laporan praktek las asetiline

Diposkan oleh donie MACAM-MACAM KAMPUH DAN SAMBUNGAN

I. DASAR TEORI : Pengelasan dengan oksi ± asetilin adalah proses pengelasan secara manual dengan pemanasan permukaan logam yang akan dilas atau disambung sampai mencair oleh nyala gas asetilin melalui pembakaran C2H2 dengan gas O2 dengan atau tanpa logam pengisi. Untuk memperoleh nyala pembakaran yang baik perlu pengaturan campuran gas yang dibakar. Jika jumlah gas O2 di tambah maka akan dihasilkan suhu yang sangat tinggi, lebih tinggi dari pada suhu lebur baja atau metal lainnya, sehingga dalam waktu sekejap mampu mencairkan logam tersebut yang cukup tebal. Pemakaian jenis las ini misalnya untuk keperluan pengelasan produksi, kerja lapangan dan reparasi. Umumnya las asetilin sangat baik untuk mengelas baja karbon, terutama yang berbentuk lembaran-lembaran dan pipa berdinding tipis. Pada umumnya semua jenis logam fero dan non fero dapat dilas dengan las jenis lain, baik dengan fluks maupun tanpa fluks.

II.TUJUAN : Setelah menyelesaikan job ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk : 1.Mengenal dan terampil dalam menggunakan peralatan las oxy-acetylene. 2.Membuat jalur pencairan bahan dasar tanpa bahan tambah dalam posisi baswah tangan. Hal diatas dilakukan dengan cara dan sikap ang benar. III.PERALATAN DAN PERLENGKAPANNYA : 1. Peralatan Las oxy-acetylendengan brander no 1. 2. Mistar baja, penggores, penitik, palu. 3. Supit (Smeeth Tang) dan sikat baja.

IV.BAHAN : 1.Plat Eyzer ukuran 100 mm x 50 mm x 1mm. 2.Plat Eyzer ukuran 100 mm x 30 mm x 1mm sebanyak 2 buah. V.PETUNJUK UMUM : 1.Aturlah regulator untuk mendapatkan tekanan kerja gas acetylene 0,2 s/d 0,3 kg/cm² dan tekana Oksigen 2 ± 3kg/cm². 2.Berlatih terlebih dahulu dengan menggunakan pelat-pelat bekas serupa,sebelum mengerjakan pada benda kerja. 3.Pahami job sheet sebelum mulai pengelasan. VI.TINDAKAN KEAMANAN KERJA :

1.Pakailah pakaian kerja dan alas kaki yang lengkap. 2.Periksa bahwa tidak ada kebocoran acetylene ada tabung gas, katub tabung, regulator, brander maupun salurannya. 3.Gunakan selalu kaca mata las (masker) saat melakukan pengelasan. 4.Gunakan tang penjepit (Smeeth Tang) untuk memegang benda kerja yang panas. 5.Waspadalah dengan benda-benda ang mudah terbakar. VII.JOB SHEET : 1.LANGKAH PENGERJAAN JALUR LAS PENDEK : 1.Siapkan tempat dan peralatan yang digunakan. 2.Periksa ukuran bahan yang akan digunakan. 3.Buatlah pemandu jalur pengelasan dengan penitik dan kapur putih. 4.Letakkan benda kerja pada posisi yang benar dan nyaman. 5.Nyalakan api pengelasan yang tepat. 6.Mulailah dengan memanaskan benda kerja sampai mencair. 7.Arahkan ujung brander (pengelasan) pada jalur yang telah dipersiapkan. 8.Bersihkan benda kerja dari kotoran dan rapikan. 9.Beri identitas pada benda kerja dan serahkan pada pembimbing praktek 2.PEMBAHASAN PENGERJAAN JALUR LAS PENDEK : 1.Terlebih dahulu cek semua peralatan yang akan digunakan apakah sudah lengkap sesuai dengan daftar yg tersedia, dan letakkan semua peralatan ditempatnya dengan rapi. Dan atur regulator pada tabung gas, untuk gas asetilin 2 ± 3 bar, dan untuk gas Oksigen 3 ± 5 bar. 2.Sebelum proses pengerjaan ukur terlebih dahulu bahan plat mentah, pastikan ukuran nya cukup untuk membuat benda jadi yaitu 100 mm x 50 mm. 3.Buatlah garis untuk pemandu pengelasan, dengan cara buat garis sepanjang 80 mm dengan jarak 20 mm diukur dari samping kanan dan kiri. 4.Letakkan plat diatas bidang datar untuk mulai dilakukan pengelasan. Posisi plat jangan sampai miring dan bergoyang. 5.Nyalakan api pengelasan dan atur hingga memperoleh nyala api netral. 6.Mulailah pengelasan plat tanpa bahan dasar, arahkan brander pada jalur yang telah dipersiapkan tadi, dan geser hinnga ke ujung garis secara pelan-pelan dan konstan. Penggeseran dilakukan setelah plat mencair, sehinnga terbentuk alur pengelasan yang baik. 7.Setelah selesai proses diatas, lanjutkan ke proses pengelasan plat dengan bahan tambah / kawat. Caranya sama dengan pengelasan tanpa bahan dasar, tetapi setelah plat mencair lalu diikuti dengan pencairan kawat hingga meleleh dan menempel kuat pada plat, dan membentuk jalur pengelasan yang rapi dan baik. 8.Setelah selesai, bersihkan plat dari terak akibat pengelasan dengan sikat las / sikat baja. 9.Beri identitas pada benda kerja dan serahkan pada pembimbing praktek 3.LANGKAH PENGERJAAN MENYAMBUNG 2 PLAT : 1.Siapkan tempat dan peralatan yang digunakan. 2.Periksa ukuran bahan yang akan digunakan. 3.Letakkan benda kerja pada posisi yang benar dan nyaman. 4.Nyalakan api pengelasan yang tepat.

Panaskan plat hingga meleleh dan dilanjutkan dengan melelehkan kawat diatas plat yang sudah meleleh tadi hingga menempel kuat pada plat dan terjadi penyambungan.Beri identitas pada benda kerja dan serahkan pada pembimbing praktek 4. Dan atur regulator pada tabung gas. 7. 6. Posisi plat jangan sampai miring dan bergoyang.Proses pengelasan dilakukan dengan cara.Sebelum proses pengerjaan ukur terlebih dahulu bahan plat mentah.PEMBAHASAN PENGERJAAN MENYAMBUNG 2 PLAT : 1. dan letakkan semua peralatan ditempatnya dengan rapi. dibutuhkan tempat yang rata agar diperoleh sambungan yang lurus dan presisi. bersihkan plat dari terak akibat pengelasan dengan sikat las / sikat baja.Beri identitas pada benda kerja dan serahkan pada pembimbing praktek.Letakkan plat diatas bidang datar untuk mulai dilakukan pengelasan (bagian samping plat 1 berimpit dengan bagian samping plat 2 untuk penyambungan). arahkan ujung brander pada jalur yang akan dilakukan penyambungan. sehingga terbentuk alur pengeladan yang rapi. pastikan ukurannya cukup untuk membuat benda jadi yaitu 100 mm x 30 mm x 1 mm. Untuk pengelasan dengan bahan tambah (kawat).5. sambil brander dan kawat digeser sampai keujung plat (ujung pengelasan). 2.Setelah selesai.Mulailah proses pengelasan.Nyalakan api pengelasan dan atur hingga memperoleh nyala api netral.Bersihkan benda kerja dari kotoran dan rapikan. 5. yaitu plat harus benar-benar meleleh terlebih dahulu kemudian baru diberi bahan tambah.Terlebih dahulu cek semua peralatan yang akan digunakan apakah sudah lengkap sesuai dengan daftar yang tersedia. 6. Penyetelan tekanan gas dan juga nyala api pada brander sangat mempengaruhi hasil pengelasan. dan untuk gas Oksigen 3 ± 5 bar. 3. 4. Pengelasan tanpa bahan tambah. .KESIMPULAN : Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam melakukan pengelasan. untuk gas asetilin 2 ± 3 bar. Untuk penyambungan 2 plat. dalam menggeser brander harus memperhatikan bagian plat yang sudah dilas apakah sudah benar-benar meleleh. 7. 5.

Ini adalah modul keenam. Reaksi yang terjadi dalam tabung asetilen adalah : CaC2 kalsium + 2H2O air tohor p Ca(OH)2 Kapur + C2H2 gas asetilen karbida . b. Isi selengkapnya dapat dilihat di bawah ini«. c.1. Pengelasan dapat dilakukan dengan atau tanpa logam pengisi. 6. Memperkenalkan alat-alat pengelasan gas asetilen. Memberikan ketrampilan dasar pengelasan gas asetilen. Dasar Teori Pengelasan dengan gas dilakukan dengan membakar bahan bakar gas yang dicampur dengan oksigen (O2) sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu tinggi (3000o) yang mampu mencairkan logam induk dan logam pengisinya. Oksigen diperoleh dari proses elektrolisa atau proses pencairan udara. Gas asetilen (C2H2) dihasilkan dari reaksi kalsium karbida dengan air. Memperkenalkan cara pengelasan dengan gas asetilen. Tujuan a. Gelembung-gelembung gas naik dan endapan yang terjadi adalah kapur tohor. bahan yang saya posting ini referensinya adalah buku petunjuk praktikum Proses Produksi yang di sususn oleh tim asisten praktikum Proses Produksi. Oksigen komersil umumnya berasal dari proses pencairan udara dimana oksigen dipisahkan dari nitrogen. 6.LAS OKSI ASITELIN Dalam praktikum Proses Produksi ada 7 modul. Nyala asetilen diperoleh dari nyala gas campuran oksigen dan asetilen yang digunakan untuk memanaskan logam sampai mencapai titik cair logam induk. Oksigen ini disimpan dalam silinder baja pada tekanan 14 MPa.2. propan atau hidrogen. Jenis bahan bakar gas yang digunakan asetilen. sehingga cara pengelasan ini dinamakan las oksi-asetilen atau dikenal dengan nama las karbit.

berwarna kelabu dan terbentuk sebagai hasil reaksi antara kalsium dan batu bara dalam dapur listrik. .5 bar dan 350r C). Tabung jenis ini mampu menampung gas asetilen bertekanan sampai 1. Nyala netral Nyala ini terjadi bila perbandingan antara oksigen dan asetilen sekitar satu. lebih ringan dari udara. Nyala asetilen lebih (nyala karburasi) Bila terlalu banyak perbandingan gas asetilen yang digunakan maka di antara kerucut dalam dan kerucut luar akan timbul kerucut nyala baru berwarna biru. Hal ini akan menyebabkan terjadinya karburisasi pada logam cair. Nyala ini banyak digunakan dalam pengelasan logam monel. Apabila gas asetilennya terlalu sedikit yang diputar. Sifat dari asetilen (C2H2) yang merupakan gas bahan bakar adalah tidak berwarna.7 MPa. dipilih dan disimpan dalam drum baja yang tertutup rapat. b. Hasil reaksi ini kemudian digerus. cenderung untuk memisahkan diri bila terjadi kenaikan tekanan dan suhu (di atas 1. tidak beracun. Gas asetilen dapat diperoleh dari generator asetilen yang menghasilkan gas asetilen dengan mencampurkan karbid dengan air atau kini dapat dibeli dalam tabung-tabung gas siap pakai. Kecepatan penarikan kembali gas per jam dari sebuah silinder asetilen tidak boleh lebih besar dari 20% (seperlima) dari isinya.Bila dihitung ternyata 1 kg CaC2 menghasilkan kurang lebih 300 liter asetilen. yang panjangnya ditentukan oleh jumlah kelebihan asetilen. Prisip dari pengelasan ini tidak terlalu rumit. Oksigen yang diperlukan nyala ini berasal dari udara. Nyala hasil pembakaran dalam las oksi-asetilen dapat berubah bergantung pada perbandingan antara gas oksigen dan gas asetilennya. Agar aman tekanan gas asetilen dalam tabung tidak boleh melebihi 100 Kpa. agar gas aseton bisa dialirkan (silinder asetilen haruslah selalu tegak lurus). berbau. Apabila gas asetilen saja yang dihidupkan maka nyala apinya berupa nyala biasa dengan mengeluarkan jelaga. dan disimpan tercampur dengan aseton. kemudian diisi dengan gas asetilen. kemudian ujungnya didekatkan dengan nyala api maka akan timbul nyala api. Karbida kalsium keras. Nyala terdiri atas kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan kerucut luar yang berwarna biru bening. dapat larut dalam massa berpori (aseton). berbagai jenis baja dan bermacam-macam bahan pengerasan permukaan non-ferous. Hanya dengan mengatur besarnya gas asetilen dan oksigen. maka las tidak akan menyala. Tabung asetilen diisi dengan bahan pengisi berpori yang jenuh dengan aseton. Tetapi besarnya gas asetilen dan oksigen harus diatur sedemikian rupa dengan memutar pengatur tekanan sedikit demi sedikit. Suhu maksimum setinggi 3300 sampai 3500 oC tercapai pada ujung nyala kerucut. Ada tiga macam nyala api dalam las oksiasetilen seperti ditunjukkan pada gambar di bawah : a. mirip batu. nikel. Di antara kerucut yang menyala dan selubung luar akan terdapat kerucut antara yang berwarna keputihputihan.

c. Kedudukan ujung pembakar ke sudut sambungan dengan jarak 2 ± 3 mm agar terjadi panas maksimal pada sambungan. Pada pengelasan posisi ini sudut brander dimiringkan 10r dari garis vertikal sedangkan kawat pengisi berada di belakangnya bersudut 45r-60r. untuk itu ayunan brander sebaiknya sekecil mungkin. . Pengelasan di atas kepala (over head) Pengelasan dengan posisi ini adalah yang paling sulit dibandingkan dengan posisi lainnya dimana benda kerja berada di atas kepala dan pengelasan dilakukan dari bawahnya. Pada sambungan sudut luar. Nyala ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair. arah pengelasan berlangsung ke atas atau ke bawah. sedangkan kawat pengisi dimiringkan pada sudut 10r di atas garis mendatar. Karena sifatnya yang dapat merubah komposisi logam cair maka nyala asetilen berlebih dan nyala oksigen berlebih tidak dapat digunakan untuk mengelas baja. Pengelasan mendatar (horisontal) Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak sedangkan pengelasan dilakukan dengan arah mendatar sehingga cairan las cenderung mengalir ke bawah. Pengelasan di bawah tangan Pengelasan di bawah tangan adalah proses pengelasan yang dilakukan di bawah tangan dan benda kerja terletak di atas bidang datar. Kedudukan brander terhadap benda kerja menyudut 70r dan miring kira-kira 10r di bawah garis mendatar. Dalam teknik pengelasan dikenal beberapa cara yaitu : a. b. Pengelasan tegak (vertikal) Pada pengelasan dengan posisi tegak. Sudut ujung pembakar (brander) terletak diantara 60r dan kawat pengisi (filler rod) dimiringkan dengan sudut antara 30r ± 40r dengan benda kerja. d. nyala diarahkan ke tengah sambungan dan gerakannya adalah lurus.Suhu Pada ujung kerucut dalam kira-kira 3000r C dan di tengah kerucut luar kira-kira 2500r C. Pada posisi pengelasan dengan oksi asetilen arah gerak pengelasan dan posisi kemiringan pembakar dapat mempengaruhi kecepatan dan kualitas las.c. Kawat pengisi ditempatkan antara nyala api dan tempat sambungan yang bersudut 45r-60r dan sudut brander sebesar 80r. Nyala oksigen lebih (nyala oksidasi) Bila gas oksigen lebih daripada yang dibutuhkan untuk menghasilkan nyala netral maka nyala api menjadi pendek dan warna kerucut dalam berubah menjadi ungu. Nyala yang bersifat oksidasi ini harus digunakan dalam pengelasan fusion dari kuningan dan perunggu namun tidak dianjurkan untuk pengelasan lainnya.

Keuntungan dan kegunaan pengelasan oksi-asetilen sangat banyak. Alat pengaman (sarung tangan. Pengelasan dengan arah ke kiri (maju) Cara pengelasan ini paling banyak digunakan dimana nyala api diarahkan ke kiri dengan membentuk sudut 60r dan kawat las 30r terhadap benda kerja sedangkan sudut melintangnya tegak lurus terhadap arah pengelasan. Pengelasan dengan cara ini diperlukan untuk pengelasan baja yang tebalnya 4.5 mm ke atas. Cara ini banyak digunakan karena cara pengelasannya mudah dan tidak membutuhkan posisi yang sulit saat mengelas. o Mudah dibawa dan dapat digunakan di lapangan maupun di pabrik atau di bengkel-bengkel karena peralatannya kecil dan sederhana. terdiri dari: o tabung gas oksigen dan regulatornya o tabung gas asetilen dan regulatornya o selang o brander (torch) 2. o Dengan teknik pengelasan yang tepat hampir semua jenis logam dapat dilas dan alat ini dapat digunakan untuk pemotongan maupun penyambungan. Bahan pengisi (kawat) 3.3. o Cara penggunaannya sangat mudah. Satu unit peralatan gas oksi-asetilen. kaca mata las) 4. antara lain : o peralatan relatif murah dan memerlukan pemeliharaan minimal/sedikit. Korek api dan oncor . Pengelasan dengan arah ke kanan (mundur) Cara pengelasan ini adalah arahnya kebalikan daripada arah pengelasan ke kiri. Alat dan Bahan 1. tidak memerlukan teknik-teknik pengelasan yang tinggi sehingga mudah untuk dipelajari.e. f. 6.

i. Bila logam induk sudah mulai mencair. Gambar peralatan las 6.5. j. Mengatur tekanan kerja dengan memutar handel pada regulatornya (putaran ke kanan untuk memperbesar tekanan gas). Mulai melakukan pengelasan dengan mengarahkan nyala api brander pada logam induknya. h. Alat-alat kerja bangku bila diperlukan. . Membuka dan sekaligus mengatur besar kecilnya gas oksigen pada brander sampai diperoleh nyala netral. Mengulangi nomor h sampai nomor i sampai didapat rigi-rigi las yang baik. Sikat baja 7. d. kemudian mengarahkan logam pengisi pada bagian logam induk yang mencair dan mengayunkan brander sampai terbentuk rigi-rigi las yang diinginkan. Memeriksa isi tabung gas dengan melihat manometer penunjuk tekanan yang terpasang pada regulator. Membuka sedikit gas asetilen pada brander dan menyalakannya dengan api. Cara Pelaksanaan a. b. e. k. Latihan menyambung bermacam-macam bentuk benda kerja. c.4. Memeriksa brander harus dalam keadaan tertutup. f. Membuka tabung gas oksigen dan asetilen dengan cara mengendorkan baut penutupnya dengan kunci pembuka. stopwatch 6. g. Menyiapkan semua peralatan yang akan dipergunakan.

membersihkan tempat dan peralatan praktikum serta mengembalikannya pada tempat semula. Setelah praktikum selesai.l. Melaksanakan praktikum dengan serius dan berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Laporan Praktikum Proses Produksi 1 LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI I Di susun untuk memenuhi tugas proses produksi I fakultas teknik jurusan mesin Disusun Oleh : ANIKA YUDI HANDOKO FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Jalan Budi Utomo Nomor 10 Ponorogo 2008 / 2009 . m.

Pengelasan Las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakn dalam keadaan turner atau cair. Pengelasan tekan Pengelasan tekan adalah cara pengelasan dimana kedua logam yang akan disambung dipanaskan . Pengelasan cair Pengelasan cair adalah pengelasan dimana sambungan dipanaskan sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau semburan api gas yang terbakar. diantaranya adalah sebagai berikut : a.BAB I PENDAHULUAN A. diharapkan mahasiswa mengerti tentang proses produksi dan semua hal yang berhubungan dengan proses produksi serta dapat mempraktekkannya pada kehidupan sehari-hari yang mana dikemudian hari bisa menciptakan lapangan pekerjaan dibidang pengelasan. Oleh karena itu. hingga menjadi sesuatu yang layak pakai dan memiliki guna serta nilai jual yang tinggi. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin maju dan berekembang dengan pesat sehingga menimbulkan persaingan yang ketat. B. Manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada disekelilingnya. Ada beberapa klasifikasi cara pengelasan berdasarkan cara kerja. Sedangkan pengelasan adalah proses menyambung logam yang sejenis atau hamper sejenis dengan bantuan panas. dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. Secara otomatis ada tuntutan agar selalu berkreatifitas dan terus mengikuti perkembangan tersebut. Tujuan Dengan diberikannya tugas pembuatan laporan ini. b. perlu diadakannya kuliah praktikum sebagai tindak lanjut dari teori yang telah diberikan di dalam ruangan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Fluks sendiri berguna untuk melindungi cairan logam dari oksidasibusur listrik terbentuk diantara logam induk dan ujung elektroda. Cara Pengelasan Cara-cara pengelasan ada beberapa macam. Dalam pengelasan ini busur listrik terendam dalam fluks. las ini digunakn untuk mengelas konstruksi baja. dapat digunakan untuk plat-plat yang lebih tipis . f. las busur gas Las busur gas adalah cara pengelasan dimana gas dihembuskan ke daerah las untuk melindungi busur dan logam yang mencair terhadap atmosfer. elektroda terumpan ( MIG : metal inert gas ) adalah menggunakan kawat las. las busur dengan perlindungan gas. Kawat elektroda diumpan secar terus menerus ke dalam terak yang mencair dan karena panas yang timbul maka logam dasar dan kawat las mencair bersama. 2. Biaya operasi lebih murah dari pada dengan las argon. Las busur gas ada 2 macam : 1. dan gas karbon dioksida atau campuran dari gas-gas tersebut. Dalam pengelasan ini digunakan kawat elektroda logam yang terbungkus fluks. jarak kampuh dapat dipersempit 2. e. c. argon. Pematrian Pematrian adalah cara pengelasan dimana sambungan disatukan dan diikat menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair lebih rendah dibanding logam yang akan disambung. Fungsi CO2 melindungi busur listrik yang timbul antara logam cair dan elektroda. Semakin besar arus yang mengalir semakin halus butiran yang terbawa. d. las elektroda terbungkus Las elektroda terbungkus adalah cara pengelasan yang banyak digunakan. Gas yang dipakai sebagai pelindung adalah gas helium. las listrik Las listrik terak menggunakn panas yang dihasilkan karena resistensi listrik dari terak cair. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. las busur rendam Adalah suatu cara mengels dimana logam cair ditutup dengan fluks yang berupa kawat pejal diumpan secara terus menerus. Proses pemindahan logam elektroda terjadi pada saat ujung elektroda mencair dan membentuk butiranbutiran yang terbawa oleh arus listrik yang mengalir. a.terlebih dahulu kemudian ditekan hingga menyatu. dan las busur dengan perlindungan bukan gas. las listrik gas Hampir sama denagn las listrik terak. Las busur listrik Cara mengelas yang sering digunakan dalam praktikum dan termasuk klasifikasi las busur listrik adalah : las elektroda terbungkus. b. Kelebihan : 1. Las ini sangat efisien untuk mengelas sambungansambungan tebal dengan posisi tegak. B. hanya fluks pada las listrik terak diganti denagn gas CO2 yang dihembuskan melalui lubang-lubang pada sepatu yang dapat digeser. Itu dikarenakan perbedaan harga kedua gas tersebut. c. las busur CO2 Las yang termasuk las MIG tapi gas pelindungnya atau komponen utamanya adalah CO2. elektroda tak terumpan ( TIG : tungsten inert gas ) adalah dengan menggunakan batang wolfram.

4. yaitu : 1. Persiapan bahan yang akan dilas a. h. Daerah Lasan Daerah lasan ada beberapa macam. penyediaan bahan b. Logam las Adalah bagian dari logam yang pada waktu pengelasan mencair dan kemudian membeku. Batas las Adalah daerah yang membatasi antara logam las dan daerah pengaruh panas (HAZ). Heat Affected Zone ( HAZ ) atau daerah pengaruh panas Adalah logam dasar yang bersebelahan denagn logam las yang selama proses pengelasan mengalami siklus ternal pemanasan dan pendinginan cepat. las resistansi listrik Adalah suatu cara pengelasan dimana permukaan plat yang disambung ditekankan satu sama lain dan pada saat yang sama arus listrik listrik dialirkan sehingga permukaan tersebut menjadi panas dan mencair karena adanya resistansi listrik. penentuan alat perakit 2. 2 43 D. C.3. penunjukan juru las d. Logam induk Adalah bagian logam dasar dimana panas dan suhu pengelasan tidak menyebabkan terjadinya perubahna struktur-struktur dan sifat. 2. Persiapan umum dalam pengelasan meliputi : a. pematrian Adalah cara penyambungan dengan penambahan logam pengisi atau logam patri diantara logam induk yang akan disambung. Posisi pengelasan Posisi pengelasan yang terbaik dari sudut kualitas sambungan dan efisiensi pengelasan adalah posisi . Kemudian untuk plat yang lebih tebal digunakan alur V atau U tunggal b. 3. Persiapan Pengelasan 1. pemilihan bahan c. Persiapan sisi las pada plat yang tebal anatara 6 mm 20 mm digunakan alur V tunggal. kekurang sempurnaan kontak antara sepatu tembaga dan logam induk banyak berpengaruh terhadap sifat mampu las g.

debu. retak panas pada suhu ± 500o . 5. yaitu : a. bila bila tercampur denagn logam dapat menimbulkan cacat las. Retak dingin disebabkan oleh : a. yaitu sebagai berikut : 1. . Tegangan 2. menghindari pengelasan pada hujan. Usaha Usaha Penanggulangan Retak Las 1. 7. 4. 6. untuk melepaskan kadar hydrogen difusi dapat digunakan dengan memasukkan panas tinggi. 2. c. menggunakan elektroda dengan fluks. karat. retak panas terjadi pada suhu lebih 900o C Retak panas pada logam las berbentuk retak kawah. F. retak dingin terjadi di daerah HAZ dan logam las.700o C b. Retak dingin utamanya adalah retak bawah manik las. retak akar retak kaki. cara kimia penggunaan asetonš soda apiš 3. sebelum mengelas. b. Maka cara pembersihan kotoran sebelum pengelasan ada 3 macam : 1. pengunaan CO2 sebagai gas pelindung akan sangat mengurangi terjadinya difusi hydrogen. Retak pada Daerah Las Retak pada hasil las ada 2. pada daerah sekitar kampuh harus dibersihkan dari air. 3.datar. gemuk. menghilangkan kristal air yang terkandung dalam fluks basa yang sering digunakan dalam las busur rendam. cara mekanik menggunakan sikat bajaš penyemprotan pasirš 2. memanjang. elektroda yang akan digunakan harus dipanggang terlebih dulu. debu. Sebaiknya las ikat ditempatkan pada tempat yang nantinya tidak dilas. Las ikat Lasan pendek pada tempat-tempat tertentu dan bersifat sementara. Retak dingin Adalah retak yang terjadi di daerah las pada suhu di bawah suhu tranformasi martensit ± 300o C. Retak panas Ada 2 macam retak panas. d. Pemeriksaan danperbaikan alur Kotoran seperti karat. cara penyemprotan dengan api pada daerah las E. Struktur dari daerah panas. Hydrogen difusi di daerah las c. minyak dan zat organic yang dapat menjadi sumber hydrogen.

Elektroda g. tekanan yang diperkerjakan pada elektroda lamanya waktu las berlangsung H. Kualitas Las-lasan Kualitas las-lasan dipengaruhi oleh : 1. karakteristik arus 2. Jenis reactor jenuh d. Reactor jenuh f. kecepatan pendinginan 3. Jenis saklar Untuk mesin jenis reactor jenuh pengaturannya lebih mudah. Penyearah arus d. Sumber tenaga b. Mesin Las Jenis-jenis mesin las adalah sebagai berikut : a. pemberian tekanan pada elektroda I. Tranformator c. lebih teliti dan dapat jarak jauh. Logam induk Penyearah arus resistor berubah reactor jenuh tranformator elektroda sumber tegangan .G. Unsur Unsur Penentu Las lasan Unsur unsur yang mempengaruhi kekuatan las dan struktu kristal logam las diantaranya : 1. kuat arus 1 ( besarnya power source ) 2. Jenis inti bergerak b. Sehingga mesin las ini banyak digunakan. Bagian-bagian mesin las jenis reactor jenuh adalah : a. Resistor berubah e. Jenis kumparan bergerak c. bersih tidaknya gap dari kontaminator 4.

palu 11. Mesin las terbagi menjadi 4. potong bahan kerja sesuai gambar kerja dengan menggunakan cutting weld (gergaji gerinda) dan gunakan kaca mata pengaman. kaca mata alas 6. cacat lipatan perbaiakannya dengan menyambung bagian tersebut dengan pahat. Perangkat Praktikum Dalam praktikum Proses Produksi I ini menghasilkan produk berupa tatakan untuk diesel Jiang Dong yang dilengkapi roda. bor listrik 9. mesin las 2. gerinda tangan 4. ukur dan tandai bahan-bahan kerja. BAB III PENUTUP A. 2. 2. rangkai dan las bahan kerja sesuai dengan gambar kerja. Perlakuan Akhir dalam Pengelasan Perlakuan akhir dalam pengelasan adalah perbaikan cacat las. cacat rongga halus atau torak yang tercampur perbaikannya dengan menyambung bagian tersebut dengan pemotong gap. Dari 4 tersebut. 2. yang paling banyak digunakn termasuk yang saya . Kesimpulan Dari praktikum serta uraian diatas dapat saya simpulkan bahwa : 1. 3. 4. Langkah Praktikum Adapun langkah-langkah pengerjaan adalah sebagai berikut : 1. K. cacat tukik perbaikannya denagn mengelas tambahan yang menggunakan elektroda yang lebih kecil. mata bor 3. salah satu diantaranya dengan las elektroda terbungkus. kunci ring 19 dan 12 L. 3.benda kerja J. Dalam mengelas logam ada banyak cara. Sedangkan peralatan dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. 3. lihat gambar kerja. Berikut adalah beberapa macam cacat las dan perbaikannya : 1.5 mm 10. mistar 5. mistar siku 8. spidol 7. cutting weld (gergaji gerinda) 3. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam mengelas guna mendapatkan hasil las yang baik.

Dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan merestui apa yang kita kerjakan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Khususnya mahasiswa teknik mesin UNMUH Ponorogo. dan semoga apa yang kita lakuakn menjadi ibadah. Saran Untuk mendukung keamanan serta kelancaran selama praktikum. Demikian laporan ini saya buat guna mendapat persetujuan.gunakan adalah jenis reactor jenuh. 3. 4. B. Antara lain sebagai berikut : 1. Panduan Praktikum Proses Produksi I. DAFTAR PUSTAKA Mata kuliah Pengelasan Logam. Atas dukungan dan bantuan dari segala pihak. maka saya mengusulkan bebrapa hal. kami sampaikan terima kasih. Untuk keselamatan kerja perlu adanya peralatan keselamatan semisal kaca mata atau topeng las yang standarisasi. universitas Muhammadiyah Ponorogo. perlu sesering mungkin diadakan praktikum yang mandiri guna peningkatan SDM.Universitas Muhammadiyah Ponorogo Mata kuliah Proses Produksi I. Kalau bisa. Perlu adanya kerja sama yang baik antar mahasiswa dan dosen peembimbing. Mengelas membutuhkan ketelatenan serta kesabaran guna mendapatkan hasil las yang baik serta minim cacat. Universitas Muhammadiyah Ponorogo. sehingga pekerjaan cepat selesai dan memuaskan. 2. . Amien Ya Robbal Alamin.

LAS BUSUR LISTRIK Dalam praktikum Proses Produksi terdapat 7 modul. 5. . Isi selengkapnya dapat dibaca di bawah ini bahan yang saya posting ini referensinya adalah buku petunjuk praktikum Proses Produksi yang di sususn oleh tim asisten praktikum Proses Produksi.1. Ini adalah modul kelima. Tujuan Melatih ketrampilan praktikan di bidang las busur listrik dan memberikan pengetahuan dasarnya sehingga dapat memahami prosedur pelaksanannya dengan benar.2. Dasar Teori Las busur listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. 5.

Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair. sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi antara benda kerja dan elektroda. Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung. Sebagai arah arus berlaku arah gerakan ion-ion positif. Pembentukan Busur Listrik Pada pembentukan busur listrik elektroda keluar dari kutub negatif (katoda) dan mengalir dengan kecepatan tinggi ke kutub positif (anoda). Elektroda polos terbatas penggunaannya. Elektroda atau logam pengisi dipanaskan sampai mencair dan diendapkan pada sambungan sehingga terjadi sambungan las. Biasanya digunakan polaritas langsung.1. kemudian dengan memisahkan penghantar timbullah busur.2. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan dengan memperhatikan ukuran dan type elektrodanya. maka . Fluks membantu melarutkan dan mencegah terbentuknya oksida-oksida yang tidak diinginkan. Busur listrik yang terjadi akan menimbulkan energi panas yang cukup tinggi sehingga akan mudah mencairkan logam yang terkena. Mutu pengelasan dapat ditingkatkan dengan memberikan lapisan fluks yang tipis pada kawat las. kemudian membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut. 5. demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis. Melalui proses ini ruang udara diantara anoda dan katoda (benda kerja dan elektroda) dibuat untuk menghantar arus listrik (diionisasikan) dan dimungkinkan pembentukan busur listrik. Pembentukan busur listrik proses penyulutan 5. yaitu elektroda polos. Dari kutub positif mengalir partikel positif (ion positif) ke kutub negatif. Jika elektroda misalnya dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus searah.2. Pada las busur.1. Tetapi kawat las berlapis merupakan jenis yang paling banyak digunakan dalam berbagai pengelasan komersil. Ada tiga jenis elektroda logam. Mula-mula terjadi kontak antara elektroda dan benda kerja sehingga terjadi aliran arus. Mesin las busur listrik dapat mengalirkan arus listrik cukup besar tetapi dengan tegangan yang aman (kurang dari 45 volt).1. elektroda fluks dan elektroda berlapis tebal. Energi listrik diubah menjadi energi panas dalam busur dan suhu dapat mencapai 5500 rC. antara lain untuk besi tempa dan baja lunak.

MenyalaKan busur listrik Penyalaan busur listrik dapat di lakukan dengan menghubungkan singkat ujung elektroda dengan logam induk (yang akan dilas) dan segera memisahkan lagi pada jarak yang pendek. suatu arus listrik yang kekuatannya tinggi mengalir. gas pelindung 6.1.3.1. 5.2. kawat inti 2.berlangsung hubungan singkat didalam rangkaian arus pengelasan. Setelah arus elektroda didekatkan pada lokasi jalur sambungan disentuhkan dan diangkat kembali pada jarak yang pendek (garis tengah elektroda). hal tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara seperti pada gambar di bawah ini : Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan : . mengisi penuh celah sambungan las dan membentuk kepompong las. yang setelah pengangkatan elektroda itu dari benda kerja menembus celah udara. busur listrik 4. Didalam rentetan yang cepat partikel elektroda menetes.Suhu busur cahaya yang demikian tinggi akan segera melelehkan ujung elektroda dan lokasi pengelasan. Proses pengelasan itu sendiri terdiri atas hubungan singkat yang terjadi sangat cepat akibat pelelehan elektroda yang terus menerus menetes.arah arusnya dari benda kerja ke elektroda. dan dengan demikian tetap mengalir. membentuk busur cahaya diantara elektroda dengan benda kerja. pemindahan logam 5. 1. elekteroda didekatkan pada lokasi jalur sambungan disentuhkan sebentar dan diangkat kembali pada jarak yang pendek (garis tengah elektroda). Proses penyulutan Setelah arus dijalankan. kampuh las Dengan penyentuhan singkat elektroda logam pada bagian benda kerja yang akan dilas. selubung elektroda 3.2. terak 7.2. 5.

Kalau logam induk telah sebagian mencair. j.1.4. jarak elektroda dibuat sama dengan garis tengah penampang tadi. Pemadaman busur sebaiknya tidak dilakukan ditengah-tengah kawah las tetapi agak berputar sedikit seperti pada gambar di bawah ini : 5. Memadamkan busur listrik Cara pemadaman busur listrik mempunyai pengaruh terhadap mutu penyambungan maniklas.2. g.3. 5. Jika busur nyala terjadi.4. Untuk mendapatkan sambungan maniklas yang baik sebelum elektroda dijauhkan dari logam induk sebaiknya panjang busur dikurangi lebih dahulu dan baru kemudian elektroda dijauhkan dengan arah agak miring. Alat dan Bahan a. c. c. Persiapan a.a. k. d. b. menyiapkan dan memeriksa alat utamanya dan semua peralatan bantunya. b. i. Mesin las listrik Palu las Tang Tang penjepit Elektroda Kacamata las listrik Mistar baja Penyiku Stopwatch Sarung tangan Sikat besi 5. Perbesar jarak tersebut(perpanjang nyala busur) menjadi dua kalinya untuk memanaskan logam induk.1.4. e. f. Cara Kerja 5. . Sebelum pekerjaan dimulai. tahan sehingga jarak ujung elektroda ke logam induk besarnya sama dengan diameter dari penampang elektroda dan geser posisinya ke sisi logam induk. h.

Bila busur terlalu panjang. tembusan las dangkal (melebar).4. c. karena cairan elektroda akan mengalir dan mengendap dengan baik. dan percikan teraknya kasar. Hasilnya rigi-rigi las yang halus dan baik. dan terak halus dan mengkilat. (2) Posisi Elektroda Pada pengelasan dengan elektroda terbungkus yang biasanya dengan mesin las konvensional maka posisi elektroda terhadap benda kerja berdasarkan eksperimen dan pengalaman yang paling baik hasilnya adalah yang sebagai berikut : . Memakai alat-alat pelindung yang sudah disediakan yaitu kacamata las listrik. Pelaksanaan (1) Latihan menyalakan busur listrik dan membuat rigi-rigi las serta mengatur panjang busur (jarak antara ujung elektroda ke benda kerja). Hasilnya rigi-rigi las kasar. a. kalau terjadi kontak butiran logam cair yang menyambung elektroda dan logam induknya maka akan terjadi hubungan singkat dan busur akan mati.2. b. c. Mengatur besarnya arus dengan memutar handel pada mesin las. 5. sesuai dengan tabel yang sudah ada. sehingga elektroda akan menempel kuat pada benda kerja. Menyiapkan benda kerja dan elektrodanya. Bila busur terlalu pendek. Bila panjang busur tepat (kurang lebih garis tengah elektroda) dan kecepatan pengelasan yang tepat maka akan menghasilkan bunyi mendesis yang tetap dan halus (tidak meledakledak) dengan lebar jalur las sebesar kurang lebih dua kali garis tengah elektroda. dengan memperhatikan besarnya diameter elektroda. letak dari penjepit elektroda jangan sampai menempel penjepit logam atau logam induknya. tembusan las yang baik. maka timbul bagian-bagian yang berbentuk bola (percikan-percikan kecil) dari cairan elektroda.b. d. akan sukar memeliharanya. e. Memperhatikan sebelum mesin las dihidupkan. Memasang elektroda pada penjepitnya dan memasang penjepit benda kerja pada benda kerja (bisa pada meja kerjanya).

a. b. kasar dan kuat tetapi dapat menimbulkan kerusakan sisi las (pada logam induknya). tembusan lasnya dangkal karena kurangnya waktu pemanasan bahan dasar dan kurangnya waktu untuk cairan elektroda menembus bahan dasar. a. Gerakan ini diperlukan untuk mengatur lebar jalur las yang dikehendaki. Melatih gerakan-gerakan tangan dengan arah. memutar arah kanan maupun kiri dengan diameter yang relatif kecil. Gerakan ini dilakukan untuk mengatur jarak (panjang busur) agar tetap. Jika elektroda digerakkan terlalu cepat. c. Elektroda pada ujungnya akan mencair secara kontinyu sehingga perlu digerakkan searah dengan sumbunya secara kontinyu pula. hal tersebut disebabkan karena busur pada ujungnya mencair terus menerus sehingga mengalami pemendekan. Gerakan arah turun sepanjang sumbu elektroda. . Jika elektroda digerakkan terlalu lambat akan didapatkan jalur yang lebar. Posisi elektroda bersudut 70r -80r dengan arah memanjang las dan bersudut 90r arah melintang las. c. Gerakan arah turun sepanjang sumbu elektroda. Gerakan ayunan elektroda. b. Gerakan-gerakan elektroda pada pengelasan ada dua cara yaitu : a. Kecepatan menggerakkan elektroda harus stabil. b. sehingga menghasilkan rigi-rigi las yang rata dan halus. (4) Pengaruh kecepatan elektroda. (3) Gerakan Elektroda.

daerah perpaduan dengan bahan dasar dan tembusan lasnya baik. 2. Asap tersebut berfungsi untuk melindungi logam cair terhadap oksidasi oksigen dari udara. sambung-sambungan dan terminal-terminal kabel harus benar-benar kuat. Arus Listrik Bekerja dengan menggunakan energi listrik kita tidak perlu takut tetapi jangan sembrono. c. Busur listrik akan juga mengeluarkan sinar ultraviolet dan infra merah denga intensitas yang cukup tinggi. Busur listrik akan disertai percikan-percikan api yang dapat melukai kulit. Nyala Busur Listrik Busur listrik yang terjadi akan menghasilkan panas yang cukup besar sehingga logam yang dilas akan mencair dengan cepat pada bagian yang terkena busur listrik. jauhkan penjepit elektroda dari logam lain. Kesehatan dan keselamatan kerja a. Kedua sinar tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan mata dan kulit jika lama-lama terkena langsung. b. Yang perlu diperhatikan adalah : 1. Jika kecepatan geraknya elektroda tepat. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian : 1. Gas atau Asap Pengelasan Pada pengelasan dengan elektroda terbungkus ini akan dihasilkan asap atau gas yang cukup banyak. Dengan demikian memakai pelindung mata adalah keharusan.4. Bahaya terkena sengatan arus listrik oleh alat las relatif kecil karena tegangan yang dihasilkan cukup rendah (pada alat ini 30-78 volt). Akibat dari radiasi kedua sinar tersebut adalah mata akan pedih dan akan mengeluarkan air mata. jika lebih lanjut mata akan rusak bahkan akan terjadi iritasi dan kebutaan. 2. 5.3. hindarkan agar kabel tidak terluka oleh benda tajam atau api.c. Harus dijaga agar jangan sampai terjadi korslet (hubungan singkat) arus listrik. Gas atau .

.asap tersebut jika dihirup dalam waktu yang panjang akan merusak kesehatan bahkan dapat meracuni darah. Oleh sebab itu harus ada pelindung terhadap gas tersebut untuk mengusir gas tersebut dari ruang pengelasan yang tertutup dengan blower.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful