Blok 1 & 2 Blok 1 & 2 / study skills, critical thinking, communication, bioethic, &humaniora

Modul V (Dampak Pola Asuh dan Gizi Anak pada Keluarga Miskin di Jawa Barat)

Grup XVI Indah Kurniawati 1010019 Christian Yonathan 1010037 Carryn Bestika 1010053 Emil Eviliana 1010115 Hubert Hansel 1010133 Maria .F. Delong 1010155 Paramitha Setiadi 1010171 Wan Haddis Violitta 1010181 Veghasanah Tanlie 1010186

Nama Tutor: dr. Mela Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Bandung - 2010

Persepsi Nilai Anak dalam Keluarga Indonesia dalam Konsep Sosial Budaya

Persepsi nilai anak bagi keluarga Indonesia masih kuno dan salah persepsi.Pada masa yang lalu banyak terdapat pandangan masyarakat tentang jumlah anak yang tidak sepenuhnya benar.Pendapat tradisional bahwa "Banyak Anak Banyak Rezeki" dan keluarga besar adalah suatu pelayanan luhur terhadap masyarakat.Perubahan telmologi, perubahan ekonomi dan perubahan nilai ini, semuanya terlibat dalam perubahan besarnya jumlah anggota

keluarga.Hambatan dalam pelaksanaan program pembudayaan KB di masyarakat disebabkan karena adanya pandangan orang tua terhadap anak dalam keluarga, bahwa anak tidak saja merupakan kebanggaan orang tua tetapi dibalik kebanggaan-kebanggaan itu tersembunyi harapan-harapan yang dibebankan diatas pundak anaknya. Dilihat dari segi sosial dan budaya, persepsi anak dalam keluarga sebagai berikut:

y

Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. Hal ini memang suatu kenyataan dan benar,tetapi belum diperkirakan nasib anak itu sendiri apakah anak itu memang bias diharapkan pendidikannya dan masa depannya. Kalau hal ini dipertimbangkan, mempunyai banyak anak malah menjadi beban dan masalah.

y

Adat lstiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak lakilakilebih dari anak perempuan atau sebaliknya. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak. Disini norma adat istiadat perlu diluruskan karena tidak banyak menguntungkan bahkan banyak bertentangan dengan kemanusiaan.

Berikut ini persepsi anak sendiri bagi keluarga:

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak mempunyai nilai tertentu bagi orangtua.Anak yang diibaratkan sebagai titipan Tuhan bagi orang tua memiliki nilai tertentu serta mentutut dipenuhinya beberapa konsekuensi atas kehadirannya.Latar belakang sosial yang berbeda tingkat pendidikan, kesehatan, adat istiadat atau kebudayaan suatu kelompok sosial serta penghasilan atau matapencaharian yang berlainan, menyebabkan pandangan yang berbeda mengenai anak. Anak memiliki nilai universal namun nilai anak tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor sosio kultural dan lain-lain.Yang dimaksud dengan persepsi nilai anak oleh orang tua adalah merupakan tanggapan dalam memahami adanya anak, yang berwujud suatu pendapat untuk memiliki diantara pilihan-pilihanyang berorientasi pada suatu hal yang pada dasarnya terbuka dalam situasi yang datangnya dari luar.

Menurut Arnolddan Fawcett (1975) sebagaimana dikutip oleh Jamaluddin Ancok (1985) konsep anak memiliki dimensi : a. Manfaat Positif Umum (Manfaat) 1. Manfaat Emosional. Anak membawa kegembiraan dan kebahagiaan ke dalam hidup orang tuanya. Anak adalah sasaran cinta kasih, dan sahabat bagi orang tuanya. 2. Manfaat Ekonomi dan Ketenagaan. Anak dapat membantu ekonomi orang tuanya dengan bekerja di sawah atau di perusahaan keluarga lainnya. atau dengan menyumbangkan upah yang mereka dapat di tempat lain. 3. Memperkaya dan Mengembangkan diri sendiri. Memperkaya memelihara anak adalah suatu pengalaman belajar bagi orang tua. Anak membuat orang tua lebih matang, lebih bertanggungjawab. Tanpa anak, orang yang telah menikah tidak selalu dapat diterima sebagai orang dewasa dan anggota masyarakat sepenuhnya. 4. Mengenali Anak. Orang tua memperoleh kebanggaan dan kegembiraan dari mengawasi anakanak

Ongkos yang harus dikeluarkan untuk memberi makan dan pakaian anakanak cukup besar. terlibat dalam posisi sosial. b. Kebutuhan Fisik.mereka tumbuh dan mengajari mereka hal-hal baru. Pengorbanan kehidupan pribadi suami istri. Nilai Negatif Umum (Biaya) 1. dan tradisi keluarga. memiliki ikatan emosi. Definisi keluarga itu sendiri banyak pendapat dari beberapa ahli. 5. Biaya Emosional Orang tua sangat mengkhawatirkan anak-anaknya terutama tentang prilaku anak-anaknya. 5.Keluarga adalah kumpulan dua atau lebih individu yang berbagi tempat tinggal atau berdekatan satu dengan lainnya. yaitu: Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan dan ikatan emosional dan yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari keluarga (Friedman. 3. nama keluarga. Kadang-kadang anak-anak itu menjengkelkan. Mereka meneruskan garis keluarga. mereka bangga kalau bisa memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Begitu banyak pekerjaan rumah tambahan yang diperlukan untuk mengasuh anak. Dengan adanya anak-anak. 1998). peran dan . Orang tua mungkin lebih lelah. rumah akan ramai dan kurang rapi. 2. Waktu untuk dinikmati oleh orang tua sendiri berkurang dan orang tua berdebat tentang pengasuhan anak. 4. Kerukunan dan Kelanjutan Keluarga. Keterbatasan dan Biaya Alternatif Setelah mempunyai anak kebebasan orang tua berkurang. keamanan dan kesehatan mereka. Anak bisa membantu memperkuat ikatan perkawinan antar suami istri dan mengisi kebutuhan suatu perkawinan. Biaya Ekonomi.

atau suami. 2. Keluarga pasti memiliki peran dan fungsi nya masing-masing. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. 3. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 1994 Bab I ayat 1 keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. 1998 dalam Allender & Spradley. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak. ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik. dan spiritual. 2001). serta adanya rasa saling menyayangi dan memiliki (Murray & Zentner. berperan sebagai pencari nafkah. sosial. mental. atau ibu dan anaknya. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak. pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. atau ayah dan anaknya. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga. istri dan anaknya. pelindung dan pemberi rasa aman.tugas-tugas yang saling berhubungan. sebagai kepala keluarga. pendidik. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Ibu sebagai istri dan ibu dari anakanaknya. 4. 1997 dan Friedman. sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. Fungsi Keluarga Fungsi yang dijalankan keluarga adalah : 1. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik. .

Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan. diawasi atau diarahkanoleh orang dewasa yang semestinya bertanggung jawab. misalnya tempat tinggalnya sepi.5. 7. yang hidup di jalan (dalam arti luas. 8. dan PENYEBAB ANAK JALANAN MENURUT WHO & UNICEF Menurut UNICEF . bercerita tentang pengalaman masingmasing. dll) yang mana telah menjadi tempat hidupnya atau tempat kebiasaan. seperti acara nonton TV bersama. perhatian.dan rasa aman diaantara keluarga. mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga. Mereka mungkin menghadiri . dan lainnya. tidak dilindungi secara memadai. serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga DEFINISI. 6. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia. Sebagian besar pulang pada akhir hari dan kontribusi pendapatan untuk keluarga mereka. DAMPAK. Anak-anak di jalan adalah mereka yang terlibat dalam beberapa jenis aktivitas ekonomi mulai dari memohon kepada penjual. 9. gurun. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya. anak jalanan adalah setiap perempuan atau laki-laki yang belum mencapai usia dewasa. berdiam dan atau sumber mata pencahariannya. UNICEF membagi anak jalanan dalam dua kategori utama: 1. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga. Memberikan kasih sayang.

ada beberapa penyebab timbulnya anak jalanan yaitu : - Matinya kedua orang tua mereka Masalah ekonomi (baik dari diri sendiri. Menurut UNICEF. maupun pergaulan) Tingginya rasa kebutuhan akan materi yang tak terpeuhi Kurang mendapatkan perhatian Sering mengalami diskriminasi Tereksploitasi oleh pihak yang memanfaatkannya (sengaja ataupun tidak) - Menurut WHO. ikatan keluarga mungkin ada tetapi lemah dan hanya diselenggarakan secara kasual. maupun dari keluarga) Keluar dari sekolah (pendidikannya) sehingga anak tersebut tidak ³dibekali´ Tekanan psikologis (baik yang bersumber dari keluarga.sekolah dan mempertahankan rasa milik keluarga. anak-anak ini akhirnya dapat memilih untuk hidup permanen di jalanan. yaitu : * Keluarga yang ³rusak´ * Adanya konflik bersenjata (perang) * Kemiskinan * Bencana alam dan bencana buatan manusia * Kelaparan * Fisik dirinya dan pelecehan seksual * Eksploitasi oleh orang dewasa * Dislokasi melalui migrasi * Urbanisasi dan kepadatan penduduk * Akulturasi * Pencabutan hak waris atau adanya pihak yang semestinya bertanggung jawab namun tidak mengakui anak tersebut. ada beberapa penyebab timbulnya anak jalanan. Anak-anak jalanan yang benar-benar hidup di jalan (atau di luar lingkungan keluarga normal). 2. . Karena kerapuhan ekonomi keluarga.

yaitu : mereka menderita berbagai penyakit ( kolera.French fries. Dampak yang ditimbulkan dari anak jalanan menurut WHO .yang dimaksud dengan seimbang adalah keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi.serta keseimbangan antar waktu makan(pagi.sehingga ditakutkan dapat menyebabkan berbagai penyakit degenerative seperti jantung koroner.soto.siang dan malam) Pemasyarakatan pemahaman gizi seimbang: -Tahun 1950 melalui slogan 4 sehat 5 sempurna -Tahun 1994 melalui pedoman umum gizi seimbang(PUGS) 4sehat 5 sempurna pola makan sehari-hari yang terdiri dari: .diabetes. yaitu : mereka kekurangan kebutuhan dasar (pendidikan) mereka kehilangan perlindungan mereka kehilangan bimbingan dan supervisi mereka dihadapkan ke berbagai bentuk eksploitasi dan penyalahgunaan.sumber pembangun(lauk pauk) dan sumber zat pengatur(sayuran dan buah). tuberkulosis.dll.contohnya:Fried chicken.hipertensi.dll Yang dimaksud dengan gizi seimbang adalah pola makan yang seimbang antara zat gizi yang diperoleh dari aneka ragam makanan dalam memenuhi kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat.tinggi gula tetapi rendah serat dan vitamin. antara kelompok pangan sumber tenaga.beef burger. dll) Pola Makan Sehat Yang dimaksud pola makan yang tidak baik adalah mengonsumsi makanan tinggi lemak. pembunuhan.sate kambing.jeroan.gagal ginjal.cerdas dan produktif. anemia) mereka terkena berbagai racun (dari makanan maupun lingkungan) mereka terjebak dalam masalah kekerasan (pemerkosaan.Dampak yang ditimbulkan dari anak jalanan menurut UNICEF .tinggi garam.

-kedua.protein dan kalsium Peranan berbagai kelompok bahan makanantergambar dalam piramida gizi seimbangdan yang berbentuk kerucut.1.lauk-pauk sumber protein hewani dan nabati 3.Susu sumber lemak.makanan hewani dan hasil olahan . Bahan makanan tersebut di populerkan dengan istilah´Tri guna makanan : -pertama suber zat tenagayaitu padi adian dan umbi-umbian serta tepung tepungan.sayur-mayur sumber vitamin dan mineral 4.sumber zat pengatur yaitu sayur sayuran dan buah buahan -ketiga sumber zat pembangun yaitu kacang-kacangan.Makanan pokok sumber karbonhidrat/kalori 2.Buah-buahan sumber vitamin dan mineral 5.

siang dan malam hidangan terdiri dari 4kelompok makanan yaitu makanan pokok. berolah raga. makanlah aneka ragam makanan -tidak ada satu jenis makanan(selain ASI)yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan untuk hidup sehat -Dengan makan beraneka ragam berarti kekurangan zat gizi dari suatu makanan dapat dilengkapi oleh zat gizi makanan dari makanan lain -Susunan makanan yang beragam adalah jika setiap kali makan pagi.protein dan lemak -Kelebihan dan kekurangan energi dapat diamati melalui berat badan(pada orang dewasa digunakan indeks masa tubuh dan pada anak balita digunakan KMS) Rumus IMT=berat badan (Kg)dibagi dengan kuadrat tinggi badan(m2) Kategori Kurus Kekurangan BB berat IMT <17.Ada 13 pesan dasar Gizi seimbang: ‡1.sayur dan buah -Makanan beraneka ragam dapat mencegah berbagai penyakit degeratif ‡2. makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi -Makanan sumber energi penting untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti bekerja .0 .bermain serta kegiatan lainnya -Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan makan-makanan sumber karbonhidrat.belajar.lauk-pauk.

margarin. gunakan garam beryodium -Yodium adalah zat gizi mikro yang diperlukan tubuh terutama untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak melalui fungsi hormon tiroid -Tahun 1994 diwajibkan seluruh garam konsumsi yang beredar harus mengandung yodium(KIO3)30-80 ppm (part per million) ‡ 6.4 18.sirup)batas gula tidak lebih dari 5% kecukupan energy(3-4 sendok makan) ‡ 4.daging berlemak. makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi -Energi diperoleh Dari tiga zat gizi makro.membantu penyerapan vitamin ADEK. makanlah makanan sumber zat besi -Zat besi merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah .0-27.Kompleks(beras .Kekurangan BB ringan Normal Gemuk Kelebihan BB ringan Kelebihan BB berat 17.5-25.protein dan lemak -Makanan yang mengandung zat karbonhidrat diupayakan menyumbang 50-60% dari total kecukupan energi -Terdapat 2 jenis karbonhidrat a. batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi -Lemak dan minyak berguna sebagai sumber energi dan asam lemak esensial.yaitu karbonhidrat.gandum .Sederhana(gula.serta menambah lezatnya makanan -Konsumsi lemak dan minyak dibatasi terutama lemak jenuh yang membahayakan kesehatan seperti mentega.penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya ‡ 5.jagung .dan makanan yang digoreng dengan suhu tinggi -Penimbunan lemak dalam tubuh dapat menimbulkan penyumbatan pembuluh darah.0-18.0 >25.umbi-umbian) b.0 >27 ‡ 3.

bahan berbahaya dan bahan cemaran lainnya -Sumber air minum yang berasal dari sumur.-Sumber zat besi makanan antara lain hati.dll) -Zat besi berasal dari hewani mudah diserap ‡7.Jumlah air minum yang dibutuhkan dalam sehari sebanyak 6-8 gelas tergantung umur dan jenis kegiatan 6.PAM dan sumber lainnya harus dimasak sampai mendidih . minumlah air bersih.Melancarkan proses buang air besar dan kecil 5.bayam.Transportasi zat gizi dalam tubuh 2.yaitu harus bebas dari kuman.kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau(singkong. biasakan makan pagi -Makan pagi sangat bermanfaat untuk memelihara ketahanan fisik dan meningkatkan produktifitas kerja -Bagi anak sekolah.Mengatur suhu tubuh 4.ASI saja tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi -ASI tetap diberikan sampai bayi berumur 2 tahun bersama dengam MP-ASI yang jenis dan jumlahnya disesuaikan dengan umur bayi ‡8.berupa jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi untuk perkembangan mental dan kecerdasan -Setelah 4 bulan.daging. aman yang cukup jumlahnya -Air dibutuhkan oleh tubuh untuk: 1. berikan ASI saja pada bayi pada umur 4 bulan -ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi -ASI mempunyai kelebihan yang meliputi 3 Aspek yaitu gizi-kekebalan-kejiwaan.Air minum harus bersih dan aman.kuning telur.Mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral 3.makan pagi sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi belajar -Makan pagi sebaiknya mengandung 20-30% dari kebutuhan gizi ‡ 9.

meningkatkan kebugaran b.Meningkatkan fungsi jantung.formalin. methanyl yellow) -Hindari makanan kemasan yang kemasannya telah rusak ‡ 13.Mencegah kelebihan BB c.Kuman b.Bahan tambahan yang tidak diperbolehkan(asam boraks.zat perwarna rodamin B.‡ 10.Keterangan lainnya seperti label halal Kebutuhan gizi seseorang per-hari bergantung pada: 1.otot d.Ketagihan dan kehikangan kendali diri(pencetus kearah tindakan criminal) ‡12. bacalah label pada makanan yang di kemas -Terutama yang berkaitan dengan: a. lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur -Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan a.Terhambatnya proses penyerapan zat gizi b. makanlah makanan yang aman bagi kesehatan -Makanan yang aman adalah makanan yang bebas dari: a.Kandungan zat gizi b.Bahan cemaran d.Kerusakan jaringan hati dan saraf otak c. hindari minuman beralkohol -Kebiasaan minum-minuman beralkhol dapat menyebabkan a.Memperlambat penuaan ‡ 11.Tanggal Kadaluarsa c.Bahan berbahaya c.paru-paru.Golongan Umur .

Mengetahui berat badan 3.Mengetahui BB normal=BB idaman+-10% 5.Berat dan tinggi badan 4.2.Aktivitas sehari-hari Sehingga setiap orang mempunyai kebutuhan gizi yang berbeda sesuai dengan anjuran dalam Angka Kecukupan Gizi(AKG) Cara menghitung Kebutuhan Kalori sehari 1.Jenis kelamin 3.Mengetahui tinggi badan 2.Mengetahui aktivitas harian Ringan Pegawai Kantor Pegawai Toko Guru Sopir Sekretaris Kebutuhan Kalori per kg BB idaman Aktivitas Gemuk Normal Kurus Ringan 25 30 35 Sedang 30 35 40 Berat 35 40 40-50 Sedang Mahasiswa Pegawai Industri ringan Ibu Rumah Tangga Berat Pelaut Buruh Penari Atlit 7.Kebutuhan Kalori sehari=BB idaman X kebutuhan kalori perkg BB idaman .Mengetahui BB idaman=(TB-100%)-10% 4.kurus bila kurang dari BB normal dan gemuk bila lebih dari BB normal Cara Menghitung Kebutuhan Kalori sehari 6.Mengetahui Status gizi.

5p Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang anak laki-laki usia 1-12tahun P=porsi 1p nasi=100g(3/4gelas) Ip sayuran=100g(1 gelas) 1p buah=50g(1buah) 1p tempe=50g(2 potong sedang) 1p daging=50 g(1 potong sedang) Untuk anak perempuan porsi nasi dikurangi 1p dan untuk porsi daging dikurangi 1/2p Aturan jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah 13-15th 2400 kkal 6.Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang anak laki-laki usia 1-`12 tahun Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah Tempe Daging ASI Susu Minyak Gula 1-3 th 1200kkal 3p 1.5p 3p 1p 1p Smp 2th 1p 3p 2p 1p 4p 2p 1p 5p 2p 1p 5p 2p 4-6 th 1700kkal 4p 2p 3p 2p 2p 7-9 th 1900kkal 4.5p 3p 4p 16-18th 2600 kkal 8p 3p 4p 19-29 th 2700 kkal 8p 3p 5p 30-49 th 2500 kkal 7p 3p 5p .5p 3p 3p 3p 2p 10-12 th 2000kkal 5p 3p 4p 3p 2.

5p 3p 4p 3p 3p 3p 1p 4p 2p 3p 1p 4p 2p 65+ th1 2200 kkal 5p 4p 4p 3p 65+ th2 1900 kkal 7p 3p 5p 3p Aturan jumlah porsi seimbang memenuhi gizi seimbang 1=laki-laki 2=perempuan Susu untuk usia 50 tahun keatas menggunakan susu rendah lemak .porsi nasi dikurangi 3p dan untuk porsi minyak dikurangi 1p 3.5p Aturan jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah Tempe Daging Ikan segar Susu Minyak Gula 1p 6p 2p 1p 4p 2p 50-64 th1 2200 kkal 6p 4p 5p 3p 3p 50-64 th2 1900 kkal 4.Untuk perempuan.5p dan untuk porsi minyak dikurangi 2p 4.porsi nasi dikurangi 1p dan untuk porsi minyak dikurangi 1p 2.porsi nasi dikurangi 3.Untuk perempuan.Tempe Daging Susu Minyak Gula 3p 3p 1p 6p 2p 3p 3p 3p 3p 3p 3p 6p 2p 7p 2p 6p 2p Untuk jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang 1.Untuk perempuan.Untuk perempuan.porsi nasi dikurangi 2.

Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui Bahan Makanan Ibu Hamil (2000+285 kkal) Nasi Sayuran Buah Tempe Daging Susu Minyak Gula Daftar Padanan Bahan Makanan Golongan 1:Bahan penukar nasi Bahan Makanan Bihun Kentang Mi Basah Roti Putih Singkong Ubi Mi Kering Satu porsi nasi setara denganb ¾ gelas(100 g).mengandung: -175 kalori -4g protein -40 g Karbonhidrat Bahan penukar nasi artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar porsi nasi Golongan 2:Bahan Makanan penukar Sayuran 2 bj sedang 1.5 gelas 4 iris 1 potong sedang 1 bj sedang URT Berat(g) 50 200 200 80 100 150 50 5p+1p 3p 4p 3p 3p +1p 5p 2p Ibu Menyusui (2000+500 kkal) 5p+1p 3p+1p 4p 3p+1p 3p +1p 5p+1p 2p .

mengandung: .mengandung: -50 kalori -3g protein -10g Karbonhidrat Bahan penukar sayuran artinya bahan makanan dapat digunakan sebagai penukar satu porsi sayuran Golongan 3:Bahan Penukar Buah-buahan Bahan Makanan Apokat Apel Belimbing Duku Jeruk Manis Mangga Nanas Pepaya URT ½ bh segar ½ bh sedang 1 bh segar 10 bh 2 bh sedang ½ bh sedang 1/6 bh 1 ptg sedang Berat(g) 50 75 125 75 100 50 75 100 Satu porsi sayuran setara dengan buah pisang ambon ukuran sedang atau 50g.daun Pepaya Daun Pakis Jamur Segar Lobak Pepaya Muda Toge Wortel Satu porsi sayuran setara dengan 100g atau sekitar 1 gewlas(setelah dimasak dan ditiriskan).daun singkong Daun Melinjo Jantung pisang Labu siam Pare Sawi Tomat Ketimun Bunga kol.Bahan Makanan Bayam Daun Bawang Jagung Muda Kangkung Oyong Rebung Terong Kacang panjang Buncis.

mengandung: -80kalori -6g protein -3g lemak -8g Karbonhidrat Bahan Penukar tempe artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar satu porsi tempe Golongan 5: bahan makanan Penukar Daging Bahan Makanan Daging ayam Hati segar Ikan Segar Ikan Asin URT 1ptg sedang 1 ptg sedang 1 ptg sedang 1 ptg kecil Berat(g) 100 50 50 25 .-40 kalori -10 g karbonhidrat Bahan penukar buah-buahan artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar satu porsi buah Golongan 4:Bahan Penukar tempe Bahan Makanan Kacang Kedele Kacang Merah Kacang Tanah kupas Kacang Ijo Oncom Tahu URT 2sdm 2sdm 2sdm 2sdm 2ptg besar 1ptg besar Berat(g) 25 25 20 25 50 100 Satu porsi tempe setara dengan 2 potong sedang atau 50gram.

Ikan Teri Kering Telur Ayam Kampung Telur Ayam Negri Udang Basah Susu Sapi Tepung sari Kedele Tepung Susu Whole Tepung Susu Skim 2sdm 2btr 1btr besar ½ gelas 1gelas 4sdm 5sdm 4sdm 25 60 60 50 200 25 25 20 Satu porsi daging sapi setara dengan 1 potong sedang atau 50gram.mengandung: -45 kalori -5 g lemak Bahan Makanan Gula Pasir URT 1sdm Berat(g) 10 . satu porsi minyak setara dengan 1 sendok makan atau 5g.juga mengandung karbonhidrat.dan lemak.vitamin terutama vitamin A dan Niasin serta mineral(kalsium dan fosfor) Golongan 6:Bahan Makanan Penukar Minyak dan Gula Bahan Makanan Margarin Mentega Kelapa Santan URT ½ sdm ½ sdm 1 ptg kecil ½ gelas Berat(g) 5 5 30 50 Bahan Makanan ini hampir seluruhnya terdiri dari lemak.mengandung: -95 kalori -10 g protein -6 g lemak Susu sapi selain sebagai sumber preotein.

kol.Gula aren/kelapa Selai/jam Madu Sirop 1sdm 10 15 15 15 Bahan Makanan ini hampir seluruhnya terdiri dari Karbonhidrat sederhana.satu porsi gula setara 1 sendok makan atau 10 g.mengandung: -37 Kalori -9 g Karbonhidrat Contoh Menu Sehari 1500 Kalori Waktu Bahan Makanan Pagi Roti 1p 2ptg Roti Panggang Telur Kacang Merah 1p ½p 1btr 2sdm Omelet Sup kacang Merah Sayuran 10. sambal Buah 1p 1ptg Jeruk .00 Buah Sesuka 1p 1ptg Wortel Juice Penukar URT Menu Waktu Bahan Makanan Penukar URT Menu Siang Nasi Ikan Tempe Sayuran 2p 1p 1p Sesuka 1 ½ gelas 1ptg 1ptg Nasi Pepes Ikan Bacem Tempe Lalapan kacang Panjang.

00 Malam Buah Nasi Ayam Tanpa kulit Tahu Sayuran Buah 1p 1p 1p 1bh 1 ½ gls 1ptg Apel Nasi Ayam Bakar 1p Sesuka 1p 1ptg Tahu Isi Sayur Asem 1ptg Melon Gizi seimbang untuk bayi 1. kebutuhab terhadap 1 nutrien dapat di ganggu oleh asupan yang lain 3. Karbohidrat : amilase (enzim pencerna zat pati) 4. kebutuhan aktual selama hamil bervariasi di pengaruhi oleh status nutrisi dan riwayat kesehatan 2. kebutuhan nutrisi tidak konstan selama perjalalan kehamilan . Lemak : 58% dari kalori total dalam susu matur.Waktu Bahan Makanan Penukar URT Menu 16. Mineral : kalsium fosfor klor kalium dan natrium 5. Protein : 4-5% dari total kalori asi 2. 3. ibu hamil Beberapa hal yang perlu di perhatikan: 1. Vitamin : berfariasi sesuai diet ibu Gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui a.

ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. cadangan lemak. Selain mengandung vitamin dan mineral.Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel. * Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. Pada kehamilan yang normal. * Lemak Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama. karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir. * Vitamin dan mineral . Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.Berdasarkan perhitungan. serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. jaringan payudara.Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti.Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama.* Kalori Selama hamil.Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru. nasi dan pasta. pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80. kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil. Peningkatan kebutuhan kalori kira-kira 15% dari kebutuhan kalori normal wanita * Protein Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. serealia. maupun plasenta dan janin.Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. wanita hamil butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil.Di trimester II dan III. juga plasenta.Artinya.

. vitamin B2.Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. dan keguguran. dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi. terutama magnesium dan zat besi. Sedangkan kekurangan energi terjadi pada trimester II dan III dapat menghambat pertumbuhan janin atau tak berkembang sesuai usia kehamilannya. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Tak cuma itu. selain kelainan bawaan pada bayi. disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia.Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan anemia. dan asam pantotenat.Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak.Begitu juga kebutuhan mineral. Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah.Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi.Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil. sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino. niasin.Gangguan ini membuat ibu mengalami anemia alias kekurangan sel darah merah. *Zat Besi Zat besi lebih baik di konsumsi waktu makan atau pada jam tidur pada saat lambung kosong untuk memeksimalkan absorps *Asam Folat DAMPAK KURANG GIZI Kekurangan asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi lahir prematur. Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Contoh konkretnya adalah kekurangan zat besi yang terbilang paling sering dialami saat hamil. kematian janin.

Namun bila ibu mengalami keluhan mual-muntah. apabila ibu hamil telah mengonsumsi menu makanan sesuai anjuran. Jika ibu baru mengonsumsi menu bergizi setelah beberapa minggu kehamilan. maka ia tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dapat merangsang keluhan mual-muntahnya. maka camilan tanpa kalori boleh-boleh saja dikonsumsi seperti agar-agar. keanekaragaman bahan makanan merupakan kunci dari menu makanan bergizi seimbang. diharapkan keterlambatannya tidak melampui masa trimester II yang merupakan masa pertumbuhan janin terbesar. bayi lahir meninggal. sayuran. Contohnya adalah durian. tak sulit memperoleh tambahan zat besi dan asam folat ini. Kebutuhan kalori mudah didapat dari tambahan porsi bijibijian. Bagi ibu hamil sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar harus dihindari. lahir prematur. santaplah hasil produksi ternak lainnya. ataupun lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2. Selanjutnya. Jika tidak ada keluhan. Ingat. ANJURAN KHUSUS Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi sedikitnya dua gelas susu sehari atau kalau tidak.Padahal. juga dari bahan makanan yang disantapnya. buah ini boleh dikonsumsi selama hamil asalkan jumlahnya wajar. Selain alkohol.Suplemen dalam bentuk jejamuan juga tidak dianjurkan jika kebersihan dan keamanan bahannya tidak terjamin. buah dan susu rendah lemak.Selain dari suplemen. kecuali alkohol. yaitu sekitar 35 gram dalam sehari.500 gram). kopi juga tidak dianjurkan diminum selama hamil karena kurang mengandung zat gizi dan kemungkinan memberikan efek negatif walau hal ini masih diperdebatkan. Olahan apa pun seperti makanan yang dibakar boleh saja disantap asalkan benar-benar matang dan tidak dikonsumsi bagian gosongnya. PANTAU KENAIKAN BERAT BADAN . gelatin dan sejenisnya.Namun ibu hamil tak dianjurkan mengonsumsi suplemen multivitamin karena kelebihan vitamin A dan D dosis tinggi dalam tubuh justru dapat menimbulkan penumpukan yang berefek negatif.Merokok aktif maupun pasif juga harus dihentikan karena berkaitan dengan tingginya risiko keguguran.

Agar kenaikan berat badan terjaga. serealia. tentu saja ibu perlu secara berkala dan rutin menimbang badan bersamaan dengan pemeriksaan kehamilan.Dengan demikian. nasi dan mi sayuran buah susu. yogurt.Normalnya.Sementara wanita hamil yang kegemukan sebelum hamil.518 kg pada akhir kehamilan. telur dan kacang-kacangan 3 potong lemak.5 kg pada akhir kehamilannya. asupan makanan selama trimester ini belum dapat menaikkan BB ibu hamil. Di antaranya keluhan mual-muntah dan rasa tidak nyaman lainnya.Sedangkan pada trimester II dan III sebaiknya kenaikan BB kurang dari 1/2 kg setiap minggunya.516 kg di akhir kehamilannya. diharapkan bisa mencapai kenaikan BB sebanyak 12.Pada trimester I biasanya ibu hamil akan mengalami penyesuaian terhadap perubahan fungsional dalam tubuhnya akibat proses kehamilan. ikan.Sedangkan untuk mereka yang tidak kurus dan tidak gemuk alias memiliki berat badan ideal diharapkan mencapai kenaikan BB sebesar 11. pada trimester I berat badan diharapkan naik kurang dari 2 kilogram. MENU SEHARI IBU HAMIL Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. dan atau keju Porsi: 6 piring/porsi 3 mangkuk 4 potong 2 gelas daging. Ibu hamil yang tergolong kurus sebelum hamil.Sedangkan mereka yang kelebihan BB saat sebelum hamil diharapkan kenaikan BB-nya hanya 711. Nah. minyak gula 5 sendok teh 2 sendok makan Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil . kenaikan BB dianjurkan sebatas 6 kg atau lebih sedikit pada akhir kehamilannya.Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama hamil. ayam. berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari: Kelompok bahan makanan: roti.

5 porsi (250 gram) dengan lauk. tempe 2 potong sedang (50 gram). sayur dan 3 potong 2 gelas 5 sendok teh 2 sendok makan Selingan: susu 1 gelas buah sama dengan pagi/siang sama dengan pagi Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penukarnya sebagai berikut: * 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan: Roti 3 potong sedang (70 gram). 1 butir telur ayam negeri (55 gram). dengan lauk. 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram). sayur dan buah Buah Tempe Daging Susu Minyak Gula 4 potong 3 potong Makan malam: nasi 2. ubi 1 biji sedang (135 gram) * 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan:1 potong kecil ikan asin (15 gram). kue kering 5 buah besar (50 gram). 1 buah sedang hati ayam (30 gram).Bahan makanan Porsi hidangan sehari Jenis hidangan Makan pagi: nasi 1. singkong 1 potong besar (210 gram). sayur 1 mangkok dan buah 1 potong sedang Sayuran 3 mangkuk Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram).5 porsi (150 gram) dengan ikan/ daging 1 potong Nasi 5 + 1 porsi sedang (40 gram). mi basah 2 gelas (200 gram). 1 potong daging sapi (35 gram). 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya. jagung biji 1 piring (125 gram). talas 1 potong besar (125 gram). 1 sendok makan teri kering (20 gram). . kentang 2 biji sedang (210 gram).

1. 1 buah apel (85 gram). 1/3 gelas santan (40 gram).5 sendok makan kacang mete (15 gram). 2 potong oncom kecil (40 gram). * 1 potong buah. 2 buah jambu air sedang (110 gram). dan lainnya. 8 buah rambutan (75 gram). 2 sendok makan kacang tanah (15 gram). 2/3 gelas yogurt nonfat (120 gram). 1 buah besar belimbing (140 gram). dan lainnya. 1 potong besar melon (190 gram). seperti 1 potong besar papaya (110 gram). kacang panjang. terong dan lainnya. 1 potong besar semangka (180 gram). * 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan: 4 sendok makan susu skim (20 gram). 2. dan lainnya. 1 buah pisang (50 gram). 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram). 1/4 buah nenas sedang (95 gram). 1 potong kecil keju (35 gram). labu siam. * Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan: 1 sendok makan madu (15 gram) b. wortel. 3 biji nangka (45 gram). Ibu menyusui . 3/4 buah mangga besar (125 gram). kol. 2. * 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan: Tahu 1 potong besar (110 gram). 2 buah sedang salak (65 gram). 9 duku buah sedang (80 gram). * Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan: avokad 1/2 buah besar (60 gram). 1 potong kecil kelapa (15 gram). kangkung. 2 buah jeruk manis (110 gram). sawi.* 1 mangkuk (100 gram) sayuran. 1 buah sedang sawo (85 gram). dan lainnya.5 sendok makan kacang kedelai (25 gram). di antaranya buncis. 2 sendok makan kacang hijau (20 gram).5 sendok makan kelapa parut (15 gram). 1 jambu biji besar (100 gram).

Protein : Ibu memerlukan tambahan 20 gram protein di atas kebutuhan normal ketika menyusui.Kalori : Kebutuhan kalori selama menyusui proposional dengan jumlah ASI yang di hasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibandingselama hamil.Kalsium : .Kudapan harus diberikan sedikitnya90 menit sebelum makan untuk menghindari pengaruhnya terhadap nafsu makan Gizi seimbang untuk remaja Kudapan berkontribusi 30% atau lebih dari total asupan kalori setiap hari.Kalori : Proses metabolisme protein berubah sesuai penuaan. Cairan : Dianjurkan bahwa ibu yang menyusui minum 2-3liter cairan per hari Vitamin dan mineral Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi dari pada selama hamil Gizi seimbang untuk anak Anak makan rata-rata 5-7 kali sehari. tetapi terdapat sedikit kesepakatan tentang kebutuhan protein pada lansia 2.Zat besi: RDA pada zat besi pada wanita menurun dari 15 mg pada usia 23-50tahun sampai 10 mg pada usia 51tahun dan lebih 3.Diantara anak usia 6-11 tahun.kudapan memberikan 20% dari total asupan kalori dan 19% dari total asupan lemak dan lemak jenuh.Remaja harus didorong untuk bertanggung jawab atas pemilihan kudapan yang sehat Gizi seimbang untuk lansia 1.

Disebabkan konsumsi vitamin A tidak mencukupi kebutuhannya ‡ Gangguan akibat kekurangan yodium. Di sebabkan kekurangan zat besi dalam jumlah yang tidak mencukupi kebutuhan sehari.Magnesium : DRI magnesium untuk pria dan wanita tetap konstan selama masa lansia 5. Karena konsumsi yodium tidak mencukupi kebutuhan .Vitamin D ‡ DRI untuk vitamin b meningkat 5 ug untuk dewasa usia 31-50 tahun menjadi 10 ug untuk lansia 51-70 tahun 6.Vitamin B6 : DRI meningkat 1.anemia dll ‡Anemia gizi besi (AGB) .5 mg secara berurutan.7 mg dan 1. atau infeksi lambung 7.Konsumsi lemak yang tinggi dan gula Gizi kurang ‡Konsumsi gizi yang tidak mencukupi kebutuhannya dalam waktu tertentu Gizi buruk ‡ Diare. infeksi saluran pencernaan bagian atas.Vitamin B12 Sebanyak 10%-30% lansia lebih dari51 tahun mengalami defisiensi vitaminB12 karena insufisiensi sekresi asam lambung yang terjadi sekunder akibat reseksi lambung . penggunaan obat yang menekan sekresi asam lambung.3 mg untuk dewasa muda menjadi 1. penyakit pencernaan. untuk lnsia pria dan wanita lebih dari 50 tahun Gizi lebih ‡Disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi dari yang di butuhkan.hari ‡ Kekurangan vitamin A.Lansia beresiko untuk mengalami defisinsi kalsium baik karena penurunan asupan kalsium dan penurunan absorpsi kalsium karena penuaan 4. infeksi.gastritis atropik.

lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tuanya. jantung dalam tubuh merupakan alat yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. 1990). Pengertian lain diutarakan oleh Webster yang mengatakan bahwa mengasuh itu membimbing menuju ke pertumbuhan ke arah kedewasaan dengan memberikan pendidikan. Dengan demikian dasar pengembangan dari seorang individu telah diletakkan oleh orang tua melalui praktek pengasuhan anak sejak ia masih bayi (Supanto. Dalam masa pengasuhan. Pengasuhan berasal dari kata asuh (to rear) yang mempunyai makna menjaga. disamping harus mengatur pola makan yang benar juga tak kalah pentingnya mengatur pola asuh yang benar pula. anak beradaptasi dengan lingkungannya untuk mengenal dunia sekitarnya serta pola pergaulan hidup yang berlaku dilingkungannya. (Gunarsa.Wagnel dan Funk menyebutkan bahwa mengasuh itu meliputi menjaga serta memberi bimbingan menuju pertumbuhan ke arah kedewasaan. Pola asuh yang benar bisa ditempuh dengan memberikan perhatian yang penuh serta kasih sayang pada anak. Anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan dan perawatan orang tua oleh karena itu orang tua merupakan dasar pertama bagi pembentukan pribadi anak. makanan.1989). . Pentingnya seorang ibu terutama terlihat sejak kelahiran anaknya.Bagaimana Hubungan Aspek Sosial Budaya dalam Pola Asuh Anak dengan Pola Makan yang Sehat? (Emil Eviliana_1010115) Pola Asuh Sering dikatakan bahwa ibu adalah jantung dari keluarga. memberinya waktu yang cukup untuk menikmati kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga. Dari perumpaan ini bisa disimpulkan bahwa kedudukan seorang ibu sebagai tokoh sentral dan sangat penting untuk melaksanakan kehidupan. merawat. Melalui orang tua.dan mendidik anak yang masih kecil. dan sebagainya terhadap mereka yang diasuh(Sunarti. Apabila jantung berhenti berdenyut maka orang itu tidak bisa melangsungkan hidupnya. 1993) Agar pola hidup anak bisa sesuai dengan standar kesehatan.

Sekalipun yang ditelannya itu tidak cukup dan kurang bergizi. anak hanya menelan apa saja yang diberikan ibunya. Kerangka konseptual yang dikemukakan oleh UNICEF yang dikembangkan lebih lanjut oleh Engle et al (1997) menekankan bahwa 3 konsep makanan ± kesehatan ± asuhan merupakan faktor ± faktor yang berperan dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. asal memilih menu makanan dan asal menyuapi anak nasi. Anak masih membutuhkan bimbingan seorang ibu dalam memilih makanan agar pertumbuhan tidak . Demikian pula sampai anak sudah mulai disuapi. Untuk tumbuh dengan baik tidak cukup dengan memberinya makan. keluarga dekat atau saudara serta dapat juga di asuh oleh pembantu (Nadesul. keluarga besar masih lazim dianut dan peran ibu seringkali di pegang oleh beberapa orang lainnya seperti nenek. Pemberian ASI atau makanan pendamping pada anak 3. menurut Whiting dan Child dalam proses pengasuhan anak yang harus diperhatikan adalah orang-orang yang mengasuh dan cara penerapan larangan atau keharusan yang dipergunakan.Engle et al (1997) mengemukakan bahwa pola asuh meliputi 6 hal yaitu: 1. Praktik kebersihan dan sanitasi lingkungan 6. 1989). Persiapan dan penyimpanan makanan 5. Semua anak harus memperoleh yang terbaik agar dapat tumbuh sesuai dengan apa yang mungkin dicapainya dan sesuai dengan kemampuan tubuhnya. Perhatian/dukungan ibu terhadap anak 2. Di negara timur seperti Indonesia. Untuk itu perlu perhatian/dukungan orangtua. pengganjaran (rewarding) dan pembujukan (inciting) (Sunarti.Dari beberapa pengertian tentang batas asuh. Semasa bayi. Rangsangan psikososial terhadap anak 4. Perawatan balita dalam keadaan sakit seperti pencari pelayanan kesehatan Perhatian / Dukungan Ibu terhadap Anak dalam Praktek Pemberian Makanan Semua orangtua harus memberikan hak anak untuk tumbuh. Tetapi pada prinsipnya cara pengasuhan anak mengandung sifat : pengajaran (instructing). Anak tidak tahu mana makanan terbaik dan mana makanan yang boleh dimakan. 1995). Akan tetapi anak membutuhkan sikap orangtuanya dalam memberi makan. Larangan maupun keharusan terhadap pola pengasuhan anak beraneka ragam.

Anak membiasakan diri makan melalui makanan disekolah. 1995). Pengasuhan anak oleh Ibu (Orang Dewasa) terhadap pemenuhan kebutuhan gizi. Wanita yang bekerja di luar rumah biasanya dalam hal menyusun menu tidak terlalu memperhatikan keadaan gizinya. Makanan untuk anak harus mengandung kualitas dan kuantitas cukup untuk menghasilkan kesehatan yang baik. maka anak akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.terganggu. tetapi cenderung menekankan dalam jumlah atau banyaknya makanan. jika makanan masuk kebadan adalah makanan bergizi. terjadinya kekurangan gizi dalam hal ini gizi kurang dan gizi buruk lebih dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni. mewujudkan hidup sehat dan status gizi optimal. pengetahuan gizi dan pemberian makanan bergizi disarankan untuk anak wajib diketahui bagi pendidik di Taman Kanak-Kanak. Menurut kerangka yang disusunn oleh WHO. penyakit infeksi dan asupan makanan yang secara langsung berpengaruh terhadap kejadian kekurangan gizi. higyene . Sedangkan gizi mempunyai pengaruh yang cukup atau sangat berperan bagi pertumbuhan dan perkembangan mental maupun fisik anak. mandi dan sakit (Nadesul. Pola Makan Sejalan dengan sasaran global dan perkembangan keadaan gizi masyarakat. 1989). terutama jika memiliki aktivitas di luar rumah seperti bekerja ataupun melakukan aktivitas lain dalam kegiatan sosial. Wanita yang berstatus sebagai ibu rumah tangga memiliki peran ganda dalam keluarga. saudara perempuan atau anak yang sudah besar bahkan orang lain yang diberi tugas untuk mengasuh anaknya (Sunarti. tempat tinggal yang layak. pola asuh serta pengetahuan ibu juga merupakan salah satu faktor yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap kekurangan gizi. Selama bekerja ibu cenderung mempercayakan anak mereka diawasi oleh anggota keluarga lainnya yang biasanya adalah nenek. rumusan tujuan umum program pangan dan gizi tahun 2001-2005 yaitu menjamin ketahanan pangan tingkat keluarga. Bentuk perhatian/dukungan ibu terhadap anak meliputi perhatian ketika makan. mencegah dan menurunkan masalah gizi. Kekurangan gizi akan mengakibatkan anak mudah diserang penyakit. pengobatan bila sakit. anak belajar memilih makanan yang baik. perawatan dasar termasuk imunisasi.

2004). B. Masalah gizi kurang dan gizi buruk bila tak ditangani secara serius akan mengakibatkan bangsa Indonesia akan mengalami ³LOS GENERATION³ keterlibatan keluarga yang selama 24 jam mendampingi anak yang menderita kekurangan gizi tersebut. pantangan ± pantangan. Anak balita adalah anak ± anak yang berusia dibawah lima tahun yang sedang menunjukan pertumbuhan badan yang pesat sehingga memerlukan zat-zat gizi yang lebih tinggi setiap kilogram berat badan. 2004). sanitasi lingkungan. di antaranya berkaitan dengan kepercayaan yang keliru. Hal ini kemungkinan dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya asupan makanan yang diterima setiap harinya tidak sesuai dengan kebutuhan untuk beraktifitas. (Herwin. 1995 dalam Herwin. adanya penyakit infeksi yang diderita oleh anak balita sehingga daya tahan tubuh menurun berakibat menurunnya berat badan dan kehilangan energi dalam tubuh. Aspek Sosial Budaya yang Mempengaruhi Pola Makan Sehat Aspek sosial budaya pun juga mempengaruhi masalah gizi.perorangan. kapan dan kombinasi yang bagaimana pangan tertentu disajikan . Pentingnya dampak sosial-budaya pada pangan yang meliputi hal-hal seperti : y Bagaimana. dan kebiasaan makan. kesegaran jasmani. status gizi buruk/kurang menunjukan bahwa kejadian kerawanan gizi pada keluarga adanya berbagai multifaktor pada pola pengasuhan dan perawatan anak balita. (Soetjiningsih. higyene perorangan maupun kebersihan lingkungan sekitar tempat balita berinteraksi dan beraktifitas. Hal tersebut dapat pula disebabkan oleh karena kuranya kontrol / pola asuh pada balita baik terhadap asuhan makanan. upacara ± upacara. sandang. B. Perhatian cukup dan pola asuh anak yang tepat akan memberi pengaruh yang besar dalam memperbaiki status gizinya. Dengan melihat tabel Distribusi Anak Balita Gizi Kurang Menurut Jenis Kelamin Di Wilayah Puskesmas Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Tahun 2003 menunjukan bahwa.Pembatasan oleh budaya ini berakibat pada kecukupan gizi karena berpotensi terhadap kegagalan untuk melihat hubungan antara makanan dan kesehatan serta kegagalan untuk mengenali kebutuhan gizi pada anak.

Setiap masyarakat mengembangkan cara yang turun temurun untuk mencari. disajikan dan dimakan dengan cara yang berlainan dari satu negara ke negara lain. walaupun dapat berlainan dari satu agama ke agama lainnya. sikap. siapa yang menyajikan dan prioritas anggota keluarga tertentu dalam pola pembagian makanan y Hubungan antara besarnya keluarga dan umur anggota keluarga dengan pola pangan dan status gizi y y Larangan keagamaan yang berhubungan dengan konsumsi pangan Bagaimana pola pangan dikembangkan dan mengapa pangan tertentu diterima sedangkan yang lainnya ditolak atau hanya dimakan jika pangan yang hanya boleh dimakan tidak dapat di peroleh lagi. yang dijaga dengan seksama dan diajarkan dengan tekun kepada setiap generasi berikutnya. Kebanyakan kelompok agama juaga mempunyai peraturan tertentu terhadap makanan. dan kepercayaan yang ditentukan budaya merupakan kerangka kerja di mana cara makan dan daya terima terhadap makanan terbentuk. walaupun kelapara dapat ditentukan secara biologis.Pada mulanya mereka mengembangkan . Misalnya. menyajikan. Nilai ± nilai. memilih. suatu pangan pokok yang diterima di beberapa negara di dunia sekalipun ditanam di tempat tersebut. Kebiasaan ini berasal dari pola pangan yang diterima budaya kelompok dan diajarkan kepada seluruh anggota. menyiapkan. banyak penduduk hanya makan jagung jika beras tidak dapat diperoleh atau sebaliknya. Adat istiadat dan kebiasaan makan ada hubungannya dengan hampir semua agama.Adat dan tradisi merupakan dasar perilaku tersebut.y Siapa yang menyiapkan makanan. menangani. menyiapkan pangan merupakan sesuatu petunjuk yang diperbolehkan budaya dan disajikan dalam cara dan jumlah yang diterima masyarakat. dan cara-cara makan.Dari kerangka belajar tersebut masing ± masing menginginkan jenis pangan tertentu. pada umumnya kebiasaan pangan seseorang tidak didasarkan atas keperluan fisik akan zat ± zat gizi yang terkandung dalam pangan. Dalam hal beras. yang biasanya sekurang-kurangnya dalam beberapa hal berbeda di antara kelompok yang satu dengan yang lain. Dengan demikian. Jagung. pangan pokok yang paling umum di Asia Tenggara.

Kepercayaan terhadap suatu pangan tertentu yang berpengaruh baik atau buruk pada manusia tidak saja ditemukan pada masyarakat di negara yang sedang berkembang tetapi juga . atau membuat anak ± anak menjadi jahat atau menjadi pencuri. Banyak kepercayaan ± kepercayaan lain tentang makanan dijumpai di berbagai tempat di dunia ini.Akan tetapi. Beberapa jenis pangan dianggap ringan atau yang dapat mengakibatkan masuk angin. Suatu hal yang penting dilihat dari segi gizi yaitu hal ± hal yang mudah dimengerti tetapi ironi. jenis pangan tertentu tidak dapat diterima anggota suatu kelompok beragama.Latar belakang larangan atau pantangan tersebut didasarkan pada kepercayaan agar tidak mengalami kesulitan pada waktu melahirkan dan bayinya tidak terlalu besar. konstipasi.prasangka terhadap beberapa bahaya yang berhubungan dengan pangan yang kini dipantang atau karena faktor lainnya. cara demikian jelas dapat menimbulkan akibat yang fatal yaitu timbulnya defisiensi energi protein yang berat. dihargai dan dikembangkan seandainya diperkenalkan pangan yang baru dan berbeda. penerimaan makanan dan kebiasaan makan tidak menghalangi perbaikan status gizi melalui pengenalan pangan yang baru dan berbeda ke dalam sistem produksi pertanian. bahwa bila anak ± anak sedang terkena diare atau demam makanannya dikurangi secara drastis. atau cacingan. Kadang kepercayaan terhadap makanan yang betul.Hal tersebut semata ± mata berarti bahwa cara dan pola penerimaan pangan harus dimengerti.Beberapa jenis pangan dianggap berpengaruh terhadap tingkah laku. Apapun alasannya. akan tetapi pada umumnya tidak benar bahkan merugikan dan berbahaya. kadang ± kadang pengganti pangan yang mereka pilih untuk dimakan terbukti merupakan penukar yang tepat. Di beberapa negara berkembang umumya ditemukan larangan atau pantangan tertentu bagi makanan ibu hamil.Di beberapa tempat di Afrika ada kepercayaan bahwa telur membuat wanita menjadi steril.Daging mentah sering dianggap sebagai bahan makanan yang dapat membuat orang menjadi kuat. diare. Ada pula penduduk di negara ± negara Asia yang mempunyai kepercayaan bahwa makanan yang mengandung protein hewani menyebabkan air susu ibu beracun bagi anak bayinya. Pengaruh sosial budaya dan agama yang kuat terhadap makanan pantang. tidak bermoral.

kegemukan. 3. bahkan kalau kita menanyakan pada nenek-nenek kita di kampong mengatakan bahwa kamu besar juga karena dulu diberikan nasi papah dan kenyataannya kamu bias hidup dan sukses seperti saat ini. Percaya bahwa fortifikasi zat gizi pada pangan tertentu memberikan manfaat baik bagi tubuh.Untungnya. Percaya bahwa pangan tunggal seperti yoghurt. Sangat sedikit literatur yang menjelaskan kapan nasi papah itu mulai diberikan.coklat.Nasi papah masih menjadi permasalahan yang sulit diatasi apalagi dalam upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Lombok Timur. Nasi papah dari Sisi Budaya.Olson(1958) mengemukakan tentang beberapa macam kepercayaan. 4. atau penyakit lainnya. Percaya makanan seperti pisang.Kepercayaan yang ketiga dapat menjadi berbahaya bila sampai terjadi kelebihan zat gizi yang mengakibatkan overnutrition. kanker. 2. kencing manis. yang agak terisolir. Dua kepercayaan yang pertama tersebut tidaklah berbahaya kecuali terhadap keuangan keluarga. gula. Kondisi ini masih kita temukan dibeberapa bagian Pulau Lombok khususnya di daerah-daerah pinggiran. telur yang sangat baik bagi penyembuhan penyakit artritis.Nasi papah atau ³nasi papak´ adalah pemberian makanan yang telah dipapah atau dilumatkan dengan mulut kepada bayi. Di Amerika Serikat antara lain: 1.Kepercayaan yang keempat dapat mengakibatkan hal yang paling membahayakan karena menyebabkan keadaan penyakit makin berat sehingga lebih sulit diobati. Nasi papah masih terus berlangsung karena alasan budaya. hipertensi.dijumpai di negara ± negara maju yang teknologinya telah berkembang. royal jelly mempunyai kekuatan dalam meningkatkan kesehatan dan vitalitas di luar nilai kandungan zst gizinya. Percaya bahwa pangan yang diproduksikan dengan menggunakan pupuk kimia dapat menurunkan nilai gizi pangan yang bersangkutan. Sebagai contoh. tomat. Jadi . ini tidak tampak karena kebanyakan mengkonsumsi vitamin B kompleks.

Istilah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain.Bahkan ada yang sengaja menyimpan untuk beberapa kali pemberian makanan. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Andreas Eppink.Indikator yang dapat dilihat untuk menentukan kekenyangan seorang bayi adalah apabila dia terus menerus menangis walaupun sudah diberikan ASI. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. dan lain-lain.Begitu juga dengan anjuran memberikan madu pada bayi yang baru lahir. Mungkin ini perlu pembahasan yang lebih lanjut sejauhmana keshahihan hadist-hadist tersebut sehingga pemahaman itu bias menjadi budaya di Pulau Lombok? Jika memang hadist tersebut shahih kenapa kebiasaan pemberian nasi papah hanya terdapat di Pulau Lombok tetapi tidak ditemukan pada masyarakat muslim lainnya? Pertanyaan pertanyaan ini mungkin akan dibahas pada lain kesempatan. religius. Untuk memenuhi kebutuhan bayi maka ibu-ibu atau nenek akan memberikan berbagai jenis makanan mulai dari madu.norma sosial. Nasi papah adalah nasi yang dikunyah terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayinya. pisang. Sebagian masyarakat memberikan nasi papah berdasarkan keyakinan agama bahwa Rasulullah Muhammad SAW pernah memberikan papahan kurma kepada anak-anak kecil atau bayibayi.disini dapat dijelaskan bahwa praktek pemberian nasi papah tersebut sudah berlangsung sangat lama dan diteruskan secara turun temurun. Namun masih ada sebagian masyarakat yang tinggal di daerah-daerah tertentu masih menerapakan kebiasaan memberikan nasi papah kepada bayinya. yang kemudian disebut sebagai superorganic. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. bubur dan lain sebagainya.Untuk itu diperlukan makanan yang tersedia setiap saat dan tidak membahayakan kesehatannya baik dari segi ukuran maupun teksturnya. dan ini merupakan bentuk kearifan local tentang hubungan kasih saying antara ibu dan bayinya. Sebagian ibu-ibu percaya bahwa anak-anak memerlukan makanan untuk dapat tumbuh dan berkembang.Melville J. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial.Kebiasaan memberikan makanan kepada bayi berupa nasi papah didapatkan secara turun temurun. . ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial.

Nasi papah sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat karena adanya anggapan itu sudah merupakan tradisi yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan.Kebudayaan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya polapola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat Banyak hal yang belum bisa dijelaskan secara nyata tentang pemberian nasi papah tersebut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang memilih suatu budaya terutama dalam makanan antara lain adanya nilai makanan, pantangan agama, takhayul dan kepercayaan tentang kesehatan. Pemilihan makanan juga dapat disebabkan karena makanan itu dianggap baik oleh masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bahan makanan dan kemampuan mengekploitasi bahan makanan tersebut. Baliwati, dkk. (2004), mengeksplorasi bahwa komponen ketersediaan dan stabilitas pangan dipengaruhi oleh sumber daya alam, manusia, sosial dan produksi pangan. Akses pangan menunjukkan jaminan bahwa setiap rumah tangga dan individu mempunyai sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan sesuai dengan norma gizi. Kondisi tersebut tercermin dari kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan produksi pangan dan peningkatan pendapatannya. Selain faktor-faktor di atas faktor sosio budaya dan religi juga dapat mempengaruhi ketahanan pangan dan konsumsi pangan masyarakat.Kebudayaan suatu masyarakat mempunyai kekuatan yang besar terhadap pemilihan bahan makanan yang digunakan untuk dikonsumsi.Karena aspek sosio budaya merupakan fungsi pangan dalam masyarakat yang berkembang sesuai dengan keadaan lingkungan, agama, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat tersebut. Masyarakat menganggap pemberian nasi papah aman-aman saja dan tidak menimbulkan permasalahan yang berarti bagi kesehatan. Dengan memberikan nasi papah merupakan bentuk ekspresi kasih sayang orang tua kepada anaknya.Mereka merasa menjadi lebih aman, tenang. Kontak air liur juga dipercaya akan mempererat hubungan emosional antara orang tua dan si anak.

Foster dan Andersen, 1986 mengatakan bahwa Makanan adalah suatu konsep budaya, suatu pernyataan yang sesungguhnya mengatakan zat ini sesuai bagi kebutuhan kita. Sedemikian kuat kepercayaan-kepercayaan kita mengenai apa yang dianggap makanan dan apa yang dianggap bukan makanan sehingga terbukti sangat sukar untuk meyakinkan orang untuk menyesuaikan makanan tradisional mereka demi kepentingn kesehatan dan gizi yang lebih baik. Nasi Papah dari Pandangan Kesehatan Sebagian besar para ahli sepakat bahwa makanan terbaik bagi bayi adalah air susu ibu karena mengandung zat gizi yang lengkap bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi khususnya sampai berumur 6 bulan, dan setelah itu baru diberikan makanan tambahan berupa makanan pendamping sesuai umurnya. Air Susu Ibu juga memiliki banyak kelebihan selain yang disebutkan di atas seperti mengandung zat antibody terutama pada ASI yang pertama keluar yang disebut colustrum. ASI juga tidak perlu membeli, bias tersedia setiap saat dengan suhu yang sesuai kebutuhan bayi dan banyak lagi manfaat lainnya. Pemberian Makanan Pendamping ASI juga perlu memperhatikan tingkatan umur bayi, dimana semakin besar umurnya maka kebutuhannya juga akan semakin meningkat. Umumnya makanan pendamping ASI yang dibuat secara rumahan sangat sedikit mengandung mikronutrient yang justru sangat dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang terutama untuk perkembangan kecerdasannya. Pemberian nasi papah jelas sangat kurang dari asfek pemenuhan kebutuhan gizi tersebut, dimana biasanya yang dipapah hanya makanan sumber karbohidrat saja seperti beras dan sangat jarang ditambahkan makanan yang lain baik makanan sumber protein maupun vitamin dan mineral. Sehingga akan sulit memenuhi kebutuhan zat gizi bayi. Nasi papah juga dapat menjadi media penyebaran penyakit antara si ibu dengan bayi, dimana jika seorang ibu menderita penyakit-penyakit infeksi menular tertentu yang berhubungan dengan gigi dan mulut serta pernapasan maka akan sangat mudah untuk ditularkan pada bayinya. Misalnya Tuberculosis. Dari segi kebersihan dan keamanan pangan nasi papah masih perlu dipertanyakan juga, karena anak bisa tertular penyakit yang diderita ibu melalui air liur, sedangkan dari segi kuantitas dan kualitas nilai gizi jelas merugikan si bayi, karena ibu-ibu akan mendapatkan sari makanan sedangkan bayinya akan mendapatkan ampasnya.

Dari contoh di atas, dapat kita lihat bahwa aspek sosial budaya ini cukup berperan dalam pola asuh anak yang berkaitan dengan pola makan yang sehat. Pentingnya seorang ibu terutama terlihat sejak kelahiran anaknya. Agar pola hidup anak bisa sesuai dengan standar kesehatan, disamping harus mengatur pola makan yang benar juga tak kalah pentingnya mengatur pola asuh yang benar pula.Namun adanya faktor budaya yang berbeda ± beda dari masyrakat membuat perbedaan pada pola asuh anak yang berkaitan dengan pola makan yang sehat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang memilih suatu budaya terutama dalam makanan antara lain adanya nilai makanan, pantangan agama, takhayul dan kepercayaan tentang kesehatan. Pemilihan makanan juga dapat disebabkan karena makanan itu dianggap baik oleh masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bahan makanan dan kemampuan mengeksploitasi bahan makanan tersebut. Beberapa implikasi korelasi kebudayaan dengan makanan:

KEKURANGA N GIZI

FAKTOR SOSIAL

FAKTOR EKONOMI

FAKTOR BUDAYA

KEBIASAAN MAKAN

Asupan energi dan protein asupan makanan merupakan banyakny zat gizi yang masuk dalam tubuh sehingga kesehatan terjaga. 2. mal. menurunnya ikro dilakukan Peningkatan kehilangan cairan akbiat penyakit diare. Faktor infeksi Infeksi (bakteri.Biasany dilakukan dalam lingkup makro dan .Pengetahuan gizi Kurangnya pengetahuan dan salah persepsi tentang kebutuhan gizi yang ada pada pemikiran masyarakat. Apabila asupan gizi seseorang rendah dan tidak seimbang (terutama energi dan protein) akan menyebabkan KEP (kurang energi protein).PENYEBAB ANAK KEKURANGAN GIZI y Penyebab langsung 1. y Meningkatnya kebutuhan akibat sakit dan parasit yang terdapat dalam tubuh. Mekanisme patologisnya: y y penurunan asupan zat gizi akibat kurangnya nafsu makan. Penyebab tidak langsung . .Pendidikan gizi Suatu bidang pengetahuan yang memungkinkan seseorang memilih dan mempertahankan pola makan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu gizi. muntah.virus dan parasit) sangat erat hubungannya dengan hal malnutrisi dan dapat mempengaruhi status gizi seseorang. dan pendarahan terus menerus.

Pelayanan kesehatan Pemanfaatan kesehatan dan upaya kesehatan berbasis masyarkat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang berbasis promotif. .Pola asuh Kemampuan keluarga untuk memberikan makanan pada bayi dan anak untuk tumbuh kembang anak. suplementasi vitamin A dan imunisasi.Makro dilakukan pada masyarakat luas.Pendidikan kesehatan dalam keluarga sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua terutama ibu.mikro. Masalah gizi/gizi buruk (segi fisik) . pemeriksaan kehamilan. DAMPAK TIDAK TERCAPAINYA KEBUTUHAN GIZI ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKIS Maria F. preventif. sedangkan mikro dilakukan keluarga. pemeriksaan kesehatan bayi. dalam kasus kekurangan gizi adalah: 1.Pendapatan keluarga Keterbatasan ekonomi yang tidak mampu membeli makanan yang baik maka pemenuhan gizinya akan kurang.Biasanya pola asuh yang salah terjadi pada keluarga yang tidak mampu yang kurang memperhatikan keseimbangan gizi anak. . Delong Dampak dari penyebab-penyebab langsung.Seorang anak dengan gizi yang buruk disebabkan pola asuh yang salah / factor genetic. kuratif dan rehabilitatif misalnya penimbangan bayi di posyandu. .

Nutrisi yang dimaksud bisa berupa protein. Berikut macam-macam penyakit akibat kekurangan gizi mikro : . kemerahan seperti rambut jagung. wajah seperti orang tua.Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. tampak tulang terbungkus kulit. dan rontok. yang dapat terjadi di seluruh tubuh. bercak dermatosis). dan membuat orang menjadi malas dan lebih mudah terkena infeksi. ditandai dengan : edema. iga gambang. sering disertai penyakit infeksi dan diare. Salah satu jenis kekurangan gizi mikro adalah kekurangan zat besi. cengeng dan rewel.Masalah gizi disamping merupakan sindrom kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan juga menyangkut aspek pengetahuan serta perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat.Masalah gizi makro adalah masalah gizi yang utamanya disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan asupan energi dan protein. Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi. perut cekung. otot mengecil merah ke coklatan di kulit dan mudah terkelupas (crazy pavement mudah dicabut (hipotrofi). rambut tipis. mata sayu. campuran gejala klinis kwashiorkor dan marasmus.Kekurangan zat besi dilaporkan sebagai penyebab utama dari 20% kematian ibu dan menyumbang hingga 50% factor penyebab kematian ibu. rewel dan apatis. ditandai dengan : sangat kurus. y Marasmus kwashiorkor. pembesaran hati. sering disertai penyakit infeksi terutama akut. jaringan lemak sumkutan minimal/tidak ada. diare dan anemia.Secara umum di Indonesia terdapat dua masalah gizi utama yaitu kurang gizi makro dan kurang gizi mikro Kurang gizi makro pada dasarnya merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan asupan energi dan protein.Kekurangan zat gizi makro umumnya disertai dengan kekurangan zat gizi mikro. karbohidrat dan kalori. kasus KEP (Kurang Energi Protein) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita. wajah sembab dan membulat. atau dengan ungkapan lain status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata.Di Indonesia. kulit keriput. y Marasmus.Kekurangan zat besi juga mempengaruhi perkembangan otak dan psikologi anak-anak. cengeng. Secara klinis KEP terdapat dalam 3 tipe yaitu : y Kwashiorkor.

pertumbuhan yang buruk. SOLUSI UNTUK MASALAH KEKURANGAN GIZI Maria F.Gondok.Hal ini menyebabkan kurangnya kapasitas mental dan keterampilan sosial yang bermasalah bersamaan dengan koordinasi yang lebih rendah. dan keterbelakangan mental ·Vitamin D gangguan pertumbuhan tulang · Vitamin A . respon imun berkurang Dari segi psikis Seorang anak akan memiliki banyak gangguan yg akan mempengaruhi pertumbuhan dan menghambat kemampuan berpikirnya dan pada akhirnya menurunkan IQ.Kelelahan. anemia.Anemia. kekerdilan. dan perubahan kuku · Iodine . penurunan fungsi kognitif.Tingkat ketahanan fisik mereka sangat minim karena jumlah energi yang rendah sehingga membatasi kemampuan mereka untuk menghadiri sekolahmaupun melakukan kegiatan lainnya. hiperpigmentasi . .Namun kurngnya nutrisi. Hal ini bisa saja terjadi jika seorang anak mengalami malnutrisi (kekurangan gizi).y Besi . anemia.Malam kebutaan. glossitis. keterlambatan perkembangan. Delong y Untuk masalah kemiskinan . sakit kepala. seringkali menyebabkan otak dan sistem syaraf tidak mencapai potensi mereka. .Seperti kita ketahui pengembangan setiap organ dalam tubuh tergantung pada nutrisi. dan kerusakan pembuluh saraf (pada janin perempuan tanpa suplementasi folat) y Seng . · Folat -.

pemerintah Indonesia mencanangkan Inpres Desa Tertinggal. yaitu tingkat pengeluaran atas kebutuhan pokok yang meliputi sandang. misalnya KUD. Program ini dilakukan dengan melalui dua tahap. Upaya yang berbeda juga dapat diterapkan untuk menanggulangi kemiskinan. yang disebut desa tertinggal. Menyediakan pasar-pasar bagi penjualan produksi penduduk Pasar merupakan fasilitas penting dalam menunjang pendapatan penduduk. penduduk di daerah gunung memanfaatkan bunga pinus sebagai kerajinan. dan sebagainya. ramah lingkungan. 3. di antaranya: 1. dan lain-lain. plastik bekas. seperti penduduk yang tinggal di daerah rawa memanfaatkan enceng gondok untuk bahan kerajinan. misalnya kaleng bekas.Pertama pemerintah menentukan desa-desa yang memiliki pemusatan penduduk miskin yang tinggi. Memberikan program penyuluhan dan pembekalanketerampilan Pemerintah hendaknya intensif terjun ke masyarakat untuk memberikan pengajaran dan pelatihan keterampilan bagi penduduk miskin agar dapat menghasilkan sesuatu guna menunjang pendapatannya. Kemudian pemerintah memberikan anggaran bagi tiap desa tertinggal yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok di sana untuk memulai usaha yang dapat berjalan. Pemerintah mencarikan bapak asuh terutama para pengusaha-pengusaha untuk menggandeng masyarakat dalam mengembangkan usaha. pemerintah menghimpun penduduk-penduduk di desa tertinggal ke dalam suatu wadah di bawah naungan lembaga kesejahteraan desa. kelompok tani. 2. pangan.Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan materiil dasar berdasarkan standar tertentu.Kedua. membimbing penduduk untuk jeli memerhatikan dan memanfaatkan peluang usaha di sekitarnya. besi bekas. Adapun standar ini lebih dikenal dengan garis kemiskinan. keberadaan pasar juga bisa memotivasi masyarakat untuk . papan secara layak Untuk menanggulangi kemiskinan tersebut. Selain sebagai tempat memasarkan hasil produksi masyarakat. memberikan bekal keterampilan untuk mengolah barang-barang bekas di sekitarnya. berkelanjutan. Meningkatkan sumber daya ekonomi yang dimiliki penduduk miskin Misalnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sempit dengan intensifikasi pertanian. dan tepat.

y Untuk masalah kesehatan Kualitas penduduk yang diuraikan sebelumnya yang berpengaruh terhadap kemiskinan. Peningkatan gizi masyarakat. . Berdasarkan prinsip pencegahan lebih baik dari pengobatan. Dampak dari tingkat kesehatan penduduk yang rendah tersebut adalah tingginya angka kematian (terutama bayi dan ibu). Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pakaian secara layak berdampak pada kesehatan kulit dan organ-organ tubuh lainnya. atau rumah seadanya. Program ini dapat dioptimalkan melalui pemberdayaan posyandu dan kegiatan PKK.lebih produktif lagi. Hal tersebut dapat dilaksanakan melalui PIN (Pekan Imunisasi Nasional). Kemiskinan akan berdampak pada kesehatan. ternyata juga berpengaruh pada kesehatan penduduk. Ketidakmampuan dalam emenuhi kebutuhan perumahan mengharuskan mereka tinggal di kolong jembatan.Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara sehat dan bergizi berdampak pada rendahnya gizi. Untuk menanggulangi masalah kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan: 1. sehingga mengesampingkan aspek kesehatannya. sehingga kebutuhan akan sanitasi air bersih juga tidak terpenuhi. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi makanan tambahan yang bergizi terutama bagi anak-anak. Karena masyarakat tidak perlu kawatir lagi akan mengalami kesulitan memasarkan hasil produksinya. program imunisasi bertujuan melindungi tiap anak dari penyakit umum. Kondisi kehidupan yang memprihatinkan mengharuskan penduduk miskin bekerja keras melebihi standar kerja penduduk yang lebih mampu.Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara layak berdampak pada kesehatan mereka. Pelaksanaan imunisasi. Penduduk miskin cenderung memiliki pola hidup kurang bersih dan tidak sehat. 2. bantaran sungai.

dan lain-lain. 5. pengobatan. Penyediaan obat murah ini dapat berupa obat generik. maka masyarakat akan dengan sendirinyaterhindar dari berbagai penyakit. meningkatkan kualitas pelayanan gizi baik di . Pemerintah harus mengembangkan pengadaan obat murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat bawah. Penyediaan pelayanan kesehatan gratis. Fasilitas kesehatan harus mampu menampung dan menjangkau masyarakat di daerah-daerah tertinggal. Tenaga medis tersebut juga harus memiliki dedikasi tinggi untuk ditempatkan di daerah-daerah terpencil serta berdedikasi tinggi melayani masyarakat miskin.3. Penambahan jumlah tenaga medis. seperti imunisasi. Dengan demikian dapat mengurangi tingginya angka kematian bayi. KB. Penambahan fasilitas kesehatan. dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat. puskesmas. y Pemberian subsidi kepada masyarakat Program perbaikan gizi makro diarahkan untuk menurunkan masalah gizi makro yang utamanya mengatasi masalah kurang energi protein terutama di daerah miskin baik di pedesaan maupun di perkotaan dengan meningkatkan keadaan gizi keluarga. polindes (pondok bersalin desa). organisasi kemasyarakatan. Agar pelayanan kesehatan dapat mencakup seluruh lapisan masyarakat dan mencakup seluruh wilayah Indonesia diperlukan penambahan jumlah tenaga medis. seperti dokter. meningkatkan partisipasi masyarakat. seperti sekolah. puskesmas pembantu. bidan. 7. Pemerintah menyediakan pelayanan gratis bagi penduduk miskin dalam bentuk Askeskin (asuransi kesehatan masyarakat miskin) dan kartu sehat yang dapat digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan secara murah. Penambahan fasilitas ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melakukan penyuluhan tentang arti pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat Penyuluhan semacam ini juga bisa melibatkan lembagalembaga lain di luar lembaga kesehatan. Penambahan fasilitas kesehatan ini meliputi rumah sakit. 6. perawat. Pengadaan obat generik. Jika kesadaran akan arti pentingnya pola hidup sehat sudah tertanam dengan baik. 4. atau bahkan gratis di rumah sakit pemerintah atau puskesmas. tokoh-tokoh masyarakat. posyandu.

yang dalam hal ini pelaksanaan program KB di daerah pada era otonomi perlu ditentukan sasaran kinerja program untuk mewujudkan keserasian kependudukan di berbagai bidang pembangunan. Pertambahan penduduk yang cepat.5 % (SUsenas 2004). tidak seimbang dengan peningkatan produksi akan mengakibatkan ketegangan ± ketegangan sosial dengan segala akibat yang luas. 1.puskesmas maupun di posyandu. dan meningkatkan konsumsi energi dan protein pada balita gizi buruk. y Program KB Program Keluarga Berencana merupakan usaha lansung yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kelahiran melalui penggunaan alat kntrasepsi. pemberdayaan masyarakat di bidang gizi.17 % ( 2000 ). karena diperkirakan jika angka persentase kesetaraan jumlah penduduk yang ber-KB dapat dinaikkan 1 % per tahun.7 % (SDKI 2000) turun menjadi 2.8 juta jiwa. Dengan adanya kebijakan pemerintah unutk pengaturan laju pertumbuhan penduduk dan pengaturan jumlah kelahiran di Indonesia merupakan bagian dari kebijakan kependudukan nasional. sedangkan laju pertumbuhan penduduk menunjukkan angka 2. Strategi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi makro adalah melalui pemberdayaan keluarga di bidang kesehatan dan gizi. ini masih di bawah dari angka proyeksi penduduk tahun 2015 yang diperkirakan sekitar 248 juta jiwa. Dengan terkendalinya jumlah penduduk. maka akan tercipta generasi yang berkualitas. . Tingkat keberhasilan program KB ini dibuktikan dari data yang di dapat yakni angka kelahiran total dari 2. maka diprediksikan jmlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 sekitar 237. pemberdayaan petugas dan subsidi langsung berupa dana untuk pembelian makanan tambahan dan penyuluhan pada balita gizi buruk dan ibu hamil.86 % (SP 1990) menjadi 1. Pengaruh positif Program KB Ø Dengan adanya program KB maka laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan untuk menghindari terjadinya peledakan penduduk yang luar biasa. Berhasil atau tidaknya Pelaksaan Program Keluarga Berencana akan menetukan pula berhasil atau tidaknya usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. sehingga dapat meneruskan pembangunan Indonesia yang berkualiatas.

Pengendalian situasi darurat bencana termasuk pembuka jalan (debottle necking) Pencarian. ini dilihat dari semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ber-KB. maka biaya yang harus di keluarkan pemerintah untuk pengadaan alat ± alat dan obat untuk kontrasepsi di Indonesia dapat dikatakan cukup tinggi.Tujuan pembentukan SRC-PB dengan perkuatannya. peralatan dan dukungan logistic. Pengaruh negatif Program KB Ø Selain mendatangkan pengaruh yang positif. y Peningkatan lapangan kerja . SRC-PB bertugas pada tahap awal bencana dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. adalah untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan tindakan-tindakan yang cepat tanggap darurat di daerah yang terkena bencana. Beberapa tugas yang diemban oleh SRC PB adalah : y y y y y y y y Pengkajian kerusakan dan kebutuhan secara cepat. maka penggunaan metode KB berupa penggunaan AKDR.2. pengungsian dan hunian sementara Penyaluran logistik dari titik penerimaan hingga ke sasaran Pemulihan segera fungsi sarana & prasarana vital Pengaturan bantuan dan relawan dalam dan luar negeri Mengkoordinasikan dukungan pusat sesuai tugas reguler instansi Kementerian/Lembaga Tugas Tambahan SRC PB: Melakukan pelatihan dalam rangka peningkatan kemampuan SDM daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. berupa bantuan teknis. y Tindakan pemerintah saat bencana Pemerintah sebagai penanggungjawab penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia memberikan prioritas yang tinggi dalam peningkatan kesiapsiagaan yang diwujudkan dengan pembentukan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC PB). program KB juga memiliki pengruh yang kurang menguntungkan.penyelamatan&evakuasi Pelayanan kesehatan. pil KB juga semakin meningkat. suntik KB. implant.

94 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2008 sebesar 102.49 juta orang. bertambah 1. kecuali sektor konstruksi yang mengalami penurunan lapangan kerja sebanyak 120 ribu orang dan sektor transportasi.95 juta orang.16 juta orang.46 persen. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 8. dan pengangguran Februari 2008 sebesar 8.43 juta orang (53. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor perdagangan yaitu naik 1.98 persen). pergudangan dan komunikasi yang menurun sebanyak 60 ribu orang. namun jumlahnya masih tetap mendominasi lapangan kerja di Indonesia yaitu sebanyak 55.79 juta orang dibanding jumlah angkatan kerja Agustus 2008 sebesar 111. Pada Februari 2009.51 persen).92 persen).91 juta orang (27.44 juta orang dibanding keadaan Februari 2008 sebesar 102.55 juta orang.71 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 20. jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebanyak 28.64 juta orang (20.39 persen. sedangkan yang bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam per minggu hanya sekitar 1.48 juta orang.05 persen). sektor jasa kemasyarakatan naik 830 ribu orang.26 juta orang dibanding Februari 2008 sebesar 111. Dibanding Februari 2008. Pekerja dengan pendidikan SD ke bawah mengalami penurunan sebanyak 190 ribu orang dalam setahun terakhir (Februari 2008 ± Februari 2009). Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 104.14 persen.Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 113.05 juta orang. berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 21. hampir seluruh sektor mengalami peningkatan lapangan kerja.74 juta orang. bertambah 1. Berdasarkan jumlah jam kerja maka pada Februari 2009 penduduk yang bekerja diatas 35 jam per minggu mencapai 73. dan sektor pertanian naik 340 ribu orang.12 juta orang (69. atau bertambah 2. mengalami penurunan apabila dibandingkan pengangguran Agustus 2008 sebesar 8.81 juta orang (19. .67 persen).58 juta orang (1. atau bertambah 2.

penculikan dan perdagangan anak (child trafficking). seperti pekerja anak (child labor). anak-anak dijadikan peserta tempur(combatan) dengan dikenakan wajib militer.Demikian juga di negara-negara yang dalam keadaan aman.United Nation Convention on the Right of the Child Menurut data yang dikeluarkan UNICEF tahun 1995. diketahui bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. menjadi pemandangan yang lazim dan biasa diberitakan di media masa. Myanmar. tetapi juga berakibat pada jangka panjang yang menyangkut masa depan pembangunan bangsa dan negara. seperti Uganda. yang pada akhirnya membawa penderitaan bukan hanya dalam jangka pendek. dan 4-5 juta anak-anak cacat hidup akibat perang. Semua terjadi akibat kedahsyatan mesin perang yang diproduksi negara-negara industri. atau untuk mengikuti berbagai kegiatan belajar dengan porsi yang melampaui batas kewajaran agar . pekerja seks anak (child prostitution). Di Indonesia pelanggaran hak-hak anak baik yang tampak mata maupun tidak tampak mata. kekerasan anak (violation)dan penyiksaan (turtore) terhadap anak. Ethiopia.Di beberapa negara. seperti mempekerjakan anak baik di sektor formal. Upaya mendorong prestasi yang terlampau memaksakan kehendak pada anak secara berlebihan. telah terjadi pelanggaran terhadap hak-hak anak akibat pembangunan ekonomi yang dilakukan. eksploitasi hak-hak anak. maupun informal.yang tidak mengalami konflik bersenjata. Afghanistan dan Guatemala. anak jalanan (streetchildren). hampir 2 juta anak-anak tewas.

2. dengan kegiatan dan jadwal yang padat. kedua perlindungan anak oleh negara. Bandung. dan kadang kala dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan diri sendiri. Laporan UNICEF tahun 1995 dalam 1999. hal 1 80 Jurisprudence. No. Secara garis besar Konvensi Hak Anak dapat dikategorikan sebagai berikut. Termasuk juga meminta anak menuruti kehendak pihak tertentu (produser) untuk menjadi penyayi atau bintang cilik. tanpa peduli bahwa perbuatannya telah melanggar hak-hak anak. telah diratifikasi oleh lebih 191negara. dalam Perspektif Konvensi Hak Anak. Maret 2005: 78 ± 88 Instrumen Hukum Instrumen hukum yang mengatur perlindungan hak-hak anak diatur dalam Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak (Convention onThe Rights of The Child) th 19893 . Ketentuan hukum mengenai hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak dapat dikelompokan menjadi: 1. tapi tidak mendapat perlindungan hukum sebagaimana mestinya dalam proses hukum. 1. PT Citra Aditya Bakti. Konvensi Hak Anak merupakan sebuah perjanjian internasional mengenai hak asasi manusia yang memasukan masing-masing hak-hak sipil dan politik. sosial dan budaya. Hak-hak yang mereka miliki diabaikan begitu saja dengan perlakukan yang tidak manusiawi oleh pihak tertentu. pertama penegasan hak-hak anak.Pada sisi lain sering dijumpai perilaku anak yang diketegorikan sebagai anak nakal atau melakukan pelanggaran hukum. Hak terhadap kelangsungan hidup (survival rights) Hak kelangsungan hidup berupa hak-hak anak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak untuk memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaikbaiknya. Konvensi Hak-Hak Anak merupakan instrumen yang berisi rumusan prinsip-prinsip universal dan ketentuan norma hokum mengenai anak. masyarakat dan swasta) dalam menjamin penghormatan terhadap hak-hak anak.mencapai prestasi seperti yang diinginkan orang tua. sehingga anak kehilangan dunia anak-anaknya.Konsekwensinya menurut Konvensi Hak Anak negara harus menjamin kelangsungan . Indonesia sebagai anggota PBB telah meratifikasi dengan Kepres Nomor 36 th 1990. ha-hak ekonomi. Vol. Dengan demikian Konvensi PBB tentang Hak Anak tersebut telah menjadi hokum Indonesia dan mengikat seluruh warga negara Indonesia. Aspek Hukum Perlindungan Anak. ketiga peran serta berbagai pihak (pemerintah.

Terkait dengan itu. (3) memberantas penyakit dan kekurangan gizi. Implementasinya dari Pasal 24. dan melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan.anak yang kehilangan lingkungan keluarganya dan menjamin pengusahaan keluarga atau penempatan institusional yang sesuai dengan mempertimbangkan latar budaya anak (Pasal 20). pendidikan dan latihan khusus yang dirancang untuk membantu mereka demi mencapai tingkat kepercayaan diri yang tinggi (Pasal 23). (5) adopsi anak hanya dibolehkan dan dilakukan demi kepentingan terbaik anak. negara berkewajiban untuk melaksanakan program-program (1) melaksanakan upaya penurunan angka kematian bayi dan anak.hak hidup. (6) hak-hak anak penyandang cacat (disabled) untuk memperoleh pengasuhan. (4) hak untuk mmemperoleh perlindungan khusus bagi bagi anak. (6) mengembangkan perawatan kesehatan pencegahan. (2) hak untuk memperoleh perlindungan dan memulihkan kembali aspek dasar jati diri anak (nama. (5) memperoleh imformasi dan akses pada pendidikan dan mendapat dukungan pada pengetahuan dasar tentang kesehatan dan gizi. bimbingan bagi orang tua. (7) mengambil tindakan untuk menghilangkan praktik tradisional yang berprasangka buruk terhadap pelayanan kesehatan. dan. serta penyuluhan keluarga berencana. (4) menyediakan pelayanan kesehatan sebelum dan sesudah melahirkan bagi ibu. (2) menyediakan pelayanan kesehatan yang diperlukan. dengan segala perlindungan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang (Pasal 21). dan hak anak untuk memperoleh perlindungan dari segala bentuk salah perlakuan (abuse) yang dilakukan orang tua atau orang lain yang bertangung jawab atas pengasuhan (Pasal 19). kelangsungan hidup dan perkembangan anak (Pasal 6). . khusuSnya perawatan kesehatan primer. (3) hak anak untuk hidup bersama (Pasal 9). kewargnegaraan dn ikatan keluarga) (Pasal 8).Disamping itu negara berkewajiban untuk menjamin hak atas tarap kesehatan tertinggi yang bias dijangkau.(Pasal 24). hak anak akan kelangsungan hidup dapat berupa (1) hak anak untuk mendapatkan nama dan kewarganegaraan semenjak dilahirkan (Pasal 7).

(1) negara menjamin kewajiban pendidikan dasar dan menyediakan secara cuma-cuma. Hak perlindungan dari diskriminasi. 2. mental. (4) perlindungan upaya penjualan. dan pornografi. perlindungan dari upaya penganiayaan seksual. tindak kekerasan dan keterlantaran bagi anak yang tidak mempunyai keluarga. dan bagi anak pengungsi. termasuk (1) perlindungan anak penyandang cacat untuk memperoleh pendidikan. dan (4) mengambil langkah-langkah untuk mendorong kehadirannya secara teratur di sekolah dan pengurangan angka putus sekolah. Hak terhadap perlindungan (protection rights) Hak perlindungan yaitu perlindungan anak dari diskriminasi. (3) perlindungan dari penyalahgunaan obat bius dan narkoba. dan (5) perlindungan dari proses hukum bagi anak yang didakwa atau diputus telah melakukan pelanggaran hukum. Perlindungan dari ekploitasi. (2) mendorong pengembangan macam-macam bentuk pendidikan dan mudah dijangkau oleh setiap anak. Hak anak atas pendidikan diatur pada Pasal 28 Konvensi Hak Anak menyebutkan. prostitusi. Hak untuk Tumbuh Berkembang (development rights) Hak tumbuh berkembang meliputi segala bentuk pendidikan (formal maupun non formal) dan hak untuk mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik. pendidikan dan perkembangan anak. moral dan sosial anak. (2) perlindungan dari keterlibatan dalam pekerjaan yang mengancam kesehatan. 3. (3) membuat imformasi dan bimbingan pendidikan dan ketrampIlan bagi anak. juga meliputi (1) hak untuk memperoleh informasi. Terkait dengan itu. dan (2) hak anak dari kelompok masyarakat minoritas dan penduduk asli dalam kehidupan masyarakat negara.(7) hak anak menikmati standar kehidupan yang memadai dan hak atas pendidikan (Pasal 27 dan 28). spiritual. . penyelundupan dan penculikan anak. perwatan dan latihan khusus. meliputi (1) perlindungan dari gangguan kehidupan pribadi.

dan hak melawan keabsahan pencabutan kebebasan. (2) hak untuk mendapat dan mengetahui informasi serta untuk mengekpresikan. dan (4) hak untuk memperoleh imformasi yang layak dan terlindung dari imformasi yang tidak sehat. (4) hak untuk kebebasan berpikir dan beragama. Dalam perkembangannya pada tahun 1994. yakni penundaan pelaksanaan beberapa pasal Konvensi Hak Anak. sehingga pasal yang direservasi tinggal pasal yang mengatur masalah hak anak untuk mengakses imformasi (Pasal 17). (7) hak untuk didengar pendapatnya. (6) hak untuk memperoleh identitas. Konvensi Hak Anak telah diratipikasi dan berlaku mengikat menjadi hukum Inodnesia. menurut Syahmin AK4 adalah: (1) Merumuskan/menyatakan atau menguatkan kembaliaturan hukum internasional yang sudah ada.(2) hak untuk bermain dan rekreasi. yang digunakan hanya sebagai upaya terakhir. Terhadap anak yang melakukan perbuatan pidana. Implementasi di Indonesia Melalui Kepres Nomor 36 tahun 1990. (3) hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya. dan (8) hak untuk memperoleh pengembangan kesehatan dan fisik. pemerintah Indonesia telah melakukan pencabutan reservasi beberapa pasal. Perlindungan Hukum Hak-hak Anak dan Implementasiya. . (5) hak untuk mengembangkan kepribadian. (Absori) 83 4. Anak yang dicabut kebebasannya harus memperoleh akses bantuan hukum. Hak yang terkait dengan itu meliputi (1) hak untuk berpendapat dan memperoleh pertimbangan atas pendapatnya. perlindungan anak dalam status pengungsi (Pasal 22). Melalui ratifikasi tersebut pemerintah Indonesia melakukan reservasi. Konsekwensi dari suatu negara melakukan ratifikasi perjanjian internasional seperti Konvensi Hak Anak. adopsi anak (Pasal 21).. (3) hak untuk berserikat menjalin hubungan untuk bergabung.. penangkapan dan penahanan anak harus sesuai dengan hukum yang ada. Hak untuk Berpartisipasi (participation rights) Hak untuk berpartisipasi yaitu hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak.

(4) Meninjau ulang bagian perundang-undangan yang masih berlaku. pertama. tetapi perlu penyempurnaan atau pelaksanaan yang tepat. (2) Meninjau ulang lembaga-lembaga yang berhubungan dengan pelaksanaan hak anak. peninjauan kembali hukum positif yang tidak sesuai dengan Konvensi Hak anak. (3) Mengusulkan langkah-langkah penyelerasan ketentuan konvensi hak anak dengan perundang-undangan lain. dan ketiga. untuk mengatur tindakan-tindakanyang akan datang. Sebagai negara yang telah melakukan ratifikasi Konvensi Hak Anak. (3) Membentuk kaidah-kaidah hukum internasional yang baru sama sekali yang belum ada sebelumnya. pemerintah Indonesia harus melakukan langkah-langkah harmonisasi hukum.(2) Mengubah/menyempurnakanataupun menghapus kaidah-kaidah hokuminternasional yang sudah ada. Ketentuan lain ditemukan dalam UU Nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. (5) Memprioritaskan acara pembuatan undang-undang yang diperlukan untuk mengefektifkan pelaksanan Konvensi Hak Anak/ penyelerasaan dengan perundang-undangan Indonesia. melakukan identifikasi kemungkinan perlunya penyusunan peraturanperundang-undangan. Melalui upaya harmonisasi hukum. yaitu: (1) Memeriksa dan menganalisis perundang-undang yang ada dan masih sedang dalam perencanaan/pembentukan. antara lain ketentuan hukum yang berkaitan dengan hak-hak dan perlindungan anak dengan mendsarkan pada Pasal 34 UUD 45 (lama) yang mengatur pakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara. Untuk melindungi hak-hak anak yang bekerja telah diatur Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 01 tahun 1987. Konsekwensinya menurut Erma Syafwan Syukrie5 . kedua. mengintroduksir hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak ke dalam perundang-undangan hukum nasional. Indonesia berkewajiban untuk menjamin terlaksananya hakhak anak dengan menuangkan dalam sebuah produk perundangundangan. khususnya yang berkaitan dengan perlindungan buruh anak di sektor industri formal. BPHN merekomendasikan. Instrumen hukum lain yang mengatur ketentuan hukum terkait dengan hak anak. di antaranya mengatur pencegahan pekerja anak dari upaya eksploitasi .

(2) Melakukan pemberian perlindungan yang sesuai bagi pekerja anak yang melakukan pekerjaan ringan. . Pemerintah Daerah berkewajiban untuk melakukan langkahlangkah pengaturan lebih lanjut dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan pekerja anak. Salah satu isi pokok adalah melakukan penanggulangan pekerja anak. Era Otonomi Daerah Pada era Otonomi Daerah. (4) Melakukan sosilisasi program PPA kepada pejabat birokrasi. dengan cara melakukan penghapusan. (3) Melakukan perbaikan pendapat keluarga agar anak tidak bekerja dan menciptakan suasana tumbuh kembang anak dengan wajar. mental. telah dikeluarkan Kepmen Dagri dan Otda Nomor 5 tahun 2001 tentang Penanggulangan Pekerja Anak (PPA). pengurangan dan perlindungan pekerja anak yang berusia di bawah 15 tahun agar terhindar dari pengaruh buruk pekerjaan berat dan berbahaya. sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fisik. dalam rangka untuk menanggulangi dan melindungi pekerja anak. Menurut UU Nomor 3 tahun 1997. dan selanjutnya untuk dapat dipidana minimal berumur 12 tahun. Menurut Pasal 5 program penanggulangan pekerja anak meliputi: (1) Melakukan pelarangan dan penghapusan segala bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.anak. Untuk menangani penyelesiaan hukum bagi anak yang terlibat perkara hukum dikeluarkan peradilan yang diatur dalam UU Nomor 3 tahun 1997 tentang Peradilan Anak. moral dan intelektual. Terhadap penyanyi cilik. yang dimaksud anak adalah orang yang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah nikah. Sementara batas umur anak untuk dapat diajukan ke pengadilan ditetapkan antara 8-18 tahun. bintang film cilik Depnaker berusaha untuk mengatur jumlah kontrak yang diperbolehkan. Terkait dengan itu juga diatur pada beberapa pasal KUHP yang masih dipakai yang mengatur masalah perlindungan hukum bagi anak yang melakukan tindak pidana. lembaga kemasyarakatan dan masyarakat. seperti Pasal 45. pejabat politik. 46 dan 47 KUHP.

anak korban kerusuhan. .Pada saat sekarang UU Perlindungan Anak sudah ditandatangani oleh pemerintah dan DPR dan tinggal menunggu diundangkan. sedang diupayakan bentuk legitimasi melalui pembuatan UU Perlindungan Anak. agama. Beberapa persoalan yang masih menjadi masalah seperti Pasal 37 ayat (3) yakni masalah agama antara orang tua asuh dan anak yang akan diasuh. sehingga pengundangannya masih belum ada kejelasan. (2) tangung jawab negara. anak yang diperdagangkan. Dalam UU Perlindungan anak tersebut.Program yang bersifat khusus dalam penanggulangan pekerja anak meliputi: (1) mengajak kembali pekerja anak yang putus sekolah ke bangku sekolah dengan memberikan bantuan beasiswa. (6)perlindungan anak dalam bidang kesehatan. perlindungan anak yang dilakukan berdasarkan prinsip nondiskriminasi. (3) perwalian anak. Di samping itu pada saat bersamaan terdapat ganjalan dari sekelompok masyarakat. anak dari kelompok minoritas. juga diatur persoalan anak yang sedang berhadapan dengan hukum. hak untuk hidup. Sebagai langkah untuk memberikan perlindungan hak anak secara menyeluruh. pemerintah. dan orang tua terhadap anak. Pembiayaan kegiatan penanggulangan pekerja anak bisa dilakukan oleh masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan anak. (2) memberikan pendidikan nonformal. APBN. (5) pengangkatan anak. kelangsungan dan perkembangan. dan (3) mengadakan pelatihan keterampilan bagi anak. APBD. kepentingan bagi anak. dan (7) ketentuan pidana anak. penghargaan terhadap pendapat anak. bantuan luar negeri dan sumber-sumber lain yang syah dan tidak mengikat. anak yang menjadi pengungsi dan anak dalam situasi konflik bersenjata. Dalam perkembangannya UU Perlindungan anak yang sudah ditandatangani tampaknya masih terdapat masalah. masyarakat. (4) kuasa asuh. Beberapa materi yang diatur dalam UU Perlindungan Anak antara lain (1) masalah pemenuhan hak anak dan kewajibannya. keluarga. pendidikan. anak dari korban eksploitasi ekonomi dan seksual. seperti Koalisi Perlindungan Anak (KPA) menolak UU Perlindungan Anak. karena dianggap tidak sesuai dengan Konvensi Hak Anak dan Konvensi Internasional Labour Organisation (ILO) Nomor 182 yang telah diratifikasi dengan UU Nomor 1 Tahun 2000. dan sosial.

Selama ini pemerintah dianggap belum mampu untuk melaksanakan ketentuan perlindungan hak anak. baik organisasi keagamaan. Format ke depan yang menyangkut fungsi undang-undang sebagai instrumen social engenering akan segera bisa dilakukan Harapan kita tidak hanya terbatas berhenti pada pembentukan sebuah produk undangundang. karena itu mereka bertekad untuk dapat menggolkan UU perlindungan pada tahun 2002 agar berbagai persoalan yang menyangkut perlindungan anak di Indonesia dapat diatasi dengan segera. baik pemerintah.Penutup Melihat perhatian masyarakat yang begitu luas. Namun upaya yang dilakukan selama ini belum maksimal. rata-rata baru terbatas program yang sifatnya sektoral dan belum menyentuh hal yang mendasar yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. yayasan atau LSM. LSM. Dengan adanya UU Perlindungan Anak. Ormas dan lembaga lain yang mempunyai kepedulian terhadap perlindungan hak-hak anak. diharapkan akan terdapat instrumen hukum yang berfungsi sebagai perekayasa perlindungan anak di Indonesia. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. kalangan pemerintah dan DPR berkeyakinan bahwa masukan ataupun kritik masyarakat di satu sisi mempunyai nilai positif untuk perbaikan dalam rangka kesempurnaan UU Perlindungan Anak. . yakni para pihak yang mempunyai kepedualian masa depan anak. maka peran masyarakat menjadi amat penting untuk turut berpartisipasi. tetapi yang lebih penting bagaimana undang-undnag bisa dijalankan dengan langkahlangkah kongkrit oleh seluruh komponen masyarakat.

bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiap-tiap warga negaranya. bahwa berbagai undang-undang hanya mengatur hal-hal tertentu mengenai anak dan secara khusus belum mengatur keseluruhan aspek yang berkaitan dengan perlindungan anak. perlu dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hakhaknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi. dan f perlu ditetapkan Undang-undang tentang Perlindungan Anak. b. termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi manusia. potensi. dan berakhlak mulia. yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. b. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut pada huruf a. bahwa anak adalah tunas. e. d. maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. bahwa untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya. c. e. d. c. g. f. mental maupun sosial. memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut. bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. baik fisik. Mengingat : .Menimbang : a.

8.Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of all Forms of Discrimination Against Women) (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 29. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886). Dengan persetujuan : . 6. Pasal 21. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3670). 2.1. Pasal 20A ayat (1). Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak (Lembaran Negara Tahun 1979 Nomor 32. Pasal 20. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3143).Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 3. 138 Concerning Minimum Age for Admission to Employment (Konvensi ILO mengenai Usia Minimum untuk Diperbolehkan Bekerja) (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 56. 3. dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 5.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengesahan ILO Convention No. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3941). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3835). 7. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3668).Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 9. 182 Concerning The Prohibition and Immediate Action for The Elimination of The Worst Forms of Child Labour (Konvensi ILO No. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3277). 182 mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak) (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 30.Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang Pengesahan ILO Convention No. 4. Pasal 28B ayat (2).

Wali adalah orang atau badan yang dalam kenyataannya menjalankan kekuasaan asuh sebagai orang tua terhadap anak. maupun sosial. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hakhaknya agar dapat hidup. Anak yang menyandang cacat adalah anak yang mengalami hambatan fisik dan/atau mental sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. 2. tumbuh. 9. secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. 7. Anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua. 5. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri. wali yang sah. Anak terlantar adalah anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar. termasuk anak yang masih dalam kandungan. atau ayah dan/atau ibu angkat. dan membesarkan anak tersebut. baik fisik. 3. 8. atau ayah dan/atau ibu tiri. Anak yang memiliki keunggulan adalah anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa. atau ayah dan anaknya. berkembang. Orang tua adalah ayah dan/atau ibu kandung. atau memiliki potensi dan/atau bakat istimewa. dan berpartisipasi. atau suami istri dan anaknya. ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan . 6. atau ibu dan anaknya. 4. spiritual. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. pendidikan. atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga. mental. atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan.

penjualan. 14. karena orang tuanya atau salah satu orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajar. Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin. Kuasa asuh adalah kekuasaan orang tua untuk mengasuh. kelompok. dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran. Pemerintah adalah Pemerintah yang meliputi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 2 Penyelenggaraan perlindungan anak berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak meliputi : a. pendidikan. Perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat. Masyarakat adalah perseorangan. perdagangan. anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental. keluarga. anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. anak yang menyandang cacat. Anak asuh adalah anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga. keluarga. 10. dan organisasi sosial dan/atau organisasi kemasyarakatan. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. psikotropika. 17. melindungi. bakat. membina. 11. pemerintah. dan zat adiktif lainnya (napza). pemeliharaan. anak yang diperdagangkan. anak yang berhadapan dengan hukum. dan dipenuhi oleh orang tua. dan menumbuhkembangkan anak sesuai dengan agama yang dianutnya dan kemampuan. dan kesehatan. alkohol. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. 15. dan negara. 13. . serta minatnya. 16. perawatan. masyarakat. mendidik. untuk diberikan bimbingan. memelihara. dilindungi. Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi. Pendamping adalah pekerja sosial yang mempunyai kompetensi profesional dalam bidangnya.putusan atau penetapan pengadilan. non diskriminasi. 12. anak korban penculikan.

dan perkembangan. spiritual.b. dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. kepentingan yang terbaik bagi anak. kelangsungan hidup. berkembang. Pasal 9 . mental. dibesarkan. Pasal 5 Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan. penghargaan terhadap pendapat anak. dan sejahtera. dan sosial. berakhlak mulia. tumbuh. Pasal 7 (1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya. berpikir. dan d. Pasal 3 Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup. (2) Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak. dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. tumbuh. dalam bimbingan orang tua. Pasal 6 Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya. dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. c. Pasal 8 Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik. demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas. dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya. atau anak dalam keadaan terlantar maka anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak asuh atau anak angkat oleh orang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. berkembang. hak untuk hidup. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. BAB III HAK DAN KEWAJIBAN ANAK Pasal 4 Setiap anak berhak untuk dapat hidup.

dan berkreasi sesuai dengan minat. ketidakadilan. bakat. dan penganiayaan. dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan. dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial. maka pelaku dikenakan pemberatan hukuman. sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus. d. eksploitasi. Pasal 11 SEtiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang. perlakuan salah lainnya. atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan.(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. (2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diskriminasi. kekerasan. e. menerima. kekejaman. dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri. bantuan sosial. berhak mendapat perlindungan dari perlakuan: a. bermain. khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa. Pasal 10 Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya. b. penelantaran. (2) Dalam hal orang tua. berekreasi. Pasal 12 Seiap anak yang menyandang cacat berhak memperoleh rehabilitasi. . c. dan f. Pasal 13 (1) Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua. wali atau pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). wali. mencari. bergaul dengan anak yang sebaya. baik ekonomi maupun seksual.

pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan. membela diri dan memperoleh keadilan di depan pengadilan anak yang objektif dan tidak memihak dalam sidang tertutup untuk umum. c. d. Pasal 16 (1) Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan. memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya hukum yang berlaku. (2) Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan . kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir. penyalahgunaan dalam kegiatan politik. pelibatan dalam sengketa bersenjata. dan e. Pasal 15 Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari : a. pelibatan dalam kerusuhan sosial. mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatannya dipisahkan dari orang dewasa. atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi. (2) Setiap anak berhak untuk memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum. b. (3) Penangkapan. Pasal 17 (1) Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak untuk : a. pelibatan dalam peperangan. b. penahanan. dan c.Pasal 14 Setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri. atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. penyiksaan.

Bagian Kedua Kewajiban dan Tanggung JawabNegara dan Pemerintah Pasal 21 Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku. melaksanakan etika dan akhlak yang mulia. bangsa. urutan kelahiran anak. dan menyayangi teman. Pasal 22 Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak. menghormati orang tua. wali. masyarakat. masyarakat. d. Pasal 18 Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya. keluarga. Pasal 23 . mencintai keluarga. dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. b. dan e. pemerintah. agama. BAB IV KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB Bagian Kesatu Umum Pasal 20 Negara. jenis kelamin. golongan. dan guru. status hukum anak. budaya dan bahasa. menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya. mencintai tanah air. c. etnik.dengan hukum berhak dirahasiakan. ras. dan kondisi fisik dan/atau mental. dan negara. Pasal 19 Setiap anak berkewajiban untuk : a.

menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan. dan melindungi anak. atau karena suatu sebab. pemeliharaan. maka kewajiban dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat beralih kepada keluarga. dan minatnya. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak. (2) Dalam hal orang tua tidak ada.(1) Negara dan pemerintah menjamin perlindungan. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Keluarga dan Orang Tua Pasal 26 (1) Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk : a. (2) Negara dan pemerintah mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak. Pasal 24 Negara dan pemerintah menjamin anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak. memelihara. dan c. atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak. BAB V KEDUDUKAN ANAK . tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya. b. atau tidak diketahui keberadaannya. mengasuh. yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua. mendidik. Bagian Ketiga Kewajiban dan Tanggung Jawab Masyarakat Pasal 25 Kewajiban dan tanggung jawab masyarakat terhadap perlindungan anak dilaksanakan melalui kegiatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak. wali. bakat.

(3) Pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dikenai biaya. (2) Identitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dituangkan dalam akta kelahiran. dan orang tuanya tidak diketahui keberadaannya. anak berhak untuk memilih atau berdasarkan putusan pengadilan.Bagian Kesatu Identitas Anak Pasal 27 (1) Identitas diri setiap anak harus diberikan sejak kelahirannya. berada dalam pengasuhan salah satu dari kedua orang tuanya. diatur dengan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedua Anak yang Dilahirkan dari Perkawinan Campuran Pasal 29 (1) Jika terjadi perkawinan campuran antara warga negara Republik Indonesia dan warga negara asing. (4) Dalam hal anak yang proses kelahirannya tidak diketahui. (2) Dalam hal terjadi perceraian dari perkawinan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Ketentuan mengenai tata cara dan syarat-syarat pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 28 (1) Pembuatan akta kelahiran menjadi tanggung jawab pemerintah yang dalam pelaksanaannya diselenggarakan serendah-rendahnya pada tingkat kelurahan/desa. . (2) Pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus diberikan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diajukannya permohonan. pembuatan akta kelahiran untuk anak tersebut didasarkan pada keterangan orang yang menemukannya. (3) Pembuatan akta kelahiran didasarkan pada surat keterangan dari orang yang menyaksikan dan/atau membantu proses kelahiran. anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut berhak memperoleh kewarganegaraan dari ayah atau ibunya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

. (4) Perseorangan yang melaksanakan pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) harus seagama dengan agama yang dianut anak yang akan diasuhnya. tidak dapat melaksanakan fungsinya. maka pencabutan kuasa asuh orang tua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat juga diajukan oleh pejabat yang berwenang atau lembaga lain yang mempunyai kewenangan untuk itu. dapat mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan pengadilan tentang pencabutan kuasa asuh orang tua atau melakukan tindakan pengawasan apabila terdapat alasan yang kuat untuk itu. demi kepentingan terbaik anak atau atas permohonan ibunya.(3) Dalam hal terjadi perceraian sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). atau keluarga sampai derajat ketiga. Pasal 31 (1) Salah satu orang tua. terhadapnya dapat dilakukan tindakan pengawasan atau kuasa asuh orang tua dapat dicabut. melalaikan kewajibannya. tidak memutuskan hubungan darah antara anak dan orang tua kandungnya. (3) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat menunjuk orang perseorangan atau lembaga pemerintah/masyarakat untuk menjadi wali bagi yang bersangkutan. BAB VI KUASA ASUH Pasal 30 (1) Dalam hal orang tua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26. atau keluarga sampai dengan derajat ketiga. pemerintah berkewajiban mengurus status kewarganegaraan Republik Indonesia bagi anak tersebut. sedangkan anak belum mampu menentukan pilihan dan ibunya berkewarganegaraan Republik Indonesia. (2) Apabila salah satu orang tua. (2) Tindakan pengawasan terhadap orang tua atau pencabutan kuasa asuh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan pengadilan. saudara kandung. saudara kandung. Pasal 32 Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) sekurang-kurangnya memuat ketentuan : a.

wali sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) wajib mengelola harta milik anak yang bersangkutan. (2) Balai Harta Peninggalan atau lembaga lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertindak sebagai wali pengawas untuk mewakili kepentingan anak. atau tidak diketahui tempat tinggal atau keberadaannya. (3) Pengurusan harta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) harus mendapat . (2) Untuk menjadi wali anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan pengadilan. Pasal 34 Wali yang ditunjuk berdasarkan penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. dan c. maka seseorang atau badan hukum yang memenuhi persyaratan dapat ditunjuk sebagai wali dari anak yang bersangkutan. batas waktu pencabutan. baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak. Pasal 35 (1) Dalam hal anak belum mendapat penetapan pengadilan mengenai wali. dapat mewakili anak untuk melakukan perbuatan hukum. (4) Untuk kepentingan anak. BAB VII PERWALIAN Pasal 33 (1) Dalam hal orang tua anak tidak cakap melakukan perbuatan hukum. tidak menghilangkan kewajiban orang tuanya untuk membiayai hidup anaknya. (3) Wali yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) agamanya harus sama dengan agama yang dianut anak.b. maka harta kekayaan anak tersebut dapat diurus oleh Balai Harta Peninggalan atau lembaga lain yang mempunyai kewenangan untuk itu. (5) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penunjukan wali sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

baik fisik. maka pelaksanaan pengasuhan anak harus memperhatikan agama yang dianut anak yang bersangkutan. maka status perwaliannya dicabut dan ditunjuk orang lain sebagai wali melalui penetapan pengadilan. urutan kelahiran anak. dan ayat (5). (3) Dalam hal lembaga sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berlandaskan agama. (5) Pengasuhan anak oleh lembaga dapat dilakukan di dalam atau di luar Panti Sosial. Pasal 38 (1) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. BAB VIII PENGASUHAN DAN PENGANGKATAN ANAK Bagian Kesatu Pengasuhan Anak Pasal 37 (1) Pengasuhan anak ditujukan kepada anak yang orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anaknya secara wajar. ditunjuk orang lain sebagai wali melalui penetapan pengadilan. golongan. dilaksanakan tanpa membedakan suku.penetapan Pasal 36 (1) Dalam hal wali yang ditunjuk ternyata di kemudian hari tidak cakap melakukan perbuatan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya sebagai wali. budaya dan bahasa. status hukum anak. ras. agama. mental. ayat (4). (2) Dalam hal wali meninggal dunia. (4) Dalam hal pengasuhan anak dilakukan oleh lembaga yang tidak berlandaskan agama. spiritual. jenis kelamin. (6) Perseorangan yang ingin berpartisipasi dapat melalui lembaga-lembaga sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). anak yang diasuh harus yang seagama dengan agama yang menjadi landasan lembaga yang bersangkutan. . (2) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu. maupun sosial. dan kondisi fisik dan/atau mental. etnik.

perawatan. Bagian Kedua Pengangkatan Anak Pasal 39 (1) Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. diselenggarakan melalui kegiatan bimbingan. untuk menjamin tumbuh kembang anak secara optimal. baik fisik. mental. Pasal 40 (1) Orang tua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan orang tua kandungnya. pemeliharaan. Pasal 41 (1) Pemerintah dan masyarakat melakukan bimbingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pengangkatan anak. tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dan orang tua kandungnya. tanpa mempengaruhi agama yang dianut anak. (5) Dalam hal asal usul anak tidak diketahui. serta dengan memberikan bantuan biaya dan/atau fasilitas lain. . (4) Pengangkatan anak oleh warga negara asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. (3) Calon orang tua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat. (2) Pengangkatan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Ketentuan mengenai bimbingan dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. (2) Pemberitahuan asal usul dan orang tua kandungnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kesiapan anak yang bersangkutan.(2) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). spiritual maupun sosial. dan pendidikan secara berkesinambungan. maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat.

masyarakat. wali. Pasal 43 (1) Negara. (2) Sebelum anak dapat menentukan pilihannya. pemerintah. (2) Penyediaan fasilitas dan penyelenggaraan upaya kesehatan secara komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didukung oleh peran serta masyarakat. agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan. dan lembaga sosial menjamin perlindungan anak dalam memeluk agamanya. pembimbingan. (2) Perlindungan anak dalam memeluk agamanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi pembinaan. preventif. orang tua. baik untuk pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. (4) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diselenggarakan . agama yang dipeluk anak mengikuti agama orang tuanya. (3) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi upaya promotif.BAB IX PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN Bagian Kesatu Agama Pasal 42 (1) Setiap anak mendapat perlindungan untuk beribadah menurut agamanya. Bagian Kedua Kesehatan Pasal 44 (1) Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyeleng-garakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak. dan rehabilitatif. keluarga. dan pengamalan ajaran agama bagi anak. kuratif.

keluarga. keluarga. Pasal 45 (1) Orang tua dan keluarga bertanggung jawab menjaga kesehatan anak dan merawat anak sejak dalam kandungan. pengambilan organ tubuh anak dan/atau jaringan tubuh anak tanpa memperhatikan kesehatan anak. pemerintah. dan orang tua wajib melindungi anak dari perbuatan : a. pemerintah. b. penelitian kesehatan yang menggunakan anak sebagai objek penelitian tanpa seizin orang tua dan tidak mengutamakan kepentingan yang terbaik bagi anak. . Pasal 47 (1) Negara. pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ayat (3). keluarga. dan ayat (4) disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Dalam hal orang tua dan keluarga yang tidak mampu melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). dan c. maka pemerintah wajib memenuhinya. pemerintah. Bagian Ketiga Pendidikan Pasal 48 Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun untuk semua anak. dan orang tua wajib melindungi anak dari upaya transplantasi organ tubuhnya untuk pihak lain (2) Negara.secara cuma-cuma bagi keluarga yang tidak mampu. ayat (2). (5) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). jual beli organ dan/atau jaringan tubuh anak. Pasal 46 Negara. dan orang tua wajib mengusahakan agar anak yang lahir terhindar dari penyakit yang mengancam kelangsungan hidup dan/atau menimbulkan kecacatan.

pengembangan rasa hormat dan cinta terhadap lingkungan hidup. pemerintah. atau lembaga pendidikan lainnya. pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan. bakat. identitas budaya. Pasal 52 Anak yang memiliki keunggulan diberikan kesempatan dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan khusus. Pasal 54 Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru. d. persiapan anak untuk kehidupan yang bertanggung jawab. (2) Pertanggungjawaban pemerintah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) termasuk pula mendorong masyarakat untuk berperan aktif. pengembangan rasa hormat terhadap orang tua. anak terlantar. dan peradaban-peradaban yang berbeda-beda dari peradaban sendiri. b. Pasal 53 (1) Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan dan/atau bantuan cumacuma atau pelayanan khusus bagi anak dari keluarga kurang mampu. dan anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil. dan e. . pengembangan penghormatan atas hak asasi manusia dan kebebasan asasi. bahasa dan nilai-nilainya sendiri. pengembangan sikap dan kemampuan kepribadian anak. dari mana anak berasal. c. nilai-nilai nasional di mana anak bertempat tinggal. Pasal 51 Anak yang menyandang cacat fisik dan/atau mental diberikan kesempatan yang sama dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa.Pasal 49 Negara. keluarga. Pasal 50 Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 diarahkan pada : a. kemampuan mental dan fisik sampai mencapai potensi mereka yang optimal. dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan.

berekreasi. Pasal 57 Dalam hal anak terlantar karena suatu sebab orang tuanya melalaikan kewajibannya. c. d. (2) Penyelenggaraan pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh lembaga masyarakat. memperoleh sarana bermain yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan. b. (3) Untuk menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar. berpartisipasi. baik dalam lembaga maupun di luar lembaga. bermain. dapat mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait. keluarga. agar anak dapat : a. bebas beristirahat. bebas menyatakan pendapat dan berpikir sesuai dengan hati nurani dan agamanya. sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). bebas menerima informasi lisan atau tertulis sesuai dengan tahapan usia dan perkembangan anak. maka lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. berkreasi. (4) Dalam hal penyelenggaraan pemeliharaan dan perawatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). dan lingkungannya agar tidak menghambat dan mengganggu perkembangan anak. tingkat kemampuan anak. dan berkarya seni budaya.Bagian Keempat Sosial Pasal 55 (1) Pemerintah wajib menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar. (2) Upaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikembangkan dan disesuaikan dengan usia. e. atau pejabat yang berwenang dapat . dan f. lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat. pengawasannya dilakukan oleh Menteri Sosial. bebas berserikat dan berkumpul. Pasal 56 (1) Pemerintah dalam menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan wajib mengupayakan dan membantu anak.

Pasal 58 (1) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 sekaligus menetapkan tempat penampungan. (2) Pemerintah atau lembaga yang diberi wewenang wajib menyediakan tempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). anak dalam situasi konflik bersenjata.mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menetapkan anak sebagai anak terlantar. anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental. . dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran. anak korban kerusuhan. c. dan zat adiktif lainnya (napza). pemeliharaan. Pasal 61 Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi pengungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum humaniter. b. penjualan dan perdagangan. anak korban penculikan. anak yang menjadi pengungsi. anak yang menyandang cacat. dan d. anak yang berhadapan dengan hukum. anak tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. anak yang diperdagangkan. alkohol. Pasal 60 Anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 terdiri atas : a. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. anak korban bencana alam. Bagian Kelima Perlindungan Khusus Pasal 59 Pemerintah dan lembaga negara lainnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak dalam situasi darurat. dan perawatan anak terlantar yang bersangkutan. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. psikotropika.

dilaksanakan melalui : a. huruf c. penyediaan petugas pendamping khusus anak sejak dini. d. korban bencana. dan persamaan perlakuan. pendidikan. Pasal 64 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 meliputi anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban tindak pidana. penyediaan sarana dan prasarana khusus. f. pemenuhan kebutuhan khusus bagi anak yang menyandang cacat dan anak yang mengalami gangguan psikososial. pemberian jaminan untuk mempertahankan hubungan dengan orang tua atau keluarga. kesehatan. dan anak dalam situasi konflik bersenjata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. dan b. sandang. pemenuhan kebutuhan dasar yang terdiri atas pangan. (2) Perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui : a. c. perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari labelisasi. pemukiman. perlakuan atas anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak-hak anak. b. e. penjatuhan sanksi yang tepat untuk kepentingan yang terbaik bagi anak.Pasal 62 Perlindungan khusus bagi anak korban kerusuhan. merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. dan g. belajar dan berekreasi. dan huruf d. (3) Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui : . pemantauan dan pencatatan terus menerus terhadap perkembangan anak yang berhadapan dengan hukum. jaminan keamanan. Pasal 63 Setiap orang dilarang merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan/atau lainnya dan membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa.

perusahaan. baik dalam lembaga maupun di luar lembaga. membiarkan. b. pemantauan. dan menggunakan bahasanya sendiri tanpa mengabaikan akses pembangunan masyarakat dan budaya. b. mengakui dan melaksanakan ajaran agamanya. c. dan c. pelibatan berbagai instansi pemerintah. pelaporan. melakukan. lembaga swadaya masyarakat. upaya perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari labelisasi. dan menggunakan bahasanya sendiri. maupun sosial.a. pemberian aksesibilitas untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara. baik fisik. menyuruh melakukan. mengakui dan melaksanakan ajaran agamanya sendiri. (2) Perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui : a. dan masyarakat dalam penghapusan eksploitasi terhadap anak secara ekonomi dan/atau seksual. Pasal 65 (1) Perlindungan khusus bagi anak dari kelompok minoritas dan terisolasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui penyediaan prasarana dan sarana untuk dapat menikmati budayanya sendiri. . atau turut serta melakukan eksploitasi terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan pemberian sanksi. Pasal 66 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. pemberian jaminan keselamatan bagi saksi korban dan saksi ahli. dan d. (2) Setiap orang dilarang menghalang-halangi anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) untuk menikmati budayanya sendiri. upaya rehabilitasi. serikat pekerja. mental. (3) Setiap orang dilarang menempatkan. penyebarluasan dan/atau sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual.

dan seksual dilakukan melalui upaya : a. dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. membiarkan. Pasal 70 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang menyandang cacat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui upaya : a. menyuruh melakukan. atau turut serta melakukan penculikan. dilakukan melalui upaya pengawasan. perawatan.Pasal 67 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. alkohol. dan zat adiktif lainnya (napza) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. . dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. pencegahan. (2) Setiap orang dilarang dengan sengaja menempatkan. melakukan. melakukan. pemantauan. pencegahan. membiarkan. dan pemberian sanksi. produksi dan distribusi napza sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). psikotropika. menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan. pelaporan. penyebarluasan dan sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang melindungi anak korban tindak kekerasan. Pasal 68 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban penculikan. melibatkan. Pasal 69 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 meliputi kekerasan fisik. perlakuan anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak anak. perawatan. atau turut serta melakukan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). penjualan. atau perdagangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan terlibat dalam produksi dan distribusinya. menyuruh melakukan. dan b. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. membiarkan. perlindungan. psikis. penjualan. dan perdagangan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui upaya pengawasan.

lembaga pendidikan. (2) Setiap orang dilarang memperlakukan anak dengan mengabaikan pandangan mereka secara diskriminatif. BAB X PERAN MASYARAKAT Pasal 72 (1) Masyarakat berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berperan dalam perlindungan anak. dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. lembaga swadaya masyarakat. badan usaha. pencegahan.b. memperoleh perlakuan yang sama dengan anak lainnya untuk mencapai integrasi sosial sepenuh mungkin dan pengembangan individu. termasuk labelisasi dan penyetaraan dalam pendidikan bagi anak-anak yang menyandang cacat. melibatkan. Pasal 71 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban perlakuan salah dan penelantaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui pengawasan. BAB XI KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Pasal 74 . lembaga perlindungan anak. lembaga sosial kemasyarakatan. Pasal 73 Peran masyarakat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. lembaga keagamaan. dan c. dan media massa. membiarkan. pemenuhan kebutuhan-kebutuhan khusus. dan penelantaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). perawatan. (2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh orang perseorangan. menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah.

1 (satu) orang sekretaris. organisasi profesi. organisasi kemasyarakatan. tokoh agama. dan pertimbangan kepada Presiden dalam rangka perlindungan anak. untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. Pasal 75 (1) Keanggotaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia terdiri dari 1 (satu) orang ketua. memberikan laporan. diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian. tokoh masyarakat. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kelengkapan organisasi. dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. b. lembaga swadaya masyarakat. dengan undangundang ini dibentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang bersifat independen. (2) Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri dari unsur pemerintah. menerima pengaduan masyarakat. dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak. dunia usaha. organisasi sosial. dan pembiayaan ditetapkan dengan Keputusan Presiden. mengumpulkan data dan informasi. masukan. 2 (dua) orang wakil ketua. dan pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. atau .Dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak. pemantauan. mekanisme kerja. Pasal 76 Komisi Perlindungan Anak Indonesia bertugas : a. saran. baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya. melakukan penelaahan. evaluasi. melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak. BAB XII KETENTUAN PIDANA Pasal 77 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan : a. (3) Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. dan 5 (lima) orang anggota.

000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.00 (tujuh puluh dua juta rupiah). anak yang tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual.000. ayat (2).b.000.00 (seratus juta rupiah). (3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mati. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000. Pasal 80 (1) Setiap orang yang melakukan kekejaman. maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. psikotropika. maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. anak korban perdagangan. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. dan zat adiktif lainnya (napza). c. (2) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) luka berat.000. Pasal 79 Setiap orang yang melakukan pengangkatan anak yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1).00 (seratus juta rupiah).000.000. anak korban penculikan. atau anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59.00 (seratus juta rupiah). mental. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. baik fisik. anak yang diperdagangkan.000. dan ayat (4). atau penganiayaan terhadap anak. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika.00 (seratus juta rupiah). Pasal 78 Setiap orang yang mengetahui dan sengaja membiarkan anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60. anak yang berhadapan dengan hukum.000. .000.00 (dua ratus juta rupiah). penelantaran terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami sakit atau penderitaan.000. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. kekerasan atau ancaman kekerasan. maupun sosial. padahal anak tersebut memerlukan pertolongan dan harus dibantu. alkohol.

memaksa.000. melakukan tipu muslihat. .000.000. serangkaian kebohongan.(4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).000.00 (enam puluh juta rupiah). atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Pasal 84 Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh anak untuk pihak lain dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. menjual.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000. dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya. Pasal 83 Setiap orang yang memperdagangkan. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000.000.00 (enam puluh juta rupiah).000.00 (dua ratus juta rupiah). dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.00 (enam puluh juta rupiah).000.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000. ayat (2).000. Pasal 82 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan. Pasal 81 (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. serangkaian kebohongan. (2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat.000.

000. Pasal 88 Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.000.00 (seratus juta rupiah).00 (tiga ratus juta rupiah) (2) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan pengambilan organ tubuh dan/atau jaringan tubuh anak tanpa memperhatikan kesehatan anak.000.00 (dua ratus juta rupiah).000. atau membujuk anak untuk memilih agama lain bukan atas kemauannya sendiri.000. rangkaian kebohongan.000. Pasal 86 Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan tipu muslihat. .00 (seratus juta rupiah). dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.00 (dua ratus juta rupiah). atau penelitian kesehatan yang menggunakan anak sebagai objek penelitian tanpa seizin orang tua atau tidak mengutamakan kepentingan yang terbaik bagi anak.000. Pasal 87 Setiap orang yang secara melawan hukum merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 atau penyalahgunaan dalam kegiatan politik atau pelibatan dalam sengketa bersenjata atau pelibatan dalam kerusuhan sosial atau pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan atau pelibatan dalam peperangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000. padahal diketahui atau patut diduga bahwa anak tersebut belum berakal dan belum bertanggung jawab sesuai dengan agama yang dianutnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000.Pasal 85 (1) Setiap orang yang melakukan jual beli organ tubuh dan/atau jaringan tubuh anak dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300.

melibatkan.Pasal 89 (1) Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan. dan Pasal 89 dilakukan oleh korporasi. Pasal 85. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 91 Pada saat berlakunya undang-undang ini. produksi atau distribusi narkotika dan/atau psikotropika dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.00 (lima ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 50.00 (dua ratus juta rupiah) dan denda paling sedikit Rp 20. Pasal 81.000. Pasal 79. Pasal 82. menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan.000.000. (2) Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan.000. Pasal 90 (1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. Pasal 88. Pasal 84. melibatkan. BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 92 .000. semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak yang sudah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini. Pasal 78. membiarkan. membiarkan. Pasal 83. maka pidana dapat dijatuhkan kepada pengurus dan/atau korporasinya. atau distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan paling singkat 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 200.00 (dua puluh juta rupiah).000. Pasal 87.00 (lima puluh juta rupiah). menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan. produksi. (2) Pidana yang dijatuhkan kepada korporasi hanya pidana denda dengan ketentuan pidana denda yang dijatuhkan ditambah 1/3 (sepertiga) pidana denda masing-masing sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 80.000. Pasal 86.

CRC menjelaskan bahwa hak-hak anak termasuk hak untuk: ‡ dilindungi dari semua jenis bahaya. paling lama 1 (satu) tahun. sepanjang waktu. Komisi Perlindungan Anak Indonesia sudah terbentuk. ‡ ambil bagian dalam komunitas dan kehidupan politik. di mana-mana. dan agama bila memungkinkan. ‡ tumbuh dalam keluarga mereka sendiri. Pasal 93 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. 2.Pada saat berlakunya undang-undang ini.Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak Tanggal 20 November 1989. THE ROAD TO THE 2002 UN SPECIAL SESSION ON CHILDREN: HOW DID WE GET HERE? 1. Agar setiap orang mengetahuinya.Dunia 1990 Summit pada Anak . CRC menyediakan kerangka kerja bagi promosi dan perlindungan hak asasi manusia dasar bagi semua anak. ‡ diberikan dengan hal-hal yang mereka butuhkan untuk bertahan dan berkembang. budaya bahasa. Majelis Umum PBB berjanji hal-hal tertentu untuk anak-anak ketika itu secara formal mengadopsi Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak (juga dikenal sebagai CRC). memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Pada pertemuan ini mereka berjanji untuk selalu menempatkan kepentingan terbaik anak pada posisi pertama. Nasional Program Aksi Setelah KTT Dunia 1990 tentang anak-anak. tingkat pemerintah lainnya. "Sebuah Program Aksi Nasional". Perlindungan dan Pengembangan Anak dan Rencana Aksi ". (World Declaration on the Survival. (A National Programme of Action )Program Aksi ini menjelaskan bagaimana pemerintah akan mencapai tujuan dan janji-janji mereka telah dibuat. Protection and Development of Children and Plan of Action) 3. Mereka sekarang harus mencari cara untuk membuat janji-janji menjadi sebuah kenyataan di negara asal mereka.Pada tahun 1990 pemerintah mengadakan pertemuan besar yang disebut "The World Summit for Children " di New York. Banyak Negara mengembangkan apa yang disebut. Koleksi dan pemantauan akan membantu mereka untuk membangun dan mengembangkan program untuk menangani masalah yang muncul. Ini juga termasuk cara bekerja dalam kemitraan dengan organisasi non-pemerintah. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mengembangkan janji-janji dan komitmen untuk meningkatkan dan berinvestasi dalam kehidupan anak-anak. Review Mid Dekade TINJAUAN PROSES š ADALAH SEPERTI 'KARTU LAPORAN UNTUK PEMERINTAH Pada bulan Februari 1996 negara-negara diminta untuk menyerahkan laporan tentang kemajuan . pada saat yang baik dan di masa buruk. Program ini juga menjelaskan bagaimana pemerintah akan mengumpulkan informasi dan memantau hal yang berbeda yang mempengaruhi kesejahteraan anak-anak. Mereka membuat 27 janji-janji untuk anak-anak yang mengatakan bahwa mereka akan capai pada tahun 2000 dan yang mereka lakukan dalam dokumen yang disebut "Deklarasi Dunia tentang Survival. para pemimpin dunia kembali ke negara asal mereka. sektor swasta dan kelompok-kelompok sipil. 4.

dapat ditemukan di PBB Laporan Sekretaris Jenderal. banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan. kelompok agama. Sebagian alasan untuk ini adalah bahwa banyak janjijanji yang dibuat di KTT Dunia 1990 untuk Anak-anak sudah dimaksudkan telah dipenuhi di tahun 1995.Mei 2000 š The Prepcom 2 . setiap pemerintah diharapkan dapat memberikan laporan lengkap merinci prestasi dan kegagalan mereka selama 10 tahun terakhir. Semua orang dan pemerintah yang terlibat diminta untuk meningkatkan upaya mereka dan ingat janji-janji mereka 5.Januari 2001 š Prepcom ke-3 . Dalam bulan-bulan menjelang Sidang Istimewa tentang Anak ada 3 kali rapat Komite Persiapan atau 'Prepcoms'. . The 'Review End-Dekade' Proses Pada akhir tahun ke 10. Hasil dari review tersebut akhir dekade dan hasilnya bagi dunia secara keseluruhan . 6. organisasi masyarakat sipil. "We the Children ". Dalam beberapa kasus lembaga swadaya masyarakat.yang mereka telah buat sejauh ini dalam mencapai tujuan dan janji-janji mereka yang telah dibuat pada KTT Dunia untuk Anak-anak. tanggal Mereka adalah: š The Prepcom 1 . anak-anak dan orang muda dan orang lain juga akan berkontribusi pada rincian laporan. The 3 Prepcoms Untuk bersiap-siap pada Sesi Khusus mengenai Anak pada bulan Mei 2002.prestasi dan kegagalan . persiapan perlu dilakukan. untuk memulai konsep dan diskusi tentang janji masa depan dan untuk merencanakan Sidang Khusus PBB tentang Anak.Juni 2001 Tujuan utama dari Prepcoms adalah untuk melihat kembali keberhasilan dan kegagalan dari 10 tahun terakhir. media. Pemerintah tidak hanya kelompok untuk berkontribusi pada laporan.Pada tahun 1996 beberapa hal membaik NAMUN. Ini rasanya terlalu singkat dan mudah dalam 5 tahun untuk memenuhi janji-janji untuk tahun 2000.pertemuan ini semua diselenggarakan di New York City di gedung PBB.

organisasi non-pemerintah.Konferensi Antarpemerintah Berlin untuk Anak-anak di Eropa dan Asia Tengah Berlin.Mei. . Pertemuan 5 Menteri mengenai Anak dan Kebijakan Sosial di Amerika Kingston. Topik utama dari diskusi pada pertemuan ini adalah: š Sebuah tinjauan prestasi dan kegagalan sejak 1990 š Persiapan untuk 2002 Sesi Khusus tentang Anak š Sebuah kesempatan untuk melihat ke depan dan berpikir komitmen yang baru Lima pertemuan regional utama diadakan: 1. . misalnya.2000 2. Jerman .Mei.Asia Timur dan Konsultasi Pasifik 5 Menteri Beijing. Ini juga akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki cara pandangan dunia dan memperlakukan orang-orang muda.Mei. Ini akan memberikan dunia kesempatan untuk melihat bagaimana kehidupan anak-anak telah meningkat selama 10 tahun terakhir dan apa yang masih perlu dicapai untuk masa depan. 2001 8. Sesi Khusus tentang Anak-anak akan diadakan pada bulan Mei.2001 3. 2001 5. Cina . Pertemuan-pertemuan itu merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan mendiskusikan isu-isu spesifik ke daerah mereka. Proses Daerah Ada pertemuan-pertemuan persiapan daerah yang diselenggarakan sepanjang tahun 2000 dan 2001.Asia Selatan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Investasi pada Anak Kathmandu. Mesir . pendukung anak-anak dan anak itu sendiri. 2001 4. Jamaika Oktober. Sekarang saatnya bagi pemerintah untuk berpikir tentang janji-janji baru mereka selama 10 -15 tahun ke depan. Pemerintah akan menjadi peserta utama tetapi banyak organisasi lainnya dan orang-orang akan dimasukkan. Nepal Mei . 2002.7. Perserikatan Bangsa-Bangsa Sesi Khusus pada Anak 10 tahun telah datang dan pergi sejak tahun 1990. Pan-African Forum tentang Masa Depan Anak Kairo.

Akan ada banyak pidato tentang hal ini. Sesi Khusus mengenai Anak diselenggarakan untuk melihat apa yang terjadi kepada anak-anak sejak tahun 1990 dan menyetujui apa yang dunia ingin lakukan untuk anak-anak selama sepuluh tahun mendatang.Seperti disebutkan sebelumnya. Sidang Istimewa adalah pertemuan pemerintah yang akan setuju bersama-sama apa yang ingin mereka lakukan untuk anak-anak. . Beberapa dari mereka bekerja di New York untuk pemerintah mereka dan orang lain akan datang dari ibukota negara mereka. Akan ada banyak Di bawah 18 tahun di antara para delegasi juga. Orang-orang utama di Sidang Istimewa akan 'didelegasi' pemerintah . Juga akan ada perwakilan dari PBB dan organisasi internasional lainnya.orang yang mewakili pemerintah mereka. Bisnis utama dari Sidang khusus akan pemerintah berbicara tentang apa yang telah mereka lakukan selama sebelas tahun terakhir untuk anak-anak dan / atau apa yang mereka pikir seharusnya terjadi selama sepuluh tahun mendatang. terutama untuk pertemuan ini. menteri dan politisi lainnya. Juga akan ada delegasi pemerintah banyak yang akan berada di bawah 18 tahun Juga akan ada banyak 'delegasi' dari organisasi non-pemerintah [LSM] yang telah datang ke Sidang Istimewa untuk berbicara tentang situasi anak-anak di negara mereka atau untuk menyorot isu-isu tertentu seperti pekerja anak atau anak-anak pengungsi. Beberapa adalah kepala negara (seperti Presiden) tetapi ada juga Perdana Menteri.yang telah melakukan banyak pekerjaan untuk membuat Sidang Istimewa terjadi. Sebagian besar delegasi pemerintah akan tetapi pegawai negeri atau pejabat. Lainnya akan mewakili lembaga seperti organisasi PBB mencari setelah pengungsi atau Bank Dunia (yang meminjamkan uang kepada negara-negara miskin untuk membantu mereka mengembangkan). Jumlah terbesar akan datang dari UNICEF . Disetujui 27 tujuan bahwa pemerintah dunia akan mencoba dan mencapai untuk anak-anak.Children's Fund PBB . 11 tahun yang lalu ada pertemuan internasional besar pada anakanak yang disebut World Summit on Children.

Juga akan ada 'roundtables' 3 di mana pemerintah akan membahas isu-isu kunci. Roundtables tidak benar-benar bulat.Ini adalah sidang paripurna dengan presentasi resmi, diikuti oleh pemerintah membaca laporan disiapkan. Pada roundtables di Sidang Istimewa, masing-masing akan memiliki 2 anak sebagai pembicara. Akan ada banyak 'side event' di gedung PBB dan di luar. Beberapa dari ini akan diselenggarakan oleh pemerintah dan beberapa oleh LSM. Mereka akan membahas berbagai masalah dan isu yang mempengaruhi anak-anak. Mereka bukan bagian dari bisnis utama dari pertemuan tersebut tetapi kesempatan untuk mendengar dari anak-anak dan 'ahli' dewasa tentang apa yang harus dilakukan untuk anak-anak.

Ada dua dokumen utama yang sedang dibahas pada Sidang Khusus.

Yang pertama adalah laporan disebut We the Children ' yang telah ditulis oleh kepala PBB, Sekretaris Jenderal Kofi Annan. Ini adalah laporan panjang yang terlihat pada apa yang terjadi dengan anak-anak selama sepuluh tahun terakhir. Kesimpulan utama adalah bahwa pemerintah tidak menyimpan sebagian besar janji-janji yang mereka buat kepada anak-anak pada tahun 1990 karena mereka tidak menginvestasikan uang yang cukup pada anak-anak (misalnya di sekolah atau persediaan air bersih).Selain itu, negara-negara kaya tidak memberikan cukup membantu negara-negara miskin untuk membantu mereka mencapai tujuan.Namun, banyak hal baik itu terjadi dan lebih banyak anak yang hidup hari ini karena upaya yang dilakukan pemerintah.

Ringkasan ramah anak laporan ini disertakan dalam kit informasi.

Dokumen utama lainnya di Sidang Khusus ini disebut 'A World Fit for Children'. Dokumen ini juga dikenal sebagai Dokumen Hasil. Dokumen ini telah dibahas oleh pemerintah di PBB selama sembilan bulan terakhir dan berisi janji-janji bahwa pemerintah akan membuat anak-anak untuk 10 tahun ke depan. Dokumen itu mengatakan bahwa ada empat isu utama yang dihadapi anakanak yang perlu memandang - kesehatan, pendidikan, HIV / AIDS dan perlindungan anak dari kekerasan, pelecehan dan eksploitasi. Ketika Sidang Istimewa adalah atas 'Rencana Aksi' dalam dokumen ini akan memandu apa yang pemerintah lakukan untuk anak-anak.

Versi ramah anak dari dokumen, 'A World Fit for Children' juga disertakan dalam kit informasi.

Pemerintah akan kembali ke rumah dan mulai bekerja di luar bagaimana mereka bisa mulai untuk berhasil dalam mencapai janji-janji mereka telah membuat anak-anak. Pada akhir tahun depan setiap pemerintah harus mengembangkan 'Program Nasional Aksi' [NPA] untuk membantu mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Dokumen Hasil. Anak-anak dan LSM harus dilibatkan dalam mencoba untuk membantu mencapai tujuan dan dalam memastikan bahwa pemerintah melakukan yang terbaik untuk menepati janji mereka. Pemerintah harus membuat laporan secara berkala pada seberapa baik mereka lakukan

Anak sehat jasmani dan rohani
A. Sehat jasmani (menurut WHO) : sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak berbau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal. B. Kesehatan rohani menurut WHO : merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup menerima orang lain apa adanya (ber-empati dn tidak berprasangka) serta bersikap positif terhadap dirinya dan orang lain. Mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. ‡ Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran. ‡ Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.

‡ Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa.Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.

..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful