P. 1
Masa Rontok Bulu Pada Itik

Masa Rontok Bulu Pada Itik

|Views: 4,409|Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2012

pdf

text

original

masa rontok bulu pada itik

oleh DOdy Faizal khususnya itik jawa atau itik lokal indonesia akan selalu mengalami masa rontok bulu, dan hal ini terjadi secara alami. masa rontok bulu terjadi jika itik sudah berproduksi selama 10 sampai 12 bulan, tetapi ada beberapa hal tertentu yang menyebabkan itik mengalami rontok bulu lebih cepat, antara lain dari faktor cuaca yang ekstrim, misalnya dari musim panas ke musim hujan, meskipun belum 10 bulan beberapa itik akan mengalami masa rontok bulu, sedangkan faktor kedua adalah pergantian pakan yang sifatnya drastis baik secara kuantitas maupun secara kualitas.masa rontok bulu pada itik biasanya terjadi sekitar 4 s.d 6 minggu. karena itik tidak berproduksi atau produksi menurun maka perlu dilakukan langkah- langkah yang dirasa perlu, terutama dalam hal manajemen pakan. menghadapi masa rontok bulu tersebut peternak harus lebih bijaksana dalam memberikan pakan kepada itik, hal yang pertama jika itik mengalami masa rontok bulu setelah berproduksi selama 10 sampai dengan 12 bulan adalah memuasakan itik selama 2 hari tidak diberi makan, dan hanya diberi minum saja, hal ini dimaksudkan untuk menseragamkan rontoknya bulu pada sekumpulan itik. hal yang kedua dalam memperlakukan itik yang rontok bulu adalah dengan memberikan itik pakan sedikit demi sedikit, ini dimaksudkan agar itik tidak kaget setelah berpuasa tanpa makan selama 2 hari, hal yang ketiga adalah memberikan porsi makan yang secara kualitas dikurangi, misalnya saja itik yang secara normal diberi asupan pakan dengan kadar protein minimal 18% maka untuk sementara diberikan asupan protein lebih sedikit dari biasanya, karena kita ketahui bersama sumber pakan yang berprotein tinggi biasanya sangat mahal. hal yang keempat adalah setelah itik mulai tumbuh bulunya, maka sedikit demi sedikit asupan protein maupun nilai gizi pada itik cenderung ditingkatkan, sampai akhirnya itik mulai bertelur dan sumber protein diberikan normal seperti ketika itik bertelur. Link ke posting ini Diposkan oleh Dody Faizal di 05.21 0 komentar

Sabtu, September 25, 2010
analisis keuntungan beternak itik
oleh: Dody Faizal kenapa harus itik/bebek, kok tidak ayam, puyuh, atau jenis unggas lainnya, memang berbagai alasan yang menguatkan telah saya paparkan pada artikel artikel sebelumnya, dan kini saatnya saya coba menulis tentang analisis keuntungan beternak itik, tentunya dengan harapan ini menjadi dasar pijakan untuk para peternak pemula dibidang ini. adapun analisis yang saya gunakan saat ini adalah dengan menggunakan patokan harga yang berlaku saat ini di daerah jombang-mojokerto jatim. 1. jika usaha ini dimulai dengan 500 ekor itik siap telur

2. asumsi harga itik siap telur 39 ribu/ ekor 3. umur itik sekitar 5 bulan 4. tanah yang digunakan adalah 200 m2 (milik sendiri) 5. pemeliharaan dilakukan selama 10 bulan 6. harga telur konsumsi 1100/butir 7. harga pakan racikan sendiri 2400/kg 8. tingkat kematian 2% 9. produktivitas rata- rata 70% 10.masa pakai kandang 5 tahun 11.penggunaan pakan yang baik per 100 ekor,16kg 12.gaji pegawai untuk 1 orang adalah 600 rb 13.harga itik afkir adalah 31 ribu/ekor maka dengan asumsi diatas maka kita dapat memperhitungkan besarnya modal, biaya, serta keuntungan yang dikeluarkan maupun yang diperoleh dalam waktu 10 bulan, dengan rincian sebagai berikut: A. INVESTASI Untuk point ini investasi adalah kandang dan ternak, dan karena kita ketahui bersama bahwa kandang yang digunakan adalah kandang dengan keadaan tidak permanen maka daya tahannya hanya untuk 5 tahun dan biaya pembuatan kandang dengan bahan baku dari bambu dan atap dari asbes adalah sebesar Rp 6 juta dengan kapasitas 500 ekor itik. sedangkan untuk biaya ternak adalah 39.000,- X 500 adalah 19,500.000,jadi total ivestasi adalah 25.500.000,B. BIAYA OPERASIONAL 1.biaya penyusutan kandang 6 juta : 60 bulan = 100.000,2.penyusutan itik 500 ekor X (Rp 39.000,- dikurangi 31.000,-)= 4.000.000,- dibagi 10 bulan adalah 400.000,3.biaya pakan, 5 X 16 kg X Rp.2400,- X 30 hari = 5.760.000,4.listrik dan air perbulan Rp. 80.000,5.gaji karyawan sebesar 600.000,total biaya operasional adalah Rp. 6.940.000,C. PENDAPATAN PERBULAN dari penjualan telur itik perbulan dengan asumsi harga telur 1100 per butir dan kemampuan bertelur rata- rata 70% maka 70% X 500 X 1100 X 30 hari adalah Rp. 11.550.000,penjualan itik afkir dengan toleransi kematian 2% maka 490 X 31.000,- adalah 15.190.000,dibagi 10 bulan 1.519.000,adapun total pendapatan yang diperoleh dari usaha ini adalah 13.069.000,D. KEUNTUNGAN PER BULAN keuntungan adalah total pendapatan perbulan dikurangi total biaya operasional maka = 13.069.000 - 6.940.000,- = 6.129.000,jadi itulah sekedar analisis awal yang dapat saya berikan, paling tidak menunjukkan kepada para calon peternak itik, bahwasanya beternak itik sangat menguntungkan asalkan standard pakan, kandang dan pemeliharaannya terpenuhi. selamat beternak Diposkan oleh Dody Faizal di 07.22 0 komentar

Link ke posting ini

perawatan kandang itik petelur

by: DOdy Faizal selain makanan,dan bibit itik kandang merupakan faktor utama yang menentukan tingkat keberhasilan dalam usaha itik petelur, karena kita ketahui bersama bahwa banyak macam kandang untuk itik petelur ada kandang ren, dan litter, ada kandang sistem batere, intensif, semi intensif, ada kandang dengan sistem kering maupun sistem basah, yang pada akhirnya dari berbagai segi tersebut, membuat perawatan yang dilakukannya juga berbeda-beda. kunci sukses perawatan kandang yang harapan akhirnya adalah mencapai produktivitas tertinggi adalah bagaimana kandang tersebut nyaman bagi ternak, dan mengenai standard masing masing telah ada. untuk mencegah timbulnya penyakit dan mengurangi bau tidak sedap pada kandang itik sebaiknya kandang dibersihkan setiap hari, hal ini sangat memungkinkan untuk kandang yang lantainya dari semen, maka dengan kemiringan tertentu maka kandang tersebut setiap hari disiram air, sedangkan untuk kandang dengan lantai litter maka kandang tersebut tanahnya dibolak balik setiap seminggu sekali dengan tujuan agar alas tetap kering dan empuk serta tidak lembab, jika tidak pernah dibalik maka lantai lembab dan akan mengundang berbagai penyakit yang menyerang unggas. untuk kandang yang menggunakan sistem basah, dimana ada kolam di area kandang maka hal pertama yang dilakukan adalah selalu mengganti air pada kolam atau tempat minum ternak, minimum 1 hari sekali, syukur kalau kolam atau tempat minum airnya selalu dibuat mengalir sehingga ada sirkulasi, dan kotoran sisa makanan atau kotoran unggas selalu larut di air yang mengalir tersebut, sedangkan untuk pengaturan disekitar tempat minum atau mandi pada sistem basah haruslah dibuat parit kecil antara kolam dengan kandang, yang mana diatas parit tersebut dipasang bilah bambu atau kayu agar air yang dari kolam tidak langsung ke kandang tapi dibuang dulu ke parit tersebut, sehingga lantai kandang tetap kering dan nyaman. pada prinsipnya meskipun itik merupakan salah satu hewan air tetapi kandang untuk bertelur haruslah tetap kering dan terhindar dari becek akibat air yang tergenang secara sembarangan. didalam maupun disekitar kandang haruslah dijaga mengenai sirkulasi udara dan sinar matahari, kita harus atur pohon disekitar kandang agar tidak menghalangi kebutuhan itik akan sinar matahari, begitupun angin juga harus kita atur sedemikian rupa agar kandang tidak terlalu pengap karena ventilasi udara yang kurang maksimal.

Tips Merawat Bebek Siap telur Untuk Peternak Pemula (Bagian I)

penulis : Dody Faizal Memulai usaha peternakan bebek tidaklah sulit, tetapi ada standart- standart yang harus dipenuhi untuk merawat bebek siap telur agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita, jangan sampai ketika kita memulai dan ketika menemui masalah lantas kita putus asa dan berhenti untuk melakukan usaha peternakan bebek. Berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan apabila kita memulai usaha peternakan bebek yang dimulai dari bebek siap telur: Pakan : mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan beternak bebek petelur, bebek tidak akan segera bertelur bisa dikarenakan pakan, tetapi bisa dipercepat waktu bertelurnya juga dikarenakan pakan. Disini yang dimaksudkan pakan adalah pakan yang memenuhi persyaratan gizi bagi ternak, ada banyak pilihan dalam memilih pakan bebek, antara lain; dedak (katul) nasi kering, roti kedaluwarsa, jagung, dsb. Maka jika menggunakan dedak haruslah dedak yang halus, atau dedak yang bagus, ada beberapa macam dedak, tidak hanya sekedar halus, karena ada kulit padi yang di giling kembali menjadi sangat halus, dan oleh mereka di jual lagi sebagai dedak halus, ketika ini diberikan ke ternak, maka ternak tidak akan gemuk, maka semakin kurus, dan akhirnya masa bertelurnya akan mundur lagi. Jika memakai nasi kering, haruslah di rendam dahulu minimal 10 menit, baru diberikan ke ternak, begitupun jagung, haruslah jagung yang baru, karena ada beberapa jagung yang masuk kategori stok lama, terkadang didapati jagung tersebut beracun, sehingga menyebabkan ureter ternak rusak, dan akibatnya ternak tidak akan bisa bertelur, atau bisa bertelur tapi perlu waktu yang sangat lama, sedangkan untuk roti kedaluwarsa haruslah dijemur dulu seharian, agar jamur maupun bakteri yang berbahaya mati, dan bisa diberikan secara aman ke ternak. Yang lebih penting agar ternak bisa cepat bertelur, atau bertelurnya bertahan maka dalam pemberian pakan haruslah cukup, artinya tidak kurang ataupun tidak lebih, jika pola makan dilakukan 3 X sehari maka persekali makan dapat dihabiskan dalam kurun waktu2 jam, sebagai catatan, jika ransum habis dalam waktu 5 s/d 10 menit, maka bisa dipastikan bahwa pemberian ransum tersebut masih kurang. Meskipun jenis pakannya tergolong bagus, tapi jika takarannya kurang maka hasilnya tidak akan maksimal, bebek tidak akan gemuk, yang akhirnya aktivitas bertelurnya tidak akan lancar. Pada prinsipnya untuk bebek yang akan bertelur atau baru belajar bertelur/ mulai bertelur, maka menjadi keharusan bahwa bebek tersebut gemuk, jika sudah gemuk maka syarat bertelur akan terpenuhi. Untuk perbandingan pakan adalah 1 : 3, dengan takaran 1 untuk konsentrat, dan 3 untuk pakan lainnya, untuk berapa kilo yang dibutuhkan maka sangatlah kasuistis melihat jenis pakannya, karena setiap jenis pakan bisa membawa dampak tersendiri terhadap ternak.

Hati- hati beli bebek siap telur

Penulis : Dody Faizal Berinvestasi di sektor perunggasan terutama sub sektor bebek tidaklah salah, dalam hal ini malah penulis anjurkan, karena seperti saya kemukakan di artikel terdahulu bahwa ada beberapa kekuatan dari beternak bebek dari pada jenis unggas yang lainnya. Hal ini tentunya cukup beralasan mengapa bebek akhirnya menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai tetapi bermodalkan minim atau mereka yang bermodal maximal berusaha untuk mengembangkannya. Pilihannyapun juga banyak, dari mulai usaha penetasan, bebek pedaging sampai dengan bebek siap telur. Khusus bebek siap telur akan saya ulas sedikit disini. Disebut siap telur dikarenakan sudah atau mau menghadapi masa bertelur, biasanya bebek mulai bertelur umur 5,5 bulan lebih, bahkan ada yang mulai bertelur umur 6 bulan lebih, dan biasanya penjual bebek siap telur menjual bebeknya pada umur 5 bulan atau lebih ada yang 5 bulan lebih 1 minggu, 5,5 bulan, 6 bulan, bahkan ada yang menjual bebeknya pada 6 bulan lebih dan sudah mulai bertelur. Artinya yang disebut siap telurpun bisa diterjemahkan macam- macam. Dalam hal ini konsumen harusnya jeli melihat sangat variatifnya bebek siap telur, dan tentunya hal tersebut disertai dengan harga yang disesuaikan. Tentunya bebek yang udah mulai (mengawali) bertelur harganya paling tinggi dibandingkan dengan yang lebih muda, perhitungan sederhananya adalah jika jumlah hari atau minggu di kurskan dengan biaya pakan selama itu. Konsumen terkadang beranggapan mana yang lebih murah itu yang akan dibeli, tanpa peduli mengenai umur bebek tersebut, atau kurang berapa hari bebek tersebut bertelur, meskipun itu sekedar perkiraan. Mungkin harga lebih murah, tapi bebek tersebut masih muda, atau harga lebih tinggi tapi bebek tersebut sudah mulai bertelur, atau bebek tersebut benar- siap bertelur dalam hitungan hari, nah parameternya adalah pakan, jika pakan didaerah setempat murah, mungkin beli yang masih muda lebih menguntungkan. Point penting lainnya adalah beli bebek umurnya harus seragam, artinya bebek yang dibeli tersebut adalah benar- benar dari bebek yang satu kelompok, agar nantinya jika sudah mulai bertelur maka tidak akan menunggu terlalu lama. beberapa penuturan mereka yang sudah beli bebek siap telur, merasa ditipu karena dari kelompok bebek tersebut di campur dengan bebek yang sudah tidak produktif lagi (afkir) atau dicampur dengan yang sudah bertelur tapi sudah mendekati masa afkir. Sisi lain, hanya mereka yang benar- benar lama berkecimpung di dunia ³perbebekan´, yang paham masalah bebek, tapi bagi mereka yang awam atau mau mengawali usaha bebek, harusnya meminta jaminan kepada pembeli terhadap adanya kemungkinan- kemungkinan yang tidak kita inginkan. Selamat beternak«««

Bebek Siap Telur untuk Peternak "Pemula"

Penulis : Dody Faizal Banyak orang bingung bagaimana memulai usaha peternakan bebek ini, secara kasat mata memang sulit bagaimana harus menyiapkan kandang, membeli ternak, mengolah ransum, serta menjual hasil dari ternak tersebut. kalau harus ditanya apa modal paling utama dalam usaha ini, tidak lain adalah "kemauan", tentunya kemauan tidak berdiri sendiri, melainkan harus ada dukungan dari semua aspek, termasuk dalam hal ini permodalan. adapun modal untuk memulai usaha ini sangatlah ekonomis, bisa dibandingkan dengan jenis unggas lainnya, misalkan ayam, dari sisi resiko kematian dan biaya kandang memang bebek lebih ekonomis daripada ayam. lantas jika kita ingin beternak bebek harus mulai dari mana? banyak pilihan yang bisa kita ambil. pertama: bebek pedaging muda: tentunya dimulai dari DOD pejantan/ meri jantan, karena harga meri jantan lebih murah dari meri betina. bebek pedaging muda ini usia panennya 50 sampai dengan 60 hari, kuncinya adalah bagaimana caranya agar bebek ini cepat gemuk. kedua: bebek pedaging afkir: bebek pedaging afkir ini dihasilkan dari paska produksi bebek petelur, artinya dikatakan afkir karena sudah tidak produktif lagi, maka harus dijual untuk dipotong. ketiga: bebek petelur yang dimulai dari DOD, perlu waktu paling tidak 6 bulan untuk menunggu agar ternak yang kita pelihara bisa menghasil telur, disamping itu juga resiko kematian kerap menghampiri peternak. keempat : bebek petelur yang dimulai dari yang sudah siap bertelur, pilihan keempat ini seringkali menjadi pilihan yang paling banyak diminati, karena selain resiko yang sangat minim terhadap kematian, juga jika di kalkulasi antara biaya beli DOD dan memberi makan selama 6 bulan ternyata lebih murah jika membeli bebek yang sudah siap bertelur. bagi mereka untuk pemula sangat tepat untuk memulai usaha peternakan bebek dengan cara membeli bebek petelur. ketika pilihan kita sudah ditentukan dengan memilih bebek siap telur, maka berikutnya adalah membuat kandang, di tahap ini angan- angan kita jangan mengarah pada kandang ayam, apalagi ayam petelur, karena tentunya biaya pembuatan kandang ayam petelur sangatlah mahal jika dibandingkan dengan biaya pembuatan kandang bebek. bebek merupakan jenis unggas yang sangat flexibel sekali, jadi kandangnyapun bisa sangat flexibel juga. cukup dangan kandang berbahan bambu maka kandang sudah bisa didirikan, untuk atap tidak harus genteng atau asbes, dengan terpal atau alas dari daun pun jadi, pagar pembatas kandangpun tidak harus mahal dari batu bata, melainkan dari bambu dengan tinggi 1 meter saja sudah cukup. tahap berikutnya adalah memilih/ membeli bebek yang siap telur; dalam membeli bebek yang sudah siap telur yang perlu diperhatikan adalah umur bebek, haruslah benar- benar mendekati usia bertelur, paling tidak usia 5 bulan setengah. dan belilah bebek yang seumuran, agar produksi telurnya tidak terlalu lama. setelah itu jika kita sudah dapat bebeknya maka ransum juga harus benar- benar diperhatikan, untuk bebek yang belum bertelur, komposisi pakan untuk konsentrat (sumber protein) jangan terlalu banyak, karena secara ekonomi juga kurang menguntungkan, baru setelah bebek sudah mulai bertelur komposisi konsentrat (sumber protein) bisa ditambahkan sedikit- demi sedikit.

nah yang ditunggu- tunggu telah tiba, yaitu memanen hasil dari ternak berupa telur....tiap pagi kita akan berbahagia jika bebek- bebek kita sudah pada bertelur semua, dan jangan lupa tetap memperhitungkan selisih antara biaya pakan dsb dengan hasil telur yang didapat. rata- rata bebek dalam keadaan normal bisa bertelur 70%, dan jika perawatan, makan, kandangnya bagus maka bisa menghasilkan lebih dari 80% bahkan mendekati 100%. maka dari itu, yang belum memulai dan berkeinginan untuk memulai usaha ini, jangan ditunda....., karena menunda berarti menghilangkan satu kesempatan.

Ketika Beternak Itik Menjadi Pilihan (sebuah pengalaman)
Sejak lama Kabupaten Brebes dikenal sebagai penghasil telur asin. Di pelosok kota maupun desa di kabupaten ini mudah kita jumpai toko atau kedai yang menjual telur asin. Tak pelak, telur asin menjadi trademark wilayah di ujung barat Provinsi Jawa Tengah tersebut. Melimpahnya produksi telur asin di Brebes tak terlepas dari banyaknya sentra peternakan itik di wilayah ini. Di Brebes tercatat 1.778 peternak itik yang tersebar dan bergabung di lebih dari 10 kelompok tani ternak itik (KTTI). Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan dengan peternak unggas lain, seperti peternak ayam petelur yang 246 orang ataupun peternak ayam pedaging yang hanya 99 orang. Beberapa sentra ternak itik di Brebes yang terkenal adalah di Desa Limbangan Wetan, Pakijangan, dan Gandasuli. Bahkan, KTTI Maju Jaya di Desa Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, tahun 2004 meraih predikat sebagai KTTI terbaik tingkat nasional. Banyaknya jumlah peternak itik menjadikan Brebes sebagai salah satu sentra peternakan itik di Jateng. Setiap tahunnya, lebih dari 100 juta telur diproduksi di peternakan-peternakan telur di Brebes. Populasi itik di wilayah ini mencapai 889.000 ekor. Banyaknya warga Brebes yang menggeluti profesi sebagai peternak itik tak terlepas dari keuntungan yang bisa dihasilkan dari kegiatan ini. Dengan modal yang tidak terlalu besar dan perawatan yang mudah, seorang peternak itik pemula (satu tahun) rata-rata bisa mendapat keuntungan bersih Rp 50.000 sampai Rp 150.000 per hari. Bahkan, apabila jumlah itiknya di atas 1.000 ekor, tak mustahil dia meraup keuntungan Rp 300.000 per hari. Tidak jelas sejak kapan usaha peternakan itik tumbuh di Brebes. Sejumlah peternak menyatakan, budidaya itik di Brebes sudah cukup lama. Awalnya dulu sangat sederhana. Itik digembalakan di persawahan dan sungai oleh para petani di tengah kesibukan bercocok tanam. "Sebenarnya sudah cukup lama orang Brebes beternak itik. Kalau dulu hanya sebagai sambilan, pekerjaan utama tetap bertani," ungkap Haryanto (40), peternak itik di Desa Limbangan Wetan, Kecamatan Limbangan. Seiring makin banyaknya industri rumah tangga di Brebes yang memproduksi telur asin sekitar tahun 1990-an, pasaran telur itik di wilayah ini pun terkatrol. Para peternak terpacu meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah jumlah dan memperbaiki manajemen peternakannya. Kegiatan beternak itik lambat laun menjadi kegiatan ekonomi utama dibandingkan dengan bertani. Bahkan, tak sedikit petani yang menjadikan lahan pertaniannya, terutama lahan bawang merah, untuk dijadikan areal peternakan itik. Ini seperti dilakukan oleh 30 peternak itik yang tergabung dalam KTTI Sumber Pangan Desa Gandasuli, Kecamatan Brebes, yang secara bergotong-royong membangun sentra peternakan itik di bekas lahan pertanian bawang merah mereka sejak tahun 2000 silam. Syahroni (58), Ketua KTTI Sumber Pangan, menuturkan, beternak itik lebih menjanjikan daripada bertani bawang maupun padi. Selain risikonya kecil, keuntungan ekonomi yang diperoleh lebih stabil dan relatif lebih besar.

"Waktu saya menjadi petani bawang merah, kalau harganya bagus, sekali panen memang untung sangat besar. Namun, biaya perawatannya juga besar. Selain itu, belakangan ini harga bawang merah jatuh akibat banyaknya bawang impor. Kalau beternak itik, risiko-risiko semacam itu tidak ada. Harga telur memang naik-turun, tetapi lebih stabil dibandingkan dengan harga bawang. Risikonya paling-paling harga pakan yang mahal," ungkap Syahroni. Selain adanya kemudahan pasar, peternak itik di Brebes juga diuntungkan oleh banyaknya sungai kecil yang mengalir di wilayah ini, terutama di daerah utara. Sungai-sungai memudahkan peternak menggembalakan dan memberikan air minum bagi itik. "Keberadaan sungai sebenarnya tidak mutlak. Namun, apabila ada, itu sangat membantu. Itik yang digembalakan akan lebih mudah bertelur karena tidak gampang stres dan lemaknya terbakar," papar Kepala Kantor Peternakan Kabupaten Brebes Nono Setyawan. Keuntungan lain yang dimiliki peternak itik, kata Nono, daya tahan itik dari serangan penyakit cukup tinggi, termasuk flu burung yang kini menghantui para peternak unggas di Indonesia. Ini tak terlepas dari faktor bawaan (carrier) itik yang memang memiliki kekebalan terhadap serangan virus tersebut. "Kematian itik di Brebes akibat serangan virus flu burung jarang sekali, khususnya apabila dibandingkan dengan jenis unggas yang lain. Dua tahun terakhir tidak pernah ditemukan kasus seperti itu," ujarnya. Modal tak besar Modal beternak itik tidak terlalu besar. Kebutuhan utama adalah membeli anak itik atau yang biasa disebut dengan meri yang harganya Rp 750 sampai Rp 1.000 per ekor. Biasanya, pada kesempatan pertama peternak membeli 300 sampai 500 ekor meri. Sudah menjadi patokan para peternak itik di Brebes, untuk memperoleh untung jumlah ternak yang dibudidayakan minimal 400 ekor. "Kalau 300 ekor hanya impas. Namun, kalau 400 ekor, sudah ada keuntungan yang diperoleh meski tidak besar," tutur Karyanto, peternak itik di Desa Limbangan Wetang, Kecamatan Brebes. Diperlukan waktu enam bulan bagi anak itik untuk tumbuh menjadi dewasa dan siap bertelur. Minimal 60 persen dari itik yang dipelihara akan bertelur setiap hari. Bahkan, apabila musim sedang bagus dan itik tidak stres, persentase bertelurnya bisa mencapai 80 persen. Artinya, jika jumlah itik yang dipelihara 600 ekor, telur yang dihasilkan setiap harinya antara 350 butir-500 butir. Di KTTI Sandang Pangan, setiap peternak memiliki 500 ekor sampai 1.500 ekor itik. Kandang- kandang para peternak di KKTI itu berada dalam satu kompleks yang dipisahkan dengan kerangkeng bambu. Satu kandang disekat menjadi dua bagian, yakni tempat makan dan tempat bertelur. Sekat itu diberi satu pintu untuk pergerakan itik. Bangunan kandang pada umumnya terbuat dari bambu. Sebagian kandang ada yang beratap genteng sederhana, sebagian lagi ada yang hanya berupa alang-alang atau daduk. Hal seperti itu juga terlihat di hampir semua sentra peternakan itik di Brebes. "Kandang sederhana tidak masalah, yang penting sering dibersihkan," kata Haryanto. Haryanto memiliki 600 ekor itik di kandangnya, dengan produksi 350 butir sampai 400 butir telur setiap hari. Dengan harga telur itik saat ini berkisar antara Rp 700 sampai Rp 750 per butir, dalam sehari Haryanto memperoleh hasil penjualan hingga sekitar Rp 300.000. Penghasilan kotor itu dikurangi biaya pembelian pakan dan obat-obatan sekitar Rp 150.000. Dengan demikian, dalam sehari Haryanto mendapat keuntungan bersih Rp 150.000. "Penghasilan saya sebagai peternak itik cukup lumayan dibandingkan dengan waktu saya masih bertani. Namun, itu semua harus dicapai dengan kerja keras. Tidak duduk-duduk saja," katanya oleh: M.Burhanudin

Hati- Hati, Jika Kandang Anda Becek !!!

Penulis : Dody Faizal

Memang pada dasarnya itik/ bebek merupakan jenis unggas yang suka dengan segala macam yang berbau atau berhubungan dengan air, berbeda dengan jenis unggas lainya yang tidak pandai berenang seperti ayam ataupun puyuh. kerapkali kita melihat ketika bebek di lepas ke sungai maka mereka akan berenang dan mencari makanan apakah itu jenis ikan maupun keong yang menempel pada dinding sungai, dengan paruhnya mereka akan mematuki (istilah jawa ; Nyosor) makanan atau hewan- hewan yang berada didalam sungai tersebut. rupanya "nyosor atau ngrocok" merupakan kebiasaan bebek dalam mencari makan dan melangsungkan kehidupannya. dalam berternak intensif maupun semi intensif sangatlah perlu diperhatikan pemilihan sistem yang akan digunakan, apakah sistem tersebut merupakan sistem kering ataukah basah, basah berarti kandang tersebut diberi tempat mandi untuk bebek, sedangkan kering; media air hanya digunakan untuk minum saja. dalam sistem kering maupun basah yang perlu diwaspadai dalam musim penghujan saat ini adalah tergenangnya kandang akibat tumpahan air hujan, karena air yang tergenang didalam maupun tempat kandang bermain untuk bebek itu akan di manfaatkan bebek untuk "nyosor atau ngrocok". sedangkan yang perlu diwaspadai adalah bahwa kandang tersebut banyak terdapat kotoran bebek, sehingga kotoran yang bercampur tanah dan air akhirnya dimakan ataupun diminum oleh bebek tersebut mengakibatkan terganggunya produksi telur, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerugian bagi yang memelihara. untuk itu kandang haruslah kering dari genangan yang bukan pada tempatnya. selamat beternak.........

Peran Pakan Dedak/ Katul Dalam Beternak Bebek
Penulis : Dody Faizal

Bebek atau Itik merupakan jenis unggas yang paling mudah perawatannya, artinya jenis pakannya sangatlah fleksibel, diberi makan apapun pokoknya jenis makanan yang tidak basi, mereka mau saja. bebek atau itik ini juga tidak gampang mati jika terserang penyakit atau virus unggas. tetapi populasi itik/ bebek tidaklah sebanyak populasi jenis unggas lainnya, terutama jika dibandingkan dengan ayam, padahal dari sisi telur, daging dan tingkat kematian bebek lebih unggul daripada ayam. dan jarang dari peternak yang mengembangkan ternak itik secara intensif, kebanyakan dari peternak melakukannya secara tradisional, dan sangat beda dengan itik/bebek. adapun macam jenis pakan yang bisa diberikan ke bebek sangatlah bervariasi, misalnya saja, bebek bisa diberi makan dedak, nasi kering, ampas ketela, ampas tahu, roti kedaluwarsa, jagung dsb yang pada dasarnya untuk pemenuhan karbohidrat atau makanan utama dari bebek, sedangkan untuk kebutuhan protein, bebek bisa diberi makan dari mulai jenis ikan-

ikanan, ataupun jenis olahan ikan (tepung ikan), keong mas, kerang, kepala udang, kremis, kupang, kepiting, ataupun jenis pakan konsentrat dari pabrik. semua itu memberikan variasi terhadap ransum dari itik. lantas kenapa dedak?, jawabannya adalah sederhana, dan sekali lagi adalah berdasar pada pengalaman penulis. peran dedak sangatlah penting, terutama untuk bebek petelur, meskipun untuk bebek pedaging/ potong peran tersebut juga tidak kalah pentingnya. peran tersebut adalah bahwa dedak atau katul berguna untuk menambah nafsu makan dari itik, ini sangat penting terhadap keberlangsungan produksi telur setiap hari, kenapa demikian?, karena jika nafsu makan itik bagus, maka itik akan cenderung gemuk, dari dari sini bisa memberikan kontribusi terhadap produktifitas telur. sebaliknya jika tanpa dedak, sehingga nafsu makan berkurang, menjadikan ternak kurus, hasil akhirnya tentu menurunkan produktifitas telur. hal ini sudah dibuktikan oleh penulis, oleh sebab itu maka jika kita dapati dalam suatu daerah terdapat makanan utama untuk itik taruhlah roti kedaluwarsa dalam jumlah besar dan murah, maka sebaiknya tetap diberikan campuran dedak/katul paling tidak 25% dari seluruh ransum yang diberikan kepada ternak, diharapkan campuran dedak terhadap ternak dapat menjaga nafsu makan ternak, sehingga keberlangsungan usaha tetap bertahan dan diharapkan maju. selamat beternak........

Keuntungan Beternak Itik dari yang lainnya

Penulis : Dody Faizal

orang awam akan cenderung meremehkan potensi dari bebek, betapa tidak bebek identik dengan air, lumpur, kotoran, dan bau. hal ini tentunya sudah menjadi pandangan umum yang melekat pada bebek. dengan berat yang sama harga bebek lebih mahal daripada jenis unggas yang lainnya, ini tentunya menjadi pertanyaan besar, kenapa demikian?. pertanyaan sederhana tersebut jawabannya juga sederhana, karena bebek punya potensi lebih dibandingkan jenis ternak yang lainnya. jawaban tersebut saya kuatkan dengan dasar sebagai berikut: 1. bebek merupakan jenis unggas yang paling tahan terhadap penyakit, jika dibandingkan dengan ayam ataupun unggas yang lainya maka bebek merupakan yang terkuat. 2. telur bebek dipasaran mempunyai harga lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam ataupun puyuh. 3. daging bebek mempunyai rasa lebih gurih dibandingkan dengan daging unggas lainya, sehinnga harga daging bebek lebih mahal jika dibandingkan dengan unggas lainnya 4. bebek tidak membutuhkan kandang khusus seperti pada ayam ataupun puyuh, cukup diberi tempat berteduh dari terpal ataupun plastik asalkan bisa terhindar dari hujan dan terik matahari, jadi biaya perkandangan bebek lebih murah dari jenis unggas lainnya. 5. pemberian pakan pada bebek lebih fleksibel dari pada jenis unggas lainnya, misalnya saja kalau memelihara ayam petelur jenis pakannya harus terukur dan pasti, tapi kalau memelihara bebek diberi pakan apa saja bisa asalkan jenis pakan tersebut tidaklah busuk, bisa mulai dari nasi sisa, dedak, roti kedaluwarsa, kepala ikan, keong mas, ampas tahu, ampas ketela, dsb

jenis pakan lainnya. lima alasan tersebut diatas kiranya bisa menjawab pertanyaan sederhana diatas. dengan luas lahan yang sama jika beternak bebek dibandingkan dengan bercocok tanam, misalnya jenis palawija maupun tanaman lainya maka luas tanah tadi lebih produktif jika di gunakan untuk beternak bebek, dan dengan modal yang sama jika dibandingkan dengan memelihara sapi maka beternak bebek lebih banyak memberikan keuntungan secara finansial. sedikit uraian tersebut merupakan sekedar contoh sederhana tentang potensi beternak itik/ bebek. selamat beternak.......

Keong Mas Sebagai Nutrisi alami alternatif
Dimusim hujan saat ini banyak sekali kita jumpai keong mas didaerah persawahan, disatu sisi keong mas dianggap sebagai hama tanaman, tapi disisi lain keong sangat bermanfaat sebagai sumber nutrisi alternatif bagi ternak itik kita. Pada pengembangan ternak itik, keong mas (setelah dicincang) merupakan makanan campuran sebagai sumber protein yang murah. Selain mengandung banyak protein, keong mas juga kaya akan kalsium. Keong mas dapat juga dijadikan tepung, setelah direbus, dikeringkan dan digiling terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan dedak padi dan menir dengan perbandingan masing-masing 3,4 persen, 73,3 persen, dan 23,3 persen (Bagus, 1999). Penggunaan keong mas sebagai makanan itik sebagai sumber protein hewani telah dilakukan sejak tahun 1985 (Kompiang dkk., 1985). Akhir -akhir ini banyak wilayah padi dan wilayah ternak itik seperti halnya di daerah Banten, Jawa Tengah, Riau, dan beberapa daerah di Sulawesi dan Kalimantan telah memanfaatkan keong mas ini sebagai sumber pakan itik. Di Sumatra Selatan, pemberian ramuan keong mas 10% memberikan pertumbuhan yang baik bagi itik pada periode layer (bertelur). Di Pasaman, penggunaan keong mas untuk pakan itik mampu menaikkan hasil telurnya mencapai 80 persen. Pemberikan tepung keong mas pada peternakan ayam broiler juga telah dilakukan oleh Widyatmoko (1996). Tepung tubuh dan cangkang keong mas memberikan nilai pertumbuhan yang cukup baik bagi peternakan ayam. Hal yang cukup mengejutkan bahwa penggunaan tepung yang berasal dari cangkang keong mas juga memberikan nilai pertumbuhan yang bagus. Selain dalam bentuk tepung, silase daging keong mas juga telah terbukti menjadi sumber pakan ternak bagi ruminansia dan ayam buras (BP2TP Sumatra Utara, 2006). Pakan yang berbasis protein keong mas pernah diujicobakan pada peternakan burung puyuh (Coturnix coturnix) dan memberikan pertumbuhan yang baik. Keong mas sebagai sumber pakan ikan dan organisma perairan lainnya saat ini sudah mulai banyak dilakukan oleh berbagai kalangan para pembudi daya. Pada pemeliharaan ikan patin (Pangasius sp.) tepung keong mas sejak tahun 1999 telah diujicobakan. Pada penggantian kandungan tepung ikan menjadi tepung keong mas sebanyak 25-75 persen memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi pakan, retensi protein dan retensi lemak (Sholikhati, 1999). Keong mas yang dipotong-potong kemudian ditaburkan pada kolam ikan patin juga telah dilakukan oleh para petani di Kabupaten Bengkalis.

Pemeliharaan ikan patin (Pangasius sp.) di Bengkalis, dengan pakan keong mas memberikan hasil yang cukup baik bagi pertumbuhan ikan tersebut. Pada budi daya ikan nila (Orochromis niloticus), komposisi 50% tepung ikan dan 50% telung keong mas memberikan pertumbuhan yang cukup baik, dengan nilai konversi pakan yang rendah (Abdullah,2000). Di Medan, pakan ikan mas dibuat ransumnya dari keong mas. Dalam pembuatan pakan ikan mas, dapat diperoleh sekitar 170 kg tepung keong mas/minggu.Pada pemeliharaan ikan gabus (Chana striata) yang diberi pakan keong mas memberikan pertumbuhan yang cukup baik. Selain itu, pakan yang dibuat dari keong mas juga telah dilakukan pada pemeliharaan ikan sidat (Anguilla sp.). Penggunaan keong mas untuk pakan Krustase telah dibuktikan pada udang dan kepiting. Pada budi daya udang windu, penggunaan pakan keong mas sudah dilakukan dalam uji coba oleh Bombeo-Tuburan dkk. pada tahun 1995. Pada pematangan gonad kepiting bakau (Scylla spp.) di Pantai Mayangan (Subang) dapat diketahui bahwa pemberian pakan berupa keong mas dapat mempersiangkat sampai 1/3 kali masa pemeliharaan dibandingkan dengan pemberian pakan yang berasal dari ikan. Penggunaan keong mas untuk pakan lobster air tawar telah diujicobakan di suatu universitas di Yogyakarta dan juga telah dilakukan oleh beberapa petani yang membudi daya lobster.
Desember 26, 2007 oleh plantus Dr. Ir. Sulistiono

Diposkan oleh Dody Faizal di 07.57 4 komentar

Link ke posting ini

Kamis, November 13, 2008
BUDIDAYA ITIK DILAHAN KERING

Pembuatan kandang Lokasi kandang · Angin dapat masuk sehingga terjadi pertukaran udara, dan sinar matahari mudah masuk ke dalam kandang Tidak becek dan tanahnya padat/ berpasir. Ditinggikan untuk memudahkan sistem pengeringan Jauh dari keramaian dan lalu lalang orang/ kendaraan serta dekat sumber air.

Konstruksi kandang · Kandang itik dibuat sistem ren (hamburan), terdiri dari dua bagian Bagian muka digunakan untuk tempat itik bermain, makan dan minum dengan ukuran 4 x 10 m, disekat menjadi 5 bagian dengan ukuran 2 x 4 m, di sekelilingnya dibuat pagar setinggi 1 m. Bagian belakang digunakan untuk tempat itik tidur dan bertelur dengan ukuran 3 x 10 m, disekat menjadi 5 bagian dengan ukuran 2 x 3 m. Di atap dan di dinding rapat, kecuali dinding bagian depan (menghadap ke tempat bermain) dibagi dua, bagian alas diberi jerajak sedangkan bagian bawah selinggi 50 cm ditutup rapat dan dibuat pintu. Lantai diberi serbuk gergaji/cincang kayu (sekam) Bibit · Ciri umum bibit yang baik: mata cerah dan bersinar, sehat dan lincah, bulu bersih dan mengkilap, kaki kokoh, sayap tersusun rapi di badan, dan bentuk tubuh seperti botol. · Jenis itik yang dipelihara yaitu itik Pitalah umur 4-5 bulan sebanyak 100 ekor, 10 ekor jantan dan 90 ekor betina, masing-masing petak diisi 20 ekor (2 jantan dan 18 betina) Pemberian pakan · Formula pakan yang digunakan 4 : 4 : 2 (dedak, jagung dan konsentrat), diberikan sebanyak 150 g/ekor/hari dalam bentuk bubur (dibasahi terlebih dahulu). Peluang Dampak · Berpeluang besar diadopsi peternak karena pemeliharaan itik secara berpindah-pindah dan lepas sulit dilakukan di pedesaan (padi sawah sangat intensif, pemakaian insektisida berlebihan, dan upah tenaga kerja tinggi). · Meningkatkan populasi dan produksi telur itik di Sumbar. Arti ekonomi dan sosial · Itik mulai bertelur umur 5 bulan, mencapai puncaknya pada umur 1

tahun setelah itu mulai mengalami gugur bulu. Diperkirakan pada pemeliharaan 2 lahun (730 hari) berproduksi sebanyak 70%. · Meningkatkan pemanfaatan tenaga kerja wanita.
Sumber: BPTP Sumatera Barat

Diposkan oleh Dody Faizal di 14.46 5 komentar

Link ke posting ini

Kamis, November 06, 2008
Dari Mana Memulai Usaha Ternak Itik?

Beternak itik bagi sebagian orang terasa lebih menjanjikan daripada beternak unggas jenis lainnya. Pertama, produk yang dihasilkan yaitu telur terasa lebih µdihargai¶ sebab penjualannya dihitung bijian bukan kiloan sebagaimana halnya telur ayam ras. Ke dua, cara pemeliharaan dan perawatan yang relatif mudah. Ke tiga jumlah permintaan telur yang terus naik dari tahun ke tahun. dan Ke empat yaitu permintaan akan daging konsumsi juga tinggi. Dari gambaran di atas sebenarnya masih ada ruang atau kesempatan yang sangat luas untuk memulai usaha ini. Akan tetapi timbul masalah bagi pemula yaitu dari mana memulai usaha ternak itik? Apa sebaiknya beternak itik untuk menghasilkan telur saja, apa beternak itik untuk menghasilkan DOD, atau usaha pembesaran DOD, atau penetasan? Nah berikut gambaran singkat tentang beberapa pilihan usaha dalam menjalankan bisnis ini. Ada beberapa pilihan dalam menentukan langkah memulai usaha : 1. Mengkususkan usaha untuk menghasilkan telur tetas . Untuk menghasilkan telur tetas yang baik ratio jantan dan betina adalah 3-5 pejantan untuk 50-100 ekor itik betina. Di sarankan terdapat kolam di dalam kandang untuk aktifitas berenang itik agar terjadi proses kawin secara alami. Telur itik yang sudah terkumpul di tetaskan dengan bantuan mesin penetas karena naluri mengeram itik sangat rendah atau bahkan tidak ada. Bisa juga dengan bantuan jasa menthok, akan tetapi hal ini akan menambah biaya lagi untuk pemeliharannya. Lama penetasan baik dengan mesin penetas atau menthok ± 28 hari. Lama penyimpanan telur tetas yang baik adalah kurang dari 7 hari. 2. Usaha penetasan, yaitu menetaskan telur itik menjadi DOD (Day Old Duck). Karena lama penetasan yang lebih panjang dari pada telur ayam maka perlu pertimbangan lagi untuk memulai usaha ini. Ada dua hal yang penting dalam memulai usaha ini yaitu bagaimana cara mendapatkan telur tetas yang baik dan memilih mesin penetas. Anda bisa membuka artikel kami lainnya untuk penjelasan ke dua hal tersebut. Keuntungan dalam usaha ini akan berlipat

apabila begitu DOD menetas langsung dapat terjual, kalau tidak maka perlu biaya tambahan untuk memelihara DOD untuk beberapa jangka waktu beberapa hari. Kami menyarankan bagi peternak pemula untuk mencari relasi yang dapat dipercaya sebagai penyuplai telur tetas karena menyangkut nama baik usaha yang akan kita rintis. Sekali citra usaha kita buruk maka agak sulit untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Lebih aman kalau kita memiliki pembibitan (breeding) sendiri untuk menjaga kualitas dan kontuinitas usaha. 3. Pembesaran DOD untuk dijadikan pedaging. Beberapa tahun terakhir usaha ini sudah banyak mendapat perhatian dari para investor. Pada umumnya DOD yang dijadikan sebagai pedaging adalah DOD jantan. Kenapa? Di samping harga bibitnya lebih murah juga kelebihan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang lebih cepat jika dibandingkan dengan betina. Masa pemeliharaan yang relatif singkat yaitu sekitar 2 3 bulan juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk para pemula yang akan terjun dalam bisnis ini harus pandaipandai berhitung soal pakan karena fluktuasi harganya yang gampang berubah. 4. Usaha pembesaran DOD sampai menjelang bertelur (bayah). Bayah adalah sebuatan itik betina siap bertelur yang berumur kira-kira 4-5 bulan. Biasanya system pemeliharaan bayah lebih banyak digembalakan karena di samping untuk lebih menekan biaya pakan juga untuk memberi kesempatan itik untuk berburu pakan alami kesenangannya seperti cacing, ikan-ikan kecil dan juga sebagai sarana exercise agar tubuh tidak kegemukan sehingga dapat menghambat produksi nantinya. Setelah itik sudah menandakan tanda-tanda akan bertelur maka itik bisa ditawarkan kepada calon pembeli. Ada satu trik saat menjual bayah yaitu usahakan menjual bayah ketika itik sudah mulai bertelur dan itu akan membawa ke harga jual yang lebih yang tinggi. Kita bisa menaikkan harga sampai Rp 500,- per ekor dan kita bisa bayangkan kalau bayah yang kita jual per minggu ada 100 ekor??? 5. Usaha beternak itik untuk di ambil telurnya. Usaha ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita. Peternak bisa memeliharanya dari semenjak DOD atau langsung membeli itik siap bertelur (bayah). Keuntungan kalau kita memelihara sejak DOD adalah kita tahu tingkah laku ternak yang kita perlihara sehingga kita lebih paham akan kondisi ternak. Akan tetapi ada juga sisi kelemahannya yaitu butuh kesabaran waktu dan modal karena kita terus mengeluarkan uang sejak DOD sampai itik-itik tersebut mulai bertelur. Adapaun sisi kelebihan kalau kita membeli langsung dari bayah adalah kita akan langsung dapat memetik hasilnya dalam waktu dekat. Sisi kelemahannya yaitu butuh modal yang besar, dan juga kesiapan mental untuk menghadapi stress yang tinggi karena perpindahan lokasi dan juga perbedaan penanganan ternak. Bagaimana untuk orang yang belum mengetahui sama sekali dunia itik dan ingin terjun dalam bisnis ini? Kami menyarankan bagi pemula untuk memulai usaha ternak itik yang menghasilkan telur saja. Sebab kalkukasi perhitungan usaha lebih mudah jika dibandingkan dengan lainnya. Dari usaha ini akan di dapat pengalaman cara beternak yang baik dan benar sehingga kalau kita akan melangkah lebih jauh untuk perluasan usaha atau diversifikasi usaha tidak akan banyak mengalami kesulitan.

Senin, Desember 15, 2008
Jangan Campur Bebek Muda dengan Tua

Penulis : Dody Faizal

Semangat untuk beternak terkadang perlu dibekali dengan ilmu ataupun teknik cara berternak itu sendiri, karena tanpa itu maka kegagalan akan segera menghampiri kita semua. begitu juga dengan beternak bebek, tanpa ada teknik ataupun cara beternak yang baik maka kita akan selalu dihantui dengan kerugian dan kegagalan. Ini terjadi pada kami saat sedang semangat- semangatnya beternak dikarenakan bebek kami bertelurnya bisa mencapai prosentase 90% dalam sehari, sehingga ada keinginan untuk menambah jumlah bebek yang kami pelihara, dengan pertimbangan bahwa bertambahnya bebek maka akan bertambah pula pendapatan ataupun keuntungan dari telur yang dihasilkan bebek tersebut. suatu hari ada yang menawarkan bebek yang sudah tua umurnya alias mau afkir, tapi orang tersebut memberi pertimbangan bahwa bebek ini sudah rontok bulu jadi tinggal bertelurnya saja, seperti bebek siap bertelur umur 5 s/d 6 bulanan. dari pemaparan tersebut karena harga bebek tersebut murah maka kami beli bebek tersebut, setelah sampai di rumah antara bebek yang baru bertelur (masih muda) dengan bebek yang barusan kami beli (sudah tua) kami jadikan 1 kandang atau kami campur. wal hasil setelah saya tunggu beberapa hari ternyata tidak ada peningkatan hasil malahan terjadi penurunan hasil telur dari semula, merosot sampai dengan 5 % hasil telur dari keseluruhan jumlah bebek. saya lihat ternyata bebek yang muda ikut juga rontok bulu mengikuti bebek yang sudah tua, sehingga keuntungan yang diharapkan lenyap, malahan rugi menghampiri kami semua. jadi jangan pernah bertindak sesuatu/ mengambil keputusan tanpa didasari teknik tersendiri. maka selalu tanyakan kepada yang ahli mengenai langkah anda jika anda mau bertindak terhadap ternak anda. selamat berternak........... Diposkan oleh Dody Faizal di 09.34 2 komentar Link ke posting ini

Kamis, Desember 04, 2008
Keong Mas Sebagai Nutrisi alami alternatif
Dimusim hujan saat ini banyak sekali kita jumpai keong mas didaerah persawahan, disatu sisi keong mas dianggap sebagai hama tanaman, tapi disisi lain keong sangat bermanfaat sebagai sumber nutrisi alternatif bagi ternak itik kita. Pada pengembangan ternak itik, keong mas (setelah dicincang) merupakan makanan campuran sebagai sumber protein yang murah. Selain mengandung banyak protein, keong mas juga kaya akan kalsium. Keong mas dapat juga dijadikan tepung, setelah direbus, dikeringkan dan digiling terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan dedak padi dan menir dengan perbandingan masing-masing 3,4 persen, 73,3 persen, dan 23,3 persen (Bagus, 1999). Penggunaan keong mas sebagai makanan itik sebagai sumber protein hewani telah dilakukan sejak tahun 1985 (Kompiang dkk., 1985). Akhir -akhir ini banyak wilayah padi dan wilayah ternak itik seperti halnya di daerah Banten, Jawa Tengah, Riau, dan beberapa daerah di Sulawesi dan Kalimantan telah memanfaatkan keong mas ini sebagai sumber pakan itik. Di

Sumatra Selatan, pemberian ramuan keong mas 10% memberikan pertumbuhan yang baik bagi itik pada periode layer (bertelur). Di Pasaman, penggunaan keong mas untuk pakan itik mampu menaikkan hasil telurnya mencapai 80 persen. Pemberikan tepung keong mas pada peternakan ayam broiler juga telah dilakukan oleh Widyatmoko (1996). Tepung tubuh dan cangkang keong mas memberikan nilai pertumbuhan yang cukup baik bagi peternakan ayam. Hal yang cukup mengejutkan bahwa penggunaan tepung yang berasal dari cangkang keong mas juga memberikan nilai pertumbuhan yang bagus. Selain dalam bentuk tepung, silase daging keong mas juga telah terbukti menjadi sumber pakan ternak bagi ruminansia dan ayam buras (BP2TP Sumatra Utara, 2006). Pakan yang berbasis protein keong mas pernah diujicobakan pada peternakan burung puyuh (Coturnix coturnix) dan memberikan pertumbuhan yang baik. Keong mas sebagai sumber pakan ikan dan organisma perairan lainnya saat ini sudah mulai banyak dilakukan oleh berbagai kalangan para pembudi daya. Pada pemeliharaan ikan patin (Pangasius sp.) tepung keong mas sejak tahun 1999 telah diujicobakan. Pada penggantian kandungan tepung ikan menjadi tepung keong mas sebanyak 25-75 persen memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi pakan, retensi protein dan retensi lemak (Sholikhati, 1999). Keong mas yang dipotong-potong kemudian ditaburkan pada kolam ikan patin juga telah dilakukan oleh para petani di Kabupaten Bengkalis. Pemeliharaan ikan patin (Pangasius sp.) di Bengkalis, dengan pakan keong mas memberikan hasil yang cukup baik bagi pertumbuhan ikan tersebut. Pada budi daya ikan nila (Orochromis niloticus), komposisi 50% tepung ikan dan 50% telung keong mas memberikan pertumbuhan yang cukup baik, dengan nilai konversi pakan yang rendah (Abdullah,2000). Di Medan, pakan ikan mas dibuat ransumnya dari keong mas. Dalam pembuatan pakan ikan mas, dapat diperoleh sekitar 170 kg tepung keong mas/minggu.Pada pemeliharaan ikan gabus (Chana striata) yang diberi pakan keong mas memberikan pertumbuhan yang cukup baik. Selain itu, pakan yang dibuat dari keong mas juga telah dilakukan pada pemeliharaan ikan sidat (Anguilla sp.). Penggunaan keong mas untuk pakan Krustase telah dibuktikan pada udang dan kepiting. Pada budi daya udang windu, penggunaan pakan keong mas sudah dilakukan dalam uji coba oleh Bombeo-Tuburan dkk. pada tahun 1995. Pada pematangan gonad kepiting bakau (Scylla spp.) di Pantai Mayangan (Subang) dapat diketahui bahwa pemberian pakan berupa keong mas dapat mempersiangkat sampai 1/3 kali masa pemeliharaan dibandingkan dengan pemberian pakan yang berasal dari ikan. Penggunaan keong mas untuk pakan lobster air tawar telah diujicobakan di suatu universitas di Yogyakarta dan juga telah dilakukan oleh beberapa petani yang membudi daya lobster.
Desember 26, 2007 oleh plantus Dr. Ir. Sulistiono

Diposkan oleh Dody Faizal di 07.57 4 komentar

Link ke posting ini

Kamis, November 13, 2008

BUDIDAYA ITIK DILAHAN KERING

Pembuatan kandang

Lokasi kandang · Angin dapat masuk sehingga terjadi pertukaran udara, dan sinar matahari mudah masuk ke dalam kandang Tidak becek dan tanahnya padat/ berpasir. Ditinggikan untuk memudahkan sistem pengeringan Jauh dari keramaian dan lalu lalang orang/ kendaraan serta dekat sumber air. Konstruksi kandang · Kandang itik dibuat sistem ren (hamburan), terdiri dari dua bagian Bagian muka digunakan untuk tempat itik bermain, makan dan minum dengan ukuran 4 x 10 m, disekat menjadi 5 bagian dengan ukuran 2 x 4 m, di sekelilingnya dibuat pagar setinggi 1 m. Bagian belakang digunakan untuk tempat itik tidur dan bertelur dengan ukuran 3 x 10 m, disekat menjadi 5 bagian dengan ukuran 2 x 3 m. Di atap dan di dinding rapat, kecuali dinding bagian depan (menghadap ke tempat bermain) dibagi dua, bagian alas diberi jerajak sedangkan bagian bawah selinggi 50 cm ditutup rapat dan dibuat pintu. Lantai diberi serbuk gergaji/cincang kayu (sekam) Bibit · Ciri umum bibit yang baik: mata

cerah dan bersinar, sehat dan lincah, bulu bersih dan mengkilap, kaki kokoh, sayap tersusun rapi di badan, dan bentuk tubuh seperti botol. · Jenis itik yang dipelihara yaitu itik Pitalah umur 4-5 bulan sebanyak 100 ekor, 10 ekor jantan dan 90 ekor betina, masing-masing petak diisi 20 ekor (2 jantan dan 18 betina) Pemberian pakan · Formula pakan yang digunakan 4 : 4 : 2 (dedak, jagung dan konsentrat), diberikan sebanyak 150 g/ekor/hari dalam bentuk bubur (dibasahi terlebih dahulu). Peluang Dampak · Berpeluang besar diadopsi peternak karena pemeliharaan itik secara berpindah-pindah dan lepas sulit dilakukan di pedesaan (padi sawah sangat intensif, pemakaian insektisida berlebihan, dan upah tenaga kerja tinggi). · Meningkatkan populasi dan produksi telur itik di Sumbar. Arti ekonomi dan sosial · Itik mulai bertelur umur 5 bulan, mencapai puncaknya pada umur 1 tahun setelah itu mulai mengalami gugur bulu. Diperkirakan pada pemeliharaan 2 lahun (730 hari) berproduksi sebanyak 70%. · Meningkatkan pemanfaatan tenaga kerja wanita.
Sumber: BPTP Sumatera Barat

Diposkan oleh Dody Faizal di 14.46 5 komentar

Link ke posting ini

Kamis, November 06, 2008
Dari Mana Memulai Usaha Ternak Itik?

Beternak itik bagi sebagian orang terasa lebih menjanjikan daripada beternak unggas jenis lainnya. Pertama, produk yang dihasilkan yaitu telur terasa lebih µdihargai¶ sebab penjualannya dihitung bijian bukan kiloan sebagaimana halnya telur ayam ras. Ke dua, cara pemeliharaan dan perawatan yang relatif mudah. Ke tiga jumlah permintaan telur yang terus naik dari tahun ke tahun. dan Ke empat yaitu permintaan akan daging konsumsi juga tinggi. Dari gambaran di atas sebenarnya masih ada ruang atau kesempatan yang sangat luas untuk memulai usaha ini. Akan tetapi timbul masalah bagi pemula yaitu dari mana memulai usaha ternak itik? Apa sebaiknya beternak itik untuk menghasilkan telur saja, apa beternak itik untuk menghasilkan DOD, atau usaha pembesaran DOD, atau penetasan? Nah berikut gambaran singkat tentang beberapa pilihan usaha dalam menjalankan bisnis ini. Ada beberapa pilihan dalam menentukan langkah memulai usaha : 1. Mengkususkan usaha untuk menghasilkan telur tetas . Untuk menghasilkan telur tetas yang baik ratio jantan dan betina adalah 3-5 pejantan untuk 50-100 ekor itik betina. Di sarankan terdapat kolam di dalam kandang untuk aktifitas berenang itik agar terjadi proses kawin secara alami. Telur itik yang sudah terkumpul di tetaskan dengan bantuan mesin penetas karena naluri mengeram itik sangat rendah atau bahkan tidak ada. Bisa juga dengan bantuan jasa menthok, akan tetapi hal ini akan menambah biaya lagi untuk pemeliharannya. Lama penetasan baik dengan mesin penetas atau menthok ± 28 hari. Lama penyimpanan telur tetas yang baik adalah kurang dari 7 hari. 2. Usaha penetasan, yaitu menetaskan telur itik menjadi DOD (Day Old Duck). Karena lama penetasan yang lebih panjang dari pada telur ayam maka perlu pertimbangan lagi untuk memulai usaha ini. Ada dua hal yang penting dalam memulai usaha ini yaitu bagaimana cara mendapatkan telur tetas yang baik dan memilih mesin penetas. Anda bisa membuka artikel kami lainnya untuk penjelasan ke dua hal tersebut. Keuntungan dalam usaha ini akan berlipat apabila begitu DOD menetas langsung dapat terjual, kalau tidak maka perlu biaya tambahan untuk memelihara DOD untuk beberapa jangka waktu beberapa hari. Kami menyarankan bagi peternak pemula untuk mencari relasi yang dapat dipercaya sebagai penyuplai telur tetas karena menyangkut nama baik usaha yang akan kita rintis. Sekali citra usaha kita buruk maka agak sulit untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Lebih aman kalau kita memiliki pembibitan (breeding) sendiri untuk menjaga kualitas dan kontuinitas usaha. 3. Pembesaran DOD untuk dijadikan pedaging. Beberapa tahun terakhir usaha ini sudah banyak mendapat perhatian dari para investor. Pada umumnya DOD yang dijadikan sebagai pedaging adalah DOD jantan. Kenapa? Di samping harga bibitnya lebih murah juga kelebihan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang lebih cepat jika dibandingkan dengan betina. Masa pemeliharaan yang relatif singkat yaitu sekitar 2 ± 3 bulan juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk para pemula yang akan terjun dalam bisnis ini harus pandaipandai berhitung soal pakan karena fluktuasi harganya yang gampang berubah.

4. Usaha pembesaran DOD sampai menjelang bertelur (bayah). Bayah adalah sebuatan itik betina siap bertelur yang berumur kira-kira 4-5 bulan. Biasanya system pemeliharaan bayah lebih banyak digembalakan karena di samping untuk lebih menekan biaya pakan juga untuk memberi kesempatan itik untuk berburu pakan alami kesenangannya seperti cacing, ikan-ikan kecil dan juga sebagai sarana exercise agar tubuh tidak kegemukan sehingga dapat menghambat produksi nantinya. Setelah itik sudah menandakan tanda-tanda akan bertelur maka itik bisa ditawarkan kepada calon pembeli. Ada satu trik saat menjual bayah yaitu usahakan menjual bayah ketika itik sudah mulai bertelur dan itu akan membawa ke harga jual yang lebih yang tinggi. Kita bisa menaikkan harga sampai Rp 500,- per ekor dan kita bisa bayangkan kalau bayah yang kita jual per minggu ada 100 ekor??? 5. Usaha beternak itik untuk di ambil telurnya. Usaha ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita. Peternak bisa memeliharanya dari semenjak DOD atau langsung membeli itik siap bertelur (bayah). Keuntungan kalau kita memelihara sejak DOD adalah kita tahu tingkah laku ternak yang kita perlihara sehingga kita lebih paham akan kondisi ternak. Akan tetapi ada juga sisi kelemahannya yaitu butuh kesabaran waktu dan modal karena kita terus mengeluarkan uang sejak DOD sampai itik-itik tersebut mulai bertelur. Adapaun sisi kelebihan kalau kita membeli langsung dari bayah adalah kita akan langsung dapat memetik hasilnya dalam waktu dekat. Sisi kelemahannya yaitu butuh modal yang besar, dan juga kesiapan mental untuk menghadapi stress yang tinggi karena perpindahan lokasi dan juga perbedaan penanganan ternak. Bagaimana untuk orang yang belum mengetahui sama sekali dunia itik dan ingin terjun dalam bisnis ini? Kami menyarankan bagi pemula untuk memulai usaha ternak itik yang menghasilkan telur saja. Sebab kalkukasi perhitungan usaha lebih mudah jika dibandingkan dengan lainnya. Dari usaha ini akan di dapat pengalaman cara beternak yang baik dan benar sehingga kalau kita akan melangkah lebih jauh untuk perluasan usaha atau diversifikasi usaha tidak akan banyak mengalami kesulitan.
Sumber: www.sentralternak.com,

Diposkan oleh Dody Faizal di 09.02 1 komentar

Link ke posting ini

Sabtu, November 01, 2008
SATE BEBEK
artikel ini diambil dari www.sentralternak.com, Seringkali kita melihat mendengar bahkan merasakan gurihnya sate kambing, manisnya sate ayam, bahkan lezatnya sate kelinci, yang satu ini mungkin berbeda dari yang lain. Ingin sekali rasanya menyajikan tulisan, pengalaman, atau wacana yang bisa menggugah para pengunjung untuk menciptakan suatu peluang usaha dari komoditi ternak. Nah, artikel berikut yang muncul ketika saya diundang ke Purwokerto dalam rangka demo produk (mesin penetas telur) dan tukar pendapat dengan salah seorang penetas di sana bisa menjadi inspirasi untuk anda dalam memulai usaha. Kali ini saya akan menyajikan sebuah artikel peluang bisnis kuliner dengan komoditi ternak itik. Ya, peluang tersebut adalah sate bebek (itik).

Muncul ketika saya dalam perjalanan pulang dari Purwokerto ke arah Banyumas, Wangon dan seterusnya arah Kebumen. Saya amati banyak orang yang berjualan sate bebek sehingga hal ini menarik perhatian saya di tengah-tengah keramaian penumpang lainnya. Seumur hidup saya belum terlintas dalam benak saya bahwa bebek bisa dibikin sate. Kalau sate ayam, kambing, sapi atau bekicot mungkin sudah akrab ditelinga kita, tapi sate bebek? Tak terbayangkan kan rasanya. Karena menurut penuturan masyarakat, daging bebek identik dengan rasa amis dan kerasnya. Tapi setelah saya cari informasi lewat teman, browsing ternyata sajian menu sate bebek bisa dijadikan peluang usaha baru dalam bisnis kuliner. Bagaimana prospeknya? Dalam bisnis kuliner hanya berlaku rumus murah dan pas di lidah tanpa meninggalkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Kemudian aspek lain sebagai penunjang dan untuk memenangkan persaingan adalah faktor pemilihan lokasi, penataan ruang, menu andalan, kebersihan dan pelayanan. Anda ingat bisnis kuliner kebab turki, sate kuda, sate kelinci, sate hiu, es oyen, dan jenis lainnya yang popular di luar daerah asalnya? Makanan tersebut sebelumnya sangat asing bagi kita akan tetapi sekarang sudah sangat familiar. Dan ingat, kesibukan manusia semakin padat sehingga membeli makanan adalah alternatif jalan keluarnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya mencoba memulai bisnis ini sebagai lapangan pekerjaan baru atau pekerjaan sampingan. Kalo buat orang Jawa Timur seperti saya, pastinya sudah tak asing dengan sajian menu nasi bebek. Nasi bebek cuman berupa daging bebek yang digoreng kering, dimakan dengan nasi hangat plus sambel tomat plus trasi atau lebih enak lagi dengan sambal pencit (mangga muda). Banyak tempat terkenal baik di Surabaya atau Malang untuk bisa menikmati menu ini. Di Surabaya ada beberapa tempat yang terkenal seperti nasi bebek Yudi (di daerah Perak), nasi bebek kayu manis (Bratang), nasi bebek papin (pasar Pecindilan). Malang juga tak kalah terkenalnya, beberapa tempat nasi bebek terkenal seperti nasi bebek Tjohjoyo (Singosari), Lox café (stasiun kota baru), nasi bebek java (Soekarno Hatta) atau juga bebek presto (Sawojajar). Nah, tidak ada salahnya untuk anda yang selama ini sudah menggeluti usaha kuliner dengan sajian menu utama nasi bebek menambah daftar menu anda. Anda bias menambahkan ke daftar menu tersebut seperti menu sate bebek, bebek kremez, bebek goreng manis, bebek goreng gurih, bebek oven, bebek panggang/bakar, rendang bebek, bebek presto dan sup bebek. Semakin menarik dan menggugah para pembeli untuk mampir kan ke warung anda? Bebek jenis apa yang cocok dan enak untuk sate bebek Hampir semua jenis bebek bisa dijadikan menu atau masakan baik itu bebek afkir atau bebek muda yang masih berumur 2-3 bulan. Memang yang lebih terkenal sebagai bebek potong atau pedaging adalah jenis bebek peking yang berukuran besar. Tapi perlu anda ingat bahwa harga bebek ini masih sangat mahal dan biasanya hanya disajikan di hotel-hotel berbintang dan restoran. Tips nya adalah pilih bebek yang masih berumur muda sehingga dagingnya tak keras. Anda bisa mengusahakannya sendiri kalau dalam skala besar dan ingin kontinyu atau mengundang suplyer untuk memenuhi permintaan anda. Tips agar daging bebek empuk dan tidak amis Bagi anda pecinta dan penikmat daging atau menu bebek tidak perlu khawatir dan memikirkan rasa amis dan kerasnya. Karena masing-masing pengelola mempunyai cara

tersendiri untuk menghilangkan kedua hal tersebut. Anda cukup datang dan pesan setelah itu anda sudah bisa menikmati menunya yang lezat. Untuk anda yang tidak suka jajan di luar dan ingin berkreasi sendiri agar daging bebek tidak amis dan keras ada beberapa tips. Pertama untuk menghilangkan bau amisnya bisa diberi jeruk nipis, lalu diaduk hingga rata. Setelah itu diamkan kira-kira 10 menit kemudian rebus dan kasih beberapa tetes soda kue. Daging akan terasa lebih empuk dan bau amis akan hilang. Kedua, ada juga yang punya pengalaman agar daging bebek cepat empuk yaitu dengan memasukkan piring kecil (lepek = jawa) atau kadang sendok makan (tidak dianjurkan) ke dalam rebusan atau masakan. Ketiga, yang biasa digunakan banyak orang yaitu membungkus daging bebek tersebut dengan daun papaya agar empuk. Kelima, saya yakin anda punya trik tersendiri dalam mengatasi masalah ini. Di bawah ini resep dan cara memasak sate bebek : Kami ambil dari : www.tabloidnova.com Resep 1, Bahan : 300 gr daging bebek, potong-potong 1 sdm air jeruk lemon 1 sdt garam 1/2 sdt merica bubuk 2 sdm minyak goreng Bahan sambal kecap (aduk rata): 200 ml kecap manis 1 buah tomat, buang bijinya, potong kotak 4 butir bawang merah, iris tipis 5 buah cabai rawit merah, iris tipis 1 buah jeruk limau, ambil airnya Cara membuat: 1. Lumuri daging bebek dengan air jeruk lemon. Diamkan 15 menit. Cuci bersih. 2. Lumuri daging bebek dengan garam dan merica bubuk. Tusuk-tusuk di tusuk sate. 3. Bakar sambil dioles minyak goreng sampai matang. 4. Sajikan dengan sambal kecap. Resep 2, Bahan : ‡ 750 gr kacang digoreng, buang kulitnya, dihaluskan ‡ 500 ml santan sedang kentalnya ‡ 2 lembar daun salam ‡ 5 lembar daun jeruk ‡ 3 batang sereh ‡ 5 siung bawang putih dirajang dan digoreng ‡ 1 sdt garam ‡ 2 sdm gula merah disisir ‡ Kecap manis dan jeruk limo secukupnya. ‡ Daging bebek untuk sate. ‡ Potong dadu sesuai selera, tusuk dengan tusuk sate, bakar. Cara Membuat : ‡ Rebus santan hingga mendidih, masukkan sereh, daun jeruk, daun salam, bawang goreng,

gula merah, garam dan kacang, masak sebentar. ‡ Angkat, siap untuk disajikan dengan sate itik. ‡ Bila ingin disajikan, sambal kacang beri kecap manis dan air jeruk sesuai selera. Nah, sekarang sudah ada gambaran peluang bisnis baru. Sekarang terserah anda, mau mencobanya atau melewatkan begitu saja peluang ini. Atau malah ingin jadi penonton dengan menjadi pembeli setia? Tidak usah berkecil hati dan pesimis untuk yang tidak punya tempat atau warung. Anda pernah mendengar nama sate bebek cibeber? Dulu hanyalah warung kecil yang terletak disebuah gang kecil, hanya mampu menampung 10-an pembeli. Tapi sekarang selain sudah membuka cabang, pemiliknya juga sudah bisa membangun tempat yang lebih besar dan lebih permanen. Yang penting menu anda murah dan pas di lidah yakinlah akan di kenal orang baik dari mouth to ear or mouth to mouth. Selamat mencoba dan semoga sukses Diposkan oleh Dody Faizal di 09.24 3 komentar Link ke posting ini

Rabu, Oktober 22, 2008
Gurihnya Bisnis Bebek Kremes
Thursday, 28 June 2007 (Sumber: majalahpengusaha.com)

Kelezatan unggas yang berjalannya tertatih-tatih ini sudah dikenal masyarakan luas. Sayangnya daging bebek berbau amis dan alot. Bebek Kremes Wong Jogja berhasil mengatasinya dan menyulap menjadi menu yang renyah dan gurih. Fitra Iskandar SL. Siandi gemar sekali menyantap daging bebek. Ditengah kesibukanya atau selepas bekerja, tak jarang ia menyempatkan diri untuk bersantap di kaki lima maupun restoran yang meyediakan daging bebek sebagai salah satu menunya. Kegemarannya menyantap daging bebek ternyata membuahkan ide untuk membuka usaha restoran berbahan baku bebek. Ide tersebut muncul lantaran Andi merasa tak puas dengan cara penyajian makanan kegemarannya itu, yang identik memiliki rasa yang ³amis´ dan tekstur daging yang alot.³Padahal kalau diteliti lebih mendalam daging bebek teksturnya lebih lembut, bergizi dan sangat gurih dibandingkan jenis unggas lainnya,´ jelas Andi. Merasa yakin dapat menciptakan makanan berbahan daging bebek seperti yang ia bayangkan, Andi melakukan riset kecil-kecilan selama 8 bulan. Ia melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan cara bagaimana membuat daging bebek agar empuk sekaligus tak berbau amis, tanpa proses penguapan (presto). Hasilnya tercetuslah Bebek Kremes Wong Jogja. Berbekal keyakinan bisa sukses, Andi menyisihkan gajinya selama menjadi karyawan, untuk mengumpulkan modal usaha. Pada tahun 2000, dengan modal awal Rp 15 juta. Andi mencoba-coba mengadu peruntungannnya di bisnis restoran ini. ³Modal saya Rp 15 juta untuk membeli bahan baku, peralatan dapur, menggaji 3 orang karyawan , dan perlengkapan untuk pesanan makanan,´ kenang Direktur CV Duta Kencana pemilik hak usaha bebek kremes ini. Karena masih berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan ritel di Kota Gudeg, usaha Bebek Kremes Wong Jogja dijalankan dengan sistem delivery order. Sedikit demi sedikit usahanya ini mulai dikenal dan memiliki banyak pelanggan. Melihat perkembangan pelanggan yang cukup pesat, akhirnya Andi bekerjasama dengan salah satu rekannya untuk mengembangkan usahanya dalam bentuk rumah makan, dengan modal awal

sekitar Rp 50 juta. Hasilnya menggembirakan. Andi mengklaim restorannya selalu ramai pengunjung. ³ Sekitar 50 orang pengunjung setiap hari cukup membuat 5 karyawan kami kewalahan. Belum lagi pesanan dari berbagai instansi,´ kisahnya. Karakter konsumen restoran yang selalu menginginkan menu yang unik, menurut Andi merupakan salah satu celah yang bisa dimanfaatkan bagi setiap orang yang menjalankan usaha makanan. Itu sebabnya Andi begitu optimistis dengan bisnis bebek kremesnya. Usaha yang buka pertama kali di Jl Soragan 106 Yogyakarta ini selain mengandalkan keunikan sajian bebeknya, Andi juga mengincar para pelancong yang datang ke Kota Pelajar tersebut agar bebek kremesnya menjadi salah satu makanan oleh ±oleh khas kota Yogyakarta. Keuntungannya cukup lumayan. Dari 3 cabang bebek kremes yang sudah ada, menurut Mei, marketing Manager CV Duta Kencana, pemasukan outletnya bisa mencapai Rp 6 juta/hari. Besar kecilnya omset Bebek Kremes tergantung kapasitas restorannya. Mei merinci restoran dengan kapasitas 50 tempat duduk, dalam sehari bisa menghasilkan omset Rp 4-6 juta. Untuk outlet yang lebih kecil seperti yang berada di Jl Mangkubumi yang memiliki kapasitas 10 tempat duduk, omset perhari sekitar Rp 1-2 juta. Sedangkan satu outlet lainya di Jakarta yang berkapasitas 15 tempat duduk bisa menghasilkan Rp 1-4 juta. Mei mengklaim cabangnya di Jakarta selalu ramai dikunjungi pembeli. ´Setiap mendekati akhir pekan bebek kremes dikunjungi lebih dari 150 orang,´ akunya.

Nama Bebek Kremes Wong Jogja yang semakin dikenal luas, dan suasana usaha yang menguntungkan, tidak disia-siakan CV Duta Kencana untuk memperluas jaringan usaha, melalui sistem waralaba. CV Duta Kencana menawarkan Rp 50 juta untuk franchise fee selama 15 tahun. ³Dalam kurun waktu 6 bulan saja kami sudah mendapatkan master franchise untuk
Jabodetabek, Jawa Tengah, Sumatera Utara di kota Medan (bulan depan grand opening). Dan masing-masing master franchise sudah ancang-ancang mengambil daerah penting untuk cabangnya sendiri. Sehingga diperkirakan dalam waktu setahun saja nantinya ada sekitar hampir 20 anak turunannya,´ yakin Mei.

Diposkan oleh Dody Faizal di 08.52 0 komentar

Link ke posting ini

Sabtu, Oktober 11, 2008
Membuat Kandang Itik

Untuk dapat membuat kandang itik, seseorang harus memiliki pengetahuan tentang bahan bangunan, cara- cara mendirikan bangunan, dan persyaratan bangunan. disini akan dijelaskan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi dalam membuat kandang itik. a. Arah Kandang sebaiknya, panjang kandang itik membujur dengan arah timur barat. posisi ini dapat mencegah masuknya sinar matahari sepanjang hari yang akan mengakibatkan suhu di dalam kandang menjadi panas. b. Besar Kandang

itik memerlukan ruang gerak yang lebih besar dibandingkan dengan ayam karena itik termasuk ternak yang mudah kaget dan ketakutan. bila ruang geraknya sempit, pada saat ketakutan, mereka akan saling bertabrakan atau berhimpitan. untuk seekor itik dewasa yang terus menerus di dalam kandang, perlu disediakan ruang gerak seluas 1 meter persegi untuk 2 ekor. c. Tinggi Kandang walaupun itik adalah ternak kecil, tetapi kandangnya tetap harus tinggi, yaitu paling sedikit 2 m. alasannya adalah agar pertukaran udara lancar dan tidak perlu membongkok saat membersihkan kandang atau melakukan pekerjaan lain di dalam kandang.l d. Dinding Kandang sebaiknya sisi (dinding) kandang terbuka, artinya tidak terbuat dari tembok atau bahan lain yang tertutup. bagian ini ditutup dengan kawat, kecuali sekitar 60 cm diatas lantai yang ditembok. tembok setinggi 60 cm diatas lantai tersebut dimaksudkan agar serasah (Litter) tidak berhamburan keluar dan menahan pantulan panas dari tanah. pada saat itik masih kecil dan belum tahan dingin, sekitar kandang dapat ditutup dengan plastik, karung, atau bagor. e. Cahaya cahaya matahari, bukan sinarnya langsung, harus dapat masuk kandang. Diposkan oleh Dody Faizal di 12.49 0 komentar Link ke posting ini

Kamis, September 18, 2008
Tips Cara Merawat & Membersihkan Kandang
Kebersihan kandang merupakan faktor penting untuk produktifitas itik, jika kandang tidak bersih maka itik tidak akan nyaman, dan pada akhirnya produktifitasnya menurun. berikut cara membersihkan kandang itik sebagai berikut: 1. mula- mula kandang dibersihkan dari kotoran, termasuk bahan penutup lantai, beberapa dari peternak ada yang meletakkan jerami, ini juga harus dibersihkan 2. bila alas kandang dari lantai yang bersemen, maka alas kandang dicuci dengan menggunakan detergen 3. bila alas kandang terbuat dari tanah, maka alas kandang disemprot dengan larutan formalin 5%. 4. pada saat lantai kandang di cuci atau disemprot, bagian sisi atau dinding kandangpun harus dicuci. 5. jangan lupa sarang laba- laba di bagian atas kandang harus juga dibersihkan/ dibuang. 6. bila lantai, dinding, dan bagian atas dari kandang sudah bersih, bagian luar dan dalam kandang disemprot dengan desinfektan, misalnya larutan formalin, karbol atau lisol. 7. tanah di sekeliling kandang juga perlu dibersihkan dari kotoran 8. oleh karena kotoran (feses) itik itu encer, maka bila lantai tidak sering dibersihkan akan mengundang lalat dan menimbulkan bau. bila lantai dari semen dan itik dipelihara dalam kandang baterai maka haruslah dicuci paling sedikit dua kali dalam sehari. lantai tanah perlu ditutupi dengan jerami atau sekam padi. Link ke posting ini Diposkan oleh Dody Faizal di 11.06 0 komentar

Rabu, September 10, 2008
Itik di Kandang Ukuran 5m x 1m

menjamurnya warung- warung, depot, maupun restaurant yang menyediakan menu utama bebek merupakan satu fenomena yang saat ini menjadi trend, bagaimana tidak karena daging bebek/ itik jika dibandingkan dengan jenis unggas yang lainnya ia memiliki cita rasa yang khas, dengan tingkat kelezatan luar biasa. fenomena ini tentunya didukung dengan tersedianya bahan baku berupa bebek pedaging yang dibudidayakan oleh peternak. di era modern saat ini pemeliharaan bebek/ itik mulai mengarah pada sistem yang lebih intensif, hal ini dikarenakan mulai terbatasnya lahan pertanian tempat angon (memelihara) itik. sempitnya lahan untuk beternak ini diperlukan ukuran yang jelas mengenai luas kandang untuk daya tampung itiknya. misalnya kandang dengan ukuran 5 m x 1 m dapat digunakan untuk mendirikan kandang, tetapi itik yang dapat ditampung hanya sedikit, paling banyak 10 ekor itik, itupun jika dengan ukuran tersebut itik tidak di angon alias hanya itu- itu saja tempatnya, dan berbeda ketika pada luas tersebut hanya untuk tidur itik dimalam hari saja, sedangkan untuk siang harinya si itik di angon/ dipelihara di luar kandang tersebut, maka kandang dengan ukuran tersebut dapat menampung 20 ekor itik. Diposkan oleh Dody Faizal di 08.27 0 komentar Link ke posting ini

Kamis, September 04, 2008
Sistem Pemeliharaan Itik
bahwa dalam sistem pemeliharaan itik, kami dapat menggolongkan menjadi 3 cara yaitu: dengan sistem gembala (istilah jawa yaitu angon), yang kedua adalah dengan sistem pemeliharaan semi intensif, dan yang terakhir adalah dengan sistem pemeliharaan intensif. masing- masing sistem pemeliharaan tersebut mengakibatkan untung rugi, dan mempunyai batasan masing- masing, sehingga ada perbedaan yang mendasar diantara ketiganya. pada pemeliharaan sistem gembala, tempat pemeliharaan itik berpindah- pindah untuk mencari tempat pengembalaan yang banyak tersedia pakannya, seperti sawah yang baru dipanen. pada pemeliharaan semi intensif merupakan pemeliharaan dengan cara mengurung itik pada saat- saat tertentu, biasanya pada malam sampai pagi hari. setelah itu, itik dilepas disekitar

halaman kandang atau digembalakan di tempat pengembalaan yang dekat. pemeliharaan intensif adalah pemeliharaan dengan cara mengurung itik selalu dalam kandang atau baterai. No 1 Pertimbangan Pengadaan pakan itik Pengadaan Kandang Pengawasan terhadap ternak Penggunaan energi pakan Biaya pindah Produksi telur Selesi/ memilih itik petelur yang baik Gembala Sebagian kecil oleh peternak,selebihnya itik mencari sendiri Tidak diperlukan Sulit Tidak efisien Perlu tersedia Biasanya rendah Sulit System pemeliharaan Semiintensif Intensif Sepenuhnya atau Semuanya oleh sebagian besar oleh peternak peternak Perlu Perlu Tidak sulit Kurang efisien Tidak perlu Lebih tinggi dari system gembala Sulit Mudah Efisien Tidak perlu Lebih tinggi dari system gembala Lebih mudah

2 3 4 5 6 7

Diposkan oleh Dody Faizal di 07.04 0 komentar

Link ke posting ini

Kamis, Agustus 28, 2008
Tips Untuk Kandang Itik
Banyak para peternak itik/ bebek bingung mengenai kandangnya, kebanyakan dari peternak itik masih mencampur adukkan mitos dengan kondisi kekinian, sehingga banyak dari mereka akhirnya gagal dalam memulai bisnis ini. ada beberapa tips agar kandang dapat memberikan rasa nyaman terhadap penghuninya, hal ini tentu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah kandang yang baik sehingga dapat berpengaruh dalam meningkatkan produktifitas itik: 1. suhu di dalam kandang tidak panas, untuk di Indonesia suhu di dalam kandang secara alami tidak dapat terlalu dingin, usahakan antara 27 derajat sampai dengan 30 derajat celcius. salah satu cara adalah dengan membuat panjang kandang membujur ke arah timur- barat. 2. aliran angin yang masuk ke kandang dan keluar kandang haruslah lancar, tetapi jangan terlalu kencang 3. kandang haruslah cukup terang, tetapi tidak perlu cerah. cahaya diperlukan untuk merangsang kelenjar penghasil hormon dalam pertumbuhan dan produksi telur. 4. kandang harus secara rutin dibersihkan. alas kandang sebaiknya terbuat dari semen. walaupun lebih mahal bila dibandingkan dengan dari tanah, tetapi alas semen aman dari bahaya penyakit.

5. kandang haruslah cukup tinggi sehingga yang bekerja di dalamnya dapat berdiri 6. idealnya kandang didirikan di atas tanah yang mudah menyerap air dan terdapat saluran limbah 7. lebar kandang sebaiknya tidak lebih dari 10 m Diposkan oleh Dody Faizal di 10.35 1 komentar Link ke posting ini

Selasa, Agustus 26, 2008
TIPS CARA PENGAWETAN TELUR ASIN

Telur adalah produk peternakan mengandung nilai asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh manusia. Kendati memiliki kandungan gizi tinggi, telur mudah rusak akibat bakteri, antara lain salmonella, bahan kimia dari imbah, dan benturan atau gesekan. Ambar turatminah, ketua kelompok candi P jaya yang memperoduksi telur asin rasa udang, mengatakan telur segar dengan mutu baik disimpan tidak lebih dari dua minggu. Bila disimpan lebih dari waktu itu, telur akan rusak. Kerusakan terjadi dikarenakan keluarnya gas`karbon dioksida dari telur sehingga menaikan derajat keasaman produk tersebut. Penyimpanan telur dalam waktu lama tanpa pengawetan dapat menyebaban penguapan sehingga bobot telur menurun dan putih telur menjadi encer. Telur yang diawetkan dapat memperpanjang daya simpan menimal seminggu tanpa mengurangi nilai gizi di dalamnya. Memilih mengawetkan telur dengan mengunakan bubur dari campuran tanah liat, bubuk batu bata, abu gosok, dan garam dengan komposisi tertentu. Pengawet telur dapat dilakukan dengan penurun suhu, yakni maksukan dalam lemari es pada suhu 5 derajatcelsius, ini buat telur tahan 30 hari. Pengawetan lain dengan mengunakan minyak sayur atau lilin encer yang dioleskan pada telur. Pengawetan ini membuat telur sampai 2bulan. Telur juga dapat diawetkan dengan cara pengasinan, dengan cara memasukan cairan pengawetan garam mengunakan jarum suntik kedalam telur. Lubang kemudian ditutup dengan selotip atau lilin. Lalu direbus, tapi ini tahan 3 dan 4 hari. Cara pengasinan lainya adalah dengan merendam dalam campuran air dan garam selama lima hari samapai 10 hari. Telur dengan cara ini tahannya sampai seminggu.

Diposkan oleh Dody Faizal di 07.17 0 komentar

Link ke posting ini

Senin, Agustus 04, 2008
Pakan Alami, Perkecil Biaya Produksi Peternakan Itik
Juli 16, 2008 oleh sutanmuda

Banyaknya peternak yang gagal dalam usaha beternak itik petelur, umumnya diakibatkan penghasilan yang tidak sebanding dengan modal yang harus dikeluarkan. Hal itu disebabkan, itik selalu membutuhkan bahan makanan yang cukup dan penuh kalori agar itik yang diternakkan memproduksi telur dengan baik setiap harinya. Dari hasil survei yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS), usaha peternakan itik baik milik usaha rumah tangga maupun usaha perorangan dengan minimal 3.000 ekor itik per peternak, yang berhasil mengembangkannya adalah peternak itik yang membuka usahanya di kawasan pesisir pantai di Sumatera Utara (Sumut). Itu, karena daerah pesisir yang berdekatan dengan pantai membuat para peternak dengan mudah memperoleh dan membeli bahan pakan dari kaum nelayan dengan harga murah. Selain pakan tersebut berasal dari biota laut seperti siput, anak ikan dan sejenisnya yang dihasilkan nelayan sebagai limbah hasil tangkapan, biota air tersebut banyak mengandung kalori dan gizi yang diperlukan itik. Sedangkan para peternak itik di daerah pemukiman yang jauh dari pantai seperti dataran tinggi, kebanyakan mengalami kegagalan yang terus menerus hingga menyebakan usahanya mengalami gulung tikar. Wajar saja, karena para peternak memang terbebani d engan kost yang tinggi. Harga pakan seperti jagung dan dedak semakin lama semakin melonjak, sementara makanan berkalori dari biota air yang dibutuhkan itik sulit didapat. Walaupun dapat diupayakan membelinya, namun harganya mungkin menjadi mahal akibat biaya transportasi. Akhirnya makanan berkalori yang diperlukan itik untuk merangsang supaya bertelur tidak terpenuhi. Ini mengakibatkan itik tidak bertelur dan mengalami keafkiran yang sangat panjang. Dari pantauan MedanBisnis selama sepekan terakhir di kawasan pesisiran kabupaten Langkat, menunjukan, kalangan peternak itik petelur yang ada mampu bertahan dan berkembang. Misalnya, di Desa Pematang Cengal Kecamatan Tanjungpura, ada 10 sentra kelompok usaha peternak itik. Satu sentra terdiri 6-8 orang anggota kelompok ternak itik yang pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Usaha mereka per -sentranya menernakkan itik peking petelur rata-rata 3.000 ekor. Milik Paimanto di Pematang Cengal, misalnya, itik petelur tersebut setiap harinya digembala di tepian sungai untuk dimandikan supaya kondisi itik tetap sehat. Dan selanjutnya itik-itik tersebut kembali dikarantina dalam lokasi kandang untuk bertelur dan makan. Sedangkan pakannya didatangkan dari hasil laut oleh nelayan seperti siput rantai dan anak ikan ditambah pakan lainnya berupa dedak kulit gabah.Ada juga peternakan itik tertutup di kawasan pinggiran pantai di daerah Pangkalanbrandan. Para peternak itik ini umumnya peternakan itik air untuk memproduksi telur itik segar. Iskandar (32), salah seorang peternak itik di Jalan Meriam Kelurahan Sei Bilah Pangkalanbrandan kabupaten Langkat. Ini merupakan peternak itik milik usaha per orangan

dengan jumlah ternak 5.000 ekor dan mampu memproduksi telur segar setiap harinya 3.000an butir. Cara peternakan yang dilakukannya adalah dengan cara membuat barak untuk berkumpulnya itik dengan sistem pengurungan. Peternakan ini mampu berkembang sejak ditekuninya lima tahun lalu. Semua pakan ternaknya berasal dari biota air seperti jenis kerang dan anak ikan, serta ditopang dengan dedak kulit gabah untuk membantu pertumbuhan bulu pada itik . ³Usaha di tepi pantai bisa membantu memperkecil pengeluaran. Sedangkan itik yang diternak juga cukup gizi dengan pemberian pakan dari laut yang dibeli dari nelayan. Semua itik yang tidak lagi bertelur karena sudah ketuaan, itu juga laku dijual dipasar,´ sebut Iskandar kepada MedanBisnis, Selasa (15/7). Diposkan oleh Dody Faizal di 08.50 1 komentar Link ke posting ini

Kamis, Juli 10, 2008
INDUSTRI TELUR ASIN
ASPEK PEMASARAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

1. Permintaan Industri telur asin mempunyai peranan yang cukup penting bagi industri pangan nasional terutama dalam memenuhi kebutuhan protein dan lemak masyarakat. Persentase telur sebagai sumber protein adalah sebesar 2,08% dari seluruh bahan pangan yang umum dikonsumsi. Menurut data dari BPS Cirebon, produksi telur itik di Kabupaten Cirebon tahun 2003 adalah sebanyak 24.000.000 butir dengan lebih dari 30% diolah menjadi telur asin. Sedangkan konsumsi per kapita beberapa jenis telur dan susu yang dikonsumsi masyarakat Indonesia per kapita disajikan pada Tabel 3.1. Jumlah total telur asin yang dikonsumsi akan didapatkan dari hasil perkalian nilai di Tabel 3.1 ini dengan jumlah penduduk Indonesia. Tabel 3.1. Konsumsi per Kapita Telur dan Susu di Indonesia Komoditi Telur Itik (butir) Telur Asin (butir) Telur Ayam (kg) Susu (liter) 1993 1996 1999 6,6 4,52 3,22 1,56 3,28 0,31 1,98 4,71 0,21 0,99 7,88 0,21 2002 4,47 1,92 4,58 0,21

1 kg telur ayam = 16 butir Sumber : BPS (Data Susenas)

Tabel 3.1 menunjukkan bahwa konsumsi telur tertinggi berasal dari telur ayam diikuti dengan telur itik tawar kemudian telur asin. Konsumsi telur asin umumnya hanya sekitar 25 30% dibandingkan jumlah konsumsi telur itik tawar. Persentase ini umumnya tidak mengalami perubahan yang cukup berarti. Dari tahun ke tahun konsumsi telur asin per kapita umumnya tidak mengalami perubahan yaitu sekitar 2 butir per orang per tahun. Pada tahun 1999 terjadi penurunan permintaan telur asin yang cukup besar dimana pada tahun yang sama terjadi peningkatan konsumsi telur ayam, dengan pertimbangan bahwa penurunan konsumsi telur asin diakibatkan beralihnya konsumen ke telur ayam. Meski demikian pada tahun-tahun berikutnya perbandingan konsumsi telur per kapita sudah kembali pada nilai nilai yang hampir sama dengan tahun sebelumnya. Dalam melakukan perhitungan umumnya BPS akan menghitung jumlah konsumsi telur dan susu sebagai satu kesatuan. Perbandingan pengeluaran per kapita di daerah Kabupaten Cirebon untuk membeli susu dan telur dibandingkan keperluan konsumsi lainnya dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.2. Pengeluaran per Kapita untuk Bahan Pangan Masyarakat Kabupaten Cirebon Pengeluaran pada tahun (Rp/bulan) Bahan 1999 2000 2001 2002 2003 Konsumsi Telur 10.182 13.362 14.341 16.536 16.854 + Susu Total Konsumsi 256.891 276.732 284.881 333.714 386.766 Sumber : BPS Cirebon Seperti yang diperlihatkan pada Tabel 3.2. pengeluaran per kapita untuk konsumsi telur dan susu tidak mengalami perubahan yang cukup drastis, dimana perubahan pengeluaran tersebut lebih disebabkan oleh peningkatan harga dan bukan oleh peningkatan jumlah pembelian. Meskipun dari sisi statistik tidak terjadi perubahan jumlah konsumsi per kapita yang drastis, berdasarkan informasi dari pengusaha industri telur asin di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, diperoleh gambaran bahwa prospek pasar produk telur asin masih baik, karena ketersediaan bahan baku, jaminan pasar serta dinilai sebagai usaha yang menguntungkan. Selain itu perluasan pasar dari daerah sentra telur asin ke daerah -daerah baru semakin meningkat seiring dengan semakin baiknya sarana dan prasarana transportasi. 2. Penawaran Analisa pasar terhadap penawaran produk telur asin secara langsung masih belum dilakukan secara nasional. Perhitungan tidak langsung dapat dilakukan dengan memperkirakan persentase jumlah telur itik yang diasinkan dibandingkan produksi telur itik nasional. Data produksi total telur itik di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.3. Produksi Telur Itik Indonesia

Tahun 2000 2001 2002 2003

Produksi (ton) 144.306 157.578 169.651 185.037

Pertumbuhan (%) 9,2 7,66 9,07

2004 194.004 4,85 Sumber : Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan

Pada Tabel 3.3. dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan produksi telur itik setiap tahun dari tahun 2000 sampai 2004, meskipun dari tahun 2003 hingga tahun 2004 peningkatan produksi tidaklah setinggi tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah produksi telur itik menunjukkan penggunaan dan konsumsi telur itik dalam negeri oleh masyarakat maupun industri makanan (termasuk industri farmasi dan jamu) mengalami peningkatan. Diposkan oleh Dody Faizal di 08.16 0 komentar Link ke posting ini

Selasa, Juni 24, 2008
SEGO BEBEK SAMBEL PENCIT

dalam istilah indonesianya adalah nasi bebek sambal mangga muda, saat ini nasi dengan lauk bebek dengan sambal pencit menjadi tren, banyak dari beberapa warung bebek hanya menyajikan sambel lalapan biasa, tetapi hanya sedikit warung nasi bebek yang menyajikan nasi bebek dengan sambel mangga muda atau pencit. kalau sehari- hari sambal pencit diidentikkan dengan penyet klotok (jawa red), atau ikan jenis pindang yang diasinkan, tetapi sekarang ada tren baru bahwa nasi bebek disandingkan dengan sambal pencit, ingin tau rasanya?, silahkan coba dibeberapa warung nasi bebek di surabaya, malang dan jombang tentunya. jika anda tidak berada diwilayah tersebut, maka jangan kuatir, saya menyajikan resep cara membuat nasi bebek sambal pencit sebagai berikut: Proses pembuatan untuk 6 porsi, kalori per porsi 472

BAHAN: 1 1/2 ekor bebek yang sudah bersih 1 L air Minyak untuk menggoreng Bumbu, haluskan: 3 butir bawang merah 3 siung bawang putih 2 cm kunyit 1 sdt asam jawa 2 sdt garam Sambal Pencit, aduk rata: 5 butir bawang merah, haluskan 10 buah cabai rawit, haluskan 1 sdt garam 1/2 sdt terasi 1 buah mangga muda,iris halus bentuk korek api Serundeng: 250 g kelapa setengah tua, parut, sangrai 6 siung bawang putih, haluskan, tumis Pelengkap: Nasi 3 sdm kecap manis CARA MEMBUAT: - Lumuri bebek dengan bumbu halus, tuangi air, aduk rata. Masak hingga bebek empuk dan bumbu meresap, angkat. - Goreng bebek dalam minyak banyak dan panas hingga berwarna kecokelatan dan matang, angkat, tiriskan. Sisihkan. Ambil minyak sisa menggoreng, bagi menjadi 2 bagian. Sambal Pencit: Campur satu bagian minyak panas sisa menggoreng bebek dengan sambal pecit, aduk rata. Sisihkan. Serundeng: Campur satu bagian lagi sisa minyak panas dengan kelapa sangrai dan tumisan bawang putih, aduk rata. Sisihkan. Penyajian: Taburi nasi dengan serundeng kelapa. Sajikan bersama bebek goreng, sambal pencit, dan kecap manis.
(sumber eresep)

Diposkan oleh Dody Faizal di 10.25 1 komentar

Link ke posting ini

Selasa, Juni 03, 2008

Cara Membuat Bebek Presto
Membuat bebek presto tidaklah sulit. Proses pembuatan bebek presto biasanya menggunakan alat khusus yang disebut panci presto / alat presto. Untuk skala kecil bisa Anda beli di tokotoko peralatan rumah tangga. Sementara untuk skala besar bisa Anda beli Mesin Presto .com. Prinsip kerja dari alat presto adalah produk dikukus pada tekanan tinggi secara konstant. Alat presto ada yang menggunakan LGP ataupun minyak tanah sebagai bahan bakarnya. detail bisa dilihat di Mesin Presto .com. Lama proses memasak agar bebek lunak sekitar 30 menit. Bagaimana dengan resep / bumbunya ? Kalau resep sebenarnya sesuai dengan selera. Kalau yang biasa saya pesan setelah bebek dipresto bebek tersebut dibakar. Penyajiannya dengan lalapan mentimun dan beberapa sayuran. Bebek Presto Bumbu Kari Dibawah ini resep dan cara memasak bebek presto bumbu kari. Saya ambilkan dari Oxoneonline.com Bahan: 1 ekor bebel, potong jadi 8 bagian 500 ml santan encer 200 ml santan kenal 2 buah bawang bombay, iris dadu Bumbu: 5 siung bawang putih 10 butir bawang merah 5 cm jahe 5 cm kunyit 10 buah kapulaga 1/2 sdt ketumbar utuh 1/2 jintan 1/2 sdt adas manis lada, pala, garam secukupnya 5 buah pekak 3 asam kandis 5 tangkai salam koja 5 lembar daun jeruk Cara Membuat: 1. Haluskan bawang putih, bawang merah, jahe, dan kunyit. 2. Sangrai kapulaga, ketumbar, jintan, dan adas. Kemudia haluskan, sisihkan. 3. Tumis semua bumbu halus hingga harum. 4. Masukkan bebek, aduk rata. Tuang santan encer lalu pindahkan ke dalam panci presto. Kemudian presto selama 30 menit, angkat. 5. Tambahkan santan kental lalu masak hingga matang, angkat, sajikan.

(Penulis: Al Arif)

Diposkan oleh Dody Faizal di 11.30 0 komentar

Link ke posting ini

Sabtu, Mei 24, 2008
TELUR SUMBER NUTRISI PENTING
Telur unggas adalah salah satu makanan yang sudah umum dikenal sebagai sumber protein. Kebanyakan jenis telur yang dikonsumsi adalah telur ayam, bebek dan angsa, namun telur burung puyuh yang kecil juga sering menjadi bahan masakan. Telur yang terbesar adalah telur burung unta. Semuanya mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Telur ayam yang biasa dijual dan dikonsumsi manusia biasanya merupakan telur yang tidak fertil (tidak subur) karena ayam-ayam betina di peternakan ayam dipisahkan dari ayam-ayam jantan. Namun tentu saja telur yang fertil (subur) tetap bisa dijual dan dikonsumsi dengan sedikit perbedaan nutrisi. Telur yang fertil tidak akan mengandung embrio yang berkembang karena proses pendinginan baik alami atau dari kulkas akan menghalangi perkembangan sel. Telur mentah dan matang Telur ayam dimasak dalam berbagai cara mulai dari yang manis sampai asin. Jadi telur sendiri dapat diasinkan, direbus, digoreng dadar atau ceplok, didinginkan atau dimakan mentah. Namun konsumsi telur mentah tidak dianjurkan bagi orang-orang yang mudah terinfeksi salmonella, seperti orang berusia lanjut, orang sakit atau lemah dan wanita hamil. Sebagai tambahan juga, telur mentah hanya mengandung 51% zat gizi biologis sementara telur yang sudah dimasak mengandung hampir 91% zat gizi biologis. Artinya, kandungan protein dalam telur matang hampir dua kali lipat dapat diserap tubuh daripada telur mentah jika dikonsumsi. Merebus telur terlalu lama akan menyebabkan munculnya lingkaran berwarna kehijauan pada kuning telur. Hal itu menunjukkan munculnya senyawa besi dan sulfur pada telur rebus. Juga dapat terjadi jika air yang digunakan untuk merebus telur terlalu banyak mengandung besi. Rasanya tidak akan berubah, namun merebus terlalu lama akan menurunkan kualitas proteinnya. Dinginkan telur di air dingin beberapa saat setelah direbus (hingga benar-benar dingin) dapat mencegah munculnya lingkaran kehijauan tersebut. Kandungan nutrisi telur Telur ayam merupakan yang paling umum dikonsumsi dan sangat bernutrisi tinggi. Telur ayam banyak mengandung berbagai jenis protein berkualitas tinggi termasuk mengandung semua jenis asam amino esensial bagi kebutuhan manusia. Juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, riboflavin, asam folat, vitamin B6, vitamin B12, choline, besi, kalsium, fosfor dan potasium. Telur ayam juga merupakan makanan termurah sumber protein yang lengkap. Satu butir telur ayam berukuran besar mengandung sekitar 7 gram protein. Kandungan vitamin A, D dan E terdapat dalam kuning telur. Telur memang dikenal menjadi salah satu dari sedikit makanan yang mengandung vitamin D. Satu kuning telur besar mengandung sekitar 60 kalori dan putih telur mengandung sekitar 15 kalori. Satu kuning telur besar mengandung dua per tiga jumlah kolesterol harian yang dianjurkan yaitu 300 mg. Lemak dalam telur juga terdapat dalam bagian kuning telur. Satu kuning telur juga mengandung separuh jumlah choline harian yang

dianjurkan. Choline merupakan nutrisi yang penting untuk perkembangan otak dan juga sangat penting untuk wanita hamil dan menyusui untuk memastikan perkembangan otak janin yang sehat. Kandungan nutrisi telur ayam memang berbeda-beda tergantung dari makanan dan kondisi lingkungan induk ayamnya. Penelitian dari Mother Earth News menunjukkan bahwa telur dari ayam yang diternakkan bebas di padang rumput mengandung asam lemak Omega-3 empat kali lebih banyak, vitamin E dua kali lebih banyak, beta-karoten dua sampai enam kali lebih banyak dan kolesterol hanya separuh daripada kandungan telur dari ayam yang hanya diternakkan di kandang dengan penghangat buatan.

Telur hasil rekayasa Saat ini, telur ayam yang mengandung asam lemak Omega-3 sudah dipasarkan. Namun kandungan nutrisinya berbeda-beda untuk setiap merek telur. Telur hasil rekayasa ini dihasilkan dengan cara memberi makan ayam betina dengan makanan mengandung lemak tak jenuh banyak. Telur -telur hasil rekayasa seperti telur bebas kolesterol dan telur yang mengandung Omega-3 diharapkan bisa mengurangi beban organ tubuh manusia akibat kelebihan gizi.

Pakan Alami, Perkecil Biaya Produksi Peternakan Itik
Juli 16, 2008 oleh sutanmuda Banyaknya peternak yang gagal dalam usaha beternak itik petelur, umumnya diakibatkan penghasilan yang tidak sebanding dengan modal yang harus dikeluarkan. Hal itu disebabkan, itik selalu membutuhkan bahan makanan yang cukup dan penuh kalori agar itik yang diternakkan memproduksi telur dengan baik setiap harinya. Dari hasil survei yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS), usaha peternakan itik baik milik usaha rumah tangga maupun usaha perorangan dengan minimal 3.000 ekor itik per peternak, yang berhasil mengembangkannya adalah peternak itik yang membuka usahanya di kawasan pesisir pantai di Sumatera Utara (Sumut). Itu, karena daerah pesisir yang berdekatan dengan pantai membuat para peternak dengan mudah memperoleh dan membeli bahan pakan dari kaum nelayan dengan harga murah. Selain pakan tersebut berasal dari biota laut seperti siput, anak ikan dan sejenisnya yang dihasilkan nelayan sebagai limbah hasil tangkapan, biota air tersebut banyak mengandung kalori dan gizi yang diperlukan itik. Sedangkan para peternak itik di daerah pemukiman yang jauh dari pantai seperti dataran tinggi, kebanyakan mengalami kegagalan yang terus menerus hingga menyebakan usahanya mengalami gulung tikar. Wajar saja, karena para peternak memang terbebani dengan kost yang tinggi. Harga pakan seperti jagung dan dedak semakin lama semakin melonjak, sementara makanan berkalori dari biota air yang dibutuhkan itik sulit didapat. Walaupun dapat diupayakan membelinya, namun harganya mungkin menjadi mahal akibat biaya transportasi. Akhirnya makanan berkalori yang diperlukan itik untuk merangsang supaya bertelur tidak terpenuhi. Ini mengakibatkan itik tidak bertelur dan mengalami keafkiran yang sangat panjang.

Dari pantauan MedanBisnis selama sepekan terakhir di kawasan pesisiran kabupaten Langkat, menunjukan, kalangan peternak itik petelur yang ada mampu bertahan dan berkembang. Misalnya, di Desa Pematang Cengal Kecamatan Tanjungpura, ada 10 sentra kelompok usaha peternak itik. Satu sentra terdiri 6-8 orang anggota kelompok ternak itik yang pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Usaha mereka per -sentranya menernakkan itik peking petelur rata-rata 3.000 ekor. Milik Paimanto di Pematang Cengal, misalnya, itik petelur tersebut setiap harinya digembala di tepian sungai untuk dimandikan supaya kondisi itik tetap sehat. Dan selanjutnya itik-itik tersebut kembali dikarantina dalam lokasi kandang untuk bertelur dan makan. Sedangkan pakannya didatangkan dari hasil laut oleh nelayan seperti siput rantai dan anak ikan ditambah pakan lainnya berupa dedak kulit gabah.Ada juga peternakan itik tertutup di kawasan pinggiran pantai di daerah Pangkalanbrandan. Para peternak itik ini umumnya peternakan itik air untuk memproduksi telur itik segar. Iskandar (32), salah seorang peternak itik di Jalan Meriam Kelurahan Sei Bilah Pangkalanbrandan kabupaten Langkat. Ini merupakan peternak itik milik usaha per orangan dengan jumlah ternak 5.000 ekor dan mampu memproduksi telur segar setiap harinya 3.000an butir. Cara peternakan yang dilakukannya adalah dengan cara membuat barak untuk berkumpulnya itik dengan sistem pengurungan. Peternakan ini mampu berkembang sejak ditekuninya lima tahun lalu. Semua pakan ternaknya berasal dari biota air seperti jenis kerang dan anak ikan, serta ditopang dengan dedak kulit gabah untuk membantu pertumbuhan bulu pada itik . ³Usaha di tepi pantai bisa membantu memperkecil pengeluaran. Sedangkan itik yang diternak juga cukup gizi dengan pemberian pakan dari laut yang dibeli dari nelayan. Semua itik yang tidak lagi bertelur karena sudah ketuaan, itu juga laku dijual dipasar,´ sebut Iskandar kepada MedanBisnis, Selasa (15/7).

INFO HARGA BEBEK
Posted on Juni 9, 2010 by dodyfaizal

kami menerima pesanan dari anda seputar dunia bebek dalam jumlah berapapun, tentunya dengan waktu yang secepat- cepatnya, karena pelayanan adalah konsep dagang kami, konsultasi gratis 24 jam adalah salah satu layanan yang kami berikan dalam memuaskan pembeli kami, dan kami bertanggung jawab atas kesuksesan anda dalam beternak, berikut beberapa info harga bebek kami (update per 05-102010): 1. Bebek Siap Telur = Rp 40.000,- S/d Rp 43.000,2. DOD Betina = Rp 4400,3. DOD Jantan = Rp 35004. DOC Ayam Kampung = Rp.3700,5. Bebek Potong 1,1 kg s/d 1,2 kg = Rp 19.000,6. Bebek Afkir = Rp 34.000,7. Telur Tetas = Rp 1300,8. Telur Konsumsi = Rp. 1100,untuk info lebih lengkap silahkan direct call di 0811300481 atau sms 085755222241

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->