WTO dibentuk tg 15 April 1994 di Marakesh, Maroko setelah perundingan panjang mengenai perdagangan dunia yang disebut Putaran

Uruguay. Berlaku efektif sejak 1 Januari 1995 dan Indonesia meratifisir lewat DPR tg 13 Oktober 1994 menjadi UU No. 7 th 1994. Dalam draft Final Act perjanjian Marakesh dikemukakan ttg rancangan mendirikan Multilateral Trade Organization (MTO) yang kemudian diubah namanya menjadi World Trade Organization (WTO) sebagai pegganti GATT. Putaran Uruguay telah meluaskan cakupannya secara substansi dan telah menghasilkan banyak perjanjian baru yang sebelumnya tidak pernah ditangani GATT. TUJUAN Mendorong arus perdagangan antara negara, dengan mengurangi dan menghapus berbagai hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus perdagangan barang dan jasa. Memfasilitasi perundingan dengan menyediakan forum negosiasi yang lebih permanen. Untuk penyelesaian sengketa, mengingat hubungan dagang sering menimbulkan konflik-konflik kepentingan. FUNGSI Memfasilitasi implementasi, administrasi dan pelaksa-naan dari persetujuan WTO. Memberikan suatu forum tetap guna melakukan perun-dingan diantara anggota, baik masalah yang telah terca-kup dalam persetujuan WTO maupun yang belum tercakup. Menyelesaikan sengketa yang terjadi dalam WTO. Mengawasi kebijakan perdagangan. Kerjasama dengan organisasi lainnya. SEJARAH WTO secara resmi berdiri pd tg 1 Januari 1995. Cikal bakal WTO adalah GATT ( General Agreement on Tariffs and Trade) yang telah berdiri sejak th 1948. Setelah WTO resmi berdiri, GATT tetap exis sebagai salah satu bagian dari WTO sejajar dengan GATS ( General Agreement on Trade and Services ) dan TRIPS ( Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights) PERBEDAAN UTAMA GATT dan WTO GATT bersifat ad hoc dan sementara waktu. Persetujuan umum tidak pernah diratifikasi oleh Parlemen negara anggota dan tidak mengandung ketentuan bagi penciptaan suatu organisasi. WTO memiliki anggota, sedang GATT terdiri dari para pihak, yg menegaskan bahwa GATT secara resmi merupakan suatu teks legal. GATT hanya memasukkan perdagangan barang,sedang WTO mencakup GATT (barang), GATS (jasa) dan TRIPS (kekayaan intelektual). Sistem penyelesaian sengketa WTO lebih cepat dan lebih otomatis daripada sistem GATT yang lama. WTO dan persetujuan2 didlmnya bersifat permanen dan sebagai OI, WTO memiliki aturan2 yg pasti dan diratifikasi oleh negara2 anggotanya. DIREKTUR JENDERAL GATT DAN WTO Sir Eric yndham White ( Inggris ) 1948-68 Oliver Long (Swiss) 1968-80 Arthur Dunkel (Swiss) 1980-93 Peter Sutherland (Irlandia) GATT 1993-94 WTO 1994-95 Renato Ruggiero (Italia) 1995-99 Mike Moore (Selandia Baru) 1999-2002. Supathai Panitchpakdi (Thailand) 2002-2005 PRINSIP-PRINSIP Most Favoured Nation (MFN): Perlakuan yang sama thdp semua Mitra Dagang (non-diskriminasi), artinya keringanan tarif impor yg diberikan pd produk 1 neg hrs diberikan jg pd produk impor dr neg mitra dagang lainnya. National Treatment (perlakuan nasional) artinya neg angg wajib unt memberikan perlakuan sama atas barang2 impor dan barang lokal, paling tdk setelah barang impor memasuki pasar domestik. Transparency (transparan) artinya bahwa neg angg wajib bersikap terbuka thdp berbagai kebijakan perdagangannya, shg para pelaku ekonomi mudah melakukan kegiatan perdagangan. SISTEM ORGANISASI Seperti yang biasa dilakukan dalam GATT, mekanisme pengambilan keputusan dalam WTO adalah Konsensus. Apabila konsensus sulit dicapai, pengambilan keputusan akan dilakukanVoting dengan sistem satu negara satu suara & kemenangan mayoritas. Hasil Voting dianggap sah apabila: - Untuk perdag multilateral mendapat persetujuan 2/3 angg WTO. - Melepaskan suatu negara dari suatu kewajiban hrs mendpt persetujuan ¾ suara. - Untuk mengamandemen ketentuan hrs mendapat dukungan 2/3 suara. - Untuk menetapkan anggota baru, diperlukan suara mayoritas (2/3 suara). KEWENANGAN DALAM WTO Kewenangan tkt tertinggi: Konferensi Tingkat Menteri yang bersidang sedikitnya 1x dlm 2 th. Kewenangan tkt kedua: General Council. Kewenangan tkt ketiga: Dewan2 ( Councils). Kewenangan tkt keempat: Subsidiary Bodies yakni badan2 yang berada dibawah Council. KEANGGOTAAN Anggota GATT otomatis menjadi anggota WTO, yang dikenal sebagai anggota asli WTO. Suatu Neg yang ingin menjadi anggota harus melewati 4 tahap sbb: 1. Permintaan resmi untuk menjadi anggota. 2. Negosiasi dengan seluruh anggota WTO. 3. Menyusun draft Keanggotaan baru. 4. Keputusan akhir. Sebagian besar negara anggota mempunyai perwakilan diplomatik di Jenewa yang dikepalai oleh seorang Dubes khusus untuk WTO. PENGELOMPOKAN ANGGOTA DALAM WTO Anggota WTO sekarang ini mengelompok2 yg dlm beberapa hal mrk menyampaikan suaranya dengan menggunakan satu juru bicara atau satu tim negosiasi. Kelompok-kelompok tersebut adalah: - Uni Eropa = European Communities, sbg kelompok yg terbesar yang terdiri dr 15 negara. Uni Eropa memiliki satu kebijakan perdagangan eksternal. Dalam berbagai sidang di WTO, Eoropean Com bertindak atas nama UE. Jadi UE merupakan anggota WTO yg memp hak-hak spt yg dimiliki negara2 anggota UE. - ASEAN : Malaysia, Indonesia, Sing, Phil, Thai, Myanmar, Kamboja, Brunei. - Latin American Economc System ( SELA )

Rep Dominika.Like Minded Group (LMG) yg dibentuk menjelang KTM III WTO di Seatle yang beranggotakan Kuba. Kenya. pemben-tukan Panel tidak bisa lagi dihalangi. Negara tergugat dpt merintangi terbentuknya Panel sebanyak satu kali. ‡ DSB hrs menerima tau menolak laporan banding tsb dlm jangka waktu tdk lebih dr 30 hr. melainkan untukmeneliti argumentasi yang dikemukakan oleh Panel sebelumnya. Laporn smentara (interim report): Panel mengajukan lap smentara yang memuat temuan2 & kesimp akhir kpd kedua pihak dan memberikan 1 mingg unt memberikan tanggapan (review). 5. Efektif dan saling menguntungkan. Seblm dibawa ke Panel. Cepat. dan satu2nya yang memiliki otoritas membentuk Panel. PRINSIP-PRINSIP PENYELESAIAN SENGKETA Pada prinsipnya penyelesaian sengketa dilakukan dngn Adil. mediasi dll : 60 hr Pembentkan dan Penunjukan Panel : 45 hr Lap final Panel pd pihak2 sengketa : 6 bln Lap final Panel pd smua angg WTO : 3 ming DSB mengesahkan laporan : 60 hr Total tanpa Banding 1 tahun. SEKRETARIAT Sekretariat WTO terletak di Jenewa dengan memiliki sekitar 550 staf dan dikepalai seorang Dirjen. PROSES PENYELESAIAN SENGKETA Penyelesaian sengketa menjadi tanggung jawab Dispute Settlement Body (DSB). untuk membatalkan keputusan panel. Lap Akhir menjadi Keputusan: Laporan tsb otomatis menjadi keputusan atau rekomendasi DSB dlm jangka waktu 60 hr. Banding biasanya membutuhkan waktu tidak lebih dr 60 hr dan batas maksimum 90 hari. DSB juga memonitor pelaksanaan putusan dan mereko-mendasi serta memiliki kekuasan untuk mengesahkan retaliasi. . tetapi pada sidang DSB yang kedua kalinya. India. Tanzania. dan dlm waktu tsb Panel bisa saja bersidang tambahan dng kedua pihak yang sengketa. 4. Tahap II: Panel ( maksimum 45 hr unt pembentukan Panel + 6 bulan Panel bekerja unt menghslkan keputusan ). suatu putusan disahkan hanya berdasarkan konsensus. Zimbabwe dan Jamaika. Uruguay . penggugat dpt meminta dibentuknya Panel. Anggota AB memiliki masa kerja 4 tahun dan mrk berasal dari individu2 yang memiliki reputasi dlm bidang Hukum dan Perdagangan Internasional dan lepas dari kepentingan negara manapun.Melaksnakan tugas administrasi dan tehnis bagi badan2 WTO. .North American Free Trade Area ( NAFTA ) . Argentina. Banding harus didasarkan pada suatu peraturan tertentu spt interpretasi legal atas suatu pasal dalam suatu persetujaun WTO. TAHAP PENYELESAIAN SENGKETA Tahap I: Konsultasi (maksimum 60 hr).Cairns Group yang dibentuk sesaat sebelum Putaran Uruguay dimulai th 1986 unt membahas liberalisasi perdag bidang pertanian. ANGGARAN WTO Total anggaran WTO pada th 2004 adalah sebesar 161. Badan ini terdiri dari para ahli yang bertugas menelaah kasus. Draft pertama: Panel mengajukan draft laporan yang berisi latar belakang. . jika suatu negara tidak mematuhi keputusan. . Indonsia. Tugas Dirjen adalah: . 3. Bantahan (Rebuttal):Negara yang terlibat mengajukan banthan tertulis danargumen lisan pd pertemuan Panel yang kedua.Laporan Panel hanya dapat ditolak melalui konsensus dalam DSB. Malaysia. Caribbean and Pacific Group ( ACP ) . 6. Honduras. Keputusan pd tkt Banding dapat menunda. Tetap diharapkan bhw negara yang sengketa dapat melakukan perundingan dan menyelesaikan masalah mereka tanpa harus membentuk panel. 8.Memberikan dukungan tehnis untuk negar-negara berkembang. Neg yang ingin merintangi keputusan harus mendekati seluruh anggota WTO. Pada GATT. fakta dan argumen unt kedua belah pihak dan memberikan waktu 2 minggu kpd pihak2 unt memberikan tanggapannya. maka Panel dapat memberi arahan ttg bgmn seharusnya dilakukan. Kedua pihak yang bersengketa dapat mengajukan banding. .African. Paraguay. DSB dapat menerima atau menolak keputusan Panel atau keputusan pada tingkat banding. -Laporan akhir Panel biasanya diberikan kpd pihak2 yang bersengketa dalam waktu 6 bulan. kecuali ada konsesnsus menolaknya. 2. Peran Ahli (Experts): Panel dapat meminta pendapat para ahli atau menunjuk expert review group unt mempersiapkan pendapatnya. (Panel secara resmi bertugas membantu DSB membuat keputusan atau rekomendasi). TAHAP PENYELESAIAN SENGKETA 1. Sebelum dengar pendapat yang pertama: masing-masing pihak mengajukan argumen kpd Panel secara tertulis. . 7. maka tidak akan ada keputusan. WAKTU PENYELESAIAN SENGKETA Konsultasi. Jika terbukti tergugat bersalah. 9. mengubah ataupun memutarbalikkan temuan dan putusan Panel. Dibawah WTO putusan secara otomatis disahkan kecuali ada konsensus untuk menolak hasil putusan. Uganda. dan penolakan dimungkinkan hanya melalui konsensus. kecuali dalam kasus penting atau kasus barang yang mudah hancur dalam waktu 3 bulan. Laporan Akhir (Final report): Lap akhir diberikan kpd kedua pihak. kecualii ada konsensus yang menentang pembentukan Panel tsb. Dengar pendapat yang pertama: kasus unt neg penggugat dan tergugat dan negara lain yang menyatakan punya kepentingan dalam kasus tsb..500 Swiss Franc yang berasal dari kontribusi negara-negara anggota yang diperhitungkan berdasarkan besarnya nilai perdagangan.Menganalisis kinerja dan kebijakan perdagangan oleh para ahli ekonomi dan statistik WTO. negara sengketa harus berunding (konsultasi) unt mencari jalan keluar. Tiap upaya banding diteliti oleh tiga dari tujuh orang anggota Tetap Badan Banding (Appellate Body) yang ditetapkan oleh DSB dan berasal dari anggota WTO yang mewakili kalangan luas. Laporan Banding : 60-90 hr DSB mengesahkan Lap Banding : 30 hr Total dng Banding 1 tahun 3 bulan BANDING (APPEALS) Tiap pihak dapat mengajukan banding terhadap keputusan Panel.The Southern Common Market (MERCOSUR)-Brazil.Jika tahap I gagal. Setlh 3 minggu lap tsb disirkulasi kpd semua anggota WTO. termasuk lawan sengketanya.Menangani maalah aksesi anggota baru dan memberikan saran-saran kpd pemerintah yang mengajukan aksesi. Ini artinya bahwa jika ada keberatan dr suatu negara. Peninjauan ( Review): Lamanya waktu unt menanggapi tdk melebihi 2 minggu. Banding tidak dilakukan untuk menguji kembali bukti2 yang ada atau bukti2 baru yang muncul. .Memberikan bantuan Hukum dlm rangka penyelesaian sengketa. Mesir. Laporn ini tdk memuat temuan & kesimpln akhir.776. Indonsia termasuk salah satu dari 25 negara pembayar kontribusi terbesar (th 2003) mengingat besarnya peran (trade share) Indonesia dalam perdagangan dunia. khususnya negara berkembang paling terbelakang. maka hasil putusannya sulit untuk digugurkan. . Sri Lanka.

Persetujuan-persetujuan dalam WTO mencakup barang. eksportir dan importer dalam kegiatan perdagangan. dan menyepakati agar para anggota memberikan laporan reguler mengenai kebijakan perdagangan. Struktur dasar persetujuan WTO. Putaran Perdagangan GATT mengkonsentrasikan negosiasi pada upaya pengurangan tariff. Masalah-masalah perdagangan diselesaikan melalui serangkaian perundingan multilateral yang dikenal dengan nama ³Putaran Perdagangan´ (trade round). Indonesia merupakan salah satu negara pendiri WTO dan telah meratifikasi Persetujuan Pembentukan WTO melalui UU NO. Walaupun ditandatangani oleh pemerintah. sebagai upaya untuk mendorong liberalisasi perdagangan internasional. Putaran Tokyo gagal menyelesaikan masalah produk utama yang berkaitan dengan perdagangan produk pertanian dan penetapan persetujuan baru mengenai ³safeguards´ (emergency import measures). Persetujuan-persetujuan WTO Hasil dari Putaran Uruguay berupa the Legal Text terdiri dari sekitar 60 persetujuan. mencakup unsur ³harmonisasi´ ± yakni semakin tinggi tariff. Sejak tahun 1948-1994 sistem GATT memuat peraturanperaturan mengenai perdagangan dunia dan menghasilkan pertumbuhan perdagangan internasional tertinggi.5 tahun. jasa. 7/1994. Putaran Uruguay memakan waktu 7. yang dalam beberapa kasus menginterpretasikan peraturan GATT yang sudah ada.I. Tantangan paling serius berasal dari kongres Amerika Serikat. Hampir setengah abad teks legal GATT masih tetap sama sebagaimana pada tahun 1948 dengan beberapa penambahan diantaranya bentuk persetujuan ³plurilateral´ (disepakati oleh beberapa negara saja) dan upaya-upaya pengurangan tariff. Tetapi pada akhirnya Putaran Uruguay membawa perubahan besar bagi sistem perdagangan dunia sejak diciptakannya GATT pada akhir Perang Dunia II. yang berlangsung selama 8 tahun. II. Pada Putaran Kennedy (pertengahan tahun 1960-an) dibahas mengenai tariff dan Persetujuan Anti Dumping (Anti Dumping Agreement). meliputi: Barang/ goods (General Agreement on Tariff and Trade/ GATT) Jasa/ services (General Agreement on Trade and Services/ GATS) Kepemilikan intelektual (Trade-Related Aspects of Intellectual Properties/ TRIPs) Penyelesaian sengketa (Dispute Settlements) Persetujuan-persetujuan di atas dan annexnya berhubungan antara lain dengan sektor-sektor di bawah ini: Pertanian Sanitary and Phytosanitary/ SPS Badan Pemantau Tekstil (Textiles and Clothing) Standar Produk Tindakan investasi yang terkait dengan perdagangan (TRIMs) Tindakan anti-dumping Penilaian Pabean (Customs Valuation Methods) Pemeriksaan sebelum pengapalan (Preshipment Inspection) Ketentuan asal barang (Rules of Origin) Lisensi Impor (Imports Licencing) Subsidi dan Tindakan Imbalan (Subsidies and Countervailing Measures) Tindakan Pengamanan (safeguards) Untuk jasa (dalam Annex GATS): Pergerakan tenaga kerja (movement of natural persons) Transportasi udara (air transport) Jasa keuangan (financial services) . Pengurangan tariff. Sejak tahun 1948. para peserta telah menyetujui suatu paket pemotongan atas bea masuk terhadap produk-produk tropis dari negara berkembang. keputusan dan kesepakatan. Putaran-putaran perundingan Pada tahun-tahun awal. penyelesaian sengketa. semakin luas pemotongannya secara proporsional. yang walaupun sebagai pencetus. GATT tetap merupakan instrument multilateral yang mengatur perdagangan internasional. Dalam isu lainnya. Meskipun Piagam ITO akhirnya disetujui dalam UN Conference on Trade and Development di Havana pada bulan Maret 1948. Pada awalnya GATT ditujukan untuk membentuk International Trade Organization (ITO). AS tidak meratifikasi Piagam Havana sehingga ITO secara efektif tidak dapat dilaksanakan. proses ratifikasi oleh lembagalembaga legislatif negara tidak berjalan lancar. Meskipun demikian. serangkaian persetujuan mengenai hambatan non tariff telah muncul di berbagai perundingan. tujuan utamanya adalah untuk membantu para produsen barang dan jasa.Persetujuan Umum mengenai Tarif dan Perdagangan telah membuat aturan-aturan untuk sistem ini. suatu badan khusus PBB yang merupakan bagian dari sistem Bretton Woods (IMF dan bank Dunia). Umum World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara. dan kekayaaan intelektual yang mengandung prinsip-prinsip utama liberalisasi. Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota. Selanjutnya adalah Putaran Uruguay (1986-1994) yang mengarah kepada pembentukan WTO. Hasil yang diperoleh rata-rata mencakup sepertiga pemotongan dari bea impor/ekspor terhadap 9 negara industri utama. IV. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) . Putaran Tokyo (1973-1979) meneruskan upaya GATT mengurangi tariff secara progresif. III. Meskipun demikian. Putaran Uruguay memberikan hasil yang nyata.7%. Pada saat itu putaran tersebut nampaknya akan berakhir dengan kegagalan. Hanya dalam waktu 2 tahun. Putaran tersebut hampir mencakup semua bidang perdagangan. Persetujuan tersebut merupakan kontrak antar negara-anggota yang mengikat pemerintah untuk mematuhinya dalam pelaksanaan kebijakan perdagangannya. yang mengakibatkan tariff rata-rata atas produk industri turun menjadi 4. lampiran (annexes). Meskipun mengalami kesulitan dalam permulaan pembahasan. Sejarah pembentukan WTO secara resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 1995 tetapi sistem perdagangan itu sendiri telah ada setengah abad yang lalu. Hal ini merupakan langkah penting bagi peningkatan transparansi aturan perdagangan di seluruh dunia.

produksi dan perdagangan produk pertanian melalui: (i) akses pasar produk pertanian yang transparan. perlindungan lingkungan.) dan produk-produk olahannya (seperti roti.) Sedangkan. terutama yang menyangkut akses pasar. Putaran Uruguay bertujuan untuk menghapuskan hambatan-hambatan tersebut. Pada Putaran Uruguay.paling tidak setelah barang impor memasuki pasar domestik. Transparansi (Transparency) Negara anggota diwajibkan untuk bersikap terbuka/transparan terhadap berbagai kebijakan perdagangannya sehingga memudahkan para pelaku usaha untuk melakukan kegiatan perdagangan. Komitmen tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari GATT. Negara anggota dari kelompok negara maju sepakat untuk mengurangi tarif mereka sebesar rata-rata 36% pada seluruh produk pertanian. pengurangannya adalah 24% dan minimum 10% untuk setiap produk. dan Green Box. Aspek utama dari perubahan yang fundamental ini adalah stimulasi terhadap investasi. negara-negara anggota tidak dapat begitu saja mendiskriminasikan mitra-mitra dagangnya. Blue Box. dengan pengurangan minimum 15% untuk setiap produk. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut. prediktabel dan kompetitif. Kategori kedua adalah subsidi domestik yang mendistorsi perdagangan (sering disebut sebagai Amber Box) sehingga harus dikurangi sesuai komitmen. (iii) subsidi ekspor yang sesuai dengan ketentuan S&D bagi negaranegara berkembang. (ii) kelebihan pengeluaran anggaran untuk subsidi ekspor ataupun volume ekspor yang telah disubsidi yang melebihi batas yang ditentukan oleh skedul komitmen tetapi diatur oleh ketentuan ´fleksibilitas hilir´ (downstream flexibility). Dalam Persetujuan Bidang Pertanian dengan mengacu pada sistem klasifikasi HS (harmonized system of product classification). Umumnya tarif merupakan satu-satunya bentuk proteksi produk pertanian sebelum Putaran Uruguay. para anggota WTO berkomitmen untuk meningkatkan akses pasar dan mengurangi subsidi-subsidi yang mendistorsi perdagangan melalui skedul komitmen masing-masing negara. dan tingkat subsidi yang disebut de minimis. Bagi negara berkembang. gandum. Putaran Doha A. Putaran Uruguay telah menghasilkan perubahan sistemik yang sangat signifikan: perubahan dari situasi dimana sebelumnya ketentuan-ketentuan nontarif yang menghambat arus perdagangan produk pertanian menjadi suatu rezim proteksi pasar berdasarkan pengikatan tarif beserta komitmen-komitmen pengurangan subsidinya. subsidi ekspor dan meningkatkan akses pasar melalui penciptaan peraturan dan disiplin GATT yang kuat dan efektif. adalah subsidi yang tidak berpengaruh atau kalaupun ada sangat kecil pengaruhnya terhadap perdagangan. dalam periode enam tahun sejak tahun 1995. Perlakuan Nasional (National Treatment) Negara anggota diwajibkan untuk memberikan perlakuan sama atas barang-barang impor dan lokal. Untuk itu disepakati suatu paket ´tarifikasi´ yang diantaranya mengganti kebijakan-kebijakan non-tarif produk pertanian menjadi kebijakan tarif yang memberikan tingkat proteksi yang sama. dan (iv) Subsidi ekspor di luar skedul komitmen tetapi masih sesuai dengan ketentuan anti-circumvention. Negara terbelakang diminta untuk mengikat seluruh tarif pertaniannya namun tidak diharuskan untuk melakukan pengurangan tarif. Subsidi Ekspor Hak untuk memberlakukan subsidi ekspor pada saat ini dibatasi pada: (i) subsidi untuk produk-produk tertentu yang masuk dalam komitmen untuk dikurangi dan masih dalam batas yang ditentukan oleh skedul komitmen tersebut. VII. Subsidi yang biasanya dikategorikan sebagai Amber Box akan dimasukkan ke dalam Blue Box jika subsidi tersebut juga menuntut dikuranginya produksi oleh para petani. (ii) peningkatan hubungan antara pasar produk pertanian nasional dengan pasar internasional. VI. Persetujuan Bidang Pertanian Persetujuan Bidang Pertanian (Agreement on Agriculture/ AoA) yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 1995 bertujuan untuk melakukan reformasi kebijakan perdagangan di bidang pertanian dalam rangka menciptakan suatu sistem perdagangan pertanian yang adil dan berorientasi pasar. Prinsip-prinsip Sistem Perdagangan Multilateral MFN (Most-Favoured Nation): Perlakuan yang sama terhadap semua mitra dagang Dengan berdasarkan prinsip MFN. Subsidi Domestik Subsidi domestik dibagi ke dalam dua kategori. pembatasan akses pasar juga melibatkan hambatan-hambatan non-tarif. termasuk juga perbaikan kesempatan dan persyaratan akses untuk produk-produk pertanian bagi negara-negara tersebut. Persetujuan Bidang Pertanian menetapkan sejumlah peraturan pelaksanaan tindakan-tindakan perdagangan di bidang pertanian. adalah semua subsidi domestik yang dianggap mendistorsi produksi dan perdagangan. dll. subsidi domestik dan subsidi ekspor. baik di sektor pertanian maupun perekonomian secara luas. yang disepakati adalah ´diikatnya´ tarif pada tingkat maksimum. Keinginan tarif impor yang diberikan pada produk suatu negara harus diberikan pula kepada produk impor dari mitra dagang negara anggota lainnya. B.Perkapalan (shipping) Telekomunikasi (telecommunication) V. ikan dan produk hasil hutan serta seluruh produk olahannya tidak tercakup dalam definisi produk pertanian tersebut. dll. produk-produk pertanian didefinisikan sebagai komoditi dasar pertanian (seperti beras. mentega. Program reformasi tersebut berisi komitmen-komitmen spesifik untuk mengurangi subsidi domestik. pembayaran langsung pada program pembatasan produksi (blue box). C. Akses Pasar Dilihat dari sisi akses pasar. Namun bagi sejumlah produk tertentu. Deklarasi Doha . adalah amber box dengan persyaratan tertentu yang ditujukan untuk mengurangi distorsi. Persetujuan tersebut juga meliputi isu-isu di luar perdagangan seperti ketahanan pangan. perlakuan khusus dan berbeda (special and differential treatment ± S&D) bagi negara-negara berkembang. Berkaitan dengan kebijakan yang diatur dalam Green Box terdapat tiga jenis subsidi lainnya yang dikecualikan dari komitmen penurunan subsidi yaitu kebijakan pembangunan tertentu di negara berkembang. dan (iii) penekanan pada mekanisme pasar yang mengarahkan penggunaan yang paling produktif terhadap sumber daya yang terbatas. Segala jenis subsidi ekspor di luar hal-hal di atas adalah dilarang. Subsidi Domestik dalam sektor Pertanian: Amber Box. A. Subsidi tersebut harus dibiayai dari anggaran pemerintah (tidak dengan membebani konsumen dengan harga yang lebih tinggi) dan harus tidak melibatkan subsidi terhadap harga. Kategori pertama adalah subsidi domestik yang tidak terpengaruh atau kalaupun ada sangat kecil pengaruhnya terhadap distorsi perdagangan (sering disebut sebagai Green Box) sehingga tidak perlu dikurangi.

Deklarasi tersebut mengamanatkan kepada para anggota untuk mencari jalan bagi tercapainya konsensus mengenai Singapore Issues yang mencakup isu-isu: investasi. KTM-WTO pertama kali diselenggarakan di Singapura tahun 1996. dengan kemungkinan penghapusan. Mexico tahun 2003. negara-negara kecil (small economies). seperti: kerangka kerja kegiatan bantuan teknik WTO. KTM ke-4 (9-14 Nopember 2001) yang dihadiri oleh 142 negara. dan program kerja untuk mengintegrasikan secara penuh negara-negara kecil ke dalam WTO. Sementara itu. Meksiko pada tahun 2003. Memperketat ketentuan kredit ekspor. Qatar tahun 2001. Kesepakatan Juli 2004 Setelah gagalnya KTM V WTO di Cancun. tetapi tidak menginginkan adanya pengurangan subsidi dan tidak secara tegas memuat komitmen untuk menurunkan tarif tinggi (tariff peak) di negara maju. kedua di Jenewa tahun 1998. KTM V di Cancun kali ini tidak mengeluarkan Deklarasi yang rinci dan substantif. akses pasar dan subsidi ekspor) adalah: Subsidi domestik Negara maju harus memotong 20% dari total subsidi domestiknya pada tahun pertama implementasi perjanjian pertanian. Mandat lain yang sama pentingnya adalah kemajuan dalam hal akses pasar. yang mencakup pembayaran bunga. serta memperbaiki perlakukan khusus dan berbeda di bidang pertanian bagi negara-negara berkembang. hutang dan alih teknologi. VIII. Sementara itu KTM kelima diselenggarakan di Cancun. sebagaimana dimandatkan dalam Deklarasi Doha. Doha Development Agenda Keputusan-keputusan yang telah dihasilkan KTM IV ini dikenal pula dengan sebutan ´Agenda Pembangunan Doha´ (Doha Development Agenda) mengingat didalamnya termuat isu-isu pembangunan yang menjadi kepentingan negara-negara berkembang paling terbelakang (Least developed countries/LDCs). isu-isu implementasi. dan ketentuan premi minimum. serta Trade Facilitation dan penanganan Singapore issues lainnya. Sidang Dewan Umum WTO tanggal 1 Agustus 2004 berhasil menyepakati Keputusan Dewan Umum tentang Program Kerja Doha. Namun perundingan mengenai isu-isu tersebut ditunda hingga selesainya KTM V WTO pada tahun 2003. B. Meksiko Konperensi Tingkat Menteri (KTM) V WTO berlangsung di Cancun. Deklarasi Doha juga telah memberikan mandat kepada para anggota WTO untuk melakukan negosiasi di berbagai bidang. dan subsidi untuk Special Products (SPs) serta diberlakukannya Special Safeguard Mechanism (SSM) untuk negaranegara berkembang. garansi kredit ekspor atau program asuransi yang mempunyai masa pembayaran melebihi 180 hari. Keputusan untuk ketiga pilar perundingan sektor pertanian (subsidi domestik. namun tidak mengusulkan suatu tindakan konkrit mengenai isu tersebut. IX. . sebagai bentuk subsidi ekspor´. Perundingan dilaksanakan di Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiations Committee/TNC) dan badan-badan dibawahnya (subsidiaries body). terutama terhadap draft teks pertanian. karena gagal menyepakati secara konsensus. Pemberian subsidi untuk kategori blue box akan dibatasi sebesar 5% dari total produksi pertanian pada tahun pertama implementasi. program kerja bagi negara-negara terbelakang. kelompok negara-negara berkembang lainnya yang tergabung dalam Group 33 (group yang dimotori Indonesia dan Filipina) mengajukan proposal yang menghendaki adanya pengecualian dari penurunan tarif.Sejak terbentuknya WTO awal tahun 1995 telah diselenggarakan lima kali Konperensi Tingkat Menteri (KTM) yang merupakan forum pengambil kebijakan tertinggi dalam WTO. Sudah 126 anggota (85% dari 148 anggota) telah menyampaikan 45 proposal dan 4 dokumen teknis mengenai bagaimana perundingan seharusnya dijalankan. dan fasilitasi perdagangan. produk pertanian. isu-isu pembangunan dan impelementasi. transparansi dalam pengadaan pemerintah (goverment procurement). jasa. Deklarasi juga memuat mandat untuk meneliti program-program kerja mengenai electronic commerce. Paragraf 13 dari Deklarasi KTM Doha juga menekankan mengenai kesepakatan agar perlakuan khusus dan berbeda untuk negara berkembang akan menjadi bagian integral dari perundingan di bidang pertanian. Pada kesempatan tersebut berhasil disepakati kerangka (framework) perundingan lebih lanjut untuk DDA (Doha Development Agenda) bagi lima isu utama yaitu perundingan pertanian. garansi kredit ekspor atau program asuransi yang mempunyai masa pembayaran 180 hari atau kurang. Menghasilkan dokumen utama berupa Deklarasi Menteri (Deklarasi Doha) yang menandai diluncurkannya putaran perundingan baru mengenai perdagangan jasa. jika terdapat konsensus yang jelas (explicit concensus) dimana para anggota menyetujui dilakukannya perundingan. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Subsidi ekspor Semua subsidi ekspor akan dihapuskan dan dilakukan secara paralel dengan penghapusan elemen subsidi program seperti kredit ekspor. Deklarasi tersebut telah mencatat proposal negara berkembang untuk merundingkan Persetujuan mengenai Perlakuan khusus dan berbeda (Framework Agreement of Special and Differential Treatment/S&D). serta hubungan antara perdagangan. C. Perundingan di bidang pertanian telah dimulai sejak bulan sejak bulan Maret 2000. negara berkembang yang tergabung dalam Group 20 menginginkan adanya penurunan subsidi domestik (domestik support) dan penghapusan subsidi ekspor pertanian di negara-negara maju. Konperensi Tingkat Menteri (KTM) V WTO di Cancun. Mengenai perlakuan khusus dan berbeda´ (special and differential treatment). Salah satu keberhasilan besar negara-negara berkembang dan negara eksportir produk pertanian adalah dimuatnya mandat mengenai ´pengurangan. Perundingan untuk isu pertanian diwarnai dengan munculnya joint paper AS-UE. Para menteri setuju bahwa masalah S&D ini akan ditinjau kembali agar lebih efektif dan operasional. akses pasar produk non-pertanian (NAMA). Negara berkembang dibebaskan dari keharusan untuk menurunkan subsidi dalam kategori de minimis asalkan subsidi tersebut ditujukan untuk membantu petani kecil dan miskin. Berbeda dengan KTM IV di Doha. akses pasar produk non pertanian (MANAP) dan Singapore issues. joint paper AS-UE antara lain memuat proposal yang menghendaki adanya penurunan tarif yang cukup signifikan di negara berkembang. Keputusan Dewan Umum WTO melampirkan Annex A sebagai framework perundingan lebih lanjut untuk isu pertanian. Selebihnya. proposal Group 20 (yang menentang proposal gabungan AS-UE) dan proposal Group 33 (yang memperjuangkan konsep special product dan special safeguard mechanism). Dicatat pula pentingnya memperhatikan kebutuhan negara berkembang termasuk pentingnya ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan. Isu-isu yang disetujui untuk dirundingkan lebih lanjut Deklarasi Doha mencanangkan segera dimulainya perundingan lebih lanjut mengenai beberapa bidang spesifik. yang juga sering disebut sebagai Paket Juli. termasuk isu-isu yang berkaitan dengan pelaksanaan persetujuan yang ada. kebijakan kompetisi (competition policy). dilakukan melalui program kerja yang dilaksanakan oleh Councils dan Commitee yang ada di WTO. pengurangan substansial dalam hal program dukungan/subsidi domestik yang mengganggu perdagangan (trade-distorting domestic suport programs). Meksiko tanggal 10-14 September 2003. Secara singkat. tingkat suku bunga minimum. tarif industri. penyelesaian sengketa dan peraturan WTO. ketiga di Seatlle tahun 1999 dan KTM keempat di Doha. lingkungan. Sebaliknya. antara lain di bidang pertanian.

dan rural development. Itu dilakukan pasca-Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung yang dipelopori Indonesia. maka kita melihat bagaimana azas neoliberalisme mendominasi dalam spirit WTO di mana praktis lembaga tersebut telah menjadi ¶wasit¶ dalam proses globalisasi. AS praktis menjadi negara pengutang terbesar di dunia terhadap perusahaan asing (foreign direct investment. Ini mengingat jargon the borderless world yang mereka implementasikan dalam aturan WTO. teknologi. Untuk itu perlu dikurangi gangguan dan hambatan dalam perdagangan intemasional. maupun pemerintahan di negara-negara sedang berkembang makin mewakili kepentingan kaum metropolis di negara-negara industry maju daripada memperjuangkan rakyatnya yang semakin lemah baik secara ekonomi maupun politik. bukannya clash of civilization ala Huntington. . Padahal dengan prinsip tersebut. berarti semua negara nantinya tanpa kecuali harus siap bersaing secara bebas dalam perdagangan internasional. India. antara lain terpenting bahwa semua negara harus menghilangkan semua hambatan perdagangan ± baik tarif maupun nontarif ± dengan jadwal keharusan pelaksanaannya yang sangat ketat beserta sanksi yang keras jika sebuah negara tak mentaatinya.Bapak/Pendiri Ekonomi Modern ± harus dipertimbangkan dalam menciptakan persaingan antara pelaku ekonomi baik tingkat perusahaan maupun negara. dengan tidak netralnya isu globalisasi bukan alibi untuk memaafkan kebobrokan pemerintahan. dengan cara yang menciptakan kesejahteraan sosial dan ekonomi serta berkeseimbangan antara hak dan kewajiban (Pasal 7 TRIPs). pemerintahan di negara-negara sedang berkembang ± dengan euforia demokrasi dan politik ± makin dilemahkan. Tak dinyana. politik. mereka harus bersaing tanpa perlindungan (proteksi tariff maupun non-tarif) dan subsidi apa pun kecuali untuk hal-hal yang sangat terbatas. Dengan suasana ini memang secara positif masing-masing negara mempersiapkan semaksimal mungkin agar pada saatnya mampu memasuki dalam era persaingan global yang keras tersebut.di lain pihak membalikkan putaran perundingan Utara-Selatan menjadi strategi untuk menyelesaikan krisis internal AS dari luar. penghormatan HAM.Implementasi penghapusan subsidi ekspor bagi negara berkembang yang lebih lama dibandingkan dengan negara maju. bahwa persaingan hanya akan menghasilkan kemakmuran bersama (prinsip pareto optimality/positive some game) jika diciptakan suatu kesamaan level dalam kemampuan masing-masing peserta/pelaku kegiatan ekonomi. LSM. Jika ditilik secara intensif. Malaysia. Dalam konteks tersebut. seperti layaknya dalam dunia pertinjuan dengan adanya kelas-kelas yang dipertandingkan (yang sama levelnya: ringan. informasi) maupun makro (demokratisasi politik. dengan demikian akan cenderung diabaikan. maka dalam alam globalisasi ekonomi yang dipimpin WTO dan Negara Industri. Semua negara mau tak mau menerima Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menjadi badan supra nasional yang mampu memaksa negara manapun mencabut semua hambatan tarif dan non-tarif. Penurunan tarif akan dilakukan terhadap bound rate. berarti azas neoliberalisme cenderung mengabaikan keragaman kemampuan antara negara dalam level of playing field. Sementara itu. Di satu pihak berusaha melakukan perbaikan ke dalam agar daya saing industrinya dapat unggul kembali -terutama menghadapi serbuan produk egara-negara industri baru Asia -. Memang. tidak harus dihapuskan. diperolehnya manfaat bersama pembuat dan pemakai pengetahuan teknologi. khususnya ke dalam organisasi World Trade Organization (WTO). Pemerintah Bill Clinton kemudian melancarkan dual track policy. Dengan kata lain. bisnis. serta untuk menjamin agar tindakan dan prosedur untuk menegakkan hak milik intelektual tidak kemudian menjadi penghalang bagi perdagangan yang sah. Thailand. Jadilah trio global superbody (WTO-IMF-WB) sebagai aat ampuh AS dalam menegakkan imperiumnya di dunia lewat proses globalisasi. pengalihan. Dalam perundingan di Maroko berhasil dibentuk WTO yang menjamin agar produk-produk unggulan AS khususnya dan NIM pada umumnya bebas masuk ke pasar egara-negara sedang berkembang. terjadi kejaiban Asia. Hak monopoli perusahaan negara di negara berkembang yang berperan dalam menjamin stabilitas harga konsumen dan keamanan pangan. dan Alzajair. Dengan harga dan kualitas barang dan jasa yang mereka hasilkan. misalnya bantuan untuk pelatihan bagi kalangan SME (small and medium enterprises). deregulasi ekonomi. terbentuknya WTO awalnya dilatarbelakangi oleh perjuangan NSB. FDI) terutama terhadap negaranegara industri baru Asia. Tujuannya agar mereka dapat memperbaiki kondisi ekonominya yang terbelakang akibat bertumpu pada ekspor bahan mentah. Yakni semua negara yang telah meratifikasikan pelbagai aturan yang tercantum dalam WTO. dan Indonesia berhasil menguasai pasar Amerika Serikat (AS) sesuai dengan level teknologinya masing masing. AS mengalami double crisis (krisis neraca anggaran dan perdagangan) secara kolosal hingga masa pemerintahan Ronald Reagan dengan besaran mencapai 500 miliar dolar AS. Tapi kita memerlukan pengembangan wacana µ¶sinergi peradaban´. Elite bisnis. terbang dan berat). penurunan tarif akan menggunakan tiered formula. Paragraf mengenai special products (SP) dibuat lebih umum dan tidak lagi menjamin jumlah produk yang dapat dikategorikan sebagai sensitive product. Juga dalam ¶era WTO¶ ini. permodalan. Tujuan TRIPs TRIPs bertujuan untuk melindungi dan menegakkan hukum hak milik intelektual guna mendorong timbulnya inovasi. Dunia juga masuk secara monolitik ke dalam sistem perekonomian neo-liberal yang terlembagakan ke dalam perjanjian-perjanjian internasional. Secara kronologis. Dengan begitu. Negara-negara industri baru Asia seperti Jepang. Taiwan. dan politik yang dilakukan elite bangsa sendiri. Kemudian terjadi serangkaian putaran perundingan Utara-Selatan yang merumuskan komitmen negara-negara industri maju untuk membuka pasarnya terhadap produk olahan negara-negara sedang berkembang setelah merealisasikan minimal satu persen produk domestik bruto (PDB) dari negaranegara industri maju untuk pembangunan negara-negara sedang berkembang dalam rangka development decade Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Singapura. baik di tingkat mikro (peningkatan kapabilitas SDM. Aturan pemberian bantuan makanan (food aid) diperketat untuk menghindari penyalahgunaannya sebagai alat untuk mengalihkan kelebihan produksi negara maju.di samping sebelumnya telah ada IMF (untuk bantuan moneter) dan Bank Dunia (untuk bantuan program pembangunan). Negara berkembang dapat menentukan jumlah produk yang dikategorikan sebagai special products berdasarkan kriteria food security. Beberapa aturan perlakuan khusus dan berbeda (S&D) untuk negara berkembang diperkuat. reformasi birokrasi). penegakan supremasi hukum. Termasuk mencabut subsidi untuk orang miskin dan sektorsektor ekonomi yang sensitif seperti pertanian. serta penyebaran teknologi. Kemudian diciptakanlah isu borderless dalam rangka µ¶globalisasi untuk kemakmuran dunia¶¶ yang pengendaliannya berada di tangan WTO -. Akses Pasar Untuk alasan penyeragaman dan karena pertimbangan perbedaan dalam struktur tarif. manajerial. Koreaselatan. Ini antara lain terlihat kesibukan para pelaku ekonomi dan politik menyambutnya dengan pelbagai kegiatan. livelihood security. Ini justru oleh Adam Smith sendiri -.dengan mengingat kebutuhan untuk meningkatkan perlindungan yang efektif dan memadai terhadap hak milik intelektual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful