P. 1
Bu nety

Bu nety

|Views: 740|Likes:
Published by Lena Arata

More info:

Published by: Lena Arata on Nov 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

Sections

  • Gambar 89
  • Gambar 96
  • Gbr. 97
  • Gbr 89
  • Gbr. 99
  • Gbr. 102
  • Gmbr 103
  • Gbr 105
  • Gbr 106
  • Gmbr 107
  • Gbr 108
  • Gambar 110
  • Gbr 111
  • Gmbar 112
  • Gambar 113
  • Gmbr 116
  • Gambar 117 & 118
  • Gbr 119
  • Gbr 120
  • Gbr 121
  • Gbr 123 ± D
  • Gbr 126
  • Gmbr 127
  • Gbr 133
  • Gbr 134
  • Gbr 136
  • Gbr 137
  • Bagan hal 142
  • Gbr.138
  • Gbr 139
  • Gbr.141
  • Gbr. 142
  • Gbr. 143
  • Gbr 145
  • Gbr 146
  • Gbr 147
  • Gbr. 148
  • Gbr. 149
  • Gbr 150
  • Gbr 151
  • Gbr.152
  • Gbr. 153
  • Gbr. 154
  • Gbr. 155
  • Gbr. 156

Bagian ± bagian dinding primer yang akan menjadi daerah perforasi tidak mengalami penebalan sekunder, tetapi dibandingkan

dengan dinding primer yang lain masih terjadi penebalan dengan mengembungnya celulosanya karena terjadinya penebalan peptin dari lamella tengah. Setelah terjadinya dinding sekunder dan mengalami lignifikasi, dinding yang menebal ini akan pecah dan hilang, mungkin karena dilarut oleh protoplasma, dan kemudian protoplasmanyapun mati dan hilang. Penebalan sekunder terjadinya bermacam ± macam, ada yang merupakan cincin, ada yang merupakan spiral, sehingga terbentuk vessel yang berbeda ± beda. Berdasarkan penebalan ini dibedakan macam ± macam vessel. - Vessel cincin ( Annularvessel / ringvessel ) ( Gbr. 89 ± a, b ) Umum terdapat pada bagian ± bagian yang muda yang sedang tumbuh dan pada daun, yang mempunyai sel ± sel yang panjang. Dinding selnya elastis diperkuat dengan penebalan yang berbentuk cincin ± cincin sehingga selnya tetap terbuka. Cincin ± cincin ini ada yang rapat danada yang ada yang jarang ± jarang. Type ini merupakan vessel yang paling mula ± mula terbentuk.

Gambar 89

- Vessel spiral ( Spiral vessel / helical vessel ) ( Gbr. 89 ± c, d, e ). Juga terdapat pada bagian ± bagian yang muda. Penebalan dalam bentuk spiral. Bentuk ini terjadi sesuai dengan posisi sel. Dinding sel elastis dengan sedikit atau tanpa lignin.

Pada annular vessel dan spiral vessel sering juga terdapat noktah ± noktah halaman. Dan sering pula dijumpai bentuk antara, yaitu tercampur penebalan yang berbentuk cincin dan yang berbentuk spiral ( Gbr. 89 ± b ).

-

Vessel tangga ( Scalariform ) ( Gbr. 89 ± f ) Penebalan sekunder berbentuk noktah halaman ( bordered ± pit ) yang lonjong ± lonjong dan berbentuk tangga dan mengalami lignifikasi. Jika susunannya seperti jala maka disebut vessel jala ( reticulate vessel ) ( Gbr. 89 ± g )

-

Vessel noktah ( Pitted vessel ) ( Gbr. 89 ± h ) Ini bentuk vessel yang paling umum. Pada vessel ini tidak dijumpai lagi dinding ± dinding yang tipis tetapi sudah penuh dengan bordered ± pit. 3. Fiber Xylem fiber ( lihat sclerenchym ) sebernarnya agak sukar dibedakan dari tracheid sehingga sering kedua ± duanya digolongkan dalam ³ imperforate tracheary element ³. Seperti tracheid, fiber juga mengalami pemendekan secara phylogenetis, walaupun sering dijumpai fiber masih lebih panjang dari dari tracheid ( pada tumbuh ± tumbuhan yang sama ) sehingga panjangnya tidak dapat dipakai sebagai alat membedakan. Yang lebih sering dipakai adalah keadaan noktahnya, karena xylem ± fiber mempunyai noktah halaman yang belum sempurna bordernya dibandingkan dengan tracheid sedang libriform fiber hanya mempunyai noktah sederhana.

4. Parenchym Parenchym mungkin terdapat pada xylem primer maupun pada xylem sekunder. Jika terdapat pada xylem sekunder parenchym terdapat dalam 2 bentuk, yaitu : - Xylem parenchym ( wood parenchym ) bersama ± sama dengan tracheary element dan fiber yang terjadi dari cambium fusiform. - Ray ± parenchym yang terjadi dari ray ± initial kambium.

Parenchyma ± parenchym ini ada yang mempunyai dinding sekunder yang kadang ± kadang mempunyai noktah apabila berdampingan dengan tracheary element.

Sel ± selnya sering berisi cadangan makanan misalnya pati dan lemak, kadang ± kadang juga kristal dan tannin.

Pada kompleks xylem sering juga dijumpai : - Protoxylem lacunae

Gbr. 90: Lacunae

Yaitu rongga yang terjadi karena pecahnya dinding sel terutama apabila protoxylem duduknya berdekat ± dekatan. Kadang ± kadang lacunae ini akan bertambah besar dengan terdorongnya parenchym yang disekitarnya.

Protoxylem adalah jaringan pembuluh yang pertama sekali terbentuk setelah differensiasi sel dan merupakan tempat yang pertama dari jaringan pembuluh. 5.Protoxylem . Xylem primer Ada 2 macam xylem ± primer yaitu : . . 91 : Tylosis ( r ) Pada banyak tumbuh ± tumbuhan sering dijumpai pada kompleks xylem terjadi penonjolan ± penonjolan protoplasma dariparenchym ke dalam vessel yang sudah tidak berfungsi lagi. Protoxylem akan berkembang sejajar dengan pemanjangan organ ± organ dan biasanya sudah dewasa walaupun pemanjangan belum selesai.-Tyloses Gbr.Metaxylem Pembedaan kedua istilah ini hanyalah berdasarkan waktu pembentukannya ( secara relatif ).

Pada tumbuh ± tumbuhan yang tidak mempunyai penebalan sekunder. reticulate ataupun pitted vessel. Pembedaan ini hanya berdasarkan pembentukannya. Protoxylem terdiri dari annular vessel dan spiral vessel sedang Metaxylem terdiri dari spiral.Meta ± xylem yang terjadi setelah terbentuknya protoxylem. Xylem ± xylem yang dibentuk secara demikian disebut xylem endarch = centrifugal xylem.Mesarch xylem Apabila pembentukan xylem mengikuti pertumbuhan centripetal dan centrifugal bersama sama maka xylem yang terjadi disebut mesarch xylem. Xylem sekunder Xylem sekunder sebenarnya agak sukar dibedakan dari xylem primer. pembentukannya selesai bersamaan dengan selesainya pemanjangan organ. metaxylem merupakan jaringan pengangkut air. . 92 ) -Endar xylem Pembentukan oleh prokambium dapat dimulai dari satu titik dan berkembang ke arah peri ± peri.Exarch xylem Ada pula pembentukan xylem yang mengikuti pertumbuhan centripetal yaitu dimulai dari satu titik ke arah axis ( pertumbuhan centripetal ). Xylem primer terdapat pada tubuh primer dan terbentuk dari prokambium sedang xylem sekunder terdapat pada tubuh sekunder di atas tubuh primer dan terbentuk oleh kambium. 6. . Pertumbuhan yang demikian disebut pertumbuhan centrifugal. . metaxylem ini biasanya tidak berfungsi lagi. scalariform. Xylem demikian disebut xylem exarch ( centripetal xylem ). Berdasarkan letak dari protoxylem terhadap metaxylem dibedakan type xylem : ( Gbr. sedang bila terdapat penebalan sekunder.

Papan tapis majemuk ( compound sieve plate ) Gambar 94 Terdapat pada dinding pemisah. Pada Pteridophyta dan Gymnospermae hampir semua perforasi terdapat pada dinding lateral. sedang kambium dan xylem sekunder tersusun rapi dalam barisan ± barisan yang sejajar dengan jari ± jari tubuh sekunder. yang biasanya miring dan terdiri dari beberapa daerah tapis dan kadang ± kadang dijumpai pula pada dinding lateralnya. Pholem terdiri dari sel ± sel hidup dan apabila sudah tua tidak mempunyai inti sel.Papan tapis sederhana ( simple sieve plate ) Gambar 93 Terdapat pada dinding pemisah dan hanya terdiri dari satu daerah tapis. . hanya sel ± selnya biasanya lebih dan pendek dan terdapat perbedaan lain misalnya susunan papan parforasi. fiber.Gbr. Plasma sel mengandung Leucoplast dan kadang ± kadang terdapat butir ± butir pati. Annular vessel dan spiral tidak dijumpai lagi. Dibedakan 2 macam papan tapis. . Pada phloem terdapat suatu daerah perforasi yang disebut papan tapis ( sieve plate ) ini terdapat ³ benang ± benang plasma ³ ( connecting strands ). Susunan ini serupa dengan xylem primer. Prokambium dan xylem primer tidak tersusun rapi. Walau demikian pembedaan ini kadang ± kadang tidak tepat karena pada banyak tumbuh ± tumbuhan xylem primernya juga menunjukkan susunan yang serupa. 92 Pembedaan di atas ini akan lebih jelas apabila melihat penampang melintang karena susunannya berbeda. Xylem sekunder terdiri dari sel ± sel berdinding tebal yang kompak yang tersusun secara longitudinal ( vertical ) dan tranvesal ( radial ). Yang longitudinal terdiri dari sel ± sel yang panjang dan bertindih ± tindihan ( overlapping ) dari tracheid. dan parenchym. .

Di samping itu connecting strand pada daerah tapis dikelilingi oleh tabung Callose.Perforasi ini disamakan seperti noktah dengan plasmodesmata tetapi protoplasmanya di sini lebih banyak. Dinding primer ini terdiri dari cellulose. Callose ini terbentuk pada akhir pertumbuhan sehingga seolah ± olah menyumbat perforasi. Bila pertumbuhan akan mulai lagi maka callose akan kembali dilarutkan. Gambar 95 . Callose ini adalah suatu polysaccharide yang tak larut air dan memberi warna coklat ± merah pada penambahan J + ZnCl. Kecuali pada sub famili Coniferae ( Abietinae )yang tidak mempunyai dinding sekunder tanpa lignin ± tidak dijumpai dinding sekunder pada papan tapis. Ciri ± ciri terbentuknya tak jelas. Dinding papan tapis terdiri dari susunan yang jamak yang terdiri dari 2 dinding primer ( masing ± masing dari sel yang bersebelahan ) yang mengapit lamella tengah. hanya kelihatan bahwa callose ini menggantikan cellulosa dari sekeliling connecting strand.

Companion ± cell ± sel pengiring Sieve ± tube element dari Monocotylledoneae dan Dicotyledoneae sering berdampingan dengan companion ± cell. Pada waktu differensiasi sieve ± tube element. ada yang sama panjangnya dengan pembuluh tapis. . ada luka. Adanya hubungan yang rapat antara sel pengiring dan pembuluh tapis kelihatan dari dinding sel yang berbatasan. protein ) yang mengandung bahan protein. kecil ± kecil. Bahan ini tedapat dalam vacuola bersama ± sama dengan air sel dan zat ± zat terlarut lainnya. benang atau pun spiral yang disebut slime body ( P. pada Juglan dan Solanumhanya sedikit. ada yang lebih pendek. protein ± body ). sedang padaTilia terdapat banyak ( ± 3 : 1 ). letaknya agak di sudut dan mempunyai protoplasma yang lebih banyak. sel pengiring tetap mempunyai inti sel. Pada Gymnospermae tidak dijumpai sel pengiring. Pada Monocotyl. Pendapat lain mengatakan bahwa cytoplasmanya masih mempunyai sifat ± sifat biasa ( semi permeable ) sesuai dengan konsep gerak secara diffuse. Mengenai keadaan cytoplasma sesudah hilangnya inti terdapat perbedaan ± perbedaan pendapat. Sel pengiring mempunyai bentuk yang bermacam ± macam juga. Slime berasal dari cytoplasma dapat berbentuk ellip. Pada penampang melintang sel pengiring mudah dibedakan dari pembuluh tapis karena bentuknya yang segitiga atau bulat. terdapat vacuola yang berisi cairan bening. Sel pengiring ini terjadi dari meristem yang sama dengan pembuluh tapis. Pada pembentukan pembuluh tapis kelihatan bahwa pada pembelahan kambium terjadi sel ± sel yang besar ( pembuluh tapis ) dan sel ± sel yang kecil ( companion ± sel ). yang biasanya tipis ataupun pada bagian ± bagian tertentu tertekan ( tak berkembang ) dan pada bagian ini sering dijumpai plasmodesmata. dsb. Gymnospermae dan tumbuh ± tumbuhan rendah lainnya. ). slime ± body menjadi lumer bersamaan dengan hilangnya inti sel. layu. 2. ini sesuai dengan konsep pressure ± flow ( mass ± flow ) pengangkutan zat ± zat dalam phloem. pada mana tidak terlihat adanya slime ( ditandai dengan zat warna cytoplasma ). Guna slime ± body mungkin untuk menyumbat perforasi ( jika perlu. Ada yang mengatakan bahwa cytoplasma ini sudah rusak.Phloem terbentuk dari prokambium ataupun kambium yang berkembang dan mengalami perubahan ± perubahan baik dinding sel maupun protoplasmnya ( lihat Gbr. Berbeda dengan pembuluh tapis. 95 ) Pada banyak Dicotyledoneae terdapat sifat yang istimewa yaitu pada protoplast terdapat sifat zat kental yang disebut slime ( P. Perbandingan antara pembuluh tapis dan companion ± cell berbeda ± beda.

Metaphloem akan sempurna setelah sel ± sel di sekitarnya selesai memanjang. Phloem ± sekuder Phloem sekunder terjadi dari hasil pembelahan kambium. Fiber yang terdapat pada phloem sekunder terbentuk dari kambium ± fusiform. kadang berisi tannin. Bagian vertikal terjadi dari kambium fusiform sedang bagian horizontal terjadi dari ray ± initial. dan disamping itu phloem sering mengelupas. Kristal. Protophloem merupakan pembuluh pengangkut yang terdapat pada bagian ± bagian muda yang sedang tumbuh terdiri dari sieve element yang kurang berkembang dan biasanya berfungsi untuk sementara karena lekas menjadi rusak. Phloem ray = jari ± jari phloem. 6. Sel ± sel ini kadang ± kadang berubah menjadi fiber. Parenchym ini biasanya berdinding tipis dengan noktah ± noktah sederhana. Terbentuknya langsung dari pembelahan kambium ataupun dari pembelahan derivat ± derivat kambium. Phloem sekunder biasanya lebih tipis dari xylem sekunder karena pembelahan kambium lebih banyak membentuk xylem dari pada phloem. Fiber ± fiber ini akan membentuk penebalan sekunder setelah panjangnya tetap dengan mengalami lignifikasi ataupun tidak. Fiber Fiber terdapat pada phloem primer dan phloem sekunder. Parenchyma Pada kompleks Phloem terdapat pula parenchym yang merupakan tempat cadangan makanan. noktah ± noktahnya noktah sederhana kadang ± kadang berkembang menjadi noktah halaman. Terdapat dua macam parenchyma : Phloem parenchyma.3. Phloem ± primer Phloem primer dapat dibagi atas protophloem dan metaphloem. . Rusaknya sel ± sel ini karena tidak dapat mengikuti pemanjangan sel ± sel di sekitarnya karena ia tidak mempunyai inti sel. Fiber yang terdapat pada phloem primer berkembang pada organ ±organ yang sedang memanjang dan dapat panjang sekali. 4. Pada tumbuh ± tumbuhan yang mengalami penebalan sekunder fungsinya digantikan oleh phloem sekunder. Pada banyak Monocotyl dan beberapa Dicotyl yang tidak mempunyai penebalan sekunder hanya metaphloem yang berfungsi sebagai pembuluh pengangkut makanan. dll. yaitu parenchym yang vertical pada phloem sekunder. sehingga bentuknya sering merupakan sel ± sel yang panjang dengan ujung rata ataupun meruncing. 5. dapat tinggal pendek ataupun memanjang dengan ³ apical intrusive growth ³. yaitu parenchym yang horizontal.

misalnya sel penyengat dan sel ± sel ini sering disebut exectory ± cell. misalnya sel ± sel latex. b. Vacuola besar berisi zat ± zat sekresi. Hilangnya fungsi phloem ada beberapa kemungkinan Mungkin karena rusaknya pembuluh tapis karena desakan sel ± sel di sekitarnya. Pada kebanyakan Dicotyl ia hanya dapat berfungsi untuk satu musim. Berdasarkan keadaan sekresi dibedakan : 1. Kumpulan sel ± sel sekresi Sel ± sel sekresi berkumpul merupakan suatu kesatuan. resin. Sarracenia. misalnya : Nepenthes. dan lain ± lain yang merupakan hasil akhir metabolisme. 2. sehingga dapat mencena insekta ± insekta. xylem. Sesudah itu disebut phloem tak berfungsi ( non functioning phloem ± inactive ± phloem ). Mungkin karena tersumbatnya papan tapis oleh callose. dan lain ± lain. minyak. Sel ± sel ini biasanya terdiri dari sel ± sel yang besar dengan granular plasma yang nyata dan inti yang besar. callose ini dilarut dan phloem berfungsi kembali. phloem. dan lain ± lain. pada akhir masa tumbuh dibentuk callose pada papan tapis dan nanti apabila akan tumbuh lagi. Sel sekresi ( secretory cell ) Semua sel dapat berfungsi sebagai sel sekresi. misalnya : pada empelur. Hal ini mungkin permanen dan mungkin pula temporer. Sel ± sel yang sekresinya dikeluarkan dari dalam sel. Sel ± sel ini sering terletak terisolasi pada jaringan ± jaringan lain. antara lain : 1. Misalnya pada tumbuh ± tumbuhan bermusim ( pengguguran daun pada musim tertentu ). Phloem demikian disebut dormant phloem. kortek. Masa ini merupkan masa dari hilangnya inti sel hingga hilangnya protoplasma. misalnya terdapat pada tumbuh ± tumbuhan ³ insectiverous ³ dan ³ carnivorous ³ yang mengeluarakan enzim protease. Sel ± sel ini dapat mengeluarkan gum. Jenis ini ada beberapa macam. Sel ± sel demikian dapat berkumpul sehingga merupakan jaringan. Mungkin karena hilangnya protoplasma. Kelenjar ( Gland ) Kumpulan sel ± sel ini mempunyai sifat yang istimewa yaitu dapat mengeluarkan enzim ± enzim pencernaan. Sel ± sel yang sekresinya tetap berada di dalam sel. madu.Umur dari phloem sekuder adalah pendek dibandingkan xylem sekunder. E. epidermis. Jaringan Sekresi ( Secretory tissue ) Jaringan ini terdiri dari : a. .

2. Rongga ± rongga ini kadang ± kadang dapat tertutup dengan membesarnya sel ± sel epithelum yang demikian ini disebut tylosoid. dan lain ± lain. Sambucus. baik mempunyai . Dan jika berisi gum disebut gum ± duct. F. dan lain ± lain. 3.Sel ± sel lain yang dapat pula mengeluarkan madu. Misalnya pada tumbuh ± tumbuhan entomophylli ( persarian dengan insecta ) tumbuh ± tumbuhan mengeluarkan madu pada bunga sehingga insecta ± insectaakan tertarik dan tak langsung menolong persarian. minyak. disebut kelenjar madu ( Nectaries ). Laticifer ( sel latex ) Laticifer adalah sel atau sambungan beberapa sel yang mengandung latex ( pl. Rongga ini terjadi secar schizogen. Jika berisi resin disebut resin ± duct. gum. Dinding rongga dibatasi oleh parenchym yang mengeluarkan zat ± zat tersebut dan disebut ephitelum. Hydathoda ini mengeluarkan air langsung dari tracheid ke epithema ( parenchym berdinding tipis tanpa chloroplast ) dan dari sini dikeluarkan melalui pori air berupa air gutasi. Dan apabila terdapat batas ± batas ( articulated ) yang memisahkan rantai sel. latices ). Misalnya terdapat pada Ficus elastica. Jika tidak terdapat dinding pemisah ( non ± articulated ) yang berasal dari satu sel yang memanjang merupakan pembuluh disebut sel latex ( laticiferous ± cell ). Ducts Pada beberapa Gymnospermae dibentuk suatu rongga yang berisi resin. Laticifer yang terdiri dari hanya satu sel disebut sel latex sederhana ( simple laticifer) dan yang terdiri dari beberapa sel disebut : sel latex majemuk ( compound laticifer ). Gambar 96 Secara morphologis ia dapat dikatakan sebagai stomata yang besar. Hydathoda Beberapa tumbuh ± tumbuhan mempunyai suatu komplek sel yang dapat mengeluarkan air pada keadaan transpirasi yang rendah dan banyak air yang disebut hydathoda ( water pores = water ± stomata ). Sistem ini dapat pula dibagi atas ada tidaknya dinding pemisah. Jika berisi minyak disebut oil ± duct.

. misalnya terdapat pada : Ipomea. Sel ± sel latex dan pembuluh latex ada yang bercabang dan ada yang tidak bercabang. Apocynaceae. Cannabis. Taraxacum. Manihot. misalnya terdapat pada : Cichorium. Musa. maka laticifer dibeda ± bedakan atas : a. Allium. .lain Gbr. 97 . sering terdapat hubungan anastomose antara satu dengan lain.Tidak bercabang = articulated unbranched laticifer Kedua macam ini ( articulated ) yang merupakan pembuluh ± pembuluh.perforasi ataupun tidak sehingga merupakan pembuluh yang panjang disebut pembuluh latex ( laticiferous vessel ). misalnya pada Euphorbiaceae.Bercabang = articulated branched laticifer . Berdasarkan hal ± hal di atas. Sel latex tidak berbatas ± non articulated latex cell. b. Hevea. Yang demikian disebut articulated anastomosing laticifer. misalnya pada Urticaceae. Carica papaya.Tidak bercabang = non articulated unbranched laticifer. Moraceae. Lactuca. dan lain ± lain.Bercabang = non articulated branched laticifer. Pembuluh latex berbatas ± articulated latex vessel . dan lain ± lain. Yang tidak berhubungan disebut articulated nonanas tomosing laticifer. dan lain .

carotenoid. karet dapat mencapai 40 ± 50 % dari latex. dan lain ± lain. Susunan latex ini berbeda ± beda antara tumbuhan yang satu dengan tumbuhan yang lain. Demikian pula pada articulated laticifer. Dinding sel biasanya bertambah tebal dengan tuanya umur dan penebalan ini terdiri dari peptin. 89 ) Gbr 89 . .Latex adalah suatu cairan yang serupa susu yang di dalamnya terlarut bahan ± bahan organik. Dinding sel hanya terdiri dari dinding primer yang lunak dan plastis. Pada embryo primordia sel ± sel latex muliai kelihatan pada waktu pembentukan cotyl ± cotyl. Pada non articulated laticifer dari beberapa tumbuh ± tumbuhan. yang tumbuh bersamaan dengan pertumbuhan tumbuh ± tumbuhan. kelihatan juga inti banyak karena dinding pemisah sering terlarut seluruhnya. protein. Pada sel ± sel latex dijumpai pula callose yang penting untuk penyumbatan luka. aliran latex ini mengikuti ³ pressure flow ³ karena adanya perbedaan tekanan turgor antara bidang sadapan dan isi sel. Pembentukan sel ± sel latex Pembentukan sel ± sel latex berbeda pada pembuluh tak berbatas ( non articulated ) dengan berbatas ( articulated ). Aliran ini akan berhenti apabila keseimbangan tekanan turgor telah kembali ataupun karena tersumbatnya kembali bidang sadapan. Pada Hevea. resin. 1. asam organik. antara lain : karet ( ) n. alkaloid.Pada yang tidak berbatasan ( non articulated laticifer ) misalnya pada Euphorbia terbentuk mulai dari embryo dari beberapa primordia. Apabila disadap maka latex akan akan keluar. lemak. Primordia ini terletak pada daerah yang nantinya akan menjadi buku ( Gbr. inti selnya sering melakukan pembelahan sehingga terlihat berinti banyak ( coenocyt ). Sel ± se latex terdiri dari sel ± sel hidup dengan inti sel yang tetap hidup dan cytoplasma yang melekat pada dinding sel karena vacuola yang besar berisai latex.

Pasangan yang lain masuk ke cortex biasanya dekat peri ± peri. Ujung ± ujungnya berakhir kira ± kira pada lapisan ketiga atau keempat dari epical meristem. 99 . Bila biji ± biji masak terdapat susunan yang khas. Dan yang keempat menjalar ke dalam dan ke atas mendekati ujung tunas epicotyl dan membuat jalinan berbentuk cincin.Pada articulated laticifer kelihatan hal yang berbeda. Satu pasang pembuluh menjorok ke bawah mengikuti sisi cylinder pusat pada hypocotyl. Perkembangan pembentukan pembuluh latex yang demikian terlihat dari skema berikut (Gbr. Pada pertumbuhan sekunder tidak dibentuk sel latex baru tetapi hanya terjadi pemanjangan sel ± sel latex yang sudah ada. Primordia ± primordia ini membentuk beberapa penonjolan ± penonjolan ke beberapa arah dan ujung ± ujungnya menerobos dengan cara intrusif ( ³ intrusive growth ³).Di sini kelihatan beberapa primordia yang terletak disekeliling cylinder pusat. Pertumbuhannya secara intrusif dan kelihatan pula bahwa pada bagian ± bagian tuapun sel ± sel latex ini masih dapat tumbuh apabila sel ± sel di sekitarnya tumbuh. Jumlah primordiaini berbeda ± beda pada tumbuh ± tumbuhan berkisar antara 4 ± 8 yang berpasang ± pasangan. Pasangan ketiga menjorok ke cotyl ± cotyl dan bercabang ± cabang. . Apabila biji ± biji berkecambah dan tumbuh maka pembuluh ± pembuluh latex akan ikut tumbuh baik ke cabang ± cabang akar maupun ke cabang ± cabang batang. Di sini pembuluh ± pembuluh terjadi dengan bukan karena intrusive growth dari sel ± sel tertentu tetapi dengan pembentukan sel ± sel baru yang sudah ada. 99) Gbr. Ujung kedua pasangan ini berakhir pada meristem akar.

Dan sebagian pembuluh ± pembuluh terhenti pada jaringan ± jaringan lain. Jadi diferensiasi adalah secara akropetal ( acropetally ) ± berkembang k earah ujung ± ke arah bagian ± bagian yang baru terbentuk. Pada oculasi Heveaterlihat ada hubungan sel-sel latex antara batang bawah dan batang atas. tetapi dapat pula masing-masing berdiri sendiri. Pembuluh-pembuluh latex sedikit sekali yang mempunyai bentuk yang langsung memanjang seperti pipa. 100. tetapi terjadinya adalah dengan konversi sel ± sel menjadi sel ± sel latex bukan secara pertumbuhan intrusif. terbentuk juga sel-sel latex pada kompleks phloem sekunder. Pada pertumbuhan sekunder. 99 A. Disini terlihat bahwa pembuluh-pembuluh latex letaknya agak teratur berlingkar karena pembentukannya yang priodik oleh kambium. Antara pembuluh-pembuluh latex yang terjadi mungkin terjadi hubungan anastomosa. Pada waktu biji berkecambah dinding ± dinding pemisah pecah sehingga membentuk pembuluh. cabang dan tangkai daun tidak begitu ada hubngannya. Demikian seterusnya dibentuk primordia ± primordia baru sehingga terdapat susunan pembuluh ± pembuluh yang bercabang ± cabang. sebagian besar terputus-putus seperti jala dan kalaupun satu dengan lain berhubungan hanya dengan pelarutan dinding sel ataupun dengan penonjolan-penonjolan (anastomose) sehingga pembuluh-pembuluh batang. bunga. Pada Heveakelihatan penyebaran pembuluh-pembuluh latex seperti Gbr. Sel-sel latex ini terbentuk dari bentukan kambium fusiform yang berobah dengan melarutnya dinding pemisah. Ini terlihat dari dapatnya latex diangkut dari bagian yang satu ke bagian yang lain walaupun hingga batas-batas tertentu. GAMBAR 100 . mungkin terbentuk penonjolan ± penonjolan ke pembuluh yang tedekat ataupun sel ± sel yang mengantarainya berubah menjadi sel ± sel latex dengan pelarutan dinding sel sehingga terbentuklah suatu system ³ pembuluh anastomosa ³. Ke arah bawah ( basically ) differensiasinya sama saja dengan pada yang tak terbatas. tumbuh-tumbuhan tertentu misalnya Chchoriaea. Susunan pembuluh latex Pembuluh-pembuluh latex umumnya tersebar secara umum pada tumbuh-tumbuhan.Pada embrio primordial sel ± sel latex terdapat pada hypocotyl dan cotyl ± cotyl. 2. Primordia ini tersusun secara longitudinal dengan dinding yang tetap ada ( Gbr. demikian pula pada pembuluh ± pembuluh yang agak berjauhan. B ). dan buah. Pada pembuluh ± pembuluh yang berdampingan kadang ± kadang dinding sel terlarut. terus hingga ke daun. Hubungan ini mungkin terjadi karena pembentukan anastomose. tetapi kadang-kadang hanya terbatas pada daerah tertentu terutama pada kompleks phloem.

maka timbul pendapat yang menyamakannya seperi system pembuluh darah pada hewan. tetapi membuat sudut dengan poros vertikal kea rah kanan (Counter clockwise). Gambar 101 Hubungan radial antara lingkaran pembuluh latex kalaupun ada sedikit sekali sehingga dalamnya penyadapan akan memberikan atau mempengaruhi hasil latex. dsb. Pandangan yang agak umum adalah yang menghubungkannya dengan pengangkutan makanan. karena pada tempat-tempat tertentu akan menebal kemudian turun kembali. Kemudian timbul pula pendapat yang mengatakan bahwa pembuluh latex sama dengan phloem. karena banyaknya zat ± zat ini dalam latex. Dan ada pula yang menghubungkannya dengan secretory system ( system sekretori ). resin. 101). karena pembuluh ini dapat menghisap air dari jaringan ± jaringan sekitarnya. 3. Karena distribusi pembuluh latex pada tubuh tumbuh-tumbuhan dan cairan latex yang seperti susu yang keluar bila dilukai. Tetapi pendapat inipun masih disangsikan tetapi nyatanya zat ± zat makanan tidak begitu mobil. (Gbr. Banyaknya pembuluh latex semakin ke atas semakin sedikit sesuai dengan tebalnya kulit. Setelah penyadapan akan terjadi pemulihan kulit. dst. Terpenes ( ruber. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa pembuluh latex merupakan regulator air. dan susunan pembuluh latex akan mempunyai susunan yang sama dan jumlah pembuluh latex aktif lebih banyak pula. Dan dari hasil pengukuran-pengukuran ternyata pula bahwa pembuluh-pembuluh latex jalannya ke atas tidak tidak tegak lurus. Itu makanya penyadapan karet dari arah kiri (left cutting). ) misalnya adalah merupakan hasil sampingan tak berfungsi ( ³ non functional by product ³ ) dari metabolisme sel terutama pada sel ± sel yang sedang tumbuh ± yang sekali masuk ke pembuluh ini tidak akan pernah digunakan lagi. Maka ada pula yang mengatakan bahwa pembuluh ini sebagai timbunan makanan. . Tetapi ternyata bahwa gerak bahan ± bahan ini hanya local dan spasmodic saja.Demikian pula karena terdapatnya sel-sel batu maka hubungan ke samping semakin jauh. Pada pembuluh ± pembuluh ini terdapat banyak bahan ± bahan ekskresi dan jumlahnya adalah lebih banyak dari bahan makanan. Pendapat yang paling umum sekarang adalah yang menganggap pembuluh latex sebagai secretory system. Tetapi ada juga yang tidak demikian. Demikian pula diketahui bahwa pembuluh yang lebih muda (sebelah dalam) akan memberikan latex lebih banyak. Fungsi pembuluh latex Banyak pendapat-pendapat mengenai kemungkinan fungsi-fungsi pembuluh latex.

Apabila kita melihat perkembangan dari batang ( ontogeny ) maka akan terlihatlah pada ujung ± ujungnya terdapat sel ± sel apical yang terus membelah yang membentuk primordia bagian ± bagian lain. dan dasar ( fundamental ). Ujung ± ujung organ ini akan tetap meristematis. jaringan pembuluh ( vascular tissue ) merupakan silinder padat di tengah ( Gbr. Apical initial ini akan membentuk sel ± sel yang serupa yang disebut promeristem. Dengan adanya differensiasi ini maka pada batang terlihat perkembangan bagian ± bagiannya yang secara diagram dapat dapat kita lihat pada gambar 102. yaitu : akar. Jaringan ± jaringan sekunder hanya merupakan tambahan atau sebagai pengganti jaringan primer. dan daun. Variasi ± variasi pada batang adalah merupakan perbandingan dari susunan ketiga bagian ini. BATANG Tubuh tumbuh ± tumbuhan dapat dibagi atas 3 organ. tebal dinding sel. Sel ± sel promeristem mulai akan mengalami differensiasi dengan terjadinya perubahan ± perubahan besar.IV. tetapi kadang ± kadang dapat pula terdiri sebagian dari jaringan sekunder. Embryo yang berkembang baik terdiri dari poros akar ± hypocotyl ( hypocotyl ± root axis ) yang padanya terdapat pada bagian atas satu atau lebih cotyl dan primordia tunas dan pada bagian bawah primordia akar yang tertutup oleh tudung akar. kecuali pada tempat ± tempat tertentu misalnya pada bunga. dan terlihat pula bahwa daerah transisi tidak terjadi sekaligus. Jadi pada suatu tingkat mungkin saja terdapat sel yang masih muda dan sel yang sudah dewasa. Differensiasi sejak dari embryo terjadi bertingkat ± tingkat dan berbeda ± beda dari satu tumbuh ± tumbuhan ke lain tumbuh ± tumbuhan. bentuk. dan kemudian berubah menjadi sel ± sel permanen. 104 ) . Cabang ± cabang umumnya terjadi pada jaringan ± jaringan primer. baru akan lengkap sesudah pertumbuhan sekunder dimulai. Pada tumbuh ± tumbuhan berkayu yang masih rendah dan pada beberapa Angiospermae yang tumbuh di air. Apical meristem membentuk bagian ± bagian baru dari akar dan batang yang lengkap dan merupakan tubuh primer ( primary body ). TUBUH PRIMER Tubuh primer dapat dibagi atas bagian ± bagian kulit ( dermal ). dan lain ± lain. Dari sini terlihat bahwa semakin tua bagian batang semakin lengkap susunannya. Pemanjangan akar dan batang terjadi terus dengan diikuti pembentukan cabang ± cabang dan bagian ± bagian lain. Batang sebagai bagian dari tunas sudah mulai disusun sejak mulai dari embryo. dan lain ± lain. Perkembangan tunas akan membentuk daun pertama ( plumula ) dan batangnya disebut epicotyl. Demikian pula tubuh primer. Jaringan ± jaringan sekunder dapat ditambahkan pada tubuh primer dan membentuk tubuh sekunder. pembuluh ( vascular ). duri. 1. batang. tetapi sedikit demi sedikit. Sedang meristem akar akan berubah dari radicula menjadi akar.

Gbr. akan terbentuk jaringan pembuluh ( phloem dan xylem ). A. dan lain ± lain juga karena pada beberapa herba antar berkas ± berkas vertical hanya terjadi hubungan pada buku ± bukunya. Sedang apabila jaringan pembuluh merupakan silinder kosong maka jaringan dasar yang di tengah ± tengah disebut empelur ( pith ). Sel dewasa dari phloem disebut protophloem dan dari xylem disebut protoxylem. Phloem primer terdiri dari protophloem dan metaphloem sedang xylem primer terdiri dari protoxylem dan metaxylem. 104 ) ataupun seperti jalinan berkas ± berkas yang berhubungan satu sama lain dalam suatu silinder ( Gbr 103 ± A ) atau seperti berkas ± berkas anastomose yang tersebar ke seluruh tubuh ( Gbr. Gmbr 103 Dan apabila terdiri dari berkas ± berkas ( fascicles ). Sel ± sel ini berbeda dari bentukan ± bentukan berikutnya baik dari bentuk dan besarnya maupun dari sifat ± sifatnya. 108 ). 103 ± B. Karena terbentuknya pada awal pertumbuhan maka ia akan mengalami tekanan ± tekanan dari sel sekitarnya dan dipengaruhi pula oleh terjadinya pemanjangan organ ± organ. berkas ± berkas yang berlingkar dan berkas ± berkas tersebar. Buku ± buku ( nodia ) batang sering mempunyai susunan yang berbeda dari ruas ( internodia ). maka daerah di antara berkas ± berkas ini disebut daerah interfascicular. Jika jaringan pembuluh merupakan silinder padat maka jaringan dasar antara epidermis dan jaringan pembuluh disebut korteks ( cortex ). Pada penampang ± penampang melintang ruas jaringan pembuluh ini merupakan cincin.Gbr. cabang. misalnya : daun. Sel ± sel baru yang sudah tahan terhadap regangan ini masing ± masing disebut metaphloem dan metaxylem. Dan jaringan dasarnya disebut : jari ± jari empelur ( pitrh ± ray / medullary ray ). Jaringan ± jaringan ini mungkin teratur seperti silinder yang kosong di tengah ( Gbr. . Jaringan Pembuluh Dengan pembelahan prokambium. Susunan pada buku ± buku berbeda karena dari buku ± buku sering keluar bagian ± bagian lain. Untuk mengatasi ini biasanya sel ± sel ini akan meregang dan juga membentuk penebalan dinding sel. 102 Kebanyakan jaringan pembuluh dinamakan atau diselingi oeh jaringan dasar sehingga susunannya menjadi lain.

a. sehingga umumnya . xylem dan phloem duduknya bersebelahan dan dipisahkan oleh parenchym. 2. umum dijumpai di akar. 104 ± E ) Pada berkas pembuluh ini. Berdasarkan ada tidaknya kambium dapat pula dibedakan berkas pembuluh terbuka yaitu berkas pembuluh yang mempunyai kambium diantara phloem dan xylem. 104 Yang demikian ini umum terdapat pada batang daun Angiospermae dan Gymnospermae. . Apocynaceae. ( Gbr. Xylemnya biasanya endarch xylem. sehingga masing ± masing bagian akan bertambah besar. Berkas pembulu concentric Berkas ini merupakan lingkaran ± lingkaran yang saling menutupi. Solanaceae. berkas pembuluh dapat dibeda ± bedakan atas beberapa type. 104 ± C ). Berkas pembuluh yang demikian jarang dijumpai. Berkas pembuluh collateral ( Gbr. Berkas pembuluh tertutup ialah berkas pembuluh yang tidak mempunyai kambium. Banyak terdapat pada Monocotyl. Berkas pembuluh ( radial ) ( Gbr. Dalam hal ini sering terlihat terjepitnya atau matinya sel ± sel primer ini. Ini terdiri dari phloem pada sebelah luar dan xylem pada sebelah dalam. Berkas pembuluh Berkas pembuluh ( vascular bundle ) adalah kelompok sel ± sel pengangkut yang biasanya terdiri dari phloem primer dan xylem primer dan kadang ± kadang juga terdapat jaringan sekunder.Endophlois ( amphivasal ) yaitu xylem mengelilingi phloem. 104 ± D ) 4. Gbr. Berkas pembuluh bicollateral ( Gbr. misalnya pada Cucurbitaceae.Ectophlois ( amphicribal ) yaitu phloem mengelilingi xylem. Bentuk demikian jarang sekali dijumpai pada batang. protoxylem terletak di sebelah luar. 1. 104 ± A ) Yaitu berkas ± berkas pembuluh yang xylem dan phloemnya duduk bersebelahan. Melihat letak dan susunan dari xylem dan phloem. 104 B ) Berkas yang demikian sebenarnya sama saja dengan collateral hanya saja phloem juga terdapat di sebelah dalam xylem. 3.Phloem primer maupun xylem primer biasanya hanya berfungsi sementara apabila terdapat pertumbuhan sekunder. Terdapat pada Fern ( Gbr. dan lain ± lain. Ada 2 type : .

Berdasarkan banyaknya phloem type ini dibedakan atas : . Type ini terdiri dari suatu bentuk padat dari xylem dan dikelilingi oleh sarung phloem. 3 ( triarch ). 106 ± B¶ ) Gbr 106 . Tidak dijumpai empelur. Protostele ( Gbr. antara lain : 1. Siphonostele = Solenostele Jaringan pembuluh berbentuk silinder kosong yang tengah ± tengahnya berisi empelur ( pith ). dan biasanya berkas ini dikelilingi oleh suatu sarung ( sheath bundle ). Modifikasi dari type ini adalah yang sekarang umum dijumpai pada akar tumbuh ± tumbuhan yang disebut actinostele ( Gbr. . 105 ± A1. Banyaknya sudut ± sudut ( kutub ± kutubnya ) bervariasi dari 2 ( diarch ). 105 ± A ) Gbr 105 Type yang paling sederhana dan type yang paling primitif. 106 ± B ). Bagian tengah dari xylem yang padat dan berbentuk bintang.Amphiphloic siphonostele. 4 ( tetrarch). Ada beberapa macam type stele. Jika bentuk ini silindris disebut haplostele. 2. 105 ± B ³ ) yaitu protostele phloem bercampur baur dengan xylem. Sistem stele Berkas ± berkas pembuluh dalam batang sering merupakan rangka yang susunannya berbeda ± beda yang disebut stele. Terdapat pada tumbuh ± tumbuhan rendah dan fossil ± fossil. A¶ ). Pada type ini terdapat 2 lingkaran phloem. Kadang ± kadang juga dijumpai yang disebut plectostele ( Gbr. Pada type ini lingkaran xylem terletak bersebelahan dengan empelur dan dikelilingi oleh phloem. yang satu berdampingan dengan empelur dan dikelilingi oleh xylem dan yang satu lagi mengelilingi seluruhnya ( Gbr. dan seterusnya.Ectophloic siphonostele ( Gbr. Phloem dan xylem masing ± masing membentuk lingkaran yang konsentris.bentuknya tetap. b.

yaitu : . Banyaknya berkas .Teori invasi Teori ini mengatakan bahwa sebenarnya bagian-bagian korteklah yang menyebar ke dalam silinder pusat. Jadi empulur merupakan pembuluh pengangkut yang tidak berkembang. 108 ± E ) Gbr 108 Mengenai perkembangan dari bentuk protostele menjadi siphonostele terdapat 2 teori. Berkas-berkas pembuluh yang masuk ke suatu sistem daun disebut berkas daun (leaf trace = foliar trace) sedang yang masuk ke sistem cabang disebut berkas cabang (branch trace = ramular trace). Adakalanya sistem ini akan bercabangcabang sehingga merupakan berkas pembuluh daun atau batang. yang lingkarannya terputus ± putus karena adanya celah daun ( leaf gap ).Teori expansi Teori ini mengatakan bahwa terjadinya siphonostele dari protostele adalah disebabkan tidak berubahnya bagian tengah menjadi pemuluh pengangkut. Pada type ini berkas pembuluh dapat collateral ataupun bicollateral. 103. dan menjadi empulur. Atactostele Pada tumbuh ± tumbuhan Monocotyl misalnya jagung dan rumput ± rumputan lainnya susunan stele lebih terserak lagi tanpa kelihatan aturan tertentu. phloem dan kadang-kadang juga jaringan sekunder. 107 ± C ) Type ini adalah modifikasi dari siphonostele. Gbr. Modifikasi lain dari ini adalah yang disebut eustele ( Gbr. ( Gbr. Stele terdapat dari bawah hingga ke atas. Type ini banyak dijumpai pada Dicotyl dan Gymnospermae. . Stele yang demikian disebut atactostele. Dictyostele = dissected siphonostele ( Gbr. Gmbr 107 4. Sebenarnya leaf trace adalah jaringan pembuluh pimer yang ujungnya hanya terdiri dari xylem. 106 ± D ) pada penampang melintang susunannya sama saja dengan dityostele. tetapi tinggal menjadi empulur. tetapi terpisahnya berkas ±berkas pembuluh ini disebabkan oleh celah daun ) leaf gap ) maupun terdapatnya jaringan interfascicular ( jaringan diantara berkas ± berkas pembuluh ) yang berkembang ke atas secara uniform sehingga bentuk penampang sama pada ketinggian yang berbeda.3. Pada buku ± bukunya masih sering kelihatan bentuk siphonostele yang asli.

Jika penebalan berupa titik-titik disebut: titik Caspari (Casparian dots).daun (leaf trace) yang masuk ke suatu daun berbeda-beda. Kemudian dapat pula ditambahkan dinding sekunder dari cellulose yang kadang-kadang mengalami lignifikasi pula. Gambar 109 Celah daun (leaf gap) umum dijumpai pada Gymnospermae. Celah cabang (branch grap) dijumpai pada tumbuh-tumbuhan berkayu (vascular plant). Pada kebanyakan tumbuh-tumbuhan berkayu (vascular plant). Keistimewaan dari endodermis adalah terdapatnya pada dinding radial dan dinding transversal suatupenebalan dari lignin dan suberin. Celah cabang biasanya lebih besar dari celah daun. yang terletak di luar jaringan pembuluh dan endodermis yang mengelilingi pericycle. Endodermis ini kadang-kadang dianggap sebagai lapisan terdalam dari korteks. keluarnya berkas daun (leaf trace) dan berkas cabang (branch trace) diikuti oleh pembelahan stele di atas keluarnya berkas-berkas sehingga berbentuk celah yang disebut gap. kelihatannya seperti parenchym dengan bentuk sel kubus-panjanggembung dengan sisi panjang sejajar dengan pembuluh. Endodermis adalah satu lapis sel yang teratur secara kompak karena tidak mempunyai ruang antar sel. Keadaan ini akan jelas kelihatan pada tumbuh-tumbuhan rendah ataupun pada akar tumbuh-tumbuhan berbiji. sedang pada tumbuh-tumbuhan berbiji hanya pada . Berkas cabang biasanya memisanh langsung dan keluar dari stele. B. Tetapi batas antara jaringan dasar (ground tissue) dengan jaringan pembuluh (vascular tissue) kadang agak meragukan. Endodermis yang nyata terdapat pada batang tumbuh-tumbuhan berkayu yang masih rendah (tingkatnya). Celah-celah ini dimana kortek dan empulur berhubungan disebut celah daun (leaf gap = lacunae) apabila disebabkan oleh berkas daun dan disebut celah cabang bila disebabkan oleh berkas cabang. tetapi kadng-kadang dianggap sebagai lapisan terluar dari stele. sedang berkas daun mungkin sudah lepas dari stele tetapi tetap berada di sekitarnya sampai berapa jauh baru kemudian ke luar ke korteks. 109 terlihat diagram yang menggambarkan skema pembentukan berkas dan celah daun dan batang. Penebalan ini disebut: Casparian ± strip (garis-garis Caspari). Pada bagian-bagian yang tua sel-sel endodermis sering mengalami perubahan dengan pembentukan suberin lamela pada permukaan dinding sebelah dalam. Pada Gbr. Fern dan Angiospermae. Endodermis Pada tubuh primer batas dan letak epidermis jelas kelihatan. teapi untuk suatu jenis tumbuh-tumbuhan angka ini biasanya tetap. yaitu pericycle. Ada dua lapisan yang membatasi jaringan dasar dengan jaringan pembuluh. Tumbuh-tumbuhan dengan protostele tidak pernah mempunyai gap.

Sarung pati ini berkembang tidak jauh dari apical meristem (beberapa centimeter). Yang banyak dijumpai adalah pada akar (lihat AKAR halaman 127). dengan dinding tipis dari cellulose.Angiospermae yang herba. Bentuknya bermacam ± macam. sedang bagian dalam tidak berwarna sering berisi butir ± butir pati. jarang dijumpai sehingga tidak ada yang membatasi korteks dan jaringan pembuluh. fiber. C. yang tersusun berupa lingkaran ataupun berkas ± berkas yang tumbuh di bawah epidermis. Pericycle banyak dijumpai pada batang dan akar tumbuh ± tumbuhan rendah. sebagai penyokong. Kebagian dalam berbatasan dengan phloem dan kebagian luar berbatasan dengan endodermis. jika endodermis tidak ada berhubungan langsung dengan korteks. Pada batang Angiospermae yang masih muda. . Pada tumbuh ± tumbuhan Dicotyl. E. Tebalnya berbeda ± beda dari beberapa lapis sel sehingga berpuluh ± puluh lapis. dan kristal ± kristal. Bagian sebelah luar sering mengandung chloropyl. tannin. dan pada bagian batang yang tua lapisan ini tetap tinggal sebagai parenchym biasa atau berubah menjadi endodermis dengan garis±garis Caspary. lapisan terdalam dari korteks mengandung butir-butir pati. D. Sering juga sel ± selnya mengalami perubahan ± perubahan ada yang berubah menjadi cadangan makanan ada yang berubah menjadi sclereid. biasanya isodiametris atau berbentuk cylinder. pada bagian terluar dari korteks sering dijumpai collencym. Cortex Cortex terdiri dari sel ± sel parenchym dengan ruang antar sel yang nyata. Pada bagian ± bagian yang tua tidak mempunyai chloroplast tetapi sering mempunyai leucoplast. Lapisan ini disebut sarung pati (starch sheath). maka dianggap bahwa keduanya sebenarnya serupa. Pericycle ini dianggap sebagai jaringan dasar dari stele bersama ± sama dengan empelur dan jari ± jari empelur. Karena sarung pati ini berada di tempat di mana seharusnya dimana endodermis berada. Empelur ini terdiri dari sel ± sel parenchymatis yang tersusun longgar dengan ruang ± ruang antar sel yang nyata. Pericycle Pericycle adalah suatu jaringan yang terdiri dari beberapa lapis sel yang mengelilingi jaringan pembuluh. Empelur Bagian tengah dari batang sering ditempati oleh empelur. sedang pada batang Gymnospermae dan Angiospermae. dan lain ± lain.

Pada Gbr. Pertumbuhan sekunder Dalam hal yang umum pada batang Gymnospermae dan Dicotyledonae kambium merupakan suatu silinder diantara xylem primer dan phloem primer dan mempunyai posisi yang tetap walaupun sudah membentuk xylem sekunder ke arah dalam dan phloem sekunder kearah luar ( Gbr. berdinding tebal. 110 terlihat perbedaan umum antara batang Monocotyl dan Dicotyl. Bagian ini disebut perimedullary ±zone atau medullary ± sheath. 111 ) Gbr 111 . pada dermal oleh phellogen dsb.Bagian terluar dari empelur kadang ± kadang sangat berbeda ± beda dari empelur lainnya yang terdiri dari sel ± sel yang kecil ± kecil. Dan bagian inilah yang menjadi batas antara empelur dan jaringan pembuluh. 2. tersusun lebih kompak dan mengandung protoplasmayang lebih banyak. Juga pada beberapa Monocotyl dengan cara ± cara tertentu dapat membentuk penebalan sekunder. Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh initial ± initial tertentu. Diantara berkas ± berkas pembuluh sering pula terdapat kambium. Yang demikian ini umum dijumpai pada Dicotyl dan Gymnosperma. baik terjadi dari interfascicular parenchym maupun terjadi dari pelebaran kambium fascicular. TUBUH SEKUNDER Tubuh sekunder dibentuk dari pertumbuhan sekunder dengan penambahan jaringan ± jaringan sekunder pada tubuh primer. misalnya pada jaringan pembuluh oleh kambium. yang disebut kambium interfascicular. Kambium ± kambium yang terjadi dari prokambium ini disebut kambium rascicular. Kambium berasal dari prokambium yang terus mempertahankan sifat meristematisnya walaupun pertumbuhan primer sudah berakhir. Gambar 110 A.

112 ) misalnya pada Nicotiana. Gambar 113 Batang tunbuh ± tumbuhan sangat berbeda ± beda mengenai tebal dan susunan berkas pembuluh primer dan pembuluh sekundernya. yang kadang ± kadang dapat berlanjut tak terbatas hingga matinya tanaman. Ada tiga model perkembangan pembentukan tubuh sekunder. Penyimpangan ± penyimpangan ini ada . Jaringan pembuluh primer merupakan silinder dan jaringan pembuluh sekunder juga merupakan silinder ( lihat Gbr. banyak tumbuhan herba dan Dicotyl berkayu ( Gbr. B. Jaringan pembuluh primer merupakan berkas ± berkas dan kambium interfascular hanya membentuk parenchym sehingga jaringan pembuluh sekunder juga berupa berkas ± berkas. kecuali bila ada celah daun dan celah cabang. Terlihat bahwa perkembangan ini dapat mengakibatkan tertekannya beberapa sel hingga mati dan terjadinya penebalan ± penebalan dinding sel yang sekaligus juga menambah kekuatan batang. dan hanya ada beberapa pengecualian dengan adanya pertumbuhan sekunder. Di samping ketiga cara tersebut masih ada modifikasi ± modifikasi lain. 111 ) b. Pembuluh primer berkisar silinder padat yang tebal hingga berkas ± berkas yang kecil. Anomali pada Pertumbuhan Sekunder Pada beberapa Dicotyl dan Gymnospermae kadang ± kadang terhihat pertumbuhan sekunder yang menyimpang dari biasa. 114 terlihat susunan tubuh sekunder dengan bagian ± bagiannya. Gmbar 112 c. Bagaimanapun susunan jaringan primernya. a. dsb. Pada Gbr. Prunus. Pada umumnya Monocotyl batangnya tidak bertambah besar. misalnya kambium interfascular hanya membentuk fiber atau sclereid atau pertumbuhan sekundernya sedikit sekali. Salic.Tetapi apabila diteliti asal dan kegiatannya akan terlihat beberapa perbedaan. dan lain ± lain. Jaringan pembuluh primer merupakan berkas ± berkas tetapi jaringan pembuluh sekunder merupakan silinder misalnya pada Sambucus. Pertumbuhan sekunder dapat menyebabkan bertambah besarnya batang. jaringan sekunder dapat merupakan silinder penuh. Tilia.

Pertumbuhan Sekunder pada Monocotyl Umumnya Monocotyl tidak melakukan pertumbuhan sekunder. Setelah panjang tumbuh ± tumbuhan tetap masih ada kemungkinan pada beberapa tempat terjadi penebalan ± penebalan terbatas karena pembesarandan pembelahan jaringan dasar. Ada pula penyimpangan yang lain yang disebabkan oleh terbentuknya kambium tambahan ( accessory cambium ) pda pericycle sehingga terdapat lingkaran berlapis ± lapis yang masing ± masing terdiri dari xylem dan phloem misalnya pada Securidaca lanceolata ( Gbr. hanya dengan pertumbuhan primer dapat dibentuk batang yang besar misalnya pada kelapa sawit. Gmbr 116 Apical meristem hanya membentuk sebagian kecil dari tubuh primernya. C ). terjadi pertumbuhan sekunder. 115 ± E ). Dracaena.115 ± D ) dan Serjania( Gbr. Meristemnya disebut juga kambium yang mulai berfungsi setelah pertumbuhan memanjang selesai. Pada beberapa Monocotyledoneae misalnya pada Aloe. Yucca. 115 ± B ) C. misalnya posisi kambium biasa. . Bentukan meristem ini berdifferensiasi menjadi jaringan ± jaringan yang terdiri dari jaringan dasar dan berkas prokambium. Pemanjangan ruas ± ruas hanya terjadi setelah ruasnya agak besar. Sanseviera.Aktivitas meristem ini menyerupai pertumbuhan sekunder yang terdapat pada beberapa Monocotyl. tetapi jaringan ± jaringan yang terjadi menunjukkan penyimpangan distribusi xylem dan phloem. misalnya terdapat pada Bignoniaceae ( Gbr. Agave. Sebagian besar dari tubuh primernya terjadi dari meristem penebalan ( thickening meristem ).bermacam ± macam. sehingga batang akan bertambah besar. Meristem ini terletak di bawah primordia daun dan menghasilkan lapisan ± lapisan sel yang terjadi dari pembelahan periclinal. Ada pula yang posisi kambiumnya tidak teratur sehinnga xylem dan phloem sekundernyapun akan tidak teratur misalnya terdapat pada Bauhinia ( Gbr. Kambium ini berasal dari parenchym di luar berkas pembuluh ( pericycle ). 115 ± A. Pembesaran baatng ini terjadi oleh suatu meristem yang disebut meristem penebalan primer ( pheripheral primary thickening meristem ).

Dari beberapa cara perbanyakan vegetatif ini. Tracheid sangat panjang ± panjang dan mungkin berbentuk tangga ( scalariform ). Mungkinnya cara ± cara ini adalah disebabkan dapatnya berkas ± berkas pembuluh dari bahan ± bahan yang ditempelkan bertautan satu sama lain. Berkas ± berkas pembuluh ini tidak teratur letaknya walaupun kira ± kira dalam barisan ± barisan yang radial. Kedua bagian ini mengalami pelukaan. Walaupun jaringan sekunder ini tidak terbatas jumlahnya tetapi umumnya berkembang dengan lambat sehingga tidak terjadi pembesaran batang. tetapi ke bagian dalam membentuk berkas pembuluh amphivasal atau collateral di dalam suatu jaringan dasar yang parenchymatis yang biasa disebut conjuntive tissue. Gambar 117 & 118 Pembentukan batas ± batas pembuluh sekunder demikian ini dapat kita lihat pada Gbr. Pada berkas pembuluhnya hal ini tidak demikian. mula ± mula anticlinal dan periclinal dan kemudian tak menentu. membentuk xylem dan phloem. suatu hal yang jarang sekali dijumpai pada jaringan sekunder. 118 ). karena parenchym interfascicularnya tidak mengikuti aturan tertentu ( Gbr. . Pembesaran batang sebelah bawah pada beberapa Palma bukanlah disebabkan oleh pertumbuhan sekunder tetapi hanyalah karena perbesaran sel dan ruang antar sel. Susunan yang agak radial inilah yang mempermudah kita untuk membedakannya dari jaringan primernya. Berkas pembuluh sekunder ini dapat dibedakan dari berkas pembuluh primer dari sedikitnya phloem dan tidak terdapatnya protoxylem annular dan spiral. karena sel kambium membelah longitudinal. 3. penempelan baik secara enten (grafting) ataupun secara okulasi sudah banyak sekali dilakukan. Pembelahan kambium adalah kebanyakan tangensial sehingga sel ± sel yang terbentuk tersusun secara radial. Pada suatu enten misalnya kita menempelkan suatu mata ( scion ) dari tumbuh ± tumbuhan tertentu kepada batang tumbuh ± tumbuhan lain ( stock ). 117.Kambium ini tidak membentuk phloem ke luar dan xylem ke dalam seperti biasanya. PERTAUTAN PADA OKULASI / ENTEN Usaha ± usaha perbanyakan tumbuh ± tumbuhan telah banyak dilakukan baik secara vegetatif maupun generatif.

Emergence . Trachoma d. dan seterusnya membentuk lapisan kambium yang berhubungan dengan kambium lainnya. Kambium ± kambium ini akan membentuk callus dan bersatu. JARINGAN YANG TERDAPAT PADA BATANG Jaringan ± jaringan yang menyusun batang kemungkinan terdiri dari : . Kemudian sel ± sel ini membelah membentuk callus. Berkas pembuluh ini menghubungkan xylem dan phloem batang bawah dengan xylem dan phloem scion sehingga terbentuklah pertautan keduanya. Diantara sel callus yang berdekatan dengan kambium yang asli akan berubah menjadi kambium ( mungkin pengaruh hormon ). Sel ± sel di bawah luka akan membesardan mengisi ruang ± ruang yang ada di antara kedua bagian yang ditempelkan. Phelloderm c. sehingga berkas ± berkas pembuluh yang terbentuk juga berhubungan. terdiri dari : a. Pada okulasipun pada dasarnya sama saja. Sel ± sel epidermis b.Periderm.Maka tumbuh ± tumbuhan akan berusaha menutupi luka dengan pembentukkan callus ( jaringan luka ) luka ). Phellogen b. tidak bersatunya kambium sehingga tidak membentuk lapisan pertautan yang hidup ataupun terjadi pertautan tetapi tidak terdapat hubungan berkas pembuluh tidak terbentuk melainkan hanya parenchym sehingga pertautan lemah dan pengangkutan makanan akan lambat sekali. Kambium ini akan membentuk berkas ± berkas pembuluh yang berhubungan dengan berkas pembuluh yang tidak terbuka. maka yang terjadi di sini sebenarnya adalah. tetapi disini kita menempelkan kambium ± kambium dari stock dan scion. Stomata c. Phellem . terdiri dari : a. Apabila tejadi incompatibity pada enten atau okulasi. Callus mungkin dibentuk oleh sel ± sel dari zone kambium ataupun sel ± sel lain dari kompleks pembuluh asal saja dia tidak berdinding sekunder. Gbr 119 4.Epidermis.

terdiri dari : a. Sclerenchyma d.phloem. Collenchym c. terdiri dari : a. dan lain ± lain --. e. c. terdiri dari : --. Endodermis .. terdiri dari : a. Pembuluh ayak / tapis ± sieve tube element c. Sel ayak / tapis ± sieve cell b. f.Cortex. Sel pengiring ± companion cell d.pericycle --. Laticifer e.Stele. cambium vessel tracheid fiber wood parenchym dan lain ± lain --.Empelur ( pith ) . d.xylem. Parenchym b. b.

morphologi maupun physiologi. 2. Daerah pemasakan ( maturation ± differentiation regional ). . berbentuk isodiametris. berdinding tipis. Apical meristem ini akan berkembang dam berdifferensiasi menjadi jaringan ± jaringan lainnya. Pada daerah ini mulai pula terbentuk protoxylem. Akar mempunyai perbedaan ± perbedaan dengan batang misalnya pada akar terdapat xylem exarch dan berkas pembuluh tersusun radial. Di samping itu pada akar tidak terdapat daun.V . penuh dengan plasma dan vacuola kalaupun ada kecil ± kecil. Masih banyak lagi perbedaan ± perbedaan yang dijumpai baik dari sudut anatomi. Daerah pembelahan sel ( region of cell divisison = meristematic region ). Pada daerah inilah terjadi bulu ± bulu akar yang banyak.120 ). Batas daerah ini dengan daerah pembelahan sel. dan cabang ± cabang akar terjadi dari pericycle sedang pada batang cabang ± cabang terjadi dari promeristem pada titik tumbuh. Pada daerah ini sudah mulai terbentuk protophloem. adalah mulai masuknya pembuluh tapis. Di atas daerah ini terdapatlah akar yang sudah masak. AKAR Bagian tumbuh ± tumbuhan yang berada dalam tanah umumnya disebut akar. Urutan ± urutan differensiasi ini dapat kita lihat pada diagram berikut ( Gbr. yaitu : 1. Daerah pemanjangan ( cell ± elongation = cell enlargement region ). Pada daerah inilah terjadi pembelahan sel yang paling aktif. Daerah ini terjadi dari sel ± sel yang kecil ± kecil. Daerah ini diakhiri dengan masaknya xylem elemen dan mulainya terbentuk Casparian ± strip pada endodermis dan epidermis mulai membentuk bulu ± bulu akar ( root ± hair ). Akar seperti juga batang terjadi dari apical meristem ( lihat III ± A ). Pada daerah ini terjadi pemasakan dan differensiasi jaringan ± jaringan. Pada daerah ini sel ± sel yang baru terjadi pada daerah pembelahan sel. mulai memanjang dengan cepat. stomata. dan berfungsi sebagai penghisap air dan makanan dan sebagai penegak pohon. 3. sedang pada batang xylem jarang yang exarch sedang berkas pembuluhpun jarang yang radial. Gbr 120 Dari gambar dapat kita lihat bahwa pada akar terdapat 3 daerah. Sel ± sel di daerah ini kelihatan panjang ± panjang dengan vacuola yang besar.

AKAR PRIMER A. Gbr 123 ± D Pada tumbuh ± tumbuhan tanpa pertumbuhan sekunder. Pada keadaan yang demikian. 123 ± D ). hidup hanya untuk waktu yang singkat ( beberapa hari ). Sel ± sel yang demikian disebut sel peresap ( doorlaatsel ± passage cell ± transfusion cell ). Jaringan ini berperan khusus untuk pengisapan air. Endodermis ini mudah ditandai dengan adanya garis ± garis Caspari pada dinding anticlinalnya. berdinding tipis dengan lapisan terluarnya berlendir tipis dengan lapisan terluarnya berlendir (mucilaginous). Epidermis Berbeda dengan epidermis batang dan daun. Bahan ± bahan yang membentuk garis ± garis Caspari ini masih terdapat perbedaan ± perbedaan pendapat karena ada yang menyatakan bahwa penebalan ini dari lignin danada pula yang menyatakan suberin. biasanya tidak seluruh endodermis menebal. endodermis akan mengalami perubahan ± perubahan dinding sel. Kadang ± kadang penebalan ini sangat tebal sehingga hampir menutupi lumen. epidermis dari akar yang muda (rhizodermis) terdiri dari selapis sel kompak yang berdinding tipis tanpa kutikula. Pada dinding yang sudah ada ( primer ) pada dinding radial dan transversalnya dibentuk suberin lamella. Sel ini berfungsi sebagai jalan air dari xylem ke cortex dan sebaliknya ( Gbr.1.124 ± d ). Fungsi endodermis adalah sebagai penyaring zat ± zat makanan dari berkas pembuluh dan pengatur air.1 ± 0.8 mm ). Tak berapa jauh dari ujung akar yaitu terutama pada daerah pemasakan epidermis akan membuat bulu ± bulu akar ( kecuali pada akar udara ). Pada tumbuhan ± tumbuhan yang mengalami penebalan sekunder. Endodermis Batas antara cortex dengan stele adalah endodermis. tetapi ada beberapa sel yang letaknya berdekatan dengan xylem yang tetap berdinding tipis. Plasma sel terletak konsentrasi atau melekat pada garis ± garis Caspari. Penonjolan bulu ± bulu akar ini sangat banyak dan memperluas permukaan ( pada jagung ada 420 buah tiap ). jadi harus melalui selaput yang selective . Gbr 121 B. karena pertumbuhan periderm dari pericycle maka endodermis dan cortexnya akan tertekan ke luar dan kadang ± kadang akan rusak ( Gbr. karena dengan adanya Casparian ± astrip sehingga air hanya dapat melalui dinding tangensial dan protoplasma. Bulu ± bulu akar adalah sel ± sel yang tumbuh memanjang ( 0.

Jadi hampir serupa dengan periderm.Berkas pembuluh tersusun kompak tanpa terganggu oleh celah daun. Walau demikian masih banyak pendapat ± pendapat lain mengenai hal ini. Sel ± sel exodermis mempunyai suberin lamella pada bagian dalam dinding primernya. Cabang ± cabang akar dan periderm sering dimulai di daerah ini. yang kadang ± kadang masih dilapisi lagi oleh cellulosa. Exodermis Cortex di bawah epidermis sering berubah menjadi jaringan pelindung yang mengandung suberin. C. Pericycle merupakan jaringan yang mengelilingi berkas pembuluh yang terdiri dari sel ± sel parenchymatis. Exodermis ini hampir serupa dengan endodermis karena di sinipun terjadi penebalan ± penebalan dari suberin. Exodermis terdiri dari satu atau lebih lapisan sel ± sel dan kadang ± kadang didampingi oleh sclerenchym. Jaringan ini disebut exodermis. maka akar ada yang monarch. Berkas pembuluh akar tersusun secara radial dengan xylem exarch dan phloem yang terletak di pinggir central cylinder. sehingga bagian ± bagian ini merupakan kutub ± kutub.Berkas pembuluh dikelilingi oleh jaringan yang terdiri dari satu lapisan sel atau lebih yang disebut pericycle ( perikambium ). bedanya hanyalah pada exodermis protoplasma tetap ada.permeable. Perkembangan xylem dan phloem adalah centripetal. Berkas Pembuluh Berkas pembuluh dan cortex terpisah nyata di akar karena : . triach. Banyaknya kutub ± kutub xylem untuk Monocotyl dan Dicotyl berbeda ± beda. Umumnya akar ± akar ini mempunyai pericycle kecuali pada tumbuh ± tumbuhan air. . Banyaknya kutub ± kutub untuk jenis tumbuh ± tumbuhan tertentu umumnya adalah tetap. Semakin besar akar biasanya kutub ± kutubnya semakin banyak dan sering terdapat pula empelur di tengahnya. Berdasarkan banyaknya kutub ± kutub xylem ( xylem rays ). D. dan juga umumnya terdapat hanya pada bagian ± bagian tumbuh ± tumbuhan yang ada dalam tanah. diarch. . Pada Dicotyl biasanya lebih sedikit dibandingkan dengan pada Monocotyl. . misalnya ada yang mengatakan berfungsi sebagai bendungan air ( water dam ) dan bendungan udara ( air dam ). walaupun hal ini masih ditentukan oleh besarnya diameter akar. dan polyarch.Dikelilingi pula oleh endodermis. Sel ± sel ini termasuk sel ± sel permanen. tetapi dapat menjadi merismatis dengan membentuk meristem sekunder.

maka pembentukan akar ± akar samping terjadi pada daerah yang lebih dalam ( endogenous ) dan dari daerah yang agak jauh dari apical meristem di belakang daerah pembentukan bulu ± bulu akar. Dengan sistem pembentukan akar yang demikian maka cabang-cabang akar akan terdapat pada daerah-daerah tertentu. C). Cabang ± cabang akar ini akan membentuk bulu ± bulu akar dan kadang ± kadang juga cabang ± cabang akar yang baru. Gmbr 127 Dengan pertumbuhan selanjunya primordial cabang akar akan menembus cortex dengan mendesak jaringan ± jaringan yang ada di luarnya. beberapa sel di pericycle melakukan pembelahan periclinal dan anticlinal. Dan banyaknya barisan cabang-cabang akar akan sama dengan banyaknya kutub xylem ataupun duakalinya. B. Hubungan antara sel ± sel yang baru dibentuk dengan akar induk hanya ada pada berkas ± berkas pembuluhnya. Pada gymnospermae dan angiospermae letak permulaan ini pada daerah di depan kutub-kutub xylem (apabila terdapat 3 atau lebih dari kutub xylem). Pada Gymnospermae dan Angiospermae. cabang akan dimulai pada pericycle dan tumbuh terus menembus cortex. Pada tumbuh ± tumbuhan berkayu yang rendah ( lower vascular plant ) cabang ± cabang ini dimulai pada endodermis. AKAR SAMPING Berbeda dengan batang. dan membentuk perimordia cabang akar (Gbr.Gbr 126 2. 127 ± D ). sedang epidermis dan cortexnya tidak berhubungan.127 A. Letak permulaan dari cabang ± cabang akar tidak sama pada seluruh tumbuh-tumbuhan. di depan xylem atau di antara xylem dan phloem. Pada tumbuh-tumbuhan berbiji dengan akar diarah letak permulaan ini di antara kutub xylem dan phloem ataupun dekat dengan phloem. GAMBAR 128 . Jaringan yang terdesak ini akan mati dan akhirnya mengelupas ( Gbr. Pada permulaan pembentukan cabang ± cabang akar.

Pada bagian bawah hypocotyl protoxylem tetap menempati posisi luar (per-peri). Dengan mengembangnya lingkaran kambium oleh pertumbuhan sekunder maka sebahagian dari cortex dan pericycle akan mengelupas sehingga akhirnya hanya tinggal lapisan gabus (Gbr. Setiap jalur phloem berhubungan dengan jalur metaxylem yang berbeda (Gbr. tetapi metaxylem membelok menuju ke tengah. Dengan perkataan lain terjadi perubahan dari xylem exarch menjadi xylem endarch. TUBUH SEKUNDER Tubuh sekunder adalah merupakan hasil bentukan kambium. Kambium yang ada di dekat kutub-kutub xylem akan membentuk jari-jari kayu yang besar. Kambium ini akan membentuk lingkaran karena pembantukan xylem didekat phloem terjadi lebih dahulu (Gbr. 131-D). hanya terlihat bahwa dari 2 jalur phloem di akar akan menjadi 4 jalurdi hypocotyl. Mengenai perubahan phloem tidak begitu nyata kelihatan. Jadi akhirnya akan kelihatan bahwa penampang akar serupa dangan penampang batang apabila terdapat pertumbuhan sekunder. Pada posisi yang lebih tinggi protoxylem bertambah karena poros protoxylem bertambah lebar menjelang ruas cotyl. bagian batang yang disebut epicotyl (batang di atas cotyl). sehingga dari satu bidang xylem yang dijumpai di akar akan berkembang menjadi dua kompleks xylem yang berbeda di cotyl jadi menjadi xylem endarch. menjauh dari protoxylem. pericycle di depan kutub xylem membelah. Pericycle akan membelah terus dan nantinya akan merupakan pembentuk periderm. GAMBAR 130 GAMBAR 131 Pada semaian ini terdapat 2 keping biji (cotyl). Pembuluh ayak dari phloem primer akan tertekan dan rusak sebahagian berubah menjadi fiber. . Derivate sel-sel ini yang di sebelah dalam berubah menjadi kambium sehingga menjadi bersambung. 129-C) Kambium akan terus membentuk jaringan sekunder sehingga xylem primer akan terbenam. Pergerakan ini menyebabkan bagian tengah tadi ditempati oleh empulur. dan hypocotyl (di bawah cotyl) dan akar dengan xylem berkutub dua (diarch) yang diapit oleh dua jalur phloem. Kambium mula-mula terlihat pada ujung sebelah dalam dari phloem. Tetapi kambium ini membentuk jaringan sekunder. 131-C) dan akhirnya terjadilah berkas pembuluh yang kollateral (Gbr. Setiap cotyl di bagian tengah mempunyai berkas pembuluh ganda yang terdiri dari dua jalur. Sementara itu metaxylem dari masing-masing kutub protoxylem tidak bergabung. 129E).3.

yaitu: Type A = Dipsacus. Phloem masing-masing bergeser dan bertemu dengan phloem lainnya dan bergabung dengan xylem. Type B = Acer. GAMBAR 132 Jadi dengan demikian dari akar yang radial berubah menjadi berkas yang collateral pada batang. masing-masing bergeser dan berputar dan bertemu dengan xylem yang tidak bergeser yang sementara itu sudah berputar . 132-D)  Pada type ini setengah dari xylem membelah dua. 132 ± B ). Pada type ini baik xylem maupun phloem membelah masing ± masing menjadi 2 bagian. 132 ± C ) Pada type ini setengah dari xylemnya tidak bergeser tetapi bergeser membelah dua dan bergeser yang lain dan bertemu xylem. Phaseolus. Phoenix ( Gbr. Phloem bergeser xylem bergeser dan berputar dan bertemu dengan phloem. Tetapi umumnya dapat digolongkan atas empat type. Dari akar diarch berubah menjadi batang dengan 2 berkas pembuluh collateral. Peralihan dari akar ke batang berbeda-beda dari tanaman yang satu ke tanaman yang lain. . Fumaria (Gbr. Dan jaringannya dapat sekunder. primer maupun campuran keduanya. satu ke kanan dan satu ke kiri dan berputar dan bergeser dan bertemu dengan phloem pada bagian dalamnya. Lathyrus. Disini phloem tetap pada tempatnya. Curcubita. Berkas pembuluh dari epicotyl akan berhubungan langsung dengan xylem yang ada pada akar. Tropaoelum ( Gbr. Type C = Medicago. 132-A) Pada type ini xylemnya membelah menjadi dua bagian dengan pembelahan radial. Mirabilis. Dari akar yang diarch berubah menjadi batang dengan 4 berkas collateral. sehingga sedang phloem bagian bagian yang satu bertautan dengan Type D = Anemarrhena (Gbr.Berkas pembuluh pada kedua daun pertama di epicotyl letaknya berseling dengan berkas pembuluh hypocotyl dan kesemuanya mengelilingi empulur. Pada type ini kelihatan dari akar yang tetrarch menjadi batang dengan 2 berkas pembuluh collateral. Type ini jarang sekali dijumpai pada beberapa Monocotyl.

walaupun tak dapat dipastikan apakah daerah ini pula yang aktif melakukan pengisapan garamnya.Terdapat banyak rongga antar sel di korteks. Hal ini sebahagian dapat dihubungkan dengan struktur akar. yaitu : . Pada Gbr. tidak melampaui tubuh primer.Terdapat sel ± sel khusus endodermis yang membatasi kedua lapisan di atas. umur. . Banyaknya rongga antar sel di korteks menyebabkan tersedianya oksigen untuk respirasi yang berarti tersedia pula energi melakukan pengisapan aktif garam ± garam dan akumulasinya. yang banyak adalah pada daerah beberapa centimeter dari apical meristem. Akumulsai garam ± garam sering dijumpai di daerah pembelahan dan pembesaran atau pemanjangan. juga disepakati bahwa pengisapan air ada hubungannya dengan metabolisme sel dan faktor yang mempengaruhi pengisapan air tidaklah juga bertanggung jawab pada pengisapan garam ± garam.Kurang rongga antar sel di silinder puasat. dan faktor dalam. Akar sebagai organ penghisap Sudah banyak peneliti mencoba menentukan bagian akar yang bertanggung jawab terhadap pengisapan air dan garam ± garam. . Bulu ± bulu akar diartikan sebagai usaha memperluas permukaan yang dapat menghisap agar penghisapan dapat lebih banyak. Pada keadaan tertentu terlihat bahwa aktifitas pengisapan menurun. .4. Kecepatan pengisapana dipengaruhi oleh panjang akar. FUNGSI AKAR A. Struktur ± struktur akar adalah penting sehubungan dengan pergerakan air dari sel pengisap yang hidup hingga ke sel pengangkut yang mati. tetapi tak berapa yang sampai meneliti struktur zone absorpsi. Umumnya setuju bahwa daerah yang menyerap air dan garam ± garam hanya bagian ± bagian yang masih muda. Hal ini adalah disebabkan oleh terbentuknya lapisan ± lapisan kedap air misalnya terbentuk exoderm dan endodermis yang mengalami suberisasi ataupun terbentuknya lapisan lemak di permukaan sel epidermis dan tudung akar. Gbr 133 Dari jalur gerakan terlihat beberapa hal penting. 133 terlihat arah dan urutan pergerakan larutan dari luar sel hingga ke xylem. Pengamatan menunjukkan bahwa tudung akar dan apical meristem hanya sedikit mengisap air.

Terjadinya pengembangan radial sel korteks sehingga panjangnya berkurang. Tumbuh ± tumbuhan tertentu pada keadaan tertentu akan menarik bagian batang ke dalam tanah sehingga timbul suatu lingkungan optimal untuk pertumbuhan dan pembentukan akar. Kontraksi mungkin terjadi pada akar tunggang. Pembentukan sclerenchym pada akar tua merupakan usaha agar ada penahan yang kuat. biet ) biasanya membentuk struktur yang tebal dan berdaging dari jaringan parenchym di daerah berkas pembuluh. Cadangan makanan yang umum pati biasanya ditimbun dalam jaringan parenchym. Demikian pula adanya Caspari pada endodermis menyebabkan terputusnya hubungan apoplast ( ruang mati ) antara kedua daerah. Akar sebagai organ penegak Fungsi akar sebagai penegak pohon sudah umum diketahui. demikian pula dengan cabang ± cabang akar dan akar serabut dalah agar kuat mencakar akar. Tumbuh ± tumbuhan tertentu yang memakai akar sebagai gudang penimbunan ( wortel. B.Terjadinya kematian sel berdinding tipis sehingga volumenya berkurang dan terjadi pengkerutan. C. selain sebagai pengganti bulu ± bulu akar yang sudah mati juga merupakan kontak baru dengan butir ± butir tanah yang lain. . ubi. Kontraksi ini mungkin karena : . apalagi jika terjadi perubahan khusus untuk berfungsi sebagai gudang penimbunan. pada umumnya mempunyai kesaamaan yaitu banyaknya jaringan parenchym yang dimasuki juga oleh pembuluh pengangkut. . sehingga gerakan hanya dapat dilakukan melalui symplast ( bagian hidup ) yang mempunyai kemampuan mengatur ( regulatory activity ). rumput ± rumputan dan umbi ± umbian. Sel yang mengalami kontraksi biasanya berdinding tipis sebelum kontraksi dan akan berdinding tebal sesudah kontraksi. Walaupun terdapat perbedaan struktur organ penimbunan. Tetapi ada juga yang mengadakan pertumbuhan anomaly misalnya pada ubi jalar ( Ipomea batatas ).Adanya endodermis sebagai pembatas menimbulkan tekanan hidrostatik yang penting untuk masuknya larutan ke sel mati ( trachea ). Hal ini sering ditemui pada tumbuhan herba. Akar sebagai organ penimbun Akar merupakan organ penimbun yang penting untuk pertumbuhan. Suatu hal lain yang perlu disinggung di sini adalah kontraksi akar. Tumbuhnya akar. akar samping maupun akar serabut.

Terlepas dari phylogenetisnya batang dan daun mempunyai sistem . Sehingga sering daun dianggap sebagai suatu bagian dari batang. Daun dan batang merupakan suatu unit pada tunas ( shoot ). DAUN Daun adalah suatu organ yang penting sekali fungsinya untuk photosintesis.VI.

jaringan yang bersamaan, mempunyai bagian dermal, vascular, dan fundamental. Walau demikian daun dan batang mempunyai perbedaan ± perbedaan mengenai pertumbuhan dan pengaturan jaringan ± jaringannya. Misalnya daun mempunyai pertumbuhan apical yang terbatas sedang batang biasanya tidak. Perbedaan umumnya disebabkan oleh perbedaan fungsi.

1.

Pembentukan Daun Daun berasal dari promeristem titik tumbuh batang. Primordia daun terjadi dari penonjolan ± penonjolan pada sisi promeristem batang. Ini berasal dari pembelahan anticlinal dan periclinal pada lapisan luar apical meristem di bawah apex. Pada ujung penonjolan terdapat sel ± sel meristematis yang merupakan apical meristem dari daun. Pada Angiospermae dengan tunica dan corpus pembentukan primordial daun berasal dari berbagai ± bagai daerah tergantung pada di mana pembelahan mulai terjadi. Pada tumbuh ± tumbuhan yang hanya mempunyai satu lapis tunica, pembelahan sel yang pertama untuk pembentukan untuk pembentukan primordia daun terjadi pada corpus. Pada tumbuh ± tunbuhan dengan 3 lapis tunica ada yang memulai pada lapisan tunica terdalam, tetapi ada juga yang memulainya pada corpus dan tunica bersama ± sama, misalnya pada Acacia ( Gbr. 134 ).

Gbr 134
Pada gambar A kelihatan terjadinya pembelahan periclinal pada lapisan terluar corpus dan lapisan terdalam tunica. Garis tebal merupakan batas antara corpus dan tunica. Setelah pembentukan primordia daun ini maka mulailah pembelahan ± pembelahan selanjutnya untuk membentuk bagian ± bagian dari daun, misalnya tangkai daun, helaian daun, tulang daun, dan lain ± lain. Pada Dicotyledoneaeumumnya daun mempunyai helaian daun yang lebar dengan dasar yang kecil, dengan tangkai daun ataupun tidak. Pada daun yang demikian pembentukannya mengikuti beberapa stadia, yaitu : 1. Pembentukan penonjolan ± penonjolan ( Gbr. 134 ± A, C ; 135 D ± F ) 2. Pembentukan porosnya ( axis ) ( Gbr. 134 D ± F ; 135 G- I ) 3. Pembentukan helaian daun ( Gbr.136 ) Pembagian ketiga stadia ini hanyalah untuk mempermudah pengertian karena stadia ± stadia ini berjalan sering sekaligus. Pembentukan helaian daun sudah mulai pada stadia kedua dengan pembentukan bagian yang agak gepen ( Gbr. 135 ± 1, 2, 3 ).

Gbr 136
Bagian yang menjorok merupakan axisnya yang terdiri dari meristem ± meristem pembentuk tangkai daun ( petiolus ), tulang daun ( costa ), helaian daun ( lamina ), dan lain ± lain. Mula ± mula hanya diikuti oleh pertumbuhan intercallar. Dengan memanjangnya poros ( axis ), prokambium juga membelah dan bersambungan dengan prokambium dasarnya. Porosnya mulai pula menebal dengan adanya meristem adaxial. Helaian daun ( lamina ) berkembang pada saat memanjangnya poros oleh 2 barisan meristem di pinggir yang disebut : meristem ± marginal. Meristem marginal ini terdiri dari marginal ± initial yang akan membentuk protoderm dengan pembelahan anticlinal dan submarginal initial yang akan membentuk jaringan ± jaringan di dalamnya. Di samping pertumbuhan marginal terjadi pula pertumbuhan intrcaller yang memperluas daun. Melalui pembelahan marginal initial dan submarginal initial beserta bentukan ± bentukannya terjadilah beberapa lapisan sel yang membentuk daun muda. Lapisan ± lapisan ini untuk sementara akan tetap dan lapisan ± lapisan ini hanya melakukan pembelahan anticlinal sehingga hanya luasnya yang bertambah sedang tebalnya tetap. Pada saat ini daun terdiri dari lapisan luar ( protoderm ) dan bagian dalam ( ground meristem ). Pada bagian dalam di bawah marginal meristem, pada tempat ± tempat tertentu terjadi pembelahan sel yang membentuk prokambium. Prokambium ini dapat berasal dari submarginal initial ataupun dari bentukannnya yang melakukan pembelahan periclinal ( lihat Gbr. 137 ). Dengan demikian terbentuklah daun tunggla yang lengkap.

Gbr 137
Pada daun majemuk pembentukannya sama saja hanya porosnya terbentuk lagi primordia anak daun ( foliolum ). Jadi skema histogenesis pembentukan daun Dicotyl adalah sebagai berikut :

Bagan hal 142
Pada Monocotyledoneae, daun ± daun biasanya tipis seperti pita ( linearis ) dengan bagian bawah ± bawah ( pelepah ± vagina ) yang memeluk batang. Disinipun terjadi penonjolan ± penonjolan yang mengelilingi batang ( Gbr. 138- B, C ). Pemanjangan

daun mulai terjadi dari pertumbuhan apical, sebelum daun seluruhnya sehingga letak daun tetap lebih tinggi dan pinggir ± pinggir daun pertumbuhan marginal. Pertumbuhan memanjang dari apical dan serentak dan berhenti dengan cepat tetapi pemanjangan akan pertumbuhan intercallar pada bagian dasar dari primordia daun.

memeluk batang, memanjang oleh marginal terjadi diteruskan oleh

Gbr.138
Sebelum panjang daun tetap diantara pelepah dan helaian daun terbentuk ligula ( lidah ± lidah ) dari protoderm adaxial. Pertumbuhan marginal dan submarginal terjadi dengan pembelahan anticlinal sehingga terbentuklah lapisan ± lapian yang pararel tadi. 2. Histologi Daun Dari histogenesis daun sudah dapat kita lihat bahwa daun itu terdiri dari 3 bagian besar, yaitu : - Epidermis yang menempati seluruh bagian luar dari daun, - Mesophyl yang merupakan bagian dalam daun yang dikelilingi oleh epidermis, - Berkas pembuluh yang terdapat pada Mesophyl. Pada Gbr. 139 terlihat jaringan ± jaringan yang biasanya menyusun daun.

A. Epidermis Epidermis pada daun terdiri dari beberapa macam sel yang sebagian terbesar terdiri dari sel ± sel epidermis, sel ± sel penutup stomata, trachoma, sel ± sel kipas (bulliform cell) dan lain ± lain. Stomata merupakan sifat khas dari daun, mungkin terdapat hanya pada permukaan bawah, ataupun pada kedua ± dua permukaan daun kecuali pada tumbuhan yang tergenang air. Jumlah berkisar antara 10 hingga 1300 per , biasanya 400/ . Epidermis biasanya tidak mengandung chloropyl kecuali pada sel ± sel penutup dari stomata dan tumbuh ± tumbuhan air, dan tidak mempunyai ruang antar sel kecuali stomata dan hydatoda.

Mesophyl terdiri dari 2 macam jaringan yaitu jaringan pagar ( palisade ) dan jaringan bunga karang (spons). 140 ± A). B. 140 ± A ). Mesophyll Mesophyl merupakan jaringan yang paling penting karena fungsinya sebagai tempat fotosintesis. Daun ± daun yang mempunyai lapian palisade pada satu sisi dan pada sisi yang lain spons disebut bermuka dua ( bifacial ± dorsiventral ) sedang bila terdapat palisade pada bagian atas dan bawah yang diantarai oleh spons disebut isolateral. Letaknya biasanya di bawah epidermis kecuali terdapat jaringan hypodermis. tetapi kadang ± kadang juga dijumpai yang lebih dari satu lapis dan kadang ± kadang juga terdapat pada sebeleah bawah ( abaxial ) (Gbr. Sel ± selnya biasanya besar ± besar.141 Palisade terdiri dari sel ± sel yang terbentuk prisma panjang yang tersusun rapi seperti pagar. Dinding sel bermacam ± macam. 141 ± B ).Gbr 139 Epidermis biasanya hanya terdiri dari satu lapis sel ( uniseriate ) tetapi ada juga yang lebih ( multiple epidermis ) ( Gbr. . Gbr. 140 ± B ). biasanya mengandung kutikula. Pada daun rumput ± rumputan biasa dijumpai sel khusus yang disebut sel kipas ( motor cell ± bulliform cell ) yang berfungsi sebagai penggulung daun terutama dimusim kering ( Gbr. Sel ± selnya adalah sel ± sel hidup dengan ruang ± ruang antar sel yang banyak dan besar ± besar dan mengandung banyak chloroplast. Pada tumbuhan tertentu dijumpai juga palisade yang tidak teratur bentuknya. dengan penonjolan sehingga kelihatan seperti bercabang disebut palisade bertangan ( arm palisade ) ( Gbr. Jika tekana turgor turun daun akan menggulung. berdinding tipis tanpa chloropyl dan terletak di sebelah atas daun. Kadang ± kadang ada pula epidermis yang mengandung  ( pada Graminae ). Palisade biasanya terdiri dari satu lapis yang terletak di sebelah atas ( adaxial ). Palisade yang tumbuh di air ataupun kelindungan tidak berkembang sempurna.

. dan pada ujung ± ujung tulang daun sering tidak dijumpai lagi phloem. Gbr. maka susunannya di daun sering bagian phloem berada pada bagian abaxial. dan kadang ± kadang mempunyai jaringan sekunder ( Gbr. 114 ). yang susunannya hampir sama dengan batang ( Gbr. Jika di batang bicollateral.Jaringan bunga karang ( spons ) terdiri dari beberapa macam sel yang tersusunnya bermacam ± macam pula. Berkas Pembuluh Aturan berkas pembuluh daun ( Venation ) menunjukkan sifat ± sifat khas pada tumbuh ± tumbuhan. 143 ). misalnya yang collateral. C. 142 Gbr. sehingga umumnya mempunyai rongga ± rongga yang besar. atau kedua ± duanya berdampingan. Pada Dicotyl sering terlihat pada penampangnya beberapa berkas pembuluh yang bulat ± bulat ataupun hampir bulat. 139 ± A ). ada dua dan ada yang lebih banyak lagi dan yang terbesar adalah tulang daun ( costa ) biasanya terdapat di tengah ± tengah. ( Gbr. Perbedaan susunan palisade dan spons disebabkan perbedaan fungsi yang agak nyata. 142 ). sebagai penggantinya terdapat parenchym ( Gbr. pada tulang ± tulang daun yang kecil juga terdapat berkas ± berkas pembuluh. 143 Demikian pula pada Monocotyl. Anastomosenya ( tulang ± tulang cabang samping ) mungkin hanya terdiri dari satu tracheary ± element ataupun hanya satu pembuluh tapis. Pada urat ± urat daun yang kecil tracheary ± element biasanya hanya terdiri dari tracheid. sedang spons yang mempunyai rongga ± rongga yang besar berfungsi menukar gas sehingga ia banyak berhubungan dengan stomata. Berkas pembuluh yang paling besar biasanya mengandung phloem dan xylem. karena palisade merupakan tempat fotosintesis sehingga pada bagian inilah chlorophyl yang paling banyak. Dari batang keluar berkas daun ( leaf trace ). Karena ada tumbuh ± tumbuhan yang mempunyai satu vena. maka pada daun phloem adaxial sering keluar sering hanya terlihat pada tulang ± tulang daun yang besar.

. 141 ± A ). maka daerah persinggungan dengan Mesophyl akan lebih luas sehingga penyebaran air akan lebih merata.Sifat ± sifat yang umum dari berkas ± berkas pembuluh pada daun adalah banyaknya berkas pembuluh persatuan luas daun. Sel ± sel sarung pembuluh kadang ± kadang juga berisi kristal. sehingga berkas pembuluh tidak akan berhubungan dengan ruang ± ruang antar sel. tetapi chloroplastnya lebih sedikit atau tidak sama sekali. Sarung pembuluh pada Dicotyl biasanya terdiri dari sel ± sel yang agak panjang ± panjang yang sejajar dengan berkas pembuluh dan berdinding tipis. asam aspartate ). yaitu yang berdinding tipis dan berchloroplast dan yang berdinding agak tebal tanpa chloroplast yang disebut sarung mestom ( mestom ± sheath ). Tumbuh ± tumbuhan yang hanya memgikuti siklus ± Calvin dengan senyawa ± senyawa beratom C tiga disebut tumbuhan C3 ( lihat Fisiologi Tumbuhan ). Hal ini dapat menunjukkan bahwa semakin banyak pembuluh ± pembuluh akan semakin effisien pengangkutan dari daun. Kadang ± kadang sarung pembuluh mempunyai chloroplast yang sama seperti Mesophyl lainnya. Dengan adanya perluasan sarung ini. Susunan demikian ini sering diikuti oleh biokimia yang berbeda pada fotosintesis karena yang demikian ini mempunyai kemampuan fotosintesis yang lebih tinggi. Pada Monocotyl juga dijumpai sarung pembuluh. Pada berkas pembuluh ± pembuluh yang besar sering ia dikelilingi oleh parenchyma yang kompak yang disebut sarung pembuluh ( bundle sheath ). Tumbuhan dengan Kranz anatomi dan sistem fotosintesis demikian disebut tumbuhan C4. Sarung pembuluh ini menyarungi berkas pembuluh hingga ke ujung tracheid ( Gbr. Pada beberapa Dicotyl terdapat pula sel ± sel seperti sel ± sel sarung pembuluh yang melebar hingga ke epidermis disebut perluasan sarung ( sheath extension ± bundle sheath extension ) ( Gbr. Misalnya pada 6 species Dicotyl terdapat tulang ± tulang daun sepanjang 102 cm per per luas daun. Terutama Graminae sarung ini terdiri dari 2 lapisan. Anatomi berkas pembuluh dengan sarung pembuluh demikian ini sering disebut anatomi kranz. karena dalam proses fotosintesis membuat senyawa ± senyawa perantara yang mempunyai 4 atom C ( asam malat. Sarung pembuluh dibentuk dari jaringan dasar sedang sarung mestom mungkin dibentuk dari prokambium. 143 ± B ).

Bahan ± bahan yang dikeluarkan ini antara lain garam ± garam. Gugurnya . resin. misalnya kelenjar. Pada daun ± daun Dicotyl sering pula dijumpai serat yang sering ± sering bercampur dengan collenchym yang terletak di atas dan di bawah berkas pembuluh yang besar. Di samping jaringan ± jaringan di atas. misalnya epidermis yang tersusun kompak juga memberikan kekuatan berkas ± berkas pembuluh dengan sarung mestom. E. hidathoda. dan lain ± lain. Kelenjar ± kelenjar biasanya sudah terbentuk sejak permulaan ontogeni daun dan berfungsi hanya sebentar. Pada daun ± daun Monocotyl banyak terdapat sclerenchym dalam bentuk serat. sclerenchym ataupun serat kayu. Hidathoda merupakan suatu struktur khusus yang dapat mengeluarkan air gutasi secara langsung dari ujung ± ujung tracheid ataupun melalui parenchym tipis ephitema. Letaknya umumnya di pinggir ± pinggir helaian daun tetapi kadang ± kadang juga di tempat lain. Jaringan Mekanis Pada daun sering pula terdapat jaringan mekanis. dan madu.D. terutama pada daun ± daun yang besar. tricoma. Pada taraf permulaan collenchym yang umum dijumpai dan terletak pada korteks sebelah luar di bawah epidermis. tetapi kadang ± kadang juga terletak dekat dengan berkas pembuluh. musillage. dan lain ± lain. 3. yang terletak di atas dan atau di bawah berkas pembuluh ataupun merupakan berkas ± berkas tersendiri. PENGGURAN DAUN Pada tumbuh ± tumbuhan sering dialami pengguguran bagian ± bagian tumbuhan baik karena sudah tua. minyak. mungkin terdiri collenchym. Jaringan Secresi Daun mempunyai alat ± alat khusus yang berguna untuk menyerap atau mengeluarkan air baik dengan bahan ± bahan terlarut maupun tidak. gum. maupun memang secara periodik digugurkan ( defoliasi ). jaringan ± jaringan lain mungkin saja berfungsi pula sebagai penyokong.

sclerenchym lemah atau tidak. Gbr 145 1. Dekat pada waktu pengguran lamella tengah dan dinding primer mengembang serta menjadi berbentuk gelatin. Gugurnya mungkin dengan lepasnya lamella tengah ataupun dengan koyaknya lapisan ini. Yang sekunder adalah dengan pembentukan periderm. berisi penuh dengan cytoplasma dan berisi banyak butir pati serta dinding sel mengalami perubahan kimia pula. Pada Dicotyl daerah absisi terjadi di tangkai daun terutama di dasarnya. Pembentukan lapisan pelindung ( cicatrization ) dapat terjadi sesudah pengguguran maupun sebelumnya. daerah absisi dapat terjadi pada ibu tangkai daun maupun pada tangkai anak ± anak daun. Pada daerah ini dapat dibedakan 2 lapisan yaitu lapisan perpisahan ( separation layer ) dan lapisan pelindung ( protective layer ). Yang primer adalah dengan pengubahan parenchym menjadi lapisan yang mengandung lignin dan suberin. Terjadinya daerah absisi bervariasi atas jenis tumbuh ± tumbuhan. terbentuk disusul oleh pembentukan periderm parut daun ( lsp ). Modifikasi anatomis pengguguran daun terlihat pada Gbr. Daerah ini disebut daerah absisi ( abcission region ± zone ). Lapisan pelindung primer ( ppl ). demikian pula collenchym. Daerah absisi mempunyai susunan jaringan yang berbeda dari sekitarnya dan mempunyai kekuatan yang paling lemah. Di sini terlihat berkas pembuluh kecil ± kecil. Setelah daun gugur. . sel ± sel di bawah lapisan pemisah mengalami lignifikasi dan suberisasi serta protoplasmanya menghilang. sedang berkas pembuluh pecah secara mekanis dan kadang ± kadang terjadi pula tylosis.bagian tumbuhan ini adalah dengan terbentuknya suatau daerah khusus yang memisahkan kedua bagian tumbuhan. Perubahan yang terjadi adalah berubahnya Ca ± pektat menjadi asam pektat dan kemudian menjadi pectin yang larut dalam air sedang sellulosanya tetap. Pada daun ± daun majemuk. 145. dapat primer maupun sekunder. Castanea ( Gbr. Pada tahun kedua di bawahnya terbentuk lagi lapisan pelindung primer kedua ( 2ppl ) dan periderm parut daun kedua ( 2lsp ) yang bersambungan dengan periderm batang ( sp ). Lapisan perpisahan terdiri dari 2 lapis atau beberapa lapis sel dan berbeda dari lapisan lain karena sel ± sel yang kecil. dan kadang ± kadang sel ± sel parenchym berisi sitoplasma yang padat. 145 ± A ) Lapian pemisahan dibentuk dari parenchym yang ada sebelum pengguran.

.xerophyt . lapisan pelindung primer juga terbentuk sebelum gugurnya daun. ABA. Dan disini tidak dibentuk lapisan pelindung primer. dll). Berdasarkan keadaan air tumbuh-tumbuhan dapat dibagi atas: . 4.tumbuh-tumbuhan daerah kering. Tumbuh-tumbuhan yang mempunyai sifat yang agak istimewa terutama terdapat pada xerophyt. 4. Sesudah daun gugur. mesomorphik dan hydromorphik. Pada tahun kedua periderm baru dibentuk dibawah periderm pertama.hydrophyt .2. periderm ini bertambah tebal. . yaitu dengan membentuk daerah absisi. 3.tumbuh-tumbuhan yang memerlukan banyak air atau tumbuh sebagian (htgrophyte) dalam air ataupun terbenam dalam air.mesopht -tumbuh-tumbuhan daerah lembab. Stuktur khusus yang dipunyai oleh tumbuh-tumbuhan demikian disebut : xeromorphic. MACAM-MACAM DAUN Tumbuh-tumbuhan dapat melakukan penyesuaian diri secara evolusi terhadap lingkungannya. Lapisan periderm terjadi belakangan biasanya pada tahun kedua. Pembentukan daerah absisi dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor dalam (zat tumbuh IAA. Pengguguran bagian-bagian lain misalnya daun bunga. 145 ± D ) Dekat dengan pengguguran daun 2 hingga 3 baris sel mulai aktif membentuk lapisan pemisah. Betula( Gbr. Catalpa ( Gbr. . terutama terhadap keadaan air dan ini akan sering menyebabkan perubahan-perubahan daun. Populus( Gbr. dan buah prinsipnya sama dengan daun. 145 ± C ) Disini terlihat bahwa sebelum daun gugur terjadi lapisan pelindung primer yang berdinding tebal (lignin + suberin) dan diikuti oleh lapisan perpisaha. Sel di bawahnya membelah membentuk phellogen dan periderm. karena disamping lapisan perpisahan. 145 ± B ) Absisi disini berbeda dengan castanea. Tepat sebelum dau gugur terbentuk pula lapisan periderm yang tipis di bawah lapisan pelindung primer yang sudah berhubungan dengan periderm batang. Strutur-stuktur khusus ini akan nyata sekali pada bentuk-bentuk daun.

sclerenchym yang berguna untuk mengurangi kerusakan-kerusakan karena layu. Daun-daun demikian mempunyai sifat-sifat hydromorophik. stomata banyak dan sel-sel umumnya kecil-kecil. Solanum tuberosum. ruang-ruang antar sel besar-besar. Tumbuh-tumbuhan dengan mesophyl yang kurang tersusun dan dengan satu lapis palisade misalnya terdapat pada Ipomea batatas. A. . Daun Dicotyl Banyak tumbuh-tumbuhan Dicotyl herba mempunyai daun-daun yang Mesophylnya kurang berkembang. Tumbuh-tumbuhan yang tergolong pad hydrophyt mempunyai daun hydromorphic. ruang-ruang antar sel yang kecil-kecil. Pada Ficusterdapat hypodermis tanpa chloropyl. Pada tumbuh-tumbuhan semak dan pohon sering dijumpai palisade yang berkembang baik. Palisade sering tidak ada. Lactuca sativa. tulang-tulang daun yang padat. dan stomata biasa dari jenis phanerophor. Hal ini sejalan dengan keadaan di dalam daun sendiri. Linum usita tissimum. Raphanus sativus. sedikit sclerenchym dan berkas pembuluh yang kurang berkembang. epidermis sering dengan kutikula yang tipis. Pada alfalfa ( Medicago sativa ) terdapat 2 lapis palisade yang panjang ( 1/3 ± ½ tebal daun ). biasanya ditandai dengan adanya aerenchym. yang terletak pada sisi adaxial. Hal ini akan nyata pada daun-daun dari satu pohon yang letaknya berbeda-beda. trichoma yang banyak dan stomata adalah jenis crypthopor. misalnya antara yang di tengah-tengah mahkota dengan yang di pinggir akan kelihatan perbedaan morphologis maupun anatomis. Artiplex. cystolith pada epidermis dan laticifer pada mesophyl. dan lain ± lain. karena di sini kelihatan mesophyl yang tebal dengan palisade yang lebih berkembang dari pada jaringan spons atau hanya terdapat palisade saja. kelenjar lysigen pada mesophyll dan trichoma pada sisi abaxial dari costa. Daun tumbuh-tumbuhan yang isobilateral ( palisade pada kedua sisi ) merupakan sifat khas xeromorphyk misalnya terdapat pada : Artemisia. Bentuk-bentuk yang istimewa ini selain dipengaruhi oleh sifat-sifat genetis. Hal-hal yang demikian misalnya terdapat pada : Pisum sativum. Demikian pula dijumpai hypodermis ( jaringan tanpa chloropyl ataupun hanya sedikit ) yang banyak.Sifat-sifat yang khas dari daun-daun xeromorphic ialah besarnya ratio volume terhadap luas permukaan atau daun-daun kecil dan kompak. dan Lycopersicon esculentum. banyak ditentukan oleh faktor kelembaban dan faktor cahaya.

stomata. dan trichoma. yang mempunyai beberapa lapis palisade dan jaringan spons yang lebar terdapat pada Musa sapientum. Pada Allium (bawang) terdapat daun yang berbentuk tabung. tetapi . Di antara kedua bagian ini sering terdapat lidah-lidah (ligula) dan telinga daun (auricularia). segitiga dan jarang sekali segiempat. sarung pembuluh kadang-kadang dijumpai bersamasama dengan sarung mestom. Struktur bervariasi dari hydromorphik ke xeromorphik.B. Stomata terdapat pada semua permukaan dan tersusun dalam barisan vertikal. Di tengah-tengah terdapat sisa-sisa parenchym yang tadinya menempati ruang tengah. Mesophyl sering tidak menunjukan pemisahan antara palisade dengan spons. Jaringan pembuluh terdapat di tengah-tengah. Daun ini terdiri dari palisade yang terletak di bawah epidermis dan di bawahnya jaringan spons. walaupun sel-sel yang di bawah epidermis sering tersusun lebih teratur dari lainnya. yang xylemnya terdapat pada sisi adaxial dan phloem pada sisi abaxial. C. sel silika.Dari Gymnospermae yang palingbanyak dipelajari adalah : Pinus. Daun-daun ini terdiri dari lamina yang sempit dengan pelepah yang mengelilingi batang. Daun Gymnospermae Daun-daun Gymnospermae strukturnya tidak begitu bervariasi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan dan umumnya ³ever green´ kecuali Ginkgo. Yang hydromorphik kebanyakan serupa dengan yang Dicotyl misalnya yamng mempunyai 1 lapis palisade pada sisi adaxial terdapat pada Lilium. Hypodermis berdinding tebal terdapat di bawah epidermis kecuali di bawah stomata. terletak di atas dan/atau di bawah berkas pembuluh dan sering-sering pula di pinggir-pinggir daun (margo). Taxodium. Mesophyl tidak terbagi atas palisade dan spons dan di dalamnya sering terdapat resinduct.dan Larix. Daun Monocotyl Daun-daun Monocotyl ada yang serupa dengan Dicotyl tetapi kebanyakan berbeda karena daun-daunnya sering tidak mempunya tangkai daun (petiolus) tetapi terdiri dari pelepah (vagina) dan helaian daun (lamina) yang biasanya berbentuk pita dengan venasi yang sejajar. Daun ini mempunyai epidermis yang berdinding tebal dengan kutikula dan stomata yang terbenam (cryptophor). Daun-daun pinus umumnya berbentuk jarum yang berasal dari tunas-tunas yang pendek. Pada penampang melintang umumnya terlihat berbentuk agak bulat. terdiri dari 1 atau 2 berkas pembuluh. sel gabus. Tracheid-tracheid ini walaupun mengalami penebalan sekunder. Pada epidermis sering terdapat sel kipas (motor cellbulliform cells). Berkas-berkas pembuluh dikelilingi oleh suatu jaringan yang disebut jaringan transfusi ( transfusion-tissue ) yang terdiri dari tracheid yang mati dan parenchym yang hidup. Fiber sering pula dijumpai. Daun-daun Graminae mempunyai struktur yang agak bebrbeda.

dinding selnya relatif masih tipis dan mempunyai noktah. Kadang-kadang mengalami lignifikasi. Gbr 146 . Dekat dengan phloem terdapat sel-sel yang penuh dengan plasma disebut : endodermis yang sering padanya terdapat garis-garis Caspari.

Minyak terbang juga sering terdapat pada epidermis yang memberikan bau harum pada bunga. Cabang-cabang berkas pembuluh di daun buah terjadi dari berkas pembuluh yang di pinggir (Gbr. Pada bunga juga terdapat sistem stele yang sering lebih kompleks dengan berkas-berkas dan celah kelopak (sepal calyx). dan putik (pistillum). Pada dasar bunga ( receptacle )terdapat pemisahan berkas pembuluh yang nantinya masuk ke bagian-bagian bunga (Gbr. D ).corolla). tetapi umumnya jumlahnya ganjil. dan epidermis. Struktur dan ontogeninya serupa saja dengan ujung batang beserta daun-daunnya.C.BUNGA Secara anatomi bunga adalah ujung batang dengan penonjolan-penonjolan bagian-bagian berupa daun dengan ruas-ruas yang pendek. Terdiri dari mesophyll. Gbr 147 Pada Gbr. Jumlah berkas di kelopak umumnya sama dengan berkas pada daun biasa sedang pada daun buah biasanya 3 untuk setiap daun buah. DAN BIJI 1. yang posisinya terletak pada bagian yang kena sinar matahari. 147-B). dan daun buah (carpel). bunga (petal. 147. Benang sari (stamen) terdiri dari tangkai sari (filament) dengan 2 kepala sari (anther) yang masing-masing terdiri dari 2 ruang sari (theca). Warna ini berasal dari chromoplast dan pigment yang terdapat di air sel. Tangkai sari terdiri dari jaringan dasar dengan vacuola yang besar dan epidermis dengan kutikula dan trichoma. Mesophyl biasanya tidak berdifferensiasi menjadi palisade dan spons. Daun bunga biasanya mempunyai susunan anatomis daun tetapi lebih sederhana.VII. berkas pembuluh. tajuk (mahkota). Mahkota bunga lebih bervariasi dan mudah dibedakan karena warnanya. Jumlah berkas-berkas berbeda-beda pada setiap tumbuhan. Kelopak bunga biasanya berwarna hijau karena adanya chloropyhyl. BUNGA. Tangkai bunga (pedicel) mempunyai berkas pembuluh berbentuk silinder dengan empelur di tengah-tengahnya (Gbr. satu di tengah dan 2 di pinggir. . 147-H). 147terlihat diagram bunga. Daun mahkota dan benang sari umumnya hanya mempunyai satu berkas pembuluh. BUAH. benang sari (stamen).

Pada Gbr. jaringan bakal biji (nucellus) yang dikelilingi oleh satu atau dua selaput bakal biji (integument). 2. satu diantaranya merupakan sel telur. 148 terlihat diagram dari struktur kepala sari. Bakal biji terdiri dari tali pusar (funiculus). Jaringan dasarnya terdiri dari sel-sel parenchym khusus. Yang 3 lagi ke bagian dekat chalaza disebut antipoda. yang setelah pembuahan menjadi lembaga (embryo). Dalam nucellus terdapat kantong lembaga ( saccus embryonalis). Lapisan terluarnya yang berbatsan dengan epidermis disebut endothecium yang biasanya mengalami penebalan sekunder. Pembentukan daun buah mejadi bakal buah (ovarium) tangkai putik (stylus) dan kepala putik (stigma) adalah mengikuti phylogenetis daun. Bakal buah terdiri dari sel-sel parenchym dan berkas pembuluh dan epidermis dengan kutikula. Tetapi ada juga pembentukan buah dari bakal buah. 148 Keluarnya serbuk sari (pollen) melalui stomium adalah karena pecahnya kepala sari dengan berbagai car. Kepala putik dan tangaki putik mempunyai strtuktur yang istimewa sehingga memungkinkan berkecambahnya serbuk sari. . Lapisan terdalam yang berbatasan dengan sel induk sari disebut tapetum terdiri dari sel-sel padat cytoplasma dan inti yang besar. Pada kepala putik protoderm membentuk epidermis yang mengeluarkan cairan bergula. Bentuk exine bermacam-macam dan dapat dipakai sebagai alat klasifikasi.BUAH Fertilisai dari sel telur biasanya akan membentuk biji dan buah dari bakal buah. yang disebut parthenocarpi. Tetapi ada juga pembentukan buah tanpa biji dan tanpa fertilisasi. Gbr. Yang 2 lagi menuju ke tengah merupakan inti pundipundi lemabaga (endosperm). Fungsinya adalah penyalur makanan ke sal induk sari. Pembentukan buah bermacam-macam tergantung pada struktur bunga dan bagian-bagian bunga yang ikut menjadi bagian buah dan ada juga agregasi bagian-bagian daun buah. Dalam kantong lembaga terdapat inti yang setelah membelah menjadi 8 yaitu 3 berhadapan dengan liang bakal biji (microphyl). Dinding serbuk sari terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan luar (exine) dan bagian dalam (intine). sedang kedua lainnya dinamakan pembantu (synergida) yamg kalau perlu dapat mengambil alih kerja sel telur. Serbuk sari terbentuk dengan pembelahan meiosis dengan pembelahan simultan (Dicotyl) maupun successive (Monocotyl).

buah kurung (achene) dan buah keras (nux).Klasifikasi dari Winkler. 149 ).Buah unit ( syncarpelly. dan endocarp. carpel bersatu ) . carpel bebas ) . 151 terlihat bagian-bagian dari buah.Buah agregat ( choricarpelly. Buah yang masak biasanya lunak karena terjadinya perubahan-perubahan kimia isi sel dan dinding sel demiian pula warnanya. Pada buah kering ada yang pecah (dehiscens) yang biasanya berbiji banyak dan yang tak pecah (indehiscens) misalnya buah padi (caryopsis). Kadan-kadang ketiga bagian ini susah dibeda-bedakan. membagi buah atas 4 jenis. Jenis buah yang terjadi dapat merupakan gabungan dari jenis-jenis di atas (Gbr.Buah mangkuk ( hypochlamydy. Susunan anatomis caryopsis dapat dilihat pada Gbr. bagian luar umumnya parenchym tetap berisi protoplast hingga buah masak. Umumnya menjadi kuning. Pada Gbr. Pada pembentukan buah dinding daun buah akan berubah menjadi dinding buah (pericarp). Gbr 150 Gbr 151 . Jaringan dasar akan tetap merupakan parenchym homogen ataupun berubah menjadi parenchym dan sclerenchyma. mesocarp. 149 Berdasarkan dinding buah dibedakan atas buah kering (dry fruit-siccus) dan buah berdaging (fleshy fruit-carnosus).Buah merdeka ( epichlamydy. Gbr. dari bunga hypogen ) . 150. Pada pematangan pericarp terjadi perubahan jumlah sel. Pada buah berdaging. jingga ataupun merah karena hilangnya chlorophyl dan terbentuknya pigment carotenoid dan anthocyanin. yaitu : . Daging buah terjadi dari pembesaram sel-sel mesocarp. dari bunga perigen dan epigin ). Pericarp dapat dibagi 3 yaitu : exocarp (epicarp).

endoperm. tali pusat (funiculus). 154-A). Agar dapat berkecambah biasanya dilakukan scarifikasi maupun perendaman dengan asam sulfat. Sesudah fertilisai endosperm. Kulit biji umumnya terdiri dari sebagian atau seluruh integument. Lapisan pelindung ini menyebabkan sulitnya biji berkecambah karena ia kedap air dan udara. Sel epidermis luar dari integument dalam memanjang radial. Gbr. Kulit biji agak kompleks susunannya. 154-B). Pada integument luar. Bagian terluar terdiri dari epidermis yamg kadang-kadang mengalami modifikasi. berlipat-lipat atau berparit-parit dan terbuka (Gossipium).BIJI Biji terbentuk dari bakal biji terdiri dari bagian-bagian berikut : embryo. pusat biji (hilus-hilum). Pada penampang melintang percabangan tampak seperti cincin ( Gbr. Canna. sel induk megaspora tertanam beberapa lapisan di bawah epidermis ( Gbr. tetapi mesofil diantara kedua lapisan itu rusak tertekan. kadang-kadang juga tersusun oleh nucellus. memperoleh susunan tiang dan terklerifikasi.152 Pada dasarnya biji terdiri dari jaringan parenchym dan kadang-kadang juga berkas pembuluh. 153 3. Obturator adalah struktur yang dianggap menuntun tabung polen ke mikrofil. Suatu struktur yang tumbuh dari plasenta yaitu obturator. Nuselusnya bersifat krasinuselat yakni. Mikrofil dibentuk oleh kedua integument. sedikit menjorok ke dalam mikrofil. Sebuah berkas pembuluh meluas lewat funiculus ke daerah kalaza dan bercabang di integument dalam. Biji jarak (Ricinus communis) Biji jarak berkembang dari bakal biji berintegumen dua helai.3. Dekat mikrofil terbentuk karankula yang mendorong obturator ke arah plasenta.1 Beberapa contoh struktur biji a. Kantung embrio tertanam cukup dalam pada nuselus. Sel epidermis dalam memanjang seperti tiang. embryo dan integument akan tumbuh dengan cepat. sel nusellus di dekat . Sewaktu endosperm dan embrio berkembang. dan lain-lain. ada yang berdaging ( Lycopersicon ) berisi mucilage (Linum). dan lain-lain) adalah disebabkan oleh lapisan kutikula dan jaringan subepidermal yang disebut palisade (Malpighian cell) yang tersusun dari sel-sel sclerenchym. Gbr. Biji-biji berkulit keras (Leguminosae. sel epidermis luar meluas tangensial dan menyimpan bahan yang mengakibatkan warna coklat biji. kulit biji (testa).

Struktur tiang dalam beberapa biji Leguminosae yang keras dianggap berkaitan dengan tingkat impermebilitasnya yang tinggi. endosperm merupakan bagian terbesar dari biji. Lapisan terluarnya berasal dari Funikulus. Suatu struktur yang disebut ³ garis terang ³ (Gbr. Gbr. 154 Seiring dengan perkembangan endosperm. atau lagenosklereid. 154 D ). Jaringan nusellus dekat kalaza masih ada disekelilingi kantung embrio yang membesar ( Gbr. membuka jika udara sekeliling biji itu kering dan menutup jika udara lembab.mikrofil membesar membentuk vakuola. Dari funiculus. jaringan nuselus terdorong ke arah lateral dan menjadi suatu lapisan sel remuk yang melapisi kulit biji. Biji Fabaceae Biji fabaceae berdiferensiasi dari bakal biji berintegumen dua. 154-C ). Sistem jaringan pembuluh berkembang dengan baik. Kegiatan meristematik inilah yang terutama menyebabkan pertumbuhan biji. osteosklereid. Gbr. 155) diduga merupakan daerah yang amat impermeable. Lapisan terluar yaitu epidermis. Jadi masuknya air dicegah. tetap uniseriat dan berkembang menjadi lapisan tiang yang terdiri dari sklereid dengan dinding menebal tak merata. Biji Fabaceae yang keras mencapai dan mempertahankan kadar air yang rendah sekali yang tidak dipengaruhi oleh fluktuasi kadar air udara disekeliling biji. berkas pembuluh memasuki daerah kalaza dan bercabang. namun hilangnya air dimungkinkan. Pada keadaan masak. Integumen dalam hilang sewaktu perkembangan biji. 155 ). Hilum berlaku sebagai katup higroskopik. Jaringan yang lebih dalam dapat berbentuk parenkim yang sering tertekan dan rusak. b. 155 . Di daerah hilum terdapat dua lapisan tiang. bergantung pada macam penebalan dinding dan bentuk sel ( Gbr. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penampakan garis terang disebabkan oleh arah tubuh mikrofibril. sepanjang alur hilum terdapat celah . dan yang ada di daerah kalaza mengalami pembelahan berulang kali. Kemampuan untuk memperoleh tingkat kekeringan yang demikian tinggi dianggap merupakan akibat adanya testa yangamat impermeable dan mekanisme katup di hilum. sedangkan integumen luar berkembang menjadi berbagai lapisan sel. dan embrio berada sepanjang sumbu panjang dari biji ( Gbr. Sel pada lapisan subepidermal berdifferensiasi menjadi macam-macam sel antara lain sel tiang.

Phaseolus. antara sinergid dan dinding kantong embrio. Selanjutnya. Sifat ini terjadi antara lain pada Casuarinadan spesies dari Pistacia. Satu dari gamet jantan melebur dengan sel telur. Polinasi tidak diikuti selalu diikuti dengan proses fertilisasi. Di dalam buluh serbuk sari terdapat dua gamet jantan yang menembus stilus dan mencapai ovulum. Pembuahan seperti ini disebut fertilisasi ganda. seluruh jaringan endosperm dicerna oleh embrio yang berkembang. Fertilisasi dapat terjadi jika : (a). Setelah masuk ke dalam ovulum. Hasil peleburan gamet jantan dengan inti sekunder akan membentuk endospem. butir serbuk sari dan kepala putik berasal dari jenis yang sama. buluh serbuk sari memantak melalui daerah kalaza.1 Pembuahan Butir serbuk sari berkecambah menghasilkan bulu serbuk sari pada stigma. Gamet jantan yang kedua melebur dengan inti sekunder. misalnya Ricinusdan spesies Graminae. Pada kebanyakan tumbuhan. Pada tumbuhan tertentu. Proses pembentukan endosperm dan embrio meliputi fertilisasi atau pembuahan yang dapat terjadi setelah proses polinasi atau penyerbukan. butir serbuk sari memantak ke dalam kantong embrio melalui sinergid. EMBRIO DAN KECAMBAH 8. 8. butir serbuk sari dan kepala putik sama-sama dalam keadaan masak. atau antara sel telur dan sinergid. Embrio adalah calon tumbuhan muda. dan disebut khalazogami. Perkembangan endosperm berikutnya berbeda untuk setiap kelompok tumbuhan.1Pembentukan Endosperm dan Embrio Endosperm adalah cadangan makanan untuk embrio. Polinasi adalah peristiwa menempelnya butir serbu sari di atas kepala putik. jaringan endosperm masih ada pada saat perkecambahan. biasanya satu dari sinergid rusak. ujung buluh serbuk sari robek dan dua gamet jantan bersama dengan sisa sel vegetatif masuk ke dalam sitoplasma kantong embrio. Pembelahan ini biasanya menghasilkan zigot. Dengan adanya pemantak buluh serbuk sari. siap untuk fertilisasi. dan Arachis. dan (b). biji tumbuhan mempunyai kotiledon tebal dan menyimpan bahan cadangan makanan. Hasil peleburan gamet jantan dengan sel telur adalah zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio. Umumnya.VIII. misalnya Pisum. . Endosperm berkembang dari pembelahan mitosis inti endoperm yang dihasilkan dari peleburan salah satu gamet jantan dengan dua inti kutub atau dengan inti sekunder. Pada tumbuhan yang lain.1.

8. disebut tipe Chenopodial. 1 Embrio Dikotil Berdasarkan perbedaan perkembangan proembrio sampai 4 tahap sel.Sel basal berkembang menjadi suspensor yang terdiri atas 2 atau lebih sel. Pada dikotil. Sel basal tidak atau sedikit berperan dalam pembentkuan embrio . Di awal diferensiasinya. Untuk lebih jelasnya. Sel basal tidak atau sedikit berperan dalam pembentukan embrio. disebut tipe Crucifer 2 ). b. berikut adalah penjelasan perkembangan embrio Capsella bursapastoris(tipe Crucifer). Sel terminal membelah secara transversal 1 ). disebut tipe Solanad 2 ). yakni agak tegak lurus terhadap sumbu gametofit. biasanya oleh dinding melintang. 2. yaitu sebagai berikut : a. Sel terminal membelah secara longitudinal 1). Zigot bersel satu terbagi menjadi dua. Sel kuadran membelah secara . disebut tipe A sterad. embrio dapat dikelompokkan menjadi 5 tipe.2 Perkembangan Embrio Sel telur dan kemudian zigot akan menunjukkan diferensiasi sitologis yang terjadi antara kutub kalaza dan mikropil. Nama proembrio dapat diterapkan pada stadium sebelum protoderm mulai dibentuk dibagian atas embrio.Sel basal dan sel terminal berperan dalam pembentukan embrio. Di atas kutub atas (kalaza) itu penambahan embrio berlanjut karena tumbuhan baru yang sesungguhnya berkembang dari sel-sel yang dibentuk dari tempat ini. Tahap antara embrio bersel satu dengan saat dibentuknya keeping biji pada embrio diberi nama proembrio. Sel basal dan sel terminal berperan dalam pembentukan embrio. Diferensiasi dari proembrio sampai embrio beragam sesuai dengan macam organ yang dibentuk oleh sel di kedua kutub pada zigot. Sel basal membelah secara transversal dan sel terminal membelah secara longitudinal membentuk kuadran. banyak persamaan yang terdapat di antara embrio berbagai taksa Angiospermae. diikuti oleh dinding horizontal. Embrio ini mula-mula membelah secara tranversal membentuk sel basal dan sel terminal. simetri radial embrio akan berubah menjadi simetri bilateral ketika kedua keping biji muncul. Di kutub bawah terbentuk suspensor yang melekatkan embrio pada mikropil dan juga merupakan salah satu mekanisme untuk megangkat zat hara dari jaringan sekeliling kepada embrio.8. vertikal. dan miring pada pembelahan berikutnya.

Berbeda dengan radikula pada dikotil. . Sel basal membelah secara transversal membentuk suspensor yang terdiri atas 6-10 sel. Beberapa ahli berpendapat bahwa kleoptil adalah daun atau penonjolan dari skutelum. yakni koleoriza. Meristen dasar dan prokambium hipokotil dan kotiledon berkembang dari sel dalam yang mengalami penebalan dan differensiasi. Biji Poaceae telah diteliti secara rinci. separuh dari jumlah daun yang dihasilkan telah berada dalam biji. Fungsi itu analog dengan fungsi tudung akar. keping biji segera berproliferasi dan membentuk haustorium (pengisap) yang besar dan penuh aerenkim dan kemudian mencerna endosperm. misalnya. 155). Di hadapan skutelum terdapat epiblas. suatu tonjolan tanpa jaringan pembuluh.transversal membentuk 8 sel dan disebut oktan yang tersusun dalam deret. embrio membentuk jantung pada penampang membujur. namun masalah ini belum diselesaikan dengan tuntas. keping biji disebut skutelum (Gbr. Adanya satu keping biji masih dipertentangkan. keping biji melekat pada embrio di nodus (buku) pertama mesokotil. kotiledon terbentuk memenuhi kantong embrio. Pada tahap perkembangan akhir. 8. Keping biji yang sehelai itu berukuran besar dan berhadapan dengan endosperm. Sel ini kemudian membelah secara tranversal dan longitudinal membentuk 2 deretan 4 sel. Istilah itu dipakai untuk ruas (internodus) pertama pada epikotil. Setiap deret oktan membelah secara periklin membentuk protoderm dan sel dalam. dan Cycadaceae juga ditemukan koleoriza. Ada yang menganggap bahwa struktur ini adalah sisa keping biji kedua. keudian hipokotil dan kotiledon memanjang.2. Pada Commelinaceae. fungsinya adalah menembus tanah hingga mencapai permukaan tanah dan dengan demikian merupakan seludang pelindung yang licin bagi daun berikutnya dan bagi sumbu pucuk. Radikula berdifferensiasi setelah koleoriza dan berada di dalamnya. Pada banyak Palmae. Di atas mesokotil terdapat epikotil yang memeliki beberapa helai daun atau struktur serupa daun.2 Embrio Monokotil Pada monokotil. berbagai modifikasi yang terdapat padanya. Pada rumput-rumputan yang memiliki pertumbuhan terminal. Bagian terluar adalah kleoptil yang berbentuk pelepah. Sel suspensor yang terdekat dengan mikropil membesar seperti kantong dan berfungsi sebagai haustorium. Embrio secara terus-menerus khususnya di daerah perkembangan kotiledon. Di bagian bawah sumbu terdapat radikula dan tudung akar. skutelum menjadi sumber enzim pencerna yang mencerna endosperm. Setelah perkecambahan. stadium awal perkembangan zigot sama dengan pada dikotil. Pada kelapa. haustorium amat padat. Lauraceae. Sel suspensor yang terdekat dengan embrio disebut hipofisis. namun pada stadium jantung tampak perbedaan. yang merupakan bagian embrio. pada rumput-rumputan akar embrio dilindungi oleh jaringan berbentuk seludang. yakni apakah terjadi karena hilangnya biji yang lain atau merupakan penyatuan dari kedua keping biji atau ada pendapat lain. Pada tahap ini. setelah itu protoderm membelah antiklin. Pada Poaceae.

kemudian hipokotil meluruskan diri. Beberapa ruas pertama yang tetap pendek. kandungan air meningkat. Enzim yang telah adadiaktifkan kembali.8. Sebelum embrio menjadi kecanbah sempurna. kulit biji tanggal. 3 Kecambah Biji akan berkecambah setelah mengalami masa dorman yang dapat disebabkan berbagai faktor internal. Pada waktu imbibisi. dan protein baru dengan kegiatan enzim baru disintesis untuk mencerna dan menggunakan berbagai bahan cadangan yang tersimpan. Hipokotil memanjang di bagian dasarnya dan melengkung. buku. Pada Zea yang jenis perkecambahannya hipogeal. Gerakan rangsangan itu nampaknya jauh bersamaan dengan terjadinya hubungan vascular antara sumbu dengan keping biji. Linum usitatissimum (Gbr. kulit biji yang tahan atau impermeable. Pada jenis perkecambahan ³epigeal´. Zea). kemudian akar menembus koleoriza. Mula-mula radikula muncul dan menjadi sumbu utama akar tunggang. seperti embrio masih berbentuk rudiment atau belum masak (dari segi fisiolog). Allium). namun pada gandum pucuk terangkat hanya dengan pertumbuhan ruas kedua. Baik pada monokotil maupun dikotil. Perkecambahan sesungguhnya adalah pertumbuhan embrio yang dimulai kembali setelah penyerapan air atau imbibisi. keping biji terangkat ke atas permukaan tanah oleh sumbu embrio yang memanjang (Ricinus. dan ruas. kesatuan itu didorong ke atas oleh ruas (internodus) pertama. yakni ruas di atas nodus kleoptil. kemudian lambat. Pada awal perkecambahan. koleoriza memanjang dan menembus pericarp. 156 . pucuk yang diselubungi oleh kleoptil muncul. Pertumbuhan tersebut memerlukan pasokan air dan zat gizi secara terus-menerus. 156) menunjukkan perkecambahan epigeal. Ujung epikotil mulai membentuk daun. Pembelahan dan perluasan sel dimulai dan berjalan menurut pola yang telah terprogram. perkecambahan dapat berjenis ³hipogeal´ dengan keping atau kedua keping biji terbungkus oleh kulit biji dan tetap berda di bawah permukaan tanah (Pisum. dan keping biji terpisah satu dari yang lainnya serta meluas. mula-mula cepat. Waktu perkembangan jaringan pembuluh berkaitan dengan berbagai peristiwa fisiologi. Di ujung lain pada biji. Dalam keping biji. biji serta skutelum tetap di bawah permukaan tanah. atau adanya penghambat tumbuh. Peristiwa penting dalam differensiasi embrio perkecambahan adalah dimulainya perkembangan sel pengangkut dalam pro kambium. Pada Zea. menggunakan makanan yang tersimpan dalam endosperm dan dalam selnya sendiri. Tegangan yang terjadi menyebabkan keping biji serta kulit biji yang menyelubungi tertarik ke atas tanah. metabolisme diaktifkan dan dikendalikan oleh rangsangan dari sumbu embrio. Gbr.

Hidayat. Bandung: ITB Press. B. Anatomi Tumbuhan. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Biologi Pertanian. Plant Anatomy. Sri. Fahn. Estiti. New York: Pergamon Press. 2 Edition. Mulyani. New Delhi: Bhattacharya for Wiley Eastern Limited. 1989. . E. 1995. 1976. Heddy. K.S.DAFTAR PUSTAKA Esau. Antomy of Seed Plants. S. 3 Edition. 2 Edition. 1990. 2006. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. A. Jakarta: Rajawali Press.

Menyelesaikan S1 jurusan Biologi FMIPA di Universitas Andalas Padang. Jakarta. LAHIR DI MEDAN. Fisiologi Hewan. Universitas Katolik St. M. Padang. . Taksonomi Hewan. dari tahun 1998-2000.PENYUSUN DRA. 3). 5). Lubuk Pakam (Sumut). Mata Kuliah 1). SITANGGANG. Zoologi Invertebrata. 2). Pengalaman di dunia pendidikan: pada tahun 1993-2001 penulis menjadi tenaga pengajar di Fakultas Pertanian. dan 6). Thomas. Pada saat ini penulis mengajar di UNINDRA-PGRI.SI. Anatomi Tumbuhan. Medan. tahun 2004. penulis mengajar Biologi di SMU Katolik Serdang Murni. 4). Penulis meneruskan studi S2 program Studi Ilmu Lingkungan di Universitas Andalas. 8 JULI 1966. Zoologi Vertebrata. NETTY DEMAK H. Taksonomi Tumbuhan. lulus tahun 1992.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->