BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang William F.

Ogburn dalam Moore (2002), berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto, 1990). Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis, biologis, ekonomis dan kebudayaan. Sorokin (1957), berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan sosial tidak akan berhasil baik. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto, 1990). Perubahan kebudayaan bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial. Pendapat tersebut dikembalikan pada pengertian masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat adalah sistem hubungan dalam arti hubungan antar organisasi dan bukan hubungan antar sel. Kebudayaan mencakup segenap cara berfikir dan bertingkah laku, yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran secara simbolik

1

Soemardjan (1982). hukum adat istiadat dan setiap kemampuan serta kebiasaan manusia sebagai warga masyarakat. terjadinya pemberontakan atau revolusi. Menurut Soekanto (1990). pertentangan dalam masyarakat. moral. kepercayaan. C. Untuk mempelajari perubahan pada masyarakat. peperangan. Apabila diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat. kesenian. Faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri antara lain bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk. penemuan baru. B. perlu diketahui sebab-sebab yang melatari terjadinya perubahan itu. Sedangkan faktor penyebab dari luar masyarakat adalah lingkungan fisik sekitar. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana perubahan sosial terjadi dan dampak apa yang ditimbulkan dalam dalam masyarakat akibat perubahan social tersebut. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan sosial terjadi dan dampak apa yang ditimbulkan dalam dalam masyarakat akibat perubahan sosial tersebut.dan bukan warisan karena keturunan (Davis. 1960). mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan. kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup pengetahuan. mengemukakan bahwa perubahan sosial dan perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu cara penerimaan caracara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhannya. penyebab perubahan sosial dalam suatu masyarakat dibedakan menjadi dua macam yaitu faktor dari dalam dan luar. pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Apabila diambil definisi kebudayaan menurut Taylor dalam Soekanto (1990). 2 . maka perubahan kebudayaan dalah segala perubahan yang mencakup unsur-unsur tersebut.

lapisan-lapisan masyarakat. Perubahan itu dapat mengenai lingkungan hidup dalam arti lebih luas lagi. atau bersama-sama. Faktor kebudayaan Kalau ada perubahan daripada salah satu faktor tadi. strukturstruktur. 3 . pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. lembaga-lembaga. bahkan peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang bersifat formal. Hubungan korelatif antara perubahan slam dan perubahan sosial atau masyarakat tidak begitu kelihatan. penduduk yang heterogen. kurang sekali menentukan perubahan sosial. termasuk di dalamnya nilai-nilai. ataupun kombinasi dua diantaranya. norma-norma sosial. sistem-sistem komunikasi itu sendiri. relasi-relasi sosial. ataupun mempengaruhi proses suatu perubahan sosial. organisasi. Ada pandangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial itu merupakan suatu respons ataupun jawaban dialami terhadap perubahan-perubahan tiga unsur utama : 1. Juga perihal kekuasaan dan wewenang. Faktor alam apabila yang dimaksudkan adalah perubahan jasmaniah. maka terjadilah perubahan sosial. Faktor teknologi 3. perubahan pendidikan. karena jarang sekali alam mengalami perubahan yang menentukan. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya. mengenai nilai-nilai sosial. kemajuan teknologi dan seterusnya.BAB II PEMBAHASAN Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. interaksi sosial. tolerasi terhadap perbuatan-perbuatan yang semula dianggap menyimpang dan melanggar tetapi yang lambat laun menjadi norma-norma. pola-pola keperilakuan. Masih banyak faktor-faktor penyebab perubahan sosial yang dapat disebutkan. Faktor alam 2. Kontak-kontak dengan kebudayaan lain yang kemudian memberikan pengaruhnya. ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.

