P. 1
Bilangan Asli

Bilangan Asli

|Views: 806|Likes:

More info:

Published by: Tanty Wahyunie Wockeez on Nov 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

. Bilangan Asli Sejak periode sejarah, diduga dimulai sekitar tahun 400 S.M.

, orang melalui memikirkan bilangan sebagai konsep abstrak. Misalnya, mereka menyebut tiga kerikil dan tiga binatang mempunyai sifat persekutuan, yaitu suatu kuantitas yang disebut tiga. Sifat persekutuan tiga ini bisa dimiliki oleh kelompok benda apa saja sehingga sifat ini menjadi terbatas dari obyek atau sasaran pembicaraan. Dalam istilah yang lebih sederhana, sifat-sifat persekutuan satuan (oneness), duaan (twoness), atau tigaan (threeness) merupakan sifat persekutuan yang dimiliki oleh sebarang kumpulan benda untuk menunjukkan kesamaan kuantitas. Keperluan tentang kuantitas merupakan kebutuhan dasar manusia dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, terutama untuk menghitung (mencacah) dan mem¬ban¬dingkan jumlah barang atau benda. Ke¬perluan menghitung (mencacah, counting) mendorong orang untuk mencari cara yang mudah, antara lain dengan membuat lambang bilangan (muneral) dan cara me¬ng¬gu¬nakannya (sistem numerasi). Sistem numerasi membuat sekumpulan lambang dasar dan sejumlah atauran untuk menghasilkan lambang-lambang bilangan yang lain. Beberapa peradaban yang telah mengembangkan sistem numerasi antara lain adalah Mesir (sekitar tahun 3000 S.M.), Babylonia (sekitar tahun 2000 S.M.), Yunani atau Greek (sekitar tahun 600 S.M.), Mayan (sekitar tahun 300 S.M.), Jepang China (sekitar tahun 200 S.M.), Romawi (sekitar tahun 100 M), dan Hindu-Arab (mulai sekitar tahun 300 S.M. di India, mengalami perubahan di wilayah timur tengah sekitar tahun 750 Masehi, berkembang di Eropa dan dipakai di seluruh dunia sampai sekarang). Dari uraian di atas kita dengan singkat telah melihat perjalanan pengembangan konsep bilangan sejak pertama kali pada zaman Poleolithic sampai pada zaman sejarah. Dengan demikian kita perlu membuat asumsi bahwa manusia telah menemukan konsep bilangan asli (counting/natural members) dan telah menemukan himpunan lambang untuk menya¬takan konsep bilangan asli yaitu 1, 2, 3, 4, Untuk selanjutnya himpunan bilangan asli dinyatakan dengan N = {1, 2, 3, 4, } 1. Bilangan Cacah Untuk kepentingan masyarakat zaman pertanian, sebelum zaman revolusi, mereka hanya memerlukan mencacah, menjumlah, dan mengalikan. Seiring dengan per¬kem¬bangan zaman, mesyarakat memerlukan sistem bilangan yang dapat memenuhi ke¬per¬lu¬an lain, yaitu mengurangkan dan membagi. Dengan demikian mereka mem¬pu¬nyai tun¬tutan pekerjaan yang tidak sekedar berhitung (aritmetika) tetapi hal lain yang lebih luas. Jika sebelumnya mereka menerima pernyataan tanpa bukti (postulat): p + q adalah suatu bilangan asli p x q adalah suatu bilangan asli maka kesulitan akan muncul ketika pengertian pengurangan mulai diperkenalkan melalui penjumlahan: p q = r jika ada r sedemikian hingga p = q + r Kita bisa melihat kesulitan itu. Pengurangan pada unsur-unsur hipunan bilangan asli dapat dilakukan hanya jika p lebih dari q, artinya himpunan bilangan asli tidak bersifat tertutup terhadap pengurangan. Pada awalnya tentu mereka memahami bahwa: 3 2 = 1, 4 3 = 1, 5 4 = 1

Bilangan yang diperoleh mung¬kin unsur atau bukan unsur dari himpunan tertentu. #) adalah sistem matematika yang terdiri dari himpunan S. -4. 0 2. 2. #) Jika # adalah operasi kedua S. 2. 4. 1.1 Suatu sistem matematika adalah suatu himpunan bersama-sama dengan satu atau lebih operasi pada himpunan itu. 3 10 = ? Permasalahan ini serupa dengan usaha menambah bilangan-bilangan baru di dalam W sehingga mereka dapat melakukan semua pengurangan. 3. 0. 1. dan operasi kedua #. maka (S. dan dinyatakan dengan: Z = { . 3. maka himpunan bilangan bulat da¬pat dinyatakan sebagai: Z = { . -1.dan mulai mempertanyakan bagaimana dengan 3 3 = ? . antara lain untuk menghitung hutang dan pihutang. sehingga diperoleh himpunan baru yang disebut himpunan bilangan bulat. yang diberi makna: 3 = 3 + 0. 0 4. Berdasarkan pengetahuan yang telah kita pelajari sebelumnya. Notasi Suatu sistem matematika yang terdiri dari himpunan S dan operasi * ditunjukkan dengan (S. perkalian. 0. 1. 5 5 = ? Jawabannya adalah mereka perlu tambahan bilangan baru. 0 3. } 3. -2. operasi pertama *. dinyatakan dengan: W = {0. -2. orang dapat melakukan penjumlahan. 2. Jawaban terhadap kesulitan mereka adalah tambahan bilangan-bilangan baru yang diperoleh dari: 0 1. } Dengan digunakannya garis bilangan untuk menyatakan representasi bilangan. manusia memerlukan bilangan untuk ke¬perluan pembukuan tingkat lanjut. -1. Bilangan Bulat Dengan berkembangnya masyarakat industri. -2. 5 = 5 + 0 Sekarang kita telah menambahkan unsur baru 0 ke dalam sistem bilangan asli. *. Definisi 1. atau pembagian bilangan. 8 10 = ?. Pertanyaan yang muncul serupa dengan permasalahan: 6 7 = ?. beberapa definisi yang terkait dengan . -3. Apa yang dilakukan oleh orang itu kemudian di¬se¬but sebagai suatu operasi. 3. Sistem Bilangan Bulat Untuk keperluan menghitung. yang kemudian dilambangkan dengan: -1. } 4. dan mem¬beri makna terhadap bilangan-bilangan di sebelah kanan nol sebagai bilangan po¬sitif serta di sebelah kiri nol sebagai bilangan negatif. yang kemudian disebut dengan nol (zero). serta tabungan dan pinjaman. sehingga diperoleh himpunan baru yang disebut himpunan bilangan cacah. Pada dasarnya suatu operasi adalah mengambil sepasang bi¬lang¬an untuk mendapatkan bilangan lain yang tunggal. pengurangan. 4 = 4 + 0. 4 4 = ?. atau himpunan baru yang di¬peroleh bersifat tertutup terhadap pengurangan.

c Î S d. q Î S c. q Î Z 3. ada x Î S. sehingga p * i = i * p = p .4 Ditentukan p. q. dan pr = qr. memenuhi sifat identitas penjumlahan: untuk semua p Î Z. r + q . ditunjukkan dengan x = -p 7. mempunyai unsur identitas p + 0 = p dan p x 1 = p untuk semua p Î Z 5. ada x Î Z sehingga p + x = x + p = 0 x disebut inversi dari p. r Î Z 4. assosiatif jika p * (q * r) = (p * q)*r untuk setiap p. memenuhi sifat inversi (invertibel) jika untuk semua pÎ S.2 Ditentukan bahwa * adalah suatu operasi pada himpunan S. sifat-sifat operasi penjumlahan dan perkalian pada himpunan bilangan bulat merupakan aksioma. q. tertutup : p + q Î Z dan p x q Î Z untuk semua p. q. Definisi 1. jika ada suatu bilangan bulat positif r sehingga q p = r . ditulis p < q atau q > p. distributif perkalian terhadap penjumlahan (p + q) . }. I disebut unsur identitas operasi *. q. maka p = q Dalam kaitannya dengan urutan bilangan bulat. untuk menyatakan hubungan lebih kecil (atau lebih besar) antara dua bilangan bulat. komutatif jika p * q = q * p untuk setiap p. Operasi * disebut bersifat: a. e. r ¹ 0. sehingga p * x = x * p = i. yaitu: 1. x disebut inversi dari p. ada 0 Î Z sehingga p + 0 = 0 + p = p 0 adalah unsur identitas penjumlahan 6. r 8. 2. Definisi 1. r = p . r Î S. Î Z 2. b. kita akan menggunakan himpunan bilangan bulat positif {1. komutatif : p + q = q + p dan p x q = q x p untuk semua p. mempunyai unsur identitas jika untuk semua p Î S. Selanjutnya. Operasi * bersifat distributif terhadap # jika P * (q #r) = (p * q) # (p * r) untuk semua p. r Î Z. tertutup jika p * q = r dan r Î S untuk setiap p. q Î S.3 Ditentukan bahwa * adalah suatu operasi pertama dan adalah suatu operasi kedua pada himpunan S. ada i Î S. q. Î Z p disebut kurang dari q (atau q disebut lebih dari p). dan p disebut inversi dari x. q. memenuhi sifat inversi (invertibel) penjumlahan: untuk semua p Î Z. 3. assosiatif : p + (q + r) = (p + q) + r dan p x (q x r) = (p x q) x r untuk semua p. memenuhi hukum kanselasi: jika p.sifat operasi adalah: Definisi 1.

rp < rq. r (q p) > 0. 3.-2. Himpunan bilangan bulat disebut suatu himpunan yang terurut karena Z mempunyai suatu himpunan bagian yang tertutup terhadap penjumlahan dan perkalian. Contoh 1. karena q p > 0 dan r > 0. Fungsi g(x) = disebut fungsi atap (ceiling function).7.Contoh 1.-1.2 Buktikan: Jika p < q dan r > 0.p = -p + 1. 5 > 4 sebab ada bilangan bulat positif 1 sehingga 5 4 = 1 (b). misalnya {0. maka menurut sifat dasar ketertutupan perkalian urutan bilangan bulat positif. {7}.p.2.7} mempunyai unsur terkecil berturut-turut adalah 2. serta memenuhi hukum trikotomi untuk setiap bilangan bulat Contoh 1. Æ).1 (a).4. menurut definisi 1. dan 2 7 (b) M = {3} mempunyai unsur terkecil 3 sebab 3 x untuk setiap x M. Prinsip Urutan Yang Rapi (Well Ordering Principle) Suatu himpunan H disebut terurut rapi (well ordered) jika setiap himpunan bagian dari H yang tidak kosong mempunyai unsur terkecil Perlu diingat kembali bahwa k disebut unsur terkecil suatu himpunan S jika k kurang dari atau sama dengan x untuk setiap x S.71828 .7}. yaitu [x] adalah bilangan bulat yang memenuhi [x] x [x] + 1 Sebagai catatan perlu diingat kembali bahwa Fungsi f(x) = [x] disebut dengan fungsi bilangan bulat terbesar.7} dan {2. Contoh 1. atau juga disebut dengan fungsi lantai (floor function). } Definisi 1.p = (-1 + 1). r(q p) = rq rp.4. p = 0. dan juga merupakan grup Abel sebab operasi Æ terhadap bilangan bulat me¬me¬nuhi sifat-sifat terhadap assosiatif. b 0. {5}. rq rp > 0. dan menurut sifat komutattif perkalian. Apa yang disebut dengan sistem numerasi . dengan demikian r(q p) > 0 berakibat rq rp > 0. sehingga (-1)p + 1. 2 5. Selanjutnya. dan memenuhi sifat in¬versi. yaitu 2 2. Suatu bilangan yang tidak rasional disebut bilangan irasional. yaitu sistem bilangan bulat terhadap operasi penjumlahan.4 Sistem (Z. mempunyai unsur identitas.5}. {2.2. dan x = a/b. misalnya log 5 . pr < qr.5. Apa maksudnya sistem numerasi bersifat aditif? 2.5. 2 < 7 sebab ada bilangan bulat positif 5 sehingga 7 2 = 5 (c). bilangan e = 2. {5. } sebab ada bilangan bulat positif p sehingga p 0 = p Dua sifat dasar tentang urutan bilangan bulat yang perlu untuk dipahami adalah: (1) ketertutupan bilangan bulat positif: p + q dan pq adalah bilangan-bilangan bulat positif untuk semua bilanganbilangan bulat positif p dan q (2) hukum trikotomi Untuk setiap p Î Z berlaku salah satu dari p > 0. dan p + p = -p + 1. dan 2.5 Bilangan riil terbesar [x] adalah bilangan bulat terbesar kurang dari atau sama dengan x. p > 0 untuk setiap p Î {1. maka pr < qr Bukti: Diketahui bahwa p < q. Berdasarkan hukum kauselasi.5. misalnya dan Suatu bilangan riil x disebut rasional jika dan hanya jika ada bilangan-bilangan bulat a dan b. dan bilangan = 3. atau p < 0.p = 0.3 Buktikan: ( 1)p = p Bukti: ( 1)p + 1. yaitu 3 3 Contoh 1. q p > 0. (b) Z+ adalah himpunan yang terurut rapi sebab tidak ada himpunan bagian dari Z+ yang tidak kosong dan tidak mempunyai unsur terkecil (c) Z adalah himpunan yang tidak terurut rapi sebab ada himpunan bagian dari Z yang tidak kosong dan tidak mempunyai unsur terkecil.5. merupakan suatu grup. Menurut sifat distributif. (-1)p = -p Contoh 1. dimana adalah bilangan bulat terkecil lebih dari atau sama dengan x. 2. maka menurut definisi 1.p = 0.6 (a) S = {2.5 (a) S = {2. .14 1. {2.7} mempunyai unsur terkecil 2 sebab 2 x untuk setiap x S. yaitu {2}.7} adalah himpunan yang terurut rapi sebab setiap himpunan bagian dari S yang tidak kosong.5.

3. 5. 4. (p + q) = 1(p + q) = (p + q)( 1) = p( 1) + q( 1) = 1p 1q = ( 1)p + ( 1)q 2.bilangan 1.menggunakan nilai tempat? 3. Hindu Arab (b) Basis 20 : sistem numerasi Mayan (c) Basis 60 : sistem numerasi Babylonia Rambu-Rambu Jawaban Latihan 1. 1000 4. sistem bilangan bulat. . Apa maksudnya sistem numerasi bersifat multiplikasi? 4. Contoh: Mesir Kuno: Lambang 2. Paparan kemudian dilanjutkan dengan prinsip urutan yang rapi serta hubungan dua bilangan bulat (sama dengan.lasi. 6. b2. Tabel perkalian dari unsur-unsur C adalah : x 1 -1 Dari tabel perkalian di samping dapat 1 1 -1 ditentukan bahwa operasi x bersifat ter-1 -1 1 tutup. b3. 100. Sistem numerasi disebut menggunakan nilai tempat jika nilai lambang bilangan didasarkan pada tempat atau posisi lambang bilangan. (q + r) (p + r) = q p adalah positif sebab p < q . Yunani (greek). b3. lebih dari. untuk sistem numerasi Mesir Kuno (b) Mendatar (horizontal). maka p q > 0 dan q r > 0 . Contoh: Jepang-China : Lambang : ~ x y )( Nilai : 1. Contoh. b 1.0 = 0 = (pq) + (pq). Contoh: Babylonia: Lambang : r < s Nilai 71 : (1 x 60) + 10 + 1 Desimal : Lambang : 5 5 5 Nilai setiap lambang 5 berbeda karena letaknya yang berbeda 5 5 5 bernilai lima bernilai lima puluh bernilai lima ratus 3. Cara menuliskan lambang bilangan (a) Acak. 9. untuk sistem-sistem numerasi Babylonia. 1. artinya lambang yang sama bernilai berbeda karena posisinya berbeda. Basis bilangan yang pernah digunakan (a) Basis 10 : sistem numerasi Jepang-China. dan Latihan tentang bilangan bulat. tidak mempunyai lambang nol. jadi p > r 5. 8. dan menggunakan nilai tempat. 10. 2. p( q) + pq = p( q + q) = p. operasi bilangan bulat dan sifat-sifatnya. sesuai dengan sifat kanse. Hindu-Arab (c) Tegak (vertikal). Sistem numerasi disebut bersifat aditif jika nilai bilangan sama dengan jumlah nilai setiap lambang bilangan yang digunakan. kurang dari). 3. Sebutkan basis-basis bilangan yang pernah digunakan. sehingga (p q) + (q r) > 0 p r = p + 0 r = p + ( q + q) r = (p q) + (q r) > 0. Sebutkan beberapa cara menuliskan lambang bilangan dan terjadi pada sistem numerasi yang mana. Rangkuman Berdasarkan seluruh paparan pada Kegiatan Belajar 1 ini. maka garis besar bahan yang dibahas meliputi Definisi. b. dan aksioma sifat-sifat operasi penjumlahan dan perkalian bilangan bulat. Sistem numerasi disebut multiplikatif jika mempunyai lambang untuk bilangan. Teorema. bersifat asosiatif (sebab C Z. dilengkapi dengan . untuk sistem-sistem numerasi Jepang-China dan Mayan 5. Jadi p + r < q + r 4. p( q) = (pq) 3. mempunyai unsur identitas 1. 2. 7. p > q dan q > r . . dan memenuhi sifat inversi. 5. Romawi. terutama tentang konsep bilangan bulat.

sehingga p * i = i * p = p . dan fungsi atap. Definisi 1. Definisi 1. Prinsip Urutan Yang Rapi (Well Ordering Principle) Suatu himpunan H disebut terurut rapi (well ordered) jika setiap himpunan bagian dari H yang tidak kosong mempunyai unsur terkecil . ditulis p < q atau q > p. mempunyai unsur identitas jika untuk semua p Î S. komutatif jika p * q = q * p untuk setiap p.1 Suatu sistem matematika adalah suatu himpunan bersama-sama dengan satu atau lebih operasi pada himpunan itu. q Î S c. q. 1. Î Z p disebut kurang dari q (atau q disebut lebih dari p). Definisi 1. q.2. q Î S.5 Bilangan riil terbesar [x] adalah bilangan bulat terbesar kurang dari atau sama dengan x. fungsi lantai.-2. Operasi * disebut bersifat: a. Himpunan bilangan bulat dinyatakan dengan Z = { .pengertian bilangan bulat terbesar.0. ada i Î S. Pada bagian akhir diingatkan kembali pengertian bilangan rasional dan bilangan irasional. 3. 4. 4. r Î S.-1. b.4 Ditentukan p. I disebut unsur identitas operasi *. jika ada suatu bilangan bulat positif r sehingga q p = r 5. c Î S d. Definisi 1. Definisi 1. } 2. q.1. Operasi * bersifat distributif terhadap # jika P * (q #r) = (p * q) # (p * r) untuk semua p. tertutup jika p * q = r dan r Î S untuk setiap p. yaitu [x] adalah bilangan bulat yang memenuhi [x] x [x] + 1 6. assosiatif jika p * (q * r) = (p * q)*r untuk setiap p.3 Ditentukan bahwa * adalah suatu operasi pertama dan adalah suatu operasi kedua pada himpunan S.2 Ditentukan bahwa * adalah suatu operasi pada himpunan S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->