Proyeksi Penduduk, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja, dan Peran Serikat Pekerja dalam Peningkatan Kesejahteraan

Prijono Tjiptoherijanto Pendahuluan Banyak ahli dan pengamat terutama mereka yang bergerak di lingkungan program sosial kemasyarakatan dan kesejahteraan pada saat ini mengarahkan pandangannya ke institusi Badan Pusat Statistik (BPS). Dewasa ini BPS sedang melakukan proses finalisasi perhitungan hasil sensus penduduk (SP) tahun 2000. Beberapa waktu yang lalu telah diumumkan angka sementara hasil SP-2000. Hasil sementara SP-2000 menggambarkan bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah sekitar 203 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (secara nasional) antara tahun 1995 ± 2000 adalah 1,01 persen. Gambaran tersebut jauh dibawah berbagai proyeksi penduduk yang pernah dilakukan selama ini. Sebagai contoh, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LD-FEUI) pada dekade 90-an membuat proyeksi bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2000 berjumlah 211 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 1,35 persen. Dilihat dari sisi pencapaian program kependudukan, angka sementara tersebut menunjukkan keberhasilan program keluarga berencana (KB). Karena itu para pengelola program KB nasional, baik mereka yang berada di lingkungan pemerintah antara lain BKKBN maupun mitra kerjanya yang ada di lembaga swadaya masyarakat (LSM), sangat bergembira melihat hasil sementara tersebut. Kerja keras mereka telag berhasil mengurangi jumlah penduduk sekitar 7 ± 8 juta jiwa dibandingkan dengan proyeksi yang dilakukan oleh banyak ahli sebelumnya. Namun hasil SP-2000 perlu dikritisi secara lebih cermat lagi agar nantinya didapat hasil yang dapat menggambarkan keadaan yang relatif sesuai dengan kenyataan di lapangan. Inilah yang sekarang sedang dilakukan oleh BPS maupun para ahli kependudukan. Dalam hubungan dengan tenaga kerja, pertama-tama akan diuraikan apa sebenarnya terjadi di dalam SP-2000, bagaimana para ahli kependudukan menilai hasil sementara SP-2000, apa implikasinya pada aspek kependudukan lainnya, khususnya ketenagakerjaan. Setelah itu akan diuraikan proyeksi angkatan kerja dan tenaga kerja di Indonesia dan akhirnya bagaimana peran dari serikat pekerja menyikapi perkembangan tersebut. #2 SP-2000: Sebuah Keberhasilan Program KB di Indonesia? LD-DEUI secara periodik melakukan proyeksi terhadap penduduk Indonesia serta berbagai aspek yang terkait dengan jumlah penduduk tersebut. Proyeksi tersebut baru bisa dilakukan jika telah diperoleh angka mengenai struktur umur dan jenis kelamin penduduk. Dengan berdasarkan hasil lengkap survei penduduk antar sensus (SUPAS) 1995, LD-FEUI melakukan proyek penduduk Indonesia untuk tahun 2000 dengan berbagai aspeknya. Proyeksi penduduk, karena didasarkan atas berbagai asumsi, biasanya dilakukan dengan melihat berbagai kecenderungan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu biasanya dalam melakukan proyeksi dilakukan tiga macam skenario, yaitu: skenario optimistis, moderat, dan pesimis. Khusus dalam proyek penduduk maka skenario optimis dipakai untuk menggambarkan keyakinan kita yang sangat tinggi pada keberhasilan program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana).
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana). Skenario pesimis dipakai jika kita melihat bahwa program penurunan jumlah penduduk (baca: keluarga berencana) akan mengalami banyak permasalahan (kegagalan). Sedangkan skenario moderat adalah asumsi yang berada di antara kedua ekstrim di atas. Berdasarkan atas 3 skenario tersebut LD-FEUI mendapatkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 213, 211, dan 209 juta jiwa. Angka sementara SP-2000 memperlihatkan bahwa jumlah penduduk Indonesia tahun 2000 jauh berada di bawah perkiraan optimis LD-FEUI. Ini tentu saja membanggakan sekaligus menimbulkan keingintahuan di kalangan para ahli apakah kondisinya memang demikian. Baru-baru ini dilakukan diskusi ilmiah di LD-FEUI dengan pembicara Prof. Terence ³Terry´ Hull seorang pakar kependudukan dari the Australian National University untuk membahasa permasalahan di atas. Banyak pakar kependudukan yang hadir dalam diskusi tersebut, termasuk juga para pakar kependudukan dari BPS yang terlibat langsung dalam kegiatan SP-2000. Diskusi diarahkan pada dua tataran permasalahan, yaitu pertama, tataran konsep penduduk dalam sensus itu sendiri, dan kedua, tataran operasional di lapangan. Kedua permasalahan tersebut nantinya akan sangat menentukan seberapa banyak orang yang ³terjaring´ dalam pendataan. Dari diskusi terlihat bahwa pada tataran operasional, begitu banyak kendala yang dihadapi oleh BPS dalam SP-2000 antara lain dana yang sangat terbatas, penyaluran dana yang tidak tertata dengan baik yang mengakibatkan kesulitan dalam tahap persiapan pelaksanaan SP itu sendiri, situasi dalam masyarakat, misalnya masyarakat dapat saja menolak berpartisipasi menjawab pertanyaan, atau responden takut menerima petugas berkaitan dengan faktor keamanan di beberapa daerah. Pada tataran konsep terlihat adanya konsep yang masih dipakai oleh BPS untuk menjaring penduduk yang sebenarnya tidak sesuai lagi dengan kondisi pada saat ini. Konsep bahwa Indonesia merupakan ³closed population´ masih dianut padahal penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri sudah begitu banyak. Dengan konsep ³close population´ maka penduduk Indonesia yang berada di luar negeri tidak ³terjaring´. Demikian pula penggunaan kombinasi antara ³de-facto´ dan ³de-jure´ #3 dalam pendataan menjadi sangat membingungkan, khususnya dimana saat ini mobilitas penduduk di beberapa daerah sudah sangat tinggi. Prof. Hull menyimpulkan bahwa hasil sementara SP-2000 menunjukkan adanya indikasi ³under-counted´. Indikasi ini didasarkan pada permasalahan yang ada di atas. Prof. Terry Hull memperkirakan ³under-counted´ yang berasal dari masalah operasional dan kebingungan petugas karena konsep ³de-facto´ dan ³de-jure´ tersebut sekitar 2 sampai 2,5 juta jiwa dan jumlah penduduk Indonesia yang berada di luar negeri yang tidak tercatat sebesar 1 sampai 1,5 juta jiwa. Sehingga secara total ada sekitar juta jiwa yang masih perlu diperhitungkan lagi ke dalam hasil SP-2000. Prof. Terry Hull memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 207 ± 208 juta jiwa. Diskusi di atas belumlah diskusi final. Tentunya masih akan ada diskusi lanjutan lagi untuk membahas hal tersebut. Kelemahan diskusi yang berlangsung di LD-FEUI tersebut adalah karena masih sangat terbatasnya informasi dari SP-2000 itu sendiri yang dikeluarkan oleh BPS. Pada saat ini hanya angka sementara jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk yang dikeluarkan BPS. Padahal untuk melihat seberapa jauh akurasi perhitungan atau memperkirakan cakupan pencacahan, diperlukan struktur umur
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

dan jenis kelamin. Karena itu, jika perhitungan struktur umur dan jenis kelamin selesai dan dipublikasi oleh BPS, baru dapat dilakukan penilaian-penilaian yang lebih mendalam dan akurat Jika memang penduduk Indonesia tahun 2000 adalah sekitar 207 ± 208 juta jiwa, maka ini merupakan keberhasilan program KB. Karena menurut skenario proyeksi yang dibuat oleh LD-FEUI berdasarkan data SUPAS-95, ini merupakan skenario yang optimis. Apalagi jika angkanya adalah 203 juta jiwa. Namun di samping keberhasilan program KB, berbagai persoalan kemasyarakatan juga turut mempengaruhi jumlah penduduk. Lepasnya Timor Timur, persoalan pertikaian antarkelompok di beberapa daerah, kasus kerusuhan yang diperkirakan meningkatkan jumlah orang yang pergi ke luar negeri, dan sebagainya juga turut berperan dalam perubahan jumlah penduduk Indonesia. Ketersediaan data struktur umur dan jenis kelamin, yang menurut BPS akan ada pada sekitar pertengahan tahun 2001 ini, akan membantu para ahli untuk menganalisa berbagai hal di atas. Pada saat ini belum banyak yang bisa dilakukan dengan data SP-2000. Masih diperlukan waktu beberapa bulan lagi sebelum berbagai analisa, termasuk analisa angkatan kerja dan tenaga kerja, dapat dilakukan dengan data SP-2000 tersebut. Implikasi Dinamika Kependudukan pada Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja Uraian berikut ini didasarkan pada proyeksi penduduk yang dilakukan oleh LD-FEUI sebelum SP-2000. Transisi fertilitas dan mortalitas telah berpengaruh pada jumlah dan struktur umur penduduk Indonesia, terutama jumlah dan persentase penduduk usia di bawah 15 tahun (0 ± 14). Antara tahun 1990 ± 95, penduduk Indonesia tumbuh sebesar rata-rata 1,66 persen per tahun dan diharapkan turun menjadi 1,23 persen antara tahun 2000 ± 2005 dan kembali turun menjadi 0,68 persen antara tahun 2015 ± 2020. Dengan #4 laju pertumbuhan tersebut penduduk Indonesia akan bertambah dari 183,5 juta pada tahun 1990 menjadi 210,9 juta pada tahun 2000. Dinamika Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tabel 1 menggambarkan perkiraan jumlah penduduk Indonesia antara tahun 1971 ± 2025. Walaupun pertumbuhan penduduk diperkirakan akan terus menurun dari tahun ke tahun. Namun jumlah penduduk akan senantiasa meningkat. Jumlah penduduk diperkirakan akan menjadi tetap (dalam arti jumlah kelahiran dan kematian seimbang) pada tahun 2036. Tabel 1. Perkiraan Jumlah Penduduk 1971 ± 2025 Tahun Jumlah Penduduk (Juta) 1971 118,4 1980 146,8 1990 179 1995 196 2000 209,5 2005 222,8 2010 235,1 2015 249,7 2020 254,2 2025 261,4
C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.doc

Sumber: Ananta dan Anwar, 1994

Di dalam analisis demografi, struktur umur penduduk dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu (a) kelompok umur muda, dibawah 15 tahun; (b) kelompok umur produktif, usia 15 ± 64 tahun; dan (c) kelompok umur tua, usia 65 tahun ke atas.

pertumbuhan penduduk akan menurunkan jumlah penduduk pada struktur yang muda (0 ± 15 tahun).5 juta pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 144. Perkiraan Struktur Penduduk Indonesia: 1990 ± 2010 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto.2 59.6 14.7 65. Permasalahan yang ditimbulkan oleh besarnya jumlah dan pertumbuhan angkatan kerja tersebut di satu pihak menuntut kesempatan kerja yang lebih besar.2 4. 1993 Penduduk Indonesia pada saat ini masih digolongkan sebagai penduduk muda.4 30.6 64.7 64.doc . Sebaliknya suatu struktur umur penduduk dikatakan tua apabila kelompok umur mudanya sebanyak 30% atau kurang sementara kelompok umur tuanya lebih besar atau sama dengan 10%. Namun untuk beberapa saat masih akan meningkatkan jumlah penduduk struktur umur di atasnya.6 3.7 62. di pihak lain menuntut pembinaan angkatan kerja itu sendiri agar mampu menghasilkan #6 keluaran yang lebih tinggi sebagai prasyarat untuk menuju tahap tinggal landas.1.7 6.0 238. Itu berarti jika tidak ada kondisi yang sangat ekstrim.6 juta pada tahun 1995 menjadi 136. Bersamaan dengan perubahan sosial ekonomi diperkirakan akan terjadi pergeseran pola penyantunan usia lanjut dari keluarga ke institusi.2 100. maka tanggung jawab pemerintah akan menjadi bertambah berat (Kasto dalam Prijono.5 64. Ageing proses tersebut akan terus berlangsung sebagaimana terlihat pada Tabel 2. Sedangkan pergeseran struktur umur produktif ke umur tua pada akhirnya akan mempunyai dampak terhadap persoalan penyantunan penduduk usia lanjut.0 Sumber: BPS.5 juta pada tahun 2000 dan kemudian menjadi 182. Dalam kondisi normal. persen per tahun antara tahun 2015 ± 2020.0 15 ± 64 107. Berdasarkan kategori-kategori tersebut nampak bahwa telah terjadi proses transisi umur penduduk Indonesia dari penduduk muda ke penduduk tua (aging process).1 6. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.0 100.4 33. Apabila keadaan ini terjadi. maka laju pertumbuhan angkatan kerjanya pun cukup tinggi.Struktur umur penduduk dikatakan muda apabila proporsi penduduk umur muda sebanyak 40% atau lebih sementara kelompok umur tua kurang atau sama dengan 5%.3 136.9 64.7 juta pada tahun 2020.8 Jumlah 179.3 100.8 145.5 27.0 100. seperti misalnya peperangan (dalam peperangan akan banyak orang muda yang mati).0 225.0 36.4 persen per tahun antara tahun 1995 ± 2000 dan kemudia menurun lagi menjadi 1.2 65+ 6.3 66. diperkirakan akan terjadi penambahan angkatan kerja sebanyak 12.9 100.2 4.7 C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. Secara absolut.9 juta orang pada tahun 1990. Pada penduduk yang tergolong muda seperti Indonesia. maka penurunan pertumbuhan penduduk tidak secara otomatis menurunkan pertumbuhan angkatan kerja. penduduk usia kerja akan meningkat dari 121.5 15.8 161. pertumbuhan penduduk usia kerja (15 ± 64) menjadi lebih tinggi daripada pertumbuhan penduduk itu sendiri. Tabel 2.7 persen per tahun.7 8.2 4. kemudian menurun menjadi 2.8 100.6 121. Angkatan kerja bertambah dari sekitar 73. Ini dapat terlihat dari data dimana antara tahun 1990 ± 1995 penduduk usia kerja per tahun rata-rata 2. #5 Pergeseran struktur umur muda ke umur tua produktif akan membawa konsekuensi peningkatan pelayanan pendidikan terutama pendidikan tinggi dan kesempatan kerja.6 28.0 195.3 64.doc Komposisi 1990 1995 2000 2005 2010 Umur Juta % Juta % Juta % Juta % Juta % 0 ± 14 66. Antara tahun 1993 ± 1998. menjadi sekitar 96. 1995).5 juta pada tahun 2020.

namun daya serapnya angkatan kerja relatif kecil. yaitu hanya bertambah tiga persen setahun. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam menganalisa hubungan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja adalah bahwa jika kesempatan kerja berada di atas angkatan kerja bukan berarti masalah ketenagakerjaan. Tabel 3. maka Indonesia mengalami masalah kesenjangan antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sampai dengan akhir Repelita VIII. Proyeksi ini dilakukan sebelum krisis ekonomi terjadi. Kedua variabel tersebut tidaklah berhubungan secara langsung dan dalam suatu garis yang lurus. pertumbuhan ekonomi adalah 7.5 juta jiwa per tahun. maka berikanlah gaji yang baik. Ini berkaitan dengan strategi pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan dunia usaha.427 Repelita VIII (2008) 12. Banyak variabel lainnya yang masuk dalam hubungan tersebut. teratasi. Jika mengikuti proyeksi tersebut. Mutu angkatan kerja antara lain tercermin dalam tingkat pendidikan dan latihan. Pada tahun 1993 UNINDO melakukan studi di beberapa negara Asia tentang perkembangan produktivitas dan upah tenaga kerja di sektor perpabrikan antara tahun C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. #7 Peran Serikat Pekerja dalam Menyikapi Data-data Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Sebuah Harapan Ada pameo umum yang banyak diyakini kebenarannya yaitu orang akan bekerja dengan baik jika mendapatkan gaji yang baik pula.455 11. Lapangan kerja datang dari adanya pertumbuhan ekonomi. Peningkatan ini harus diantisipasi oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai pihak pemberi kerja atau pembuka lapangan pekerjaan. Payaman (1996).744 Repelita IX (2013) 12.871 Jumlah penduduk dan angkatan kerja yang besar akan mampu menjadi potensi pembangunan apabila dibina dengan baik. kesempatan kerja diperkirakan akan berada di atas angkatan kerja (Tabel 3).juta jiwa atau rata-rata 2. melakukan proyeksi mengenai pertambahan angkatan kerja dan kesempatan kerja dalam PJP II.701 12. berjalan seiring dengan produktivitas kerja para pejabat tersebut. Karena itu agar orang produktif. Pembinaan yang baik akan menghasilkan mutu angkatan kerja yang baik.913 Repelita VII (2003) 13.704 11. Dalam keseharian dapat dilihat dan dinilai apakah kenaikan tunjangan jabatan yang berlaku di kalangan instansi pemerintah saat ini. Sedangkan mereka yang berpendidikan di atas SLTA (Diploma/Akademi dan Universitas) hanya sebesar 3. Baru setelah Repelita VIII.095 12. Cukup banyak studi yang memperlihatkan bagaimana kompleksnya hubungan antara gaji dan produktivitas. Data memperlihatkan bahwa pada tahun 1997 yang lalu 63 persen dari angkatan kerja yang ada pada saat itu. Namun sekali lagi bahwa proyeksi ini dibuat sebelum adanya krisis ekonomi.7% saja. Namun pertumbuhan yang tinggi tidak selalu memberikan lapangan kerja yang besar.doc . Perkiraan Pertumbuhan Angkatan Kerja dan Kesempatan Kerja Dalam PJP II (X 1000) Akhir Repelita Angkatan Kerja Kesempatan Kerja Repelita VI (1998) 12.9 persen per tahun. Dalam kenyataannya hubungan antara produktivitas dan gaji tidaklah sesederhana itu. Sebagai contoh pada kurun waktu 1971 ± 1980. berpendidikan SD ke bawah. yang cukup besar. Adanya kesempatan kerja baru merupakan ³potensi´ dan ³potensi´ tersebut mungkin saja tidak dapat dimanfaatkan bila angkatan kerja yang tersedia tidak memiliki kualitas yang memadai. atau lebih khususnya pengangguran.232 12.177 Repelita X (2018) 11.

091 11.58 2.665 7.84 2.06 Malaysia 8.892 5. Apa yang terjadi kemudia.931 6.14 Catatan: a) nilai tambah dibagi dengan jumlah pekerja r adalah laju pertumbuhan per tahun selama 1980 ± 90 Sumber: UNINDO. Tabel 4. namun dalam jangka panjang akan merugikan semua pihak (lost-lost solution).185 3.291 4.849 5.528 1.273 2. Dalam skala mikro.doc .744 5. Pada kurun waktu tersebut tingkat pertumbuhan upah di sektor ini sudah cukup baik dan malah jauh di atas tingkat produktivitas yang terjadi.264 4.64 4.342 16. maka itu tentu saja mengganggu pertumbuhan ekonomi.579 3. atau bahkan rendah.962 5.73 2.95 Thailand 5.258 13. Apa yang terjadi belakangan ini dengan adanya pemogokan serta aksi pekerja yang cenderung tidak terkendali dalam jangka pendek mungkin dirasakan menguntungkan bagi pekerja. NICs dan ASEAN.023 26.55 Hong Kong 7.769 11.733 5.065 4.16 4.735 4. 1980 dan 1990 (dalam US $ konstan 1985) Produktivitas Tenaga Kerja a) Upah Per Pekerja Negara 1980 1990 r 1980 1990 r Korea Selatan 9.901 2. termasuk ketenagakerjaan dan kualitas penduduk.53 676 1.342 1.44 Filipina 4.1980 ± 1990 sebagaimana terlihat pada Tabel 4. hanya bisa menempati posisi yang sangat rendah. Negosiasi berdasarkan C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. Bandingkan dengan Thailand dan Malaysia dimana pertumbuhan produktivitas tenaga kerja mereka jauh di atas pertumbuhan gaji. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara tersebut jauh meninggalkan Indonesia.48 Taiwan 8. Hasil telaahan tersebut kemudian dikomunikasikan baik kepada pekerja maupun kepada pengusaha.717 3.043 6. Bagaimana angkatan kerja akan terserap jika pertumbuhan ekonomi yang rendah? Padahal Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk menyerap angkatan kerja yang masih terus meningkat dewasa ini. Penduduk yang besar dengan kualitas penduduk yang rendah menyebabkan penduduk tersebut menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi dan bukan pemacu.757 7. terutama berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Ditambah dengan banyaknya ³supply´ tenaga kerja yang tersedia menyebabkan mereka tidak memiliki posisi tawar menawar yang memadai. Jika kemudian kegiatan ekonomi mengalami kemandegan karena pengusaha enggan menanamkan modalnya di Indonesia. maka serikat pekerja harus mampu melakukan penelaahan yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap kondisi internal perusahaan. tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang pas-pasan.30 Indonesia 4.09 1.128 5. Sudah waktunya kita melakukan sesuatu berdasarkan fakta (evident-based) dan bukan berdasarkan emosi.077 2.38 Singapura 16.642 4.09 1. maka dibutuhkan kearifan bersama antara pengusaha dan pekerja untuk menyikapi hubungan antara pengusaha dan pekerja. Sebagai serikat yang diharapkan menjadi mediator antara pekerja dan pengusaha. Diperlukan pendekatan yang bersifat win-win solution antara pengusaha dan pekerja. maka nampak jelas bahwa Indonesia mengalami banyak permasalahan dalam hal ini.875 3.085 1. 1993 #8 Jika dilihat data-data kependudukan.936 6. Dalam hal ini serikat pekerja harusnya dapat berperan besar. Tingkat dan Laju Perkembangan Produktivitas Pekerja dan Upah di Sektor Perpabrikan. Jika kembali pada premis bahwa perluasan kesempatan kerja hanya dapat diperoleh melalui pertumbuhan ekonomi.

Ini kemudian dinegosiasikan dengan pengusaha.doc . Usaha pemerintah dalam mempromosikan atau membantu suatu jenis kegiatan usaha tertentu tidak akan membuat hasil yang optimal tanpa mempertimbangkan lingkungan dari jenis usaha tersebut dan konteks dari suatu pembangunan ekonomi yang lebih luas yang menciptakan ´aturan main´ untuk semua kegiatan/jenis usaha dan yang mana mempengaruhi cara bisnis dan pasar bekerja. Jika memang dalam jangka pendek peningkatan gaji dirasakan memberatkan perusahaan. Dalam mengembangkan win-win solution diperlukan kejujuran dan transparansi dari kedua belah pihak. dari semua skala usaha (mikro. kebijakan sektor keuangan. asuransi. dan lain-lain. kondisi perusahaan. utilitas dan jasa keamanan). maka sistem asuransi (misalnya Jamsostek) harus dimanfaatkan. Satu hal yang jelas adalah bahwa. pembagian bonus yang disesuaikan dengan tingkat keuntungan perusahaan. kebijakan industri. Namun dalam tataran operasional banyak hal yang telah diatur tersebut. kinerja bisnis yang termasuk juga daya saingnya.emosi hanya akan menghasilkan lost-lost solution sedangkan negosiasi yang win-win solution harus didasarkan pada evident-based. kinerja dari suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh linkungannya. yang terdiri dari komponenkomponen berikut: ekonomi makro (seperti kebijakan perdagangan. Unsur jaminan hari tua. #9 Oleh karena itu. seperti yang dijelaskan di Tambunan (2006). Pekerjaan yang dilakukan bukan sekedar untuk merespons terhadap suatu keadaaStrategi Peningkatan Daya Saing Pengusaha Daerah dalam Era Liberalisasi Ekonomi1 Tulus Tambunan Kadin Indonesia Permasalahan Belakangan ini banyak pernyataan di media masa dan seminar-seminar mengenai daya saing atau kesiapan perusahaan-perusahaan Indonesia dalam bertarung di dalam negeri maupun di global dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. gambaran makro ketenagakerjaan dan perekonomian negara. kecil. Demikian juga. Pengusaha harus menyadari bahwa pekerja adalah aset bagi perusahaan. Demikian pula tentang hak dan kewajiban pekerja. Lingkungan yang lebih luas adalah lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap suatu kegiatan bisnis. usaha meningkatkan kegiatan di sektor riil dengan memperbesar kucuran kredit tidak akan bermanfaat tanpa pada waktu yang bersamaan memperhitungkan faktor-faktor determinan lainnya Lingkungan di mana bisnis beroperasi dapat dibagi dalam dua macam. menengah dan besar) di semua sektor berada di dalam suatu lingkungan yang dinamis dan sangat kompleks. jasa-jasa yang diberikan oleh pemerintah (seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan. waktu kerja. Kewajiban pekerja. dan sebagainya. Pekerja juga harus diberikan pemahaman melalui komunikasi dan informasi yang baik bagaimana persoalan gaji. yakni lingkungan langsung dan lingkungan yang lebih luas (Gambar 1). bukan sesaat. Pada tataran kebijakan banyak hal yang telah dilakukan untuk memperbaiki kesejahteraan pekerja. bantuan luar C:\WINDOWS\Desktop\Majalah Perencaan Pembangunan\Edisi 23 Th 2001\Prijono Tjiptoherijanto. peran yang diharapkan dari serikat pekerja bukanlah melaksanakan pekerjaan ³hit and run´. dan sebagainya. pengaruh-pengaruh eksternal (seperti perdagangan global. dan keamanan dan stabilitas). Kesejahteraan harus dilihat dalam konteks jangka panjang. pemerintah dan politik pada tingkat nasional dan lokal (misalnya legislatif dan proses pembuatan kebijakan. Serikat pekerja juga harus mampu mengeluarkan alternatif-alternatif model untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan melihat pada kondisi perusahaan. Ini tidak lain karena lemahnya penegakkan hukum selama ini. harusnya dapat dimasukkan ke dalam perhitungan dan negosiasi tersebut. infrastruktur. Oleh karena itu. judisiari. produktivitas. Ini berarti gaji hanyalah salah satu aspek dari kesejahteraan. justru dilanggar oleh kedua belah pihak. serta kepastian hukum. dan kebijakan moneter dan fiskal).

tenaga kerja. sosial dan kultur (seperti demografi. lokasi. dan sikap terhadap bisnis). selera konsumer. dan iklim serta lingkungan alam (misalnya sumber daya alam. material dan alat-alat produksi. keterampilan dan teknologi. Sedangkan. dan informasi). tarif pajak dan sistem perpajakan. 15 Mei 2007 1 . standar produk dan 1 Acara Diskusi Kadin Kota Cilegon. modal. yang dimaksud lingkungan langsung adalah lingkungan berpengaruh secara langsung terhadap semua kegiatan usaha. dan siklus pertanian). peraturan-peraturan. cuaca. yakni pasar (misalnya consumen. dan jaringan-jaringan kerja). regulasi dan birokrasi (seperti undang-undang.negeri. infrastruktur. Hotel Permata Krakatau Cilegon. lisensi dan perijinan. tren dan selera masyarakat dunia. teknologi.

banyak kota-kota itu terlahir sebagai akibat pusat-pusat politik tradisional seperti pusat-pusat istana kerajaan. dan lingkungan. This paper will examine how Denpasar has been developed from the fall of Dutch st colonial power to the entering of the 21 century. the rapid development of this city cannot be separated with the processes of modernization and globalization in which international tourism has been the significant element of those processes. This paper. yaitu kabupaten Badung. organisasi. This was the perception of Mengwi rulers before Badung was developed as a small region in South Bali. Dalam perkembangan selanjutnya tampaknya terjadi pergeseran pusat-pusat perdagangan dari pegunungan ke pantai. The Dutch rulers had contributed greatly on the development of the city. kita dapat melihat bahwa perkembangan kota-kota modern banyak dibentuk berdasarkan warisan sejarah masa sebelumnya. Dalam dinamika sejarahnya. maupun serangan dari kerajaan-kerajaan lainnya. atau kemudian lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Denpasar. Nama Badung juga dipergunakan sebagai sebutan nama kabupaten. di pedalaman sebagai akibat perkembangan politik di tingkat internal yang menyebabkan keinginan untuk memisahkan diri. pusat-pusat perkembangan perdagangan seperti di daerah pegunungan. Dalam kajian tentang masalah perkotaan. Denpasar itself comes from two words: den means north and pasar means market. Pengalaman sejarah seperti itu dapat kita lihat dari tumbuh dan berkembangnya kota Bangkok di Thailand maupun Badung yang kemudian menjadi Denpasar sebagai pusat perkembangan politik. but also from earlier period in the eighteen century. 1979: 56-57). 1964: 52 lihat juga: Nas. demikian pula di pelabuhan atau wilayah pesisir pantai. the region was to be known as Badung. Pendahuluan Pada umumnya di Asia Tenggara. teknologi. Nama Badung juga seringkali dipergunakan untuk menyebut nama wilayah kerajaan itu. yakni Pasar Badung yang merupakan salah satu pasar terbesar di kawasan itu. Additionally. The name of the palace was called Denpasar since its location was to the north of the market.2 The 1st international Conference on Urban History Indonesia 1 DENPASAR: Perkembangan Dari Kota Kolonial Hingga Kota Wisata 1 I Ketut Ardhana Abstract th The development of Denpasar as a city cannot only be traced back from the 19 century. beberapa aspek penting yang memainkan peranan penting adalah keadaan demografi. karena adanya faktor yang saling kait mengkait (Gist dan Fava. Surabaya pada tanggal 23-25 Agustus 2004. A. 2 . therefore will also specifically address in which way the rapid development of Denpasar has been affected by it position as the capital city of Bali as well as the centre for tourism. selain menjadi nama sungai di wilayah itu. comes from the word ´badengµ (meaning dark). dan perlindungan konsumer dan lingkungan). in which their contribution can still be observed to the present day. 1 Makalah dipresentasikan pada Konferensi International I Sejarah Kota (The First International Conference on Urban History) di Universitas Airlangga.prses. juga dipergunakan sebagai nama pasar. dan intervensi-intervensi yang didanai oleh uang publik (seperti jasa keuangan untuk bisnis). Prior to the fall of traditional rulers. Perpindahan itu seringkali terjadi karena dinamika politik. yaitu kerajaan Badung. ekonomi dan budaya di Bali Selatan. Dengan demikian aspek-aspek itu penting untuk dipahami. Saat ini Badung.

Kota Denpasar terdapat 16 wilayah kelurahan dan 27 wilayah desa. Semenjak tahun 1958. Selain kondisi alam yang demikian. telah memungkinkan pula terjadinya sistem pengaturan pengairan yang lebih baik. Kota Denpasar mempunyai luas 12.06 km2. Bagi masyarakat pedesaan yang pemilikan garapan tanah yang sangat rendah akan mengadakan imigrasi ke wilayah perkotaan seperti ke kota Denpasar di Bali Selatan atau ke Singaraja di daerah Bali Utara. namun juga secara sosial budaya. Perkembangan di sektor perdagangan misalnya menyebabkan berkembangnya kota-kota baru sebagai pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi. melainkan juga persoalan sosial dan budaya. Sebagaimana halnya dengan Sumatra dan Jawa. Denpasar dijadikan sebagai pusat pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Bali yang selanjutnya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat tidak hanya dalam arti fisik. Keadaan yang demikian bisa dilihat dari keadaan dan kondisi yang ada di Denpasar. Adanya mobilitas geografis telah mengarah dengan semakin intensnya gerakan mobilitas penduduk seperti urbanisasi (Lihat: Sjoberg 1960: 64). Bagaimana perkembangan Badung kemudian menjadi Denpasar. tampaknya Denpasar mengalami perkembangan yang menonjol terutama dalam aktifitas ekonomi.73 km2 dan Denpasar Selatan yang memiliki luas 46. Pada periode in kota Denpasar diusulkanlah untuk menjadi kota administratif yang bersamaan dengan pemekaran wilayah kecamatan Denpasar dan Kasiman. Dari sudut tipologi. 1997: 21-22). sistem subak dan pemerintahan sendiri. Apabila dilihat letak strategis dengan daerah pusat kota. Kondisi alam yang subur menjadi salah satu faktor perkembangan perekonomian Bali. Sistem aliran sungai Ayung yang melalui kota Denpasar bagian timur dan sungai Badung di Denpasar bagian barat telah memungkinkan wilayah ini dipilih sebagai pusat pemerintahan.19 km2. Struktur masyarakat di tiap-tiap kabupaten yang berbasiskan desa-desa adat mempunyai wilayah dengan karakteristiknya sendiri yang tidak hanya menentukan pelaksanaan keagamaan. Dengan demikian kota Denpasar berperan sebagai ibukota kabupaten. propinsi dan pusat pengembangan industri pariwisata Indonesia Bagian Tengah (Warsilah. 2003: 198). Denpasar Selatan dan Timur memiliki ketinggian dari permukaan laut yang sama yaitu antara 00-75 meter. Denpasar ditetapkan sebagai pusat pemerintahan kabupaten Daerah Tingkat II Badung. akan dijelaskan berikut di bawah ini. baik pada masa kerajaan maupun pada masa kolonial Belanda (Sunaryo. adanya sistem pengaturan air yang baik seperti dilakukan organisasi tradisional seperti subak. kabupaten-kabupaten di Bali pada awalnya berasal dari pusat-pusat kerajaan itu yang masing-masing masyarakat lokal di wilayah itu memiliki adat istiadat.Secara historis. sehingga Kabupaten Badung yang semula hanya memiliki 6 kecamatan sekarang menjadi 7 kecamatan. dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Bali Selatan seperti Tabanan atau Gianyar. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1978. kota Denpasar diubah statusnya menjadi kota administratif yang membawahi tiga kecamatan yakni: Denpasar Barat dengan luas 50.398 km2. Selain itu.000 jiwa. Tanahnya merupakan endapan alluvial. Di era modern ini. masing-masing kecamatan memiliki jarak yang relatif sama ke pusat kota antara 4-5 km. Hal ini mengingat dari jumlah penduduk kota Denpasar saat itu yang mencapai 150. Secara geografis. masih terdapat 35 desa adat dimana desa adat ini dapat meliputi dua desa administrasi atau sebaliknya yang meliputi dua desa adat. sedangkan Denpasar Barat memiliki ketinggian 1275 meter. Denpasar Timur dengan luas 27. yaitu terdiri dari endapan-endapan sungai dan lapukan tanah vulkanik. Bali yang wilayahnya juga terdapat deretan gunung api sangat mempengaruhi kesuburan tanahnya. 3 .

Sementara itu. Lekkerkerker 1920: 192). kerajaan Badung semakin berkembang akan tetapi tetap di bawah kontrol Mengwi. Dalam catatan sejarah terlihat bahwa Mengwi sudah mengklaim Badung sebagai bagian wilayahnya. Pada akhir abad ke-17 (1686-1687) pecahlah pembrontakan di Gelgel yang memberi banyak pengaruh pada peta politik kekuasaan di Bali. Lebih lanjut dijelaskan bahwa. Kemudian lokasi kerajaan ini dalam sumber-sumber arsip sejarah sering 4 . menyatakan bahwa dalam kurun waktu itulah Badung semakin berkembang di Bali Selatan (C. 1991: 237). belumlah banyak dihuni orang. Inilah fase awal perkembangan kerajaan yang kemudian berkembang menjadi pusat-pusat kerajaan dan akhirnya membemtuk pusat-pusat kota di era perkembangan Bali modern. (sekarang termasuk wilayah Alang Kajeng). sebelum Badung dikembangkan menjadi sebuah kerajaan pada abad berikutnya. kerajaan Badung dikatakan menjadi bagian dari kerajaan Mengwi. sehingga daerah itu dikatakan masih gelap yang dalam bahasa Balinya disebut ´badengµ yang berarti gelap. memang dapat diinterpretasikan konflik itu muncul sebagai akibat keinginan penguasa Badung untuk dapat mandiri terlepas dari kontrol politik Mengwi (Geertz. Lintasan Babad Badung menjelaskan bahwa cikal bakal munculnya kerajaan Badung di Bali Selatan tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan di kerajaan Mengwi. Helen Creese. kerajaan Alang Badung. Di samping kerajaan Badung juga muncul kerajaan kecil lainnya seperti kerajaan Tegal. Badung diperkirakan hanya sebagai kerajaan kecil yang baru berkembang. bangsawan Badung yang terlibat dalam pertempuran untuk menyerang kekuasaan Gelgel. Periode ini diikuti dengan semakin munculnya kerajaan-kerajaan yang lebih besar seperti Karangasem. Buleleng dan Mengwi (Schulte-Nordholt. Lekkerkerker dalam bukunya ´Bali en Lombok: Overzicht der Litteratuur omtrent deze eilanden tot einde 1919µ. daerah yang namanya Badung itu. 1980). 1988: 23). yakni saat tampilnya tokoh Jambe Pule. Selain itu. Gelgel disebut sebagai pusat kerajaan pertama yang mempunyai pengaruh Majapahit di Bali. C. Perkembangan Awal: Dari Kerajaan Badung Hingga Puri Denpasar Cokorda Ngurah Agung (1989) dalam tulisannya. maupun penguasa-penguasa Badung yang muncul kemudian merupakan keturunan bangsawan Jawa. Pada tahun 1780 telah muncul konflik antara Badung dengan Mengwi karena dominasi politik yang dilakukannya. Dari data-data sejarah sejarah dikatakan. sementara dalam perkembangan selanjutnya kemunculan Klungkung dan beberapa kerajaan yang lebih kecil lainnya seperti Badung di Bali Selatan ini lebih mendekati struktur federasi. sebagai seorang ahli sejarah Bali menyebut periode ini sebagai fase akhir dari sistem politik lama dan mulai berkembangnya sistem politik yang baru (Creese. Antara lain dapat disebutkan adanya struktur kekuasaan kerajaan yang terdesentralisasi. bahwa baik interpretasi Belanda maupun Bali setuju kalau penguasa-penguasa Mengwi. Alasan yang diajukan oleh Lekkerkerker adalah bahwa pada saat itu seorang yang berasal dari Dinasti Kaleran (Pamecutan) dapat membunuh seorang penguasa di Ksatria. karena hanya Gelgel lah yang dipercaya menjadi satu-satunya kerajaan yang memainkan peranan penting di Bali (sesuhunan). Sekitar tahun 1700-an. Kemudian pada tahun 1800 ada upaya untuk memindahkan pusat kekuasaan Badung itu oleh Dinasti Pamacutan pada suatu daerah yang masih merupakan taman bunga (Lihat: Silsilah Puri Satria. terutama Arya Damar yang sering dikenal sebagai Arya Kenceng ketika Majapahit berkembang pada abad ke-14. naskah milik puri Satria Denpasar). Nama Badung menjadi semakin terkenal dalam sejarah Bali pada waktu itu.B. Pada waktu itu. yang pada waktu itu masih berada di bawah supremasi kerajaan Mengwi. Inilah asal mula perkembangan kata Badung itu.

dikelilingi oleh daerah kekuasaan raja-raja kecil lainnya yang secara politik independen. berpendapat bahwa Bali pada masa itu mengikuti struktur pemerintahan galaksi (galactic polity). namun tetap membayar upeti. Berkembangnya pusat perdagangan di Bali Selatan seperti yang dilakukan oleh pedagangpedagang asing seperti Cina di Kuta menyebabkan semakin cepatnya perkembangan Badung sebagai pusat istana. Itulah sebabnya puri Kasiman yang berada di sebelah timur mengadakan kontak persahabatan dengan Belanda. C. Misalnya dengan diangkatnya seorang Denmark menjadi subandar (penguasa pelabuhan) di Kuta. 1988: 13). diikuti dengan berbagai interaksi yang diwakili oleh Kasiman. pada akhir abad ke-l9 aktifitas perdagangan di Kuta mengalami kemunduran. Adapun yang menyebabkan berkembangnya Sanur adalah secara geografis Sanur berdekatan dengan pusat istana puri Denpasar. Mengacu pendapat Tambiah (1985). Hal ini menyebabkan kerajaan Badung tidak lagi mengontrakkan penarikan bea cukai. 1983: 7). Tempat-tempat strategis seperti kampung Sanglah dikepung pada tanggal 18 September 1906 dan akhirnya membuka 5 . Kemunculan Kasiman ini dapat dilihat akibat sikap meremehkan yang dilakukan oleh oleh penguasa Pamacutan dan Denpasar. Penyerangan terhadap kota Denpasar dilakukan pada tanggal 17 September 1906. Inilah yang menyebabkan mengapa Belanda memilih Sanur sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal perang mereka. raja Kesiman yang berperan sebagai raja Badung telah memainkan peranan yang dominan. Klungkung sebagai pusat. Badung sekitar pertengahan abad ke-19 (1832). Para saudagar Cina berkurang jumlahnya. Raja-raja itu mengklaim dirinya sebagai pemegang kekuasaan independen atau sebagai sebuah ´negara merdekaµ. Hubungan kontak perdagangan semakin intensif dilakukan karena berkaitan dengan persoalan tawan karang. Akan tetapi. tetapi Dewa Agung di Klungkung hanya dianggap sebagai pemimpin religius atau sebagai keturunan raja-raja Majapahit (Sidemen. demikian pula pemungutan bea dan cukai masih berjalan.disebut dengan Puri Denpasar yang berada di bawah kekuasaan Dinasti Pamacutan (C. Lekkerkerker 1923). Selanjutnya diupayakanlah pembenahan administrasi kerajaan. begitu juga banyak gudang yang dimiliki Cina menjadi kosong. Perkembangan ini tampaknya mempercepat kerajaan Badung berkembang menjadi pusat perdagangan di Bali Selatan. Pentingnya peranan Sanur dapat dilihat pula ketika Belanda mulai melancarkan serangan ekspedisinya ke Badung pada tanggal 15²16 September 1906. 1906: 12). Disebutkan bahwa raja-raja yang baru muncul itu. puri Pemecutan dan beberapa puri lainnya sebagai kerajaan yang memainkan peranan penting dalam aktifitas perdagangan di Bali pada abad ke-19 (Schulte-Nordholt. Hal ini dapat dilihat dengan semakin sering munculnya pedagang-pedagang dari Surabaya. berupa barang yang diperdagangkan (´Gegeven betreffende Zelfstandige Rijks op Baliµ. Pada saat itu. Kontak-kontak perdagangan antara Badung dengan orang asing misalnya dapat dilihat pada perkembangan kerajaan Badung pada abad ke-19. Adanya perkembangan yang dialami oleh Sanur menyebabkan kemunduran-kemunduran yang dialami oleh Kuta. Denpasar: Dari Kota Puri Hingga Kejatuhannya Ke Tangan Kolonial Ada perubahan-perubahan pandangan yang muncul menyangkut peta kekuasaan di Bali pada abad ke-18 dan 19. nusantara diadakan semakin meningkat. Sebaliknya pelabuhan Sanur menunjukkan perkembangannya. Creese (1993: 30). masih mengakui raja-raja tertinggi di Klungkung tidak dalam kapasitasnya sebagai pimpinan politik. Sejak abad ke-17 kontak-kontak persahabatan dengan orang asing di Bali yang dikenal sebagai wong sunantara.

budaya. pada keanggotaan terhadap sekaha tertentu dan pada suatu kesatuan administrasi tertentu (Lihat: Sunaryo. terdapat dua puri yang memainkan peranan penting yaitu puri Kesiman dan puri Denpasar (Lihat: Sunaryo. pada suatu status sosial atas dasar kasta. yaitu kebudayaan Bali. Satria dan Kasiman. maupun yang dimiliki oleh tiap-tiap kelompok masyarakat. politik dan ekonomi yang akhirnya menunjang perkembangan kota Denpasar. puri (tempat kediaman bagi bangsawan Bali) dan bangunan-bangunan lain yang berfungsi untuk kepentingan pemerintah. politik. Seiring dengan perkembangan sosial. Terdapat ciri fisik kota yang dapat dianggap menjadi ciri khusus kota Denpasar yaitu adanya bangunan-bangunan tradisional seperti pura (bangunan suci bagi umat Hindu di Bali). subak dan sebagainya. Kesadaran ini diperkuat oleh keberadaan bahasa yang sama yaitu bahasa Bali. ekonomi. 6 . politik tampaknya menjadi alasan bagi pemerintah untuk menetapkan kota Denpasar menjadi ibu kota propinsi Bali pada masa-masa selanjutnya (Lihat: ´Denpasar. yang mengutip H van Kol. Perkembangan Sosial Dengan melihat latar belakang perkembangan Denpasar yang pada mulanya sebagai pusat istana atau puri kemudian dewasa ini berkembang sebagai pusat kota modern dapat dilihat ciri perkembangnya sebagai berikut. Perkembangannya selanjutnya adalah sebagaimana halnya dengan kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada umumnya. klen. pada daerah-daerah lain yang pernah dijajah oleh pemerintah kolonial Belanda tampaknya memiliki persoalan-persoalan perkotaan yang sama. Perkembangan Kota Denpasar Hingga Memasuki Awal Abad ke-21 1. Dengan jatuhnya Kayumas akhirnya Belanda menaklukkan puri Denpasar pada tanggal 20 September 1906. Sebagaimana diketahui bahwa orang Bali terikat pada beberapa hal dalam kehidupan sosialnya yaitu: kewajiban dalam melakukan pemujaan terhadap pura tertentu. pada suatu tempat tinggal bersama. desa. yang menjabat sebagai Kepala Bappeda Bali menjelaskan bahwa hampir sebagian kota peninggalan penjajahan Belanda tidak memiliki urban design (perencanaan perkotaan) tidak terkecuali di Bali. pada pemilikan tanah pertanian dalam subak tertentu. D. 198. kita melihat suasana penerapan kebijakan pemerintah kolonial di berbagai bidang kehidupan seperti sosial. Terdapat beberapa pura di kota Denpasar seperti pura Melanting. Pamacutan. pura Ubung dan pura Suci.peluang untuk menaklukkan benteng Kesiman dan Kayumas pada tanggal 19 September 1906. Sebagai orang Bali mereka sangat terikat dengan keluarga. 198 yang mengutip ´Schets van Den Pasarµ. umum. 2004). seperti kota Denpasar. Tidak hanya di Bali. Keterikatan masyarakat dengan puri misalnya dapat kita lihat di Denpasar yaitu bahwa masyarakat terikat dengan empat puri besar yang berperanan penting yaitu puri Denpasar. Diantara puri-puri itu. 2004: 2). sosial budaya atau pendidikan (Ardhana. Sajana Cahyanta. banjar. pura Gaduh. Hal ini dapat dimengerti karena mayoritas penduduk kota Denpasar sebagai etnis Bali yang beragama Hindu. Kota Tanpa Urban Designµ. 1961). pada ikatan kekerabatan atas hubungan darah dan perkawinan. Diserbutkan bahwa satu-satunya kabupaten yang memiliki urban design hanya kabupaten Singaraja di Bali Utara. Masyarakat Bali pada umumnya sebagai kolektiva yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaannya. Melalui sentra-sentra kekuasaan itulah kemudian berkembangnya kota Denpasar seperti dapat dilihat tidak hanya pada penerapan kebijakan pemerintah kolonial Belanda tetapi juga dalam periode selanjutnya yang mencakup pengembangan aspek ekonomi. 1914: 385-407).

Dapat dilihat bahwa dari segi sosial ekonomi diusahakan dengan membangun dan memperbaiki sarana dan prasarana umum untuk kemajuan masyarakat.Ketika era kolonial Belanda. Badan ini dibentuk oleh Dewan Raja-raja di Bali diketuai oleh resident dan assisten resident Bali Selatan yang berkedudukan di kota Denpasar. Penempatan berbagai perkantoran. controleur dan sebagainya. perbekel. dan juga beberapa tempat di Bubunan (Singaraja) dan di Gianyar. Keadaan yang demikian menuntut pengembangan kota yang didasari atas perencanaan pengembangan kota secara lebih memadai baik dari segi sosial maupun fisik kota. Dalam menjalankan pemerintahannya residen didampingi oleh suatu badan yang disebut Paruman Agung. Ardhana 1993: 35). 7 . Pemerintah kolonial menyadari akan ketidakmampuannya untuk memahami dengan baik keadaan dan kemampuan rakyat yang dikuasainya sehingga memerlukan bantuan orangorang pribumi. kawasan wisata merupakan bagian dari usaha pemerintah kolonial untuk menata perkembangan kota Denpasar (Soenaryo. sebagai wakil ketua. Keruntuhan kerajaan Badung menyebabkan terjadinya pemusatan kekuasaan di kota yang kemudian dikenal dengan nama kota Denpasar. tampak terlihat adanya pengaruh-pengaruh kekuasaan pemerintah kolonial di Batavia sampai ke daerah-daerah dalam hal ini sistem pemerintahan yang berpusat di kota Denpasar. Untuk mengembangkan kebijakannya pemerintah kolonial berupaya mengembangkan kota Denpasar untuk menjadi kota kolonial (colonial city). Bali Selatan dan Lombok. Selain itu. Karesidenan Bali dan Lombok terbagi dalam tiga afdeeling yaitu afdeeling Bali Utara. Jabatan di bawah assisten resident yaitu raja. cf. Setahun setelah berakhirnya puputan pemerintah kolonial Belanda sudah mengintroduksi sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi di Denpasar. 13. Karena fungsi yang dimiliki oleh kota Denpasar ini. Disebut Denpasar karena letak puri berada di sebelah utara pasar. pemerintah kolonial berusaha membangun berbagai sarana untuk kepentingan umum seperti rumah sakit. punggawa. there were few people who wished to go to school. sarana pertanian. memungkinkan perkembangan fasilitas yang semakin terlihat dari kebijakan pemerintah kolonial itu. and preferred to see their children working in the fields and developing their hobby of cock-foghting (Lintasan. assistent resident. Dalam hal pendidikan tampak pengaruh politik etis sangat dirasakan. Pemerintah kolonial misalnya tidak hanya mereformasi struktur pemerintahan orang Bali. Parent had still not grasphed the significance of going to school. tetapi juga mulai mendirikan sekolah-sekolah. rumahrumah pejabat pemerintah. pos polisi. Dalam hal ini den berarti utara dan pasar berarti pasar dimana orang melakukan transaksi perdagangan. Misalnya saja seperti berikut: It should be noted that at that time. Tujuannya adalah untuk mendukung perkembangan sistem birokrasi kolonial. pemukiman penduduk. perdagangan dan sebagainya. Dalam hal ini diterapkannya sistem birokrasi kolonial dimana pemerintah kemudian membangun kantor-kantor pemerintahan. Kepala pemerintahan regional yaitu resident merupakan pejabat tertinggi di wilayah karesidenan Bali dan Lombok. Dalam struktur pemerintahan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial tampak bahwa jabatan-jabatan tinggi di pemerintahan dipegang oleh orang-orang Belanda yaitu resident. Tugas assisten resident adalah mengatur dan menjalankan pemerintahan di daerahnya. 2003: 219). Kota Denpasar sendiri termasuk wilayah onderafdeeling Badung. meskipun tidak banyak anak-anak pribumi yang menginginkan pergi ke sekolah. Nama Denpasar berasal dari nama puri Denpasar. kelian dan sebagainya dipegang oleh orang-orang pribumi. sedangkan anggotanya meliputi para raja dari delapan kerajaan di seluruh Bali.

Denpasar mulai mendapat perhatian pemerintah Belanda dengan mulai didirikannya bangunanbangunan pemerintahan. 1999) menulis bahwa di tengah-tengah kota Denpasar dibangun tempat rekreasi kota seperti Museum Bali yang terletak di sebelah timur lapangan puputan Badung. Bekas-bekas kerajaan yang berada di Bali selatan memperoleh status onderafdeeling dan di tiap-tiap onderafdeeling diperintah langsung di bawah seorang controleur. Bali Selatan dan Lombok. Tidak hanya dalam hal perluasan pembagian afdeeling. Soenaryo (2003. pembangunan sekolah-sekolah dan tempat budaya seperti Museum Bali juga dilakukan. Jembrana. Afdeeling dan onderafdeeling membawahi distrik-distrik dan onderdistrik. Pada tahun 1910 misalnya dibagilah wilayah Keresidenan Bali dan Lombok menjadi empat afdeeling yaitu Buleleng.Sejak itu. pusat ekonomi dan sosial budaya. Jumlah distrik dari tahun 1906 sampai 1937 mengalami beberapa perubahan akibat reorganisasi pemerintahan (Wirawan. 1985: 81-82). Adapun jumlah sekolah-sekolah di Denpasar tahun 1919-1941 adalah sebagai berikut: Tabel 1 Jumlah Sekolah di Denpasar 1919-1941 Jenis sekolah 1919 1929 1932 1936 1937 Tweede 2 5 6 6 6 Inlandsche School Volkschoolen 3 20 22 34 34 HIS 1 1 2 2 2 Ambachtsleerga ng Meijessjes Vervolgschool Vervolgschool 2 2 2 Vakonderwijs 5 5 5 Huishoudschool Landbouwscho 1 1 1 ol Particulier 1 1 Onderwijs 1941 6 35 2 1 1 8 16 1 1 1 .

.

Sedangkan paling atas di dalam kelompok ASEAN adalah Singapura yang juga masuk di dalam kelompok 10 negara dengan kondisi infrastruktur paling baik. dilihat dari perspektif global untuk masalah infrastruktur. Seperti yang ditunjukkan di Gambar 2. dan c) banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat-pejabat pemerintah (bureaucratic red tape) Dilihat dari perspektif global.b) yang sangat berpengaruh pada daya saing negara. Untuk kasus Indonesia. Skornya adalah 1= kondisinya buruk atau underdeveloped dan 7 = paling baik di dunia. Hipotesanya adalah bahwa semakin efisien birokrasi pemerintahan. yang masuk di dalam kelompok 10 negara dengan birokrasi pemerintah yang tersederhana dan terefisiensi (jumlah prosedur paling sedikit) adalah negara-negara maju (Tabel 2).3 Gambar 2: Masalah-masalah utama dalam melakukan bisnis di Indonesia dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 3 . Gambar 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa kurangnya infrastruktur (atau kondisinya yang buruk) sebagai kendala utama. semakin pesat pertumbuhan kegiatan-kegiatan ekonomi (termasuk pertumbuhan investasi) dan semakin pesat pertumbuhan ekonomi. hasil survei WEF menunjukkan bahwa Indonesia paling buruk diantara negara-negara ASEAN. memang posisi Indonesia dalam dua indikator birokrasi pertama tersebut adalah yang terburuk di dalam kelompok ASEAN. Yang menarik dari hasil survei ini untuk kasus Indonesia adalah bahwa hanya 4. diantaranya yang menjadi topik penelitian WEF adalah: a) banyaknya prosedur yang harus dilakukan. tiga 2 3 Mungkin hasil survei ini bisa digunakan sebagai suatu bukti empiris lagi bahwa efisiensi dalam administrasi pemerintahan yang berurusan langsung dengan bisnis (seperti prosedur pengurusan ijin buka usaha baru) memang turut serta (bersama-sama dengan banyak faktor determinan lainnya seperti yang ditunjukkan di Gambar 1) memainkan peran yang krusial. Gambar 1:Dunia Usaha di Dalam Lingkungan Langsung dan Lebih Luas Survei WEF juga menanyakan masalah-masalah utama yang dihadapi pengusaha dalam bisnis mereka sehari-hari.69 persen dari responden yang mengatakan bahwa kurangnya akses ke keuangan merupakan kendala utama.2 Komponen-komponen di dalam linkungan langsung ini juga merupakan komponen-komponen penting di dalam model ³berlian´ yang terkenal dari Porter (1998a. b) jumlah hari yang harus dilewati untuk memulai suatu bisnis. walaupun masih lebih baik dibandingkan China. Untuk indikator (b) yang masuk di dalam 10 negara dengan jumlah hari paling sedikit dalam pengurusan ijin dan sebagainya untuk buka suatu usaha juga didominasi oleh negara-negara maju (Tabel 3). yang peringkatnya no 96 dari 125 negara yang disurvei (Tabel 1). Dua masalah berikutnya yang dinyatakan oleh banyak pengusaha Indonesian yang menjawab pertanyaan tersebut adalah birokrasi pemerintah yang tidak efisien dan kebijakan yang tidak stabil. salah satu masalah besar dalam melakukan bisnis di Indonesia adalah birokrasi pemerintah yang bertele-tele dan tidak efisien. Untuk indikator (a). Hal ini dapat diukur dengan sejumlah indikator. Selanjutnya.

Tabel 1: Kondisi Infrastruktur dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Tabel 2: Jumlah prosedur yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 4 .

Tabel 4: Banyaknya waktu yang terbuang untuk bernegosiasi dengan pejabat pemerintah dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* 5 . 5 = 31-40%. 4 =21-30%. 2 = 1-10%. dan 8 =81-100%. Yang menarik dari table ini adalah bahwa posisi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan indikator-indikator sebelumnya. Hasilnya di Tabel 4 menunjukkan bahwa yang masuk di dalam 10 negara dengan waktu yang terbuang paling sedikit juga didominasi oleh negara-negara maju. pengukurannya adalah jumlah jam yang digunakan untuk berurusan dengan pemerintah sebagai suatu persentase dari jam kerja dengan skor sebagai berikut: 1 = 0%. 3 = 11-20%. 7= 61-80%. 6 = 41-60%.Tabel 3: Jumlah Hari dalam Pengurusan Ijin dan lainnya untuk buka suatu usaha dalam The Global Competitiveness Report 2006-2007* Sedangkan untuk indikator ©.

dan apa yang para ekonom sebut produktivitas faktor total (TFP). Ringkasnya. zona ekonomi khusus. yakni suatu kumpulan perusahaan di suatu tempat di dalam suatu negara (cluster). yakni: rasio output-tenaga kerja (atau produktivitas tenaga kerja). timbal balik. Pertama konsep daya saing dalam teori Porter (1998a. yakni produktivitas rata-rata dari semua faktor produksi yang digunakan. dan fokus. Contoh. Tabel 5: Strategi Generik dari Porter Jangkauan Target Keunggulan . harus ada penyatuan ekonomi dan manajemen. diantara ketiganya terjadi hubungan segitiga. Jadi.htm bangsa relatif terhadap daya saing dari bangsa-bangsa lain melalui penyorotan kepada kemampuan bangsa itu memanajemeni hubungan segita tiga tersebut.b) yang bisa diterapkan untuk lingkup terbatas. Ketiga strategi generik ini diterapkan di tingkat unit bisnis atau perusahaan. Produktivitas pada tingkat perusahaan (dan pada tingkat industri dimana perusahaan itu dan perusahaan-perusahaan lainnya berada) punya beberapa ukuran. Kekuatan-kekuatan tersebut terdapat dalam satu dari dua aspek berikut: keunggulan biaya dan diferensiasi. perusahaan-perusahaan.Strategi Peningkatan Daya Saing Daya saing dari suatu perusahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan itu untuk mempertahankan peningkatan produktivitas. Tabel 5 mengilustrasikan tiga strategi generik tersebut. Menurutnya. diferensiasi. modal. berdasarkan kebijakan pemerintah yang sifatnya relatif diskriminatif. ekonomi direduksi menjadi manajemen. Menurut Porter (1980). Dasar dari teori ini adalah hubungan sebab-akibat. Keempat faktor ini dipengaruhi oleh kebijakankebijakan pemerintah. dan penduduk (masyarakat) yang dengan kerjasama yang baik antar mereka mampu menciptakan daya saing yang terus meningkat. Disebut strategi generik karena mereka tidak tergantung pada perusahaan atau industri. Dengan mengaplikasikan kekuatan-kekuatan tersebut baik dalam jangkauan yang luas maupun yang sempit akan menghasilkan apa yang disebut oleh Porter sebagai tiga strategi generik: keunggulan dalam biaya (atau cost leadership). konsep daya saing perusahaan dari Garelli (2006) dalam buku barunya mengenai pesaingpesaing papan atas yang mengatakan bahwa daya saing dari perusahaan-perusahaan dasarnya bukanlah kebijakan pemerintah. dan (iv) strategi perusahaan. (iii) kondisi-kondisi faktor (seperti SDM. nilai tambah ekonomi. melainkan hubungan antara negara. manajemen hubungan antara ketiga pihak tersebut dalam kaitan dengan faktor-faktor yang berpengaruh pada daya saing. dan sumber daya alam (SDA). Ada dua konsep daya saing perusahaan. Tepatnya. enerji. struktur dan pesaing. modal.4suatu perusahaan memposisikan dirinya di suatu pasar berdasarkan kekuatankekuatannya. Pemikirannya disebut ´Teori Kubus´ yang menjelaskan mekanisme daya saing suatu 6 4 Lihat beberapa tulisannya di E:\Porter's Generic Strategies. pengembalian/pendapatan pada aset-aset (dan modal yang digunakan). dan penduduk pada sisi miring kanan. dalam menghadapi persaingan dalam era perdagangan bebas dan ekonomi globalisasi sekarang ini. dan seimbang antara perusahaan-perusahaan pada sisi miring kiri. termasuk sumber daya atau faktor-faktor produksi seperti sumber daya manusia (SDM). Pemikiran Porter ini dikenal dengan ³Model Berlian´ yang terdiri dari empat faktor yang saling berhubungan. dalam konsep ini. yakni: (i) kondisi-kondisi permintaan.). Kedua. Negara atau pemerintah dalam hal ini berperan penting untuk menyediakan kerangka acuan bagi perusahaan-perusahaan dalam beraktivitas dan menjamin bahwa nilai yang diciptakan perusahaan akan berkontribusi bagi kemakmuran penduduk. negara pada alas. (ii) ketersediaan industri-industri pendukung. teknologi dll.

namun Biaya Keunikan produk rendah Strategi Strategi Cost leadership Diferensiasi Strategi Fokus Strategi Fokus (biaya rendah) (diferensiasi) .Luas (industry) Sempit (segmen pasar) n misalnya pemogokan atau demonstrasi.

regulasi kendiri dan empati. MAJZUB ZURIA MAHMUD ABSTRAK Kajian ini bertujuan mengenal pasti profil kecerdasan emosi dan profil komitmen pekerjaan dalam kalangan 265 pensyarah universiti di Indonesia. Maklumat yang diperolehi dari kajian .186 Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan dalam Kalangan Pensyarah Universiti di Indonesia (Emotional Quotient and Work Commitment Among Lecturers at An Indonesian University) ISKANDAR ROHATY MOHD. Kajian turut mendapati bahawa terdapat perbezaan yang signifikan bagi profil kecerdasan emosi pensyarah berdasarkan faktor kumpulan umur dan pengalaman pekerjaan.Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1)(2009): 173 . dan pengalaman mengajar. Ujian regresi mendapati dimensi kemahiran sosial dalam kecerdasan emosi menyumbang secara signifikan kepada komitmen pekerjaan. dan terdapat perbezaan yang signifikan dalam komitmen pekerjaan pensyarah mengikut kumpulan umur. Kajian ini menggunakan instrumen Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) dan sebuah instrumen yang dibina oleh pengkaji iaitu inventori komitmen pekerjaan pensyarah. tahap pendidikan. Dapatan kajian juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan. dan skor min paling rendah untuk dimensi kesedaran kendiri dan kemahiran sosial. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahawa pensyarah memperolehi skor min kecerdasan emosi yang tinggi bagi dimensi kerohanian dan kematangan. dan skor min sederhana bagi dimensi motivasi kendiri.

ini boleh digunakan oleh pensyarah dan pihak pembuat dasar pendidikan tinggi di Indonesia dalam usaha meningkatkan kualiti kerjaya pensyarah di universiti. self regulation. or Malaysian Emotional Quotient Inventory (MEQI). and lowest in self awareness and social skills. Descriptive statistics test showed from the Emotional Quotient Inventory. Information from this study is hoped to be useful for policy makers of higher education in Indonesia in their efforts to alleviate the work quality of university lecturers. Instruments used to gather data for this research are the Inventori Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM). education level. ABSTRACT The aim of this study is to identify the profiles of emotional quotient and work commitment among 265 university lecturers in Indonesia. Research also shows significant differences in emotional quotient among the lecturers based on age group and working experience. and significant difference in work commitment based on age group. medium in motivation. and an instrumen measuring the work commitment of university lecturers. the lecturers scored highest 174 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) in the spiritual and maturity domains. Regression shows that social skill dimension in the emotional quotient contribute significantly towards work commitment. and empathy. memahami dan menyelaraskan ilmu pengetahuan dan . PENGENALAN SENARIO CABARAN PEKERJAAN PENSYARAH UNIVERSITI DI INDONESIA Era Kebangkitan Nasional ke-2 Indonesia menuntut sebuah komuniti intelek yang mampu meneroka. and work experience. Results show a significant relationship between emotional quotient and work commitment.

seminar-seminar. bertamadun dan berkemahiran yang relevan dengan kehidupan serta memberi sumbangan (Susanto 1998). Oleh itu peranan sesuatu institusi pendidikan tinggi sudah pasti mencabar dan memerlukan perancangan yang lebih teliti. Pertamanya. berprestasi dan berwawasan tinggi adalah (i) berkemampuan bahasa yang berkesan. pembentangan projek.teknologi yang berkembang masa kini dan masa hadapan dalam seluruh aspek kehidupan. (iv) kerjasama yang sihat. Cabaran ini memerlukan sumber manusia yang berkualiti dan berwawasan tinggi serta sanggup bersaing secara sihat dalam segala aspek. pensyarah dikehendaki datang ke kampus pada waktu petang. Profesion pensyarah juga mempunyai peranan tersirat. Selain daripada mengajar di waktu pagi. (viii) mempunyai visi. Ali Khomsan (2004) berpendapat pekerjaan pensyarah di universiti merupakan suatu profesion yang amat mencabar. (iii) mahir dalam komunikasi. Sumber manusia yang berkualiti. tesis. Visi negara Indonesia ini didokong oleh matlamat wawasan pendidikan tinggi iaitu supaya pada tahun 2010 dapat melahirkan insan yang berilmu. (ii) mampu menggunakan alat teknologi. (v) memiliki kreativiti dan fleksibiliti. Pensyarah di universiti pula merupakan penghubung antara sistem pendidikan dengan sumber manusia kerana kesan sesuatu program inovasi pendidikan itu hanya berlaku melalui pensyarah (Medley 1982). (vi) berkesan dalam memimpin. inovasi dan semangat bekerja yang tinggi. (vii) mematuhi etika dan moral. Seseorang pensyarah dituntut untuk menjalankan aktiviti kokurikulum seperti kegiatan projek penyelidikan. di mana di dalamnya terkandung peranan sosial yang sangat penting Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 175 . serta kegiatan perkhidmatan kepada masyarakat. di hujung minggu dan di hari cuti. kerjaya ini tidak mempunyai pembahagian masa yang jelas antara masa bekerja dan masa tidak bekerja.

Kepelbagaian isu yang dihadapi mungkin dianggap sebagai cabaran kerja yang dinamik oleh sesetengah pensyarah. sebagai seseorang intelektual di tengah masyarakat. sehingga menggugat kesejahteraan diri dan prestasi kerja individu mahupun kumpulan. kesejahteraan pensyarah serta penyediaan gaji yang berpatutan. Selain itu ramai pensyarah yang turut ditawarkan menjadi kakitangan kerajaan bagi menampung keperluan sosial and material mereka. Di samping itu. bagaimanakah isu-isu sistemik yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia menggugat komitmen pekerjaan serta mengganggu . tekanan ini mungkin mencetus emosi. Ini termasuklah aspek-aspek peningkatan kualiti kerja pensyarah. rakan sekerja. Antaranya ialah. serta mampu berkomunikasi dan memberi keadilan dalam perubahan sosial masyarakat. Justeru. Dalam menangani fenomena ini. timbul beberapa persoalan yang harus difikirkan. mencarian kebenaran ilmiah. serta pelajar. adalah menjadi satu kewajipan pensyarah untuk memastikan pelajar atau anak didiknya menjadi seorang sarjana muda. Fenomena yang dihadapi kebanyakan universiti di Indonesia ialah ramainya pensyarah yang melakukan aktiviti mengajar di luar kampus (moonlighting) untuk mendapatkan tambahan kewangan kerana gaji yang di terima adalah rendah. Pada waktu ini terdapat beberapa isu yang dihadapi oleh pensyarah di Indonesia yang perlu segera ditangani.yakni. penghijrahan pensyarah Indonesia ke universiti luar negara atau negara jiran akan mengakibatkan brain drain yang akan merugikan negara. sarjana. isu kadar atrisi yang tinggi dalam kalangan pensyarah di Indonesia merupakan isu yang hangat diperkatakan (Ali Khomsan 2005). manakala bagi sesetengah yang lain. Selain dari meluluskan pelajar dalam kursus-kursus perkuliahan. Pensyarah juga terdedah kepada berbagai isu persekitaran kerja yang melibat dirinya dan sistem pentadbir universiti. dan doktor falsafah yang berupaya menubuhkan kebebasan.

Kemampuan memahami dan mengendali emosi diri dan orang lain ini digambarkan oleh Goleman dalam konsep emotional quotient atau kecerdasan emosi. ISU YANG BERSANGKUTAN DENGAN KOMITMEN KERJA DAN KECERDASAN EMOSI Kebolehan dan kepintaran bertindak seseorang diperlukan dalam menyesuaikan diri dalam pelbagai keadaan serta untuk memenuhi potensinya. Goleman 1995. kecerdasan emosi merupakan trait personaliti yang perlu dimiliki oleh setiap pensyarah dan guru untuk berjaya dalam kerjayanya. Bagi profesion akademia. Eleman kecerdasan emosi dan kepuasan kerja boleh dianggap sebagai teras dalam membina prestasi kerja individu mahupun kumpulan yang berkualiti. Pengenalpastian tahap kecerdasan emosi menyediakan maklumat berharga kepada pensyarah dalam menilai keberkesanan diri dan seterusnya menjadi pemangkin ke arah peningkatan kualiti sumber manusia. komitmen 176 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) pekerjaan sama ada individu mahupun kumpulan (Mayer & Caruso 2000. Terdapat kemungkinan bahawa pensyarah yang tinggi kecerdasan emosi berkemungkinan mempunyai komitmen . Salovey. Menurut Goleman (1999) kebolehan seseorang menerima cabaran sentiasa berubah mengikut keadaan dan amat berkait rapat dengan kebolehan dan kestabilan emosi seseorang. & Caruso 2000 dan Noriah. Siti Rahayah. & Syed Najmuddin 2003).1999. Mayer. Kajian-kajian telah membuktikan bahawa kecerdasan emosi dan kepuasan kerja memainkan peranan penting dalam meningkatkan prestasi kerja.kesejahteraan diri? Apakah yang menyebabkan sesetengah pensyarah di Indonesia terus komited dalam pekerjaan mereka manakala sesetengah yang lain tidak dapat bertahan? Jawapan kepada persoalan ini mungkin membolehkan komuniti intelek di Indonesia lebih difahami dan dihargai supaya mereka dapat menyumbang potensi terbaik ke arah memenuhi wawasan nasional.

pekerjaan dan komitmen organisasi yang tinggi, kerana individu sebegini mengenali siapa dirinya, sentiasa menjaga hubungan yang baik dengan orang lain serta cuba menjadi pekerja terbaik. Kajian kecerdasan emosi ke atas pensyarah di Malaysia yang dijalankan oleh Mohd. Najib (2000) menunjukkan kestabilan emosi pensyarah-pensyarah di salah sebuah fakulti pendidikan adalah di tahap sederhana dan tidak menonjol. Menurut beliau, pensyarah perlu mempunyai kesedaran emosi yang tinggi memandangkan mereka merupakan pendidik kepada bakal-bakal guru. Kestabilan emosi pensyarah akan memberikan kesan terhadap keberkesanan latihan yang mereka berikan kepada bakal-bakal guru tersebut. Beliau mencadangkan bahawa ketidakstabilan emosi pendidik boleh membawa kepada perasaan kecewa atau pun ³burnout´ disebabkan oleh tekanan kerja (Noriah, Zuria, Siti Rahayah & Manisah 1999). Kajian Noriah dan Aliza (2002) pula mengutarakan bahawa persekitaran dan bebanan kerja guru di Malaysia merupakan antara faktor yang mungkin menyumbang kepada kecenderungan menghadapi tekanan dan seterusnya memberi implikasi negatif kepada kesihatan mental guru. Kajian Noriah, Ramlee, Zuria, Siti Rahayah (2006) mendapati bahawa guruguru di Malaysia mempunyai skor tertinggi kecerdasan emosi bagi domaindomain spiritual, regulasi kendiri, dll, tetapi paling rendah dalam domain kemahiran sosial. Dapatan kajian ini sangat menarik kerana sebagai guru, kemahiran sosial amatlah penting dan merupakan kemahiran yang paling asas. Jika pendidik tidak mempunyai kemahiran sosial seperti bertanya khabar, membimbing, memahami, memaafkan, tentulah proses pengajaran dan pembelajaran akan terjejas. Terdahulu kajian oleh Noriah, Siti Rahayah, Syed Najmuddin (2003) mendapati bahawa umur dan pengalaman memainkan peranan penting dalam mempengaruhi tahap kecerdasan emosi dalam kalangan guru. Terdapat sebilangan guru yang

menyatakan bahawa semasa muda mereka bersifat ³garang´ apabila mengajar, dan selalu menghukum pelajar yang bermasalah kerana tidak sabar. Bagaimanapun, apabila usia mereka meningkat, mereka menjadi lebih matang dan sabar dalam mengendalikan pelajar-pelajar khususnya yang bermasalah. Faktor kecerdasan emosi seseorang kakitangan didapati boleh menentukan keberkesanan komitmen pekerjaan (Carson & Carson 1998; Cherniss 1998). Kajiankajian ini mendapati kakitangan yang komited akan terus rajin bekerja sama ada Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 177 suasana dalam organisasi itu memberangsang ataupun sebaliknya. Pengkajipengkaji ini menyatakan bahawa seseorang individu yang komited dengan pekerjaannya merupakan mereka yang mempunyai emosi yang cerdas. Ini adalah kerana mereka yang cerdas emosinya akan dapat memotivasikan dan mengendalikan emosi diri sendiri, berwawasan apabila membuat suatu keputusan, memahami dan empati dengan keperluan psikologi orang lain serta menjalankan hubungan sosial yang baik. Menurut Goleman (1995; 1999), kecerdasan emosi membolehkan individu yang bekerja dalam organisasi berkemungkinan tidak mudah mengalami konflik semasa bertugas. Pada waktu ini, terdapat kekurangan dalam kajian kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah samada di Barat, di Malaysia mahupun di Indonesia. Malah, kajian ini wajar dilakukan di Indonesia sebagai usaha membina sistem pendidikan yang mantap sekaligus mendokong wawasan Kebangkitan Nasional di Indonesia. Maklumat bagaimana kecerdasan emosi berperanan dalam meningkatkan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah perlu diketahui sebagai langkah awal ke arah penambahbaikan kualiti komitmen pekerjaan pensyarah di universiti di Indonesia. Sehubungan itu, kajian ini akan menjawab empat persoalan berikut:

i. Apakah profil kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? ii. Adakah terdapat perbezaan yang signifikan dalam kecerdasan emosi dan komitmen pekerjaan dalam kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia mengikut faktor demografi (jantina, kumpulan umur, tahap pendidikan dan pengalaman pekerjaan)? iii. Adakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi Daerah Jambi Indonesia? iv. Sejauh manakah pengaruh kecerdasan emosi menyumbang kepada komitmen pekerjaan di kalangan pensyarah pendidikan tinggi di Daerah Jambi Indonesia? METODOLOGI REKA BENTUK KAJIAN DAN SAMPEL Kajian ini merupakan kajian kuantitatif menggunakan kaedah tinjauan rentas silang. Sampel kajian terdiri daripada 265 pensyarah (180 lelaki dan 85 wanita) yang berkhidmat di sebuah universiti di Daerah Jambi, Indonesia. Bagi kumpulan umur bawah 35 tahun terdapat seramai 75 orang pensyarah (28.3%), umur 36 sampai 45 tahun seramai 137 pensyarah (51.6%), umur di atas 46 tahun seramai 53 orang pensyarah (20.1%). Seramai 40 orang responden (15.1%), memiliki ijazah sarjana muda, 195 orang pensyarah (73.6%) mempunyai ijazah sarjana dan seramai 178 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) 30 orang pensyarah (11.3%) memperolehi ijazah doktor falsafah. Manakala dari segi pengalaman pekerjaan, kelompok bawah 10 tahun ialah seramai 81 orang pensyarah (30.6%), 11 sampai 20 tahun seramai 129 orang pensyarah (48.7%) dan 21 tahun ke atas seramai 55 orang pensyarah (20.7%).

Nilai kebolehpercayaan instrumen ini ialah 0. (iii) motivasi kendiri. (2006). Kajian-kajian yang lalu menunjukkan bahawa kecerdasan emosi memainkan peranan penting dalam kehidupan seseorang sama ada sebagai individu dalam bidang pekerjaannya. Pada asalnya Goleman mencadangkan lima dimensi kecerdasan emosi iaitu (i) kesedaran kendiri. Instrumen ini sudah diuji kesahan dan kebolehpercayaan melalui kajian rintis yang telah dijalankan oleh beberapa pengkaji sebelum ini. 1999). dibina berdasarkan model yang diutarakan Goleman (1995. Nilai kebolehpercayaan IKEM dalam kajian ini ialah 0. dan (vii) kematangan. Ramlee. dan dimensi perkhidmatan kepada masyarakat. Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah et al. Zuria. Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji adalah berdasarkan tugasan pensyarah yang disarankan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Kajian di Malaysia oleh Noriah et al. dan Siti Rahayah (2006). dan (ii) Instrumen Komitmen Pekerjaan Pensyarah yang dibina oleh pengkaji. (2004) menemui penambahan dua faktor yang begitu ketara apabila menerangkan konsep kecerdasan emosi iaitu (vi) kerohanian. (ii) regulasi kendiri.965. (v) kemahiran sosial.934. Item-item dibina untuk tiga dimensi iaitu dimensi pendidikan dan pengajaran. DAPATAN KAJIAN PROFIL KECERDASAN EMOSI DAN PROFIL KOMITMEN PEKERJAAN PENSYARAH Dapatan kajian menunjukkan bahawa dimensi kecerdasan emosi pensyarah yang . dimensi penyelidikan. (iv) empati.INSTRUMEN KAJIAN Dua soal selidik utama yang digunakan dalam kajian ini ialah (i) Instrumen Kepintaran Emosi Malaysia (IKEM) Noriah.

21). JADUAL 1. kesedaran kendiri (4. motivasi kendiri (4. ujian Post Hoc Multiple Comparisons dilakukan dan didapati responden berumur 46 tahun ke atas berbeza (lebih tinggi skor) dengan responden 35-45 tahun.19). dan diikuti dimensi kematangan (4. Ujian ANOVA menunjukkan terdapat perbezaan dalam skor Kecerdasan Emosi berdasarkan umur dan pengalaman kerja.mendapat skor min yang tertinggi ialah dimensi kerohanian (4.03). Dari tiga dimensi komitmen pekerjaan pensyarah skor min paling tinggi ialah bagi dimensi komitmen pengajaran (4.23). tetapi tidak menunjukkan perbezaan signifikan dengan responden 35 tahun ke bawah. regulasi kendiri (4. komitmen penyelidikan (4. Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 179 PERBEZAAN KECERDASAN EMOSI MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA. empati (4. KUMPULAN UMUR.18).17).18). Error/ Ralat . dan kemahiran sosial (4. didapati tidak wujud perbezaan sama ada pensyarah lelaki mahupun pensyarah wanita. dan Ujian ANOVA pula menunjukkan tiada perbezaan signifikan dalam skor kecerdasan emosi berdasarkan tahap pendidikan. Skor purata min secara keseluruhan kecerdasan emosi ialah pada tahap tinggi (4.13).88). Bagaimanapun. Seterusnya.64).10). Ujian Post Hoc kecerdasan emosi mengikut kumpulan umur dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std. manakala skor min paling rendah iaitu dimensi perkhidmatan kepada masyarakat (4. Kumpulan berpengalaman 21 tahun ke atas didapati mendapat skor kecerdasan emosi lebih tinggi daripada kumpulan-kumpulan yang mempunyai kurang pengalaman bekerja (Jadual 1). TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Hasil ujian-t bagi mengkaji perbezaan tahap kecerdasan emosi mengikut jantina.

18535(*) .45 tahun .000* (I) (J) Pengalaman Pengalaman Perbezaan Std. KUMPULAN UMUR. tahap pendidikan dan pengalaman kerja.000 11 tahun .04693 .45 tahun .04693 . 180 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) PERBEZAAN KOMITMEN PEKERJAAN MENGIKUT FAKTOR DEMOGRAFI (JANTINA.03666 .05.03867 .708 21 tahun ke atas -.10646 .03023 .03867 .20 tahun Kurang 10 tahun .04314 .708 21 tahun ke atas -. Ujian Post Hoc telah .03666 . (1) Di bawah 35 36 . TAHAP PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN PEKERJAAN) Ujian-t mendapati bahawa tidak terdapat perbezaan yang signifikan komitmen pekerjaan mengikut jantina.20 tahun .000* Signifikan pada aras 0.18535(*) .10646 .16038(*) . Ujian-ujian ANOVA mendapati terdapat perbezaan dalam komitmen pekerjaan berdasarkan kumpulan umur.16038(*) .03148 .04489 .602 tahun (2) 36 hingga 45 46 tahun ke atas -.14961(*) .Umur Umur Min (I-J) Piawai Sig.062 tahun Kurang 35 tahun -.062 36 .000* (3) 46 tahun ke atas Kurang 35 tahun . Error Sig.02497 .02497 . Pekerjaan Pekerjaan Min (I-J) Di bawah 10 tahun 11 tahun .000* 11 tahun .602 46 tahun ke atas -.04489 .14961(*) .03023 .04314 .000* 21 tahun ke atas Kurang 10 tahun . Untuk melihat perbezaan-perbezaan ini.20 tahun -.03148 .

731 .dijalankan (Jadual 2).000 46 tahun ke atas -. Sarjana muda Sarjana -.04301 .12254 .017 Sarjana .09528 .06366 .45 tahun .14387 . Error/ Ralat Tahap pendidikan Tahap pendidikan Min (I-J) Piawai Sig.06387 1.002 (I) (J) Perbezaan Std.45 tahun .07885 .03411 .081 36 .134 Doktor Falsafah Sarjana muda .134 (I) (J) Perbezaan Std.00102 . komitmen pekerjaan pensyarah pada 46 tahun ke atas adalah JADUAL 2.06387 1. Error/ Ralat Kumpulan Umur Kumpulan Umur Min (I-J) Piawai Sig. Pekerjaan Pekerjaan <10 tahun 11 ± 20 tahun .217 Doktor Falsafah -.017 Sarjana Sarjana muda .14489(*) .217 Doktor Falsafah -. Bawah 35 tahun 36 .45 tahun Bawah 35 tahun -.14387 .05693 .21781(*) . tahap pendidikan dan pengalaman kerja (I) (J) Perbezaan Std.00102 .081 36 . Ujian-ujian Post Hoc menunjukkan bahawa komitmen pekerjaan Lulusan ijazah doktor falsafah jauh lebih tinggi dari lulusan ijazah sarjana dan lulusan ijazah sarjanamuda.06678 .21781(*) . Ujian-ujian Post Hoc komitmen pekerjaan mengikut kumpulan umur.002 46 tahun ke atas Bawah 35 tahun .05693 .04515 .09528 .000 46 tahun ke atas -.06366 .04301 .12254 . Error/ Ralat Pengalaman Pengalaman Min (I-J) Piawai Sig.06678 .14489(*) .07885 .

SUMBANGAN DOMAIN KECERDASAN EMOSI TERHADAP KOMITMEN PEKERJAAN Dapatan kajian ujian regresi berganda langkah demi langkah menunjukkan enam dimensi kecerdasan emosi menyumbang secara bersama-sama ke atas komitmen pekerjaan. Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 181 lebih daripada kumpulan-kumpulan yang berusia lebih muda. motivasi kendiri. dan regulasi kendiri sebagai peramal menyumbangkan secara signifikan sebanyak (55.007 > 21 tahun < 10 tahun .736) dengan signifikan pada aras (p < 0.16992(*) .20 tahun < 10 tahun -.05257 .05).441) ini bererti (P1) kemahiran sosial merupakan dimensi utama kecerdasan emosi yang .554) kepada komitmen pekerjaan sebagai kriterion.01).028 11 ± 20 tahun . kerohanian. Secara signifikan.> 21 tahun -. varians (R²/Kuasa Dua = . dan komitmen kumpulan pengalaman bekerja 21 tahun ke atas didapati lebih tinggi daripada komitmen kumpulan yang kurang dalam pengalaman bekerja.05257 .03411 . Kombinasi enam dimensi kecerdasan emosi iaitu dimensi kemahiran sosial.13581(*) . adalah signifikan pada aras (p < 0. skor dimensi kemahiran sosial menyumbangkan sebanyak (44.007 Signifikan pada aras 0.486 (df = 6.10%).16992(*) .258).04515 . kematangan.05. kesedaran kendiri.05545 .05545 . Keputusan analisis varians menunjukkan nilai F = 53.028 11 .13581(*) .731 > 21 tahun -.40%) varians (R²/Kuasa Dua = 0. HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KOMITMEN PEKERJAAN Ujian korelasi Pearson-r menunjukkan bahawa terdapat hubungan signifikan yang kuat antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah (r = .

335.521 2.5-44. kepada varians (R²/Kuasa Dua = .392 . Sig. dan akhir sekali (P6) dimensi regulasi kendiri menyumbangkan sebanyak (55.7) % iaitu (0.059 .441 44.70%).90%).745. PERBINCANGAN Secara keseluruhannya.547 0.347 .378 6.495 5.554 0.000 .1-49. Ralat Piawai (Standard Error) = 0.952 .1)% iaitu (5.664 14.332 .056 .208 . Beta T Sig ² Sumbangan Error % 1 Kemahiran Sosial 6609 .495) perubahan tambahan kepada komitmen pekerjaan.54.326 .542. (P5) dimensi kerohanian menyumbangkan sebanyak (54.000 .281 .05) 182 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) kesedaran kendiri menyumbang sebanyak (52.40%).420 .= (p < 0.5)% iaitu (2.60 4 Kematangan .554.10 2 Motivasi Kendiri .000 .021 .8-52. R²/ Kuasa Dua = 0.055 . pensyarah yang berkhidmat di universiti Daerah Jambi .menyumbangkan secara signifikan dalam upaya mempertingkatkan komitmen pekerjaan pensyarah yang berkesan di institusi pendidikan tinggi.90 6 Regulasi Kendiri .538 1.306 4.70 Kriterion: Pemboleh ubah Komitmen Pekerjaan R Berganda = 0.000 . Konstan/ Peramal = -0.774 .356 5.042 . R² Terlaras (Ajusted R2) = 0.53.7 .4 .054 .055 . Kombinasi dimensi (P1) kemahiran sosial dan (P2) dimensi motivasi kendiri menyumbang sebanyak (49. Manakala (P3) dimensi JADUAL 3.70%).458 7.158.70 5 Kerohanian .8)% atau (0. (P4) dimensi kematangan menambah menyumbangkan sebanyak (53.000 .362 6.60%) menambah dalam komitmen pekerjaan.40 3 Kesedaran Kendiri .1)% iaitu (1.000 .824 . Analisis regresi berganda (stepwise) bagi dimensi-dimensi kecerdasan emosi menyumbangkan kepada komitmen pekerjaan Bil Pemboleh ubah Std.

yang berkualiti dan berwawasan tinggi (Susanto 1998). regulasi kendiri. penyelidikan. Kajian ini mendapati domain kerohanian mendapat skor paling tinggi dalam kalangan pensyarah yang dikaji. kemahiran sosial. penyeliaan. Zuria. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003). dan Siti Rahayah (2006) tentang guru-guru yang pada awalnya sangat ³garang´ tetapi kemudiannya menjadi lebih sabar setelah meningkat usia dan lebih berpengalaman. Dapatan ini selari dengan laporan Noriah.bersetuju bahawa mereka telah mengamalkan kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Goleman (2001). Kemungkinan juga tugas seharian sebagai pensyarah yang melibatkan pengajaran. serta tidak mudah putus asa untuk mencapai matlamat diri berbanding dengan individu yang tidak mengamalkan aspek kerohanian. Noriah. memotivasi diri. dan khidmat masyarakat telah membentuk personaliti mereka menjadi manusia yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi. Secara keseluruhannya. empati. Ramlee. motivasi kendiri. Siti Rahayah dan Syed Najmuddin (2003). Kemungkinan juga ialah majoriti pensyarah yang dikaji mempunyai dan meyakini nilai-nilai moral dan agama yang dianggap sebagai asas untuk mengawal emosi. dan Noriah. Ini kerana kajian ini juga mendapati bahawa tahap kecerdasan emosi pensyarah yang lebih lama bekerja menjadi semakin tinggi berbanding mereka yang masih baru bekerja. Hasil penyelidikan turut selari dengan dapatan kajian (Syed Najamuddin 2005) yang . dan kematangan. Ini menunjukkan kemungkinan bahawa sumber manusia yang menganggotai pusat pengajian tinggi tersebut terdiri dari mereka yang telah dipilih dengan teliti dan memenuhi kriteria insan yang intelek. Kecerdasan emosi yang dimaksudkan ialah kesedaran kendiri. kreatif. Kemungkinannya ialah kerana budaya masyarakat Indonesia umumnya amat mementingkan aspek kerohanian. kerohanian. profil kecerdasan emosi pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mengikut 7 dimensi berada pada tahap tinggi.

kajian ini juga mendapati dimensi kematangan. Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. sesama pensyarah. Ini berkemungkinannya berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. Dapatan ini sangat menarik untuk diperhatikan dan didalami kerana kemahiran sosial . motivasi kendiri. Ketinggian dalam dimensi ini mempengaruhi ketinggian dalam dimensi-dimensi yang lainnya (Goleman 1995.menyatakan bahawa aspek kerohanian tersebut menjadikan pekerja sentiasa tekun. Apabila seseorang memiliki kecerdasan emosi yang berkesan. serta pimpinan institusi yang kurang mesra. serta memantap idea Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 183 untuk mengembangkan bakat. refulasi kendiri. 2004). sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama. dan regulasi kendiri. Kajian ini mendapati dimensi kemahiran sosial pensyarah menunjukkan skor min yang kurang menonjol daripada tujuh dimensi kecerdasan emosi yang dikaji. Kesedaran kendiri membantu pensyarah mengenal diri. ke atas pendidik di Malaysia. dia boleh mengawal diri. kemahiran sosial. saling menghargai. empati. Dapatan ini selari dengan kajian Noriah et al. dan tujuan dan minat (Noriah et al. Kekurangn kesedaran kendiri boleh menjejaskan tahap kecekapan pada dimensi-dimensi peribadi dan sosial. kerohanian dan kematangan (Noriah et al. tahap keyakinan. bertukar fikiran dalam suasana ceria. motivasi. sabar dan bermotivasi untuk melaksanakan tugas seikhlas mungkin tanpa mengharap ganjaran material. serta kesedaran kendiri merupakan domain-domain yang mencatat skor tertinggi. (2006). 1999) di mana kesedaran kendiri merupakan satu µbuilding block¶ kepada pembinaan kecerdasan emosi yang lebih tinggi (bermula dengan kesedaran kendiri. serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar. 2004). Selain daripada dimensi kerohanian.

dan memiliki matlamat kerjaya yang lebih jelas. peluang mengajar dan menyelia untuk beberapa waktu yang panjang. berkelulusan lebih tinggi. ia akan bersungguh-sungguh dan memotivasi dirinya agar matlamat pekerjaannya tercapai. Dari aspek komitmen.sangat penting dalam tugasan pensyarah yang sentiasa berinteraksi dengan pelbagai pihak di tempat kerja. Maklumat ini penting kerana ia membantu kerajaan membina perancangan yang lebih mantap untuk memastikan bahawa pensyarah sentiasa komited kepada usaha-usaha pembangunan nasional dan menghalang penghijrahan atau ³brain drain´ (Ali Komsan 2005). dan peluang meneruskan kerjaya walaupun pada usia lanjut mungkin dapat meningkat komitmen pekerjaan. kajian ini mendapati komitmen pekerjaan pensyarah meningkat apabila mereka lebih berusia. 184 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) . berkualiti dan cemerlang. Kebijaksanaan pensyarah dalam pergaulan memudahkannya mempengaruhi orang lain dengan idea-idea. Hasil analisis juga menunjukkan bahawa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan komitmen pekerjaan pensyarah. bijak. Pada masa yang sama. cepat menjalin hubungan yang mesra dan saling bantu-membantu dalam mencapai objektifobjektif institut pendidikan tinggi yang sentiasa dinamik. Dapatan ini menggemukakan beberapa strategi seperti peluang melanjutkan pelajaran ke peringkat yang lebih tinggi. kebijaksanaan sosial juga memudahkan pensyarah menjalankan peranannya sebagai agen perubahan masyarakat dan menjadi role model kepada pelajarnya agar menjadi pelajar yang santun. dan berpengalaman mengajar lebih lama. Keputusan ini selari dengan dapatan kajian Carson dan Carson (1998) yang menyarankan bahawa individu yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi akan sentíasa bersikap positif kepada kerjayanya dengan menyelesaikan konflik. Oleh itu.

serta pimpinan institusi yang kurang mesra. dalam menjalankan kerja organisasi kemahiran sosial melibatkan kemahiran mendapatkan maklum balas yang positif daripada orang lain. mesra. terdapat keperluan untuk pensyarah-pensyarah ini memperbaiki kemahiran sosial supaya sama taraf dengan domain-domian lain dengan harapan ia dapat meningkatkan komitmen pekerjaan mereka. kuasa ini tidak sepatutnya dijadikan sebab kenapa mereka tidak boleh mengaplikasikan kemahiran sosial semasa bersama pelajar maupun rakan-rakan yang lebih junior. Ini berkemungkinan berkait rapat dengan hubungan kerjasama pensyarah dengan pelajar-pelajar. Oleh kerana skor domain kemahiran sosial paling rendah dalam domain-domain kecerdasan emosi. kematangan. sehingga menyebabkan terkurangnya aktiviti bekerjasama. satu dapatan menarik ialah kemahiran sosial merupakan penyumbang utama kepada komitmen pekerjaan kepada pensyarah-pensyarah yang dikaji. kesedaran kendiri. Bagaimanapun. individu yang pandai bergaul mesra dan saling membantu dalam mencapai matlamat institusi. dan dapat memberi sokongan kepada rakan sekerja. saling . Kemahiran sosial yang baik boleh membantu pensyarah mengawal emosi pensyarah dalam persekitaran kerja yang sentiasa dinamik (Goleman 1995). Menurut Goleman (1999). Kemungkinan pensyarah di universiti dikaji mempunyai autonomi individu yang kuat sesuai dengan keahlian akademik mereka. bertukar fikiran dalam suasana ceria. dan kerohanian juga mempunyai sumbangan yang signifikan kepada komitmen pekerjaan pensyarah. Pendidik yang mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi lebih terbuka untuk berkomunikasi dan menerima pandangan orang lain. Walaupun ahli akademik berada dalam posisi yang memberikan mereka µkuasa akademik¶ yang menyebabkan mereka dipandang tinggi oleh pelajar. sesama pensyarah.Kajian ini telah mendapati bahawa domain-domain dalam kecerdasan emosi yang menyumbang kepada komitmen pekerjaan ialah motivasi kendiri.

Ini memberi implikasi bahawa dalam memilih pensyarah. http:/ www. htm.kompas.com/kompas-cetak/24/opini/388045. [Senin 14 Juni 2004]. kecerdasan emosi juga didapati mempunyai Kecerdasan Emosi dan Komitmen Pekerjaan 185 hubungan dengan komitmen kerja. competencies. pengalaman kerja dan kelayakan didapati mempengaruhi tahap kecerdasan emosi. Carson. Harian Kompas. D. 1998. demi kesinambungan kualiti pensyarah. Menggugah komitmen pensyarah di Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara. Pensyarah Institusi Pendidikan Tinggi Indonesia. universiti perlu membuat persediaan dan menggalakkan pensyarah-pensyarah dari generasi pelapis untuk menyambung pelajaran sehingga ke peringkat tinggi. P. bagaimanapun faktor-faktor seperti umur. fenomena brain-drain berkemungkinan berlaku dan ini akan memberi impak negatif kepada negara Indonesia di mana pada saat ini negara ini sedang berada dalam keadaan yang memerlukan sumbangan ahli-ahli akademik yang berwawasan dan komited untuk memenuhi kebangkitan nasional. and citizenship. Kajian ini menunjukkan bahawa pensyarah-pensyarah di Daerah Jambi Indonesia mempunyai kecerdasan emosi yang baik. Sumbangan optimum pensyarah-pensyarah ini boleh diraih jika kesejahteraan diri terbela dan komitmen kerja mereka terjamin. P. Career commitment. 2004. K. & Carson. Pada masa yang sama. Pada masa yang sama. . RUJUKAN Ali Khomsan. serta berdikusi dengan mesra dan terbuka bersama pelajar. Jika kedua-dua aspek ini tidak diberi perhatian. Brain drain. Ali Khomsan.menghargai. PENUTUP Pensyarah universiti memain peranan yang amat penting sebagai agen perubahan sosial terutamanya kepada negara yang sedang membangun seperti Indonesia. 2005. perhatian perlu diberikan kepada kematangan dan kelayakan.

Zuria Mahmud. Medley. Zuria Mahmud & Siti Rahayah. development. 8-24. and as a mental ability. 1999. & Goleman. 1998.J Sternberg (Ed). D. San Francisco: Jossey-Bass. 24: 548-555. 1999. Goleman. assessment. Executive Excellence 16 (4): 19. In.Y. Ishak & Aliza Alias. Hubungan antara tanggungjawab kepada kendiri. 1894-1903. Mohd. 1995. Cherniss. New York: Cambridge University Press. R. oleh H. & Caruso. 92-117. Educational Leadership. D. J. M. Ishak. Hlm. Ramlee Mustapha. Kecenderungan menghadapi tekanan dan .Free Press.D. N. The handbook of intelligence. Noriah Mohd. Emotional Intelligence New York: Bantam Books.. C. Emotional Intelligence of Malaysian Teachers: Implications on workplace productivity. Emotional Intelligence: Issues in Paradigm Building. D. hlm. Mitzel. 27-44. Emotional Intelligence as zeitgeist. 2002. 2000. 14(2). pelajaran. Emotional Competence. J. 2006. (pnyt). J. Jurnal Teknologi 32(E): 1-10. D. D. R. P.A. 55(7): 26-28. Noriah Mohd. as personality. The Emotionally Intelligent Workplace. Teacher effectiveness.\\. Noriah Mohd. Kestabilan emosi guru: perbandingan antara pensyarah dan pelajar. C. D. R. school. Ishak. & Caruso. Social and Emotional Learning for Leaders. R. D. Models of emotional Intelligence. Siti Rahayah Ariffin & Manisah Mohd Ali. Dlm Bar-On. 396-420. Jurnal Pendidikan. & Parker. San Francisco: Jossey-Bass. Cherniss. D. Goleman. Dlm buku Encyclopedia of Educational research. 2000. D. Mayer. 2001.Journal of Career Assessment 6(2): 195-208. Najib Ghafar. pelajar dan masyarakat di kalangan guru-guru. Goleman. Dlm. and application at home. 2000. Salovey. Mayer. The handbook of emotional intelligence: theory. International Journal of Vocational Education and Training. 1982. and in the workplace.

Bangi: Fakulti Pendidikan UKM. pp. Prosiding Seminar Kebangsaan Profession Perguruan 2002. B. Faktor kecerdasan emosi serta hubungan dengan nilai kerja dan prestasi kerja guru maktab rendah sains MARA. 39(E): 75-82. Fal. Bangi.implikasinya terhadap kesihatan mental guru-guru. Majzub Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia 43600 Bangi Selangor Darul Ehsan . Ishak. Susanto. Universiti Kebangsaan Malaysia. nilai kerja dan prestasi kerja di kalangan guru maktab rendah sains MARA. Syed Najamuddin Bin Syed Hassan. hlm. Untuk maklumat lanjut sila hubungi: Rohaty Mohd. Journal Teknologi. Noriah Mohd. Hubungan antara faktor kecerdasan emosi. A. Universiti Atma Jaya 186 Jurnal Pendidikan Malaysia 34(1) Yogyakarta Indonesia memasuki melenium ketiga. Tesis Dr. Siti Rahayah & Syed Najamuddin Syed Hassan. 2003. 77-88. 441-451. Tinjauan Pendidikan Tinggi dalam memasuki melenium ketiga: Renungan beberapa aspek pembaharuan dunia pendidikan. Andi Offset. 2005. 1998. Yogyakarta.

o+ . Sedangkan secara formal.o + .1.2 dan 3.o .o+ . yaitu : 1.o+ .o+ . maka jenis migran yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis migran semasa hidup (life time migrant). Migran risen (recent migrant) adalah mereka yang pindah melewati batas propinsi dalan kurun waktu lima tahun terakhir sebelum pencacahan. Faktor-faktor daerah asal 2. atau mereka yang tempat tinggalnya sekarang bukan di wilayah propinsi tempat kelahirannya.o o+ .o+ . secara skematis dapat dilihat pada Gambar 2 ( Lee. Bila melampaui batas negara maka disebut dengan migrasi internasional (migrasi internasional).o+ . Migrasi Penduduk Secara sederhana migrasi didefenisikan sebagai aktivitas perpindahan. Faktor-faktor individual Faktor-faktor 1. Sedangkan perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah disebut dengan migrasi keluar (Depnaker. Faktor-faktor yang terdapat pada daerah tujuan 3.o+ . Rintangan antara 4.o+ .1.o+ . 1995). migrasi didefenisikan sebagai perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain yang melampaui batas politik/negara ataupun batas administrasi/batas bagian suatu negara.o + . Pindahnya penduduk ke suatu daerah tujuan disebut dengan migrasi masuk. 3.o o+ .o+ . 47 3.o+ . baik antar daerah ataupun antar propinsi. Faktor-faktor yang Terdapat di Daerah Asal dan Daerah Tujuan serta Rintangan Antara .o+ .o+ . KERANGKA TEORI 3.o o+ . Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Migrasi Dalam keputusan bermigrasi selalu terkandung keinginan untuk memperbaiki salah satu aspek kehidupan. Menurut Lee (1987) ada empat faktor yang perlu diperhatikan dalam studi migrasi penduduk. 2.o + .o+ .1.o+ . Berdasarkan tiga jenis migran tersebut. Migran total adalah orang yang pernah bertempat tinggal di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal pada waktu pengumpulan data.o+ . dan ada pula faktor-faktor yang memaksa mereka Rintangan Antara Daerah Asal Daerah Tujuan Gambar 2. Sedangkan migrasi dalam negeri merupakan perpindahan penduduk yang terjadi dalam batas wilayah suatu negara.46 III.o+ .o+ . Migran semasa hidup (life time migrant) adalah mereka yang pindah dari tempat lahir ke tempat tinggal sekarang.o+ .o Pada masing-masing daerah terdapat faktor-faktor yang menahan seseorang untuk tidak meninggalkan daerahnya atau menarik orang untuk pindah ke daerah tersebut (faktor +). 1987): .o+ . Menurut BPS (1995) terdapat tiga jenis migran antar propinsi. sehingga keputusan seseorang melakukan migrasi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. yaitu : 1.

agar mempertimbangkan µcost and benefit¶ dari setiap perpindahan ke daerah tujuan yang memiliki potensi lebih besar . Teori ini kurang memperhatikan bagaimana seseorang memutuskan untuk berpindah. termasuk kualitas seluruh sarana transportasi. Teori ekonomi lainnya. serta dengan cara apa ia berpindah. perdagangan. Teori ini hanya merekomendasikan kepada para migran potensial itu. Faktor-faktor demografi. mengapa seseorang berpindah dengan cara tertentu. maka pengaruhnya terhadap faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi dari masing-masing individu juga bervariasi. termasuk keinginan para migran untuk melepaskan dari kendala-kendala tradisional yang terkandung dalam organisasi-organisasi sosial yang sebelumnya mengekang mereka. tetapi tidak mencoba menjelaskan persoalan. setiap daerah mempunyai faktor pendorong (push factor) yang menyebabkan sejumlah penduduk migrasi ke luar daerahnya. mengapa bukan dengan cara yang lain. fasilitas perumahan dan kondisi lingkungan yang kurang baik. termasuk pembinaan kelestarian hubungan keluarga besar yang berada pada tempat tujuan migrasi 5. sosial. faktor individu merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pengambilan keputusan untuk migrasi. sistem pendidikan yang cenderung berorientasi pada kehidupan kota dan dampak-dampak modernisasi yang ditimbulkan oleh media massa atau media elektronik. seperti perkembangan industri. Selain itu ada pula faktor-faktor yang tidak mempengaruhi penduduk untuk melakukan migrasi (faktor o). yaitu teori Neoclasic Economic Micro. seperti banjir dan kekeringan. Penilaian positif atau negatif terhadap suatu daerah tergantung kepada individu itu sendiri. tetapi juga pada migrasi antar negara. Teori Neoclasic Economic Macro menjelaskan bagaimana proses dan akibat dari perpindahan tenaga kerja yang berasal dari negara yang mengalami surplus tenaga kerja tetapi kekurangan kapital menuju negara yang kekurangan tenaga kerja. yang sebetulnya juga memperbincangkan soal pengambilan keputusan ditingkat individu migran. Beberapa faktor non ekonomis yang mempengaruhi keinginan seseorang melakukan migrasi adalah: 1. Faktor-faktor sosial. dan transportasi. Todaro (1998) menyatakan migrasi merupakan suatu proses yang sangat selektif mempengaruhi setiap individu dengan ciri-ciri ekonomi. tetapi memiliki kapital yang berlimpah. Diantara keempat faktor tersebut. Besarnya jumlah pendatang untuk menetap pada suatu daerah dipengaruhi besarnya faktor penarik (pull factor) daerah tersebut bagi pendatang. 4. termasuk pengaruh iklim dan bencana meteorologis. Kondisi ini diminati oleh penduduk daerah lain yang berharap dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. termasuk penurunan tingkat kematian yang kemudian mempercepat laju pertumbuhan penduduk suatu tempat. sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai. Faktor-faktor komunikasi.48 untuk meninggalkan daerah tersebut (faktor -). 49 2. Faktor-faktor fisik. Variasi tersebut tidak hanya terdapat pada arus migrasi antar wilayah pada negara yang sama. 3. Semakin maju kondisi sosial ekonomi suatu daerah akan menciptakan berbagai faktor penarik. Pada sisi lain. Faktor-faktor kultural. pendidikan dan demografi tertentu. pendidikan. sebab-sebab perpindahan. Faktor pendorong itu antara lain kesempatan kerja yang terbatas jumlah dan jenisnya. perumahan.

teori ini kurang memberikan penjelasan yang rinci di tingkat mikro. tetapi dari pedesaan langsung ke kota besar. dimana kota besar menjadi tujuan utama migrasi penduduk kota kecil dan menengah. bila mereka mereka merasakan hal-hal yang mendorong mereka melakukan hal-hal itu seperti lowongan pekerjaan yang sangat menyempit dan sumberdaya alam yang semakin langka. sehingga proporsi penduduk pedesaanpun menurun. dan Kuper and Kuper. tahap masyarakat transisi menengah (intermediate transitional society). Kelima. Skeldon (1990) mengembangkan tahap transisi migrasi menjadi tujuh tahap. Transisi Migrasi Perubahan komposisi penduduk dari suatu wilayah akan berpengaruh timbal balik dengan kemampuan ekonomi masyarakat wilayah tersebut dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pada tahap ini terlihat juga adanya migrasi penduduk dari suatu daerah perkotaan ke daerah perkotaan lain. Pada . Masyarakat wilayah tersebut dapat saja pindah ke tempat lain. Pada tahap ini ditandai dengan munculnya megacity. jauh lebih dominan jika dibandingkan dengan faktor penekan lain untuk berpindah (push factor) yang ada di daerah asal. Mulai terjadi suburbanisasi dan dekonsentrasi penduduk perkotaan. Namun demikian. arus migrasi tenaga kerja dari suatu negara. bagaimana seseorang akhirnya memutuskan untuk berpindah atau tetap tinggal di daerah asalnya. masyarakat dari wilayah lain dapat masuk ke wilayah tersebut. Ketiga. Pada tahap ini dapat juga menjadi mobilitas permanen dalam bentuk kolonisasi atau pembukaan daerah-daerah pertanian baru. Menurut teori ini. mobilitas non permanen lebih meningkat. faktor penarik yakni pasar kerja (pull factor) terhadap arus migrasi tenaga kerja. Migrasi daerah sekitar kota besar ini menyebabkan stagnasi pada daerah sekitar kota besar besar tersebut. tahap masyarakat transisi awal (early transitional society). Sebaliknya untuk alasan serupa. disertai pula dengan mobilitas penduduk perempuan. 51 Kedua. tahap masyarakat transisi akhir (late transitional society). Bersamaan dengan gejala tersebut. tahap masyarakat mulai maju (early advanced society). 3. kota menengah baru ke kota besar. atau daerah pertambangan. Keempat. Keenam. Migrasi dari daerah pedesaan ke pedesaan menurun dan mobilitas dari perkotaan ke perkotaan terus meningkat. ditentukan oleh adanya faktor permintaan (demand) pasar kerja. Pada tahap ini terjadi percepatan migrasi non permanen ke daerah perkotaan.2. Pada tahap ini urbanisasi telah melampaui 50 persen dan mobilitas dari pedesaan ke perkotaan mulai menurun. dengan kota besar menjadi tujuan utama. tahap masyarakat pratransisi (pretransitional society). tahap masyarakat maju lanjut (late advanced society). yang lebih tinggi di negara lain. Migrasi tidak lagi dari pedesaan ke kota kecil. 50 Teori yang berasal dari perspektif demografi-ekonomi adalah teori Segmented Labour Market. yang tidak bertujuan untuk menetap. Dalam teori ini. 2000). Pada tahap ini terlihat adanya migrasi dari daerah yang berdekatan dengan kota besar. Pada tahap ini sebagian besar migrasi yang terjadi merupakan migrasi non permanen. Migrasi dari desa ke kota meningkat.dibandingkan dengan daerah asal migran (Massey. Pertama.1. daerah perkebunan. tetapi migrasi ini tidak harus berlangsung dalam jangka pendek. 1993 .

tidak memiliki keahlian dan yang tidak memiliki kesempatan untuk maju di daerah asalnya. Karakteristik Demografi Para migran di negara berkembang umumnya terdiri dari pemuda yang berumur 15 hingga 24 tahun. Pada tahap ini mobilitas permanen semakin berkurang dan mobilitan non permanen semakin meningkat. Penduduk perkotaan makin menyebar ke daerah perkotaan yang lebih kecil. Karakteristik Pendidikan 53 Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara taraf pendidikan yang diselesaikan dengan kemungkinan atau dorongan personal untuk melakukan migrasi (propensity to migrate). (2) Migran wanita solo atau sendirian. a. Arus ulang alik terjadi dengan pesat. pendidikan dan ekonomi (Todaro. b. kemungkinan untuk bermigrasi lebih besar. termasuk teknologi informasi. tahap masyarakat maju super (super advanced society). Kelompok migran ini terdiri dari para istri dan anak-anak perempuan yang mengikuti migran utama yaitu laki-laki yang menjadi suami atau ayah mereka. Karakteristik Ekonomi Selama beberapa tahun terakhir persentase terbesar para migran adalah mereka yang miskin.tahap ini ditandai dengan terus terjadinya dekonsentrasi penduduk perkotaan. Orang tidak perlu lagi pindah tempat untuk saling komunikasi.1. yang terlihat dari semakin tingginya arus mobilitas penduduk ke kota-kota besar. baik laki-laki maupun perumpuan dengan segala status sosioekonomi (mayoritas berasal dari golongan miskin) sengaja pindah secara permanen untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan melepaskan diri dari belenggu kemiskinan di daerah-daerah pedesaan.3. terutama migran dari 52 negara yang masih berada pada tahap ke empat. Pada saat ini juga terjadi peningkatan arus masuk pekerja asing. 1998). Para migran dari daerah pedesaan. yaitu karakteristik demografi. semakin besar kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan semakin kuat keinginan untuk melakukan migrasi. Sistem transportasi diganti dengan sistem komunikasi. yaitu para wanita yang melakukan migrasi tanpa disertai oleh siapapun. tidak memiliki tanah. 3. Ketujuh. Kondisi ini disebabkan oleh perolehan kesempatan kerja sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. 3. Semakin tinggi tingkat pendidikan. pengetahuan dan pengalaman. Karateristik Migran Karakteristik migran dapat dibagi menjadi tiga kategori. Mereka yang bersekolah lebih tinggi. Investasi dalam human capital membutuhkan pengorbanan pada masa sekarang tetapi dapat meningkatkan aliran pendapatan pada masa yang akan datang. Migrasi sebagai Investasi Human Capital Human capital (modal tenaga kerja) merupakan dana individu yang diinvestasikan untuk memperoleh keahlian. Tipe ini yang sekarang terus bertambah dengan pesat. khususnya kotakota besar di Pulau Jawa. Tahap ini banyak diwarnai oleh adanya teknologi tinggi. Sedangkan migran wanita dapat dikelompokkan dalam dua tipe yaitu (1) migrasi wanita sebagai pengikut.4. . Berdasarkan tahap transisi yang diungkapkan oleh Skeldon tersebut. Semua arus migrasi ini dilakukan oleh penduduk laki-laki maupun perempuan. c. Indonesia saat ini masih berada pada tahap transisi keempat.1.

adanya arus pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan. para pekerja yang pindah pada pekerjaan yang baru menanggung biaya-biaya saat ini dan akan memperoleh utilitas yang tinggi pada masa yang akan datang. maka orang tersebut akan menyimpulkan bahwa tidak ada manfaatnya untuk melakukan migrasi. Selain itu. Seluruh biaya tersebut (biaya langsung dan opportunity cost) tadi dianggap sebagai investasi dari seorang migran. maka orang-orang memilih untuk pindah. teori Economic Human Capital berasumsi bahwa seseorang akan memutuskan migrasi ke tempat lain. serta pengaruh agregat dari lingkungan (keluarga atau kerabat) calon migran. McConnell dan Stanley (1995) menyatakan sebelum migran memutuskan untuk bermigrasi. Ehrenberg dan Smith menyatakan bahwa berdasarkan teori human capital. Teori human capital juga meramalkan bahwa migrasi akan mengalir dari daerah-daerah yang relatif miskin ke daerah-daerah yang memiliki kesempatan kerja yang lebih baik. Ehrenberg dan Smith (2003) juga menyatakan bahwa migrasi mahal. Oleh karena itu jika seseorang telah memutuskan untuk berpindah ke tempat lain. Teori keputusan pindah seperti ini kurang memperhatikan pengaruh dari faktor-faktor struktur sosial. investasi sumber daya manusia sama artinya dengan investasi di bidang usaha yang lain. para pekerja akan berhadapan dengan masalah keuangan. individu tersebut juga mengeluarkan biaya langsung dalam bentuk biaya migrasi. atau paling tidak pekerja tersebut harus mencari pekerjaan yang lebih efisien dari pekerjaan mereka sekarang. untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar di daerah tujuan. maka mereka harus memikirkan bahwa banyak biaya yang akan dikeluarkan seperti biaya transportasi. yang paling sulit bagi pekerja untuk migrasi adalah meninggalkan keluarga dan teman-teman mereka. psikis. Tetapi jika yang terjadi sebaliknya. 54 Menurut teori ini. dan asumsi ini dianalogikan sebagai tindakan melakukan investasi sumber daya manusia. Jika present value 55 dari peningkatan pendapatan yang diharapkan melebihi biaya yang diinvestasikan. biaya-biaya psikis dari keluarga dan teman-teman dan kehilangan benefit dari kedudukan yang lebih tinggi dan dana pensiun. Para pekerja harus menghabiskan waktu untuk mencari informasi mengenai pekerjaan yang lain. Seperti halnya McConnell dan Stanley (1995). Hasil beberapa studi mengenai migrasi menyatakan bahwa faktor penarik kesempatan kerja yang lebih baik di daerah tujuan lebih kuat dibandingkan faktor pendorong dari daerah asal yang kesempatan kerjanya kecil (Ehrenberg dan Smith. Saat pekerjaan yang baru ditemukan. tidak memperoleh pendapatan selama mereka pindah. meskipun pendapatan potensial pada daerah tujuan lebih tinggi daripada pendapatan di daerah mereka tinggal saat ini. berarti ia telah mengorbankan sejumlah pendapatan yang seharusnya ia terima di tempat asalnya. Imbalannya adalah. Disamping opportunity cost untuk perpindahan semacam itu. Oleh karena itu teori human capital dapat digunakan untuk menganalisis investasi mobilitas para pekerja. dan biaya-biaya untuk pindah pada lingkungan yang baru. mobilitas pekerja merupakan investasi dimana biaya-biaya yang tanggung . Singkatnya. 2003). dan akan menjadi opportunity cost untuk meraih sejumlah pendapatan yang lebih besar di tempat tujuan migrasi. pranata sosial (seperti determinan yang mempengaruhi orang pindah atau tidak pindah) maupun faktor yang lain seperti perbedaan tingkat upah riil dan biaya hidup di tempat yang baru.Sebagai pendekatan mikroekonomi.

Apabila pasar kerja di daerah tujuan lebih besar dari daerah asal dan kemungkinan mendapatkan 57 keuntungan yang lebih besar di daerah tujuan maka keputusannya adalah melakukan migrasi. eta«««« (1) dimana : MIGt : tingkat migrasi desa kota PINCt : peluang pendapatan seorang migran disektor pekerjaan modern di kota. t . 3. Model ini berawal dari asumsi bahwa keputusan pertama untuk bermigrasi merupakan fenomena ekonomi yang menggambarkan tanggapan migran terhadap perbedaan pendapatan yang diharapkan didaerah tujuan. Zt. maka pekerja memutuskan untuk menolak pindah. PINC U AKT( U ) ««««««««««. Tetapi jika terjadi sebaliknya. (2) AKT : tingkat pertumbuhan angkatan kerja di sektor modern di kota Ut : tingkat pengangguran dikota waktu t (7WUt / (r+1)t : upah nyata di daerah tujuan pada tingkat discount tertentu pada waktu t (7WRt / (r+1)t : upah nyata di daerah asal pada tingkat discount tertentu pada waktu t Zt : faktor lain et : error term.1.. Model Migrasi Todaro Todaro (1998) merumuskan suatu model migrasi yang dikenal dengan Expected Income Model of Rural-Urban Migration. tetapi memperhitungkan juga berapa besar peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Jika present value dari keuntungan yang diperoleh jika melakukan mobilitas melebihi biaya.5..5. keputusan seseorang untuk melakukan migrasi juga merupakan keputusan rasional yang didasarkan pada penghasilan yang diharapkan (expected income). Model dasar migrasi adalah: MIGt = f _PINCt. Oleh karena itu. maka para pekerja memutuskan untuk pindah.pekerja pada periode awal akan diperoleh kembali pada periode waktu yang akan datang. Model migrasi Todaro menyatakan juga bahwa keputusan migrasi tidak hanya ditentukan oleh berapa upah yang diterima seandainya migrasi dilakukan. (7WRt / (r+1)t)). dimana : PINCt = 0 1 1 1 1      t t .1. Beberapa Model Migrasi 56 3. f(7WUt / (r+1)t. baik secara keuangan maupun psikis. Asumsi dasar dari model ini adalah para migran selalu mempertimbangkan dan membandingkan pasar kerja di daerah asal dan daerah tujuan.1.

1.. sebaliknya upah yang relatif rendah akan cukup menarik calon migran jika peluang untuk mendapatkan pekerjaan relatif besar (Todaro. Angka migrasi anak-anak biasanya mencerminkan angka migrasi orang tua mereka. Maka. Berdasarkan model migrasi Pedersen (2004). 1998).3)]}+ c «««««««. Model Migrasi Skedul Model migrasi skedul dikembangkan oleh Rogers. Tetapi individu tersebut masih tinggal di 59 negara i pada tahun t-1.1. Vektor D merupakan biaya migrasi. walaupun lebih rendah dari puncak pertama. X jkt ) «««««««««««««« (4) Dimana S ijkt adalah vektor dari karakteristik yang mempengaruhi utilitas individu k untuk tinggal di negara j pada tahun t..3) ± [-_3 (x . mereka lebih senang melakukan migrasi keluar dan menemukan tempat yang tepat untuk menghabiskan masa tua mereka. D ijkt .z Model ini menunjukkan bahwa pada usia anak-anak. Sehingga pada awalnya rata-rata migran usia anak-anak ini tinggi. Pada saat usia dewasa. (3) dimana : MIG = jumlah migrasi pada usia x _1 = tingkat penurunan dari komponen umur pra angkatan kerja _2 = tingkat penurunan dari komponen umur angkatan kerja _3 = tingkat penurunan dari komponen umur pasca angkatan kerja _2 = tingkat peningkatan dari komponen umur angkatan kerja 58 _3 = tingkat peningkatan dari komponen umur pasca angkatan kerja 2 = usia rata-rata angkatan kerja 3 = usia rata-rata pasca angkatan kerja c = konstanta x = usia migran.2. Contoh. diharapkan adanya puncak kedua. 3. pada usia tua. Model migrasi skedul yang dirumuskan oleh Rogers (1984) adalah: MIG(x) = a1 exp (-_1x) + a2 exp {-_2 (x .5. expected utility seorang individu k untuk negara j pada tahun t adalah Uijkt = U (S ijkt . tetapi kemudian terus menurun ketika usia bertambah. «««««.3.1. maka migran akan membandingkan konsumsi utama dan aspek-aspek lain yang membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik. Ketika mereka tua. misalnya negara-negara yang hubungan daratnya kurang baik. 2. maka angka migrasi bayi melebihi angka migrasi anak-anak remaja. biaya migrasi cenderung lebih tinggi jika negara asal merupakan negara land locked. Model Migrasi Dreher dan Poutvaara Ketika memilih dimana harus menetap dan bekerja. Kemudian para migran akan menetap selamanya. Umumnya mereka migrasi karena sekolah atau cari kerja. 3. mereka melakukan migrasi keluar karena ikut orang tua mereka.2) ± [-_2 (x .2)]} + a3 exp {-_3 (x . Rogers (1984) menemukan adanya keteraturan yang menonjol dalam skedul empiris tentang angka migrasi menurut umur yaitu pengelompokan tingkat migrasi berkenaan dengan umur. Penduduk muda yang berusia sekitar dua puluh tahun. biasanya menunjukkan angka migrasi yang paling tinggi dan umur remaja belia yang paling rendah. puncaknya pada saat usia migran sekitar 20-24 tahun. Ketika mereka beranjak dewasa. mereka tidak lagi tergantung pada orang tuanya.Dengan demikian upah yang besar belum tentu menarik pekerja untuk bermigrasi. Orang tuanya boleh pergi atau tinggal. X ikt . ratarata migran pada usia ini meningkat lagi. x = 0.5. sehingga .

dan yang melakukan kegiatan lain seperti sekolah dan mengurus rumahtangga. 1983).. _3.. Vektor X merupakan faktor penarik dan pendorong dari migrasi yaitu pendapatan (GDP) perkapita penduduk antara negara asal dan negara tujuan. Dalam gainful worker approach. _ adalah parameter estimasi dan adalah error term. Tenaga kerja adalah modal bagi bergeraknya roda pembangunan.. 3...... Batasan umur yang digunakan di Indonesia saat ini adalah 10 tahun ke atas (Arfida... tetapi saat survey sedang mencari pekerjaan... Tujuan pemilihan batas umur adalah agar defenisi yang diberikan dapat menggambarkan kenyataan yang sebenarnya..... maka diturunkan model migrasi dari negara asal ke sembilan negara OECD... Seseorang yang biasanya sekolah. yaitu : (1) gainful worker approach dan (2) labour force apppoach.. (8) 60 Berdasarkan model-model migrasi tersebut....... maka persamaan (7) menjadi : MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _5 MIGiUSAkt-1 + _iUSAkt ««...mengharuskan mereka untuk menggunakan transportasi laut atau udara. _2.. Dalam beberapa spesifikasi... maka gainful worker approach akan dimasukkan dalam kategori sekolah Maka informasi mengenai pengangguran banyak yang hilang (Mantra... Ketika memilih untuk migrasi. (6) dimana MIG adalah jumlah migran. Dreher dan Poutvaara mengasumsikan utilitas individu berbentuk linier dan memasukkan error term _.. 1995).. yang sedang mencari pekerjaan. _4 adalah parameter estimasi. seseorang yang dikategorikan tenaga kerja akan ditanyakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Analisis Dreher dan Poutvaara (2005) mengenai aliran migran ke Amerika Serikat.2.... yang termasuk dalam vektor X adalah pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di negara tujuan.. jarak dari negara asal merupakan biaya migrasi. Angkatan Kerja Tenaga kerja (man power) merupakan bagian dari penduduk pada kelompok umur tertentu yang diikutsertakan dalam proses ekonomi (Bellante dan Jackson.. Setiap negara memilih batas umur yang berbeda karena situasi tenaga kerja pada masing-masing negara juga berbeda. 2003).1. sehingga fungsi utilitas menjadi : Uijkt = _1 Sijkt + _2 Dijkt + _3 Xikt + _4 Xjkt + _ijkt «««««««« (5) dimana _1.. maka model migrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model migrasi yang dimodifikasi antara model migrasi Todaro (1998) dan model migrasi Dreher dan Poutvaara (2005).... Berdasarkan fungsi utilitas tersebut... Secara spesifik migrasi ke Amerika Serikat adalah: MIGiUSAkt = _1SiUSAkt + _2 DiUSAkt + _3Xikt + _4 XUSAkt + _iUSAkt ««. 61 .. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi.......... Secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja hanya dibedakan oleh batas umur.. Tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja... individu akan memilih negara j yang menghasilkan ekspektasi utilitas terbaik... Pasar Kerja 3.2.. Secara umum pengukuran ketenagakerjaan dapat didekati dengan dua cara..... yaitu : MIGijkt = _1Sijkt + _2 Dijkt + _3Xikt + _4 Xjkt + ijkt ««««««««. (7) Dengan menambahkan variabel lag migrasi dalam persamaan tersebut..........

7 67.8 89.0 212.2 8.8 45. Berkaitan dengan konsep tersebut. 1998). 7. Tabel 7. penduduk yang digolongkan pada kelompok angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yaitu 15 tahun ke atas yang bekerja.8 208.3 141. penduduk usia kerja. yaitu penduduk usia kerja (tenaga kerja) dan penduduk bukan usia kerja (bukan tenaga kerja). Selanjutnya penduduk penduduk usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukan. atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Perkembangan Jumlah Penduduk. yaitu kelompok angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (BPS. 5.8 45.9 144.8 68. 2. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lain.0 98. Penduduk yang digolongkan bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang masih sekolah. 6. angkatan kerja dan bukan angkatan kerja tahun 2000-2005.Konsep angkatan kerja yang digunakan di Indonesia dalam pengumpulan data ketenagakerjaan adalah labor force apppoach yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO). 4.4 . Penduduk Usia Kerja.0 148.5 5.2 95. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Tahun 2000-2005 (Juta Orang) No Uraian Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 1. Konsep ini membagi penduduk menjadi dua kelompok. Tabel 7 menunjukkan perkembangan jumlah penduduk.6 90. Penduduk Penduduk Usia Kerja Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) Bekerja Bukan Angkatan Kerja Penganggur Terbuka 205. 3.

6 102.2.0 67. 1983). sekitar 60. artinya terjadi peningkatan dari tahun 2004.5 93.11 Sumber : Badan Pusat Statistik 62 Tabel 7 memperlihatkan tahun 2005 di Indonesia terdapat 155.6 juta penduduk usia kerja. Kesempatan kerja atau permintaan tenaga kerja merupakan banyaknya orang yang bekerja pada berbagai sektor perekonomian. sering digunakan sebagai petunjuk tentang luasnya kesempatan kerja. Permintaan tenaga kerja merupakan permintaan turunan (derived demand). Pada kondisi ini untuk memaksimumkan keuntungan.3 219.8 68.2 152.7 50. dimana pada ekonomi pasar diasumsikan bahwa seorang pengusaha tidak dapat mempengaruhi harga (price taker). Dalam pengkajian ketenagakerjaan.8 persen berada di pulau Jawa.01 94.9 215. 2003). 3.55 105.9 92. . industri maupun jasa. Fungsi permintaan tenaga kerja berdasarkan teori neoklasik.0 10.95 49.9 91.8 67.01 persen. kesempatan kerja sering dijadikan acuan sebagai permintaan tenaga kerja (Arfida.6 48.7 153. Pada tahun yang sama Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 68. pengusaha hanya dapat mengatur berapa jumlah pekerja yang dapat digunakan.21 155.2.9 104.5 217.8 52. artinya permintaan tenaga kerja oleh suatu perusahaan tergantung pada permintaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut (Bellante dan Jackson.3 8. Peningkatan TPAK disebabkan oleh semakin tingginya jumlah penduduk yang tergolong pada usia kerja yang masuk kedalam golongan angkatan kerja (BPS. baik sektor pertanian. Kesempatan Kerja Secara agregat jumlah orang yang bekerja yang dimuat dalam publikasi Badan Pusat Statistik.100.9 67.75 11. 2006).3 9.

dan upah riil adalah (w/P)0. dimana w adalah upah nominal dan P adalah harga output. Biaya tenaga kerja tambahan ditentukan oleh tingkat upah riil. sehingga akan mengurangi penerimaan perusahaan tersebut. dimana VMPPL adalah Value Marginal Physical Product of Labor. P. Menurut Dornbusch dan Fisher (1997). yaitu MPPL dikali dengan harga produk (P) per unit. Perhitungan jumlah penerimaan yang diperoleh dengan tambahan hasil tersebut. Tambahan hasil tersebut dinamakan tambahan hasil marjinal atau Marginal Physical Product dari pekerja (MPPL). Jika MR > W. 1998): 63 1. sehingga MR = VMPPL = MPPL . kelebihan upah riil tersebut cukup besar. 2. 3. Pada sisi lain pengurangan tenaga kerja akan menurunkan biaya upah tenaga kerja. Pengusaha akan membandingkan MR dengan biaya mempekerjakan tambahan seorang pekerja. Pada tingkat kesempatan kerja L1. perusahaan akan menggunakan tenaga kerja tambahan selama produk marjinal tenaga kerja (Marginal Product of Labor atau MPL) melebihi biaya tenaga kerja tambahan. Berdasarkan gambar tersebut. MR sama dengan nilai dari MPPL. maka perusahaan akan mengupah tenaga kerja tambahan selama MPL melebihi upah riil Skedul dengan kemiringan yang menurun pada Gambar 3 merupakan skedul permintaan tenaga kerja. Jika dengan mengupah seorang tenaga kerja lagi akan menghasilkan output sebesar MPL dan biaya perusahaan atas upah riil. Maka. 64 Gambar 3. maka mempekerjakan seorang pekerja akan menambah keuntungan. yang merupakan skedul MPL. penurunan kesempatan kerja perunit akan menurunkan biaya upah nominal. Pada tingkat upah riil (w/P)0. perusahaan menggunakan banyak tenaga kerja karena upah riil melebihi MPL pada tingkat kesempatan kerja tersebut. Jumlah biaya yang diperlukan untuk mempekerjakan tambahan seorang karyawan adalah upah (W). Skedul MPL memperlihatkan kontribusi kesempatan kerja tambahan terhadap output. Jika perusahaan harus mengurangi jumlah tenaga kerja yang digunakannya. terlihat bahwa pada tingkat kesempatan kerja L1. sehingga perusahaan harus mengurangi Kesempatan Kerja MPL2 W/P (W/P)0 MPL L0 L1 (W/P)0 . Maka keuntungan bersih dari penurunan kesempatan kerja sama dengan kelebihan vertikal dari upah riil terhadap MPL. Upah riil mengukur jumlah output riil yang harus dibayar perusahaan kepada setiap pekerja. perusahaan akan mengupah tenaga kerja hingga titik dimana MPL sama dengan upah riil. maka penurunan kesempatan kerja ini akan mengurangi output sebesar MPL. Pilihan Kesempatan Kerja yang Optimal untuk Upah Riil Tertentu Gambar 3 memperlihatkan jika perusahaan menggunakan tenaga kerja L1.Fungsi permintaan tenaga kerja didasarkan pada (Simanjuntak. Jumlah penerimaan ini dinamakan penerimaan marjinal atau Marginal Revenue (MR). karena pengusaha akan terus menambah jumlah pekerja selama MR>W. Perkiraan tambahan hasil (output) yang diperoleh sehubungan dengan penambahan seorang pekerja.

Upah Teori neoklasik menganggap bahwa upah tenaga kerja ditentukan oleh permintaan tenaga kerja.1997). 1990). Sangat ditekankan pada struktur penawaran (bargaining) kolektif. maka sering berpotensi timbulnya perselisihan dan mendorong timbulnya unjuk rasa. Penganut paham neoklasik tidak percaya akan adanya pengangguran. Kedua pendekatan ini memandang penentuan upah sebagai persoalan yang menyangkut kekuatan relatif serikat pekerja dan manajemen. Teori penawaran ini memperlakukan proses penentuan upah sebagai suatu keterkucilan dari kekuatan pada pasar kerja (Bellante dan Jackson. 2006). Penanganan pengupahan tidak hanya menyangkut aspek . yang diwakili oleh nilai produk fisik marjinal. Pengertian upah di Indonesia berdasarkan pasal 1 angka 30 UndangUndang No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja.«« (12) 3. termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yang telah atau akan dilakukan (Khakim. terutama yang dikemukakan oleh Alfred Marshall. 1990). Suatu kesimpulan penting dari teori neoklasik adalah ekonomi berada pada keseimbangan jika berada pada penggunaan tenaga kerja penuh. yang berpengaruh adalah tingkat upah yang ada menjadi suatu variabel eksogen (tertentu). memandang upah ditentukan oleh interaksi permintaan (utilitas) dan penawaran (biaya produksi) tenaga kerja.3. Menurut Keynes. kesepakatan atau peraturan perundang-undangan. mereka menganggap bahwa pengangguran sebagai gejala ketidakseimbangan (Bellante dan Jackson. Pengupahan merupakan masalah yang sangat krusial dalam bidang ketenagakerjaan dan bahkan jika tidak profesional dalam menangani masalah pengupahan.L2 L Produk Marginal TK (MPL) 65 jumlah kesempatan kerja hingga mencapai L0. Pada titik tersebut biaya tenaga kerja tambahan mengimbangi keuntungan dalam bentuk kenaikan output (Dornbusch dan Fischer . maka sangat bermanfaat jika kesempatan kerja ditambah. kontribusi kesempatan kerja terhadap output MPL2 melebihi biaya upah riil tambahan.. Perlakuan tingkat upah 66 sebagaimana ditentukan diluar sistem ekonomi makro membuka jalan bagi perkembangan dan penerimaan dari teori nonekonomi tentang penentuan upah. upah tidak dapat bereaksi terhadap kelebihan penawaran tenaga kerja. Analisis neoklasik. Teori-teori ini berkisar antara paham institusionalis hingga pendekatan yang bercorak adu untung. Posisi kesempatan kerja yang optimal dari perusahaan tersebut diwujudkan jika MPL (L) sama dengan upah riil: MPL(L) = P W ««««««««««««««««««. keuntungan perusahaan akan maksimum jika kesempatan kerjanya adalah L0. Teori Keynes tentang keseimbangan pengangguran adalah konsep upah ketat dan tidak fleksibel. Pada upah riil (w/P)0.2. Pada tingkat kesempatan kerja L2.

upah adalah pengeluaran perusahaan untuk kesejahteraan pekerja yang merupakan bagian biaya produk yang dihasilkan. pelaksanaan upah. Oleh karena pekerja/buruh merupakan faktor utama dalam proses produksi. Aspek ekonomis pengupahan lebih melihat pada kondisi ekonomi secara makro 67 dan mikro. sarana komunikasi dan transportasi. yang akhirnya akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan. tetapi kenyataan yang dihadapi adalah posisi tawar-menawar (bargaining position) pekerja di Indonesia masih sangat rendah. Anggaran untuk biaya tenaga kerja berasal dari penerimaan perusahaan sehingga anggaran untuk biaya tenaga kerja sangat bergantung pada kelancaran penerimaan perusahaan. bahan bakar pelayanan pendidikan. maka selayaknya mereka memperoleh imbalan upah yang memadai. sehingga 68 pengusaha selalu menekan pekerja dengan upah yang sangat rendah. upah minimum sektoral propinsi (UMSP). dan upah sundulan. Secara teknis dasar hukum pengaturan upah minimum adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 tentang upah minimum. 2006). 2006). tetapi juga aspek hukum (Khakim. Mulai dari penetapan upah minimum propinsi (UMP). Berdasarkan perspektif pengusaha. Tunjangan-tunjangan yang . upah merupakan hak yang sangat mendasar bagi mereka. Harapan pekerja upah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan dasar minimum. Oleh karena itu pemerintah mengubah kebijakan ketenagakerjaan. udara. Kebijakan upah minimum merupakan salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah karena adanya tekanan dari dalam dan luar negeri. Bagi perusahaan. serta proses upah ditetapkan. Aspek hukum pengupahan meliputi proses dan kewenangan penetapan upah. yang meliputi pangan. perhitungan dan pembayaran upah.teknis dan aspek ekonomis saja. Tekanan-tekanan tersebut timbul akibat dari kondisi perburuhan di negara Indonesia. pelayanan kesehatan. serta pengawasan pelaksanaan ketentuan upah. pemerintah Indonesia tidak campur tangan dalam penetapan upah. yang secara operasional mempertimbangkan kemampuan perusahaan pada saat nilai upah akan ditetapkan. Upah merupakan motivasi pekerja dalam mencapai peningkatan kesejahteraan. upah minimum sektoral kabupaten. upah minimum kabupaten/kota (UMK). yang disempurnakan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-226/MEN/2000 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-17/MEN/VII/2005 (Khakim. sandang. Berbagai kebijakan mengenai upah telah ditempuh oleh pemerintah dalam memberi perlindungan kepada pekerja/buruh. terutama menyangkut upah (Khakim. 2006). Jika ditinjau dari perspektif pekerja/buruh. papan. Pada era 1970-1980-an. Aspek teknis pengupahan meliputi perhitungan dan pembayaran upah. sehingga upah harus mendapat perlindungan secara memadai dari pemerintah. Oleh karena itu berdasarkan pandangan pengusaha pembayaran upah yang tinggi dapat dilakukan tetapi harus seimbang dengan produktivitas pekerja.kota (UMSK). Pengertian upah minimum menurut pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-01/MEN/1999 adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap. air. upah merupakan biaya produksi sehingga kenaikan upah minimum mendorong produktivitas kerja pekerja dan tidak terlalu membebani perusahaan.

kesalahan akan diperbaiki dengan segera dan pengangguran akan hilang. Dalam situasi ini.4. Indeks Harga Konsumen (IHK) 3. Pengusaha juga membuat kesalahan tentang permintaan dan kadang-kadang memproduksi dalam jumlah yang terlalu kecil dan sedikit mempekerjakan pekerja. Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya ketidaklancaran dalam proses bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. Kondisi pasar kerja 6. Banyak aspek pekerjaan yang mempunyai tuntutan atau persyaratan yang belum tentu dapat dipenuhi oleh penawaran tenaga kerja dari sektor atau subsektor lain (Arfida. yang salah satunya berimplikasi terhadap pengurangan tenaga kerja. tetapi bagi sejumlah besar pekerja berada dalam keadaan menganggur. Pengangguran terjadi akibat dari kurangnya permintaan tenaga kerja dalam perekonomian dibandingkan jumlah pekerja yang menawarkan tenaga kerjanya. Tetapi sebagian pihak berpendapat bahwa kebijakan upah minimum sampai saat ini belum berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pendapatan pekerja/buruh. Pekerja membuat kesalahan mengenai upah riil dan melepas pekerjaannya atau menolak pekerjaan yang ditawarkan karena upah yang terlalu rendah. Pengangguran dapat juga disebabkan oleh kurangnya permintaan agregat. Permintaan total masyarakat merupakan dasar untuk diadakannya kegiatan . 2003). Oleh karena manusia merupakan makhluk yang rasional. Kemampuan. terbuka kemungkinan bagi tingkat permintaan keseluruhannya mencapai taraf cukup 70 tinggi untuk memberikan kesempatan kerja bagi seluruh angkatan kerja. pada tingkat upah dan harga yang sedang berlaku. Para pekerja ini dapat digolongkan sebagai penganggur yang bersifat friksional maupun struktural (Bellante dan Jackson. Tingkat perkembangan perekonomian dan pendapatan perkapita. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) 2.bersifat tidak tetap tidak termasuk dalam upah minimum. 69 Kebijakan upah minimum secara normatif merupakan jaring pengaman (safety net) bagi pekerja/buruh yang masih menerima upah dibawah ketentuan upah minimum. yang melihat ke depan dalam membuat pengharapan. Akibatnya pengusaha terpaksa melakukan restrukturisasi manajeman perusahaan. pengusaha juga menjustifikasi sebagai beban dunia usaha yang semakin berat. Pengangguran struktural terjadi akibat perubahan dominasi peranan ekonomi setiap sektor dalam kegiatan produksi maupun dalam pemberian kesempatan kerja. Lucas dalam Romer (1996) menyatakan bahwa pengangguran disebabkan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pekerja dan pengusaha. Upah yang umumnya berlaku didaerah tertentu dan antar daerah 5. Penyebab dari ketidaklancaran ini adalah karena tempat dan waktu. perkembangan dan kelangsungan perusahaan 4. 3. beberapa hal yang dipertimbangkan dalam penetapan upah minimum adalah: 1. Berdasarkan kebijakan tersebut. 1990).2. Pengangguran Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan yang paling berat. Meskipun demikian. Apalagi dalam situasi krisis ekonomi yang membuat pemenuhan kebutuhan hidup semakin berat.

Orientasi kebijakan pembangunan ekonomi. Daya saing industri. Akibatnya faktor kesempatan kerja penuh terabaikan. yang dapat mengakibatkan terjadinya pengangguran. Pada sisi lain. seperti industri makanan. Pengeluaran investasi memberikan peluang untuk tumbuhnya kesempatan kerja. yang secara alamiah akan terbentuk McGee sebagai proto 71 proletariat. umur. baik disektor pertanian maupun manufaktur. sehingga menjadi suatu tekanan bagi tenaga kerja yang tidak dapat bersaing. Kebijakan pengembangan sumberdaya manusia. dan jenis kelamin (Arfida. pulp dan kertas dan industri elektronik.investasi. Pada aspek ketenagakerjaan. Sistem ekonomi konglomerasi yang dijadikan sebagai engine of growth oleh Indonesia selama rezim orde baru sangat bertumpu dan mengandalkan aspek pertumbuhan. Sementara industri tekstil dan pakaian jadi memiliki daya saing sedang. Para penganggur akan menjadi kelompok yang terpinggirkan. 2003) Pengangguran merupakan salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang tidak pernah surut. sedangkan industri kulit dan alas kaki memiliki daya saing rendah. distribusi menurut pendidikan. Pada saat itu perusahaan perusahaan besar tumbuh dengan pesat dan memperoleh privilege (hak istimewa) dari pemerintah. Variabel Makroekonomi 3. dan pengangguran akan tertekan serendah mungkin. Kurangnya permintaan agregat disini merupakan kondisi dalam jangka panjang. Lembaga-lembaga pelatihan yang dikelola Depnakertrans belum mampu mengimbangi syarat-syarat edukasi yang diminta pihak pengusaha.3.1. Globalisasi. Pergerakan tenaga kerja dari satu negara ke negara lain semakin bebas. Profil yang perlu diketahui adalah tempat terjadinya pengangguran menurut sektor ekonomi. Demikian pula sebaliknya. industri perabot dan kelengkapan rumah tangga. Asumsinya. pengolahan tembakau. 72 4. Namun demikian. Beberapa faktor penyebab masalah pengangguran di Indonesia adalah (Depnakertrans. aspek turunan dari globalisasi adalah persaingan bebas yang terjadi di dalam dan luar negeri. bagi Indonesia dengan kondisi berlebihan tenaga kerja dan negara pengirim tenaga kerja ke luar negeri. industri kayu. jenis jabatan dan pekerjaan yang diminati. daya saing industri di Indonesia masih tergolong rendah.3. maka akan menimbulkan kelesuan pada permintaan tenaga kerja. 2004): 1. 2. 3. bila industri memiliki daya saing yang kuat. hanya beberapa golongan industri yang memiliki daya saing tinggi. Rendahnya perhatian pemerintah pada bidang pendidikan terlihat dari persentase pengeluaran pemerintah pada bidang tersebut. Pada sisi lain. pendidikan non formal atau pelatihan sebagai cara untuk mempersiapkan tenaga kerja siap pakai juga belum berjalan sesuai keinginan. sehingga pengangguran semakin meningkat. Bila permintaan terhadap barang dan jasa lesu. atau massa apung/proletriat perkotaan yang sangat berpotensi sebagai pengganggu stabilitas negara. maka industri akan maju. dan kesempatan kerja akan tercipta. globalisasi merupakan kesempatan untuk mengurangi penekanan dari tingginya jumlah pengangguran dan pekerja migran yang datang dari luar negeri. Pendapatan Nasional Gross Domestic Product (GDP) mengukur pendapatan total setiap orang . 3.

a > 0 dan 0< b < 1 «««««. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. Ada dua cara untuk melihat statistik ini yaitu melihat GDP sebagai pendapatan total dari setiap orang di dalam perekonomian dan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian (Mankiw. 74 3.. Perilaku investasi didasarkan dengan asumsi bahwa investor akan berperilaku memaksimumkan nilai kini (present value) dari manfaat finansial dari kegiatan investasi yang tersedia. Konsumsi Keputusan konsumsi sangat penting dalam menentukan permintaan agregat.. Pengeluaran pemerintah (GEX) adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat dan daerah.. maka sebagian dari pendapatan tersebut akan dikonsumsi dan sebagian akan ditabung. Konsumsi (CON) adalah seluruh barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. 2003). Berdasarkan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian. Teori konsumsi yang diajukan oleh Keynes merupakan salah satu teori yang menjadi dasar teori ekonomi makro. Tingkat investasi yang diinginkan atau direncanakan akan meningkat jika tingkat suku bunga turun.2. 2003): CON = a + b DIC . investasi. 3.. Fungsi konsumsi ini menunjukkan kecenderungan mengkonsumsi marjinal (perubahan jumlah yang dikonsumsi pada setiap perubahan pendapatan = (CON/(DIC) adalah antara nol dan satu. sehingga fluktuasi konsumsi merupakan elemen penting dari booming dan resesi ekonomi.3.«« (14) dimana : CON = konsumsi DIC = pendapatan disposibel a = konstanta b = kecenderungan mengkonsumsi marjinal.dalam perekonomian. sehingga pendapatan yang tinggi akan menyebabkan konsumsi meningkat dan tabungan juga meningkat. investasi. maka GDP dibagi menjadi empat kelompok pengeluaran.3. Ketika pengeluaran barang dan jasa turun selama resesi.3. Investasi (INV) adalah barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa yang akan datang. yaitu: konsumsi. dimana I = I(r). maka: GDP = CON + INV + GEX + NX ««««««««««. Artinya.. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. ketika seseorang menerima pendapatan ekstra. Konsumsi merupakan duapertiga dari GDP. Fungsi konsumsi Keynes adalah sebagai berikut (Mankiw. Investasi Investasi merupakan unsur GDP yang paling sering berubah. (13) GDP adalah jumlah konsumsi. Keynes berpendapat bahwa pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peranan yang penting. Kondisi ini disebabkan oleh tingkat . Estimasi ini berlawanan dengan teori klasik yang menyatakan bahwa tingkat bunga yang tinggi akan mendorong seseorang untuk menabung dan menghambat konsumsi.. Pengeluaran investasi sangat tergantung pada tingkat suku bunga. sebagian besar dari penurunan itu berkaitan dengan turunnya pengeluaran investasi. Ekspor netto (NX) adalah nilai barang 73 dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain.

belanja perjalanan dinas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengalirnya investasi asing 75 dari negara asal ke negara tujuan. kemampuan menabung masih rendah. pajak dan pinjaman luar negeri Investasi swasta asing merupakan sumber pembiayaan investasi dibanyak negara berkembang. Pengeluaran Pemerintah Pada dasarnya setiap pengeluaran negara dilakukan atas landasan prinsip optimalisasi pemanfaatan dana untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. besarnya pasar (market size). harga bahan baku termasuk upah. Kondisi ini terutama disebabkan karena pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Penerimaan pemerintah diutamakan untuk membiayai pengeluaran rutin pemerintah yang mencakup konsumsi pemerintah dan pembayaran bunga dan cicilan hutang luar negeri. antara lain ketersediaan bahan baku. Pengeluaran investasi pemerintah secara langsung dipengaruhi oleh penerimaan pemerintah. ganjaran subsidi dan sumbangan pada daerah. Berdasarkan pemikiran tersebut. . angsuran pinjaman/hutang dan bunga. pensiun dan bantuan. dan nilai tukar. seperti peningkatan produktivitas kerja aparatur pemerintah. Pengeluaran rutin pemerintah terdiri dari belanja pegawai. Dalam meningkatkan investasi dalam negeri. (15) dimana: INV = total investasi SB = suku bunga NTK = nilai tukar GDP = pendapatan nasional UMR = upah minimum 3. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan serta terpeliharanya berbagai aset negara dan hasilhasil pembangunan.. Oleh karena itu pembiayaan defisit anggaran pemerintah merupakam pembiayaan investasi pemerintah. dimana bank bertindak sebagai perantara antara orang-orang yang ingin menabung dan orang-orang yang memiliki proyek investasi yang menguntungkan tetapi memerlukan dana (Mankiw. perilaku investasi di Indonesia dirumuskan sebagai berikut : INV = f ( SB.3. 2003). bank memiliki peran penting dalam mengalokasikan sumber dana. UMR) ««««««««««««.4. belanja barang.bunga yang rendah menurunkan biaya modal. Pengeluaran pemerintah (Government Expenditure) adalah pengeluaran oleh pemerintah untuk membeli barang dan jasa. NTK. Penerimaan pemerintah bersumber dari ekspor migas. Sumber biaya investasi di Indonesia terdiri atas investasi pemerintah. belanja pemeliharaan. Pengeluaran pemerintah harus mampu mencapai beberapa sasaran. investasi swasta asing (PMA) dan investasi masyarakat (non-fasilitas). Sehingga sumber investasi asing menjadi alternatif yang tersedia untuk memenuhi target investasi. 2003). perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. suku bunga. investasi swasta domestik (PMDN). Sebagian dari pengeluaran 76 pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan atau pengeluaran rutin dan sebagian lainnya untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan atau pengeluaran pembangunan. maka untuk memiliki barangbarang modal menjadi menguntungkan (Mankiw. GDP.

transportasi. investasi. yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang ingin dicapai. Pengeluaran output dalam perekonomian terbuka terdiri atas empat komponen yaitu: konsumsi. kita mengimpor perbedaan tersebut. pengeluaran pemerintah dan ekspor atas barang dan jasa domestik. Komponen keempat (EX) adalah pengeluaran luar negeri untuk barang dan jasa dometik. Ekspor bersih memperhitungkan perdagangan dengan negara lain. tenaga kerja. Suatu negara dapat melakukan pengeluaran yang lebih banyak daripada memproduksinya dengan meminjam dari luar negeri. Pengeluaran pembangunan semuanya diprogramkan dalam berbagai proyek di setiap sektor dan sub sektor. pajak bumi dan bangunan. pertambangan dan energi. 78 Jika output lebih kecil dari pengeluaran domestik. Artinya kita mengekspor perbedaan tersebut. maka ekspor bersih adalah positif. bagian laba BUMN. pengeluaran pemerintah bersumber dari penerimaan pemerintah yang terdiri dari: 1. pertanian dan kehutanan.5. hibah dan penerimaan bukan pajak lainnya. (16) Persamaan ini menunjukkan bahwa ekspor bersih adalah pengurangan antara output dan pengeluaran domestik. 2. 2003). Berdasarkan Realisasi Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2003. Tiga komponen pertama adalah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa domestik.pengeluaran yang tidak termasuk bagian lain. Penerimaan bukan pajak terdiri dari: penerimaan sumberdaya alam. Jika output melebihi pengeluaran domestik. pendidikan. sumberdaya air dan irigasi. cukai dan pajak lainnya. pajak pertambahan nilai. agama. 3. 2005). 3. Pajak dalam negeri terdiri dari: pajak penghasilan. Pengeluaran pembangunan tersebut dialokasikan ke berbagai sektor sesuai dengan urutan prioritas dan kebijakan pembangunan (Pakasi. Penerimaan Pajak diperoleh dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. Dengan demikian ekspor bersih adalah: NX = GDP ± ( CON + INV + GEX ) ««««««««««««. bea perolehan hak atas tanah 77 dan bangunan. Sedangkan pajak perdagangan internasional terdiri dari: bea masuk dan pajak ekspor. pengeluaran suatu negara dalam satu tahun tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa. hukum dan lainnya. pengeluaran pembangunan merupakan pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proyek disetiap sektor yang terdiri dari: sektor industri. dan ekspor bersih adalah negatif (Mankiw. dan pengeluaran tak terduga. Pasar Kerja dan Variabel Makroekonomi Migrasi merupakan perubahan tempat tinggal seseorang baik secara . Umumnya biaya pembangunan tersebut diprogramkan dalam Daftar Isian Proyek (DIP). Pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proses perubahan. Hubungan antara Migrasi. atau dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit dari produksinya dan memberi pinjaman kepada negara lain. perdagangan.4. pariwisata. Jumlah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa luar negeri adalah pengeluaran untuk impor (IM). Ekspor Bersih Pada perekonomian terbuka. 2003). Ekspor bersih adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain (Mankiw. Berdasarkan sektoral.3. kependudukan.

Proses migrasi internal dan internasional terjadi sebagai suatu reaksi dari berbagai perbedaan antara daerah asal dan daerah tujuan. dan tidak ada batasan jarak bagi perubahan tempat tinggal tersebut (Lee. Kondisi tersebut sesuai dengan model migrasi Todaro (1998) yang menyatakan bahwa arus migrasi berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara daerah asal dan daerah tujuan. Namun pendapatan yang dipersoalkan disini bukan pendapatan aktual. Dalam perekonomian neoklasik (upah ditentukan oleh mekanisme pasar dan seluruh tenaga kerja akan terserap). yaitu untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih tinggi. Gambar 4 menunjukkan model migrasi Todaro yang menghubungkan antara migrasi dan pasar kerja. yang terletak diatas W A. Model ini mengasumsikan perekonomian suatu negara hanya ada dua sektor. Beberapa studi migrasi mengindikasikan bahwa migrasi terjadi terutama disebabkan oleh alasan ekonomi. 1991). dan diasumsikan tidak ada pengangguran maka tenaga kerja sebesar OMLM akan bekerja pada sektor industri di kota. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor ekonomi.permanen maupun semi permanen. 1998) Sedangkan permintaan tenaga kerja sektor industri digambarkan oleh garis MM¶. sosial dan lingkungan baik pada level individu maupun komunitas. kemudian memilih salah satunya yang dianggap dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan (expected gains). yaitu sektor pertanian di daerah asal dan sektor 79 industri di daerah tujuan. Sesuai dengan asumsi full employment. dan OML*M untuk sektor industri. Jika upah ditetapkan oleh pemerintah sebesar M W . tetapi pendapatan yang diharapkan (expected income). Total angkatan kerja yang tersedia disimbol dengan OAOM. dengan pembagian tenaga kerja sebanyak OAL*A untuk sektor pertanian. para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di daerah asal dan daerah tujuan. Permintaan tenaga kerja yang digambarkan oleh kurva produk marjinal tenaga kerja pada sektor pertanian digambarkan oleh garis AA¶. Berdasarkan model ini. Hubungan Migrasi dan Pasar Kerja (Todaro. Maka dapat ditegaskan bahwa migrasi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas hidup. Gambar 4. seluruh tenaga kerja yang tersedia terserap habis oleh kedua sektor ekonomi tersebut. sedangkan sisanya sebanyak OALM akan WA* q¶ OM M MW LUS M¶ Tingkat upah di sektor pertanian q Z E A W M* WA WA** A¶ . upah ekuilibriumnya W*A=W*M.

LA LA*LM* LM Tingkat upah di sektor industri atau manufaktur OA 80 berada pada sektor pertanian di desa dengan tingkat upah sebanyak OAW**A. maka meskipun di desa tersedia lapangan kerja sebanyak OALM. Sehingga terjadi kesenjangan upah antara desa dan kota sebanyak M W . maka akan meningkatkan ketersediaan kredit dan memungkinkan pengusaha untuk melakukan investasi melalui peminjaman kredit tersebut yang akhirnya mempunyai dampak yang positif terhadap . maka remittancess tersebut dapat digunakan untuk keperluan konsumsi pada masa yang akan datang. Demikian juga halnya jika kiriman uang tersebut digunakan untuk menabung. Carling (2004) dalam penelitiannya mengenai berbagai kebijakan untuk meningkatkan keuntungan dari perolehan devisa tenaga kerja migran (remittancess) di luar negeri menghubungkan antara remittancess dan pembangunan ekonomi. maka konsumsi yang akan datang akan dibiayai oleh remittancess pada saat yang akan datang pula dan sumber-sumber pendapatan lainnya. Kiriman uang tersebut digunakan untuk konsumsi dan menabung. dan tenaga kerja disektor industri sebanyak OMLM dengan tingkat upah M W . Selanjutnya peningkatan investasi secara langsung dapat meningkatkan permintaan tenaga kerja dan akhirnya juga akan meningkatkan pendapatan nasional. Ketika remittancess tersebut ditabung pada lembaga-lembaga keuangan.W A. Tetapi jika remittancess tersebut digunakan untuk investasi atau di tabung. akan menganggur atau memasuki sektor informal yang berpendapatan rendah. Migrasi internasional selain untuk mengatasi masalah pengangguran juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. dan titik ekuilibrium yang baru adalah Z. Jumlah tenaga kerja yang masih ada pada sektor pertanian adalah OALA. maka 81 peningkatan konsumsi masyarakat dapat meningkatkan pendapatan nasional. karena umumnya upah pekerja di negara lain lebih tinggi daripada upah pekerja di Indonesia. Migrasi internasional dapat juga meningkatkan devisa negara melalui kiriman uang (remittances) dari pekerja di luar negeri kepada keluarganya di Indonesia. maka migrasi internasional merupakan salah satu cara untuk menghadapi masalah tersebut. mereka akan migrasi ke kota untuk memperoleh upah yang lebih tinggi.OMLM. Jika masyarakat pedesaan bebas melakukan migrasi. dan diasumsikan masyarakat menabung pada lembaga-lembaga keuangan. yang lebih kecil dibandingkan dengan upah pasar yaitu OAW*A. Ia menyatakan bahwa jika remittancess pada saat ini hanya digunakan untuk konsumsi. Adanya selisih tingkat upah desa-kota tersebut mendorong terjadinya arus migrasi dari desa ke kota. Upah yang diterima oleh migran internasional akan dikirimkan kepada keluarganya yang berada di daerah asal. Jika perhitungan pendapatan nasional ditinjau dari sisi pengeluaran.W**A. Oleh karena migrasi internal menyebabkan pengangguran yang semakin tinggi di daerah perkotaan. Sisanya yakni LUS = OMLA. Selisih antara pendapatan aktual antara desa-kota adalah M W . Titik-titik peluang tersebut digambarkan oleh garis qq¶. maka tabungan masyarakat tersebut dapat digunakan pihak investor untuk meningkatkan investasi dalam negeri.

Blok Migrasi c. pasar kerja dan perekonomian di Indonesia. Blok Pasar Kerja b. $ Hongkong. $ Singapura. didasarkan pada pendekatan sektoral dan alokasi regional. Kondisi 83 ini berarti penentuan proyek juga harus mempertimbangkan kriteria lokasi dimana proyek itu berada. 82 Gambar 5.pembangunan ekonomi. pemilihan proyek-proyek pembangunan. Hubungan Migrasi.GEXI . Blok Makroekonomi Kebijakan : Nilai Tukar $ AS. pasar kerja dan variabel-variabel makroekonomi. Keterkaitan antara Remittances dan Pembangunan Ekonomi (Carling. Berdasarkan gambar tersebut. Pasar Kerja dan . Dalam kerangka alokasi anggaran pembangunan. terlihat keterkaitan antara migrasi. pengeluaran pemerintah selalu disesuaikan dengan penerimaan yang diperoleh. dan Ringgit Malaysia Kebijakan : .Suku Bunga Penawaran Tenaga Kerja UPAH Permintaan Tenaga Kerja MIGRASI INTERNAL MIGRASI INTERNASIONAL PENDAPATAN MIGRAN DAN DEVISA (melalui remittances) KONSUMSI MENABUNG INVESTASI PENDAPATAN NASIONAL PENGELUARAN PEMERINTAH NET EKSPOR Gambar 6. 2004) Gambar 6 menunjukkan hubungan antara migrasi. a. Kondisi ini dapat dilihat pada Gambar 5. Pengeluaran pemerintah khususnya pengeluaran pembangunan merupakan salah satu kebijakan fiskal dan komponen penting pelaksanaan operasional Repelita di sektor pemerintah.UMR . Sesuai dengan prinsip anggaran berimbang. baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri.

Baiknya kondisi infrastruktur suatu daerah merupakan daya tarik bagi investor untuk memperluas aktivitas produksinya.Variabel Makroekonomi 84 Pendekatan sektoral dan regional diperlukan agar proyek-proyek yang dibiayai dengan dana APBN dapat menghasilkan manfaat yang optimal. sehingga dapat memperluas kesempatan kerja di daerah tersebut. Ditinjau dari sisi tenaga kerja. sehingga migrasi penduduk tidak dapat dihindari. Kondisi ini juga menarik minat angkatan kerja baik dari daerah bersangkutan maupun daerah lain untuk terlibat dalam proyek pembangunan tersebut. . Kondisi ini juga merupakan daya tarik bagi penduduk setempat untuk tetap tinggal di daerahnya. karena jika pengeluaran pembangunan meningkat. dalam jangka pendek pengeluaran pembangunan dapat mengurangi jumlah pengangguran. dan daya tarik pula bagi penduduk daerah lain untuk migrasi ke daerah tersebut. baik dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi maupun upaya pemerataan pembangunan dalam arti luas. maka semakin banyak proyek-proyek pembangunan yang dilaksana-kan sehingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga meningkat. Pengeluaran pembangunan bidang infrastruktur berfungsi untuk meningkatkan kondisi infrastruktur suatu daerah.

maka tanda juga dapat digunakan untuk berbohong atau menipu (Arthur Asa Berger) PENDAHULUAN Sasaran upaya pelayanan kesehatan adalah meningkatkan mutu kesehatan manusia. Vol. M.. R B Soemanto 203 kematian mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan penduduk. Tindakan pemerintah untuk meningkatkan mutu kesehatan penduduk secara eksplisit dan langsung berhubungan dengan upaya menekan tingkat kematian dan morbiditas (tingkat ketersakitan). morbiditas. especially local government should develop the policy wich is supported by the valid and reliable data. No. Soemanto. dan Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: .. dan kelahiran pendudukan terdapat variabelvariabel lain yang saling berhubungan dan mempengaruhi.202 Jurnal Ilmu Hukum. dan dikehendaki agat memiliki kehidupan yang sehat dan produktif dalam keserasian dengan alam´ (The UN Conference of Environment and Development. Maka kebijakan kependudukan di bidang kesehatan harus memperhatikan dan memperhitungkan keberadaannya. Pengalaman kita selama ini menunjukkan tingkat signifikannya hubungan di antara keduanya. The role of goverment. especially local government. Peningkatan pelayananan kesehatan selayaknya bertumpu pada kondisi kehidupan individu dan masyarakat. Variabel-variabel kependudukan. The accommodative public policy should be based on the health demographic data published by the goverment. pelayanan kesehatan . Umum menyadari bahwa kependudukan dan kesehatan saling berkaitan.. Manusia sebagai insan individu dan sosial berkarakter dinamis.210 KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN: Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum Drs. 1992). Salah satu cara untuk mencapai sasaran itu adalah melalui kebijakan kependudukan. bila tanda dapat digunakan untuk menampilkan kebenaran (truth). B. R. Kebijakan publik adalah komitmen politik pemerintah berlandaskan . misalnya tingkat kelahiran. September 2005: 202 . 8. Sebagaimana prinsip pertama pembangunan berkelanjutan: ³Manusia (penduduk) merupakan pusat perhatian pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: Kebijakan publik.A. 2. Hal itu secara tidak langsung berhubungan pula dengan upaya mengendalikan tingkat kelahiran. in order to be able to effective execute the health program services community. Di belakang tingkat kematian. Jurusan Sosiologi FISIP UNS Surakarta Abstract P ublic policy on health is a legal instrument to solve the problem of community¶s health..

Sebagai dasar pelaksanaan terkait dengan dasar kebijakan pembangunan. misalnya: tingkat pertumbuhan pendudukan. dan dilihat sebagai sesuatu yang mekanis. kematian. angka harapan hidup. INDIKATOR KEPENDUDUKAN UNTUK PEMBANGUNAN KESEHATAN Ada 3 sumber pokok data penduduk. 1982). Ukuran tingkat dinamikanya digunakan penanda atau indikator yang terukur yang bisa dibaca. tingkat pendidikan. kematian sebelum lahir. up to date. dibanding bagi kepentingan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangungn. Proses hukum berlangsung ditata dan diatur oleh logika sistem hukum. gambaran dinamika penduduk dapat dilihat berupa statistik penduduk tingkat nasional. Secara sosiologis pelaksanaan kebijakan publik harus diperhatikan struktur sosial yang selalu berubah. jenis pekerjaan dan sebagainya. pemberlakuan dan pelaksanaan kebijakan publik harus mendasarkan dan mempertimbangkan pemikiran-pemikiran tersebut. sekaligus tujuan (sasaran) dan pengguna hasil-hasil yang dicapai. dan statistik migrasi internasional (Lucas et. Dinamika kependudukan berpengaruh pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Aturan ini merupakan produk yang terkodifikasi. September 2005: 202 . survei sampel penduduk dan sistem registrasi. tingkat kelahiran. berpisah dan pembatalan perkawinan. 1976. Ketersediaan 204 Jurnal Ilmu Hukum. jenis kelamin. registrasi penduduk. Model pemikiran hukum dan sosiologis tentang kebijakan publik merupakan pemahaman terhadap realitas sosial.hukum. Kependudukan merupakan aspek penting dalam pembangunan.210 indikator kependudukan. propinsi.. tingkat kematian ibu dan sebagainya. dilaporkan ke kecamatan dan kabupaten/kota. Di daerah data ini dipublikasikan pemerintah tiap tahun. . 2. Data sensus dan survei sampel penduduk dikumpulkan pemerintah pusat. digunakan. dimana pembuatan. 8. Kebijakan publik sebagai produk hukum menggambarkan harapan. kematian. Hal itu dilakukan agar tujuan utama dari kebijakan tersebut dapat dicapai secara optimal. al. yaitu: sensus penduduk. dan Milovanovich. keunikan di masyarakat (Black. kabupaten/kota yang berisi jumlah dan karakteristik penduduk menurut umur. perkawinan dan perceraian. Pemikiran hukum dalam arti jurispruden memfokuskan kebijakan publik sebagai aturan. Dari 3 sumber itu. dan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan. Vol. terutama penggunaanya oleh pihak-pihak penyusunan dan pengelola pembangunan (contohnya: di bidang kesehatan) sangat berarti bagi rumusan kebijakan dan pelaksanaannya. sekali dalam 10 tahun. tingkat pemahaman konseptual. Data registrasi dikumpulkan dan dilaporkan rutin setiap bulan oleh petugas di lapangan (RT. maka relevan bagi penyusunan kebijakan administratif. yaitu registrasi vital meliputi catatan peristiwa penting: kelahiran. No. 1994). sebagai dasar pelaksaan. Kebijakan bidang kesehatan berkelanjutan harus mempertimbangkan dan memasukkan indikator-indikator kependudukan daerah serta indikator lain yang relevan dalam pembangunan. Oleh sebab itu kebijakan publik juga perlu mementingkan perhatiannya pada adanya keragaman. tingkat (angka) kematian bayi. dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek sosiologis. RW tiap desa/kalurahan). PBB (2002) menambahkan registrasi adopsi anak (legitimasi dan pengakuan).

angka harapan hidup. indikator ini berguna untuk memudahkan terjadinya transisi demografi yang cepat.. R B Soemanto 205 dan integrasi fungsi jajaran institusi pemerintah yang menangani dan menggunakan data penduduk. dan dikembangkannya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Daerah (propinsi dan kabupaten/ kota). perkawinan dan perceraian(dari data sistem registrasi vital). anak dan ibu bersalin) dan pertumbuhan penduduk. proyeksi fertilitas. khususnya yang menggunakan data sistem registrasi vital (penduduk). Proyeksi jumlah dan pertumbuhan penduduk. Secara sistemik dikembangkan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk menata jaringan informasi melalui koordinasi Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . Oleh sebab itu.teknis dan operasional daerah maupun dasar pelaksanaannyal disetarakan dengan data dari dua sumber lainnya. Sampai dengan tahun 2004.. lahir mati. khususnya negara (termasuk Indonesia) yang tidak ada keseimbangan antara indikator demografis dan tujuan pembangunan sosial. kematian. Rekomendasi program aksi ICPD (International Coference on Population and Development. tingkat partisipasi angkatan kerja dan seterusnya dapat dihitung. tingkat pendidikan. Permasalahan mendasar ini secara institusional ditanggapi pemerintah dengan kehadiran Direktorat Jendral Administrasi Penduduk di Catatan Sipil Dalam Negeri. dan ketelitiannya. Isu mengenai pertumbuhan. kebutuhan pelayanan kesehatan. dan sebagainya dapat diproyeksi. data sistem registrasi masih diragukan validitas kebenaran. tingkat fertilitas. daerah-daerah belum menyusun sendiri. dan memiliki catatan indikator kependudukan. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik agar kita sebagai pengguna data terhindar dari tindak kebohongan publik dan sebaliknya dapat menampilkan kebenaran dalam melayani masyarakat. mortalitas (terutama AKB. perkawinan. jumlah kelahiran. Penyerasian kebijakan publik yang akomodatif pada rakyat dapat dibuat dan dieliminasi dampak negatif yang timbulkannya. Kedua. 1994). jenis kelamin. Tahun 2005 pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (2005) telah melakukan pengolahan dan menerbitkan data statistik kelahiran. Secara struktural diperlukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas di lapangan untuk memperbaiki cara dan teknik pengumpulan dan pengolahan data kependudukan. Perhitungan indikator kependudukan. bahkan bisa dirinci menurut kebutuhan pembangunan di daerah. 1994 di Kairo) menyebutkan perlunya indikator-indikator kependudukan yang relevan dengan pembangunan kesehatan di Indonesia. dan perceraian. ketepatan. Di Indonesia juga didaerah-daerah. Data penduduk daerah menurut periode waktu dapat dugunakan untuk keperluan analisis perencanaan. kematian. ekonomi dan lingkungan. migrasi. karakteristik dan struktur sebagai gambaran dari dinamika kependudukan menjadi perhatian pemerintah Indonesia dan Badan Kependudukan Dunia (UNFPA. seperti angka kematian bayi. dan untuk menyusun kebijakan dan pelaksanaannya. mortalitas. . menurut umur. Data penduduk daerah yang dipublikasikan berisi jumlah penduduk. penyerasian kebijakan-kebijakan publik dengan indikator dinamika kependudukan. Pertama. kebutuhan dasar penduduk untuk seluruh aspek kehidupannya dapat disusun indikatornya untuk keperluan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan. angka fertilitas.

penyediaan air bersih dan sebagainya. angka kesakitan menurut umur di atas 5 tahun. Political will pemerintah tersebut dinyatakan ke dalam berbagai usaha.. penyandang cacat untuk mengembangkan pencegakan dan rehabilitasi. Vol. cara dan tempat pengobatan (Sensus Penduduk 1980. pendidikan. Di sini semua komponen meliputi penyiapan. angka kematian umur kurang dari lima tahun menurut diagnose penyebab penyakit (Survei Kesehatan Rumah Tangga.210 reproduksi. keluarga dan masyarakat. BPS. Isu penting kependudukan dunia ini berhubungan dengan bidang-bidang kegiatan lain. terpercaya dan rinci. Pemerintah Pusat dan Daerah telah dan akan terus diharapkan mengembangkan isu tersebut ke dalam kebijakan dan untuk dilaksankan. termasuk mutu dan pelayanan kesehatan. indikator umum dan lingkungan. Dalam era otonomi daerah. 8.anak dan generasi muda yang proporsinya paling besar dari jumlah penduduk. meningkatkan kemandirian.. posyandu. perencanaan program. Partisipasi masyarakat mudah diorganisasikan setiap waktu. KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI BIDANG KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan diantaranya bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. BPS. penyusunan kebijakan. karena ternyata relevan dengan aspirasi dan permasalahan yang timbul di masyarakat. Indikator-indikator tersebut mencakup: penilaian masyarakat Kebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . 1981). 2. dan peranan legislatif dalam mendukung dan mengontrol pelaksanaan program layanan pada masyarakat berlangsung optimal. monitor. Gambaran pelaksanaan otonomi daerah tersebut dapat terwujud. Data ini terkait dengan usaha pembangunan kesehatan. No. penduduk usia lanjut yang berhubungan dengan sistem jaminan sosial. pelatihan. keselamatan dan kelangsungan hidup dan seterusnya. dukungan sosial. kesehatan reproduksi dan sebagainya. pelayanan kesehatan 206 Jurnal Ilmu Hukum. penyediaan fasilitas umum seperti puskesmas. Ketiga. 1982). September 2005: 202 . layanan program di atas harus terjangkau dan dampak positifnya dirasakan masyarakat. dan evaluasi program harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi. perkiraan kematian bayi menurut propinsi (Proyeksi Penduduk Indonesia. Pengalaman menunjukkan indikator kesehatan dalam pembangunan kesehatan tahun 1981 dan 1982 tidak berubah. murah dan merata. pekerjaan. pondok bersalin. Depkes. penganggaran. 1980). Keempat. Keadaan kesehatan masyarakat diukur dengan menggunakan indikator derajat kesehatan. Wilayah kerja layanan dan peranan aparatur pemerintah daerah pada masyarakat terjangkau dengan cepat dan mudah. pelaksanaan. dan angka kematian penyakit menular. Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. R B Soemanto 207 terhadap pelayanan kesehatan (SUSENAS BPS. kesehatan dan penggunaan ketrampilan. jika tersedia data kependudukan untuk kesehatan yang akurat. namun tahun 1983 mangalami perubahan. pengolahan dan penyajian data penduduk. 1980-2000). seperti penyuluhan kesehatan. khususnya program pemerintah untuk miningkatkan banyak aspek kehidupan masyarakat. . dan indikator upaya kesehatan. hubungan dan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan dapat dilakukan dengan baik. pendidikan. SUSENAS.

penting untuk melihat kemampuan penduduk dalam mencari pelayanan kesehatan. Statistik Kesehatan Rakyat Indonesia tahun 2000 yang disusun berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nsional memuat laporan bidang kesehatan. kesakitan dan kematian yang dihasilkan oleh ICPD (1994) meliputi: pelayanan kesehatan dasar dan sektor pelayanan kesehatan untuk meningkatkan umur harapan hidup. Indikator yang dipakai adalah tingkat morbiditas (angka kesakitan). dan pola menyusui (BPS. tingkat peserta sekolah. dan sebab khusus). kelompok umur). serangga penular penyakit. 1998). Indikator pendidikan meliputi tingkat melek huruf wanita dewasa. penyakit khusus. jenis penyakit. Seluruh indikator kesehatan. penolong kelahiran bayi. perawatan inap. rawat inap rumah sakit. dan pelayanan kesehatan yang disebut dalam butir-butir program aksi ICPD hampir seluruhnya diadopsi . penggunaan jamban saniter. distribusi pendapatan. dan kesempatan kerja. bahkan budaya dan lingkungan fisik (Mosley dan Chen. reproduksi sehat remaja. Indikator hak-hak reproduksi dan keseharan reproduksi menyangkut kemampuan dan kebebasan bereproduksi. jumlah & persentasi anak yang diimunisasi.Indikator derajat kesehatan dinilai dengan melihat angka kesakitan (sesaat. keluarga berencana. kematian. hidup sehat dan alokasi biaya pelayanan kesehatan. September 2005: 202 . seksualitas dan hubungan antarjenis untuk meningkatkan tanggung jawab dan hubungan antar-jenis secara adil dan terhormat. jatuh sakit. kematian (bayi. dan kelangsungan hidup anak untuk mendukung upaya penurunan angka kematian anak balita. tingkat polusi udara. hasil guna pelayanan kesehatan. kepadatan penduduk. Indikator program aksi kesehatan. sex ratio). pencegahan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV untuk mencegah dan mengurangi insiden. dayaduna. No. Indikator ekonomi meliputi GDP/Pendapatan per kapita. penyediaan pangan. Indikator upaya kesehatan digunakan untuk mengukur penduduk yang dilayani. dan indikator kesejahteraan rakyat tersebut di atas cukup relevan bagi penyusunan kebijakan penduduk bidang kesehatan. pengobatan. Indikator fisik biologis yang relevan dengan kesehatan meliputi angka penggunaan air bersih. Indikator umum dan lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan mencakup indikator sosial ekonomi: yaitu indikator demografi (angka kelahiran. 1988). pengobatan. kecacatan dan angka harapan hidup (BPS. kesehatan. maka perlu juga melibatkan variabel sosial eknomi. mamalia penular penyakit. dan persentasi penduduk yang mendapat air bersih. pertumbuhan penduduk. sebagai dasar untuk perbaikan perilaku kesehatan. terutama anak-anak. mencakup jumlah kunjungan puskesmas. Namun permasalahan kesehatan masyarakat (kelangsungan hidup manusia) tidak hanya menyangkut variabel medis. jumlah penduduk tinggal di pemukiman sehat. kunjungan rumah sakit. reproduksi sehat. Karena hal itu menggambarkan kerangka 208 Jurnal Ilmu Hukum. 8. Vol. 2. 2000) Indikator-indikator sosial-ekonomi dan fisik biologis.210 penanggulangan mortalitas. ibu. kesehatan wanita dan keselamatan ibu untuk mencegah atau menurunkan angka kematian ibu usia reproduktif dan HIV/AIDS untuk mencegah penularan dan korban.

Indikator kependudukan dak kesehatan tersebut dihasilkan dari kegiatan pemerintah (BPS) yang dirancang menurut proses pemikiran deduktif (dari pemerintah untuk rakyat). survei yang diselenggarakannya. Hak untuk hidup sehat bagi penduduk sebagai warga negara yang berdomisili di daerah harus dijamin oleh pemerintah. dilaksanakan secara singkron dan memenuhi aspirasi masyarakat. Peranan dan fungsi yang saling berhubungan antara pelayanan kependudukan dan kesehatan dengan indikator program pelayanan berbasis data kependudukan yang sama. sebagaimana dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 34 (3): ³Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas yang layak´. .dll) dan pelayanan data penduduk yang tepat. Indikator kesehatan yang multi dimensional telah disusun dalam berbagai laporan BPS bersumber dari data sensur. angka kematian. maka pertimbangan adopsi indikator program tersebut harus didasarkan pada kebutuhan hidup sehat dan realitas permasalahan di masyarakat. program yang konsisten. agar pelaksanaanya tidak terkendala oleh sistem dan tata cara. fungsi. koordinasi. pelaksanaan. keserasian kebijakan dan kependudukan secara konseptual harus terlihat jelas. akan menjamin pencapaian tujuan secara optimal. Indikator kependudukan dan kesehatan untuk menyusun kebijakan memiliki fungsi yang berdekatan dan berdasarkan data yang sama. Pelayanan dokumen kependudukan (kartu keluarga. Penggunaan data dan indikator kependudukan diperlukan sebagai data pembanding. KTP. Penyerasian kebijakan kependudukan bidang kesehatan harus dilihat dari tujuan. maka kondisi tersebut bisa membantu pihak yang terkait untuk melakukan kebijakan dan tindak lanjut yang diperlukan. pembiayaan. dilaporkan rutin. Oleh karena itu. dan manfaat yang diperoleh (dirasakan) oleh penduduk (masyarakat) dengan pengelolaan pelayanan kepenKebijakan Kependudukan di Bidang Kesehatan: . untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. R B Soemanto 209 dudukan dan pelayanan kesehatan yang baik. diolah dengan baik dan disajikan secara terbuka (dari rakyat pada masyarakat dan pemerintah. bagi pihak yang akan menyusun kebijakan dan menentukan dasar dan tahap pelaksanaannya. SIMPULAN Kebijakan bidang kesehatan secara eksplisit dan implisit. akurat dan terpercaya. dan pelaksanaannya diatur dalam UU Sistem Kesehatan Nasional. Sekalipun keserasian pelaksanaan kebijakan publik belum banyak dilakukan oleh pemerintah daerah. perencanaan. namun harus dicoba untuk dipersiapkan dan dilaksanakan.. cross-check. akte kelahiran. Indikator kesehatan di daerah Kabupaten/Kota harus disusun berdasarkan data penduduk yang dikumpulkan. kesakitan penduduk dan sebagainya segera diketahui. langsung dan tidak langsung berhubungan dengan kebutuhan basis sumber data. Kebijakan nasional dan kebijakan daerah sebagai instrumen hukum pemerintah untuk mengatasi permasalahan kesehatan harus memiliki tujuan. pemberian fasilitas pendukung lain dan sebagainya yang kurang sinkron.. Di daerah intensitas dan bentuk permasalahan kesehatan bervariasi.pemerintah dalam rencana dan pelaksanaan program pembangunan kesehatan.

Hal. hal. __________ UUD 1945 Hasil Amandemen. 8. Donal. Penerbit Sinar Grafika. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Surakarta. Vital Registration System. Gadjah Mada. W. 2005. 1982. ed. New York. Harrow and Heston. The Behavior of Law. Lucas. A Primer in The Sociology of Law. BPS. hal.210 DAFTAR PUSTAKA Black. 1994. Pengolahan Data Statistik Vital Kota Surakarta. 1998). UNFPA. Ringkasan Program Aksi Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan. hal. BPS. 1994. New York.. 1988. September 2005: 202 . 2002. Dragan. Jakarta. Vol. . 2. Statistik Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS. Kumpulan Bahan-bahan Penyusunan Indikator Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: BPS Pusat. 46-93. Suatu Kerangka Analisis untuk Studi Kelangsungan Hidup Anak di Negara Berkembang. No. Pengantar Kependudukan. 126. Mosley. 2000). Davis. Lincoln C. Milovanovich. University Press. Masri Singarimbun. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Henry dan chen. Surakarta : PPK UNS. Academic Press. 150-156. 168-170. 1976.210 Jurnal Ilmu Hukum. United Nation.

Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Transisi Demografi Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. yaitu jumlah penduduk yang lahir sama dengan jumlah penduduk yang mati. maka tidak mustahil laju pertambahan penduduk akan menanjak lagi dengan kecepatan tinggi. Namun. sehingga banyak sekolah dasar yang membentuk afiliasi dengan SLTP untuk menampung tamatan SD. Kenyataan menunjukkan. Saat ini proporsi penduduk mengarah ke penduduk urban dengan kecepatan tinggi. budaya. tingkat . murid kelas I dan kelas II SD berkurang. Untung saja perubahan itu seiring dengan turunnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara menyeluruh. Kalau saja angka pertumbuhan penduduk tidak menurun drastis. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. tetapi juga karena desa-desa bertambah maju. Dengan jumlah anak yang jauh lebih sedikit dan lebih sehat. biarpun tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia telah menurun. Tetapi. Sayangnya. Kondisi ini tidak lepas dari peran Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah menurunkan tingkat fertilitas atau tingkat kelahiran yang biasanya sekitar enam anak menjadi kurang dari tiga anak. Kalau pertumbuhan penduduk Indonesia tetap menurun.PEMERINTAH HARUS MAKIN PEKA TERHADAP FENOMENA KEPENDUDUKAN PENDUDUK Indonesia tahun 2000 yang semula diperkirakan 275 juta jiwa. Penduduk yang "desa"nya berubah jadi "kota" ± siap atau tidak ±otomatis berubah jadi penduduk kota atau urban. memang Indonesia bakal mencapai pertumbuhan penduduk seimbang. kalau keadaan berbalik. Ini berarti KB telah membuat anak-anak kita lebih pandai. para orangtua lebih memperhatikan dan lebih mampu menyekolahkan anak-anaknya. tetapi menjadi fenomena luar biasa akhir abad ke-20 di banyak negara berkembang. penurunan tingkat fertilitas diikuti dengan penurunan drastis tingkat kematian bayi dan anak-anak. tahun ini penduduk Indonesia telah lebih dari 211 juta jiwa. Bahkan. Namun demikian. kejadian ini ± dengan segala implikasi sosial. Paling tidak ini terlihat dari keberhasilan program wajib belajar sembilan tahun. Penyebabnya bukan hanya karena migrasi penduduk pedesaan ke kota. maka dalam waktu singkat bisa terjadi peledakan penduduk yang lebih dahsyat dibandingkan era 1950-an dan 1970-an. penanganan persoalan penduduk di Indonesia belum selesai. dimana anak-anak usia sekolah dasar hampir seluruhnya bersekolah. Dinamika di atas bukan monopoli bangsa Indonesia saja. Dalam proses tersebut. Ada beberapa alasan kenapa kita harus mewaspadai pertumbuhan penduduk yang drastis ini. dan politik yang cukup rumit ± kurang mendapat perhatian. ternyata hanya 206 juta jiwa saja.

angkatan kerja. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. berupa pengecilan jumlah dan proporsi penduduk berusia anak-anak. Dalam masa transisi yang relatif lama. jelas sekali terjadi perubahan struktur piramida. Oleh karena terjadi dalam tempo sangat singkat. Ini berarti. pikiran-pikiran bahwa BKKBN sebaiknya dibubarkan adalah gagasan yang sangat berbahaya. Semua menempati posisi sentral untuk meningkatkan sumber daya yang bermutu. Perubahan struktur itu menarik karena penduduk remaja yang sedang tumbuh sesungguhnya merupakan hasil pendewasaan dari orangtua yang belum tersentuh program KB pada zamannya. Transisi demografi model kedua ini adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk urban. implikasi perubahan fenomena ini pasti belum disadari para pengambil keputusan.ledakan remaja. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. anak-anak yang sekarang dewasa dan menjadi orangtua muda adalah pasangan yang rawan menimbulkan bom bayi baru. Namun. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. fenomena akhirnya ditanggapi dengan membandingkan mana yang lebih dulu harus diselenggarakan. Penduduk remaja yang mendominasi harus diikuti dan didampingi dengan program KB yang lebih lincah. Biarpun agak terlambat. Tanpa harus menunggu 150 tahun. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. Tidak ada yang didahulukan dengan mengorbankan salah satunya. Karena keterbatasan anggaran. dan penduduk lanjut usia dalam waktu pendek. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Anak-anak muda baby boomers sekarang adalah anak-anak modern yang maju dan mandiri.kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. Fenomena Baru Namun. Tidak kurang dari 1.3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. Fenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan dan tingkat kebodohan yang masih sangat tinggi. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. Tidak ada upaya kesehatan yang mengorbankan bidang keluarga berencana. Karena itu. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. Dalam pola transisi demografi itu. diikuti dengan membengkaknya remaja dan usia lanjut. Tidak ada upaya pendidikan yang harus mengorbankan upaya di bidang kesehatan. Kesimpulan semacam itu salah. penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk ini disertai fenomena baru di negara berkembang yang mungkin berdampak lebih dahsyat. Pola yang muncul di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya yang berhasil dengan gerakan KB-nya itu. Mereka harus didampingi dengan program KB oleh .

memberikan perhatian yang tinggi terhadap masalah kependudukan itu. seperti juga Presiden RI sebelumnya. Kita tidak tahu kenapa pertemuan minggu lalu tidak cukup . berkepribadian luhur serta profesional dalam bidangnya masing-masing.DR. Pertemuan juga berusaha untuk mendorong perhatian dan komitmen politik yang makin tinggi agar penduduk tidak saja menjadi obyek pembangunan. justru diperlukan komitmen yang lebih tinggi dari otoritas tingkat. beberapa waktu lalu selama dua hari berturut-turut diadakan pertemuan oleh para ahli kependudukan Indonesia di Jakarta. Di Indonesia peringatan itu ditandai oleh suasana dan harapan yang berbunga-bunga karena Presiden RI. Semua berlangsung lebih cepat di-bandingkan negara maju di masa lalu. di pabrik atau industri jasa yang tidak banyak tergantung musim. Pertemuan itu antara lain dimaksudkan untuk mencari bentuk yang paling tepat bagaimana menempatkan penduduk sebagai titik sentral pembangunan. Departemen Tenaga Kerja dan pemerintah daerah harus makin peka terhadap fenomena kependudukan. SEPTEMBER 2002 PENDUDUK DAN DEMOKRASI Dalam suasana reformasi yang marak dewasa ini. Mereka cenderung pindah ke kota mencari pekerjaan yang bersifat "urban". pusat. bukan malah dibubarkan! PROF. Untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan semacam itu. HARYONO SUYONO Pengamat masalah sosial kemasyarakatan KOMPAS SENIN. Melihat itu semua kita masih teringat bahwa pada tanggal 11 Juli lalu. maka BKKBN. usaha itu makin bisa dihubungkan dengan rekan-rekannya dari kota sehingga menumbuhkan kepadatan dan ciri baru di desa-desa penyangga kota. bukan dengan isu anggaran BKKBN dialihkan untuk anggaran pendidikan. kita juga memperingati Hari Kependudukan Dunia 2001. Akibatnya. lembaga-lembaga tersebut di atas justru harus ditingkatkan peranan dan anggarannya. pertumbuhan urban di negara berkembang. Karena itu.BKKBN atau lembaga semacam itu sampai ke tingkat daerah. untuk meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu. tetapi disiapkan dengan sunguhsungguh untuk mampu menjadi pelaku yang berwatak. termasuk Indonesia. atau µpenduduk usia muda¶ yang telah mendapat pendidikan dasar. Angkatan muda Pembengkakan proporsi penduduk usia 25-45 tahun. Komitmen untuk BKKBN tingkat kabupaten dan kota harus sangat tinggi agar diperoleh sumber daya yang berkualitas karena dilahirkan oleh orangtua dengan jarak kelahiran yang wajar. yakni perpindahan penduduk ke kota dan berubahnya desa-desa agraris menjadi daerah urban baru. Gus Dur. mempunyai dua sumber yang sama kuat. Penduduk terdidik yang tetap di desa mulai pula mempergunakan waktunya untuk membangun industri dan perdagangan di desanya. membuat mereka tidak tertarik untuk bertani seperti orangtuanya di desa. Dengan keadaan seperti itu. Pak Harto. Karena fasilitas transportasi yang makin baik. Departemen Pendidikan Nasional. Penurunan fertilitas dan pertumbuhan yang mulai rendah harus dipelihara dengan baik. Departemen Kesehatan. karena kalau tidak akan lebih sulit menggarap penurunan fertilitas di masa datang.

tidak mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari di tanah airnya. sehingga kalangan petinggi pemerintah tidak cukup waktu untuk ikut menanggapi masalah kependudukan di Indonesia dewasa ini. dengan otomatis dan menyeluruh berubah menjadi ³penduduk kota´ atau ³penduduk urban´. Bahkan. Phenomena itu adalah suatu kejadian luar biasa pada akhir abad ke-20 dan terjadi di banyak negara berkembang. Jumlah dan perkembangan penduduk urban meningkat dengan drastis. atau karena waktu yang tidak tepat. Penduduk Indonesia. Pemberdayaan penduduk dan upaya menempatkannya secara terhormat sebagai titik pusat pembangunan merupakan suatu upaya jangka panjang yang memerlukan strategi yang utuh. Mungkin saja karena para penyelenggara menempatkan pertemuan penting itu sebagai kegiatan tehnis. siap atau tidak siap. Ada sebagian yang kemudian ikut larut. Usaha advokasi untuk menggerakkan . tetapi juga karena desa-desa bertambah maju dan penduduk desa tersebut. budaya dan politik yang cukup rumit. bertahap dan konsisten. seperti juga penduduk negara-negara berkembang lainnya. Kejadian ini. dan di ruang-ruang kuliah. Padahal pemberdayaan penduduk itu tidak ringan dan bukan menjadi tugas suatu instansi atau suatu departemen tertentu. bukan hanya monopoli bangsa Indonesia saja. Untung saja perubahan itu terjadi seiring dengan makin melemahnya angka fertilitas dan angka pertumbuhan penduduk secara global.mendapat perhatian dari para pejabat tinggi. Pertambahan penduduk urban itu bukan hanya karena adanya migrasi penduduk perdesaan ke kota. mengalami perubahan sosial yang sangat dahsyat. kurang mendapat perhatian para ahli. dengan segala implikasi sosial. politisi dan penyelenggara negara. Padahal masalah yang kita hadapi berada pada titik perubahan sosial yang sangat penting dan bisa sangat menentukan masa depan bangsa ini. lengkap dengan tuntutan dan ciri-ciri urbanisme yang sangat kuat. atau mereka baca dari tulisan ahli-ahli berbagai bangsa di dunia. Mereka melihat dengan mata telanjang bahwa ³demokrasi´ dan ³penghargaan terhadap manusia´ yang mereka kagumi dari kuliah para gurubesar. Phenomena ini di Indonesia lebih ³diperparah´ lagi oleh makin maraknya sikap ingin cepat maju karena kesempatan dan dorongan otonomi daerah yang sedang marak. saling menyalahkan dan tidak mau mengambil tanggung jawab serta menjauhkan diri dari upaya memihak kepada keluarga miskin. Dinamika perubahan penduduk desa menjadi penduduk kota yang terjadi dengan kecepatan tinggi itu. sekarang dituntut oleh generasi muda yang pernah mempelajarinya itu dalam kehidupan nyata. secara dinamis dan tidak dapat diwakilkan. mereka lihat para pemimpinnya saling hujat. Pikiran-pikiran hak azasi manusia (human rights) dan upaya pengembangan kualitas manusia (human development) yang pada tahun-tahun 1980-an dan 1990an dipelajari oleh anak-anak di bangku sekolah. karena ³desanya´ berubah menjadi ³kota´. dan menyalahkan generasi atau pemerintah sebelumnya. Pengembangan penduduk itu memerlukan keikut sertaan semua pihak.

Dengan perubahan itu masyarakat berubah menjadi masyarakat modern dengan industrialisasi. termasuk Indonesia. atau sekitar 250 tahun. penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh diketemukannya pengobatan modern dan munculnya lembaga-lembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. Transisi demografi model pertama tersebut berlangsung mulai sekitar tahun 1700 sampai sekitar tahun 1950-an. Kehidupan sosial politik penduduk juga mulai mengalami perubahan dengan kemampuan mengembangkan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Dengan adanya penyesuaian itu maka proses transisi demografi yang lamban bisa diikuti oleh proses penyesuaian kehidupan kemasyarakatan yang seimbang. Namun demikian.keadaan itu sungguh sulit dilakukan. Dalam proses transisi tersebut. Phenomena itu adalah makin tingginya proporsi jumlah penduduk . Tingkat pertumbuhan penduduk juga menurun dengan drastis. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima berbagai perubahan dengan rasional. untuk penyesuaiannya. Transisi demografi model yang pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa seperti Inggris dan Wales. Dalam masa transisi yang relatip lama itu masyarakat mempunyai waktu yang panjang untuk melakukan penyesuaian dengan pelahan. tingkat kelahiran juga segera menurun. Disamping kegembiraan karena penurunan fertilitas dan tingkat pertumbuhan penduduk. Tingkat kelahiran itu segera menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Dalam masyarakat agraris anak merupakan potensi yang segera dapat ikut dalam proses produksi. Anak harus dikirim ke sekolah dengan waktu dan ongkos yang tidak kecil sampai anak-anak itu bisa ikut dalam proses produksi serta menghasilkan. Dengan menyusulnya penurunan tingkat kelahiran. ada phenomena baru yang mungkin lebih dahsyat mulai muncul di negaranegara berkembang. Anak tidak bisa secara langsung ikut serta dalam proses produksi. maka proses transisi demografi terjadi dengan cepat. tingkat kematian turun dengan pelahan karena kemajuan industrialisasi yang terjadi. Adanya transisi itu menyebabkan nilai-nilai kultural tentang berbagai phenomena berubah secara pelahan. Nilai anak juga mengalami perubahan. tidak harus menunggu 250 tahun. berubah dari masyarakat tradisionil perdesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang modern. Pemeliharaan anak menjadi lebih mahal dan dengan adanya nilai anak yang makin mahal pemeliharaannya itu maka angka kelahiran akhirnya mengikuti proses dan menurun dengan pelahan-lahan. Di negara-negara berkembang. Transisi Demografi Cepat Ada dua pola transisi demografi yang terjadi dengan segala implikasinya.

tingkah laku. perubahan struktur penduduk yang ditandai ledakan penduduk urban. Disamping itu ada sekitar 25 juta jiwa terpaksa mengungsi karena kerusakan lingkungan atau konflik di wilayahnya. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan). Phenomena kependudukan sekarang adalah phenomena perkotaan. Perubahan ini menuju alam demokratis dan memerlukan pencermatan yang tidak kalah serunya dengan upaya kita menghadapi persoalan fertilitas dan pertumbuhan yang tinggi di masa lalu. ³lapar´ atas pilihan demokratis untuk mengembangkan jati diri dan potensinya yang tinggi. ledakan anak remaja.3 milyar jiwa hidup dalam kondisi sangat miskin di negara-negara berkembang. angkatan kerja dan penduduk lanjut usia yang meningkat jumlahnya dalam waktu yang sangat pendek. Penduduk-30102001 PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN Dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia Indonesia menggelar suatu pertemuan para ahli di Jakarta. ³lapar´ akan kemerdekaan untuk menyuarakan aspirasi dan gagasan-gagasannya yang cemerlang. Tidak kurang dari 1. lapar dan jengkel atas ketidak adilan yang setiap hari kelihatan jelas dimatanya. Haryono Suyono. dan seimbang. Oleh karena itu untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan diperlukan terobosan berupa advokasi yang lebih gegap gempita tentang masalah kependudukan yang mempunyai persoalan lain dibanding dengan upaya penyelesaian masalah kependudukan yang lebih bersifat tehnis demografis dimasa lalu. selaras. Karena itu tiba waktunya para politisi memperhatikan transisi demografi. Perubahan itu harus disikapi dengan suasana kondusif untuk menyelamatkan umat manusia dengan menjamin hak-hak azasinya secara utuh agar bisa mencapai keseimbangan baru yang lebih serasi. tata nilai sosial budaya yang mendukung persamaan hak-hak azasi wanita dan pria yang menyejukkan serta kesempatan yang makin terbuka. implikasi perubahan phenomena ini belum disadari secara mendalam oleh para pengambil keputusan dan politisi di negara-negara berkembang. (Prof. angkatan muda dan munculnya tuntutan demokratis dan keterbukaan yang tidak saja harus mengikuti arus perubahan kuantitatif penduduknya. Dr. dan berbagai lapar lain yang makin digali makin merekah mengerikan. phenomena generasi muda yang ³lapar´ atas harga dirinya sebagai manusia terhormat. Perubahan struktur penduduk menjadi makin urban dan muda itu menarik dari segi politik karena munculnya tenaga-tenaga terdidik yang merasa makin tidak cocok dengan lingkungan sekitarnya. tetapi harus siap menanggapi phenomena itu dengan perubahan sikap. Phenomena itu muncul dalam suasana kemiskinan yang masih tinggi. Salah satu yang menonjol dari pertemuan itu adalah bahwa berkat .urban. Karena terjadi dalam tempo yang sangat singkat.

tapi juga untuk produk-produk barang mewah yang menguntungkan dan mempunyai nilai tambah tinggi. ³Kealpaan´ terhadap pembahasan yang mendalam tentang perempuan secara tidak sengaja juga dilakukan oleh Deputi BKKBN yang membawakan sambutan atau uraian Menteri PP dan Kepala BKKBN yang berhalangan hadir. Perkiraan yang tidak tepat juga akan merugikan penduduk yang seharusnya menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. mulai mendekati model piramida penduduk negara-negara maju. tetapi karena protes salah seorang peserta lain.keberhasilan pembangunan ditegaskan kembali perubahan piramida penduduk Indonesia mengikuti piramida penduduk usia tua. Potensi pasar dengan jumlah penduduk yang besar itu tidak saja untuk barang produk murah dengan pasaran luas. Tetapi begitu . Pasar itu akan dengan mudah menyerap produkproduk yang bermutu dengan harga yang murah dan terjangkau kemampuan penduduk Indonesia yang melimpah. Aris Ananta yang sekali lagi mengajak semua fihak memberikan komitmen yang tinggi terhadap kebijaksanaan pembangunan berwawasan kependudukan. produsen dan sekaligus pasar yang potensial. Presiden mengingatkan bahwa perkiraan yang tidak tepat akan berbahaya untuk bangsa ini karena mempengaruhi arahan dan dinamika pembangunan yang sedang dikembangkan. maka jumlahnya sudah melebihi angka 4 juta orang. Jumlah itu lebih besar dibandingkan seluruh penduduk Singapore. Gagasan pembangunan berwawasan kependudukan harus bisa mengarahkan semua pihak menjadikan penduduk sebagai pelaku pembangunan. yaitu antara lain keberanian menjadikan penduduk sebagai konsumen yang potensial. Biarpun karena keterbatasan waktu beliau tidak sempat mengungkapkan kepentingan penduduk perempuan dengan panjang lebar. Menarik juga kita simak penyajian dari Prof. semua pihak diingatkan bahwa ketidak adilan gender masih juga menjadi kendala dari maraknya pembahasan tentang peranan penduduk perempuan dalam pembangunan yang bekelanjutan. Dengan keberanian itu kita bisa mengembangkan dan mempunyai pasar domestik yang luar biasa besarnya. Beliau mengajak semua peserta untuk menghitung bahwa andaikan hanya duapuluh persen saja penduduk kita dapat dianggap berada dalam kelas ekonomi menengah keatas. Pembangunan berwawasan kependudukan adalah suatu pembangunan yang memihak penduduk. biarpun kualitasnya relatip belum baik. Tidak dapat dibayangkan kalau pasar kita yang potensial itu justru dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang melihat potensi itu dengan lebih tajam. Ini berarti bahwa Indonesia bisa juga menjadi pasar barang-barang yang relatip mewah dengan harga yang tinggi atau nilai tambah yang sangat menguntungkan. Perubahan fenomena itu diikuti permintaan Presiden kepada para ahli agar secara cermat bisa menyajikan perkiraan pertumbuhan penduduk yang paling dekat dengan kenyataan. Dr. Pertemuan yang diisi dengan round table discussion itu juga menyajikan pembicara perempuan yang kebetulan menjadi satu-satunya diantara sembilan pembicara yang ada.

kita bersyukur bahwa akhirnya semua pihak diingatkan kembali untuk menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. Dr. tidak saja sebagai pelaku. Kalau dukungan pembangunan tidak menentu. Semoga. atau obyek pembangunan. Pengumuman itu sekaligus juga menjelaskan bahwa penduduk kita makin mendekati penduduk negara maju karena angka jumlah penduduk di daerah perkotaan telah naik menjadi sekitar 45 persen dan angka pertumbuhan penduduk rata-rata selama .diingatkan maka makalah yang memang sudah disiapkan sebenarnya penuh dengan uraian tentang bagaimana Ibu Menteri memberi perhatian yang sangat tinggi terhadap peningkatan peranan kaum perempuan untuk menyemarakkan pembangunan yang berwawasan kependudukan itu. Pembicaraan ini biasanya tidak menarik. kalau program pembangunan sudah pasti atau didukung suasana penuh kepastian. Perkiraan angka tunggal sesungguhnya mudah dipenuhi. Kita gembira karena semua pihak diharapkan memperhatikan penduduk. dan bekerja keras. karena setiap perkiraan harus disertai atau mengandung asumsi program-program intervensi yang pasti agar bisa mempengaruhi phenomena kependudukan. juga sulit disajikan. atau hasil pertemuan ³round table disc ussion´ itu. khususnya untuk memenuhi permintaan Presiden yang menghendaki agar disajikan angka perkiraan tunggal. atau tidak pasti. Mudah-mudahan langkah awal dari Badan Kependudukan Nasional ± Baknas ± dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia itu dapat ditindak lanjuti dengan meminta perhatian semua pihak akan berubahnya phenomena kependudukan yang akan sangat mempengaruhi arahan berbagai prioritas pembangunan yang berwawasan kependudukan. (Prof. Apapun variasi yang muncul dalam pembicaraan pada Hari Kependudukan Dunia itu. Satu-satunya pembicara dari luar negeri adalah wakil dari GTZ yang menyoroti secara khusus pentingnya statistik dan data kependudukan pada umumnya. maka perkiraan untuk menghasilkan suatu angka tunggal. Haryono Suyono. untuk membantu upaya pemberdayaan penduduk.3 juta jiwa. subyek. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) MENGHADAPI MELEDAKNYA GENERASI MUDA MASYARAKAT HARUS WASPADA Hasil akhir Sensus Penduduk tahun 2000 menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 206. tetapi munculnya topik itu dalam diskusi telah mengingatkan para ahli untuk secara sadar menggarap masalah data kependudukan dengan sungguhsungguh. Bagi mereka yang paham betapa sulitnya mencapai konsensus untuk menyajikan angka perkiraan tunggal. para ahli harus bekerja keras menyepakati angka tunggal itu. tetapi akhirnya harus ikut menikmati hasil-hasil pembangunan secara adil sesuai dengan sumbangannya yang profesional.

Namun dengan usaha yang gigih dalam duapuluh tahun terakhir ini dapat pula diduga bahwa angka kematian AKI itu akan segera menurun. mungkin juga Jawa Tengah dan beberapa propinsi lain sudah sama atau lebih rendah dari angka 2. terutama di daerah-daerah yang kondisi KB-nya relatif maju dan kesadaran masyarakat akan bahaya hamil terlalu muda. yaitu TFR atau angka fertilitas total tidak lebih dari 2. ada kemungkinan bahwa angka pertumbuhan penduduk itu akan naik dengan drastis dan mengakibatkan terjadinya baby boom yang jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan baby boom di masa yang lalu. anak-anak muda sekarang masih menikah relatif pada usia yang muda. Diduga pula bahwa angka mortalitas masih relatif tinggi karena dari beberapa penelitian masih terlihat adanya Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) masih relatif tinggi. Anak-anak usia SLTP dan SMU sekarang ini masih banyak yang tidak sekolah. terlalu sering atau sudah tua masih hamil juga menjadi lebih tinggi. Jumlah ini tidak saja besar tetapi mempunyai tingkat kesuburan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jaman baby boom di tahun 1970 ± 1980 yang lalu. Kalau mereka lengah. jumlah generasi muda sekarang ini relatif tinggi. Bahkan mungkin sekali angka fertilitas total untuk propinsi yang KB-nya sangat berhasil seperti DI Yogyakarta. . Dalam rangka Hari Anak dan Remaja Nasional 23 Juli 2002 ini perlu kita ingatkan bahwa penurunan angka pertumbuhan penduduk itu hanya bisa dijamin kalau sebanyak-banyak generasi muda mengikuti Gerakan Reproduksi Sejahtera dengan baik.9 persen. dan juga angka kematian anak. Bali.5 persen itu mengisyaratkan adanya pertumbuhan penduduk di tahun 2000 sudah kurang dari itu.2 anak atau yang biasa disebut dibawah replacement level. maka dengan sendirinya angka ratarata dibawah 1. yang selama duapuluh tahun terakhir ini telah turun lebih dari 60 persen.5 anak. maka tidak mustahil angka pertumbuhan penduduk akan mengalami goncangan.4 ± 2. Kalau Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan (AKI) itu menurun hampir dapat dipastikan bahwa angka kematian secara menyeluruh akan menurun dengan lebih drastis.2 sampai paling tinggi 1. Kedua. yaitu sekitar 1. Goncangan itu bisa berarti naik drastis bisa juga menurun dengan lebih deras lagi.sepuluh tahun terakhir adalah sekitar 14. yaitu sekitar 20 persen dari jumlah penduduk yang ada di Indonesia yang jumlahnya adalah 206. Jawa Timur. Ada beberapa alasan kenapa angka pertumbuhan penduduk bisa meledak kembali. Tingkat kesehatan dan kemampuannya untuk ³menghasilkan anak´ juga jauh lebih tinggi karena umumnya mereka dilahirkan pada jaman yang jauh lebih kondusif dibandingkan dengan jaman kelahiran orang tuanya dulu. Ini hanya bisa terjadi kalau angka fertilitas di tahun 2000 sudah sangat rendah. Lebih lanjut daripada itu kalau angka pertumbuhan penduduk pada tahun 19801990 rata-rata masih mendekati angka 2 persen. Kalau penurunan ini diikuti lebih lanjut dengan penurunan angka kematian bayi.3 persen.3 juta jiwa tersebut. DKI Jakarta. Awas Ledakan Penduduk yang Baru. yaitu kalau kemantapan ber-KB dapat lebih ditingkatkan. Pertama.

akan merasa aman kalau anak-anak tersebut segera menikah. artinya menikah pada usia muda menjadi salah satu resep yang paling ampuh dan mudah untuk ³mengentaskan anak -anak dari penderitaan kemiskinan´. tetapi mungkin saja bisa mencapai 5 sampai 6 juta bayi setiap tahunnya. Kewaspadaan Generasi Muda . Kondisi negatip itu akan menghasilkan anak dengan perhitungan yang sangat tidak rasional. keluarga yang hidupnya pas-pasan. anak-anak muda yang semestinya menggeluti modernisasi dengan mengenal lebih banyak masalah reproduksi sejahtera belum banyak bersentuhan dengan materi reproduksi sejahtera sehingga perkawinan dibawah usia 20 tahun atau perkawinan dari wanita-wanita pada usia sekitar 20 tahun masih sangat tinggi. Ketiga. Anak-anak ini akan tetap sehat dan hidup sejahtera bersama kedua orang tuanya karena keadaan kesehatan dan gizi yang bertambah baik.5 sampai dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah bayi yang dilahirkan dan tetap hidup dibandingkan dengan masa antara tahun 1990-2000. Padahal diketahui bahwa anak-anak umumnya dilahirkan pada tahun pertama masa perkawinan.sehingga karena desakan ekonomi. maka bagi keluarga kurang mampu. tingkat kematian anak dan tingkat kematian bayi makin kecil. atau penyakit lainnya akibat pergaulan bebas itu. ledakan ini akan menjadi resiko karena generasi muda tidak saja tidak mengenal dengan baik reproduksi keluarga tetapi mereka sedang tergoda oleh kehidupan modern yang sangat permisif ditambah dengan akibat gangguan globalisasi lain seperti merebaknya hidup bebas tanpa perkawinan biarpun ada ancaman penyakit HIV/AIDS. Dengan demikian jumlah anak-anak yang dilahirkan dan tetap hidup pada usia lima tahun atau lebih oleh pasangan muda akan tinggi dan anak tetap hidup sehat sehingga jumlah anakanak yang ditambahkan setiap tahunnya bukan lagi sekitar 3 juta bayi atau 4 juta bayi.25 tahun dan karena itu sebuah keluarga masih dengan mudah melahirkan tiga sampai empat kali selama masa reproduksinya. Keempat. Dengan jumlah generasi muda yang relatif besar maka jumlah kelahiran sampai empat orang bayi itu akan menimbulkan kegoncangan demografis yang sangat berbahaya dan mempengaruhi ledakan baby boom yang dahsyat. Jumlah bayi yang ditambahkan setiap tahun menjadi sekitar 1. Apabila anak-anak ini tidak sekolah. Jumlah anak-anak usia Hanya sekitar 60 persen anak-anak usia SLTP sekarang ini sekolah dan hanya sekitar 30-40 persen anak-anak usia SMU sekarang ini yang sedang sekolah dan hanya kurang dari 12 persen anak-anak usia dewasa sedang berada di bangku kuliah di perguruan tinggi. terpaksa dinikahkan oleh orang tuanya. Dengan demikian umumnya pasangan muda Indonesia melahirkan pada usia ibu sekitar 20. terutama untuk anak perempuan. Kelima.

apabila generasi muda. Ledakan penduduk baru. Hampir bersamaan waktunya dengan kemungkinan ledakan bayi dari generasi muda yang baru itu. Untuk mencegah anak-anak muda yang sekarang tidak ada di sekolah. Kalau di masa lalu ³penduduk yang berusia diatas 60 tahun´ bisa dianggap sebagai ³barang langka´. demikian pula masih adanya kematian ibu yang juga relatif sangat tinggi. kalau terjadi. Kalau itu yang terjadi maka kualitas generasi muda akan bertambah baik dan mudah-mudahan menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berlipat ganda.Generasi muda memang tidak bisa berpangku tangan. Jumlah mereka akan merangkak dengan meyakinkan dari angka 5 persen menjadi 10 persen dan bahkan di beberapa propinsi akan naik menjadi 11 ± 15 persen dari seluruh penduduk yang ada. maka generasi muda tahun 2002 akan menjadi pelaku sejarah yang luar biasa peranannya. Praktis penduduk Indonesia akan mendapatkan serangan bom dari segala sektor umur. mengatur dan memahami reproduksi sejahtera dan mengandalkan diri pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan dirinya menjadi sumber daya yang handal. maka dapat dibayangkan bahwa di masa lima sampai sepuluh tahun yang akan datang ini mereka yang berusia enampuluh tahun sudah merupakan pemandangan biasa dan penduduk dengan usia enampuluh tahun itu bisa dengan mudah ditemui di hampir seluruh pojok pedesaan. di Indonesia juga akan terjadi ledakan para orang tua. yang dalam beberapa hari ini akan memperingati Hari Remajanya pada tanggal 23 Juli 2002 sadar akan makna peranannya yang bermata ganda. Piramida yang Meruncing Sebaliknya. Orang tua menjadi pemandangan biasa. Justru akan dipersulit dengan makin panjangnya usia harapan hidup dengan naiknya presentase dari penduduk yang berusia diatas enampuluh tahun. maka mereka dapat memanfaatkan kekuatan sumber daya alam yang tersedia secara melimpah di sekitarnya. tidak akan bisa ditolong dengan tingkat kematian bayi yang tinggi. Ledakan bayi sebagai penyulut baby boom akan dibarengi dengan sulutan ³grand father and grand mother boom´ alias ada boom yang bersumbu ganda. Kalau mereka bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan yang tersedia secara luas dengan pendekatan Broad Based Education (BBE) yang marak. dan tidak pula ditolong dengan tingkat kematian anak yang tinggi. Padahal ledakan dari generasi muda yang semula berusia dibawah limabelas tahun juga belum seluruhnya berhenti. baik . Anak-anak usia dibawah 15 tahun akan mengecil sebaliknya anak-anak remaja usia 15 ± 24 tahun mungkin saja akan tetap dominan. Ledakan penduduk dimasa lalu banyak ³tertolong´ dengan tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak yang sangat tinggi. Generasi muda ini akan bisa memahami reproduksi sejahtera dan menjadi pelaku fertilitas yang teratur sehingga jumlah generasi anak-anak dibawah usia 15 tahun akan tetap kecil dan akhirnya menghasilkan piramida yang meruncing.

Orang tua itu harus dientaskan agar orang tuanya memberi ijin kepada pemerintah atau lembaga sosial kemasyarakatan lain untuk ikut menangani anak-anak jalanan atau anak-anak di jalan itu. Nomor induk itu menjadi milik pribadi dan berlaku seumur hidup. Masyarakat harus waspada. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan-Ledakan-Gemu-2072002).sebagai anak jalanan. holistik dan tidak terkotak-kotak. berkesinambungan. Kalau kurikulum itu tidak disesuaikan anak-anak dan orang tua yang kurang mampu akan enggan bersekolah atau tidak ada minat di masukkan ke sekolah semacam ini. Dengan sekolah yang memihak semacam itu tentunya kurikulumnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. maka sekolah itu dinilai belum berhasil. Sekolah dengan pendekatan semacam ini harus pula memihak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang dengan berbagai alasan menganggap anaknya tidak perlu bersekolah lagi. Kalau terjadi ledakan baru keadaannya akan jauh lebih dahsyat dan sukar untuk direhabilitasi. tidak sekolah atau terkena tekanan tertentu sehingga tidak sempat mengenal sekolah. itupun dengan partisipasi yang sangat kuat dengan berbagai komponen pembangunan secara ikhlas. Disamping itu harus pula dikembangkan sekolah yang mendasarkan diri bukan lagi pada sekolahnya atau kemampuan daya tampungnya saja. Di negara-negara maju penghargaan itu diwujudkan antara lain dengan memberikan kepada yang bersangkutan nomor induk yang dicatat dalam registrasi penduduk pada kantor-kantor semacam catatan sipil di setiap negara. Tetapi kalau anak-anak di seluruh kampung itu sudah semuanya sekolah. HADIAH HUT KEMERDEKAAN : NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN Penghargaan terhadap hak azasi yang sangat berharga adalah diakuinya seorang manusia sebagai manusia sejak dia dilahirkan. Kalau anak-anak di suatu wilayah belum seluruhnya tertampung di sekolah. anak di jalan atau anak yang hidupnya sehari-hari di jalan karena tekanan ekonomi atau karena memang orang tuanya begitu miskin dan sejak lama sudah menggantungkan hidupnya di jalan-jalan. Hanya dengan ketekunan tertentu ledakan dapat dicegah. Semoga dengan cara demikian hari Anak-anak dan Remaja 23 Juli mendapat makna yang sesungguhnya untuk mencegah ledakan bayi dan orang tua yang baru serta meningkatkan mutu dari sumber daya manusia yang ada. Hal . maka pemerintah dan masyarakat luas harus dengan berani mengarahkan pembangunan pada anak-anak muda tersebut. Haryono Suyono. Mereka akan menilai bahwa sekolah semacam ini tidak memberikan pemberdayaan yang diperlukan atau tidak membawa manfaat bagi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan godaan. maka sekolah itu dianggap berhasil mengentaskan anak-anak yang ada di sekolah yang bersangkutan. Arahan kepada anak-anak muda itu dapat ditujukan kepada orang tua yang anaknya belum sekolah. (Prof. tetapi lebih menilai keberhasilannya atas dasar kepadatan yang ada di kampung atau di lingkungan di mana sekolah itu berada. Tanpa ikut sertanya orang tua dan komitmen anak-anak sendiri maka penyelesaian anak-anak yang tidak atau belum sekolah itu mustahil dilaksanakan. Dr.

kualitas. dan himpunan kuantitas. nilai-nilai sosial budaya. hak memperoleh dan mempertahankan ruang hidupnya. Presiden RI Ibu Megawati Soekarno Putri berkenan memberikan pengakuan itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan. Disamping itu disebutkan juga bahwa setiap penduduk sebagai anggota keluarga mempunyai hak untuk membangun keluarga sejahtera dengan mempunyai anak dengan jumlah yang ideal. karena belum ada sistem yang dapat diterima semua pihak. dan keseimbangan antara kuantitas. Lebih dari itu setiap penduduk berkewajiban mewujudkan dan memelihara keserasian. anggota masyarakat. UU nomor 10 tahun 1992 mendefinisikan bahwa setiap penduduk Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam upaya perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera. Hak penduduk itu untuk masing-masing matra diuraikan secara terperinci dalam UU tersebut yang meliputi hak penduduk sebagai diri pribadi yang meliputi hak untuk membentuk keluarga. Dimasa lalu upaya untuk memberikan pengakuan seperti ini selalu menghadapi kendala yang sangat besar. Sebagai warga negara. anggota keluarga. atau mengangkat anak. Akan sangat dikenang apabila dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 56. Karena itu. dan agama. setiap penduduk berkewajiban mengembangkan kualitas . Hak dan kewajiban setiap penduduk itu meliputi semua matra penduduk yang terdiri dari matra diri pribadi. belum ada atau belum merata di Indonesia. warga negara. hak penduduk meliputi hak mengembangkan kekayaan budaya. keselarasan. atau karena tidak ada anggaran yang dapat mendukung upaya yang sangat penting itu. hak mengembangkan kualitas diri dan kualitas hidupnya. atau memberikan pendidikan kehidupan berkeluarga kepada anak-anak serta hak lain guna mewujudkan keluarga sejahtera. Sebenarnya telah ada UU yang memberi payung pengantar untuk mengembangkan usaha tersebut secara konstitusional. Sebagai anggota masyarakat. hak penduduk yang dijamin dalam UU meliputi pengakuan atas harkat dan martabat yang sama. dan seimbang dengan diri dan kemampuannya. dan mobilitasnya dengan lingkungan hidup serta memperhatikan kemampuan ekonomi. serta hak untuk melestarikan atau mengembangkan perilaku kehidupan budayanya. Lebih lanjut UU itu juga menjamin bahwa hak penduduk itu meliputi berbagai aspek tentang pengembangan kualitas diri sampai kepada hal-hal yang menyangkut pengembangan kekayaan budaya yang sangat luas.seperti itu. biarpun nampaknya sederhana. selaras. Sebagai himpunan kuantitas penduduk dijamin haknya untuk diperhitungkan dalam kebijaksanaan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera dalam pembangunan nasional. serta hak untuk bertempat tinggal dan pindah ke lingkungan yang serasi. pemanfaatan wilayah warisan adat.

maka sebagai kelanjutan pengaturan UU nomor 10 dan arahan GBHN tersebut. dan statistik kependudukan dan keluarga termasuk registrasi penduduk. selama ini telah disusun rancangan kebijaksanaan . serta pengguna data untuk mengetahui lebih lanjut pentingnya data yang dihasilkan oleh registrasi penduduk. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. 2.diri melalui peningkatan kesehatan. 3. pengembangan komunikasi." Dengan bekerjasama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Dalam Negeri telah pula dikembangkan uji coba modul Registrasi Penduduk tahun 1995 yang melibatkan masyarakat sebagai tanaga pelaksana dan mulai nampak hasilnya yang cukup menggembirakan. dan kualitas lingkungan hidup. Pengumpulan dan pengolahan data. pencatatan dan statistik kependudukan terus disempurnakan sehingga menjadi sumber data yang dapat diandalkan untuk menunjang perencanaan pembangunan diberbagai bidang. selaras. Pengembangan sistem administrasi. sektor. pencatatan dan statistik kependudukan melalui penataan registrasi penduduk. pencatatan. dalam Repelita VI diprogramkan pula arah penyempurnaan sistem informasi kependudukan yang meliputi "pengembangan administrasi. untuk mengembangkan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh. dikembangkan sistem informasi perkembangan kependudukan dan keluarga. lebih lanjut telah ditetapkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1994 yang menyatakan bahwa untuk mendukung pengendalian kuantitas penduduk. Selain itu. pendidikan. 4. Pengembangan jaringan sistem informasi. dan keseimbangan itu maka setiap penduduk berkewajiban atas pencatatan setiap kelahiran. kematian. Selanjutnya GBHN 1993 menggariskan bahwa "Administrasi. Untuk pemantauan perkembangan keserasian. Lebih lanjut daripada itu. wilayah. Atas dasar hal-hal tersebut. pengembangan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk yang serasi. dan perpindahan. Penyebaran dan penyajian. serta menunjang perkiraan dan sasaran berkala dari perkembangan kependudukan". Lebih lanjut digariskan pula bahwa upaya tersebut perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai termasuk di daerah-daerah. Sistem informasi itu diharapkan menggariskan berbagai hal sebagai berikut : 1. informasi dan edukasi secara luas agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk aparat pelaksana. Sistem informasi itu diselenggarakan oleh Kantor Menteri Negara Kependudukan secara terkoordinasi antar lintas sektor yang terkait baik tingkat pusat ataupun tingkat daerah. seperti data sensus penduduk dan data antar sensus. dan daerah. dan seimbang dengan lingkungan hidup. pengumpulan data kependudukan secara teratur dan berkala. keselarasan.

dan Ciri-ciri Penduduk Indonesia. Dalam pembangunan keluarga sejahtera di Desa-desa tidak tertinggal dengan mempergunakan berbagai jenis sumber bantuan. Pada tahun-tahun selanjutnya pendataan itu makin sempurna. dan Republik Rakyat Cina (RRC). momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-56 sekarang ini dapat dipergunakan untuk lebih memacu lebih cepat lagi pengembangan sistem tersebut. Pendataan Keluarga Sampai hari ini kita merasakan bahwa Pendataan Keluarga yang telah dilakukan selama delapan tahun berturut-turut itu sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Pendataan Pasangan Usia Subur (PUS) dan Kesertaan KB yang telah membawa keberhasilan gerakan KB dengan gemilang. telah mulai dikembangkan Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA) yang antara lain telah berhasil melakukan pendataan keluarga selama tujuh . para Gubernur dan Bupati telah banyak mempergunakan hasil pendataan itu untuk mengenal keluarga miskin di Desa Tertinggal sebagai indikator untuk membantu menyalurkan dana yang berasal dari Proyek IDT (Inpres Desa Tertinggal) atau proyek lain semacam itu. Masyarakat makin mengetahui kegunaannya dan makin membutuhkan data tersebut untuk membantu masyarakat. Di berbagai daerah. Data yang makin baik itu menjadi pedoman awal dari upaya di berbagai bidang. Dari hasil-hasil pengembangan itu.Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIDUGA). Dengan mempelajari sistem-sistem yang telah berkembang di negara lain. model komunikasi dalam rangka pengembangan jaringan sistem informasi lintas departemen dengan antara lain mempelajari berbagai sistem di negara maju maupun di beberapa negara berkembang. Dalam pengembangan SIDUGA tersebut. Pendataan PUS itu disempurnakan menjadi Pendataan Keluarga dengan arahan untuk mendapatkan data dasar tentang Kesertaan KB dan ciri-cirinya. Peta Keluarga Sejahtera itu mempermudah penyelesaian pembangunan keluarga tersebut. kita telah pula melakukan berbagai persiapan yang matang. Malaysia. antara lain bidang kesehatan untuk membagikan KARTU SEHAT kepada keluarga PraSejahtera yang memungkinkan penduduk miskin atau pra-sejahtera mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas secara cuma-cuma. baik melalui literatur maupun dengan mengirim berbagai Tim ke Thailand. . Dalam pengalaman panjang penuh suka dan duka itu dapat dicatat bahwa Pendataan Keluarga pertama untuk sekitar 40 juta keluarga di Indonesia tahun 1994 diselesaikan dalam waktu yang relatip singkat selama tiga bulan. Jajaran pendidikan dengan seluruh aparat terkaitnya juga telah mempergunakan Peta Keluarga Sejahtera itu untuk memberantas buta aksara dan mengajak keluarga yang mempunyai anak dibawah usia limabelas tahun mengikuti Wajib Belajar Sembilan Tahun.delapan tahun terakhir ini dengan baik dan hasilnya makin bisa digunakan di seluruh tanah air. keluarga dan penduduk kita membangun dirinya secara mandiri. Keadaan Keluarga Indonesia.

kalau ada komitmen. biarpun sangat penting. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. baik bayi yang baru lahir sampai usia satu tahun. Pengembangannya yang akan memakan waktu lama tidak perlu menjadi masalah. diperoleh kesan bahwa sistem serupa belum dikembangkan secara terkoordinir. tetapi harus dianggap bahwa dengan memulai suatu awalan mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan yang memalukan selama ini. sebagai bagian awal dari SIDUGA. (Prof. berbagai Departemen. kesediaan Ibu Megawati Soekarnoputri sungguh sangat membesarkan hati karena pemilihan anak-anak balita.Lebih lanjut dari pada itu. Acara itu. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK. Ibu Megawati Soekarno Putri. Haryono Suyono. yang diadakan setiap tahun itu. namun negara-negara itu umumnya telah mulai mengembangkan Sistem Identifikasi Penduduknya semenjak mereka dilahirkan. atau peristiwa politik lainnya. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan) ± NIK-2001 MENGUBAH IMPIAN JADI KENYATAAN Presiden RI Ibu Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu menghadiri acara yang selalu digelar setiap tahun. Dari beberapa negara ASEAN. Dr. mulai banyak peserta kerjasama international yang ingin mempelajari SIDUGA tersebut. sebagai bagian awal dari SIDUGA bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor induk kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku seumur hidup. Pemberian Penghargaan kepada Balita Sejahtera Indonesia. khususnya pendataan keluarga yang dilakukan di seluruh Indonesia untuk memonitor perkembangan KB maupun untuk mengembangkan pembangunan keluarga secara luas. Atas dasar studi dan pengamatan tersebut. Identifikasi itu bisa disebut sebagai NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN atau disingkat NIK Nomor Induk Kependudukan atau NIK itu sekaligus dapat menjadi simbul dan pengakuan negara dan bangsa Indonesia terhadap keberadaan manusia Indonesia sejak dilahirkan. berkenan memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) itu sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan yang ke 56. merupakan percontohan hidup nyata yang dapat dilaksanakan siapa saja. Sistem itu serupa dengan Sistem Social Security Number di Negara-Negara maju. Pemilihan Balita Sejahtera Indonesia selama beberapa tahun seperti itu selalu digelar . Instansi dan Lembaga Masyarakat kiranya dapat menyiapkan segala sesuatunya agar kiranya Presiden RI. Seiring dengan pengakuan itu. kalah populer dengan kasus Bulogate. Namun. bisa saja segera diperkenalkan suatu nomor kependudukan yang dapat diberlakukan semenjak seseorang dilahirkan dan berlaku untuk seumur hidup. maupun bayi usia satu tahun sampai lima tahun. dan sekaligus menjadikan momentum HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN RI KE-56 ini sebagai awal dari perbaikan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh dan terpadu. kemauan dan kemampuan.

Kita boleh bersyukur. yang melalui program terpadu yang dilaksanakan dengan gegap gempita telah berhasil menurunkan tingkat kelahiran dan tingkat kematian bayi dengan drastis. Program penempatan bidan itu disusul dengan sosialisasi dan . Tingkat kelahiran kasar yang biasanya berkisar antara 44 . pada waktu penduduk Indonesia masih berjumlah 100 juta. Untuk menangani masalah ini. Dimasa lalu.000 penduduk telah menurun menjadi sekitar 22 .000. Pemerintah memperbaiki pelayanan kehamilan dan pasca persalinan dengan mendekatkan pelayanan ke desa-desa melalui penempatan bidan di setiap desa. maupun bantuan luar negeri. Namun.45 per 1.000 penduduk atau kurang. Karena tingkat kematian bayi dan tingkat kematian anak juga menurun.000. telah dilakukan usaha yang maksimal. Salah-salah Indonesia dituduh tidak banyak berbuat ! Kualitas kesehatan anak-anak itu masih ditambah keadaan kualitas kesehatan ibu yang memprihatinkan. yang di tahun 1990 masih berada di sekitar 97 . dilingkungan ASEAN. Menjelang akhir abad lalu keadaan berubah. setiap tahun jumlahnya bertambah banyak. seperti yang ditargetkan dunia. Tingkat kematian bayi dan anak-anak dibawah usia lima tahun.100. serta beberapa lembaga lainnya. dengan UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992. biarpun Indonesia merupakan salah satu negara terbesar ke empat setelah RRC. sampai penduduk Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 200 juta jiwa. pertambahan jumlah bayi dan anak-anak balita yang sehat. telah dapat dicapai. Pemilihan itu selalu menggugah inspirasi dan perhatian keluarga Indonesia yang sekarang ini merupakan warga dari negara dengan jumlah penduduk sekitar 211 juta jiwa atau lebih. selama dasawarsa lalu pemerintah berusaha menjangkau ibu-ibu hamil itu dengan pelayanan yang lebih baik. dan Amerika Serikat. Namun biarpun target jumlah atau prosentase nasional dan target dunia telah tercapai. atau pada waktu penduduk berjumlah 150 juta. Dalam sepuluh tahun terakhir ini. setiap tahun jumlah penduduk Indonesia tetap bertambah dengan kelahiran sekitar 5. dengan penduduk yang sangat besar. Tbk. bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur. Karena tingkat kelahiran yang terus menurun.000. atau tidak meninggal dunia. dengan mengerahkan tenaga dan dana yang tidak sedikit. biasanya sekitar 1. baik dari pemerintah. Hasilnya sungguh menggembirakan. upaya untuk memberikan perhatian kepada anak-anak dan keluarga miskin mendapat perhatian yang luar biasa.70 per 1000 kelahiran pada awal tahun 1990 telah dapat diturunkan menjadi sekitar 43 . Tingkat kematian bayi yang diperkirakan sekitar 68 . atau lebih dari 50 persen. Namun penempatan bidan saja nampaknya tidak cukup.000 bayi meninggal dunia pada waktu dilahirkan.25 per 1. Angka kematian anak dibawah usia lima tahun. segera setelah dilahirkan atau bahkan sebelum dilahirkan. kualitas kesehatan anak-anak di Indonesia masih tetap yang terburuk.45 per 1000 pada tahun 2000. Melalui berbagai program. jumlah bayi yang dilahirkan relatip tidak banyak berbeda. India.000 sampai 2.000 bayi baru. berkat keberhasilan dibidang KB dan kesehatan yang membesarkan hati. telah dapat diturunkan dibawah angka 60 per 1000 kelahiran.oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI). dukungan masyarakat.

Lily Riantono dan Ibu Eva Riyanti patut dipertimbangkan untuk diberikan perhargaan atas kegigihan tanpa kenal lelah tersebut. Instansi dan jajaran lainnya ikut berpartisipasi.000-10. atau belum bisa dilakukan secara massal karena keterbatasan tenaga. Untuk menjadi juara. termasuk usaha pemeliharaan kandungan. Upaya yang dilaksanakan kedua tokoh itu berjalan mulus dengan dukungan dari para Ibu Negara.650 dan hanya dapat diturunkan pada akhir abad lalu menjadi dibawah angka 400 per 100.000 bayi dan balita. Lily Riantono. para Menteri. Cara pembinaan seperti itu tidak. dewasa ini Departemen Kesehatan bersama berbagai lembaga pemerintah lain dan masyarakat pada umumnya dengan gigih meneruskan upaya itu. Namun. Dr. upaya Lomba ini makin bertambah maju. dan terakhir. Pertama. nampaknya Lomba Balita Sejahtera Indonesia tetap hanya berlangsung karena kegigihan dari YKAI dan PT Indofood Sukses Makmur semata. yang sangat gigih telah mendapat dukungan yang sangat tinggi dari Ibu Eva Riyanti dari PT Indofood Sukses Makmur. Menurut perkiraan. peserta lomba melonjak menjadi 20. Dengan upaya yang gegap gempita. tetapi masih sekedar dalam bentuk mensukseskan upaya memberi contoh pembinaan balita yang dilakukan . atau karena pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan bayi dan anak balita masih relatip rendah. mendapat dukungan dari Ibu Presiden. pembinaan balita umumnya harus dilakukan secara ketat oleh orang tua masing-masing dengan dukungan tenaga profesional dokter. bidan atau tenaga paramedis lain yang dekat dengan orang tuanya. dan komitmen lain untuk menangani bayi dan anak balita. Ibu Prof. yaitu bahwa lomba ini diarahkan pada peningkatan kualitas dan pembinaan bayi dan balita dengan dukungan yang ketat. Upaya program Lomba itu ikut memicu dan memacu komitmen masyarakat dan para orang tua untuk meningkatkan kualitas penanganan bayi dan balita sejak dalam kandungan maupun segera setelah dilahirkan. Dr. yang mengambil peranan yang sangat menonjol. serta upaya memperkenalkan tanggung jawab orang tua dan keluarga melalui gerakan Bina Keluarga Balita oleh jajaran Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN. Awalnya Lomba Balita Sejahtera itu diikuti oleh sekitar 5. Karena itu. Karena ketimpangan itu. Kita sengaja mengangkat kegiatan ini kepermukaan karena beberapa alasan. selama sepuluh tahun terakhir ini penurunan tingkat kematian ibu karena mengandung dan melahirkan relatip kurang memadai. Dengan ikut sertanya BKKBN.000 kelahiran. dan kemudian 40. Lomba Balita Sejahtera dimulai pada waktu kualitas kesehatan dan kesertaan KB sedang dikembangkan. upaya memperkenalkan pola tumbuh kembang anak yang benar yang dilakukan tanpa kenal lelah oleh berbagai kalangan. para sukarelawan PKK dan berbagai organisasi wanita lainnya.000 bayi dan balita. setelah sekian lama upaya ini berlangsung. utamanya seluruh jajaran Departemen Kesehatan. dan seterusnya. dari YKAI. sifat keterbatasan itu tetap ada. Keberhasilan ini patut disyukuri dan barangkali Ibu Prof.upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada bidan-bidan muda itu. untuk tahun ini.000 balita dari seluruh Indonesia. angka kematian itu berkisar antara 400 .

melalui Menteri-menteri terkait. bersama lembagalembaga swasta seperti YKAI. keikut sertaan lembaga-lembaga masyarakat lain secara luas dalam mendukung peningkatan kualitas bayi dan anak balita nampaknya juga masih terbatas. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. seperti Indofood. Balita dan Sidang Khusus PBB Sementara itu. yang sedianya diadakan pada tanggal 9-11 September 2001.untuk suksesnya lomba itu. dan mereka mengulurkan bantuannya. serta perusahaanperusahaan peduli. dan lain sebagainya. dapat mengambil prakarsa mempersiapkan bahan yang dapat diberikan kepada keluarga lain yang tidak sempat mengikuti lomba Balita Sejahtera itu. Kedua. sehingga bayi dan anak balita mereka bisa menjadi "balita juara" seperti anak balita yang mereka lihat berjalan beriring bersama Ibu Presiden. Ketiga. Kepala BKKBN. ada baiknya semua pihak mengetuk hati Ibu Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menghadiri Sidang PBB di New York itu. maka dukungan komunikasinya juga terbatas sepanjang lomba berlangsung. karena sifatnya adalah lomba dan diikuti secara terbatas. Yayasan Indra.25 juta bayi dan balita yang ada. Sementara itu pemerintah. Pemerintah dan masyarakat umum yang semestinya mengambil alih dengan menggelar dukungan komunikasi. karena peristiwa teroris 11 September. Keempat. . atau seperti mereka lihat mejeng di koran dan televisi. dan lain sebagainya.000 setiap tahun dibandingkan dengan sekitar 20 .000 .50. pengaruh baik dari lomba ini pantas dibawa ke forum internasional. perlu segera ditulis dan disebarluaskan cara-cara pembinaan bayi dan balita secara sederhana agar pembinaan balita dapat dilakukan oleh keluarga biasa di desa. telah diundurkan sampai tanggal 8-10 Mei 2002. antara lain terlihat dari naiknya partisipasi dalam lomba yang hanya mencapai sebesar 40. Kelima. yaitu pada Pertemuan Dunia Khusus untuk Anak dan Balita yang akan diadakan di Markas PBB pada tanggal 8-10 Mei nanti di New York. Kalau upaya ini berhasil menarik perhatian dunia. Ibu Megawati akan sangat terhormat kalau berkenan membawa upaya yang sangat luhur ini kemimbar PBB yang sangat terhormat itu. Pertemuan di New York. Penyajian upaya itu bisa mengangkat kebanggaan nasional karena sifatnya yang menonjol dan sangat manusiawi. informasi dan edukasi agar keluarga lain meniru keluarga juara dengan balitanya belum terjadi dengan baik. seperti Menteri Kesehatan. Ada kesempatan yang sangat baik untuk membawa hasil-hasil dan pelajaran yang diperoleh dari Lomba Balita Sejahtera yang telah diadakan bertahun-tahun itu dalam kemasan yang menarik dengan keberhasilan program kesehatan dan KB yang telah berhasil membawa perbaikan kualitas anak-anak balita di Indonesia. siapa tahu jutaan bayi dan anak-anak yang tersebar di seluruh Indonesia akan mendapat manfaat dari upaya percontohan yang telah diadakan bertahun-tahun tersebut.

lebih dari pantas dan mampu mengajak PBB dan negara-negara donor mengadopsi strategi yang memihak keluarga miskin agar setiap keluarga bisa mengubah impiannya menjadi kenyataan yang lebih sejahtera. dimana lembaga-lembaga dunia seperti UNICEF. UNESCO. berciri global. Oleh karena itu. upaya penurunan tingkat kematian anak-anak balita di Indonesia. Pengalaman selama ini mengajarkan. kalau kita mampu mencatatkan keberhasilan kita memelihara anak-anak bangsa. kita juga harus sanggup dan berani mengembangkan strategi dan program perluasan yang memihak keluarga miskin. dapat segera disusul dengan programprogram pemberdayaan yang lebih bersifat menyeluruh. serta dilakukan secara komprehensip dan berlanjut. adalah sulit meningkatkan kualitas anak-anak dan remaja dengan dana yang terbatas. USAID.Anak-IndBalitas-932002. . suatu strategi yang didasarkan pada pengalaman dan keberhasilan yang ditunjukkan oleh 40. kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. serta pengembangan jaringan pelayanan yang luas dan bermutu. dalam Sidang Khusus ini. serta lingkungan yang tidak selalu kondusif. upaya penurunan tingkat kelahiran. Anak. hasilnya bisa sangat signifikan karena dilihat oleh tidak kurang dari 80 Kepala Negara yang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir di Sidang tersebut. Dr. Haryono Suyono. kita bisa mempunyai komitmen politik yang sangat tinggi. Dengan pengalaman kita yang kaya. (Prof. penurunan tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang sangat signifikan.Kita mengetahui bahwa Sidang Khusus itu telah disiapkan secara marathon sejak Sidang Umum PBB pada tanggal 7 Desember 1999 yang menyetujui Resolusi nomor 53/93 yang memutuskan diadakannya Sidang Khusus PBB tentang Anak di tahun 2001. WHO. menjadi harapan dunia pada umumnya. Dengan kerjasama dan bantuan lembaga donor dan negara-negara maju yang peduli. tetapi setiap langkah kecil saja harus disertai dengan pendanaan dan dukungan sumber daya manusia yang luar biasa besarnya. Kalau kita bisa membagi pengalaman. memerlukan perubahan sikap dan tingkah laku yang tidak mudah. Sasaran-sasaran strategis yang nampaknya mudah dicapai. wilayah yang sangat luas serta kemampuan ekonomi penduduk yang tidak dapat diandalkan. ikut turun tangan membantu menyelematkan umat manusia di dunia ketiga yang miskin itu. dan lembaga lainnya.000 sampai 50.000 balita Indonesia yang ikut dalam lomba setiap tahun. Pemerintah dan rakyat Indonesia. dengan jumlah penduduk miskin yang luar biasa banyaknya. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan). biarpun mungkin baru sedikit. seperti juga di negara kita. dengan pengalamannya yang luas. juara balita sejahtera yang sejati. sebagai negara yang sedang berkembang. Kita juga bisa mengajak berbagai lembaga dunia untuk merancang strategi yang memihak keluarga miskin. UNFPA. Bank Dunia. dan di dunia ketiga lainnya. serta upaya keluarga miskin yang bekerja keras untuk anak cucunya dengan penuh kasih sayang. . dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah.

sehingga keluarganya dan kita semua bisa memberikan kepada mereka peluang dan kesempatan untuk ikut terus membangun keluarga dan . penuh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka yang potensial harus didukung dengan suasana yang kondusif agar supaya kemampunannya dapat disumbangkan secara maksimal. tetapi lebih-lebih harus tercermin dari makin baiknya tingkat kesejahteraan penduduk dan masyarakat lansia dan masyarakat luas pada umumnya. Kesejahteraan penduduk usia lanjut yang karena kondisi fisik dan/atau mentalnya tidak memungkinkan lagi untuk berperan dalam pembangunan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat´. keahlian dan kearifan perlu diberi kesempatan untuk berperan dalam pembangunan.(GBHN-1993) Ini berarti bahwa kita harus memberi perhatian. Harapannya adalah bahwa kondisi kesehatan penduduk yang bersangkutan tetap prima. bagaimana membina para lansia yang berada dalam lingkungan keluarga. kualitas. atau bahkan lebih baik. budi pekerti luhur. dinamika serta kesiapan penduduk. Kondisi ini memberi petunjuk bahwa apabila pembangunan berhasil. Kondisi itu tidak saja harus terlihat dari makin panjangnya usia harapan hidup. Lansia makin menjadi fenomena menarik karena keberhasilan pembangunan di Indonesia.MEMELIHARA KESEJAHTERAAN LANSIA Setiap tanggal 29 Mei kita memperingati Hari Lansia Nasional. merekapun diberi kesempatan untuk selalu diikut sertakan dalam upaya peningkatan kualitasnya seperti penduduk lainnya sesuai hakekat pembangunan sebagai berikut : ³Kebijaksanaan kependudukan diarahkan pada peningkatan kualitas penduduk sebagai pelaku utama dan sasaran pembangunan nasional agar memiliki semangat kerja. masih tetap mampu bekerja. Kemajuan meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan jumlah penduduk lanjut usia. kesempatan dan mendukung pemberdayaan dari penduduk lanjut usia yang potensial yang masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan. maka mereka yang memiliki pengalaman. sumber daya manusia bisa menikmati kehidupan dalam waktu yang relatip lebih lama. sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan´(GBHN-1998). Untuk tetap memberi kesempatan kepada para lansia itu. Oleh karena itu kita harus mengembangkan kebijaksaaan untuk memperhatikan dan mengembangkan pemberdayaan penduduk lanjut usia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : ³Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan makin panjangnya usia harapan hidup sebagai akibat kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan selama ini. Untuk bisa mengikuti kemajuan jaman dengan baik. Kemajuan dan keberhasilan pembangunan di Indonesia memperpanjang usia. sebagai bangsa yang beradab bangsa kita harus berada dalam posisi yang mampu mengembangkan komitmen dan pokok-pokok kebijaksanaan yang mengantar pengembangan berbagai kegiatan yang dapat diarahkan pada 3 (tiga) hal pokok sebagai berikut : Pertama.

Kita mengetahui bahwa rata-rata tingkat pendidikan Kepala Keluarga Indonesia pada umumnya masih rendah.7 juta jiwa atau 5. tingkat pertumbuhan keluarga di Indonesia masih akan terus naik dan ternyata sudah jauh lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan penduduk Indonesia. Pada awal PJP II baru meningkat menjadi rata-rata berpendidikan sekolah dasar. bagaimana mengembangkan upaya membantu penanganan para lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja dan harus menjadi tanggung jawab keluarganya. Propinsi-propinsi yang gerakan KB-nya berhasil dengan baik seperti DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Diramalkan bahwa diawal abad 21 ini jumlahnya akan mencapai sekitar 5055 juta keluarga dan masih akan berkembang dengan kecepatan yang relatip tetap tinggi. yang diiringi dengan kemajuan modernisasi. Dengan demikian jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat lebih dari dua seperempat kali lipat dibandingkan kenaikan jumlah penduduk dalam waktu yang sama. Ketiga. Sementara itu jumlah keluarga Indonesia bertambah dengan kecepatan dan tambahan yang makin tinggi. ternyata jumlah dan proporsi penduduk lanjut usia itu naik dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan penurunan pertumbuhan penduduk.1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7. dan menurut proyeksi penduduk BPS jumlah itu diperkirakan telah meningkat menjadi 15. dimana pelayanan dapat dilakukan oleh Lansia sendiri secara pribadi dengan apabila perlu dapat dibantu oleh anggota dari Lembaga Sosial dan Organisasi Masyarakat (LSOM) atau swasta. Sebagai selingan. mendapat perawatan yang profesional atau bagi yang masih kuat fisik dan mempunyai kegiatan penuh bisa menempati perumahan tersendiri.4 juta jiwa atau kenaikan sebesar 42 persen. misalnya : a. Idealnya penduduk lansia tinggal bersama keluarga di rumah. bisa pula dikembangkan beberapa jenis Lembaga yang dapat memberikan fasilitas khusus. masyarakat dan atau pemerintah. atau suatu kenaikan sebesar 96 persen selama 20 tahun.2 persen dari jumlah penduduk.2 persen dari seluruh jumlah penduduk. maka terlihat bahwa pada tahun 1980 jumlah penduduk lanjut usia itu baru mencapai sekitar 7. ³Kampus Lansia´. Jumlah keluarga Indonesia yang pada awal PJP II telah mencapai hampir 40 juta keluarga. Pada waktu yang sama jumlah penduduk seluruh Indonesia meningkat dari 148. Kalau dilihat dalam perspektif jangka panjang.masyarakat yang sejahtera. dan sekarang ini telah lebih tinggi lagi. Sebagian besar kepala keluarga di Indonesia pada Pelita I hanya buta huruf. . bagaimana membina para lansia yang berada di luar lingkungan keluarga. khususnya yang masih mampu bekerja dan masih bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan yang bersifat lokal maupun nasional. Kedua.0 juta jiwa menjadi 210. Karena perkembangan globalisasi dan pendidikan yang cepat.

dan diasuh oleh Yayasan Lansia Kristen ³Dorkas´. Bagi penghuni yang secara fisik dan mental masih sangat kuat diberikan kebebasan untuk melaksanakan apa saja yang menjadi kegemarannya. Tempat itu dilengkapi fasilitas untuk menerima kunjungan keluarga dan beberapa sarana untuk menggelar hiburan antar penghuninya. Acara harian untuk para penghuni dibuat begitu padat dan sibuk agar memberi kesan kepada para penghuni untuk kerasan dan bersemangat hidup panjang yang berguna. Pelayanan Tresna Werdha oleh LSOM atau swasta. penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. Para lansia dapat melakukan pesanan-pesanan sesuai seleranya sendiri tanpa merasa ³memerintah´ atau ³menyakiti´ anak -anak atau cucu-cucunya. Pengalaman itu bisa memperbaiki pelayanan lansia di rumah dan keluarga sendiri. dipimpin oleh Bapak Husein. Sebaliknya lansia dapat mendapatkan perawatan ekstra karena Panti ini diasuh secara profesional. Contoh dalam praktek Salah satu contoh dalam praktek yaitu pengembangan tempat mirip dengan ketiga prototip fungsi-fungsi diatas sedang dikembangkan di Desa Tani Mulya. Tempat seperti ini bukan saja seperti layaknya Hotel atau Penginapan. Namun tempat ini tidak bisa menggantikan rumah-rumah dengan keluarga yang akrab dengan seluruh anggotanya. para ³tamu´ diberi kesempatan untuk melakukan banyak kegiatan dan mendapat pelayanan yang memadai. Fasilitas lain yang tersedia atau akan disediakan yaitu klinik dan segala keperluan pengobatan lansia lainnya. dengan sendirinya diberi kesempatan sesuai dengan kemampuan fisiknya. sekaligus sebagai ajang proses saling belajar bagaimana merawat lansia secara profesional. Semoga ada manfaatnya. Bagi yang mulai mengendor. Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-Lansia-HLN-2552002 MENGEMBANGKAN VISI KEPENDUDUKAN . sehingga lansia dapat menyerahkan diri untuk beberapa waktu sambil memberi kesempatan kepada keluarga dimana mereka tinggal untuk ³beristirahat´ tanpa lansia dirumahnya dan bisa melakukan kegiatan tanpa rasa rikuh karena ada lansia dalam rumah tangganya. Apabila ada tamu. Namun. Pada waktu ini sedang disiapkan semacam Panti Werda untuk mereka yang secara fisik tidak mampu lagi untuk mengerjakan berbagai aktifitas fisik yang banyak memakan tenaga. sekaligus sebagai cara tetap asah otak dan asah tenaga sehingga gairah untuk hidup panjang dan sejahtera tetap terpelihara. c. Akomodasi type ³Hostel´ dengan pelayanan 24 jam oleh swasta atau LSOM. Cipageran Cimahi. Dengan pertumbuhan lansia yang makin besar dan cepat pasti diperlukan tempattempat semcam ini yang lebih banyak. Dr. tempattempat semacam ini bisa menjadi ajang liburan atau selingan dari lingkungan keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. tetapi juga sekaligus bisa menjadi sarana perawatan yang kelihatan seperti di rumah sendiri saja. (Prof.b. Haryono Suyono.

telah mampu mengantar program-program yang menguntungkan penduduk mulai dari tingkat anak-anak dibawah usia lima tahun. Emil Salim yang dengan kemampuan advokasinya yang lantang telah menggoyang rekan-rekan Menteri lainnya untuk menggolkan langkah-langkah awal pembangunan berwawasan kependudukan dan lingkungan hidup. kaum remaja. keputusan pemerintah Indonesia membentuk Lembaga. mampu mendeteksi mengalirnya arus penduduk lansia yang makin deras sebagai hasil ikutan keberhasilan gerakan KB yang merakyat. munculnya kembali mendapat sambutan masyarakat. Badan. atau disingkat Baknas. biarpun belum sempat diterjemahkan secara menyeluruh. Dengan dibentuknya Badan ini muncul kembali harapan bahwa pembangunan di Indonesia akan makin diarahkan kepada visi yang menempatkan penduduk sebagai pusat pembangunan. baik nasional maupun internasional. Biarpun agak kecewa karena kepemimpinan lembaga ini hanya dipercayakan kepada seorang Kepala. dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. dibandingkan di masa lalu selalu dipimpin oleh seorang Menteri Negara. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. Telah mulai pula dikembangkan gagasan untuk memberikan pengakuan terhadap hak-hak anak dengan menciptakan suatu pertanda bagi anak sejak dilahirkannya dan memberikan kepada mereka Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang berlaku seumur hidup seperti ´Social Security Number´ di negara-negara maju. penggantinya. yang mulai mengantar pembangunan yang lebih mengarah kepada pendekatan keluarga dan kemasyarakatan yang kental. akhirnya mendapat dukungan yang lebih luas. setelah hilang dari peredaran. tetapi makin bisa menjadi pemain yang bermutu dan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi secara demokratis. atau Kementerian Kependudukan secara resmi itu sungguh merupakan bukti komitmen yang sangat konsisten dari pemerintah dan rakyat yang menginginkan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat atau titik sentralnya. Lembaga baru ini diharapkan bisa meneruskan tradisi yang dimulai oleh Bapak Prof. dengan pendekatan kependudukan yang bermakna. namun. Menurut pengakuan dunia internasional. yang semula dianggap cukup dibantu dengan santunan dan perawatan karena usia tuanya saja. Komitmen ini. yang kini tiba waktunya untuk diwujudkan menjadi program dan kegiatan nyata yang makin peduli terhadap anak-anak keluarga miskin. Dr. Untuk memberikan dukungan pengembangan dan pembinaan terhadap anakanak telah pula dapat dirumuskan Strategi Pengembangan Anak untuk Dasawarsa yang akan datang. Atau langkah-langkah konkret yang diteruskan oleh penulis. Dengan visi ini diharapkan bahwa penduduk tidak akan sekedar menjadi ³obyek pembangunan´ . Dalam undang-undang yang .BERWAWASAN KEMANUSIAAN Setelah sekian lama Kantor Menteri Kependudukan hilang dari peredaran. Untuk penduduk lanjut usia. yang sangat besar. dan pada tahun-tahun terakhir menjelang berakhirnya abad ke-20. Sayang gagasan bagus itu belum dapat diwujudkan secara luas karena perangkat lunaknya baru saja diselesaikan. beberapa waktu lalu Presiden menetapkan pembentukan suatu lembaga yang diberi nama Badan Kependudukan Nasional.

(Prof. pimpinan lembaga itu dapat ikut menyampaikan pandangan yang menguntungkan manusia atau penduduk sebagai sasaran maupun sebagai pelaksana pembangunan. 2002. juga pembangunan oleh masyarakat. yaitu mendapat hak-hak dan kesempatan pembinaan dan pemberdayaan agar bisa mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang menyejukkan. sehingga muncul berbagai kunjungan dan kerjasama antar negara yang mengantar Indonesia memperoleh kesempatan dan apresiasi yang nyata dari hasil-hasil kerjasama tersebut. dan bertanggung jawab kepada seorang Menteri. Pimpinan lembaga mendapat kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan pendekatan global dan ikut serta memelihara persahabatan dunia melalui berbagai kegiatan pembangunan dan tukar menukar program dan kegiatan dengan berbagai negara sahabat. pimpinan lembaga kependudukan pada waktu itu dapat ikut serta dalam sidang-sidang kabinet. Pengamat Sosial Kemasyarakatan)-Pengantar-2782001. Sekaligus diharapkan agar Badan ini diberikan kesempatan bersama-sama Departemen. Dr. akan diberikan kesempatan mengembangkan visi pembangunan yang menempatkan penduduk sebagai titik pusat pembangunan. Kita berharap semoga lembaga ini. BKKBN. Badan Kependudukan Nasional. para penduduk lanjut usia itu memperoleh dukungan dengan demensi baru secara legal. serta berlaku seumur hidup. baik yang terkait maupun yang relatip masih diragukan keterkaitannya. Dalam setiap kesempatan. segala aspek pembangunan. yang dikelola dan diselenggarakan oleh Kantor Kementerian sendiri. menyampaikan himbauan dengan bobot yang memadai kepada para Gubernur Kepala Daerah. Bupati dan Pejabatpejabat lain yang bertanggung jawab untuk bersama-sama mengusahakan dan mengkoordinasikan upaya pembangunan yang menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. . biarpun tidak dipimpin oleh seorang Menteri. Instansi dan Masyarakat luas untuk membantu pemberdayaan setiap penduduk Indonesia agar bisa berpartisipasi secara bermutu dalam pembangunan yang berkelanjutan. atau Baknas. Sebagai Menteri. atau oleh Departemen dan Instansi lain. dapat secara politis dikembangkan dengan menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. Program dan kegiatan itu menjadi marak pada sekitar tahun 1990-an. Disamping itu Badan ini bisa membantu setiap penduduk untuk mendapat kepastian hukum dan hak-hak azasinya dengan memperoleh Nomor Induk Kependudukan (NIK) sejak seseorang dilahirkan. Dengan adanya lembaga dengan pimpinan setingkat Menteri pada masa itu. Haryono Suyono.kemudian disepakati oleh pemerintah dan DPR. Dalam hubungan internasional.

1 @ 2004 Dodik Briawan Posted 25Desember 2004 Makalah Perorangan Semester Ganjil 2004 Pengantar Falsafah Sains (PPS 702) .

Zahrial Coto. Dr. Ir. Tarumingkeng. MS Oleh : DODIK BRIAWAN A56104005 dbriawan@telkom. Ir. MSc Dr. Hardjanto. MF Prof. Ir.net Pengaruh Promosi Susu Formula terhadap Pergeseran Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) 2 .Program Doktor. Dr. Sekolah Pascasarjana IPB Desember 2004 Dosen: Prof. Rudy C.

Penambahan makanan selain ASI pada usia yang terlalu dini dapat meningkatkan kesakitan (morbiditas).3%) dan padat (17.I. ternyata ASI belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. ASI diciptakan sebagai makanan yang mengandung zat gizi dan non-gizi paling lengkap dan cukup untuk bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan (ASI Eksklusif). Phillipina. pertumbuhannya jauh lebih baik dibanding bayi yang tidak disusui.6% pada bayi yang tidak disusui dan 18. madu. Angka tersebut masih jauh dibandingkan dengan target pemberian ASI eksklusif di Indonesia tahun 2000 sebesar 80%. namun pemberian makanan selain ASI yang terlalu dini menjadi penyebab rendahnya indikator kualitas kesehatan bayi Indonesia.1% (tahun 2003) (BPS. yaitu sebanyak 76.6%). yaitu 51 per 1000 kelahiran (Depkes. Bayi tersebut akan mudah terkena infeksi saluran pencernaan maupun pernafasan. Data series Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif hanya 52. Tingginya pemakaian susu formula di Indonesia juga ditemukan pada survei Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) dan Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). Padahal WHO (2001) merekomendasikan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) tersebut boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. atau lainnya. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya (Thailand. Komitmen internasional pada pertemuan di Italia melahirkan Deklarasi Innocenti (tahun 1990) juga membicarakan tentang kesehatan anak dan hubungannya dengan ASI. PENDAHULUAN Banyak fakta yang menyebabkan Air Susu Ibu (ASI) masih mendapat perhatian serius dari berbagai ahli kesehatan di dunia.6 % sudah mulai diberikan susu formula. Demikian pula di tempat-tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit atau Klinik Bersalin) yang memberikan susu formula kepada bayi baru lahir. Terdapat kebiasaan di masyarakat.0% (tahun 1997 ) dan 55. Kalau bayi lahir sampai enam bulan dengan hanya diberikan ASI saja. 2002) menunjukkan pada bayi berusia < 6 bulan yang menggunakan susu formula. Didalam deklarasi tersebut disepakati perlunya kampanye ASI melalui pekan ASI sedunia yang dilakukan pada setiap minggu pertama bulan Agustus (World Breast-Feeding Week). Angka kematian bayi di Indonesia yang cukup tinggi diantaranya disebabkan oleh tingginya kejadian infeksi saluran pencernaan dan pernafasan pada bayi. Produsen susu formula juga mulai mengalihkan promosi produknya dari iklan langsung ke 3 . Tujuannya adalah untuk menyadarkan kembali masyarakat betapa pentingnya ASI dan supaya ibu mau menyusui bayinya. bayi yang baru lahir sudah diberikan makanan lain seperti susu formula (susu botol). Malaysia). Meskipun rata-rata pemberian ASI cukup lama (22 bulan).1% pada bayi yang disusui. Data SDKI menyebutkan bayi usia kurang 3 hari sudah diberikan makanan dalam bentuk cair (45. Sebagai makanan terbaik bayi. Pada periode usia tersebut bayi tidak dianjurkan untuk diberikan makanan apapun selain ASI. 2003). Studi di Kota Bogor (2002) pada bayi usia 5-10 bulan sebanyak 54. bahkan terdapat kecenderungan terjadi pergeseran penggunaan susu formula pada sebagian kelompok masyarakat. Promosi susu formula dilakukan sangat gencar diberbagai media massa. angka kematian bayi (IMR) di Indonesia masih termasuk tinggi. 2003). Salah satu alasan utama pentingnya ASI adalah karena sangat bermanfaat untuk bayi pada awal kehidupannya. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI.

rumah bersalin. Penulisan naskah ini bertujuan untuk mengkaji penyebab terjadinya pergeseran penyusuan bayi di masyarakat. pendarahan. Salah satu bukti terbaru manfaat ASI bagi bayi dilaporkan oleh kantor berita Prancis AFP. Kode yang disetujui 118 negara tersebut bertujuan untuk melindungi bayi dan ibu dari tindakan pemasaran yang agresif produsen susu bayi. dan akan membuat bayi menjadi sakit. bahkan meninggal. Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat. KEUNTUNGAN ASI DIBANDINGKAN SUSU FORMULA Keuntungan ASI yang ditemukan dari banyak studi. Sebaliknya. Resiko penyakit degeneratif pada usia dewasa akan berkurang jika pada waktu bayi diberikan ASI. dan keuntungan ekonomis bagi keluarga. juga dilakukan pemberian sampel gratis kepada ibu yang baru melahirkan. Semua praktik ini jelas melanggar Kode Etik Internasional Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI) maupun peraturan pemerintah yang berlaku. dan berbagai penyakit kulit. Didalam berita pers-nya. 3) keuntungan bagi masyarakat karena mengurangi perawatan kesehatan. juga disebabkan oleh gencarnya promosi susu formula. bayi yang diberi ASI berpeluang 25 kali lebih kecil terkena diare. Selain memasang poster dan kalender. 4 . Anak-anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif juga lebih cepat terjangkiti penyakit kronis seperti kanker. Menurut Rulina (2002). Di Indonesia kode tersebut diatur didalam SK Menteri Kesehatan Nomor 273/1997 (sebelumnya SK No 240/1985) tentang Pemasaran Susu Pengganti ASI (PASI). dan komposisi campuran. asma. ekonomi dan budaya masyarakat. Pembuatan susu formula membutuhkan kehati-hatian dalam penyiapannya. Pemberian susu formula berdampak buruk jika air untuk campuran susu tidak bersih. 4) keuntungan bagi lingkungan karena mengurangi sampah dari susu buatan. Penurunan penggunaan ASI diantaranya selain disebabkan oleh perubahan sosial. penelitian pada anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual Quotient) lebih rendah 7-8 poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif.konsumen ke promosi di institusi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit (RS). dan upaya yang perlu dilakukan dalam kampanye penggunaan ASI. seperti pencucian botol. diabetes tipe I pada orang dewasa dapat dicegah sampai 30% jika pada waktu bayi diberikan ASI sampai usia 3 bulan. Sehingga banyak studi menunjukkan bayi yang diberi susu formula lebih rentan terkena diare. jantung. Tahun 1981 World Health Assembly (WHA) dan UNICEF menerbitkan sebuah kode (international code) untuk mengatur promosi makanan untuk bayi. dehidrasi. umumnya dibagi dalam empat kelompok. ASI sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. dan tempat praktik bidan. yaitu: 1) keuntungan bagi bayi untuk memperoleh zat gizi dan kekebalan tubuh yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan. dan efek kontraseptif. Keunggulan ASI bagi kesehatan serta proses tumbuh-kembang bayi. perebusan air. 2) keuntungan bagi ibu untuk pemulihan uterus. sudah banyak dibuktikan oleh para ahli di seluruh dunia. Untuk itu akan dibahas apa keunggulan ASI dibandingkan susu formula? apa saja faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan pemberian ASI? bagaimana promosi susu formula dilakukan dan dampak yang ditimbulkan? serta apa upaya yang perlu dilakukan untuk kembali meningkatkan penggunaan ASI ? II. kekurangan gizi. 14 Mei 2004. alergi. hipertensi dan diabetes setelah dewasa. Misalnya. infeksi.

Rulina ( 2004) menyatakan terdapat lebih dari 100 jenis zat gizi dalam ASI antara lain AA. III. begitu pula dalam proses penyiapannya yang tidak higiene dapat menyebabkan bayi mudah terserang penyakit. Di Afrika. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada satu pun jenis susu lain bisa menyamainya. 15 Mei 2004. Saat ini berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan untuk menyamai komposisi ASI seperti omega-3. dan sebagian lainnya mendapat ASI dan susu formula. 30 persen bayi meninggal sebelum umur satu tahun karena pemberian susu dengan air tidak bersih dan pengenceran yang salah. Sebagian bayi mendapat ASI eksklusif. Sampel yang mendapatkan ASI memiliki asam lemak pemicu penyakit jantung koroner lebih rendah 14% dibandingkan mereka yang tidak mendapat ASI. Morley (1999) melaporkan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood. Setelah mencapai umur antara 13-16 tahun. kolostrum dan sebagainya. Pemberian susu dengan cara tersebut menyebabkan kontaminasi mikroorganisme pada bayi yang mengakibatkan kondisi tubuhnya rentan. FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMBERIAN ASI ASI sudah lama dikenal sebagai pangan yang superior dibandingkan dengan pangan buatan manusia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh tim peneliti Inggris terhadap 900 bayi. Demikian pula susu formula bayi yang difortifikasi dengan zat besi. Hasil penelitian yang sama dimuat dalam The Lancet edisi Sabtu. Menurut Muhilal (2004) pada susu formula (susu sapi) tidak mengandung DHA seperti halnya pada ASI sehingga tidak bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak. sebanyak 216 orang di antaranya diperiksa kesehatannya. Taurin dan Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. yang sebenarnya zat tersebut sudah ada pada ASI. menambah lagi bukti tentang manfaat ASI bagi kesehatan manusia pada usia dewasa. meskipun dapat membantunya dari kejadian anemia. Pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir beresiko tinggi bagi kesehatannya. Arachidonic acid.disebutkan bahwa ASI memiliki kemampuan untuk menghambat atau mencegah terjadinya ikatan lemak-protein yang bisa menyebabkan sakit jantung. tetapi hasilnya tetap tidak bisa menyamai kandungan gizi yang terdapat dalam ASI. Meskipun European Society for Peadiatric Gastroenterology and Nutrition Committee (1981) menetapkan standar komposisi zat gizi susu formula bayi. ASI sangat penting dan perannya bagi bayi. ternyata tidak meningkatkan pertumbuhan bayi. ASI yang baru pertama keluar berwarna 5 . Para peneliti tidak menemukan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara kedua kelompok. pemberian susu formula yang berlebihan memungkinan anak akan mengalami obesitas (kegemukan). Meskipun produsen susu formula mencoba menambahkan zat gizi tersebut. dan tidak bisa digantikan oleh jenis susu lain. namun ASI tetap merupakan makanan yang baik bagi bayi. yang meneliti 493 bayi sehat berusia 9 bulan yang diberi minuman susu sapi biasa atau susu formula yang diperkaya Fe selama sembilan bulan. khususnya jantung koroner. Selain itu tidak semua zat gizi yang terdapat dalam susu formula bisa diserap oleh bayi. DHA. DHA. Rekomendasi ahli kesehatan adalah ASI sebaiknya diberikan kepada bayi segera (< 1 jam) setelah dilahirkan. Selain memungkinan anak menderita kekurangan gizi.

Tidak semua ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya. suami merasa tidak nyaman apabila isterinya menyusui. sehingga makanan tersebut diberikan sejak usia 2-3 bulan (Kantor Meneg UPW. yang dimulai dari makanan lumat. Faktor pengetahuan ibu tentang menyusui Penelitian tentang pengetahuan. dan sosial budaya masyarakat. Studi Seaman di Pensylvania. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI cukup kompleks. antara lain oleh ibu sendiri. Depkes. 36% karena suami merasa kurang nyaman. Sebagian besar ibu juga belum memahami makanan pendamping ASI (MP-ASI). hanya sekitar 44% ibu ±ibu yang menyusui bayinya saat di rumah sakit. Tidak semua suami atau orangtua akan mendukung pemberian ASI. 6 . MPASI sudah mulai diberikan pada bulan kedua/ketiga dengan alasan bayi menangis dan menuruti nasehat keluarga. sebetulnya yang paling memungkinkan dapat memberikan ASI dengan baik. keluarga besar atau kerabatnya berdatangan untuk membantu merawat ibu dan bayinya. Penelitian Depkes 1992 di 10 kota menunjukkan kebanyakan ibu pada kehamilan pertama tidak diberi informasi tentang manfaat ASI dan kolostrum. 2. Beberapa mitos tentang menyusui ASI yang terjadi di masyarakat menurut Roesli (2001) adalah: 1) menyusui akan merubah bentuk payudara ibu. Seringkali ibu tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya dengan cara yang benar yang disebabkan oleh berbagai faktor. dan enam bulan kemudian menjadi 13%. dan 24. Dari mereka yang memberikan susu formula. Beberapa komponen dari faktor tersebut adalah: 1. 5) ASI pertama kali keluar harus dibuang karena kotor. 1994). Ibu-ibu tidak mengetahui manfaat pemberian ASI eksklusif. 6) ASI dari ibu kekurangan gizi. kualitasnya tidak baik. Tetapi banyak faktor yang mempengaruhinya. sikap dan praktek ibu dan anak balita terhadap kesehatannya di 7 propinsi di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar ibu belum mengetahui arti dan manfaat ASI dan kolostrum. Alasan kebiasaan tersebut adalah karena sudah merupakan tradisi. Faktor dukungan keluarga Kelompok ibu-ibu yang sehat dan produksi ASI-nya bagus. 2) menyusui sulit untuk menurunkan berat badan ibu. 3) ASI tidak cukup pada hari-hari pertama. Kemudian ASI tetap dapat diberikan sampai anak berusia 24 bulan. Sampai dengan bayi berusia 6 bulan tidak dianjurkan untuk diberi makanan apapun. Pandangan para ayah yang merasa tidak nyaman dengan kegiatan menyusui merupakan alasan utama para ibu memilih memberikan susu formula. antara lain faktor keluarga dan kekerabatan. 4) payudara ibu yang kecil tidak cukup menghasilkan ASI.kekuningan (kolostrum) diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi. 4) ibu bekerja tidak dapat memberikan ASI eksklusif. Pada waktu seorang ibu melahirkan. Misalnya. YASIA/BKPP-ASI. Para ibu percaya bahwa campuran susu formula dengan ASI baik untuk bayinya.3% karena pengaruh nenek-kakek dan anggota keluarga lain. sehingga bayi perlu makanan tambahan. termasuk madu dan susu formula. Pada saat itu mereka memberikan makanan/minuman pada usia yang sangat dini. lingkungan keluarga. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara bertahap mulai dapat diberikan setelah usia 6 bulan.

3. Faktor modernisasi gaya hidup. Kebanyakan ibu-ibu di perkotaan adalah sebagai karyawan atau pekerja profesional. Meskipun kelompok ini tahu manfaat dan keunggulan ASI, namun sulit untuk mempraktekannya. Alokasi waktu kerja sehari-hari yang banyak berada di luar rumah, sehingga tidak bisa dirawat bayi sepenuhnya. Pemberian ASI yang tidak bisa dilakukan secara penuh biasanya akan didampingi dengan susu formula. Pada ibu-ibu kelompok sosial-ekonomi menengah sudah banyak terpengaruh oleh iklan dan promosi susu formula. Meskipun tanpa disusui sendiri oleh ibunya, kebanyakan ibuibu percaya bahwa anaknya akan tetap sehat dan cerdas seperti dalam iklan apabila bayi diberikan tambahan susu formula. 4. Faktor sosial dan budaya masyarakat. Pada kebanyakan wanita di perkotaan, sudah terbiasa menggunakan susu formula dengan pertimbangan lebih modern dan praktis, dan juga karena mereka tidak pernah melihat model menyusui ASI dari lingkungannya. Menurut Valdes and Schooley (1996), wanita yang berada dalam lingkungan modern di perkotaan, maka tidak akan pernah melihat ibu atau kerabatnya menyusui. Bahkan yang dilihat disekelilingnya adalah ibu-ibu kebanyakan menggunakan susu formula. Pada waktu kecil kebiasaan main bagi anak perempuan adalah boneka bayi dan susu botol. Saat remaja dan dewasa mereka juga terbiasa terekspose susu formula melalui berbagai poster, tv, radio, majalah, dan berbagai media massa lainnya. Sedangkan di pedesaan masih banyak dijumpai kebiasaan dan budaya masyarakat, yang tidak sepenuhnya sejalan dengan pemberian ASI yang tepat. Kebiasaan tersebut misalnya membuang kolostrum yang dianggap sebagai susu kotor, dan memberikan makanan tambahan selain ASI kepada bayi yang terlalu dini . 5. Faktor ekonomi keluarga. Pada saat ini banyak ibu-ibu yang memperoleh nafkah dengan bekerja di luar rumah. Wanita di perkotaan kebanyakan bekerja baik di sektor formal maupun informal. Pada kondisi tersebut, bagi ibu yang sedang menyusui sulit untuk tetap dapat menyusui anaknya, apalagi kalau tempat tinggal berjauhan dengan tempat bekerja. Demikian pula jika perusahaaan tempat bekerja menetapkan aturan yang ketat terhadap jam kerja karyawannya. Beberapa studi di negara lain, seperti Thailand, Vietnam dijumpai hal yang sama, bahwa pekerjaan ibu sangat menentukan keberhasilan dalam pemberian ASI (Huffman, 1984; Ho, 1979). Studi di Aceh terhadap 150 ibu menyusui, pada bulan pertama dijumpai sampai 96,7%, namun yang diberikan ASI eksklusif sampai 4 bulan hanya 31,9%. Pemberian ASI tersebut berhubungan dengan tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan jumlah anggota rumah tangga (Thaib, Firdaus, Fauzah and Manoeroeng, 1996). 7

IV. PENGARUH PROMOSI SUSU FORMULA TERHADAP PEMBERIAN ASI Pemasaran produk oleh suatu industri tidak akan pernah terlepas dari upaya promosi. Promosi dalam bentuk iklan berfungsi dalam merangsang perhatian, persepsi, sikap dan perilaku sehingga dapat menarik konsumen untuk menggunakan suatu produk. Pada saat media massa berkembang seperti sekarang ini, promosi melalui media massa merupakan kekuatan besar dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Misalnya, beberapa studi di Bogor menunjukkan iklan merupakan sumber informasi utama dalam berbelanja susu formula bayi oleh ibu rumahtangga (65%) (Tresnawati, 1997). Sisi negatif pengaruh promosi terhadap konsumen adalah digunakannya pesan iklan yang bersifat mengelabui (deceptive information). Sering kita menjumpai iklan yang memberikan informasi kepada konsumen secara tersamar, membingungkan dan bahkan tidak logis. Klaim tersebut terkadang dikesankan ilmiah, tetapi justru akan membingungkan konsumen, terutama bagi masyarakat awam. Selama ini informasi antara ASI dan susu formula belum seimbang di tengah masyarakat. Masyarakat lebih banyak menerima informasi susu formula daripada ASI, akibatnya masih banyak ibu yang tidak menyusui anaknya dengan benar. Dari berbagai studi dan pemantauan LSM, iklan susu formula di berbagai media massa sangat berpotensi dapat merusak pemahaman ibu tentang perlunya ASI bagi bayi. Iklan besar-besaran (massive) akan mempengaruhi persepsi yang keliru tentang susu formula dan ASI. Ibu-ibu hanya memahami dan menangkap informasi yang sepenggal-sepenggal dari penyajian iklan yang singkat. Untuk memperoleh informasi yang lengkap dan benar masih perlu penjelasan lanjut, misalnya oleh petugas kesehatan. Bentuk promosi oleh produsen susu formula dilakukan melalui dua pendekatan yaitu langsung (ke konsumen) dan tidak langsung (melalui petugas kesehatan). Promosi langsung kepada masyarakat dapat kita ketahui dari berbagai media massa (TV, majalah, tabloid, koran, radio, dst.). Promosi tersebut bertujuan untuk membentuk persepsi (image) bayi yang sehat dan cerdas apabila diberi susu formula. Berbagai jenis zat gizi oleh produsen susu formula ditambahkan seperti omega-3, DHA, probiotik, asam arakhidonat dan sebagainya. Dengan penambahan zat gizi tersebut dibuat kesan seolah-olah ASI bernilai inferior dibandingkan susu formula, sehingga ibu-ibu menjadi ragu-ragu untuk menyusui bayinya. Promosi lainnya yang dibuat produsen susu adalah kesan gaya hidup modern bagi ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya. Iklan dengan latar belakang kehidupan keluarga menengah dengan ibu berkarier, dikesankan seolah-olah bayinya tetap sehat dan montok dengan diberikan susu formula. Kesan kepraktisan dan kemudahan didalam penyiapan susu formula, pada kenyataannya tidak sederhana jika dibandingkan dengan menyusui anaknya sendiri. ASI merupakan makanan yang siap langsung diberikan kepada bayi tanpa harus melakukan penyiapan khusus. Produsen susu secara implisit juga mempromosikan bahwa peran ayah dalam perawatan bayi dapat dilakukan melalui pemberian susu formula. Keterlibatan ayah didalam mengurus bayi dapat dikembangkan melalui hubungan personal dengan bayi seperti bermain, memeluk, atau menggendong. Dengan demikian peran ayah tidak harus didalam proses penyusuan. Keterlibatan ayah dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana untuk pendukung perawatan bayi, akan sangat membantu keberhasilan ibu didalam menyusui bayinya. 8

Banyak sekali temuan tentang penyimpangan iklan dan promosi susu formula di media massa oleh Badan Kerja Peningkatan Penggunaan ASI (BKPP-ASI). Hal tersebut diantaranya karena tidak ada penilaian untuk iklan susu formula sebelum dipublikasikan di media massa, sehingga kerap terjadi penyimpangan. Selama ini, penilaian dilakukan setelah iklan disebarluaskan di media massa. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berwenang dalam menilai dan memantau promosi serta iklan makanan tidak memberlakukan penilaian awal karena iklan pangan melibatkan banyak pihak. Sedangkan berbagai bentuk promosi tidak langsung yang dilakukan oleh produsen susu adalah promosi di institusi/petugas kesehatan. Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) sejak tahun 1992-1997 melakukan pemantauan sebanyak 5 kali terhadap pemasaran susu formula. Di tempat institusi kesehatan promosi susu formula dilakukan semakin gencar, misalnya dengan pemberian sampel produk, hadiah, brosur, poster, perlombaan bayi sehat, dan bahkan kerjasama dengan petugas kesehatan. Pada survey tersebut selalu ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode internasional (International code on breastfeeding substitutes) dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang pemasaran Pengganti Air Susu Ibu (PASI). Pemantauan oleh Ditjen POM-Departemen Kesehatan antara tahun 1995-1998 menemukan hal yang sama, yaitu banyak terjadi pelanggaran oleh produsen susu, antara lain pembagian sampel gratis, sponsor kegiatan, potongan harga, dan penyimpangan iklan susu formula. Demikian juga studi di Kota Bogor oleh Hardinsyah dkk (2002) ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode etik pemasaran susu formula. Promosi yang dilakukan oleh produsen susu di rumah sakit dan klinik bersalin adalah: 1) memajang produk susu formula, 2) memberikan peralatan bayi dari produsen susu formula, 3) memasang gambar dan logo pada dinding dan kartu kontrol, 4) sponsor training kepada bidan oleh produsen susu. Dampaknya dari promosi tidak langsung tersebut akan sangat mempengaruhi perilaku masyarakat sangat luas. Petugas kesehatan memainkan peranan yang sangat penting didalam praktek pemberian susu formula. Studi Abada, Trovato, Lalu (2001) menyebutkan ibu-ibu yang konsultasi kehamilan (prenatal) ke dokter, akan menghentikan penyusuannya 1,19 kali lebih besar dari pada yang tidak konsultasi. Demikian pula yang pada ibu-ibu yang melahirkan di rumah sakit/klinik bersalin, 1,15 lebih besar menghentikan penyusuan dibandingkan yang melahirkan di rumah. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tenaga kesehatan profesional terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASI, terutama dalam pengenalan ke susu formula dan penghentian penyusuan ASI. Dengan promosi seperti tersebut diatas, sejumlah perusahaan susu formula atau makanan pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) sudah melanggar ketentuan internasional dan regulasi nasional. Jika ditinjau dari SK Menkes No.237/1997 tentang Pemasaran Susu Pengganti Air Susu Ibu (PASI), pelanggaran tersebut antara lain berupa larangan promosi susu formula di sarana kesehatan dan pada tenaga kesehatan. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada 1981 telah mengeluarkan kode etik pemasaran susu pengganti ASI. Kode bertujuan untuk menyelamatkan bayi, melindungi ibu dan aktifitas menyusui dari tindakan pemasaran yang agresif oleh produsen. Rangkuman dari kode etik tersebut diantaranya adalah:1) melarang memberikan sampel gratis, 2) melarang promosi di tempat fasilitas kesehatan, 3) melarang konseling langsung 9

.´. sementara WHO merekomendasikan sampai enam bulan. 4) memberian hadiah kepada petugas kesehatan. Selain itu didalam Kepmenkes tersebut hanya mengatur pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama empat bulan. Promosi susu formula seharusnya diiringi juga dengan promosi manfaat dan penggunaan ASI. Peningkatan edukasi dan promosi ASI karena pemahaman masyarakat tentang ASI yang masih rendah dijumpai dari berbagai survei dan studi... 6) label harus mencantumkan keuntungan ASI. Oleh karena itu. Peraturan setingkat menteri dinilai kurang mempunyai kekuatan yang efektif untuk menertibkan pemasaran susu formula. Praktik-praktik penyalahgunaan promosi susu formula sudah sangat parah dan meluas baik oleh industri maupun keterlibatan pihak petugas kesehatan. Seperti dibahas di atas masalah pemberian ASI tidak hanya ditentukan oleh individu ibu/bayi.dengan publik. maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk melindungi kepentingan ibu dan bayi tersebut diantaranya adalah: 1. 2. ibu-ibu dan masyarakat harus paham bahwa ASI memberikan zat gizi. serta keuntungan psikologi untuk kesehatan bayi. SK Menkes No 237/ 1997 dipandang sudah tidak sesuai lagi saat ini karena beberapa hal.. Oleh karena itu perlu regulasi setingkat Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengatur promosi susu formula bayi di media massa. Mempertimbangkan adanya beberapa penyimpangan pemasaran susu formula bayi seperti tersebut diatas. keluarga. dan tidak salah interpretasi tentang satu sisi keunggulan susu formula. Perbaikan peraturan perundangan tersebut kemudian ditindaklanjutan terhadap penegakan hukum. dan budaya masyarakat disekitarnya. Tetapi para ahli kesehatan sepakat untuk mendukung ibu-ibu didalam pemberian ASI. Sasaran dari kegiatan tersebut tidak hanya kepada ibu-ibu tetapi juga masyarakat secara umum. Contoh model promosi seperti ini sudah dilakukan pada industri rokok. Oleh karena itu peraturan tersebut akan efektif apabila kemudian diikuti oleh kesiapan dan koordinasi antar aparat penegak hukum.. Dengan demikian konsumen didalam menentukan pilihannya sudah didasarkan atas pengetahuan yang benar. 3. 5) memuat gambar bayi . V. Oleh karena keseimbangan promosi tersebut dianggap sebagai salah satu strategi yang baik. dengan pernyataan ³merokok merugikan kesehatan . 4. faktor kekebalan. UPAYA PROMOSI PEMBERIAN ASI Keputusan ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya merupakan sesuatu yang bersifat personal.. ibu yang sakit atau mempunyai masalah dalam produksi ASI masih membutuhkan susu formula bayi. Sebagian kelompok tertentu seperti bayi tanpa orangtua. baik cetak maupun elektronik.dst. 10 . tetapi juga terkait dengan suami.

com/kompas-cetak/0203/05/or/lley23. 1994. J.com/rubrik/tips/tips34. Metode penyuluhan dan promosi seringkali tidak dianggap cukup. yang ditempatkan di Puskesmas. Hartati. Pemberian Susu Formula Berisiko Tinggi bagi Kesehatan Bayi. Strategi nasional peningkatan penggunaan ASI.fortunecity. 2001. Pelayanan Kesehatan. Dept. Rulina. U. Indonesia. dan YASIA/BK PP-ASI. BPS. D Hastuti. Badan Litbang Kesehatan Depkes RI. Hati-hati Tertipu. Jakarta. http://www. Archives of Disease in Childhood Journal. L. Dikunjungi 26 November 2004. Jakarta. Oleh karena itu diperlukan petugas konseling yang terlatih.depkes. Lalu. R. D Briawan. Of Community Nutrition and Family Resources. Bali 19 Oktober 2001. http://members. IPB. Kantor Meneg UPW. 2002. dan di tempat kerja. Konseling berupa bantuan berupa saran/nasehat kepada ibu terhadap permasalahan yang timbul selama menyusui. http://www.go. BAHAN PUSTAKA Abada.html Muhilal. Mitos menyusui. National Familiy Planning Coordinating Bord. Klinik/Rumah Sakit Bersalin. Badan Litbang Depkes RI. CM. Susu Sapi Tanpa DHA. Status Kesehatan. Hardinsyah. Perilaku Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan.problem-anda.com/keluargaorg/susu_formula.htm 11 . 2002.htm Roesli. TS. Respon suami terhadap isteri yang menyusui. Depkes. S . Indonesia Demographic and Healt Survey 2002-2003. Dikunjungi 25 November 2004. Dwiriani.id/index.. Dikunjungi 25 November 2004. Trovato. 2001.php Seaman. karena berbagai permasalahan yang bersifat spesifik/ personal muncul pada periode menyusui. Dikunjungi 25 November 2004. Y. Study on the current infant feeding practices. Survei Kesehatan Nasional 2001. N. Makalah pada ³Seminar Telaah Mutakhir tentang ASI´.5. Social Science and Medicine 52(2001): 71-81. 2003.kompas. V. Determinant of breastfeeding in the Philippines: a survival analysis. http://www. Morley.

Dikunjungi 25 November 2004. 2002. Vol 17 No 4 (1996). Sejumlah Perusahaan Langgar Iklan Susu Formula. Manfaat menyusui khususnya secara eksklusif. Schooley. 1996.kapanlagi. D. Makalah pada Pertemuan Advokasi Peningkatan Pemberian ASI untuk Pengambil Keputusan di Daerah.Susilawati. V. YLKI. The role of education breastfeeding success. .com/h/0000015373. Bogor 17-19 Juni 2002.html Valdes. Food and Nutrition Bulletin. And J. http://www. The United Nation University.