P. 1
bayi rewel

bayi rewel

|Views: 204|Likes:
Published by Steve Marc

More info:

Published by: Steve Marc on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2013

pdf

text

original

Alasan Bayi Tidak Mau Minum Asi (Menyusu

)
Label: asi, bayi, menyusu
Jika Menolak ASI, kemungkinan disebabkan oleh:

1. Kurang sehat.
Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan mengisap dengan baik,
sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya bayi jadi capek atau frustrasi, dan menolak
menyusu.

2. Kesakitan.
Bayi yang mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum) mungkin
menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia menyusu.

3. Tersumbat hidungnya.
Bayi yang hidungnya tersumbat (karena pilek) mungkin menolak menyusu karena kesulitan
bernafas.

4. Sariawan.
Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya mau
mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.

5. Sedang tumbuh gigi.
Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya berlebihan,
atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak nyaman.

6. Mengantuk.
Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui karena
mengantuk.

7. Bingung puting.
Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin menolak
menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara ± yang sangat berbeda
dengan mengisap dot.

8. Tidak mampu `mengambil' cukup ASI untuk me menuhi kebutuhannya.
Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI sedikit
sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau lebih dalam.
Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.

9. Ingin `melawan' perlakuan yang tidak menyenangkan.
Jika ibu atau pengasuh kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan menyusu,
bayi bisa saja merasa diperlakukan kasar atau disakiti. Sebagai upaya `perlawanan' , ia pun
menolak menyusu.

10. Terganggu isapannya.
Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut bayi
terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan menolak
menyusu.

11 Dibatasi jadwal menyusunya.
Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, bayi bisa
frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu.

12 Terganggu semburan ASI.
Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat bayi
tersedak. Jika terjadi berulang kali selama menyusu, bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak
menyusu.

13. Merasa terganggu oleh suatu perubahan.
Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya, ada
pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau sedang menstruasi),
payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika suatu perubahan dirasa
mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung `mogok' menyusu.

Cobalah dicek alasan alasan diatas, mana yang paling sesuai dengan kondisi ibu dan anaknya.

Tetapi yang jelas, teruslah berusaha, dan berikan ketenangan pada ibunya, karena ibu yang
gelisah juga akan mempengaruhi bayinya, mungkin baik juga mengajaknya si anak bermain-
main dulu.

Mengenai cara memperlancar produksi ASI. cara utama sebenarnya dengan terus
memberinya ASI, karena dengan jarang memberikan ASI maka produksi ASIpun akan
menurun, maka jika si BAYI tidak mau menyusui sebaiknya ASI tetap di pompa keluar.

Mengenai makanan banyak ibu ibu mengatakan memakan daun katuk atau buah pepaya muda
yang direbut akan meningkatkan ASI, dan tentu harus ditambah dengan makanan bergizi
lainnya. Sementara untuk obat-obat modern, bisa menghubungi dokter kandungan untuk
meminta resep penambah ASI.
Label: asi, bayi, menyusu

Bayi Rewel
Posted September 5, 2009 by luchan in PERILAKU BAYI DAN ANAK.
Ditandai:PERILAKU BAYI DAN ANAK. Tinggalkan sebuah Komentar
Bayi selalu ingin merasa nyaman. Bila tidak, ia jadi rewel bahkan mengamuk. Bagaimana
supaya ia tetap nyaman dalam berbagai situasi?
Ada bayi yang memiliki pembawaan µrewel¶. Bila situasi tidak nyaman sedikit saja, ia pasti
menangis atau mengamuk. Sebaliknya, ada juga bayi yang amat sangat tenang. Biasanya, ia
baru menangis bila kondisinya sudah benar-benar µmenyakitkan¶.
Menurut psikolog pendidikan anak Universitas Indonesia Dra. Ike Anggraika, M.Si.,
perbedaan pembawaan bayi sangat tergantung banyak hal. Mulai pengaruh yang diterima
bayi saat dalam kandungan hingga trauma yang diperoleh saat lahir. Ibu hamil yang sering
mendapatkan tekanan, Ike mencontohkan, kemungkinan akan melahirkan bayi yang rewel.
Bayi yang mendapat trauma lahir (misalnya menjalani proses kelahiran yang mengakibatkan
luka serius), bayi yang lahir dengan kelainan (misalnya kelainan jantung atau penyakit
bawaan) kemungkinan juga akan berpembawaan sedikit rewel. ³Tapi tidak selalu begitu.
Sebab tidak jarang bayi yang lahir normal dan sempurna pun rewel. Mungkin ini pengaruh
keturunan atau sifat bawaan dari orangtuanya,´ ungkap Ike.
Atasi Kerewelan dengan Benar
Tangisan atau amukan bayi rewel acap membuat kita, para orangtua, kebingungan. Apalagi
bila kita sudah mencoba menangani tapi bayi tetap rewel. Bingung bercampur lelah dan
khawatir, akhirnya membuat kita panik. Padahal, kepanikan hanya akan membuat bayi
bertambah rewel.
Untuk itulah penanganan yang tepat diperlukan. Selama ini, menurut Ike, setiap orangtua
mempunyai cara khusus untuk mengatasi kerewelan bayi mereka. Ada yang mencoba
menenangkan dengan menempatkan bayi di ayunan. Ada yang menenangkan dengan
memutar alunan musik merdu. Ada yang menimang-nimang sambil membawa bayi pergi dari
ruangan tempat menangis sembari mencari udara yang lebih segar.
Sayangnya, lanjut Ike, tidak jarang orangtua menangani kerewelan bayi dengan cara yang
kurang tepat. Maksudnya, cara-cara yang dilakukan kurang mendidik. Contohnya, ada bayi
asyik menggigit-gigit ikat pinggang ayahnya. Ia menangis karena tiba-tiba ibunya
melarangnya. Bayi itu terus menangis, seolah meminta ikat pinggang tersebut. Tak berhasil
membujuknya, akhirnya si ibu menyerah dan memberikan lagi ikat pinggang kepada bayinya
untuk digigit-gigit.
³Tindakan ibu tadi keliru. Sebab ikat pinggang bukanlah sesuatu yang aman untuk digigit
bayi. Selain itu, ia tak menunjukkan konsistensi dalam sikap, padahal ia tengah mendidik
bayinya. Ibu tadi juga tidak mencoba mengalihkan perhatian bayi kepada hal lain, sehingga
bayi merasa direbut µkenyamanannya¶ tanpa mendapatkan ganti yang sebanding,´ terang Ike.
Selain itu, cara menangani kerewelan yang tidak benar menyebabkan bayi tumbuh menjadi
anak yang sulit dikendalikan.
Melakukan tindakan yang benar adalah kunci menangani kerewelan bayi. Berikut beberapa
tips yang bisa diterapkan bila bayi Anda rewel dalam berbagai kondisi:
Ganti suasana yang lebih nyaman
Bayi bisa tertekan karena bosan dengan situasi atau posisi yang sama. Atau, ia merasa
sendirian atau tidak diperhatikan. Kadang bayi juga mendapatkan salah satu bagian tubuhnya
terasa sakit. Misalnya, kakinya pegal karena posisi yang salah. Atau badannya sakit karena
tempat yang ditempati tidak nyaman (sempit, keras, berpermukaan kasar, dll).
Kasus yang sering terjadi adalah bayi menangis saat didudukkan di kursi makan, bahkan
berontak atau menepis makanan yang disodorkan. Jika kursinya nyaman, kemungkinan hal
ini disebabkan bayi merasa bosan harus duduk di kursi yang itu-itu juga. Biasanya ini terjadi
pada bayi 2-4 bulan.
Untuk mengatasinya, pindahkan kursi makan ke tempat yang berbeda. Pilih tempat yang
menarik atau pemandangannya lebih lega. Misalnya pekarangan rumah. Bila masih rewel,
ubah lagi posisi kursi. Atau bila perlu pindahkan bayi dari kursi beberapa saat.
Perdengarkan suara-suara lembut
Puisi, lagu-lagu, atau senandung lembut yang bermakna dari mulut ayah atau ibu dapat
menenangkan bayi yang rewel. Ada penelitian yang menunjukkan, suara lembut berirama
yang keluar dari mulut manusia dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman. Bila
mendengar suara-suara seperti itu, bayi umumnya akan lebih kooperatif.
Beri sentuhan
Sentuhan akan membuat bayi yang rewel merasa nyaman. Banyak bayi yang sedang
menangis berhenti perlahan saat tangan ibu atau ayahnya menyentuh bagian tubuhnya atau
menggendongnya. Cara ini rupanya membuat bayi merasa nyaman karena ia merasa orang
terdekatnya selalu berada di sisinya. Jadi, ia merasa terlindungi.
Beri pijatan lembut
Pijatan lembut adalah salah satu bentuk sentuhan. Tapi dengan pijatan, bayi akan merasa
hangat karena aliran darahnya lebih lancar. Cara ini bisa digunakan untuk mengatasi bayi
yang menangis setiap kali dimasukkan ke dalam bak mandi. Selain merasa nyaman, pijatan
membuat bayi rileks, tidak takut atau stres.
Jagalah Emosi Anda
Faktor lain yang menentukan keberhasilan Anda menenangkan bayi rewel adalah sikap yang
tepat. Yaitu:
Tetap tenang. Rasa khawatir atau lelah menangani bayi rewel kerap membuat kita panik.
Namun sebaiknya Anda tetap tenang, karena sikap panik hanya akan membuat bayi
bertambah rewel dan stres.
Pilih penanganan yang tepat. Anda-lah yang lebih mengenal bayi Anda, sehingga Anda pula
yang lebih mengetahui penanganan yang paling tepat untuk menanganinya saat rewel.
Konsisten. Sejak nol tahun, bayi harus mendapat pola asuh yang konsisten. Artinya, dalam
keadaan rewel sekalipun kita tidak boleh memberi kelonggaran. Cari solusi yang tidak
menciptakan masalah baru.
Jaga emosi. Tidak perlu menunggu sampai merasa marah jika bayi menangis terus. Ketika
kekesalan sudah muncul, mintalah suami atau anggota keluarga lain menangani bayi.
Meninggalkan bayi rewel sejenak biasanya efektif untuk memperbaiki suasana hati. b Mila
Meiliasari
Sumber: Tabloid Ibu Anak

Inilah masa yang datar, waktu keluarga mulai menyesuaikan kehidupan
dengan seorang bayi yang baru. Orang tua mulai tertata hidupnya dan bayi
mulai masuk dalam pola perilaku yang dapa t dikenali. "Saat-saat tenang"
seorang bayi bisa berubah-ubah dengan masa-masa rewel selama waktu ini,
dan bayi mungkin bisa menemukan cara untuk menenangkan diri dan tidak
menangis terus: mengisap jari, bolak-balik, atau mencari dan menemukan
mainan gantung di atas tempat tidur bayi.
Nafas Tersumbat. Bayi yang normal pada usia ini tidak akan bernafas melalui
mulut kecuali bila ia kekurangan udara. Akan tetapi, bayi mungkin akan
mengalami hidung sesak sama seperti orang lain juga, karena udara kering,
debu, atau bulu halus dari selimut. Alat pelembab di kamar bayi mungkin
dapat membantu. Juga dapat membantu kalau tempat tidur bayi di bagian
kepala dinaikkan beberapa inci sehingga bayinya dapat menelan udara yang
keluar dari hidung. Kalau banyak lendir mengumpul di hidung, beberapa
dokter anak akan menganjurkan agar beberapa tetes larutan garam (1/4
sendok teh garam dalam 240 cc air disterilisasi dengan mendidihkannya
selama 3 menit) digunakan untuk membersihkan hidung tersebut. Namun,
penanganan seperti ini u mumnya belum diterima secara menyeluruh. Beberapa
praktisi percaya tindakan ini hanya akan menambah iritasi hidung, dan
menyebabkan produksi lendir lebih banyak lagi.
Menangis dan kolik. Pada bulan-bulan pertama, menangis sebenarnya hanya
merupakan cara seorang bayi untuk berkomunikasi. Menangis sering
menandakan rasa lapar, tetapi tidak selalu. Bayi mungkin merasa terlalu
panas atau terlalu dingin, basah, takut, atau hanya merasa tidak enak badan.
Bayi mungkin sering menangis khususnya selama beberapa hari setelah tiba di
rumah dari rumah sakit, karena ia harus menyesuaikan diri dengan rutinitas
baru. Bayi yang masih muda sering menangis lama meskipun tidak ada apapun
yang terjadi. Beberapa dokter mengatakan bahwa seorang bayi tidak
mempunyai cara lain untuk menenangkan diri atau keluar dari proses yang
membuatnya lemah karena belajar tentang dunia ini. Bayangkan seperti apa
ini, dengan tidak mengerti apapun yang dilihat atau didengar seseorang,
tergantung pada orang lain untuk memperoleh setiap rasa nyaman dalam
hidupnya. Tentu saja hidup ini melelahkan, dan menangis merupakan cerminan
dari kelelahan tersebut. Bayi yang tidak rewel tidak tampak tidur seperti
yang lainnya. Di Amerika Serikat, masalah nutrisi serius jarang merupakan
alasan mengapa seorang bayi menangis, dan anak yang benar -benar
kekurangan gizi akan terlihat lesu dan bodoh. Penyebab bayi menangis yang
paling serius ialah infeksi telinga, gangguan pada perut yang mendadak
akibat pencernaan yang tidak normal, atau infeksi (khususnya kalau diserta i
oleh demam). Akan tetapi dalam banyak kasus, ada tanda -tanda lain dari
penyakitnya. Bayi tampak sakit dan sering memperlihatkan rasa tidak
tertarik tiba-tiba akan makanan. Dalam situasi seperti itu, bayi sering tiba -
tiba menangis.
Beberapa bayi di bawah usia 4 bulan menangis selama 12 hingga 14 jam per
hari. Masalah yang mengganggu ini dikenal sebagai kolik, dan inilah suatu
kondisi yang penyebabnya belum diketahui. Umumnya, kolik mulai pada usia 2
hingga 3 minggu dan menghilang antara bulan ketiga dan ke empat. Beberapa
bayi yang mempunyai kolik tiba-tiba menjerit; yang lain hanya menangis
normal, tetapi selama berjam-jam baru diam. Bayi ini mungkin tampaknya
sangat kesakitan, menarik kakinya dan mengeluarkan udara dari perutnya.
Dokter anak bahkan tidak setuju tentang apakah kolik ini suatu penyakit
atau tidak. Beberapa berpendapat hal ini terjadi karena sistem pencernaan
yang belum matang atau gas dalam perut yang kronis; yang lain berpendapat
hal ini merupakan kepekaan yang terlalu tinggi terhadap lingku ngan yang
berisik dan hiruk-pikuk. Memang kolik lebih umum ditemukan pada bayi yang
aktif dan peka, dan dapat makin parah akibat ketegangan yang
diakibatkannya dalam diri orang tuanya.
Kolik jenis ini tidak berbahaya kecuali disebabkan oleh suatu kondisi y ang
serius. Ini dapat dipastikan dengan melalukan pemeriksaan terhadap bayi,
pengukuran suhu badan, kadang -kadang pemeriksaan feses (kotoran) untuk
memastikan apakah ada darah, atau pemeriksaan radiologis perut. Salah satu
penyebab serius kolik ialah intususepsi, yaitu terselipnya sebagian usus di
atas yang lain. Hal ini menyebabkan pembuluh darah yang menyuplai darah ke
usus menjadi kaku dan tersumbat dan, kalau tidak dibetulkan, akhirnya
mengakibatkan kerusakan jaringan, penyumbatan usus, dan terdapat dar ah
dalam feses.
Riset baru-baru ini di Swedia, yang mempelajari kolik pada bayi yang masih
menyusui melaporkan bahwa kalau ibu tidak lagi meminum produk susu, kolik
bayinya akan hilang, dalam sebagian besar kasus, hilang dalam delapan hari
saja. Satu-satunya cara lain untuk menangani sebagian besar kolik ialah
tindakan menenangkannya, seperti:

Meletakkan bayi tidur di atas perut ibunya

Membungkus bayi dengan erat dalam selimut

Menggendong bayi tegak atau dekat dengan dada dalam gendongan bayi

Membawa bayi naik mobil atau meletakkannya di atas mesin cuci yang
sedang dihidupkan agar ia merasakan getarannya.
Kadang-kadang, obat diberikan untuk mencegah spasme (kekakuan)
pencernaan, tetapi ini tidak selalu berfungsi dan tidak dianjurkan memberi
bayi obat karena sebab yang belum jelas.
Beberapa dokter secara bercanda merujuk kolik sebagai suatu keadaan yang
disebabkan oleh bayi dan yang akan mempengaruhi orang tuanya. Barangkali,
salah satu masalah yang serius dengan kolik ialah bahwa keadaan ini
mengganggu terbentuknya hubungan yang baik antara orang tua dan bayinya.
Penting untuk dapat beristirahat dari stres yang disebabkan oleh bayi yang
terus-menerus menangis. Caranya dengan kedua orang tuanya secara
bergantian mengasuhnya atau dengan melibatkan pengasuh yang dapat
dipercaya selama beberapa jam untuk beberapa kali dalam seminggu. Juga,
cukup membesarkan hati bila kita tahu bahwa masalah ini selalu hilang
sendiri hanya dalam beberapa bulan. Bagi orang tua, kunci utama dengan
masalah kolik ialah bertahan sampai bayinya mencapai usia empat bulan, dan
di sini kepastian dan nasihat dari dokter anak dapat membantu.
Disintegrasi ego. Banyak bayi rewel setiap hari pada sore hari menjelang
malam atau pada awal-awal malam hari. Ahli psikologi anak Anna Freud
merujuk masa ini sebagai "disintegrasi ego", yaitu suatu masa waktu bayi
letih karena sepanjang hari mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan
dan dirinya sendiri, dan kehilangan kontrol atas keseimbangan emosional.
Seorang bayi pada usia ini tidak tahu bagaimana harus rileks, dan dengan
demikian akhirnya ia menjadi rewel. Sayangnya, masa -masa keras kepala ini
sering terkait dengan masa dimana ibunya dan/atau ayahnya tiba di rumah
dari tempat kerja, barangkali mengalami suatu disintegrasi ego mereka
sendiri. Orang tua sebaiknya memahami bahwa kerewelan ini tidak ada
kaitannya dengan penolakan bayi terhadap mereka; sebaliknya, ini merupakan
bagian dari siklus normal dalam 24 jam. Orang tua sebaiknya didorong untuk
bermain-main dengan bayinya walaupun mereka rewel. Ini dapat berubah
menjadi suatu pertemuan yang menyenangkan, karena masa yang tidak biasa
ini sering berubah tiba-tiba menjadi masa yang membahagiakan.
Jatuh. Orang tua sebaiknya membiasakan diri untuk tetap memberikan satu
tangan pada bayi setiap kali bayi ini berada di meja ganti atau di tempat lain
yang memungkinkan bayi ini terjatuh. Sulit mengetahui kapan seorang anak
akan belajar membalikkan tubuhnya. Sayangnya, karena tengkorak bayi masih
cukup lunak dan sanggup menyerap hantaman karena jat uh, bayi umumnya
sanggup menahannya dan tidak terluka meskipun ia jatuh dan sangat
menakutkan di mata kita semua. Akan tetapi, kalau seorang bayi tidak
memberi tanggapan setelah jatuh atau muntah, atau kalau pupil matanya
tidak memberi tanggapan pada sinar langsung yang diarahkan, ia mungkin
mengalami gegar otak atau suatu luka lain dalam otak, dan sebaiknya
langsung diperiksa oleh dokter.
Minum susu. Orang tua mungkin sangat tergoda untuk memberi makanan
formula kepada bayi dan memasukkan botol ke mulut ba yi dan kemudian
meninggalkannya sendirian. Akan tetapi, tindakan ini sebaiknya dihindarkan.
Bayi dapat saja tersedak waktu orang tuanya tidak melihatnya dan tidak
mendengarnya. Selain itu, hal ini dapat sangat mengganggu peluang anak
mengalami perkembangan normal. Minum susu merupakan masa-masa penting
untuk melakukan komunikasi yang penuh kasih sayang bagi bayi dengan
minum dari botol maupun dengan menyusu, dan kontak mata juga merupakan
hal penting. Kalau dibiarkan sendirian bersama botolnya, ini merupaka n
tindakan dingin dan tidak menggairahkan untuk mendapatkan makanan, dan
mungkin akan menyebabkan masalah perilaku di kemudian hari kalau
makanannya menjadi satu-satunya sumber kegembiraan seorang bayi.
Ruam kulit. Kadang-kadang pada usia antara minggu keempat dan kesepuluh,
banyak bayi mengalami ruam seperti jerawat di muka maupun leher, yang
terdiri dari benjolan kecil dengan ujung tengah berwarna putih. Ruam datang
dan pergi, kadang-kadang makin buruk kalau bayinya panas atau menangis.
Menurut pendapat orang, ruam ada hubungannya dengan perubahan hormon
waktu hormon ibu hilang dari sistem tubuh bayi. Orang tua tidak perlu
melakukan apapun tentang ruam ini, yang akan menghilang dengan sendirinya
dalam beberapa minggu.
Garukan. Beberapa bayi mungkin menggaruk wajahnya, tetapi garukan ini
akan cepat sembuh dengan atau tanpa pengobatan.
Penglihatan. Para ahli berbeda pendapat tentang apa tepatnya yang dapat
dilihat seorang bayi pada usia ini. Beberapa studi mengatakan bahwa bayi
pada usia bulan kedua tidak dapat melihat benda sejauh 2 atau 2,5 m, tetapi
banyak dokter anak dan orang tua beranggapan bahwa bayi ini sudah sanggup
melihatnya, kalau mereka tertarik.
Senyum. Pada akhir bulan kedua, sebagian besar bayi senyum pada sesuatu
yang menyenangkannya dan mengeluarkan suara karenanya, bukan menangis.
Mengisap jari. Bukan hal yang asing dan sangat umum terjadi kalau bayi pada
usia ini mulai mengisap jarinya. Jenis perilaku ini merupakan tanda awal dan
penting dalam hal kepuasan diri. Isapan jari bukan tanda kurangnya susu atau
kurangnya makanan. Hampir setiap bayi perlu bahan isapan tambahan, dan
jempol dan jari lainnya merupakan sumber alaminya. Dot merupakan
pengganti yang tepat dan, beberapa dokter gigi percaya, lebih baik untuk
perkembangan gigi untuk masa depan (tetapi hal ini masih mengundang
kontroversi).
Vaksinasi. Kunjungan kedua bayi ke dokter sebaiknya terjadi pada bulan
kedua. Selain untuk meneruskan pengukuran pertumbuhan bayi, dokter akan
memberikan vaksinasi pertama anak pada anak. (Vaksinasi hepatitis B
mungkin telah dilakukan di rumah sakit tak lama setelah bayi lahir.)
(sumber : satumed.com)

Agar Tidak Rewel, Bayi Jangan Sering Digendong
Jakarta - Oek...oek...oek... Tangis bayi tidak selalu terdengar indah. Bayi yang rewel dan
menangis terkadang membuat kesal orang di sekitarnya.

Agar tidak terus-terusan menangis, orangtua maupun pengasuh anak pun memilih untuk
sering menggendong si bayi. Ternyata, terlalu sering menggendong bayi berdampak kurang
baik.

"Kalau sering digendong, tidak ada keleluasaan bergerak. Akibatnya motorik kasar tidak
berkembang. Kalau rewel diajak bermain saja," kata dokter spesialis anak dr Attila Dewanti
SpA.

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk "Mengembangkan kecerdasan anak sejak
dini" di Brawijaya Women and Children Hospital, Jl Taman Brawijaya, Jakarta, Sabtu
(22/9/2007).

Attila kemudian menyampaikan tahapan perkembangan motorik kasar pada anak sejak bayi.
Umur 3-4 bulan, bayi mulai tengkurap. Umur 5-6 bulan duduk. Pada umur 7-8 bulan
merangkak. Lalu pada 9-11 bulan berdiri. Umur 12-13 bulan bayi berjalan. Pada umur 18
bulan mulai bisa jongkok dan berdiri. Sedangkan di umur 36 bulan, bayi sudah bisa
melakukan gerakan spesifik dan kompleks.

"Semua tahapan itu harus dilewati. Kalau tidak melewati, orangtua harus mengarahkan. Bila
terlewat, nanti saat dewasa ada kemampuan motorik kasar yang tidak bisa dilakukan juga,"
jelas perempuan berkacamata itu.

Ditambahkan dia, sebaiknya bayi juga tidak menggunakan baby walker. Alat ini membuat
bayi pasif, berjalan jinjit, dan rentan jatuh.

Pencapaian tahapan perkembangan motorik halus juga ada tahapan-tahapannya. Misalnya
saja, telapak tangan mulai terbuka biasa dilakukan bayi umur 3 bulan. Pada umur 10 bulan
sudah mulai meniru gerakan dan suara. Karena rentan meniru, orangtua jangan menggunakan
bahasa bayi saat berkomunikasi dengan anak. Hal itu bisa mengakibatkan anak bicara cadel
meski sudah besar.

Seiring bertambahnya umur, anak mulai bisa menggunakan tangan untuk memegang benda
besar dan kecil. Mereka juga mulai bisa membalik lembaran buku.

"Tapi sebaiknya, orangtua juga memberi kesempatan agar semua tahap perkembangan anak
berjalan normal sesuai usia. Jangan diburu-buru," sambung Attila. (nvt/sss)

Jika Bayi Rewel
Salah satu penyebab anak menjadi bayi sulit adalah karena mereka terlalu peka pada lingkungan
sekelilingnya. Misalnya terhadap suara, cahaya, atau sentuhan. "Ambang responnya tak seperti bayi
lain. Mereka sangat peka sehingga kepekaannya ini membuat mereka jadi tak nyaman ketika suara
yang didengar atau cahaya yang dilihatnya melewati batas respon yang dimilikinya," terang Evi .

Anda dapat membantu si kecil tetap merasa nyaman dengan cara-cara berikut ini:

*Jika ia peka terhadap suara, usahakan rendahkan volume suara radio, teve, bel pintu, juga dering
telepon. Begitu pun volume suara Anda saat berbicara dengan si kecil atau mendendangkannya.
Minta orang seisi rumah melakukan hal sama.

*Jika penglihatannya sangat peka,gunakan tirai untuk menggelapkan kamar tidurnya sehingga ia bisa
tidur di siang hari. Hindari cahaya yang sangat terang di ruangan di mana ia sering berada. Usahakan
jangan memberi rangsangan visual terlalu banyak. Gantungkan hanya satu mainan ditempat
tidurnya atau letakkan satu-dua mainan di kotak bermainnya. Pilih mainan berdisain sederhana dan
berwarna lembut, jangan pilih yang rumit dan berwarna mencolok.

*Jika indera pengecapnya sangat peka, perhatikan makanan yang Anda konsumsi bila ia masih diberi
ASI. Rasa "aneh" pada air susu Anda, bukan hanya membuatnya rewel, juga menyebabkan ia
menolak disusui. Bisa juga mencoba susu formula dengan rasa lain bila ia rewel saat minum susu
botol. Begitu pun waktu ia mulai makan makanan padat. Jika ia rewel setelah beberapa kali Anda
memperkenalkannya pada satu jenis makanan padat, cobalah untuk menggantinya dengan jenis lain
atau rasa yang berbeda.

*Jika ia peka terhadap sentuhan,segera ganti popoknya begitu ia mengompol dan kenakan baju dari
bahan lembut yang agak longgar. Atur suhu ruangan sesuai tingkat kepekaannya. Jangan terlalu
banyak memegang dan memeluknya, atau pelajari cara mana yang tampaknya tak terlalu
mengganggunya saat Anda menggendong/memeluknya.

*Jika penciumannya sangat peka,umumnya ia akan terganggu oleh bau "aneh". Beberapa bayi mulai
menunjukkan reaksi negatif terhadap bau tertentu menjelang akhir tahun pertama. Bau bawang
yang digoreng, parfum ayah/ibunya, pewangi ruangan, atau bau obat penyemprot nyamuk, dapat
membuat bayi gelisah dan tak gembira.

Mengatasi Bayi Sulit
* Usahakan membuat jadwal harian sesuai kecenderungan alami bayi. Bila perlu, buat catatan harian
untuk menemukan pola waktu dari hari-hari bayi Anda. Misal, pada saat kapan saja ia rewel dan apa
saja penyebabnya, sekitar jam berapa ia biasanya lapar dan tidur, dan sebagainya.

* Sedapat mungkin lakukan hal yang sama pada waktu yang sama setiap hari. Saat menyusui,
misalnya. Meski ia tampaknya tak lapar atau sudah lapar sebelum waktunya, usahakan untuk tetap
bertahan pada jadwal. Bila perlu, beri ia makanan kecil jika ia tampak lapar di antara waktu-waktu
menyusui.

* Pada tahap awal, Anda hendaknya tak bersifat kaku atau sangat ketat terhadap jadwal. Sedikit
kekacauan tak masalah. Yang penting, pada akhirnya nanti si kecil menjadi terbiasa dengan suatu
rutinitas atau melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu.

* Hindari hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan tidur si kecil. Jika ia suka begadang, ayah dan
ibu dapat bergiliran melakukan tugas malam. Perhatikan hal-hal apa saja yang membuatnya suka
begadang sehingga Anda dapat menghindarinya, lalu cobalah perlahan-lahan menetapkan jadwal
tidur yang lebih baik.

* Perkenalkan ia pada obyek-obyek baru secara bertahap. Misalnya, gantungkan mainan baru di
boksnya untuk 1-2 menit, lepaskan dan pasang lagi beberapa saat kemudian untuk waktu sedikit
lama. Begitu seterusnya sampai ia siap untuk menerima dan menikmati mainan baru tersebut.

* Mintalah orang-orang "baru" untuk tak langsung mendekati si kecil. Mula-mula mereka bisa
menatap si kecil dengan jarak agak jauh dan mengajaknya bicara dari kejauhan pula. Minta mereka
sering hadir dan menyapanya sampai akhirnya si kecil tak merasa asing lagi.

* Perkenalkan satu jenis makanan baru secara bertahap, mulai dari jumlah yang sangat sedikit.
Jangan tambah dengan makanan baru lainnnya sebelum si kecil dapat menerima makanan baru
pertamanya.

* Hindari membeli botol susu baru dengan bentuk atau warna yang sangat berbeda. Begitu pun
barang-barang lain untuk keperluan si kecil seperti seprei, selimut, dan sebagainya.

Dimensi Temperamen Anak
Menurut Thomas & Chess, psikolog anak terkenal, ada 9 dimensi temperamen pada anak. Yaitu:
1. Tingkat aktivititas.
2. Keteraturan yang menyangkut pola kehidupan sehari-hari seperti jadwal makan dan tidur.
3. Respon terhadap stimulus baru yang diberikan. Misalnya, bagaimana sikapnya ketika didekati
orang baru, apakah ia mendekat atau malah menjauh.
4. Kemampuan beradaptasi terhadap stimulus baru seperti obyek atau orang baru.
5. Ambang responsif, yakni seberapa besar responnya terhadap stimulasi yang diberikan. Ada bayi
yang hanya mendengar suara sedikit saja langsung bereaksi, tapi ada juga bayi yang menunjukkan
reaksi lambat meski sudah diberi stimulus sedemikian rupa.
6. Intensitas reaksi yang muncul.
7. Suasana hati yang sering ditampilkan, apakah lebih banyak murung, menangis, atau tersenyum.
8. Seberapa mudah perhatiannya beralih. Apakah ia cepat berganti kegiatan sesaat setelah
melakukan sesuatu kegiatan atau sebaliknya.
9. Jangkauan perhatian dan ketekunannya, yakni seberapa lama tingkat konsentrasinya terhadap
sesuatu yang dikerjakan.
Cermati napa bayi rewel
MENJELANG tidur, sering kali tangisan bayi tak dapat dihindari. Rasa sedih, panik, bingung
pasti dialami sang ibu, apalagi jika dia baru pertama kali memiliki momongan.
Memang, menangis adalah respons paling primitif yang akan dilakukan bayi terhadap
lingkungan barunya. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebab-sebab si kecil menjadi
rewel saat jelang tidurnya.
Lapar
Jika bayi Anda merasa lapar, dia akan membuka dan menutup mulutnya (mengecap) atau
mulai menghisap jemarinya.
Lelah
Jika Anda melihat si kecil mulai diam dan terlihat bosan dengan mainannya, ia sering kali
mengusap mata, atau menguap berulang kali. Mungkin ini juga pertanda sudah waktunya
untuk tidur siang.
Bosan
Rasa bosan dan tidak nyaman sering kali dialami si kecil. Tak heran, jika dia mendadak
menangis dengan suara melengking, bahkan diikuti suara raungan dan jeda untuk diam
sesaat.
Belum lagi jika Anda berlama-lama berbicara dengan sahabat Anda melalui telepon, wah,
bisa-bisa si kecil akan memancing perhatian Anda dengan cara menangis sekeras-kerasnya.
Jika hal itu terjadi, segeralah bermain dengannya atau cukup sentuh dirinya sebagai tanda
bahwa Anda ada di sampingnya.
Kesepian
Jika bayi tertidur di gendongan Anda dan terbangun sambil menangis ketika Anda
meletakkannya di kasur bayi, jangan panik. Bisa saja itu terjadi karena dia merasa bingung
dan takut ditinggal sendirian. Atau, itu merupakan cara untuk mengatakan bahwa dia tak
ingin lepas dari gendongan dan hangatnya pelukan Anda.
Terlalu banyak stimulasi
Siapa yang tak senang melihat bayi lucu nan ³montok´. Bisa dipastikan banyak orang yang
akan berusaha untuk mencuri perhatiannya atau sekadar mencubit pipinya. Tak ayal, bayi
Anda akan bingung menghadapi itu semua. Tak pelak, si kecil akan menutup matanya atau
memalingkan muka kemudian menangis. Itu artinya, dia butuh sedikit ketenangan.
Kolik
Jika bayi Anda menangis selama tiga jam atau lebih setiap hari selama satu minggu, ia akan
mengalami kolik. Meskipun para ahli masih belum dapat menemukan penyebab pastinya,
kebanyakan dokter anak percaya bahwa kolik disebabkan oleh reflux, angin di perut, atau
masalah pencernaan lainnya. Kolik umumnya terjadi saat anak berusia 3 sampai 6 minggu
dan berakhir saat ia menginjak usia 3 bulan.

ibunya sakit (atau sedang menstruasi). Mengenai cara memperlancar produksi ASI. karena dengan jarang memberikan ASI maka produksi ASIpun akan menurun. maka jika si BAYI tidak mau menyusui sebaiknya ASI tetap di pompa keluar. bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu. bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak menyusu. Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat bayi tersedak. 12 Terganggu semburan ASI. Sementara untuk obat-obat modern. 13. Ketika suatu perubahan dirasa mengganggu. bisa menghubungi dokter kandungan untuk meminta resep penambah ASI. bayi. mungkin baik juga mengajaknya si anak bermainmain dulu. dan berikan ketenangan pada ibunya.11 Dibatasi jadwal menyusunya. kedatangan tamu. Jika terjadi berulang kali selama menyusu. Label: asi. bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung `mogok' menyusu. cara utama sebenarnya dengan terus memberinya ASI. Mengenai makanan banyak ibu ibu mengatakan memakan daun katuk atau buah pepaya muda yang direbut akan meningkatkan ASI. payudara ibu terinfeksi. bau tubuh ibu berubah. Tetapi yang jelas. Cobalah dicek alasan alasan diatas. Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi. teruslah berusaha. karena ibu yang gelisah juga akan mempengaruhi bayinya. dsb. Merasa terganggu oleh suatu perubahan. pindah rumah. ada pengasuh baru. menyusu . dan tentu harus ditambah dengan makanan bergizi lainnya. Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya. mana yang paling sesuai dengan kondisi ibu dan anaknya.

Bayi Rewel Posted September 5. Atasi Kerewelan dengan Benar Tangisan atau amukan bayi rewel acap membuat kita. ia tak menunjukkan konsistensi dalam sikap. Bingung bercampur lelah dan khawatir. Bayi itu terus menangis. menurut Ike. Biasanya.´ ungkap Ike. Ada yang menenangkan dengan memutar alunan musik merdu. Untuk itulah penanganan yang tepat diperlukan.. Sebab tidak jarang bayi yang lahir normal dan sempurna pun rewel. Ada yang mencoba menenangkan dengan menempatkan bayi di ayunan. ia baru menangis bila kondisinya sudah benar-benar µmenyakitkan¶. Sebaliknya. ³Tapi tidak selalu begitu. akhirnya membuat kita panik. Sayangnya. Maksudnya. bayi yang lahir dengan kelainan (misalnya kelainan jantung atau penyakit bawaan) kemungkinan juga akan berpembawaan sedikit rewel. perbedaan pembawaan bayi sangat tergantung banyak hal.´ terang Ike. 2009 by luchan in PERILAKU BAYI DAN ANAK. Ada yang menimang-nimang sambil membawa bayi pergi dari ruangan tempat menangis sembari mencari udara yang lebih segar. Ibu tadi juga tidak mencoba mengalihkan perhatian bayi kepada hal lain. kepanikan hanya akan membuat bayi bertambah rewel. Apalagi bila kita sudah mencoba menangani tapi bayi tetap rewel. Contohnya. sehingga bayi merasa direbut µkenyamanannya¶ tanpa mendapatkan ganti yang sebanding. Ike Anggraika. padahal ia tengah mendidik bayinya. Selain itu. Ibu hamil yang sering mendapatkan tekanan. ada bayi asyik menggigit-gigit ikat pinggang ayahnya. Sebab ikat pinggang bukanlah sesuatu yang aman untuk digigit bayi. cara menangani kerewelan yang tidak benar menyebabkan bayi tumbuh menjadi anak yang sulit dikendalikan. ada juga bayi yang amat sangat tenang. . ia pasti menangis atau mengamuk. lanjut Ike. Menurut psikolog pendidikan anak Universitas Indonesia Dra. Tak berhasil membujuknya. Tinggalkan sebuah Komentar Bayi selalu ingin merasa nyaman. seolah meminta ikat pinggang tersebut. Ia menangis karena tiba-tiba ibunya melarangnya. Bila tidak. kebingungan. kemungkinan akan melahirkan bayi yang rewel. Mulai pengaruh yang diterima bayi saat dalam kandungan hingga trauma yang diperoleh saat lahir. Padahal. Bayi yang mendapat trauma lahir (misalnya menjalani proses kelahiran yang mengakibatkan luka serius). tidak jarang orangtua menangani kerewelan bayi dengan cara yang kurang tepat. cara-cara yang dilakukan kurang mendidik. para orangtua. ia jadi rewel bahkan mengamuk. Selain itu. Bagaiman a supaya ia tetap nyaman dalam berbagai situasi? Ada bayi yang memiliki pembawaan µrewel¶. Mungkin ini pengaruh keturunan atau sifat bawaan dari orangtuanya. Selama ini. Ditandai:PERILAKU BAYI DAN ANAK. ³Tindakan ibu tadi keliru. Bila situasi tidak nyaman sedikit saja. M.Si. Ike mencontohkan. setiap orangtua mempunyai cara khusus untuk mengatasi kerewelan bayi mereka. akhirnya si ibu menyerah dan memberikan lagi ikat pinggang kepada bayinya untuk digigit-gigit.

berpermukaan kasar. Banyak bayi yang sedang menangis berhenti perlahan saat tangan ibu atau ayahnya menyentuh bagian tubuhnya atau menggendongnya. Untuk mengatasinya. Bila mendengar suara-suara seperti itu. Kasus yang sering terjadi adalah bayi menangis saat didudukkan di kursi makan. suara lembut berirama yang keluar dari mulut manusia dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman. Beri sentuhan Sentuhan akan membuat bayi yang rewel merasa nyaman. Beri pijatan lembut Pijatan lembut adalah salah satu bentuk sentuhan. pijatan membuat bayi rileks. Rasa khawatir atau lelah menangani bayi rewel kerap membuat kita panik. Cara ini bisa digunakan untuk mengatasi bayi yang menangis setiap kali dimasukkan ke dalam bak mandi. karena sikap panik hanya akan membuat bayi bertambah rewel dan stres. Atau bila perlu pindahkan bayi dari kursi beberapa saat. Jadi. Kadang bayi juga mendapatkan salah satu bagian tubuhnya terasa sakit. Ada penelitian yang menunjukkan. Misalnya pekarangan rumah. kemungkinan hal ini disebabkan bayi merasa bosan harus duduk di kursi yang itu-itu juga. pindahkan kursi makan ke tempat yang berbeda. tidak takut atau stres. Namun sebaiknya Anda tetap tenang. dll). Misalnya. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan bila bayi Anda rewel dalam berbagai kondisi: Ganti suasana yang lebih nyaman Bayi bisa tertekan karena bosan dengan situasi atau posisi yang sama. atau senandung lembut yang bermakna dari mulut ayah atau ibu dapat menenangkan bayi yang rewel. lagu-lagu. . Yaitu: Tetap tenang. Tapi dengan pijatan. Jika kursinya nyaman. sehingga Anda pula yang lebih mengetahui penanganan yang paling tepat untuk menanganinya saat rewel. Atau. Pilih penanganan yang tepat. bahkan berontak atau menepis makanan yang disodorkan. Jagalah Emosi Anda Faktor lain yang menentukan keberhasilan Anda menenangkan bayi rewel adalah sikap yang tepat.Melakukan tindakan yang benar adalah kunci menangani kerewelan bayi. Bila masih rewel. keras. bayi umumnya akan lebih kooperatif. Anda-lah yang lebih mengenal bayi Anda. Perdengarkan suara-suara lembut Puisi. ubah lagi posisi kursi. kakinya pegal karena posisi yang salah. Pilih tempat yang menarik atau pemandangannya lebih lega. Selain merasa nyaman. bayi akan merasa hangat karena aliran darahnya lebih lancar. ia merasa terlindungi. Biasanya ini terjadi pada bayi 2-4 bulan. Cara ini rupanya membuat bayi merasa nyaman karena ia merasa orang terdekatnya selalu berada di sisinya. ia merasa sendirian atau tidak diperhatikan. Atau badannya sakit karena tempat yang ditempati tidak nyaman (sempit.

Cari solusi yang tidak menciptakan masalah baru. Jaga emosi. Meninggalkan bayi rewel sejenak biasanya efektif untuk memperbaiki suasana hati. mintalah suami atau anggota keluarga lain menangani bayi. dalam keadaan rewel sekalipun kita tidak boleh memberi kelonggaran. bayi harus mendapat pola asuh yang konsisten. b Mila Meiliasari Sumber: Tabloid Ibu Anak . Tidak perlu menunggu sampai merasa marah jika bayi menangis terus. Ketika kekesalan sudah muncul. Sejak nol tahun.Konsisten. Artinya.

.SNQFMRFXF^FSLIFYFW\FPYZPJQZFWLFRZQFNRJS^JXZFNPFSPJMNIZUFS IJSLFSXJTWFSLGF^N^FSLGFWZ4WFSLYZFRZQFNYJWYFYFMNIZUS^FIFSGF^N RZQFNRFXZPIFQFRUTQFUJWNQFPZ^FSLIFUF YINPJSFQN8FFYXFFYYJSFSL XJTWFSLGF^NGNXFGJWZGFM ZGFMIJSLFSRFXFRFXFWJ\JQXJQFRF\FPYZNSN IFSGF^NRZSLPNSGNXFRJSJRZPFSHFWFZSYZPRJSJSFSLPFSINWNIFSYNIFP RJSFSLNXYJWZXRJSLNXFUOFWNGTQFP GFQNPFYFZRJSHFWNIFSRJSJRZPFS RFNSFSLFSYZSLINFYFXYJRUFYYNIZWGF^N 3FKFX9JWXZRGFY'F^N^FSLSTWRFQUFIFZXNFNSNYNIFPFPFSGJWSFKFXRJQFQZN RZQZYPJHZFQNGNQFNFPJPZWFSLFSZIFWF&PFSYJYFUNGF^NRZSLPNSFPFS RJSLFQFRNMNIZSLXJXFPXFRFXJUJWYNTWFSLQFNSOZLFPFWJSFZIFWFPJWNSL IJGZFYFZGZQZMFQZXIFWNXJQNRZY&QFYUJQJRGFGINPFRFWGF^NRZSLPNS IFUFYRJRGFSYZ/ZLFIFUFYRJRGFSYZPFQFZYJRUFYYNIZWGF^NINGFLNFS PJUFQFINSFNPPFSGJGJWFUFNSHNXJMNSLLFGF^NS^FIFUFYRJSJQFSZIFWF^FSL PJQZFWIFWNMNIZSL0FQFZGFS^FPQJSINWRJSLZR UZQINMNIZSLGJGJWFUF ITPYJWFSFPFPFSRJSLFSOZWPFSFLFWGJGJWFUFYJYJXQFWZYFSLFWFR  XJSITPYJMLFWFRIFQFRHHFNWINXYJWNQNXFXNIJSLFSRJSININMPFSS^F XJQFRFRJSNYINLZSFPFSZSYZPRJRGJWXNMPFSMNIZSLYJWXJGZY3FRZS UJSFSLFSFSXJUJWYNNSNZ RZRS^FGJQZRINYJWNRFXJHFWFRJS^JQZWZM'JGJWFUF UWFPYNXNUJWHF^FYNSIFPFSNSNMFS^FFPFSRJSFRGFMNWNYFXNMNIZSLIFS RJS^JGFGPFSUWTIZPXNQJSINWQJGNMGFS^FPQFLN  2JSFSLNXIFSPTQNP5FIFGZQFSGZQFSUJWYFRFRJSFSLNXXJGJSFWS^FMFS^F RJWZUFPFSHFWFXJTWFSLGF^NZSYZPGJWPTRZSNPFXN2JSFSLNXXJWNSL RJSFSIFPFSWFXFQFUFWYJYFUNYNIFPXJQFQZ'F^NRZSLPNSRJWFXFYJWQFQZ UFSFXFYFZYJWQFQZINSLNSGFXFMYFPZYFYFZMFS^FRJWFXFYNIFPJSFPGFIFS 'F^NRZSLPNSXJWNSLRJSFSLNXPMZXZXS^FXJQFRFGJGJWFUFMFWN XJYJQFMYNGFIN WZRFMIFWNWZRFMXFPNYPFWJSFNFMFWZXRJS^JXZFNPFSINWNIJSLFSWZYNSNYFX GFWZ'F^N^FSLRFXNMRZIFXJWNSLRJSFSLNXQFRFRJXPNUZSYNIFPFIFFUFUZS ^FSLYJWOFIN'JGJWFUFITPYJWRJSLFYFPFSGFM\FXJTWFSLGF^NYNIFP RJRUZS^FNHFWFQFNSZSYZ PRJSJSFSLPFSINWNFYFZPJQZFWIFWNUWTXJX^FSL RJRGZFYS^FQJRFMPFWJSFGJQFOFWYJSYFSLIZSNFNSN'F^FSLPFSXJUJWYNFUF NSNIJSLFSYNIFPRJSLJWYNFUFUZS^FSLINQNMFYFYFZINIJSLFWXJXJTWFSL .

YJWLFSYZSLUFIFTWFSLQFNSZSYZPRJRUJWTQJMXJYNFUWFXFS^FRFS IFQFR MNIZUS^F9JSYZXFOFMNIZUNSNRJQJQFMPFSIFSRJSFSLNXRJWZUFPFSHJWRNSFS IFWNPJQJQFMFSYJWXJGZY'F^N^FSLYNIFPWJ\JQYNIFPYFRUFPYNIZWXJUJWYN ^FSLQFNSS^F)N&RJWNPF8JWNPFYRFXFQFMSZYWNXNXJWNZXOFWFSLRJWZUFPFS FQFXFSRJSLFUFXJTWFSLGF^N RJSFSLNXIFSFSFP^FSLGJSFW GJSFW PJPZWFSLFSLN_NFPFSYJWQNMFYQJXZIFSGTITM5JS^JGFGGF^NRJSFSLNX^FSL UFQNSLXJWNZXNFQFMNSKJPXNYJQNSLFLFSLLZFSUFIFUJWZY^FSLRJSIFIFP FPNGFYUJSHJWSFFS^FSLYNIFPSTWRFQFYFZNSKJPXN PMZXZXS^FPFQFZINXJWYF N TQJMIJRFR&PFSYJYFUNIFQFRGFS^FPPFXZXFIFYFSIF YFSIFQFNSIFWN UJS^FPNYS^F'F^NYFRUFPXFPNYIFSXJWNSLRJRUJWQNMFYPFSWFXFYNIFP YJWYFWNPYNGFYNGFFPFSRFPFSFS)FQFRXNYZFXNXJUJWYNNYZGF^NXJWNSLYNGF  YNGFRJSFSLNX 'JGJWFUFGF^NINGF\FM ZXNFGZQFSRJSFSLNXXJQFRFMNSLLFOFRUJW MFWN2FXFQFM^FSLRJSLLFSLLZNSNINPJSFQXJGFLFNPTQNPIFSNSNQFMXZFYZ PTSINXN^FSLUJS^JGFGS^FGJQZRINPJYFMZN:RZRS^FPTQNPRZQFNUFIFZXNF MNSLLFRNSLLZIFSRJSLMNQFSLFSYFWFGZQFSPJYNLFIFSPJ JRUFY'JGJWFUF GF^N^FSLRJRUZS^FNPTQNPYNGF YNGFRJSOJWNY ^FSLQFNSMFS^FRJSFSLNX STWRFQYJYFUNXJQFRFGJWOFROFRGFWZINFR'F^NNSNRZSLPNSYFRUFPS^F XFSLFYPJXFPNYFSRJSFWNPPFPNS^FIFSRJSLJQZFWPFSZIFWFIFWNUJWZYS^F )TPYJWFSFPGFMPFSYNIFPX JYZOZYJSYFSLFUFPFMPTQNPNSNXZFYZUJS^FPNY FYFZYNIFP'JGJWFUFGJWUJSIFUFYMFQNSNYJWOFINPFWJSFXNXYJRUJSHJWSFFS ^FSLGJQZRRFYFSLFYFZLFXIFQFRUJWZY^FSLPWTSNX ^FSLQFNSGJWUJSIFUFY MFQNSNRJWZUFPFSPJUJPFFS^FSLYJWQFQZYNSLLNYJWMFIFUQNSLPZ SLFS^FSL GJWNXNPIFSMNWZPUNPZP2JRFSLPTQNPQJGNMZRZRINYJRZPFSUFIFGF^N^FSL FPYNKIFSUJPFIFSIFUFYRFPNSUFWFMFPNGFYPJYJLFSLFS^FSL INFPNGFYPFSS^FIFQFRINWNTWFSLYZFS^F  0TQNPOJSNXNSNYNIFPGJWGFMF^FPJHZFQNINXJGFGPFSTQJMXZFYZPTSINXN^ FSL XJWNZX.SNIFUFYINUFXYNPFSIJSLFSRJQFQZPFSUJRJWNPXFFSYJWMFIFUGF^N UJSLZPZWFSXZMZGFIFSPFIFSL PFIFSLUJRJWNPXFFSKJXJX PTYTWFSZSYZP RJRFXYNPFSFUFPFMFIFIFWFMFYFZUJRJWNPXFFSWFINTQTLNXUJWZY8FQFMXFYZ UJS^JGFGXJWNZXPTQNPNFQFMNSYZX ZXJUXN^FNYZYJWXJQNUS^FXJGFLNFSZXZXIN FYFX^FSLQFNS-FQNSNRJS^JGFGPFSUJRGZQZMIFWFM^FSLRJS^ZUQFNIFWFMPJ ZXZXRJSOFINPFPZIFSYJWXZRGFYIFSPFQFZYNIFPINGJYZQPFSFPMNWS^F .

RJSLFPNGFYPFSPJWZXFPFSOFWNSLFSUJS^ZRGFYFSZXZXIFSYJWIFUFYIFW FM IFQFRKJXJX 7NXJYGFWZGFWZNSNIN8\JINF^FSLRJRUJQFOFWNPTQNPUFIFGF^N^FSLRFXNM RJS^ZXZNRJQFUTWPFSGFM\FPFQFZNGZYNIFPQFLNRJRNSZRUWTIZPXZXZPTQNP GF^NS^FFPFSMNQFSLIFQFRXJGFLNFSGJXFWPFXZXMNQFSLIFQFRIJQFUFSMFWN XFOF8FYZXFYZS^FHFWFQFNSZSYZPRJSFSLFSNXJGFLNFSGJXFWPTQNPNFQFM YNSIFPFSRJSJSFSLPFSS^FXJUJWYN  2JQJYFPPFSGF^NYNIZWINFYFXUJWZYNGZS^F 2JRGZSLPZXGF^NIJSLFSJWFYIFQFRXJQNRZY 2JSLLJSITSLGF^NYJLFPFYFZIJPFYIJSLFSIFIFIFQFRLJSITSLFSGF^N 2JRGF\FGF^NSFNPRTGNQFYFZRJQJYFPPFSS^FINFYFXRJXNSHZHN^FSL XJIFSLINMNIZUPFSFLFWNFRJWFXFPFSLJYFWFSS^F 0FIFSLPFIFSLTGFYINGJWNPFSZSYZPRJSHJLFMXUFXRJ PJPFPZFS UJSHJWSFFSYJYFUNNSNYNIFPXJQFQZGJWKZSLXNIFSYNIFPINFSOZWPFSRJRGJWN GF^NTGFYPFWJSFXJGFG^FSLGJQZROJQFX 'JGJWFUFITPYJWXJHFWFGJWHFSIFRJWZOZPPTQNPXJGFLFNXZFYZPJFIFFS^FSL INXJGFGPFSTQJMGF^NIFS^FSLFPFSRJRUJSLFWZMNTWFSLYZFS^F'FWFSLPFQN XFQFMXFYZRFXFQFM^FSLXJWNZXIJSLFSPTQNPNFQFMGFM\FPJFIFFSNSN RJSLLFSLLZYJWGJSYZPS^FMZGZSLFS^FSLGFNPFSYFWFTWFSLYZFIFSGF^NS^F 5JSYNSLZSYZPIFUFYGJWNXYNWFMFYIFWNXYWJX^FSLINXJGFGPFSTQJMGF^N^FSL YJWZXRJSJWZXRJSFSLNX(FWFS^FIJSLFSPJIZFTWFSLYZFS^FXJHFWF GJWLFSYNFSRJSLFXZMS^FFYFZIJSLFSRJQNGFYPFS UJSLFXZM^FSLIFUFY INUJWHF^FXJQFRFGJGJWFUFOFRZSYZPGJGJWFUFPFQNIFQFRXJRNSLLZ/ZLF HZPZURJRGJXFWPFSMFYNGNQFPNYFYFMZGFM\FRFXFQFMNSNXJQFQZMNQFSL XJSINWNMFS^FIFQFRGJGJWFUFGZQFS'FLNTWFSLYZFPZSHNZYFRFIJSLFS RFXFQFMPTQNPNFQFMGJ WYFMFSXFRUFNGF^NS^FRJSHFUFNZXNFJRUFYGZQFSIFS INXNSNPJUFXYNFSIFSSFXNMFYIFWNITPYJWFSFPIFUFYRJRGFSYZ )NXNSYJLWFXNJLT'FS^FPGF^NWJ\JQXJYNFUMFWNUFIFXTWJMFWNRJSOJQFSL RFQFRFYFZUFIFF\FQF\FQRFQFRMFWN&MQNUXNPTQTLNFSFP&SSF+WJZ I RJWZOZPRFXFNSNXJGFLFNINXNSYJLWFXNJLT^FNYZXZFYZRFXF\FPYZGF^N QJYNMPFWJSFXJUFSOFSLMFWNRJSHTGFRJS^JXZFNPFSINWNIJSLFSQNSLPZSLFS .

IFSINWNS^FXJSINWNIFSPJMNQFSLFSPTSYWTQFYFXPJXJNRGFSLFSJRTXNTSFQ 8JTWFSLGF^NUFIFZXNFNSNYNIFPYFM ZGFLFNRFSFMFWZXWNQJPXIFSIJSLFS IJRNPNFSFPMNWS^FNFRJSOFINWJ\JQ8F^FSLS^FRFXF RFXFPJWFXPJUFQFNSN XJWNSLYJWPFNYIJSLFSRFXFINRFSFNGZS^FIFSFYFZF^FMS^FYNGFINWZRFM IFWNYJRUFYPJWOFGFWFSLPFQNRJSLFQFRNXZFYZINXNSYJLWFXNJLTRJWJPF XJSINWN4WFSLYZFXJGFNPS^FRJRFMFRNGFM\FPJWJ\JQFSNSNYNIFPFIF PFNYFSS^FIJSLFSUJSTQFPFSGF^NYJWMFIFURJWJPF XJGFQNPS^FNSNRJWZUFPFS GFLNFSIFWNXNPQZXSTWRFQIFQFROFR4WFSLYZFXJGFNPS^FINITWTSLZSYZP GJWRFNSRFNSIJSLFSGF^NS^F\FQFZUZSRJWJ PFWJ\JQ.SNIFUFYGJWZGFM RJSOFINXZFYZUJWYJRZFS^FSLRJS^JSFSLPFSPFWJSFRFXF^FSLYNIFPGNFXF NSNXJWNSLGJWZGFMYNGF YNGFRJSOFINRFXF^FSLRJRGFMFLNFPFS /FYZM4WFSLYZFXJGFNPS^FRJRGNFXFPFSINWNZSYZPYJYFURJRGJWNPFSXFYZ YFSLFSUFIFGF^NXJYNF UPFQNGF^NNSNGJWFIFINRJOFLFSYNFYFZINYJRUFYQFNS ^FSLRJRZSLPNSPFSGF^NNSNYJWOFYZM8ZQNYRJSLJYFMZNPFUFSXJTWFSLFSFP FPFSGJQFOFWRJRGFQNPPFSYZGZMS^F8F^FSLS^FPFWJSFYJSLPTWFPGF^NRFXNM HZPZUQZSFPIFSXFSLLZURJS^JWFUMFSYFRFSPFWJSFOFY ZMGF^NZRZRS^F XFSLLZURJSFMFSS^FIFSYNIFPYJWQZPFRJXPNUZSNFOFYZMIFSXFSLFY RJSFPZYPFSINRFYFPNYFXJRZF&PFSYJYFUNPFQFZXJTWFSLGF^NYNIFP RJRGJWNYFSLLFUFSXJYJQFMOFYZMFYFZRZSYFMFYFZPFQFZUZUNQRFYFS^F YNIFPRJRGJWNYFSLLFUFSUFIFXNSFW QFSLXZSL^FSLINFWFMPFSNFRZSLPNS RJSLFQFRNLJLFWTYFPFYFZXZFYZQZPFQFNSIFQFRTYFPIFSXJGFNPS^F QFSLXZSLINUJWNPXFTQJMITPYJW 2NSZRXZXZ4WFSLYZFRZSLPNSXFSLFYYJWLTIFZSYZPRJRGJWNRFPFSFS KTWRZQFPJUFIFGF^NIFSRJRFXZPPFSGTYTQPJRZQZYGF ^NIFSPJRZINFS RJSNSLLFQPFSS^FXJSINWNFS&PFSYJYFUNYNSIFPFSNSNXJGFNPS^FINMNSIFWPFS 'F^NIFUFYXFOFYJWXJIFP\FPYZTWFSLYZFS^FYNIFPRJQNMFYS^FIFSYNIFP RJSIJSLFWS^F8JQFNSNYZMFQNSNIFUFYXFSLFYRJSLLFSLLZUJQZFSLFSFP RJSLFQFRNUJWPJRGFSLFSSTWRFQ2NSZRXZXZRJWZUFPFSRFXFRFXFUJSYNSL ZSYZPRJQFPZPFSPTRZSNPFXN^FSLUJSZMPFXNMXF^FSLGFLNGF^NIJSLFS RNSZRIFWNGTYTQRFZUZSIJSLFSRJS^ZXZIFSPTSYFPRFYFOZLFRJWZUFPFS MFQUJSYNSL0FQFZINGNFWPFSXJSINWNFSGJWXFRFGTYTQS^FNSNRJWZUFPF S YNSIFPFSINSLNSIFSYNIFPRJSLLFNWFMPFSZSYZPRJSIFUFYPFSRFPFSFSIFS .

RZSLPNSFPFSRJS^JGFGPFSRFXFQFMUJWNQFPZINPJRZINFSMFWNPFQFZ RFPFSFSS^FRJSOFINXFYZ XFYZS^FXZRGJWPJLJRGNWFFSXJTWFSLGF^N 7ZFRPZQNY0FIFSLPFIFSLUFIFZXNFFSYFWFRNSLLZPJJ RUFYIFSPJXJUZQZM GFS^FPGF^NRJSLFQFRNWZFRXJUJWYNOJWF\FYINRZPFRFZUZSQJMJW^FSL YJWINWNIFWNGJSOTQFSPJHNQIJSLFSZOZSLYJSLFMGJW\FWSFUZYNM7ZFRIFYFSL IFSUJWLNPFIFSLPFIFSLRFPNSGZWZPPFQFZGF^NS^FUFSFXFYFZRJSFSLNX 2JSZWZYUJSIFUFYTWFSLWZFRFIFMZGZSLFSS^FIJSLFSUJWZGFMFSMTWRTS \FPYZMTWRTSNGZMNQFSLIFWNXNXYJRYZGZMGF^N4WFSLYZFYNIFPUJWQZ RJQFPZPFSFUFUZSYJSYFSLWZFRNSN^FSLFPFSRJSLMNQFSLIJSLFSXJSINWNS^F IFQFRGJGJWFUFRNSLLZ .XFUFSOFWNGZPFSYFSIFPZWFSLS^FXZXZFYFZ PZWFSLS^FRFPFSFS-FRUNWXJYNFUGF^NUJWQZGFMFSNXFUFSYFRGFMFSIFS OJRUTQIFSOFWNQFNSS^FRJWZUFPFSXZRGJWFQFRNS^F)TYRJWZUFPFS UJSLLFSYN^FSLYJUFYIFSGJGJWFUFITPYJWLNLNUJWHF^FQJGNMGFNPZSYZP UJWPJRGFSLFSLNLNZSYZPRFXFIJUFS YJYFUNMFQNSNRFXNMRJSLZSIFSL PTSYWT[JWXN .FWZPFS'JGJWFUFGF^NRZSLPNSRJSLLFWZP\FOFMS^FYJYFUNLFWZPFSNSN FPFSHJUFYXJRGZMIJSLFSFYFZYFSUFUJSLTGFYFS 5JSLQNMFYFS5FWFFMQNGJWGJIFUJSIFUFYYJSYFSLFUFYJUFYS^F^FSLIFUFY INQNMFYXJTWFSLGF^NUFIFZXNFNSN'JGJWFUFXYZINRJSLFYFPFSGFM\FGF^N UFIFZXNFGZQFSPJIZFYNIFPIFUFYRJQNMFYGJSIFXJOFZMFYFZRYJYFUN GFS^FPITPYJWFSFPIFSTWFSLYZFGJWFSLLFUFSGFM\FGF^NNSNXZIFMXFSLLZU RJQNMFYS^FPFQFZRJWJPFYJWYFWNP 8JS^ZR5FIFFPMNWGZQFSPJIZFXJGFLNFSGJXFWGF^NXJS^ZRUFIFXJXZFYZ ^FSLRJS^JSFSLPFSS^FIFSRJSLJQZFWPFSXZFWFPFWJSFS^FGZPFSRJSFSLNX 2JSLNXFUOFWN'ZPFSMFQ^FSLFXNSLIFSXFSLFYZRZRYJWOFINPFQFZGF^NUFIF ZXNFNSNRZQFNRJSLNXFUOFWNS^F/JSNXUJWNQFPZNSNRJWZUFPFSYFSIFF\FQIFS UJSYNSLIFQFRMFQPJUZFXFSINWN .FPXNSFXN0ZSOZSLFSPJIZFGF^NPJITPYJWXJGFNPS^FYJWOFINUFIFGZQFS PJIZF8JQFNSZSYZPRJSJWZXPFSUJSLZPZWFSUJWYZRGZMFSGF^NITPYJWFPFS .

RJRGJWNPFS[FPXNSFXNUJWYFRFFSFP UFIFFSFP .FPXNSFXNMJUFYNYNX' RZSLPNSYJQFMINQFPZPFSINWZRFMXFPNYYFPQFRFXJYJQFMGF^NQFMNW XZRGJWXFYZRJIHTR .

Kalau rewel diajak bermain saja." sambung Attila. anak mulai bisa menggunakan tangan untuk memegang benda besar dan kecil. Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk "Mengembangkan kecerdasan anak sejak dini" di Brawijaya Women and Children Hospital. Umur 12-13 bulan bayi berjalan.. tidak ada keleluasaan bergerak. "Semua tahapan itu harus dilewati. orangtua harus mengarahkan. orangtua maupun pengasuh anak pun memilih untuk sering menggendong si bayi. Umur 3-4 bulan. Pada umur 7-8 bulan merangkak. Tangis bayi tidak selalu terdengar indah. Agar tidak terus-terusan menangis. "Tapi sebaiknya. Pada umur 18 bulan mulai bisa jongkok dan berdiri. terlalu sering menggendong bayi berdampak kurang baik. (nvt/sss) . Attila kemudian menyampaikan tahapan perkembangan motorik kasar pada anak sejak bayi. Mereka juga mulai bisa membalik lembaran buku. Bayi yang rewel dan menangis terkadang membuat kesal orang di sekitarnya. orangtua juga memberi kesempatan agar semua tahap perkembangan anak berjalan normal sesuai usia." jelas perempuan berkacamata itu..Agar Tidak Rewel. Seiring bertambahnya umur." kata dokter spesialis anak dr Attila Dewanti SpA. sebaiknya bayi juga tidak menggunakan baby walker. Bila terlewat. Sedangkan di umur 36 bulan. Karena rentan meniru. nanti saat dewasa ada kemampuan motorik kasar yang tidak bisa dilakukan juga. berjalan jinjit. Jakarta.oek. Akibatnya motorik kasar tidak berkembang. Pada umur 10 bulan sudah mulai meniru gerakan dan suara. Pencapaian tahapan perkembangan motorik halus juga ada tahapan-tahapannya. bayi sudah bisa melakukan gerakan spesifik dan kompleks. "Kalau sering digendong. Alat ini membuat bayi pasif. Jangan diburu-buru.oek. Hal itu bisa mengakibatkan anak bicara cadel meski sudah besar.. Bayi Jangan Sering Digendong Jakarta . Sabtu (22/9/2007).Oek.. Ternyata. Lalu pada 9-11 bulan berdiri. telapak tangan mulai terbuka biasa dilakukan bayi umur 3 bulan. Kalau tidak melewati. Jl Taman Brawijaya. Umur 5-6 bulan duduk. Misalnya saja.. Ditambahkan dia. dan rentan jatuh.. orangtua jangan menggunakan bahasa bayi saat berkomunikasi dengan anak. bayi mulai tengkurap.

juga dering telepon. Usahakan jangan memberi rangsangan visual terlalu banyak. Gantungkan hanya satu mainan ditempat tidurnya atau letakkan satu-dua mainan di kotak bermainnya. pewangi ruangan. buat catatan harian untuk menemukan pola waktu dari hari-hari bayi Anda. Jangan terlalu banyak memegang dan memeluknya. usahakan untuk tetap bertahan pada jadwal. sekitar jam berapa ia biasanya lapar dan tidur. dapat membuat bayi gelisah dan tak gembira. Hindari cahaya yang sangat terang di ruangan di mana ia sering berada.umumnya ia akan terganggu oleh bau "aneh". bukan hanya membuatnya rewel. teve. Begitu pun volume suara Anda saat berbicara dengan si kecil atau mendendangkannya. *Jika penglihatannya sangat peka. Misal. Meski ia tampaknya tak lapar atau sudah lapar sebelum waktunya. *Jika ia peka terhadap sentuhan. Atur suhu ruangan sesuai tingkat kepekaannya. * Sedapat mungkin lakukan hal yang sama pada waktu yang sama setiap hari. Beberapa bayi mulai menunjukkan reaksi negatif terhadap bau tertentu menjelang akhir tahun pertama." terang Evi . bel pintu. Bisa juga mencoba susu formula dengan rasa lain bila ia rewel saat minum susu botol. beri ia makanan kecil jika ia tampak lapar di antara waktu-waktu menyusui.Jika Bayi Rewel Salah satu penyebab anak menjadi bayi sulit adalah karena mereka terlalu peka pada lingkungan sekelilingnya. parfum ayah/ibunya. cobalah untuk menggantinya dengan jenis lain atau rasa yang berbeda. Bila perlu. misalnya. usahakan rendahkan volume suara radio. Rasa "aneh" pada air susu Anda. Minta orang seisi rumah melakukan hal sama. Bau bawang yang digoreng. perhatikan makanan yang Anda konsumsi bila ia ma diberi sih ASI. . *Jika indera pengecapnya sangat peka.segera ganti popoknya begitu ia mengompol dan kenakan baju dari bahan lembut yang agak longgar. "Ambang responnya tak seperti bayi lain. Pilih mainan berdisain sederhana dan berwarna lembut. Anda dapat membantu si kecil tetap merasa nyaman dengan cara-cara berikut ini: *Jika ia peka terhadap suara. Bila perlu. Jika ia rewel setelah beberapa kali Anda memperkenalkannya pada satu jenis makanan padat. atau sentuhan. juga menyebabkan ia menolak disusui. atau bau obat penyemprot nyamuk. *Jika penciumannya sangat peka. Mereka sangat peka sehingga kepekaannya ini membuat mereka jadi tak nyaman ketika suara yang didengar atau cahaya yang dilihatnya melewati batas respon yang dimilikinya. Saat menyusui.gunakan tirai untuk menggelapkan kamar tidurnya sehingga ia bisa tidur di siang hari. Begitu pun waktu ia mulai makan makanan padat. jangan pilih yang rumit dan berwarna mencolok. Mengatasi Bayi Sulit * Usahakan membuat jadwal harian sesuai kecenderungan alami bayi. cahaya. atau pelajari cara mana yang tampaknya tak terlalu mengganggunya saat Anda menggendong/memeluknya. pada saat kapan saja ia rewel dan apa saja penyebabnya. Misalnya terhadap suara. dan sebagainya.

Perhatikan hal-hal apa saja yang membuatnya suka begadang sehingga Anda dapat menghindarinya. selimut. tapi ada juga bayi yang menunjukkan reaksi lambat meski sudah diberi stimulus sedemikian rupa. Jangan tambah dengan makanan baru lainnnya sebelum si kecil dapat menerima makanan baru pertamanya. menangis. Seberapa mudah perhatiannya beralih. Suasana hati yang sering ditampilkan. lepaskan dan pasang lagi beberapa saat kemudian untuk waktu sedikit lama. Ambang responsif. pada akhirnya nanti si kecil menjadi terbiasa dengan suatu rutinitas atau melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu. 3. atau tersenyum. Dimensi Temperamen Anak Menurut Thomas & Chess. psikolog anak terkenal. 7. Misalnya. Intensitas reaksi yang muncul. . Begitu pun barang-barang lain untuk keperluan si kecil seperti seprei. Yaitu: 1. * Hindari hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan tidur si kecil. Sedikit kekacauan tak masalah. Mula-mula mereka bisa menatap si kecil dengan jarak agak jauh dan mengajaknya bicara dari kejauhan pula. * Perkenalkan ia pada obyek-obyek baru secara bertahap. Yang penting. lalu cobalah perlahan -lahan menetapkan jadwal tidur yang lebih baik. * Mintalah orang-orang "baru" untuk tak langsung mendekati si kecil. apakah ia mendekat atau malah menjauh. ada 9 dimensi temperamen pada anak. Kemampuan beradaptasi terhadap stimulus baru seperti obyek atau orang baru. yakni seberapa lama tingkat konsentrasinya terhadap sesuatu yang dikerjakan. dan sebagainya. 2. 9. gantungkan mainan baru di boksnya untuk 1-2 menit. Misalnya. yakni seberapa besar responnya terhadap stimulasi yang diberikan. mulai dari jumlah yang sangatsedikit. Anda hendaknya tak bersifat kaku atau sangat ketat terhadap jadwal. Jika ia suka begadang. Keteraturan yang menyangkut pola kehidupan sehari-hari seperti jadwal makan dan tidur. 4.* Pada tahap awal. ayah dan ibu dapat bergiliran melakukan tugas malam. * Hindari membeli botol susu baru dengan bentuk atau warna yang sangat berbeda. Ada bayi yang hanya mendengar suara sedikit saja langsung bereaksi. * Perkenalkan satu jenis makanan baru secara bertahap. apakah lebih banyak murung. Tingkat aktivititas. Respon terhadap stimulus baru yang diberikan. Apakah ia cepat berganti kegiatan sesaat setelah melakukan sesuatu kegiatan atau sebaliknya. 8. 5. Jangkauan perhatian dan ketekunannya. Begitu seterusnya sampai ia siap untuk menerima dan menikmati mainan baru tersebut. bagaimana sikapnya ketika didekati orang baru. 6. Minta mereka sering hadir dan menyapanya sampai akhirnya si kecil tak merasa asing lagi.

Jika hal itu terjadi. Kolik umumnya terjadi saat anak berusia 3 sampai 6 minggu dan berakhir saat ia menginjak usia 3 bulan. bahkan diikuti suara raungan dan jeda untuk diam sesaat. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebab-sebab si kecil menjadi rewel saat jelang tidurnya. menangis adalah respons paling primitif yang akan dilakukan bayi terhadap lingkungan barunya. Memang. si kecil akan menutup matanya atau memalingkan muka kemudian menangis. Bosan Rasa bosan dan tidak nyaman sering kali dialami si kecil. Mungkin ini juga pertanda sudah waktunya untuk tidur siang. bayi Anda akan bingung menghadapi itu semua. itu merupakan cara untuk mengatakan bahwa dia tak ingin lepas dari gendongan dan hangatnya pelukan Anda. ia akan mengalami kolik. bisa-bisa si kecil akan memancing perhatian Anda dengan cara menangis sekeras-kerasnya. Atau. angin di perut. jangan panik. dia butuh sedikit ketenangan. Bisa saja itu terjadi karena dia merasa bingung dan takut ditinggal sendirian. wah. Kesepian Jika bayi tertidur di gendongan Anda dan terbangun sambil menangis ketika Anda meletakkannya di kasur bayi. Tak heran. Itu artinya. apalagi jika dia baru pertama kali memiliki momongan. Lelah Jika Anda melihat si kecil mulai diam dan terlihat bosan dengan mainannya. bingung pasti dialami sang ibu. jika dia mendadak menangis dengan suara melengking. Kolik Jika bayi Anda menangis selama tiga jam atau lebih setiap hari selama satu minggu. Lapar Jika bayi Anda merasa lapar. kebanyakan dokter anak percaya bahwa kolik disebabkan oleh reflux. dia akan membuka dan menutup mulutnya (mengecap) atau mulai menghisap jemarinya. atau menguap berulang kali. Meskipun para ahli masih belum dapat menemukan penyebab pastinya. atau masalah pencernaan lainnya. segeralah bermain dengannya atau cukup sentuh dirinya sebagai tanda bahwa Anda ada di sampingnya.Cermati napa bayi rewel MENJELANG tidur. Bisa dipastikan banyak orang yang akan berusaha untuk mencuri perhatiannya atau sekadar mencubit pipinya. Terlalu banyak stimulasi Siapa yang tak senang melihat bayi lucu nan ³montok´. Belum lagi jika Anda berlama-lama berbicara dengan sahabat Anda melalui telepon. ia sering kali mengusap mata. Tak ayal. Rasa sedih. . sering kali tangisan bayi tak dapat dihindari. Tak pelak. panik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->