P. 1
PAPER CSR

PAPER CSR

|Views: 798|Likes:

More info:

Published by: Steven Talenta Epavroditus on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

TUGAS ETIKA BISNIS

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

STEVEN TALENTA EPAVRODITUS 0806305090

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA 2010

1

penulis akan terima dengan senang hati. Paper ini berisi beberapa informasi tentang konseptanggung jawab perusahaan. agar pembaca lebih memahami mengenai tanggung jawab perusahaan itu sendiri secara umum. oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca dan pemakai paper ini. yang penulis harapkan dapat memberikan informasi kepada para pembaca. Jimbaran.Yang membedakan antara konsep tanggung jawab perusahaan dulu dengan sekarang.Tujuan penulisan paper ini adalah untuk menambah pengetahuan kepada pembaca tentang tanggung jawab sosial perusahaan. Akhir kata. karena dengan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan paper ini.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. penulis menyadari paper ini jauh dari sempurna. 03 Maret 2010 2 . Sedangkan segala kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam paper ini sepenuhnya bersumber dan menjadi tanggung jawab penulis.

PIHAK PEMANGKU KEPENTINGAN PROGRAM CSR 8. CSR DAN KEUNTUNGANNYA BAGI PERUSAHAAN 5. LATAR BELAKANG B. SEJARAH CSR 2. FAKTOR PENDORONG PELAKSANAAN CSR 3. CSR DAN COMMUNITY DEVELOPMENT 7. HUBUNGAN CSR DENGAN PEMERINTAH 6. TUJUAN C.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. RUMUSAN MASALAH BAB II ISI 1. PENENTUAN BIDANG CSR DAN PELAKSANAANNYA BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 10 11 12 14 15 3 . CSR SEBAGAI KEWAJIBAN PERUSAHAAN 4.

Bagaimana pun. 40 Tahun 2007 yang belum lama ini disahkan DPR. LATAR BELAKANG TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility) kini jadi frasa yang semakin populer dan marak diterapkan perusahaan di berbagai belahan dunia.Selain komunitas internal seperti pemegang saham. dan responsibility telah mendorong CSR semakin menyentuh ³jantung hati´ dunia bisnis. transparency. 4 . karyawan.Menguatnya terpaan prinsip good corporate governance seperti fairness. Disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1). maka melekatlah tuntutan dan tanggung jawab bagi perusahaan yang bersangkutan akan komunitas lokal yang ada di sekitarnya (stake holder). kelangsungan perusahaan bergantung dari dukungan banyak pihak. debut CSR semakin menguat terutama setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU PT No. Ketika suatu perusahaan beroperasi. accountability.Di tanah air.BAB I PENDAHULUAN A. perhatian pada masyarakat sekitar juga ternyata membawa dampak positif bagi perusahaan. keluarga karyawan.

perbedann CSR dengan community development. kewajiban dan keuntungan perusahaan dari pelaksanaan CSR. serta penentuan di dalam bidang-bidang CSR.B. penentuan pihak yang menjadi prioritas keuntungan program CSR. 5 . TUJUAN Tujuan dari penyusunan paper ini adalah untuk mengetahui dan memahami sejarah CSR. hubungan pelaksanaan CSR dengan pemerintah. faktor pendorong CSR.

Bagaimana menentukan pihak yang menjadi pemangku kepentingan program CSR? 8. seperti pemerintah? 6. Apakah CSR merupakan kewajiban bagi perusahaan? 4. maka dapat dirumuskan permasalahannya: 1. Faktor-faktor apa saja yang mendorong pelaksanaan CSR? 3. Bagaimana menentukan bidang-bidang program CSR yang akan dilaksanakan? Dan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perumusan masalah ini. 6 . selanjutnya akan dijabarkan melalui isi dari paper ini. Apa hubungan antara pelaksanaan CSR dengan kewajiban pihak lain.C. Apakah CSR sama dengan community development? 7. Bagaimana sejarah CSR? 2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan tujuan dari penulisan paper ini. Apa keuntungan yang didapat perusahaan dari pelaksanaan CSR? 5.

melembaga. Elkington mengemas CSR ke dalam tiga fokus: 3P (profit. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan CSA (corporate social activity) atau aktivitas sosial perusahaan. yakni economic growth. Ditinjau dari motivasinya. Melalui konsep investasi sosial perusahaan seat belt. tetapi memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people). Mengembangkan tiga komponen penting sustainable development. Dalam konteks global. Jika corporate giving bermotif amal atau charity.BAB II 1. corporate community relations. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR. CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial. Perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit). dan people). istilah CSR mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business (1998) karya John Elkington. corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona. planet. istilah CSR semakin populer digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving. tetapi untuk pembangunan sosialekonomi kawasan secara holistik. environmental protection. secara faktual aksinya mendekati konsep CSR yang merepresentasikan bentuk ³peran serta´ dan ³kepedulian´ perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan. Di Indonesia.Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan 7 . keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. SEJARAH CSR Pengertian CSR sangat beragam. community development lebih bernuansa pemberdayaan. dan community development.Intinya. corporate philanthropy. dan berkelanjutan. dan social equity yang digagas the World Commission on Environment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987). sejak tahun 2003 Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yang aktif dalam mengembangkan konsep CSR dan melakukan advokasi kepada berbagai perusahaan nasional.

Faktor internal. sedang yang positif menghasilkan perkembangan CSR. dan pemerintah selaku regulator. yang kemudian ditanggapi oleh perusahaan. masyarakat sekitar perusahaan. khususnya di sekitar perusahaan beroperasi. 2. Stakeholders dapat mencakup karyawan dan keluarganya. pemasok. 3. bergantung pada core bisnis perusahaan yang bersangkutan (Supomo. Institusi pembiayaan yang kian kritis menanamkan investasi memperkuat kecenderungan untuk produk- CSR. Jenis dan prioritas stakeholders relatif berbeda antara satu perusahaan dan lainnya.Faktor eksternal terutama berkaitan dengan kritik organisasi masyarakat sipil terhadap kinerja sosial dan lingkungan perusahaan.Tanggapan defensif serta kamuflase hijau memperumit masalah. 2004).Demikian pula konsumen yang juga bersedia membayar â¼ green premiumâ¼ produk tertentu yang dihasilkan perusahaan berkinerja sosial dan lingkungan baik. Literatur-literatur yang ada menyebutkan kedua kubu masing- 8 . FAKTOR PENDORONG PELAKSANAAN CSR Secara umum dibedakan menjadi faktor eksternal dan internal. lembaga-lembaga swadaya masyarakat. misalnya. pelanggan. Selain itu. yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. pasar tenaga kerja yang menunjukkan adanya pergeseran pilihan dengan mempertimbangkan reputasi perusahaan. Gabungan faktor-faktor eksternal itu membuat perusahaan yang menjalankan CSR dengan sungguhsungguh lebih berkemungkinan bertahan di tengah kompetitifnya iklim dunia usaha.Organisasi masyarakat sipil memprotes kinerja yang buruk.Terakhir. melainkan pula stakeholders.Sejarah hubungan antara perusahaan dan masyarakat mencatat banyak peristiwa tragis yang disebabkan operasi perusahaan.bahwasannya kegiatan perusahaan membawa dampak (baik maupun buruk) bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat. CSR SEBAGAI KEWAJIBAN PERUSAHAAN Ada dua pendirian mengenai hal ini: kubu mandatori (yang mewajibkan) dan voluntari (yang menginginkan tetap bersifat sukarela). Cukup banyak pengamat yang berpendapat bahwa faktor internal sebagai pendorong CSR semakin kuat berperan di masa datang. pemilik perusahaan sejatinya bukan hanya shareholders atau para pemegang saham. kepemimpinan puncak manajemen perusahaan yang melihat CSR merupakan sumber peluang memperoleh keunggulan kompetitif (responsibility is opportunity). media massa.

dengan dikembangkannya berbagai standar yang bisa diadopsi secara sukarela atas basis kehendak menjadi lebih kompetitif.masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Friedman dan Henderson berpendirian bahwa tanggung jawab berada di pundak individu. merupakan bukti terkuat hingga saat ini. tidak setuju perusahaan tak dapat dimintai pertanggungjawaban terhadap tindakan organisasinalnya. Frank Schmidt. dan CSR merupakan kerangka aktivitas yang beyond compliance.Dan karenanya perdebatan mengenai keuntungan menjalankan CSR sesungguhnya dapat dianggap sudah berakhir. Sedang pendukung kubu mandatori kini memperjuangkan masuknya seluruh manajemen dampak dalam kerangka hukum dan menamakan perjuangannya sebagai corporate accountability movement 4. yang berarti harus dilaksanakan. Perkembangan wacana terkini tampaknya tengah menempatkan kubu voluntari di posisi terdepan. Kalau pun ada yang membuktikan sebaliknya. CSR DAN KEUNTUNGANNYA BAGI PERUSAHAAN Masih berlangsung perdebatan antara yang menyatakan CSR hanya menambah beban perusahaan dan yang meyakini kinerja sosial penting dan berhubungan positif dengan keuntungan finansial. Sejumlah besar penelitian telah membuktikan kinerja sosial dan kinerja finansial perusahaan sungguh berkorelasi positif. Penelitian Marc Orlitzky.Sebaliknya kalangan yang melihat kekuasaan bisnis kini sudah sangat besar. baru-baru ini. bahwa tidak ada kaitan erat antara kinerja sosial dengan kinerja finansial perusahaan.Kalau konsep dan prakteknya diartikan sebagai manajemen dampak. dan Sara Rynes pada 2003.Menyatakan tanggung jawab sebagai sukarela sebetulnya contadictio in terminis atau pertentangan istilah.Namun. yang melabel CSR sebagai misguided virtue atau kebaikan yang salah alamat.Kebijaksanaan universal menyetujui bahwa tanggung jawab membesar bersamaan dengan kekuasaannya. bukan perusahaan. maka yang dilakukan oleh perusahaan di dalam atau yang melampaui ketentuan hukum dapat didefinisikan sebagai CSR. menggunakan data 52 penelitian sebelumnya dengan jumlah kasus 33. sebab itu perusahaan tidak lagi dapat mengelak.878 perusahaan yang merentang selama 30 tahun. David Henderson. Pendapat tidak menguntungkan biasanya mengikuti pendirian Milton Friedman atau. kesimpulannya hanya didasarkan pada kasus-kasus anekdotal berskala kecil. perusahaan memperoleh banyak keuntungan bila 9 . Tanggung jawab sendiri adalah konsep yang mandatori. kubu voluntari berkeyakinan perusahaan wajib menjalankan ketetapan-ketetapan hukum yang berlaku di mana operasinya dijalankan. Telah ditunjukkan oleh banyak studi kasus.

selain reaksi masyarakat.Implikasi berikut yang mengancam adalah keengganan investor membiayai proyek baru.Dan karena CSR adalah manajemen dampak operasi. dan bukan hubungan dengan kekuatan represif.Keberlangsungan perusahaan ini erat berkait dengan reputasi. Pelaksanaan CSR semesti tidak demikian. HUBUNGAN CSR DENGAN PEMERINTAH Kasus-kasus yang ditemukan di Indonesia menunjukkan. seperti transparansi) di tubuh perusahaan maupun pemerintahan dan masyarakat. ketika diketahui perusahaan tertentu hendak membangun jalan dari titik A hingga B. Misalnya.CSR menjadi pilihan menjaga keberlanjutan eksistensi perusahaan melalui reputasi yang baik.Yang juga penting adalah membuat kesepakatan dengan seluruh pemangku kepentingan berkenaan dengan tanggung jawab masing-masing pihak. selain biaya operasi membengkak. itu dilakukan dengan transparansi maksimum. batasannya terlebih dulu harus didefinisikan agar perusahaan tidak memikul beban lebih berat dari yang seharusnya ditanggung. 6. Ruas jalan yang dibangun dengan sumberdaya dari perusahaan. nyatanya diakui sebagai proyek pembangunan pemerintah daerah.Apabila perusahaan hendak menjalankan program sosial. CSR dengan triple bottom line-nya tentu adalah investasi sangat berharga.Termasuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat dan perusahaan.Bahkan. 5. Bayangkan bagaimana bila perusahaan hanya mementingkan keuntungan finansial jangka pendek dan mengorbankan aspek sosial dan lingkungan. CSR DAN COMMUNITY DEVELOPMENT 10 . Ketidakpedulian terhadap aspek sosial akan menuai protes masyarakat yang bisa mengganggu operasinya (semisal demonstrasi atau boikot).keberadaan jangka panjangnya terjamin.Akibatnya. Terhadap aspek lingkungan. pemerintah daerah setempat juga mengajukan anggaran untuk pekerjaan yang sama. reputasi perusahaan tercoreng dan pada gilirannya dicerminkan dengan turunnya nilai saham. CSR harus berupaya meminimumkan dampak negatif keberadaan perusahaan. curahan investasi sosial perusahaan dapat menimbulkan moral hazardberupa perilaku korup lembaga-lembaga pemerintah. CSR seyogyanya mendorong perwujudan kondisi tanpa korupsi (dan cici-ciri lain good governance. disinsentif juga diterima disinsentif dari pemerintah. Di era ini hampir mustahil perusahaan menggunakan perlindungan kekuatan-kekuatan represif tanpa mengorbankan reputasinya. Dari sudut pandang ini. yang diperoleh melalui hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Kalau Amdal dianggap belum memadai.Kelompok ini adalah yang paling rentan menghadapi berbagai kondisi.Comdev didefinisikan sebagai upaya sistematik meningkatkan kemampuan masyarakat. kemudian dibuat program khusus (Comdev) untuk mengurangi kerentanan tersebut. Masyarakat yang sudah sangat terbuka biasanya dapat menyampaikan secara langsung dampak yang diterima dan menegosiasikan apa seharusnya dilakukan oleh perusahaan. dan tanggapan atas harapan kelompok kepentingan. kultural. Lewat pemetaan ini terekam pihak-pihak mana yang berkepentingan. hingga perusahaan harus secara pasti mengetahui dan bagaimana tiap kelompok yang terkena. walau keduanya tidaklah dapat disamakan. 7. Alyson Warhurst berpendapat. Pengkategorian Warhust memperjelas bahwa Comdev merupakan salah satu komponen sangat penting CSR. terutama kelompokkelompok paling tidak beruntung. perusahaan masih dituntut berada di posisi lebih proaktif. berada di posisi kurang beruntung.Penelitian-penelitian tentang teori pemangku kepentingan menyediakan pedoman berharga bagi pekerjaan ini. PIHAK PEMANGKU KEPENTINGAN PROGRAM CSR CSR adalah manajemen dampak. melainkan dibantu fasilitator seperti Ornop. dan bagaimana kepentingan itu diintegrasikan dalam operasi perusahaan. Secara umum 11 .Para pihak ini menerima dampak-dampak (positif dan negatif) yang berbeda. Masyarakat yang ada di wilayah dampak adalah pemangku kepentingan CSR yang dapat disebut terpenting. atau penyebab lain. Di kebanyakan kasus perusahaan tidak dapat melakukan pemetaan sendirian. pengikutsertaan (pemrioritasan) kesempatan kerja dan usaha. atau lembaga konsultan yang kredibel.Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok yang karena aspek struktural. hubungan CSR dan masyarakat terwujud dalam empat hal utama: Comdev. apa saja kepentingannya.Karenanya menjadi penting memetakan kelompok masyarakat ini. hingga pihak yang menjadi pemangku kepentingan utama adalah mereka yang berada di wilayah dampak. perusahaan perlu melakukan pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder mapping). pembiayaan sesuai kerangka legal. universitas.Langkah awal adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). termasuk kemungkinan dampak negatif perusahaan.Praktik paling terkenal dari CSR adalah Comdev. tetapi benarbenar menjadi alat komprehensif mengetahui secara dampak operasi perusahaan. sebagai kewajiban yang tak sekadar administratif belaka. dalam pemenuhan kebutuhan berdasar potensi seluruh sumberdaya yang dapat diaksesnya. Untuk konteks Indonesia.

dilakukan penyusunan program jangka panjang hingga pendek. maka jawaban yang paling tepat adalah kondisonal.Penyebabnya adalah sifat berbagi sumberdaya dari pendekatan ini serta dipersyaratkannya kontrol dan transparansi. serta merundingkan mekanisme berbagi sumberdaya (resource matching) antara semua pihak. untuk memastikan program yang disusun dilaksanakan sesuai rencana. perusahaan mungkin berpendapat tidak memiliki kompetensi melakukan kegiatan-kegiatan CSR sendiri. Bila dikatakan kalau pelaksanaan CSR itu dilakukan langsung oleh perusahaan. yang didekati (langsung atau melalui fasilitator) untuk mengetahui pandangannya tentang apa yang seharusnya dilakukan. urgency (dimensi waktu dari tuntutan.Setelah prioritas dan ketersediaan sumberdaya diketahui. perusahaan melakukan penyesuaikan dengan kebijakan dan ketersediaan sumberdaya. Artinya.Pendekatan ini dapat pula meminimumkan duplikasi dengan program pembangunan pemerintah atau pekerjaan dampingan organisasi masyarakat sipil. serta proximity (kedekatan geografis).Sedang organisasi pelaksananya dibuat dengan memasukkan masingmasing pemangku kepentingan. hingga lebih baik diserahkan (disubkontrakkan) ke pihak yang lebih mampu. PENENTUAN BIDANG-BIDANG PROGRAM CSR DAN PELAKSANAANYA Program-program CSR akan jatuh pada salah satu kategori: meminimumkan dampak negatif (termasuk pengkompensasiannya) atau memaksimumkan dampak positif. Menjadi mudah apabila perusahaan telah melakukan pemetaan pemangku kepentingan terlebih dahulu. program CSR perusahaan dibuat berdasar kepentingan sahih kelompok tertentu. termasuk masyarakat.dinyatakan pemangku kepentingan adalah mereka yang memiliki power (kekuatan mempengaruhi jalannya operasi perusahaan).Namun di berbagai literatur pendekatan kemitraan (terutama kemitraan tiga sektor) digambarkan sebagai yang paling besar kemungkinan keberhasilannya. 12 . yang bila tidak dipenuhi segera berdampak buruk). Biasanya yang melakukan sendiri mendasarkan pertimbangan adanya kontrol penuh atau karena belum mamadainya kapasitas manajerial dan teknis para pemangku kepentingan. Hasil pemetaaan menjadi urutan prioritas program CSR untuk tiap pemangku kepentingan. atau diserahkan ke pihak tertentu. Pengkategorian ini lebih jauh diuraikan berdasar pemangku kepentingannya. 8. dilaksanakan bersama mitra. Langkah berikut. Di ekstrem lain. legitimacy (dukungan anggota kelompok atau norma tertentu). Masing-masing pendekatan punya kekurangan dan kelebihan. tergantung kapasitas perusahaan dan seluruh pemangku kepentingannya: dikerjakan sendiri.

CSR harus merupakan komitmen dan kepedulian murni dari para pelaku bisnis untuk ambil bagian mengurangi nestapa kemanusiaan. kesehatan maupun lingkungan. ekonomi. 13 .Jika CSR dianggap penting karena UU. Peraturan Mentri BUMN No. tidak cukup dijawab dengan menyatakan bahwa CSR telah diamanatkan UU. UU No. baik pada aspek sosial. Dalam berbagai peraturan ini. pada dasarnya telah tersirat berbagai upaya yang harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun korporasi untuk melakukan pengembangan masyarakat dan lingkungan. pendidikan.Dilihat dari regulasi yang berlaku di Indonesia. 23/1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.Oleh karena itu diwajibkan atau tidak. UU No. saat ini sudah terdapat beberapa regulasi yang dapat dijadikan acuan pelaksanaan CSR antara lain . UUD Pasal 33 UUD 1945.Pentingnya CSR dilandasi oleh kesadaran perusahaan terhadap fakta tentang adanya jurang yang semakin menganga antara kemakmuran dan kemelaratan. 5/2007 Tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. perusahaan cenderung terpaksa dan setengah hati melaksanakan CSR. 22/2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.Harus ada pemahaman filosofis dan komitmen etis tentang CSR. UU No. 40/2007 Tentang Perseroaan Terbatas. baik pada tataran global maupun nasional. UU No. Pertanyaan mengenai mengapa CSR penting. 25/2007 tentang Penanaman Modal.

atau hal ini yang lebih dikenal dengan paradigma stakeholder perusahaan. yaitu bahwa bisnis harus dijalankan sedemikian rupa agar hak dan kepentingan semua pihak yang terkait dengan suatu kegiatan bisnis dijamin. saat paradigmanya masih mengarah ke shareholder.BAB III KESIMPULAN Corporate Social Responsibility merupakan merupakan komitmen dari bisnis atau perusahaan untuk berprilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. seraya meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluargannya. dan dihargai. dipastikan dalam waktu dekat.CSR diperlukan untuk menciptakan keseimbangan dan keberlanjutan hidup dan hubungan kemitraan yang saling timbal balik antara perusahaan dan stakeholder. Kalau pada prinsipnya dulu. keberlanjutan dan reputasi perusahaan. komunitas lokal dan masyarakat luas. akibat berbagai tekanan dan claim yang menyudutkan keberadaan. diperhatikan. Tetapi paradigma itu sudah beralih pada pendekatan stakeholder. 14 . yang pada dasarnya merupakan suatu sistem yang terdiri dari elemen-elemen yang menunjang sistem perusahaan terebut dalam lingkup internal.Tanpa dukungan dan jalinan kemitraan dengan stakeholder lainnya. perusahaan mengalami kerugian secara sosial dan ekonomi. dimana CEO berorientasi pada kepentingan pemegang saham. karena perusahaan merupakan suatu bagian dari komunitas masyarakat. disni pihak manajemen sebagai pemegang mandat berusaha untuk memperoleh keuntungan yang sebsar-besarnya demi kepuasan pemegang saham saja. CSR sendiri sangat penting untuk dilakukan.

www.csrindonesia. www.kompas. www. www. www.portalhr. id.megawati-institute.com 5.tekmira.id 4.com 3.org 6.go.wikipedia.com 2.org 15 .DAFTAR PUSTAKA 1.esdm.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->