BAB I TINJAUAN PUSTAKA PERSALINAN NORMAL a.

Pengertian Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). (Manuaba,1998, hal : 157) Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan turunnya janin kedalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir (Saefuddin,AB.2002, Buku Acuan Pelayanan Maternal dan Neonatal, 2002 hal: 100) Persalinan adalah alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu (Buku Acuan APN, 2002, hal 2-1).

b.

Etiologi Sampai sekarang sebab ± sebab mulai timbulnya persalinan tidak diketahui dengan jelas, banyak teori yang dikemukakan, namun masing ± masing teori ini mempunyai kelemahan ± kelemahan. Beberapa teori timbulnya persalinan : 1. Teori penurunan hormone 2. Teori placenta menjadi tua

3. Teori distensi rahim 4. Teori iritasi mekanik 5. Induksi partus. (Muchtar, 1998) Sedangkan menurut (Wiknjosastro, 2005 hal 181) beberapa teori mengemukakan etiologi dari persalinan adalah : 1. Penurunan kadar hormon estrogen dan progesterone 2. Pengaruh prostaglandin 3. Struktur uterus 4. Sirkulasi uterus 5. Pengaruh saraf dan nutrisi c. Fisiologi Sebab-sebab terjadinya persalinan masih merupakan teori yang kompleks. Perubahan-perubahan dalam biokimia dan biofisika telah banyak mengungkapkan, mulai dari berlangsungnya partus antara lain kadar hormone estrogen dan progeteron. Progesteron merupakan penenang bagi otot-otot uterus. Menurunnya kadar hormone ini terjadi mulai 1-2 minggu sebelum persalinan. Peningkatan kadar prostaglandin menyebabkan timbulnya kontraksi miometrium. Keadaan uterus yang membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot otot uterus yang mengganggu sirkulasi pada utero plasenter sehingga dan plasenta fleksus

berdegenerasi.

Tekanan

ganglion

servikale

frankenhauser dibelakang serviks menyebabkan uterus berkontraksi.

Berlangsungnya persalinan dibagi dalam beberapa kala. 1) Kala I Disebut juga kala pembukaan dimulai dengan pembukaan servik sampai terjadi pembukaan 10 cm. Proses membukanya servik disebabkan oleh his pesalinan / kontraksi. Tanda dan gejala kala I : a. His sudah teratur, frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit

b. Penipisan dan pembukaan serviks c. Keluar cairan dari vagina dalam bentuk lendir bercampur darah Kala I dibagi dalam 2 fase: a. Fase laten Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan servik secara bertahap,pembukaan servik kurang dari 4 cm,biasanya berlangsung hingga 8 jam. Prosedur dan diagnostik : Untuk menentukan apakah persalinan sudah pada waktunya: (Saifuddin AB. Buku acuan nasional pelayanan maternal dan neonatal.2002) maka: a. Tanyakan riwayat persalinan : Permulaan timbulnya kontraksi; pengeluaran pervaginam seperti lender, darah, dan atau cairan ketuban; riwayat

kehamilan; riwayat medik; riwayat social; terakhir kali makan dan minum; masalah yang pernah ada

b. Pemeriksaan Umum : Tanda vital, BB, TB, Oedema; kondisi puting susu; kandung kemih. c. Pemeriksaan Abdomen : Bekas luka operasi; tinggi fundus uteri; kontraksi; penurunan kepala; letak janin; besar janin; denyut jantung janin. d. Pemeriksaan vagina : Pembukaan dan penipisan serviks; selaput ketuban penurunan dan molase; anggota tubuh janin yang sudah teraba. e. Pemeriksaan Penunjang : Urine: warna, kejernihan, bau, protein, BJ, dan lain-lain; darah: Hb, BT/CT, dan lain-lain. f. Perubahan psikososial Perubahan prilaku; tingkat energi; kebutuhan dan dukungan. b. Fase aktif Frekuensi dan lamanya kontraksi uterus umumnya meningkat (kontraksi dianggap adekuat jika terjadi tiga kali atau lebih), serviks membuka dari 4 cm ke 10 cm, biasanya kecepatan 1 cm atau lebih per jam hingga pembukaan lengkap ( 10 cm ) dan terjadi penurunan bagian terbawah janin.

Pemantauan kala 1 fase aktif persalinan : Penggunaan Partograf Partograf adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan . Tujuan utama dari penggunaan partograf adalah untuk : a. Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan menilai pembukaan serviks melalui pemeriksaan dalam. b. Mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal. Dengan demikian , juga dapat melakukan deteksi secara dini setiap kemungkinan terjadinya partus lama. Halaman depan partograf untuk mencatat atau memantau : 1. Kesejahteraan janin Denyut jantung janin (setiap ½ jam), warna air ketuban (setiap pemeriksaan dalam), penyusupan sutura (setiap pemeriksaan dalam). 2. Kemajuan persalinan Frekuensi dan lamanya kontraksi uterus (setiap ½ jam), pembukaan serviks (setiap 4 jam), penurunan kepala (setiap 4 jam). 3. Kesejahteraan ibu nadi (setiap ½ jam), tekanan darah dan temperatur tubuh (setiap 4 jam), prodeksi urin , aseton dan protein ( setiap 2 sampai 4 jam), makan dan minum.

Wanita merasa hendak buang air besar karena tekanan pada rektum. Peningkatan pengeluaran lendir dan darah. Pada primigravida kala II berlangsung 1. Dimulai segera setelah bayi lahir sampai dengan lahirnya placenta (s 30 menit). Biasanya plasenta lepas dalam . pada multi 0. Setelah bayi lahir.5-2 jam. Labia menjadi membuka dan tidak lama kemudian kepala janin tampak pada vulva pada waktu his. Perineum terlihat menonjol c. Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi b.5-1 jam. uterus teraba keras dan fundus uteri sepusat. Beberapa menit kemudian uterus berkontraksi lagi untuk melepaskan plasenta dari dindingnya. 2005). 3) Kala III (Kala uri) Kala III persalinan dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban (Wiknjosastro.2) Kala II (Kala Pengeluaran) Kala II persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Tanda dan gejala kala II : a. Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pada rectum dan atau vaginanya d. Perinium menonjol dan menjadi besar karena anus membuka. Vulva-vagina dan sfingkter ani terlihat emmbuka e.

dan setelah dipastikan kehamilan tunggal. b. Semburan darah tiba ± tiba Manejemen aktif kala III : Tujuannya adalah untuk menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif sehingga dapat memperpendek waktu kala III dan mengurangi kehilangan darah dibandingkan dengan penatalaksanaan fisiologis. serta mencegah terjadinya retensio plasenta. Berikan oksitosin 10 unit IM dalam waktu dua menit setelah bayi lahir. Tanda ± tanda pelepasan plasenta : a. kontraksi rahim tetap kuat dengan amplitudo 60 sampai 80 mmHg. Lakukan peregangan tali pusat terkendali. . kekuatan kontraksi ini tidak diikuti oleh interval pembuluh darah tertutup rapat dan terjadi kesempatan membentuk trombus. Perubahan bentuk dan tinggi fundus. Penatalaksanaan aktif pada kala III (pengeluaran aktif plasenta) membantu menghindarkan terjadinya perdarahan pascapersalinan. b. Melalui kontraksi yang kuat dan pembentukan trombus terjadi penghentian pengeluaran darah post partum. Tiga langkah manajemen aktif kala III : a. 4) Kala IV (2 jam post partum) Setelah plasenta lahir.6-15 menit setelah bayi lahir dan plasenta keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri (dorsokranial). c. Tali pusat memanjang c. Segera lakukan massage pada fundus uteri setelah plasenta lahir.

tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat. tinggi fundus. 1998).5 jam 10 menit 2 jam 12-14 jam . lakukan observasi dan penilaian secara lebih sering.5-1 jam 10 menit 2 jam 8-10 menit 10 ± 12 jam 1-1. Tabel II. Tanda dan gejala kala IV : bayi dan plasenta telah lahir. kandung kemih dan perdarahan yang terjadi setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit dalam satu jam kedua kala IV. Jika ada temua yang tidak normal.Kekuatan his dapat dirasakan ibu saat menyusui bayinya karena pengeluaran oksitosin oleh kelenjar hipofise posterior (Manuaba.6 Lamanya Persalinan Pada Primigravida Dan Multigravida : Primigravida Kala I Kala II Kala III Kala IV Jumlah (tanpa memasukkan kala IV yang bersifat observasi) Multigravida 6-8 jam 0. nadi. Selama 2 jam pertama pascapersalinan : Pantau tekanan darah.

Preeklampsia/hipertensi dalam kehamilan. Tinggi fundus 40 cm/lebih. 17. Presentasi bukan belakang kepala. Ketuban pecah pada persalinn kurang bulan (kurang dari 37 minggu). Ikterus. Syok.d. 16. Perdarahan pervaginam. Delapan belas (18) penapisan dalam persalinan : Rujuk ibu. 2. 13. Ketuban pecah lama (lebih dari 24 jam). Riwayat bedah sesar. Anemia berat. 6. apabila didapati salah satu atau lebih penyulit seperti berikut : 1. Ketuban pecah dengan mekonium yang kental. Primipara dalam fase aktif persalinan dengan palpasi kepala janin masih 5/5. 9. 8. . Kehamilan gemeli. Tali pusat menumbung. Tanda/gejala infeksi. 15. Gawat janin. 12. 14. Persalinan kurang bulan (usia kehamilan kurang dari 37 minggu). 5. 7. 3. 4. 18. 10. Presentasi ganda. 11.

plasenta dan air ketuban. 3. (Wiknjosastro. Pada primigravida kepala janin mulai turun pada umur kehamilan kira ± kira 36 minggu. 2005) f. Power : His dan tenaga mengejan. sedangkan pada multigravida pada kira ± kira 38 minggu. (Wiknjosastro.e. Passenger : Terdiri dari janin. 2005. kadang ± kadang baru pada permulaan partus. Faktor ± faktor yang mempengaruhi persalinan : 1. Personality (kepribadian) : yang diperhatikan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan dan sanggup berpartisipasi selama proses persalinan. 4. Bila engagement . Hipomoklion adalah titik putar atau pusat pemutaran. Engagement lengkap terjadi bila kepala sudah mencapai Hodge III. h. Provider (penolong) : dokter atau bidan yang merupakan tenaga terlatih dalam bidang kesehatan. Passage : Ukuran panggul dan otot-otot persalinan. Mekanisme persalinan dengan presentasi letak belakang kepala 1) Pengertian Denominator atau petunjuk adalah kedudukan dari salah satu bagian dari bagian depan janin terhadap jalan lahir. 5. 2.129). 2) Mekanisme persalinan letak belakang kepala a. Engagement (fiksasi) = masuk Ialah masuknya kepala dengan lingkaran terbesar (diameter Biparietal) melalui PAP.

sutura sagitalis akan tetap berada di tengah yang disebut Synclitismus. .sudah terjadi maka kepala tidak dapat berubah posisi lagi. Asynclitismus dibagi 2 jenis : a. oleh karena itu engagement sering juga disebut fiksasi. Tetapi kenyataannya. Asynclitismus anterior : naegele obliquity yaitu bila sutura sagitalis bergeser mendekati promontorium. Seharusnya pada waktu kepala masuk PAP. sutura sagitalis dapat bergeser kedepan atau kebelakang disebut Asynclitismus. Pada kepala masuk PAP.. sehingga posisinya seolah ± olah terfixer di dalam panggul. maka kepala dalam posisi melintang dengan sutura sagitalis melintang sesuai dengan bentuk yang bulat lonjong.

ekstensi badan janin. maka kepala bergerak menekan kebawah. .b. Asynclitismus posterior : litzman obliquity yaitu bila sutura sagitalis mendekati symphisis.5 cm). d. dorongan langsung fundus uteri padabokong janin. sedangkan dari atas mendapat dorongan. Faktor ± factor yng mempengaruhi descensus : tekanan air ketuban. Descensus = penurunan Ialah penurunan kepala lebih lanjut kedalam panggul. Pada waktu kepala tertahan jalan lahir. kontraksi otot ± otot abdomen. c. Fleksi terjadi pada waktu kepala terdorong His kebawah kemudian menemui jalan lahir. Fleksi Ialah menekannya kepala dimana dagu mendekati sternum sehingga lingkaran kepala menjadi mengecil suboksipito bregmatikus ( 9.

bentuk jalan lahir yang melengkung. Putaran Paksi Dalam (internal rotation) Ialah berputarnya oksiput ke arah depan. sehingga ubun ± ubun kecil berada di bawah symphisis (HIII). kepala yang bulatdanlonjong. Defleksi Ialah mekanisme lahirnya kepala lewat perineum. f. Faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini ialah : lengkungan . Faktor ± factor yang mempengaruhi : perubahan arah bidang PAP dan PBP.Gambar fleksi kepala janin menurut kopple e.

panggul sebelah depan lebih pendek dari pada yang belakang. (Cunningham. Putaran paksi luar (external rotation) Ialah berputarnya kepala menyesuaikankembali dengan sumbu badan (arahnya sesuai dengan punggung bayi). 2005) . Expulsi : lahirnya seluruh badan bayi. g. maka kepala akan berputar ke atas dengan suboksiput sebagai titik putar (hypomochlion) dibawah symphisis sehingga berturut ± turut lahir ubun ± ubun besar. muka dan akhirnya dagu. Pada waktu defleksi. dahi. Gerakan janin pada proses defleksi dan putar paksi luar h.

.

.

.

dan atau cairan ketuban c) Riwayat kehamilan d) Riwayat medik e) f) Riwayat sosial Terakhir kali makan dan minum g) Masalah yang pernah ada 2) Pemeriksaan Umum : a) Tanda vital.g. Oedema b) Kondisi puting susu c) Kandung kemih 3) Pemeriksaan Abdomen : a) Bekas luka operasi b) Tinggi Fundus Uteri c) Kontraksi d) Penurunan Kepala e) f) Letak janin Besar janin g) Denyut jantung janin . TB. BB. Prosedur Diagnostik Untuk menentukan persalinan sudah pada waktunya adalah : 1) Tanyakan : a) Permulaan timbulnya kontraksi b) Pengeluaran pervaginam seperti lender. darah.

BJ. jongkok. duduk. protein. Penatalaksanaan Kala I 1) Memberikan dorongan emosional Anjurkan suami dan angota keluarga yang lain untuk mendampingi ibu selama proses persalinan 2) Membantu pengatutan posisi Anjurkan suami dan pendamping lainnya untuk membantu ibu berganti posisi.4) Pemeriksaan vagina : a) Pembukaan dan penipisan serviks b) Selaput ketuban penurunan dan molase c) Anggota tubuh janin yang sudah teraba 5) Pemeriksaan Penunjang : a) Urine : warna. . berbaring miring. bau. (Saefuddin AB. berjalan-jalan. dan lain-lain. merangkak dapat membentu turunnya kepala bayi dan sering juga mempersingkat waktu persalinan 3) Memberikan cairan/nutrisi Makanan ringan dan cairan yang cukup selama persalinan memberikan lebih banyak energi dan mencegah dehidrasi. Ibu boleh berdiri. kejernihan. BT/CT. Buku Acuan Nasional Pelayanan Maternal dan Neonatal 2002 hal : 106) h. dan lain-lain b) Darah : Hb.

Upaya dan ketrampilan menjelaskan prosedur pencegahan infeksi yang baik melindungi penolong persalinan terhadap resiko infeksi.Apabila dehidrasi terjadi dapat memperlambat atau membuat kontraksi menjadi tidak teratur dan kurang efektif 4) Keleluasaan ke kamar mandi secara teratur Ibu harus berkemih paling sedikit setiap 2 jam atau lebih sering jika ibu ingin berkemih. hal : 2-5) resiko infeksi saluran kemih pasca . (Buku Acuan. Jika kandung kemih penuh dapat mengakibatkan : a) Memperlambat penurunan bagian terendah janin dan mungkin menyebabkan partus macet b) Menyebabkan ibu merasa tidak nyaman c) Meningkatkan resiko perdarahan pasca persalinan yang disebabkan oleh atonia uteri d) Menggangu penatalaksanaan distosia bahu e) Meningkatkan persalinan 5) Pencegahan infeksi Pencegahan infeksi sangat penting dalam penurunan kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir.Acuan Persalinan Normal. 2002.

anjurkan ibu untuk berkemih 6) Berikan cukup minum terutama minuman yang manis 7) Ibu dibimbing mengedan selama his dan anjurkan ibu untuk mengambil nafas diantara kontraksi 8) Perikda DJJ setiap selesai kontraksi 9) Minta ibu mengedan saat kepala bayi nampak divulva 10) Letakkan satu tangan dikepala bayi agar defleksi tidak terlalu cepat 11) Tahan perineum dengan satu tangan yang lain 12) Jika kepala telah lahir.Kala II 1) Berikan terus dukungan pada ibu 2) Menjaga kebersihan ibu 3) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu 4) Mengatur posisi ibu 5) Menjaga kandung kemih tetap kosong. usap dengan kasa dari lendir dan darah 13) Periksa adanya lilitan tali pusat 14) Biarkan kepala bayi mengadakan putaran paksi luar dengan sendirinya 15) Tempatkan kedua tangan pada posisi biperietal bayi 16) Lakukan tarikan lembut kepala bayi kebawah untuk melahirkan bahu anterior lalu keatas untuk melahirkan bahu posterior. .

4) Jika plasenta telah lepas dari insersinya. keringkan sambil nilai persafasannya (Score APGAR) dalam menit pertama 19) Lakukan pemotongan tali pusat 20) Pastikan bayi tetap hangat Kala III 1) Pastikan tidak ada bayi yang kedua 2) Berikan oksitosin 10 IU dalam 2 menit pertama segera setelah bayi lahir. tangan kanan menarik tali pusat kebawah lalu keatas sesuai dengan kurve jalan lahir sampai plasenta nampak divulva lalu tangan kanan menerima plasenta kemudian memutar kesatu arah dengan hati-hati sehingga tidak ada selaput plasenta yang tertinggal dalam jalan lahir 5) Segera setelah plasenta lahir tangan kiri melakukan massase fundus uteri untuk menimbulkan kontraksi 6) Lakukan pemeriksaan plasenta. tangan kanan menegangkan tali pusat sementara tangan kiri dengan arah dorsokranial mencengkram uterus. pastikan kelengkapannya . 3) Lalukan penegangan tali pusat terkendali.17) Sangga kepala dan leher bayi dengan satu tangan kemudian dengan tangan yang laian menyusuri badan bayi sampai seluruhnya lahir. 18) Letakkan bayi diatas perut ibu.

Lakukan perbaikan/penjahitan jika diperlukan Kala IV 1) Bersihkan ibu sampai ibu merasa nyaman 2) Anjurkan ibu untuk makan dan minum untuk mencegah dehidrasi 3) Berikan bayinya pada ibu untuk disusui 4) Periksa kontraksi uterus dan tanda vital ibu setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.7) Periksa jalan lahir dengan seksama. mulai dari serviks. (Buku Acuan Nasional Pelayanan Maternal Dan Neonatal. vagina hingga perineum. 5) Ajarkan ibu dan keluarganya tentang : a) Bagaimana memeriksa fundus uteri dan menimbulkan kontraksi b) Tanda bahaya bagi ibu dan bayi. 2002) . 6) Pastikan ibu sudah buang air kecil dalam 3 jam pertama.

Nadi > 100x/mnt Rehidrasi. Rehidrasi. Sama seperti tanpa dokter. rubah posisi. jika partograf melewati garis waspada rujuk Serviks Partograf melewati garis waspada Cairan Terdapat Tetap monitor DJJ.Tabel II. Parameter Tekanan darah Temuan Abnormal > 149/90 mmHg dengan sedikitnya satu tanda/ gejala preeklampsia Temperatur > 38ºC Kompres. rujuk Tindakan Mandiri Rujuk ibu dengan membaringkan ibu miring kekiri sambil diinfus Tindakan dengan Dokter Sama seperti tanpa dokter. berikan makan. kosongkan kandung kemih jika perlu dengan kateterisasi. minum.7 Tanda-Tanda Bahaya Dalam Persalinan. ganti posisi ibu tidur terlentang atau miring kekiri Kontraksi <3x/10 mnt. berlangsung <40 dtk dan waktu palpasi lemah Ambulasi. rujuk Sama seperti tanpa dokter DJJ <100x/mnt atau >180x/mnt Rehidrasi. rujuk Sama seperti tanpa dokter Sama Sama seperti tanpa dokter Sama seperti tanpa dokter . rehidrasi. Lakukan stimulasi puting susu.

Kala II 1.amnion mekonium. darah dan berbau antisipasi bayi mengisap lendir saat lahir. Kelegaan berada pada kala II 2. Rehidrasi. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal. Jika tidak ada kemajuan setelah 4 jam. 2002. gembira. dan lega tetapi tetap merasakan antisipasi dan kekhawatiran akan apa yang akan terjadi. periksa dan lakukan rujukan Sama dengan tanpa dokter (Saefuddin AB. . Fase laten Campuaran emosi: senang. pada tahap transisi mengalami perubahan prilaku. rujuk dengan posisi miring kekiri. mengalami keguguran dan ketakutan. berikan antibiotika seperti tanpa dokter Urine Volume sedikit dan pekat Rehidrasi. 2. takut ditinggal sendirian. Fase aktif Akan bertambah khawatir. hal : 9) i. Perubahan Psikologis pada Persalinan Normal Kala I 1. Sebagaian besar ibu merasa mendorong saat meneran memberi kepuasan besar.

Periode maternal sensitive. Tertarik dengan placenta. Interaksi antara bayi dengan ibu 2. Memiliki perhatian terhadap dirinya. Latiahan relaksasi. Penerimaan akan sikap dan tingkah lakunya. 3. Perwatan tubuh atau fisik b. Ketertarikan ibu terhadap bayi.3. Kala IV 1. Kehadiran orang disekelilingnya secara terus menerus. 2. Cara mengatasi perubahan psikologis persalinan Lesser & Keane. 5 kebutuhan wanita dalam persalinan: a. c. terbebas dan sangat kelelahan. Kelegaan dari rasa nyeri d. Informasi dan kepastian hasil yang aman untuk diri dan bayinya. e. Beberapa ibu merasakan nyeri akut dengan setiap dorongan dan melawan kontraksi serta usaha untuk membuat dorongan. latihan pernafasan . 4. Tindakan dukungan dan kenyamanan a. Posisi b. Gembira. Kala III 1. bangga terhadap dirinya.

namun sekitar 10-15% diantaranya mengalami masalah selama proses persalinan dan kadang-kadang sulit untuk menduga kapan penyulit akan terjadi. (Waspodo D. Penjelasan proses dan perkembangan persalinan. Penggunaan sentuhan fisik.c. Dukungan selam pemeriksaan vagina. 2002) 2) Komplikasi Komplikasi dalam persalinan yang biasa terjadi : a) Distosia atau persalinan yang sulit akibat dari : i. Pengobatan. j. Kelainan tenaga atau his Kelainan janin (kelainan dalam letak atau bentuk janin) . perawatan mulut. j. Berendam. Pengisapan. Pencegahan kelelahan dan persiapan untuk istirahat d. pengosongan kandung kemih dan pengurangan kram kaki. kompres dingin. Kepastian privasi dan pencegahan ekspose e. penjelasan prosedur dan keterbatasannya. ii. Prognosa dan Komplikasi 1) Prognosa Meskipun sebagian besar ibu menjalani persalinan normal. k. h. i. panas untuk abdomen bagian bawah. g. usapan pada punggung. f. Orang ± orang terdekat.

Kelainan jalan lahir b) Perdarahan saat dan setelah persalinan c) Retensio plasenta d) Inversio uteri e) f) Perlukaan vulva. 2002) .iii. vagina dan serviks Ruptura uteri g) Emboli air ketuban h) Hematoma obstetric (Hanifa Winkjosastro.

30 wita : Ruang Bersalin Puskesmas Karang Taliwang PENGUMPULAN DATA A. : Senin. Keluhan Utama Ibu datang mengeluh sakit pinggang menjalar ke perut bagian bawah ingin melahirkan.30 wita Tanggal pengkajian : 01 Februari 2010 pukul: 21. . Data Subyektif 1.30 wita 2.BAB II TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA NY ³N´ DENGAN PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS KARANG TALIWANG Tanggal 01 Februari 2010 DOKUMENTASI KALA I Hari/Tanggal Waktu Tempat I. Identitas Biodata Nama Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Istri Ny ³N´ 30 tahun Sasak Islam SD Dagang Monjok Culik Suami Tn ³M´ 37 tahun Sasak Islam SMP Tukang Tanggal masuk : 01 Februari 2010 pukul: 21. 01 Februari 2010 : 21.

Obat-obat yang : 5 kali di Puskesmas Karang Taliwang : 2x lengkap (TT I : tgl. HTP : Ibu mengatakan ini kehamilan yang keempat : 08 ± 05 ± 2009 : 15 ± 02 ± 2010 d. ANC h. TT II : 25-08-2009). dikonsumsi : Ibu mengatakan hanya mengkonsumsi obat yang diberikan berupa tablet tambah darah sebanyak 3 bungkus. Riwayat Menstruasi a. f.3. j. Siklus c. Lama d. dan gerakan janin masih sering dirasakan sampai saat pengkajian. Pengeluaran lendir bercampur darah sejak tanggal 01 ± 02 ± 2010 pukul 11. Flour albus : 13 tahun : 28 hari : 7 hari : merah : tidak pernah : Ibu mengatakan pernah menggunakan KB suntik 3 bulan. HPHT c. . 28-07-2009. Pergerakan janin : Ibu mengatakan merasakan pergerakan janin pada umur kehamilan 4 bulan dan gerakan janin masih dirasakan sampai saat ini. Riwayat perjalanan penyakit Ibu hamil 9 bulan mengatakan sakit perut hilang timbul sejak tanggal 01 ± 02 ± 2010 pukul 05. Penyulit / tanda-tanda bahaya : tidak pernah g. Hamil ke b. : Ibu mengatakan ingin KB steril. Warna e.00 wita. 4. Umur kehamilan : Ibu mengatakan umur kehamilan 9 bulan e. Menarche b.00 wita. Imunisasi TT i. Riwayat KB Rencana KB 5. tidak ada keluar air ketuban. Riwayat Kehamilan Sekarang a.

j. Riwayat kembar Hamil ke 1 2 3 ini Tempat persalinan rumah puskesmas puskesmas Umur 9. mencuci. Riwayat kesehatan yang lalu / penyakit yang pernah diderita a. Riwayat Sosial Budaya a. Penyakit kardiovaskuler b.f. Pengambilan keputusan : . Kelainan : 100 cc dengan 2 kali ganti pembalut : tidak ada : tidak ada : tidak pernah : tidak pernah : tidak pernah : tidak dilakukan pemeriksaan : tidak pernah : tidak pernah : tidak pernah : tidak pernah : tidak pernah : tidak pernah : tidak pernah : tidak pernah Penolong Jenis H Penyulit B N BBL (gr) 2000 2500 2900 - 6. Penyakit TBC i. Dukungan keluarga : : 1x. Penyakit hipertensi c. Penyakit campak h. Penyakit Asma 7. Penyakit diabetes d. mengepel. Penyakit kelamin/HIV/AIDS : tidak dilakukan pemeriksaan k. Dismenorhea h. persalinan dan nifas yang lalu kehamilan persalinan persalinan aterm aterm aterm dukun bidan bidan spontan spontan spontan JK umur 12 th 9 th 4 th Ket hidup hidup hidup - 10. Status perkawinan c. Riwayat penyakit keturunan 8. dan lain-lain. memasak. Penyakit Anemia Penyakit Ginjal e. Riwayat kehamilan. b. Malaria g. Penyakit hepatitis f. Jumlah darah g. lama 13 tahun bersama keluarga mengerjakan sangat mendukung rumah kehamilan ini dengan membantu ibu pekerjaan tangga seperti menyapu.

tempe. Riwayat kebutuhan Biologis a.30 BAK 7-8x/hari Normal Cair Menjelang Persalinan BAB 1x/hari Normal Padat lunak BAK 7-8x/hari Normal Cair . kadang-kadang susu. tempe dan kadang-kadang buah (menu ibu tidak teratur). buah. memeriksa diri secara rutin. Eliminasi Eliminasi Selama hamil BAB Frekuensi Jumlah Konsistensi 1x/hari Normal Padat ± lunak Kesulitan BAB/BAK Terakhir Tidak ada Tidak ada Tidak ada 01-02-2009 Pukul 08.d. sayur. tidak ada makanan pantangan menurun mules Makan Terakhir Tanggal 01 ± 02 ± 2009 pukul 20.00 Tidak ada 01-02-2009 Pukul 21. ikan. tidak bekerja terlalu berat. telur ayam. ikan. Beban kerja e. Frekuensi Porsi Kesulitan 3 ± 4 kali sehari 1 piring Tidak ada 3 kali sehari 1 piring Saat ini nafsu karena makan perut Menjelang Persalinan Nasi. Nutrisi Riwayat Diit Komposisi Selama hamil Nasi. makan yang bergizi seimbang seperti: nasi sayur. Kebiasaan hidup sehat : : ibu berjualan di pasar Sindu dari pagi sampai siang. persalinan menjaga kebersihan diri. Pengetahuan ibu tentang : kehamilan. minumminuman keras dan obat-obatan terlarang begitu juga suaminya f. ibu tidak merokok. tidak ada makanan pantangan. sayur.30 wita b. 11.

tidak ada luka/lesi. tidak ada pembesaran kelenjar limfe. Istirahat dan tidur Istirahat Siang Malam Kesulitan Selama hamil 1 ± 1½ jam 8 ± 9 jam Tidak ada Menjelang Persalinan ½ jam 6 jam Ibu sulit tidur karena perut mules hilang timbul Istirahat Terakhir Tgl: 01-02-2009 pkl: 17. b. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. R : 120 /90 mmHg : 84x/menit : 36 oC : 20x/menit : bersih. tidak ada caries. gusi tidak pucat. rambut hitam normal. e. N c. Wajah c. TD b.00 wita B. gigi tidak . Pemeriksaan Fisik a. tidak ada benjolan. Kepala d. sklera tidak ikterus berlubang. mukosa lembab. Mulut dan gigi : bibir tidak pucat. tidak rontok. : konjungtiva tidak pucat. Tanda-tanda Vital a. Keadaan Umum Kesadaran Tinggi Badan Berat Badan Lila 2. tidak berdarah. dan tidak ada stomatitis. Mata : tidak pucat dan tidak oedema. : baik : composmentis : 150 : 65 kg : 28 cm BB sebelum hamil : 51 kg Keadaan emosional : stabil 3. tidak ada ketombe. tidak ada bendungan vena jugularis. S d. dan distribusi merata.wita wita c. Data Obyektif 1.

intensitas sedang. Ekstremitas: kuku tidak pucat. tidak ada oedema pada tangan dan kaki. dan kandung kemih kosong. tidak ada lingkaran bandle. puting susu menonjol. dan refleks patella +/+. irama teratur 11 ± 11 ± 12. striae albican. hiperpigmentasi areola mamae. 4. frek: 136x/mnt h. teraba bokong pada fundus. Payudara : simetris. tidak ada luka bekas operasi. tidak ada varices. Pemeriksaan Dalam Vulva dan vagina : pengeluaran blood slym. tidak teraba pembuluh limfe yang membesar. tidak teraba massa/tumor. linea nigra. tidak ada varices. tidak ada flour . Abdomen : Inspeksi : besar perut sesuai dengan usia kehamilan.f. Leopold I y Leopold II : Teraba tahanan memanjang pada bagian kanan uterus (punggung kanan) dan bagian kecil janin di sebelah kiri. Genetalia Perineum : tidak ada luka parut albus. tidak ada pembengkakan kelenjar bartolin. Palpasi y : : TFU : 3 jari dibawah prosesus xyfoideus (29 cm) PBBJ: 2790 gr. g. y y Leopold III : presentasi kepala sudah masuk PAP Leopold IV : kepala sudah masuk PAP 4/5 bagian : 3x dalam 10 menit lamanya 35 detik. i. pengeluaran colostrum (+/+). His Auskultasi : DJJ (+). tidak ada nyeri tekan. tidak ada retraksi/dimpling.

presentasi kepala q HI+. hidup. presentasi kepala. N : 84x/menit. tidak teraba bagian kecil janin / tali pusat. intrauterine. kesadaran composmentis TTV TD : 120 /90 mmHg. ket (-). tunggal. penurunan HI+. ket (+). INTERPRETASI DASAR A. Kebutuhan y Penjelasan tentang keadaan ibu dan janin baik .30 wita VT = ˆ 2 cm. denominator belum jelas. umur kehamilan 37 ± 38 minggu. R:20x/menit His (+) 3x dalam 10 menit lama 35 detik HTP : 15 ± 02 ± 2010 TFU = 29 cm (PBBJ: 2790 gram). Diagnosa G4P3 A0 H3. letkep. Masalah Gangguan ketidaknyamanan Dasar : Ibu mengatakan sakit perut hilang timbul menjalar ke pinggang C. presentasi kepala. S: 36 oC. eff 20%. II. teraba bokong di Fundus.Dilakukan pada tanggal 01-02-2010 pukul 21. keadaan umum ibu dan janin baik dengan inpartu kala I fase laten Dasar : Subyektif : y Ibu mengatakan hamil yang keempat dan tidak pernah mengalami keguguran y y y HPHT : 08 ± 05 ± 2009 Ibu mengatakan masih sering merasakan pergerakan janin Ibu mengatakan sakit perut hilang timbul menjalar ke pinggang Obyektif : y y y y y Keadaan umum ibu baik. tidak teraba bagian kecil janin / tali pusat B. kepala V 4/5 y y DJJ (+). frekuensi = 136x/menit dengan irama teratur: 11 ± 11 ± 12 VT = ˆ 2 cm. puka. eff 20%.

Siapkan alat partus set dan heating set.45 wita 1. serta anjurkan untuk BAB/BAK 7. MENETAPKAN KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA Mandiri Kolaborasi Rujukan : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada V. Anjurkan ibu merubah posisi sesuai keinginan ibu. duduk atau bila ibu di tempat tidur anjurkan ibu untuk miring ke kiri. kesejahteraan janin. atau ibu ingin jalanjalan.y Penjelasan tentang ketidaknyamanan dan kecemasan yang dialami ibu y Penjelasan kepada ibu tentang proses kelahiran bayi secara normal III. dan kemajuan persalinan 5. 9. Hadirkan orang-orang terdekat/keluarga untuk mendampingi ibu selama proses persalinan. Ajarkan teknik relaksasi 8. Berikan dukungan moril pada ibu 4. RENCANA ASUHAN MENYELURUH Tanggal : 01 ± 02 ± 2010 pukul : 21. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Tidak ada IV. . Beritahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan yang didapatkan 2. Minta persetujuan ibu dan keluarga atas semua tindakan yang dilakukan baik secara lisan maupun tertulis 3. lingkungan dan tempat untuk persiapan pertolongan persalinan serta perlengkapan lainnya sesuai APN. Informasikan tentang IMD saat bayinya lahir nanti. 6. Anjurkan ibu untuk makan dan minum. Observasi kesejahteraan ibu.

Untuk mengatasinya ibu dapat menarik nafas panjang dari hidung dan mengeluarkan perlahan-lahan dari mulut. seperti suami dan kerabat lainnya.00 wita 1. eff = 20%.30 Tanda-Tanda Vital TD N S 36 R 20 Frek 3 HIS Lama 35´ Intens sedang +/+ DJJ Frek 136 Pengeluaran Keluhan Keterangan VT = ˆ 2 cm. menjelaskan pada ibu bahwa sakit pinggang yang ia alami terjadi karena penurunan kepala bayi pada jalan lahir.VI. Mengobservasi kesejahteraan ibu. Meminta persetujuan ibu dan keluarga atas semua tindakan yang dilakukan baik secara lisan maupun tertulis 3. menghadirkan orang terdekat bagi ibu. teraba kepala.120/90 84 Blood slym Sakit perut menjalar ke pinggang . Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan yang didapatkan yaitu keadaan ibu dan janinnya dalam keadaan baik.30 84 4 40 kuat + 140 88 3 40 kuat + 140 Blood slym Sakit perut menjelar ke pinggang makin sering Blood slym sakit perut menjalar ke pinggang makin sering kecil 01-02. pembukaan jalan lahir baru 2 cm. kesejahteraan janin dan kemajuan persalinan Tgl/ Jam 2010 21. PELAKSANAAN ASUHAN MENYELURUH Tanggal : 01 ± 02 ± 2010 pukul : 22. ket (-). 2. Memberikan dukungan moril pada ibu dengan meyakinkan ibu. Menganjurkan orang yang menemaninya untuk memijat atau menggosok pinggangnya untuk mengurangi rasa sakit/rasa nyeri.30 01-022010 23. tidak teraba bagian janin/tali pusat 01-022010 22. sedangkan untuk persalinan pembukaan lengkap 10 cm. menjelaskan mengenai proses dan kemajuan persalinan dan mendengarkan keluhan ibu. 4. kep q HI+ . denominator belum jelas.

ibu bisa duduk. eff = sakit perut menjalar ke 100%.15 88 4 55 kuat + 140 blood slym ibu mengeluh sakit perut menjalar ke pinggang makin sering dan kuat 02-022010 00. Menganjurkan dan memberikan ibu makan dan minum agar memiliki tenaga yang cukup. 7. sakit perut air ketuban menjalar ke semakin sering dan kuat warna jernih pinggang 02-022010 00. tidak teraba bagian kecil janin/tali pusat blood slym. Menganjurkan ibu untuk melakukan perubahan posisi sesuai dengan keinginan ibu. ket (-). teraba kepala. Lakukan hal ini selama ibu merasa sakit. kep q ingin HIII+.45 Tanda-Tanda Vital TD N 84 S 36. melakukan aktivitas sesuai kemampuannya. ibu dapat tidur dengan posis miring ke kiri agar bayi yang dikandungnya memperoleh udara yang cukup. .5 R Frek 4 HIS Lama 45 Intens kuat +/+ DJJ Frek 136 Pengeluaran Keluhan Keterangan VT = ˆ 8 cm. menganjurkan keluarga untuk mendukung/ memotivasi dan membantu ibu untuk makan dan minum. dapat berjalan jika memiliki tenaga yang cukup agar kepala cepat turun. denominator uuk kanan depan. ket (-). Menganjurkan ibu ke kamar mandi bila ingin BAB/BAK. tidak teraba mengedan bagian kecil dan seperti ingin BAB.30 80 4 55 kuat + 140 blood slym ibu mengeluh VT = ˆ 10 cm. 6.Tgl/ Jam 01. teraba kepala. janin/tali pusat 5. eff = 80%. Mengajarkan dan menganjurkan ibu teknik bernapas dengan menarik napas panjang lewat hidung kemudian melepaskan dengan cara menghembuskan lewat mulut. denominator pinggang.022010 23. ibu uuk di depan. kep q HII+.

baju. Lingkungan : menutup tirai dan menjaga keprivasian ruangan tempat ibu akan bersalin. serta minuman yang manis-manis untuk persiapan tenaga mengedan. b. benang catgut. 1 gunting tali pusat. benang tali pusat. popok. Alat partus : klem ½ kocher.8. Memastikan persiapan : a. c. sarung tangan dan sarung kaki dalam satu rangkaian. balon penghisap lendir. d. air DTT. spuit 3 cc dan uterotonika: oksitosin 10 IU. dan lidocaine. Ibu : melonggarkan BH ibu.5%. Memberitahu keluarga atau orang terdekat agar mendampingi ibu selama proses persalinan berlangsung. bengkok. menyiapkan kain untuk alas dan selimut ibu. vitamin K dan spuit 1 cc serta salep mata Persiapan heating : nalvudder. betadin. kassa. menyiapkan tempat sampah infeksiosus dan non infeksiousus. pinset anatomis. handscoon. lampin. jarum jahit. . 9. Pakaian bayi : kain. larutan klorin 0.

VT ˆ 10 cm. 7. EVALUASI Tanggal : 01 ± 02 ± 2010 pukul: 22. Ibu memahami tentang semua yang disarankan dan bersedia melakukannya. ketuban negatif. His terakhir yaitu 4x dalam 10 menit lamanya 55 detik. 5. k/u ibu baik. uuk di depan. Ibu merasakan sakit pinggang sampai ke perut bagian bawah. 2. penurunan kepala HIII+. intensitas kuat. tanda vital: TD = 120/90 mmHg. 6. tidak teraba bagian kecil janin atau tali pusat. Nadi : 84x/menit. Respirasi : 20x/menit. teratur 11 ± 11 ± 12. Ibu mengetahui hasil pemeriksaan bahwa keadan ibu dan janinnya baik dan saat ini pembukaannya sudah lengkap (10 cm). . kesadaran composmentis.VII. ingin meneran dan ada rasa seperti ingin BAB.15 wita 1. 4. 3. eff 100%. DJJ positif 136x permenit. Suhu : 36oC.

Subyektif y y y Ibu mengatakan ingin mengejan Ibu mengatakan ingin BAB Ibu mengatakan sakit perut dan pinggang yang semakin kuat B. irama teratur 11 ± 11 ± 12. INTERPRETASI DATA DASAR a. frekwensi : 136x/menit VT = ˆ 10 cm. tekanan anus (+). ket (-). S: 36oC. Obyektif y Ada dorongan untuk mengejan. R: 20x/mnt II. DJJ (+). Diagnosa Ibu bersalin kala II normal Dasar y Subyektif o Ibu mengatakan ingin buang air besar dan ingin mengejan o Ibu mengatakan sakit perut dan pinggang yang semakin sering dan kuat. vulva membuka. . N: 84x/mnt. Kep q HIII+. o Keadaan umum ibu dan janin baik. ket (-).DOKUMENTASI KALA II (Tanggal 02 ± 02 ± 2010 pukul: 00.30 wita) I. perineum menonjol. teraba kepala. o Ibu mengatakan keluar air ketuban. teraba kepala. perineum menonjol. y y TD: 120/90 mmHg. tidak teraba bagian terkecil janin/tali pusat. tidak teraba bagian terkecil janin/tali pusat. y His semakin kuat lamanya 55 detik. vulva membuka. pengeluaran lendir campur darah semakin banyak. uuk di depan. uuk di depan. PENGUMPULAN DATA DASAR A. o Dorongan mengejan. frekuensi 4x dalam 10 menit. eff = 100%. y Obyektif o Pengeluaran lendir campur darah semakin banyak. Kep q HIII+. o VT = ˆ 10 cm. eff = 100%. tekanan anus (+).

PELAKSANAAN Hari/Tanggal Pukul : Selasa. Menganjurkan kepada keluarga untuk memberi dukungan moril dan meminta keluarga untuk menemani selama proses persalinan. 2. 3. 4. Berikan dukungan moril pada ibu 3. 02 Februari 2010 : 00. posisi normal dan bunyi jantung teratur. Masalah : ketidaknyamanan karena sakit pinggang menjalar ke perut Dasar : ibu mengatakan sakit pinggang menjalar ke perut c. Membimbing cara meneran yang baik seperti saat diberikan informasi awal tentang tehnik meneran.b. Sakit pinggang sampai ke perut bagian bawah masih terjadi karena kepala bayi ibu terus turun pada jalan lahir. MENETAPKAN KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA Tidak ada V. Kebutuhan y y y Informasi mengenai proses persalinan kala II Cara mengedan yang baik dan posisi yang nyaman Motivasi dari keluarga dan bidan III. . Memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa keadaan umum ibu baik. dan memberitahu ibu bahwa sebentar lagi akan melahirkan karena pembukaan sudah lengkap. Bimbing ibu cara mengedan yang baik. RENCANA ASUHAN 1. Keadaan janin ibu baik.40 wita 1. Tolong persalinan sesuai dengan langkah APN VI. Beritahu ibu hasil pemeriksaan. 2. sehingga ibu akan mengalami sakit pinggang dan perut bagian bawah. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Tidak ada IV.

Perineum ibu diepisiotomi karena kaku. Menolong persalinan sesuai dengan langkah APN y Mengamati tanda dan gejala kala II yaitu keinginan untuk meneran. y Memastikan perlengkapan. Memasukkan oksitosin ke dalam tabung suntik. y Memeriksa DJJ untuk memastikan bahwa DJJ dalam Batas normal dan ternyata DJJnya (+) frekuensi 136x/menit. mematahkan ampul oksitosin 10 IU dan menempatkan tabung suntik steril 3 cc kedalam wadah partus set. Melindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain tali. lalu menggunakan handscoen. y Melakukan pimpinan untuk meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran dan menganjurkan ibu untuk istirahat jika sakit perutnya berhenti. tekanan pada anus <ibu merasa seperti ingin BAB>. kemudian melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan lengkap. y Mendekontaminasi sarung tangan yang telah digunakan untuk pemeriksaan dalam ke dalam larutan clorin 0. y Menggunakan celemek. bahan dan obat-obatan. perineum menonjol. Membantu ibu dalam posisi yang nyaman yaitu meminta bantuan kepada keluarga untuk membantu ibu dalam posisi setengah duduk. meletakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayinya. y Membuka partus set y y Memakai sarung tangan steril atau DTT. . y Pada saat kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 ² 6 cm. cuci tangan.5 % dan merendamnya selama 10 menit. y Membersihkan vulva dan perinium dengan kapas DTT. dan meletakkan kain yang bersih di bawah bokong. vulva membuka. irama teratur 11-11-12 y Memberitahu ibu bahwa pembukaaan sudah lengkap dan keadaan janinnya baik.4. meletakkan tangan yang lain di kepala bayi dan sehingga tidak terjadi defleksi yang terlalu cepat.

wajah merah Pulse rate Grimance Activity Respiration Jumlah >100 x/ menit Bersin Fleksi sedikit Teratur. tangan kiri menelusuri badan bayi dari bahu hingga menyelipkan telunjuk tangan kiri di antara pergelangan kaki. Selanjutnya mengangkat kepala bayi ke arah atas untuk melahirkan bahu belakang. apakah bayi bergerak aktif? (ya). pegang bayi bertumpu pada tangan sedemikian rupa sehingga menghadap kearah penolong. leher dan bahu bayi y Setelah keseluruhan badan bayi lahir. kemudian melakukan penilaian awal pada bayi yang meliputi apakah menangis atau bernapas tanpa kesulitan? (ya). sedangkan tangan kanan menyangga kepala. y Setelah kedua bahu dilahirkan. menangis kuat 2 2 1 2 9 . y Memeriksa lilitan tali pusat dan ternyata tidak ada lilitan tali pusat y Menunggu hingga kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan y Menempatkan kedua tangan dalam posisi biparietal kemudian melahirkan bahu depan dengan menarik perlahan ke arah bawah untuk melahirkan bahu depan. menangis kuat Nilai 1 5 menit Seluruh kemerahan tubuh Nilai 2 2 2 1 2 8 > 100 x / menit Bersin Fleksi sedikit Teratur. Selanjutnya dilakukan penilaian APGAR pada 1 menit pertama dan 5 menit kedua : Tabel Apgar Score Aspek yang 1 menit dinilai Appearance Esktremitas biru. apakah warna kulit bayi kemerahan? (ya).Menganjurkan ibu untuk meneran sekuat tenaga hingga lahir kepala bayi.

lahir spontan langsung menangis. kecuali tangan bayi. A-S: 8-9 2. jenis kelamin perempuan. 3.warna kulit kemerahan . Ibu mengatakan merasa senang dengan kelahiran bayinya. mengganti handuk basah dengan kain yang kering kemudian dibiarkan di atas perut ibu untuk IMD y Pastikan tidak ada bayi kedua. seluruh tubuh kemerahan. EVALUASI Hari/tanggal Waktu 1. 02 Februari 2010 : Pukul 00. bernafas tanpa kesulitan. : Selasa. VIII. hidup. . 4.45 Wita Bayi lahir. Ibu mengeluh perutnya mules.y Mengeringkan seluruh tubuh bayi. tonus otot baik. TFU sepusat dan tidak ada bayi kedua.

02 Februari 2010 : Pukul 00. Bayi ibu sudah lahir dan senang dengan kelahiran bayinya 2. Diagnosa Dasar: Subyektif : 1. Data Obyektif 1.pukul : 00. terdapat tanda pelepasan plasenta (tali pusat bertambah panjang dan uterus bentuk globuler) B . Informasi tentang keadaan ibu dan kelahiran plasenta 2. 2. Ibu mengatakan perutnya terasa mules : Ibu kala III normal Obyektif : I. Masalah : Tidak ada C . Ibu mengatakan senang dengan kelahiran bayinya B. PENGKAJIAN DATA Hari/tanggal Waktu : Selasa. 3. Ibu mengatakan perutnya terasa mules. Plasenta belum lahir 2. Dukungan serta pendampingan .45 WITA A. Informasi tentang keadaan bayinya 4. Kebutuhan : 1. Manajemen aktif kala III 3. Data Subyektif 1.DOKUMENTASI KALA III (Tanggal 02 Februsri 2010.45 wita) I. Anjurkan ibu tetap melakukan IMD 5. TFU Sepusat Plasenta belum lahir Tali pusat tampak menjulur didepan vulva dan terdapat tanda pelepasan plasenta II. INTERPRETASI DATA DASAR A.Tali pusat tampak menjulur didepan vulva. 2.

lalu menyuntikkan oksitosin 10 IU IM pada 1/3 paha bagian luar segera setelah dipastikan tidak ada bayi kedua. di mana ibu akan merasakan perut mules karena proses kelahiran plasenta tersebut. 3. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Tidak ada IV. PELAKSANAAN ASUHAN Hari/tanggal Waktu 1. Melakukan manajemen aktif kala III. Menginformasikan pada ibu bahwa keadaan bayinya baik dan hares segera disusui yang jugs akan membantu ibu mempercepat kelahiran plasenta serta mencegah terjadinya perdarahan pada ibu. 6. saat plasenta tampak di introitus vagina. Melahirkan plasenta secara hati-hati. Jelaskan pada ibu tentang proses kelahiran plasenta dan keadaan Berikan dukungan moril pada ibu dan anjurkan keluarga untuk Manajemen aktif kala III Periksa kelainan plasenta meliputi kotiledon. Memberikan dukungan moril pada ibu dan menganjurkan keluarga untuk tetap menemani ibu.45 WITA bayinya. memotong lalu mengikat tali pusat bayi.III. 2. 5. Melakukan PTT dengan cara melahirkan tali pusat dengan hati-hati sambil mendorong fundus uteri ke arah dorso kranial saat ada his. meliputi memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik. tetap menemani ibu 3. VI. 02 Februari 2010 : Pukul 00. 2. Menjepit. Menjelaskan pada ibu bahwa proses persalinan berjalan dengan baik dan tinggal menunggu kelahiran plasenta. KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA Tidak ada V. RENCANA ASUHAN YANG MENYELURUH 1. tangan kanan penolong menerima plasenta kemudian . selaput dan tali pusat Periksa robekan jalan lahir Observasi keadaan umum ibu : Selasa. 4.

Memeriksa keadaan plasenta meliputi kotiledon lengkap. Melakukan masasse fundus uteri dengan arah memutar meenggunakan 4 palmar jari selama 15 detik atau 15 kali. Memeriksa robekan jalan lahir : tidak ada robekan jalan lahir. selaput amnion dan korion lengkap. 4. 5. 6. Kontraksi uterus baik. TFU 2 jari di bawah pusat. perdarahan 150 cc. Mengobservasi keadaan umum ibu .memutar searah jarum jam untuk mengeluarkan selaputnya. tali pusat 2 arteri satu vena.

50 WITA 1. EVALUASI Hari/tanggal : Selasa. Kandung kemih kosong 5. Ibu mengatakan sangat lelah dan perutnya teras mules . panjang tali pusat 45 cm. berat 500 gram. Plasenta lahir lengkap secara duncan. TFU 2 jari bawah pusat 3.VII. Keadaan umum ibu baik 7. diameter 20 x 18 x 2 cm. Perdarahan 150 cc 6. 2 Februari 2010 Waktu : Pukul 00. 2. Kontraksi uterus baik 4.

Suhu: 36. Perdarahan 150 cc setelah plasenta lahir. II.45 wita Ibu mengatakan merasa lelah dan perutnya terasa mules Obyektif : y y Plasenta lahir lengkap pukul 00.50 WITA A. Penjelasan tentang penyebab perut terasa mules . Diagnosa Dasar: Subyektif : y y : Ibu Kala IV normal Ibu melahirkan tanggal 02 Februari 2010. PENGKAJIAN DATA Hari/tanggal Waktu : Selasa.50 wita Kontraksi uterus baik. Kandung kemih kosong 4. TFU 2 jari dibawah pusat 3. Data Subjektif Ibu mengatakan sangat lelah dan perutnya mules B. Respirasi 20x/menit 5. pukul 00.7 °C. TFU 2 jari bawah pusat. 02 Februari 2010 : Pukul 00. Nadi: 84x/menit. kandung kemih kosong y Keadaan umum ibu baik Masalah: Ketidaknyamanan : Ibu mengatakan perutnya mules setelah melahirkan Kebutuhan : B.50 wita) I. Keadaan umum ibu baik. Kontraksi uterus baik 2. Dasar C. Tekanan Darah: 110/60 mmHg.DOKUMENTASI KALA IV (Tanggal : 02 Februari 2010 pukul: 00. INTERPRETASI DATA DASAR A. Data Obyektif 1.

5. VI. 4. KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA Mandiri : Pemantauan Kala IV dengan baik : tidak ada Kolaborasi : tidak ada Rujukan V. Beritahu ibu tentang keadaanya setelah melahirkan dan informasikan penyebab perut ibu terasa mules. Untuk mengatasinya ibu dapat menarik nafas panjang dari hidung dan menghembuskan perlahan melalui mulut. kandung kemih. Lakukan vulva hygiene dan mengganti pembalut yang baru Beri penyuluhan tentang kebersihan diri ibu. Observasi tanda-tanda vital. RENCANA ASUHAN 1. ASI eksklusif dan perawatan bayi sehari-hari. 3.III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Tidak ada IV. kontraksi uterus. injeksi Vitamin K. PELAKSANAAN ASUHAN Hari/tanggal Waktu : Selasa. tinggi fundus uteri. 6.50 WITA 1. . perdarahan (pemantauan kala IV) Pemeriksaan fisik pada bayi ibu yang Baru lahir setelah 1 jam IMD. perawatan tali pusat dan imunisasi bayi Motivasi keluarga untuk memberi makan dan minum pada ibu. anjurkan ibu untuk istirahat 2. meliputi jaga kehangatan. Memberitahu ibu bahwa keadaanya baik dan menjelaskan bahwa rasa mules yang is rasakan adalah normal karena pengembalian bentuk rahim ke bentuk semula seperti sebelum hamil. 02 Februari 2010 : Pukul 00.

tanpa makanan pendamping lain selain ASI sebelum bayi berumur 6 bulan. 6. Memberi penyuluhan tentang kebersihan diri ibu terutama cara cebok yang baik dari depan ke belakang.             5 cc 5 cc 5 cc 5 cc 5 cc 10 cc . Memakaikan ibu stagen. secara umum keadaan bayi baik. Kemudian injeksi Vitamin K pada paha kiri bayi. serta mengingatkan ibu agar membawa bayinya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap sebelum bayi berumur 1 tahun. Pemeriksaan fisik pada bayi ibu. menunda memndikan bayi sekurang-kurangnya 6 jam setelah lahir dan tidak menempatkan bayi pada tempat dingin dan banyak angin . dengan berat badan 3100 gr dan panjang badan 48 cm. Melakukan pemantauan kala IV Tabel Pemantauan Kala IV Jam ke I Waktu 00. cebok dengan air biasa bukan dengan air hangat dan cebok serta mencuci tangan setiap selesai BAB dan BAK.20 01.2. Menganjurkan keluarga untuk memberi makan dan minum pada ibu.05 02. menganjurkan ibu agar memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. merawat tali pusat bayi hanya dengan membersihkan menggunakan sabun pada saat mandi dan kemudian dikeringkan tanpa membubuhi ramuan apapun.50 01. tidak ditemukan kelainan kongenital. lida 31 cm. serta menganjurkan ibu istirahat yang cukup agar keadaannya cepat pulih.35 II 02. 4.2 3 jari bwh pusat baik 86 3 jari bwh pusat baik 3. Melakukan vulva hygiene dan mengganti pembalut yang Baru.05 01. lila 10 cm. Menjelaskan pada ibu tentang perawatan bayi sehari-hari meliputi menjaga kehangatan bayi dengan selalu membungkus bayi menggunakan kain kering dan bersih.35 TTV TD N S 37 TFU Kontraksi Kandung uterus kemih kosong kosong kosong kosong kosong kosong Perdarahan 110/90 84 120/80 120/80 120/80 120/80 120/80 84 82 84 2 jari bwh pusat baik 2 jari bwh pusat baik 3 jari bwh pusat baik 3 jari bwh pusat baik 84 37. lika 33 cm. 5.

. 6. 02 Februari 2010 Waktu : Pukul 02. walaupun IMD gagal karena bayi kurang aktif. ASI eksklusif dan perawatan bayi sehari-hari.35 WITA 1. Ibu memahami penjelasan ynag diberikan dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan. Kontraksi uterus baik. Ibu sudah dipakaikan pembalut baru dan stagen. kandung kemih kosong 4. Bayi sudah diberikan ASI dan dapat menyusui dengan baik. Tidak ada perdarahan postpartum 5. 7. Proses involusi uterus berjalan dengan normal 3. Ibu sudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang kebersihan diri ibu. EVALUASI Hari/tanggal : Selasa. TFU 3 jari bawah pusat.VII. Keadaan umum ibu baik 2.