Proyeksi Penduduk, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja, dan Peran Serikat Pekerja dalam Peningkatan Kesejahteraan

Prijono Tjiptoherijanto Pendahuluan Banyak ahli dan pengamat terutama mereka yang bergerak di lingkungan program sosial kemasyarakatan dan kesejahteraan pada saat ini mengarahkan pandangannya ke institusi Badan Pusat Statistik (BPS). Dewasa ini BPS sedang melakukan proses finalisasi perhitungan hasil sensus penduduk (SP) tahun 2000. Beberapa waktu yang lalu telah diumumkan angka sementara hasil SP-2000. Hasil sementara SP-2000 menggambarkan bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah sekitar 203 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (secara nasional) antara tahun 1995 ± 2000 adalah 1,01 persen. Gambaran tersebut jauh dibawah berbagai proyeksi penduduk yang pernah dilakukan selama ini. Sebagai contoh, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LD-FEUI) pada dekade 90-an membuat proyeksi bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah 211 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 1,35 persen. Dilihat dari sisi pencapaian program kependudukan, angka sementara tersebut menunjukkan keberhasilan program keluarga berencana (KB). Karena itu para pengelola program KB nasional, baik mereka yang berada di lingkungan pemerintah antara lain BKKBN maupun mitra kerjanya yang ada di lembaga swadaya masyarakat (LSM), sangat bergembira melihat hasil sementara tersebut. Kerja keras mereka telag berhasil mengurangi jumlah penduduk sekitar 7 ± 8 juta jiwa dibandingkan dengan proyeksi yang dilakukan oleh banyak ahli sebelumnya. Namun hasil SP-2000 perlu dikritisi secara lebih cermat lagi agar nantinya didapat hasil yang dapat menggambarkan keadaan yang relatif sesuai dengan kenyataan di lapangan. Inilah yang sekarang sedang dilakukan oleh BPS maupun para ahli kependudukan. Dalam hubungan dengan tenaga kerja, pertama-tama akan diuraikan apa sebenarnya terjadi di dalam SP-2000, bagaimana para ahli kependudukan menilai hasil sementara SP-2000, apa implikasinya pada aspek kependudukan lainnya, khususnya ketenagakerjaan. Setelah itu akan diuraikan proyeksi angkatan kerja dan tenaga kerja di Indonesia dan akhirnya bagaimana peran dari serikat pekerja menyikapi perkembangan tersebut. #2 SP-2000: Sebuah Keberhasilan Program KB di Indonesia? LD-DEUI secara periodik melakukan proyeksi terhadap penduduk Indonesia serta berbagai aspek yang terkait dengan jumlah penduduk tersebut. Proyeksi tersebut baru bisa dilakukan jika telah diperoleh angka mengenai struktur umur dan jenis kelamin penduduk. Dengan berdasarkan hasil lengkap survei penduduk antar sensus (SUPAS) 1995, LD-FEUI melakukan proyek penduduk Indonesia untuk tahun 2000 dengan berbagai aspeknya. Proyeksi penduduk, karena didasarkan atas berbagai asumsi, biasanya dilakukan dengan melihat berbagai kecenderungan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu biasanya dalam melakukan proyeksi dilakukan tiga macam skenario, yaitu: skenario optimistis, moderat, dan pesimis. Khusus dalam proyek penduduk maka skenario optimis dipakai untuk menggambarkan keyakinan kita yang sangat tinggi pada keberhasilan program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana).
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana). Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana) akan mengalami banyak permasalahan (kegagalan). Sedangkan skenario moderat adalah asumsi yang berada di antara kedua ekstrim di atas. Berdasarkan atas 3 skenario tersebut LD-FEUI mendapatkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 213, 211, dan 209 juta jiwa. Angka sementara SP-2000 memperlihatkan bahwa jumlah penduduk Indonesia tahun 2000 jauh berada di bawah perkiraan optimis LD-FEUI. Ini tentu saja membanggakan sekaligus menimbulkan keingintahuan di kalangan para ahli apakah kondisinya memang demikian. Baru-baru ini dilakukan diskusi ilmiah di LD-FEUI dengan pembicara Prof. Terence ³Terry´ Hull seorang pakar kependudukan dari the Australian National University untuk membahasa permasalahan di atas. Banyak pakar kependudukan yang hadir dalam diskusi tersebut, termasuk juga para pakar kependudukan dari BPS yang terlibat langsung dalam kegiatan SP-2000. Diskusi diarahkan pada dua tataran permasalahan, yaitu pertama, tataran konsep penduduk dalam sensus itu sendiri, dan kedua, tataran operasional di lapangan. Kedua permasalahan tersebut nantinya akan sangat menentukan seberapa banyak orang yang ³terjaring´ dalam pendataan. Dari diskusi terlihat bahwa pada tataran operasional, begitu banyak kendala yang dihadapi oleh BPS dalam SP-2000 antara lain dana yang sangat terbatas, penyaluran dana yang tidak tertata dengan baik yang mengakibatkan kesulitan dalam tahap persiapan pelaksanaan SP itu sendiri, situasi dalam masyarakat, misalnya masyarakat dapat saja menolak berpartisipasi menjawab pertanyaan, atau responden takut menerima petugas berkaitan dengan faktor keamanan di beberapa daerah. Pada tataran konsep terlihat adanya konsep yang masih dipakai oleh BPS untuk menjaring penduduk yang sebenarnya tidak sesuai lagi dengan kondisi pada saat ini. Konsep bahwa Indonesia merupakan ³closed population´ masih dianut padahal penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri sudah begitu banyak. Dengan konsep ³close population´ maka penduduk Indonesia yang berada di luar negeri tidak ³terjaring´. Demikian pula penggunaan kombinasi antara ³de-facto´ dan ³de-jure´ #3 dalam pendataan menjadi sangat membingungkan, khususnya dimana saat ini mobilitas penduduk di beberapa daerah sudah sangat tinggi. Prof. Hull menyimpulkan bahwa hasil sementara SP-2000 menunjukkan adanya indikasi ³under-counted´. Indikasi ini didasarkan pada permasalahan yang ada di atas. Prof. Terry Hull memperkirakan ³under-counted´ yang berasal dari masalah operasional dan kebingungan petugas karena konsep ³de-facto´ dan ³de-jure´ tersebut sekitar 2 sampai 2,5 juta jiwa dan jumlah penduduk Indonesia yang berada di luar negeri yang tidak tercatat sebesar 1 sampai 1,5 juta jiwa. Sehingga secara total ada sekitar juta jiwa yang masih perlu diperhitungkan lagi ke dalam hasil SP-2000. Prof. Terry Hull memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 207 ± 208 juta jiwa. Diskusi di atas belumlah diskusi final. Tentunya masih akan ada diskusi lanjutan lagi untuk membahas hal tersebut. Kelemahan diskusi yang berlangsung di LD-FEUI tersebut adalah karena masih sangat terbatasnya informasi dari SP-2000 itu sendiri yang dikeluarkan oleh BPS. Pada saat ini hanya angka sementara jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk yang dikeluarkan BPS. Padahal untuk melihat seberapa jauh akurasi perhitungan atau memperkirakan cakupan pencacahan, diperlukan struktur umur
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

dan jenis kelamin. Karena itu, jika perhitungan struktur umur dan jenis kelamin selesai dan dipublikasi oleh BPS, baru dapat dilakukan penilaian-penilaian yang lebih mendalam dan akurat Jika memang penduduk Indonesia tahun 2000 adalah sekitar 207 ± 208 juta jiwa, maka ini merupakan keberhasilan program KB. Karena menurut skenario proyeksi yang dibuat oleh LD-FEUI berdasarkan data SUPAS-95, ini merupakan skenario yang optimis. Apalagi jika angkanya adalah 203 juta jiwa. Namun di samping keberhasilan program KB, berbagai persoalan kemasyarakatan juga turut mempengaruhi jumlah penduduk. Lepasnya Timor Timur, persoalan pertikaian antarkelompok di beberapa daerah, kasus kerusuhan yang diperkirakan meningkatkan jumlah orang yang pergi ke luar negeri, dan sebagainya juga turut berperan dalam perubahan jumlah penduduk Indonesia. Ketersediaan data struktur umur dan jenis kelamin, yang menurut BPS akan ada pada sekitar pertengahan tahun 2001 ini, akan membantu para ahli untuk menganalisa berbagai hal di atas. Pada saat ini belum banyak yang bisa dilakukan dengan data SP-2000. Masih diperlukan waktu beberapa bulan lagi sebelum berbagai analisa, termasuk analisa angkatan kerja dan tenaga kerja, dapat dilakukan dengan data SP-2000 tersebut. Implikasi Dinamika Kependudukan pada Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja Uraian berikut ini didasarkan pada proyeksi penduduk yang dilakukan oleh LD-FEUI sebelum SP-2000. Transisi fertilitas dan mortalitas telah berpengaruh pada jumlah dan struktur umur penduduk Indonesia, terutama jumlah dan persentase penduduk usia di bawah 15 tahun (0 ± 14). Antara tahun 1990 ± 95, penduduk Indonesia tumbuh sebesar rata-rata 1,66 persen per tahun dan diharapkan turun menjadi 1,23 persen antara tahun 2000 ± 2005 dan kembali turun menjadi 0,68 persen antara tahun 2015 ± 2020. Dengan #4 laju pertumbuhan tersebut penduduk Indonesia akan bertambah dari 183,5 juta pada tahun 1990 menjadi 210,9 juta pada tahun 2000. Dinamika Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tabel 1 menggambarkan perkiraan jumlah penduduk Indonesia antara tahun 1971 ± 2025. Walaupun pertumbuhan penduduk diperkirakan akan terus menurun dari tahun ke tahun. Namun jumlah penduduk akan senantiasa meningkat. Jumlah penduduk diperkirakan akan menjadi tetap (dalam arti jumlah kelahiran dan kematian seimbang) pada tahun 2036. Tabel 1. Perkiraan Jumlah Penduduk 1971 ± 2025 Tahun Jumlah Penduduk (Juta) 1971 118,4 1980 146,8 1990 179 1995 196 2000 209,5 2005 222,8 2010 235,1 2015 249,7 2020 254,2 2025 261,4
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Sumber: Ananta dan Anwar, 1994

Di dalam analisis demografi, struktur umur penduduk dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu (a) kelompok umur muda, dibawah 15 tahun; (b) kelompok umur produktif, usia 15 ± 64 tahun; dan (c) kelompok umur tua, usia 65 tahun ke atas.

8 Jumlah 179. Antara tahun 1993 ± 1998. kemudian menurun menjadi 2.6 juta pada tahun 1995 menjadi 136.9 juta orang pada tahun 1990. Sedangkan pergeseran struktur umur produktif ke umur tua pada akhirnya akan mempunyai dampak terhadap persoalan penyantunan penduduk usia lanjut.2 4.2 4.1 6.doc Komposisi 1990 1995 2000 2005 2010 Umur Juta % Juta % Juta % Juta % Juta % 0 ± 14 66.6 3.8 100.7 8.3 64.1. pertumbuhan penduduk akan menurunkan jumlah penduduk pada struktur yang muda (0 ± 15 tahun).0 Sumber: BPS. Ini dapat terlihat dari data dimana antara tahun 1990 ± 1995 penduduk usia kerja per tahun rata-rata 2. Namun untuk beberapa saat masih akan meningkatkan jumlah penduduk struktur umur di atasnya.6 121.7 65.0 100.8 161.5 juta pada tahun 2000 dan kemudian menjadi 182. diperkirakan akan terjadi penambahan angkatan kerja sebanyak 12. Angkatan kerja bertambah dari sekitar 73. Tabel 2. persen per tahun antara tahun 2015 ± 2020.5 juta pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 144.0 195.0 238.4 30.0 36.9 64. Dalam kondisi normal. penduduk usia kerja akan meningkat dari 121.0 15 ± 64 107. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.7 6. Permasalahan yang ditimbulkan oleh besarnya jumlah dan pertumbuhan angkatan kerja tersebut di satu pihak menuntut kesempatan kerja yang lebih besar. 1995). Sebaliknya suatu struktur umur penduduk dikatakan tua apabila kelompok umur mudanya sebanyak 30% atau kurang sementara kelompok umur tuanya lebih besar atau sama dengan 10%. Bersamaan dengan perubahan sosial ekonomi diperkirakan akan terjadi pergeseran pola penyantunan usia lanjut dari keluarga ke institusi.5 64. Berdasarkan kategori-kategori tersebut nampak bahwa telah terjadi proses transisi umur penduduk Indonesia dari penduduk muda ke penduduk tua (aging process). menjadi sekitar 96.Struktur umur penduduk dikatakan muda apabila proporsi penduduk umur muda sebanyak 40% atau lebih sementara kelompok umur tua kurang atau sama dengan 5%. Secara absolut.7 64.6 28. pertumbuhan penduduk usia kerja (15 ± 64) menjadi lebih tinggi daripada pertumbuhan penduduk itu sendiri. maka tanggung jawab pemerintah akan menjadi bertambah berat (Kasto dalam Prijono. 1993 Penduduk Indonesia pada saat ini masih digolongkan sebagai penduduk muda.6 64. Itu berarti jika tidak ada kondisi yang sangat ekstrim.4 33.6 14.5 juta pada tahun 2020. maka laju pertumbuhan angkatan kerjanya pun cukup tinggi. Perkiraan Struktur Penduduk Indonesia: 1990 ± 2010 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.4 persen per tahun antara tahun 1995 ± 2000 dan kemudia menurun lagi menjadi 1. di pihak lain menuntut pembinaan angkatan kerja itu sendiri agar mampu menghasilkan #6 keluaran yang lebih tinggi sebagai prasyarat untuk menuju tahap tinggal landas.7 juta pada tahun 2020.7 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.3 100.3 136.2 100.0 100.2 65+ 6.5 15. Apabila keadaan ini terjadi.2 4.doc .9 100.2 59. seperti misalnya peperangan (dalam peperangan akan banyak orang muda yang mati).3 66.5 27. #5 Pergeseran struktur umur muda ke umur tua produktif akan membawa konsekuensi peningkatan pelayanan pendidikan terutama pendidikan tinggi dan kesempatan kerja. Pada penduduk yang tergolong muda seperti Indonesia. Ageing proses tersebut akan terus berlangsung sebagaimana terlihat pada Tabel 2.0 225.8 145. maka penurunan pertumbuhan penduduk tidak secara otomatis menurunkan pertumbuhan angkatan kerja.7 62.7 persen per tahun.

Peningkatan ini harus diantisipasi oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai pihak pemberi kerja atau pembuka lapangan pekerjaan. Dalam keseharian dapat dilihat dan dinilai apakah kenaikan tunjangan jabatan yang berlaku di kalangan instansi pemerintah saat ini.232 12. Perkiraan Pertumbuhan Angkatan Kerja dan Kesempatan Kerja Dalam PJP II (X 1000) Akhir Repelita Angkatan Kerja Kesempatan Kerja Repelita VI (1998) 12. Lapangan kerja datang dari adanya pertumbuhan ekonomi. Sedangkan mereka yang berpendidikan di atas SLTA (Diploma/Akademi dan Universitas) hanya sebesar 3. pertumbuhan ekonomi adalah 7. teratasi. #7 Peran Serikat Pekerja dalam Menyikapi Data-data Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Sebuah Harapan Ada pameo umum yang banyak diyakini kebenarannya yaitu orang akan bekerja dengan baik jika mendapatkan gaji yang baik pula. namun daya serapnya angkatan kerja relatif kecil. maka Indonesia mengalami masalah kesenjangan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sampai dengan akhir Repelita VIII. yaitu hanya bertambah tiga persen setahun. Baru setelah Repelita VIII. Data memperlihatkan bahwa pada tahun 1997 yang lalu 63 persen dari angkatan kerja yang ada pada saat itu. Proyeksi ini dilakukan sebelum krisis ekonomi terjadi. Namun pertumbuhan yang tinggi tidak selalu memberikan lapangan kerja yang besar. berjalan seiring dengan produktivitas kerja para pejabat tersebut. berpendidikan SD ke bawah. Karena itu agar orang produktif.427 Repelita VIII (2008) 12.455 11. Jika mengikuti proyeksi tersebut. melakukan proyeksi mengenai pertambahan angkatan kerja dan kesempatan kerja dalam PJP II. Banyak variabel lainnya yang masuk dalam hubungan tersebut. yang cukup besar. Kedua variabel tersebut tidaklah berhubungan secara langsung dan dalam suatu garis yang lurus. kesempatan kerja diperkirakan akan berada di atas angkatan kerja (Tabel 3). Ini berkaitan dengan strategi pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan dunia usaha.9 persen per tahun. maka berikanlah gaji yang baik. atau lebih khususnya pengangguran. Pembinaan yang baik akan menghasilkan mutu angkatan kerja yang baik.871 Jumlah penduduk dan angkatan kerja yang besar akan mampu menjadi potensi pembangunan apabila dibina dengan baik. Dalam kenyataannya hubungan antara produktivitas dan gaji tidaklah sesederhana itu.doc . Adanya kesempatan kerja baru merupakan ³potensi´ dan ³potensi´ tersebut mungkin saja tidak dapat dimanfaatkan bila angkatan kerja yang tersedia tidak memiliki kualitas yang memadai.744 Repelita IX (2013) 12.095 12. Tabel 3. Cukup banyak studi yang memperlihatkan bagaimana kompleksnya hubungan antara gaji dan produktivitas.704 11.913 Repelita VII (2003) 13. Namun sekali lagi bahwa proyeksi ini dibuat sebelum adanya krisis ekonomi.5 juta jiwa per tahun. Mutu angkatan kerja antara lain tercermin dalam tingkat pendidikan dan latihan. Pada tahun 1993 UNINDO melakukan studi di beberapa negara Asia tentang perkembangan produktivitas dan upah tenaga kerja di sektor perpabrikan antara tahun C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.7% saja. Sebagai contoh pada kurun waktu 1971 ± 1980. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam menganalisa hubungan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja adalah bahwa jika kesempatan kerja berada di atas angkatan kerja bukan berarti masalah ketenagakerjaan.juta jiwa atau rata-rata 2.701 12.177 Repelita X (2018) 11. Payaman (1996).

665 7. terutama berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.1980 ± 1990 sebagaimana terlihat pada Tabel 4. namun dalam jangka panjang akan merugikan semua pihak (lost-lost solution).091 11. NICs dan ASEAN. Bandingkan dengan Thailand dan Malaysia dimana pertumbuhan produktivitas tenaga kerja mereka jauh di atas pertumbuhan gaji.735 4.09 1. Dalam hal ini serikat pekerja harusnya dapat berperan besar.875 3.44 Filipina 4. Diperlukan pendekatan yang bersifat win-win solution antara pengusaha dan pekerja. Apa yang terjadi kemudia.342 1.757 7.023 26.744 5.065 4. termasuk ketenagakerjaan dan kualitas penduduk.733 5.931 6. 1993 #8 Jika dilihat data-data kependudukan. Penduduk yang besar dengan kualitas penduduk yang rendah menyebabkan penduduk tersebut menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi dan bukan pemacu.717 3. Jika kembali pada premis bahwa perluasan kesempatan kerja hanya dapat diperoleh melalui pertumbuhan ekonomi.128 5.53 676 1. Sudah waktunya kita melakukan sesuatu berdasarkan fakta (evident-based) dan bukan berdasarkan emosi.892 5. hanya bisa menempati posisi yang sangat rendah.962 5. 1980 dan 1990 (dalam US $ konstan 1985) Produktivitas Tenaga Kerja a) Upah Per Pekerja Negara 1980 1990 r 1980 1990 r Korea Selatan 9.16 4.84 2.06 Malaysia 8.185 3.291 4.258 13. Jika kemudian kegiatan ekonomi mengalami kemandegan karena pengusaha enggan menanamkan modalnya di Indonesia. maka itu tentu saja mengganggu pertumbuhan ekonomi.077 2. Sebagai serikat yang diharapkan menjadi mediator antara pekerja dan pengusaha.769 11.849 5.936 6. maka serikat pekerja harus mampu melakukan penelaahan yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap kondisi internal perusahaan.09 1.579 3.58 2.342 16. Hasil telaahan tersebut kemudian dikomunikasikan baik kepada pekerja maupun kepada pengusaha.264 4.642 4.085 1.273 2. atau bahkan rendah.38 Singapura 16.95 Thailand 5. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara tersebut jauh meninggalkan Indonesia. Ditambah dengan banyaknya ³supply´ tenaga kerja yang tersedia menyebabkan mereka tidak memiliki posisi tawar menawar yang memadai.901 2. Tabel 4.55 Hong Kong 7. Negosiasi berdasarkan C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.14 Catatan: a) nilai tambah dibagi dengan jumlah pekerja r adalah laju pertumbuhan per tahun selama 1980 ± 90 Sumber: UNINDO.30 Indonesia 4. Pada kurun waktu tersebut tingkat pertumbuhan upah di sektor ini sudah cukup baik dan malah jauh di atas tingkat produktivitas yang terjadi.64 4.48 Taiwan 8. tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang pas-pasan. Dalam skala mikro. maka nampak jelas bahwa Indonesia mengalami banyak permasalahan dalam hal ini. Tingkat dan Laju Perkembangan Produktivitas Pekerja dan Upah di Sektor Perpabrikan. maka dibutuhkan kearifan bersama antara pengusaha dan pekerja untuk menyikapi hubungan antara pengusaha dan pekerja. Bagaimana angkatan kerja akan terserap jika pertumbuhan ekonomi yang rendah? Padahal Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk menyerap angkatan kerja yang masih terus meningkat dewasa ini.043 6.doc .73 2. Apa yang terjadi belakangan ini dengan adanya pemogokan serta aksi pekerja yang cenderung tidak terkendali dalam jangka pendek mungkin dirasakan menguntungkan bagi pekerja.528 1.

justru dilanggar oleh kedua belah pihak. produktivitas. usaha meningkatkan kegiatan di sektor riil dengan memperbesar kucuran kredit tidak akan bermanfaat tanpa pada waktu yang bersamaan memperhitungkan faktor-faktor determinan lainnya Lingkungan di mana bisnis beroperasi dapat dibagi dalam dua macam. maka sistem asuransi (misalnya Jamsostek) harus dimanfaatkan. kebijakan industri. Serikat pekerja juga harus mampu mengeluarkan alternatif-alternatif model untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan melihat pada kondisi perusahaan. kinerja dari suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh linkungannya. Pekerjaan yang dilakukan bukan sekedar untuk merespons terhadap suatu keadaaStrategi Peningkatan Daya Saing Pengusaha Daerah dalam Era Liberalisasi Ekonomi1 Tulus Tambunan Kadin Indonesia Permasalahan Belakangan ini banyak pernyataan di media masa dan seminar-seminar mengenai daya saing atau kesiapan perusahaan-perusahaan Indonesia dalam bertarung di dalam negeri maupun di global dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. Lingkungan yang lebih luas adalah lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap suatu kegiatan bisnis. Kesejahteraan harus dilihat dalam konteks jangka panjang. Dalam mengembangkan win-win solution diperlukan kejujuran dan transparansi dari kedua belah pihak. Ini tidak lain karena lemahnya penegakkan hukum selama ini. infrastruktur. bantuan luar C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. harusnya dapat dimasukkan ke dalam perhitungan dan negosiasi tersebut. utilitas dan jasa keamanan).emosi hanya akan menghasilkan lost-lost solution sedangkan negosiasi yang win-win solution harus didasarkan pada evident-based. Pada tataran kebijakan banyak hal yang telah dilakukan untuk memperbaiki kesejahteraan pekerja. dan keamanan dan stabilitas). Demikian pula tentang hak dan kewajiban pekerja. #9 Oleh karena itu.doc . Pengusaha harus menyadari bahwa pekerja adalah aset bagi perusahaan. Kewajiban pekerja. kebijakan sektor keuangan. pemerintah dan politik pada tingkat nasional dan lokal (misalnya legislatif dan proses pembuatan kebijakan. Ini kemudian dinegosiasikan dengan pengusaha. Pekerja juga harus diberikan pemahaman melalui komunikasi dan informasi yang baik bagaimana persoalan gaji. yang terdiri dari komponenkomponen berikut: ekonomi makro (seperti kebijakan perdagangan. pengaruh-pengaruh eksternal (seperti perdagangan global. Oleh karena itu. dan lain-lain. serta kepastian hukum. bukan sesaat. Demikian juga. jasa-jasa yang diberikan oleh pemerintah (seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. dan kebijakan moneter dan fiskal). waktu kerja. dan sebagainya. yakni lingkungan langsung dan lingkungan yang lebih luas (Gambar 1). peran yang diharapkan dari serikat pekerja bukanlah melaksanakan pekerjaan ³hit and run´. dari semua skala usaha (mikro. seperti yang dijelaskan di Tambunan (2006). gambaran makro ketenagakerjaan dan perekonomian negara. judisiari. kondisi perusahaan. pembagian bonus yang disesuaikan dengan tingkat keuntungan perusahaan. kinerja bisnis yang termasuk juga daya saingnya. dan sebagainya. asuransi. Satu hal yang jelas adalah bahwa. Usaha pemerintah dalam mempromosikan atau membantu suatu jenis kegiatan usaha tertentu tidak akan membuat hasil yang optimal tanpa mempertimbangkan lingkungan dari jenis usaha tersebut dan konteks dari suatu pembangunan ekonomi yang lebih luas yang menciptakan ´aturan main´ untuk semua kegiatan/jenis usaha dan yang mana mempengaruhi cara bisnis dan pasar bekerja. Unsur jaminan hari tua. Ini berarti gaji hanyalah salah satu aspek dari kesejahteraan. Jika memang dalam jangka pendek peningkatan gaji dirasakan memberatkan perusahaan. kecil. Namun dalam tataran operasional banyak hal yang telah diatur tersebut. menengah dan besar) di semua sektor berada di dalam suatu lingkungan yang dinamis dan sangat kompleks.

tren dan selera masyarakat dunia. lokasi. material dan alat-alat produksi. regulasi dan birokrasi (seperti undang-undang. standar produk dan 1 Acara Diskusi Kadin Kota Cilegon. modal. cuaca. dan jaringan-jaringan kerja). 15 Mei 2007 1 . dan siklus pertanian). lisensi dan perijinan. yakni pasar (misalnya consumen. tenaga kerja. yang dimaksud lingkungan langsung adalah lingkungan berpengaruh secara langsung terhadap semua kegiatan usaha. selera konsumer. infrastruktur. peraturan-peraturan. sosial dan kultur (seperti demografi. Hotel Permata Krakatau Cilegon. Sedangkan. tarif pajak dan sistem perpajakan. dan iklim serta lingkungan alam (misalnya sumber daya alam.negeri. teknologi. keterampilan dan teknologi. dan informasi). dan sikap terhadap bisnis).

Perpindahan itu seringkali terjadi karena dinamika politik. Pengalaman sejarah seperti itu dapat kita lihat dari tumbuh dan berkembangnya kota Bangkok di Thailand maupun Badung yang kemudian menjadi Denpasar sebagai pusat perkembangan politik. beberapa aspek penting yang memainkan peranan penting adalah keadaan demografi. in which their contribution can still be observed to the present day. dan perlindungan konsumer dan lingkungan). atau kemudian lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Denpasar. Nama Badung juga seringkali dipergunakan untuk menyebut nama wilayah kerajaan itu. teknologi. 1964: 52 lihat juga: Nas. demikian pula di pelabuhan atau wilayah pesisir pantai. This was the perception of Mengwi rulers before Badung was developed as a small region in South Bali. This paper will examine how Denpasar has been developed from the fall of Dutch st colonial power to the entering of the 21 century. kita dapat melihat bahwa perkembangan kota-kota modern banyak dibentuk berdasarkan warisan sejarah masa sebelumnya. The name of the palace was called Denpasar since its location was to the north of the market. The Dutch rulers had contributed greatly on the development of the city. the region was to be known as Badung. A. Surabaya pada tanggal 23-25 Agustus 2004. This paper. yaitu kabupaten Badung. Nama Badung juga dipergunakan sebagai sebutan nama kabupaten. maupun serangan dari kerajaan-kerajaan lainnya. Prior to the fall of traditional rulers. Pendahuluan Pada umumnya di Asia Tenggara. but also from earlier period in the eighteen century. dan lingkungan. the rapid development of this city cannot be separated with the processes of modernization and globalization in which international tourism has been the significant element of those processes. dan intervensi-intervensi yang didanai oleh uang publik (seperti jasa keuangan untuk bisnis).prses. Additionally.2 The 1st international Conference on Urban History Indonesia 1 DENPASAR: Perkembangan Dari Kota Kolonial Hingga Kota Wisata 1 I Ketut Ardhana Abstract th The development of Denpasar as a city cannot only be traced back from the 19 century. therefore will also specifically address in which way the rapid development of Denpasar has been affected by it position as the capital city of Bali as well as the centre for tourism. yakni Pasar Badung yang merupakan salah satu pasar terbesar di kawasan itu. juga dipergunakan sebagai nama pasar. ekonomi dan budaya di Bali Selatan. pusat-pusat perkembangan perdagangan seperti di daerah pegunungan. banyak kota-kota itu terlahir sebagai akibat pusat-pusat politik tradisional seperti pusat-pusat istana kerajaan. Dalam dinamika sejarahnya. Dengan demikian aspek-aspek itu penting untuk dipahami. selain menjadi nama sungai di wilayah itu. comes from the word ´badengµ (meaning dark). 1979: 56-57). Denpasar itself comes from two words: den means north and pasar means market. 1 Makalah dipresentasikan pada Konferensi International I Sejarah Kota (The First International Conference on Urban History) di Universitas Airlangga. Saat ini Badung. Dalam kajian tentang masalah perkotaan. yaitu kerajaan Badung. organisasi. karena adanya faktor yang saling kait mengkait (Gist dan Fava. 2 . di pedalaman sebagai akibat perkembangan politik di tingkat internal yang menyebabkan keinginan untuk memisahkan diri. Dalam perkembangan selanjutnya tampaknya terjadi pergeseran pusat-pusat perdagangan dari pegunungan ke pantai.

3 . Keadaan yang demikian bisa dilihat dari keadaan dan kondisi yang ada di Denpasar. akan dijelaskan berikut di bawah ini.73 km2 dan Denpasar Selatan yang memiliki luas 46. Adanya mobilitas geografis telah mengarah dengan semakin intensnya gerakan mobilitas penduduk seperti urbanisasi (Lihat: Sjoberg 1960: 64). Dengan demikian kota Denpasar berperan sebagai ibukota kabupaten. masing-masing kecamatan memiliki jarak yang relatif sama ke pusat kota antara 4-5 km. baik pada masa kerajaan maupun pada masa kolonial Belanda (Sunaryo. Semenjak tahun 1958. Selain itu. Selain kondisi alam yang demikian. yaitu terdiri dari endapan-endapan sungai dan lapukan tanah vulkanik. dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Bali Selatan seperti Tabanan atau Gianyar. Apabila dilihat letak strategis dengan daerah pusat kota. Bagaimana perkembangan Badung kemudian menjadi Denpasar. Pada periode in kota Denpasar diusulkanlah untuk menjadi kota administratif yang bersamaan dengan pemekaran wilayah kecamatan Denpasar dan Kasiman. sedangkan Denpasar Barat memiliki ketinggian 1275 meter. kota Denpasar diubah statusnya menjadi kota administratif yang membawahi tiga kecamatan yakni: Denpasar Barat dengan luas 50. tampaknya Denpasar mengalami perkembangan yang menonjol terutama dalam aktifitas ekonomi. Hal ini mengingat dari jumlah penduduk kota Denpasar saat itu yang mencapai 150. Bagi masyarakat pedesaan yang pemilikan garapan tanah yang sangat rendah akan mengadakan imigrasi ke wilayah perkotaan seperti ke kota Denpasar di Bali Selatan atau ke Singaraja di daerah Bali Utara. propinsi dan pusat pengembangan industri pariwisata Indonesia Bagian Tengah (Warsilah. masih terdapat 35 desa adat dimana desa adat ini dapat meliputi dua desa administrasi atau sebaliknya yang meliputi dua desa adat. melainkan juga persoalan sosial dan budaya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1978.19 km2.Secara historis.06 km2. Denpasar Timur dengan luas 27. Secara geografis. sehingga Kabupaten Badung yang semula hanya memiliki 6 kecamatan sekarang menjadi 7 kecamatan. Di era modern ini. Kota Denpasar terdapat 16 wilayah kelurahan dan 27 wilayah desa. 1997: 21-22). 2003: 198). Bali yang wilayahnya juga terdapat deretan gunung api sangat mempengaruhi kesuburan tanahnya. namun juga secara sosial budaya. Sistem aliran sungai Ayung yang melalui kota Denpasar bagian timur dan sungai Badung di Denpasar bagian barat telah memungkinkan wilayah ini dipilih sebagai pusat pemerintahan. Dari sudut tipologi. Tanahnya merupakan endapan alluvial. Kota Denpasar mempunyai luas 12. Struktur masyarakat di tiap-tiap kabupaten yang berbasiskan desa-desa adat mempunyai wilayah dengan karakteristiknya sendiri yang tidak hanya menentukan pelaksanaan keagamaan.000 jiwa. telah memungkinkan pula terjadinya sistem pengaturan pengairan yang lebih baik. kabupaten-kabupaten di Bali pada awalnya berasal dari pusat-pusat kerajaan itu yang masing-masing masyarakat lokal di wilayah itu memiliki adat istiadat.398 km2. Denpasar ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kabupaten Daerah Tingkat II Badung. Denpasar dijadikan sebagai pusat pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Bali yang selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat tidak hanya dalam arti fisik. Denpasar Selatan dan Timur memiliki ketinggian dari permukaan laut yang sama yaitu antara 00-75 meter. sistem subak dan pemerintahan sendiri. Perkembangan di sektor perdagangan misalnya menyebabkan berkembangnya kota-kota baru sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi. Sebagaimana halnya dengan Sumatra dan Jawa. adanya sistem pengaturan air yang baik seperti dilakukan organisasi tradisional seperti subak. Kondisi alam yang subur menjadi salah satu faktor perkembangan perekonomian Bali.

naskah milik puri Satria Denpasar). Badung diperkirakan hanya sebagai kerajaan kecil yang baru berkembang. Di samping kerajaan Badung juga muncul kerajaan kecil lainnya seperti kerajaan Tegal. kerajaan Badung dikatakan menjadi bagian dari kerajaan Mengwi. Selain itu. 1980). belumlah banyak dihuni orang. daerah yang namanya Badung itu. menyatakan bahwa dalam kurun waktu itulah Badung semakin berkembang di Bali Selatan (C. Kemudian pada tahun 1800 ada upaya untuk memindahkan pusat kekuasaan Badung itu oleh Dinasti Pamacutan pada suatu daerah yang masih merupakan taman bunga (Lihat: Silsilah Puri Satria. Helen Creese. Sekitar tahun 1700-an. karena hanya Gelgel lah yang dipercaya menjadi satu-satunya kerajaan yang memainkan peranan penting di Bali (sesuhunan). maupun penguasa-penguasa Badung yang muncul kemudian merupakan keturunan bangsawan Jawa. Pada akhir abad ke-17 (1686-1687) pecahlah pembrontakan di Gelgel yang memberi banyak pengaruh pada peta politik kekuasaan di Bali. (sekarang termasuk wilayah Alang Kajeng).B. Nama Badung menjadi semakin terkenal dalam sejarah Bali pada waktu itu. terutama Arya Damar yang sering dikenal sebagai Arya Kenceng ketika Majapahit berkembang pada abad ke-14. memang dapat diinterpretasikan konflik itu muncul sebagai akibat keinginan penguasa Badung untuk dapat mandiri terlepas dari kontrol politik Mengwi (Geertz. yang pada waktu itu masih berada di bawah supremasi kerajaan Mengwi. sehingga daerah itu dikatakan masih gelap yang dalam bahasa Balinya disebut ´badengµ yang berarti gelap. Antara lain dapat disebutkan adanya struktur kekuasaan kerajaan yang terdesentralisasi. Periode ini diikuti dengan semakin munculnya kerajaan-kerajaan yang lebih besar seperti Karangasem. sebelum Badung dikembangkan menjadi sebuah kerajaan pada abad berikutnya. Pada tahun 1780 telah muncul konflik antara Badung dengan Mengwi karena dominasi politik yang dilakukannya. sebagai seorang ahli sejarah Bali menyebut periode ini sebagai fase akhir dari sistem politik lama dan mulai berkembangnya sistem politik yang baru (Creese. sementara dalam perkembangan selanjutnya kemunculan Klungkung dan beberapa kerajaan yang lebih kecil lainnya seperti Badung di Bali Selatan ini lebih mendekati struktur federasi. C. Perkembangan Awal: Dari Kerajaan Badung Hingga Puri Denpasar Cokorda Ngurah Agung (1989) dalam tulisannya. bahwa baik interpretasi Belanda maupun Bali setuju kalau penguasa-penguasa Mengwi. yakni saat tampilnya tokoh Jambe Pule. Lebih lanjut dijelaskan bahwa. Sementara itu. kerajaan Badung semakin berkembang akan tetapi tetap di bawah kontrol Mengwi. Kemudian lokasi kerajaan ini dalam sumber-sumber arsip sejarah sering 4 . Lintasan Babad Badung menjelaskan bahwa cikal bakal munculnya kerajaan Badung di Bali Selatan tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan di kerajaan Mengwi. Pada waktu itu. Lekkerkerker 1920: 192). Buleleng dan Mengwi (Schulte-Nordholt. 1991: 237). Lekkerkerker dalam bukunya ´Bali en Lombok: Overzicht der Litteratuur omtrent deze eilanden tot einde 1919µ. Inilah asal mula perkembangan kata Badung itu. Dari data-data sejarah sejarah dikatakan. Alasan yang diajukan oleh Lekkerkerker adalah bahwa pada saat itu seorang yang berasal dari Dinasti Kaleran (Pamecutan) dapat membunuh seorang penguasa di Ksatria. Dalam catatan sejarah terlihat bahwa Mengwi sudah mengklaim Badung sebagai bagian wilayahnya. bangsawan Badung yang terlibat dalam pertempuran untuk menyerang kekuasaan Gelgel. Inilah fase awal perkembangan kerajaan yang kemudian berkembang menjadi pusat-pusat kerajaan dan akhirnya membemtuk pusat-pusat kota di era perkembangan Bali modern. 1988: 23). kerajaan Alang Badung. Gelgel disebut sebagai pusat kerajaan pertama yang mempunyai pengaruh Majapahit di Bali.

Selanjutnya diupayakanlah pembenahan administrasi kerajaan. C. dikelilingi oleh daerah kekuasaan raja-raja kecil lainnya yang secara politik independen. Creese (1993: 30). Mengacu pendapat Tambiah (1985). Penyerangan terhadap kota Denpasar dilakukan pada tanggal 17 September 1906. Disebutkan bahwa raja-raja yang baru muncul itu. Hubungan kontak perdagangan semakin intensif dilakukan karena berkaitan dengan persoalan tawan karang. Hal ini dapat dilihat dengan semakin sering munculnya pedagang-pedagang dari Surabaya. Para saudagar Cina berkurang jumlahnya. 1983: 7). Lekkerkerker 1923). Tempat-tempat strategis seperti kampung Sanglah dikepung pada tanggal 18 September 1906 dan akhirnya membuka 5 . Badung sekitar pertengahan abad ke-19 (1832). Adanya perkembangan yang dialami oleh Sanur menyebabkan kemunduran-kemunduran yang dialami oleh Kuta. Perkembangan ini tampaknya mempercepat kerajaan Badung berkembang menjadi pusat perdagangan di Bali Selatan. masih mengakui raja-raja tertinggi di Klungkung tidak dalam kapasitasnya sebagai pimpinan politik.disebut dengan Puri Denpasar yang berada di bawah kekuasaan Dinasti Pamacutan (C. berpendapat bahwa Bali pada masa itu mengikuti struktur pemerintahan galaksi (galactic polity). Raja-raja itu mengklaim dirinya sebagai pemegang kekuasaan independen atau sebagai sebuah ´negara merdekaµ. berupa barang yang diperdagangkan (´Gegeven betreffende Zelfstandige Rijks op Baliµ. Berkembangnya pusat perdagangan di Bali Selatan seperti yang dilakukan oleh pedagangpedagang asing seperti Cina di Kuta menyebabkan semakin cepatnya perkembangan Badung sebagai pusat istana. Klungkung sebagai pusat. 1906: 12). begitu juga banyak gudang yang dimiliki Cina menjadi kosong. Sebaliknya pelabuhan Sanur menunjukkan perkembangannya. diikuti dengan berbagai interaksi yang diwakili oleh Kasiman. Kontak-kontak perdagangan antara Badung dengan orang asing misalnya dapat dilihat pada perkembangan kerajaan Badung pada abad ke-19. tetapi Dewa Agung di Klungkung hanya dianggap sebagai pemimpin religius atau sebagai keturunan raja-raja Majapahit (Sidemen. demikian pula pemungutan bea dan cukai masih berjalan. Inilah yang menyebabkan mengapa Belanda memilih Sanur sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal perang mereka. Akan tetapi. namun tetap membayar upeti. Denpasar: Dari Kota Puri Hingga Kejatuhannya Ke Tangan Kolonial Ada perubahan-perubahan pandangan yang muncul menyangkut peta kekuasaan di Bali pada abad ke-18 dan 19. Hal ini menyebabkan kerajaan Badung tidak lagi mengontrakkan penarikan bea cukai. Itulah sebabnya puri Kasiman yang berada di sebelah timur mengadakan kontak persahabatan dengan Belanda. Kemunculan Kasiman ini dapat dilihat akibat sikap meremehkan yang dilakukan oleh oleh penguasa Pamacutan dan Denpasar. pada akhir abad ke-l9 aktifitas perdagangan di Kuta mengalami kemunduran. nusantara diadakan semakin meningkat. Pentingnya peranan Sanur dapat dilihat pula ketika Belanda mulai melancarkan serangan ekspedisinya ke Badung pada tanggal 15²16 September 1906. Adapun yang menyebabkan berkembangnya Sanur adalah secara geografis Sanur berdekatan dengan pusat istana puri Denpasar. Pada saat itu. Sejak abad ke-17 kontak-kontak persahabatan dengan orang asing di Bali yang dikenal sebagai wong sunantara. 1988: 13). Misalnya dengan diangkatnya seorang Denmark menjadi subandar (penguasa pelabuhan) di Kuta. puri Pemecutan dan beberapa puri lainnya sebagai kerajaan yang memainkan peranan penting dalam aktifitas perdagangan di Bali pada abad ke-19 (Schulte-Nordholt. raja Kesiman yang berperan sebagai raja Badung telah memainkan peranan yang dominan.

Perkembangan Sosial Dengan melihat latar belakang perkembangan Denpasar yang pada mulanya sebagai pusat istana atau puri kemudian dewasa ini berkembang sebagai pusat kota modern dapat dilihat ciri perkembangnya sebagai berikut. Kesadaran ini diperkuat oleh keberadaan bahasa yang sama yaitu bahasa Bali. 2004). sosial budaya atau pendidikan (Ardhana. politik. ekonomi. Satria dan Kasiman. Sebagaimana diketahui bahwa orang Bali terikat pada beberapa hal dalam kehidupan sosialnya yaitu: kewajiban dalam melakukan pemujaan terhadap pura tertentu. seperti kota Denpasar. Diantara puri-puri itu. 198 yang mengutip ´Schets van Den Pasarµ. yang mengutip H van Kol. pada suatu tempat tinggal bersama. terdapat dua puri yang memainkan peranan penting yaitu puri Kesiman dan puri Denpasar (Lihat: Sunaryo. pada pemilikan tanah pertanian dalam subak tertentu. desa. Tidak hanya di Bali. Keterikatan masyarakat dengan puri misalnya dapat kita lihat di Denpasar yaitu bahwa masyarakat terikat dengan empat puri besar yang berperanan penting yaitu puri Denpasar. Kota Tanpa Urban Designµ. 2004: 2). Perkembangan Kota Denpasar Hingga Memasuki Awal Abad ke-21 1. maupun yang dimiliki oleh tiap-tiap kelompok masyarakat. politik dan ekonomi yang akhirnya menunjang perkembangan kota Denpasar. Hal ini dapat dimengerti karena mayoritas penduduk kota Denpasar sebagai etnis Bali yang beragama Hindu. pura Gaduh. Dengan jatuhnya Kayumas akhirnya Belanda menaklukkan puri Denpasar pada tanggal 20 September 1906. umum.peluang untuk menaklukkan benteng Kesiman dan Kayumas pada tanggal 19 September 1906. Terdapat beberapa pura di kota Denpasar seperti pura Melanting. pada daerah-daerah lain yang pernah dijajah oleh pemerintah kolonial Belanda tampaknya memiliki persoalan-persoalan perkotaan yang sama. kita melihat suasana penerapan kebijakan pemerintah kolonial di berbagai bidang kehidupan seperti sosial. budaya. 1961). 6 . yang menjabat sebagai Kepala Bappeda Bali menjelaskan bahwa hampir sebagian kota peninggalan penjajahan Belanda tidak memiliki urban design (perencanaan perkotaan) tidak terkecuali di Bali. pura Ubung dan pura Suci. Pamacutan. klen. Sajana Cahyanta. 198. pada suatu status sosial atas dasar kasta. puri (tempat kediaman bagi bangsawan Bali) dan bangunan-bangunan lain yang berfungsi untuk kepentingan pemerintah. D. pada keanggotaan terhadap sekaha tertentu dan pada suatu kesatuan administrasi tertentu (Lihat: Sunaryo. Diserbutkan bahwa satu-satunya kabupaten yang memiliki urban design hanya kabupaten Singaraja di Bali Utara. Perkembangannya selanjutnya adalah sebagaimana halnya dengan kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada umumnya. pada ikatan kekerabatan atas hubungan darah dan perkawinan. Masyarakat Bali pada umumnya sebagai kolektiva yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaannya. Seiring dengan perkembangan sosial. Sebagai orang Bali mereka sangat terikat dengan keluarga. Melalui sentra-sentra kekuasaan itulah kemudian berkembangnya kota Denpasar seperti dapat dilihat tidak hanya pada penerapan kebijakan pemerintah kolonial Belanda tetapi juga dalam periode selanjutnya yang mencakup pengembangan aspek ekonomi. 1914: 385-407). Terdapat ciri fisik kota yang dapat dianggap menjadi ciri khusus kota Denpasar yaitu adanya bangunan-bangunan tradisional seperti pura (bangunan suci bagi umat Hindu di Bali). banjar. yaitu kebudayaan Bali. politik tampaknya menjadi alasan bagi pemerintah untuk menetapkan kota Denpasar menjadi ibu kota propinsi Bali pada masa-masa selanjutnya (Lihat: ´Denpasar. subak dan sebagainya.

2003: 219). Keruntuhan kerajaan Badung menyebabkan terjadinya pemusatan kekuasaan di kota yang kemudian dikenal dengan nama kota Denpasar. perdagangan dan sebagainya. Nama Denpasar berasal dari nama puri Denpasar. dan juga beberapa tempat di Bubunan (Singaraja) dan di Gianyar. pemukiman penduduk. Jabatan di bawah assisten resident yaitu raja. Selain itu. tampak terlihat adanya pengaruh-pengaruh kekuasaan pemerintah kolonial di Batavia sampai ke daerah-daerah dalam hal ini sistem pemerintahan yang berpusat di kota Denpasar. Dalam hal ini diterapkannya sistem birokrasi kolonial dimana pemerintah kemudian membangun kantor-kantor pemerintahan. Pemerintah kolonial misalnya tidak hanya mereformasi struktur pemerintahan orang Bali. Bali Selatan dan Lombok. Keadaan yang demikian menuntut pengembangan kota yang didasari atas perencanaan pengembangan kota secara lebih memadai baik dari segi sosial maupun fisik kota. Kota Denpasar sendiri termasuk wilayah onderafdeeling Badung. Tugas assisten resident adalah mengatur dan menjalankan pemerintahan di daerahnya. perbekel. cf. rumahrumah pejabat pemerintah. Pemerintah kolonial menyadari akan ketidakmampuannya untuk memahami dengan baik keadaan dan kemampuan rakyat yang dikuasainya sehingga memerlukan bantuan orangorang pribumi. Karena fungsi yang dimiliki oleh kota Denpasar ini. memungkinkan perkembangan fasilitas yang semakin terlihat dari kebijakan pemerintah kolonial itu. Dalam struktur pemerintahan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial tampak bahwa jabatan-jabatan tinggi di pemerintahan dipegang oleh orang-orang Belanda yaitu resident. Karesidenan Bali dan Lombok terbagi dalam tiga afdeeling yaitu afdeeling Bali Utara. Dalam hal ini den berarti utara dan pasar berarti pasar dimana orang melakukan transaksi perdagangan. sebagai wakil ketua. 7 . kelian dan sebagainya dipegang oleh orang-orang pribumi. meskipun tidak banyak anak-anak pribumi yang menginginkan pergi ke sekolah. sedangkan anggotanya meliputi para raja dari delapan kerajaan di seluruh Bali. Tujuannya adalah untuk mendukung perkembangan sistem birokrasi kolonial. kawasan wisata merupakan bagian dari usaha pemerintah kolonial untuk menata perkembangan kota Denpasar (Soenaryo. Kepala pemerintahan regional yaitu resident merupakan pejabat tertinggi di wilayah karesidenan Bali dan Lombok. assistent resident. Dapat dilihat bahwa dari segi sosial ekonomi diusahakan dengan membangun dan memperbaiki sarana dan prasarana umum untuk kemajuan masyarakat. Dalam menjalankan pemerintahannya residen didampingi oleh suatu badan yang disebut Paruman Agung. there were few people who wished to go to school. Parent had still not grasphed the significance of going to school. Misalnya saja seperti berikut: It should be noted that at that time. punggawa.Ketika era kolonial Belanda. tetapi juga mulai mendirikan sekolah-sekolah. sarana pertanian. Dalam hal pendidikan tampak pengaruh politik etis sangat dirasakan. pos polisi. pemerintah kolonial berusaha membangun berbagai sarana untuk kepentingan umum seperti rumah sakit. and preferred to see their children working in the fields and developing their hobby of cock-foghting (Lintasan. Badan ini dibentuk oleh Dewan Raja-raja di Bali diketuai oleh resident dan assisten resident Bali Selatan yang berkedudukan di kota Denpasar. Untuk mengembangkan kebijakannya pemerintah kolonial berupaya mengembangkan kota Denpasar untuk menjadi kota kolonial (colonial city). Ardhana 1993: 35). Setahun setelah berakhirnya puputan pemerintah kolonial Belanda sudah mengintroduksi sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi di Denpasar. Disebut Denpasar karena letak puri berada di sebelah utara pasar. controleur dan sebagainya. 13. Penempatan berbagai perkantoran.

Soenaryo (2003. Jembrana. Bekas-bekas kerajaan yang berada di Bali selatan memperoleh status onderafdeeling dan di tiap-tiap onderafdeeling diperintah langsung di bawah seorang controleur. Jumlah distrik dari tahun 1906 sampai 1937 mengalami beberapa perubahan akibat reorganisasi pemerintahan (Wirawan. Pada tahun 1910 misalnya dibagilah wilayah Keresidenan Bali dan Lombok menjadi empat afdeeling yaitu Buleleng. Denpasar mulai mendapat perhatian pemerintah Belanda dengan mulai didirikannya bangunanbangunan pemerintahan. pembangunan sekolah-sekolah dan tempat budaya seperti Museum Bali juga dilakukan. pusat ekonomi dan sosial budaya. Adapun jumlah sekolah-sekolah di Denpasar tahun 1919-1941 adalah sebagai berikut: Tabel 1 Jumlah Sekolah di Denpasar 1919-1941 Jenis sekolah 1919 1929 1932 1936 1937 Tweede 2 5 6 6 6 Inlandsche School Volkschoolen 3 20 22 34 34 HIS 1 1 2 2 2 Ambachtsleerga ng Meijessjes Vervolgschool Vervolgschool 2 2 2 Vakonderwijs 5 5 5 Huishoudschool Landbouwscho 1 1 1 ol Particulier 1 1 Onderwijs 1941 6 35 2 1 1 8 16 1 1 1 . 1999) menulis bahwa di tengah-tengah kota Denpasar dibangun tempat rekreasi kota seperti Museum Bali yang terletak di sebelah timur lapangan puputan Badung. Tidak hanya dalam hal perluasan pembagian afdeeling. 1985: 81-82).Sejak itu. Afdeeling dan onderafdeeling membawahi distrik-distrik dan onderdistrik. Bali Selatan dan Lombok.

.

memang posisi Indonesia dalam dua indikator birokrasi pertama tersebut adalah yang terburuk di dalam kelompok ASEAN. Sedangkan paling atas di dalam kelompok ASEAN adalah Singapura yang juga masuk di dalam kelompok 10 negara dengan kondisi infrastruktur paling baik. Hal ini dapat diukur dengan sejumlah indikator. Untuk indikator (a). Gambar 1:Dunia Usaha di Dalam Lingkungan Langsung dan Lebih Luas Survei WEF juga menanyakan masalah-masalah utama yang dihadapi pengusaha dalam bisnis mereka sehari-hari. Yang menarik dari hasil survei ini untuk kasus Indonesia adalah bahwa hanya 4. hasil survei WEF menunjukkan bahwa Indonesia paling buruk diantara negara-negara ASEAN. Skornya adalah 1= kondisinya buruk atau underdeveloped dan 7 = paling baik di dunia.3 Gambar 2: Masalah-masalah utama dalam melakukan bisnis di Indonesia dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 3 . Selanjutnya. semakin pesat pertumbuhan kegiatan-kegiatan ekonomi (termasuk pertumbuhan investasi) dan semakin pesat pertumbuhan ekonomi. Gambar 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa kurangnya infrastruktur (atau kondisinya yang buruk) sebagai kendala utama. Seperti yang ditunjukkan di Gambar 2. salah satu masalah besar dalam melakukan bisnis di Indonesia adalah birokrasi pemerintah yang bertele-tele dan tidak efisien. Untuk kasus Indonesia.2 Komponen-komponen di dalam linkungan langsung ini juga merupakan komponen-komponen penting di dalam model ³berlian´ yang terkenal dari Porter (1998a. Hipotesanya adalah bahwa semakin efisien birokrasi pemerintahan. dan c) banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat-pejabat pemerintah (bureaucratic red tape) Dilihat dari perspektif global. Untuk indikator (b) yang masuk di dalam 10 negara dengan jumlah hari paling sedikit dalam pengurusan ijin dan sebagainya untuk buka suatu usaha juga didominasi oleh negara-negara maju (Tabel 3). yang masuk di dalam kelompok 10 negara dengan birokrasi pemerintah yang tersederhana dan terefisiensi (jumlah prosedur paling sedikit) adalah negara-negara maju (Tabel 2). walaupun masih lebih baik dibandingkan China.b) yang sangat berpengaruh pada daya saing negara. dilihat dari perspektif global untuk masalah infrastruktur. Dua masalah berikutnya yang dinyatakan oleh banyak pengusaha Indonesian yang menjawab pertanyaan tersebut adalah birokrasi pemerintah yang tidak efisien dan kebijakan yang tidak stabil. b) jumlah hari yang harus dilewati untuk memulai suatu bisnis. diantaranya yang menjadi topik penelitian WEF adalah: a) banyaknya prosedur yang harus dilakukan.69 persen dari responden yang mengatakan bahwa kurangnya akses ke keuangan merupakan kendala utama. tiga 2 3 Mungkin hasil survei ini bisa digunakan sebagai suatu bukti empiris lagi bahwa efisiensi dalam administrasi pemerintahan yang berurusan langsung dengan bisnis (seperti prosedur pengurusan ijin buka usaha baru) memang turut serta (bersama-sama dengan banyak faktor determinan lainnya seperti yang ditunjukkan di Gambar 1) memainkan peran yang krusial. yang peringkatnya no 96 dari 125 negara yang disurvei (Tabel 1).

Tabel 1: Kondisi Infrastruktur dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Tabel 2: Jumlah prosedur yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 4 .

dan 8 =81-100%. 3 = 11-20%. 5 = 31-40%.Tabel 3: Jumlah Hari dalam Pengurusan Ijin dan lainnya untuk buka suatu usaha dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Sedangkan untuk indikator ©. Hasilnya di Tabel 4 menunjukkan bahwa yang masuk di dalam 10 negara dengan waktu yang terbuang paling sedikit juga didominasi oleh negara-negara maju. 7= 61-80%. pengukurannya adalah jumlah jam yang digunakan untuk berurusan dengan pemerintah sebagai suatu persentase dari jam kerja dengan skor sebagai berikut: 1 = 0%. 4 =21-30%. 2 = 1-10%. 6 = 41-60%. Yang menarik dari table ini adalah bahwa posisi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan indikator-indikator sebelumnya. Tabel 4: Banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat pemerintah dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 5 .

dan (iv) strategi perusahaan. Dasar dari teori ini adalah hubungan sebab-akibat. Jadi. Ada dua konsep daya saing perusahaan. dan apa yang para ekonom sebut produktivitas faktor total (TFP). Tabel 5 mengilustrasikan tiga strategi generik tersebut. enerji.htm bangsa relatif terhadap daya saing dari bangsa-bangsa lain melalui penyorotan kepada kemampuan bangsa itu memanajemeni hubungan segita tiga tersebut. Tabel 5: Strategi Generik dari Porter Jangkauan Target Keunggulan . zona ekonomi khusus. manajemen hubungan antara ketiga pihak tersebut dalam kaitan dengan faktor-faktor yang berpengaruh pada daya saing. Disebut strategi generik karena mereka tidak tergantung pada perusahaan atau industri. melainkan hubungan antara negara. yakni suatu kumpulan perusahaan di suatu tempat di dalam suatu negara (cluster). konsep daya saing perusahaan dari Garelli (2006) dalam buku barunya mengenai pesaingpesaing papan atas yang mengatakan bahwa daya saing dari perusahaan-perusahaan dasarnya bukanlah kebijakan pemerintah. diantara ketiganya terjadi hubungan segitiga. negara pada alas. Tepatnya. dan sumber daya alam (SDA). dan penduduk pada sisi miring kanan. Kekuatan-kekuatan tersebut terdapat dalam satu dari dua aspek berikut: keunggulan biaya dan diferensiasi.4suatu perusahaan memposisikan dirinya di suatu pasar berdasarkan kekuatankekuatannya. yakni: rasio output-tenaga kerja (atau produktivitas tenaga kerja). nilai tambah ekonomi. termasuk sumber daya atau faktor-faktor produksi seperti sumber daya manusia (SDM). Negara atau pemerintah dalam hal ini berperan penting untuk menyediakan kerangka acuan bagi perusahaan-perusahaan dalam beraktivitas dan menjamin bahwa nilai yang diciptakan perusahaan akan berkontribusi bagi kemakmuran penduduk. Ringkasnya. berdasarkan kebijakan pemerintah yang sifatnya relatif diskriminatif. pengembalian/pendapatan pada aset-aset (dan modal yang digunakan). Pemikirannya disebut ´Teori Kubus´ yang menjelaskan mekanisme daya saing suatu 6 4 Lihat beberapa tulisannya di E:\Porter's Generic Strategies. timbal balik. teknologi dll. diferensiasi. yakni: (i) kondisi-kondisi permintaan. ekonomi direduksi menjadi manajemen. Pertama konsep daya saing dalam teori Porter (1998a. Keempat faktor ini dipengaruhi oleh kebijakankebijakan pemerintah.). Dengan mengaplikasikan kekuatan-kekuatan tersebut baik dalam jangkauan yang luas maupun yang sempit akan menghasilkan apa yang disebut oleh Porter sebagai tiga strategi generik: keunggulan dalam biaya (atau cost leadership). modal. dalam konsep ini. Pemikiran Porter ini dikenal dengan ³Model Berlian´ yang terdiri dari empat faktor yang saling berhubungan. perusahaan-perusahaan. dalam menghadapi persaingan dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. Contoh. modal. harus ada penyatuan ekonomi dan manajemen.Strategi Peningkatan Daya Saing Daya saing dari suatu perusahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan itu untuk mempertahankan peningkatan produktivitas. dan seimbang antara perusahaan-perusahaan pada sisi miring kiri. Menurut Porter (1980). Produktivitas pada tingkat perusahaan (dan pada tingkat industri dimana perusahaan itu dan perusahaan-perusahaan lainnya berada) punya beberapa ukuran. dan penduduk (masyarakat) yang dengan kerjasama yang baik antar mereka mampu menciptakan daya saing yang terus meningkat.b) yang bisa diterapkan untuk lingkup terbatas. Ketiga strategi generik ini diterapkan di tingkat unit bisnis atau perusahaan. struktur dan pesaing. Kedua. (ii) ketersediaan industri-industri pendukung. (iii) kondisi-kondisi faktor (seperti SDM. dan fokus. Menurutnya. yakni produktivitas rata-rata dari semua faktor produksi yang digunakan.

namun Biaya Keunikan produk rendah Strategi Strategi Cost leadership Diferensiasi Strategi Fokus Strategi Fokus (biaya rendah) (diferensiasi) .Luas (industry) Sempit (segmen pasar) n misalnya pemogokan atau demonstrasi.

dan skor min sederhana bagi dimensi motivasi kendiri.186 Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan dalam Kalangan Pensyarah Universiti di Indonesia (Emotional Quotient and Work Commitment Among Lecturers at An Indonesian University) ISKANDAR ROHATY MOHD. dan pengalaman mengajar. MAJZUB ZURIA MAHMUD ABSTRAK Kajian ini bertujuan mengenal pasti profil kecerdasan emosi dan profil komitmen pekerjaan dalam kalangan 265 pensyarah universiti di Indonesia. Kajian turut mendapati bahawa terdapat perbezaan yang signifikan bagi profil kecerdasan emosi pensyarah berdasarkan faktor kumpulan umur dan pengalaman pekerjaan. regulasi kendiri dan empati. dan skor min paling rendah untuk dimensi kesedaran kendiri dan kemahiran sosial. Dapatan kajian juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan. Kajian ini menggunakan instrumen Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) dan sebuah instrumen yang dibina oleh pengkaji iaitu inventori komitmen pekerjaan pensyarah. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahawa pensyarah memperolehi skor min kecerdasan emosi yang tinggi bagi dimensi kerohanian dan kematangan. Maklumat yang diperolehi dari kajian . Ujian regresi mendapati dimensi kemahiran sosial dalam kecerdasan emosi menyumbang secara signifikan kepada komitmen pekerjaan.Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1)(2009): 173 . tahap pendidikan. dan terdapat perbezaan yang signifikan dalam komitmen pekerjaan pensyarah mengikut kumpulan umur.

and an instrumen measuring the work commitment of university lecturers. and work experience. Information from this study is hoped to be useful for policy makers of higher education in Indonesia in their efforts to alleviate the work quality of university lecturers. medium in motivation.ini boleh digunakan oleh pensyarah dan pihak pembuat dasar pendidikan tinggi di Indonesia dalam usaha meningkatkan kualiti kerjaya pensyarah di universiti. Descriptive statistics test showed from the Emotional Quotient Inventory. Instruments used to gather data for this research are the Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM). the lecturers scored highest 174 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) in the spiritual and maturity domains. ABSTRACT The aim of this study is to identify the profiles of emotional quotient and work commitment among 265 university lecturers in Indonesia. education level. or Malaysian Emotional Quotient Inventory (MEQI). and significant difference in work commitment based on age group. self regulation. and lowest in self awareness and social skills. PENGENALAN SENARIO CABARAN PEKERJAAN PENSYARAH UNIVERSITI DI INDONESIA Era Kebangkitan Nasional ke-2 Indonesia menuntut sebuah komuniti intelek yang mampu meneroka. memahami dan menyelaraskan ilmu pengetahuan dan . and empathy. Results show a significant relationship between emotional quotient and work commitment. Regression shows that social skill dimension in the emotional quotient contribute significantly towards work commitment. Research also shows significant differences in emotional quotient among the lecturers based on age group and working experience.

Oleh itu peranan sesuatu institusi pendidikan tinggi sudah pasti mencabar dan memerlukan perancangan yang lebih teliti. tesis. (viii) mempunyai visi. Ali Khomsan (2004) berpendapat pekerjaan pensyarah di universiti merupakan suatu profesion yang amat mencabar.teknologi yang berkembang masa kini dan masa hadapan dalam seluruh aspek kehidupan. (ii) mampu menggunakan alat teknologi. kerjaya ini tidak mempunyai pembahagian masa yang jelas antara masa bekerja dan masa tidak bekerja. di hujung minggu dan di hari cuti. Pertamanya. di mana di dalamnya terkandung peranan sosial yang sangat penting Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 175 . Profesion pensyarah juga mempunyai peranan tersirat. pensyarah dikehendaki datang ke kampus pada waktu petang. (vi) berkesan dalam memimpin. (vii) mematuhi etika dan moral. Cabaran ini memerlukan sumber manusia yang berkualiti dan berwawasan tinggi serta sanggup bersaing secara sihat dalam segala aspek. inovasi dan semangat bekerja yang tinggi. Selain daripada mengajar di waktu pagi. serta kegiatan perkhidmatan kepada masyarakat. Visi negara Indonesia ini didokong oleh matlamat wawasan pendidikan tinggi iaitu supaya pada tahun 2010 dapat melahirkan insan yang berilmu. (v) memiliki kreativiti dan fleksibiliti. bertamadun dan berkemahiran yang relevan dengan kehidupan serta memberi sumbangan (Susanto 1998). seminar-seminar. pembentangan projek. berprestasi dan berwawasan tinggi adalah (i) berkemampuan bahasa yang berkesan. (iii) mahir dalam komunikasi. Sumber manusia yang berkualiti. Seseorang pensyarah dituntut untuk menjalankan aktiviti kokurikulum seperti kegiatan projek penyelidikan. (iv) kerjasama yang sihat. Pensyarah di universiti pula merupakan penghubung antara sistem pendidikan dengan sumber manusia kerana kesan sesuatu program inovasi pendidikan itu hanya berlaku melalui pensyarah (Medley 1982).

tekanan ini mungkin mencetus emosi. penghijrahan pensyarah Indonesia ke universiti luar negara atau negara jiran akan mengakibatkan brain drain yang akan merugikan negara. sebagai seseorang intelektual di tengah masyarakat. Pensyarah juga terdedah kepada berbagai isu persekitaran kerja yang melibat dirinya dan sistem pentadbir universiti. Kepelbagaian isu yang dihadapi mungkin dianggap sebagai cabaran kerja yang dinamik oleh sesetengah pensyarah. Ini termasuklah aspek-aspek peningkatan kualiti kerja pensyarah. Di samping itu. Pada waktu ini terdapat beberapa isu yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia yang perlu segera ditangani. Justeru. serta pelajar. sarjana. dan doktor falsafah yang berupaya menubuhkan kebebasan. bagaimanakah isu-isu sistemik yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia menggugat komitmen pekerjaan serta mengganggu . Antaranya ialah. isu kadar atrisi yang tinggi dalam kalangan pensyarah di Indonesia merupakan isu yang hangat diperkatakan (Ali Khomsan 2005). manakala bagi sesetengah yang lain. Selain dari meluluskan pelajar dalam kursus-kursus perkuliahan.yakni. kesejahteraan pensyarah serta penyediaan gaji yang berpatutan. Dalam menangani fenomena ini. timbul beberapa persoalan yang harus difikirkan. sehingga menggugat kesejahteraan diri dan prestasi kerja individu mahupun kumpulan. Selain itu ramai pensyarah yang turut ditawarkan menjadi kakitangan kerajaan bagi menampung keperluan sosial and material mereka. Fenomena yang dihadapi kebanyakan universiti di Indonesia ialah ramainya pensyarah yang melakukan aktiviti mengajar di luar kampus (moonlighting) untuk mendapatkan tambahan kewangan kerana gaji yang di terima adalah rendah. serta mampu berkomunikasi dan memberi keadilan dalam perubahan sosial masyarakat. adalah menjadi satu kewajipan pensyarah untuk memastikan pelajar atau anak didiknya menjadi seorang sarjana muda. rakan sekerja. mencarian kebenaran ilmiah.

Menurut Goleman (1999) kebolehan seseorang menerima cabaran sentiasa berubah mengikut keadaan dan amat berkait rapat dengan kebolehan dan kestabilan emosi seseorang. Kemampuan memahami dan mengendali emosi diri dan orang lain ini digambarkan oleh Goleman dalam konsep emotional quotient atau kecerdasan emosi. kecerdasan emosi merupakan trait personaliti yang perlu dimiliki oleh setiap pensyarah dan guru untuk berjaya dalam kerjayanya. Mayer. Eleman kecerdasan emosi dan kepuasan kerja boleh dianggap sebagai teras dalam membina prestasi kerja individu mahupun kumpulan yang berkualiti. Goleman 1995. & Caruso 2000 dan Noriah. Kajian-kajian telah membuktikan bahawa kecerdasan emosi dan kepuasan kerja memainkan peranan penting dalam meningkatkan prestasi kerja. Pengenalpastian tahap kecerdasan emosi menyediakan maklumat berharga kepada pensyarah dalam menilai keberkesanan diri dan seterusnya menjadi pemangkin ke arah peningkatan kualiti sumber manusia. Siti Rahayah. komitmen 176 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) pekerjaan sama ada individu mahupun kumpulan (Mayer & Caruso 2000. Salovey. Bagi profesion akademia. Terdapat kemungkinan bahawa pensyarah yang tinggi kecerdasan emosi berkemungkinan mempunyai komitmen .1999.kesejahteraan diri? Apakah yang menyebabkan sesetengah pensyarah di Indonesia terus komited dalam pekerjaan mereka manakala sesetengah yang lain tidak dapat bertahan? Jawapan kepada persoalan ini mungkin membolehkan komuniti intelek di Indonesia lebih difahami dan dihargai supaya mereka dapat menyumbang potensi terbaik ke arah memenuhi wawasan nasional. ISU YANG BERSANGKUTAN DENGAN KOMITMEN KERJA DAN KECERDASAN EMOSI Kebolehan dan kepintaran bertindak seseorang diperlukan dalam menyesuaikan diri dalam pelbagai keadaan serta untuk memenuhi potensinya. & Syed Najmuddin 2003).

pekerjaan dan komitmen organisasi yang tinggi, kerana individu sebegini mengenali siapa dirinya, sentiasa menjaga hubungan yang baik dengan orang lain serta cuba menjadi pekerja terbaik. Kajian kecerdasan emosi ke atas pensyarah di Malaysia yang dijalankan oleh Mohd. Najib (2000) menunjukkan kestabilan emosi pensyarah-pensyarah di salah sebuah fakulti pendidikan adalah di tahap sederhana dan tidak menonjol. Menurut beliau, pensyarah perlu mempunyai kesedaran emosi yang tinggi memandangkan mereka merupakan pendidik kepada bakal-bakal guru. Kestabilan emosi pensyarah akan memberikan kesan terhadap keberkesanan latihan yang mereka berikan kepada bakal-bakal guru tersebut. Beliau mencadangkan bahawa ketidakstabilan emosi pendidik boleh membawa kepada perasaan kecewa atau pun ³burnout´ disebabkan oleh tekanan kerja (Noriah, Zuria, Siti Rahayah & Manisah 1999). Kajian Noriah dan Aliza (2002) pula mengutarakan bahawa persekitaran dan bebanan kerja guru di Malaysia merupakan antara faktor yang mungkin menyumbang kepada kecenderungan menghadapi tekanan dan seterusnya memberi implikasi negatif kepada kesihatan mental guru. Kajian Noriah, Ramlee, Zuria, Siti Rahayah (2006) mendapati bahawa guruguru di Malaysia mempunyai skor tertinggi kecerdasan emosi bagi domaindomain spiritual, regulasi kendiri, dll, tetapi paling rendah dalam domain kemahiran sosial. Dapatan kajian ini sangat menarik kerana sebagai guru, kemahiran sosial amatlah penting dan merupakan kemahiran yang paling asas. Jika pendidik tidak mempunyai kemahiran sosial seperti bertanya khabar, membimbing, memahami, memaafkan, tentulah proses pengajaran dan pembelajaran akan terjejas. Terdahulu kajian oleh Noriah, Siti Rahayah, Syed Najmuddin (2003) mendapati bahawa umur dan pengalaman memainkan peranan penting dalam mempengaruhi tahap kecerdasan emosi dalam kalangan guru. Terdapat sebilangan guru yang

menyatakan bahawa semasa muda mereka bersifat ³garang´ apabila mengajar, dan selalu menghukum pelajar yang bermasalah kerana tidak sabar. Bagaimanapun, apabila usia mereka meningkat, mereka menjadi lebih matang dan sabar dalam mengendalikan pelajar-pelajar khususnya yang bermasalah. Faktor kecerdasan emosi seseorang kakitangan didapati boleh menentukan keberkesanan komitmen pekerjaan (Carson & Carson 1998; Cherniss 1998). Kajiankajian ini mendapati kakitangan yang komited akan terus rajin bekerja sama ada Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 177 suasana dalam organisasi itu memberangsang ataupun sebaliknya. Pengkajipengkaji ini menyatakan bahawa seseorang individu yang komited dengan pekerjaannya merupakan mereka yang mempunyai emosi yang cerdas. Ini adalah kerana mereka yang cerdas emosinya akan dapat memotivasikan dan mengendalikan emosi diri sendiri, berwawasan apabila membuat suatu keputusan, memahami dan empati dengan keperluan psikologi orang lain serta menjalankan hubungan sosial yang baik. Menurut Goleman (1995; 1999), kecerdasan emosi membolehkan individu yang bekerja dalam organisasi berkemungkinan tidak mudah mengalami konflik semasa bertugas. Pada waktu ini, terdapat kekurangan dalam kajian kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah samada di Barat, di Malaysia mahupun di Indonesia. Malah, kajian ini wajar dilakukan di Indonesia sebagai usaha membina sistem pendidikan yang mantap sekaligus mendokong wawasan Kebangkitan Nasional di Indonesia. Maklumat bagaimana kecerdasan emosi berperanan dalam meningkatkan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah perlu diketahui sebagai langkah awal ke arah penambahbaikan kualiti komitmen pekerjaan pensyarah di universiti di Indonesia. Sehubungan itu, kajian ini akan menjawab empat persoalan berikut:

i. Apakah profil kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? ii. Adakah terdapat perbezaan yang signifikan dalam kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia mengikut faktor demografi (jantina, kumpulan umur, tahap pendidikan dan pengalaman pekerjaan)? iii. Adakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi Daerah Jambi Indonesia? iv. Sejauh manakah pengaruh kecerdasan emosi menyumbang kepada komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? METODOLOGI REKA BENTUK KAJIAN DAN SAMPEL Kajian ini merupakan kajian kuantitatif menggunakan kaedah tinjauan rentas silang. Sampel kajian terdiri daripada 265 pensyarah (180 lelaki dan 85 wanita) yang berkhidmat di sebuah universiti di Daerah Jambi, Indonesia. Bagi kumpulan umur bawah 35 tahun terdapat seramai 75 orang pensyarah (28.3%), umur 36 sampai 45 tahun seramai 137 pensyarah (51.6%), umur di atas 46 tahun seramai 53 orang pensyarah (20.1%). Seramai 40 orang responden (15.1%), memiliki ijazah sarjana muda, 195 orang pensyarah (73.6%) mempunyai ijazah sarjana dan seramai 178 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) 30 orang pensyarah (11.3%) memperolehi ijazah doktor falsafah. Manakala dari segi pengalaman pekerjaan, kelompok bawah 10 tahun ialah seramai 81 orang pensyarah (30.6%), 11 sampai 20 tahun seramai 129 orang pensyarah (48.7%) dan 21 tahun ke atas seramai 55 orang pensyarah (20.7%).

Instrumen ini sudah diuji kesahan dan kebolehpercayaan melalui kajian rintis yang telah dijalankan oleh beberapa pengkaji sebelum ini. dan (vii) kematangan. Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah et al. Kajian-kajian yang lalu menunjukkan bahawa kecerdasan emosi memainkan peranan penting dalam kehidupan seseorang sama ada sebagai individu dalam bidang pekerjaannya.INSTRUMEN KAJIAN Dua soal selidik utama yang digunakan dalam kajian ini ialah (i) Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah. Pada asalnya Goleman mencadangkan lima dimensi kecerdasan emosi iaitu (i) kesedaran kendiri. dimensi penyelidikan. (v) kemahiran sosial. dibina berdasarkan model yang diutarakan Goleman (1995. Kajian di Malaysia oleh Noriah et al. (iv) empati. Nilai kebolehpercayaan instrumen ini ialah 0.934. Zuria.965. Item-item dibina untuk tiga dimensi iaitu dimensi pendidikan dan pengajaran. dan Siti Rahayah (2006). Ramlee. 1999). dan dimensi perkhidmatan kepada masyarakat. dan (ii) Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji. (ii) regulasi kendiri. (2004) menemui penambahan dua faktor yang begitu ketara apabila menerangkan konsep kecerdasan emosi iaitu (vi) kerohanian. Nilai kebolehpercayaan IKEM dalam kajian ini ialah 0. Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji adalah berdasarkan tugasan pensyarah yang disarankan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. (2006). DAPATAN KAJIAN PROFIL KECERDASAN EMOSI DAN PROFIL KOMITMEN PEKERJAAN PENSYARAH Dapatan kajian menunjukkan bahawa dimensi kecerdasan emosi pensyarah yang . (iii) motivasi kendiri.

Ujian Post Hoc kecerdasan emosi mengikut kumpulan umur dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std.18). Dari tiga dimensi komitmen pekerjaan pensyarah skor min paling tinggi ialah bagi dimensi komitmen pengajaran (4. komitmen penyelidikan (4. manakala skor min paling rendah iaitu dimensi perkhidmatan kepada masyarakat (4.21).17). Kumpulan berpengalaman 21 tahun ke atas didapati mendapat skor kecerdasan emosi lebih tinggi daripada kumpulan-kumpulan yang mempunyai kurang pengalaman bekerja (Jadual 1). TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Hasil ujian-t bagi mengkaji perbezaan tahap kecerdasan emosi mengikut jantina. ujian Post Hoc Multiple Comparisons dilakukan dan didapati responden berumur 46 tahun ke atas berbeza (lebih tinggi skor) dengan responden 35-45 tahun. motivasi kendiri (4.10). Bagaimanapun. tetapi tidak menunjukkan perbezaan signifikan dengan responden 35 tahun ke bawah. Seterusnya.19).88).03). regulasi kendiri (4.23). Skor purata min secara keseluruhan kecerdasan emosi ialah pada tahap tinggi (4.18). KUMPULAN UMUR. dan Ujian ANOVA pula menunjukkan tiada perbezaan signifikan dalam skor kecerdasan emosi berdasarkan tahap pendidikan.13). empati (4. dan kemahiran sosial (4. didapati tidak wujud perbezaan sama ada pensyarah lelaki mahupun pensyarah wanita.64). dan diikuti dimensi kematangan (4. kesedaran kendiri (4. JADUAL 1. Error/ Ralat . Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 179 PERBEZAAN KECERDASAN EMOSI MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA.mendapat skor min yang tertinggi ialah dimensi kerohanian (4. Ujian ANOVA menunjukkan terdapat perbezaan dalam skor Kecerdasan Emosi berdasarkan umur dan pengalaman kerja.

Pekerjaan Pekerjaan Min (I-J) Di bawah 10 tahun 11 tahun . Error Sig.03023 . TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Ujian-t mendapati bahawa tidak terdapat perbezaan yang signifikan komitmen pekerjaan mengikut jantina.02497 .04489 .20 tahun -.04314 .04489 .05.10646 .03867 .708 21 tahun ke atas -.18535(*) .602 tahun (2) 36 hingga 45 46 tahun ke atas -.000* (I) (J) Pengalaman Pengalaman Perbezaan Std.10646 . Ujian-ujian ANOVA mendapati terdapat perbezaan dalam komitmen pekerjaan berdasarkan kumpulan umur.03148 .03148 .03867 .000 11 tahun .03666 .16038(*) .03023 .04314 .04693 .02497 .20 tahun .45 tahun .000* 11 tahun .000* (3) 46 tahun ke atas Kurang 35 tahun . 180 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) PERBEZAAN KOMITMEN PEKERJAAN MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA.708 21 tahun ke atas -.45 tahun .04693 . KUMPULAN UMUR.14961(*) . Ujian Post Hoc telah . Untuk melihat perbezaan-perbezaan ini. tahap pendidikan dan pengalaman kerja. (1) Di bawah 35 36 .000* Signifikan pada aras 0.000* 21 tahun ke atas Kurang 10 tahun .03666 .062 36 .Umur Umur Min (I-J) Piawai Sig.20 tahun Kurang 10 tahun .16038(*) .14961(*) .062 tahun Kurang 35 tahun -.602 46 tahun ke atas -.18535(*) .

45 tahun .000 46 tahun ke atas -. Error/ Ralat Kumpulan Umur Kumpulan Umur Min (I-J) Piawai Sig. Error/ Ralat Pengalaman Pengalaman Min (I-J) Piawai Sig.002 (I) (J) Perbezaan Std.217 Doktor Falsafah -. Ujian-ujian Post Hoc menunjukkan bahawa komitmen pekerjaan Lulusan ijazah doktor falsafah jauh lebih tinggi dari lulusan ijazah sarjana dan lulusan ijazah sarjanamuda.134 (I) (J) Perbezaan Std.06387 1.731 .000 46 tahun ke atas -.081 36 .45 tahun Bawah 35 tahun -. komitmen pekerjaan pensyarah pada 46 tahun ke atas adalah JADUAL 2.04515 .14387 .06387 1.00102 .017 Sarjana . tahap pendidikan dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std.14489(*) . Ujian-ujian Post Hoc komitmen pekerjaan mengikut kumpulan umur.03411 .dijalankan (Jadual 2).06678 .07885 .134 Doktor Falsafah Sarjana muda . Pekerjaan Pekerjaan <10 tahun 11 ± 20 tahun .09528 .017 Sarjana Sarjana muda .21781(*) .04301 .05693 .14387 .217 Doktor Falsafah -.06678 .14489(*) .07885 .05693 .06366 .06366 . Bawah 35 tahun 36 . Error/ Ralat Tahap pendidikan Tahap pendidikan Min (I-J) Piawai Sig. Sarjana muda Sarjana -.002 46 tahun ke atas Bawah 35 tahun .00102 .45 tahun .081 36 .04301 .21781(*) .12254 .12254 .09528 .

486 (df = 6.736) dengan signifikan pada aras (p < 0.13581(*) .05. kerohanian. motivasi kendiri.10%).01).03411 .40%) varians (R²/Kuasa Dua = 0.028 11 .13581(*) . dan regulasi kendiri sebagai peramal menyumbangkan secara signifikan sebanyak (55.05). Kombinasi enam dimensi kecerdasan emosi iaitu dimensi kemahiran sosial.05257 . Keputusan analisis varians menunjukkan nilai F = 53. Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 181 lebih daripada kumpulan-kumpulan yang berusia lebih muda.20 tahun < 10 tahun -.258).16992(*) .441) ini bererti (P1) kemahiran sosial merupakan dimensi utama kecerdasan emosi yang .05545 . SUMBANGAN DOMAIN KECERDASAN EMOSI TERHADAP KOMITMEN PEKERJAAN Dapatan kajian ujian regresi berganda langkah demi langkah menunjukkan enam dimensi kecerdasan emosi menyumbang secara bersama-sama ke atas komitmen pekerjaan.028 11 ± 20 tahun .04515 .> 21 tahun -. adalah signifikan pada aras (p < 0.731 > 21 tahun -.007 > 21 tahun < 10 tahun . skor dimensi kemahiran sosial menyumbangkan sebanyak (44. Secara signifikan.05545 .554) kepada komitmen pekerjaan sebagai kriterion. dan komitmen kumpulan pengalaman bekerja 21 tahun ke atas didapati lebih tinggi daripada komitmen kumpulan yang kurang dalam pengalaman bekerja.05257 .16992(*) . HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KOMITMEN PEKERJAAN Ujian korelasi Pearson-r menunjukkan bahawa terdapat hubungan signifikan yang kuat antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah (r = . varians (R²/Kuasa Dua = .007 Signifikan pada aras 0. kesedaran kendiri. kematangan.

Kombinasi dimensi (P1) kemahiran sosial dan (P2) dimensi motivasi kendiri menyumbang sebanyak (49.1)% iaitu (5.521 2.362 6.90%).441 44.458 7.055 .306 4.7 .90 6 Regulasi Kendiri .05) 182 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) kesedaran kendiri menyumbang sebanyak (52.054 .208 .60 4 Kematangan .745.059 .000 .332 . Ralat Piawai (Standard Error) = 0. R² Terlaras (Ajusted R2) = 0.420 . Analisis regresi berganda (stepwise) bagi dimensi-dimensi kecerdasan emosi menyumbangkan kepada komitmen pekerjaan Bil Pemboleh ubah Std. (P5) dimensi kerohanian menyumbangkan sebanyak (54.70 5 Kerohanian .158.60%) menambah dalam komitmen pekerjaan.000 .54.40 3 Kesedaran Kendiri . Konstan/ Peramal = -0. Sig.495 5. Beta T Sig ² Sumbangan Error % 1 Kemahiran Sosial 6609 .1-49.554.10 2 Motivasi Kendiri .5-44.4 .542.70 Kriterion: Pemboleh ubah Komitmen Pekerjaan R Berganda = 0.021 .40%).53.8)% atau (0. kepada varians (R²/Kuasa Dua = .774 . dan akhir sekali (P6) dimensi regulasi kendiri menyumbangkan sebanyak (55.70%).042 .281 .000 .538 1.326 .000 .547 0. pensyarah yang berkhidmat di universiti Daerah Jambi .664 14.335.056 . Manakala (P3) dimensi JADUAL 3.7) % iaitu (0. PERBINCANGAN Secara keseluruhannya.000 . (P4) dimensi kematangan menambah menyumbangkan sebanyak (53.824 .356 5.392 .495) perubahan tambahan kepada komitmen pekerjaan.8-52. R²/ Kuasa Dua = 0.378 6.055 .347 .70%).000 .5)% iaitu (2.menyumbangkan secara signifikan dalam upaya mempertingkatkan komitmen pekerjaan pensyarah yang berkesan di institusi pendidikan tinggi.952 .1)% iaitu (1.554 0.= (p < 0.

memotivasi diri. penyeliaan. Ramlee. Noriah. Ini kerana kajian ini juga mendapati bahawa tahap kecerdasan emosi pensyarah yang lebih lama bekerja menjadi semakin tinggi berbanding mereka yang masih baru bekerja. yang berkualiti dan berwawasan tinggi (Susanto 1998). Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003). Secara keseluruhannya. profil kecerdasan emosi pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mengikut 7 dimensi berada pada tahap tinggi. Kemungkinannya ialah kerana budaya masyarakat Indonesia umumnya amat mementingkan aspek kerohanian. Zuria. Kecerdasan emosi yang dimaksudkan ialah kesedaran kendiri. dan Siti Rahayah (2006) tentang guru-guru yang pada awalnya sangat ³garang´ tetapi kemudiannya menjadi lebih sabar setelah meningkat usia dan lebih berpengalaman. motivasi kendiri. dan khidmat masyarakat telah membentuk personaliti mereka menjadi manusia yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi. Ini menunjukkan kemungkinan bahawa sumber manusia yang menganggotai pusat pengajian tinggi tersebut terdiri dari mereka yang telah dipilih dengan teliti dan memenuhi kriteria insan yang intelek. kemahiran sosial. dan Noriah. Hasil penyelidikan turut selari dengan dapatan kajian (Syed Najamuddin 2005) yang . empati. Dapatan ini selari dengan laporan Noriah. penyelidikan. kreatif. Kajian ini mendapati domain kerohanian mendapat skor paling tinggi dalam kalangan pensyarah yang dikaji. regulasi kendiri. kerohanian. Kemungkinan juga tugas seharian sebagai pensyarah yang melibatkan pengajaran. Kemungkinan juga ialah majoriti pensyarah yang dikaji mempunyai dan meyakini nilai-nilai moral dan agama yang dianggap sebagai asas untuk mengawal emosi.bersetuju bahawa mereka telah mengamalkan kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Goleman (2001). serta tidak mudah putus asa untuk mencapai matlamat diri berbanding dengan individu yang tidak mengamalkan aspek kerohanian. dan kematangan. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003).

menyatakan bahawa aspek kerohanian tersebut menjadikan pekerja sentiasa tekun. 2004). serta pimpinan institusi yang kurang mesra. Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. kemahiran sosial. ke atas pendidik di Malaysia. motivasi kendiri. refulasi kendiri. Selain daripada dimensi kerohanian. tahap keyakinan. saling menghargai. Dapatan ini sangat menarik untuk diperhatikan dan didalami kerana kemahiran sosial . dan regulasi kendiri. Apabila seseorang memiliki kecerdasan emosi yang berkesan. sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama. bertukar fikiran dalam suasana ceria. serta memantap idea Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 183 untuk mengembangkan bakat. Kajian ini mendapati dimensi kemahiran sosial pensyarah menunjukkan skor min yang kurang menonjol daripada tujuh dimensi kecerdasan emosi yang dikaji. serta kesedaran kendiri merupakan domain-domain yang mencatat skor tertinggi. dia boleh mengawal diri. motivasi. Dapatan ini selari dengan kajian Noriah et al. serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar. 1999) di mana kesedaran kendiri merupakan satu µbuilding block¶ kepada pembinaan kecerdasan emosi yang lebih tinggi (bermula dengan kesedaran kendiri. empati. sesama pensyarah. dan tujuan dan minat (Noriah et al. Kesedaran kendiri membantu pensyarah mengenal diri. sabar dan bermotivasi untuk melaksanakan tugas seikhlas mungkin tanpa mengharap ganjaran material. 2004). Ketinggian dalam dimensi ini mempengaruhi ketinggian dalam dimensi-dimensi yang lainnya (Goleman 1995. Ini berkemungkinannya berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. (2006). kerohanian dan kematangan (Noriah et al. kajian ini juga mendapati dimensi kematangan. Kekurangn kesedaran kendiri boleh menjejaskan tahap kecekapan pada dimensi-dimensi peribadi dan sosial.

Kebijaksanaan pensyarah dalam pergaulan memudahkannya mempengaruhi orang lain dengan idea-idea. 184 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) . cepat menjalin hubungan yang mesra dan saling bantu-membantu dalam mencapai objektifobjektif institut pendidikan tinggi yang sentiasa dinamik. Hasil analisis juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah. Pada masa yang sama. peluang mengajar dan menyelia untuk beberapa waktu yang panjang. Maklumat ini penting kerana ia membantu kerajaan membina perancangan yang lebih mantap untuk memastikan bahawa pensyarah sentiasa komited kepada usaha-usaha pembangunan nasional dan menghalang penghijrahan atau ³brain drain´ (Ali Komsan 2005). Keputusan ini selari dengan dapatan kajian Carson dan Carson (1998) yang menyarankan bahawa individu yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi akan sentíasa bersikap positif kepada kerjayanya dengan menyelesaikan konflik. Dapatan ini menggemukakan beberapa strategi seperti peluang melanjutkan pelajaran ke peringkat yang lebih tinggi. dan berpengalaman mengajar lebih lama. dan peluang meneruskan kerjaya walaupun pada usia lanjut mungkin dapat meningkat komitmen pekerjaan. berkualiti dan cemerlang. Oleh itu. kajian ini mendapati komitmen pekerjaan pensyarah meningkat apabila mereka lebih berusia. bijak. dan memiliki matlamat kerjaya yang lebih jelas. ia akan bersungguh-sungguh dan memotivasi dirinya agar matlamat pekerjaannya tercapai. Dari aspek komitmen.sangat penting dalam tugasan pensyarah yang sentiasa berinteraksi dengan pelbagai pihak di tempat kerja. berkelulusan lebih tinggi. kebijaksanaan sosial juga memudahkan pensyarah menjalankan peranannya sebagai agen perubahan masyarakat dan menjadi role model kepada pelajarnya agar menjadi pelajar yang santun.

sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama.Kajian ini telah mendapati bahawa domain-domain dalam kecerdasan emosi yang menyumbang kepada komitmen pekerjaan ialah motivasi kendiri. kuasa ini tidak sepatutnya dijadikan sebab kenapa mereka tidak boleh mengaplikasikan kemahiran sosial semasa bersama pelajar maupun rakan-rakan yang lebih junior. satu dapatan menarik ialah kemahiran sosial merupakan penyumbang utama kepada komitmen pekerjaan kepada pensyarah-pensyarah yang dikaji. Walaupun ahli akademik berada dalam posisi yang memberikan mereka µkuasa akademik¶ yang menyebabkan mereka dipandang tinggi oleh pelajar. serta pimpinan institusi yang kurang mesra. dan dapat memberi sokongan kepada rakan sekerja. Pendidik yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi lebih terbuka untuk berkomunikasi dan menerima pandangan orang lain. saling . mesra. Ini berkemungkinan berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. bertukar fikiran dalam suasana ceria. dan kerohanian juga mempunyai sumbangan yang signifikan kepada komitmen pekerjaan pensyarah. Bagaimanapun. Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. kematangan. sesama pensyarah. Kemahiran sosial yang baik boleh membantu pensyarah mengawal emosi pensyarah dalam persekitaran kerja yang sentiasa dinamik (Goleman 1995). dalam menjalankan kerja organisasi kemahiran sosial melibatkan kemahiran mendapatkan maklum balas yang positif daripada orang lain. Menurut Goleman (1999). Oleh kerana skor domain kemahiran sosial paling rendah dalam domain-domain kecerdasan emosi. kesedaran kendiri. individu yang pandai bergaul mesra dan saling membantu dalam mencapai matlamat institusi. terdapat keperluan untuk pensyarah-pensyarah ini memperbaiki kemahiran sosial supaya sama taraf dengan domain-domian lain dengan harapan ia dapat meningkatkan komitmen pekerjaan mereka.

K. and citizenship. serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar.kompas. [Senin 14 Juni 2004]. P. Harian Kompas. Pada masa yang sama. D. Brain drain. Sumbangan optimum pensyarah-pensyarah ini boleh diraih jika kesejahteraan diri terbela dan komitmen kerja mereka terjamin. Pensyarah Institusi Pendidikan Tinggi Indonesia. bagaimanapun faktor-faktor seperti umur. PENUTUP Pensyarah universiti memain peranan yang amat penting sebagai agen perubahan sosial terutamanya kepada negara yang sedang membangun seperti Indonesia. Ali Khomsan. Ini memberi implikasi bahawa dalam memilih pensyarah. fenomena brain-drain berkemungkinan berlaku dan ini akan memberi impak negatif kepada negara Indonesia di mana pada saat ini negara ini sedang berada dalam keadaan yang memerlukan sumbangan ahli-ahli akademik yang berwawasan dan komited untuk memenuhi kebangkitan nasional. RUJUKAN Ali Khomsan. demi kesinambungan kualiti pensyarah. 2005. universiti perlu membuat persediaan dan menggalakkan pensyarah-pensyarah dari generasi pelapis untuk menyambung pelajaran sehingga ke peringkat tinggi. htm. P. Carson. Pada masa yang sama. http:/ www. Career commitment.menghargai. 2004.com/kompas-cetak/24/opini/388045. . kecerdasan emosi juga didapati mempunyai Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 185 hubungan dengan komitmen kerja. Menggugah komitmen pensyarah di Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara. competencies. Kajian ini menunjukkan bahawa pensyarah-pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mempunyai kecerdasan emosi yang baik. pengalaman kerja dan kelayakan didapati mempengaruhi tahap kecerdasan emosi. 1998. perhatian perlu diberikan kepada kematangan dan kelayakan. & Carson. Jika kedua-dua aspek ini tidak diberi perhatian.

R. D. Goleman. Dlm Bar-On.A. Jurnal Teknologi 32(E): 1-10. P.\\. C. Emotional Intelligence New York: Bantam Books. Cherniss. R. Dlm buku Encyclopedia of Educational research. and application at home. pelajar dan masyarakat di kalangan guru-guru. 55(7): 26-28. 1894-1903. Goleman. Jurnal Pendidikan. Dlm. and as a mental ability. Ramlee Mustapha. D. Models of emotional Intelligence. New York: Cambridge University Press. D. 396-420. Emotional Intelligence as zeitgeist. 1982. San Francisco: Jossey-Bass. C. Ishak. 2002. hlm. Educational Leadership. Noriah Mohd. 24: 548-555. 14(2).Y. Goleman. (pnyt). 2000. D. 2006. D. as personality. Mayer. Zuria Mahmud. Kecenderungan menghadapi tekanan dan . Kestabilan emosi guru: perbandingan antara pensyarah dan pelajar. D. Mohd. & Parker. & Goleman. Mayer. Teacher effectiveness. 1998. 1999. D. N. oleh H. Najib Ghafar. Hubungan antara tanggungjawab kepada kendiri. 1995. Executive Excellence 16 (4): 19. 8-24.Journal of Career Assessment 6(2): 195-208. 1999. & Caruso. 2000. The Emotionally Intelligent Workplace.. Emotional Competence. development. J. Ishak & Aliza Alias. M. J. Emotional Intelligence: Issues in Paradigm Building. assessment. R. In. & Caruso. San Francisco: Jossey-Bass. Mitzel. D. Cherniss. pelajaran. 92-117. 2000.J Sternberg (Ed). The handbook of emotional intelligence: theory.D. Salovey. Siti Rahayah Ariffin & Manisah Mohd Ali. The handbook of intelligence. J. Noriah Mohd. Hlm. R. school. Medley. D.Free Press. Ishak. Noriah Mohd. International Journal of Vocational Education and Training. 27-44. Emotional Intelligence of Malaysian Teachers: Implications on workplace productivity. Social and Emotional Learning for Leaders. 2001. Zuria Mahmud & Siti Rahayah. and in the workplace.

Susanto. nilai kerja dan prestasi kerja di kalangan guru maktab rendah sains MARA. 77-88. Syed Najamuddin Bin Syed Hassan. Bangi. 39(E): 75-82. 2003. Tinjauan Pendidikan Tinggi dalam memasuki melenium ketiga: Renungan beberapa aspek pembaharuan dunia pendidikan. Majzub Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia 43600 Bangi Selangor Darul Ehsan . B. pp. Yogyakarta. 1998. Untuk maklumat lanjut sila hubungi: Rohaty Mohd. A.implikasinya terhadap kesihatan mental guru-guru. Noriah Mohd. 2005. Universiti Kebangsaan Malaysia. Bangi: Fakulti Pendidikan UKM. Fal. Andi Offset. hlm. Tesis Dr. Siti Rahayah & Syed Najamuddin Syed Hassan. Journal Teknologi. Hubungan antara faktor kecerdasan emosi. Ishak. Prosiding Seminar Kebangsaan Profession Perguruan 2002. 441-451. Universiti Atma Jaya 186 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) Yogyakarta Indonesia memasuki melenium ketiga. Faktor kecerdasan emosi serta hubungan dengan nilai kerja dan prestasi kerja guru maktab rendah sains MARA.

dan ada pula faktor-faktor yang memaksa mereka Rintangan Antara Daerah Asal Daerah Tujuan Gambar 2.o+ . Faktor-faktor yang Terdapat di Daerah Asal dan Daerah Tujuan serta Rintangan Antara .1. 47 3.o+ .1. baik antar daerah ataupun antar propinsi.1.o+ . Rintangan antara 4. yaitu : 1.o + .o+ .o+ .o + .46 III. atau mereka yang tempat tinggalnya sekarang bukan di wilayah propinsi tempat kelahirannya.o .o+ . Migrasi Penduduk Secara sederhana migrasi didefenisikan sebagai aktivitas perpindahan. 2. 1987): . Migran risen (recent migrant) adalah mereka yang pindah melewati batas propinsi dalan kurun waktu lima tahun terakhir sebelum pencacahan. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Migrasi Dalam keputusan bermigrasi selalu terkandung keinginan untuk memperbaiki salah satu aspek kehidupan. Sedangkan secara formal.o+ . Sedangkan migrasi dalam negeri merupakan perpindahan penduduk yang terjadi dalam batas wilayah suatu negara.o+ . Bila melampaui batas negara maka disebut dengan migrasi internasional (migrasi internasional). secara skematis dapat dilihat pada Gambar 2 ( Lee.o+ .o+ . sehingga keputusan seseorang melakukan migrasi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor.o+ .o+ . yaitu : 1. Migran total adalah orang yang pernah bertempat tinggal di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal pada waktu pengumpulan data. Berdasarkan tiga jenis migran tersebut.o+ .2 dan 3. Sedangkan perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah disebut dengan migrasi keluar (Depnaker. migrasi didefenisikan sebagai perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain yang melampaui batas politik/negara ataupun batas administrasi/batas bagian suatu negara. 1995).o+ . Pindahnya penduduk ke suatu daerah tujuan disebut dengan migrasi masuk. Faktor-faktor daerah asal 2.o+ . Menurut Lee (1987) ada empat faktor yang perlu diperhatikan dalam studi migrasi penduduk.o+ .o o+ . KERANGKA TEORI 3. Faktor-faktor individual Faktor-faktor 1. maka jenis migran yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis migran semasa hidup (life time migrant).o + .o+ . Menurut BPS (1995) terdapat tiga jenis migran antar propinsi.o+ .o+ .o o+ . 3.o Pada masing-masing daerah terdapat faktor-faktor yang menahan seseorang untuk tidak meninggalkan daerahnya atau menarik orang untuk pindah ke daerah tersebut (faktor +).o+ . Migran semasa hidup (life time migrant) adalah mereka yang pindah dari tempat lahir ke tempat tinggal sekarang.o o+ . Faktor-faktor yang terdapat pada daerah tujuan 3.

Besarnya jumlah pendatang untuk menetap pada suatu daerah dipengaruhi besarnya faktor penarik (pull factor) daerah tersebut bagi pendatang. Pada sisi lain. Beberapa faktor non ekonomis yang mempengaruhi keinginan seseorang melakukan migrasi adalah: 1. Faktor pendorong itu antara lain kesempatan kerja yang terbatas jumlah dan jenisnya. termasuk pembinaan kelestarian hubungan keluarga besar yang berada pada tempat tujuan migrasi 5. tetapi tidak mencoba menjelaskan persoalan. seperti banjir dan kekeringan. 4.48 untuk meninggalkan daerah tersebut (faktor -). termasuk penurunan tingkat kematian yang kemudian mempercepat laju pertumbuhan penduduk suatu tempat. tetapi juga pada migrasi antar negara. Teori Neoclasic Economic Macro menjelaskan bagaimana proses dan akibat dari perpindahan tenaga kerja yang berasal dari negara yang mengalami surplus tenaga kerja tetapi kekurangan kapital menuju negara yang kekurangan tenaga kerja. pendidikan. serta dengan cara apa ia berpindah. sebab-sebab perpindahan. Teori ekonomi lainnya. maka pengaruhnya terhadap faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi dari masing-masing individu juga bervariasi. Faktor-faktor sosial. Kondisi ini diminati oleh penduduk daerah lain yang berharap dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. mengapa seseorang berpindah dengan cara tertentu. Todaro (1998) menyatakan migrasi merupakan suatu proses yang sangat selektif mempengaruhi setiap individu dengan ciri-ciri ekonomi. seperti perkembangan industri. sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai. mengapa bukan dengan cara yang lain. termasuk pengaruh iklim dan bencana meteorologis. yang sebetulnya juga memperbincangkan soal pengambilan keputusan ditingkat individu migran. termasuk kualitas seluruh sarana transportasi. Teori ini hanya merekomendasikan kepada para migran potensial itu. perumahan. setiap daerah mempunyai faktor pendorong (push factor) yang menyebabkan sejumlah penduduk migrasi ke luar daerahnya. sistem pendidikan yang cenderung berorientasi pada kehidupan kota dan dampak-dampak modernisasi yang ditimbulkan oleh media massa atau media elektronik. termasuk keinginan para migran untuk melepaskan dari kendala-kendala tradisional yang terkandung dalam organisasi-organisasi sosial yang sebelumnya mengekang mereka. Faktor-faktor kultural. Diantara keempat faktor tersebut. yaitu teori Neoclasic Economic Micro. 3. 49 2. perdagangan. dan transportasi. sosial. Variasi tersebut tidak hanya terdapat pada arus migrasi antar wilayah pada negara yang sama. Selain itu ada pula faktor-faktor yang tidak mempengaruhi penduduk untuk melakukan migrasi (faktor o). faktor individu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pengambilan keputusan untuk migrasi. Penilaian positif atau negatif terhadap suatu daerah tergantung kepada individu itu sendiri. Faktor-faktor demografi. Faktor-faktor komunikasi. pendidikan dan demografi tertentu. Semakin maju kondisi sosial ekonomi suatu daerah akan menciptakan berbagai faktor penarik. Faktor-faktor fisik. tetapi memiliki kapital yang berlimpah. fasilitas perumahan dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Teori ini kurang memperhatikan bagaimana seseorang memutuskan untuk berpindah. agar mempertimbangkan µcost and benefit¶ dari setiap perpindahan ke daerah tujuan yang memiliki potensi lebih besar .

Migrasi tidak lagi dari pedesaan ke kota kecil. tetapi dari pedesaan langsung ke kota besar. tahap masyarakat maju lanjut (late advanced society). bila mereka mereka merasakan hal-hal yang mendorong mereka melakukan hal-hal itu seperti lowongan pekerjaan yang sangat menyempit dan sumberdaya alam yang semakin langka. arus migrasi tenaga kerja dari suatu negara. Pada tahap ini terlihat adanya migrasi dari daerah yang berdekatan dengan kota besar.2. Namun demikian. 51 Kedua. Pada tahap ini terlihat juga adanya migrasi penduduk dari suatu daerah perkotaan ke daerah perkotaan lain. Migrasi daerah sekitar kota besar ini menyebabkan stagnasi pada daerah sekitar kota besar besar tersebut. tahap masyarakat transisi awal (early transitional society). tahap masyarakat pratransisi (pretransitional society). 2000). kota menengah baru ke kota besar. masyarakat dari wilayah lain dapat masuk ke wilayah tersebut. 50 Teori yang berasal dari perspektif demografi-ekonomi adalah teori Segmented Labour Market. faktor penarik yakni pasar kerja (pull factor) terhadap arus migrasi tenaga kerja. yang lebih tinggi di negara lain. 1993 . tahap masyarakat mulai maju (early advanced society). bagaimana seseorang akhirnya memutuskan untuk berpindah atau tetap tinggal di daerah asalnya. yang tidak bertujuan untuk menetap. Kelima. Pada tahap ini ditandai dengan munculnya megacity. tetapi migrasi ini tidak harus berlangsung dalam jangka pendek. Dalam teori ini. teori ini kurang memberikan penjelasan yang rinci di tingkat mikro. atau daerah pertambangan. Pada tahap ini dapat juga menjadi mobilitas permanen dalam bentuk kolonisasi atau pembukaan daerah-daerah pertanian baru. Ketiga. daerah perkebunan. tahap masyarakat transisi menengah (intermediate transitional society). Pada tahap ini terjadi percepatan migrasi non permanen ke daerah perkotaan. dengan kota besar menjadi tujuan utama. Bersamaan dengan gejala tersebut. Pada tahap ini sebagian besar migrasi yang terjadi merupakan migrasi non permanen. jauh lebih dominan jika dibandingkan dengan faktor penekan lain untuk berpindah (push factor) yang ada di daerah asal. Migrasi dari daerah pedesaan ke pedesaan menurun dan mobilitas dari perkotaan ke perkotaan terus meningkat.dibandingkan dengan daerah asal migran (Massey. Migrasi dari desa ke kota meningkat. Mulai terjadi suburbanisasi dan dekonsentrasi penduduk perkotaan. Pada tahap ini urbanisasi telah melampaui 50 persen dan mobilitas dari pedesaan ke perkotaan mulai menurun. sehingga proporsi penduduk pedesaanpun menurun. mobilitas non permanen lebih meningkat. Menurut teori ini. tahap masyarakat transisi akhir (late transitional society). Sebaliknya untuk alasan serupa. Pertama.1. dimana kota besar menjadi tujuan utama migrasi penduduk kota kecil dan menengah. dan Kuper and Kuper. Transisi Migrasi Perubahan komposisi penduduk dari suatu wilayah akan berpengaruh timbal balik dengan kemampuan ekonomi masyarakat wilayah tersebut dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Keenam. Skeldon (1990) mengembangkan tahap transisi migrasi menjadi tujuh tahap. Keempat. Masyarakat wilayah tersebut dapat saja pindah ke tempat lain. 3. Pada . ditentukan oleh adanya faktor permintaan (demand) pasar kerja. disertai pula dengan mobilitas penduduk perempuan.

Investasi dalam human capital membutuhkan pengorbanan pada masa sekarang tetapi dapat meningkatkan aliran pendapatan pada masa yang akan datang. kemungkinan untuk bermigrasi lebih besar. a. pendidikan dan ekonomi (Todaro. 3. tidak memiliki tanah. Tipe ini yang sekarang terus bertambah dengan pesat. Mereka yang bersekolah lebih tinggi. Berdasarkan tahap transisi yang diungkapkan oleh Skeldon tersebut. Migrasi sebagai Investasi Human Capital Human capital (modal tenaga kerja) merupakan dana individu yang diinvestasikan untuk memperoleh keahlian. Tahap ini banyak diwarnai oleh adanya teknologi tinggi. Semakin tinggi tingkat pendidikan. Karateristik Migran Karakteristik migran dapat dibagi menjadi tiga kategori. Para migran dari daerah pedesaan. Sedangkan migran wanita dapat dikelompokkan dalam dua tipe yaitu (1) migrasi wanita sebagai pengikut. baik laki-laki maupun perumpuan dengan segala status sosioekonomi (mayoritas berasal dari golongan miskin) sengaja pindah secara permanen untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan melepaskan diri dari belenggu kemiskinan di daerah-daerah pedesaan. Karakteristik Pendidikan 53 Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara taraf pendidikan yang diselesaikan dengan kemungkinan atau dorongan personal untuk melakukan migrasi (propensity to migrate). Penduduk perkotaan makin menyebar ke daerah perkotaan yang lebih kecil. pengetahuan dan pengalaman. yaitu para wanita yang melakukan migrasi tanpa disertai oleh siapapun. Arus ulang alik terjadi dengan pesat. Pada saat ini juga terjadi peningkatan arus masuk pekerja asing. termasuk teknologi informasi. (2) Migran wanita solo atau sendirian. Pada tahap ini mobilitas permanen semakin berkurang dan mobilitan non permanen semakin meningkat.4. yang terlihat dari semakin tingginya arus mobilitas penduduk ke kota-kota besar. semakin besar kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan semakin kuat keinginan untuk melakukan migrasi. Ketujuh. Orang tidak perlu lagi pindah tempat untuk saling komunikasi. Karakteristik Ekonomi Selama beberapa tahun terakhir persentase terbesar para migran adalah mereka yang miskin. tidak memiliki keahlian dan yang tidak memiliki kesempatan untuk maju di daerah asalnya. Semua arus migrasi ini dilakukan oleh penduduk laki-laki maupun perempuan. Sistem transportasi diganti dengan sistem komunikasi. b. c. terutama migran dari 52 negara yang masih berada pada tahap ke empat. Indonesia saat ini masih berada pada tahap transisi keempat.1. 1998).tahap ini ditandai dengan terus terjadinya dekonsentrasi penduduk perkotaan. tahap masyarakat maju super (super advanced society). .1. yaitu karakteristik demografi. Kelompok migran ini terdiri dari para istri dan anak-anak perempuan yang mengikuti migran utama yaitu laki-laki yang menjadi suami atau ayah mereka.3. Kondisi ini disebabkan oleh perolehan kesempatan kerja sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. khususnya kotakota besar di Pulau Jawa. Karakteristik Demografi Para migran di negara berkembang umumnya terdiri dari pemuda yang berumur 15 hingga 24 tahun. 3.

tidak memperoleh pendapatan selama mereka pindah. dan biaya-biaya untuk pindah pada lingkungan yang baru. Singkatnya.Sebagai pendekatan mikroekonomi. Imbalannya adalah. Hasil beberapa studi mengenai migrasi menyatakan bahwa faktor penarik kesempatan kerja yang lebih baik di daerah tujuan lebih kuat dibandingkan faktor pendorong dari daerah asal yang kesempatan kerjanya kecil (Ehrenberg dan Smith. Ehrenberg dan Smith menyatakan bahwa berdasarkan teori human capital. investasi sumber daya manusia sama artinya dengan investasi di bidang usaha yang lain. meskipun pendapatan potensial pada daerah tujuan lebih tinggi daripada pendapatan di daerah mereka tinggal saat ini. teori Economic Human Capital berasumsi bahwa seseorang akan memutuskan migrasi ke tempat lain. Saat pekerjaan yang baru ditemukan. para pekerja akan berhadapan dengan masalah keuangan. maka orang tersebut akan menyimpulkan bahwa tidak ada manfaatnya untuk melakukan migrasi. dan akan menjadi opportunity cost untuk meraih sejumlah pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan migrasi. 2003). adanya arus pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan. Jika present value 55 dari peningkatan pendapatan yang diharapkan melebihi biaya yang diinvestasikan. psikis. pranata sosial (seperti determinan yang mempengaruhi orang pindah atau tidak pindah) maupun faktor yang lain seperti perbedaan tingkat upah riil dan biaya hidup di tempat yang baru. atau paling tidak pekerja tersebut harus mencari pekerjaan yang lebih efisien dari pekerjaan mereka sekarang. Disamping opportunity cost untuk perpindahan semacam itu. yang paling sulit bagi pekerja untuk migrasi adalah meninggalkan keluarga dan teman-teman mereka. untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar di daerah tujuan. serta pengaruh agregat dari lingkungan (keluarga atau kerabat) calon migran. maka orang-orang memilih untuk pindah. Para pekerja harus menghabiskan waktu untuk mencari informasi mengenai pekerjaan yang lain. McConnell dan Stanley (1995) menyatakan sebelum migran memutuskan untuk bermigrasi. 54 Menurut teori ini. mobilitas pekerja merupakan investasi dimana biaya-biaya yang tanggung . Oleh karena itu teori human capital dapat digunakan untuk menganalisis investasi mobilitas para pekerja. dan asumsi ini dianalogikan sebagai tindakan melakukan investasi sumber daya manusia. Seperti halnya McConnell dan Stanley (1995). Tetapi jika yang terjadi sebaliknya. Ehrenberg dan Smith (2003) juga menyatakan bahwa migrasi mahal. Teori human capital juga meramalkan bahwa migrasi akan mengalir dari daerah-daerah yang relatif miskin ke daerah-daerah yang memiliki kesempatan kerja yang lebih baik. berarti ia telah mengorbankan sejumlah pendapatan yang seharusnya ia terima di tempat asalnya. Seluruh biaya tersebut (biaya langsung dan opportunity cost) tadi dianggap sebagai investasi dari seorang migran. para pekerja yang pindah pada pekerjaan yang baru menanggung biaya-biaya saat ini dan akan memperoleh utilitas yang tinggi pada masa yang akan datang. Selain itu. Oleh karena itu jika seseorang telah memutuskan untuk berpindah ke tempat lain. maka mereka harus memikirkan bahwa banyak biaya yang akan dikeluarkan seperti biaya transportasi. biaya-biaya psikis dari keluarga dan teman-teman dan kehilangan benefit dari kedudukan yang lebih tinggi dan dana pensiun. individu tersebut juga mengeluarkan biaya langsung dalam bentuk biaya migrasi. Teori keputusan pindah seperti ini kurang memperhatikan pengaruh dari faktor-faktor struktur sosial.

1.. maka para pekerja memutuskan untuk pindah. Model migrasi Todaro menyatakan juga bahwa keputusan migrasi tidak hanya ditentukan oleh berapa upah yang diterima seandainya migrasi dilakukan. maka pekerja memutuskan untuk menolak pindah.1. t . Beberapa Model Migrasi 56 3. Model dasar migrasi adalah: MIGt = f _PINCt. (2) AKT : tingkat pertumbuhan angkatan kerja di sektor modern di kota Ut : tingkat pengangguran dikota waktu t (7WUt / (r+1)t : upah nyata di daerah tujuan pada tingkat discount tertentu pada waktu t (7WRt / (r+1)t : upah nyata di daerah asal pada tingkat discount tertentu pada waktu t Zt : faktor lain et : error term. Apabila pasar kerja di daerah tujuan lebih besar dari daerah asal dan kemungkinan mendapatkan 57 keuntungan yang lebih besar di daerah tujuan maka keputusannya adalah melakukan migrasi. Oleh karena itu.5. dimana : PINCt = 0 1 1 1 1      t t . keputusan seseorang untuk melakukan migrasi juga merupakan keputusan rasional yang didasarkan pada penghasilan yang diharapkan (expected income).1. eta«««« (1) dimana : MIGt : tingkat migrasi desa kota PINCt : peluang pendapatan seorang migran disektor pekerjaan modern di kota. Model Migrasi Todaro Todaro (1998) merumuskan suatu model migrasi yang dikenal dengan Expected Income Model of Rural-Urban Migration. f(7WUt / (r+1)t. tetapi memperhitungkan juga berapa besar peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Jika present value dari keuntungan yang diperoleh jika melakukan mobilitas melebihi biaya.. PINC U AKT( U ) ««««««««««.5. Zt. Model ini berawal dari asumsi bahwa keputusan pertama untuk bermigrasi merupakan fenomena ekonomi yang menggambarkan tanggapan migran terhadap perbedaan pendapatan yang diharapkan didaerah tujuan. Tetapi jika terjadi sebaliknya. Asumsi dasar dari model ini adalah para migran selalu mempertimbangkan dan membandingkan pasar kerja di daerah asal dan daerah tujuan. (7WRt / (r+1)t)). baik secara keuangan maupun psikis.pekerja pada periode awal akan diperoleh kembali pada periode waktu yang akan datang. 3.

2) ± [-_2 (x . pada usia tua. diharapkan adanya puncak kedua. 3. maka migran akan membandingkan konsumsi utama dan aspek-aspek lain yang membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik. Maka. Tetapi individu tersebut masih tinggal di 59 negara i pada tahun t-1. sebaliknya upah yang relatif rendah akan cukup menarik calon migran jika peluang untuk mendapatkan pekerjaan relatif besar (Todaro.2.1. Penduduk muda yang berusia sekitar dua puluh tahun. expected utility seorang individu k untuk negara j pada tahun t adalah Uijkt = U (S ijkt . maka angka migrasi bayi melebihi angka migrasi anak-anak remaja. misalnya negara-negara yang hubungan daratnya kurang baik. X ikt .3. X jkt ) «««««««««««««« (4) Dimana S ijkt adalah vektor dari karakteristik yang mempengaruhi utilitas individu k untuk tinggal di negara j pada tahun t. 1998).z Model ini menunjukkan bahwa pada usia anak-anak. Ketika mereka tua. puncaknya pada saat usia migran sekitar 20-24 tahun. 3. Contoh. mereka lebih senang melakukan migrasi keluar dan menemukan tempat yang tepat untuk menghabiskan masa tua mereka. 2. Pada saat usia dewasa. Ketika mereka beranjak dewasa.2)]} + a3 exp {-_3 (x . x = 0. Model Migrasi Skedul Model migrasi skedul dikembangkan oleh Rogers.5. Vektor D merupakan biaya migrasi. Model migrasi skedul yang dirumuskan oleh Rogers (1984) adalah: MIG(x) = a1 exp (-_1x) + a2 exp {-_2 (x .3)]}+ c «««««««.. mereka melakukan migrasi keluar karena ikut orang tua mereka. Umumnya mereka migrasi karena sekolah atau cari kerja. Model Migrasi Dreher dan Poutvaara Ketika memilih dimana harus menetap dan bekerja. ratarata migran pada usia ini meningkat lagi. Orang tuanya boleh pergi atau tinggal.3) ± [-_3 (x . mereka tidak lagi tergantung pada orang tuanya.. Berdasarkan model migrasi Pedersen (2004). Sehingga pada awalnya rata-rata migran usia anak-anak ini tinggi. Rogers (1984) menemukan adanya keteraturan yang menonjol dalam skedul empiris tentang angka migrasi menurut umur yaitu pengelompokan tingkat migrasi berkenaan dengan umur. «««««. tetapi kemudian terus menurun ketika usia bertambah. walaupun lebih rendah dari puncak pertama. biaya migrasi cenderung lebih tinggi jika negara asal merupakan negara land locked. Kemudian para migran akan menetap selamanya.1. D ijkt .1.5. sehingga . Angka migrasi anak-anak biasanya mencerminkan angka migrasi orang tua mereka. biasanya menunjukkan angka migrasi yang paling tinggi dan umur remaja belia yang paling rendah.Dengan demikian upah yang besar belum tentu menarik pekerja untuk bermigrasi. (3) dimana : MIG = jumlah migrasi pada usia x _1 = tingkat penurunan dari komponen umur pra angkatan kerja _2 = tingkat penurunan dari komponen umur angkatan kerja _3 = tingkat penurunan dari komponen umur pasca angkatan kerja _2 = tingkat peningkatan dari komponen umur angkatan kerja 58 _3 = tingkat peningkatan dari komponen umur pasca angkatan kerja 2 = usia rata-rata angkatan kerja 3 = usia rata-rata pasca angkatan kerja c = konstanta x = usia migran.

. Dreher dan Poutvaara mengasumsikan utilitas individu berbentuk linier dan memasukkan error term _....... sehingga fungsi utilitas menjadi : Uijkt = _1 Sijkt + _2 Dijkt + _3 Xikt + _4 Xjkt + _ijkt «««««««« (5) dimana _1..2... 1995). Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi... Setiap negara memilih batas umur yang berbeda karena situasi tenaga kerja pada masing-masing negara juga berbeda... _2....mengharuskan mereka untuk menggunakan transportasi laut atau udara.. Secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja hanya dibedakan oleh batas umur... Batasan umur yang digunakan di Indonesia saat ini adalah 10 tahun ke atas (Arfida.. maka persamaan (7) menjadi : MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _5 MIGiUSAkt-1 + _iUSAkt ««... Dalam beberapa spesifikasi.. Tujuan pemilihan batas umur adalah agar defenisi yang diberikan dapat menggambarkan kenyataan yang sebenarnya.. 2003)....... Secara umum pengukuran ketenagakerjaan dapat didekati dengan dua cara... Angkatan Kerja Tenaga kerja (man power) merupakan bagian dari penduduk pada kelompok umur tertentu yang diikutsertakan dalam proses ekonomi (Bellante dan Jackson.... (6) dimana MIG adalah jumlah migran. yaitu : (1) gainful worker approach dan (2) labour force apppoach. 3. 61 .. _4 adalah parameter estimasi.. dan yang melakukan kegiatan lain seperti sekolah dan mengurus rumahtangga.. yang termasuk dalam vektor X adalah pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di negara tujuan. Tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja. (8) 60 Berdasarkan model-model migrasi tersebut... maka model migrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model migrasi yang dimodifikasi antara model migrasi Todaro (1998) dan model migrasi Dreher dan Poutvaara (2005)... jarak dari negara asal merupakan biaya migrasi.. _ adalah parameter estimasi dan adalah error term.......... Tenaga kerja adalah modal bagi bergeraknya roda pembangunan. Ketika memilih untuk migrasi. Pasar Kerja 3.. seseorang yang dikategorikan tenaga kerja akan ditanyakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Seseorang yang biasanya sekolah. Secara spesifik migrasi ke Amerika Serikat adalah: MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _iUSAkt ««. Analisis Dreher dan Poutvaara (2005) mengenai aliran migran ke Amerika Serikat. maka diturunkan model migrasi dari negara asal ke sembilan negara OECD.......... tetapi saat survey sedang mencari pekerjaan. Dalam gainful worker approach. yaitu : MIGijkt = _1Sijkt + _2 Dijkt + _3Xikt + _4 Xjkt + ijkt ««««««««.....2. 1983). maka gainful worker approach akan dimasukkan dalam kategori sekolah Maka informasi mengenai pengangguran banyak yang hilang (Mantra... yang sedang mencari pekerjaan. Vektor X merupakan faktor penarik dan pendorong dari migrasi yaitu pendapatan (GDP) perkapita penduduk antara negara asal dan negara tujuan...1.. individu akan memilih negara j yang menghasilkan ekspektasi utilitas terbaik. _3.. Berdasarkan fungsi utilitas tersebut.. (7) Dengan menambahkan variabel lag migrasi dalam persamaan tersebut.

4 . Tabel 7 menunjukkan perkembangan jumlah penduduk.8 45.0 212.5 5. Perkembangan Jumlah Penduduk.7 67.8 68.2 95. Tabel 7.9 144.8 89. Penduduk Usia Kerja.6 90. Penduduk yang digolongkan bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang masih sekolah. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Tahun 2000-2005 (Juta Orang) No Uraian Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1.0 148.Konsep angkatan kerja yang digunakan di Indonesia dalam pengumpulan data ketenagakerjaan adalah labor force apppoach yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO). 4. angkatan kerja dan bukan angkatan kerja tahun 2000-2005.3 141. 3. yaitu penduduk usia kerja (tenaga kerja) dan penduduk bukan usia kerja (bukan tenaga kerja). 6. penduduk usia kerja. 1998). penduduk yang digolongkan pada kelompok angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yaitu 15 tahun ke atas yang bekerja. Konsep ini membagi penduduk menjadi dua kelompok. 7.8 45. yaitu kelompok angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (BPS. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lain. Penduduk Penduduk Usia Kerja Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) Bekerja Bukan Angkatan Kerja Penganggur Terbuka 205. Selanjutnya penduduk penduduk usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukan. atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan.0 98.2 8. Berkaitan dengan konsep tersebut. 5.8 208. 2.

sekitar 60.6 juta penduduk usia kerja.3 219.100. dimana pada ekonomi pasar diasumsikan bahwa seorang pengusaha tidak dapat mempengaruhi harga (price taker).6 48.11 Sumber : Badan Pusat Statistik 62 Tabel 7 memperlihatkan tahun 2005 di Indonesia terdapat 155. .01 persen.0 67.6 102.2. Pada tahun yang sama Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68.7 153.55 105.9 215. kesempatan kerja sering dijadikan acuan sebagai permintaan tenaga kerja (Arfida.2. Permintaan tenaga kerja merupakan permintaan turunan (derived demand).2 152.3 9.9 91.9 67. artinya permintaan tenaga kerja oleh suatu perusahaan tergantung pada permintaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut (Bellante dan Jackson.9 92. 1983).8 68.8 persen berada di pulau Jawa.21 155. Fungsi permintaan tenaga kerja berdasarkan teori neoklasik. baik sektor pertanian. Peningkatan TPAK disebabkan oleh semakin tingginya jumlah penduduk yang tergolong pada usia kerja yang masuk kedalam golongan angkatan kerja (BPS. Kesempatan Kerja Secara agregat jumlah orang yang bekerja yang dimuat dalam publikasi Badan Pusat Statistik. Pada kondisi ini untuk memaksimumkan keuntungan. 3. sering digunakan sebagai petunjuk tentang luasnya kesempatan kerja. pengusaha hanya dapat mengatur berapa jumlah pekerja yang dapat digunakan.7 50.75 11. artinya terjadi peningkatan dari tahun 2004.5 93. industri maupun jasa.5 217.8 67.9 104. Dalam pengkajian ketenagakerjaan. Kesempatan kerja atau permintaan tenaga kerja merupakan banyaknya orang yang bekerja pada berbagai sektor perekonomian.01 94. 2003).0 10.3 8.95 49. 2006).8 52.

1998): 63 1. 2. terlihat bahwa pada tingkat kesempatan kerja L1. Perkiraan tambahan hasil (output) yang diperoleh sehubungan dengan penambahan seorang pekerja. Menurut Dornbusch dan Fisher (1997). Perhitungan jumlah penerimaan yang diperoleh dengan tambahan hasil tersebut. maka penurunan kesempatan kerja ini akan mengurangi output sebesar MPL. dan upah riil adalah (w/P)0. Maka keuntungan bersih dari penurunan kesempatan kerja sama dengan kelebihan vertikal dari upah riil terhadap MPL. P. Jika dengan mengupah seorang tenaga kerja lagi akan menghasilkan output sebesar MPL dan biaya perusahaan atas upah riil. Pada tingkat kesempatan kerja L1. Pada sisi lain pengurangan tenaga kerja akan menurunkan biaya upah tenaga kerja. perusahaan menggunakan banyak tenaga kerja karena upah riil melebihi MPL pada tingkat kesempatan kerja tersebut. perusahaan akan mengupah tenaga kerja hingga titik dimana MPL sama dengan upah riil. 3. Skedul MPL memperlihatkan kontribusi kesempatan kerja tambahan terhadap output. perusahaan akan menggunakan tenaga kerja tambahan selama produk marjinal tenaga kerja (Marginal Product of Labor atau MPL) melebihi biaya tenaga kerja tambahan. Maka. yang merupakan skedul MPL. Upah riil mengukur jumlah output riil yang harus dibayar perusahaan kepada setiap pekerja. Biaya tenaga kerja tambahan ditentukan oleh tingkat upah riil. penurunan kesempatan kerja perunit akan menurunkan biaya upah nominal. dimana w adalah upah nominal dan P adalah harga output. kelebihan upah riil tersebut cukup besar. karena pengusaha akan terus menambah jumlah pekerja selama MR>W. Pada tingkat upah riil (w/P)0. Jika MR > W. MR sama dengan nilai dari MPPL. Berdasarkan gambar tersebut. sehingga perusahaan harus mengurangi Kesempatan Kerja MPL2 W/P (W/P)0 MPL L0 L1 (W/P)0 . Jika perusahaan harus mengurangi jumlah tenaga kerja yang digunakannya. maka perusahaan akan mengupah tenaga kerja tambahan selama MPL melebihi upah riil Skedul dengan kemiringan yang menurun pada Gambar 3 merupakan skedul permintaan tenaga kerja. maka mempekerjakan seorang pekerja akan menambah keuntungan. yaitu MPPL dikali dengan harga produk (P) per unit. Tambahan hasil tersebut dinamakan tambahan hasil marjinal atau Marginal Physical Product dari pekerja (MPPL). Pengusaha akan membandingkan MR dengan biaya mempekerjakan tambahan seorang pekerja. dimana VMPPL adalah Value Marginal Physical Product of Labor.Fungsi permintaan tenaga kerja didasarkan pada (Simanjuntak. Jumlah biaya yang diperlukan untuk mempekerjakan tambahan seorang karyawan adalah upah (W). Pilihan Kesempatan Kerja yang Optimal untuk Upah Riil Tertentu Gambar 3 memperlihatkan jika perusahaan menggunakan tenaga kerja L1. Jumlah penerimaan ini dinamakan penerimaan marjinal atau Marginal Revenue (MR). sehingga MR = VMPPL = MPPL . sehingga akan mengurangi penerimaan perusahaan tersebut. 64 Gambar 3.

Penganut paham neoklasik tidak percaya akan adanya pengangguran. Upah Teori neoklasik menganggap bahwa upah tenaga kerja ditentukan oleh permintaan tenaga kerja. Kedua pendekatan ini memandang penentuan upah sebagai persoalan yang menyangkut kekuatan relatif serikat pekerja dan manajemen. kontribusi kesempatan kerja terhadap output MPL2 melebihi biaya upah riil tambahan. memandang upah ditentukan oleh interaksi permintaan (utilitas) dan penawaran (biaya produksi) tenaga kerja.«« (12) 3. Posisi kesempatan kerja yang optimal dari perusahaan tersebut diwujudkan jika MPL (L) sama dengan upah riil: MPL(L) = P W ««««««««««««««««««. Pada tingkat kesempatan kerja L2.2. Teori penawaran ini memperlakukan proses penentuan upah sebagai suatu keterkucilan dari kekuatan pada pasar kerja (Bellante dan Jackson. maka sangat bermanfaat jika kesempatan kerja ditambah. terutama yang dikemukakan oleh Alfred Marshall. termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yang telah atau akan dilakukan (Khakim. Penanganan pengupahan tidak hanya menyangkut aspek . Perlakuan tingkat upah 66 sebagaimana ditentukan diluar sistem ekonomi makro membuka jalan bagi perkembangan dan penerimaan dari teori nonekonomi tentang penentuan upah. Pada upah riil (w/P)0. keuntungan perusahaan akan maksimum jika kesempatan kerjanya adalah L0.. yang diwakili oleh nilai produk fisik marjinal.1997). upah tidak dapat bereaksi terhadap kelebihan penawaran tenaga kerja. maka sering berpotensi timbulnya perselisihan dan mendorong timbulnya unjuk rasa. Teori-teori ini berkisar antara paham institusionalis hingga pendekatan yang bercorak adu untung. Pengertian upah di Indonesia berdasarkan pasal 1 angka 30 UndangUndang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Menurut Keynes. kesepakatan atau peraturan perundang-undangan. yang berpengaruh adalah tingkat upah yang ada menjadi suatu variabel eksogen (tertentu). Pengupahan merupakan masalah yang sangat krusial dalam bidang ketenagakerjaan dan bahkan jika tidak profesional dalam menangani masalah pengupahan. adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja. Sangat ditekankan pada struktur penawaran (bargaining) kolektif. mereka menganggap bahwa pengangguran sebagai gejala ketidakseimbangan (Bellante dan Jackson. 1990). 1990).L2 L Produk Marginal TK (MPL) 65 jumlah kesempatan kerja hingga mencapai L0. Analisis neoklasik.3. Teori Keynes tentang keseimbangan pengangguran adalah konsep upah ketat dan tidak fleksibel. Suatu kesimpulan penting dari teori neoklasik adalah ekonomi berada pada keseimbangan jika berada pada penggunaan tenaga kerja penuh. Pada titik tersebut biaya tenaga kerja tambahan mengimbangi keuntungan dalam bentuk kenaikan output (Dornbusch dan Fischer . 2006).

yang meliputi pangan. air. upah minimum sektoral propinsi (UMSP).teknis dan aspek ekonomis saja. sehingga upah harus mendapat perlindungan secara memadai dari pemerintah. papan. yang akhirnya akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan. Pada era 1970-1980-an.kota (UMSK). perhitungan dan pembayaran upah. upah merupakan hak yang sangat mendasar bagi mereka. Berdasarkan perspektif pengusaha. Harapan pekerja upah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum. Oleh karena itu berdasarkan pandangan pengusaha pembayaran upah yang tinggi dapat dilakukan tetapi harus seimbang dengan produktivitas pekerja. Aspek hukum pengupahan meliputi proses dan kewenangan penetapan upah. yang disempurnakan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-226/MEN/2000 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-17/MEN/VII/2005 (Khakim. upah adalah pengeluaran perusahaan untuk kesejahteraan pekerja yang merupakan bagian biaya produk yang dihasilkan. Pengertian upah minimum menurut pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. Kebijakan upah minimum merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah karena adanya tekanan dari dalam dan luar negeri. Anggaran untuk biaya tenaga kerja berasal dari penerimaan perusahaan sehingga anggaran untuk biaya tenaga kerja sangat bergantung pada kelancaran penerimaan perusahaan. upah minimum sektoral kabupaten. upah minimum kabupaten/kota (UMK). sehingga 68 pengusaha selalu menekan pekerja dengan upah yang sangat rendah. Aspek ekonomis pengupahan lebih melihat pada kondisi ekonomi secara makro 67 dan mikro. Jika ditinjau dari perspektif pekerja/buruh. dan upah sundulan. Oleh karena pekerja/buruh merupakan faktor utama dalam proses produksi. udara. sarana komunikasi dan transportasi. Mulai dari penetapan upah minimum propinsi (UMP). Aspek teknis pengupahan meliputi perhitungan dan pembayaran upah. pemerintah Indonesia tidak campur tangan dalam penetapan upah. Oleh karena itu pemerintah mengubah kebijakan ketenagakerjaan. serta pengawasan pelaksanaan ketentuan upah. 2006). Tekanan-tekanan tersebut timbul akibat dari kondisi perburuhan di negara Indonesia. tetapi juga aspek hukum (Khakim. yang secara operasional mempertimbangkan kemampuan perusahaan pada saat nilai upah akan ditetapkan. Berbagai kebijakan mengenai upah telah ditempuh oleh pemerintah dalam memberi perlindungan kepada pekerja/buruh. terutama menyangkut upah (Khakim. Secara teknis dasar hukum pengaturan upah minimum adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 tentang upah minimum. Upah merupakan motivasi pekerja dalam mencapai peningkatan kesejahteraan. 2006). sandang. Tunjangan-tunjangan yang . pelaksanaan upah. Bagi perusahaan. bahan bakar pelayanan pendidikan. pelayanan kesehatan. tetapi kenyataan yang dihadapi adalah posisi tawar-menawar (bargaining position) pekerja di Indonesia masih sangat rendah. serta proses upah ditetapkan. upah merupakan biaya produksi sehingga kenaikan upah minimum mendorong produktivitas kerja pekerja dan tidak terlalu membebani perusahaan. maka selayaknya mereka memperoleh imbalan upah yang memadai. 2006).

2003). beberapa hal yang dipertimbangkan dalam penetapan upah minimum adalah: 1. tetapi bagi sejumlah besar pekerja berada dalam keadaan menganggur. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) 2. Tingkat perkembangan perekonomian dan pendapatan perkapita. Tetapi sebagian pihak berpendapat bahwa kebijakan upah minimum sampai saat ini belum berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pendapatan pekerja/buruh. Dalam situasi ini. Pengangguran Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan yang paling berat. yang salah satunya berimplikasi terhadap pengurangan tenaga kerja. perkembangan dan kelangsungan perusahaan 4. Meskipun demikian. pengusaha juga menjustifikasi sebagai beban dunia usaha yang semakin berat.2. Pekerja membuat kesalahan mengenai upah riil dan melepas pekerjaannya atau menolak pekerjaan yang ditawarkan karena upah yang terlalu rendah. Oleh karena manusia merupakan makhluk yang rasional. Pengusaha juga membuat kesalahan tentang permintaan dan kadang-kadang memproduksi dalam jumlah yang terlalu kecil dan sedikit mempekerjakan pekerja. Pengangguran dapat juga disebabkan oleh kurangnya permintaan agregat. Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya ketidaklancaran dalam proses bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. Pengangguran terjadi akibat dari kurangnya permintaan tenaga kerja dalam perekonomian dibandingkan jumlah pekerja yang menawarkan tenaga kerjanya. Banyak aspek pekerjaan yang mempunyai tuntutan atau persyaratan yang belum tentu dapat dipenuhi oleh penawaran tenaga kerja dari sektor atau subsektor lain (Arfida. 1990). Permintaan total masyarakat merupakan dasar untuk diadakannya kegiatan . kesalahan akan diperbaiki dengan segera dan pengangguran akan hilang. Berdasarkan kebijakan tersebut. Kondisi pasar kerja 6. Kemampuan. yang melihat ke depan dalam membuat pengharapan. 69 Kebijakan upah minimum secara normatif merupakan jaring pengaman (safety net) bagi pekerja/buruh yang masih menerima upah dibawah ketentuan upah minimum. Para pekerja ini dapat digolongkan sebagai penganggur yang bersifat friksional maupun struktural (Bellante dan Jackson. 3. Apalagi dalam situasi krisis ekonomi yang membuat pemenuhan kebutuhan hidup semakin berat. Akibatnya pengusaha terpaksa melakukan restrukturisasi manajeman perusahaan.4.bersifat tidak tetap tidak termasuk dalam upah minimum. terbuka kemungkinan bagi tingkat permintaan keseluruhannya mencapai taraf cukup 70 tinggi untuk memberikan kesempatan kerja bagi seluruh angkatan kerja. Lucas dalam Romer (1996) menyatakan bahwa pengangguran disebabkan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pekerja dan pengusaha. pada tingkat upah dan harga yang sedang berlaku. Upah yang umumnya berlaku didaerah tertentu dan antar daerah 5. Penyebab dari ketidaklancaran ini adalah karena tempat dan waktu. Pengangguran struktural terjadi akibat perubahan dominasi peranan ekonomi setiap sektor dalam kegiatan produksi maupun dalam pemberian kesempatan kerja. Indeks Harga Konsumen (IHK) 3.

dan kesempatan kerja akan tercipta. Rendahnya perhatian pemerintah pada bidang pendidikan terlihat dari persentase pengeluaran pemerintah pada bidang tersebut. hanya beberapa golongan industri yang memiliki daya saing tinggi. Para penganggur akan menjadi kelompok yang terpinggirkan. 2003) Pengangguran merupakan salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang tidak pernah surut. pengolahan tembakau. Sementara industri tekstil dan pakaian jadi memiliki daya saing sedang. Kurangnya permintaan agregat disini merupakan kondisi dalam jangka panjang. Daya saing industri. Akibatnya faktor kesempatan kerja penuh terabaikan. Pada saat itu perusahaan perusahaan besar tumbuh dengan pesat dan memperoleh privilege (hak istimewa) dari pemerintah. Pada sisi lain.3. Globalisasi. sehingga menjadi suatu tekanan bagi tenaga kerja yang tidak dapat bersaing. dan jenis kelamin (Arfida. dan pengangguran akan tertekan serendah mungkin. Orientasi kebijakan pembangunan ekonomi. Pendapatan Nasional Gross Domestic Product (GDP) mengukur pendapatan total setiap orang . bagi Indonesia dengan kondisi berlebihan tenaga kerja dan negara pengirim tenaga kerja ke luar negeri. atau massa apung/proletriat perkotaan yang sangat berpotensi sebagai pengganggu stabilitas negara. pulp dan kertas dan industri elektronik. baik disektor pertanian maupun manufaktur. Profil yang perlu diketahui adalah tempat terjadinya pengangguran menurut sektor ekonomi. Asumsinya. Pada aspek ketenagakerjaan. 3. Pengeluaran investasi memberikan peluang untuk tumbuhnya kesempatan kerja. Kebijakan pengembangan sumberdaya manusia. pendidikan non formal atau pelatihan sebagai cara untuk mempersiapkan tenaga kerja siap pakai juga belum berjalan sesuai keinginan. globalisasi merupakan kesempatan untuk mengurangi penekanan dari tingginya jumlah pengangguran dan pekerja migran yang datang dari luar negeri.investasi. Bila permintaan terhadap barang dan jasa lesu. sehingga pengangguran semakin meningkat. yang dapat mengakibatkan terjadinya pengangguran. industri kayu. Beberapa faktor penyebab masalah pengangguran di Indonesia adalah (Depnakertrans. yang secara alamiah akan terbentuk McGee sebagai proto 71 proletariat. Demikian pula sebaliknya. Namun demikian. distribusi menurut pendidikan. aspek turunan dari globalisasi adalah persaingan bebas yang terjadi di dalam dan luar negeri. sedangkan industri kulit dan alas kaki memiliki daya saing rendah. seperti industri makanan. bila industri memiliki daya saing yang kuat.1. Sistem ekonomi konglomerasi yang dijadikan sebagai engine of growth oleh Indonesia selama rezim orde baru sangat bertumpu dan mengandalkan aspek pertumbuhan. maka akan menimbulkan kelesuan pada permintaan tenaga kerja. Lembaga-lembaga pelatihan yang dikelola Depnakertrans belum mampu mengimbangi syarat-syarat edukasi yang diminta pihak pengusaha. maka industri akan maju.3. umur. daya saing industri di Indonesia masih tergolong rendah. 3. jenis jabatan dan pekerjaan yang diminati. industri perabot dan kelengkapan rumah tangga. Pada sisi lain. Variabel Makroekonomi 3. 2. Pergerakan tenaga kerja dari satu negara ke negara lain semakin bebas. 72 4. 2004): 1.

Konsumsi merupakan duapertiga dari GDP. Keynes berpendapat bahwa pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peranan yang penting. maka GDP dibagi menjadi empat kelompok pengeluaran. maka sebagian dari pendapatan tersebut akan dikonsumsi dan sebagian akan ditabung. Teori konsumsi yang diajukan oleh Keynes merupakan salah satu teori yang menjadi dasar teori ekonomi makro.2. Artinya. Estimasi ini berlawanan dengan teori klasik yang menyatakan bahwa tingkat bunga yang tinggi akan mendorong seseorang untuk menabung dan menghambat konsumsi. Fungsi konsumsi Keynes adalah sebagai berikut (Mankiw. 3.dalam perekonomian. 2003): CON = a + b DIC . sebagian besar dari penurunan itu berkaitan dengan turunnya pengeluaran investasi. Ketika pengeluaran barang dan jasa turun selama resesi. 74 3.3.3. Ada dua cara untuk melihat statistik ini yaitu melihat GDP sebagai pendapatan total dari setiap orang di dalam perekonomian dan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian (Mankiw.3. Fungsi konsumsi ini menunjukkan kecenderungan mengkonsumsi marjinal (perubahan jumlah yang dikonsumsi pada setiap perubahan pendapatan = (CON/(DIC) adalah antara nol dan satu. Berdasarkan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian.. 2003). (13) GDP adalah jumlah konsumsi. yaitu: konsumsi. a > 0 dan 0< b < 1 «««««. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. investasi. Investasi (INV) adalah barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa yang akan datang. maka: GDP = CON + INV + GEX + NX ««««««««««. Investasi Investasi merupakan unsur GDP yang paling sering berubah. dimana I = I(r). Kondisi ini disebabkan oleh tingkat .. Konsumsi Keputusan konsumsi sangat penting dalam menentukan permintaan agregat.. investasi. Pengeluaran investasi sangat tergantung pada tingkat suku bunga.«« (14) dimana : CON = konsumsi DIC = pendapatan disposibel a = konstanta b = kecenderungan mengkonsumsi marjinal. Ekspor netto (NX) adalah nilai barang 73 dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain.. Konsumsi (CON) adalah seluruh barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. Pengeluaran pemerintah (GEX) adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat dan daerah.. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. sehingga pendapatan yang tinggi akan menyebabkan konsumsi meningkat dan tabungan juga meningkat.. Tingkat investasi yang diinginkan atau direncanakan akan meningkat jika tingkat suku bunga turun. ketika seseorang menerima pendapatan ekstra. sehingga fluktuasi konsumsi merupakan elemen penting dari booming dan resesi ekonomi. Perilaku investasi didasarkan dengan asumsi bahwa investor akan berperilaku memaksimumkan nilai kini (present value) dari manfaat finansial dari kegiatan investasi yang tersedia.

maka untuk memiliki barangbarang modal menjadi menguntungkan (Mankiw. 2003).4. Sehingga sumber investasi asing menjadi alternatif yang tersedia untuk memenuhi target investasi. Berdasarkan pemikiran tersebut. pajak dan pinjaman luar negeri Investasi swasta asing merupakan sumber pembiayaan investasi dibanyak negara berkembang. dimana bank bertindak sebagai perantara antara orang-orang yang ingin menabung dan orang-orang yang memiliki proyek investasi yang menguntungkan tetapi memerlukan dana (Mankiw. pensiun dan bantuan. Penerimaan pemerintah diutamakan untuk membiayai pengeluaran rutin pemerintah yang mencakup konsumsi pemerintah dan pembayaran bunga dan cicilan hutang luar negeri. Pengeluaran pemerintah harus mampu mencapai beberapa sasaran. kemampuan menabung masih rendah. Pengeluaran rutin pemerintah terdiri dari belanja pegawai. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengalirnya investasi asing 75 dari negara asal ke negara tujuan. NTK. Penerimaan pemerintah bersumber dari ekspor migas. Kondisi ini terutama disebabkan karena pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. belanja barang. investasi swasta domestik (PMDN). pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan serta terpeliharanya berbagai aset negara dan hasilhasil pembangunan. Oleh karena itu pembiayaan defisit anggaran pemerintah merupakam pembiayaan investasi pemerintah. bank memiliki peran penting dalam mengalokasikan sumber dana. suku bunga. harga bahan baku termasuk upah.3. Dalam meningkatkan investasi dalam negeri. GDP. perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. dan nilai tukar. UMR) ««««««««««««. .bunga yang rendah menurunkan biaya modal. (15) dimana: INV = total investasi SB = suku bunga NTK = nilai tukar GDP = pendapatan nasional UMR = upah minimum 3. perilaku investasi di Indonesia dirumuskan sebagai berikut : INV = f ( SB. Sebagian dari pengeluaran 76 pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan atau pengeluaran rutin dan sebagian lainnya untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan atau pengeluaran pembangunan. Sumber biaya investasi di Indonesia terdiri atas investasi pemerintah. antara lain ketersediaan bahan baku. investasi swasta asing (PMA) dan investasi masyarakat (non-fasilitas). ganjaran subsidi dan sumbangan pada daerah. seperti peningkatan produktivitas kerja aparatur pemerintah. Pengeluaran investasi pemerintah secara langsung dipengaruhi oleh penerimaan pemerintah. besarnya pasar (market size). 2003). angsuran pinjaman/hutang dan bunga. Pengeluaran pemerintah (Government Expenditure) adalah pengeluaran oleh pemerintah untuk membeli barang dan jasa.. belanja perjalanan dinas. Pengeluaran Pemerintah Pada dasarnya setiap pengeluaran negara dilakukan atas landasan prinsip optimalisasi pemanfaatan dana untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. belanja pemeliharaan.

Ekspor bersih adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain (Mankiw. Berdasarkan sektoral. yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang ingin dicapai. Dengan demikian ekspor bersih adalah: NX = GDP ± ( CON + INV + GEX ) ««««««««««««. perdagangan.4. pengeluaran suatu negara dalam satu tahun tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa. Suatu negara dapat melakukan pengeluaran yang lebih banyak daripada memproduksinya dengan meminjam dari luar negeri.pengeluaran yang tidak termasuk bagian lain. 78 Jika output lebih kecil dari pengeluaran domestik. Penerimaan Pajak diperoleh dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. transportasi.5. Pajak dalam negeri terdiri dari: pajak penghasilan. dan pengeluaran tak terduga. Tiga komponen pertama adalah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa domestik. Sedangkan pajak perdagangan internasional terdiri dari: bea masuk dan pajak ekspor. pengeluaran pembangunan merupakan pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proyek disetiap sektor yang terdiri dari: sektor industri. cukai dan pajak lainnya. pertanian dan kehutanan. Penerimaan bukan pajak terdiri dari: penerimaan sumberdaya alam. pengeluaran pemerintah bersumber dari penerimaan pemerintah yang terdiri dari: 1. sumberdaya air dan irigasi. pajak bumi dan bangunan. Ekspor bersih memperhitungkan perdagangan dengan negara lain. Pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proses perubahan. 2003). pendidikan. Hubungan antara Migrasi. Pasar Kerja dan Variabel Makroekonomi Migrasi merupakan perubahan tempat tinggal seseorang baik secara . (16) Persamaan ini menunjukkan bahwa ekspor bersih adalah pengurangan antara output dan pengeluaran domestik. hibah dan penerimaan bukan pajak lainnya. agama. Pengeluaran pembangunan semuanya diprogramkan dalam berbagai proyek di setiap sektor dan sub sektor. Komponen keempat (EX) adalah pengeluaran luar negeri untuk barang dan jasa dometik. 3. Artinya kita mengekspor perbedaan tersebut. investasi. pajak pertambahan nilai. kita mengimpor perbedaan tersebut. maka ekspor bersih adalah positif. kependudukan. Pengeluaran output dalam perekonomian terbuka terdiri atas empat komponen yaitu: konsumsi. Berdasarkan Realisasi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2003. 2005). tenaga kerja. Ekspor Bersih Pada perekonomian terbuka. hukum dan lainnya. dan ekspor bersih adalah negatif (Mankiw.3. pertambangan dan energi. Jika output melebihi pengeluaran domestik. pariwisata. Pengeluaran pembangunan tersebut dialokasikan ke berbagai sektor sesuai dengan urutan prioritas dan kebijakan pembangunan (Pakasi. Jumlah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa luar negeri adalah pengeluaran untuk impor (IM). 2003). bagian laba BUMN. atau dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit dari produksinya dan memberi pinjaman kepada negara lain. Umumnya biaya pembangunan tersebut diprogramkan dalam Daftar Isian Proyek (DIP). bea perolehan hak atas tanah 77 dan bangunan. 2. 3. pengeluaran pemerintah dan ekspor atas barang dan jasa domestik.

Dalam perekonomian neoklasik (upah ditentukan oleh mekanisme pasar dan seluruh tenaga kerja akan terserap). dan tidak ada batasan jarak bagi perubahan tempat tinggal tersebut (Lee. 1991). Berdasarkan model ini. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor ekonomi. kemudian memilih salah satunya yang dianggap dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan (expected gains). dan OML*M untuk sektor industri. Permintaan tenaga kerja yang digambarkan oleh kurva produk marjinal tenaga kerja pada sektor pertanian digambarkan oleh garis AA¶. dan diasumsikan tidak ada pengangguran maka tenaga kerja sebesar OMLM akan bekerja pada sektor industri di kota. upah ekuilibriumnya W*A=W*M. Beberapa studi migrasi mengindikasikan bahwa migrasi terjadi terutama disebabkan oleh alasan ekonomi. Proses migrasi internal dan internasional terjadi sebagai suatu reaksi dari berbagai perbedaan antara daerah asal dan daerah tujuan. yang terletak diatas W A. sosial dan lingkungan baik pada level individu maupun komunitas. Sesuai dengan asumsi full employment. yaitu untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih tinggi. seluruh tenaga kerja yang tersedia terserap habis oleh kedua sektor ekonomi tersebut. tetapi pendapatan yang diharapkan (expected income). Hubungan Migrasi dan Pasar Kerja (Todaro. dengan pembagian tenaga kerja sebanyak OAL*A untuk sektor pertanian. Model ini mengasumsikan perekonomian suatu negara hanya ada dua sektor. Gambar 4. sedangkan sisanya sebanyak OALM akan WA* q¶ OM M MW LUS M¶ Tingkat upah di sektor pertanian q Z E A W M* WA WA** A¶ . Namun pendapatan yang dipersoalkan disini bukan pendapatan aktual. 1998) Sedangkan permintaan tenaga kerja sektor industri digambarkan oleh garis MM¶. Jika upah ditetapkan oleh pemerintah sebesar M W . yaitu sektor pertanian di daerah asal dan sektor 79 industri di daerah tujuan. para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di daerah asal dan daerah tujuan. Kondisi tersebut sesuai dengan model migrasi Todaro (1998) yang menyatakan bahwa arus migrasi berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara daerah asal dan daerah tujuan. Maka dapat ditegaskan bahwa migrasi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas hidup.permanen maupun semi permanen. Gambar 4 menunjukkan model migrasi Todaro yang menghubungkan antara migrasi dan pasar kerja. Total angkatan kerja yang tersedia disimbol dengan OAOM.

Kiriman uang tersebut digunakan untuk konsumsi dan menabung. Sisanya yakni LUS = OMLA.W A. maka akan meningkatkan ketersediaan kredit dan memungkinkan pengusaha untuk melakukan investasi melalui peminjaman kredit tersebut yang akhirnya mempunyai dampak yang positif terhadap . Tetapi jika remittancess tersebut digunakan untuk investasi atau di tabung. Selisih antara pendapatan aktual antara desa-kota adalah M W . Jumlah tenaga kerja yang masih ada pada sektor pertanian adalah OALA. Titik-titik peluang tersebut digambarkan oleh garis qq¶. Upah yang diterima oleh migran internasional akan dikirimkan kepada keluarganya yang berada di daerah asal.W**A.OMLM. Selanjutnya peningkatan investasi secara langsung dapat meningkatkan permintaan tenaga kerja dan akhirnya juga akan meningkatkan pendapatan nasional. Demikian juga halnya jika kiriman uang tersebut digunakan untuk menabung. yang lebih kecil dibandingkan dengan upah pasar yaitu OAW*A. Carling (2004) dalam penelitiannya mengenai berbagai kebijakan untuk meningkatkan keuntungan dari perolehan devisa tenaga kerja migran (remittancess) di luar negeri menghubungkan antara remittancess dan pembangunan ekonomi. dan diasumsikan masyarakat menabung pada lembaga-lembaga keuangan. maka tabungan masyarakat tersebut dapat digunakan pihak investor untuk meningkatkan investasi dalam negeri. Migrasi internasional dapat juga meningkatkan devisa negara melalui kiriman uang (remittances) dari pekerja di luar negeri kepada keluarganya di Indonesia. maka meskipun di desa tersedia lapangan kerja sebanyak OALM. maka konsumsi yang akan datang akan dibiayai oleh remittancess pada saat yang akan datang pula dan sumber-sumber pendapatan lainnya. Migrasi internasional selain untuk mengatasi masalah pengangguran juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga terjadi kesenjangan upah antara desa dan kota sebanyak M W . Jika masyarakat pedesaan bebas melakukan migrasi.LA LA*LM* LM Tingkat upah di sektor industri atau manufaktur OA 80 berada pada sektor pertanian di desa dengan tingkat upah sebanyak OAW**A. maka migrasi internasional merupakan salah satu cara untuk menghadapi masalah tersebut. akan menganggur atau memasuki sektor informal yang berpendapatan rendah. Ketika remittancess tersebut ditabung pada lembaga-lembaga keuangan. maka remittancess tersebut dapat digunakan untuk keperluan konsumsi pada masa yang akan datang. maka 81 peningkatan konsumsi masyarakat dapat meningkatkan pendapatan nasional. dan titik ekuilibrium yang baru adalah Z. dan tenaga kerja disektor industri sebanyak OMLM dengan tingkat upah M W . karena umumnya upah pekerja di negara lain lebih tinggi daripada upah pekerja di Indonesia. Adanya selisih tingkat upah desa-kota tersebut mendorong terjadinya arus migrasi dari desa ke kota. Oleh karena migrasi internal menyebabkan pengangguran yang semakin tinggi di daerah perkotaan. Jika perhitungan pendapatan nasional ditinjau dari sisi pengeluaran. Ia menyatakan bahwa jika remittancess pada saat ini hanya digunakan untuk konsumsi. mereka akan migrasi ke kota untuk memperoleh upah yang lebih tinggi.

Hubungan Migrasi. pengeluaran pemerintah selalu disesuaikan dengan penerimaan yang diperoleh. Dalam kerangka alokasi anggaran pembangunan.pembangunan ekonomi. Kondisi ini dapat dilihat pada Gambar 5. terlihat keterkaitan antara migrasi. 82 Gambar 5. Sesuai dengan prinsip anggaran berimbang. baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri. Pengeluaran pemerintah khususnya pengeluaran pembangunan merupakan salah satu kebijakan fiskal dan komponen penting pelaksanaan operasional Repelita di sektor pemerintah. Blok Makroekonomi Kebijakan : Nilai Tukar $ AS.GEXI . Blok Pasar Kerja b. $ Hongkong. 2004) Gambar 6 menunjukkan hubungan antara migrasi. Berdasarkan gambar tersebut. dan Ringgit Malaysia Kebijakan : . $ Singapura. pemilihan proyek-proyek pembangunan. pasar kerja dan variabel-variabel makroekonomi. Blok Migrasi c.Suku Bunga Penawaran Tenaga Kerja UPAH Permintaan Tenaga Kerja MIGRASI INTERNAL MIGRASI INTERNASIONAL PENDAPATAN MIGRAN DAN DEVISA (melalui remittances) KONSUMSI MENABUNG INVESTASI PENDAPATAN NASIONAL PENGELUARAN PEMERINTAH NET EKSPOR Gambar 6. Keterkaitan antara Remittances dan Pembangunan Ekonomi (Carling. a. Kondisi 83 ini berarti penentuan proyek juga harus mempertimbangkan kriteria lokasi dimana proyek itu berada.UMR . didasarkan pada pendekatan sektoral dan alokasi regional. pasar kerja dan perekonomian di Indonesia. Pasar Kerja dan .

sehingga dapat memperluas kesempatan kerja di daerah tersebut. sehingga migrasi penduduk tidak dapat dihindari. karena jika pengeluaran pembangunan meningkat. dalam jangka pendek pengeluaran pembangunan dapat mengurangi jumlah pengangguran. maka semakin banyak proyek-proyek pembangunan yang dilaksana-kan sehingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga meningkat. dan daya tarik pula bagi penduduk daerah lain untuk migrasi ke daerah tersebut.Variabel Makroekonomi 84 Pendekatan sektoral dan regional diperlukan agar proyek-proyek yang dibiayai dengan dana APBN dapat menghasilkan manfaat yang optimal. Baiknya kondisi infrastruktur suatu daerah merupakan daya tarik bagi investor untuk memperluas aktivitas produksinya. Kondisi ini juga menarik minat angkatan kerja baik dari daerah bersangkutan maupun daerah lain untuk terlibat dalam proyek pembangunan tersebut. baik dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi maupun upaya pemerataan pembangunan dalam arti luas. Pengeluaran pembangunan bidang infrastruktur berfungsi untuk meningkatkan kondisi infrastruktur suatu daerah. . Kondisi ini juga merupakan daya tarik bagi penduduk setempat untuk tetap tinggal di daerahnya. Ditinjau dari sisi tenaga kerja.

dan kelahiran pendudukan terdapat variabelvariabel lain yang saling berhubungan dan mempengaruhi. No. maka tanda juga dapat digunakan untuk berbohong atau menipu (Arthur Asa Berger) PENDAHULUAN Sasaran upaya pelayanan kesehatan adalah meningkatkan mutu kesehatan manusia. September 2005: 202 . Manusia sebagai insan individu dan sosial berkarakter dinamis. especially local government should develop the policy wich is supported by the valid and reliable data. Salah satu cara untuk mencapai sasaran itu adalah melalui kebijakan kependudukan.210 KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN: Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum Drs. pelayanan kesehatan ... Sebagaimana prinsip pertama pembangunan berkelanjutan: ³Manusia (penduduk) merupakan pusat perhatian pembangunan berkelanjutan. Soemanto.. misalnya tingkat kelahiran. Kata kunci: Kebijakan publik. Jurusan Sosiologi FISIP UNS Surakarta Abstract P ublic policy on health is a legal instrument to solve the problem of community¶s health. Hal itu secara tidak langsung berhubungan pula dengan upaya mengendalikan tingkat kelahiran. morbiditas. Pengalaman kita selama ini menunjukkan tingkat signifikannya hubungan di antara keduanya.202 Jurnal Ilmu Hukum. Kebijakan publik adalah komitmen politik pemerintah berlandaskan . The accommodative public policy should be based on the health demographic data published by the goverment. Maka kebijakan kependudukan di bidang kesehatan harus memperhatikan dan memperhitungkan keberadaannya. M. bila tanda dapat digunakan untuk menampilkan kebenaran (truth). 1992). B. Vol.A.. R. Tindakan pemerintah untuk meningkatkan mutu kesehatan penduduk secara eksplisit dan langsung berhubungan dengan upaya menekan tingkat kematian dan morbiditas (tingkat ketersakitan). R B Soemanto 203 kematian mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan penduduk. Peningkatan pelayananan kesehatan selayaknya bertumpu pada kondisi kehidupan individu dan masyarakat. dan dikehendaki agat memiliki kehidupan yang sehat dan produktif dalam keserasian dengan alam´ (The UN Conference of Environment and Development. 8. especially local government. Umum menyadari bahwa kependudukan dan kesehatan saling berkaitan. 2. The role of goverment. Variabel-variabel kependudukan. in order to be able to effective execute the health program services community. dan Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . Di belakang tingkat kematian.

keunikan di masyarakat (Black. Data registrasi dikumpulkan dan dilaporkan rutin setiap bulan oleh petugas di lapangan (RT. terutama penggunaanya oleh pihak-pihak penyusunan dan pengelola pembangunan (contohnya: di bidang kesehatan) sangat berarti bagi rumusan kebijakan dan pelaksanaannya. 1994). dilaporkan ke kecamatan dan kabupaten/kota. Oleh sebab itu kebijakan publik juga perlu mementingkan perhatiannya pada adanya keragaman. dan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan. sebagai dasar pelaksaan. maka relevan bagi penyusunan kebijakan administratif. Kebijakan bidang kesehatan berkelanjutan harus mempertimbangkan dan memasukkan indikator-indikator kependudukan daerah serta indikator lain yang relevan dalam pembangunan. . Proses hukum berlangsung ditata dan diatur oleh logika sistem hukum. propinsi. Di daerah data ini dipublikasikan pemerintah tiap tahun. tingkat kelahiran. Ukuran tingkat dinamikanya digunakan penanda atau indikator yang terukur yang bisa dibaca. pemberlakuan dan pelaksanaan kebijakan publik harus mendasarkan dan mempertimbangkan pemikiran-pemikiran tersebut. Aturan ini merupakan produk yang terkodifikasi. berpisah dan pembatalan perkawinan. up to date. kematian sebelum lahir. Kebijakan publik sebagai produk hukum menggambarkan harapan. 2. tingkat pendidikan. digunakan. yaitu: sensus penduduk. Dari 3 sumber itu. PBB (2002) menambahkan registrasi adopsi anak (legitimasi dan pengakuan). Model pemikiran hukum dan sosiologis tentang kebijakan publik merupakan pemahaman terhadap realitas sosial.210 indikator kependudukan. gambaran dinamika penduduk dapat dilihat berupa statistik penduduk tingkat nasional. No. Secara sosiologis pelaksanaan kebijakan publik harus diperhatikan struktur sosial yang selalu berubah. Sebagai dasar pelaksanaan terkait dengan dasar kebijakan pembangunan. tingkat pemahaman konseptual.hukum. al. dan Milovanovich. September 2005: 202 . sekaligus tujuan (sasaran) dan pengguna hasil-hasil yang dicapai. tingkat (angka) kematian bayi. 8. Dinamika kependudukan berpengaruh pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Kependudukan merupakan aspek penting dalam pembangunan. kematian. jenis kelamin. Data sensus dan survei sampel penduduk dikumpulkan pemerintah pusat. dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek sosiologis. 1982). sekali dalam 10 tahun. jenis pekerjaan dan sebagainya. INDIKATOR KEPENDUDUKAN UNTUK PEMBANGUNAN KESEHATAN Ada 3 sumber pokok data penduduk.. dan dilihat sebagai sesuatu yang mekanis. 1976. RW tiap desa/kalurahan). misalnya: tingkat pertumbuhan pendudukan. dimana pembuatan. Vol. dan statistik migrasi internasional (Lucas et. Pemikiran hukum dalam arti jurispruden memfokuskan kebijakan publik sebagai aturan. perkawinan dan perceraian. survei sampel penduduk dan sistem registrasi. kabupaten/kota yang berisi jumlah dan karakteristik penduduk menurut umur. dibanding bagi kepentingan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangungn. Hal itu dilakukan agar tujuan utama dari kebijakan tersebut dapat dicapai secara optimal. tingkat kematian ibu dan sebagainya. Ketersediaan 204 Jurnal Ilmu Hukum. registrasi penduduk. yaitu registrasi vital meliputi catatan peristiwa penting: kelahiran. kematian. angka harapan hidup.

Oleh sebab itu. Secara sistemik dikembangkan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk menata jaringan informasi melalui koordinasi Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . perkawinan.. kebutuhan dasar penduduk untuk seluruh aspek kehidupannya dapat disusun indikatornya untuk keperluan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan. migrasi. khususnya yang menggunakan data sistem registrasi vital (penduduk). karakteristik dan struktur sebagai gambaran dari dinamika kependudukan menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan Badan Kependudukan Dunia (UNFPA. kematian. jumlah kelahiran. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik agar kita sebagai pengguna data terhindar dari tindak kebohongan publik dan sebaliknya dapat menampilkan kebenaran dalam melayani masyarakat. Proyeksi jumlah dan pertumbuhan penduduk. Data penduduk daerah yang dipublikasikan berisi jumlah penduduk. khususnya negara (termasuk Indonesia) yang tidak ada keseimbangan antara indikator demografis dan tujuan pembangunan sosial. . Rekomendasi program aksi ICPD (International Coference on Population and Development. R B Soemanto 205 dan integrasi fungsi jajaran institusi pemerintah yang menangani dan menggunakan data penduduk. dan ketelitiannya. Tahun 2005 pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (2005) telah melakukan pengolahan dan menerbitkan data statistik kelahiran. dan dikembangkannya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Daerah (propinsi dan kabupaten/ kota). mortalitas.. kebutuhan pelayanan kesehatan. anak dan ibu bersalin) dan pertumbuhan penduduk. 1994). Pertama. Permasalahan mendasar ini secara institusional ditanggapi pemerintah dengan kehadiran Direktorat Jendral Administrasi Penduduk di Catatan Sipil Dalam Negeri. penyerasian kebijakan-kebijakan publik dengan indikator dinamika kependudukan. data sistem registrasi masih diragukan validitas kebenaran. Penyerasian kebijakan publik yang akomodatif pada rakyat dapat dibuat dan dieliminasi dampak negatif yang timbulkannya. Secara struktural diperlukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas di lapangan untuk memperbaiki cara dan teknik pengumpulan dan pengolahan data kependudukan. angka fertilitas. bahkan bisa dirinci menurut kebutuhan pembangunan di daerah. Sampai dengan tahun 2004. perkawinan dan perceraian(dari data sistem registrasi vital). lahir mati. Di Indonesia juga didaerah-daerah. daerah-daerah belum menyusun sendiri. dan perceraian. seperti angka kematian bayi. menurut umur. angka harapan hidup. mortalitas (terutama AKB. dan memiliki catatan indikator kependudukan. Data penduduk daerah menurut periode waktu dapat dugunakan untuk keperluan analisis perencanaan. indikator ini berguna untuk memudahkan terjadinya transisi demografi yang cepat. jenis kelamin. Kedua. tingkat partisipasi angkatan kerja dan seterusnya dapat dihitung. dan sebagainya dapat diproyeksi. kematian.teknis dan operasional daerah maupun dasar pelaksanaannyal disetarakan dengan data dari dua sumber lainnya. Isu mengenai pertumbuhan. ketepatan. 1994 di Kairo) menyebutkan perlunya indikator-indikator kependudukan yang relevan dengan pembangunan kesehatan di Indonesia. dan untuk menyusun kebijakan dan pelaksanaannya. tingkat pendidikan. proyeksi fertilitas. tingkat fertilitas. Perhitungan indikator kependudukan. ekonomi dan lingkungan.

. . namun tahun 1983 mangalami perubahan. September 2005: 202 . 1980-2000). Indikator-indikator tersebut mencakup: penilaian masyarakat Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . Dalam era otonomi daerah. dan peranan legislatif dalam mendukung dan mengontrol pelaksanaan program layanan pada masyarakat berlangsung optimal. Depkes. jika tersedia data kependudukan untuk kesehatan yang akurat. perkiraan kematian bayi menurut propinsi (Proyeksi Penduduk Indonesia. kesehatan reproduksi dan sebagainya. layanan program di atas harus terjangkau dan dampak positifnya dirasakan masyarakat. Partisipasi masyarakat mudah diorganisasikan setiap waktu. pengolahan dan penyajian data penduduk. karena ternyata relevan dengan aspirasi dan permasalahan yang timbul di masyarakat. Gambaran pelaksanaan otonomi daerah tersebut dapat terwujud. 1982). dan evaluasi program harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi.. Vol. KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan diantaranya bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. Di sini semua komponen meliputi penyiapan. pelaksanaan. Data ini terkait dengan usaha pembangunan kesehatan. posyandu. R B Soemanto 207 terhadap pelayanan kesehatan (SUSENAS BPS. seperti penyuluhan kesehatan. penyandang cacat untuk mengembangkan pencegakan dan rehabilitasi. Political will pemerintah tersebut dinyatakan ke dalam berbagai usaha. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. monitor. dukungan sosial. Keempat. Ketiga. dan indikator upaya kesehatan. penyediaan air bersih dan sebagainya.210 reproduksi. kesehatan dan penggunaan ketrampilan. SUSENAS. angka kematian umur kurang dari lima tahun menurut diagnose penyebab penyakit (Survei Kesehatan Rumah Tangga. Pengalaman menunjukkan indikator kesehatan dalam pembangunan kesehatan tahun 1981 dan 1982 tidak berubah. 1980). penduduk usia lanjut yang berhubungan dengan sistem jaminan sosial. Wilayah kerja layanan dan peranan aparatur pemerintah daerah pada masyarakat terjangkau dengan cepat dan mudah. cara dan tempat pengobatan (Sensus Penduduk 1980. angka kesakitan menurut umur di atas 5 tahun. Pemerintah Pusat dan Daerah telah dan akan terus diharapkan mengembangkan isu tersebut ke dalam kebijakan dan untuk dilaksankan. BPS. pondok bersalin. termasuk mutu dan pelayanan kesehatan. No. pelatihan. BPS. 2. meningkatkan kemandirian. penyediaan fasilitas umum seperti puskesmas. hubungan dan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan dapat dilakukan dengan baik. pekerjaan.anak dan generasi muda yang proporsinya paling besar dari jumlah penduduk. 8. pendidikan. murah dan merata. indikator umum dan lingkungan. pelayanan kesehatan 206 Jurnal Ilmu Hukum. perencanaan program. terpercaya dan rinci. dan angka kematian penyakit menular. khususnya program pemerintah untuk miningkatkan banyak aspek kehidupan masyarakat. pendidikan. penyusunan kebijakan. keselamatan dan kelangsungan hidup dan seterusnya. keluarga dan masyarakat. 1981). Isu penting kependudukan dunia ini berhubungan dengan bidang-bidang kegiatan lain. penganggaran. Keadaan kesehatan masyarakat diukur dengan menggunakan indikator derajat kesehatan.

jenis penyakit. penolong kelahiran bayi. seksualitas dan hubungan antarjenis untuk meningkatkan tanggung jawab dan hubungan antar-jenis secara adil dan terhormat. No. serangga penular penyakit. Indikator ekonomi meliputi GDP/Pendapatan per kapita. ibu. pengobatan. kesehatan. kelompok umur). Vol. penggunaan jamban saniter. pencegahan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV untuk mencegah dan mengurangi insiden. kematian (bayi. hidup sehat dan alokasi biaya pelayanan kesehatan. tingkat polusi udara. distribusi pendapatan. dan kesempatan kerja. dan persentasi penduduk yang mendapat air bersih. 8. sex ratio). penyediaan pangan. reproduksi sehat. dan kelangsungan hidup anak untuk mendukung upaya penurunan angka kematian anak balita. bahkan budaya dan lingkungan fisik (Mosley dan Chen. kepadatan penduduk. keluarga berencana. Statistik Kesehatan Rakyat Indonesia tahun 2000 yang disusun berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nsional memuat laporan bidang kesehatan. mamalia penular penyakit. kesakitan dan kematian yang dihasilkan oleh ICPD (1994) meliputi: pelayanan kesehatan dasar dan sektor pelayanan kesehatan untuk meningkatkan umur harapan hidup. jumlah & persentasi anak yang diimunisasi. Indikator pendidikan meliputi tingkat melek huruf wanita dewasa. dan sebab khusus). dan pola menyusui (BPS. dan pelayanan kesehatan yang disebut dalam butir-butir program aksi ICPD hampir seluruhnya diadopsi . Indikator umum dan lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan mencakup indikator sosial ekonomi: yaitu indikator demografi (angka kelahiran. Indikator program aksi kesehatan. rawat inap rumah sakit. kematian. pengobatan. 2. 1988). reproduksi sehat remaja. Namun permasalahan kesehatan masyarakat (kelangsungan hidup manusia) tidak hanya menyangkut variabel medis. kunjungan rumah sakit. dan indikator kesejahteraan rakyat tersebut di atas cukup relevan bagi penyusunan kebijakan penduduk bidang kesehatan. 2000) Indikator-indikator sosial-ekonomi dan fisik biologis. kecacatan dan angka harapan hidup (BPS. September 2005: 202 . Indikator hak-hak reproduksi dan keseharan reproduksi menyangkut kemampuan dan kebebasan bereproduksi. Indikator upaya kesehatan digunakan untuk mengukur penduduk yang dilayani. terutama anak-anak.Indikator derajat kesehatan dinilai dengan melihat angka kesakitan (sesaat. dayaduna. Indikator fisik biologis yang relevan dengan kesehatan meliputi angka penggunaan air bersih. penting untuk melihat kemampuan penduduk dalam mencari pelayanan kesehatan. Seluruh indikator kesehatan. kesehatan wanita dan keselamatan ibu untuk mencegah atau menurunkan angka kematian ibu usia reproduktif dan HIV/AIDS untuk mencegah penularan dan korban. hasil guna pelayanan kesehatan. jumlah penduduk tinggal di pemukiman sehat. sebagai dasar untuk perbaikan perilaku kesehatan. tingkat peserta sekolah. jatuh sakit. maka perlu juga melibatkan variabel sosial eknomi.210 penanggulangan mortalitas. mencakup jumlah kunjungan puskesmas. Karena hal itu menggambarkan kerangka 208 Jurnal Ilmu Hukum. 1998). perawatan inap. pertumbuhan penduduk. Indikator yang dipakai adalah tingkat morbiditas (angka kesakitan). penyakit khusus.

pembiayaan. dilaksanakan secara singkron dan memenuhi aspirasi masyarakat. program yang konsisten. langsung dan tidak langsung berhubungan dengan kebutuhan basis sumber data. Sekalipun keserasian pelaksanaan kebijakan publik belum banyak dilakukan oleh pemerintah daerah. angka kematian. Di daerah intensitas dan bentuk permasalahan kesehatan bervariasi.pemerintah dalam rencana dan pelaksanaan program pembangunan kesehatan. akan menjamin pencapaian tujuan secara optimal. fungsi. Pelayanan dokumen kependudukan (kartu keluarga. Indikator kesehatan di daerah Kabupaten/Kota harus disusun berdasarkan data penduduk yang dikumpulkan. koordinasi. keserasian kebijakan dan kependudukan secara konseptual harus terlihat jelas. dan manfaat yang diperoleh (dirasakan) oleh penduduk (masyarakat) dengan pengelolaan pelayanan kepenKebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . bagi pihak yang akan menyusun kebijakan dan menentukan dasar dan tahap pelaksanaannya. SIMPULAN Kebijakan bidang kesehatan secara eksplisit dan implisit. kesakitan penduduk dan sebagainya segera diketahui. namun harus dicoba untuk dipersiapkan dan dilaksanakan. pelaksanaan. dan pelaksanaannya diatur dalam UU Sistem Kesehatan Nasional. Indikator kesehatan yang multi dimensional telah disusun dalam berbagai laporan BPS bersumber dari data sensur. Indikator kependudukan dak kesehatan tersebut dihasilkan dari kegiatan pemerintah (BPS) yang dirancang menurut proses pemikiran deduktif (dari pemerintah untuk rakyat). survei yang diselenggarakannya. cross-check. pemberian fasilitas pendukung lain dan sebagainya yang kurang sinkron. akurat dan terpercaya. maka kondisi tersebut bisa membantu pihak yang terkait untuk melakukan kebijakan dan tindak lanjut yang diperlukan. KTP. Indikator kependudukan dan kesehatan untuk menyusun kebijakan memiliki fungsi yang berdekatan dan berdasarkan data yang sama. R B Soemanto 209 dudukan dan pelayanan kesehatan yang baik. Hak untuk hidup sehat bagi penduduk sebagai warga negara yang berdomisili di daerah harus dijamin oleh pemerintah. . Peranan dan fungsi yang saling berhubungan antara pelayanan kependudukan dan kesehatan dengan indikator program pelayanan berbasis data kependudukan yang sama. Penggunaan data dan indikator kependudukan diperlukan sebagai data pembanding..dll) dan pelayanan data penduduk yang tepat. sebagaimana dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 34 (3): ³Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas yang layak´. untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Penyerasian kebijakan kependudukan bidang kesehatan harus dilihat dari tujuan. akte kelahiran. dilaporkan rutin. Oleh karena itu. diolah dengan baik dan disajikan secara terbuka (dari rakyat pada masyarakat dan pemerintah. agar pelaksanaanya tidak terkendala oleh sistem dan tata cara. perencanaan. Kebijakan nasional dan kebijakan daerah sebagai instrumen hukum pemerintah untuk mengatasi permasalahan kesehatan harus memiliki tujuan.. maka pertimbangan adopsi indikator program tersebut harus didasarkan pada kebutuhan hidup sehat dan realitas permasalahan di masyarakat.

2002. Hal. Vol. No. hal. hal. 1976. Donal. Jakarta. Suatu Kerangka Analisis untuk Studi Kelangsungan Hidup Anak di Negara Berkembang. 1988. Henry dan chen. Statistik Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS. 2005. Lincoln C. Vital Registration System.210 Jurnal Ilmu Hukum. Dragan. Surakarta : PPK UNS. 2000). The Behavior of Law. University Press. 8. __________ UUD 1945 Hasil Amandemen.210 DAFTAR PUSTAKA Black. Mosley. BPS. 1994. Masri Singarimbun. Milovanovich. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Surakarta. Harrow and Heston. W. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1998). A Primer in The Sociology of Law. 2. 1994. 168-170. ed. 1982. Academic Press. Gadjah Mada. Lucas. Davis. UNFPA. BPS. September 2005: 202 . Ringkasan Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan. Penerbit Sinar Grafika. Kumpulan Bahan-bahan Penyusunan Indikator Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS Pusat. 46-93. Pengantar Kependudukan. 150-156.. New York. United Nation. hal. Pengolahan Data Statistik Vital Kota Surakarta. . 126. New York.

PEMERINTAH HARUS MAKIN PEKA TERHADAP FENOMENA KEPENDUDUKAN PENDUDUK Indonesia tahun 2000 yang semula diperkirakan 275 juta jiwa. penanganan persoalan penduduk di Indonesia belum selesai. Kondisi ini tidak lepas dari peran Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah menurunkan tingkat fertilitas atau tingkat kelahiran yang biasanya sekitar enam anak menjadi kurang dari tiga anak. kejadian ini ± dengan segala implikasi sosial. Paling tidak ini terlihat dari keberhasilan program wajib belajar sembilan tahun. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. dan politik yang cukup rumit ± kurang mendapat perhatian. Transisi Demografi Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. ternyata hanya 206 juta jiwa saja. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju. Dengan jumlah anak yang jauh lebih sedikit dan lebih sehat. para orangtua lebih memperhatikan dan lebih mampu menyekolahkan anak-anaknya. Penduduk yang "desa"nya berubah jadi "kota" ± siap atau tidak ±otomatis berubah jadi penduduk kota atau urban. budaya. Sayangnya. Dalam proses tersebut. Namun. tahun ini penduduk Indonesia telah lebih dari 211 juta jiwa. Ini berarti KB telah membuat anak-anak kita lebih pandai. penurunan tingkat fertilitas diikuti dengan penurunan drastis tingkat kematian bayi dan anak-anak. tetapi menjadi fenomena luar biasa akhir abad ke-20 di banyak negara berkembang. Bahkan. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Untung saja perubahan itu seiring dengan turunnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara menyeluruh. Kalau saja angka pertumbuhan penduduk tidak menurun drastis. Penyebabnya bukan hanya karena migrasi penduduk pedesaan ke kota. Kalau pertumbuhan penduduk Indonesia tetap menurun. tingkat . maka dalam waktu singkat bisa terjadi peledakan penduduk yang lebih dahsyat dibandingkan era 1950-an dan 1970-an. dimana anak-anak usia sekolah dasar hampir seluruhnya bersekolah. maka tidak mustahil laju pertambahan penduduk akan menanjak lagi dengan kecepatan tinggi. yaitu jumlah penduduk yang lahir sama dengan jumlah penduduk yang mati. murid kelas I dan kelas II SD berkurang. memang Indonesia bakal mencapai pertumbuhan penduduk seimbang. Saat ini proporsi penduduk mengarah ke penduduk urban dengan kecepatan tinggi. kalau keadaan berbalik. Ada beberapa alasan kenapa kita harus mewaspadai pertumbuhan penduduk yang drastis ini. Dinamika di atas bukan monopoli bangsa Indonesia saja. Namun demikian. biarpun tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia telah menurun. sehingga banyak sekolah dasar yang membentuk afiliasi dengan SLTP untuk menampung tamatan SD. Kenyataan menunjukkan. Tetapi.

Tidak ada upaya kesehatan yang mengorbankan bidang keluarga berencana. implikasi perubahan fenomena ini pasti belum disadari para pengambil keputusan. Penduduk remaja yang mendominasi harus diikuti dan didampingi dengan program KB yang lebih lincah.ledakan remaja. Namun. Ini berarti. Tanpa harus menunggu 150 tahun. dan penduduk lanjut usia dalam waktu pendek. angkatan kerja. Perubahan struktur itu menarik karena penduduk remaja yang sedang tumbuh sesungguhnya merupakan hasil pendewasaan dari orangtua yang belum tersentuh program KB pada zamannya. Tidak ada upaya pendidikan yang harus mengorbankan upaya di bidang kesehatan. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. Tidak kurang dari 1. fenomena akhirnya ditanggapi dengan membandingkan mana yang lebih dulu harus diselenggarakan. Karena itu. Pola yang muncul di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya yang berhasil dengan gerakan KB-nya itu. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. Tidak ada yang didahulukan dengan mengorbankan salah satunya. Transisi demografi model kedua ini adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk urban. Fenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan dan tingkat kebodohan yang masih sangat tinggi. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. Kesimpulan semacam itu salah. Dalam masa transisi yang relatif lama. Oleh karena terjadi dalam tempo sangat singkat. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk ini disertai fenomena baru di negara berkembang yang mungkin berdampak lebih dahsyat. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun.3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. Biarpun agak terlambat. Anak-anak muda baby boomers sekarang adalah anak-anak modern yang maju dan mandiri. pikiran-pikiran bahwa BKKBN sebaiknya dibubarkan adalah gagasan yang sangat berbahaya. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Karena keterbatasan anggaran. jelas sekali terjadi perubahan struktur piramida. Dalam pola transisi demografi itu. diikuti dengan membengkaknya remaja dan usia lanjut. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. Semua menempati posisi sentral untuk meningkatkan sumber daya yang bermutu.kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. Mereka harus didampingi dengan program KB oleh . Fenomena Baru Namun. berupa pengecilan jumlah dan proporsi penduduk berusia anak-anak. anak-anak yang sekarang dewasa dan menjadi orangtua muda adalah pasangan yang rawan menimbulkan bom bayi baru.

Pak Harto.DR. seperti juga Presiden RI sebelumnya. SEPTEMBER 2002 PENDUDUK DAN DEMOKRASI Dalam suasana reformasi yang marak dewasa ini. yakni perpindahan penduduk ke kota dan berubahnya desa-desa agraris menjadi daerah urban baru. Gus Dur. untuk meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu. termasuk Indonesia. bukan dengan isu anggaran BKKBN dialihkan untuk anggaran pendidikan. memberikan perhatian yang tinggi terhadap masalah kependudukan itu. maka BKKBN. di pabrik atau industri jasa yang tidak banyak tergantung musim. Penduduk terdidik yang tetap di desa mulai pula mempergunakan waktunya untuk membangun industri dan perdagangan di desanya. Penurunan fertilitas dan pertumbuhan yang mulai rendah harus dipelihara dengan baik. Pertemuan juga berusaha untuk mendorong perhatian dan komitmen politik yang makin tinggi agar penduduk tidak saja menjadi obyek pembangunan. HARYONO SUYONO Pengamat masalah sosial kemasyarakatan KOMPAS SENIN. Melihat itu semua kita masih teringat bahwa pada tanggal 11 Juli lalu. pertumbuhan urban di negara berkembang. Mereka cenderung pindah ke kota mencari pekerjaan yang bersifat "urban". atau µpenduduk usia muda¶ yang telah mendapat pendidikan dasar. pusat. Pertemuan itu antara lain dimaksudkan untuk mencari bentuk yang paling tepat bagaimana menempatkan penduduk sebagai titik sentral pembangunan. berkepribadian luhur serta profesional dalam bidangnya masing-masing. Semua berlangsung lebih cepat di-bandingkan negara maju di masa lalu. membuat mereka tidak tertarik untuk bertani seperti orangtuanya di desa. Departemen Tenaga Kerja dan pemerintah daerah harus makin peka terhadap fenomena kependudukan. Akibatnya. Departemen Kesehatan. Kita tidak tahu kenapa pertemuan minggu lalu tidak cukup . Angkatan muda Pembengkakan proporsi penduduk usia 25-45 tahun. Karena fasilitas transportasi yang makin baik.BKKBN atau lembaga semacam itu sampai ke tingkat daerah. kita juga memperingati Hari Kependudukan Dunia 2001. lembaga-lembaga tersebut di atas justru harus ditingkatkan peranan dan anggarannya. Komitmen untuk BKKBN tingkat kabupaten dan kota harus sangat tinggi agar diperoleh sumber daya yang berkualitas karena dilahirkan oleh orangtua dengan jarak kelahiran yang wajar. mempunyai dua sumber yang sama kuat. bukan malah dibubarkan! PROF. Dengan keadaan seperti itu. usaha itu makin bisa dihubungkan dengan rekan-rekannya dari kota sehingga menumbuhkan kepadatan dan ciri baru di desa-desa penyangga kota. Departemen Pendidikan Nasional. Karena itu. beberapa waktu lalu selama dua hari berturut-turut diadakan pertemuan oleh para ahli kependudukan Indonesia di Jakarta. karena kalau tidak akan lebih sulit menggarap penurunan fertilitas di masa datang. Untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan semacam itu. Di Indonesia peringatan itu ditandai oleh suasana dan harapan yang berbunga-bunga karena Presiden RI. justru diperlukan komitmen yang lebih tinggi dari otoritas tingkat. tetapi disiapkan dengan sunguhsungguh untuk mampu menjadi pelaku yang berwatak.

mengalami perubahan sosial yang sangat dahsyat. seperti juga penduduk negara-negara berkembang lainnya. dengan segala implikasi sosial. tidak mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari di tanah airnya. Pikiran-pikiran hak azasi manusia (human rights) dan upaya pengembangan kualitas manusia (human development) yang pada tahun-tahun 1980-an dan 1990an dipelajari oleh anak-anak di bangku sekolah. mereka lihat para pemimpinnya saling hujat. dan di ruang-ruang kuliah. bukan hanya monopoli bangsa Indonesia saja. Mereka melihat dengan mata telanjang bahwa ³demokrasi´ dan ³penghargaan terhadap manusia´ yang mereka kagumi dari kuliah para gurubesar. Penduduk Indonesia. Phenomena itu adalah suatu kejadian luar biasa pada akhir abad ke-20 dan terjadi di banyak negara berkembang. sehingga kalangan petinggi pemerintah tidak cukup waktu untuk ikut menanggapi masalah kependudukan di Indonesia dewasa ini. Usaha advokasi untuk menggerakkan . atau mereka baca dari tulisan ahli-ahli berbagai bangsa di dunia. politisi dan penyelenggara negara. Kejadian ini. sekarang dituntut oleh generasi muda yang pernah mempelajarinya itu dalam kehidupan nyata. Pengembangan penduduk itu memerlukan keikut sertaan semua pihak. secara dinamis dan tidak dapat diwakilkan. siap atau tidak siap. karena ³desanya´ berubah menjadi ³kota´. bertahap dan konsisten. atau karena waktu yang tidak tepat. Phenomena ini di Indonesia lebih ³diperparah´ lagi oleh makin maraknya sikap ingin cepat maju karena kesempatan dan dorongan otonomi daerah yang sedang marak.mendapat perhatian dari para pejabat tinggi. saling menyalahkan dan tidak mau mengambil tanggung jawab serta menjauhkan diri dari upaya memihak kepada keluarga miskin. Jumlah dan perkembangan penduduk urban meningkat dengan drastis. Pertambahan penduduk urban itu bukan hanya karena adanya migrasi penduduk perdesaan ke kota. kurang mendapat perhatian para ahli. dan menyalahkan generasi atau pemerintah sebelumnya. Dinamika perubahan penduduk desa menjadi penduduk kota yang terjadi dengan kecepatan tinggi itu. dengan otomatis dan menyeluruh berubah menjadi ³penduduk kota´ atau ³penduduk urban´. Bahkan. Untung saja perubahan itu terjadi seiring dengan makin melemahnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara global. lengkap dengan tuntutan dan ciri-ciri urbanisme yang sangat kuat. budaya dan politik yang cukup rumit. Mungkin saja karena para penyelenggara menempatkan pertemuan penting itu sebagai kegiatan tehnis. Padahal masalah yang kita hadapi berada pada titik perubahan sosial yang sangat penting dan bisa sangat menentukan masa depan bangsa ini. Padahal pemberdayaan penduduk itu tidak ringan dan bukan menjadi tugas suatu instansi atau suatu departemen tertentu. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju dan penduduk desa tersebut. Ada sebagian yang kemudian ikut larut. Pemberdayaan penduduk dan upaya menempatkannya secara terhormat sebagai titik pusat pembangunan merupakan suatu upaya jangka panjang yang memerlukan strategi yang utuh.

atau sekitar 250 tahun. tingkat kematian turun dengan pelahan karena kemajuan industrialisasi yang terjadi. termasuk Indonesia. Dalam proses transisi tersebut. penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh diketemukannya pengobatan modern dan munculnya lembaga-lembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. Tingkat kelahiran itu segera menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Dalam masa transisi yang relatip lama itu masyarakat mempunyai waktu yang panjang untuk melakukan penyesuaian dengan pelahan. Di negara-negara berkembang. ada phenomena baru yang mungkin lebih dahsyat mulai muncul di negaranegara berkembang. Transisi Demografi Cepat Ada dua pola transisi demografi yang terjadi dengan segala implikasinya. Tingkat pertumbuhan penduduk juga menurun dengan drastis. tingkat kelahiran juga segera menurun. Nilai anak juga mengalami perubahan. Adanya transisi itu menyebabkan nilai-nilai kultural tentang berbagai phenomena berubah secara pelahan. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima berbagai perubahan dengan rasional. Anak harus dikirim ke sekolah dengan waktu dan ongkos yang tidak kecil sampai anak-anak itu bisa ikut dalam proses produksi serta menghasilkan.keadaan itu sungguh sulit dilakukan. Kehidupan sosial politik penduduk juga mulai mengalami perubahan dengan kemampuan mengembangkan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Transisi demografi model yang pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa seperti Inggris dan Wales. Dengan menyusulnya penurunan tingkat kelahiran. Dengan adanya penyesuaian itu maka proses transisi demografi yang lamban bisa diikuti oleh proses penyesuaian kehidupan kemasyarakatan yang seimbang. Pemeliharaan anak menjadi lebih mahal dan dengan adanya nilai anak yang makin mahal pemeliharaannya itu maka angka kelahiran akhirnya mengikuti proses dan menurun dengan pelahan-lahan. Transisi demografi model pertama tersebut berlangsung mulai sekitar tahun 1700 sampai sekitar tahun 1950-an. Anak tidak bisa secara langsung ikut serta dalam proses produksi. Dengan perubahan itu masyarakat berubah menjadi masyarakat modern dengan industrialisasi. Phenomena itu adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk . Dalam masyarakat agraris anak merupakan potensi yang segera dapat ikut dalam proses produksi. untuk penyesuaiannya. tidak harus menunggu 250 tahun. Disamping kegembiraan karena penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian. maka proses transisi demografi terjadi dengan cepat. berubah dari masyarakat tradisionil perdesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang modern.

Perubahan ini menuju alam demokratis dan memerlukan pencermatan yang tidak kalah serunya dengan upaya kita menghadapi persoalan fertilitas dan pertumbuhan yang tinggi di masa lalu. Tidak kurang dari 1. Phenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan yang masih tinggi.urban. ledakan anak remaja. ³lapar´ akan kemerdekaan untuk menyuarakan aspirasi dan gagasan-gagasannya yang cemerlang. Oleh karena itu untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan diperlukan terobosan berupa advokasi yang lebih gegap gempita tentang masalah kependudukan yang mempunyai persoalan lain dibanding dengan upaya penyelesaian masalah kependudukan yang lebih bersifat tehnis demografis dimasa lalu. Salah satu yang menonjol dari pertemuan itu adalah bahwa berkat . lapar dan jengkel atas ketidak adilan yang setiap hari kelihatan jelas dimatanya. dan berbagai lapar lain yang makin digali makin merekah mengerikan. tetapi harus siap menanggapi phenomena itu dengan perubahan sikap. Perubahan struktur penduduk menjadi makin urban dan muda itu menarik dari segi politik karena munculnya tenaga-tenaga terdidik yang merasa makin tidak cocok dengan lingkungan sekitarnya. Disamping itu ada sekitar 25 juta jiwa terpaksa mengungsi karena kerusakan lingkungan atau konflik di wilayahnya. Haryono Suyono. selaras. Karena terjadi dalam tempo yang sangat singkat. angkatan muda dan munculnya tuntutan demokratis dan keterbukaan yang tidak saja harus mengikuti arus perubahan kuantitatif penduduknya. ³lapar´ atas pilihan demokratis untuk mengembangkan jati diri dan potensinya yang tinggi. tata nilai sosial budaya yang mendukung persamaan hak-hak azasi wanita dan pria yang menyejukkan serta kesempatan yang makin terbuka. angkatan kerja dan penduduk lanjut usia yang meningkat jumlahnya dalam waktu yang sangat pendek. Karena itu tiba waktunya para politisi memperhatikan transisi demografi. implikasi perubahan phenomena ini belum disadari secara mendalam oleh para pengambil keputusan dan politisi di negara-negara berkembang. Penduduk-30102001 PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN Dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia Indonesia menggelar suatu pertemuan para ahli di Jakarta. (Prof.3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. Phenomena kependudukan sekarang adalah phenomena perkotaan. dan seimbang. tingkah laku. Dr. phenomena generasi muda yang ³lapar´ atas harga dirinya sebagai manusia terhormat. perubahan struktur penduduk yang ditandai ledakan penduduk urban. Perubahan itu harus disikapi dengan suasana kondusif untuk menyelamatkan umat manusia dengan menjamin hak-hak azasinya secara utuh agar bisa mencapai keseimbangan baru yang lebih serasi. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan).

Jumlah itu lebih besar dibandingkan seluruh penduduk Singapore. maka jumlahnya sudah melebihi angka 4 juta orang. Gagasan pembangunan berwawasan kependudukan harus bisa mengarahkan semua pihak menjadikan penduduk sebagai pelaku pembangunan. ³Kealpaan´ terhadap pembahasan yang mendalam tentang perempuan secara tidak sengaja juga dilakukan oleh Deputi BKKBN yang membawakan sambutan atau uraian Menteri PP dan Kepala BKKBN yang berhalangan hadir. Perkiraan yang tidak tepat juga akan merugikan penduduk yang seharusnya menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. Perubahan fenomena itu diikuti permintaan Presiden kepada para ahli agar secara cermat bisa menyajikan perkiraan pertumbuhan penduduk yang paling dekat dengan kenyataan. Menarik juga kita simak penyajian dari Prof. tetapi karena protes salah seorang peserta lain. tapi juga untuk produk-produk barang mewah yang menguntungkan dan mempunyai nilai tambah tinggi. Biarpun karena keterbatasan waktu beliau tidak sempat mengungkapkan kepentingan penduduk perempuan dengan panjang lebar. mulai mendekati model piramida penduduk negara-negara maju. Ini berarti bahwa Indonesia bisa juga menjadi pasar barang-barang yang relatip mewah dengan harga yang tinggi atau nilai tambah yang sangat menguntungkan. semua pihak diingatkan bahwa ketidak adilan gender masih juga menjadi kendala dari maraknya pembahasan tentang peranan penduduk perempuan dalam pembangunan yang bekelanjutan. Potensi pasar dengan jumlah penduduk yang besar itu tidak saja untuk barang produk murah dengan pasaran luas. biarpun kualitasnya relatip belum baik. Dr. Pertemuan yang diisi dengan round table discussion itu juga menyajikan pembicara perempuan yang kebetulan menjadi satu-satunya diantara sembilan pembicara yang ada. Aris Ananta yang sekali lagi mengajak semua fihak memberikan komitmen yang tinggi terhadap kebijaksanaan pembangunan berwawasan kependudukan.keberhasilan pembangunan ditegaskan kembali perubahan piramida penduduk Indonesia mengikuti piramida penduduk usia tua. Pembangunan berwawasan kependudukan adalah suatu pembangunan yang memihak penduduk. Tetapi begitu . Beliau mengajak semua peserta untuk menghitung bahwa andaikan hanya duapuluh persen saja penduduk kita dapat dianggap berada dalam kelas ekonomi menengah keatas. produsen dan sekaligus pasar yang potensial. Presiden mengingatkan bahwa perkiraan yang tidak tepat akan berbahaya untuk bangsa ini karena mempengaruhi arahan dan dinamika pembangunan yang sedang dikembangkan. yaitu antara lain keberanian menjadikan penduduk sebagai konsumen yang potensial. Tidak dapat dibayangkan kalau pasar kita yang potensial itu justru dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang melihat potensi itu dengan lebih tajam. Dengan keberanian itu kita bisa mengembangkan dan mempunyai pasar domestik yang luar biasa besarnya. Pasar itu akan dengan mudah menyerap produkproduk yang bermutu dengan harga yang murah dan terjangkau kemampuan penduduk Indonesia yang melimpah.

maka perkiraan untuk menghasilkan suatu angka tunggal. Mudah-mudahan langkah awal dari Badan Kependudukan Nasional ± Baknas ± dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia itu dapat ditindak lanjuti dengan meminta perhatian semua pihak akan berubahnya phenomena kependudukan yang akan sangat mempengaruhi arahan berbagai prioritas pembangunan yang berwawasan kependudukan. Pengumuman itu sekaligus juga menjelaskan bahwa penduduk kita makin mendekati penduduk negara maju karena angka jumlah penduduk di daerah perkotaan telah naik menjadi sekitar 45 persen dan angka pertumbuhan penduduk rata-rata selama . Perkiraan angka tunggal sesungguhnya mudah dipenuhi. Bagi mereka yang paham betapa sulitnya mencapai konsensus untuk menyajikan angka perkiraan tunggal. dan bekerja keras. Dr. Semoga. khususnya untuk memenuhi permintaan Presiden yang menghendaki agar disajikan angka perkiraan tunggal. Kita gembira karena semua pihak diharapkan memperhatikan penduduk. Kalau dukungan pembangunan tidak menentu. Satu-satunya pembicara dari luar negeri adalah wakil dari GTZ yang menyoroti secara khusus pentingnya statistik dan data kependudukan pada umumnya. tetapi akhirnya harus ikut menikmati hasil-hasil pembangunan secara adil sesuai dengan sumbangannya yang profesional. karena setiap perkiraan harus disertai atau mengandung asumsi program-program intervensi yang pasti agar bisa mempengaruhi phenomena kependudukan. juga sulit disajikan. untuk membantu upaya pemberdayaan penduduk. Pembicaraan ini biasanya tidak menarik. kalau program pembangunan sudah pasti atau didukung suasana penuh kepastian. kita bersyukur bahwa akhirnya semua pihak diingatkan kembali untuk menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. Haryono Suyono. atau obyek pembangunan. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) MENGHADAPI MELEDAKNYA GENERASI MUDA MASYARAKAT HARUS WASPADA Hasil akhir Sensus Penduduk tahun 2000 menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 206. Apapun variasi yang muncul dalam pembicaraan pada Hari Kependudukan Dunia itu.diingatkan maka makalah yang memang sudah disiapkan sebenarnya penuh dengan uraian tentang bagaimana Ibu Menteri memberi perhatian yang sangat tinggi terhadap peningkatan peranan kaum perempuan untuk menyemarakkan pembangunan yang berwawasan kependudukan itu. subyek. atau tidak pasti. (Prof. atau hasil pertemuan ³round table disc ussion´ itu. para ahli harus bekerja keras menyepakati angka tunggal itu. tetapi munculnya topik itu dalam diskusi telah mengingatkan para ahli untuk secara sadar menggarap masalah data kependudukan dengan sungguhsungguh. tidak saja sebagai pelaku.3 juta jiwa.

terutama di daerah-daerah yang kondisi KB-nya relatif maju dan kesadaran masyarakat akan bahaya hamil terlalu muda. DKI Jakarta. ada kemungkinan bahwa angka pertumbuhan penduduk itu akan naik dengan drastis dan mengakibatkan terjadinya baby boom yang jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan baby boom di masa yang lalu. dan juga angka kematian anak. mungkin juga Jawa Tengah dan beberapa propinsi lain sudah sama atau lebih rendah dari angka 2. terlalu sering atau sudah tua masih hamil juga menjadi lebih tinggi. Lebih lanjut daripada itu kalau angka pertumbuhan penduduk pada tahun 19801990 rata-rata masih mendekati angka 2 persen. Anak-anak usia SLTP dan SMU sekarang ini masih banyak yang tidak sekolah. . Dalam rangka Hari Anak dan Remaja Nasional 23 Juli 2002 ini perlu kita ingatkan bahwa penurunan angka pertumbuhan penduduk itu hanya bisa dijamin kalau sebanyak-banyak generasi muda mengikuti Gerakan Reproduksi Sejahtera dengan baik. Bahkan mungkin sekali angka fertilitas total untuk propinsi yang KB-nya sangat berhasil seperti DI Yogyakarta.3 persen.4 ± 2. Pertama. anak-anak muda sekarang masih menikah relatif pada usia yang muda. Jawa Timur.2 sampai paling tinggi 1. Kalau penurunan ini diikuti lebih lanjut dengan penurunan angka kematian bayi. Ada beberapa alasan kenapa angka pertumbuhan penduduk bisa meledak kembali. maka tidak mustahil angka pertumbuhan penduduk akan mengalami goncangan.5 persen itu mengisyaratkan adanya pertumbuhan penduduk di tahun 2000 sudah kurang dari itu. jumlah generasi muda sekarang ini relatif tinggi. yaitu TFR atau angka fertilitas total tidak lebih dari 2. yang selama duapuluh tahun terakhir ini telah turun lebih dari 60 persen. Bali. Ini hanya bisa terjadi kalau angka fertilitas di tahun 2000 sudah sangat rendah. maka dengan sendirinya angka ratarata dibawah 1. Kedua. Kalau mereka lengah. Namun dengan usaha yang gigih dalam duapuluh tahun terakhir ini dapat pula diduga bahwa angka kematian AKI itu akan segera menurun.5 anak. yaitu sekitar 20 persen dari jumlah penduduk yang ada di Indonesia yang jumlahnya adalah 206. Awas Ledakan Penduduk yang Baru. Tingkat kesehatan dan kemampuannya untuk ³menghasilkan anak´ juga jauh lebih tinggi karena umumnya mereka dilahirkan pada jaman yang jauh lebih kondusif dibandingkan dengan jaman kelahiran orang tuanya dulu. yaitu kalau kemantapan ber-KB dapat lebih ditingkatkan. Jumlah ini tidak saja besar tetapi mempunyai tingkat kesuburan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jaman baby boom di tahun 1970 ± 1980 yang lalu.9 persen. Kalau Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) itu menurun hampir dapat dipastikan bahwa angka kematian secara menyeluruh akan menurun dengan lebih drastis.2 anak atau yang biasa disebut dibawah replacement level. yaitu sekitar 1. Goncangan itu bisa berarti naik drastis bisa juga menurun dengan lebih deras lagi.sepuluh tahun terakhir adalah sekitar 14. Diduga pula bahwa angka mortalitas masih relatif tinggi karena dari beberapa penelitian masih terlihat adanya Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) masih relatif tinggi.3 juta jiwa tersebut.

Anak-anak ini akan tetap sehat dan hidup sejahtera bersama kedua orang tuanya karena keadaan kesehatan dan gizi yang bertambah baik. Jumlah anak-anak usia Hanya sekitar 60 persen anak-anak usia SLTP sekarang ini sekolah dan hanya sekitar 30-40 persen anak-anak usia SMU sekarang ini yang sedang sekolah dan hanya kurang dari 12 persen anak-anak usia dewasa sedang berada di bangku kuliah di perguruan tinggi. Padahal diketahui bahwa anak-anak umumnya dilahirkan pada tahun pertama masa perkawinan. Dengan demikian jumlah anak-anak yang dilahirkan dan tetap hidup pada usia lima tahun atau lebih oleh pasangan muda akan tinggi dan anak tetap hidup sehat sehingga jumlah anakanak yang ditambahkan setiap tahunnya bukan lagi sekitar 3 juta bayi atau 4 juta bayi. Dengan jumlah generasi muda yang relatif besar maka jumlah kelahiran sampai empat orang bayi itu akan menimbulkan kegoncangan demografis yang sangat berbahaya dan mempengaruhi ledakan baby boom yang dahsyat. Keempat.5 sampai dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah bayi yang dilahirkan dan tetap hidup dibandingkan dengan masa antara tahun 1990-2000. Jumlah bayi yang ditambahkan setiap tahun menjadi sekitar 1. anak-anak muda yang semestinya menggeluti modernisasi dengan mengenal lebih banyak masalah reproduksi sejahtera belum banyak bersentuhan dengan materi reproduksi sejahtera sehingga perkawinan dibawah usia 20 tahun atau perkawinan dari wanita-wanita pada usia sekitar 20 tahun masih sangat tinggi. keluarga yang hidupnya pas-pasan. terutama untuk anak perempuan. terpaksa dinikahkan oleh orang tuanya. Ketiga. Apabila anak-anak ini tidak sekolah. Kondisi negatip itu akan menghasilkan anak dengan perhitungan yang sangat tidak rasional. tetapi mungkin saja bisa mencapai 5 sampai 6 juta bayi setiap tahunnya.sehingga karena desakan ekonomi. akan merasa aman kalau anak-anak tersebut segera menikah. maka bagi keluarga kurang mampu. artinya menikah pada usia muda menjadi salah satu resep yang paling ampuh dan mudah untuk ³mengentaskan anak -anak dari penderitaan kemiskinan´. ledakan ini akan menjadi resiko karena generasi muda tidak saja tidak mengenal dengan baik reproduksi keluarga tetapi mereka sedang tergoda oleh kehidupan modern yang sangat permisif ditambah dengan akibat gangguan globalisasi lain seperti merebaknya hidup bebas tanpa perkawinan biarpun ada ancaman penyakit HIV/AIDS. Kelima. Dengan demikian umumnya pasangan muda Indonesia melahirkan pada usia ibu sekitar 20. Kewaspadaan Generasi Muda .25 tahun dan karena itu sebuah keluarga masih dengan mudah melahirkan tiga sampai empat kali selama masa reproduksinya. tingkat kematian anak dan tingkat kematian bayi makin kecil. atau penyakit lainnya akibat pergaulan bebas itu.

Generasi muda memang tidak bisa berpangku tangan. demikian pula masih adanya kematian ibu yang juga relatif sangat tinggi. tidak akan bisa ditolong dengan tingkat kematian bayi yang tinggi. Praktis penduduk Indonesia akan mendapatkan serangan bom dari segala sektor umur. baik . Kalau itu yang terjadi maka kualitas generasi muda akan bertambah baik dan mudah-mudahan menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berlipat ganda. Hampir bersamaan waktunya dengan kemungkinan ledakan bayi dari generasi muda yang baru itu. apabila generasi muda. kalau terjadi. Untuk mencegah anak-anak muda yang sekarang tidak ada di sekolah. Justru akan dipersulit dengan makin panjangnya usia harapan hidup dengan naiknya presentase dari penduduk yang berusia diatas enampuluh tahun. Ledakan penduduk dimasa lalu banyak ³tertolong´ dengan tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak yang sangat tinggi. maka mereka dapat memanfaatkan kekuatan sumber daya alam yang tersedia secara melimpah di sekitarnya. Anak-anak usia dibawah 15 tahun akan mengecil sebaliknya anak-anak remaja usia 15 ± 24 tahun mungkin saja akan tetap dominan. mengatur dan memahami reproduksi sejahtera dan mengandalkan diri pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan dirinya menjadi sumber daya yang handal. Jumlah mereka akan merangkak dengan meyakinkan dari angka 5 persen menjadi 10 persen dan bahkan di beberapa propinsi akan naik menjadi 11 ± 15 persen dari seluruh penduduk yang ada. Kalau di masa lalu ³penduduk yang berusia diatas 60 tahun´ bisa dianggap sebagai ³barang langka´. Padahal ledakan dari generasi muda yang semula berusia dibawah limabelas tahun juga belum seluruhnya berhenti. dan tidak pula ditolong dengan tingkat kematian anak yang tinggi. Ledakan bayi sebagai penyulut baby boom akan dibarengi dengan sulutan ³grand father and grand mother boom´ alias ada boom yang bersumbu ganda. Orang tua menjadi pemandangan biasa. Kalau mereka bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan yang tersedia secara luas dengan pendekatan Broad Based Education (BBE) yang marak. maka generasi muda tahun 2002 akan menjadi pelaku sejarah yang luar biasa peranannya. yang dalam beberapa hari ini akan memperingati Hari Remajanya pada tanggal 23 Juli 2002 sadar akan makna peranannya yang bermata ganda. Piramida yang Meruncing Sebaliknya. di Indonesia juga akan terjadi ledakan para orang tua. Generasi muda ini akan bisa memahami reproduksi sejahtera dan menjadi pelaku fertilitas yang teratur sehingga jumlah generasi anak-anak dibawah usia 15 tahun akan tetap kecil dan akhirnya menghasilkan piramida yang meruncing. maka dapat dibayangkan bahwa di masa lima sampai sepuluh tahun yang akan datang ini mereka yang berusia enampuluh tahun sudah merupakan pemandangan biasa dan penduduk dengan usia enampuluh tahun itu bisa dengan mudah ditemui di hampir seluruh pojok pedesaan. Ledakan penduduk baru.

Kalau anak-anak di suatu wilayah belum seluruhnya tertampung di sekolah. Tetapi kalau anak-anak di seluruh kampung itu sudah semuanya sekolah. Dengan sekolah yang memihak semacam itu tentunya kurikulumnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan.sebagai anak jalanan. Kalau kurikulum itu tidak disesuaikan anak-anak dan orang tua yang kurang mampu akan enggan bersekolah atau tidak ada minat di masukkan ke sekolah semacam ini. itupun dengan partisipasi yang sangat kuat dengan berbagai komponen pembangunan secara ikhlas. Hanya dengan ketekunan tertentu ledakan dapat dicegah. Dr. Haryono Suyono. Semoga dengan cara demikian hari Anak-anak dan Remaja 23 Juli mendapat makna yang sesungguhnya untuk mencegah ledakan bayi dan orang tua yang baru serta meningkatkan mutu dari sumber daya manusia yang ada. maka sekolah itu dinilai belum berhasil. maka pemerintah dan masyarakat luas harus dengan berani mengarahkan pembangunan pada anak-anak muda tersebut. tetapi lebih menilai keberhasilannya atas dasar kepadatan yang ada di kampung atau di lingkungan di mana sekolah itu berada. Di negara-negara maju penghargaan itu diwujudkan antara lain dengan memberikan kepada yang bersangkutan nomor induk yang dicatat dalam registrasi penduduk pada kantor-kantor semacam catatan sipil di setiap negara. berkesinambungan. Arahan kepada anak-anak muda itu dapat ditujukan kepada orang tua yang anaknya belum sekolah. Orang tua itu harus dientaskan agar orang tuanya memberi ijin kepada pemerintah atau lembaga sosial kemasyarakatan lain untuk ikut menangani anak-anak jalanan atau anak-anak di jalan itu. tidak sekolah atau terkena tekanan tertentu sehingga tidak sempat mengenal sekolah. holistik dan tidak terkotak-kotak. Disamping itu harus pula dikembangkan sekolah yang mendasarkan diri bukan lagi pada sekolahnya atau kemampuan daya tampungnya saja. (Prof. Kalau terjadi ledakan baru keadaannya akan jauh lebih dahsyat dan sukar untuk direhabilitasi. Nomor induk itu menjadi milik pribadi dan berlaku seumur hidup. Tanpa ikut sertanya orang tua dan komitmen anak-anak sendiri maka penyelesaian anak-anak yang tidak atau belum sekolah itu mustahil dilaksanakan. Sekolah dengan pendekatan semacam ini harus pula memihak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang dengan berbagai alasan menganggap anaknya tidak perlu bersekolah lagi. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan-Ledakan-Gemu-2072002). Hal . Masyarakat harus waspada. maka sekolah itu dianggap berhasil mengentaskan anak-anak yang ada di sekolah yang bersangkutan. Mereka akan menilai bahwa sekolah semacam ini tidak memberikan pemberdayaan yang diperlukan atau tidak membawa manfaat bagi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan godaan. anak di jalan atau anak yang hidupnya sehari-hari di jalan karena tekanan ekonomi atau karena memang orang tuanya begitu miskin dan sejak lama sudah menggantungkan hidupnya di jalan-jalan. HADIAH HUT KEMERDEKAAN : NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN Penghargaan terhadap hak azasi yang sangat berharga adalah diakuinya seorang manusia sebagai manusia sejak dia dilahirkan.

dan mobilitasnya dengan lingkungan hidup serta memperhatikan kemampuan ekonomi. atau mengangkat anak. dan himpunan kuantitas. biarpun nampaknya sederhana. Lebih lanjut UU itu juga menjamin bahwa hak penduduk itu meliputi berbagai aspek tentang pengembangan kualitas diri sampai kepada hal-hal yang menyangkut pengembangan kekayaan budaya yang sangat luas. Akan sangat dikenang apabila dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 56. pemanfaatan wilayah warisan adat. Sebagai warga negara. serta hak untuk melestarikan atau mengembangkan perilaku kehidupan budayanya. Disamping itu disebutkan juga bahwa setiap penduduk sebagai anggota keluarga mempunyai hak untuk membangun keluarga sejahtera dengan mempunyai anak dengan jumlah yang ideal. selaras. dan agama. Sebagai anggota masyarakat. Karena itu. nilai-nilai sosial budaya. Sebenarnya telah ada UU yang memberi payung pengantar untuk mengembangkan usaha tersebut secara konstitusional. UU nomor 10 tahun 1992 mendefinisikan bahwa setiap penduduk Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam upaya perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera. Dimasa lalu upaya untuk memberikan pengakuan seperti ini selalu menghadapi kendala yang sangat besar. atau memberikan pendidikan kehidupan berkeluarga kepada anak-anak serta hak lain guna mewujudkan keluarga sejahtera.seperti itu. anggota masyarakat. warga negara. kualitas. belum ada atau belum merata di Indonesia. Sebagai himpunan kuantitas penduduk dijamin haknya untuk diperhitungkan dalam kebijaksanaan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera dalam pembangunan nasional. keselarasan. dan keseimbangan antara kuantitas. karena belum ada sistem yang dapat diterima semua pihak. hak penduduk yang dijamin dalam UU meliputi pengakuan atas harkat dan martabat yang sama. atau karena tidak ada anggaran yang dapat mendukung upaya yang sangat penting itu. Presiden RI Ibu Megawati Soekarno Putri berkenan memberikan pengakuan itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan. setiap penduduk berkewajiban mengembangkan kualitas . anggota keluarga. hak memperoleh dan mempertahankan ruang hidupnya. Hak dan kewajiban setiap penduduk itu meliputi semua matra penduduk yang terdiri dari matra diri pribadi. serta hak untuk bertempat tinggal dan pindah ke lingkungan yang serasi. Hak penduduk itu untuk masing-masing matra diuraikan secara terperinci dalam UU tersebut yang meliputi hak penduduk sebagai diri pribadi yang meliputi hak untuk membentuk keluarga. dan seimbang dengan diri dan kemampuannya. hak penduduk meliputi hak mengembangkan kekayaan budaya. hak mengembangkan kualitas diri dan kualitas hidupnya. Lebih dari itu setiap penduduk berkewajiban mewujudkan dan memelihara keserasian.

dan daerah. Lebih lanjut daripada itu. keselarasan. Untuk pemantauan perkembangan keserasian. serta menunjang perkiraan dan sasaran berkala dari perkembangan kependudukan". 2. dan statistik kependudukan dan keluarga termasuk registrasi penduduk. dikembangkan sistem informasi perkembangan kependudukan dan keluarga. dalam Repelita VI diprogramkan pula arah penyempurnaan sistem informasi kependudukan yang meliputi "pengembangan administrasi. untuk mengembangkan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh. serta pengguna data untuk mengetahui lebih lanjut pentingnya data yang dihasilkan oleh registrasi penduduk. Penyebaran dan penyajian. 4. selama ini telah disusun rancangan kebijaksanaan . wilayah. dan seimbang dengan lingkungan hidup. pencatatan dan statistik kependudukan terus disempurnakan sehingga menjadi sumber data yang dapat diandalkan untuk menunjang perencanaan pembangunan diberbagai bidang. pengumpulan data kependudukan secara teratur dan berkala. pengembangan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk yang serasi. dan perpindahan. Pengembangan jaringan sistem informasi. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. selaras. Sistem informasi itu diharapkan menggariskan berbagai hal sebagai berikut : 1. sektor. Pengumpulan dan pengolahan data. dan keseimbangan itu maka setiap penduduk berkewajiban atas pencatatan setiap kelahiran. pencatatan. pengembangan komunikasi. kematian. lebih lanjut telah ditetapkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1994 yang menyatakan bahwa untuk mendukung pengendalian kuantitas penduduk. Selain itu. Sistem informasi itu diselenggarakan oleh Kantor Menteri Negara Kependudukan secara terkoordinasi antar lintas sektor yang terkait baik tingkat pusat ataupun tingkat daerah.diri melalui peningkatan kesehatan. informasi dan edukasi secara luas agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk aparat pelaksana. 3. Lebih lanjut digariskan pula bahwa upaya tersebut perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai termasuk di daerah-daerah. Pengembangan sistem administrasi. seperti data sensus penduduk dan data antar sensus. dan kualitas lingkungan hidup. Selanjutnya GBHN 1993 menggariskan bahwa "Administrasi. Atas dasar hal-hal tersebut. pencatatan dan statistik kependudukan melalui penataan registrasi penduduk. pendidikan." Dengan bekerjasama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Dalam Negeri telah pula dikembangkan uji coba modul Registrasi Penduduk tahun 1995 yang melibatkan masyarakat sebagai tanaga pelaksana dan mulai nampak hasilnya yang cukup menggembirakan. maka sebagai kelanjutan pengaturan UU nomor 10 dan arahan GBHN tersebut.

Pendataan PUS itu disempurnakan menjadi Pendataan Keluarga dengan arahan untuk mendapatkan data dasar tentang Kesertaan KB dan ciri-cirinya. Dalam pengembangan SIDUGA tersebut. model komunikasi dalam rangka pengembangan jaringan sistem informasi lintas departemen dengan antara lain mempelajari berbagai sistem di negara maju maupun di beberapa negara berkembang. Di berbagai daerah. Dalam pengalaman panjang penuh suka dan duka itu dapat dicatat bahwa Pendataan Keluarga pertama untuk sekitar 40 juta keluarga di Indonesia tahun 1994 diselesaikan dalam waktu yang relatip singkat selama tiga bulan. Dari hasil-hasil pengembangan itu. Data yang makin baik itu menjadi pedoman awal dari upaya di berbagai bidang. Jajaran pendidikan dengan seluruh aparat terkaitnya juga telah mempergunakan Peta Keluarga Sejahtera itu untuk memberantas buta aksara dan mengajak keluarga yang mempunyai anak dibawah usia limabelas tahun mengikuti Wajib Belajar Sembilan Tahun. Pada tahun-tahun selanjutnya pendataan itu makin sempurna. keluarga dan penduduk kita membangun dirinya secara mandiri. dan Republik Rakyat Cina (RRC). kita telah pula melakukan berbagai persiapan yang matang. Masyarakat makin mengetahui kegunaannya dan makin membutuhkan data tersebut untuk membantu masyarakat. momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-56 sekarang ini dapat dipergunakan untuk lebih memacu lebih cepat lagi pengembangan sistem tersebut. . baik melalui literatur maupun dengan mengirim berbagai Tim ke Thailand.delapan tahun terakhir ini dengan baik dan hasilnya makin bisa digunakan di seluruh tanah air.Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA). Malaysia. Peta Keluarga Sejahtera itu mempermudah penyelesaian pembangunan keluarga tersebut. telah mulai dikembangkan Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA) yang antara lain telah berhasil melakukan pendataan keluarga selama tujuh . Dengan mempelajari sistem-sistem yang telah berkembang di negara lain. Keadaan Keluarga Indonesia. antara lain bidang kesehatan untuk membagikan KARTU SEHAT kepada keluarga PraSejahtera yang memungkinkan penduduk miskin atau pra-sejahtera mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas secara cuma-cuma. dan Ciri-ciri Penduduk Indonesia. Pendataan Keluarga Sampai hari ini kita merasakan bahwa Pendataan Keluarga yang telah dilakukan selama delapan tahun berturut-turut itu sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Pendataan Pasangan Usia Subur (PUS) dan Kesertaan KB yang telah membawa keberhasilan gerakan KB dengan gemilang. para Gubernur dan Bupati telah banyak mempergunakan hasil pendataan itu untuk mengenal keluarga miskin di Desa Tertinggal sebagai indikator untuk membantu menyalurkan dana yang berasal dari Proyek IDT (Inpres Desa Tertinggal) atau proyek lain semacam itu. Dalam pembangunan keluarga sejahtera di Desa-desa tidak tertinggal dengan mempergunakan berbagai jenis sumber bantuan.

mulai banyak peserta kerjasama international yang ingin mempelajari SIDUGA tersebut. (Prof. tetapi harus dianggap bahwa dengan memulai suatu awalan mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan yang memalukan selama ini. namun negara-negara itu umumnya telah mulai mengembangkan Sistem Identifikasi Penduduknya semenjak mereka dilahirkan. diperoleh kesan bahwa sistem serupa belum dikembangkan secara terkoordinir. dan sekaligus menjadikan momentum HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN RI KE-56 ini sebagai awal dari perbaikan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh dan terpadu. Pemilihan Balita Sejahtera Indonesia selama beberapa tahun seperti itu selalu digelar . berkenan memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan yang ke 56. Sistem itu serupa dengan Sistem Social Security Number di Negara-Negara maju. kalau ada komitmen. baik bayi yang baru lahir sampai usia satu tahun. Acara itu. Pengembangannya yang akan memakan waktu lama tidak perlu menjadi masalah. atau peristiwa politik lainnya. Dari beberapa negara ASEAN. Haryono Suyono. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. Namun. Seiring dengan pengakuan itu. yang diadakan setiap tahun itu. Dr. Pemberian Penghargaan kepada Balita Sejahtera Indonesia. kalah populer dengan kasus Bulogate. kesediaan Ibu Megawati Soekarnoputri sungguh sangat membesarkan hati karena pemilihan anak-anak balita. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK Nomor Induk Kependudukan atau NIK itu sekaligus dapat menjadi simbul dan pengakuan negara dan bangsa Indonesia terhadap keberadaan manusia Indonesia sejak dilahirkan. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) ± NIK-2001 MENGUBAH IMPIAN JADI KENYATAAN Presiden RI Ibu Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu menghadiri acara yang selalu digelar setiap tahun. sebagai bagian awal dari SIDUGA. bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku untuk seumur hidup. merupakan percontohan hidup nyata yang dapat dilaksanakan siapa saja. khususnya pendataan keluarga yang dilakukan di seluruh Indonesia untuk memonitor perkembangan KB maupun untuk mengembangkan pembangunan keluarga secara luas. maupun bayi usia satu tahun sampai lima tahun. berbagai Departemen. biarpun sangat penting. Ibu Megawati Soekarno Putri. sebagai bagian awal dari SIDUGA bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor induk kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku seumur hidup. Instansi dan Lembaga Masyarakat kiranya dapat menyiapkan segala sesuatunya agar kiranya Presiden RI.Lebih lanjut dari pada itu. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK. kemauan dan kemampuan.

70 per 1000 kelahiran pada awal tahun 1990 telah dapat diturunkan menjadi sekitar 43 . upaya untuk memberikan perhatian kepada anak-anak dan keluarga miskin mendapat perhatian yang luar biasa. setiap tahun jumlahnya bertambah banyak. Tbk. dukungan masyarakat. berkat keberhasilan dibidang KB dan kesehatan yang membesarkan hati. serta beberapa lembaga lainnya. telah dapat dicapai.000. telah dapat diturunkan dibawah angka 60 per 1000 kelahiran. Hasilnya sungguh menggembirakan. Menjelang akhir abad lalu keadaan berubah. dan Amerika Serikat. Angka kematian anak dibawah usia lima tahun. selama dasawarsa lalu pemerintah berusaha menjangkau ibu-ibu hamil itu dengan pelayanan yang lebih baik. Tingkat kematian bayi yang diperkirakan sekitar 68 .000.000. dengan penduduk yang sangat besar.25 per 1. pertambahan jumlah bayi dan anak-anak balita yang sehat. Pemerintah memperbaiki pelayanan kehamilan dan pasca persalinan dengan mendekatkan pelayanan ke desa-desa melalui penempatan bidan di setiap desa. seperti yang ditargetkan dunia. Karena tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak juga menurun. telah dilakukan usaha yang maksimal. Tingkat kelahiran kasar yang biasanya berkisar antara 44 . Pemilihan itu selalu menggugah inspirasi dan perhatian keluarga Indonesia yang sekarang ini merupakan warga dari negara dengan jumlah penduduk sekitar 211 juta jiwa atau lebih. biasanya sekitar 1.000 sampai 2. Tingkat kematian bayi dan anak-anak dibawah usia lima tahun. Karena tingkat kelahiran yang terus menurun.oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI). India.000 penduduk telah menurun menjadi sekitar 22 . Namun biarpun target jumlah atau prosentase nasional dan target dunia telah tercapai. Kita boleh bersyukur. kualitas kesehatan anak-anak di Indonesia masih tetap yang terburuk. Dalam sepuluh tahun terakhir ini. baik dari pemerintah.100.000 bayi baru. yang melalui program terpadu yang dilaksanakan dengan gegap gempita telah berhasil menurunkan tingkat kelahiran dan tingkat kematian bayi dengan drastis. dilingkungan ASEAN. bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur.000 penduduk atau kurang. maupun bantuan luar negeri. atau lebih dari 50 persen. Melalui berbagai program. Program penempatan bidan itu disusul dengan sosialisasi dan . Untuk menangani masalah ini. dengan mengerahkan tenaga dan dana yang tidak sedikit. jumlah bayi yang dilahirkan relatip tidak banyak berbeda.45 per 1. segera setelah dilahirkan atau bahkan sebelum dilahirkan. dengan UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992. Namun. atau tidak meninggal dunia. Dimasa lalu. setiap tahun jumlah penduduk Indonesia tetap bertambah dengan kelahiran sekitar 5. Salah-salah Indonesia dituduh tidak banyak berbuat ! Kualitas kesehatan anak-anak itu masih ditambah keadaan kualitas kesehatan ibu yang memprihatinkan. pada waktu penduduk Indonesia masih berjumlah 100 juta.45 per 1000 pada tahun 2000.000 bayi meninggal dunia pada waktu dilahirkan. Namun penempatan bidan saja nampaknya tidak cukup. atau pada waktu penduduk berjumlah 150 juta. sampai penduduk Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 200 juta jiwa. biarpun Indonesia merupakan salah satu negara terbesar ke empat setelah RRC. yang di tahun 1990 masih berada di sekitar 97 .

utamanya seluruh jajaran Departemen Kesehatan.000 bayi dan balita. Kita sengaja mengangkat kegiatan ini kepermukaan karena beberapa alasan. Karena itu. peserta lomba melonjak menjadi 20. para Menteri. Namun.650 dan hanya dapat diturunkan pada akhir abad lalu menjadi dibawah angka 400 per 100. Dr. pembinaan balita umumnya harus dilakukan secara ketat oleh orang tua masing-masing dengan dukungan tenaga profesional dokter.000 balita dari seluruh Indonesia. Instansi dan jajaran lainnya ikut berpartisipasi. untuk tahun ini.upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada bidan-bidan muda itu. atau karena pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan bayi dan anak balita masih relatip rendah. Upaya program Lomba itu ikut memicu dan memacu komitmen masyarakat dan para orang tua untuk meningkatkan kualitas penanganan bayi dan balita sejak dalam kandungan maupun segera setelah dilahirkan. dan kemudian 40. Keberhasilan ini patut disyukuri dan barangkali Ibu Prof. upaya memperkenalkan pola tumbuh kembang anak yang benar yang dilakukan tanpa kenal lelah oleh berbagai kalangan. tetapi masih sekedar dalam bentuk mensukseskan upaya memberi contoh pembinaan balita yang dilakukan . Upaya yang dilaksanakan kedua tokoh itu berjalan mulus dengan dukungan dari para Ibu Negara. dan komitmen lain untuk menangani bayi dan anak balita. dan seterusnya. upaya Lomba ini makin bertambah maju. selama sepuluh tahun terakhir ini penurunan tingkat kematian ibu karena mengandung dan melahirkan relatip kurang memadai. yaitu bahwa lomba ini diarahkan pada peningkatan kualitas dan pembinaan bayi dan balita dengan dukungan yang ketat. dewasa ini Departemen Kesehatan bersama berbagai lembaga pemerintah lain dan masyarakat pada umumnya dengan gigih meneruskan upaya itu. setelah sekian lama upaya ini berlangsung. dan terakhir. Karena ketimpangan itu. para sukarelawan PKK dan berbagai organisasi wanita lainnya. Dr. angka kematian itu berkisar antara 400 . termasuk usaha pemeliharaan kandungan.000-10. yang sangat gigih telah mendapat dukungan yang sangat tinggi dari Ibu Eva Riyanti dari PT Indofood Sukses Makmur. dari YKAI. Untuk menjadi juara.000 kelahiran. Lily Riantono dan Ibu Eva Riyanti patut dipertimbangkan untuk diberikan perhargaan atas kegigihan tanpa kenal lelah tersebut. Awalnya Lomba Balita Sejahtera itu diikuti oleh sekitar 5. mendapat dukungan dari Ibu Presiden. Lily Riantono.000 bayi dan balita. yang mengambil peranan yang sangat menonjol. Cara pembinaan seperti itu tidak. bidan atau tenaga paramedis lain yang dekat dengan orang tuanya. sifat keterbatasan itu tetap ada. nampaknya Lomba Balita Sejahtera Indonesia tetap hanya berlangsung karena kegigihan dari YKAI dan PT Indofood Sukses Makmur semata. Ibu Prof. Lomba Balita Sejahtera dimulai pada waktu kualitas kesehatan dan kesertaan KB sedang dikembangkan. Pertama. Menurut perkiraan. Dengan ikut sertanya BKKBN. atau belum bisa dilakukan secara massal karena keterbatasan tenaga. serta upaya memperkenalkan tanggung jawab orang tua dan keluarga melalui gerakan Bina Keluarga Balita oleh jajaran Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN. Dengan upaya yang gegap gempita.

Sementara itu pemerintah. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Keempat. bersama lembagalembaga swasta seperti YKAI. atau seperti mereka lihat mejeng di koran dan televisi. perlu segera ditulis dan disebarluaskan cara-cara pembinaan bayi dan balita secara sederhana agar pembinaan balita dapat dilakukan oleh keluarga biasa di desa. antara lain terlihat dari naiknya partisipasi dalam lomba yang hanya mencapai sebesar 40. dapat mengambil prakarsa mempersiapkan bahan yang dapat diberikan kepada keluarga lain yang tidak sempat mengikuti lomba Balita Sejahtera itu. serta perusahaanperusahaan peduli. telah diundurkan sampai tanggal 8-10 Mei 2002. yang sedianya diadakan pada tanggal 9-11 September 2001.50. melalui Menteri-menteri terkait. dan mereka mengulurkan bantuannya. Penyajian upaya itu bisa mengangkat kebanggaan nasional karena sifatnya yang menonjol dan sangat manusiawi. karena sifatnya adalah lomba dan diikuti secara terbatas. Ketiga. Kedua.000 .25 juta bayi dan balita yang ada. siapa tahu jutaan bayi dan anak-anak yang tersebar di seluruh Indonesia akan mendapat manfaat dari upaya percontohan yang telah diadakan bertahun-tahun tersebut. sehingga bayi dan anak balita mereka bisa menjadi "balita juara" seperti anak balita yang mereka lihat berjalan beriring bersama Ibu Presiden. . Yayasan Indra. Pemerintah dan masyarakat umum yang semestinya mengambil alih dengan menggelar dukungan komunikasi. informasi dan edukasi agar keluarga lain meniru keluarga juara dengan balitanya belum terjadi dengan baik. dan lain sebagainya. Balita dan Sidang Khusus PBB Sementara itu. Kelima. Ibu Megawati akan sangat terhormat kalau berkenan membawa upaya yang sangat luhur ini kemimbar PBB yang sangat terhormat itu. pengaruh baik dari lomba ini pantas dibawa ke forum internasional. dan lain sebagainya. seperti Indofood. karena peristiwa teroris 11 September. seperti Menteri Kesehatan. maka dukungan komunikasinya juga terbatas sepanjang lomba berlangsung. Pertemuan di New York. keikut sertaan lembaga-lembaga masyarakat lain secara luas dalam mendukung peningkatan kualitas bayi dan anak balita nampaknya juga masih terbatas. Kalau upaya ini berhasil menarik perhatian dunia. Kepala BKKBN. ada baiknya semua pihak mengetuk hati Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menghadiri Sidang PBB di New York itu.000 setiap tahun dibandingkan dengan sekitar 20 . yaitu pada Pertemuan Dunia Khusus untuk Anak dan Balita yang akan diadakan di Markas PBB pada tanggal 8-10 Mei nanti di New York.untuk suksesnya lomba itu. Ada kesempatan yang sangat baik untuk membawa hasil-hasil dan pelajaran yang diperoleh dari Lomba Balita Sejahtera yang telah diadakan bertahun-tahun itu dalam kemasan yang menarik dengan keberhasilan program kesehatan dan KB yang telah berhasil membawa perbaikan kualitas anak-anak balita di Indonesia.

Bank Dunia. lebih dari pantas dan mampu mengajak PBB dan negara-negara donor mengadopsi strategi yang memihak keluarga miskin agar setiap keluarga bisa mengubah impiannya menjadi kenyataan yang lebih sejahtera. wilayah yang sangat luas serta kemampuan ekonomi penduduk yang tidak dapat diandalkan. Kalau kita bisa membagi pengalaman. penurunan tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang sangat signifikan. Pemerintah dan rakyat Indonesia. Haryono Suyono. kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. upaya penurunan tingkat kematian anak-anak balita di Indonesia.Kita mengetahui bahwa Sidang Khusus itu telah disiapkan secara marathon sejak Sidang Umum PBB pada tanggal 7 Desember 1999 yang menyetujui Resolusi nomor 53/93 yang memutuskan diadakannya Sidang Khusus PBB tentang Anak di tahun 2001. berciri global. dalam Sidang Khusus ini. Pengalaman selama ini mengajarkan. . Sasaran-sasaran strategis yang nampaknya mudah dicapai. Kita juga bisa mengajak berbagai lembaga dunia untuk merancang strategi yang memihak keluarga miskin. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan). dapat segera disusul dengan programprogram pemberdayaan yang lebih bersifat menyeluruh. biarpun mungkin baru sedikit.000 balita Indonesia yang ikut dalam lomba setiap tahun. kita bisa mempunyai komitmen politik yang sangat tinggi. sebagai negara yang sedang berkembang. menjadi harapan dunia pada umumnya. USAID. UNFPA. Dengan pengalaman kita yang kaya. juara balita sejahtera yang sejati. seperti juga di negara kita. kalau kita mampu mencatatkan keberhasilan kita memelihara anak-anak bangsa. adalah sulit meningkatkan kualitas anak-anak dan remaja dengan dana yang terbatas.Anak-IndBalitas-932002. tetapi setiap langkah kecil saja harus disertai dengan pendanaan dan dukungan sumber daya manusia yang luar biasa besarnya. memerlukan perubahan sikap dan tingkah laku yang tidak mudah. dengan jumlah penduduk miskin yang luar biasa banyaknya. dan lembaga lainnya. serta dilakukan secara komprehensip dan berlanjut. dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah. dengan pengalamannya yang luas. Dr. Oleh karena itu. UNESCO. . serta upaya keluarga miskin yang bekerja keras untuk anak cucunya dengan penuh kasih sayang. upaya penurunan tingkat kelahiran. dan di dunia ketiga lainnya. suatu strategi yang didasarkan pada pengalaman dan keberhasilan yang ditunjukkan oleh 40. (Prof. serta pengembangan jaringan pelayanan yang luas dan bermutu. kita juga harus sanggup dan berani mengembangkan strategi dan program perluasan yang memihak keluarga miskin. ikut turun tangan membantu menyelematkan umat manusia di dunia ketiga yang miskin itu. hasilnya bisa sangat signifikan karena dilihat oleh tidak kurang dari 80 Kepala Negara yang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir di Sidang tersebut. serta lingkungan yang tidak selalu kondusif. dimana lembaga-lembaga dunia seperti UNICEF.000 sampai 50. Dengan kerjasama dan bantuan lembaga donor dan negara-negara maju yang peduli. Anak. WHO.

maka mereka yang memiliki pengalaman. sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan´(GBHN-1998). keahlian dan kearifan perlu diberi kesempatan untuk berperan dalam pembangunan. Untuk tetap memberi kesempatan kepada para lansia itu. atau bahkan lebih baik. dinamika serta kesiapan penduduk. sebagai bangsa yang beradab bangsa kita harus berada dalam posisi yang mampu mengembangkan komitmen dan pokok-pokok kebijaksanaan yang mengantar pengembangan berbagai kegiatan yang dapat diarahkan pada 3 (tiga) hal pokok sebagai berikut : Pertama. Kondisi ini memberi petunjuk bahwa apabila pembangunan berhasil. Oleh karena itu kita harus mengembangkan kebijaksaaan untuk memperhatikan dan mengembangkan pemberdayaan penduduk lanjut usia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : ³Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan makin panjangnya usia harapan hidup sebagai akibat kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan selama ini. bagaimana membina para lansia yang berada dalam lingkungan keluarga. Kondisi itu tidak saja harus terlihat dari makin panjangnya usia harapan hidup. sehingga keluarganya dan kita semua bisa memberikan kepada mereka peluang dan kesempatan untuk ikut terus membangun keluarga dan . kesempatan dan mendukung pemberdayaan dari penduduk lanjut usia yang potensial yang masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan. masih tetap mampu bekerja. Kemajuan dan keberhasilan pembangunan di Indonesia memperpanjang usia. Kesejahteraan penduduk usia lanjut yang karena kondisi fisik dan/atau mentalnya tidak memungkinkan lagi untuk berperan dalam pembangunan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat´.MEMELIHARA KESEJAHTERAAN LANSIA Setiap tanggal 29 Mei kita memperingati Hari Lansia Nasional. sumber daya manusia bisa menikmati kehidupan dalam waktu yang relatip lebih lama. penuh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Lansia makin menjadi fenomena menarik karena keberhasilan pembangunan di Indonesia. Kemajuan meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan jumlah penduduk lanjut usia. Untuk bisa mengikuti kemajuan jaman dengan baik. kualitas. tetapi lebih-lebih harus tercermin dari makin baiknya tingkat kesejahteraan penduduk dan masyarakat lansia dan masyarakat luas pada umumnya. merekapun diberi kesempatan untuk selalu diikut sertakan dalam upaya peningkatan kualitasnya seperti penduduk lainnya sesuai hakekat pembangunan sebagai berikut : ³Kebijaksanaan kependudukan diarahkan pada peningkatan kualitas penduduk sebagai pelaku utama dan sasaran pembangunan nasional agar memiliki semangat kerja.(GBHN-1993) Ini berarti bahwa kita harus memberi perhatian. Harapannya adalah bahwa kondisi kesehatan penduduk yang bersangkutan tetap prima. budi pekerti luhur. Mereka yang potensial harus didukung dengan suasana yang kondusif agar supaya kemampunannya dapat disumbangkan secara maksimal.

tingkat pertumbuhan keluarga di Indonesia masih akan terus naik dan ternyata sudah jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan penduduk Indonesia. yang diiringi dengan kemajuan modernisasi. bagaimana membina para lansia yang berada di luar lingkungan keluarga.masyarakat yang sejahtera. maka terlihat bahwa pada tahun 1980 jumlah penduduk lanjut usia itu baru mencapai sekitar 7. Pada waktu yang sama jumlah penduduk seluruh Indonesia meningkat dari 148. ³Kampus Lansia´. misalnya : a.4 juta jiwa atau kenaikan sebesar 42 persen. Sebagai selingan. Sementara itu jumlah keluarga Indonesia bertambah dengan kecepatan dan tambahan yang makin tinggi. Diramalkan bahwa diawal abad 21 ini jumlahnya akan mencapai sekitar 5055 juta keluarga dan masih akan berkembang dengan kecepatan yang relatip tetap tinggi. dan sekarang ini telah lebih tinggi lagi. dimana pelayanan dapat dilakukan oleh Lansia sendiri secara pribadi dengan apabila perlu dapat dibantu oleh anggota dari Lembaga Sosial dan Organisasi Masyarakat (LSOM) atau swasta.0 juta jiwa menjadi 210. Dengan demikian jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat lebih dari dua seperempat kali lipat dibandingkan kenaikan jumlah penduduk dalam waktu yang sama. atau suatu kenaikan sebesar 96 persen selama 20 tahun.1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7. Kalau dilihat dalam perspektif jangka panjang. Pada awal PJP II baru meningkat menjadi rata-rata berpendidikan sekolah dasar.2 persen dari jumlah penduduk. Jumlah keluarga Indonesia yang pada awal PJP II telah mencapai hampir 40 juta keluarga. khususnya yang masih mampu bekerja dan masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan yang bersifat lokal maupun nasional. mendapat perawatan yang profesional atau bagi yang masih kuat fisik dan mempunyai kegiatan penuh bisa menempati perumahan tersendiri. Kedua.2 persen dari seluruh jumlah penduduk. bagaimana mengembangkan upaya membantu penanganan para lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja dan harus menjadi tanggung jawab keluarganya. Kita mengetahui bahwa rata-rata tingkat pendidikan Kepala Keluarga Indonesia pada umumnya masih rendah. Idealnya penduduk lansia tinggal bersama keluarga di rumah. Sebagian besar kepala keluarga di Indonesia pada Pelita I hanya buta huruf. masyarakat dan atau pemerintah. ternyata jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia itu naik dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan penurunan pertumbuhan penduduk. Ketiga. Karena perkembangan globalisasi dan pendidikan yang cepat. bisa pula dikembangkan beberapa jenis Lembaga yang dapat memberikan fasilitas khusus. dan menurut proyeksi penduduk BPS jumlah itu diperkirakan telah meningkat menjadi 15. . Propinsi-propinsi yang gerakan KB-nya berhasil dengan baik seperti DI Yogyakarta dan Jawa Timur.7 juta jiwa atau 5.

Apabila ada tamu. Bagi yang mulai mengendor. dengan sendirinya diberi kesempatan sesuai dengan kemampuan fisiknya. Pengalaman itu bisa memperbaiki pelayanan lansia di rumah dan keluarga sendiri. Namun tempat ini tidak bisa menggantikan rumah-rumah dengan keluarga yang akrab dengan seluruh anggotanya. Contoh dalam praktek Salah satu contoh dalam praktek yaitu pengembangan tempat mirip dengan ketiga prototip fungsi-fungsi diatas sedang dikembangkan di Desa Tani Mulya. (Prof. Tempat seperti ini bukan saja seperti layaknya Hotel atau Penginapan. para ³tamu´ diberi kesempatan untuk melakukan banyak kegiatan dan mendapat pelayanan yang memadai. Para lansia dapat melakukan pesanan-pesanan sesuai seleranya sendiri tanpa merasa ³memerintah´ atau ³menyakiti´ anak -anak atau cucu-cucunya. sekaligus sebagai ajang proses saling belajar bagaimana merawat lansia secara profesional. sehingga lansia dapat menyerahkan diri untuk beberapa waktu sambil memberi kesempatan kepada keluarga dimana mereka tinggal untuk ³beristirahat´ tanpa lansia dirumahnya dan bisa melakukan kegiatan tanpa rasa rikuh karena ada lansia dalam rumah tangganya. sekaligus sebagai cara tetap asah otak dan asah tenaga sehingga gairah untuk hidup panjang dan sejahtera tetap terpelihara. Namun. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-Lansia-HLN-2552002 MENGEMBANGKAN VISI KEPENDUDUKAN . Akomodasi type ³Hostel´ dengan pelayanan 24 jam oleh swasta atau LSOM. Pelayanan Tresna Werdha oleh LSOM atau swasta. Dengan pertumbuhan lansia yang makin besar dan cepat pasti diperlukan tempattempat semcam ini yang lebih banyak. Tempat itu dilengkapi fasilitas untuk menerima kunjungan keluarga dan beberapa sarana untuk menggelar hiburan antar penghuninya. Fasilitas lain yang tersedia atau akan disediakan yaitu klinik dan segala keperluan pengobatan lansia lainnya. Dr. penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. Bagi penghuni yang secara fisik dan mental masih sangat kuat diberikan kebebasan untuk melaksanakan apa saja yang menjadi kegemarannya. Pada waktu ini sedang disiapkan semacam Panti Werda untuk mereka yang secara fisik tidak mampu lagi untuk mengerjakan berbagai aktifitas fisik yang banyak memakan tenaga. Acara harian untuk para penghuni dibuat begitu padat dan sibuk agar memberi kesan kepada para penghuni untuk kerasan dan bersemangat hidup panjang yang berguna. dipimpin oleh Bapak Husein. Sebaliknya lansia dapat mendapatkan perawatan ekstra karena Panti ini diasuh secara profesional. dan diasuh oleh Yayasan Lansia Kristen ³Dorkas´. c. tempattempat semacam ini bisa menjadi ajang liburan atau selingan dari lingkungan keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Haryono Suyono.b. Semoga ada manfaatnya. tetapi juga sekaligus bisa menjadi sarana perawatan yang kelihatan seperti di rumah sendiri saja. Cipageran Cimahi.

keputusan pemerintah Indonesia membentuk Lembaga. yang mulai mengantar pembangunan yang lebih mengarah kepada pendekatan keluarga dan kemasyarakatan yang kental. tetapi makin bisa menjadi pemain yang bermutu dan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi secara demokratis. namun. Sayang gagasan bagus itu belum dapat diwujudkan secara luas karena perangkat lunaknya baru saja diselesaikan. dengan pendekatan kependudukan yang bermakna. yang kini tiba waktunya untuk diwujudkan menjadi program dan kegiatan nyata yang makin peduli terhadap anak-anak keluarga miskin. atau disingkat Baknas. Biarpun agak kecewa karena kepemimpinan lembaga ini hanya dipercayakan kepada seorang Kepala. Dr. Lembaga baru ini diharapkan bisa meneruskan tradisi yang dimulai oleh Bapak Prof. baik nasional maupun internasional. beberapa waktu lalu Presiden menetapkan pembentukan suatu lembaga yang diberi nama Badan Kependudukan Nasional. Untuk penduduk lanjut usia. mampu mendeteksi mengalirnya arus penduduk lansia yang makin deras sebagai hasil ikutan keberhasilan gerakan KB yang merakyat. Dalam undang-undang yang . kaum remaja. Emil Salim yang dengan kemampuan advokasinya yang lantang telah menggoyang rekan-rekan Menteri lainnya untuk menggolkan langkah-langkah awal pembangunan berwawasan kependudukan dan lingkungan hidup. Atau langkah-langkah konkret yang diteruskan oleh penulis. telah mampu mengantar program-program yang menguntungkan penduduk mulai dari tingkat anak-anak dibawah usia lima tahun. Menurut pengakuan dunia internasional. yang semula dianggap cukup dibantu dengan santunan dan perawatan karena usia tuanya saja. penggantinya. Dengan dibentuknya Badan ini muncul kembali harapan bahwa pembangunan di Indonesia akan makin diarahkan kepada visi yang menempatkan penduduk sebagai pusat pembangunan. atau Kementerian Kependudukan secara resmi itu sungguh merupakan bukti komitmen yang sangat konsisten dari pemerintah dan rakyat yang menginginkan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat atau titik sentralnya. setelah hilang dari peredaran. biarpun belum sempat diterjemahkan secara menyeluruh. Badan. dibandingkan di masa lalu selalu dipimpin oleh seorang Menteri Negara. Dengan visi ini diharapkan bahwa penduduk tidak akan sekedar menjadi ³obyek pembangunan´ .BERWAWASAN KEMANUSIAAN Setelah sekian lama Kantor Menteri Kependudukan hilang dari peredaran. yang sangat besar. Untuk memberikan dukungan pengembangan dan pembinaan terhadap anakanak telah pula dapat dirumuskan Strategi Pengembangan Anak untuk Dasawarsa yang akan datang. dan pada tahun-tahun terakhir menjelang berakhirnya abad ke-20. akhirnya mendapat dukungan yang lebih luas. Komitmen ini. dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. munculnya kembali mendapat sambutan masyarakat. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. Telah mulai pula dikembangkan gagasan untuk memberikan pengakuan terhadap hak-hak anak dengan menciptakan suatu pertanda bagi anak sejak dilahirkannya dan memberikan kepada mereka Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang berlaku seumur hidup seperti ´Social Security Number´ di negara-negara maju.

Pimpinan lembaga mendapat kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan pendekatan global dan ikut serta memelihara persahabatan dunia melalui berbagai kegiatan pembangunan dan tukar menukar program dan kegiatan dengan berbagai negara sahabat. . menyampaikan himbauan dengan bobot yang memadai kepada para Gubernur Kepala Daerah. segala aspek pembangunan. Pengamat Sosial Kemasyarakatan)-Pengantar-2782001. Dalam hubungan internasional. dapat secara politis dikembangkan dengan menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. 2002.kemudian disepakati oleh pemerintah dan DPR. yang dikelola dan diselenggarakan oleh Kantor Kementerian sendiri. Disamping itu Badan ini bisa membantu setiap penduduk untuk mendapat kepastian hukum dan hak-hak azasinya dengan memperoleh Nomor Induk Kependudukan (NIK) sejak seseorang dilahirkan. pimpinan lembaga itu dapat ikut menyampaikan pandangan yang menguntungkan manusia atau penduduk sebagai sasaran maupun sebagai pelaksana pembangunan. atau Baknas. Dr. Dengan adanya lembaga dengan pimpinan setingkat Menteri pada masa itu. serta berlaku seumur hidup. akan diberikan kesempatan mengembangkan visi pembangunan yang menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. Haryono Suyono. sehingga muncul berbagai kunjungan dan kerjasama antar negara yang mengantar Indonesia memperoleh kesempatan dan apresiasi yang nyata dari hasil-hasil kerjasama tersebut. Kita berharap semoga lembaga ini. pimpinan lembaga kependudukan pada waktu itu dapat ikut serta dalam sidang-sidang kabinet. Badan Kependudukan Nasional. Instansi dan Masyarakat luas untuk membantu pemberdayaan setiap penduduk Indonesia agar bisa berpartisipasi secara bermutu dalam pembangunan yang berkelanjutan. juga pembangunan oleh masyarakat. Sekaligus diharapkan agar Badan ini diberikan kesempatan bersama-sama Departemen. BKKBN. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. para penduduk lanjut usia itu memperoleh dukungan dengan demensi baru secara legal. (Prof. Dalam setiap kesempatan. yaitu mendapat hak-hak dan kesempatan pembinaan dan pemberdayaan agar bisa mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang menyejukkan. Sebagai Menteri. Bupati dan Pejabatpejabat lain yang bertanggung jawab untuk bersama-sama mengusahakan dan mengkoordinasikan upaya pembangunan yang menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. biarpun tidak dipimpin oleh seorang Menteri. baik yang terkait maupun yang relatip masih diragukan keterkaitannya. atau oleh Departemen dan Instansi lain. Program dan kegiatan itu menjadi marak pada sekitar tahun 1990-an.

1 @ 2004 Dodik Briawan Posted 25Desember 2004 Makalah Perorangan Semester Ganjil 2004 Pengantar Falsafah Sains (PPS 702) .

Sekolah Pascasarjana IPB Desember 2004 Dosen: Prof.Program Doktor. MS Oleh : DODIK BRIAWAN A56104005 dbriawan@telkom. Ir. Rudy C. Ir. Dr. Hardjanto. Zahrial Coto.net Pengaruh Promosi Susu Formula terhadap Pergeseran Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) 2 . MSc Dr. Dr. Ir. Tarumingkeng. MF Prof.

Produsen susu formula juga mulai mengalihkan promosi produknya dari iklan langsung ke 3 . Salah satu alasan utama pentingnya ASI adalah karena sangat bermanfaat untuk bayi pada awal kehidupannya.6 % sudah mulai diberikan susu formula.I.1% pada bayi yang disusui. atau lainnya. Pada periode usia tersebut bayi tidak dianjurkan untuk diberikan makanan apapun selain ASI. 2002) menunjukkan pada bayi berusia < 6 bulan yang menggunakan susu formula. Data series Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif hanya 52. yaitu 51 per 1000 kelahiran (Depkes. madu. Komitmen internasional pada pertemuan di Italia melahirkan Deklarasi Innocenti (tahun 1990) juga membicarakan tentang kesehatan anak dan hubungannya dengan ASI. Demikian pula di tempat-tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit atau Klinik Bersalin) yang memberikan susu formula kepada bayi baru lahir. Promosi susu formula dilakukan sangat gencar diberbagai media massa. yaitu sebanyak 76. namun pemberian makanan selain ASI yang terlalu dini menjadi penyebab rendahnya indikator kualitas kesehatan bayi Indonesia. angka kematian bayi (IMR) di Indonesia masih termasuk tinggi. Sebagai makanan terbaik bayi.3%) dan padat (17. Malaysia). Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya (Thailand.1% (tahun 2003) (BPS. Studi di Kota Bogor (2002) pada bayi usia 5-10 bulan sebanyak 54. bayi yang baru lahir sudah diberikan makanan lain seperti susu formula (susu botol).0% (tahun 1997 ) dan 55. Didalam deklarasi tersebut disepakati perlunya kampanye ASI melalui pekan ASI sedunia yang dilakukan pada setiap minggu pertama bulan Agustus (World Breast-Feeding Week). Angka tersebut masih jauh dibandingkan dengan target pemberian ASI eksklusif di Indonesia tahun 2000 sebesar 80%. Meskipun rata-rata pemberian ASI cukup lama (22 bulan).6% pada bayi yang tidak disusui dan 18. ASI diciptakan sebagai makanan yang mengandung zat gizi dan non-gizi paling lengkap dan cukup untuk bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan (ASI Eksklusif). Kalau bayi lahir sampai enam bulan dengan hanya diberikan ASI saja. PENDAHULUAN Banyak fakta yang menyebabkan Air Susu Ibu (ASI) masih mendapat perhatian serius dari berbagai ahli kesehatan di dunia. Penambahan makanan selain ASI pada usia yang terlalu dini dapat meningkatkan kesakitan (morbiditas). Padahal WHO (2001) merekomendasikan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) tersebut boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. 2003). Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI. ternyata ASI belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. pertumbuhannya jauh lebih baik dibanding bayi yang tidak disusui. Data SDKI menyebutkan bayi usia kurang 3 hari sudah diberikan makanan dalam bentuk cair (45. Tingginya pemakaian susu formula di Indonesia juga ditemukan pada survei Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) dan Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). Tujuannya adalah untuk menyadarkan kembali masyarakat betapa pentingnya ASI dan supaya ibu mau menyusui bayinya. bahkan terdapat kecenderungan terjadi pergeseran penggunaan susu formula pada sebagian kelompok masyarakat. Phillipina. 2003). Angka kematian bayi di Indonesia yang cukup tinggi diantaranya disebabkan oleh tingginya kejadian infeksi saluran pencernaan dan pernafasan pada bayi. Terdapat kebiasaan di masyarakat. Bayi tersebut akan mudah terkena infeksi saluran pencernaan maupun pernafasan.6%).

Sehingga banyak studi menunjukkan bayi yang diberi susu formula lebih rentan terkena diare. dan efek kontraseptif. Di Indonesia kode tersebut diatur didalam SK Menteri Kesehatan Nomor 273/1997 (sebelumnya SK No 240/1985) tentang Pemasaran Susu Pengganti ASI (PASI). Misalnya. KEUNTUNGAN ASI DIBANDINGKAN SUSU FORMULA Keuntungan ASI yang ditemukan dari banyak studi. Selain memasang poster dan kalender. Untuk itu akan dibahas apa keunggulan ASI dibandingkan susu formula? apa saja faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan pemberian ASI? bagaimana promosi susu formula dilakukan dan dampak yang ditimbulkan? serta apa upaya yang perlu dilakukan untuk kembali meningkatkan penggunaan ASI ? II. Tahun 1981 World Health Assembly (WHA) dan UNICEF menerbitkan sebuah kode (international code) untuk mengatur promosi makanan untuk bayi. seperti pencucian botol. alergi. Keunggulan ASI bagi kesehatan serta proses tumbuh-kembang bayi. jantung. Penurunan penggunaan ASI diantaranya selain disebabkan oleh perubahan sosial. umumnya dibagi dalam empat kelompok. Anak-anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif juga lebih cepat terjangkiti penyakit kronis seperti kanker. Pemberian susu formula berdampak buruk jika air untuk campuran susu tidak bersih. ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Didalam berita pers-nya. Penulisan naskah ini bertujuan untuk mengkaji penyebab terjadinya pergeseran penyusuan bayi di masyarakat. yaitu: 1) keuntungan bagi bayi untuk memperoleh zat gizi dan kekebalan tubuh yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan.konsumen ke promosi di institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit (RS). dan komposisi campuran. Sebaliknya. Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. perebusan air. Kode yang disetujui 118 negara tersebut bertujuan untuk melindungi bayi dan ibu dari tindakan pemasaran yang agresif produsen susu bayi. asma. 2) keuntungan bagi ibu untuk pemulihan uterus. diabetes tipe I pada orang dewasa dapat dicegah sampai 30% jika pada waktu bayi diberikan ASI sampai usia 3 bulan. juga disebabkan oleh gencarnya promosi susu formula. dan berbagai penyakit kulit. ekonomi dan budaya masyarakat. sudah banyak dibuktikan oleh para ahli di seluruh dunia. penelitian pada anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Quotient) lebih rendah 7-8 poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif. dan tempat praktik bidan. 14 Mei 2004. bahkan meninggal. dehidrasi. 3) keuntungan bagi masyarakat karena mengurangi perawatan kesehatan. infeksi. rumah bersalin. kekurangan gizi. dan akan membuat bayi menjadi sakit. Resiko penyakit degeneratif pada usia dewasa akan berkurang jika pada waktu bayi diberikan ASI. dan upaya yang perlu dilakukan dalam kampanye penggunaan ASI. 4) keuntungan bagi lingkungan karena mengurangi sampah dari susu buatan. Salah satu bukti terbaru manfaat ASI bagi bayi dilaporkan oleh kantor berita Prancis AFP. pendarahan. 4 . hipertensi dan diabetes setelah dewasa. juga dilakukan pemberian sampel gratis kepada ibu yang baru melahirkan. Semua praktik ini jelas melanggar Kode Etik Internasional Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI) maupun peraturan pemerintah yang berlaku. Pembuatan susu formula membutuhkan kehati-hatian dalam penyiapannya. Menurut Rulina (2002). bayi yang diberi ASI berpeluang 25 kali lebih kecil terkena diare. dan keuntungan ekonomis bagi keluarga.

menambah lagi bukti tentang manfaat ASI bagi kesehatan manusia pada usia dewasa. Di Afrika. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada satu pun jenis susu lain bisa menyamainya. Menurut Muhilal (2004) pada susu formula (susu sapi) tidak mengandung DHA seperti halnya pada ASI sehingga tidak bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak. pemberian susu formula yang berlebihan memungkinan anak akan mengalami obesitas (kegemukan). Pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir beresiko tinggi bagi kesehatannya. DHA. 30 persen bayi meninggal sebelum umur satu tahun karena pemberian susu dengan air tidak bersih dan pengenceran yang salah. Meskipun European Society for Peadiatric Gastroenterology and Nutrition Committee (1981) menetapkan standar komposisi zat gizi susu formula bayi. Selain memungkinan anak menderita kekurangan gizi. ternyata tidak meningkatkan pertumbuhan bayi. ASI sangat penting dan perannya bagi bayi. kolostrum dan sebagainya. yang sebenarnya zat tersebut sudah ada pada ASI. Para peneliti tidak menemukan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara kedua kelompok. dan sebagian lainnya mendapat ASI dan susu formula. dan tidak bisa digantikan oleh jenis susu lain. Sampel yang mendapatkan ASI memiliki asam lemak pemicu penyakit jantung koroner lebih rendah 14% dibandingkan mereka yang tidak mendapat ASI. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim peneliti Inggris terhadap 900 bayi. namun ASI tetap merupakan makanan yang baik bagi bayi. tetapi hasilnya tetap tidak bisa menyamai kandungan gizi yang terdapat dalam ASI. DHA. Setelah mencapai umur antara 13-16 tahun. Arachidonic acid. sebanyak 216 orang di antaranya diperiksa kesehatannya. Taurin dan Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. III. Rulina ( 2004) menyatakan terdapat lebih dari 100 jenis zat gizi dalam ASI antara lain AA. khususnya jantung koroner. begitu pula dalam proses penyiapannya yang tidak higiene dapat menyebabkan bayi mudah terserang penyakit. Selain itu tidak semua zat gizi yang terdapat dalam susu formula bisa diserap oleh bayi. Demikian pula susu formula bayi yang difortifikasi dengan zat besi. 15 Mei 2004. Meskipun produsen susu formula mencoba menambahkan zat gizi tersebut. meskipun dapat membantunya dari kejadian anemia. Rekomendasi ahli kesehatan adalah ASI sebaiknya diberikan kepada bayi segera (< 1 jam) setelah dilahirkan. Pemberian susu dengan cara tersebut menyebabkan kontaminasi mikroorganisme pada bayi yang mengakibatkan kondisi tubuhnya rentan. FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMBERIAN ASI ASI sudah lama dikenal sebagai pangan yang superior dibandingkan dengan pangan buatan manusia. Sebagian bayi mendapat ASI eksklusif. Hasil penelitian yang sama dimuat dalam The Lancet edisi Sabtu. Saat ini berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan untuk menyamai komposisi ASI seperti omega-3. Morley (1999) melaporkan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood.disebutkan bahwa ASI memiliki kemampuan untuk menghambat atau mencegah terjadinya ikatan lemak-protein yang bisa menyebabkan sakit jantung. ASI yang baru pertama keluar berwarna 5 . yang meneliti 493 bayi sehat berusia 9 bulan yang diberi minuman susu sapi biasa atau susu formula yang diperkaya Fe selama sembilan bulan.

hanya sekitar 44% ibu ±ibu yang menyusui bayinya saat di rumah sakit. 2. sebetulnya yang paling memungkinkan dapat memberikan ASI dengan baik. Beberapa mitos tentang menyusui ASI yang terjadi di masyarakat menurut Roesli (2001) adalah: 1) menyusui akan merubah bentuk payudara ibu. 1994). Alasan kebiasaan tersebut adalah karena sudah merupakan tradisi. Misalnya. Penelitian Depkes 1992 di 10 kota menunjukkan kebanyakan ibu pada kehamilan pertama tidak diberi informasi tentang manfaat ASI dan kolostrum. 2) menyusui sulit untuk menurunkan berat badan ibu. antara lain oleh ibu sendiri. antara lain faktor keluarga dan kekerabatan.3% karena pengaruh nenek-kakek dan anggota keluarga lain. kualitasnya tidak baik. termasuk madu dan susu formula. yang dimulai dari makanan lumat. Studi Seaman di Pensylvania. Para ibu percaya bahwa campuran susu formula dengan ASI baik untuk bayinya. sehingga bayi perlu makanan tambahan. Ibu-ibu tidak mengetahui manfaat pemberian ASI eksklusif. Depkes. dan 24. 4) ibu bekerja tidak dapat memberikan ASI eksklusif. MPASI sudah mulai diberikan pada bulan kedua/ketiga dengan alasan bayi menangis dan menuruti nasehat keluarga. 3) ASI tidak cukup pada hari-hari pertama. Pada saat itu mereka memberikan makanan/minuman pada usia yang sangat dini. Faktor pengetahuan ibu tentang menyusui Penelitian tentang pengetahuan. YASIA/BKPP-ASI. Kemudian ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 24 bulan. keluarga besar atau kerabatnya berdatangan untuk membantu merawat ibu dan bayinya. 36% karena suami merasa kurang nyaman. 6) ASI dari ibu kekurangan gizi. lingkungan keluarga. 5) ASI pertama kali keluar harus dibuang karena kotor.kekuningan (kolostrum) diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi. suami merasa tidak nyaman apabila isterinya menyusui. Dari mereka yang memberikan susu formula. Tetapi banyak faktor yang mempengaruhinya. 4) payudara ibu yang kecil tidak cukup menghasilkan ASI. dan enam bulan kemudian menjadi 13%. dan sosial budaya masyarakat. Tidak semua ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya. Faktor dukungan keluarga Kelompok ibu-ibu yang sehat dan produksi ASI-nya bagus. Tidak semua suami atau orangtua akan mendukung pemberian ASI. 6 . Seringkali ibu tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya dengan cara yang benar yang disebabkan oleh berbagai faktor. Pandangan para ayah yang merasa tidak nyaman dengan kegiatan menyusui merupakan alasan utama para ibu memilih memberikan susu formula. Pada waktu seorang ibu melahirkan. Beberapa komponen dari faktor tersebut adalah: 1. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI cukup kompleks. sikap dan praktek ibu dan anak balita terhadap kesehatannya di 7 propinsi di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar ibu belum mengetahui arti dan manfaat ASI dan kolostrum. Sebagian besar ibu juga belum memahami makanan pendamping ASI (MP-ASI). sehingga makanan tersebut diberikan sejak usia 2-3 bulan (Kantor Meneg UPW. Sampai dengan bayi berusia 6 bulan tidak dianjurkan untuk diberi makanan apapun. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara bertahap mulai dapat diberikan setelah usia 6 bulan.

3. Faktor modernisasi gaya hidup. Kebanyakan ibu-ibu di perkotaan adalah sebagai karyawan atau pekerja profesional. Meskipun kelompok ini tahu manfaat dan keunggulan ASI, namun sulit untuk mempraktekannya. Alokasi waktu kerja sehari-hari yang banyak berada di luar rumah, sehingga tidak bisa dirawat bayi sepenuhnya. Pemberian ASI yang tidak bisa dilakukan secara penuh biasanya akan didampingi dengan susu formula. Pada ibu-ibu kelompok sosial-ekonomi menengah sudah banyak terpengaruh oleh iklan dan promosi susu formula. Meskipun tanpa disusui sendiri oleh ibunya, kebanyakan ibuibu percaya bahwa anaknya akan tetap sehat dan cerdas seperti dalam iklan apabila bayi diberikan tambahan susu formula. 4. Faktor sosial dan budaya masyarakat. Pada kebanyakan wanita di perkotaan, sudah terbiasa menggunakan susu formula dengan pertimbangan lebih modern dan praktis, dan juga karena mereka tidak pernah melihat model menyusui ASI dari lingkungannya. Menurut Valdes and Schooley (1996), wanita yang berada dalam lingkungan modern di perkotaan, maka tidak akan pernah melihat ibu atau kerabatnya menyusui. Bahkan yang dilihat disekelilingnya adalah ibu-ibu kebanyakan menggunakan susu formula. Pada waktu kecil kebiasaan main bagi anak perempuan adalah boneka bayi dan susu botol. Saat remaja dan dewasa mereka juga terbiasa terekspose susu formula melalui berbagai poster, tv, radio, majalah, dan berbagai media massa lainnya. Sedangkan di pedesaan masih banyak dijumpai kebiasaan dan budaya masyarakat, yang tidak sepenuhnya sejalan dengan pemberian ASI yang tepat. Kebiasaan tersebut misalnya membuang kolostrum yang dianggap sebagai susu kotor, dan memberikan makanan tambahan selain ASI kepada bayi yang terlalu dini . 5. Faktor ekonomi keluarga. Pada saat ini banyak ibu-ibu yang memperoleh nafkah dengan bekerja di luar rumah. Wanita di perkotaan kebanyakan bekerja baik di sektor formal maupun informal. Pada kondisi tersebut, bagi ibu yang sedang menyusui sulit untuk tetap dapat menyusui anaknya, apalagi kalau tempat tinggal berjauhan dengan tempat bekerja. Demikian pula jika perusahaaan tempat bekerja menetapkan aturan yang ketat terhadap jam kerja karyawannya. Beberapa studi di negara lain, seperti Thailand, Vietnam dijumpai hal yang sama, bahwa pekerjaan ibu sangat menentukan keberhasilan dalam pemberian ASI (Huffman, 1984; Ho, 1979). Studi di Aceh terhadap 150 ibu menyusui, pada bulan pertama dijumpai sampai 96,7%, namun yang diberikan ASI eksklusif sampai 4 bulan hanya 31,9%. Pemberian ASI tersebut berhubungan dengan tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan jumlah anggota rumah tangga (Thaib, Firdaus, Fauzah and Manoeroeng, 1996). 7

IV. PENGARUH PROMOSI SUSU FORMULA TERHADAP PEMBERIAN ASI Pemasaran produk oleh suatu industri tidak akan pernah terlepas dari upaya promosi. Promosi dalam bentuk iklan berfungsi dalam merangsang perhatian, persepsi, sikap dan perilaku sehingga dapat menarik konsumen untuk menggunakan suatu produk. Pada saat media massa berkembang seperti sekarang ini, promosi melalui media massa merupakan kekuatan besar dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Misalnya, beberapa studi di Bogor menunjukkan iklan merupakan sumber informasi utama dalam berbelanja susu formula bayi oleh ibu rumahtangga (65%) (Tresnawati, 1997). Sisi negatif pengaruh promosi terhadap konsumen adalah digunakannya pesan iklan yang bersifat mengelabui (deceptive information). Sering kita menjumpai iklan yang memberikan informasi kepada konsumen secara tersamar, membingungkan dan bahkan tidak logis. Klaim tersebut terkadang dikesankan ilmiah, tetapi justru akan membingungkan konsumen, terutama bagi masyarakat awam. Selama ini informasi antara ASI dan susu formula belum seimbang di tengah masyarakat. Masyarakat lebih banyak menerima informasi susu formula daripada ASI, akibatnya masih banyak ibu yang tidak menyusui anaknya dengan benar. Dari berbagai studi dan pemantauan LSM, iklan susu formula di berbagai media massa sangat berpotensi dapat merusak pemahaman ibu tentang perlunya ASI bagi bayi. Iklan besar-besaran (massive) akan mempengaruhi persepsi yang keliru tentang susu formula dan ASI. Ibu-ibu hanya memahami dan menangkap informasi yang sepenggal-sepenggal dari penyajian iklan yang singkat. Untuk memperoleh informasi yang lengkap dan benar masih perlu penjelasan lanjut, misalnya oleh petugas kesehatan. Bentuk promosi oleh produsen susu formula dilakukan melalui dua pendekatan yaitu langsung (ke konsumen) dan tidak langsung (melalui petugas kesehatan). Promosi langsung kepada masyarakat dapat kita ketahui dari berbagai media massa (TV, majalah, tabloid, koran, radio, dst.). Promosi tersebut bertujuan untuk membentuk persepsi (image) bayi yang sehat dan cerdas apabila diberi susu formula. Berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan seperti omega-3, DHA, probiotik, asam arakhidonat dan sebagainya. Dengan penambahan zat gizi tersebut dibuat kesan seolah-olah ASI bernilai inferior dibandingkan susu formula, sehingga ibu-ibu menjadi ragu-ragu untuk menyusui bayinya. Promosi lainnya yang dibuat produsen susu adalah kesan gaya hidup modern bagi ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya. Iklan dengan latar belakang kehidupan keluarga menengah dengan ibu berkarier, dikesankan seolah-olah bayinya tetap sehat dan montok dengan diberikan susu formula. Kesan kepraktisan dan kemudahan didalam penyiapan susu formula, pada kenyataannya tidak sederhana jika dibandingkan dengan menyusui anaknya sendiri. ASI merupakan makanan yang siap langsung diberikan kepada bayi tanpa harus melakukan penyiapan khusus. Produsen susu secara implisit juga mempromosikan bahwa peran ayah dalam perawatan bayi dapat dilakukan melalui pemberian susu formula. Keterlibatan ayah didalam mengurus bayi dapat dikembangkan melalui hubungan personal dengan bayi seperti bermain, memeluk, atau menggendong. Dengan demikian peran ayah tidak harus didalam proses penyusuan. Keterlibatan ayah dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana untuk pendukung perawatan bayi, akan sangat membantu keberhasilan ibu didalam menyusui bayinya. 8

Banyak sekali temuan tentang penyimpangan iklan dan promosi susu formula di media massa oleh Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). Hal tersebut diantaranya karena tidak ada penilaian untuk iklan susu formula sebelum dipublikasikan di media massa, sehingga kerap terjadi penyimpangan. Selama ini, penilaian dilakukan setelah iklan disebarluaskan di media massa. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berwenang dalam menilai dan memantau promosi serta iklan makanan tidak memberlakukan penilaian awal karena iklan pangan melibatkan banyak pihak. Sedangkan berbagai bentuk promosi tidak langsung yang dilakukan oleh produsen susu adalah promosi di institusi/petugas kesehatan. Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) sejak tahun 1992-1997 melakukan pemantauan sebanyak 5 kali terhadap pemasaran susu formula. Di tempat institusi kesehatan promosi susu formula dilakukan semakin gencar, misalnya dengan pemberian sampel produk, hadiah, brosur, poster, perlombaan bayi sehat, dan bahkan kerjasama dengan petugas kesehatan. Pada survey tersebut selalu ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode internasional (International code on breastfeeding substitutes) dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI). Pemantauan oleh Ditjen POM-Departemen Kesehatan antara tahun 1995-1998 menemukan hal yang sama, yaitu banyak terjadi pelanggaran oleh produsen susu, antara lain pembagian sampel gratis, sponsor kegiatan, potongan harga, dan penyimpangan iklan susu formula. Demikian juga studi di Kota Bogor oleh Hardinsyah dkk (2002) ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode etik pemasaran susu formula. Promosi yang dilakukan oleh produsen susu di rumah sakit dan klinik bersalin adalah: 1) memajang produk susu formula, 2) memberikan peralatan bayi dari produsen susu formula, 3) memasang gambar dan logo pada dinding dan kartu kontrol, 4) sponsor training kepada bidan oleh produsen susu. Dampaknya dari promosi tidak langsung tersebut akan sangat mempengaruhi perilaku masyarakat sangat luas. Petugas kesehatan memainkan peranan yang sangat penting didalam praktek pemberian susu formula. Studi Abada, Trovato, Lalu (2001) menyebutkan ibu-ibu yang konsultasi kehamilan (prenatal) ke dokter, akan menghentikan penyusuannya 1,19 kali lebih besar dari pada yang tidak konsultasi. Demikian pula yang pada ibu-ibu yang melahirkan di rumah sakit/klinik bersalin, 1,15 lebih besar menghentikan penyusuan dibandingkan yang melahirkan di rumah. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tenaga kesehatan profesional terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASI, terutama dalam pengenalan ke susu formula dan penghentian penyusuan ASI. Dengan promosi seperti tersebut diatas, sejumlah perusahaan susu formula atau makanan pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) sudah melanggar ketentuan internasional dan regulasi nasional. Jika ditinjau dari SK Menkes No.237/1997 tentang Pemasaran Susu Pengganti Air Susu Ibu (PASI), pelanggaran tersebut antara lain berupa larangan promosi susu formula di sarana kesehatan dan pada tenaga kesehatan. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada 1981 telah mengeluarkan kode etik pemasaran susu pengganti ASI. Kode bertujuan untuk menyelamatkan bayi, melindungi ibu dan aktifitas menyusui dari tindakan pemasaran yang agresif oleh produsen. Rangkuman dari kode etik tersebut diantaranya adalah:1) melarang memberikan sampel gratis, 2) melarang promosi di tempat fasilitas kesehatan, 3) melarang konseling langsung 9

V. dengan pernyataan ³merokok merugikan kesehatan . SK Menkes No 237/ 1997 dipandang sudah tidak sesuai lagi saat ini karena beberapa hal. Peraturan setingkat menteri dinilai kurang mempunyai kekuatan yang efektif untuk menertibkan pemasaran susu formula. 5) memuat gambar bayi . ibu yang sakit atau mempunyai masalah dalam produksi ASI masih membutuhkan susu formula bayi. tetapi juga terkait dengan suami. Oleh karena keseimbangan promosi tersebut dianggap sebagai salah satu strategi yang baik. Contoh model promosi seperti ini sudah dilakukan pada industri rokok. Dengan demikian konsumen didalam menentukan pilihannya sudah didasarkan atas pengetahuan yang benar. 6) label harus mencantumkan keuntungan ASI. baik cetak maupun elektronik. Selain itu didalam Kepmenkes tersebut hanya mengatur pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama empat bulan. Oleh karena itu perlu regulasi setingkat Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur promosi susu formula bayi di media massa..´. Sasaran dari kegiatan tersebut tidak hanya kepada ibu-ibu tetapi juga masyarakat secara umum. UPAYA PROMOSI PEMBERIAN ASI Keputusan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya merupakan sesuatu yang bersifat personal. maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk melindungi kepentingan ibu dan bayi tersebut diantaranya adalah: 1.dengan publik. sementara WHO merekomendasikan sampai enam bulan. Mempertimbangkan adanya beberapa penyimpangan pemasaran susu formula bayi seperti tersebut diatas. dan budaya masyarakat disekitarnya. keluarga. Oleh karena itu peraturan tersebut akan efektif apabila kemudian diikuti oleh kesiapan dan koordinasi antar aparat penegak hukum. 4. faktor kekebalan. serta keuntungan psikologi untuk kesehatan bayi. 2. 4) memberian hadiah kepada petugas kesehatan. 3. 10 . Sebagian kelompok tertentu seperti bayi tanpa orangtua. ibu-ibu dan masyarakat harus paham bahwa ASI memberikan zat gizi. dan tidak salah interpretasi tentang satu sisi keunggulan susu formula..dst.. Oleh karena itu. Perbaikan peraturan perundangan tersebut kemudian ditindaklanjutan terhadap penegakan hukum.. Praktik-praktik penyalahgunaan promosi susu formula sudah sangat parah dan meluas baik oleh industri maupun keterlibatan pihak petugas kesehatan.. Tetapi para ahli kesehatan sepakat untuk mendukung ibu-ibu didalam pemberian ASI.. Promosi susu formula seharusnya diiringi juga dengan promosi manfaat dan penggunaan ASI. Seperti dibahas di atas masalah pemberian ASI tidak hanya ditentukan oleh individu ibu/bayi. Peningkatan edukasi dan promosi ASI karena pemahaman masyarakat tentang ASI yang masih rendah dijumpai dari berbagai survei dan studi.

Pelayanan Kesehatan. V.com/keluargaorg/susu_formula.depkes.fortunecity. R. http://www. Metode penyuluhan dan promosi seringkali tidak dianggap cukup. Status Kesehatan. Badan Litbang Kesehatan Depkes RI. Hardinsyah.id/index. Study on the current infant feeding practices. J. 1994. S . Konseling berupa bantuan berupa saran/nasehat kepada ibu terhadap permasalahan yang timbul selama menyusui. Jakarta. Dwiriani. http://www. Respon suami terhadap isteri yang menyusui. 2001. http://www. Determinant of breastfeeding in the Philippines: a survival analysis.com/kompas-cetak/0203/05/or/lley23. Survei Kesehatan Nasional 2001. dan di tempat kerja. N. Dikunjungi 26 November 2004.. Bali 19 Oktober 2001. Trovato. yang ditempatkan di Puskesmas. Of Community Nutrition and Family Resources. Perilaku Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan.htm Roesli. CM. Depkes. Oleh karena itu diperlukan petugas konseling yang terlatih. IPB. http://members. Jakarta. Y.html Muhilal.go.kompas. D Hastuti. Mitos menyusui. Indonesia Demographic and Healt Survey 2002-2003. Kantor Meneg UPW. Lalu.5. Hartati. Dikunjungi 25 November 2004. Morley. L.php Seaman. Dikunjungi 25 November 2004. D Briawan. Archives of Disease in Childhood Journal.problem-anda. National Familiy Planning Coordinating Bord. Hati-hati Tertipu. Dept. 2002. Badan Litbang Depkes RI. U. 2003. BAHAN PUSTAKA Abada. dan YASIA/BK PP-ASI. Strategi nasional peningkatan penggunaan ASI. BPS. Makalah pada ³Seminar Telaah Mutakhir tentang ASI´. Dikunjungi 25 November 2004. 2002. Indonesia. 2001. TS. Klinik/Rumah Sakit Bersalin. karena berbagai permasalahan yang bersifat spesifik/ personal muncul pada periode menyusui. Rulina. Pemberian Susu Formula Berisiko Tinggi bagi Kesehatan Bayi. Social Science and Medicine 52(2001): 71-81.htm 11 . Susu Sapi Tanpa DHA.com/rubrik/tips/tips34.

Food and Nutrition Bulletin.html Valdes. 2002. And J. The role of education breastfeeding success. Schooley. Vol 17 No 4 (1996). 1996. Sejumlah Perusahaan Langgar Iklan Susu Formula. http://www. Manfaat menyusui khususnya secara eksklusif. .Susilawati. Dikunjungi 25 November 2004. The United Nation University. Makalah pada Pertemuan Advokasi Peningkatan Pemberian ASI untuk Pengambil Keputusan di Daerah. D.kapanlagi. Bogor 17-19 Juni 2002.com/h/0000015373. YLKI. V.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful