P. 1
Pompa Hidrolik

Pompa Hidrolik

|Views: 858|Likes:
Published by Apri Rahmadi

More info:

Published by: Apri Rahmadi on Nov 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

Sistem Hidrolik pada Bulldozer

Alat berat merupakan aplikasi dari hidrolik. Hidrolik merupakan aplikasi dari
mekanika Iluida. Mekanika Iluida merupakan aplikasi ilmu Iisika. Hukum-hukum
Iisika yang mengatur Iluida cair sesederhana ilmu mekanika benda padat dan lebih
sederhana dibanding dengan dengan hukum-hukum yang mengatur ilmu-ilmu udara,
panas, uap, gas, elektron, sinar, gelombang, magnit dan sebagainya. Dalam beberapa
hal hidrolik
serupa dengan pneumatik (pneumatics-ilmu yang mempelaiaripemanIaatan udara
bertekanan untuk perpindahan energi), terutama padaprinsip keria dan komponen-
komponennya. Oli bertekanan adalah mediapemindah energi yang sehabis dipakai
oleh elemen keria (silinder ataumotor hidrolik) harus dikembalikan ke penampung
(reservoir atau tangki),tidak langsung dibuang ke atmosIer seperti udara bekas pada
sistem
pneumatik.
Dalam sistem hidrolik, Iluida cair berIungsi sebagai penerus gaya. Minyak
mineral umum dipergunakan sebagai media. Dengan prinsip mekanika Iluida yakni
hidrostatik (mekanika Iluida yang diam/statis, teori kesetimbangan dalam cairan),
hidrolik diterapkan. Prinsip dasar darihidrolik adalah karena siIatnya yang sangat
sederhana. Zat cair tidak mempunyai bentuk yang tetap, zat cair hanya dapat membuat
bentuk menyesuaikan dengan yang ditempatinya. Zat cair pada praktiknya memiliki
siIat tak dapat dikompresi (incompressible), berbeda dengan Iluida gas yang mudah
dikompresi (compressible). Karena Iluida yang digunakan harus bertekanan, akan
diteruskan ke segala arah secara merata dengan memberikan arah gerakan yang halus.
Ini didukung dengan siIatnya yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya
dan tidak dapat dikompresi.
Kemampuan yang diuraikan di atas akan menghasilkan peningkatan kelipatan
yang besar pada gaya kerianya. Uraian yang lebih ielas akan disaiikan pada bab-bab
selaniutnya.Jadi, sistem hidrolik adalah suatu sistem pemindah tenaga dengan
mempergunakan zat cair/Iluida sebagai media/perantara. Karena siIat cairan yang
selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya, akan mengalir ke segala arah dan
dapat melewati berbagai ukuran dan bentuk. Untuk meniamin bahwa komponen
hidrolik harus aman dalam operasinya, dapat dipenuhi oleh siIat zat cair yang tidak
dapat dikompresi. Gambar 3.1 menuniukkan, apabila gaya itu di tekan ke arah silinder
yang tertutup rapat
maka pada silinder itupun akan teriadi tekanan di permukaan dalam.Tempat-tempat
teriadinya tekanan itu tentu akan merata ke seluruh kulitdalam silinder, disebabkan
siIat zat cair yang meneruskan gaya ke segala arah.

Gambar 3.1 Tekanan diteruskan ke segala arah
Gambar 3.2 memperlihatkan dua buah silinder yang berukuran samayang terhubung
dengan pipa, kemudian silinder diisi dengan minyak oli hingga mencapai batas
permukaan yang sama. Dua piston diletakkan di atas permukaan minyak oli.
Kemudian salah satu piston ditekan dengan gaya W kg, tekanan ini akan diteruskan ke
seluruh sistem hingga piston yang lain naik setinggi langkah ke bawah piston yang
ditekan.

Gambar 3.2 Zat cair meneruskan tekanan ke segala arah
!rinsip inilah yang dipergunakan pada alat pengangkat hidrolik.

Dengan membuat perbandingan diameter yang berbeda akan mempengaruhi
gaya penekan dan gaya angkat yang didapatnya. Perhatikan Gambar 3.3 pada halaman
berikut, bila diameter piston penekan dibuat lebih kecil dari piston penerima
beban/pengangkat beban akan memberikan gaya tekan yang ringan tetapi gaya tekan
itu akan diteruskan meniadi gaya dorong ke atas yang besar. Rumus lebih rinci
diielaskan pada bahasan pada bab-bab selaniutnya. Hidrolik dapat dinyatakan sebagai
alat yang memindahkan tenaga dengan mendorong seiumlah cairan tertentu.
Komponen pembangkit Iluida bertekanan disebut pompa, dan komponen pengubah
tekanan Iluida (atau iuga sering disebut energi hidrolik, dalam hal ini misal : oli
bertekanan) meniadi gerak mekanik disebut dengan elemen keria. Prinsipnya elemen
keria akan menghasilkan gerak mekanis. Gerakan mekanis lurus (linear) dihasilkan
dari elemen keria berupa silinder hidrolik, dan gerakan mekanis putar (rotarv)
dihasilkan oleh elemen keria berupa motor hidrolik. Uraian masing-masing elemen itu
akan dibahas secara rinci pada bab-bab
selaniutnya.



Gambar 3.3 Perbandingan gaya pada pengungkit hidrolik

$ebagai penggerak pompa hidrolik dapat digunakan motor listrik atau motor
penggerak mula. $etelah oli hidrolik dipompa pada tekanan tertentu, kemudian
disalurkan ke katup kontrol arah yang bertugas mengatur kemana cairan hidrolik itu
dialirkan. Diagram alir sistem hidrolik dapat dilihat pada gambar 3.4. Urutan aliran
dimulai dari pembangkit berupa motor listrik atau motor bakar yang menggerakkan
pompa oli, pompa oli meningkatkan tekanan oli yang ditampung pada reservoir.
Melalui katup kontrol hidrolik, oli bertekanan dialirkan ke pemakai berupa elemen
keria silinder/motor hidrolik yang akan mengubah energi hidrolik itu meniadi energi
gerak/mekanis. Dengan demikian urutan energinya dari motor listrik/bakar ke silinder
hidrolik berturut-turut : energi listrik/mekanis energi hidrolik energi hidrolik
energi mekanis.


Gambar 3.4 Diagram aliran sistem hidrolik

Bila diperhatikan penielasan di atas, sistem hidrolik nampak sangat sederhana,
namun komponen hidrolik tidak dapat bekeria begitu saia. Peralatan hidrolik
memerlukan ketelitian gerakan, keamanan dan keselamatan, dan hemat energi dalam
pengoperasiannya. $eluruh persyaratan yang dituntut itu dapat dipenuhi dengan
melengkapi komponenkomponen tertentu yang disebut katup-katup kontrol arah
(/irectional control valves) yang mengatur tekanan, aliran, keamanan, maupun arah
Iluida oli. Jenis, Iungsi, konstruksi dan sistem keria katup-katup kontrol itu secara
terinci akan dibahas pada bab-bab selaniutnya. Bagaimana mekanisme per pindahan
oli hidrolik pada sistem hidrolik? Kita ikuti penielasan melalui gambar 3.5 berikut.
Oli hidrolik yang ditampung dalam reservoir (2) dipompa oleh pompa hidrolik (1)
pada tekanan dan debit tertentu tergantung pada beban dan kecepatan gerak beban
tersebut. $emakin besar beban yang harus di geser, diangkat, dipreskan atau ditekan
pada tekanan tertentu akan memerlukan tekanan yang relatiI tinggi.



Gambar 3.5 $kema sistem hidrolik (ke kanan).

Demikian pula semakin cepat gerak perpin-dahan beban, debit (volume yang
dihasikan per satuan waktu) pompa hidrolik harus semakin besar. Dengan kata lain
gaya yang dihasilkan tergantung pada tekanan keria, dan kecepatan gerak perpindahan
tergantung pada debit yang dihasilkan pompa, dengan ketentuan ia bekeria pada luas
penampang silinder keria yang sama. Hasil pemompaan pompa hidrolik 1 (dalam
gambar ini ienis pompa roda gigi) didistribusikan ke katup kontrol arah 5 dan
sebagian ke katup pengaman 3. Katup pengaman 3 berIungsi sebagai pengatur
tekanan maksimum yang diinginkan. Apabila tekanan yang dihasilkan oleh pompa
melebihi yang disetel pada katup pengaman tersebut, maka secara otomatis oli hasil
pemompaan akan disalurkan kembali ke reservoir. Dengan demikian tekanan
penyetelan (sesuai tekanan keria yang diinginkan) akan selalu tercapai, dan tekanan
yang melebihi akan dihindarkan melalui mekanisme pembocoran pada katup
pengaman. Pembahasan lebih detil tentang katup pengaman akan9 dibahas pada bab
tersendiri.




Gambar 3.6 $kema sistem hidrolik beban kekiri

Apabila posisi katup kontrol arah seperti pada gambar 3.5, maka piston pada
silinder (4.1) tertekan pada sisi sebelah kiri dan piston akan bergeser ke kanan.
Kecepatan gerak pergeseran piston (beban) dapat diatur oleh katup pengatur aliran 7.
Di depan piston 4.1 terdapat cairan oli yang terdorong olehnya sehingga mengalir
kembali ke reservoir melewati katup kontrol arah 5. Mekanisme yang sama teriadi
apabila posisi katup kontrol arah sedemikian rupa sehingga saluran A yang mendapat
tekanan sehingga piston sisi kanan tertekan maka piston (beban) akan bergerak ke
kiri. Oli yang ada di sebelah kiri piston akan dikembalikan ke reservoir melalui
saluran B dan katup kontrol arah 5 (amati gambar 3.6). Demikian uraian singkat
tentang teriadinya gerakan beban, sederhana bukan?
Gambar skema seperti pada gambar 3.5. dan 3.6. untuk sistem hidrolik yang
kompleks, misalnya dengan silinder keria lebih dari dua atau tiga (misal pada
bull/ozer- seperti terlihat pada gambar 3.7 dan 3.8) akan sulit menggambarkannya.
$elain terlihat ruwet, tidak praktis, dan iuga sulitmenyeragamkan gambar-gambar dari
berbagai pabrik pembuat komponenhidrolik. Untuk mengatasi hal itu, maka skema
gambar dalam sistem hidrolik cukup digambarkan dalam bentuk simbul-simbul yang
tentunya sudah distandarkan/dinormalisasikan. Dari skema gambar 3.5. dapat
disederhanakan gambarnya meniadi gambar 3.8. di halaman 42. Gambar ini disebut
sebagai diagram sirkuit sistem hidrolik. Pembahasan tentang diagram sirkuit sistem
hidrolik akan diuraikan pada bab-bab selaniutnya.

Gambar 3.7 $kema sistem hidrolik pada bulldozer










Gambar 3.8 Diagram sirkuit sistem hidrolik (bulldozer)


3 80./.3../.- -.5.5.4257088-0  -07-0/.7. 57..3 /907:8..3.-039:.3:93.7/74 . . . .3 .3..80.3. . 8:. /425708 .8 .3 2:/.7:8 -0790.-.9202-:.8.3.3.07.3/. /.7.7.3  /74 /907..3 /.3 202507:3.3 ./.3 81.2 . 07.3 .3. .305.9.2025:3.3 .9 .79/../  88902 /74 .5 ..9 9.3202-07.7 5.3  !7385 /.3909../..5.3 8.93.9 80/07. 903.9 ... .3 /03.93.9...5./.9.3 1:/.3 /:3.3 -039: ./..39/.. 81.207.8.8.7 /./03..9.89.  ..9.:8  3 //::3 /03.3  ..98  9047 08092-.3 203.7.3. /03.3080.. &7. 202 81..3 0- 0.3 .9/425708  02.25:.: 20308:. .3 5.9: 88902 5023/.3 /8. /03.7.75.703.3 -08. 1:/. /.7.703. ./.3 /9025.- 80.9 /425708 3..3.4257088-0  ..93.35033.3/:7.8.3 /9025.3.9.93.9 -039: 20308:..93..

 80-. 20/.1:/..

9 /503: 40 81.93.9 200.7:8 ..  . /.3 -039:  &39: 203.5..3 9/...9 .3 80. ::7.  .9 . 81. .83. 4254303 /74 .703. ..507.5.3 .3 -039: .7 .2 4507.3 203..3 /.7 0 80.7..3 /.39.3 /.9 .2.7.  /.9 -07-..3 /9025.7.: 20308:.23 -.

9/425708 .7 .3 81..3..3 /90.3 9: 9039: . 4 3..3/507:3./3.3   ..9.2 %025.2-..35.  :.3.7   202507../.3/03.7.320307:8.3 ...3080. 90. 5.3.3 907. 58943 /09.3.2.3 8...3 907:-:3 /03.8.39079:9:57.8 5072:.3 23.9:/90.2..30.2 83/07  /80-.3 .8 5072:.  02:/..3 23.7 203:3:.3. 203.7. !73853.3 3.3 -07::7.9 907.3.7.3 83/07 /8 /03... 4  02:/..3 /.9. -:..3/907:8.3./.38.33...3.5.9/74  .. 58943 .5.3 / .   .3 8.390./ 90.3/907:8.3 .3 207.5.2-.9 9025.9:58943/90. 0 80:7: :9/.7 %0.7... -..7./. 0 -..3 55..3 /:. 58943 .3.9503. 90.720307:8.3 / 5072:..9 2.9..9..83/07 .9.2-. 83/07 .30 80:7: 88902 3. 83/07 9:5:3 ..-..-.5..9.3080. 8093 .080.9. .2-.

9507-.3/.3/3.3202-:.3.20907 58943 5030..2. !07.3.9.93. /.9. -0-.3.3/.7 5.9 0- 0.20907.5.3-07-0/...3 /-:.5030.3 -07:9  -..2-..3./.3//.3202503. 03..7 58943 503072. /.7: ..

3  203. 20.3 20./...3 1:/.-.7  /.5.  4 -0790.9.32.3 903..3 ..3.7.8.380-.9-0-.30020307..83002039: .5.- 80.3/-..73.3 /907:8./.35..3 /80-:9 5425. /74/..9/3.3 2023/.90. !73853.     .38 :7:8 30.3 203.24947/74 &7.9 .3 /80-:9/03.8.-. 8073 /80-:9 0307 /74  /.8.9.3202-07.35. 00203 07.7 00203 07.3 07...: :. 90.3. . 83/07 /74  /. -07:5.  /.39 1:/.38 5:9. -0790. /03. ...3 203/4743 80:2.373..3 07..880.2-. 20.8.7 !07-.3 203.3 -08..3.7  #:2:8 0- 73.38  07.8.7 749.3:93. 3 28..3.7.5.3.3909./.-07:5. /4743 0 .2 .90..3 4254303 503:-.3 20.9...- -.503:39/74  .3 9: .8 . . .3.3400020307. /0./ 07./../ .3 9079039:  4254303 502-.5.503..7  /.3:93.83 2.3 /.3/3.-80.3 .- -.-.

47  0./.8 203.3 /2:.7 .7 502-.3 /9.3  . 4  5425.7.3 -079:./. 5.9 /:3.: 24947 50307. 4 /74 /5425.9..9.9 5..3 90.7.2-.:7.3.5.7    &7:9. 90.9:5 43974 /74  4 -0790.2 .83/07. -07:5.3 9079039:  02:/. /74 /.$0-.9:5 43974. 5425./.5. .: 24947 -.25:3 5.7 88902 /74 /.3 5425.9.3 4 .: .7. /..9 /.  $090.3 /8. 2:..7. 24947 897 .7. 4 2033.3 /74 9: /.3 0 502.3 /. . 00203 07.39 -07:5.3 24947 897 .9:7 02. .3 .3.3 20307.. 70807.3 0 .3.3. 50307..7.

3 203:-./ 0307 07.0307 /749: 203..3.24947 /74..

303073./.20.3:7:9.724947897.38 03.3/02.

.-.7083/07 /74 -079:7:9 9:7:9  0307 897.

 :9 5030.7./.3 /80-:9 .3  2./.2.2-.3 /9:39:9 9: /..9:5 43974 9: 80./507.3 /-.8. /.3 07.8 88902/743.7.7.3 88902 07.2 70807.3 /. 20.- 80.38  0307 /74  0307 /74  030720.9.2 5034507.3  0. -.9  /5708.980/07.3  0.47   /5425.3 90780-:9 $02.9.3 2003. 4  038  1:38  43897:8 /./.2-.9 -007..3.3 /74 20207:.3  /.3.3 0909.7.3.9 /503: /03.3 203.3 07./.: .43974 .9 0307 /.08  .9.390.3 .. /74   5.3:93..9:5 43974 .9193  .  $0:7: 5078.3 /9.9. -0-.20.05.3 02.3820 507 53/.3 ..2:3 4254303 /74 9/.3.3 -08.3.370.3.9:5 .3...3 0.. .9.7 -0-.2.  .39079039:.9.3 20.7.2.7   -07:9   /74 .9.3.3... /70./.8.33. ..25:3 /. 90.8.35030.3 /.388902/74  . -0-.7 .3.3 4 /74 5.7:8 / 0807  /.8.2.3 /.7.. 1:/.8 5.320207:.943.3 080.5 42543034254303 9079039: ..3/.5.3 /0-9 9079039: 907. 9073.9:5 .2.9:7 90.  !07. .7.3 5.90.3.:5:3 . 40 5425.- -.3.5.3.3  .: /90.25.39:3 5.  3.38    . 88902 /74 9. -09: 8.

: 907.2.9:.-007.: 20.8 503.  /.7.3 808:.05.98 4 .3 0- /099039.3 .  .   //897-:8.8.3820 502-4./.3 .7.9:5 503. .:...3 90.7  03../.3 507 8.39:35.47  03.8 5.5.3 /8090 5.- 907803/7   .-.3 .3 02-.39:35.35425.3907.9.9:  5425.3 907.3..3 2.3.47.50753/..3 0 . 74/.88902/74 0. 90.3 80-../0-9.309039:.3 83/07 07.9:5 43974 .3  . 503....25.8. 90.9.3 !02-..82:2 .3/.3 80. .8.3 /.3 . .2-./.3 .8 502425.30.3  -071:38 80-.3./. .:7...  /.3   .2.3 .3 5.3.3  5.9:5 503..3 /02.2.307.3 07. /74 .3.3 /3/. /.802.9:5 503. -.7 3 038 5425..2.8..3 /.8 502425. 0 70807.9:7 90..4:20 .3 40 5425. 200- .9:5 503.3 /33.3 .3 503090.3 0 .307.2-.3  /0-9 .3 /33.   .3 5:.3 -08.2. /03.3 20.3-0-.3   02..3 8./.3 90. 4942. /74  /.3/. 50753 /./. 80.3 .3 200- .7.3.2.3 5425.3 90780-:9  2.3 .7 $02.3/-.3.907. .3 /8.05.8.3.7:8 802..5.90.2 .9:5 503.

307  5.3  0. 58943 88 .3 .8.7. 0 70807.3 803.9.47 200. 7 /. 203.3820 . 88 80-0.9 .88902/74-0-.3 907/4743 403.05.3   /05. 58943 -0-.3 4 .3 58943   907/.3.5488.9:5 43974 .307.3 80/07.9 9039.805079 5..9:543974..9:5503.7..9:5 43974 .7.:7./.: 8.3 /02-.3 ..:7.37:5.5.2.-.7. 803.5././.7    2.-.3 5. ..  .-:.3  .3.3203/.5070807.9 .2./ .07.3  /.3 2. / 80-0. 58943 5.9 .3 83.3-0-.3 /.3 .803.5.. 7 58943 .3 8.2-.9:7. 907. 83/07    90790.3.3 -070807 0 . 0 7   .358943 -0-.3.7.7 $02.7 02-./3.7.2-.3 90790.2-.5.3907./.3 :7.3 58943 .3..3 0 70807.   0.9 90.   .9:5 43974...9/.5488.47 20.3 -0707.9:740.80/02.7    02.

2-.7   /.2-.3907. .9.::5/.2-039:82-: 82-:.7. /89../.2-. 805079 5.. . 8:/.8 .: 9.57.97:09 9/.3    .3:.33..2-.  $0. 0- /.3 8:9 203.-7 502-:.7 .3 42508  28..3.7 /:.7/.2-.2. 802. . /03.2-.7/.3 9039:3.7 -07-.9.2-. .3.7 802. 5.7./.3.98 /.288902 /74.3/.3    :39: 88902 /74 ..3/. 28.3 83/07 07.7    /./. 9:  2.9 5.. -:/407  805079 907.7.8:920307.2-.9 4254303/74  &39: 203. 5..

./..8./.- -.2-.3   .7.3  ../3472.8.8.3 .7 802. 203.73.3/:7.-80.7 $02.2.2-.9 /80/07..3./.3:93.2-.7    /../ .3/.   .287:988902/74 !02-.35.5.88902/745.2-.2-.7.287:988902 /74. ..7    / .39039.-.7 3 /80-:9 80-.-:/407           .

7..2-.7 .287:988902/74 -:/407     .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->