WTO dibentuk tg 15 April 1994 di Marakesh, Maroko setelah perundingan panjang mengenai perdagangan dunia yang disebut Putaran

Uruguay. Berlaku efektif sejak 1 Januari 1995 dan Indonesia meratifisir lewat DPR tg 13 Oktober 1994 menjadi UU No. 7 th 1994. Dalam draft Final Act perjanjian Marakesh dikemukakan ttg rancangan mendirikan Multilateral Trade Organization (MTO) yang kemudian diubah namanya menjadi World Trade Organization (WTO) sebagai pegganti GATT. Putaran Uruguay telah meluaskan cakupannya secara substansi dan telah menghasilkan banyak perjanjian baru yang sebelumnya tidak pernah ditangani GATT. TUJUAN Mendorong arus perdagangan antara negara, dengan mengurangi dan menghapus berbagai hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus perdagangan barang dan jasa. Memfasilitasi perundingan dengan menyediakan forum negosiasi yang lebih permanen. Untuk penyelesaian sengketa, mengingat hubungan dagang sering menimbulkan konflik-konflik kepentingan. FUNGSI Memfasilitasi implementasi, administrasi dan pelaksa-naan dari persetujuan WTO. Memberikan suatu forum tetap guna melakukan perun-dingan diantara anggota, baik masalah yang telah terca-kup dalam persetujuan WTO maupun yang belum tercakup. Menyelesaikan sengketa yang terjadi dalam WTO. Mengawasi kebijakan perdagangan. Kerjasama dengan organisasi lainnya. SEJARAH WTO secara resmi berdiri pd tg 1 Januari 1995. Cikal bakal WTO adalah GATT ( General Agreement on Tariffs and Trade) yang telah berdiri sejak th 1948. Setelah WTO resmi berdiri, GATT tetap exis sebagai salah satu bagian dari WTO sejajar dengan GATS ( General Agreement on Trade and Services ) dan TRIPS ( Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights) PERBEDAAN UTAMA GATT dan WTO GATT bersifat ad hoc dan sementara waktu. Persetujuan umum tidak pernah diratifikasi oleh Parlemen negara anggota dan tidak mengandung ketentuan bagi penciptaan suatu organisasi. WTO memiliki anggota, sedang GATT terdiri dari para pihak, yg menegaskan bahwa GATT secara resmi merupakan suatu teks legal. GATT hanya memasukkan perdagangan barang,sedang WTO mencakup GATT (barang), GATS (jasa) dan TRIPS (kekayaan intelektual). Sistem penyelesaian sengketa WTO lebih cepat dan lebih otomatis daripada sistem GATT yang lama. WTO dan persetujuan2 didlmnya bersifat permanen dan sebagai OI, WTO memiliki aturan2 yg pasti dan diratifikasi oleh negara2 anggotanya. DIREKTUR JENDERAL GATT DAN WTO Sir Eric yndham White ( Inggris ) 1948-68 Oliver Long (Swiss) 1968-80 Arthur Dunkel (Swiss) 1980-93 Peter Sutherland (Irlandia) GATT 1993-94 WTO 1994-95 Renato Ruggiero (Italia) 1995-99 Mike Moore (Selandia Baru) 1999-2002. Supathai Panitchpakdi (Thailand) 2002-2005 PRINSIP-PRINSIP Most Favoured Nation (MFN): Perlakuan yang sama thdp semua Mitra Dagang (non-diskriminasi), artinya keringanan tarif impor yg diberikan pd produk 1 neg hrs diberikan jg pd produk impor dr neg mitra dagang lainnya. National Treatment (perlakuan nasional) artinya neg angg wajib unt memberikan perlakuan sama atas barang2 impor dan barang lokal, paling tdk setelah barang impor memasuki pasar domestik. Transparency (transparan) artinya bahwa neg angg wajib bersikap terbuka thdp berbagai kebijakan perdagangannya, shg para pelaku ekonomi mudah melakukan kegiatan perdagangan. SISTEM ORGANISASI Seperti yang biasa dilakukan dalam GATT, mekanisme pengambilan keputusan dalam WTO adalah Konsensus. Apabila konsensus sulit dicapai, pengambilan keputusan akan dilakukanVoting dengan sistem satu negara satu suara & kemenangan mayoritas. Hasil Voting dianggap sah apabila: - Untuk perdag multilateral mendapat persetujuan 2/3 angg WTO. - Melepaskan suatu negara dari suatu kewajiban hrs mendpt persetujuan ¾ suara. - Untuk mengamandemen ketentuan hrs mendapat dukungan 2/3 suara. - Untuk menetapkan anggota baru, diperlukan suara mayoritas (2/3 suara). KEWENANGAN DALAM WTO Kewenangan tkt tertinggi: Konferensi Tingkat Menteri yang bersidang sedikitnya 1x dlm 2 th. Kewenangan tkt kedua: General Council. Kewenangan tkt ketiga: Dewan2 ( Councils). Kewenangan tkt keempat: Subsidiary Bodies yakni badan2 yang berada dibawah Council. KEANGGOTAAN Anggota GATT otomatis menjadi anggota WTO, yang dikenal sebagai anggota asli WTO. Suatu Neg yang ingin menjadi anggota harus melewati 4 tahap sbb: 1. Permintaan resmi untuk menjadi anggota. 2. Negosiasi dengan seluruh anggota WTO. 3. Menyusun draft Keanggotaan baru. 4. Keputusan akhir. Sebagian besar negara anggota mempunyai perwakilan diplomatik di Jenewa yang dikepalai oleh seorang Dubes khusus untuk WTO. PENGELOMPOKAN ANGGOTA DALAM WTO Anggota WTO sekarang ini mengelompok2 yg dlm beberapa hal mrk menyampaikan suaranya dengan menggunakan satu juru bicara atau satu tim negosiasi. Kelompok-kelompok tersebut adalah: - Uni Eropa = European Communities, sbg kelompok yg terbesar yang terdiri dr 15 negara. Uni Eropa memiliki satu kebijakan perdagangan eksternal. Dalam berbagai sidang di WTO, Eoropean Com bertindak atas nama UE. Jadi UE merupakan anggota WTO yg memp hak-hak spt yg dimiliki negara2 anggota UE. - ASEAN : Malaysia, Indonesia, Sing, Phil, Thai, Myanmar, Kamboja, Brunei. - Latin American Economc System ( SELA )

Mesir. maka tidak akan ada keputusan. Efektif dan saling menguntungkan. (Panel secara resmi bertugas membantu DSB membuat keputusan atau rekomendasi). melainkan untukmeneliti argumentasi yang dikemukakan oleh Panel sebelumnya. Sebelum dengar pendapat yang pertama: masing-masing pihak mengajukan argumen kpd Panel secara tertulis. Banding harus didasarkan pada suatu peraturan tertentu spt interpretasi legal atas suatu pasal dalam suatu persetujaun WTO. Neg yang ingin merintangi keputusan harus mendekati seluruh anggota WTO. fakta dan argumen unt kedua belah pihak dan memberikan waktu 2 minggu kpd pihak2 unt memberikan tanggapannya. mengubah ataupun memutarbalikkan temuan dan putusan Panel. Peran Ahli (Experts): Panel dapat meminta pendapat para ahli atau menunjuk expert review group unt mempersiapkan pendapatnya. 8. .Cairns Group yang dibentuk sesaat sebelum Putaran Uruguay dimulai th 1986 unt membahas liberalisasi perdag bidang pertanian. Lap Akhir menjadi Keputusan: Laporan tsb otomatis menjadi keputusan atau rekomendasi DSB dlm jangka waktu 60 hr. 4. DSB dapat menerima atau menolak keputusan Panel atau keputusan pada tingkat banding. pemben-tukan Panel tidak bisa lagi dihalangi. . Indonsia. Tanzania. negara sengketa harus berunding (konsultasi) unt mencari jalan keluar.Laporan Panel hanya dapat ditolak melalui konsensus dalam DSB. Banding biasanya membutuhkan waktu tidak lebih dr 60 hr dan batas maksimum 90 hari. Tetap diharapkan bhw negara yang sengketa dapat melakukan perundingan dan menyelesaikan masalah mereka tanpa harus membentuk panel. Dibawah WTO putusan secara otomatis disahkan kecuali ada konsensus untuk menolak hasil putusan. ANGGARAN WTO Total anggaran WTO pada th 2004 adalah sebesar 161. Kedua pihak yang bersengketa dapat mengajukan banding. Cepat. Zimbabwe dan Jamaika.Jika tahap I gagal. Banding tidak dilakukan untuk menguji kembali bukti2 yang ada atau bukti2 baru yang muncul. penggugat dpt meminta dibentuknya Panel. Paraguay. . Sri Lanka. dan dlm waktu tsb Panel bisa saja bersidang tambahan dng kedua pihak yang sengketa. Tahap II: Panel ( maksimum 45 hr unt pembentukan Panel + 6 bulan Panel bekerja unt menghslkan keputusan ). Rep Dominika. PRINSIP-PRINSIP PENYELESAIAN SENGKETA Pada prinsipnya penyelesaian sengketa dilakukan dngn Adil. Badan ini terdiri dari para ahli yang bertugas menelaah kasus. Pada GATT. dan penolakan dimungkinkan hanya melalui konsensus. untuk membatalkan keputusan panel. Caribbean and Pacific Group ( ACP ) . Argentina. Tugas Dirjen adalah: . Ini artinya bahwa jika ada keberatan dr suatu negara. . . Kenya. India. Peninjauan ( Review): Lamanya waktu unt menanggapi tdk melebihi 2 minggu. ‡ DSB hrs menerima tau menolak laporan banding tsb dlm jangka waktu tdk lebih dr 30 hr.The Southern Common Market (MERCOSUR)-Brazil. Negara tergugat dpt merintangi terbentuknya Panel sebanyak satu kali. 3. khususnya negara berkembang paling terbelakang. 5.Menganalisis kinerja dan kebijakan perdagangan oleh para ahli ekonomi dan statistik WTO. kecuali dalam kasus penting atau kasus barang yang mudah hancur dalam waktu 3 bulan. -Laporan akhir Panel biasanya diberikan kpd pihak2 yang bersengketa dalam waktu 6 bulan. maka Panel dapat memberi arahan ttg bgmn seharusnya dilakukan. Indonsia termasuk salah satu dari 25 negara pembayar kontribusi terbesar (th 2003) mengingat besarnya peran (trade share) Indonesia dalam perdagangan dunia.African. Keputusan pd tkt Banding dapat menunda. 6. DSB juga memonitor pelaksanaan putusan dan mereko-mendasi serta memiliki kekuasan untuk mengesahkan retaliasi. Anggota AB memiliki masa kerja 4 tahun dan mrk berasal dari individu2 yang memiliki reputasi dlm bidang Hukum dan Perdagangan Internasional dan lepas dari kepentingan negara manapun.776. WAKTU PENYELESAIAN SENGKETA Konsultasi. suatu putusan disahkan hanya berdasarkan konsensus. 2. SEKRETARIAT Sekretariat WTO terletak di Jenewa dengan memiliki sekitar 550 staf dan dikepalai seorang Dirjen.Menangani maalah aksesi anggota baru dan memberikan saran-saran kpd pemerintah yang mengajukan aksesi. .Melaksnakan tugas administrasi dan tehnis bagi badan2 WTO. maka hasil putusannya sulit untuk digugurkan.Like Minded Group (LMG) yg dibentuk menjelang KTM III WTO di Seatle yang beranggotakan Kuba. TAHAP PENYELESAIAN SENGKETA Tahap I: Konsultasi (maksimum 60 hr). termasuk lawan sengketanya. . TAHAP PENYELESAIAN SENGKETA 1. Uganda. 7. Bantahan (Rebuttal):Negara yang terlibat mengajukan banthan tertulis danargumen lisan pd pertemuan Panel yang kedua. Jika terbukti tergugat bersalah. Tiap upaya banding diteliti oleh tiga dari tujuh orang anggota Tetap Badan Banding (Appellate Body) yang ditetapkan oleh DSB dan berasal dari anggota WTO yang mewakili kalangan luas. Laporn smentara (interim report): Panel mengajukan lap smentara yang memuat temuan2 & kesimp akhir kpd kedua pihak dan memberikan 1 mingg unt memberikan tanggapan (review). Laporan Banding : 60-90 hr DSB mengesahkan Lap Banding : 30 hr Total dng Banding 1 tahun 3 bulan BANDING (APPEALS) Tiap pihak dapat mengajukan banding terhadap keputusan Panel. kecualii ada konsensus yang menentang pembentukan Panel tsb. kecuali ada konsesnsus menolaknya. mediasi dll : 60 hr Pembentkan dan Penunjukan Panel : 45 hr Lap final Panel pd pihak2 sengketa : 6 bln Lap final Panel pd smua angg WTO : 3 ming DSB mengesahkan laporan : 60 hr Total tanpa Banding 1 tahun. Dengar pendapat yang pertama: kasus unt neg penggugat dan tergugat dan negara lain yang menyatakan punya kepentingan dalam kasus tsb. Honduras. Draft pertama: Panel mengajukan draft laporan yang berisi latar belakang. jika suatu negara tidak mematuhi keputusan. dan satu2nya yang memiliki otoritas membentuk Panel.500 Swiss Franc yang berasal dari kontribusi negara-negara anggota yang diperhitungkan berdasarkan besarnya nilai perdagangan. Laporan Akhir (Final report): Lap akhir diberikan kpd kedua pihak. 9. tetapi pada sidang DSB yang kedua kalinya.North American Free Trade Area ( NAFTA ) . Seblm dibawa ke Panel. Uruguay .. Setlh 3 minggu lap tsb disirkulasi kpd semua anggota WTO. Malaysia. PROSES PENYELESAIAN SENGKETA Penyelesaian sengketa menjadi tanggung jawab Dispute Settlement Body (DSB).Memberikan dukungan tehnis untuk negar-negara berkembang. Laporn ini tdk memuat temuan & kesimpln akhir.Memberikan bantuan Hukum dlm rangka penyelesaian sengketa. .

Sejak tahun 1948. Putaran Tokyo gagal menyelesaikan masalah produk utama yang berkaitan dengan perdagangan produk pertanian dan penetapan persetujuan baru mengenai ³safeguards´ (emergency import measures). yang mengakibatkan tariff rata-rata atas produk industri turun menjadi 4. Hasil yang diperoleh rata-rata mencakup sepertiga pemotongan dari bea impor/ekspor terhadap 9 negara industri utama. keputusan dan kesepakatan. III. yang berlangsung selama 8 tahun. Hanya dalam waktu 2 tahun. AS tidak meratifikasi Piagam Havana sehingga ITO secara efektif tidak dapat dilaksanakan. Putaran-putaran perundingan Pada tahun-tahun awal. 7/1994. semakin luas pemotongannya secara proporsional. dan kekayaaan intelektual yang mengandung prinsip-prinsip utama liberalisasi. sebagai upaya untuk mendorong liberalisasi perdagangan internasional. Putaran tersebut hampir mencakup semua bidang perdagangan. yang walaupun sebagai pencetus. Meskipun Piagam ITO akhirnya disetujui dalam UN Conference on Trade and Development di Havana pada bulan Maret 1948. Umum World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara. Sejak tahun 1948-1994 sistem GATT memuat peraturanperaturan mengenai perdagangan dunia dan menghasilkan pertumbuhan perdagangan internasional tertinggi. Tetapi pada akhirnya Putaran Uruguay membawa perubahan besar bagi sistem perdagangan dunia sejak diciptakannya GATT pada akhir Perang Dunia II. Persetujuan-persetujuan dalam WTO mencakup barang. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) . Putaran Uruguay memberikan hasil yang nyata. GATT tetap merupakan instrument multilateral yang mengatur perdagangan internasional. meliputi: Barang/ goods (General Agreement on Tariff and Trade/ GATT) Jasa/ services (General Agreement on Trade and Services/ GATS) Kepemilikan intelektual (Trade-Related Aspects of Intellectual Properties/ TRIPs) Penyelesaian sengketa (Dispute Settlements) Persetujuan-persetujuan di atas dan annexnya berhubungan antara lain dengan sektor-sektor di bawah ini: Pertanian Sanitary and Phytosanitary/ SPS Badan Pemantau Tekstil (Textiles and Clothing) Standar Produk Tindakan investasi yang terkait dengan perdagangan (TRIMs) Tindakan anti-dumping Penilaian Pabean (Customs Valuation Methods) Pemeriksaan sebelum pengapalan (Preshipment Inspection) Ketentuan asal barang (Rules of Origin) Lisensi Impor (Imports Licencing) Subsidi dan Tindakan Imbalan (Subsidies and Countervailing Measures) Tindakan Pengamanan (safeguards) Untuk jasa (dalam Annex GATS): Pergerakan tenaga kerja (movement of natural persons) Transportasi udara (air transport) Jasa keuangan (financial services) . Meskipun mengalami kesulitan dalam permulaan pembahasan. Persetujuan-persetujuan WTO Hasil dari Putaran Uruguay berupa the Legal Text terdiri dari sekitar 60 persetujuan. Pengurangan tariff. Meskipun demikian. Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota. Indonesia merupakan salah satu negara pendiri WTO dan telah meratifikasi Persetujuan Pembentukan WTO melalui UU NO. proses ratifikasi oleh lembagalembaga legislatif negara tidak berjalan lancar. Dalam isu lainnya. Selanjutnya adalah Putaran Uruguay (1986-1994) yang mengarah kepada pembentukan WTO. serangkaian persetujuan mengenai hambatan non tariff telah muncul di berbagai perundingan.7%. yang dalam beberapa kasus menginterpretasikan peraturan GATT yang sudah ada. Pada Putaran Kennedy (pertengahan tahun 1960-an) dibahas mengenai tariff dan Persetujuan Anti Dumping (Anti Dumping Agreement). Putaran Perdagangan GATT mengkonsentrasikan negosiasi pada upaya pengurangan tariff. eksportir dan importer dalam kegiatan perdagangan. Pada saat itu putaran tersebut nampaknya akan berakhir dengan kegagalan. Walaupun ditandatangani oleh pemerintah. Putaran Uruguay memakan waktu 7. tujuan utamanya adalah untuk membantu para produsen barang dan jasa. Struktur dasar persetujuan WTO. Hampir setengah abad teks legal GATT masih tetap sama sebagaimana pada tahun 1948 dengan beberapa penambahan diantaranya bentuk persetujuan ³plurilateral´ (disepakati oleh beberapa negara saja) dan upaya-upaya pengurangan tariff. Putaran Tokyo (1973-1979) meneruskan upaya GATT mengurangi tariff secara progresif. Tantangan paling serius berasal dari kongres Amerika Serikat. IV. lampiran (annexes).Persetujuan Umum mengenai Tarif dan Perdagangan telah membuat aturan-aturan untuk sistem ini. Sejarah pembentukan WTO secara resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 1995 tetapi sistem perdagangan itu sendiri telah ada setengah abad yang lalu.5 tahun. jasa. II.I. Pada awalnya GATT ditujukan untuk membentuk International Trade Organization (ITO). mencakup unsur ³harmonisasi´ ± yakni semakin tinggi tariff. dan menyepakati agar para anggota memberikan laporan reguler mengenai kebijakan perdagangan. Hal ini merupakan langkah penting bagi peningkatan transparansi aturan perdagangan di seluruh dunia. penyelesaian sengketa. Meskipun demikian. para peserta telah menyetujui suatu paket pemotongan atas bea masuk terhadap produk-produk tropis dari negara berkembang. Masalah-masalah perdagangan diselesaikan melalui serangkaian perundingan multilateral yang dikenal dengan nama ³Putaran Perdagangan´ (trade round). suatu badan khusus PBB yang merupakan bagian dari sistem Bretton Woods (IMF dan bank Dunia). Persetujuan tersebut merupakan kontrak antar negara-anggota yang mengikat pemerintah untuk mematuhinya dalam pelaksanaan kebijakan perdagangannya.

A. (ii) kelebihan pengeluaran anggaran untuk subsidi ekspor ataupun volume ekspor yang telah disubsidi yang melebihi batas yang ditentukan oleh skedul komitmen tetapi diatur oleh ketentuan ´fleksibilitas hilir´ (downstream flexibility).) dan produk-produk olahannya (seperti roti. subsidi domestik dan subsidi ekspor. Transparansi (Transparency) Negara anggota diwajibkan untuk bersikap terbuka/transparan terhadap berbagai kebijakan perdagangannya sehingga memudahkan para pelaku usaha untuk melakukan kegiatan perdagangan. Subsidi Domestik Subsidi domestik dibagi ke dalam dua kategori. Subsidi tersebut harus dibiayai dari anggaran pemerintah (tidak dengan membebani konsumen dengan harga yang lebih tinggi) dan harus tidak melibatkan subsidi terhadap harga. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut. Negara terbelakang diminta untuk mengikat seluruh tarif pertaniannya namun tidak diharuskan untuk melakukan pengurangan tarif. adalah amber box dengan persyaratan tertentu yang ditujukan untuk mengurangi distorsi. prediktabel dan kompetitif. Negara anggota dari kelompok negara maju sepakat untuk mengurangi tarif mereka sebesar rata-rata 36% pada seluruh produk pertanian. dan (iv) Subsidi ekspor di luar skedul komitmen tetapi masih sesuai dengan ketentuan anti-circumvention. termasuk juga perbaikan kesempatan dan persyaratan akses untuk produk-produk pertanian bagi negara-negara tersebut. Persetujuan tersebut juga meliputi isu-isu di luar perdagangan seperti ketahanan pangan. Akses Pasar Dilihat dari sisi akses pasar. gandum. para anggota WTO berkomitmen untuk meningkatkan akses pasar dan mengurangi subsidi-subsidi yang mendistorsi perdagangan melalui skedul komitmen masing-masing negara. perlakuan khusus dan berbeda (special and differential treatment ± S&D) bagi negara-negara berkembang. adalah subsidi yang tidak berpengaruh atau kalaupun ada sangat kecil pengaruhnya terhadap perdagangan. subsidi ekspor dan meningkatkan akses pasar melalui penciptaan peraturan dan disiplin GATT yang kuat dan efektif. VI. yang disepakati adalah ´diikatnya´ tarif pada tingkat maksimum. (ii) peningkatan hubungan antara pasar produk pertanian nasional dengan pasar internasional. pembayaran langsung pada program pembatasan produksi (blue box). Umumnya tarif merupakan satu-satunya bentuk proteksi produk pertanian sebelum Putaran Uruguay. negara-negara anggota tidak dapat begitu saja mendiskriminasikan mitra-mitra dagangnya. Perlakuan Nasional (National Treatment) Negara anggota diwajibkan untuk memberikan perlakuan sama atas barang-barang impor dan lokal. pengurangannya adalah 24% dan minimum 10% untuk setiap produk. dan (iii) penekanan pada mekanisme pasar yang mengarahkan penggunaan yang paling produktif terhadap sumber daya yang terbatas. Kategori kedua adalah subsidi domestik yang mendistorsi perdagangan (sering disebut sebagai Amber Box) sehingga harus dikurangi sesuai komitmen. (iii) subsidi ekspor yang sesuai dengan ketentuan S&D bagi negaranegara berkembang. Persetujuan Bidang Pertanian menetapkan sejumlah peraturan pelaksanaan tindakan-tindakan perdagangan di bidang pertanian. terutama yang menyangkut akses pasar. Bagi negara berkembang. Komitmen tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari GATT. Subsidi yang biasanya dikategorikan sebagai Amber Box akan dimasukkan ke dalam Blue Box jika subsidi tersebut juga menuntut dikuranginya produksi oleh para petani. dll. mentega. Putaran Uruguay telah menghasilkan perubahan sistemik yang sangat signifikan: perubahan dari situasi dimana sebelumnya ketentuan-ketentuan nontarif yang menghambat arus perdagangan produk pertanian menjadi suatu rezim proteksi pasar berdasarkan pengikatan tarif beserta komitmen-komitmen pengurangan subsidinya. Putaran Doha A. dan Green Box. dalam periode enam tahun sejak tahun 1995. adalah semua subsidi domestik yang dianggap mendistorsi produksi dan perdagangan. Segala jenis subsidi ekspor di luar hal-hal di atas adalah dilarang. Namun bagi sejumlah produk tertentu. Kategori pertama adalah subsidi domestik yang tidak terpengaruh atau kalaupun ada sangat kecil pengaruhnya terhadap distorsi perdagangan (sering disebut sebagai Green Box) sehingga tidak perlu dikurangi. baik di sektor pertanian maupun perekonomian secara luas. Program reformasi tersebut berisi komitmen-komitmen spesifik untuk mengurangi subsidi domestik. Dalam Persetujuan Bidang Pertanian dengan mengacu pada sistem klasifikasi HS (harmonized system of product classification). Blue Box. dengan pengurangan minimum 15% untuk setiap produk. Keinginan tarif impor yang diberikan pada produk suatu negara harus diberikan pula kepada produk impor dari mitra dagang negara anggota lainnya. ikan dan produk hasil hutan serta seluruh produk olahannya tidak tercakup dalam definisi produk pertanian tersebut. Subsidi Domestik dalam sektor Pertanian: Amber Box. Untuk itu disepakati suatu paket ´tarifikasi´ yang diantaranya mengganti kebijakan-kebijakan non-tarif produk pertanian menjadi kebijakan tarif yang memberikan tingkat proteksi yang sama. dll. Deklarasi Doha . Putaran Uruguay bertujuan untuk menghapuskan hambatan-hambatan tersebut. Pada Putaran Uruguay. perlindungan lingkungan. Subsidi Ekspor Hak untuk memberlakukan subsidi ekspor pada saat ini dibatasi pada: (i) subsidi untuk produk-produk tertentu yang masuk dalam komitmen untuk dikurangi dan masih dalam batas yang ditentukan oleh skedul komitmen tersebut. B. C. Aspek utama dari perubahan yang fundamental ini adalah stimulasi terhadap investasi. Berkaitan dengan kebijakan yang diatur dalam Green Box terdapat tiga jenis subsidi lainnya yang dikecualikan dari komitmen penurunan subsidi yaitu kebijakan pembangunan tertentu di negara berkembang.Perkapalan (shipping) Telekomunikasi (telecommunication) V. produk-produk pertanian didefinisikan sebagai komoditi dasar pertanian (seperti beras. Persetujuan Bidang Pertanian Persetujuan Bidang Pertanian (Agreement on Agriculture/ AoA) yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 1995 bertujuan untuk melakukan reformasi kebijakan perdagangan di bidang pertanian dalam rangka menciptakan suatu sistem perdagangan pertanian yang adil dan berorientasi pasar. VII. Prinsip-prinsip Sistem Perdagangan Multilateral MFN (Most-Favoured Nation): Perlakuan yang sama terhadap semua mitra dagang Dengan berdasarkan prinsip MFN.) Sedangkan. pembatasan akses pasar juga melibatkan hambatan-hambatan non-tarif. dan tingkat subsidi yang disebut de minimis. produksi dan perdagangan produk pertanian melalui: (i) akses pasar produk pertanian yang transparan.paling tidak setelah barang impor memasuki pasar domestik.

yang mencakup pembayaran bunga. garansi kredit ekspor atau program asuransi yang mempunyai masa pembayaran 180 hari atau kurang. antara lain di bidang pertanian. Negara berkembang dibebaskan dari keharusan untuk menurunkan subsidi dalam kategori de minimis asalkan subsidi tersebut ditujukan untuk membantu petani kecil dan miskin. Pada kesempatan tersebut berhasil disepakati kerangka (framework) perundingan lebih lanjut untuk DDA (Doha Development Agenda) bagi lima isu utama yaitu perundingan pertanian. Isu-isu yang disetujui untuk dirundingkan lebih lanjut Deklarasi Doha mencanangkan segera dimulainya perundingan lebih lanjut mengenai beberapa bidang spesifik. kedua di Jenewa tahun 1998. KTM ke-4 (9-14 Nopember 2001) yang dihadiri oleh 142 negara. garansi kredit ekspor atau program asuransi yang mempunyai masa pembayaran melebihi 180 hari. Namun perundingan mengenai isu-isu tersebut ditunda hingga selesainya KTM V WTO pada tahun 2003. Perundingan untuk isu pertanian diwarnai dengan munculnya joint paper AS-UE. Keputusan Dewan Umum WTO melampirkan Annex A sebagai framework perundingan lebih lanjut untuk isu pertanian. Konperensi Tingkat Menteri (KTM) V WTO di Cancun. dengan kemungkinan penghapusan. seperti: kerangka kerja kegiatan bantuan teknik WTO. namun tidak mengusulkan suatu tindakan konkrit mengenai isu tersebut. pengurangan substansial dalam hal program dukungan/subsidi domestik yang mengganggu perdagangan (trade-distorting domestic suport programs). kelompok negara-negara berkembang lainnya yang tergabung dalam Group 33 (group yang dimotori Indonesia dan Filipina) mengajukan proposal yang menghendaki adanya pengecualian dari penurunan tarif. Subsidi ekspor Semua subsidi ekspor akan dihapuskan dan dilakukan secara paralel dengan penghapusan elemen subsidi program seperti kredit ekspor. transparansi dalam pengadaan pemerintah (goverment procurement). IX. dan ketentuan premi minimum. sebagai bentuk subsidi ekspor´. C. proposal Group 20 (yang menentang proposal gabungan AS-UE) dan proposal Group 33 (yang memperjuangkan konsep special product dan special safeguard mechanism). isu-isu pembangunan dan impelementasi. Mexico tahun 2003.Sejak terbentuknya WTO awal tahun 1995 telah diselenggarakan lima kali Konperensi Tingkat Menteri (KTM) yang merupakan forum pengambil kebijakan tertinggi dalam WTO. jasa. tarif industri. ketiga di Seatlle tahun 1999 dan KTM keempat di Doha. akses pasar dan subsidi ekspor) adalah: Subsidi domestik Negara maju harus memotong 20% dari total subsidi domestiknya pada tahun pertama implementasi perjanjian pertanian. Meksiko Konperensi Tingkat Menteri (KTM) V WTO berlangsung di Cancun. lingkungan. tetapi tidak menginginkan adanya pengurangan subsidi dan tidak secara tegas memuat komitmen untuk menurunkan tarif tinggi (tariff peak) di negara maju. Berbeda dengan KTM IV di Doha. dilakukan melalui program kerja yang dilaksanakan oleh Councils dan Commitee yang ada di WTO. B. Kesepakatan Juli 2004 Setelah gagalnya KTM V WTO di Cancun. negara-negara kecil (small economies). dan subsidi untuk Special Products (SPs) serta diberlakukannya Special Safeguard Mechanism (SSM) untuk negaranegara berkembang. Keputusan untuk ketiga pilar perundingan sektor pertanian (subsidi domestik. Meksiko tanggal 10-14 September 2003. Perundingan dilaksanakan di Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiations Committee/TNC) dan badan-badan dibawahnya (subsidiaries body). yang juga sering disebut sebagai Paket Juli. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). jika terdapat konsensus yang jelas (explicit concensus) dimana para anggota menyetujui dilakukannya perundingan. penyelesaian sengketa dan peraturan WTO. KTM-WTO pertama kali diselenggarakan di Singapura tahun 1996. Deklarasi tersebut telah mencatat proposal negara berkembang untuk merundingkan Persetujuan mengenai Perlakuan khusus dan berbeda (Framework Agreement of Special and Differential Treatment/S&D). serta Trade Facilitation dan penanganan Singapore issues lainnya. Sebaliknya. Memperketat ketentuan kredit ekspor. joint paper AS-UE antara lain memuat proposal yang menghendaki adanya penurunan tarif yang cukup signifikan di negara berkembang. Sidang Dewan Umum WTO tanggal 1 Agustus 2004 berhasil menyepakati Keputusan Dewan Umum tentang Program Kerja Doha. Meksiko pada tahun 2003. serta memperbaiki perlakukan khusus dan berbeda di bidang pertanian bagi negara-negara berkembang. Mengenai perlakuan khusus dan berbeda´ (special and differential treatment). hutang dan alih teknologi. Doha Development Agenda Keputusan-keputusan yang telah dihasilkan KTM IV ini dikenal pula dengan sebutan ´Agenda Pembangunan Doha´ (Doha Development Agenda) mengingat didalamnya termuat isu-isu pembangunan yang menjadi kepentingan negara-negara berkembang paling terbelakang (Least developed countries/LDCs). Sudah 126 anggota (85% dari 148 anggota) telah menyampaikan 45 proposal dan 4 dokumen teknis mengenai bagaimana perundingan seharusnya dijalankan. Qatar tahun 2001. VIII. . karena gagal menyepakati secara konsensus. Sementara itu. Deklarasi juga memuat mandat untuk meneliti program-program kerja mengenai electronic commerce. sebagaimana dimandatkan dalam Deklarasi Doha. isu-isu implementasi. Salah satu keberhasilan besar negara-negara berkembang dan negara eksportir produk pertanian adalah dimuatnya mandat mengenai ´pengurangan. Dicatat pula pentingnya memperhatikan kebutuhan negara berkembang termasuk pentingnya ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan. terutama terhadap draft teks pertanian. KTM V di Cancun kali ini tidak mengeluarkan Deklarasi yang rinci dan substantif. Pemberian subsidi untuk kategori blue box akan dibatasi sebesar 5% dari total produksi pertanian pada tahun pertama implementasi. Para menteri setuju bahwa masalah S&D ini akan ditinjau kembali agar lebih efektif dan operasional. tingkat suku bunga minimum. dan fasilitasi perdagangan. Sementara itu KTM kelima diselenggarakan di Cancun. produk pertanian. negara berkembang yang tergabung dalam Group 20 menginginkan adanya penurunan subsidi domestik (domestik support) dan penghapusan subsidi ekspor pertanian di negara-negara maju. Deklarasi tersebut mengamanatkan kepada para anggota untuk mencari jalan bagi tercapainya konsensus mengenai Singapore Issues yang mencakup isu-isu: investasi. serta hubungan antara perdagangan. Mandat lain yang sama pentingnya adalah kemajuan dalam hal akses pasar. termasuk isu-isu yang berkaitan dengan pelaksanaan persetujuan yang ada. Selebihnya. kebijakan kompetisi (competition policy). Perundingan di bidang pertanian telah dimulai sejak bulan sejak bulan Maret 2000. Menghasilkan dokumen utama berupa Deklarasi Menteri (Deklarasi Doha) yang menandai diluncurkannya putaran perundingan baru mengenai perdagangan jasa. akses pasar produk non-pertanian (NAMA). program kerja bagi negara-negara terbelakang. Secara singkat. Deklarasi Doha juga telah memberikan mandat kepada para anggota WTO untuk melakukan negosiasi di berbagai bidang. akses pasar produk non pertanian (MANAP) dan Singapore issues. dan program kerja untuk mengintegrasikan secara penuh negara-negara kecil ke dalam WTO. Paragraf 13 dari Deklarasi KTM Doha juga menekankan mengenai kesepakatan agar perlakuan khusus dan berbeda untuk negara berkembang akan menjadi bagian integral dari perundingan di bidang pertanian.

Dengan suasana ini memang secara positif masing-masing negara mempersiapkan semaksimal mungkin agar pada saatnya mampu memasuki dalam era persaingan global yang keras tersebut.Implementasi penghapusan subsidi ekspor bagi negara berkembang yang lebih lama dibandingkan dengan negara maju. Tapi kita memerlukan pengembangan wacana µ¶sinergi peradaban´. bahwa persaingan hanya akan menghasilkan kemakmuran bersama (prinsip pareto optimality/positive some game) jika diciptakan suatu kesamaan level dalam kemampuan masing-masing peserta/pelaku kegiatan ekonomi. Tujuan TRIPs TRIPs bertujuan untuk melindungi dan menegakkan hukum hak milik intelektual guna mendorong timbulnya inovasi. Kemudian diciptakanlah isu borderless dalam rangka µ¶globalisasi untuk kemakmuran dunia¶¶ yang pengendaliannya berada di tangan WTO -. terjadi kejaiban Asia. baik di tingkat mikro (peningkatan kapabilitas SDM. berarti semua negara nantinya tanpa kecuali harus siap bersaing secara bebas dalam perdagangan internasional. Ini justru oleh Adam Smith sendiri -. Jadilah trio global superbody (WTO-IMF-WB) sebagai aat ampuh AS dalam menegakkan imperiumnya di dunia lewat proses globalisasi. reformasi birokrasi). bukannya clash of civilization ala Huntington. pemerintahan di negara-negara sedang berkembang ± dengan euforia demokrasi dan politik ± makin dilemahkan. Padahal dengan prinsip tersebut. tidak harus dihapuskan. penghormatan HAM. teknologi. bisnis. livelihood security. Elite bisnis. Negara-negara industri baru Asia seperti Jepang. Secara kronologis. Tak dinyana. Malaysia. Ini mengingat jargon the borderless world yang mereka implementasikan dalam aturan WTO. antara lain terpenting bahwa semua negara harus menghilangkan semua hambatan perdagangan ± baik tarif maupun nontarif ± dengan jadwal keharusan pelaksanaannya yang sangat ketat beserta sanksi yang keras jika sebuah negara tak mentaatinya. serta penyebaran teknologi. Negara berkembang dapat menentukan jumlah produk yang dikategorikan sebagai special products berdasarkan kriteria food security. AS praktis menjadi negara pengutang terbesar di dunia terhadap perusahaan asing (foreign direct investment. dan Indonesia berhasil menguasai pasar Amerika Serikat (AS) sesuai dengan level teknologinya masing masing.Bapak/Pendiri Ekonomi Modern ± harus dipertimbangkan dalam menciptakan persaingan antara pelaku ekonomi baik tingkat perusahaan maupun negara. dengan demikian akan cenderung diabaikan. Dengan begitu. Dengan kata lain. terbang dan berat). Memang. terbentuknya WTO awalnya dilatarbelakangi oleh perjuangan NSB. Beberapa aturan perlakuan khusus dan berbeda (S&D) untuk negara berkembang diperkuat. Semua negara mau tak mau menerima Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menjadi badan supra nasional yang mampu memaksa negara manapun mencabut semua hambatan tarif dan non-tarif. Koreaselatan. maka kita melihat bagaimana azas neoliberalisme mendominasi dalam spirit WTO di mana praktis lembaga tersebut telah menjadi ¶wasit¶ dalam proses globalisasi. permodalan. Dunia juga masuk secara monolitik ke dalam sistem perekonomian neo-liberal yang terlembagakan ke dalam perjanjian-perjanjian internasional.dengan mengingat kebutuhan untuk meningkatkan perlindungan yang efektif dan memadai terhadap hak milik intelektual. dan rural development. India. diperolehnya manfaat bersama pembuat dan pemakai pengetahuan teknologi. manajerial.di samping sebelumnya telah ada IMF (untuk bantuan moneter) dan Bank Dunia (untuk bantuan program pembangunan). Untuk itu perlu dikurangi gangguan dan hambatan dalam perdagangan intemasional. dan Alzajair. deregulasi ekonomi. Taiwan. dan politik yang dilakukan elite bangsa sendiri. Dalam perundingan di Maroko berhasil dibentuk WTO yang menjamin agar produk-produk unggulan AS khususnya dan NIM pada umumnya bebas masuk ke pasar egara-negara sedang berkembang. Akses Pasar Untuk alasan penyeragaman dan karena pertimbangan perbedaan dalam struktur tarif. Hak monopoli perusahaan negara di negara berkembang yang berperan dalam menjamin stabilitas harga konsumen dan keamanan pangan. Pemerintah Bill Clinton kemudian melancarkan dual track policy. Termasuk mencabut subsidi untuk orang miskin dan sektorsektor ekonomi yang sensitif seperti pertanian. seperti layaknya dalam dunia pertinjuan dengan adanya kelas-kelas yang dipertandingkan (yang sama levelnya: ringan. pengalihan. Aturan pemberian bantuan makanan (food aid) diperketat untuk menghindari penyalahgunaannya sebagai alat untuk mengalihkan kelebihan produksi negara maju.di lain pihak membalikkan putaran perundingan Utara-Selatan menjadi strategi untuk menyelesaikan krisis internal AS dari luar. politik. Singapura. Thailand. Yakni semua negara yang telah meratifikasikan pelbagai aturan yang tercantum dalam WTO. mereka harus bersaing tanpa perlindungan (proteksi tariff maupun non-tarif) dan subsidi apa pun kecuali untuk hal-hal yang sangat terbatas. maka dalam alam globalisasi ekonomi yang dipimpin WTO dan Negara Industri. penegakan supremasi hukum. berarti azas neoliberalisme cenderung mengabaikan keragaman kemampuan antara negara dalam level of playing field. Juga dalam ¶era WTO¶ ini. informasi) maupun makro (demokratisasi politik. dengan cara yang menciptakan kesejahteraan sosial dan ekonomi serta berkeseimbangan antara hak dan kewajiban (Pasal 7 TRIPs). misalnya bantuan untuk pelatihan bagi kalangan SME (small and medium enterprises). . Dengan harga dan kualitas barang dan jasa yang mereka hasilkan. Tujuannya agar mereka dapat memperbaiki kondisi ekonominya yang terbelakang akibat bertumpu pada ekspor bahan mentah. Itu dilakukan pasca-Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung yang dipelopori Indonesia. Sementara itu. Di satu pihak berusaha melakukan perbaikan ke dalam agar daya saing industrinya dapat unggul kembali -terutama menghadapi serbuan produk egara-negara industri baru Asia -. LSM. Ini antara lain terlihat kesibukan para pelaku ekonomi dan politik menyambutnya dengan pelbagai kegiatan. penurunan tarif akan menggunakan tiered formula. Dalam konteks tersebut. Paragraf mengenai special products (SP) dibuat lebih umum dan tidak lagi menjamin jumlah produk yang dapat dikategorikan sebagai sensitive product. maupun pemerintahan di negara-negara sedang berkembang makin mewakili kepentingan kaum metropolis di negara-negara industry maju daripada memperjuangkan rakyatnya yang semakin lemah baik secara ekonomi maupun politik. dengan tidak netralnya isu globalisasi bukan alibi untuk memaafkan kebobrokan pemerintahan. Penurunan tarif akan dilakukan terhadap bound rate. Jika ditilik secara intensif. khususnya ke dalam organisasi World Trade Organization (WTO). serta untuk menjamin agar tindakan dan prosedur untuk menegakkan hak milik intelektual tidak kemudian menjadi penghalang bagi perdagangan yang sah. FDI) terutama terhadap negaranegara industri baru Asia. AS mengalami double crisis (krisis neraca anggaran dan perdagangan) secara kolosal hingga masa pemerintahan Ronald Reagan dengan besaran mencapai 500 miliar dolar AS. Kemudian terjadi serangkaian putaran perundingan Utara-Selatan yang merumuskan komitmen negara-negara industri maju untuk membuka pasarnya terhadap produk olahan negara-negara sedang berkembang setelah merealisasikan minimal satu persen produk domestik bruto (PDB) dari negaranegara industri maju untuk pembangunan negara-negara sedang berkembang dalam rangka development decade Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful