BAB I PEMBAHASAN CARTILAGO

1.1 Cartilago Jaringan pengikat atau penyokong yang terdiri atas Carilago atau tulang rawan dan Tulang. Termasuk dalam kategori kedua dari Jaringan pengikat dalam arti luas. Berbeda dengan jaringan pengikat sebenarnya maka jaringan pengikat penyokong mempunyai daya tahan yang besar karena strukturnya yang sangat berbeda. Sel kartilago terdiri dari kondrosit dan kondroblasl. Serat dan substansi dasar membentuk substansi interselular atau matriks. Matriks merupakan suatu wujud kaku bahkan keras, yang substansi dasarnya terdiri atas proteoglikans yang mengandung kondroitin sulfat untuk kartilago. Kartilago dicirikan oleh suatu matriks ekstraseluler yang kaya akan glikosaminoglikan dan proteoglikan. Merupakan jaringan ikat khusus dimana matriks ekstraselnya berkonsistensi padat, sehingga kartilago ini memiliki daya kenyal yang memungkinkan jaringan ini menahan stres mekanik tanpa mengalami distorsi. Dalam Fungsi lainnya kartilago yang lain ialah menunjang jaringan lunak. Karena permukaannya licin dan berdaya kenyal, maka kartilago merupakan daerah peredam guncangan dan permukaan gesekan bagi sendi. Kolagen, asam hialuronat, proteoglikan dan sejumlah kecil glikoprotein tertentu merupakan makromolekul utama dalam semua jenis matriks kartilago. Kartilago tidak mempunyai pembuluh darah dan mendapatkan makanannya melalui difusi dari

1

2

kapiler dalam jaringan ikat yang berdekatan (perikondrium) atau melalui cairan sinovial. Pada keadaan tertentu, pembuluh darah menerobos kartilago untuk mengangkut makanan bagi jaringan lain, namun pembuluh ini tidak memasok makanan bagi kartilago. Kartilago terdiri atas : 1. kondroblas. 2. kondrosit. 3. substansi interseluler. 4. perikondrium. Kondroblas : fibroblas, keduanya adalah µsel bakal¶ yang berbentuk oval terletak di pinggir dari kartilago. Kondroblas adalah bakal sel kartilago. Kondrosit mempunyai inti yang khas berbentuk bundar dengan sebuah nucleus atau dua buah nucleoli. Kondrosit terletak di dalam lacuna ( celah ) berbentuk bulat. Ia disebut juga sel kartilago ( yang kalau berkelompok disebut sel isogen ). Letak chondrocyt di dalam jaringan tulang rawan lebih ke dalam daripada letak chondroblast. Substansi interseluler terdiri dari komponen fibriler dan substansi dasar, matriks amorf ³gel´. Perikondrium merupakan jaringan pengikat yang membungkus kartilago, terdiri dari sel fibrosit yang gepeng dan diantaranya terdapat serat kolagen.

3

Kal i i asi terbagi menjadi 3:

asarkan j

lah matriks amorf dan j mlah serabut kolagen

1. Kartilago hyaline 2. Kartilago elasti 3. Kartilago fibrosa

1.1.1 Kartilago hyaline

Gambar 1.1 kartilago hyalin

Pada keadaan segar, cartilago hyalin tampat putih bening (hyalos = gelas). Sifat ini terutama disebabkan oleh substansi interselulernya. Pada embrio berfungsi sebagai kerangka sementara hingga secara berangsurahgsur hilang diganti dengan tulang. Sedangkan pada mamalia dewasa , kartilago hyalin terdapat di permukaan sendi pada sendi yang dapat bergerak, dinding

maka tempat itu dinamakan sarang sel dan sel-sel nya dinamakan sel isogen karena berasal dari satu sel induk. tempat berartikulasi dengan sternum. Kondrocyt Pada tepian kartilago hyalin. dan pada lempeng epifise. dan dapat berkelompok hingga 8 sel. Kadang-kadang terlihat sekat interseluler tipis diantara masing-masing sel. Ke arah tengah bentuk khondrosit yang telah mengalami deferensiasi makin membundar dan makin membesar ukurannya. dan ujung ventral iga. sehingga lacuna primer yang berasal terdiri atas beberapa lacuna sekunder yang lebih kecil.4 jalan nafas yang lebih besar (hidung.trakea. Khondorsit muda yang umumnya terdapat dalam pada daerah permukaan bernbentuk gepeng sesuai dengan bentuk lacunannya. Lebih ke dalam bentuknya bulat. Sel cartilago yang dinamakan khondrosit terdapat dalam ruangan kecil yang dibatasi oleh matriks yang dinamakan lacuna. Pada sebuah sediaan. dengan sumbu panjang paralel dengan permukaan. tampak bahwa bentuk dan ukuran khondrosit dan lacunanya berbeda. Pada beberapa tempat terlihat lacuna diisi sebuah khondrosit dan ditempat lain berisi 2 atau lebih khondrosit. Kondrosit mempunyai inti yang khas berbentuk bundar dengan sebuah atau dua buah nukleoli. Dalam keadaan hidup sitoplasma kondrosit akan mengisi seluruh ruangan lacuna. Apabila dalam sebuah lacuna bersisi banyak khondrosit.laring. kesemuanya adalah hasil dari pembelahan mitosis dari kondrosit. kondrosit muda berbentuk lonjong.bronki). Oleh karena itu ukuran dan .

Matriks kartilago yang tepat . Perikondrium Kecuali pada kartilago sendi.mengelilingi setiap kondrosit banyak mengandung glikosaminoglikan dan sedikit kolagen. yang esensial bagi pertumbuhan dan pemeliharaan tulang rawan. Agak ke tengah terdapat kondroblas atau sel kartilago muda dalam kapsula kecil dengan sitoplasma penuh. .semua kartilago hyalin ditutupi oleh selapis jaringan ikat padat. Matriks disekitar lacuna atau sel-sel isogen biasanya terwarna lebih gelap daripada sekitarnya sehingga daerah tersebut dinamakan matriks kapsular atau matriks teritorial. Makin ke tengah terdapat kondrosit atau sel rawan dewasa dalam berkelompok seperti bagian paling tengah. Terdiri dari dua lapisan : lapisan fibrosa (merupakan lapisan terluar perikhondrium) dan lapisan khondrogenik (merupakan lapisan dalam perikhondrium) Struktur paling luar dari kartilago Hyalin bagian atas sama dengan dari bawah masing-masing terdapat selaput perikondrium yang kaya fibroblas.perikondrium.sebuah makromolekul yang membantu perlekatan kondrosit pada kolagen matriks.5 bentuk khondrosit merupakan indikasi dari tingkat diferensiasi sebuah khondrosit. Matriks Komponen penting dari matriks kartilago adalah kondronektin. Sedang matriks yang tampak kurang basofil dinamakan matriks intertritorial.

Daerah perubahan ini dinamakan sentrum khondrofikasi atau jaringan protokhondral. Semula dalam daerah pembentukannya cartilago. Histogenesis Cartilago Cartilago dibentuk oleh jaringan mesenkhim seperti halnya jaringan pengikat lainnya. Pada waktu ini sel-sel telah menununjukan ciri-ciri sel cartilago. Perubahan berikutnya dialami oleh sel-sel yang berdeferensiasi dan membesar diikuti saling menjauhkan diri. Sementara itu jaringan mesenkhim disekitar sentrum khondrifikasi menyesuaikan .6 kondrosit tampak membentuk kelompok dua-dua empat-empat. sehingga tampak ruang antara sitoplasma dengan kapsula yang disebut lakuna. Pada saat yang sama juga disintesisi tropokolagen yang akan terbenam dalam substansi dalam yang dilepaskan. Tiap kelompok isogen dikelilingi matriks teritorial dan menampakkan kondrosit dengan sitoplasma tereduksi. Sel-sel tersebut kemudian saling mendekat disertai dengan menghilannya tonjolan-tonjolannya sehingga sel-selnya berubah menjadi bulat bentuknya. Menjauhnya sel disebabkan oleh karena sel-sel tersebut sudah mulai menghasilkan matriks hyalin yang dilepaskan. Batas sel menjadi kurang jelas dan inti-intinya tampak saling berdekatan. Dengan bertambahnya matriks interseluler. sel-sel jaringan mesenkhim terdapat dalam substansi amorf yang telah mengandung juga komponen berbentuk. Antara dua kelompok isogen dipisahkan oleh matriks interteritorial. dan disebut kelompok isogen. sel-sel menjadi terisolir dalam lacuna.

Kartilago elastis segar berwarna kekuningan disebabkan oleh adanya elastin dalam serat-serat elastin. .1. Lapisan terluar dari jaringan mesenkhim sel-selnya berdeferensiasi menjadi fibroblas dan membentuk serabut serabut kolagen sehingga terbentuklah lapisan fibrosa perikhondrium. epiglotis dan sebagian kerangka larynx.2 Kartilago elastic Gambar 1.2 Kartilago elastis Kartilago elastis terdapat pada aurikula telinga. selselnya relatif kurang berdefernsiasi sehingga masih mempunyai kapasitas membentuk khondrosit.7 diri untuk berubah menjadi perikhondrium. 1. Sedang lapisan dari jaringan mesenkhim yang berdekatan dengan cartilagonya.dinding meatus auditi a eksterna. tuba auditi a (eustachii). Strukturnya sama dengan kartilago hyalin. Lapisan ini disebut lapi a ¢ ¡§ ¦£¥¤¡£ ¢ ¡   h i.

Namun dibagian permukaan. Cartilago elastis lebih sulit mengalami proses degenerasi. 1. anyaman tersebut menjadi lebih longgar dan tampak bahwa serabut-serabut elastisnya melanjutkan diri ke dalam perihondrium. Srabut tersebut menyusun anyaman rapat sehingga substansi dasarnya boleh dikatakan tertutup olehnya.8 St t hi t l i Sel-selnya serupa dengan khondrosit pada kartilago hyalin yaitu berbentuk bundar dan bertempat dalam lacuna dengan membentuk sel -sel isogen.3 Kartilago Fibrosa .3 Kartilago fibrosa     ¨© © ¨ Gambar 1. Perbedaan substansi intraselulernya terletak pada unsur fibrilernya yang merupakan serabut elastik yang bercabang -cabang dan tersusun tidak searah.1.

1. Keadaan pH lingkungan yang basa 4. Apabila khondrosit sangat membesar (hipertrofi) dan telah dewasa. Memang pada kondisi tertentu cartilago dapat mengalami kalsifikasi yaitu : 1.E. Itulah sebabnya mengapa tidak digunakan istilah tulang rawan bagi Cartilagu. kartilago artikularis. 2. Robinson dan Cameron menyelidiki dengan M. Adanya substansi intraseluler organik yang mempunyai afinitas terhadap garam kalsium apabila konsentrasi berada di sekitar titik pengendapan. Agar menghindari kesalahan konsep bahwa kartilago dan tulang hanya berbeda dalam tahap pertumbuhannya. symfisis osseum pubis. Ditemukan pada diskus invertebrate. 3. Struktur kartilago fibrosa terdiri dari serabut kolagen menutupi matriks ( sebagai anyaman padat ).9 Merupakan peralihan dari kartilago hyalin ke jaringan pengikat. Cukup ion kalsium dan fospat dalam cairan tubuh. tentang pengendapan Ca. Tampaknya garam kalsium diendapkan .4 Dapatkah Cartilago m a galami Klasifikasi ? Perbedaan yang nyata antara cartilago dan jaringan tulang adalah bahwa jaringan tulang mengalami klasifikasi.1.

1. akibat pembelahan mitosis dari khondrosit-kondrosit yang ada. Pertumbuhan interstisial penting untuk menambah panjang tulang panjang dan menyediakan model kartilago untuk penulangan endokondral. Pertumbuhan sebenarnya jadi jauh lebih besar daripada sekedar penambahan jumlah sel. pertumbuhan interstisial tidak begitu penting karena matriksnya telah menjadi . akibat diferensiasi sel-sel perikondrium. Pada kartilago yang ditemukan di tempat lain dari tubuh. Khondrosit yang mengalami hipertrofi mengalami kenaikan kadar enzim alkali fosfatase yang diperlukan tadi. karena tidak ada perikondrium untuk menambah sel-sel baru secara aposisi. Adanya enzim alkali fosfatase yang digunakan untuk membebaskan ion fosfate dari ester fosfate.5 P rtum uha da r g rasi Cartilago Pertumbuhan kartilago dapat terjadi melalui 2 proses : Pertumbuhan interstisial. sehingga kadar ion fosfate meningkat. 1. saat sel-sel dan matriks dekat permukaan sendi secara berangsur menjadi aus. dan pertumbuhan aposisil.10 dalam substansi organik yang amorf disamping pada mikrofibril kolagen. maka tulang rawan ini harus diganti baru dari dalam. Pada tulang rawan sendi. 5.

Tulang rawan kemudian hanya dapat tumbuh melebar melalui aposisi.11 sangat kaku akibat adanya ikatan silang dari unsur matriks. .

Osteosit : merupakan komponen sel utama dalam jaringan tulang. sehingga tulang menjadi kaku dan kuat. Osteoklas : sel fagosit yang mempunyai kemampuan mengikis tulang dan merupakan bagian yang penting. Osteoblast ditemukan dalam satu lapisan pada permukaan jaringan tulang sebagai sel berbentuk kuboid atau silindris pendek yang saling berhubungan melalui tonjolan-tonjolan pendek. Osteoid ini termineralisasi oleh deposit kalsium hydroxyapatite. 2.12 BAB II PEMBAHASAN JARINGAN TULANG Tulang adalah jaringan yang tersusun oleh sel dan didominasi oleh matrix kolagen ekstraselular (type I collagen) yang disebut sebagai osteoid. Osteoblast : yang mensintesis dan menjadi perantara mineralisasi osteoid. Sel osteo rogenitor  : merupakan sel mesenchimal primitive yang menghasilkan osteoblast selama pertumbuhan tulang dan osteosit pada permukaan dalam jaringan tulang. 4.1 S l-s l pada Tula g adalah : 1. Mampu memperbaiki tulang bersama osteoblast. 2. 3. Mempunyai peranan penting dalam pembentukan matriks tulang dengan cara membantu pemberian nutrisi pada tulang. 12 . Osteoklas ini berasal dari deretan sel monosit makrofag.

Kebanyakan tulang memiliki lapisan luar tulang kompak yang kaku dan padat.  . sedang ujung-ujungnya sebagian besar merupakan tulang berongga yang dilapisi oleh tulang padat yang tipis. Ruangan dari tulang berongga saling berhubungan dan juga dengan rongga sumsum tulang.13 Tulang membentuk formasi endoskeleton yang kaku dan kuat dimana otototot skeletal menempel sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan. Tulang dan kartilago merupakan jaringan penyokong sebagai bagian dari jaringan pengikat tetapi keduanya memiliki perbedaan pokok antara lain : Tulang memiliki system kanalikuler yang menembus seluruh substansi tulang. Tulang hanya dapat tumbuh secara aposisi. Substansi interseluler tulang selalu mengalami pengapuran. Tulang memiliki jaringan pembuluh darah untuk nutrisi sel-sel tulang. Struktur Makrosko ik Pada potongan tulang terdapat 2 macam struktur : y y Substantia spongiosa (berongga) Substantia compacta (padat) Bagian diaphysis tulang panjang yang berbentuk sebagai pipa dindingnya merupakan tulang padat. Tulang juga berperan dalam penyimpanan dan homeostasis kalsium.

1 Jari ga Tula g Prim r Dalam pembentukan tulang atau juga dalam proses penyembuhan kerusakan tulang. tetapi tulang primer mempunyai serabut-serabut kolagen yang tersusun secara acak. 2.2.2 Tulang dewasa/tulang sekunder Kedua jenis ini memiliki komponen yang sama. maka tulang yang tumbuh tersebut bersifat muda atau tulang primer yang bersifat sementara karena nantinya akan diganti dengan tulang sekunder.14 2. Selain tidak teraturnya serabut-serabut kolagen. Jaringan tulang ini berupa anyaman.2 J is Jari ga Tula g Secara histologis tulang dibedakan menjadi 2 komponen utama. terdapat ciri lain untuk jaringan tulang primer. Woven bone terbentuk pada saat osteoblast membentuk osteoid secara cepat seperti pada pembentukan tulang bayi dan pada dewasa ketika terjadi pembentukan susunan tulang baru akibat keadaan patologis. . yaitu sedikitnya kandungan garam mineral sehingga mudah ditembus oleh sinar-X dan lebih banyak jumlah osteosit kalau dibandingkan dengan jaringan tulang sekunder.2. sehingga disebut sebagai woven bone.2. sedang tulang sekunder tersusun secara teratur. Merupakan komponen muda yang tersusun dari serat kolagen yang tidak teratur pada osteoid.1 Tulang muda/tulang primer 2. yaitu : 2.

tetapi serabut-serabut kolagen yang berada dalam lamellae di dekatnya arahnya menyilang. Dikenal juga sebagai lamellar bone karena jaringan tulang sekunder terdiri dari ikatan paralel kolagen yang tersusun dalam lembaran-lembaran lamella. Dalam Canalis Haversi ini berjalan pembuluh darah. Di dalam setiap lamella. serabutserabut kolagen berjalan sejajar secara spiral meliliti sumbu osteon.15 Jaringan tulang primer akhirnya akan mengalami remodeling menjadi tulang sekunder (lamellar bone) yang secara fisik lebih kuat dan resilien. Keseluruhan struktur konsentris ini dinamai Systema Haversi atau osteon. Karena itu pada tulang orang dewasa yang sehat itu hanya terdapat lamella saja. .2 Jari ga Tula g S ku d r Jenis ini biasa terdapat pada kerangka orang dewasa. Ciri khasnya : serabut-serabut kolagen yang tersusun dalam lamellae(lapisan) setebal 3-7 m yang sejajar satu sama lain dan melingkari konsentris saluran di tengah yang dinamakan Canalis Haversi. serabut saraf dan diisi oleh jaringan pengikat longgar. 2. Sel-sel tulang yang dinamakan osteosit berada di antara lamellae atau kadang-kadang di dalam lamella.2. Di antara masing-masing osteon seringkali terdapat substansi amorf yang merupakan bahan perekat.

Pembuluh darah yang terdapat di bagian periosteum luar akan bercabang-cabang dan menembus ke bagian dalam periosteum yang selanjutnya samapai ke dalam Canalis Volkmanni. Bagian dalam . 2.3 P riost um Gambar 2. Lamellae yang malingkari pada permukaan luar membentuk lamellae circumferentialis externa. Lamellae yang tidak tersusun konsentris membentuk systema interstitialis.16 Susunan lamellae dalam diaphysis mempunyai pola sebagai berikut: Tersusun konsentris membentuk osteon.1 Periosteum Bagian luar dari jaringan tulang yang diselubungi oleh jaringan pengikat pada fibrosa yang mengandung sedikit sel. Lamellae yang melingkari pada permukaan dalam membentuk lamellae circumferentialis interna.

4 En oste Endosteum merupakan lapisan sel-sel berbentuk gepeng yang membatasi rongga sumsum tulang dan melanjutkan diri ke seluruh ronggarongga dalam jaringan tulang termasuk Canalis Haversi dan Canalis Volkmanni. Oleh karena itu lapisan osteogenik sangat penting d alam proses penyembuhan tulang. 2. Periosteum dapat melekat pada jaringan tulang karena : pembuluh-pembuluh darah yang masuk ke dalam tulang. Sebenarnya endosteum berasal dari jaringan sumsum tulang yang berubah potensinya menjadi osteogenik. terdapat serabut Sharpey ( serat kolagen ) yang masuk ke dalam tulang. Gambar 2.17 periosteum ini disebut pula lapisan osteogenik karena memiliki potensi membentuk tulang.2 Endosteum . terdapat serabut elastis yang tidak sebanyak serabut Sharpey.

Selnya berbentuk kuboid atau silindris pendek. dibedakan atas 4 macam sel : Ost  las Gambar 2.5 Komponen Jaringan T lang Sepertinya halnya jaringan pengikat pada umumnya. substansi dasar. Selain itu terlihat pula adanya lisosom.3 Osteoblas Sel ini bertanggung jawab atas pembentukan matriks tulang. dengan inti terdapat pada bagian puncak sel dengan kompleks Golgi di bagian basal. Pada pengamatan dengan M.E tampak jelas bahwa sel sel tersebut memang aktif mensintesis protein. Dalam jaringan tulang yang sedang tumbuh. dan komponen fibriler. oleh karena itu banyak ditemukan pada tulang yang sedang tumbuh. seperti telah dijelaskan pada awal pembahasan.18 2. karena banyak terlihat RE dalam sitoplasmanya. Sitoplasma tampak basofil karena banyak mengandung ribonukleoprotein yang menandakan aktif mensintesis protein. jaringan tulang juga terdiri atas unsur-unsur : sel. .

Pada sediaan gosok terlihat bahwa bentuk osteosit yang gepeng mempunyai tonjolan -tonjolan yang bercabang-cabang. Bentuk ini dapat diduga dari bentuk lacuna yang ditempati oleh osteosit bersama tonjolan-tonjolannya dalam canaliculi. walaupun masih terlihat adanya aktivitas sintesis protein dalam sitoplasmanya.E dapat diungkapkan bahwa kompleks Golgi tidak jelas. Ujung-ujung tonjolan dari osteosit yang berdekatan saling berhubungan melalui gap junction.19 Ost sit Merupakan komponen sel utama dalam jaringan tulang.  Gambar 2.4 Osteosit . Osteosit yang terlepas dari lacunanya akan mempunyai kemampuan menjadi sel osteoprogenitor yang pada gilirannya tentu saja dapat berubah menjadi osteosit lagi atau osteoklas. Hal-hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan adanya pertukaran ion-ion di antara osteosit yang berdekatan. Dari pengamatan dengan M.

Relasi yang baik dari osteoklas dan tulang terlihat pada gambar (b). Hal tersebut misalnya dihubungkan dengan keberadaan sel sel osteoklas dalam suatu lekukan jaringan tulang yang dinamakan Lacuna Howship (H). osteoklas cenderung menyusut dan memisahkan diri dari permukaan tulang. Gambaran ini dapat dilihat dengan mroskop electron. keberadaan osteoklas ini secara khas terlihat dengan adanya microvilli halus yang membentuk batas yang berkerut-kerut (ruffled border). resorpsi osteoklatik berperan pada proses remodeling tulang sebagai respon #"! las Gambar 2.5 Osteoklas Merupakan sel multinukleat raksasa dengan ukuran berkisar antara 20 m - . Sel ini ditemukan untuk pertama kali oleh Köllicker dalam tahun 1873 yang telah menduga bahwa terdapat hubungan sel osteoklas (O) dengan resorpsi tulang. Pada proses persiapan dekalsifikasi (a). Ruffled border ini dapat mensekresikan beberapa asam organik yang dapat melarutkan komponen mineral pada enzim proteolitik lisosom untuk kemudian bertugas menghancurkan ma triks organic.20 Ost 100 m dengan inti sampai mencapai 50 buah.

sel-sel osteogenik menghasilkan osteoklas. Sel Osteo rogenitor Sel tulang jenis ini bersifat osteogenik. Tetapi akhir-akhir ini pendapat tersebut sudah banyak ditinggalkan dan beralih pada pendapat bahwa sel-sel osteoklas-lah yang menyebabkan terjadinya penghancuran jaringan tulang. oleh karena itu dinamakan pula sel osteogenik.21 dari pertumbuhan atau perubahan tekanan mekanikal pada tulang. Sel-sel tersebut berada pada permukaan jaringan tulang pada periosteum bagian dalam dan juga endosteum. ada sebagian peneliti berpendapat bahwa keberadaan osteoklas merupakan akibat dari penghancuran tulang. Osteoklas juga berpartisipasi pada pemeliharaan homeostasis darah jangka panjang. Selama pertumbuhan tulang. Sebaliknya pada permukaan dalam dari jaringan tulang tempat terjadinya pengikisan jaringan tulang. Adanya penghancuran tulang osteosit yang terlepas akan bergabung menjadi osteoklas. $ Gambar 2. selsel ini akan membelah diri dan mnghasilkan sel osteoblas yang kemudian akan akan membentuk tulang.6 Sel Osteo rogenitor $ . Selain pendapat di atas.

Kontribusi substansi dasar proteoglycan pada tulang memiliki proporsi yang jauh lebih kecil dibandingkan pada kartilago. dan kemungkinan terlibat dalam pengaturan pembentukan fiber . strukturnya pun sama dengan kolagen pada jaringan pengikat lainnya. dan apabila tidak ada pembuluh darah akan menjadi khondroblas.22 Sel ± sel osteogenik selain dapat memberikan osteoblas juga berdiferensiasi menjadi khondroblas yang selanjutnya menjadi sel cartilago. diferensiasi ini dipengaruhi oleh lingkungannya. misalnya. Selain itu. Substansi dasar mengontrol kandungan air dalam tulang. merupakan tempat bagi deposit mineral. Ruang pada struktur tiga dimensinya yang disebut sebagai hole zones.6 Matriks Tula g Berdasarkan beratnya. interseluler terdiri dari matriks tulang yang merupakan substansi 70% garam anorganik dan 30% matriks organic. apabila terdapat pembuluh darah maka akan berdiferensiasi menjadi osteoblas. Kolagen yang dimiliki oleh tulang adalah kurang lebih setengah dari total kolagen tubuh. terdapat pula penelitian yang menyatakan bahwa sel osteoprogenitor dapat berdiferensiasi menjadi sel osteoklas lebih ± lebih pada permukaan dalam dari jaringan tulang. Hampir seluruhnya adalah fiber tipe I. dapat diamati pada proses penyembuhan patah tulang. sisanya terdiri dari substansi dasar proteoglycan dan molekul-molekul non kolagen yang tampaknya terlibat dalam pengaturan mineralisasi tulang. Menurut penelitian. Kejadian ini. terutama terdiri atas chondroitin sulphate dan asam hyaluronic. 95% komponen organic dibentuk dari kolagen. 2.

dan potassium.23 kolagen. Materi organik non kolagen terdiri dari osteocalcin (Osla protein) yang terlibat dalam pengikatan kalsium selama proses mineralisasi. Bahan mineral lain : ion sitrat. osteonectin yang berfungsi sebagai jembatan antara kolagen dan komponen mineral. Kalsifikasi dalam tulang tidak terlepas dari proses metabolisme kalsium dan fosfat. Kekerasan tulang tergantung dari kadar bahan anorganik dalam matriks. Kristal ± kristal tersebut tersusun sepanjang serabut kolagen. sedangkan dalam kekuatannya tergantung dari bahan-bahan organik khususnya serabut kolagen. Osteoblas berperan dalam mensekresikan enzim alkali fosfatase. Matriks anorganik merupakan bahan mineral yang sebagian besar terdiri dari kalsium dan fosfat dalam bentuk kristal-kristal hydroxyapatite. Penambahan ion-ion tersebut diperoleh dari pengaruh enzim alkali fosfatase dari osteoblas. darah dan cairan jaringan mengandung cukup ion fosfat dan kalsium untuk pengendapan kalsium Ca3(PO4)2 apabila terjadi penambahan ion fosfat dan kalsium. sialoprotein (kaya akan asam salisilat) dan beberapa protein. Dalam keadaan biasa. magnesium. namun disini akan dibahas garis besarnya. Bahan-bahan mineral yang akan diendapkan semula berada dalam aliran darah. Hal tersebut juga dapat diperoleh dari pengaruh . natrium.7 M ka ism Kalsifikasi Da R sorpsi Tula g Proses kalsifikasi tulang yang kompleks belum diketahui secara pasti. karbonat. 2.

karena tulang akan dapat tumbuh membesar dengan cara menambah jaringan tulang baru dari permukaan luarnya yang dibarengi dengan pengikisan tulang dari permukaan dalamnya.24 hormone parathyreoid dan pemberian vitamin D atau pengaruh m akanan yang mengandung garam kalsium tinggi. Kenaikan kadar ion kalsium dan fosfat setempat sekitar osteoblast dan khondrosit hipertrofi disebabkan sekresi alkali fosfatase yang akan melepaskan fosfat dari senyawa organik yang ada di sekitarnya. Karena CaHPO4 lebih mudah larut. Resorpsi tulang sama pentingnya dengan proses kalsifikasinya. Resorpsi tulang yang sangat erat hubungannya dengan sel-sel osteoklas. Serabut kolagen yang ada di sekitar osteoblast akan merupakan inti pengendapan. maka untuk mengendapkannya dibutuhkan kadar fosfat dan kalsium yang lebih tinggi daripada dalam kondisi alkali untuk mengendapkan Ca3(PO4)2 yang kurang dapat larut. Dalam kaitannya dengan resorpsi tersebut terdapat 3 kemungkinan : y osteoklas bertindak primer dengan cara melepaskan mineral yang disusul dengan depolimerisasi molekul-molekul organic. sehingga kristal-kristal kalsium akan tersusun sepanjang serabut. . mencakup pembersihan garam mineral dan matriks organic yang kebanyakan merupakan kolagen. Faktor lain yang harus diperhitungkan yaitu keadaan pH karena kondisi yang agak asam lebih menjurus ke pembentukan garam CaHPO4 daripada Ca3(PO4)2.

Keduanya menyebabkan jaringan pendukung kolagen primitive diganti oleh tulang. Bagaimana cara osteoklas membuat suasana asam belum dapat dijelaskan. Kemudian. atau jaringan kartilago yang selanjutnya akan diganti pula menjadi jaringan tulang. dan hormone sex.8 P rtum uha Tula g Perkembangan tulang pada embrio terjadi melalui dua cara. . yaitu osteogenesis desmalis dan osteogenesis enchondralis.25 y osteoklas menyebabkan depolimerisasi mukopolisakarida dan glikoprotein sehingga garam mineral yang melekat menjadi bebas. cara yang paling mudah untuk osteoklas dalam membersihkan garam mineral yaitu dengan menyediakan suasana setempat yang cukup asam pada permukaan kasarnya. Perlu pula dipertimbangkan adanya lisosom dalam sitoplasma osteoklas yang pernah dibuktikan. resorpsi dan deposisi tulang terjadi pada rasio yang jauh lebih kecil untuk mengakomodasi perubahan yang terjadi karena fungsi dan untuk mempengaruhi homeostasis kalsium. y sel osteoklas berpengaruh kepada serabut kolagen Rupanya. Perkembangan tulang ini diatur oleh hormone pertumbuhan. 2. Hasil kedua proses osteogenesis tersebut adalah anyaman tulang yang selanjutnya akan mengalami remodeling oleh proses resorpsi dan aposisi untuk membentuk tulang dewasa yang tersusun dari lamella tulang. hormone tyroid.

jaringan mesenkhimal saling berhubungan melalui tonjolan-tonjolannya. %(% '&% sis Desmalis Nama lain dari penulangan ini yaitu Osteogenesis intramembranosa. Gambar 2.7 Osteogenesis Desmalis Mula-mula jaringan mesenkhim mengalami kondensasi menjadi lembaran pengikat yang banyak mengandung pembuluh darah.26 Ost karena terjadinya dalam membrane jaringan. Tulang yang terbentuk selanjutnya dinamakan tulang desmal. Selsel - . Dalam substansi interselulernya terbentuk serabut-serabut kolagen halus yang terpendam dalam substansi dasar yang sangat padat. Tanda-tanda pertama yang dapat dilihat adanya pembentukan tulang yaitu matriks yang terwarna eosinofil di antara 2 pembuluh darah yang berdekatan. Yang mengalami penulangan desmal ini yaitu tulang atap tengkorak.

sel-sel mesenkhim berdiferensiasi menjadi osteoblas yang memulai sintesis dan sekresi osteoid. Pada bagian yang nantinya akan menjadi tulang padat. sebaliknya pada bagian yang nantinya akan menjadi tulang berongga. Sesudah berlangsungnya sekresi oleh osteoblas tersebut disusul oleh proses pengendapan garam kalsium fosfat pada sebagian dari matriksnya sehingga bersisa sebagai selapis tipis matriks osteoid sekeliling osteoblas. Tempat perubahan awal tersebut dinamakan Pusat penulangan primer. Sementara itu berlangsung pula sekresi molekul-molekul tropokolagen yang akan membentuk kolagen dan sekresi glikoprotein. sel-sel osteoprogenitor pada . Dengan menebalnya trabekula. beberapa osteoblas akan terbenam dalam matriks yang mengapur sehingga sel tersebut dinamakan osteosit. Sementara itu. maka matriks yang terbentuk pun akan berupa anyaman. jaingan pengikat yang masih ada akan berubah menjadi sumsum tulang yang akan menghasilkan sel-sel darah. Antara sel-sel tersebut masih terdapat hubungan melalui tonjolannya yang sekarang terperangkap dalam kanalikuli. sehingga jaringan pengikat yang memisahkan makin menipis. Osteoid kemudian bertambah sehingga berbentuk lempeng-lempeng atau trabekulae yang tebal. rongga yang memisahkan trabekulae sangat sempit.27 Oleh karena di daerah yang akan menjadi atap tengkorak tersebut terdapat anyaman pembuluh darah. Dengan berlanjutnya perubahan osteoblas menjadi osteosit maka trabekulae makin menebal. Osteoblas yang telah berubah menjadi osteosit akan diganti kedudukannya oleh sel-sel jaringan pengikat di sekitarnya. Pada proses awal ini.

sehingga rongga ± rongga yang saling berhubungan sebagai sisa ± sisa lacuna. masuklah pembuluh ± pembuluh darah dari perikhondrium.28 permukaan Pusat penulangan mengalami mitosis untuk memproduksi osteoblas lebih lanjut Osteogenesis Enc ondralis Awal dari penulangan enkhondralis ditandai oleh pembesaran khondrosit di tengah-tengah diaphysis yang dinamakan sebagai pusat penulangan primer. sehingga matriks kartilago akan terdesak mejadi sekat ± sekat tipis. Sel ± sel khondrosit di daerah pusat penulangan primer mengalami hypertrophy. Pada saat ini matriks kartilago siap menerima pengendapan garam ± garam kalsium yang pada gilirannya akan membawa kemunduran sel ± sel kartilago yang terperangkap karena terganggu nutrisinya. Tulang yang terbentuk merupakan pipa yang mengelilingi pusat penulangan yang masih berongga ± rongga sehingga bertindeak sebagai penopang agar model bentuk kerangka tidak terganggu. Pada saat yang bersamaan.. Pada hakekatnya pembentukan tulang ini melalui penulangan desmal karena jaringan pengikat berubah menjadi tulang. Proses kerusakan ini akan mengurangi kekuatan kerangka kalau tidak diperkuat oleh pembentukan tulang disekelilingnya. Kemunduran sel ± sel tersebut akan berakhir dengan kematian. perikhondrium di sekeliling pusat penulangan memiliki potensi osteogenik sehingga di bawahnya terbentuk tulang. Setelah terbentuknya pipa periosteal. Dalam sitoplasma khondrosit terdapat penimbunan glikogen.yang sekarang dapat dinamakan periosteum. Lapisan tipis tulang tersebut dinamakan pipa periosteal. yang ) .

Pusat penulangan primer yang terjadi dalam diaphysis akan disusun oleh pusat penulangan sekunder yang berlangsung di ujung± ujung model kerangka kartilago. Sel ± sel tersebut memiliki potensi hemopoetik dan osteogenik. Selanjutnya trabekula yang terbentuk oleh matriks kartilago yang mengapur dan dilapisi matriks osteoid akan mengalami pengapuran pula sehingga akhirnya jaringan osteoid berubah menjadi jaringan tulang yang masih mengandung matriks kartilago yang mengapur di bagian tengahnya.9 Pertumbuhan Memanjang Tulang Pipa Gambar 2. 2.8 Pertumbuhan Memanjang Tulang Pipa .29 selanjutnya menembus masuk kedalam pusat penulangan primer yang tinggal matriks kartilago yang mengalami klasifikasi. Darah membawa sel ± sel yang diletakan pada dinding matriks. Sel ± sel yang diletakan pada matriks kartilago akan bertindak sebagai osteoblast. Osteoblas ini akan mensekresikan matriks osteoid dan melapiskan pada matriks kartilago yang mengapur.

3. Zona hypertrophy : sel ±sel membesar dan bervakuola. sedangkan sel ±sel kartilago dalam masing ± masing deretan dipisahkan oleh matriks tipis. Karena perubahan sel ±sel dalam setiap deret seirama. Zona Proliferasi : sel kartilago membelah diri menjadi deretan sel ± sel gepeng. 2.30 Setelah berlangsung penulangan pada pusat penulangan sekunder di daerah epiphysis. 5. Hal ini disebabkan karena ke arah diaphysis sel ± sel kartilago berkembang yang sesuai dengan perubahan ± perubahan yang terjadi pada pusat penulangan. 4. maka discus tersebut menunjukan gambaran yang dibedakan dalam daerah ± daerah perkembangan. Zona degenerasi : sel ± sel cartílago berdegenerasi diikuti oleh terbukanya lacuna sehingga terbentuk trabekula. Masing ± masing deretan sel kartilago dipisahkan oleh matriks tebal kartilago. Daerah ± daerah perkembangan : 1. Zona Maturasi : sel kartilago tidak lagi membelah diri. Zona kalsifikasi : matriks cartílago mengalami kalsifikasi. Sel ±sel dalam masing ± masing deretan tidak sama penampilannya. Jaringan kartilago yang memisahkan epiphysis dan diaphysis berbentuk lempeng atau cakram sehingga dinamakan Discus epiphysealis. Sel ± sel tersebut tersusun bederet ±deret memanjang sejajar sumbu panjang tulang. maka teradapatlah sisa ± sisa sel khondrosit diantara epiphysis dan diaphysis. .tapi bertambah besar.

2. maka pada permukaan trabekula di daerah ke arah diaphysis diletakan sel ±sel yang akan berubah menjadi osteoblas yang selanjutnya akan melanjutkan penulangan.10 Pembesaran Diameter Tulang Pipa Pertumbuhan tulang pipa selain memanjang melalui discus epiphysealis juga mengalami pertambahan diameter dengan cara pertambahan jeringan tulang Gambar 2. Dalam proses pertumbuhan discus epiphysealis akan semakin menipis. .9 Pembesaran Diameter Tulang Pipa melalui penulangan oleh periosteum lapisan dalam yang dibarengi dengan pengikisan jaringan tulang dari permukaan dalamnya. sehingga akhirnya pada orang yang telah berhenti pertumbuhan memanjangny a sudah tidak deketemukan lagi.31 Karena masuknya pembuluh darah.

11 P ru aha Struktur Jari ga Tula g Pada mulanya. Pada perbatasan luar setiap sistem harvers terdapat substansi perekat yang merupakan sisa matriks tulang. Pembentukan tulang berlangsung sebagai lembaran ± lembaran yang dimulai dari dinding rongga yang makin lama makin mengecilkan ro ngga sehingga akhirnya pembuluh darah dikelilingi penuh oleh lembaran ± lembaran tulang.berat tulang akan bertambah terus sehingga mengganggu fungsinya. Perubahan dimulai pada beberapa tempat yang terletak tersebar dalam bentuk rongga ± rongga yang disebabkan erosi tulang oleh sel-sel osteoklas. Apabila rongga sudah cukup besar. Hal ini penting. 2. erosi akan berhenti dalm mulailah pembentukn tulang oleh osteoblas yang diletakan oleh darah pada dinding rongga. dari perkembangan trabekula tulang terbentuk semacam sistem harvers yang tidak teratur polanya yang dinamakan sistem Havers primitif. Rongga ± rongga tersebut meluas sehingga terbentuk silindris yang memanjang. disusul oleh masuknya pembuluh darah bersama jeringan sumsum tulang kedalam rongga ± rongga tersebut.karena tanpa pengikisan. perlulah sistem Havers primitif mengalami perubahan sehingga terjadilah tulang sekunder. Untuk membentuk sistem Havers dengan pola teratur. Dengan demikian terbentuklah sistem harvers dengan pembuluh darah di tengahnya.32 Dengan adanya proses pengikisan jaringan tulang ini. . walau pun diameter tulang bertambah namun ketebalannya tetap dipertahankan.

Kerusakan juga menyebabkan Gambar 1. Sistem Havers yang lama 2. . Sistem Havers yang sedang dibentuk 3. Ruang-ruang karena erosi 4. namun akan terjadi pula erosi lagi yang diikuti pembentukan sistem harvers baru seperti semula.33 Pembentukan sistem Havers tidak berhenti estela proses di atas. maka kerusakan akan menyebabkan perdarahan yang biasanya akan diikuti oleh pembekuan.10 Perbaikan Patah Tulang kerusakan matriks dan sel ± sel tulang di dekatgaris patah. 2.12 Perbai an Patah Tulang Jika terjadi patah tulang. Proses tersebut terjadi berulang-ulang sehingga pada potongan melintang tulang pipa akan dapat dibedakan beberapa struktur : 1. Sisa ± sisa sistem harvers sebagai lamela intersitiil.

Berdasarkan strukturnya terdapat berbagai bentuk sendi yang juga menentukan keluasan gerakan bagian ± bagian tulang yang terlibat. Untuk penulangan enkhondral didahului dengan terbentuknya kartilago hialin yang berasal dari perubahan jaringan granulasi sebagai hasil proliferasi fibroblast. Jaringan tulang baru mengisi celah diantara fragmen tulang membentuk kalus tulang dan menggantikan kalus kartilago. Penulangan enkhondral berlangsung sebagai trabekula dalam jaringan kartilago yang merupakan jaringan penopang sementara dalam perbaikan patah tulang. Celah fragmen tulang sekarang diisi oleh jaringan kartilago yang merupakan kalus. Pembentukan tulang baru berlangsung melalui penulangan enkhondral dan desmal secara simultan. Periosteum dan endosteum disekitar tulang yang patah menanggapi dengan meningkatnya proliferasi fibroblast sehingga terbentuklah jaringan seluler disekitar garis patah dan di antara ujung ± ujung tulang yang terpisah.34 Awal dari proses perbaikan tulang dimulai dengan pembersihan dari bekuan darah. Sel ± sel osteoprogenitor dari periosteum dan endosteum akan menjadi osteoblas sehingga di daerah tersebut terjadi penulangan desmal. Tekanan pada tulang selama proses penyembuhan menyebabkan perbaikan bentuk tulang ke bentuk asalnya sehingga benjolan kalus akhirnya akan lenyap melalui resorpsi.13 P rs dia Da M m ra a Sy ovialis Tulang ± tulang dihubungkan satu ama lain melalui persendian. sisa ± sisa sel dan matriks yang rusak. 2. .

yaitu : 1. Rongga ini berdinding jaringan ikat padat. Diathrosis : g raka luas. Lapisan fibrosa (di sebelah luar) 2. . Sel ±sel membran sinovial berasal dari jaringan mesenkhim yang dipisahkan oleh substansi dasar. 2.35 B rdasarka k luasa g raka ya di daka : 1. Lapisan sinovial (disebelah dalam) Cairan yang berada di dalam cavum synoviale dihasilkan oleh sel ± sel sinovial. Permukaan dalam dari lapisan sinovial biasanya dibatasi oleh sel ± sel berbentuk gepeng atau kuboid. Kaps l pada s di t rs ut t rdiri atas dua lapisa . Karena luasnya gerakan dari diarthrosis maka diantara ujung ± ujung tulang berdekatan terdapat rongga yang dinamakan Cavum artikularis. Sy athrosis : g raka t r atas. Di bawah lapisan ini terdapat jaringan pengikat longgar atau padat dan jaringan lemak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful