Proyeksi Penduduk, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja, dan Peran Serikat Pekerja dalam Peningkatan Kesejahteraan

Prijono Tjiptoherijanto Pendahuluan Banyak ahli dan pengamat terutama mereka yang bergerak di lingkungan program sosial kemasyarakatan dan kesejahteraan pada saat ini mengarahkan pandangannya ke institusi Badan Pusat Statistik (BPS). Dewasa ini BPS sedang melakukan proses finalisasi perhitungan hasil sensus penduduk (SP) tahun 2000. Beberapa waktu yang lalu telah diumumkan angka sementara hasil SP-2000. Hasil sementara SP-2000 menggambarkan bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah sekitar 203 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (secara nasional) antara tahun 1995 ± 2000 adalah 1,01 persen. Gambaran tersebut jauh dibawah berbagai proyeksi penduduk yang pernah dilakukan selama ini. Sebagai contoh, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LD-FEUI) pada dekade 90-an membuat proyeksi bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah 211 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 1,35 persen. Dilihat dari sisi pencapaian program kependudukan, angka sementara tersebut menunjukkan keberhasilan program keluarga berencana (KB). Karena itu para pengelola program KB nasional, baik mereka yang berada di lingkungan pemerintah antara lain BKKBN maupun mitra kerjanya yang ada di lembaga swadaya masyarakat (LSM), sangat bergembira melihat hasil sementara tersebut. Kerja keras mereka telag berhasil mengurangi jumlah penduduk sekitar 7 ± 8 juta jiwa dibandingkan dengan proyeksi yang dilakukan oleh banyak ahli sebelumnya. Namun hasil SP-2000 perlu dikritisi secara lebih cermat lagi agar nantinya didapat hasil yang dapat menggambarkan keadaan yang relatif sesuai dengan kenyataan di lapangan. Inilah yang sekarang sedang dilakukan oleh BPS maupun para ahli kependudukan. Dalam hubungan dengan tenaga kerja, pertama-tama akan diuraikan apa sebenarnya terjadi di dalam SP-2000, bagaimana para ahli kependudukan menilai hasil sementara SP-2000, apa implikasinya pada aspek kependudukan lainnya, khususnya ketenagakerjaan. Setelah itu akan diuraikan proyeksi angkatan kerja dan tenaga kerja di Indonesia dan akhirnya bagaimana peran dari serikat pekerja menyikapi perkembangan tersebut. #2 SP-2000: Sebuah Keberhasilan Program KB di Indonesia? LD-DEUI secara periodik melakukan proyeksi terhadap penduduk Indonesia serta berbagai aspek yang terkait dengan jumlah penduduk tersebut. Proyeksi tersebut baru bisa dilakukan jika telah diperoleh angka mengenai struktur umur dan jenis kelamin penduduk. Dengan berdasarkan hasil lengkap survei penduduk antar sensus (SUPAS) 1995, LD-FEUI melakukan proyek penduduk Indonesia untuk tahun 2000 dengan berbagai aspeknya. Proyeksi penduduk, karena didasarkan atas berbagai asumsi, biasanya dilakukan dengan melihat berbagai kecenderungan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu biasanya dalam melakukan proyeksi dilakukan tiga macam skenario, yaitu: skenario optimistis, moderat, dan pesimis. Khusus dalam proyek penduduk maka skenario optimis dipakai untuk menggambarkan keyakinan kita yang sangat tinggi pada keberhasilan program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana).
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana). Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana) akan mengalami banyak permasalahan (kegagalan). Sedangkan skenario moderat adalah asumsi yang berada di antara kedua ekstrim di atas. Berdasarkan atas 3 skenario tersebut LD-FEUI mendapatkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 213, 211, dan 209 juta jiwa. Angka sementara SP-2000 memperlihatkan bahwa jumlah penduduk Indonesia tahun 2000 jauh berada di bawah perkiraan optimis LD-FEUI. Ini tentu saja membanggakan sekaligus menimbulkan keingintahuan di kalangan para ahli apakah kondisinya memang demikian. Baru-baru ini dilakukan diskusi ilmiah di LD-FEUI dengan pembicara Prof. Terence ³Terry´ Hull seorang pakar kependudukan dari the Australian National University untuk membahasa permasalahan di atas. Banyak pakar kependudukan yang hadir dalam diskusi tersebut, termasuk juga para pakar kependudukan dari BPS yang terlibat langsung dalam kegiatan SP-2000. Diskusi diarahkan pada dua tataran permasalahan, yaitu pertama, tataran konsep penduduk dalam sensus itu sendiri, dan kedua, tataran operasional di lapangan. Kedua permasalahan tersebut nantinya akan sangat menentukan seberapa banyak orang yang ³terjaring´ dalam pendataan. Dari diskusi terlihat bahwa pada tataran operasional, begitu banyak kendala yang dihadapi oleh BPS dalam SP-2000 antara lain dana yang sangat terbatas, penyaluran dana yang tidak tertata dengan baik yang mengakibatkan kesulitan dalam tahap persiapan pelaksanaan SP itu sendiri, situasi dalam masyarakat, misalnya masyarakat dapat saja menolak berpartisipasi menjawab pertanyaan, atau responden takut menerima petugas berkaitan dengan faktor keamanan di beberapa daerah. Pada tataran konsep terlihat adanya konsep yang masih dipakai oleh BPS untuk menjaring penduduk yang sebenarnya tidak sesuai lagi dengan kondisi pada saat ini. Konsep bahwa Indonesia merupakan ³closed population´ masih dianut padahal penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri sudah begitu banyak. Dengan konsep ³close population´ maka penduduk Indonesia yang berada di luar negeri tidak ³terjaring´. Demikian pula penggunaan kombinasi antara ³de-facto´ dan ³de-jure´ #3 dalam pendataan menjadi sangat membingungkan, khususnya dimana saat ini mobilitas penduduk di beberapa daerah sudah sangat tinggi. Prof. Hull menyimpulkan bahwa hasil sementara SP-2000 menunjukkan adanya indikasi ³under-counted´. Indikasi ini didasarkan pada permasalahan yang ada di atas. Prof. Terry Hull memperkirakan ³under-counted´ yang berasal dari masalah operasional dan kebingungan petugas karena konsep ³de-facto´ dan ³de-jure´ tersebut sekitar 2 sampai 2,5 juta jiwa dan jumlah penduduk Indonesia yang berada di luar negeri yang tidak tercatat sebesar 1 sampai 1,5 juta jiwa. Sehingga secara total ada sekitar juta jiwa yang masih perlu diperhitungkan lagi ke dalam hasil SP-2000. Prof. Terry Hull memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 207 ± 208 juta jiwa. Diskusi di atas belumlah diskusi final. Tentunya masih akan ada diskusi lanjutan lagi untuk membahas hal tersebut. Kelemahan diskusi yang berlangsung di LD-FEUI tersebut adalah karena masih sangat terbatasnya informasi dari SP-2000 itu sendiri yang dikeluarkan oleh BPS. Pada saat ini hanya angka sementara jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk yang dikeluarkan BPS. Padahal untuk melihat seberapa jauh akurasi perhitungan atau memperkirakan cakupan pencacahan, diperlukan struktur umur
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

dan jenis kelamin. Karena itu, jika perhitungan struktur umur dan jenis kelamin selesai dan dipublikasi oleh BPS, baru dapat dilakukan penilaian-penilaian yang lebih mendalam dan akurat Jika memang penduduk Indonesia tahun 2000 adalah sekitar 207 ± 208 juta jiwa, maka ini merupakan keberhasilan program KB. Karena menurut skenario proyeksi yang dibuat oleh LD-FEUI berdasarkan data SUPAS-95, ini merupakan skenario yang optimis. Apalagi jika angkanya adalah 203 juta jiwa. Namun di samping keberhasilan program KB, berbagai persoalan kemasyarakatan juga turut mempengaruhi jumlah penduduk. Lepasnya Timor Timur, persoalan pertikaian antarkelompok di beberapa daerah, kasus kerusuhan yang diperkirakan meningkatkan jumlah orang yang pergi ke luar negeri, dan sebagainya juga turut berperan dalam perubahan jumlah penduduk Indonesia. Ketersediaan data struktur umur dan jenis kelamin, yang menurut BPS akan ada pada sekitar pertengahan tahun 2001 ini, akan membantu para ahli untuk menganalisa berbagai hal di atas. Pada saat ini belum banyak yang bisa dilakukan dengan data SP-2000. Masih diperlukan waktu beberapa bulan lagi sebelum berbagai analisa, termasuk analisa angkatan kerja dan tenaga kerja, dapat dilakukan dengan data SP-2000 tersebut. Implikasi Dinamika Kependudukan pada Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja Uraian berikut ini didasarkan pada proyeksi penduduk yang dilakukan oleh LD-FEUI sebelum SP-2000. Transisi fertilitas dan mortalitas telah berpengaruh pada jumlah dan struktur umur penduduk Indonesia, terutama jumlah dan persentase penduduk usia di bawah 15 tahun (0 ± 14). Antara tahun 1990 ± 95, penduduk Indonesia tumbuh sebesar rata-rata 1,66 persen per tahun dan diharapkan turun menjadi 1,23 persen antara tahun 2000 ± 2005 dan kembali turun menjadi 0,68 persen antara tahun 2015 ± 2020. Dengan #4 laju pertumbuhan tersebut penduduk Indonesia akan bertambah dari 183,5 juta pada tahun 1990 menjadi 210,9 juta pada tahun 2000. Dinamika Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tabel 1 menggambarkan perkiraan jumlah penduduk Indonesia antara tahun 1971 ± 2025. Walaupun pertumbuhan penduduk diperkirakan akan terus menurun dari tahun ke tahun. Namun jumlah penduduk akan senantiasa meningkat. Jumlah penduduk diperkirakan akan menjadi tetap (dalam arti jumlah kelahiran dan kematian seimbang) pada tahun 2036. Tabel 1. Perkiraan Jumlah Penduduk 1971 ± 2025 Tahun Jumlah Penduduk (Juta) 1971 118,4 1980 146,8 1990 179 1995 196 2000 209,5 2005 222,8 2010 235,1 2015 249,7 2020 254,2 2025 261,4
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Sumber: Ananta dan Anwar, 1994

Di dalam analisis demografi, struktur umur penduduk dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu (a) kelompok umur muda, dibawah 15 tahun; (b) kelompok umur produktif, usia 15 ± 64 tahun; dan (c) kelompok umur tua, usia 65 tahun ke atas.

8 161. Sedangkan pergeseran struktur umur produktif ke umur tua pada akhirnya akan mempunyai dampak terhadap persoalan penyantunan penduduk usia lanjut. Bersamaan dengan perubahan sosial ekonomi diperkirakan akan terjadi pergeseran pola penyantunan usia lanjut dari keluarga ke institusi.4 33.5 juta pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 144.6 juta pada tahun 1995 menjadi 136.9 juta orang pada tahun 1990. Angkatan kerja bertambah dari sekitar 73.5 64. maka penurunan pertumbuhan penduduk tidak secara otomatis menurunkan pertumbuhan angkatan kerja. Permasalahan yang ditimbulkan oleh besarnya jumlah dan pertumbuhan angkatan kerja tersebut di satu pihak menuntut kesempatan kerja yang lebih besar. Dalam kondisi normal.doc .3 136.5 juta pada tahun 2020.7 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.7 6.6 64.3 100.3 66.6 121. diperkirakan akan terjadi penambahan angkatan kerja sebanyak 12. Tabel 2. #5 Pergeseran struktur umur muda ke umur tua produktif akan membawa konsekuensi peningkatan pelayanan pendidikan terutama pendidikan tinggi dan kesempatan kerja.0 Sumber: BPS.7 62. seperti misalnya peperangan (dalam peperangan akan banyak orang muda yang mati).0 100.1 6.2 4.2 59. maka tanggung jawab pemerintah akan menjadi bertambah berat (Kasto dalam Prijono.2 4. di pihak lain menuntut pembinaan angkatan kerja itu sendiri agar mampu menghasilkan #6 keluaran yang lebih tinggi sebagai prasyarat untuk menuju tahap tinggal landas.5 15. Namun untuk beberapa saat masih akan meningkatkan jumlah penduduk struktur umur di atasnya.0 225. 1995).8 145.8 Jumlah 179.7 8. Sebaliknya suatu struktur umur penduduk dikatakan tua apabila kelompok umur mudanya sebanyak 30% atau kurang sementara kelompok umur tuanya lebih besar atau sama dengan 10%.0 15 ± 64 107.2 65+ 6.doc Komposisi 1990 1995 2000 2005 2010 Umur Juta % Juta % Juta % Juta % Juta % 0 ± 14 66.5 27. Perkiraan Struktur Penduduk Indonesia: 1990 ± 2010 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.2 100. penduduk usia kerja akan meningkat dari 121. Berdasarkan kategori-kategori tersebut nampak bahwa telah terjadi proses transisi umur penduduk Indonesia dari penduduk muda ke penduduk tua (aging process).5 juta pada tahun 2000 dan kemudian menjadi 182. maka laju pertumbuhan angkatan kerjanya pun cukup tinggi. 1993 Penduduk Indonesia pada saat ini masih digolongkan sebagai penduduk muda. Secara absolut.7 64.3 64.7 persen per tahun.6 3.7 65. Itu berarti jika tidak ada kondisi yang sangat ekstrim.9 100. kemudian menurun menjadi 2.8 100. Antara tahun 1993 ± 1998. menjadi sekitar 96.6 28.0 100.6 14. pertumbuhan penduduk akan menurunkan jumlah penduduk pada struktur yang muda (0 ± 15 tahun). persen per tahun antara tahun 2015 ± 2020.7 juta pada tahun 2020.4 30.0 195. Ageing proses tersebut akan terus berlangsung sebagaimana terlihat pada Tabel 2.4 persen per tahun antara tahun 1995 ± 2000 dan kemudia menurun lagi menjadi 1. Apabila keadaan ini terjadi.Struktur umur penduduk dikatakan muda apabila proporsi penduduk umur muda sebanyak 40% atau lebih sementara kelompok umur tua kurang atau sama dengan 5%. pertumbuhan penduduk usia kerja (15 ± 64) menjadi lebih tinggi daripada pertumbuhan penduduk itu sendiri. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.1. Pada penduduk yang tergolong muda seperti Indonesia.9 64.2 4. Ini dapat terlihat dari data dimana antara tahun 1990 ± 1995 penduduk usia kerja per tahun rata-rata 2.0 238.0 36.

yaitu hanya bertambah tiga persen setahun. Data memperlihatkan bahwa pada tahun 1997 yang lalu 63 persen dari angkatan kerja yang ada pada saat itu. Sebagai contoh pada kurun waktu 1971 ± 1980. Lapangan kerja datang dari adanya pertumbuhan ekonomi.5 juta jiwa per tahun. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam menganalisa hubungan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja adalah bahwa jika kesempatan kerja berada di atas angkatan kerja bukan berarti masalah ketenagakerjaan. Perkiraan Pertumbuhan Angkatan Kerja dan Kesempatan Kerja Dalam PJP II (X 1000) Akhir Repelita Angkatan Kerja Kesempatan Kerja Repelita VI (1998) 12. Banyak variabel lainnya yang masuk dalam hubungan tersebut.095 12.7% saja. #7 Peran Serikat Pekerja dalam Menyikapi Data-data Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Sebuah Harapan Ada pameo umum yang banyak diyakini kebenarannya yaitu orang akan bekerja dengan baik jika mendapatkan gaji yang baik pula.doc .704 11. Kedua variabel tersebut tidaklah berhubungan secara langsung dan dalam suatu garis yang lurus.913 Repelita VII (2003) 13. Sedangkan mereka yang berpendidikan di atas SLTA (Diploma/Akademi dan Universitas) hanya sebesar 3. atau lebih khususnya pengangguran. Peningkatan ini harus diantisipasi oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai pihak pemberi kerja atau pembuka lapangan pekerjaan. teratasi. Namun sekali lagi bahwa proyeksi ini dibuat sebelum adanya krisis ekonomi. Jika mengikuti proyeksi tersebut. Adanya kesempatan kerja baru merupakan ³potensi´ dan ³potensi´ tersebut mungkin saja tidak dapat dimanfaatkan bila angkatan kerja yang tersedia tidak memiliki kualitas yang memadai. Namun pertumbuhan yang tinggi tidak selalu memberikan lapangan kerja yang besar.871 Jumlah penduduk dan angkatan kerja yang besar akan mampu menjadi potensi pembangunan apabila dibina dengan baik.juta jiwa atau rata-rata 2. pertumbuhan ekonomi adalah 7.9 persen per tahun. namun daya serapnya angkatan kerja relatif kecil.744 Repelita IX (2013) 12. Pada tahun 1993 UNINDO melakukan studi di beberapa negara Asia tentang perkembangan produktivitas dan upah tenaga kerja di sektor perpabrikan antara tahun C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. Mutu angkatan kerja antara lain tercermin dalam tingkat pendidikan dan latihan. Baru setelah Repelita VIII.177 Repelita X (2018) 11. Dalam kenyataannya hubungan antara produktivitas dan gaji tidaklah sesederhana itu. Cukup banyak studi yang memperlihatkan bagaimana kompleksnya hubungan antara gaji dan produktivitas. Ini berkaitan dengan strategi pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan dunia usaha. Pembinaan yang baik akan menghasilkan mutu angkatan kerja yang baik. Karena itu agar orang produktif. maka berikanlah gaji yang baik. Dalam keseharian dapat dilihat dan dinilai apakah kenaikan tunjangan jabatan yang berlaku di kalangan instansi pemerintah saat ini. melakukan proyeksi mengenai pertambahan angkatan kerja dan kesempatan kerja dalam PJP II. berpendidikan SD ke bawah. Proyeksi ini dilakukan sebelum krisis ekonomi terjadi. Tabel 3.427 Repelita VIII (2008) 12. yang cukup besar. Payaman (1996). maka Indonesia mengalami masalah kesenjangan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sampai dengan akhir Repelita VIII. berjalan seiring dengan produktivitas kerja para pejabat tersebut.455 11. kesempatan kerja diperkirakan akan berada di atas angkatan kerja (Tabel 3).232 12.701 12.

Negosiasi berdasarkan C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. 1993 #8 Jika dilihat data-data kependudukan. Diperlukan pendekatan yang bersifat win-win solution antara pengusaha dan pekerja. maka nampak jelas bahwa Indonesia mengalami banyak permasalahan dalam hal ini. Apa yang terjadi belakangan ini dengan adanya pemogokan serta aksi pekerja yang cenderung tidak terkendali dalam jangka pendek mungkin dirasakan menguntungkan bagi pekerja. NICs dan ASEAN.849 5.264 4.185 3.58 2.936 6.09 1. atau bahkan rendah. Sudah waktunya kita melakukan sesuatu berdasarkan fakta (evident-based) dan bukan berdasarkan emosi.733 5.744 5.528 1. termasuk ketenagakerjaan dan kualitas penduduk. Jika kembali pada premis bahwa perluasan kesempatan kerja hanya dapat diperoleh melalui pertumbuhan ekonomi. maka itu tentu saja mengganggu pertumbuhan ekonomi.38 Singapura 16.1980 ± 1990 sebagaimana terlihat pada Tabel 4. 1980 dan 1990 (dalam US $ konstan 1985) Produktivitas Tenaga Kerja a) Upah Per Pekerja Negara 1980 1990 r 1980 1990 r Korea Selatan 9.665 7.931 6. Bagaimana angkatan kerja akan terserap jika pertumbuhan ekonomi yang rendah? Padahal Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk menyerap angkatan kerja yang masih terus meningkat dewasa ini.717 3.642 4. tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang pas-pasan.30 Indonesia 4. Jika kemudian kegiatan ekonomi mengalami kemandegan karena pengusaha enggan menanamkan modalnya di Indonesia.091 11.579 3. maka dibutuhkan kearifan bersama antara pengusaha dan pekerja untuk menyikapi hubungan antara pengusaha dan pekerja. Ditambah dengan banyaknya ³supply´ tenaga kerja yang tersedia menyebabkan mereka tidak memiliki posisi tawar menawar yang memadai.077 2.95 Thailand 5.342 16. Tabel 4. terutama berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.962 5.14 Catatan: a) nilai tambah dibagi dengan jumlah pekerja r adalah laju pertumbuhan per tahun selama 1980 ± 90 Sumber: UNINDO.84 2. Dalam skala mikro.16 4.901 2.735 4.48 Taiwan 8. hanya bisa menempati posisi yang sangat rendah. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara tersebut jauh meninggalkan Indonesia.757 7.892 5.128 5.06 Malaysia 8. Sebagai serikat yang diharapkan menjadi mediator antara pekerja dan pengusaha.doc .44 Filipina 4. maka serikat pekerja harus mampu melakukan penelaahan yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap kondisi internal perusahaan.023 26.065 4.258 13. Bandingkan dengan Thailand dan Malaysia dimana pertumbuhan produktivitas tenaga kerja mereka jauh di atas pertumbuhan gaji.043 6.342 1.875 3. Hasil telaahan tersebut kemudian dikomunikasikan baik kepada pekerja maupun kepada pengusaha.085 1. namun dalam jangka panjang akan merugikan semua pihak (lost-lost solution).64 4.273 2.09 1.73 2. Penduduk yang besar dengan kualitas penduduk yang rendah menyebabkan penduduk tersebut menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi dan bukan pemacu.291 4. Dalam hal ini serikat pekerja harusnya dapat berperan besar. Pada kurun waktu tersebut tingkat pertumbuhan upah di sektor ini sudah cukup baik dan malah jauh di atas tingkat produktivitas yang terjadi.769 11. Tingkat dan Laju Perkembangan Produktivitas Pekerja dan Upah di Sektor Perpabrikan. Apa yang terjadi kemudia.53 676 1.55 Hong Kong 7.

#9 Oleh karena itu. Pada tataran kebijakan banyak hal yang telah dilakukan untuk memperbaiki kesejahteraan pekerja. menengah dan besar) di semua sektor berada di dalam suatu lingkungan yang dinamis dan sangat kompleks. peran yang diharapkan dari serikat pekerja bukanlah melaksanakan pekerjaan ³hit and run´. Ini kemudian dinegosiasikan dengan pengusaha. justru dilanggar oleh kedua belah pihak. dan kebijakan moneter dan fiskal). yang terdiri dari komponenkomponen berikut: ekonomi makro (seperti kebijakan perdagangan. pemerintah dan politik pada tingkat nasional dan lokal (misalnya legislatif dan proses pembuatan kebijakan. Pekerjaan yang dilakukan bukan sekedar untuk merespons terhadap suatu keadaaStrategi Peningkatan Daya Saing Pengusaha Daerah dalam Era Liberalisasi Ekonomi1 Tulus Tambunan Kadin Indonesia Permasalahan Belakangan ini banyak pernyataan di media masa dan seminar-seminar mengenai daya saing atau kesiapan perusahaan-perusahaan Indonesia dalam bertarung di dalam negeri maupun di global dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. Pengusaha harus menyadari bahwa pekerja adalah aset bagi perusahaan. Usaha pemerintah dalam mempromosikan atau membantu suatu jenis kegiatan usaha tertentu tidak akan membuat hasil yang optimal tanpa mempertimbangkan lingkungan dari jenis usaha tersebut dan konteks dari suatu pembangunan ekonomi yang lebih luas yang menciptakan ´aturan main´ untuk semua kegiatan/jenis usaha dan yang mana mempengaruhi cara bisnis dan pasar bekerja. judisiari.emosi hanya akan menghasilkan lost-lost solution sedangkan negosiasi yang win-win solution harus didasarkan pada evident-based. Kesejahteraan harus dilihat dalam konteks jangka panjang. serta kepastian hukum. dari semua skala usaha (mikro. yakni lingkungan langsung dan lingkungan yang lebih luas (Gambar 1). infrastruktur. Oleh karena itu. Ini berarti gaji hanyalah salah satu aspek dari kesejahteraan. Serikat pekerja juga harus mampu mengeluarkan alternatif-alternatif model untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan melihat pada kondisi perusahaan. pengaruh-pengaruh eksternal (seperti perdagangan global. dan sebagainya. kebijakan industri. kecil. Lingkungan yang lebih luas adalah lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap suatu kegiatan bisnis. produktivitas.doc . kinerja dari suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh linkungannya. Satu hal yang jelas adalah bahwa. bukan sesaat. dan keamanan dan stabilitas). utilitas dan jasa keamanan). dan lain-lain. kinerja bisnis yang termasuk juga daya saingnya. gambaran makro ketenagakerjaan dan perekonomian negara. waktu kerja. bantuan luar C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. Jika memang dalam jangka pendek peningkatan gaji dirasakan memberatkan perusahaan. dan sebagainya. harusnya dapat dimasukkan ke dalam perhitungan dan negosiasi tersebut. maka sistem asuransi (misalnya Jamsostek) harus dimanfaatkan. Unsur jaminan hari tua. pembagian bonus yang disesuaikan dengan tingkat keuntungan perusahaan. Dalam mengembangkan win-win solution diperlukan kejujuran dan transparansi dari kedua belah pihak. usaha meningkatkan kegiatan di sektor riil dengan memperbesar kucuran kredit tidak akan bermanfaat tanpa pada waktu yang bersamaan memperhitungkan faktor-faktor determinan lainnya Lingkungan di mana bisnis beroperasi dapat dibagi dalam dua macam. jasa-jasa yang diberikan oleh pemerintah (seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. seperti yang dijelaskan di Tambunan (2006). asuransi. Namun dalam tataran operasional banyak hal yang telah diatur tersebut. Pekerja juga harus diberikan pemahaman melalui komunikasi dan informasi yang baik bagaimana persoalan gaji. kondisi perusahaan. Demikian pula tentang hak dan kewajiban pekerja. Kewajiban pekerja. Ini tidak lain karena lemahnya penegakkan hukum selama ini. kebijakan sektor keuangan. Demikian juga.

tenaga kerja. Hotel Permata Krakatau Cilegon. teknologi. Sedangkan. standar produk dan 1 Acara Diskusi Kadin Kota Cilegon. modal. dan jaringan-jaringan kerja). yang dimaksud lingkungan langsung adalah lingkungan berpengaruh secara langsung terhadap semua kegiatan usaha. lokasi. dan informasi). yakni pasar (misalnya consumen. dan siklus pertanian). material dan alat-alat produksi. sosial dan kultur (seperti demografi. selera konsumer. infrastruktur.negeri. lisensi dan perijinan. 15 Mei 2007 1 . tarif pajak dan sistem perpajakan. tren dan selera masyarakat dunia. keterampilan dan teknologi. dan sikap terhadap bisnis). cuaca. regulasi dan birokrasi (seperti undang-undang. dan iklim serta lingkungan alam (misalnya sumber daya alam. peraturan-peraturan.

Surabaya pada tanggal 23-25 Agustus 2004. Dalam kajian tentang masalah perkotaan. dan intervensi-intervensi yang didanai oleh uang publik (seperti jasa keuangan untuk bisnis). 1979: 56-57). maupun serangan dari kerajaan-kerajaan lainnya. Dengan demikian aspek-aspek itu penting untuk dipahami. selain menjadi nama sungai di wilayah itu. yaitu kabupaten Badung. dan perlindungan konsumer dan lingkungan). pusat-pusat perkembangan perdagangan seperti di daerah pegunungan.2 The 1st international Conference on Urban History Indonesia 1 DENPASAR: Perkembangan Dari Kota Kolonial Hingga Kota Wisata 1 I Ketut Ardhana Abstract th The development of Denpasar as a city cannot only be traced back from the 19 century. Prior to the fall of traditional rulers. kita dapat melihat bahwa perkembangan kota-kota modern banyak dibentuk berdasarkan warisan sejarah masa sebelumnya. This paper. 2 . karena adanya faktor yang saling kait mengkait (Gist dan Fava. Saat ini Badung.prses. demikian pula di pelabuhan atau wilayah pesisir pantai. therefore will also specifically address in which way the rapid development of Denpasar has been affected by it position as the capital city of Bali as well as the centre for tourism. This paper will examine how Denpasar has been developed from the fall of Dutch st colonial power to the entering of the 21 century. banyak kota-kota itu terlahir sebagai akibat pusat-pusat politik tradisional seperti pusat-pusat istana kerajaan. This was the perception of Mengwi rulers before Badung was developed as a small region in South Bali. Pendahuluan Pada umumnya di Asia Tenggara. 1 Makalah dipresentasikan pada Konferensi International I Sejarah Kota (The First International Conference on Urban History) di Universitas Airlangga. ekonomi dan budaya di Bali Selatan. the rapid development of this city cannot be separated with the processes of modernization and globalization in which international tourism has been the significant element of those processes. Nama Badung juga dipergunakan sebagai sebutan nama kabupaten. Perpindahan itu seringkali terjadi karena dinamika politik. di pedalaman sebagai akibat perkembangan politik di tingkat internal yang menyebabkan keinginan untuk memisahkan diri. Pengalaman sejarah seperti itu dapat kita lihat dari tumbuh dan berkembangnya kota Bangkok di Thailand maupun Badung yang kemudian menjadi Denpasar sebagai pusat perkembangan politik. Additionally. beberapa aspek penting yang memainkan peranan penting adalah keadaan demografi. 1964: 52 lihat juga: Nas. dan lingkungan. Dalam dinamika sejarahnya. The Dutch rulers had contributed greatly on the development of the city. Nama Badung juga seringkali dipergunakan untuk menyebut nama wilayah kerajaan itu. organisasi. Denpasar itself comes from two words: den means north and pasar means market. teknologi. A. Dalam perkembangan selanjutnya tampaknya terjadi pergeseran pusat-pusat perdagangan dari pegunungan ke pantai. The name of the palace was called Denpasar since its location was to the north of the market. juga dipergunakan sebagai nama pasar. the region was to be known as Badung. comes from the word ´badengµ (meaning dark). yakni Pasar Badung yang merupakan salah satu pasar terbesar di kawasan itu. yaitu kerajaan Badung. atau kemudian lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Denpasar. but also from earlier period in the eighteen century. in which their contribution can still be observed to the present day.

telah memungkinkan pula terjadinya sistem pengaturan pengairan yang lebih baik. Keadaan yang demikian bisa dilihat dari keadaan dan kondisi yang ada di Denpasar. sehingga Kabupaten Badung yang semula hanya memiliki 6 kecamatan sekarang menjadi 7 kecamatan. sistem subak dan pemerintahan sendiri. Perkembangan di sektor perdagangan misalnya menyebabkan berkembangnya kota-kota baru sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi. Kota Denpasar terdapat 16 wilayah kelurahan dan 27 wilayah desa. tampaknya Denpasar mengalami perkembangan yang menonjol terutama dalam aktifitas ekonomi.000 jiwa.73 km2 dan Denpasar Selatan yang memiliki luas 46. Bali yang wilayahnya juga terdapat deretan gunung api sangat mempengaruhi kesuburan tanahnya. melainkan juga persoalan sosial dan budaya. masing-masing kecamatan memiliki jarak yang relatif sama ke pusat kota antara 4-5 km. Bagi masyarakat pedesaan yang pemilikan garapan tanah yang sangat rendah akan mengadakan imigrasi ke wilayah perkotaan seperti ke kota Denpasar di Bali Selatan atau ke Singaraja di daerah Bali Utara. namun juga secara sosial budaya. Denpasar ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kabupaten Daerah Tingkat II Badung. masih terdapat 35 desa adat dimana desa adat ini dapat meliputi dua desa administrasi atau sebaliknya yang meliputi dua desa adat. Denpasar Timur dengan luas 27. Kota Denpasar mempunyai luas 12. Dari sudut tipologi. Denpasar Selatan dan Timur memiliki ketinggian dari permukaan laut yang sama yaitu antara 00-75 meter. Kondisi alam yang subur menjadi salah satu faktor perkembangan perekonomian Bali. adanya sistem pengaturan air yang baik seperti dilakukan organisasi tradisional seperti subak.Secara historis. Bagaimana perkembangan Badung kemudian menjadi Denpasar. Sistem aliran sungai Ayung yang melalui kota Denpasar bagian timur dan sungai Badung di Denpasar bagian barat telah memungkinkan wilayah ini dipilih sebagai pusat pemerintahan. akan dijelaskan berikut di bawah ini. Apabila dilihat letak strategis dengan daerah pusat kota. Selain kondisi alam yang demikian. Adanya mobilitas geografis telah mengarah dengan semakin intensnya gerakan mobilitas penduduk seperti urbanisasi (Lihat: Sjoberg 1960: 64). Hal ini mengingat dari jumlah penduduk kota Denpasar saat itu yang mencapai 150. Struktur masyarakat di tiap-tiap kabupaten yang berbasiskan desa-desa adat mempunyai wilayah dengan karakteristiknya sendiri yang tidak hanya menentukan pelaksanaan keagamaan. kabupaten-kabupaten di Bali pada awalnya berasal dari pusat-pusat kerajaan itu yang masing-masing masyarakat lokal di wilayah itu memiliki adat istiadat. Semenjak tahun 1958. 2003: 198). dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Bali Selatan seperti Tabanan atau Gianyar. baik pada masa kerajaan maupun pada masa kolonial Belanda (Sunaryo. Dengan demikian kota Denpasar berperan sebagai ibukota kabupaten. Secara geografis. sedangkan Denpasar Barat memiliki ketinggian 1275 meter. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1978. Selain itu. Di era modern ini. Denpasar dijadikan sebagai pusat pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Bali yang selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat tidak hanya dalam arti fisik.19 km2. yaitu terdiri dari endapan-endapan sungai dan lapukan tanah vulkanik. Tanahnya merupakan endapan alluvial. Pada periode in kota Denpasar diusulkanlah untuk menjadi kota administratif yang bersamaan dengan pemekaran wilayah kecamatan Denpasar dan Kasiman.06 km2. kota Denpasar diubah statusnya menjadi kota administratif yang membawahi tiga kecamatan yakni: Denpasar Barat dengan luas 50. Sebagaimana halnya dengan Sumatra dan Jawa. propinsi dan pusat pengembangan industri pariwisata Indonesia Bagian Tengah (Warsilah. 1997: 21-22).398 km2. 3 .

Kemudian pada tahun 1800 ada upaya untuk memindahkan pusat kekuasaan Badung itu oleh Dinasti Pamacutan pada suatu daerah yang masih merupakan taman bunga (Lihat: Silsilah Puri Satria. Antara lain dapat disebutkan adanya struktur kekuasaan kerajaan yang terdesentralisasi. maupun penguasa-penguasa Badung yang muncul kemudian merupakan keturunan bangsawan Jawa. menyatakan bahwa dalam kurun waktu itulah Badung semakin berkembang di Bali Selatan (C. yakni saat tampilnya tokoh Jambe Pule. sehingga daerah itu dikatakan masih gelap yang dalam bahasa Balinya disebut ´badengµ yang berarti gelap. terutama Arya Damar yang sering dikenal sebagai Arya Kenceng ketika Majapahit berkembang pada abad ke-14. Lekkerkerker dalam bukunya ´Bali en Lombok: Overzicht der Litteratuur omtrent deze eilanden tot einde 1919µ. bangsawan Badung yang terlibat dalam pertempuran untuk menyerang kekuasaan Gelgel. Helen Creese. sebagai seorang ahli sejarah Bali menyebut periode ini sebagai fase akhir dari sistem politik lama dan mulai berkembangnya sistem politik yang baru (Creese. Inilah asal mula perkembangan kata Badung itu. Sekitar tahun 1700-an. kerajaan Alang Badung. daerah yang namanya Badung itu. kerajaan Badung dikatakan menjadi bagian dari kerajaan Mengwi. sementara dalam perkembangan selanjutnya kemunculan Klungkung dan beberapa kerajaan yang lebih kecil lainnya seperti Badung di Bali Selatan ini lebih mendekati struktur federasi.B. Perkembangan Awal: Dari Kerajaan Badung Hingga Puri Denpasar Cokorda Ngurah Agung (1989) dalam tulisannya. Kemudian lokasi kerajaan ini dalam sumber-sumber arsip sejarah sering 4 . Alasan yang diajukan oleh Lekkerkerker adalah bahwa pada saat itu seorang yang berasal dari Dinasti Kaleran (Pamecutan) dapat membunuh seorang penguasa di Ksatria. memang dapat diinterpretasikan konflik itu muncul sebagai akibat keinginan penguasa Badung untuk dapat mandiri terlepas dari kontrol politik Mengwi (Geertz. Inilah fase awal perkembangan kerajaan yang kemudian berkembang menjadi pusat-pusat kerajaan dan akhirnya membemtuk pusat-pusat kota di era perkembangan Bali modern. Gelgel disebut sebagai pusat kerajaan pertama yang mempunyai pengaruh Majapahit di Bali. Pada waktu itu. C. bahwa baik interpretasi Belanda maupun Bali setuju kalau penguasa-penguasa Mengwi. Lintasan Babad Badung menjelaskan bahwa cikal bakal munculnya kerajaan Badung di Bali Selatan tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan di kerajaan Mengwi. Di samping kerajaan Badung juga muncul kerajaan kecil lainnya seperti kerajaan Tegal. Lekkerkerker 1920: 192). Badung diperkirakan hanya sebagai kerajaan kecil yang baru berkembang. Sementara itu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa. 1980). sebelum Badung dikembangkan menjadi sebuah kerajaan pada abad berikutnya. (sekarang termasuk wilayah Alang Kajeng). 1988: 23). 1991: 237). Periode ini diikuti dengan semakin munculnya kerajaan-kerajaan yang lebih besar seperti Karangasem. Pada tahun 1780 telah muncul konflik antara Badung dengan Mengwi karena dominasi politik yang dilakukannya. kerajaan Badung semakin berkembang akan tetapi tetap di bawah kontrol Mengwi. yang pada waktu itu masih berada di bawah supremasi kerajaan Mengwi. Buleleng dan Mengwi (Schulte-Nordholt. Selain itu. Nama Badung menjadi semakin terkenal dalam sejarah Bali pada waktu itu. Dari data-data sejarah sejarah dikatakan. Dalam catatan sejarah terlihat bahwa Mengwi sudah mengklaim Badung sebagai bagian wilayahnya. Pada akhir abad ke-17 (1686-1687) pecahlah pembrontakan di Gelgel yang memberi banyak pengaruh pada peta politik kekuasaan di Bali. belumlah banyak dihuni orang. karena hanya Gelgel lah yang dipercaya menjadi satu-satunya kerajaan yang memainkan peranan penting di Bali (sesuhunan). naskah milik puri Satria Denpasar).

Kemunculan Kasiman ini dapat dilihat akibat sikap meremehkan yang dilakukan oleh oleh penguasa Pamacutan dan Denpasar. diikuti dengan berbagai interaksi yang diwakili oleh Kasiman. puri Pemecutan dan beberapa puri lainnya sebagai kerajaan yang memainkan peranan penting dalam aktifitas perdagangan di Bali pada abad ke-19 (Schulte-Nordholt. Adapun yang menyebabkan berkembangnya Sanur adalah secara geografis Sanur berdekatan dengan pusat istana puri Denpasar. Pada saat itu. Para saudagar Cina berkurang jumlahnya. Mengacu pendapat Tambiah (1985). Disebutkan bahwa raja-raja yang baru muncul itu. Sebaliknya pelabuhan Sanur menunjukkan perkembangannya. Akan tetapi. Pentingnya peranan Sanur dapat dilihat pula ketika Belanda mulai melancarkan serangan ekspedisinya ke Badung pada tanggal 15²16 September 1906. Misalnya dengan diangkatnya seorang Denmark menjadi subandar (penguasa pelabuhan) di Kuta. Hal ini menyebabkan kerajaan Badung tidak lagi mengontrakkan penarikan bea cukai. Badung sekitar pertengahan abad ke-19 (1832). namun tetap membayar upeti.disebut dengan Puri Denpasar yang berada di bawah kekuasaan Dinasti Pamacutan (C. raja Kesiman yang berperan sebagai raja Badung telah memainkan peranan yang dominan. Lekkerkerker 1923). Penyerangan terhadap kota Denpasar dilakukan pada tanggal 17 September 1906. berupa barang yang diperdagangkan (´Gegeven betreffende Zelfstandige Rijks op Baliµ. Denpasar: Dari Kota Puri Hingga Kejatuhannya Ke Tangan Kolonial Ada perubahan-perubahan pandangan yang muncul menyangkut peta kekuasaan di Bali pada abad ke-18 dan 19. berpendapat bahwa Bali pada masa itu mengikuti struktur pemerintahan galaksi (galactic polity). Hal ini dapat dilihat dengan semakin sering munculnya pedagang-pedagang dari Surabaya. Tempat-tempat strategis seperti kampung Sanglah dikepung pada tanggal 18 September 1906 dan akhirnya membuka 5 . Itulah sebabnya puri Kasiman yang berada di sebelah timur mengadakan kontak persahabatan dengan Belanda. Sejak abad ke-17 kontak-kontak persahabatan dengan orang asing di Bali yang dikenal sebagai wong sunantara. Creese (1993: 30). Selanjutnya diupayakanlah pembenahan administrasi kerajaan. Perkembangan ini tampaknya mempercepat kerajaan Badung berkembang menjadi pusat perdagangan di Bali Selatan. begitu juga banyak gudang yang dimiliki Cina menjadi kosong. demikian pula pemungutan bea dan cukai masih berjalan. Berkembangnya pusat perdagangan di Bali Selatan seperti yang dilakukan oleh pedagangpedagang asing seperti Cina di Kuta menyebabkan semakin cepatnya perkembangan Badung sebagai pusat istana. 1983: 7). Inilah yang menyebabkan mengapa Belanda memilih Sanur sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal perang mereka. tetapi Dewa Agung di Klungkung hanya dianggap sebagai pemimpin religius atau sebagai keturunan raja-raja Majapahit (Sidemen. Kontak-kontak perdagangan antara Badung dengan orang asing misalnya dapat dilihat pada perkembangan kerajaan Badung pada abad ke-19. nusantara diadakan semakin meningkat. 1906: 12). Adanya perkembangan yang dialami oleh Sanur menyebabkan kemunduran-kemunduran yang dialami oleh Kuta. pada akhir abad ke-l9 aktifitas perdagangan di Kuta mengalami kemunduran. masih mengakui raja-raja tertinggi di Klungkung tidak dalam kapasitasnya sebagai pimpinan politik. C. 1988: 13). dikelilingi oleh daerah kekuasaan raja-raja kecil lainnya yang secara politik independen. Hubungan kontak perdagangan semakin intensif dilakukan karena berkaitan dengan persoalan tawan karang. Raja-raja itu mengklaim dirinya sebagai pemegang kekuasaan independen atau sebagai sebuah ´negara merdekaµ. Klungkung sebagai pusat.

Diantara puri-puri itu. Tidak hanya di Bali. yaitu kebudayaan Bali. Masyarakat Bali pada umumnya sebagai kolektiva yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaannya. Pamacutan. yang menjabat sebagai Kepala Bappeda Bali menjelaskan bahwa hampir sebagian kota peninggalan penjajahan Belanda tidak memiliki urban design (perencanaan perkotaan) tidak terkecuali di Bali. Sebagai orang Bali mereka sangat terikat dengan keluarga. Perkembangan Sosial Dengan melihat latar belakang perkembangan Denpasar yang pada mulanya sebagai pusat istana atau puri kemudian dewasa ini berkembang sebagai pusat kota modern dapat dilihat ciri perkembangnya sebagai berikut. seperti kota Denpasar. klen. 198. 6 . Dengan jatuhnya Kayumas akhirnya Belanda menaklukkan puri Denpasar pada tanggal 20 September 1906. Satria dan Kasiman. budaya. ekonomi. pada keanggotaan terhadap sekaha tertentu dan pada suatu kesatuan administrasi tertentu (Lihat: Sunaryo. Melalui sentra-sentra kekuasaan itulah kemudian berkembangnya kota Denpasar seperti dapat dilihat tidak hanya pada penerapan kebijakan pemerintah kolonial Belanda tetapi juga dalam periode selanjutnya yang mencakup pengembangan aspek ekonomi. D. Seiring dengan perkembangan sosial. kita melihat suasana penerapan kebijakan pemerintah kolonial di berbagai bidang kehidupan seperti sosial. Kota Tanpa Urban Designµ. Hal ini dapat dimengerti karena mayoritas penduduk kota Denpasar sebagai etnis Bali yang beragama Hindu. pada suatu status sosial atas dasar kasta. puri (tempat kediaman bagi bangsawan Bali) dan bangunan-bangunan lain yang berfungsi untuk kepentingan pemerintah. Keterikatan masyarakat dengan puri misalnya dapat kita lihat di Denpasar yaitu bahwa masyarakat terikat dengan empat puri besar yang berperanan penting yaitu puri Denpasar. terdapat dua puri yang memainkan peranan penting yaitu puri Kesiman dan puri Denpasar (Lihat: Sunaryo. yang mengutip H van Kol. Perkembangan Kota Denpasar Hingga Memasuki Awal Abad ke-21 1. Diserbutkan bahwa satu-satunya kabupaten yang memiliki urban design hanya kabupaten Singaraja di Bali Utara. Sebagaimana diketahui bahwa orang Bali terikat pada beberapa hal dalam kehidupan sosialnya yaitu: kewajiban dalam melakukan pemujaan terhadap pura tertentu. politik. Terdapat ciri fisik kota yang dapat dianggap menjadi ciri khusus kota Denpasar yaitu adanya bangunan-bangunan tradisional seperti pura (bangunan suci bagi umat Hindu di Bali). Kesadaran ini diperkuat oleh keberadaan bahasa yang sama yaitu bahasa Bali. maupun yang dimiliki oleh tiap-tiap kelompok masyarakat. umum. pada ikatan kekerabatan atas hubungan darah dan perkawinan. 2004: 2). pada suatu tempat tinggal bersama. pura Ubung dan pura Suci. Terdapat beberapa pura di kota Denpasar seperti pura Melanting. politik tampaknya menjadi alasan bagi pemerintah untuk menetapkan kota Denpasar menjadi ibu kota propinsi Bali pada masa-masa selanjutnya (Lihat: ´Denpasar. 198 yang mengutip ´Schets van Den Pasarµ. pada daerah-daerah lain yang pernah dijajah oleh pemerintah kolonial Belanda tampaknya memiliki persoalan-persoalan perkotaan yang sama. pura Gaduh. desa. banjar. Perkembangannya selanjutnya adalah sebagaimana halnya dengan kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada umumnya. sosial budaya atau pendidikan (Ardhana. 1914: 385-407). pada pemilikan tanah pertanian dalam subak tertentu. Sajana Cahyanta. 2004).peluang untuk menaklukkan benteng Kesiman dan Kayumas pada tanggal 19 September 1906. politik dan ekonomi yang akhirnya menunjang perkembangan kota Denpasar. 1961). subak dan sebagainya.

Parent had still not grasphed the significance of going to school. Dalam struktur pemerintahan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial tampak bahwa jabatan-jabatan tinggi di pemerintahan dipegang oleh orang-orang Belanda yaitu resident. Dalam hal pendidikan tampak pengaruh politik etis sangat dirasakan. rumahrumah pejabat pemerintah. punggawa. Pemerintah kolonial menyadari akan ketidakmampuannya untuk memahami dengan baik keadaan dan kemampuan rakyat yang dikuasainya sehingga memerlukan bantuan orangorang pribumi. perbekel. Kota Denpasar sendiri termasuk wilayah onderafdeeling Badung. Pemerintah kolonial misalnya tidak hanya mereformasi struktur pemerintahan orang Bali. sebagai wakil ketua. Ardhana 1993: 35). meskipun tidak banyak anak-anak pribumi yang menginginkan pergi ke sekolah. Dalam hal ini diterapkannya sistem birokrasi kolonial dimana pemerintah kemudian membangun kantor-kantor pemerintahan. assistent resident. perdagangan dan sebagainya. Dapat dilihat bahwa dari segi sosial ekonomi diusahakan dengan membangun dan memperbaiki sarana dan prasarana umum untuk kemajuan masyarakat. Disebut Denpasar karena letak puri berada di sebelah utara pasar. there were few people who wished to go to school. pemukiman penduduk. Setahun setelah berakhirnya puputan pemerintah kolonial Belanda sudah mengintroduksi sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi di Denpasar. Dalam menjalankan pemerintahannya residen didampingi oleh suatu badan yang disebut Paruman Agung. tetapi juga mulai mendirikan sekolah-sekolah.Ketika era kolonial Belanda. pos polisi. Selain itu. controleur dan sebagainya. Kepala pemerintahan regional yaitu resident merupakan pejabat tertinggi di wilayah karesidenan Bali dan Lombok. Karena fungsi yang dimiliki oleh kota Denpasar ini. Misalnya saja seperti berikut: It should be noted that at that time. Keruntuhan kerajaan Badung menyebabkan terjadinya pemusatan kekuasaan di kota yang kemudian dikenal dengan nama kota Denpasar. Jabatan di bawah assisten resident yaitu raja. Bali Selatan dan Lombok. kawasan wisata merupakan bagian dari usaha pemerintah kolonial untuk menata perkembangan kota Denpasar (Soenaryo. Karesidenan Bali dan Lombok terbagi dalam tiga afdeeling yaitu afdeeling Bali Utara. Tugas assisten resident adalah mengatur dan menjalankan pemerintahan di daerahnya. sedangkan anggotanya meliputi para raja dari delapan kerajaan di seluruh Bali. 2003: 219). 13. pemerintah kolonial berusaha membangun berbagai sarana untuk kepentingan umum seperti rumah sakit. kelian dan sebagainya dipegang oleh orang-orang pribumi. dan juga beberapa tempat di Bubunan (Singaraja) dan di Gianyar. Nama Denpasar berasal dari nama puri Denpasar. Badan ini dibentuk oleh Dewan Raja-raja di Bali diketuai oleh resident dan assisten resident Bali Selatan yang berkedudukan di kota Denpasar. Untuk mengembangkan kebijakannya pemerintah kolonial berupaya mengembangkan kota Denpasar untuk menjadi kota kolonial (colonial city). tampak terlihat adanya pengaruh-pengaruh kekuasaan pemerintah kolonial di Batavia sampai ke daerah-daerah dalam hal ini sistem pemerintahan yang berpusat di kota Denpasar. sarana pertanian. Tujuannya adalah untuk mendukung perkembangan sistem birokrasi kolonial. and preferred to see their children working in the fields and developing their hobby of cock-foghting (Lintasan. Dalam hal ini den berarti utara dan pasar berarti pasar dimana orang melakukan transaksi perdagangan. Keadaan yang demikian menuntut pengembangan kota yang didasari atas perencanaan pengembangan kota secara lebih memadai baik dari segi sosial maupun fisik kota. memungkinkan perkembangan fasilitas yang semakin terlihat dari kebijakan pemerintah kolonial itu. cf. Penempatan berbagai perkantoran. 7 .

pembangunan sekolah-sekolah dan tempat budaya seperti Museum Bali juga dilakukan. Bali Selatan dan Lombok. Jembrana.Sejak itu. Tidak hanya dalam hal perluasan pembagian afdeeling. Afdeeling dan onderafdeeling membawahi distrik-distrik dan onderdistrik. 1999) menulis bahwa di tengah-tengah kota Denpasar dibangun tempat rekreasi kota seperti Museum Bali yang terletak di sebelah timur lapangan puputan Badung. Bekas-bekas kerajaan yang berada di Bali selatan memperoleh status onderafdeeling dan di tiap-tiap onderafdeeling diperintah langsung di bawah seorang controleur. 1985: 81-82). Soenaryo (2003. pusat ekonomi dan sosial budaya. Denpasar mulai mendapat perhatian pemerintah Belanda dengan mulai didirikannya bangunanbangunan pemerintahan. Pada tahun 1910 misalnya dibagilah wilayah Keresidenan Bali dan Lombok menjadi empat afdeeling yaitu Buleleng. Adapun jumlah sekolah-sekolah di Denpasar tahun 1919-1941 adalah sebagai berikut: Tabel 1 Jumlah Sekolah di Denpasar 1919-1941 Jenis sekolah 1919 1929 1932 1936 1937 Tweede 2 5 6 6 6 Inlandsche School Volkschoolen 3 20 22 34 34 HIS 1 1 2 2 2 Ambachtsleerga ng Meijessjes Vervolgschool Vervolgschool 2 2 2 Vakonderwijs 5 5 5 Huishoudschool Landbouwscho 1 1 1 ol Particulier 1 1 Onderwijs 1941 6 35 2 1 1 8 16 1 1 1 . Jumlah distrik dari tahun 1906 sampai 1937 mengalami beberapa perubahan akibat reorganisasi pemerintahan (Wirawan.

.

dilihat dari perspektif global untuk masalah infrastruktur. Skornya adalah 1= kondisinya buruk atau underdeveloped dan 7 = paling baik di dunia. diantaranya yang menjadi topik penelitian WEF adalah: a) banyaknya prosedur yang harus dilakukan. yang peringkatnya no 96 dari 125 negara yang disurvei (Tabel 1). salah satu masalah besar dalam melakukan bisnis di Indonesia adalah birokrasi pemerintah yang bertele-tele dan tidak efisien.2 Komponen-komponen di dalam linkungan langsung ini juga merupakan komponen-komponen penting di dalam model ³berlian´ yang terkenal dari Porter (1998a. Yang menarik dari hasil survei ini untuk kasus Indonesia adalah bahwa hanya 4. Hipotesanya adalah bahwa semakin efisien birokrasi pemerintahan.b) yang sangat berpengaruh pada daya saing negara. Gambar 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa kurangnya infrastruktur (atau kondisinya yang buruk) sebagai kendala utama. b) jumlah hari yang harus dilewati untuk memulai suatu bisnis. Sedangkan paling atas di dalam kelompok ASEAN adalah Singapura yang juga masuk di dalam kelompok 10 negara dengan kondisi infrastruktur paling baik. hasil survei WEF menunjukkan bahwa Indonesia paling buruk diantara negara-negara ASEAN. yang masuk di dalam kelompok 10 negara dengan birokrasi pemerintah yang tersederhana dan terefisiensi (jumlah prosedur paling sedikit) adalah negara-negara maju (Tabel 2).69 persen dari responden yang mengatakan bahwa kurangnya akses ke keuangan merupakan kendala utama. Gambar 1:Dunia Usaha di Dalam Lingkungan Langsung dan Lebih Luas Survei WEF juga menanyakan masalah-masalah utama yang dihadapi pengusaha dalam bisnis mereka sehari-hari. Selanjutnya.3 Gambar 2: Masalah-masalah utama dalam melakukan bisnis di Indonesia dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 3 . Untuk indikator (b) yang masuk di dalam 10 negara dengan jumlah hari paling sedikit dalam pengurusan ijin dan sebagainya untuk buka suatu usaha juga didominasi oleh negara-negara maju (Tabel 3). Untuk indikator (a). semakin pesat pertumbuhan kegiatan-kegiatan ekonomi (termasuk pertumbuhan investasi) dan semakin pesat pertumbuhan ekonomi. memang posisi Indonesia dalam dua indikator birokrasi pertama tersebut adalah yang terburuk di dalam kelompok ASEAN. Untuk kasus Indonesia. walaupun masih lebih baik dibandingkan China. dan c) banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat-pejabat pemerintah (bureaucratic red tape) Dilihat dari perspektif global. Dua masalah berikutnya yang dinyatakan oleh banyak pengusaha Indonesian yang menjawab pertanyaan tersebut adalah birokrasi pemerintah yang tidak efisien dan kebijakan yang tidak stabil. tiga 2 3 Mungkin hasil survei ini bisa digunakan sebagai suatu bukti empiris lagi bahwa efisiensi dalam administrasi pemerintahan yang berurusan langsung dengan bisnis (seperti prosedur pengurusan ijin buka usaha baru) memang turut serta (bersama-sama dengan banyak faktor determinan lainnya seperti yang ditunjukkan di Gambar 1) memainkan peran yang krusial. Seperti yang ditunjukkan di Gambar 2. Hal ini dapat diukur dengan sejumlah indikator.

Tabel 1: Kondisi Infrastruktur dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Tabel 2: Jumlah prosedur yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 4 .

6 = 41-60%. dan 8 =81-100%. 7= 61-80%. Hasilnya di Tabel 4 menunjukkan bahwa yang masuk di dalam 10 negara dengan waktu yang terbuang paling sedikit juga didominasi oleh negara-negara maju. Tabel 4: Banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat pemerintah dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 5 . 5 = 31-40%. 3 = 11-20%. 2 = 1-10%. Yang menarik dari table ini adalah bahwa posisi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan indikator-indikator sebelumnya. 4 =21-30%. pengukurannya adalah jumlah jam yang digunakan untuk berurusan dengan pemerintah sebagai suatu persentase dari jam kerja dengan skor sebagai berikut: 1 = 0%.Tabel 3: Jumlah Hari dalam Pengurusan Ijin dan lainnya untuk buka suatu usaha dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Sedangkan untuk indikator ©.

Tabel 5: Strategi Generik dari Porter Jangkauan Target Keunggulan . Kedua. (ii) ketersediaan industri-industri pendukung. Dengan mengaplikasikan kekuatan-kekuatan tersebut baik dalam jangkauan yang luas maupun yang sempit akan menghasilkan apa yang disebut oleh Porter sebagai tiga strategi generik: keunggulan dalam biaya (atau cost leadership). berdasarkan kebijakan pemerintah yang sifatnya relatif diskriminatif. diferensiasi. dalam konsep ini. enerji. dalam menghadapi persaingan dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. Kekuatan-kekuatan tersebut terdapat dalam satu dari dua aspek berikut: keunggulan biaya dan diferensiasi. manajemen hubungan antara ketiga pihak tersebut dalam kaitan dengan faktor-faktor yang berpengaruh pada daya saing. diantara ketiganya terjadi hubungan segitiga. dan apa yang para ekonom sebut produktivitas faktor total (TFP). yakni suatu kumpulan perusahaan di suatu tempat di dalam suatu negara (cluster). yakni produktivitas rata-rata dari semua faktor produksi yang digunakan.4suatu perusahaan memposisikan dirinya di suatu pasar berdasarkan kekuatankekuatannya. perusahaan-perusahaan. modal. dan sumber daya alam (SDA). melainkan hubungan antara negara. Pertama konsep daya saing dalam teori Porter (1998a. Menurut Porter (1980). zona ekonomi khusus. timbal balik. dan (iv) strategi perusahaan. Dasar dari teori ini adalah hubungan sebab-akibat. dan fokus. modal. yakni: (i) kondisi-kondisi permintaan. Produktivitas pada tingkat perusahaan (dan pada tingkat industri dimana perusahaan itu dan perusahaan-perusahaan lainnya berada) punya beberapa ukuran.htm bangsa relatif terhadap daya saing dari bangsa-bangsa lain melalui penyorotan kepada kemampuan bangsa itu memanajemeni hubungan segita tiga tersebut. Pemikirannya disebut ´Teori Kubus´ yang menjelaskan mekanisme daya saing suatu 6 4 Lihat beberapa tulisannya di E:\Porter's Generic Strategies.b) yang bisa diterapkan untuk lingkup terbatas. struktur dan pesaing. Disebut strategi generik karena mereka tidak tergantung pada perusahaan atau industri. Ada dua konsep daya saing perusahaan. Pemikiran Porter ini dikenal dengan ³Model Berlian´ yang terdiri dari empat faktor yang saling berhubungan. (iii) kondisi-kondisi faktor (seperti SDM. Negara atau pemerintah dalam hal ini berperan penting untuk menyediakan kerangka acuan bagi perusahaan-perusahaan dalam beraktivitas dan menjamin bahwa nilai yang diciptakan perusahaan akan berkontribusi bagi kemakmuran penduduk. Menurutnya. ekonomi direduksi menjadi manajemen. teknologi dll. dan penduduk pada sisi miring kanan. Keempat faktor ini dipengaruhi oleh kebijakankebijakan pemerintah.Strategi Peningkatan Daya Saing Daya saing dari suatu perusahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan itu untuk mempertahankan peningkatan produktivitas. konsep daya saing perusahaan dari Garelli (2006) dalam buku barunya mengenai pesaingpesaing papan atas yang mengatakan bahwa daya saing dari perusahaan-perusahaan dasarnya bukanlah kebijakan pemerintah.). nilai tambah ekonomi. dan seimbang antara perusahaan-perusahaan pada sisi miring kiri. Ringkasnya. Jadi. negara pada alas. pengembalian/pendapatan pada aset-aset (dan modal yang digunakan). yakni: rasio output-tenaga kerja (atau produktivitas tenaga kerja). harus ada penyatuan ekonomi dan manajemen. Tepatnya. dan penduduk (masyarakat) yang dengan kerjasama yang baik antar mereka mampu menciptakan daya saing yang terus meningkat. Contoh. termasuk sumber daya atau faktor-faktor produksi seperti sumber daya manusia (SDM). Ketiga strategi generik ini diterapkan di tingkat unit bisnis atau perusahaan. Tabel 5 mengilustrasikan tiga strategi generik tersebut.

namun Biaya Keunikan produk rendah Strategi Strategi Cost leadership Diferensiasi Strategi Fokus Strategi Fokus (biaya rendah) (diferensiasi) .Luas (industry) Sempit (segmen pasar) n misalnya pemogokan atau demonstrasi.

dan skor min paling rendah untuk dimensi kesedaran kendiri dan kemahiran sosial. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahawa pensyarah memperolehi skor min kecerdasan emosi yang tinggi bagi dimensi kerohanian dan kematangan. Dapatan kajian juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan.186 Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan dalam Kalangan Pensyarah Universiti di Indonesia (Emotional Quotient and Work Commitment Among Lecturers at An Indonesian University) ISKANDAR ROHATY MOHD. Kajian turut mendapati bahawa terdapat perbezaan yang signifikan bagi profil kecerdasan emosi pensyarah berdasarkan faktor kumpulan umur dan pengalaman pekerjaan. Maklumat yang diperolehi dari kajian . Kajian ini menggunakan instrumen Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) dan sebuah instrumen yang dibina oleh pengkaji iaitu inventori komitmen pekerjaan pensyarah. Ujian regresi mendapati dimensi kemahiran sosial dalam kecerdasan emosi menyumbang secara signifikan kepada komitmen pekerjaan. MAJZUB ZURIA MAHMUD ABSTRAK Kajian ini bertujuan mengenal pasti profil kecerdasan emosi dan profil komitmen pekerjaan dalam kalangan 265 pensyarah universiti di Indonesia. dan skor min sederhana bagi dimensi motivasi kendiri. regulasi kendiri dan empati. dan pengalaman mengajar. dan terdapat perbezaan yang signifikan dalam komitmen pekerjaan pensyarah mengikut kumpulan umur.Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1)(2009): 173 . tahap pendidikan.

memahami dan menyelaraskan ilmu pengetahuan dan . and an instrumen measuring the work commitment of university lecturers. and empathy. and significant difference in work commitment based on age group. Instruments used to gather data for this research are the Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM). and lowest in self awareness and social skills. Research also shows significant differences in emotional quotient among the lecturers based on age group and working experience. education level. medium in motivation. Information from this study is hoped to be useful for policy makers of higher education in Indonesia in their efforts to alleviate the work quality of university lecturers. self regulation.ini boleh digunakan oleh pensyarah dan pihak pembuat dasar pendidikan tinggi di Indonesia dalam usaha meningkatkan kualiti kerjaya pensyarah di universiti. ABSTRACT The aim of this study is to identify the profiles of emotional quotient and work commitment among 265 university lecturers in Indonesia. the lecturers scored highest 174 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) in the spiritual and maturity domains. Descriptive statistics test showed from the Emotional Quotient Inventory. or Malaysian Emotional Quotient Inventory (MEQI). Results show a significant relationship between emotional quotient and work commitment. PENGENALAN SENARIO CABARAN PEKERJAAN PENSYARAH UNIVERSITI DI INDONESIA Era Kebangkitan Nasional ke-2 Indonesia menuntut sebuah komuniti intelek yang mampu meneroka. Regression shows that social skill dimension in the emotional quotient contribute significantly towards work commitment. and work experience.

Visi negara Indonesia ini didokong oleh matlamat wawasan pendidikan tinggi iaitu supaya pada tahun 2010 dapat melahirkan insan yang berilmu. kerjaya ini tidak mempunyai pembahagian masa yang jelas antara masa bekerja dan masa tidak bekerja.teknologi yang berkembang masa kini dan masa hadapan dalam seluruh aspek kehidupan. Ali Khomsan (2004) berpendapat pekerjaan pensyarah di universiti merupakan suatu profesion yang amat mencabar. berprestasi dan berwawasan tinggi adalah (i) berkemampuan bahasa yang berkesan. (viii) mempunyai visi. pensyarah dikehendaki datang ke kampus pada waktu petang. Oleh itu peranan sesuatu institusi pendidikan tinggi sudah pasti mencabar dan memerlukan perancangan yang lebih teliti. Pertamanya. Selain daripada mengajar di waktu pagi. (vi) berkesan dalam memimpin. serta kegiatan perkhidmatan kepada masyarakat. Seseorang pensyarah dituntut untuk menjalankan aktiviti kokurikulum seperti kegiatan projek penyelidikan. Pensyarah di universiti pula merupakan penghubung antara sistem pendidikan dengan sumber manusia kerana kesan sesuatu program inovasi pendidikan itu hanya berlaku melalui pensyarah (Medley 1982). (v) memiliki kreativiti dan fleksibiliti. inovasi dan semangat bekerja yang tinggi. Cabaran ini memerlukan sumber manusia yang berkualiti dan berwawasan tinggi serta sanggup bersaing secara sihat dalam segala aspek. bertamadun dan berkemahiran yang relevan dengan kehidupan serta memberi sumbangan (Susanto 1998). (vii) mematuhi etika dan moral. Profesion pensyarah juga mempunyai peranan tersirat. seminar-seminar. di hujung minggu dan di hari cuti. tesis. pembentangan projek. (ii) mampu menggunakan alat teknologi. di mana di dalamnya terkandung peranan sosial yang sangat penting Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 175 . Sumber manusia yang berkualiti. (iv) kerjasama yang sihat. (iii) mahir dalam komunikasi.

serta pelajar. timbul beberapa persoalan yang harus difikirkan. rakan sekerja. sebagai seseorang intelektual di tengah masyarakat. Pada waktu ini terdapat beberapa isu yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia yang perlu segera ditangani. adalah menjadi satu kewajipan pensyarah untuk memastikan pelajar atau anak didiknya menjadi seorang sarjana muda. kesejahteraan pensyarah serta penyediaan gaji yang berpatutan. penghijrahan pensyarah Indonesia ke universiti luar negara atau negara jiran akan mengakibatkan brain drain yang akan merugikan negara. Dalam menangani fenomena ini. Selain dari meluluskan pelajar dalam kursus-kursus perkuliahan. serta mampu berkomunikasi dan memberi keadilan dalam perubahan sosial masyarakat.yakni. Justeru. Kepelbagaian isu yang dihadapi mungkin dianggap sebagai cabaran kerja yang dinamik oleh sesetengah pensyarah. Pensyarah juga terdedah kepada berbagai isu persekitaran kerja yang melibat dirinya dan sistem pentadbir universiti. sehingga menggugat kesejahteraan diri dan prestasi kerja individu mahupun kumpulan. manakala bagi sesetengah yang lain. mencarian kebenaran ilmiah. sarjana. Selain itu ramai pensyarah yang turut ditawarkan menjadi kakitangan kerajaan bagi menampung keperluan sosial and material mereka. bagaimanakah isu-isu sistemik yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia menggugat komitmen pekerjaan serta mengganggu . Ini termasuklah aspek-aspek peningkatan kualiti kerja pensyarah. Fenomena yang dihadapi kebanyakan universiti di Indonesia ialah ramainya pensyarah yang melakukan aktiviti mengajar di luar kampus (moonlighting) untuk mendapatkan tambahan kewangan kerana gaji yang di terima adalah rendah. Di samping itu. Antaranya ialah. dan doktor falsafah yang berupaya menubuhkan kebebasan. isu kadar atrisi yang tinggi dalam kalangan pensyarah di Indonesia merupakan isu yang hangat diperkatakan (Ali Khomsan 2005). tekanan ini mungkin mencetus emosi.

& Syed Najmuddin 2003). Salovey.kesejahteraan diri? Apakah yang menyebabkan sesetengah pensyarah di Indonesia terus komited dalam pekerjaan mereka manakala sesetengah yang lain tidak dapat bertahan? Jawapan kepada persoalan ini mungkin membolehkan komuniti intelek di Indonesia lebih difahami dan dihargai supaya mereka dapat menyumbang potensi terbaik ke arah memenuhi wawasan nasional. Terdapat kemungkinan bahawa pensyarah yang tinggi kecerdasan emosi berkemungkinan mempunyai komitmen . Pengenalpastian tahap kecerdasan emosi menyediakan maklumat berharga kepada pensyarah dalam menilai keberkesanan diri dan seterusnya menjadi pemangkin ke arah peningkatan kualiti sumber manusia. & Caruso 2000 dan Noriah. ISU YANG BERSANGKUTAN DENGAN KOMITMEN KERJA DAN KECERDASAN EMOSI Kebolehan dan kepintaran bertindak seseorang diperlukan dalam menyesuaikan diri dalam pelbagai keadaan serta untuk memenuhi potensinya. Kajian-kajian telah membuktikan bahawa kecerdasan emosi dan kepuasan kerja memainkan peranan penting dalam meningkatkan prestasi kerja. Siti Rahayah. Goleman 1995. Menurut Goleman (1999) kebolehan seseorang menerima cabaran sentiasa berubah mengikut keadaan dan amat berkait rapat dengan kebolehan dan kestabilan emosi seseorang. Bagi profesion akademia. kecerdasan emosi merupakan trait personaliti yang perlu dimiliki oleh setiap pensyarah dan guru untuk berjaya dalam kerjayanya. komitmen 176 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) pekerjaan sama ada individu mahupun kumpulan (Mayer & Caruso 2000. Mayer. Eleman kecerdasan emosi dan kepuasan kerja boleh dianggap sebagai teras dalam membina prestasi kerja individu mahupun kumpulan yang berkualiti.1999. Kemampuan memahami dan mengendali emosi diri dan orang lain ini digambarkan oleh Goleman dalam konsep emotional quotient atau kecerdasan emosi.

pekerjaan dan komitmen organisasi yang tinggi, kerana individu sebegini mengenali siapa dirinya, sentiasa menjaga hubungan yang baik dengan orang lain serta cuba menjadi pekerja terbaik. Kajian kecerdasan emosi ke atas pensyarah di Malaysia yang dijalankan oleh Mohd. Najib (2000) menunjukkan kestabilan emosi pensyarah-pensyarah di salah sebuah fakulti pendidikan adalah di tahap sederhana dan tidak menonjol. Menurut beliau, pensyarah perlu mempunyai kesedaran emosi yang tinggi memandangkan mereka merupakan pendidik kepada bakal-bakal guru. Kestabilan emosi pensyarah akan memberikan kesan terhadap keberkesanan latihan yang mereka berikan kepada bakal-bakal guru tersebut. Beliau mencadangkan bahawa ketidakstabilan emosi pendidik boleh membawa kepada perasaan kecewa atau pun ³burnout´ disebabkan oleh tekanan kerja (Noriah, Zuria, Siti Rahayah & Manisah 1999). Kajian Noriah dan Aliza (2002) pula mengutarakan bahawa persekitaran dan bebanan kerja guru di Malaysia merupakan antara faktor yang mungkin menyumbang kepada kecenderungan menghadapi tekanan dan seterusnya memberi implikasi negatif kepada kesihatan mental guru. Kajian Noriah, Ramlee, Zuria, Siti Rahayah (2006) mendapati bahawa guruguru di Malaysia mempunyai skor tertinggi kecerdasan emosi bagi domaindomain spiritual, regulasi kendiri, dll, tetapi paling rendah dalam domain kemahiran sosial. Dapatan kajian ini sangat menarik kerana sebagai guru, kemahiran sosial amatlah penting dan merupakan kemahiran yang paling asas. Jika pendidik tidak mempunyai kemahiran sosial seperti bertanya khabar, membimbing, memahami, memaafkan, tentulah proses pengajaran dan pembelajaran akan terjejas. Terdahulu kajian oleh Noriah, Siti Rahayah, Syed Najmuddin (2003) mendapati bahawa umur dan pengalaman memainkan peranan penting dalam mempengaruhi tahap kecerdasan emosi dalam kalangan guru. Terdapat sebilangan guru yang

menyatakan bahawa semasa muda mereka bersifat ³garang´ apabila mengajar, dan selalu menghukum pelajar yang bermasalah kerana tidak sabar. Bagaimanapun, apabila usia mereka meningkat, mereka menjadi lebih matang dan sabar dalam mengendalikan pelajar-pelajar khususnya yang bermasalah. Faktor kecerdasan emosi seseorang kakitangan didapati boleh menentukan keberkesanan komitmen pekerjaan (Carson & Carson 1998; Cherniss 1998). Kajiankajian ini mendapati kakitangan yang komited akan terus rajin bekerja sama ada Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 177 suasana dalam organisasi itu memberangsang ataupun sebaliknya. Pengkajipengkaji ini menyatakan bahawa seseorang individu yang komited dengan pekerjaannya merupakan mereka yang mempunyai emosi yang cerdas. Ini adalah kerana mereka yang cerdas emosinya akan dapat memotivasikan dan mengendalikan emosi diri sendiri, berwawasan apabila membuat suatu keputusan, memahami dan empati dengan keperluan psikologi orang lain serta menjalankan hubungan sosial yang baik. Menurut Goleman (1995; 1999), kecerdasan emosi membolehkan individu yang bekerja dalam organisasi berkemungkinan tidak mudah mengalami konflik semasa bertugas. Pada waktu ini, terdapat kekurangan dalam kajian kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah samada di Barat, di Malaysia mahupun di Indonesia. Malah, kajian ini wajar dilakukan di Indonesia sebagai usaha membina sistem pendidikan yang mantap sekaligus mendokong wawasan Kebangkitan Nasional di Indonesia. Maklumat bagaimana kecerdasan emosi berperanan dalam meningkatkan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah perlu diketahui sebagai langkah awal ke arah penambahbaikan kualiti komitmen pekerjaan pensyarah di universiti di Indonesia. Sehubungan itu, kajian ini akan menjawab empat persoalan berikut:

i. Apakah profil kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? ii. Adakah terdapat perbezaan yang signifikan dalam kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia mengikut faktor demografi (jantina, kumpulan umur, tahap pendidikan dan pengalaman pekerjaan)? iii. Adakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi Daerah Jambi Indonesia? iv. Sejauh manakah pengaruh kecerdasan emosi menyumbang kepada komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? METODOLOGI REKA BENTUK KAJIAN DAN SAMPEL Kajian ini merupakan kajian kuantitatif menggunakan kaedah tinjauan rentas silang. Sampel kajian terdiri daripada 265 pensyarah (180 lelaki dan 85 wanita) yang berkhidmat di sebuah universiti di Daerah Jambi, Indonesia. Bagi kumpulan umur bawah 35 tahun terdapat seramai 75 orang pensyarah (28.3%), umur 36 sampai 45 tahun seramai 137 pensyarah (51.6%), umur di atas 46 tahun seramai 53 orang pensyarah (20.1%). Seramai 40 orang responden (15.1%), memiliki ijazah sarjana muda, 195 orang pensyarah (73.6%) mempunyai ijazah sarjana dan seramai 178 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) 30 orang pensyarah (11.3%) memperolehi ijazah doktor falsafah. Manakala dari segi pengalaman pekerjaan, kelompok bawah 10 tahun ialah seramai 81 orang pensyarah (30.6%), 11 sampai 20 tahun seramai 129 orang pensyarah (48.7%) dan 21 tahun ke atas seramai 55 orang pensyarah (20.7%).

Kajian di Malaysia oleh Noriah et al.965. Zuria. (ii) regulasi kendiri. Item-item dibina untuk tiga dimensi iaitu dimensi pendidikan dan pengajaran. dan dimensi perkhidmatan kepada masyarakat.INSTRUMEN KAJIAN Dua soal selidik utama yang digunakan dalam kajian ini ialah (i) Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah. 1999). (iv) empati.934. dan Siti Rahayah (2006). Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah et al. dan (vii) kematangan. Ramlee. Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji adalah berdasarkan tugasan pensyarah yang disarankan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. (iii) motivasi kendiri. dan (ii) Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji. DAPATAN KAJIAN PROFIL KECERDASAN EMOSI DAN PROFIL KOMITMEN PEKERJAAN PENSYARAH Dapatan kajian menunjukkan bahawa dimensi kecerdasan emosi pensyarah yang . Pada asalnya Goleman mencadangkan lima dimensi kecerdasan emosi iaitu (i) kesedaran kendiri. dimensi penyelidikan. (2006). (2004) menemui penambahan dua faktor yang begitu ketara apabila menerangkan konsep kecerdasan emosi iaitu (vi) kerohanian. Kajian-kajian yang lalu menunjukkan bahawa kecerdasan emosi memainkan peranan penting dalam kehidupan seseorang sama ada sebagai individu dalam bidang pekerjaannya. Nilai kebolehpercayaan IKEM dalam kajian ini ialah 0. (v) kemahiran sosial. Instrumen ini sudah diuji kesahan dan kebolehpercayaan melalui kajian rintis yang telah dijalankan oleh beberapa pengkaji sebelum ini. Nilai kebolehpercayaan instrumen ini ialah 0. dibina berdasarkan model yang diutarakan Goleman (1995.

didapati tidak wujud perbezaan sama ada pensyarah lelaki mahupun pensyarah wanita. Bagaimanapun.03). Seterusnya.18). Ujian ANOVA menunjukkan terdapat perbezaan dalam skor Kecerdasan Emosi berdasarkan umur dan pengalaman kerja.mendapat skor min yang tertinggi ialah dimensi kerohanian (4. tetapi tidak menunjukkan perbezaan signifikan dengan responden 35 tahun ke bawah. Dari tiga dimensi komitmen pekerjaan pensyarah skor min paling tinggi ialah bagi dimensi komitmen pengajaran (4. motivasi kendiri (4. Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 179 PERBEZAAN KECERDASAN EMOSI MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA. Kumpulan berpengalaman 21 tahun ke atas didapati mendapat skor kecerdasan emosi lebih tinggi daripada kumpulan-kumpulan yang mempunyai kurang pengalaman bekerja (Jadual 1).18). empati (4. Skor purata min secara keseluruhan kecerdasan emosi ialah pada tahap tinggi (4. JADUAL 1. ujian Post Hoc Multiple Comparisons dilakukan dan didapati responden berumur 46 tahun ke atas berbeza (lebih tinggi skor) dengan responden 35-45 tahun. kesedaran kendiri (4. KUMPULAN UMUR. manakala skor min paling rendah iaitu dimensi perkhidmatan kepada masyarakat (4.13). regulasi kendiri (4. dan Ujian ANOVA pula menunjukkan tiada perbezaan signifikan dalam skor kecerdasan emosi berdasarkan tahap pendidikan.21). Error/ Ralat . TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Hasil ujian-t bagi mengkaji perbezaan tahap kecerdasan emosi mengikut jantina.64).17).10). Ujian Post Hoc kecerdasan emosi mengikut kumpulan umur dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std. dan kemahiran sosial (4.19). dan diikuti dimensi kematangan (4.88). komitmen penyelidikan (4.23).

708 21 tahun ke atas -.Umur Umur Min (I-J) Piawai Sig. tahap pendidikan dan pengalaman kerja. Untuk melihat perbezaan-perbezaan ini.45 tahun .02497 . Pekerjaan Pekerjaan Min (I-J) Di bawah 10 tahun 11 tahun .04693 .000* Signifikan pada aras 0.602 46 tahun ke atas -.000 11 tahun .03666 .03867 .04489 .000* (I) (J) Pengalaman Pengalaman Perbezaan Std.05. Error Sig. Ujian-ujian ANOVA mendapati terdapat perbezaan dalam komitmen pekerjaan berdasarkan kumpulan umur.04489 .04314 .20 tahun .062 tahun Kurang 35 tahun -.14961(*) .18535(*) .000* (3) 46 tahun ke atas Kurang 35 tahun .10646 . TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Ujian-t mendapati bahawa tidak terdapat perbezaan yang signifikan komitmen pekerjaan mengikut jantina.16038(*) .14961(*) .02497 .03023 .03867 .10646 .18535(*) . KUMPULAN UMUR.45 tahun .602 tahun (2) 36 hingga 45 46 tahun ke atas -.000* 21 tahun ke atas Kurang 10 tahun .000* 11 tahun .062 36 .20 tahun -.16038(*) . (1) Di bawah 35 36 .20 tahun Kurang 10 tahun .03148 .03148 . 180 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) PERBEZAAN KOMITMEN PEKERJAAN MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA.708 21 tahun ke atas -. Ujian Post Hoc telah .04314 .03666 .03023 .04693 .

04301 . Ujian-ujian Post Hoc komitmen pekerjaan mengikut kumpulan umur.14387 .00102 .06678 .134 Doktor Falsafah Sarjana muda .731 .000 46 tahun ke atas -.017 Sarjana Sarjana muda .06387 1. komitmen pekerjaan pensyarah pada 46 tahun ke atas adalah JADUAL 2.04301 .000 46 tahun ke atas -.09528 .07885 .45 tahun .12254 .002 46 tahun ke atas Bawah 35 tahun . Ujian-ujian Post Hoc menunjukkan bahawa komitmen pekerjaan Lulusan ijazah doktor falsafah jauh lebih tinggi dari lulusan ijazah sarjana dan lulusan ijazah sarjanamuda.06678 .002 (I) (J) Perbezaan Std.217 Doktor Falsafah -.017 Sarjana .04515 .081 36 .03411 .06366 .217 Doktor Falsafah -.45 tahun Bawah 35 tahun -. Bawah 35 tahun 36 .07885 . Sarjana muda Sarjana -.05693 .45 tahun .06366 . tahap pendidikan dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std.21781(*) .12254 . Error/ Ralat Kumpulan Umur Kumpulan Umur Min (I-J) Piawai Sig.081 36 .05693 . Pekerjaan Pekerjaan <10 tahun 11 ± 20 tahun .14489(*) .14387 . Error/ Ralat Pengalaman Pengalaman Min (I-J) Piawai Sig.21781(*) .dijalankan (Jadual 2).134 (I) (J) Perbezaan Std.09528 . Error/ Ralat Tahap pendidikan Tahap pendidikan Min (I-J) Piawai Sig.00102 .14489(*) .06387 1.

05545 .16992(*) .05. varians (R²/Kuasa Dua = .736) dengan signifikan pada aras (p < 0. HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KOMITMEN PEKERJAAN Ujian korelasi Pearson-r menunjukkan bahawa terdapat hubungan signifikan yang kuat antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah (r = . motivasi kendiri.10%).554) kepada komitmen pekerjaan sebagai kriterion.05545 . dan komitmen kumpulan pengalaman bekerja 21 tahun ke atas didapati lebih tinggi daripada komitmen kumpulan yang kurang dalam pengalaman bekerja.028 11 ± 20 tahun .05).486 (df = 6.05257 .731 > 21 tahun -.007 > 21 tahun < 10 tahun . adalah signifikan pada aras (p < 0. SUMBANGAN DOMAIN KECERDASAN EMOSI TERHADAP KOMITMEN PEKERJAAN Dapatan kajian ujian regresi berganda langkah demi langkah menunjukkan enam dimensi kecerdasan emosi menyumbang secara bersama-sama ke atas komitmen pekerjaan. Secara signifikan. kesedaran kendiri. Kombinasi enam dimensi kecerdasan emosi iaitu dimensi kemahiran sosial.> 21 tahun -.40%) varians (R²/Kuasa Dua = 0.258).441) ini bererti (P1) kemahiran sosial merupakan dimensi utama kecerdasan emosi yang .04515 .13581(*) .01).03411 .16992(*) .20 tahun < 10 tahun -. Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 181 lebih daripada kumpulan-kumpulan yang berusia lebih muda.028 11 . dan regulasi kendiri sebagai peramal menyumbangkan secara signifikan sebanyak (55.007 Signifikan pada aras 0. skor dimensi kemahiran sosial menyumbangkan sebanyak (44. Keputusan analisis varians menunjukkan nilai F = 53.13581(*) . kerohanian. kematangan.05257 .

332 .000 .378 6.7 .326 .952 .664 14.= (p < 0.495 5.4 .1)% iaitu (5.40%). kepada varians (R²/Kuasa Dua = . Kombinasi dimensi (P1) kemahiran sosial dan (P2) dimensi motivasi kendiri menyumbang sebanyak (49.8-52.7) % iaitu (0.055 .306 4. Beta T Sig ² Sumbangan Error % 1 Kemahiran Sosial 6609 .824 .5-44.000 .538 1.774 . pensyarah yang berkhidmat di universiti Daerah Jambi .542. Konstan/ Peramal = -0.70 Kriterion: Pemboleh ubah Komitmen Pekerjaan R Berganda = 0.000 .53.356 5.208 .554 0. Sig.40 3 Kesedaran Kendiri .547 0.021 .90%). (P4) dimensi kematangan menambah menyumbangkan sebanyak (53.441 44.458 7.042 .347 .5)% iaitu (2.90 6 Regulasi Kendiri .495) perubahan tambahan kepada komitmen pekerjaan.554.54.055 .1-49.059 . Analisis regresi berganda (stepwise) bagi dimensi-dimensi kecerdasan emosi menyumbangkan kepada komitmen pekerjaan Bil Pemboleh ubah Std.054 .10 2 Motivasi Kendiri . dan akhir sekali (P6) dimensi regulasi kendiri menyumbangkan sebanyak (55. R²/ Kuasa Dua = 0.000 .1)% iaitu (1.362 6. PERBINCANGAN Secara keseluruhannya.420 .60%) menambah dalam komitmen pekerjaan.60 4 Kematangan .521 2.392 .70%).70%).8)% atau (0. R² Terlaras (Ajusted R2) = 0.menyumbangkan secara signifikan dalam upaya mempertingkatkan komitmen pekerjaan pensyarah yang berkesan di institusi pendidikan tinggi.000 .281 .000 .05) 182 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) kesedaran kendiri menyumbang sebanyak (52.158.70 5 Kerohanian . Manakala (P3) dimensi JADUAL 3.745. Ralat Piawai (Standard Error) = 0. (P5) dimensi kerohanian menyumbangkan sebanyak (54.335.056 .

Ramlee. dan Noriah. Hasil penyelidikan turut selari dengan dapatan kajian (Syed Najamuddin 2005) yang . penyelidikan. Kemungkinannya ialah kerana budaya masyarakat Indonesia umumnya amat mementingkan aspek kerohanian. profil kecerdasan emosi pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mengikut 7 dimensi berada pada tahap tinggi. kemahiran sosial. dan kematangan. Ini menunjukkan kemungkinan bahawa sumber manusia yang menganggotai pusat pengajian tinggi tersebut terdiri dari mereka yang telah dipilih dengan teliti dan memenuhi kriteria insan yang intelek. Ini kerana kajian ini juga mendapati bahawa tahap kecerdasan emosi pensyarah yang lebih lama bekerja menjadi semakin tinggi berbanding mereka yang masih baru bekerja. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003). dan khidmat masyarakat telah membentuk personaliti mereka menjadi manusia yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi. regulasi kendiri. serta tidak mudah putus asa untuk mencapai matlamat diri berbanding dengan individu yang tidak mengamalkan aspek kerohanian. Kemungkinan juga ialah majoriti pensyarah yang dikaji mempunyai dan meyakini nilai-nilai moral dan agama yang dianggap sebagai asas untuk mengawal emosi. yang berkualiti dan berwawasan tinggi (Susanto 1998). Secara keseluruhannya. penyeliaan. dan Siti Rahayah (2006) tentang guru-guru yang pada awalnya sangat ³garang´ tetapi kemudiannya menjadi lebih sabar setelah meningkat usia dan lebih berpengalaman.bersetuju bahawa mereka telah mengamalkan kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Goleman (2001). Kecerdasan emosi yang dimaksudkan ialah kesedaran kendiri. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003). memotivasi diri. Kajian ini mendapati domain kerohanian mendapat skor paling tinggi dalam kalangan pensyarah yang dikaji. empati. Dapatan ini selari dengan laporan Noriah. Noriah. kerohanian. motivasi kendiri. Kemungkinan juga tugas seharian sebagai pensyarah yang melibatkan pengajaran. Zuria. kreatif.

serta pimpinan institusi yang kurang mesra. bertukar fikiran dalam suasana ceria. Kesedaran kendiri membantu pensyarah mengenal diri. motivasi. 2004). dan regulasi kendiri. dan tujuan dan minat (Noriah et al. motivasi kendiri. kajian ini juga mendapati dimensi kematangan. Kajian ini mendapati dimensi kemahiran sosial pensyarah menunjukkan skor min yang kurang menonjol daripada tujuh dimensi kecerdasan emosi yang dikaji. 2004). Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. Kekurangn kesedaran kendiri boleh menjejaskan tahap kecekapan pada dimensi-dimensi peribadi dan sosial. Ini berkemungkinannya berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. Dapatan ini selari dengan kajian Noriah et al.menyatakan bahawa aspek kerohanian tersebut menjadikan pekerja sentiasa tekun. kemahiran sosial. sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama. sabar dan bermotivasi untuk melaksanakan tugas seikhlas mungkin tanpa mengharap ganjaran material. serta kesedaran kendiri merupakan domain-domain yang mencatat skor tertinggi. 1999) di mana kesedaran kendiri merupakan satu µbuilding block¶ kepada pembinaan kecerdasan emosi yang lebih tinggi (bermula dengan kesedaran kendiri. dia boleh mengawal diri. serta memantap idea Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 183 untuk mengembangkan bakat. tahap keyakinan. Apabila seseorang memiliki kecerdasan emosi yang berkesan. ke atas pendidik di Malaysia. Selain daripada dimensi kerohanian. refulasi kendiri. saling menghargai. Ketinggian dalam dimensi ini mempengaruhi ketinggian dalam dimensi-dimensi yang lainnya (Goleman 1995. sesama pensyarah. Dapatan ini sangat menarik untuk diperhatikan dan didalami kerana kemahiran sosial . empati. kerohanian dan kematangan (Noriah et al. (2006). serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar.

ia akan bersungguh-sungguh dan memotivasi dirinya agar matlamat pekerjaannya tercapai. Hasil analisis juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah. kebijaksanaan sosial juga memudahkan pensyarah menjalankan peranannya sebagai agen perubahan masyarakat dan menjadi role model kepada pelajarnya agar menjadi pelajar yang santun. Keputusan ini selari dengan dapatan kajian Carson dan Carson (1998) yang menyarankan bahawa individu yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi akan sentíasa bersikap positif kepada kerjayanya dengan menyelesaikan konflik. dan memiliki matlamat kerjaya yang lebih jelas. dan berpengalaman mengajar lebih lama. kajian ini mendapati komitmen pekerjaan pensyarah meningkat apabila mereka lebih berusia. Dari aspek komitmen. berkelulusan lebih tinggi. 184 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) .sangat penting dalam tugasan pensyarah yang sentiasa berinteraksi dengan pelbagai pihak di tempat kerja. Dapatan ini menggemukakan beberapa strategi seperti peluang melanjutkan pelajaran ke peringkat yang lebih tinggi. dan peluang meneruskan kerjaya walaupun pada usia lanjut mungkin dapat meningkat komitmen pekerjaan. berkualiti dan cemerlang. Oleh itu. Kebijaksanaan pensyarah dalam pergaulan memudahkannya mempengaruhi orang lain dengan idea-idea. Maklumat ini penting kerana ia membantu kerajaan membina perancangan yang lebih mantap untuk memastikan bahawa pensyarah sentiasa komited kepada usaha-usaha pembangunan nasional dan menghalang penghijrahan atau ³brain drain´ (Ali Komsan 2005). cepat menjalin hubungan yang mesra dan saling bantu-membantu dalam mencapai objektifobjektif institut pendidikan tinggi yang sentiasa dinamik. peluang mengajar dan menyelia untuk beberapa waktu yang panjang. bijak. Pada masa yang sama.

individu yang pandai bergaul mesra dan saling membantu dalam mencapai matlamat institusi. Ini berkemungkinan berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. dan kerohanian juga mempunyai sumbangan yang signifikan kepada komitmen pekerjaan pensyarah. bertukar fikiran dalam suasana ceria. Pendidik yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi lebih terbuka untuk berkomunikasi dan menerima pandangan orang lain. Menurut Goleman (1999). Kemahiran sosial yang baik boleh membantu pensyarah mengawal emosi pensyarah dalam persekitaran kerja yang sentiasa dinamik (Goleman 1995). dan dapat memberi sokongan kepada rakan sekerja.Kajian ini telah mendapati bahawa domain-domain dalam kecerdasan emosi yang menyumbang kepada komitmen pekerjaan ialah motivasi kendiri. saling . dalam menjalankan kerja organisasi kemahiran sosial melibatkan kemahiran mendapatkan maklum balas yang positif daripada orang lain. serta pimpinan institusi yang kurang mesra. Bagaimanapun. mesra. Oleh kerana skor domain kemahiran sosial paling rendah dalam domain-domain kecerdasan emosi. kuasa ini tidak sepatutnya dijadikan sebab kenapa mereka tidak boleh mengaplikasikan kemahiran sosial semasa bersama pelajar maupun rakan-rakan yang lebih junior. satu dapatan menarik ialah kemahiran sosial merupakan penyumbang utama kepada komitmen pekerjaan kepada pensyarah-pensyarah yang dikaji. sesama pensyarah. sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama. terdapat keperluan untuk pensyarah-pensyarah ini memperbaiki kemahiran sosial supaya sama taraf dengan domain-domian lain dengan harapan ia dapat meningkatkan komitmen pekerjaan mereka. kematangan. kesedaran kendiri. Walaupun ahli akademik berada dalam posisi yang memberikan mereka µkuasa akademik¶ yang menyebabkan mereka dipandang tinggi oleh pelajar.

fenomena brain-drain berkemungkinan berlaku dan ini akan memberi impak negatif kepada negara Indonesia di mana pada saat ini negara ini sedang berada dalam keadaan yang memerlukan sumbangan ahli-ahli akademik yang berwawasan dan komited untuk memenuhi kebangkitan nasional. universiti perlu membuat persediaan dan menggalakkan pensyarah-pensyarah dari generasi pelapis untuk menyambung pelajaran sehingga ke peringkat tinggi. [Senin 14 Juni 2004]. Harian Kompas. Pensyarah Institusi Pendidikan Tinggi Indonesia. 1998. Sumbangan optimum pensyarah-pensyarah ini boleh diraih jika kesejahteraan diri terbela dan komitmen kerja mereka terjamin. Menggugah komitmen pensyarah di Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara. Ini memberi implikasi bahawa dalam memilih pensyarah. serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar. Carson. Pada masa yang sama. perhatian perlu diberikan kepada kematangan dan kelayakan. P.kompas. competencies. htm. Pada masa yang sama. PENUTUP Pensyarah universiti memain peranan yang amat penting sebagai agen perubahan sosial terutamanya kepada negara yang sedang membangun seperti Indonesia. Brain drain. 2004. P. Jika kedua-dua aspek ini tidak diberi perhatian.com/kompas-cetak/24/opini/388045. kecerdasan emosi juga didapati mempunyai Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 185 hubungan dengan komitmen kerja. & Carson. Kajian ini menunjukkan bahawa pensyarah-pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mempunyai kecerdasan emosi yang baik. RUJUKAN Ali Khomsan.menghargai. demi kesinambungan kualiti pensyarah. pengalaman kerja dan kelayakan didapati mempengaruhi tahap kecerdasan emosi. . and citizenship. 2005. Ali Khomsan. http:/ www. bagaimanapun faktor-faktor seperti umur. D. K. Career commitment.

J. D. Emotional Intelligence as zeitgeist. Mayer. and in the workplace. Goleman. oleh H. D. D. D. Goleman. Najib Ghafar. New York: Cambridge University Press. & Goleman. Zuria Mahmud & Siti Rahayah. 2000. Siti Rahayah Ariffin & Manisah Mohd Ali. pelajar dan masyarakat di kalangan guru-guru. 8-24. Salovey. Dlm buku Encyclopedia of Educational research. school. Ishak. Models of emotional Intelligence. & Caruso. 2002. 24: 548-555. The handbook of emotional intelligence: theory. Ramlee Mustapha. Mitzel. C. J. D. D. Jurnal Pendidikan. D. Hlm. (pnyt).A. 27-44. 55(7): 26-28. Dlm Bar-On. San Francisco: Jossey-Bass. Mayer. 1894-1903. R. 396-420. and application at home. R. 2001. Ishak & Aliza Alias. Emotional Intelligence: Issues in Paradigm Building. Noriah Mohd. Hubungan antara tanggungjawab kepada kendiri.D. as personality. pelajaran. 2006. The handbook of intelligence. 1999. Educational Leadership. 2000. & Parker. Noriah Mohd. Cherniss. hlm. 1995. 1999. Ishak. R. Zuria Mahmud.Y. 1998. Executive Excellence 16 (4): 19.\\. D. N. and as a mental ability. Noriah Mohd. Kecenderungan menghadapi tekanan dan . Mohd. The Emotionally Intelligent Workplace. development.J Sternberg (Ed).Journal of Career Assessment 6(2): 195-208. Medley. assessment. 1982. D. Social and Emotional Learning for Leaders. Goleman.Free Press. & Caruso. Teacher effectiveness.. P. International Journal of Vocational Education and Training. Cherniss. 2000. R. 14(2). M. Emotional Intelligence of Malaysian Teachers: Implications on workplace productivity. Emotional Intelligence New York: Bantam Books. Jurnal Teknologi 32(E): 1-10. Dlm. 92-117. Kestabilan emosi guru: perbandingan antara pensyarah dan pelajar. Emotional Competence. J. In. C. San Francisco: Jossey-Bass.

nilai kerja dan prestasi kerja di kalangan guru maktab rendah sains MARA. Tesis Dr. Yogyakarta. Untuk maklumat lanjut sila hubungi: Rohaty Mohd. Journal Teknologi. 1998.implikasinya terhadap kesihatan mental guru-guru. Ishak. 77-88. Noriah Mohd. Fal. Andi Offset. Faktor kecerdasan emosi serta hubungan dengan nilai kerja dan prestasi kerja guru maktab rendah sains MARA. pp. Siti Rahayah & Syed Najamuddin Syed Hassan. Universiti Atma Jaya 186 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) Yogyakarta Indonesia memasuki melenium ketiga. Bangi: Fakulti Pendidikan UKM. 2003. Majzub Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia 43600 Bangi Selangor Darul Ehsan . Tinjauan Pendidikan Tinggi dalam memasuki melenium ketiga: Renungan beberapa aspek pembaharuan dunia pendidikan. hlm. Prosiding Seminar Kebangsaan Profession Perguruan 2002. 2005. Susanto. Hubungan antara faktor kecerdasan emosi. 441-451. 39(E): 75-82. Universiti Kebangsaan Malaysia. Syed Najamuddin Bin Syed Hassan. Bangi. A. B.

maka jenis migran yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis migran semasa hidup (life time migrant). yaitu : 1. Bila melampaui batas negara maka disebut dengan migrasi internasional (migrasi internasional). sehingga keputusan seseorang melakukan migrasi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor.o o+ .46 III. 3. atau mereka yang tempat tinggalnya sekarang bukan di wilayah propinsi tempat kelahirannya.o+ .o + .o+ . Menurut BPS (1995) terdapat tiga jenis migran antar propinsi.o+ . 47 3.o+ . secara skematis dapat dilihat pada Gambar 2 ( Lee.o+ . Faktor-faktor yang terdapat pada daerah tujuan 3.o+ . 2.o Pada masing-masing daerah terdapat faktor-faktor yang menahan seseorang untuk tidak meninggalkan daerahnya atau menarik orang untuk pindah ke daerah tersebut (faktor +). dan ada pula faktor-faktor yang memaksa mereka Rintangan Antara Daerah Asal Daerah Tujuan Gambar 2.o+ . Migran total adalah orang yang pernah bertempat tinggal di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal pada waktu pengumpulan data. Sedangkan perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah disebut dengan migrasi keluar (Depnaker. baik antar daerah ataupun antar propinsi. KERANGKA TEORI 3. migrasi didefenisikan sebagai perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain yang melampaui batas politik/negara ataupun batas administrasi/batas bagian suatu negara. Pindahnya penduduk ke suatu daerah tujuan disebut dengan migrasi masuk.o . Migran semasa hidup (life time migrant) adalah mereka yang pindah dari tempat lahir ke tempat tinggal sekarang. Migrasi Penduduk Secara sederhana migrasi didefenisikan sebagai aktivitas perpindahan. Faktor-faktor yang Terdapat di Daerah Asal dan Daerah Tujuan serta Rintangan Antara .o o+ .o+ .1. Sedangkan secara formal.1.o + . Rintangan antara 4.o o+ . Menurut Lee (1987) ada empat faktor yang perlu diperhatikan dalam studi migrasi penduduk. Migran risen (recent migrant) adalah mereka yang pindah melewati batas propinsi dalan kurun waktu lima tahun terakhir sebelum pencacahan.2 dan 3. Sedangkan migrasi dalam negeri merupakan perpindahan penduduk yang terjadi dalam batas wilayah suatu negara.o+ .o+ .o+ . 1995). Berdasarkan tiga jenis migran tersebut. yaitu : 1.o+ .o+ .o+ . Faktor-faktor daerah asal 2.o+ . Faktor-faktor individual Faktor-faktor 1.o+ .1.o+ .o+ .o+ . 1987): .o+ . Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Migrasi Dalam keputusan bermigrasi selalu terkandung keinginan untuk memperbaiki salah satu aspek kehidupan.o + .

Faktor pendorong itu antara lain kesempatan kerja yang terbatas jumlah dan jenisnya. termasuk pengaruh iklim dan bencana meteorologis. agar mempertimbangkan µcost and benefit¶ dari setiap perpindahan ke daerah tujuan yang memiliki potensi lebih besar . yaitu teori Neoclasic Economic Micro. tetapi tidak mencoba menjelaskan persoalan.48 untuk meninggalkan daerah tersebut (faktor -). Variasi tersebut tidak hanya terdapat pada arus migrasi antar wilayah pada negara yang sama. 3. Faktor-faktor komunikasi. seperti banjir dan kekeringan. Faktor-faktor demografi. 49 2. Pada sisi lain. sebab-sebab perpindahan. Diantara keempat faktor tersebut. sistem pendidikan yang cenderung berorientasi pada kehidupan kota dan dampak-dampak modernisasi yang ditimbulkan oleh media massa atau media elektronik. sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai. termasuk pembinaan kelestarian hubungan keluarga besar yang berada pada tempat tujuan migrasi 5. Teori ini hanya merekomendasikan kepada para migran potensial itu. 4. perumahan. pendidikan dan demografi tertentu. seperti perkembangan industri. Teori Neoclasic Economic Macro menjelaskan bagaimana proses dan akibat dari perpindahan tenaga kerja yang berasal dari negara yang mengalami surplus tenaga kerja tetapi kekurangan kapital menuju negara yang kekurangan tenaga kerja. fasilitas perumahan dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Kondisi ini diminati oleh penduduk daerah lain yang berharap dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. faktor individu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pengambilan keputusan untuk migrasi. Teori ekonomi lainnya. dan transportasi. Besarnya jumlah pendatang untuk menetap pada suatu daerah dipengaruhi besarnya faktor penarik (pull factor) daerah tersebut bagi pendatang. tetapi memiliki kapital yang berlimpah. maka pengaruhnya terhadap faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi dari masing-masing individu juga bervariasi. perdagangan. setiap daerah mempunyai faktor pendorong (push factor) yang menyebabkan sejumlah penduduk migrasi ke luar daerahnya. Beberapa faktor non ekonomis yang mempengaruhi keinginan seseorang melakukan migrasi adalah: 1. sosial. termasuk kualitas seluruh sarana transportasi. termasuk keinginan para migran untuk melepaskan dari kendala-kendala tradisional yang terkandung dalam organisasi-organisasi sosial yang sebelumnya mengekang mereka. pendidikan. Selain itu ada pula faktor-faktor yang tidak mempengaruhi penduduk untuk melakukan migrasi (faktor o). Semakin maju kondisi sosial ekonomi suatu daerah akan menciptakan berbagai faktor penarik. Penilaian positif atau negatif terhadap suatu daerah tergantung kepada individu itu sendiri. yang sebetulnya juga memperbincangkan soal pengambilan keputusan ditingkat individu migran. mengapa bukan dengan cara yang lain. Faktor-faktor sosial. Faktor-faktor fisik. termasuk penurunan tingkat kematian yang kemudian mempercepat laju pertumbuhan penduduk suatu tempat. Faktor-faktor kultural. serta dengan cara apa ia berpindah. mengapa seseorang berpindah dengan cara tertentu. tetapi juga pada migrasi antar negara. Teori ini kurang memperhatikan bagaimana seseorang memutuskan untuk berpindah. Todaro (1998) menyatakan migrasi merupakan suatu proses yang sangat selektif mempengaruhi setiap individu dengan ciri-ciri ekonomi.

Dalam teori ini. yang lebih tinggi di negara lain. arus migrasi tenaga kerja dari suatu negara.1. 3. Bersamaan dengan gejala tersebut. faktor penarik yakni pasar kerja (pull factor) terhadap arus migrasi tenaga kerja. Ketiga. Pada tahap ini dapat juga menjadi mobilitas permanen dalam bentuk kolonisasi atau pembukaan daerah-daerah pertanian baru. Migrasi daerah sekitar kota besar ini menyebabkan stagnasi pada daerah sekitar kota besar besar tersebut. Migrasi dari daerah pedesaan ke pedesaan menurun dan mobilitas dari perkotaan ke perkotaan terus meningkat. disertai pula dengan mobilitas penduduk perempuan. dan Kuper and Kuper. kota menengah baru ke kota besar. Namun demikian. Pada tahap ini terlihat adanya migrasi dari daerah yang berdekatan dengan kota besar.2. tahap masyarakat transisi akhir (late transitional society). Mulai terjadi suburbanisasi dan dekonsentrasi penduduk perkotaan. Pertama. bagaimana seseorang akhirnya memutuskan untuk berpindah atau tetap tinggal di daerah asalnya. Kelima. ditentukan oleh adanya faktor permintaan (demand) pasar kerja. Masyarakat wilayah tersebut dapat saja pindah ke tempat lain. sehingga proporsi penduduk pedesaanpun menurun. tahap masyarakat maju lanjut (late advanced society). Transisi Migrasi Perubahan komposisi penduduk dari suatu wilayah akan berpengaruh timbal balik dengan kemampuan ekonomi masyarakat wilayah tersebut dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. tahap masyarakat transisi menengah (intermediate transitional society). Keenam. dimana kota besar menjadi tujuan utama migrasi penduduk kota kecil dan menengah. 1993 . Sebaliknya untuk alasan serupa. Menurut teori ini. atau daerah pertambangan. Pada tahap ini ditandai dengan munculnya megacity. Pada . daerah perkebunan. tahap masyarakat mulai maju (early advanced society). yang tidak bertujuan untuk menetap. bila mereka mereka merasakan hal-hal yang mendorong mereka melakukan hal-hal itu seperti lowongan pekerjaan yang sangat menyempit dan sumberdaya alam yang semakin langka. masyarakat dari wilayah lain dapat masuk ke wilayah tersebut. mobilitas non permanen lebih meningkat.dibandingkan dengan daerah asal migran (Massey. tetapi migrasi ini tidak harus berlangsung dalam jangka pendek. Pada tahap ini terjadi percepatan migrasi non permanen ke daerah perkotaan. 50 Teori yang berasal dari perspektif demografi-ekonomi adalah teori Segmented Labour Market. Migrasi dari desa ke kota meningkat. 2000). Migrasi tidak lagi dari pedesaan ke kota kecil. Pada tahap ini terlihat juga adanya migrasi penduduk dari suatu daerah perkotaan ke daerah perkotaan lain. Pada tahap ini sebagian besar migrasi yang terjadi merupakan migrasi non permanen. tetapi dari pedesaan langsung ke kota besar. teori ini kurang memberikan penjelasan yang rinci di tingkat mikro. 51 Kedua. tahap masyarakat transisi awal (early transitional society). Pada tahap ini urbanisasi telah melampaui 50 persen dan mobilitas dari pedesaan ke perkotaan mulai menurun. jauh lebih dominan jika dibandingkan dengan faktor penekan lain untuk berpindah (push factor) yang ada di daerah asal. dengan kota besar menjadi tujuan utama. Keempat. Skeldon (1990) mengembangkan tahap transisi migrasi menjadi tujuh tahap. tahap masyarakat pratransisi (pretransitional society).

Kelompok migran ini terdiri dari para istri dan anak-anak perempuan yang mengikuti migran utama yaitu laki-laki yang menjadi suami atau ayah mereka. Sedangkan migran wanita dapat dikelompokkan dalam dua tipe yaitu (1) migrasi wanita sebagai pengikut.3. Pada tahap ini mobilitas permanen semakin berkurang dan mobilitan non permanen semakin meningkat. tidak memiliki keahlian dan yang tidak memiliki kesempatan untuk maju di daerah asalnya. semakin besar kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan semakin kuat keinginan untuk melakukan migrasi. Tahap ini banyak diwarnai oleh adanya teknologi tinggi. Karakteristik Pendidikan 53 Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara taraf pendidikan yang diselesaikan dengan kemungkinan atau dorongan personal untuk melakukan migrasi (propensity to migrate). Orang tidak perlu lagi pindah tempat untuk saling komunikasi. 3. yang terlihat dari semakin tingginya arus mobilitas penduduk ke kota-kota besar. terutama migran dari 52 negara yang masih berada pada tahap ke empat. Kondisi ini disebabkan oleh perolehan kesempatan kerja sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. . a. Para migran dari daerah pedesaan. yaitu para wanita yang melakukan migrasi tanpa disertai oleh siapapun. khususnya kotakota besar di Pulau Jawa. Indonesia saat ini masih berada pada tahap transisi keempat. Penduduk perkotaan makin menyebar ke daerah perkotaan yang lebih kecil. tidak memiliki tanah. tahap masyarakat maju super (super advanced society). Semua arus migrasi ini dilakukan oleh penduduk laki-laki maupun perempuan. Karakteristik Ekonomi Selama beberapa tahun terakhir persentase terbesar para migran adalah mereka yang miskin. 3. Semakin tinggi tingkat pendidikan. Mereka yang bersekolah lebih tinggi. Sistem transportasi diganti dengan sistem komunikasi. (2) Migran wanita solo atau sendirian. Ketujuh. pendidikan dan ekonomi (Todaro. c. Karakteristik Demografi Para migran di negara berkembang umumnya terdiri dari pemuda yang berumur 15 hingga 24 tahun. Migrasi sebagai Investasi Human Capital Human capital (modal tenaga kerja) merupakan dana individu yang diinvestasikan untuk memperoleh keahlian. Pada saat ini juga terjadi peningkatan arus masuk pekerja asing. kemungkinan untuk bermigrasi lebih besar. Tipe ini yang sekarang terus bertambah dengan pesat.1.4. Berdasarkan tahap transisi yang diungkapkan oleh Skeldon tersebut. Investasi dalam human capital membutuhkan pengorbanan pada masa sekarang tetapi dapat meningkatkan aliran pendapatan pada masa yang akan datang. pengetahuan dan pengalaman.1. Arus ulang alik terjadi dengan pesat. yaitu karakteristik demografi. baik laki-laki maupun perumpuan dengan segala status sosioekonomi (mayoritas berasal dari golongan miskin) sengaja pindah secara permanen untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan melepaskan diri dari belenggu kemiskinan di daerah-daerah pedesaan. Karateristik Migran Karakteristik migran dapat dibagi menjadi tiga kategori. b. 1998).tahap ini ditandai dengan terus terjadinya dekonsentrasi penduduk perkotaan. termasuk teknologi informasi.

2003). yang paling sulit bagi pekerja untuk migrasi adalah meninggalkan keluarga dan teman-teman mereka. maka orang-orang memilih untuk pindah. tidak memperoleh pendapatan selama mereka pindah. Singkatnya. para pekerja akan berhadapan dengan masalah keuangan. maka mereka harus memikirkan bahwa banyak biaya yang akan dikeluarkan seperti biaya transportasi. pranata sosial (seperti determinan yang mempengaruhi orang pindah atau tidak pindah) maupun faktor yang lain seperti perbedaan tingkat upah riil dan biaya hidup di tempat yang baru. Oleh karena itu teori human capital dapat digunakan untuk menganalisis investasi mobilitas para pekerja. Seluruh biaya tersebut (biaya langsung dan opportunity cost) tadi dianggap sebagai investasi dari seorang migran. Ehrenberg dan Smith menyatakan bahwa berdasarkan teori human capital. dan akan menjadi opportunity cost untuk meraih sejumlah pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan migrasi. Hasil beberapa studi mengenai migrasi menyatakan bahwa faktor penarik kesempatan kerja yang lebih baik di daerah tujuan lebih kuat dibandingkan faktor pendorong dari daerah asal yang kesempatan kerjanya kecil (Ehrenberg dan Smith. Para pekerja harus menghabiskan waktu untuk mencari informasi mengenai pekerjaan yang lain. Disamping opportunity cost untuk perpindahan semacam itu. dan asumsi ini dianalogikan sebagai tindakan melakukan investasi sumber daya manusia. Ehrenberg dan Smith (2003) juga menyatakan bahwa migrasi mahal. Imbalannya adalah. Selain itu.Sebagai pendekatan mikroekonomi. dan biaya-biaya untuk pindah pada lingkungan yang baru. Oleh karena itu jika seseorang telah memutuskan untuk berpindah ke tempat lain. adanya arus pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan. Tetapi jika yang terjadi sebaliknya. Seperti halnya McConnell dan Stanley (1995). berarti ia telah mengorbankan sejumlah pendapatan yang seharusnya ia terima di tempat asalnya. biaya-biaya psikis dari keluarga dan teman-teman dan kehilangan benefit dari kedudukan yang lebih tinggi dan dana pensiun. Saat pekerjaan yang baru ditemukan. untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar di daerah tujuan. maka orang tersebut akan menyimpulkan bahwa tidak ada manfaatnya untuk melakukan migrasi. Teori human capital juga meramalkan bahwa migrasi akan mengalir dari daerah-daerah yang relatif miskin ke daerah-daerah yang memiliki kesempatan kerja yang lebih baik. psikis. serta pengaruh agregat dari lingkungan (keluarga atau kerabat) calon migran. Jika present value 55 dari peningkatan pendapatan yang diharapkan melebihi biaya yang diinvestasikan. individu tersebut juga mengeluarkan biaya langsung dalam bentuk biaya migrasi. investasi sumber daya manusia sama artinya dengan investasi di bidang usaha yang lain. para pekerja yang pindah pada pekerjaan yang baru menanggung biaya-biaya saat ini dan akan memperoleh utilitas yang tinggi pada masa yang akan datang. McConnell dan Stanley (1995) menyatakan sebelum migran memutuskan untuk bermigrasi. mobilitas pekerja merupakan investasi dimana biaya-biaya yang tanggung . atau paling tidak pekerja tersebut harus mencari pekerjaan yang lebih efisien dari pekerjaan mereka sekarang. 54 Menurut teori ini. Teori keputusan pindah seperti ini kurang memperhatikan pengaruh dari faktor-faktor struktur sosial. meskipun pendapatan potensial pada daerah tujuan lebih tinggi daripada pendapatan di daerah mereka tinggal saat ini. teori Economic Human Capital berasumsi bahwa seseorang akan memutuskan migrasi ke tempat lain.

dimana : PINCt = 0 1 1 1 1      t t .1. Model migrasi Todaro menyatakan juga bahwa keputusan migrasi tidak hanya ditentukan oleh berapa upah yang diterima seandainya migrasi dilakukan. PINC U AKT( U ) ««««««««««. maka pekerja memutuskan untuk menolak pindah. Model ini berawal dari asumsi bahwa keputusan pertama untuk bermigrasi merupakan fenomena ekonomi yang menggambarkan tanggapan migran terhadap perbedaan pendapatan yang diharapkan didaerah tujuan. Oleh karena itu. eta«««« (1) dimana : MIGt : tingkat migrasi desa kota PINCt : peluang pendapatan seorang migran disektor pekerjaan modern di kota. Jika present value dari keuntungan yang diperoleh jika melakukan mobilitas melebihi biaya. f(7WUt / (r+1)t. Model Migrasi Todaro Todaro (1998) merumuskan suatu model migrasi yang dikenal dengan Expected Income Model of Rural-Urban Migration.5.pekerja pada periode awal akan diperoleh kembali pada periode waktu yang akan datang. Model dasar migrasi adalah: MIGt = f _PINCt. baik secara keuangan maupun psikis. Beberapa Model Migrasi 56 3. Zt.1. Apabila pasar kerja di daerah tujuan lebih besar dari daerah asal dan kemungkinan mendapatkan 57 keuntungan yang lebih besar di daerah tujuan maka keputusannya adalah melakukan migrasi.1. maka para pekerja memutuskan untuk pindah. 3.. t . (2) AKT : tingkat pertumbuhan angkatan kerja di sektor modern di kota Ut : tingkat pengangguran dikota waktu t (7WUt / (r+1)t : upah nyata di daerah tujuan pada tingkat discount tertentu pada waktu t (7WRt / (r+1)t : upah nyata di daerah asal pada tingkat discount tertentu pada waktu t Zt : faktor lain et : error term.5. keputusan seseorang untuk melakukan migrasi juga merupakan keputusan rasional yang didasarkan pada penghasilan yang diharapkan (expected income). Tetapi jika terjadi sebaliknya. Asumsi dasar dari model ini adalah para migran selalu mempertimbangkan dan membandingkan pasar kerja di daerah asal dan daerah tujuan.. (7WRt / (r+1)t)). tetapi memperhitungkan juga berapa besar peluang untuk mendapatkan pekerjaan.

1. Model migrasi skedul yang dirumuskan oleh Rogers (1984) adalah: MIG(x) = a1 exp (-_1x) + a2 exp {-_2 (x .3)]}+ c «««««««. puncaknya pada saat usia migran sekitar 20-24 tahun. Pada saat usia dewasa. Orang tuanya boleh pergi atau tinggal. Ketika mereka tua. 1998). Sehingga pada awalnya rata-rata migran usia anak-anak ini tinggi. Vektor D merupakan biaya migrasi. maka angka migrasi bayi melebihi angka migrasi anak-anak remaja.1.2) ± [-_2 (x . tetapi kemudian terus menurun ketika usia bertambah. Umumnya mereka migrasi karena sekolah atau cari kerja. maka migran akan membandingkan konsumsi utama dan aspek-aspek lain yang membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik. 3.. misalnya negara-negara yang hubungan daratnya kurang baik. Berdasarkan model migrasi Pedersen (2004).3) ± [-_3 (x . biasanya menunjukkan angka migrasi yang paling tinggi dan umur remaja belia yang paling rendah.Dengan demikian upah yang besar belum tentu menarik pekerja untuk bermigrasi.3. ratarata migran pada usia ini meningkat lagi. x = 0. «««««.2. mereka tidak lagi tergantung pada orang tuanya. sehingga . biaya migrasi cenderung lebih tinggi jika negara asal merupakan negara land locked. mereka melakukan migrasi keluar karena ikut orang tua mereka.2)]} + a3 exp {-_3 (x . 3. mereka lebih senang melakukan migrasi keluar dan menemukan tempat yang tepat untuk menghabiskan masa tua mereka.5. Tetapi individu tersebut masih tinggal di 59 negara i pada tahun t-1. Model Migrasi Skedul Model migrasi skedul dikembangkan oleh Rogers. Maka.z Model ini menunjukkan bahwa pada usia anak-anak. walaupun lebih rendah dari puncak pertama. Angka migrasi anak-anak biasanya mencerminkan angka migrasi orang tua mereka. 2. expected utility seorang individu k untuk negara j pada tahun t adalah Uijkt = U (S ijkt .1. (3) dimana : MIG = jumlah migrasi pada usia x _1 = tingkat penurunan dari komponen umur pra angkatan kerja _2 = tingkat penurunan dari komponen umur angkatan kerja _3 = tingkat penurunan dari komponen umur pasca angkatan kerja _2 = tingkat peningkatan dari komponen umur angkatan kerja 58 _3 = tingkat peningkatan dari komponen umur pasca angkatan kerja 2 = usia rata-rata angkatan kerja 3 = usia rata-rata pasca angkatan kerja c = konstanta x = usia migran. Ketika mereka beranjak dewasa. X jkt ) «««««««««««««« (4) Dimana S ijkt adalah vektor dari karakteristik yang mempengaruhi utilitas individu k untuk tinggal di negara j pada tahun t. Kemudian para migran akan menetap selamanya. D ijkt . X ikt . sebaliknya upah yang relatif rendah akan cukup menarik calon migran jika peluang untuk mendapatkan pekerjaan relatif besar (Todaro. pada usia tua. Model Migrasi Dreher dan Poutvaara Ketika memilih dimana harus menetap dan bekerja. diharapkan adanya puncak kedua. Contoh. Penduduk muda yang berusia sekitar dua puluh tahun.5. Rogers (1984) menemukan adanya keteraturan yang menonjol dalam skedul empiris tentang angka migrasi menurut umur yaitu pengelompokan tingkat migrasi berkenaan dengan umur..

. Analisis Dreher dan Poutvaara (2005) mengenai aliran migran ke Amerika Serikat. tetapi saat survey sedang mencari pekerjaan. sehingga fungsi utilitas menjadi : Uijkt = _1 Sijkt + _2 Dijkt + _3 Xikt + _4 Xjkt + _ijkt «««««««« (5) dimana _1. Ketika memilih untuk migrasi.... Dreher dan Poutvaara mengasumsikan utilitas individu berbentuk linier dan memasukkan error term _. _ adalah parameter estimasi dan adalah error term.... Tujuan pemilihan batas umur adalah agar defenisi yang diberikan dapat menggambarkan kenyataan yang sebenarnya. Dalam beberapa spesifikasi... Vektor X merupakan faktor penarik dan pendorong dari migrasi yaitu pendapatan (GDP) perkapita penduduk antara negara asal dan negara tujuan... Seseorang yang biasanya sekolah.. 3... yang sedang mencari pekerjaan. maka gainful worker approach akan dimasukkan dalam kategori sekolah Maka informasi mengenai pengangguran banyak yang hilang (Mantra. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi.. maka diturunkan model migrasi dari negara asal ke sembilan negara OECD.... seseorang yang dikategorikan tenaga kerja akan ditanyakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam kurun waktu tertentu.. yaitu : MIGijkt = _1Sijkt + _2 Dijkt + _3Xikt + _4 Xjkt + ijkt ««««««««......... Berdasarkan fungsi utilitas tersebut.. Secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja hanya dibedakan oleh batas umur. Setiap negara memilih batas umur yang berbeda karena situasi tenaga kerja pada masing-masing negara juga berbeda..2......... _3. maka persamaan (7) menjadi : MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _5 MIGiUSAkt-1 + _iUSAkt ««..... _2...... jarak dari negara asal merupakan biaya migrasi..... yaitu : (1) gainful worker approach dan (2) labour force apppoach. 1995).. Pasar Kerja 3. Dalam gainful worker approach.... 1983).. (8) 60 Berdasarkan model-model migrasi tersebut.. Tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja.. individu akan memilih negara j yang menghasilkan ekspektasi utilitas terbaik. _4 adalah parameter estimasi. Angkatan Kerja Tenaga kerja (man power) merupakan bagian dari penduduk pada kelompok umur tertentu yang diikutsertakan dalam proses ekonomi (Bellante dan Jackson.1. (7) Dengan menambahkan variabel lag migrasi dalam persamaan tersebut. 2003). Secara umum pengukuran ketenagakerjaan dapat didekati dengan dua cara.......... (6) dimana MIG adalah jumlah migran.mengharuskan mereka untuk menggunakan transportasi laut atau udara.... Batasan umur yang digunakan di Indonesia saat ini adalah 10 tahun ke atas (Arfida. Secara spesifik migrasi ke Amerika Serikat adalah: MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _iUSAkt ««.... Tenaga kerja adalah modal bagi bergeraknya roda pembangunan. 61 . maka model migrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model migrasi yang dimodifikasi antara model migrasi Todaro (1998) dan model migrasi Dreher dan Poutvaara (2005)..2. dan yang melakukan kegiatan lain seperti sekolah dan mengurus rumahtangga. yang termasuk dalam vektor X adalah pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di negara tujuan..

6 90.Konsep angkatan kerja yang digunakan di Indonesia dalam pengumpulan data ketenagakerjaan adalah labor force apppoach yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO). yaitu penduduk usia kerja (tenaga kerja) dan penduduk bukan usia kerja (bukan tenaga kerja). Selanjutnya penduduk penduduk usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukan.0 212. Tabel 7.2 8. Konsep ini membagi penduduk menjadi dua kelompok.2 95. Perkembangan Jumlah Penduduk.9 144. 6.8 45. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Tahun 2000-2005 (Juta Orang) No Uraian Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1. angkatan kerja dan bukan angkatan kerja tahun 2000-2005. yaitu kelompok angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (BPS. atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Berkaitan dengan konsep tersebut.5 5. Penduduk Usia Kerja.4 .3 141.0 148.8 208. Tabel 7 menunjukkan perkembangan jumlah penduduk. 2.8 45. 4. penduduk usia kerja. Penduduk Penduduk Usia Kerja Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) Bekerja Bukan Angkatan Kerja Penganggur Terbuka 205. 3.7 67. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lain. 5. Penduduk yang digolongkan bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang masih sekolah. 1998). penduduk yang digolongkan pada kelompok angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yaitu 15 tahun ke atas yang bekerja.8 68. 7.0 98.8 89.

75 11. artinya permintaan tenaga kerja oleh suatu perusahaan tergantung pada permintaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut (Bellante dan Jackson.2 152.95 49.3 9.7 153.8 52. Kesempatan Kerja Secara agregat jumlah orang yang bekerja yang dimuat dalam publikasi Badan Pusat Statistik.5 93.7 50.0 10. sekitar 60.9 215.01 94.8 67.6 48. . Peningkatan TPAK disebabkan oleh semakin tingginya jumlah penduduk yang tergolong pada usia kerja yang masuk kedalam golongan angkatan kerja (BPS. artinya terjadi peningkatan dari tahun 2004.0 67. 1983). 2003). sering digunakan sebagai petunjuk tentang luasnya kesempatan kerja.55 105.2. Pada tahun yang sama Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68. Kesempatan kerja atau permintaan tenaga kerja merupakan banyaknya orang yang bekerja pada berbagai sektor perekonomian.01 persen. dimana pada ekonomi pasar diasumsikan bahwa seorang pengusaha tidak dapat mempengaruhi harga (price taker).9 92.3 8.9 104.100. 3.11 Sumber : Badan Pusat Statistik 62 Tabel 7 memperlihatkan tahun 2005 di Indonesia terdapat 155.3 219.8 68.21 155.2. kesempatan kerja sering dijadikan acuan sebagai permintaan tenaga kerja (Arfida. baik sektor pertanian. Fungsi permintaan tenaga kerja berdasarkan teori neoklasik. Pada kondisi ini untuk memaksimumkan keuntungan.9 67.5 217.6 juta penduduk usia kerja. pengusaha hanya dapat mengatur berapa jumlah pekerja yang dapat digunakan.6 102. Permintaan tenaga kerja merupakan permintaan turunan (derived demand).9 91. Dalam pengkajian ketenagakerjaan.8 persen berada di pulau Jawa. 2006). industri maupun jasa.

yaitu MPPL dikali dengan harga produk (P) per unit. Pilihan Kesempatan Kerja yang Optimal untuk Upah Riil Tertentu Gambar 3 memperlihatkan jika perusahaan menggunakan tenaga kerja L1. Pada sisi lain pengurangan tenaga kerja akan menurunkan biaya upah tenaga kerja. perusahaan akan menggunakan tenaga kerja tambahan selama produk marjinal tenaga kerja (Marginal Product of Labor atau MPL) melebihi biaya tenaga kerja tambahan. Jumlah biaya yang diperlukan untuk mempekerjakan tambahan seorang karyawan adalah upah (W). yang merupakan skedul MPL. dimana VMPPL adalah Value Marginal Physical Product of Labor. Jika dengan mengupah seorang tenaga kerja lagi akan menghasilkan output sebesar MPL dan biaya perusahaan atas upah riil. Pada tingkat upah riil (w/P)0. maka perusahaan akan mengupah tenaga kerja tambahan selama MPL melebihi upah riil Skedul dengan kemiringan yang menurun pada Gambar 3 merupakan skedul permintaan tenaga kerja. 1998): 63 1. kelebihan upah riil tersebut cukup besar. penurunan kesempatan kerja perunit akan menurunkan biaya upah nominal. Berdasarkan gambar tersebut. P. terlihat bahwa pada tingkat kesempatan kerja L1. sehingga MR = VMPPL = MPPL . Tambahan hasil tersebut dinamakan tambahan hasil marjinal atau Marginal Physical Product dari pekerja (MPPL).Fungsi permintaan tenaga kerja didasarkan pada (Simanjuntak. karena pengusaha akan terus menambah jumlah pekerja selama MR>W. Upah riil mengukur jumlah output riil yang harus dibayar perusahaan kepada setiap pekerja. sehingga akan mengurangi penerimaan perusahaan tersebut. Maka keuntungan bersih dari penurunan kesempatan kerja sama dengan kelebihan vertikal dari upah riil terhadap MPL. perusahaan akan mengupah tenaga kerja hingga titik dimana MPL sama dengan upah riil. Maka. maka mempekerjakan seorang pekerja akan menambah keuntungan. Perhitungan jumlah penerimaan yang diperoleh dengan tambahan hasil tersebut. 3. Biaya tenaga kerja tambahan ditentukan oleh tingkat upah riil. perusahaan menggunakan banyak tenaga kerja karena upah riil melebihi MPL pada tingkat kesempatan kerja tersebut. Perkiraan tambahan hasil (output) yang diperoleh sehubungan dengan penambahan seorang pekerja. Skedul MPL memperlihatkan kontribusi kesempatan kerja tambahan terhadap output. Jumlah penerimaan ini dinamakan penerimaan marjinal atau Marginal Revenue (MR). dan upah riil adalah (w/P)0. 2. dimana w adalah upah nominal dan P adalah harga output. Pengusaha akan membandingkan MR dengan biaya mempekerjakan tambahan seorang pekerja. Pada tingkat kesempatan kerja L1. Jika perusahaan harus mengurangi jumlah tenaga kerja yang digunakannya. sehingga perusahaan harus mengurangi Kesempatan Kerja MPL2 W/P (W/P)0 MPL L0 L1 (W/P)0 . MR sama dengan nilai dari MPPL. Jika MR > W. maka penurunan kesempatan kerja ini akan mengurangi output sebesar MPL. 64 Gambar 3. Menurut Dornbusch dan Fisher (1997).

kontribusi kesempatan kerja terhadap output MPL2 melebihi biaya upah riil tambahan. Pengupahan merupakan masalah yang sangat krusial dalam bidang ketenagakerjaan dan bahkan jika tidak profesional dalam menangani masalah pengupahan. mereka menganggap bahwa pengangguran sebagai gejala ketidakseimbangan (Bellante dan Jackson. Perlakuan tingkat upah 66 sebagaimana ditentukan diluar sistem ekonomi makro membuka jalan bagi perkembangan dan penerimaan dari teori nonekonomi tentang penentuan upah. maka sangat bermanfaat jika kesempatan kerja ditambah. maka sering berpotensi timbulnya perselisihan dan mendorong timbulnya unjuk rasa. terutama yang dikemukakan oleh Alfred Marshall.L2 L Produk Marginal TK (MPL) 65 jumlah kesempatan kerja hingga mencapai L0. Menurut Keynes. Pengertian upah di Indonesia berdasarkan pasal 1 angka 30 UndangUndang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Upah Teori neoklasik menganggap bahwa upah tenaga kerja ditentukan oleh permintaan tenaga kerja.. yang diwakili oleh nilai produk fisik marjinal.2. Teori penawaran ini memperlakukan proses penentuan upah sebagai suatu keterkucilan dari kekuatan pada pasar kerja (Bellante dan Jackson.3. 2006). Analisis neoklasik.«« (12) 3. Penanganan pengupahan tidak hanya menyangkut aspek . 1990). Teori-teori ini berkisar antara paham institusionalis hingga pendekatan yang bercorak adu untung. yang berpengaruh adalah tingkat upah yang ada menjadi suatu variabel eksogen (tertentu). Teori Keynes tentang keseimbangan pengangguran adalah konsep upah ketat dan tidak fleksibel. termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yang telah atau akan dilakukan (Khakim. Posisi kesempatan kerja yang optimal dari perusahaan tersebut diwujudkan jika MPL (L) sama dengan upah riil: MPL(L) = P W ««««««««««««««««««.1997). memandang upah ditentukan oleh interaksi permintaan (utilitas) dan penawaran (biaya produksi) tenaga kerja. adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja. Kedua pendekatan ini memandang penentuan upah sebagai persoalan yang menyangkut kekuatan relatif serikat pekerja dan manajemen. 1990). Penganut paham neoklasik tidak percaya akan adanya pengangguran. keuntungan perusahaan akan maksimum jika kesempatan kerjanya adalah L0. Pada titik tersebut biaya tenaga kerja tambahan mengimbangi keuntungan dalam bentuk kenaikan output (Dornbusch dan Fischer . Pada upah riil (w/P)0. kesepakatan atau peraturan perundang-undangan. Suatu kesimpulan penting dari teori neoklasik adalah ekonomi berada pada keseimbangan jika berada pada penggunaan tenaga kerja penuh. Pada tingkat kesempatan kerja L2. Sangat ditekankan pada struktur penawaran (bargaining) kolektif. upah tidak dapat bereaksi terhadap kelebihan penawaran tenaga kerja.

terutama menyangkut upah (Khakim.teknis dan aspek ekonomis saja. dan upah sundulan. Mulai dari penetapan upah minimum propinsi (UMP). serta pengawasan pelaksanaan ketentuan upah. Harapan pekerja upah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum. pemerintah Indonesia tidak campur tangan dalam penetapan upah. Pengertian upah minimum menurut pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap.kota (UMSK). serta proses upah ditetapkan. sandang. tetapi kenyataan yang dihadapi adalah posisi tawar-menawar (bargaining position) pekerja di Indonesia masih sangat rendah. bahan bakar pelayanan pendidikan. Tunjangan-tunjangan yang . sarana komunikasi dan transportasi. upah merupakan hak yang sangat mendasar bagi mereka. upah adalah pengeluaran perusahaan untuk kesejahteraan pekerja yang merupakan bagian biaya produk yang dihasilkan. pelaksanaan upah. upah minimum sektoral kabupaten. upah merupakan biaya produksi sehingga kenaikan upah minimum mendorong produktivitas kerja pekerja dan tidak terlalu membebani perusahaan. Anggaran untuk biaya tenaga kerja berasal dari penerimaan perusahaan sehingga anggaran untuk biaya tenaga kerja sangat bergantung pada kelancaran penerimaan perusahaan. Tekanan-tekanan tersebut timbul akibat dari kondisi perburuhan di negara Indonesia. Oleh karena pekerja/buruh merupakan faktor utama dalam proses produksi. Secara teknis dasar hukum pengaturan upah minimum adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 tentang upah minimum. yang disempurnakan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-226/MEN/2000 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-17/MEN/VII/2005 (Khakim. sehingga 68 pengusaha selalu menekan pekerja dengan upah yang sangat rendah. papan. Berdasarkan perspektif pengusaha. yang secara operasional mempertimbangkan kemampuan perusahaan pada saat nilai upah akan ditetapkan. 2006). perhitungan dan pembayaran upah. Kebijakan upah minimum merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah karena adanya tekanan dari dalam dan luar negeri. 2006). 2006). Upah merupakan motivasi pekerja dalam mencapai peningkatan kesejahteraan. yang meliputi pangan. upah minimum kabupaten/kota (UMK). tetapi juga aspek hukum (Khakim. Jika ditinjau dari perspektif pekerja/buruh. maka selayaknya mereka memperoleh imbalan upah yang memadai. Aspek teknis pengupahan meliputi perhitungan dan pembayaran upah. upah minimum sektoral propinsi (UMSP). pelayanan kesehatan. air. Oleh karena itu pemerintah mengubah kebijakan ketenagakerjaan. Aspek ekonomis pengupahan lebih melihat pada kondisi ekonomi secara makro 67 dan mikro. Bagi perusahaan. yang akhirnya akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan. Aspek hukum pengupahan meliputi proses dan kewenangan penetapan upah. sehingga upah harus mendapat perlindungan secara memadai dari pemerintah. Pada era 1970-1980-an. udara. Oleh karena itu berdasarkan pandangan pengusaha pembayaran upah yang tinggi dapat dilakukan tetapi harus seimbang dengan produktivitas pekerja. Berbagai kebijakan mengenai upah telah ditempuh oleh pemerintah dalam memberi perlindungan kepada pekerja/buruh.

Oleh karena manusia merupakan makhluk yang rasional.2. Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya ketidaklancaran dalam proses bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. yang melihat ke depan dalam membuat pengharapan. tetapi bagi sejumlah besar pekerja berada dalam keadaan menganggur. Penyebab dari ketidaklancaran ini adalah karena tempat dan waktu. 69 Kebijakan upah minimum secara normatif merupakan jaring pengaman (safety net) bagi pekerja/buruh yang masih menerima upah dibawah ketentuan upah minimum. Pengangguran struktural terjadi akibat perubahan dominasi peranan ekonomi setiap sektor dalam kegiatan produksi maupun dalam pemberian kesempatan kerja. Kondisi pasar kerja 6. Kemampuan. 3. Akibatnya pengusaha terpaksa melakukan restrukturisasi manajeman perusahaan. pada tingkat upah dan harga yang sedang berlaku. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) 2. Permintaan total masyarakat merupakan dasar untuk diadakannya kegiatan . Para pekerja ini dapat digolongkan sebagai penganggur yang bersifat friksional maupun struktural (Bellante dan Jackson. Lucas dalam Romer (1996) menyatakan bahwa pengangguran disebabkan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pekerja dan pengusaha. Apalagi dalam situasi krisis ekonomi yang membuat pemenuhan kebutuhan hidup semakin berat. 1990). kesalahan akan diperbaiki dengan segera dan pengangguran akan hilang. Tetapi sebagian pihak berpendapat bahwa kebijakan upah minimum sampai saat ini belum berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pendapatan pekerja/buruh. perkembangan dan kelangsungan perusahaan 4. beberapa hal yang dipertimbangkan dalam penetapan upah minimum adalah: 1.bersifat tidak tetap tidak termasuk dalam upah minimum. Indeks Harga Konsumen (IHK) 3. Dalam situasi ini. Banyak aspek pekerjaan yang mempunyai tuntutan atau persyaratan yang belum tentu dapat dipenuhi oleh penawaran tenaga kerja dari sektor atau subsektor lain (Arfida. Pengangguran terjadi akibat dari kurangnya permintaan tenaga kerja dalam perekonomian dibandingkan jumlah pekerja yang menawarkan tenaga kerjanya. Pengangguran Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan yang paling berat. Pekerja membuat kesalahan mengenai upah riil dan melepas pekerjaannya atau menolak pekerjaan yang ditawarkan karena upah yang terlalu rendah. Upah yang umumnya berlaku didaerah tertentu dan antar daerah 5. Pengusaha juga membuat kesalahan tentang permintaan dan kadang-kadang memproduksi dalam jumlah yang terlalu kecil dan sedikit mempekerjakan pekerja. Pengangguran dapat juga disebabkan oleh kurangnya permintaan agregat.4. Meskipun demikian. terbuka kemungkinan bagi tingkat permintaan keseluruhannya mencapai taraf cukup 70 tinggi untuk memberikan kesempatan kerja bagi seluruh angkatan kerja. 2003). Tingkat perkembangan perekonomian dan pendapatan perkapita. Berdasarkan kebijakan tersebut. pengusaha juga menjustifikasi sebagai beban dunia usaha yang semakin berat. yang salah satunya berimplikasi terhadap pengurangan tenaga kerja.

atau massa apung/proletriat perkotaan yang sangat berpotensi sebagai pengganggu stabilitas negara. Demikian pula sebaliknya. baik disektor pertanian maupun manufaktur. Pada aspek ketenagakerjaan. aspek turunan dari globalisasi adalah persaingan bebas yang terjadi di dalam dan luar negeri. 72 4.3. umur. 3. Sistem ekonomi konglomerasi yang dijadikan sebagai engine of growth oleh Indonesia selama rezim orde baru sangat bertumpu dan mengandalkan aspek pertumbuhan.1. Daya saing industri. Lembaga-lembaga pelatihan yang dikelola Depnakertrans belum mampu mengimbangi syarat-syarat edukasi yang diminta pihak pengusaha. Kebijakan pengembangan sumberdaya manusia. pendidikan non formal atau pelatihan sebagai cara untuk mempersiapkan tenaga kerja siap pakai juga belum berjalan sesuai keinginan. Orientasi kebijakan pembangunan ekonomi. Beberapa faktor penyebab masalah pengangguran di Indonesia adalah (Depnakertrans. sehingga pengangguran semakin meningkat. dan jenis kelamin (Arfida. daya saing industri di Indonesia masih tergolong rendah. jenis jabatan dan pekerjaan yang diminati. dan kesempatan kerja akan tercipta. Sementara industri tekstil dan pakaian jadi memiliki daya saing sedang. Pada sisi lain. Profil yang perlu diketahui adalah tempat terjadinya pengangguran menurut sektor ekonomi. Para penganggur akan menjadi kelompok yang terpinggirkan. Namun demikian. Kurangnya permintaan agregat disini merupakan kondisi dalam jangka panjang. bagi Indonesia dengan kondisi berlebihan tenaga kerja dan negara pengirim tenaga kerja ke luar negeri. bila industri memiliki daya saing yang kuat. maka industri akan maju. industri kayu. yang dapat mengakibatkan terjadinya pengangguran. Pendapatan Nasional Gross Domestic Product (GDP) mengukur pendapatan total setiap orang . Pada sisi lain. sedangkan industri kulit dan alas kaki memiliki daya saing rendah. Pada saat itu perusahaan perusahaan besar tumbuh dengan pesat dan memperoleh privilege (hak istimewa) dari pemerintah. sehingga menjadi suatu tekanan bagi tenaga kerja yang tidak dapat bersaing. pulp dan kertas dan industri elektronik. Variabel Makroekonomi 3. 3. yang secara alamiah akan terbentuk McGee sebagai proto 71 proletariat. Bila permintaan terhadap barang dan jasa lesu. Asumsinya. Pengeluaran investasi memberikan peluang untuk tumbuhnya kesempatan kerja.investasi. 2003) Pengangguran merupakan salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang tidak pernah surut. pengolahan tembakau. industri perabot dan kelengkapan rumah tangga. distribusi menurut pendidikan. dan pengangguran akan tertekan serendah mungkin.3. Akibatnya faktor kesempatan kerja penuh terabaikan. Rendahnya perhatian pemerintah pada bidang pendidikan terlihat dari persentase pengeluaran pemerintah pada bidang tersebut. Globalisasi. hanya beberapa golongan industri yang memiliki daya saing tinggi. 2004): 1. seperti industri makanan. globalisasi merupakan kesempatan untuk mengurangi penekanan dari tingginya jumlah pengangguran dan pekerja migran yang datang dari luar negeri. 2. Pergerakan tenaga kerja dari satu negara ke negara lain semakin bebas. maka akan menimbulkan kelesuan pada permintaan tenaga kerja.

Artinya.. Estimasi ini berlawanan dengan teori klasik yang menyatakan bahwa tingkat bunga yang tinggi akan mendorong seseorang untuk menabung dan menghambat konsumsi. Pengeluaran investasi sangat tergantung pada tingkat suku bunga. Fungsi konsumsi ini menunjukkan kecenderungan mengkonsumsi marjinal (perubahan jumlah yang dikonsumsi pada setiap perubahan pendapatan = (CON/(DIC) adalah antara nol dan satu..3.. (13) GDP adalah jumlah konsumsi. Investasi Investasi merupakan unsur GDP yang paling sering berubah. a > 0 dan 0< b < 1 «««««. Investasi (INV) adalah barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa yang akan datang. 3. maka sebagian dari pendapatan tersebut akan dikonsumsi dan sebagian akan ditabung.2. Konsumsi Keputusan konsumsi sangat penting dalam menentukan permintaan agregat. sehingga pendapatan yang tinggi akan menyebabkan konsumsi meningkat dan tabungan juga meningkat. 2003): CON = a + b DIC . Keynes berpendapat bahwa pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peranan yang penting. maka: GDP = CON + INV + GEX + NX ««««««««««.«« (14) dimana : CON = konsumsi DIC = pendapatan disposibel a = konstanta b = kecenderungan mengkonsumsi marjinal.3. Pengeluaran pemerintah (GEX) adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat dan daerah. Ada dua cara untuk melihat statistik ini yaitu melihat GDP sebagai pendapatan total dari setiap orang di dalam perekonomian dan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian (Mankiw. sehingga fluktuasi konsumsi merupakan elemen penting dari booming dan resesi ekonomi. investasi. Konsumsi merupakan duapertiga dari GDP. Ketika pengeluaran barang dan jasa turun selama resesi. Fungsi konsumsi Keynes adalah sebagai berikut (Mankiw. Tingkat investasi yang diinginkan atau direncanakan akan meningkat jika tingkat suku bunga turun. ketika seseorang menerima pendapatan ekstra. 2003). maka GDP dibagi menjadi empat kelompok pengeluaran.. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. Perilaku investasi didasarkan dengan asumsi bahwa investor akan berperilaku memaksimumkan nilai kini (present value) dari manfaat finansial dari kegiatan investasi yang tersedia. investasi.dalam perekonomian. yaitu: konsumsi. sebagian besar dari penurunan itu berkaitan dengan turunnya pengeluaran investasi. 74 3. Kondisi ini disebabkan oleh tingkat . Teori konsumsi yang diajukan oleh Keynes merupakan salah satu teori yang menjadi dasar teori ekonomi makro. dimana I = I(r). Konsumsi (CON) adalah seluruh barang dan jasa yang dibeli rumah tangga..3. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. Berdasarkan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian. Ekspor netto (NX) adalah nilai barang 73 dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain..

NTK. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan serta terpeliharanya berbagai aset negara dan hasilhasil pembangunan. antara lain ketersediaan bahan baku. Sumber biaya investasi di Indonesia terdiri atas investasi pemerintah. belanja pemeliharaan. Berdasarkan pemikiran tersebut.bunga yang rendah menurunkan biaya modal. ganjaran subsidi dan sumbangan pada daerah. seperti peningkatan produktivitas kerja aparatur pemerintah. pensiun dan bantuan. Penerimaan pemerintah diutamakan untuk membiayai pengeluaran rutin pemerintah yang mencakup konsumsi pemerintah dan pembayaran bunga dan cicilan hutang luar negeri.4. Pengeluaran Pemerintah Pada dasarnya setiap pengeluaran negara dilakukan atas landasan prinsip optimalisasi pemanfaatan dana untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. Penerimaan pemerintah bersumber dari ekspor migas. Pengeluaran pemerintah harus mampu mencapai beberapa sasaran. GDP. investasi swasta asing (PMA) dan investasi masyarakat (non-fasilitas). Pengeluaran investasi pemerintah secara langsung dipengaruhi oleh penerimaan pemerintah. Sebagian dari pengeluaran 76 pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan atau pengeluaran rutin dan sebagian lainnya untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan atau pengeluaran pembangunan. belanja perjalanan dinas. dimana bank bertindak sebagai perantara antara orang-orang yang ingin menabung dan orang-orang yang memiliki proyek investasi yang menguntungkan tetapi memerlukan dana (Mankiw. harga bahan baku termasuk upah.. Dalam meningkatkan investasi dalam negeri. Oleh karena itu pembiayaan defisit anggaran pemerintah merupakam pembiayaan investasi pemerintah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengalirnya investasi asing 75 dari negara asal ke negara tujuan. perilaku investasi di Indonesia dirumuskan sebagai berikut : INV = f ( SB. Pengeluaran rutin pemerintah terdiri dari belanja pegawai. suku bunga. Kondisi ini terutama disebabkan karena pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. 2003). belanja barang. 2003). (15) dimana: INV = total investasi SB = suku bunga NTK = nilai tukar GDP = pendapatan nasional UMR = upah minimum 3. . maka untuk memiliki barangbarang modal menjadi menguntungkan (Mankiw. pajak dan pinjaman luar negeri Investasi swasta asing merupakan sumber pembiayaan investasi dibanyak negara berkembang. perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. UMR) ««««««««««««. bank memiliki peran penting dalam mengalokasikan sumber dana. Sehingga sumber investasi asing menjadi alternatif yang tersedia untuk memenuhi target investasi. Pengeluaran pemerintah (Government Expenditure) adalah pengeluaran oleh pemerintah untuk membeli barang dan jasa.3. besarnya pasar (market size). angsuran pinjaman/hutang dan bunga. investasi swasta domestik (PMDN). kemampuan menabung masih rendah. dan nilai tukar.

Suatu negara dapat melakukan pengeluaran yang lebih banyak daripada memproduksinya dengan meminjam dari luar negeri. kita mengimpor perbedaan tersebut. Pengeluaran pembangunan tersebut dialokasikan ke berbagai sektor sesuai dengan urutan prioritas dan kebijakan pembangunan (Pakasi. 2003). pajak pertambahan nilai. dan pengeluaran tak terduga. bea perolehan hak atas tanah 77 dan bangunan. dan ekspor bersih adalah negatif (Mankiw.4. Komponen keempat (EX) adalah pengeluaran luar negeri untuk barang dan jasa dometik. pengeluaran pemerintah bersumber dari penerimaan pemerintah yang terdiri dari: 1. agama. Pengeluaran output dalam perekonomian terbuka terdiri atas empat komponen yaitu: konsumsi. pengeluaran pembangunan merupakan pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proyek disetiap sektor yang terdiri dari: sektor industri. pengeluaran suatu negara dalam satu tahun tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa. perdagangan. Dengan demikian ekspor bersih adalah: NX = GDP ± ( CON + INV + GEX ) ««««««««««««. Penerimaan bukan pajak terdiri dari: penerimaan sumberdaya alam. Ekspor bersih memperhitungkan perdagangan dengan negara lain. pajak bumi dan bangunan. tenaga kerja. pariwisata. transportasi. 2003).pengeluaran yang tidak termasuk bagian lain. Berdasarkan Realisasi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2003. kependudukan. hukum dan lainnya. Artinya kita mengekspor perbedaan tersebut. Pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proses perubahan. Berdasarkan sektoral. (16) Persamaan ini menunjukkan bahwa ekspor bersih adalah pengurangan antara output dan pengeluaran domestik. Ekspor Bersih Pada perekonomian terbuka. Penerimaan Pajak diperoleh dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. Jumlah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa luar negeri adalah pengeluaran untuk impor (IM). Hubungan antara Migrasi. Pasar Kerja dan Variabel Makroekonomi Migrasi merupakan perubahan tempat tinggal seseorang baik secara . Umumnya biaya pembangunan tersebut diprogramkan dalam Daftar Isian Proyek (DIP). hibah dan penerimaan bukan pajak lainnya. 3. sumberdaya air dan irigasi. cukai dan pajak lainnya. 2. yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang ingin dicapai.5. Sedangkan pajak perdagangan internasional terdiri dari: bea masuk dan pajak ekspor. maka ekspor bersih adalah positif. Jika output melebihi pengeluaran domestik. 78 Jika output lebih kecil dari pengeluaran domestik. Pengeluaran pembangunan semuanya diprogramkan dalam berbagai proyek di setiap sektor dan sub sektor. pertambangan dan energi. pendidikan. 2005). Pajak dalam negeri terdiri dari: pajak penghasilan. Ekspor bersih adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain (Mankiw. atau dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit dari produksinya dan memberi pinjaman kepada negara lain. pertanian dan kehutanan. bagian laba BUMN. investasi.3. Tiga komponen pertama adalah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa domestik. 3. pengeluaran pemerintah dan ekspor atas barang dan jasa domestik.

yang terletak diatas W A. Model ini mengasumsikan perekonomian suatu negara hanya ada dua sektor. Permintaan tenaga kerja yang digambarkan oleh kurva produk marjinal tenaga kerja pada sektor pertanian digambarkan oleh garis AA¶. Berdasarkan model ini. para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di daerah asal dan daerah tujuan. Maka dapat ditegaskan bahwa migrasi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas hidup. kemudian memilih salah satunya yang dianggap dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan (expected gains). 1991). Total angkatan kerja yang tersedia disimbol dengan OAOM.permanen maupun semi permanen. sedangkan sisanya sebanyak OALM akan WA* q¶ OM M MW LUS M¶ Tingkat upah di sektor pertanian q Z E A W M* WA WA** A¶ . seluruh tenaga kerja yang tersedia terserap habis oleh kedua sektor ekonomi tersebut. upah ekuilibriumnya W*A=W*M. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor ekonomi. yaitu untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih tinggi. tetapi pendapatan yang diharapkan (expected income). Gambar 4. Beberapa studi migrasi mengindikasikan bahwa migrasi terjadi terutama disebabkan oleh alasan ekonomi. sosial dan lingkungan baik pada level individu maupun komunitas. Hubungan Migrasi dan Pasar Kerja (Todaro. 1998) Sedangkan permintaan tenaga kerja sektor industri digambarkan oleh garis MM¶. Dalam perekonomian neoklasik (upah ditentukan oleh mekanisme pasar dan seluruh tenaga kerja akan terserap). Gambar 4 menunjukkan model migrasi Todaro yang menghubungkan antara migrasi dan pasar kerja. Kondisi tersebut sesuai dengan model migrasi Todaro (1998) yang menyatakan bahwa arus migrasi berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara daerah asal dan daerah tujuan. dan OML*M untuk sektor industri. Namun pendapatan yang dipersoalkan disini bukan pendapatan aktual. Proses migrasi internal dan internasional terjadi sebagai suatu reaksi dari berbagai perbedaan antara daerah asal dan daerah tujuan. dengan pembagian tenaga kerja sebanyak OAL*A untuk sektor pertanian. Sesuai dengan asumsi full employment. dan tidak ada batasan jarak bagi perubahan tempat tinggal tersebut (Lee. dan diasumsikan tidak ada pengangguran maka tenaga kerja sebesar OMLM akan bekerja pada sektor industri di kota. Jika upah ditetapkan oleh pemerintah sebesar M W . yaitu sektor pertanian di daerah asal dan sektor 79 industri di daerah tujuan.

mereka akan migrasi ke kota untuk memperoleh upah yang lebih tinggi. maka meskipun di desa tersedia lapangan kerja sebanyak OALM.OMLM. maka akan meningkatkan ketersediaan kredit dan memungkinkan pengusaha untuk melakukan investasi melalui peminjaman kredit tersebut yang akhirnya mempunyai dampak yang positif terhadap . Sisanya yakni LUS = OMLA. yang lebih kecil dibandingkan dengan upah pasar yaitu OAW*A. Sehingga terjadi kesenjangan upah antara desa dan kota sebanyak M W . Jumlah tenaga kerja yang masih ada pada sektor pertanian adalah OALA. karena umumnya upah pekerja di negara lain lebih tinggi daripada upah pekerja di Indonesia. Jika perhitungan pendapatan nasional ditinjau dari sisi pengeluaran. Tetapi jika remittancess tersebut digunakan untuk investasi atau di tabung. Selanjutnya peningkatan investasi secara langsung dapat meningkatkan permintaan tenaga kerja dan akhirnya juga akan meningkatkan pendapatan nasional. Adanya selisih tingkat upah desa-kota tersebut mendorong terjadinya arus migrasi dari desa ke kota.W A. dan tenaga kerja disektor industri sebanyak OMLM dengan tingkat upah M W . akan menganggur atau memasuki sektor informal yang berpendapatan rendah. Migrasi internasional dapat juga meningkatkan devisa negara melalui kiriman uang (remittances) dari pekerja di luar negeri kepada keluarganya di Indonesia. dan titik ekuilibrium yang baru adalah Z. maka remittancess tersebut dapat digunakan untuk keperluan konsumsi pada masa yang akan datang. maka konsumsi yang akan datang akan dibiayai oleh remittancess pada saat yang akan datang pula dan sumber-sumber pendapatan lainnya. Migrasi internasional selain untuk mengatasi masalah pengangguran juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Titik-titik peluang tersebut digambarkan oleh garis qq¶.W**A. Upah yang diterima oleh migran internasional akan dikirimkan kepada keluarganya yang berada di daerah asal. dan diasumsikan masyarakat menabung pada lembaga-lembaga keuangan. Ketika remittancess tersebut ditabung pada lembaga-lembaga keuangan. Ia menyatakan bahwa jika remittancess pada saat ini hanya digunakan untuk konsumsi. maka migrasi internasional merupakan salah satu cara untuk menghadapi masalah tersebut.LA LA*LM* LM Tingkat upah di sektor industri atau manufaktur OA 80 berada pada sektor pertanian di desa dengan tingkat upah sebanyak OAW**A. Jika masyarakat pedesaan bebas melakukan migrasi. Selisih antara pendapatan aktual antara desa-kota adalah M W . Kiriman uang tersebut digunakan untuk konsumsi dan menabung. Carling (2004) dalam penelitiannya mengenai berbagai kebijakan untuk meningkatkan keuntungan dari perolehan devisa tenaga kerja migran (remittancess) di luar negeri menghubungkan antara remittancess dan pembangunan ekonomi. maka 81 peningkatan konsumsi masyarakat dapat meningkatkan pendapatan nasional. maka tabungan masyarakat tersebut dapat digunakan pihak investor untuk meningkatkan investasi dalam negeri. Oleh karena migrasi internal menyebabkan pengangguran yang semakin tinggi di daerah perkotaan. Demikian juga halnya jika kiriman uang tersebut digunakan untuk menabung.

2004) Gambar 6 menunjukkan hubungan antara migrasi. Blok Makroekonomi Kebijakan : Nilai Tukar $ AS. Pasar Kerja dan . Kondisi 83 ini berarti penentuan proyek juga harus mempertimbangkan kriteria lokasi dimana proyek itu berada. dan Ringgit Malaysia Kebijakan : . Sesuai dengan prinsip anggaran berimbang. pengeluaran pemerintah selalu disesuaikan dengan penerimaan yang diperoleh. pasar kerja dan perekonomian di Indonesia. Pengeluaran pemerintah khususnya pengeluaran pembangunan merupakan salah satu kebijakan fiskal dan komponen penting pelaksanaan operasional Repelita di sektor pemerintah. didasarkan pada pendekatan sektoral dan alokasi regional. terlihat keterkaitan antara migrasi. Kondisi ini dapat dilihat pada Gambar 5. Berdasarkan gambar tersebut. Dalam kerangka alokasi anggaran pembangunan. Blok Migrasi c. 82 Gambar 5.Suku Bunga Penawaran Tenaga Kerja UPAH Permintaan Tenaga Kerja MIGRASI INTERNAL MIGRASI INTERNASIONAL PENDAPATAN MIGRAN DAN DEVISA (melalui remittances) KONSUMSI MENABUNG INVESTASI PENDAPATAN NASIONAL PENGELUARAN PEMERINTAH NET EKSPOR Gambar 6. pemilihan proyek-proyek pembangunan. $ Hongkong. $ Singapura. Hubungan Migrasi. baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri. Blok Pasar Kerja b. Keterkaitan antara Remittances dan Pembangunan Ekonomi (Carling.GEXI .UMR . a. pasar kerja dan variabel-variabel makroekonomi.pembangunan ekonomi.

Variabel Makroekonomi 84 Pendekatan sektoral dan regional diperlukan agar proyek-proyek yang dibiayai dengan dana APBN dapat menghasilkan manfaat yang optimal. Kondisi ini juga merupakan daya tarik bagi penduduk setempat untuk tetap tinggal di daerahnya. . maka semakin banyak proyek-proyek pembangunan yang dilaksana-kan sehingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga meningkat. Baiknya kondisi infrastruktur suatu daerah merupakan daya tarik bagi investor untuk memperluas aktivitas produksinya. dan daya tarik pula bagi penduduk daerah lain untuk migrasi ke daerah tersebut. karena jika pengeluaran pembangunan meningkat. sehingga migrasi penduduk tidak dapat dihindari. Pengeluaran pembangunan bidang infrastruktur berfungsi untuk meningkatkan kondisi infrastruktur suatu daerah. Kondisi ini juga menarik minat angkatan kerja baik dari daerah bersangkutan maupun daerah lain untuk terlibat dalam proyek pembangunan tersebut. sehingga dapat memperluas kesempatan kerja di daerah tersebut. baik dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi maupun upaya pemerataan pembangunan dalam arti luas. dalam jangka pendek pengeluaran pembangunan dapat mengurangi jumlah pengangguran. Ditinjau dari sisi tenaga kerja.

pelayanan kesehatan . Hal itu secara tidak langsung berhubungan pula dengan upaya mengendalikan tingkat kelahiran. 8. Kebijakan publik adalah komitmen politik pemerintah berlandaskan .. Pengalaman kita selama ini menunjukkan tingkat signifikannya hubungan di antara keduanya. Umum menyadari bahwa kependudukan dan kesehatan saling berkaitan.210 KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN: Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum Drs. B. Jurusan Sosiologi FISIP UNS Surakarta Abstract P ublic policy on health is a legal instrument to solve the problem of community¶s health. dan kelahiran pendudukan terdapat variabelvariabel lain yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Variabel-variabel kependudukan. R B Soemanto 203 kematian mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan penduduk. Maka kebijakan kependudukan di bidang kesehatan harus memperhatikan dan memperhitungkan keberadaannya. Manusia sebagai insan individu dan sosial berkarakter dinamis. Tindakan pemerintah untuk meningkatkan mutu kesehatan penduduk secara eksplisit dan langsung berhubungan dengan upaya menekan tingkat kematian dan morbiditas (tingkat ketersakitan). 1992). Peningkatan pelayananan kesehatan selayaknya bertumpu pada kondisi kehidupan individu dan masyarakat. September 2005: 202 . Salah satu cara untuk mencapai sasaran itu adalah melalui kebijakan kependudukan. dan dikehendaki agat memiliki kehidupan yang sehat dan produktif dalam keserasian dengan alam´ (The UN Conference of Environment and Development. The role of goverment. Sebagaimana prinsip pertama pembangunan berkelanjutan: ³Manusia (penduduk) merupakan pusat perhatian pembangunan berkelanjutan. maka tanda juga dapat digunakan untuk berbohong atau menipu (Arthur Asa Berger) PENDAHULUAN Sasaran upaya pelayanan kesehatan adalah meningkatkan mutu kesehatan manusia... No. Kata kunci: Kebijakan publik. Soemanto. in order to be able to effective execute the health program services community. 2.. Di belakang tingkat kematian. R. dan Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . bila tanda dapat digunakan untuk menampilkan kebenaran (truth). misalnya tingkat kelahiran. M. especially local government. The accommodative public policy should be based on the health demographic data published by the goverment. morbiditas.202 Jurnal Ilmu Hukum. especially local government should develop the policy wich is supported by the valid and reliable data. Vol.A.

dibanding bagi kepentingan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangungn. terutama penggunaanya oleh pihak-pihak penyusunan dan pengelola pembangunan (contohnya: di bidang kesehatan) sangat berarti bagi rumusan kebijakan dan pelaksanaannya.210 indikator kependudukan. Kependudukan merupakan aspek penting dalam pembangunan. Model pemikiran hukum dan sosiologis tentang kebijakan publik merupakan pemahaman terhadap realitas sosial. sebagai dasar pelaksaan. digunakan. kematian. 8. Ukuran tingkat dinamikanya digunakan penanda atau indikator yang terukur yang bisa dibaca. kabupaten/kota yang berisi jumlah dan karakteristik penduduk menurut umur. kematian sebelum lahir. kematian. PBB (2002) menambahkan registrasi adopsi anak (legitimasi dan pengakuan). . propinsi. Ketersediaan 204 Jurnal Ilmu Hukum. dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek sosiologis. Hal itu dilakukan agar tujuan utama dari kebijakan tersebut dapat dicapai secara optimal. up to date. angka harapan hidup. dan Milovanovich. INDIKATOR KEPENDUDUKAN UNTUK PEMBANGUNAN KESEHATAN Ada 3 sumber pokok data penduduk. Proses hukum berlangsung ditata dan diatur oleh logika sistem hukum. Secara sosiologis pelaksanaan kebijakan publik harus diperhatikan struktur sosial yang selalu berubah. maka relevan bagi penyusunan kebijakan administratif. jenis pekerjaan dan sebagainya. survei sampel penduduk dan sistem registrasi. Data registrasi dikumpulkan dan dilaporkan rutin setiap bulan oleh petugas di lapangan (RT. Dari 3 sumber itu. berpisah dan pembatalan perkawinan. tingkat kelahiran. tingkat kematian ibu dan sebagainya. gambaran dinamika penduduk dapat dilihat berupa statistik penduduk tingkat nasional. misalnya: tingkat pertumbuhan pendudukan. yaitu: sensus penduduk. Dinamika kependudukan berpengaruh pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. RW tiap desa/kalurahan). Aturan ini merupakan produk yang terkodifikasi. 1994). tingkat pendidikan. dan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan. Oleh sebab itu kebijakan publik juga perlu mementingkan perhatiannya pada adanya keragaman.hukum. yaitu registrasi vital meliputi catatan peristiwa penting: kelahiran. Data sensus dan survei sampel penduduk dikumpulkan pemerintah pusat. Vol. Pemikiran hukum dalam arti jurispruden memfokuskan kebijakan publik sebagai aturan. dan statistik migrasi internasional (Lucas et. al. Kebijakan publik sebagai produk hukum menggambarkan harapan. dilaporkan ke kecamatan dan kabupaten/kota. tingkat pemahaman konseptual. No. Di daerah data ini dipublikasikan pemerintah tiap tahun. jenis kelamin. Sebagai dasar pelaksanaan terkait dengan dasar kebijakan pembangunan.. keunikan di masyarakat (Black. perkawinan dan perceraian. tingkat (angka) kematian bayi. registrasi penduduk. September 2005: 202 . dimana pembuatan. 1976. pemberlakuan dan pelaksanaan kebijakan publik harus mendasarkan dan mempertimbangkan pemikiran-pemikiran tersebut. sekali dalam 10 tahun. sekaligus tujuan (sasaran) dan pengguna hasil-hasil yang dicapai. dan dilihat sebagai sesuatu yang mekanis. 1982). Kebijakan bidang kesehatan berkelanjutan harus mempertimbangkan dan memasukkan indikator-indikator kependudukan daerah serta indikator lain yang relevan dalam pembangunan. 2.

ketepatan. Sampai dengan tahun 2004. kematian. mortalitas. karakteristik dan struktur sebagai gambaran dari dinamika kependudukan menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan Badan Kependudukan Dunia (UNFPA. anak dan ibu bersalin) dan pertumbuhan penduduk. lahir mati. khususnya yang menggunakan data sistem registrasi vital (penduduk). Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik agar kita sebagai pengguna data terhindar dari tindak kebohongan publik dan sebaliknya dapat menampilkan kebenaran dalam melayani masyarakat. jumlah kelahiran. migrasi. dan untuk menyusun kebijakan dan pelaksanaannya. Pertama. bahkan bisa dirinci menurut kebutuhan pembangunan di daerah. khususnya negara (termasuk Indonesia) yang tidak ada keseimbangan antara indikator demografis dan tujuan pembangunan sosial. Permasalahan mendasar ini secara institusional ditanggapi pemerintah dengan kehadiran Direktorat Jendral Administrasi Penduduk di Catatan Sipil Dalam Negeri. angka harapan hidup. Data penduduk daerah menurut periode waktu dapat dugunakan untuk keperluan analisis perencanaan. . kematian. dan dikembangkannya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Daerah (propinsi dan kabupaten/ kota). Oleh sebab itu. seperti angka kematian bayi. 1994). dan memiliki catatan indikator kependudukan.teknis dan operasional daerah maupun dasar pelaksanaannyal disetarakan dengan data dari dua sumber lainnya. dan sebagainya dapat diproyeksi. Isu mengenai pertumbuhan. kebutuhan dasar penduduk untuk seluruh aspek kehidupannya dapat disusun indikatornya untuk keperluan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan. perkawinan. angka fertilitas. jenis kelamin. tingkat pendidikan. menurut umur. perkawinan dan perceraian(dari data sistem registrasi vital). Perhitungan indikator kependudukan. Secara sistemik dikembangkan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk menata jaringan informasi melalui koordinasi Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . tingkat partisipasi angkatan kerja dan seterusnya dapat dihitung. ekonomi dan lingkungan. Tahun 2005 pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (2005) telah melakukan pengolahan dan menerbitkan data statistik kelahiran. data sistem registrasi masih diragukan validitas kebenaran. Secara struktural diperlukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas di lapangan untuk memperbaiki cara dan teknik pengumpulan dan pengolahan data kependudukan. Kedua. daerah-daerah belum menyusun sendiri. R B Soemanto 205 dan integrasi fungsi jajaran institusi pemerintah yang menangani dan menggunakan data penduduk. penyerasian kebijakan-kebijakan publik dengan indikator dinamika kependudukan.. kebutuhan pelayanan kesehatan. Data penduduk daerah yang dipublikasikan berisi jumlah penduduk.. Rekomendasi program aksi ICPD (International Coference on Population and Development. dan perceraian. proyeksi fertilitas. 1994 di Kairo) menyebutkan perlunya indikator-indikator kependudukan yang relevan dengan pembangunan kesehatan di Indonesia. Penyerasian kebijakan publik yang akomodatif pada rakyat dapat dibuat dan dieliminasi dampak negatif yang timbulkannya. Di Indonesia juga didaerah-daerah. mortalitas (terutama AKB. indikator ini berguna untuk memudahkan terjadinya transisi demografi yang cepat. tingkat fertilitas. dan ketelitiannya. Proyeksi jumlah dan pertumbuhan penduduk.

Indikator-indikator tersebut mencakup: penilaian masyarakat Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . angka kesakitan menurut umur di atas 5 tahun. keselamatan dan kelangsungan hidup dan seterusnya. R B Soemanto 207 terhadap pelayanan kesehatan (SUSENAS BPS. Ketiga. pendidikan. BPS. kesehatan dan penggunaan ketrampilan. jika tersedia data kependudukan untuk kesehatan yang akurat.. Isu penting kependudukan dunia ini berhubungan dengan bidang-bidang kegiatan lain.. Pemerintah Pusat dan Daerah telah dan akan terus diharapkan mengembangkan isu tersebut ke dalam kebijakan dan untuk dilaksankan. 1982). Di sini semua komponen meliputi penyiapan. September 2005: 202 . pekerjaan. dukungan sosial. penyusunan kebijakan. cara dan tempat pengobatan (Sensus Penduduk 1980. Keadaan kesehatan masyarakat diukur dengan menggunakan indikator derajat kesehatan. indikator umum dan lingkungan. penduduk usia lanjut yang berhubungan dengan sistem jaminan sosial. . BPS. dan evaluasi program harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi. hubungan dan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan dapat dilakukan dengan baik. dan indikator upaya kesehatan. Political will pemerintah tersebut dinyatakan ke dalam berbagai usaha. No. penganggaran. 1981). perencanaan program. keluarga dan masyarakat.anak dan generasi muda yang proporsinya paling besar dari jumlah penduduk. posyandu. perkiraan kematian bayi menurut propinsi (Proyeksi Penduduk Indonesia. dan peranan legislatif dalam mendukung dan mengontrol pelaksanaan program layanan pada masyarakat berlangsung optimal. pelayanan kesehatan 206 Jurnal Ilmu Hukum. namun tahun 1983 mangalami perubahan. Partisipasi masyarakat mudah diorganisasikan setiap waktu. pelaksanaan. Wilayah kerja layanan dan peranan aparatur pemerintah daerah pada masyarakat terjangkau dengan cepat dan mudah. penyediaan air bersih dan sebagainya. termasuk mutu dan pelayanan kesehatan. KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan diantaranya bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. penyandang cacat untuk mengembangkan pencegakan dan rehabilitasi.210 reproduksi. terpercaya dan rinci. monitor. 1980-2000). pendidikan. penyediaan fasilitas umum seperti puskesmas. Pengalaman menunjukkan indikator kesehatan dalam pembangunan kesehatan tahun 1981 dan 1982 tidak berubah. karena ternyata relevan dengan aspirasi dan permasalahan yang timbul di masyarakat. 2. pondok bersalin. Depkes. seperti penyuluhan kesehatan. pengolahan dan penyajian data penduduk. layanan program di atas harus terjangkau dan dampak positifnya dirasakan masyarakat. murah dan merata. 1980). SUSENAS. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. 8. khususnya program pemerintah untuk miningkatkan banyak aspek kehidupan masyarakat. kesehatan reproduksi dan sebagainya. Data ini terkait dengan usaha pembangunan kesehatan. meningkatkan kemandirian. Dalam era otonomi daerah. Vol. Gambaran pelaksanaan otonomi daerah tersebut dapat terwujud. dan angka kematian penyakit menular. pelatihan. Keempat. angka kematian umur kurang dari lima tahun menurut diagnose penyebab penyakit (Survei Kesehatan Rumah Tangga.

Indikator derajat kesehatan dinilai dengan melihat angka kesakitan (sesaat. dan indikator kesejahteraan rakyat tersebut di atas cukup relevan bagi penyusunan kebijakan penduduk bidang kesehatan. jumlah penduduk tinggal di pemukiman sehat. 1998). Indikator ekonomi meliputi GDP/Pendapatan per kapita. Indikator upaya kesehatan digunakan untuk mengukur penduduk yang dilayani. kecacatan dan angka harapan hidup (BPS. dan kelangsungan hidup anak untuk mendukung upaya penurunan angka kematian anak balita. pertumbuhan penduduk. kunjungan rumah sakit. penolong kelahiran bayi. Indikator fisik biologis yang relevan dengan kesehatan meliputi angka penggunaan air bersih. hidup sehat dan alokasi biaya pelayanan kesehatan. dan kesempatan kerja. Indikator program aksi kesehatan. reproduksi sehat remaja. Karena hal itu menggambarkan kerangka 208 Jurnal Ilmu Hukum. Vol. pencegahan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV untuk mencegah dan mengurangi insiden. dayaduna. jenis penyakit. kelompok umur). serangga penular penyakit. penyediaan pangan. penggunaan jamban saniter. pengobatan. seksualitas dan hubungan antarjenis untuk meningkatkan tanggung jawab dan hubungan antar-jenis secara adil dan terhormat. dan persentasi penduduk yang mendapat air bersih. kesehatan wanita dan keselamatan ibu untuk mencegah atau menurunkan angka kematian ibu usia reproduktif dan HIV/AIDS untuk mencegah penularan dan korban. hasil guna pelayanan kesehatan. 2. penyakit khusus. ibu. terutama anak-anak. Namun permasalahan kesehatan masyarakat (kelangsungan hidup manusia) tidak hanya menyangkut variabel medis. jatuh sakit. sex ratio). mamalia penular penyakit. kesehatan. mencakup jumlah kunjungan puskesmas. maka perlu juga melibatkan variabel sosial eknomi. kematian. keluarga berencana. dan sebab khusus). kepadatan penduduk. sebagai dasar untuk perbaikan perilaku kesehatan. penting untuk melihat kemampuan penduduk dalam mencari pelayanan kesehatan. reproduksi sehat. tingkat polusi udara. Seluruh indikator kesehatan. kesakitan dan kematian yang dihasilkan oleh ICPD (1994) meliputi: pelayanan kesehatan dasar dan sektor pelayanan kesehatan untuk meningkatkan umur harapan hidup. kematian (bayi. pengobatan. Statistik Kesehatan Rakyat Indonesia tahun 2000 yang disusun berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nsional memuat laporan bidang kesehatan. jumlah & persentasi anak yang diimunisasi. Indikator yang dipakai adalah tingkat morbiditas (angka kesakitan). bahkan budaya dan lingkungan fisik (Mosley dan Chen. perawatan inap. Indikator pendidikan meliputi tingkat melek huruf wanita dewasa. distribusi pendapatan. 8. Indikator umum dan lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan mencakup indikator sosial ekonomi: yaitu indikator demografi (angka kelahiran. dan pelayanan kesehatan yang disebut dalam butir-butir program aksi ICPD hampir seluruhnya diadopsi . September 2005: 202 . No. rawat inap rumah sakit.210 penanggulangan mortalitas. tingkat peserta sekolah. 1988). 2000) Indikator-indikator sosial-ekonomi dan fisik biologis. Indikator hak-hak reproduksi dan keseharan reproduksi menyangkut kemampuan dan kebebasan bereproduksi. dan pola menyusui (BPS.

fungsi. cross-check. Di daerah intensitas dan bentuk permasalahan kesehatan bervariasi. R B Soemanto 209 dudukan dan pelayanan kesehatan yang baik. Penggunaan data dan indikator kependudukan diperlukan sebagai data pembanding. untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. akurat dan terpercaya. Pelayanan dokumen kependudukan (kartu keluarga. survei yang diselenggarakannya.pemerintah dalam rencana dan pelaksanaan program pembangunan kesehatan. keserasian kebijakan dan kependudukan secara konseptual harus terlihat jelas. koordinasi. KTP. Peranan dan fungsi yang saling berhubungan antara pelayanan kependudukan dan kesehatan dengan indikator program pelayanan berbasis data kependudukan yang sama. program yang konsisten. pembiayaan. akte kelahiran. Penyerasian kebijakan kependudukan bidang kesehatan harus dilihat dari tujuan. agar pelaksanaanya tidak terkendala oleh sistem dan tata cara.. sebagaimana dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 34 (3): ³Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas yang layak´. . pelaksanaan.. langsung dan tidak langsung berhubungan dengan kebutuhan basis sumber data. Kebijakan nasional dan kebijakan daerah sebagai instrumen hukum pemerintah untuk mengatasi permasalahan kesehatan harus memiliki tujuan. maka kondisi tersebut bisa membantu pihak yang terkait untuk melakukan kebijakan dan tindak lanjut yang diperlukan. perencanaan. Indikator kependudukan dak kesehatan tersebut dihasilkan dari kegiatan pemerintah (BPS) yang dirancang menurut proses pemikiran deduktif (dari pemerintah untuk rakyat). SIMPULAN Kebijakan bidang kesehatan secara eksplisit dan implisit. Sekalipun keserasian pelaksanaan kebijakan publik belum banyak dilakukan oleh pemerintah daerah. dan pelaksanaannya diatur dalam UU Sistem Kesehatan Nasional. bagi pihak yang akan menyusun kebijakan dan menentukan dasar dan tahap pelaksanaannya. dilaksanakan secara singkron dan memenuhi aspirasi masyarakat. kesakitan penduduk dan sebagainya segera diketahui. pemberian fasilitas pendukung lain dan sebagainya yang kurang sinkron.dll) dan pelayanan data penduduk yang tepat. Oleh karena itu. diolah dengan baik dan disajikan secara terbuka (dari rakyat pada masyarakat dan pemerintah. akan menjamin pencapaian tujuan secara optimal. dilaporkan rutin. Hak untuk hidup sehat bagi penduduk sebagai warga negara yang berdomisili di daerah harus dijamin oleh pemerintah. Indikator kesehatan di daerah Kabupaten/Kota harus disusun berdasarkan data penduduk yang dikumpulkan. namun harus dicoba untuk dipersiapkan dan dilaksanakan. Indikator kesehatan yang multi dimensional telah disusun dalam berbagai laporan BPS bersumber dari data sensur. Indikator kependudukan dan kesehatan untuk menyusun kebijakan memiliki fungsi yang berdekatan dan berdasarkan data yang sama. maka pertimbangan adopsi indikator program tersebut harus didasarkan pada kebutuhan hidup sehat dan realitas permasalahan di masyarakat. dan manfaat yang diperoleh (dirasakan) oleh penduduk (masyarakat) dengan pengelolaan pelayanan kepenKebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . angka kematian.

168-170. 126. . New York. W. Pengolahan Data Statistik Vital Kota Surakarta. Academic Press. 1998). Statistik Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS. Gadjah Mada.210 DAFTAR PUSTAKA Black. hal. Dragan. Masri Singarimbun. Pengantar Kependudukan. Vital Registration System. 46-93.210 Jurnal Ilmu Hukum. 8. 2002. September 2005: 202 . 1988. 1976. BPS. Lincoln C. __________ UUD 1945 Hasil Amandemen. Harrow and Heston. Kumpulan Bahan-bahan Penyusunan Indikator Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS Pusat. ed.. United Nation. Davis. Mosley. Hal. 2005. A Primer in The Sociology of Law. Vol. Penerbit Sinar Grafika. 2. BPS. New York. 150-156. UNFPA. hal. 1994. Surakarta : PPK UNS. hal. The Behavior of Law. Suatu Kerangka Analisis untuk Studi Kelangsungan Hidup Anak di Negara Berkembang. Milovanovich. Ringkasan Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan. 1982. Donal. University Press. Lucas. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Surakarta. Henry dan chen. No. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1994. Jakarta. 2000).

Dengan jumlah anak yang jauh lebih sedikit dan lebih sehat. Kalau saja angka pertumbuhan penduduk tidak menurun drastis. budaya. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju. Namun. Tetapi. tingkat . Paling tidak ini terlihat dari keberhasilan program wajib belajar sembilan tahun. Kalau pertumbuhan penduduk Indonesia tetap menurun. penanganan persoalan penduduk di Indonesia belum selesai. murid kelas I dan kelas II SD berkurang. memang Indonesia bakal mencapai pertumbuhan penduduk seimbang. Kenyataan menunjukkan. sehingga banyak sekolah dasar yang membentuk afiliasi dengan SLTP untuk menampung tamatan SD. Sayangnya. Ada beberapa alasan kenapa kita harus mewaspadai pertumbuhan penduduk yang drastis ini. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. yaitu jumlah penduduk yang lahir sama dengan jumlah penduduk yang mati. Saat ini proporsi penduduk mengarah ke penduduk urban dengan kecepatan tinggi. biarpun tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia telah menurun. maka dalam waktu singkat bisa terjadi peledakan penduduk yang lebih dahsyat dibandingkan era 1950-an dan 1970-an. Bahkan. dimana anak-anak usia sekolah dasar hampir seluruhnya bersekolah. Penyebabnya bukan hanya karena migrasi penduduk pedesaan ke kota. dan politik yang cukup rumit ± kurang mendapat perhatian. Dinamika di atas bukan monopoli bangsa Indonesia saja. maka tidak mustahil laju pertambahan penduduk akan menanjak lagi dengan kecepatan tinggi. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. Untung saja perubahan itu seiring dengan turunnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara menyeluruh. Kondisi ini tidak lepas dari peran Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah menurunkan tingkat fertilitas atau tingkat kelahiran yang biasanya sekitar enam anak menjadi kurang dari tiga anak. kejadian ini ± dengan segala implikasi sosial. Namun demikian.PEMERINTAH HARUS MAKIN PEKA TERHADAP FENOMENA KEPENDUDUKAN PENDUDUK Indonesia tahun 2000 yang semula diperkirakan 275 juta jiwa. Ini berarti KB telah membuat anak-anak kita lebih pandai. penurunan tingkat fertilitas diikuti dengan penurunan drastis tingkat kematian bayi dan anak-anak. Dalam proses tersebut. ternyata hanya 206 juta jiwa saja. para orangtua lebih memperhatikan dan lebih mampu menyekolahkan anak-anaknya. tahun ini penduduk Indonesia telah lebih dari 211 juta jiwa. Transisi Demografi Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. kalau keadaan berbalik. Penduduk yang "desa"nya berubah jadi "kota" ± siap atau tidak ±otomatis berubah jadi penduduk kota atau urban. tetapi menjadi fenomena luar biasa akhir abad ke-20 di banyak negara berkembang.

Tidak kurang dari 1. pikiran-pikiran bahwa BKKBN sebaiknya dibubarkan adalah gagasan yang sangat berbahaya. Tidak ada upaya kesehatan yang mengorbankan bidang keluarga berencana.3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan.kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Perubahan struktur itu menarik karena penduduk remaja yang sedang tumbuh sesungguhnya merupakan hasil pendewasaan dari orangtua yang belum tersentuh program KB pada zamannya.ledakan remaja. Mereka harus didampingi dengan program KB oleh . Karena itu. Dalam pola transisi demografi itu. jelas sekali terjadi perubahan struktur piramida. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Karena keterbatasan anggaran. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. Anak-anak muda baby boomers sekarang adalah anak-anak modern yang maju dan mandiri. Fenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan dan tingkat kebodohan yang masih sangat tinggi. anak-anak yang sekarang dewasa dan menjadi orangtua muda adalah pasangan yang rawan menimbulkan bom bayi baru. Biarpun agak terlambat. dan penduduk lanjut usia dalam waktu pendek. Semua menempati posisi sentral untuk meningkatkan sumber daya yang bermutu. Tidak ada yang didahulukan dengan mengorbankan salah satunya. Kesimpulan semacam itu salah. Dalam masa transisi yang relatif lama. Fenomena Baru Namun. angkatan kerja. Tanpa harus menunggu 150 tahun. Oleh karena terjadi dalam tempo sangat singkat. Penduduk remaja yang mendominasi harus diikuti dan didampingi dengan program KB yang lebih lincah. Transisi demografi model kedua ini adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk urban. fenomena akhirnya ditanggapi dengan membandingkan mana yang lebih dulu harus diselenggarakan. penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk ini disertai fenomena baru di negara berkembang yang mungkin berdampak lebih dahsyat. implikasi perubahan fenomena ini pasti belum disadari para pengambil keputusan. Namun. Ini berarti. diikuti dengan membengkaknya remaja dan usia lanjut. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. Tidak ada upaya pendidikan yang harus mengorbankan upaya di bidang kesehatan. Pola yang muncul di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya yang berhasil dengan gerakan KB-nya itu. berupa pengecilan jumlah dan proporsi penduduk berusia anak-anak.

Pertemuan itu antara lain dimaksudkan untuk mencari bentuk yang paling tepat bagaimana menempatkan penduduk sebagai titik sentral pembangunan. SEPTEMBER 2002 PENDUDUK DAN DEMOKRASI Dalam suasana reformasi yang marak dewasa ini. Untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan semacam itu. Mereka cenderung pindah ke kota mencari pekerjaan yang bersifat "urban". Penduduk terdidik yang tetap di desa mulai pula mempergunakan waktunya untuk membangun industri dan perdagangan di desanya.BKKBN atau lembaga semacam itu sampai ke tingkat daerah. karena kalau tidak akan lebih sulit menggarap penurunan fertilitas di masa datang. HARYONO SUYONO Pengamat masalah sosial kemasyarakatan KOMPAS SENIN. Departemen Pendidikan Nasional. berkepribadian luhur serta profesional dalam bidangnya masing-masing. tetapi disiapkan dengan sunguhsungguh untuk mampu menjadi pelaku yang berwatak. Gus Dur. seperti juga Presiden RI sebelumnya. yakni perpindahan penduduk ke kota dan berubahnya desa-desa agraris menjadi daerah urban baru. di pabrik atau industri jasa yang tidak banyak tergantung musim. Dengan keadaan seperti itu. Pertemuan juga berusaha untuk mendorong perhatian dan komitmen politik yang makin tinggi agar penduduk tidak saja menjadi obyek pembangunan. Pak Harto. memberikan perhatian yang tinggi terhadap masalah kependudukan itu. Melihat itu semua kita masih teringat bahwa pada tanggal 11 Juli lalu. Departemen Tenaga Kerja dan pemerintah daerah harus makin peka terhadap fenomena kependudukan. beberapa waktu lalu selama dua hari berturut-turut diadakan pertemuan oleh para ahli kependudukan Indonesia di Jakarta. membuat mereka tidak tertarik untuk bertani seperti orangtuanya di desa. Di Indonesia peringatan itu ditandai oleh suasana dan harapan yang berbunga-bunga karena Presiden RI. lembaga-lembaga tersebut di atas justru harus ditingkatkan peranan dan anggarannya. Penurunan fertilitas dan pertumbuhan yang mulai rendah harus dipelihara dengan baik.DR. bukan malah dibubarkan! PROF. Karena itu. justru diperlukan komitmen yang lebih tinggi dari otoritas tingkat. atau µpenduduk usia muda¶ yang telah mendapat pendidikan dasar. pusat. Departemen Kesehatan. Komitmen untuk BKKBN tingkat kabupaten dan kota harus sangat tinggi agar diperoleh sumber daya yang berkualitas karena dilahirkan oleh orangtua dengan jarak kelahiran yang wajar. mempunyai dua sumber yang sama kuat. maka BKKBN. untuk meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu. usaha itu makin bisa dihubungkan dengan rekan-rekannya dari kota sehingga menumbuhkan kepadatan dan ciri baru di desa-desa penyangga kota. Kita tidak tahu kenapa pertemuan minggu lalu tidak cukup . pertumbuhan urban di negara berkembang. kita juga memperingati Hari Kependudukan Dunia 2001. Angkatan muda Pembengkakan proporsi penduduk usia 25-45 tahun. termasuk Indonesia. Semua berlangsung lebih cepat di-bandingkan negara maju di masa lalu. Akibatnya. Karena fasilitas transportasi yang makin baik. bukan dengan isu anggaran BKKBN dialihkan untuk anggaran pendidikan.

budaya dan politik yang cukup rumit. Phenomena itu adalah suatu kejadian luar biasa pada akhir abad ke-20 dan terjadi di banyak negara berkembang. Pengembangan penduduk itu memerlukan keikut sertaan semua pihak.mendapat perhatian dari para pejabat tinggi. Dinamika perubahan penduduk desa menjadi penduduk kota yang terjadi dengan kecepatan tinggi itu. secara dinamis dan tidak dapat diwakilkan. Ada sebagian yang kemudian ikut larut. Pemberdayaan penduduk dan upaya menempatkannya secara terhormat sebagai titik pusat pembangunan merupakan suatu upaya jangka panjang yang memerlukan strategi yang utuh. Penduduk Indonesia. bukan hanya monopoli bangsa Indonesia saja. dan di ruang-ruang kuliah. Kejadian ini. Usaha advokasi untuk menggerakkan . Mungkin saja karena para penyelenggara menempatkan pertemuan penting itu sebagai kegiatan tehnis. saling menyalahkan dan tidak mau mengambil tanggung jawab serta menjauhkan diri dari upaya memihak kepada keluarga miskin. tidak mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari di tanah airnya. bertahap dan konsisten. sekarang dituntut oleh generasi muda yang pernah mempelajarinya itu dalam kehidupan nyata. dan menyalahkan generasi atau pemerintah sebelumnya. Padahal masalah yang kita hadapi berada pada titik perubahan sosial yang sangat penting dan bisa sangat menentukan masa depan bangsa ini. siap atau tidak siap. seperti juga penduduk negara-negara berkembang lainnya. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju dan penduduk desa tersebut. dengan otomatis dan menyeluruh berubah menjadi ³penduduk kota´ atau ³penduduk urban´. karena ³desanya´ berubah menjadi ³kota´. atau mereka baca dari tulisan ahli-ahli berbagai bangsa di dunia. mereka lihat para pemimpinnya saling hujat. Untung saja perubahan itu terjadi seiring dengan makin melemahnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara global. sehingga kalangan petinggi pemerintah tidak cukup waktu untuk ikut menanggapi masalah kependudukan di Indonesia dewasa ini. Jumlah dan perkembangan penduduk urban meningkat dengan drastis. Padahal pemberdayaan penduduk itu tidak ringan dan bukan menjadi tugas suatu instansi atau suatu departemen tertentu. Mereka melihat dengan mata telanjang bahwa ³demokrasi´ dan ³penghargaan terhadap manusia´ yang mereka kagumi dari kuliah para gurubesar. politisi dan penyelenggara negara. lengkap dengan tuntutan dan ciri-ciri urbanisme yang sangat kuat. Pikiran-pikiran hak azasi manusia (human rights) dan upaya pengembangan kualitas manusia (human development) yang pada tahun-tahun 1980-an dan 1990an dipelajari oleh anak-anak di bangku sekolah. Phenomena ini di Indonesia lebih ³diperparah´ lagi oleh makin maraknya sikap ingin cepat maju karena kesempatan dan dorongan otonomi daerah yang sedang marak. atau karena waktu yang tidak tepat. Bahkan. Pertambahan penduduk urban itu bukan hanya karena adanya migrasi penduduk perdesaan ke kota. dengan segala implikasi sosial. mengalami perubahan sosial yang sangat dahsyat. kurang mendapat perhatian para ahli.

untuk penyesuaiannya. Di negara-negara berkembang. Dalam masyarakat agraris anak merupakan potensi yang segera dapat ikut dalam proses produksi.keadaan itu sungguh sulit dilakukan. Kehidupan sosial politik penduduk juga mulai mengalami perubahan dengan kemampuan mengembangkan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Tingkat pertumbuhan penduduk juga menurun dengan drastis. Phenomena itu adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk . Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima berbagai perubahan dengan rasional. tingkat kematian turun dengan pelahan karena kemajuan industrialisasi yang terjadi. Nilai anak juga mengalami perubahan. tingkat kelahiran juga segera menurun. penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh diketemukannya pengobatan modern dan munculnya lembaga-lembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. Dengan adanya penyesuaian itu maka proses transisi demografi yang lamban bisa diikuti oleh proses penyesuaian kehidupan kemasyarakatan yang seimbang. Disamping kegembiraan karena penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian. Transisi Demografi Cepat Ada dua pola transisi demografi yang terjadi dengan segala implikasinya. tidak harus menunggu 250 tahun. Dalam proses transisi tersebut. Anak tidak bisa secara langsung ikut serta dalam proses produksi. termasuk Indonesia. Dengan menyusulnya penurunan tingkat kelahiran. atau sekitar 250 tahun. Adanya transisi itu menyebabkan nilai-nilai kultural tentang berbagai phenomena berubah secara pelahan. Transisi demografi model pertama tersebut berlangsung mulai sekitar tahun 1700 sampai sekitar tahun 1950-an. Dalam masa transisi yang relatip lama itu masyarakat mempunyai waktu yang panjang untuk melakukan penyesuaian dengan pelahan. Dengan perubahan itu masyarakat berubah menjadi masyarakat modern dengan industrialisasi. berubah dari masyarakat tradisionil perdesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang modern. Transisi demografi model yang pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa seperti Inggris dan Wales. Tingkat kelahiran itu segera menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Anak harus dikirim ke sekolah dengan waktu dan ongkos yang tidak kecil sampai anak-anak itu bisa ikut dalam proses produksi serta menghasilkan. Pemeliharaan anak menjadi lebih mahal dan dengan adanya nilai anak yang makin mahal pemeliharaannya itu maka angka kelahiran akhirnya mengikuti proses dan menurun dengan pelahan-lahan. maka proses transisi demografi terjadi dengan cepat. ada phenomena baru yang mungkin lebih dahsyat mulai muncul di negaranegara berkembang.

Phenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan yang masih tinggi. lapar dan jengkel atas ketidak adilan yang setiap hari kelihatan jelas dimatanya. angkatan kerja dan penduduk lanjut usia yang meningkat jumlahnya dalam waktu yang sangat pendek. dan seimbang. Penduduk-30102001 PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN Dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia Indonesia menggelar suatu pertemuan para ahli di Jakarta. (Prof. ³lapar´ atas pilihan demokratis untuk mengembangkan jati diri dan potensinya yang tinggi. Perubahan ini menuju alam demokratis dan memerlukan pencermatan yang tidak kalah serunya dengan upaya kita menghadapi persoalan fertilitas dan pertumbuhan yang tinggi di masa lalu. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan). Karena itu tiba waktunya para politisi memperhatikan transisi demografi. implikasi perubahan phenomena ini belum disadari secara mendalam oleh para pengambil keputusan dan politisi di negara-negara berkembang. Salah satu yang menonjol dari pertemuan itu adalah bahwa berkat . ledakan anak remaja. dan berbagai lapar lain yang makin digali makin merekah mengerikan. Disamping itu ada sekitar 25 juta jiwa terpaksa mengungsi karena kerusakan lingkungan atau konflik di wilayahnya. Karena terjadi dalam tempo yang sangat singkat. Perubahan struktur penduduk menjadi makin urban dan muda itu menarik dari segi politik karena munculnya tenaga-tenaga terdidik yang merasa makin tidak cocok dengan lingkungan sekitarnya.urban. tetapi harus siap menanggapi phenomena itu dengan perubahan sikap. Oleh karena itu untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan diperlukan terobosan berupa advokasi yang lebih gegap gempita tentang masalah kependudukan yang mempunyai persoalan lain dibanding dengan upaya penyelesaian masalah kependudukan yang lebih bersifat tehnis demografis dimasa lalu. tata nilai sosial budaya yang mendukung persamaan hak-hak azasi wanita dan pria yang menyejukkan serta kesempatan yang makin terbuka.3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. tingkah laku. Phenomena kependudukan sekarang adalah phenomena perkotaan. perubahan struktur penduduk yang ditandai ledakan penduduk urban. Dr. Haryono Suyono. Tidak kurang dari 1. ³lapar´ akan kemerdekaan untuk menyuarakan aspirasi dan gagasan-gagasannya yang cemerlang. angkatan muda dan munculnya tuntutan demokratis dan keterbukaan yang tidak saja harus mengikuti arus perubahan kuantitatif penduduknya. selaras. Perubahan itu harus disikapi dengan suasana kondusif untuk menyelamatkan umat manusia dengan menjamin hak-hak azasinya secara utuh agar bisa mencapai keseimbangan baru yang lebih serasi. phenomena generasi muda yang ³lapar´ atas harga dirinya sebagai manusia terhormat.

Ini berarti bahwa Indonesia bisa juga menjadi pasar barang-barang yang relatip mewah dengan harga yang tinggi atau nilai tambah yang sangat menguntungkan. yaitu antara lain keberanian menjadikan penduduk sebagai konsumen yang potensial. mulai mendekati model piramida penduduk negara-negara maju. Perubahan fenomena itu diikuti permintaan Presiden kepada para ahli agar secara cermat bisa menyajikan perkiraan pertumbuhan penduduk yang paling dekat dengan kenyataan. Gagasan pembangunan berwawasan kependudukan harus bisa mengarahkan semua pihak menjadikan penduduk sebagai pelaku pembangunan. biarpun kualitasnya relatip belum baik. Biarpun karena keterbatasan waktu beliau tidak sempat mengungkapkan kepentingan penduduk perempuan dengan panjang lebar. Aris Ananta yang sekali lagi mengajak semua fihak memberikan komitmen yang tinggi terhadap kebijaksanaan pembangunan berwawasan kependudukan. Pertemuan yang diisi dengan round table discussion itu juga menyajikan pembicara perempuan yang kebetulan menjadi satu-satunya diantara sembilan pembicara yang ada. tetapi karena protes salah seorang peserta lain. ³Kealpaan´ terhadap pembahasan yang mendalam tentang perempuan secara tidak sengaja juga dilakukan oleh Deputi BKKBN yang membawakan sambutan atau uraian Menteri PP dan Kepala BKKBN yang berhalangan hadir. Beliau mengajak semua peserta untuk menghitung bahwa andaikan hanya duapuluh persen saja penduduk kita dapat dianggap berada dalam kelas ekonomi menengah keatas. semua pihak diingatkan bahwa ketidak adilan gender masih juga menjadi kendala dari maraknya pembahasan tentang peranan penduduk perempuan dalam pembangunan yang bekelanjutan. Perkiraan yang tidak tepat juga akan merugikan penduduk yang seharusnya menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. Tetapi begitu .keberhasilan pembangunan ditegaskan kembali perubahan piramida penduduk Indonesia mengikuti piramida penduduk usia tua. Menarik juga kita simak penyajian dari Prof. maka jumlahnya sudah melebihi angka 4 juta orang. Pasar itu akan dengan mudah menyerap produkproduk yang bermutu dengan harga yang murah dan terjangkau kemampuan penduduk Indonesia yang melimpah. tapi juga untuk produk-produk barang mewah yang menguntungkan dan mempunyai nilai tambah tinggi. Dengan keberanian itu kita bisa mengembangkan dan mempunyai pasar domestik yang luar biasa besarnya. produsen dan sekaligus pasar yang potensial. Dr. Tidak dapat dibayangkan kalau pasar kita yang potensial itu justru dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang melihat potensi itu dengan lebih tajam. Potensi pasar dengan jumlah penduduk yang besar itu tidak saja untuk barang produk murah dengan pasaran luas. Pembangunan berwawasan kependudukan adalah suatu pembangunan yang memihak penduduk. Jumlah itu lebih besar dibandingkan seluruh penduduk Singapore. Presiden mengingatkan bahwa perkiraan yang tidak tepat akan berbahaya untuk bangsa ini karena mempengaruhi arahan dan dinamika pembangunan yang sedang dikembangkan.

tidak saja sebagai pelaku. atau hasil pertemuan ³round table disc ussion´ itu.diingatkan maka makalah yang memang sudah disiapkan sebenarnya penuh dengan uraian tentang bagaimana Ibu Menteri memberi perhatian yang sangat tinggi terhadap peningkatan peranan kaum perempuan untuk menyemarakkan pembangunan yang berwawasan kependudukan itu. untuk membantu upaya pemberdayaan penduduk. tetapi munculnya topik itu dalam diskusi telah mengingatkan para ahli untuk secara sadar menggarap masalah data kependudukan dengan sungguhsungguh. atau obyek pembangunan. Mudah-mudahan langkah awal dari Badan Kependudukan Nasional ± Baknas ± dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia itu dapat ditindak lanjuti dengan meminta perhatian semua pihak akan berubahnya phenomena kependudukan yang akan sangat mempengaruhi arahan berbagai prioritas pembangunan yang berwawasan kependudukan.3 juta jiwa. Pengumuman itu sekaligus juga menjelaskan bahwa penduduk kita makin mendekati penduduk negara maju karena angka jumlah penduduk di daerah perkotaan telah naik menjadi sekitar 45 persen dan angka pertumbuhan penduduk rata-rata selama . (Prof. Apapun variasi yang muncul dalam pembicaraan pada Hari Kependudukan Dunia itu. Pembicaraan ini biasanya tidak menarik. Haryono Suyono. karena setiap perkiraan harus disertai atau mengandung asumsi program-program intervensi yang pasti agar bisa mempengaruhi phenomena kependudukan. juga sulit disajikan. Bagi mereka yang paham betapa sulitnya mencapai konsensus untuk menyajikan angka perkiraan tunggal. kalau program pembangunan sudah pasti atau didukung suasana penuh kepastian. subyek. dan bekerja keras. Semoga. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) MENGHADAPI MELEDAKNYA GENERASI MUDA MASYARAKAT HARUS WASPADA Hasil akhir Sensus Penduduk tahun 2000 menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 206. para ahli harus bekerja keras menyepakati angka tunggal itu. khususnya untuk memenuhi permintaan Presiden yang menghendaki agar disajikan angka perkiraan tunggal. Kita gembira karena semua pihak diharapkan memperhatikan penduduk. Perkiraan angka tunggal sesungguhnya mudah dipenuhi. Dr. Kalau dukungan pembangunan tidak menentu. Satu-satunya pembicara dari luar negeri adalah wakil dari GTZ yang menyoroti secara khusus pentingnya statistik dan data kependudukan pada umumnya. maka perkiraan untuk menghasilkan suatu angka tunggal. tetapi akhirnya harus ikut menikmati hasil-hasil pembangunan secara adil sesuai dengan sumbangannya yang profesional. kita bersyukur bahwa akhirnya semua pihak diingatkan kembali untuk menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. atau tidak pasti.

2 anak atau yang biasa disebut dibawah replacement level.5 anak. Jumlah ini tidak saja besar tetapi mempunyai tingkat kesuburan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jaman baby boom di tahun 1970 ± 1980 yang lalu. Jawa Timur.sepuluh tahun terakhir adalah sekitar 14. Lebih lanjut daripada itu kalau angka pertumbuhan penduduk pada tahun 19801990 rata-rata masih mendekati angka 2 persen.3 persen.3 juta jiwa tersebut. Anak-anak usia SLTP dan SMU sekarang ini masih banyak yang tidak sekolah. Ada beberapa alasan kenapa angka pertumbuhan penduduk bisa meledak kembali. Bali. jumlah generasi muda sekarang ini relatif tinggi. Tingkat kesehatan dan kemampuannya untuk ³menghasilkan anak´ juga jauh lebih tinggi karena umumnya mereka dilahirkan pada jaman yang jauh lebih kondusif dibandingkan dengan jaman kelahiran orang tuanya dulu. yaitu sekitar 20 persen dari jumlah penduduk yang ada di Indonesia yang jumlahnya adalah 206.4 ± 2. mungkin juga Jawa Tengah dan beberapa propinsi lain sudah sama atau lebih rendah dari angka 2. Ini hanya bisa terjadi kalau angka fertilitas di tahun 2000 sudah sangat rendah. . ada kemungkinan bahwa angka pertumbuhan penduduk itu akan naik dengan drastis dan mengakibatkan terjadinya baby boom yang jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan baby boom di masa yang lalu. yaitu TFR atau angka fertilitas total tidak lebih dari 2. terutama di daerah-daerah yang kondisi KB-nya relatif maju dan kesadaran masyarakat akan bahaya hamil terlalu muda. Kalau mereka lengah. Kalau Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) itu menurun hampir dapat dipastikan bahwa angka kematian secara menyeluruh akan menurun dengan lebih drastis. Namun dengan usaha yang gigih dalam duapuluh tahun terakhir ini dapat pula diduga bahwa angka kematian AKI itu akan segera menurun. terlalu sering atau sudah tua masih hamil juga menjadi lebih tinggi. Dalam rangka Hari Anak dan Remaja Nasional 23 Juli 2002 ini perlu kita ingatkan bahwa penurunan angka pertumbuhan penduduk itu hanya bisa dijamin kalau sebanyak-banyak generasi muda mengikuti Gerakan Reproduksi Sejahtera dengan baik. yaitu sekitar 1. anak-anak muda sekarang masih menikah relatif pada usia yang muda. yaitu kalau kemantapan ber-KB dapat lebih ditingkatkan. Kalau penurunan ini diikuti lebih lanjut dengan penurunan angka kematian bayi. dan juga angka kematian anak.2 sampai paling tinggi 1. Pertama. Kedua.5 persen itu mengisyaratkan adanya pertumbuhan penduduk di tahun 2000 sudah kurang dari itu. Awas Ledakan Penduduk yang Baru. Diduga pula bahwa angka mortalitas masih relatif tinggi karena dari beberapa penelitian masih terlihat adanya Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) masih relatif tinggi.9 persen. DKI Jakarta. maka dengan sendirinya angka ratarata dibawah 1. Goncangan itu bisa berarti naik drastis bisa juga menurun dengan lebih deras lagi. maka tidak mustahil angka pertumbuhan penduduk akan mengalami goncangan. Bahkan mungkin sekali angka fertilitas total untuk propinsi yang KB-nya sangat berhasil seperti DI Yogyakarta. yang selama duapuluh tahun terakhir ini telah turun lebih dari 60 persen.

akan merasa aman kalau anak-anak tersebut segera menikah. Kelima. Apabila anak-anak ini tidak sekolah.25 tahun dan karena itu sebuah keluarga masih dengan mudah melahirkan tiga sampai empat kali selama masa reproduksinya.sehingga karena desakan ekonomi. Dengan jumlah generasi muda yang relatif besar maka jumlah kelahiran sampai empat orang bayi itu akan menimbulkan kegoncangan demografis yang sangat berbahaya dan mempengaruhi ledakan baby boom yang dahsyat. tetapi mungkin saja bisa mencapai 5 sampai 6 juta bayi setiap tahunnya. anak-anak muda yang semestinya menggeluti modernisasi dengan mengenal lebih banyak masalah reproduksi sejahtera belum banyak bersentuhan dengan materi reproduksi sejahtera sehingga perkawinan dibawah usia 20 tahun atau perkawinan dari wanita-wanita pada usia sekitar 20 tahun masih sangat tinggi. Kewaspadaan Generasi Muda .5 sampai dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah bayi yang dilahirkan dan tetap hidup dibandingkan dengan masa antara tahun 1990-2000. Kondisi negatip itu akan menghasilkan anak dengan perhitungan yang sangat tidak rasional. Ketiga. terutama untuk anak perempuan. artinya menikah pada usia muda menjadi salah satu resep yang paling ampuh dan mudah untuk ³mengentaskan anak -anak dari penderitaan kemiskinan´. Jumlah anak-anak usia Hanya sekitar 60 persen anak-anak usia SLTP sekarang ini sekolah dan hanya sekitar 30-40 persen anak-anak usia SMU sekarang ini yang sedang sekolah dan hanya kurang dari 12 persen anak-anak usia dewasa sedang berada di bangku kuliah di perguruan tinggi. ledakan ini akan menjadi resiko karena generasi muda tidak saja tidak mengenal dengan baik reproduksi keluarga tetapi mereka sedang tergoda oleh kehidupan modern yang sangat permisif ditambah dengan akibat gangguan globalisasi lain seperti merebaknya hidup bebas tanpa perkawinan biarpun ada ancaman penyakit HIV/AIDS. terpaksa dinikahkan oleh orang tuanya. Dengan demikian umumnya pasangan muda Indonesia melahirkan pada usia ibu sekitar 20. tingkat kematian anak dan tingkat kematian bayi makin kecil. Keempat. Padahal diketahui bahwa anak-anak umumnya dilahirkan pada tahun pertama masa perkawinan. Anak-anak ini akan tetap sehat dan hidup sejahtera bersama kedua orang tuanya karena keadaan kesehatan dan gizi yang bertambah baik. keluarga yang hidupnya pas-pasan. Dengan demikian jumlah anak-anak yang dilahirkan dan tetap hidup pada usia lima tahun atau lebih oleh pasangan muda akan tinggi dan anak tetap hidup sehat sehingga jumlah anakanak yang ditambahkan setiap tahunnya bukan lagi sekitar 3 juta bayi atau 4 juta bayi. maka bagi keluarga kurang mampu. atau penyakit lainnya akibat pergaulan bebas itu. Jumlah bayi yang ditambahkan setiap tahun menjadi sekitar 1.

Untuk mencegah anak-anak muda yang sekarang tidak ada di sekolah. maka mereka dapat memanfaatkan kekuatan sumber daya alam yang tersedia secara melimpah di sekitarnya. kalau terjadi. Orang tua menjadi pemandangan biasa. Ledakan penduduk baru. apabila generasi muda. Hampir bersamaan waktunya dengan kemungkinan ledakan bayi dari generasi muda yang baru itu. Generasi muda ini akan bisa memahami reproduksi sejahtera dan menjadi pelaku fertilitas yang teratur sehingga jumlah generasi anak-anak dibawah usia 15 tahun akan tetap kecil dan akhirnya menghasilkan piramida yang meruncing. maka dapat dibayangkan bahwa di masa lima sampai sepuluh tahun yang akan datang ini mereka yang berusia enampuluh tahun sudah merupakan pemandangan biasa dan penduduk dengan usia enampuluh tahun itu bisa dengan mudah ditemui di hampir seluruh pojok pedesaan. baik . yang dalam beberapa hari ini akan memperingati Hari Remajanya pada tanggal 23 Juli 2002 sadar akan makna peranannya yang bermata ganda. Padahal ledakan dari generasi muda yang semula berusia dibawah limabelas tahun juga belum seluruhnya berhenti. Jumlah mereka akan merangkak dengan meyakinkan dari angka 5 persen menjadi 10 persen dan bahkan di beberapa propinsi akan naik menjadi 11 ± 15 persen dari seluruh penduduk yang ada. Ledakan penduduk dimasa lalu banyak ³tertolong´ dengan tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak yang sangat tinggi. Anak-anak usia dibawah 15 tahun akan mengecil sebaliknya anak-anak remaja usia 15 ± 24 tahun mungkin saja akan tetap dominan. demikian pula masih adanya kematian ibu yang juga relatif sangat tinggi. Justru akan dipersulit dengan makin panjangnya usia harapan hidup dengan naiknya presentase dari penduduk yang berusia diatas enampuluh tahun. di Indonesia juga akan terjadi ledakan para orang tua. tidak akan bisa ditolong dengan tingkat kematian bayi yang tinggi.Generasi muda memang tidak bisa berpangku tangan. Kalau itu yang terjadi maka kualitas generasi muda akan bertambah baik dan mudah-mudahan menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berlipat ganda. Praktis penduduk Indonesia akan mendapatkan serangan bom dari segala sektor umur. Piramida yang Meruncing Sebaliknya. Kalau di masa lalu ³penduduk yang berusia diatas 60 tahun´ bisa dianggap sebagai ³barang langka´. maka generasi muda tahun 2002 akan menjadi pelaku sejarah yang luar biasa peranannya. Kalau mereka bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan yang tersedia secara luas dengan pendekatan Broad Based Education (BBE) yang marak. dan tidak pula ditolong dengan tingkat kematian anak yang tinggi. mengatur dan memahami reproduksi sejahtera dan mengandalkan diri pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan dirinya menjadi sumber daya yang handal. Ledakan bayi sebagai penyulut baby boom akan dibarengi dengan sulutan ³grand father and grand mother boom´ alias ada boom yang bersumbu ganda.

maka pemerintah dan masyarakat luas harus dengan berani mengarahkan pembangunan pada anak-anak muda tersebut. holistik dan tidak terkotak-kotak. Kalau terjadi ledakan baru keadaannya akan jauh lebih dahsyat dan sukar untuk direhabilitasi. maka sekolah itu dianggap berhasil mengentaskan anak-anak yang ada di sekolah yang bersangkutan. (Prof. HADIAH HUT KEMERDEKAAN : NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN Penghargaan terhadap hak azasi yang sangat berharga adalah diakuinya seorang manusia sebagai manusia sejak dia dilahirkan. tetapi lebih menilai keberhasilannya atas dasar kepadatan yang ada di kampung atau di lingkungan di mana sekolah itu berada. Disamping itu harus pula dikembangkan sekolah yang mendasarkan diri bukan lagi pada sekolahnya atau kemampuan daya tampungnya saja. Nomor induk itu menjadi milik pribadi dan berlaku seumur hidup. tidak sekolah atau terkena tekanan tertentu sehingga tidak sempat mengenal sekolah. itupun dengan partisipasi yang sangat kuat dengan berbagai komponen pembangunan secara ikhlas. Masyarakat harus waspada. Di negara-negara maju penghargaan itu diwujudkan antara lain dengan memberikan kepada yang bersangkutan nomor induk yang dicatat dalam registrasi penduduk pada kantor-kantor semacam catatan sipil di setiap negara.sebagai anak jalanan. Tetapi kalau anak-anak di seluruh kampung itu sudah semuanya sekolah. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan-Ledakan-Gemu-2072002). Sekolah dengan pendekatan semacam ini harus pula memihak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang dengan berbagai alasan menganggap anaknya tidak perlu bersekolah lagi. Dengan sekolah yang memihak semacam itu tentunya kurikulumnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Hanya dengan ketekunan tertentu ledakan dapat dicegah. Mereka akan menilai bahwa sekolah semacam ini tidak memberikan pemberdayaan yang diperlukan atau tidak membawa manfaat bagi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan godaan. Tanpa ikut sertanya orang tua dan komitmen anak-anak sendiri maka penyelesaian anak-anak yang tidak atau belum sekolah itu mustahil dilaksanakan. Orang tua itu harus dientaskan agar orang tuanya memberi ijin kepada pemerintah atau lembaga sosial kemasyarakatan lain untuk ikut menangani anak-anak jalanan atau anak-anak di jalan itu. Kalau anak-anak di suatu wilayah belum seluruhnya tertampung di sekolah. Semoga dengan cara demikian hari Anak-anak dan Remaja 23 Juli mendapat makna yang sesungguhnya untuk mencegah ledakan bayi dan orang tua yang baru serta meningkatkan mutu dari sumber daya manusia yang ada. Dr. maka sekolah itu dinilai belum berhasil. Hal . Haryono Suyono. Arahan kepada anak-anak muda itu dapat ditujukan kepada orang tua yang anaknya belum sekolah. Kalau kurikulum itu tidak disesuaikan anak-anak dan orang tua yang kurang mampu akan enggan bersekolah atau tidak ada minat di masukkan ke sekolah semacam ini. berkesinambungan. anak di jalan atau anak yang hidupnya sehari-hari di jalan karena tekanan ekonomi atau karena memang orang tuanya begitu miskin dan sejak lama sudah menggantungkan hidupnya di jalan-jalan.

Sebagai anggota masyarakat. hak penduduk meliputi hak mengembangkan kekayaan budaya. pemanfaatan wilayah warisan adat. dan himpunan kuantitas. belum ada atau belum merata di Indonesia. Lebih dari itu setiap penduduk berkewajiban mewujudkan dan memelihara keserasian. Hak dan kewajiban setiap penduduk itu meliputi semua matra penduduk yang terdiri dari matra diri pribadi. keselarasan. kualitas. dan agama. serta hak untuk melestarikan atau mengembangkan perilaku kehidupan budayanya. Sebenarnya telah ada UU yang memberi payung pengantar untuk mengembangkan usaha tersebut secara konstitusional. hak penduduk yang dijamin dalam UU meliputi pengakuan atas harkat dan martabat yang sama. hak mengembangkan kualitas diri dan kualitas hidupnya. setiap penduduk berkewajiban mengembangkan kualitas . Disamping itu disebutkan juga bahwa setiap penduduk sebagai anggota keluarga mempunyai hak untuk membangun keluarga sejahtera dengan mempunyai anak dengan jumlah yang ideal. Akan sangat dikenang apabila dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 56. atau mengangkat anak. warga negara. Karena itu. Sebagai himpunan kuantitas penduduk dijamin haknya untuk diperhitungkan dalam kebijaksanaan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera dalam pembangunan nasional. UU nomor 10 tahun 1992 mendefinisikan bahwa setiap penduduk Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam upaya perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera. karena belum ada sistem yang dapat diterima semua pihak. dan mobilitasnya dengan lingkungan hidup serta memperhatikan kemampuan ekonomi. anggota keluarga. Lebih lanjut UU itu juga menjamin bahwa hak penduduk itu meliputi berbagai aspek tentang pengembangan kualitas diri sampai kepada hal-hal yang menyangkut pengembangan kekayaan budaya yang sangat luas. dan keseimbangan antara kuantitas. atau karena tidak ada anggaran yang dapat mendukung upaya yang sangat penting itu. hak memperoleh dan mempertahankan ruang hidupnya. Sebagai warga negara.seperti itu. anggota masyarakat. nilai-nilai sosial budaya. Dimasa lalu upaya untuk memberikan pengakuan seperti ini selalu menghadapi kendala yang sangat besar. dan seimbang dengan diri dan kemampuannya. selaras. Hak penduduk itu untuk masing-masing matra diuraikan secara terperinci dalam UU tersebut yang meliputi hak penduduk sebagai diri pribadi yang meliputi hak untuk membentuk keluarga. Presiden RI Ibu Megawati Soekarno Putri berkenan memberikan pengakuan itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan. atau memberikan pendidikan kehidupan berkeluarga kepada anak-anak serta hak lain guna mewujudkan keluarga sejahtera. serta hak untuk bertempat tinggal dan pindah ke lingkungan yang serasi. biarpun nampaknya sederhana.

sektor. keselarasan. Untuk pemantauan perkembangan keserasian. informasi dan edukasi secara luas agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk aparat pelaksana. untuk mengembangkan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh. Lebih lanjut daripada itu. dikembangkan sistem informasi perkembangan kependudukan dan keluarga. dan statistik kependudukan dan keluarga termasuk registrasi penduduk. pengumpulan data kependudukan secara teratur dan berkala. pendidikan. pencatatan. Selain itu. Selanjutnya GBHN 1993 menggariskan bahwa "Administrasi. wilayah. Sistem informasi itu diselenggarakan oleh Kantor Menteri Negara Kependudukan secara terkoordinasi antar lintas sektor yang terkait baik tingkat pusat ataupun tingkat daerah. Sistem informasi itu diharapkan menggariskan berbagai hal sebagai berikut : 1. pencatatan dan statistik kependudukan melalui penataan registrasi penduduk. Lebih lanjut digariskan pula bahwa upaya tersebut perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai termasuk di daerah-daerah. dan daerah. kematian. dalam Repelita VI diprogramkan pula arah penyempurnaan sistem informasi kependudukan yang meliputi "pengembangan administrasi. lebih lanjut telah ditetapkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1994 yang menyatakan bahwa untuk mendukung pengendalian kuantitas penduduk. serta menunjang perkiraan dan sasaran berkala dari perkembangan kependudukan". sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.diri melalui peningkatan kesehatan. Pengembangan sistem administrasi. Pengumpulan dan pengolahan data. pengembangan komunikasi. Penyebaran dan penyajian. maka sebagai kelanjutan pengaturan UU nomor 10 dan arahan GBHN tersebut. dan keseimbangan itu maka setiap penduduk berkewajiban atas pencatatan setiap kelahiran. dan kualitas lingkungan hidup. 4. pencatatan dan statistik kependudukan terus disempurnakan sehingga menjadi sumber data yang dapat diandalkan untuk menunjang perencanaan pembangunan diberbagai bidang. seperti data sensus penduduk dan data antar sensus. 2. dan seimbang dengan lingkungan hidup. 3. serta pengguna data untuk mengetahui lebih lanjut pentingnya data yang dihasilkan oleh registrasi penduduk. pengembangan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk yang serasi. selama ini telah disusun rancangan kebijaksanaan . dan perpindahan. selaras. Pengembangan jaringan sistem informasi." Dengan bekerjasama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Dalam Negeri telah pula dikembangkan uji coba modul Registrasi Penduduk tahun 1995 yang melibatkan masyarakat sebagai tanaga pelaksana dan mulai nampak hasilnya yang cukup menggembirakan. Atas dasar hal-hal tersebut.

baik melalui literatur maupun dengan mengirim berbagai Tim ke Thailand. momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-56 sekarang ini dapat dipergunakan untuk lebih memacu lebih cepat lagi pengembangan sistem tersebut. Dalam pengalaman panjang penuh suka dan duka itu dapat dicatat bahwa Pendataan Keluarga pertama untuk sekitar 40 juta keluarga di Indonesia tahun 1994 diselesaikan dalam waktu yang relatip singkat selama tiga bulan.Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA). antara lain bidang kesehatan untuk membagikan KARTU SEHAT kepada keluarga PraSejahtera yang memungkinkan penduduk miskin atau pra-sejahtera mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas secara cuma-cuma. Keadaan Keluarga Indonesia. Data yang makin baik itu menjadi pedoman awal dari upaya di berbagai bidang. dan Republik Rakyat Cina (RRC).delapan tahun terakhir ini dengan baik dan hasilnya makin bisa digunakan di seluruh tanah air. Di berbagai daerah. Pendataan PUS itu disempurnakan menjadi Pendataan Keluarga dengan arahan untuk mendapatkan data dasar tentang Kesertaan KB dan ciri-cirinya. Dalam pengembangan SIDUGA tersebut. Pendataan Keluarga Sampai hari ini kita merasakan bahwa Pendataan Keluarga yang telah dilakukan selama delapan tahun berturut-turut itu sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Pendataan Pasangan Usia Subur (PUS) dan Kesertaan KB yang telah membawa keberhasilan gerakan KB dengan gemilang. Dengan mempelajari sistem-sistem yang telah berkembang di negara lain. Masyarakat makin mengetahui kegunaannya dan makin membutuhkan data tersebut untuk membantu masyarakat. telah mulai dikembangkan Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA) yang antara lain telah berhasil melakukan pendataan keluarga selama tujuh . dan Ciri-ciri Penduduk Indonesia. Dari hasil-hasil pengembangan itu. . Pada tahun-tahun selanjutnya pendataan itu makin sempurna. keluarga dan penduduk kita membangun dirinya secara mandiri. model komunikasi dalam rangka pengembangan jaringan sistem informasi lintas departemen dengan antara lain mempelajari berbagai sistem di negara maju maupun di beberapa negara berkembang. Jajaran pendidikan dengan seluruh aparat terkaitnya juga telah mempergunakan Peta Keluarga Sejahtera itu untuk memberantas buta aksara dan mengajak keluarga yang mempunyai anak dibawah usia limabelas tahun mengikuti Wajib Belajar Sembilan Tahun. Dalam pembangunan keluarga sejahtera di Desa-desa tidak tertinggal dengan mempergunakan berbagai jenis sumber bantuan. Malaysia. Peta Keluarga Sejahtera itu mempermudah penyelesaian pembangunan keluarga tersebut. para Gubernur dan Bupati telah banyak mempergunakan hasil pendataan itu untuk mengenal keluarga miskin di Desa Tertinggal sebagai indikator untuk membantu menyalurkan dana yang berasal dari Proyek IDT (Inpres Desa Tertinggal) atau proyek lain semacam itu. kita telah pula melakukan berbagai persiapan yang matang.

kemauan dan kemampuan. atau peristiwa politik lainnya. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) ± NIK-2001 MENGUBAH IMPIAN JADI KENYATAAN Presiden RI Ibu Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu menghadiri acara yang selalu digelar setiap tahun.Lebih lanjut dari pada itu. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK. merupakan percontohan hidup nyata yang dapat dilaksanakan siapa saja. yang diadakan setiap tahun itu. diperoleh kesan bahwa sistem serupa belum dikembangkan secara terkoordinir. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. mulai banyak peserta kerjasama international yang ingin mempelajari SIDUGA tersebut. tetapi harus dianggap bahwa dengan memulai suatu awalan mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan yang memalukan selama ini. Instansi dan Lembaga Masyarakat kiranya dapat menyiapkan segala sesuatunya agar kiranya Presiden RI. (Prof. sebagai bagian awal dari SIDUGA bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor induk kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku seumur hidup. bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku untuk seumur hidup. Acara itu. Ibu Megawati Soekarno Putri. baik bayi yang baru lahir sampai usia satu tahun. sebagai bagian awal dari SIDUGA. Dari beberapa negara ASEAN. Pemberian Penghargaan kepada Balita Sejahtera Indonesia. Dr. dan sekaligus menjadikan momentum HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN RI KE-56 ini sebagai awal dari perbaikan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh dan terpadu. Seiring dengan pengakuan itu. khususnya pendataan keluarga yang dilakukan di seluruh Indonesia untuk memonitor perkembangan KB maupun untuk mengembangkan pembangunan keluarga secara luas. kalah populer dengan kasus Bulogate. berbagai Departemen. kalau ada komitmen. Pengembangannya yang akan memakan waktu lama tidak perlu menjadi masalah. namun negara-negara itu umumnya telah mulai mengembangkan Sistem Identifikasi Penduduknya semenjak mereka dilahirkan. berkenan memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan yang ke 56. biarpun sangat penting. maupun bayi usia satu tahun sampai lima tahun. Sistem itu serupa dengan Sistem Social Security Number di Negara-Negara maju. kesediaan Ibu Megawati Soekarnoputri sungguh sangat membesarkan hati karena pemilihan anak-anak balita. Pemilihan Balita Sejahtera Indonesia selama beberapa tahun seperti itu selalu digelar . Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK Nomor Induk Kependudukan atau NIK itu sekaligus dapat menjadi simbul dan pengakuan negara dan bangsa Indonesia terhadap keberadaan manusia Indonesia sejak dilahirkan. Namun. Haryono Suyono. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut.

biarpun Indonesia merupakan salah satu negara terbesar ke empat setelah RRC. atau pada waktu penduduk berjumlah 150 juta. pertambahan jumlah bayi dan anak-anak balita yang sehat. setiap tahun jumlah penduduk Indonesia tetap bertambah dengan kelahiran sekitar 5.25 per 1. dilingkungan ASEAN. selama dasawarsa lalu pemerintah berusaha menjangkau ibu-ibu hamil itu dengan pelayanan yang lebih baik. atau lebih dari 50 persen. Namun penempatan bidan saja nampaknya tidak cukup. dengan mengerahkan tenaga dan dana yang tidak sedikit. dengan UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992. baik dari pemerintah. serta beberapa lembaga lainnya.70 per 1000 kelahiran pada awal tahun 1990 telah dapat diturunkan menjadi sekitar 43 . maupun bantuan luar negeri. dengan penduduk yang sangat besar. Dalam sepuluh tahun terakhir ini. sampai penduduk Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 200 juta jiwa. Menjelang akhir abad lalu keadaan berubah. kualitas kesehatan anak-anak di Indonesia masih tetap yang terburuk. Hasilnya sungguh menggembirakan. Angka kematian anak dibawah usia lima tahun. Salah-salah Indonesia dituduh tidak banyak berbuat ! Kualitas kesehatan anak-anak itu masih ditambah keadaan kualitas kesehatan ibu yang memprihatinkan. seperti yang ditargetkan dunia. jumlah bayi yang dilahirkan relatip tidak banyak berbeda. yang melalui program terpadu yang dilaksanakan dengan gegap gempita telah berhasil menurunkan tingkat kelahiran dan tingkat kematian bayi dengan drastis. Tingkat kematian bayi dan anak-anak dibawah usia lima tahun.000. Dimasa lalu. Karena tingkat kelahiran yang terus menurun. Pemerintah memperbaiki pelayanan kehamilan dan pasca persalinan dengan mendekatkan pelayanan ke desa-desa melalui penempatan bidan di setiap desa. berkat keberhasilan dibidang KB dan kesehatan yang membesarkan hati. telah dapat diturunkan dibawah angka 60 per 1000 kelahiran. pada waktu penduduk Indonesia masih berjumlah 100 juta.45 per 1.000. setiap tahun jumlahnya bertambah banyak. bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur.oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI). telah dapat dicapai. Karena tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak juga menurun. upaya untuk memberikan perhatian kepada anak-anak dan keluarga miskin mendapat perhatian yang luar biasa. biasanya sekitar 1. Pemilihan itu selalu menggugah inspirasi dan perhatian keluarga Indonesia yang sekarang ini merupakan warga dari negara dengan jumlah penduduk sekitar 211 juta jiwa atau lebih. yang di tahun 1990 masih berada di sekitar 97 .000.45 per 1000 pada tahun 2000. atau tidak meninggal dunia.000 bayi baru.000 penduduk atau kurang. segera setelah dilahirkan atau bahkan sebelum dilahirkan. dukungan masyarakat.000 penduduk telah menurun menjadi sekitar 22 .100. dan Amerika Serikat. Kita boleh bersyukur. India. Tbk. Program penempatan bidan itu disusul dengan sosialisasi dan . Melalui berbagai program. Untuk menangani masalah ini. Namun biarpun target jumlah atau prosentase nasional dan target dunia telah tercapai. telah dilakukan usaha yang maksimal.000 bayi meninggal dunia pada waktu dilahirkan. Namun.000 sampai 2. Tingkat kematian bayi yang diperkirakan sekitar 68 . Tingkat kelahiran kasar yang biasanya berkisar antara 44 .

dan kemudian 40.000 bayi dan balita. Keberhasilan ini patut disyukuri dan barangkali Ibu Prof. dewasa ini Departemen Kesehatan bersama berbagai lembaga pemerintah lain dan masyarakat pada umumnya dengan gigih meneruskan upaya itu. mendapat dukungan dari Ibu Presiden. Karena ketimpangan itu. dan terakhir. selama sepuluh tahun terakhir ini penurunan tingkat kematian ibu karena mengandung dan melahirkan relatip kurang memadai. yaitu bahwa lomba ini diarahkan pada peningkatan kualitas dan pembinaan bayi dan balita dengan dukungan yang ketat. Dr. dari YKAI. Karena itu. dan seterusnya. nampaknya Lomba Balita Sejahtera Indonesia tetap hanya berlangsung karena kegigihan dari YKAI dan PT Indofood Sukses Makmur semata.upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada bidan-bidan muda itu. utamanya seluruh jajaran Departemen Kesehatan. para sukarelawan PKK dan berbagai organisasi wanita lainnya. Ibu Prof. bidan atau tenaga paramedis lain yang dekat dengan orang tuanya. Dengan ikut sertanya BKKBN. Dr. Upaya program Lomba itu ikut memicu dan memacu komitmen masyarakat dan para orang tua untuk meningkatkan kualitas penanganan bayi dan balita sejak dalam kandungan maupun segera setelah dilahirkan. tetapi masih sekedar dalam bentuk mensukseskan upaya memberi contoh pembinaan balita yang dilakukan .000 balita dari seluruh Indonesia. Lomba Balita Sejahtera dimulai pada waktu kualitas kesehatan dan kesertaan KB sedang dikembangkan. pembinaan balita umumnya harus dilakukan secara ketat oleh orang tua masing-masing dengan dukungan tenaga profesional dokter. dan komitmen lain untuk menangani bayi dan anak balita. Untuk menjadi juara. yang sangat gigih telah mendapat dukungan yang sangat tinggi dari Ibu Eva Riyanti dari PT Indofood Sukses Makmur. Namun. serta upaya memperkenalkan tanggung jawab orang tua dan keluarga melalui gerakan Bina Keluarga Balita oleh jajaran Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN.000-10. Kita sengaja mengangkat kegiatan ini kepermukaan karena beberapa alasan.000 kelahiran. Lily Riantono dan Ibu Eva Riyanti patut dipertimbangkan untuk diberikan perhargaan atas kegigihan tanpa kenal lelah tersebut. sifat keterbatasan itu tetap ada. peserta lomba melonjak menjadi 20. Cara pembinaan seperti itu tidak. Pertama. angka kematian itu berkisar antara 400 . atau karena pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan bayi dan anak balita masih relatip rendah. Upaya yang dilaksanakan kedua tokoh itu berjalan mulus dengan dukungan dari para Ibu Negara. Instansi dan jajaran lainnya ikut berpartisipasi. untuk tahun ini. para Menteri. setelah sekian lama upaya ini berlangsung. upaya Lomba ini makin bertambah maju. Dengan upaya yang gegap gempita. yang mengambil peranan yang sangat menonjol. upaya memperkenalkan pola tumbuh kembang anak yang benar yang dilakukan tanpa kenal lelah oleh berbagai kalangan. termasuk usaha pemeliharaan kandungan. Awalnya Lomba Balita Sejahtera itu diikuti oleh sekitar 5.650 dan hanya dapat diturunkan pada akhir abad lalu menjadi dibawah angka 400 per 100. Lily Riantono. Menurut perkiraan. atau belum bisa dilakukan secara massal karena keterbatasan tenaga.000 bayi dan balita.

keikut sertaan lembaga-lembaga masyarakat lain secara luas dalam mendukung peningkatan kualitas bayi dan anak balita nampaknya juga masih terbatas. telah diundurkan sampai tanggal 8-10 Mei 2002.000 . Balita dan Sidang Khusus PBB Sementara itu. dapat mengambil prakarsa mempersiapkan bahan yang dapat diberikan kepada keluarga lain yang tidak sempat mengikuti lomba Balita Sejahtera itu. Pemerintah dan masyarakat umum yang semestinya mengambil alih dengan menggelar dukungan komunikasi. perlu segera ditulis dan disebarluaskan cara-cara pembinaan bayi dan balita secara sederhana agar pembinaan balita dapat dilakukan oleh keluarga biasa di desa. Yayasan Indra. dan mereka mengulurkan bantuannya. Ibu Megawati akan sangat terhormat kalau berkenan membawa upaya yang sangat luhur ini kemimbar PBB yang sangat terhormat itu. Ketiga.25 juta bayi dan balita yang ada. karena peristiwa teroris 11 September. Ada kesempatan yang sangat baik untuk membawa hasil-hasil dan pelajaran yang diperoleh dari Lomba Balita Sejahtera yang telah diadakan bertahun-tahun itu dalam kemasan yang menarik dengan keberhasilan program kesehatan dan KB yang telah berhasil membawa perbaikan kualitas anak-anak balita di Indonesia. serta perusahaanperusahaan peduli. informasi dan edukasi agar keluarga lain meniru keluarga juara dengan balitanya belum terjadi dengan baik. atau seperti mereka lihat mejeng di koran dan televisi. sehingga bayi dan anak balita mereka bisa menjadi "balita juara" seperti anak balita yang mereka lihat berjalan beriring bersama Ibu Presiden. melalui Menteri-menteri terkait. Pertemuan di New York. Keempat. karena sifatnya adalah lomba dan diikuti secara terbatas. Kelima. yang sedianya diadakan pada tanggal 9-11 September 2001. pengaruh baik dari lomba ini pantas dibawa ke forum internasional.untuk suksesnya lomba itu. ada baiknya semua pihak mengetuk hati Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menghadiri Sidang PBB di New York itu. Kepala BKKBN. Kalau upaya ini berhasil menarik perhatian dunia. dan lain sebagainya. Kedua.50. seperti Menteri Kesehatan. maka dukungan komunikasinya juga terbatas sepanjang lomba berlangsung.000 setiap tahun dibandingkan dengan sekitar 20 . antara lain terlihat dari naiknya partisipasi dalam lomba yang hanya mencapai sebesar 40. Sementara itu pemerintah. Penyajian upaya itu bisa mengangkat kebanggaan nasional karena sifatnya yang menonjol dan sangat manusiawi. siapa tahu jutaan bayi dan anak-anak yang tersebar di seluruh Indonesia akan mendapat manfaat dari upaya percontohan yang telah diadakan bertahun-tahun tersebut. . seperti Indofood. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. bersama lembagalembaga swasta seperti YKAI. dan lain sebagainya. yaitu pada Pertemuan Dunia Khusus untuk Anak dan Balita yang akan diadakan di Markas PBB pada tanggal 8-10 Mei nanti di New York.

upaya penurunan tingkat kelahiran. dimana lembaga-lembaga dunia seperti UNICEF.Anak-IndBalitas-932002. Sasaran-sasaran strategis yang nampaknya mudah dicapai. UNFPA. kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. UNESCO. menjadi harapan dunia pada umumnya. Kita juga bisa mengajak berbagai lembaga dunia untuk merancang strategi yang memihak keluarga miskin. Dengan kerjasama dan bantuan lembaga donor dan negara-negara maju yang peduli.000 balita Indonesia yang ikut dalam lomba setiap tahun. lebih dari pantas dan mampu mengajak PBB dan negara-negara donor mengadopsi strategi yang memihak keluarga miskin agar setiap keluarga bisa mengubah impiannya menjadi kenyataan yang lebih sejahtera. USAID. Pemerintah dan rakyat Indonesia.Kita mengetahui bahwa Sidang Khusus itu telah disiapkan secara marathon sejak Sidang Umum PBB pada tanggal 7 Desember 1999 yang menyetujui Resolusi nomor 53/93 yang memutuskan diadakannya Sidang Khusus PBB tentang Anak di tahun 2001. seperti juga di negara kita. biarpun mungkin baru sedikit. dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah. memerlukan perubahan sikap dan tingkah laku yang tidak mudah. penurunan tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang sangat signifikan. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan). berciri global. serta dilakukan secara komprehensip dan berlanjut. Dr. Dengan pengalaman kita yang kaya. Bank Dunia. dengan jumlah penduduk miskin yang luar biasa banyaknya. serta pengembangan jaringan pelayanan yang luas dan bermutu. Anak. Kalau kita bisa membagi pengalaman. dapat segera disusul dengan programprogram pemberdayaan yang lebih bersifat menyeluruh. kita bisa mempunyai komitmen politik yang sangat tinggi. WHO. hasilnya bisa sangat signifikan karena dilihat oleh tidak kurang dari 80 Kepala Negara yang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir di Sidang tersebut. dan di dunia ketiga lainnya. juara balita sejahtera yang sejati. dalam Sidang Khusus ini. Pengalaman selama ini mengajarkan. Haryono Suyono. wilayah yang sangat luas serta kemampuan ekonomi penduduk yang tidak dapat diandalkan. dan lembaga lainnya. serta upaya keluarga miskin yang bekerja keras untuk anak cucunya dengan penuh kasih sayang.000 sampai 50. serta lingkungan yang tidak selalu kondusif. Oleh karena itu. dengan pengalamannya yang luas. . kalau kita mampu mencatatkan keberhasilan kita memelihara anak-anak bangsa. . sebagai negara yang sedang berkembang. adalah sulit meningkatkan kualitas anak-anak dan remaja dengan dana yang terbatas. upaya penurunan tingkat kematian anak-anak balita di Indonesia. (Prof. suatu strategi yang didasarkan pada pengalaman dan keberhasilan yang ditunjukkan oleh 40. kita juga harus sanggup dan berani mengembangkan strategi dan program perluasan yang memihak keluarga miskin. tetapi setiap langkah kecil saja harus disertai dengan pendanaan dan dukungan sumber daya manusia yang luar biasa besarnya. ikut turun tangan membantu menyelematkan umat manusia di dunia ketiga yang miskin itu.

sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan´(GBHN-1998). Mereka yang potensial harus didukung dengan suasana yang kondusif agar supaya kemampunannya dapat disumbangkan secara maksimal. tetapi lebih-lebih harus tercermin dari makin baiknya tingkat kesejahteraan penduduk dan masyarakat lansia dan masyarakat luas pada umumnya. sumber daya manusia bisa menikmati kehidupan dalam waktu yang relatip lebih lama.MEMELIHARA KESEJAHTERAAN LANSIA Setiap tanggal 29 Mei kita memperingati Hari Lansia Nasional. Lansia makin menjadi fenomena menarik karena keberhasilan pembangunan di Indonesia.(GBHN-1993) Ini berarti bahwa kita harus memberi perhatian. bagaimana membina para lansia yang berada dalam lingkungan keluarga. kesempatan dan mendukung pemberdayaan dari penduduk lanjut usia yang potensial yang masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan. atau bahkan lebih baik. Kondisi ini memberi petunjuk bahwa apabila pembangunan berhasil. Kondisi itu tidak saja harus terlihat dari makin panjangnya usia harapan hidup. kualitas. maka mereka yang memiliki pengalaman. merekapun diberi kesempatan untuk selalu diikut sertakan dalam upaya peningkatan kualitasnya seperti penduduk lainnya sesuai hakekat pembangunan sebagai berikut : ³Kebijaksanaan kependudukan diarahkan pada peningkatan kualitas penduduk sebagai pelaku utama dan sasaran pembangunan nasional agar memiliki semangat kerja. Oleh karena itu kita harus mengembangkan kebijaksaaan untuk memperhatikan dan mengembangkan pemberdayaan penduduk lanjut usia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : ³Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan makin panjangnya usia harapan hidup sebagai akibat kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan selama ini. sebagai bangsa yang beradab bangsa kita harus berada dalam posisi yang mampu mengembangkan komitmen dan pokok-pokok kebijaksanaan yang mengantar pengembangan berbagai kegiatan yang dapat diarahkan pada 3 (tiga) hal pokok sebagai berikut : Pertama. Kemajuan dan keberhasilan pembangunan di Indonesia memperpanjang usia. Kesejahteraan penduduk usia lanjut yang karena kondisi fisik dan/atau mentalnya tidak memungkinkan lagi untuk berperan dalam pembangunan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat´. keahlian dan kearifan perlu diberi kesempatan untuk berperan dalam pembangunan. masih tetap mampu bekerja. Harapannya adalah bahwa kondisi kesehatan penduduk yang bersangkutan tetap prima. Untuk tetap memberi kesempatan kepada para lansia itu. budi pekerti luhur. Kemajuan meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan jumlah penduduk lanjut usia. penuh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Untuk bisa mengikuti kemajuan jaman dengan baik. dinamika serta kesiapan penduduk. sehingga keluarganya dan kita semua bisa memberikan kepada mereka peluang dan kesempatan untuk ikut terus membangun keluarga dan .

bagaimana mengembangkan upaya membantu penanganan para lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja dan harus menjadi tanggung jawab keluarganya. . Kita mengetahui bahwa rata-rata tingkat pendidikan Kepala Keluarga Indonesia pada umumnya masih rendah. khususnya yang masih mampu bekerja dan masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan yang bersifat lokal maupun nasional. Diramalkan bahwa diawal abad 21 ini jumlahnya akan mencapai sekitar 5055 juta keluarga dan masih akan berkembang dengan kecepatan yang relatip tetap tinggi. masyarakat dan atau pemerintah. dan menurut proyeksi penduduk BPS jumlah itu diperkirakan telah meningkat menjadi 15.4 juta jiwa atau kenaikan sebesar 42 persen. ³Kampus Lansia´. Sebagai selingan.0 juta jiwa menjadi 210.7 juta jiwa atau 5.2 persen dari seluruh jumlah penduduk. mendapat perawatan yang profesional atau bagi yang masih kuat fisik dan mempunyai kegiatan penuh bisa menempati perumahan tersendiri. Idealnya penduduk lansia tinggal bersama keluarga di rumah. tingkat pertumbuhan keluarga di Indonesia masih akan terus naik dan ternyata sudah jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan penduduk Indonesia. Pada awal PJP II baru meningkat menjadi rata-rata berpendidikan sekolah dasar. dan sekarang ini telah lebih tinggi lagi. Dengan demikian jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat lebih dari dua seperempat kali lipat dibandingkan kenaikan jumlah penduduk dalam waktu yang sama. bagaimana membina para lansia yang berada di luar lingkungan keluarga. Kedua. yang diiringi dengan kemajuan modernisasi. Sementara itu jumlah keluarga Indonesia bertambah dengan kecepatan dan tambahan yang makin tinggi. dimana pelayanan dapat dilakukan oleh Lansia sendiri secara pribadi dengan apabila perlu dapat dibantu oleh anggota dari Lembaga Sosial dan Organisasi Masyarakat (LSOM) atau swasta.1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7. Karena perkembangan globalisasi dan pendidikan yang cepat. Jumlah keluarga Indonesia yang pada awal PJP II telah mencapai hampir 40 juta keluarga. atau suatu kenaikan sebesar 96 persen selama 20 tahun.masyarakat yang sejahtera. misalnya : a. bisa pula dikembangkan beberapa jenis Lembaga yang dapat memberikan fasilitas khusus. maka terlihat bahwa pada tahun 1980 jumlah penduduk lanjut usia itu baru mencapai sekitar 7. ternyata jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia itu naik dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan penurunan pertumbuhan penduduk. Kalau dilihat dalam perspektif jangka panjang. Sebagian besar kepala keluarga di Indonesia pada Pelita I hanya buta huruf. Ketiga. Pada waktu yang sama jumlah penduduk seluruh Indonesia meningkat dari 148. Propinsi-propinsi yang gerakan KB-nya berhasil dengan baik seperti DI Yogyakarta dan Jawa Timur.2 persen dari jumlah penduduk.

Tempat itu dilengkapi fasilitas untuk menerima kunjungan keluarga dan beberapa sarana untuk menggelar hiburan antar penghuninya. Sebaliknya lansia dapat mendapatkan perawatan ekstra karena Panti ini diasuh secara profesional. Tempat seperti ini bukan saja seperti layaknya Hotel atau Penginapan. Namun tempat ini tidak bisa menggantikan rumah-rumah dengan keluarga yang akrab dengan seluruh anggotanya. Pengalaman itu bisa memperbaiki pelayanan lansia di rumah dan keluarga sendiri. Cipageran Cimahi. Pelayanan Tresna Werdha oleh LSOM atau swasta. Acara harian untuk para penghuni dibuat begitu padat dan sibuk agar memberi kesan kepada para penghuni untuk kerasan dan bersemangat hidup panjang yang berguna. para ³tamu´ diberi kesempatan untuk melakukan banyak kegiatan dan mendapat pelayanan yang memadai. dengan sendirinya diberi kesempatan sesuai dengan kemampuan fisiknya.b. penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. tempattempat semacam ini bisa menjadi ajang liburan atau selingan dari lingkungan keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Para lansia dapat melakukan pesanan-pesanan sesuai seleranya sendiri tanpa merasa ³memerintah´ atau ³menyakiti´ anak -anak atau cucu-cucunya. Semoga ada manfaatnya. Apabila ada tamu. Namun. Dr. Contoh dalam praktek Salah satu contoh dalam praktek yaitu pengembangan tempat mirip dengan ketiga prototip fungsi-fungsi diatas sedang dikembangkan di Desa Tani Mulya. sekaligus sebagai ajang proses saling belajar bagaimana merawat lansia secara profesional. dan diasuh oleh Yayasan Lansia Kristen ³Dorkas´. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-Lansia-HLN-2552002 MENGEMBANGKAN VISI KEPENDUDUKAN . Bagi yang mulai mengendor. (Prof. Haryono Suyono. Fasilitas lain yang tersedia atau akan disediakan yaitu klinik dan segala keperluan pengobatan lansia lainnya. sekaligus sebagai cara tetap asah otak dan asah tenaga sehingga gairah untuk hidup panjang dan sejahtera tetap terpelihara. dipimpin oleh Bapak Husein. Akomodasi type ³Hostel´ dengan pelayanan 24 jam oleh swasta atau LSOM. Pada waktu ini sedang disiapkan semacam Panti Werda untuk mereka yang secara fisik tidak mampu lagi untuk mengerjakan berbagai aktifitas fisik yang banyak memakan tenaga. Dengan pertumbuhan lansia yang makin besar dan cepat pasti diperlukan tempattempat semcam ini yang lebih banyak. c. sehingga lansia dapat menyerahkan diri untuk beberapa waktu sambil memberi kesempatan kepada keluarga dimana mereka tinggal untuk ³beristirahat´ tanpa lansia dirumahnya dan bisa melakukan kegiatan tanpa rasa rikuh karena ada lansia dalam rumah tangganya. tetapi juga sekaligus bisa menjadi sarana perawatan yang kelihatan seperti di rumah sendiri saja. Bagi penghuni yang secara fisik dan mental masih sangat kuat diberikan kebebasan untuk melaksanakan apa saja yang menjadi kegemarannya.

Untuk penduduk lanjut usia. munculnya kembali mendapat sambutan masyarakat. kaum remaja. Atau langkah-langkah konkret yang diteruskan oleh penulis. Komitmen ini. akhirnya mendapat dukungan yang lebih luas. Biarpun agak kecewa karena kepemimpinan lembaga ini hanya dipercayakan kepada seorang Kepala. tetapi makin bisa menjadi pemain yang bermutu dan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi secara demokratis. Emil Salim yang dengan kemampuan advokasinya yang lantang telah menggoyang rekan-rekan Menteri lainnya untuk menggolkan langkah-langkah awal pembangunan berwawasan kependudukan dan lingkungan hidup. yang sangat besar.BERWAWASAN KEMANUSIAAN Setelah sekian lama Kantor Menteri Kependudukan hilang dari peredaran. Dr. Dengan dibentuknya Badan ini muncul kembali harapan bahwa pembangunan di Indonesia akan makin diarahkan kepada visi yang menempatkan penduduk sebagai pusat pembangunan. Dalam undang-undang yang . dan pada tahun-tahun terakhir menjelang berakhirnya abad ke-20. yang mulai mengantar pembangunan yang lebih mengarah kepada pendekatan keluarga dan kemasyarakatan yang kental. beberapa waktu lalu Presiden menetapkan pembentukan suatu lembaga yang diberi nama Badan Kependudukan Nasional. Badan. Sayang gagasan bagus itu belum dapat diwujudkan secara luas karena perangkat lunaknya baru saja diselesaikan. dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. setelah hilang dari peredaran. dibandingkan di masa lalu selalu dipimpin oleh seorang Menteri Negara. keputusan pemerintah Indonesia membentuk Lembaga. Lembaga baru ini diharapkan bisa meneruskan tradisi yang dimulai oleh Bapak Prof. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. telah mampu mengantar program-program yang menguntungkan penduduk mulai dari tingkat anak-anak dibawah usia lima tahun. yang semula dianggap cukup dibantu dengan santunan dan perawatan karena usia tuanya saja. Menurut pengakuan dunia internasional. atau Kementerian Kependudukan secara resmi itu sungguh merupakan bukti komitmen yang sangat konsisten dari pemerintah dan rakyat yang menginginkan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat atau titik sentralnya. Dengan visi ini diharapkan bahwa penduduk tidak akan sekedar menjadi ³obyek pembangunan´ . yang kini tiba waktunya untuk diwujudkan menjadi program dan kegiatan nyata yang makin peduli terhadap anak-anak keluarga miskin. Untuk memberikan dukungan pengembangan dan pembinaan terhadap anakanak telah pula dapat dirumuskan Strategi Pengembangan Anak untuk Dasawarsa yang akan datang. mampu mendeteksi mengalirnya arus penduduk lansia yang makin deras sebagai hasil ikutan keberhasilan gerakan KB yang merakyat. atau disingkat Baknas. Telah mulai pula dikembangkan gagasan untuk memberikan pengakuan terhadap hak-hak anak dengan menciptakan suatu pertanda bagi anak sejak dilahirkannya dan memberikan kepada mereka Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang berlaku seumur hidup seperti ´Social Security Number´ di negara-negara maju. biarpun belum sempat diterjemahkan secara menyeluruh. penggantinya. dengan pendekatan kependudukan yang bermakna. baik nasional maupun internasional. namun.

Disamping itu Badan ini bisa membantu setiap penduduk untuk mendapat kepastian hukum dan hak-hak azasinya dengan memperoleh Nomor Induk Kependudukan (NIK) sejak seseorang dilahirkan. sehingga muncul berbagai kunjungan dan kerjasama antar negara yang mengantar Indonesia memperoleh kesempatan dan apresiasi yang nyata dari hasil-hasil kerjasama tersebut. menyampaikan himbauan dengan bobot yang memadai kepada para Gubernur Kepala Daerah. baik yang terkait maupun yang relatip masih diragukan keterkaitannya.kemudian disepakati oleh pemerintah dan DPR. para penduduk lanjut usia itu memperoleh dukungan dengan demensi baru secara legal. serta berlaku seumur hidup. atau Baknas. Dr. yaitu mendapat hak-hak dan kesempatan pembinaan dan pemberdayaan agar bisa mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang menyejukkan. Kita berharap semoga lembaga ini. BKKBN. Bupati dan Pejabatpejabat lain yang bertanggung jawab untuk bersama-sama mengusahakan dan mengkoordinasikan upaya pembangunan yang menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. segala aspek pembangunan. 2002. Instansi dan Masyarakat luas untuk membantu pemberdayaan setiap penduduk Indonesia agar bisa berpartisipasi secara bermutu dalam pembangunan yang berkelanjutan. juga pembangunan oleh masyarakat. Dengan adanya lembaga dengan pimpinan setingkat Menteri pada masa itu. Sebagai Menteri. Pengamat Sosial Kemasyarakatan)-Pengantar-2782001. Pimpinan lembaga mendapat kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan pendekatan global dan ikut serta memelihara persahabatan dunia melalui berbagai kegiatan pembangunan dan tukar menukar program dan kegiatan dengan berbagai negara sahabat. (Prof. pimpinan lembaga kependudukan pada waktu itu dapat ikut serta dalam sidang-sidang kabinet. . Badan Kependudukan Nasional. Dalam setiap kesempatan. Program dan kegiatan itu menjadi marak pada sekitar tahun 1990-an. biarpun tidak dipimpin oleh seorang Menteri. dapat secara politis dikembangkan dengan menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. akan diberikan kesempatan mengembangkan visi pembangunan yang menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. pimpinan lembaga itu dapat ikut menyampaikan pandangan yang menguntungkan manusia atau penduduk sebagai sasaran maupun sebagai pelaksana pembangunan. yang dikelola dan diselenggarakan oleh Kantor Kementerian sendiri. Sekaligus diharapkan agar Badan ini diberikan kesempatan bersama-sama Departemen. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. atau oleh Departemen dan Instansi lain. Haryono Suyono. Dalam hubungan internasional.

1 @ 2004 Dodik Briawan Posted 25Desember 2004 Makalah Perorangan Semester Ganjil 2004 Pengantar Falsafah Sains (PPS 702) .

MF Prof. MSc Dr.net Pengaruh Promosi Susu Formula terhadap Pergeseran Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) 2 . Dr. Ir. Tarumingkeng. Ir. Rudy C. Sekolah Pascasarjana IPB Desember 2004 Dosen: Prof. MS Oleh : DODIK BRIAWAN A56104005 dbriawan@telkom. Dr. Zahrial Coto.Program Doktor. Hardjanto. Ir.

6%). ternyata ASI belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Angka tersebut masih jauh dibandingkan dengan target pemberian ASI eksklusif di Indonesia tahun 2000 sebesar 80%. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya (Thailand. Komitmen internasional pada pertemuan di Italia melahirkan Deklarasi Innocenti (tahun 1990) juga membicarakan tentang kesehatan anak dan hubungannya dengan ASI. Sebagai makanan terbaik bayi. Data series Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif hanya 52.3%) dan padat (17. Angka kematian bayi di Indonesia yang cukup tinggi diantaranya disebabkan oleh tingginya kejadian infeksi saluran pencernaan dan pernafasan pada bayi. angka kematian bayi (IMR) di Indonesia masih termasuk tinggi. yaitu 51 per 1000 kelahiran (Depkes. Tingginya pemakaian susu formula di Indonesia juga ditemukan pada survei Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) dan Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). yaitu sebanyak 76. 2003). madu. Bayi tersebut akan mudah terkena infeksi saluran pencernaan maupun pernafasan. Produsen susu formula juga mulai mengalihkan promosi produknya dari iklan langsung ke 3 . Kalau bayi lahir sampai enam bulan dengan hanya diberikan ASI saja. Terdapat kebiasaan di masyarakat. Demikian pula di tempat-tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit atau Klinik Bersalin) yang memberikan susu formula kepada bayi baru lahir. Salah satu alasan utama pentingnya ASI adalah karena sangat bermanfaat untuk bayi pada awal kehidupannya. Meskipun rata-rata pemberian ASI cukup lama (22 bulan). bahkan terdapat kecenderungan terjadi pergeseran penggunaan susu formula pada sebagian kelompok masyarakat. 2002) menunjukkan pada bayi berusia < 6 bulan yang menggunakan susu formula.1% (tahun 2003) (BPS. PENDAHULUAN Banyak fakta yang menyebabkan Air Susu Ibu (ASI) masih mendapat perhatian serius dari berbagai ahli kesehatan di dunia.1% pada bayi yang disusui. Malaysia). pertumbuhannya jauh lebih baik dibanding bayi yang tidak disusui. Studi di Kota Bogor (2002) pada bayi usia 5-10 bulan sebanyak 54.I. ASI diciptakan sebagai makanan yang mengandung zat gizi dan non-gizi paling lengkap dan cukup untuk bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan (ASI Eksklusif). Data SDKI menyebutkan bayi usia kurang 3 hari sudah diberikan makanan dalam bentuk cair (45. Phillipina. Promosi susu formula dilakukan sangat gencar diberbagai media massa. namun pemberian makanan selain ASI yang terlalu dini menjadi penyebab rendahnya indikator kualitas kesehatan bayi Indonesia. 2003). Didalam deklarasi tersebut disepakati perlunya kampanye ASI melalui pekan ASI sedunia yang dilakukan pada setiap minggu pertama bulan Agustus (World Breast-Feeding Week). Padahal WHO (2001) merekomendasikan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) tersebut boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI. Tujuannya adalah untuk menyadarkan kembali masyarakat betapa pentingnya ASI dan supaya ibu mau menyusui bayinya. Pada periode usia tersebut bayi tidak dianjurkan untuk diberikan makanan apapun selain ASI.0% (tahun 1997 ) dan 55.6% pada bayi yang tidak disusui dan 18.6 % sudah mulai diberikan susu formula. Penambahan makanan selain ASI pada usia yang terlalu dini dapat meningkatkan kesakitan (morbiditas). atau lainnya. bayi yang baru lahir sudah diberikan makanan lain seperti susu formula (susu botol).

dan tempat praktik bidan. Penulisan naskah ini bertujuan untuk mengkaji penyebab terjadinya pergeseran penyusuan bayi di masyarakat. Selain memasang poster dan kalender. Di Indonesia kode tersebut diatur didalam SK Menteri Kesehatan Nomor 273/1997 (sebelumnya SK No 240/1985) tentang Pemasaran Susu Pengganti ASI (PASI). pendarahan. hipertensi dan diabetes setelah dewasa. bahkan meninggal. 2) keuntungan bagi ibu untuk pemulihan uterus. Penurunan penggunaan ASI diantaranya selain disebabkan oleh perubahan sosial. dan akan membuat bayi menjadi sakit. umumnya dibagi dalam empat kelompok.konsumen ke promosi di institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit (RS). sudah banyak dibuktikan oleh para ahli di seluruh dunia. Sehingga banyak studi menunjukkan bayi yang diberi susu formula lebih rentan terkena diare. kekurangan gizi. dan keuntungan ekonomis bagi keluarga. ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. juga disebabkan oleh gencarnya promosi susu formula. ekonomi dan budaya masyarakat. Pemberian susu formula berdampak buruk jika air untuk campuran susu tidak bersih. Untuk itu akan dibahas apa keunggulan ASI dibandingkan susu formula? apa saja faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan pemberian ASI? bagaimana promosi susu formula dilakukan dan dampak yang ditimbulkan? serta apa upaya yang perlu dilakukan untuk kembali meningkatkan penggunaan ASI ? II. dehidrasi. bayi yang diberi ASI berpeluang 25 kali lebih kecil terkena diare. diabetes tipe I pada orang dewasa dapat dicegah sampai 30% jika pada waktu bayi diberikan ASI sampai usia 3 bulan. Misalnya. Menurut Rulina (2002). penelitian pada anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Quotient) lebih rendah 7-8 poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif. Didalam berita pers-nya. 4) keuntungan bagi lingkungan karena mengurangi sampah dari susu buatan. seperti pencucian botol. 14 Mei 2004. alergi. infeksi. 3) keuntungan bagi masyarakat karena mengurangi perawatan kesehatan. Sebaliknya. Pembuatan susu formula membutuhkan kehati-hatian dalam penyiapannya. Semua praktik ini jelas melanggar Kode Etik Internasional Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI) maupun peraturan pemerintah yang berlaku. yaitu: 1) keuntungan bagi bayi untuk memperoleh zat gizi dan kekebalan tubuh yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kode yang disetujui 118 negara tersebut bertujuan untuk melindungi bayi dan ibu dari tindakan pemasaran yang agresif produsen susu bayi. dan komposisi campuran. Tahun 1981 World Health Assembly (WHA) dan UNICEF menerbitkan sebuah kode (international code) untuk mengatur promosi makanan untuk bayi. Anak-anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif juga lebih cepat terjangkiti penyakit kronis seperti kanker. rumah bersalin. perebusan air. dan berbagai penyakit kulit. Salah satu bukti terbaru manfaat ASI bagi bayi dilaporkan oleh kantor berita Prancis AFP. asma. 4 . jantung. dan upaya yang perlu dilakukan dalam kampanye penggunaan ASI. KEUNTUNGAN ASI DIBANDINGKAN SUSU FORMULA Keuntungan ASI yang ditemukan dari banyak studi. dan efek kontraseptif. Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. juga dilakukan pemberian sampel gratis kepada ibu yang baru melahirkan. Resiko penyakit degeneratif pada usia dewasa akan berkurang jika pada waktu bayi diberikan ASI. Keunggulan ASI bagi kesehatan serta proses tumbuh-kembang bayi.

III. Rulina ( 2004) menyatakan terdapat lebih dari 100 jenis zat gizi dalam ASI antara lain AA. Sampel yang mendapatkan ASI memiliki asam lemak pemicu penyakit jantung koroner lebih rendah 14% dibandingkan mereka yang tidak mendapat ASI. khususnya jantung koroner. DHA. yang meneliti 493 bayi sehat berusia 9 bulan yang diberi minuman susu sapi biasa atau susu formula yang diperkaya Fe selama sembilan bulan. kolostrum dan sebagainya. DHA. 15 Mei 2004. dan sebagian lainnya mendapat ASI dan susu formula. Selain itu tidak semua zat gizi yang terdapat dalam susu formula bisa diserap oleh bayi. ASI sangat penting dan perannya bagi bayi. Morley (1999) melaporkan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood. Hasil penelitian yang sama dimuat dalam The Lancet edisi Sabtu. yang sebenarnya zat tersebut sudah ada pada ASI. Pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir beresiko tinggi bagi kesehatannya. Arachidonic acid. namun ASI tetap merupakan makanan yang baik bagi bayi. meskipun dapat membantunya dari kejadian anemia. pemberian susu formula yang berlebihan memungkinan anak akan mengalami obesitas (kegemukan). sebanyak 216 orang di antaranya diperiksa kesehatannya. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim peneliti Inggris terhadap 900 bayi. 30 persen bayi meninggal sebelum umur satu tahun karena pemberian susu dengan air tidak bersih dan pengenceran yang salah. Setelah mencapai umur antara 13-16 tahun. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada satu pun jenis susu lain bisa menyamainya. Demikian pula susu formula bayi yang difortifikasi dengan zat besi. Rekomendasi ahli kesehatan adalah ASI sebaiknya diberikan kepada bayi segera (< 1 jam) setelah dilahirkan. Selain memungkinan anak menderita kekurangan gizi. Di Afrika. menambah lagi bukti tentang manfaat ASI bagi kesehatan manusia pada usia dewasa. ternyata tidak meningkatkan pertumbuhan bayi. Taurin dan Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. Pemberian susu dengan cara tersebut menyebabkan kontaminasi mikroorganisme pada bayi yang mengakibatkan kondisi tubuhnya rentan. Menurut Muhilal (2004) pada susu formula (susu sapi) tidak mengandung DHA seperti halnya pada ASI sehingga tidak bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak. ASI yang baru pertama keluar berwarna 5 . tetapi hasilnya tetap tidak bisa menyamai kandungan gizi yang terdapat dalam ASI. Saat ini berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan untuk menyamai komposisi ASI seperti omega-3.disebutkan bahwa ASI memiliki kemampuan untuk menghambat atau mencegah terjadinya ikatan lemak-protein yang bisa menyebabkan sakit jantung. Para peneliti tidak menemukan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara kedua kelompok. begitu pula dalam proses penyiapannya yang tidak higiene dapat menyebabkan bayi mudah terserang penyakit. FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMBERIAN ASI ASI sudah lama dikenal sebagai pangan yang superior dibandingkan dengan pangan buatan manusia. Sebagian bayi mendapat ASI eksklusif. dan tidak bisa digantikan oleh jenis susu lain. Meskipun European Society for Peadiatric Gastroenterology and Nutrition Committee (1981) menetapkan standar komposisi zat gizi susu formula bayi. Meskipun produsen susu formula mencoba menambahkan zat gizi tersebut.

keluarga besar atau kerabatnya berdatangan untuk membantu merawat ibu dan bayinya. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI cukup kompleks. 2) menyusui sulit untuk menurunkan berat badan ibu. antara lain faktor keluarga dan kekerabatan. antara lain oleh ibu sendiri. Alasan kebiasaan tersebut adalah karena sudah merupakan tradisi. 4) payudara ibu yang kecil tidak cukup menghasilkan ASI. Faktor dukungan keluarga Kelompok ibu-ibu yang sehat dan produksi ASI-nya bagus. Pada waktu seorang ibu melahirkan. lingkungan keluarga. Para ibu percaya bahwa campuran susu formula dengan ASI baik untuk bayinya. termasuk madu dan susu formula. dan 24. kualitasnya tidak baik. Ibu-ibu tidak mengetahui manfaat pemberian ASI eksklusif. 6 . Studi Seaman di Pensylvania. 2. sehingga bayi perlu makanan tambahan. 4) ibu bekerja tidak dapat memberikan ASI eksklusif. Pada saat itu mereka memberikan makanan/minuman pada usia yang sangat dini. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara bertahap mulai dapat diberikan setelah usia 6 bulan. sehingga makanan tersebut diberikan sejak usia 2-3 bulan (Kantor Meneg UPW. sikap dan praktek ibu dan anak balita terhadap kesehatannya di 7 propinsi di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar ibu belum mengetahui arti dan manfaat ASI dan kolostrum. dan sosial budaya masyarakat. Tidak semua suami atau orangtua akan mendukung pemberian ASI. Kemudian ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 24 bulan. Tetapi banyak faktor yang mempengaruhinya. Seringkali ibu tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya dengan cara yang benar yang disebabkan oleh berbagai faktor. Sampai dengan bayi berusia 6 bulan tidak dianjurkan untuk diberi makanan apapun. 1994). Faktor pengetahuan ibu tentang menyusui Penelitian tentang pengetahuan. Misalnya. MPASI sudah mulai diberikan pada bulan kedua/ketiga dengan alasan bayi menangis dan menuruti nasehat keluarga.kekuningan (kolostrum) diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi. 3) ASI tidak cukup pada hari-hari pertama. sebetulnya yang paling memungkinkan dapat memberikan ASI dengan baik. yang dimulai dari makanan lumat. dan enam bulan kemudian menjadi 13%.3% karena pengaruh nenek-kakek dan anggota keluarga lain. 6) ASI dari ibu kekurangan gizi. 36% karena suami merasa kurang nyaman. 5) ASI pertama kali keluar harus dibuang karena kotor. Penelitian Depkes 1992 di 10 kota menunjukkan kebanyakan ibu pada kehamilan pertama tidak diberi informasi tentang manfaat ASI dan kolostrum. hanya sekitar 44% ibu ±ibu yang menyusui bayinya saat di rumah sakit. Beberapa komponen dari faktor tersebut adalah: 1. Beberapa mitos tentang menyusui ASI yang terjadi di masyarakat menurut Roesli (2001) adalah: 1) menyusui akan merubah bentuk payudara ibu. suami merasa tidak nyaman apabila isterinya menyusui. Sebagian besar ibu juga belum memahami makanan pendamping ASI (MP-ASI). Dari mereka yang memberikan susu formula. YASIA/BKPP-ASI. Tidak semua ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya. Depkes. Pandangan para ayah yang merasa tidak nyaman dengan kegiatan menyusui merupakan alasan utama para ibu memilih memberikan susu formula.

3. Faktor modernisasi gaya hidup. Kebanyakan ibu-ibu di perkotaan adalah sebagai karyawan atau pekerja profesional. Meskipun kelompok ini tahu manfaat dan keunggulan ASI, namun sulit untuk mempraktekannya. Alokasi waktu kerja sehari-hari yang banyak berada di luar rumah, sehingga tidak bisa dirawat bayi sepenuhnya. Pemberian ASI yang tidak bisa dilakukan secara penuh biasanya akan didampingi dengan susu formula. Pada ibu-ibu kelompok sosial-ekonomi menengah sudah banyak terpengaruh oleh iklan dan promosi susu formula. Meskipun tanpa disusui sendiri oleh ibunya, kebanyakan ibuibu percaya bahwa anaknya akan tetap sehat dan cerdas seperti dalam iklan apabila bayi diberikan tambahan susu formula. 4. Faktor sosial dan budaya masyarakat. Pada kebanyakan wanita di perkotaan, sudah terbiasa menggunakan susu formula dengan pertimbangan lebih modern dan praktis, dan juga karena mereka tidak pernah melihat model menyusui ASI dari lingkungannya. Menurut Valdes and Schooley (1996), wanita yang berada dalam lingkungan modern di perkotaan, maka tidak akan pernah melihat ibu atau kerabatnya menyusui. Bahkan yang dilihat disekelilingnya adalah ibu-ibu kebanyakan menggunakan susu formula. Pada waktu kecil kebiasaan main bagi anak perempuan adalah boneka bayi dan susu botol. Saat remaja dan dewasa mereka juga terbiasa terekspose susu formula melalui berbagai poster, tv, radio, majalah, dan berbagai media massa lainnya. Sedangkan di pedesaan masih banyak dijumpai kebiasaan dan budaya masyarakat, yang tidak sepenuhnya sejalan dengan pemberian ASI yang tepat. Kebiasaan tersebut misalnya membuang kolostrum yang dianggap sebagai susu kotor, dan memberikan makanan tambahan selain ASI kepada bayi yang terlalu dini . 5. Faktor ekonomi keluarga. Pada saat ini banyak ibu-ibu yang memperoleh nafkah dengan bekerja di luar rumah. Wanita di perkotaan kebanyakan bekerja baik di sektor formal maupun informal. Pada kondisi tersebut, bagi ibu yang sedang menyusui sulit untuk tetap dapat menyusui anaknya, apalagi kalau tempat tinggal berjauhan dengan tempat bekerja. Demikian pula jika perusahaaan tempat bekerja menetapkan aturan yang ketat terhadap jam kerja karyawannya. Beberapa studi di negara lain, seperti Thailand, Vietnam dijumpai hal yang sama, bahwa pekerjaan ibu sangat menentukan keberhasilan dalam pemberian ASI (Huffman, 1984; Ho, 1979). Studi di Aceh terhadap 150 ibu menyusui, pada bulan pertama dijumpai sampai 96,7%, namun yang diberikan ASI eksklusif sampai 4 bulan hanya 31,9%. Pemberian ASI tersebut berhubungan dengan tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan jumlah anggota rumah tangga (Thaib, Firdaus, Fauzah and Manoeroeng, 1996). 7

IV. PENGARUH PROMOSI SUSU FORMULA TERHADAP PEMBERIAN ASI Pemasaran produk oleh suatu industri tidak akan pernah terlepas dari upaya promosi. Promosi dalam bentuk iklan berfungsi dalam merangsang perhatian, persepsi, sikap dan perilaku sehingga dapat menarik konsumen untuk menggunakan suatu produk. Pada saat media massa berkembang seperti sekarang ini, promosi melalui media massa merupakan kekuatan besar dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Misalnya, beberapa studi di Bogor menunjukkan iklan merupakan sumber informasi utama dalam berbelanja susu formula bayi oleh ibu rumahtangga (65%) (Tresnawati, 1997). Sisi negatif pengaruh promosi terhadap konsumen adalah digunakannya pesan iklan yang bersifat mengelabui (deceptive information). Sering kita menjumpai iklan yang memberikan informasi kepada konsumen secara tersamar, membingungkan dan bahkan tidak logis. Klaim tersebut terkadang dikesankan ilmiah, tetapi justru akan membingungkan konsumen, terutama bagi masyarakat awam. Selama ini informasi antara ASI dan susu formula belum seimbang di tengah masyarakat. Masyarakat lebih banyak menerima informasi susu formula daripada ASI, akibatnya masih banyak ibu yang tidak menyusui anaknya dengan benar. Dari berbagai studi dan pemantauan LSM, iklan susu formula di berbagai media massa sangat berpotensi dapat merusak pemahaman ibu tentang perlunya ASI bagi bayi. Iklan besar-besaran (massive) akan mempengaruhi persepsi yang keliru tentang susu formula dan ASI. Ibu-ibu hanya memahami dan menangkap informasi yang sepenggal-sepenggal dari penyajian iklan yang singkat. Untuk memperoleh informasi yang lengkap dan benar masih perlu penjelasan lanjut, misalnya oleh petugas kesehatan. Bentuk promosi oleh produsen susu formula dilakukan melalui dua pendekatan yaitu langsung (ke konsumen) dan tidak langsung (melalui petugas kesehatan). Promosi langsung kepada masyarakat dapat kita ketahui dari berbagai media massa (TV, majalah, tabloid, koran, radio, dst.). Promosi tersebut bertujuan untuk membentuk persepsi (image) bayi yang sehat dan cerdas apabila diberi susu formula. Berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan seperti omega-3, DHA, probiotik, asam arakhidonat dan sebagainya. Dengan penambahan zat gizi tersebut dibuat kesan seolah-olah ASI bernilai inferior dibandingkan susu formula, sehingga ibu-ibu menjadi ragu-ragu untuk menyusui bayinya. Promosi lainnya yang dibuat produsen susu adalah kesan gaya hidup modern bagi ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya. Iklan dengan latar belakang kehidupan keluarga menengah dengan ibu berkarier, dikesankan seolah-olah bayinya tetap sehat dan montok dengan diberikan susu formula. Kesan kepraktisan dan kemudahan didalam penyiapan susu formula, pada kenyataannya tidak sederhana jika dibandingkan dengan menyusui anaknya sendiri. ASI merupakan makanan yang siap langsung diberikan kepada bayi tanpa harus melakukan penyiapan khusus. Produsen susu secara implisit juga mempromosikan bahwa peran ayah dalam perawatan bayi dapat dilakukan melalui pemberian susu formula. Keterlibatan ayah didalam mengurus bayi dapat dikembangkan melalui hubungan personal dengan bayi seperti bermain, memeluk, atau menggendong. Dengan demikian peran ayah tidak harus didalam proses penyusuan. Keterlibatan ayah dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana untuk pendukung perawatan bayi, akan sangat membantu keberhasilan ibu didalam menyusui bayinya. 8

Banyak sekali temuan tentang penyimpangan iklan dan promosi susu formula di media massa oleh Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). Hal tersebut diantaranya karena tidak ada penilaian untuk iklan susu formula sebelum dipublikasikan di media massa, sehingga kerap terjadi penyimpangan. Selama ini, penilaian dilakukan setelah iklan disebarluaskan di media massa. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berwenang dalam menilai dan memantau promosi serta iklan makanan tidak memberlakukan penilaian awal karena iklan pangan melibatkan banyak pihak. Sedangkan berbagai bentuk promosi tidak langsung yang dilakukan oleh produsen susu adalah promosi di institusi/petugas kesehatan. Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) sejak tahun 1992-1997 melakukan pemantauan sebanyak 5 kali terhadap pemasaran susu formula. Di tempat institusi kesehatan promosi susu formula dilakukan semakin gencar, misalnya dengan pemberian sampel produk, hadiah, brosur, poster, perlombaan bayi sehat, dan bahkan kerjasama dengan petugas kesehatan. Pada survey tersebut selalu ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode internasional (International code on breastfeeding substitutes) dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI). Pemantauan oleh Ditjen POM-Departemen Kesehatan antara tahun 1995-1998 menemukan hal yang sama, yaitu banyak terjadi pelanggaran oleh produsen susu, antara lain pembagian sampel gratis, sponsor kegiatan, potongan harga, dan penyimpangan iklan susu formula. Demikian juga studi di Kota Bogor oleh Hardinsyah dkk (2002) ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode etik pemasaran susu formula. Promosi yang dilakukan oleh produsen susu di rumah sakit dan klinik bersalin adalah: 1) memajang produk susu formula, 2) memberikan peralatan bayi dari produsen susu formula, 3) memasang gambar dan logo pada dinding dan kartu kontrol, 4) sponsor training kepada bidan oleh produsen susu. Dampaknya dari promosi tidak langsung tersebut akan sangat mempengaruhi perilaku masyarakat sangat luas. Petugas kesehatan memainkan peranan yang sangat penting didalam praktek pemberian susu formula. Studi Abada, Trovato, Lalu (2001) menyebutkan ibu-ibu yang konsultasi kehamilan (prenatal) ke dokter, akan menghentikan penyusuannya 1,19 kali lebih besar dari pada yang tidak konsultasi. Demikian pula yang pada ibu-ibu yang melahirkan di rumah sakit/klinik bersalin, 1,15 lebih besar menghentikan penyusuan dibandingkan yang melahirkan di rumah. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tenaga kesehatan profesional terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASI, terutama dalam pengenalan ke susu formula dan penghentian penyusuan ASI. Dengan promosi seperti tersebut diatas, sejumlah perusahaan susu formula atau makanan pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) sudah melanggar ketentuan internasional dan regulasi nasional. Jika ditinjau dari SK Menkes No.237/1997 tentang Pemasaran Susu Pengganti Air Susu Ibu (PASI), pelanggaran tersebut antara lain berupa larangan promosi susu formula di sarana kesehatan dan pada tenaga kesehatan. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada 1981 telah mengeluarkan kode etik pemasaran susu pengganti ASI. Kode bertujuan untuk menyelamatkan bayi, melindungi ibu dan aktifitas menyusui dari tindakan pemasaran yang agresif oleh produsen. Rangkuman dari kode etik tersebut diantaranya adalah:1) melarang memberikan sampel gratis, 2) melarang promosi di tempat fasilitas kesehatan, 3) melarang konseling langsung 9

dan tidak salah interpretasi tentang satu sisi keunggulan susu formula. Mempertimbangkan adanya beberapa penyimpangan pemasaran susu formula bayi seperti tersebut diatas. Praktik-praktik penyalahgunaan promosi susu formula sudah sangat parah dan meluas baik oleh industri maupun keterlibatan pihak petugas kesehatan. 5) memuat gambar bayi . 4. Seperti dibahas di atas masalah pemberian ASI tidak hanya ditentukan oleh individu ibu/bayi. Tetapi para ahli kesehatan sepakat untuk mendukung ibu-ibu didalam pemberian ASI. 6) label harus mencantumkan keuntungan ASI. Oleh karena itu peraturan tersebut akan efektif apabila kemudian diikuti oleh kesiapan dan koordinasi antar aparat penegak hukum. faktor kekebalan. V.dengan publik. sementara WHO merekomendasikan sampai enam bulan. ibu-ibu dan masyarakat harus paham bahwa ASI memberikan zat gizi. Sebagian kelompok tertentu seperti bayi tanpa orangtua. maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk melindungi kepentingan ibu dan bayi tersebut diantaranya adalah: 1. Peningkatan edukasi dan promosi ASI karena pemahaman masyarakat tentang ASI yang masih rendah dijumpai dari berbagai survei dan studi. Selain itu didalam Kepmenkes tersebut hanya mengatur pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama empat bulan. Oleh karena itu perlu regulasi setingkat Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur promosi susu formula bayi di media massa... Sasaran dari kegiatan tersebut tidak hanya kepada ibu-ibu tetapi juga masyarakat secara umum. 3. Peraturan setingkat menteri dinilai kurang mempunyai kekuatan yang efektif untuk menertibkan pemasaran susu formula. SK Menkes No 237/ 1997 dipandang sudah tidak sesuai lagi saat ini karena beberapa hal. Perbaikan peraturan perundangan tersebut kemudian ditindaklanjutan terhadap penegakan hukum. Dengan demikian konsumen didalam menentukan pilihannya sudah didasarkan atas pengetahuan yang benar. ibu yang sakit atau mempunyai masalah dalam produksi ASI masih membutuhkan susu formula bayi... Promosi susu formula seharusnya diiringi juga dengan promosi manfaat dan penggunaan ASI. Contoh model promosi seperti ini sudah dilakukan pada industri rokok. 10 . 4) memberian hadiah kepada petugas kesehatan. tetapi juga terkait dengan suami. Oleh karena keseimbangan promosi tersebut dianggap sebagai salah satu strategi yang baik..dst. baik cetak maupun elektronik. 2. UPAYA PROMOSI PEMBERIAN ASI Keputusan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya merupakan sesuatu yang bersifat personal. Oleh karena itu. serta keuntungan psikologi untuk kesehatan bayi. keluarga.´.. dengan pernyataan ³merokok merugikan kesehatan . dan budaya masyarakat disekitarnya.

http://members. Strategi nasional peningkatan penggunaan ASI. Depkes. Trovato. Jakarta. Perilaku Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan.depkes. 2001. Hardinsyah. Metode penyuluhan dan promosi seringkali tidak dianggap cukup. Badan Litbang Depkes RI. Pelayanan Kesehatan. BPS. Status Kesehatan. 1994.fortunecity. Klinik/Rumah Sakit Bersalin.. TS. Oleh karena itu diperlukan petugas konseling yang terlatih. Social Science and Medicine 52(2001): 71-81.html Muhilal. yang ditempatkan di Puskesmas.problem-anda. 2001.com/keluargaorg/susu_formula. Konseling berupa bantuan berupa saran/nasehat kepada ibu terhadap permasalahan yang timbul selama menyusui. Dikunjungi 25 November 2004.htm Roesli. CM. Of Community Nutrition and Family Resources. Survei Kesehatan Nasional 2001. dan di tempat kerja. Hartati. karena berbagai permasalahan yang bersifat spesifik/ personal muncul pada periode menyusui. D Hastuti. Respon suami terhadap isteri yang menyusui. BAHAN PUSTAKA Abada. Morley. Hati-hati Tertipu. R.go.kompas. V. Archives of Disease in Childhood Journal. L.5. dan YASIA/BK PP-ASI. Badan Litbang Kesehatan Depkes RI. http://www. 2002. Study on the current infant feeding practices. 2003.com/rubrik/tips/tips34. Rulina. IPB.php Seaman. U. Dikunjungi 25 November 2004. Dikunjungi 25 November 2004.htm 11 . Jakarta.id/index. N. Indonesia. Dept. J.com/kompas-cetak/0203/05/or/lley23. Dwiriani. Y. National Familiy Planning Coordinating Bord. Susu Sapi Tanpa DHA. Lalu. Pemberian Susu Formula Berisiko Tinggi bagi Kesehatan Bayi. http://www. S . Dikunjungi 26 November 2004. Kantor Meneg UPW. D Briawan. Mitos menyusui. Indonesia Demographic and Healt Survey 2002-2003. 2002. http://www. Makalah pada ³Seminar Telaah Mutakhir tentang ASI´. Determinant of breastfeeding in the Philippines: a survival analysis. Bali 19 Oktober 2001.

Vol 17 No 4 (1996). The United Nation University. 2002. And J.kapanlagi.Susilawati.com/h/0000015373. V. Bogor 17-19 Juni 2002. YLKI. http://www. Manfaat menyusui khususnya secara eksklusif.html Valdes. Food and Nutrition Bulletin. The role of education breastfeeding success. Makalah pada Pertemuan Advokasi Peningkatan Pemberian ASI untuk Pengambil Keputusan di Daerah. Dikunjungi 25 November 2004. . 1996. Sejumlah Perusahaan Langgar Iklan Susu Formula. Schooley. D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful