P. 1
modul 5 kelompok 16

modul 5 kelompok 16

|Views: 239|Likes:
Published by Veghasanah TanLie

More info:

Published by: Veghasanah TanLie on Nov 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

Blok 1 & 2 Blok 1 & 2 / study skills, critical thinking, communication, bioethic, &humaniora

Modul V (Dampak Pola Asuh dan Gizi Anak pada Keluarga Miskin di Jawa Barat)

Grup XVI Indah Kurniawati 1010019 Christian Yonathan 1010037 Carryn Bestika 1010053 Emil Eviliana 1010115 Hubert Hansel 1010133 Maria .F. Delong 1010155 Paramitha Setiadi 1010171 Wan Haddis Violitta 1010181 Veghasanah Tanlie 1010186

Nama Tutor: dr. Mela Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Bandung - 2010

Persepsi Nilai Anak dalam Keluarga Indonesia dalam Konsep Sosial Budaya

Persepsi nilai anak bagi keluarga Indonesia masih kuno dan salah persepsi.Pada masa yang lalu banyak terdapat pandangan masyarakat tentang jumlah anak yang tidak sepenuhnya benar.Pendapat tradisional bahwa "Banyak Anak Banyak Rezeki" dan keluarga besar adalah suatu pelayanan luhur terhadap masyarakat.Perubahan telmologi, perubahan ekonomi dan perubahan nilai ini, semuanya terlibat dalam perubahan besarnya jumlah anggota

keluarga.Hambatan dalam pelaksanaan program pembudayaan KB di masyarakat disebabkan karena adanya pandangan orang tua terhadap anak dalam keluarga, bahwa anak tidak saja merupakan kebanggaan orang tua tetapi dibalik kebanggaan-kebanggaan itu tersembunyi harapan-harapan yang dibebankan diatas pundak anaknya. Dilihat dari segi sosial dan budaya, persepsi anak dalam keluarga sebagai berikut:

y

Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. Hal ini memang suatu kenyataan dan benar,tetapi belum diperkirakan nasib anak itu sendiri apakah anak itu memang bias diharapkan pendidikannya dan masa depannya. Kalau hal ini dipertimbangkan, mempunyai banyak anak malah menjadi beban dan masalah.

y

Adat lstiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak lakilakilebih dari anak perempuan atau sebaliknya. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak. Disini norma adat istiadat perlu diluruskan karena tidak banyak menguntungkan bahkan banyak bertentangan dengan kemanusiaan.

Berikut ini persepsi anak sendiri bagi keluarga:

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak mempunyai nilai tertentu bagi orangtua.Anak yang diibaratkan sebagai titipan Tuhan bagi orang tua memiliki nilai tertentu serta mentutut dipenuhinya beberapa konsekuensi atas kehadirannya.Latar belakang sosial yang berbeda tingkat pendidikan, kesehatan, adat istiadat atau kebudayaan suatu kelompok sosial serta penghasilan atau matapencaharian yang berlainan, menyebabkan pandangan yang berbeda mengenai anak. Anak memiliki nilai universal namun nilai anak tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor sosio kultural dan lain-lain.Yang dimaksud dengan persepsi nilai anak oleh orang tua adalah merupakan tanggapan dalam memahami adanya anak, yang berwujud suatu pendapat untuk memiliki diantara pilihan-pilihanyang berorientasi pada suatu hal yang pada dasarnya terbuka dalam situasi yang datangnya dari luar.

Menurut Arnolddan Fawcett (1975) sebagaimana dikutip oleh Jamaluddin Ancok (1985) konsep anak memiliki dimensi : a. Manfaat Positif Umum (Manfaat) 1. Manfaat Emosional. Anak membawa kegembiraan dan kebahagiaan ke dalam hidup orang tuanya. Anak adalah sasaran cinta kasih, dan sahabat bagi orang tuanya. 2. Manfaat Ekonomi dan Ketenagaan. Anak dapat membantu ekonomi orang tuanya dengan bekerja di sawah atau di perusahaan keluarga lainnya. atau dengan menyumbangkan upah yang mereka dapat di tempat lain. 3. Memperkaya dan Mengembangkan diri sendiri. Memperkaya memelihara anak adalah suatu pengalaman belajar bagi orang tua. Anak membuat orang tua lebih matang, lebih bertanggungjawab. Tanpa anak, orang yang telah menikah tidak selalu dapat diterima sebagai orang dewasa dan anggota masyarakat sepenuhnya. 4. Mengenali Anak. Orang tua memperoleh kebanggaan dan kegembiraan dari mengawasi anakanak

Biaya Emosional Orang tua sangat mengkhawatirkan anak-anaknya terutama tentang prilaku anak-anaknya. keamanan dan kesehatan mereka. b. nama keluarga. 5.mereka tumbuh dan mengajari mereka hal-hal baru. 3. Kebutuhan Fisik. dan tradisi keluarga. Keterbatasan dan Biaya Alternatif Setelah mempunyai anak kebebasan orang tua berkurang. mereka bangga kalau bisa memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Definisi keluarga itu sendiri banyak pendapat dari beberapa ahli. peran dan . 5. memiliki ikatan emosi. Dengan adanya anak-anak. Pengorbanan kehidupan pribadi suami istri. Orang tua mungkin lebih lelah. Kadang-kadang anak-anak itu menjengkelkan. yaitu: Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan dan ikatan emosional dan yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari keluarga (Friedman. Begitu banyak pekerjaan rumah tambahan yang diperlukan untuk mengasuh anak. 1998). rumah akan ramai dan kurang rapi. Biaya Ekonomi. Waktu untuk dinikmati oleh orang tua sendiri berkurang dan orang tua berdebat tentang pengasuhan anak. terlibat dalam posisi sosial. Kerukunan dan Kelanjutan Keluarga. Ongkos yang harus dikeluarkan untuk memberi makan dan pakaian anakanak cukup besar. 4. Anak bisa membantu memperkuat ikatan perkawinan antar suami istri dan mengisi kebutuhan suatu perkawinan. Nilai Negatif Umum (Biaya) 1. Mereka meneruskan garis keluarga. 2.Keluarga adalah kumpulan dua atau lebih individu yang berbagi tempat tinggal atau berdekatan satu dengan lainnya.

Fungsi Keluarga Fungsi yang dijalankan keluarga adalah : 1. disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.tugas-tugas yang saling berhubungan. serta adanya rasa saling menyayangi dan memiliki (Murray & Zentner. atau suami. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak. 3. atau ayah dan anaknya. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak. sosial. pendidik. istri dan anaknya. 2. 2001). pelindung dan pemberi rasa aman. Ibu sebagai istri dan ibu dari anakanaknya. mental. Keluarga pasti memiliki peran dan fungsi nya masing-masing. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. dan spiritual. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik. . Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 1994 Bab I ayat 1 keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. 1997 dan Friedman. sebagai kepala keluarga. 1998 dalam Allender & Spradley. 4. pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. atau ibu dan anaknya. ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga. berperan sebagai pencari nafkah. sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik.

Mereka mungkin menghadiri . misalnya tempat tinggalnya sepi. yang hidup di jalan (dalam arti luas. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga. 8. bercerita tentang pengalaman masingmasing. 9.5. dan lainnya. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya. 6. gurun. anak jalanan adalah setiap perempuan atau laki-laki yang belum mencapai usia dewasa.dan rasa aman diaantara keluarga. dan PENYEBAB ANAK JALANAN MENURUT WHO & UNICEF Menurut UNICEF . berdiam dan atau sumber mata pencahariannya. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan. Sebagian besar pulang pada akhir hari dan kontribusi pendapatan untuk keluarga mereka. serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga DEFINISI. tidak dilindungi secara memadai. 7. Anak-anak di jalan adalah mereka yang terlibat dalam beberapa jenis aktivitas ekonomi mulai dari memohon kepada penjual. UNICEF membagi anak jalanan dalam dua kategori utama: 1. DAMPAK. perhatian. seperti acara nonton TV bersama. diawasi atau diarahkanoleh orang dewasa yang semestinya bertanggung jawab. dll) yang mana telah menjadi tempat hidupnya atau tempat kebiasaan. Memberikan kasih sayang. mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.

ada beberapa penyebab timbulnya anak jalanan yaitu : - Matinya kedua orang tua mereka Masalah ekonomi (baik dari diri sendiri. Karena kerapuhan ekonomi keluarga. maupun dari keluarga) Keluar dari sekolah (pendidikannya) sehingga anak tersebut tidak ³dibekali´ Tekanan psikologis (baik yang bersumber dari keluarga.sekolah dan mempertahankan rasa milik keluarga. anak-anak ini akhirnya dapat memilih untuk hidup permanen di jalanan. Menurut UNICEF. yaitu : * Keluarga yang ³rusak´ * Adanya konflik bersenjata (perang) * Kemiskinan * Bencana alam dan bencana buatan manusia * Kelaparan * Fisik dirinya dan pelecehan seksual * Eksploitasi oleh orang dewasa * Dislokasi melalui migrasi * Urbanisasi dan kepadatan penduduk * Akulturasi * Pencabutan hak waris atau adanya pihak yang semestinya bertanggung jawab namun tidak mengakui anak tersebut. . ada beberapa penyebab timbulnya anak jalanan. Anak-anak jalanan yang benar-benar hidup di jalan (atau di luar lingkungan keluarga normal). maupun pergaulan) Tingginya rasa kebutuhan akan materi yang tak terpeuhi Kurang mendapatkan perhatian Sering mengalami diskriminasi Tereksploitasi oleh pihak yang memanfaatkannya (sengaja ataupun tidak) - Menurut WHO. 2. ikatan keluarga mungkin ada tetapi lemah dan hanya diselenggarakan secara kasual.

French fries.cerdas dan produktif.yang dimaksud dengan seimbang adalah keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi. yaitu : mereka kekurangan kebutuhan dasar (pendidikan) mereka kehilangan perlindungan mereka kehilangan bimbingan dan supervisi mereka dihadapkan ke berbagai bentuk eksploitasi dan penyalahgunaan.sate kambing. antara kelompok pangan sumber tenaga.tinggi garam.siang dan malam) Pemasyarakatan pemahaman gizi seimbang: -Tahun 1950 melalui slogan 4 sehat 5 sempurna -Tahun 1994 melalui pedoman umum gizi seimbang(PUGS) 4sehat 5 sempurna pola makan sehari-hari yang terdiri dari: .dll Yang dimaksud dengan gizi seimbang adalah pola makan yang seimbang antara zat gizi yang diperoleh dari aneka ragam makanan dalam memenuhi kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat.dll.jeroan.gagal ginjal. Dampak yang ditimbulkan dari anak jalanan menurut WHO .sehingga ditakutkan dapat menyebabkan berbagai penyakit degenerative seperti jantung koroner.contohnya:Fried chicken.soto. dll) Pola Makan Sehat Yang dimaksud pola makan yang tidak baik adalah mengonsumsi makanan tinggi lemak.hipertensi.serta keseimbangan antar waktu makan(pagi.beef burger.tinggi gula tetapi rendah serat dan vitamin. anemia) mereka terkena berbagai racun (dari makanan maupun lingkungan) mereka terjebak dalam masalah kekerasan (pemerkosaan. yaitu : mereka menderita berbagai penyakit ( kolera. pembunuhan.diabetes.Dampak yang ditimbulkan dari anak jalanan menurut UNICEF . tuberkulosis.sumber pembangun(lauk pauk) dan sumber zat pengatur(sayuran dan buah).

makanan hewani dan hasil olahan . -kedua.Buah-buahan sumber vitamin dan mineral 5.sayur-mayur sumber vitamin dan mineral 4.Susu sumber lemak. Bahan makanan tersebut di populerkan dengan istilah´Tri guna makanan : -pertama suber zat tenagayaitu padi adian dan umbi-umbian serta tepung tepungan.sumber zat pengatur yaitu sayur sayuran dan buah buahan -ketiga sumber zat pembangun yaitu kacang-kacangan.Makanan pokok sumber karbonhidrat/kalori 2.protein dan kalsium Peranan berbagai kelompok bahan makanantergambar dalam piramida gizi seimbangdan yang berbentuk kerucut.lauk-pauk sumber protein hewani dan nabati 3.1.

siang dan malam hidangan terdiri dari 4kelompok makanan yaitu makanan pokok.Ada 13 pesan dasar Gizi seimbang: ‡1.0 . makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi -Makanan sumber energi penting untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti bekerja . berolah raga.lauk-pauk.protein dan lemak -Kelebihan dan kekurangan energi dapat diamati melalui berat badan(pada orang dewasa digunakan indeks masa tubuh dan pada anak balita digunakan KMS) Rumus IMT=berat badan (Kg)dibagi dengan kuadrat tinggi badan(m2) Kategori Kurus Kekurangan BB berat IMT <17.sayur dan buah -Makanan beraneka ragam dapat mencegah berbagai penyakit degeratif ‡2. makanlah aneka ragam makanan -tidak ada satu jenis makanan(selain ASI)yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan untuk hidup sehat -Dengan makan beraneka ragam berarti kekurangan zat gizi dari suatu makanan dapat dilengkapi oleh zat gizi makanan dari makanan lain -Susunan makanan yang beragam adalah jika setiap kali makan pagi.bermain serta kegiatan lainnya -Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan makan-makanan sumber karbonhidrat.belajar.

serta menambah lezatnya makanan -Konsumsi lemak dan minyak dibatasi terutama lemak jenuh yang membahayakan kesehatan seperti mentega.gandum .Kompleks(beras . makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi -Energi diperoleh Dari tiga zat gizi makro.membantu penyerapan vitamin ADEK.4 18.sirup)batas gula tidak lebih dari 5% kecukupan energy(3-4 sendok makan) ‡ 4.umbi-umbian) b.margarin.5-25.Kekurangan BB ringan Normal Gemuk Kelebihan BB ringan Kelebihan BB berat 17.yaitu karbonhidrat. gunakan garam beryodium -Yodium adalah zat gizi mikro yang diperlukan tubuh terutama untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak melalui fungsi hormon tiroid -Tahun 1994 diwajibkan seluruh garam konsumsi yang beredar harus mengandung yodium(KIO3)30-80 ppm (part per million) ‡ 6.0 >27 ‡ 3.protein dan lemak -Makanan yang mengandung zat karbonhidrat diupayakan menyumbang 50-60% dari total kecukupan energi -Terdapat 2 jenis karbonhidrat a.Sederhana(gula.jagung . makanlah makanan sumber zat besi -Zat besi merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah . batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi -Lemak dan minyak berguna sebagai sumber energi dan asam lemak esensial.0-18.0-27.dan makanan yang digoreng dengan suhu tinggi -Penimbunan lemak dalam tubuh dapat menimbulkan penyumbatan pembuluh darah.daging berlemak.penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya ‡ 5.0 >25.

ASI saja tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi -ASI tetap diberikan sampai bayi berumur 2 tahun bersama dengam MP-ASI yang jenis dan jumlahnya disesuaikan dengan umur bayi ‡8.PAM dan sumber lainnya harus dimasak sampai mendidih .Jumlah air minum yang dibutuhkan dalam sehari sebanyak 6-8 gelas tergantung umur dan jenis kegiatan 6.kuning telur.Melancarkan proses buang air besar dan kecil 5.kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau(singkong.dll) -Zat besi berasal dari hewani mudah diserap ‡7.daging.Mengatur suhu tubuh 4. biasakan makan pagi -Makan pagi sangat bermanfaat untuk memelihara ketahanan fisik dan meningkatkan produktifitas kerja -Bagi anak sekolah.yaitu harus bebas dari kuman.Air minum harus bersih dan aman.Transportasi zat gizi dalam tubuh 2.makan pagi sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi belajar -Makan pagi sebaiknya mengandung 20-30% dari kebutuhan gizi ‡ 9.-Sumber zat besi makanan antara lain hati.bahan berbahaya dan bahan cemaran lainnya -Sumber air minum yang berasal dari sumur. minumlah air bersih.Mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral 3.berupa jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi untuk perkembangan mental dan kecerdasan -Setelah 4 bulan. berikan ASI saja pada bayi pada umur 4 bulan -ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi -ASI mempunyai kelebihan yang meliputi 3 Aspek yaitu gizi-kekebalan-kejiwaan. aman yang cukup jumlahnya -Air dibutuhkan oleh tubuh untuk: 1.bayam.

Bahan berbahaya c.formalin.Bahan tambahan yang tidak diperbolehkan(asam boraks.Keterangan lainnya seperti label halal Kebutuhan gizi seseorang per-hari bergantung pada: 1.Meningkatkan fungsi jantung.meningkatkan kebugaran b.zat perwarna rodamin B. makanlah makanan yang aman bagi kesehatan -Makanan yang aman adalah makanan yang bebas dari: a.Memperlambat penuaan ‡ 11.Golongan Umur .Tanggal Kadaluarsa c.Mencegah kelebihan BB c.otot d. lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur -Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan a.paru-paru.Ketagihan dan kehikangan kendali diri(pencetus kearah tindakan criminal) ‡12.Terhambatnya proses penyerapan zat gizi b. methanyl yellow) -Hindari makanan kemasan yang kemasannya telah rusak ‡ 13.‡ 10.Kerusakan jaringan hati dan saraf otak c. bacalah label pada makanan yang di kemas -Terutama yang berkaitan dengan: a. hindari minuman beralkohol -Kebiasaan minum-minuman beralkhol dapat menyebabkan a.Kuman b.Bahan cemaran d.Kandungan zat gizi b.

Mengetahui Status gizi.Mengetahui berat badan 3.Mengetahui BB normal=BB idaman+-10% 5.Kebutuhan Kalori sehari=BB idaman X kebutuhan kalori perkg BB idaman .kurus bila kurang dari BB normal dan gemuk bila lebih dari BB normal Cara Menghitung Kebutuhan Kalori sehari 6.2.Aktivitas sehari-hari Sehingga setiap orang mempunyai kebutuhan gizi yang berbeda sesuai dengan anjuran dalam Angka Kecukupan Gizi(AKG) Cara menghitung Kebutuhan Kalori sehari 1.Mengetahui aktivitas harian Ringan Pegawai Kantor Pegawai Toko Guru Sopir Sekretaris Kebutuhan Kalori per kg BB idaman Aktivitas Gemuk Normal Kurus Ringan 25 30 35 Sedang 30 35 40 Berat 35 40 40-50 Sedang Mahasiswa Pegawai Industri ringan Ibu Rumah Tangga Berat Pelaut Buruh Penari Atlit 7.Jenis kelamin 3.Mengetahui tinggi badan 2.Mengetahui BB idaman=(TB-100%)-10% 4.Berat dan tinggi badan 4.

5p Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang anak laki-laki usia 1-12tahun P=porsi 1p nasi=100g(3/4gelas) Ip sayuran=100g(1 gelas) 1p buah=50g(1buah) 1p tempe=50g(2 potong sedang) 1p daging=50 g(1 potong sedang) Untuk anak perempuan porsi nasi dikurangi 1p dan untuk porsi daging dikurangi 1/2p Aturan jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah 13-15th 2400 kkal 6.Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang anak laki-laki usia 1-`12 tahun Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah Tempe Daging ASI Susu Minyak Gula 1-3 th 1200kkal 3p 1.5p 3p 3p 3p 2p 10-12 th 2000kkal 5p 3p 4p 3p 2.5p 3p 4p 16-18th 2600 kkal 8p 3p 4p 19-29 th 2700 kkal 8p 3p 5p 30-49 th 2500 kkal 7p 3p 5p .5p 3p 1p 1p Smp 2th 1p 3p 2p 1p 4p 2p 1p 5p 2p 1p 5p 2p 4-6 th 1700kkal 4p 2p 3p 2p 2p 7-9 th 1900kkal 4.

5p 3p 4p 3p 3p 3p 1p 4p 2p 3p 1p 4p 2p 65+ th1 2200 kkal 5p 4p 4p 3p 65+ th2 1900 kkal 7p 3p 5p 3p Aturan jumlah porsi seimbang memenuhi gizi seimbang 1=laki-laki 2=perempuan Susu untuk usia 50 tahun keatas menggunakan susu rendah lemak .Tempe Daging Susu Minyak Gula 3p 3p 1p 6p 2p 3p 3p 3p 3p 3p 3p 6p 2p 7p 2p 6p 2p Untuk jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang 1.5p dan untuk porsi minyak dikurangi 2p 4.5p Aturan jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah Tempe Daging Ikan segar Susu Minyak Gula 1p 6p 2p 1p 4p 2p 50-64 th1 2200 kkal 6p 4p 5p 3p 3p 50-64 th2 1900 kkal 4.Untuk perempuan.porsi nasi dikurangi 1p dan untuk porsi minyak dikurangi 1p 2.porsi nasi dikurangi 2.Untuk perempuan.Untuk perempuan.porsi nasi dikurangi 3.Untuk perempuan.porsi nasi dikurangi 3p dan untuk porsi minyak dikurangi 1p 3.

mengandung: -175 kalori -4g protein -40 g Karbonhidrat Bahan penukar nasi artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar porsi nasi Golongan 2:Bahan Makanan penukar Sayuran 2 bj sedang 1.5 gelas 4 iris 1 potong sedang 1 bj sedang URT Berat(g) 50 200 200 80 100 150 50 5p+1p 3p 4p 3p 3p +1p 5p 2p Ibu Menyusui (2000+500 kkal) 5p+1p 3p+1p 4p 3p+1p 3p +1p 5p+1p 2p .Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui Bahan Makanan Ibu Hamil (2000+285 kkal) Nasi Sayuran Buah Tempe Daging Susu Minyak Gula Daftar Padanan Bahan Makanan Golongan 1:Bahan penukar nasi Bahan Makanan Bihun Kentang Mi Basah Roti Putih Singkong Ubi Mi Kering Satu porsi nasi setara denganb ¾ gelas(100 g).

daun singkong Daun Melinjo Jantung pisang Labu siam Pare Sawi Tomat Ketimun Bunga kol.mengandung: .Bahan Makanan Bayam Daun Bawang Jagung Muda Kangkung Oyong Rebung Terong Kacang panjang Buncis.daun Pepaya Daun Pakis Jamur Segar Lobak Pepaya Muda Toge Wortel Satu porsi sayuran setara dengan 100g atau sekitar 1 gewlas(setelah dimasak dan ditiriskan).mengandung: -50 kalori -3g protein -10g Karbonhidrat Bahan penukar sayuran artinya bahan makanan dapat digunakan sebagai penukar satu porsi sayuran Golongan 3:Bahan Penukar Buah-buahan Bahan Makanan Apokat Apel Belimbing Duku Jeruk Manis Mangga Nanas Pepaya URT ½ bh segar ½ bh sedang 1 bh segar 10 bh 2 bh sedang ½ bh sedang 1/6 bh 1 ptg sedang Berat(g) 50 75 125 75 100 50 75 100 Satu porsi sayuran setara dengan buah pisang ambon ukuran sedang atau 50g.

-40 kalori -10 g karbonhidrat Bahan penukar buah-buahan artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar satu porsi buah Golongan 4:Bahan Penukar tempe Bahan Makanan Kacang Kedele Kacang Merah Kacang Tanah kupas Kacang Ijo Oncom Tahu URT 2sdm 2sdm 2sdm 2sdm 2ptg besar 1ptg besar Berat(g) 25 25 20 25 50 100 Satu porsi tempe setara dengan 2 potong sedang atau 50gram.mengandung: -80kalori -6g protein -3g lemak -8g Karbonhidrat Bahan Penukar tempe artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar satu porsi tempe Golongan 5: bahan makanan Penukar Daging Bahan Makanan Daging ayam Hati segar Ikan Segar Ikan Asin URT 1ptg sedang 1 ptg sedang 1 ptg sedang 1 ptg kecil Berat(g) 100 50 50 25 .

mengandung: -95 kalori -10 g protein -6 g lemak Susu sapi selain sebagai sumber preotein.vitamin terutama vitamin A dan Niasin serta mineral(kalsium dan fosfor) Golongan 6:Bahan Makanan Penukar Minyak dan Gula Bahan Makanan Margarin Mentega Kelapa Santan URT ½ sdm ½ sdm 1 ptg kecil ½ gelas Berat(g) 5 5 30 50 Bahan Makanan ini hampir seluruhnya terdiri dari lemak.mengandung: -45 kalori -5 g lemak Bahan Makanan Gula Pasir URT 1sdm Berat(g) 10 .dan lemak.Ikan Teri Kering Telur Ayam Kampung Telur Ayam Negri Udang Basah Susu Sapi Tepung sari Kedele Tepung Susu Whole Tepung Susu Skim 2sdm 2btr 1btr besar ½ gelas 1gelas 4sdm 5sdm 4sdm 25 60 60 50 200 25 25 20 Satu porsi daging sapi setara dengan 1 potong sedang atau 50gram.juga mengandung karbonhidrat. satu porsi minyak setara dengan 1 sendok makan atau 5g.

mengandung: -37 Kalori -9 g Karbonhidrat Contoh Menu Sehari 1500 Kalori Waktu Bahan Makanan Pagi Roti 1p 2ptg Roti Panggang Telur Kacang Merah 1p ½p 1btr 2sdm Omelet Sup kacang Merah Sayuran 10.00 Buah Sesuka 1p 1ptg Wortel Juice Penukar URT Menu Waktu Bahan Makanan Penukar URT Menu Siang Nasi Ikan Tempe Sayuran 2p 1p 1p Sesuka 1 ½ gelas 1ptg 1ptg Nasi Pepes Ikan Bacem Tempe Lalapan kacang Panjang.satu porsi gula setara 1 sendok makan atau 10 g.kol. sambal Buah 1p 1ptg Jeruk .Gula aren/kelapa Selai/jam Madu Sirop 1sdm 10 15 15 15 Bahan Makanan ini hampir seluruhnya terdiri dari Karbonhidrat sederhana.

kebutuhan nutrisi tidak konstan selama perjalalan kehamilan . kebutuhab terhadap 1 nutrien dapat di ganggu oleh asupan yang lain 3. Karbohidrat : amilase (enzim pencerna zat pati) 4.Waktu Bahan Makanan Penukar URT Menu 16. Lemak : 58% dari kalori total dalam susu matur. Mineral : kalsium fosfor klor kalium dan natrium 5. kebutuhan aktual selama hamil bervariasi di pengaruhi oleh status nutrisi dan riwayat kesehatan 2. 3. ibu hamil Beberapa hal yang perlu di perhatikan: 1.00 Malam Buah Nasi Ayam Tanpa kulit Tahu Sayuran Buah 1p 1p 1p 1bh 1 ½ gls 1ptg Apel Nasi Ayam Bakar 1p Sesuka 1p 1ptg Tahu Isi Sayur Asem 1ptg Melon Gizi seimbang untuk bayi 1. Vitamin : berfariasi sesuai diet ibu Gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui a. Protein : 4-5% dari total kalori asi 2.

* Lemak Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama. pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80.Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti. cadangan lemak. nasi dan pasta.Artinya.Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru. * Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. serealia. serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. jaringan payudara. maupun plasenta dan janin. ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. Selain mengandung vitamin dan mineral. kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil.Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama. juga plasenta.Berdasarkan perhitungan. Peningkatan kebutuhan kalori kira-kira 15% dari kebutuhan kalori normal wanita * Protein Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil.Di trimester II dan III. wanita hamil butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.* Kalori Selama hamil. * Vitamin dan mineral . kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III. Pada kehamilan yang normal.

sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino. selain kelainan bawaan pada bayi. kematian janin. Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil.Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi. dan keguguran. Tak cuma itu.Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak. . Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1.Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan anemia. vitamin B2. Sedangkan kekurangan energi terjadi pada trimester II dan III dapat menghambat pertumbuhan janin atau tak berkembang sesuai usia kehamilannya. Contoh konkretnya adalah kekurangan zat besi yang terbilang paling sering dialami saat hamil. dan asam pantotenat.Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.Gangguan ini membuat ibu mengalami anemia alias kekurangan sel darah merah. terutama magnesium dan zat besi. *Zat Besi Zat besi lebih baik di konsumsi waktu makan atau pada jam tidur pada saat lambung kosong untuk memeksimalkan absorps *Asam Folat DAMPAK KURANG GIZI Kekurangan asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi lahir prematur. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah.Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. niasin.Begitu juga kebutuhan mineral. disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi.

buah ini boleh dikonsumsi selama hamil asalkan jumlahnya wajar. tak sulit memperoleh tambahan zat besi dan asam folat ini. yaitu sekitar 35 gram dalam sehari. Namun bila ibu mengalami keluhan mual-muntah. Contohnya adalah durian. PANTAU KENAIKAN BERAT BADAN . santaplah hasil produksi ternak lainnya. diharapkan keterlambatannya tidak melampui masa trimester II yang merupakan masa pertumbuhan janin terbesar.Namun ibu hamil tak dianjurkan mengonsumsi suplemen multivitamin karena kelebihan vitamin A dan D dosis tinggi dalam tubuh justru dapat menimbulkan penumpukan yang berefek negatif. Bagi ibu hamil sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar harus dihindari. kopi juga tidak dianjurkan diminum selama hamil karena kurang mengandung zat gizi dan kemungkinan memberikan efek negatif walau hal ini masih diperdebatkan.Padahal. bayi lahir meninggal. apabila ibu hamil telah mengonsumsi menu makanan sesuai anjuran. Selanjutnya. maka camilan tanpa kalori boleh-boleh saja dikonsumsi seperti agar-agar. ataupun lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2.Selain dari suplemen. Ingat.500 gram). gelatin dan sejenisnya. Selain alkohol. Jika tidak ada keluhan. juga dari bahan makanan yang disantapnya. ANJURAN KHUSUS Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi sedikitnya dua gelas susu sehari atau kalau tidak. keanekaragaman bahan makanan merupakan kunci dari menu makanan bergizi seimbang.Suplemen dalam bentuk jejamuan juga tidak dianjurkan jika kebersihan dan keamanan bahannya tidak terjamin. lahir prematur. buah dan susu rendah lemak. Jika ibu baru mengonsumsi menu bergizi setelah beberapa minggu kehamilan. maka ia tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dapat merangsang keluhan mual-muntahnya. Olahan apa pun seperti makanan yang dibakar boleh saja disantap asalkan benar-benar matang dan tidak dikonsumsi bagian gosongnya. sayuran.Merokok aktif maupun pasif juga harus dihentikan karena berkaitan dengan tingginya risiko keguguran. Kebutuhan kalori mudah didapat dari tambahan porsi bijibijian. kecuali alkohol.

nasi dan mi sayuran buah susu.Sedangkan mereka yang kelebihan BB saat sebelum hamil diharapkan kenaikan BB-nya hanya 711. MENU SEHARI IBU HAMIL Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. kenaikan BB dianjurkan sebatas 6 kg atau lebih sedikit pada akhir kehamilannya. pada trimester I berat badan diharapkan naik kurang dari 2 kilogram.Pada trimester I biasanya ibu hamil akan mengalami penyesuaian terhadap perubahan fungsional dalam tubuhnya akibat proses kehamilan.Agar kenaikan berat badan terjaga.518 kg pada akhir kehamilan. Di antaranya keluhan mual-muntah dan rasa tidak nyaman lainnya. ayam. minyak gula 5 sendok teh 2 sendok makan Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil . telur dan kacang-kacangan 3 potong lemak. berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari: Kelompok bahan makanan: roti. diharapkan bisa mencapai kenaikan BB sebanyak 12. tentu saja ibu perlu secara berkala dan rutin menimbang badan bersamaan dengan pemeriksaan kehamilan.Sedangkan untuk mereka yang tidak kurus dan tidak gemuk alias memiliki berat badan ideal diharapkan mencapai kenaikan BB sebesar 11.Dengan demikian.5 kg pada akhir kehamilannya. asupan makanan selama trimester ini belum dapat menaikkan BB ibu hamil. Nah. Ibu hamil yang tergolong kurus sebelum hamil.Sedangkan pada trimester II dan III sebaiknya kenaikan BB kurang dari 1/2 kg setiap minggunya. dan atau keju Porsi: 6 piring/porsi 3 mangkuk 4 potong 2 gelas daging. serealia.Sementara wanita hamil yang kegemukan sebelum hamil. yogurt.Normalnya.516 kg di akhir kehamilannya. ikan.Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama hamil.

dengan lauk. ubi 1 biji sedang (135 gram) * 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan:1 potong kecil ikan asin (15 gram). jagung biji 1 piring (125 gram). 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya. kue kering 5 buah besar (50 gram). 1 potong daging sapi (35 gram). sayur dan buah Buah Tempe Daging Susu Minyak Gula 4 potong 3 potong Makan malam: nasi 2. tempe 2 potong sedang (50 gram). sayur dan 3 potong 2 gelas 5 sendok teh 2 sendok makan Selingan: susu 1 gelas buah sama dengan pagi/siang sama dengan pagi Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penukarnya sebagai berikut: * 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan: Roti 3 potong sedang (70 gram).Bahan makanan Porsi hidangan sehari Jenis hidangan Makan pagi: nasi 1.5 porsi (250 gram) dengan lauk. talas 1 potong besar (125 gram). . 1 buah sedang hati ayam (30 gram). 1 butir telur ayam negeri (55 gram). 1 sendok makan teri kering (20 gram). sayur 1 mangkok dan buah 1 potong sedang Sayuran 3 mangkuk Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram). singkong 1 potong besar (210 gram). mi basah 2 gelas (200 gram).5 porsi (150 gram) dengan ikan/ daging 1 potong Nasi 5 + 1 porsi sedang (40 gram). kentang 2 biji sedang (210 gram). 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram).

1/4 buah nenas sedang (95 gram).5 sendok makan kelapa parut (15 gram). 2 sendok makan kacang hijau (20 gram). dan lainnya. 2. dan lainnya. 2 potong oncom kecil (40 gram). 1 buah sedang sawo (85 gram). labu siam. 2 buah sedang salak (65 gram).5 sendok makan kacang kedelai (25 gram). 1 buah apel (85 gram). 3/4 buah mangga besar (125 gram). * 1 potong buah.5 sendok makan kacang mete (15 gram). * Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan: avokad 1/2 buah besar (60 gram). sawi. 2 sendok makan kacang tanah (15 gram). seperti 1 potong besar papaya (110 gram). terong dan lainnya. 2/3 gelas yogurt nonfat (120 gram). 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram). 1 buah pisang (50 gram). 2. di antaranya buncis. kangkung. 1 potong besar melon (190 gram). * 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan: Tahu 1 potong besar (110 gram). 1 potong kecil kelapa (15 gram). 1/3 gelas santan (40 gram). 1 potong besar semangka (180 gram). dan lainnya. wortel. 8 buah rambutan (75 gram). 3 biji nangka (45 gram). Ibu menyusui . 1. 2 buah jeruk manis (110 gram). kacang panjang. dan lainnya. * 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan: 4 sendok makan susu skim (20 gram). 9 duku buah sedang (80 gram). 2 buah jambu air sedang (110 gram). 1 potong kecil keju (35 gram).* 1 mangkuk (100 gram) sayuran. 1 jambu biji besar (100 gram). 1 buah besar belimbing (140 gram). kol. * Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan: 1 sendok makan madu (15 gram) b.

Cairan : Dianjurkan bahwa ibu yang menyusui minum 2-3liter cairan per hari Vitamin dan mineral Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi dari pada selama hamil Gizi seimbang untuk anak Anak makan rata-rata 5-7 kali sehari.Zat besi: RDA pada zat besi pada wanita menurun dari 15 mg pada usia 23-50tahun sampai 10 mg pada usia 51tahun dan lebih 3.Kalsium : .Kudapan harus diberikan sedikitnya90 menit sebelum makan untuk menghindari pengaruhnya terhadap nafsu makan Gizi seimbang untuk remaja Kudapan berkontribusi 30% atau lebih dari total asupan kalori setiap hari. Protein : Ibu memerlukan tambahan 20 gram protein di atas kebutuhan normal ketika menyusui.kudapan memberikan 20% dari total asupan kalori dan 19% dari total asupan lemak dan lemak jenuh.Remaja harus didorong untuk bertanggung jawab atas pemilihan kudapan yang sehat Gizi seimbang untuk lansia 1.Diantara anak usia 6-11 tahun.Kalori : Kebutuhan kalori selama menyusui proposional dengan jumlah ASI yang di hasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibandingselama hamil. tetapi terdapat sedikit kesepakatan tentang kebutuhan protein pada lansia 2.Kalori : Proses metabolisme protein berubah sesuai penuaan.

3 mg untuk dewasa muda menjadi 1. atau infeksi lambung 7.Vitamin D ‡ DRI untuk vitamin b meningkat 5 ug untuk dewasa usia 31-50 tahun menjadi 10 ug untuk lansia 51-70 tahun 6.Vitamin B12 Sebanyak 10%-30% lansia lebih dari51 tahun mengalami defisiensi vitaminB12 karena insufisiensi sekresi asam lambung yang terjadi sekunder akibat reseksi lambung . penyakit pencernaan.Vitamin B6 : DRI meningkat 1.anemia dll ‡Anemia gizi besi (AGB) .Magnesium : DRI magnesium untuk pria dan wanita tetap konstan selama masa lansia 5.Lansia beresiko untuk mengalami defisinsi kalsium baik karena penurunan asupan kalsium dan penurunan absorpsi kalsium karena penuaan 4. Di sebabkan kekurangan zat besi dalam jumlah yang tidak mencukupi kebutuhan sehari.gastritis atropik. infeksi saluran pencernaan bagian atas.7 mg dan 1.Konsumsi lemak yang tinggi dan gula Gizi kurang ‡Konsumsi gizi yang tidak mencukupi kebutuhannya dalam waktu tertentu Gizi buruk ‡ Diare. infeksi.5 mg secara berurutan. Disebabkan konsumsi vitamin A tidak mencukupi kebutuhannya ‡ Gangguan akibat kekurangan yodium. untuk lnsia pria dan wanita lebih dari 50 tahun Gizi lebih ‡Disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi dari yang di butuhkan. penggunaan obat yang menekan sekresi asam lambung. Karena konsumsi yodium tidak mencukupi kebutuhan .hari ‡ Kekurangan vitamin A.

Apabila jantung berhenti berdenyut maka orang itu tidak bisa melangsungkan hidupnya. makanan. Pola asuh yang benar bisa ditempuh dengan memberikan perhatian yang penuh serta kasih sayang pada anak. Melalui orang tua. anak beradaptasi dengan lingkungannya untuk mengenal dunia sekitarnya serta pola pergaulan hidup yang berlaku dilingkungannya. Dalam masa pengasuhan.dan mendidik anak yang masih kecil.Bagaimana Hubungan Aspek Sosial Budaya dalam Pola Asuh Anak dengan Pola Makan yang Sehat? (Emil Eviliana_1010115) Pola Asuh Sering dikatakan bahwa ibu adalah jantung dari keluarga. jantung dalam tubuh merupakan alat yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. 1993) Agar pola hidup anak bisa sesuai dengan standar kesehatan.1989). . Pengertian lain diutarakan oleh Webster yang mengatakan bahwa mengasuh itu membimbing menuju ke pertumbuhan ke arah kedewasaan dengan memberikan pendidikan. disamping harus mengatur pola makan yang benar juga tak kalah pentingnya mengatur pola asuh yang benar pula. Anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan dan perawatan orang tua oleh karena itu orang tua merupakan dasar pertama bagi pembentukan pribadi anak. (Gunarsa. Pentingnya seorang ibu terutama terlihat sejak kelahiran anaknya. memberinya waktu yang cukup untuk menikmati kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga. Dengan demikian dasar pengembangan dari seorang individu telah diletakkan oleh orang tua melalui praktek pengasuhan anak sejak ia masih bayi (Supanto. 1990). Dari perumpaan ini bisa disimpulkan bahwa kedudukan seorang ibu sebagai tokoh sentral dan sangat penting untuk melaksanakan kehidupan. merawat. Pengasuhan berasal dari kata asuh (to rear) yang mempunyai makna menjaga.Wagnel dan Funk menyebutkan bahwa mengasuh itu meliputi menjaga serta memberi bimbingan menuju pertumbuhan ke arah kedewasaan. lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tuanya. dan sebagainya terhadap mereka yang diasuh(Sunarti.

Rangsangan psikososial terhadap anak 4. 1989). Larangan maupun keharusan terhadap pola pengasuhan anak beraneka ragam.Engle et al (1997) mengemukakan bahwa pola asuh meliputi 6 hal yaitu: 1. Untuk tumbuh dengan baik tidak cukup dengan memberinya makan. keluarga dekat atau saudara serta dapat juga di asuh oleh pembantu (Nadesul. Kerangka konseptual yang dikemukakan oleh UNICEF yang dikembangkan lebih lanjut oleh Engle et al (1997) menekankan bahwa 3 konsep makanan ± kesehatan ± asuhan merupakan faktor ± faktor yang berperan dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. asal memilih menu makanan dan asal menyuapi anak nasi. Persiapan dan penyimpanan makanan 5. Tetapi pada prinsipnya cara pengasuhan anak mengandung sifat : pengajaran (instructing). 1995). Praktik kebersihan dan sanitasi lingkungan 6. Anak masih membutuhkan bimbingan seorang ibu dalam memilih makanan agar pertumbuhan tidak . Semasa bayi. Perhatian/dukungan ibu terhadap anak 2. anak hanya menelan apa saja yang diberikan ibunya. Pemberian ASI atau makanan pendamping pada anak 3. Di negara timur seperti Indonesia.Dari beberapa pengertian tentang batas asuh. Sekalipun yang ditelannya itu tidak cukup dan kurang bergizi. Akan tetapi anak membutuhkan sikap orangtuanya dalam memberi makan. menurut Whiting dan Child dalam proses pengasuhan anak yang harus diperhatikan adalah orang-orang yang mengasuh dan cara penerapan larangan atau keharusan yang dipergunakan. pengganjaran (rewarding) dan pembujukan (inciting) (Sunarti. keluarga besar masih lazim dianut dan peran ibu seringkali di pegang oleh beberapa orang lainnya seperti nenek. Semua anak harus memperoleh yang terbaik agar dapat tumbuh sesuai dengan apa yang mungkin dicapainya dan sesuai dengan kemampuan tubuhnya. Untuk itu perlu perhatian/dukungan orangtua. Perawatan balita dalam keadaan sakit seperti pencari pelayanan kesehatan Perhatian / Dukungan Ibu terhadap Anak dalam Praktek Pemberian Makanan Semua orangtua harus memberikan hak anak untuk tumbuh. Demikian pula sampai anak sudah mulai disuapi. Anak tidak tahu mana makanan terbaik dan mana makanan yang boleh dimakan.

mencegah dan menurunkan masalah gizi. saudara perempuan atau anak yang sudah besar bahkan orang lain yang diberi tugas untuk mengasuh anaknya (Sunarti. jika makanan masuk kebadan adalah makanan bergizi. Anak membiasakan diri makan melalui makanan disekolah. Sedangkan gizi mempunyai pengaruh yang cukup atau sangat berperan bagi pertumbuhan dan perkembangan mental maupun fisik anak. Selama bekerja ibu cenderung mempercayakan anak mereka diawasi oleh anggota keluarga lainnya yang biasanya adalah nenek. mandi dan sakit (Nadesul. pengetahuan gizi dan pemberian makanan bergizi disarankan untuk anak wajib diketahui bagi pendidik di Taman Kanak-Kanak. pengobatan bila sakit. higyene . 1995). Wanita yang berstatus sebagai ibu rumah tangga memiliki peran ganda dalam keluarga. Bentuk perhatian/dukungan ibu terhadap anak meliputi perhatian ketika makan. Makanan untuk anak harus mengandung kualitas dan kuantitas cukup untuk menghasilkan kesehatan yang baik. mewujudkan hidup sehat dan status gizi optimal. terutama jika memiliki aktivitas di luar rumah seperti bekerja ataupun melakukan aktivitas lain dalam kegiatan sosial. Menurut kerangka yang disusunn oleh WHO. tetapi cenderung menekankan dalam jumlah atau banyaknya makanan. Kekurangan gizi akan mengakibatkan anak mudah diserang penyakit. perawatan dasar termasuk imunisasi. maka anak akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.terganggu. penyakit infeksi dan asupan makanan yang secara langsung berpengaruh terhadap kejadian kekurangan gizi. rumusan tujuan umum program pangan dan gizi tahun 2001-2005 yaitu menjamin ketahanan pangan tingkat keluarga. Pengasuhan anak oleh Ibu (Orang Dewasa) terhadap pemenuhan kebutuhan gizi. terjadinya kekurangan gizi dalam hal ini gizi kurang dan gizi buruk lebih dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni. Pola Makan Sejalan dengan sasaran global dan perkembangan keadaan gizi masyarakat. anak belajar memilih makanan yang baik. tempat tinggal yang layak. pola asuh serta pengetahuan ibu juga merupakan salah satu faktor yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap kekurangan gizi. 1989). Wanita yang bekerja di luar rumah biasanya dalam hal menyusun menu tidak terlalu memperhatikan keadaan gizinya.

B. kapan dan kombinasi yang bagaimana pangan tertentu disajikan . Hal ini kemungkinan dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya asupan makanan yang diterima setiap harinya tidak sesuai dengan kebutuhan untuk beraktifitas. 2004). 2004). Masalah gizi kurang dan gizi buruk bila tak ditangani secara serius akan mengakibatkan bangsa Indonesia akan mengalami ³LOS GENERATION³ keterlibatan keluarga yang selama 24 jam mendampingi anak yang menderita kekurangan gizi tersebut. B. pantangan ± pantangan. upacara ± upacara. Perhatian cukup dan pola asuh anak yang tepat akan memberi pengaruh yang besar dalam memperbaiki status gizinya. status gizi buruk/kurang menunjukan bahwa kejadian kerawanan gizi pada keluarga adanya berbagai multifaktor pada pola pengasuhan dan perawatan anak balita.perorangan. adanya penyakit infeksi yang diderita oleh anak balita sehingga daya tahan tubuh menurun berakibat menurunnya berat badan dan kehilangan energi dalam tubuh. (Soetjiningsih. 1995 dalam Herwin.Pembatasan oleh budaya ini berakibat pada kecukupan gizi karena berpotensi terhadap kegagalan untuk melihat hubungan antara makanan dan kesehatan serta kegagalan untuk mengenali kebutuhan gizi pada anak. di antaranya berkaitan dengan kepercayaan yang keliru. Anak balita adalah anak ± anak yang berusia dibawah lima tahun yang sedang menunjukan pertumbuhan badan yang pesat sehingga memerlukan zat-zat gizi yang lebih tinggi setiap kilogram berat badan. Aspek Sosial Budaya yang Mempengaruhi Pola Makan Sehat Aspek sosial budaya pun juga mempengaruhi masalah gizi. (Herwin. kesegaran jasmani. dan kebiasaan makan. Hal tersebut dapat pula disebabkan oleh karena kuranya kontrol / pola asuh pada balita baik terhadap asuhan makanan. Pentingnya dampak sosial-budaya pada pangan yang meliputi hal-hal seperti : y Bagaimana. sandang. sanitasi lingkungan. higyene perorangan maupun kebersihan lingkungan sekitar tempat balita berinteraksi dan beraktifitas. Dengan melihat tabel Distribusi Anak Balita Gizi Kurang Menurut Jenis Kelamin Di Wilayah Puskesmas Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Tahun 2003 menunjukan bahwa.

y Siapa yang menyiapkan makanan. dan kepercayaan yang ditentukan budaya merupakan kerangka kerja di mana cara makan dan daya terima terhadap makanan terbentuk. Dalam hal beras. menangani. Kebanyakan kelompok agama juaga mempunyai peraturan tertentu terhadap makanan. walaupun kelapara dapat ditentukan secara biologis.Dari kerangka belajar tersebut masing ± masing menginginkan jenis pangan tertentu. Setiap masyarakat mengembangkan cara yang turun temurun untuk mencari. menyiapkan. pada umumnya kebiasaan pangan seseorang tidak didasarkan atas keperluan fisik akan zat ± zat gizi yang terkandung dalam pangan. suatu pangan pokok yang diterima di beberapa negara di dunia sekalipun ditanam di tempat tersebut. pangan pokok yang paling umum di Asia Tenggara. Kebiasaan ini berasal dari pola pangan yang diterima budaya kelompok dan diajarkan kepada seluruh anggota. Misalnya. Nilai ± nilai. Adat istiadat dan kebiasaan makan ada hubungannya dengan hampir semua agama. Jagung. yang biasanya sekurang-kurangnya dalam beberapa hal berbeda di antara kelompok yang satu dengan yang lain. yang dijaga dengan seksama dan diajarkan dengan tekun kepada setiap generasi berikutnya.Adat dan tradisi merupakan dasar perilaku tersebut. menyajikan. menyiapkan pangan merupakan sesuatu petunjuk yang diperbolehkan budaya dan disajikan dalam cara dan jumlah yang diterima masyarakat. siapa yang menyajikan dan prioritas anggota keluarga tertentu dalam pola pembagian makanan y Hubungan antara besarnya keluarga dan umur anggota keluarga dengan pola pangan dan status gizi y y Larangan keagamaan yang berhubungan dengan konsumsi pangan Bagaimana pola pangan dikembangkan dan mengapa pangan tertentu diterima sedangkan yang lainnya ditolak atau hanya dimakan jika pangan yang hanya boleh dimakan tidak dapat di peroleh lagi. walaupun dapat berlainan dari satu agama ke agama lainnya. sikap. banyak penduduk hanya makan jagung jika beras tidak dapat diperoleh atau sebaliknya. Dengan demikian. dan cara-cara makan. disajikan dan dimakan dengan cara yang berlainan dari satu negara ke negara lain. memilih.Pada mulanya mereka mengembangkan .

Hal tersebut semata ± mata berarti bahwa cara dan pola penerimaan pangan harus dimengerti. diare. Suatu hal yang penting dilihat dari segi gizi yaitu hal ± hal yang mudah dimengerti tetapi ironi. Di beberapa negara berkembang umumya ditemukan larangan atau pantangan tertentu bagi makanan ibu hamil. Ada pula penduduk di negara ± negara Asia yang mempunyai kepercayaan bahwa makanan yang mengandung protein hewani menyebabkan air susu ibu beracun bagi anak bayinya. Kadang kepercayaan terhadap makanan yang betul.Beberapa jenis pangan dianggap berpengaruh terhadap tingkah laku. Beberapa jenis pangan dianggap ringan atau yang dapat mengakibatkan masuk angin. tidak bermoral.Di beberapa tempat di Afrika ada kepercayaan bahwa telur membuat wanita menjadi steril. atau cacingan. akan tetapi pada umumnya tidak benar bahkan merugikan dan berbahaya. jenis pangan tertentu tidak dapat diterima anggota suatu kelompok beragama. penerimaan makanan dan kebiasaan makan tidak menghalangi perbaikan status gizi melalui pengenalan pangan yang baru dan berbeda ke dalam sistem produksi pertanian. Banyak kepercayaan ± kepercayaan lain tentang makanan dijumpai di berbagai tempat di dunia ini.Akan tetapi. Apapun alasannya. Pengaruh sosial budaya dan agama yang kuat terhadap makanan pantang. konstipasi. cara demikian jelas dapat menimbulkan akibat yang fatal yaitu timbulnya defisiensi energi protein yang berat. kadang ± kadang pengganti pangan yang mereka pilih untuk dimakan terbukti merupakan penukar yang tepat. dihargai dan dikembangkan seandainya diperkenalkan pangan yang baru dan berbeda.Daging mentah sering dianggap sebagai bahan makanan yang dapat membuat orang menjadi kuat. atau membuat anak ± anak menjadi jahat atau menjadi pencuri. Kepercayaan terhadap suatu pangan tertentu yang berpengaruh baik atau buruk pada manusia tidak saja ditemukan pada masyarakat di negara yang sedang berkembang tetapi juga .Latar belakang larangan atau pantangan tersebut didasarkan pada kepercayaan agar tidak mengalami kesulitan pada waktu melahirkan dan bayinya tidak terlalu besar. bahwa bila anak ± anak sedang terkena diare atau demam makanannya dikurangi secara drastis.prasangka terhadap beberapa bahaya yang berhubungan dengan pangan yang kini dipantang atau karena faktor lainnya.

Dua kepercayaan yang pertama tersebut tidaklah berbahaya kecuali terhadap keuangan keluarga. Percaya bahwa pangan yang diproduksikan dengan menggunakan pupuk kimia dapat menurunkan nilai gizi pangan yang bersangkutan.Kepercayaan yang keempat dapat mengakibatkan hal yang paling membahayakan karena menyebabkan keadaan penyakit makin berat sehingga lebih sulit diobati. Jadi . telur yang sangat baik bagi penyembuhan penyakit artritis. ini tidak tampak karena kebanyakan mengkonsumsi vitamin B kompleks.Nasi papah atau ³nasi papak´ adalah pemberian makanan yang telah dipapah atau dilumatkan dengan mulut kepada bayi.Kepercayaan yang ketiga dapat menjadi berbahaya bila sampai terjadi kelebihan zat gizi yang mengakibatkan overnutrition.dijumpai di negara ± negara maju yang teknologinya telah berkembang.Nasi papah masih menjadi permasalahan yang sulit diatasi apalagi dalam upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Lombok Timur. tomat. 4. royal jelly mempunyai kekuatan dalam meningkatkan kesehatan dan vitalitas di luar nilai kandungan zst gizinya. gula. Di Amerika Serikat antara lain: 1. kanker. Sangat sedikit literatur yang menjelaskan kapan nasi papah itu mulai diberikan.coklat. atau penyakit lainnya.Untungnya. 3. hipertensi. 2. yang agak terisolir. kencing manis. Kondisi ini masih kita temukan dibeberapa bagian Pulau Lombok khususnya di daerah-daerah pinggiran. Percaya bahwa fortifikasi zat gizi pada pangan tertentu memberikan manfaat baik bagi tubuh.Olson(1958) mengemukakan tentang beberapa macam kepercayaan. Nasi papah dari Sisi Budaya. Percaya makanan seperti pisang. bahkan kalau kita menanyakan pada nenek-nenek kita di kampong mengatakan bahwa kamu besar juga karena dulu diberikan nasi papah dan kenyataannya kamu bias hidup dan sukses seperti saat ini. kegemukan. Percaya bahwa pangan tunggal seperti yoghurt. Sebagai contoh. Nasi papah masih terus berlangsung karena alasan budaya.

Indikator yang dapat dilihat untuk menentukan kekenyangan seorang bayi adalah apabila dia terus menerus menangis walaupun sudah diberikan ASI. Nasi papah adalah nasi yang dikunyah terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayinya.Kebiasaan memberikan makanan kepada bayi berupa nasi papah didapatkan secara turun temurun. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Istilah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. religius. Sebagian ibu-ibu percaya bahwa anak-anak memerlukan makanan untuk dapat tumbuh dan berkembang.Begitu juga dengan anjuran memberikan madu pada bayi yang baru lahir. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. yang kemudian disebut sebagai superorganic.Bahkan ada yang sengaja menyimpan untuk beberapa kali pemberian makanan. . dan lain-lain. dan ini merupakan bentuk kearifan local tentang hubungan kasih saying antara ibu dan bayinya. Mungkin ini perlu pembahasan yang lebih lanjut sejauhmana keshahihan hadist-hadist tersebut sehingga pemahaman itu bias menjadi budaya di Pulau Lombok? Jika memang hadist tersebut shahih kenapa kebiasaan pemberian nasi papah hanya terdapat di Pulau Lombok tetapi tidak ditemukan pada masyarakat muslim lainnya? Pertanyaan pertanyaan ini mungkin akan dibahas pada lain kesempatan. bubur dan lain sebagainya.disini dapat dijelaskan bahwa praktek pemberian nasi papah tersebut sudah berlangsung sangat lama dan diteruskan secara turun temurun. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial. Menurut Andreas Eppink.Melville J. Namun masih ada sebagian masyarakat yang tinggal di daerah-daerah tertentu masih menerapakan kebiasaan memberikan nasi papah kepada bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan bayi maka ibu-ibu atau nenek akan memberikan berbagai jenis makanan mulai dari madu. pisang. Sebagian masyarakat memberikan nasi papah berdasarkan keyakinan agama bahwa Rasulullah Muhammad SAW pernah memberikan papahan kurma kepada anak-anak kecil atau bayibayi.norma sosial. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial.Untuk itu diperlukan makanan yang tersedia setiap saat dan tidak membahayakan kesehatannya baik dari segi ukuran maupun teksturnya.

Nasi papah sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat karena adanya anggapan itu sudah merupakan tradisi yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan.Kebudayaan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya polapola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat Banyak hal yang belum bisa dijelaskan secara nyata tentang pemberian nasi papah tersebut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang memilih suatu budaya terutama dalam makanan antara lain adanya nilai makanan, pantangan agama, takhayul dan kepercayaan tentang kesehatan. Pemilihan makanan juga dapat disebabkan karena makanan itu dianggap baik oleh masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bahan makanan dan kemampuan mengekploitasi bahan makanan tersebut. Baliwati, dkk. (2004), mengeksplorasi bahwa komponen ketersediaan dan stabilitas pangan dipengaruhi oleh sumber daya alam, manusia, sosial dan produksi pangan. Akses pangan menunjukkan jaminan bahwa setiap rumah tangga dan individu mempunyai sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan sesuai dengan norma gizi. Kondisi tersebut tercermin dari kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan produksi pangan dan peningkatan pendapatannya. Selain faktor-faktor di atas faktor sosio budaya dan religi juga dapat mempengaruhi ketahanan pangan dan konsumsi pangan masyarakat.Kebudayaan suatu masyarakat mempunyai kekuatan yang besar terhadap pemilihan bahan makanan yang digunakan untuk dikonsumsi.Karena aspek sosio budaya merupakan fungsi pangan dalam masyarakat yang berkembang sesuai dengan keadaan lingkungan, agama, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat tersebut. Masyarakat menganggap pemberian nasi papah aman-aman saja dan tidak menimbulkan permasalahan yang berarti bagi kesehatan. Dengan memberikan nasi papah merupakan bentuk ekspresi kasih sayang orang tua kepada anaknya.Mereka merasa menjadi lebih aman, tenang. Kontak air liur juga dipercaya akan mempererat hubungan emosional antara orang tua dan si anak.

Foster dan Andersen, 1986 mengatakan bahwa Makanan adalah suatu konsep budaya, suatu pernyataan yang sesungguhnya mengatakan zat ini sesuai bagi kebutuhan kita. Sedemikian kuat kepercayaan-kepercayaan kita mengenai apa yang dianggap makanan dan apa yang dianggap bukan makanan sehingga terbukti sangat sukar untuk meyakinkan orang untuk menyesuaikan makanan tradisional mereka demi kepentingn kesehatan dan gizi yang lebih baik. Nasi Papah dari Pandangan Kesehatan Sebagian besar para ahli sepakat bahwa makanan terbaik bagi bayi adalah air susu ibu karena mengandung zat gizi yang lengkap bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi khususnya sampai berumur 6 bulan, dan setelah itu baru diberikan makanan tambahan berupa makanan pendamping sesuai umurnya. Air Susu Ibu juga memiliki banyak kelebihan selain yang disebutkan di atas seperti mengandung zat antibody terutama pada ASI yang pertama keluar yang disebut colustrum. ASI juga tidak perlu membeli, bias tersedia setiap saat dengan suhu yang sesuai kebutuhan bayi dan banyak lagi manfaat lainnya. Pemberian Makanan Pendamping ASI juga perlu memperhatikan tingkatan umur bayi, dimana semakin besar umurnya maka kebutuhannya juga akan semakin meningkat. Umumnya makanan pendamping ASI yang dibuat secara rumahan sangat sedikit mengandung mikronutrient yang justru sangat dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang terutama untuk perkembangan kecerdasannya. Pemberian nasi papah jelas sangat kurang dari asfek pemenuhan kebutuhan gizi tersebut, dimana biasanya yang dipapah hanya makanan sumber karbohidrat saja seperti beras dan sangat jarang ditambahkan makanan yang lain baik makanan sumber protein maupun vitamin dan mineral. Sehingga akan sulit memenuhi kebutuhan zat gizi bayi. Nasi papah juga dapat menjadi media penyebaran penyakit antara si ibu dengan bayi, dimana jika seorang ibu menderita penyakit-penyakit infeksi menular tertentu yang berhubungan dengan gigi dan mulut serta pernapasan maka akan sangat mudah untuk ditularkan pada bayinya. Misalnya Tuberculosis. Dari segi kebersihan dan keamanan pangan nasi papah masih perlu dipertanyakan juga, karena anak bisa tertular penyakit yang diderita ibu melalui air liur, sedangkan dari segi kuantitas dan kualitas nilai gizi jelas merugikan si bayi, karena ibu-ibu akan mendapatkan sari makanan sedangkan bayinya akan mendapatkan ampasnya.

Dari contoh di atas, dapat kita lihat bahwa aspek sosial budaya ini cukup berperan dalam pola asuh anak yang berkaitan dengan pola makan yang sehat. Pentingnya seorang ibu terutama terlihat sejak kelahiran anaknya. Agar pola hidup anak bisa sesuai dengan standar kesehatan, disamping harus mengatur pola makan yang benar juga tak kalah pentingnya mengatur pola asuh yang benar pula.Namun adanya faktor budaya yang berbeda ± beda dari masyrakat membuat perbedaan pada pola asuh anak yang berkaitan dengan pola makan yang sehat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang memilih suatu budaya terutama dalam makanan antara lain adanya nilai makanan, pantangan agama, takhayul dan kepercayaan tentang kesehatan. Pemilihan makanan juga dapat disebabkan karena makanan itu dianggap baik oleh masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bahan makanan dan kemampuan mengeksploitasi bahan makanan tersebut. Beberapa implikasi korelasi kebudayaan dengan makanan:

KEKURANGA N GIZI

FAKTOR SOSIAL

FAKTOR EKONOMI

FAKTOR BUDAYA

KEBIASAAN MAKAN

muntah.Biasany dilakukan dalam lingkup makro dan . menurunnya ikro dilakukan Peningkatan kehilangan cairan akbiat penyakit diare. Apabila asupan gizi seseorang rendah dan tidak seimbang (terutama energi dan protein) akan menyebabkan KEP (kurang energi protein). mal.virus dan parasit) sangat erat hubungannya dengan hal malnutrisi dan dapat mempengaruhi status gizi seseorang.Pendidikan gizi Suatu bidang pengetahuan yang memungkinkan seseorang memilih dan mempertahankan pola makan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu gizi. 2. Asupan energi dan protein asupan makanan merupakan banyakny zat gizi yang masuk dalam tubuh sehingga kesehatan terjaga.PENYEBAB ANAK KEKURANGAN GIZI y Penyebab langsung 1. Faktor infeksi Infeksi (bakteri.Pengetahuan gizi Kurangnya pengetahuan dan salah persepsi tentang kebutuhan gizi yang ada pada pemikiran masyarakat. y Meningkatnya kebutuhan akibat sakit dan parasit yang terdapat dalam tubuh. Mekanisme patologisnya: y y penurunan asupan zat gizi akibat kurangnya nafsu makan. Penyebab tidak langsung . . dan pendarahan terus menerus.

. Masalah gizi/gizi buruk (segi fisik) . suplementasi vitamin A dan imunisasi. DAMPAK TIDAK TERCAPAINYA KEBUTUHAN GIZI ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKIS Maria F. .Biasanya pola asuh yang salah terjadi pada keluarga yang tidak mampu yang kurang memperhatikan keseimbangan gizi anak. sedangkan mikro dilakukan keluarga.Pola asuh Kemampuan keluarga untuk memberikan makanan pada bayi dan anak untuk tumbuh kembang anak.Pendapatan keluarga Keterbatasan ekonomi yang tidak mampu membeli makanan yang baik maka pemenuhan gizinya akan kurang. preventif. kuratif dan rehabilitatif misalnya penimbangan bayi di posyandu.mikro. pemeriksaan kehamilan.Pendidikan kesehatan dalam keluarga sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua terutama ibu. .Seorang anak dengan gizi yang buruk disebabkan pola asuh yang salah / factor genetic.Pelayanan kesehatan Pemanfaatan kesehatan dan upaya kesehatan berbasis masyarkat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang berbasis promotif.Makro dilakukan pada masyarakat luas. pemeriksaan kesehatan bayi. dalam kasus kekurangan gizi adalah: 1. Delong Dampak dari penyebab-penyebab langsung.

pembesaran hati. yang dapat terjadi di seluruh tubuh. atau dengan ungkapan lain status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata. mata sayu. y Marasmus kwashiorkor. cengeng dan rewel. kulit keriput. diare dan anemia. Berikut macam-macam penyakit akibat kekurangan gizi mikro : . dan membuat orang menjadi malas dan lebih mudah terkena infeksi. wajah sembab dan membulat. Salah satu jenis kekurangan gizi mikro adalah kekurangan zat besi. Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi.Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. ditandai dengan : sangat kurus.Masalah gizi disamping merupakan sindrom kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan juga menyangkut aspek pengetahuan serta perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat.Kekurangan zat gizi makro umumnya disertai dengan kekurangan zat gizi mikro. tampak tulang terbungkus kulit. sering disertai penyakit infeksi dan diare.Di Indonesia.Masalah gizi makro adalah masalah gizi yang utamanya disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan asupan energi dan protein. rewel dan apatis. Secara klinis KEP terdapat dalam 3 tipe yaitu : y Kwashiorkor. wajah seperti orang tua. perut cekung. otot mengecil merah ke coklatan di kulit dan mudah terkelupas (crazy pavement mudah dicabut (hipotrofi). kemerahan seperti rambut jagung. iga gambang. karbohidrat dan kalori.Kekurangan zat besi dilaporkan sebagai penyebab utama dari 20% kematian ibu dan menyumbang hingga 50% factor penyebab kematian ibu. sering disertai penyakit infeksi terutama akut. kasus KEP (Kurang Energi Protein) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita. dan rontok. ditandai dengan : edema. cengeng. jaringan lemak sumkutan minimal/tidak ada. rambut tipis.Kekurangan zat besi juga mempengaruhi perkembangan otak dan psikologi anak-anak. campuran gejala klinis kwashiorkor dan marasmus. Nutrisi yang dimaksud bisa berupa protein. bercak dermatosis). y Marasmus.Secara umum di Indonesia terdapat dua masalah gizi utama yaitu kurang gizi makro dan kurang gizi mikro Kurang gizi makro pada dasarnya merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan asupan energi dan protein.

anemia. hiperpigmentasi . SOLUSI UNTUK MASALAH KEKURANGAN GIZI Maria F. . · Folat -. glossitis.y Besi .Namun kurngnya nutrisi. dan keterbelakangan mental ·Vitamin D gangguan pertumbuhan tulang · Vitamin A . penurunan fungsi kognitif.Anemia. dan perubahan kuku · Iodine . keterlambatan perkembangan. dan kerusakan pembuluh saraf (pada janin perempuan tanpa suplementasi folat) y Seng . anemia. sakit kepala. respon imun berkurang Dari segi psikis Seorang anak akan memiliki banyak gangguan yg akan mempengaruhi pertumbuhan dan menghambat kemampuan berpikirnya dan pada akhirnya menurunkan IQ.Tingkat ketahanan fisik mereka sangat minim karena jumlah energi yang rendah sehingga membatasi kemampuan mereka untuk menghadiri sekolahmaupun melakukan kegiatan lainnya.Malam kebutaan. Delong y Untuk masalah kemiskinan . seringkali menyebabkan otak dan sistem syaraf tidak mencapai potensi mereka. . Hal ini bisa saja terjadi jika seorang anak mengalami malnutrisi (kekurangan gizi).Seperti kita ketahui pengembangan setiap organ dalam tubuh tergantung pada nutrisi. kekerdilan. pertumbuhan yang buruk.Gondok.Hal ini menyebabkan kurangnya kapasitas mental dan keterampilan sosial yang bermasalah bersamaan dengan koordinasi yang lebih rendah.Kelelahan.

seperti penduduk yang tinggal di daerah rawa memanfaatkan enceng gondok untuk bahan kerajinan. Selain sebagai tempat memasarkan hasil produksi masyarakat. memberikan bekal keterampilan untuk mengolah barang-barang bekas di sekitarnya. ramah lingkungan. papan secara layak Untuk menanggulangi kemiskinan tersebut. pemerintah Indonesia mencanangkan Inpres Desa Tertinggal. dan lain-lain. Upaya yang berbeda juga dapat diterapkan untuk menanggulangi kemiskinan. Memberikan program penyuluhan dan pembekalanketerampilan Pemerintah hendaknya intensif terjun ke masyarakat untuk memberikan pengajaran dan pelatihan keterampilan bagi penduduk miskin agar dapat menghasilkan sesuatu guna menunjang pendapatannya. besi bekas. Pemerintah mencarikan bapak asuh terutama para pengusaha-pengusaha untuk menggandeng masyarakat dalam mengembangkan usaha. kelompok tani. misalnya KUD. di antaranya: 1. penduduk di daerah gunung memanfaatkan bunga pinus sebagai kerajinan. 2. Kemudian pemerintah memberikan anggaran bagi tiap desa tertinggal yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok di sana untuk memulai usaha yang dapat berjalan. dan tepat. berkelanjutan. misalnya kaleng bekas. pemerintah menghimpun penduduk-penduduk di desa tertinggal ke dalam suatu wadah di bawah naungan lembaga kesejahteraan desa. pangan.Pertama pemerintah menentukan desa-desa yang memiliki pemusatan penduduk miskin yang tinggi. plastik bekas. Adapun standar ini lebih dikenal dengan garis kemiskinan.Kedua. yang disebut desa tertinggal. membimbing penduduk untuk jeli memerhatikan dan memanfaatkan peluang usaha di sekitarnya. yaitu tingkat pengeluaran atas kebutuhan pokok yang meliputi sandang. Menyediakan pasar-pasar bagi penjualan produksi penduduk Pasar merupakan fasilitas penting dalam menunjang pendapatan penduduk.Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan materiil dasar berdasarkan standar tertentu. Meningkatkan sumber daya ekonomi yang dimiliki penduduk miskin Misalnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sempit dengan intensifikasi pertanian. Program ini dilakukan dengan melalui dua tahap. dan sebagainya. 3. keberadaan pasar juga bisa memotivasi masyarakat untuk .

Berdasarkan prinsip pencegahan lebih baik dari pengobatan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi makanan tambahan yang bergizi terutama bagi anak-anak. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pakaian secara layak berdampak pada kesehatan kulit dan organ-organ tubuh lainnya. Karena masyarakat tidak perlu kawatir lagi akan mengalami kesulitan memasarkan hasil produksinya. ternyata juga berpengaruh pada kesehatan penduduk.Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara layak berdampak pada kesehatan mereka. Kemiskinan akan berdampak pada kesehatan. Ketidakmampuan dalam emenuhi kebutuhan perumahan mengharuskan mereka tinggal di kolong jembatan. atau rumah seadanya. Dampak dari tingkat kesehatan penduduk yang rendah tersebut adalah tingginya angka kematian (terutama bayi dan ibu). Untuk menanggulangi masalah kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan: 1. Pelaksanaan imunisasi. Kondisi kehidupan yang memprihatinkan mengharuskan penduduk miskin bekerja keras melebihi standar kerja penduduk yang lebih mampu. Penduduk miskin cenderung memiliki pola hidup kurang bersih dan tidak sehat. . bantaran sungai. y Untuk masalah kesehatan Kualitas penduduk yang diuraikan sebelumnya yang berpengaruh terhadap kemiskinan.lebih produktif lagi. sehingga mengesampingkan aspek kesehatannya. 2. program imunisasi bertujuan melindungi tiap anak dari penyakit umum. Program ini dapat dioptimalkan melalui pemberdayaan posyandu dan kegiatan PKK. Hal tersebut dapat dilaksanakan melalui PIN (Pekan Imunisasi Nasional).Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara sehat dan bergizi berdampak pada rendahnya gizi. sehingga kebutuhan akan sanitasi air bersih juga tidak terpenuhi. Peningkatan gizi masyarakat.

Jika kesadaran akan arti pentingnya pola hidup sehat sudah tertanam dengan baik. 4. meningkatkan kualitas pelayanan gizi baik di . organisasi kemasyarakatan.3. y Pemberian subsidi kepada masyarakat Program perbaikan gizi makro diarahkan untuk menurunkan masalah gizi makro yang utamanya mengatasi masalah kurang energi protein terutama di daerah miskin baik di pedesaan maupun di perkotaan dengan meningkatkan keadaan gizi keluarga. bidan. 7. Penambahan fasilitas kesehatan. tokoh-tokoh masyarakat. puskesmas. maka masyarakat akan dengan sendirinyaterhindar dari berbagai penyakit. Agar pelayanan kesehatan dapat mencakup seluruh lapisan masyarakat dan mencakup seluruh wilayah Indonesia diperlukan penambahan jumlah tenaga medis. Fasilitas kesehatan harus mampu menampung dan menjangkau masyarakat di daerah-daerah tertinggal. Penyediaan obat murah ini dapat berupa obat generik. atau bahkan gratis di rumah sakit pemerintah atau puskesmas. 5. 6. Tenaga medis tersebut juga harus memiliki dedikasi tinggi untuk ditempatkan di daerah-daerah terpencil serta berdedikasi tinggi melayani masyarakat miskin. meningkatkan partisipasi masyarakat. seperti dokter. pengobatan. polindes (pondok bersalin desa). dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat. seperti imunisasi. Pengadaan obat generik. Penambahan fasilitas kesehatan ini meliputi rumah sakit. perawat. posyandu. Pemerintah harus mengembangkan pengadaan obat murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat bawah. Melakukan penyuluhan tentang arti pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat Penyuluhan semacam ini juga bisa melibatkan lembagalembaga lain di luar lembaga kesehatan. Dengan demikian dapat mengurangi tingginya angka kematian bayi. Penambahan jumlah tenaga medis. KB. dan lain-lain. Penyediaan pelayanan kesehatan gratis. puskesmas pembantu. seperti sekolah. Penambahan fasilitas ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah menyediakan pelayanan gratis bagi penduduk miskin dalam bentuk Askeskin (asuransi kesehatan masyarakat miskin) dan kartu sehat yang dapat digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan secara murah.

5 % (SUsenas 2004).puskesmas maupun di posyandu. Tingkat keberhasilan program KB ini dibuktikan dari data yang di dapat yakni angka kelahiran total dari 2. yang dalam hal ini pelaksanaan program KB di daerah pada era otonomi perlu ditentukan sasaran kinerja program untuk mewujudkan keserasian kependudukan di berbagai bidang pembangunan. pemberdayaan petugas dan subsidi langsung berupa dana untuk pembelian makanan tambahan dan penyuluhan pada balita gizi buruk dan ibu hamil.86 % (SP 1990) menjadi 1. Pertambahan penduduk yang cepat. maka diprediksikan jmlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 sekitar 237. pemberdayaan masyarakat di bidang gizi. tidak seimbang dengan peningkatan produksi akan mengakibatkan ketegangan ± ketegangan sosial dengan segala akibat yang luas. . Strategi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi makro adalah melalui pemberdayaan keluarga di bidang kesehatan dan gizi.7 % (SDKI 2000) turun menjadi 2. sedangkan laju pertumbuhan penduduk menunjukkan angka 2. 1. Berhasil atau tidaknya Pelaksaan Program Keluarga Berencana akan menetukan pula berhasil atau tidaknya usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Dengan terkendalinya jumlah penduduk. Dengan adanya kebijakan pemerintah unutk pengaturan laju pertumbuhan penduduk dan pengaturan jumlah kelahiran di Indonesia merupakan bagian dari kebijakan kependudukan nasional. maka akan tercipta generasi yang berkualitas.17 % ( 2000 ). ini masih di bawah dari angka proyeksi penduduk tahun 2015 yang diperkirakan sekitar 248 juta jiwa.8 juta jiwa. Pengaruh positif Program KB Ø Dengan adanya program KB maka laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan untuk menghindari terjadinya peledakan penduduk yang luar biasa. dan meningkatkan konsumsi energi dan protein pada balita gizi buruk. y Program KB Program Keluarga Berencana merupakan usaha lansung yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kelahiran melalui penggunaan alat kntrasepsi. karena diperkirakan jika angka persentase kesetaraan jumlah penduduk yang ber-KB dapat dinaikkan 1 % per tahun. sehingga dapat meneruskan pembangunan Indonesia yang berkualiatas.

maka biaya yang harus di keluarkan pemerintah untuk pengadaan alat ± alat dan obat untuk kontrasepsi di Indonesia dapat dikatakan cukup tinggi. ini dilihat dari semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ber-KB.2. suntik KB. pil KB juga semakin meningkat. pengungsian dan hunian sementara Penyaluran logistik dari titik penerimaan hingga ke sasaran Pemulihan segera fungsi sarana & prasarana vital Pengaturan bantuan dan relawan dalam dan luar negeri Mengkoordinasikan dukungan pusat sesuai tugas reguler instansi Kementerian/Lembaga Tugas Tambahan SRC PB: Melakukan pelatihan dalam rangka peningkatan kemampuan SDM daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. berupa bantuan teknis. Pengendalian situasi darurat bencana termasuk pembuka jalan (debottle necking) Pencarian. Pengaruh negatif Program KB Ø Selain mendatangkan pengaruh yang positif. peralatan dan dukungan logistic.Tujuan pembentukan SRC-PB dengan perkuatannya. adalah untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan tindakan-tindakan yang cepat tanggap darurat di daerah yang terkena bencana. Beberapa tugas yang diemban oleh SRC PB adalah : y y y y y y y y Pengkajian kerusakan dan kebutuhan secara cepat. y Tindakan pemerintah saat bencana Pemerintah sebagai penanggungjawab penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia memberikan prioritas yang tinggi dalam peningkatan kesiapsiagaan yang diwujudkan dengan pembentukan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC PB).penyelamatan&evakuasi Pelayanan kesehatan. implant. maka penggunaan metode KB berupa penggunaan AKDR. y Peningkatan lapangan kerja . program KB juga memiliki pengruh yang kurang menguntungkan. SRC-PB bertugas pada tahap awal bencana dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

14 persen.26 juta orang dibanding Februari 2008 sebesar 111. atau bertambah 2.81 juta orang (19. dan pengangguran Februari 2008 sebesar 8.92 persen). . sektor jasa kemasyarakatan naik 830 ribu orang.48 juta orang.79 juta orang dibanding jumlah angkatan kerja Agustus 2008 sebesar 111.71 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 20. Berdasarkan jumlah jam kerja maka pada Februari 2009 penduduk yang bekerja diatas 35 jam per minggu mencapai 73. atau bertambah 2.05 persen). dan sektor pertanian naik 340 ribu orang.05 juta orang.55 juta orang.94 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2008 sebesar 102. pergudangan dan komunikasi yang menurun sebanyak 60 ribu orang. namun jumlahnya masih tetap mendominasi lapangan kerja di Indonesia yaitu sebanyak 55. Pada Februari 2009.67 persen).43 juta orang (53. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor perdagangan yaitu naik 1.39 persen. jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebanyak 28. bertambah 1.74 juta orang.Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 113.98 persen).44 juta orang dibanding keadaan Februari 2008 sebesar 102. sedangkan yang bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam per minggu hanya sekitar 1.64 juta orang (20.12 juta orang (69. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 104. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 8.51 persen).49 juta orang.58 juta orang (1. mengalami penurunan apabila dibandingkan pengangguran Agustus 2008 sebesar 8. hampir seluruh sektor mengalami peningkatan lapangan kerja.46 persen. bertambah 1.95 juta orang. Dibanding Februari 2008. berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 21. Pekerja dengan pendidikan SD ke bawah mengalami penurunan sebanyak 190 ribu orang dalam setahun terakhir (Februari 2008 ± Februari 2009). kecuali sektor konstruksi yang mengalami penurunan lapangan kerja sebanyak 120 ribu orang dan sektor transportasi.91 juta orang (27.16 juta orang.

seperti Uganda. pekerja seks anak (child prostitution). yang pada akhirnya membawa penderitaan bukan hanya dalam jangka pendek. anak jalanan (streetchildren). dan 4-5 juta anak-anak cacat hidup akibat perang. Semua terjadi akibat kedahsyatan mesin perang yang diproduksi negara-negara industri.Demikian juga di negara-negara yang dalam keadaan aman. Ethiopia. maupun informal. diketahui bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Upaya mendorong prestasi yang terlampau memaksakan kehendak pada anak secara berlebihan. penculikan dan perdagangan anak (child trafficking). Di Indonesia pelanggaran hak-hak anak baik yang tampak mata maupun tidak tampak mata. anak-anak dijadikan peserta tempur(combatan) dengan dikenakan wajib militer. seperti pekerja anak (child labor). Myanmar.yang tidak mengalami konflik bersenjata.United Nation Convention on the Right of the Child Menurut data yang dikeluarkan UNICEF tahun 1995. seperti mempekerjakan anak baik di sektor formal. hampir 2 juta anak-anak tewas. atau untuk mengikuti berbagai kegiatan belajar dengan porsi yang melampaui batas kewajaran agar . menjadi pemandangan yang lazim dan biasa diberitakan di media masa. Afghanistan dan Guatemala.Di beberapa negara. eksploitasi hak-hak anak. tetapi juga berakibat pada jangka panjang yang menyangkut masa depan pembangunan bangsa dan negara. kekerasan anak (violation)dan penyiksaan (turtore) terhadap anak. telah terjadi pelanggaran terhadap hak-hak anak akibat pembangunan ekonomi yang dilakukan.

Konvensi Hak Anak merupakan sebuah perjanjian internasional mengenai hak asasi manusia yang memasukan masing-masing hak-hak sipil dan politik. No. Termasuk juga meminta anak menuruti kehendak pihak tertentu (produser) untuk menjadi penyayi atau bintang cilik. dan kadang kala dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan diri sendiri. Hak-hak yang mereka miliki diabaikan begitu saja dengan perlakukan yang tidak manusiawi oleh pihak tertentu. Indonesia sebagai anggota PBB telah meratifikasi dengan Kepres Nomor 36 th 1990. Hak terhadap kelangsungan hidup (survival rights) Hak kelangsungan hidup berupa hak-hak anak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak untuk memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaikbaiknya. masyarakat dan swasta) dalam menjamin penghormatan terhadap hak-hak anak. ketiga peran serta berbagai pihak (pemerintah. hal 1 80 Jurisprudence. PT Citra Aditya Bakti. pertama penegasan hak-hak anak. Konvensi Hak-Hak Anak merupakan instrumen yang berisi rumusan prinsip-prinsip universal dan ketentuan norma hokum mengenai anak. 1. 2. dengan kegiatan dan jadwal yang padat. Secara garis besar Konvensi Hak Anak dapat dikategorikan sebagai berikut. sosial dan budaya. Vol. telah diratifikasi oleh lebih 191negara. Laporan UNICEF tahun 1995 dalam 1999. Bandung. ha-hak ekonomi. tanpa peduli bahwa perbuatannya telah melanggar hak-hak anak. sehingga anak kehilangan dunia anak-anaknya. dalam Perspektif Konvensi Hak Anak. kedua perlindungan anak oleh negara.Pada sisi lain sering dijumpai perilaku anak yang diketegorikan sebagai anak nakal atau melakukan pelanggaran hukum. Aspek Hukum Perlindungan Anak. tapi tidak mendapat perlindungan hukum sebagaimana mestinya dalam proses hukum. Dengan demikian Konvensi PBB tentang Hak Anak tersebut telah menjadi hokum Indonesia dan mengikat seluruh warga negara Indonesia.Konsekwensinya menurut Konvensi Hak Anak negara harus menjamin kelangsungan . Maret 2005: 78 ± 88 Instrumen Hukum Instrumen hukum yang mengatur perlindungan hak-hak anak diatur dalam Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak (Convention onThe Rights of The Child) th 19893 . Ketentuan hukum mengenai hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak dapat dikelompokan menjadi: 1.mencapai prestasi seperti yang diinginkan orang tua.

dan. dan melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan. (7) mengambil tindakan untuk menghilangkan praktik tradisional yang berprasangka buruk terhadap pelayanan kesehatan. Terkait dengan itu. hak anak akan kelangsungan hidup dapat berupa (1) hak anak untuk mendapatkan nama dan kewarganegaraan semenjak dilahirkan (Pasal 7).hak hidup. (5) adopsi anak hanya dibolehkan dan dilakukan demi kepentingan terbaik anak. kewargnegaraan dn ikatan keluarga) (Pasal 8). dengan segala perlindungan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang (Pasal 21).anak yang kehilangan lingkungan keluarganya dan menjamin pengusahaan keluarga atau penempatan institusional yang sesuai dengan mempertimbangkan latar budaya anak (Pasal 20). bimbingan bagi orang tua. (6) mengembangkan perawatan kesehatan pencegahan. (3) hak anak untuk hidup bersama (Pasal 9). dan hak anak untuk memperoleh perlindungan dari segala bentuk salah perlakuan (abuse) yang dilakukan orang tua atau orang lain yang bertangung jawab atas pengasuhan (Pasal 19).(Pasal 24). negara berkewajiban untuk melaksanakan program-program (1) melaksanakan upaya penurunan angka kematian bayi dan anak. (3) memberantas penyakit dan kekurangan gizi. khusuSnya perawatan kesehatan primer. (2) hak untuk memperoleh perlindungan dan memulihkan kembali aspek dasar jati diri anak (nama. (4) hak untuk mmemperoleh perlindungan khusus bagi bagi anak. (4) menyediakan pelayanan kesehatan sebelum dan sesudah melahirkan bagi ibu. (6) hak-hak anak penyandang cacat (disabled) untuk memperoleh pengasuhan. serta penyuluhan keluarga berencana.Disamping itu negara berkewajiban untuk menjamin hak atas tarap kesehatan tertinggi yang bias dijangkau. (5) memperoleh imformasi dan akses pada pendidikan dan mendapat dukungan pada pengetahuan dasar tentang kesehatan dan gizi. (2) menyediakan pelayanan kesehatan yang diperlukan. pendidikan dan latihan khusus yang dirancang untuk membantu mereka demi mencapai tingkat kepercayaan diri yang tinggi (Pasal 23). . kelangsungan hidup dan perkembangan anak (Pasal 6). Implementasinya dari Pasal 24.

Hak perlindungan dari diskriminasi. pendidikan dan perkembangan anak. . dan (2) hak anak dari kelompok masyarakat minoritas dan penduduk asli dalam kehidupan masyarakat negara. (2) mendorong pengembangan macam-macam bentuk pendidikan dan mudah dijangkau oleh setiap anak. dan (5) perlindungan dari proses hukum bagi anak yang didakwa atau diputus telah melakukan pelanggaran hukum.(7) hak anak menikmati standar kehidupan yang memadai dan hak atas pendidikan (Pasal 27 dan 28). dan (4) mengambil langkah-langkah untuk mendorong kehadirannya secara teratur di sekolah dan pengurangan angka putus sekolah. dan pornografi. (3) perlindungan dari penyalahgunaan obat bius dan narkoba. perlindungan dari upaya penganiayaan seksual. Hak terhadap perlindungan (protection rights) Hak perlindungan yaitu perlindungan anak dari diskriminasi. juga meliputi (1) hak untuk memperoleh informasi. 3. (1) negara menjamin kewajiban pendidikan dasar dan menyediakan secara cuma-cuma. Perlindungan dari ekploitasi. (2) perlindungan dari keterlibatan dalam pekerjaan yang mengancam kesehatan. perwatan dan latihan khusus. tindak kekerasan dan keterlantaran bagi anak yang tidak mempunyai keluarga. Hak anak atas pendidikan diatur pada Pasal 28 Konvensi Hak Anak menyebutkan. moral dan sosial anak. spiritual. Terkait dengan itu. prostitusi. 2. (4) perlindungan upaya penjualan. termasuk (1) perlindungan anak penyandang cacat untuk memperoleh pendidikan. Hak untuk Tumbuh Berkembang (development rights) Hak tumbuh berkembang meliputi segala bentuk pendidikan (formal maupun non formal) dan hak untuk mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik. dan bagi anak pengungsi. penyelundupan dan penculikan anak. mental. (3) membuat imformasi dan bimbingan pendidikan dan ketrampIlan bagi anak. meliputi (1) perlindungan dari gangguan kehidupan pribadi.

. (3) hak untuk berserikat menjalin hubungan untuk bergabung. sehingga pasal yang direservasi tinggal pasal yang mengatur masalah hak anak untuk mengakses imformasi (Pasal 17). Konvensi Hak Anak telah diratipikasi dan berlaku mengikat menjadi hukum Inodnesia. Dalam perkembangannya pada tahun 1994. (4) hak untuk kebebasan berpikir dan beragama. (7) hak untuk didengar pendapatnya. (5) hak untuk mengembangkan kepribadian. Hak yang terkait dengan itu meliputi (1) hak untuk berpendapat dan memperoleh pertimbangan atas pendapatnya. Terhadap anak yang melakukan perbuatan pidana. Implementasi di Indonesia Melalui Kepres Nomor 36 tahun 1990. Hak untuk Berpartisipasi (participation rights) Hak untuk berpartisipasi yaitu hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak. penangkapan dan penahanan anak harus sesuai dengan hukum yang ada. (6) hak untuk memperoleh identitas. yang digunakan hanya sebagai upaya terakhir. Konsekwensi dari suatu negara melakukan ratifikasi perjanjian internasional seperti Konvensi Hak Anak. Perlindungan Hukum Hak-hak Anak dan Implementasiya. pemerintah Indonesia telah melakukan pencabutan reservasi beberapa pasal. (2) hak untuk mendapat dan mengetahui informasi serta untuk mengekpresikan. perlindungan anak dalam status pengungsi (Pasal 22). dan hak melawan keabsahan pencabutan kebebasan.(2) hak untuk bermain dan rekreasi. yakni penundaan pelaksanaan beberapa pasal Konvensi Hak Anak. menurut Syahmin AK4 adalah: (1) Merumuskan/menyatakan atau menguatkan kembaliaturan hukum internasional yang sudah ada. dan (4) hak untuk memperoleh imformasi yang layak dan terlindung dari imformasi yang tidak sehat. (Absori) 83 4. (3) hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya. Melalui ratifikasi tersebut pemerintah Indonesia melakukan reservasi. Anak yang dicabut kebebasannya harus memperoleh akses bantuan hukum. dan (8) hak untuk memperoleh pengembangan kesehatan dan fisik. adopsi anak (Pasal 21). ..

peninjauan kembali hukum positif yang tidak sesuai dengan Konvensi Hak anak. Ketentuan lain ditemukan dalam UU Nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. BPHN merekomendasikan. (5) Memprioritaskan acara pembuatan undang-undang yang diperlukan untuk mengefektifkan pelaksanan Konvensi Hak Anak/ penyelerasaan dengan perundang-undangan Indonesia. antara lain ketentuan hukum yang berkaitan dengan hak-hak dan perlindungan anak dengan mendsarkan pada Pasal 34 UUD 45 (lama) yang mengatur pakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara. (3) Membentuk kaidah-kaidah hukum internasional yang baru sama sekali yang belum ada sebelumnya. khususnya yang berkaitan dengan perlindungan buruh anak di sektor industri formal. (3) Mengusulkan langkah-langkah penyelerasan ketentuan konvensi hak anak dengan perundang-undangan lain. melakukan identifikasi kemungkinan perlunya penyusunan peraturanperundang-undangan. Untuk melindungi hak-hak anak yang bekerja telah diatur Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 01 tahun 1987. kedua. dan ketiga. tetapi perlu penyempurnaan atau pelaksanaan yang tepat. pemerintah Indonesia harus melakukan langkah-langkah harmonisasi hukum. (2) Meninjau ulang lembaga-lembaga yang berhubungan dengan pelaksanaan hak anak. pertama. (4) Meninjau ulang bagian perundang-undangan yang masih berlaku.(2) Mengubah/menyempurnakanataupun menghapus kaidah-kaidah hokuminternasional yang sudah ada. Sebagai negara yang telah melakukan ratifikasi Konvensi Hak Anak. di antaranya mengatur pencegahan pekerja anak dari upaya eksploitasi . yaitu: (1) Memeriksa dan menganalisis perundang-undang yang ada dan masih sedang dalam perencanaan/pembentukan. Melalui upaya harmonisasi hukum. Instrumen hukum lain yang mengatur ketentuan hukum terkait dengan hak anak. mengintroduksir hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak ke dalam perundang-undangan hukum nasional. untuk mengatur tindakan-tindakanyang akan datang. Konsekwensinya menurut Erma Syafwan Syukrie5 . Indonesia berkewajiban untuk menjamin terlaksananya hakhak anak dengan menuangkan dalam sebuah produk perundangundangan.

(4) Melakukan sosilisasi program PPA kepada pejabat birokrasi. sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fisik. . Sementara batas umur anak untuk dapat diajukan ke pengadilan ditetapkan antara 8-18 tahun. dengan cara melakukan penghapusan. (2) Melakukan pemberian perlindungan yang sesuai bagi pekerja anak yang melakukan pekerjaan ringan. telah dikeluarkan Kepmen Dagri dan Otda Nomor 5 tahun 2001 tentang Penanggulangan Pekerja Anak (PPA). dan selanjutnya untuk dapat dipidana minimal berumur 12 tahun. 46 dan 47 KUHP. Era Otonomi Daerah Pada era Otonomi Daerah. pejabat politik. Menurut Pasal 5 program penanggulangan pekerja anak meliputi: (1) Melakukan pelarangan dan penghapusan segala bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Terkait dengan itu juga diatur pada beberapa pasal KUHP yang masih dipakai yang mengatur masalah perlindungan hukum bagi anak yang melakukan tindak pidana. mental. moral dan intelektual. seperti Pasal 45. (3) Melakukan perbaikan pendapat keluarga agar anak tidak bekerja dan menciptakan suasana tumbuh kembang anak dengan wajar. pengurangan dan perlindungan pekerja anak yang berusia di bawah 15 tahun agar terhindar dari pengaruh buruk pekerjaan berat dan berbahaya. Untuk menangani penyelesiaan hukum bagi anak yang terlibat perkara hukum dikeluarkan peradilan yang diatur dalam UU Nomor 3 tahun 1997 tentang Peradilan Anak. Terhadap penyanyi cilik. Pemerintah Daerah berkewajiban untuk melakukan langkahlangkah pengaturan lebih lanjut dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan pekerja anak. Salah satu isi pokok adalah melakukan penanggulangan pekerja anak. lembaga kemasyarakatan dan masyarakat.anak. yang dimaksud anak adalah orang yang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah nikah. dalam rangka untuk menanggulangi dan melindungi pekerja anak. Menurut UU Nomor 3 tahun 1997. bintang film cilik Depnaker berusaha untuk mengatur jumlah kontrak yang diperbolehkan.

(6)perlindungan anak dalam bidang kesehatan. perlindungan anak yang dilakukan berdasarkan prinsip nondiskriminasi. (5) pengangkatan anak. agama. APBN. dan (7) ketentuan pidana anak. keluarga. Beberapa materi yang diatur dalam UU Perlindungan Anak antara lain (1) masalah pemenuhan hak anak dan kewajibannya. seperti Koalisi Perlindungan Anak (KPA) menolak UU Perlindungan Anak. pendidikan. (3) perwalian anak. hak untuk hidup. anak dari kelompok minoritas. anak yang menjadi pengungsi dan anak dalam situasi konflik bersenjata.Pada saat sekarang UU Perlindungan Anak sudah ditandatangani oleh pemerintah dan DPR dan tinggal menunggu diundangkan. masyarakat. Sebagai langkah untuk memberikan perlindungan hak anak secara menyeluruh. dan orang tua terhadap anak. APBD. dan (3) mengadakan pelatihan keterampilan bagi anak. . anak yang diperdagangkan. pemerintah. Pembiayaan kegiatan penanggulangan pekerja anak bisa dilakukan oleh masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan anak. anak dari korban eksploitasi ekonomi dan seksual. Dalam UU Perlindungan anak tersebut. (2) memberikan pendidikan nonformal. Beberapa persoalan yang masih menjadi masalah seperti Pasal 37 ayat (3) yakni masalah agama antara orang tua asuh dan anak yang akan diasuh. kelangsungan dan perkembangan.Program yang bersifat khusus dalam penanggulangan pekerja anak meliputi: (1) mengajak kembali pekerja anak yang putus sekolah ke bangku sekolah dengan memberikan bantuan beasiswa. anak korban kerusuhan. juga diatur persoalan anak yang sedang berhadapan dengan hukum. kepentingan bagi anak. (4) kuasa asuh. sehingga pengundangannya masih belum ada kejelasan. sedang diupayakan bentuk legitimasi melalui pembuatan UU Perlindungan Anak. Di samping itu pada saat bersamaan terdapat ganjalan dari sekelompok masyarakat. (2) tangung jawab negara. dan sosial. Dalam perkembangannya UU Perlindungan anak yang sudah ditandatangani tampaknya masih terdapat masalah. karena dianggap tidak sesuai dengan Konvensi Hak Anak dan Konvensi Internasional Labour Organisation (ILO) Nomor 182 yang telah diratifikasi dengan UU Nomor 1 Tahun 2000. penghargaan terhadap pendapat anak. bantuan luar negeri dan sumber-sumber lain yang syah dan tidak mengikat.

Namun upaya yang dilakukan selama ini belum maksimal. maka peran masyarakat menjadi amat penting untuk turut berpartisipasi. LSM. rata-rata baru terbatas program yang sifatnya sektoral dan belum menyentuh hal yang mendasar yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. yakni para pihak yang mempunyai kepedualian masa depan anak. Selama ini pemerintah dianggap belum mampu untuk melaksanakan ketentuan perlindungan hak anak. baik pemerintah. Format ke depan yang menyangkut fungsi undang-undang sebagai instrumen social engenering akan segera bisa dilakukan Harapan kita tidak hanya terbatas berhenti pada pembentukan sebuah produk undangundang. . tetapi yang lebih penting bagaimana undang-undnag bisa dijalankan dengan langkahlangkah kongkrit oleh seluruh komponen masyarakat. yayasan atau LSM. Dengan adanya UU Perlindungan Anak.Penutup Melihat perhatian masyarakat yang begitu luas. baik organisasi keagamaan. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Ormas dan lembaga lain yang mempunyai kepedulian terhadap perlindungan hak-hak anak. kalangan pemerintah dan DPR berkeyakinan bahwa masukan ataupun kritik masyarakat di satu sisi mempunyai nilai positif untuk perbaikan dalam rangka kesempurnaan UU Perlindungan Anak. karena itu mereka bertekad untuk dapat menggolkan UU perlindungan pada tahun 2002 agar berbagai persoalan yang menyangkut perlindungan anak di Indonesia dapat diatasi dengan segera. diharapkan akan terdapat instrumen hukum yang berfungsi sebagai perekayasa perlindungan anak di Indonesia.

memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. d. potensi. e. b. bahwa anak adalah tunas. termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi manusia. baik fisik. g. f. bahwa untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya. Mengingat : . yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut pada huruf a. perlu dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hakhaknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi. mental maupun sosial. c. d. maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiap-tiap warga negaranya. dan berakhlak mulia. b. bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut. dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. e. bahwa berbagai undang-undang hanya mengatur hal-hal tertentu mengenai anak dan secara khusus belum mengatur keseluruhan aspek yang berkaitan dengan perlindungan anak. c.Menimbang : a. bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. dan f perlu ditetapkan Undang-undang tentang Perlindungan Anak.

2. Pasal 20. Pasal 21. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3670). 3. Dengan persetujuan : . 5. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886). dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 20A ayat (1). 182 Concerning The Prohibition and Immediate Action for The Elimination of The Worst Forms of Child Labour (Konvensi ILO No. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3835). 138 Concerning Minimum Age for Admission to Employment (Konvensi ILO mengenai Usia Minimum untuk Diperbolehkan Bekerja) (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 56. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3668). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3143).Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang Pengesahan ILO Convention No.Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 9. 182 mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak) (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 30. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3277). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3941). 6. 7. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak (Lembaran Negara Tahun 1979 Nomor 32. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165.Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of all Forms of Discrimination Against Women) (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 29. Pasal 28B ayat (2). 8.1.Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 3.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengesahan ILO Convention No.

dan berpartisipasi. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hakhaknya agar dapat hidup. atau ayah dan/atau ibu angkat. Anak yang memiliki keunggulan adalah anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa.DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. 9. berkembang. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri. ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan . Wali adalah orang atau badan yang dalam kenyataannya menjalankan kekuasaan asuh sebagai orang tua terhadap anak. 6. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. termasuk anak yang masih dalam kandungan. atau ayah dan/atau ibu tiri. 2. Anak yang menyandang cacat adalah anak yang mengalami hambatan fisik dan/atau mental sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar. spiritual. tumbuh. 3. atau ayah dan anaknya. wali yang sah. 5. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga. 7. Anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua. pendidikan. atau ibu dan anaknya. Orang tua adalah ayah dan/atau ibu kandung. atau suami istri dan anaknya. atau memiliki potensi dan/atau bakat istimewa. secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. 8. baik fisik. mental. atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan. maupun sosial. dan membesarkan anak tersebut. 4. Anak terlantar adalah anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar.

penjualan. anak korban penculikan. memelihara. pemeliharaan. Kuasa asuh adalah kekuasaan orang tua untuk mengasuh. dan kesehatan. 12. perawatan. Masyarakat adalah perseorangan. dan negara. dan menumbuhkembangkan anak sesuai dengan agama yang dianutnya dan kemampuan. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 2 Penyelenggaraan perlindungan anak berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak meliputi : a. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. Pendamping adalah pekerja sosial yang mempunyai kompetensi profesional dalam bidangnya. dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran. 10. anak yang berhadapan dengan hukum. 15. anak yang diperdagangkan. alkohol.putusan atau penetapan pengadilan. karena orang tuanya atau salah satu orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajar. 14. psikotropika. dan zat adiktif lainnya (napza). Perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat. melindungi. membina. anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. Anak asuh adalah anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga. dilindungi. pendidikan. 17. kelompok. dan dipenuhi oleh orang tua. bakat. masyarakat. untuk diberikan bimbingan. mendidik. Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi. dan organisasi sosial dan/atau organisasi kemasyarakatan. anak yang menyandang cacat. anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. pemerintah. keluarga. perdagangan. 16. serta minatnya. Pemerintah adalah Pemerintah yang meliputi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 11. . 13. Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin. keluarga. non diskriminasi.

kepentingan yang terbaik bagi anak. BAB III HAK DAN KEWAJIBAN ANAK Pasal 4 Setiap anak berhak untuk dapat hidup.b. berakhlak mulia. spiritual. berpikir. dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. Pasal 7 (1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya. dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya. Pasal 6 Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya. berkembang. penghargaan terhadap pendapat anak. Pasal 9 . dan sosial. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. dalam bimbingan orang tua. tumbuh. demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas. dan d. Pasal 3 Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup. (2) Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak. c. Pasal 5 Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan. tumbuh. kelangsungan hidup. berkembang. atau anak dalam keadaan terlantar maka anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak asuh atau anak angkat oleh orang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 8 Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik. dan sejahtera. mental. dan perkembangan. dibesarkan. dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. hak untuk hidup.

dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri. maka pelaku dikenakan pemberatan hukuman. bermain. (2) Dalam hal orang tua. wali atau pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). baik ekonomi maupun seksual. Pasal 12 Seiap anak yang menyandang cacat berhak memperoleh rehabilitasi. Pasal 11 SEtiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang. penelantaran. . bakat. dan berkreasi sesuai dengan minat. dan penganiayaan. e. khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa. (2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 10 Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya. b. wali. mencari. kekejaman. c. perlakuan salah lainnya. Pasal 13 (1) Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua.(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan. sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus. atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan. dan f. eksploitasi. ketidakadilan. d. dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial. menerima. berhak mendapat perlindungan dari perlakuan: a. bergaul dengan anak yang sebaya. berekreasi. kekerasan. diskriminasi. bantuan sosial.

pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan. Pasal 16 (1) Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan. (3) Penangkapan. membela diri dan memperoleh keadilan di depan pengadilan anak yang objektif dan tidak memihak dalam sidang tertutup untuk umum. kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir. atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi. penahanan. pelibatan dalam sengketa bersenjata. memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya hukum yang berlaku. d. atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. pelibatan dalam peperangan. dan c. b.Pasal 14 Setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri. c. penyalahgunaan dalam kegiatan politik. (2) Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan . Pasal 17 (1) Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak untuk : a. b. pelibatan dalam kerusuhan sosial. (2) Setiap anak berhak untuk memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum. mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatannya dipisahkan dari orang dewasa. dan e. penyiksaan. Pasal 15 Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari : a.

Pasal 23 .dengan hukum berhak dirahasiakan. b. wali. urutan kelahiran anak. ras. pemerintah. mencintai tanah air. budaya dan bahasa. Pasal 19 Setiap anak berkewajiban untuk : a. bangsa. masyarakat. melaksanakan etika dan akhlak yang mulia. mencintai keluarga. c. Bagian Kedua Kewajiban dan Tanggung JawabNegara dan Pemerintah Pasal 21 Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku. etnik. BAB IV KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB Bagian Kesatu Umum Pasal 20 Negara. status hukum anak. masyarakat. Pasal 22 Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak. golongan. menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya. keluarga. agama. dan guru. Pasal 18 Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya. menghormati orang tua. dan negara. jenis kelamin. dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. dan kondisi fisik dan/atau mental. d. dan menyayangi teman. dan e.

(2) Negara dan pemerintah mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak. yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua. memelihara. atau tidak diketahui keberadaannya. Pasal 24 Negara dan pemerintah menjamin anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak. atau karena suatu sebab. Bagian Ketiga Kewajiban dan Tanggung Jawab Masyarakat Pasal 25 Kewajiban dan tanggung jawab masyarakat terhadap perlindungan anak dilaksanakan melalui kegiatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak. dan melindungi anak. dan minatnya. wali. BAB V KEDUDUKAN ANAK . dan c.(1) Negara dan pemerintah menjamin perlindungan. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Keluarga dan Orang Tua Pasal 26 (1) Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk : a. mengasuh. maka kewajiban dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat beralih kepada keluarga. atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak. menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan. tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak. b. mendidik. pemeliharaan. bakat. (2) Dalam hal orang tua tidak ada.

anak berhak untuk memilih atau berdasarkan putusan pengadilan. (2) Identitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dituangkan dalam akta kelahiran. . Bagian Kedua Anak yang Dilahirkan dari Perkawinan Campuran Pasal 29 (1) Jika terjadi perkawinan campuran antara warga negara Republik Indonesia dan warga negara asing. anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut berhak memperoleh kewarganegaraan dari ayah atau ibunya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. diatur dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 28 (1) Pembuatan akta kelahiran menjadi tanggung jawab pemerintah yang dalam pelaksanaannya diselenggarakan serendah-rendahnya pada tingkat kelurahan/desa. (2) Pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus diberikan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diajukannya permohonan. (4) Dalam hal anak yang proses kelahirannya tidak diketahui. (4) Ketentuan mengenai tata cara dan syarat-syarat pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kesatu Identitas Anak Pasal 27 (1) Identitas diri setiap anak harus diberikan sejak kelahirannya. (3) Pembuatan akta kelahiran didasarkan pada surat keterangan dari orang yang menyaksikan dan/atau membantu proses kelahiran. berada dalam pengasuhan salah satu dari kedua orang tuanya. pembuatan akta kelahiran untuk anak tersebut didasarkan pada keterangan orang yang menemukannya. (3) Pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dikenai biaya. (2) Dalam hal terjadi perceraian dari perkawinan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan orang tuanya tidak diketahui keberadaannya.

demi kepentingan terbaik anak atau atas permohonan ibunya. terhadapnya dapat dilakukan tindakan pengawasan atau kuasa asuh orang tua dapat dicabut. dapat mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan pengadilan tentang pencabutan kuasa asuh orang tua atau melakukan tindakan pengawasan apabila terdapat alasan yang kuat untuk itu. atau keluarga sampai derajat ketiga. saudara kandung. tidak dapat melaksanakan fungsinya. sedangkan anak belum mampu menentukan pilihan dan ibunya berkewarganegaraan Republik Indonesia. pemerintah berkewajiban mengurus status kewarganegaraan Republik Indonesia bagi anak tersebut. maka pencabutan kuasa asuh orang tua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat juga diajukan oleh pejabat yang berwenang atau lembaga lain yang mempunyai kewenangan untuk itu. atau keluarga sampai dengan derajat ketiga. Pasal 32 Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) sekurang-kurangnya memuat ketentuan : a. melalaikan kewajibannya.(3) Dalam hal terjadi perceraian sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). tidak memutuskan hubungan darah antara anak dan orang tua kandungnya. Pasal 31 (1) Salah satu orang tua. (3) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat menunjuk orang perseorangan atau lembaga pemerintah/masyarakat untuk menjadi wali bagi yang bersangkutan. . BAB VI KUASA ASUH Pasal 30 (1) Dalam hal orang tua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26. (4) Perseorangan yang melaksanakan pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) harus seagama dengan agama yang dianut anak yang akan diasuhnya. (2) Tindakan pengawasan terhadap orang tua atau pencabutan kuasa asuh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan pengadilan. saudara kandung. (2) Apabila salah satu orang tua.

batas waktu pencabutan. (2) Balai Harta Peninggalan atau lembaga lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertindak sebagai wali pengawas untuk mewakili kepentingan anak. Pasal 34 Wali yang ditunjuk berdasarkan penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. (2) Untuk menjadi wali anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan pengadilan. tidak menghilangkan kewajiban orang tuanya untuk membiayai hidup anaknya. (4) Untuk kepentingan anak. BAB VII PERWALIAN Pasal 33 (1) Dalam hal orang tua anak tidak cakap melakukan perbuatan hukum. maka harta kekayaan anak tersebut dapat diurus oleh Balai Harta Peninggalan atau lembaga lain yang mempunyai kewenangan untuk itu. (3) Pengurusan harta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) harus mendapat .b. Pasal 35 (1) Dalam hal anak belum mendapat penetapan pengadilan mengenai wali. wali sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) wajib mengelola harta milik anak yang bersangkutan. atau tidak diketahui tempat tinggal atau keberadaannya. dapat mewakili anak untuk melakukan perbuatan hukum. maka seseorang atau badan hukum yang memenuhi persyaratan dapat ditunjuk sebagai wali dari anak yang bersangkutan. (5) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penunjukan wali sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. (3) Wali yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) agamanya harus sama dengan agama yang dianut anak. baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak. dan c.

ras. (4) Dalam hal pengasuhan anak dilakukan oleh lembaga yang tidak berlandaskan agama. (2) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu. agama. BAB VIII PENGASUHAN DAN PENGANGKATAN ANAK Bagian Kesatu Pengasuhan Anak Pasal 37 (1) Pengasuhan anak ditujukan kepada anak yang orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anaknya secara wajar. maka pelaksanaan pengasuhan anak harus memperhatikan agama yang dianut anak yang bersangkutan. baik fisik. golongan. (2) Dalam hal wali meninggal dunia. (6) Perseorangan yang ingin berpartisipasi dapat melalui lembaga-lembaga sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). budaya dan bahasa. Pasal 38 (1) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. ditunjuk orang lain sebagai wali melalui penetapan pengadilan. maupun sosial. ayat (4). mental. (5) Pengasuhan anak oleh lembaga dapat dilakukan di dalam atau di luar Panti Sosial. urutan kelahiran anak. anak yang diasuh harus yang seagama dengan agama yang menjadi landasan lembaga yang bersangkutan. . status hukum anak. (3) Dalam hal lembaga sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berlandaskan agama. etnik. dan ayat (5). dilaksanakan tanpa membedakan suku.penetapan Pasal 36 (1) Dalam hal wali yang ditunjuk ternyata di kemudian hari tidak cakap melakukan perbuatan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya sebagai wali. maka status perwaliannya dicabut dan ditunjuk orang lain sebagai wali melalui penetapan pengadilan. jenis kelamin. spiritual. dan kondisi fisik dan/atau mental.

. baik fisik. dan pendidikan secara berkesinambungan. tanpa mempengaruhi agama yang dianut anak. spiritual maupun sosial. diselenggarakan melalui kegiatan bimbingan. perawatan. tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dan orang tua kandungnya. (3) Calon orang tua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat. (5) Dalam hal asal usul anak tidak diketahui. untuk menjamin tumbuh kembang anak secara optimal.(2) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). mental. (2) Pengangkatan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Pemberitahuan asal usul dan orang tua kandungnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kesiapan anak yang bersangkutan. Pasal 41 (1) Pemerintah dan masyarakat melakukan bimbingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pengangkatan anak. (2) Ketentuan mengenai bimbingan dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat. Pasal 40 (1) Orang tua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan orang tua kandungnya. Bagian Kedua Pengangkatan Anak Pasal 39 (1) Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Pengangkatan anak oleh warga negara asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. serta dengan memberikan bantuan biaya dan/atau fasilitas lain. pemeliharaan.

preventif. masyarakat. baik untuk pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. dan rehabilitatif. pemerintah. dan lembaga sosial menjamin perlindungan anak dalam memeluk agamanya. (4) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diselenggarakan . (2) Penyediaan fasilitas dan penyelenggaraan upaya kesehatan secara komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didukung oleh peran serta masyarakat. agama yang dipeluk anak mengikuti agama orang tuanya. wali. (2) Sebelum anak dapat menentukan pilihannya. pembimbingan. keluarga. dan pengamalan ajaran agama bagi anak. agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan. Pasal 43 (1) Negara. (2) Perlindungan anak dalam memeluk agamanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi pembinaan. kuratif. orang tua. Bagian Kedua Kesehatan Pasal 44 (1) Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyeleng-garakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak. (3) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi upaya promotif.BAB IX PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN Bagian Kesatu Agama Pasal 42 (1) Setiap anak mendapat perlindungan untuk beribadah menurut agamanya.

. b. pemerintah. Bagian Ketiga Pendidikan Pasal 48 Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun untuk semua anak.secara cuma-cuma bagi keluarga yang tidak mampu. penelitian kesehatan yang menggunakan anak sebagai objek penelitian tanpa seizin orang tua dan tidak mengutamakan kepentingan yang terbaik bagi anak. Pasal 45 (1) Orang tua dan keluarga bertanggung jawab menjaga kesehatan anak dan merawat anak sejak dalam kandungan. (2) Dalam hal orang tua dan keluarga yang tidak mampu melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan orang tua wajib melindungi anak dari upaya transplantasi organ tubuhnya untuk pihak lain (2) Negara. dan ayat (4) disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. keluarga. keluarga. (3) Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). maka pemerintah wajib memenuhinya. dan orang tua wajib melindungi anak dari perbuatan : a. Pasal 47 (1) Negara. pemerintah. jual beli organ dan/atau jaringan tubuh anak. ayat (3). (5) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan c. keluarga. pengambilan organ tubuh anak dan/atau jaringan tubuh anak tanpa memperhatikan kesehatan anak. Pasal 46 Negara. ayat (2). dan orang tua wajib mengusahakan agar anak yang lahir terhindar dari penyakit yang mengancam kelangsungan hidup dan/atau menimbulkan kecacatan. pemerintah.

keluarga. dan peradaban-peradaban yang berbeda-beda dari peradaban sendiri. bahasa dan nilai-nilainya sendiri. dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan. anak terlantar. identitas budaya. pengembangan sikap dan kemampuan kepribadian anak. Pasal 51 Anak yang menyandang cacat fisik dan/atau mental diberikan kesempatan yang sama dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa. atau lembaga pendidikan lainnya. kemampuan mental dan fisik sampai mencapai potensi mereka yang optimal. pengembangan rasa hormat terhadap orang tua. c. pengembangan rasa hormat dan cinta terhadap lingkungan hidup. nilai-nilai nasional di mana anak bertempat tinggal. Pasal 50 Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 diarahkan pada : a. d. persiapan anak untuk kehidupan yang bertanggung jawab. pengembangan penghormatan atas hak asasi manusia dan kebebasan asasi. b. bakat.Pasal 49 Negara. pemerintah. Pasal 52 Anak yang memiliki keunggulan diberikan kesempatan dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan khusus. Pasal 54 Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru. dari mana anak berasal. pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan. dan anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil. dan e. Pasal 53 (1) Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan dan/atau bantuan cumacuma atau pelayanan khusus bagi anak dari keluarga kurang mampu. . (2) Pertanggungjawaban pemerintah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) termasuk pula mendorong masyarakat untuk berperan aktif.

tingkat kemampuan anak. b. pengawasannya dilakukan oleh Menteri Sosial. sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). berpartisipasi. e. bebas menyatakan pendapat dan berpikir sesuai dengan hati nurani dan agamanya. dan lingkungannya agar tidak menghambat dan mengganggu perkembangan anak. bebas berserikat dan berkumpul. maka lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. Pasal 57 Dalam hal anak terlantar karena suatu sebab orang tuanya melalaikan kewajibannya.Bagian Keempat Sosial Pasal 55 (1) Pemerintah wajib menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar. d. (4) Dalam hal penyelenggaraan pemeliharaan dan perawatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). berekreasi. dan f. (2) Upaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikembangkan dan disesuaikan dengan usia. memperoleh sarana bermain yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan. agar anak dapat : a. atau pejabat yang berwenang dapat . dapat mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait. bermain. Pasal 56 (1) Pemerintah dalam menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan wajib mengupayakan dan membantu anak. bebas beristirahat. bebas menerima informasi lisan atau tertulis sesuai dengan tahapan usia dan perkembangan anak. (3) Untuk menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar. keluarga. (2) Penyelenggaraan pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh lembaga masyarakat. c. lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat. dan berkarya seni budaya. berkreasi. baik dalam lembaga maupun di luar lembaga.

anak yang berhadapan dengan hukum. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. anak yang menyandang cacat. anak yang menjadi pengungsi. (2) Pemerintah atau lembaga yang diberi wewenang wajib menyediakan tempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). anak dalam situasi konflik bersenjata. Pasal 58 (1) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 sekaligus menetapkan tempat penampungan. anak korban penculikan. anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental. Pasal 61 Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi pengungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum humaniter. dan d. Bagian Kelima Perlindungan Khusus Pasal 59 Pemerintah dan lembaga negara lainnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak dalam situasi darurat. alkohol. anak yang diperdagangkan. anak korban kerusuhan. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi.mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menetapkan anak sebagai anak terlantar. b. psikotropika. penjualan dan perdagangan. c. Pasal 60 Anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 terdiri atas : a. anak korban bencana alam. anak tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. pemeliharaan. dan zat adiktif lainnya (napza). dan perawatan anak terlantar yang bersangkutan. dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran. .

(2) Perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui : a. pendidikan. korban bencana. perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari labelisasi. jaminan keamanan. sandang. belajar dan berekreasi.Pasal 62 Perlindungan khusus bagi anak korban kerusuhan. huruf c. Pasal 64 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 meliputi anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban tindak pidana. perlakuan atas anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak-hak anak. penyediaan sarana dan prasarana khusus. pemukiman. c. pemantauan dan pencatatan terus menerus terhadap perkembangan anak yang berhadapan dengan hukum. pemberian jaminan untuk mempertahankan hubungan dengan orang tua atau keluarga. dilaksanakan melalui : a. dan huruf d. dan g. dan anak dalam situasi konflik bersenjata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. b. (3) Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui : . f. merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. penyediaan petugas pendamping khusus anak sejak dini. dan persamaan perlakuan. e. Pasal 63 Setiap orang dilarang merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan/atau lainnya dan membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa. dan b. kesehatan. d. pemenuhan kebutuhan khusus bagi anak yang menyandang cacat dan anak yang mengalami gangguan psikososial. pemenuhan kebutuhan dasar yang terdiri atas pangan. penjatuhan sanksi yang tepat untuk kepentingan yang terbaik bagi anak.

(3) Setiap orang dilarang menempatkan. membiarkan. (2) Perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui : a. dan masyarakat dalam penghapusan eksploitasi terhadap anak secara ekonomi dan/atau seksual. pelaporan. Pasal 66 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. . mental. serikat pekerja. pemberian jaminan keselamatan bagi saksi korban dan saksi ahli. dan menggunakan bahasanya sendiri. lembaga swadaya masyarakat. menyuruh melakukan. perusahaan. mengakui dan melaksanakan ajaran agamanya sendiri. b. upaya rehabilitasi. atau turut serta melakukan eksploitasi terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan menggunakan bahasanya sendiri tanpa mengabaikan akses pembangunan masyarakat dan budaya. (2) Setiap orang dilarang menghalang-halangi anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) untuk menikmati budayanya sendiri. pemantauan. pemberian aksesibilitas untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara. dan c. melakukan. baik dalam lembaga maupun di luar lembaga.a. b. dan pemberian sanksi. mengakui dan melaksanakan ajaran agamanya. upaya perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari labelisasi. pelibatan berbagai instansi pemerintah. maupun sosial. dan d. c. penyebarluasan dan/atau sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. Pasal 65 (1) Perlindungan khusus bagi anak dari kelompok minoritas dan terisolasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui penyediaan prasarana dan sarana untuk dapat menikmati budayanya sendiri. baik fisik.

penyebarluasan dan sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang melindungi anak korban tindak kekerasan. membiarkan. dan perdagangan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui upaya pengawasan. membiarkan. . membiarkan. menyuruh melakukan. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. dan seksual dilakukan melalui upaya : a. Pasal 68 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban penculikan. dan b. Pasal 69 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 meliputi kekerasan fisik. pemantauan. melakukan. penjualan. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. pelaporan. dan terlibat dalam produksi dan distribusinya. menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan. perawatan. produksi dan distribusi napza sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Setiap orang dilarang dengan sengaja menempatkan. alkohol. melibatkan. psikis. perlindungan. dan zat adiktif lainnya (napza) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. atau turut serta melakukan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). pencegahan. atau turut serta melakukan penculikan. pencegahan. dan pemberian sanksi. dilakukan melalui upaya pengawasan.Pasal 67 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. psikotropika. Pasal 70 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang menyandang cacat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui upaya : a. atau perdagangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). menyuruh melakukan. dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. perlakuan anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak anak. perawatan. dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. penjualan. melakukan.

dan c. memperoleh perlakuan yang sama dengan anak lainnya untuk mencapai integrasi sosial sepenuh mungkin dan pengembangan individu. lembaga swadaya masyarakat. BAB X PERAN MASYARAKAT Pasal 72 (1) Masyarakat berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berperan dalam perlindungan anak. lembaga perlindungan anak. dan penelantaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). perawatan. Pasal 71 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban perlakuan salah dan penelantaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui pengawasan. pencegahan.b. dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. lembaga sosial kemasyarakatan. dan media massa. melibatkan. menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah. termasuk labelisasi dan penyetaraan dalam pendidikan bagi anak-anak yang menyandang cacat. membiarkan. BAB XI KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Pasal 74 . Pasal 73 Peran masyarakat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. lembaga keagamaan. lembaga pendidikan. badan usaha. (2) Setiap orang dilarang memperlakukan anak dengan mengabaikan pandangan mereka secara diskriminatif. pemenuhan kebutuhan-kebutuhan khusus. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. (2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh orang perseorangan.

dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. 1 (satu) orang sekretaris. (2) Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri dari unsur pemerintah. Pasal 75 (1) Keanggotaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia terdiri dari 1 (satu) orang ketua. mekanisme kerja. dan pertimbangan kepada Presiden dalam rangka perlindungan anak. (3) Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian. masukan. organisasi kemasyarakatan. dan pembiayaan ditetapkan dengan Keputusan Presiden. b. organisasi sosial. saran. melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak. dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak. organisasi profesi. dan 5 (lima) orang anggota. menerima pengaduan masyarakat. evaluasi. untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya. Pasal 76 Komisi Perlindungan Anak Indonesia bertugas : a. atau . (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kelengkapan organisasi. dan pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.Dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak. dunia usaha. dengan undangundang ini dibentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang bersifat independen. melakukan penelaahan. lembaga swadaya masyarakat. 2 (dua) orang wakil ketua. pemantauan. mengumpulkan data dan informasi. BAB XII KETENTUAN PIDANA Pasal 77 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan : a. tokoh masyarakat. tokoh agama. memberikan laporan.

dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. anak korban penculikan. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. anak korban perdagangan.00 (seratus juta rupiah). anak yang berhadapan dengan hukum.000.00 (seratus juta rupiah). c.000.00 (seratus juta rupiah).b. padahal anak tersebut memerlukan pertolongan dan harus dibantu.000. maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.00 (seratus juta rupiah). (2) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) luka berat. (3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mati.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.00 (dua ratus juta rupiah). dan ayat (4). anak yang diperdagangkan. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. Pasal 78 Setiap orang yang mengetahui dan sengaja membiarkan anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60. ayat (2). anak yang tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual.000.000. atau penganiayaan terhadap anak. maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. penelantaran terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami sakit atau penderitaan. atau anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. psikotropika.000. kekerasan atau ancaman kekerasan. maupun sosial. Pasal 80 (1) Setiap orang yang melakukan kekejaman.00 (tujuh puluh dua juta rupiah).000. mental. baik fisik. . alkohol. dan zat adiktif lainnya (napza).000.000.000. Pasal 79 Setiap orang yang melakukan pengangkatan anak yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1).000.

00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. serangkaian kebohongan.000.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000. serangkaian kebohongan.(4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).00 (enam puluh juta rupiah). atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.000.00 (dua ratus juta rupiah).000.00 (enam puluh juta rupiah).000.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60. memaksa. Pasal 84 Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh anak untuk pihak lain dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.000. Pasal 82 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan.000.000.00 (enam puluh juta rupiah). atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. ayat (2).000.000. Pasal 81 (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.000.000. Pasal 83 Setiap orang yang memperdagangkan. (2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.000.000. . melakukan tipu muslihat. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya. menjual.

00 (dua ratus juta rupiah).000.Pasal 85 (1) Setiap orang yang melakukan jual beli organ tubuh dan/atau jaringan tubuh anak dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300.000. Pasal 87 Setiap orang yang secara melawan hukum merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 atau penyalahgunaan dalam kegiatan politik atau pelibatan dalam sengketa bersenjata atau pelibatan dalam kerusuhan sosial atau pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan atau pelibatan dalam peperangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. atau penelitian kesehatan yang menggunakan anak sebagai objek penelitian tanpa seizin orang tua atau tidak mengutamakan kepentingan yang terbaik bagi anak. Pasal 88 Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.00 (seratus juta rupiah).00 (seratus juta rupiah).000.00 (tiga ratus juta rupiah) (2) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan pengambilan organ tubuh dan/atau jaringan tubuh anak tanpa memperhatikan kesehatan anak. Pasal 86 Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan tipu muslihat.000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.00 (dua ratus juta rupiah).000. rangkaian kebohongan.000. padahal diketahui atau patut diduga bahwa anak tersebut belum berakal dan belum bertanggung jawab sesuai dengan agama yang dianutnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. atau membujuk anak untuk memilih agama lain bukan atas kemauannya sendiri.000. .000.

Pasal 83.000. membiarkan. Pasal 87. Pasal 84.00 (lima puluh juta rupiah). maka pidana dapat dijatuhkan kepada pengurus dan/atau korporasinya. Pasal 86.000. Pasal 85. menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan. semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak yang sudah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini. membiarkan. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 91 Pada saat berlakunya undang-undang ini.000. atau distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan paling singkat 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 200. melibatkan. menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan. Pasal 78. dan Pasal 89 dilakukan oleh korporasi. produksi atau distribusi narkotika dan/atau psikotropika dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 500.00 (dua puluh juta rupiah).000.000. Pasal 82.00 (lima ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 50. (2) Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan.00 (dua ratus juta rupiah) dan denda paling sedikit Rp 20.Pasal 89 (1) Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan. (2) Pidana yang dijatuhkan kepada korporasi hanya pidana denda dengan ketentuan pidana denda yang dijatuhkan ditambah 1/3 (sepertiga) pidana denda masing-masing sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 79.000. Pasal 81. Pasal 80.000.000. BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 92 . Pasal 90 (1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. produksi. melibatkan. Pasal 88.

Dunia 1990 Summit pada Anak . Komisi Perlindungan Anak Indonesia sudah terbentuk. ‡ diberikan dengan hal-hal yang mereka butuhkan untuk bertahan dan berkembang. ‡ tumbuh dalam keluarga mereka sendiri. 2. di mana-mana. paling lama 1 (satu) tahun. sepanjang waktu. Agar setiap orang mengetahuinya. Majelis Umum PBB berjanji hal-hal tertentu untuk anak-anak ketika itu secara formal mengadopsi Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak (juga dikenal sebagai CRC). Pasal 93 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ‡ ambil bagian dalam komunitas dan kehidupan politik. memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak Tanggal 20 November 1989. CRC menyediakan kerangka kerja bagi promosi dan perlindungan hak asasi manusia dasar bagi semua anak. budaya bahasa. THE ROAD TO THE 2002 UN SPECIAL SESSION ON CHILDREN: HOW DID WE GET HERE? 1. dan agama bila memungkinkan.Pada saat berlakunya undang-undang ini. CRC menjelaskan bahwa hak-hak anak termasuk hak untuk: ‡ dilindungi dari semua jenis bahaya.

4. Program ini juga menjelaskan bagaimana pemerintah akan mengumpulkan informasi dan memantau hal yang berbeda yang mempengaruhi kesejahteraan anak-anak. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mengembangkan janji-janji dan komitmen untuk meningkatkan dan berinvestasi dalam kehidupan anak-anak. "Sebuah Program Aksi Nasional". sektor swasta dan kelompok-kelompok sipil. Nasional Program Aksi Setelah KTT Dunia 1990 tentang anak-anak. (World Declaration on the Survival.Pada pertemuan ini mereka berjanji untuk selalu menempatkan kepentingan terbaik anak pada posisi pertama. Mereka membuat 27 janji-janji untuk anak-anak yang mengatakan bahwa mereka akan capai pada tahun 2000 dan yang mereka lakukan dalam dokumen yang disebut "Deklarasi Dunia tentang Survival.Pada tahun 1990 pemerintah mengadakan pertemuan besar yang disebut "The World Summit for Children " di New York. pada saat yang baik dan di masa buruk. Perlindungan dan Pengembangan Anak dan Rencana Aksi ". Banyak Negara mengembangkan apa yang disebut. (A National Programme of Action )Program Aksi ini menjelaskan bagaimana pemerintah akan mencapai tujuan dan janji-janji mereka telah dibuat. Protection and Development of Children and Plan of Action) 3. Koleksi dan pemantauan akan membantu mereka untuk membangun dan mengembangkan program untuk menangani masalah yang muncul. Ini juga termasuk cara bekerja dalam kemitraan dengan organisasi non-pemerintah. Mereka sekarang harus mencari cara untuk membuat janji-janji menjadi sebuah kenyataan di negara asal mereka. para pemimpin dunia kembali ke negara asal mereka. tingkat pemerintah lainnya. Review Mid Dekade TINJAUAN PROSES š ADALAH SEPERTI 'KARTU LAPORAN UNTUK PEMERINTAH Pada bulan Februari 1996 negara-negara diminta untuk menyerahkan laporan tentang kemajuan .

pertemuan ini semua diselenggarakan di New York City di gedung PBB. Sebagian alasan untuk ini adalah bahwa banyak janjijanji yang dibuat di KTT Dunia 1990 untuk Anak-anak sudah dimaksudkan telah dipenuhi di tahun 1995.yang mereka telah buat sejauh ini dalam mencapai tujuan dan janji-janji mereka yang telah dibuat pada KTT Dunia untuk Anak-anak. organisasi masyarakat sipil.dapat ditemukan di PBB Laporan Sekretaris Jenderal.Mei 2000 š The Prepcom 2 . "We the Children ".prestasi dan kegagalan .Juni 2001 Tujuan utama dari Prepcoms adalah untuk melihat kembali keberhasilan dan kegagalan dari 10 tahun terakhir. Dalam bulan-bulan menjelang Sidang Istimewa tentang Anak ada 3 kali rapat Komite Persiapan atau 'Prepcoms'. Ini rasanya terlalu singkat dan mudah dalam 5 tahun untuk memenuhi janji-janji untuk tahun 2000. setiap pemerintah diharapkan dapat memberikan laporan lengkap merinci prestasi dan kegagalan mereka selama 10 tahun terakhir. Hasil dari review tersebut akhir dekade dan hasilnya bagi dunia secara keseluruhan . tanggal Mereka adalah: š The Prepcom 1 . untuk memulai konsep dan diskusi tentang janji masa depan dan untuk merencanakan Sidang Khusus PBB tentang Anak. persiapan perlu dilakukan. 6. The 3 Prepcoms Untuk bersiap-siap pada Sesi Khusus mengenai Anak pada bulan Mei 2002.Januari 2001 š Prepcom ke-3 . Pemerintah tidak hanya kelompok untuk berkontribusi pada laporan. Semua orang dan pemerintah yang terlibat diminta untuk meningkatkan upaya mereka dan ingat janji-janji mereka 5. media. . The 'Review End-Dekade' Proses Pada akhir tahun ke 10.Pada tahun 1996 beberapa hal membaik NAMUN. banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan. anak-anak dan orang muda dan orang lain juga akan berkontribusi pada rincian laporan. kelompok agama. Dalam beberapa kasus lembaga swadaya masyarakat.

Mesir . Jamaika Oktober.2001 3. . Jerman . organisasi non-pemerintah. 2002. Pan-African Forum tentang Masa Depan Anak Kairo. Sesi Khusus tentang Anak-anak akan diadakan pada bulan Mei. Sekarang saatnya bagi pemerintah untuk berpikir tentang janji-janji baru mereka selama 10 -15 tahun ke depan.7. 2001 8. 2001 5. Proses Daerah Ada pertemuan-pertemuan persiapan daerah yang diselenggarakan sepanjang tahun 2000 dan 2001. Pertemuan-pertemuan itu merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan mendiskusikan isu-isu spesifik ke daerah mereka. Ini akan memberikan dunia kesempatan untuk melihat bagaimana kehidupan anak-anak telah meningkat selama 10 tahun terakhir dan apa yang masih perlu dicapai untuk masa depan.Konferensi Antarpemerintah Berlin untuk Anak-anak di Eropa dan Asia Tengah Berlin. Perserikatan Bangsa-Bangsa Sesi Khusus pada Anak 10 tahun telah datang dan pergi sejak tahun 1990.Asia Selatan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Investasi pada Anak Kathmandu.Mei. pendukung anak-anak dan anak itu sendiri. Topik utama dari diskusi pada pertemuan ini adalah: š Sebuah tinjauan prestasi dan kegagalan sejak 1990 š Persiapan untuk 2002 Sesi Khusus tentang Anak š Sebuah kesempatan untuk melihat ke depan dan berpikir komitmen yang baru Lima pertemuan regional utama diadakan: 1.Mei.Mei. 2001 4. Pertemuan 5 Menteri mengenai Anak dan Kebijakan Sosial di Amerika Kingston. Pemerintah akan menjadi peserta utama tetapi banyak organisasi lainnya dan orang-orang akan dimasukkan. Ini juga akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki cara pandangan dunia dan memperlakukan orang-orang muda. misalnya.2000 2. Cina .Asia Timur dan Konsultasi Pasifik 5 Menteri Beijing. Nepal Mei . .

Lainnya akan mewakili lembaga seperti organisasi PBB mencari setelah pengungsi atau Bank Dunia (yang meminjamkan uang kepada negara-negara miskin untuk membantu mereka mengembangkan).orang yang mewakili pemerintah mereka. Beberapa dari mereka bekerja di New York untuk pemerintah mereka dan orang lain akan datang dari ibukota negara mereka.Children's Fund PBB . Akan ada banyak pidato tentang hal ini. Sesi Khusus mengenai Anak diselenggarakan untuk melihat apa yang terjadi kepada anak-anak sejak tahun 1990 dan menyetujui apa yang dunia ingin lakukan untuk anak-anak selama sepuluh tahun mendatang. Sebagian besar delegasi pemerintah akan tetapi pegawai negeri atau pejabat. 11 tahun yang lalu ada pertemuan internasional besar pada anakanak yang disebut World Summit on Children. Beberapa adalah kepala negara (seperti Presiden) tetapi ada juga Perdana Menteri. Jumlah terbesar akan datang dari UNICEF . terutama untuk pertemuan ini. Sidang Istimewa adalah pertemuan pemerintah yang akan setuju bersama-sama apa yang ingin mereka lakukan untuk anak-anak. Disetujui 27 tujuan bahwa pemerintah dunia akan mencoba dan mencapai untuk anak-anak. Juga akan ada perwakilan dari PBB dan organisasi internasional lainnya. Juga akan ada delegasi pemerintah banyak yang akan berada di bawah 18 tahun Juga akan ada banyak 'delegasi' dari organisasi non-pemerintah [LSM] yang telah datang ke Sidang Istimewa untuk berbicara tentang situasi anak-anak di negara mereka atau untuk menyorot isu-isu tertentu seperti pekerja anak atau anak-anak pengungsi.yang telah melakukan banyak pekerjaan untuk membuat Sidang Istimewa terjadi. .Seperti disebutkan sebelumnya. Akan ada banyak Di bawah 18 tahun di antara para delegasi juga. menteri dan politisi lainnya. Bisnis utama dari Sidang khusus akan pemerintah berbicara tentang apa yang telah mereka lakukan selama sebelas tahun terakhir untuk anak-anak dan / atau apa yang mereka pikir seharusnya terjadi selama sepuluh tahun mendatang. Orang-orang utama di Sidang Istimewa akan 'didelegasi' pemerintah .

Juga akan ada 'roundtables' 3 di mana pemerintah akan membahas isu-isu kunci. Roundtables tidak benar-benar bulat.Ini adalah sidang paripurna dengan presentasi resmi, diikuti oleh pemerintah membaca laporan disiapkan. Pada roundtables di Sidang Istimewa, masing-masing akan memiliki 2 anak sebagai pembicara. Akan ada banyak 'side event' di gedung PBB dan di luar. Beberapa dari ini akan diselenggarakan oleh pemerintah dan beberapa oleh LSM. Mereka akan membahas berbagai masalah dan isu yang mempengaruhi anak-anak. Mereka bukan bagian dari bisnis utama dari pertemuan tersebut tetapi kesempatan untuk mendengar dari anak-anak dan 'ahli' dewasa tentang apa yang harus dilakukan untuk anak-anak.

Ada dua dokumen utama yang sedang dibahas pada Sidang Khusus.

Yang pertama adalah laporan disebut We the Children ' yang telah ditulis oleh kepala PBB, Sekretaris Jenderal Kofi Annan. Ini adalah laporan panjang yang terlihat pada apa yang terjadi dengan anak-anak selama sepuluh tahun terakhir. Kesimpulan utama adalah bahwa pemerintah tidak menyimpan sebagian besar janji-janji yang mereka buat kepada anak-anak pada tahun 1990 karena mereka tidak menginvestasikan uang yang cukup pada anak-anak (misalnya di sekolah atau persediaan air bersih).Selain itu, negara-negara kaya tidak memberikan cukup membantu negara-negara miskin untuk membantu mereka mencapai tujuan.Namun, banyak hal baik itu terjadi dan lebih banyak anak yang hidup hari ini karena upaya yang dilakukan pemerintah.

Ringkasan ramah anak laporan ini disertakan dalam kit informasi.

Dokumen utama lainnya di Sidang Khusus ini disebut 'A World Fit for Children'. Dokumen ini juga dikenal sebagai Dokumen Hasil. Dokumen ini telah dibahas oleh pemerintah di PBB selama sembilan bulan terakhir dan berisi janji-janji bahwa pemerintah akan membuat anak-anak untuk 10 tahun ke depan. Dokumen itu mengatakan bahwa ada empat isu utama yang dihadapi anakanak yang perlu memandang - kesehatan, pendidikan, HIV / AIDS dan perlindungan anak dari kekerasan, pelecehan dan eksploitasi. Ketika Sidang Istimewa adalah atas 'Rencana Aksi' dalam dokumen ini akan memandu apa yang pemerintah lakukan untuk anak-anak.

Versi ramah anak dari dokumen, 'A World Fit for Children' juga disertakan dalam kit informasi.

Pemerintah akan kembali ke rumah dan mulai bekerja di luar bagaimana mereka bisa mulai untuk berhasil dalam mencapai janji-janji mereka telah membuat anak-anak. Pada akhir tahun depan setiap pemerintah harus mengembangkan 'Program Nasional Aksi' [NPA] untuk membantu mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Dokumen Hasil. Anak-anak dan LSM harus dilibatkan dalam mencoba untuk membantu mencapai tujuan dan dalam memastikan bahwa pemerintah melakukan yang terbaik untuk menepati janji mereka. Pemerintah harus membuat laporan secara berkala pada seberapa baik mereka lakukan

Anak sehat jasmani dan rohani
A. Sehat jasmani (menurut WHO) : sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak berbau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal. B. Kesehatan rohani menurut WHO : merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup menerima orang lain apa adanya (ber-empati dn tidak berprasangka) serta bersikap positif terhadap dirinya dan orang lain. Mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. ‡ Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran. ‡ Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.

‡ Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa.Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.

..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->