P. 1
askep LP ALO

askep LP ALO

|Views: 1,365|Likes:
Published by Tiwi Like Smiley

More info:

Published by: Tiwi Like Smiley on Nov 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

No

Diagnosa Intoleransi Aktivitas b.d. ketidakseimb angan antara suplai dan kebutuhan oksigen

Tujuan& Kriteria Hasil Tujuan: Setelah dilakukan tindkan keperawatan selama 2 jam, klien melaporkan/menunj ukkan peningkatan toleransi aktivitas Kriteria Hasil: tidak ada dispnea dan kelemahan berlebihan, TTV normal (TD 120 mmHg, suhu 36,5— 37, RR 20x/menit, nadi 80x/menit)

Tindakan 1. Evaluasi respon pasien terhadap aktivitas. Catat laporan dispnea, peningkatan kelemahan/kelelahan dan perubahan tanda vital selama dan setelah aktivitas 2. Berikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai indikasi. Dorong penggunaan maajemen stress dan pengalih yang tepat 3. Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat 4. Bantu pasien memilih posisi yang nyaman untuk istirahat dan atau tidur 5. Bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan. Berikan kemajuan peningkatan aktivitas selama fase penyembuhan Mandiri 1. Auskultasi frekuensi dan irama jantung. Catat terjadinya bunti jantung tambahan 2. Observasi perubahan status mental 3. Observasi warna dan suhu kulit 4. Ukur haluaran urin dan berat jenisnya 5. Evaluasi ekstremitas untuk adanya kualitas nadi. Catat adanya nyeri tekan dan pembengkakan 6. Tinggikan kaki/telapak di tempat tidur atau kursi. Dorong pasien untuk

Rasional 1. Menetapkan kemampuan/kebutuhan pasien dan memindahkan pilihan inntervensi 2. Menurunkan stress dan rangsngan berlebihan, meningkatkan istirahat 3. Tirah baring dipertahankan selama fase akut untuk menurunkan kebutuhan metabolic, menghemat energy untuk penyembuhan. Pembatasan aktivitas ditentukan dengan respon individual pasien terhadap aktivitas dan perbaikan kegagalan pernapasan 4. Pasien mungkin nyaman dengan kepala tinggi, tidur di kursi atau menunduk ke depan meja atau bantal 5. Meminimalkan kelelahan dan membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen 1. Takikardia sebagai akibat hipoksia dan kompensasi upaya peningkatan aliran darah dan perfusi jaringan. Gangguan irama berhubungan dengan hipoksia, ketidakseimbangan elektrolit dan atau peningkatan regangan jantung kana. Bunyi jantung tambahan misalnya S3 dan S4 terlihat sebagai peningkatan kerja jantung taua terjadinya dekompensasi 2. Gelisah, bingung, disorientasi dan atau perubahan sensori/motor dapat

Gangguan perfusi jaringan b.d. penurunan saturasi oksigen perifer

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2jam, klien menunjukkan peningkatan perfusi sesuai Kriteria Hasil: Tidak ditemui dispnea, tidak terdapat sianosis, tidak terjadi hipoksemia dan

Berikan cairan IV atau per oral sesuai indikasi 8. BUN.hiperkapnia. kreatinin. kuku membrane bibir atau lidah atau dingin kulit burik menunjukkan vasokonstriksi perifer dan atau gangguan aliran darah sistemik 4. status mental normal. GDA. nadi 80—100x/menit latihan kaki dengan fleksi/ekstensi kaki pada pergelangan kaki. irama jantung normal. Berikan obat sesuai indikasi. mungkin perlu perubahan dosis 9. Dimanifestasikan oleh penurunan keluaran urin dengan berat jenis normal atau meningkat 5. hipoksia. Pakai/tunjukkan bagaimana menggunakan atau melepas stocking bila digunakan Kolaborasi 7. Hindari menyilangkan kaki atau duduk terlalu lama. Tanda dan gejala mungkin tak tampak 6. Kulit pucat atau sianosis. haluaran urin (800— 2000cc/24 jam). Heparin mencegah pembentukan thrombus lebih lanjut dengan mencegah pemecahan bekuan. Biasanay diindikasikan pada obstruksi . PTT dan PT) 9. EP sering dicetuskan thrombus yang naik dan vena profunda (pelvis atau kaki). akral hangat. Warfarin natrium 10. Mengevaluasi perubahan fungsi organ dan mengawasi efek heparin dan koumadin. elektrolit. Shock lanjut atau penurunan curah jantung menimbulan penurunan perfusi ginjal. Tindakan ini dilakukan untuk menurunkan stasis vena di kaki dan pengumpulan draah pada vena pelvis untuk menurunkan risiko pembentukan thrombus 7. Agen trombolitik misal streptokinase. Siapkan intervensi bedah bila diindikasikan menunjukkan gangguan aliran darah. Pantau pemeriksaan diagnostik/laboratorium (missal EKG. Warfarin digunakan untuk terapi jangka panjang setelah antikoagulan awal ditingkatkan 10. alteplase 11. atau cedera vaskuler cerebral sebagai akibat emboli sistemik 3. Peningkatan cairan diperlukan untuk menurunkan hiperviskositas darah atau mendukung volume sirkulasi/perfusi jaringan 8.

Ligasi vena cava atau pemasukan paying intragaval mungkin berguna untuk pasien yang mengalami emboli berulang meskipun antikoagulan adekuat Gangguan Pola Napas b. 2. Bantu bronkoskopi 1. Dapat meningkatkan oksigenasi 5. pernapasan eupnea Mandiri 1. tiupan botol/spirometri insentif) 8. seperti krekels. penurunan ekspansi paru Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit. Duduk tinggi memungkinkan ekspansi paru dan memudahkan pernapasan. mengi. Bantu fisioterapi dada (misal drainase postural dan perkusi area yang tak sakit. Kaji frekuensi. dispnea dan terjadi peningkatan kerja napas. Perasaan takut dan ansietas berat berhubungan dengan ketidakmampuan bernapas/ terjadinya hipoksemia dan dapat secara actual meningkatkan penggunaan oksigen/kebutuhan . Tinggikan kepala dan bantu mengubah posisi. kedalaman pernapasan dan ekspansi dada. Berikan oksigen tambahan 7. Catat upaya pernapasan.d. termasuk penggunaan otot bantu/pelebaran nasal 2. gesekan pleural 3. Dorong/bantu pasien napas dalam 5. Pengubahan posisi dan ambulasi meningkatkan udara segmen paru berbeda sehingga memeprbaiki difusi gas 4. Bangunkan pasien turun tempat tidur dan ambulasi sesegera mungkin 4.paru berat bil apasien secara serius secara hemodinamik terancam 11. Auskultasi bunyi napas dan catat adanya bunyi napas tambahan. klien menunjukkan pola napas efektif dengan frekuensi dan kedalaman dalam rentang normal Kriteria Hasil: RR berkurang sampai < 20x/menit. Biasanya ditandai adanya ronkhi 3. Kecepatan biasanya meningkat. Bantu pasien mengatasi takut/ansietas Kolaborasi 6. tidak terdapat dyspnea.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->