkan diri sendiri. Penokohan Tokoh dalam cerpen ini ada empat orang. Namun. Selain kriteria ini. 2) Ajo Sidi adalah orang yang suka membual 3) Kakek adalah orang yang egois dan lalai. dan sinisme. dan latar budaya yang ditampilkannya pun masih tampak umum sehinga siswa y ang berlatar belakang budaya Islam. 2. Gaya Di dalam cerpen ini pengarang benar-benar memanfaatkan kata-kata. . masih sesuai dengan perkembangan psikologis dan pemikiran siswa SMU. e. konflik psikologis tokoh-tokohnya p un tidak terlalu sulit untuk dipelajari. Kakek. Hindu. Selain itu pe ngarang pun berperan sebagai tokoh bawahan ketika si kakek bercerita tentang Haj i Soleh di depan tokoh aku. bahasannya benar-benar be rdasarkan pengalaman siswa. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas. penulis meyarankan sebagai berikut. mudah dipengaruhi dan mempercayai or ang lain. dan Budha pun dapat menerima nya. yaitu tokoh Aku.Di dalam kegiatan pembelajaran. maka cerpen Robohnya Surau Kami sangat cocok /lay ak jika dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran sastra di SMU. Misalnya.Pemilihan bahan/materi pembelajaran sastra yang berbentuk cerpen sebaiknya men gikuti kriteria yang ada.

Suroto. Made. . Mochtar. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Bandung: Angkasa . Saran untuk siswa . Bandung : Angkasa. Haryati. Bandung: Pustaka Prima. Tarigan. Jakarta : Kurnia Esa. Mursal.Selain itu. Badudu. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Koentjaraningrat. Sayuti. DAFTAR PUSTAKA Arikunto.S. edisi ketiga. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 2001. Suminto A. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Sari Kesusasteraan Indonesia Jilid 2. Teori dan Pembimbingan Apresiasi Sastra Indonesia untuk SMU.1994.1990. Kesusastraan: Pengantar teori dan sejarah.Jika mungkin dan sempat. 1997. Metode Penelitian Seni Budaya Jakarta: Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Henri Guntur. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. dan Winarto Adiwardoyo. Latihan Apresiasi dan Sastra. Jogjakarta: Gama Media. Departemen Pendidikan Nasional.2. Jakar ta: PT Gramedia Pustaka Prima. Bandung: Angkasa. ikutilah setiap seminar atau diskusi sastra di manapu n. baca pula buku-buku yang mengulas isi cerpen itu jika ada. Esten. . Satyagraha. Lubis.1989.1993. 1980. Hoerip. Suharsimi.Berdiskusilah dengan penuh minat dan perhatian agar manfaat sastra bisa dirasa kan .2000. Pembinaan Kritik Sastra Indonesia: Masalah Sistematika Analis is Struktur Fiksi. Jakarta: Bal ai Pustaka. Sukada. J. Kamus Besar Bahasa Indonesia.1984.1999. Berkenalan dengan Prosa Fiksi.1987. 1979. Cerita Pendek Indonesia 1. A. Teknik Mengarang. Jakarta: Rineka Cipta. 1984. Jakart a : Erlangga. Malang: Y ayasan A3 Malang.Sebaiknya siswa harus membaca cerpennya secara utuh berkali-kali agar memahami isinya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful