Blok 1 & 2 Blok 1 & 2 / study skills, critical thinking, communication, bioethic, &humaniora

Modul V (Dampak Pola Asuh dan Gizi Anak pada Keluarga Miskin di Jawa Barat)

Grup XVI Indah Kurniawati 1010019 Christian Yonathan 1010037 Carryn Bestika 1010053 Emil Eviliana 1010115 Hubert Hansel 1010133 Maria .F. Delong 1010155 Paramitha Setiadi 1010171 Wan Haddis Violitta 1010181 Veghasanah Tanlie 1010186

Nama Tutor: dr. Mela Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Bandung - 2010

Persepsi Nilai Anak dalam Keluarga Indonesia dalam Konsep Sosial Budaya

Persepsi nilai anak bagi keluarga Indonesia masih kuno dan salah persepsi.Pada masa yang lalu banyak terdapat pandangan masyarakat tentang jumlah anak yang tidak sepenuhnya benar.Pendapat tradisional bahwa "Banyak Anak Banyak Rezeki" dan keluarga besar adalah suatu pelayanan luhur terhadap masyarakat.Perubahan telmologi, perubahan ekonomi dan perubahan nilai ini, semuanya terlibat dalam perubahan besarnya jumlah anggota

keluarga.Hambatan dalam pelaksanaan program pembudayaan KB di masyarakat disebabkan karena adanya pandangan orang tua terhadap anak dalam keluarga, bahwa anak tidak saja merupakan kebanggaan orang tua tetapi dibalik kebanggaan-kebanggaan itu tersembunyi harapan-harapan yang dibebankan diatas pundak anaknya. Dilihat dari segi sosial dan budaya, persepsi anak dalam keluarga sebagai berikut:

y

Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. Hal ini memang suatu kenyataan dan benar,tetapi belum diperkirakan nasib anak itu sendiri apakah anak itu memang bias diharapkan pendidikannya dan masa depannya. Kalau hal ini dipertimbangkan, mempunyai banyak anak malah menjadi beban dan masalah.

y

Adat lstiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak lakilakilebih dari anak perempuan atau sebaliknya. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak. Disini norma adat istiadat perlu diluruskan karena tidak banyak menguntungkan bahkan banyak bertentangan dengan kemanusiaan.

Berikut ini persepsi anak sendiri bagi keluarga:

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak mempunyai nilai tertentu bagi orangtua.Anak yang diibaratkan sebagai titipan Tuhan bagi orang tua memiliki nilai tertentu serta mentutut dipenuhinya beberapa konsekuensi atas kehadirannya.Latar belakang sosial yang berbeda tingkat pendidikan, kesehatan, adat istiadat atau kebudayaan suatu kelompok sosial serta penghasilan atau matapencaharian yang berlainan, menyebabkan pandangan yang berbeda mengenai anak. Anak memiliki nilai universal namun nilai anak tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor sosio kultural dan lain-lain.Yang dimaksud dengan persepsi nilai anak oleh orang tua adalah merupakan tanggapan dalam memahami adanya anak, yang berwujud suatu pendapat untuk memiliki diantara pilihan-pilihanyang berorientasi pada suatu hal yang pada dasarnya terbuka dalam situasi yang datangnya dari luar.

Menurut Arnolddan Fawcett (1975) sebagaimana dikutip oleh Jamaluddin Ancok (1985) konsep anak memiliki dimensi : a. Manfaat Positif Umum (Manfaat) 1. Manfaat Emosional. Anak membawa kegembiraan dan kebahagiaan ke dalam hidup orang tuanya. Anak adalah sasaran cinta kasih, dan sahabat bagi orang tuanya. 2. Manfaat Ekonomi dan Ketenagaan. Anak dapat membantu ekonomi orang tuanya dengan bekerja di sawah atau di perusahaan keluarga lainnya. atau dengan menyumbangkan upah yang mereka dapat di tempat lain. 3. Memperkaya dan Mengembangkan diri sendiri. Memperkaya memelihara anak adalah suatu pengalaman belajar bagi orang tua. Anak membuat orang tua lebih matang, lebih bertanggungjawab. Tanpa anak, orang yang telah menikah tidak selalu dapat diterima sebagai orang dewasa dan anggota masyarakat sepenuhnya. 4. Mengenali Anak. Orang tua memperoleh kebanggaan dan kegembiraan dari mengawasi anakanak

memiliki ikatan emosi. Anak bisa membantu memperkuat ikatan perkawinan antar suami istri dan mengisi kebutuhan suatu perkawinan. dan tradisi keluarga. peran dan . 3. Biaya Emosional Orang tua sangat mengkhawatirkan anak-anaknya terutama tentang prilaku anak-anaknya. Kerukunan dan Kelanjutan Keluarga. 4. Pengorbanan kehidupan pribadi suami istri. b. Kadang-kadang anak-anak itu menjengkelkan.Keluarga adalah kumpulan dua atau lebih individu yang berbagi tempat tinggal atau berdekatan satu dengan lainnya. terlibat dalam posisi sosial. 5. Begitu banyak pekerjaan rumah tambahan yang diperlukan untuk mengasuh anak. 1998). Dengan adanya anak-anak. Biaya Ekonomi. 5.mereka tumbuh dan mengajari mereka hal-hal baru. mereka bangga kalau bisa memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Mereka meneruskan garis keluarga. Kebutuhan Fisik. Ongkos yang harus dikeluarkan untuk memberi makan dan pakaian anakanak cukup besar. keamanan dan kesehatan mereka. nama keluarga. Definisi keluarga itu sendiri banyak pendapat dari beberapa ahli. Orang tua mungkin lebih lelah. yaitu: Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan dan ikatan emosional dan yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari keluarga (Friedman. Nilai Negatif Umum (Biaya) 1. Waktu untuk dinikmati oleh orang tua sendiri berkurang dan orang tua berdebat tentang pengasuhan anak. Keterbatasan dan Biaya Alternatif Setelah mempunyai anak kebebasan orang tua berkurang. 2. rumah akan ramai dan kurang rapi.

berperan sebagai pencari nafkah. Keluarga pasti memiliki peran dan fungsi nya masing-masing. sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. serta adanya rasa saling menyayangi dan memiliki (Murray & Zentner.tugas-tugas yang saling berhubungan. . Fungsi Keluarga Fungsi yang dijalankan keluarga adalah : 1. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik. 4. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 1994 Bab I ayat 1 keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga. disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. dan spiritual. atau suami. atau ayah dan anaknya. pelindung dan pemberi rasa aman. 1998 dalam Allender & Spradley. pendidik. atau ibu dan anaknya. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik. 2. 3. Ibu sebagai istri dan ibu dari anakanaknya. sebagai kepala keluarga. 2001). ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga. sosial. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak. istri dan anaknya. pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. mental. 1997 dan Friedman.

gurun. diawasi atau diarahkanoleh orang dewasa yang semestinya bertanggung jawab. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya. perhatian.dan rasa aman diaantara keluarga. tidak dilindungi secara memadai. serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga DEFINISI. 6. Sebagian besar pulang pada akhir hari dan kontribusi pendapatan untuk keluarga mereka. Mereka mungkin menghadiri . Memberikan kasih sayang. yang hidup di jalan (dalam arti luas. 7. 8. dan PENYEBAB ANAK JALANAN MENURUT WHO & UNICEF Menurut UNICEF . bercerita tentang pengalaman masingmasing. 9. DAMPAK. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia. mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga. UNICEF membagi anak jalanan dalam dua kategori utama: 1. dll) yang mana telah menjadi tempat hidupnya atau tempat kebiasaan. seperti acara nonton TV bersama.5. anak jalanan adalah setiap perempuan atau laki-laki yang belum mencapai usia dewasa. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan. Anak-anak di jalan adalah mereka yang terlibat dalam beberapa jenis aktivitas ekonomi mulai dari memohon kepada penjual. dan lainnya. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga. misalnya tempat tinggalnya sepi. berdiam dan atau sumber mata pencahariannya.

maupun dari keluarga) Keluar dari sekolah (pendidikannya) sehingga anak tersebut tidak ³dibekali´ Tekanan psikologis (baik yang bersumber dari keluarga. Karena kerapuhan ekonomi keluarga. Anak-anak jalanan yang benar-benar hidup di jalan (atau di luar lingkungan keluarga normal). ada beberapa penyebab timbulnya anak jalanan. ada beberapa penyebab timbulnya anak jalanan yaitu : - Matinya kedua orang tua mereka Masalah ekonomi (baik dari diri sendiri. ikatan keluarga mungkin ada tetapi lemah dan hanya diselenggarakan secara kasual. . maupun pergaulan) Tingginya rasa kebutuhan akan materi yang tak terpeuhi Kurang mendapatkan perhatian Sering mengalami diskriminasi Tereksploitasi oleh pihak yang memanfaatkannya (sengaja ataupun tidak) - Menurut WHO. anak-anak ini akhirnya dapat memilih untuk hidup permanen di jalanan. Menurut UNICEF. 2. yaitu : * Keluarga yang ³rusak´ * Adanya konflik bersenjata (perang) * Kemiskinan * Bencana alam dan bencana buatan manusia * Kelaparan * Fisik dirinya dan pelecehan seksual * Eksploitasi oleh orang dewasa * Dislokasi melalui migrasi * Urbanisasi dan kepadatan penduduk * Akulturasi * Pencabutan hak waris atau adanya pihak yang semestinya bertanggung jawab namun tidak mengakui anak tersebut.sekolah dan mempertahankan rasa milik keluarga.

sumber pembangun(lauk pauk) dan sumber zat pengatur(sayuran dan buah).diabetes. anemia) mereka terkena berbagai racun (dari makanan maupun lingkungan) mereka terjebak dalam masalah kekerasan (pemerkosaan.sehingga ditakutkan dapat menyebabkan berbagai penyakit degenerative seperti jantung koroner.siang dan malam) Pemasyarakatan pemahaman gizi seimbang: -Tahun 1950 melalui slogan 4 sehat 5 sempurna -Tahun 1994 melalui pedoman umum gizi seimbang(PUGS) 4sehat 5 sempurna pola makan sehari-hari yang terdiri dari: .contohnya:Fried chicken.French fries.cerdas dan produktif. antara kelompok pangan sumber tenaga. Dampak yang ditimbulkan dari anak jalanan menurut WHO .gagal ginjal.tinggi gula tetapi rendah serat dan vitamin.sate kambing. yaitu : mereka menderita berbagai penyakit ( kolera.tinggi garam.serta keseimbangan antar waktu makan(pagi.soto.dll Yang dimaksud dengan gizi seimbang adalah pola makan yang seimbang antara zat gizi yang diperoleh dari aneka ragam makanan dalam memenuhi kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat. pembunuhan. dll) Pola Makan Sehat Yang dimaksud pola makan yang tidak baik adalah mengonsumsi makanan tinggi lemak.hipertensi.beef burger. tuberkulosis.dll.Dampak yang ditimbulkan dari anak jalanan menurut UNICEF .yang dimaksud dengan seimbang adalah keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi. yaitu : mereka kekurangan kebutuhan dasar (pendidikan) mereka kehilangan perlindungan mereka kehilangan bimbingan dan supervisi mereka dihadapkan ke berbagai bentuk eksploitasi dan penyalahgunaan.jeroan.

1.Susu sumber lemak.protein dan kalsium Peranan berbagai kelompok bahan makanantergambar dalam piramida gizi seimbangdan yang berbentuk kerucut.sumber zat pengatur yaitu sayur sayuran dan buah buahan -ketiga sumber zat pembangun yaitu kacang-kacangan. -kedua. Bahan makanan tersebut di populerkan dengan istilah´Tri guna makanan : -pertama suber zat tenagayaitu padi adian dan umbi-umbian serta tepung tepungan.lauk-pauk sumber protein hewani dan nabati 3.sayur-mayur sumber vitamin dan mineral 4.makanan hewani dan hasil olahan .Buah-buahan sumber vitamin dan mineral 5.Makanan pokok sumber karbonhidrat/kalori 2.

makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi -Makanan sumber energi penting untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti bekerja . makanlah aneka ragam makanan -tidak ada satu jenis makanan(selain ASI)yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan untuk hidup sehat -Dengan makan beraneka ragam berarti kekurangan zat gizi dari suatu makanan dapat dilengkapi oleh zat gizi makanan dari makanan lain -Susunan makanan yang beragam adalah jika setiap kali makan pagi.sayur dan buah -Makanan beraneka ragam dapat mencegah berbagai penyakit degeratif ‡2.Ada 13 pesan dasar Gizi seimbang: ‡1.0 .belajar.protein dan lemak -Kelebihan dan kekurangan energi dapat diamati melalui berat badan(pada orang dewasa digunakan indeks masa tubuh dan pada anak balita digunakan KMS) Rumus IMT=berat badan (Kg)dibagi dengan kuadrat tinggi badan(m2) Kategori Kurus Kekurangan BB berat IMT <17.bermain serta kegiatan lainnya -Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan makan-makanan sumber karbonhidrat.lauk-pauk. berolah raga.siang dan malam hidangan terdiri dari 4kelompok makanan yaitu makanan pokok.

0 >25.yaitu karbonhidrat.0-27. makanlah makanan sumber zat besi -Zat besi merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah .0 >27 ‡ 3.dan makanan yang digoreng dengan suhu tinggi -Penimbunan lemak dalam tubuh dapat menimbulkan penyumbatan pembuluh darah. makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi -Energi diperoleh Dari tiga zat gizi makro.sirup)batas gula tidak lebih dari 5% kecukupan energy(3-4 sendok makan) ‡ 4.Kompleks(beras .Kekurangan BB ringan Normal Gemuk Kelebihan BB ringan Kelebihan BB berat 17.jagung .Sederhana(gula. batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi -Lemak dan minyak berguna sebagai sumber energi dan asam lemak esensial.serta menambah lezatnya makanan -Konsumsi lemak dan minyak dibatasi terutama lemak jenuh yang membahayakan kesehatan seperti mentega.daging berlemak.membantu penyerapan vitamin ADEK. gunakan garam beryodium -Yodium adalah zat gizi mikro yang diperlukan tubuh terutama untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak melalui fungsi hormon tiroid -Tahun 1994 diwajibkan seluruh garam konsumsi yang beredar harus mengandung yodium(KIO3)30-80 ppm (part per million) ‡ 6.protein dan lemak -Makanan yang mengandung zat karbonhidrat diupayakan menyumbang 50-60% dari total kecukupan energi -Terdapat 2 jenis karbonhidrat a.5-25.4 18.gandum .umbi-umbian) b.penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya ‡ 5.0-18.margarin.

Melancarkan proses buang air besar dan kecil 5. aman yang cukup jumlahnya -Air dibutuhkan oleh tubuh untuk: 1.ASI saja tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi -ASI tetap diberikan sampai bayi berumur 2 tahun bersama dengam MP-ASI yang jenis dan jumlahnya disesuaikan dengan umur bayi ‡8.Mengatur suhu tubuh 4.Mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral 3.kuning telur.kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau(singkong.yaitu harus bebas dari kuman.bahan berbahaya dan bahan cemaran lainnya -Sumber air minum yang berasal dari sumur. minumlah air bersih. berikan ASI saja pada bayi pada umur 4 bulan -ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi -ASI mempunyai kelebihan yang meliputi 3 Aspek yaitu gizi-kekebalan-kejiwaan.PAM dan sumber lainnya harus dimasak sampai mendidih .-Sumber zat besi makanan antara lain hati.Jumlah air minum yang dibutuhkan dalam sehari sebanyak 6-8 gelas tergantung umur dan jenis kegiatan 6. biasakan makan pagi -Makan pagi sangat bermanfaat untuk memelihara ketahanan fisik dan meningkatkan produktifitas kerja -Bagi anak sekolah.bayam.daging.dll) -Zat besi berasal dari hewani mudah diserap ‡7.Air minum harus bersih dan aman.Transportasi zat gizi dalam tubuh 2.makan pagi sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi belajar -Makan pagi sebaiknya mengandung 20-30% dari kebutuhan gizi ‡ 9.berupa jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi untuk perkembangan mental dan kecerdasan -Setelah 4 bulan.

makanlah makanan yang aman bagi kesehatan -Makanan yang aman adalah makanan yang bebas dari: a.Ketagihan dan kehikangan kendali diri(pencetus kearah tindakan criminal) ‡12.Terhambatnya proses penyerapan zat gizi b. lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur -Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan a.‡ 10.Mencegah kelebihan BB c.Keterangan lainnya seperti label halal Kebutuhan gizi seseorang per-hari bergantung pada: 1.Bahan cemaran d.formalin.Kerusakan jaringan hati dan saraf otak c. bacalah label pada makanan yang di kemas -Terutama yang berkaitan dengan: a.Bahan tambahan yang tidak diperbolehkan(asam boraks.Golongan Umur .paru-paru.Bahan berbahaya c.meningkatkan kebugaran b.zat perwarna rodamin B.Kandungan zat gizi b. methanyl yellow) -Hindari makanan kemasan yang kemasannya telah rusak ‡ 13.Memperlambat penuaan ‡ 11. hindari minuman beralkohol -Kebiasaan minum-minuman beralkhol dapat menyebabkan a.otot d.Tanggal Kadaluarsa c.Kuman b.Meningkatkan fungsi jantung.

Mengetahui BB idaman=(TB-100%)-10% 4.kurus bila kurang dari BB normal dan gemuk bila lebih dari BB normal Cara Menghitung Kebutuhan Kalori sehari 6.2.Aktivitas sehari-hari Sehingga setiap orang mempunyai kebutuhan gizi yang berbeda sesuai dengan anjuran dalam Angka Kecukupan Gizi(AKG) Cara menghitung Kebutuhan Kalori sehari 1.Mengetahui berat badan 3.Kebutuhan Kalori sehari=BB idaman X kebutuhan kalori perkg BB idaman .Mengetahui tinggi badan 2.Mengetahui Status gizi.Mengetahui BB normal=BB idaman+-10% 5.Jenis kelamin 3.Berat dan tinggi badan 4.Mengetahui aktivitas harian Ringan Pegawai Kantor Pegawai Toko Guru Sopir Sekretaris Kebutuhan Kalori per kg BB idaman Aktivitas Gemuk Normal Kurus Ringan 25 30 35 Sedang 30 35 40 Berat 35 40 40-50 Sedang Mahasiswa Pegawai Industri ringan Ibu Rumah Tangga Berat Pelaut Buruh Penari Atlit 7.

5p 3p 4p 16-18th 2600 kkal 8p 3p 4p 19-29 th 2700 kkal 8p 3p 5p 30-49 th 2500 kkal 7p 3p 5p .5p 3p 1p 1p Smp 2th 1p 3p 2p 1p 4p 2p 1p 5p 2p 1p 5p 2p 4-6 th 1700kkal 4p 2p 3p 2p 2p 7-9 th 1900kkal 4.5p Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang anak laki-laki usia 1-12tahun P=porsi 1p nasi=100g(3/4gelas) Ip sayuran=100g(1 gelas) 1p buah=50g(1buah) 1p tempe=50g(2 potong sedang) 1p daging=50 g(1 potong sedang) Untuk anak perempuan porsi nasi dikurangi 1p dan untuk porsi daging dikurangi 1/2p Aturan jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah 13-15th 2400 kkal 6.5p 3p 3p 3p 2p 10-12 th 2000kkal 5p 3p 4p 3p 2.Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang anak laki-laki usia 1-`12 tahun Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah Tempe Daging ASI Susu Minyak Gula 1-3 th 1200kkal 3p 1.

Untuk perempuan.5p 3p 4p 3p 3p 3p 1p 4p 2p 3p 1p 4p 2p 65+ th1 2200 kkal 5p 4p 4p 3p 65+ th2 1900 kkal 7p 3p 5p 3p Aturan jumlah porsi seimbang memenuhi gizi seimbang 1=laki-laki 2=perempuan Susu untuk usia 50 tahun keatas menggunakan susu rendah lemak .5p Aturan jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang Bahan Makanan Nasi Sayuran Buah Tempe Daging Ikan segar Susu Minyak Gula 1p 6p 2p 1p 4p 2p 50-64 th1 2200 kkal 6p 4p 5p 3p 3p 50-64 th2 1900 kkal 4.porsi nasi dikurangi 1p dan untuk porsi minyak dikurangi 1p 2.porsi nasi dikurangi 3.porsi nasi dikurangi 2.5p dan untuk porsi minyak dikurangi 2p 4.Untuk perempuan.Tempe Daging Susu Minyak Gula 3p 3p 1p 6p 2p 3p 3p 3p 3p 3p 3p 6p 2p 7p 2p 6p 2p Untuk jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang 1.Untuk perempuan.porsi nasi dikurangi 3p dan untuk porsi minyak dikurangi 1p 3.Untuk perempuan.

5 gelas 4 iris 1 potong sedang 1 bj sedang URT Berat(g) 50 200 200 80 100 150 50 5p+1p 3p 4p 3p 3p +1p 5p 2p Ibu Menyusui (2000+500 kkal) 5p+1p 3p+1p 4p 3p+1p 3p +1p 5p+1p 2p .mengandung: -175 kalori -4g protein -40 g Karbonhidrat Bahan penukar nasi artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar porsi nasi Golongan 2:Bahan Makanan penukar Sayuran 2 bj sedang 1.Anjuran jumlah porsi makanan memenuhi gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui Bahan Makanan Ibu Hamil (2000+285 kkal) Nasi Sayuran Buah Tempe Daging Susu Minyak Gula Daftar Padanan Bahan Makanan Golongan 1:Bahan penukar nasi Bahan Makanan Bihun Kentang Mi Basah Roti Putih Singkong Ubi Mi Kering Satu porsi nasi setara denganb ¾ gelas(100 g).

daun Pepaya Daun Pakis Jamur Segar Lobak Pepaya Muda Toge Wortel Satu porsi sayuran setara dengan 100g atau sekitar 1 gewlas(setelah dimasak dan ditiriskan).mengandung: .mengandung: -50 kalori -3g protein -10g Karbonhidrat Bahan penukar sayuran artinya bahan makanan dapat digunakan sebagai penukar satu porsi sayuran Golongan 3:Bahan Penukar Buah-buahan Bahan Makanan Apokat Apel Belimbing Duku Jeruk Manis Mangga Nanas Pepaya URT ½ bh segar ½ bh sedang 1 bh segar 10 bh 2 bh sedang ½ bh sedang 1/6 bh 1 ptg sedang Berat(g) 50 75 125 75 100 50 75 100 Satu porsi sayuran setara dengan buah pisang ambon ukuran sedang atau 50g.daun singkong Daun Melinjo Jantung pisang Labu siam Pare Sawi Tomat Ketimun Bunga kol.Bahan Makanan Bayam Daun Bawang Jagung Muda Kangkung Oyong Rebung Terong Kacang panjang Buncis.

-40 kalori -10 g karbonhidrat Bahan penukar buah-buahan artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar satu porsi buah Golongan 4:Bahan Penukar tempe Bahan Makanan Kacang Kedele Kacang Merah Kacang Tanah kupas Kacang Ijo Oncom Tahu URT 2sdm 2sdm 2sdm 2sdm 2ptg besar 1ptg besar Berat(g) 25 25 20 25 50 100 Satu porsi tempe setara dengan 2 potong sedang atau 50gram.mengandung: -80kalori -6g protein -3g lemak -8g Karbonhidrat Bahan Penukar tempe artinya bahan makanan yang dapat digunakan sebagai penukar satu porsi tempe Golongan 5: bahan makanan Penukar Daging Bahan Makanan Daging ayam Hati segar Ikan Segar Ikan Asin URT 1ptg sedang 1 ptg sedang 1 ptg sedang 1 ptg kecil Berat(g) 100 50 50 25 .

vitamin terutama vitamin A dan Niasin serta mineral(kalsium dan fosfor) Golongan 6:Bahan Makanan Penukar Minyak dan Gula Bahan Makanan Margarin Mentega Kelapa Santan URT ½ sdm ½ sdm 1 ptg kecil ½ gelas Berat(g) 5 5 30 50 Bahan Makanan ini hampir seluruhnya terdiri dari lemak.Ikan Teri Kering Telur Ayam Kampung Telur Ayam Negri Udang Basah Susu Sapi Tepung sari Kedele Tepung Susu Whole Tepung Susu Skim 2sdm 2btr 1btr besar ½ gelas 1gelas 4sdm 5sdm 4sdm 25 60 60 50 200 25 25 20 Satu porsi daging sapi setara dengan 1 potong sedang atau 50gram.mengandung: -45 kalori -5 g lemak Bahan Makanan Gula Pasir URT 1sdm Berat(g) 10 . satu porsi minyak setara dengan 1 sendok makan atau 5g.dan lemak.mengandung: -95 kalori -10 g protein -6 g lemak Susu sapi selain sebagai sumber preotein.juga mengandung karbonhidrat.

Gula aren/kelapa Selai/jam Madu Sirop 1sdm 10 15 15 15 Bahan Makanan ini hampir seluruhnya terdiri dari Karbonhidrat sederhana. sambal Buah 1p 1ptg Jeruk .00 Buah Sesuka 1p 1ptg Wortel Juice Penukar URT Menu Waktu Bahan Makanan Penukar URT Menu Siang Nasi Ikan Tempe Sayuran 2p 1p 1p Sesuka 1 ½ gelas 1ptg 1ptg Nasi Pepes Ikan Bacem Tempe Lalapan kacang Panjang.mengandung: -37 Kalori -9 g Karbonhidrat Contoh Menu Sehari 1500 Kalori Waktu Bahan Makanan Pagi Roti 1p 2ptg Roti Panggang Telur Kacang Merah 1p ½p 1btr 2sdm Omelet Sup kacang Merah Sayuran 10.kol.satu porsi gula setara 1 sendok makan atau 10 g.

3. Lemak : 58% dari kalori total dalam susu matur. Mineral : kalsium fosfor klor kalium dan natrium 5. kebutuhan aktual selama hamil bervariasi di pengaruhi oleh status nutrisi dan riwayat kesehatan 2.00 Malam Buah Nasi Ayam Tanpa kulit Tahu Sayuran Buah 1p 1p 1p 1bh 1 ½ gls 1ptg Apel Nasi Ayam Bakar 1p Sesuka 1p 1ptg Tahu Isi Sayur Asem 1ptg Melon Gizi seimbang untuk bayi 1. ibu hamil Beberapa hal yang perlu di perhatikan: 1. Protein : 4-5% dari total kalori asi 2. kebutuhan nutrisi tidak konstan selama perjalalan kehamilan . Vitamin : berfariasi sesuai diet ibu Gizi seimbang untuk ibu hamil dan menyusui a. kebutuhab terhadap 1 nutrien dapat di ganggu oleh asupan yang lain 3.Waktu Bahan Makanan Penukar URT Menu 16. Karbohidrat : amilase (enzim pencerna zat pati) 4.

nasi dan pasta.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil. serealia. * Vitamin dan mineral .Di trimester II dan III. kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80. karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir. * Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan.Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama.Berdasarkan perhitungan.Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel. Selain mengandung vitamin dan mineral.Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III. Peningkatan kebutuhan kalori kira-kira 15% dari kebutuhan kalori normal wanita * Protein Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. juga plasenta. wanita hamil butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil.Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru. Pada kehamilan yang normal.* Kalori Selama hamil. * Lemak Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama.Artinya. maupun plasenta dan janin. cadangan lemak.Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti. ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. jaringan payudara. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir. serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi.

Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1. niasin.Gangguan ini membuat ibu mengalami anemia alias kekurangan sel darah merah. dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Contoh konkretnya adalah kekurangan zat besi yang terbilang paling sering dialami saat hamil.Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan anemia. terutama magnesium dan zat besi. *Zat Besi Zat besi lebih baik di konsumsi waktu makan atau pada jam tidur pada saat lambung kosong untuk memeksimalkan absorps *Asam Folat DAMPAK KURANG GIZI Kekurangan asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi lahir prematur. Sedangkan kekurangan energi terjadi pada trimester II dan III dapat menghambat pertumbuhan janin atau tak berkembang sesuai usia kehamilannya.Begitu juga kebutuhan mineral.Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil.Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi. . vitamin B2. selain kelainan bawaan pada bayi. sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino. disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah. Tak cuma itu. dan keguguran.Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak.Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil. dan asam pantotenat. kematian janin.

Namun bila ibu mengalami keluhan mual-muntah. Jika tidak ada keluhan. maka ia tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dapat merangsang keluhan mual-muntahnya.500 gram). apabila ibu hamil telah mengonsumsi menu makanan sesuai anjuran.Selain dari suplemen. Bagi ibu hamil sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar harus dihindari. sayuran. Ingat. kopi juga tidak dianjurkan diminum selama hamil karena kurang mengandung zat gizi dan kemungkinan memberikan efek negatif walau hal ini masih diperdebatkan. Jika ibu baru mengonsumsi menu bergizi setelah beberapa minggu kehamilan. tak sulit memperoleh tambahan zat besi dan asam folat ini. ataupun lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2. buah dan susu rendah lemak. Contohnya adalah durian. santaplah hasil produksi ternak lainnya. ANJURAN KHUSUS Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi sedikitnya dua gelas susu sehari atau kalau tidak. Kebutuhan kalori mudah didapat dari tambahan porsi bijibijian. yaitu sekitar 35 gram dalam sehari. buah ini boleh dikonsumsi selama hamil asalkan jumlahnya wajar. diharapkan keterlambatannya tidak melampui masa trimester II yang merupakan masa pertumbuhan janin terbesar.Suplemen dalam bentuk jejamuan juga tidak dianjurkan jika kebersihan dan keamanan bahannya tidak terjamin. keanekaragaman bahan makanan merupakan kunci dari menu makanan bergizi seimbang. kecuali alkohol. Selanjutnya. Selain alkohol. Olahan apa pun seperti makanan yang dibakar boleh saja disantap asalkan benar-benar matang dan tidak dikonsumsi bagian gosongnya. maka camilan tanpa kalori boleh-boleh saja dikonsumsi seperti agar-agar. gelatin dan sejenisnya. bayi lahir meninggal. lahir prematur.Padahal.Merokok aktif maupun pasif juga harus dihentikan karena berkaitan dengan tingginya risiko keguguran.Namun ibu hamil tak dianjurkan mengonsumsi suplemen multivitamin karena kelebihan vitamin A dan D dosis tinggi dalam tubuh justru dapat menimbulkan penumpukan yang berefek negatif. juga dari bahan makanan yang disantapnya. PANTAU KENAIKAN BERAT BADAN .

asupan makanan selama trimester ini belum dapat menaikkan BB ibu hamil. Di antaranya keluhan mual-muntah dan rasa tidak nyaman lainnya.516 kg di akhir kehamilannya. Ibu hamil yang tergolong kurus sebelum hamil. telur dan kacang-kacangan 3 potong lemak.Pada trimester I biasanya ibu hamil akan mengalami penyesuaian terhadap perubahan fungsional dalam tubuhnya akibat proses kehamilan. yogurt.518 kg pada akhir kehamilan. Nah. dan atau keju Porsi: 6 piring/porsi 3 mangkuk 4 potong 2 gelas daging. ayam.Dengan demikian.Sedangkan pada trimester II dan III sebaiknya kenaikan BB kurang dari 1/2 kg setiap minggunya.Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama hamil. diharapkan bisa mencapai kenaikan BB sebanyak 12. berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari: Kelompok bahan makanan: roti. MENU SEHARI IBU HAMIL Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil.Sedangkan untuk mereka yang tidak kurus dan tidak gemuk alias memiliki berat badan ideal diharapkan mencapai kenaikan BB sebesar 11. kenaikan BB dianjurkan sebatas 6 kg atau lebih sedikit pada akhir kehamilannya. serealia.5 kg pada akhir kehamilannya. ikan.Sedangkan mereka yang kelebihan BB saat sebelum hamil diharapkan kenaikan BB-nya hanya 711.Normalnya. tentu saja ibu perlu secara berkala dan rutin menimbang badan bersamaan dengan pemeriksaan kehamilan. minyak gula 5 sendok teh 2 sendok makan Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil . pada trimester I berat badan diharapkan naik kurang dari 2 kilogram.Agar kenaikan berat badan terjaga.Sementara wanita hamil yang kegemukan sebelum hamil. nasi dan mi sayuran buah susu.

10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya. jagung biji 1 piring (125 gram). kue kering 5 buah besar (50 gram). 1 buah sedang hati ayam (30 gram). .Bahan makanan Porsi hidangan sehari Jenis hidangan Makan pagi: nasi 1. 1 butir telur ayam negeri (55 gram). 1 sendok makan teri kering (20 gram). sayur 1 mangkok dan buah 1 potong sedang Sayuran 3 mangkuk Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram). 1 potong daging sapi (35 gram). tempe 2 potong sedang (50 gram).5 porsi (150 gram) dengan ikan/ daging 1 potong Nasi 5 + 1 porsi sedang (40 gram). mi basah 2 gelas (200 gram). kentang 2 biji sedang (210 gram). talas 1 potong besar (125 gram). sayur dan 3 potong 2 gelas 5 sendok teh 2 sendok makan Selingan: susu 1 gelas buah sama dengan pagi/siang sama dengan pagi Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penukarnya sebagai berikut: * 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan: Roti 3 potong sedang (70 gram). 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram). ubi 1 biji sedang (135 gram) * 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan:1 potong kecil ikan asin (15 gram). sayur dan buah Buah Tempe Daging Susu Minyak Gula 4 potong 3 potong Makan malam: nasi 2.5 porsi (250 gram) dengan lauk. singkong 1 potong besar (210 gram). dengan lauk.

2/3 gelas yogurt nonfat (120 gram). 3/4 buah mangga besar (125 gram). 3 biji nangka (45 gram). 2 sendok makan kacang hijau (20 gram). 1 potong kecil kelapa (15 gram). 2 buah sedang salak (65 gram). * 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan: 4 sendok makan susu skim (20 gram). 2 sendok makan kacang tanah (15 gram). * 1 potong buah. 2. 1/3 gelas santan (40 gram). 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram). 2 buah jeruk manis (110 gram). 1 potong kecil keju (35 gram). di antaranya buncis. dan lainnya. 8 buah rambutan (75 gram). 2. kol.5 sendok makan kelapa parut (15 gram).5 sendok makan kacang mete (15 gram). dan lainnya. dan lainnya. 1. 1/4 buah nenas sedang (95 gram). 9 duku buah sedang (80 gram). sawi. dan lainnya. * 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan: Tahu 1 potong besar (110 gram). 2 potong oncom kecil (40 gram). labu siam. 1 buah apel (85 gram). Ibu menyusui . terong dan lainnya. 1 buah pisang (50 gram). kangkung. 1 buah besar belimbing (140 gram). 1 buah sedang sawo (85 gram). 2 buah jambu air sedang (110 gram). * Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan: avokad 1/2 buah besar (60 gram). kacang panjang. wortel. seperti 1 potong besar papaya (110 gram).5 sendok makan kacang kedelai (25 gram).* 1 mangkuk (100 gram) sayuran. 1 potong besar semangka (180 gram). 1 jambu biji besar (100 gram). 1 potong besar melon (190 gram). * Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan: 1 sendok makan madu (15 gram) b.

Kalsium : . tetapi terdapat sedikit kesepakatan tentang kebutuhan protein pada lansia 2.Kalori : Proses metabolisme protein berubah sesuai penuaan.Kudapan harus diberikan sedikitnya90 menit sebelum makan untuk menghindari pengaruhnya terhadap nafsu makan Gizi seimbang untuk remaja Kudapan berkontribusi 30% atau lebih dari total asupan kalori setiap hari.Remaja harus didorong untuk bertanggung jawab atas pemilihan kudapan yang sehat Gizi seimbang untuk lansia 1.Kalori : Kebutuhan kalori selama menyusui proposional dengan jumlah ASI yang di hasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibandingselama hamil.kudapan memberikan 20% dari total asupan kalori dan 19% dari total asupan lemak dan lemak jenuh.Zat besi: RDA pada zat besi pada wanita menurun dari 15 mg pada usia 23-50tahun sampai 10 mg pada usia 51tahun dan lebih 3.Diantara anak usia 6-11 tahun. Protein : Ibu memerlukan tambahan 20 gram protein di atas kebutuhan normal ketika menyusui. Cairan : Dianjurkan bahwa ibu yang menyusui minum 2-3liter cairan per hari Vitamin dan mineral Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi dari pada selama hamil Gizi seimbang untuk anak Anak makan rata-rata 5-7 kali sehari.

Magnesium : DRI magnesium untuk pria dan wanita tetap konstan selama masa lansia 5.gastritis atropik.5 mg secara berurutan.anemia dll ‡Anemia gizi besi (AGB) . penggunaan obat yang menekan sekresi asam lambung.Vitamin B6 : DRI meningkat 1.3 mg untuk dewasa muda menjadi 1. untuk lnsia pria dan wanita lebih dari 50 tahun Gizi lebih ‡Disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi dari yang di butuhkan.Vitamin B12 Sebanyak 10%-30% lansia lebih dari51 tahun mengalami defisiensi vitaminB12 karena insufisiensi sekresi asam lambung yang terjadi sekunder akibat reseksi lambung .Konsumsi lemak yang tinggi dan gula Gizi kurang ‡Konsumsi gizi yang tidak mencukupi kebutuhannya dalam waktu tertentu Gizi buruk ‡ Diare.Lansia beresiko untuk mengalami defisinsi kalsium baik karena penurunan asupan kalsium dan penurunan absorpsi kalsium karena penuaan 4. infeksi saluran pencernaan bagian atas. infeksi.7 mg dan 1. Di sebabkan kekurangan zat besi dalam jumlah yang tidak mencukupi kebutuhan sehari. atau infeksi lambung 7.hari ‡ Kekurangan vitamin A. Karena konsumsi yodium tidak mencukupi kebutuhan . penyakit pencernaan.Vitamin D ‡ DRI untuk vitamin b meningkat 5 ug untuk dewasa usia 31-50 tahun menjadi 10 ug untuk lansia 51-70 tahun 6. Disebabkan konsumsi vitamin A tidak mencukupi kebutuhannya ‡ Gangguan akibat kekurangan yodium.

anak beradaptasi dengan lingkungannya untuk mengenal dunia sekitarnya serta pola pergaulan hidup yang berlaku dilingkungannya. Dengan demikian dasar pengembangan dari seorang individu telah diletakkan oleh orang tua melalui praktek pengasuhan anak sejak ia masih bayi (Supanto.Bagaimana Hubungan Aspek Sosial Budaya dalam Pola Asuh Anak dengan Pola Makan yang Sehat? (Emil Eviliana_1010115) Pola Asuh Sering dikatakan bahwa ibu adalah jantung dari keluarga. disamping harus mengatur pola makan yang benar juga tak kalah pentingnya mengatur pola asuh yang benar pula. 1990). . merawat. (Gunarsa. Pentingnya seorang ibu terutama terlihat sejak kelahiran anaknya.1989).Wagnel dan Funk menyebutkan bahwa mengasuh itu meliputi menjaga serta memberi bimbingan menuju pertumbuhan ke arah kedewasaan. memberinya waktu yang cukup untuk menikmati kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga. jantung dalam tubuh merupakan alat yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Dari perumpaan ini bisa disimpulkan bahwa kedudukan seorang ibu sebagai tokoh sentral dan sangat penting untuk melaksanakan kehidupan. dan sebagainya terhadap mereka yang diasuh(Sunarti. Anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan dan perawatan orang tua oleh karena itu orang tua merupakan dasar pertama bagi pembentukan pribadi anak. Melalui orang tua. Apabila jantung berhenti berdenyut maka orang itu tidak bisa melangsungkan hidupnya. Pengasuhan berasal dari kata asuh (to rear) yang mempunyai makna menjaga. 1993) Agar pola hidup anak bisa sesuai dengan standar kesehatan.dan mendidik anak yang masih kecil. Pola asuh yang benar bisa ditempuh dengan memberikan perhatian yang penuh serta kasih sayang pada anak. makanan. lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tuanya. Dalam masa pengasuhan. Pengertian lain diutarakan oleh Webster yang mengatakan bahwa mengasuh itu membimbing menuju ke pertumbuhan ke arah kedewasaan dengan memberikan pendidikan.

keluarga dekat atau saudara serta dapat juga di asuh oleh pembantu (Nadesul. Sekalipun yang ditelannya itu tidak cukup dan kurang bergizi. Semasa bayi.Engle et al (1997) mengemukakan bahwa pola asuh meliputi 6 hal yaitu: 1. Demikian pula sampai anak sudah mulai disuapi.Dari beberapa pengertian tentang batas asuh. Kerangka konseptual yang dikemukakan oleh UNICEF yang dikembangkan lebih lanjut oleh Engle et al (1997) menekankan bahwa 3 konsep makanan ± kesehatan ± asuhan merupakan faktor ± faktor yang berperan dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Larangan maupun keharusan terhadap pola pengasuhan anak beraneka ragam. Tetapi pada prinsipnya cara pengasuhan anak mengandung sifat : pengajaran (instructing). 1995). Anak tidak tahu mana makanan terbaik dan mana makanan yang boleh dimakan. Rangsangan psikososial terhadap anak 4. keluarga besar masih lazim dianut dan peran ibu seringkali di pegang oleh beberapa orang lainnya seperti nenek. Di negara timur seperti Indonesia. Perhatian/dukungan ibu terhadap anak 2. Pemberian ASI atau makanan pendamping pada anak 3. Semua anak harus memperoleh yang terbaik agar dapat tumbuh sesuai dengan apa yang mungkin dicapainya dan sesuai dengan kemampuan tubuhnya. 1989). Perawatan balita dalam keadaan sakit seperti pencari pelayanan kesehatan Perhatian / Dukungan Ibu terhadap Anak dalam Praktek Pemberian Makanan Semua orangtua harus memberikan hak anak untuk tumbuh. menurut Whiting dan Child dalam proses pengasuhan anak yang harus diperhatikan adalah orang-orang yang mengasuh dan cara penerapan larangan atau keharusan yang dipergunakan. Persiapan dan penyimpanan makanan 5. Akan tetapi anak membutuhkan sikap orangtuanya dalam memberi makan. asal memilih menu makanan dan asal menyuapi anak nasi. Praktik kebersihan dan sanitasi lingkungan 6. anak hanya menelan apa saja yang diberikan ibunya. Untuk tumbuh dengan baik tidak cukup dengan memberinya makan. pengganjaran (rewarding) dan pembujukan (inciting) (Sunarti. Untuk itu perlu perhatian/dukungan orangtua. Anak masih membutuhkan bimbingan seorang ibu dalam memilih makanan agar pertumbuhan tidak .

mandi dan sakit (Nadesul. mewujudkan hidup sehat dan status gizi optimal. penyakit infeksi dan asupan makanan yang secara langsung berpengaruh terhadap kejadian kekurangan gizi. Menurut kerangka yang disusunn oleh WHO. pengobatan bila sakit. higyene . Selama bekerja ibu cenderung mempercayakan anak mereka diawasi oleh anggota keluarga lainnya yang biasanya adalah nenek. tempat tinggal yang layak. perawatan dasar termasuk imunisasi. Kekurangan gizi akan mengakibatkan anak mudah diserang penyakit. Pola Makan Sejalan dengan sasaran global dan perkembangan keadaan gizi masyarakat. terjadinya kekurangan gizi dalam hal ini gizi kurang dan gizi buruk lebih dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni. saudara perempuan atau anak yang sudah besar bahkan orang lain yang diberi tugas untuk mengasuh anaknya (Sunarti. Wanita yang bekerja di luar rumah biasanya dalam hal menyusun menu tidak terlalu memperhatikan keadaan gizinya. 1989). tetapi cenderung menekankan dalam jumlah atau banyaknya makanan. terutama jika memiliki aktivitas di luar rumah seperti bekerja ataupun melakukan aktivitas lain dalam kegiatan sosial. maka anak akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Makanan untuk anak harus mengandung kualitas dan kuantitas cukup untuk menghasilkan kesehatan yang baik. Wanita yang berstatus sebagai ibu rumah tangga memiliki peran ganda dalam keluarga. Sedangkan gizi mempunyai pengaruh yang cukup atau sangat berperan bagi pertumbuhan dan perkembangan mental maupun fisik anak. rumusan tujuan umum program pangan dan gizi tahun 2001-2005 yaitu menjamin ketahanan pangan tingkat keluarga.terganggu. anak belajar memilih makanan yang baik. jika makanan masuk kebadan adalah makanan bergizi. Bentuk perhatian/dukungan ibu terhadap anak meliputi perhatian ketika makan. pengetahuan gizi dan pemberian makanan bergizi disarankan untuk anak wajib diketahui bagi pendidik di Taman Kanak-Kanak. Pengasuhan anak oleh Ibu (Orang Dewasa) terhadap pemenuhan kebutuhan gizi. pola asuh serta pengetahuan ibu juga merupakan salah satu faktor yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap kekurangan gizi. Anak membiasakan diri makan melalui makanan disekolah. mencegah dan menurunkan masalah gizi. 1995).

Masalah gizi kurang dan gizi buruk bila tak ditangani secara serius akan mengakibatkan bangsa Indonesia akan mengalami ³LOS GENERATION³ keterlibatan keluarga yang selama 24 jam mendampingi anak yang menderita kekurangan gizi tersebut. dan kebiasaan makan. 1995 dalam Herwin. kapan dan kombinasi yang bagaimana pangan tertentu disajikan . Aspek Sosial Budaya yang Mempengaruhi Pola Makan Sehat Aspek sosial budaya pun juga mempengaruhi masalah gizi. sanitasi lingkungan. di antaranya berkaitan dengan kepercayaan yang keliru. status gizi buruk/kurang menunjukan bahwa kejadian kerawanan gizi pada keluarga adanya berbagai multifaktor pada pola pengasuhan dan perawatan anak balita. Perhatian cukup dan pola asuh anak yang tepat akan memberi pengaruh yang besar dalam memperbaiki status gizinya. adanya penyakit infeksi yang diderita oleh anak balita sehingga daya tahan tubuh menurun berakibat menurunnya berat badan dan kehilangan energi dalam tubuh. Pentingnya dampak sosial-budaya pada pangan yang meliputi hal-hal seperti : y Bagaimana. upacara ± upacara. sandang. Anak balita adalah anak ± anak yang berusia dibawah lima tahun yang sedang menunjukan pertumbuhan badan yang pesat sehingga memerlukan zat-zat gizi yang lebih tinggi setiap kilogram berat badan. B. Hal tersebut dapat pula disebabkan oleh karena kuranya kontrol / pola asuh pada balita baik terhadap asuhan makanan. kesegaran jasmani.perorangan. pantangan ± pantangan. 2004). B. higyene perorangan maupun kebersihan lingkungan sekitar tempat balita berinteraksi dan beraktifitas. Dengan melihat tabel Distribusi Anak Balita Gizi Kurang Menurut Jenis Kelamin Di Wilayah Puskesmas Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Tahun 2003 menunjukan bahwa. (Soetjiningsih. 2004). Hal ini kemungkinan dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya asupan makanan yang diterima setiap harinya tidak sesuai dengan kebutuhan untuk beraktifitas.Pembatasan oleh budaya ini berakibat pada kecukupan gizi karena berpotensi terhadap kegagalan untuk melihat hubungan antara makanan dan kesehatan serta kegagalan untuk mengenali kebutuhan gizi pada anak. (Herwin.

y Siapa yang menyiapkan makanan. dan kepercayaan yang ditentukan budaya merupakan kerangka kerja di mana cara makan dan daya terima terhadap makanan terbentuk. memilih. walaupun kelapara dapat ditentukan secara biologis. disajikan dan dimakan dengan cara yang berlainan dari satu negara ke negara lain. Setiap masyarakat mengembangkan cara yang turun temurun untuk mencari. Nilai ± nilai. dan cara-cara makan. menyiapkan. Dengan demikian. suatu pangan pokok yang diterima di beberapa negara di dunia sekalipun ditanam di tempat tersebut. yang dijaga dengan seksama dan diajarkan dengan tekun kepada setiap generasi berikutnya.Pada mulanya mereka mengembangkan .Dari kerangka belajar tersebut masing ± masing menginginkan jenis pangan tertentu. Dalam hal beras. menangani. Adat istiadat dan kebiasaan makan ada hubungannya dengan hampir semua agama. menyajikan. Kebanyakan kelompok agama juaga mempunyai peraturan tertentu terhadap makanan. pangan pokok yang paling umum di Asia Tenggara. walaupun dapat berlainan dari satu agama ke agama lainnya. Kebiasaan ini berasal dari pola pangan yang diterima budaya kelompok dan diajarkan kepada seluruh anggota. sikap. menyiapkan pangan merupakan sesuatu petunjuk yang diperbolehkan budaya dan disajikan dalam cara dan jumlah yang diterima masyarakat. banyak penduduk hanya makan jagung jika beras tidak dapat diperoleh atau sebaliknya. siapa yang menyajikan dan prioritas anggota keluarga tertentu dalam pola pembagian makanan y Hubungan antara besarnya keluarga dan umur anggota keluarga dengan pola pangan dan status gizi y y Larangan keagamaan yang berhubungan dengan konsumsi pangan Bagaimana pola pangan dikembangkan dan mengapa pangan tertentu diterima sedangkan yang lainnya ditolak atau hanya dimakan jika pangan yang hanya boleh dimakan tidak dapat di peroleh lagi. Jagung. pada umumnya kebiasaan pangan seseorang tidak didasarkan atas keperluan fisik akan zat ± zat gizi yang terkandung dalam pangan.Adat dan tradisi merupakan dasar perilaku tersebut. yang biasanya sekurang-kurangnya dalam beberapa hal berbeda di antara kelompok yang satu dengan yang lain. Misalnya.

Di beberapa tempat di Afrika ada kepercayaan bahwa telur membuat wanita menjadi steril. atau membuat anak ± anak menjadi jahat atau menjadi pencuri.prasangka terhadap beberapa bahaya yang berhubungan dengan pangan yang kini dipantang atau karena faktor lainnya. Ada pula penduduk di negara ± negara Asia yang mempunyai kepercayaan bahwa makanan yang mengandung protein hewani menyebabkan air susu ibu beracun bagi anak bayinya. Di beberapa negara berkembang umumya ditemukan larangan atau pantangan tertentu bagi makanan ibu hamil.Akan tetapi. Banyak kepercayaan ± kepercayaan lain tentang makanan dijumpai di berbagai tempat di dunia ini. Suatu hal yang penting dilihat dari segi gizi yaitu hal ± hal yang mudah dimengerti tetapi ironi. kadang ± kadang pengganti pangan yang mereka pilih untuk dimakan terbukti merupakan penukar yang tepat. konstipasi. atau cacingan. Kepercayaan terhadap suatu pangan tertentu yang berpengaruh baik atau buruk pada manusia tidak saja ditemukan pada masyarakat di negara yang sedang berkembang tetapi juga . bahwa bila anak ± anak sedang terkena diare atau demam makanannya dikurangi secara drastis. Apapun alasannya. akan tetapi pada umumnya tidak benar bahkan merugikan dan berbahaya. tidak bermoral. penerimaan makanan dan kebiasaan makan tidak menghalangi perbaikan status gizi melalui pengenalan pangan yang baru dan berbeda ke dalam sistem produksi pertanian. cara demikian jelas dapat menimbulkan akibat yang fatal yaitu timbulnya defisiensi energi protein yang berat.Hal tersebut semata ± mata berarti bahwa cara dan pola penerimaan pangan harus dimengerti. Beberapa jenis pangan dianggap ringan atau yang dapat mengakibatkan masuk angin.Latar belakang larangan atau pantangan tersebut didasarkan pada kepercayaan agar tidak mengalami kesulitan pada waktu melahirkan dan bayinya tidak terlalu besar. dihargai dan dikembangkan seandainya diperkenalkan pangan yang baru dan berbeda. diare. Pengaruh sosial budaya dan agama yang kuat terhadap makanan pantang. Kadang kepercayaan terhadap makanan yang betul.Beberapa jenis pangan dianggap berpengaruh terhadap tingkah laku.Daging mentah sering dianggap sebagai bahan makanan yang dapat membuat orang menjadi kuat. jenis pangan tertentu tidak dapat diterima anggota suatu kelompok beragama.

Kepercayaan yang ketiga dapat menjadi berbahaya bila sampai terjadi kelebihan zat gizi yang mengakibatkan overnutrition. Di Amerika Serikat antara lain: 1. Sebagai contoh.Untungnya. gula. kegemukan.coklat.dijumpai di negara ± negara maju yang teknologinya telah berkembang. yang agak terisolir. hipertensi. Dua kepercayaan yang pertama tersebut tidaklah berbahaya kecuali terhadap keuangan keluarga. Percaya bahwa pangan tunggal seperti yoghurt. kencing manis. Percaya bahwa fortifikasi zat gizi pada pangan tertentu memberikan manfaat baik bagi tubuh. Sangat sedikit literatur yang menjelaskan kapan nasi papah itu mulai diberikan. Nasi papah dari Sisi Budaya. kanker.Nasi papah masih menjadi permasalahan yang sulit diatasi apalagi dalam upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Lombok Timur.Nasi papah atau ³nasi papak´ adalah pemberian makanan yang telah dipapah atau dilumatkan dengan mulut kepada bayi. Kondisi ini masih kita temukan dibeberapa bagian Pulau Lombok khususnya di daerah-daerah pinggiran. ini tidak tampak karena kebanyakan mengkonsumsi vitamin B kompleks. 3. bahkan kalau kita menanyakan pada nenek-nenek kita di kampong mengatakan bahwa kamu besar juga karena dulu diberikan nasi papah dan kenyataannya kamu bias hidup dan sukses seperti saat ini. 2. telur yang sangat baik bagi penyembuhan penyakit artritis. atau penyakit lainnya. Percaya bahwa pangan yang diproduksikan dengan menggunakan pupuk kimia dapat menurunkan nilai gizi pangan yang bersangkutan. royal jelly mempunyai kekuatan dalam meningkatkan kesehatan dan vitalitas di luar nilai kandungan zst gizinya. 4. Jadi . Percaya makanan seperti pisang.Kepercayaan yang keempat dapat mengakibatkan hal yang paling membahayakan karena menyebabkan keadaan penyakit makin berat sehingga lebih sulit diobati.Olson(1958) mengemukakan tentang beberapa macam kepercayaan. Nasi papah masih terus berlangsung karena alasan budaya. tomat.

Indikator yang dapat dilihat untuk menentukan kekenyangan seorang bayi adalah apabila dia terus menerus menangis walaupun sudah diberikan ASI.Kebiasaan memberikan makanan kepada bayi berupa nasi papah didapatkan secara turun temurun. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. . Namun masih ada sebagian masyarakat yang tinggal di daerah-daerah tertentu masih menerapakan kebiasaan memberikan nasi papah kepada bayinya. dan ini merupakan bentuk kearifan local tentang hubungan kasih saying antara ibu dan bayinya. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. Menurut Andreas Eppink. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Sebagian masyarakat memberikan nasi papah berdasarkan keyakinan agama bahwa Rasulullah Muhammad SAW pernah memberikan papahan kurma kepada anak-anak kecil atau bayibayi. Istilah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.norma sosial. religius.Untuk itu diperlukan makanan yang tersedia setiap saat dan tidak membahayakan kesehatannya baik dari segi ukuran maupun teksturnya.disini dapat dijelaskan bahwa praktek pemberian nasi papah tersebut sudah berlangsung sangat lama dan diteruskan secara turun temurun. Sebagian ibu-ibu percaya bahwa anak-anak memerlukan makanan untuk dapat tumbuh dan berkembang. pisang.Bahkan ada yang sengaja menyimpan untuk beberapa kali pemberian makanan. bubur dan lain sebagainya.Melville J. Mungkin ini perlu pembahasan yang lebih lanjut sejauhmana keshahihan hadist-hadist tersebut sehingga pemahaman itu bias menjadi budaya di Pulau Lombok? Jika memang hadist tersebut shahih kenapa kebiasaan pemberian nasi papah hanya terdapat di Pulau Lombok tetapi tidak ditemukan pada masyarakat muslim lainnya? Pertanyaan pertanyaan ini mungkin akan dibahas pada lain kesempatan. dan lain-lain.Begitu juga dengan anjuran memberikan madu pada bayi yang baru lahir. Untuk memenuhi kebutuhan bayi maka ibu-ibu atau nenek akan memberikan berbagai jenis makanan mulai dari madu. yang kemudian disebut sebagai superorganic. Nasi papah adalah nasi yang dikunyah terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayinya.

Nasi papah sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat karena adanya anggapan itu sudah merupakan tradisi yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan.Kebudayaan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya polapola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat Banyak hal yang belum bisa dijelaskan secara nyata tentang pemberian nasi papah tersebut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang memilih suatu budaya terutama dalam makanan antara lain adanya nilai makanan, pantangan agama, takhayul dan kepercayaan tentang kesehatan. Pemilihan makanan juga dapat disebabkan karena makanan itu dianggap baik oleh masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bahan makanan dan kemampuan mengekploitasi bahan makanan tersebut. Baliwati, dkk. (2004), mengeksplorasi bahwa komponen ketersediaan dan stabilitas pangan dipengaruhi oleh sumber daya alam, manusia, sosial dan produksi pangan. Akses pangan menunjukkan jaminan bahwa setiap rumah tangga dan individu mempunyai sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan sesuai dengan norma gizi. Kondisi tersebut tercermin dari kemampuan rumah tangga untuk meningkatkan produksi pangan dan peningkatan pendapatannya. Selain faktor-faktor di atas faktor sosio budaya dan religi juga dapat mempengaruhi ketahanan pangan dan konsumsi pangan masyarakat.Kebudayaan suatu masyarakat mempunyai kekuatan yang besar terhadap pemilihan bahan makanan yang digunakan untuk dikonsumsi.Karena aspek sosio budaya merupakan fungsi pangan dalam masyarakat yang berkembang sesuai dengan keadaan lingkungan, agama, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat tersebut. Masyarakat menganggap pemberian nasi papah aman-aman saja dan tidak menimbulkan permasalahan yang berarti bagi kesehatan. Dengan memberikan nasi papah merupakan bentuk ekspresi kasih sayang orang tua kepada anaknya.Mereka merasa menjadi lebih aman, tenang. Kontak air liur juga dipercaya akan mempererat hubungan emosional antara orang tua dan si anak.

Foster dan Andersen, 1986 mengatakan bahwa Makanan adalah suatu konsep budaya, suatu pernyataan yang sesungguhnya mengatakan zat ini sesuai bagi kebutuhan kita. Sedemikian kuat kepercayaan-kepercayaan kita mengenai apa yang dianggap makanan dan apa yang dianggap bukan makanan sehingga terbukti sangat sukar untuk meyakinkan orang untuk menyesuaikan makanan tradisional mereka demi kepentingn kesehatan dan gizi yang lebih baik. Nasi Papah dari Pandangan Kesehatan Sebagian besar para ahli sepakat bahwa makanan terbaik bagi bayi adalah air susu ibu karena mengandung zat gizi yang lengkap bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi khususnya sampai berumur 6 bulan, dan setelah itu baru diberikan makanan tambahan berupa makanan pendamping sesuai umurnya. Air Susu Ibu juga memiliki banyak kelebihan selain yang disebutkan di atas seperti mengandung zat antibody terutama pada ASI yang pertama keluar yang disebut colustrum. ASI juga tidak perlu membeli, bias tersedia setiap saat dengan suhu yang sesuai kebutuhan bayi dan banyak lagi manfaat lainnya. Pemberian Makanan Pendamping ASI juga perlu memperhatikan tingkatan umur bayi, dimana semakin besar umurnya maka kebutuhannya juga akan semakin meningkat. Umumnya makanan pendamping ASI yang dibuat secara rumahan sangat sedikit mengandung mikronutrient yang justru sangat dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang terutama untuk perkembangan kecerdasannya. Pemberian nasi papah jelas sangat kurang dari asfek pemenuhan kebutuhan gizi tersebut, dimana biasanya yang dipapah hanya makanan sumber karbohidrat saja seperti beras dan sangat jarang ditambahkan makanan yang lain baik makanan sumber protein maupun vitamin dan mineral. Sehingga akan sulit memenuhi kebutuhan zat gizi bayi. Nasi papah juga dapat menjadi media penyebaran penyakit antara si ibu dengan bayi, dimana jika seorang ibu menderita penyakit-penyakit infeksi menular tertentu yang berhubungan dengan gigi dan mulut serta pernapasan maka akan sangat mudah untuk ditularkan pada bayinya. Misalnya Tuberculosis. Dari segi kebersihan dan keamanan pangan nasi papah masih perlu dipertanyakan juga, karena anak bisa tertular penyakit yang diderita ibu melalui air liur, sedangkan dari segi kuantitas dan kualitas nilai gizi jelas merugikan si bayi, karena ibu-ibu akan mendapatkan sari makanan sedangkan bayinya akan mendapatkan ampasnya.

Dari contoh di atas, dapat kita lihat bahwa aspek sosial budaya ini cukup berperan dalam pola asuh anak yang berkaitan dengan pola makan yang sehat. Pentingnya seorang ibu terutama terlihat sejak kelahiran anaknya. Agar pola hidup anak bisa sesuai dengan standar kesehatan, disamping harus mengatur pola makan yang benar juga tak kalah pentingnya mengatur pola asuh yang benar pula.Namun adanya faktor budaya yang berbeda ± beda dari masyrakat membuat perbedaan pada pola asuh anak yang berkaitan dengan pola makan yang sehat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang memilih suatu budaya terutama dalam makanan antara lain adanya nilai makanan, pantangan agama, takhayul dan kepercayaan tentang kesehatan. Pemilihan makanan juga dapat disebabkan karena makanan itu dianggap baik oleh masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah ketersediaan bahan makanan dan kemampuan mengeksploitasi bahan makanan tersebut. Beberapa implikasi korelasi kebudayaan dengan makanan:

KEKURANGA N GIZI

FAKTOR SOSIAL

FAKTOR EKONOMI

FAKTOR BUDAYA

KEBIASAAN MAKAN

Pendidikan gizi Suatu bidang pengetahuan yang memungkinkan seseorang memilih dan mempertahankan pola makan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu gizi.PENYEBAB ANAK KEKURANGAN GIZI y Penyebab langsung 1. Faktor infeksi Infeksi (bakteri. dan pendarahan terus menerus. Mekanisme patologisnya: y y penurunan asupan zat gizi akibat kurangnya nafsu makan.virus dan parasit) sangat erat hubungannya dengan hal malnutrisi dan dapat mempengaruhi status gizi seseorang. Asupan energi dan protein asupan makanan merupakan banyakny zat gizi yang masuk dalam tubuh sehingga kesehatan terjaga. mal. menurunnya ikro dilakukan Peningkatan kehilangan cairan akbiat penyakit diare. muntah.Biasany dilakukan dalam lingkup makro dan . Penyebab tidak langsung . y Meningkatnya kebutuhan akibat sakit dan parasit yang terdapat dalam tubuh. 2. .Pengetahuan gizi Kurangnya pengetahuan dan salah persepsi tentang kebutuhan gizi yang ada pada pemikiran masyarakat. Apabila asupan gizi seseorang rendah dan tidak seimbang (terutama energi dan protein) akan menyebabkan KEP (kurang energi protein).

Makro dilakukan pada masyarakat luas.Seorang anak dengan gizi yang buruk disebabkan pola asuh yang salah / factor genetic. pemeriksaan kesehatan bayi.Pendidikan kesehatan dalam keluarga sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua terutama ibu. kuratif dan rehabilitatif misalnya penimbangan bayi di posyandu. preventif. .Pola asuh Kemampuan keluarga untuk memberikan makanan pada bayi dan anak untuk tumbuh kembang anak. suplementasi vitamin A dan imunisasi. dalam kasus kekurangan gizi adalah: 1.Pelayanan kesehatan Pemanfaatan kesehatan dan upaya kesehatan berbasis masyarkat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang berbasis promotif. pemeriksaan kehamilan. .Biasanya pola asuh yang salah terjadi pada keluarga yang tidak mampu yang kurang memperhatikan keseimbangan gizi anak.mikro. DAMPAK TIDAK TERCAPAINYA KEBUTUHAN GIZI ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKIS Maria F. Masalah gizi/gizi buruk (segi fisik) . sedangkan mikro dilakukan keluarga.Pendapatan keluarga Keterbatasan ekonomi yang tidak mampu membeli makanan yang baik maka pemenuhan gizinya akan kurang. . Delong Dampak dari penyebab-penyebab langsung.

Secara umum di Indonesia terdapat dua masalah gizi utama yaitu kurang gizi makro dan kurang gizi mikro Kurang gizi makro pada dasarnya merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan asupan energi dan protein. sering disertai penyakit infeksi terutama akut. yang dapat terjadi di seluruh tubuh. rambut tipis. kulit keriput. ditandai dengan : edema. karbohidrat dan kalori. wajah sembab dan membulat. y Marasmus.Di Indonesia. perut cekung. otot mengecil merah ke coklatan di kulit dan mudah terkelupas (crazy pavement mudah dicabut (hipotrofi). mata sayu. bercak dermatosis). Salah satu jenis kekurangan gizi mikro adalah kekurangan zat besi. iga gambang. campuran gejala klinis kwashiorkor dan marasmus. Berikut macam-macam penyakit akibat kekurangan gizi mikro : .Masalah gizi makro adalah masalah gizi yang utamanya disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan asupan energi dan protein. dan membuat orang menjadi malas dan lebih mudah terkena infeksi. diare dan anemia. kemerahan seperti rambut jagung.Kekurangan zat gizi makro umumnya disertai dengan kekurangan zat gizi mikro. atau dengan ungkapan lain status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata. Secara klinis KEP terdapat dalam 3 tipe yaitu : y Kwashiorkor.Kekurangan zat besi dilaporkan sebagai penyebab utama dari 20% kematian ibu dan menyumbang hingga 50% factor penyebab kematian ibu. jaringan lemak sumkutan minimal/tidak ada. sering disertai penyakit infeksi dan diare.Kekurangan zat besi juga mempengaruhi perkembangan otak dan psikologi anak-anak. cengeng dan rewel. pembesaran hati. rewel dan apatis. cengeng.Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. dan rontok. y Marasmus kwashiorkor.Masalah gizi disamping merupakan sindrom kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan juga menyangkut aspek pengetahuan serta perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat. Nutrisi yang dimaksud bisa berupa protein. kasus KEP (Kurang Energi Protein) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita. ditandai dengan : sangat kurus. tampak tulang terbungkus kulit. wajah seperti orang tua. Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi.

dan keterbelakangan mental ·Vitamin D gangguan pertumbuhan tulang · Vitamin A .Kelelahan.Seperti kita ketahui pengembangan setiap organ dalam tubuh tergantung pada nutrisi.Anemia. respon imun berkurang Dari segi psikis Seorang anak akan memiliki banyak gangguan yg akan mempengaruhi pertumbuhan dan menghambat kemampuan berpikirnya dan pada akhirnya menurunkan IQ. dan perubahan kuku · Iodine . keterlambatan perkembangan.Hal ini menyebabkan kurangnya kapasitas mental dan keterampilan sosial yang bermasalah bersamaan dengan koordinasi yang lebih rendah. dan kerusakan pembuluh saraf (pada janin perempuan tanpa suplementasi folat) y Seng . penurunan fungsi kognitif. hiperpigmentasi . pertumbuhan yang buruk. anemia. anemia. SOLUSI UNTUK MASALAH KEKURANGAN GIZI Maria F. . kekerdilan. Delong y Untuk masalah kemiskinan . glossitis.Malam kebutaan.Namun kurngnya nutrisi.Tingkat ketahanan fisik mereka sangat minim karena jumlah energi yang rendah sehingga membatasi kemampuan mereka untuk menghadiri sekolahmaupun melakukan kegiatan lainnya. seringkali menyebabkan otak dan sistem syaraf tidak mencapai potensi mereka. sakit kepala.Gondok.y Besi . · Folat -. Hal ini bisa saja terjadi jika seorang anak mengalami malnutrisi (kekurangan gizi). .

Pemerintah mencarikan bapak asuh terutama para pengusaha-pengusaha untuk menggandeng masyarakat dalam mengembangkan usaha. misalnya KUD. yang disebut desa tertinggal. dan sebagainya. misalnya kaleng bekas. pemerintah menghimpun penduduk-penduduk di desa tertinggal ke dalam suatu wadah di bawah naungan lembaga kesejahteraan desa. Program ini dilakukan dengan melalui dua tahap. di antaranya: 1. plastik bekas. Menyediakan pasar-pasar bagi penjualan produksi penduduk Pasar merupakan fasilitas penting dalam menunjang pendapatan penduduk. penduduk di daerah gunung memanfaatkan bunga pinus sebagai kerajinan. ramah lingkungan. dan lain-lain. keberadaan pasar juga bisa memotivasi masyarakat untuk . seperti penduduk yang tinggal di daerah rawa memanfaatkan enceng gondok untuk bahan kerajinan. kelompok tani. yaitu tingkat pengeluaran atas kebutuhan pokok yang meliputi sandang. pemerintah Indonesia mencanangkan Inpres Desa Tertinggal.Kedua. Meningkatkan sumber daya ekonomi yang dimiliki penduduk miskin Misalnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sempit dengan intensifikasi pertanian. Adapun standar ini lebih dikenal dengan garis kemiskinan. dan tepat. Upaya yang berbeda juga dapat diterapkan untuk menanggulangi kemiskinan. pangan. besi bekas. 3.Pertama pemerintah menentukan desa-desa yang memiliki pemusatan penduduk miskin yang tinggi. Selain sebagai tempat memasarkan hasil produksi masyarakat. papan secara layak Untuk menanggulangi kemiskinan tersebut. Memberikan program penyuluhan dan pembekalanketerampilan Pemerintah hendaknya intensif terjun ke masyarakat untuk memberikan pengajaran dan pelatihan keterampilan bagi penduduk miskin agar dapat menghasilkan sesuatu guna menunjang pendapatannya. membimbing penduduk untuk jeli memerhatikan dan memanfaatkan peluang usaha di sekitarnya. 2. Kemudian pemerintah memberikan anggaran bagi tiap desa tertinggal yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok di sana untuk memulai usaha yang dapat berjalan. memberikan bekal keterampilan untuk mengolah barang-barang bekas di sekitarnya.Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan materiil dasar berdasarkan standar tertentu. berkelanjutan.

. ternyata juga berpengaruh pada kesehatan penduduk. program imunisasi bertujuan melindungi tiap anak dari penyakit umum. Ketidakmampuan dalam emenuhi kebutuhan perumahan mengharuskan mereka tinggal di kolong jembatan. Kemiskinan akan berdampak pada kesehatan. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pakaian secara layak berdampak pada kesehatan kulit dan organ-organ tubuh lainnya. atau rumah seadanya. sehingga mengesampingkan aspek kesehatannya.Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara sehat dan bergizi berdampak pada rendahnya gizi. Penduduk miskin cenderung memiliki pola hidup kurang bersih dan tidak sehat. Karena masyarakat tidak perlu kawatir lagi akan mengalami kesulitan memasarkan hasil produksinya. y Untuk masalah kesehatan Kualitas penduduk yang diuraikan sebelumnya yang berpengaruh terhadap kemiskinan. Program ini dapat dioptimalkan melalui pemberdayaan posyandu dan kegiatan PKK. Berdasarkan prinsip pencegahan lebih baik dari pengobatan. Dampak dari tingkat kesehatan penduduk yang rendah tersebut adalah tingginya angka kematian (terutama bayi dan ibu). sehingga kebutuhan akan sanitasi air bersih juga tidak terpenuhi. Pelaksanaan imunisasi. bantaran sungai.Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara layak berdampak pada kesehatan mereka. Peningkatan gizi masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi makanan tambahan yang bergizi terutama bagi anak-anak. Untuk menanggulangi masalah kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan: 1. Kondisi kehidupan yang memprihatinkan mengharuskan penduduk miskin bekerja keras melebihi standar kerja penduduk yang lebih mampu.lebih produktif lagi. 2. Hal tersebut dapat dilaksanakan melalui PIN (Pekan Imunisasi Nasional).

organisasi kemasyarakatan. Jika kesadaran akan arti pentingnya pola hidup sehat sudah tertanam dengan baik. Dengan demikian dapat mengurangi tingginya angka kematian bayi. seperti sekolah. puskesmas pembantu. atau bahkan gratis di rumah sakit pemerintah atau puskesmas. tokoh-tokoh masyarakat. y Pemberian subsidi kepada masyarakat Program perbaikan gizi makro diarahkan untuk menurunkan masalah gizi makro yang utamanya mengatasi masalah kurang energi protein terutama di daerah miskin baik di pedesaan maupun di perkotaan dengan meningkatkan keadaan gizi keluarga. Tenaga medis tersebut juga harus memiliki dedikasi tinggi untuk ditempatkan di daerah-daerah terpencil serta berdedikasi tinggi melayani masyarakat miskin. 6. Penambahan fasilitas kesehatan. dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat. polindes (pondok bersalin desa). seperti imunisasi. maka masyarakat akan dengan sendirinyaterhindar dari berbagai penyakit. bidan. Pengadaan obat generik. dan lain-lain. 7. KB. Penyediaan pelayanan kesehatan gratis. Pemerintah menyediakan pelayanan gratis bagi penduduk miskin dalam bentuk Askeskin (asuransi kesehatan masyarakat miskin) dan kartu sehat yang dapat digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan secara murah. Penambahan fasilitas ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penambahan jumlah tenaga medis. Fasilitas kesehatan harus mampu menampung dan menjangkau masyarakat di daerah-daerah tertinggal. pengobatan. perawat.3. seperti dokter. puskesmas. meningkatkan kualitas pelayanan gizi baik di . 5. meningkatkan partisipasi masyarakat. 4. Penambahan fasilitas kesehatan ini meliputi rumah sakit. posyandu. Agar pelayanan kesehatan dapat mencakup seluruh lapisan masyarakat dan mencakup seluruh wilayah Indonesia diperlukan penambahan jumlah tenaga medis. Melakukan penyuluhan tentang arti pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat Penyuluhan semacam ini juga bisa melibatkan lembagalembaga lain di luar lembaga kesehatan. Penyediaan obat murah ini dapat berupa obat generik. Pemerintah harus mengembangkan pengadaan obat murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat bawah.

puskesmas maupun di posyandu. dan meningkatkan konsumsi energi dan protein pada balita gizi buruk. Strategi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi makro adalah melalui pemberdayaan keluarga di bidang kesehatan dan gizi. pemberdayaan masyarakat di bidang gizi. tidak seimbang dengan peningkatan produksi akan mengakibatkan ketegangan ± ketegangan sosial dengan segala akibat yang luas. Dengan terkendalinya jumlah penduduk. Berhasil atau tidaknya Pelaksaan Program Keluarga Berencana akan menetukan pula berhasil atau tidaknya usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. maka akan tercipta generasi yang berkualitas. maka diprediksikan jmlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 sekitar 237. Pertambahan penduduk yang cepat.7 % (SDKI 2000) turun menjadi 2.8 juta jiwa. Dengan adanya kebijakan pemerintah unutk pengaturan laju pertumbuhan penduduk dan pengaturan jumlah kelahiran di Indonesia merupakan bagian dari kebijakan kependudukan nasional. ini masih di bawah dari angka proyeksi penduduk tahun 2015 yang diperkirakan sekitar 248 juta jiwa. sehingga dapat meneruskan pembangunan Indonesia yang berkualiatas. yang dalam hal ini pelaksanaan program KB di daerah pada era otonomi perlu ditentukan sasaran kinerja program untuk mewujudkan keserasian kependudukan di berbagai bidang pembangunan.86 % (SP 1990) menjadi 1. karena diperkirakan jika angka persentase kesetaraan jumlah penduduk yang ber-KB dapat dinaikkan 1 % per tahun.17 % ( 2000 ). 1. pemberdayaan petugas dan subsidi langsung berupa dana untuk pembelian makanan tambahan dan penyuluhan pada balita gizi buruk dan ibu hamil. y Program KB Program Keluarga Berencana merupakan usaha lansung yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kelahiran melalui penggunaan alat kntrasepsi.5 % (SUsenas 2004). sedangkan laju pertumbuhan penduduk menunjukkan angka 2. . Tingkat keberhasilan program KB ini dibuktikan dari data yang di dapat yakni angka kelahiran total dari 2. Pengaruh positif Program KB Ø Dengan adanya program KB maka laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan untuk menghindari terjadinya peledakan penduduk yang luar biasa.

peralatan dan dukungan logistic. maka biaya yang harus di keluarkan pemerintah untuk pengadaan alat ± alat dan obat untuk kontrasepsi di Indonesia dapat dikatakan cukup tinggi. pil KB juga semakin meningkat. y Tindakan pemerintah saat bencana Pemerintah sebagai penanggungjawab penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia memberikan prioritas yang tinggi dalam peningkatan kesiapsiagaan yang diwujudkan dengan pembentukan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC PB). program KB juga memiliki pengruh yang kurang menguntungkan. y Peningkatan lapangan kerja . Pengaruh negatif Program KB Ø Selain mendatangkan pengaruh yang positif.2.penyelamatan&evakuasi Pelayanan kesehatan. pengungsian dan hunian sementara Penyaluran logistik dari titik penerimaan hingga ke sasaran Pemulihan segera fungsi sarana & prasarana vital Pengaturan bantuan dan relawan dalam dan luar negeri Mengkoordinasikan dukungan pusat sesuai tugas reguler instansi Kementerian/Lembaga Tugas Tambahan SRC PB: Melakukan pelatihan dalam rangka peningkatan kemampuan SDM daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. berupa bantuan teknis. Beberapa tugas yang diemban oleh SRC PB adalah : y y y y y y y y Pengkajian kerusakan dan kebutuhan secara cepat. implant. Pengendalian situasi darurat bencana termasuk pembuka jalan (debottle necking) Pencarian. maka penggunaan metode KB berupa penggunaan AKDR. SRC-PB bertugas pada tahap awal bencana dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah.Tujuan pembentukan SRC-PB dengan perkuatannya. suntik KB. ini dilihat dari semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ber-KB. adalah untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan tindakan-tindakan yang cepat tanggap darurat di daerah yang terkena bencana.

Pekerja dengan pendidikan SD ke bawah mengalami penurunan sebanyak 190 ribu orang dalam setahun terakhir (Februari 2008 ± Februari 2009).49 juta orang.91 juta orang (27.67 persen).55 juta orang. bertambah 1.26 juta orang dibanding Februari 2008 sebesar 111. atau bertambah 2. jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebanyak 28. .58 juta orang (1. bertambah 1. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor perdagangan yaitu naik 1. pergudangan dan komunikasi yang menurun sebanyak 60 ribu orang. Pada Februari 2009.48 juta orang.94 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2008 sebesar 102.43 juta orang (53.79 juta orang dibanding jumlah angkatan kerja Agustus 2008 sebesar 111. kecuali sektor konstruksi yang mengalami penurunan lapangan kerja sebanyak 120 ribu orang dan sektor transportasi.12 juta orang (69. hampir seluruh sektor mengalami peningkatan lapangan kerja. mengalami penurunan apabila dibandingkan pengangguran Agustus 2008 sebesar 8.39 persen. sedangkan yang bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam per minggu hanya sekitar 1. dan sektor pertanian naik 340 ribu orang.Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 113. dan pengangguran Februari 2008 sebesar 8.64 juta orang (20.74 juta orang. Berdasarkan jumlah jam kerja maka pada Februari 2009 penduduk yang bekerja diatas 35 jam per minggu mencapai 73. berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 21.44 juta orang dibanding keadaan Februari 2008 sebesar 102. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 8.14 persen. atau bertambah 2.05 persen).92 persen).71 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 20. Dibanding Februari 2008.05 juta orang. namun jumlahnya masih tetap mendominasi lapangan kerja di Indonesia yaitu sebanyak 55. sektor jasa kemasyarakatan naik 830 ribu orang.46 persen.81 juta orang (19.16 juta orang.51 persen). Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 104.95 juta orang.98 persen).

Upaya mendorong prestasi yang terlampau memaksakan kehendak pada anak secara berlebihan. maupun informal. Ethiopia.yang tidak mengalami konflik bersenjata. Di Indonesia pelanggaran hak-hak anak baik yang tampak mata maupun tidak tampak mata. atau untuk mengikuti berbagai kegiatan belajar dengan porsi yang melampaui batas kewajaran agar . anak jalanan (streetchildren). seperti pekerja anak (child labor). yang pada akhirnya membawa penderitaan bukan hanya dalam jangka pendek. anak-anak dijadikan peserta tempur(combatan) dengan dikenakan wajib militer.Di beberapa negara. hampir 2 juta anak-anak tewas. tetapi juga berakibat pada jangka panjang yang menyangkut masa depan pembangunan bangsa dan negara. dan 4-5 juta anak-anak cacat hidup akibat perang. diketahui bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. penculikan dan perdagangan anak (child trafficking). eksploitasi hak-hak anak. seperti Uganda. pekerja seks anak (child prostitution). Semua terjadi akibat kedahsyatan mesin perang yang diproduksi negara-negara industri. telah terjadi pelanggaran terhadap hak-hak anak akibat pembangunan ekonomi yang dilakukan. seperti mempekerjakan anak baik di sektor formal. Afghanistan dan Guatemala. menjadi pemandangan yang lazim dan biasa diberitakan di media masa.Demikian juga di negara-negara yang dalam keadaan aman. Myanmar.United Nation Convention on the Right of the Child Menurut data yang dikeluarkan UNICEF tahun 1995. kekerasan anak (violation)dan penyiksaan (turtore) terhadap anak.

sosial dan budaya. 1.Konsekwensinya menurut Konvensi Hak Anak negara harus menjamin kelangsungan . Konvensi Hak-Hak Anak merupakan instrumen yang berisi rumusan prinsip-prinsip universal dan ketentuan norma hokum mengenai anak. kedua perlindungan anak oleh negara. sehingga anak kehilangan dunia anak-anaknya. Bandung. Hak terhadap kelangsungan hidup (survival rights) Hak kelangsungan hidup berupa hak-hak anak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak untuk memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaikbaiknya.mencapai prestasi seperti yang diinginkan orang tua. Hak-hak yang mereka miliki diabaikan begitu saja dengan perlakukan yang tidak manusiawi oleh pihak tertentu.Pada sisi lain sering dijumpai perilaku anak yang diketegorikan sebagai anak nakal atau melakukan pelanggaran hukum. Laporan UNICEF tahun 1995 dalam 1999. dengan kegiatan dan jadwal yang padat. pertama penegasan hak-hak anak. Konvensi Hak Anak merupakan sebuah perjanjian internasional mengenai hak asasi manusia yang memasukan masing-masing hak-hak sipil dan politik. Maret 2005: 78 ± 88 Instrumen Hukum Instrumen hukum yang mengatur perlindungan hak-hak anak diatur dalam Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak (Convention onThe Rights of The Child) th 19893 . ha-hak ekonomi. hal 1 80 Jurisprudence. dalam Perspektif Konvensi Hak Anak. No. Ketentuan hukum mengenai hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak dapat dikelompokan menjadi: 1. Dengan demikian Konvensi PBB tentang Hak Anak tersebut telah menjadi hokum Indonesia dan mengikat seluruh warga negara Indonesia. tanpa peduli bahwa perbuatannya telah melanggar hak-hak anak. PT Citra Aditya Bakti. 2. Vol. Secara garis besar Konvensi Hak Anak dapat dikategorikan sebagai berikut. Termasuk juga meminta anak menuruti kehendak pihak tertentu (produser) untuk menjadi penyayi atau bintang cilik. tapi tidak mendapat perlindungan hukum sebagaimana mestinya dalam proses hukum. dan kadang kala dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan diri sendiri. masyarakat dan swasta) dalam menjamin penghormatan terhadap hak-hak anak. telah diratifikasi oleh lebih 191negara. Aspek Hukum Perlindungan Anak. ketiga peran serta berbagai pihak (pemerintah. Indonesia sebagai anggota PBB telah meratifikasi dengan Kepres Nomor 36 th 1990.

(6) mengembangkan perawatan kesehatan pencegahan. bimbingan bagi orang tua. kelangsungan hidup dan perkembangan anak (Pasal 6). dan. (2) hak untuk memperoleh perlindungan dan memulihkan kembali aspek dasar jati diri anak (nama. (5) memperoleh imformasi dan akses pada pendidikan dan mendapat dukungan pada pengetahuan dasar tentang kesehatan dan gizi. (2) menyediakan pelayanan kesehatan yang diperlukan. (7) mengambil tindakan untuk menghilangkan praktik tradisional yang berprasangka buruk terhadap pelayanan kesehatan. dan hak anak untuk memperoleh perlindungan dari segala bentuk salah perlakuan (abuse) yang dilakukan orang tua atau orang lain yang bertangung jawab atas pengasuhan (Pasal 19). kewargnegaraan dn ikatan keluarga) (Pasal 8). (4) menyediakan pelayanan kesehatan sebelum dan sesudah melahirkan bagi ibu. negara berkewajiban untuk melaksanakan program-program (1) melaksanakan upaya penurunan angka kematian bayi dan anak. . dengan segala perlindungan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang (Pasal 21). pendidikan dan latihan khusus yang dirancang untuk membantu mereka demi mencapai tingkat kepercayaan diri yang tinggi (Pasal 23). (3) memberantas penyakit dan kekurangan gizi. Implementasinya dari Pasal 24. (6) hak-hak anak penyandang cacat (disabled) untuk memperoleh pengasuhan.Disamping itu negara berkewajiban untuk menjamin hak atas tarap kesehatan tertinggi yang bias dijangkau.anak yang kehilangan lingkungan keluarganya dan menjamin pengusahaan keluarga atau penempatan institusional yang sesuai dengan mempertimbangkan latar budaya anak (Pasal 20). dan melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan. serta penyuluhan keluarga berencana. (3) hak anak untuk hidup bersama (Pasal 9). hak anak akan kelangsungan hidup dapat berupa (1) hak anak untuk mendapatkan nama dan kewarganegaraan semenjak dilahirkan (Pasal 7).hak hidup. (4) hak untuk mmemperoleh perlindungan khusus bagi bagi anak. Terkait dengan itu.(Pasal 24). (5) adopsi anak hanya dibolehkan dan dilakukan demi kepentingan terbaik anak. khusuSnya perawatan kesehatan primer.

dan pornografi. (2) mendorong pengembangan macam-macam bentuk pendidikan dan mudah dijangkau oleh setiap anak. . (1) negara menjamin kewajiban pendidikan dasar dan menyediakan secara cuma-cuma. (2) perlindungan dari keterlibatan dalam pekerjaan yang mengancam kesehatan. spiritual. perlindungan dari upaya penganiayaan seksual. dan (2) hak anak dari kelompok masyarakat minoritas dan penduduk asli dalam kehidupan masyarakat negara. dan (4) mengambil langkah-langkah untuk mendorong kehadirannya secara teratur di sekolah dan pengurangan angka putus sekolah. dan (5) perlindungan dari proses hukum bagi anak yang didakwa atau diputus telah melakukan pelanggaran hukum. penyelundupan dan penculikan anak. moral dan sosial anak. (3) membuat imformasi dan bimbingan pendidikan dan ketrampIlan bagi anak. (4) perlindungan upaya penjualan. meliputi (1) perlindungan dari gangguan kehidupan pribadi. pendidikan dan perkembangan anak. Hak terhadap perlindungan (protection rights) Hak perlindungan yaitu perlindungan anak dari diskriminasi. termasuk (1) perlindungan anak penyandang cacat untuk memperoleh pendidikan. Perlindungan dari ekploitasi. tindak kekerasan dan keterlantaran bagi anak yang tidak mempunyai keluarga. Hak untuk Tumbuh Berkembang (development rights) Hak tumbuh berkembang meliputi segala bentuk pendidikan (formal maupun non formal) dan hak untuk mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik. Terkait dengan itu. mental. dan bagi anak pengungsi. Hak anak atas pendidikan diatur pada Pasal 28 Konvensi Hak Anak menyebutkan. juga meliputi (1) hak untuk memperoleh informasi. Hak perlindungan dari diskriminasi. 3. perwatan dan latihan khusus. prostitusi. 2. (3) perlindungan dari penyalahgunaan obat bius dan narkoba.(7) hak anak menikmati standar kehidupan yang memadai dan hak atas pendidikan (Pasal 27 dan 28).

. (3) hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya. pemerintah Indonesia telah melakukan pencabutan reservasi beberapa pasal. dan (4) hak untuk memperoleh imformasi yang layak dan terlindung dari imformasi yang tidak sehat. dan (8) hak untuk memperoleh pengembangan kesehatan dan fisik. menurut Syahmin AK4 adalah: (1) Merumuskan/menyatakan atau menguatkan kembaliaturan hukum internasional yang sudah ada.(2) hak untuk bermain dan rekreasi. sehingga pasal yang direservasi tinggal pasal yang mengatur masalah hak anak untuk mengakses imformasi (Pasal 17). Melalui ratifikasi tersebut pemerintah Indonesia melakukan reservasi. Konsekwensi dari suatu negara melakukan ratifikasi perjanjian internasional seperti Konvensi Hak Anak. (5) hak untuk mengembangkan kepribadian. (4) hak untuk kebebasan berpikir dan beragama. Anak yang dicabut kebebasannya harus memperoleh akses bantuan hukum. yakni penundaan pelaksanaan beberapa pasal Konvensi Hak Anak. (Absori) 83 4. (3) hak untuk berserikat menjalin hubungan untuk bergabung. Hak yang terkait dengan itu meliputi (1) hak untuk berpendapat dan memperoleh pertimbangan atas pendapatnya. (7) hak untuk didengar pendapatnya. Dalam perkembangannya pada tahun 1994. (6) hak untuk memperoleh identitas.. Implementasi di Indonesia Melalui Kepres Nomor 36 tahun 1990. (2) hak untuk mendapat dan mengetahui informasi serta untuk mengekpresikan.. Konvensi Hak Anak telah diratipikasi dan berlaku mengikat menjadi hukum Inodnesia. penangkapan dan penahanan anak harus sesuai dengan hukum yang ada. adopsi anak (Pasal 21). Perlindungan Hukum Hak-hak Anak dan Implementasiya. dan hak melawan keabsahan pencabutan kebebasan. yang digunakan hanya sebagai upaya terakhir. perlindungan anak dalam status pengungsi (Pasal 22). Terhadap anak yang melakukan perbuatan pidana. Hak untuk Berpartisipasi (participation rights) Hak untuk berpartisipasi yaitu hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak.

Melalui upaya harmonisasi hukum. pertama. tetapi perlu penyempurnaan atau pelaksanaan yang tepat. kedua. Sebagai negara yang telah melakukan ratifikasi Konvensi Hak Anak. yaitu: (1) Memeriksa dan menganalisis perundang-undang yang ada dan masih sedang dalam perencanaan/pembentukan. pemerintah Indonesia harus melakukan langkah-langkah harmonisasi hukum. di antaranya mengatur pencegahan pekerja anak dari upaya eksploitasi . peninjauan kembali hukum positif yang tidak sesuai dengan Konvensi Hak anak. khususnya yang berkaitan dengan perlindungan buruh anak di sektor industri formal. Indonesia berkewajiban untuk menjamin terlaksananya hakhak anak dengan menuangkan dalam sebuah produk perundangundangan. BPHN merekomendasikan. Instrumen hukum lain yang mengatur ketentuan hukum terkait dengan hak anak. (3) Mengusulkan langkah-langkah penyelerasan ketentuan konvensi hak anak dengan perundang-undangan lain. mengintroduksir hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak ke dalam perundang-undangan hukum nasional. (5) Memprioritaskan acara pembuatan undang-undang yang diperlukan untuk mengefektifkan pelaksanan Konvensi Hak Anak/ penyelerasaan dengan perundang-undangan Indonesia. (3) Membentuk kaidah-kaidah hukum internasional yang baru sama sekali yang belum ada sebelumnya. (4) Meninjau ulang bagian perundang-undangan yang masih berlaku. melakukan identifikasi kemungkinan perlunya penyusunan peraturanperundang-undangan. Untuk melindungi hak-hak anak yang bekerja telah diatur Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 01 tahun 1987. antara lain ketentuan hukum yang berkaitan dengan hak-hak dan perlindungan anak dengan mendsarkan pada Pasal 34 UUD 45 (lama) yang mengatur pakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara. (2) Meninjau ulang lembaga-lembaga yang berhubungan dengan pelaksanaan hak anak. Konsekwensinya menurut Erma Syafwan Syukrie5 . Ketentuan lain ditemukan dalam UU Nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak.(2) Mengubah/menyempurnakanataupun menghapus kaidah-kaidah hokuminternasional yang sudah ada. untuk mengatur tindakan-tindakanyang akan datang. dan ketiga.

moral dan intelektual. . Era Otonomi Daerah Pada era Otonomi Daerah. yang dimaksud anak adalah orang yang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah nikah. Salah satu isi pokok adalah melakukan penanggulangan pekerja anak. Sementara batas umur anak untuk dapat diajukan ke pengadilan ditetapkan antara 8-18 tahun. Terkait dengan itu juga diatur pada beberapa pasal KUHP yang masih dipakai yang mengatur masalah perlindungan hukum bagi anak yang melakukan tindak pidana. lembaga kemasyarakatan dan masyarakat. Menurut UU Nomor 3 tahun 1997. dan selanjutnya untuk dapat dipidana minimal berumur 12 tahun. mental. (3) Melakukan perbaikan pendapat keluarga agar anak tidak bekerja dan menciptakan suasana tumbuh kembang anak dengan wajar. pejabat politik. Terhadap penyanyi cilik. (2) Melakukan pemberian perlindungan yang sesuai bagi pekerja anak yang melakukan pekerjaan ringan. dengan cara melakukan penghapusan. (4) Melakukan sosilisasi program PPA kepada pejabat birokrasi. bintang film cilik Depnaker berusaha untuk mengatur jumlah kontrak yang diperbolehkan. Menurut Pasal 5 program penanggulangan pekerja anak meliputi: (1) Melakukan pelarangan dan penghapusan segala bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fisik. dalam rangka untuk menanggulangi dan melindungi pekerja anak. pengurangan dan perlindungan pekerja anak yang berusia di bawah 15 tahun agar terhindar dari pengaruh buruk pekerjaan berat dan berbahaya.anak. 46 dan 47 KUHP. Untuk menangani penyelesiaan hukum bagi anak yang terlibat perkara hukum dikeluarkan peradilan yang diatur dalam UU Nomor 3 tahun 1997 tentang Peradilan Anak. Pemerintah Daerah berkewajiban untuk melakukan langkahlangkah pengaturan lebih lanjut dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan pekerja anak. telah dikeluarkan Kepmen Dagri dan Otda Nomor 5 tahun 2001 tentang Penanggulangan Pekerja Anak (PPA). seperti Pasal 45.

Pembiayaan kegiatan penanggulangan pekerja anak bisa dilakukan oleh masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan anak. Dalam perkembangannya UU Perlindungan anak yang sudah ditandatangani tampaknya masih terdapat masalah. (5) pengangkatan anak. APBD. bantuan luar negeri dan sumber-sumber lain yang syah dan tidak mengikat. Sebagai langkah untuk memberikan perlindungan hak anak secara menyeluruh. karena dianggap tidak sesuai dengan Konvensi Hak Anak dan Konvensi Internasional Labour Organisation (ILO) Nomor 182 yang telah diratifikasi dengan UU Nomor 1 Tahun 2000. penghargaan terhadap pendapat anak. kepentingan bagi anak. anak dari korban eksploitasi ekonomi dan seksual. sehingga pengundangannya masih belum ada kejelasan. Beberapa persoalan yang masih menjadi masalah seperti Pasal 37 ayat (3) yakni masalah agama antara orang tua asuh dan anak yang akan diasuh. sedang diupayakan bentuk legitimasi melalui pembuatan UU Perlindungan Anak. seperti Koalisi Perlindungan Anak (KPA) menolak UU Perlindungan Anak. (2) memberikan pendidikan nonformal. kelangsungan dan perkembangan. dan (7) ketentuan pidana anak. . anak dari kelompok minoritas. dan orang tua terhadap anak.Pada saat sekarang UU Perlindungan Anak sudah ditandatangani oleh pemerintah dan DPR dan tinggal menunggu diundangkan. anak yang menjadi pengungsi dan anak dalam situasi konflik bersenjata. juga diatur persoalan anak yang sedang berhadapan dengan hukum. masyarakat. Dalam UU Perlindungan anak tersebut. (6)perlindungan anak dalam bidang kesehatan. anak korban kerusuhan. dan (3) mengadakan pelatihan keterampilan bagi anak.Program yang bersifat khusus dalam penanggulangan pekerja anak meliputi: (1) mengajak kembali pekerja anak yang putus sekolah ke bangku sekolah dengan memberikan bantuan beasiswa. pendidikan. keluarga. pemerintah. APBN. (4) kuasa asuh. anak yang diperdagangkan. dan sosial. perlindungan anak yang dilakukan berdasarkan prinsip nondiskriminasi. agama. Di samping itu pada saat bersamaan terdapat ganjalan dari sekelompok masyarakat. Beberapa materi yang diatur dalam UU Perlindungan Anak antara lain (1) masalah pemenuhan hak anak dan kewajibannya. (3) perwalian anak. hak untuk hidup. (2) tangung jawab negara.

baik organisasi keagamaan. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. . Namun upaya yang dilakukan selama ini belum maksimal. maka peran masyarakat menjadi amat penting untuk turut berpartisipasi. LSM. baik pemerintah.Penutup Melihat perhatian masyarakat yang begitu luas. Selama ini pemerintah dianggap belum mampu untuk melaksanakan ketentuan perlindungan hak anak. karena itu mereka bertekad untuk dapat menggolkan UU perlindungan pada tahun 2002 agar berbagai persoalan yang menyangkut perlindungan anak di Indonesia dapat diatasi dengan segera. diharapkan akan terdapat instrumen hukum yang berfungsi sebagai perekayasa perlindungan anak di Indonesia. Dengan adanya UU Perlindungan Anak. kalangan pemerintah dan DPR berkeyakinan bahwa masukan ataupun kritik masyarakat di satu sisi mempunyai nilai positif untuk perbaikan dalam rangka kesempurnaan UU Perlindungan Anak. tetapi yang lebih penting bagaimana undang-undnag bisa dijalankan dengan langkahlangkah kongkrit oleh seluruh komponen masyarakat. yakni para pihak yang mempunyai kepedualian masa depan anak. Ormas dan lembaga lain yang mempunyai kepedulian terhadap perlindungan hak-hak anak. rata-rata baru terbatas program yang sifatnya sektoral dan belum menyentuh hal yang mendasar yang berkaitan dengan perlindungan hak anak. yayasan atau LSM. Format ke depan yang menyangkut fungsi undang-undang sebagai instrumen social engenering akan segera bisa dilakukan Harapan kita tidak hanya terbatas berhenti pada pembentukan sebuah produk undangundang.

c. f. memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. d.Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya. g. b. b. c. potensi. bahwa anak adalah tunas. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut pada huruf a. dan f perlu ditetapkan Undang-undang tentang Perlindungan Anak. maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. e. yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. bahwa berbagai undang-undang hanya mengatur hal-hal tertentu mengenai anak dan secara khusus belum mengatur keseluruhan aspek yang berkaitan dengan perlindungan anak. bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. mental maupun sosial. bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut. d. dan berakhlak mulia. dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiap-tiap warga negaranya. e. baik fisik. Mengingat : . termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi manusia. perlu dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hakhaknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi.

6.Undang-undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengesahan ILO Convention No. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886).Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang Pengesahan ILO Convention No. 2.1. 3. 138 Concerning Minimum Age for Admission to Employment (Konvensi ILO mengenai Usia Minimum untuk Diperbolehkan Bekerja) (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 56. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3668). 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3670). Pasal 21. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3277).Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of all Forms of Discrimination Against Women) (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 29. 182 mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak) (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 30.Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 9. 182 Concerning The Prohibition and Immediate Action for The Elimination of The Worst Forms of Child Labour (Konvensi ILO No. 7. Dengan persetujuan : . dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 8. Pasal 20. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3143). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3941). Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak (Lembaran Negara Tahun 1979 Nomor 32. Pasal 20A ayat (1).Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 3. Pasal 28B ayat (2). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3835).

Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hakhaknya agar dapat hidup. maupun sosial. Anak yang menyandang cacat adalah anak yang mengalami hambatan fisik dan/atau mental sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar. Wali adalah orang atau badan yang dalam kenyataannya menjalankan kekuasaan asuh sebagai orang tua terhadap anak. atau suami istri dan anaknya. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. termasuk anak yang masih dalam kandungan. 2. mental. 5. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri. Anak yang memiliki keunggulan adalah anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa. Anak terlantar adalah anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar. atau ibu dan anaknya. wali yang sah.DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga. atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan. baik fisik. tumbuh. 3. pendidikan. 8. dan membesarkan anak tersebut. atau ayah dan anaknya. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. 4. atau ayah dan/atau ibu tiri. atau memiliki potensi dan/atau bakat istimewa. spiritual. dan berpartisipasi. 6. ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan . 9. 7. berkembang. Orang tua adalah ayah dan/atau ibu kandung. atau ayah dan/atau ibu angkat. Anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1.

bakat. keluarga. anak yang menyandang cacat. anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. dan menumbuhkembangkan anak sesuai dengan agama yang dianutnya dan kemampuan. kelompok. Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin. masyarakat. anak korban penculikan. 11. dan negara. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 2 Penyelenggaraan perlindungan anak berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak meliputi : a. psikotropika. pemerintah. untuk diberikan bimbingan. penjualan. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. keluarga. Anak asuh adalah anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga. dan organisasi sosial dan/atau organisasi kemasyarakatan. karena orang tuanya atau salah satu orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajar. anak yang berhadapan dengan hukum. Masyarakat adalah perseorangan. Perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat. melindungi. Pendamping adalah pekerja sosial yang mempunyai kompetensi profesional dalam bidangnya. Pemerintah adalah Pemerintah yang meliputi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. pemeliharaan. dan kesehatan. 17. Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. membina. dilindungi.putusan atau penetapan pengadilan. dan dipenuhi oleh orang tua. dan zat adiktif lainnya (napza). 14. anak yang diperdagangkan. pendidikan. mendidik. serta minatnya. 10. memelihara. anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental. 12. 16. Kuasa asuh adalah kekuasaan orang tua untuk mengasuh. . non diskriminasi. 15. dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran. 13. perawatan. alkohol. perdagangan.

Pasal 3 Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup. berkembang. Pasal 9 . hak untuk hidup. dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya. demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas. penghargaan terhadap pendapat anak. dan sejahtera. dan sosial. kelangsungan hidup. c. tumbuh. dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. berakhlak mulia. dibesarkan. mental. dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. dalam bimbingan orang tua. dan perkembangan. Pasal 5 Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.b. berpikir. (2) Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak. BAB III HAK DAN KEWAJIBAN ANAK Pasal 4 Setiap anak berhak untuk dapat hidup. berkembang. tumbuh. kepentingan yang terbaik bagi anak. Pasal 7 (1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya. serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. spiritual. Pasal 6 Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya. dan d. Pasal 8 Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik. atau anak dalam keadaan terlantar maka anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak asuh atau anak angkat oleh orang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. dan f. Pasal 13 (1) Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua. e. dan berkreasi sesuai dengan minat. baik ekonomi maupun seksual. b. sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus. berekreasi. bermain. atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan. eksploitasi. mencari. khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa. wali atau pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). wali. kekejaman. ketidakadilan. bantuan sosial. (2) Dalam hal orang tua. dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan. berhak mendapat perlindungan dari perlakuan: a. dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri. d. penelantaran. c. perlakuan salah lainnya. diskriminasi. maka pelaku dikenakan pemberatan hukuman. . bakat. bergaul dengan anak yang sebaya. Pasal 11 SEtiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang. kekerasan. menerima. Pasal 10 Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya. Pasal 12 Seiap anak yang menyandang cacat berhak memperoleh rehabilitasi. dan penganiayaan. (2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial.

pelibatan dalam peperangan. b. dan e. penyiksaan. penahanan. pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan. d. dan c. mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatannya dipisahkan dari orang dewasa. pelibatan dalam kerusuhan sosial. Pasal 17 (1) Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak untuk : a. kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir. b. atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi. (2) Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan . (3) Penangkapan. memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya hukum yang berlaku. penyalahgunaan dalam kegiatan politik. atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. c. Pasal 16 (1) Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan.Pasal 14 Setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri. Pasal 15 Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari : a. pelibatan dalam sengketa bersenjata. membela diri dan memperoleh keadilan di depan pengadilan anak yang objektif dan tidak memihak dalam sidang tertutup untuk umum. (2) Setiap anak berhak untuk memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum.

bangsa. ras. masyarakat. mencintai keluarga. Pasal 23 . Pasal 19 Setiap anak berkewajiban untuk : a. etnik. golongan. dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. mencintai tanah air. jenis kelamin. dan guru. menghormati orang tua. Bagian Kedua Kewajiban dan Tanggung JawabNegara dan Pemerintah Pasal 21 Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku. dan menyayangi teman. budaya dan bahasa. BAB IV KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB Bagian Kesatu Umum Pasal 20 Negara. agama. dan negara. pemerintah. melaksanakan etika dan akhlak yang mulia. menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya.dengan hukum berhak dirahasiakan. Pasal 22 Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak. urutan kelahiran anak. dan kondisi fisik dan/atau mental. c. status hukum anak. dan e. b. Pasal 18 Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya. keluarga. wali. masyarakat. d.

atau tidak diketahui keberadaannya. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Keluarga dan Orang Tua Pasal 26 (1) Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk : a. wali. dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua. mengasuh. (2) Dalam hal orang tua tidak ada. BAB V KEDUDUKAN ANAK . dan melindungi anak. yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak. maka kewajiban dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat beralih kepada keluarga. mendidik. bakat.(1) Negara dan pemerintah menjamin perlindungan. menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan. Pasal 24 Negara dan pemerintah menjamin anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak. dan c. (2) Negara dan pemerintah mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak. tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya. pemeliharaan. b. Bagian Ketiga Kewajiban dan Tanggung Jawab Masyarakat Pasal 25 Kewajiban dan tanggung jawab masyarakat terhadap perlindungan anak dilaksanakan melalui kegiatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak. memelihara. dan minatnya. atau karena suatu sebab. atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak.

anak berhak untuk memilih atau berdasarkan putusan pengadilan. (3) Pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dikenai biaya. (2) Pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus diberikan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diajukannya permohonan. pembuatan akta kelahiran untuk anak tersebut didasarkan pada keterangan orang yang menemukannya. dan orang tuanya tidak diketahui keberadaannya. Pasal 28 (1) Pembuatan akta kelahiran menjadi tanggung jawab pemerintah yang dalam pelaksanaannya diselenggarakan serendah-rendahnya pada tingkat kelurahan/desa. (4) Dalam hal anak yang proses kelahirannya tidak diketahui. diatur dengan peraturan perundang-undangan. (2) Identitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dituangkan dalam akta kelahiran. anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut berhak memperoleh kewarganegaraan dari ayah atau ibunya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Dalam hal terjadi perceraian dari perkawinan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Bagian Kesatu Identitas Anak Pasal 27 (1) Identitas diri setiap anak harus diberikan sejak kelahirannya. (4) Ketentuan mengenai tata cara dan syarat-syarat pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). berada dalam pengasuhan salah satu dari kedua orang tuanya. (3) Pembuatan akta kelahiran didasarkan pada surat keterangan dari orang yang menyaksikan dan/atau membantu proses kelahiran. Bagian Kedua Anak yang Dilahirkan dari Perkawinan Campuran Pasal 29 (1) Jika terjadi perkawinan campuran antara warga negara Republik Indonesia dan warga negara asing. .

Pasal 31 (1) Salah satu orang tua. atau keluarga sampai derajat ketiga. demi kepentingan terbaik anak atau atas permohonan ibunya. terhadapnya dapat dilakukan tindakan pengawasan atau kuasa asuh orang tua dapat dicabut. (4) Perseorangan yang melaksanakan pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) harus seagama dengan agama yang dianut anak yang akan diasuhnya. pemerintah berkewajiban mengurus status kewarganegaraan Republik Indonesia bagi anak tersebut. sedangkan anak belum mampu menentukan pilihan dan ibunya berkewarganegaraan Republik Indonesia. saudara kandung. tidak memutuskan hubungan darah antara anak dan orang tua kandungnya. atau keluarga sampai dengan derajat ketiga. (2) Tindakan pengawasan terhadap orang tua atau pencabutan kuasa asuh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan pengadilan. . maka pencabutan kuasa asuh orang tua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat juga diajukan oleh pejabat yang berwenang atau lembaga lain yang mempunyai kewenangan untuk itu. BAB VI KUASA ASUH Pasal 30 (1) Dalam hal orang tua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26.(3) Dalam hal terjadi perceraian sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). (3) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat menunjuk orang perseorangan atau lembaga pemerintah/masyarakat untuk menjadi wali bagi yang bersangkutan. saudara kandung. Pasal 32 Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) sekurang-kurangnya memuat ketentuan : a. tidak dapat melaksanakan fungsinya. dapat mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan pengadilan tentang pencabutan kuasa asuh orang tua atau melakukan tindakan pengawasan apabila terdapat alasan yang kuat untuk itu. melalaikan kewajibannya. (2) Apabila salah satu orang tua.

(5) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penunjukan wali sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. tidak menghilangkan kewajiban orang tuanya untuk membiayai hidup anaknya. (2) Untuk menjadi wali anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan pengadilan. atau tidak diketahui tempat tinggal atau keberadaannya. batas waktu pencabutan.b. Pasal 34 Wali yang ditunjuk berdasarkan penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. (3) Pengurusan harta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) harus mendapat . dan c. maka seseorang atau badan hukum yang memenuhi persyaratan dapat ditunjuk sebagai wali dari anak yang bersangkutan. baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak. (3) Wali yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) agamanya harus sama dengan agama yang dianut anak. BAB VII PERWALIAN Pasal 33 (1) Dalam hal orang tua anak tidak cakap melakukan perbuatan hukum. wali sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) wajib mengelola harta milik anak yang bersangkutan. dapat mewakili anak untuk melakukan perbuatan hukum. maka harta kekayaan anak tersebut dapat diurus oleh Balai Harta Peninggalan atau lembaga lain yang mempunyai kewenangan untuk itu. (4) Untuk kepentingan anak. Pasal 35 (1) Dalam hal anak belum mendapat penetapan pengadilan mengenai wali. (2) Balai Harta Peninggalan atau lembaga lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertindak sebagai wali pengawas untuk mewakili kepentingan anak.

ditunjuk orang lain sebagai wali melalui penetapan pengadilan.penetapan Pasal 36 (1) Dalam hal wali yang ditunjuk ternyata di kemudian hari tidak cakap melakukan perbuatan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya sebagai wali. agama. (5) Pengasuhan anak oleh lembaga dapat dilakukan di dalam atau di luar Panti Sosial. budaya dan bahasa. etnik. . jenis kelamin. urutan kelahiran anak. anak yang diasuh harus yang seagama dengan agama yang menjadi landasan lembaga yang bersangkutan. (2) Dalam hal wali meninggal dunia. dan ayat (5). maupun sosial. golongan. status hukum anak. ras. (4) Dalam hal pengasuhan anak dilakukan oleh lembaga yang tidak berlandaskan agama. maka pelaksanaan pengasuhan anak harus memperhatikan agama yang dianut anak yang bersangkutan. baik fisik. (6) Perseorangan yang ingin berpartisipasi dapat melalui lembaga-lembaga sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). mental. BAB VIII PENGASUHAN DAN PENGANGKATAN ANAK Bagian Kesatu Pengasuhan Anak Pasal 37 (1) Pengasuhan anak ditujukan kepada anak yang orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anaknya secara wajar. maka status perwaliannya dicabut dan ditunjuk orang lain sebagai wali melalui penetapan pengadilan. dilaksanakan tanpa membedakan suku. Pasal 38 (1) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. dan kondisi fisik dan/atau mental. ayat (4). spiritual. (3) Dalam hal lembaga sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berlandaskan agama. (2) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu.

(2) Pemberitahuan asal usul dan orang tua kandungnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan kesiapan anak yang bersangkutan. mental. dan pendidikan secara berkesinambungan. (3) Calon orang tua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat. perawatan.(2) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diselenggarakan melalui kegiatan bimbingan. untuk menjamin tumbuh kembang anak secara optimal. tidak memutuskan hubungan darah antara anak yang diangkat dan orang tua kandungnya. (2) Ketentuan mengenai bimbingan dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. tanpa mempengaruhi agama yang dianut anak. maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat. spiritual maupun sosial. Pasal 40 (1) Orang tua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan orang tua kandungnya. (4) Pengangkatan anak oleh warga negara asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. . (5) Dalam hal asal usul anak tidak diketahui. Pasal 41 (1) Pemerintah dan masyarakat melakukan bimbingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pengangkatan anak. (2) Pengangkatan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). pemeliharaan. Bagian Kedua Pengangkatan Anak Pasal 39 (1) Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta dengan memberikan bantuan biaya dan/atau fasilitas lain. baik fisik.

wali. (2) Penyediaan fasilitas dan penyelenggaraan upaya kesehatan secara komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didukung oleh peran serta masyarakat. (2) Perlindungan anak dalam memeluk agamanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi pembinaan. pembimbingan. agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan. preventif. Pasal 43 (1) Negara. pemerintah. dan lembaga sosial menjamin perlindungan anak dalam memeluk agamanya. keluarga. orang tua. dan rehabilitatif. Bagian Kedua Kesehatan Pasal 44 (1) Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyeleng-garakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak. kuratif. dan pengamalan ajaran agama bagi anak. agama yang dipeluk anak mengikuti agama orang tuanya. (4) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diselenggarakan .BAB IX PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN Bagian Kesatu Agama Pasal 42 (1) Setiap anak mendapat perlindungan untuk beribadah menurut agamanya. masyarakat. (3) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi upaya promotif. baik untuk pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. (2) Sebelum anak dapat menentukan pilihannya.

secara cuma-cuma bagi keluarga yang tidak mampu. b. penelitian kesehatan yang menggunakan anak sebagai objek penelitian tanpa seizin orang tua dan tidak mengutamakan kepentingan yang terbaik bagi anak. (3) Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). pemerintah. (2) Dalam hal orang tua dan keluarga yang tidak mampu melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan orang tua wajib melindungi anak dari upaya transplantasi organ tubuhnya untuk pihak lain (2) Negara. pemerintah. maka pemerintah wajib memenuhinya. dan c. pemerintah. dan ayat (4) disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 46 Negara. Pasal 45 (1) Orang tua dan keluarga bertanggung jawab menjaga kesehatan anak dan merawat anak sejak dalam kandungan. dan orang tua wajib melindungi anak dari perbuatan : a. Pasal 47 (1) Negara. keluarga. (5) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Bagian Ketiga Pendidikan Pasal 48 Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun untuk semua anak. dan orang tua wajib mengusahakan agar anak yang lahir terhindar dari penyakit yang mengancam kelangsungan hidup dan/atau menimbulkan kecacatan. keluarga. ayat (3). keluarga. . pengambilan organ tubuh anak dan/atau jaringan tubuh anak tanpa memperhatikan kesehatan anak. pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. jual beli organ dan/atau jaringan tubuh anak. ayat (2).

nilai-nilai nasional di mana anak bertempat tinggal. (2) Pertanggungjawaban pemerintah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) termasuk pula mendorong masyarakat untuk berperan aktif. Pasal 54 Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru. Pasal 51 Anak yang menyandang cacat fisik dan/atau mental diberikan kesempatan yang sama dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa. atau lembaga pendidikan lainnya. identitas budaya. Pasal 53 (1) Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan dan/atau bantuan cumacuma atau pelayanan khusus bagi anak dari keluarga kurang mampu. dan peradaban-peradaban yang berbeda-beda dari peradaban sendiri. pengembangan penghormatan atas hak asasi manusia dan kebebasan asasi. pengembangan rasa hormat terhadap orang tua. pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan. dari mana anak berasal.Pasal 49 Negara. anak terlantar. persiapan anak untuk kehidupan yang bertanggung jawab. dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan. bahasa dan nilai-nilainya sendiri. b. pemerintah. Pasal 52 Anak yang memiliki keunggulan diberikan kesempatan dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan khusus. keluarga. d. kemampuan mental dan fisik sampai mencapai potensi mereka yang optimal. c. Pasal 50 Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 diarahkan pada : a. pengembangan sikap dan kemampuan kepribadian anak. pengembangan rasa hormat dan cinta terhadap lingkungan hidup. . dan anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil. dan e. bakat.

sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). pengawasannya dilakukan oleh Menteri Sosial. c. berkreasi. b. (2) Upaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikembangkan dan disesuaikan dengan usia. Pasal 57 Dalam hal anak terlantar karena suatu sebab orang tuanya melalaikan kewajibannya. keluarga. bebas menyatakan pendapat dan berpikir sesuai dengan hati nurani dan agamanya. maka lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. berpartisipasi. baik dalam lembaga maupun di luar lembaga. dan lingkungannya agar tidak menghambat dan mengganggu perkembangan anak. (4) Dalam hal penyelenggaraan pemeliharaan dan perawatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). dan f. memperoleh sarana bermain yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan.Bagian Keempat Sosial Pasal 55 (1) Pemerintah wajib menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar. Pasal 56 (1) Pemerintah dalam menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan wajib mengupayakan dan membantu anak. dapat mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait. dan berkarya seni budaya. e. tingkat kemampuan anak. atau pejabat yang berwenang dapat . d. agar anak dapat : a. bermain. bebas beristirahat. (2) Penyelenggaraan pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh lembaga masyarakat. bebas menerima informasi lisan atau tertulis sesuai dengan tahapan usia dan perkembangan anak. (3) Untuk menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar. lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat. bebas berserikat dan berkumpul. berekreasi.

anak yang menjadi pengungsi. dan perawatan anak terlantar yang bersangkutan. (2) Pemerintah atau lembaga yang diberi wewenang wajib menyediakan tempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Bagian Kelima Perlindungan Khusus Pasal 59 Pemerintah dan lembaga negara lainnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak dalam situasi darurat. anak dalam situasi konflik bersenjata. anak tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. dan zat adiktif lainnya (napza). b. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. anak korban bencana alam. alkohol. psikotropika. anak korban penculikan. dan d. pemeliharaan. anak yang berhadapan dengan hukum. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. anak yang diperdagangkan. anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental. dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran. .mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menetapkan anak sebagai anak terlantar. Pasal 58 (1) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 sekaligus menetapkan tempat penampungan. Pasal 60 Anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 terdiri atas : a. anak korban kerusuhan. penjualan dan perdagangan. c. Pasal 61 Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi pengungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum humaniter. anak yang menyandang cacat.

pendidikan. belajar dan berekreasi. e. pemukiman. dan b. korban bencana. pemenuhan kebutuhan dasar yang terdiri atas pangan. pemantauan dan pencatatan terus menerus terhadap perkembangan anak yang berhadapan dengan hukum. f. dan anak dalam situasi konflik bersenjata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. c. kesehatan. pemenuhan kebutuhan khusus bagi anak yang menyandang cacat dan anak yang mengalami gangguan psikososial. penyediaan petugas pendamping khusus anak sejak dini. Pasal 63 Setiap orang dilarang merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan/atau lainnya dan membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa. Pasal 64 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 meliputi anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban tindak pidana. dilaksanakan melalui : a. b. dan g.Pasal 62 Perlindungan khusus bagi anak korban kerusuhan. (3) Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui : . d. perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari labelisasi. dan huruf d. dan persamaan perlakuan. jaminan keamanan. perlakuan atas anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak-hak anak. (2) Perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan melalui : a. sandang. huruf c. penjatuhan sanksi yang tepat untuk kepentingan yang terbaik bagi anak. merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. pemberian jaminan untuk mempertahankan hubungan dengan orang tua atau keluarga. penyediaan sarana dan prasarana khusus.

mengakui dan melaksanakan ajaran agamanya sendiri. Pasal 65 (1) Perlindungan khusus bagi anak dari kelompok minoritas dan terisolasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui penyediaan prasarana dan sarana untuk dapat menikmati budayanya sendiri. pemberian aksesibilitas untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara. pemberian jaminan keselamatan bagi saksi korban dan saksi ahli. baik fisik. serikat pekerja. penyebarluasan dan/atau sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. lembaga swadaya masyarakat. Pasal 66 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. dan d. (3) Setiap orang dilarang menempatkan. (2) Setiap orang dilarang menghalang-halangi anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) untuk menikmati budayanya sendiri. upaya perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari labelisasi. mengakui dan melaksanakan ajaran agamanya. b.a. melakukan. dan c. dan pemberian sanksi. pemantauan. c. perusahaan. dan masyarakat dalam penghapusan eksploitasi terhadap anak secara ekonomi dan/atau seksual. . b. dan menggunakan bahasanya sendiri tanpa mengabaikan akses pembangunan masyarakat dan budaya. membiarkan. menyuruh melakukan. atau turut serta melakukan eksploitasi terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). upaya rehabilitasi. mental. pelaporan. dan menggunakan bahasanya sendiri. pelibatan berbagai instansi pemerintah. (2) Perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui : a. baik dalam lembaga maupun di luar lembaga. maupun sosial.

dan pemberian sanksi. penjualan. penyebarluasan dan sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang melindungi anak korban tindak kekerasan. . menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan. perlindungan.Pasal 67 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. pemantauan. pencegahan. dan terlibat dalam produksi dan distribusinya. Pasal 70 (1) Perlindungan khusus bagi anak yang menyandang cacat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui upaya : a. Pasal 69 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 meliputi kekerasan fisik. produksi dan distribusi napza sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). pelaporan. dan seksual dilakukan melalui upaya : a. membiarkan. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. menyuruh melakukan. membiarkan. melakukan. melibatkan. dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. menyuruh melakukan. atau turut serta melakukan penculikan. Pasal 68 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban penculikan. atau perdagangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Setiap orang dilarang dengan sengaja menempatkan. melakukan. perawatan. dan perdagangan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui upaya pengawasan. perawatan. penjualan. dilakukan melalui upaya pengawasan. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. psikis. atau turut serta melakukan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan b. dan zat adiktif lainnya (napza) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. psikotropika. pencegahan. perlakuan anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak anak. alkohol. membiarkan.

dan penelantaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). membiarkan. dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat. Pasal 73 Peran masyarakat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. lembaga keagamaan. (2) Setiap orang dilarang memperlakukan anak dengan mengabaikan pandangan mereka secara diskriminatif. dan c. menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah. dan media massa. pemenuhan kebutuhan-kebutuhan khusus. BAB XI KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Pasal 74 . Pasal 71 (1) Perlindungan khusus bagi anak korban perlakuan salah dan penelantaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui pengawasan. lembaga perlindungan anak. termasuk labelisasi dan penyetaraan dalam pendidikan bagi anak-anak yang menyandang cacat. lembaga sosial kemasyarakatan.b. (2) Setiap orang dilarang menempatkan. BAB X PERAN MASYARAKAT Pasal 72 (1) Masyarakat berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berperan dalam perlindungan anak. lembaga swadaya masyarakat. memperoleh perlakuan yang sama dengan anak lainnya untuk mencapai integrasi sosial sepenuh mungkin dan pengembangan individu. perawatan. melibatkan. badan usaha. (2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh orang perseorangan. pencegahan. lembaga pendidikan.

2 (dua) orang wakil ketua. memberikan laporan. lembaga swadaya masyarakat. melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak. masukan. dan 5 (lima) orang anggota. saran. organisasi sosial. baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya. 1 (satu) orang sekretaris. Pasal 75 (1) Keanggotaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia terdiri dari 1 (satu) orang ketua. dan pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak. dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. melakukan penelaahan. pemantauan. (3) Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. dunia usaha. dan pertimbangan kepada Presiden dalam rangka perlindungan anak. diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian. tokoh masyarakat. organisasi kemasyarakatan. (2) Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri dari unsur pemerintah. tokoh agama.Dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak. Pasal 76 Komisi Perlindungan Anak Indonesia bertugas : a. dan pembiayaan ditetapkan dengan Keputusan Presiden. dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak. atau . BAB XII KETENTUAN PIDANA Pasal 77 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan : a. dengan undangundang ini dibentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang bersifat independen. untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun. organisasi profesi. evaluasi. mekanisme kerja. mengumpulkan data dan informasi. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kelengkapan organisasi. b. menerima pengaduan masyarakat.

padahal anak tersebut memerlukan pertolongan dan harus dibantu.b. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000. anak yang diperdagangkan.000. maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. Pasal 80 (1) Setiap orang yang melakukan kekejaman. maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100. ayat (2).00 (seratus juta rupiah). anak korban perdagangan.00 (tujuh puluh dua juta rupiah). kekerasan atau ancaman kekerasan.000. atau anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59.00 (seratus juta rupiah). mental.000. (3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mati. alkohol.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72. . anak korban penculikan.000. anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. atau penganiayaan terhadap anak. psikotropika.000. dan ayat (4). (2) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) luka berat. Pasal 78 Setiap orang yang mengetahui dan sengaja membiarkan anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60. baik fisik. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.00 (dua ratus juta rupiah).000.000. penelantaran terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami sakit atau penderitaan. c.000. anak yang berhadapan dengan hukum. anak dari kelompok minoritas dan terisolasi. maupun sosial.00 (seratus juta rupiah). dan zat adiktif lainnya (napza).00 (seratus juta rupiah). anak yang tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. Pasal 79 Setiap orang yang melakukan pengangkatan anak yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1).

.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. ayat (2). Pasal 82 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan.000. Pasal 81 (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. (2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat. melakukan tipu muslihat.000.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000. Pasal 83 Setiap orang yang memperdagangkan.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000.00 (dua ratus juta rupiah).000. serangkaian kebohongan.00 (enam puluh juta rupiah). menjual. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300. Pasal 84 Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh anak untuk pihak lain dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.00 (enam puluh juta rupiah).000. serangkaian kebohongan.000.000. memaksa. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.000. atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual. dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya.000.00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.(4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.00 (enam puluh juta rupiah).

padahal diketahui atau patut diduga bahwa anak tersebut belum berakal dan belum bertanggung jawab sesuai dengan agama yang dianutnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000. Pasal 87 Setiap orang yang secara melawan hukum merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 atau penyalahgunaan dalam kegiatan politik atau pelibatan dalam sengketa bersenjata atau pelibatan dalam kerusuhan sosial atau pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan atau pelibatan dalam peperangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.Pasal 85 (1) Setiap orang yang melakukan jual beli organ tubuh dan/atau jaringan tubuh anak dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 300.00 (dua ratus juta rupiah).000.00 (dua ratus juta rupiah).000. .000.00 (tiga ratus juta rupiah) (2) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan pengambilan organ tubuh dan/atau jaringan tubuh anak tanpa memperhatikan kesehatan anak.00 (seratus juta rupiah). atau penelitian kesehatan yang menggunakan anak sebagai objek penelitian tanpa seizin orang tua atau tidak mengutamakan kepentingan yang terbaik bagi anak.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200. dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.00 (seratus juta rupiah).000. Pasal 88 Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. atau membujuk anak untuk memilih agama lain bukan atas kemauannya sendiri.000.000.000. rangkaian kebohongan. Pasal 86 Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan tipu muslihat.

Pasal 84. Pasal 90 (1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. melibatkan.000.000.00 (lima puluh juta rupiah). (2) Pidana yang dijatuhkan kepada korporasi hanya pidana denda dengan ketentuan pidana denda yang dijatuhkan ditambah 1/3 (sepertiga) pidana denda masing-masing sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).000. Pasal 85. BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 92 . Pasal 79.00 (dua ratus juta rupiah) dan denda paling sedikit Rp 20. Pasal 83.000.00 (dua puluh juta rupiah). Pasal 87. Pasal 81. Pasal 78.000. semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak yang sudah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini. melibatkan. Pasal 82.000. membiarkan. produksi. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 91 Pada saat berlakunya undang-undang ini. (2) Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan.000. membiarkan. Pasal 88. menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan. Pasal 80.000. Pasal 86. atau distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan paling singkat 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 200. produksi atau distribusi narkotika dan/atau psikotropika dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 500. maka pidana dapat dijatuhkan kepada pengurus dan/atau korporasinya. dan Pasal 89 dilakukan oleh korporasi.Pasal 89 (1) Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan. menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan.00 (lima ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 50.

Pada saat berlakunya undang-undang ini. Komisi Perlindungan Anak Indonesia sudah terbentuk. dan agama bila memungkinkan. budaya bahasa. CRC menjelaskan bahwa hak-hak anak termasuk hak untuk: ‡ dilindungi dari semua jenis bahaya. di mana-mana. ‡ tumbuh dalam keluarga mereka sendiri. Majelis Umum PBB berjanji hal-hal tertentu untuk anak-anak ketika itu secara formal mengadopsi Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak (juga dikenal sebagai CRC). ‡ diberikan dengan hal-hal yang mereka butuhkan untuk bertahan dan berkembang. Pasal 93 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya. THE ROAD TO THE 2002 UN SPECIAL SESSION ON CHILDREN: HOW DID WE GET HERE? 1. ‡ ambil bagian dalam komunitas dan kehidupan politik. 2. paling lama 1 (satu) tahun.Dunia 1990 Summit pada Anak . sepanjang waktu. CRC menyediakan kerangka kerja bagi promosi dan perlindungan hak asasi manusia dasar bagi semua anak.Konvensi PBB tentang Hak-hak Anak Tanggal 20 November 1989.

Mereka membuat 27 janji-janji untuk anak-anak yang mengatakan bahwa mereka akan capai pada tahun 2000 dan yang mereka lakukan dalam dokumen yang disebut "Deklarasi Dunia tentang Survival. Program ini juga menjelaskan bagaimana pemerintah akan mengumpulkan informasi dan memantau hal yang berbeda yang mempengaruhi kesejahteraan anak-anak. Review Mid Dekade TINJAUAN PROSES š ADALAH SEPERTI 'KARTU LAPORAN UNTUK PEMERINTAH Pada bulan Februari 1996 negara-negara diminta untuk menyerahkan laporan tentang kemajuan . Protection and Development of Children and Plan of Action) 3. (A National Programme of Action )Program Aksi ini menjelaskan bagaimana pemerintah akan mencapai tujuan dan janji-janji mereka telah dibuat. Koleksi dan pemantauan akan membantu mereka untuk membangun dan mengembangkan program untuk menangani masalah yang muncul. sektor swasta dan kelompok-kelompok sipil. (World Declaration on the Survival. 4. Nasional Program Aksi Setelah KTT Dunia 1990 tentang anak-anak. "Sebuah Program Aksi Nasional". Banyak Negara mengembangkan apa yang disebut. para pemimpin dunia kembali ke negara asal mereka. Ini juga termasuk cara bekerja dalam kemitraan dengan organisasi non-pemerintah. Perlindungan dan Pengembangan Anak dan Rencana Aksi ". Mereka sekarang harus mencari cara untuk membuat janji-janji menjadi sebuah kenyataan di negara asal mereka. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mengembangkan janji-janji dan komitmen untuk meningkatkan dan berinvestasi dalam kehidupan anak-anak.Pada pertemuan ini mereka berjanji untuk selalu menempatkan kepentingan terbaik anak pada posisi pertama.Pada tahun 1990 pemerintah mengadakan pertemuan besar yang disebut "The World Summit for Children " di New York. tingkat pemerintah lainnya. pada saat yang baik dan di masa buruk.

The 3 Prepcoms Untuk bersiap-siap pada Sesi Khusus mengenai Anak pada bulan Mei 2002.Januari 2001 š Prepcom ke-3 . media. Dalam beberapa kasus lembaga swadaya masyarakat. tanggal Mereka adalah: š The Prepcom 1 . Hasil dari review tersebut akhir dekade dan hasilnya bagi dunia secara keseluruhan . Dalam bulan-bulan menjelang Sidang Istimewa tentang Anak ada 3 kali rapat Komite Persiapan atau 'Prepcoms'. 6. banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan. Ini rasanya terlalu singkat dan mudah dalam 5 tahun untuk memenuhi janji-janji untuk tahun 2000. anak-anak dan orang muda dan orang lain juga akan berkontribusi pada rincian laporan. "We the Children ".Mei 2000 š The Prepcom 2 .yang mereka telah buat sejauh ini dalam mencapai tujuan dan janji-janji mereka yang telah dibuat pada KTT Dunia untuk Anak-anak. setiap pemerintah diharapkan dapat memberikan laporan lengkap merinci prestasi dan kegagalan mereka selama 10 tahun terakhir. kelompok agama. Sebagian alasan untuk ini adalah bahwa banyak janjijanji yang dibuat di KTT Dunia 1990 untuk Anak-anak sudah dimaksudkan telah dipenuhi di tahun 1995. The 'Review End-Dekade' Proses Pada akhir tahun ke 10. persiapan perlu dilakukan. . untuk memulai konsep dan diskusi tentang janji masa depan dan untuk merencanakan Sidang Khusus PBB tentang Anak. Pemerintah tidak hanya kelompok untuk berkontribusi pada laporan.prestasi dan kegagalan .Juni 2001 Tujuan utama dari Prepcoms adalah untuk melihat kembali keberhasilan dan kegagalan dari 10 tahun terakhir.dapat ditemukan di PBB Laporan Sekretaris Jenderal.Pada tahun 1996 beberapa hal membaik NAMUN.pertemuan ini semua diselenggarakan di New York City di gedung PBB. organisasi masyarakat sipil. Semua orang dan pemerintah yang terlibat diminta untuk meningkatkan upaya mereka dan ingat janji-janji mereka 5.

Mei. 2002. Jamaika Oktober. Jerman . Nepal Mei . Pertemuan-pertemuan itu merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan mendiskusikan isu-isu spesifik ke daerah mereka.7.Asia Selatan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Investasi pada Anak Kathmandu. Proses Daerah Ada pertemuan-pertemuan persiapan daerah yang diselenggarakan sepanjang tahun 2000 dan 2001. Topik utama dari diskusi pada pertemuan ini adalah: š Sebuah tinjauan prestasi dan kegagalan sejak 1990 š Persiapan untuk 2002 Sesi Khusus tentang Anak š Sebuah kesempatan untuk melihat ke depan dan berpikir komitmen yang baru Lima pertemuan regional utama diadakan: 1. Ini akan memberikan dunia kesempatan untuk melihat bagaimana kehidupan anak-anak telah meningkat selama 10 tahun terakhir dan apa yang masih perlu dicapai untuk masa depan.2000 2. Mesir . organisasi non-pemerintah. .Asia Timur dan Konsultasi Pasifik 5 Menteri Beijing. 2001 8. pendukung anak-anak dan anak itu sendiri. 2001 5. Pan-African Forum tentang Masa Depan Anak Kairo. Pemerintah akan menjadi peserta utama tetapi banyak organisasi lainnya dan orang-orang akan dimasukkan.Mei. Perserikatan Bangsa-Bangsa Sesi Khusus pada Anak 10 tahun telah datang dan pergi sejak tahun 1990.2001 3. Sesi Khusus tentang Anak-anak akan diadakan pada bulan Mei.Mei. misalnya. Pertemuan 5 Menteri mengenai Anak dan Kebijakan Sosial di Amerika Kingston.Konferensi Antarpemerintah Berlin untuk Anak-anak di Eropa dan Asia Tengah Berlin. 2001 4. Ini juga akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki cara pandangan dunia dan memperlakukan orang-orang muda. Sekarang saatnya bagi pemerintah untuk berpikir tentang janji-janji baru mereka selama 10 -15 tahun ke depan. Cina . .

Disetujui 27 tujuan bahwa pemerintah dunia akan mencoba dan mencapai untuk anak-anak. Sebagian besar delegasi pemerintah akan tetapi pegawai negeri atau pejabat. Orang-orang utama di Sidang Istimewa akan 'didelegasi' pemerintah .yang telah melakukan banyak pekerjaan untuk membuat Sidang Istimewa terjadi. Jumlah terbesar akan datang dari UNICEF . terutama untuk pertemuan ini. menteri dan politisi lainnya. Akan ada banyak pidato tentang hal ini.orang yang mewakili pemerintah mereka.Seperti disebutkan sebelumnya. Juga akan ada delegasi pemerintah banyak yang akan berada di bawah 18 tahun Juga akan ada banyak 'delegasi' dari organisasi non-pemerintah [LSM] yang telah datang ke Sidang Istimewa untuk berbicara tentang situasi anak-anak di negara mereka atau untuk menyorot isu-isu tertentu seperti pekerja anak atau anak-anak pengungsi. Beberapa dari mereka bekerja di New York untuk pemerintah mereka dan orang lain akan datang dari ibukota negara mereka.Children's Fund PBB . Akan ada banyak Di bawah 18 tahun di antara para delegasi juga. 11 tahun yang lalu ada pertemuan internasional besar pada anakanak yang disebut World Summit on Children. Sidang Istimewa adalah pertemuan pemerintah yang akan setuju bersama-sama apa yang ingin mereka lakukan untuk anak-anak. Beberapa adalah kepala negara (seperti Presiden) tetapi ada juga Perdana Menteri. . Juga akan ada perwakilan dari PBB dan organisasi internasional lainnya. Bisnis utama dari Sidang khusus akan pemerintah berbicara tentang apa yang telah mereka lakukan selama sebelas tahun terakhir untuk anak-anak dan / atau apa yang mereka pikir seharusnya terjadi selama sepuluh tahun mendatang. Sesi Khusus mengenai Anak diselenggarakan untuk melihat apa yang terjadi kepada anak-anak sejak tahun 1990 dan menyetujui apa yang dunia ingin lakukan untuk anak-anak selama sepuluh tahun mendatang. Lainnya akan mewakili lembaga seperti organisasi PBB mencari setelah pengungsi atau Bank Dunia (yang meminjamkan uang kepada negara-negara miskin untuk membantu mereka mengembangkan).

Juga akan ada 'roundtables' 3 di mana pemerintah akan membahas isu-isu kunci. Roundtables tidak benar-benar bulat.Ini adalah sidang paripurna dengan presentasi resmi, diikuti oleh pemerintah membaca laporan disiapkan. Pada roundtables di Sidang Istimewa, masing-masing akan memiliki 2 anak sebagai pembicara. Akan ada banyak 'side event' di gedung PBB dan di luar. Beberapa dari ini akan diselenggarakan oleh pemerintah dan beberapa oleh LSM. Mereka akan membahas berbagai masalah dan isu yang mempengaruhi anak-anak. Mereka bukan bagian dari bisnis utama dari pertemuan tersebut tetapi kesempatan untuk mendengar dari anak-anak dan 'ahli' dewasa tentang apa yang harus dilakukan untuk anak-anak.

Ada dua dokumen utama yang sedang dibahas pada Sidang Khusus.

Yang pertama adalah laporan disebut We the Children ' yang telah ditulis oleh kepala PBB, Sekretaris Jenderal Kofi Annan. Ini adalah laporan panjang yang terlihat pada apa yang terjadi dengan anak-anak selama sepuluh tahun terakhir. Kesimpulan utama adalah bahwa pemerintah tidak menyimpan sebagian besar janji-janji yang mereka buat kepada anak-anak pada tahun 1990 karena mereka tidak menginvestasikan uang yang cukup pada anak-anak (misalnya di sekolah atau persediaan air bersih).Selain itu, negara-negara kaya tidak memberikan cukup membantu negara-negara miskin untuk membantu mereka mencapai tujuan.Namun, banyak hal baik itu terjadi dan lebih banyak anak yang hidup hari ini karena upaya yang dilakukan pemerintah.

Ringkasan ramah anak laporan ini disertakan dalam kit informasi.

Dokumen utama lainnya di Sidang Khusus ini disebut 'A World Fit for Children'. Dokumen ini juga dikenal sebagai Dokumen Hasil. Dokumen ini telah dibahas oleh pemerintah di PBB selama sembilan bulan terakhir dan berisi janji-janji bahwa pemerintah akan membuat anak-anak untuk 10 tahun ke depan. Dokumen itu mengatakan bahwa ada empat isu utama yang dihadapi anakanak yang perlu memandang - kesehatan, pendidikan, HIV / AIDS dan perlindungan anak dari kekerasan, pelecehan dan eksploitasi. Ketika Sidang Istimewa adalah atas 'Rencana Aksi' dalam dokumen ini akan memandu apa yang pemerintah lakukan untuk anak-anak.

Versi ramah anak dari dokumen, 'A World Fit for Children' juga disertakan dalam kit informasi.

Pemerintah akan kembali ke rumah dan mulai bekerja di luar bagaimana mereka bisa mulai untuk berhasil dalam mencapai janji-janji mereka telah membuat anak-anak. Pada akhir tahun depan setiap pemerintah harus mengembangkan 'Program Nasional Aksi' [NPA] untuk membantu mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Dokumen Hasil. Anak-anak dan LSM harus dilibatkan dalam mencoba untuk membantu mencapai tujuan dan dalam memastikan bahwa pemerintah melakukan yang terbaik untuk menepati janji mereka. Pemerintah harus membuat laporan secara berkala pada seberapa baik mereka lakukan

Anak sehat jasmani dan rohani
A. Sehat jasmani (menurut WHO) : sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak berbau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal. B. Kesehatan rohani menurut WHO : merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup menerima orang lain apa adanya (ber-empati dn tidak berprasangka) serta bersikap positif terhadap dirinya dan orang lain. Mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. ‡ Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran. ‡ Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.

‡ Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa.Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.

. .