P. 1
Makalah Pendidikan Pancasila - Makelar Kasus

Makalah Pendidikan Pancasila - Makelar Kasus

|Views: 1,335|Likes:
Published by Achmad Rizky
Makalah Pendidikan Pancasila tentang Makelar Kasus
Makalah Pendidikan Pancasila tentang Makelar Kasus

More info:

Published by: Achmad Rizky on Nov 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

ABSTRAK

Hukum adalah peraturan atau tata tertib yang mempunyai sifat memaksa, mengikat, dan mengatur hubungan manusia dan manusia lainnya dalam masyarakat dengan tujuan menjamin keadilan dalam pergaulan hidup dalam bermasyarakat. Mafia peradilan adalah bentuk pelanggaran berat yang melanggar pasal 24 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kekuasaan Kehakiman. Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antaramu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

supaya kamu dapat memakan sebagian harta orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (Al-Baqarah: 188). Kata kunci : Hukum, mafia peradilan, Undang-undang

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Hukum adalah peraturan atau tata tertib yang mempunyai sifat memaksa, mengikat, dan mengatur hubungan manusia dan manusia lainnya dalam masyarakat dengan tujuan menjamin keadilan dalam pergaulan hidup dalam bermasyarakat.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas , maka diperoleh suatu rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan Hukum? 2. Pengertian Hukum dari berbagai tokoh? 3. Bagaimana Penggolongan Hukum? 4. Lembaga Peradilan apa saja yang ada di Indonesia? 5. Bagaimana Alat Kelengkapan Peradilan? 6. Bagaimana Sikap Taat terhadap Hukum?

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

7. Apa Contoh Perbuatan Melanggar Hukum? 8. Bagaimana Dampak dari Mafia Peradilan? C. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan dari rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui Tentang Hukum. 2. Mengetahui definisi Hukum dari berbagai tokoh. 3. Mengetahui Penggolongan Hukum.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

4. Mengetahui Lembaga Peradilan. 5. Mengetahui Alat Kelengkapan Peradilan. 6. Mengetahui Sikap Taat terhadap Hukum. 7. Mengetahui Contoh Perbuatan Melanggar Hukum. 8. Mengetahui Dampak dari Mafia Peradilan.

D. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Untuk mempermudah dalam memahami makalah ini, penyusun akan menyajikan sistematika pembahasan sebagai berikut :

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Bab I

: Berisi tentang Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Sistematika Pembahasan dan Metode Penulisan.

Bab II

: Berisi tentang Pengertian Hukum, Penggolongan Hukum, Sumber Hukum Formal dan Sumber Hukum Material, Tata Hukum di Indonesia, Lembaga Peradilan di Indonesia, Alat Kelengkapan Peradilan, Sikap Taat terhadap Hukum, Contoh Perbuatan Melanggar Hukum dan Dampak Mafia Peradilan

Bab III

: Berisi tentang Penutup yang terdiri atas Kesimpulan dan Saran.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Demikian

sistematika

pembahasan

yang

mencakup

semua

permasalahan di atas.

E. METODE PENULISAN Dalam makalah ini, penyusun menggunakan beberapa metode penulisan yaitu :

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

1. Metode Deduktif

: Suatu metode penulisan dengan menempatkan pokok atau inti masalah di awal dan dijelaskan oleh beberapa kalimat penjelas.

2. Metode Induktif

: Suatu metode penulisan dengan menempatkan pokok atau inti masalah di akhir paragraf di mana telah didahului kalimat penjelas.

3. Metode Komparatif

: Suatu metode yang membandingkan dari buku yang satu dengan buku yang lain untuk mencari keserasian.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

4. Metode Literatur 5. Metode Internet

: Suatu metode yang dilakukan dengan membaca buku-buku mengenai Pendidikan Pancasila. : Suatu metode dengan mencari data melalui internet karena lebih mudah dan banyak sumber yang dapat dijadikan referensi

Demikian metode penulisan yang mencakup isi dari permasalahan di atas.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN HUKUM
1. Pengertian Hukum

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Hukum adalah peraturan atau tata tertib yang mempunyai sifat memaksa, mengikat, dan mengatur hubungan manusia dan manusia lainnya dalam masyarakat dengan tujuan menjamin keadilan dalam pergaulan hidup dalam bermasyarakat. Hukum yang berlaku di Indonesia disebut hukum nasional. Tata hukum nasional adalah peraturan hukum yang berlaku bagi degenap bangsa dan seluruh tanah air Indonesia. Tata hukum nasional itu terdiri atas hukum tertulis dan hukum tudak tertulis. Pengertian hukum menurut beberapa ahli:

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

a. Mochtar Kusumaatmadja seorang pakar hukum menjelaskan bahwa

“Hukum adalah keseluruhan kaidah-kaidah serta asas-asas yang mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat, yang bertujuan memelihara ketertiban serta meliputi lembaga-lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya kaidah itu sendiri sebagai kenyataan dalam masyarakat”.
b. Hugo de Groot dalam “De Jure Belli ac facis” (1625)

Hukum adalah peraturan tentang perbuatan moral yang menjamin keadilan.
c. Van Vellenhoven dalam “Het Adat recht van NederlandIndie”

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Hukum adalah suatu gejala dalam pergaulan hidup yang bergolak terus-menerus dalam keadaan bentur dan membentur tanpa hentihentinya dengan gejala-gejala lainnya. d. Aristoteles Hukum adalah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, aturan yangdaya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu.
e. Samidjo, SH

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, berisikan suatu perintah, larangan atau ijin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu serta dengan maksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
f. S.M. Amin, SH

Hukum ialah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari normanorma dan sanksi-sanksi. Tujuannya adalah mengadakan ketatatertiban dalam pergaulan manusia, sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.
g. J.C.T. Simorangkir, SH dan Woerjono Sastropranoto, SH

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran terhadap peraturan tadi mengakibatkan diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu. Hukum yang mempunyai sifat mengatur dan memaksa ini bertujuan untuk: 1) Mengatur pergaulan hidup manusia secara dama (L.J. Van Apeldoorn);

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

2) Mencapai keadilan, yaitu adanya unsure daya guna dan kemanfaatan (Geny); 3) Menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingankepentingan itu tidak dapat diganggu gugat. Berdasarkan hal tersebut, hukum adalah norma yang bersumber dari pemerintah atau negara. Pelangaran terhadap norma hukum akan dikenai sanksi. Norma hukum bersifat tegas san memaksa atau mengikat. Misalnya, jika anda mengendarai sepeda motor tidak memakai helm akan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

dikenai sanksi berupa kurungan atau denda. Jika tidak memenuhi peraturan universitas akan dikenai sanksi yang berlaku di universitas. 1. Ciri dan Unsur Hukum Hukum memiliki cirri-ciri sebagai berikut. a. Adanya perintah/larangan. b. Perintah/larangan itu bersifat memaksa/mengikat semua orang. Hukum mengandung beberapa unsur berikut.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

a. Peraturan masyarakat. b. Peraturan

mengenai itu

tingkah

laku oleh

menusia

dalam

pergaulan yang

dibentuk

badan-badan

resmi

berwajib/berwenang. c. Peraturan itu bersifat memaksa. d. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah tegas dan nyata.

A. PENGGOLONGAN HUKUM
Penggolongan hukum menurut Dudu Duswara Machmudin dan C.S.T Kansil dapat dilihat pada tabel berikut.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Tabel 1.1 Penggolongan Hukum Jenis Penggolongan Berdasarkan Sumbernya Macamnya Hukum Undangundang Hukum Adat dan Hukum Kebiasaan Hukum Pengertiannya Hukum yang tercantum di dalam peraturna perundang-undangan Hukum yang diambil dari peraturan-peraturan adat dan kebiasaan KUHP Hukum adat Minangkabau Contohnya UU Pemilu

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Hukum batas Negara

Yurisprudensi Hukum Traktat

Hukum yang berbentuk dari putusan pengadilan Hukum yang ditetapkan oleh

Hukum Doktrin

Negara peserta perjanjian internasional Hukum yang berasal dari pendapat

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

para ahli hukum terkenal Berdasarkan Bentuknya Hukum tertulis Hukum yang dapat ditemui dalam bentuk tulisan dan dicantumkan dalam berbagai peraturan Negara. Hukum tertulis terbagi atas: a) Hukum tertulis yang dikodifikasi b) Hukum tertulis yang tidak dikodifikasi KUHP, KUHD, KUHAP

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

UU, Keppres, PP, dll Hukum kebiasaan dan Hukum adat

Hukum tidak tertulis Hukum yang masih hidup dalam keyakinan dan kenyataan di dalam masyarakat yang bersangkutan. Berdasarkan Lainnya Hukum Publik Hukum yang mengatur hubungan antara warga Negara dan Negara yang menyangkut kepentingan umum/public. Hukum tata Negara, hukum pidana, hukum acara pidana

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Hukum perdata Hukum dagang Hukum waris

Hukum Privat

Hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lain dan bersifat pribadi.

Berdasarkan Tempat Hukum Nasional berlakunya Hukum Internasional Hukum Asing

Hukum yang berlaku di dalam suatu Negara Hukum yang mengatur hubungan antara dua Negara atau lebih Hukum yang berlaku dalam Negara

Hukum Australia

Hukum Indonesia, dll Hukum

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Kewarganegaran, Hukum Perang, Hukum Perdata Internasional, dll

lain

Hukum Gereja

Kaidah yang ditetapkan gereja untuk para anggotanya

Berdasarkan Masa Berlakunya

Hukum positif (Ius Constitutum)

Hukum yang berlaku saat ini

Hukum Geraja Vatikan Roma Hukum pidana

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

berdasarkan KUHP sekarang Hukum pidana nasional yang hingga saat ini masih disusun Piagam PPB tentang DUHAM

Hukum yang Akan Datang (Ius Constituendum)

Hukum yang dicita-citakan, diharapkan, atau direncanakan akan berlaku pada masa yang akan datang

Hukum Universal, Hukum Asasi atau

Hukum yang berlaku tenpa mengenai batas ruang dan waktu.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Hukum Alam

Berlaku sepanjang masa, di mana pun, dan terhadap siapapun

Berdasarkan cara

Hukum Material Hak dan Kewajiban)

Hukum yang mengatur tentang isi hubungan antar sesama anggota masyarakat, antar anggota masyarakat dengan penguasa negara, antar masyarakat dengan pengusaha Negara

KUH Pidana, KUH Perdata, UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

mempertahankannya (Menimbulkan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara

Hukum Formal

Hukum yang mengatur bagaimana cara pengusaha mempertahankan dan menegakan serta melaksanakan kaidah-kaidah hukum material dan bagaimana cara menuntutnya apabila hak seseorang telah dilanggar oleh orang lain.

Berdasarkan Sifatnya

Kaidah Hukum yang Memaksa

Hukum yang dalam keadaan apapun harus ditaati dan bersifat mutlak daya ikatnya

Ketentuan pasal 340 KUH Pidana

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Ketentuan pasal 1152 KUH Perdata

Kaidah Hukum yang Mengatur atau Melengkapi

Kaidah hukum yang dapat dikesampingkan oleh para pihak dengan jalan membuat ketentuan khusus dalam jalan membuat ketentuan khusus dalam suatu perjanjian yang mereka adakan.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Khusus untuk hukum public dan hukum privat (yang digolongkan berdasarkan idenya), apabila kita kaji ternyata memiliki perbedaan. Adapun perbedaan tersebut adalah sebagai berikut. Tabel 1.2 Perbedaan Hukum Privat dan Hukum Publik Hukum Privat • Mengutamakan kepentingan individu; Hukum Publik

Mengutamakan pengaturan kepentingan umum

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Mengatur hal ihwal (mendasar) yang bersifat khusus;

Mengatur hal ihwal (mendasar/awal) yang brsifat umum


Dipertahankan oleh individu Asas perdamaian diutamakan dan diupayakan oleh hakim

• •

Dipertahankan oleh Negara melalui jaksa Tidak mengenal asas perdamaian

Gugatan dari pihak

Gugatan tidak dapat

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

dicabut kembali

penggugat dapat ditarik kembali setiap saat • Sanksinya berbentuk perdata: macam hukumannya berupa denda atau hukuman kurungan sebagai pengganti hukuman denda • Sanksinya umum: macam hukumannya adalah hukuman mati, penjara, kurungan, denda dan hukuman tambahan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

A. SUMBER HUKUM FORMAL DAN SUMBER HUKUM MATERIAL
Sumber hukum adalah segala hal yang menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan memaksa. Maksudnya, jika seseorang melanggar aturan tersebut, orang itu akan dikenakan sanksi yang tegas dan nyata. Sumber hukum dapat dikelompokkan atas sumber hukum formal dan sumber hukum material. Yang termasuk sumber hukum material adalah keyakinan dan perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi atau material hukum. Sumber isi atau materi hukum material antara lain dari nilai agama

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

dan kesusilaan, kehendak Tuhan (Thomas Aquino), akal budi (Grotius), serta jiwa bangsa (F.C. Von Savigny). Isi hukum ini masih samar-samar. Sehingga perlu diberi bentuk. Bentuknya adalah sumber hukum formal. Jadi sumber hukum formal adalah perwujudan isi atau material hukum material yang menentukan berlakunya hukum itu sendiri. Jenis-jenis sumber hukum formal adalah sebagai berikut. 1. Undang-undang Ada dua jenis UU yakni dalam arti material (setiap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang isisnya mengikat secara umum bagi

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

semua warga Negara) dan dalam arti formal (setiap peraturan yang karena bentuknya dapat disebut UU). 2. Kebiasaan (Hukum Tidak Tertulis) Yaitu perbuatan yang diulang-ulang terhadap hal yang sama dan kemudian diterima serta diakui oleh masyarakat. 3. Yurisprudensi Yaitu keputusan hakim terdahulu terhadap perkara yang tidak diatur oleh UU dan dijadikan pedoman oleh hakim lainnya dalam memutuskan perkara yang serupa. Dalam membuat yurisprudensi,biasa seorang hakim akan melakukan penafsiran.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

4. Traktat Yaitu perjanjian yang dibuat oleh dua Negara atau lebih mengenai persoalan-persoalan tertentu yang menjadi kepentingan Negara yang bersangkutan. 5. Doktrin Yaitu pendapat para ahli hukum terkemuka yang dijadikan dasar atau asasasas penting dalam hukum dan penerapannya.

A. TATA HUKUM INDONESIA

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Tata hukum berasal dari bahasa Belanda “rechtorde” yaitu susunan hukum, yang artinya memberikan tempat yang sebenarnya pada hukum. Yang dimaksud dengan “memberi tempat sebenarnya” yaitu menyusun dengan baik dan tertib aturan-aturan hukum dalam pergaulan hidup agar ketentuan yang berlaku denga mudah dapat diketahui dan digunakan untuk menyelesaikan setiap peristiwahukum yang terjadi. Pelaksanaan tata atau susunan itu berlangsung selama ada pergaulan hidup manusia terus berkembang. Oleh karena itu dalam tata hukum terdapat aturan hukum yang berlaku positif atau ius constitutum, di samping aturan hukum sejenis yang pernah berlaku dan tetap dinamakan hukum (recht).

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Dalam hukum positif di Indonesia, berlaku tata j=hukum sebagai berikut. 1. Hukum Tata Negara (HTN), adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang organisasi untuk mencapai tujuannya dalam kemasyarakatan.
2. Hukum Administrasi Negara (HAN), adalah ketentuan-ketentuan

yang mengatur tentang pengelolaan administrasi pemerintahan dalam arti luas, yang bertujuan untuk mengetahui cara tingkah laku Negara dan alat-alat perlengkapan Negara.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

3. Hukum Perdata, adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur dan membatasi tingkah laku manusia dalam memenuhi kepentingan (kebutuhan)nya perseorangan. 4. Hukum Pidana, adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur dan membatasi tingkah laku manusia alam maniadakan pelanggaran kepentingan umum. 5. Hukum Acara atau Hukum Formal, adalah peraturan hukum yang mengatur tentang cara bagaimana mempertahankan dan atau mengatur kepentingan-kepentingan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

menjalankan peraturan hukum material. Tata hukum ini terbagi atas: a) Hukum Acara Pidana, adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur cara bagaimana pemerintah menjaga kelangsungan pelaksanaan hukum pidana material.
b) Hukum Acara Perdata, adalah ketentuan-ketentuan mengatur

tentang cara bagaimana mempertahankan dan menjalankan peraturna hukum perdata material.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

A. LEMBAGA PERADILAN DI INDONESIA
Lembaga peradilan di Indonesia diserahkan kepada Mahkamah Agung sebagai pemegang kekuasaan kehakiman, yang memiliki tugas pokok seperti menerima, memeriksa, mengadili, dan menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya. Lembaga peradilan di Indonesia dapat dibedakan sebagai berikut. 1. Peradilan Umum (UU No. 2 Tahun 1986) 2. Peradilan Agama (UU No. 7 tahun 1989) 3. Peradilan Militer (UU No. 5 Tahun 1950)

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

4. Peradilan Tata Usaha Negara (UU No. 5 Tahun 1989) Bagan di bawah ini menunjukan Susunan Badan atau Lembaga Peradilan yang ada di Indonesia.

Mahkamah Agung

Pengadilan Tinggi
Umum/Sipil

Pengadilan Pengadilan Tinggi Tinggi Militer Agama HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Pengadilan Negeri Umum/Sipil

Pengadilan Agama

Pengadilan Militer

Pengadilan Tata Usaha Negara

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

1. Pengadilan Umum

Pengadilan Umum memeriksa dan memutuskan perkara tingkat pertam dari segal perkara perdata dan pidana sipil untuk semua golongan penduduk (warga Negara dan orang asing). Pengadilan Negeri berkedudukan di Daerah Tingkat II atau yang setingkat. Perkara-perkara yang ada diselesaikan oleh hakim dan dibantu oleh panitera. Pada tiap-tiap Pengadilan Negeri ditempatkan pula Kejaksaan Negeri sebagai alat pemerintah yang ditempatkan sebagai penuntut umum dalam suatu perkara pidana terhadap si pelanggar hukum. Tetapi dalam perkara perdata, Kejaksaan Negeri tidak ikut campur tangan.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

2. Pengadilan Agama Pengadilan Agama memeriksa dan memutuskan perkara-perkara yang timbul di antara umat islam, yang berkaitan dengan nikah, rujuk, talak (perceraian), nafkah, waris, dan lain-lain. Dalam hal yang dianggap perlu, keputusan Pengadilan Agama dinyatakan berlaku oleh Pengadilan Negeri. 3. Pengadilan Militer

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Pengadilan Militer khusus mengadili bidang pidana, khususnya bagi: a. Anggota TNI, b. Seseorang yang menurut undang-undang dapat dipersamakan dengan anggota TNI dan Polri, c. Anggota jawatan atau golongan yang dapat dipersamakan dengan TNI dan Polri manurut undang-undang, d. Tidak termasuk a sampai dengan c tetapi menurut kaputusan Menhankam yang ditetapkan dengan persetujuan Menteri Kehakiman harus diadili oleh Pengadilan Militer.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

1. Pengadilan Tata Usaha Negara Pengadilan Tata Usaha Negara di Indonesia masih relatif baru. Ini terbukti dari keberadaannya berdasarkan UU No. 5 Tahun 1986 dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1991. Pengadilan Tata Usaha Negara adalah badan yang berwenang memeriksa dan memutus semua sengketa tata usaha Negara sengketa yang timbul sebaga akibat dikeluarkannya keputusan tata usaha Negara. Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara merupakan ketetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan tata usaha Negara yang berisi

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

tindakan hukum badan tata usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum. Masalah-masalah yang menjadi jangkauan Pengadilan Tata Usaha Negara, antara lain sebagai berikut: a. Bidang Sosial, yaitu gugatan atau permohonan terhadap keputusan administrasi tentang penolakkan permohonan suatu izin. b. Bidang Ekonomi, yaitu gugatan atau permohonan yang berkaitan dengan perpajakan, merk, agrarian, dan sebagainya.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

c. Bidang Function Publique, yaitu gugatan atau permohonan yang

berhubungan dengan status atau kedudukan seseorang. Misalnya bidang kepagaiwaian, pemecatan, pemberhentian hubungan kerja dan sebagainya.
d. Bidang Hak Asasi Manusia, yaitu gugatan atau permohonan yang

berkaitan dengan pencabutan hak milik seseorang serta penangkapan dan penahanan yang tidak sesuai dengan prosedur hukum (seperti yang diatur dalam KUHP) mengenai praperadilan, dan sebagainya.

A. ALAT KELENGKAPAN PERADILAN

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Alat kelengkapan peradilan Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Hakim

Hakim adalah pejabat yang melakukan tugas kekuasaan kehakiman. Hakim bertugas menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila dengan jalan menafsirkan hukum dan mencari dasar-dasar serat asas-asas yang jadi landasannya, melalui perkara-perkara yang dihadapkannya, sehingga keputusannya mencerminkan perasaan keadilan bangsa dan rakyat Indonesia. Hal tersebut berarti kebebasan hakim dibatasi oleh Pancasila, undang-undang, kepentingan para pihak dan ketertiban. 2. Jaksa

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Jaksa atau kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang melaksanakan kekuasaan Negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan undang-undang. Pengertian ini menegaskan kedudukan kejaksaan sebagai satu-satunya lembaga penuntut yang berperan sangat penting dalam upaya penegakan hukum, khususnya bertindak selaku penuntut umum dan pelaksanaan putusan pengadilan memainkan peran yang sangat penting dalam proses peradilan. Mengingat peran yang sangat penting itu pula. Seorang jaksa dituntut untuk dapat bekerja secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 3. Polisi

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Polisi atau kepolisian adalah lembaga Negara yang berperan sebagai pemelihara Kamtibnas, penegak hukum, pelindung, serta pengayom dan pelayan masyarakat. Kepolisian Negara RI memiliki visi yaitu mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat. Selain itu, polisi juga mampu menjadi penegak hukum dan hak asasi manusia, pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

A. SIKAP TAAT TERHADAP HUKUM
Hukum bertujuan untuk menjaga dan memelihara ketertiban

masyarakat, serta untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat dan bernegara menjadi tenteram, nyaman, dan aman, masing-masing anggota masyarakat harus tunduk dan menaati hukum dan bersikap positif terhadap hukum. Menegakkan norma hukum akan membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat. Secara umum manfaat yang bisa kita rasakan adalah tidak terjadinya kesewenang-wenangan, terjadinya keseimbangan antara hak dan kewajiban, dan terciptanya masyarakat yang aman, tertib, dan tenteram.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Sikap taap berarti tunduk atau patuh terhadap sesuatu ketentuan atau orang lain. Sikap taat diwujudkan dalam kemauan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Dengan demikian, sikap taat terhadap hukum adalah tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan yang digariskan oleh hukum yang berlaku, dengan cara memenuhi kewajiban yang dibebankan dan tidak melanggra hal-hal yang dilarang dalam hukum. Contoh perwujudan sikap taat terhadap hukum sangatlah banyak. Dalam kegiatan sehari-hari banyak diperlihatkan fenomena yang menunjukkan ketaatan terhadap hukum. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

1. Mematuhi peraturan lalu lintas, misalnya berkendara di jalur yang benar, tidak menerobos lampu merah, dan memakai atribut keselamatan berkendara. 2. Mematuhi peraturan yang berkaitan dengan interaksi masyarakat, misalnya tidak mencuri, menganiaya, dan melakukan pemerasan kepada orang lain. 3. Mematuhi peraturan yang berkaitan dengan kewarganegaraan, misalnya membuat KTP bagi yang telah berusia 17 tahun, membayar pajak, dan membuat kartu keluarga.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Sikap taat terhadap hukum dapat dibiasakan dalam kehidupan seharihari apabila ditanamkan dalam diri bahwa seiap manusia memiliki hak yang sama. Tidak ada satupun manusia yang boleh melanggar hak orang lain. Selain itu, setiap manusia harus yakin bahwa hukum diciptakan demi terjadinya keteraturan dan kebaikan bagi manusia itu sendiri, bukan untuk menghukum setiap pelanggaran yang dilakukan manusia.

A. CONTOH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Contoh perbuata yang melanggar hukum itu begitu banyak. Akan tetapi, saya ingin menitik beratkan pada suatu pelanggaran hukum yang sedang marakmaraknya di negeri tercinta ini, yaitu tentang mafia peradilan atau markus. 1. Survey PERC yang mengejutkan Menarik sekali membaca hasil survey the Political and Economic Risk Consultancy (PERC) 2008 tentang Judicial. System yang menempatkan Indonesia pada urutan ke-12 diantara negara-negara di Asia (The Jakarta Post, 10/08). Urutan ke-12 sebagai negara dengan sistem peradilan terburuk tersebut

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

memang tidaklah menarik (dalam artian positif), malah justru menyedihkan. Yang menarik bagi penulis adalah tanggapan dan komentar masyarakat baik yang paham hukum maupun yang awam hukum terkait dengan publikasi hasil survey tersebut. Sejauh pengamatan penulis, hampir seluruh tanggapan dan komentar di berbagai media masa berkaitan dengan buruknya sitem hukum dan peradilan di negeri ini selalu tidak bisa dilepaskan dari istilah ‘mafia peradilan’. Tidak peduli siapa yang melakukan kesalahan dan kejahatan yang membuat buruknya sistem peradilan kita, baik itu polisi, jaksa, hakim, pengacara, notaris, anggota KY (Komisi Yudisial), maupun anggota masyarakat sekalipun, semuanya akan disebut mafia

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

peradilan. Ada nuansa ketidak adilan dalam penyebutan mafia peradilan dengan menggeneralisir semua pelaku yang terlibat di dalamnya. Ini mungkin saja hanya rasa keterusikan penulis dan hanya merupakan pendapat pribadi yang belum tentu merupakan representasi dari institusi tempat penulis bekerja saat ini. Dimana nuansa ketidak adilan itu? Mari kita lihat paparan berikut. Apa, Siapa dan Untuk Siapa. Istilah Mafia Peradilan di Indonesia seringkali merupakan terjemahan dari istilah bahasa Inggris, Judicial Cooruption atau juga Court Mafia. Menurut sejarawan Paolo Pezzino (wikipedia.org), The Mafia is a kind of organized crime being active not only

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

in several illegal fields, but also tending to exercise sovereignty functions – normally belonging to public authorities – over a specific territory... (Mafia adalah sejenis kejahatan terorganisir yang tidak hanya aktif dalam bidang yang illegal tetapi juga cenderung menguji fungsi fungsi kedaulatan yang biasanya dimiliki otoritas publik). KP2KKN (2006) mendefiniskan mafia peradilan sebagai pebuatan yang bersifat sistematis, konspiratif, kolektif, dan terstruktur yang dilakukan oleh actor tertentu (aparat penegak hukum dan masyarakat pencari keadilan) untuk memenangkan kepentingannya melalui penyalahgunaan wewenang, kesalahan administrasi dan perbuatan melawan hokum yang mempengaruhi proses penegakan hukum

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

sehingga menyebabkan rusaknya system hukum dan tidak terpenuhinya rasa keadilan. Ada persepsi umum terutama di kalangan masyarakat awam ketika disebut kata peradilan, sering kali tercampur aduk antara peradilan dengan pengadilan. Sebagian masyarakat belum bias membedakan apa itu peradilan bedanya dengan pengadilan. Sehingga ketika dicuatkan kata mafia peradilan, maka asosiasinya adalah mafia yang terjadi di pengadilan yang hanya dilakukan oleh para pegawai di pengadilan, dari jurusita, panitera dan hakim. Hal ini merupakan tendensi yang tidak baik bagi proses terciptanya peradilan Indonesia yang beribawa dan bermartabat. Karena ada semacam (un)intended

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

character assassination bagi dunia peradilan terutama bagi mereka yang bekerja di pengadilan dalam lingkungan Mahkamah Agung RI. Padahal ketika berbicara tentang mafia peradilan sesungguhnya kita sedang membicarakan penegakan hukum. Dan ketika membicarakan penegakan hukum maka tidak boleh tidak kita juga harus melihat siapa saja penegak hukum itu. Disana ada jaksa, polisi, hakim dan pengacara. Mereka semua adalah penegak hukum. Ketika ada oknum polisi menyalahgunakan hukum, ketika ada oknum jaksa ditangkap KPK, ketika ada oknum anggota KY digelandang KPK, ketika ada oknum pegawai MA dicokok KPK, ketika ada pengacara hitam berkolusi dengan penegak hukum lainnya, semuanya digolongkan sebagai mafia

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

peradilan. Disanalah letak nuansa ketidak adilan tersebut. Ada kontradiksi antara persepsi masyarakat tentang pengadilan dan peradilan vis-à-vis penggunaan istilah mafia peradilan bagi semua pelaku penyalahgunaan hukum dan wewenang di kalangan para penegak hukum. Untuk menjaga netralitas demi terjaganya wibawa masing-masing lembaga penegak hukum dan untuk lebih mudah mencari solusi memberantas mafia peradilan, penulis lebih favourable menggunakan istilah ‘ mafia penegakan hukum.’ Atau kalau tidak, mengapa kita tidak sebut saja secara spesifik mislanya mafia kepolisian, mafia kejaksaan, mafia pengadilan, mafia keadvokatan, mafia KY dan lain sebagainya.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Mafia Penegakan Hukum. Harus diakui mafia penegakan hukum memang masih saja terjadi di lembaga penegakan hukum kita. Semuanya melibatkan berbagai pihak, dari polisi, jaksa, pengacara dan hakim serta masyarakat sendiri. Layaknya seperti lingkaran setan (vicious circle) yang sukar ditemukan ujung pangkalnya. Untuk mengatasi praktek mafia seperti ini, Transparency International Indonesia (2008) menawarkan solusi alternative: Pertama, pemerintah membuat blue print (cetak biru) program reformasi peradilan. Kedua, pengawasan para hakim, jaksa dan pengacara. Ketiga, lembaga peradilan bersinergi dengan KPK, dan Keempat, tindakan tegas Dewan Kehormatan dari lembaga-lembaga advokat/pengacara. Ada beberapa

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

(untuk tidak menyebut banyak) penegak hukum yang masih nakal, tetapi kita juga harus secara objektif mengakui bahwa masih banyak para penegak hukum yang masih mempunyai moral dan integritas tinggi. Di Mahkamah Agung sendiri misalnya, bekerja sama dengan lembagalembaga seperti GGIJ dan IALDF, reformasi peradilan itu sedang berjalan dengan gencar-gencarnya. Badan Pembinaan dan Pengawasan menjadi pilar utama yang sejauh ini terbukti menjadi momok bagi aparat pengadilan. Keterbukaan informasi dikedepankan (lihat misalnya www.putusan.net dan www.pembaruanperadilan.net). Dan excellent service menjadi menu utamanya. Jalan menuju dunia peradilan modern yang berwibawa dan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

bermartabat memang masih terbentang panjang. Tetapi dengan dukungan konstruktif semua lapisan masyarakat, kita berharap itu tidak lagi menjadi penantian yang tak berkesudahan, sehingga legal justice, moral justice dan social justice selalu bias terus diwujudkan di bumi tercinta ini.

2. Susno Ungkap Ada Mafia Peradilan di Mabes Polri

Kapolri Minta Program Periksa

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Susno Duadji kembali membuat sensasi. Setelah meluncurkan buku Bukan Testimoni Susno, jenderal berbintang tiga nonjob itu kini ingin membongkar makelar kasus (markus). Tak tanggung-tanggung, Susno menyebut adanya markus di Bareskrim, lembaga yang pernah dipimpinnya. ''Soal markus itu, saya akan menemui Satgas Pemberantasan Mafia Kasus besok (hari ini, Red) di kantor satgas,'' kata Susno di Jakarta kemarin (17/3).

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Perwira tinggi kelahiran Pagar Alam, Sumatera Selatan, tersebut menyatakan siap menjelaskan secara detail. Susno juga siap jika dimintai keterangan oleh institusinya (Polri). ''Siap, tentu siap. Akan saya sampaikan kepada penyidik,'' tegas alumnus Akpol 1977 tersebut. Di kompleks Istana Presiden, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memerintah kepala divisi profesi dan pengamanan untuk segera memanggil Susno terkait dugaan adanya markus di internal Bareskrim. Kabareskrim Ito Sumardi juga diminta mengadakan gelar perkara. ''Sudah saya perintahkan tadi pagi kepada propam untuk segera undang Susno.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Di satu sisi, saya perintah Kabareskrim untuk gelar perkara lengkap. Temukan ada atau tidak penyimpangan dalam penyidikan kasus itu yang kebetulan (saat itu, Red) Kabareskrim-nya Pak Susno sendiri dan ini disampaikan dia sendiri,'' ujar alumnus Akpol 1974 tersebut. Bambang berharap pemanggilan Susno bisa memperjelas masalah dugaan adanya mafia pajak yang berkongkalikong dengan anggota Polri sebagaimana yang dituduhkan Susno. ''Sekarang kami akan meluruskan. Jika sudah ada hasilnya, kami sampaikan terbuka,'' tegasnya. Apakah orang-orang yang dituding Susno akan dipanggil juga? Menurut

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Kapolri, hal itu bergantung pemeriksaan terhadap Susno. ''Ada fakta-fakta apa yang dimiliki (Susno) selama (menjabat) Kabareskrim dulu, sehingga bisa memberi penjelasan. Lalu, kami gelar perkara internal,'' jelasnya. Di Mabes Polri, Kabareskrim Komjen Ito Sumardi menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas dugaan adanya markus tersebut. ''Kalau memang ada, tentu kami akan melakukan tindakan hukum secara nyata. Siapa pun, baik pihak luar maupun pihak dalam,'' tegasnya. Menurut dia, siapa pun yang melaporkan adanya markus di internal Polri akan ditindaklanjuti. Pengusutan dugaan pelanggaran pidana kasus tersebut berada

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

di bawah Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani. ''Kami tindak lanjuti, apakah benar atau tidak. Makanya, sekarang dari internal, dari divisi propam, dipimpin Pak Wakapolri dan Irwasum (Komjen Pol Nanan Soekarna),'' ungkap jenderal berbintang tiga tersebut. Ito menegaskan, Polri sangat berkomitmen memberantas markus di tubuh kepolisian. ''Polri juga tidak mau kalau dibilang ada markus, kami diam saja. Kami tidak mau,'' ujarnya. Dalam pernyataannya kepada media sebelumnya, Komjen Susno Duadji menyebut ada tiga orang penting yang melakukan praktik makelar kasus dalam

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

penanganan kasus money laundering dan dugaan pidana korupsi. Menurut dia, kasus itu terjadi saat Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengusut dugaan kasus money laundering yang dilakukan seorang inspektur jenderal pajak bernama Gayus Tambunan ( GT). ''Di rekening dia, berdasar hasil penelusuran sebuah instansi, masuk aliran dana mencurigakan senilai lebih dari Rp 25 miliar,'' ungkap Susno. Aliran dana mencurigakan berbentuk dolar dan rupiah yang masuk ke rekening GT itu lantas diselidiki Bareskrim. Dari hasil penelusuran Bareskrim, GT diduga melakukan kejahatan pencucian

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

uang (money laundering) senilai Rp 400 juta. Dari pengembangan penyidikan kasus, ditemukan adanya kasus kejahatan korupsi dana wajib pajak senilai Rp 25 miliar. Susno pun memerintah direktur II ekonomi khusus kala itu, Brigjen Edmon Ilyas, untuk memprioritaskan pengusutan kasus tersebut hingga tuntas. Uang Rp 25 miliar yang diduga sebagai hasil kejahatan itu pun dibekukan Susno. Setelah tak lagi menjabat Kabareskrim, Susno mengecek perkembangan kasus tersebut. Ternyata, kasus Rp 25 miliar itu tidak dilanjutkan. ''Uang tersebut ternyata dicairkan,'' katanya.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Uang itu diakui sebagai milik pengusaha berinisial AK. ''Dia dibekingi orang kuat,'' tegasnya. Menurut logika Susno, jika Kabareskrim bisa dilangkahi, tentu orang yang menjadi beking berlevel di atas Kabareskrim. Uang Rp 25 miliar tersebut, kata Susno, akhirnya dinyatakan sebagai milik pengusaha yang dititipkannya di rekening GT untuk dana pembelian sebidang tanah. ''Uang (Rp 25 miliar) itu ternyata dibagi-bagi oleh mereka. Karena itu, uang tersebut dibuat sebagai milik pengusaha. Saya nggak bisa bilang mereka masing-masing dapat berapa dan siapa-siapa saja yang menerima. Nanti saya

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

dibilang nuduh lagi,'' ujar Susno. Dalam penjelasan resmi Polri, penyidikan kasus GT tersebut sekarang sudah disidangkan di PN Tangerang dalam kasus pencucian uang. GT disidik Polri berdasar hasil penyelidikan atas adanya transaksi keuangan yang tidak wajar Rp 5,4 miliar. Penyidikan dimulai pada 27 Juli 2009. Dalam penyidikan, telah dilakukan penelitian terhadap aliran dana yang terkait dengan rekening tersangka dan diperoleh petunjuk adanya tindak pidana pencucian uang, mengalihkan ke rekening deposito yang melibatkan tersangka GT.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Lalu, 5 Oktober 2009, berkas perkara dikirim ke kejaksaan. Pada 21 Oktober 2009, berkas perkara dikembalikan kejaksaan (P-19) untuk diperbaiki dengan petunjuk bahwa jumah barang bukti uang yang bisa disita sebesar Rp 370 juta dan jumlah tersebut wajib disita/diblokir penyidik. Pada 23 Oktober 2009, berkas perkara dikirim kembali oleh penyidik ke kejaksaan setelah diperbaiki sesuai petunjuk jaksa. Pada 23 Oktober 2009, berkas perkara dinyatakan sudah lengkap (P-21) oleh jaksa. Pada 3 November 2009, berkas perkara berikut tersangka GHPT dikirim ke kejaksaan dan disidangkan. (sof/rdl/zul/jpnn/c5/iro)

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Sumber: Jawa Pos, 18 Maret 2010

3. Court Mafia, Mafia Peradilan Aktor dalam Peradilan Mafia : - Hakim Korup - Pengacara Hitam - Jaksa Korup - Polisi Korup

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

- Makelar Kasus ( Markus ) Target = Pengusaha +++++++++++++++++++++++++++ BERKELIARAN, Pengusaha Jadi Sasaran Mafia peradilan ditengarai masih marak di berbagai instansi penegak hukum. Pengusaha sering menjadi sasaran tembak, bahkan diperas oleh makelar kasus ketika mereka berhadapan dengan perkara hukum. Kondisi ini tak hanya mengakibatkan biaya ekonomi tinggi, tetapi juga mengakibatkan iklim investasi di Indonesia tidak menarik. Banyak pengusaha

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

yang menjadi korban makelar kasus (markus) tak betah berinvestasi di Indonesia dan mimilih kabur ke luar negeri. Di sisi lain, sejumlah pengusaha kotor memanfaatkan peradilan yang bisa ”dibeli” itu untuk menjarah dana bank dan kemudian menikmati hasilnya di luar negeri. Demikian rangkuman Investor Daily dari wawancara dengan Ketua Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa, Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Indonesia Djimanto, dan Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy di Jakarta, Jumat (6/10).

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Menurut Erwin Aksa, mafia peradilan mengakibatkan beban keuangan perusahaan meningkat. ”Mafia peradilan merugikan perusahaan yang terkena kasus hukum, apalagi jika prosesnya berjalan sangat lamban,” katanya. Bahkan, kata dia, tak jarang perusahaan menjadi bangkrut akibat tingginya biaya perkara hukum. ”Banyak kasus hukum yang seharusnya bisa diselesaikan dengan hukum perdata, digiring menjadi pidana karena peran mafia peradilan,” katanya. Pengusaha yang umumnya berpikir praktis akhirnya terjebak dengan jual-beli perkara dengan harapan kasusnya cepat diselesaikan. ”Ini sangat mengkhawatirkan,” tambahnya.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Erwin mengatakan, para pengusaha sebenarnya taat terhadap ketentuan hukum yang berlaku di Tanah Air. Namun, kata dia, ada beberapa aturan yang intepretatif sehingga menjebak pebisnis. Contohnya, aturan bisnis kehutanan dan perkebunan. ”Aturan semacam ini harus dipertegas agar tidak dimanfaatkan makelar kasus untuk memeras pengusaha,” katanya. Hal senada diungkapkan Djimanto. Menurut dia, mafia peradilan

mengakibatkan ketidakpastian hukum dalam berbisnis di Indonesia. ”Kami memperkirakan tambahan biaya yang harus dikeluarkan pebisnis untuk urusan perkara di pengadilan bisa sampai 30% dari total biaya produksi,” ujaranya.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Dampaknya, kata dia, produk Indonesia menjadi tidak kompetitif. Selain harus menanggung beban suku bunga tinggi, pengusaha Indonesia juga terbebani biaya ekonomi lebih banyak yang timbul akibat ketidakpastian hukum. Ernovian mengatakan, pengusaha membutuhkan kepastian hukum dalam berusaha. ” Tanpa ada kepastian, mereka akan takut berinvestasi,” katanya. Sayangnya, kata dia, banyak aturan di Indonesia yang sifatnya abu-abu sehingga sering menjebak pengusaha. Banyaknya aturan yang ’menjebak’ atau masuk wilayah abu-abu juga diungkapkan Senior Corporate Lawyer Triweka & Partners Wawan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Zulmawan. Contohnya, pasal 2 dan 3 UU Korupsi yang menyebutkan, pihakpihak yang diduga dapat berpotensi merugikan keuangan negara. ”Pasal ini menakutkan, khususnya bagi pengusaha karena bisa membuat pihak tertentu berbuat semena-mena. Kata-kata diduga dan berpotensi itu multitafsir dan sangat subyektif,” ujarnya. Mafia Peradilan Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengatakan, fenomena mafia peradilan sudah sangat luar biasa. Misalnya, seseorang yang terkena masalah hukum akan langsung diendus oleh

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

markus yang sangat tahu ke mana jalur untuk memengaruhi para penegak hukum itu. “Dan, di situ sudah ada orang yang menjadi penunjuk jalan,” katanya. Hal senada diungkapkan Agustinus Hutajalu. Ia menilai, cengkeraman mafia peradilan sudah sangat kuat.”Semua orang pasti sudah tahu adanya mafia peradilan itu. Tapi, ini susah sekali dibuktikan secara kasat mata. Hanya terasa saja,” katanya. Penelitian ICW tahun 2002 menyebutkan, mafia peradilan di Mahkamah Agung melibatkan para pegawai, panitera, dan para hakim. Praktik mafia

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

dilakukan dengan cara pemerasan, penyuapan, pengaturan majeli hakim, calo perkara, pengaburan perkara, pemalsuan vonis, pemberian ’surat sakti’, atau vonis yang tidak bisa dieksekusi. Modus operandi mafia peradilan ibarat transaksi jual beli. Penjual adalah pihak yang mempunyai kewenangan, sedangkan pembeli adalah kelompok yang membutuhkan kemenangan dalam suatu proses hukum. Penjual, misalnya, adalah hakim yang memutuskan perkara, dan pembeli adalah terdakwa yang membutuhkan putusan bebas.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Dalam praktik jual-beli tersebut, posisi panitera, pegawai pengadilan, dan advokat hanyalah makelar perkara. Sebagai calo, mereka hanya berfungsi sebagai penghubung negosiasi antara penjual dan pembeli. Sebuah sumber mengungkapkan, sejumlah oknum polisi, jaksa, dan hakim menjadi pedagang dari perkara yang diurusnya, sedangkan markus sebagai perantaranya. Di tangan oknum tersebut, pasal-pasal dalam UU mempunyai nilai jual yang tinggi. Sementara itu, hakim dalam membuat putusan ibarat koki dan putusan adalah hidangannya. Dalam membuat hidangan, hakim melihat dulu pesanannya,

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

baru kemudian meramu argumen-argumen hukumnya. Tak penting, apakah argumen hukumnya masuk akal atau tidak, yang penting pemesannya bahagia ketika mengunyah hidangannya. Sumber itu mengungkapkan, markus makin marak karena praktik jual-beli perkara telah melembaga. ”Ibarat lalat, si markus hanya bekurubung dan berkembang biak di tempat yang kotor. Jadi, untuk memusnahkan markus, tempat-tempat kotor itu harus dibersihkan,” katanya. Berantas Mafia

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Untuk memberantas mafia peradilan, Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa memerintahkan para hakim tidak bertemu pihak yang berperkara. ”Hakim dilarang bertemu dengan para pihak yang berperkara dan calo perkara. Jika melanggar ada sanksinya berupa pemecatan,” katanya, kemarin. Harifin mengimbau kepada para hakim agar menjaga prilaku dan tetap bersikap objektif dalam menangani suatu perkara dan tetap menjaga independensi. “Semua aparat hukum wajib memberantas mafia peradilan,” tegasnya.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Menurut Adnan Topan Husodo, penegakan hukum harus dimulai dari lembaga hukum itu sendiri. “Munculnya, markus karena banyak pihak yang membutuhkannya, baik yang berperkara maupun yang menangani perkara,” katanya. Sementara itu, praktisi hukum Maqdir Ismail menjelaskan, mafia peradilan melibatkan banyak pihak, bukan hanya di pengadilan yang melibatkan pengacara, tapi juga penegak hukum lainnya, seperti polisi, jaksa, dan hakim. “Mafia peradilan sulit diberantas karena mental masyarakat yang sedang berperkara di pengadilan biasanya ingin selalu menang, bukan mencari

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

keadilan dan kebenaran. Kondisi semacam inilah yang membuka peluang adanya transaksi, sehingga dalam dunia pengacara dikenal istilah pengacara hitam,” kata dia. Pengamat hukum Indra Safitri mengatakan, berkeliarannya mafia peradilan telah merusak sistem hukum di Indonesia. Sebab, mafia tersebut dapat memperlambat penyelesaian hukum serta mengakibatkan ketidakpastian dalam berbisnis dan berusaha.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

”Beban keuangan perusahaan membengkak jika harus menunggu penyelesaian perkara tersebut sehingga tak jarang pengusaha memilih jalan pintas dengan memanfaatkan markus,” kata dia. Sementara itu, Sekretaris FPG DPR Ade Komaruddin mengatakan, program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono yang meletakkan pemberantasan mafia hukum sebagai prioritas harus diimplementasikan dengan baik. “Mafia peradilan ini tak segera diberantas akan mencoreng citra penegak hukum dan lembaga peradilan,” kata dia.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Ketua FPD DPR Anas Urbaningrum berharap semua lembaga penegak hukum memiliki komitmen untuk membersihkan mafia peradilan. “Kasus dugaan kriminalisasi KPK harus menjadi pembelajaran bersama bagi para penegak hukum dan keadilan untuk membuat pencitraan yang lebih baik, sehingga kepercayaan publik bisa dipulihkan,” katanya. (hut/es/rw) Sumber : Indonesian Companies News, 11 juli 2009 4. Memberantas Mafia Peradilan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Indonesia adalah negara hukum. Begitu amanat yang tertuang dalam Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945. Amanat ini ditegaskan lagi dalam Pasal 27 Ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tiada kecualinya. Artinya bahwa setiap aspek-aspek kehidupan harus senantiasa berpegang pada kaidah-kaidah hukum yang berlaku. Hukum harus dijadikan sebagai panglima, berada di atas politik dan kekuasaan. Oleh karena itu, sebagai sebuah negara yang menganut prinsip negara hukum (rule of law), hukum seharusnya dijalankan dengan merdeka, tanpa intervensi dari siapa pun, termasuk penguasa dan pengusaha. Tentu,

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

dunia peradilan yang merdeka adalah prinsip yang sangat fundamental untuk memastikan adanya pengadilan yang netral dan tidak memihak. Independensi dunia peradilan dapat dimaknai dengan adanya kebebasan para penegak hukum untuk mengadili secara adil dan tidak memihak berdasarkan fakta dan hukum yang ada. Penegak hukum harus dilindungi dari tekanan kekuasaan politik, ekonomi, media massa dan bentuk tekanan lain yang dimaksudkan untuk memengaruhi putusan pengadilan nantinya. Namun sepertinya, independensi dunia peradilan di Indonesia baru ada pada tataran teori. Dalam praktek, dunia peradilan masih cenderung disetir bahkan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

dipolitisasi untuk melanggengkan kekuasaan. Beberapa bulan terakhir, dunia hukum dan peradilan kita mendapat sorotan tajam. Hal ini tak terlepas dari kisruh antara Kepolisian dan KPK yang sudah berlangsung lama. Sebagai bagian dari institusi penegakan hukum, kepolisian, dan KPK ternyata masih terbawa dengan ego masing-masing korps dan tidak menempatkan hukum dan keadilan di atas kepentingan masing-masing. Adanya saling klaim menjadi yang paling benar antara KPK dan Polri menunjukkan bahwa proses hukum telah digerakkan oleh aneka instrumen seperti asumsi, konotasi, dan persuasi. Bukankah objektivitas persoalan dan profesionalitas para penegak hukum seharusnya dijadikan acuan dalam

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

menentukan siapa yang benar dan salah. Semua ini hanya didapatkan dari proses hukum yang dilakukan di pengadilan? Dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polri terhadap dua pimpinan (nonaktif) KPK, ternyata jelas tidak ditemukan adanya bukti permulaan yang meyakinkan dan mereka tidak layak dijadikan tersangka. Tetapi mengapa polisi terkesan “memaksakan” kasus ini dan mencari-cari alasan lain demi menjadikan Bibit-Chandra menjadi terdakwa? Kegagalan polisi menemukan bukti-bukti juga diperkuat dengan kesimpulan sementara Tim 8 yang dipimpin Adnan Buyung Nasution. Dari hasil

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

penelusuruan dan klarifikasi yang dilakukan Tim 8, ternyata tidak ditemukan bukti-bukti dan alasan yang kuat dan meyakinkan untuk membawa kasus Bibit-Chandra ke pengadilan. Bertitik tolak dari kedua hal ini, apa tidak lebih bagus jika kasus ini dihentikan saja oleh polisi? Sebab dalam dunia hukum ada adagium yang mengatakan bahwa lebih baik melepaskan seribu yang bersalah daripada menghukum seorang yang benar. Jika penanganan kasus ini tetap saja dilanjutkan polisi, penulis menilai bahwa ada “tangan-tangan jahil” yang berusaha menyetir jalannya proses hukum. Kepercayaan publik terhadap dunia penegakan hukum pada umumnya dan polisi khususnya akan semakin berkurang dan suatu saat akan berada pada titik nadir.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Diputarnya rekaman pembicaraan antara Anggodo Widjoyo dan beberapa penegak hukum kembali semakin menelanjangi bahwa sesungguhnya telah terjadi kongkalikong dalam dunia penegakan hukum kita selama ini. Semua tersentak, termasuk Presiden SBY. Rekaman yang sangat memalukan khususnya bagi para penegak hukum. Ini menjadi klimaks bahwa pembusukan hukum ternyata belum berakhir. Tak mengherankan jika dari hari ke hari, rakyat semakin muak dengan proses penegakan hukum yang semakin kabur dan tak jelas arahnya. Sebagai respons terhadap sikap publik, Presiden SBY kemudian mengalihkan arah program 100 hari. Program yang sebelumnya ditekankan pada

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

peningkatan kesejahteraan masyarakat, kini lebih terfokus pada upaya memberantas mafia peradilan. Program ini terasa menjadi amat penting dan berada pada momentum yang sangat tepat di tengah ambruknya kepercayaan masyarakat kepada proses penegakan hukum. Yang menjadi pertanyaan kembali, mengapa baru sekarang program ini menjadi prioritas? Bukankah selama ini mafia peradilan telah menjadi rahasia umum dan begitu akut menggerogoti dunia penegakan hukum kita? Lalau apa yang dilakukan pemerintahan SBY berhubungan dengan pembersihan dunia peradilan selama lima tahun lebih memerintah? Kecurigaan penulis, janganjangan memasukkan pemberantasan mafia peradilan dalam program 100 hari

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

hanya sekadar merebut simpati publik. Sebab berkaca pada tindakan yang diambil selama terjadi kisruh “cicak dan buaya”, Presiden terkesan pasif dengan bertamengkan alasan bukan menjadi kewenangan atau tidak mau mencampuri proses hukum. Di satu sisi, alasan itu dapat diterima juga. Tetapi di sisi lain, ternyata Presiden kemudian melanggar alasannya itu. Sebut saja ketika belia mengeluarkan Perppu Nomor 4 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-Undang KPK, di mana SBY dinilai telah melakukan intervensi terhadap KPK sebagai lembaga independen. Bukan hanya itu, pencatutan nama SBY dalam rekaman Anggodo Widjoyo juga terkesan dimaafkan SBY. Padahal ketika Zaenal Maarif

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

mengatakan SBY pernah menikah semasa di Akabri, beliau langsung meresponsnya. Bukankah kedua kasus itu mempunyai aspek “malu” yang hampir sama? Pemberantasan mafia peradilan tak terlepas dari reformasi birokrasi. Presiden harus mampu memastikan bahwa beliau dan orang-orang yang berada di sekitarnya bersih. Jika tidak, akan susah melakukan pembersihan dengan sapusapu yang kotor. Ketegasan Presiden dalam menindak dan memutus mafioso di dunia peradilan juga sangat dibutuhkan, sekalipun itu menyangkut keluarga dan “kerabat” politiknya.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Harapan kita, apa pun ceritanya, sebagai warga negara yang baik, program pemberantasan mafia peradilan harus kita dukung bersama. Yang kita harapkan, para pemimpin kita tetap berkomitmen dengan janji-janjinya. Sebab jika pengadilan tidak lagi adil, lalu kepada siapa lagi kita menuntut keadilan?

A.

DAMPAK MAFIA PERADILAN
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antaramu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan)

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian harta orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (Al-Baqarah: 188). Peringatan Allah ini seharusnya selalu dipikirkan oleh siapa pun yang bersengketa di pengadilan. Sebab, mereka yang memakai suap, tekanan penguasa atau massa, kemampuan bersilat lidah, atau memperalat dalil dan aturan hukum guna memperdaya hakim dan lawan sengketa, akan diazab di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda: 'Siapa pun yang merampas tanah orang lain secara zalim, walaupun hanya sejengkal, maka Allah akan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

mengalunginya kelak di hari kiamat dengan tujuh lapis bumi.' (Hadis shahih riwayat Bukhari dan Muslim). Jika perampasan sejengkal tanah saja disiksa sedemikian pedih, lantas bagaimana dengan yang merampas hak milik ratusan atau ribuan orang, bahkan nyawa mereka, lewat keputusan/penetapan pengadilan? Sayangnya, banyak manusia tidak menjadikan keimanan sebagai pemimpin dan kaidah berpikir. Mereka lebih memilih membeli kenikmatan sesaat dengan menjual kebahagiaan abadi. Selain itu, sistem sekuler-kapitalis yang menuhankan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

materi, kekuasaan dan kemenangan fisik mendorong banyak orang berkuasa dan berharta untuk melakukan segala cara. Apalagi, hukum yang ada tidak memberi peluang pengoreksian kesalahan proses peradilan yang disengaja aparat berwenang, kecuali sebatas pemberian sanksi administratif. Maka, kala ulama, tokoh masyarakat dan militer, pers, dan rakyat cenderung mendiamkan atau takut terhadap mafia peradilan, kian beranilah mereka mempraktikkan kezaliman. Kian lama kian luas kerusakan, hingga sesuatu yang tidak masuk akal pun terjadi, seperti menyita aset-aset orang yang dituduh mencemarkan nama baik, memaksa

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

memvonis orang tanpa bukti yang sah dan meyakinkan, mengadili orang miskin karena dituduh mencuri sandal bolong, dan lain-lain. Dikhawatirkan, hal ini menyeret makin banyak orang untuk berlaku serupa hingga akhirnya timbul opini umum bahwa praktik mafia peradilan adalah hal biasa, dan harus dikerjakan agar menang di pengadilan. Ini mirip wabah korupsi. Ketika kemungkaran telah tersebar, apalagi dianggap biasa, maka tibalah janji-Nya menghancurkan negeri sehancur-hancurnya (lihat QS Al-Israa, 17:16). Jelaslah, praktik mafia peradilan tak cuma berakibat buruk bagi pelaku dan korbannya, tapi semua orang, baik di dunia maupun akhirat.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Pasal yang disangkakan dalam mafia peradilan tentang Kekuasaan Keahikaman yang sudah di Amandemen, yaitu sebagai berikut Pasal 24 1. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan pendidikan guna menegakkan hukum dan keadialan 2. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

umum, lingkungan peradilan agama , lignkungan peradilan militer, lingkungan peradi lan tata usaha Negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. 3. Badan- badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang. Pasal 24 A 1. Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundangan- unndangan di bawah undang- undang, dan mempunyai wewenang lainnyayang diberikan oleh undang- undang.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

2. Hakim Agung harus memiliki integritas dan kepribbadian yang tidak

tercela , adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum. 3. Calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial Kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden. 4. Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih daridan oleh hakim agung. 5. Susunan, kedudukan,keanggotaan, dan hukum acara Mahkamah Agung serta badan peradilan di bawahnya diatur dengan undang- undang.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN
Hukum di Indonesia saat ini masih sangat labil di karenakan banyak pihak mempermainkan hukum dengan mudahnya sehingga ketidakadilan pun muncul. Di tambah lagi pemerintahan yang tidak transparan dalam berbagai

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

hal, misalnya pada tindak pidana Korupsi yang mana terdakwa dapat membeli fasilitas hotel di dalam prodeo. Ini sangatlah kontras dibandingkan dengan para narapidana kecil. Mereka malah tidur beralaskan tikar saja. Di perparah lagi adanya kongkalikong dengan para pejabat tinggi lapas yang memperjual belikan fasilitas untuk para narapidana. Ini tidak sesuai dengan pengertian Hukum yang sebenarnya, yaitu Hukum adalah peraturan atau tata tertib yang mempunyai sifat memaksa, mengikat, dan mengatur hubungan manusia dan manusia lainnya dalam masyarakat dengan tujuan menjamin keadilan dalam pergaulan hidup dalam bermasyarakat. Untuk itu di harapkan kedepannya adanya reformasi hukum di

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Indonesia agar tidak adanya Mafia Peradilan atau Markus yang merajarela di Indonesia.

B. SARAN
Di tinjau dari segi pengetahuan masalah ini amatlah besar dan sistemik. Karena masalah ini sudah mengakar dalam tubuh para pejabat tinggi. Untuk itu di harapkan para penegak hukum membuka mata mereka agar bertindak sigap dalam menangani kasus atau masalah ini. Dan juga pemerintahan yang tidak transparan mengundang terjadinya masalah ini. Oleh karena itu, pemerintah untuk lebih terbuka dalam segala hal

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

kepada masyarakat. Pemerintahan yang transparan amatlah penting bagi kelangsungan suatu Negara yang menganut Demokrasi kerakyatan yang mana rakyatlah yang lebih berkuasa dibandingkan pemerintah.

DAFTAR PUSTAKA

Atmasasmitha, Romli. 2001. Reformasi Hukum, HAM, dan Penegakan Hukum. Bandung: Mandara Maju.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Djumhardjinis, H., MM., Bc.HK., DRS. 2009. Pendidikan Pancasila, Demokrasi, dan Hak Azasi Manusia (Suplemen Materi Perkuliahan). Jakarta: Sendiri Widya. Cetakan Ke Enam. Machmudin, Dudu Duswara, SH., M. Hum., Drs. 2003. Pengantar Ilmu Hukum Sebuah Sketsa. Bandung: Refika Aditama. Mahful MD, Mohammad. 1999. Hukum dan Pilar-pilar Demokrasi. Yogyakarta: Gama Media.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

R. Djamali Abdoel, SH. 2003. Pengantar Hukum Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 24 tentang Kekuasaan Kehakiman. Surabaya: Apollo. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 24A tentang Kekuasaan Kehakiman. Surabaya: Apollo. Undang-undang No. 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum. Yogyakarta: Media Wacana.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

LAW IS TRUE

PENDIDIKAN PANCASILA

Undang-undang No. 5 Tahun 1950 tentang Peradilan Militer. Yogyakarta: Media Wacana. Undang-undang No. 5 Tahun 1989 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Yogyakarta: Media Wacana. Undang-undang No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Yogyakarta: Media Wacana.

HUKUM DAN MAFIA PERADILAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->