P. 1
RTBL Kawasan Pasar Gedhe

RTBL Kawasan Pasar Gedhe

|Views: 3,628|Likes:
Published by XXX_X

More info:

Published by: XXX_X on Nov 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2013

pdf

text

original

A. Pemanfaatan Ruang

Berdasarkan kondisi eksisting permukiman merupakan fungsi utama dari koridor

Sungai Pepe. Pertumbuhan permukiman disepanjang koridor ini sudah sangat pesat.

Bahkan ketersediaan lahan kososng di koridor ini sudah sangat minim. Untuk itu rencana

pemanfaatan ruang di koridor ini perlu pengkajian ulang., dengan tidak merubah fungsi

kawasan namun hanya memberlakukan penertiban pembangunan permukiman dengan

standar-standar yang telah ditentukan oleh pemerintah kota.

Bantaran Sungai Kali Pepe ini seharusnya difungsikan sebagai kawasan konservasi

untuk tetap menjaga kelestarian kondisi Sungai Pepe itu sendiri. Kawasan ini memerlukan

ruang terbuka hijau yang lebih luas lagi untuk rencana konservasi. Untuk saat ini

penanaman pohon hanya terdapat pada bantaran kali saja. Untuk bangunan-bangunan yang

Sepanjang

koridor

Sungai

Pepe
pemanfaatan ruangnya yaitu sebagai
permukiman, diperlukan pengendalian untuk
mengatasi pertumbuhan bangunan di
koridor ini

L A P O R A N A K H I R

IV - 50

Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Kawasan Pasar Gede Tahun 2009

berada pada bantaran sungai tersebut sebaiknya dilakukan penertiban dikarenakan

bangunan liar ini mengurangi kelestarian ekosistem yang ada didalamnya.

B. Intensitas Pemanfaatan Lahan

Melihat aktivitas dominan awasan berupa aktivitas permukiman, maka rencana

untuk intensitas pemanfatan lahan kawasan ini adalah sebagai berikut:

KDB

Besarnya KDB yang direncanakan untuk aktivitas permukiman adalah sebesar 50-

70%. Kawasan inipun harus mempunyai rencana pembangunan yang berbeda

dengan koridor permukiman lainnya dikarenakan kawasan ini merupakan bantaran

sungai, dimana Sungai Pepe itu sendiri dijadikan sebagai kawasan konservasi.

Sehingga dalam pembangunan nantinya harus dibatasi, agar ruang-ruang terbuka

atau lahan-lahan kososng masih dapat ditemui di koridor ini

KLB

Rencana KLB yang terdpat di koridor permukiman direncanakan memiliki batas

ketinggian antara 1-2 lantai atau setinggi 10-14 meter. Dengan adanya batasan

ketinggian ini, maka diharapkan dapat menciptakan image kawasan yang khas dan

teratur.

Karena kawasan ini merupakan
kawasan yang dominannya
berupa permukiman , KDB yang
disarankan 50-70%, dengan
ketinggian bangunan antara 10-
14 m yaitu 1-2 lantai

L A P O R A N A K H I R

IV - 51

Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Kawasan Pasar Gede Tahun 2009

C. Sistem Penghubung

Rencana sistem penghubung kawasan Sungai Pepe ini nantinya akan diperbaharui

dengan memperlebar jalan pada koridor sisi sebelah timur Sungai Pepe. Jalan untuk menuju

akses permukiman pada kawasan ini sangat sempit dan berbeda dengan akses jalan pada

sisi sebelah barat yang cukup lebar. Dan juga dapat direncanakan penambahan jembatan

untuk akses menuju ke permukiman yang terpisah dengan sungai sehingga tidak harus

melewati jembatan utama yang cukup jauh jaraknya.

Untuk sistem parkir pada kawaan ini, biasanya digunakan oleh para penduduk sekitar,

dengan sistem parkir onstreet. Sistem parkir ini akan dipertahankan dan mulai menertibkan

gerobak-gerobak milik warga yang diparkir pada bahu jalan. Rencana arah pergerakan itu

sendiri terdiri dari 2 arah dengan membagi menjadi 2 jalur kendaraan, serta menyediakan

jalur lambat bagi para pejalan kaki.

D. Ruang Terbuka dan Tata Hijau

Akses jalan menuju
permukiman terlalu sempit.
Diperlukan perlebaran jalan

Sepanjang bantaran
sungai direncanakan
di tanam vegetasi
untuk

mencegah

pengikisan tanah

Rencana open
space pada
kawasan Kali Pepe

L A P O R A N A K H I R

IV - 52

Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Kawasan Pasar Gede Tahun 2009

Melihat keadaan eksisting yang terdapat di lapangan, diketahui bahwa ketersediaan

ruang terbuka dan tata hijau yang terdapat di koridor permukiman cukup minim. Sehingga

diperlukan suatu rencana untuk mengatasi keadaan ini. Adapun arahan yang dapat

dilakukan yaitu pengadan ruang terbuka (open space) di dalam kawasan permukiman di

koridor Sungai Pepe sebagai tempat beraktivitas sosial bagi para individu di luar ruangan.

Kawasan di koridor Sungai Pepe ini merupakan kawasan konservasi dimana harus

memiliki banyak ruang terbuka dan tata hijau untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian

ekosistem yang di sekitarnya. Rencana untuk ruang terbuka dan tata hijau di koridor ini

mungkin hanya penambahan dan pengadaan ruang terbuka baik yang bersifat publik

maupun privat.

E. Tata Bangunan

Sebagian besar kawasan ini merupakan kawasan permukiman dengan bermacam-

macam jenis bangunan. Terdapat permukiman dengan bangunan permanen dan ada pula

bangunan yang belum permanen. Banyak bangunan yang tergolong bangunan liar,

dikarenakan berdiri sendiri tanpa adanya ijin mendirikan bangunan. Bentuk bangunan sendiri

tergolong sama yaitu kotak dengan tambahan atap dengan tinggi bangunan antara 1-3

lantai.

Untuk rencana tata bangunan di koridor ini yang paling utama yaitu diadakannya

penertiban bangunan yang tergolong liar dikarenakan akan berpengaruh terhadap view

kawasan. Selain itu untuk pengembangan kawasan ini kedepannya, pembangunan

dilakukan secara vertikal dikarenakan untuk tetap memepertahankan ruang-ruang terbuka

yang ada.

Pada banguanan pertama terlihat
berorientasi dirahakan menghadap
jalan Kapten Mulyadi

:Orientasi banguanan menghadap
pada ruang terbuka (bagian
belakang bangunan menghadap
pada jalan lingkungan

:Orientasi bangunan menghadap

L A P O R A N A K H I R

IV - 53

Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Kawasan Pasar Gede Tahun 2009

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->