Proyeksi Penduduk, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja, dan Peran Serikat Pekerja dalam Peningkatan Kesejahteraan

Prijono Tjiptoherijanto Pendahuluan Banyak ahli dan pengamat terutama mereka yang bergerak di lingkungan program sosial kemasyarakatan dan kesejahteraan pada saat ini mengarahkan pandangannya ke institusi Badan Pusat Statistik (BPS). Dewasa ini BPS sedang melakukan proses finalisasi perhitungan hasil sensus penduduk (SP) tahun 2000. Beberapa waktu yang lalu telah diumumkan angka sementara hasil SP-2000. Hasil sementara SP-2000 menggambarkan bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah sekitar 203 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (secara nasional) antara tahun 1995 ± 2000 adalah 1,01 persen. Gambaran tersebut jauh dibawah berbagai proyeksi penduduk yang pernah dilakukan selama ini. Sebagai contoh, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LD-FEUI) pada dekade 90-an membuat proyeksi bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah 211 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 1,35 persen. Dilihat dari sisi pencapaian program kependudukan, angka sementara tersebut menunjukkan keberhasilan program keluarga berencana (KB). Karena itu para pengelola program KB nasional, baik mereka yang berada di lingkungan pemerintah antara lain BKKBN maupun mitra kerjanya yang ada di lembaga swadaya masyarakat (LSM), sangat bergembira melihat hasil sementara tersebut. Kerja keras mereka telag berhasil mengurangi jumlah penduduk sekitar 7 ± 8 juta jiwa dibandingkan dengan proyeksi yang dilakukan oleh banyak ahli sebelumnya. Namun hasil SP-2000 perlu dikritisi secara lebih cermat lagi agar nantinya didapat hasil yang dapat menggambarkan keadaan yang relatif sesuai dengan kenyataan di lapangan. Inilah yang sekarang sedang dilakukan oleh BPS maupun para ahli kependudukan. Dalam hubungan dengan tenaga kerja, pertama-tama akan diuraikan apa sebenarnya terjadi di dalam SP-2000, bagaimana para ahli kependudukan menilai hasil sementara SP-2000, apa implikasinya pada aspek kependudukan lainnya, khususnya ketenagakerjaan. Setelah itu akan diuraikan proyeksi angkatan kerja dan tenaga kerja di Indonesia dan akhirnya bagaimana peran dari serikat pekerja menyikapi perkembangan tersebut. #2 SP-2000: Sebuah Keberhasilan Program KB di Indonesia? LD-DEUI secara periodik melakukan proyeksi terhadap penduduk Indonesia serta berbagai aspek yang terkait dengan jumlah penduduk tersebut. Proyeksi tersebut baru bisa dilakukan jika telah diperoleh angka mengenai struktur umur dan jenis kelamin penduduk. Dengan berdasarkan hasil lengkap survei penduduk antar sensus (SUPAS) 1995, LD-FEUI melakukan proyek penduduk Indonesia untuk tahun 2000 dengan berbagai aspeknya. Proyeksi penduduk, karena didasarkan atas berbagai asumsi, biasanya dilakukan dengan melihat berbagai kecenderungan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu biasanya dalam melakukan proyeksi dilakukan tiga macam skenario, yaitu: skenario optimistis, moderat, dan pesimis. Khusus dalam proyek penduduk maka skenario optimis dipakai untuk menggambarkan keyakinan kita yang sangat tinggi pada keberhasilan program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana).
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana). Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana) akan mengalami banyak permasalahan (kegagalan). Sedangkan skenario moderat adalah asumsi yang berada di antara kedua ekstrim di atas. Berdasarkan atas 3 skenario tersebut LD-FEUI mendapatkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 213, 211, dan 209 juta jiwa. Angka sementara SP-2000 memperlihatkan bahwa jumlah penduduk Indonesia tahun 2000 jauh berada di bawah perkiraan optimis LD-FEUI. Ini tentu saja membanggakan sekaligus menimbulkan keingintahuan di kalangan para ahli apakah kondisinya memang demikian. Baru-baru ini dilakukan diskusi ilmiah di LD-FEUI dengan pembicara Prof. Terence ³Terry´ Hull seorang pakar kependudukan dari the Australian National University untuk membahasa permasalahan di atas. Banyak pakar kependudukan yang hadir dalam diskusi tersebut, termasuk juga para pakar kependudukan dari BPS yang terlibat langsung dalam kegiatan SP-2000. Diskusi diarahkan pada dua tataran permasalahan, yaitu pertama, tataran konsep penduduk dalam sensus itu sendiri, dan kedua, tataran operasional di lapangan. Kedua permasalahan tersebut nantinya akan sangat menentukan seberapa banyak orang yang ³terjaring´ dalam pendataan. Dari diskusi terlihat bahwa pada tataran operasional, begitu banyak kendala yang dihadapi oleh BPS dalam SP-2000 antara lain dana yang sangat terbatas, penyaluran dana yang tidak tertata dengan baik yang mengakibatkan kesulitan dalam tahap persiapan pelaksanaan SP itu sendiri, situasi dalam masyarakat, misalnya masyarakat dapat saja menolak berpartisipasi menjawab pertanyaan, atau responden takut menerima petugas berkaitan dengan faktor keamanan di beberapa daerah. Pada tataran konsep terlihat adanya konsep yang masih dipakai oleh BPS untuk menjaring penduduk yang sebenarnya tidak sesuai lagi dengan kondisi pada saat ini. Konsep bahwa Indonesia merupakan ³closed population´ masih dianut padahal penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri sudah begitu banyak. Dengan konsep ³close population´ maka penduduk Indonesia yang berada di luar negeri tidak ³terjaring´. Demikian pula penggunaan kombinasi antara ³de-facto´ dan ³de-jure´ #3 dalam pendataan menjadi sangat membingungkan, khususnya dimana saat ini mobilitas penduduk di beberapa daerah sudah sangat tinggi. Prof. Hull menyimpulkan bahwa hasil sementara SP-2000 menunjukkan adanya indikasi ³under-counted´. Indikasi ini didasarkan pada permasalahan yang ada di atas. Prof. Terry Hull memperkirakan ³under-counted´ yang berasal dari masalah operasional dan kebingungan petugas karena konsep ³de-facto´ dan ³de-jure´ tersebut sekitar 2 sampai 2,5 juta jiwa dan jumlah penduduk Indonesia yang berada di luar negeri yang tidak tercatat sebesar 1 sampai 1,5 juta jiwa. Sehingga secara total ada sekitar juta jiwa yang masih perlu diperhitungkan lagi ke dalam hasil SP-2000. Prof. Terry Hull memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 207 ± 208 juta jiwa. Diskusi di atas belumlah diskusi final. Tentunya masih akan ada diskusi lanjutan lagi untuk membahas hal tersebut. Kelemahan diskusi yang berlangsung di LD-FEUI tersebut adalah karena masih sangat terbatasnya informasi dari SP-2000 itu sendiri yang dikeluarkan oleh BPS. Pada saat ini hanya angka sementara jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk yang dikeluarkan BPS. Padahal untuk melihat seberapa jauh akurasi perhitungan atau memperkirakan cakupan pencacahan, diperlukan struktur umur
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

dan jenis kelamin. Karena itu, jika perhitungan struktur umur dan jenis kelamin selesai dan dipublikasi oleh BPS, baru dapat dilakukan penilaian-penilaian yang lebih mendalam dan akurat Jika memang penduduk Indonesia tahun 2000 adalah sekitar 207 ± 208 juta jiwa, maka ini merupakan keberhasilan program KB. Karena menurut skenario proyeksi yang dibuat oleh LD-FEUI berdasarkan data SUPAS-95, ini merupakan skenario yang optimis. Apalagi jika angkanya adalah 203 juta jiwa. Namun di samping keberhasilan program KB, berbagai persoalan kemasyarakatan juga turut mempengaruhi jumlah penduduk. Lepasnya Timor Timur, persoalan pertikaian antarkelompok di beberapa daerah, kasus kerusuhan yang diperkirakan meningkatkan jumlah orang yang pergi ke luar negeri, dan sebagainya juga turut berperan dalam perubahan jumlah penduduk Indonesia. Ketersediaan data struktur umur dan jenis kelamin, yang menurut BPS akan ada pada sekitar pertengahan tahun 2001 ini, akan membantu para ahli untuk menganalisa berbagai hal di atas. Pada saat ini belum banyak yang bisa dilakukan dengan data SP-2000. Masih diperlukan waktu beberapa bulan lagi sebelum berbagai analisa, termasuk analisa angkatan kerja dan tenaga kerja, dapat dilakukan dengan data SP-2000 tersebut. Implikasi Dinamika Kependudukan pada Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja Uraian berikut ini didasarkan pada proyeksi penduduk yang dilakukan oleh LD-FEUI sebelum SP-2000. Transisi fertilitas dan mortalitas telah berpengaruh pada jumlah dan struktur umur penduduk Indonesia, terutama jumlah dan persentase penduduk usia di bawah 15 tahun (0 ± 14). Antara tahun 1990 ± 95, penduduk Indonesia tumbuh sebesar rata-rata 1,66 persen per tahun dan diharapkan turun menjadi 1,23 persen antara tahun 2000 ± 2005 dan kembali turun menjadi 0,68 persen antara tahun 2015 ± 2020. Dengan #4 laju pertumbuhan tersebut penduduk Indonesia akan bertambah dari 183,5 juta pada tahun 1990 menjadi 210,9 juta pada tahun 2000. Dinamika Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tabel 1 menggambarkan perkiraan jumlah penduduk Indonesia antara tahun 1971 ± 2025. Walaupun pertumbuhan penduduk diperkirakan akan terus menurun dari tahun ke tahun. Namun jumlah penduduk akan senantiasa meningkat. Jumlah penduduk diperkirakan akan menjadi tetap (dalam arti jumlah kelahiran dan kematian seimbang) pada tahun 2036. Tabel 1. Perkiraan Jumlah Penduduk 1971 ± 2025 Tahun Jumlah Penduduk (Juta) 1971 118,4 1980 146,8 1990 179 1995 196 2000 209,5 2005 222,8 2010 235,1 2015 249,7 2020 254,2 2025 261,4
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Sumber: Ananta dan Anwar, 1994

Di dalam analisis demografi, struktur umur penduduk dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu (a) kelompok umur muda, dibawah 15 tahun; (b) kelompok umur produktif, usia 15 ± 64 tahun; dan (c) kelompok umur tua, usia 65 tahun ke atas.

seperti misalnya peperangan (dalam peperangan akan banyak orang muda yang mati). maka tanggung jawab pemerintah akan menjadi bertambah berat (Kasto dalam Prijono.0 238.2 4.0 Sumber: BPS. di pihak lain menuntut pembinaan angkatan kerja itu sendiri agar mampu menghasilkan #6 keluaran yang lebih tinggi sebagai prasyarat untuk menuju tahap tinggal landas. pertumbuhan penduduk akan menurunkan jumlah penduduk pada struktur yang muda (0 ± 15 tahun).0 100. Dalam kondisi normal. menjadi sekitar 96.7 juta pada tahun 2020. Apabila keadaan ini terjadi.4 persen per tahun antara tahun 1995 ± 2000 dan kemudia menurun lagi menjadi 1. maka laju pertumbuhan angkatan kerjanya pun cukup tinggi.6 121. 1993 Penduduk Indonesia pada saat ini masih digolongkan sebagai penduduk muda.5 juta pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 144. Secara absolut.9 64.7 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.2 65+ 6.8 100.0 100.6 14. Pada penduduk yang tergolong muda seperti Indonesia.7 65. Sedangkan pergeseran struktur umur produktif ke umur tua pada akhirnya akan mempunyai dampak terhadap persoalan penyantunan penduduk usia lanjut.7 64.9 100. Perkiraan Struktur Penduduk Indonesia: 1990 ± 2010 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. Berdasarkan kategori-kategori tersebut nampak bahwa telah terjadi proses transisi umur penduduk Indonesia dari penduduk muda ke penduduk tua (aging process). penduduk usia kerja akan meningkat dari 121.4 33.2 100. Namun untuk beberapa saat masih akan meningkatkan jumlah penduduk struktur umur di atasnya.5 juta pada tahun 2020. Ageing proses tersebut akan terus berlangsung sebagaimana terlihat pada Tabel 2. Permasalahan yang ditimbulkan oleh besarnya jumlah dan pertumbuhan angkatan kerja tersebut di satu pihak menuntut kesempatan kerja yang lebih besar. kemudian menurun menjadi 2.1 6. Tabel 2.7 8.8 145.9 juta orang pada tahun 1990. Itu berarti jika tidak ada kondisi yang sangat ekstrim.4 30.0 36. Ini dapat terlihat dari data dimana antara tahun 1990 ± 1995 penduduk usia kerja per tahun rata-rata 2. #5 Pergeseran struktur umur muda ke umur tua produktif akan membawa konsekuensi peningkatan pelayanan pendidikan terutama pendidikan tinggi dan kesempatan kerja.2 4.3 100.7 6.5 juta pada tahun 2000 dan kemudian menjadi 182. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.3 66.8 Jumlah 179.7 persen per tahun.doc .0 225.2 4. diperkirakan akan terjadi penambahan angkatan kerja sebanyak 12.1. pertumbuhan penduduk usia kerja (15 ± 64) menjadi lebih tinggi daripada pertumbuhan penduduk itu sendiri.8 161.3 136. 1995).0 195.5 27.Struktur umur penduduk dikatakan muda apabila proporsi penduduk umur muda sebanyak 40% atau lebih sementara kelompok umur tua kurang atau sama dengan 5%.6 3.5 15. Sebaliknya suatu struktur umur penduduk dikatakan tua apabila kelompok umur mudanya sebanyak 30% atau kurang sementara kelompok umur tuanya lebih besar atau sama dengan 10%.doc Komposisi 1990 1995 2000 2005 2010 Umur Juta % Juta % Juta % Juta % Juta % 0 ± 14 66. persen per tahun antara tahun 2015 ± 2020. Bersamaan dengan perubahan sosial ekonomi diperkirakan akan terjadi pergeseran pola penyantunan usia lanjut dari keluarga ke institusi.6 28.0 15 ± 64 107.5 64.6 64. maka penurunan pertumbuhan penduduk tidak secara otomatis menurunkan pertumbuhan angkatan kerja.2 59. Antara tahun 1993 ± 1998. Angkatan kerja bertambah dari sekitar 73.7 62.3 64.6 juta pada tahun 1995 menjadi 136.

Dalam keseharian dapat dilihat dan dinilai apakah kenaikan tunjangan jabatan yang berlaku di kalangan instansi pemerintah saat ini. melakukan proyeksi mengenai pertambahan angkatan kerja dan kesempatan kerja dalam PJP II.5 juta jiwa per tahun. namun daya serapnya angkatan kerja relatif kecil. Karena itu agar orang produktif. Baru setelah Repelita VIII. Namun sekali lagi bahwa proyeksi ini dibuat sebelum adanya krisis ekonomi. maka berikanlah gaji yang baik. Ini berkaitan dengan strategi pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan dunia usaha. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam menganalisa hubungan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja adalah bahwa jika kesempatan kerja berada di atas angkatan kerja bukan berarti masalah ketenagakerjaan. Jika mengikuti proyeksi tersebut. #7 Peran Serikat Pekerja dalam Menyikapi Data-data Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Sebuah Harapan Ada pameo umum yang banyak diyakini kebenarannya yaitu orang akan bekerja dengan baik jika mendapatkan gaji yang baik pula. Dalam kenyataannya hubungan antara produktivitas dan gaji tidaklah sesederhana itu.913 Repelita VII (2003) 13. teratasi.9 persen per tahun.095 12. Peningkatan ini harus diantisipasi oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai pihak pemberi kerja atau pembuka lapangan pekerjaan.427 Repelita VIII (2008) 12. pertumbuhan ekonomi adalah 7. Namun pertumbuhan yang tinggi tidak selalu memberikan lapangan kerja yang besar.doc . berjalan seiring dengan produktivitas kerja para pejabat tersebut.744 Repelita IX (2013) 12. yaitu hanya bertambah tiga persen setahun.701 12. Tabel 3. Perkiraan Pertumbuhan Angkatan Kerja dan Kesempatan Kerja Dalam PJP II (X 1000) Akhir Repelita Angkatan Kerja Kesempatan Kerja Repelita VI (1998) 12. Cukup banyak studi yang memperlihatkan bagaimana kompleksnya hubungan antara gaji dan produktivitas. Proyeksi ini dilakukan sebelum krisis ekonomi terjadi. Banyak variabel lainnya yang masuk dalam hubungan tersebut.704 11.177 Repelita X (2018) 11. Sebagai contoh pada kurun waktu 1971 ± 1980.871 Jumlah penduduk dan angkatan kerja yang besar akan mampu menjadi potensi pembangunan apabila dibina dengan baik. Lapangan kerja datang dari adanya pertumbuhan ekonomi. Pembinaan yang baik akan menghasilkan mutu angkatan kerja yang baik.455 11.7% saja. kesempatan kerja diperkirakan akan berada di atas angkatan kerja (Tabel 3). Data memperlihatkan bahwa pada tahun 1997 yang lalu 63 persen dari angkatan kerja yang ada pada saat itu. Kedua variabel tersebut tidaklah berhubungan secara langsung dan dalam suatu garis yang lurus.232 12. yang cukup besar. berpendidikan SD ke bawah. atau lebih khususnya pengangguran. maka Indonesia mengalami masalah kesenjangan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sampai dengan akhir Repelita VIII. Payaman (1996). Sedangkan mereka yang berpendidikan di atas SLTA (Diploma/Akademi dan Universitas) hanya sebesar 3. Mutu angkatan kerja antara lain tercermin dalam tingkat pendidikan dan latihan. Adanya kesempatan kerja baru merupakan ³potensi´ dan ³potensi´ tersebut mungkin saja tidak dapat dimanfaatkan bila angkatan kerja yang tersedia tidak memiliki kualitas yang memadai.juta jiwa atau rata-rata 2. Pada tahun 1993 UNINDO melakukan studi di beberapa negara Asia tentang perkembangan produktivitas dan upah tenaga kerja di sektor perpabrikan antara tahun C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.

atau bahkan rendah.95 Thailand 5.48 Taiwan 8.043 6.023 26.757 7. terutama berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang pas-pasan.735 4.1980 ± 1990 sebagaimana terlihat pada Tabel 4.273 2.342 1.38 Singapura 16.64 4.14 Catatan: a) nilai tambah dibagi dengan jumlah pekerja r adalah laju pertumbuhan per tahun selama 1980 ± 90 Sumber: UNINDO.717 3. Negosiasi berdasarkan C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. Bagaimana angkatan kerja akan terserap jika pertumbuhan ekonomi yang rendah? Padahal Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk menyerap angkatan kerja yang masih terus meningkat dewasa ini.849 5.744 5. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara tersebut jauh meninggalkan Indonesia. maka dibutuhkan kearifan bersama antara pengusaha dan pekerja untuk menyikapi hubungan antara pengusaha dan pekerja. NICs dan ASEAN. Jika kemudian kegiatan ekonomi mengalami kemandegan karena pengusaha enggan menanamkan modalnya di Indonesia. Tabel 4. maka itu tentu saja mengganggu pertumbuhan ekonomi. Jika kembali pada premis bahwa perluasan kesempatan kerja hanya dapat diperoleh melalui pertumbuhan ekonomi. Apa yang terjadi belakangan ini dengan adanya pemogokan serta aksi pekerja yang cenderung tidak terkendali dalam jangka pendek mungkin dirasakan menguntungkan bagi pekerja.30 Indonesia 4. Dalam skala mikro. 1980 dan 1990 (dalam US $ konstan 1985) Produktivitas Tenaga Kerja a) Upah Per Pekerja Negara 1980 1990 r 1980 1990 r Korea Selatan 9.892 5.09 1.53 676 1.733 5.06 Malaysia 8. termasuk ketenagakerjaan dan kualitas penduduk.09 1.665 7.73 2.342 16.doc .077 2.58 2. Tingkat dan Laju Perkembangan Produktivitas Pekerja dan Upah di Sektor Perpabrikan.091 11. Hasil telaahan tersebut kemudian dikomunikasikan baik kepada pekerja maupun kepada pengusaha.875 3.84 2. Sudah waktunya kita melakukan sesuatu berdasarkan fakta (evident-based) dan bukan berdasarkan emosi. Penduduk yang besar dengan kualitas penduduk yang rendah menyebabkan penduduk tersebut menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi dan bukan pemacu. namun dalam jangka panjang akan merugikan semua pihak (lost-lost solution).931 6.642 4. maka nampak jelas bahwa Indonesia mengalami banyak permasalahan dalam hal ini.16 4.528 1.936 6.185 3. 1993 #8 Jika dilihat data-data kependudukan. Diperlukan pendekatan yang bersifat win-win solution antara pengusaha dan pekerja.579 3. Apa yang terjadi kemudia.085 1. Bandingkan dengan Thailand dan Malaysia dimana pertumbuhan produktivitas tenaga kerja mereka jauh di atas pertumbuhan gaji.291 4.55 Hong Kong 7. hanya bisa menempati posisi yang sangat rendah. Sebagai serikat yang diharapkan menjadi mediator antara pekerja dan pengusaha. Dalam hal ini serikat pekerja harusnya dapat berperan besar.264 4.44 Filipina 4.065 4. Pada kurun waktu tersebut tingkat pertumbuhan upah di sektor ini sudah cukup baik dan malah jauh di atas tingkat produktivitas yang terjadi.769 11.128 5.901 2.962 5. maka serikat pekerja harus mampu melakukan penelaahan yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap kondisi internal perusahaan. Ditambah dengan banyaknya ³supply´ tenaga kerja yang tersedia menyebabkan mereka tidak memiliki posisi tawar menawar yang memadai.258 13.

asuransi. serta kepastian hukum. maka sistem asuransi (misalnya Jamsostek) harus dimanfaatkan. waktu kerja. bukan sesaat. Pekerja juga harus diberikan pemahaman melalui komunikasi dan informasi yang baik bagaimana persoalan gaji. usaha meningkatkan kegiatan di sektor riil dengan memperbesar kucuran kredit tidak akan bermanfaat tanpa pada waktu yang bersamaan memperhitungkan faktor-faktor determinan lainnya Lingkungan di mana bisnis beroperasi dapat dibagi dalam dua macam. Kewajiban pekerja. dan kebijakan moneter dan fiskal). Pengusaha harus menyadari bahwa pekerja adalah aset bagi perusahaan. Oleh karena itu. seperti yang dijelaskan di Tambunan (2006). dan sebagainya. Pekerjaan yang dilakukan bukan sekedar untuk merespons terhadap suatu keadaaStrategi Peningkatan Daya Saing Pengusaha Daerah dalam Era Liberalisasi Ekonomi1 Tulus Tambunan Kadin Indonesia Permasalahan Belakangan ini banyak pernyataan di media masa dan seminar-seminar mengenai daya saing atau kesiapan perusahaan-perusahaan Indonesia dalam bertarung di dalam negeri maupun di global dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. Jika memang dalam jangka pendek peningkatan gaji dirasakan memberatkan perusahaan. kinerja dari suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh linkungannya. peran yang diharapkan dari serikat pekerja bukanlah melaksanakan pekerjaan ³hit and run´. Usaha pemerintah dalam mempromosikan atau membantu suatu jenis kegiatan usaha tertentu tidak akan membuat hasil yang optimal tanpa mempertimbangkan lingkungan dari jenis usaha tersebut dan konteks dari suatu pembangunan ekonomi yang lebih luas yang menciptakan ´aturan main´ untuk semua kegiatan/jenis usaha dan yang mana mempengaruhi cara bisnis dan pasar bekerja. judisiari. Ini kemudian dinegosiasikan dengan pengusaha. pemerintah dan politik pada tingkat nasional dan lokal (misalnya legislatif dan proses pembuatan kebijakan. Ini berarti gaji hanyalah salah satu aspek dari kesejahteraan. gambaran makro ketenagakerjaan dan perekonomian negara. dan lain-lain. kondisi perusahaan. Dalam mengembangkan win-win solution diperlukan kejujuran dan transparansi dari kedua belah pihak. dari semua skala usaha (mikro. #9 Oleh karena itu. yakni lingkungan langsung dan lingkungan yang lebih luas (Gambar 1). Demikian juga. kebijakan industri. harusnya dapat dimasukkan ke dalam perhitungan dan negosiasi tersebut.doc . bantuan luar C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. Unsur jaminan hari tua. kecil. Pada tataran kebijakan banyak hal yang telah dilakukan untuk memperbaiki kesejahteraan pekerja. pengaruh-pengaruh eksternal (seperti perdagangan global. kinerja bisnis yang termasuk juga daya saingnya. Serikat pekerja juga harus mampu mengeluarkan alternatif-alternatif model untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan melihat pada kondisi perusahaan. Ini tidak lain karena lemahnya penegakkan hukum selama ini. Lingkungan yang lebih luas adalah lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap suatu kegiatan bisnis. yang terdiri dari komponenkomponen berikut: ekonomi makro (seperti kebijakan perdagangan. infrastruktur. jasa-jasa yang diberikan oleh pemerintah (seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kesejahteraan harus dilihat dalam konteks jangka panjang.emosi hanya akan menghasilkan lost-lost solution sedangkan negosiasi yang win-win solution harus didasarkan pada evident-based. dan sebagainya. utilitas dan jasa keamanan). Satu hal yang jelas adalah bahwa. menengah dan besar) di semua sektor berada di dalam suatu lingkungan yang dinamis dan sangat kompleks. pembagian bonus yang disesuaikan dengan tingkat keuntungan perusahaan. Demikian pula tentang hak dan kewajiban pekerja. Namun dalam tataran operasional banyak hal yang telah diatur tersebut. produktivitas. kebijakan sektor keuangan. dan keamanan dan stabilitas). justru dilanggar oleh kedua belah pihak.

dan jaringan-jaringan kerja). modal. Hotel Permata Krakatau Cilegon.negeri. regulasi dan birokrasi (seperti undang-undang. teknologi. tren dan selera masyarakat dunia. Sedangkan. sosial dan kultur (seperti demografi. 15 Mei 2007 1 . dan informasi). material dan alat-alat produksi. dan sikap terhadap bisnis). keterampilan dan teknologi. dan siklus pertanian). dan iklim serta lingkungan alam (misalnya sumber daya alam. infrastruktur. selera konsumer. tenaga kerja. yang dimaksud lingkungan langsung adalah lingkungan berpengaruh secara langsung terhadap semua kegiatan usaha. cuaca. yakni pasar (misalnya consumen. lisensi dan perijinan. peraturan-peraturan. standar produk dan 1 Acara Diskusi Kadin Kota Cilegon. lokasi. tarif pajak dan sistem perpajakan.

A. therefore will also specifically address in which way the rapid development of Denpasar has been affected by it position as the capital city of Bali as well as the centre for tourism. yakni Pasar Badung yang merupakan salah satu pasar terbesar di kawasan itu. The Dutch rulers had contributed greatly on the development of the city. This paper will examine how Denpasar has been developed from the fall of Dutch st colonial power to the entering of the 21 century. pusat-pusat perkembangan perdagangan seperti di daerah pegunungan. the region was to be known as Badung. Dalam dinamika sejarahnya. ekonomi dan budaya di Bali Selatan. organisasi. juga dipergunakan sebagai nama pasar. yaitu kerajaan Badung. the rapid development of this city cannot be separated with the processes of modernization and globalization in which international tourism has been the significant element of those processes. Dalam perkembangan selanjutnya tampaknya terjadi pergeseran pusat-pusat perdagangan dari pegunungan ke pantai. 1964: 52 lihat juga: Nas. Pendahuluan Pada umumnya di Asia Tenggara. karena adanya faktor yang saling kait mengkait (Gist dan Fava. di pedalaman sebagai akibat perkembangan politik di tingkat internal yang menyebabkan keinginan untuk memisahkan diri. comes from the word ´badengµ (meaning dark). This was the perception of Mengwi rulers before Badung was developed as a small region in South Bali. dan lingkungan. maupun serangan dari kerajaan-kerajaan lainnya. beberapa aspek penting yang memainkan peranan penting adalah keadaan demografi. 2 . This paper. Dalam kajian tentang masalah perkotaan. Denpasar itself comes from two words: den means north and pasar means market. dan intervensi-intervensi yang didanai oleh uang publik (seperti jasa keuangan untuk bisnis). in which their contribution can still be observed to the present day. teknologi. yaitu kabupaten Badung. kita dapat melihat bahwa perkembangan kota-kota modern banyak dibentuk berdasarkan warisan sejarah masa sebelumnya. dan perlindungan konsumer dan lingkungan).2 The 1st international Conference on Urban History Indonesia 1 DENPASAR: Perkembangan Dari Kota Kolonial Hingga Kota Wisata 1 I Ketut Ardhana Abstract th The development of Denpasar as a city cannot only be traced back from the 19 century. 1 Makalah dipresentasikan pada Konferensi International I Sejarah Kota (The First International Conference on Urban History) di Universitas Airlangga. atau kemudian lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Denpasar. Nama Badung juga seringkali dipergunakan untuk menyebut nama wilayah kerajaan itu.prses. 1979: 56-57). demikian pula di pelabuhan atau wilayah pesisir pantai. Perpindahan itu seringkali terjadi karena dinamika politik. banyak kota-kota itu terlahir sebagai akibat pusat-pusat politik tradisional seperti pusat-pusat istana kerajaan. Additionally. The name of the palace was called Denpasar since its location was to the north of the market. Nama Badung juga dipergunakan sebagai sebutan nama kabupaten. but also from earlier period in the eighteen century. selain menjadi nama sungai di wilayah itu. Prior to the fall of traditional rulers. Dengan demikian aspek-aspek itu penting untuk dipahami. Saat ini Badung. Pengalaman sejarah seperti itu dapat kita lihat dari tumbuh dan berkembangnya kota Bangkok di Thailand maupun Badung yang kemudian menjadi Denpasar sebagai pusat perkembangan politik. Surabaya pada tanggal 23-25 Agustus 2004.

000 jiwa. adanya sistem pengaturan air yang baik seperti dilakukan organisasi tradisional seperti subak. sistem subak dan pemerintahan sendiri.06 km2. dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Bali Selatan seperti Tabanan atau Gianyar. Kota Denpasar terdapat 16 wilayah kelurahan dan 27 wilayah desa. Struktur masyarakat di tiap-tiap kabupaten yang berbasiskan desa-desa adat mempunyai wilayah dengan karakteristiknya sendiri yang tidak hanya menentukan pelaksanaan keagamaan. kabupaten-kabupaten di Bali pada awalnya berasal dari pusat-pusat kerajaan itu yang masing-masing masyarakat lokal di wilayah itu memiliki adat istiadat. Denpasar dijadikan sebagai pusat pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Bali yang selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat tidak hanya dalam arti fisik. akan dijelaskan berikut di bawah ini. Dengan demikian kota Denpasar berperan sebagai ibukota kabupaten. sehingga Kabupaten Badung yang semula hanya memiliki 6 kecamatan sekarang menjadi 7 kecamatan. Kondisi alam yang subur menjadi salah satu faktor perkembangan perekonomian Bali. Keadaan yang demikian bisa dilihat dari keadaan dan kondisi yang ada di Denpasar. Bagaimana perkembangan Badung kemudian menjadi Denpasar. Hal ini mengingat dari jumlah penduduk kota Denpasar saat itu yang mencapai 150.Secara historis. Di era modern ini. yaitu terdiri dari endapan-endapan sungai dan lapukan tanah vulkanik. Dari sudut tipologi. tampaknya Denpasar mengalami perkembangan yang menonjol terutama dalam aktifitas ekonomi. 1997: 21-22). Sebagaimana halnya dengan Sumatra dan Jawa. melainkan juga persoalan sosial dan budaya. Kota Denpasar mempunyai luas 12. telah memungkinkan pula terjadinya sistem pengaturan pengairan yang lebih baik. Denpasar Selatan dan Timur memiliki ketinggian dari permukaan laut yang sama yaitu antara 00-75 meter. sedangkan Denpasar Barat memiliki ketinggian 1275 meter.398 km2. namun juga secara sosial budaya. Apabila dilihat letak strategis dengan daerah pusat kota. Bagi masyarakat pedesaan yang pemilikan garapan tanah yang sangat rendah akan mengadakan imigrasi ke wilayah perkotaan seperti ke kota Denpasar di Bali Selatan atau ke Singaraja di daerah Bali Utara.73 km2 dan Denpasar Selatan yang memiliki luas 46. masih terdapat 35 desa adat dimana desa adat ini dapat meliputi dua desa administrasi atau sebaliknya yang meliputi dua desa adat. Denpasar Timur dengan luas 27. 3 . Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1978. 2003: 198). Adanya mobilitas geografis telah mengarah dengan semakin intensnya gerakan mobilitas penduduk seperti urbanisasi (Lihat: Sjoberg 1960: 64). Perkembangan di sektor perdagangan misalnya menyebabkan berkembangnya kota-kota baru sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi. Sistem aliran sungai Ayung yang melalui kota Denpasar bagian timur dan sungai Badung di Denpasar bagian barat telah memungkinkan wilayah ini dipilih sebagai pusat pemerintahan. Selain itu. Semenjak tahun 1958. Secara geografis. baik pada masa kerajaan maupun pada masa kolonial Belanda (Sunaryo. Denpasar ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kabupaten Daerah Tingkat II Badung. Bali yang wilayahnya juga terdapat deretan gunung api sangat mempengaruhi kesuburan tanahnya. masing-masing kecamatan memiliki jarak yang relatif sama ke pusat kota antara 4-5 km. Pada periode in kota Denpasar diusulkanlah untuk menjadi kota administratif yang bersamaan dengan pemekaran wilayah kecamatan Denpasar dan Kasiman.19 km2. Selain kondisi alam yang demikian. Tanahnya merupakan endapan alluvial. propinsi dan pusat pengembangan industri pariwisata Indonesia Bagian Tengah (Warsilah. kota Denpasar diubah statusnya menjadi kota administratif yang membawahi tiga kecamatan yakni: Denpasar Barat dengan luas 50.

Gelgel disebut sebagai pusat kerajaan pertama yang mempunyai pengaruh Majapahit di Bali. Alasan yang diajukan oleh Lekkerkerker adalah bahwa pada saat itu seorang yang berasal dari Dinasti Kaleran (Pamecutan) dapat membunuh seorang penguasa di Ksatria. Di samping kerajaan Badung juga muncul kerajaan kecil lainnya seperti kerajaan Tegal. naskah milik puri Satria Denpasar). Pada waktu itu. kerajaan Alang Badung. Kemudian lokasi kerajaan ini dalam sumber-sumber arsip sejarah sering 4 . yang pada waktu itu masih berada di bawah supremasi kerajaan Mengwi. Lekkerkerker dalam bukunya ´Bali en Lombok: Overzicht der Litteratuur omtrent deze eilanden tot einde 1919µ. Inilah asal mula perkembangan kata Badung itu. Sekitar tahun 1700-an. 1991: 237). bangsawan Badung yang terlibat dalam pertempuran untuk menyerang kekuasaan Gelgel. Nama Badung menjadi semakin terkenal dalam sejarah Bali pada waktu itu. Dari data-data sejarah sejarah dikatakan. Pada akhir abad ke-17 (1686-1687) pecahlah pembrontakan di Gelgel yang memberi banyak pengaruh pada peta politik kekuasaan di Bali. memang dapat diinterpretasikan konflik itu muncul sebagai akibat keinginan penguasa Badung untuk dapat mandiri terlepas dari kontrol politik Mengwi (Geertz.B. Perkembangan Awal: Dari Kerajaan Badung Hingga Puri Denpasar Cokorda Ngurah Agung (1989) dalam tulisannya. sementara dalam perkembangan selanjutnya kemunculan Klungkung dan beberapa kerajaan yang lebih kecil lainnya seperti Badung di Bali Selatan ini lebih mendekati struktur federasi. Antara lain dapat disebutkan adanya struktur kekuasaan kerajaan yang terdesentralisasi. Dalam catatan sejarah terlihat bahwa Mengwi sudah mengklaim Badung sebagai bagian wilayahnya. (sekarang termasuk wilayah Alang Kajeng). Helen Creese. Selain itu. Periode ini diikuti dengan semakin munculnya kerajaan-kerajaan yang lebih besar seperti Karangasem. Lebih lanjut dijelaskan bahwa. Kemudian pada tahun 1800 ada upaya untuk memindahkan pusat kekuasaan Badung itu oleh Dinasti Pamacutan pada suatu daerah yang masih merupakan taman bunga (Lihat: Silsilah Puri Satria. sehingga daerah itu dikatakan masih gelap yang dalam bahasa Balinya disebut ´badengµ yang berarti gelap. kerajaan Badung dikatakan menjadi bagian dari kerajaan Mengwi. daerah yang namanya Badung itu. 1980). sebelum Badung dikembangkan menjadi sebuah kerajaan pada abad berikutnya. maupun penguasa-penguasa Badung yang muncul kemudian merupakan keturunan bangsawan Jawa. Lekkerkerker 1920: 192). Buleleng dan Mengwi (Schulte-Nordholt. terutama Arya Damar yang sering dikenal sebagai Arya Kenceng ketika Majapahit berkembang pada abad ke-14. menyatakan bahwa dalam kurun waktu itulah Badung semakin berkembang di Bali Selatan (C. 1988: 23). Inilah fase awal perkembangan kerajaan yang kemudian berkembang menjadi pusat-pusat kerajaan dan akhirnya membemtuk pusat-pusat kota di era perkembangan Bali modern. Lintasan Babad Badung menjelaskan bahwa cikal bakal munculnya kerajaan Badung di Bali Selatan tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan di kerajaan Mengwi. sebagai seorang ahli sejarah Bali menyebut periode ini sebagai fase akhir dari sistem politik lama dan mulai berkembangnya sistem politik yang baru (Creese. C. Badung diperkirakan hanya sebagai kerajaan kecil yang baru berkembang. kerajaan Badung semakin berkembang akan tetapi tetap di bawah kontrol Mengwi. karena hanya Gelgel lah yang dipercaya menjadi satu-satunya kerajaan yang memainkan peranan penting di Bali (sesuhunan). bahwa baik interpretasi Belanda maupun Bali setuju kalau penguasa-penguasa Mengwi. Sementara itu. belumlah banyak dihuni orang. yakni saat tampilnya tokoh Jambe Pule. Pada tahun 1780 telah muncul konflik antara Badung dengan Mengwi karena dominasi politik yang dilakukannya.

Disebutkan bahwa raja-raja yang baru muncul itu. Tempat-tempat strategis seperti kampung Sanglah dikepung pada tanggal 18 September 1906 dan akhirnya membuka 5 . 1983: 7). Lekkerkerker 1923). Para saudagar Cina berkurang jumlahnya. Adanya perkembangan yang dialami oleh Sanur menyebabkan kemunduran-kemunduran yang dialami oleh Kuta. pada akhir abad ke-l9 aktifitas perdagangan di Kuta mengalami kemunduran. Misalnya dengan diangkatnya seorang Denmark menjadi subandar (penguasa pelabuhan) di Kuta. dikelilingi oleh daerah kekuasaan raja-raja kecil lainnya yang secara politik independen. puri Pemecutan dan beberapa puri lainnya sebagai kerajaan yang memainkan peranan penting dalam aktifitas perdagangan di Bali pada abad ke-19 (Schulte-Nordholt. Perkembangan ini tampaknya mempercepat kerajaan Badung berkembang menjadi pusat perdagangan di Bali Selatan. Hubungan kontak perdagangan semakin intensif dilakukan karena berkaitan dengan persoalan tawan karang. Itulah sebabnya puri Kasiman yang berada di sebelah timur mengadakan kontak persahabatan dengan Belanda.disebut dengan Puri Denpasar yang berada di bawah kekuasaan Dinasti Pamacutan (C. raja Kesiman yang berperan sebagai raja Badung telah memainkan peranan yang dominan. Raja-raja itu mengklaim dirinya sebagai pemegang kekuasaan independen atau sebagai sebuah ´negara merdekaµ. Denpasar: Dari Kota Puri Hingga Kejatuhannya Ke Tangan Kolonial Ada perubahan-perubahan pandangan yang muncul menyangkut peta kekuasaan di Bali pada abad ke-18 dan 19. Klungkung sebagai pusat. berpendapat bahwa Bali pada masa itu mengikuti struktur pemerintahan galaksi (galactic polity). begitu juga banyak gudang yang dimiliki Cina menjadi kosong. Creese (1993: 30). masih mengakui raja-raja tertinggi di Klungkung tidak dalam kapasitasnya sebagai pimpinan politik. demikian pula pemungutan bea dan cukai masih berjalan. berupa barang yang diperdagangkan (´Gegeven betreffende Zelfstandige Rijks op Baliµ. Pentingnya peranan Sanur dapat dilihat pula ketika Belanda mulai melancarkan serangan ekspedisinya ke Badung pada tanggal 15²16 September 1906. Berkembangnya pusat perdagangan di Bali Selatan seperti yang dilakukan oleh pedagangpedagang asing seperti Cina di Kuta menyebabkan semakin cepatnya perkembangan Badung sebagai pusat istana. Badung sekitar pertengahan abad ke-19 (1832). Inilah yang menyebabkan mengapa Belanda memilih Sanur sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal perang mereka. Penyerangan terhadap kota Denpasar dilakukan pada tanggal 17 September 1906. diikuti dengan berbagai interaksi yang diwakili oleh Kasiman. Pada saat itu. Adapun yang menyebabkan berkembangnya Sanur adalah secara geografis Sanur berdekatan dengan pusat istana puri Denpasar. Hal ini dapat dilihat dengan semakin sering munculnya pedagang-pedagang dari Surabaya. Sebaliknya pelabuhan Sanur menunjukkan perkembangannya. nusantara diadakan semakin meningkat. Mengacu pendapat Tambiah (1985). 1906: 12). namun tetap membayar upeti. Sejak abad ke-17 kontak-kontak persahabatan dengan orang asing di Bali yang dikenal sebagai wong sunantara. 1988: 13). tetapi Dewa Agung di Klungkung hanya dianggap sebagai pemimpin religius atau sebagai keturunan raja-raja Majapahit (Sidemen. Kontak-kontak perdagangan antara Badung dengan orang asing misalnya dapat dilihat pada perkembangan kerajaan Badung pada abad ke-19. Hal ini menyebabkan kerajaan Badung tidak lagi mengontrakkan penarikan bea cukai. Akan tetapi. Kemunculan Kasiman ini dapat dilihat akibat sikap meremehkan yang dilakukan oleh oleh penguasa Pamacutan dan Denpasar. C. Selanjutnya diupayakanlah pembenahan administrasi kerajaan.

ekonomi. Sebagai orang Bali mereka sangat terikat dengan keluarga. Seiring dengan perkembangan sosial. Tidak hanya di Bali. maupun yang dimiliki oleh tiap-tiap kelompok masyarakat. yang mengutip H van Kol. yaitu kebudayaan Bali. politik. D. Terdapat ciri fisik kota yang dapat dianggap menjadi ciri khusus kota Denpasar yaitu adanya bangunan-bangunan tradisional seperti pura (bangunan suci bagi umat Hindu di Bali). 1914: 385-407). 6 . Perkembangan Sosial Dengan melihat latar belakang perkembangan Denpasar yang pada mulanya sebagai pusat istana atau puri kemudian dewasa ini berkembang sebagai pusat kota modern dapat dilihat ciri perkembangnya sebagai berikut. desa. politik tampaknya menjadi alasan bagi pemerintah untuk menetapkan kota Denpasar menjadi ibu kota propinsi Bali pada masa-masa selanjutnya (Lihat: ´Denpasar. Sebagaimana diketahui bahwa orang Bali terikat pada beberapa hal dalam kehidupan sosialnya yaitu: kewajiban dalam melakukan pemujaan terhadap pura tertentu. 198 yang mengutip ´Schets van Den Pasarµ. Melalui sentra-sentra kekuasaan itulah kemudian berkembangnya kota Denpasar seperti dapat dilihat tidak hanya pada penerapan kebijakan pemerintah kolonial Belanda tetapi juga dalam periode selanjutnya yang mencakup pengembangan aspek ekonomi. Satria dan Kasiman. banjar. terdapat dua puri yang memainkan peranan penting yaitu puri Kesiman dan puri Denpasar (Lihat: Sunaryo. pada keanggotaan terhadap sekaha tertentu dan pada suatu kesatuan administrasi tertentu (Lihat: Sunaryo. pura Gaduh. subak dan sebagainya. pada daerah-daerah lain yang pernah dijajah oleh pemerintah kolonial Belanda tampaknya memiliki persoalan-persoalan perkotaan yang sama. pada suatu tempat tinggal bersama. pada pemilikan tanah pertanian dalam subak tertentu. Kesadaran ini diperkuat oleh keberadaan bahasa yang sama yaitu bahasa Bali. 1961). politik dan ekonomi yang akhirnya menunjang perkembangan kota Denpasar. Diantara puri-puri itu. Keterikatan masyarakat dengan puri misalnya dapat kita lihat di Denpasar yaitu bahwa masyarakat terikat dengan empat puri besar yang berperanan penting yaitu puri Denpasar. klen. Hal ini dapat dimengerti karena mayoritas penduduk kota Denpasar sebagai etnis Bali yang beragama Hindu. seperti kota Denpasar. kita melihat suasana penerapan kebijakan pemerintah kolonial di berbagai bidang kehidupan seperti sosial. Perkembangannya selanjutnya adalah sebagaimana halnya dengan kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada umumnya. yang menjabat sebagai Kepala Bappeda Bali menjelaskan bahwa hampir sebagian kota peninggalan penjajahan Belanda tidak memiliki urban design (perencanaan perkotaan) tidak terkecuali di Bali. Dengan jatuhnya Kayumas akhirnya Belanda menaklukkan puri Denpasar pada tanggal 20 September 1906. sosial budaya atau pendidikan (Ardhana. Terdapat beberapa pura di kota Denpasar seperti pura Melanting. budaya. 2004: 2). Sajana Cahyanta. Diserbutkan bahwa satu-satunya kabupaten yang memiliki urban design hanya kabupaten Singaraja di Bali Utara.peluang untuk menaklukkan benteng Kesiman dan Kayumas pada tanggal 19 September 1906. Pamacutan. Masyarakat Bali pada umumnya sebagai kolektiva yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaannya. 2004). puri (tempat kediaman bagi bangsawan Bali) dan bangunan-bangunan lain yang berfungsi untuk kepentingan pemerintah. pada ikatan kekerabatan atas hubungan darah dan perkawinan. umum. Kota Tanpa Urban Designµ. Perkembangan Kota Denpasar Hingga Memasuki Awal Abad ke-21 1. pada suatu status sosial atas dasar kasta. pura Ubung dan pura Suci. 198.

Kota Denpasar sendiri termasuk wilayah onderafdeeling Badung. cf. perbekel. Setahun setelah berakhirnya puputan pemerintah kolonial Belanda sudah mengintroduksi sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi di Denpasar. pemukiman penduduk. Tujuannya adalah untuk mendukung perkembangan sistem birokrasi kolonial. Untuk mengembangkan kebijakannya pemerintah kolonial berupaya mengembangkan kota Denpasar untuk menjadi kota kolonial (colonial city). punggawa. and preferred to see their children working in the fields and developing their hobby of cock-foghting (Lintasan. Disebut Denpasar karena letak puri berada di sebelah utara pasar. Dalam struktur pemerintahan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial tampak bahwa jabatan-jabatan tinggi di pemerintahan dipegang oleh orang-orang Belanda yaitu resident. Nama Denpasar berasal dari nama puri Denpasar. sedangkan anggotanya meliputi para raja dari delapan kerajaan di seluruh Bali. kawasan wisata merupakan bagian dari usaha pemerintah kolonial untuk menata perkembangan kota Denpasar (Soenaryo. memungkinkan perkembangan fasilitas yang semakin terlihat dari kebijakan pemerintah kolonial itu. meskipun tidak banyak anak-anak pribumi yang menginginkan pergi ke sekolah. Dalam hal pendidikan tampak pengaruh politik etis sangat dirasakan. Selain itu. Dalam hal ini diterapkannya sistem birokrasi kolonial dimana pemerintah kemudian membangun kantor-kantor pemerintahan. pemerintah kolonial berusaha membangun berbagai sarana untuk kepentingan umum seperti rumah sakit. there were few people who wished to go to school. rumahrumah pejabat pemerintah. Karena fungsi yang dimiliki oleh kota Denpasar ini. perdagangan dan sebagainya. Bali Selatan dan Lombok. kelian dan sebagainya dipegang oleh orang-orang pribumi. Penempatan berbagai perkantoran. Kepala pemerintahan regional yaitu resident merupakan pejabat tertinggi di wilayah karesidenan Bali dan Lombok. Parent had still not grasphed the significance of going to school. Keruntuhan kerajaan Badung menyebabkan terjadinya pemusatan kekuasaan di kota yang kemudian dikenal dengan nama kota Denpasar. dan juga beberapa tempat di Bubunan (Singaraja) dan di Gianyar. sebagai wakil ketua. Pemerintah kolonial menyadari akan ketidakmampuannya untuk memahami dengan baik keadaan dan kemampuan rakyat yang dikuasainya sehingga memerlukan bantuan orangorang pribumi. 2003: 219). Dalam menjalankan pemerintahannya residen didampingi oleh suatu badan yang disebut Paruman Agung. 13. Dalam hal ini den berarti utara dan pasar berarti pasar dimana orang melakukan transaksi perdagangan. Dapat dilihat bahwa dari segi sosial ekonomi diusahakan dengan membangun dan memperbaiki sarana dan prasarana umum untuk kemajuan masyarakat. Ardhana 1993: 35). Jabatan di bawah assisten resident yaitu raja. 7 . pos polisi. controleur dan sebagainya. assistent resident. Pemerintah kolonial misalnya tidak hanya mereformasi struktur pemerintahan orang Bali. Karesidenan Bali dan Lombok terbagi dalam tiga afdeeling yaitu afdeeling Bali Utara. Badan ini dibentuk oleh Dewan Raja-raja di Bali diketuai oleh resident dan assisten resident Bali Selatan yang berkedudukan di kota Denpasar. sarana pertanian. tetapi juga mulai mendirikan sekolah-sekolah.Ketika era kolonial Belanda. tampak terlihat adanya pengaruh-pengaruh kekuasaan pemerintah kolonial di Batavia sampai ke daerah-daerah dalam hal ini sistem pemerintahan yang berpusat di kota Denpasar. Keadaan yang demikian menuntut pengembangan kota yang didasari atas perencanaan pengembangan kota secara lebih memadai baik dari segi sosial maupun fisik kota. Misalnya saja seperti berikut: It should be noted that at that time. Tugas assisten resident adalah mengatur dan menjalankan pemerintahan di daerahnya.

Pada tahun 1910 misalnya dibagilah wilayah Keresidenan Bali dan Lombok menjadi empat afdeeling yaitu Buleleng. Bali Selatan dan Lombok. Tidak hanya dalam hal perluasan pembagian afdeeling. 1999) menulis bahwa di tengah-tengah kota Denpasar dibangun tempat rekreasi kota seperti Museum Bali yang terletak di sebelah timur lapangan puputan Badung. 1985: 81-82). Soenaryo (2003. pembangunan sekolah-sekolah dan tempat budaya seperti Museum Bali juga dilakukan. Jumlah distrik dari tahun 1906 sampai 1937 mengalami beberapa perubahan akibat reorganisasi pemerintahan (Wirawan. Bekas-bekas kerajaan yang berada di Bali selatan memperoleh status onderafdeeling dan di tiap-tiap onderafdeeling diperintah langsung di bawah seorang controleur. Jembrana. pusat ekonomi dan sosial budaya. Adapun jumlah sekolah-sekolah di Denpasar tahun 1919-1941 adalah sebagai berikut: Tabel 1 Jumlah Sekolah di Denpasar 1919-1941 Jenis sekolah 1919 1929 1932 1936 1937 Tweede 2 5 6 6 6 Inlandsche School Volkschoolen 3 20 22 34 34 HIS 1 1 2 2 2 Ambachtsleerga ng Meijessjes Vervolgschool Vervolgschool 2 2 2 Vakonderwijs 5 5 5 Huishoudschool Landbouwscho 1 1 1 ol Particulier 1 1 Onderwijs 1941 6 35 2 1 1 8 16 1 1 1 .Sejak itu. Afdeeling dan onderafdeeling membawahi distrik-distrik dan onderdistrik. Denpasar mulai mendapat perhatian pemerintah Belanda dengan mulai didirikannya bangunanbangunan pemerintahan.

.

semakin pesat pertumbuhan kegiatan-kegiatan ekonomi (termasuk pertumbuhan investasi) dan semakin pesat pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya. Yang menarik dari hasil survei ini untuk kasus Indonesia adalah bahwa hanya 4. Hipotesanya adalah bahwa semakin efisien birokrasi pemerintahan. yang peringkatnya no 96 dari 125 negara yang disurvei (Tabel 1). Dua masalah berikutnya yang dinyatakan oleh banyak pengusaha Indonesian yang menjawab pertanyaan tersebut adalah birokrasi pemerintah yang tidak efisien dan kebijakan yang tidak stabil. Hal ini dapat diukur dengan sejumlah indikator. dilihat dari perspektif global untuk masalah infrastruktur. memang posisi Indonesia dalam dua indikator birokrasi pertama tersebut adalah yang terburuk di dalam kelompok ASEAN. salah satu masalah besar dalam melakukan bisnis di Indonesia adalah birokrasi pemerintah yang bertele-tele dan tidak efisien. walaupun masih lebih baik dibandingkan China. Gambar 1:Dunia Usaha di Dalam Lingkungan Langsung dan Lebih Luas Survei WEF juga menanyakan masalah-masalah utama yang dihadapi pengusaha dalam bisnis mereka sehari-hari. tiga 2 3 Mungkin hasil survei ini bisa digunakan sebagai suatu bukti empiris lagi bahwa efisiensi dalam administrasi pemerintahan yang berurusan langsung dengan bisnis (seperti prosedur pengurusan ijin buka usaha baru) memang turut serta (bersama-sama dengan banyak faktor determinan lainnya seperti yang ditunjukkan di Gambar 1) memainkan peran yang krusial. hasil survei WEF menunjukkan bahwa Indonesia paling buruk diantara negara-negara ASEAN.b) yang sangat berpengaruh pada daya saing negara. dan c) banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat-pejabat pemerintah (bureaucratic red tape) Dilihat dari perspektif global. Skornya adalah 1= kondisinya buruk atau underdeveloped dan 7 = paling baik di dunia. b) jumlah hari yang harus dilewati untuk memulai suatu bisnis.3 Gambar 2: Masalah-masalah utama dalam melakukan bisnis di Indonesia dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 3 . Untuk indikator (b) yang masuk di dalam 10 negara dengan jumlah hari paling sedikit dalam pengurusan ijin dan sebagainya untuk buka suatu usaha juga didominasi oleh negara-negara maju (Tabel 3). yang masuk di dalam kelompok 10 negara dengan birokrasi pemerintah yang tersederhana dan terefisiensi (jumlah prosedur paling sedikit) adalah negara-negara maju (Tabel 2). Sedangkan paling atas di dalam kelompok ASEAN adalah Singapura yang juga masuk di dalam kelompok 10 negara dengan kondisi infrastruktur paling baik. Gambar 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa kurangnya infrastruktur (atau kondisinya yang buruk) sebagai kendala utama. diantaranya yang menjadi topik penelitian WEF adalah: a) banyaknya prosedur yang harus dilakukan. Untuk kasus Indonesia.2 Komponen-komponen di dalam linkungan langsung ini juga merupakan komponen-komponen penting di dalam model ³berlian´ yang terkenal dari Porter (1998a. Untuk indikator (a).69 persen dari responden yang mengatakan bahwa kurangnya akses ke keuangan merupakan kendala utama. Seperti yang ditunjukkan di Gambar 2.

Tabel 1: Kondisi Infrastruktur dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Tabel 2: Jumlah prosedur yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 4 .

Hasilnya di Tabel 4 menunjukkan bahwa yang masuk di dalam 10 negara dengan waktu yang terbuang paling sedikit juga didominasi oleh negara-negara maju. 6 = 41-60%. 3 = 11-20%. 5 = 31-40%. 4 =21-30%. Yang menarik dari table ini adalah bahwa posisi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan indikator-indikator sebelumnya. 7= 61-80%. 2 = 1-10%. pengukurannya adalah jumlah jam yang digunakan untuk berurusan dengan pemerintah sebagai suatu persentase dari jam kerja dengan skor sebagai berikut: 1 = 0%. dan 8 =81-100%. Tabel 4: Banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat pemerintah dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 5 .Tabel 3: Jumlah Hari dalam Pengurusan Ijin dan lainnya untuk buka suatu usaha dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Sedangkan untuk indikator ©.

dan sumber daya alam (SDA). berdasarkan kebijakan pemerintah yang sifatnya relatif diskriminatif. Produktivitas pada tingkat perusahaan (dan pada tingkat industri dimana perusahaan itu dan perusahaan-perusahaan lainnya berada) punya beberapa ukuran. enerji. ekonomi direduksi menjadi manajemen. dan penduduk (masyarakat) yang dengan kerjasama yang baik antar mereka mampu menciptakan daya saing yang terus meningkat. dan (iv) strategi perusahaan. Menurutnya. dan penduduk pada sisi miring kanan. dan seimbang antara perusahaan-perusahaan pada sisi miring kiri. perusahaan-perusahaan. Ringkasnya. diferensiasi. yakni produktivitas rata-rata dari semua faktor produksi yang digunakan. Tepatnya. Kedua. Contoh. Pemikiran Porter ini dikenal dengan ³Model Berlian´ yang terdiri dari empat faktor yang saling berhubungan. Keempat faktor ini dipengaruhi oleh kebijakankebijakan pemerintah. harus ada penyatuan ekonomi dan manajemen. negara pada alas. timbal balik. dan apa yang para ekonom sebut produktivitas faktor total (TFP). yakni: rasio output-tenaga kerja (atau produktivitas tenaga kerja).Strategi Peningkatan Daya Saing Daya saing dari suatu perusahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan itu untuk mempertahankan peningkatan produktivitas. Pemikirannya disebut ´Teori Kubus´ yang menjelaskan mekanisme daya saing suatu 6 4 Lihat beberapa tulisannya di E:\Porter's Generic Strategies. nilai tambah ekonomi. Disebut strategi generik karena mereka tidak tergantung pada perusahaan atau industri. melainkan hubungan antara negara. manajemen hubungan antara ketiga pihak tersebut dalam kaitan dengan faktor-faktor yang berpengaruh pada daya saing. pengembalian/pendapatan pada aset-aset (dan modal yang digunakan). dalam konsep ini. Ada dua konsep daya saing perusahaan. Kekuatan-kekuatan tersebut terdapat dalam satu dari dua aspek berikut: keunggulan biaya dan diferensiasi. Negara atau pemerintah dalam hal ini berperan penting untuk menyediakan kerangka acuan bagi perusahaan-perusahaan dalam beraktivitas dan menjamin bahwa nilai yang diciptakan perusahaan akan berkontribusi bagi kemakmuran penduduk. Pertama konsep daya saing dalam teori Porter (1998a. struktur dan pesaing. Tabel 5: Strategi Generik dari Porter Jangkauan Target Keunggulan . diantara ketiganya terjadi hubungan segitiga. (ii) ketersediaan industri-industri pendukung. Jadi.4suatu perusahaan memposisikan dirinya di suatu pasar berdasarkan kekuatankekuatannya. Dengan mengaplikasikan kekuatan-kekuatan tersebut baik dalam jangkauan yang luas maupun yang sempit akan menghasilkan apa yang disebut oleh Porter sebagai tiga strategi generik: keunggulan dalam biaya (atau cost leadership).htm bangsa relatif terhadap daya saing dari bangsa-bangsa lain melalui penyorotan kepada kemampuan bangsa itu memanajemeni hubungan segita tiga tersebut. (iii) kondisi-kondisi faktor (seperti SDM. dalam menghadapi persaingan dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. modal. Menurut Porter (1980). konsep daya saing perusahaan dari Garelli (2006) dalam buku barunya mengenai pesaingpesaing papan atas yang mengatakan bahwa daya saing dari perusahaan-perusahaan dasarnya bukanlah kebijakan pemerintah. yakni: (i) kondisi-kondisi permintaan. teknologi dll. termasuk sumber daya atau faktor-faktor produksi seperti sumber daya manusia (SDM). Dasar dari teori ini adalah hubungan sebab-akibat. Tabel 5 mengilustrasikan tiga strategi generik tersebut. Ketiga strategi generik ini diterapkan di tingkat unit bisnis atau perusahaan. zona ekonomi khusus.). modal. yakni suatu kumpulan perusahaan di suatu tempat di dalam suatu negara (cluster).b) yang bisa diterapkan untuk lingkup terbatas. dan fokus.

namun Biaya Keunikan produk rendah Strategi Strategi Cost leadership Diferensiasi Strategi Fokus Strategi Fokus (biaya rendah) (diferensiasi) .Luas (industry) Sempit (segmen pasar) n misalnya pemogokan atau demonstrasi.

dan pengalaman mengajar. Ujian regresi mendapati dimensi kemahiran sosial dalam kecerdasan emosi menyumbang secara signifikan kepada komitmen pekerjaan. Kajian turut mendapati bahawa terdapat perbezaan yang signifikan bagi profil kecerdasan emosi pensyarah berdasarkan faktor kumpulan umur dan pengalaman pekerjaan. Dapatan kajian juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan. dan skor min paling rendah untuk dimensi kesedaran kendiri dan kemahiran sosial. dan terdapat perbezaan yang signifikan dalam komitmen pekerjaan pensyarah mengikut kumpulan umur. regulasi kendiri dan empati.Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1)(2009): 173 . Maklumat yang diperolehi dari kajian . dan skor min sederhana bagi dimensi motivasi kendiri. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahawa pensyarah memperolehi skor min kecerdasan emosi yang tinggi bagi dimensi kerohanian dan kematangan. MAJZUB ZURIA MAHMUD ABSTRAK Kajian ini bertujuan mengenal pasti profil kecerdasan emosi dan profil komitmen pekerjaan dalam kalangan 265 pensyarah universiti di Indonesia.186 Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan dalam Kalangan Pensyarah Universiti di Indonesia (Emotional Quotient and Work Commitment Among Lecturers at An Indonesian University) ISKANDAR ROHATY MOHD. tahap pendidikan. Kajian ini menggunakan instrumen Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) dan sebuah instrumen yang dibina oleh pengkaji iaitu inventori komitmen pekerjaan pensyarah.

ABSTRACT The aim of this study is to identify the profiles of emotional quotient and work commitment among 265 university lecturers in Indonesia. and lowest in self awareness and social skills. and work experience. and significant difference in work commitment based on age group. Information from this study is hoped to be useful for policy makers of higher education in Indonesia in their efforts to alleviate the work quality of university lecturers. Results show a significant relationship between emotional quotient and work commitment. or Malaysian Emotional Quotient Inventory (MEQI). PENGENALAN SENARIO CABARAN PEKERJAAN PENSYARAH UNIVERSITI DI INDONESIA Era Kebangkitan Nasional ke-2 Indonesia menuntut sebuah komuniti intelek yang mampu meneroka. Regression shows that social skill dimension in the emotional quotient contribute significantly towards work commitment. education level. Instruments used to gather data for this research are the Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM). the lecturers scored highest 174 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) in the spiritual and maturity domains. Descriptive statistics test showed from the Emotional Quotient Inventory.ini boleh digunakan oleh pensyarah dan pihak pembuat dasar pendidikan tinggi di Indonesia dalam usaha meningkatkan kualiti kerjaya pensyarah di universiti. self regulation. memahami dan menyelaraskan ilmu pengetahuan dan . and an instrumen measuring the work commitment of university lecturers. medium in motivation. and empathy. Research also shows significant differences in emotional quotient among the lecturers based on age group and working experience.

Pensyarah di universiti pula merupakan penghubung antara sistem pendidikan dengan sumber manusia kerana kesan sesuatu program inovasi pendidikan itu hanya berlaku melalui pensyarah (Medley 1982). di hujung minggu dan di hari cuti. Sumber manusia yang berkualiti.teknologi yang berkembang masa kini dan masa hadapan dalam seluruh aspek kehidupan. Profesion pensyarah juga mempunyai peranan tersirat. Selain daripada mengajar di waktu pagi. inovasi dan semangat bekerja yang tinggi. (iii) mahir dalam komunikasi. Pertamanya. seminar-seminar. bertamadun dan berkemahiran yang relevan dengan kehidupan serta memberi sumbangan (Susanto 1998). pembentangan projek. tesis. (viii) mempunyai visi. (ii) mampu menggunakan alat teknologi. (iv) kerjasama yang sihat. berprestasi dan berwawasan tinggi adalah (i) berkemampuan bahasa yang berkesan. (vi) berkesan dalam memimpin. serta kegiatan perkhidmatan kepada masyarakat. Visi negara Indonesia ini didokong oleh matlamat wawasan pendidikan tinggi iaitu supaya pada tahun 2010 dapat melahirkan insan yang berilmu. Oleh itu peranan sesuatu institusi pendidikan tinggi sudah pasti mencabar dan memerlukan perancangan yang lebih teliti. (v) memiliki kreativiti dan fleksibiliti. (vii) mematuhi etika dan moral. kerjaya ini tidak mempunyai pembahagian masa yang jelas antara masa bekerja dan masa tidak bekerja. di mana di dalamnya terkandung peranan sosial yang sangat penting Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 175 . pensyarah dikehendaki datang ke kampus pada waktu petang. Ali Khomsan (2004) berpendapat pekerjaan pensyarah di universiti merupakan suatu profesion yang amat mencabar. Seseorang pensyarah dituntut untuk menjalankan aktiviti kokurikulum seperti kegiatan projek penyelidikan. Cabaran ini memerlukan sumber manusia yang berkualiti dan berwawasan tinggi serta sanggup bersaing secara sihat dalam segala aspek.

Selain dari meluluskan pelajar dalam kursus-kursus perkuliahan. tekanan ini mungkin mencetus emosi. mencarian kebenaran ilmiah.yakni. dan doktor falsafah yang berupaya menubuhkan kebebasan. Dalam menangani fenomena ini. penghijrahan pensyarah Indonesia ke universiti luar negara atau negara jiran akan mengakibatkan brain drain yang akan merugikan negara. adalah menjadi satu kewajipan pensyarah untuk memastikan pelajar atau anak didiknya menjadi seorang sarjana muda. timbul beberapa persoalan yang harus difikirkan. kesejahteraan pensyarah serta penyediaan gaji yang berpatutan. bagaimanakah isu-isu sistemik yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia menggugat komitmen pekerjaan serta mengganggu . rakan sekerja. Justeru. manakala bagi sesetengah yang lain. Selain itu ramai pensyarah yang turut ditawarkan menjadi kakitangan kerajaan bagi menampung keperluan sosial and material mereka. Ini termasuklah aspek-aspek peningkatan kualiti kerja pensyarah. sebagai seseorang intelektual di tengah masyarakat. serta mampu berkomunikasi dan memberi keadilan dalam perubahan sosial masyarakat. serta pelajar. sarjana. Kepelbagaian isu yang dihadapi mungkin dianggap sebagai cabaran kerja yang dinamik oleh sesetengah pensyarah. Pensyarah juga terdedah kepada berbagai isu persekitaran kerja yang melibat dirinya dan sistem pentadbir universiti. sehingga menggugat kesejahteraan diri dan prestasi kerja individu mahupun kumpulan. Antaranya ialah. Pada waktu ini terdapat beberapa isu yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia yang perlu segera ditangani. Fenomena yang dihadapi kebanyakan universiti di Indonesia ialah ramainya pensyarah yang melakukan aktiviti mengajar di luar kampus (moonlighting) untuk mendapatkan tambahan kewangan kerana gaji yang di terima adalah rendah. isu kadar atrisi yang tinggi dalam kalangan pensyarah di Indonesia merupakan isu yang hangat diperkatakan (Ali Khomsan 2005). Di samping itu.

Eleman kecerdasan emosi dan kepuasan kerja boleh dianggap sebagai teras dalam membina prestasi kerja individu mahupun kumpulan yang berkualiti. Kajian-kajian telah membuktikan bahawa kecerdasan emosi dan kepuasan kerja memainkan peranan penting dalam meningkatkan prestasi kerja.1999. Kemampuan memahami dan mengendali emosi diri dan orang lain ini digambarkan oleh Goleman dalam konsep emotional quotient atau kecerdasan emosi. Goleman 1995. Bagi profesion akademia. Menurut Goleman (1999) kebolehan seseorang menerima cabaran sentiasa berubah mengikut keadaan dan amat berkait rapat dengan kebolehan dan kestabilan emosi seseorang. Salovey. & Caruso 2000 dan Noriah. komitmen 176 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) pekerjaan sama ada individu mahupun kumpulan (Mayer & Caruso 2000. Terdapat kemungkinan bahawa pensyarah yang tinggi kecerdasan emosi berkemungkinan mempunyai komitmen . Pengenalpastian tahap kecerdasan emosi menyediakan maklumat berharga kepada pensyarah dalam menilai keberkesanan diri dan seterusnya menjadi pemangkin ke arah peningkatan kualiti sumber manusia. Siti Rahayah. & Syed Najmuddin 2003).kesejahteraan diri? Apakah yang menyebabkan sesetengah pensyarah di Indonesia terus komited dalam pekerjaan mereka manakala sesetengah yang lain tidak dapat bertahan? Jawapan kepada persoalan ini mungkin membolehkan komuniti intelek di Indonesia lebih difahami dan dihargai supaya mereka dapat menyumbang potensi terbaik ke arah memenuhi wawasan nasional. ISU YANG BERSANGKUTAN DENGAN KOMITMEN KERJA DAN KECERDASAN EMOSI Kebolehan dan kepintaran bertindak seseorang diperlukan dalam menyesuaikan diri dalam pelbagai keadaan serta untuk memenuhi potensinya. Mayer. kecerdasan emosi merupakan trait personaliti yang perlu dimiliki oleh setiap pensyarah dan guru untuk berjaya dalam kerjayanya.

pekerjaan dan komitmen organisasi yang tinggi, kerana individu sebegini mengenali siapa dirinya, sentiasa menjaga hubungan yang baik dengan orang lain serta cuba menjadi pekerja terbaik. Kajian kecerdasan emosi ke atas pensyarah di Malaysia yang dijalankan oleh Mohd. Najib (2000) menunjukkan kestabilan emosi pensyarah-pensyarah di salah sebuah fakulti pendidikan adalah di tahap sederhana dan tidak menonjol. Menurut beliau, pensyarah perlu mempunyai kesedaran emosi yang tinggi memandangkan mereka merupakan pendidik kepada bakal-bakal guru. Kestabilan emosi pensyarah akan memberikan kesan terhadap keberkesanan latihan yang mereka berikan kepada bakal-bakal guru tersebut. Beliau mencadangkan bahawa ketidakstabilan emosi pendidik boleh membawa kepada perasaan kecewa atau pun ³burnout´ disebabkan oleh tekanan kerja (Noriah, Zuria, Siti Rahayah & Manisah 1999). Kajian Noriah dan Aliza (2002) pula mengutarakan bahawa persekitaran dan bebanan kerja guru di Malaysia merupakan antara faktor yang mungkin menyumbang kepada kecenderungan menghadapi tekanan dan seterusnya memberi implikasi negatif kepada kesihatan mental guru. Kajian Noriah, Ramlee, Zuria, Siti Rahayah (2006) mendapati bahawa guruguru di Malaysia mempunyai skor tertinggi kecerdasan emosi bagi domaindomain spiritual, regulasi kendiri, dll, tetapi paling rendah dalam domain kemahiran sosial. Dapatan kajian ini sangat menarik kerana sebagai guru, kemahiran sosial amatlah penting dan merupakan kemahiran yang paling asas. Jika pendidik tidak mempunyai kemahiran sosial seperti bertanya khabar, membimbing, memahami, memaafkan, tentulah proses pengajaran dan pembelajaran akan terjejas. Terdahulu kajian oleh Noriah, Siti Rahayah, Syed Najmuddin (2003) mendapati bahawa umur dan pengalaman memainkan peranan penting dalam mempengaruhi tahap kecerdasan emosi dalam kalangan guru. Terdapat sebilangan guru yang

menyatakan bahawa semasa muda mereka bersifat ³garang´ apabila mengajar, dan selalu menghukum pelajar yang bermasalah kerana tidak sabar. Bagaimanapun, apabila usia mereka meningkat, mereka menjadi lebih matang dan sabar dalam mengendalikan pelajar-pelajar khususnya yang bermasalah. Faktor kecerdasan emosi seseorang kakitangan didapati boleh menentukan keberkesanan komitmen pekerjaan (Carson & Carson 1998; Cherniss 1998). Kajiankajian ini mendapati kakitangan yang komited akan terus rajin bekerja sama ada Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 177 suasana dalam organisasi itu memberangsang ataupun sebaliknya. Pengkajipengkaji ini menyatakan bahawa seseorang individu yang komited dengan pekerjaannya merupakan mereka yang mempunyai emosi yang cerdas. Ini adalah kerana mereka yang cerdas emosinya akan dapat memotivasikan dan mengendalikan emosi diri sendiri, berwawasan apabila membuat suatu keputusan, memahami dan empati dengan keperluan psikologi orang lain serta menjalankan hubungan sosial yang baik. Menurut Goleman (1995; 1999), kecerdasan emosi membolehkan individu yang bekerja dalam organisasi berkemungkinan tidak mudah mengalami konflik semasa bertugas. Pada waktu ini, terdapat kekurangan dalam kajian kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah samada di Barat, di Malaysia mahupun di Indonesia. Malah, kajian ini wajar dilakukan di Indonesia sebagai usaha membina sistem pendidikan yang mantap sekaligus mendokong wawasan Kebangkitan Nasional di Indonesia. Maklumat bagaimana kecerdasan emosi berperanan dalam meningkatkan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah perlu diketahui sebagai langkah awal ke arah penambahbaikan kualiti komitmen pekerjaan pensyarah di universiti di Indonesia. Sehubungan itu, kajian ini akan menjawab empat persoalan berikut:

i. Apakah profil kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? ii. Adakah terdapat perbezaan yang signifikan dalam kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia mengikut faktor demografi (jantina, kumpulan umur, tahap pendidikan dan pengalaman pekerjaan)? iii. Adakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi Daerah Jambi Indonesia? iv. Sejauh manakah pengaruh kecerdasan emosi menyumbang kepada komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? METODOLOGI REKA BENTUK KAJIAN DAN SAMPEL Kajian ini merupakan kajian kuantitatif menggunakan kaedah tinjauan rentas silang. Sampel kajian terdiri daripada 265 pensyarah (180 lelaki dan 85 wanita) yang berkhidmat di sebuah universiti di Daerah Jambi, Indonesia. Bagi kumpulan umur bawah 35 tahun terdapat seramai 75 orang pensyarah (28.3%), umur 36 sampai 45 tahun seramai 137 pensyarah (51.6%), umur di atas 46 tahun seramai 53 orang pensyarah (20.1%). Seramai 40 orang responden (15.1%), memiliki ijazah sarjana muda, 195 orang pensyarah (73.6%) mempunyai ijazah sarjana dan seramai 178 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) 30 orang pensyarah (11.3%) memperolehi ijazah doktor falsafah. Manakala dari segi pengalaman pekerjaan, kelompok bawah 10 tahun ialah seramai 81 orang pensyarah (30.6%), 11 sampai 20 tahun seramai 129 orang pensyarah (48.7%) dan 21 tahun ke atas seramai 55 orang pensyarah (20.7%).

Nilai kebolehpercayaan IKEM dalam kajian ini ialah 0. (ii) regulasi kendiri. 1999). (iii) motivasi kendiri. Kajian di Malaysia oleh Noriah et al. Instrumen ini sudah diuji kesahan dan kebolehpercayaan melalui kajian rintis yang telah dijalankan oleh beberapa pengkaji sebelum ini.965. dan dimensi perkhidmatan kepada masyarakat. dan (vii) kematangan. (v) kemahiran sosial. dimensi penyelidikan.INSTRUMEN KAJIAN Dua soal selidik utama yang digunakan dalam kajian ini ialah (i) Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah. Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji adalah berdasarkan tugasan pensyarah yang disarankan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. (2006). dibina berdasarkan model yang diutarakan Goleman (1995. (2004) menemui penambahan dua faktor yang begitu ketara apabila menerangkan konsep kecerdasan emosi iaitu (vi) kerohanian. dan (ii) Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji. DAPATAN KAJIAN PROFIL KECERDASAN EMOSI DAN PROFIL KOMITMEN PEKERJAAN PENSYARAH Dapatan kajian menunjukkan bahawa dimensi kecerdasan emosi pensyarah yang .934. Pada asalnya Goleman mencadangkan lima dimensi kecerdasan emosi iaitu (i) kesedaran kendiri. Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah et al. Nilai kebolehpercayaan instrumen ini ialah 0. Zuria. dan Siti Rahayah (2006). Kajian-kajian yang lalu menunjukkan bahawa kecerdasan emosi memainkan peranan penting dalam kehidupan seseorang sama ada sebagai individu dalam bidang pekerjaannya. Ramlee. Item-item dibina untuk tiga dimensi iaitu dimensi pendidikan dan pengajaran. (iv) empati.

17).23). Ujian ANOVA menunjukkan terdapat perbezaan dalam skor Kecerdasan Emosi berdasarkan umur dan pengalaman kerja. Ujian Post Hoc kecerdasan emosi mengikut kumpulan umur dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std. Kumpulan berpengalaman 21 tahun ke atas didapati mendapat skor kecerdasan emosi lebih tinggi daripada kumpulan-kumpulan yang mempunyai kurang pengalaman bekerja (Jadual 1). manakala skor min paling rendah iaitu dimensi perkhidmatan kepada masyarakat (4. Bagaimanapun. dan kemahiran sosial (4. empati (4.21).88).mendapat skor min yang tertinggi ialah dimensi kerohanian (4.19). dan Ujian ANOVA pula menunjukkan tiada perbezaan signifikan dalam skor kecerdasan emosi berdasarkan tahap pendidikan. komitmen penyelidikan (4.18). ujian Post Hoc Multiple Comparisons dilakukan dan didapati responden berumur 46 tahun ke atas berbeza (lebih tinggi skor) dengan responden 35-45 tahun.03). Seterusnya. Skor purata min secara keseluruhan kecerdasan emosi ialah pada tahap tinggi (4.13). Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 179 PERBEZAAN KECERDASAN EMOSI MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA. dan diikuti dimensi kematangan (4. KUMPULAN UMUR. Dari tiga dimensi komitmen pekerjaan pensyarah skor min paling tinggi ialah bagi dimensi komitmen pengajaran (4. JADUAL 1. motivasi kendiri (4.10). TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Hasil ujian-t bagi mengkaji perbezaan tahap kecerdasan emosi mengikut jantina. didapati tidak wujud perbezaan sama ada pensyarah lelaki mahupun pensyarah wanita. kesedaran kendiri (4.64). Error/ Ralat .18). tetapi tidak menunjukkan perbezaan signifikan dengan responden 35 tahun ke bawah. regulasi kendiri (4.

062 36 . KUMPULAN UMUR.02497 .10646 .000* (3) 46 tahun ke atas Kurang 35 tahun .000 11 tahun .000* Signifikan pada aras 0.20 tahun Kurang 10 tahun .03023 .03023 . tahap pendidikan dan pengalaman kerja.18535(*) .062 tahun Kurang 35 tahun -.03867 .03148 .20 tahun -. TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Ujian-t mendapati bahawa tidak terdapat perbezaan yang signifikan komitmen pekerjaan mengikut jantina.20 tahun .Umur Umur Min (I-J) Piawai Sig.02497 .000* 21 tahun ke atas Kurang 10 tahun .04489 .18535(*) .03666 . Pekerjaan Pekerjaan Min (I-J) Di bawah 10 tahun 11 tahun .04693 .04314 .04693 . Untuk melihat perbezaan-perbezaan ini.45 tahun .602 46 tahun ke atas -.45 tahun . Ujian-ujian ANOVA mendapati terdapat perbezaan dalam komitmen pekerjaan berdasarkan kumpulan umur.03666 .000* (I) (J) Pengalaman Pengalaman Perbezaan Std.708 21 tahun ke atas -.05.000* 11 tahun .602 tahun (2) 36 hingga 45 46 tahun ke atas -.16038(*) .04489 .708 21 tahun ke atas -.16038(*) . 180 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) PERBEZAAN KOMITMEN PEKERJAAN MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA. (1) Di bawah 35 36 . Error Sig.10646 .03148 .14961(*) .03867 . Ujian Post Hoc telah .04314 .14961(*) .

002 46 tahun ke atas Bawah 35 tahun .03411 . Error/ Ralat Kumpulan Umur Kumpulan Umur Min (I-J) Piawai Sig.081 36 . Sarjana muda Sarjana -.000 46 tahun ke atas -.00102 . Bawah 35 tahun 36 .000 46 tahun ke atas -.21781(*) .14387 .45 tahun Bawah 35 tahun -.dijalankan (Jadual 2).06387 1.07885 .081 36 . tahap pendidikan dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std.134 (I) (J) Perbezaan Std.09528 . Pekerjaan Pekerjaan <10 tahun 11 ± 20 tahun .06366 .06366 .134 Doktor Falsafah Sarjana muda .04301 .217 Doktor Falsafah -. Error/ Ralat Tahap pendidikan Tahap pendidikan Min (I-J) Piawai Sig.45 tahun .217 Doktor Falsafah -. Error/ Ralat Pengalaman Pengalaman Min (I-J) Piawai Sig.06678 .06678 .14489(*) .002 (I) (J) Perbezaan Std. Ujian-ujian Post Hoc menunjukkan bahawa komitmen pekerjaan Lulusan ijazah doktor falsafah jauh lebih tinggi dari lulusan ijazah sarjana dan lulusan ijazah sarjanamuda.14489(*) . Ujian-ujian Post Hoc komitmen pekerjaan mengikut kumpulan umur.07885 .12254 .00102 .09528 .05693 .45 tahun . komitmen pekerjaan pensyarah pada 46 tahun ke atas adalah JADUAL 2.06387 1.731 .04301 .04515 .017 Sarjana Sarjana muda .12254 .017 Sarjana .05693 .14387 .21781(*) .

kerohanian.028 11 ± 20 tahun .554) kepada komitmen pekerjaan sebagai kriterion. kesedaran kendiri.486 (df = 6.007 > 21 tahun < 10 tahun . SUMBANGAN DOMAIN KECERDASAN EMOSI TERHADAP KOMITMEN PEKERJAAN Dapatan kajian ujian regresi berganda langkah demi langkah menunjukkan enam dimensi kecerdasan emosi menyumbang secara bersama-sama ke atas komitmen pekerjaan. varians (R²/Kuasa Dua = .05545 . Secara signifikan. motivasi kendiri.007 Signifikan pada aras 0. HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KOMITMEN PEKERJAAN Ujian korelasi Pearson-r menunjukkan bahawa terdapat hubungan signifikan yang kuat antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah (r = .04515 .05.03411 . dan regulasi kendiri sebagai peramal menyumbangkan secara signifikan sebanyak (55.20 tahun < 10 tahun -.10%). kematangan.16992(*) . dan komitmen kumpulan pengalaman bekerja 21 tahun ke atas didapati lebih tinggi daripada komitmen kumpulan yang kurang dalam pengalaman bekerja.028 11 . Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 181 lebih daripada kumpulan-kumpulan yang berusia lebih muda.731 > 21 tahun -.736) dengan signifikan pada aras (p < 0.05545 . Keputusan analisis varians menunjukkan nilai F = 53.16992(*) .258).441) ini bererti (P1) kemahiran sosial merupakan dimensi utama kecerdasan emosi yang .40%) varians (R²/Kuasa Dua = 0. skor dimensi kemahiran sosial menyumbangkan sebanyak (44. Kombinasi enam dimensi kecerdasan emosi iaitu dimensi kemahiran sosial.05257 .13581(*) .> 21 tahun -.13581(*) .05).01).05257 . adalah signifikan pada aras (p < 0.

158.326 .042 . (P5) dimensi kerohanian menyumbangkan sebanyak (54.055 .90 6 Regulasi Kendiri .70 5 Kerohanian .000 .1-49.8-52.542.055 .495 5. (P4) dimensi kematangan menambah menyumbangkan sebanyak (53.7) % iaitu (0. pensyarah yang berkhidmat di universiti Daerah Jambi .335.10 2 Motivasi Kendiri . kepada varians (R²/Kuasa Dua = .90%).021 .441 44.000 .000 .40 3 Kesedaran Kendiri . dan akhir sekali (P6) dimensi regulasi kendiri menyumbangkan sebanyak (55.70%).60%) menambah dalam komitmen pekerjaan.952 .4 . Konstan/ Peramal = -0.392 .332 .5-44. Beta T Sig ² Sumbangan Error % 1 Kemahiran Sosial 6609 .378 6.547 0.458 7.53. Kombinasi dimensi (P1) kemahiran sosial dan (P2) dimensi motivasi kendiri menyumbang sebanyak (49. R²/ Kuasa Dua = 0. Manakala (P3) dimensi JADUAL 3.7 . PERBINCANGAN Secara keseluruhannya. Ralat Piawai (Standard Error) = 0.000 .347 .000 .554 0.059 .521 2.362 6.774 .= (p < 0.745. R² Terlaras (Ajusted R2) = 0.306 4.05) 182 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) kesedaran kendiri menyumbang sebanyak (52.054 .000 .70%).60 4 Kematangan .281 . Analisis regresi berganda (stepwise) bagi dimensi-dimensi kecerdasan emosi menyumbangkan kepada komitmen pekerjaan Bil Pemboleh ubah Std.menyumbangkan secara signifikan dalam upaya mempertingkatkan komitmen pekerjaan pensyarah yang berkesan di institusi pendidikan tinggi.40%).495) perubahan tambahan kepada komitmen pekerjaan. Sig.664 14.538 1.420 .8)% atau (0.554.5)% iaitu (2.1)% iaitu (5.208 .056 .1)% iaitu (1.824 .356 5.54.70 Kriterion: Pemboleh ubah Komitmen Pekerjaan R Berganda = 0.

Dapatan ini selari dengan laporan Noriah. memotivasi diri. yang berkualiti dan berwawasan tinggi (Susanto 1998). penyelidikan. profil kecerdasan emosi pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mengikut 7 dimensi berada pada tahap tinggi. Kemungkinan juga tugas seharian sebagai pensyarah yang melibatkan pengajaran.bersetuju bahawa mereka telah mengamalkan kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Goleman (2001). Secara keseluruhannya. kerohanian. Noriah. Kajian ini mendapati domain kerohanian mendapat skor paling tinggi dalam kalangan pensyarah yang dikaji. dan kematangan. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003). empati. motivasi kendiri. Ini menunjukkan kemungkinan bahawa sumber manusia yang menganggotai pusat pengajian tinggi tersebut terdiri dari mereka yang telah dipilih dengan teliti dan memenuhi kriteria insan yang intelek. penyeliaan. regulasi kendiri. dan Siti Rahayah (2006) tentang guru-guru yang pada awalnya sangat ³garang´ tetapi kemudiannya menjadi lebih sabar setelah meningkat usia dan lebih berpengalaman. Ini kerana kajian ini juga mendapati bahawa tahap kecerdasan emosi pensyarah yang lebih lama bekerja menjadi semakin tinggi berbanding mereka yang masih baru bekerja. Kemungkinannya ialah kerana budaya masyarakat Indonesia umumnya amat mementingkan aspek kerohanian. dan Noriah. dan khidmat masyarakat telah membentuk personaliti mereka menjadi manusia yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi. kemahiran sosial. Hasil penyelidikan turut selari dengan dapatan kajian (Syed Najamuddin 2005) yang . Ramlee. kreatif. Zuria. Kemungkinan juga ialah majoriti pensyarah yang dikaji mempunyai dan meyakini nilai-nilai moral dan agama yang dianggap sebagai asas untuk mengawal emosi. Kecerdasan emosi yang dimaksudkan ialah kesedaran kendiri. serta tidak mudah putus asa untuk mencapai matlamat diri berbanding dengan individu yang tidak mengamalkan aspek kerohanian. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003).

Ini berkemungkinannya berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. Kajian ini mendapati dimensi kemahiran sosial pensyarah menunjukkan skor min yang kurang menonjol daripada tujuh dimensi kecerdasan emosi yang dikaji. dan regulasi kendiri. Ketinggian dalam dimensi ini mempengaruhi ketinggian dalam dimensi-dimensi yang lainnya (Goleman 1995. Selain daripada dimensi kerohanian. empati. refulasi kendiri. sesama pensyarah. sabar dan bermotivasi untuk melaksanakan tugas seikhlas mungkin tanpa mengharap ganjaran material. saling menghargai. Dapatan ini sangat menarik untuk diperhatikan dan didalami kerana kemahiran sosial . Apabila seseorang memiliki kecerdasan emosi yang berkesan. dia boleh mengawal diri. Kesedaran kendiri membantu pensyarah mengenal diri. bertukar fikiran dalam suasana ceria. kerohanian dan kematangan (Noriah et al. serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar. (2006).menyatakan bahawa aspek kerohanian tersebut menjadikan pekerja sentiasa tekun. motivasi kendiri. 2004). 1999) di mana kesedaran kendiri merupakan satu µbuilding block¶ kepada pembinaan kecerdasan emosi yang lebih tinggi (bermula dengan kesedaran kendiri. serta kesedaran kendiri merupakan domain-domain yang mencatat skor tertinggi. Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. Dapatan ini selari dengan kajian Noriah et al. sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama. 2004). tahap keyakinan. kemahiran sosial. serta pimpinan institusi yang kurang mesra. Kekurangn kesedaran kendiri boleh menjejaskan tahap kecekapan pada dimensi-dimensi peribadi dan sosial. serta memantap idea Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 183 untuk mengembangkan bakat. dan tujuan dan minat (Noriah et al. kajian ini juga mendapati dimensi kematangan. ke atas pendidik di Malaysia. motivasi.

Dapatan ini menggemukakan beberapa strategi seperti peluang melanjutkan pelajaran ke peringkat yang lebih tinggi. Oleh itu. kajian ini mendapati komitmen pekerjaan pensyarah meningkat apabila mereka lebih berusia. Kebijaksanaan pensyarah dalam pergaulan memudahkannya mempengaruhi orang lain dengan idea-idea. cepat menjalin hubungan yang mesra dan saling bantu-membantu dalam mencapai objektifobjektif institut pendidikan tinggi yang sentiasa dinamik. peluang mengajar dan menyelia untuk beberapa waktu yang panjang. dan peluang meneruskan kerjaya walaupun pada usia lanjut mungkin dapat meningkat komitmen pekerjaan. Maklumat ini penting kerana ia membantu kerajaan membina perancangan yang lebih mantap untuk memastikan bahawa pensyarah sentiasa komited kepada usaha-usaha pembangunan nasional dan menghalang penghijrahan atau ³brain drain´ (Ali Komsan 2005). bijak. ia akan bersungguh-sungguh dan memotivasi dirinya agar matlamat pekerjaannya tercapai.sangat penting dalam tugasan pensyarah yang sentiasa berinteraksi dengan pelbagai pihak di tempat kerja. berkualiti dan cemerlang. dan memiliki matlamat kerjaya yang lebih jelas. Keputusan ini selari dengan dapatan kajian Carson dan Carson (1998) yang menyarankan bahawa individu yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi akan sentíasa bersikap positif kepada kerjayanya dengan menyelesaikan konflik. 184 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) . kebijaksanaan sosial juga memudahkan pensyarah menjalankan peranannya sebagai agen perubahan masyarakat dan menjadi role model kepada pelajarnya agar menjadi pelajar yang santun. Dari aspek komitmen. berkelulusan lebih tinggi. Pada masa yang sama. Hasil analisis juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah. dan berpengalaman mengajar lebih lama.

dalam menjalankan kerja organisasi kemahiran sosial melibatkan kemahiran mendapatkan maklum balas yang positif daripada orang lain. Menurut Goleman (1999). sesama pensyarah. dan kerohanian juga mempunyai sumbangan yang signifikan kepada komitmen pekerjaan pensyarah. Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. Walaupun ahli akademik berada dalam posisi yang memberikan mereka µkuasa akademik¶ yang menyebabkan mereka dipandang tinggi oleh pelajar. Ini berkemungkinan berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. kuasa ini tidak sepatutnya dijadikan sebab kenapa mereka tidak boleh mengaplikasikan kemahiran sosial semasa bersama pelajar maupun rakan-rakan yang lebih junior. saling . Pendidik yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi lebih terbuka untuk berkomunikasi dan menerima pandangan orang lain. mesra. dan dapat memberi sokongan kepada rakan sekerja. serta pimpinan institusi yang kurang mesra. bertukar fikiran dalam suasana ceria. kematangan. satu dapatan menarik ialah kemahiran sosial merupakan penyumbang utama kepada komitmen pekerjaan kepada pensyarah-pensyarah yang dikaji. individu yang pandai bergaul mesra dan saling membantu dalam mencapai matlamat institusi. terdapat keperluan untuk pensyarah-pensyarah ini memperbaiki kemahiran sosial supaya sama taraf dengan domain-domian lain dengan harapan ia dapat meningkatkan komitmen pekerjaan mereka. Kemahiran sosial yang baik boleh membantu pensyarah mengawal emosi pensyarah dalam persekitaran kerja yang sentiasa dinamik (Goleman 1995). sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama.Kajian ini telah mendapati bahawa domain-domain dalam kecerdasan emosi yang menyumbang kepada komitmen pekerjaan ialah motivasi kendiri. Oleh kerana skor domain kemahiran sosial paling rendah dalam domain-domain kecerdasan emosi. kesedaran kendiri. Bagaimanapun.

and citizenship. RUJUKAN Ali Khomsan. fenomena brain-drain berkemungkinan berlaku dan ini akan memberi impak negatif kepada negara Indonesia di mana pada saat ini negara ini sedang berada dalam keadaan yang memerlukan sumbangan ahli-ahli akademik yang berwawasan dan komited untuk memenuhi kebangkitan nasional. PENUTUP Pensyarah universiti memain peranan yang amat penting sebagai agen perubahan sosial terutamanya kepada negara yang sedang membangun seperti Indonesia. P. kecerdasan emosi juga didapati mempunyai Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 185 hubungan dengan komitmen kerja.menghargai. 2005. Career commitment. Pada masa yang sama. Kajian ini menunjukkan bahawa pensyarah-pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mempunyai kecerdasan emosi yang baik. http:/ www. 2004. demi kesinambungan kualiti pensyarah. . Harian Kompas. P. competencies. Ini memberi implikasi bahawa dalam memilih pensyarah. K. perhatian perlu diberikan kepada kematangan dan kelayakan. D. htm. Brain drain. Menggugah komitmen pensyarah di Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara. & Carson. bagaimanapun faktor-faktor seperti umur.kompas. Carson. Jika kedua-dua aspek ini tidak diberi perhatian. [Senin 14 Juni 2004]. Ali Khomsan. pengalaman kerja dan kelayakan didapati mempengaruhi tahap kecerdasan emosi. 1998. Pensyarah Institusi Pendidikan Tinggi Indonesia. Pada masa yang sama. universiti perlu membuat persediaan dan menggalakkan pensyarah-pensyarah dari generasi pelapis untuk menyambung pelajaran sehingga ke peringkat tinggi.com/kompas-cetak/24/opini/388045. Sumbangan optimum pensyarah-pensyarah ini boleh diraih jika kesejahteraan diri terbela dan komitmen kerja mereka terjamin. serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar.

and as a mental ability. D. San Francisco: Jossey-Bass. 8-24. & Goleman. Educational Leadership. Zuria Mahmud. In. R. pelajar dan masyarakat di kalangan guru-guru.Y. Goleman. C. and application at home. Emotional Intelligence: Issues in Paradigm Building. Models of emotional Intelligence. D. Social and Emotional Learning for Leaders. school. D. Hlm. J. International Journal of Vocational Education and Training.. as personality. 2000. Noriah Mohd. D. J. R. P. 2006. Dlm buku Encyclopedia of Educational research. Ishak. Goleman. 24: 548-555. Ishak & Aliza Alias. 1999. C. Jurnal Pendidikan. & Caruso. 1982. & Caruso. Ramlee Mustapha. Mayer. and in the workplace. Jurnal Teknologi 32(E): 1-10. Mayer. Cherniss. hlm. The handbook of intelligence. Najib Ghafar. 396-420. Dlm Bar-On. 2000. Noriah Mohd. New York: Cambridge University Press. Executive Excellence 16 (4): 19. 92-117. oleh H. Emotional Intelligence of Malaysian Teachers: Implications on workplace productivity. M. Siti Rahayah Ariffin & Manisah Mohd Ali. Mitzel. J. pelajaran.J Sternberg (Ed). 14(2).\\. The Emotionally Intelligent Workplace. San Francisco: Jossey-Bass. D. Goleman. R. Cherniss. Mohd. 1995.A. Noriah Mohd. Emotional Competence. D. Zuria Mahmud & Siti Rahayah. 27-44. D. & Parker. Medley. Salovey. 1999.Journal of Career Assessment 6(2): 195-208. 1894-1903. (pnyt). Hubungan antara tanggungjawab kepada kendiri. 1998. D. 2001. Kecenderungan menghadapi tekanan dan .D. N.Free Press. 55(7): 26-28. 2002. R. Dlm. Ishak. 2000. The handbook of emotional intelligence: theory. Kestabilan emosi guru: perbandingan antara pensyarah dan pelajar. Emotional Intelligence New York: Bantam Books. Teacher effectiveness. Emotional Intelligence as zeitgeist. development. assessment. D.

Universiti Atma Jaya 186 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) Yogyakarta Indonesia memasuki melenium ketiga. 77-88. Yogyakarta. pp. Fal. Susanto. Universiti Kebangsaan Malaysia. Untuk maklumat lanjut sila hubungi: Rohaty Mohd. Andi Offset. B. Hubungan antara faktor kecerdasan emosi. Faktor kecerdasan emosi serta hubungan dengan nilai kerja dan prestasi kerja guru maktab rendah sains MARA. 441-451. Prosiding Seminar Kebangsaan Profession Perguruan 2002. Tinjauan Pendidikan Tinggi dalam memasuki melenium ketiga: Renungan beberapa aspek pembaharuan dunia pendidikan. nilai kerja dan prestasi kerja di kalangan guru maktab rendah sains MARA. Siti Rahayah & Syed Najamuddin Syed Hassan. hlm. Noriah Mohd. 2003. 2005.implikasinya terhadap kesihatan mental guru-guru. Tesis Dr. A. Majzub Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia 43600 Bangi Selangor Darul Ehsan . 1998. Syed Najamuddin Bin Syed Hassan. Journal Teknologi. Ishak. Bangi: Fakulti Pendidikan UKM. 39(E): 75-82. Bangi.

Bila melampaui batas negara maka disebut dengan migrasi internasional (migrasi internasional).o+ .o + . atau mereka yang tempat tinggalnya sekarang bukan di wilayah propinsi tempat kelahirannya. Menurut BPS (1995) terdapat tiga jenis migran antar propinsi. 3.o+ . 1987): . maka jenis migran yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis migran semasa hidup (life time migrant).o+ .o o+ . Menurut Lee (1987) ada empat faktor yang perlu diperhatikan dalam studi migrasi penduduk.o+ .o+ .o + .o+ . migrasi didefenisikan sebagai perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain yang melampaui batas politik/negara ataupun batas administrasi/batas bagian suatu negara. Faktor-faktor yang Terdapat di Daerah Asal dan Daerah Tujuan serta Rintangan Antara . yaitu : 1.o+ .o Pada masing-masing daerah terdapat faktor-faktor yang menahan seseorang untuk tidak meninggalkan daerahnya atau menarik orang untuk pindah ke daerah tersebut (faktor +).o .46 III. dan ada pula faktor-faktor yang memaksa mereka Rintangan Antara Daerah Asal Daerah Tujuan Gambar 2. Pindahnya penduduk ke suatu daerah tujuan disebut dengan migrasi masuk.o+ . Faktor-faktor daerah asal 2.1.1. Sedangkan migrasi dalam negeri merupakan perpindahan penduduk yang terjadi dalam batas wilayah suatu negara. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Migrasi Dalam keputusan bermigrasi selalu terkandung keinginan untuk memperbaiki salah satu aspek kehidupan.o o+ . Faktor-faktor yang terdapat pada daerah tujuan 3. Migrasi Penduduk Secara sederhana migrasi didefenisikan sebagai aktivitas perpindahan.o o+ .o+ . Migran semasa hidup (life time migrant) adalah mereka yang pindah dari tempat lahir ke tempat tinggal sekarang.o+ . baik antar daerah ataupun antar propinsi. 1995).o+ .o+ . Migran risen (recent migrant) adalah mereka yang pindah melewati batas propinsi dalan kurun waktu lima tahun terakhir sebelum pencacahan. yaitu : 1.o + . Sedangkan perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah disebut dengan migrasi keluar (Depnaker.2 dan 3.o+ . Rintangan antara 4.o+ . Migran total adalah orang yang pernah bertempat tinggal di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal pada waktu pengumpulan data. Berdasarkan tiga jenis migran tersebut.o+ . KERANGKA TEORI 3.o+ . Faktor-faktor individual Faktor-faktor 1. 47 3.1. 2. sehingga keputusan seseorang melakukan migrasi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. secara skematis dapat dilihat pada Gambar 2 ( Lee.o+ .o+ . Sedangkan secara formal.o+ .o+ .

pendidikan dan demografi tertentu. sebab-sebab perpindahan. sosial. 3. dan transportasi. seperti banjir dan kekeringan. yaitu teori Neoclasic Economic Micro. Teori Neoclasic Economic Macro menjelaskan bagaimana proses dan akibat dari perpindahan tenaga kerja yang berasal dari negara yang mengalami surplus tenaga kerja tetapi kekurangan kapital menuju negara yang kekurangan tenaga kerja. termasuk keinginan para migran untuk melepaskan dari kendala-kendala tradisional yang terkandung dalam organisasi-organisasi sosial yang sebelumnya mengekang mereka. Pada sisi lain. mengapa bukan dengan cara yang lain. 4. sistem pendidikan yang cenderung berorientasi pada kehidupan kota dan dampak-dampak modernisasi yang ditimbulkan oleh media massa atau media elektronik. Beberapa faktor non ekonomis yang mempengaruhi keinginan seseorang melakukan migrasi adalah: 1. termasuk penurunan tingkat kematian yang kemudian mempercepat laju pertumbuhan penduduk suatu tempat. pendidikan. tetapi memiliki kapital yang berlimpah. faktor individu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pengambilan keputusan untuk migrasi. Diantara keempat faktor tersebut. Todaro (1998) menyatakan migrasi merupakan suatu proses yang sangat selektif mempengaruhi setiap individu dengan ciri-ciri ekonomi. Faktor-faktor fisik. serta dengan cara apa ia berpindah. perdagangan. termasuk kualitas seluruh sarana transportasi. seperti perkembangan industri. termasuk pembinaan kelestarian hubungan keluarga besar yang berada pada tempat tujuan migrasi 5. agar mempertimbangkan µcost and benefit¶ dari setiap perpindahan ke daerah tujuan yang memiliki potensi lebih besar . Teori ini hanya merekomendasikan kepada para migran potensial itu. Kondisi ini diminati oleh penduduk daerah lain yang berharap dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Faktor-faktor demografi. Faktor-faktor komunikasi. tetapi tidak mencoba menjelaskan persoalan. Faktor pendorong itu antara lain kesempatan kerja yang terbatas jumlah dan jenisnya. maka pengaruhnya terhadap faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi dari masing-masing individu juga bervariasi. sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai. mengapa seseorang berpindah dengan cara tertentu. perumahan. Besarnya jumlah pendatang untuk menetap pada suatu daerah dipengaruhi besarnya faktor penarik (pull factor) daerah tersebut bagi pendatang. tetapi juga pada migrasi antar negara. yang sebetulnya juga memperbincangkan soal pengambilan keputusan ditingkat individu migran. setiap daerah mempunyai faktor pendorong (push factor) yang menyebabkan sejumlah penduduk migrasi ke luar daerahnya. fasilitas perumahan dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Selain itu ada pula faktor-faktor yang tidak mempengaruhi penduduk untuk melakukan migrasi (faktor o). Teori ekonomi lainnya.48 untuk meninggalkan daerah tersebut (faktor -). Semakin maju kondisi sosial ekonomi suatu daerah akan menciptakan berbagai faktor penarik. Penilaian positif atau negatif terhadap suatu daerah tergantung kepada individu itu sendiri. termasuk pengaruh iklim dan bencana meteorologis. Variasi tersebut tidak hanya terdapat pada arus migrasi antar wilayah pada negara yang sama. 49 2. Teori ini kurang memperhatikan bagaimana seseorang memutuskan untuk berpindah. Faktor-faktor kultural. Faktor-faktor sosial.

51 Kedua. 1993 . Ketiga. Transisi Migrasi Perubahan komposisi penduduk dari suatu wilayah akan berpengaruh timbal balik dengan kemampuan ekonomi masyarakat wilayah tersebut dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pada tahap ini urbanisasi telah melampaui 50 persen dan mobilitas dari pedesaan ke perkotaan mulai menurun. daerah perkebunan. masyarakat dari wilayah lain dapat masuk ke wilayah tersebut. Pada tahap ini terlihat adanya migrasi dari daerah yang berdekatan dengan kota besar. tahap masyarakat maju lanjut (late advanced society). atau daerah pertambangan. tetapi dari pedesaan langsung ke kota besar. 2000). jauh lebih dominan jika dibandingkan dengan faktor penekan lain untuk berpindah (push factor) yang ada di daerah asal. Migrasi daerah sekitar kota besar ini menyebabkan stagnasi pada daerah sekitar kota besar besar tersebut. teori ini kurang memberikan penjelasan yang rinci di tingkat mikro. tetapi migrasi ini tidak harus berlangsung dalam jangka pendek. dan Kuper and Kuper. Skeldon (1990) mengembangkan tahap transisi migrasi menjadi tujuh tahap. Bersamaan dengan gejala tersebut. Pada tahap ini sebagian besar migrasi yang terjadi merupakan migrasi non permanen. dimana kota besar menjadi tujuan utama migrasi penduduk kota kecil dan menengah. Pada tahap ini terjadi percepatan migrasi non permanen ke daerah perkotaan. yang tidak bertujuan untuk menetap. Masyarakat wilayah tersebut dapat saja pindah ke tempat lain. Sebaliknya untuk alasan serupa. bila mereka mereka merasakan hal-hal yang mendorong mereka melakukan hal-hal itu seperti lowongan pekerjaan yang sangat menyempit dan sumberdaya alam yang semakin langka. 3. Migrasi dari desa ke kota meningkat. dengan kota besar menjadi tujuan utama. Mulai terjadi suburbanisasi dan dekonsentrasi penduduk perkotaan. ditentukan oleh adanya faktor permintaan (demand) pasar kerja. sehingga proporsi penduduk pedesaanpun menurun. arus migrasi tenaga kerja dari suatu negara. Keempat. faktor penarik yakni pasar kerja (pull factor) terhadap arus migrasi tenaga kerja. Pada tahap ini ditandai dengan munculnya megacity. Migrasi dari daerah pedesaan ke pedesaan menurun dan mobilitas dari perkotaan ke perkotaan terus meningkat.2. Dalam teori ini. tahap masyarakat transisi akhir (late transitional society).1. Migrasi tidak lagi dari pedesaan ke kota kecil. Namun demikian. Keenam. kota menengah baru ke kota besar. Pada tahap ini terlihat juga adanya migrasi penduduk dari suatu daerah perkotaan ke daerah perkotaan lain. Menurut teori ini. tahap masyarakat transisi menengah (intermediate transitional society). 50 Teori yang berasal dari perspektif demografi-ekonomi adalah teori Segmented Labour Market. Kelima. tahap masyarakat mulai maju (early advanced society). bagaimana seseorang akhirnya memutuskan untuk berpindah atau tetap tinggal di daerah asalnya. tahap masyarakat transisi awal (early transitional society). tahap masyarakat pratransisi (pretransitional society).dibandingkan dengan daerah asal migran (Massey. Pertama. yang lebih tinggi di negara lain. Pada tahap ini dapat juga menjadi mobilitas permanen dalam bentuk kolonisasi atau pembukaan daerah-daerah pertanian baru. disertai pula dengan mobilitas penduduk perempuan. mobilitas non permanen lebih meningkat. Pada .

kemungkinan untuk bermigrasi lebih besar. tahap masyarakat maju super (super advanced society). baik laki-laki maupun perumpuan dengan segala status sosioekonomi (mayoritas berasal dari golongan miskin) sengaja pindah secara permanen untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan melepaskan diri dari belenggu kemiskinan di daerah-daerah pedesaan.1. Penduduk perkotaan makin menyebar ke daerah perkotaan yang lebih kecil. Tipe ini yang sekarang terus bertambah dengan pesat. Arus ulang alik terjadi dengan pesat. yaitu karakteristik demografi. . (2) Migran wanita solo atau sendirian. Karakteristik Ekonomi Selama beberapa tahun terakhir persentase terbesar para migran adalah mereka yang miskin. Pada tahap ini mobilitas permanen semakin berkurang dan mobilitan non permanen semakin meningkat. yang terlihat dari semakin tingginya arus mobilitas penduduk ke kota-kota besar. Para migran dari daerah pedesaan. Berdasarkan tahap transisi yang diungkapkan oleh Skeldon tersebut. pendidikan dan ekonomi (Todaro.1. terutama migran dari 52 negara yang masih berada pada tahap ke empat. khususnya kotakota besar di Pulau Jawa. Karakteristik Pendidikan 53 Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara taraf pendidikan yang diselesaikan dengan kemungkinan atau dorongan personal untuk melakukan migrasi (propensity to migrate). Investasi dalam human capital membutuhkan pengorbanan pada masa sekarang tetapi dapat meningkatkan aliran pendapatan pada masa yang akan datang. Tahap ini banyak diwarnai oleh adanya teknologi tinggi. Karakteristik Demografi Para migran di negara berkembang umumnya terdiri dari pemuda yang berumur 15 hingga 24 tahun. 3. 3. Pada saat ini juga terjadi peningkatan arus masuk pekerja asing. Ketujuh. termasuk teknologi informasi. Kondisi ini disebabkan oleh perolehan kesempatan kerja sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. b. Karateristik Migran Karakteristik migran dapat dibagi menjadi tiga kategori. c. Semua arus migrasi ini dilakukan oleh penduduk laki-laki maupun perempuan.4. a. Indonesia saat ini masih berada pada tahap transisi keempat. Migrasi sebagai Investasi Human Capital Human capital (modal tenaga kerja) merupakan dana individu yang diinvestasikan untuk memperoleh keahlian. tidak memiliki tanah.3. Kelompok migran ini terdiri dari para istri dan anak-anak perempuan yang mengikuti migran utama yaitu laki-laki yang menjadi suami atau ayah mereka. pengetahuan dan pengalaman. Semakin tinggi tingkat pendidikan. 1998). semakin besar kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan semakin kuat keinginan untuk melakukan migrasi. Orang tidak perlu lagi pindah tempat untuk saling komunikasi. Sistem transportasi diganti dengan sistem komunikasi. yaitu para wanita yang melakukan migrasi tanpa disertai oleh siapapun. Mereka yang bersekolah lebih tinggi. Sedangkan migran wanita dapat dikelompokkan dalam dua tipe yaitu (1) migrasi wanita sebagai pengikut.tahap ini ditandai dengan terus terjadinya dekonsentrasi penduduk perkotaan. tidak memiliki keahlian dan yang tidak memiliki kesempatan untuk maju di daerah asalnya.

Ehrenberg dan Smith menyatakan bahwa berdasarkan teori human capital. teori Economic Human Capital berasumsi bahwa seseorang akan memutuskan migrasi ke tempat lain. maka orang tersebut akan menyimpulkan bahwa tidak ada manfaatnya untuk melakukan migrasi. Para pekerja harus menghabiskan waktu untuk mencari informasi mengenai pekerjaan yang lain. psikis. untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar di daerah tujuan. 54 Menurut teori ini. Seperti halnya McConnell dan Stanley (1995). meskipun pendapatan potensial pada daerah tujuan lebih tinggi daripada pendapatan di daerah mereka tinggal saat ini. maka mereka harus memikirkan bahwa banyak biaya yang akan dikeluarkan seperti biaya transportasi. dan asumsi ini dianalogikan sebagai tindakan melakukan investasi sumber daya manusia. Oleh karena itu teori human capital dapat digunakan untuk menganalisis investasi mobilitas para pekerja. Oleh karena itu jika seseorang telah memutuskan untuk berpindah ke tempat lain. berarti ia telah mengorbankan sejumlah pendapatan yang seharusnya ia terima di tempat asalnya. Singkatnya. McConnell dan Stanley (1995) menyatakan sebelum migran memutuskan untuk bermigrasi. maka orang-orang memilih untuk pindah. pranata sosial (seperti determinan yang mempengaruhi orang pindah atau tidak pindah) maupun faktor yang lain seperti perbedaan tingkat upah riil dan biaya hidup di tempat yang baru. investasi sumber daya manusia sama artinya dengan investasi di bidang usaha yang lain. Disamping opportunity cost untuk perpindahan semacam itu. dan biaya-biaya untuk pindah pada lingkungan yang baru. adanya arus pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan.Sebagai pendekatan mikroekonomi. dan akan menjadi opportunity cost untuk meraih sejumlah pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan migrasi. 2003). Saat pekerjaan yang baru ditemukan. para pekerja yang pindah pada pekerjaan yang baru menanggung biaya-biaya saat ini dan akan memperoleh utilitas yang tinggi pada masa yang akan datang. mobilitas pekerja merupakan investasi dimana biaya-biaya yang tanggung . Hasil beberapa studi mengenai migrasi menyatakan bahwa faktor penarik kesempatan kerja yang lebih baik di daerah tujuan lebih kuat dibandingkan faktor pendorong dari daerah asal yang kesempatan kerjanya kecil (Ehrenberg dan Smith. Jika present value 55 dari peningkatan pendapatan yang diharapkan melebihi biaya yang diinvestasikan. tidak memperoleh pendapatan selama mereka pindah. Teori keputusan pindah seperti ini kurang memperhatikan pengaruh dari faktor-faktor struktur sosial. atau paling tidak pekerja tersebut harus mencari pekerjaan yang lebih efisien dari pekerjaan mereka sekarang. yang paling sulit bagi pekerja untuk migrasi adalah meninggalkan keluarga dan teman-teman mereka. individu tersebut juga mengeluarkan biaya langsung dalam bentuk biaya migrasi. biaya-biaya psikis dari keluarga dan teman-teman dan kehilangan benefit dari kedudukan yang lebih tinggi dan dana pensiun. Ehrenberg dan Smith (2003) juga menyatakan bahwa migrasi mahal. Imbalannya adalah. Tetapi jika yang terjadi sebaliknya. Teori human capital juga meramalkan bahwa migrasi akan mengalir dari daerah-daerah yang relatif miskin ke daerah-daerah yang memiliki kesempatan kerja yang lebih baik. serta pengaruh agregat dari lingkungan (keluarga atau kerabat) calon migran. para pekerja akan berhadapan dengan masalah keuangan. Seluruh biaya tersebut (biaya langsung dan opportunity cost) tadi dianggap sebagai investasi dari seorang migran. Selain itu.

Model migrasi Todaro menyatakan juga bahwa keputusan migrasi tidak hanya ditentukan oleh berapa upah yang diterima seandainya migrasi dilakukan.. baik secara keuangan maupun psikis. keputusan seseorang untuk melakukan migrasi juga merupakan keputusan rasional yang didasarkan pada penghasilan yang diharapkan (expected income). Model dasar migrasi adalah: MIGt = f _PINCt.1. Model Migrasi Todaro Todaro (1998) merumuskan suatu model migrasi yang dikenal dengan Expected Income Model of Rural-Urban Migration. dimana : PINCt = 0 1 1 1 1      t t .5. maka para pekerja memutuskan untuk pindah. tetapi memperhitungkan juga berapa besar peluang untuk mendapatkan pekerjaan.1. Asumsi dasar dari model ini adalah para migran selalu mempertimbangkan dan membandingkan pasar kerja di daerah asal dan daerah tujuan. Zt. Model ini berawal dari asumsi bahwa keputusan pertama untuk bermigrasi merupakan fenomena ekonomi yang menggambarkan tanggapan migran terhadap perbedaan pendapatan yang diharapkan didaerah tujuan. Tetapi jika terjadi sebaliknya. PINC U AKT( U ) ««««««««««. Oleh karena itu.pekerja pada periode awal akan diperoleh kembali pada periode waktu yang akan datang.1. Beberapa Model Migrasi 56 3. Apabila pasar kerja di daerah tujuan lebih besar dari daerah asal dan kemungkinan mendapatkan 57 keuntungan yang lebih besar di daerah tujuan maka keputusannya adalah melakukan migrasi. 3. (7WRt / (r+1)t)).5. (2) AKT : tingkat pertumbuhan angkatan kerja di sektor modern di kota Ut : tingkat pengangguran dikota waktu t (7WUt / (r+1)t : upah nyata di daerah tujuan pada tingkat discount tertentu pada waktu t (7WRt / (r+1)t : upah nyata di daerah asal pada tingkat discount tertentu pada waktu t Zt : faktor lain et : error term. Jika present value dari keuntungan yang diperoleh jika melakukan mobilitas melebihi biaya.. t . f(7WUt / (r+1)t. eta«««« (1) dimana : MIGt : tingkat migrasi desa kota PINCt : peluang pendapatan seorang migran disektor pekerjaan modern di kota. maka pekerja memutuskan untuk menolak pindah.

. maka angka migrasi bayi melebihi angka migrasi anak-anak remaja. Ketika mereka beranjak dewasa. expected utility seorang individu k untuk negara j pada tahun t adalah Uijkt = U (S ijkt .1. misalnya negara-negara yang hubungan daratnya kurang baik. ratarata migran pada usia ini meningkat lagi. Umumnya mereka migrasi karena sekolah atau cari kerja. Pada saat usia dewasa. mereka lebih senang melakukan migrasi keluar dan menemukan tempat yang tepat untuk menghabiskan masa tua mereka. diharapkan adanya puncak kedua. Vektor D merupakan biaya migrasi.1. Maka. mereka tidak lagi tergantung pada orang tuanya. mereka melakukan migrasi keluar karena ikut orang tua mereka. Orang tuanya boleh pergi atau tinggal. Contoh. puncaknya pada saat usia migran sekitar 20-24 tahun. Ketika mereka tua. 1998). pada usia tua. Sehingga pada awalnya rata-rata migran usia anak-anak ini tinggi.1.3. Kemudian para migran akan menetap selamanya. sehingga . Model migrasi skedul yang dirumuskan oleh Rogers (1984) adalah: MIG(x) = a1 exp (-_1x) + a2 exp {-_2 (x . X ikt .2)]} + a3 exp {-_3 (x . 3. Tetapi individu tersebut masih tinggal di 59 negara i pada tahun t-1. Model Migrasi Dreher dan Poutvaara Ketika memilih dimana harus menetap dan bekerja. (3) dimana : MIG = jumlah migrasi pada usia x _1 = tingkat penurunan dari komponen umur pra angkatan kerja _2 = tingkat penurunan dari komponen umur angkatan kerja _3 = tingkat penurunan dari komponen umur pasca angkatan kerja _2 = tingkat peningkatan dari komponen umur angkatan kerja 58 _3 = tingkat peningkatan dari komponen umur pasca angkatan kerja 2 = usia rata-rata angkatan kerja 3 = usia rata-rata pasca angkatan kerja c = konstanta x = usia migran. maka migran akan membandingkan konsumsi utama dan aspek-aspek lain yang membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik. X jkt ) «««««««««««««« (4) Dimana S ijkt adalah vektor dari karakteristik yang mempengaruhi utilitas individu k untuk tinggal di negara j pada tahun t. biasanya menunjukkan angka migrasi yang paling tinggi dan umur remaja belia yang paling rendah.z Model ini menunjukkan bahwa pada usia anak-anak.5. x = 0. 3. Berdasarkan model migrasi Pedersen (2004). walaupun lebih rendah dari puncak pertama.Dengan demikian upah yang besar belum tentu menarik pekerja untuk bermigrasi. biaya migrasi cenderung lebih tinggi jika negara asal merupakan negara land locked. Model Migrasi Skedul Model migrasi skedul dikembangkan oleh Rogers.. Penduduk muda yang berusia sekitar dua puluh tahun. Rogers (1984) menemukan adanya keteraturan yang menonjol dalam skedul empiris tentang angka migrasi menurut umur yaitu pengelompokan tingkat migrasi berkenaan dengan umur.2) ± [-_2 (x . tetapi kemudian terus menurun ketika usia bertambah.3) ± [-_3 (x . Angka migrasi anak-anak biasanya mencerminkan angka migrasi orang tua mereka. 2.3)]}+ c «««««««.5. sebaliknya upah yang relatif rendah akan cukup menarik calon migran jika peluang untuk mendapatkan pekerjaan relatif besar (Todaro. «««««. D ijkt .2.

.. 1995).. maka gainful worker approach akan dimasukkan dalam kategori sekolah Maka informasi mengenai pengangguran banyak yang hilang (Mantra....1.. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi...... maka diturunkan model migrasi dari negara asal ke sembilan negara OECD..... dan yang melakukan kegiatan lain seperti sekolah dan mengurus rumahtangga.. 2003). 61 . Secara umum pengukuran ketenagakerjaan dapat didekati dengan dua cara.. Ketika memilih untuk migrasi.. Setiap negara memilih batas umur yang berbeda karena situasi tenaga kerja pada masing-masing negara juga berbeda.. sehingga fungsi utilitas menjadi : Uijkt = _1 Sijkt + _2 Dijkt + _3 Xikt + _4 Xjkt + _ijkt «««««««« (5) dimana _1. jarak dari negara asal merupakan biaya migrasi. Seseorang yang biasanya sekolah... Tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja...... individu akan memilih negara j yang menghasilkan ekspektasi utilitas terbaik. Tujuan pemilihan batas umur adalah agar defenisi yang diberikan dapat menggambarkan kenyataan yang sebenarnya... yang sedang mencari pekerjaan... Tenaga kerja adalah modal bagi bergeraknya roda pembangunan.... Berdasarkan fungsi utilitas tersebut.mengharuskan mereka untuk menggunakan transportasi laut atau udara... Batasan umur yang digunakan di Indonesia saat ini adalah 10 tahun ke atas (Arfida..2..... _3.. Dalam beberapa spesifikasi. (8) 60 Berdasarkan model-model migrasi tersebut. (6) dimana MIG adalah jumlah migran... maka persamaan (7) menjadi : MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _5 MIGiUSAkt-1 + _iUSAkt ««.. _2. Vektor X merupakan faktor penarik dan pendorong dari migrasi yaitu pendapatan (GDP) perkapita penduduk antara negara asal dan negara tujuan... maka model migrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model migrasi yang dimodifikasi antara model migrasi Todaro (1998) dan model migrasi Dreher dan Poutvaara (2005).... yaitu : MIGijkt = _1Sijkt + _2 Dijkt + _3Xikt + _4 Xjkt + ijkt ««««««««. yaitu : (1) gainful worker approach dan (2) labour force apppoach. Secara spesifik migrasi ke Amerika Serikat adalah: MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _iUSAkt ««.. Secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja hanya dibedakan oleh batas umur. _ adalah parameter estimasi dan adalah error term..... yang termasuk dalam vektor X adalah pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di negara tujuan.. 3. tetapi saat survey sedang mencari pekerjaan... Angkatan Kerja Tenaga kerja (man power) merupakan bagian dari penduduk pada kelompok umur tertentu yang diikutsertakan dalam proses ekonomi (Bellante dan Jackson.... 1983).. Pasar Kerja 3. Dalam gainful worker approach.... _4 adalah parameter estimasi. seseorang yang dikategorikan tenaga kerja akan ditanyakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam kurun waktu tertentu... Analisis Dreher dan Poutvaara (2005) mengenai aliran migran ke Amerika Serikat....2. (7) Dengan menambahkan variabel lag migrasi dalam persamaan tersebut.. Dreher dan Poutvaara mengasumsikan utilitas individu berbentuk linier dan memasukkan error term _....

4. Tabel 7 menunjukkan perkembangan jumlah penduduk.3 141.8 208.9 144. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lain.2 95. 6.8 45. Selanjutnya penduduk penduduk usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukan. Penduduk Usia Kerja. Perkembangan Jumlah Penduduk. yaitu penduduk usia kerja (tenaga kerja) dan penduduk bukan usia kerja (bukan tenaga kerja). Penduduk yang digolongkan bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang masih sekolah. 1998).0 148.0 212. atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Penduduk Penduduk Usia Kerja Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) Bekerja Bukan Angkatan Kerja Penganggur Terbuka 205. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Tahun 2000-2005 (Juta Orang) No Uraian Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1.2 8. Konsep ini membagi penduduk menjadi dua kelompok.5 5. 2. penduduk yang digolongkan pada kelompok angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yaitu 15 tahun ke atas yang bekerja. 7.8 45. penduduk usia kerja. yaitu kelompok angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (BPS. 5. angkatan kerja dan bukan angkatan kerja tahun 2000-2005.6 90.0 98.4 .7 67. Tabel 7.8 68. Berkaitan dengan konsep tersebut.8 89. 3.Konsep angkatan kerja yang digunakan di Indonesia dalam pengumpulan data ketenagakerjaan adalah labor force apppoach yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO).

3.95 49. pengusaha hanya dapat mengatur berapa jumlah pekerja yang dapat digunakan.5 93.5 217. .7 153.01 persen. Pada kondisi ini untuk memaksimumkan keuntungan.0 67.6 102. sering digunakan sebagai petunjuk tentang luasnya kesempatan kerja.9 215.3 8.21 155. artinya permintaan tenaga kerja oleh suatu perusahaan tergantung pada permintaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut (Bellante dan Jackson. 1983).2.100. Peningkatan TPAK disebabkan oleh semakin tingginya jumlah penduduk yang tergolong pada usia kerja yang masuk kedalam golongan angkatan kerja (BPS.9 104. 2006).8 67. Kesempatan Kerja Secara agregat jumlah orang yang bekerja yang dimuat dalam publikasi Badan Pusat Statistik.3 219. Fungsi permintaan tenaga kerja berdasarkan teori neoklasik. baik sektor pertanian.9 92.7 50. Pada tahun yang sama Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68. dimana pada ekonomi pasar diasumsikan bahwa seorang pengusaha tidak dapat mempengaruhi harga (price taker).75 11. Permintaan tenaga kerja merupakan permintaan turunan (derived demand). artinya terjadi peningkatan dari tahun 2004.6 48.9 67. sekitar 60.11 Sumber : Badan Pusat Statistik 62 Tabel 7 memperlihatkan tahun 2005 di Indonesia terdapat 155.8 52. industri maupun jasa. 2003).01 94.2.6 juta penduduk usia kerja.3 9.9 91.2 152. kesempatan kerja sering dijadikan acuan sebagai permintaan tenaga kerja (Arfida.8 persen berada di pulau Jawa.8 68.55 105. Kesempatan kerja atau permintaan tenaga kerja merupakan banyaknya orang yang bekerja pada berbagai sektor perekonomian. Dalam pengkajian ketenagakerjaan.0 10.

Pada sisi lain pengurangan tenaga kerja akan menurunkan biaya upah tenaga kerja. perusahaan akan menggunakan tenaga kerja tambahan selama produk marjinal tenaga kerja (Marginal Product of Labor atau MPL) melebihi biaya tenaga kerja tambahan. yang merupakan skedul MPL. Menurut Dornbusch dan Fisher (1997). Jika dengan mengupah seorang tenaga kerja lagi akan menghasilkan output sebesar MPL dan biaya perusahaan atas upah riil. perusahaan akan mengupah tenaga kerja hingga titik dimana MPL sama dengan upah riil. Pada tingkat kesempatan kerja L1. Maka. sehingga akan mengurangi penerimaan perusahaan tersebut. penurunan kesempatan kerja perunit akan menurunkan biaya upah nominal. maka penurunan kesempatan kerja ini akan mengurangi output sebesar MPL. Perhitungan jumlah penerimaan yang diperoleh dengan tambahan hasil tersebut. yaitu MPPL dikali dengan harga produk (P) per unit. sehingga perusahaan harus mengurangi Kesempatan Kerja MPL2 W/P (W/P)0 MPL L0 L1 (W/P)0 . 64 Gambar 3. maka perusahaan akan mengupah tenaga kerja tambahan selama MPL melebihi upah riil Skedul dengan kemiringan yang menurun pada Gambar 3 merupakan skedul permintaan tenaga kerja. dimana w adalah upah nominal dan P adalah harga output. Jika MR > W. Jumlah biaya yang diperlukan untuk mempekerjakan tambahan seorang karyawan adalah upah (W). MR sama dengan nilai dari MPPL.Fungsi permintaan tenaga kerja didasarkan pada (Simanjuntak. kelebihan upah riil tersebut cukup besar. Upah riil mengukur jumlah output riil yang harus dibayar perusahaan kepada setiap pekerja. 1998): 63 1. dimana VMPPL adalah Value Marginal Physical Product of Labor. P. Berdasarkan gambar tersebut. Skedul MPL memperlihatkan kontribusi kesempatan kerja tambahan terhadap output. 3. maka mempekerjakan seorang pekerja akan menambah keuntungan. Pengusaha akan membandingkan MR dengan biaya mempekerjakan tambahan seorang pekerja. 2. Pilihan Kesempatan Kerja yang Optimal untuk Upah Riil Tertentu Gambar 3 memperlihatkan jika perusahaan menggunakan tenaga kerja L1. Pada tingkat upah riil (w/P)0. terlihat bahwa pada tingkat kesempatan kerja L1. Jika perusahaan harus mengurangi jumlah tenaga kerja yang digunakannya. Maka keuntungan bersih dari penurunan kesempatan kerja sama dengan kelebihan vertikal dari upah riil terhadap MPL. sehingga MR = VMPPL = MPPL . Biaya tenaga kerja tambahan ditentukan oleh tingkat upah riil. perusahaan menggunakan banyak tenaga kerja karena upah riil melebihi MPL pada tingkat kesempatan kerja tersebut. dan upah riil adalah (w/P)0. Perkiraan tambahan hasil (output) yang diperoleh sehubungan dengan penambahan seorang pekerja. karena pengusaha akan terus menambah jumlah pekerja selama MR>W. Tambahan hasil tersebut dinamakan tambahan hasil marjinal atau Marginal Physical Product dari pekerja (MPPL). Jumlah penerimaan ini dinamakan penerimaan marjinal atau Marginal Revenue (MR).

kesepakatan atau peraturan perundang-undangan.3. Pada titik tersebut biaya tenaga kerja tambahan mengimbangi keuntungan dalam bentuk kenaikan output (Dornbusch dan Fischer . Pada upah riil (w/P)0. Teori Keynes tentang keseimbangan pengangguran adalah konsep upah ketat dan tidak fleksibel. Pengupahan merupakan masalah yang sangat krusial dalam bidang ketenagakerjaan dan bahkan jika tidak profesional dalam menangani masalah pengupahan. Sangat ditekankan pada struktur penawaran (bargaining) kolektif.2.«« (12) 3.L2 L Produk Marginal TK (MPL) 65 jumlah kesempatan kerja hingga mencapai L0. maka sering berpotensi timbulnya perselisihan dan mendorong timbulnya unjuk rasa. terutama yang dikemukakan oleh Alfred Marshall. Pengertian upah di Indonesia berdasarkan pasal 1 angka 30 UndangUndang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Pada tingkat kesempatan kerja L2. memandang upah ditentukan oleh interaksi permintaan (utilitas) dan penawaran (biaya produksi) tenaga kerja. keuntungan perusahaan akan maksimum jika kesempatan kerjanya adalah L0. yang diwakili oleh nilai produk fisik marjinal. kontribusi kesempatan kerja terhadap output MPL2 melebihi biaya upah riil tambahan. yang berpengaruh adalah tingkat upah yang ada menjadi suatu variabel eksogen (tertentu).. Analisis neoklasik. Suatu kesimpulan penting dari teori neoklasik adalah ekonomi berada pada keseimbangan jika berada pada penggunaan tenaga kerja penuh. mereka menganggap bahwa pengangguran sebagai gejala ketidakseimbangan (Bellante dan Jackson. upah tidak dapat bereaksi terhadap kelebihan penawaran tenaga kerja. 2006). Menurut Keynes. maka sangat bermanfaat jika kesempatan kerja ditambah. Perlakuan tingkat upah 66 sebagaimana ditentukan diluar sistem ekonomi makro membuka jalan bagi perkembangan dan penerimaan dari teori nonekonomi tentang penentuan upah. Penanganan pengupahan tidak hanya menyangkut aspek . adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja. 1990). termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yang telah atau akan dilakukan (Khakim. Posisi kesempatan kerja yang optimal dari perusahaan tersebut diwujudkan jika MPL (L) sama dengan upah riil: MPL(L) = P W ««««««««««««««««««. Kedua pendekatan ini memandang penentuan upah sebagai persoalan yang menyangkut kekuatan relatif serikat pekerja dan manajemen. Upah Teori neoklasik menganggap bahwa upah tenaga kerja ditentukan oleh permintaan tenaga kerja. 1990). Teori-teori ini berkisar antara paham institusionalis hingga pendekatan yang bercorak adu untung. Teori penawaran ini memperlakukan proses penentuan upah sebagai suatu keterkucilan dari kekuatan pada pasar kerja (Bellante dan Jackson.1997). Penganut paham neoklasik tidak percaya akan adanya pengangguran.

yang meliputi pangan. udara. Mulai dari penetapan upah minimum propinsi (UMP). Berbagai kebijakan mengenai upah telah ditempuh oleh pemerintah dalam memberi perlindungan kepada pekerja/buruh. Upah merupakan motivasi pekerja dalam mencapai peningkatan kesejahteraan. Pengertian upah minimum menurut pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. Pada era 1970-1980-an. sandang. perhitungan dan pembayaran upah. Secara teknis dasar hukum pengaturan upah minimum adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 tentang upah minimum. dan upah sundulan. yang akhirnya akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan. sehingga 68 pengusaha selalu menekan pekerja dengan upah yang sangat rendah. pelayanan kesehatan. upah merupakan hak yang sangat mendasar bagi mereka. upah minimum sektoral propinsi (UMSP). Tekanan-tekanan tersebut timbul akibat dari kondisi perburuhan di negara Indonesia. yang disempurnakan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-226/MEN/2000 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-17/MEN/VII/2005 (Khakim. Harapan pekerja upah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum. Oleh karena itu pemerintah mengubah kebijakan ketenagakerjaan. Oleh karena itu berdasarkan pandangan pengusaha pembayaran upah yang tinggi dapat dilakukan tetapi harus seimbang dengan produktivitas pekerja. Oleh karena pekerja/buruh merupakan faktor utama dalam proses produksi. upah merupakan biaya produksi sehingga kenaikan upah minimum mendorong produktivitas kerja pekerja dan tidak terlalu membebani perusahaan. Aspek hukum pengupahan meliputi proses dan kewenangan penetapan upah. tetapi kenyataan yang dihadapi adalah posisi tawar-menawar (bargaining position) pekerja di Indonesia masih sangat rendah.teknis dan aspek ekonomis saja.kota (UMSK). serta proses upah ditetapkan. Aspek teknis pengupahan meliputi perhitungan dan pembayaran upah. bahan bakar pelayanan pendidikan. 2006). 2006). Jika ditinjau dari perspektif pekerja/buruh. yang secara operasional mempertimbangkan kemampuan perusahaan pada saat nilai upah akan ditetapkan. sehingga upah harus mendapat perlindungan secara memadai dari pemerintah. pelaksanaan upah. serta pengawasan pelaksanaan ketentuan upah. upah minimum sektoral kabupaten. 2006). maka selayaknya mereka memperoleh imbalan upah yang memadai. Tunjangan-tunjangan yang . Aspek ekonomis pengupahan lebih melihat pada kondisi ekonomi secara makro 67 dan mikro. pemerintah Indonesia tidak campur tangan dalam penetapan upah. Kebijakan upah minimum merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah karena adanya tekanan dari dalam dan luar negeri. Anggaran untuk biaya tenaga kerja berasal dari penerimaan perusahaan sehingga anggaran untuk biaya tenaga kerja sangat bergantung pada kelancaran penerimaan perusahaan. terutama menyangkut upah (Khakim. upah minimum kabupaten/kota (UMK). Berdasarkan perspektif pengusaha. tetapi juga aspek hukum (Khakim. papan. sarana komunikasi dan transportasi. upah adalah pengeluaran perusahaan untuk kesejahteraan pekerja yang merupakan bagian biaya produk yang dihasilkan. air. Bagi perusahaan.

Akibatnya pengusaha terpaksa melakukan restrukturisasi manajeman perusahaan. 2003). Berdasarkan kebijakan tersebut.2. Para pekerja ini dapat digolongkan sebagai penganggur yang bersifat friksional maupun struktural (Bellante dan Jackson. Pengangguran terjadi akibat dari kurangnya permintaan tenaga kerja dalam perekonomian dibandingkan jumlah pekerja yang menawarkan tenaga kerjanya. Pekerja membuat kesalahan mengenai upah riil dan melepas pekerjaannya atau menolak pekerjaan yang ditawarkan karena upah yang terlalu rendah. Apalagi dalam situasi krisis ekonomi yang membuat pemenuhan kebutuhan hidup semakin berat. Penyebab dari ketidaklancaran ini adalah karena tempat dan waktu. Lucas dalam Romer (1996) menyatakan bahwa pengangguran disebabkan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pekerja dan pengusaha. Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya ketidaklancaran dalam proses bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. Tetapi sebagian pihak berpendapat bahwa kebijakan upah minimum sampai saat ini belum berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pendapatan pekerja/buruh. Pengusaha juga membuat kesalahan tentang permintaan dan kadang-kadang memproduksi dalam jumlah yang terlalu kecil dan sedikit mempekerjakan pekerja. 1990). pengusaha juga menjustifikasi sebagai beban dunia usaha yang semakin berat. 3. perkembangan dan kelangsungan perusahaan 4. Pengangguran dapat juga disebabkan oleh kurangnya permintaan agregat. yang melihat ke depan dalam membuat pengharapan. kesalahan akan diperbaiki dengan segera dan pengangguran akan hilang. Indeks Harga Konsumen (IHK) 3. terbuka kemungkinan bagi tingkat permintaan keseluruhannya mencapai taraf cukup 70 tinggi untuk memberikan kesempatan kerja bagi seluruh angkatan kerja. 69 Kebijakan upah minimum secara normatif merupakan jaring pengaman (safety net) bagi pekerja/buruh yang masih menerima upah dibawah ketentuan upah minimum. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) 2. Kemampuan.bersifat tidak tetap tidak termasuk dalam upah minimum. pada tingkat upah dan harga yang sedang berlaku. Pengangguran Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan yang paling berat. Kondisi pasar kerja 6. Permintaan total masyarakat merupakan dasar untuk diadakannya kegiatan . yang salah satunya berimplikasi terhadap pengurangan tenaga kerja. Pengangguran struktural terjadi akibat perubahan dominasi peranan ekonomi setiap sektor dalam kegiatan produksi maupun dalam pemberian kesempatan kerja. Tingkat perkembangan perekonomian dan pendapatan perkapita. tetapi bagi sejumlah besar pekerja berada dalam keadaan menganggur. Upah yang umumnya berlaku didaerah tertentu dan antar daerah 5. Oleh karena manusia merupakan makhluk yang rasional. Banyak aspek pekerjaan yang mempunyai tuntutan atau persyaratan yang belum tentu dapat dipenuhi oleh penawaran tenaga kerja dari sektor atau subsektor lain (Arfida. Meskipun demikian. beberapa hal yang dipertimbangkan dalam penetapan upah minimum adalah: 1.4. Dalam situasi ini.

investasi. 2004): 1. globalisasi merupakan kesempatan untuk mengurangi penekanan dari tingginya jumlah pengangguran dan pekerja migran yang datang dari luar negeri. Para penganggur akan menjadi kelompok yang terpinggirkan. seperti industri makanan. umur. Orientasi kebijakan pembangunan ekonomi. Kebijakan pengembangan sumberdaya manusia. Asumsinya. Pada sisi lain. Pada aspek ketenagakerjaan. sedangkan industri kulit dan alas kaki memiliki daya saing rendah. Lembaga-lembaga pelatihan yang dikelola Depnakertrans belum mampu mengimbangi syarat-syarat edukasi yang diminta pihak pengusaha. dan pengangguran akan tertekan serendah mungkin. pengolahan tembakau.3. Pada sisi lain. 72 4. 3. bagi Indonesia dengan kondisi berlebihan tenaga kerja dan negara pengirim tenaga kerja ke luar negeri. sehingga pengangguran semakin meningkat. industri perabot dan kelengkapan rumah tangga. dan kesempatan kerja akan tercipta. baik disektor pertanian maupun manufaktur. yang dapat mengakibatkan terjadinya pengangguran. distribusi menurut pendidikan. Profil yang perlu diketahui adalah tempat terjadinya pengangguran menurut sektor ekonomi.1. Pengeluaran investasi memberikan peluang untuk tumbuhnya kesempatan kerja. Sementara industri tekstil dan pakaian jadi memiliki daya saing sedang. Pada saat itu perusahaan perusahaan besar tumbuh dengan pesat dan memperoleh privilege (hak istimewa) dari pemerintah. dan jenis kelamin (Arfida. yang secara alamiah akan terbentuk McGee sebagai proto 71 proletariat. Kurangnya permintaan agregat disini merupakan kondisi dalam jangka panjang. industri kayu. Globalisasi. Namun demikian. maka industri akan maju. sehingga menjadi suatu tekanan bagi tenaga kerja yang tidak dapat bersaing. Pergerakan tenaga kerja dari satu negara ke negara lain semakin bebas. maka akan menimbulkan kelesuan pada permintaan tenaga kerja. Akibatnya faktor kesempatan kerja penuh terabaikan. 2. 3. hanya beberapa golongan industri yang memiliki daya saing tinggi. bila industri memiliki daya saing yang kuat. pendidikan non formal atau pelatihan sebagai cara untuk mempersiapkan tenaga kerja siap pakai juga belum berjalan sesuai keinginan. atau massa apung/proletriat perkotaan yang sangat berpotensi sebagai pengganggu stabilitas negara. Daya saing industri. daya saing industri di Indonesia masih tergolong rendah. Variabel Makroekonomi 3.3. Rendahnya perhatian pemerintah pada bidang pendidikan terlihat dari persentase pengeluaran pemerintah pada bidang tersebut. pulp dan kertas dan industri elektronik. Bila permintaan terhadap barang dan jasa lesu. aspek turunan dari globalisasi adalah persaingan bebas yang terjadi di dalam dan luar negeri. jenis jabatan dan pekerjaan yang diminati. 2003) Pengangguran merupakan salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang tidak pernah surut. Sistem ekonomi konglomerasi yang dijadikan sebagai engine of growth oleh Indonesia selama rezim orde baru sangat bertumpu dan mengandalkan aspek pertumbuhan. Pendapatan Nasional Gross Domestic Product (GDP) mengukur pendapatan total setiap orang . Demikian pula sebaliknya. Beberapa faktor penyebab masalah pengangguran di Indonesia adalah (Depnakertrans.

Konsumsi merupakan duapertiga dari GDP. Ekspor netto (NX) adalah nilai barang 73 dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain. sehingga pendapatan yang tinggi akan menyebabkan konsumsi meningkat dan tabungan juga meningkat. sehingga fluktuasi konsumsi merupakan elemen penting dari booming dan resesi ekonomi. Fungsi konsumsi Keynes adalah sebagai berikut (Mankiw. (13) GDP adalah jumlah konsumsi. Pengeluaran investasi sangat tergantung pada tingkat suku bunga. Teori konsumsi yang diajukan oleh Keynes merupakan salah satu teori yang menjadi dasar teori ekonomi makro.2. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. maka GDP dibagi menjadi empat kelompok pengeluaran.dalam perekonomian. 3. Artinya. investasi. Perilaku investasi didasarkan dengan asumsi bahwa investor akan berperilaku memaksimumkan nilai kini (present value) dari manfaat finansial dari kegiatan investasi yang tersedia. Kondisi ini disebabkan oleh tingkat . maka sebagian dari pendapatan tersebut akan dikonsumsi dan sebagian akan ditabung.«« (14) dimana : CON = konsumsi DIC = pendapatan disposibel a = konstanta b = kecenderungan mengkonsumsi marjinal. Tingkat investasi yang diinginkan atau direncanakan akan meningkat jika tingkat suku bunga turun. investasi. dimana I = I(r). ketika seseorang menerima pendapatan ekstra. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. maka: GDP = CON + INV + GEX + NX ««««««««««.. Fungsi konsumsi ini menunjukkan kecenderungan mengkonsumsi marjinal (perubahan jumlah yang dikonsumsi pada setiap perubahan pendapatan = (CON/(DIC) adalah antara nol dan satu. Estimasi ini berlawanan dengan teori klasik yang menyatakan bahwa tingkat bunga yang tinggi akan mendorong seseorang untuk menabung dan menghambat konsumsi. Ada dua cara untuk melihat statistik ini yaitu melihat GDP sebagai pendapatan total dari setiap orang di dalam perekonomian dan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian (Mankiw. Ketika pengeluaran barang dan jasa turun selama resesi.. Investasi Investasi merupakan unsur GDP yang paling sering berubah.3. Konsumsi Keputusan konsumsi sangat penting dalam menentukan permintaan agregat. Keynes berpendapat bahwa pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peranan yang penting. Investasi (INV) adalah barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa yang akan datang. Pengeluaran pemerintah (GEX) adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat dan daerah... 74 3. yaitu: konsumsi. 2003). a > 0 dan 0< b < 1 «««««. 2003): CON = a + b DIC ... sebagian besar dari penurunan itu berkaitan dengan turunnya pengeluaran investasi. Berdasarkan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian. Konsumsi (CON) adalah seluruh barang dan jasa yang dibeli rumah tangga.3.3.

(15) dimana: INV = total investasi SB = suku bunga NTK = nilai tukar GDP = pendapatan nasional UMR = upah minimum 3. perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penerimaan pemerintah bersumber dari ekspor migas. pajak dan pinjaman luar negeri Investasi swasta asing merupakan sumber pembiayaan investasi dibanyak negara berkembang. belanja barang. NTK.bunga yang rendah menurunkan biaya modal. perilaku investasi di Indonesia dirumuskan sebagai berikut : INV = f ( SB. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan serta terpeliharanya berbagai aset negara dan hasilhasil pembangunan. kemampuan menabung masih rendah. GDP. Dalam meningkatkan investasi dalam negeri. dan nilai tukar. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengalirnya investasi asing 75 dari negara asal ke negara tujuan. Sumber biaya investasi di Indonesia terdiri atas investasi pemerintah. seperti peningkatan produktivitas kerja aparatur pemerintah. belanja perjalanan dinas. Pengeluaran investasi pemerintah secara langsung dipengaruhi oleh penerimaan pemerintah.3. Kondisi ini terutama disebabkan karena pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. UMR) ««««««««««««. besarnya pasar (market size). investasi swasta asing (PMA) dan investasi masyarakat (non-fasilitas). Penerimaan pemerintah diutamakan untuk membiayai pengeluaran rutin pemerintah yang mencakup konsumsi pemerintah dan pembayaran bunga dan cicilan hutang luar negeri. Pengeluaran pemerintah harus mampu mencapai beberapa sasaran. Sehingga sumber investasi asing menjadi alternatif yang tersedia untuk memenuhi target investasi. investasi swasta domestik (PMDN). pensiun dan bantuan. angsuran pinjaman/hutang dan bunga.. Sebagian dari pengeluaran 76 pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan atau pengeluaran rutin dan sebagian lainnya untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan atau pengeluaran pembangunan.4. maka untuk memiliki barangbarang modal menjadi menguntungkan (Mankiw. Pengeluaran Pemerintah Pada dasarnya setiap pengeluaran negara dilakukan atas landasan prinsip optimalisasi pemanfaatan dana untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. . 2003). belanja pemeliharaan. Pengeluaran pemerintah (Government Expenditure) adalah pengeluaran oleh pemerintah untuk membeli barang dan jasa. harga bahan baku termasuk upah. bank memiliki peran penting dalam mengalokasikan sumber dana. antara lain ketersediaan bahan baku. Oleh karena itu pembiayaan defisit anggaran pemerintah merupakam pembiayaan investasi pemerintah. dimana bank bertindak sebagai perantara antara orang-orang yang ingin menabung dan orang-orang yang memiliki proyek investasi yang menguntungkan tetapi memerlukan dana (Mankiw. suku bunga. Berdasarkan pemikiran tersebut. Pengeluaran rutin pemerintah terdiri dari belanja pegawai. ganjaran subsidi dan sumbangan pada daerah. 2003).

(16) Persamaan ini menunjukkan bahwa ekspor bersih adalah pengurangan antara output dan pengeluaran domestik. Pengeluaran output dalam perekonomian terbuka terdiri atas empat komponen yaitu: konsumsi. 2003). pengeluaran suatu negara dalam satu tahun tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa. 3. tenaga kerja. pengeluaran pembangunan merupakan pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proyek disetiap sektor yang terdiri dari: sektor industri. Hubungan antara Migrasi. Penerimaan Pajak diperoleh dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. hibah dan penerimaan bukan pajak lainnya. Berdasarkan sektoral. Pajak dalam negeri terdiri dari: pajak penghasilan. Berdasarkan Realisasi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2003. Ekspor Bersih Pada perekonomian terbuka. pajak bumi dan bangunan. 2. bea perolehan hak atas tanah 77 dan bangunan.4. pajak pertambahan nilai. cukai dan pajak lainnya. pendidikan. pengeluaran pemerintah dan ekspor atas barang dan jasa domestik. 78 Jika output lebih kecil dari pengeluaran domestik. hukum dan lainnya. transportasi. bagian laba BUMN. Ekspor bersih memperhitungkan perdagangan dengan negara lain.pengeluaran yang tidak termasuk bagian lain. Pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proses perubahan. 2003). Artinya kita mengekspor perbedaan tersebut.5. yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang ingin dicapai. 3. pengeluaran pemerintah bersumber dari penerimaan pemerintah yang terdiri dari: 1. Tiga komponen pertama adalah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa domestik. pariwisata. Komponen keempat (EX) adalah pengeluaran luar negeri untuk barang dan jasa dometik. dan ekspor bersih adalah negatif (Mankiw. pertambangan dan energi. 2005). Pasar Kerja dan Variabel Makroekonomi Migrasi merupakan perubahan tempat tinggal seseorang baik secara . Sedangkan pajak perdagangan internasional terdiri dari: bea masuk dan pajak ekspor. dan pengeluaran tak terduga. kita mengimpor perbedaan tersebut. perdagangan. Penerimaan bukan pajak terdiri dari: penerimaan sumberdaya alam. Pengeluaran pembangunan tersebut dialokasikan ke berbagai sektor sesuai dengan urutan prioritas dan kebijakan pembangunan (Pakasi. Jumlah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa luar negeri adalah pengeluaran untuk impor (IM). maka ekspor bersih adalah positif.3. Suatu negara dapat melakukan pengeluaran yang lebih banyak daripada memproduksinya dengan meminjam dari luar negeri. atau dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit dari produksinya dan memberi pinjaman kepada negara lain. Umumnya biaya pembangunan tersebut diprogramkan dalam Daftar Isian Proyek (DIP). Ekspor bersih adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain (Mankiw. Jika output melebihi pengeluaran domestik. kependudukan. investasi. Pengeluaran pembangunan semuanya diprogramkan dalam berbagai proyek di setiap sektor dan sub sektor. agama. sumberdaya air dan irigasi. pertanian dan kehutanan. Dengan demikian ekspor bersih adalah: NX = GDP ± ( CON + INV + GEX ) ««««««««««««.

1991). Maka dapat ditegaskan bahwa migrasi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas hidup. kemudian memilih salah satunya yang dianggap dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan (expected gains). dengan pembagian tenaga kerja sebanyak OAL*A untuk sektor pertanian. tetapi pendapatan yang diharapkan (expected income). Gambar 4 menunjukkan model migrasi Todaro yang menghubungkan antara migrasi dan pasar kerja. Total angkatan kerja yang tersedia disimbol dengan OAOM. sosial dan lingkungan baik pada level individu maupun komunitas. seluruh tenaga kerja yang tersedia terserap habis oleh kedua sektor ekonomi tersebut. Kondisi tersebut sesuai dengan model migrasi Todaro (1998) yang menyatakan bahwa arus migrasi berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara daerah asal dan daerah tujuan. Sesuai dengan asumsi full employment. Permintaan tenaga kerja yang digambarkan oleh kurva produk marjinal tenaga kerja pada sektor pertanian digambarkan oleh garis AA¶. Proses migrasi internal dan internasional terjadi sebagai suatu reaksi dari berbagai perbedaan antara daerah asal dan daerah tujuan. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor ekonomi. 1998) Sedangkan permintaan tenaga kerja sektor industri digambarkan oleh garis MM¶.permanen maupun semi permanen. yaitu sektor pertanian di daerah asal dan sektor 79 industri di daerah tujuan. Dalam perekonomian neoklasik (upah ditentukan oleh mekanisme pasar dan seluruh tenaga kerja akan terserap). Model ini mengasumsikan perekonomian suatu negara hanya ada dua sektor. upah ekuilibriumnya W*A=W*M. yang terletak diatas W A. Beberapa studi migrasi mengindikasikan bahwa migrasi terjadi terutama disebabkan oleh alasan ekonomi. Hubungan Migrasi dan Pasar Kerja (Todaro. Namun pendapatan yang dipersoalkan disini bukan pendapatan aktual. Gambar 4. para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di daerah asal dan daerah tujuan. yaitu untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih tinggi. dan tidak ada batasan jarak bagi perubahan tempat tinggal tersebut (Lee. dan diasumsikan tidak ada pengangguran maka tenaga kerja sebesar OMLM akan bekerja pada sektor industri di kota. Jika upah ditetapkan oleh pemerintah sebesar M W . Berdasarkan model ini. dan OML*M untuk sektor industri. sedangkan sisanya sebanyak OALM akan WA* q¶ OM M MW LUS M¶ Tingkat upah di sektor pertanian q Z E A W M* WA WA** A¶ .

maka migrasi internasional merupakan salah satu cara untuk menghadapi masalah tersebut. Upah yang diterima oleh migran internasional akan dikirimkan kepada keluarganya yang berada di daerah asal. maka remittancess tersebut dapat digunakan untuk keperluan konsumsi pada masa yang akan datang. Jika masyarakat pedesaan bebas melakukan migrasi. maka tabungan masyarakat tersebut dapat digunakan pihak investor untuk meningkatkan investasi dalam negeri. akan menganggur atau memasuki sektor informal yang berpendapatan rendah. Demikian juga halnya jika kiriman uang tersebut digunakan untuk menabung. Carling (2004) dalam penelitiannya mengenai berbagai kebijakan untuk meningkatkan keuntungan dari perolehan devisa tenaga kerja migran (remittancess) di luar negeri menghubungkan antara remittancess dan pembangunan ekonomi. Migrasi internasional dapat juga meningkatkan devisa negara melalui kiriman uang (remittances) dari pekerja di luar negeri kepada keluarganya di Indonesia. Adanya selisih tingkat upah desa-kota tersebut mendorong terjadinya arus migrasi dari desa ke kota. Sisanya yakni LUS = OMLA. Kiriman uang tersebut digunakan untuk konsumsi dan menabung. Ketika remittancess tersebut ditabung pada lembaga-lembaga keuangan.OMLM. Selanjutnya peningkatan investasi secara langsung dapat meningkatkan permintaan tenaga kerja dan akhirnya juga akan meningkatkan pendapatan nasional. Tetapi jika remittancess tersebut digunakan untuk investasi atau di tabung. dan tenaga kerja disektor industri sebanyak OMLM dengan tingkat upah M W . maka meskipun di desa tersedia lapangan kerja sebanyak OALM.W A. Oleh karena migrasi internal menyebabkan pengangguran yang semakin tinggi di daerah perkotaan. Sehingga terjadi kesenjangan upah antara desa dan kota sebanyak M W . yang lebih kecil dibandingkan dengan upah pasar yaitu OAW*A. maka 81 peningkatan konsumsi masyarakat dapat meningkatkan pendapatan nasional. maka konsumsi yang akan datang akan dibiayai oleh remittancess pada saat yang akan datang pula dan sumber-sumber pendapatan lainnya. mereka akan migrasi ke kota untuk memperoleh upah yang lebih tinggi. karena umumnya upah pekerja di negara lain lebih tinggi daripada upah pekerja di Indonesia. dan titik ekuilibrium yang baru adalah Z. Ia menyatakan bahwa jika remittancess pada saat ini hanya digunakan untuk konsumsi. dan diasumsikan masyarakat menabung pada lembaga-lembaga keuangan. Migrasi internasional selain untuk mengatasi masalah pengangguran juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Jika perhitungan pendapatan nasional ditinjau dari sisi pengeluaran. maka akan meningkatkan ketersediaan kredit dan memungkinkan pengusaha untuk melakukan investasi melalui peminjaman kredit tersebut yang akhirnya mempunyai dampak yang positif terhadap . Jumlah tenaga kerja yang masih ada pada sektor pertanian adalah OALA. Selisih antara pendapatan aktual antara desa-kota adalah M W . Titik-titik peluang tersebut digambarkan oleh garis qq¶.LA LA*LM* LM Tingkat upah di sektor industri atau manufaktur OA 80 berada pada sektor pertanian di desa dengan tingkat upah sebanyak OAW**A.W**A.

Dalam kerangka alokasi anggaran pembangunan. Pasar Kerja dan . 82 Gambar 5.Suku Bunga Penawaran Tenaga Kerja UPAH Permintaan Tenaga Kerja MIGRASI INTERNAL MIGRASI INTERNASIONAL PENDAPATAN MIGRAN DAN DEVISA (melalui remittances) KONSUMSI MENABUNG INVESTASI PENDAPATAN NASIONAL PENGELUARAN PEMERINTAH NET EKSPOR Gambar 6. $ Singapura. Hubungan Migrasi. pasar kerja dan variabel-variabel makroekonomi. didasarkan pada pendekatan sektoral dan alokasi regional. $ Hongkong.pembangunan ekonomi. Sesuai dengan prinsip anggaran berimbang. 2004) Gambar 6 menunjukkan hubungan antara migrasi. dan Ringgit Malaysia Kebijakan : . Pengeluaran pemerintah khususnya pengeluaran pembangunan merupakan salah satu kebijakan fiskal dan komponen penting pelaksanaan operasional Repelita di sektor pemerintah.UMR .GEXI . Blok Makroekonomi Kebijakan : Nilai Tukar $ AS. Kondisi ini dapat dilihat pada Gambar 5. pemilihan proyek-proyek pembangunan. pasar kerja dan perekonomian di Indonesia. Keterkaitan antara Remittances dan Pembangunan Ekonomi (Carling. a. Blok Migrasi c. pengeluaran pemerintah selalu disesuaikan dengan penerimaan yang diperoleh. Kondisi 83 ini berarti penentuan proyek juga harus mempertimbangkan kriteria lokasi dimana proyek itu berada. terlihat keterkaitan antara migrasi. Blok Pasar Kerja b. Berdasarkan gambar tersebut. baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri.

dalam jangka pendek pengeluaran pembangunan dapat mengurangi jumlah pengangguran. sehingga dapat memperluas kesempatan kerja di daerah tersebut. karena jika pengeluaran pembangunan meningkat. . baik dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi maupun upaya pemerataan pembangunan dalam arti luas. Kondisi ini juga merupakan daya tarik bagi penduduk setempat untuk tetap tinggal di daerahnya. sehingga migrasi penduduk tidak dapat dihindari. Kondisi ini juga menarik minat angkatan kerja baik dari daerah bersangkutan maupun daerah lain untuk terlibat dalam proyek pembangunan tersebut. dan daya tarik pula bagi penduduk daerah lain untuk migrasi ke daerah tersebut. Baiknya kondisi infrastruktur suatu daerah merupakan daya tarik bagi investor untuk memperluas aktivitas produksinya. Ditinjau dari sisi tenaga kerja.Variabel Makroekonomi 84 Pendekatan sektoral dan regional diperlukan agar proyek-proyek yang dibiayai dengan dana APBN dapat menghasilkan manfaat yang optimal. maka semakin banyak proyek-proyek pembangunan yang dilaksana-kan sehingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga meningkat. Pengeluaran pembangunan bidang infrastruktur berfungsi untuk meningkatkan kondisi infrastruktur suatu daerah.

B. Kata kunci: Kebijakan publik.202 Jurnal Ilmu Hukum. Pengalaman kita selama ini menunjukkan tingkat signifikannya hubungan di antara keduanya.. M. dan dikehendaki agat memiliki kehidupan yang sehat dan produktif dalam keserasian dengan alam´ (The UN Conference of Environment and Development. misalnya tingkat kelahiran. Kebijakan publik adalah komitmen politik pemerintah berlandaskan . Manusia sebagai insan individu dan sosial berkarakter dinamis. Variabel-variabel kependudukan. 2.. 8. Vol. Sebagaimana prinsip pertama pembangunan berkelanjutan: ³Manusia (penduduk) merupakan pusat perhatian pembangunan berkelanjutan. dan kelahiran pendudukan terdapat variabelvariabel lain yang saling berhubungan dan mempengaruhi. in order to be able to effective execute the health program services community.A. Maka kebijakan kependudukan di bidang kesehatan harus memperhatikan dan memperhitungkan keberadaannya. The accommodative public policy should be based on the health demographic data published by the goverment. especially local government should develop the policy wich is supported by the valid and reliable data.. R B Soemanto 203 kematian mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan penduduk. Salah satu cara untuk mencapai sasaran itu adalah melalui kebijakan kependudukan. No. pelayanan kesehatan . Jurusan Sosiologi FISIP UNS Surakarta Abstract P ublic policy on health is a legal instrument to solve the problem of community¶s health. The role of goverment. maka tanda juga dapat digunakan untuk berbohong atau menipu (Arthur Asa Berger) PENDAHULUAN Sasaran upaya pelayanan kesehatan adalah meningkatkan mutu kesehatan manusia. bila tanda dapat digunakan untuk menampilkan kebenaran (truth).. dan Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . Soemanto.210 KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN: Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum Drs. September 2005: 202 . morbiditas. Umum menyadari bahwa kependudukan dan kesehatan saling berkaitan. 1992). Peningkatan pelayananan kesehatan selayaknya bertumpu pada kondisi kehidupan individu dan masyarakat. R. especially local government. Di belakang tingkat kematian. Hal itu secara tidak langsung berhubungan pula dengan upaya mengendalikan tingkat kelahiran. Tindakan pemerintah untuk meningkatkan mutu kesehatan penduduk secara eksplisit dan langsung berhubungan dengan upaya menekan tingkat kematian dan morbiditas (tingkat ketersakitan).

PBB (2002) menambahkan registrasi adopsi anak (legitimasi dan pengakuan). 1976. kematian. sebagai dasar pelaksaan. Hal itu dilakukan agar tujuan utama dari kebijakan tersebut dapat dicapai secara optimal. Kebijakan bidang kesehatan berkelanjutan harus mempertimbangkan dan memasukkan indikator-indikator kependudukan daerah serta indikator lain yang relevan dalam pembangunan. dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek sosiologis. No. Kebijakan publik sebagai produk hukum menggambarkan harapan. tingkat kelahiran. pemberlakuan dan pelaksanaan kebijakan publik harus mendasarkan dan mempertimbangkan pemikiran-pemikiran tersebut. September 2005: 202 . . Vol. 1982). Dari 3 sumber itu. al. yaitu: sensus penduduk. kabupaten/kota yang berisi jumlah dan karakteristik penduduk menurut umur. angka harapan hidup. INDIKATOR KEPENDUDUKAN UNTUK PEMBANGUNAN KESEHATAN Ada 3 sumber pokok data penduduk. dimana pembuatan. Model pemikiran hukum dan sosiologis tentang kebijakan publik merupakan pemahaman terhadap realitas sosial.210 indikator kependudukan. Dinamika kependudukan berpengaruh pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Proses hukum berlangsung ditata dan diatur oleh logika sistem hukum. Di daerah data ini dipublikasikan pemerintah tiap tahun. Secara sosiologis pelaksanaan kebijakan publik harus diperhatikan struktur sosial yang selalu berubah. tingkat (angka) kematian bayi. dan Milovanovich.. kematian sebelum lahir. Data sensus dan survei sampel penduduk dikumpulkan pemerintah pusat. berpisah dan pembatalan perkawinan. dibanding bagi kepentingan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangungn. maka relevan bagi penyusunan kebijakan administratif. dan statistik migrasi internasional (Lucas et. registrasi penduduk. propinsi. digunakan. terutama penggunaanya oleh pihak-pihak penyusunan dan pengelola pembangunan (contohnya: di bidang kesehatan) sangat berarti bagi rumusan kebijakan dan pelaksanaannya. up to date. Kependudukan merupakan aspek penting dalam pembangunan. tingkat pemahaman konseptual. Sebagai dasar pelaksanaan terkait dengan dasar kebijakan pembangunan. RW tiap desa/kalurahan). Aturan ini merupakan produk yang terkodifikasi. misalnya: tingkat pertumbuhan pendudukan. jenis pekerjaan dan sebagainya. 1994). Pemikiran hukum dalam arti jurispruden memfokuskan kebijakan publik sebagai aturan. dan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan. survei sampel penduduk dan sistem registrasi. 8. dilaporkan ke kecamatan dan kabupaten/kota. sekaligus tujuan (sasaran) dan pengguna hasil-hasil yang dicapai. Oleh sebab itu kebijakan publik juga perlu mementingkan perhatiannya pada adanya keragaman.hukum. 2. sekali dalam 10 tahun. tingkat pendidikan. dan dilihat sebagai sesuatu yang mekanis. yaitu registrasi vital meliputi catatan peristiwa penting: kelahiran. tingkat kematian ibu dan sebagainya. gambaran dinamika penduduk dapat dilihat berupa statistik penduduk tingkat nasional. jenis kelamin. perkawinan dan perceraian. keunikan di masyarakat (Black. kematian. Ketersediaan 204 Jurnal Ilmu Hukum. Ukuran tingkat dinamikanya digunakan penanda atau indikator yang terukur yang bisa dibaca. Data registrasi dikumpulkan dan dilaporkan rutin setiap bulan oleh petugas di lapangan (RT.

kematian. Permasalahan mendasar ini secara institusional ditanggapi pemerintah dengan kehadiran Direktorat Jendral Administrasi Penduduk di Catatan Sipil Dalam Negeri. Data penduduk daerah yang dipublikasikan berisi jumlah penduduk. karakteristik dan struktur sebagai gambaran dari dinamika kependudukan menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan Badan Kependudukan Dunia (UNFPA. dan dikembangkannya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Daerah (propinsi dan kabupaten/ kota). anak dan ibu bersalin) dan pertumbuhan penduduk. Tahun 2005 pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (2005) telah melakukan pengolahan dan menerbitkan data statistik kelahiran. mortalitas. Proyeksi jumlah dan pertumbuhan penduduk. migrasi. Secara struktural diperlukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas di lapangan untuk memperbaiki cara dan teknik pengumpulan dan pengolahan data kependudukan. menurut umur.. Oleh sebab itu. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik agar kita sebagai pengguna data terhindar dari tindak kebohongan publik dan sebaliknya dapat menampilkan kebenaran dalam melayani masyarakat. proyeksi fertilitas. khususnya yang menggunakan data sistem registrasi vital (penduduk). tingkat fertilitas. Rekomendasi program aksi ICPD (International Coference on Population and Development. tingkat partisipasi angkatan kerja dan seterusnya dapat dihitung. perkawinan dan perceraian(dari data sistem registrasi vital). Sampai dengan tahun 2004. ekonomi dan lingkungan. jumlah kelahiran. 1994 di Kairo) menyebutkan perlunya indikator-indikator kependudukan yang relevan dengan pembangunan kesehatan di Indonesia. . tingkat pendidikan.. Isu mengenai pertumbuhan. Di Indonesia juga didaerah-daerah. lahir mati. Penyerasian kebijakan publik yang akomodatif pada rakyat dapat dibuat dan dieliminasi dampak negatif yang timbulkannya. dan ketelitiannya. bahkan bisa dirinci menurut kebutuhan pembangunan di daerah. angka harapan hidup. R B Soemanto 205 dan integrasi fungsi jajaran institusi pemerintah yang menangani dan menggunakan data penduduk. ketepatan. khususnya negara (termasuk Indonesia) yang tidak ada keseimbangan antara indikator demografis dan tujuan pembangunan sosial. dan untuk menyusun kebijakan dan pelaksanaannya. kebutuhan pelayanan kesehatan. dan memiliki catatan indikator kependudukan. data sistem registrasi masih diragukan validitas kebenaran. Data penduduk daerah menurut periode waktu dapat dugunakan untuk keperluan analisis perencanaan. dan perceraian. 1994). perkawinan. mortalitas (terutama AKB. penyerasian kebijakan-kebijakan publik dengan indikator dinamika kependudukan. Perhitungan indikator kependudukan. dan sebagainya dapat diproyeksi. daerah-daerah belum menyusun sendiri.teknis dan operasional daerah maupun dasar pelaksanaannyal disetarakan dengan data dari dua sumber lainnya. kematian. kebutuhan dasar penduduk untuk seluruh aspek kehidupannya dapat disusun indikatornya untuk keperluan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan. indikator ini berguna untuk memudahkan terjadinya transisi demografi yang cepat. Kedua. jenis kelamin. seperti angka kematian bayi. Secara sistemik dikembangkan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk menata jaringan informasi melalui koordinasi Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . Pertama. angka fertilitas.

Vol. pelaksanaan.anak dan generasi muda yang proporsinya paling besar dari jumlah penduduk. penyediaan air bersih dan sebagainya. pelatihan. Pengalaman menunjukkan indikator kesehatan dalam pembangunan kesehatan tahun 1981 dan 1982 tidak berubah. Partisipasi masyarakat mudah diorganisasikan setiap waktu. angka kesakitan menurut umur di atas 5 tahun. perkiraan kematian bayi menurut propinsi (Proyeksi Penduduk Indonesia. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. pendidikan. BPS. keselamatan dan kelangsungan hidup dan seterusnya. meningkatkan kemandirian. jika tersedia data kependudukan untuk kesehatan yang akurat. Dalam era otonomi daerah. keluarga dan masyarakat. pondok bersalin. kesehatan dan penggunaan ketrampilan. angka kematian umur kurang dari lima tahun menurut diagnose penyebab penyakit (Survei Kesehatan Rumah Tangga. Keempat. seperti penyuluhan kesehatan. dan angka kematian penyakit menular. pelayanan kesehatan 206 Jurnal Ilmu Hukum.. layanan program di atas harus terjangkau dan dampak positifnya dirasakan masyarakat. dan peranan legislatif dalam mendukung dan mengontrol pelaksanaan program layanan pada masyarakat berlangsung optimal. Depkes. pekerjaan. termasuk mutu dan pelayanan kesehatan. Wilayah kerja layanan dan peranan aparatur pemerintah daerah pada masyarakat terjangkau dengan cepat dan mudah. SUSENAS. dan indikator upaya kesehatan. No. kesehatan reproduksi dan sebagainya. posyandu. 2. indikator umum dan lingkungan. . monitor. Indikator-indikator tersebut mencakup: penilaian masyarakat Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . penduduk usia lanjut yang berhubungan dengan sistem jaminan sosial. Political will pemerintah tersebut dinyatakan ke dalam berbagai usaha. murah dan merata. cara dan tempat pengobatan (Sensus Penduduk 1980. perencanaan program. R B Soemanto 207 terhadap pelayanan kesehatan (SUSENAS BPS. Gambaran pelaksanaan otonomi daerah tersebut dapat terwujud.210 reproduksi. 8. BPS. pengolahan dan penyajian data penduduk. namun tahun 1983 mangalami perubahan. KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan diantaranya bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. terpercaya dan rinci. khususnya program pemerintah untuk miningkatkan banyak aspek kehidupan masyarakat. pendidikan. hubungan dan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan dapat dilakukan dengan baik.. Data ini terkait dengan usaha pembangunan kesehatan. Di sini semua komponen meliputi penyiapan. Pemerintah Pusat dan Daerah telah dan akan terus diharapkan mengembangkan isu tersebut ke dalam kebijakan dan untuk dilaksankan. dan evaluasi program harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi. 1982). 1980). penyandang cacat untuk mengembangkan pencegakan dan rehabilitasi. penyusunan kebijakan. karena ternyata relevan dengan aspirasi dan permasalahan yang timbul di masyarakat. Ketiga. 1980-2000). penganggaran. penyediaan fasilitas umum seperti puskesmas. Keadaan kesehatan masyarakat diukur dengan menggunakan indikator derajat kesehatan. 1981). Isu penting kependudukan dunia ini berhubungan dengan bidang-bidang kegiatan lain. September 2005: 202 . dukungan sosial.

mencakup jumlah kunjungan puskesmas. jumlah & persentasi anak yang diimunisasi. Indikator hak-hak reproduksi dan keseharan reproduksi menyangkut kemampuan dan kebebasan bereproduksi. 1998). dan pelayanan kesehatan yang disebut dalam butir-butir program aksi ICPD hampir seluruhnya diadopsi . kesakitan dan kematian yang dihasilkan oleh ICPD (1994) meliputi: pelayanan kesehatan dasar dan sektor pelayanan kesehatan untuk meningkatkan umur harapan hidup. kecacatan dan angka harapan hidup (BPS. 1988). perawatan inap. tingkat polusi udara. penting untuk melihat kemampuan penduduk dalam mencari pelayanan kesehatan.Indikator derajat kesehatan dinilai dengan melihat angka kesakitan (sesaat. Indikator yang dipakai adalah tingkat morbiditas (angka kesakitan). ibu. hasil guna pelayanan kesehatan. penolong kelahiran bayi. keluarga berencana. jatuh sakit. dan indikator kesejahteraan rakyat tersebut di atas cukup relevan bagi penyusunan kebijakan penduduk bidang kesehatan. seksualitas dan hubungan antarjenis untuk meningkatkan tanggung jawab dan hubungan antar-jenis secara adil dan terhormat. penggunaan jamban saniter. Indikator pendidikan meliputi tingkat melek huruf wanita dewasa. dan kesempatan kerja. mamalia penular penyakit. dayaduna. distribusi pendapatan. kematian (bayi. dan pola menyusui (BPS. Indikator ekonomi meliputi GDP/Pendapatan per kapita. kelompok umur). terutama anak-anak. Namun permasalahan kesehatan masyarakat (kelangsungan hidup manusia) tidak hanya menyangkut variabel medis. pencegahan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV untuk mencegah dan mengurangi insiden. September 2005: 202 . reproduksi sehat. dan kelangsungan hidup anak untuk mendukung upaya penurunan angka kematian anak balita. jenis penyakit. pengobatan. serangga penular penyakit. kematian. Vol. sebagai dasar untuk perbaikan perilaku kesehatan. 8. bahkan budaya dan lingkungan fisik (Mosley dan Chen. pengobatan. kesehatan. Indikator umum dan lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan mencakup indikator sosial ekonomi: yaitu indikator demografi (angka kelahiran. No. Karena hal itu menggambarkan kerangka 208 Jurnal Ilmu Hukum. kepadatan penduduk. dan persentasi penduduk yang mendapat air bersih. kunjungan rumah sakit. reproduksi sehat remaja. pertumbuhan penduduk. Indikator upaya kesehatan digunakan untuk mengukur penduduk yang dilayani. Indikator program aksi kesehatan. 2000) Indikator-indikator sosial-ekonomi dan fisik biologis. sex ratio). tingkat peserta sekolah. hidup sehat dan alokasi biaya pelayanan kesehatan. kesehatan wanita dan keselamatan ibu untuk mencegah atau menurunkan angka kematian ibu usia reproduktif dan HIV/AIDS untuk mencegah penularan dan korban. maka perlu juga melibatkan variabel sosial eknomi. Indikator fisik biologis yang relevan dengan kesehatan meliputi angka penggunaan air bersih.210 penanggulangan mortalitas. jumlah penduduk tinggal di pemukiman sehat. Seluruh indikator kesehatan. Statistik Kesehatan Rakyat Indonesia tahun 2000 yang disusun berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nsional memuat laporan bidang kesehatan. dan sebab khusus). penyakit khusus. penyediaan pangan. rawat inap rumah sakit. 2.

pembiayaan. Peranan dan fungsi yang saling berhubungan antara pelayanan kependudukan dan kesehatan dengan indikator program pelayanan berbasis data kependudukan yang sama. Indikator kependudukan dak kesehatan tersebut dihasilkan dari kegiatan pemerintah (BPS) yang dirancang menurut proses pemikiran deduktif (dari pemerintah untuk rakyat).. bagi pihak yang akan menyusun kebijakan dan menentukan dasar dan tahap pelaksanaannya. Indikator kesehatan yang multi dimensional telah disusun dalam berbagai laporan BPS bersumber dari data sensur. Indikator kependudukan dan kesehatan untuk menyusun kebijakan memiliki fungsi yang berdekatan dan berdasarkan data yang sama. langsung dan tidak langsung berhubungan dengan kebutuhan basis sumber data. agar pelaksanaanya tidak terkendala oleh sistem dan tata cara. . R B Soemanto 209 dudukan dan pelayanan kesehatan yang baik. Hak untuk hidup sehat bagi penduduk sebagai warga negara yang berdomisili di daerah harus dijamin oleh pemerintah. dan manfaat yang diperoleh (dirasakan) oleh penduduk (masyarakat) dengan pengelolaan pelayanan kepenKebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . maka kondisi tersebut bisa membantu pihak yang terkait untuk melakukan kebijakan dan tindak lanjut yang diperlukan. survei yang diselenggarakannya. dilaksanakan secara singkron dan memenuhi aspirasi masyarakat. cross-check. Penggunaan data dan indikator kependudukan diperlukan sebagai data pembanding. koordinasi. dilaporkan rutin. Di daerah intensitas dan bentuk permasalahan kesehatan bervariasi. fungsi. Indikator kesehatan di daerah Kabupaten/Kota harus disusun berdasarkan data penduduk yang dikumpulkan.dll) dan pelayanan data penduduk yang tepat. Penyerasian kebijakan kependudukan bidang kesehatan harus dilihat dari tujuan. Pelayanan dokumen kependudukan (kartu keluarga. SIMPULAN Kebijakan bidang kesehatan secara eksplisit dan implisit. maka pertimbangan adopsi indikator program tersebut harus didasarkan pada kebutuhan hidup sehat dan realitas permasalahan di masyarakat.. KTP. pemberian fasilitas pendukung lain dan sebagainya yang kurang sinkron. perencanaan. akan menjamin pencapaian tujuan secara optimal. angka kematian. dan pelaksanaannya diatur dalam UU Sistem Kesehatan Nasional. untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. pelaksanaan. diolah dengan baik dan disajikan secara terbuka (dari rakyat pada masyarakat dan pemerintah. akte kelahiran.pemerintah dalam rencana dan pelaksanaan program pembangunan kesehatan. akurat dan terpercaya. program yang konsisten. Oleh karena itu. sebagaimana dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 34 (3): ³Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas yang layak´. namun harus dicoba untuk dipersiapkan dan dilaksanakan. Sekalipun keserasian pelaksanaan kebijakan publik belum banyak dilakukan oleh pemerintah daerah. keserasian kebijakan dan kependudukan secara konseptual harus terlihat jelas. kesakitan penduduk dan sebagainya segera diketahui. Kebijakan nasional dan kebijakan daerah sebagai instrumen hukum pemerintah untuk mengatasi permasalahan kesehatan harus memiliki tujuan.

. W. A Primer in The Sociology of Law. Lincoln C. __________ UUD 1945 Hasil Amandemen. 2005. New York. 1998). Pengantar Kependudukan. Statistik Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS. Masri Singarimbun.210 DAFTAR PUSTAKA Black. BPS. Donal. Academic Press. 1994. Suatu Kerangka Analisis untuk Studi Kelangsungan Hidup Anak di Negara Berkembang. hal. Henry dan chen. 46-93. . University Press. Davis. 2002.210 Jurnal Ilmu Hukum. Milovanovich. Surakarta : PPK UNS. No. 8. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Surakarta. 2000). 1988. BPS. Penerbit Sinar Grafika. Pengolahan Data Statistik Vital Kota Surakarta. 2. 168-170. Dragan. Lucas. Vol. hal. Mosley. hal. The Behavior of Law. ed. 150-156. Gadjah Mada. 1982. Ringkasan Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan. September 2005: 202 . Harrow and Heston. Vital Registration System. 126. UNFPA. 1994. United Nation. Hal. Kumpulan Bahan-bahan Penyusunan Indikator Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS Pusat. Jakarta. 1976. New York. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tetapi. Ini berarti KB telah membuat anak-anak kita lebih pandai. Kondisi ini tidak lepas dari peran Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah menurunkan tingkat fertilitas atau tingkat kelahiran yang biasanya sekitar enam anak menjadi kurang dari tiga anak.PEMERINTAH HARUS MAKIN PEKA TERHADAP FENOMENA KEPENDUDUKAN PENDUDUK Indonesia tahun 2000 yang semula diperkirakan 275 juta jiwa. yaitu jumlah penduduk yang lahir sama dengan jumlah penduduk yang mati. Kalau pertumbuhan penduduk Indonesia tetap menurun. Dinamika di atas bukan monopoli bangsa Indonesia saja. penurunan tingkat fertilitas diikuti dengan penurunan drastis tingkat kematian bayi dan anak-anak. kejadian ini ± dengan segala implikasi sosial. Paling tidak ini terlihat dari keberhasilan program wajib belajar sembilan tahun. memang Indonesia bakal mencapai pertumbuhan penduduk seimbang. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Namun. sehingga banyak sekolah dasar yang membentuk afiliasi dengan SLTP untuk menampung tamatan SD. biarpun tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia telah menurun. Dalam proses tersebut. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. kalau keadaan berbalik. Sayangnya. Kalau saja angka pertumbuhan penduduk tidak menurun drastis. tetapi menjadi fenomena luar biasa akhir abad ke-20 di banyak negara berkembang. dan politik yang cukup rumit ± kurang mendapat perhatian. tingkat . penanganan persoalan penduduk di Indonesia belum selesai. maka dalam waktu singkat bisa terjadi peledakan penduduk yang lebih dahsyat dibandingkan era 1950-an dan 1970-an. Penyebabnya bukan hanya karena migrasi penduduk pedesaan ke kota. para orangtua lebih memperhatikan dan lebih mampu menyekolahkan anak-anaknya. Dengan jumlah anak yang jauh lebih sedikit dan lebih sehat. Namun demikian. tahun ini penduduk Indonesia telah lebih dari 211 juta jiwa. Kenyataan menunjukkan. Penduduk yang "desa"nya berubah jadi "kota" ± siap atau tidak ±otomatis berubah jadi penduduk kota atau urban. dimana anak-anak usia sekolah dasar hampir seluruhnya bersekolah. Bahkan. Transisi Demografi Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. maka tidak mustahil laju pertambahan penduduk akan menanjak lagi dengan kecepatan tinggi. murid kelas I dan kelas II SD berkurang. budaya. Untung saja perubahan itu seiring dengan turunnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara menyeluruh. Saat ini proporsi penduduk mengarah ke penduduk urban dengan kecepatan tinggi. Ada beberapa alasan kenapa kita harus mewaspadai pertumbuhan penduduk yang drastis ini. ternyata hanya 206 juta jiwa saja.

3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. Semua menempati posisi sentral untuk meningkatkan sumber daya yang bermutu. angkatan kerja. anak-anak yang sekarang dewasa dan menjadi orangtua muda adalah pasangan yang rawan menimbulkan bom bayi baru. Tanpa harus menunggu 150 tahun. Tidak kurang dari 1. Perubahan struktur itu menarik karena penduduk remaja yang sedang tumbuh sesungguhnya merupakan hasil pendewasaan dari orangtua yang belum tersentuh program KB pada zamannya. Namun. Ini berarti. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. Kesimpulan semacam itu salah. Tidak ada upaya pendidikan yang harus mengorbankan upaya di bidang kesehatan. diikuti dengan membengkaknya remaja dan usia lanjut. Tidak ada upaya kesehatan yang mengorbankan bidang keluarga berencana. pikiran-pikiran bahwa BKKBN sebaiknya dibubarkan adalah gagasan yang sangat berbahaya. Transisi demografi model kedua ini adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk urban. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. dan penduduk lanjut usia dalam waktu pendek. Karena itu. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. Pola yang muncul di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya yang berhasil dengan gerakan KB-nya itu. Dalam masa transisi yang relatif lama. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Oleh karena terjadi dalam tempo sangat singkat. jelas sekali terjadi perubahan struktur piramida. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. Biarpun agak terlambat. fenomena akhirnya ditanggapi dengan membandingkan mana yang lebih dulu harus diselenggarakan. Anak-anak muda baby boomers sekarang adalah anak-anak modern yang maju dan mandiri.kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. implikasi perubahan fenomena ini pasti belum disadari para pengambil keputusan. Mereka harus didampingi dengan program KB oleh .ledakan remaja. penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk ini disertai fenomena baru di negara berkembang yang mungkin berdampak lebih dahsyat. berupa pengecilan jumlah dan proporsi penduduk berusia anak-anak. Fenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan dan tingkat kebodohan yang masih sangat tinggi. Fenomena Baru Namun. Dalam pola transisi demografi itu. Tidak ada yang didahulukan dengan mengorbankan salah satunya. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. Penduduk remaja yang mendominasi harus diikuti dan didampingi dengan program KB yang lebih lincah. Karena keterbatasan anggaran.

beberapa waktu lalu selama dua hari berturut-turut diadakan pertemuan oleh para ahli kependudukan Indonesia di Jakarta. Akibatnya. Komitmen untuk BKKBN tingkat kabupaten dan kota harus sangat tinggi agar diperoleh sumber daya yang berkualitas karena dilahirkan oleh orangtua dengan jarak kelahiran yang wajar. Dengan keadaan seperti itu. Penurunan fertilitas dan pertumbuhan yang mulai rendah harus dipelihara dengan baik. Pertemuan itu antara lain dimaksudkan untuk mencari bentuk yang paling tepat bagaimana menempatkan penduduk sebagai titik sentral pembangunan. pertumbuhan urban di negara berkembang. karena kalau tidak akan lebih sulit menggarap penurunan fertilitas di masa datang. di pabrik atau industri jasa yang tidak banyak tergantung musim.DR. Departemen Tenaga Kerja dan pemerintah daerah harus makin peka terhadap fenomena kependudukan. memberikan perhatian yang tinggi terhadap masalah kependudukan itu. bukan malah dibubarkan! PROF. Departemen Kesehatan. atau µpenduduk usia muda¶ yang telah mendapat pendidikan dasar. Di Indonesia peringatan itu ditandai oleh suasana dan harapan yang berbunga-bunga karena Presiden RI. maka BKKBN.BKKBN atau lembaga semacam itu sampai ke tingkat daerah. Angkatan muda Pembengkakan proporsi penduduk usia 25-45 tahun. Pak Harto. lembaga-lembaga tersebut di atas justru harus ditingkatkan peranan dan anggarannya. Untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan semacam itu. pusat. Melihat itu semua kita masih teringat bahwa pada tanggal 11 Juli lalu. tetapi disiapkan dengan sunguhsungguh untuk mampu menjadi pelaku yang berwatak. seperti juga Presiden RI sebelumnya. bukan dengan isu anggaran BKKBN dialihkan untuk anggaran pendidikan. mempunyai dua sumber yang sama kuat. Semua berlangsung lebih cepat di-bandingkan negara maju di masa lalu. kita juga memperingati Hari Kependudukan Dunia 2001. Pertemuan juga berusaha untuk mendorong perhatian dan komitmen politik yang makin tinggi agar penduduk tidak saja menjadi obyek pembangunan. usaha itu makin bisa dihubungkan dengan rekan-rekannya dari kota sehingga menumbuhkan kepadatan dan ciri baru di desa-desa penyangga kota. Departemen Pendidikan Nasional. Penduduk terdidik yang tetap di desa mulai pula mempergunakan waktunya untuk membangun industri dan perdagangan di desanya. HARYONO SUYONO Pengamat masalah sosial kemasyarakatan KOMPAS SENIN. Mereka cenderung pindah ke kota mencari pekerjaan yang bersifat "urban". yakni perpindahan penduduk ke kota dan berubahnya desa-desa agraris menjadi daerah urban baru. Karena itu. Gus Dur. untuk meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu. Karena fasilitas transportasi yang makin baik. termasuk Indonesia. berkepribadian luhur serta profesional dalam bidangnya masing-masing. justru diperlukan komitmen yang lebih tinggi dari otoritas tingkat. Kita tidak tahu kenapa pertemuan minggu lalu tidak cukup . SEPTEMBER 2002 PENDUDUK DAN DEMOKRASI Dalam suasana reformasi yang marak dewasa ini. membuat mereka tidak tertarik untuk bertani seperti orangtuanya di desa.

dengan segala implikasi sosial. Usaha advokasi untuk menggerakkan . Penduduk Indonesia. Mungkin saja karena para penyelenggara menempatkan pertemuan penting itu sebagai kegiatan tehnis. Ada sebagian yang kemudian ikut larut.mendapat perhatian dari para pejabat tinggi. Pengembangan penduduk itu memerlukan keikut sertaan semua pihak. karena ³desanya´ berubah menjadi ³kota´. dan menyalahkan generasi atau pemerintah sebelumnya. seperti juga penduduk negara-negara berkembang lainnya. Kejadian ini. sekarang dituntut oleh generasi muda yang pernah mempelajarinya itu dalam kehidupan nyata. mereka lihat para pemimpinnya saling hujat. Phenomena itu adalah suatu kejadian luar biasa pada akhir abad ke-20 dan terjadi di banyak negara berkembang. Pertambahan penduduk urban itu bukan hanya karena adanya migrasi penduduk perdesaan ke kota. dan di ruang-ruang kuliah. lengkap dengan tuntutan dan ciri-ciri urbanisme yang sangat kuat. siap atau tidak siap. kurang mendapat perhatian para ahli. Padahal pemberdayaan penduduk itu tidak ringan dan bukan menjadi tugas suatu instansi atau suatu departemen tertentu. Dinamika perubahan penduduk desa menjadi penduduk kota yang terjadi dengan kecepatan tinggi itu. politisi dan penyelenggara negara. Padahal masalah yang kita hadapi berada pada titik perubahan sosial yang sangat penting dan bisa sangat menentukan masa depan bangsa ini. Mereka melihat dengan mata telanjang bahwa ³demokrasi´ dan ³penghargaan terhadap manusia´ yang mereka kagumi dari kuliah para gurubesar. Pemberdayaan penduduk dan upaya menempatkannya secara terhormat sebagai titik pusat pembangunan merupakan suatu upaya jangka panjang yang memerlukan strategi yang utuh. Bahkan. sehingga kalangan petinggi pemerintah tidak cukup waktu untuk ikut menanggapi masalah kependudukan di Indonesia dewasa ini. bertahap dan konsisten. Phenomena ini di Indonesia lebih ³diperparah´ lagi oleh makin maraknya sikap ingin cepat maju karena kesempatan dan dorongan otonomi daerah yang sedang marak. tidak mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari di tanah airnya. mengalami perubahan sosial yang sangat dahsyat. budaya dan politik yang cukup rumit. Untung saja perubahan itu terjadi seiring dengan makin melemahnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara global. Jumlah dan perkembangan penduduk urban meningkat dengan drastis. dengan otomatis dan menyeluruh berubah menjadi ³penduduk kota´ atau ³penduduk urban´. secara dinamis dan tidak dapat diwakilkan. bukan hanya monopoli bangsa Indonesia saja. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju dan penduduk desa tersebut. atau karena waktu yang tidak tepat. Pikiran-pikiran hak azasi manusia (human rights) dan upaya pengembangan kualitas manusia (human development) yang pada tahun-tahun 1980-an dan 1990an dipelajari oleh anak-anak di bangku sekolah. atau mereka baca dari tulisan ahli-ahli berbagai bangsa di dunia. saling menyalahkan dan tidak mau mengambil tanggung jawab serta menjauhkan diri dari upaya memihak kepada keluarga miskin.

untuk penyesuaiannya. Kehidupan sosial politik penduduk juga mulai mengalami perubahan dengan kemampuan mengembangkan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Dengan perubahan itu masyarakat berubah menjadi masyarakat modern dengan industrialisasi. Anak harus dikirim ke sekolah dengan waktu dan ongkos yang tidak kecil sampai anak-anak itu bisa ikut dalam proses produksi serta menghasilkan. ada phenomena baru yang mungkin lebih dahsyat mulai muncul di negaranegara berkembang. Transisi Demografi Cepat Ada dua pola transisi demografi yang terjadi dengan segala implikasinya. Dalam proses transisi tersebut. Tingkat pertumbuhan penduduk juga menurun dengan drastis. tingkat kelahiran juga segera menurun. Transisi demografi model pertama tersebut berlangsung mulai sekitar tahun 1700 sampai sekitar tahun 1950-an. tingkat kematian turun dengan pelahan karena kemajuan industrialisasi yang terjadi. Anak tidak bisa secara langsung ikut serta dalam proses produksi. Dalam masa transisi yang relatip lama itu masyarakat mempunyai waktu yang panjang untuk melakukan penyesuaian dengan pelahan. Transisi demografi model yang pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa seperti Inggris dan Wales. Dengan adanya penyesuaian itu maka proses transisi demografi yang lamban bisa diikuti oleh proses penyesuaian kehidupan kemasyarakatan yang seimbang. Nilai anak juga mengalami perubahan. Pemeliharaan anak menjadi lebih mahal dan dengan adanya nilai anak yang makin mahal pemeliharaannya itu maka angka kelahiran akhirnya mengikuti proses dan menurun dengan pelahan-lahan. Tingkat kelahiran itu segera menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Namun demikian. Phenomena itu adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk . berubah dari masyarakat tradisionil perdesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang modern. Dalam masyarakat agraris anak merupakan potensi yang segera dapat ikut dalam proses produksi. penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh diketemukannya pengobatan modern dan munculnya lembaga-lembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. maka proses transisi demografi terjadi dengan cepat. Adanya transisi itu menyebabkan nilai-nilai kultural tentang berbagai phenomena berubah secara pelahan. atau sekitar 250 tahun. termasuk Indonesia. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima berbagai perubahan dengan rasional. tidak harus menunggu 250 tahun.keadaan itu sungguh sulit dilakukan. Disamping kegembiraan karena penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk. Dengan menyusulnya penurunan tingkat kelahiran. Di negara-negara berkembang.

(Prof. angkatan muda dan munculnya tuntutan demokratis dan keterbukaan yang tidak saja harus mengikuti arus perubahan kuantitatif penduduknya. Disamping itu ada sekitar 25 juta jiwa terpaksa mengungsi karena kerusakan lingkungan atau konflik di wilayahnya. Perubahan itu harus disikapi dengan suasana kondusif untuk menyelamatkan umat manusia dengan menjamin hak-hak azasinya secara utuh agar bisa mencapai keseimbangan baru yang lebih serasi. Perubahan struktur penduduk menjadi makin urban dan muda itu menarik dari segi politik karena munculnya tenaga-tenaga terdidik yang merasa makin tidak cocok dengan lingkungan sekitarnya. Phenomena kependudukan sekarang adalah phenomena perkotaan. Haryono Suyono. Tidak kurang dari 1.urban. tata nilai sosial budaya yang mendukung persamaan hak-hak azasi wanita dan pria yang menyejukkan serta kesempatan yang makin terbuka. lapar dan jengkel atas ketidak adilan yang setiap hari kelihatan jelas dimatanya. Salah satu yang menonjol dari pertemuan itu adalah bahwa berkat . angkatan kerja dan penduduk lanjut usia yang meningkat jumlahnya dalam waktu yang sangat pendek. Karena terjadi dalam tempo yang sangat singkat. implikasi perubahan phenomena ini belum disadari secara mendalam oleh para pengambil keputusan dan politisi di negara-negara berkembang. phenomena generasi muda yang ³lapar´ atas harga dirinya sebagai manusia terhormat. Oleh karena itu untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan diperlukan terobosan berupa advokasi yang lebih gegap gempita tentang masalah kependudukan yang mempunyai persoalan lain dibanding dengan upaya penyelesaian masalah kependudukan yang lebih bersifat tehnis demografis dimasa lalu. tingkah laku. ³lapar´ atas pilihan demokratis untuk mengembangkan jati diri dan potensinya yang tinggi. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan). selaras. tetapi harus siap menanggapi phenomena itu dengan perubahan sikap. dan berbagai lapar lain yang makin digali makin merekah mengerikan. Perubahan ini menuju alam demokratis dan memerlukan pencermatan yang tidak kalah serunya dengan upaya kita menghadapi persoalan fertilitas dan pertumbuhan yang tinggi di masa lalu. Penduduk-30102001 PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN Dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia Indonesia menggelar suatu pertemuan para ahli di Jakarta. ledakan anak remaja. Phenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan yang masih tinggi. ³lapar´ akan kemerdekaan untuk menyuarakan aspirasi dan gagasan-gagasannya yang cemerlang.3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. dan seimbang. Karena itu tiba waktunya para politisi memperhatikan transisi demografi. Dr. perubahan struktur penduduk yang ditandai ledakan penduduk urban.

Tidak dapat dibayangkan kalau pasar kita yang potensial itu justru dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang melihat potensi itu dengan lebih tajam. ³Kealpaan´ terhadap pembahasan yang mendalam tentang perempuan secara tidak sengaja juga dilakukan oleh Deputi BKKBN yang membawakan sambutan atau uraian Menteri PP dan Kepala BKKBN yang berhalangan hadir. Perubahan fenomena itu diikuti permintaan Presiden kepada para ahli agar secara cermat bisa menyajikan perkiraan pertumbuhan penduduk yang paling dekat dengan kenyataan. Beliau mengajak semua peserta untuk menghitung bahwa andaikan hanya duapuluh persen saja penduduk kita dapat dianggap berada dalam kelas ekonomi menengah keatas. Pertemuan yang diisi dengan round table discussion itu juga menyajikan pembicara perempuan yang kebetulan menjadi satu-satunya diantara sembilan pembicara yang ada. semua pihak diingatkan bahwa ketidak adilan gender masih juga menjadi kendala dari maraknya pembahasan tentang peranan penduduk perempuan dalam pembangunan yang bekelanjutan. Dr. Pembangunan berwawasan kependudukan adalah suatu pembangunan yang memihak penduduk. maka jumlahnya sudah melebihi angka 4 juta orang. produsen dan sekaligus pasar yang potensial. Ini berarti bahwa Indonesia bisa juga menjadi pasar barang-barang yang relatip mewah dengan harga yang tinggi atau nilai tambah yang sangat menguntungkan. mulai mendekati model piramida penduduk negara-negara maju. Pasar itu akan dengan mudah menyerap produkproduk yang bermutu dengan harga yang murah dan terjangkau kemampuan penduduk Indonesia yang melimpah. Dengan keberanian itu kita bisa mengembangkan dan mempunyai pasar domestik yang luar biasa besarnya.keberhasilan pembangunan ditegaskan kembali perubahan piramida penduduk Indonesia mengikuti piramida penduduk usia tua. Presiden mengingatkan bahwa perkiraan yang tidak tepat akan berbahaya untuk bangsa ini karena mempengaruhi arahan dan dinamika pembangunan yang sedang dikembangkan. Jumlah itu lebih besar dibandingkan seluruh penduduk Singapore. Aris Ananta yang sekali lagi mengajak semua fihak memberikan komitmen yang tinggi terhadap kebijaksanaan pembangunan berwawasan kependudukan. Perkiraan yang tidak tepat juga akan merugikan penduduk yang seharusnya menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. Biarpun karena keterbatasan waktu beliau tidak sempat mengungkapkan kepentingan penduduk perempuan dengan panjang lebar. tapi juga untuk produk-produk barang mewah yang menguntungkan dan mempunyai nilai tambah tinggi. tetapi karena protes salah seorang peserta lain. biarpun kualitasnya relatip belum baik. Tetapi begitu . Menarik juga kita simak penyajian dari Prof. yaitu antara lain keberanian menjadikan penduduk sebagai konsumen yang potensial. Gagasan pembangunan berwawasan kependudukan harus bisa mengarahkan semua pihak menjadikan penduduk sebagai pelaku pembangunan. Potensi pasar dengan jumlah penduduk yang besar itu tidak saja untuk barang produk murah dengan pasaran luas.

juga sulit disajikan. tetapi munculnya topik itu dalam diskusi telah mengingatkan para ahli untuk secara sadar menggarap masalah data kependudukan dengan sungguhsungguh. Semoga.diingatkan maka makalah yang memang sudah disiapkan sebenarnya penuh dengan uraian tentang bagaimana Ibu Menteri memberi perhatian yang sangat tinggi terhadap peningkatan peranan kaum perempuan untuk menyemarakkan pembangunan yang berwawasan kependudukan itu. karena setiap perkiraan harus disertai atau mengandung asumsi program-program intervensi yang pasti agar bisa mempengaruhi phenomena kependudukan. Pengumuman itu sekaligus juga menjelaskan bahwa penduduk kita makin mendekati penduduk negara maju karena angka jumlah penduduk di daerah perkotaan telah naik menjadi sekitar 45 persen dan angka pertumbuhan penduduk rata-rata selama . untuk membantu upaya pemberdayaan penduduk. kita bersyukur bahwa akhirnya semua pihak diingatkan kembali untuk menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. tetapi akhirnya harus ikut menikmati hasil-hasil pembangunan secara adil sesuai dengan sumbangannya yang profesional. Apapun variasi yang muncul dalam pembicaraan pada Hari Kependudukan Dunia itu. para ahli harus bekerja keras menyepakati angka tunggal itu. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) MENGHADAPI MELEDAKNYA GENERASI MUDA MASYARAKAT HARUS WASPADA Hasil akhir Sensus Penduduk tahun 2000 menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 206. maka perkiraan untuk menghasilkan suatu angka tunggal. atau tidak pasti. Dr. Bagi mereka yang paham betapa sulitnya mencapai konsensus untuk menyajikan angka perkiraan tunggal. Kalau dukungan pembangunan tidak menentu. subyek. Mudah-mudahan langkah awal dari Badan Kependudukan Nasional ± Baknas ± dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia itu dapat ditindak lanjuti dengan meminta perhatian semua pihak akan berubahnya phenomena kependudukan yang akan sangat mempengaruhi arahan berbagai prioritas pembangunan yang berwawasan kependudukan. Pembicaraan ini biasanya tidak menarik. dan bekerja keras. (Prof.3 juta jiwa. Perkiraan angka tunggal sesungguhnya mudah dipenuhi. Satu-satunya pembicara dari luar negeri adalah wakil dari GTZ yang menyoroti secara khusus pentingnya statistik dan data kependudukan pada umumnya. atau hasil pertemuan ³round table disc ussion´ itu. Kita gembira karena semua pihak diharapkan memperhatikan penduduk. tidak saja sebagai pelaku. Haryono Suyono. khususnya untuk memenuhi permintaan Presiden yang menghendaki agar disajikan angka perkiraan tunggal. atau obyek pembangunan. kalau program pembangunan sudah pasti atau didukung suasana penuh kepastian.

dan juga angka kematian anak. Diduga pula bahwa angka mortalitas masih relatif tinggi karena dari beberapa penelitian masih terlihat adanya Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) masih relatif tinggi. Anak-anak usia SLTP dan SMU sekarang ini masih banyak yang tidak sekolah.3 juta jiwa tersebut.5 persen itu mengisyaratkan adanya pertumbuhan penduduk di tahun 2000 sudah kurang dari itu. Jumlah ini tidak saja besar tetapi mempunyai tingkat kesuburan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jaman baby boom di tahun 1970 ± 1980 yang lalu. yaitu TFR atau angka fertilitas total tidak lebih dari 2. Tingkat kesehatan dan kemampuannya untuk ³menghasilkan anak´ juga jauh lebih tinggi karena umumnya mereka dilahirkan pada jaman yang jauh lebih kondusif dibandingkan dengan jaman kelahiran orang tuanya dulu.4 ± 2. DKI Jakarta. Kalau mereka lengah. Awas Ledakan Penduduk yang Baru. Pertama. Namun dengan usaha yang gigih dalam duapuluh tahun terakhir ini dapat pula diduga bahwa angka kematian AKI itu akan segera menurun. Jawa Timur. Goncangan itu bisa berarti naik drastis bisa juga menurun dengan lebih deras lagi. terutama di daerah-daerah yang kondisi KB-nya relatif maju dan kesadaran masyarakat akan bahaya hamil terlalu muda. yaitu sekitar 1. Ada beberapa alasan kenapa angka pertumbuhan penduduk bisa meledak kembali. maka tidak mustahil angka pertumbuhan penduduk akan mengalami goncangan. ada kemungkinan bahwa angka pertumbuhan penduduk itu akan naik dengan drastis dan mengakibatkan terjadinya baby boom yang jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan baby boom di masa yang lalu. Dalam rangka Hari Anak dan Remaja Nasional 23 Juli 2002 ini perlu kita ingatkan bahwa penurunan angka pertumbuhan penduduk itu hanya bisa dijamin kalau sebanyak-banyak generasi muda mengikuti Gerakan Reproduksi Sejahtera dengan baik.sepuluh tahun terakhir adalah sekitar 14. Lebih lanjut daripada itu kalau angka pertumbuhan penduduk pada tahun 19801990 rata-rata masih mendekati angka 2 persen.5 anak. yaitu sekitar 20 persen dari jumlah penduduk yang ada di Indonesia yang jumlahnya adalah 206. maka dengan sendirinya angka ratarata dibawah 1. Kalau penurunan ini diikuti lebih lanjut dengan penurunan angka kematian bayi. Bahkan mungkin sekali angka fertilitas total untuk propinsi yang KB-nya sangat berhasil seperti DI Yogyakarta. yaitu kalau kemantapan ber-KB dapat lebih ditingkatkan. Kedua.2 sampai paling tinggi 1. mungkin juga Jawa Tengah dan beberapa propinsi lain sudah sama atau lebih rendah dari angka 2. Ini hanya bisa terjadi kalau angka fertilitas di tahun 2000 sudah sangat rendah.3 persen. Bali. terlalu sering atau sudah tua masih hamil juga menjadi lebih tinggi. yang selama duapuluh tahun terakhir ini telah turun lebih dari 60 persen. jumlah generasi muda sekarang ini relatif tinggi. anak-anak muda sekarang masih menikah relatif pada usia yang muda.2 anak atau yang biasa disebut dibawah replacement level. .9 persen. Kalau Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) itu menurun hampir dapat dipastikan bahwa angka kematian secara menyeluruh akan menurun dengan lebih drastis.

Ketiga. Dengan demikian jumlah anak-anak yang dilahirkan dan tetap hidup pada usia lima tahun atau lebih oleh pasangan muda akan tinggi dan anak tetap hidup sehat sehingga jumlah anakanak yang ditambahkan setiap tahunnya bukan lagi sekitar 3 juta bayi atau 4 juta bayi. Jumlah anak-anak usia Hanya sekitar 60 persen anak-anak usia SLTP sekarang ini sekolah dan hanya sekitar 30-40 persen anak-anak usia SMU sekarang ini yang sedang sekolah dan hanya kurang dari 12 persen anak-anak usia dewasa sedang berada di bangku kuliah di perguruan tinggi. tingkat kematian anak dan tingkat kematian bayi makin kecil. anak-anak muda yang semestinya menggeluti modernisasi dengan mengenal lebih banyak masalah reproduksi sejahtera belum banyak bersentuhan dengan materi reproduksi sejahtera sehingga perkawinan dibawah usia 20 tahun atau perkawinan dari wanita-wanita pada usia sekitar 20 tahun masih sangat tinggi. maka bagi keluarga kurang mampu. Kelima.5 sampai dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah bayi yang dilahirkan dan tetap hidup dibandingkan dengan masa antara tahun 1990-2000.sehingga karena desakan ekonomi. Anak-anak ini akan tetap sehat dan hidup sejahtera bersama kedua orang tuanya karena keadaan kesehatan dan gizi yang bertambah baik. Dengan jumlah generasi muda yang relatif besar maka jumlah kelahiran sampai empat orang bayi itu akan menimbulkan kegoncangan demografis yang sangat berbahaya dan mempengaruhi ledakan baby boom yang dahsyat. Kondisi negatip itu akan menghasilkan anak dengan perhitungan yang sangat tidak rasional. terpaksa dinikahkan oleh orang tuanya. ledakan ini akan menjadi resiko karena generasi muda tidak saja tidak mengenal dengan baik reproduksi keluarga tetapi mereka sedang tergoda oleh kehidupan modern yang sangat permisif ditambah dengan akibat gangguan globalisasi lain seperti merebaknya hidup bebas tanpa perkawinan biarpun ada ancaman penyakit HIV/AIDS. keluarga yang hidupnya pas-pasan. Padahal diketahui bahwa anak-anak umumnya dilahirkan pada tahun pertama masa perkawinan. Jumlah bayi yang ditambahkan setiap tahun menjadi sekitar 1. Keempat.25 tahun dan karena itu sebuah keluarga masih dengan mudah melahirkan tiga sampai empat kali selama masa reproduksinya. Apabila anak-anak ini tidak sekolah. Dengan demikian umumnya pasangan muda Indonesia melahirkan pada usia ibu sekitar 20. terutama untuk anak perempuan. atau penyakit lainnya akibat pergaulan bebas itu. tetapi mungkin saja bisa mencapai 5 sampai 6 juta bayi setiap tahunnya. artinya menikah pada usia muda menjadi salah satu resep yang paling ampuh dan mudah untuk ³mengentaskan anak -anak dari penderitaan kemiskinan´. akan merasa aman kalau anak-anak tersebut segera menikah. Kewaspadaan Generasi Muda .

demikian pula masih adanya kematian ibu yang juga relatif sangat tinggi.Generasi muda memang tidak bisa berpangku tangan. Ledakan penduduk dimasa lalu banyak ³tertolong´ dengan tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak yang sangat tinggi. kalau terjadi. maka dapat dibayangkan bahwa di masa lima sampai sepuluh tahun yang akan datang ini mereka yang berusia enampuluh tahun sudah merupakan pemandangan biasa dan penduduk dengan usia enampuluh tahun itu bisa dengan mudah ditemui di hampir seluruh pojok pedesaan. Jumlah mereka akan merangkak dengan meyakinkan dari angka 5 persen menjadi 10 persen dan bahkan di beberapa propinsi akan naik menjadi 11 ± 15 persen dari seluruh penduduk yang ada. mengatur dan memahami reproduksi sejahtera dan mengandalkan diri pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan dirinya menjadi sumber daya yang handal. apabila generasi muda. Justru akan dipersulit dengan makin panjangnya usia harapan hidup dengan naiknya presentase dari penduduk yang berusia diatas enampuluh tahun. maka generasi muda tahun 2002 akan menjadi pelaku sejarah yang luar biasa peranannya. Praktis penduduk Indonesia akan mendapatkan serangan bom dari segala sektor umur. Kalau itu yang terjadi maka kualitas generasi muda akan bertambah baik dan mudah-mudahan menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berlipat ganda. Orang tua menjadi pemandangan biasa. Kalau di masa lalu ³penduduk yang berusia diatas 60 tahun´ bisa dianggap sebagai ³barang langka´. Generasi muda ini akan bisa memahami reproduksi sejahtera dan menjadi pelaku fertilitas yang teratur sehingga jumlah generasi anak-anak dibawah usia 15 tahun akan tetap kecil dan akhirnya menghasilkan piramida yang meruncing. dan tidak pula ditolong dengan tingkat kematian anak yang tinggi. tidak akan bisa ditolong dengan tingkat kematian bayi yang tinggi. yang dalam beberapa hari ini akan memperingati Hari Remajanya pada tanggal 23 Juli 2002 sadar akan makna peranannya yang bermata ganda. Anak-anak usia dibawah 15 tahun akan mengecil sebaliknya anak-anak remaja usia 15 ± 24 tahun mungkin saja akan tetap dominan. baik . maka mereka dapat memanfaatkan kekuatan sumber daya alam yang tersedia secara melimpah di sekitarnya. Ledakan bayi sebagai penyulut baby boom akan dibarengi dengan sulutan ³grand father and grand mother boom´ alias ada boom yang bersumbu ganda. Untuk mencegah anak-anak muda yang sekarang tidak ada di sekolah. Piramida yang Meruncing Sebaliknya. Kalau mereka bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan yang tersedia secara luas dengan pendekatan Broad Based Education (BBE) yang marak. Padahal ledakan dari generasi muda yang semula berusia dibawah limabelas tahun juga belum seluruhnya berhenti. di Indonesia juga akan terjadi ledakan para orang tua. Hampir bersamaan waktunya dengan kemungkinan ledakan bayi dari generasi muda yang baru itu. Ledakan penduduk baru.

Hanya dengan ketekunan tertentu ledakan dapat dicegah. maka sekolah itu dinilai belum berhasil. Semoga dengan cara demikian hari Anak-anak dan Remaja 23 Juli mendapat makna yang sesungguhnya untuk mencegah ledakan bayi dan orang tua yang baru serta meningkatkan mutu dari sumber daya manusia yang ada. itupun dengan partisipasi yang sangat kuat dengan berbagai komponen pembangunan secara ikhlas. Di negara-negara maju penghargaan itu diwujudkan antara lain dengan memberikan kepada yang bersangkutan nomor induk yang dicatat dalam registrasi penduduk pada kantor-kantor semacam catatan sipil di setiap negara. Orang tua itu harus dientaskan agar orang tuanya memberi ijin kepada pemerintah atau lembaga sosial kemasyarakatan lain untuk ikut menangani anak-anak jalanan atau anak-anak di jalan itu. maka sekolah itu dianggap berhasil mengentaskan anak-anak yang ada di sekolah yang bersangkutan. Kalau terjadi ledakan baru keadaannya akan jauh lebih dahsyat dan sukar untuk direhabilitasi. Nomor induk itu menjadi milik pribadi dan berlaku seumur hidup. tetapi lebih menilai keberhasilannya atas dasar kepadatan yang ada di kampung atau di lingkungan di mana sekolah itu berada. anak di jalan atau anak yang hidupnya sehari-hari di jalan karena tekanan ekonomi atau karena memang orang tuanya begitu miskin dan sejak lama sudah menggantungkan hidupnya di jalan-jalan. tidak sekolah atau terkena tekanan tertentu sehingga tidak sempat mengenal sekolah. HADIAH HUT KEMERDEKAAN : NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN Penghargaan terhadap hak azasi yang sangat berharga adalah diakuinya seorang manusia sebagai manusia sejak dia dilahirkan. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan-Ledakan-Gemu-2072002). (Prof. Dengan sekolah yang memihak semacam itu tentunya kurikulumnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan.sebagai anak jalanan. Kalau kurikulum itu tidak disesuaikan anak-anak dan orang tua yang kurang mampu akan enggan bersekolah atau tidak ada minat di masukkan ke sekolah semacam ini. Haryono Suyono. Sekolah dengan pendekatan semacam ini harus pula memihak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang dengan berbagai alasan menganggap anaknya tidak perlu bersekolah lagi. Arahan kepada anak-anak muda itu dapat ditujukan kepada orang tua yang anaknya belum sekolah. Mereka akan menilai bahwa sekolah semacam ini tidak memberikan pemberdayaan yang diperlukan atau tidak membawa manfaat bagi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan godaan. Disamping itu harus pula dikembangkan sekolah yang mendasarkan diri bukan lagi pada sekolahnya atau kemampuan daya tampungnya saja. Masyarakat harus waspada. berkesinambungan. Kalau anak-anak di suatu wilayah belum seluruhnya tertampung di sekolah. Tetapi kalau anak-anak di seluruh kampung itu sudah semuanya sekolah. Tanpa ikut sertanya orang tua dan komitmen anak-anak sendiri maka penyelesaian anak-anak yang tidak atau belum sekolah itu mustahil dilaksanakan. Dr. Hal . holistik dan tidak terkotak-kotak. maka pemerintah dan masyarakat luas harus dengan berani mengarahkan pembangunan pada anak-anak muda tersebut.

serta hak untuk melestarikan atau mengembangkan perilaku kehidupan budayanya. dan mobilitasnya dengan lingkungan hidup serta memperhatikan kemampuan ekonomi. Sebagai warga negara. warga negara. Karena itu. pemanfaatan wilayah warisan adat. UU nomor 10 tahun 1992 mendefinisikan bahwa setiap penduduk Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam upaya perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera. selaras. dan agama. serta hak untuk bertempat tinggal dan pindah ke lingkungan yang serasi. Disamping itu disebutkan juga bahwa setiap penduduk sebagai anggota keluarga mempunyai hak untuk membangun keluarga sejahtera dengan mempunyai anak dengan jumlah yang ideal. Hak dan kewajiban setiap penduduk itu meliputi semua matra penduduk yang terdiri dari matra diri pribadi. atau karena tidak ada anggaran yang dapat mendukung upaya yang sangat penting itu. keselarasan. Lebih lanjut UU itu juga menjamin bahwa hak penduduk itu meliputi berbagai aspek tentang pengembangan kualitas diri sampai kepada hal-hal yang menyangkut pengembangan kekayaan budaya yang sangat luas. atau mengangkat anak. hak penduduk meliputi hak mengembangkan kekayaan budaya. Sebenarnya telah ada UU yang memberi payung pengantar untuk mengembangkan usaha tersebut secara konstitusional. belum ada atau belum merata di Indonesia. nilai-nilai sosial budaya. dan seimbang dengan diri dan kemampuannya. dan keseimbangan antara kuantitas. anggota masyarakat. Sebagai anggota masyarakat. hak mengembangkan kualitas diri dan kualitas hidupnya. hak penduduk yang dijamin dalam UU meliputi pengakuan atas harkat dan martabat yang sama. dan himpunan kuantitas. Dimasa lalu upaya untuk memberikan pengakuan seperti ini selalu menghadapi kendala yang sangat besar. hak memperoleh dan mempertahankan ruang hidupnya. karena belum ada sistem yang dapat diterima semua pihak. anggota keluarga. kualitas. Akan sangat dikenang apabila dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 56. Lebih dari itu setiap penduduk berkewajiban mewujudkan dan memelihara keserasian. biarpun nampaknya sederhana. Hak penduduk itu untuk masing-masing matra diuraikan secara terperinci dalam UU tersebut yang meliputi hak penduduk sebagai diri pribadi yang meliputi hak untuk membentuk keluarga. atau memberikan pendidikan kehidupan berkeluarga kepada anak-anak serta hak lain guna mewujudkan keluarga sejahtera. Presiden RI Ibu Megawati Soekarno Putri berkenan memberikan pengakuan itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan. Sebagai himpunan kuantitas penduduk dijamin haknya untuk diperhitungkan dalam kebijaksanaan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera dalam pembangunan nasional. setiap penduduk berkewajiban mengembangkan kualitas .seperti itu.

wilayah. 2. pencatatan. dikembangkan sistem informasi perkembangan kependudukan dan keluarga. dan keseimbangan itu maka setiap penduduk berkewajiban atas pencatatan setiap kelahiran. dan seimbang dengan lingkungan hidup. Penyebaran dan penyajian. Lebih lanjut digariskan pula bahwa upaya tersebut perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai termasuk di daerah-daerah. pencatatan dan statistik kependudukan melalui penataan registrasi penduduk. Pengembangan sistem administrasi. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. dalam Repelita VI diprogramkan pula arah penyempurnaan sistem informasi kependudukan yang meliputi "pengembangan administrasi. lebih lanjut telah ditetapkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1994 yang menyatakan bahwa untuk mendukung pengendalian kuantitas penduduk. keselarasan. 3. dan perpindahan. Untuk pemantauan perkembangan keserasian. seperti data sensus penduduk dan data antar sensus. Atas dasar hal-hal tersebut. pengumpulan data kependudukan secara teratur dan berkala. pengembangan komunikasi. pendidikan. Selain itu. kematian. informasi dan edukasi secara luas agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk aparat pelaksana.diri melalui peningkatan kesehatan. serta pengguna data untuk mengetahui lebih lanjut pentingnya data yang dihasilkan oleh registrasi penduduk. selaras. pencatatan dan statistik kependudukan terus disempurnakan sehingga menjadi sumber data yang dapat diandalkan untuk menunjang perencanaan pembangunan diberbagai bidang. sektor. Lebih lanjut daripada itu. Selanjutnya GBHN 1993 menggariskan bahwa "Administrasi. maka sebagai kelanjutan pengaturan UU nomor 10 dan arahan GBHN tersebut. pengembangan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk yang serasi. Sistem informasi itu diharapkan menggariskan berbagai hal sebagai berikut : 1. dan statistik kependudukan dan keluarga termasuk registrasi penduduk. Sistem informasi itu diselenggarakan oleh Kantor Menteri Negara Kependudukan secara terkoordinasi antar lintas sektor yang terkait baik tingkat pusat ataupun tingkat daerah. Pengembangan jaringan sistem informasi. serta menunjang perkiraan dan sasaran berkala dari perkembangan kependudukan". dan kualitas lingkungan hidup. 4. untuk mengembangkan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh." Dengan bekerjasama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Dalam Negeri telah pula dikembangkan uji coba modul Registrasi Penduduk tahun 1995 yang melibatkan masyarakat sebagai tanaga pelaksana dan mulai nampak hasilnya yang cukup menggembirakan. Pengumpulan dan pengolahan data. dan daerah. selama ini telah disusun rancangan kebijaksanaan .

Masyarakat makin mengetahui kegunaannya dan makin membutuhkan data tersebut untuk membantu masyarakat. Dengan mempelajari sistem-sistem yang telah berkembang di negara lain.Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA). Di berbagai daerah. Dalam pengalaman panjang penuh suka dan duka itu dapat dicatat bahwa Pendataan Keluarga pertama untuk sekitar 40 juta keluarga di Indonesia tahun 1994 diselesaikan dalam waktu yang relatip singkat selama tiga bulan. Keadaan Keluarga Indonesia. Data yang makin baik itu menjadi pedoman awal dari upaya di berbagai bidang. . baik melalui literatur maupun dengan mengirim berbagai Tim ke Thailand. Pendataan Keluarga Sampai hari ini kita merasakan bahwa Pendataan Keluarga yang telah dilakukan selama delapan tahun berturut-turut itu sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Pendataan Pasangan Usia Subur (PUS) dan Kesertaan KB yang telah membawa keberhasilan gerakan KB dengan gemilang. Pendataan PUS itu disempurnakan menjadi Pendataan Keluarga dengan arahan untuk mendapatkan data dasar tentang Kesertaan KB dan ciri-cirinya.delapan tahun terakhir ini dengan baik dan hasilnya makin bisa digunakan di seluruh tanah air. kita telah pula melakukan berbagai persiapan yang matang. Malaysia. Dalam pembangunan keluarga sejahtera di Desa-desa tidak tertinggal dengan mempergunakan berbagai jenis sumber bantuan. model komunikasi dalam rangka pengembangan jaringan sistem informasi lintas departemen dengan antara lain mempelajari berbagai sistem di negara maju maupun di beberapa negara berkembang. telah mulai dikembangkan Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA) yang antara lain telah berhasil melakukan pendataan keluarga selama tujuh . dan Republik Rakyat Cina (RRC). momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-56 sekarang ini dapat dipergunakan untuk lebih memacu lebih cepat lagi pengembangan sistem tersebut. Peta Keluarga Sejahtera itu mempermudah penyelesaian pembangunan keluarga tersebut. Dari hasil-hasil pengembangan itu. antara lain bidang kesehatan untuk membagikan KARTU SEHAT kepada keluarga PraSejahtera yang memungkinkan penduduk miskin atau pra-sejahtera mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas secara cuma-cuma. Jajaran pendidikan dengan seluruh aparat terkaitnya juga telah mempergunakan Peta Keluarga Sejahtera itu untuk memberantas buta aksara dan mengajak keluarga yang mempunyai anak dibawah usia limabelas tahun mengikuti Wajib Belajar Sembilan Tahun. dan Ciri-ciri Penduduk Indonesia. keluarga dan penduduk kita membangun dirinya secara mandiri. Pada tahun-tahun selanjutnya pendataan itu makin sempurna. para Gubernur dan Bupati telah banyak mempergunakan hasil pendataan itu untuk mengenal keluarga miskin di Desa Tertinggal sebagai indikator untuk membantu menyalurkan dana yang berasal dari Proyek IDT (Inpres Desa Tertinggal) atau proyek lain semacam itu. Dalam pengembangan SIDUGA tersebut.

Instansi dan Lembaga Masyarakat kiranya dapat menyiapkan segala sesuatunya agar kiranya Presiden RI. dan sekaligus menjadikan momentum HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN RI KE-56 ini sebagai awal dari perbaikan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh dan terpadu. sebagai bagian awal dari SIDUGA. merupakan percontohan hidup nyata yang dapat dilaksanakan siapa saja. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK Nomor Induk Kependudukan atau NIK itu sekaligus dapat menjadi simbul dan pengakuan negara dan bangsa Indonesia terhadap keberadaan manusia Indonesia sejak dilahirkan. Acara itu. Pemberian Penghargaan kepada Balita Sejahtera Indonesia. kalau ada komitmen. khususnya pendataan keluarga yang dilakukan di seluruh Indonesia untuk memonitor perkembangan KB maupun untuk mengembangkan pembangunan keluarga secara luas. maupun bayi usia satu tahun sampai lima tahun. (Prof. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. Sistem itu serupa dengan Sistem Social Security Number di Negara-Negara maju. atau peristiwa politik lainnya. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK. mulai banyak peserta kerjasama international yang ingin mempelajari SIDUGA tersebut. Namun. kalah populer dengan kasus Bulogate. Dari beberapa negara ASEAN. Haryono Suyono. berkenan memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan yang ke 56. Ibu Megawati Soekarno Putri.Lebih lanjut dari pada itu. bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku untuk seumur hidup. yang diadakan setiap tahun itu. berbagai Departemen. namun negara-negara itu umumnya telah mulai mengembangkan Sistem Identifikasi Penduduknya semenjak mereka dilahirkan. Seiring dengan pengakuan itu. biarpun sangat penting. Pemilihan Balita Sejahtera Indonesia selama beberapa tahun seperti itu selalu digelar . diperoleh kesan bahwa sistem serupa belum dikembangkan secara terkoordinir. Dr. Pengembangannya yang akan memakan waktu lama tidak perlu menjadi masalah. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) ± NIK-2001 MENGUBAH IMPIAN JADI KENYATAAN Presiden RI Ibu Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu menghadiri acara yang selalu digelar setiap tahun. kesediaan Ibu Megawati Soekarnoputri sungguh sangat membesarkan hati karena pemilihan anak-anak balita. tetapi harus dianggap bahwa dengan memulai suatu awalan mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan yang memalukan selama ini. baik bayi yang baru lahir sampai usia satu tahun. sebagai bagian awal dari SIDUGA bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor induk kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku seumur hidup. kemauan dan kemampuan.

Pemilihan itu selalu menggugah inspirasi dan perhatian keluarga Indonesia yang sekarang ini merupakan warga dari negara dengan jumlah penduduk sekitar 211 juta jiwa atau lebih. Pemerintah memperbaiki pelayanan kehamilan dan pasca persalinan dengan mendekatkan pelayanan ke desa-desa melalui penempatan bidan di setiap desa. Tingkat kematian bayi yang diperkirakan sekitar 68 . Salah-salah Indonesia dituduh tidak banyak berbuat ! Kualitas kesehatan anak-anak itu masih ditambah keadaan kualitas kesehatan ibu yang memprihatinkan. biasanya sekitar 1. Menjelang akhir abad lalu keadaan berubah. setiap tahun jumlahnya bertambah banyak. dilingkungan ASEAN. Karena tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak juga menurun. pertambahan jumlah bayi dan anak-anak balita yang sehat. maupun bantuan luar negeri. atau lebih dari 50 persen.000 penduduk atau kurang. dan Amerika Serikat.45 per 1. Melalui berbagai program.70 per 1000 kelahiran pada awal tahun 1990 telah dapat diturunkan menjadi sekitar 43 . Namun penempatan bidan saja nampaknya tidak cukup. Tingkat kelahiran kasar yang biasanya berkisar antara 44 . pada waktu penduduk Indonesia masih berjumlah 100 juta. telah dapat diturunkan dibawah angka 60 per 1000 kelahiran. yang melalui program terpadu yang dilaksanakan dengan gegap gempita telah berhasil menurunkan tingkat kelahiran dan tingkat kematian bayi dengan drastis.25 per 1. berkat keberhasilan dibidang KB dan kesehatan yang membesarkan hati. Namun biarpun target jumlah atau prosentase nasional dan target dunia telah tercapai. sampai penduduk Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 200 juta jiwa. Angka kematian anak dibawah usia lima tahun. seperti yang ditargetkan dunia. Program penempatan bidan itu disusul dengan sosialisasi dan . upaya untuk memberikan perhatian kepada anak-anak dan keluarga miskin mendapat perhatian yang luar biasa. setiap tahun jumlah penduduk Indonesia tetap bertambah dengan kelahiran sekitar 5.000 penduduk telah menurun menjadi sekitar 22 . telah dilakukan usaha yang maksimal. Untuk menangani masalah ini. jumlah bayi yang dilahirkan relatip tidak banyak berbeda. Tbk.000. atau pada waktu penduduk berjumlah 150 juta. dukungan masyarakat. Namun. bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur. serta beberapa lembaga lainnya. atau tidak meninggal dunia. segera setelah dilahirkan atau bahkan sebelum dilahirkan.000 bayi baru. dengan mengerahkan tenaga dan dana yang tidak sedikit. biarpun Indonesia merupakan salah satu negara terbesar ke empat setelah RRC. yang di tahun 1990 masih berada di sekitar 97 . baik dari pemerintah.000.000 bayi meninggal dunia pada waktu dilahirkan.100. dengan penduduk yang sangat besar. dengan UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992. Hasilnya sungguh menggembirakan. Dalam sepuluh tahun terakhir ini. Dimasa lalu.000 sampai 2.45 per 1000 pada tahun 2000. Karena tingkat kelahiran yang terus menurun.oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI).000. India. Tingkat kematian bayi dan anak-anak dibawah usia lima tahun. Kita boleh bersyukur. telah dapat dicapai. kualitas kesehatan anak-anak di Indonesia masih tetap yang terburuk. selama dasawarsa lalu pemerintah berusaha menjangkau ibu-ibu hamil itu dengan pelayanan yang lebih baik.

serta upaya memperkenalkan tanggung jawab orang tua dan keluarga melalui gerakan Bina Keluarga Balita oleh jajaran Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN.000 kelahiran. pembinaan balita umumnya harus dilakukan secara ketat oleh orang tua masing-masing dengan dukungan tenaga profesional dokter. Menurut perkiraan. bidan atau tenaga paramedis lain yang dekat dengan orang tuanya. yang sangat gigih telah mendapat dukungan yang sangat tinggi dari Ibu Eva Riyanti dari PT Indofood Sukses Makmur. para sukarelawan PKK dan berbagai organisasi wanita lainnya. Karena itu. dan seterusnya. Cara pembinaan seperti itu tidak. Upaya program Lomba itu ikut memicu dan memacu komitmen masyarakat dan para orang tua untuk meningkatkan kualitas penanganan bayi dan balita sejak dalam kandungan maupun segera setelah dilahirkan. Lily Riantono dan Ibu Eva Riyanti patut dipertimbangkan untuk diberikan perhargaan atas kegigihan tanpa kenal lelah tersebut.000 bayi dan balita. selama sepuluh tahun terakhir ini penurunan tingkat kematian ibu karena mengandung dan melahirkan relatip kurang memadai. dan terakhir. termasuk usaha pemeliharaan kandungan. upaya memperkenalkan pola tumbuh kembang anak yang benar yang dilakukan tanpa kenal lelah oleh berbagai kalangan. atau belum bisa dilakukan secara massal karena keterbatasan tenaga. untuk tahun ini. Keberhasilan ini patut disyukuri dan barangkali Ibu Prof. peserta lomba melonjak menjadi 20. mendapat dukungan dari Ibu Presiden. Dengan ikut sertanya BKKBN. Kita sengaja mengangkat kegiatan ini kepermukaan karena beberapa alasan. Upaya yang dilaksanakan kedua tokoh itu berjalan mulus dengan dukungan dari para Ibu Negara. dan kemudian 40. utamanya seluruh jajaran Departemen Kesehatan. Instansi dan jajaran lainnya ikut berpartisipasi. Ibu Prof. Awalnya Lomba Balita Sejahtera itu diikuti oleh sekitar 5. angka kematian itu berkisar antara 400 . Dengan upaya yang gegap gempita. Dr.000 balita dari seluruh Indonesia. setelah sekian lama upaya ini berlangsung. upaya Lomba ini makin bertambah maju.000-10.650 dan hanya dapat diturunkan pada akhir abad lalu menjadi dibawah angka 400 per 100. Pertama. nampaknya Lomba Balita Sejahtera Indonesia tetap hanya berlangsung karena kegigihan dari YKAI dan PT Indofood Sukses Makmur semata.000 bayi dan balita. Namun. yang mengambil peranan yang sangat menonjol.upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada bidan-bidan muda itu. dan komitmen lain untuk menangani bayi dan anak balita. atau karena pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan bayi dan anak balita masih relatip rendah. sifat keterbatasan itu tetap ada. yaitu bahwa lomba ini diarahkan pada peningkatan kualitas dan pembinaan bayi dan balita dengan dukungan yang ketat. para Menteri. Lily Riantono. Untuk menjadi juara. Lomba Balita Sejahtera dimulai pada waktu kualitas kesehatan dan kesertaan KB sedang dikembangkan. dari YKAI. Karena ketimpangan itu. dewasa ini Departemen Kesehatan bersama berbagai lembaga pemerintah lain dan masyarakat pada umumnya dengan gigih meneruskan upaya itu. Dr. tetapi masih sekedar dalam bentuk mensukseskan upaya memberi contoh pembinaan balita yang dilakukan .

000 setiap tahun dibandingkan dengan sekitar 20 . Penyajian upaya itu bisa mengangkat kebanggaan nasional karena sifatnya yang menonjol dan sangat manusiawi. informasi dan edukasi agar keluarga lain meniru keluarga juara dengan balitanya belum terjadi dengan baik. . Kelima. dan lain sebagainya. Kalau upaya ini berhasil menarik perhatian dunia.untuk suksesnya lomba itu. sehingga bayi dan anak balita mereka bisa menjadi "balita juara" seperti anak balita yang mereka lihat berjalan beriring bersama Ibu Presiden. siapa tahu jutaan bayi dan anak-anak yang tersebar di seluruh Indonesia akan mendapat manfaat dari upaya percontohan yang telah diadakan bertahun-tahun tersebut. seperti Menteri Kesehatan. yaitu pada Pertemuan Dunia Khusus untuk Anak dan Balita yang akan diadakan di Markas PBB pada tanggal 8-10 Mei nanti di New York. Ada kesempatan yang sangat baik untuk membawa hasil-hasil dan pelajaran yang diperoleh dari Lomba Balita Sejahtera yang telah diadakan bertahun-tahun itu dalam kemasan yang menarik dengan keberhasilan program kesehatan dan KB yang telah berhasil membawa perbaikan kualitas anak-anak balita di Indonesia. dapat mengambil prakarsa mempersiapkan bahan yang dapat diberikan kepada keluarga lain yang tidak sempat mengikuti lomba Balita Sejahtera itu. Sementara itu pemerintah. keikut sertaan lembaga-lembaga masyarakat lain secara luas dalam mendukung peningkatan kualitas bayi dan anak balita nampaknya juga masih terbatas. dan mereka mengulurkan bantuannya. bersama lembagalembaga swasta seperti YKAI. Kedua.000 . seperti Indofood. atau seperti mereka lihat mejeng di koran dan televisi. antara lain terlihat dari naiknya partisipasi dalam lomba yang hanya mencapai sebesar 40. Yayasan Indra. perlu segera ditulis dan disebarluaskan cara-cara pembinaan bayi dan balita secara sederhana agar pembinaan balita dapat dilakukan oleh keluarga biasa di desa. karena sifatnya adalah lomba dan diikuti secara terbatas. Ibu Megawati akan sangat terhormat kalau berkenan membawa upaya yang sangat luhur ini kemimbar PBB yang sangat terhormat itu. telah diundurkan sampai tanggal 8-10 Mei 2002. melalui Menteri-menteri terkait. Keempat. serta perusahaanperusahaan peduli. maka dukungan komunikasinya juga terbatas sepanjang lomba berlangsung. ada baiknya semua pihak mengetuk hati Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menghadiri Sidang PBB di New York itu.25 juta bayi dan balita yang ada. Balita dan Sidang Khusus PBB Sementara itu. yang sedianya diadakan pada tanggal 9-11 September 2001.50. karena peristiwa teroris 11 September. Pertemuan di New York. Kepala BKKBN. Ketiga. pengaruh baik dari lomba ini pantas dibawa ke forum internasional. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Pemerintah dan masyarakat umum yang semestinya mengambil alih dengan menggelar dukungan komunikasi. dan lain sebagainya.

kalau kita mampu mencatatkan keberhasilan kita memelihara anak-anak bangsa. kita juga harus sanggup dan berani mengembangkan strategi dan program perluasan yang memihak keluarga miskin. dan di dunia ketiga lainnya. seperti juga di negara kita. . Dengan pengalaman kita yang kaya. penurunan tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang sangat signifikan. adalah sulit meningkatkan kualitas anak-anak dan remaja dengan dana yang terbatas. dalam Sidang Khusus ini. Kita juga bisa mengajak berbagai lembaga dunia untuk merancang strategi yang memihak keluarga miskin. biarpun mungkin baru sedikit. dan lembaga lainnya. Dengan kerjasama dan bantuan lembaga donor dan negara-negara maju yang peduli. serta pengembangan jaringan pelayanan yang luas dan bermutu. dimana lembaga-lembaga dunia seperti UNICEF. juara balita sejahtera yang sejati. memerlukan perubahan sikap dan tingkah laku yang tidak mudah. suatu strategi yang didasarkan pada pengalaman dan keberhasilan yang ditunjukkan oleh 40. USAID. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan). kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. Dr. WHO. (Prof. lebih dari pantas dan mampu mengajak PBB dan negara-negara donor mengadopsi strategi yang memihak keluarga miskin agar setiap keluarga bisa mengubah impiannya menjadi kenyataan yang lebih sejahtera.000 sampai 50. Bank Dunia. dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah. berciri global. Kalau kita bisa membagi pengalaman. Pengalaman selama ini mengajarkan.000 balita Indonesia yang ikut dalam lomba setiap tahun. UNFPA. serta dilakukan secara komprehensip dan berlanjut. Oleh karena itu. dengan pengalamannya yang luas. . serta upaya keluarga miskin yang bekerja keras untuk anak cucunya dengan penuh kasih sayang. kita bisa mempunyai komitmen politik yang sangat tinggi.Anak-IndBalitas-932002. hasilnya bisa sangat signifikan karena dilihat oleh tidak kurang dari 80 Kepala Negara yang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir di Sidang tersebut. Anak. sebagai negara yang sedang berkembang. menjadi harapan dunia pada umumnya.Kita mengetahui bahwa Sidang Khusus itu telah disiapkan secara marathon sejak Sidang Umum PBB pada tanggal 7 Desember 1999 yang menyetujui Resolusi nomor 53/93 yang memutuskan diadakannya Sidang Khusus PBB tentang Anak di tahun 2001. Sasaran-sasaran strategis yang nampaknya mudah dicapai. upaya penurunan tingkat kematian anak-anak balita di Indonesia. ikut turun tangan membantu menyelematkan umat manusia di dunia ketiga yang miskin itu. dapat segera disusul dengan programprogram pemberdayaan yang lebih bersifat menyeluruh. Haryono Suyono. dengan jumlah penduduk miskin yang luar biasa banyaknya. UNESCO. tetapi setiap langkah kecil saja harus disertai dengan pendanaan dan dukungan sumber daya manusia yang luar biasa besarnya. upaya penurunan tingkat kelahiran. serta lingkungan yang tidak selalu kondusif. Pemerintah dan rakyat Indonesia. wilayah yang sangat luas serta kemampuan ekonomi penduduk yang tidak dapat diandalkan.

merekapun diberi kesempatan untuk selalu diikut sertakan dalam upaya peningkatan kualitasnya seperti penduduk lainnya sesuai hakekat pembangunan sebagai berikut : ³Kebijaksanaan kependudukan diarahkan pada peningkatan kualitas penduduk sebagai pelaku utama dan sasaran pembangunan nasional agar memiliki semangat kerja.MEMELIHARA KESEJAHTERAAN LANSIA Setiap tanggal 29 Mei kita memperingati Hari Lansia Nasional. Harapannya adalah bahwa kondisi kesehatan penduduk yang bersangkutan tetap prima. Untuk tetap memberi kesempatan kepada para lansia itu. Lansia makin menjadi fenomena menarik karena keberhasilan pembangunan di Indonesia. kesempatan dan mendukung pemberdayaan dari penduduk lanjut usia yang potensial yang masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan. bagaimana membina para lansia yang berada dalam lingkungan keluarga. Mereka yang potensial harus didukung dengan suasana yang kondusif agar supaya kemampunannya dapat disumbangkan secara maksimal. Untuk bisa mengikuti kemajuan jaman dengan baik. dinamika serta kesiapan penduduk. sebagai bangsa yang beradab bangsa kita harus berada dalam posisi yang mampu mengembangkan komitmen dan pokok-pokok kebijaksanaan yang mengantar pengembangan berbagai kegiatan yang dapat diarahkan pada 3 (tiga) hal pokok sebagai berikut : Pertama. sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan´(GBHN-1998). keahlian dan kearifan perlu diberi kesempatan untuk berperan dalam pembangunan. Kemajuan dan keberhasilan pembangunan di Indonesia memperpanjang usia. tetapi lebih-lebih harus tercermin dari makin baiknya tingkat kesejahteraan penduduk dan masyarakat lansia dan masyarakat luas pada umumnya. Kondisi ini memberi petunjuk bahwa apabila pembangunan berhasil. Oleh karena itu kita harus mengembangkan kebijaksaaan untuk memperhatikan dan mengembangkan pemberdayaan penduduk lanjut usia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : ³Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan makin panjangnya usia harapan hidup sebagai akibat kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan selama ini. masih tetap mampu bekerja. sehingga keluarganya dan kita semua bisa memberikan kepada mereka peluang dan kesempatan untuk ikut terus membangun keluarga dan . Kondisi itu tidak saja harus terlihat dari makin panjangnya usia harapan hidup. maka mereka yang memiliki pengalaman. atau bahkan lebih baik. budi pekerti luhur. kualitas. Kemajuan meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan jumlah penduduk lanjut usia. Kesejahteraan penduduk usia lanjut yang karena kondisi fisik dan/atau mentalnya tidak memungkinkan lagi untuk berperan dalam pembangunan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat´. penuh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. sumber daya manusia bisa menikmati kehidupan dalam waktu yang relatip lebih lama.(GBHN-1993) Ini berarti bahwa kita harus memberi perhatian.

Karena perkembangan globalisasi dan pendidikan yang cepat. dimana pelayanan dapat dilakukan oleh Lansia sendiri secara pribadi dengan apabila perlu dapat dibantu oleh anggota dari Lembaga Sosial dan Organisasi Masyarakat (LSOM) atau swasta. ³Kampus Lansia´. Kita mengetahui bahwa rata-rata tingkat pendidikan Kepala Keluarga Indonesia pada umumnya masih rendah. Propinsi-propinsi yang gerakan KB-nya berhasil dengan baik seperti DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Pada awal PJP II baru meningkat menjadi rata-rata berpendidikan sekolah dasar. maka terlihat bahwa pada tahun 1980 jumlah penduduk lanjut usia itu baru mencapai sekitar 7. dan sekarang ini telah lebih tinggi lagi. misalnya : a.masyarakat yang sejahtera. Idealnya penduduk lansia tinggal bersama keluarga di rumah. bisa pula dikembangkan beberapa jenis Lembaga yang dapat memberikan fasilitas khusus. Sebagian besar kepala keluarga di Indonesia pada Pelita I hanya buta huruf. dan menurut proyeksi penduduk BPS jumlah itu diperkirakan telah meningkat menjadi 15. Ketiga. bagaimana membina para lansia yang berada di luar lingkungan keluarga. Sementara itu jumlah keluarga Indonesia bertambah dengan kecepatan dan tambahan yang makin tinggi. Sebagai selingan. Kalau dilihat dalam perspektif jangka panjang. Kedua. yang diiringi dengan kemajuan modernisasi. masyarakat dan atau pemerintah.7 juta jiwa atau 5.2 persen dari jumlah penduduk. tingkat pertumbuhan keluarga di Indonesia masih akan terus naik dan ternyata sudah jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan penduduk Indonesia. Diramalkan bahwa diawal abad 21 ini jumlahnya akan mencapai sekitar 5055 juta keluarga dan masih akan berkembang dengan kecepatan yang relatip tetap tinggi. Pada waktu yang sama jumlah penduduk seluruh Indonesia meningkat dari 148.2 persen dari seluruh jumlah penduduk. Dengan demikian jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat lebih dari dua seperempat kali lipat dibandingkan kenaikan jumlah penduduk dalam waktu yang sama.0 juta jiwa menjadi 210. atau suatu kenaikan sebesar 96 persen selama 20 tahun. . ternyata jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia itu naik dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan penurunan pertumbuhan penduduk. bagaimana mengembangkan upaya membantu penanganan para lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja dan harus menjadi tanggung jawab keluarganya.4 juta jiwa atau kenaikan sebesar 42 persen. khususnya yang masih mampu bekerja dan masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan yang bersifat lokal maupun nasional. mendapat perawatan yang profesional atau bagi yang masih kuat fisik dan mempunyai kegiatan penuh bisa menempati perumahan tersendiri.1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7. Jumlah keluarga Indonesia yang pada awal PJP II telah mencapai hampir 40 juta keluarga.

penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. Namun. para ³tamu´ diberi kesempatan untuk melakukan banyak kegiatan dan mendapat pelayanan yang memadai. Dengan pertumbuhan lansia yang makin besar dan cepat pasti diperlukan tempattempat semcam ini yang lebih banyak. dan diasuh oleh Yayasan Lansia Kristen ³Dorkas´. sekaligus sebagai ajang proses saling belajar bagaimana merawat lansia secara profesional. (Prof. Pelayanan Tresna Werdha oleh LSOM atau swasta. dipimpin oleh Bapak Husein. Tempat seperti ini bukan saja seperti layaknya Hotel atau Penginapan. Acara harian untuk para penghuni dibuat begitu padat dan sibuk agar memberi kesan kepada para penghuni untuk kerasan dan bersemangat hidup panjang yang berguna. Pengalaman itu bisa memperbaiki pelayanan lansia di rumah dan keluarga sendiri. Akomodasi type ³Hostel´ dengan pelayanan 24 jam oleh swasta atau LSOM. dengan sendirinya diberi kesempatan sesuai dengan kemampuan fisiknya. Fasilitas lain yang tersedia atau akan disediakan yaitu klinik dan segala keperluan pengobatan lansia lainnya. Semoga ada manfaatnya. sehingga lansia dapat menyerahkan diri untuk beberapa waktu sambil memberi kesempatan kepada keluarga dimana mereka tinggal untuk ³beristirahat´ tanpa lansia dirumahnya dan bisa melakukan kegiatan tanpa rasa rikuh karena ada lansia dalam rumah tangganya.b. Bagi penghuni yang secara fisik dan mental masih sangat kuat diberikan kebebasan untuk melaksanakan apa saja yang menjadi kegemarannya. Apabila ada tamu. tetapi juga sekaligus bisa menjadi sarana perawatan yang kelihatan seperti di rumah sendiri saja. tempattempat semacam ini bisa menjadi ajang liburan atau selingan dari lingkungan keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Bagi yang mulai mengendor. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-Lansia-HLN-2552002 MENGEMBANGKAN VISI KEPENDUDUKAN . Pada waktu ini sedang disiapkan semacam Panti Werda untuk mereka yang secara fisik tidak mampu lagi untuk mengerjakan berbagai aktifitas fisik yang banyak memakan tenaga. Cipageran Cimahi. Tempat itu dilengkapi fasilitas untuk menerima kunjungan keluarga dan beberapa sarana untuk menggelar hiburan antar penghuninya. Contoh dalam praktek Salah satu contoh dalam praktek yaitu pengembangan tempat mirip dengan ketiga prototip fungsi-fungsi diatas sedang dikembangkan di Desa Tani Mulya. Sebaliknya lansia dapat mendapatkan perawatan ekstra karena Panti ini diasuh secara profesional. Haryono Suyono. Para lansia dapat melakukan pesanan-pesanan sesuai seleranya sendiri tanpa merasa ³memerintah´ atau ³menyakiti´ anak -anak atau cucu-cucunya. c. Namun tempat ini tidak bisa menggantikan rumah-rumah dengan keluarga yang akrab dengan seluruh anggotanya. sekaligus sebagai cara tetap asah otak dan asah tenaga sehingga gairah untuk hidup panjang dan sejahtera tetap terpelihara. Dr.

Dengan dibentuknya Badan ini muncul kembali harapan bahwa pembangunan di Indonesia akan makin diarahkan kepada visi yang menempatkan penduduk sebagai pusat pembangunan. yang mulai mengantar pembangunan yang lebih mengarah kepada pendekatan keluarga dan kemasyarakatan yang kental. Badan. Telah mulai pula dikembangkan gagasan untuk memberikan pengakuan terhadap hak-hak anak dengan menciptakan suatu pertanda bagi anak sejak dilahirkannya dan memberikan kepada mereka Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang berlaku seumur hidup seperti ´Social Security Number´ di negara-negara maju. dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. yang kini tiba waktunya untuk diwujudkan menjadi program dan kegiatan nyata yang makin peduli terhadap anak-anak keluarga miskin. Untuk memberikan dukungan pengembangan dan pembinaan terhadap anakanak telah pula dapat dirumuskan Strategi Pengembangan Anak untuk Dasawarsa yang akan datang. Dengan visi ini diharapkan bahwa penduduk tidak akan sekedar menjadi ³obyek pembangunan´ . beberapa waktu lalu Presiden menetapkan pembentukan suatu lembaga yang diberi nama Badan Kependudukan Nasional. akhirnya mendapat dukungan yang lebih luas. Atau langkah-langkah konkret yang diteruskan oleh penulis. mampu mendeteksi mengalirnya arus penduduk lansia yang makin deras sebagai hasil ikutan keberhasilan gerakan KB yang merakyat. Komitmen ini. yang semula dianggap cukup dibantu dengan santunan dan perawatan karena usia tuanya saja. Untuk penduduk lanjut usia. telah mampu mengantar program-program yang menguntungkan penduduk mulai dari tingkat anak-anak dibawah usia lima tahun. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. baik nasional maupun internasional. yang sangat besar. dibandingkan di masa lalu selalu dipimpin oleh seorang Menteri Negara. namun. biarpun belum sempat diterjemahkan secara menyeluruh. Sayang gagasan bagus itu belum dapat diwujudkan secara luas karena perangkat lunaknya baru saja diselesaikan. atau Kementerian Kependudukan secara resmi itu sungguh merupakan bukti komitmen yang sangat konsisten dari pemerintah dan rakyat yang menginginkan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat atau titik sentralnya. tetapi makin bisa menjadi pemain yang bermutu dan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi secara demokratis. setelah hilang dari peredaran. keputusan pemerintah Indonesia membentuk Lembaga. Lembaga baru ini diharapkan bisa meneruskan tradisi yang dimulai oleh Bapak Prof. dan pada tahun-tahun terakhir menjelang berakhirnya abad ke-20. kaum remaja. munculnya kembali mendapat sambutan masyarakat. Dalam undang-undang yang . atau disingkat Baknas. Dr. Emil Salim yang dengan kemampuan advokasinya yang lantang telah menggoyang rekan-rekan Menteri lainnya untuk menggolkan langkah-langkah awal pembangunan berwawasan kependudukan dan lingkungan hidup.BERWAWASAN KEMANUSIAAN Setelah sekian lama Kantor Menteri Kependudukan hilang dari peredaran. dengan pendekatan kependudukan yang bermakna. Biarpun agak kecewa karena kepemimpinan lembaga ini hanya dipercayakan kepada seorang Kepala. Menurut pengakuan dunia internasional. penggantinya.

pimpinan lembaga itu dapat ikut menyampaikan pandangan yang menguntungkan manusia atau penduduk sebagai sasaran maupun sebagai pelaksana pembangunan. atau Baknas. biarpun tidak dipimpin oleh seorang Menteri. Sebagai Menteri. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. juga pembangunan oleh masyarakat. Pimpinan lembaga mendapat kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan pendekatan global dan ikut serta memelihara persahabatan dunia melalui berbagai kegiatan pembangunan dan tukar menukar program dan kegiatan dengan berbagai negara sahabat. Sekaligus diharapkan agar Badan ini diberikan kesempatan bersama-sama Departemen. Dr. (Prof. Program dan kegiatan itu menjadi marak pada sekitar tahun 1990-an. Disamping itu Badan ini bisa membantu setiap penduduk untuk mendapat kepastian hukum dan hak-hak azasinya dengan memperoleh Nomor Induk Kependudukan (NIK) sejak seseorang dilahirkan. Bupati dan Pejabatpejabat lain yang bertanggung jawab untuk bersama-sama mengusahakan dan mengkoordinasikan upaya pembangunan yang menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. segala aspek pembangunan. atau oleh Departemen dan Instansi lain. akan diberikan kesempatan mengembangkan visi pembangunan yang menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. pimpinan lembaga kependudukan pada waktu itu dapat ikut serta dalam sidang-sidang kabinet. . menyampaikan himbauan dengan bobot yang memadai kepada para Gubernur Kepala Daerah. Dalam setiap kesempatan.kemudian disepakati oleh pemerintah dan DPR. Instansi dan Masyarakat luas untuk membantu pemberdayaan setiap penduduk Indonesia agar bisa berpartisipasi secara bermutu dalam pembangunan yang berkelanjutan. Dalam hubungan internasional. Kita berharap semoga lembaga ini. 2002. Dengan adanya lembaga dengan pimpinan setingkat Menteri pada masa itu. yaitu mendapat hak-hak dan kesempatan pembinaan dan pemberdayaan agar bisa mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang menyejukkan. Haryono Suyono. baik yang terkait maupun yang relatip masih diragukan keterkaitannya. Pengamat Sosial Kemasyarakatan)-Pengantar-2782001. sehingga muncul berbagai kunjungan dan kerjasama antar negara yang mengantar Indonesia memperoleh kesempatan dan apresiasi yang nyata dari hasil-hasil kerjasama tersebut. para penduduk lanjut usia itu memperoleh dukungan dengan demensi baru secara legal. BKKBN. Badan Kependudukan Nasional. serta berlaku seumur hidup. yang dikelola dan diselenggarakan oleh Kantor Kementerian sendiri. dapat secara politis dikembangkan dengan menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan.

1 @ 2004 Dodik Briawan Posted 25Desember 2004 Makalah Perorangan Semester Ganjil 2004 Pengantar Falsafah Sains (PPS 702) .

Tarumingkeng.Program Doktor. MF Prof. Dr. Zahrial Coto. Hardjanto.net Pengaruh Promosi Susu Formula terhadap Pergeseran Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) 2 . Ir. Sekolah Pascasarjana IPB Desember 2004 Dosen: Prof. Rudy C. Dr. MSc Dr. Ir. Ir. MS Oleh : DODIK BRIAWAN A56104005 dbriawan@telkom.

Meskipun rata-rata pemberian ASI cukup lama (22 bulan). Data series Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif hanya 52. Tujuannya adalah untuk menyadarkan kembali masyarakat betapa pentingnya ASI dan supaya ibu mau menyusui bayinya.1% pada bayi yang disusui.I. angka kematian bayi (IMR) di Indonesia masih termasuk tinggi. Promosi susu formula dilakukan sangat gencar diberbagai media massa.6%). bahkan terdapat kecenderungan terjadi pergeseran penggunaan susu formula pada sebagian kelompok masyarakat. Pada periode usia tersebut bayi tidak dianjurkan untuk diberikan makanan apapun selain ASI. Tingginya pemakaian susu formula di Indonesia juga ditemukan pada survei Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) dan Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). madu. yaitu 51 per 1000 kelahiran (Depkes. Komitmen internasional pada pertemuan di Italia melahirkan Deklarasi Innocenti (tahun 1990) juga membicarakan tentang kesehatan anak dan hubungannya dengan ASI.1% (tahun 2003) (BPS. namun pemberian makanan selain ASI yang terlalu dini menjadi penyebab rendahnya indikator kualitas kesehatan bayi Indonesia. Sebagai makanan terbaik bayi. Bayi tersebut akan mudah terkena infeksi saluran pencernaan maupun pernafasan. PENDAHULUAN Banyak fakta yang menyebabkan Air Susu Ibu (ASI) masih mendapat perhatian serius dari berbagai ahli kesehatan di dunia. 2003). Didalam deklarasi tersebut disepakati perlunya kampanye ASI melalui pekan ASI sedunia yang dilakukan pada setiap minggu pertama bulan Agustus (World Breast-Feeding Week). Demikian pula di tempat-tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit atau Klinik Bersalin) yang memberikan susu formula kepada bayi baru lahir. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya (Thailand. Angka tersebut masih jauh dibandingkan dengan target pemberian ASI eksklusif di Indonesia tahun 2000 sebesar 80%. ASI diciptakan sebagai makanan yang mengandung zat gizi dan non-gizi paling lengkap dan cukup untuk bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan (ASI Eksklusif). Salah satu alasan utama pentingnya ASI adalah karena sangat bermanfaat untuk bayi pada awal kehidupannya. Malaysia).0% (tahun 1997 ) dan 55.6 % sudah mulai diberikan susu formula. Penambahan makanan selain ASI pada usia yang terlalu dini dapat meningkatkan kesakitan (morbiditas). 2002) menunjukkan pada bayi berusia < 6 bulan yang menggunakan susu formula. Kalau bayi lahir sampai enam bulan dengan hanya diberikan ASI saja. bayi yang baru lahir sudah diberikan makanan lain seperti susu formula (susu botol). Phillipina. Padahal WHO (2001) merekomendasikan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) tersebut boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Studi di Kota Bogor (2002) pada bayi usia 5-10 bulan sebanyak 54. ternyata ASI belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. pertumbuhannya jauh lebih baik dibanding bayi yang tidak disusui. atau lainnya. 2003).3%) dan padat (17. Angka kematian bayi di Indonesia yang cukup tinggi diantaranya disebabkan oleh tingginya kejadian infeksi saluran pencernaan dan pernafasan pada bayi. yaitu sebanyak 76. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI.6% pada bayi yang tidak disusui dan 18. Produsen susu formula juga mulai mengalihkan promosi produknya dari iklan langsung ke 3 . Data SDKI menyebutkan bayi usia kurang 3 hari sudah diberikan makanan dalam bentuk cair (45. Terdapat kebiasaan di masyarakat.

Penurunan penggunaan ASI diantaranya selain disebabkan oleh perubahan sosial. rumah bersalin. Sebaliknya. dan keuntungan ekonomis bagi keluarga. 4 . yaitu: 1) keuntungan bagi bayi untuk memperoleh zat gizi dan kekebalan tubuh yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan. dan upaya yang perlu dilakukan dalam kampanye penggunaan ASI. diabetes tipe I pada orang dewasa dapat dicegah sampai 30% jika pada waktu bayi diberikan ASI sampai usia 3 bulan. bahkan meninggal. Semua praktik ini jelas melanggar Kode Etik Internasional Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI) maupun peraturan pemerintah yang berlaku. Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Penulisan naskah ini bertujuan untuk mengkaji penyebab terjadinya pergeseran penyusuan bayi di masyarakat. jantung. 3) keuntungan bagi masyarakat karena mengurangi perawatan kesehatan. dehidrasi. penelitian pada anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Quotient) lebih rendah 7-8 poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif. Keunggulan ASI bagi kesehatan serta proses tumbuh-kembang bayi. Di Indonesia kode tersebut diatur didalam SK Menteri Kesehatan Nomor 273/1997 (sebelumnya SK No 240/1985) tentang Pemasaran Susu Pengganti ASI (PASI). 4) keuntungan bagi lingkungan karena mengurangi sampah dari susu buatan. KEUNTUNGAN ASI DIBANDINGKAN SUSU FORMULA Keuntungan ASI yang ditemukan dari banyak studi. perebusan air. Sehingga banyak studi menunjukkan bayi yang diberi susu formula lebih rentan terkena diare. 2) keuntungan bagi ibu untuk pemulihan uterus. Anak-anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif juga lebih cepat terjangkiti penyakit kronis seperti kanker. sudah banyak dibuktikan oleh para ahli di seluruh dunia. umumnya dibagi dalam empat kelompok. infeksi. Salah satu bukti terbaru manfaat ASI bagi bayi dilaporkan oleh kantor berita Prancis AFP. juga dilakukan pemberian sampel gratis kepada ibu yang baru melahirkan. Tahun 1981 World Health Assembly (WHA) dan UNICEF menerbitkan sebuah kode (international code) untuk mengatur promosi makanan untuk bayi. Menurut Rulina (2002).konsumen ke promosi di institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit (RS). alergi. Misalnya. asma. Selain memasang poster dan kalender. Kode yang disetujui 118 negara tersebut bertujuan untuk melindungi bayi dan ibu dari tindakan pemasaran yang agresif produsen susu bayi. bayi yang diberi ASI berpeluang 25 kali lebih kecil terkena diare. Resiko penyakit degeneratif pada usia dewasa akan berkurang jika pada waktu bayi diberikan ASI. Pemberian susu formula berdampak buruk jika air untuk campuran susu tidak bersih. seperti pencucian botol. Untuk itu akan dibahas apa keunggulan ASI dibandingkan susu formula? apa saja faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan pemberian ASI? bagaimana promosi susu formula dilakukan dan dampak yang ditimbulkan? serta apa upaya yang perlu dilakukan untuk kembali meningkatkan penggunaan ASI ? II. dan komposisi campuran. pendarahan. ekonomi dan budaya masyarakat. 14 Mei 2004. dan berbagai penyakit kulit. juga disebabkan oleh gencarnya promosi susu formula. kekurangan gizi. Pembuatan susu formula membutuhkan kehati-hatian dalam penyiapannya. Didalam berita pers-nya. dan efek kontraseptif. dan tempat praktik bidan. dan akan membuat bayi menjadi sakit. hipertensi dan diabetes setelah dewasa.

Rekomendasi ahli kesehatan adalah ASI sebaiknya diberikan kepada bayi segera (< 1 jam) setelah dilahirkan. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada satu pun jenis susu lain bisa menyamainya. Rulina ( 2004) menyatakan terdapat lebih dari 100 jenis zat gizi dalam ASI antara lain AA. pemberian susu formula yang berlebihan memungkinan anak akan mengalami obesitas (kegemukan). Berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim peneliti Inggris terhadap 900 bayi. yang meneliti 493 bayi sehat berusia 9 bulan yang diberi minuman susu sapi biasa atau susu formula yang diperkaya Fe selama sembilan bulan. yang sebenarnya zat tersebut sudah ada pada ASI. Selain itu tidak semua zat gizi yang terdapat dalam susu formula bisa diserap oleh bayi. Pemberian susu dengan cara tersebut menyebabkan kontaminasi mikroorganisme pada bayi yang mengakibatkan kondisi tubuhnya rentan. Sebagian bayi mendapat ASI eksklusif. 15 Mei 2004. dan tidak bisa digantikan oleh jenis susu lain. Demikian pula susu formula bayi yang difortifikasi dengan zat besi. Para peneliti tidak menemukan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara kedua kelompok. meskipun dapat membantunya dari kejadian anemia. 30 persen bayi meninggal sebelum umur satu tahun karena pemberian susu dengan air tidak bersih dan pengenceran yang salah. Di Afrika. Menurut Muhilal (2004) pada susu formula (susu sapi) tidak mengandung DHA seperti halnya pada ASI sehingga tidak bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak. Morley (1999) melaporkan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood. khususnya jantung koroner. ASI sangat penting dan perannya bagi bayi. Meskipun produsen susu formula mencoba menambahkan zat gizi tersebut. Setelah mencapai umur antara 13-16 tahun. Taurin dan Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. III. tetapi hasilnya tetap tidak bisa menyamai kandungan gizi yang terdapat dalam ASI. DHA. kolostrum dan sebagainya. begitu pula dalam proses penyiapannya yang tidak higiene dapat menyebabkan bayi mudah terserang penyakit. FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMBERIAN ASI ASI sudah lama dikenal sebagai pangan yang superior dibandingkan dengan pangan buatan manusia. DHA. sebanyak 216 orang di antaranya diperiksa kesehatannya.disebutkan bahwa ASI memiliki kemampuan untuk menghambat atau mencegah terjadinya ikatan lemak-protein yang bisa menyebabkan sakit jantung. Saat ini berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan untuk menyamai komposisi ASI seperti omega-3. ASI yang baru pertama keluar berwarna 5 . Meskipun European Society for Peadiatric Gastroenterology and Nutrition Committee (1981) menetapkan standar komposisi zat gizi susu formula bayi. Pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir beresiko tinggi bagi kesehatannya. Arachidonic acid. dan sebagian lainnya mendapat ASI dan susu formula. menambah lagi bukti tentang manfaat ASI bagi kesehatan manusia pada usia dewasa. Hasil penelitian yang sama dimuat dalam The Lancet edisi Sabtu. Selain memungkinan anak menderita kekurangan gizi. ternyata tidak meningkatkan pertumbuhan bayi. Sampel yang mendapatkan ASI memiliki asam lemak pemicu penyakit jantung koroner lebih rendah 14% dibandingkan mereka yang tidak mendapat ASI. namun ASI tetap merupakan makanan yang baik bagi bayi.

2.3% karena pengaruh nenek-kakek dan anggota keluarga lain. 5) ASI pertama kali keluar harus dibuang karena kotor. Sampai dengan bayi berusia 6 bulan tidak dianjurkan untuk diberi makanan apapun. dan enam bulan kemudian menjadi 13%. Tidak semua ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya. sehingga bayi perlu makanan tambahan. 4) payudara ibu yang kecil tidak cukup menghasilkan ASI. suami merasa tidak nyaman apabila isterinya menyusui. Seringkali ibu tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya dengan cara yang benar yang disebabkan oleh berbagai faktor. 4) ibu bekerja tidak dapat memberikan ASI eksklusif. Penelitian Depkes 1992 di 10 kota menunjukkan kebanyakan ibu pada kehamilan pertama tidak diberi informasi tentang manfaat ASI dan kolostrum. lingkungan keluarga. kualitasnya tidak baik. 2) menyusui sulit untuk menurunkan berat badan ibu. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara bertahap mulai dapat diberikan setelah usia 6 bulan. 6) ASI dari ibu kekurangan gizi. sikap dan praktek ibu dan anak balita terhadap kesehatannya di 7 propinsi di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar ibu belum mengetahui arti dan manfaat ASI dan kolostrum. Kemudian ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 24 bulan. sebetulnya yang paling memungkinkan dapat memberikan ASI dengan baik. YASIA/BKPP-ASI. Pada waktu seorang ibu melahirkan. antara lain faktor keluarga dan kekerabatan. Tidak semua suami atau orangtua akan mendukung pemberian ASI. dan sosial budaya masyarakat. Beberapa mitos tentang menyusui ASI yang terjadi di masyarakat menurut Roesli (2001) adalah: 1) menyusui akan merubah bentuk payudara ibu. keluarga besar atau kerabatnya berdatangan untuk membantu merawat ibu dan bayinya. Dari mereka yang memberikan susu formula. Faktor pengetahuan ibu tentang menyusui Penelitian tentang pengetahuan. Sebagian besar ibu juga belum memahami makanan pendamping ASI (MP-ASI). Studi Seaman di Pensylvania. MPASI sudah mulai diberikan pada bulan kedua/ketiga dengan alasan bayi menangis dan menuruti nasehat keluarga. Pandangan para ayah yang merasa tidak nyaman dengan kegiatan menyusui merupakan alasan utama para ibu memilih memberikan susu formula. Depkes. sehingga makanan tersebut diberikan sejak usia 2-3 bulan (Kantor Meneg UPW. Misalnya. Ibu-ibu tidak mengetahui manfaat pemberian ASI eksklusif. dan 24. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI cukup kompleks. Alasan kebiasaan tersebut adalah karena sudah merupakan tradisi. yang dimulai dari makanan lumat. Pada saat itu mereka memberikan makanan/minuman pada usia yang sangat dini. termasuk madu dan susu formula. antara lain oleh ibu sendiri. Faktor dukungan keluarga Kelompok ibu-ibu yang sehat dan produksi ASI-nya bagus. 36% karena suami merasa kurang nyaman. 3) ASI tidak cukup pada hari-hari pertama. Beberapa komponen dari faktor tersebut adalah: 1. Tetapi banyak faktor yang mempengaruhinya.kekuningan (kolostrum) diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi. hanya sekitar 44% ibu ±ibu yang menyusui bayinya saat di rumah sakit. 1994). 6 . Para ibu percaya bahwa campuran susu formula dengan ASI baik untuk bayinya.

3. Faktor modernisasi gaya hidup. Kebanyakan ibu-ibu di perkotaan adalah sebagai karyawan atau pekerja profesional. Meskipun kelompok ini tahu manfaat dan keunggulan ASI, namun sulit untuk mempraktekannya. Alokasi waktu kerja sehari-hari yang banyak berada di luar rumah, sehingga tidak bisa dirawat bayi sepenuhnya. Pemberian ASI yang tidak bisa dilakukan secara penuh biasanya akan didampingi dengan susu formula. Pada ibu-ibu kelompok sosial-ekonomi menengah sudah banyak terpengaruh oleh iklan dan promosi susu formula. Meskipun tanpa disusui sendiri oleh ibunya, kebanyakan ibuibu percaya bahwa anaknya akan tetap sehat dan cerdas seperti dalam iklan apabila bayi diberikan tambahan susu formula. 4. Faktor sosial dan budaya masyarakat. Pada kebanyakan wanita di perkotaan, sudah terbiasa menggunakan susu formula dengan pertimbangan lebih modern dan praktis, dan juga karena mereka tidak pernah melihat model menyusui ASI dari lingkungannya. Menurut Valdes and Schooley (1996), wanita yang berada dalam lingkungan modern di perkotaan, maka tidak akan pernah melihat ibu atau kerabatnya menyusui. Bahkan yang dilihat disekelilingnya adalah ibu-ibu kebanyakan menggunakan susu formula. Pada waktu kecil kebiasaan main bagi anak perempuan adalah boneka bayi dan susu botol. Saat remaja dan dewasa mereka juga terbiasa terekspose susu formula melalui berbagai poster, tv, radio, majalah, dan berbagai media massa lainnya. Sedangkan di pedesaan masih banyak dijumpai kebiasaan dan budaya masyarakat, yang tidak sepenuhnya sejalan dengan pemberian ASI yang tepat. Kebiasaan tersebut misalnya membuang kolostrum yang dianggap sebagai susu kotor, dan memberikan makanan tambahan selain ASI kepada bayi yang terlalu dini . 5. Faktor ekonomi keluarga. Pada saat ini banyak ibu-ibu yang memperoleh nafkah dengan bekerja di luar rumah. Wanita di perkotaan kebanyakan bekerja baik di sektor formal maupun informal. Pada kondisi tersebut, bagi ibu yang sedang menyusui sulit untuk tetap dapat menyusui anaknya, apalagi kalau tempat tinggal berjauhan dengan tempat bekerja. Demikian pula jika perusahaaan tempat bekerja menetapkan aturan yang ketat terhadap jam kerja karyawannya. Beberapa studi di negara lain, seperti Thailand, Vietnam dijumpai hal yang sama, bahwa pekerjaan ibu sangat menentukan keberhasilan dalam pemberian ASI (Huffman, 1984; Ho, 1979). Studi di Aceh terhadap 150 ibu menyusui, pada bulan pertama dijumpai sampai 96,7%, namun yang diberikan ASI eksklusif sampai 4 bulan hanya 31,9%. Pemberian ASI tersebut berhubungan dengan tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan jumlah anggota rumah tangga (Thaib, Firdaus, Fauzah and Manoeroeng, 1996). 7

IV. PENGARUH PROMOSI SUSU FORMULA TERHADAP PEMBERIAN ASI Pemasaran produk oleh suatu industri tidak akan pernah terlepas dari upaya promosi. Promosi dalam bentuk iklan berfungsi dalam merangsang perhatian, persepsi, sikap dan perilaku sehingga dapat menarik konsumen untuk menggunakan suatu produk. Pada saat media massa berkembang seperti sekarang ini, promosi melalui media massa merupakan kekuatan besar dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Misalnya, beberapa studi di Bogor menunjukkan iklan merupakan sumber informasi utama dalam berbelanja susu formula bayi oleh ibu rumahtangga (65%) (Tresnawati, 1997). Sisi negatif pengaruh promosi terhadap konsumen adalah digunakannya pesan iklan yang bersifat mengelabui (deceptive information). Sering kita menjumpai iklan yang memberikan informasi kepada konsumen secara tersamar, membingungkan dan bahkan tidak logis. Klaim tersebut terkadang dikesankan ilmiah, tetapi justru akan membingungkan konsumen, terutama bagi masyarakat awam. Selama ini informasi antara ASI dan susu formula belum seimbang di tengah masyarakat. Masyarakat lebih banyak menerima informasi susu formula daripada ASI, akibatnya masih banyak ibu yang tidak menyusui anaknya dengan benar. Dari berbagai studi dan pemantauan LSM, iklan susu formula di berbagai media massa sangat berpotensi dapat merusak pemahaman ibu tentang perlunya ASI bagi bayi. Iklan besar-besaran (massive) akan mempengaruhi persepsi yang keliru tentang susu formula dan ASI. Ibu-ibu hanya memahami dan menangkap informasi yang sepenggal-sepenggal dari penyajian iklan yang singkat. Untuk memperoleh informasi yang lengkap dan benar masih perlu penjelasan lanjut, misalnya oleh petugas kesehatan. Bentuk promosi oleh produsen susu formula dilakukan melalui dua pendekatan yaitu langsung (ke konsumen) dan tidak langsung (melalui petugas kesehatan). Promosi langsung kepada masyarakat dapat kita ketahui dari berbagai media massa (TV, majalah, tabloid, koran, radio, dst.). Promosi tersebut bertujuan untuk membentuk persepsi (image) bayi yang sehat dan cerdas apabila diberi susu formula. Berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan seperti omega-3, DHA, probiotik, asam arakhidonat dan sebagainya. Dengan penambahan zat gizi tersebut dibuat kesan seolah-olah ASI bernilai inferior dibandingkan susu formula, sehingga ibu-ibu menjadi ragu-ragu untuk menyusui bayinya. Promosi lainnya yang dibuat produsen susu adalah kesan gaya hidup modern bagi ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya. Iklan dengan latar belakang kehidupan keluarga menengah dengan ibu berkarier, dikesankan seolah-olah bayinya tetap sehat dan montok dengan diberikan susu formula. Kesan kepraktisan dan kemudahan didalam penyiapan susu formula, pada kenyataannya tidak sederhana jika dibandingkan dengan menyusui anaknya sendiri. ASI merupakan makanan yang siap langsung diberikan kepada bayi tanpa harus melakukan penyiapan khusus. Produsen susu secara implisit juga mempromosikan bahwa peran ayah dalam perawatan bayi dapat dilakukan melalui pemberian susu formula. Keterlibatan ayah didalam mengurus bayi dapat dikembangkan melalui hubungan personal dengan bayi seperti bermain, memeluk, atau menggendong. Dengan demikian peran ayah tidak harus didalam proses penyusuan. Keterlibatan ayah dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana untuk pendukung perawatan bayi, akan sangat membantu keberhasilan ibu didalam menyusui bayinya. 8

Banyak sekali temuan tentang penyimpangan iklan dan promosi susu formula di media massa oleh Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). Hal tersebut diantaranya karena tidak ada penilaian untuk iklan susu formula sebelum dipublikasikan di media massa, sehingga kerap terjadi penyimpangan. Selama ini, penilaian dilakukan setelah iklan disebarluaskan di media massa. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berwenang dalam menilai dan memantau promosi serta iklan makanan tidak memberlakukan penilaian awal karena iklan pangan melibatkan banyak pihak. Sedangkan berbagai bentuk promosi tidak langsung yang dilakukan oleh produsen susu adalah promosi di institusi/petugas kesehatan. Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) sejak tahun 1992-1997 melakukan pemantauan sebanyak 5 kali terhadap pemasaran susu formula. Di tempat institusi kesehatan promosi susu formula dilakukan semakin gencar, misalnya dengan pemberian sampel produk, hadiah, brosur, poster, perlombaan bayi sehat, dan bahkan kerjasama dengan petugas kesehatan. Pada survey tersebut selalu ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode internasional (International code on breastfeeding substitutes) dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI). Pemantauan oleh Ditjen POM-Departemen Kesehatan antara tahun 1995-1998 menemukan hal yang sama, yaitu banyak terjadi pelanggaran oleh produsen susu, antara lain pembagian sampel gratis, sponsor kegiatan, potongan harga, dan penyimpangan iklan susu formula. Demikian juga studi di Kota Bogor oleh Hardinsyah dkk (2002) ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode etik pemasaran susu formula. Promosi yang dilakukan oleh produsen susu di rumah sakit dan klinik bersalin adalah: 1) memajang produk susu formula, 2) memberikan peralatan bayi dari produsen susu formula, 3) memasang gambar dan logo pada dinding dan kartu kontrol, 4) sponsor training kepada bidan oleh produsen susu. Dampaknya dari promosi tidak langsung tersebut akan sangat mempengaruhi perilaku masyarakat sangat luas. Petugas kesehatan memainkan peranan yang sangat penting didalam praktek pemberian susu formula. Studi Abada, Trovato, Lalu (2001) menyebutkan ibu-ibu yang konsultasi kehamilan (prenatal) ke dokter, akan menghentikan penyusuannya 1,19 kali lebih besar dari pada yang tidak konsultasi. Demikian pula yang pada ibu-ibu yang melahirkan di rumah sakit/klinik bersalin, 1,15 lebih besar menghentikan penyusuan dibandingkan yang melahirkan di rumah. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tenaga kesehatan profesional terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASI, terutama dalam pengenalan ke susu formula dan penghentian penyusuan ASI. Dengan promosi seperti tersebut diatas, sejumlah perusahaan susu formula atau makanan pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) sudah melanggar ketentuan internasional dan regulasi nasional. Jika ditinjau dari SK Menkes No.237/1997 tentang Pemasaran Susu Pengganti Air Susu Ibu (PASI), pelanggaran tersebut antara lain berupa larangan promosi susu formula di sarana kesehatan dan pada tenaga kesehatan. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada 1981 telah mengeluarkan kode etik pemasaran susu pengganti ASI. Kode bertujuan untuk menyelamatkan bayi, melindungi ibu dan aktifitas menyusui dari tindakan pemasaran yang agresif oleh produsen. Rangkuman dari kode etik tersebut diantaranya adalah:1) melarang memberikan sampel gratis, 2) melarang promosi di tempat fasilitas kesehatan, 3) melarang konseling langsung 9

. faktor kekebalan. keluarga. Mempertimbangkan adanya beberapa penyimpangan pemasaran susu formula bayi seperti tersebut diatas. ibu yang sakit atau mempunyai masalah dalam produksi ASI masih membutuhkan susu formula bayi. dan tidak salah interpretasi tentang satu sisi keunggulan susu formula. 2. Sebagian kelompok tertentu seperti bayi tanpa orangtua. Perbaikan peraturan perundangan tersebut kemudian ditindaklanjutan terhadap penegakan hukum. Promosi susu formula seharusnya diiringi juga dengan promosi manfaat dan penggunaan ASI. Contoh model promosi seperti ini sudah dilakukan pada industri rokok. Praktik-praktik penyalahgunaan promosi susu formula sudah sangat parah dan meluas baik oleh industri maupun keterlibatan pihak petugas kesehatan. Tetapi para ahli kesehatan sepakat untuk mendukung ibu-ibu didalam pemberian ASI. serta keuntungan psikologi untuk kesehatan bayi. Oleh karena keseimbangan promosi tersebut dianggap sebagai salah satu strategi yang baik. 6) label harus mencantumkan keuntungan ASI.´. 5) memuat gambar bayi . Oleh karena itu perlu regulasi setingkat Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur promosi susu formula bayi di media massa.. UPAYA PROMOSI PEMBERIAN ASI Keputusan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya merupakan sesuatu yang bersifat personal. Seperti dibahas di atas masalah pemberian ASI tidak hanya ditentukan oleh individu ibu/bayi.. Dengan demikian konsumen didalam menentukan pilihannya sudah didasarkan atas pengetahuan yang benar. SK Menkes No 237/ 1997 dipandang sudah tidak sesuai lagi saat ini karena beberapa hal. Selain itu didalam Kepmenkes tersebut hanya mengatur pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama empat bulan.dst. V. 4) memberian hadiah kepada petugas kesehatan. 10 . baik cetak maupun elektronik. Oleh karena itu... Peningkatan edukasi dan promosi ASI karena pemahaman masyarakat tentang ASI yang masih rendah dijumpai dari berbagai survei dan studi. dengan pernyataan ³merokok merugikan kesehatan . Peraturan setingkat menteri dinilai kurang mempunyai kekuatan yang efektif untuk menertibkan pemasaran susu formula.. ibu-ibu dan masyarakat harus paham bahwa ASI memberikan zat gizi. maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk melindungi kepentingan ibu dan bayi tersebut diantaranya adalah: 1. dan budaya masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu peraturan tersebut akan efektif apabila kemudian diikuti oleh kesiapan dan koordinasi antar aparat penegak hukum. 4. 3.dengan publik. sementara WHO merekomendasikan sampai enam bulan. Sasaran dari kegiatan tersebut tidak hanya kepada ibu-ibu tetapi juga masyarakat secara umum. tetapi juga terkait dengan suami.

Indonesia.fortunecity. Pelayanan Kesehatan. Determinant of breastfeeding in the Philippines: a survival analysis. Dikunjungi 25 November 2004. 2002. Strategi nasional peningkatan penggunaan ASI. Survei Kesehatan Nasional 2001. Dikunjungi 25 November 2004. CM. http://www.php Seaman. L. TS. 2003. http://members. N.htm Roesli. Y. Lalu. Mitos menyusui. D Briawan. Jakarta. Metode penyuluhan dan promosi seringkali tidak dianggap cukup. BAHAN PUSTAKA Abada. Dept. Dikunjungi 25 November 2004. Dwiriani. S .com/keluargaorg/susu_formula. Konseling berupa bantuan berupa saran/nasehat kepada ibu terhadap permasalahan yang timbul selama menyusui. Respon suami terhadap isteri yang menyusui. U. Of Community Nutrition and Family Resources. Bali 19 Oktober 2001. Makalah pada ³Seminar Telaah Mutakhir tentang ASI´.problem-anda. Indonesia Demographic and Healt Survey 2002-2003. yang ditempatkan di Puskesmas. Rulina.5. Jakarta. Oleh karena itu diperlukan petugas konseling yang terlatih.html Muhilal. J. dan di tempat kerja. Kantor Meneg UPW. 2002.. Trovato. Hartati.htm 11 . Dikunjungi 26 November 2004. karena berbagai permasalahan yang bersifat spesifik/ personal muncul pada periode menyusui. BPS. R. 2001. Hardinsyah. Pemberian Susu Formula Berisiko Tinggi bagi Kesehatan Bayi. Social Science and Medicine 52(2001): 71-81. Perilaku Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan.depkes.com/rubrik/tips/tips34. Archives of Disease in Childhood Journal. 2001. IPB. http://www. D Hastuti. National Familiy Planning Coordinating Bord. Hati-hati Tertipu.kompas. V. Morley. Badan Litbang Depkes RI.go. dan YASIA/BK PP-ASI. Status Kesehatan.com/kompas-cetak/0203/05/or/lley23. Study on the current infant feeding practices. Depkes. Badan Litbang Kesehatan Depkes RI.id/index. 1994. Klinik/Rumah Sakit Bersalin. Susu Sapi Tanpa DHA. http://www.

http://www. And J. Vol 17 No 4 (1996). Manfaat menyusui khususnya secara eksklusif. 2002. .Susilawati. D. Sejumlah Perusahaan Langgar Iklan Susu Formula. Schooley. Dikunjungi 25 November 2004. Makalah pada Pertemuan Advokasi Peningkatan Pemberian ASI untuk Pengambil Keputusan di Daerah. V. The role of education breastfeeding success. Food and Nutrition Bulletin.html Valdes. The United Nation University.kapanlagi. 1996.com/h/0000015373. YLKI. Bogor 17-19 Juni 2002.