Faktor penghambat antara lain sistem masyarakat yang tertutup. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunysi akibat. Tetapi kalau faktor alam ini diartikan juga faktor biologis. Apalagi teknologi komunikasi yang demikian pesat majunya sudah pasti sangat menentukan dalam perubahan sosial itu. jika inovasi itu dalam bentuk yang siap pakai. faktor teknologi dapat mengubah sistem komunikasi ataupun relasi sosial. adalah menyusutnya inovasi. dan (3) konsekwensi yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem social sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Salah satunya ialah pengembangan inovasi yang terjadi telah invensi sebelum terjadi difusi. Praktis tak ada hubungan langsung antara kedua perubahan tersebut. A. Misalnya. Beberapa pengamat terutama ahli anthropologi memerinci dua tahap tambahan dalam urutan proses di atas. ini menjadi bagian dari konsekwensi. Tahap terakhir yang terjadi setelah konsekwensi. Dalam masyarakat modern. Yang dimaksud ialah proses terbentuknya ide baru dari suatu bentuk hingga menjadi suatu bentuk yang memenuhi kebutuhan audiens penerima yang menghendaki. Karena itu perubahan sosial adalah akibat komunikasi sosial. sistem masyarakat yang terbuka. prasangka terhadap hal yang baru serta adat yang berlaku.kalaupun ada maka prosesnya itu adalah lambat. 4 . Kami tidak memaaukkan tahap ini karena ia tidak selalu ada. Yang memicu terjadinya perubahan dan sebaliknya perubahan sosial dapat juga terhambat kejadiannya selagi ada faktor yang menghambat perkembangannya. penduduk yang heterogen serta masyarakat yang berorientasi ke masa depan. hubungan itu bisa di lihat nyata. Proses Perubahan Sosial Proses perubahan sosial terdiri dari tiga tahap barurutan : (1) invensi yaitu proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan. vested interest. Faktor pendorong perubahan sosial meliputi kontak dengan kebudayaan lain. yang mengubah dan memerlukan pola relasi ataupun sistem komunikasi lain yang baru. (2) difusi. ialah proses di mans ideide baru itu dikomunikasikan ke dalam Sistem sosial. Misalnya saja pertambahan penduduk yang demikian pesat. Dengan demikian masyarakat jauh lebih cepat berubahnya daripada perubahan alam.

Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahanperubahan dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian Discovery dan Invention Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan baru baik berupa alat ataupun gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Jika dulu daun jati. Dari Dalam Masyarakat  Mobilitas Penduduk Mobilitas penduduk ini meliputi bukan hanya perpindahan penduduk dari desa ke kota atau sebaiiknya. Suatu proses sosial perubahan yang terjadi secara besar-besaran dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama sering disebut dengan inovasi atau innovation. Bahkan suatu penemuan teknologi baru dapat mempengaruhi unsur-unsur budaya lainnya. Penyebab Perubahan Sosial 1. daun pisang dan biting (lidi) dapat diperdagangkan secara besar-besaran maka sekarang tidak lagi. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui dan menerapkan penemuan baru itu. tetapi juga bertambah dan berkurangnya penduduk  Penemuan-penemuan baru (inovasi) Adanya penemuan teknologi baru. teknologi serta cultural. perubahan kecil dan besar serta perubahan direncanakan dan tidak direncanakan. B. misalnya teknologi plastik. 5 .Perubahan sosial dalam masyarakat dapat dibedakan dalam perubahan cepat dan lambat.  Pertentangan masyarakat Pertentangan dapat terjadi antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dengan kelompok. Tidak ada satu perubahan yang tidak meninggalkan dampak pada masyarakat yang sedang mengalami perubahan tersebut. Dampak dari perubahan sosial antara lain meliputi disorganisasi dan reorganisasi sosial.

 Kebudayaan Lain Masuknya kebudayaan Barat dalam kehidupan masyarakat di Indonesia menyebabkan terjadinya perubahan. Faktor-faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial 1. dll yang mengakibatkan penduduk di wilayah tersebut harus pindah ke wilayah lain. Faktor-faktor Penghambat  Kurangnya hubungan dengan masyarakat luar  Perkembangan pendidikan yang lambat 6 . gunung meletus. Jika wilayah baru keadaan alamnya tidak sama dengan wilayah asal mereka. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi Pemberontakan dari para mahasiswa. Dari Luar Masyarakat  Peperangan Negara yang menang dalam peperangan pasti akan menanamkan nilai-nilai sosial dan kebudayaannya. menurunkan rezim Suharto pada jaman orde baru. maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan di wilayah yang baru guna kelangsungan kehidupannya.  Lingkungan Terjadinya banjir. Faktor-faktor Pendorong  Intensitas hubungan/kontak dengan kebudayaan lain  Tingkat Pendidikan yang maju  Sikap terbuka dari masyarakat  Sikap ingin berkembang dan maju dari masyarakat 2. Munculah perubahan yang sangat besar pada Negara dimana sistem pemerintahan yang militerisme berubah menjadi demokrasi pada jaman refiormasi. gempa bumi. 2. Sistem komunikasi antara birokrat dan rakyat menjadi berubah (menunggu apa yang dikatakan pemimpin berubah sebagai abdi masyarakat). C.

dan menggali serta menemukan unsur-unsur atau nilai-nilai kepribadian atau jatidiri sebagai bangsa yang bermartabat. kelompok) yang berprestasi dalam berinovasi. (3) suatu perubahan yang berorientasi pada bentuk. (2) perubahan dengan orientasi pada suatu bentuk atau unsur yang memang bentuk atau unsur baru. (3) mengokohkan suatu kebiasaan atau sikap mental yang mampu memberikan penghargaan (reward) kepada pihak lain (individual. yang antara lain adalah sebagai berikut. antara lain (1) perubahan dengan orientasi pada upaya meninggalkan faktor-faktor atau unsur-unsur kehidupan sosial yang mesti ditinggalkan atau diubah. mengeksplorasi. Dampak Akibat Perubahan Sosial Arah perubahan meliputi beberapa orientasi. Memang salah satu ciri yang hakiki dari makhluk yang disebut manusia itu adalah sebagai makhluk yang disebut homo deviant. ada beberapa faktor yang memberikan kekuatan pada gerak perubahan tersebut. pertahanan keamanan. (1) suatu sikap. Sikap yang kuat dari masyarakat terhadap tradisi yang dimiliki  Rasa takut dari masyarakat jika terjadi kegoyahan (pro kemapanan)  Cenderung menolak terhadap hal-hal baru D. tanpa dilihat dari skala besar atau kecilnya produktivitas kerja itu sendiri. atau nilai yang telah eksis atau ada pada masa lampau. baik skala individu maupun skala kelompok. sebab pada hakekatnya salah satu pendorong perubahan adanya individu-individu yang menyimpang dari halhal yang rutin. dan iptek. Tidaklah jarang suatu masyarakat atau bangsa yang selain berupaya mengadakan proses modernisasi pada berbagai bidang kehidupan. ekonomi. yang mampu menghargai karya pihak lain. dan bidang iptek. makhluk yang suka menyimpang dari unsur-unsur rutinitas. (2) adanya kemampuan untuk mentolerir adanya sejumlah penyimpangan dari bentuk-bentuk atau unsur-unsur rutinitas. apakah aspek ekonomis. birokrasi. namun demikian. (4) adanya atau tersedianya fasilitas dan pelayanan pendidikan dan pelatihan yang 7 . unsur. tidaklah luput perhatian masyarakat atau bangsa yang bersangkutan untuk berupaya menyelusuri. Dalam memantapkan orientasi suatu proses perubahan. baik dalam bidang sosial.

boleh dikatakan sebagai penghambat kemajuan atau proses modernisasi. seyogianya manusia mengenakkan pakaian. Konsep modernisasi digunakan untuk 8 . (1) ada norma-norma yang bersumber dari tradisi itu. modernity (modernitas). menunjukkan suatu proses dari serangkaian upaya untuk menuju atau menciptakan nilai-nilai (fisik. Lazimnya suka dipertentangkan dengan nilai-nilai tradisi. yang biasa dikenakan. yang disenangi. dan fungsional. Artinya keberlakuannya terbatas. Sedangkan yang lazim dipertentangkan dengan konsep modern adalah tradisi. waktu. Dalam kaitannya dengan modernisasi masyarakat dengan nilai-nilai tradisi ini. demokratis. (3) ada pula yang betul-betul memiliki konsistensi dan relevansi dengan nilai-nilai baru. dan terbuka bagi semua fihak yang membutuhkannya. dilakukan pencerahan. Modernisasi berasal dari kata modern (maju). dari waktu ke waktu. pakaian model apa yang harus dikenakan itu? Perkara model pakaian yang disukai. tidak bersifat universal seperti yang berlaku bagi nilai-nilai atau values. Namun. material dan sosial) yang bersifat atau berkualifikasi universal. yang diartikan sebagai nilai-nilai yang keberlakuan dalam aspek ruang. Umumnya tradisi meliputi sejumlah norma (norms) yang keberlakuannya tergantung pada (depend on) ruang (tempat). dan kelompok sosialnya lebih luas atau universal. Sebagai contoh atau kasus. atau dimodifikasi sehingga kondusif dalam menghadapi proses modernisasi. rasional. Semua fihak cenderung mengakui dan menganut nilai atau value ini. maka ditampilkan spesifikasi atau kualifikasi masyarakat modern. Modernisasi. itulah yang menjadi urusan normanorma yang dari tempat ke tempat. itulah spesifikasi nilai atau values. waktu. dan dari kelompok ke kelompok akan lebih cenderung beraneka ragam. dan kelompok (masyarakat) tertentu. Spesifikasi norma-norma dan tradisi bila dilihat atas dasar proses modernisasi adalah sebagai berikut. yang berarti barang sesuatu yang diperoleh seseorang atau kelompok melalui proses pewarisan secara turun temurun dari generasi ke generasi. disempurnakan. (2) ada pula sejumlah norma atau tradisi yang memiliki potensi untuk dikembangkan. ini merupakan atau termasuk kualifikasi nilai (value).memiliki spesifikasi dan kualifikasi progresif. yaitu bahwa masyarakat atau orang yang tergolong modern (maju) adalah mereka yang terbebas dari kepercayaan terhadap tahyul.

dipinjam dan diambil alih dari iptek produk asing. menampilkan suatu pengertian yang berkenaan dengan bentuk upaya untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang sadar dan kondusif terhadap tuntutan dari tatanan kehidupan yang semakin meng-global pada saat kini dan mendatang. tetapi diharapkan mampu merespons. pendidikan.C. 1985). (2) nilai budaya atau sikap mental yang senantiasa berhasrat mengeksplorasi dan mengeksploitasi potensi-potensi sumber daya alam. 9 . (3) nilai budaya atau sikap mental yang siap menilai tinggi suatu prestasi dan tidak menilai tinggi status sosial. Adapun spesifikasi sikap mental seseorang atau kelompok yang kondusif untuk mengadopsi dan mengadaptasi proses modernisasi adalah. dan lingkungan sekitarnya. Modernisasi menunjukkan suatu perkembangan dari struktur sistem sosial. Dalam hal ini.menamakan serangkaian perubahan yang terjadi pada seluruh aspek kehidupan masyarakat tradisional sebagai suatu upaya mewujudkan masyarakat yang bersangkutan menjadi suatu masyarakat industrial. atau satuan sosial tertentu. memang iptek bisa dibeli. Modernisasi suatu kelompok satuan sosial atau masyarakat. (4) nilai budaya atau sikap mental yang bersedia menilai tinggi usaha fihak lain yang mampu meraih prestasi atas kerja kerasnya sendiri. suatu masyarakat tertentu (misalnya masyarakat Indonesia) tidaklah sekedar memperlihatkan suatu fenomena kebengongan semata. suatu bentuk perubahan yang berkelanjutan pada aspek-aspek kehidupan ekonomi. yaitu achievement-oriented. manakala dihadapkan pada arus globalisasi tatanan kehidupan manusia. Mc Clelland (Koentjaraningrat. politik. namun dalam penerapannya memerlukan proses adaptasi yang sering lebih rumit daripada mengembangkan iptek baru. tradisi dan kepercayaan dari suatu masyarakat. sedangkan penilai obyektif hanya bisa didasarkan pada konsep seperti apa yang dikemukakan oleh D. dan terbuka bagi pengembangan inovasi bidang iptek. karena status ini seringkali dijadikan suatu predikat yang bernuansa gengsi pribadi yang sifat normatif. Diharapkan dari proses menduniakan seseorang atau masyarakat yang bersangkutan. sesamanya. melibatkan diri dan memanfaatkannya secara signifikan bagi eksistensi bagi dirinya. (1) nilai budaya atau sikap mental yang senantiasa berorientasi ke masa depan dan dengan cermat mencoba merencanakan masa depannya.

Manakala persyaratan ini telah dipenuhi dan keempat nilai budaya atau sikap mental yang telah ditampilkan telah dimiliki oleh suatu masyarakat tersebut. diadopsi. baik aspek fisik-material. selanjutnya menjadi salah satu sumber permasalahan bagi kebijakan-kebijakan dalam upaya penataan ruang dan kehidupan masyarakat perkotaan. sejarah masa lampau mengajarkan bahwa sistem ekonomi. 10 . diambil alih. Proses modernisasi sampai saat ini masih tampak dimonopoli oleh masyarakat perkotaan (urban community). dalam pengadopsian dan pengadaptasian nilai-nilai kebudayaan tadi sekaligus menjadi orang India atau Cina. terutama di kota-kota Negara Sedang Berkembang. dipinjam. dalam suatu proses sosial yang disebut urbanisasi. dan tanpa harus bergaya hidup seperti orang Barat. diadaptasi. Khusus untuk masyarakat di Indonesia. namun fakta sejarah tidak membuktikan bahwa orang-orang Sriwijaya dan Majapahit. menjadikan daerah perkotaan sebagai daerah yang banyak menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi penduduk pedesaan. seperti Sriwijaya dan Majapahit. Obsesi semacam ini menjadi pendorong kuat bagi penduduk pedesaan untuk beramai-ramai membanjiri dan memadati setiap sudut daerah perkotaan. Fenomena demografis seperti ini. seperti halnya di Indonesia. politik. Sampai dengan saat sekarang ini masalah perkotaan ini masih menunjukkan gelagat yang semakin ruwet dan kompleks. namun unsur-unsur iptek Barat tidak ada salahnya untuk ditiru. sosio-kultural.Tanpa harus suatu masyarakat berubah seperti orang Barat. yang diadopsi dan diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara ini. bahkan dibeli. terutama bagi generasi mudanya. Kota-kota di negara-negara sedang berkembang menjadi pusat-pusat modernisasi yang diaktualisasikan oleh berbagai bentuk kegiatan pembangunan. Kecenderungan-kecenderungan seperti ini. maupun aspek mental-spiritual. dan kebudayaan dari kerajaan-kerajaan besar di Asia seperti India dan Cina.

Perubahan sosial selalu menimbulkan perubahan dalam masyarakat. 2. termasuk di dalamnya nilai-nilai. pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya. Proses perubahan sosial terdiri dari tiga tahap barurutan : (1) invensi yaitu proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan. B. 11 . ialah proses dimana ideide baru itu dikomunikasikan ke dalam Sistem sosial. 3. salah satunya adalah globalisasi yang menimbulkan berbagai dampak baik positif maupun negative dari sisi positif misalnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dinikmati seluruh kelompok sosial masyarakat. olehnya itu kita sebagai bagian dari kelompok sosial harus berusaha mengendalikan perubahan itu ke arah yang positif agar budaya yang terbentuk dari perubahan sosial dapat memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup manusia yang makmur dan damai.BAB III PENUTUP A. dan (3) konsekwensi yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem social sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Kesimpulan Berdasarkan uraian pada pembahasan maka kesimpulan yang dapat dipaparkan dalam makalah ini adalah : 1. (2) difusi. Saran Perubahan sosial dalam masyarakat tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat.

1988.wikipedia. Jakarta:Kanisius Suyanto. 5. Yogyakarta. hal. http://jibis. Unikom.pnri.id/informasi-rujukan/indeks-makalah/thn/2007/bln/03/tgl/29/id/1002 http://id.go.tt. 17 Desember 2002. Kompas.DAFTAR PUSTAKA Aris Tanudirjo. Sejarah Perkembangan Budaya di Dunia dan di Indonesia. Merefleksikan Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. Soekmono. R. 1993. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Teori Perubahan Sosial. Daud.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya 12 . 2002. 2001. Yogyakarta:Widya Utama Gumgum Gumilar.

...... Latar Belakang .................................... Proses Perubahan Sosial ................. Tujuan ........ DAFTAR PUSTAKA 11 11 4 5 6 7 1 2 2 i ii 13 ..... Dampak Perubahan Sosial ........................................................................................................................................................ B.................................................. B............................ Penyebab Perubahan Sosial .................................. C.............. DAFTAR ISI ....................................................................... BAB I PENDAHULUAN A..... BAB III PENUTUP A........................................... Rumusan Masalah............... Kesimpulan ............................................................................................................................................................................................ D......... C............. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial ........................................... B............ BAB II PEMBAHASAN A...DAFTAR ISI Halaman KAKAT PENGANTAR ................................................ Saran ........

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Dalam penyusunan makalah ini. Kendari. penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. penyebab perubahan sosil dan dampak yang ditimbulkan dari perubahan sosial. Makalah ini membahas tentang proses perubahan sosial. Olehnya itu. November 2008 Penulis i 14 . Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

TUGAS MAKALAH PERUBAHAN SOSIAL OLEH NAMA STAMBUK PROG. STUDI : ERNAWATI : A1A3 05 005 : PPKn FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2008 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful