P. 1
Anggaran Bahan Baku Dan Tenaga Kerja

Anggaran Bahan Baku Dan Tenaga Kerja

|Views: 746|Likes:
Published by Erwin Azhar Daulay

More info:

Published by: Erwin Azhar Daulay on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

Anggaran Peramalan Penjual

Anggaran ramalan peniualan ialah proyeksi iumlah komoditi yang diminta oleh
konsumen dan proyeksi harga yang mampu diiangkau oleh konsumen. Dengan demikian
ramalah peniualan terdiri dari ramalan iumlah komoditi dan ramalan harga komoditi yang
akan diiual. Dalam membuat ramalan peniualan, manaier peniualan peen umumnya
menggunakan metode iudgement, statistika, dan metode khusus.
Metode iudgement ialah cara membuat peramalan berdasar pendapat para ahli yang
telah memiliki pengalaman dan ilmu dalam suatu bidang tertentu. Dalam bidang peniualan
dan pemasaran, para ahli tersebut iuga meliputi para distributor, para tenaga peniual, dan
konsumen. Oleh sebab itu dalam membuat peramalan dengan metode iudgement iuga harus
melalui survei.

Metode Peramalan Khusus
Metode peramalan khusus terdiri dari metode analisis industri, analisis produk line, dan
analisis pengguna akhir. Peramalan dengan model analisis industri didasarkan pangsa pasar
(market share) yang dimiliki sesuatu perusahaan.
1. Analisis Industri
Analisis ini menghubungkan antara peramalan peniualan suatu perusahaan dengan
peramalan peniualan industri seienis ( Industri pesaing ). Perusahaan harus membuat
peramalan peniualan industri seienis kemudian membuat peramalan peniualan
perniualan yang bersangkutan dan dihitung rasionya. Misalnya peramalan peniualan
industri otomotiI sebesar Rp 1.000, dan peramalan peniualan PT XY perusahaan
otomotiI Rp 250, maka besarnya pangsa pasar PT XY adalah sebesar: (Rp 250/Rp
1.000) x 100° ÷25°.
2. Analisis Product Line
Metode ini digunakan pada perusahaan yang memiliki banyak produk, seperti PT
Unilever. Tiap-tiap ienis produk hares dibuat ramalan peniualan agar dapat diketahui
laba pada setiap produk.
3. Analisis Pengguna Akhir
Perusahaan yang menghasilkan produk setengahiadi, misalnya Pabrik Baia Cilegon,
produknya bisa langsung diiual di pasar sebagai bahan baku perusahaan lain, dan bisa
diproses lebih laniut untuk barang konsumsi akhir, perusahaan harus membuat ramalan
peniualan barang konsumsi akhir.

Anggaran Produksi
Pengertian Anggaran Produksi
Menurut Agus Ahyari (1994;243) anggaran produksi adalah :
'Anggaran produksi disusun dengan memperlihatkan semua kegiatan produksi vang
diperlukan untuk menuniang anggaran peniualan vang telah disusun`

Rencana produksi meliputi penentuan produk yang harus diproduksi untuk memenuhi
peniualan yang direncanakan dan mempertahankan tingkat persediaan barang yang
diinginkan.
Anggaran produksi adalah suatu perencanaan secara terperinci mengenai iumlah unit produk
yang akan diproduksi selama periode yang akan datang, yang didalamnya mencakup rencana
mengenai ienis (kualitas), iumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan dilakukan.

Pengertian Biava Produksi
Biaya Produksi merupakan unsur biaya yang pokok. Karena dari biaya produksi tersebut
dapat ditentukan harga barang pokok yang dihasilkan dan diiual sehingga dapat meniadi
pedoman untuk menentukan harga iual dan perencanaan laba.
Pengertian biaya produksi menurut Mulyadi (1995;45)
'Biava produksi adalah biava vang teriadi dalam hubungannnva dengan pengolahan
bahan baku meniadi produk iadi. Biava produksi itu dibagi meniadi tiga. vaitu . biava
bahan baku. biava tenaga keria dan biava overhead pabrik`

Besarnva Anggaran Produksi suatu perusahaan pada umumnva dihitung dengan rumus
sebagai berikut.
Anggaran peniualan dalam unit ........................................................................... xxx
Unit persediaan akhir produk selesai yang diinginkan ......................................... xxx ¹
Unit produk yang diperlukan ............................................................................... xxx
Unit persediaaan awal produk selesai .................................................................. xxx -
Anggaran produksi dalam unit ............................................................................ xxx




Anggaran Bahan Baku dan Tenaga Kerja
Anggaran Biava Bahan Baku
Anggaran biaya bahan baku merencanakan kebutuhan dan penggunaan bahan baku langsung.
Bahan baku tidak langsung akan direncanakan dalam anggaran biaya overhead pabrik.
Tuiuan penyusunan anggaran biaya bahan baku dapat dikatakan sebagai berikut :
1. Memperkirakan iumlah kebutuhan bahan baku
2. Memperkirakan iumlah pembelian bahan baku yang diperlukan
3. Sebagai dasar untuk memperkirakan kebutuhan yang diperlukan untuk melaksanakan
pembelian bahan baku
4. Sebagai dasar penyusunan Product Costing, yaitu memperkirakan komponen harga
pokok pabrik karena penggunaan bahan baku dalam proses produksi
5. Sebagai dasar melaksanakan Iungsi pengawasan bahan baku

Anggaran Bahan Baku adalah Anggaran yang disusun dengan tuiuan:
1. Memperkirakan iumlah kebutuhan bahan baku langsung
2. Memperkirakan iumlah pembelian bahan baku langsung yang diperlukan
3. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk melaksanakan
pembelian bahan baku langsung.
4. Sebagai dasar penentuan dasar pokok produksi yakni memperkirakan komponen harga
pokok pabrik karena penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi.
5. Sebagai dasar melaksanakan Iungsi pengendalian bahan baku langsung.

Anggaran Bahan baku biasanya memerlukan 4 (empat) sub-anggaran, yaitu:
1. Anggaran Kebutuhan Bahan Baku Langsung:
Adalah anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas Iisik bahan baku langsung
yang dibutuhkan untuk keperluan produksi pada periode yang akan datang.
2. Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung:
Yaitu anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas Iisik bahan baku langsung
yang harus dibeli pada periode yang akan datang dengan mempertimbangkan Iaktor
persediaan dan kebutuhan bahan baku langsung untuk keperluan produksi.
3. Anggaran Persediaan Bahan Baku Langsung:
Yakni anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas Iisik bahan baku langsung
yang harus disimpan sebagai persediaan.
4. Anggaran Biaya Bahan Baku Langsung Yang Habis Dipergunakan Dalam Produksi:

Adalah anggaran yang disusun untuk merencanakan nilai (dinyatakan dalam satuan
uang) bahan baku langsung yang digunakan dalam proses produksi.

O Anggaran Kebutuhan Baku Langsung
InIormasi yang tercantum dalam anggaran kebutuhan bahan baku langsung adalah:
O enis produk iadi yang dihasilkan
O enis bahan baku yang digunakan
O Departemen produksi yang dilalui dalam proses produksi
O Standard Usage Rate
O aktu penggunaan bahan baku langsung
O Kuantitas produk iadi

Standard Usage Rate adalah: bilangan yang menuniukkan berapa satuan bahan baku langsung
yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan produk iadi.

Kadangkala kuantitas bahan baku langsung yang dibeli tidak seimbang dengan
kebutuhannya, akibatnya :
O Bila kuantitas pembelian bahan baku langsung lebih besar dari kebutuhannya
maka:
Bahan baku langsung banyak yang menumpuk di gudang, yang kemungkinan dapat
mengakibatkan kualitasnya turun.
Bahan baku langsung terlalu lama menunggu giliran untuk diproses.
Meningkatnya biaya penyimpanan.
Bila kuantitas pembelian bahan baku langsung lebih kecil dari kebutuhannya,
maka:
Proses produksi terhambat oleh karena kehabisan bahan baku langsung.
Timbul biaya tambahan untuk mencari bahan baku pengganti dalam iangka waktu
secepat mungkin.
Untuk mendapatkan kuantitas yang tepat, dapat dilakukan penghitungan dengan
menggunakan metode EOQ (Economical Order Quantity), yaitu iumlah bahan baku langsung
yang harus dibeli setiap kali dilakukan pembelian sehingga akan menimbulkan biaya yang
paling rendah akan tetapi tidak akan mengakibatkan kekurangan bahan baku langsung.

Anggaran Biava 1enaga Kerja
Pada setiap perusahaan tertentu pada biaya yang dikeluarkan untuk keperluan buruh atau
tenaga keria, merupakan salah satu Iaktor produksi yang utama dan yang selalu ada dalam
perusahaan meskipun pada perusahaan tersebut sudah digunakan mesin-mesin. Tenaga keria
di pabrik dikelompokkan meniadi dua, yaitu :
1. Tenaga keria lama
2. Tenaga keria langsung


























Anggaran Penjualan.Produksi. Bahan dan Tenaga Kerja Langsung
Anggaran Penjualan
Anggaran peniualan ialah rencana pendapatan (revenue) perusahuan dalam kurun
waktu satu tahun atau lebih. Pada umumnya annggaran peniualan disaiikan dalam kurun
waktu satu tahun, kemudian dirinci dalam bulanan. Anggaran merupakan sentral semua
pembuatan anggaran biaya dan investasi. Oleh sebab itu ruaggan peniualan merupakan salah
satu bagian anggaran perusahaan yang sangat punting. ika manaiemen salah dalam membuat
anggaran peniualan, maka anggaran biaya dan investasi yang mengacu anggaran tersebut
akan meniadi salah.
Anggaran peniualan Produksi adalah titik awal di dalam penyusunan anggaran induk.
Titik kritis penyusunan anggaran peniualan adalah memprediksi peniualan di masa yang akan
datang. Faktor-Iaktor yang harus dipertimbangkan dalam memprediksi peniualan yang akan
datang adalah :
1. Pengalaman masa lalu (volume peniualan)
2. ProspektiI kebiiaksanaan harga iual
3. umlah pesanan peniualan yang belum terpenuhi
4. Studi penelitian pasar
5. Kondisi ekonomi secara umum
6. Promosi
7. Persaingan dalam industri
Pertama - tama manaiemen harus membuat anggnr;ua pen ualan, per pruduk, per
daerah peniualan, per tenaga peniualan dalam bentuk volume, peniul dan harga peniualan.
Pada uanumnya perusahaan meniual produksinya the variasi pada setiap daerah karena Iaktor
transportasi dan daya beli masyarakat. Anggaran ini harus didasarkan pada ramalan peniualan
yang didasarkan pada data historis dan variabel-variabel lain yang mempengaruhi
permintaan.
Kegunaan Anggaran Peniualan
Anggaran peniualan sangat penting bagi manaiemen untuk membuat anggaran biuya,
anggaran laba dan anggaran investasi. Perubahan volume peniualan yang sangat signiIikan
akan mompengaruih investasi pada modal keria dan aktiva tetap.
Anggaran poniualan iuga berguna bagi pcdoman keria kourdinasi keria, evaluasi keria
bagi divisi pemasaran dan sebagai pedoman untuk membuat anggaran biaya pemasaran.
Misalnya, anggaran peniualan ditetapkan Rp. 10.000, biaya pemasaran ditetapkan 10 °,
maka total biaya pemasaran sebesar 10 ° X Rp. 10.000 ÷ Rp. 1.000,- iumlah tersebul. akan

dirinci dalam empat kegiatan yaitu biaya galang dan distribusi, biaya promosi, biaya
kebiiakan harga (diskon peniualan dan bonus), dan biaya pelayanan purna iual.
Kegunaan yang lainnya anggaran peniualan adalah sebagai acuan untuk membuat
anggaran biaya seluruh perusahaan, anggaran laba yang meliputi laba kotor, laba operasi, dan
laba bersih (earning aIter tax), dan anggaran investasi. Misalnya: anggaran peniualan
ditetapkan Rp 10.000, laba kotor 40°, laba operasi 20°, dan laba bersih 10°, dividen 60°
dan laba bersih, maka anggaran biaya dan laba dapat disaiikan dalam Tabel 2.1.
Berdasarkan ilustrasi pada Tabel 2.1 menielaskan bahwa setelah manaiemen
menentukan besarnya laba atas peniualan, maka manaier divisi yang lainnya membuat
anggaran biaya. Manaier pabrik membuat anggaran harga pokok peniualan, manaier
komersial dan manaier kantor pusat membuat anggaran biaya usaha yang terdiri dari biaya
pemasaran dan biaya umum dan administrasi, manaier keuangan membuat anggaran biaya
lain-lain seperti bunga dan paiak berdasarkan anggaran laha yang ingin dicapai. Berdasarkan
pola pemikiran yang demikian, anggaran peniualan dapat digunakan sebagai alat koordinasi
dan penilaian kineria.
Kenaikan peniualan mengakibatkan perubahaan harta dan utang iangka pendek, karena
untuk memenuhi kenaikan peniualan harus membutuhkan tambahan harta dan utangiangka
pendek, khususnyautang dagang. Kebutuhan dana untuk memenuhi tambahan peniualan itu
dapat dipenuhi dari dalam dan dari luar perusahaan. ika kenaikan keeil, kemungkinan
tambahan dana dapat dipenuhi dari dalam perusahaan, dan iika kenaikan peniualan besar,
pada umumnya tambahan dana dipenuhi dari luar perusahaan (dari tambahan modal sendiri
atau dari hutang iangka paniang).

Anggaran Produksi
Pengertian Anggaran Produksi
Menurut Agus Ahyari (1994;243) anggaran produksi adalah :
'Anggaran produksi disusun dengan memperlihatkan semua kegiatan produksi vang
diperlukan untuk menuniang anggaran peniualan vang telah disusun`

Rencana produksi meliputi penentuan produk yang harus diproduksi untuk memenuhi
peniualan yang direncanakan dan mempertahankan tingkat persediaan barang yang
diinginkan.

Anggaran produksi adalah suatu perencanaan secara terperinci mengenai iumlah unit produk
yang akan diproduksi selama periode yang akan datang, yang didalamnya mencakup rencana
mengenai ienis (kualitas), iumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan dilakukan.

Pengertian Biava Produksi
Biaya Produksi merupakan unsur biaya yang pokok. Karena dari biaya produksi tersebut
dapat ditentukan harga barang pokok yang dihasilkan dan diiual sehingga dapat meniadi
pedoman untuk menentukan harga iual dan perencanaan laba.
Pengertian biaya produksi menurut Mulyadi (1995;45)
'Biava produksi adalah biava vang teriadi dalam hubungannnva dengan pengolahan
bahan baku meniadi produk iadi. Biava produksi itu dibagi meniadi tiga. vaitu . biava
bahan baku. biava tenaga keria dan biava overhead pabrik`

Besarnva Anggaran Produksi suatu perusahaan pada umumnva dihitung dengan rumus
sebagai berikut.
Anggaran peniualan dalam unit ........................................................................... xxx
Unit persediaan akhir produk selesai yang diinginkan ......................................... xxx ¹
Unit produk yang diperlukan ............................................................................... xxx
Unit persediaaan awal produk selesai .................................................................. xxx -
Anggaran produksi dalam unit ............................................................................ xxx

Anggaran 1enaga Kerja Langsung
Tanaga keria langsung pada prisipnya terbatas pada tenaga keria pabrik yang secara langsung
terlibat dalam proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya produksi barang yang
dihasilkan. Sedangkan tenaga keria tidak langsung pengertiannya terbatas pada tenaga keria
pabrik yang tidak terlibat secara langsung pada proses produksi dan biayanya dikaitkan pada
biaya overhead pabrik.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tenaga keria antara lain adalah :
1. Kebutuhan tenaga keria
2. Pencarian dan penarikan tenaga keria
3. Pelatihan bagi tenaga keria baru
4. Evaluasi dan spesiIikasi pekeriaan bagi para tenaga keria
5. Gaii dan upah yang harus diterima oleh tenaga keria
6. Pengawasan tenaga keria

Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Biaya Overhead Pabrik adalah biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan perusahaan
dalam rangka proses produksi, kecuali biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga keria
langsung.
Anggaran ini meliputi semua ienis Anggaran Biaya produksi selain biaya bahan baku
dan biaya tenaga keria langsung. Untuk tuiuan perencanaan, pembuatan keputusan dan
pengendalian biaya overhead pabrik maka anggaran biaya overhead pabrik dapat digolongkan
menurut:
l. Perilaku biaya overhead pabrik yaitu ke dalam biaya overhead pabrik tetap dan
variabel. Selaniutnya ditentukan besamya tariI biaya overhead pabrik pada awal
periode anggaran. ika digunakan pendekatan contribution margin (laba kontribusi)
untuk menentukan harga pokok interen yang bermanIaat dalam rangka perencanaan
maka hanya biaya overhead pabrik variabel yang dihitung tariInya.
2. Biaya kas dan biaya bukan kas. Penggolongan ini bermanIaat untuk mempermudah
penyusunan anggaran kas dan untuk membuat keputusan. Pada umumnya biaya
overhead pabrik variabel merupakan biaya kas sedangkan biaya overhead tetap
sebagian merupakan biaya kas (misalnya gaii manaier dan pengawas) dan sebagian
adalah biaya bukan kas (misalnya biaya depresiasi).

Biaya Overhead Pabrik ditiniau dari bagian yang bertanggung iawab, dapat dikelompokkan
sebagai berikut:
a. Biaya Langsung, yakni biaya yang semata-mata meniadi tanggung iawab bagian. yang
bersangkutan dan tidak dibebankan ke bagian lain.
b. Biaya Tidak Langsung, yakni biaya yang meniadi tanggung iawab beberapa bagian
pads pabrik.
Kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran biaya overhead pabrik
adalah:
a. Kapasitas Praktis, adalah kapasitas teoritis (yakni kapasitas pabrik untuk
menghasilkan produk pads kecepatan penuh, tanpa berhenti selama iangka waktu
tertentu) dikurangi dengan kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena
hambatan intern perusahaan.
b. Kapasitas Normal, adalah kemampuan perusahaan berproduksi dan meniual
produknya dalam iangka paniang.
c. Kapasitas Sesungguhnya Yang Diharapkan, adalah kapasitas sesungguhnya yang

diperkirakan akan dapat dicapai dalam periode yang akan datang.
Tuiuan pengawasan Biaya Overhead Pabrik adalah :
a. Untuk mengetahui sesuai tidaknya realisasi dengan yang direncanakan.
b. Untuk mengetahui besar kecilnya biaya overhead.
c. Untuk menentukan bagian-bagian yang bertanggung iawab.
Salah satu masalah yang timbal dalam rangka pengawasan biaya overhead pabrik adalah
pengalokasian biaya bagian iasa/pembantu kepada bagian produksi.
Distribusi Biaya Overhead Pabrik adalah pembagian biaya overhead pabrik tak langsung
departemen kepada departemen-departemen yang menikmatinya.
Alokasi Biaya Overhead Pabrik adalah pembagian biaya Overhead Pabrik Departemen
Pembatu ke Departemen Pembantu yang lain clan Departemen Produksi.
Pembebanan Biaya Overhead Pabrik adalah pembagian Biaya Overhead Pabrik kepada
pabrik.




















Anggaran Variabel
Anggaran Variabel adalah skedul biaya yang menuniukkan bagaimana masing-masing
biaya akan berubah dengan perubahan volume, output atau aktivitas. Anggaran variabel
menyatakan hubungan antara volume dan biaya dalam suatu relevant range volume yang
terbatas.
Tuiuan utama pendekatan Anggaran. Variabel secara khusus mengidentiIisir
bagaimana, dan seberapa iauh, masing-masing elemen biaya dalam suatu pusat pertanggung
iawaban dipengaruhi oleh aktivitas pusat pertanggung iawaban yang bersangkutan.
Anggaran variabel didasari oleh Konsep'Variabilitas Biaya' yang menyatakan bahwa
biaya dapat dikaitkan dengan output atau aktivitas, dan apabila hubungannya sedemikian rupa
maka biaya pada dasarnya merupakan Iungsi dari dua Iaktor yakni :
(1) Faktor waktu dan ,
(2) Faktor aktivitas.
Kegunaan Anggaran Jariabel adalah.
a. Mempermudah penyusunan anggaran biaya departemental untuk dimasukkan ke dalam
proIit plan.
b. Menetapkan tuiuan biaya bagi manaier pusat pertanggung iawaban selama periode proIit
plan.
c. Menetapkan anggaran yang disesuaikan untuk tuiuan perbandingan dengan biaya
sesungguhnya dalam laporan pelaksanaan bulanan.
$esuai dengan konsep Jariabilitas Biava. maka biava diklasifikasikan ke dalam
(a). Biaya Tetap (Fixed Cost) :
Adalah biaya yang tidak berubah karena perubahan output atau aktivitas yang
produktiI, sehingga iumlahnya tetap konstan selama periode tert6ntu dalam suatu
relevant range aktivitas.
(b). Biaya Variabel (Variabel Cost) :
Adalah biaya yang berubah searah dan sebanding dengan perubahan output atau
aktivitas.
(c) . Biaya Semi Variabel atau Semi Tetap :
Adalah biaya yang berubah karena perubahan output atau aktivitas, akan tetapi
perubahan tersebut tidak sebanding.


Metode Penentuan variabilitas biava ada beberapa macam vaitu.
a. Metode Taksiran Langsung (Direct Estimate Method)
Metode ini pada dasarya hanya dapat dipakai pada keadaan tertentu saia di mana
perhitungan unsur-unsur biaya secara kuantitatiI tidak dapat dilakukan karena sesuatu
sebab.
b. Metode Titik Tertinggi dan Terendah (High and Low Point Method)
Metode ini lebih bersiIat kuantitatiI daripada metode pertama, yang berdasarkan pada
perhitungan tingkat biaya (budget) pada dua macam tingkat kegiatan tertentu. Asumsi
garis lurus dipergunakan dalam perhitungan ini. ,
c. Metode Korelasi (Correlation Method)
Metode ini menggunakan salah sate alai analisa statistik, dimana lebih menitik beratkan
pada data historis. Metode ini dipakai dengan melihat hubungan antara biaya dan
tingkat kegiatan (output) di masa lampau. Metode ini terdiri dari :
- Metode GraIik (Graph Method), adalah : menuniukkan secara visuail bagaimana
hubungan antara tingkat biaya dengan tingkat kegiatan.
-Metode Matematik (Mathematical Method)
Metode Penvaiian Anggaran Jariabel .
a. Metode Formula : Pada bentuk ini diberikan secara ielas gambaran unsur tetap dan
unsur variabel yang dikandung oleh setiap pos biaya.
b. Metode Tabel : Pada bentuk ini dapat dilihat berapa besarnya biaya (total) pada masing-
masing pos, pada berbagai tingkat output.










3.3438:28./  28.7 /.3 574/: 80903.-.-7 .07  %.7:8202-:..97.3.708 /-:.7.3..9 /09../.#5       3.3-.3438:28.8.3 5.3 .9 7.88!03:3.809.5574/:    3..7..7 507:8.3 503:..3..3 202 -...3 /.5.../. 043  574/:3.780-.3 .3-8...7 !07:8.5 9..3 .3-.5 038 574/: .-8..88!74/:.3:9:39:-.. 507:8./5.2.38:3/:. 574/:  805079 !% &30.-.8.930 094/0 3 /:3.. /5748080-.5. !..2.:507:8.3 203.: .7     .3 503:..

3!74/:8 03:7:9:8. 3.3.5. 3.7.3 5034.3/.7..3 /703.7  .574/:8008.3/507:.3 .9 /9039:./..203..3.3. /....5.3 /..8 .9: .7. :..7.3 .3 93.3 .7../5.3-.3 -./.3 /507:.3 574/:8...3  3./.3.-..3..3 202507.3   &3950780/.3//.390.3503:.-07:9 3.9.3:39:203:3./8:8:3   #03.350703.380.3 574/:8 .:39574/: .  !03079.9..3...3574/:8..73../ 574/: .3 -. -.. -.574/:8203:7:9:..3:39:203039:.8:.:./ /.3 /33.3!74/:8 !03079. 203.. :2:23.    3.703..2 :-:3./...7574/:8008.:2..7 -. 803.9:50703.3574/:8/. 574/:8 9: /-.8.  . -.3 /. /..:5703. .3 ..5074/0.3/33.8 :2..3503:.3...33.. 0.038 :.:./.7.3/..7. !74/:8 207:5.4..9:  -.3 2025079.3.3574/:8./ 9.3 !74/:8 8:.3.9: 507:8.3.2. 574/:8 90780-:9 /....3    &39574/:.: 203.3-./   .5.3 5..3/.7. 20303.3....... .9 203.7.3 544 .7.3 544  .333.3././  .3.3.3.7:8 /574/:8 :39: 20203: 503:.9 50780/..3-./ 50/42. 574/:8 .20303.3. 574/:8 205:9 503039:.3 :38:7 -.3 574/:8 /8:8:3 /03.. /9:3 /03.3 .3 574/: ..7.399.2:39   &3950780/.3 -.3 802:.-7   08.7.3 /:.3/574/:880.: -.9.7..3 907.3 /.!74/:8 .7.23.9...070.3. /03.2:39          .3.9075073.07.3 7:2:8 80-.903.3   !03079.

3:..3.:  3.3 4254303 .3-.-.3.3-..3 /8:8:3 :39: 20703.3.5.7.7.3 .3-.3 !74/:. 3...3/....3.50780/../..7.3.2.3/.31:3850303/.3. /.3.-07:9   025077.:.38:3 ..3-.3/703.9 4893  .3 0-:9:..30-:9:./...7:8 /-0 5.3-..380-. /.7.38:3    $0-.7 503039:.8.7.:-.8.720.8.3 :39: 20.8./..3-.7:39:2025077.3574/:8    3...3/507:...720.3   025077.3-.3/..3!02-0.3-.3    3.3.3-.3-..502-0.38:3   3.2574808574/:8    $0-.7.:.3.3 :.3:2.818-.3.../.:9/.3:.3 /507:.3-.3-....-7  %::.:..3 /.3 -.3..07.3.-.7.:20703. 5445.3.39::.:/..2574808574/:8   $0-.:.3.3-.-7.3.:.380-.7.3.9:   3.3.3 /8:8:3 :39: 20703.9: .3 ....3-..38:3..3    3.:..8 18 -.3.20207:.:/.3.38:3  .:.3.703. /..3-.3..:..3   $0-.3-.3 502-0..3.3..7.7. 5074/0 ..7.3.3..3/507:.3:2.502-0.-7.947 50780/.3 .8.3.. 5445....38:3   025077.7.3/507:.38:3  .38:3.:./5.3/..38:3  /.3:2..-8507:3..9.:...3 /03.0-:9:.3!0780/.8.:..8 18 -.7 2025077.3-.3-.30-:9:.3..3.703.0-:9:.: .3.:   025077..3   $0-.3.3-......3..3...399.31:38503.8.3 1..070.:.3/8:8:3/03.3 20250792-.. ..3.3-...:.:.503:3..7.7....9: 2025077..8.3-..3 /..4.38:3.8.3503:3.30-:9:..38:3 .3 /.7.3 .7:8/825.3503:8:3.3-.3-.3.7..30-:9:.3 .38:3:39:0507:.503:3.3-.3-..399..7.:/.3.3 -.9 8:- .38:3 .3:39:20.3/8:8:3:39:20703.38:3/.3-.3-.3%03.399.3-.3.3:2.3.: 3.:..5074/0..3./.38:3  .3.9.3-...3 025.7 544 574/:8 .3.7.3 502-0.9/.3/-:9:.3.3:39:0507:.3.8.:   $0-.3-.3-.3574/:85.3..3 2025077./..9.2!74/:8   .7 503:8:3.3 4254303 .3-.8.8..8.3.

 /.8./   .3-.9.38:3 .2-.0#..:.:.3 -.3/:3.3 -.3:.9.:.3-.8.7/&8....:.3-.32094/0 " .3 -.7 /.3 -.33.3.3..7-..3-...38.3/.3-..3-..7:8 /-0 809.3 /..93..: ...3 /-0 9/. .9.-.3-.9 203.5..:503. :.:.2-.0.9:.: . /3..39/..30-:9:.3-.9.30-:9:.7 0-:9:.203:3:7.5. O O O O O O  038574/:.. 7/07":.3574/:.90.3 0-:9:.3703/.: ...3.3:39:203. .3.3 803.3/.9:8.7.9  /..3-07.. .38:3 .-..5..3909.33.9 /.8 .8.302:33..38:3 .399. .3 /03.05.59/..8 -..5..3 /8:8:3 :39: 20703.38:3.3 05.9:7:3     .3 ..3.3-.3 :.38:3 :.90 .3 /03.92:33  &39: 203/..3:39: 203./..3 ..5 .7 0-:9:..3:39:/574808  033. :.3.33..3 5.940..3.83.38:3907.3-.50325.9.9::2.-8.30:7.9.3-.703.  . 802-.38:3 0- 0.-.:.3 502-0.2.3/.3  .2..8574/:..3 2032-:.  2.7. :.3.:.8.399.39:2/. /..8 502-0.38:3-./  $9.399.8 502-0.3-.93.:..399 .3/...3203:3:.2 8.-.:.:./.9:.0#.3.38:3      .38:3  %2-:-.3.:.3-.3-.:/..3 .   !74808574/:8907.3 5039:3./.3 905.3/.38:3./.3/507:.3203:25:/:/.3 3.2574808574/:8 $9.3 :.3-..3..9: 80.9:.9:503:3.4342.3/:3.38:3 31472..3 -.3-.38:3 0- -08.-.3 -.790203574/:8. 2. O .3/.2574808574/:8   O 3.:.:.7.399.3203.399.3907.3 -.3 038-.2. /.7/&8..3 203:3.-.:.

2.07.-7/04254.38:3                              . -. 07. 8.3.3 :39: 0507:..   %03.390780-:98:/.32085:35. /.3 .../../.3.07..3 :9.. !..07.3 80.. 809./:3. . /5..3 8.3 9079039: 5.2./.  207:5.7.947 574/:8 ....2 507:8.. ./.07.3 /0:.9.%03...7.3203..3 -:7: . /..9: 1.5 507:8...3 2083 2083 %03.//:.507:8.: .: 903.9:   %03.

.38..3./.3 80397.3 8.5.3./..3 /..3 /.7:3.9.....1.3:23.8.9. 0.7.3543:..7.2 503:8:3.7.3 503:.7.7.3.3 .9:-.85.3242503. 50/42.3 .3 /909.3 3.7.3..3   .7.3-.3.:.7...807..3. 99 .909.38:3 3.949.7.-.9.:..3 207:5..7.3 3/:  %9798503:8:3.3 3.089.3 -. 502..3.07.3 .5/.7.:2:2  !74248  !078.3  0:3...8  !07:-.3 #5    -.4:20 503:.9: 8.3 ..  !03.-9:7:...3 .947 1.9..947.3503:.: .7..3.07.7.7  43/80434280.8 502.32.7.3 .3 .2 -:.3     2...3 90780-:9 ..9 50393 -.2 -039: .7. 89478 /.7.3 ..3.: ..3/..-0 .703.90.07..3 503:.:. / /..502.3-0:2907503:  $9:/50309...809.3.3.3. -.3.3.24/.3 80-.-07:3.8.3/.3 .90780-: .3.807.. 503:.3 !74/:8 .. 2..8/.35.3507:8.3 203.507:8.7.3.2.7.3.7.3  507 903.7.3   !74850910-.3 503:.7.  :2.7. 2.3 /.3  507 57:/:  507 /...9: 9.202570/8503:. /.7:8 202-:.3.3/.3 .089.8.9 ..85.7.3.8 .-. :2:23.2 202570/8 503:.2 :7:3 .8.  .5.3 !74/:8 ...5  3.02038.. .3. .7..9: 8.8.2. 703..-.4:7/3.3 //.508.5....385479.9.33./.3 503:.2 :7:3 ../.3 70...-02.8.3 503:.3:.3!03:.: 0-  !.7.7..7.8  080-.95:393 .3.089..7./.5...337:.574/:83.7..3.3.7:8 /50792-... /...7 #5  #5  :2.7.3 .23/:897 !079..3 /909.3 202503.4:20503:.3203. 502-:...  9.3  3.9 .3  2.2.3 .35.3./.. 8.3 /.3503:.8.33.3.3!03:.. 503:.03:0  507:8.7.7:8//.9 .3 5.8.380-08.3...3.. 503/.3.089.3203:..7..2. 802:..0203 .07.:3  02:/./.3%03.9 .3 /..3..3 /.3 3.3 -:..3 /.3...7.3.4:20  503: /.9 831.3503:.307..3  !.:3 .-0 .9: 9.3 3.3/2./8.3503:. /.3.3 8..7.3!03:..8.././. /./...7.9.7.3 503:.9 3.3 /73.3  8.3.:.3 ./42.947 97.3.3.3 :39: 202-:..  3.2.3.33. 503 :./. 502.8.33.3207:5. 503:./.7: 507239.9.8.38.3.3 .0203 :39: 202-:.3 -.3 /8.  .2202-:. /..

3..3 -.3 2.390.7  .7:8 /574/:8 :39: 20203: 503:.3205:9.3 202507.3.3:39:203:3.3.7. 07/. 202-:. 574/:8 205:9 503039:..3503:.9..1907 9.9: -..3 9..3.3.8 503:.9 0.7.3 574/:8 /8:8:3 /03.:9..3. 5027.7.9.7:9.3307.3 /..7.8 /.5.2-. 502.3#5 .7.2-.-7 202-:.5.3 802:.8  /.3 ..79.3 .3805079-:3.:.7507:8..3 00  02:33.7..089.2%.3.3..3 /.503/0 .7..9 /503: /.3 .3.  03..3. :2:2 /.3 2025079.:/.7.733 . 03..3.-.8.3 907/7 /.3 ./23897.3 /..3 /.3 503:.8  2..-..3.-078 2. ./73.3  0-:9:..3-.3 .73. /503: /. 0-.8 5.7.33.5.7  5.-07/.703..3 .2 025.3574/:8...3 /909.-.3!74/:8 !03079.333/. . 503/0  :8:83.3..3 .7.9.3507:-.3 /.07 /.3 .3 -08.7.3 ..803/7 . 544 503:.3  2.07 0:.4947 .4507....5./.3 3.35..  0:3. . 80-.3 /.3 574/: .3 /..3.07 5.-..9..3.-.3 /.3 .3-43:8 /..5..3 /33..33. /.07 42078.3.3  .3. .9/8.3 /507:.2 /..9..8  8./.3 .. 2.80:7:507:8.79./.3.3.3  /.7 -.3.3..3503.3 24/.3  2.3 .7:8 202-:9:. %..9 /503: /./..-0   07/..7 507:8..7.3!74/:8 03:7:9:8..3 -.3 :897..3 -.:.3/.3/.3..3 /897-:8  -.3 202-:. :39: 20203: 03.3 ..2 507:8.3 .:39: 20203: 9..35:73.3 574/:8 .3..3 503:. 574248  -.79..3 -.3 ..3..4507.3...  /.2-..3.  .8...3.9.7.3 . .9./8:8:3   #03.5.. -078 0.8..7.9 . :8.8.3 -.3.-..3 .3.3 /703.07 .3 80-.3 -.3.7. 03.3 /02.3 503:.3.8 /.9 447/3.3.. /.33.3.3 -08.7 :..7.3.9.3:9.-078  /.. /. /843503:.8 ..2-.3.3 54.3.9 .7.3.7.2-.3503:.8.0203 203039:..3 /. ./.7..3.3 503:.-.-. ./03  /.9 ..4947  .3../.3-.7 /.3 .9 /:3.7.5.3 :39: 202-:.3-.3947 5:8.3.3 .3    .3203.7.. 8090..3 93.50..3.3... /.3../. .7.3.3 503:.7.3   3..-.-.3 :9./.7.9 202-:..9 50780/.7 :..9 . 3.3.7 /. 0.3 9.3 /.. 2.3.3 503:.-0   2030.-. :2:23.3 9: /.

3-..903.250703..3 544 ...20303..38:3 907-.3/507:./.9../. .   !03.2 :-:3.7:   .3.8/./ 574/: .  ..9./.3.038 :.3 /:../...3.3    &39574/:.:5703./..3503:.3.... /.9. /.7.39..8.5. :..3 7:2:8 80-.7:8/9072.:39574/: ..3903.3.7..3503.3 574/:8.9..4.907-.3 5.07..3.3:5.3 907.3903. 203..3//.23.7..9:  -.380.7.903.7. .9: 507:8.9.7.  !03079.3574/:8/.07./..3574/:8..3 -.9/. -.8.3903..8 5.3.3 5034.-7.-07:9 3./. 20303. 574/:8 9: /-.07./..980.-..!74/:8 .3..907-.203.2:39    3.07....40903.703.3 /.903.3/.3 -.3 .2:39   &3950780/.9075073.. -.3.7.   !0.    3.3 544  .350703. . :2:23.3 :38:7 -.3/../.3.3.9..3/..3 5.3.3:39:203039:. -.3507:/50792-. -..8 :2..3 !74/:8 8:.3903.7.5.3.7...:2.380..3 -.38:3 %..3.3-./   . 3.3/.:.8:./. /..3-./ 50/42.35..07.3   &3950780/..73..3-.3..85.3-.3/33./ /.3%03.5.. 803. -.7..5074/0.3 /./ 9.3 .4..38:35.57853. 07..333../.7.07.3 $0/. 574/:8 -.399... 07.:...3.33.07.9 203.   . 574/:8 90780-:9 /..9:50703.-7  ..07./5. 574/:8 .3 .9 /.: 203.9 /9039:.7 -.-7.903.38:35..5.9..07..070..7574/:8008.8 ..070. 5.3 /..39/./.574/:8008..   0-:9:.. /9:3 /03.8.85007..9: .574/:8203:7:9:.3..5./....:.3.3-.903.-7   08.-.3/..3903.7.: -../5.3   !03079.2 574808 574/:8 /.2./  .   !03.   .38:3 503079.907-.07..574808574/:8/.7.7. /03.07.7..3..3/574/:880.7. !74/:8 207:5../.385081.

 . -07039 80.3-.7. . .9 /3/.9 :39: 2025072:/.7.5.070./.  .4.3-. 038 3.-:./5.9. 07.35...-7 . ..-7 .3:9.2.8 28. 07.3.5./..9..7..070..8 80/.: /.3/.3. .070. 9.3 507:8.30-. 544 390703 .. /9039:.9: .5..3  - ..7.-0..2-.3 . -.3 ../ 5.3.89. /.3 503:  9..3.3 -.4397-:943 2. .3/9:39.3..2 -. -. 4..31..3 80-.89.-7. .3./ 5.070..3 :39: 202-:.../ 5.3./!. 2..3.-7 /93.... .3 203.-7 909.7 ..-0 207:5.5. -./8 0..3 5.8 808:3:3.-7 .7.8 !7. -:.25:.-...070.3 80-.7./.-.8 28. 80-...3 507:8.3..: -. :2:23..5./85. /:3.-7 .. -.3.070.3 50303/../5.3:3 . 903..8 5.9 /. -.5.9. 4397-:8  :39: 203039:.3. .3.05..5.38:3 /...070.3 203:.    .  .3 /./.3 -.3 -..3 -. ..4..8 .8. . 4.9 /5..3  .-07:9 ... %/...9. ..3 ..203./.73 .89..3 .3 /.5...3 .. 503:8:3. .3 07:.89.38:3  .7 -.71 -.3 203:7:9   !07..:.3  -  .9.3 ..3:3.-7 .39/.3 .-7 :39: 203..4.3 3 -072.3-./ 9..7./05708. 4.3 /03.38:3 .070...3 503/0. 50703.-7..3   ..3 -. . 4.3 /0:.3 -078.3  502-:.3 . 4.3  .. /.. 2.3 3 205:9 802:..8 472. -.5 80-.89.2.5. .--. 4./9.7. /.7..3 -.3 ..3 /.3..5.3 ./.-7  .-..3 .3 05:9:8.3.3 574/: 5..-.07 /. 903.3 -./.3 -.3 ./.070.3 2.3802..703..: .5.070. .2 7./ 909.3 207:5.8  !03443.-7/.3.. -.9..7.713.9: 9079039:  /:7./5..2. .3 50703../!.. 02.7.5../ 5..3 .3:93..070. .3 -08..9/443.8 $08:3:3.7.. 574808 574/:8  0.3.3 -07574/:8 /. 574/:3.89.5 /.2 7..3 -079./ 5.8  /.8. .-72.3 503..7 503:8:3.3:3 .3 .7.5..3.- -0-07. .3  !.3 -./ !.38:3  3../.339073507:8. 574/:8 80.3.8 /.-0  $0.89.25.3 9/./-0-.31.9 05:9:8./.8   . .3  . .9: 0 /.3.38:3  &39: 9::.-7 5.3.: /.8 904798 .3. 5074/0 .070.98  .9 /04254..5.3 -.8 /.3 -072.3 -.

.25074/0.4..3.9:2....3/.-   $.. 503..070.3/.392-.8.-7..3-079...8.3./.9/.8/03.8.3.:-08./5. .8..70.8.8.8.3-.4.9.-..070.3503.3  -  &39:20309./.3.3:3../.503.5.070.3  %::.3 -.3-.3...3.-./.3-...3./  ..  &39:203039:.3.5.:808:.4.3/703.-7.3..  &39:20309..9/.70./!../5077.27..3.. .

3-.502-./../ !.3 . 502-.3.39:05...790203!74/:8   !02-0-.79020305.39:.3.-7 ..38:3 /05.502-././.070.-7 05.. 502-.-7.070. .070.790203 !02-./.4.3 -.-7 .-....8 .3./...32032.-7 05. 5.070.-7                         .070.. ./!.070.790203 /05./ !.3 .3574/:8   897-:8.../5. .93./ !..   4..305./05.790203!02-././ !.-79.790203. . .9:005.

703. 2.3  3.4:20 /.3 -07:-.34:95:9.1./.7902039..  0309. .397...3 .-0 80.83 2. 5074/0 907939: /.8 .947.../.-.5.7.3.. /.95079..7.9..33.   .3 -.3'.9.83 -.3 -.5.3.83 2.7..8 /.2.  .. ...3 909.3:9.3.. /.8. /03..9..8  0:3.3 ..3-.9.8 .30 ..7.2.3 9/....95079..4:20  4:95:9 . /05.2....3 -.3/3.80/02.2 . ./...3 -.  025072:/..3 4:95:9 .7.:-:3.3. 80/: -.9.7.30.3 .7.-.7.3.9.. -..7.:.3 .2.380-07..31:38/./.9.5.3-078.3  $08:.3 .'.: ./.3.9/.28:.3 0 /.-.-0.-0 203.:  2.3 507-.3 -07:-.3 203:3:...3 -.350.380.3 80.3 4:95:9 .703.  .9: 700.30/.9.3/3 /03.3:3.5 0/489  /.-.2.-0 '. 808:3:3.390780-:99/.4:20 .-.3 -07:-.3 907-..3. . 507:-.39::./.3    . -.3  -  0309.207:5.9.5.3 3..5 4389..9..547.95079. :39: /2.5 /.3.3 '. /.3/3       .9: 700.7.73.7.2 8:.8  .9.3 :9. .9.5.3 :-:3..8.7 40 43805 '..7..9.9. 503/0.3.. 2. 80..9.9:/.5074/057419 5.9.3 .  ..-0 . .85:8..9. -07:-.3 507:-.2 574195.$02'..8  .-..-9.-0.3'.7..80-. ..3/503.-0 //.7:40.37:5./03.9.3-:.: .83 00203-.5..9.075:8.7.3   .9.8:.9.947.81..3 574/:91  803.8  %::. .8  3.947.7. -..8.3 4:95:9 .3 .7.9.:$02%09.9. 2.2.39 7.: .8.-0 3.343805'.-.9.8  . .2 8:./.3  .3  '. -. 503:8:3.%09.7.. 909.3 507:-.33.8.9.3 /03.7. 2.7/:. :2.7. 507:-..3:3 ..9:5:8..3/03.5 507:-.3 80-.9.7.3 :39: 9::.9.3 /808:.3 203.7.3.-0489  /.39..: .7..3:3.3. :8:8 203/039187 -./.-9.

 5079:3.-0 .-.2./.90.7.-0!.. 0.78:7:8/507:3.3...39079039: 8:28 .3 5.1 7.3 :38:7.7.399.8.. -.. 89478  094/0 3 /5.2.-0-07.3  094/0..9-.91 /. / 2./03../.73.3 80..8-.5 094/  .7.8.-9..83548 5.-  -  094/0%9%0793/.3 -07/.7./.7.8..89.90. -:/09 5. -.-0.9.3.0-2039-07.902.8...7.8:./.9.399.93..3 9079039: 8..808:.90094/  094/0 3 5. 5.  094/0%.. /.  094/0470.75.5..9 :-:3.3.3.3 20..3 80.33.9 .  .094/  094/0!03..  -  094/0%..5.3 93. 2.3 5.: 094/03907/7/.7..3/4!439094/  094/03 0- -0781.7. .2.9-07.9.9 /.-07-..3 :38:7 909.989 /2.5 /.-039:3/.9: 80-.7.919/.9: ./..8 .  094/0 472:.293. /.. /...5548-. /.3'.3./.93.90.33   .94:95:9               ..3.39. -039: 3 /-07.3 :38:7 :38:7 -.5.7.3/..9 :.80.  203:3:./.5..094/0!03039:.-08./.7. :-:3.9./.83 2.87.703.393.3.3 ..  !..8.2..3%0703/. 949. ./.943094/  094/03203:3.25079:3.3 ..9-. 2094/0 5079. /03. /..:. 5079:3.25.3 4:95:9 /2. 5.38:3 70.9 /5.9/.2-.3.7././.8 4770.90.38.902. .39.5. :./:.9.3/.393.3/:340809.9892. 0.9./.7  094/0 7.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->