Proyeksi Penduduk, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja, dan Peran Serikat Pekerja dalam Peningkatan Kesejahteraan

Prijono Tjiptoherijanto Pendahuluan Banyak ahli dan pengamat terutama mereka yang bergerak di lingkungan program sosial kemasyarakatan dan kesejahteraan pada saat ini mengarahkan pandangannya ke institusi Badan Pusat Statistik (BPS). Dewasa ini BPS sedang melakukan proses finalisasi perhitungan hasil sensus penduduk (SP) tahun 2000. Beberapa waktu yang lalu telah diumumkan angka sementara hasil SP-2000. Hasil sementara SP-2000 menggambarkan bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah sekitar 203 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (secara nasional) antara tahun 1995 ± 2000 adalah 1,01 persen. Gambaran tersebut jauh dibawah berbagai proyeksi penduduk yang pernah dilakukan selama ini. Sebagai contoh, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LD-FEUI) pada dekade 90-an membuat proyeksi bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah 211 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 1,35 persen. Dilihat dari sisi pencapaian program kependudukan, angka sementara tersebut menunjukkan keberhasilan program keluarga berencana (KB). Karena itu para pengelola program KB nasional, baik mereka yang berada di lingkungan pemerintah antara lain BKKBN maupun mitra kerjanya yang ada di lembaga swadaya masyarakat (LSM), sangat bergembira melihat hasil sementara tersebut. Kerja keras mereka telag berhasil mengurangi jumlah penduduk sekitar 7 ± 8 juta jiwa dibandingkan dengan proyeksi yang dilakukan oleh banyak ahli sebelumnya. Namun hasil SP-2000 perlu dikritisi secara lebih cermat lagi agar nantinya didapat hasil yang dapat menggambarkan keadaan yang relatif sesuai dengan kenyataan di lapangan. Inilah yang sekarang sedang dilakukan oleh BPS maupun para ahli kependudukan. Dalam hubungan dengan tenaga kerja, pertama-tama akan diuraikan apa sebenarnya terjadi di dalam SP-2000, bagaimana para ahli kependudukan menilai hasil sementara SP-2000, apa implikasinya pada aspek kependudukan lainnya, khususnya ketenagakerjaan. Setelah itu akan diuraikan proyeksi angkatan kerja dan tenaga kerja di Indonesia dan akhirnya bagaimana peran dari serikat pekerja menyikapi perkembangan tersebut. #2 SP-2000: Sebuah Keberhasilan Program KB di Indonesia? LD-DEUI secara periodik melakukan proyeksi terhadap penduduk Indonesia serta berbagai aspek yang terkait dengan jumlah penduduk tersebut. Proyeksi tersebut baru bisa dilakukan jika telah diperoleh angka mengenai struktur umur dan jenis kelamin penduduk. Dengan berdasarkan hasil lengkap survei penduduk antar sensus (SUPAS) 1995, LD-FEUI melakukan proyek penduduk Indonesia untuk tahun 2000 dengan berbagai aspeknya. Proyeksi penduduk, karena didasarkan atas berbagai asumsi, biasanya dilakukan dengan melihat berbagai kecenderungan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu biasanya dalam melakukan proyeksi dilakukan tiga macam skenario, yaitu: skenario optimistis, moderat, dan pesimis. Khusus dalam proyek penduduk maka skenario optimis dipakai untuk menggambarkan keyakinan kita yang sangat tinggi pada keberhasilan program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana).
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana). Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana) akan mengalami banyak permasalahan (kegagalan). Sedangkan skenario moderat adalah asumsi yang berada di antara kedua ekstrim di atas. Berdasarkan atas 3 skenario tersebut LD-FEUI mendapatkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 213, 211, dan 209 juta jiwa. Angka sementara SP-2000 memperlihatkan bahwa jumlah penduduk Indonesia tahun 2000 jauh berada di bawah perkiraan optimis LD-FEUI. Ini tentu saja membanggakan sekaligus menimbulkan keingintahuan di kalangan para ahli apakah kondisinya memang demikian. Baru-baru ini dilakukan diskusi ilmiah di LD-FEUI dengan pembicara Prof. Terence ³Terry´ Hull seorang pakar kependudukan dari the Australian National University untuk membahasa permasalahan di atas. Banyak pakar kependudukan yang hadir dalam diskusi tersebut, termasuk juga para pakar kependudukan dari BPS yang terlibat langsung dalam kegiatan SP-2000. Diskusi diarahkan pada dua tataran permasalahan, yaitu pertama, tataran konsep penduduk dalam sensus itu sendiri, dan kedua, tataran operasional di lapangan. Kedua permasalahan tersebut nantinya akan sangat menentukan seberapa banyak orang yang ³terjaring´ dalam pendataan. Dari diskusi terlihat bahwa pada tataran operasional, begitu banyak kendala yang dihadapi oleh BPS dalam SP-2000 antara lain dana yang sangat terbatas, penyaluran dana yang tidak tertata dengan baik yang mengakibatkan kesulitan dalam tahap persiapan pelaksanaan SP itu sendiri, situasi dalam masyarakat, misalnya masyarakat dapat saja menolak berpartisipasi menjawab pertanyaan, atau responden takut menerima petugas berkaitan dengan faktor keamanan di beberapa daerah. Pada tataran konsep terlihat adanya konsep yang masih dipakai oleh BPS untuk menjaring penduduk yang sebenarnya tidak sesuai lagi dengan kondisi pada saat ini. Konsep bahwa Indonesia merupakan ³closed population´ masih dianut padahal penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri sudah begitu banyak. Dengan konsep ³close population´ maka penduduk Indonesia yang berada di luar negeri tidak ³terjaring´. Demikian pula penggunaan kombinasi antara ³de-facto´ dan ³de-jure´ #3 dalam pendataan menjadi sangat membingungkan, khususnya dimana saat ini mobilitas penduduk di beberapa daerah sudah sangat tinggi. Prof. Hull menyimpulkan bahwa hasil sementara SP-2000 menunjukkan adanya indikasi ³under-counted´. Indikasi ini didasarkan pada permasalahan yang ada di atas. Prof. Terry Hull memperkirakan ³under-counted´ yang berasal dari masalah operasional dan kebingungan petugas karena konsep ³de-facto´ dan ³de-jure´ tersebut sekitar 2 sampai 2,5 juta jiwa dan jumlah penduduk Indonesia yang berada di luar negeri yang tidak tercatat sebesar 1 sampai 1,5 juta jiwa. Sehingga secara total ada sekitar juta jiwa yang masih perlu diperhitungkan lagi ke dalam hasil SP-2000. Prof. Terry Hull memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 207 ± 208 juta jiwa. Diskusi di atas belumlah diskusi final. Tentunya masih akan ada diskusi lanjutan lagi untuk membahas hal tersebut. Kelemahan diskusi yang berlangsung di LD-FEUI tersebut adalah karena masih sangat terbatasnya informasi dari SP-2000 itu sendiri yang dikeluarkan oleh BPS. Pada saat ini hanya angka sementara jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk yang dikeluarkan BPS. Padahal untuk melihat seberapa jauh akurasi perhitungan atau memperkirakan cakupan pencacahan, diperlukan struktur umur
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

dan jenis kelamin. Karena itu, jika perhitungan struktur umur dan jenis kelamin selesai dan dipublikasi oleh BPS, baru dapat dilakukan penilaian-penilaian yang lebih mendalam dan akurat Jika memang penduduk Indonesia tahun 2000 adalah sekitar 207 ± 208 juta jiwa, maka ini merupakan keberhasilan program KB. Karena menurut skenario proyeksi yang dibuat oleh LD-FEUI berdasarkan data SUPAS-95, ini merupakan skenario yang optimis. Apalagi jika angkanya adalah 203 juta jiwa. Namun di samping keberhasilan program KB, berbagai persoalan kemasyarakatan juga turut mempengaruhi jumlah penduduk. Lepasnya Timor Timur, persoalan pertikaian antarkelompok di beberapa daerah, kasus kerusuhan yang diperkirakan meningkatkan jumlah orang yang pergi ke luar negeri, dan sebagainya juga turut berperan dalam perubahan jumlah penduduk Indonesia. Ketersediaan data struktur umur dan jenis kelamin, yang menurut BPS akan ada pada sekitar pertengahan tahun 2001 ini, akan membantu para ahli untuk menganalisa berbagai hal di atas. Pada saat ini belum banyak yang bisa dilakukan dengan data SP-2000. Masih diperlukan waktu beberapa bulan lagi sebelum berbagai analisa, termasuk analisa angkatan kerja dan tenaga kerja, dapat dilakukan dengan data SP-2000 tersebut. Implikasi Dinamika Kependudukan pada Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja Uraian berikut ini didasarkan pada proyeksi penduduk yang dilakukan oleh LD-FEUI sebelum SP-2000. Transisi fertilitas dan mortalitas telah berpengaruh pada jumlah dan struktur umur penduduk Indonesia, terutama jumlah dan persentase penduduk usia di bawah 15 tahun (0 ± 14). Antara tahun 1990 ± 95, penduduk Indonesia tumbuh sebesar rata-rata 1,66 persen per tahun dan diharapkan turun menjadi 1,23 persen antara tahun 2000 ± 2005 dan kembali turun menjadi 0,68 persen antara tahun 2015 ± 2020. Dengan #4 laju pertumbuhan tersebut penduduk Indonesia akan bertambah dari 183,5 juta pada tahun 1990 menjadi 210,9 juta pada tahun 2000. Dinamika Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tabel 1 menggambarkan perkiraan jumlah penduduk Indonesia antara tahun 1971 ± 2025. Walaupun pertumbuhan penduduk diperkirakan akan terus menurun dari tahun ke tahun. Namun jumlah penduduk akan senantiasa meningkat. Jumlah penduduk diperkirakan akan menjadi tetap (dalam arti jumlah kelahiran dan kematian seimbang) pada tahun 2036. Tabel 1. Perkiraan Jumlah Penduduk 1971 ± 2025 Tahun Jumlah Penduduk (Juta) 1971 118,4 1980 146,8 1990 179 1995 196 2000 209,5 2005 222,8 2010 235,1 2015 249,7 2020 254,2 2025 261,4
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Sumber: Ananta dan Anwar, 1994

Di dalam analisis demografi, struktur umur penduduk dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu (a) kelompok umur muda, dibawah 15 tahun; (b) kelompok umur produktif, usia 15 ± 64 tahun; dan (c) kelompok umur tua, usia 65 tahun ke atas.

4 persen per tahun antara tahun 1995 ± 2000 dan kemudia menurun lagi menjadi 1.9 64.5 15.0 Sumber: BPS.9 juta orang pada tahun 1990.0 225. Perkiraan Struktur Penduduk Indonesia: 1990 ± 2010 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.0 100.2 4.7 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.1. 1995).7 juta pada tahun 2020.2 4. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.3 66.doc .7 64.8 Jumlah 179. di pihak lain menuntut pembinaan angkatan kerja itu sendiri agar mampu menghasilkan #6 keluaran yang lebih tinggi sebagai prasyarat untuk menuju tahap tinggal landas.6 3.3 136.6 juta pada tahun 1995 menjadi 136. Antara tahun 1993 ± 1998.doc Komposisi 1990 1995 2000 2005 2010 Umur Juta % Juta % Juta % Juta % Juta % 0 ± 14 66. maka laju pertumbuhan angkatan kerjanya pun cukup tinggi. Bersamaan dengan perubahan sosial ekonomi diperkirakan akan terjadi pergeseran pola penyantunan usia lanjut dari keluarga ke institusi.7 6.6 64.0 238. Pada penduduk yang tergolong muda seperti Indonesia.6 14.3 100.4 30.0 195. Secara absolut.1 6. Apabila keadaan ini terjadi.8 100.5 juta pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 144. Angkatan kerja bertambah dari sekitar 73. 1993 Penduduk Indonesia pada saat ini masih digolongkan sebagai penduduk muda.5 juta pada tahun 2000 dan kemudian menjadi 182.7 persen per tahun. pertumbuhan penduduk usia kerja (15 ± 64) menjadi lebih tinggi daripada pertumbuhan penduduk itu sendiri.8 161. Ageing proses tersebut akan terus berlangsung sebagaimana terlihat pada Tabel 2.5 27. diperkirakan akan terjadi penambahan angkatan kerja sebanyak 12. kemudian menurun menjadi 2.7 8.4 33.Struktur umur penduduk dikatakan muda apabila proporsi penduduk umur muda sebanyak 40% atau lebih sementara kelompok umur tua kurang atau sama dengan 5%.0 15 ± 64 107. Permasalahan yang ditimbulkan oleh besarnya jumlah dan pertumbuhan angkatan kerja tersebut di satu pihak menuntut kesempatan kerja yang lebih besar. maka penurunan pertumbuhan penduduk tidak secara otomatis menurunkan pertumbuhan angkatan kerja.6 121. Dalam kondisi normal.2 4.7 62.9 100.0 36.2 59. Sebaliknya suatu struktur umur penduduk dikatakan tua apabila kelompok umur mudanya sebanyak 30% atau kurang sementara kelompok umur tuanya lebih besar atau sama dengan 10%. Sedangkan pergeseran struktur umur produktif ke umur tua pada akhirnya akan mempunyai dampak terhadap persoalan penyantunan penduduk usia lanjut.5 64. menjadi sekitar 96. Namun untuk beberapa saat masih akan meningkatkan jumlah penduduk struktur umur di atasnya.5 juta pada tahun 2020. pertumbuhan penduduk akan menurunkan jumlah penduduk pada struktur yang muda (0 ± 15 tahun). penduduk usia kerja akan meningkat dari 121.6 28.2 100. Ini dapat terlihat dari data dimana antara tahun 1990 ± 1995 penduduk usia kerja per tahun rata-rata 2.7 65. #5 Pergeseran struktur umur muda ke umur tua produktif akan membawa konsekuensi peningkatan pelayanan pendidikan terutama pendidikan tinggi dan kesempatan kerja. seperti misalnya peperangan (dalam peperangan akan banyak orang muda yang mati).8 145.2 65+ 6. Itu berarti jika tidak ada kondisi yang sangat ekstrim. Berdasarkan kategori-kategori tersebut nampak bahwa telah terjadi proses transisi umur penduduk Indonesia dari penduduk muda ke penduduk tua (aging process).3 64. maka tanggung jawab pemerintah akan menjadi bertambah berat (Kasto dalam Prijono. Tabel 2.0 100. persen per tahun antara tahun 2015 ± 2020.

yang cukup besar. Peningkatan ini harus diantisipasi oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai pihak pemberi kerja atau pembuka lapangan pekerjaan. Cukup banyak studi yang memperlihatkan bagaimana kompleksnya hubungan antara gaji dan produktivitas.913 Repelita VII (2003) 13.704 11. Mutu angkatan kerja antara lain tercermin dalam tingkat pendidikan dan latihan. Tabel 3.5 juta jiwa per tahun.744 Repelita IX (2013) 12. berpendidikan SD ke bawah. Jika mengikuti proyeksi tersebut.095 12. #7 Peran Serikat Pekerja dalam Menyikapi Data-data Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Sebuah Harapan Ada pameo umum yang banyak diyakini kebenarannya yaitu orang akan bekerja dengan baik jika mendapatkan gaji yang baik pula. Data memperlihatkan bahwa pada tahun 1997 yang lalu 63 persen dari angkatan kerja yang ada pada saat itu. Adanya kesempatan kerja baru merupakan ³potensi´ dan ³potensi´ tersebut mungkin saja tidak dapat dimanfaatkan bila angkatan kerja yang tersedia tidak memiliki kualitas yang memadai. Proyeksi ini dilakukan sebelum krisis ekonomi terjadi. namun daya serapnya angkatan kerja relatif kecil. Namun sekali lagi bahwa proyeksi ini dibuat sebelum adanya krisis ekonomi. Namun pertumbuhan yang tinggi tidak selalu memberikan lapangan kerja yang besar.7% saja. Pada tahun 1993 UNINDO melakukan studi di beberapa negara Asia tentang perkembangan produktivitas dan upah tenaga kerja di sektor perpabrikan antara tahun C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.232 12.177 Repelita X (2018) 11. Perkiraan Pertumbuhan Angkatan Kerja dan Kesempatan Kerja Dalam PJP II (X 1000) Akhir Repelita Angkatan Kerja Kesempatan Kerja Repelita VI (1998) 12. Lapangan kerja datang dari adanya pertumbuhan ekonomi. pertumbuhan ekonomi adalah 7. berjalan seiring dengan produktivitas kerja para pejabat tersebut. kesempatan kerja diperkirakan akan berada di atas angkatan kerja (Tabel 3).701 12.doc . Ini berkaitan dengan strategi pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan dunia usaha. Baru setelah Repelita VIII. Karena itu agar orang produktif. Banyak variabel lainnya yang masuk dalam hubungan tersebut. Sedangkan mereka yang berpendidikan di atas SLTA (Diploma/Akademi dan Universitas) hanya sebesar 3.juta jiwa atau rata-rata 2.9 persen per tahun. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam menganalisa hubungan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja adalah bahwa jika kesempatan kerja berada di atas angkatan kerja bukan berarti masalah ketenagakerjaan. melakukan proyeksi mengenai pertambahan angkatan kerja dan kesempatan kerja dalam PJP II. Pembinaan yang baik akan menghasilkan mutu angkatan kerja yang baik. yaitu hanya bertambah tiga persen setahun. Dalam kenyataannya hubungan antara produktivitas dan gaji tidaklah sesederhana itu. teratasi. Kedua variabel tersebut tidaklah berhubungan secara langsung dan dalam suatu garis yang lurus.871 Jumlah penduduk dan angkatan kerja yang besar akan mampu menjadi potensi pembangunan apabila dibina dengan baik. atau lebih khususnya pengangguran. maka Indonesia mengalami masalah kesenjangan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sampai dengan akhir Repelita VIII.455 11. Payaman (1996). Sebagai contoh pada kurun waktu 1971 ± 1980. maka berikanlah gaji yang baik. Dalam keseharian dapat dilihat dan dinilai apakah kenaikan tunjangan jabatan yang berlaku di kalangan instansi pemerintah saat ini.427 Repelita VIII (2008) 12.

733 5.735 4. Apa yang terjadi belakangan ini dengan adanya pemogokan serta aksi pekerja yang cenderung tidak terkendali dalam jangka pendek mungkin dirasakan menguntungkan bagi pekerja.642 4. Jika kemudian kegiatan ekonomi mengalami kemandegan karena pengusaha enggan menanamkan modalnya di Indonesia. namun dalam jangka panjang akan merugikan semua pihak (lost-lost solution). pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara tersebut jauh meninggalkan Indonesia. Apa yang terjadi kemudia. tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang pas-pasan.091 11. Tabel 4.38 Singapura 16. Ditambah dengan banyaknya ³supply´ tenaga kerja yang tersedia menyebabkan mereka tidak memiliki posisi tawar menawar yang memadai. Negosiasi berdasarkan C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.291 4. 1993 #8 Jika dilihat data-data kependudukan.023 26. maka itu tentu saja mengganggu pertumbuhan ekonomi. maka serikat pekerja harus mampu melakukan penelaahan yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap kondisi internal perusahaan. Bagaimana angkatan kerja akan terserap jika pertumbuhan ekonomi yang rendah? Padahal Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk menyerap angkatan kerja yang masih terus meningkat dewasa ini. Pada kurun waktu tersebut tingkat pertumbuhan upah di sektor ini sudah cukup baik dan malah jauh di atas tingkat produktivitas yang terjadi.14 Catatan: a) nilai tambah dibagi dengan jumlah pekerja r adalah laju pertumbuhan per tahun selama 1980 ± 90 Sumber: UNINDO.579 3. 1980 dan 1990 (dalam US $ konstan 1985) Produktivitas Tenaga Kerja a) Upah Per Pekerja Negara 1980 1990 r 1980 1990 r Korea Selatan 9.962 5.043 6.757 7.128 5.09 1.64 4.73 2.273 2.901 2.085 1.892 5. Sudah waktunya kita melakukan sesuatu berdasarkan fakta (evident-based) dan bukan berdasarkan emosi.936 6.875 3.doc .065 4.258 13.53 676 1. maka dibutuhkan kearifan bersama antara pengusaha dan pekerja untuk menyikapi hubungan antara pengusaha dan pekerja.744 5.185 3. terutama berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.09 1.665 7.16 4.55 Hong Kong 7.769 11.342 16. maka nampak jelas bahwa Indonesia mengalami banyak permasalahan dalam hal ini. Jika kembali pada premis bahwa perluasan kesempatan kerja hanya dapat diperoleh melalui pertumbuhan ekonomi.717 3.264 4. Hasil telaahan tersebut kemudian dikomunikasikan baik kepada pekerja maupun kepada pengusaha.30 Indonesia 4.95 Thailand 5.528 1.849 5. hanya bisa menempati posisi yang sangat rendah.84 2.931 6.06 Malaysia 8. Sebagai serikat yang diharapkan menjadi mediator antara pekerja dan pengusaha. termasuk ketenagakerjaan dan kualitas penduduk. NICs dan ASEAN.58 2. Bandingkan dengan Thailand dan Malaysia dimana pertumbuhan produktivitas tenaga kerja mereka jauh di atas pertumbuhan gaji.48 Taiwan 8. Dalam hal ini serikat pekerja harusnya dapat berperan besar.077 2. Penduduk yang besar dengan kualitas penduduk yang rendah menyebabkan penduduk tersebut menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi dan bukan pemacu.44 Filipina 4.342 1. Diperlukan pendekatan yang bersifat win-win solution antara pengusaha dan pekerja.1980 ± 1990 sebagaimana terlihat pada Tabel 4. atau bahkan rendah. Dalam skala mikro. Tingkat dan Laju Perkembangan Produktivitas Pekerja dan Upah di Sektor Perpabrikan.

emosi hanya akan menghasilkan lost-lost solution sedangkan negosiasi yang win-win solution harus didasarkan pada evident-based. produktivitas. bukan sesaat. kebijakan sektor keuangan. judisiari. harusnya dapat dimasukkan ke dalam perhitungan dan negosiasi tersebut. kondisi perusahaan. Usaha pemerintah dalam mempromosikan atau membantu suatu jenis kegiatan usaha tertentu tidak akan membuat hasil yang optimal tanpa mempertimbangkan lingkungan dari jenis usaha tersebut dan konteks dari suatu pembangunan ekonomi yang lebih luas yang menciptakan ´aturan main´ untuk semua kegiatan/jenis usaha dan yang mana mempengaruhi cara bisnis dan pasar bekerja. Pekerja juga harus diberikan pemahaman melalui komunikasi dan informasi yang baik bagaimana persoalan gaji. Oleh karena itu. Unsur jaminan hari tua. dan kebijakan moneter dan fiskal). kinerja bisnis yang termasuk juga daya saingnya. asuransi. dan lain-lain. Pada tataran kebijakan banyak hal yang telah dilakukan untuk memperbaiki kesejahteraan pekerja. #9 Oleh karena itu. Dalam mengembangkan win-win solution diperlukan kejujuran dan transparansi dari kedua belah pihak. seperti yang dijelaskan di Tambunan (2006). Pekerjaan yang dilakukan bukan sekedar untuk merespons terhadap suatu keadaaStrategi Peningkatan Daya Saing Pengusaha Daerah dalam Era Liberalisasi Ekonomi1 Tulus Tambunan Kadin Indonesia Permasalahan Belakangan ini banyak pernyataan di media masa dan seminar-seminar mengenai daya saing atau kesiapan perusahaan-perusahaan Indonesia dalam bertarung di dalam negeri maupun di global dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. yakni lingkungan langsung dan lingkungan yang lebih luas (Gambar 1). dari semua skala usaha (mikro. menengah dan besar) di semua sektor berada di dalam suatu lingkungan yang dinamis dan sangat kompleks. usaha meningkatkan kegiatan di sektor riil dengan memperbesar kucuran kredit tidak akan bermanfaat tanpa pada waktu yang bersamaan memperhitungkan faktor-faktor determinan lainnya Lingkungan di mana bisnis beroperasi dapat dibagi dalam dua macam. Namun dalam tataran operasional banyak hal yang telah diatur tersebut. dan sebagainya. Kesejahteraan harus dilihat dalam konteks jangka panjang. yang terdiri dari komponenkomponen berikut: ekonomi makro (seperti kebijakan perdagangan. serta kepastian hukum. pengaruh-pengaruh eksternal (seperti perdagangan global. kecil. Ini tidak lain karena lemahnya penegakkan hukum selama ini. Kewajiban pekerja. bantuan luar C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. pembagian bonus yang disesuaikan dengan tingkat keuntungan perusahaan. waktu kerja. pemerintah dan politik pada tingkat nasional dan lokal (misalnya legislatif dan proses pembuatan kebijakan. kebijakan industri. Demikian pula tentang hak dan kewajiban pekerja. utilitas dan jasa keamanan).doc . jasa-jasa yang diberikan oleh pemerintah (seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. maka sistem asuransi (misalnya Jamsostek) harus dimanfaatkan. dan sebagainya. infrastruktur. Serikat pekerja juga harus mampu mengeluarkan alternatif-alternatif model untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan melihat pada kondisi perusahaan. Pengusaha harus menyadari bahwa pekerja adalah aset bagi perusahaan. Jika memang dalam jangka pendek peningkatan gaji dirasakan memberatkan perusahaan. kinerja dari suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh linkungannya. Ini kemudian dinegosiasikan dengan pengusaha. peran yang diharapkan dari serikat pekerja bukanlah melaksanakan pekerjaan ³hit and run´. gambaran makro ketenagakerjaan dan perekonomian negara. justru dilanggar oleh kedua belah pihak. Satu hal yang jelas adalah bahwa. Lingkungan yang lebih luas adalah lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap suatu kegiatan bisnis. dan keamanan dan stabilitas). Ini berarti gaji hanyalah salah satu aspek dari kesejahteraan. Demikian juga.

standar produk dan 1 Acara Diskusi Kadin Kota Cilegon. keterampilan dan teknologi. teknologi. lisensi dan perijinan. 15 Mei 2007 1 . dan jaringan-jaringan kerja). dan iklim serta lingkungan alam (misalnya sumber daya alam. dan sikap terhadap bisnis). infrastruktur. cuaca. regulasi dan birokrasi (seperti undang-undang. dan siklus pertanian). yang dimaksud lingkungan langsung adalah lingkungan berpengaruh secara langsung terhadap semua kegiatan usaha. tenaga kerja.negeri. dan informasi). yakni pasar (misalnya consumen. material dan alat-alat produksi. tarif pajak dan sistem perpajakan. lokasi. peraturan-peraturan. sosial dan kultur (seperti demografi. Sedangkan. modal. tren dan selera masyarakat dunia. selera konsumer. Hotel Permata Krakatau Cilegon.

yaitu kabupaten Badung. but also from earlier period in the eighteen century. the rapid development of this city cannot be separated with the processes of modernization and globalization in which international tourism has been the significant element of those processes. 1964: 52 lihat juga: Nas. Saat ini Badung. This paper. in which their contribution can still be observed to the present day. Nama Badung juga seringkali dipergunakan untuk menyebut nama wilayah kerajaan itu. 2 . Dalam kajian tentang masalah perkotaan. This was the perception of Mengwi rulers before Badung was developed as a small region in South Bali. karena adanya faktor yang saling kait mengkait (Gist dan Fava. teknologi. Surabaya pada tanggal 23-25 Agustus 2004. dan lingkungan. organisasi. 1979: 56-57). therefore will also specifically address in which way the rapid development of Denpasar has been affected by it position as the capital city of Bali as well as the centre for tourism. Pengalaman sejarah seperti itu dapat kita lihat dari tumbuh dan berkembangnya kota Bangkok di Thailand maupun Badung yang kemudian menjadi Denpasar sebagai pusat perkembangan politik. di pedalaman sebagai akibat perkembangan politik di tingkat internal yang menyebabkan keinginan untuk memisahkan diri. pusat-pusat perkembangan perdagangan seperti di daerah pegunungan. demikian pula di pelabuhan atau wilayah pesisir pantai. dan perlindungan konsumer dan lingkungan). This paper will examine how Denpasar has been developed from the fall of Dutch st colonial power to the entering of the 21 century. selain menjadi nama sungai di wilayah itu. Additionally. The Dutch rulers had contributed greatly on the development of the city. kita dapat melihat bahwa perkembangan kota-kota modern banyak dibentuk berdasarkan warisan sejarah masa sebelumnya. Pendahuluan Pada umumnya di Asia Tenggara. yakni Pasar Badung yang merupakan salah satu pasar terbesar di kawasan itu. Dalam dinamika sejarahnya. dan intervensi-intervensi yang didanai oleh uang publik (seperti jasa keuangan untuk bisnis). A.prses. banyak kota-kota itu terlahir sebagai akibat pusat-pusat politik tradisional seperti pusat-pusat istana kerajaan. beberapa aspek penting yang memainkan peranan penting adalah keadaan demografi. Nama Badung juga dipergunakan sebagai sebutan nama kabupaten. Dalam perkembangan selanjutnya tampaknya terjadi pergeseran pusat-pusat perdagangan dari pegunungan ke pantai. juga dipergunakan sebagai nama pasar. the region was to be known as Badung. 1 Makalah dipresentasikan pada Konferensi International I Sejarah Kota (The First International Conference on Urban History) di Universitas Airlangga. atau kemudian lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Denpasar. Perpindahan itu seringkali terjadi karena dinamika politik. comes from the word ´badengµ (meaning dark). ekonomi dan budaya di Bali Selatan. maupun serangan dari kerajaan-kerajaan lainnya. Denpasar itself comes from two words: den means north and pasar means market. yaitu kerajaan Badung. Dengan demikian aspek-aspek itu penting untuk dipahami. The name of the palace was called Denpasar since its location was to the north of the market. Prior to the fall of traditional rulers.2 The 1st international Conference on Urban History Indonesia 1 DENPASAR: Perkembangan Dari Kota Kolonial Hingga Kota Wisata 1 I Ketut Ardhana Abstract th The development of Denpasar as a city cannot only be traced back from the 19 century.

398 km2. Sebagaimana halnya dengan Sumatra dan Jawa. propinsi dan pusat pengembangan industri pariwisata Indonesia Bagian Tengah (Warsilah. 2003: 198). namun juga secara sosial budaya. Secara geografis. sedangkan Denpasar Barat memiliki ketinggian 1275 meter. Selain itu. Kondisi alam yang subur menjadi salah satu faktor perkembangan perekonomian Bali. Kota Denpasar terdapat 16 wilayah kelurahan dan 27 wilayah desa. Keadaan yang demikian bisa dilihat dari keadaan dan kondisi yang ada di Denpasar. yaitu terdiri dari endapan-endapan sungai dan lapukan tanah vulkanik. melainkan juga persoalan sosial dan budaya. 1997: 21-22).Secara historis. Denpasar Timur dengan luas 27. Di era modern ini. Semenjak tahun 1958.73 km2 dan Denpasar Selatan yang memiliki luas 46. Selain kondisi alam yang demikian. Denpasar ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kabupaten Daerah Tingkat II Badung. Perkembangan di sektor perdagangan misalnya menyebabkan berkembangnya kota-kota baru sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi.19 km2. Pada periode in kota Denpasar diusulkanlah untuk menjadi kota administratif yang bersamaan dengan pemekaran wilayah kecamatan Denpasar dan Kasiman. Dari sudut tipologi. dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Bali Selatan seperti Tabanan atau Gianyar. Hal ini mengingat dari jumlah penduduk kota Denpasar saat itu yang mencapai 150. telah memungkinkan pula terjadinya sistem pengaturan pengairan yang lebih baik. Denpasar Selatan dan Timur memiliki ketinggian dari permukaan laut yang sama yaitu antara 00-75 meter. Bagaimana perkembangan Badung kemudian menjadi Denpasar. kabupaten-kabupaten di Bali pada awalnya berasal dari pusat-pusat kerajaan itu yang masing-masing masyarakat lokal di wilayah itu memiliki adat istiadat. Sistem aliran sungai Ayung yang melalui kota Denpasar bagian timur dan sungai Badung di Denpasar bagian barat telah memungkinkan wilayah ini dipilih sebagai pusat pemerintahan. Bali yang wilayahnya juga terdapat deretan gunung api sangat mempengaruhi kesuburan tanahnya. sehingga Kabupaten Badung yang semula hanya memiliki 6 kecamatan sekarang menjadi 7 kecamatan. Struktur masyarakat di tiap-tiap kabupaten yang berbasiskan desa-desa adat mempunyai wilayah dengan karakteristiknya sendiri yang tidak hanya menentukan pelaksanaan keagamaan.06 km2. Dengan demikian kota Denpasar berperan sebagai ibukota kabupaten. akan dijelaskan berikut di bawah ini. masing-masing kecamatan memiliki jarak yang relatif sama ke pusat kota antara 4-5 km. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1978. Kota Denpasar mempunyai luas 12. tampaknya Denpasar mengalami perkembangan yang menonjol terutama dalam aktifitas ekonomi. baik pada masa kerajaan maupun pada masa kolonial Belanda (Sunaryo. Bagi masyarakat pedesaan yang pemilikan garapan tanah yang sangat rendah akan mengadakan imigrasi ke wilayah perkotaan seperti ke kota Denpasar di Bali Selatan atau ke Singaraja di daerah Bali Utara. 3 . Adanya mobilitas geografis telah mengarah dengan semakin intensnya gerakan mobilitas penduduk seperti urbanisasi (Lihat: Sjoberg 1960: 64). Tanahnya merupakan endapan alluvial. Denpasar dijadikan sebagai pusat pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Bali yang selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat tidak hanya dalam arti fisik. kota Denpasar diubah statusnya menjadi kota administratif yang membawahi tiga kecamatan yakni: Denpasar Barat dengan luas 50. masih terdapat 35 desa adat dimana desa adat ini dapat meliputi dua desa administrasi atau sebaliknya yang meliputi dua desa adat. adanya sistem pengaturan air yang baik seperti dilakukan organisasi tradisional seperti subak.000 jiwa. Apabila dilihat letak strategis dengan daerah pusat kota. sistem subak dan pemerintahan sendiri.

daerah yang namanya Badung itu. sebagai seorang ahli sejarah Bali menyebut periode ini sebagai fase akhir dari sistem politik lama dan mulai berkembangnya sistem politik yang baru (Creese. belumlah banyak dihuni orang. Sementara itu. karena hanya Gelgel lah yang dipercaya menjadi satu-satunya kerajaan yang memainkan peranan penting di Bali (sesuhunan). Badung diperkirakan hanya sebagai kerajaan kecil yang baru berkembang. Pada akhir abad ke-17 (1686-1687) pecahlah pembrontakan di Gelgel yang memberi banyak pengaruh pada peta politik kekuasaan di Bali. Di samping kerajaan Badung juga muncul kerajaan kecil lainnya seperti kerajaan Tegal. Dalam catatan sejarah terlihat bahwa Mengwi sudah mengklaim Badung sebagai bagian wilayahnya. kerajaan Badung dikatakan menjadi bagian dari kerajaan Mengwi. Perkembangan Awal: Dari Kerajaan Badung Hingga Puri Denpasar Cokorda Ngurah Agung (1989) dalam tulisannya. kerajaan Alang Badung. naskah milik puri Satria Denpasar). Periode ini diikuti dengan semakin munculnya kerajaan-kerajaan yang lebih besar seperti Karangasem. 1991: 237). Buleleng dan Mengwi (Schulte-Nordholt. Lekkerkerker dalam bukunya ´Bali en Lombok: Overzicht der Litteratuur omtrent deze eilanden tot einde 1919µ. terutama Arya Damar yang sering dikenal sebagai Arya Kenceng ketika Majapahit berkembang pada abad ke-14. Inilah asal mula perkembangan kata Badung itu. Helen Creese. Gelgel disebut sebagai pusat kerajaan pertama yang mempunyai pengaruh Majapahit di Bali. Alasan yang diajukan oleh Lekkerkerker adalah bahwa pada saat itu seorang yang berasal dari Dinasti Kaleran (Pamecutan) dapat membunuh seorang penguasa di Ksatria. yang pada waktu itu masih berada di bawah supremasi kerajaan Mengwi. Pada waktu itu. menyatakan bahwa dalam kurun waktu itulah Badung semakin berkembang di Bali Selatan (C. Lintasan Babad Badung menjelaskan bahwa cikal bakal munculnya kerajaan Badung di Bali Selatan tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan di kerajaan Mengwi.B. bangsawan Badung yang terlibat dalam pertempuran untuk menyerang kekuasaan Gelgel. C. 1988: 23). Antara lain dapat disebutkan adanya struktur kekuasaan kerajaan yang terdesentralisasi. Lekkerkerker 1920: 192). Lebih lanjut dijelaskan bahwa. 1980). bahwa baik interpretasi Belanda maupun Bali setuju kalau penguasa-penguasa Mengwi. Sekitar tahun 1700-an. Pada tahun 1780 telah muncul konflik antara Badung dengan Mengwi karena dominasi politik yang dilakukannya. Dari data-data sejarah sejarah dikatakan. sebelum Badung dikembangkan menjadi sebuah kerajaan pada abad berikutnya. Nama Badung menjadi semakin terkenal dalam sejarah Bali pada waktu itu. (sekarang termasuk wilayah Alang Kajeng). sehingga daerah itu dikatakan masih gelap yang dalam bahasa Balinya disebut ´badengµ yang berarti gelap. Selain itu. memang dapat diinterpretasikan konflik itu muncul sebagai akibat keinginan penguasa Badung untuk dapat mandiri terlepas dari kontrol politik Mengwi (Geertz. kerajaan Badung semakin berkembang akan tetapi tetap di bawah kontrol Mengwi. Kemudian lokasi kerajaan ini dalam sumber-sumber arsip sejarah sering 4 . maupun penguasa-penguasa Badung yang muncul kemudian merupakan keturunan bangsawan Jawa. sementara dalam perkembangan selanjutnya kemunculan Klungkung dan beberapa kerajaan yang lebih kecil lainnya seperti Badung di Bali Selatan ini lebih mendekati struktur federasi. yakni saat tampilnya tokoh Jambe Pule. Kemudian pada tahun 1800 ada upaya untuk memindahkan pusat kekuasaan Badung itu oleh Dinasti Pamacutan pada suatu daerah yang masih merupakan taman bunga (Lihat: Silsilah Puri Satria. Inilah fase awal perkembangan kerajaan yang kemudian berkembang menjadi pusat-pusat kerajaan dan akhirnya membemtuk pusat-pusat kota di era perkembangan Bali modern.

namun tetap membayar upeti. Para saudagar Cina berkurang jumlahnya. demikian pula pemungutan bea dan cukai masih berjalan. Pentingnya peranan Sanur dapat dilihat pula ketika Belanda mulai melancarkan serangan ekspedisinya ke Badung pada tanggal 15²16 September 1906. Penyerangan terhadap kota Denpasar dilakukan pada tanggal 17 September 1906. Kontak-kontak perdagangan antara Badung dengan orang asing misalnya dapat dilihat pada perkembangan kerajaan Badung pada abad ke-19. Raja-raja itu mengklaim dirinya sebagai pemegang kekuasaan independen atau sebagai sebuah ´negara merdekaµ. 1988: 13). Berkembangnya pusat perdagangan di Bali Selatan seperti yang dilakukan oleh pedagangpedagang asing seperti Cina di Kuta menyebabkan semakin cepatnya perkembangan Badung sebagai pusat istana. dikelilingi oleh daerah kekuasaan raja-raja kecil lainnya yang secara politik independen. begitu juga banyak gudang yang dimiliki Cina menjadi kosong. Disebutkan bahwa raja-raja yang baru muncul itu. Badung sekitar pertengahan abad ke-19 (1832).disebut dengan Puri Denpasar yang berada di bawah kekuasaan Dinasti Pamacutan (C. Mengacu pendapat Tambiah (1985). pada akhir abad ke-l9 aktifitas perdagangan di Kuta mengalami kemunduran. Pada saat itu. tetapi Dewa Agung di Klungkung hanya dianggap sebagai pemimpin religius atau sebagai keturunan raja-raja Majapahit (Sidemen. 1906: 12). puri Pemecutan dan beberapa puri lainnya sebagai kerajaan yang memainkan peranan penting dalam aktifitas perdagangan di Bali pada abad ke-19 (Schulte-Nordholt. diikuti dengan berbagai interaksi yang diwakili oleh Kasiman. berupa barang yang diperdagangkan (´Gegeven betreffende Zelfstandige Rijks op Baliµ. Perkembangan ini tampaknya mempercepat kerajaan Badung berkembang menjadi pusat perdagangan di Bali Selatan. Sejak abad ke-17 kontak-kontak persahabatan dengan orang asing di Bali yang dikenal sebagai wong sunantara. Hal ini menyebabkan kerajaan Badung tidak lagi mengontrakkan penarikan bea cukai. Inilah yang menyebabkan mengapa Belanda memilih Sanur sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal perang mereka. Akan tetapi. Adapun yang menyebabkan berkembangnya Sanur adalah secara geografis Sanur berdekatan dengan pusat istana puri Denpasar. Misalnya dengan diangkatnya seorang Denmark menjadi subandar (penguasa pelabuhan) di Kuta. Hubungan kontak perdagangan semakin intensif dilakukan karena berkaitan dengan persoalan tawan karang. Selanjutnya diupayakanlah pembenahan administrasi kerajaan. Itulah sebabnya puri Kasiman yang berada di sebelah timur mengadakan kontak persahabatan dengan Belanda. 1983: 7). Klungkung sebagai pusat. Lekkerkerker 1923). C. berpendapat bahwa Bali pada masa itu mengikuti struktur pemerintahan galaksi (galactic polity). Sebaliknya pelabuhan Sanur menunjukkan perkembangannya. nusantara diadakan semakin meningkat. Creese (1993: 30). raja Kesiman yang berperan sebagai raja Badung telah memainkan peranan yang dominan. Adanya perkembangan yang dialami oleh Sanur menyebabkan kemunduran-kemunduran yang dialami oleh Kuta. Kemunculan Kasiman ini dapat dilihat akibat sikap meremehkan yang dilakukan oleh oleh penguasa Pamacutan dan Denpasar. Hal ini dapat dilihat dengan semakin sering munculnya pedagang-pedagang dari Surabaya. Denpasar: Dari Kota Puri Hingga Kejatuhannya Ke Tangan Kolonial Ada perubahan-perubahan pandangan yang muncul menyangkut peta kekuasaan di Bali pada abad ke-18 dan 19. masih mengakui raja-raja tertinggi di Klungkung tidak dalam kapasitasnya sebagai pimpinan politik. Tempat-tempat strategis seperti kampung Sanglah dikepung pada tanggal 18 September 1906 dan akhirnya membuka 5 .

puri (tempat kediaman bagi bangsawan Bali) dan bangunan-bangunan lain yang berfungsi untuk kepentingan pemerintah. 2004: 2). subak dan sebagainya. Sajana Cahyanta. Sebagaimana diketahui bahwa orang Bali terikat pada beberapa hal dalam kehidupan sosialnya yaitu: kewajiban dalam melakukan pemujaan terhadap pura tertentu. Sebagai orang Bali mereka sangat terikat dengan keluarga. Pamacutan. D. seperti kota Denpasar. maupun yang dimiliki oleh tiap-tiap kelompok masyarakat. Perkembangan Kota Denpasar Hingga Memasuki Awal Abad ke-21 1. Keterikatan masyarakat dengan puri misalnya dapat kita lihat di Denpasar yaitu bahwa masyarakat terikat dengan empat puri besar yang berperanan penting yaitu puri Denpasar. politik. budaya. banjar. Kesadaran ini diperkuat oleh keberadaan bahasa yang sama yaitu bahasa Bali. umum. pada pemilikan tanah pertanian dalam subak tertentu. klen. Satria dan Kasiman. 198. pura Ubung dan pura Suci. kita melihat suasana penerapan kebijakan pemerintah kolonial di berbagai bidang kehidupan seperti sosial. 198 yang mengutip ´Schets van Den Pasarµ. pada keanggotaan terhadap sekaha tertentu dan pada suatu kesatuan administrasi tertentu (Lihat: Sunaryo. Diserbutkan bahwa satu-satunya kabupaten yang memiliki urban design hanya kabupaten Singaraja di Bali Utara. sosial budaya atau pendidikan (Ardhana. ekonomi. politik dan ekonomi yang akhirnya menunjang perkembangan kota Denpasar. Dengan jatuhnya Kayumas akhirnya Belanda menaklukkan puri Denpasar pada tanggal 20 September 1906. desa. Terdapat ciri fisik kota yang dapat dianggap menjadi ciri khusus kota Denpasar yaitu adanya bangunan-bangunan tradisional seperti pura (bangunan suci bagi umat Hindu di Bali). 2004). Kota Tanpa Urban Designµ. pada daerah-daerah lain yang pernah dijajah oleh pemerintah kolonial Belanda tampaknya memiliki persoalan-persoalan perkotaan yang sama. Terdapat beberapa pura di kota Denpasar seperti pura Melanting. yang mengutip H van Kol. Seiring dengan perkembangan sosial. Perkembangannya selanjutnya adalah sebagaimana halnya dengan kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada umumnya. Perkembangan Sosial Dengan melihat latar belakang perkembangan Denpasar yang pada mulanya sebagai pusat istana atau puri kemudian dewasa ini berkembang sebagai pusat kota modern dapat dilihat ciri perkembangnya sebagai berikut. Masyarakat Bali pada umumnya sebagai kolektiva yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaannya. Tidak hanya di Bali. yang menjabat sebagai Kepala Bappeda Bali menjelaskan bahwa hampir sebagian kota peninggalan penjajahan Belanda tidak memiliki urban design (perencanaan perkotaan) tidak terkecuali di Bali. 1961). politik tampaknya menjadi alasan bagi pemerintah untuk menetapkan kota Denpasar menjadi ibu kota propinsi Bali pada masa-masa selanjutnya (Lihat: ´Denpasar. pada suatu status sosial atas dasar kasta. Diantara puri-puri itu. Melalui sentra-sentra kekuasaan itulah kemudian berkembangnya kota Denpasar seperti dapat dilihat tidak hanya pada penerapan kebijakan pemerintah kolonial Belanda tetapi juga dalam periode selanjutnya yang mencakup pengembangan aspek ekonomi. pada ikatan kekerabatan atas hubungan darah dan perkawinan. 1914: 385-407).peluang untuk menaklukkan benteng Kesiman dan Kayumas pada tanggal 19 September 1906. terdapat dua puri yang memainkan peranan penting yaitu puri Kesiman dan puri Denpasar (Lihat: Sunaryo. yaitu kebudayaan Bali. Hal ini dapat dimengerti karena mayoritas penduduk kota Denpasar sebagai etnis Bali yang beragama Hindu. pada suatu tempat tinggal bersama. 6 . pura Gaduh.

sarana pertanian. Kepala pemerintahan regional yaitu resident merupakan pejabat tertinggi di wilayah karesidenan Bali dan Lombok. Tujuannya adalah untuk mendukung perkembangan sistem birokrasi kolonial. Karesidenan Bali dan Lombok terbagi dalam tiga afdeeling yaitu afdeeling Bali Utara. perbekel. Tugas assisten resident adalah mengatur dan menjalankan pemerintahan di daerahnya. Dalam menjalankan pemerintahannya residen didampingi oleh suatu badan yang disebut Paruman Agung. Dalam struktur pemerintahan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial tampak bahwa jabatan-jabatan tinggi di pemerintahan dipegang oleh orang-orang Belanda yaitu resident. sebagai wakil ketua. Dalam hal pendidikan tampak pengaruh politik etis sangat dirasakan. punggawa. assistent resident. Misalnya saja seperti berikut: It should be noted that at that time. Setahun setelah berakhirnya puputan pemerintah kolonial Belanda sudah mengintroduksi sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi di Denpasar. Untuk mengembangkan kebijakannya pemerintah kolonial berupaya mengembangkan kota Denpasar untuk menjadi kota kolonial (colonial city). memungkinkan perkembangan fasilitas yang semakin terlihat dari kebijakan pemerintah kolonial itu. there were few people who wished to go to school. meskipun tidak banyak anak-anak pribumi yang menginginkan pergi ke sekolah. tampak terlihat adanya pengaruh-pengaruh kekuasaan pemerintah kolonial di Batavia sampai ke daerah-daerah dalam hal ini sistem pemerintahan yang berpusat di kota Denpasar. Pemerintah kolonial menyadari akan ketidakmampuannya untuk memahami dengan baik keadaan dan kemampuan rakyat yang dikuasainya sehingga memerlukan bantuan orangorang pribumi. Bali Selatan dan Lombok. Jabatan di bawah assisten resident yaitu raja. Dalam hal ini den berarti utara dan pasar berarti pasar dimana orang melakukan transaksi perdagangan. 2003: 219). Parent had still not grasphed the significance of going to school. Karena fungsi yang dimiliki oleh kota Denpasar ini. Disebut Denpasar karena letak puri berada di sebelah utara pasar. pemerintah kolonial berusaha membangun berbagai sarana untuk kepentingan umum seperti rumah sakit. Kota Denpasar sendiri termasuk wilayah onderafdeeling Badung. sedangkan anggotanya meliputi para raja dari delapan kerajaan di seluruh Bali. Keadaan yang demikian menuntut pengembangan kota yang didasari atas perencanaan pengembangan kota secara lebih memadai baik dari segi sosial maupun fisik kota. dan juga beberapa tempat di Bubunan (Singaraja) dan di Gianyar. and preferred to see their children working in the fields and developing their hobby of cock-foghting (Lintasan. kelian dan sebagainya dipegang oleh orang-orang pribumi. Nama Denpasar berasal dari nama puri Denpasar. Dalam hal ini diterapkannya sistem birokrasi kolonial dimana pemerintah kemudian membangun kantor-kantor pemerintahan. cf. 13. Pemerintah kolonial misalnya tidak hanya mereformasi struktur pemerintahan orang Bali.Ketika era kolonial Belanda. 7 . Selain itu. tetapi juga mulai mendirikan sekolah-sekolah. Ardhana 1993: 35). Dapat dilihat bahwa dari segi sosial ekonomi diusahakan dengan membangun dan memperbaiki sarana dan prasarana umum untuk kemajuan masyarakat. pos polisi. Badan ini dibentuk oleh Dewan Raja-raja di Bali diketuai oleh resident dan assisten resident Bali Selatan yang berkedudukan di kota Denpasar. kawasan wisata merupakan bagian dari usaha pemerintah kolonial untuk menata perkembangan kota Denpasar (Soenaryo. controleur dan sebagainya. Penempatan berbagai perkantoran. perdagangan dan sebagainya. rumahrumah pejabat pemerintah. pemukiman penduduk. Keruntuhan kerajaan Badung menyebabkan terjadinya pemusatan kekuasaan di kota yang kemudian dikenal dengan nama kota Denpasar.

Pada tahun 1910 misalnya dibagilah wilayah Keresidenan Bali dan Lombok menjadi empat afdeeling yaitu Buleleng. Soenaryo (2003. Adapun jumlah sekolah-sekolah di Denpasar tahun 1919-1941 adalah sebagai berikut: Tabel 1 Jumlah Sekolah di Denpasar 1919-1941 Jenis sekolah 1919 1929 1932 1936 1937 Tweede 2 5 6 6 6 Inlandsche School Volkschoolen 3 20 22 34 34 HIS 1 1 2 2 2 Ambachtsleerga ng Meijessjes Vervolgschool Vervolgschool 2 2 2 Vakonderwijs 5 5 5 Huishoudschool Landbouwscho 1 1 1 ol Particulier 1 1 Onderwijs 1941 6 35 2 1 1 8 16 1 1 1 . Bekas-bekas kerajaan yang berada di Bali selatan memperoleh status onderafdeeling dan di tiap-tiap onderafdeeling diperintah langsung di bawah seorang controleur. Jembrana. 1999) menulis bahwa di tengah-tengah kota Denpasar dibangun tempat rekreasi kota seperti Museum Bali yang terletak di sebelah timur lapangan puputan Badung. pembangunan sekolah-sekolah dan tempat budaya seperti Museum Bali juga dilakukan. Bali Selatan dan Lombok. pusat ekonomi dan sosial budaya.Sejak itu. Denpasar mulai mendapat perhatian pemerintah Belanda dengan mulai didirikannya bangunanbangunan pemerintahan. Tidak hanya dalam hal perluasan pembagian afdeeling. 1985: 81-82). Jumlah distrik dari tahun 1906 sampai 1937 mengalami beberapa perubahan akibat reorganisasi pemerintahan (Wirawan. Afdeeling dan onderafdeeling membawahi distrik-distrik dan onderdistrik.

.

Selanjutnya.69 persen dari responden yang mengatakan bahwa kurangnya akses ke keuangan merupakan kendala utama. salah satu masalah besar dalam melakukan bisnis di Indonesia adalah birokrasi pemerintah yang bertele-tele dan tidak efisien. Sedangkan paling atas di dalam kelompok ASEAN adalah Singapura yang juga masuk di dalam kelompok 10 negara dengan kondisi infrastruktur paling baik. Dua masalah berikutnya yang dinyatakan oleh banyak pengusaha Indonesian yang menjawab pertanyaan tersebut adalah birokrasi pemerintah yang tidak efisien dan kebijakan yang tidak stabil. dan c) banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat-pejabat pemerintah (bureaucratic red tape) Dilihat dari perspektif global. Skornya adalah 1= kondisinya buruk atau underdeveloped dan 7 = paling baik di dunia. dilihat dari perspektif global untuk masalah infrastruktur. semakin pesat pertumbuhan kegiatan-kegiatan ekonomi (termasuk pertumbuhan investasi) dan semakin pesat pertumbuhan ekonomi.2 Komponen-komponen di dalam linkungan langsung ini juga merupakan komponen-komponen penting di dalam model ³berlian´ yang terkenal dari Porter (1998a. Untuk kasus Indonesia. Gambar 1:Dunia Usaha di Dalam Lingkungan Langsung dan Lebih Luas Survei WEF juga menanyakan masalah-masalah utama yang dihadapi pengusaha dalam bisnis mereka sehari-hari. Seperti yang ditunjukkan di Gambar 2. yang masuk di dalam kelompok 10 negara dengan birokrasi pemerintah yang tersederhana dan terefisiensi (jumlah prosedur paling sedikit) adalah negara-negara maju (Tabel 2). b) jumlah hari yang harus dilewati untuk memulai suatu bisnis. walaupun masih lebih baik dibandingkan China.3 Gambar 2: Masalah-masalah utama dalam melakukan bisnis di Indonesia dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 3 .b) yang sangat berpengaruh pada daya saing negara. Untuk indikator (b) yang masuk di dalam 10 negara dengan jumlah hari paling sedikit dalam pengurusan ijin dan sebagainya untuk buka suatu usaha juga didominasi oleh negara-negara maju (Tabel 3). hasil survei WEF menunjukkan bahwa Indonesia paling buruk diantara negara-negara ASEAN. yang peringkatnya no 96 dari 125 negara yang disurvei (Tabel 1). Untuk indikator (a). Yang menarik dari hasil survei ini untuk kasus Indonesia adalah bahwa hanya 4. Hipotesanya adalah bahwa semakin efisien birokrasi pemerintahan. tiga 2 3 Mungkin hasil survei ini bisa digunakan sebagai suatu bukti empiris lagi bahwa efisiensi dalam administrasi pemerintahan yang berurusan langsung dengan bisnis (seperti prosedur pengurusan ijin buka usaha baru) memang turut serta (bersama-sama dengan banyak faktor determinan lainnya seperti yang ditunjukkan di Gambar 1) memainkan peran yang krusial. Hal ini dapat diukur dengan sejumlah indikator. diantaranya yang menjadi topik penelitian WEF adalah: a) banyaknya prosedur yang harus dilakukan. memang posisi Indonesia dalam dua indikator birokrasi pertama tersebut adalah yang terburuk di dalam kelompok ASEAN. Gambar 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa kurangnya infrastruktur (atau kondisinya yang buruk) sebagai kendala utama.

Tabel 1: Kondisi Infrastruktur dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Tabel 2: Jumlah prosedur yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 4 .

Hasilnya di Tabel 4 menunjukkan bahwa yang masuk di dalam 10 negara dengan waktu yang terbuang paling sedikit juga didominasi oleh negara-negara maju. 2 = 1-10%. 6 = 41-60%. 3 = 11-20%. pengukurannya adalah jumlah jam yang digunakan untuk berurusan dengan pemerintah sebagai suatu persentase dari jam kerja dengan skor sebagai berikut: 1 = 0%. 7= 61-80%. 5 = 31-40%.Tabel 3: Jumlah Hari dalam Pengurusan Ijin dan lainnya untuk buka suatu usaha dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Sedangkan untuk indikator ©. Tabel 4: Banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat pemerintah dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 5 . Yang menarik dari table ini adalah bahwa posisi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan indikator-indikator sebelumnya. dan 8 =81-100%. 4 =21-30%.

Ringkasnya. Disebut strategi generik karena mereka tidak tergantung pada perusahaan atau industri. negara pada alas. Tabel 5 mengilustrasikan tiga strategi generik tersebut. konsep daya saing perusahaan dari Garelli (2006) dalam buku barunya mengenai pesaingpesaing papan atas yang mengatakan bahwa daya saing dari perusahaan-perusahaan dasarnya bukanlah kebijakan pemerintah. yakni produktivitas rata-rata dari semua faktor produksi yang digunakan. Tepatnya. termasuk sumber daya atau faktor-faktor produksi seperti sumber daya manusia (SDM). Pemikiran Porter ini dikenal dengan ³Model Berlian´ yang terdiri dari empat faktor yang saling berhubungan.htm bangsa relatif terhadap daya saing dari bangsa-bangsa lain melalui penyorotan kepada kemampuan bangsa itu memanajemeni hubungan segita tiga tersebut. perusahaan-perusahaan. Negara atau pemerintah dalam hal ini berperan penting untuk menyediakan kerangka acuan bagi perusahaan-perusahaan dalam beraktivitas dan menjamin bahwa nilai yang diciptakan perusahaan akan berkontribusi bagi kemakmuran penduduk.). dan (iv) strategi perusahaan. Jadi. struktur dan pesaing. Menurutnya. Ada dua konsep daya saing perusahaan. Pemikirannya disebut ´Teori Kubus´ yang menjelaskan mekanisme daya saing suatu 6 4 Lihat beberapa tulisannya di E:\Porter's Generic Strategies. enerji. dan seimbang antara perusahaan-perusahaan pada sisi miring kiri. Menurut Porter (1980). dan penduduk pada sisi miring kanan. Kekuatan-kekuatan tersebut terdapat dalam satu dari dua aspek berikut: keunggulan biaya dan diferensiasi. melainkan hubungan antara negara. dan sumber daya alam (SDA). teknologi dll. (ii) ketersediaan industri-industri pendukung. Pertama konsep daya saing dalam teori Porter (1998a. Kedua. ekonomi direduksi menjadi manajemen. dalam menghadapi persaingan dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. pengembalian/pendapatan pada aset-aset (dan modal yang digunakan). Ketiga strategi generik ini diterapkan di tingkat unit bisnis atau perusahaan. dan fokus. Dasar dari teori ini adalah hubungan sebab-akibat. dalam konsep ini. diantara ketiganya terjadi hubungan segitiga. timbal balik.b) yang bisa diterapkan untuk lingkup terbatas. Produktivitas pada tingkat perusahaan (dan pada tingkat industri dimana perusahaan itu dan perusahaan-perusahaan lainnya berada) punya beberapa ukuran. berdasarkan kebijakan pemerintah yang sifatnya relatif diskriminatif. modal. dan penduduk (masyarakat) yang dengan kerjasama yang baik antar mereka mampu menciptakan daya saing yang terus meningkat. Keempat faktor ini dipengaruhi oleh kebijakankebijakan pemerintah. manajemen hubungan antara ketiga pihak tersebut dalam kaitan dengan faktor-faktor yang berpengaruh pada daya saing. yakni: (i) kondisi-kondisi permintaan. Dengan mengaplikasikan kekuatan-kekuatan tersebut baik dalam jangkauan yang luas maupun yang sempit akan menghasilkan apa yang disebut oleh Porter sebagai tiga strategi generik: keunggulan dalam biaya (atau cost leadership). Tabel 5: Strategi Generik dari Porter Jangkauan Target Keunggulan . yakni suatu kumpulan perusahaan di suatu tempat di dalam suatu negara (cluster). diferensiasi.4suatu perusahaan memposisikan dirinya di suatu pasar berdasarkan kekuatankekuatannya. (iii) kondisi-kondisi faktor (seperti SDM. zona ekonomi khusus. modal.Strategi Peningkatan Daya Saing Daya saing dari suatu perusahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan itu untuk mempertahankan peningkatan produktivitas. yakni: rasio output-tenaga kerja (atau produktivitas tenaga kerja). harus ada penyatuan ekonomi dan manajemen. dan apa yang para ekonom sebut produktivitas faktor total (TFP). Contoh. nilai tambah ekonomi.

namun Biaya Keunikan produk rendah Strategi Strategi Cost leadership Diferensiasi Strategi Fokus Strategi Fokus (biaya rendah) (diferensiasi) .Luas (industry) Sempit (segmen pasar) n misalnya pemogokan atau demonstrasi.

Dapatan kajian juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan. Kajian ini menggunakan instrumen Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) dan sebuah instrumen yang dibina oleh pengkaji iaitu inventori komitmen pekerjaan pensyarah. regulasi kendiri dan empati. dan skor min sederhana bagi dimensi motivasi kendiri. Kajian turut mendapati bahawa terdapat perbezaan yang signifikan bagi profil kecerdasan emosi pensyarah berdasarkan faktor kumpulan umur dan pengalaman pekerjaan. Ujian regresi mendapati dimensi kemahiran sosial dalam kecerdasan emosi menyumbang secara signifikan kepada komitmen pekerjaan. tahap pendidikan.186 Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan dalam Kalangan Pensyarah Universiti di Indonesia (Emotional Quotient and Work Commitment Among Lecturers at An Indonesian University) ISKANDAR ROHATY MOHD. dan skor min paling rendah untuk dimensi kesedaran kendiri dan kemahiran sosial. dan pengalaman mengajar.Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1)(2009): 173 . dan terdapat perbezaan yang signifikan dalam komitmen pekerjaan pensyarah mengikut kumpulan umur. Maklumat yang diperolehi dari kajian . MAJZUB ZURIA MAHMUD ABSTRAK Kajian ini bertujuan mengenal pasti profil kecerdasan emosi dan profil komitmen pekerjaan dalam kalangan 265 pensyarah universiti di Indonesia. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahawa pensyarah memperolehi skor min kecerdasan emosi yang tinggi bagi dimensi kerohanian dan kematangan.

Information from this study is hoped to be useful for policy makers of higher education in Indonesia in their efforts to alleviate the work quality of university lecturers. ABSTRACT The aim of this study is to identify the profiles of emotional quotient and work commitment among 265 university lecturers in Indonesia. education level. PENGENALAN SENARIO CABARAN PEKERJAAN PENSYARAH UNIVERSITI DI INDONESIA Era Kebangkitan Nasional ke-2 Indonesia menuntut sebuah komuniti intelek yang mampu meneroka. and work experience. medium in motivation. Research also shows significant differences in emotional quotient among the lecturers based on age group and working experience. Results show a significant relationship between emotional quotient and work commitment. and an instrumen measuring the work commitment of university lecturers.ini boleh digunakan oleh pensyarah dan pihak pembuat dasar pendidikan tinggi di Indonesia dalam usaha meningkatkan kualiti kerjaya pensyarah di universiti. or Malaysian Emotional Quotient Inventory (MEQI). and empathy. Instruments used to gather data for this research are the Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM). and lowest in self awareness and social skills. memahami dan menyelaraskan ilmu pengetahuan dan . Descriptive statistics test showed from the Emotional Quotient Inventory. the lecturers scored highest 174 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) in the spiritual and maturity domains. self regulation. Regression shows that social skill dimension in the emotional quotient contribute significantly towards work commitment. and significant difference in work commitment based on age group.

di hujung minggu dan di hari cuti. Cabaran ini memerlukan sumber manusia yang berkualiti dan berwawasan tinggi serta sanggup bersaing secara sihat dalam segala aspek. (ii) mampu menggunakan alat teknologi. (vi) berkesan dalam memimpin.teknologi yang berkembang masa kini dan masa hadapan dalam seluruh aspek kehidupan. (viii) mempunyai visi. di mana di dalamnya terkandung peranan sosial yang sangat penting Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 175 . Sumber manusia yang berkualiti. Ali Khomsan (2004) berpendapat pekerjaan pensyarah di universiti merupakan suatu profesion yang amat mencabar. Seseorang pensyarah dituntut untuk menjalankan aktiviti kokurikulum seperti kegiatan projek penyelidikan. Visi negara Indonesia ini didokong oleh matlamat wawasan pendidikan tinggi iaitu supaya pada tahun 2010 dapat melahirkan insan yang berilmu. bertamadun dan berkemahiran yang relevan dengan kehidupan serta memberi sumbangan (Susanto 1998). tesis. kerjaya ini tidak mempunyai pembahagian masa yang jelas antara masa bekerja dan masa tidak bekerja. (iii) mahir dalam komunikasi. (iv) kerjasama yang sihat. pembentangan projek. Pertamanya. (vii) mematuhi etika dan moral. inovasi dan semangat bekerja yang tinggi. berprestasi dan berwawasan tinggi adalah (i) berkemampuan bahasa yang berkesan. Pensyarah di universiti pula merupakan penghubung antara sistem pendidikan dengan sumber manusia kerana kesan sesuatu program inovasi pendidikan itu hanya berlaku melalui pensyarah (Medley 1982). Oleh itu peranan sesuatu institusi pendidikan tinggi sudah pasti mencabar dan memerlukan perancangan yang lebih teliti. Selain daripada mengajar di waktu pagi. (v) memiliki kreativiti dan fleksibiliti. seminar-seminar. pensyarah dikehendaki datang ke kampus pada waktu petang. serta kegiatan perkhidmatan kepada masyarakat. Profesion pensyarah juga mempunyai peranan tersirat.

Justeru. Ini termasuklah aspek-aspek peningkatan kualiti kerja pensyarah. bagaimanakah isu-isu sistemik yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia menggugat komitmen pekerjaan serta mengganggu . Dalam menangani fenomena ini. Pada waktu ini terdapat beberapa isu yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia yang perlu segera ditangani. kesejahteraan pensyarah serta penyediaan gaji yang berpatutan. serta pelajar. manakala bagi sesetengah yang lain. isu kadar atrisi yang tinggi dalam kalangan pensyarah di Indonesia merupakan isu yang hangat diperkatakan (Ali Khomsan 2005). sarjana. rakan sekerja. adalah menjadi satu kewajipan pensyarah untuk memastikan pelajar atau anak didiknya menjadi seorang sarjana muda. sebagai seseorang intelektual di tengah masyarakat. tekanan ini mungkin mencetus emosi. Antaranya ialah. Selain itu ramai pensyarah yang turut ditawarkan menjadi kakitangan kerajaan bagi menampung keperluan sosial and material mereka. sehingga menggugat kesejahteraan diri dan prestasi kerja individu mahupun kumpulan. timbul beberapa persoalan yang harus difikirkan. Selain dari meluluskan pelajar dalam kursus-kursus perkuliahan. serta mampu berkomunikasi dan memberi keadilan dalam perubahan sosial masyarakat. mencarian kebenaran ilmiah. Di samping itu.yakni. Fenomena yang dihadapi kebanyakan universiti di Indonesia ialah ramainya pensyarah yang melakukan aktiviti mengajar di luar kampus (moonlighting) untuk mendapatkan tambahan kewangan kerana gaji yang di terima adalah rendah. Kepelbagaian isu yang dihadapi mungkin dianggap sebagai cabaran kerja yang dinamik oleh sesetengah pensyarah. dan doktor falsafah yang berupaya menubuhkan kebebasan. Pensyarah juga terdedah kepada berbagai isu persekitaran kerja yang melibat dirinya dan sistem pentadbir universiti. penghijrahan pensyarah Indonesia ke universiti luar negara atau negara jiran akan mengakibatkan brain drain yang akan merugikan negara.

ISU YANG BERSANGKUTAN DENGAN KOMITMEN KERJA DAN KECERDASAN EMOSI Kebolehan dan kepintaran bertindak seseorang diperlukan dalam menyesuaikan diri dalam pelbagai keadaan serta untuk memenuhi potensinya.kesejahteraan diri? Apakah yang menyebabkan sesetengah pensyarah di Indonesia terus komited dalam pekerjaan mereka manakala sesetengah yang lain tidak dapat bertahan? Jawapan kepada persoalan ini mungkin membolehkan komuniti intelek di Indonesia lebih difahami dan dihargai supaya mereka dapat menyumbang potensi terbaik ke arah memenuhi wawasan nasional. Bagi profesion akademia. Salovey.1999. komitmen 176 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) pekerjaan sama ada individu mahupun kumpulan (Mayer & Caruso 2000. kecerdasan emosi merupakan trait personaliti yang perlu dimiliki oleh setiap pensyarah dan guru untuk berjaya dalam kerjayanya. Pengenalpastian tahap kecerdasan emosi menyediakan maklumat berharga kepada pensyarah dalam menilai keberkesanan diri dan seterusnya menjadi pemangkin ke arah peningkatan kualiti sumber manusia. Menurut Goleman (1999) kebolehan seseorang menerima cabaran sentiasa berubah mengikut keadaan dan amat berkait rapat dengan kebolehan dan kestabilan emosi seseorang. Mayer. & Syed Najmuddin 2003). Siti Rahayah. Kajian-kajian telah membuktikan bahawa kecerdasan emosi dan kepuasan kerja memainkan peranan penting dalam meningkatkan prestasi kerja. & Caruso 2000 dan Noriah. Terdapat kemungkinan bahawa pensyarah yang tinggi kecerdasan emosi berkemungkinan mempunyai komitmen . Kemampuan memahami dan mengendali emosi diri dan orang lain ini digambarkan oleh Goleman dalam konsep emotional quotient atau kecerdasan emosi. Eleman kecerdasan emosi dan kepuasan kerja boleh dianggap sebagai teras dalam membina prestasi kerja individu mahupun kumpulan yang berkualiti. Goleman 1995.

pekerjaan dan komitmen organisasi yang tinggi, kerana individu sebegini mengenali siapa dirinya, sentiasa menjaga hubungan yang baik dengan orang lain serta cuba menjadi pekerja terbaik. Kajian kecerdasan emosi ke atas pensyarah di Malaysia yang dijalankan oleh Mohd. Najib (2000) menunjukkan kestabilan emosi pensyarah-pensyarah di salah sebuah fakulti pendidikan adalah di tahap sederhana dan tidak menonjol. Menurut beliau, pensyarah perlu mempunyai kesedaran emosi yang tinggi memandangkan mereka merupakan pendidik kepada bakal-bakal guru. Kestabilan emosi pensyarah akan memberikan kesan terhadap keberkesanan latihan yang mereka berikan kepada bakal-bakal guru tersebut. Beliau mencadangkan bahawa ketidakstabilan emosi pendidik boleh membawa kepada perasaan kecewa atau pun ³burnout´ disebabkan oleh tekanan kerja (Noriah, Zuria, Siti Rahayah & Manisah 1999). Kajian Noriah dan Aliza (2002) pula mengutarakan bahawa persekitaran dan bebanan kerja guru di Malaysia merupakan antara faktor yang mungkin menyumbang kepada kecenderungan menghadapi tekanan dan seterusnya memberi implikasi negatif kepada kesihatan mental guru. Kajian Noriah, Ramlee, Zuria, Siti Rahayah (2006) mendapati bahawa guruguru di Malaysia mempunyai skor tertinggi kecerdasan emosi bagi domaindomain spiritual, regulasi kendiri, dll, tetapi paling rendah dalam domain kemahiran sosial. Dapatan kajian ini sangat menarik kerana sebagai guru, kemahiran sosial amatlah penting dan merupakan kemahiran yang paling asas. Jika pendidik tidak mempunyai kemahiran sosial seperti bertanya khabar, membimbing, memahami, memaafkan, tentulah proses pengajaran dan pembelajaran akan terjejas. Terdahulu kajian oleh Noriah, Siti Rahayah, Syed Najmuddin (2003) mendapati bahawa umur dan pengalaman memainkan peranan penting dalam mempengaruhi tahap kecerdasan emosi dalam kalangan guru. Terdapat sebilangan guru yang

menyatakan bahawa semasa muda mereka bersifat ³garang´ apabila mengajar, dan selalu menghukum pelajar yang bermasalah kerana tidak sabar. Bagaimanapun, apabila usia mereka meningkat, mereka menjadi lebih matang dan sabar dalam mengendalikan pelajar-pelajar khususnya yang bermasalah. Faktor kecerdasan emosi seseorang kakitangan didapati boleh menentukan keberkesanan komitmen pekerjaan (Carson & Carson 1998; Cherniss 1998). Kajiankajian ini mendapati kakitangan yang komited akan terus rajin bekerja sama ada Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 177 suasana dalam organisasi itu memberangsang ataupun sebaliknya. Pengkajipengkaji ini menyatakan bahawa seseorang individu yang komited dengan pekerjaannya merupakan mereka yang mempunyai emosi yang cerdas. Ini adalah kerana mereka yang cerdas emosinya akan dapat memotivasikan dan mengendalikan emosi diri sendiri, berwawasan apabila membuat suatu keputusan, memahami dan empati dengan keperluan psikologi orang lain serta menjalankan hubungan sosial yang baik. Menurut Goleman (1995; 1999), kecerdasan emosi membolehkan individu yang bekerja dalam organisasi berkemungkinan tidak mudah mengalami konflik semasa bertugas. Pada waktu ini, terdapat kekurangan dalam kajian kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah samada di Barat, di Malaysia mahupun di Indonesia. Malah, kajian ini wajar dilakukan di Indonesia sebagai usaha membina sistem pendidikan yang mantap sekaligus mendokong wawasan Kebangkitan Nasional di Indonesia. Maklumat bagaimana kecerdasan emosi berperanan dalam meningkatkan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah perlu diketahui sebagai langkah awal ke arah penambahbaikan kualiti komitmen pekerjaan pensyarah di universiti di Indonesia. Sehubungan itu, kajian ini akan menjawab empat persoalan berikut:

i. Apakah profil kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? ii. Adakah terdapat perbezaan yang signifikan dalam kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia mengikut faktor demografi (jantina, kumpulan umur, tahap pendidikan dan pengalaman pekerjaan)? iii. Adakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi Daerah Jambi Indonesia? iv. Sejauh manakah pengaruh kecerdasan emosi menyumbang kepada komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? METODOLOGI REKA BENTUK KAJIAN DAN SAMPEL Kajian ini merupakan kajian kuantitatif menggunakan kaedah tinjauan rentas silang. Sampel kajian terdiri daripada 265 pensyarah (180 lelaki dan 85 wanita) yang berkhidmat di sebuah universiti di Daerah Jambi, Indonesia. Bagi kumpulan umur bawah 35 tahun terdapat seramai 75 orang pensyarah (28.3%), umur 36 sampai 45 tahun seramai 137 pensyarah (51.6%), umur di atas 46 tahun seramai 53 orang pensyarah (20.1%). Seramai 40 orang responden (15.1%), memiliki ijazah sarjana muda, 195 orang pensyarah (73.6%) mempunyai ijazah sarjana dan seramai 178 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) 30 orang pensyarah (11.3%) memperolehi ijazah doktor falsafah. Manakala dari segi pengalaman pekerjaan, kelompok bawah 10 tahun ialah seramai 81 orang pensyarah (30.6%), 11 sampai 20 tahun seramai 129 orang pensyarah (48.7%) dan 21 tahun ke atas seramai 55 orang pensyarah (20.7%).

dan Siti Rahayah (2006). (iv) empati. Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah et al. DAPATAN KAJIAN PROFIL KECERDASAN EMOSI DAN PROFIL KOMITMEN PEKERJAAN PENSYARAH Dapatan kajian menunjukkan bahawa dimensi kecerdasan emosi pensyarah yang . Instrumen ini sudah diuji kesahan dan kebolehpercayaan melalui kajian rintis yang telah dijalankan oleh beberapa pengkaji sebelum ini.965. Item-item dibina untuk tiga dimensi iaitu dimensi pendidikan dan pengajaran. dan dimensi perkhidmatan kepada masyarakat. Kajian di Malaysia oleh Noriah et al. Nilai kebolehpercayaan IKEM dalam kajian ini ialah 0. (ii) regulasi kendiri. Ramlee. Nilai kebolehpercayaan instrumen ini ialah 0. dibina berdasarkan model yang diutarakan Goleman (1995.INSTRUMEN KAJIAN Dua soal selidik utama yang digunakan dalam kajian ini ialah (i) Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah. dimensi penyelidikan. Pada asalnya Goleman mencadangkan lima dimensi kecerdasan emosi iaitu (i) kesedaran kendiri. 1999). Zuria. dan (ii) Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji. dan (vii) kematangan. (iii) motivasi kendiri.934. (v) kemahiran sosial. (2004) menemui penambahan dua faktor yang begitu ketara apabila menerangkan konsep kecerdasan emosi iaitu (vi) kerohanian. Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji adalah berdasarkan tugasan pensyarah yang disarankan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. (2006). Kajian-kajian yang lalu menunjukkan bahawa kecerdasan emosi memainkan peranan penting dalam kehidupan seseorang sama ada sebagai individu dalam bidang pekerjaannya.

kesedaran kendiri (4. komitmen penyelidikan (4. dan diikuti dimensi kematangan (4.21).18). TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Hasil ujian-t bagi mengkaji perbezaan tahap kecerdasan emosi mengikut jantina. Ujian Post Hoc kecerdasan emosi mengikut kumpulan umur dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std.18).03). KUMPULAN UMUR.23). regulasi kendiri (4.64). ujian Post Hoc Multiple Comparisons dilakukan dan didapati responden berumur 46 tahun ke atas berbeza (lebih tinggi skor) dengan responden 35-45 tahun.13). dan Ujian ANOVA pula menunjukkan tiada perbezaan signifikan dalam skor kecerdasan emosi berdasarkan tahap pendidikan. Dari tiga dimensi komitmen pekerjaan pensyarah skor min paling tinggi ialah bagi dimensi komitmen pengajaran (4.88). Seterusnya. Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 179 PERBEZAAN KECERDASAN EMOSI MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA.mendapat skor min yang tertinggi ialah dimensi kerohanian (4. empati (4. Error/ Ralat . Kumpulan berpengalaman 21 tahun ke atas didapati mendapat skor kecerdasan emosi lebih tinggi daripada kumpulan-kumpulan yang mempunyai kurang pengalaman bekerja (Jadual 1). dan kemahiran sosial (4. JADUAL 1.10). Ujian ANOVA menunjukkan terdapat perbezaan dalam skor Kecerdasan Emosi berdasarkan umur dan pengalaman kerja. motivasi kendiri (4.17). didapati tidak wujud perbezaan sama ada pensyarah lelaki mahupun pensyarah wanita. manakala skor min paling rendah iaitu dimensi perkhidmatan kepada masyarakat (4. tetapi tidak menunjukkan perbezaan signifikan dengan responden 35 tahun ke bawah. Bagaimanapun.19). Skor purata min secara keseluruhan kecerdasan emosi ialah pada tahap tinggi (4.

05.602 46 tahun ke atas -.04314 .602 tahun (2) 36 hingga 45 46 tahun ke atas -.04489 .03666 .000* (I) (J) Pengalaman Pengalaman Perbezaan Std. Untuk melihat perbezaan-perbezaan ini.45 tahun .10646 .02497 .000 11 tahun .03023 . tahap pendidikan dan pengalaman kerja.14961(*) .062 36 . KUMPULAN UMUR. Error Sig.04489 .Umur Umur Min (I-J) Piawai Sig.03148 .45 tahun .20 tahun .03867 . Ujian-ujian ANOVA mendapati terdapat perbezaan dalam komitmen pekerjaan berdasarkan kumpulan umur.03148 .03666 .04314 . (1) Di bawah 35 36 .708 21 tahun ke atas -.03867 .18535(*) . TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Ujian-t mendapati bahawa tidak terdapat perbezaan yang signifikan komitmen pekerjaan mengikut jantina.16038(*) .18535(*) .04693 .000* Signifikan pada aras 0.000* 11 tahun . Ujian Post Hoc telah .04693 .10646 .14961(*) .16038(*) .03023 .000* (3) 46 tahun ke atas Kurang 35 tahun .02497 .062 tahun Kurang 35 tahun -.708 21 tahun ke atas -.20 tahun -. Pekerjaan Pekerjaan Min (I-J) Di bawah 10 tahun 11 tahun .000* 21 tahun ke atas Kurang 10 tahun . 180 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) PERBEZAAN KOMITMEN PEKERJAAN MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA.20 tahun Kurang 10 tahun .

Error/ Ralat Kumpulan Umur Kumpulan Umur Min (I-J) Piawai Sig. Pekerjaan Pekerjaan <10 tahun 11 ± 20 tahun .134 Doktor Falsafah Sarjana muda .002 (I) (J) Perbezaan Std. Ujian-ujian Post Hoc komitmen pekerjaan mengikut kumpulan umur.081 36 .04515 . Sarjana muda Sarjana -.217 Doktor Falsafah -.017 Sarjana Sarjana muda .06678 .00102 .081 36 .134 (I) (J) Perbezaan Std.09528 . Error/ Ralat Tahap pendidikan Tahap pendidikan Min (I-J) Piawai Sig.731 .000 46 tahun ke atas -.06387 1.dijalankan (Jadual 2).45 tahun .03411 .14489(*) .12254 .017 Sarjana .21781(*) .45 tahun . Error/ Ralat Pengalaman Pengalaman Min (I-J) Piawai Sig. komitmen pekerjaan pensyarah pada 46 tahun ke atas adalah JADUAL 2.14387 .04301 . Ujian-ujian Post Hoc menunjukkan bahawa komitmen pekerjaan Lulusan ijazah doktor falsafah jauh lebih tinggi dari lulusan ijazah sarjana dan lulusan ijazah sarjanamuda.06366 .06678 . tahap pendidikan dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std.14387 .09528 .12254 .07885 .05693 .000 46 tahun ke atas -.14489(*) .06366 .00102 . Bawah 35 tahun 36 .002 46 tahun ke atas Bawah 35 tahun .04301 .217 Doktor Falsafah -.06387 1.45 tahun Bawah 35 tahun -.07885 .05693 .21781(*) .

13581(*) .05. motivasi kendiri.258).731 > 21 tahun -.13581(*) . kerohanian.05545 .16992(*) .40%) varians (R²/Kuasa Dua = 0.05257 . varians (R²/Kuasa Dua = . Secara signifikan.> 21 tahun -. kesedaran kendiri. dan komitmen kumpulan pengalaman bekerja 21 tahun ke atas didapati lebih tinggi daripada komitmen kumpulan yang kurang dalam pengalaman bekerja.028 11 ± 20 tahun .04515 .03411 . SUMBANGAN DOMAIN KECERDASAN EMOSI TERHADAP KOMITMEN PEKERJAAN Dapatan kajian ujian regresi berganda langkah demi langkah menunjukkan enam dimensi kecerdasan emosi menyumbang secara bersama-sama ke atas komitmen pekerjaan.01).007 > 21 tahun < 10 tahun .05545 .05). kematangan.16992(*) .554) kepada komitmen pekerjaan sebagai kriterion.05257 . skor dimensi kemahiran sosial menyumbangkan sebanyak (44.441) ini bererti (P1) kemahiran sosial merupakan dimensi utama kecerdasan emosi yang . Keputusan analisis varians menunjukkan nilai F = 53. HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KOMITMEN PEKERJAAN Ujian korelasi Pearson-r menunjukkan bahawa terdapat hubungan signifikan yang kuat antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah (r = . Kombinasi enam dimensi kecerdasan emosi iaitu dimensi kemahiran sosial. adalah signifikan pada aras (p < 0.20 tahun < 10 tahun -.10%).486 (df = 6.028 11 .736) dengan signifikan pada aras (p < 0. dan regulasi kendiri sebagai peramal menyumbangkan secara signifikan sebanyak (55. Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 181 lebih daripada kumpulan-kumpulan yang berusia lebih muda.007 Signifikan pada aras 0.

495 5.000 . Konstan/ Peramal = -0.420 .664 14.347 .1)% iaitu (1. Analisis regresi berganda (stepwise) bagi dimensi-dimensi kecerdasan emosi menyumbangkan kepada komitmen pekerjaan Bil Pemboleh ubah Std.745.055 .90 6 Regulasi Kendiri . Beta T Sig ² Sumbangan Error % 1 Kemahiran Sosial 6609 . (P4) dimensi kematangan menambah menyumbangkan sebanyak (53.824 .392 .306 4.menyumbangkan secara signifikan dalam upaya mempertingkatkan komitmen pekerjaan pensyarah yang berkesan di institusi pendidikan tinggi. R² Terlaras (Ajusted R2) = 0.8)% atau (0.= (p < 0. PERBINCANGAN Secara keseluruhannya.7) % iaitu (0.054 .554 0.335.90%).8-52.056 .5)% iaitu (2. Kombinasi dimensi (P1) kemahiran sosial dan (P2) dimensi motivasi kendiri menyumbang sebanyak (49.208 .042 .1)% iaitu (5.774 .000 .70 Kriterion: Pemboleh ubah Komitmen Pekerjaan R Berganda = 0. (P5) dimensi kerohanian menyumbangkan sebanyak (54.326 . Manakala (P3) dimensi JADUAL 3.70 5 Kerohanian .70%).378 6. Sig.495) perubahan tambahan kepada komitmen pekerjaan.000 .059 .158.10 2 Motivasi Kendiri .547 0.332 .40%).362 6. pensyarah yang berkhidmat di universiti Daerah Jambi .021 .441 44. R²/ Kuasa Dua = 0. dan akhir sekali (P6) dimensi regulasi kendiri menyumbangkan sebanyak (55.000 .521 2.000 .60%) menambah dalam komitmen pekerjaan.554.458 7.000 .542.60 4 Kematangan .1-49.54.055 .05) 182 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) kesedaran kendiri menyumbang sebanyak (52. Ralat Piawai (Standard Error) = 0.70%).281 .538 1.7 .952 .4 .53.40 3 Kesedaran Kendiri .356 5. kepada varians (R²/Kuasa Dua = .5-44.

Secara keseluruhannya. empati. regulasi kendiri. Ini kerana kajian ini juga mendapati bahawa tahap kecerdasan emosi pensyarah yang lebih lama bekerja menjadi semakin tinggi berbanding mereka yang masih baru bekerja. kemahiran sosial. Dapatan ini selari dengan laporan Noriah. Kecerdasan emosi yang dimaksudkan ialah kesedaran kendiri. serta tidak mudah putus asa untuk mencapai matlamat diri berbanding dengan individu yang tidak mengamalkan aspek kerohanian. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003). Ini menunjukkan kemungkinan bahawa sumber manusia yang menganggotai pusat pengajian tinggi tersebut terdiri dari mereka yang telah dipilih dengan teliti dan memenuhi kriteria insan yang intelek. kreatif. yang berkualiti dan berwawasan tinggi (Susanto 1998). Zuria. Noriah. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003). dan kematangan. penyelidikan. Hasil penyelidikan turut selari dengan dapatan kajian (Syed Najamuddin 2005) yang . Kajian ini mendapati domain kerohanian mendapat skor paling tinggi dalam kalangan pensyarah yang dikaji. dan Siti Rahayah (2006) tentang guru-guru yang pada awalnya sangat ³garang´ tetapi kemudiannya menjadi lebih sabar setelah meningkat usia dan lebih berpengalaman. profil kecerdasan emosi pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mengikut 7 dimensi berada pada tahap tinggi. Ramlee. dan Noriah. dan khidmat masyarakat telah membentuk personaliti mereka menjadi manusia yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi. Kemungkinan juga tugas seharian sebagai pensyarah yang melibatkan pengajaran.bersetuju bahawa mereka telah mengamalkan kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Goleman (2001). Kemungkinan juga ialah majoriti pensyarah yang dikaji mempunyai dan meyakini nilai-nilai moral dan agama yang dianggap sebagai asas untuk mengawal emosi. penyeliaan. memotivasi diri. Kemungkinannya ialah kerana budaya masyarakat Indonesia umumnya amat mementingkan aspek kerohanian. kerohanian. motivasi kendiri.

kerohanian dan kematangan (Noriah et al. ke atas pendidik di Malaysia. 2004). Kesedaran kendiri membantu pensyarah mengenal diri. tahap keyakinan. Dapatan ini selari dengan kajian Noriah et al. saling menghargai. empati.menyatakan bahawa aspek kerohanian tersebut menjadikan pekerja sentiasa tekun. Selain daripada dimensi kerohanian. dia boleh mengawal diri. sabar dan bermotivasi untuk melaksanakan tugas seikhlas mungkin tanpa mengharap ganjaran material. Ketinggian dalam dimensi ini mempengaruhi ketinggian dalam dimensi-dimensi yang lainnya (Goleman 1995. dan regulasi kendiri. Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. motivasi. 1999) di mana kesedaran kendiri merupakan satu µbuilding block¶ kepada pembinaan kecerdasan emosi yang lebih tinggi (bermula dengan kesedaran kendiri. (2006). motivasi kendiri. sesama pensyarah. Kajian ini mendapati dimensi kemahiran sosial pensyarah menunjukkan skor min yang kurang menonjol daripada tujuh dimensi kecerdasan emosi yang dikaji. Apabila seseorang memiliki kecerdasan emosi yang berkesan. serta kesedaran kendiri merupakan domain-domain yang mencatat skor tertinggi. Dapatan ini sangat menarik untuk diperhatikan dan didalami kerana kemahiran sosial . serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar. kajian ini juga mendapati dimensi kematangan. serta memantap idea Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 183 untuk mengembangkan bakat. sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama. Ini berkemungkinannya berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. bertukar fikiran dalam suasana ceria. 2004). serta pimpinan institusi yang kurang mesra. refulasi kendiri. Kekurangn kesedaran kendiri boleh menjejaskan tahap kecekapan pada dimensi-dimensi peribadi dan sosial. dan tujuan dan minat (Noriah et al. kemahiran sosial.

Keputusan ini selari dengan dapatan kajian Carson dan Carson (1998) yang menyarankan bahawa individu yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi akan sentíasa bersikap positif kepada kerjayanya dengan menyelesaikan konflik. ia akan bersungguh-sungguh dan memotivasi dirinya agar matlamat pekerjaannya tercapai. Kebijaksanaan pensyarah dalam pergaulan memudahkannya mempengaruhi orang lain dengan idea-idea. Dapatan ini menggemukakan beberapa strategi seperti peluang melanjutkan pelajaran ke peringkat yang lebih tinggi. dan berpengalaman mengajar lebih lama. dan memiliki matlamat kerjaya yang lebih jelas. berkelulusan lebih tinggi. Hasil analisis juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah. 184 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) . cepat menjalin hubungan yang mesra dan saling bantu-membantu dalam mencapai objektifobjektif institut pendidikan tinggi yang sentiasa dinamik. kebijaksanaan sosial juga memudahkan pensyarah menjalankan peranannya sebagai agen perubahan masyarakat dan menjadi role model kepada pelajarnya agar menjadi pelajar yang santun. dan peluang meneruskan kerjaya walaupun pada usia lanjut mungkin dapat meningkat komitmen pekerjaan. Oleh itu. Pada masa yang sama.sangat penting dalam tugasan pensyarah yang sentiasa berinteraksi dengan pelbagai pihak di tempat kerja. peluang mengajar dan menyelia untuk beberapa waktu yang panjang. berkualiti dan cemerlang. kajian ini mendapati komitmen pekerjaan pensyarah meningkat apabila mereka lebih berusia. Maklumat ini penting kerana ia membantu kerajaan membina perancangan yang lebih mantap untuk memastikan bahawa pensyarah sentiasa komited kepada usaha-usaha pembangunan nasional dan menghalang penghijrahan atau ³brain drain´ (Ali Komsan 2005). Dari aspek komitmen. bijak.

kuasa ini tidak sepatutnya dijadikan sebab kenapa mereka tidak boleh mengaplikasikan kemahiran sosial semasa bersama pelajar maupun rakan-rakan yang lebih junior. Bagaimanapun. Menurut Goleman (1999). dan dapat memberi sokongan kepada rakan sekerja. sesama pensyarah. dan kerohanian juga mempunyai sumbangan yang signifikan kepada komitmen pekerjaan pensyarah. bertukar fikiran dalam suasana ceria. Kemahiran sosial yang baik boleh membantu pensyarah mengawal emosi pensyarah dalam persekitaran kerja yang sentiasa dinamik (Goleman 1995). mesra. kematangan.Kajian ini telah mendapati bahawa domain-domain dalam kecerdasan emosi yang menyumbang kepada komitmen pekerjaan ialah motivasi kendiri. Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. dalam menjalankan kerja organisasi kemahiran sosial melibatkan kemahiran mendapatkan maklum balas yang positif daripada orang lain. saling . Oleh kerana skor domain kemahiran sosial paling rendah dalam domain-domain kecerdasan emosi. Ini berkemungkinan berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. individu yang pandai bergaul mesra dan saling membantu dalam mencapai matlamat institusi. kesedaran kendiri. Walaupun ahli akademik berada dalam posisi yang memberikan mereka µkuasa akademik¶ yang menyebabkan mereka dipandang tinggi oleh pelajar. Pendidik yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi lebih terbuka untuk berkomunikasi dan menerima pandangan orang lain. sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama. serta pimpinan institusi yang kurang mesra. satu dapatan menarik ialah kemahiran sosial merupakan penyumbang utama kepada komitmen pekerjaan kepada pensyarah-pensyarah yang dikaji. terdapat keperluan untuk pensyarah-pensyarah ini memperbaiki kemahiran sosial supaya sama taraf dengan domain-domian lain dengan harapan ia dapat meningkatkan komitmen pekerjaan mereka.

serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar. Carson.kompas. bagaimanapun faktor-faktor seperti umur. Menggugah komitmen pensyarah di Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara.menghargai. Harian Kompas. P. P. Jika kedua-dua aspek ini tidak diberi perhatian. Pada masa yang sama. Brain drain. & Carson. demi kesinambungan kualiti pensyarah. pengalaman kerja dan kelayakan didapati mempengaruhi tahap kecerdasan emosi. perhatian perlu diberikan kepada kematangan dan kelayakan. Ini memberi implikasi bahawa dalam memilih pensyarah. Sumbangan optimum pensyarah-pensyarah ini boleh diraih jika kesejahteraan diri terbela dan komitmen kerja mereka terjamin.com/kompas-cetak/24/opini/388045. htm. D. universiti perlu membuat persediaan dan menggalakkan pensyarah-pensyarah dari generasi pelapis untuk menyambung pelajaran sehingga ke peringkat tinggi. and citizenship. . Ali Khomsan. Pada masa yang sama. http:/ www. K. competencies. 2005. kecerdasan emosi juga didapati mempunyai Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 185 hubungan dengan komitmen kerja. RUJUKAN Ali Khomsan. Kajian ini menunjukkan bahawa pensyarah-pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mempunyai kecerdasan emosi yang baik. PENUTUP Pensyarah universiti memain peranan yang amat penting sebagai agen perubahan sosial terutamanya kepada negara yang sedang membangun seperti Indonesia. Career commitment. fenomena brain-drain berkemungkinan berlaku dan ini akan memberi impak negatif kepada negara Indonesia di mana pada saat ini negara ini sedang berada dalam keadaan yang memerlukan sumbangan ahli-ahli akademik yang berwawasan dan komited untuk memenuhi kebangkitan nasional. 2004. 1998. [Senin 14 Juni 2004]. Pensyarah Institusi Pendidikan Tinggi Indonesia.

Ramlee Mustapha. D. San Francisco: Jossey-Bass. D. Noriah Mohd. 14(2). 1995. Hlm. Cherniss. Jurnal Pendidikan. Ishak. Siti Rahayah Ariffin & Manisah Mohd Ali. R. and as a mental ability. development. Hubungan antara tanggungjawab kepada kendiri. Cherniss. D.A. Noriah Mohd. Kestabilan emosi guru: perbandingan antara pensyarah dan pelajar.. N. P. C. 2000. Dlm buku Encyclopedia of Educational research. Emotional Intelligence: Issues in Paradigm Building. D. Mohd. Executive Excellence 16 (4): 19.Y.D. R. Dlm. Goleman. Goleman. Ishak & Aliza Alias. & Parker. Emotional Intelligence as zeitgeist. Mayer. Kecenderungan menghadapi tekanan dan . Social and Emotional Learning for Leaders. Zuria Mahmud. 1999. J.Free Press. D. In.\\. D. 2000. Mitzel. The handbook of intelligence. D. C. The handbook of emotional intelligence: theory. Emotional Intelligence of Malaysian Teachers: Implications on workplace productivity. 2001. Zuria Mahmud & Siti Rahayah. Mayer. pelajaran. J. 1982. school. pelajar dan masyarakat di kalangan guru-guru. 24: 548-555. Dlm Bar-On. Educational Leadership. Medley. Emotional Intelligence New York: Bantam Books. Jurnal Teknologi 32(E): 1-10. M. R. Teacher effectiveness. International Journal of Vocational Education and Training. hlm. Models of emotional Intelligence. & Goleman. Emotional Competence. 27-44. Salovey. and in the workplace.Journal of Career Assessment 6(2): 195-208. as personality. (pnyt). 1894-1903. 1998. D. 92-117. Ishak. 2000. 1999. New York: Cambridge University Press. San Francisco: Jossey-Bass. R. 55(7): 26-28. 2006. Najib Ghafar. Goleman. The Emotionally Intelligent Workplace. & Caruso. 8-24. 2002. and application at home. J. Noriah Mohd. & Caruso.J Sternberg (Ed). 396-420. D. assessment. oleh H.

Untuk maklumat lanjut sila hubungi: Rohaty Mohd. pp. Bangi. Faktor kecerdasan emosi serta hubungan dengan nilai kerja dan prestasi kerja guru maktab rendah sains MARA. Ishak. Hubungan antara faktor kecerdasan emosi. Tesis Dr. 2005. 39(E): 75-82. Universiti Kebangsaan Malaysia. hlm.implikasinya terhadap kesihatan mental guru-guru. Susanto. Tinjauan Pendidikan Tinggi dalam memasuki melenium ketiga: Renungan beberapa aspek pembaharuan dunia pendidikan. Majzub Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia 43600 Bangi Selangor Darul Ehsan . Andi Offset. 441-451. Fal. Siti Rahayah & Syed Najamuddin Syed Hassan. Noriah Mohd. Universiti Atma Jaya 186 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) Yogyakarta Indonesia memasuki melenium ketiga. 2003. Syed Najamuddin Bin Syed Hassan. nilai kerja dan prestasi kerja di kalangan guru maktab rendah sains MARA. 77-88. B. A. Yogyakarta. Journal Teknologi. 1998. Prosiding Seminar Kebangsaan Profession Perguruan 2002. Bangi: Fakulti Pendidikan UKM.

atau mereka yang tempat tinggalnya sekarang bukan di wilayah propinsi tempat kelahirannya. Sedangkan perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah disebut dengan migrasi keluar (Depnaker.o+ . Migran semasa hidup (life time migrant) adalah mereka yang pindah dari tempat lahir ke tempat tinggal sekarang. Migran risen (recent migrant) adalah mereka yang pindah melewati batas propinsi dalan kurun waktu lima tahun terakhir sebelum pencacahan. 2. 3.o+ .o+ .o+ . Pindahnya penduduk ke suatu daerah tujuan disebut dengan migrasi masuk. Sedangkan secara formal.o+ . maka jenis migran yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis migran semasa hidup (life time migrant).o + .o+ . secara skematis dapat dilihat pada Gambar 2 ( Lee. Bila melampaui batas negara maka disebut dengan migrasi internasional (migrasi internasional). Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Migrasi Dalam keputusan bermigrasi selalu terkandung keinginan untuk memperbaiki salah satu aspek kehidupan.1. Berdasarkan tiga jenis migran tersebut. Migran total adalah orang yang pernah bertempat tinggal di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal pada waktu pengumpulan data. yaitu : 1.2 dan 3. dan ada pula faktor-faktor yang memaksa mereka Rintangan Antara Daerah Asal Daerah Tujuan Gambar 2.o+ .1.o o+ . Menurut BPS (1995) terdapat tiga jenis migran antar propinsi. Migrasi Penduduk Secara sederhana migrasi didefenisikan sebagai aktivitas perpindahan. KERANGKA TEORI 3.o+ . baik antar daerah ataupun antar propinsi. sehingga keputusan seseorang melakukan migrasi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor.o+ . yaitu : 1. Faktor-faktor yang terdapat pada daerah tujuan 3.o+ .46 III.o o+ .o+ .o . Rintangan antara 4.o o+ .o+ . Faktor-faktor daerah asal 2. 1987): .o+ .o+ .o + .o+ . Sedangkan migrasi dalam negeri merupakan perpindahan penduduk yang terjadi dalam batas wilayah suatu negara.o+ .o+ . migrasi didefenisikan sebagai perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain yang melampaui batas politik/negara ataupun batas administrasi/batas bagian suatu negara.1.o+ . Faktor-faktor yang Terdapat di Daerah Asal dan Daerah Tujuan serta Rintangan Antara .o+ .o Pada masing-masing daerah terdapat faktor-faktor yang menahan seseorang untuk tidak meninggalkan daerahnya atau menarik orang untuk pindah ke daerah tersebut (faktor +).o+ .o + . 47 3. Menurut Lee (1987) ada empat faktor yang perlu diperhatikan dalam studi migrasi penduduk. 1995). Faktor-faktor individual Faktor-faktor 1.

setiap daerah mempunyai faktor pendorong (push factor) yang menyebabkan sejumlah penduduk migrasi ke luar daerahnya. Variasi tersebut tidak hanya terdapat pada arus migrasi antar wilayah pada negara yang sama. Diantara keempat faktor tersebut. sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai. Faktor pendorong itu antara lain kesempatan kerja yang terbatas jumlah dan jenisnya. termasuk keinginan para migran untuk melepaskan dari kendala-kendala tradisional yang terkandung dalam organisasi-organisasi sosial yang sebelumnya mengekang mereka. Teori Neoclasic Economic Macro menjelaskan bagaimana proses dan akibat dari perpindahan tenaga kerja yang berasal dari negara yang mengalami surplus tenaga kerja tetapi kekurangan kapital menuju negara yang kekurangan tenaga kerja. mengapa seseorang berpindah dengan cara tertentu. yang sebetulnya juga memperbincangkan soal pengambilan keputusan ditingkat individu migran. yaitu teori Neoclasic Economic Micro. Beberapa faktor non ekonomis yang mempengaruhi keinginan seseorang melakukan migrasi adalah: 1. agar mempertimbangkan µcost and benefit¶ dari setiap perpindahan ke daerah tujuan yang memiliki potensi lebih besar . faktor individu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pengambilan keputusan untuk migrasi. sebab-sebab perpindahan. sistem pendidikan yang cenderung berorientasi pada kehidupan kota dan dampak-dampak modernisasi yang ditimbulkan oleh media massa atau media elektronik. Teori ekonomi lainnya. Faktor-faktor kultural. Teori ini kurang memperhatikan bagaimana seseorang memutuskan untuk berpindah. termasuk penurunan tingkat kematian yang kemudian mempercepat laju pertumbuhan penduduk suatu tempat. Besarnya jumlah pendatang untuk menetap pada suatu daerah dipengaruhi besarnya faktor penarik (pull factor) daerah tersebut bagi pendatang. tetapi juga pada migrasi antar negara.48 untuk meninggalkan daerah tersebut (faktor -). termasuk kualitas seluruh sarana transportasi. perdagangan. seperti banjir dan kekeringan. Todaro (1998) menyatakan migrasi merupakan suatu proses yang sangat selektif mempengaruhi setiap individu dengan ciri-ciri ekonomi. sosial. pendidikan dan demografi tertentu. Pada sisi lain. 3. maka pengaruhnya terhadap faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi dari masing-masing individu juga bervariasi. Semakin maju kondisi sosial ekonomi suatu daerah akan menciptakan berbagai faktor penarik. Kondisi ini diminati oleh penduduk daerah lain yang berharap dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Penilaian positif atau negatif terhadap suatu daerah tergantung kepada individu itu sendiri. Teori ini hanya merekomendasikan kepada para migran potensial itu. seperti perkembangan industri. perumahan. 4. Faktor-faktor sosial. tetapi memiliki kapital yang berlimpah. termasuk pembinaan kelestarian hubungan keluarga besar yang berada pada tempat tujuan migrasi 5. pendidikan. tetapi tidak mencoba menjelaskan persoalan. fasilitas perumahan dan kondisi lingkungan yang kurang baik. 49 2. Faktor-faktor demografi. Faktor-faktor komunikasi. dan transportasi. serta dengan cara apa ia berpindah. Selain itu ada pula faktor-faktor yang tidak mempengaruhi penduduk untuk melakukan migrasi (faktor o). mengapa bukan dengan cara yang lain. Faktor-faktor fisik. termasuk pengaruh iklim dan bencana meteorologis.

51 Kedua. Pada tahap ini sebagian besar migrasi yang terjadi merupakan migrasi non permanen. kota menengah baru ke kota besar.2. tahap masyarakat transisi menengah (intermediate transitional society). Migrasi tidak lagi dari pedesaan ke kota kecil. daerah perkebunan. Migrasi daerah sekitar kota besar ini menyebabkan stagnasi pada daerah sekitar kota besar besar tersebut. Pada . yang tidak bertujuan untuk menetap. Migrasi dari desa ke kota meningkat. tetapi migrasi ini tidak harus berlangsung dalam jangka pendek. Transisi Migrasi Perubahan komposisi penduduk dari suatu wilayah akan berpengaruh timbal balik dengan kemampuan ekonomi masyarakat wilayah tersebut dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pada tahap ini urbanisasi telah melampaui 50 persen dan mobilitas dari pedesaan ke perkotaan mulai menurun.dibandingkan dengan daerah asal migran (Massey. Masyarakat wilayah tersebut dapat saja pindah ke tempat lain. tahap masyarakat maju lanjut (late advanced society). Sebaliknya untuk alasan serupa. tahap masyarakat mulai maju (early advanced society). 50 Teori yang berasal dari perspektif demografi-ekonomi adalah teori Segmented Labour Market. Pertama. tahap masyarakat pratransisi (pretransitional society). ditentukan oleh adanya faktor permintaan (demand) pasar kerja. Pada tahap ini ditandai dengan munculnya megacity. disertai pula dengan mobilitas penduduk perempuan. atau daerah pertambangan. Pada tahap ini terjadi percepatan migrasi non permanen ke daerah perkotaan. Bersamaan dengan gejala tersebut. 2000). Namun demikian. bila mereka mereka merasakan hal-hal yang mendorong mereka melakukan hal-hal itu seperti lowongan pekerjaan yang sangat menyempit dan sumberdaya alam yang semakin langka. Pada tahap ini terlihat adanya migrasi dari daerah yang berdekatan dengan kota besar. Menurut teori ini. Mulai terjadi suburbanisasi dan dekonsentrasi penduduk perkotaan. Kelima. Pada tahap ini terlihat juga adanya migrasi penduduk dari suatu daerah perkotaan ke daerah perkotaan lain. Dalam teori ini. 1993 . Skeldon (1990) mengembangkan tahap transisi migrasi menjadi tujuh tahap. yang lebih tinggi di negara lain. tetapi dari pedesaan langsung ke kota besar. jauh lebih dominan jika dibandingkan dengan faktor penekan lain untuk berpindah (push factor) yang ada di daerah asal. Migrasi dari daerah pedesaan ke pedesaan menurun dan mobilitas dari perkotaan ke perkotaan terus meningkat. bagaimana seseorang akhirnya memutuskan untuk berpindah atau tetap tinggal di daerah asalnya.1. tahap masyarakat transisi awal (early transitional society). mobilitas non permanen lebih meningkat. 3. masyarakat dari wilayah lain dapat masuk ke wilayah tersebut. faktor penarik yakni pasar kerja (pull factor) terhadap arus migrasi tenaga kerja. Keempat. dan Kuper and Kuper. sehingga proporsi penduduk pedesaanpun menurun. arus migrasi tenaga kerja dari suatu negara. Keenam. Pada tahap ini dapat juga menjadi mobilitas permanen dalam bentuk kolonisasi atau pembukaan daerah-daerah pertanian baru. dimana kota besar menjadi tujuan utama migrasi penduduk kota kecil dan menengah. Ketiga. teori ini kurang memberikan penjelasan yang rinci di tingkat mikro. dengan kota besar menjadi tujuan utama. tahap masyarakat transisi akhir (late transitional society).

Sistem transportasi diganti dengan sistem komunikasi. 1998). semakin besar kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan semakin kuat keinginan untuk melakukan migrasi. Tipe ini yang sekarang terus bertambah dengan pesat.1. a. Mereka yang bersekolah lebih tinggi. Semua arus migrasi ini dilakukan oleh penduduk laki-laki maupun perempuan. baik laki-laki maupun perumpuan dengan segala status sosioekonomi (mayoritas berasal dari golongan miskin) sengaja pindah secara permanen untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan melepaskan diri dari belenggu kemiskinan di daerah-daerah pedesaan. pengetahuan dan pengalaman. yang terlihat dari semakin tingginya arus mobilitas penduduk ke kota-kota besar. Penduduk perkotaan makin menyebar ke daerah perkotaan yang lebih kecil. Migrasi sebagai Investasi Human Capital Human capital (modal tenaga kerja) merupakan dana individu yang diinvestasikan untuk memperoleh keahlian. tidak memiliki tanah.3. Para migran dari daerah pedesaan.1. Investasi dalam human capital membutuhkan pengorbanan pada masa sekarang tetapi dapat meningkatkan aliran pendapatan pada masa yang akan datang.tahap ini ditandai dengan terus terjadinya dekonsentrasi penduduk perkotaan. 3. Karateristik Migran Karakteristik migran dapat dibagi menjadi tiga kategori. c. Kelompok migran ini terdiri dari para istri dan anak-anak perempuan yang mengikuti migran utama yaitu laki-laki yang menjadi suami atau ayah mereka. b. Pada tahap ini mobilitas permanen semakin berkurang dan mobilitan non permanen semakin meningkat. Orang tidak perlu lagi pindah tempat untuk saling komunikasi. yaitu para wanita yang melakukan migrasi tanpa disertai oleh siapapun. Pada saat ini juga terjadi peningkatan arus masuk pekerja asing. 3. Karakteristik Ekonomi Selama beberapa tahun terakhir persentase terbesar para migran adalah mereka yang miskin. Ketujuh. Karakteristik Pendidikan 53 Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara taraf pendidikan yang diselesaikan dengan kemungkinan atau dorongan personal untuk melakukan migrasi (propensity to migrate). Karakteristik Demografi Para migran di negara berkembang umumnya terdiri dari pemuda yang berumur 15 hingga 24 tahun.4. Tahap ini banyak diwarnai oleh adanya teknologi tinggi. khususnya kotakota besar di Pulau Jawa. termasuk teknologi informasi. tidak memiliki keahlian dan yang tidak memiliki kesempatan untuk maju di daerah asalnya. terutama migran dari 52 negara yang masih berada pada tahap ke empat. (2) Migran wanita solo atau sendirian. kemungkinan untuk bermigrasi lebih besar. . yaitu karakteristik demografi. Arus ulang alik terjadi dengan pesat. Berdasarkan tahap transisi yang diungkapkan oleh Skeldon tersebut. Indonesia saat ini masih berada pada tahap transisi keempat. Sedangkan migran wanita dapat dikelompokkan dalam dua tipe yaitu (1) migrasi wanita sebagai pengikut. Kondisi ini disebabkan oleh perolehan kesempatan kerja sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan. tahap masyarakat maju super (super advanced society). pendidikan dan ekonomi (Todaro.

maka orang-orang memilih untuk pindah. Seluruh biaya tersebut (biaya langsung dan opportunity cost) tadi dianggap sebagai investasi dari seorang migran. atau paling tidak pekerja tersebut harus mencari pekerjaan yang lebih efisien dari pekerjaan mereka sekarang. tidak memperoleh pendapatan selama mereka pindah. yang paling sulit bagi pekerja untuk migrasi adalah meninggalkan keluarga dan teman-teman mereka. untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar di daerah tujuan. Teori human capital juga meramalkan bahwa migrasi akan mengalir dari daerah-daerah yang relatif miskin ke daerah-daerah yang memiliki kesempatan kerja yang lebih baik. Ehrenberg dan Smith (2003) juga menyatakan bahwa migrasi mahal. individu tersebut juga mengeluarkan biaya langsung dalam bentuk biaya migrasi. Tetapi jika yang terjadi sebaliknya. para pekerja akan berhadapan dengan masalah keuangan. Imbalannya adalah. meskipun pendapatan potensial pada daerah tujuan lebih tinggi daripada pendapatan di daerah mereka tinggal saat ini. serta pengaruh agregat dari lingkungan (keluarga atau kerabat) calon migran.Sebagai pendekatan mikroekonomi. Ehrenberg dan Smith menyatakan bahwa berdasarkan teori human capital. Para pekerja harus menghabiskan waktu untuk mencari informasi mengenai pekerjaan yang lain. biaya-biaya psikis dari keluarga dan teman-teman dan kehilangan benefit dari kedudukan yang lebih tinggi dan dana pensiun. adanya arus pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan. Disamping opportunity cost untuk perpindahan semacam itu. para pekerja yang pindah pada pekerjaan yang baru menanggung biaya-biaya saat ini dan akan memperoleh utilitas yang tinggi pada masa yang akan datang. Jika present value 55 dari peningkatan pendapatan yang diharapkan melebihi biaya yang diinvestasikan. investasi sumber daya manusia sama artinya dengan investasi di bidang usaha yang lain. Hasil beberapa studi mengenai migrasi menyatakan bahwa faktor penarik kesempatan kerja yang lebih baik di daerah tujuan lebih kuat dibandingkan faktor pendorong dari daerah asal yang kesempatan kerjanya kecil (Ehrenberg dan Smith. berarti ia telah mengorbankan sejumlah pendapatan yang seharusnya ia terima di tempat asalnya. maka mereka harus memikirkan bahwa banyak biaya yang akan dikeluarkan seperti biaya transportasi. teori Economic Human Capital berasumsi bahwa seseorang akan memutuskan migrasi ke tempat lain. Oleh karena itu jika seseorang telah memutuskan untuk berpindah ke tempat lain. dan biaya-biaya untuk pindah pada lingkungan yang baru. 2003). Saat pekerjaan yang baru ditemukan. Seperti halnya McConnell dan Stanley (1995). McConnell dan Stanley (1995) menyatakan sebelum migran memutuskan untuk bermigrasi. Selain itu. dan akan menjadi opportunity cost untuk meraih sejumlah pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan migrasi. Teori keputusan pindah seperti ini kurang memperhatikan pengaruh dari faktor-faktor struktur sosial. pranata sosial (seperti determinan yang mempengaruhi orang pindah atau tidak pindah) maupun faktor yang lain seperti perbedaan tingkat upah riil dan biaya hidup di tempat yang baru. Singkatnya. dan asumsi ini dianalogikan sebagai tindakan melakukan investasi sumber daya manusia. mobilitas pekerja merupakan investasi dimana biaya-biaya yang tanggung . 54 Menurut teori ini. maka orang tersebut akan menyimpulkan bahwa tidak ada manfaatnya untuk melakukan migrasi. psikis. Oleh karena itu teori human capital dapat digunakan untuk menganalisis investasi mobilitas para pekerja.

Model ini berawal dari asumsi bahwa keputusan pertama untuk bermigrasi merupakan fenomena ekonomi yang menggambarkan tanggapan migran terhadap perbedaan pendapatan yang diharapkan didaerah tujuan. PINC U AKT( U ) ««««««««««. t . Asumsi dasar dari model ini adalah para migran selalu mempertimbangkan dan membandingkan pasar kerja di daerah asal dan daerah tujuan. (2) AKT : tingkat pertumbuhan angkatan kerja di sektor modern di kota Ut : tingkat pengangguran dikota waktu t (7WUt / (r+1)t : upah nyata di daerah tujuan pada tingkat discount tertentu pada waktu t (7WRt / (r+1)t : upah nyata di daerah asal pada tingkat discount tertentu pada waktu t Zt : faktor lain et : error term.. maka pekerja memutuskan untuk menolak pindah. Tetapi jika terjadi sebaliknya.1.1. Oleh karena itu. baik secara keuangan maupun psikis.5. Model dasar migrasi adalah: MIGt = f _PINCt. (7WRt / (r+1)t)). keputusan seseorang untuk melakukan migrasi juga merupakan keputusan rasional yang didasarkan pada penghasilan yang diharapkan (expected income).1. f(7WUt / (r+1)t. 3.. tetapi memperhitungkan juga berapa besar peluang untuk mendapatkan pekerjaan.5. Zt. Beberapa Model Migrasi 56 3.pekerja pada periode awal akan diperoleh kembali pada periode waktu yang akan datang. Apabila pasar kerja di daerah tujuan lebih besar dari daerah asal dan kemungkinan mendapatkan 57 keuntungan yang lebih besar di daerah tujuan maka keputusannya adalah melakukan migrasi. Jika present value dari keuntungan yang diperoleh jika melakukan mobilitas melebihi biaya. Model Migrasi Todaro Todaro (1998) merumuskan suatu model migrasi yang dikenal dengan Expected Income Model of Rural-Urban Migration. maka para pekerja memutuskan untuk pindah. Model migrasi Todaro menyatakan juga bahwa keputusan migrasi tidak hanya ditentukan oleh berapa upah yang diterima seandainya migrasi dilakukan. dimana : PINCt = 0 1 1 1 1      t t . eta«««« (1) dimana : MIGt : tingkat migrasi desa kota PINCt : peluang pendapatan seorang migran disektor pekerjaan modern di kota.

Ketika mereka tua.1. sebaliknya upah yang relatif rendah akan cukup menarik calon migran jika peluang untuk mendapatkan pekerjaan relatif besar (Todaro. 1998).3.5. biasanya menunjukkan angka migrasi yang paling tinggi dan umur remaja belia yang paling rendah. Model migrasi skedul yang dirumuskan oleh Rogers (1984) adalah: MIG(x) = a1 exp (-_1x) + a2 exp {-_2 (x . ratarata migran pada usia ini meningkat lagi. Umumnya mereka migrasi karena sekolah atau cari kerja.3)]}+ c «««««««. Berdasarkan model migrasi Pedersen (2004). x = 0. 3. misalnya negara-negara yang hubungan daratnya kurang baik..2) ± [-_2 (x . D ijkt . (3) dimana : MIG = jumlah migrasi pada usia x _1 = tingkat penurunan dari komponen umur pra angkatan kerja _2 = tingkat penurunan dari komponen umur angkatan kerja _3 = tingkat penurunan dari komponen umur pasca angkatan kerja _2 = tingkat peningkatan dari komponen umur angkatan kerja 58 _3 = tingkat peningkatan dari komponen umur pasca angkatan kerja 2 = usia rata-rata angkatan kerja 3 = usia rata-rata pasca angkatan kerja c = konstanta x = usia migran. Maka. X ikt . diharapkan adanya puncak kedua. mereka lebih senang melakukan migrasi keluar dan menemukan tempat yang tepat untuk menghabiskan masa tua mereka. sehingga . Vektor D merupakan biaya migrasi.Dengan demikian upah yang besar belum tentu menarik pekerja untuk bermigrasi. «««««. Model Migrasi Skedul Model migrasi skedul dikembangkan oleh Rogers.2. X jkt ) «««««««««««««« (4) Dimana S ijkt adalah vektor dari karakteristik yang mempengaruhi utilitas individu k untuk tinggal di negara j pada tahun t. Pada saat usia dewasa. Sehingga pada awalnya rata-rata migran usia anak-anak ini tinggi. tetapi kemudian terus menurun ketika usia bertambah. pada usia tua. Rogers (1984) menemukan adanya keteraturan yang menonjol dalam skedul empiris tentang angka migrasi menurut umur yaitu pengelompokan tingkat migrasi berkenaan dengan umur.1. Penduduk muda yang berusia sekitar dua puluh tahun.z Model ini menunjukkan bahwa pada usia anak-anak. Angka migrasi anak-anak biasanya mencerminkan angka migrasi orang tua mereka. maka migran akan membandingkan konsumsi utama dan aspek-aspek lain yang membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik. mereka melakukan migrasi keluar karena ikut orang tua mereka. mereka tidak lagi tergantung pada orang tuanya. Ketika mereka beranjak dewasa. 3. Model Migrasi Dreher dan Poutvaara Ketika memilih dimana harus menetap dan bekerja. Kemudian para migran akan menetap selamanya.2)]} + a3 exp {-_3 (x . puncaknya pada saat usia migran sekitar 20-24 tahun. walaupun lebih rendah dari puncak pertama.3) ± [-_3 (x .5. 2.. maka angka migrasi bayi melebihi angka migrasi anak-anak remaja.1. expected utility seorang individu k untuk negara j pada tahun t adalah Uijkt = U (S ijkt . Tetapi individu tersebut masih tinggal di 59 negara i pada tahun t-1. Contoh. Orang tuanya boleh pergi atau tinggal. biaya migrasi cenderung lebih tinggi jika negara asal merupakan negara land locked.

...mengharuskan mereka untuk menggunakan transportasi laut atau udara.. Ketika memilih untuk migrasi. maka diturunkan model migrasi dari negara asal ke sembilan negara OECD. Secara umum pengukuran ketenagakerjaan dapat didekati dengan dua cara. yaitu : MIGijkt = _1Sijkt + _2 Dijkt + _3Xikt + _4 Xjkt + ijkt ««««««««... Secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja hanya dibedakan oleh batas umur...... (7) Dengan menambahkan variabel lag migrasi dalam persamaan tersebut. maka persamaan (7) menjadi : MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _5 MIGiUSAkt-1 + _iUSAkt ««... dan yang melakukan kegiatan lain seperti sekolah dan mengurus rumahtangga. _2. Tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja. Secara spesifik migrasi ke Amerika Serikat adalah: MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _iUSAkt ««..... Dreher dan Poutvaara mengasumsikan utilitas individu berbentuk linier dan memasukkan error term _. seseorang yang dikategorikan tenaga kerja akan ditanyakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam kurun waktu tertentu... Dalam beberapa spesifikasi. 2003).. sehingga fungsi utilitas menjadi : Uijkt = _1 Sijkt + _2 Dijkt + _3 Xikt + _4 Xjkt + _ijkt «««««««« (5) dimana _1. Setiap negara memilih batas umur yang berbeda karena situasi tenaga kerja pada masing-masing negara juga berbeda........... Dalam gainful worker approach...2........ Seseorang yang biasanya sekolah. yang sedang mencari pekerjaan... _4 adalah parameter estimasi..... (8) 60 Berdasarkan model-model migrasi tersebut. Vektor X merupakan faktor penarik dan pendorong dari migrasi yaitu pendapatan (GDP) perkapita penduduk antara negara asal dan negara tujuan.. yaitu : (1) gainful worker approach dan (2) labour force apppoach. maka gainful worker approach akan dimasukkan dalam kategori sekolah Maka informasi mengenai pengangguran banyak yang hilang (Mantra.. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi.... Pasar Kerja 3. Analisis Dreher dan Poutvaara (2005) mengenai aliran migran ke Amerika Serikat. Tenaga kerja adalah modal bagi bergeraknya roda pembangunan.. Tujuan pemilihan batas umur adalah agar defenisi yang diberikan dapat menggambarkan kenyataan yang sebenarnya... maka model migrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model migrasi yang dimodifikasi antara model migrasi Todaro (1998) dan model migrasi Dreher dan Poutvaara (2005).... (6) dimana MIG adalah jumlah migran.. Angkatan Kerja Tenaga kerja (man power) merupakan bagian dari penduduk pada kelompok umur tertentu yang diikutsertakan dalam proses ekonomi (Bellante dan Jackson. individu akan memilih negara j yang menghasilkan ekspektasi utilitas terbaik.1..... jarak dari negara asal merupakan biaya migrasi... 1983). 1995).. tetapi saat survey sedang mencari pekerjaan....... yang termasuk dalam vektor X adalah pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di negara tujuan. 61 . _ adalah parameter estimasi dan adalah error term. _3.. Berdasarkan fungsi utilitas tersebut.. Batasan umur yang digunakan di Indonesia saat ini adalah 10 tahun ke atas (Arfida.. 3..2.

Penduduk yang digolongkan bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang masih sekolah. Tabel 7. Konsep ini membagi penduduk menjadi dua kelompok.8 45. penduduk usia kerja. 2.2 95. yaitu kelompok angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (BPS. 6.8 68. Penduduk Penduduk Usia Kerja Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) Bekerja Bukan Angkatan Kerja Penganggur Terbuka 205. penduduk yang digolongkan pada kelompok angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yaitu 15 tahun ke atas yang bekerja. angkatan kerja dan bukan angkatan kerja tahun 2000-2005. Perkembangan Jumlah Penduduk. Selanjutnya penduduk penduduk usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukan. yaitu penduduk usia kerja (tenaga kerja) dan penduduk bukan usia kerja (bukan tenaga kerja). Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Tahun 2000-2005 (Juta Orang) No Uraian Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1.Konsep angkatan kerja yang digunakan di Indonesia dalam pengumpulan data ketenagakerjaan adalah labor force apppoach yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO).8 45. atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan.0 98.5 5. 5. 1998).9 144. Tabel 7 menunjukkan perkembangan jumlah penduduk. 3.7 67.8 89.2 8.8 208. 4. Penduduk Usia Kerja. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lain. 7. Berkaitan dengan konsep tersebut.4 .6 90.0 148.0 212.3 141.

1983).5 93.8 68. sering digunakan sebagai petunjuk tentang luasnya kesempatan kerja. pengusaha hanya dapat mengatur berapa jumlah pekerja yang dapat digunakan. industri maupun jasa.9 92. Permintaan tenaga kerja merupakan permintaan turunan (derived demand). artinya permintaan tenaga kerja oleh suatu perusahaan tergantung pada permintaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut (Bellante dan Jackson.11 Sumber : Badan Pusat Statistik 62 Tabel 7 memperlihatkan tahun 2005 di Indonesia terdapat 155. Peningkatan TPAK disebabkan oleh semakin tingginya jumlah penduduk yang tergolong pada usia kerja yang masuk kedalam golongan angkatan kerja (BPS. Pada kondisi ini untuk memaksimumkan keuntungan.8 52.2.3 8.100. artinya terjadi peningkatan dari tahun 2004.5 217.3 219. Dalam pengkajian ketenagakerjaan. Kesempatan Kerja Secara agregat jumlah orang yang bekerja yang dimuat dalam publikasi Badan Pusat Statistik.9 215.01 persen. Pada tahun yang sama Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68.7 50.21 155.6 juta penduduk usia kerja.2 152. dimana pada ekonomi pasar diasumsikan bahwa seorang pengusaha tidak dapat mempengaruhi harga (price taker). Kesempatan kerja atau permintaan tenaga kerja merupakan banyaknya orang yang bekerja pada berbagai sektor perekonomian.75 11. baik sektor pertanian.8 67.9 104. . 2006). 2003).9 67. sekitar 60. kesempatan kerja sering dijadikan acuan sebagai permintaan tenaga kerja (Arfida.01 94.3 9.95 49.0 67.6 102. Fungsi permintaan tenaga kerja berdasarkan teori neoklasik.2. 3.7 153.8 persen berada di pulau Jawa.0 10.9 91.6 48.55 105.

maka mempekerjakan seorang pekerja akan menambah keuntungan. penurunan kesempatan kerja perunit akan menurunkan biaya upah nominal. Perkiraan tambahan hasil (output) yang diperoleh sehubungan dengan penambahan seorang pekerja. Skedul MPL memperlihatkan kontribusi kesempatan kerja tambahan terhadap output. 2. terlihat bahwa pada tingkat kesempatan kerja L1. sehingga akan mengurangi penerimaan perusahaan tersebut. Perhitungan jumlah penerimaan yang diperoleh dengan tambahan hasil tersebut. Tambahan hasil tersebut dinamakan tambahan hasil marjinal atau Marginal Physical Product dari pekerja (MPPL). Pilihan Kesempatan Kerja yang Optimal untuk Upah Riil Tertentu Gambar 3 memperlihatkan jika perusahaan menggunakan tenaga kerja L1. 3. Jumlah penerimaan ini dinamakan penerimaan marjinal atau Marginal Revenue (MR). maka penurunan kesempatan kerja ini akan mengurangi output sebesar MPL. maka perusahaan akan mengupah tenaga kerja tambahan selama MPL melebihi upah riil Skedul dengan kemiringan yang menurun pada Gambar 3 merupakan skedul permintaan tenaga kerja. yang merupakan skedul MPL. Menurut Dornbusch dan Fisher (1997). Jumlah biaya yang diperlukan untuk mempekerjakan tambahan seorang karyawan adalah upah (W). kelebihan upah riil tersebut cukup besar. Jika perusahaan harus mengurangi jumlah tenaga kerja yang digunakannya. Pada tingkat upah riil (w/P)0. Jika dengan mengupah seorang tenaga kerja lagi akan menghasilkan output sebesar MPL dan biaya perusahaan atas upah riil. P. sehingga MR = VMPPL = MPPL . perusahaan menggunakan banyak tenaga kerja karena upah riil melebihi MPL pada tingkat kesempatan kerja tersebut. dan upah riil adalah (w/P)0. yaitu MPPL dikali dengan harga produk (P) per unit. Maka keuntungan bersih dari penurunan kesempatan kerja sama dengan kelebihan vertikal dari upah riil terhadap MPL. sehingga perusahaan harus mengurangi Kesempatan Kerja MPL2 W/P (W/P)0 MPL L0 L1 (W/P)0 . Berdasarkan gambar tersebut. perusahaan akan mengupah tenaga kerja hingga titik dimana MPL sama dengan upah riil. Maka. Pada tingkat kesempatan kerja L1. MR sama dengan nilai dari MPPL. dimana VMPPL adalah Value Marginal Physical Product of Labor.Fungsi permintaan tenaga kerja didasarkan pada (Simanjuntak. dimana w adalah upah nominal dan P adalah harga output. karena pengusaha akan terus menambah jumlah pekerja selama MR>W. Biaya tenaga kerja tambahan ditentukan oleh tingkat upah riil. Jika MR > W. Upah riil mengukur jumlah output riil yang harus dibayar perusahaan kepada setiap pekerja. perusahaan akan menggunakan tenaga kerja tambahan selama produk marjinal tenaga kerja (Marginal Product of Labor atau MPL) melebihi biaya tenaga kerja tambahan. 1998): 63 1. Pengusaha akan membandingkan MR dengan biaya mempekerjakan tambahan seorang pekerja. 64 Gambar 3. Pada sisi lain pengurangan tenaga kerja akan menurunkan biaya upah tenaga kerja.

maka sangat bermanfaat jika kesempatan kerja ditambah. 1990). Posisi kesempatan kerja yang optimal dari perusahaan tersebut diwujudkan jika MPL (L) sama dengan upah riil: MPL(L) = P W ««««««««««««««««««. maka sering berpotensi timbulnya perselisihan dan mendorong timbulnya unjuk rasa. terutama yang dikemukakan oleh Alfred Marshall. Perlakuan tingkat upah 66 sebagaimana ditentukan diluar sistem ekonomi makro membuka jalan bagi perkembangan dan penerimaan dari teori nonekonomi tentang penentuan upah. Menurut Keynes. 1990). keuntungan perusahaan akan maksimum jika kesempatan kerjanya adalah L0. 2006). Upah Teori neoklasik menganggap bahwa upah tenaga kerja ditentukan oleh permintaan tenaga kerja. adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja..2. Analisis neoklasik. yang berpengaruh adalah tingkat upah yang ada menjadi suatu variabel eksogen (tertentu). mereka menganggap bahwa pengangguran sebagai gejala ketidakseimbangan (Bellante dan Jackson. Pada tingkat kesempatan kerja L2. kesepakatan atau peraturan perundang-undangan.3. Teori-teori ini berkisar antara paham institusionalis hingga pendekatan yang bercorak adu untung. yang diwakili oleh nilai produk fisik marjinal. Pengertian upah di Indonesia berdasarkan pasal 1 angka 30 UndangUndang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yang telah atau akan dilakukan (Khakim. Sangat ditekankan pada struktur penawaran (bargaining) kolektif. Pada titik tersebut biaya tenaga kerja tambahan mengimbangi keuntungan dalam bentuk kenaikan output (Dornbusch dan Fischer . Penanganan pengupahan tidak hanya menyangkut aspek . Pengupahan merupakan masalah yang sangat krusial dalam bidang ketenagakerjaan dan bahkan jika tidak profesional dalam menangani masalah pengupahan. Teori Keynes tentang keseimbangan pengangguran adalah konsep upah ketat dan tidak fleksibel. Penganut paham neoklasik tidak percaya akan adanya pengangguran.«« (12) 3.1997). Pada upah riil (w/P)0. Kedua pendekatan ini memandang penentuan upah sebagai persoalan yang menyangkut kekuatan relatif serikat pekerja dan manajemen. kontribusi kesempatan kerja terhadap output MPL2 melebihi biaya upah riil tambahan. upah tidak dapat bereaksi terhadap kelebihan penawaran tenaga kerja. memandang upah ditentukan oleh interaksi permintaan (utilitas) dan penawaran (biaya produksi) tenaga kerja. Teori penawaran ini memperlakukan proses penentuan upah sebagai suatu keterkucilan dari kekuatan pada pasar kerja (Bellante dan Jackson. Suatu kesimpulan penting dari teori neoklasik adalah ekonomi berada pada keseimbangan jika berada pada penggunaan tenaga kerja penuh.L2 L Produk Marginal TK (MPL) 65 jumlah kesempatan kerja hingga mencapai L0.

yang secara operasional mempertimbangkan kemampuan perusahaan pada saat nilai upah akan ditetapkan. Secara teknis dasar hukum pengaturan upah minimum adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 tentang upah minimum. dan upah sundulan. Pengertian upah minimum menurut pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. Mulai dari penetapan upah minimum propinsi (UMP). maka selayaknya mereka memperoleh imbalan upah yang memadai. serta pengawasan pelaksanaan ketentuan upah. sehingga 68 pengusaha selalu menekan pekerja dengan upah yang sangat rendah. terutama menyangkut upah (Khakim. upah minimum kabupaten/kota (UMK). Kebijakan upah minimum merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah karena adanya tekanan dari dalam dan luar negeri. 2006). Berbagai kebijakan mengenai upah telah ditempuh oleh pemerintah dalam memberi perlindungan kepada pekerja/buruh. pemerintah Indonesia tidak campur tangan dalam penetapan upah. yang disempurnakan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-226/MEN/2000 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-17/MEN/VII/2005 (Khakim. air. upah merupakan biaya produksi sehingga kenaikan upah minimum mendorong produktivitas kerja pekerja dan tidak terlalu membebani perusahaan. Aspek hukum pengupahan meliputi proses dan kewenangan penetapan upah. upah minimum sektoral propinsi (UMSP). Aspek ekonomis pengupahan lebih melihat pada kondisi ekonomi secara makro 67 dan mikro. upah minimum sektoral kabupaten. Aspek teknis pengupahan meliputi perhitungan dan pembayaran upah. Harapan pekerja upah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum. upah merupakan hak yang sangat mendasar bagi mereka. papan. perhitungan dan pembayaran upah. tetapi juga aspek hukum (Khakim. 2006). Tunjangan-tunjangan yang . Berdasarkan perspektif pengusaha. Bagi perusahaan. Pada era 1970-1980-an. Oleh karena pekerja/buruh merupakan faktor utama dalam proses produksi. Jika ditinjau dari perspektif pekerja/buruh. 2006). pelaksanaan upah. Tekanan-tekanan tersebut timbul akibat dari kondisi perburuhan di negara Indonesia. yang akhirnya akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan.teknis dan aspek ekonomis saja. sehingga upah harus mendapat perlindungan secara memadai dari pemerintah. sarana komunikasi dan transportasi. sandang. udara. bahan bakar pelayanan pendidikan. yang meliputi pangan. tetapi kenyataan yang dihadapi adalah posisi tawar-menawar (bargaining position) pekerja di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu berdasarkan pandangan pengusaha pembayaran upah yang tinggi dapat dilakukan tetapi harus seimbang dengan produktivitas pekerja.kota (UMSK). Upah merupakan motivasi pekerja dalam mencapai peningkatan kesejahteraan. Anggaran untuk biaya tenaga kerja berasal dari penerimaan perusahaan sehingga anggaran untuk biaya tenaga kerja sangat bergantung pada kelancaran penerimaan perusahaan. Oleh karena itu pemerintah mengubah kebijakan ketenagakerjaan. upah adalah pengeluaran perusahaan untuk kesejahteraan pekerja yang merupakan bagian biaya produk yang dihasilkan. serta proses upah ditetapkan. pelayanan kesehatan.

Meskipun demikian. Tingkat perkembangan perekonomian dan pendapatan perkapita. terbuka kemungkinan bagi tingkat permintaan keseluruhannya mencapai taraf cukup 70 tinggi untuk memberikan kesempatan kerja bagi seluruh angkatan kerja. Para pekerja ini dapat digolongkan sebagai penganggur yang bersifat friksional maupun struktural (Bellante dan Jackson. 2003). Pengangguran struktural terjadi akibat perubahan dominasi peranan ekonomi setiap sektor dalam kegiatan produksi maupun dalam pemberian kesempatan kerja. 69 Kebijakan upah minimum secara normatif merupakan jaring pengaman (safety net) bagi pekerja/buruh yang masih menerima upah dibawah ketentuan upah minimum. Dalam situasi ini. yang melihat ke depan dalam membuat pengharapan. pada tingkat upah dan harga yang sedang berlaku. pengusaha juga menjustifikasi sebagai beban dunia usaha yang semakin berat. Oleh karena manusia merupakan makhluk yang rasional. 3. Penyebab dari ketidaklancaran ini adalah karena tempat dan waktu. Akibatnya pengusaha terpaksa melakukan restrukturisasi manajeman perusahaan. Banyak aspek pekerjaan yang mempunyai tuntutan atau persyaratan yang belum tentu dapat dipenuhi oleh penawaran tenaga kerja dari sektor atau subsektor lain (Arfida. Kemampuan. Pengangguran dapat juga disebabkan oleh kurangnya permintaan agregat. Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya ketidaklancaran dalam proses bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. Tetapi sebagian pihak berpendapat bahwa kebijakan upah minimum sampai saat ini belum berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pendapatan pekerja/buruh. tetapi bagi sejumlah besar pekerja berada dalam keadaan menganggur. Upah yang umumnya berlaku didaerah tertentu dan antar daerah 5. Permintaan total masyarakat merupakan dasar untuk diadakannya kegiatan . kesalahan akan diperbaiki dengan segera dan pengangguran akan hilang. perkembangan dan kelangsungan perusahaan 4. Lucas dalam Romer (1996) menyatakan bahwa pengangguran disebabkan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pekerja dan pengusaha. 1990). Indeks Harga Konsumen (IHK) 3. yang salah satunya berimplikasi terhadap pengurangan tenaga kerja. Berdasarkan kebijakan tersebut.bersifat tidak tetap tidak termasuk dalam upah minimum. beberapa hal yang dipertimbangkan dalam penetapan upah minimum adalah: 1. Pengusaha juga membuat kesalahan tentang permintaan dan kadang-kadang memproduksi dalam jumlah yang terlalu kecil dan sedikit mempekerjakan pekerja.2. Kondisi pasar kerja 6. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) 2. Pengangguran terjadi akibat dari kurangnya permintaan tenaga kerja dalam perekonomian dibandingkan jumlah pekerja yang menawarkan tenaga kerjanya.4. Apalagi dalam situasi krisis ekonomi yang membuat pemenuhan kebutuhan hidup semakin berat. Pekerja membuat kesalahan mengenai upah riil dan melepas pekerjaannya atau menolak pekerjaan yang ditawarkan karena upah yang terlalu rendah. Pengangguran Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan yang paling berat.

baik disektor pertanian maupun manufaktur. yang secara alamiah akan terbentuk McGee sebagai proto 71 proletariat. sedangkan industri kulit dan alas kaki memiliki daya saing rendah. Demikian pula sebaliknya.investasi. distribusi menurut pendidikan. sehingga pengangguran semakin meningkat. aspek turunan dari globalisasi adalah persaingan bebas yang terjadi di dalam dan luar negeri. Namun demikian. Sistem ekonomi konglomerasi yang dijadikan sebagai engine of growth oleh Indonesia selama rezim orde baru sangat bertumpu dan mengandalkan aspek pertumbuhan. Pada sisi lain. Globalisasi. daya saing industri di Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya perhatian pemerintah pada bidang pendidikan terlihat dari persentase pengeluaran pemerintah pada bidang tersebut. industri kayu. Daya saing industri. Kurangnya permintaan agregat disini merupakan kondisi dalam jangka panjang. yang dapat mengakibatkan terjadinya pengangguran. Pengeluaran investasi memberikan peluang untuk tumbuhnya kesempatan kerja. Pada saat itu perusahaan perusahaan besar tumbuh dengan pesat dan memperoleh privilege (hak istimewa) dari pemerintah. globalisasi merupakan kesempatan untuk mengurangi penekanan dari tingginya jumlah pengangguran dan pekerja migran yang datang dari luar negeri. Profil yang perlu diketahui adalah tempat terjadinya pengangguran menurut sektor ekonomi. Beberapa faktor penyebab masalah pengangguran di Indonesia adalah (Depnakertrans. umur. Lembaga-lembaga pelatihan yang dikelola Depnakertrans belum mampu mengimbangi syarat-syarat edukasi yang diminta pihak pengusaha. Sementara industri tekstil dan pakaian jadi memiliki daya saing sedang. maka akan menimbulkan kelesuan pada permintaan tenaga kerja. 3. Kebijakan pengembangan sumberdaya manusia. Pada aspek ketenagakerjaan. 2004): 1. seperti industri makanan. Asumsinya. maka industri akan maju.3. jenis jabatan dan pekerjaan yang diminati. Orientasi kebijakan pembangunan ekonomi. dan pengangguran akan tertekan serendah mungkin. Pada sisi lain. Variabel Makroekonomi 3. Bila permintaan terhadap barang dan jasa lesu. pendidikan non formal atau pelatihan sebagai cara untuk mempersiapkan tenaga kerja siap pakai juga belum berjalan sesuai keinginan. 3. sehingga menjadi suatu tekanan bagi tenaga kerja yang tidak dapat bersaing. dan kesempatan kerja akan tercipta. bila industri memiliki daya saing yang kuat. hanya beberapa golongan industri yang memiliki daya saing tinggi. bagi Indonesia dengan kondisi berlebihan tenaga kerja dan negara pengirim tenaga kerja ke luar negeri. industri perabot dan kelengkapan rumah tangga. pulp dan kertas dan industri elektronik. 72 4. Akibatnya faktor kesempatan kerja penuh terabaikan. dan jenis kelamin (Arfida. 2. Pergerakan tenaga kerja dari satu negara ke negara lain semakin bebas.3. pengolahan tembakau. atau massa apung/proletriat perkotaan yang sangat berpotensi sebagai pengganggu stabilitas negara. Pendapatan Nasional Gross Domestic Product (GDP) mengukur pendapatan total setiap orang . 2003) Pengangguran merupakan salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang tidak pernah surut.1. Para penganggur akan menjadi kelompok yang terpinggirkan.

Investasi (INV) adalah barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa yang akan datang. Keynes berpendapat bahwa pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peranan yang penting. Pengeluaran pemerintah (GEX) adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat dan daerah. Konsumsi (CON) adalah seluruh barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. ketika seseorang menerima pendapatan ekstra.. Konsumsi merupakan duapertiga dari GDP. maka sebagian dari pendapatan tersebut akan dikonsumsi dan sebagian akan ditabung. Berdasarkan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih.3.. 3. sehingga fluktuasi konsumsi merupakan elemen penting dari booming dan resesi ekonomi. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. Tingkat investasi yang diinginkan atau direncanakan akan meningkat jika tingkat suku bunga turun. maka: GDP = CON + INV + GEX + NX ««««««««««. 2003). investasi. Ada dua cara untuk melihat statistik ini yaitu melihat GDP sebagai pendapatan total dari setiap orang di dalam perekonomian dan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian (Mankiw. Fungsi konsumsi ini menunjukkan kecenderungan mengkonsumsi marjinal (perubahan jumlah yang dikonsumsi pada setiap perubahan pendapatan = (CON/(DIC) adalah antara nol dan satu. sehingga pendapatan yang tinggi akan menyebabkan konsumsi meningkat dan tabungan juga meningkat.. Artinya. Fungsi konsumsi Keynes adalah sebagai berikut (Mankiw. a > 0 dan 0< b < 1 «««««. maka GDP dibagi menjadi empat kelompok pengeluaran. (13) GDP adalah jumlah konsumsi. Investasi Investasi merupakan unsur GDP yang paling sering berubah.. Konsumsi Keputusan konsumsi sangat penting dalam menentukan permintaan agregat. Teori konsumsi yang diajukan oleh Keynes merupakan salah satu teori yang menjadi dasar teori ekonomi makro. Pengeluaran investasi sangat tergantung pada tingkat suku bunga.dalam perekonomian. Kondisi ini disebabkan oleh tingkat .2. Perilaku investasi didasarkan dengan asumsi bahwa investor akan berperilaku memaksimumkan nilai kini (present value) dari manfaat finansial dari kegiatan investasi yang tersedia. Ekspor netto (NX) adalah nilai barang 73 dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain. sebagian besar dari penurunan itu berkaitan dengan turunnya pengeluaran investasi.3. 2003): CON = a + b DIC .. Estimasi ini berlawanan dengan teori klasik yang menyatakan bahwa tingkat bunga yang tinggi akan mendorong seseorang untuk menabung dan menghambat konsumsi. investasi.«« (14) dimana : CON = konsumsi DIC = pendapatan disposibel a = konstanta b = kecenderungan mengkonsumsi marjinal.3. 74 3. dimana I = I(r). Ketika pengeluaran barang dan jasa turun selama resesi.. yaitu: konsumsi.

Pengeluaran Pemerintah Pada dasarnya setiap pengeluaran negara dilakukan atas landasan prinsip optimalisasi pemanfaatan dana untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. Pengeluaran investasi pemerintah secara langsung dipengaruhi oleh penerimaan pemerintah. Dalam meningkatkan investasi dalam negeri. UMR) ««««««««««««. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan serta terpeliharanya berbagai aset negara dan hasilhasil pembangunan. harga bahan baku termasuk upah.3. . maka untuk memiliki barangbarang modal menjadi menguntungkan (Mankiw. belanja pemeliharaan. pensiun dan bantuan. investasi swasta domestik (PMDN). dimana bank bertindak sebagai perantara antara orang-orang yang ingin menabung dan orang-orang yang memiliki proyek investasi yang menguntungkan tetapi memerlukan dana (Mankiw. belanja barang. angsuran pinjaman/hutang dan bunga. (15) dimana: INV = total investasi SB = suku bunga NTK = nilai tukar GDP = pendapatan nasional UMR = upah minimum 3. 2003). investasi swasta asing (PMA) dan investasi masyarakat (non-fasilitas). Pengeluaran rutin pemerintah terdiri dari belanja pegawai. Sumber biaya investasi di Indonesia terdiri atas investasi pemerintah. seperti peningkatan produktivitas kerja aparatur pemerintah. NTK. Sebagian dari pengeluaran 76 pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan atau pengeluaran rutin dan sebagian lainnya untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan atau pengeluaran pembangunan. Pengeluaran pemerintah (Government Expenditure) adalah pengeluaran oleh pemerintah untuk membeli barang dan jasa. Berdasarkan pemikiran tersebut. Pengeluaran pemerintah harus mampu mencapai beberapa sasaran. antara lain ketersediaan bahan baku. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengalirnya investasi asing 75 dari negara asal ke negara tujuan. GDP. bank memiliki peran penting dalam mengalokasikan sumber dana. pajak dan pinjaman luar negeri Investasi swasta asing merupakan sumber pembiayaan investasi dibanyak negara berkembang.4. dan nilai tukar. perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. belanja perjalanan dinas. Kondisi ini terutama disebabkan karena pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. kemampuan menabung masih rendah. Sehingga sumber investasi asing menjadi alternatif yang tersedia untuk memenuhi target investasi. perilaku investasi di Indonesia dirumuskan sebagai berikut : INV = f ( SB. besarnya pasar (market size).bunga yang rendah menurunkan biaya modal.. Penerimaan pemerintah diutamakan untuk membiayai pengeluaran rutin pemerintah yang mencakup konsumsi pemerintah dan pembayaran bunga dan cicilan hutang luar negeri. Penerimaan pemerintah bersumber dari ekspor migas. suku bunga. ganjaran subsidi dan sumbangan pada daerah. Oleh karena itu pembiayaan defisit anggaran pemerintah merupakam pembiayaan investasi pemerintah. 2003).

Ekspor Bersih Pada perekonomian terbuka. 2005). dan pengeluaran tak terduga. pengeluaran pemerintah bersumber dari penerimaan pemerintah yang terdiri dari: 1. Penerimaan Pajak diperoleh dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. dan ekspor bersih adalah negatif (Mankiw. Artinya kita mengekspor perbedaan tersebut. 2003). (16) Persamaan ini menunjukkan bahwa ekspor bersih adalah pengurangan antara output dan pengeluaran domestik. Ekspor bersih adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain (Mankiw. 2. Penerimaan bukan pajak terdiri dari: penerimaan sumberdaya alam. Berdasarkan sektoral. pajak pertambahan nilai. kita mengimpor perbedaan tersebut. Hubungan antara Migrasi. bea perolehan hak atas tanah 77 dan bangunan. perdagangan. yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang ingin dicapai. cukai dan pajak lainnya. 3. Pasar Kerja dan Variabel Makroekonomi Migrasi merupakan perubahan tempat tinggal seseorang baik secara . bagian laba BUMN. 3. pariwisata. 78 Jika output lebih kecil dari pengeluaran domestik. tenaga kerja. kependudukan. Umumnya biaya pembangunan tersebut diprogramkan dalam Daftar Isian Proyek (DIP). pengeluaran pembangunan merupakan pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proyek disetiap sektor yang terdiri dari: sektor industri. pajak bumi dan bangunan. Sedangkan pajak perdagangan internasional terdiri dari: bea masuk dan pajak ekspor.4. Komponen keempat (EX) adalah pengeluaran luar negeri untuk barang dan jasa dometik. pertanian dan kehutanan.pengeluaran yang tidak termasuk bagian lain. maka ekspor bersih adalah positif. Ekspor bersih memperhitungkan perdagangan dengan negara lain. pengeluaran pemerintah dan ekspor atas barang dan jasa domestik. agama. Jika output melebihi pengeluaran domestik.3. pengeluaran suatu negara dalam satu tahun tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa. sumberdaya air dan irigasi. Pengeluaran pembangunan semuanya diprogramkan dalam berbagai proyek di setiap sektor dan sub sektor. investasi. hibah dan penerimaan bukan pajak lainnya. Pajak dalam negeri terdiri dari: pajak penghasilan. pertambangan dan energi. Pengeluaran pembangunan tersebut dialokasikan ke berbagai sektor sesuai dengan urutan prioritas dan kebijakan pembangunan (Pakasi.5. hukum dan lainnya. Suatu negara dapat melakukan pengeluaran yang lebih banyak daripada memproduksinya dengan meminjam dari luar negeri. 2003). pendidikan. Pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proses perubahan. Jumlah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa luar negeri adalah pengeluaran untuk impor (IM). transportasi. Dengan demikian ekspor bersih adalah: NX = GDP ± ( CON + INV + GEX ) ««««««««««««. Pengeluaran output dalam perekonomian terbuka terdiri atas empat komponen yaitu: konsumsi. Tiga komponen pertama adalah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa domestik. atau dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit dari produksinya dan memberi pinjaman kepada negara lain. Berdasarkan Realisasi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2003.

dengan pembagian tenaga kerja sebanyak OAL*A untuk sektor pertanian. Sesuai dengan asumsi full employment. Hubungan Migrasi dan Pasar Kerja (Todaro. 1998) Sedangkan permintaan tenaga kerja sektor industri digambarkan oleh garis MM¶. Dalam perekonomian neoklasik (upah ditentukan oleh mekanisme pasar dan seluruh tenaga kerja akan terserap). Berdasarkan model ini. yaitu sektor pertanian di daerah asal dan sektor 79 industri di daerah tujuan. para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di daerah asal dan daerah tujuan. dan OML*M untuk sektor industri. yaitu untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih tinggi. tetapi pendapatan yang diharapkan (expected income). sosial dan lingkungan baik pada level individu maupun komunitas. yang terletak diatas W A. Kondisi tersebut sesuai dengan model migrasi Todaro (1998) yang menyatakan bahwa arus migrasi berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara daerah asal dan daerah tujuan. Total angkatan kerja yang tersedia disimbol dengan OAOM. dan tidak ada batasan jarak bagi perubahan tempat tinggal tersebut (Lee.permanen maupun semi permanen. Jika upah ditetapkan oleh pemerintah sebesar M W . Proses migrasi internal dan internasional terjadi sebagai suatu reaksi dari berbagai perbedaan antara daerah asal dan daerah tujuan. 1991). Gambar 4. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor ekonomi. upah ekuilibriumnya W*A=W*M. seluruh tenaga kerja yang tersedia terserap habis oleh kedua sektor ekonomi tersebut. Model ini mengasumsikan perekonomian suatu negara hanya ada dua sektor. dan diasumsikan tidak ada pengangguran maka tenaga kerja sebesar OMLM akan bekerja pada sektor industri di kota. Maka dapat ditegaskan bahwa migrasi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas hidup. Permintaan tenaga kerja yang digambarkan oleh kurva produk marjinal tenaga kerja pada sektor pertanian digambarkan oleh garis AA¶. sedangkan sisanya sebanyak OALM akan WA* q¶ OM M MW LUS M¶ Tingkat upah di sektor pertanian q Z E A W M* WA WA** A¶ . kemudian memilih salah satunya yang dianggap dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan (expected gains). Gambar 4 menunjukkan model migrasi Todaro yang menghubungkan antara migrasi dan pasar kerja. Beberapa studi migrasi mengindikasikan bahwa migrasi terjadi terutama disebabkan oleh alasan ekonomi. Namun pendapatan yang dipersoalkan disini bukan pendapatan aktual.

dan tenaga kerja disektor industri sebanyak OMLM dengan tingkat upah M W . Ia menyatakan bahwa jika remittancess pada saat ini hanya digunakan untuk konsumsi. Kiriman uang tersebut digunakan untuk konsumsi dan menabung. maka migrasi internasional merupakan salah satu cara untuk menghadapi masalah tersebut. maka akan meningkatkan ketersediaan kredit dan memungkinkan pengusaha untuk melakukan investasi melalui peminjaman kredit tersebut yang akhirnya mempunyai dampak yang positif terhadap . dan diasumsikan masyarakat menabung pada lembaga-lembaga keuangan. yang lebih kecil dibandingkan dengan upah pasar yaitu OAW*A. Selanjutnya peningkatan investasi secara langsung dapat meningkatkan permintaan tenaga kerja dan akhirnya juga akan meningkatkan pendapatan nasional. maka tabungan masyarakat tersebut dapat digunakan pihak investor untuk meningkatkan investasi dalam negeri. Oleh karena migrasi internal menyebabkan pengangguran yang semakin tinggi di daerah perkotaan. dan titik ekuilibrium yang baru adalah Z. Tetapi jika remittancess tersebut digunakan untuk investasi atau di tabung. maka konsumsi yang akan datang akan dibiayai oleh remittancess pada saat yang akan datang pula dan sumber-sumber pendapatan lainnya. Titik-titik peluang tersebut digambarkan oleh garis qq¶.W**A. maka 81 peningkatan konsumsi masyarakat dapat meningkatkan pendapatan nasional. Migrasi internasional selain untuk mengatasi masalah pengangguran juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. maka meskipun di desa tersedia lapangan kerja sebanyak OALM. akan menganggur atau memasuki sektor informal yang berpendapatan rendah. Ketika remittancess tersebut ditabung pada lembaga-lembaga keuangan. Sisanya yakni LUS = OMLA. mereka akan migrasi ke kota untuk memperoleh upah yang lebih tinggi. karena umumnya upah pekerja di negara lain lebih tinggi daripada upah pekerja di Indonesia. Carling (2004) dalam penelitiannya mengenai berbagai kebijakan untuk meningkatkan keuntungan dari perolehan devisa tenaga kerja migran (remittancess) di luar negeri menghubungkan antara remittancess dan pembangunan ekonomi. Jika perhitungan pendapatan nasional ditinjau dari sisi pengeluaran. Demikian juga halnya jika kiriman uang tersebut digunakan untuk menabung. Adanya selisih tingkat upah desa-kota tersebut mendorong terjadinya arus migrasi dari desa ke kota.OMLM. Jumlah tenaga kerja yang masih ada pada sektor pertanian adalah OALA. Upah yang diterima oleh migran internasional akan dikirimkan kepada keluarganya yang berada di daerah asal. Sehingga terjadi kesenjangan upah antara desa dan kota sebanyak M W .LA LA*LM* LM Tingkat upah di sektor industri atau manufaktur OA 80 berada pada sektor pertanian di desa dengan tingkat upah sebanyak OAW**A. Migrasi internasional dapat juga meningkatkan devisa negara melalui kiriman uang (remittances) dari pekerja di luar negeri kepada keluarganya di Indonesia. Selisih antara pendapatan aktual antara desa-kota adalah M W . Jika masyarakat pedesaan bebas melakukan migrasi. maka remittancess tersebut dapat digunakan untuk keperluan konsumsi pada masa yang akan datang.W A.

dan Ringgit Malaysia Kebijakan : . a. Blok Migrasi c. 82 Gambar 5. terlihat keterkaitan antara migrasi. pengeluaran pemerintah selalu disesuaikan dengan penerimaan yang diperoleh. 2004) Gambar 6 menunjukkan hubungan antara migrasi. pasar kerja dan perekonomian di Indonesia. $ Singapura.Suku Bunga Penawaran Tenaga Kerja UPAH Permintaan Tenaga Kerja MIGRASI INTERNAL MIGRASI INTERNASIONAL PENDAPATAN MIGRAN DAN DEVISA (melalui remittances) KONSUMSI MENABUNG INVESTASI PENDAPATAN NASIONAL PENGELUARAN PEMERINTAH NET EKSPOR Gambar 6.GEXI . Pengeluaran pemerintah khususnya pengeluaran pembangunan merupakan salah satu kebijakan fiskal dan komponen penting pelaksanaan operasional Repelita di sektor pemerintah. Pasar Kerja dan . Kondisi ini dapat dilihat pada Gambar 5. Keterkaitan antara Remittances dan Pembangunan Ekonomi (Carling. didasarkan pada pendekatan sektoral dan alokasi regional. pemilihan proyek-proyek pembangunan. Kondisi 83 ini berarti penentuan proyek juga harus mempertimbangkan kriteria lokasi dimana proyek itu berada.UMR . $ Hongkong. pasar kerja dan variabel-variabel makroekonomi.pembangunan ekonomi. Sesuai dengan prinsip anggaran berimbang. Dalam kerangka alokasi anggaran pembangunan. Berdasarkan gambar tersebut. Blok Makroekonomi Kebijakan : Nilai Tukar $ AS. baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri. Blok Pasar Kerja b. Hubungan Migrasi.

Kondisi ini juga merupakan daya tarik bagi penduduk setempat untuk tetap tinggal di daerahnya. Ditinjau dari sisi tenaga kerja. . Kondisi ini juga menarik minat angkatan kerja baik dari daerah bersangkutan maupun daerah lain untuk terlibat dalam proyek pembangunan tersebut. Baiknya kondisi infrastruktur suatu daerah merupakan daya tarik bagi investor untuk memperluas aktivitas produksinya. Pengeluaran pembangunan bidang infrastruktur berfungsi untuk meningkatkan kondisi infrastruktur suatu daerah. dan daya tarik pula bagi penduduk daerah lain untuk migrasi ke daerah tersebut. dalam jangka pendek pengeluaran pembangunan dapat mengurangi jumlah pengangguran. sehingga migrasi penduduk tidak dapat dihindari. baik dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi maupun upaya pemerataan pembangunan dalam arti luas. maka semakin banyak proyek-proyek pembangunan yang dilaksana-kan sehingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga meningkat. karena jika pengeluaran pembangunan meningkat.Variabel Makroekonomi 84 Pendekatan sektoral dan regional diperlukan agar proyek-proyek yang dibiayai dengan dana APBN dapat menghasilkan manfaat yang optimal. sehingga dapat memperluas kesempatan kerja di daerah tersebut.

2. Jurusan Sosiologi FISIP UNS Surakarta Abstract P ublic policy on health is a legal instrument to solve the problem of community¶s health. dan kelahiran pendudukan terdapat variabelvariabel lain yang saling berhubungan dan mempengaruhi.A. misalnya tingkat kelahiran.. R B Soemanto 203 kematian mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan penduduk. 8. No. M. Salah satu cara untuk mencapai sasaran itu adalah melalui kebijakan kependudukan. Sebagaimana prinsip pertama pembangunan berkelanjutan: ³Manusia (penduduk) merupakan pusat perhatian pembangunan berkelanjutan. in order to be able to effective execute the health program services community. dan Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . bila tanda dapat digunakan untuk menampilkan kebenaran (truth). Kebijakan publik adalah komitmen politik pemerintah berlandaskan . Pengalaman kita selama ini menunjukkan tingkat signifikannya hubungan di antara keduanya. Tindakan pemerintah untuk meningkatkan mutu kesehatan penduduk secara eksplisit dan langsung berhubungan dengan upaya menekan tingkat kematian dan morbiditas (tingkat ketersakitan).210 KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN: Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum Drs. Hal itu secara tidak langsung berhubungan pula dengan upaya mengendalikan tingkat kelahiran. Kata kunci: Kebijakan publik. R. September 2005: 202 .. maka tanda juga dapat digunakan untuk berbohong atau menipu (Arthur Asa Berger) PENDAHULUAN Sasaran upaya pelayanan kesehatan adalah meningkatkan mutu kesehatan manusia. Maka kebijakan kependudukan di bidang kesehatan harus memperhatikan dan memperhitungkan keberadaannya. especially local government. 1992). Di belakang tingkat kematian. Soemanto. pelayanan kesehatan . B. Peningkatan pelayananan kesehatan selayaknya bertumpu pada kondisi kehidupan individu dan masyarakat. Vol. Manusia sebagai insan individu dan sosial berkarakter dinamis.202 Jurnal Ilmu Hukum. morbiditas. The role of goverment. dan dikehendaki agat memiliki kehidupan yang sehat dan produktif dalam keserasian dengan alam´ (The UN Conference of Environment and Development. Variabel-variabel kependudukan. especially local government should develop the policy wich is supported by the valid and reliable data. The accommodative public policy should be based on the health demographic data published by the goverment. Umum menyadari bahwa kependudukan dan kesehatan saling berkaitan...

misalnya: tingkat pertumbuhan pendudukan. tingkat pemahaman konseptual. Dinamika kependudukan berpengaruh pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. yaitu registrasi vital meliputi catatan peristiwa penting: kelahiran. INDIKATOR KEPENDUDUKAN UNTUK PEMBANGUNAN KESEHATAN Ada 3 sumber pokok data penduduk. dan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan. RW tiap desa/kalurahan). maka relevan bagi penyusunan kebijakan administratif. dan dilihat sebagai sesuatu yang mekanis. Pemikiran hukum dalam arti jurispruden memfokuskan kebijakan publik sebagai aturan. dan statistik migrasi internasional (Lucas et. Data registrasi dikumpulkan dan dilaporkan rutin setiap bulan oleh petugas di lapangan (RT. . Data sensus dan survei sampel penduduk dikumpulkan pemerintah pusat. Di daerah data ini dipublikasikan pemerintah tiap tahun. kematian sebelum lahir. Aturan ini merupakan produk yang terkodifikasi. terutama penggunaanya oleh pihak-pihak penyusunan dan pengelola pembangunan (contohnya: di bidang kesehatan) sangat berarti bagi rumusan kebijakan dan pelaksanaannya. Kebijakan bidang kesehatan berkelanjutan harus mempertimbangkan dan memasukkan indikator-indikator kependudukan daerah serta indikator lain yang relevan dalam pembangunan. jenis pekerjaan dan sebagainya. 2. dimana pembuatan. Ketersediaan 204 Jurnal Ilmu Hukum. tingkat pendidikan.. September 2005: 202 . propinsi. Vol. 1976.hukum. perkawinan dan perceraian. dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek sosiologis. digunakan. pemberlakuan dan pelaksanaan kebijakan publik harus mendasarkan dan mempertimbangkan pemikiran-pemikiran tersebut. tingkat kematian ibu dan sebagainya. sekaligus tujuan (sasaran) dan pengguna hasil-hasil yang dicapai. registrasi penduduk. Ukuran tingkat dinamikanya digunakan penanda atau indikator yang terukur yang bisa dibaca. Oleh sebab itu kebijakan publik juga perlu mementingkan perhatiannya pada adanya keragaman. tingkat kelahiran. up to date. kabupaten/kota yang berisi jumlah dan karakteristik penduduk menurut umur. Secara sosiologis pelaksanaan kebijakan publik harus diperhatikan struktur sosial yang selalu berubah. kematian. dilaporkan ke kecamatan dan kabupaten/kota. 1982). Hal itu dilakukan agar tujuan utama dari kebijakan tersebut dapat dicapai secara optimal. Kependudukan merupakan aspek penting dalam pembangunan. berpisah dan pembatalan perkawinan. Dari 3 sumber itu.210 indikator kependudukan. dan Milovanovich. sebagai dasar pelaksaan. Kebijakan publik sebagai produk hukum menggambarkan harapan. Sebagai dasar pelaksanaan terkait dengan dasar kebijakan pembangunan. No. sekali dalam 10 tahun. 8. dibanding bagi kepentingan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangungn. 1994). yaitu: sensus penduduk. tingkat (angka) kematian bayi. kematian. gambaran dinamika penduduk dapat dilihat berupa statistik penduduk tingkat nasional. angka harapan hidup. PBB (2002) menambahkan registrasi adopsi anak (legitimasi dan pengakuan). survei sampel penduduk dan sistem registrasi. jenis kelamin. al. Model pemikiran hukum dan sosiologis tentang kebijakan publik merupakan pemahaman terhadap realitas sosial. Proses hukum berlangsung ditata dan diatur oleh logika sistem hukum. keunikan di masyarakat (Black.

R B Soemanto 205 dan integrasi fungsi jajaran institusi pemerintah yang menangani dan menggunakan data penduduk. lahir mati. karakteristik dan struktur sebagai gambaran dari dinamika kependudukan menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan Badan Kependudukan Dunia (UNFPA. kematian. mortalitas. dan dikembangkannya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Daerah (propinsi dan kabupaten/ kota). Secara struktural diperlukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas di lapangan untuk memperbaiki cara dan teknik pengumpulan dan pengolahan data kependudukan. dan untuk menyusun kebijakan dan pelaksanaannya. proyeksi fertilitas. perkawinan dan perceraian(dari data sistem registrasi vital). perkawinan. 1994). Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik agar kita sebagai pengguna data terhindar dari tindak kebohongan publik dan sebaliknya dapat menampilkan kebenaran dalam melayani masyarakat. Data penduduk daerah yang dipublikasikan berisi jumlah penduduk. Oleh sebab itu. ekonomi dan lingkungan. dan ketelitiannya. migrasi. Tahun 2005 pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (2005) telah melakukan pengolahan dan menerbitkan data statistik kelahiran. indikator ini berguna untuk memudahkan terjadinya transisi demografi yang cepat.. tingkat partisipasi angkatan kerja dan seterusnya dapat dihitung. jenis kelamin. tingkat fertilitas. khususnya negara (termasuk Indonesia) yang tidak ada keseimbangan antara indikator demografis dan tujuan pembangunan sosial. Pertama. kebutuhan dasar penduduk untuk seluruh aspek kehidupannya dapat disusun indikatornya untuk keperluan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan.teknis dan operasional daerah maupun dasar pelaksanaannyal disetarakan dengan data dari dua sumber lainnya. dan sebagainya dapat diproyeksi. seperti angka kematian bayi. mortalitas (terutama AKB. daerah-daerah belum menyusun sendiri. Kedua. Di Indonesia juga didaerah-daerah. Isu mengenai pertumbuhan. jumlah kelahiran. Rekomendasi program aksi ICPD (International Coference on Population and Development. Secara sistemik dikembangkan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk menata jaringan informasi melalui koordinasi Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . angka harapan hidup. Data penduduk daerah menurut periode waktu dapat dugunakan untuk keperluan analisis perencanaan. Permasalahan mendasar ini secara institusional ditanggapi pemerintah dengan kehadiran Direktorat Jendral Administrasi Penduduk di Catatan Sipil Dalam Negeri. tingkat pendidikan. khususnya yang menggunakan data sistem registrasi vital (penduduk). angka fertilitas. Sampai dengan tahun 2004. Proyeksi jumlah dan pertumbuhan penduduk. penyerasian kebijakan-kebijakan publik dengan indikator dinamika kependudukan.. bahkan bisa dirinci menurut kebutuhan pembangunan di daerah. ketepatan. menurut umur. 1994 di Kairo) menyebutkan perlunya indikator-indikator kependudukan yang relevan dengan pembangunan kesehatan di Indonesia. Penyerasian kebijakan publik yang akomodatif pada rakyat dapat dibuat dan dieliminasi dampak negatif yang timbulkannya. dan perceraian. anak dan ibu bersalin) dan pertumbuhan penduduk. . dan memiliki catatan indikator kependudukan. data sistem registrasi masih diragukan validitas kebenaran. kematian. kebutuhan pelayanan kesehatan. Perhitungan indikator kependudukan.

pondok bersalin. 2. angka kesakitan menurut umur di atas 5 tahun. Indikator-indikator tersebut mencakup: penilaian masyarakat Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . pekerjaan. penyandang cacat untuk mengembangkan pencegakan dan rehabilitasi. penduduk usia lanjut yang berhubungan dengan sistem jaminan sosial. R B Soemanto 207 terhadap pelayanan kesehatan (SUSENAS BPS. terpercaya dan rinci. 1982). pendidikan. 1980-2000). cara dan tempat pengobatan (Sensus Penduduk 1980. Partisipasi masyarakat mudah diorganisasikan setiap waktu. dan angka kematian penyakit menular. murah dan merata. dan evaluasi program harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi. kesehatan dan penggunaan ketrampilan. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. keluarga dan masyarakat. monitor. dan indikator upaya kesehatan. penyediaan air bersih dan sebagainya. kesehatan reproduksi dan sebagainya. pendidikan. pelatihan. penganggaran. Data ini terkait dengan usaha pembangunan kesehatan. Keadaan kesehatan masyarakat diukur dengan menggunakan indikator derajat kesehatan.. meningkatkan kemandirian. Pemerintah Pusat dan Daerah telah dan akan terus diharapkan mengembangkan isu tersebut ke dalam kebijakan dan untuk dilaksankan. Ketiga. hubungan dan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan dapat dilakukan dengan baik. KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan diantaranya bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. pengolahan dan penyajian data penduduk. 1981). September 2005: 202 . penyediaan fasilitas umum seperti puskesmas. layanan program di atas harus terjangkau dan dampak positifnya dirasakan masyarakat. Depkes. Di sini semua komponen meliputi penyiapan. No. . Dalam era otonomi daerah. khususnya program pemerintah untuk miningkatkan banyak aspek kehidupan masyarakat. 8. Political will pemerintah tersebut dinyatakan ke dalam berbagai usaha. pelayanan kesehatan 206 Jurnal Ilmu Hukum. keselamatan dan kelangsungan hidup dan seterusnya. Keempat. BPS. penyusunan kebijakan. karena ternyata relevan dengan aspirasi dan permasalahan yang timbul di masyarakat. indikator umum dan lingkungan. Gambaran pelaksanaan otonomi daerah tersebut dapat terwujud. 1980). perkiraan kematian bayi menurut propinsi (Proyeksi Penduduk Indonesia. dukungan sosial. dan peranan legislatif dalam mendukung dan mengontrol pelaksanaan program layanan pada masyarakat berlangsung optimal. SUSENAS. perencanaan program. posyandu. Wilayah kerja layanan dan peranan aparatur pemerintah daerah pada masyarakat terjangkau dengan cepat dan mudah.anak dan generasi muda yang proporsinya paling besar dari jumlah penduduk. pelaksanaan.. angka kematian umur kurang dari lima tahun menurut diagnose penyebab penyakit (Survei Kesehatan Rumah Tangga. termasuk mutu dan pelayanan kesehatan. Isu penting kependudukan dunia ini berhubungan dengan bidang-bidang kegiatan lain. Pengalaman menunjukkan indikator kesehatan dalam pembangunan kesehatan tahun 1981 dan 1982 tidak berubah.210 reproduksi. seperti penyuluhan kesehatan. Vol. namun tahun 1983 mangalami perubahan. BPS. jika tersedia data kependudukan untuk kesehatan yang akurat.

kecacatan dan angka harapan hidup (BPS. 1988). 2. penyakit khusus. pengobatan. reproduksi sehat remaja. No. Statistik Kesehatan Rakyat Indonesia tahun 2000 yang disusun berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nsional memuat laporan bidang kesehatan. dayaduna. pertumbuhan penduduk. 2000) Indikator-indikator sosial-ekonomi dan fisik biologis. keluarga berencana. maka perlu juga melibatkan variabel sosial eknomi. hasil guna pelayanan kesehatan. kepadatan penduduk. dan sebab khusus). serangga penular penyakit. Seluruh indikator kesehatan. Indikator yang dipakai adalah tingkat morbiditas (angka kesakitan). penyediaan pangan. penting untuk melihat kemampuan penduduk dalam mencari pelayanan kesehatan. perawatan inap. dan indikator kesejahteraan rakyat tersebut di atas cukup relevan bagi penyusunan kebijakan penduduk bidang kesehatan. dan kesempatan kerja. Indikator upaya kesehatan digunakan untuk mengukur penduduk yang dilayani. pengobatan. jumlah & persentasi anak yang diimunisasi. kematian (bayi. Namun permasalahan kesehatan masyarakat (kelangsungan hidup manusia) tidak hanya menyangkut variabel medis.Indikator derajat kesehatan dinilai dengan melihat angka kesakitan (sesaat. mencakup jumlah kunjungan puskesmas. 8. kesakitan dan kematian yang dihasilkan oleh ICPD (1994) meliputi: pelayanan kesehatan dasar dan sektor pelayanan kesehatan untuk meningkatkan umur harapan hidup. bahkan budaya dan lingkungan fisik (Mosley dan Chen. Indikator pendidikan meliputi tingkat melek huruf wanita dewasa. Indikator fisik biologis yang relevan dengan kesehatan meliputi angka penggunaan air bersih. penolong kelahiran bayi. Indikator umum dan lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan mencakup indikator sosial ekonomi: yaitu indikator demografi (angka kelahiran. kematian. hidup sehat dan alokasi biaya pelayanan kesehatan. jenis penyakit. Indikator program aksi kesehatan. seksualitas dan hubungan antarjenis untuk meningkatkan tanggung jawab dan hubungan antar-jenis secara adil dan terhormat. 1998). kesehatan. kelompok umur). jumlah penduduk tinggal di pemukiman sehat. Indikator hak-hak reproduksi dan keseharan reproduksi menyangkut kemampuan dan kebebasan bereproduksi. Vol. dan pola menyusui (BPS. Karena hal itu menggambarkan kerangka 208 Jurnal Ilmu Hukum. pencegahan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV untuk mencegah dan mengurangi insiden. September 2005: 202 . dan persentasi penduduk yang mendapat air bersih. Indikator ekonomi meliputi GDP/Pendapatan per kapita. distribusi pendapatan. terutama anak-anak. kunjungan rumah sakit. sebagai dasar untuk perbaikan perilaku kesehatan. dan kelangsungan hidup anak untuk mendukung upaya penurunan angka kematian anak balita. rawat inap rumah sakit. mamalia penular penyakit.210 penanggulangan mortalitas. tingkat polusi udara. tingkat peserta sekolah. kesehatan wanita dan keselamatan ibu untuk mencegah atau menurunkan angka kematian ibu usia reproduktif dan HIV/AIDS untuk mencegah penularan dan korban. sex ratio). penggunaan jamban saniter. dan pelayanan kesehatan yang disebut dalam butir-butir program aksi ICPD hampir seluruhnya diadopsi . reproduksi sehat. ibu. jatuh sakit.

dll) dan pelayanan data penduduk yang tepat. dan manfaat yang diperoleh (dirasakan) oleh penduduk (masyarakat) dengan pengelolaan pelayanan kepenKebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . fungsi. akte kelahiran. dilaksanakan secara singkron dan memenuhi aspirasi masyarakat. R B Soemanto 209 dudukan dan pelayanan kesehatan yang baik. kesakitan penduduk dan sebagainya segera diketahui. dan pelaksanaannya diatur dalam UU Sistem Kesehatan Nasional. Di daerah intensitas dan bentuk permasalahan kesehatan bervariasi. pelaksanaan. program yang konsisten. Sekalipun keserasian pelaksanaan kebijakan publik belum banyak dilakukan oleh pemerintah daerah.. pemberian fasilitas pendukung lain dan sebagainya yang kurang sinkron. perencanaan. Kebijakan nasional dan kebijakan daerah sebagai instrumen hukum pemerintah untuk mengatasi permasalahan kesehatan harus memiliki tujuan. Hak untuk hidup sehat bagi penduduk sebagai warga negara yang berdomisili di daerah harus dijamin oleh pemerintah. . bagi pihak yang akan menyusun kebijakan dan menentukan dasar dan tahap pelaksanaannya. akurat dan terpercaya. namun harus dicoba untuk dipersiapkan dan dilaksanakan. Indikator kesehatan di daerah Kabupaten/Kota harus disusun berdasarkan data penduduk yang dikumpulkan. Peranan dan fungsi yang saling berhubungan antara pelayanan kependudukan dan kesehatan dengan indikator program pelayanan berbasis data kependudukan yang sama.. diolah dengan baik dan disajikan secara terbuka (dari rakyat pada masyarakat dan pemerintah. pembiayaan. maka kondisi tersebut bisa membantu pihak yang terkait untuk melakukan kebijakan dan tindak lanjut yang diperlukan. agar pelaksanaanya tidak terkendala oleh sistem dan tata cara. Indikator kesehatan yang multi dimensional telah disusun dalam berbagai laporan BPS bersumber dari data sensur. keserasian kebijakan dan kependudukan secara konseptual harus terlihat jelas. maka pertimbangan adopsi indikator program tersebut harus didasarkan pada kebutuhan hidup sehat dan realitas permasalahan di masyarakat. dilaporkan rutin. Pelayanan dokumen kependudukan (kartu keluarga. untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.pemerintah dalam rencana dan pelaksanaan program pembangunan kesehatan. langsung dan tidak langsung berhubungan dengan kebutuhan basis sumber data. akan menjamin pencapaian tujuan secara optimal. Penggunaan data dan indikator kependudukan diperlukan sebagai data pembanding. KTP. koordinasi. Indikator kependudukan dan kesehatan untuk menyusun kebijakan memiliki fungsi yang berdekatan dan berdasarkan data yang sama. survei yang diselenggarakannya. sebagaimana dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 34 (3): ³Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas yang layak´. Penyerasian kebijakan kependudukan bidang kesehatan harus dilihat dari tujuan. Indikator kependudukan dak kesehatan tersebut dihasilkan dari kegiatan pemerintah (BPS) yang dirancang menurut proses pemikiran deduktif (dari pemerintah untuk rakyat). angka kematian. cross-check. SIMPULAN Kebijakan bidang kesehatan secara eksplisit dan implisit. Oleh karena itu.

Suatu Kerangka Analisis untuk Studi Kelangsungan Hidup Anak di Negara Berkembang. The Behavior of Law. 2. . Vol. Lincoln C. A Primer in The Sociology of Law. 168-170. United Nation. Ringkasan Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan. 1976.210 DAFTAR PUSTAKA Black. 2002. Donal. No. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Surakarta. 8. 1994. Henry dan chen. Vital Registration System. __________ UUD 1945 Hasil Amandemen. hal. Jakarta. Academic Press. New York. Penerbit Sinar Grafika.210 Jurnal Ilmu Hukum. Dragan. Lucas. 1988. Milovanovich. Statistik Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS. 2000). Mosley. Surakarta : PPK UNS. UNFPA. September 2005: 202 . 1994. Pengantar Kependudukan. hal.. Kumpulan Bahan-bahan Penyusunan Indikator Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS Pusat. 1982. 46-93. 150-156. Hal. Pengolahan Data Statistik Vital Kota Surakarta. Davis. ed. Gadjah Mada. BPS. 126. University Press. Masri Singarimbun. W. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1998). New York. 2005. hal. Harrow and Heston. BPS.

Tetapi. maka dalam waktu singkat bisa terjadi peledakan penduduk yang lebih dahsyat dibandingkan era 1950-an dan 1970-an. kejadian ini ± dengan segala implikasi sosial. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. Penduduk yang "desa"nya berubah jadi "kota" ± siap atau tidak ±otomatis berubah jadi penduduk kota atau urban. para orangtua lebih memperhatikan dan lebih mampu menyekolahkan anak-anaknya. Kondisi ini tidak lepas dari peran Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah menurunkan tingkat fertilitas atau tingkat kelahiran yang biasanya sekitar enam anak menjadi kurang dari tiga anak. Kenyataan menunjukkan. biarpun tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia telah menurun. murid kelas I dan kelas II SD berkurang. Penyebabnya bukan hanya karena migrasi penduduk pedesaan ke kota. dimana anak-anak usia sekolah dasar hampir seluruhnya bersekolah. Kalau pertumbuhan penduduk Indonesia tetap menurun. Bahkan. tahun ini penduduk Indonesia telah lebih dari 211 juta jiwa. yaitu jumlah penduduk yang lahir sama dengan jumlah penduduk yang mati. sehingga banyak sekolah dasar yang membentuk afiliasi dengan SLTP untuk menampung tamatan SD.PEMERINTAH HARUS MAKIN PEKA TERHADAP FENOMENA KEPENDUDUKAN PENDUDUK Indonesia tahun 2000 yang semula diperkirakan 275 juta jiwa. kalau keadaan berbalik. memang Indonesia bakal mencapai pertumbuhan penduduk seimbang. tingkat . Paling tidak ini terlihat dari keberhasilan program wajib belajar sembilan tahun. Dalam proses tersebut. Kalau saja angka pertumbuhan penduduk tidak menurun drastis. Ini berarti KB telah membuat anak-anak kita lebih pandai. Ada beberapa alasan kenapa kita harus mewaspadai pertumbuhan penduduk yang drastis ini. penurunan tingkat fertilitas diikuti dengan penurunan drastis tingkat kematian bayi dan anak-anak. Saat ini proporsi penduduk mengarah ke penduduk urban dengan kecepatan tinggi. ternyata hanya 206 juta jiwa saja. Untung saja perubahan itu seiring dengan turunnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara menyeluruh. maka tidak mustahil laju pertambahan penduduk akan menanjak lagi dengan kecepatan tinggi. Sayangnya. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Namun. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju. Dinamika di atas bukan monopoli bangsa Indonesia saja. Namun demikian. tetapi menjadi fenomena luar biasa akhir abad ke-20 di banyak negara berkembang. budaya. Transisi Demografi Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. penanganan persoalan penduduk di Indonesia belum selesai. Dengan jumlah anak yang jauh lebih sedikit dan lebih sehat. dan politik yang cukup rumit ± kurang mendapat perhatian.

Karena keterbatasan anggaran. Tidak ada yang didahulukan dengan mengorbankan salah satunya. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. berupa pengecilan jumlah dan proporsi penduduk berusia anak-anak. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. angkatan kerja. Fenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan dan tingkat kebodohan yang masih sangat tinggi. Tidak kurang dari 1.3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. Tidak ada upaya pendidikan yang harus mengorbankan upaya di bidang kesehatan. Tidak ada upaya kesehatan yang mengorbankan bidang keluarga berencana. dan penduduk lanjut usia dalam waktu pendek. Anak-anak muda baby boomers sekarang adalah anak-anak modern yang maju dan mandiri. Perubahan struktur itu menarik karena penduduk remaja yang sedang tumbuh sesungguhnya merupakan hasil pendewasaan dari orangtua yang belum tersentuh program KB pada zamannya. implikasi perubahan fenomena ini pasti belum disadari para pengambil keputusan. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. Penduduk remaja yang mendominasi harus diikuti dan didampingi dengan program KB yang lebih lincah. Kesimpulan semacam itu salah. fenomena akhirnya ditanggapi dengan membandingkan mana yang lebih dulu harus diselenggarakan. penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk ini disertai fenomena baru di negara berkembang yang mungkin berdampak lebih dahsyat. Transisi demografi model kedua ini adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk urban.kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. pikiran-pikiran bahwa BKKBN sebaiknya dibubarkan adalah gagasan yang sangat berbahaya. Pola yang muncul di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya yang berhasil dengan gerakan KB-nya itu. Mereka harus didampingi dengan program KB oleh . Ini berarti. anak-anak yang sekarang dewasa dan menjadi orangtua muda adalah pasangan yang rawan menimbulkan bom bayi baru. Biarpun agak terlambat. jelas sekali terjadi perubahan struktur piramida.ledakan remaja. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Fenomena Baru Namun. Karena itu. Oleh karena terjadi dalam tempo sangat singkat. Dalam pola transisi demografi itu. Dalam masa transisi yang relatif lama. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. Tanpa harus menunggu 150 tahun. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Semua menempati posisi sentral untuk meningkatkan sumber daya yang bermutu. diikuti dengan membengkaknya remaja dan usia lanjut. Namun.

Gus Dur. SEPTEMBER 2002 PENDUDUK DAN DEMOKRASI Dalam suasana reformasi yang marak dewasa ini. Kita tidak tahu kenapa pertemuan minggu lalu tidak cukup . seperti juga Presiden RI sebelumnya. bukan malah dibubarkan! PROF. Pertemuan itu antara lain dimaksudkan untuk mencari bentuk yang paling tepat bagaimana menempatkan penduduk sebagai titik sentral pembangunan. kita juga memperingati Hari Kependudukan Dunia 2001. beberapa waktu lalu selama dua hari berturut-turut diadakan pertemuan oleh para ahli kependudukan Indonesia di Jakarta. karena kalau tidak akan lebih sulit menggarap penurunan fertilitas di masa datang. di pabrik atau industri jasa yang tidak banyak tergantung musim. Dengan keadaan seperti itu. membuat mereka tidak tertarik untuk bertani seperti orangtuanya di desa. termasuk Indonesia. Komitmen untuk BKKBN tingkat kabupaten dan kota harus sangat tinggi agar diperoleh sumber daya yang berkualitas karena dilahirkan oleh orangtua dengan jarak kelahiran yang wajar. berkepribadian luhur serta profesional dalam bidangnya masing-masing. HARYONO SUYONO Pengamat masalah sosial kemasyarakatan KOMPAS SENIN. Penurunan fertilitas dan pertumbuhan yang mulai rendah harus dipelihara dengan baik. pusat. Angkatan muda Pembengkakan proporsi penduduk usia 25-45 tahun. Karena itu. Untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan semacam itu. untuk meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu. bukan dengan isu anggaran BKKBN dialihkan untuk anggaran pendidikan. Departemen Kesehatan.DR. Pertemuan juga berusaha untuk mendorong perhatian dan komitmen politik yang makin tinggi agar penduduk tidak saja menjadi obyek pembangunan. atau µpenduduk usia muda¶ yang telah mendapat pendidikan dasar. mempunyai dua sumber yang sama kuat. Semua berlangsung lebih cepat di-bandingkan negara maju di masa lalu. Departemen Pendidikan Nasional. yakni perpindahan penduduk ke kota dan berubahnya desa-desa agraris menjadi daerah urban baru. Di Indonesia peringatan itu ditandai oleh suasana dan harapan yang berbunga-bunga karena Presiden RI. maka BKKBN. Melihat itu semua kita masih teringat bahwa pada tanggal 11 Juli lalu. Departemen Tenaga Kerja dan pemerintah daerah harus makin peka terhadap fenomena kependudukan. Mereka cenderung pindah ke kota mencari pekerjaan yang bersifat "urban".BKKBN atau lembaga semacam itu sampai ke tingkat daerah. Penduduk terdidik yang tetap di desa mulai pula mempergunakan waktunya untuk membangun industri dan perdagangan di desanya. Karena fasilitas transportasi yang makin baik. pertumbuhan urban di negara berkembang. memberikan perhatian yang tinggi terhadap masalah kependudukan itu. lembaga-lembaga tersebut di atas justru harus ditingkatkan peranan dan anggarannya. justru diperlukan komitmen yang lebih tinggi dari otoritas tingkat. usaha itu makin bisa dihubungkan dengan rekan-rekannya dari kota sehingga menumbuhkan kepadatan dan ciri baru di desa-desa penyangga kota. tetapi disiapkan dengan sunguhsungguh untuk mampu menjadi pelaku yang berwatak. Akibatnya. Pak Harto.

politisi dan penyelenggara negara. sekarang dituntut oleh generasi muda yang pernah mempelajarinya itu dalam kehidupan nyata. bertahap dan konsisten. Bahkan. Untung saja perubahan itu terjadi seiring dengan makin melemahnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara global. Padahal masalah yang kita hadapi berada pada titik perubahan sosial yang sangat penting dan bisa sangat menentukan masa depan bangsa ini. mereka lihat para pemimpinnya saling hujat.mendapat perhatian dari para pejabat tinggi. Kejadian ini. secara dinamis dan tidak dapat diwakilkan. Usaha advokasi untuk menggerakkan . Pemberdayaan penduduk dan upaya menempatkannya secara terhormat sebagai titik pusat pembangunan merupakan suatu upaya jangka panjang yang memerlukan strategi yang utuh. budaya dan politik yang cukup rumit. Phenomena itu adalah suatu kejadian luar biasa pada akhir abad ke-20 dan terjadi di banyak negara berkembang. saling menyalahkan dan tidak mau mengambil tanggung jawab serta menjauhkan diri dari upaya memihak kepada keluarga miskin. kurang mendapat perhatian para ahli. atau karena waktu yang tidak tepat. Pengembangan penduduk itu memerlukan keikut sertaan semua pihak. Mereka melihat dengan mata telanjang bahwa ³demokrasi´ dan ³penghargaan terhadap manusia´ yang mereka kagumi dari kuliah para gurubesar. dan di ruang-ruang kuliah. Mungkin saja karena para penyelenggara menempatkan pertemuan penting itu sebagai kegiatan tehnis. Padahal pemberdayaan penduduk itu tidak ringan dan bukan menjadi tugas suatu instansi atau suatu departemen tertentu. dengan segala implikasi sosial. atau mereka baca dari tulisan ahli-ahli berbagai bangsa di dunia. mengalami perubahan sosial yang sangat dahsyat. Dinamika perubahan penduduk desa menjadi penduduk kota yang terjadi dengan kecepatan tinggi itu. Pertambahan penduduk urban itu bukan hanya karena adanya migrasi penduduk perdesaan ke kota. seperti juga penduduk negara-negara berkembang lainnya. sehingga kalangan petinggi pemerintah tidak cukup waktu untuk ikut menanggapi masalah kependudukan di Indonesia dewasa ini. Jumlah dan perkembangan penduduk urban meningkat dengan drastis. lengkap dengan tuntutan dan ciri-ciri urbanisme yang sangat kuat. siap atau tidak siap. Ada sebagian yang kemudian ikut larut. dengan otomatis dan menyeluruh berubah menjadi ³penduduk kota´ atau ³penduduk urban´. bukan hanya monopoli bangsa Indonesia saja. Phenomena ini di Indonesia lebih ³diperparah´ lagi oleh makin maraknya sikap ingin cepat maju karena kesempatan dan dorongan otonomi daerah yang sedang marak. dan menyalahkan generasi atau pemerintah sebelumnya. tidak mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari di tanah airnya. Pikiran-pikiran hak azasi manusia (human rights) dan upaya pengembangan kualitas manusia (human development) yang pada tahun-tahun 1980-an dan 1990an dipelajari oleh anak-anak di bangku sekolah. Penduduk Indonesia. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju dan penduduk desa tersebut. karena ³desanya´ berubah menjadi ³kota´.

Transisi demografi model pertama tersebut berlangsung mulai sekitar tahun 1700 sampai sekitar tahun 1950-an. Dengan adanya penyesuaian itu maka proses transisi demografi yang lamban bisa diikuti oleh proses penyesuaian kehidupan kemasyarakatan yang seimbang. Tingkat kelahiran itu segera menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Dalam masyarakat agraris anak merupakan potensi yang segera dapat ikut dalam proses produksi. ada phenomena baru yang mungkin lebih dahsyat mulai muncul di negaranegara berkembang. Kehidupan sosial politik penduduk juga mulai mengalami perubahan dengan kemampuan mengembangkan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh diketemukannya pengobatan modern dan munculnya lembaga-lembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. Adanya transisi itu menyebabkan nilai-nilai kultural tentang berbagai phenomena berubah secara pelahan. Anak tidak bisa secara langsung ikut serta dalam proses produksi. Anak harus dikirim ke sekolah dengan waktu dan ongkos yang tidak kecil sampai anak-anak itu bisa ikut dalam proses produksi serta menghasilkan. Dengan perubahan itu masyarakat berubah menjadi masyarakat modern dengan industrialisasi. Namun demikian. termasuk Indonesia. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima berbagai perubahan dengan rasional. tingkat kelahiran juga segera menurun. tidak harus menunggu 250 tahun. tingkat kematian turun dengan pelahan karena kemajuan industrialisasi yang terjadi. Di negara-negara berkembang. untuk penyesuaiannya. Phenomena itu adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk .keadaan itu sungguh sulit dilakukan. berubah dari masyarakat tradisionil perdesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang modern. Transisi Demografi Cepat Ada dua pola transisi demografi yang terjadi dengan segala implikasinya. Tingkat pertumbuhan penduduk juga menurun dengan drastis. Nilai anak juga mengalami perubahan. Pemeliharaan anak menjadi lebih mahal dan dengan adanya nilai anak yang makin mahal pemeliharaannya itu maka angka kelahiran akhirnya mengikuti proses dan menurun dengan pelahan-lahan. Transisi demografi model yang pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa seperti Inggris dan Wales. Dalam proses transisi tersebut. atau sekitar 250 tahun. Dengan menyusulnya penurunan tingkat kelahiran. Disamping kegembiraan karena penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk. Dalam masa transisi yang relatip lama itu masyarakat mempunyai waktu yang panjang untuk melakukan penyesuaian dengan pelahan. maka proses transisi demografi terjadi dengan cepat.

tetapi harus siap menanggapi phenomena itu dengan perubahan sikap. Perubahan ini menuju alam demokratis dan memerlukan pencermatan yang tidak kalah serunya dengan upaya kita menghadapi persoalan fertilitas dan pertumbuhan yang tinggi di masa lalu. lapar dan jengkel atas ketidak adilan yang setiap hari kelihatan jelas dimatanya. Phenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan yang masih tinggi. (Prof. Tidak kurang dari 1. Disamping itu ada sekitar 25 juta jiwa terpaksa mengungsi karena kerusakan lingkungan atau konflik di wilayahnya. ³lapar´ akan kemerdekaan untuk menyuarakan aspirasi dan gagasan-gagasannya yang cemerlang. Karena terjadi dalam tempo yang sangat singkat. Dr. dan seimbang. Perubahan struktur penduduk menjadi makin urban dan muda itu menarik dari segi politik karena munculnya tenaga-tenaga terdidik yang merasa makin tidak cocok dengan lingkungan sekitarnya. dan berbagai lapar lain yang makin digali makin merekah mengerikan. angkatan kerja dan penduduk lanjut usia yang meningkat jumlahnya dalam waktu yang sangat pendek. Salah satu yang menonjol dari pertemuan itu adalah bahwa berkat . Haryono Suyono. Perubahan itu harus disikapi dengan suasana kondusif untuk menyelamatkan umat manusia dengan menjamin hak-hak azasinya secara utuh agar bisa mencapai keseimbangan baru yang lebih serasi. Oleh karena itu untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan diperlukan terobosan berupa advokasi yang lebih gegap gempita tentang masalah kependudukan yang mempunyai persoalan lain dibanding dengan upaya penyelesaian masalah kependudukan yang lebih bersifat tehnis demografis dimasa lalu. angkatan muda dan munculnya tuntutan demokratis dan keterbukaan yang tidak saja harus mengikuti arus perubahan kuantitatif penduduknya. Karena itu tiba waktunya para politisi memperhatikan transisi demografi. Penduduk-30102001 PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN Dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia Indonesia menggelar suatu pertemuan para ahli di Jakarta. tata nilai sosial budaya yang mendukung persamaan hak-hak azasi wanita dan pria yang menyejukkan serta kesempatan yang makin terbuka. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan).3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. tingkah laku.urban. Phenomena kependudukan sekarang adalah phenomena perkotaan. perubahan struktur penduduk yang ditandai ledakan penduduk urban. ³lapar´ atas pilihan demokratis untuk mengembangkan jati diri dan potensinya yang tinggi. ledakan anak remaja. phenomena generasi muda yang ³lapar´ atas harga dirinya sebagai manusia terhormat. selaras. implikasi perubahan phenomena ini belum disadari secara mendalam oleh para pengambil keputusan dan politisi di negara-negara berkembang.

Ini berarti bahwa Indonesia bisa juga menjadi pasar barang-barang yang relatip mewah dengan harga yang tinggi atau nilai tambah yang sangat menguntungkan.keberhasilan pembangunan ditegaskan kembali perubahan piramida penduduk Indonesia mengikuti piramida penduduk usia tua. Dr. Beliau mengajak semua peserta untuk menghitung bahwa andaikan hanya duapuluh persen saja penduduk kita dapat dianggap berada dalam kelas ekonomi menengah keatas. Biarpun karena keterbatasan waktu beliau tidak sempat mengungkapkan kepentingan penduduk perempuan dengan panjang lebar. Menarik juga kita simak penyajian dari Prof. Perkiraan yang tidak tepat juga akan merugikan penduduk yang seharusnya menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. Pembangunan berwawasan kependudukan adalah suatu pembangunan yang memihak penduduk. produsen dan sekaligus pasar yang potensial. Gagasan pembangunan berwawasan kependudukan harus bisa mengarahkan semua pihak menjadikan penduduk sebagai pelaku pembangunan. Tidak dapat dibayangkan kalau pasar kita yang potensial itu justru dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang melihat potensi itu dengan lebih tajam. semua pihak diingatkan bahwa ketidak adilan gender masih juga menjadi kendala dari maraknya pembahasan tentang peranan penduduk perempuan dalam pembangunan yang bekelanjutan. Pertemuan yang diisi dengan round table discussion itu juga menyajikan pembicara perempuan yang kebetulan menjadi satu-satunya diantara sembilan pembicara yang ada. biarpun kualitasnya relatip belum baik. ³Kealpaan´ terhadap pembahasan yang mendalam tentang perempuan secara tidak sengaja juga dilakukan oleh Deputi BKKBN yang membawakan sambutan atau uraian Menteri PP dan Kepala BKKBN yang berhalangan hadir. Dengan keberanian itu kita bisa mengembangkan dan mempunyai pasar domestik yang luar biasa besarnya. Perubahan fenomena itu diikuti permintaan Presiden kepada para ahli agar secara cermat bisa menyajikan perkiraan pertumbuhan penduduk yang paling dekat dengan kenyataan. Pasar itu akan dengan mudah menyerap produkproduk yang bermutu dengan harga yang murah dan terjangkau kemampuan penduduk Indonesia yang melimpah. Presiden mengingatkan bahwa perkiraan yang tidak tepat akan berbahaya untuk bangsa ini karena mempengaruhi arahan dan dinamika pembangunan yang sedang dikembangkan. Jumlah itu lebih besar dibandingkan seluruh penduduk Singapore. Aris Ananta yang sekali lagi mengajak semua fihak memberikan komitmen yang tinggi terhadap kebijaksanaan pembangunan berwawasan kependudukan. tetapi karena protes salah seorang peserta lain. Potensi pasar dengan jumlah penduduk yang besar itu tidak saja untuk barang produk murah dengan pasaran luas. Tetapi begitu . mulai mendekati model piramida penduduk negara-negara maju. maka jumlahnya sudah melebihi angka 4 juta orang. tapi juga untuk produk-produk barang mewah yang menguntungkan dan mempunyai nilai tambah tinggi. yaitu antara lain keberanian menjadikan penduduk sebagai konsumen yang potensial.

dan bekerja keras. atau hasil pertemuan ³round table disc ussion´ itu. Apapun variasi yang muncul dalam pembicaraan pada Hari Kependudukan Dunia itu. tidak saja sebagai pelaku. atau tidak pasti. kita bersyukur bahwa akhirnya semua pihak diingatkan kembali untuk menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. Kita gembira karena semua pihak diharapkan memperhatikan penduduk.3 juta jiwa. Kalau dukungan pembangunan tidak menentu. subyek. Mudah-mudahan langkah awal dari Badan Kependudukan Nasional ± Baknas ± dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia itu dapat ditindak lanjuti dengan meminta perhatian semua pihak akan berubahnya phenomena kependudukan yang akan sangat mempengaruhi arahan berbagai prioritas pembangunan yang berwawasan kependudukan. para ahli harus bekerja keras menyepakati angka tunggal itu. untuk membantu upaya pemberdayaan penduduk. Haryono Suyono. khususnya untuk memenuhi permintaan Presiden yang menghendaki agar disajikan angka perkiraan tunggal. karena setiap perkiraan harus disertai atau mengandung asumsi program-program intervensi yang pasti agar bisa mempengaruhi phenomena kependudukan. tetapi akhirnya harus ikut menikmati hasil-hasil pembangunan secara adil sesuai dengan sumbangannya yang profesional. juga sulit disajikan. Pengumuman itu sekaligus juga menjelaskan bahwa penduduk kita makin mendekati penduduk negara maju karena angka jumlah penduduk di daerah perkotaan telah naik menjadi sekitar 45 persen dan angka pertumbuhan penduduk rata-rata selama . Dr. Pembicaraan ini biasanya tidak menarik. Semoga. atau obyek pembangunan. Bagi mereka yang paham betapa sulitnya mencapai konsensus untuk menyajikan angka perkiraan tunggal. Perkiraan angka tunggal sesungguhnya mudah dipenuhi. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) MENGHADAPI MELEDAKNYA GENERASI MUDA MASYARAKAT HARUS WASPADA Hasil akhir Sensus Penduduk tahun 2000 menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 206.diingatkan maka makalah yang memang sudah disiapkan sebenarnya penuh dengan uraian tentang bagaimana Ibu Menteri memberi perhatian yang sangat tinggi terhadap peningkatan peranan kaum perempuan untuk menyemarakkan pembangunan yang berwawasan kependudukan itu. kalau program pembangunan sudah pasti atau didukung suasana penuh kepastian. (Prof. tetapi munculnya topik itu dalam diskusi telah mengingatkan para ahli untuk secara sadar menggarap masalah data kependudukan dengan sungguhsungguh. Satu-satunya pembicara dari luar negeri adalah wakil dari GTZ yang menyoroti secara khusus pentingnya statistik dan data kependudukan pada umumnya. maka perkiraan untuk menghasilkan suatu angka tunggal.

Lebih lanjut daripada itu kalau angka pertumbuhan penduduk pada tahun 19801990 rata-rata masih mendekati angka 2 persen. dan juga angka kematian anak. Ada beberapa alasan kenapa angka pertumbuhan penduduk bisa meledak kembali. DKI Jakarta. Jawa Timur. yaitu kalau kemantapan ber-KB dapat lebih ditingkatkan.9 persen. Dalam rangka Hari Anak dan Remaja Nasional 23 Juli 2002 ini perlu kita ingatkan bahwa penurunan angka pertumbuhan penduduk itu hanya bisa dijamin kalau sebanyak-banyak generasi muda mengikuti Gerakan Reproduksi Sejahtera dengan baik. terutama di daerah-daerah yang kondisi KB-nya relatif maju dan kesadaran masyarakat akan bahaya hamil terlalu muda. Diduga pula bahwa angka mortalitas masih relatif tinggi karena dari beberapa penelitian masih terlihat adanya Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) masih relatif tinggi. maka tidak mustahil angka pertumbuhan penduduk akan mengalami goncangan. anak-anak muda sekarang masih menikah relatif pada usia yang muda.5 persen itu mengisyaratkan adanya pertumbuhan penduduk di tahun 2000 sudah kurang dari itu. yaitu TFR atau angka fertilitas total tidak lebih dari 2. Anak-anak usia SLTP dan SMU sekarang ini masih banyak yang tidak sekolah.5 anak. Kalau penurunan ini diikuti lebih lanjut dengan penurunan angka kematian bayi. Pertama.2 anak atau yang biasa disebut dibawah replacement level.sepuluh tahun terakhir adalah sekitar 14. ada kemungkinan bahwa angka pertumbuhan penduduk itu akan naik dengan drastis dan mengakibatkan terjadinya baby boom yang jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan baby boom di masa yang lalu. yaitu sekitar 20 persen dari jumlah penduduk yang ada di Indonesia yang jumlahnya adalah 206.4 ± 2. mungkin juga Jawa Tengah dan beberapa propinsi lain sudah sama atau lebih rendah dari angka 2. Ini hanya bisa terjadi kalau angka fertilitas di tahun 2000 sudah sangat rendah. Awas Ledakan Penduduk yang Baru. Jumlah ini tidak saja besar tetapi mempunyai tingkat kesuburan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jaman baby boom di tahun 1970 ± 1980 yang lalu. Namun dengan usaha yang gigih dalam duapuluh tahun terakhir ini dapat pula diduga bahwa angka kematian AKI itu akan segera menurun. . yang selama duapuluh tahun terakhir ini telah turun lebih dari 60 persen. Goncangan itu bisa berarti naik drastis bisa juga menurun dengan lebih deras lagi. maka dengan sendirinya angka ratarata dibawah 1. jumlah generasi muda sekarang ini relatif tinggi. Kalau Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) itu menurun hampir dapat dipastikan bahwa angka kematian secara menyeluruh akan menurun dengan lebih drastis.2 sampai paling tinggi 1. Kedua. Tingkat kesehatan dan kemampuannya untuk ³menghasilkan anak´ juga jauh lebih tinggi karena umumnya mereka dilahirkan pada jaman yang jauh lebih kondusif dibandingkan dengan jaman kelahiran orang tuanya dulu.3 persen. Bahkan mungkin sekali angka fertilitas total untuk propinsi yang KB-nya sangat berhasil seperti DI Yogyakarta. Kalau mereka lengah.3 juta jiwa tersebut. yaitu sekitar 1. Bali. terlalu sering atau sudah tua masih hamil juga menjadi lebih tinggi.

terutama untuk anak perempuan. Dengan jumlah generasi muda yang relatif besar maka jumlah kelahiran sampai empat orang bayi itu akan menimbulkan kegoncangan demografis yang sangat berbahaya dan mempengaruhi ledakan baby boom yang dahsyat. Kewaspadaan Generasi Muda . akan merasa aman kalau anak-anak tersebut segera menikah. Dengan demikian umumnya pasangan muda Indonesia melahirkan pada usia ibu sekitar 20. Kondisi negatip itu akan menghasilkan anak dengan perhitungan yang sangat tidak rasional. ledakan ini akan menjadi resiko karena generasi muda tidak saja tidak mengenal dengan baik reproduksi keluarga tetapi mereka sedang tergoda oleh kehidupan modern yang sangat permisif ditambah dengan akibat gangguan globalisasi lain seperti merebaknya hidup bebas tanpa perkawinan biarpun ada ancaman penyakit HIV/AIDS. Apabila anak-anak ini tidak sekolah. artinya menikah pada usia muda menjadi salah satu resep yang paling ampuh dan mudah untuk ³mengentaskan anak -anak dari penderitaan kemiskinan´. anak-anak muda yang semestinya menggeluti modernisasi dengan mengenal lebih banyak masalah reproduksi sejahtera belum banyak bersentuhan dengan materi reproduksi sejahtera sehingga perkawinan dibawah usia 20 tahun atau perkawinan dari wanita-wanita pada usia sekitar 20 tahun masih sangat tinggi. Ketiga. atau penyakit lainnya akibat pergaulan bebas itu.sehingga karena desakan ekonomi. terpaksa dinikahkan oleh orang tuanya. maka bagi keluarga kurang mampu. tetapi mungkin saja bisa mencapai 5 sampai 6 juta bayi setiap tahunnya. Padahal diketahui bahwa anak-anak umumnya dilahirkan pada tahun pertama masa perkawinan. tingkat kematian anak dan tingkat kematian bayi makin kecil. Dengan demikian jumlah anak-anak yang dilahirkan dan tetap hidup pada usia lima tahun atau lebih oleh pasangan muda akan tinggi dan anak tetap hidup sehat sehingga jumlah anakanak yang ditambahkan setiap tahunnya bukan lagi sekitar 3 juta bayi atau 4 juta bayi. Kelima. Anak-anak ini akan tetap sehat dan hidup sejahtera bersama kedua orang tuanya karena keadaan kesehatan dan gizi yang bertambah baik.25 tahun dan karena itu sebuah keluarga masih dengan mudah melahirkan tiga sampai empat kali selama masa reproduksinya. Keempat. Jumlah anak-anak usia Hanya sekitar 60 persen anak-anak usia SLTP sekarang ini sekolah dan hanya sekitar 30-40 persen anak-anak usia SMU sekarang ini yang sedang sekolah dan hanya kurang dari 12 persen anak-anak usia dewasa sedang berada di bangku kuliah di perguruan tinggi. Jumlah bayi yang ditambahkan setiap tahun menjadi sekitar 1.5 sampai dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah bayi yang dilahirkan dan tetap hidup dibandingkan dengan masa antara tahun 1990-2000. keluarga yang hidupnya pas-pasan.

maka generasi muda tahun 2002 akan menjadi pelaku sejarah yang luar biasa peranannya. kalau terjadi. mengatur dan memahami reproduksi sejahtera dan mengandalkan diri pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan dirinya menjadi sumber daya yang handal. Ledakan penduduk baru. Padahal ledakan dari generasi muda yang semula berusia dibawah limabelas tahun juga belum seluruhnya berhenti. maka mereka dapat memanfaatkan kekuatan sumber daya alam yang tersedia secara melimpah di sekitarnya. Generasi muda ini akan bisa memahami reproduksi sejahtera dan menjadi pelaku fertilitas yang teratur sehingga jumlah generasi anak-anak dibawah usia 15 tahun akan tetap kecil dan akhirnya menghasilkan piramida yang meruncing. Kalau mereka bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan yang tersedia secara luas dengan pendekatan Broad Based Education (BBE) yang marak. apabila generasi muda.Generasi muda memang tidak bisa berpangku tangan. yang dalam beberapa hari ini akan memperingati Hari Remajanya pada tanggal 23 Juli 2002 sadar akan makna peranannya yang bermata ganda. di Indonesia juga akan terjadi ledakan para orang tua. Praktis penduduk Indonesia akan mendapatkan serangan bom dari segala sektor umur. Orang tua menjadi pemandangan biasa. tidak akan bisa ditolong dengan tingkat kematian bayi yang tinggi. Hampir bersamaan waktunya dengan kemungkinan ledakan bayi dari generasi muda yang baru itu. Piramida yang Meruncing Sebaliknya. Ledakan penduduk dimasa lalu banyak ³tertolong´ dengan tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak yang sangat tinggi. Jumlah mereka akan merangkak dengan meyakinkan dari angka 5 persen menjadi 10 persen dan bahkan di beberapa propinsi akan naik menjadi 11 ± 15 persen dari seluruh penduduk yang ada. Anak-anak usia dibawah 15 tahun akan mengecil sebaliknya anak-anak remaja usia 15 ± 24 tahun mungkin saja akan tetap dominan. maka dapat dibayangkan bahwa di masa lima sampai sepuluh tahun yang akan datang ini mereka yang berusia enampuluh tahun sudah merupakan pemandangan biasa dan penduduk dengan usia enampuluh tahun itu bisa dengan mudah ditemui di hampir seluruh pojok pedesaan. Ledakan bayi sebagai penyulut baby boom akan dibarengi dengan sulutan ³grand father and grand mother boom´ alias ada boom yang bersumbu ganda. Untuk mencegah anak-anak muda yang sekarang tidak ada di sekolah. dan tidak pula ditolong dengan tingkat kematian anak yang tinggi. Kalau di masa lalu ³penduduk yang berusia diatas 60 tahun´ bisa dianggap sebagai ³barang langka´. baik . Justru akan dipersulit dengan makin panjangnya usia harapan hidup dengan naiknya presentase dari penduduk yang berusia diatas enampuluh tahun. demikian pula masih adanya kematian ibu yang juga relatif sangat tinggi. Kalau itu yang terjadi maka kualitas generasi muda akan bertambah baik dan mudah-mudahan menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berlipat ganda.

Hal . maka pemerintah dan masyarakat luas harus dengan berani mengarahkan pembangunan pada anak-anak muda tersebut. Haryono Suyono. Kalau anak-anak di suatu wilayah belum seluruhnya tertampung di sekolah. itupun dengan partisipasi yang sangat kuat dengan berbagai komponen pembangunan secara ikhlas. Mereka akan menilai bahwa sekolah semacam ini tidak memberikan pemberdayaan yang diperlukan atau tidak membawa manfaat bagi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan godaan. tidak sekolah atau terkena tekanan tertentu sehingga tidak sempat mengenal sekolah. HADIAH HUT KEMERDEKAAN : NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN Penghargaan terhadap hak azasi yang sangat berharga adalah diakuinya seorang manusia sebagai manusia sejak dia dilahirkan. Tetapi kalau anak-anak di seluruh kampung itu sudah semuanya sekolah. Masyarakat harus waspada. tetapi lebih menilai keberhasilannya atas dasar kepadatan yang ada di kampung atau di lingkungan di mana sekolah itu berada. Dr. Semoga dengan cara demikian hari Anak-anak dan Remaja 23 Juli mendapat makna yang sesungguhnya untuk mencegah ledakan bayi dan orang tua yang baru serta meningkatkan mutu dari sumber daya manusia yang ada.sebagai anak jalanan. Hanya dengan ketekunan tertentu ledakan dapat dicegah. Disamping itu harus pula dikembangkan sekolah yang mendasarkan diri bukan lagi pada sekolahnya atau kemampuan daya tampungnya saja. Dengan sekolah yang memihak semacam itu tentunya kurikulumnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Orang tua itu harus dientaskan agar orang tuanya memberi ijin kepada pemerintah atau lembaga sosial kemasyarakatan lain untuk ikut menangani anak-anak jalanan atau anak-anak di jalan itu. maka sekolah itu dianggap berhasil mengentaskan anak-anak yang ada di sekolah yang bersangkutan. Arahan kepada anak-anak muda itu dapat ditujukan kepada orang tua yang anaknya belum sekolah. anak di jalan atau anak yang hidupnya sehari-hari di jalan karena tekanan ekonomi atau karena memang orang tuanya begitu miskin dan sejak lama sudah menggantungkan hidupnya di jalan-jalan. Kalau terjadi ledakan baru keadaannya akan jauh lebih dahsyat dan sukar untuk direhabilitasi. Nomor induk itu menjadi milik pribadi dan berlaku seumur hidup. (Prof. Sekolah dengan pendekatan semacam ini harus pula memihak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang dengan berbagai alasan menganggap anaknya tidak perlu bersekolah lagi. Kalau kurikulum itu tidak disesuaikan anak-anak dan orang tua yang kurang mampu akan enggan bersekolah atau tidak ada minat di masukkan ke sekolah semacam ini. berkesinambungan. holistik dan tidak terkotak-kotak. Di negara-negara maju penghargaan itu diwujudkan antara lain dengan memberikan kepada yang bersangkutan nomor induk yang dicatat dalam registrasi penduduk pada kantor-kantor semacam catatan sipil di setiap negara. Tanpa ikut sertanya orang tua dan komitmen anak-anak sendiri maka penyelesaian anak-anak yang tidak atau belum sekolah itu mustahil dilaksanakan. maka sekolah itu dinilai belum berhasil. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan-Ledakan-Gemu-2072002).

karena belum ada sistem yang dapat diterima semua pihak. UU nomor 10 tahun 1992 mendefinisikan bahwa setiap penduduk Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam upaya perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera. nilai-nilai sosial budaya. Karena itu. warga negara. Sebagai himpunan kuantitas penduduk dijamin haknya untuk diperhitungkan dalam kebijaksanaan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera dalam pembangunan nasional. Hak penduduk itu untuk masing-masing matra diuraikan secara terperinci dalam UU tersebut yang meliputi hak penduduk sebagai diri pribadi yang meliputi hak untuk membentuk keluarga. Sebenarnya telah ada UU yang memberi payung pengantar untuk mengembangkan usaha tersebut secara konstitusional. dan himpunan kuantitas. setiap penduduk berkewajiban mengembangkan kualitas .seperti itu. Sebagai warga negara. Presiden RI Ibu Megawati Soekarno Putri berkenan memberikan pengakuan itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan. belum ada atau belum merata di Indonesia. atau mengangkat anak. Sebagai anggota masyarakat. anggota masyarakat. hak penduduk yang dijamin dalam UU meliputi pengakuan atas harkat dan martabat yang sama. selaras. kualitas. dan seimbang dengan diri dan kemampuannya. atau karena tidak ada anggaran yang dapat mendukung upaya yang sangat penting itu. hak penduduk meliputi hak mengembangkan kekayaan budaya. keselarasan. atau memberikan pendidikan kehidupan berkeluarga kepada anak-anak serta hak lain guna mewujudkan keluarga sejahtera. serta hak untuk bertempat tinggal dan pindah ke lingkungan yang serasi. hak mengembangkan kualitas diri dan kualitas hidupnya. biarpun nampaknya sederhana. hak memperoleh dan mempertahankan ruang hidupnya. dan mobilitasnya dengan lingkungan hidup serta memperhatikan kemampuan ekonomi. dan keseimbangan antara kuantitas. pemanfaatan wilayah warisan adat. Hak dan kewajiban setiap penduduk itu meliputi semua matra penduduk yang terdiri dari matra diri pribadi. Disamping itu disebutkan juga bahwa setiap penduduk sebagai anggota keluarga mempunyai hak untuk membangun keluarga sejahtera dengan mempunyai anak dengan jumlah yang ideal. Akan sangat dikenang apabila dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 56. Dimasa lalu upaya untuk memberikan pengakuan seperti ini selalu menghadapi kendala yang sangat besar. Lebih lanjut UU itu juga menjamin bahwa hak penduduk itu meliputi berbagai aspek tentang pengembangan kualitas diri sampai kepada hal-hal yang menyangkut pengembangan kekayaan budaya yang sangat luas. anggota keluarga. Lebih dari itu setiap penduduk berkewajiban mewujudkan dan memelihara keserasian. serta hak untuk melestarikan atau mengembangkan perilaku kehidupan budayanya. dan agama.

kematian. 3. dalam Repelita VI diprogramkan pula arah penyempurnaan sistem informasi kependudukan yang meliputi "pengembangan administrasi. Selanjutnya GBHN 1993 menggariskan bahwa "Administrasi. keselarasan. dikembangkan sistem informasi perkembangan kependudukan dan keluarga. dan perpindahan. dan kualitas lingkungan hidup. selama ini telah disusun rancangan kebijaksanaan . Atas dasar hal-hal tersebut. pencatatan. pendidikan. Sistem informasi itu diselenggarakan oleh Kantor Menteri Negara Kependudukan secara terkoordinasi antar lintas sektor yang terkait baik tingkat pusat ataupun tingkat daerah. serta menunjang perkiraan dan sasaran berkala dari perkembangan kependudukan". pengembangan komunikasi. 4. serta pengguna data untuk mengetahui lebih lanjut pentingnya data yang dihasilkan oleh registrasi penduduk." Dengan bekerjasama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Dalam Negeri telah pula dikembangkan uji coba modul Registrasi Penduduk tahun 1995 yang melibatkan masyarakat sebagai tanaga pelaksana dan mulai nampak hasilnya yang cukup menggembirakan. maka sebagai kelanjutan pengaturan UU nomor 10 dan arahan GBHN tersebut. Sistem informasi itu diharapkan menggariskan berbagai hal sebagai berikut : 1. Untuk pemantauan perkembangan keserasian. wilayah. Pengumpulan dan pengolahan data. pengembangan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk yang serasi. dan statistik kependudukan dan keluarga termasuk registrasi penduduk. Lebih lanjut digariskan pula bahwa upaya tersebut perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai termasuk di daerah-daerah. dan daerah.diri melalui peningkatan kesehatan. Selain itu. sektor. dan seimbang dengan lingkungan hidup. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. 2. untuk mengembangkan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh. dan keseimbangan itu maka setiap penduduk berkewajiban atas pencatatan setiap kelahiran. Pengembangan jaringan sistem informasi. Penyebaran dan penyajian. Pengembangan sistem administrasi. Lebih lanjut daripada itu. lebih lanjut telah ditetapkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1994 yang menyatakan bahwa untuk mendukung pengendalian kuantitas penduduk. seperti data sensus penduduk dan data antar sensus. informasi dan edukasi secara luas agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk aparat pelaksana. selaras. pengumpulan data kependudukan secara teratur dan berkala. pencatatan dan statistik kependudukan terus disempurnakan sehingga menjadi sumber data yang dapat diandalkan untuk menunjang perencanaan pembangunan diberbagai bidang. pencatatan dan statistik kependudukan melalui penataan registrasi penduduk.

antara lain bidang kesehatan untuk membagikan KARTU SEHAT kepada keluarga PraSejahtera yang memungkinkan penduduk miskin atau pra-sejahtera mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas secara cuma-cuma. dan Ciri-ciri Penduduk Indonesia. Jajaran pendidikan dengan seluruh aparat terkaitnya juga telah mempergunakan Peta Keluarga Sejahtera itu untuk memberantas buta aksara dan mengajak keluarga yang mempunyai anak dibawah usia limabelas tahun mengikuti Wajib Belajar Sembilan Tahun. Data yang makin baik itu menjadi pedoman awal dari upaya di berbagai bidang. Peta Keluarga Sejahtera itu mempermudah penyelesaian pembangunan keluarga tersebut. kita telah pula melakukan berbagai persiapan yang matang. Dari hasil-hasil pengembangan itu. Dalam pengalaman panjang penuh suka dan duka itu dapat dicatat bahwa Pendataan Keluarga pertama untuk sekitar 40 juta keluarga di Indonesia tahun 1994 diselesaikan dalam waktu yang relatip singkat selama tiga bulan. Pendataan Keluarga Sampai hari ini kita merasakan bahwa Pendataan Keluarga yang telah dilakukan selama delapan tahun berturut-turut itu sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Pendataan Pasangan Usia Subur (PUS) dan Kesertaan KB yang telah membawa keberhasilan gerakan KB dengan gemilang. Dalam pengembangan SIDUGA tersebut. dan Republik Rakyat Cina (RRC).Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA). Keadaan Keluarga Indonesia. telah mulai dikembangkan Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA) yang antara lain telah berhasil melakukan pendataan keluarga selama tujuh . Di berbagai daerah. Masyarakat makin mengetahui kegunaannya dan makin membutuhkan data tersebut untuk membantu masyarakat. Malaysia. Pada tahun-tahun selanjutnya pendataan itu makin sempurna. model komunikasi dalam rangka pengembangan jaringan sistem informasi lintas departemen dengan antara lain mempelajari berbagai sistem di negara maju maupun di beberapa negara berkembang. Dalam pembangunan keluarga sejahtera di Desa-desa tidak tertinggal dengan mempergunakan berbagai jenis sumber bantuan. Dengan mempelajari sistem-sistem yang telah berkembang di negara lain. momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-56 sekarang ini dapat dipergunakan untuk lebih memacu lebih cepat lagi pengembangan sistem tersebut.delapan tahun terakhir ini dengan baik dan hasilnya makin bisa digunakan di seluruh tanah air. Pendataan PUS itu disempurnakan menjadi Pendataan Keluarga dengan arahan untuk mendapatkan data dasar tentang Kesertaan KB dan ciri-cirinya. . para Gubernur dan Bupati telah banyak mempergunakan hasil pendataan itu untuk mengenal keluarga miskin di Desa Tertinggal sebagai indikator untuk membantu menyalurkan dana yang berasal dari Proyek IDT (Inpres Desa Tertinggal) atau proyek lain semacam itu. baik melalui literatur maupun dengan mengirim berbagai Tim ke Thailand. keluarga dan penduduk kita membangun dirinya secara mandiri.

Dr. Dari beberapa negara ASEAN. yang diadakan setiap tahun itu.Lebih lanjut dari pada itu. (Prof. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) ± NIK-2001 MENGUBAH IMPIAN JADI KENYATAAN Presiden RI Ibu Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu menghadiri acara yang selalu digelar setiap tahun. sebagai bagian awal dari SIDUGA. Instansi dan Lembaga Masyarakat kiranya dapat menyiapkan segala sesuatunya agar kiranya Presiden RI. kalah populer dengan kasus Bulogate. namun negara-negara itu umumnya telah mulai mengembangkan Sistem Identifikasi Penduduknya semenjak mereka dilahirkan. kesediaan Ibu Megawati Soekarnoputri sungguh sangat membesarkan hati karena pemilihan anak-anak balita. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK Nomor Induk Kependudukan atau NIK itu sekaligus dapat menjadi simbul dan pengakuan negara dan bangsa Indonesia terhadap keberadaan manusia Indonesia sejak dilahirkan. biarpun sangat penting. bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku untuk seumur hidup. Haryono Suyono. diperoleh kesan bahwa sistem serupa belum dikembangkan secara terkoordinir. Sistem itu serupa dengan Sistem Social Security Number di Negara-Negara maju. Seiring dengan pengakuan itu. kemauan dan kemampuan. khususnya pendataan keluarga yang dilakukan di seluruh Indonesia untuk memonitor perkembangan KB maupun untuk mengembangkan pembangunan keluarga secara luas. Pemberian Penghargaan kepada Balita Sejahtera Indonesia. dan sekaligus menjadikan momentum HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN RI KE-56 ini sebagai awal dari perbaikan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh dan terpadu. mulai banyak peserta kerjasama international yang ingin mempelajari SIDUGA tersebut. baik bayi yang baru lahir sampai usia satu tahun. Ibu Megawati Soekarno Putri. kalau ada komitmen. maupun bayi usia satu tahun sampai lima tahun. Pemilihan Balita Sejahtera Indonesia selama beberapa tahun seperti itu selalu digelar . Acara itu. merupakan percontohan hidup nyata yang dapat dilaksanakan siapa saja. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. Namun. sebagai bagian awal dari SIDUGA bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor induk kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku seumur hidup. berbagai Departemen. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. atau peristiwa politik lainnya. berkenan memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan yang ke 56. Pengembangannya yang akan memakan waktu lama tidak perlu menjadi masalah. tetapi harus dianggap bahwa dengan memulai suatu awalan mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan yang memalukan selama ini. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK.

Untuk menangani masalah ini. kualitas kesehatan anak-anak di Indonesia masih tetap yang terburuk. dilingkungan ASEAN.000 bayi baru. Karena tingkat kelahiran yang terus menurun.45 per 1. Dimasa lalu. sampai penduduk Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 200 juta jiwa. Menjelang akhir abad lalu keadaan berubah. Namun. Tingkat kematian bayi dan anak-anak dibawah usia lima tahun. Namun penempatan bidan saja nampaknya tidak cukup. Salah-salah Indonesia dituduh tidak banyak berbuat ! Kualitas kesehatan anak-anak itu masih ditambah keadaan kualitas kesehatan ibu yang memprihatinkan. Karena tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak juga menurun.70 per 1000 kelahiran pada awal tahun 1990 telah dapat diturunkan menjadi sekitar 43 . yang melalui program terpadu yang dilaksanakan dengan gegap gempita telah berhasil menurunkan tingkat kelahiran dan tingkat kematian bayi dengan drastis. dan Amerika Serikat. dukungan masyarakat. Dalam sepuluh tahun terakhir ini. biarpun Indonesia merupakan salah satu negara terbesar ke empat setelah RRC. serta beberapa lembaga lainnya.000 sampai 2. dengan mengerahkan tenaga dan dana yang tidak sedikit. Pemilihan itu selalu menggugah inspirasi dan perhatian keluarga Indonesia yang sekarang ini merupakan warga dari negara dengan jumlah penduduk sekitar 211 juta jiwa atau lebih. setiap tahun jumlah penduduk Indonesia tetap bertambah dengan kelahiran sekitar 5. yang di tahun 1990 masih berada di sekitar 97 . atau pada waktu penduduk berjumlah 150 juta.000 penduduk atau kurang. Program penempatan bidan itu disusul dengan sosialisasi dan . Hasilnya sungguh menggembirakan. Tbk. Kita boleh bersyukur. India. setiap tahun jumlahnya bertambah banyak. telah dapat diturunkan dibawah angka 60 per 1000 kelahiran. Melalui berbagai program. Angka kematian anak dibawah usia lima tahun.45 per 1000 pada tahun 2000. upaya untuk memberikan perhatian kepada anak-anak dan keluarga miskin mendapat perhatian yang luar biasa. atau lebih dari 50 persen.000. bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur.100. berkat keberhasilan dibidang KB dan kesehatan yang membesarkan hati.oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI).000 penduduk telah menurun menjadi sekitar 22 . dengan penduduk yang sangat besar.000 bayi meninggal dunia pada waktu dilahirkan. selama dasawarsa lalu pemerintah berusaha menjangkau ibu-ibu hamil itu dengan pelayanan yang lebih baik. telah dapat dicapai. seperti yang ditargetkan dunia.000. baik dari pemerintah. pada waktu penduduk Indonesia masih berjumlah 100 juta. biasanya sekitar 1.000. pertambahan jumlah bayi dan anak-anak balita yang sehat. Tingkat kematian bayi yang diperkirakan sekitar 68 . Pemerintah memperbaiki pelayanan kehamilan dan pasca persalinan dengan mendekatkan pelayanan ke desa-desa melalui penempatan bidan di setiap desa. atau tidak meninggal dunia. segera setelah dilahirkan atau bahkan sebelum dilahirkan. telah dilakukan usaha yang maksimal.25 per 1. Namun biarpun target jumlah atau prosentase nasional dan target dunia telah tercapai. maupun bantuan luar negeri. jumlah bayi yang dilahirkan relatip tidak banyak berbeda. Tingkat kelahiran kasar yang biasanya berkisar antara 44 . dengan UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992.

atau belum bisa dilakukan secara massal karena keterbatasan tenaga. setelah sekian lama upaya ini berlangsung.650 dan hanya dapat diturunkan pada akhir abad lalu menjadi dibawah angka 400 per 100. Ibu Prof. dari YKAI. dan komitmen lain untuk menangani bayi dan anak balita. Namun. upaya memperkenalkan pola tumbuh kembang anak yang benar yang dilakukan tanpa kenal lelah oleh berbagai kalangan. selama sepuluh tahun terakhir ini penurunan tingkat kematian ibu karena mengandung dan melahirkan relatip kurang memadai. Instansi dan jajaran lainnya ikut berpartisipasi.000 kelahiran. Kita sengaja mengangkat kegiatan ini kepermukaan karena beberapa alasan. yaitu bahwa lomba ini diarahkan pada peningkatan kualitas dan pembinaan bayi dan balita dengan dukungan yang ketat. nampaknya Lomba Balita Sejahtera Indonesia tetap hanya berlangsung karena kegigihan dari YKAI dan PT Indofood Sukses Makmur semata. dan seterusnya. Karena ketimpangan itu. Keberhasilan ini patut disyukuri dan barangkali Ibu Prof. atau karena pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan bayi dan anak balita masih relatip rendah. Dr. Dr.000 balita dari seluruh Indonesia. yang mengambil peranan yang sangat menonjol. yang sangat gigih telah mendapat dukungan yang sangat tinggi dari Ibu Eva Riyanti dari PT Indofood Sukses Makmur. Dengan ikut sertanya BKKBN. Lomba Balita Sejahtera dimulai pada waktu kualitas kesehatan dan kesertaan KB sedang dikembangkan. Dengan upaya yang gegap gempita. dan kemudian 40. pembinaan balita umumnya harus dilakukan secara ketat oleh orang tua masing-masing dengan dukungan tenaga profesional dokter. Awalnya Lomba Balita Sejahtera itu diikuti oleh sekitar 5. para sukarelawan PKK dan berbagai organisasi wanita lainnya. dan terakhir. para Menteri. Karena itu. peserta lomba melonjak menjadi 20.000 bayi dan balita. tetapi masih sekedar dalam bentuk mensukseskan upaya memberi contoh pembinaan balita yang dilakukan . angka kematian itu berkisar antara 400 .000-10. untuk tahun ini. Upaya program Lomba itu ikut memicu dan memacu komitmen masyarakat dan para orang tua untuk meningkatkan kualitas penanganan bayi dan balita sejak dalam kandungan maupun segera setelah dilahirkan.upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada bidan-bidan muda itu. dewasa ini Departemen Kesehatan bersama berbagai lembaga pemerintah lain dan masyarakat pada umumnya dengan gigih meneruskan upaya itu. termasuk usaha pemeliharaan kandungan.000 bayi dan balita. mendapat dukungan dari Ibu Presiden. sifat keterbatasan itu tetap ada. Upaya yang dilaksanakan kedua tokoh itu berjalan mulus dengan dukungan dari para Ibu Negara. Lily Riantono dan Ibu Eva Riyanti patut dipertimbangkan untuk diberikan perhargaan atas kegigihan tanpa kenal lelah tersebut. serta upaya memperkenalkan tanggung jawab orang tua dan keluarga melalui gerakan Bina Keluarga Balita oleh jajaran Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN. Cara pembinaan seperti itu tidak. utamanya seluruh jajaran Departemen Kesehatan. Menurut perkiraan. upaya Lomba ini makin bertambah maju. Untuk menjadi juara. Pertama. Lily Riantono. bidan atau tenaga paramedis lain yang dekat dengan orang tuanya.

dan lain sebagainya. Ibu Megawati akan sangat terhormat kalau berkenan membawa upaya yang sangat luhur ini kemimbar PBB yang sangat terhormat itu. Ketiga. karena sifatnya adalah lomba dan diikuti secara terbatas. Sementara itu pemerintah. Balita dan Sidang Khusus PBB Sementara itu. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Kedua. melalui Menteri-menteri terkait. yaitu pada Pertemuan Dunia Khusus untuk Anak dan Balita yang akan diadakan di Markas PBB pada tanggal 8-10 Mei nanti di New York. seperti Indofood. dapat mengambil prakarsa mempersiapkan bahan yang dapat diberikan kepada keluarga lain yang tidak sempat mengikuti lomba Balita Sejahtera itu. siapa tahu jutaan bayi dan anak-anak yang tersebar di seluruh Indonesia akan mendapat manfaat dari upaya percontohan yang telah diadakan bertahun-tahun tersebut.25 juta bayi dan balita yang ada. Keempat. antara lain terlihat dari naiknya partisipasi dalam lomba yang hanya mencapai sebesar 40.000 . Ada kesempatan yang sangat baik untuk membawa hasil-hasil dan pelajaran yang diperoleh dari Lomba Balita Sejahtera yang telah diadakan bertahun-tahun itu dalam kemasan yang menarik dengan keberhasilan program kesehatan dan KB yang telah berhasil membawa perbaikan kualitas anak-anak balita di Indonesia. yang sedianya diadakan pada tanggal 9-11 September 2001. Yayasan Indra. karena peristiwa teroris 11 September.000 setiap tahun dibandingkan dengan sekitar 20 . Kalau upaya ini berhasil menarik perhatian dunia.untuk suksesnya lomba itu. Pertemuan di New York. sehingga bayi dan anak balita mereka bisa menjadi "balita juara" seperti anak balita yang mereka lihat berjalan beriring bersama Ibu Presiden. . atau seperti mereka lihat mejeng di koran dan televisi. keikut sertaan lembaga-lembaga masyarakat lain secara luas dalam mendukung peningkatan kualitas bayi dan anak balita nampaknya juga masih terbatas. telah diundurkan sampai tanggal 8-10 Mei 2002. dan mereka mengulurkan bantuannya. informasi dan edukasi agar keluarga lain meniru keluarga juara dengan balitanya belum terjadi dengan baik. seperti Menteri Kesehatan. maka dukungan komunikasinya juga terbatas sepanjang lomba berlangsung. perlu segera ditulis dan disebarluaskan cara-cara pembinaan bayi dan balita secara sederhana agar pembinaan balita dapat dilakukan oleh keluarga biasa di desa. serta perusahaanperusahaan peduli.50. ada baiknya semua pihak mengetuk hati Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menghadiri Sidang PBB di New York itu. Penyajian upaya itu bisa mengangkat kebanggaan nasional karena sifatnya yang menonjol dan sangat manusiawi. pengaruh baik dari lomba ini pantas dibawa ke forum internasional. Kepala BKKBN. dan lain sebagainya. Pemerintah dan masyarakat umum yang semestinya mengambil alih dengan menggelar dukungan komunikasi. bersama lembagalembaga swasta seperti YKAI. Kelima.

upaya penurunan tingkat kelahiran. kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. hasilnya bisa sangat signifikan karena dilihat oleh tidak kurang dari 80 Kepala Negara yang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir di Sidang tersebut. WHO. menjadi harapan dunia pada umumnya. biarpun mungkin baru sedikit. seperti juga di negara kita. Oleh karena itu. sebagai negara yang sedang berkembang.000 sampai 50. serta dilakukan secara komprehensip dan berlanjut. adalah sulit meningkatkan kualitas anak-anak dan remaja dengan dana yang terbatas. kita bisa mempunyai komitmen politik yang sangat tinggi. dalam Sidang Khusus ini. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan). lebih dari pantas dan mampu mengajak PBB dan negara-negara donor mengadopsi strategi yang memihak keluarga miskin agar setiap keluarga bisa mengubah impiannya menjadi kenyataan yang lebih sejahtera.000 balita Indonesia yang ikut dalam lomba setiap tahun. Pemerintah dan rakyat Indonesia. Anak. dengan pengalamannya yang luas.Anak-IndBalitas-932002. Kita juga bisa mengajak berbagai lembaga dunia untuk merancang strategi yang memihak keluarga miskin. Sasaran-sasaran strategis yang nampaknya mudah dicapai. serta lingkungan yang tidak selalu kondusif. (Prof. . serta pengembangan jaringan pelayanan yang luas dan bermutu. dengan jumlah penduduk miskin yang luar biasa banyaknya. dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah. ikut turun tangan membantu menyelematkan umat manusia di dunia ketiga yang miskin itu. dapat segera disusul dengan programprogram pemberdayaan yang lebih bersifat menyeluruh. penurunan tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang sangat signifikan. Dengan kerjasama dan bantuan lembaga donor dan negara-negara maju yang peduli. juara balita sejahtera yang sejati. UNFPA. upaya penurunan tingkat kematian anak-anak balita di Indonesia. berciri global. Haryono Suyono. dan lembaga lainnya. Dengan pengalaman kita yang kaya. suatu strategi yang didasarkan pada pengalaman dan keberhasilan yang ditunjukkan oleh 40. dimana lembaga-lembaga dunia seperti UNICEF. Bank Dunia.Kita mengetahui bahwa Sidang Khusus itu telah disiapkan secara marathon sejak Sidang Umum PBB pada tanggal 7 Desember 1999 yang menyetujui Resolusi nomor 53/93 yang memutuskan diadakannya Sidang Khusus PBB tentang Anak di tahun 2001. tetapi setiap langkah kecil saja harus disertai dengan pendanaan dan dukungan sumber daya manusia yang luar biasa besarnya. kita juga harus sanggup dan berani mengembangkan strategi dan program perluasan yang memihak keluarga miskin. kalau kita mampu mencatatkan keberhasilan kita memelihara anak-anak bangsa. Pengalaman selama ini mengajarkan. Dr. UNESCO. wilayah yang sangat luas serta kemampuan ekonomi penduduk yang tidak dapat diandalkan. USAID. memerlukan perubahan sikap dan tingkah laku yang tidak mudah. dan di dunia ketiga lainnya. . Kalau kita bisa membagi pengalaman. serta upaya keluarga miskin yang bekerja keras untuk anak cucunya dengan penuh kasih sayang.

masih tetap mampu bekerja. Lansia makin menjadi fenomena menarik karena keberhasilan pembangunan di Indonesia. Untuk bisa mengikuti kemajuan jaman dengan baik.MEMELIHARA KESEJAHTERAAN LANSIA Setiap tanggal 29 Mei kita memperingati Hari Lansia Nasional. budi pekerti luhur. Kemajuan meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan jumlah penduduk lanjut usia. keahlian dan kearifan perlu diberi kesempatan untuk berperan dalam pembangunan. Kondisi ini memberi petunjuk bahwa apabila pembangunan berhasil. tetapi lebih-lebih harus tercermin dari makin baiknya tingkat kesejahteraan penduduk dan masyarakat lansia dan masyarakat luas pada umumnya. dinamika serta kesiapan penduduk. atau bahkan lebih baik. kualitas. sebagai bangsa yang beradab bangsa kita harus berada dalam posisi yang mampu mengembangkan komitmen dan pokok-pokok kebijaksanaan yang mengantar pengembangan berbagai kegiatan yang dapat diarahkan pada 3 (tiga) hal pokok sebagai berikut : Pertama. Harapannya adalah bahwa kondisi kesehatan penduduk yang bersangkutan tetap prima. merekapun diberi kesempatan untuk selalu diikut sertakan dalam upaya peningkatan kualitasnya seperti penduduk lainnya sesuai hakekat pembangunan sebagai berikut : ³Kebijaksanaan kependudukan diarahkan pada peningkatan kualitas penduduk sebagai pelaku utama dan sasaran pembangunan nasional agar memiliki semangat kerja. sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan´(GBHN-1998). Oleh karena itu kita harus mengembangkan kebijaksaaan untuk memperhatikan dan mengembangkan pemberdayaan penduduk lanjut usia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : ³Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan makin panjangnya usia harapan hidup sebagai akibat kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan selama ini. Mereka yang potensial harus didukung dengan suasana yang kondusif agar supaya kemampunannya dapat disumbangkan secara maksimal. penuh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.(GBHN-1993) Ini berarti bahwa kita harus memberi perhatian. sehingga keluarganya dan kita semua bisa memberikan kepada mereka peluang dan kesempatan untuk ikut terus membangun keluarga dan . Untuk tetap memberi kesempatan kepada para lansia itu. bagaimana membina para lansia yang berada dalam lingkungan keluarga. Kondisi itu tidak saja harus terlihat dari makin panjangnya usia harapan hidup. kesempatan dan mendukung pemberdayaan dari penduduk lanjut usia yang potensial yang masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan. sumber daya manusia bisa menikmati kehidupan dalam waktu yang relatip lebih lama. Kemajuan dan keberhasilan pembangunan di Indonesia memperpanjang usia. maka mereka yang memiliki pengalaman. Kesejahteraan penduduk usia lanjut yang karena kondisi fisik dan/atau mentalnya tidak memungkinkan lagi untuk berperan dalam pembangunan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat´.

misalnya : a. masyarakat dan atau pemerintah. Sebagian besar kepala keluarga di Indonesia pada Pelita I hanya buta huruf.0 juta jiwa menjadi 210. atau suatu kenaikan sebesar 96 persen selama 20 tahun. Kalau dilihat dalam perspektif jangka panjang. tingkat pertumbuhan keluarga di Indonesia masih akan terus naik dan ternyata sudah jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan penduduk Indonesia. Sebagai selingan. Idealnya penduduk lansia tinggal bersama keluarga di rumah. dimana pelayanan dapat dilakukan oleh Lansia sendiri secara pribadi dengan apabila perlu dapat dibantu oleh anggota dari Lembaga Sosial dan Organisasi Masyarakat (LSOM) atau swasta. Dengan demikian jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat lebih dari dua seperempat kali lipat dibandingkan kenaikan jumlah penduduk dalam waktu yang sama. bagaimana membina para lansia yang berada di luar lingkungan keluarga. Diramalkan bahwa diawal abad 21 ini jumlahnya akan mencapai sekitar 5055 juta keluarga dan masih akan berkembang dengan kecepatan yang relatip tetap tinggi. ternyata jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia itu naik dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan penurunan pertumbuhan penduduk. maka terlihat bahwa pada tahun 1980 jumlah penduduk lanjut usia itu baru mencapai sekitar 7. Propinsi-propinsi yang gerakan KB-nya berhasil dengan baik seperti DI Yogyakarta dan Jawa Timur. khususnya yang masih mampu bekerja dan masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan yang bersifat lokal maupun nasional.2 persen dari seluruh jumlah penduduk. dan sekarang ini telah lebih tinggi lagi.masyarakat yang sejahtera. Ketiga. Jumlah keluarga Indonesia yang pada awal PJP II telah mencapai hampir 40 juta keluarga. yang diiringi dengan kemajuan modernisasi. Kita mengetahui bahwa rata-rata tingkat pendidikan Kepala Keluarga Indonesia pada umumnya masih rendah.1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7. Pada waktu yang sama jumlah penduduk seluruh Indonesia meningkat dari 148. Sementara itu jumlah keluarga Indonesia bertambah dengan kecepatan dan tambahan yang makin tinggi. ³Kampus Lansia´. Kedua.2 persen dari jumlah penduduk. . mendapat perawatan yang profesional atau bagi yang masih kuat fisik dan mempunyai kegiatan penuh bisa menempati perumahan tersendiri.4 juta jiwa atau kenaikan sebesar 42 persen. bisa pula dikembangkan beberapa jenis Lembaga yang dapat memberikan fasilitas khusus. Pada awal PJP II baru meningkat menjadi rata-rata berpendidikan sekolah dasar. Karena perkembangan globalisasi dan pendidikan yang cepat.7 juta jiwa atau 5. bagaimana mengembangkan upaya membantu penanganan para lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja dan harus menjadi tanggung jawab keluarganya. dan menurut proyeksi penduduk BPS jumlah itu diperkirakan telah meningkat menjadi 15.

Bagi penghuni yang secara fisik dan mental masih sangat kuat diberikan kebebasan untuk melaksanakan apa saja yang menjadi kegemarannya. Fasilitas lain yang tersedia atau akan disediakan yaitu klinik dan segala keperluan pengobatan lansia lainnya. dipimpin oleh Bapak Husein. para ³tamu´ diberi kesempatan untuk melakukan banyak kegiatan dan mendapat pelayanan yang memadai. tempattempat semacam ini bisa menjadi ajang liburan atau selingan dari lingkungan keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Para lansia dapat melakukan pesanan-pesanan sesuai seleranya sendiri tanpa merasa ³memerintah´ atau ³menyakiti´ anak -anak atau cucu-cucunya. Pelayanan Tresna Werdha oleh LSOM atau swasta. Pengalaman itu bisa memperbaiki pelayanan lansia di rumah dan keluarga sendiri. Apabila ada tamu. Namun tempat ini tidak bisa menggantikan rumah-rumah dengan keluarga yang akrab dengan seluruh anggotanya. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-Lansia-HLN-2552002 MENGEMBANGKAN VISI KEPENDUDUKAN .b. Bagi yang mulai mengendor. Semoga ada manfaatnya. Pada waktu ini sedang disiapkan semacam Panti Werda untuk mereka yang secara fisik tidak mampu lagi untuk mengerjakan berbagai aktifitas fisik yang banyak memakan tenaga. Dengan pertumbuhan lansia yang makin besar dan cepat pasti diperlukan tempattempat semcam ini yang lebih banyak. Akomodasi type ³Hostel´ dengan pelayanan 24 jam oleh swasta atau LSOM. Dr. Acara harian untuk para penghuni dibuat begitu padat dan sibuk agar memberi kesan kepada para penghuni untuk kerasan dan bersemangat hidup panjang yang berguna. sekaligus sebagai ajang proses saling belajar bagaimana merawat lansia secara profesional. Tempat itu dilengkapi fasilitas untuk menerima kunjungan keluarga dan beberapa sarana untuk menggelar hiburan antar penghuninya. Sebaliknya lansia dapat mendapatkan perawatan ekstra karena Panti ini diasuh secara profesional. Tempat seperti ini bukan saja seperti layaknya Hotel atau Penginapan. (Prof. tetapi juga sekaligus bisa menjadi sarana perawatan yang kelihatan seperti di rumah sendiri saja. Cipageran Cimahi. Haryono Suyono. dan diasuh oleh Yayasan Lansia Kristen ³Dorkas´. sekaligus sebagai cara tetap asah otak dan asah tenaga sehingga gairah untuk hidup panjang dan sejahtera tetap terpelihara. dengan sendirinya diberi kesempatan sesuai dengan kemampuan fisiknya. c. penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. Namun. sehingga lansia dapat menyerahkan diri untuk beberapa waktu sambil memberi kesempatan kepada keluarga dimana mereka tinggal untuk ³beristirahat´ tanpa lansia dirumahnya dan bisa melakukan kegiatan tanpa rasa rikuh karena ada lansia dalam rumah tangganya. Contoh dalam praktek Salah satu contoh dalam praktek yaitu pengembangan tempat mirip dengan ketiga prototip fungsi-fungsi diatas sedang dikembangkan di Desa Tani Mulya.

Dr. telah mampu mengantar program-program yang menguntungkan penduduk mulai dari tingkat anak-anak dibawah usia lima tahun. Biarpun agak kecewa karena kepemimpinan lembaga ini hanya dipercayakan kepada seorang Kepala. Telah mulai pula dikembangkan gagasan untuk memberikan pengakuan terhadap hak-hak anak dengan menciptakan suatu pertanda bagi anak sejak dilahirkannya dan memberikan kepada mereka Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang berlaku seumur hidup seperti ´Social Security Number´ di negara-negara maju. Dengan visi ini diharapkan bahwa penduduk tidak akan sekedar menjadi ³obyek pembangunan´ . dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. namun. yang semula dianggap cukup dibantu dengan santunan dan perawatan karena usia tuanya saja.BERWAWASAN KEMANUSIAAN Setelah sekian lama Kantor Menteri Kependudukan hilang dari peredaran. beberapa waktu lalu Presiden menetapkan pembentukan suatu lembaga yang diberi nama Badan Kependudukan Nasional. yang sangat besar. yang mulai mengantar pembangunan yang lebih mengarah kepada pendekatan keluarga dan kemasyarakatan yang kental. Komitmen ini. baik nasional maupun internasional. setelah hilang dari peredaran. kaum remaja. dibandingkan di masa lalu selalu dipimpin oleh seorang Menteri Negara. Menurut pengakuan dunia internasional. dan pada tahun-tahun terakhir menjelang berakhirnya abad ke-20. akhirnya mendapat dukungan yang lebih luas. dengan pendekatan kependudukan yang bermakna. dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. mampu mendeteksi mengalirnya arus penduduk lansia yang makin deras sebagai hasil ikutan keberhasilan gerakan KB yang merakyat. munculnya kembali mendapat sambutan masyarakat. biarpun belum sempat diterjemahkan secara menyeluruh. Atau langkah-langkah konkret yang diteruskan oleh penulis. penggantinya. atau disingkat Baknas. Dengan dibentuknya Badan ini muncul kembali harapan bahwa pembangunan di Indonesia akan makin diarahkan kepada visi yang menempatkan penduduk sebagai pusat pembangunan. Dalam undang-undang yang . Lembaga baru ini diharapkan bisa meneruskan tradisi yang dimulai oleh Bapak Prof. Sayang gagasan bagus itu belum dapat diwujudkan secara luas karena perangkat lunaknya baru saja diselesaikan. keputusan pemerintah Indonesia membentuk Lembaga. atau Kementerian Kependudukan secara resmi itu sungguh merupakan bukti komitmen yang sangat konsisten dari pemerintah dan rakyat yang menginginkan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat atau titik sentralnya. Emil Salim yang dengan kemampuan advokasinya yang lantang telah menggoyang rekan-rekan Menteri lainnya untuk menggolkan langkah-langkah awal pembangunan berwawasan kependudukan dan lingkungan hidup. Untuk penduduk lanjut usia. Untuk memberikan dukungan pengembangan dan pembinaan terhadap anakanak telah pula dapat dirumuskan Strategi Pengembangan Anak untuk Dasawarsa yang akan datang. tetapi makin bisa menjadi pemain yang bermutu dan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi secara demokratis. yang kini tiba waktunya untuk diwujudkan menjadi program dan kegiatan nyata yang makin peduli terhadap anak-anak keluarga miskin. Badan.

atau oleh Departemen dan Instansi lain. para penduduk lanjut usia itu memperoleh dukungan dengan demensi baru secara legal. 2002. serta berlaku seumur hidup. yang dikelola dan diselenggarakan oleh Kantor Kementerian sendiri. Disamping itu Badan ini bisa membantu setiap penduduk untuk mendapat kepastian hukum dan hak-hak azasinya dengan memperoleh Nomor Induk Kependudukan (NIK) sejak seseorang dilahirkan.kemudian disepakati oleh pemerintah dan DPR. biarpun tidak dipimpin oleh seorang Menteri. . Program dan kegiatan itu menjadi marak pada sekitar tahun 1990-an. Dr. juga pembangunan oleh masyarakat. Kita berharap semoga lembaga ini. Sebagai Menteri. dapat secara politis dikembangkan dengan menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. Instansi dan Masyarakat luas untuk membantu pemberdayaan setiap penduduk Indonesia agar bisa berpartisipasi secara bermutu dalam pembangunan yang berkelanjutan. atau Baknas. segala aspek pembangunan. Dalam hubungan internasional. Dalam setiap kesempatan. Badan Kependudukan Nasional. Sekaligus diharapkan agar Badan ini diberikan kesempatan bersama-sama Departemen. yaitu mendapat hak-hak dan kesempatan pembinaan dan pemberdayaan agar bisa mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang menyejukkan. akan diberikan kesempatan mengembangkan visi pembangunan yang menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. Haryono Suyono. sehingga muncul berbagai kunjungan dan kerjasama antar negara yang mengantar Indonesia memperoleh kesempatan dan apresiasi yang nyata dari hasil-hasil kerjasama tersebut. Dengan adanya lembaga dengan pimpinan setingkat Menteri pada masa itu. Pimpinan lembaga mendapat kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan pendekatan global dan ikut serta memelihara persahabatan dunia melalui berbagai kegiatan pembangunan dan tukar menukar program dan kegiatan dengan berbagai negara sahabat. menyampaikan himbauan dengan bobot yang memadai kepada para Gubernur Kepala Daerah. BKKBN. Pengamat Sosial Kemasyarakatan)-Pengantar-2782001. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. baik yang terkait maupun yang relatip masih diragukan keterkaitannya. (Prof. pimpinan lembaga kependudukan pada waktu itu dapat ikut serta dalam sidang-sidang kabinet. pimpinan lembaga itu dapat ikut menyampaikan pandangan yang menguntungkan manusia atau penduduk sebagai sasaran maupun sebagai pelaksana pembangunan. Bupati dan Pejabatpejabat lain yang bertanggung jawab untuk bersama-sama mengusahakan dan mengkoordinasikan upaya pembangunan yang menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan.

1 @ 2004 Dodik Briawan Posted 25Desember 2004 Makalah Perorangan Semester Ganjil 2004 Pengantar Falsafah Sains (PPS 702) .

MF Prof. MS Oleh : DODIK BRIAWAN A56104005 dbriawan@telkom. Dr.Program Doktor. Dr. Ir. Sekolah Pascasarjana IPB Desember 2004 Dosen: Prof. Rudy C. Zahrial Coto. Ir. Ir. MSc Dr.net Pengaruh Promosi Susu Formula terhadap Pergeseran Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) 2 . Tarumingkeng. Hardjanto.

Salah satu alasan utama pentingnya ASI adalah karena sangat bermanfaat untuk bayi pada awal kehidupannya. Data SDKI menyebutkan bayi usia kurang 3 hari sudah diberikan makanan dalam bentuk cair (45.6% pada bayi yang tidak disusui dan 18.6%). Terdapat kebiasaan di masyarakat. Studi di Kota Bogor (2002) pada bayi usia 5-10 bulan sebanyak 54. 2003). Pada periode usia tersebut bayi tidak dianjurkan untuk diberikan makanan apapun selain ASI. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI. Phillipina. ternyata ASI belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. 2003). Angka kematian bayi di Indonesia yang cukup tinggi diantaranya disebabkan oleh tingginya kejadian infeksi saluran pencernaan dan pernafasan pada bayi.1% pada bayi yang disusui. 2002) menunjukkan pada bayi berusia < 6 bulan yang menggunakan susu formula. Malaysia). Bayi tersebut akan mudah terkena infeksi saluran pencernaan maupun pernafasan. Meskipun rata-rata pemberian ASI cukup lama (22 bulan). pertumbuhannya jauh lebih baik dibanding bayi yang tidak disusui. Produsen susu formula juga mulai mengalihkan promosi produknya dari iklan langsung ke 3 .3%) dan padat (17. bahkan terdapat kecenderungan terjadi pergeseran penggunaan susu formula pada sebagian kelompok masyarakat. Kalau bayi lahir sampai enam bulan dengan hanya diberikan ASI saja. Angka tersebut masih jauh dibandingkan dengan target pemberian ASI eksklusif di Indonesia tahun 2000 sebesar 80%. Penambahan makanan selain ASI pada usia yang terlalu dini dapat meningkatkan kesakitan (morbiditas). angka kematian bayi (IMR) di Indonesia masih termasuk tinggi.1% (tahun 2003) (BPS. ASI diciptakan sebagai makanan yang mengandung zat gizi dan non-gizi paling lengkap dan cukup untuk bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan (ASI Eksklusif). bayi yang baru lahir sudah diberikan makanan lain seperti susu formula (susu botol). Didalam deklarasi tersebut disepakati perlunya kampanye ASI melalui pekan ASI sedunia yang dilakukan pada setiap minggu pertama bulan Agustus (World Breast-Feeding Week). atau lainnya. Tujuannya adalah untuk menyadarkan kembali masyarakat betapa pentingnya ASI dan supaya ibu mau menyusui bayinya. madu. Promosi susu formula dilakukan sangat gencar diberbagai media massa. Sebagai makanan terbaik bayi. Padahal WHO (2001) merekomendasikan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) tersebut boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Data series Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif hanya 52. yaitu 51 per 1000 kelahiran (Depkes. namun pemberian makanan selain ASI yang terlalu dini menjadi penyebab rendahnya indikator kualitas kesehatan bayi Indonesia.I. yaitu sebanyak 76.0% (tahun 1997 ) dan 55. Demikian pula di tempat-tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit atau Klinik Bersalin) yang memberikan susu formula kepada bayi baru lahir. Komitmen internasional pada pertemuan di Italia melahirkan Deklarasi Innocenti (tahun 1990) juga membicarakan tentang kesehatan anak dan hubungannya dengan ASI.6 % sudah mulai diberikan susu formula. PENDAHULUAN Banyak fakta yang menyebabkan Air Susu Ibu (ASI) masih mendapat perhatian serius dari berbagai ahli kesehatan di dunia. Tingginya pemakaian susu formula di Indonesia juga ditemukan pada survei Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) dan Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya (Thailand.

2) keuntungan bagi ibu untuk pemulihan uterus. Semua praktik ini jelas melanggar Kode Etik Internasional Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI) maupun peraturan pemerintah yang berlaku. 4 . bahkan meninggal. Penulisan naskah ini bertujuan untuk mengkaji penyebab terjadinya pergeseran penyusuan bayi di masyarakat. seperti pencucian botol. penelitian pada anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Quotient) lebih rendah 7-8 poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif. infeksi. Menurut Rulina (2002). KEUNTUNGAN ASI DIBANDINGKAN SUSU FORMULA Keuntungan ASI yang ditemukan dari banyak studi. Misalnya. Keunggulan ASI bagi kesehatan serta proses tumbuh-kembang bayi. Untuk itu akan dibahas apa keunggulan ASI dibandingkan susu formula? apa saja faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan pemberian ASI? bagaimana promosi susu formula dilakukan dan dampak yang ditimbulkan? serta apa upaya yang perlu dilakukan untuk kembali meningkatkan penggunaan ASI ? II. asma. dan akan membuat bayi menjadi sakit. rumah bersalin. dan efek kontraseptif. diabetes tipe I pada orang dewasa dapat dicegah sampai 30% jika pada waktu bayi diberikan ASI sampai usia 3 bulan. Penurunan penggunaan ASI diantaranya selain disebabkan oleh perubahan sosial. dan keuntungan ekonomis bagi keluarga. 4) keuntungan bagi lingkungan karena mengurangi sampah dari susu buatan. dan berbagai penyakit kulit. yaitu: 1) keuntungan bagi bayi untuk memperoleh zat gizi dan kekebalan tubuh yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan. dan komposisi campuran. sudah banyak dibuktikan oleh para ahli di seluruh dunia. Pemberian susu formula berdampak buruk jika air untuk campuran susu tidak bersih. 3) keuntungan bagi masyarakat karena mengurangi perawatan kesehatan. umumnya dibagi dalam empat kelompok. ekonomi dan budaya masyarakat. Pembuatan susu formula membutuhkan kehati-hatian dalam penyiapannya. Di Indonesia kode tersebut diatur didalam SK Menteri Kesehatan Nomor 273/1997 (sebelumnya SK No 240/1985) tentang Pemasaran Susu Pengganti ASI (PASI). alergi. perebusan air. juga disebabkan oleh gencarnya promosi susu formula. juga dilakukan pemberian sampel gratis kepada ibu yang baru melahirkan. dan tempat praktik bidan. Didalam berita pers-nya. ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga banyak studi menunjukkan bayi yang diberi susu formula lebih rentan terkena diare. jantung. pendarahan. Salah satu bukti terbaru manfaat ASI bagi bayi dilaporkan oleh kantor berita Prancis AFP. Anak-anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif juga lebih cepat terjangkiti penyakit kronis seperti kanker. Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. dehidrasi. Resiko penyakit degeneratif pada usia dewasa akan berkurang jika pada waktu bayi diberikan ASI. bayi yang diberi ASI berpeluang 25 kali lebih kecil terkena diare. Kode yang disetujui 118 negara tersebut bertujuan untuk melindungi bayi dan ibu dari tindakan pemasaran yang agresif produsen susu bayi. dan upaya yang perlu dilakukan dalam kampanye penggunaan ASI. hipertensi dan diabetes setelah dewasa. Sebaliknya. kekurangan gizi. Selain memasang poster dan kalender.konsumen ke promosi di institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit (RS). Tahun 1981 World Health Assembly (WHA) dan UNICEF menerbitkan sebuah kode (international code) untuk mengatur promosi makanan untuk bayi. 14 Mei 2004.

Setelah mencapai umur antara 13-16 tahun. ASI sangat penting dan perannya bagi bayi. Hasil penelitian yang sama dimuat dalam The Lancet edisi Sabtu. Selain itu tidak semua zat gizi yang terdapat dalam susu formula bisa diserap oleh bayi. 30 persen bayi meninggal sebelum umur satu tahun karena pemberian susu dengan air tidak bersih dan pengenceran yang salah. Para peneliti tidak menemukan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara kedua kelompok. Rekomendasi ahli kesehatan adalah ASI sebaiknya diberikan kepada bayi segera (< 1 jam) setelah dilahirkan. begitu pula dalam proses penyiapannya yang tidak higiene dapat menyebabkan bayi mudah terserang penyakit. Menurut Muhilal (2004) pada susu formula (susu sapi) tidak mengandung DHA seperti halnya pada ASI sehingga tidak bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada satu pun jenis susu lain bisa menyamainya. Rulina ( 2004) menyatakan terdapat lebih dari 100 jenis zat gizi dalam ASI antara lain AA. Pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir beresiko tinggi bagi kesehatannya. pemberian susu formula yang berlebihan memungkinan anak akan mengalami obesitas (kegemukan). Meskipun produsen susu formula mencoba menambahkan zat gizi tersebut. Arachidonic acid. khususnya jantung koroner. Taurin dan Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. DHA. Pemberian susu dengan cara tersebut menyebabkan kontaminasi mikroorganisme pada bayi yang mengakibatkan kondisi tubuhnya rentan. 15 Mei 2004. Meskipun European Society for Peadiatric Gastroenterology and Nutrition Committee (1981) menetapkan standar komposisi zat gizi susu formula bayi. meskipun dapat membantunya dari kejadian anemia. menambah lagi bukti tentang manfaat ASI bagi kesehatan manusia pada usia dewasa. FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMBERIAN ASI ASI sudah lama dikenal sebagai pangan yang superior dibandingkan dengan pangan buatan manusia. dan tidak bisa digantikan oleh jenis susu lain. Selain memungkinan anak menderita kekurangan gizi. dan sebagian lainnya mendapat ASI dan susu formula. III. Sebagian bayi mendapat ASI eksklusif. sebanyak 216 orang di antaranya diperiksa kesehatannya. namun ASI tetap merupakan makanan yang baik bagi bayi. DHA. Sampel yang mendapatkan ASI memiliki asam lemak pemicu penyakit jantung koroner lebih rendah 14% dibandingkan mereka yang tidak mendapat ASI. yang sebenarnya zat tersebut sudah ada pada ASI. ASI yang baru pertama keluar berwarna 5 . Saat ini berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan untuk menyamai komposisi ASI seperti omega-3. yang meneliti 493 bayi sehat berusia 9 bulan yang diberi minuman susu sapi biasa atau susu formula yang diperkaya Fe selama sembilan bulan. Demikian pula susu formula bayi yang difortifikasi dengan zat besi. ternyata tidak meningkatkan pertumbuhan bayi. tetapi hasilnya tetap tidak bisa menyamai kandungan gizi yang terdapat dalam ASI.disebutkan bahwa ASI memiliki kemampuan untuk menghambat atau mencegah terjadinya ikatan lemak-protein yang bisa menyebabkan sakit jantung. kolostrum dan sebagainya. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim peneliti Inggris terhadap 900 bayi. Di Afrika. Morley (1999) melaporkan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood.

Seringkali ibu tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya dengan cara yang benar yang disebabkan oleh berbagai faktor. termasuk madu dan susu formula. Pada saat itu mereka memberikan makanan/minuman pada usia yang sangat dini.3% karena pengaruh nenek-kakek dan anggota keluarga lain. Ibu-ibu tidak mengetahui manfaat pemberian ASI eksklusif. antara lain faktor keluarga dan kekerabatan. Dari mereka yang memberikan susu formula. Misalnya. Alasan kebiasaan tersebut adalah karena sudah merupakan tradisi. YASIA/BKPP-ASI. Beberapa komponen dari faktor tersebut adalah: 1. yang dimulai dari makanan lumat. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara bertahap mulai dapat diberikan setelah usia 6 bulan. Para ibu percaya bahwa campuran susu formula dengan ASI baik untuk bayinya. sebetulnya yang paling memungkinkan dapat memberikan ASI dengan baik. Penelitian Depkes 1992 di 10 kota menunjukkan kebanyakan ibu pada kehamilan pertama tidak diberi informasi tentang manfaat ASI dan kolostrum. sikap dan praktek ibu dan anak balita terhadap kesehatannya di 7 propinsi di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar ibu belum mengetahui arti dan manfaat ASI dan kolostrum. Tidak semua ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI cukup kompleks. sehingga bayi perlu makanan tambahan. 4) payudara ibu yang kecil tidak cukup menghasilkan ASI. kualitasnya tidak baik. Faktor pengetahuan ibu tentang menyusui Penelitian tentang pengetahuan. Tidak semua suami atau orangtua akan mendukung pemberian ASI. Sampai dengan bayi berusia 6 bulan tidak dianjurkan untuk diberi makanan apapun. Sebagian besar ibu juga belum memahami makanan pendamping ASI (MP-ASI). 2. 5) ASI pertama kali keluar harus dibuang karena kotor. Faktor dukungan keluarga Kelompok ibu-ibu yang sehat dan produksi ASI-nya bagus. sehingga makanan tersebut diberikan sejak usia 2-3 bulan (Kantor Meneg UPW. Tetapi banyak faktor yang mempengaruhinya. keluarga besar atau kerabatnya berdatangan untuk membantu merawat ibu dan bayinya. 6 . Depkes. 36% karena suami merasa kurang nyaman. 6) ASI dari ibu kekurangan gizi. Kemudian ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 24 bulan. suami merasa tidak nyaman apabila isterinya menyusui. antara lain oleh ibu sendiri.kekuningan (kolostrum) diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Pada waktu seorang ibu melahirkan. dan enam bulan kemudian menjadi 13%. 1994). hanya sekitar 44% ibu ±ibu yang menyusui bayinya saat di rumah sakit. MPASI sudah mulai diberikan pada bulan kedua/ketiga dengan alasan bayi menangis dan menuruti nasehat keluarga. 3) ASI tidak cukup pada hari-hari pertama. Pandangan para ayah yang merasa tidak nyaman dengan kegiatan menyusui merupakan alasan utama para ibu memilih memberikan susu formula. Beberapa mitos tentang menyusui ASI yang terjadi di masyarakat menurut Roesli (2001) adalah: 1) menyusui akan merubah bentuk payudara ibu. 2) menyusui sulit untuk menurunkan berat badan ibu. Studi Seaman di Pensylvania. 4) ibu bekerja tidak dapat memberikan ASI eksklusif. dan 24. dan sosial budaya masyarakat. lingkungan keluarga.

3. Faktor modernisasi gaya hidup. Kebanyakan ibu-ibu di perkotaan adalah sebagai karyawan atau pekerja profesional. Meskipun kelompok ini tahu manfaat dan keunggulan ASI, namun sulit untuk mempraktekannya. Alokasi waktu kerja sehari-hari yang banyak berada di luar rumah, sehingga tidak bisa dirawat bayi sepenuhnya. Pemberian ASI yang tidak bisa dilakukan secara penuh biasanya akan didampingi dengan susu formula. Pada ibu-ibu kelompok sosial-ekonomi menengah sudah banyak terpengaruh oleh iklan dan promosi susu formula. Meskipun tanpa disusui sendiri oleh ibunya, kebanyakan ibuibu percaya bahwa anaknya akan tetap sehat dan cerdas seperti dalam iklan apabila bayi diberikan tambahan susu formula. 4. Faktor sosial dan budaya masyarakat. Pada kebanyakan wanita di perkotaan, sudah terbiasa menggunakan susu formula dengan pertimbangan lebih modern dan praktis, dan juga karena mereka tidak pernah melihat model menyusui ASI dari lingkungannya. Menurut Valdes and Schooley (1996), wanita yang berada dalam lingkungan modern di perkotaan, maka tidak akan pernah melihat ibu atau kerabatnya menyusui. Bahkan yang dilihat disekelilingnya adalah ibu-ibu kebanyakan menggunakan susu formula. Pada waktu kecil kebiasaan main bagi anak perempuan adalah boneka bayi dan susu botol. Saat remaja dan dewasa mereka juga terbiasa terekspose susu formula melalui berbagai poster, tv, radio, majalah, dan berbagai media massa lainnya. Sedangkan di pedesaan masih banyak dijumpai kebiasaan dan budaya masyarakat, yang tidak sepenuhnya sejalan dengan pemberian ASI yang tepat. Kebiasaan tersebut misalnya membuang kolostrum yang dianggap sebagai susu kotor, dan memberikan makanan tambahan selain ASI kepada bayi yang terlalu dini . 5. Faktor ekonomi keluarga. Pada saat ini banyak ibu-ibu yang memperoleh nafkah dengan bekerja di luar rumah. Wanita di perkotaan kebanyakan bekerja baik di sektor formal maupun informal. Pada kondisi tersebut, bagi ibu yang sedang menyusui sulit untuk tetap dapat menyusui anaknya, apalagi kalau tempat tinggal berjauhan dengan tempat bekerja. Demikian pula jika perusahaaan tempat bekerja menetapkan aturan yang ketat terhadap jam kerja karyawannya. Beberapa studi di negara lain, seperti Thailand, Vietnam dijumpai hal yang sama, bahwa pekerjaan ibu sangat menentukan keberhasilan dalam pemberian ASI (Huffman, 1984; Ho, 1979). Studi di Aceh terhadap 150 ibu menyusui, pada bulan pertama dijumpai sampai 96,7%, namun yang diberikan ASI eksklusif sampai 4 bulan hanya 31,9%. Pemberian ASI tersebut berhubungan dengan tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan jumlah anggota rumah tangga (Thaib, Firdaus, Fauzah and Manoeroeng, 1996). 7

IV. PENGARUH PROMOSI SUSU FORMULA TERHADAP PEMBERIAN ASI Pemasaran produk oleh suatu industri tidak akan pernah terlepas dari upaya promosi. Promosi dalam bentuk iklan berfungsi dalam merangsang perhatian, persepsi, sikap dan perilaku sehingga dapat menarik konsumen untuk menggunakan suatu produk. Pada saat media massa berkembang seperti sekarang ini, promosi melalui media massa merupakan kekuatan besar dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Misalnya, beberapa studi di Bogor menunjukkan iklan merupakan sumber informasi utama dalam berbelanja susu formula bayi oleh ibu rumahtangga (65%) (Tresnawati, 1997). Sisi negatif pengaruh promosi terhadap konsumen adalah digunakannya pesan iklan yang bersifat mengelabui (deceptive information). Sering kita menjumpai iklan yang memberikan informasi kepada konsumen secara tersamar, membingungkan dan bahkan tidak logis. Klaim tersebut terkadang dikesankan ilmiah, tetapi justru akan membingungkan konsumen, terutama bagi masyarakat awam. Selama ini informasi antara ASI dan susu formula belum seimbang di tengah masyarakat. Masyarakat lebih banyak menerima informasi susu formula daripada ASI, akibatnya masih banyak ibu yang tidak menyusui anaknya dengan benar. Dari berbagai studi dan pemantauan LSM, iklan susu formula di berbagai media massa sangat berpotensi dapat merusak pemahaman ibu tentang perlunya ASI bagi bayi. Iklan besar-besaran (massive) akan mempengaruhi persepsi yang keliru tentang susu formula dan ASI. Ibu-ibu hanya memahami dan menangkap informasi yang sepenggal-sepenggal dari penyajian iklan yang singkat. Untuk memperoleh informasi yang lengkap dan benar masih perlu penjelasan lanjut, misalnya oleh petugas kesehatan. Bentuk promosi oleh produsen susu formula dilakukan melalui dua pendekatan yaitu langsung (ke konsumen) dan tidak langsung (melalui petugas kesehatan). Promosi langsung kepada masyarakat dapat kita ketahui dari berbagai media massa (TV, majalah, tabloid, koran, radio, dst.). Promosi tersebut bertujuan untuk membentuk persepsi (image) bayi yang sehat dan cerdas apabila diberi susu formula. Berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan seperti omega-3, DHA, probiotik, asam arakhidonat dan sebagainya. Dengan penambahan zat gizi tersebut dibuat kesan seolah-olah ASI bernilai inferior dibandingkan susu formula, sehingga ibu-ibu menjadi ragu-ragu untuk menyusui bayinya. Promosi lainnya yang dibuat produsen susu adalah kesan gaya hidup modern bagi ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya. Iklan dengan latar belakang kehidupan keluarga menengah dengan ibu berkarier, dikesankan seolah-olah bayinya tetap sehat dan montok dengan diberikan susu formula. Kesan kepraktisan dan kemudahan didalam penyiapan susu formula, pada kenyataannya tidak sederhana jika dibandingkan dengan menyusui anaknya sendiri. ASI merupakan makanan yang siap langsung diberikan kepada bayi tanpa harus melakukan penyiapan khusus. Produsen susu secara implisit juga mempromosikan bahwa peran ayah dalam perawatan bayi dapat dilakukan melalui pemberian susu formula. Keterlibatan ayah didalam mengurus bayi dapat dikembangkan melalui hubungan personal dengan bayi seperti bermain, memeluk, atau menggendong. Dengan demikian peran ayah tidak harus didalam proses penyusuan. Keterlibatan ayah dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana untuk pendukung perawatan bayi, akan sangat membantu keberhasilan ibu didalam menyusui bayinya. 8

Banyak sekali temuan tentang penyimpangan iklan dan promosi susu formula di media massa oleh Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). Hal tersebut diantaranya karena tidak ada penilaian untuk iklan susu formula sebelum dipublikasikan di media massa, sehingga kerap terjadi penyimpangan. Selama ini, penilaian dilakukan setelah iklan disebarluaskan di media massa. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berwenang dalam menilai dan memantau promosi serta iklan makanan tidak memberlakukan penilaian awal karena iklan pangan melibatkan banyak pihak. Sedangkan berbagai bentuk promosi tidak langsung yang dilakukan oleh produsen susu adalah promosi di institusi/petugas kesehatan. Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) sejak tahun 1992-1997 melakukan pemantauan sebanyak 5 kali terhadap pemasaran susu formula. Di tempat institusi kesehatan promosi susu formula dilakukan semakin gencar, misalnya dengan pemberian sampel produk, hadiah, brosur, poster, perlombaan bayi sehat, dan bahkan kerjasama dengan petugas kesehatan. Pada survey tersebut selalu ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode internasional (International code on breastfeeding substitutes) dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI). Pemantauan oleh Ditjen POM-Departemen Kesehatan antara tahun 1995-1998 menemukan hal yang sama, yaitu banyak terjadi pelanggaran oleh produsen susu, antara lain pembagian sampel gratis, sponsor kegiatan, potongan harga, dan penyimpangan iklan susu formula. Demikian juga studi di Kota Bogor oleh Hardinsyah dkk (2002) ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode etik pemasaran susu formula. Promosi yang dilakukan oleh produsen susu di rumah sakit dan klinik bersalin adalah: 1) memajang produk susu formula, 2) memberikan peralatan bayi dari produsen susu formula, 3) memasang gambar dan logo pada dinding dan kartu kontrol, 4) sponsor training kepada bidan oleh produsen susu. Dampaknya dari promosi tidak langsung tersebut akan sangat mempengaruhi perilaku masyarakat sangat luas. Petugas kesehatan memainkan peranan yang sangat penting didalam praktek pemberian susu formula. Studi Abada, Trovato, Lalu (2001) menyebutkan ibu-ibu yang konsultasi kehamilan (prenatal) ke dokter, akan menghentikan penyusuannya 1,19 kali lebih besar dari pada yang tidak konsultasi. Demikian pula yang pada ibu-ibu yang melahirkan di rumah sakit/klinik bersalin, 1,15 lebih besar menghentikan penyusuan dibandingkan yang melahirkan di rumah. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tenaga kesehatan profesional terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASI, terutama dalam pengenalan ke susu formula dan penghentian penyusuan ASI. Dengan promosi seperti tersebut diatas, sejumlah perusahaan susu formula atau makanan pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) sudah melanggar ketentuan internasional dan regulasi nasional. Jika ditinjau dari SK Menkes No.237/1997 tentang Pemasaran Susu Pengganti Air Susu Ibu (PASI), pelanggaran tersebut antara lain berupa larangan promosi susu formula di sarana kesehatan dan pada tenaga kesehatan. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada 1981 telah mengeluarkan kode etik pemasaran susu pengganti ASI. Kode bertujuan untuk menyelamatkan bayi, melindungi ibu dan aktifitas menyusui dari tindakan pemasaran yang agresif oleh produsen. Rangkuman dari kode etik tersebut diantaranya adalah:1) melarang memberikan sampel gratis, 2) melarang promosi di tempat fasilitas kesehatan, 3) melarang konseling langsung 9

Oleh karena keseimbangan promosi tersebut dianggap sebagai salah satu strategi yang baik.. serta keuntungan psikologi untuk kesehatan bayi. dan tidak salah interpretasi tentang satu sisi keunggulan susu formula. Contoh model promosi seperti ini sudah dilakukan pada industri rokok. ibu yang sakit atau mempunyai masalah dalam produksi ASI masih membutuhkan susu formula bayi. Dengan demikian konsumen didalam menentukan pilihannya sudah didasarkan atas pengetahuan yang benar. Praktik-praktik penyalahgunaan promosi susu formula sudah sangat parah dan meluas baik oleh industri maupun keterlibatan pihak petugas kesehatan. Selain itu didalam Kepmenkes tersebut hanya mengatur pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama empat bulan. Peraturan setingkat menteri dinilai kurang mempunyai kekuatan yang efektif untuk menertibkan pemasaran susu formula.. SK Menkes No 237/ 1997 dipandang sudah tidak sesuai lagi saat ini karena beberapa hal. Oleh karena itu perlu regulasi setingkat Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur promosi susu formula bayi di media massa. tetapi juga terkait dengan suami. 2. baik cetak maupun elektronik. Promosi susu formula seharusnya diiringi juga dengan promosi manfaat dan penggunaan ASI. ibu-ibu dan masyarakat harus paham bahwa ASI memberikan zat gizi.. faktor kekebalan. dan budaya masyarakat disekitarnya..´. 5) memuat gambar bayi . 10 .dengan publik.. UPAYA PROMOSI PEMBERIAN ASI Keputusan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya merupakan sesuatu yang bersifat personal.. maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk melindungi kepentingan ibu dan bayi tersebut diantaranya adalah: 1. V. Oleh karena itu. Mempertimbangkan adanya beberapa penyimpangan pemasaran susu formula bayi seperti tersebut diatas. 4. 3. Seperti dibahas di atas masalah pemberian ASI tidak hanya ditentukan oleh individu ibu/bayi. Perbaikan peraturan perundangan tersebut kemudian ditindaklanjutan terhadap penegakan hukum. Tetapi para ahli kesehatan sepakat untuk mendukung ibu-ibu didalam pemberian ASI.dst. Sasaran dari kegiatan tersebut tidak hanya kepada ibu-ibu tetapi juga masyarakat secara umum. Peningkatan edukasi dan promosi ASI karena pemahaman masyarakat tentang ASI yang masih rendah dijumpai dari berbagai survei dan studi. 4) memberian hadiah kepada petugas kesehatan. Sebagian kelompok tertentu seperti bayi tanpa orangtua. 6) label harus mencantumkan keuntungan ASI. sementara WHO merekomendasikan sampai enam bulan. keluarga. Oleh karena itu peraturan tersebut akan efektif apabila kemudian diikuti oleh kesiapan dan koordinasi antar aparat penegak hukum. dengan pernyataan ³merokok merugikan kesehatan .

Dwiriani. Oleh karena itu diperlukan petugas konseling yang terlatih. yang ditempatkan di Puskesmas. TS. D Hastuti. Hati-hati Tertipu.depkes. Perilaku Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan. Pelayanan Kesehatan.. N.go. L. http://www. Dept. Y. S . Trovato.fortunecity. Determinant of breastfeeding in the Philippines: a survival analysis. Konseling berupa bantuan berupa saran/nasehat kepada ibu terhadap permasalahan yang timbul selama menyusui. IPB. Dikunjungi 25 November 2004.php Seaman. Mitos menyusui.com/rubrik/tips/tips34.com/keluargaorg/susu_formula. Pemberian Susu Formula Berisiko Tinggi bagi Kesehatan Bayi. Hardinsyah.htm Roesli. Dikunjungi 25 November 2004. Bali 19 Oktober 2001. 2001. Badan Litbang Depkes RI. Respon suami terhadap isteri yang menyusui. Strategi nasional peningkatan penggunaan ASI. http://www. BPS. 1994. Kantor Meneg UPW. Susu Sapi Tanpa DHA. National Familiy Planning Coordinating Bord.id/index.problem-anda. Study on the current infant feeding practices. V. Depkes. BAHAN PUSTAKA Abada. Of Community Nutrition and Family Resources. Morley. D Briawan.htm 11 .html Muhilal. 2002. 2003. Jakarta. 2001. Status Kesehatan. Dikunjungi 25 November 2004. Hartati. Jakarta. 2002. Lalu. http://www. Rulina.5. Indonesia Demographic and Healt Survey 2002-2003. Dikunjungi 26 November 2004. Indonesia. R. U.com/kompas-cetak/0203/05/or/lley23. Makalah pada ³Seminar Telaah Mutakhir tentang ASI´. dan di tempat kerja. Badan Litbang Kesehatan Depkes RI. Metode penyuluhan dan promosi seringkali tidak dianggap cukup.kompas. Survei Kesehatan Nasional 2001. Archives of Disease in Childhood Journal. http://members. CM. Social Science and Medicine 52(2001): 71-81. karena berbagai permasalahan yang bersifat spesifik/ personal muncul pada periode menyusui. dan YASIA/BK PP-ASI. Klinik/Rumah Sakit Bersalin. J.

1996.com/h/0000015373.Susilawati.html Valdes. Sejumlah Perusahaan Langgar Iklan Susu Formula. Manfaat menyusui khususnya secara eksklusif. Makalah pada Pertemuan Advokasi Peningkatan Pemberian ASI untuk Pengambil Keputusan di Daerah. Dikunjungi 25 November 2004. YLKI. . Vol 17 No 4 (1996). The United Nation University. Food and Nutrition Bulletin. http://www. 2002. Bogor 17-19 Juni 2002. Schooley. The role of education breastfeeding success.kapanlagi. D. V. And J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful