P. 1
Makalah Manajemen Pemasaran

Makalah Manajemen Pemasaran

|Views: 211|Likes:
Published by Ai Dwi Noviani

More info:

Published by: Ai Dwi Noviani on Nov 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2014

pdf

text

original

Makalah Manajemen Pemasaran Judul : MEMPOSISIKAN TAWARAN KITA KEPASAR MELALUI SIKLUS DAUR HIDUP PRODUK DAN PENGEMBANGAN

TAWARAN PRODUK BARU KE PASAR Setiap produk baru yang diluncurkan ke pasar akan melewati suatu daur hidup produk dengan berbagai persoalan dan peluang yang berubah-ubah. Riwayat suatu penjualan dari kebanyakan produk mencakup empat tahap : 1. 2. 3. 4. Tahap Perkenalan Tahap Pertumbuhan (growth) Tahap Kedewasaan (maturity) Tahap Kemunduran (decline)

Konsep daur hidup bisa dimanfaatkan oleh manajer agar bisa memahami dinamika produk dan pasar. Manfaat sesungguhnya bisa beragam tergantung dari situasi pengambilan keputusan. Sebagai alat perencanaan, konsep daur hidup produk bisa membantu memperjelas tantangan-tantangan pemasaran pada setiap tahap dan alternative strategi apa saja yang bisa digunakan perusahaan. Sebagai alat pengendalian, konsep ini membantu perusahaan dalam membandingkan prestasi dengan produksi sejenis dimasa lalu. Sebenarnya pola daur hidup produk adalah selalu berubah-rubah, karena sulit menduga lamanya suatu tahap dan para manajer sendiri sering tidak bisa memastikan pada tahap apa produk mereka saat ini berada. Suatu produk mungkin kelihatannya mencapai tahap kedewasaan, padahal hanya mencapai saat mendatar pada tahap pertumbuhan untuk sementara sebelum menaiknya kurva untuk kedua kalinya. Pola daur hidup merupakan alat strategi pemasaran, bukan seperti siklus hidup organism yang alami dan pasti. Pola daur hidup menjadi akibat dari berbagai strategi pemasaran yang telah ditentukan perusahaan. Jika penjualan suatu produk menurun, manajer jangan segera mengambil kesimpulan bahwa produk sudah jelas masuk ke tahap kemunduran, karena masih dimungkinkan diambil langkah-langkah strategi pemasaran untuk menaikkan kembali penjualan. Berikut akan diuraikan empat tahap Daur Hidup Produk beserta contoh strategi implementasi memposisikan tawaran produk kepasar (perusahaan-perusahaan industry) berupa Fasilitas Kepabeanan dan pengembangan produk baru berupa fasilitas Kawasan Berikat ke pasar (perusahan-perusahaan industry di Jawa Barat). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dalam hal ini Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat mengeluarkan/menerbitkan suatu produk/jasa berupa pemberian Fasilitas Kepabeanan dan Cukai. Berbagai macam fasilitas kepabeanan dan cukai telah di keluarkan pemerintah, tetapi untuk mempersempit pembahasan maka akan di uraikan hanya berupa pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dan pengembangan produk fasilitas berupa Kawasan Berikat.

Kami uraikan terlebih dahulu fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB) ini sebelum mengimplementasikan kedalam pokok pembahasan utama. Untuk mendapatkan fasilitas ini perusahaan wajib memiliki NIPER (Nomor Induk Perusahaan). Fasilitas yang diberikan adalah berupa fasilitas pembebasan Bea Masuk & Cukai serta PPN & PPnBM tidak dipungut dan fasilitas pengembalian. Pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) diberikan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada perusahaan-perusahaan produsen yang kegiatan produksinya memerlukan bahan baku impor dan hasil produksinya terutama adalah ekspor. Barang/bahan asal impor untuk diolah/dirakit/dipasang pada barang lain yang telah dibayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor-nya untuk tujuan ekspor dapat diberikan pengembalian Terhadap hasil olahan yang bahan bakunya asal impor yang diserahkan ke Kawasan Berikat dapat diberikan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor atau pengembalian jika bea masuk dan pajak dalam rangka impor telah dibayar. Setelah mendapatkan NIPER. Persetujuan/penolakan akan diberikan paling lambat 3 hari sejak tanggal Berita Acara. perusahaan produksen dapat melakukan kegiatan impor yang memperoleh fasilitas pembebasan pungutan Negara berupa bea masuk dan pajak dalam rangka impor dengan cara terlebih dahulu menaruh jaminan sebesar pungutan Negara tersebut. Fasilitas pembebasan dan pengembalian diberikan untuk : Barang/bahan asal impor untuk diolah/dirakit/dipasang pada barang lain untuk tujuan ekspor diberikan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor. . Apabila barang impor telah diolah/dirakit/dipasang pada barang lain telah dilakukan ekspor maka jaminan yang telah dibayarkan tadi bias di cairkan kembali. Cara mendapatkan NIPER adalah perusahaan mengajukan DIPER (Daftar Isian Perusahaan). kemudian Tim KITE Kanwil DJBC Jawa Barat melakukan penelitian administrasi dan lapangan dan membuat Berita Acara.

TAHAP PERKENALAN Pada tahap ini pertumbuhan penjualan lambat karena produk baru saja diperkenalkan di masyarakat konsumen. Biaya sangat tinggi sehingga produk tidak menghasilkan keuntungan sama sekali. sehingga perusahaan tidak perlu mendatangi Kantor Pelayanan Bea Cukai yang letaknya jauh dari perusahaan untuk mendapatkan pelayanan ekspor impor. Dengan adanya petugas yang selalu stand by ini akan menghemat waktu dan biaya pengurusan kegiatan kepabeanan. Perlu kami sampaikan bahwa fasilitas kepabeanan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor ini adalah pelayanan public. Di setiap perusahaan pengguna fasilitas Kawasan Berikat menyediakan ruangan yang memadai untuk ditempati petugas bea cukai yang akan memberikan pelayanan secara maksimal kepada perusahaan. tetapi hanya ditangguhkan artinya barang tidak dikenakan pungutan Negara dan pajak dalam rangka impor selama barang tersebut diekspor kembali sehingga tidak diperlukan lagi jaminan pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor tadi. maka target utama adalah bukan kepada profit oriented tetapi lebih utama kepada kepuasan pelayanan dan tujuan secara nasional yaitu untuk pencapaian tujuan pembangunan berupa : Memajukan industry dalam negeri Membuka lapangan kerja Mempengaruhi terhadap penerimaan Negara Saat ini pelayanan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dilakukan di Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat jalan Asia Afrika 114 Bandung. Untuk memperkenalkan suatu produk baru. memerlukan waktu .barang jadi yang rusak dan bahan baku asal impor dapat dijual ke pasar bebas dengan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Berikut diuraikan tahap-tahap daur hidup produk secara umum beserta korelasinya dengan produk pelayanan yang ditawarkan pemerintah melalui Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat berupa fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). sisa hasil produksi. sedangkan pelayanan fasilitas Kawasan Berikat ditangani oleh Kantor Pelayanan Bea Cukai Gedebage. I. Fasilitas Kawasan Berikat pelayanan lebih maksimal karena pungutan Negara berupa bea masuk dan pajak dalam rangka impor sama sekali tidak dibayar. Terhadap hasil produksi sampingan. Perusahaan dapat meminta pelayanan kepabeanan melalui petugas bea cukai yang selalu stand by di perusahaan. Pengembangan dari produk fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB) adalah berupa Kawasan Berikat (KB).Terhadap hasil produksi barang jadi 25% dari realisasi ekspor dapat dijual ke pasar bebas dengan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

maka hanya promosi yang gencar dan intensif dilakukan. mendatangi perusahaan (jemput bola) untuk menyampaikan materi fasilitas KITE ini dan membuka layanan live/online 24 jam melalui website atau petugas jaga siaga/piket. manajer pemasaran bisa menetapkan setiap variable pemasaran pada tingkat yang tinggi atau rendah. promosi. walaupun dengan tingkat harga yang mahal. Strategi Menyaring Cepat dilakukan dengan menetapkan harga tinggi dan promosi gencar. maka dalam contoh kasus berikut ini factor harga dikesampingkan. 1. sosialisasi.yang sangat lama sekali untuk mengisi ke jalur distribusi dan mendorongnya pada berbagai pasar. Tujuan penetapan harga tinggi adalah agar bisa dihasilkan Rendah Menyaring Lambat . Promosi ini dimaksudkan untuk mempercepat laju penerobosan pasar. Bila pertimbangan pokok hanya pada harga dan promosi. seperti dalam hal harga. b. hanya mengutamakan factor promosi saja. bisa dilakukan salah satu dari empat strategi : Promosi Tinggi Tinggi Menyaring Cepat Harga Rendah Penerobosan Cepat Penerobosan Lambat Karena fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) merupakan pelayanan public yang tidak mencari keuntungan secara financial tetapi untuk memenuhi kepentingan yang hendak dicapai pemerintah. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar potensial belum menyadari kehadiran produk itu. Harga ditetapkan tinggi agar bisa diperoleh sebanyak mungkin laba kotor per unit. Jumlah keuntungan yang diperoleh selama tahap ini sangat sedikit atau bahkan merugi yang diakibatkan oleh rendahnya hasil penjualan yang disertai dengan tingginya biaya distribusi dan promosi. Promosi diselenggarakan besar-besaran untuk meyakinkan konsumen tentang nilai tinggi produk. Strategi Memposisikan Tawaran Produk Kita dalam Tahap Perkenalan Dalam meluncurkan produk baru. Contoh implementasi : Karena fasilitas KITE merupakan pelayanan public. Untuk memperkenalkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor ke perusahaanperusahaan industry di wilayah Jawa Barat dibutuhkan waktu yang tidak sedikit dan harus berkesinambungan dilakukan ke berbagai daerah. 1. a. distribusi dan mutu produk. antara lain dilakukan penyuluhan. pasar berminat membeli mampu membayar dengan harga berapapun dan perusahaan menghadapi pesaing potensial yang ingin membangun referensi atas mereknya. Strategi Menyaring Lambat dipilih dengan menetapkan harga mahal dan promosi yang rendah.

kebanyakan konsumen sangat peka terhadap harga. II. sedangkan rendahnya promosi dimaksudkan agar biaya pemasaran tidak terlalu besar. pasar tidak menyadari kehadiran suatu produk. dengan menambah jam kegiatan ataupun ekspansi ke daerah lain yang belum pernah diberikan penyuluhan sehingga para perusahaan akan semakin banyak yang mengetahui dan paham akan pentingnya manfaat fasilitas KITE ini. pasar peka terhadap tingkat hartga dan hanya sedikit persaingan potensial. Strategi ini akan berhasil jika luas pasar terbatas. Akan berhasil jika ukuran pasar sangat luas. 1. 1. ada indikasi persaingan potensial yang hebat dan harga pokok produksi cenderung turun mengikuti peningkatan skala produksi dan bertambahnya pengalaman produksi yang diperoleh. spanduk yang telah dicetak disebar ke daerah-daerah lain yang belum mengetahui adanya fasilitas KITE. pembeli mau membayar mahal dan persaingan potensial tidak tampak. pasat sangat menyadari kehadiran produk. Biasanya permintaan sangat peka terhadap harga tetapi kurang peka akan promosi. Contoh implementasi : Penyuluhan. c. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas. Kombinasi ini diharapkan bisa menjaring keuntungan yang besar. d. TAHAP PERTUMBUHAN Pada tahap ini pasar dengan cepat menerima produk baru sehingga penjualan melonjak dan menghasilkan keuntungan yang besar.setinggi mungkin laba kotor per unit. sosialisasi yang telah dilakukan tersebut lebih digiatkan lagi dengan cara menambah tim penyuluh. Strategi Penerobosan Lambat dilakukan dengan penentuan harga dan promosi yang rendah. Sebagian konsumen yang merupakan . Melonjaknya hasil penjualan merupakan tanda jelas berlangsungnya tahap pertumbuhan. pamphlet. Contoh implementasi : Promosi hanya dilakukan dengan mencetak brosur. Dengan strategi ini diharapkan menghasilkan penetrasi pasar yang paling cepat dan menjangkau market share yang luas. sticker atau spanduk dengan menonjolkan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh suatu perusahaan jika menggunakan fasilitas KITE ini. Strategi Penerobosan Cepat dilakukan dengan penetapan harga rendah didukung promosi yang gencar. pamphlet. sebagian besar pasar menyadari kehadiran produk ini. Harga rendah akan mempercepat diterimanya produk oleh konsumen dan rendahnya promosi dimaksudkan agar tercapai lebih banyak laba bersih bagi perusahaan. Contoh implementasi : Brosur.

Penurunan harga pada saat yang tepat untuk menarik golongan konsumen lain yang peka terhadap harga Contoh implementasi : Dengan adanya pembebasan pungutan negara maka biaya untuk pos tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain misalnya pengembangan produk lain . 1.pelopor merasa puas dengan produk baru tersebut kemudian diikuti mayoritas konsumen. Pada tahap ini terlihat dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan industry yang sebelumnya perusahaan biasa segera mendaftarkan diri beralih menjadi pengguna fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Menggeser paradigma konsumen dari membujuk minat ke paradigm keyakinan atas produk sehingga mau membeli atau memanfaatkan produk Contoh implementasi : Meyakinkan kepada perusahaan-perusahaan yang telah memanfaatkan fasilitas KITE dengan membandingkan perkembangan perusahaan sebelum dengan sesudah menggunakan fasilitas KITE. 1. 1. Meningkatkan mutu produk dan penambahan ciri serta model produk Contoh implementasi : Meningkatkan waktu pelayanan pengurusan NIPER 1. maka bisa mencoba menggunakan cara baru yaitu dengan bakti social atau dibarengi dengan konser music. hal ini harus diikuti pula dengan mebanjirnya produk untuk mengisi saluran distribusi tadi. Memasuki segmen pasar yang baru Contoh implementasi : Menawarkan fasilitas KITE ini kepada perusahaan-perusahaan milik pemerintah (BUMN). Memanfaatkan saluran distribusi yang baru Contoh implementasi : Jika selama ini pengenalan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor hanya melalui sosialisai/penyuluhan. baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Bertambahnya pesaing akan mendorong meluasnya saluran distribusi. Strategi pemasaran dalam memposisikan tawran kita dalam tahap ini adalah untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin. Biasanya akan memikat pesaing baru untuk ikut terjun ke pasar dengan mengenalkan ciriciri produknya dan berakibat lanjut dengan meluasnya pasar. dengan cara : 1.

fasilitas KITE juga ditawarkan ke perusahaan milik pemerintah/BUMN 3. promosi penjualan. Pada taraf pertama. kenyamanan dan keamanan ditingkatkan. Memodifikasi produk dengan cara melansir kembali prduk. nilai penjualan mutlak mulai jatuh dan konsumen mulai bergerak ke produk lain atau produk pengganti. Pada taraf ketiga. TAHAP KEDEWASAAN Tahap dimana pertumbuhan penjualan mulai menurun karena produk sudah bisa diterima oleh sebagian besar pembeli potensial. Strategi Memposisikan Tawaran dalam Tahap Kedewasaan 1. stabil atau menurun biasanya disebabkan oleh meningkatnya biaya pemasaran untuk melawan persaingan yang ketat. penjualan . Ada tiga taraf dalam tahap kedewasaan ini. III. Dalam taraf kedua. tingkat pertumbuhan penjualan mulai berkurang karena tidak ada lagi saluran distribusi yang baru yang bias ditambah. Hal ini selanjutnya menyebabkan persaingan menjadi sangat ketat dan intensif. mereka tingkatkan periklanan dan berbagai cara untuk mengikat calon konsumen dan penyalur. kedewasaan pertumbuhan (growth maturity). periklanan. Perusahaan-perusahaan telah merasakan manfaat dari fasilitas KITE yang diterimanya.ataupun riset. penjualan perkapita menjadi datar karena jenuhnya pasar. Kalaupun ada pendaftar baru. kedewasaan mengusang (decaying maturity). Memasuki segmen pasar baru. 4. Contoh jika tadinya hanya untuk perusahaan swasta. sehingga tidak dimungkinkan pengembangan pengguna baru. Beberapa pesaing yang lemah mulai mengundurkan diri dan akhirnya secara berangsur-angsur industry hanya akan terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mapan. Contohnya dengan pelayanan lebih cepat. kedewasaan mantap/stabil (stable maturity). Memodifikasi factor pendukung pemasaran meliputi harga melalui diskon. biasanya adalah anak perusahaan atau perusahaan dalam group yang telah menggunakan fasilitas KITE sebelumnya. diciptakan regulasi-regulasi baru yang lebih simple. Memodifikasi pasar dengan cara meningkatkan jumlah pemakai produk dan tingkat penggunaan per pemakai dengan cara : mengubah bukan pemakai menjadi pemakai produk. Pada tahap ini. karena sudah seluruh atau sebagain besar perusahaan di wilayah itu telah menggunakan fasilitas KITE. memperbaiki ciri-ciri khas dan perbaikan gaya. memperbaiki mutu. 2. Contoh dari perusahaan biasa dirubah menjadi perusahaan pengguna fasilitas KITE. Para pesaing lebih sering menurunkan harga atau obral. Jumlah keuntungan mantap. Menurunnya tingkat pertumbuhan penjualan mengakibatkan kelebihan kapasitas dalam industry. sudah sangat sedikit perusahaan yang mendaftar sebagai pengguna fasilitas KITE. Hasil dari pemanfaatan fasilitas juga telah dirasakan perusahaan sehingga secara perlahan akan memerikan rekomendasi penggunaan fasilitas KITE ini kepada rekan bisnisnya. menjamah distribusi yang baru.

memperbaiki atau menghapus produk dari pasaran. TAHAP KEMUNDURAN Dalam tahap ini penjualan menurun dengan tajam diikuti dengan menyusutnya keuntungan. harga jual. Beberapa factor yang menyebabkan penurunan penjualan diantaranya perkembangan teknologi. Hasil analisa ini dilaporkan kepada manajer penanggung jawab dan manajer ini harus memberikan penilaian dan pendapatnya. Contohnya dengan layananan pengaduan online atau pelayanan 24 jam untuk kegiatan ekspor. keputusan menghentikan produk jika setelah di evaluasi berulang-ulang produk hanya akan merugikan perusahaan. Contoh implementasi : Tim pengkaji dari Kantor Pusat melakukan evaluasi berkala terhadap hasil pelaksanaan pemberian fasilitas KITE dengan mempertimbangkan berbagai indicator misalnya volume impor. 1.perorangan dan pelayanan. 1. Banyaknya perusahaan-perusahaan yang bangkrut ataupun diblokir fasilitas kepabeanan-nya karena melakukan pelanggaran juga menjadi factor menyusutnya jumlah pengguna fasilitas KITE secara kuantitif. biaya dan keuntungan Menganalisa data tersebut untuk menetapkan produk-produk mana yang meragukan sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Sehingga akan diperoleh kesimpulan apakah tetap membiarkan. Bagian pembukuan dan pengolahan data menyiapkan data produk yang menunjukkan kecenderungan yang berkaitan dengan luas pasar. Strategi pemasaran dalam memposisikan tawaran produk kita dalam tahap ini adalah : 1. terserapnya tenaga . Keadaan ini malah menguntungkan terhadap perusahaan yang masih bertahan karena minimnya produk saingan. IV. bagian pasar. mengidentifikasi produk yang lemah. Banyak perusahaan pengguna fasilitas KITE yang telah beralih menggunakan bentuk fasilitas lain yang lebih menguntungkan yaitu fasilitas Kawasan Berikat (KB) karena fasilitas Kawasan Berikat (KB) ini memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih dibidang waktu dan biaya. tumbuhnya industry-industri baru. perubahan selera konsumen atau meningkatnya persaingan. menetapkan strategi pemasaran Banyak perusahaan yang meninggalkan pasar yang sedang surut lebih awal dan sebagian lagi masih bertahan. volume ekspor.

kedewasaan hingga akhirnya kemunduran lagi. maka fasilitas KITE ini dapat dihapuskan untuk dikaji ulang bentuk fasilitas baru yang lebih cocok untuk diterapkan. pelayanan jaminan Ditambah biaya Untuk menerobos pasar Membangun jaringan selektif Membangun jaringan intensif Diversifikasi merek Tarik produk yang dan model lemah Untuk menyamai Pemotongan harga atau mengalahkan pesaing Membangun jaringan Seleksi lebih intensif meninggalkan jalur yang lemah Distribusi . Sebaliknya jika manfaat dari fasilitas KITE ini sudah tidak optimal dan tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman.kerja ataupun kuantiti devisa penerimaan Negara yang telah dicapai. Stelah terbentuk fasilitas baru. sama halnya fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor sudah banyak ditinggalakan perusahan-perusahaan industry. maka fasilitas KITE ini masih bisa diteruskan lagi. TAHAP Pertumbuhan Kedewasaan Puncak penjualan Biaya per konsumen rendah tinggi Mayoritas Tetap Memaksimalkan keuntungan dan mempertahankan pasar Perkenalan Karakteristik Penjualan Biaya Kemunduran Menurun Biaya per konsumen rendah Menurun Pengekor Menurun Kurangi pengeluaran Keuntungan Pelanggan Pesaing Tujuan Pemasaran Mencipta minat danMemaksimalkan coba-coba bagian pasar Penjualan rendah Meningkat dengan cepat Biaya per Biaya per konsumen rendah konsumen sedang Sedikit meningkat Pelopor Pengadopsi sedikit meningkat Strategi Produk Harga Tawarkan produk Tawarkan dasar perluasan produk. maka sebaiknya fasiltas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor ini di tinjau ulang untuk ditemukan formula pemberian fasilitas lain yang lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah. maka akan dimulai lagi proses daur hidup produk dari awal lagi yaitu dari sejak pengenalan. tujuan pemasaran dan strategi pemasaran setiap tahap dalam daur hidup produk. pertumbuhan. Jika target-target tersebut dapat dicapai. Setelah produk mengalami kemunduran. Sebagai inti dari pembahasan tentang Daur Hidup Produk secara umum dapat digambarkan kedalam tabel berikut yang menggambarkan karakteristik. Begitu seterusnya berulang sambil dipelajari strategistrategi pemasaran yang semakin cemerlang.

Periklanan Ciptakan kesadaran Ciptakan kesadaran Kemukakan dengan Kurangi hingga terhadap produk dan minat jelas perbedaan dan tahap manfaat mempertahankan pelanggan setia Promosi Penjualan Gencar Kurangi untuk Naikkan untuk Kurangi sampai memanafaatkan mendorong jumlah minimal perimintaan pasar perpindahan merek yang kuat .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->