tugas makalah

PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila

oleh: Eva Febrianty Annisa NPM 240110090025

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

2009 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah Swt. karena atas karunia dan rido-Nya kami dapat menyusun makalah yang berjudul Penegakan Hukum di Indonesia sebagai upaya untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pancasila. Di dalam makalah ini kami memaparkan mengenai penegakan hukum di Indonesia. Kami membahas mulai dari pengertian hukum, pembagian hukum, dan penegakan hukum di Indonesia. Penegakan hukum di Indonesia masih belum sempurna. Banyak hal yang menghambat proses penegakan hukum yang adil dan bertanggung jawab. Makalah ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki baik dari segi isi materi, tata bahasa, dan cara penulisannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Jatinangor,

Desember 2009

Penyusun

Eva Febrianty Annisa-240110090025

2

................................................ 18 BAB III PENUTUP 3....2...................... 5 2............3 Inkonsistensi Penegakan Hukum di Indonesia ...........................................2................... 11 2..2 Tujuan ...3.............. 20 Daftar Pustaka .... 8 2...................1 Hukum di Indonesia ............ 3 BAB I PENDAHULUAN 1................................2 Saran ........................2....................................1 Latar Belakang .........................................................................................................................................................3 Hukum Tata Negara ........................ 15 2................ 9 2.2 Beberapa Kasus Inkonsistensi Penegakan Hukum di Indonesia ..........1 Kesimpulan . 8 2..............................DAFTAR ISI Kata Pengantar ......................2........................................................................... 9 2..................................................... 5 2..................................................2 Pembagian Hukum di Indonesia ....................................................4 Prioritas Penegakan Hukum ...........1 Hukum Perdata Indonesia .........................6 Hukum Acara Pidana Indonesia .....3................................................................. 2 Daftar Isi ..............................................................................4 Hukum Tata Usaha (Administrasi) Negara ..................................................................................................................... 8 2............................... 4 1..............................................................................1 Permasalahan Hukum ... 10 2............2........ 5 2............................... 21 Eva Febrianty Annisa-240110090025 3 ......3 Beberapa Akibat Inkonsistensi Penegakan Hukum di Indonesia ...................3.................3..............2.............. 20 3....5 Hukum Acara Perdata Indonesia .2 Hukum Pidana Indonesia .............................. 7 2............................................................ 4 BAB II ISI 2..............................

Orang dapat menganggap lain istilah krisis penegakan hukum itu dan memberi tekanan pada faktor-faktor yang telah menentukan isi sesungguhnya dari hukum. Eva Febrianty Annisa-240110090025 4 . namun faktor aparat penegak hukum juga sangat berpengaruh dalam mewujudkan supremasi hukum walaupun tidak itu saja. yakni menciptakan keamanan dan ketertiban. 1. Ada banyak jenis hukum yang berlaku di Indonesia.2 Tujuan Makalah ini membahas tentang hukum dan penegakan hukum di Indonesia. Pengadilan sebagai institusi pencari keadilan sampai saat ini belum dapat memberikan rasa puas bagi masyarakat bawah. Semua hukum tersebut mempunyai tujuan yang sama.1 Latar Belakang Hukum merupakan suatu aturan yang berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia agar tercipta kehidupan yang aman dan tertram. Orang mulai tidak percaya terhadap hukum dan proses hukum ketika hukum itu sendiri masih belum dapat memberikan keadilan dan perlindungan bagi masyarakat.BAB I PENDAHULUAN 1. Ada hal-hal yang menyebabkan terjadinya krisis penegakan hukum di Indonesia. Akan tetapi. Diharapkan setelah membaca makalah ini pembaca dapat mempunyai opini dan mengambil sikap untuk menanggapi permasalahan yang ada. Dalam makalah ini penulis juga memberikan beberapa contoh kasus penegakan hukum di Indonesia sebagai bahan pemikiran kita dalam memahami dan menanggapi permasalahan tersebut. Namun untuk mencapai supremasi hukum yang kita harapkan bukan faktor hukumnya saja. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan kepada pembaca untuk dapat lebih memahami permasalahan hukum di Indonesia. dalam pelaksanaannya tidak demikian.

kekeluargaan. seperti kedewasaan seseorang. dan hukum Adat.BAB II ISI 2. perkawinan. dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.2. berbasis pada hukum Eropa kontinental. maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari. pewarisan. hukum di Indonesia dipengaruhi oleh hukum agama. maka dominasi hukum atau Syariat Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan. kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara). dan warisan. Sebagian besar sistem yang dianut.1 Hukum di Indonesia Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum-hukum Eropa. kejahatan (hukum pidana). harta benda. di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara. Selain itu. perceraian. khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (NederlandschIndie).1 Hukum Perdata Indonesia Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara). kematian. hukum Agama. Selain itu. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam. kegiatan usaha. 2. baik perdata maupun pidana. Eva Febrianty Annisa-240110090025 5 .2 Pembagian Hukum di Indonesia 2.

keluarga. kedewasaan. 2) Buku II tentang Kebendaan. waris. yaitu: Buku mengatur tentang perseorangan dan hukum keluarga. sistem hukum Islam.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW) yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi. dan hilangnya hak keperdataan. BW diberlakukan mulai tahun 1859. yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subjek hukum. 1) Kitab I undang-undang tentang Orang. kelahiran.Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata. perkawinan. antara lain hak-hak kebendaan. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subjek hukum yang berkaitan dengan benda. sistem hukum Eropa kontinental. Yang dimaksud Eva Febrianty Annisa-240110090025 6 . sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan diundangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. hukum perdata (disingkat hukum KUHPer) terdiri dari empat bagian. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda. perceraian. khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang. Bahkan kitab undang-undang hukum perdata (dikenal KUHPer. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda. mengatur tentang hukum benda. misalnya Amerika Serikat). antara lain sistem hukum Anglo-Saxon (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dan negara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris. dan sistem-sistem hukum lainnya. sistem hukum komunis. dan penjaminan. Khusus untuk bagian perkawinan.

dan kapal dengan berat tertentu). Khusus untuk bidang perdagangan. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus dari KUHPer. Khusus untuk bagian tanah.dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang tidak bergerak (misalnya tanah. (ii) benda berwujud yang bergerak. 4) Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian. Isi KUHD berkaitan erat dengan KUHPer. antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian). khususnya Buku III. syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian. 2. dan (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). 3) Buku III tentang Perikatan. bangunan. yaitu benda berwujud lainnya selain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak. mengatur tentang hukum perikatan (atau kadang disebut juga perjanjian walaupun istilah ini sesunguhnya mempunyai makna yang berbeda). sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan diundangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Sistematika yang ada pada KUHP tetap dipakai sebagai acuan oleh para ahli hukum dan masih diajarkan pada fakultas-fakultas hukum di Indonesia. Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik.2 Hukum Pidana Indonesia Eva Febrianty Annisa-240110090025 7 . kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) juga dipakai sebagai acuan. mengatur hak dan kewajiban subjek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan halhal yang berkaitan dengan pembuktian.2. yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara subjek hukum di bidang perikatan. telah dinyatakan tidak berlaku dengan diundangkannya UU tentang hak tanggungan.

dan pidana (sanksi). sedangkan dalam hal perbedaan hukum tata negara lebih mengacu kepada fungsi konstitusi atau hukum dasar yang digunakan oleh suatu negara dalam hal pengaturan kebijakan pemerintah. hubungan hukum (hak dan kewajiban) antarlembaga negara. Eva Febrianty Annisa-240110090025 8 .2.4 Hukum Tata Usaha (Administrasi) Negara Hukum tata saha (administrasi) negara adalah hukum yang mengatur kegiatan administrasi negara. pelaku tindak pidana. Hukum administarasi negara memiliki kemiripan dengan hukum tata negara. struktur kelembagaan. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian. Hukum tata usaha negara juga sering disebut HTN dalam arti sempit. pengaturan hukum pidana materiil diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). pengaturan hukum pidana formil telah disahkan dengan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP).3 negara. pembentukan lembaga-lembaga negara. yaitu hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Kesamaanya terletak dalam hal kebijakan pemerintah. Yaitu hukum yang mengatur tata pelaksanaan pemerintah dalam menjalankan tugasnya. Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana. Di Indonesia.T Kansil). Hukum pidana formil mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana materiil. untuk hukum administrasi negara dimana negara dalam "keadaan yang bergerak". dan warga negara.S. hukum dapat dibagi menjadi dua. sedangkan hukum publik adalah hukum yg mengatur hubungan antara negara dengan warga negaranya. Hukum Tata Negara Hukum tata negara adalah hukum yang mengatur tentang antara lain dasar pendirian.Berdasarkan isinya. Hukum privat adalah hukum yang mengatur hubungan orang perorang. Di Indonesia. Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik. wilayah.2. 2. 2. yaitu hukum privat dan hukum publik (C.

Hukum acara pidana di Indonesia diatur dalam UU nomor 8 tahun 1981. yaitu tersangka atau terdakwa tidak secara terbuka untuk umum (pasal 64 KUHAP). dan adil (pasal 50 KUHAP). jujur. 2. biaya ringan. yaitu serangkaian proses peradilan pidana (dari penyidikan sampai dengan putusan hakim) dilakukan cepat.6 Hukum Acara Pidana Indonesia Hukum acara pidana Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum pidana.2. 5) dibebani kewajiban pembuktian (pasal 66 KUHAP). 2. dan tidak memihak. 2) Asas peradilan cepat. kecuali diatur lain oleh UU. yaitu pemeriksaan tindak pidana dilakukan Asas pembuktian.5 Hukum Acara Perdata Indonesia Hukum acara perdata Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum perdata. jujur.2. 3) Asas memperoleh bantuan hukum. Dalam hukum acara perdata dapat dilihat dalam kitab undang-undang hukum acara perdata (KUHAPerdata). bahkan wajib memperoleh bantuan hukum guna pembelaan atas dirinya (pasal 54 KUHAP). Pembicaraan tentang hukum barulah dimulai jika terjadi suatu Eva Febrianty Annisa-240110090025 9 . Asas didalam hukum acara pidana di Indonesia adalah: 1) Asas perintah tertulis. ringkas. yaitu segala tindakan hukum hanya dapat dilakukan berdasarkan perintah tertulis dari pejabat yang berwenang sesuai dengan UU.3 Inkonsistensi Penegakan Hukum di Indonesia Salah satu fungsi hukum adalah alat penyelesaian sengketa atau konflik. 4) Asas terbuka. sederhana. yaitu setiap orang punya kesempatan.2. disamping fungsi yang lain sebagai alat pengendalian sosial dan alat rekayasa sosial.

dan sebagainya). orang kaya. baik dari sistem peradilannya. Inkonsistensi penegakan hukum ini kadang melibatkan masyarakat itu sendiri. satu hal yang sering dilihat dan dirasakan oleh masyarakat awam adalah adanya inkonsistensi penegakan hukum oleh aparat. Misalnya penyerobotan tanah di Tapos dan di daerah-daerah persengketaan tanah yang lain. masyarakat yang tertindas oleh hukum bergerak mencari keadilan yang seharusnya mereka peroleh sejak dahulu. Eva Febrianty Annisa-240110090025 10 . Hukum sebagai dewa penolong bagi mereka yang diuntungkan dan hukum sebagai hantu bagi mereka yang dirugikan. teman.konflik antara dua pihak yang kemudian diselesaikan dengan bantuan pihak ketiga. konflik perburuhan yang mengakibatkan perusakan di sejumlah pabrik dan sebagainya. kadang usaha mereka dilakukan tidak melalui jalur hukum. dan sebagainya). Namun inkonsistensi penegakan hukum ini sering pula mereka temui dalam media elektronik maupun cetak. perangkat hukumnya. Hukum yang seharusnya bersifat netral bagi setiap pencari keadilan atau bagi setiap pihak yang sedang mengalami konflik. seringkali bersifat diskriminatif. intervensi kekuasaan. 2. Akan tetapi. Seiring dengan runtuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998. Diantara banyaknya permasalahan tersebut. yang menyangkut tokoh-tokoh masyarakat (pejabat. inkonsistensi penegakan hukum. Pengembalian kepercayaan masyarakat terhadap hukum sebagai alat penyelesaian konflik dirasakan perlunya untuk mewujudkan ketertiban masyarakat Indonesia yang oleh karena euphoria “reformasi” menjadi tidak terkendali dan cenderung menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Dalam hal ini munculnya hukum berkaitan dengan suatu bentuk penyelesaian konflik yang bersifat netral dan tidak memihak. keluarga.3.1 Permasalahan Hukum Permasalahan hukum di Indonesia terjadi karena beberapa hal. maupun perlindungan hukum. maupun lingkungan terdekatnya yang lain (tetangga. memihak kepada yang kuat dan berkuasa. Pelaksanaan hukum di Indonesia sering dilihat dalam kacamata yang berbeda oleh masyarakat.

Contoh peristiwa klasik yang menjadi bacaan umum seharihari adalah koruptor kelas kakap dibebaskan dari dakwaan karena kurangnya bukti. PN Jakpus menjatuhkan hukuman dua tahun penjara potong masa tahanan dan menetapkan terpidana tetap dalam status tahanan rumah.3. Tumbangnya rezim Soeharto tahun 1998 ternyata tidak disertai dengan reformasi di bidang hukum. 2. Peristiwa kecil bisa terjadi pada saat berkendaraan di jalan raya. Polisi yang bertugas membiarkan begitu saja mobil dinas TNI yang melintas meski mobil tersebut berpenumpang kurang dari tiga orang dan kadang malah disertai pemberian hormat apabila kebetulan penumpangnya berpangkat lebih tinggi. Ketimpangan dan putusan hukum yang tidak menyentuh rasa keadilan masyarakat tetap terasakan dari hari ke hari. Masyarakat dapat melihat bagaimana suatu peraturan lalu lintas (misalnya aturan three-in-one di beberapa ruas jalan di Jakarta) tidak berlaku bagi anggota TNI dan POLRI.Inkonsistensi penegakan hukum ini berlangsung dari hari ke hari. a. sementara pencuri ayam bisa terkena hukuman tiga bulan penjara karena adanya bukti nyata. baik melalui pengalaman pencari keadilan itu sendiri. Tingkat Kekayaan Seseorang Salah satu keputusan kontroversial yang terjadi pada bulan Februari ini adalah jatuhnya putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) terhadap terpidana kasus korupsi proyek pemetaan dan pemotretan areal hutan antara Departemen Hutan dan PT Mapindo Parama. Penulis mengelompokkannya berdasarkan beberapa alasan yang banyak ditemui oleh masyarakat awam. Mohammad “Bob” Hasan.2 Beberapa Kasus Inkonsistensi Penegakan Hukum di Kasus-kasus inkonsistensi penegakan hukum di Indonesia Indonesia terjadi karena beberapa hal. baik dalam peristiwa yang berskala kecil maupun besar. maupun peristiwa lain yang bisa diikuti melalui media cetak dan elektronik. Putusan Eva Febrianty Annisa-240110090025 11 .

Karena mengulang perbuatannya pada masa percobaan. Mabes Polri. seorang petani sederhana yang terlibat konflik tanah seluas 1000 meter persegi warisan ayahnya. perampokan bersenjata. dan sebagainya. Tasiran berkelana mencari keadilan dengan mondar-mandir Bojonegoro-Jakarta lebih dari 100 kali dengan mendatangi Mahkamah Agung. Kemampuannya menyewa pengacara tangguh dengan tarif mahal yang dapat mementahkan dakwaan kejaksaan. Tasiran kembali masuk penjara pada bulan Agustus 1986. dan Afrika Selatan) yang diikuti oleh sekitar 40 orang anggota DPRD DKI Komisi D. Tasiran. Kejaksaan Agung. Proses pengadilan pun relatif berjalan dengan cepat. hanya dimiliki oleh orang-orang dengan tingkat kekayaan tinggi. dijatuhi hukuman kurungan tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan pada tanggal 2 April 1986 karena terbukti mencangkuli tanah sengketa. Masyarakat dengan mudah melihat bahwa kekayaanlah yang menyebabkan Bob Hasan lolos dari hukuman penjara. karena untuk kasus korupsi yang merugikan negara puluhan milyar rupiah. BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Pada tahun 1996 ia kembali memperoleh keputusan yang mengalahkan dirinya. DPR/MPR. Jepang. Dalam studi Eva Febrianty Annisa-240110090025 12 . putusan kasus Bob Hasan sama sekali tidak sebanding.ini menimbulkan rasa ketidakadilan masyarakat. Sekeluarnya dari penjara. b. Bina Graha. Dibandingkan dengan kasus pencurian kecil. korupsi yang merugikan negara “hanya” sekian puluh juta rupiah. kasus Texmaco. Tingkat Jabatan Seseorang Kasus Ancolgate berkaitan dengan studi banding ke luar negeri (Australia. Istana Merdeka. Bob Hasan yang sudah berstatus terpidana hanya dijatuhi hukuman tahanan rumah. Demikian pula yang terjadi dengan kasus Bank Bali. dan kasuskasus korupsi milyaran rupiah lainnya. Kita bisa membandingkan dengan kasus Tasiran yang memperjuangkan tanah garapannya sejak tahun 1985.

Rasa ketidakadilan masyarakat terusik tatkala sanksi ini hanya dikenakan pada pegawai rendahan. terdakwa juga dikembalikan ke kesatuannya selama dua minggu sambil menunggu dan berpikir terhadap vonis mahkamah militer tinggi. c. yang sebagai komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol ikut bertanggung jawab.banding tersebut anggota DPRD yang berangkat memanfaatkan dua sumber keuangan yaitu SPJ anggaran yang diperoleh dari anggaran DPRD DKI sebesar 5. proses pengadilan ini juga memperlihatkan eksklusivitas hukum militer yang diterapkan pada kasus narkoba. yaitu Gubernur Sutiyoso. Jendral (TNI) Subagyo H. Disamping itu. Pihak kejaksaan pun terkesan mengulur-ulur janji untuk mengusut kasus ini sampai ke pejabat tertinggi di DKI. Nepotisme Terdakwa Letda (Inf) Agus Isrok. terlihat penyelesaian masalah dilakukan segera setelah media cetak dan elektronik menemukan ketidakberesan dalam masalah pendanaan studi banding tersebut. Dalam kasus ini.S. Sampai makalah ini dibuat.1 milyar rupiah. diperingan hukumannya oleh mahkamah militer dari empat tahun penjara menjadi dua tahun penjara. sembilan orang staf Bapedal dan Sekwilda dikenai tindakan administratif. Disamping itu. anak mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Penyelesaian secara administratif ini seakan dilakukan agar dapat mencegah tindakan hukum yang mungkin bisa dilakukan. semenara Kepala Bapedal DKI Bambang Sungkono dan Kepala Dinas Tata Kota DKI Ahmadin Ahmad tidak dikenai tindakan apapun. janji untuk menyidik pejabat-pejabat DKI ini belum terlaksana.2 milyar rupiah dan uang saku dari PT Pembangunan Jaya Ancol sebesar 2.. Eva Febrianty Annisa-240110090025 13 . Putusan ini terasa tidak adil dibandingkan dengan vonis-vonis kasus narkoba lainnya yang terjadi di Indonesia yang didasarkan atas pelaksanaan UU Psikotropika. Dalam kasus ini.

yang terjadi pada tanggal 6 September 2000. Nusa Tenggara Timur. Dua kasus ini mengesankan adanya diskriminasi hukum bagi keluarga bekas pejabat. kasus Atambua termasuk kasus yang mengalami penyelesaian secara cepat dan tanggap dari aparat. Dalam enam bulan sejak kasus ini terjadi. misalnya Ambon. anak mantan presiden Soeharto. surat dari Direktur Bank Dunia kepada Presiden Abdurrahman Wahid untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Sampit. yang menewaskan tiga orang staf UNHCR mendapatkan perhatian internasional dengan cepat. Meskipun Eva Febrianty Annisa-240110090025 14 . dan situasi kembali aman dan normal. Dimulai dengan keluarnya Resolusi No. Sambas.Tommy Soeharto. desakan CGI (Consultatif Group on Indonesia). yang dihukum 18 bulan penjara karena kasus manipulasi tukar gling tanah Bulog di Kelapa Gading dan merugikan negara sebesar 96 milyar rupiah. d. Masyarakat melihat bagaimana pihak pengacara. kekerasan berhasil diatasi. Apabila dibandingkan dengan kasus-kasus kekerasan yang terjadi di bagian lain di Indonesia. Tekanan internasional ini mengakibatkan cepatnya pemerintah bertindak dengan segera melucuti persenjataan milisi Timor Timur dan mengadili beberapa bekas anggota milisi Timor Leste yang dianggap bertanggung jawab. namun sampai saat makalah ini dibuat Tommy Soeharto masih berkeliaran di udara bebas. sampai dengan ancaman embargo oleh Amerika Serikat. sampai saat ini tidak berhasil ditangkap dan dimasukkan ke LP Cipinang sesuai perintah pengadilan setelah permohonan grasinya ditolak oleh presiden. kejaksaan. milisi berhasil dilucuti. Aceh. dan kepolisian saling berkomentar melalui media cetak dan elektronik. permintaan DK PBB untuk mengirim misi penyelidik kasus Atambua ke Indonesia. 1319 dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB). Tekanan Internasional Kasus Atambua.

Namun tidak demikian halnya dengan hukum pidana yang hanya menyelesaikan masalah melalui pengadilan. Beberapa contoh kasus berikut ini menunjukkan bagaimana perilaku masyarakat menyesuaikan diri dengan pola inkonsistensi penegakan hukum di Indonesia. namun tekanan yang terjadi tidak sebesar pada kasus Atambua. Masyarakat bersikap apatis bila mereka tidak tersangkut paut dengan satu masalah yang terjadi. Namun bila mereka sendiri tersangkut dalam suatu masalah. dikenal pilihan penyelesaian masalah dengan arbitrase atau mediasi di luar jalur pengadilan untuk menghemat waktu dan biaya.3 Beberapa Akibat Inkonsistensi Penegakan Hukum di Inkonsistensi penegakan hukum di atas berlangsung terus Indonesia menerus selama puluhan tahun. bahkan persoalan pidana pun masyarakat mempunyai pilihan diluar pengadilan. 2. maka sudah jamak dilakukan upaya “damai” dengan petugas polisi yang bersangkutan agar tidak membawa kasusnya ke pengadilan. tidak jarang mereka memanfaatkan inkonsistensi penegakan hukum ini. Di Indonesia. Apabila melihat penodongan di jalan umum. Eva Febrianty Annisa-240110090025 15 .3. jarang terjadi masyarakat membantu korban atau melaporkan pelaku kepada aparat. Ketidakpercayaan Masyarakat pada Hukum Masyarakat meyakini bahwa hukum lebih banyak merugikan mereka dan sedapat mungkin dihindari. Bila seseorang melanggar peraturan lalu lintas misalnya. Memang dalam hukum perdata. Masyarakat sudah terbiasa melihat bagaimana law in action berbeda dengan law in the book.ada perhatian internasional dalam kasus-kasus kekerasan lain di Indonesia. a. derajat tekanan internasional menentukan kecepatan aparat melakukan penegakan hukum dalam mengatasi kasus kekerasan. Dalam pandangan masyarakat.

b. didukung dengan argumentasi asal-asalan. Menurut Durkheim menerapkan hukum yang bersifat masyarakat ini (repressive). menekan Masyarakat menerapkan sanksi tersebut tidak atas pertimbangan rasional mengenai jumlah kerugian objektif yang menimpa masyarakat itu. dakwaan disusun secara sembarangan dan sengaja untuk mudah dipatahkan. Terdakwa terbukti bebas karena dakwaan yang lemah. perampok. Suatu dakwaan yang sangat lemah dan tidak cermat. Beberapa kasus menunjukkan aparat memang tidak berniat untuk melanjutkan perkara yang bersangkutan ke pengadilan atas persetujuan dengan pihak pengacara dan terdakwa. dan polisi sebagai penyidik dalam hal ini juga penting. jaksa penuntut. penodong yang dilakukan massa beberapa waktu yang lalu merupakan contoh. tentu saja akan mempersulit hakim dalam memutuskan suatu perkara. tapi lebih banyak disebabkan oleh lemahnya mental aparat itu sendiri. namun demikian peranan pengacara. Penyelesaian Konflik dengan Kekerasan Penyelesaian konflik dengan kekerasan terjadi secara sporadis di beberapa tempat di Indonesia. melainkan atas dasar kemarahan kolektif yang muncul karena tindakan yang menyimpang dari pelaku. yang berasal dari hasil penyelidikan yang tidak akurat dari pihak kepolisian. Beberapa kasus pengadilan yang memutus bebas terdakwa kasus korupsi yang menyangkut pengusaha besar dan kroni mantan presiden Soeharto menunjukkan hal ini. Eva Febrianty Annisa-240110090025 16 . Pembakaran dan penganiayaan pencuri sepeda motor. Oleh karena itu. Kelemahan penyidikan dan penyusunan dakwaan ini kadang bukan disebabkan rendahnya kemampuan aparat maupun ketiadaan sarana pendukung.Pendapat umum menempatkan hakim pada posisi “tertuduh” dalam lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Suatu persoalan pelanggaran hukum kecil kadang membawa akibat hukuman yang sangat berat bagi pelakunya yang diterima tanpa melalui proses pengadilan.

terbeli oleh kekayaan terdakwa. bisa jadi Eva Febrianty Annisa-240110090025 17 . kutub keadilan dan kepastian hukum. c. sampai dengan kasus-kasus besar seperti Ambon. masyarakat menggunakan kelompoknya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Sambas. maupun hakim dalam suatu perkara. Pada kasus Sampit. segera divonis menurut aturan kelompok tersebut. dan sebagainya. Fungsi pengacara yang seharusnya berada di kutub memperjuangkan keadilan bagi terdakwa. kasus tawuran pelajar. Demikian pula hakim yang seharusnya berada ditengah-tengah dua kutub tersebut. Kasus ini biasanya melibatkan pengacara yang menjadi perantara antara terdakwa dan aparat penegak hukum. berubah menjadi pencari kebebasan dan keputusan seringan mungkin dengan segala cara bagi kliennya. masing-masing kelompok menggunakan norma dan hukumnya dalam menentukan kebenaran serta sanksi bagi pelaku yang melanggar hukum menurut versinya tersebut. melainkan diselesaikan melalui tindakan kelompok. kejaksaan. Pada beberapa kasus yang lain. Dalam hal ini. misalnya. Suatu kesalahan yang berdasarkan keputusan kelompok tertentu. Tidak diperlukan adanya argumentasi dan pembelaan bagi si terdakwa. Mulai dari skala “kecil” seperti kasus Matraman yang melibatkan warga Palmeriam dan Berland. Sampit. Pemanfaatan Inkonsistensi Penegakan Hukum untuk Kepentingan Pribadi Dalam beberapa kasus yang berhasil ditemukan oleh media cetak. terbukti adanya kasus korupsi dan kolusi yang melibatkan baik polisi. Sementara posisi polisi dan jaksa yang seharusnya berada di kutub yang menjaga adanya kepastian hukum. kebenaran menurut hukum tidak dianut sama sekali.Masyarakat ingin memberi pelajaran kepada pelaku dan juga pada memberi peringatan anggota masyarakat yang lain agar tidak melakukan tindakan pelanggaran yang sama. konflik antara etnis Dayak dan Madura yang terjadi karena ketidakadilan ekonomi tidak dibawa dalam jalur hukum.

Kesemuanya untuk meningkatkan posisi tawar mereka dalam proses hukum yang sedang atau akan dijalaninya. Beberapa perusahaan asing yang terkena kasus pencemaran lingkungan. kadang menggunakan negara induknya untuk melakukan pendekatan dan tekanan terhadap pemerintah Indonesia agar tercapai kesepakatan yang menguntungkan kepentingan mereka. hanya orang kayalah yang dapat menikmati keadaan inkonsistensi penegakan hukum ini. tanpa membiarkan hukum untuk menyelesaikannnya secara mandiri. serta sengketa perburuhan. dan sebagainya. gugatan tanah oleh masyarakat adat setempat. misalnya dalam pengusutan kasus pembunuhan di Aceh.4 Prioritas Penegakan Hukum Inkonsistensi penegakan hukum merupakan masalah penting yang harus segera ditangani. Namun di lain pihak tekanan asing kadang juga memberi mimpi buruk pula bagi masyarakat. lengkaplah sandiwara pengadilan yang seharusnya mencari kebenaran dan penyelesaian masalah menjadi suatu pertunjukan yang telah diatur untuk membebaskan terdakwa. penghentian dukungan politik. tragedi Ambon. Dengan skenario diatas. Sementara orang miskin (atau yang relatif lebih miskin) akan menerima putusan pengadilan yang lebih tinggi. Masalah hukum ini paling dirasakan oleh Eva Febrianty Annisa-240110090025 18 . Sambas. 2. Tekanan tersebut dapat berupa ancaman embargo. Lembaga asing nonpemerintah biasanya aktif melakukan tekanan-tekanan semacam ini. penggagalan penanaman modal. dan sebagainya.3. Disatu pihak tekanan asing dapat membawa berkah bagi pencari keadilan dengan dipercepatnya penyidikan dan penegakan hukum oleh aparat.condong membebaskan atau memberikan putusan seringanringannya bagi terdakwa setelah melalui kesepakatan tertentu. Dan karena menyangkut uang. Penggunaan Tekanan Asing dalam Proses Peradilan Campur tangan asing bagaikan pisau bermata dua. d.

Penegakan hukum yang konsisten harus terus diupayakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap hukum di Indonesia. Selain perbaikan kinerja aparat. hakim. Selain mengharapkan peran DPR sebagai lembaga legistatif untuk lebih aktif dalam memperbaiki dan menciptakan perundang-undang yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Cara ini membawa akibat buruk bagi masyarakat itu sendiri. dan nepotisme akan terus berpengaruh dalam proses penegakan hukum di Indonesia. selalu berakibat merugikan pihak yang tidak mempunyai kemampuan yang setara. materi hukum sendiri juga harus terus menerus diperbaiki. Kasus tidak adanya perundangan yang dapat menjerat para terdakwa kasus korupsi. media massa. dan cenderung menyelesaikan konflik dan permasalahan mereka di luar jalur. baik polisi. menggiring masyarakat pada pola kehidupan sosial yang tidak mempercayai hukum sebagai sarana penyelesaian konflik. Tanpa perbaikan kinerja dan moral aparat. maupun pemerintah (eksekutif) yang ada dalam wilayah peradilan yang bersangkutan. maka segala bentuk kolusi. diharapkan pula peran dan kontrol publik baik melalui perorangan. korupsi. jaksa. Pemanfaatan inkonsistensi penegakan hukum oleh sekelompok orang demi kepentingannya sendiri. Melihat penyebab inkonsistensi penegakan hukum di Indonesia. Persepsi masyarakat yang buruk mengenai penegakan hukum. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat juga menjadi faktor kunci dalam penegakan hukum secara Eva Febrianty Annisa-240110090025 19 . Akibatnya rasa ketidakadilan dan ketidakpuasan tumbuh subur di masyarakat Indonesia. diharapkan tidak akan muncul lagi dengan adanya undang-undang yang lebih tegas. maka prioritas perbaikan harus dilakukan pada aparat.masyarakat dan membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan bermasyarakat. swadaya masyarakat. maupun lembaga konsisten.

3.1 Kesimpulan Penegakan hukum di Indonesia masih harus terus diperbaiki. Banyak kasus yang telah terjadi.BAB III PENUTUP 3. maka perlu diadakan evaluasi. tetapi tindakan hukumnya tidak berjalan sepenuhnya. Hal ini membuat masyarakat kecewa dan pada akhirnya masyarakat cenderung tidak percaya dengan kinerja para penegak hukum di negeri yang kita cintai ini. Ada beberapa hal yang harus segera dibenahi lagi seperti kinerja para penegak hukum. dan yang paling pentind adalah peningkatan kesadaran hukum dari setiap individu.2 Saran Seiring dengan timbulnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja para penegak hukum. menteri hukum. Eva Febrianty Annisa-240110090025 20 . perundangan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Dedi.12 WIB). Soemardi.org/wiki/Hukum-Indonesia Desember 2009 pukul 11. Paul Johnson. terjemahan Robert M.wikipedia. Prasetya. 1986. Pengantar Hukum Indonesia. Available at: http://www. (diakses pada 6 Eva Febrianty Annisa-240110090025 21 . Jakarta: Gramedia.DAFTAR PUSTAKA Ali. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Available at: http://cana23. Pengadilan dan Masyarakat.com/journal/item/9 (diakses pada 6 Desember 2009 pukul 10. Gravitasi.id. Anonimous. Cana. 1999. Krisis Penegakan Hukum di Indonesia. Makassar: Hasanudin University Press.multiply. Lawang.56 WIB). Achmad.Z. 1997. Jakarta: Ind-Hill-Co. 2009. 2008. Doyle.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful