P. 1
Ad - Art (Perhimpunan Penghuni Rumah Susun)

Ad - Art (Perhimpunan Penghuni Rumah Susun)

|Views: 2,116|Likes:

More info:

Published by: Mukroni Caleg Hanura on Nov 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

DRAFT

ANGGARAN DASAR PERHIMPUNAN PENGHUNI RUMAH SUSUN (PPRS) “MENARA CAWANG”
Mukadimah
Bahwa berkat rahmat Tuham Yang Maha Esa, sebagaimana telah diatur dalam UUD 1945, setiap warga negara Indonesia berhak berserikat dan berkumpul membentuk organisasi sesuai dengan maksud dan tujuannhya, Negara Indonesia wajib melindungi setiap warganya yang berserikat dan berkumpul sesuai dengan ketentuan-peraturan yang berlaku di wilayahnya sebagaiman diamanatkan oleh UUD 1945. Begitu juga dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 1985 Pasal 19, Ayat 1 tentang Rumah Susun berbunyi: “Penghuni Rumah Susun wajib membentuk Perhimpunan Penghuni”, yang kemudian diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomer 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun. Pengertian Rumah Susun adalah bangunan gedung bertingkat yang terstruktur secara fungsional dalam arah horizontal dan arah vertikal yang terbagi dalam satuan-satuan yang masing-masing jelas batas-batasnya, ukuran dan luasnya, dan dapat dimiliki dan dihuni secara terpisah, ada Bagian Bersama dari bangunan tersebut serta Benda Bersama dan Tanah Bersama yang diatasnya didirikan Rumah Susun yang karena sifat dan fungsinya harus digunakan dan dinikmati bersama dan tidak dapat dimiliki secara perseorangan. Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” yang merupakan milik perseorangan dikelola oleh pemiliknya, sedangkan yang merupakan hak bersama harus digunakan dan dikelola secara bersama karena menyangkut kepentingan untuk kehidupan bersama. Penggunaan dan pengelolaan hak bersama harus diatur dan dilakukan oleh suatu Perhimpunan Penghuni Rumah yang diberi wewenang dan tangung jawab untuk itu. Oleh karena itu penghuni Rumah Susun wajib membentuk Perhimpunan Penghuni Rumah Susun yang mempunyai tugas dan wewenang untuk mengelola

dan memelihara rumah susun beserta lingkungannya dan menetapkan peraturanperaturan mengenai tata tertib penghunian. Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) dapat membentuk atau merujuk Badan Pengelola yang bertugas untuk menyelenggarakan pengelolaan yang meliputi pengawasan terhadap penggunaan Bagian Bersama, Benda Bersama, Tanah Bersama dan pemeliharaan serta perbaikannya. Dana yang dipergunakan untuk membiayai pengelolaan dan pemeliharaan Rumah Susun diperoleh dari pemungutan Iuran Pengelolaan dari anggota Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) Dan dari hal tersebut di atas, maka diharapkan timbulnya kesadaran akan tangung jawab terhadap Bangsa dan Negara. Dilihat dari kondisi masyarakat Indonesia maka tujuan dari kegiatan pembangunan di Indonesia seutuhnya yang mampu berkarya di dalam pembangunan nasional, maka dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa para Pemilik dan Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang” telah berketetapan hati dan bertekad bulat untuk membentuk dan mendirikan suatu perhimpunan para Pemilik dan Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang” yaitu dengan dibentuknya suatu Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) “Menara Cawang” yang disingkat PPRS “MC”. Mengingat pentingnya kedudukan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) “Menara Cawang” yang diberikan status Badan Hukum oleh Undang-undang No. 16 Tahun 1985 dan atas dasar pertimbangan kebersamaan dan kekeluargaan serta dengan mengharapkan rakhmat dari Tuhan Yang Maha Esa, maka diatur dan disusunlah Anggaran Dasar (AD) Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) “Menara Cawang” sebagai berikut : BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Definisi 1. Anggaran Dasar Perhimpunan Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang” atau disingkat AD PPRS “MC” adalah Anggaran Dasar Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) “Menara Cawang”

2|AD PPRS “MC”

2. Anggaran Rumah Tangga (ART) Perhimpunan Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang” atau ADT PPRS “MC” adalah Anggaran Rumah Tangga Rumah Susun “Menara Cawang” 3. Anggota adalah Anggota Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS)“Menara Cawang” 4. Badan Pengelola adalah suatu badan yang akan melaksanakan pengelola rumah susun “Menara Cawang” 5. Bagian Bersama adalah bagian-bagian tertentu dari Rumah Susun “Menara Cawang” yang mempunyai fungsi yang tidak dapat dipisahkan dari Rumah Susun “Menara Cawang”, dan dimiliki serta digunakan secara bersama-sama oleh para Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang”, seperti : ruang tangga, lift, pondasi, kolom balok, dinding, lantai, atap, talang air, saluran-saluran, pipapipa, jaringan-jaringan listrik, telekomunikasi, ruang ac, genset dan yang bersifat sejenis lainnya. 6. Benda bersama adalah benda-benda atau barang-barang yang sifatnya secara terstruktur terpisah dari bangunan Rumah Susun “Menara Cawang” tetapi, dimiliki secara bersama-sama untuk pemakaian bersama, seperti : mebel, pot tanaman, bangunan pertamanan, bangunan sarana sosial, bangunan sarana rekreasi, bangunan gardu, tempat bermain, tempat parkir, kolam renang, sarana olah raga dan yang bersifat sejenis lainnya. 7. Nilai Perbandingan Proporsional (NPP) adalah angka perbandingan yang menunjukan perbandingan besarnya hak dan kewajiban Pemilik dan/atau Penghuni Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang” terhadap Bagian Bersama, Benda Bersama dan Tanah Bersama, sebagaimana akan dihitung secara proporsional berdasarkan perbandingan antara luas Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang” yang dimiliki terhadap luas Rumah Susun “Menara Cawang” secara keseluruhan; 8. Pemilik Rumah Susun “Menara Cawang” adalah subyek hukum dan baik perseorangan dan/atau badan hukum yang menjadi pemilik Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang, yang memenuhi syarat sebagai pemegang Hak Milik atas Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang” sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

3|AD PPRS “MC”

9. Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang” adalah pemilik dan/atau pihak lain yang mendapat kewenangan dari pemilik, dan/ atau penyewa, baik perseorangan atau Badan Hukum yang secara nyata berdiam atau menempati dan memanfaatkan Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang”; 10. Penyelenggara Pembangunan adalah PT. Cawang Housing, suatu Perseroan Terbatas yang berkedudukan di Jakarta. 11. Perhimpunan Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang” atau disebut juga PPRS “MC” adalah perhimpunan para pemilik dan/atau Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang” 12. Pengurus Perhimpunan adalah Pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) “Menara Cawang” 13. “Menara Cawang” atau disebut juga “Rumah Susun” adalah suatu Rumah Susun yang terletak di Jalan SMA 14, Kelurahan Cawang, Rukun Tetangga No. 007 Rukun Warga No. 009, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, yang terdiri dari ………..sebagaimana tergambar dari uraiaan dalam lampiran AD PPRS “MC” ini; 14. Rapat Pengurus adalah Rapat Umum Pengurus PPRS “MC” 15. Rapat Umum adalah Rapat Umum Anggota PPRS “MC” 16. Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” adalah satuan unit Rumah Susun “Menara Cawang” yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari rumah susun. 17. Sertipikat Hak Milik atau Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” atau disingkat SHM Sarusun adalah sertipikat sebagai alat pembuktian yang kuat atas kepemilikan Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang”; 18. Tanah Bersama adalah sebidang tanah dengan batas-batas jelas yang untuk selanjutnya digunakan sebagai dasar hak kepemilikan bersama atas tanah tersebut, yang diatasnya dibangun Rumah Susun “Menara Cawang: termasuk sarana dan prasarana beserta fasilitas pendukung lainnya. 19. Tata Tertib adalah segala peraturan dan tata tertib yang berlaku di Rumah Susun “Menara Cawang”.

4|AD PPRS “MC”

BAB II NAMA DAN WAKTU SERTA KEDUDUKAN Pasal 2 Nama dan Waktu serta Kedudukan 1. Nama wadah perhimpunan ini adalah : Perhimpunan Rumah Susun (PPRS) “Menara Cawang” selanjutnya disingkat PPRS “MC”. 2. PPRS “MC” didirikan pada tanggal ……….oleh para pendirinya yang pertama untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya. BAB III AZAS DAN LANDASAN SERTA SIFAT Pasal 3 Azas dan Landasan serta Sifat 1. PPRS “MC” berazaskan Pancasila. 2. PPRS “MC” berlandaskan : 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 2.5. Undang-undang dasar 1945 sebagai landasan konstitusional Undang-undang Nomer 16 Tahun 1985 tentang rumah susun Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1988 tentrang rumah susun Peraturan Pemerintah Nomer: 15 Tahun 2007 tentang Peraturan Gubernur Nomer :………..

3. PPRS “MC” bersifat sebagai satu-satunya wadah bagi Pemilik/Penghuni untuk urusan Benda Bersama, Bagian Bersama dan Tanah Bersama di Rumah Susun.

BAB IV MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 4 Maksud dan Tujuan 4. PPRS “MC” didirikan dengan maksud : a. Memenuhi ketentuan undang-undang, dalam hal ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 Undang-undang No. 16 Tahun 1985 jo. Pasal 54 ayat 1

5|AD PPRS “MC”

Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun serta Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No. 15 Tahun 2007. b. Memenuhi amanat para Penghuni sebagai pelaksanaan Pasal 54 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun 5. Adapun tujuannya adalah : a. Mengatur dan mengurus kepentingan bersama diantara para Penghuni Rumah Susun “Menara Cawang” dengan menerapkan keseimbangan antara kepentingan para Penghuni maupun Pemilik agar dapat dicapai ketertiban, dan keselarasan kehidupan bertetangga dalam menggunakan dan mengelola Bagian Bersama, Benda Bersama dan Tanah Bersama, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. b. Menciptakan kehidupan para Anggota yang sadar ber-Pancasila, serasi, selaras, dan seimbang dalam rumah susun dan lingkungan. c. Membina terciptannya kegotongroyongan dalam kehidupan lingkungan yang sehat, tertib dan aman di lingkungan Rumah Susun; d. Mengatur dan membina kepentingan penghuni.

BAB V Pasal 5 Status Hukum 1. PPRS “MC” mempunyai status hukum sebagai suatu badan hukum sebagaimana dimaksud Pasal 19 ayat 2 Undang-undang Nomer 16 Tahun 1985 juncto Pasal 54 ayat 2 Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1988 tentang Rumah Susun; 2. Sesuai dengan Undang-undang Nomer 16 Tahun 1985 juncto Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1988 tentang rumah susun, PPRS “MC” memperoleh status sebagai Badan Hukum terhitung sejak tanggal disahkannya AD PPRSCM oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta. BAB VI TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 6 Tugas Pokok Tugas Pokok PPRS “MC” adalah:

6|AD PPRS “MC”

1. Mengesahkan AD PPRS “MC” yang disusun oleh Pengurus PPRS “MC” dalam Rapat Umum; 2. Membina para Anggota ke arah kesadaran hidup yang serasi, selaras dan seimbang dalam dan lingkungannya; 3. Menyelenggarakan tugas-tugas administrasi penghuni; 4. Memenuhi dan melaksanakan setiap persyaratan dan ketentuan-ketentuan perundangundangan yang berlaku khususnya Peraturan Rumah Susun serta yang tercantum dalam AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC”; 5. Menunjuk atau membentuk dan mengawasi Badan Pengelola dalam pengelolaan Rumah Susun dan lingkungannya. 6. Menyelenggarakan pembukuan dan administrasi keuangan pengelolaan PPRS “MC”; 7. Menetapkan dan menerapkan sanksi terhadap pelanggaran yang telah ditetapkan dalam AD PPRS “MC” dan ART PPRSCMC 8. Melakukan setiap usaha yang menjamin dan meningkatkan kesejahteraan Anggota Perhimpunan, khususnya yang berhubungan dengan bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama. 9. Mengawasi dan mengarahkan seluruh dan setiap kegiatn anggotanya sehubungan dengan kepemilikannya/kepenghuniannya atas suatu Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” yang dimiliki/dihuninya, dan/atau setiap orang/ pihak secara nyata menjadi Penghuni dari Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” tertentu agar sesuai dan memenuhi ketentuan peraturan Rumah Susun tertentu agar sesuai dan memenuhi ketentuan peraturan Rumah Susun, AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” serta peraturan-peraturan lainnya sebagaimana berlaku dan diberlakukan oleh PPRS “MC” dan/atau Badan Pengelola. Pasal 7 Fungsi Fungsi PPRS “MC” adalah: 1. Membina terciptanya kehidupan yang sehat, tertib, aman dan serasi dalam lingkungan Rumah Susun. 2. Membina dan mengatur kepentingan Anggota dengan menerapkan keseimbangan kepentingan pribadi yang selaras dengan kepentingan bersama Anggota;

7|AD PPRS “MC”

3. Mengelola Rumah Susun dan lingkungannya yang menyangkut penghunian dan kepemilikan Bagian Bersama, Benda Bersama dan Tanah Bersama.

BAB VII KEANGGOTAAN DAN DAFTAR ANGGOTA Pasal 8 Keanggotaan 1. Setiap pemilik dan/ atau Penghuni atas Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang” wajib menjadi Anggota PPRS “MC”. 2. Yang dapat menjadi Anggota PPRS “MC” adalah subyek hukum (perorangan/Badan Hukum) yang memiliki, atau memakai, atau menyewa beli yang memanfaatkan Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang”. 3. Keanggotaan PPRS “MC” diwakili oleh Kepala Keluarga/Penanggung Jawab Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang” dan mulai berlaku sejak terdaftar dalam daftar anggota; 4. Dalam hal Kepala Keluarga/Penanggung Jawab Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” “Menara Cawang” yang bersangkutan berhalangan, maka dapat diwakili orang lain berdasarkan surat kuasa yang sah menurut hukum; 5. Dalam hal Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” dimiliki oleh lebih dari satu orang, para pemilik harus menentukan satu orang sebagai wakil mereka dan menyampaikan secara tertulis kepada Pengurus PPRS “MC” untuk didaftarkan dalam Daftar Anggota; 6. Dalam hal Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” dimiliki oleh badan hukum maka akan diwakili oleh Direksi atau kuasanya; Pasal 9 Daftar Anggota 6. Pengurus PPRS “MC” akan menentukan dan menyusun daftar para Anggota dari waktu ke waktu, sesuai petunjuk AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC”; 7. Daftar Anggota adalah daftar yang memuat nama para Kepala keluarga/Penanggung Jawab Satuan Rumah Susun “Menara Cawang”, berikut keterangan-keternagan yang diperlukan.

8|AD PPRS “MC”

BAB VIII HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA Pasal 10 Hak Anggota Hak Anggota : 1. Memilih dan dipilih menjadi Pengurus PPRS “MC” sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalam AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” 2. Mengajukan usul dan pendapat dalam Rapat Umum sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” 3. Memanfaatkan atau memakai sesuai keperluannya atas kepemilikan dan atau pengunaan Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” secara tertib dan aman, termasuk Bagian Bersama, Benda Bersama, dan Tanah Bersama; 4. Mendaopat perlindungan sesuai dengan ketentuan AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” Pasal 11 Kewajiban Anggota Kewajiban-kewajiban Anggota: 1. Memenuhi dan melaksanakan AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” dan Tata Tertib, baik yang diputuskan dalam Rapat Umum dan Rapat Umum Luar Biasa, atau oleh Pengurus PPRS “MC” atau oleh Badan Pengelola yang disetujui oleh Pengurus PPRS “MC” 2. Mematuhi segala peraturan dan ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang mengatur tentang Rumah Susun; 3. Membayar kewajiban keuangan yang dipungut oleh Perhimpunan dan atau Badan Pengelola, sesuai dengan syarat-syarat yang telah diperjanjikan antara Pengurus PPRS “MC” dengan Badan Pengelola ataupun berdasarkan ketentuan AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC”. 4. Memelihara, menjaga keamanan, ketertiban dan keserasian dalam lingkungan Rumah Susun “Menara Cawang”; 5. Memelihara, menjaga, mengatur, memperbaiki Rumah Susun “Menara Cawang” yang dimiliki atau dihuninya;

9|AD PPRS “MC”

6. Menunjang terselengaranya tugas-tugas pokok Pengurus PPRS “MC” 7. Membina hubungan antara sesama Penghuni berdasarkan azaz kekeluargaan dan norma-norma kehidupan bermasyarakat Bangsa Indoensia. BAB IX KEDAULATAN, HAK SUARA DAN HAK BICARA Pasal 12 Kedaulatan Kedaulatan PPRS MC berada di tangan Anggota berdasarkan hak suara dengan nilai perbandingan proporsional (NPP) hak suara yang dimilikinya dan dilaksanakan melalui forum-forum rapat yang diadakan untuk itu. Pasal 13 Hak Suara dan Hak Bicara 1. Hak suara kepemilikan, yaitu hak suara setiap Anggota Pemilik dalam rangka mengatur hal-hal yang berkaitan dengan kepemilikan dan pengelolaan Rumah Susun “Menara Cawang” antara lain yang menyangkut Bagian Bersama, Benda Bersama dan Tanah Bersama serta fasilitas bersama, maka setiap anggota pemilik mempunyai hak suara esuai NPP yang dimilikinya sebagaimana tercantum dalam SHM Sarusun. Hal ini mencangkup: a. Hak untuk menetapkan AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” beserta perubahannya dan/ atau penambahannya dari waktu ke waktu b. c. d. e. Hak untuk memilih Pengurus PPRS “MC” Hak menetapkan sanks-sanksi Hak mengambil keputusan untuk perubahan Hak pemeliharaan, penambahan, perbaiakan dan pemanfaatan fasilitas-fasilitas serta pengoperasianya; f. Menetapkan besarnya Dana Cadangan dan pengunaanya;

2. Hak Bicara, yaitu hak bicara yang dimiliki oleh Angota Penghuni untuk mengajukan usul dan/ atau pendapat dalam rangka perbaiakan pengelolaan rumah susun, baik dari segi teknis maupun hubungan kemasyarakatan anatar penghuni rumah susun.

10 | A D P P R S “ M C ”

BAB X SUSUNAN ORGANISASI, PERSYARATAN, WEWENANG DAN KEWAJIBAN PENGURUS Pasal 14 Susunan Organisasi dan Persyaratan Anggota Pengurus PPRS “MC” 1. Anggota PPRS “MC” dipilih sebagai anggota Pengurus PPRS “MC” sesuai dengan jabatannya dengan susunan organisasi sebagai berikut: a. Ketua -Anggota Pemilik -Warga Negara Indonesia b. Wakil Ketua -Anggota Pemilik dan/atau Penghuni -Warga Negara Indonesia c. Sekretaris -Angota Pemilik -Warga Negara Indonesia d. Wakil Sekretaris -Angota Pemilik dan/ atau Penghuni -Warga Negara Indonesia e. Bendahara -Angota Pemilik -Warga Negara indoensia f. Wakil Bendahara -Anggota Pemilik dan/ atau Penghuni -Warga Negara Indonesia 2. Yang dapat dipilih menjadi Pengurus PPRS “MC” adalah para angota yang sah menurut hukum dan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. b. c. d. Warga Negara Indonesia Sudah dianggap dewasa sesuai ketentuan perundang-undangan Sehat jasmani dan rohani Tidak dalam status menjalani pidana kurungan karena suatu tindak kriminal

11 | A D P P R S “ M C ”

e.

Mempunyai kepribadian yang jujur, bertangung jawab, kreatif dan tangap dalam menyelasaikan segala permasalahan yang timbul.

f. g. h.

Tidak pernah tersangkut dengan organisasi yang dilarang Pemerintah Indonesia; Mampu bekerja sama dengan sesama Badan Pengurus lainnya; Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan kerja yang baik, berwawasan luas dan berdedikasi;

i.

Diutamakan Pemiik yang menjadi Penghuni Rumah Susun;

3. Pengurus PPRS “MC” dipilih dari dan oleh Anggota dalam Rapat Umum yang khusus diadakan untuk itu; 4. Pengurus PPRS “MC” dipilih berdasarkan asas musyawarah dan mufakat secara kekeluargaan. Apabila musyawarah dan mufakat tidak dapat tercapai, maka

pemilihan dapat dilakukan dengan cara pemungutan suara terbanyak atau voting.

Pasal 15 Kewenangan Pengurus PPRS “MC” 1. Ketua dan Sekretaris Pengurus PPRS “MC” secara bersama-sama berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Badan Pengurus, Dalam hal Ketua tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka sekretaris bersama wakil ketua mempunyai kekuasaan untuk bertindak untuk dan atas nama Badan Pengurus, sedangkan dalam hal Sekretaris tidak hadir atau berhalanagan karena sebab apapun, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Ketua dan Wakil sekretaris mempunyai kekuasaan untuk bertindak dan atas nama Badan Pengurus; 2. Pengurus Perhimpunan mewakili dan secara sah mengikat PPRS “MC” baik ke dalam maupun ke luar pengadilan sehubungan mengenai segala hal dan dalam segala kejadian serta menjalankan segala tindakan-tindakan, yang sesuai dengan AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menjalankan segala tindakan-tindakan baik mengenai kepengurusan maupun mengenai kepemilikan dalam ruang lingkup pengelolaan Rumah Susun dan berhak mengambil segala tindakan yang dapat dipertanggung jawabkan dalam Rapat Umum berkenaan dengan pengelolaan Rumah Susun dan kepengurusan PPRS “MC”.

12 | A D P P R S “ M C ”

3. Menyusun Program Kerja PPRS “MC” untuk disahkan dalam Rapat Umum. 4. Menunjuk atau membentuk Badan Pengelola dalam pengelolaan Rumah Susun dengan mutu pengelolaan yang baik 5. Mengawasi pekerjaan Badan Pengelola dalam rangka pengelolaan Rumah Susun beserta Bagian Bersama, Benda bersama dan Tanah Bersama; 6. Jika dipandang perlu, mengusulakan perubahan-perubahan atas AD PPRS “MC” maupun ART PPRS “MC”. 7. Memintakan pengesahan dari Rapat Umum Anggota atas perubahan-perubahan dalam AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” yang diusulkan; 8. Pengurus PPRS “MC” berwenang membuat dan mengubah Tata tertib serta kebijakan PPRS “MC” sesuai dengan AD PPRS “MC” dan ARTPPRS “MC”; 9. Menjalin hubungan kerjasama baik secara langsung maupun tidak langsung dengan pihak ketiga dan/ atau pihak-pihak terkait sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundangan 10. Pengurus PPRS “MC” berwenang memberikan teguran, peringatan dan sanksi terhadap anggota perhimpunan yang melanggar atau tidak mematuhi AD PPRS “MC” dan/ atau ART PPRS “MC” dan/ atau Tata Tertib dan/ atau Keputusan Rapat Umum dan/ atau Keputusan Rapat Badan Pengurus; 11. Mengusulkan kepada Badan Pengelola besarnya iuran pengelolaan (service charge dan sinking Fund) yang layak; 12. Menyusun serta mengusulkan angaran renovasi termasuk usulan penetapan iuran cadangan renovasinya serta iuran-iuran lainnya jika dirasakan perlu untuk disahkan dalam Rapat Umum PPRS “MC” 13. Menentukan penggunaan dana cadangan renovasi (sinking fund) untuk hal yang belum dianggarkan karena sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau tindakan mendesak yang harus diambil segera mempetahankan kelangsungan atau kelanjutan kegiatan operasi; 14. Mengadakan pengikatan sewa, kerja sama operasi atau bagi hasil dengan pihak lain untuk pemanfaatan Bagian Bersama, Benda Bersama maupun Tanah Bersama dengan Tujuan agar memberikan keuntungan yang optimal bagi perhimpunan. 15. Pembagian tugas diantara para angota Pengurus PPRS “MC” diatur dalam ART PPRS “MC”

13 | A D P P R S “ M C ”

16. Melaksanakan

kewenangan-kewenangan

lain

yang

diberikan

dalam

Rapat

UmumAnggota maupun Rapat Umum Angota Luar Biasa.

Pasal 16 Kewajiban Pengurus PPRS “MC” Pengurus PPRS “MC” berkewajiban: 1. Melaksanakan AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” 2. Memberikan pertangungjawabkan kepada Rapat Umum 3. Menyampaiakan laporan kepada anggota secara berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setahun atas pekerjaan Badan Pengelola; 4. Menyelenggarakan tugas-tugas administrasi pengunian Rumah Susun 5. Melaksanakan keputusan-keputusan Rapat Umum dan Rapat Pengurus 6. Membina Anggota ke arah kesadaran hidup bersama yang selaras, serasi dan seimbang dalam kehidupan di rumah susun; 7. Mengawasi pelaksanaan penghunian/pemakaiaan Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” agar Penghuni/pemakai Satuan Rumah Susun “Menara Cawang” mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam AD PPRSCM dan ART PRSCM serta pengikatan atau perjanjian dengan Badan Pengelola 8. Menetapkan dan menerapkan sanksi langsung maupun tidak langsung terhadap pelanggaran yang telah dilakukan angota atas AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC”, Keputusan Rapat Umum, Keputusan Rapat Pengurus, Tata Tertib; 9. Menjalin hubungan kerjasama secara langsung maupun tidak langsung dengan pihakihak terkait sebagaimana dimaksud dalam peraturan Perundang-undangan, dalam rangka lebih meningkatkan upaya mewujudkan tujuan PPRS “MC” 10. Menyusun serta memelihara Buku Daftar Anggota 11. Menyusun serta memelihara buku administrasi surat 12. Menyusun serta memelihara buku daftar harta kekayaan PPRS “MC”.

14 | A D P P R S “ M C ”

BAB XI MASA JABATAN PENGURUS Pasal 17 Masa Jabatan Pengurus Masa bakti kepengurusan Perhimpunan adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal pengesahan Pengurus PPRS “MC” oleh Rapat Umum dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa bakti berikutnya untuk jabatan yang sama.

BAB XII PENUNJUKAN, TUGAS HAK DAN KEWENANGAN BADAN PENGELOLA Pasal 18 Penunjukan Badan Pengelola PPRS “MC” melalui pengurusnya dapat membentuk atau menunjuk Badan Pengelola yang berstatus badan hukum dan profesional yang sesuai dengan tingkat kebutuhannya yang bertugas menyelenggarakan pengelolaan rumah susun; Pasal 19 Tugas Badan Pengelola Tugas-tugas Badan Pengelola 1. Melaksanakan pemeriksaan, pemeliharaan, kebersihan dan perbaikan rumah susun dan lingkungannya atas Bagian Bersama, Benda Bersama dan Tanah Bersama dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing bagian pengelolaan; 2. Mengawasai ketertiban dan keamanan Penghuni serta penggunaan Bagian Bersama, Benda Bersama dan Tanah Bersama sesuai dengan peruntukannya; 3. Memberikan laporan secara berkala kepada pengurus PPRS “MC” sekurangkurangnya setiap 3 (tiga) bulan: 4. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Pengurus PPRS “MC” 5. Mempertangungjawabkan kepada PPRS “MC” tentang penyelenggaraan pengelolaan rumah susun Pasal 20 Hak dan Kewenangan Badan Pengelola Hak dan Kewenangan Badan Pengelola adalah : 1. Membuat Tata Tertib dan aturan lainnya yang berhubungan dengan pengelolaan rumah susun; 15 | A D P P R S “ M C ”

2. Melaksanakan pemungutan setiap dan seluruh pembayaran kepada tiap-tiap penghuni untuk masing-masing bagian pengelolaan yang sebagaimana yang diatur lebih lanjut dalam perjanjian pengelolaan; 3. Hak dan kewenangan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan 2 pasal ini dengan persetujuan pengurus PPRS “MC”; BAB XIII Musyawarah dan Rapat-Rapat Pasal 21 1. Rapat-rapat PPRS “MC” terdiri dari: a. Rapat Umum : b. Rapat Umum Tahunan Rapat Umum Luar Biasa

Rapat Pengurus PPRS “MC” Pasal 22

Rapat Umum merupakan forum kewenangan yang tetingi untuk : 1. Memilih, menetapkan, dan mengesahkan Pengurus PPRS “MC” 2. Memberhentikan PPRS “MC” 3. Merubah dan mengesahkan Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga; 4. Menyetujui program kerja PPRS “MC” dan mengambil keputusan atas tindakan yang diangap perlu sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh peraturan perundangundangan serta AD PPRS “MC” dan ART PPRS “MC” 5. Menilai pertangungjawaban Pengurus PPRS “MC” 6. Menetapkan Badan Pengelola; 7. Menetapkan besarnya iuran pengelolaan termasuk penyesuaiannya apabila diperlukan sesuai dengan usulan dari Pengurus PPRS “MC”

Pasal 23 KOURUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Peserta Rapat Umum terdiri dari seluruh anggota dan pengurus PPRS “MC”. Pasal 24 Kourum

16 | A D P P R S “ M C ”

1. Rapat Umum PPRS “MC” dinyatakan sah apabila dihadiri langsung maupun yang diwakilkan telah mencapai minimal 51% (lima puluh satu persen) dari Nilai Perbandingan Proporsional (NPP) dan segala keputusan yang diambil mengikat seluruh anggota PPRS “MC”; 2. Dalam hal Anggota PPRS “MC” yang hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan belum mencapai kourum sebagaimana yang ditentukan dalam butir 1 Pasal ini, maka rapat ditunda maksimum 2 (dua) kali kesempatan yang masingmasing lamanya adalah 30 (tiga puluh) menit; 3. Jika setelah kedua kali penundaan rapat tersebut belum juga mencapai kourum sebagaimana tersebut dalam ayat 1 Pasal ini, maka Anggota yang hadir dapat melangsungkan Rapat Umum PPRS “MC” dan mengambil keputusan yang sah; Pasal 25 Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan pada azasnya dilakukan berdasarkan musyawarah dan mufakat, dan apabila hal tersebut tidak tercapai maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan pemungutan suara terbanyak atau votin; Bab XIV KEUANGAN Pasal 26 Keuangan diperoleh dari : 1. Iuran anggota, meliputi : a. b. c. d. Jaminan Iuran Pengelolaan (security deposit) Iuran Pengelolaan Dana cadangan (Sinking Fund) Asuransi Gedung

2. Usaha-usaha lain yang sah; 3. Iuran sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini, akan diatur lebih lanjut dalam ART PPRS “MC” dan/ atau dalam PPRS “MC” lain yang ditetapkan oleh PPRS “MC”

17 | A D P P R S “ M C ”

BAB XV HUBUNGAN DENGAN PIHAK-PIHAK TERKAIT Pasal 27 1. PPRS “MC” menjalin hubungan kerjasama baik secara langsung maupun tidak langsung dengan pihak-pihak terkait sebagaimana dimaksud dengan peraturan perundang-undangan, dalam rangka lebih meningkatkan upaya mewujudkan tujuan PPRS “MC” 2. Hubungan kerja sama sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini meliputi: a. Bilamana diperlukan memohon bantuan dinas perumahan DKI Jakarta dan pihak-pihak terkait lainnya, dalam menerapkan sanksi bagi Anggota yang tidak mematuhi Tata Tertib penghunia, ketentuan yang berlaku vdalam pengelolaan rumah susun. b. Bekerjasama dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional DKI Jakarta dalam hal sertipikasi; c. Bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta cq. Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, dalam hal ketertiban di Rumah Susun d. Bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait dalam hal taguhan rekening utilitas, pembayaran PBB dan asuransi; BAB XVI PERUBAHAN TERHADAP ANGGARAN DASAR Pasal 28 1. Perubahan terhadap Anggaran Dasar ini hanya dapat diadakan berdasarkan keputusan 2/3 anggota yang hadir dalam Rapat Anggota Tahunan atau Rapat Anggota Tahunan Luar Biasa yang diadakan khusus untuk perubahan Anggaran Dasar. 2. Salinan rancangan perubahan Anggaran Dasar harus sudah disampaikan kepada setiap anggota sekurang-kurangnya 7 (tujuh hari sebelum Rapat Anggota diselenggarakan BAB XVII PEMBUBARAN PPRSC Pasal 29 1. Perhimpunan bubar karena antara lain:

18 | A D P P R S “ M C ”

a. Tanah dan bangunan Rumah Susun musnah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 Peraturan Pemerintah Nomer 4 Tahun 1988 b. Hak atas tanah Bersama nya tidak dapat diperpanjang lagi; c. Bangunan Rumah Susun tidak ada lagi; d. Melaksanakan peraturan perundang-undangan yang menetapkan bubarnya PPRS “MC” ini; e. Hasil keputusan musyawarah Rapat Umum yang khusus diadakan untuk keperluan itu. 2. Dalam hal terjadi pembubaran PPRS “MC” maka harus kekayaan/asset PPRS “MC” dibagikan kepada Pemilik sesuai dengan NPP yang dimilikinya, dengan melihat kenyataan yang ada. BAB XVIII PERATURAN PERALIHAN Pasal 30 1. Peraturan Tata Tertib yang selama ini berlaku, masih tetap berlaku sebelum diganti/ dicabut dengan yang baru sesuai dengan ketentuan AD PPRS “MC” ini; 2. Selama SHM Sarusun belum dapat ditertibkan, maka untuk kepentingan pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 1 dan Ayat 2 Undang-undang Nomer 6 Tahun 1985 juncto Pasal 58 Ayat 1 dan Ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomer 4 Tahun 1988, Perhimpunan dapat menerima BAB XIX ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS Pasal 31 1. Anggaran Rumah Tangga dan perubahannya yang memuat peraturan pelaksanaan dari ketentuan dalam Anggaran Dasar ditetapkan dalam Rapat Anggota, sejauh tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar ini. 2. Peraturan khusus yang memuat perunjuk pelaksanaan dari ketentuan dalam Anggaran Rumah Tangga dibuat dan ditetapkan oleh pengurus

19 | A D P P R S “ M C ”

BAB XX PENUTUP Pasal 32 Hal-hal lain yang belum ditetapkan dalam anggaran dasar ini akan diatur dalam anggaran rumah tangga dan peraturan khusus lainnya. Disahkan di Jakarta Pada tanggal ……

PERHIMPUNAN PENGHUNI RUMAH SUSUN “MENARA CAWANG”

Ketua

Sekretaris

Disahkan di Nomor Pada tanggal Oleh

: : : :

GUBERNUR KEPALA DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA

FAUZI BOWO 20 | A D P P R S “ M C ”

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->