BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Kimia merupakan salah satu bidang ilmu yang tergolong ilmu pengetahuan alam (IPA) di samping fisika, geologi, astronomi, dan biologi. Perkembangan ilmu kimia semakin bertambah dari zaman ke zaman. Hal itu ditandai dengan ditemukannya atom oleh para ahli mulai dari zaman Yunani sampai ditemukannya teori atom yang sampai saat ini diakui kebenarannya. Ditemukannya atom tersebut diyakini oleh para ahli sebagai awal mula dari ilmu kimia. (Liliasari dan Harry Firman, 1997). Dalam ilmu kimia dibahas tentang ikatan kimia. Ikatan kimia merupakan ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik antara partikel-artikel yang berikatan. Dengan adanya ikatan kimia tersebut maka baik sifat kimia maupun sifat fisika dari senyawa, seperti dapat menghantarkan listrik, kepolaran, kereaktifan, bentuk molekul, warna, sifat magnet titik didih yang tinggi dapat dijelaskan melalui berbagai teori ikatan kimia tersebut. (Syarifuddin, Nuraini.1994). Salah satu teori ikatan kimia adalah Ikatan Molekul . Dengan adanya ikatan molekul tersebut maka dapat dijelaskan sifat fisika maupun kimia dari suatu senyawa atau ion kompleks yang terbentuk dari iakatan kimia ,seperti perbedaan titik didih suatu senyawa dan kelarutan. 1.2 Perumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang mendasari dalam penulisan makalah ini adalah: 1. Bagaimana terjadinya ikatan antar molekul? 2. Apa saja yang termasuk ikatan molekul? 3. Apa Pengaruh Ikatan Molekul terhadap titik didih? 1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Mengkaji gambaran umum terjadinya ikatan antar molekul 2. Mengetahui jenis jenis ikatan molekul 3. Mengetahui Pengaruh Ikatan Molekul Terhadap titik didih 1.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan konstribusi positif terhadap mahasiswa secara khusus tentang pemahaman ikatan molekul dan peranan ikatan molekul dalam membentuk suatu senyawa.

.

selepas atom. Molekul secara sainsnya adalah gabungan dua atau lebih atom yang sepenuhnya stabil secara elektrikal dengan entiti neutral. Oksigen. Molekul mempunyai keseimbangan tetap yang diukur secara geometri yaitu sudut dan panjang kuasa ikatan. Di dalam sesuatu molekul. sesuatu molekul adalah bagian terkecil dari sebagian kimia yang tulen yang mengekalkan komposisi dan sifat-sifat kimianya.(lihat Gambar .1. Sesuatu sebatian asli terdiri daripada molekul-molekul dengan rata rata struktur geometrikal yang sama. Molekul terkecil yang pertama diketahui ialah Hidrogen dan unsur yang paling banyak memenuhi ruang alam semesta.BAB II LANDASAN TOERI 2. Molekul boleh diterjemahkan sebagai blok pembinaan sesuatu kehidupan yang berasaskan kepada Nitrogen. Tinjauan Umum Molekul Kajian mendapati molekul pertama terhasil dalam ruang angkasa (kosong). Ia boleh didapati dalam bentuk gabungan elemen unsur yang sama seperti Oksigen (O2) atau elemen berbeda seperti air (H2O). Secara umumnya. Molekul air yang mempunyai ikatan molekul di antaranya telah dikenal pasti mempunyai keterikatan yang tersendiri yang menjadikannya secair seperti bentuk yang kita lihat. Saintis telah mengakui daya keterikatan molekul inilah menjadi teras kehidupan dan alam semesta. atom-atom digabungkan dengan perkongsian pasangan-pasangan elektron melalui ikatan kimia. Hidrogen dan Karbon. Kuasa ikatan ini secara berterusan bergetar atau berputar di atas ketetapannya. Sistem kimia kehidupan di atas bumi terdiri dari dua jenis molekul yaitu protin dan nukleo acid yang saling bekerjasama dalam kaidah yang paling khusus.

2 Bentuk Molekul Formula kimia dan struktur bagi sesuatu molekul adalah faktor terpenting dalam mengenal pasti sifat kereaktifan molekul tersebut. warna. Bentuk Molekul dengan 4 Grup Elektron 3. densitas (kepadatan). Kajian mendapati molekul mempunyai spektrum tenaga menurut tahaptahap tertentu. sifat-sifat yang juga mampu dikesan pada molekul ialah polaritas.di bawah) 2. fasa jisim. tekanan dan aktiviti biologi Adapun lima dasar bentuk molekul adalah sebagai berikut: Beberapa bentuk Molekul : 1. Di antara bentuk tenaga yang dapat diukur ialah gelombang elektromagnetik (pancaran elektron) dan juga gelombang magnetik. Selain dari pada itu. Bentuk Molekul dengan 2 dan 3 Grup Elektron 2. Bentuk Molekul dengan 5 Grup Elektron .

Tulisan ini juga menggunakan metode kualitatif dengan menghasilkan data yang deskriptif yang berupa kata-kata yang secara rasional. Literatur-literatur yang digunakan merupakan literature-literatur yang bersifat primer (journal) dan sekunder (text book). Ikatan van der walls BAB III METODOLOGI Penulisan makalah ini disusun berdasarkan telaah pustaka dari literatur-literatur yang sesuai dengan topik penulisan. Ikatan kovalen koordinasi = semipolar 4. Ikatan logam B. Permasalahan yang menjadi dasar dalam penulisan karya tulis ilmiah ini timbul setelah diketahui bahwa sebagian mahasiswa kurang memahami ikatan molekul . Ikatan hidrogen 2. Prosedur pemecahan masalah dilakukan berdasarkan pada permasalahan yang ada di dalam proses pembelajaran. Ikatan antar atom 1.Berdasarkan penelusuran literatur ini kemudian diperoleh data yang bersifat primer dan sekunder. Bentuk Molekul dengan 6 Grup Elektron Adapun beberapa iaktan kimia yang telah diketahui. Ikatan antar molekul 1.4.diantaranya : A. Ikatan ion = elektrovalen = heteropolar 2. Ikatan kovalen = homopolar 3.

Disaminr itu . Usaha pemecahan masalah dilakukan dengan cara mempelajari teori-teori yang berhubungan dengan pokok permasalahan.maka dari itu melalui makalah ini diharapkan dapat membantu pemahaman mahasiswa tentang materi ikatan molkekul. Teori orbital molekul yang dikemukakan oleh Hund dan Mulliken dapat menjelaskan sifat magnetik. dinamis. approach yang dipakai pada pembentukan orbital molekul ialah : linear combination of atomic atau LCAO.merupakan milik kompleks sebagai keseluruhan . BAB IV PEMBAHASAN 4. seperti apda pembentukan orbial molekul untuk molekul molekul sederhana . setiap elektron dipengaruhi oleh inti dari atom bersangkutan sedangkan di dalam molekul setiap elektron dipengaruhi oleh inti dari atom-atom yang membentuk molekul tersebut.yaitu orbital yang terjadi dari kombinasi orbital atom ion pusat dan orbital ataom ligand . Di dalam atom.buka lik ikatan tertentu . objektif dan realistis yang merupakan pemikiran kritis mahasiswa berdasarkan pandangan kritis terhadap situasi dan kondisi yang berkembang saat ini sehingga diperoleh kesimpulan tentang pemecahan masalah yang terjadi secara keseluruhan.disisni juga terbentuk orbital bonding dan anti bonding .Meskipun didalam buku buku telah banyak ditulis berkenaan dengan ikatan molekul tetapi mahasiswa masih banyak yang belum memahami materi tersebut. Dengan memperhitungkan semua interaksi tersebut ke dalam persamaan Schrodinger dan kemudian .ikatan kovalen tersebut dapat dipikirkan akibat terjadinya orbital molekul dalam kompleks.untuk tiap abungan dua orbitan atom. Melalui telaah pustaka kemudian setelah itu dijabarkan dalam bentuk makalah yang logis. spektrum unsur atau senyawa dan kuat ikatan antara atom-atom dalam molekul unsur atau senyawa. Jadi setiap saat.orbital molekul disini terarah atau delocalized. Postulat dasar dari teori ini adalah bahwa molekul mempunyai orbital molekul. setiap elektron mengadakan interaksi dengan inti dari atom-atom yang tedapat dalam molekul.1 Teori Orbiatal Molekul Menurut teori orbital moleul atau molekuler orbital theory (MOT). Orbital mlekul disini lebih sulit karena orbital atom yang bergabung banyak. seperti halnya orbital atom yang terdapat dalam atom.

terlebih dahulu elektron menempati . dan untuk memperoleh fungsi gelombang yang dapat menggambarkan keadaan electron dengan energi paling rendah. Pada orbital bonding memilki energi yang lebih rendah dari energi pada keadaan dimana kedua atom dalam keadaan terpisah.sehigga diambil untuk seluruh ruangan adalah satu. maka perlu AJdilakukan pendekatan LCAO pada funmgsi gelombang .. orbital-orbital molekul. Jadi. p.dan fungsi gelombang yang diperoleh adalah : B )JA + C BJ = N (C A] Dimana C A dan C B merupakan bilangan yang sederhana dan N adalah tetapan 2dV yang`]`normalisasi yang harganya dipilih sedemikian rupa. W2 . Untuk lambang orbital molekul dipergunakan notasi ` ] `harga sesuai dengan lambang s.juga berlaku pada pengisian orbital orbital molekul.1.2. didekat inti dari atom B maka keadaan electron dapat digambakan oleh BJfungsi gelombang . maka diperoleh fungsi gelombang tertentu menggambarkan tingkat energi elektron atau tingkat energi orbital molekul tersebut. maka keadaan electron tersebut dapat A dan bila electron beradaJdigambarkan oleh fungsi gelombang orbital. B .1 Orbital bonding dan orbital antibonding fungsi yang mengambarkan tingkat energi orbital molekul dapat]gelombang diperoleh dengan cara pendekatan yang disebut LCAO (Linear Combination of Atomic Orbital).T. dan d untuk orbital atom.mencari yang]penyelesaiannya. maka orbital tersebut dinamakan orbital molekul. Molekul diatom homonuklir Atruran Aufbau. Sehingga mengaibatka akatan yang terjadi lebih stabil jka kedua elektron dari atom a dan b menempati orbital bonding tersebut. Tidak dapat menggambarkan keadaan electron dengan energi paling rendah. Sama halnya dengan obital-orbital atom . Karena setiap fungsi gelombang menggambarkan orbital dari elektron di sekeliling inti dalam molekul. Karena orbital molekul merupakan kombinasi dari 2 orbital atom.1. 4. B yangJ.J.prinsip pauli dan aturan hund yang diterapkan dalam penempatan elektron pada orbital atom . Sebaliknya pada orbital antibonding energi yang dimiliki lebih tinggi dari energi dari pada keadaan dimana kedua atom terpisah.Hdan 4.hak ini terjadi karea kestabilan ikatan berkurang bila kedua atom A dan B menempati orbital tersebut. juga mempunyai energi dan bentuk tertentu dan kebolehjadian menemukan elekton di sekitar inti juga ditentukan oleh . Pendekatan secara kualitatif dengan cara LCAO untuk molekul yang terdiri dari 2 atom yang homonuklir yaitu A dan B (misalnya pada molekul H2 ) adalah sebagai berikut bila electron berada didekat inti dari atom A. AJfungsi gelombang .dan merupakan penyelesaian dari persamaan Schrodinger untuk electron yang terikat pada kedua inti atom.

orbital molekul lainnya adalah orbital anti ikatan .setiap orbital molekul ditempati oleh maksimum 2 elektron . dari dua orbital molekul yang terjadi apabila dua dua orbitall bergabung satu diantaranya adalah orbital molekul ikatan yang energinya lebih rendah dibandingka orbital atom asalnya.perlu diketahui beberapa aturan .dan cara cara pelambangan elektron dalam orbital molekul tersebut.yang energinya lebih tinggi 3. Jadi yang dapat membentuk iakatan adalah elektron pada orbital 2p.1. Orde Ikatan Suatu mlekul yang stabil dapat terbentuk apabila jumlah elektron pada orbital bonding lebih besar dari jumlah elektron pada obital antibonding.1. 1.aturan ini menyangkut orbital tertentu yang terjadi jika orbital atom bergabung .orbital molekul yang energinya paling rendah.elektro pada orbital tersebut dinamakan elektron nonbonding dan tetap berada dalam orbital atom. Berikut contoh pengisisan elektron pada orbital molekul diatom homonuklir konfigurasi elektron molekul H2 (konfigurasi adalah H2 ( 1S) 2) 4. 4. prinsip diatas dapat diterapkan pada molekul HF yang merupakan molekul diatom heteronuklir. Molekul diatom heteronuklir Untuk menggunakan teori orbital molekul dalam membentuk ikatan kimia .dan setiap orbital yang energinya sama aka ditempati satu elektron.3. jumlah elektron maksimum yang dapat mengisi orbital molekul tertentu adalah dua )prinsip eksklusif pauli ) 5.seelum ditempai oleh elektron yang berpasangan.setengah dari selisih jumlah elektron pada orbital bonding dan . elektron memasuki orbital molekul yang energinya setara .konfigurasi atom H dan F sebagai berikut H 1S1 F 1s22s22P22Px2P2y2Pz1 Elektron 1S dan 2S pada atom tidak ikut serta dalam membentuk ikatan. pembentukan ikatan diantara atom memerlukan jumlah elektron dalam orbital molekul ikatan yang melebihi jumlah elktron dalam orbital anti ikatan. elektron umumnya mencari orbital molekul yang energinya paling rendah 4. jumlah orbital molekul yang dihasilkan sama dengan jumlah orbital atom yang bergabung 2.4.satu demi satu sebelum berpasangan (aturan Hund) 6.

kuat ikatan molekukl berikut : Molekul Pasangan elektron ikatan (bonding) Pasangan elektron antiikatan (antibonding) Orde ikatan Energi disosiasi ikatan (Kj / mol) NO N2 NO+ O2 H2 He2+ He2 4 4 4 4 1 ½ 11 1 1½ 2 0 0 13 3 2½ 2 1 ½ 0 1071.6 493.9 458.jumlah elektron antibonding dinamakan orde ikatan. I = ½(Nb-Na) I = orde Ikatan Nb = jumlah elektron dalam orbital bonding Na = jumlah elektron dalam orbital antibonding Perhatikan tabel dari orde ikatan.9 627.0 942.5 . Orde ikatan dapat ditentukan dengan rumus .

(gambar 2.seperti HCl. Momen dipol merupakan hasil perkalian antara nilai muatan dan jaak antar muatan .NH3 HF dan Alkohol (gambar 3. Akibat adanya perbedaaan keelektronegatifan pada molekul pada molekul . O.269.N.9 sehinggga HCl memiliki perbedaaan keelektronegatifan besar. Ikatan Hidrogen Iaktan hidrogen adalah ikatan antara atom H dengan atom yang memiliki tingkat keelektronegatifan tinggi sepet F. oleh karena itu momen dipole dapat disederhanakan menjadi perbedaan keelektonegatifan. Perbedaan ini menyebabkan pemisahan muatan pada kedua atom yang berikatan .3) . Kutub positif suatu molekul akan menyebabkan terjadinya gaya elektrostatik pada kutub kututb negative molekul lain. Tingkat pemisahan muatan ini dengan besaran momen dipole. 4.2.gaya elektrostatik antarmolekulinilah yang mendasari pembbentuksan ikstsn hidrogen dan gaya tarik antardipol. Gaya Elektrostatik Ikatan kovalen tebentuk karena antar atom yang berikatan kovalen tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan.1 ) Adanya dipole pada molekul tersebut menimbulkan gaya elektostatik diantara molekul molekulmya.molekul senyawa polar terdapat kutub kutub bermuatan positif dan negative (dipole).1 dan Cl = 2. Perbedaan tersebut menyebabkan terbentuknya kutub positif pada atom H dan kutub negatif pada atom Cl (gambar 2.1. Momen dipol berbanding lurus dengan muatan sedangkan nilai muatan bergantung pada perbedaan keelektronegatifan .2.Cl 4.6 Dari tabel diatas dapat dikeahui bahwa makin besar orde ikatan maka makin besar pula energi disosiasinya atau makin kuat ikatannya.2 ) Gaya elektrostatik antar molekul senyawa polar menyebabkan suatu senyawa pola dapt bercampur dengan senyawa poalr lain. contohnya pada HCl keelektronegatifan H = 2. Gaya elektrostatik ini pula yang menyebabkan air yang bersifat polar dapat melarutkan senyawa senyawa polar lain.

b.H2S.HBr.NH3. Adapun senyawa yang memiliki Mr kecil.gugus tersebut tedapat pada senyawa organik seperti golongan amina (RNH2). Untuk dapat merenggangkan dan memutudkan gaya antamolekul diperlukan energi yang besar. Jika ikatan antar molekullemah.HCl.senyawa senyawa yang memiliki perbedaan keelektronegatifan dengan H yang semakin menurun . Ikatan hidrogen dapat juga tejadi pada senyawa yang memiliki gugusv MH2. Ikatan hidrogen terjadi akibat adanya gaya elektostatik antar molekul dengan bedakeelektronegatifan yang besar.titikdidihnya juga semakin tinggi.yaitu massa molekul relatif dan ikatan antar molekul. Ikatan hidrogen ini mempengaruhi titik didih suatu senyawa . a.titik didihnya cenderung rendah karena molekul tersebut mudah direnggangkan hingga lolos menjadi molekul gas.2. Pengaruh Ikatan Hidrogen Tehadap Titik Didih ikatan hidrogen terbentuk pada senyawa yang memiliki gaya elektrostatik antar molekul yang sangat besar .CH4.senyawa yang memiliki atom dengan perbedaan keelektronegstifsn terbesar dengan atom hidrogen adalah HF.dan seterusnya.ikatan dapt diputuskan dengan mudah.aldehida (R-COH). mekanisme terjadinya ukatan hidrogen gaya elektrostatik yang besa terjadi kaena adanya perbedaan keelektronegatifan yyang besar.secara berurutan . Ikatan Antarmolekul Semakinkuat gaya antar molekul. 4.3.asam kaboksilat (RCOOH).2. Seperti gambar berikut.2.kedua O ketiga N .H2O.atau -OH.yairu HF.titik didihnya juga rendah. Ikatan hidrogen terbentuk dari imteaksi antar molekul senaywa kovalen polar yang memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar antara hidrogen dan unsur yang berikatan dengannya. gaya elektostatik yang sanhat besar inin terjadi pada molekul yang sangat polar pehatikan data keelektronegatifan beberapa unsur berikut unsur dengan keelektronegatifan terbesar adalah F.dan PH3.-COOH. Akibatnya dengan energi yang kecil pun. Demikian pula halnya dengan ikatan hidrogen.titik didih senyawa dipengauhi oleh dua faktor.4.dam alkohol (R-OH) . Massa Molekul Relatif Semakin besar Mr suatu senyawa semakintinggi titki didihnya. Ual ini terjadi karena proses pemisahan antamolekul hingga terjadi perubahan zat dari cair ke gas diperlukan energi yang besar._COH.

4. Akibatnya. serta ikatan antarmolekul yang tidak memiliki dipol (gaya Dispersi London) 4. Gaya Van Der Waals dan Gaya London Pada awal abad ke-20. gaya in dikenal dengan gaya ikatan Van Der Waals.3. Ikatan Antarmolekul yang Memiliki Dipol dan Molekul yang Tidak Memliki Dipol Interaksi dipol-nondipol terjadi scara induksi.perhatikan gambar berikut Salah satu contoh ikatannya yaitu terjadi pada gas oksigen dalam airakibatnya gas oksigen (molekul yang tidak memiliki dipol) dapat larut dalam air (molekul yang memiliki dipol).HBr.interaksi antarmolekul tersebut menghasilkan suatu gaya antarmolekul yang lemah .Gambar beberapa contoh ikatan hidrogen pada suatu senyawa. ahli fisika belanda . molekul yang tidak memiliki dipol membentuk dipol sesaat.atau senyawa nonpolar yang memiliki sedikit perbedaan keelektronegatifan.2.1.3.8 Zat yang memiliki gaya Van Der Waals dalam susunan yang teratur biasanya berwujud padat.3. Gaya Antarmolekul Yang memiliki Dipol Gaya Van Der Waals terjadi pada senyawa p[olar yang tidak membentuk ikatan Hidrogen sepetti HCl. Adapun za tyang memiliki gaya Van Der Waals dalam susunan yang tidak teratur biasanya berwujud cair Bentuk susunan tidak teratur digambarkan seperti gambar berikut Ikatan hidrogen berpengaruh terhadap titik didih . 4. Hal ini disebabkan gaya antar mlekulnya lemah. Gaya Antarmolekul yang Tidak Memiliki Dipol (gaya Dispersi London) .ujung molekul yang positif menginduksi awan elektron molekul yang tidak memiliki dipol. 4. Menurut Van Der Waals .3. Ikatan Van Der Waals dapat terjadi dalam tiga bentuk yaitu ikatan antarmolekul yang memiliki dipol (gaya Orientasi).yang kemudian terjadi ikatan antarmolekul dipol dan molekul dipol sesaat .tetapi gaya Van Der Waalls tidak menyebabkan lonjakan pada titik didih. Gaya Van Der Waals yang terjadi diantara dipol dipol tersusun secara teraturn seperti gambar berikut 2.ikatan antarmolekul yang memiliki dipol dan molekul yang tidak memiliki dipol (gaya imbas).Johannes Van Der Waals meneliti interaksi antar molekul senyawa nonpolar dan senyawa polar yang tidak mewmiliki ikatan hidrogen.3.

2 Pengaruh Bentuk Molekul Pada molekul yang memiliki massa molekul relatif yang sama . Titik didih beberapa senyawa polar ditunjukan dalam tabel berikut.Iaktan ini terjadi pada sesama senyawa nonpolar seperti gas N2.lalu terjadi gaya Van Der Waals berupa gaya tarik menarik antardipol sesaat yang disebut gaya London. inti atom yang bermuatan positif dari molekul non polar yang memiliki dipol sesaat akan menginduksi awan elektron dari molekul lain. Kekuatan gaya london dipengaruhi oleh dua faktor .4.titk didih semakin tinggi karena energi yang dibutuhkan untuk memutus ikatan akan semakin besar.O2. Berdasarkan data tersebut semakin baynak awan elektron gaya tarik antarmolekul dipol sesaat semakin besar sehingga ikatannya semakin kuat . .3. Pengaruh Gaya VanDer Waals Terhadap Titik Didih Semakin kuat iaktan antar molekul .3. Pengaruh Jumlah Awan Elektron. Begitu pula denga senyawa nonpolar dipengaruhi oleh kekuatan gaya Van Der Waals. Pada senyawa yang bercabang inti atom sukar menginduksi awan elektron sehinhgga gaya tarik gaya london akan lemah.4. Hal ini disebabkan inti atom lebih mudah menginduksi awan elektron sehingga memiliki gaya tarik menarik dipol sesaat yag lebih besar. semakin banyak jumlah cabang gaya london semakin lemah dan titik didih semakin kecil BAB V PENUTUP A. akibatnya . Akibatnya kedua molekul membentuk dipol sesaat .4.bentuk molekul yang panjang memiliki gaya london yang lebih besar daripada bentuk mmolekul bercabang.yaitu jumlah awan elektron dan bentuk molekul.H2.gambar berikut merupakan ilustrasi gaya london.He. Molekul yang memiliki Mr yang besar memiliki daerah gerak elektron yang besar.3. 4.1. Akibatnya peluang terjadinya dipol sesaat lebih besar sehingga gaya tarik menarik molekul dipol sesaat juga semakin besar 4. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah : . 4.selain itu kenaikan titik didih juga dipengaruhi oleh nilai Mr yang semakin besar..Dalam hal ini gaya London.bentuk molelkulnya tidak bercabang memiliki titik didih yang lebih besar dari pada bentuk molekul bercabang.

Gaya Van Der Waals. 3. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Rineka Cipta. 1997. Jakarta. jenis jenis ikatan molekul yaitu ikatan Hidrogen.Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi keempat. Syarifuddin.1994. Jakarta. Ikatan antar molekul yterjadi karena adanya gaya bonding dan anti bondinng 2.Gaya London. Sukardjo. Erlangga Liliasari. Jakarta: Depdikbud. Ikatan Kimia.1998. Kimia 1 Untuk SMU Kelas 1. DAFTAR PUSTAKA Petrucci. Kimia Modern Edisi keempat Jilid 1.jilid 1. Nuraini.1987. Jakarta: PT. Kimia Koordinasi. Ikatan hidrogen menyebabkan titik didih air tinggi.Erlangga Oxtoby dan kawan kawan. Harry Firman. 1985.1.sedangkan semakin besar gaya London maka titik didih akan semakin tinggi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful