PEMBELAJARAN KONSUMEN

PROSES PEMBELAJARAN KONSUMEN Pembelajaran konsumen merupakan proses, artinya terus menerus berkembang dan berubah karena adanya pengetahuan yang baru diperoleh atau dari pengalaman yang diamali sendiri. Baik pengetahuan yang baru diperoleh maupun pangalaman pribadi berlaku sebagai umpan balik bagi individu dan memberikan dasar bagi perilaku yang akan datan dalam situasi yang sama. Definisi tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan hasil pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh. Unsur-unsur yang tercakup dalam kebanyakan teori pembelajaran adalah : 1. Motivasi Konsep motivasi didasarkan pada kebutuhan dan sasaran. Motivasi berlaku sebagai pemacu pembelajaran. Contoh, “Sabun Lifeboy”. Seorang ibu yang sangat memperhatikan kesehatan untuk keluarganya, akan terdorong/ termotivasi untuk mempelajari dan mencari informasi mengenai pencegahan berbagi penyakit dan sabun apa yang cocok untuk keluarganya. Dan para ibu cenderung akan memilih sabun yang mempunyai kandungan anti bakteri dan virus seperti Lifeboy. Sebaliknya, seorang ibu yang tidak terlalu memperhatikan hal ini, tentu tidak akan tertarik dan mungkin akan mengabaikan informasi yang berkaitan mengenai hal ini. Tingkat keterkaitan, atau keterlibatan, menentukan tingkat motivasi konsumen untuk mencari pengetahuan atau informasi mengenai suatu produk atau jasa. Menentukan motif konsumen merupakan salah satu tugas utama para pemasar, yang kemudian berusaha mengajar konsumen yang termotivasi mengapa dan bagaimana produk mereka dapat memenuhi kebutuhan para konsumen. 2. Isyarat Isyarat merupakan stimuli yang memberikan arah berbagai motif ini. Isyarat membantu mengarahkan dorongan konsumen jika konsisten dengan harapan-harapan konsumen. Contoh: “Toko perlengkapan bayi”. Penataan ruangan dan penataan item-item tersusun rapih dan

warna cat toko tersebut berwana cerah misal, warna pink dan biru muda yang di sertai dengan gambar-gambar kartun yang lucu. Harga dari produk itu pun terjangkau sehingga calon konsumen tertarik untuk membeli produk ditoko tersebut.

3. Respon Respon terbentuk dari cara bereaksi para individu terhadap dorongan atau isyarat-bagaimana mereka berperilaku. Pembelajaran dapat terjadi bahkan ketika tanggapan tidak jelas. Isyarat memberikan beberapa petunjuk, tetapi banyak terdapat isyarat yang bersaing menarik perhatian konsumen. Contoh: iklan produk “Happy Call” di TV, menawarkan produk untuk calon konsumen dan diharapkan calon konsumen tertarik, merespon produk tersebut dan menghubungi kontak yang telah di sediakan. 4. Penguatan Penguatan menungkatkan kemungkinan bahwa respon khusus akan terjadi di masa yang mendatang karena adanya berbagai isyarat atau stimuli khusus. Misalnya, “Restaurant”. Saat kita makan disana ternyata makanannya sangat enak dan pelayanan dari restaurant itu sangat memuaskan. Dari situ akan terbentuk pembelajaran melalui penguatan yang positif. Sebaliknya apabila kita makan di restaurant yang makanan nya kurang enak dan pelayan disana tidak ramah, maka kita tidak akan mengunjungi restaurant itu kembali, karena tidak adanya penguatan walaupun, restaurant itu memiliki penataan ruangan yang bagus.

BEBERAPA TEORI PEMBELAJARAN PERILAKU Teori pembelajaran perilaku terkadang di sebut teoti stimulus-tanggapan karena didasarkan pada pemikiran bahwa tanggapan yang nyata terhadap stimuli eksternal tertentu memberi pertanda bahwa telah terjadi pembelajaran. Jika seseorang bertindak (memberi tanggapan) dengan cara yang dapat diramalkan terhadap stimulus yang dikenal, ia dikatakan telah “belajar”. Teori perilaku tidak begitu banyak hubungannya dengan proses

kata pengkondisian berarti seperti respon (atau otomatis) terhadap situasi yang terjadi melalui pemaparan yang berulang-ulang. Pengkondisian merupakan pembelajaran yang diakibatkan oleh keterbukaan terhadap berbagai hubungan di antara berbagai peristiwa didalam lingkungan. Contoh.pembelajaran seperti halnya pada masukan dan hasil pembelajaran. Misalnya. “produk soffell (lotion anti nyamuk)”. maka otomatis di ingatannya yang akan ia lakukan sebelum tidur adalah memakai soffel lotion anti nyamuk sebelum ia tidur. maka di ingatannya jika memakai soffel sebelum tidur tidak akan digigit nyamuk. Setelah itu dilakukan secara terus menerus. • Pengkondisian Klasik Dalam pembicaraan sehari-hari. “Obat nyamuk Hits elektrik” memasang “sistem peringatan dini” yang menunjukan (jika warna biru pada obat nyamuk telah berubah menjadi putih) tiba saatnya obat nyamuk tersebut untuk diganti. perusahaan yang menggunakan stimuli pada produk itu sendiri untuk menggerakan perilaku penggantian. • Pembelajaran Asosiasi Kognitif Pembelajaran asosiasi kognitif yaitu bukan perolehan dari refleks baru. keterbukaan tersebut menimbulkan berbagai harapan mengenai struktur lingkungan tersebut. tetapi merupakan perolehan dari pengetahuan baru. Berbagai studi menemukan bahwa pengkondisian mendorong perhatian pada merk yang diiklankan dalam promosi berikutnya. pembelajaran yang dikondisikan terjadi jika stimulus tertentu yang dipasangkan dengan stimulus lain yang mendatangkan tanggapan yang di kenal menimbulkan tanggapan yang sama jika digunakan sendiri saja. Dua teori perilaku yang banyak mempunyai hubungan dengan pemasaran adalah pengkondisian klasik dan pengkondisian instrumental (atau operant). Ketika seseorang sudah merespon produk tersebut. Menurut teori Pavlov (psikolog Rusia). Misalnya. • Aplikasi Strategis Pengkondisian Klasik . yaitu pada stimuli yang dipilih para konsumen dari lingkungan dari perilaku yang nyata yang dihasilkan.

pada satu titik orang akan merasa jemu dengan banyaknya paparan. Tetapi. tipe cetak yang berbeda. versi “Band Padi” dan versi “Anak”. yang dikenal dengan kebosanan terhadap iklan. Sebelumnya juru bicara iklan ini adalah ”saykoji” dengan pesan iklan “online terus pake IM3”. “Mie sedap” yang mengeluarkan tiga varian iklan untuk mengiklankan produknya yaitu versi “Nusantara atau Indonesia”. Beberapa pemasar menghindari kebosanan dengan menghindari kebosanan dengan memakai strategi variasi kosmetik dan variasi substansif. Contoh. Variasi substansif adalah berbagai perubahan isi iklan yang meliputi berbagai versi iklan. Para konsumen mengacaukan produk-produk tersebut dengan produk asli yang telah mereka lihat diiklankan. dengan tidak ada perubahan ciriciri produknya. 2. pengulangan yang melebihi yang diperlukan untuk belajar) membantu ingatan. “iklan IM3”. tetapi juga pada kemampuan para individu untuk menggenaralisasikannya. riset mengemukakan bahwa ada batas pegulangan yang akan membantu ingatan. Sekarang juru bicara iklan ini adalah “J-Rocks” dengan pesan iklan “Meraih mimpi” dengan IM3. pembelajaran tidak hanya tergantung pada pengulangan. Akibat ini. Pengulangan Pengulangan dapat meningkatkan kekuatan asosiasi antara stimulus yang dikondisikan dan memperlambat proses melupakannya. Jelas disini pesan iklan. melakukan reaksi yang sama terhadap stimuli yang agak berbeda-tidak banyak pembelajaran yang akan terjadi. dan perhatian maupun ingatan akan menurun. (yaitu. Walaupun pembelajaran yang berlebihan. 1. Contoh. dan diskriminasi stimulus. juru bicara iklan yang berrbeda) sambil mengulang tema iklan yang sama. dapat dikurangi dengan mengubah pesan iklan. Hal ini juga menjelaskan . Variasi kosmetik (dengan menggunakan latar belakang yang berbeda. Generalisasi Stimulus Menurut pakar teori pengkondisian klasik. juru bicara iklan berbeda namun tema iklan tetap sama. Jika kita tidak sanggup melakukan generalisasi stimulus-yaitu. Generalisasi stimulus menjelaskan alasan berbagai produk tiruan (me too) sukses di pasaran. generalisasi stimulus. Setiap konsep ini penting bagi aplikasi perilaku konsumen yang strategis.Tiga konsep pokok yang berasal dari pengkondisian klasik adalah: pengulangan.

Para konsumen cenderung menghubungkan perluasan merk tertentu dengan berbagai produk lain yang tergabung dalam merk itu. dalam jangka panjang. bentuk. Dulu produk ini hanya susu bubuk saja.  Perluasan Lini. soto pedas) mereka juga menawarkan perluasan bentuk produk (contoh: Susu Bendera.mengapa sebuah pabrik/perusahaaan yang mempunyai merk sendiri berusaha membuat kemasan mereka serupa betul dengan merk yang memimpin secara nasional. akan jauh lebih sulit mengembangkan merk yang sama sekali baru. karena mengetahui produk baru lebih berkemungkinan untuk di terima jika dihubungkan dengan merk yang sudah dikenal dan dipercayai. secara negatif dapat mempengaruhi kepercayaan dan penilaian konsumen terhadap semua yang ditawarkan merk tersebut. kini mengeluarkan berbagai rasa seperti. sepanjang perusahaan dapat mempertahankan citra kualitas pada semua perluasan merk. kari ayam. Mereka mengharapkan agar para konsumen mengacaukan kemasan mereka dengan merk yang utama dan membeli merk mereka daripada merk yang utama. dan susu kental manis) dan perluasan golongan produk (contoh: ). rasa soto. para konsumen lebih berkemungkinan memberikan asosiasi yang positif kepada perluasan golongan yang baru. menjadi susu cair. pemasar menambahkan berbagai produk yang berkaitan ke merk yang sudah mapan. Sebaliknya. Kegagalan melakukan hal tersebut. bahkan rasa yang berbeda (contoh: indomie yang dulu hanya mempunyai rasa ayam bawang. jika citra merk induk merupakan merk yang berkualitas tinggi. Sebagai contoh. susu kemasan. warna yang berbeda. Para peneliti melaporkan bahwa jumlah produk yang berbeda dan berafiliasi pada sebuah merk benar-benar memperkuat merk. Para pemasar tidak hanya menawarkan perluasan lini produk yang mencakup ukuran yang berbeda. Bentuk. dan golongan produk. Suksesnya strategi ini tergantung pada sejumlah faktor. Namun sekarang.  Pemakaian Merk gabungan (family Branding) . dan Golongan Produk Prinsip generalisasi stimulus diterapkan oleh para pemasar pada perluasan lini. Dalam memperluas lini produknya.

memberi pesan kepada konsumen bahwa produknya adalah obat sakit kepala yang dapat diminum kapan saja walaupun sebelum makan. Nama perancang. Kemampuan konsumen untuk melakukan pembedaan di antara stimuli yang serupa merupakan dasar bagi strategi pengaturan posisi. yang memungkinkan para pemegang lisensi mencapai pengakuan yang cepat dan kualitas yang ditunjukan bagi produk-produk yang diberi lisensi. Contoh: “PT. peusahaan dan bahkan berbagai karakter kartun di pakai dengan membayar semacam komisi (yaitu. 3. kecap Indofood dan Promina. memberikan lisensi namanya untuk produk parume “Paris Hilton”).  Menggeneralisasikan Situasi Pemakaian Para pemasar tidak hanya berusaha menggeneralisasikan asosiasi yang positif bagi merk mereka melalui perluasan lini produk dan perluasan golongan produk. Diskriminasi Stimulus Diskriminasi stimulus adalah lawan dari generalisasi stimulus dan menghasilkan pilihan stimulus yang khusus diantara stimuli yang serupa. Popmie. . Simas. Bimoli. pabrikan. tetapi beberapa pemasar juga berusaha menggeneralisasikan situasi pemakaian merk-merk mereka yang terkenal. Sebagai contoh: Obat sakit kepala Bodrex. “sewa) pada bermacam-macam produk. Indofood” (memiliki berbagai produk makanan seperti Indomie. Paris Hilton. (Contoh. selebriti. Supermi.)  Pemberian Lisensi (Licensing) Pemberian lisensi-izin menggunakan merk terkenal ke berbagai produk pabrikan lain-merupakan strategi pemasaran yang dilakukan atas dasar prinsip generalisasi stimulus.Pemakaian merk gabungan praktik pemasaran seluruh lini produk perusahaan di bawah satu merk yang sama merupakan strategi lain yang memanfaaatkan kemampuan konsumen untuk menggeneralisasikan asosiasi merk yang sesuai dari satu produk ke produk berikutnya. yang berusaha membangun citra yang khas produk tertentu kedalam pikiran konsumen. Sunrise.

Prinsip-prinsip pengkondisian klasik memberikan landasan teoritis bagi kebanyakan penerapan pemasaran. Citra atau posisi suatu produk atau jasa yang tertanam dalam pikiran konsumen merupakan hal yang sangat penting bagi kesuksesannya. namun si penjual memberinya air mineral “Vit”. sebenarnya mereka ingin agar konsumen dapat membedakan produknya diantara berbagai produk yang bersaing. disini tebukti bahwa Aqua telah mempositioningkan produknya sebagai air mineral yang telah melekat di benak konsumennya). Pengulangan. Pengaturan Posisi Dalam masyarakat kita dimana komunikasi terjadi berlebihan.  Diferensiasi Produk Kebanyakan strategi diferensiasi produk direncanakan untuk membedakan produk atau merk tertentu dari produk atau merk pesaing atas dasar sifat yang relevan. generalisasi stimulus. . Misalnya. Jika seorang pemasar menargetkan konsumen dengan suatu program komunikasi yang kuat dan menitikberatkan pada cara-cara yang khas dimana produknya dapat memenuhi kebutuhan konsumen. dan berharga bagi para konsumen. Umumnya. kunci diskriminasi stimulus adalah pengaturan posisi (positioning) yang efektif. semakin lama masa pembelajaranmenghubungkan suatu merk dengan produk tertentukonsumen lebih berkemungkinan untuk mendiskriminasikan dan kurang kemungkinannya untuk menggeneralisasikan stimulus. dan diskriminasi stimulus merupakan konsep terapan utama yang membantu menjelaskan perilaku konsumen di pasar. “Aqua”. (contoh ada seorang mahasiswa yang membeli Aqua di kantin. Penjelasannya adalah bahwa merk yang unggul biasanya yang pertama berada dipasar dan sudah lama “mengajar” konsumen (melalui iklan dan penjualan) untuk menghubungkan merk dengan produk tersebut. keunggulan bersaing yang utama. berarti.

“iklan Pond’s” yang dapat membuat kulit wajah putih dalam waktu 7hari. Tetapi. stimulus yang menghasilkan tanggapan yang paling memuaskan adalah stimulus yang dipelajari. Misalnya. sampai tingkat di mana hubungan antara stimulus dan ganjaran yang diharapkan hilang. Misalnya. Para pakar teori pembelajaran instrumental percaya bahwa pembelajaran terjadi melalui proses mencoba (trial and error). pada pengkondisian instrumental. Membuat konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut berulang-ulang.• Pengkondisian Instrumental Seperti pengkondisian klasik. Misalnya.  Penguatan Perilaku Skinner membedakan dua tipe penguatan (atau ganjaran) yang mempengaruhi kemungkinan bahwa tanggapan tertentu akan berulang. sehingga konsumen didiorong untuk menghindari akibat-akibat yang negatif tersebut dengan membeli produk tersebut berulang-ulang. “iklan Obat Batuk Konidin’”. Penguatan negatif merupakan hasil yang tidak menyenangkan atau negatif yang juga membantu mendorong timbulnya perilaku khusus. pengkondisian instrumental lebih bermanfaat untuk menjelaskan berbagai kegiatan yang kompleks dan berorientasi tujuan. “Klinik” jika . penguatan positif.  Melupakan dan menghapus ingatan Jika tanggapan yang dipelajari tidak lagi diperkuat. dimana kebiasaan di bentuk sebagai hasil ganjaran yang diterima untuk tanggapan dan perilaku tertentu. pengkondisian instrumental memerlukan hubungan antara stimulus dan tanggapan. Tipe yang pertama. Walaupun pengkondisian klasik berguna untuk menjelaskan bagaimana para konsumen mempelajari berbagai perilaku yang sangat sederhana. yaitu. yang menunjukkan begitu menderitanya apabila mangalami batuk yang demikian. terdiri dari berbagai peristiwa yang memperkuat kemungkinan timbulnya tanggapan yang khusus. Penguatan positif maupun negatif dapat digunakan untuk menimbulkan tanggapan yang diinginkan. maka akan makin menghilang sampai-sampai tingkat penghapusan.

jasa. para konsumen dapat menerima penguatan dari unsur-unsur lain dalam situasi pembelian.  Kepuasan (Penguatan) Pelanggan Tujuan semua usaha pemasaran haruslah untuk memaksimumkan kepuasan pelanggan. mendapat 1 kali creambath gratis setiap 5 kali transaksi. Selain dari pengalaman menggunakan produk itu sendiri. Para pemasar harus pasti memberikan produk yang sebaik mungkin untuk uang yang di bayarkan dan meghindari memperbesar harapan konsumen terhadap kinerja produk ysng melebihi apa yang dapat diberikan produk tersebut. Para pemasar dapat mengatasi keadaan dilupakan melalui pengulangan dan dapat melawan penghapusan dengan hatihati meningkatkan kepuasan konsumen.konsumen tidak merasa puas dengan pelayanan yang di berikan oleh suatu klinik. dan keseluruhan pengalaman membeli. hubungan antara stimulus (klinik) dan tanggapan (kepuasan yang diharapkan) tidak lagi diperkuat. maka konsumen akan merasa puas dan berkeinginan untuk mengunjungi salon itu kembali. mulai dari perwatan rambut. perhatian dan pelayanan yang diberikan para karyawan. spa. misalnya. hal ini dikenal sebagai proses kehilangan. Jika perilaku tidak lagi diperkuat. seperti lingkungan di mana transaksi atau pelayanan terjadi. wajah. berarti “tidak dipelajari” lagi. ada perbedaan antara pengahapusan dan melupakan. Kebanyakan program untuk para pembeli didasarkan pada usaha menigkatkan penguatan positif dan mendorong agar . “Salon”. perawatan kuku nya baik. Contoh. • Aplikasi Strategis Pengkondisian Instrumental Para pemasar secara efektif menggunakan berbagai konsep pembelajaran instrumental konsumen ketika mereka memberikan penguatan positif dengan menjamin kepuasan terhadap produk. dan sikap ramah tamah yang diberikan. maka kecil kemungkinan konsumen tersebut akan kembali. Melupakan sering berhubungan dengan perjalanan waktu. Tetapi. Apabila sebuah salon memberikan pelayanan yang baik. karyawan salon ramah.

Haruskah jadwal pembelajaran tersebar dalam jangka waktu tertentu (pembelajaran terdistribusi). “Showroom Mobil”. semakin besar ganjaran yang diberikan. pengaturan waktu mempunyai pengaruh yang penting terhadap pembelajaran konsumen. Misalnya.  Pembelajaran Terkumpul versus Pembelajaran Terdistribusi Seperti digambarkan sebelumnya. Para pemasar telah mengenali tiga tipe urutan penguatan: penguatan total (atau berkesinambungan). sedangkan jadwal yang terdistribusi biasanya . Tidak perlu dikemukakan lagi bahwa produk atau jasa dasar yang diserahkan diharapkan memberikan penguatan total setiap kali digunakan. menggunakan SPG yang cantik agar calon konsumen terdorong untuk mengunjungi showroom mereka.  Pembentukan Perilaku Penguatan perilaku yang harus dilakukan para konsumen sebelum perilaku yang diinginkan dapat dilakukan disebut pembentukan perilaku. atau haruskah ditempatkan “pada waktu berdekatan” sekaligus (pembelajaran terkumpul)? Pertanyaan ini penting bagi para pemasang iklan yang merencanakan suatu jadwal media.  Urutan Penguatan Para pemasar menemukan bahwa kualitas produk harus terus konsisten dan kepuasan pelanggan harus diberikan pada setiap pemakaian agar perilaku konsumen yang diingini terus dipertahankan. dengan adanya SPG itu akan menghasilkan penjualan untuk produk mereka. penguatan sistematis (rasio tetap). Diharapkan. Semakin banyak konsumen menggunakan jasa. karena iklan yang terkumpul menghasilkan pembelajaran lebih awal. Pembentukan perilaku meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku konsumen tertentu yang diharapkan. dan penguatan acak (rasio variabel). Contoh. “Matahari” memberikan “Diskon” dan memberikan “Buy one Get one”.mereka terus menjadi pelanggan tetap. yang memungkinkan konsumen menerima penguatan yang positif dan mendorong timbulnya keinginan uuntuk berlangganan di “Matahari”.

dan mereka meniru (model) perilaku yang di perkuat secara positif ketika menghadapi situasi yang sama. Model peran yang mereka pakai biasanya orang yang mereka kagumi karena sifat-sifat tertentu seperti penampilan. Tetapi. yang memungkinkan para individu dan dapat mengendalikan lingkungan mereka. . prestasi. melalui proses yang di sebut para psikolog pembelajaran melalui peragaan atau pengamatan (juga disebut pembelajaran melalui orang lain atau vicarious learning). Jadi peragaan adalah proses yang digunakan individu untuk mempelajari perilaku dengan mengamati perilaku orang lain dan akibat-akibat perilaku tersebut. Mereka mengamati bagaiman orang lain beperilaku dalam menjawab berbagai situasi (stimuli) tertentu dan hasil-hasil (penguatan) berikutnya yang terjadi. baik yang positif maupun negatif. Jadwal yang terdistribusi dengan iklan yang diulang secara teratur. TEORI PEMBELAJARAN KOGNITIF Pembelajaran yang didasarkan pada kegiatan mental disebut pembelajaran kognitif. Tidak seperti teori pembelajaran perilaku. bahkan kelas sosial. • Pembelajaran melalui Peragaan atau Pengamatan Para pakar teori pembelajaran memperhatikan bahwa sebagian pembelajaran terjadi dalam keadaan tidak adanya penguatan langsung. teori kognitif menganggap bahwa pembelajaran menyangkut pengolahan mental yang kompleks terhadap informasi. jika sasarannya adalah pembelian yang berulang dalam jangka panjang secara teratur.menghasilkan pembelajaran yang berlangsung lebih lama. biasanya menghasilkan pembelajaran dengan jangka lebih panjang dan relatif kebal terhadap penghapusan. jadwal yang terrdistribusi lebih baik. Daripada menekankan pentingnya pengulangan atau hubungan antara ganjaran dengan tanggapan tertentu. keterampilan. Teori pembelajaran kognitif mengangggap bahwa pembelajaran yang menjadi cirri khas manusia adalah pemecahan masalah. para pakar teori kognitif menekankan peran motivasi dan proses mental dalam menghasilkan tanggapan yang diinginkan.

Pengolahan Informasi Berkaitan dengan kemampuan kognitif konsumen maupun kompleksitas informasi yang akan diolah. Para konsumen mengolah informasi tentang produk berdasarkan sifat-sifat. perbandingan antara merk. Walaupun sifat-sifat yang terkandung dalam pesan dari merk dan banyaknya pilihan yang tersedia mempengaruhi intensitas atau tingkat pengolahan indormasi .merk. Ketika orang menggunakan usaha kognitif yang lebih besar dalam mengolah informasi mengenai suatu pilihan. Semakin banyak pengalaman konsumen mengenai golongan produk tertentu. Penelitian dasar yang menjadi perhatian kebanyakan pakar ilmu kognitif adalah untuk mengetahui bagaimana informasi itu disimpan dalam ingatan. dan Mengingat kembali informasi Yang paling penting dalam pengolahan informasi adalah daya ingat manusia. penyimpanan jangka pendek dan penyimpanan jangka panjang. para konsumen yang mempunyai kemampuan kognitif lebih tinggi jelas akan memperoleh informasi yang lebh banyak dan mampu memadukan informasi mengenai beberapa sifat produk dari pada konsumen yang lebih rendah kemampuannya. atau kombinasi dari faktor-faktor ini. Tetapi dampak negatif itu tidak akan mempengaruhi produk jika ada pilihan yang jelas lebih unggul. Mempertahankan. pada umumnya dipercaya bahwa terdapat “ gudang-gudang penyimpanan” yang terpisah dan berurutan dalam ingatan tempat disimpannya informasi untuk sementara sebelum diolah lebih lanjut.  Penyimpanan Sensoris .terutama yang berhubungan dengan informasi teknis. • Struktur ingatan Karena pengolahan informasi terjadi dalam beberapa tahap. mereka mengalamio dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengolahan terhadap pilihan itu. Keakraban yang lebih besar dengan produk itu juga meningkatkan kemampuan dan pembelajaran kognitif pada waktu pengambilan keputusan pembelian baru. semakin besar kemampuannya memanfaatkan informasi produk. karena mereka lebih cenderung memilih suatu produk yang hanya memerlukan usaha penilaian yang lebih ringan. Cara Konsumen Menyimpan. bagaimana ia dipelihara dan bagaimana mengingatnya kembali. penyimpanan sensoris.

 Penyimpanan Jangka Pendek Penyimpanan jangka pendek merupakan tahap ingatan nyata di mana informasi diolah dan ditahan untuk jangka waktu yang singkat saja.berminggu-minggu atau bahkan betahun-tahun. Contoh “McDonalds” dengan logo huruf M warna kuning dan background merah awal dari kata McDonalds. Kesan pertama cenderung bertahan lama dan beresiko memperkenalkan suatu produk sebelum waktunya ke pasar.Bagi para pemasar memasukkan informasi kedalam penyimpanan sensoris konsumen relatif mudah. Pesan tersebut menaruh ingatan kepada konsumen untuk jangka panjang karena yang kita tahu tag line dari iklan tersebut tidak berubah selama bertahun-tahun. Jika informasi dalam penyimpanan jangka pendek sudah menjalani pengolahan yang dikenal sebagai rehearsel (yaitu pengulangan informasi secara diam dalam hati). tetapi sulit membuat kesan yang berjangka panjang.  Penyimpanan Jangka Panjang Penyimpanan jangka panjang menahan informasi selama jangka waktu yang relatif panjang. “iklan coklat Kit Kat”. Contoh. Para peneliti menemukan bahwa penyandian iklan TV tertentu berhubungan dengan konteks program TV selama atau . dari dulu sampai sekarang iklan ini mempunyai tag line “Ada break. data dalam penyimpanan jangka panjang lebih umum bertahan selama berhari-hari. walaupun ada kemungkinan umtuk melupakan sesuatu dalam beberapa menit setelah informasi mencapai penyimpanan jangka panjang. Penyandian adalah proses untuk memilih citra kata atau gambar guna menggambarkan objek yang dirasakan. Ada Kit Kat”. kemudian dipindahkan ke penyimpanan jangka panjang. Tujuan pengulangan adalah untuk menahan informasi dalam penyimpanan jangka pendek bisa bertahan lama agar penyandian terjadi.  Penyimpanan dan Penyandian Jumlah informasi yang tersedia untuk dikirim dari penyimpanan jangka pendek ke penyimpanan jangka panjang tergantung pada jumlah pengulangan yang dilakukan.

Konsumen yang berpengetahuan tinggi akan menyerap berbagai gumpalan informasi yang lebih kompleks daripada mereka yang kurang pengetahuannya mengeani kategori produk itu. Para konsumen menyandikan kembali secara sistematis apa yang sudah mereka sandikan agar mencakup jumlah informasi ang lebih banyak (penggumpalan). Pria dan wanita menunjukkan pola penyandian yang berbeda. Sebaliknya informasi terus menerus di organisasikan dan diorganisasikan ulang ketika hubunganhubungan baru antara potongan-potongan informasi terbentuk. Film “AADC” yang dibintangi Dian Sastro dan Nicholas Saputra dengan sutradara Riri Riza mampu menyimpan informasi dalam memori kita unutk jangka panjang. Informasi produk yang disimpan dlam ingatan cenderung berdasarkan merk. Para konsumen dapat menjadi kebanyakan beban secara kognitif jika mereka diberi banyak informasi dalam waktu yang terbatas. Para konsumen lebih berkemungkinan untuk mengingat informasi yang mereka terima mengenai berbagai produk baru yang menbawa merk yang telah dikenal baik dan ingatanmereka kurang begitu dipengaruhi oleh penampilan berbagai iklan yang bersaing. Beberapa bagian program mungkin mengharapkan para pemirsa menggunakan sebagian besar sumber daya kognitif mereka untuk mengolah. Tingkat pengetahuan sebelumnya merupaka pertimbangan yang penting. Jika para konsumen diberi terlalu banyak informasi (yang disebut informasi yang terlalu sarat). Hal ini menegaskan kenyataan bahwa merkmerk yang telah mapan mempunyai keunggulan yang penting dalam iklan. • Penyimpanan Informasi dalam penyimpanan dalam jangka panjang tidak hanya diam dan menuggu untuk dikeluarkan kembali. . padahal film tersebut ditayangkan pada tahun 2002 dan sampai sekarang kita masih tetap mengingat para pemain dan sutradaranya.sesudah disiarkan. Akibat kebanyakan beban ini akan membingungkan dan dapat menimbulkan keputusan membeli yang buruk. dan para konsumen menafsirkan informasi baru dengan konsisten dengan carainformasi tersebut diorganisasikan. Para pemasar penting mnegetahui macam dan jumlah kelompok (gumpalan)informasi yang dapat ditangani para konsumen. mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam menyandi dan menyimpan semuanya. Ingatan mungkin terhambat jika gumpalan informasi yang diberikan dalam suatu iklan tidak sesuai dengan kerangka acuan konsumen. Contoh.

ingatan konsumen pada merk yang dinyatakan dalam iklan tertentu akan semakin rendah. dan cenderung akan mengaktifkan pengetahuan itu ingatan jangka panjang mereka. ingatan konsumen pada merk yang dinyatakan dalam iklan tertentu . • Mengingat Kembali Mengingat kembali merupakan proses untuk menemukan kembali informasi dari penyimpanan jangka panjang. karena mengingat kembali material yang disimpan sebelumnya. Para konsumen yang termotivasi mungkin akan menggunakan waktunya untuk menafsirkan dan membahas informasi yang mereka anggap relevan dengan berbagai kebutuhan mereka. Tingkat gangguan yang dialami dapat tergantung pada pengalaman konsumen sebelumnya.  Gangguan Jika jumlah iklan yang bersaing dalam kategori produk tertentu semakin banyak . Sebetulnya terdapat dua macam gangguan.Informasi disimpan dalam memori jangka panjang dengan dua cara : menurut peristiwa lepisodically (menurut urutan yang diperoleh) dan secara semantik/semantically (menurut konsep –konsep yang penting). Iklaniklan untuk berbagai merk yang bersaing atau untuk produkproduk lain yang dibuat pabrikan yang sama dapat menurunkan kemampuan konsumen untuk mengingat informasi merk yang diiklankan. dan pembelajaran lama dapat mengganggu karena daya ingatan terhadap material yang baru saja dipelajari. Banyak orang yang mempunyai pengalaman tidak mampu mengingat sesuatu yang sudah sangat mereka kenal dengan baik. pengetahuan sebelumnya mengenai informasi sifat merk dan jumlah informasi merk yang tersedia pada saat konsumen memilih merk yang akan dibeli. Pengolahan Informasi Terbatas dan Luas Jika jumlah iklan yang bersaing dalam kategori produk tertentu semakin banyak . Pembelajaran baru dapat menganggu. Pengaruh gangguan ini disebabkan oleh timbulnya kebingungan karena banyaknya iklan yang bersaing sehingga mengakibatkan kegagalan untuk mengingat kembali.

Satu riset mengemukakan bahwa. iklan cetak diolah dalam urutan tahap-tahap kognitif yang kompleks dan digambarkan dalam berbagai model pengolahan informasi yang klasik (yaitu pengolahan keterlibatan informasi yang tinggi). TEORI KETERLIBATAN DAN STRATEGI MEDIA Informasi kognitif (verbal) diolah oleh otak sebelah liri jadi media cetak dan media interaktif dianggap merupakan media dengan keterlibatan yang tinggi. Sebetulnya terdapat dua macam gangguan. Teori pengolahan otak kanan mnekankan pentingnya unsur visual dalam iklan. Iklan-iklan untuk berbagai merk yang bersaing atau untuk produk-produk lain yang dibuat pabrikan yang sama dapat menurunkan kemampuan konsumen untuk mengingat informasi merk yang diiklankan. dan pembelajaran lama dapat mengganggu karena daya ingatan terhadap material yang baru saja dipelajari. Dasar pemikiran teori belah otak adalah bahwa hemisfer otak sebelah kanan dan kiri “mengkhususkan diri” pada macam informasi yang mereka olah. Melalui pengulangan. sedangkan petunjuk verbal (yang memicu pengolahan otak kiri) menggerakkan kegiatan kognitif yang mendorong para konsumen untuk menilai keuntungan dan kerugian produk tersebut. Pengaruh gangguan ini disebabkan oleh timbulnya kebingungan karena banyaknya iklan yang bersaing sehingga mengakibatkan kegagalan untuk mengingat kembali. Tingkat gangguan yang dialami dapat tergantung pada pengalaman konsumen sebelumnya. Berbagai petunjuk bergambar lebih efektif dalam membangkitkan ingatan dan keakraban dengan produk. kedua belah otak itu mampu melakukan keterlibatan yang tinggi dan rendah. . walaupun ada spesialisasi hemisferal. produk dipasangkan dengan citra visual untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan yaitu pembelian merk yang diiklankan. TEORI KETERLIBATAN Teori keterlibatan berkembang dari aliran riset yang disebut hemispheral lateralization atau teori belah otak. termasuk pemakaian berbagai simbol kreatif. karena mengingat kembali material yang disimpan sebelumnya.akan semakin rendah. Menurut teori ini . Teori pengolahan informasi yang pasif oleh otak kanan konsisten dengan pengkondisian klasik. pengetahuan sebelumnya mengenai informasi sifat merk dan jumlah informasi merk yang tersedia pada saat konsumen memilih merk yang akan dibeli. Pembelajaran baru dapat menganggu.

belahan kiri otak dalam pengolahan kognitif yang tinggi dan rendah. Jika keterlibatan tinggi. belahan kanan dalam pengolahan afektif yang tinggi dan rendah. Untuk pembelian dengan keterlibatan yang tinggi . Untuk pembelian dengan keterlibatan yang rendah. Para konsumen yang sangat terlibat hanya dapat menerima sedikit merk (mereka disebut pembuat kategori yang sempit) para konsumen yang tidak terlibat mungkin mau menerima bermacam-macam pesan mengenai pembelian dan akan mempertimbangkan lebih banyak merk (mereka adalah pembuat kategori yang lebar). Pembelian dengan tingkat yang tinggi adalah pembelian yang penting bagi konsumen (yaitu dari sudut risiko yang dirasakan) dan dengan demikianmenggerakkan pemecahan masalah (pengolahan informasi) yang ekstensif. TEORI KETERLIBATAN DAN RELEVANSINYA BAGI KONSUMEN Teori ini secara singkat membuat hipotesa bahwa terdapat konsumen dengan keterlibatan yang tinggi dan rendah maka. rute samping untuk melakukan persuasi mungkin lebih efektif. para konsumen mengikuti rute tengah dan mendasarkan sikap dan pilihan-pilihan mereka pada argumen pesan. MODEL KEMUNGKINAN PEMBAHASAN Model Kemungkinan Pembahasan mengemukakakan bahwa tingkat keterlibatan seseorang selama pengolahan pesan merupakan faktor penting dalam menentukan rute persuasi mana yang mungkin paling efektif. terdapat pula pembelian dengan keterlibatan yang tinggi dan rendah. RUTE TENGAH DAN SAMPING UNTUK MELAKUKAN PERSUASI Teori rute tengah dan samping untuk melakukan persuasi menjelaskan berbagai konsep untuk pemecahan masalah yang luas maupun terbatas pada situasi pembelian dengan keterlibatan yang tinggi maupun rendah. Dasar pemikiran utama teori ini adalah bahwa para konsumen lebih mungkin untuk secara teliti menilai kebaikan dan kelemahan produk tertentu ketika produk itu mempunyai relevansi yang besar bagi mereka. mereka mengikuti rute samping dan lebih memperhatikan unsurunsur pesan lainnya sperti juru bicara atau musik latar belakangnya untuk . Jika keterlibatan rendah . rute tengah untuk melakukan persuasi yang membutuhkan pemikiran yang penuh pertimbangan dan pengolahan kognitif mungkin menjadi strategi pemasaran yang paling efektif. Kedua pendekatan ini menimbulkan gagasan bahwa tingkat keterlibatan konsumen tergantung pada tingkat keterkaitan pribasi yang ditimbulkan produk untuk konsumen itu.

Sasaran itu relevan secara subyektif. kita ingin membeli handphone untuk sarana komunikasi dan kita akan memutuskan untuk membeli Nokia otomatis di saat pengambilan keputusan tesebut kita sudah terlibat. para pemasar harus menggunakan rute samping untuk melakukan persuasi dengan memfokuskan pada cara penyajian daripada isi pesan. kemampuan yang dirasakan untuk mencapai sasaran itu cukup baik dan peluang yang dirasakan untuk mencapai sasaran itu juga dipandang cukup baik. Jadi menggunakan rute tengah (sangat kognitif). Pembentukan konsep baru mengenai keterlibatan mengemukakakn bahwa keterlibatan didefinisikan sebagai pengerahan berbagai sumber daya perilaku untuk mencapai sasaran yang relevan bagi pribadi sampai ke taraf terpenuhinya tiga keadaan. Untuk pembelian dengan keterlibatan yang tinggi. para pemasar harus menggunakan argumenargumen yang menekankan pada sifat-sifat yang kuat. UKURAN PEMBELAJARAN KONSUMEN Meningkatnya pangsa pasar dan konsumen yang setia pada merk. kecanggihan. UKURAN KETERLIBATAN Dengan teori keterlibatan yang berkembang dari gagasan media yang mempunyai keterlibatan yang tinggi dan rendah baik ke konsumen yang mempunyai keterlibatan yang tinggi dan rendah . tidak mengherankan jika terdapat variasi yang lebih besar dalam pembentukan konsep dan ukuran keterlibatan itu sendiri. . bagi kebanyakan pemasar. banyak peneliti yang setuju bahwa lebih masuk akal untuk mengembangkan profil keterlibatan daripada mengukur tingkat keterlibatan tunggal. Untuk pembelian dengan keterlibatan yang rendah. misalnya dengan mencari informasi dari produk Nokia baik dari segi harga. Contoh. fitur. dan berkualitas tinggi pada produk mereka. ke produk dan pembelian denga tingkat keterlibatan yang tinggi dan rendah. konsumen yang setia pada merk menjadi basis bagi pangsa pasar yang stabil dan bertumbuh dan merk dengan pangsa pasar yang lebih besar akan secara proposional mempunyai kelompok pembeli setia yang lebih banyak.membentuk sikap atau melakukan pilihan produk. Implikasi pemasaran dari model kemungkinan pembahasaan jelas. Kedua sasaran ini saling tergantung.bentuk. merupakan sasaran ganda dari pembelajaran konsumen.warna dll. Teori keterlibatan mempunyai sejumlah aplikasi strategis bagi pemasar. ke cara pemberian keyakinan yang tepat dalam keadaan keterlibatan yang tinggi dan rendah. Karena banyaknya perbedaan dalam dimensi dan pembentukan konsep keterlibatan. kokoh.

Ukuran Sifat dan perilaku pada kesetiaan terhadap merk Ukuran sikap berkaitan dengan perasaan konsumen secara keseluruhan terhadap produk dan merk.misalnya minuman sereal “Energen”. Pada ujiingatan. perilaku pembelian. dijilat. kesempatan dan kemampuan konsumen untuk mengolah informasi dan motivasi konsumen (tingkat keterlibatan). Ukuran perilaku didasarkan pada berbagai tanggapan yang dapat diamati terhadap stimuli promosi. dan jika sudah dapatkah mengingat salah satu iklan atau iklan televisi yang ditonton. toko atau pramuniaga) dan perilaku berlangganan individu . atau tidak sempat sarapan karena proses penyajian nya sangat praktis.Ukuran pengenalan dan ingatan Uji pengenalan didasarkan pada ingatan yang dibantu. dan tanpa menyebut merek pun tahu bahwa itu produk rokok star mild. sedangkan uji ingatan menggunakan ingatan yang tidak dibantu. konsumen ditanya apakah ia telah membaca suatu majalah tertentu atau menonton pertunjukkan televisi tertentu.dan maksud pembelian mereka. Selain itu. Kerangka konseptual terpadu memandang kesetiaan konsumen sebagai hubungan antara sikap relatif individu terhadap entitas tertentu (merk. Para konsumen rokok tahu bahwa hanya Star Mild yang memiliki logo tersebut. “iklan Oreo” pada iklan tersebut bintang iklan memberi tahu konsumen cara makan oreo yang asik itu “diputer. dicelupin”. produk yang diklankan. iklan rokok star mild dengan tag line Losta masta dan dengan logo gambar bintang jatuh. produk ini mempunyai kandungan yang bergizi sehingga sangat baik untuk dikonsumsi. Contoh ukuran pengenalan. pelayanan. member pesan kepada kita bahwa produk ini cocok digunakan pada wakttu yang mendesak. kebanyakan pemasar melakukan pengujian teks iklan sebelum iklan tersebut betul-betul dipasang di media (pra pengujian) maupun setelah terbit (pasca pengujian). Pengertian merupakan fungsi dari karakteristik pesan. merk dan beberapa hal yang menonjol mengenai iklan tersebut. Pada uji pengenalan. Untuk menjamin tingkat pengertian yang tinggi. apabila kita melihat iklan televisi kita akan mengingat manfaat dari produkiklan tersebut. Contoh ukuran ingatan. Tanggapan Kognitif terhadap Iklan Ukuran lain untuk pembelajaran konsumen adalah tingkat sejauh mana konsumen mengerti dengan tepat pesan iklan yang diharapkan. para konsumen ditunjukkan sebuah iklan dan ditanyakan apakah ia ingat sudah melihatnya dan dapat mengingat beberapa hal yang menonjol. darpada sikap terhadap produk atau merk. Contoh.

daripada resiko meluncurkan merk baru. Oleh sebabitu kita akan loyal terhadap pond’s dan tidak akan menggunakan produk kecantikan lain. Karena menigkatnya produk baru dan tingginya tingkat kegagalan produk baru. Contoh. pembersih wajah maka kita akan setia terhadap produk itu karena apa yang kita rasakan manfaatnya sudah kita rasakan. kualias yang dirasakan dan pilihan penetapan harga premium. Bagi beberapa perusahaan. lotion.tersebut. ekuitas yang paling berharga adalah merk mereka. pencarian informasi mengenai berbagai merk alternatif akan berkurang. Para pemasar juga tertarik mencari fajtor-faktor stimulus apa dalam promosi mereka yang dapat mempengaruhi perilaku membeli. sedangkan keterlibatan yang rendah menimbulkan keterbukaan dan kesdaran terhadap merk dan kemudian mungkin ke kebiasaan membeli merk tersebut. Contoh. Dengan mengetahui sampai bagaimana para konsumen mempelajari merk dan menjadi terikat pada merk-merk tertentu. Sikap relatif konsumen terdiri dari dua dimensi: kekuatan sikap dan tingkah perbedaan sikap terhadap berbagai merk yang bersaing. dalam konteks keluarga. Suatu strategi yang relatif baru diantara beberapa pemasar adalah penggunaaan merk pendamping atau cobranding (juga disebut merk rangkap atau double branding). facial wash. Karena menignkatnya kepuasan pelanggan terhadap produk dan diikuti pembelian berulang. Keterlibatan yang tinggi menimbulkan pencarian informasi yang ekstensif dan akhirnya kesetiaan kepada merk. apabila kita sudah aware terhadap Pond’s baik dari produk pelembab wajah. namun para konsumen tetap setia karena kualitas Toshiba yang baik. EKUITAS MERK (BRAND EQUITY) Ekuitas merk mempermudah penerimaan produk baru dan alokasi ruang pada rak barang-barang yang lebih disukai dan meningkatkan nilai yang dirasakan. Para pemasar tidak hanya tertarik pada cara bekembangnya kesetiaan terhadap merk tetapi juga pada kapan kesetiaan itu berkembang pada waktu yang cukup dini. Meningkatnya pangsa pasar para konsumen yang setia kepada merk secara tetap merupakan tujuan akhir semua pemasar. Ekuitas merk memungkinkan perusahaan memungut premium harga yang merupakan jumlah tambahan terhadap dan di atas harga merk toko yang sama. “Toshiba” merk ini dikenal hampir seluruh dunia karena kualitas produk yang bisa dibanggakan meskipun produk tersebut Toshiba lebih mahal dari produk elektronik yang lain. akan membantu pemasar mencapai tujuan ini. banyak perusahaan yang lebih suka mengangkat ekuitas merk mereka melalui perluasan merk. Dasar .

bagi pemasar . Untuk meningktakan ekuitas merk dari merk-merk yang terbesar. fungsi utama teori pembeljaran adalah untuk mengajar konsumen bahwa produk merekalah yang terbaik. Merk terkenal disebut megabrand. adalah untuk menggunakan ekuitas merk produk lain untuk meningkatkan ekuitas merk yang utama.penggunaan merk pendamping dimana dua merk ditonjolkan pada sebuah produk. . beberapa pemasar telah mengadopsi strategi penggabungan merk. mendorong pembelian yang berulang dan akhirnya memperkuat kesetiaan merk. yang pada gilirannya menyebabkan pangsa pasar meningkat dan laba lebih besar . Ekuitas merk penting bagi pemasar karena menimbulkan kesetiaan pada merk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful