Pengertian Desa: Nama desa diambil dari bhs Sanskerta, yang berarti: Tanah air, Tanah asal, Tanah

kelahiran. Istilah desa di berbagai daerah di Indonesia: y Dusun di Sumatera Selatan y Nagari di Minangkabau y Desa di Jawa, Madura, Bali y Suku di Sumatera bagian timur y Dusun Dati di maluku y Mendope, Marga di Palembang, Bengkulu y Pedukuhan, Kuta, Uta di Batak y Dusun, Tiuh di Lampung y Gambong di Meunasah (Aceh) y Wtinua di Minahasa y Hundulan di batak Utara y Gaukang di Makasar y Kuria di Batak Selatan y Matawa di Bugis Beberapa definisi desa: y Bintarto, Desa merupakan land settlement yang bersifat rural. y Kolb & Brunner (a study of rural sociaty): Strictly speaking a village is a population center ranging in from 250 to 2500 people. y Suratdjo Kartohadikusumo: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri. y W.S. Thomson: Desa merupakan salah satu tempat untuk menampung penduduk Desa sebagai suatu region mengandung unsur-unsur georafis (geografic region), dilihat dari: y Gejala fisik: tempat, morfologi, air,iklim, dll. y Gejala sosial: ekonomi, sistem sosial, budaya, politik, dll. Desa merupakan suatu perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh faktor-faktor fisiografis, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di situ; dalam hubungannya dan pengaruh timbal balik dengan daerah -daerah lain. Desa adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dengan lingkungannya. Hasil perpaduan itu ialah wujud atau kenampakan di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik, kultural yang saling berinteraksi antara unsur tersebut dan juga dalam hubungannya dengan daerah -daerah lain (Bintarto). Wujud dan kenampakan desa di muka bumi: y Suatu wilayah yang tidak luas y Corak kehidupan bersifat agraris y Kehidupan sederhana y Jumlah penduduk tidak besar

y y y

Jaringan jalan belum begitu padat Sarana sosial ekonomi relatif langka Jarak dengan kota relatif jauh

Berdasarkan pengertian Dirjen Pembangunan Desa (Dirjen Bangdes), ciri-cirinya sebagai berikut: 1) Perbandingan lahan dengan manusia (mand land ratio) cukup besar, 2) Lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian (agraris), 3) Hubungan antar warga desa masih sangat akrab, dan 4) Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku. Aturan Pemerintahan Desa: y Inlandsche Gemeente Ordonantie (IGO), berlaku untuk desa-desa di Jawa dan Bali. y Inlandsche Gemeente Ordonantie Buitengewesten (IGOB), berlaku untuk desa-desa di luar Jawa dan Bali. y Indische Staatsregeling (IS), tentang wewenang warga desa untuk memilih sendiri kepala desa. y Herziene Indonesisch Reglement (HIR), merupakan peraturan tentang hukum perdata dan pidana diJawa dan Madura. y Setelah kemerdekaan, semua aturan pemerintahan desa di atas masih berlaku yang disesuaikan dengan UUD 45 dan Pancasila. Akibatnya: y Tidak adanya peraturan pemerintahan desa yang seragam. y Kurang memberikan dorongan kepada masyarakat untuktumbuh ke arah kemajuan yang dinamis. y Sulit memelihara dan meningkatkan persatuan dan kesatuan nasional.

y Kepala desa diangkat oleh bupati a/n gubernur. Pemerintahan desa terdiri dari Kepala Desa dan LMD. Dari latar belakang tersebut. dan tingkat perkembangan.5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. Dusun bagian dari desa yang merupakan lingkungan kerja pemerintahan desa (psl 1c). keadaannya sudah lebih maju dibandingkan desa swadaya. 5. y berstatus sebagai pegawai negeri. di luar ibu kota kabupaten (psl 22). 2. desa berkembang dan desa maju. desa sedang (4-6 km2). pengawasan. y Berdasarkan perkembangannya: desa swadaya. Interaksi sudah mulai nampak. y Masa jabatan 8 tahun. 2. dimana masyarakatnya sudah mampu menjual kelebihan hasil produksi ke daerah lain disamping untuk memenuhi kebutuhan sendiri. dll. Desa ini umumnya terpencil dan masyarakatnya jarang berhubungan dengan masyarakat luar. kota. Desa Swadaya (Desa terbelakang). Perbedaan Desa dengan Kelurahan Desa: 1. Lingkungan adalah bagian dari kelurahan (psl 1 d). dengan tujuan: Menyeragamkan peraturan pemerintahan desa. kotif. dan rahasia. sehingga proses kemajuannya sangat lamban karena kurang berinteraksi dengan wilayah lain atau bahkan tidak sama sekali. memudahkan pelaksanaan pemerintahan.y y Sulit membina integritas nasional. bebas. Sulit membina masyarakat yang terbuka. y Berdasarkan luas: desa terkecil (kurang dari 2 km2). y Berdasarkan tingkat kemajuan: Desa terbelakang. y Berdasarkan potensi desa yang dominan: desa nelayan. desa swakarya. desa besar (6-8 km2). y Kepala desa bukan pegawai negeri dan pegawai negeri dapat diangk sebagai kepala desa. KLASIFIKASI DESA Desa dapat diklasifikasikan berdasarkan luas wilayah. dan desa terbesar (3000-4500 jiwa/km2). potensi fisik dan non fisik. walaupun intensitasnya belum terlalu sering. Desa terletak dalam Dati II (Kabupaten). Tidak berhak menyelenggarakan rumah tangga sendiri (psl 1). at Kelurahan: 1. desa perladangan. 5. dan desa swasembada. desa terbesar (8-10 km2). y Telah berusia 17 tahun ke atas atau telah menikah. 4. yaitu suatu wilayah desa dimana masyarakat sebagian besar memenuhi kebutuhannya dengan cara mengadakan sendiri. Desa dipimpin oleh kepala desa (10). 4. Berhak menyelenggarakan rumah tangga sendiri dalam ikatan negara RI (psl 1). desa sedang (500-1500 jiwa/km2). 3. ibukota kabupaten. 3. desa persawahan. 2. Pemerintahannya terdiri atas kepala kelurahan dan perangkatnya (sekertaris dan kepala lingkungan). dan pembinaan desa di Indonesia. lahirlah UU No. Dalam pelaksaaan tugasnya dibantuoleh perangkat desa yang terdiri dari: 1) Sekertaris desa. melalui: y Dipilih langsung. desa besar (1500-3000 jiwa/km2). desa kecil (100 -500 jiwa/km2). . kepadatan penduduk. Berkedudukan dalam ibukota provinsi. Desa Swakarya (Desa sedang berkembang). maksimal 2 periode. y Berdasarkan kepadatan penduduk: desa terkecil (< 100 jiwa/km2). melalui: y tidak dipilih langsung oleh masyarakat y diangkat oleh bupati/walikota y jabatannya tidak ditentukan y penyelenggara dan penanggungjawab utama urusan pemerintahan daerah y syarat-syarat menjadi lurah sama halnya dengan perundangan kepegawaian. potensi desa yang domininan. umum. wewenang dan kewajiban mengurus rumah tangga sendiri dalam arti menyelenggarakan dan penanggung jawab utama. y Kepala desa menjalankan hak. Dipimpin oleh lurah. 1. dan 2) Kepala Dusun. desa kecil (2-4 km2).

sosbud. penyempurna. Penduduk.iklim. kondisi dan tata airnya untuk irigasi. y Administrasi pembinaan desa y Manajemen dan kepemimpinan Potensi Desa dan Perkembangan Desa-Kota Pengertian desa dalam kehidupan sehari-hari atau secara umum sering diistilahkan dengan kampung. karya. lokasi. Tipologi desa: Teknik untuk mengenal desa-desa yang banyak jumlahnya. (2) Lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian (agraris). politik. meliputi jumlah. kantibmas. masyarakat dapat menyerap teknologi baru untuk memanfaatkan sumberdayanya sehingga proses pembangunan berjalan dengan baik. lomba desa. terdiri dari tanah-tanah produktif dan non produktif serta penggunaannya. sebagai sumber tenaga kerja potensial (potential man power) baik pengolah tanah dan produsen dalam bidang pertanian. karena memiliki beberapa ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah lain di sekitarnya. keuangan. dan diharapkan kemanfaatannya bagi kelangs ungan dan perkembangan desa. karena unsur-unsur ini merupakan kekuasaan desa atau potensi desa. (3) Hubungan antar warga desa masih sangat akrab. karena daerah yang menyediakan kemungkinan hidup. potensi non fisik .air. kepadatan.manusia. Dari hasil interaksi tersebut. . meliputi: y Administrasi desa: pemerintahan. Tata ruang fisik: Wisma. sehingga jelas permasalahannya. . Masih banyak ciri-ciri desa lainnya yang dapat kita temui. Potensi desa ialah berbagai sumber alam (fisik) dan sumber manusia (non fisik) yang tersimpan dan terdapat di suatu desa. meliputi pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa Ketiga unsur tersebut merupakan kesatuan hidup (living unit). dalam artian sumber tambang dan mineral. an Adapun unsur-unsur tersebut menurut Bintarto (1977) antara lain: a. melakukan tukar-menukar barang dengan wilayah lain (fungsi perdaganagan) dan kemampuan untuk saling mempengaruhi dengan penduduk di wilayah lain. c.tanah. dan tempat tinggal. yaitu desa yang sudah mampu mengembangkan semua potensi yang dimiliki secara optimal. pertanian dan kebutuhan hidup sehari-hari. Adapun yang termasuk ke dalam potensi desa adalah: a. Suatu daerah dikatakan sebagai desa. Klasifikasi perkembangan Desa (Depdagri 1978/1979) sebagai berikut: POTENSI DESA Pola Tata Desa 1. desa adalah daerah yang terdiri atas satu atau lebih dukuh atau dusun yang digabungkan sehingga menjadi suatu daerah yang berdii sendiri dan berhak mengatur r rumah tangganya sendiri (otonomi). ekonomi. kependudukan. Hal ini ditandai dengan kemampuan masyarakatnya untuk mengadakan interaksi dengan masyarakat luar. dalam artian sumber air. bahan makanan. perkantoran. Berdasarkan pengertian Dirjen Pembangunan Desa (Dirjen Bangdes). luas dan batas yang merupakan lingkungan geografi setempat. dimana penduduk dapat menggunakan kemungkinan tersebut untuk mempertahankan hidupnya. penyebaran dan mata pencaharian penduduk. Desa Swasembada (Desa maju). y Pembangunan desa: perencanaan. sebagai sumber tenaga. pertambahan. potensi fisik . Pemerintahan desa. hankam. . pelaksanaan pembangunan. ciri-cirinya sebagai berikut: (1) Perbandingan lahan dengan manusia (mand land ratio) cukup besar. dan (4) Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku. sumber tanaman yang merupakan sumber mata pencaharian. desa memiliki tiga unsur penting yang satu sama lainnya merupak satu kesatuan. b. 3. Maju mundurnya desa sangat tergantung pada ketiga unsur di atas. Sedangkan secara administratif. pertanahan. Tata masyarakat desa: ideologi. LKMD. yang dihuni sekelompok masyarakat dimana sebagian besar mata pencahariannya dalam bidang pertanian. Daerah. . dan tata kehidupan dalam artian yang baik memberikan jaminan akan ketentraman dan keserasian hidup bersama di desa. 2. bahan makanan dan pendapatan.3. sekarang coba kalian kenali hal-hal lain yang dapat dijadikan sebagai ciri-ciri desa! Sebagai daerah otonom. Tata kehidupan.ternak. yaitu suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota. maupun tenaga kerja industri di kota. b. peranannya sangat penting bagi desa yang bersifat agraris. marga.

jarak yang dekat dengan kota. tergantung pada unsur-unsur desa yang dimiliki. sehingga tercapai kesejahteraan dan kemakmuran seluruh masyarakat desa. menunjukkan bagian suatu negeri yang memperlihatkan penggunaan tanah yang luas sebagai ciri penentu.- masyarakat desa.aparatur atau pamong desa. Desa Swasembada (Desa maju). Baik PMD maupun Modernisasi Desa pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu: 1. Potensi suatu desa tidaklah sama. Perkembangan desa tidak hanya dipengaruhi oleh potensinya. desa diklasifikasikan menjadi: 1. Interaksi sudah mulai nampak. . sehingga proses kemajuannya sangat lamban karena kurang berinteraksi dengan wilayah lain atau bahkan tidak sama sekali. Dengan adanya pembangunan di pedesan seperti ini. beberapa faktor lain juga sangat menentukan seperti faktor interaksi (hubungan) dan lokasi desa. maka berdasarkan tingkat pembangunan dan kemampuan mengembangkan potensi -potensi yang dimiliki. Daerah pedesaan di perbatasan kota yang mudah dipengaruhi oleh tata kehidupan kota disebut dengan rur-ban areas atau daerah desa-kota. Daerah ini juga merupakan Suburban fringe. Desa Swadaya (Desa terbelakang). . sehingga pergaulan antar warga boleh dikatakan agak tinggi. petani-petani di daerah desa-kota keadaannya lebih maju dari petani di daerah pedesaan. ekonomi. maka potensi desa pun berbeda. pendidikan dan organisasi-organisasi sosial yang dapat memberikan bantuan sosial dan bimbingan terhadap masyarakat. Hal ini ditandai dengan kemampuan masyarakatnya untuk mengadakan interaksi dengan masyarakat luar. keadaannya sudah lebih maju dibandingkan desa swadaya. Desa Swakarya (Desa sedang berkembang). yaitu suatu area melingkari suburban dan merupakan daerah peralihan antara daerah rural dengan daerah urban. Meningkatkan bidang pendidikan. 2. Desa ini umumnya terpencil dan masyarakatnya jarang berhubungan dengan masyarakat luar. walaupun intensitasnya belum terla sering. Potensi yangtersimpan dan dimiliki desa seperti potensi sosial. baik pada waktu sekarang maupun beberapa waktu yang lampau. Selama ini membangun desa-desa di Indonesia sudah banyak dilakukan oleh pemerintah. agraris. Adanya kemajuan-kemajuan di bidang perhubungan dan lalu lintas antar daerah. diharapkan dapat menahan laju urbanisasi yang elama ini s menjadi permasalahan komplek terutama bagi daerah perkotaan.lembaga-lembaga sosial. yang hidup berdasarkan gotong royong dan dapat merupakan suatu kekuatan berproduksi dan kekuatan membangun atas dasar kerjasama dan saling pengertian. Pola Penggunaan Tanah di Desa Wilayah pedesaan menurut Wibberley. Pembangunan desa berarti membina dan mengembangkan swadaya masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki secara optimal. Dengan adanya indikator ini. Memberi gairah dan semangat hidup baru dengan menghilangk pola kehidupan yang monoton. seperti program PMD (Pembangunan Masyarakat Desa) dan Modernisasi Desa. Dari hasil interaksi tersebut. . Meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi warga desa. yaitu desa yang sudah mampu mengembangkan semua potensi yang dimiliki secara optimal. karena: . sehingga warga an desa tidak merasa jenuh.kemungkinan bersekolah bagi anak-anak lebih besar dari pada anak-anak di desa-desa yang agak jauh. kulturil dan sebagainya adalah merupakan indikator untuk mengadakan suatu evaluasi terhadap maju mundurnya suatu desa (nilai desa). . . dimana masyarakatnya sudah mampu menjual kelebihan hasil produksi ke daerah lain disamping untuk memenuhi kebutuhan sendiri. masyarakat dapat menyerap teknologi baru untuk memanfaatkan sumberdayanya sehingga proses pembangunan berjalandengan baik. melakukan tukar-menukar barang dengan wilayah lain (fungsi perdaganagan) dan kemampuan untuk saling mempengaruhi dengan penduduk di wilayah lain. demografis. lu 3. 2. untuk menjaga ketertiban dan keamanan demi kelancaran jalannya pemerintahan desa. 3. maka sifat isolasi desa berangsur-angsur berkurang. Desa-desa yang berdekatan dengan kota mengalami perkembangan yang cepat dibandingkan desa lainnya akibat dari banyaknya pengaruh kota yang masuk. Kondisi lingkungan geografis dan penduduk suatu desa dengan desa lainnya berbeda. Pola Penggunaan Tanah di Desa 1. politis. yaitu suatu wilayah desa dimana masyarakat sebagian besar memenuhi kebutuhannya dengan cara mengadakan sendiri. Menurut Bintarto (1977).kesempatan memperoleh mata pencaharian tambahan di kota dimungkinkan dengan adanya letak yang berdekatan dengan kota.

MASALAH DESA DAN PEMBANGUNAN DESA 3 masalah di pedesaan (Bintarto): 1. penggilingan gandum. pola seperti ini umumnya terdapat di negara Eropa barat. terutama di dataran rendah. Dengan demikian mudah-mudahan ke depan. Fasilitas tersebut misalnya mata air. dan untuk pertanian dalam rangka kegiatan ekonomi. bersekolah. Hal ini sangat bergantung pada kondisi fisik geografis setempat. umumnya dilakukan di luar kampung. sehingga menjadikannya tidak banyak pilihan kecuali sebagai buruh tani. Pola seperti ini banyak ditemui di daerah pegunungan yang biasanya dihuni oleh penduduk yang berasal dari satu keturunan. peternakan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap minimnya produktivitas yang otomatis mengakibatkan rendahnya tingkat pendapatan petani. danau. Dengan demikian kampung di pedesaan merupakan tempat tinggal penduduk (dormitory settlement) dan penduduk kampung di wilayah pertanian dan wilayah perikanan umumnya bekerja di luar kampung. menebang kayu di hutan dan lain -lain. Masalah pemerintahan desa (administratif dan pemerintahan desa) . Bentuk perkampungan mengelilingi fasilitas tertentu Bentuk perkampungan seperti ini umumnya kita temui di daerah dataran rendah. merupakan petani gurem yang memiliki lahan garapan kurang dari 0. baik petani pemilik maupun buruh tani. Penggunaan Tanah Untuk Kegiatan Ekonomi Penggunaan tanah di pedesaan terdiri atas pertanian. dan kehidupan ekonomi seperti bertani.5 ha. lumbung. Penggunaan Tanah Untuk Perkampungan Bentuk perkampungan desa yang terdapat di permukaan bumi satu sama lainnya berbeda. walaupun ada kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan di dalam kampung seperti perindustrian. perdagangan dan lain-lain. perikanan. Rata-rata petani di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. 3. Untuk itu perlu penertiban oleh pemerintah dalam hal penguasaan tanah di pedesaan. kandang ternak dan rumah petani. beternak. Dalam tata guna tanah di pedesaan juga termasuk penggunaan air dan permukaannya. a. Biasanya perkampungan seperti ini hanya merupakan farmstead yaitu sebuah rumah petani yang terpencil tetapi lengkap dengan gudang alat mesin. alur sungai maupun garis pantai. Jumlah rumah umumnya kurang dari 40 rumah yang disebut dusun(hamlet) atau lebih dari 40 rumah bahkan ratusan yang dinamakan kampung (village). dan lain sebagainya. Bentuk perkampungan terpencar Merupakan bentuk perkampungan yang terpencar menyendiri (disseminated rural settlement). Amerika Serikat. ial berekreasi. Pola penggunaan tanah di pedesaan umumnya didominasi oleh pertanian baik pertanian tradisional maupun pertanian yang telah maju (sudah memanfaatkan mekanisme pertanian). Karena terbatasnya modal dan keterampilan. Perkampungan terpencar di Indonesia jarang ditemui. Hal ini sesuai dengan struktur mata pencaharian masyarakatnya yang sebagian besar sebagai petani. perdagangan dan industri. berolahraga dan sebagainya dilakukan di dalam kampung. terutama oleh kaum -kaum tuan tanah. kemiskinan tidak selalu identik dengan kehidupan petani. kehutanan. Kanada. Pola ini digunakan masyarakat dengan maksud untuk mendekati prasarana transportasi (jalan dan sungai) atau unuk t mendekati lokasi tempat bekerja seperti nelayan di sepanjang pinggiran pantai. sungai. Jadi pola penggunaan tanah di pedesaan adalah untuk perkampungan dalam rangka kegiatan sosial. memelihara atau menangkap ikan. danau. berkebun. Bentuk perkampungan linear Merupakan bentuk perkampungan yang memanjang mengikuti jalur jalan raya. sehingga merupakan satu keluarga atau kerabat. beribadat. dan lain sebagainya. b. Pada daerah pedataran memperlihatkan bentuk perkampungan yang berbeda dibandingkan dengan bentuk perkampungan di daerah perbukitan atau pegunungan. Biasanya pola perkampungan seperti ini banyak ditemui di daerah pedataran.5 ha termasuk dalam kategori petani miskin. Amin. Bentuk perkampungan memusat Merupakan bentuk perkampungan yang mengelompok (agglomerated rural settlement). seperti laut. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan dalam rangka pembangunan masyarakat desa khususnyadalam sektor pertanian. 4. Walaupun demikian sistem kepemilikan lahan pertanian di Indonesia masih kecil. dimana banyak terdapat fasilitas fasilitas umum yang dimanfaatkan penduduk setempat untuk memenuhi kebutuhan seharihari.Tanah di pedesaan umumnya digunakan bagi kehidupan sos seperti berkeluarga. Australia. Bentuk perkampungan atau pemukiman di pedesaan pada prinsipnya mengikuti pola persebaran desa yang dapat dibedakan atas: 1. akan tetapi hasil yang dicapai sampai sekarang belum memperlihatkan kemajuan yang mencolok. perkebunan. waduk dan fasilitas lain. 2. Dalam klas kepemilikan lahan pertanian kurang dari 0.

dinamis. lokasi desa dengan daerah lain di sekitarnya Modernisasi desa: 1. 3. Modernisasi Desa. sehingga dapat meningkatkan semangat pembangunannya Maju mundurnya desa tergantung faktor: 1. demikian pu dengan penempatan la fasilitas-fasilitas sosial ekonomi penduduk. 3. sedangkan fasilitas yang telah ada seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan penduduk baik secara kualitas maupun kuantit s. Kemiskinan di desa disebabkan: 1. pasar/toko/warung. Meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi. dan fleksibel menghadapi kesulitan dalam social and natural environment -nya. Belum lagi dengan a . dan rasional Mengusahakan agar warga desa lebih kreatif. Potensi desa 2. shg menyulitkan langkah pembangunan selanjutnya. Perumahan cenderung berkembang dan terkonsentrasi di sekitar jalan besar. Akan tetapi pembangunan-pembangunan fasilitas di perdesaan sangat minim. Masalah dasar penggolongan desa yang belum seragam 2. tempat rekreasi dan sarana kesehatan serta fasilitas-fasilitas lain semakin meningkat pula. ekonomi) 3. Muncul ketidakteraturan lingkungan tempat tinggal dan dampak negatif lain yang berkaitan dengan ketidaksesuaian penggunaan lahan. Kekurangan Fasilitas-Fasilitas Seiring dengan semakin meningkatnya taraf kehidupan penduduk desa. shg muncul berbagai permasalahan berkaitan dengan tata ruang. masalah tenaga-tenaga administrasi di desa masalah-masalah administrasi desa juga sangat tergantung pada transportasi dan komunikasi. Pendirian bangunan perumahan tidak memperhatikan peruntukannya. demikian pula dengan peletakan fasilitas-fasilitas yang mendukung kehidupan penduduk desa. menghilangkan monotoni dari kehidupan di desa. AMD. artinya tidak ada perbedaan status antara rural people dengan urban people Mengusahakan agar corak penghidupan waga desa dapat ditingkatkan atas dasar pikiran yang logis. masalah status desa (apakah desa akan diberi otonomi atau tidak) 3. transportasi. fragmatis. shg menahan arus urbanis. Revolusi Biru. 2. Interaksi antara desa dengan kota 3. 4. Memberi gairah dan semangat hidup baru. 2. Beberapa masalah di perdesaan yang menuntut adanya perencanaan untuk meningkatkan kehidupan sosek perdesaan : 1. Pelebaran jalan akan mengalami kesulitan. Revolusi Hijau. 2. kebutuhan akan fasilitas seperti sekolah. rendahnya produktivitas tanah kurangnya modal rendahnya tingkat pendidikan kekurangan leadership Upaya-upaya membangun desa: Program Pembangunan Masyarakat Desa. sosial. Pembangunan yang tidak berencana Umumnya desa-desa berkembang secara alami tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu. Masalah masyarakat desa (kulturil. Banyak tidak berhasil akibat dari penempatan desa pada proporsi yang kurang tepat Menempatkan warga desa dalam kedudukan yang sebenarnya. meningkatkan bidang pendidikan yang akan mengurangi arus pelajar ke kota. KMD. dsb) Masalah administratif desa: 1.2. sumber air. Masalah lingkungan alam di desa (tanah.

Asas gotong royong dan kekeluargaan 3. wawancara langsung dgn masyarakat. ekonomi. Kemampuan masyarakat : Teknis. Untuk mengatasi kekurangan biaya di desa perlu dilakukan usaha-usaha untuk memunculkan sumber-sumber pembiayaan lain. Asas swadaya. Asas partisipasi dan kerjasama 6. Seperti : pengetahuan. Asas penggunaan bahan-bahan setempat 5. Nilai nilai lokal. Asas keadilan dan kemakmuran MENURUT MUHAMADI SISWOSUDARMO (1979): 1. adat istiadat dan kepercayaan. biaya. Kemampuan organisasi pembantu dari luar. 3. Asas pendidikan dan penerangan 7. dan analisis data. Memburuknya kondisi maupun jumlah fasilitas umum di desa mendorong penduduk desa berurbanisasi ke kota untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas umum yang lebih layak. Asas Kebutuhan 3. pemilikan modal swadaya. Organisasi masyarakat : y Inventarisir organisasi yang ada y Perhitungkan masa pendukung organisasi y Antisipasi konflik dan kerjasama 5. Tujuan PMD di Indonesia: Meningkatkan taraf hidup masyarakat desa dengan jalan melaksanakan pembangunan yg integral (meliputi segala segi kehidupan masyarakat desa baik materil maupun moril) berdasarkan asas swadaya dari masyarakat desa serta permufakatan bersama antaranggota masyarakat dan dengan bimbingan serta bantuan alat2 pemerintah. Asas perubahan sikap/mental 4. Asas masukan intern PERENCANAAN DESA Perencanaan Desa merupakan suatu kegiatan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan penduduk desa. tokoh masyarakat. swakarya. pihak luar. Kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan desa akan mengarahkan masyarakat untuk menjunjung tinggi kepentingan desa. Perencanaan perdesaan penting dilakukan karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di perdesaan sedangkan perhatian terhadap pembangunan perdesaan relatif sangat kurang dibandingkan dengan pembangunan di perkotaan. kompensasi yang dituntut. sehat dan ekonomis. dan kebutuhan dasar manusia harus tergambarkan dalam program pembangunan. Asas Sistem 2. menyenangkan. Kesadaran Masyarakat Peran serta masyarakat mutlak diperlukan dlm proses pembangunan desa. Fisik dan Non Fisik Dilakukan survai. Asas pembentukan tenaga kader 6. Karena itu bantuan -bantuan dari tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya dapat membantu kekurangan tersebut. . pelaksanaan. Asas realisasi dan potensi intern 8. norma. sosial. Kekurangan Biaya Untuk Pembangunan Biaya merupakan faktor input sangat penting dalam pembangunan desa. Asas perencanaan dan organisasi kerja yang teratur 4. dan swasembada 5. 4.tidak adanya perencanaan dalam pembangunan secara fisik mengakibatkan letak fasilitasfasilitas umum tidak sesuai dengan kondisi perdesaan. 2. meliputi tenaga. Perencanaan perdesaan (Rural Planning) merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan suatu lingkungan kehidupan desa yang aman. Fakta setempat : Ling. Asas pengelolaan 7. fasilitas. ASAS-ASAS PMD: 1. kepemimpinan. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan. dan waktu. 3. DASAR-DASAR PERTIMBANGAN PROGRAM PMD: 1. Penduduk desa dirangsang untuk melakukan pembangunan swadaya secara bergotong royong. 5. pemeliharaan. shg bantuan moril dan materiil dari masyarakat diharapkan da pat disumbangkan demi tercapainya tujuan pembangunan. Asas Swadaya 2. Kekurangan Tenaga Ahli Tidak tercapainya tujuan pembangunan seperti yang diharapkan semula seringkali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan penduduk desa dalam pelaksanaannya. 4.

Perencanaan adalah pembuatan keputusan yang terintegrasi 5. adapula yang disebut dengan pola desa atau disebut pula Village Type atau Village Pattern . sungai atau lembah yang menembus desa yang bersangkutan. atau mengubah suatu keadaan untuk mencapai maksud yang dituju oleh perencana atau orang/badan yang diwakili oleh perencana itu. Kesadaran Masyarakat 5. Rectangular (segi empat panjang) Tipe ini paling umum dan salah satu penyebabnya adalah mungkin bentuk lahan pertaniannya. dalam berbagai bentuk keputusan menurut sistem yang terintegrasi. . Perencanaan merupakan pemikiran hari depan 2. karena kekompakan desa membutuhkan letak rumah penduduk yang saling berdekatan (karena tak adanya tembok keliling yang mengamankannya). Perencanaan wilayah berdasarkan pada konsep ruang harus memperhatikan karakteristik wilayah perdesaan : Perbandingan tanah dengan manusia (man land ratio) yang besar. 2. Keadaan geografis suatu wilayah akan mempengaruhi susunan pola desa yang terjadi dalam hal susunan bangunan serta jalan-jalan desa. Disamping bentuk desa. yaitu : 1. sedangkan b desa ila berbentuk lembah. maka tanah pertanian di luar desa sepanjang jalan raya akan berkembang menjadi permukiman baru. Desa yang terletak di persimpangan jalan berkembang keluar mengikuti jalan -jalan yang bersimpangan. 2. Lapangan kerja agraris Hubungan penduduk yang akrab Sifat yang menurut tradisi (traditional) 1. Pola segi empat panjang ini paling sedikit cocok bagi permukiman yang berkelompok. Misra mengemukakan 14 pola desa. Beberapa bentuk desa: 1. Bentuk-Bentuk Desa Bentuk-bentuk desa berkembang sejalan dengan usaha pengembangan dan penggalian sumber daya yang dimiliki. 4.Secara umum perencanaan meliputi kegiatan pengaturan. Pemekaran desa berkembang ke segala jurusan. desa akan terkonsentrasi di dalam lembah tersebut. 4. Kekurangan Tenaga Ahli Dari karakteristiknya dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor geografis sangat berpengaruh terhadap desa. Wilson: Perencanaan adalah suatu proses yang mengubah proses lain. dan pusatpusat kegiatan bergerak mengikuti pemekaran. Perencanaan merupakan pengelolaan 3. Perencanaan adalah suatu prosedur formal untuk memperoleh hasil yang nyata. Astuti (1997) mengemukakan bahwa: 1. Juga. Pembangunan yang tidak berencana 2. Bentuk Desa yang terdapat di pantai Apabila bentuk pantai landai maka desa akan berkembang memanjang di tepi pantai.D. Friedman: Perencanaan wilayah secara umum merupakan proses memformulasikan tujuan -tujuan sosial dan pengaturan ruang untuk kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan. 3. Dan permasalahan di perdesaan yang menuntut adanya perencanaan untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi: 1. S. Perencanaan adalah pembuatan keputusan 4. Kekurangan Fasilitas-Fasilitas 3. 3. alun-alun atau fasilitas tertentu. Kekurangan Biaya Untuk Pembangunan 4. Bentuk Desa Linier Desa berkembang memanjang mengikuti jalan raya. Bentuk Desa Radial Biasanya terdapat di daerah pegunungan. Bentuk Desa mengelilingi lapangan terbuka. Apabila kemudian mengalami pemekaran. Desa merupakan tempat dimana penduduk mempertahankan dan melangsungkan hidupnyadengan memanfaatkan sumber daya dan menggunakan lingkungan sekitarnya. Desa berkembang di sekitar alun-alun atau lapangan terbuka.

radial. Desa melingkar Bentuk ini diwarisi dari zaman ketika pemukiman masih kosong. Pola tapal kuda Ini dihasilkan oleh suatu gunduk. bukit ataupun ledokan. Desa memanjang Kondisi alami dan budaya setempat membatasi terjadinya pemekaran desa ke arah -arah tertentu sehingga dipaksa memanjangkan diri. Desa Pinggir Jalan Raya Desa ini memanjang sepanjang jalan raya. memanjang pantai dan memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api. 7. seperti listrik. air. Desa yang masing-masing rumahnya membentuk pola desa yang tak beraturan. Fasilitas Rekreasi. Fasilitas Pendidikan. 2. Desa Poligonal Karena desa tak pernah dibangun menurut rencana tertentu. Fasilitas Keagamaan. kantor koperasi dll. pasar. Fasilitas-Fasilitas Desa Yang Diperlukan Untuk dapat menjalankan aktifitas sehari-hari penduduk perdesaan membutuhkan sarana prasarana yang menunjang seperti beribadah. Inti Rangkap Desa kembar sebagai hasil dari bertemunya dua permukiman yang saling mendekat. Bentuk poligonal ini ada diantara bentuk melingkar dan segi empat panjang. 6. memanjang sungai. Utilitas umum dan sanitasi. maka tercapai bentuk beruji. Dapat pula muncul di permukiman berbentuk segi empat panjang yang terbagi atas empat blok. 13. Desa dibangun di atas urugan tanah. sistem pembuangan sampah. Dalam merencanakan suatu desa. 4. Bintarto (1977) mengemukakan 6 pola desa yang terdapat di Jawa. y Prinsip-prinsip perencanaan desa Perencanaan desa mempunyai dasar usaha untuk memajukan penduduk dalam kehidupan sosial ekonomi. yaitu : Pola memanjang jalan. sehingga pola desa menjadi setengah melingkar. 5. Sedangkan rencana regional tersebut dikoordinir oleh suatu rencana nasional. balai desa. Beberapa fasilitas yang dibutuhkan perdesaan adalah : 1. misalnya akibat dari lokasi stasiun KA. diperlukan adanya rencana regional yang mengkoordinir seluruh rencana -rencana lokal (rencana-rencana desa dan rencana-rencana kota). biasanya pasar terdapat di tengah dan jalan kereta api menyusur jalan raya tersebut. tersebar. 11. saluran pembuangan kotoran. toko. menjaga kesehatan dan aktifitas lainnya. berekreasi. Square (bujur sangkar) Tipe ini muncul di persilangan jalan. 4-5.2-3 . Tipe Beruji Jika pusat desa berpengaruh besar terhadap perumahan penduduk. seperti poliklinik maupun puskesmas. sehingga dari luar nampak seperti benteng dengan lubang untuk keluar masuk. maka nampak bentuk -bentuk luar yang serba-aneka. yang dapat menunjang kegiatan agama di desa. bersekolah. Desa Bulat Telur Desa yang sengaja dibuat menurut rencana yang demikian. 10. 6. 7. rumah ibadat ataupun pasar. Pengaruh tersebut berasal dari sebuah istana bangsawan. dari situ jalan ray menuju ke a segala arah. Fasilitas Ekonomi. y . seperti warung. Fasilitas Kesehatan. 12. dari mulai Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Lanjutan. Tak Teratur. 14. Fasilitas/Bangunan Umum seperti kantor desa. 3. Pola Kipas Pola ini tumbuh dari suatu pusat yang letaknya di salah satu ujung permukiman. 9. 8. yang bersifat indoor maupun outdoor.

Tidak adanya kebutuhan akan pertahanan/perlindungan karena telah adanya kedamaian dan keamanan. Kebijakan pemerintah untuk membagi-bagi wilayah perdesaan Tersedianya supply air. PERMUKIMAN PERDESAAN Pola permukiman perdesaan menggambarkan bagaimana cara penduduk mendiami daerah -daerah di perdesaan sebagai tempat bermukim. Pola permukiman atau land settlement mengikuti kondisi topografi di daerah tersebut. Pertimbangan politis. Transport dan komunikasi. Korelasi antara tingkat dataran dan permukiman perdesaan. kantor pos dll. 7. Kolonisasi dilakukan oleh keluarga secara individual. Daya tarik keluarga dan ikatan famili. sarana dan prasarana transportasi seperti jalan. yaitu suatu modifikasi dan Konsep Satuan Lingkungan (Neighbourhood Unit Concept) bagi perkotaan yang disesuaikan dengan kondisi perdesaan. Dominasi usaha pertanian pribadi dibandingkan dengan komunalisme. Land Settlement terbagi menjadi dua. The Isolated or dispersed type in which the single family residence unit is the distinctive nucleus as it is. 4. 2. Land Settlement memperhatikan pola penyebaran rumah-rumah keluarga petani di desa-desa yang membentuk Rural Settlement Type . misalnya dataran rendah dapat berkembang menjadi permukiman penduduk.8. 2. kendaraan umum. Daerah dengan sumber air yang langka. 3. Land Settlement di desa (rural settlement) Menurut Finch & Trewartha terdapat dua macam tipe permukiman. 3. Land Settlement di kota (urban settlement) 2. agama atau ideologi. 4. 8. Kebutuhan akan pertahanan untuk melawan ancaman dari luar. . Pertanian unit blok. The Nucleated type. Daerahnya berbukit-bukit atau pegunungan. sehingga permukiman penduduk dapat didirikan dimana-mana. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya Nucleated type adalah : 1. Permukaan air tanah yang dangkal memungkinkan pembuatan sumur dimana -mana. yaitu 1. 5. 6. in which there is an collections of several or many family residences. Contoh penerapan perencanaan desa adalah dikembangkannya Sistem Panca Wilayah ( ive Division System) yang mulai F dikembangkan pada tahun 1975 untuk membantu perencanaan perkebunan. seperti serangan binatang buas ataupun musuh. together with other types of buildings. yaitu : 1. 5. Ekonomi perdesaan didominasi oleh kegiatan peternakan. for instance an American farmstead. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Dispersed Type adalah sebagai berikut : 1. sehingga adanya sumber air menjadi pusat permukiman penduduk. Daerah dengan relief yang sama. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful