1

BIOLOGI UMUM
Untuk Rumpun Kesehatan & Rumpun Sains dan Teknologi

BAHAN AJAR

DIKTAT 5
KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP
Modul Universitas Indonesia
2 DAFTAR POKOK BAHASAN A. Eubacteria dan Archaebacteria 5.1. Pendahuluan 5.2. Eubacteria 5.2.1 Ciri karakteristik 5.2.2 Keanekaragaman Bacteria 5.2.3 Peranan Bacteria dalam ekosistem 5.3. Archaebacteria 5.3.1 Ciri karakteristik 5.3.2 Keanekaragaman Archaebacteria 5.3.3 Peran Archaebacteria dalam ekosistem B. Protista dan Fungi 5.4. Pendahuluan 5.5. Protista 5.5.1 Ciri karakteristik 5.5.2 Keanekaragaman Protista 5.5.3 Peran Protista dalam ekosistem 5.6. Fungi 5.6.1 Ciri karakteristik 5.6.2 Keanekaragaman Fungi 5.6.3 Peran Fungi dalam ekosistem 3 A. EUBACTERIA DAN ARCHAEBACTERIA 5.1 PENDAHULUAN Modul ini memaparkan mengenai makhluk hidup yang termasuk ke dalam kelompok Prokariota (selnya belum memiliki membran inti) dan Eukariota (sel telah memiliki membran inti). Dalam sistem klasifikasi tradisional lima kingdom, kelompok Prokariota terdiri dari kingdom Monera, dan kelompok Eukariota terdiri dari empat kingdom yaitu, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia. Dalam sistem klasifikasi selanjutnya, lima kingdom menjadi enam, yaitu: Prokariota terdiri dari dua kingdom

(Eubacteria dan Archaebacteria), sedangkan Eukariota terdiri dari empat kingdom (Protista, Fungi, Plantae dan Animalia). Gambar 1. Sistem 3 domain dalam klasifikasi (Sumber: Mader, 2009). Perbedaan antara Eubacteria dan Archaebacteria akan menjadi lebih jelas apabila dikaji dari segi komposisi kimia dan aktivitas biokimia (metabolisme). 4 Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda mampu menjelaskan tentang Eubacteria dan Archaebacteria dalam hal ciri-ciri karakteristik dan keanekaragamannya, serta perannya dalam ekosistem. 5.2. EUBACTERIA Bacteria (Eubacteria) tidak memiliki membran inti sehingga termasuk ke dalam kelompok Prokariota. Bacteria adalah mikroorganisme berukuran sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Sel Bacteria berukuran jauh lebih kecil dibandingkan sel Eukariota yang berukuran 10 μm hingga 100 μm. Ada Bacteria raksasa karena berukuran (100-300)x40 μm, contohnya Epulopiscium fishelsoni yang ditemukan pertama kali dari dalam usus surgeonfish. Thiomargarita namibia berukuran panjang 100-750 μm, dan ditemukan pertama kali di sedimen laut Namibia. Bacteria merupakan kelompok makhluk hidup yang dapat ditemukan hampir di seluruh tempat di dunia, karena memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi di lingkungannya. Kemampuan tersebut ditentukan antara lain oleh metabolismenya yang sangat bervariasi. Berdasarkan atas kemampuan menggunakan jenis sumber karbon, Bacteria dikelompokkan menjadi autotrof (menggunakan sumber karbon anorganik) dan heterotrof (menggunakan sumber karbon organik). Bacteria memiliki peran penting dalam ekosistem, yaitu dalam siklus biogeokimia dan sebagai dekomposer. Banyak anggota dari Bacteria yang berperan penting dalam industri makanan dan minuman, pertanian, farmasi. Adapula anggota dari Bacteria yang menyebabkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan. 5.2.1. Ciri Karakteristik Bacteria merupakan mikroorganisme prokariotik uniseluler atau multiseluler, autotrof (foto- atau kemoautotrof) atau heterotrof (foto- atau kemoheterotrof). Anggota kelompok ini ada yang hidup soliter atau berkoloni, kosmopolit, bersifat parasit atau saprofit, motil atau nonmotil. Dinding sel tersusun atas peptidoglikan. Membran sel adalah bilayer, sedangkan lipid membran sel 5 tersusun atas asam lemak yang terikat kepada gliserol. Sel berukuran panjang kurang dari 1 μm dengan diameter kurang dari 0,5 μm. Reproduksi Bacteria dengan membelah secara binary fission. Beberapa Bacteria dapat membentuk endospora. Gambar 2. Sel bakteri (Sumber: Mader, 2009) 5.2.2 Keanekaragaman Eubacteria

autotrof dibagi menjadi 2 kelompok. bakteri ungu (Bacteriopurpurin sp. Bacteria melakukan . dan Oscillatoria (kiri ke kanan) (Sumber: Mader. Batang (basil): a) monobasil : Salmonella thyposa. 2. Neischeria gonorrhoe 6. Bacteria dibagi dalam 3 kelompok besar. a) Fotoheterotrof: Chromatium sp. yaitu fotoheterotrof dan kemoaheterotrof. Nitrospira sp. Bentuk sel bakteri (Sumber: Mader. Jika di alam tidak ada Bacteria.2.. Bacteria dibagi atas 2 kelompok besar yaitu: 1.. Spiral: a) koma (vibrio) : Vibrio coma b) spiral : Spirillum minor 6 Gambar 3. Melalui peran Bacteria di alam sebagai dekomposer. Gloeocapsa. yaitu: 1. Bacteriochlorophyll sp. 2009). Heterotrof: Berdasarkan kemampuan menggunakan sumber karbon organik dan cahaya matahari. atau kuning (Cyanobacteria). maka unsur-unsur di dalamnya kemudian akan dilepaskan ke lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain. 2009). b) Kemoautotrof: Nitrosomonas sp. besar kemungkinan terjadi ketidak-seimbangan ekosistem. Borrelia novyi Patogen—Bacillus anthracis. termasuk manusia. yaitu sebagai pembusuk dan pengurai organisme mati. Bulat (kokus): a) Monokokus : Leuconostoc cremoris b) diplokokus : Diplococcus pneumoniae dan Neisseria gonorrhoeae c) sarkina : Sarcina lutea d) streptokokus : Streptococcus pneumoniae e) stafilokokus : Staphylococcus aureus 3.. Bacillus subtilis b) diplobasil : Azotobacter sp.3 Peran Eubacteria dalam ekosistem Eubacteria berperan sangat penting dalam ekosistem yaitu. 7 Gambar 4. nitrogen. b) Kemoheterotrof: Saprofit—Lactobacillus bulgaricus. Chlorobium sp. phosphor dan sebagainya.. Autotrof: Berdasarkan kemampuan menggunakan sumber karbon anorganik dan cahaya matahari. Rhodospirillum sp. Berdasarkan kemampuannya menggunakan jenis sumber karbon. merah.)—bakteri dengan pigmen ungu. Nitrosocystis sp. Bacteria sangat berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah. Perhatikan modul sebelumnya yang terkait dengan siklus karbon.). c) Streptobasil : Streptobacillus moniliformis 2. Anabaena.. dalam siklus biogeokimia. yang berdampak pada musnahnya makhluk hidup lain. autotrof dibagi menjadi 2 kelompok. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof.. sulfur. Keanekaragaman cyanobacteria. dan Nitrosococcus sp. Streptomyces griseus Parasit—Treponema pallidum. a) Fotoautotrof: bakteri hijau (Bacterioviridin sp.Berdasarkan bentuk selnya.

dasar rawa. Berdasarkan banyaknya kesamaan sekuens dalam ribosomal RNA. yaitu lipidnya tidak mengandung asam lemak. . lingkungan yang sangat asam atau sangat basa. tetapi digantikan oleh molekul hidrokarbon isoprene rantai panjang dan bercabang. yaitu lebih dari 100°C.1 Ciri Karakteristik Dinding sel Archaea tidak memiliki peptidoglikan. enzim DNA polimerase Archaea termofil ekstrem dimanfaatkan untuk Polymerase Chain Reaction (PCR). Methanococcus jannaschii. Struktur tersebut tersusun atas Nacetylglucosamine dan N-acetylalosaminuronic acid. Metanogen juga ditemukan dalam hewan ruminan. Archaea dianggap berkerabat lebih dekat dengan Domain Eukarya dibandingkan Eubacteria. Membran plasma Archaea tersusun satu lapis (monolayer) dan mengandung lipid yang sangat berbeda. Keanekaragaman Archaebacteria Berdasarkan habitat ditemukannya Archaea di alam. Hal tersebut memungkinkan Archaeabacteria dapat hidup di tempat yang bersuhu sangat tinggi. dan diduga telah ada di bumi sejak hampir 4 bilyun tahun yang lalu. yaitu: 1. maka Archaea dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar. 9 5. maka dapat mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca. Archaebacteria yang hidup di lingkungan anaerob. Archaebacteria (Archaea) termasuk kelompok Prokariota. (1990). Archaea lainnya memiliki dinding sel tersusun atas glikoprotein atau protein. Archaebacteria Lihat kembali modul sebelumnya. hydrothermal vent di laut dalam. sedangkan Bacteria memperoleh gula dan nutrien lain dari tumbuhan.2. Jenis Archaebacteria dari kelompok metanogen (Sumber: Mader. Sebagian besar Archaea hidup di lingkungan ekstrem. contohnya pada sumber air panas. sedimen laut. dan menghasilkan gas metan sebagai hasil konversi dari CO2 dan H2. kambing. Bahkan ada di antara Archaea yang tidak memiliki dinding sel. Contoh metanogen adalah Methanosarcina mazei. 2009).al. Methanospirillum hungatei. Simbiosis mutualisme antara Bacteria dengan tumbuhan membantu tumbuhan memperoleh nitrogen dari lingkungan. Kelompok metanogen yaitu. Sebanyak 65% metan di lingkungan dihasilkan oleh Archaea metanogen. Anggota dari kelompok metanogen hidup dalam lumpur di dasar danau. . 6.3. contohnya sapi. Dalam bioteknologi. yang telah menjelaskan perkembangan klasifikasi sejak Linnaeus (1735) sampai Woese et.3. 5. Gambar 5. Jika gas metan (disebut juga biogas) dilepaskan ke lingkungan.8 fiksasi nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan makhluk hidup lain. tetapi memiliki struktur yang disebut pseudopeptidoglycan.3. Koloni Bacteria di dalam pencernaan manusia membantu manusia memperoleh vitamin B12 dan K yang tidak dapat dibuat tubuh manusia.

Kelompok termofil juga dapat hidup di lingkungan sangat asam. Tidak ada Archaea yang dapat menyebabkan penyakit. dan sebagian besar adalah kemosintetik. dengan suhu di atas 80o C. Yellowstone National Park. Contoh lingkungan dengan kondisi tersebut adalah Laut Mati di Timur Tengah. phosphor. mengetahui keanekaragamannya. Archaea halofil menggunakan pigmen merah (bacteriorhodopsin) dan cahaya matahari untuk mensintesis ATP. Geogemma barossii. Pendahuluan Modul ini memaparkan tentang organisme tingkat rendah yang tergolong ke dalam Fungi dan Protista. dan beberapa di antaranya dapat hidup pada suhu lebih dari 105o C. nitrogen. Kelompok termofil ekstrem yaitu Archaea yang hidup di lingkungan dengan kondisi sangat panas. Peran Archaebacteria dalam ekosistem Archaea memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem.3. Perhatikan modul sebelumnya yang terkait dengan siklus karbon. sedangkan kadar garam air laut pada umumnya sebesar 3. B. Semua Archaea adalah autotrof. 2009). PROTISTA . sulfur dan sebagainya. Termoasidofil ekstrem dapat mengoksidasi sulfur untuk memperoleh energi. Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda sudah dapat menjelaskan ciri-ciri karakteristik dari Fungi dan Protista. 12 Berikut ini akan dijelaskan lebih rinci tentang ciri karakteristik umum. contohnya di Owens 10 Lake. dan juga di danau-danau kecil tempat pembuatan garam. 5. 6. dan beberapa di antaranya dapat bertahan di atas suhu 105o C. sedangkan sebagian kecil adalah fotosintetik. dan rayap. atau komensalistik. sehingga disebut sebagai kelompok termoasidofil ekstrem. sedangkan lainnya dapat menggunakan sulfur sebagai akseptor elektron terakhir. keanekaragaman. dengan suhu di atas 80° C. tetapi tidak ada yang parasitik. Archaea ada yang mutualistik. bahkan hingga 250° C. Gambar 5. Contoh termofil ekstrem adalah Thermus aquaticus. Halococcus sp. Contoh halofil ekstrem yaitu Halobacterium salinarium. Great Salt Lake di Utah. Archaebacteria di suhu tinggi dan pH rendah (Sumber: Mader. 3. Contoh lingkungan dengan kondisi tersebut adalah lumpur panas. Kelompok halofil ekstrem adalah Archaea yang hidup di lingkungan dengan salinitas (kadar garam) sangat tinggi yaitu 12% hingga 15%. kawah gunung berapi. Archaea menguraikan organisme mati di lingkungan dan turut berperan dalam siklus nutrien. California. yaitu dalam siklus biogeokimia.5. dan hidup dengan baik pada pH 2 hingga 1.5%. hydrothermal vent. PROTISTA DAN FUNGI 5. 11 Gambar 7.4. Anggota dari Fungi dan Protista termasuk ke dalam kelompok Eukariota (selnya telah memiliki membran inti).2. 2009).2. dan menyebabkan lingkungannya menjadi berwarna merah. Lingkungan tersebut juga memiliki pH sangat tinggi hingga 10. Metanogen berperan penting menguraikan nutrien dalam sistem pencernaan hewan ruminan. dan termoasidofil ekstrem adalah Sulfolobus acidocaldarius. dan perannya di dalam ekosistem. Archaebacteria di lingkungan dengan salinitas tinggi (Sumber: Mader. serta perannya dalam ekosistem.

Jamur lendir (slime mold) menjalar sepanjang lantai hutan dan menelan materi tumbuhan yang membusuk. koloni. Protista bersifat autotrof dan heterotrof. Protozoa lain merupakan organisme parasitik dan menyerap nutrien dari inangnya. Selanjutnya Protista dikenal sebagai sebuah kingdom yang mencakup organisme eukariot uniseluler bukan hewan (karena memiliki perkembangan melalui blastula) maupun bukan tumbuhan (karena memiliki perkembangan melalui embrio). bentos (di dasar .1. Anggota dari Protista ditemukan soliter. dan mengelompokkan mikroorganisme tersebut ke dalam kingdom ke-tiga yaitu Protista. Alga merupakan fotoautotrof karena melakukan fotosintesis dan menggunakan energi sinar matahari. kulit pohon. Plantae. 13 5. atau filamen. perairan tawar. Alga dapat ditemukan di berbagai habitat. 6. Meskipun demikian. Meskipun demikian. Protista dikelompokkan berdasarkan atas kemampuan menggunakan jenis sumber karbon dan cara memperoleh makanan. Protista yang menyerupai tumbuhan (alga) Ahli tumbuh-tumbuhan (botanists) menggolongkan alga sebagai tumbuhan karena sebagian besar alga memiliki klorofil dan melakukan fotosintesis. Oleh karena itu. dan melakukan absorption (water dan slime molds). anggota dari Protista adalah organisme eukariot uniseluler dan multiseluler. dan perairan payau.5. Pada masa itu Ernst Haeckel belum dapat membedakan antara eukariot dan prokariot secara jelas. Seiring dengan kemajuan teknologi ditemukan mikroorganisme yang tersusun lebih dari satu sel. dan melakukan ingestion (Protozoa). alga tidak berkembang dari embrio seperti pada tumbuhan. alga dimasukkan ke dalam Kingdom Protista. saprofit. dan beberapa anggotanya dapat menelan makanan karena organisme tersebut memiliki vakuola makanan. dan hal tersebut menyulitkan di dalam pengelompokan.2. Pada tahun 1894 Ernst Haeckel memperkenalkan sistem 3 kingdom. namun umumnya uniseluler. sebagai contoh Protista autotrof seperti tumbuhan (alga). yaitu Animalia. Keanekaragaman Protista Pengelompokan Protista sangat sulit karena kompleks dan sangat beragam. Protista heterotrof.5. Oleh karena itu. terbawa arus). perairan laut. dan Protista. Protista heterotrof. Protozoa merupakan heterotrof. Alga berukuran mikroskopik di perairan hidup sebagai plankton (mengapung. selain hewan dan tumbuhan makroskopik. yaitu multiseluler. Oleh karena itu. Protista memiliki metabolisme yang beragam untuk memenuhi kebutuhan untuk nutrien. Karakteristik umum Protista merupakan organisme eukariotik yang bervariasi dari uniseluler hingga multiseluler. parasitik atau hidup bebas. Haeckel mempertimbangkan bahwa ada kelompok yang pada saat itu disebut sebagai Monera sebagai kelompok spesial dalam Protista.Ernst Haeckel pada abad 19 menemukan mikroorganisme. contohnya tanah.

dan lain-lain). Adapula Chrysophytes yang memiliki pigmen fukosantin (cokelat). 500 jenis alga emas (golden algae). Chrysophytes umumnya berwarna kuning kehijauan sampai cokelat keemasan. karoten dan klorofil a. Euglenoids yang memiliki kloroplas adalah autrotof. Beberapa dinoflagellates hidup sebagai simbion dengan hewan avertebrata. contohnya zooxanthellae. Anggota Chrysophytes umumnya bersifat autotrof. Euglenophyta (Euglenoids) Anggota Euglenophyta terdiri atas sekitar 1.perairan). Contoh Euglenoids adalah Euglena.000 jenis dari organisme uniseluler perairan laut dan tawar yang dikenal sebagai dinoflagellates. Ukuran alga sangat bervariasi dari mikroskopik sampai makroskopik. Pyrrhophyta atau Dinophyta (Dinoflagellates): Anggota Pyrrhophyta atau Dinophyta meliputi sekurang-kurangnya 4. Contoh Euglenophyta. Contoh lain Dinoflagellates adalah Ceratium. Euglenoids dengan karakteristik seperti hewan adalah memiliki 14 flagella dan tidak memiliki dinding sel. karena banyak mengandung santofil. Euglenoids yang tidak memiliki kloroplas memperoleh makanannya dengan cara menelan atau menyerap makanan. Gonyaulax. yaitu sekurang-kurangnya 11. batu-batuan.000 jenis organisme uniseluler yang berukuran kecil (10 – 500 m) dan umum dikenal sebagai Euglenoids. Warna kloroplas dinoflagellates beragam dari hijau kekuningan hingga cokelat. atau menempel (pada tumbuhan. 16 Diatom merupakan anggota Chrysophyta terbanyak. dengan bentuk yang sangat bervariasi mulai dari uniseluler dan multiseluler. dan 600 jenis alga hijau kekuningan. beberapa anggota Euglenoids yang kehilangan kloroplas adalah heterotrof. Beberapa anggota dinoflagellates adalah parasit. dan Ptychodiscus. Dinoflagellates ada yang autotrof dan/atau heterotrof. Chrysophyta (Chrysophytes): Anggota dari Chrysophyta (Chrysophytes) memiliki jumlah jenis yang beragam.000 jenis diatom. Euglenoids memiliki karakteristik seperti tumbuhan dan seperti hewan. Anggota dari dinoflagellates contohnya Noctiluca dapat menghasilkan cahaya (Biolumenescence) di suatu perairan. 15 Gambar 9. karena dinoflagellates memiliki klorofil a dan pigmen karotenoid. Alga terutama yang berukuran mikroskopik berperan sangat penting dalam rantai makanan di perairan. Contoh Dinoflagellates. Organisme tersebut merupakan alga uniseluler paling banyak yang terdapat di lingkungan perairan laut . Biolumenescence di perairan yang disebabkan dinoflagellates. Gambar 8. Akan tetapi. Macammacam alga sebagai berikut. Phacus dan Astasia longa. Gambar 10. seperti tumbuhan.

emas. koloni. Chlorophyta (Alga hijau/ green algae): Alga hijau (Chlorophyta) merupakan Protista yang paling mirip tumbuhan. Contoh Chlorophyta. bebatuan. Contoh alga merah adalah Porphyra sp dan Gracillaria sp. (kanan). Umumnya alga hijau hidup di perairan baik tawar maupun asin (laut). Ukuran alga cokelat beragam yaitu mikroskopik. dari zona intertidal sampai laut terbuka. ungu. hijau. (kiri) dan Gracillaria sp. 18 Gambar 13. salju). Chlamydomonas. Anggota dari alga hijau meliputi lebih dari 7. atau cokelat gelap. Struktur umum tubuh diatom dan contoh beberapa jenis diatom. Protozoa (Protista yang menyerupai Hewan) Karakteristik: Umumnya Protista yang menyerupai hewan disebut Protozoa. Contoh Rhodophyta. yaitu protos yang berarti pertama dan zoon yang berarti . bergantung kepada pigmen asesoris (terutama fikobilin) yang menyelubungi klorofil a. (kiri). Contoh alga hijau adalah Volvox.500 jenis yang sebagian besar ditemukan di perairan laut dingin atau temperate. seperti lembaran. Rhodophyta (Alga merah/ red algae): Rhodophyta memiliki sekitar 4. lebih besar berbentuk filamen contohnya Ectocarpus. Anggota dari Alga cokelat memiliki warna yang bervariasi yaitu. Laminaria sp. Alga hijau bersifat autotrof. karena dinding selnya dari selulosa dan sekuens pada gen 16S rDNA memiliki tingkat homologi tinggi dengan tumbuhan. dan beberapa hewan laut. Alga cokelat Sargassum merupakan massa mengambang di Laut Sargasso (Bahamas). antara lain mengandung klorofil dan dinding sel yang sama dengan tumbuhan. dan Ulva. (kanan).hingga lembaran raksasa disebut giant kelp dengan panjang 20 sampai 30 meter. Phaeophyta (Alga cokelat/brown algae): Phaeophyta memiliki sekitar 1.000 jenis. Beberapa jenis merupakan simbion dengan Fungi. Gambar 11. yaitu Porphyra sp. dan merupakan ekosistem utama. hanya sekitar 200 jenis yang hidup di perairan tawar. Alga hijau sering dianggap merupakan nenek moyang tumbuhan (ancestors of plants). pohon. tergantung dari pigmen penyusunnya. Spirogyra. dan memiliki merah.000 jenis alga merah dan hampir seluruhnya hidup di perairan laut. atau mendekati hitam. 19 Gambar 14. Umumnya alga merah adalah multiseluler. Dinding sel diatom memiliki lapisan luar yang mengandung silika. contohnya Laminaria sp. filamen. Alga cokelat mengandung fukosantin dan karotenoid lain selain klorofil a. Beberapa anggota berukuran kecil adalah fitoplankton. Protozoa. Sargassum sp. dan berbentuk uniseluler. dan dapat dijumpai pada organisme lain. 17 Gambar 12. dilihat dari struktur dan biokimia. Alga hijau diduga memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan tumbuhan. tetapi ada juga yang hidup di daratan (tanah. hijau zaitun. Protozoa berasal dari bahasa Yunani.dan tawar. dan berbentuk tabung.

Silia tersebut tersebar merata di seluruh permukaan tubuh. yaitu sekitar 8. 22 Gambar 17. . contohnya Amoeba proteus yang ditemukan di perairan tawar yang jernih. Gambar 15.hewan. Volvox. dan dikenal sebagai alga. motil. silia juga berfungsi sebagai penerima rangsang dan penangkap makanan. di Inggris (kanan atas). Amoeba yang hidup di luar tubuh manusia disebut ektamoeba. contohnya Entamoeba histolytica sebagai penyebab penyakit disentri. Ciliata (Ciliates) Ciliata merupakan kelompok terbesar dalam Protozoa. Trypanosoma (kiri) dan Trychonympha (kanan). Protozoa lain adalah Foraminiferans dan Radiolarians yang memiliki mineral skeletons (tests). Amoeba yang hidup parasit di dalam tubuh manusia disebut entamoeba. (kiri) dan Stentor sp. dan hidup bebas di perairan tawar dan perairan laut sebagai komponen biotik. atau parasit pada organisme lain. sedangkan Phytoflagellates mempunyai plastida dan autotrof. dan Pandorina. 21 Gambar 16. dan Stentor sp. Paramecium sp. Test pada Foraminiferans dan Radiolarians menarik dan indah. Protozoa merupakan mikroorganisme uniseluler. yaitu Zooflagellates yang tidak mempunyai plastida dan heterotrof. di bagian tepi tubuh atau terdapat di bagian tertentu dari tubuh. Macam-macam Protozoa: Rhizopoda (Rhizopods) Rhizopoda bergerak dan menangkap makanannya dengan pseudopodia atau kaki semu. Contoh Ciliata adalah Paramecium sp. Ciliata ada yang hidup sebagai parasit. Globigerina dari Foraminifera membentuk White Cliffs of Dover. dan yang bersifat mutualistik adalah Trichonympha pada rayap. Contoh Phytoflagellates adalah Euglena. Anggota Ciliata banyak ditemukan di perairan tawar dan laut. amoeba berarti organisme yang memiliki bentuk tidak tetap. (kanan). Contoh anggota flagellates yang bersifat parasitik adalah Trypanosoma penyebab African sleeping sickness. heterotrof. Ciliata bergerak dengan cambukan silia (cilia). Contoh Protozoa 20 adalah Amoeba. Pseudopodia merupakan tonjolan membran plasma karena adanya aliran protoplasma menuju sumber makanan (cytoplasmic streaming). test dari Radiolarians (bawah). Mastigophora (Flagellates) Flagellates bergerak dengan cambukan bulu cambuk (flagella). Selain sebagai alat gerak. Beberapa ahli mengelompokkan flagellates berdasarkan ada atau tidak adanya plastida.000 jenis. Organisme tersebut hidup bebas di perairan tawar dan laut. Amoeba proteus (kiri atas). Dalam bahasa Yunani.

Umumnya Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia. yaitu Myxomycetes dan Acrasiomycetes. Myxomycetes memakan bakteri dan materi organik. Gambar 20. Peran Protista dalam ekosistem Alga hijau merupakan penghasil oksigen di perairan.3. Contoh jamur air di daratan adalah Blue Mold dan Phytophthora infestans penyebab penyakit busuk pada tanaman kentang. Contoh Sporozoa adalah Plasmodium dengan nyamuk sebagai inangnya. Phytophthora infestans (kanan). Berdasarkan organisasi selnya. (Pretzel Slime Mold. sehingga disebut juga plasmodium. Myxomycetes atau Plasmodial Slime Molds memiliki bentuk dan pergerakan seperti amoeba. dan bergerak dengan pseudopodia. dan ditemukan di lantai hutan yang basah. contohnya pada luka di tubuh ikan. Jamur air (Oomycota) Oomycota disebut juga jamur air karena struktur tubuhnya seperti benang atau hifa tidak bersekat dan bercabang-cabang. jamur lendir dibagi dua kelompok. 24 Gambar 19. Beberapa jenis Jamur Lendir (Slime Molds) Jamur lendir memiliki struktur tubuh dan cara reproduksi paling sederhana. kanan). beberapa hidup sebagai saprofit. Umumnya Fungus-like Protists hidup di tempat lembap yang banyak mengandung senyawa organik. perakaran vegetasi. tanah lembap. karena tidak mempunyai alat gerak. 25 5. Sel darah merah terserang Plasmodium (kiri). Hemitrichia sepula sp. dinoflagellates. Acrasiomycetes atau Cellular Slime Molds terdiri atas satu sel (uniseluler). dan merupakan penyebab malaria. Anggota jamur air ditemukan sebagai saprofit. dan alga mikroskopik lainnya (fitoplankton dan zooplankton) merupakan sumber makanan penting bagi hewan-hewan kecil di lautan. yaitu pada kayu lapuk. kiri) dan Fuligo septica (Dog Vomit Slime Mold. lainnya adalah parasit. (kanan).Sporozoa (Sporozoans) Sporozoa tidak bergerak secara fisik (tidak aktif). atau pada daun-daun yang gugur (serasah). contohnya pada bangkai serangga dan bangkai ikan. sedangkan Diatom. Contoh jamur lendir adalah Hemitrichia dan Fuligo. tempat sampah. di dasar hutan hujan tropis. Plasmodium sp. Acrasiomycetes memakan bakteri secara fagositosis. Sporozoa menghasilkan spora untuk reproduksi dan spora tersebut berpindah dari inang yang satu ke lainnya. Fungus-like Protists dapat bergerak (motil) pada beberapa tahapan dalam siklus hidupnya. 5 . Beberapa . Blue mold pada kentang (kiri). Gambar 18. dan ditemukan di perairan tawar. atau kotoran hewan. atau sebagai parasit di daratan dan di perairan. 23 Protista yang menyerupai jamur (Fungus-like Protists) Karakteristik Kelompok Protista yang menyerupai jamur (Fungus-like Protists) bersifat heterotrof.

yaitu sekitar 1. jellybeans. sehingga untuk tujuan praktis para ahli mikologi (mycologist) membagi Fungi menjadi tiga kelompok besar berdasarkan bentuknya. salad dressing. alga merupakan sumber bahan makanan atau suplemen bagi manusia. astaxanthin dan 26 canthaxanthin: dari alga hijau) dan biru dan merah (phycobiliproteins). puding. Alga merah Porphyra dimanfaatkan menjadi nori yaitu makanan Jepang. multiseluler). Fungi memiliki peran yang sangat penting di alam yaitu dalam siklus biogeokimia. kapang (mold. Gambar 22. dan sebagai dekomposer utama. uniseluler). Pigmen dari alga dimanfaatkan sebagai pewarna alami. dan memiliki anggota sekitar 100. Gambar 22. Khusus untuk kesejahteraan manusia. multiseluler). obat batuk cair. Dinoflagellates tersebut juga menghasilkan toksin yang mematikan makhluk hidup lain. produk makanan dingin kalengan. sejak tahun 1969. terutama dari daerah tropis. FUNGI (EUMYCOTA) Fungi atau jamur. dan Spirogyra dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bakar. dan bioremediator. dan berdiri sendiri sebagai Kingdom Fungi. Carragenan dari Euchema sebagai penstabil cat atau emulsi lainnya. Scenedesmus. contohnya oranye (keto-carotenoids. bir. Red tide di perairan oleh dinoflagellates. yaitu khamir (yeast. Botryococcus braunii. antibakteri. pasta gigi. dikeluarkan dari Kingdom Tumbuhan (Plantae). sehingga saat red tide terjadi maka toksin akan terakumulasi dalam jaringan moluska dan ikan. sehingga terjadi kekurangan oksigen dalam perairan. atau parasit. atau Eumycota.alga berperan sebagai bioindikator. Beberapa jenis dinoflagellates sering mengalami ledakan populasi (blooming) dan menyebabkan warna perairan menjadi merah atau cokelat (red tide atau brown tide).000 jenis. Anggota Fungi diduga masih lebih banyak lagi. Sisa-sisa diatom mati (diatomaceaus earth) terakumulasi di dasar lautan dan dimanfaatkan sebagai alat penyaring (filter) dan alat penggosok.6. Blooming dapat menutup permukaan perairan. Botryococcus (alga hijau) sebagai penghasil hidrokarbon. dan cendawan (mushroom. dan kertas. pewarna makanan. Chara merupakan bioindikator perairan bersih. dan lain-lain. Cladophora. Ekstrak dari Macrocystis (alga cokelat) dan alga makroskopik lainnya digunakan dalam es krim. sedangkan Chlamydomonas merupakan bioremediator. pembersih lantai. Hal tersebut dapat menyebabkan keracunan pada manusia yang memakannya. Anggota dari Fungi memiliki bentuk yang sangat beragam. 5. Beberapa alga merugikan makhluk hidup lain karena menghasilkan toksin.5 juta karena masih banyak yang belum ditemukan. kosmetik. 27 . Fungi telah ada di bumi sejak 650 juta tahun lalu.

uniseluler atau multiseluler. dapat membentuk hifa palsu (pseudohyphae). Contoh Zygomycota adalah Rhizopus.1. struktur mikroskopik Fungi (bawah). contohnya pada kapang (Fungi multiseluler). atau disebut coenocytic mycelium. Gambar 24. Syncephalastrum.Gambar 23. Ascomycota. Basidiomycota. Tiga kelompok besar dalam Fungi. Gambar 25. dan daerah terestrial. . Hifa bersepta. Askus mengandung spora seksual yang disebut askospora. disebut juga kelompok Ascomycetes. Menurut para ahli mikologi. sedangkan hifa fertil berfungsi sebagai struktur penghasil spora yang merupakan salah satu alat reproduksi dan penyebaran. akan berbentuk benang-benang seperti kapang atau berbentuk sel tunggal seperti khamir. misalnya akibat perubahan suhu. dan anaerob fakultatif yaitu khamir. 2009) 2) Ascomycota. memiliki spora seksual yang disebut zigospora. Sebagian besar Zygomycota adalah saprofit. sedangkan membran sel tersusun atas sterol dan ergosterol. berdasarkan alat reproduksi seksual. dijumpai sekitar 65. Beberapa Fungi disebut yeast-like fungi karena dimorfik (memiliki dua bentuk) karena pada kondisi tertentu. tidak memiliki klorofil. atau khamir. Fungi ada yang aerob obligat. yaitu suatu rantai sel tunggal yang membentuk struktur seperti hifa atau filamen. Hifa tidak bersepta. dan saprofit atau parasit. 29 1) Zygomycota. lainnya adalah parasit. Struktur makroskopik Fungi (atas dan tengah). sehingga dikenal sebagai sac fungi. Antara kompartemen hifa yang satu dengan lainnya dipisahkan oleh septa.2. sehingga miselium dapat memiliki banyak inti. Karakteristik Fungi Fungi adalah anggota dari kelompok Eukariota. Fungi memiliki hifa sejati (true hyphae). dan kapang tersebut sering dijumpai pada roti basi.6.000 jenis dari Ascomycota yang tersebar di perairan tawar dan laut. Fungi juga memiliki spora aseksual disebut sebagai konidia yang berfungsi sebagai alat penyebaran. yaitu sel-sel yang menyerupai benang-benang atau filamen sebagai pembangun tubuh Fungi. Keanekaragaman Fungi True Fungi (Eumycota) terdiri atas empat kelompok besar. struktur hifa dan profil genetik. sedangkan spora aseksual adalah sporangiospora. kemoheterotrof. Hifa substrat berfungsi menyerap nutrien dari substrat atau lingkungannya. Dinding sel Fungi tersusun atas polisakarida dan khitin. hifa dikelompokkan menjadi dua yaitu hifa substrat (hifa vegetatif) dan hifa fertil (reproduktif).6. Berdasarkan fungsinya. yaitu kapang dan cendawan. yaitu Zygomycota. 28 Fungi uniseluler. disebut juga kelompok Zygomycetes. dan Chytridiomycota (chytrids). 6. 5. Kapang Rhizopus stolonifer memiliki struktur seperti akar yang disebut rhizoid. memiliki suatu struktur yang disebut askus dan merupakan kantung spora. Mucor. Ascomycota menghasilkan spora aseksual yang disebut konidia. Hifa-hifa Fungi dapat membentuk jalinan atau anyaman yang saling bertautan disebut miselium. Reproduksi seksual pada Rhizopus stolonifer (Sumber: Mader. Fungi menghasilkan enzim ekstraseluler untuk menguraikan substrat organik/ makanan dan menyerap (absorbsi) makanannya.

dan Candida albicans (penyebab candidiasis). memiliki suatu struktur yang disebut basidium dan berbentuk seperti gada. Menurut para ahli mikologi. Fungi endofit . Contoh Basidiomycota adalah Amanita phalloides (jamur 31 amanita. hewan dan mikroorganisme lain. Chytrids memiliki spora berflagela yang disebut zoospora dan gamet. sedangkan Fungi memperoleh substansi metabolik yang tidak dapat dihasilkan sendiri. Fungi endofit melakukan simbiosis komensalisme atau parasitisme. bersama-sama dengan kelompok Prokariota. Simbion memperoleh perlindungan dari cahaya matahari dan kekeringan. air dan materi yang sedang membusuk. dan ditemukan di tanah. dan Aspergilus flavus (menghasilkan aflatoksin). Dengan demikian. Gambar 28. Fungi melakukan simbiosis mutualisme dengan suatu simbion. siklus biogeokimia dapat berlangsung secara kontinu. Simbion dapat merupakan mikroorganisme fotosintetik. Volvaria volvaceae (jamur merang). Contoh Ascomycota yang multiseluler adalah Penicillium notatum (menghasilkan penisilin). Umumnya Chytridiomycota tidak membentuk hifa atau sel-sel seperti khamir. nitrogen. penghasil toksin). Penicillium menghasilkan senyawa bioaktif terhadap bakteri Staphylococcus. phosphor serta lainnya kemudian dilepaskan ke lingkungan sehingga dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain. Gambar 27. Fungi dapat menguraikan selulosa dan lignin (suatu materi yang sulit diuraikan) menggunakan enzim ekstraseluler seperti selulase dan lainnya. Auricularia brunnescens (jamur kuping). contohnya khamir. 4) Chytridiomycota adalah fungi primitif. Sebagian besar chytrids adalah saprofit.000 jenis lichen di seluruh dunia. Adapula chytrids parasit pada tumbuhan. bergantung kepada jenis fungi endofit. Gambar 26. Beberapa anggota dari Basidiomycota. hidup bebas. berkelompok.000 jenis dari Basidiomycota.3. Uniseluler. Chytrids merupakan patogen pada katak dan dapat menghilangkan populasi katak di habitatnya. dan telah ditemukan 15. 32 5. dan alga hijau. sehingga dikenal sebagai club fungus. contohnya kapang. 3) Basidiomycota. tetapi tidak ada yang patogen pada manusia. dan Fellomyces sp. Fungi melakukan berbagai interaksi di alam dengan makhluk hidup lain. dan multiseluler. dijumpai sekitar 30. Peran Fungi dalam ekosistem: Fungi.30 Anggota dari Ascomycota ada yang uniseluler.6. contohnya cyanobacteria. disebut juga kelompok Basidiomycetes. dengan tumbuhan. Saccharomyces cerevisiae sedang melakukan pertunasan. Hasil simbiosis tersebut dikenal sebagai lichen. Basidium menghasilkan spora seksual yang disebut basidiospora. Hasil penguraian tersebut yang mengandung karbon. (khamir). merupakan dekomposer utama di alam. Fungi menguraikan materi-materi organik mati menjadi molekulmolekul yang lebih sederhana dan dikembalikan ke lingkungan. atau koloni. Contoh Ascomycota yang uniseluler adalah Saccharomyces cerevisiae (berperan dalam pembuatan bir dan roti).

dan menempel di batang pohon.J. Makanan hewan seperti rumput yang mengandung selulosa 33 dan lignin tidak dapat diuraikan oleh hewan.. Simon. dan Fungi membantu hewan-hewan tersebut menguraikannya menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan. N.R. Taylor. Boston. (xxx + 795 + A13 + G24 + C6 + I28) hlm.P. S. 2009. McGraw-Hill. 3rd ed. Fungi dapat memperoleh lingkungan yang kaya nutrien di dalam tubuh hewan. (xxxii + 462 + A11 + G18 + I14) hlm. DAFTAR PUSTAKA Campbell.L. Essential Biology. Reece. Hifa fungi meningkatkan kontak antara akar dengan nutrien di sekitarnya dan membantu penyerapan mineral-mineral dari lingkungannya. K.ditemukan di ruang intraseluler dalam jaringan tumbuhan. Reece.Pearson. Lichen.A. E. J. Biology. Talaro. 6th ed. McGraw-Hill. Fungi memperoleh keuntungan dari tumbuhan dalam bentuk suplai sumber karbon.. Concepts of Biology. Taylor. S.B. Dickey. San Francisco. berwarna hijau. (xxxvii + 781) hlm. Mader.R. Asosiasi antara Fungi dengan tumbuhan yang dikenal sebagai mycorrhizae berlangsung di dalam akar tumbuhan. Contohnya Lolium multiflorum (Italian rye grass) yang bersimbiosis dengan fungi endofit Neotyphodium menjadi lebih resistan terhadap serangan kutu aphid.L. . hasil simbiosis antara Fungi dan Algae. 2009. Concepts & Connections. Gambar 29. Dickey.J. San Francisco. J. E. Contoh lain adalah lichen Xanthoparmelia yang menyerupai helaian daun. Beberapa fungi endofit menghasilkan senyawa alkaloid yang dapat melindungi inangnya dari patogen. 7th ed. 2008. Contohnya adalah mycorrhizae Ceratobasidium cornigerum dan Thanatephorus cucumeris pada anggrek. Foundations in Microbiology. Hewan-hewan ruminan (contohnya sapi. (xxxii + 830 + A4 + BB2 + C3 + D9 + E2 + F1 + G20 + I22) hlm. and J. and J. 2007. Campbell. Simon. M.Pearson. New York.A. N.B. Interaksi antara Fungi dengan hewan cukup banyak ditemukan di alam. kambing. domba) memiliki Fungi di dalam saluran pencernaannya. M.

baik ukuran. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing. sistem perakaran tunggang atau serabut. tomat. Ada yang bersisik seperti ikan gurame. burung dan lain-lain. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu. jumlah. dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam. warna. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer. ukuran. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. ikan mas. KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT GEN . kelapa. Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”.KEANEKARAGAMAN HAYATI KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”. tetapi ada pula yang berdaun kecil. kerbau. bentuk. tekstur ataupun jumlah. tekstur. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. mawar dan lain-lainnya. penampilan dan sifat-sifat lainnya. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda. mangga. dan yang bertubuh kecil seperti semut serta kupu-kupu. dan berbatang lunak. dan ada pula yang berambut seperti kucing. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Bayangan tersebut memang tidak salah. terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna. Dan yang berbatang rendah. ikan gurame. misalnya: palem. sapi. Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar. lele. Berkaki dua seperti ayam. Dari hasil pengamatan atau observasi di halaman sekolah. melati. maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi. Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas. Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan. bentuk. Ada tumbuhan yang berbatang keras. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap. kelinci dan lain-lain. Ada hewan berkaki empat. misalnya: cabe. serta bunga yang berwarna-warni. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. ayam. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung. bentuk. Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. tekstur dan sebagainya. Ada yang berdaun lebar. beringin. mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. cobalah Anda kerjakan kegiatan praktikum berikut: 1. berbiji tertutup atau terbuka. seperti kucing. Di samping itu. yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran. telah Untuk lebih memahami uraian diatas. Anda menemukan adanya keseragaman dan keberagaman pada makhluk hidup.

Adanya perbedaan warna. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan. dan ayam lainnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. warna bulu dan bentuk pial pada ayam.Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis. cobalah amati tanaman bunga mawar. tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. dapat berwarna merah. ayam ras. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya. dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi. keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya. rasa. Bentuk. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni. Keanekaragaman gen pada ayam Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. walaupun perangkat dasar penyusunnya sama. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas keanekaragaman hayati. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu . Anda dapat membandingkan ayam kampung. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh. ayam hutan. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies. tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Atau pada tanaman mangga. tentang tingkatan Gambar 1. Demikian juga pada hewan. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini. seperti pada rambutan. bentuk. dan warnanya. warna pada buah mangga. Gen pada setiap individu. Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan. serta keanekaragaman sifat. simak uraiannya berikut ini: 1. putih atau kuning. rasa. warna bulu dan bentuk pial (jengger).

coklat). jumlah biji. 2. kuning). kacang kapri. kacang buncis. sedang). besar manis bulat. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren. warna mata (biru. dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing. kacang kapri. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh. Perbedaan sifat pada jenis mangga dapat Anda amati pada tabel berikut: No. Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi). kebiasaan hidup dan lain-lain. Contoh. kecil. bentuk buah dan biji. 1. sawo matang. .harimau. putih. serta bentuk rambut (ikal. maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis. warna biji. Cobalah perhatikan diri Anda sendiri! Ciri atau sifat apa yang Anda miliki? Sesuaikan dengan uraian di atas? 2. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek). Mangga golek kuini gedong Bentuk Buah Rasa arima tidak wangi wangi tidak wangi lonjong panjang manis bulat telur. Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan.individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan. keriting). lurus. kacang tanah. ada yang merambat). kecil lebih manis Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda. serta rasanya yang berbeda. seperti kacang tanah. seperti pada berbagai jenis mangga. kebiasaan hidup (tumbuh tegak. kacang hijau dan kacang buncis. karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. hitam. dalam keluarga kacang-kacangan. antara lain. 3. antara lain ukuran tubuh (besar. warna kulit (hitam. anda dapat mengamati. antara lain ciri-ciri fisiknya. singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar.warna.

No Ciri-ciri Kelapa 1. Kucing Harimau Singa Besar putih. Hitam. keanekaragaman pada keluarga kucing. ukuran tubuh. Ukuran Kecil Besar tubuh 2. pinang. kuning Hutan Citah Sedang putih. serta lingkungan hidupnya. daun 150cm pendek ujungruncing dan . dan lontar. Misalnya. Gambar 2. Daun Aren 25m Pinang 25 Lontar 15-30m -Panjang tangkai daun 100cm -Helaian daun bulat. singa. (b) singan. Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae. Keanekaragaman jenis pada kacang-kacangan Contoh lain. Hitam/ putih Pohon 1. citah dan kucing. Cobalah Anda perhatikan perbedaan sifat dari hewan berikut ini : No Ciri-ciri . Di kebun binatang. rumah Hutan hidup Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang. (c) kucing dan (d) citah. putih. Warna bulu Hitam. Tinggi >30m Batang 2. kuning kuning 3.Gambar 2. Contohnya kelapa. daun dan bunga. Tempat Hutan. tingkah laku. Hitam. aren. tipe lorengnya. perbedaan warna bulu. tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Anda dapat mengamati hewan harimau. tepi daun bercangap -Panjang tangkai -Panjang Tangkai daun 75-150cm tangkai daun -Helaian daun 5m. seperti tampak pada tabel pengamatan berikut ini. Keanek ragaman jenis pada hewan (a) harimau.

Komponen abiotik meliputi iklim. batuan. dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae. dan kandungan mineral. baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. ada faktor kimia. Di dalam ekosistem. seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik. singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. tingkat keasaman. Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. tanah. aren. Ini semua disebut faktor fisik. maka Anda akan menemukan makhluk hidup lain selain Anda. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. 3. ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula. Bunga Tongkol Tongkol Tongkol menjari Bulir Gambar 2. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem Di lingkungan manapun Anda di muka bumi ini. . Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa. Keanekaragaman pada suku Palmae Dari contoh-contoh di atas. air. cahaya. pinang. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis.keras 3. Selain faktor fisik. dan kelembaban. harimau. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem. Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing. seperti salinitas (kadar garam). Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu.

keanekaragaman tingkat jenis dan keanekaragaman tingkat ekosistem. bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil . antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Tentu juga akan memusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem. dan rusa kutub. Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA Tahukah Anda. yang tumbuh hanya jenis lumut. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah. frekwensi. Contoh-contoh gangguan ekosistem . ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati. Bencana tanah longsor atau letusan gunung berapi. Besar atau kecilnya gangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahanlahan atau secara cepat pula. Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem. dan lamanya penyinaran. jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat pelbagai variasi bentuk. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma Taiga. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan. Demikian halnya dengan bencana tsunami. bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer. Hewan yang dapat hidup. penampakan. intensitas cahaya matahari. Totalitas variasi gen. curah hujan. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature. Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem tersebut dapat menimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan.Gambar 2. Gangguan tersebut secara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhi keanekaragaman tingkat ekosistem. Di tempat ini tidak ada pohon. antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman tingkat gen. Keanekaragaman ekosistem (a) padang rumput (b) padang tundra (c) gurun pasir Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim.

Thailand. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing ( Dipterocarpus sp). . yaitu Tetrastigma. dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. juga tipe Oriental. yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya. dan lain-lain. Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas. Australia. dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica). Untuk lebih memahami materi tersebut.000 species tumbuhan tinggi. ekosistem hutan hujan tropis. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi. silakan Anda simak uraian mengenai keaneragaman hayati yang terdapat di Indonesia berikut ini! Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India. dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana. Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah. dan sukun. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus). Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka.dan Zaire. ekosistem hutan bakau. seperti: ekosistem pantai. Jawa dan Sulawesi. Flora yang tumbuh di Malaysia. Mangga (Mangifera indica). ekosistem air laut. Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia. seperti rotan. Indonesia. Masingmasing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri. dan peralihannya. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire. Kayu garu (Gonystylus bancanus). ekosistem savanna. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae. Meranti (Shorea sp). Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar. Kalimantan. Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Indonesia. Malaysia. ekosistem padang rumput. Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248. Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan IndoMalaya. Vietnam. Di Sumatera. di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian. dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat). Kalimantan. serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas). mangga. ekosistem air tawar. dan Filipina. dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra.

kukang (Nyeticebus coucang). jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus). misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus). tarsius (Tarsius bancanus). misalnya: bekantan. kuskus (Spiloeus maculatus). Mengamati Keanekaragaman Tingkat Gen Tujuan : Mengetahui adanya variasi morfologi pada buah mangga. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non?Dipterocarpaceae. Terdapat berbagai macam kera.Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur. dan yang paling terkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera. Maluku. misalnya: jalak bali (Leucopsar nothschili). relatif sama dengan Australia. 2. murai mengkilat (Myophoneus melurunus). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian. Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku. Nusa Tenggara. Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak. tetapi dapat berkicau. untuk mengetahui kemampuan Anda mempelajari materi tersebut. yaitu Irian. Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur. 3. maleo (Macrocephalon maleo). harimau. terutama di pulau Komodo. 4. 2. Terdapat hewan endemik. silahkan kerjakan tugas praktikum berikut ini: I. banteng. Burung-burung yang endemik. TUGAS Nah. dan matoa (Pometia pinnata). tarsius. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang. seperti: badak bercula satu. elang jawa. mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik. Sulawesi. terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis). badak. Banyak species mamalia yang berukuran besar. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit. binturong (Aretictis binturang). Mamalia berukuran kecil Banyak hewan berkantung Tidak terdapat species kera Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung. dan Kalimantan. elang putih (Mycrohyerax latifrons). tipe hutannya agak berbeda. dan babi rusa (Babyrousa babyrussa). misalnya gajah. Jawa. . diantaranya beringin (Ficus sp). Selanjutnya. 3. anoa. Di Nusa Tenggara. Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. orang utan. Ciri-ciri hewannya adalah: 1. monyet (Presbytis thomari). memiliki ciriciri sebagai berikut: 1. 4. bahkan hampir tidak ada.

TABEL HASIL PENGAMATAN No. seperti contoh di bawah. 4 Buatlah tabel pada buku catatan praktikum. 3 . 2 . kacang tanah. buah mangga yang terdapat di : 1 Amatilah ciri-ciri masing-masing buah mangga. Jelaskan pengertian dari 3. warna daging buah dan ukuran biji. Penggaris Timbangan Lima (5) jenis biji kacang hijau. 4 . dan kacang panjang. misalnya warna kulit. kacang kedelai. 2 . Amati secara seksama bentuk biji kacang satu persatu. satu persatu. Ukurlah dengan penggaris panjang setiap biji kacang. Apa kesimpulan hasil kegiatan tersebut? jawaban! : mangga? gen! II. . bentuk buah. ukuran buah. Buku catatan praktikum Langkah Kerja: 1 .Alat dan bahan : Cara kerja Berbagai macam sekitarmu. Ciri-ciri Mangga Harum manis Simanalagi Indramayu Cocokkan jawaban Anda dengan meng-klik kunci Pertanyaan 1. Amati warna setiap biji kacang. Ciri-ciri yang harus . 2 Tuliskan hasil pengamatan Anda ke dalam tabel berikut ! . diamati. Apa penyebab timbulnya keanekaragaman pada 2. 3 . kacang kapri. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Jenis (spesies) Alat dan Bahan: 1 .

Panjang . Berdasarkan hasil pengamatan....... 3? ... Pelajari gambar-gambar ekosistem dengan seksama 2........ Warna ... ... 5. ..... . 3.... dengan . . Mengamati Keanekaragaman Tingkat Ekosistem Alat dan Bahan: 1.... .. 2 .. Berat . timbangan 6 Isikan data hasil pengamatan ke dalam tabel...... apakah yang menyebabkan adanya keanekaragaman jenis? Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman tingkat jenis? Cocokkan jawaban Anda dengan meng-klik kunci jawaban! III... Tanah ...... 2 .. menggunakan alat Panjang .... 3 . 5 Timbanglah berat setiap biji kacang. 4...... 3? Tuliskan macam fauna atau hewan yang terdapat pada ekosistem gambar 1. Buku catatan praktikum Langkah Kerja: 1........ 2.... ... .......... Kacang Kacang Kacang Kacang Kacang Kapri Bentuk Hijau .... . Jawablah pertanyaan-pertanyaan di buku catatan praktikum Anda Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Pertanyaan: 1 .. Apa nama ekosistem pada gambar 1... ..... . No...... 3 .. Kedelai .. . 3 macam gambar ekosistem 2....... Pertanyaan: 1 .... .. dan gambar 3? Tuliskan macam flora atau tumbuhan yang terdapat pada ekosistem gambar 1.. 2... gambar 2..... 2.. adakah keanekaragaman sifat pada bijibiji kacang tersebut? Menurut Anda.. Jenis Biji 1.. ....... ......

lingkungan dan gen E.4 Dari ketiga macam ekosistem. A. variasi D. Anjing pudel dapat dikawinkan dengan anjing boner. Di antara individu sejenis tidak pernah ditemukan yang sama persis untuk semua sifat. Keanekaragaman ekosistem ditunjukkan komponen berikut ini. sumber energi primer B. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan………… A. induknya C. adaptasi C. manakah yang memiliki jumlah dan . Pilihlah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban tersebut. produktifitasnya D. A. jenisnya D. lingkungan B.. jenis produsennya C. evolusi B.. A. adaptasi dan variasi 2. 1. jenis makanan dan cara makannya sama D. satu genus B. Dua makhluk hidup menempati daerah yang sama dapat disebut spesies apabila ……. keberagaman E. komponen biotiknya oleh adanya perbedaan 4. dalam perkawinan menghasilkan turunan fertil 5. gen dan plasma nutfah 3. jenis konsumennya E. kecuali …………. Anjing-anjing tersebut dapat melahirkan anak-anak yang fertil karena anjing-anjing tersebut …… A. cara reproduksi dan jumlah anaknya sama E. keanekaragaman makhluk hidup yang paling banyak? 5 Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman ekosistem? . satu species . warna dan bentuk rambutnya sama C. satu familia C. habitat dan warna rambutnya sama B. Perbedaan yang ditemukan di antara sesama ayam dalam satu kandang disebut …….

populasi E. misalnya pada burung parkit. keanekaragaman genetik D. individu B. species C. ……… A.php? id=55&chapterid=11 . merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat ……. Makhluk hidup penghuni bumi ini begitu beraneka ragam. individu 8. ekosistem Sumber : http://www.D. zigot 9. satu ordo E. hutan hujan tropis di Jawa Barat. individu 7.net/id/mod/book/view. A. keanekaragaman ekosistem penyebab terjadinya 10 Variasi gen dalam tingkat jenis dapat menyebabkan terbentuknya . ekosistem D. keaneragaman jenis C. species E. gen D. species D.pintugerbang. merupakan hasil segregasi gen secara bebas. Contoh keanekaragaman bulu pada burung parkit tersebut merupakan adanya keanekaragaman tingkat …… A. kromosom E. sperma B.. A. ovum C. variasi genetik B. ekosistem D. populasi E. gen B. genus C. keanekaragaman daur energi E. varietas C. Sumber keane-karagaman makhluk hidup tersebut adalah …………. dan savanna di Papua. Berikut ini yang bukan faktor-faktor keaneragaman hayati adalah ………… A. Hutan bakau di Kalimantan. genetik B. satu kingdom 6. Keanekaragaman warna bulu.