http://tigosotigo.blogspot.com/2010/04/imam-al-ghazali-mendidik-anak.html http://www.perapi.

com/artikel/pendidikan-anak-anak/15-pendidikan-awal-kanak-kanak-islam.html http://www.perapi.com/artikel/pendidikan-anak-anak/13-mendidik-anak-anak-menurut-islam.html http://www.mindamadani.my/content/view/186/2/ Imam Al Ghazali begitu menekankan peri pentingnya ibubapa dan pendidik perlu menjadi role model atau ikutan yang baik kerana sikap atau tingkahlaku yang ditunjukkan oleh ibubapa sebenarnya adalah kurikulum dalam pendidikan seorang kanak-kanak. Bersesuaian dengan sifat semulajadi kanak-kanak yang suka meniru perilaku atau apa sahaja yang ada di hadapannya, dan seperti yang ditegaskan oleh Imam Al Ghazali, kanak-kanak belajar melaui pemerhatian yang jika dibiarkan ia akan menjadi kebiasaan atau I tiyad dan sukarlah untuk dibentuk. Dalam menangani masalah ini ibubapa atau pendidik di beri pilihan antara memberi pengukuhan dan ganjaran baik atau hukuman. Jalan yang paling terbaik ialah dengan memberi nasihat yang pendekatannya adalah mendidik jiwa dengan jiwa atau alhal bilhal. Seperti yang tertera dalam kitab karangannya ayyuha al-walad . Ini adalah antara contoh mengaplikasi teknik mendidik anak-anak di peringkat awal umur berasaskan kurikulum integratif menampakkan kesepaduan antara pandangan sarjana barat dan ilmuan Islam dalam menilai dan menyelesaikan masalah menanangani sesuatu perkara yang berlaku dalam kehidupan seorang kanak-kanak. Pendekatan integratif juga memberi pengertian kesinambungan antara teori dan praktik, pembuktian antara kepercayaan dan amalan juga kesepaduan antara amanah yang dijulang dengan perlaksanaan yang perlu dibuktikan. http://nabimuhammad.info/2010/06/nasehat-imam-ghazali/

Oleh karena itu, sebelum menuntut ilmu, Imam al-Ghazali mengarahkan agar para pelajar membersihkan jiwanya dari akhlak tercela. Sebab ilmu merupakan ibadah kalbu dan salah satu bentuk pendekatan batin kepada Allah. Sebagaimana shalat itu tidak sah kecuali dengan membersihkan diri dari hadas dan kotoran, demikian juga ibadah batin dan pembangunan kalbu dengan ilmu, akan selalu gagal jika berbagai perilaku buruk dan akhlak tercela tidak dibersihkan. Sebab kalbu yang sehat akan menjamin keselamatan manusia, sedangkan kalbu yang sakit akan menjerumuskannya pada kehancuran yang abadi. Penyakit kalbu diawali dengan ketidaktahuan tentang Sang Khalik (al-jahlu billah), dan bertambah parah dengan mengikuti hawa nafsu. Sedangkan kalbu yang sehat diawali dengan mengenal Allah (ma¶rifatullah), dan vitaminnya adalah mengendalikan nafsu. (lihat al-munqidz min al-dhalal) Sebagai amalan ibadah, maka mencari ilmu harus didasari niat yang benar dan ditujukan untuk memperoleh manfaat di akherat. Sebab niat yang salah akan menyeret kedalam neraka, Rasulullah saw., bersabda: ³Janganlah kamu mempelajari ilmu untuk tujuan berkompetisi dan menyaingi ulama, mengolok-olok orang yang bodoh dan mendapatkan simpati manusia. Barang siapa berbuat demikian, sungguh mereka kelak berada di neraka. (HR. Ibnu Majah)

Diawali dengan niat yang benar, maka bertambahlah kualitas hidayah Allah pada diri para ilmuwan. ³Barang siapa bertambah ilmunya, tapi tidak bertambah hidayahnya, niscaya ia hanya semakin jauh dari Allah´, demikian nasehat kaum bijak. Maka saat ditanya tentang fenomena kaum intelektual dan fuqaha yang berakhlak buruk, Imam al-Ghazali berkata: ³Jika Anda mengenal tingkatan ilmu dan mengetahui hakekat ilmu akherat, niscaya Anda akan paham bahwa yang sebenarnya menyebabkan ulama menyibukkan diri dengan ilmu itu bukan sematamata karena mereka butuh ilmu itu, tapi karena mereka membutuhkannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah´. Selanjutnya beliau menjelaskan makna nasehat kaum bijak pandai bahwa µkami mempelajari ilmu bukan karena Allah, maka ilmu itu pun enggan kecuali harus diniatkan untuk Allah¶, berarti bahwa ³Ilmu itu tidak mau membuka hakekat dirinya pada kami, namun yang sampai kepada kami hanyalah lafaz-lafaznya dan definisinya´. (Ihya¶ µUlumiddin) Ringkasnya, Imam al-Ghazali menekankan bahwa ilmu saja tanpa amal adalah junun (gila) dan amal saja tanpa ilmu adalah takabbur (sombong). Junun berarti berjuang berdasarkan tujuan yang salah. Sedangkan takabbur berarti tanpa memperdulikan aturan dan kaedahnya, meskipun tujuannya benar. Maka dalam pendidikan Islam, keimanan harus ditanamkan dengan ilmu; ilmu harus berdimensi iman; dan amal mesti berdasarkan ilmu. Inilah sejatinya konsep integritas pendidikan dalam Islam yang berbasis ta¶dib. Ta¶dib berarti proses pembentukan adab pada diri peserta didik. Maka dengan konsep pendidikan seperti ini, akan menghasilkan pelajar yang beradab, baik pada dirinya sendiri, lingkungannya, gurunya maupun pada Penciptanya. Sehingga terjadi korelasi antara aktivitas pendidikan, orientasi dan tujuannya.

Kalau menurut Imam Al-Ghazali pula, hati anak-anak itu bersih. Mudah menerima apa sahaja. Menjadi tanggungjawab ibubapa untuk mencorakkan anak-anak ini. Seandainya anak-anak ini membesar dengan baik dan menjadi insan yang baik dari semua aspek, ibubapa akan mendapat pahala dari Allah. Begitu juga sebaliknya. Jika anak-anak membesar menjadi insan yang buruk akhlaknya hasil didikan ibu bapa, dosa itu tertanggung ke atas ibubapa.
Definisi Kurikulum untuk Kanak-kanakKurikulum seperti yang tercatat dalam Akta Pendidikan Malaysia 1996 dan Peraturan-peraturan Kurikulum Kebangsaan Pendidikan 1997 merujuk kepada suatu program pendidikan yang merangkumi semua pengetahuan, kemahiran, norma, nilai, unsur kebudayaan dan kepercayaan untuk membantu perkembangan seseorang murid dengan sepenuhnya dari segi jasmani, rohani, mental dan emosi serta untuk menanam dan mempertingkatkan nilai moral yang diingini dan untuk menyampaikan pengetahuan. Falsafah pendiddikan awal kanak-kanak yang berteraskan kepada pendekatan integratif tersebut jika diteliti secara mendalam adalah didasarkan kepada konsepkonsep berikut yang disepadukan antara dua pandangan:

1.

Pembinaan akhlaq dan pembentukan sahsiah,

2.

Bermain adalah tugas utama kanak-kanak,

3. Kanak-kanak adalah individu yang unik dan berbeza antara satu sama lain. &a mp;n bsp;

4. Rangsangan neurologi dan deria melalui penglibatan yang aktif dalam setiap aktiviti.

5. Memberi kebebasan dan ruang kepada kanak-kanak bagi mengenal pasti apa yang mereka mahu dan mampu lakukan.

6. Memenuhi keseimbangan keperluan rohani, fisiologi, psikologi dan pembesaran fizikal kanak-kanak.

7.

Persekitaran yang kondusif, ceria dan selamat

8. Keperihatinan terhadap persekitaran dan penyediaan pemakanan yang sihat dan bersih.

9. Menghormati kepelbagaian dan hak-hak yang sama rata

! Realitinya. dalam Islam telah nyata dan terserlah segala teorinya namun dari segi aplikasi. iâ tiyad (kelaziman/kebiasaan). inilah punca kemunduran umat Islam dalam dunia globalisasi.isu Al-thawab wa al iqab (Reward and punishment) dan nasihat (advice) sebagai penyelesaian Imam Al Ghazali begitu menekankan peri pentingnya ibubapa dan pendidik perlu menjadi role model atau ikutan yang baik kerana sikap atau tingkahlaku yang ditunjukkan oleh ibubapa sebenarnya adalah kurikulum dalam pendidikan seorang kanak-kanak.Alangkah bijaknya tokoh ilmuan Islam Imam Al-Ghazali yang terlebih awal mengupas begitu detail persoalan sebegini dalam kitabnya Ihyaâ Ulumuddin dan mengemukakan lima aspek utama dalam pendidikan kanak-kanak khasnya di peringkat awal perkembangan: Qudwah (Role model). Hakikatnya.â Sungguh benarlah firman Allah! . Tidak ada yang kurang dan tidak ada cacat celanya agama Islam. kanak-kanak belajar melaui pemerhatian yang jika dibiarkan ia akan menjadi kebiasaan atau Iâ tiyad dan sukarlah untuk dibentuk. Pendekatan integratif juga memberi pengertian kesinambungan antara teori dan praktik. tetapi sikap umatnya yang perlu diubah.. selalunya sarjana barat akan cuba melaksanakan dengan mencubanya melalui kajian-kajian ilmiah dan melakukan eksperimen yang lebih mendalam lalu setelah yakin dengan kesannya yang efektif lalu mereka mendabik dada mengatakan inilah teori baru dan yang untungnya kerana mereka mengamalkannya. Bersesuaian dengan sifat semulajadi kanak-kanak yang suka meniru perilaku atau apa sahaja yang ada di hadapannya. Jalan yang paling terbaik ialah dengan memberi nasihat yang pendekatannya adalah â mendidik jiwa dengan jiwa atau alhal bilhal. Dalam menangani masalah ini ibubapa atau pendidik di beri pilihan antara memberi pengukuhan dan ganjaran baik atau hukuman. â Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka sendiri mengubahnya.â Seperti yang tertera dalam kitab karangannya â ayyuha al-waladâ . Ini adalah antara contoh mengaplikasi teknik mendidik anak-anak di peringkat awal umur berasaskan kurikulum integratif menampakkan kesepaduan antara pandangan sarjana barat dan ilmuan Islam dalam menilai dan menyelesaikan masalah menanangani sesuatu perkara yang berlaku dalam kehidupan seorang kanak-kanak. Mulahazah wa mutabaâ ah (Observation and imitation). dan seperti yang ditegaskan oleh Imam Al Ghazali. pembuktian antara kepercayaan dan amalan juga kesepaduan antara amanah yang dijulang dengan perlaksanaan yang perlu dibuktikan..

kita sering melihat atau memang sedar masyarakat barat kebiasaannya menggunakan pendektan berhemah dalam membentuk perilaku dan mendisiplinkan anak-anak. Pendidikan anak-anak di peringkat awal usia yang berlandaskan pendekatan integratif seperti yang disarankan perlu dilaksanakan. membelai. â sesungguhnya anak-anak kita adalah permataâ . Walhal begitu banyak hadis dan saranan ulamaâ yang menyebut tentang peri pentingnya mendidik anak dengan kesabaran dan kelembutan. Ibnu Khaldun mengingatkan para pendidik melalui seruannya: â â ¦Sesungguhnya kekerasan dalam mendidik . mudah rosak dan sensitif. memeluk dan mencium anak-anak. menghukum anak yang melakukan kesalahan selalunya dengan emosi dan jauh sekali dari mendidik. Kasih sayang adalah elemen paling utama dalam proses mendidik. para sahabat dan cendidkiawan Islam dalam membentuk dan mendidik generasi. Namun realiti yang berlaku dalam masyarakat Islam hari ini. I mam Al-Ghazali Rahimahullah pernah menyebut. Dalam memperkatakan mengenai kebaikan yang diamalkan oleh barat. Dalam membicarakan soal pendidikan anak-anak ini suatu perkara yang perlu kita fahami bahawa mendidik adalah suatu kesenian yang datangnya dari jiwa yang halus dan pemikiran yang kreatif.KesimpulanSebagai kesimpulan dari kertaskerja ini.a. Di dalam kitabnya Al Muqaddimah. diasuh dan dididik dengan rapi. Kembali dan rujuklah amalan Rasulullah s. Teguran dan nasihat yang lahir dari cetusan kasih sayang akan mencairkan hati yang keras sebaliknya kekasaran dan penonjolan ammarah akan membekukan jiwa yang lembut.w. teliti dan sempurna memandangkan sifat semulajadinya yang mudah terdedah kepada bahaya persekitaran bukan sahaja dibimbangi kerosakan yang akan menimpa fizikal dan tubuh badan malah aspek-aspek yang lain juga amat perlu diberikan perhatian. Perkataan kanak-kanak dalam bahasa arabnya disebut sebagai al-tifl ( Ù¡Ù Ø·Ù Ù ) yang berasal dari perkataan tafula ( Ø·Ù Ù ) yang membawa maksud sesuatu yang lembut. yang akan meniru dari qudwah yang ditonjolkan seterusnya mengaplikasikan hasil pembelajaran melalui kebiasaan. yang akan belajar apa sahaja yang ada di persekitarannya melalui pemerhatian. Ini lah juga antara tajdid yang perlu dilakukan oleh umat Islam dalam mendidik anakanak. saya ingin membawa perhatian para hadirin budiman. Ia seperti sudah menjadi budaya mereka. Apatah lagi bila yang dihadapan kita itu adalah kanak-kanak yang putih bersih. Di sebalik maksud tersebut ia memberi pengertian bahawa seseorang kanak-kanak itu perlu dijaga. Suatu yang kreatif dan seni tidak akan lahir dari jiwa yang keras dan peribadi yang kasar yang dipenuhi rasa kejengkelan dicetuskan oleh emosi marah dan hilang pertimbangan akal.

Para ulama nasab berselisih dalam penyandaran nama Imam Al Ghazali. ³Tasydid dalam Al Ghazzali adalah yang benar. ³Saya telah bertanya kepada penduduk Thusi tentang daerah Al Ghazalah. Kehidupan dan Perjalanannya Menuntut Ilmu . Yaitu penyandaran nama kepada pekerjaan dan keahlian bapak dan kakeknya (Diringkas dari penjelasan pentahqiq kitab Thabaqat Asy Syafi¶iyah dalam catatan kakinya 6/192-192). ini pendapat Al Khafaji. bahwa telah salah orang yang menyandarkan nama kakek kami tersebut dengan ditasydid (Al Ghazzali).com/index. Sehingga nisbatnya ditasydid (Al Ghazzali). hendaknya mengambil hikmah dari sejarah hidup beliau. Siyar A¶lam Nubala¶ 19/326 dan As Subki. Sehingga setiap kaum muslimin yang mengikutinya. Yaitu Majdudin Muhammad bin Muhammad bin Muhyiddin Muhamad bin Abi Thahir Syarwan Syah bin Abul Fadhl bin Ubaidillah anaknya Situ Al Mana bintu Abu Hamid Al Ghazali yang mengatakan. Dan dinyatakan Imam Nawawi.bumicyber. tempat kelahiran beliau. dan mereka mengingkari keberadaannya. Memiliki pengaruh dan pemikiran yang telah menyebar ke seantero dunia Islam. malas. Siyar A¶lam Nubala¶ 19/323 dan As Subki. Yang dijadikan sandaran para ahli nasab mutaakhirin adalah pendapat Ibnul Atsir dengan tasydid. Demikian pendapat Ibnul Atsir. Sebagian lagi mengatakan penyandaran nama beliau kepada pencaharian dan keahlian keluarganya yaitu menenun. terbawa-bawa kepada berbohong dan berkelakuan jahatâ ¦â http://www.Barangsiapa yang ditarbiah dengan cara kekerasan dan paksaan. Sebagian mengatakan. Ironisnya sejarah dan perjalanan hidupnya masih terasa asing. Penisbatan pendapat ini kepada salah seorang keturunan Al Ghazali. sebuah nama yang tidak asing di telinga kaum muslimin. Berikut adalah sebagian sisi kehidupannya. Dilahirkan di kota Thusi tahun 450 H dan memiliki seorang saudara yang bernama Ahmad (Lihat Adz Dzahabi. Nasab dan Kelahiran Beliau Beliau bernama Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath Thusi.wirajiwa. Ini dikuatkan oleh Al Fayumi dalam Al Mishbah Al Munir. Thabaqat Asy Syafi¶iyah 6/193 dan 194).php?option=com_content&view=article&id= 81:biodata-imam-al-ghazali-&catid=8:tokoh-tokoh-islam&Itemid=20 Sejarah Hidup Imam Al Ghazali Imam Al Ghazali.´ Ada yang berpendapat Al Ghazali adalah penyandaran nama kepada Ghazalah anak perempuan Ka¶ab Al Akhbar. Nama. bahwa penyandaran nama beliau kepada daerah Ghazalah di Thusi. Tokoh terkemuka dalam kancah filsafat dan tasawuf.´ Bahkan Ibnu Assam¶ani mengingkari penyandaran nama yang pertama dan berkata.memberikan kesan yang buruk kepada orang yang dididik lebih-lebih lagi bagi kanakkanak. Thabaqat Asy Syafi¶iyah 6/191). Abu Hamid Al Ghazali (Lihat Adz Dzahabi. maka akan sempitlah pemikiran dan jiwanya lalu jadilah anak itu hilang kecerdasannya. Kebanyakan kaum muslimin belum mengerti.

manthiq. dan harta yang saya tinggalkan boleh dihabiskan untuk keduanya. Imam Al Ghazali menjadi seorang yang faqih dan saudaranya (Ahmad) menjadi seorang yang ahli dalam memberi ceramah nasihat (Dinukil dari Thabaqat Asy Syafi¶iyah 6/194). Maka saya mohon engkau mengajarinya. ³Kami menuntut ilmu bukan karena Allah ta¶ala . Demikianlah diceritakan oleh Al Ghazali. Apabila mendengar perkataan mereka (ahli fikih). akan tetapi ilmu enggan kecuali hanya karena Allah ta¶ala. Sehingga memperoleh makanan yang dapat membantu kalian berdua. saya telah membelanjakan untuk kalian dari harta kalian. ³Ketahuilah oleh kalian berdua. Beliau berkeliling mengujungi ahli fikih dan bermajelis dengan mereka. Setelah Imam Haramain meninggal. Kemudian pulang ke Thusi (Lihat kisah selengkapnya dalam Thabaqat Asy Syafi¶iyah 6/195). ³Sungguh saya menyesal tidak belajar khat (tulis menulis Arab) dan saya ingin memperbaiki apa yang telah saya alami pada kedua anak saya ini. ilmu perdebatan. Dia berpesan. maka temannya tersebut mengajari keduanya ilmu.´ (Dinukil dari Thabaqat Asy Syafi¶iyah 6/193-194). bahwa ayahnya seorang fakir yang shalih. berangkatlah Imam Ghazali ke perkemahan Nidzamul Malik. Karena majelisnya tempat berkumpul para ahli ilmu. Thabaqat Asy Syafi¶iyah 6/191). Kiranya Allah mengabulkan kedua doa beliau tersebut. Siyar A¶lam Nubala¶ 19/323 dan As Subki. Beliau mendatangi kota Naisabur dan berguru kepada Imam Haramain Al Juwaini dengan penuh kesungguhan. Kemudian dia meminta maaf tidak dapat melanjutkan wasiat orang tuanya dengan harta benda yang dimilikinya. Menjelang wafat dia mewasiatkan pemeliharaan kedua anaknya kepada temannya dari kalangan orang yang baik. yaitu Al Juwaini (Lihat Adz Dzahabi. Kemudian berangkat ke Jurjan untuk mengambil ilmu dari Imam Abu Nashr Al Isma¶ili dan menulis buku At Ta¶liqat. Sehingga berhasil menguasai dengan sangat baik fikih mazhab Syafi¶i dan fikih khilaf. beliau menangis dan memohon kepada Allah ta¶ala untuk diberikan anak yang ahli dalam ceramah nasihat. Inilah yang menjadi sebab kebahagiaan dan ketinggian mereka. Imam Al Ghazali memulai belajar di kala masih kecil. beliau menangis dan berdoa memohon diberi anak yang faqih. Beliau pun memahami perkataan para ahli ilmu tersebut dan membantah orang yang menyelisihinya.´ Lalu keduanya melaksanakan anjuran tersebut. Beliau pun bercerita. Kemudian Nidzamul mengangkatnya menjadi pengajar di madrasahnya di Baghdad dan memerintahkannya Wazir beliau Malik untuk . Tidak memakan kecuali hasil pekerjaannya dari kerajinan membuat pakaian kulit. Dia berkata. serta memberikan nafkah semampunya. sehingga menantang debat kepada para ulama dan mengalahkan mereka. Menyusun tulisan yang membuat kagum guru beliau. Apabila hadir di majelis ceramah nasihat.Ayah beliau adalah seorang pengrajin kain shuf (yang dibuat dari kulit domba) dan menjualnya di kota Thusi. Saya seorang fakir dan miskin yang tidak memiliki harta. hingga habislah harta peninggalan yang sedikit tersebut. hingga beliau berkata. Saya menganjurkan kalian berdua untuk masuk ke madrasah seolah-olah sebagai penuntut ilmu. Mempelajari fikih dari Syaikh Ahmad bin Muhammad Ar Radzakani di kota Thusi. hikmah dan filsafat. ushul.´ Setelah meninggal.

Kalaulah Abu Hamid bukan seorang yang jenius dan orang yang mukhlis. Polemik Kejiwaan Imam Ghazali Kedudukan dan ketinggian jabatan beliau ini tidak membuatnya congkak dan cinta dunia. Maka pada tahun 484 H beliau berangkat ke Baghdad dan mengajar di Madrasah An Nidzamiyah dalam usia tiga puluhan tahun. Oleh karena itu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata. ³Perkataannya di Ihya Ulumuddin pada umumnya baik. Bahkan dalam jiwanya berkecamuk polemik (perang batin) yang membuatnya senang menekuni . Beliau senang membedah dan meneliti kitab Ikhwanush Shafa. Adz Dzahabi berkata. Dia membongkar kejelekan mereka. ³Al Ghazali dalam perkataannya sangat dipengaruhi filsafat dari karya-karya Ibnu Sina dalam kitab Asy Syifa¶. ³Guru kami Abu Hamid masuk ke perut filsafat.´ (Majmu¶ Fatawa 6/54).´ (Siyar A¶lam Nubala 19/328).pindah ke sana. Hanya saja kehebatan beliau ini tidak didasari dengan ilmu atsar dan keahlian dalam hadits-hadits Nabi yang dapat menghancurkan filsafat. seperti kitab At Tahafut yang membongkar kejelekan filsafat. Risalah Ikhwanish Shafa dan karya Abu Hayan At Tauhidi. ilmu kalam. berupa filsafat. ³Abu Hamid condong kepada filsafat. Demikianlah Imam Ghazali dengan kejeniusan dan kepakarannya dalam fikih. ³Orang ini (Al Ghazali) menulis kitab dalam mencela filsafat. cerita bohong sufiyah dan hadits-hadits palsu.´ (Majmu¶ Fatawa 6/54). yaitu kitab At Tahafut. niscaya dia telah binasa. tetapi sangat sedikit pengetahuannya tentang ilmu hadits dan sunah Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam yang seharusnya menjadi pengarah dan penentu kebenaran. Hingga murid terdekatnya. dengan prasangka hal itu benar dan sesuai dengan agama. Oleh karena itu para ulama muslimin membantahnya. Disinilah beliau berkembang dan menjadi terkenal. tasawuf dan ushul. Kitab ini merupakan penyakit berbahaya dan racun yang mematikan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata. Akan tetapi di dalamnya terdapat isi yang merusak. Membuat beliau semakin jauh dari ajaran Islam yang hakiki. Mencapai kedudukan yang sangat tinggi. Akibatnya beliau menyukai filsafat dan masuk ke dalamnya dengan meneliti dan membedah karya-karya Ibnu Sina dan yang sejenisnya.´ (Majmu¶ Fatawa 4/164). (yaitu) Abu Bakar Ibnul Arabi mengatakan. Beliau juga gemar meneliti kitab Ikhwanush Shafa dan kitab-kitab Ibnu Sina. walaupun beliau memiliki bantahan terhadapnya. Akan tetapi beliau menyetujui mereka dalam beberapa hal yang disangkanya benar. Beliau menyusun buku yang berisi celaan terhadap filsafat. akan tetapi dalam beberapa hal menyetujuinya. Pengaruh Filsafat Dalam Dirinya Pengaruh filsafat dalam diri beliau begitu kentalnya. Menampakkannya dalam bentuk tasawuf dan dengan ibarat Islami (ungkapan syar¶i). Hal ini jelas terlihat dalam kitabnya Ihya¶ Ulumuddin. Sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata. Beliau tidaklah memiliki ilmu tentang atsar dan beliau bukanlah pakar dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam yang dapat mengarahkan akal. kemudian ingin keluar dan tidak mampu.

Mendengarkan kitab Shahih Bukhari dari Abu Sahl Muhammad bin Ubaidilah Al Hafshi. ³An Nidzam (Nidzam Mulk) mengutusnya untuk menjadi pengajar di madrasahnya di Baghdad tahun 484 H. (Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam .ilmu-ilmu kezuhudan. beliau dipanggil hadir dan diminta tinggal di Naisabur. Pada tahun 489 H beliau masuk kota Damaskus dan tinggal beberapa hari. Beliau banyak duduk di pojok tempat Syaikh Nashr bin Ibrahim Al Maqdisi di masjid Jami¶ Umawi (yang sekarang dinamai Al Ghazaliyah). Kemudian pindah ke Baitul Maqdis. Beliau tinggalkan jabatannya pada tahun 488 H. ikhlas dan perbaikan jiwa. Beliau belum sempat meriwayatkan hadits dan tidak memiliki keturunan kecuali beberapa orang putri. mengajar para penuntut ilmu dan melakukan shalat dan puasa serta ibadah lainnya sampai meninggal dunia. ³Saya patuh dan taat untuk menemui Malaikat Maut. Tinggal di sana dan menulis kitab Ihya Ulumuddin. Al Arba¶in. Masa Akhir Kehidupannya Akhir kehidupan beliau dihabiskan dengan kembali mempelajari hadits dan berkumpul dengan ahlinya. berhaji dan tinggal menetap di Damaskus beberapa lama. Kemudian menziarahi Baitul Maqdis beberapa lama. Seandainya beliau berumur panjang. Beliau meninggal sebelum langit menguning (menjelang pagi hari). Beliau habiskan sisa waktunya dengan mengkhatam Al Qur¶an.´ (Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Siyar A¶lam Nubala 6/34). lalu berkata. Sehingga menolak jabatan tinggi dan kembali kepada ibadah. dan berkata.´ (Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Siyar A¶lam Nubala 6/34). berkumpul dengan ahli ibadah. ³Bawa kemari kain kafan saya. Lalu menjadi orang yang zuhud. Pada bulan Dzul Qai¶dah tahun 488 H beliau berhaji dan mengangkat saudaranya yang bernama Ahmad sebagai penggantinya. Berkata Imam Adz Dzahabi. Sampai akhirnya beliau datang ke Naisabur dan mengajar di madrasah An Nidzamiyah beberapa saat. pulang ke negerinya dengan menekuni ilmu dan menjaga waktunya untuk beribadah. Al Qisthas dan kitab Mahakkun Nadzar. lalu ke Mesir dan tinggal beberapa lama di Iskandariyah. Ibnu Asakir berkata. Ketika Wazir Fakhrul Mulk menjadi penguasa Khurasan.´ Kemudian beliau meluruskan kakinya dan menghadap kiblat. Beliau mendirikan satu madrasah di samping rumahnya dan asrama untuk orang-orang shufi.´ Abul Faraj Ibnul Jauzi menyampaikan kisah meninggalnya beliau dalam kitab Ats Tsabat Indal Mamat. Melatih jiwa dan mengenakan pakaian para ahli ibadah. saudaraku Abu Hamid berwudhu dan shalat. Setelah beberapa tahun. ³Abu Hamid rahimahullah berhaji dan tinggal di Syam sekitar 10 tahun. menukil cerita Ahmad (saudaranya). ³Pada akhir kehidupannya. Beliau menulis dan bermujahadah dan tinggal di menara barat masjid Jami¶ Al Umawi. Disampaikan juga oleh Ibnu Khallakan dengan perkataannya.´ Lalu beliau mengambil dan menciumnya serta meletakkannya di kedua matanya. beliau tekun menuntut ilmu hadits dan berkumpul dengan ahlinya serta menelaah shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim). Beliau tinggal di Syam sekitar 10 tahun. Kemudian kembali ke Thusi. niscaya dapat menguasai semuanya dalam waktu singkat. dan kembali ke Damaskus beri¶tikaf di menara barat masjid Jami¶ Damaskus. Pada subuh hari Senin.

pada hari Senin tanggal 14 Jumada Akhir tahun 505 H dan dikuburkan di pekuburan Ath Thabaran (Thabaqat Asy Syafi¶iyah 6/201). beliau senang membaca dan belajar kepada guru-guru yang berbeda disiplin ilmunya. di Kota Khurain di Persi atau sekarang disebut dengan negara Iran. Ketka beliau berumur 21 tahun. Di tempat ini beliau menjadi guru besar dan diangkat menjadi rector. http://staihascikarang. Di sinilah beliau banyak menyumbangkan karya-karya ilmiyahnya. beliau banyak mengunjungi para ahli ilmu. namun ketaatannya kepada Allah swt. beliau dimohon untuk bergabung di Universitas Nidzamiyyah sebagai dosen.id/artikel/artikel-dosen/107-membumikan-konseppendidikan-imam-ghazali. sampai beliau berhasil menguasai beberapa disiplin ilmu dan sebagai pendidik atau dosen di Universitas tersebut.Siyar A¶lam Nubala 6/34). Biografi Imam Ghazali Nama lengkap Imam Ghazali adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Ahmad alHazali [iv] Dilahirkan di Ghazalah di daerah Thus.html 2. . akhirnya beliau memutuskan untuk berangkat ke kota lain dengan tujuan belajar.ac. Ayahnya meninggal dunia semasa beliau masik kecil dan Ghazali kecil dibesarkan oleh seorang ahli sufi. al-Wasith. Sesampainya di kota Mu¶ashar. sangat tinggi. Semasa kecilnya. Dengan kecerdasan dan kepandaiannya dalam berargumentasi. seperti kitab al-Basith. terutama para mutakallimin (ahli afgumentasi). Karena belum ada kepuasan dalam diri Imam Ghazali. pada tahun 450 H bertepatan dengan 1058 M. Imam Ghazali hidup dalam keluarga yang sederhana. Beliau wafat di kota Thusi. beliau pergi ke Naisabur dengan tujuan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. al-Wajiz dan sebagainya.

Konsep Pendidikan Imam Ghazali Dari keterangan riwayat hidup dan perjalanan pendidikan Imam Ghazali. yang kehidupan masyarakatnya masih sangat sederhana. Pendidikan yang baik dan benar adalah bertujuan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada . hati kecilnya tetap belum merasa puas dan selalu ingin mencari ilmu dan ilmu. dengan menjalankan agama secara mendalam. yang pada akhirnya beliau memutuskan untuk meninggalkan Bagdad menuju Mekkah. Inilah propil kehidupan akhir Imam Ghazali yang senantiasa ber kontemplasi. Selang beberapa tahun mengabdi di sana. sampai beliau sempat berdiam diri di suatu masjid untuk beberapa hari tanpa bicara. Di kota Mekkah. 3.Setelah menjadi Profesor di Universitas di Bagdad. Sebelum menghembhuskan napas terakhir. di usia yang ke 53 tahun di daerah Thus sebagai tempat kelahirannya. Imam Ghazali meninggal pada tahun 505 H. maka dapat diketahui dengan jelas bahwa beliau tergolong ulama yang taat dan patuh kepada Allah swt. beliau sempat mengajar di Universitas Nidham al-Mulk atas permintaan seorang Raja. atau 1111 M. Walau demikian beliau adalah sosok ulama yang banyak mencurahkan perhatiannya terhadap dunia pendidikan. tanpa bersosialasi dengan masyarakat. bertualangan dalam mencari ilmu pengetahuan. beliau memulai hidup baru dengan berkontemplasi dan merenung. sampai pada saatnya beliau mendapatkan puncak kenikmatan yang ditunggu-tunggu sejak lama. Sang Pencipta Alam menginginkan hambanya untuk kembali menghadap Nya. hal ini lebih disebabkan karena beliau adalah sosok orang yang banyak berpergian. Secara umum Imam Ghazali pernah berkomentar tentang sistim pendidikan yang baik. sehingga beliau termasuk dalam katagori ulama sufi.

maka pelajaran tersebut harus ada dalam kurikulum pendidikan. Menurut Imam Ghazali bahwa mata pelajaran yang utama dan harus terdapat dalam kurikulum pendidikan adalah ilmu Agama. Maksud dari pendekatan di sini adalah bahwa setiap ilmu yang memiliki dampak positif. Al-Ghazali meletakan guru sebagai tokoh sentral yang dapat dijadikan referensi. seperti ilmu kedoteran. Oleh karena itu guru dalam perspektif al-Ghazali adalah pribadi yang menguasai suatu disiplin ilmu dan mampu mengamalkannya. Pendekatan Agama. b. Pendidikan juga dapat mengantarkan manusia untuk menggapai kebahagian di dunia dan kebahagian di akhirat kelak. bahwa mata pelajaran yang harus di sampaikan kepada anak didik didasarkan kepada dua pendekatan. [vi] . Pendidikan juga sebagai sarana untuk menebar keutamaan. ilmu fiqh. ilmu tafsir dan lain sebagainya. Konsekwensi atas penghormatan terhadap ilmu adalah penghormatan terhadap guru. 3. antara lain: a. baik kepada peserta didik maupun kepada masyarakat. pendidik atau guru dan tujuan pendidikan. ilmu matematika dal lain sebagainya. Al-Gazali berpandangan bahwa dunia pendidikan harus menempatkan ilmu pengetahuan pada posisi yang sangat terhormat. Seperti al-Qur¶an dan al-Hadits. [v] Adapun konsep pendidikan menurut pandangan Imam Ghazali yang akan dipaparkan dalam tulisan ini meliputi: Kurikulum.Allah swt. Pendekatan Pragmatis.1. Kurikulum Imam Ghazali pernah berkomentar tentang konsep kurikulum pendidikan. Maka untuk mencapai hal itu penidikan harus memperhatikan beberapa factor yang cukup urgens.

Kedua. seperti ilmu sihir. tetapi cukup diwakili oleh beberapa ummat Islam saja. karena dapat mendatangkan ke madharatan. Dalam kesempatan lain Imam Ghazali pernah menawarkan konsep kurikulum yang dikaitkan kepada ilmu pengetahuan. ilmu yang mendatangkan kemaslahatan bagi pemiliknya maupun kepada orang lain. yaitu ilmu yang erat kaitannya dengan per ibadahan dan segala macamnya. Karenanya tidak ada pilihan lain kecuali disiplin ilmu ini harus dimasukan kedalam kurikulum pendidikan. Ilmu inilah yang masuk dalam katagori fardhu µAin. baik di dunia maupun di akhirat. Karenanya jika ada sebagian ummat Islam telah memilikinya maka sudah terwakili. Disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh setiap individu ummat Islam. Ilmu yang terpuji dalam kadar tertentu. kemadharatan bahkan menjadikan kafir bagi pemiliknya. yaitu ilmu-ilmu yang tidak ada manfa¶atnya.. Menurut pandangan Imam Ghazali bahwa ilmu-ilmu tersebut adalah tercela dan sesat. baik bagi pemiliknya maupun bagi orang lain. Ilmu yang terkutuk. Ilmu yang terpuji.Klasifikasi ilmu tersebut sepertinya Imam Ghazali ingin mengatakan bahwa pada dasarnya ilmu terbagi kepada dua macam yaitu: pertama. [vii] . 3. Disiplin ilmu yang tidak menuntut kepada setiap individu untuk menguasainya. Dalam pandangan beliau bahwa ilmu terbagi kepada tiga bagian besar. seperti ilmu kebersihan atau bersuci. namun tercela jika dipelajari secara mendalam. Karena jika dipelajari secara mendalam maka akan menyebabkan kekacawan. 2. ilmu nujum dan ilmu ramalan. Disiplin ilmu inilah yang disebut dengan istilah fardhu kifayah. seperti ilmu filsafat. antara lain: 1.

[viii] Sedangkan kriteria khusus yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah sebagai berikut: 1.2. Imam Ghazali pernah memaparkan beberapa kriteria guru yang baik. Secara umum kriteria guru yang baik dan benar adalah guru yang cerdas dan sempurna akalnya. maka Allah swt. Sehubungan dengan pembahasan guru. ³ Allah swt. dan dengan akhlaknya yang baik ia dapat menjadi contoh dan teladan bagi para muridnya. Pendidik atau guru Guru merupakan pasilitator bahkan sebagai pen-trasper ilmu. kegagalan guru berarti pula kegagalan murid dan kegagalan pendidikan pula. Tanpa ada guru maka suatu hal yang mustahil anak didik mendapatkan ilmu pengetahuan. Karena itu guru merupakan hal yang sangat penting dalam proses pendidikan. Memberikan penghargaan yang ter amat tinggi kepada pemilik ilmu. . sangat menentukan keberhasilan pendidikan. 3. Karenanya ilmu Agama harus terdapat didalam kurikulum pendidikan. Dengan kesempurnaan akal ia dapat memiliki berbagai ilmu pengetahuan secara mendalam. yaitu dengan mengangkat derajatnya. Karena esensi guru adalah sebagai orang yang memiliki segudang ilmu. Akan mengangkat derajat orang beriman dan orang berilmu´. dan dengan kuat fisiknya ia dapat melaksanakan tugas mengajar.Dengan demikian. Seorang guru harus memiliki sifat kasih saying yang tinggi terhadap anak didik. juga guru yang baik akhlaknya dan kuat fisiknya. sebagai barometer keberhasilan pendidikan. Hal ini sebagaimana telah termaktub dalam nash al-Qur¶an al-Karim. mendidik dan mengarahkan anak didiknya. pada intinya Imam Ghazali berkesimpulan bahwa ilmu yang paling utama adalah ilmu agama dan semua ilmu yang berhubungan dengannya.

seorang yang tidak merasa puas akan ilmu yang dimiliki. 3. 4. Dengan kata lain bahwa tujuan hidup manusia adalah juga tujuan pendidikan. cacian dan makian ketika mengajar. sebagaimana firman Allah swt. didalam kitab Ihya µUlumuddin. Seorang guru harus berfungsi juga sebagai penyuluh yang jujur dan benar dihadapan muridmuridnya. Seorang guru mengunakan cara yang simpatik. maka dapat dikatakan bahwa tujuan utama pendidikan adalah sesuai dengan tujuan Allah swt. bakat dan kejiwaan murid-muridnya. Menciptakan manusia dengan tujuan untuk ber ibadah kepada Nya´. ketika menciptakan manusia di dunia pana ini yaitu untuk beribadah kepada Nya. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kitabnya: Jika dilihat dari pandangan Imam Ghazali tentang tujuan pendidikan. ³Allah swt. sehingga senantiasa mencari bahkan bertualangan . juga harus mengetahui tabiat. Karya Ilmiyah Imam Ghazali Sebagai seorang ilmuan. Seorang guru tidak bolehmenuntut upah atas jerih payahnya dalam mengajar dan mendidik muridnya. Seorang guru harus mengetahui tingkat kecerdasan murid.2. 5. Imam Ghazali memberikan tempat terhormat bagi guru dan sangat mulya dihadapan manusia dan disisi Allah swt. halus dan tidak menggunakan kekerasa. seorang yang senantiasa merindukan ilmu pengetahuan. Seorang guru harus berani tampil sebagai panutan atau teladan yang baik dihadapan muridmuridnya.[ix] Disamping beberapa kriteria di atas. 4.

Al-Basith fi al-furu¶ µala Nihayah al-Mathlab li Imam al-Haramain 2. sehingga tidak aneh jika banyak para ulama memberi gelar kepadanya dengan sebutan µHujjatul Islam¶.[xvi] Masih banyak lagi karyakarya Imam Ghazali lainnya yang tidak mungkin dipaparkan dalam tulisan kecil ini. Hal ini menunjukan dan sebagai bukti bahwa beliau adalah seorang ilmuan besar.my/books?id=PBrJKHMkPgUC&pg=PA98&lpg=PA98&dq=IMAM+GHAZALI+ME NDIDIK+ANAK&source=bl&ots=5DC7rrAOh8&sig=DlJaNGm5cPSc25zG7Cmdf8X3pY&hl=en&ei=GbPLTMbnDISXca2G6LkO&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=10&ved=0CEg Q6AEwCTgy#v=onepage&q=IMAM%20GHAZALI%20MENDIDIK%20ANAK&f=false IBNU KHALDUN http://ilmu-kalam. Maymun (Moses the Maimonides). Ihya µUlumuddin 11. Ayyuhal Walad.blogspot. Al-Wasith al-Muhith 3.google.com/2006/06/tokoh-tokoh-islam. Risalah al-Thair 10.html . baik dibidang ilmu hukum Islam atau Fiqh. Imam Ghazali tentu banyak tulisan dan karya-karya ilmiyahnya. ³Aqidah ahl-al-Sunnah 7. Misykah al-Anwar 9. Ada yang mengatakan bahwa karya-karya Imam Ghazali mencapai 400 buku lebih besar dan kecil.[xvii] http://books. Jawahir al-Qur¶an 6. ilmu falsafat. al-Qistash al-Mustaqim 8. Al-Risalah al-Ladunniyah 13.com.[xv] Adapun karya-karya ilmiah beliau yang telah dikodifikasi dan masyhur antara lain: 1. Titisan al-Ghazali dalam pemikiran Yahudi tampil dalam pribadi filosof Yahudi besar yaitu Musa B. Al-Wajiz fi al-Furu¶ 4. Al-Mustashfa fi µilmi al-Ushul 5. tetapi juga dikalangan Agama Yahudi dan Kristen. AlAdab fi al-Din 12.keberbagai daerah demi meraih ilmu. seorang intelektual multidimensi yang dapat menguasai hampir semua aspek ke agamaan. sampaisampai pemikiran beliau tidak hanya berpengaruh dikalangan Islam saja. ilmu tasawuf dan termasuk didalamnya ilmu pendidikan.

Ibnu Khaldun menganalisis sesuatu tamadun dari segi permulaan. Ibnu Khaldun mempelajari ilmu. Nama sebenar beliau ialah Abdul Rahman bin Muhammad bin Muhammad. Semua jawatan ini diberikan kerana kecekapannya dalam mentadbir serta keupayaannya mengemukakan idea-idea untuk kemajuan negara. Muhammad bin saad bin Barrral AlAnsari. alam sekitar dan geografi. sains dan matematik daripada Muhammad bin Ibrahim Al-Abili. Sejak Tunisia dilanda wabak taun pada tahun 749 hijrah. Bougie. Seorang yang kreatif. dan Mesir. 3. Beliau dilahirkan di Tunisia pada tahun 732 Hijrah bersamaan dengan tahun 1332 Masihi. Bapa Ibnu Khaldun adalah seorang sarjana terkenal. Ibnu Khaldun meninggal dunia di kaherah. Ibnu Khaldun adalah seorang yang tekun dalam menuntut ilmu. Granada. Ideanya yang menarikdalam kitab Al-Muqaddimah mendoron para pengkaji dan pemikir untuk mengiktiraf beliau sebagai tokoh sarjan dan sejarawan yang mengatasi sejarawan terkenal sebelumnya seperti Al Tabari dan Al-Mas`udi. Beliau pernah menjawat jawatan penting seperti ketua hakim di Mesir dan Perdana Menteri di Bougie. Fez.social. faktor kegemilangan dan kejatuhan. Beliau pernahmenyandang . 2. Semasa di Fez.falsafah. Ibnu Khaldun Sebagai Negarawan 1. dan ramai lagi. Beliau lebih dikenali sebagai Ibnu Khaldun. PENDIDIKAN IBNU KHALDUN 1. 3.ilmu fardu kifayah seperti mantic.Ibnu Khaldun berpindah ke beberapa tempat iaitu Algeria. 6. 2. Ibnu khaldun merupakan negarawan yang banyak berjasa untuk negara.BIODATA IBNU KHALDUN 1. mesir pada tahun 808 hijrah bersamaan dengan tahun 1406 Masihi ketika berusia 87 tahun. 3. 2. Pemikiran Ibnu Khaldun dalam kitab Al-Muqaddimah adalah hasil daripada pengalaman dan kreativiti beliau untuk mengetengahkan sejarah sebagai bidang ilmu yang tersendiri. Ibnu Khaldun sebagai sejarawan 1. 2. Ibnu Khaldun mendapat pendidikan tinggi daripada beberapa orang guru yang terkenal seperti beberapa orang guru terkenal seperti Ahmad bin Al-Qassar dan Lisanuddin bin Al-khatib iaitu pengarang kitab Tarikh Gharnatah (sejarah Granada) dan Muhammad bin Abdul Salam. Beliau bijak membahagi masa untuk masyarakat dan menuntut ilmu.Muhammad bin Al-syawasyi Al-Zarzali. 5. Ibnu khaldun mempelajari asas agama dan bahasa arab daripasa Abdul Rahman bin Muhammad (bapa beliau). Keluargabya keturunan Arab dari Yaman yang berhijrah ke Andalus. Walaupun beliau sibuk dengan tugas pentadbiran. Beliau memberi tafsiran sejarah berdasarkan psikologi. Beliau seorang yang berjiwa pemimpin. namun tidak menghalangnya untuk menuntut ilmu. 3.Muhammad bin Al-Muhaimin Al-Hadrani. KEPERIBADIAN IBNU KHALDUN 1.sarjana timur dan barat hingga ke hari ini. 7. ekonomi. 4. Buku ini dijadikan bahan kajian oleh sarjana.

7. Sebuah anugerah ilmiah yang berpestij dinamakan semperna nama beliau iaitu Ibnu Khaldun Chair Of Islamic Studies di Universiti Amerika. 3. sosiologi. Ibnu Khaldun merupakan penggiat budaya dan kesusasteraan Arab. Sanjungan terhadap beliau hingga ke hari ini. 5. c) anggota Jabatan Setiausaha Sulit Sultan Abu Salim bin abi Al-Hasan di Fez.jawatan penting seperti: a) Setiausaha negara di istana Sultan Abu Ishaq bin Abi Yahya dan Sultan Abu Annan.jawatan. ekonomi. Nama Ibnu Khaldun diabadikan dalam sebuah universiti terkemuka di Jakarta Indonesia iaitu Universiti Ibnu Khaldun KARYA AGUNG IBNU KHALDUN 1. politik. Maghribi. serta judul-judul buku dan tesis di peringkat pengajian tinggi.ekonomi. beliau menghasilkan karya-karya yang bermutu seperti: .memberi panduan terbaik kepada manusia tentang asas pembinaan sesebuah tamadun. Ibnu Khaldun sebagai Budayawan 1. 4. Ibnu khaldun berjaya menganalisis sejarah dari aspek kemasyarakatan. 6. Kejayaan Ibnu Khaldun itu mendorang para saujana mengiktiraf karya beliau sebagai bahan kajian dan rujukan dalam bidang-bidang tersebut. 2.politik dan pendidikan dalam karyanya.bengkal dan persidangan ilmiah. 2. SUMBANGAN IBNU KHALDUN DALAM BIDANG ILMU DAN PEMIKIRAN ISLAM 1. Pengajian kesusteraannya dengan Syeikh Muhammad Bahr di Tunisia dimanfaatkan untuk menajamkan kemahirannya dalam syair. Beliau berpendapat bahawa sesebuah tamadun tertegak di atas hasil kombinasi diantara keunggulan rohani dengan jasmani. tema-tema seminar. 8.dan pendidikan. ilmu pengetahuan. Jawatan-jawatan penting tersebut telah memberi peluang kepada Ibnu Khaldun untuk Berkhidmat kepada Negara dengan berkesan. d) duta Granada e) Perdana Memteri (hajib) bougie f) Ketua Hakim (Qadi Al-Qudhah) Mesir. Ibnu khaldun banyak meninggalkan sumbangan yang bernilai kepada tamadun manusia. 2. Penglibatan Ibnu Khaldun selama 20 tahun dalam bidang pentadbiran memetangkan pemikiran dan pengalaman beliau. Ibnu Khaldun merupakan pelopor kepada pemikiran-pemikiran moden khususnya dalam bidang sejarah. Beliau telah . 2.pemikiran beliau sering dijadikan wacana. Kemahiran beliau dalam bidng ini jelas kelihatan dalam kitab Al-Muqaddimah ketika beliau membahaskan tentang syair Arab. 3. Hasil kombinasi pengalaman. b) anggota Majlis Ilmiah. dan kreativiti. Beliau banyak menghasilkan syair semenjak kanak-kanak lagi.

ekonomi dan social. iaitu (a) mambandingkan antara peristiwa-peristiwa dangan berdasarkan kaedah sebab dan munasabah. Beliau berjaya memurnikan ilmu sejarah dengan menjadikan rasional sebagai kayu ukur fakta sejarah tanpa fanatik kepada sesuatu laporan yang tidak terbukti kebenarannya. ekonomi. (c) mengambil kira pengaruh iklim dan alam sekitar terhadap apa yang berlaku. Setiap pelajar hendaklah yakin dengan kebolehan diri dan berdikari untuk mencapai matlamat hidup. * Ibnu Khaldun (1332/732H. Lewat Kitab Almuqadimmah yang ditulisnya. Muqaddimah Ibnu Khaldun lebih berkualiti dan berpengaruh kepada pemikiran manusia. M. Cairo. b) Al-Takrif Bi Ibni KhaldunWa Rihlatuhu Gharban Wa Syargan. Dar-alandalus. Ibnu Khaldun menjadi salah seorang intelektual Muslim legendaris sepanjang masa. 5. Ibnu Khaldun berjaya mentafsirkan sejarah dari pelbagai aspek seperti agama. politik dan psikologi pendidikan. Hal ini merupakan jalan untuk membuka teori tentang pengetahuan dan presentasi umum mengenai sejarah sosial dan epitomologi berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan. Ibnu Khaldun pun mencurahkan pikirannya dalam bidang pendidikan. Selain berkontribusi pada bidang sejarah. 4. sosiologi. 2. Beliau menggariskan empat perkara yang perlu dilakukan oleh sejarawan dalam penelitian dan analisis laporan sejarah. ² 1406/808H) http://tanbihun.com/pendidikan/metode-pendidikan-dalam-pandangan-tiga-ilmuwan-islam/ Al-Barjis. Ibnu Khaldun merupakan tokoh falsafah yang terkenal. (1980) al-tawjih al-islami li. (b) mengkaji peristiwa-peristiwa lalu untuk dijadikan ikhtibar kepada peristiwa-peristiwa yang sedang berlaku. Ibnu Khaldun dianggap sebagai pelopor kepada pemikiran-pemikiran moden terutama dalam bidang sejarah. Ibnu Khaldun telah melakukan perubahan dalam bidang ilmu seperti ilmu sejarah dan persejarahan. µA. 4. Ibnu Khaldun dikenal sebagai seorang sejarawan terkemuka.a) Al-Ibar Wa DiwanAl-Mubtada Wal Khabar Fi Ayamil Arab Wal Ajam Wal Babrar Wa Man Asarahum Min Zawi Al-Sultan Al-Akbar yang lebih dikenali sebagai Muqaddimah Ibnu Khaldun. Pemikirannya dalam bidang pendidikan bermula dari presentasi ensiklopedia ilmu pengetahuannya. politik. 3. (d)Mengambil kira kedudukan ekonomi dan budaya terhadap peristiwa yang Berlaku RUMUSAN 1. politik. politik dan ekonomi. beliau juga menguasai pelbagai ilmu pengetahuan. 3. .nash µ fil-falsafah al-Ghazali. sosialogi dan pendidikan. 5.

maka sang bayi belum memiliki ilmu. Sedangkan pengetahuan tradisional merupakan pengetahuan yang subjeknya. telinga. seluruh metode pendidikan harus berpegang teguh pada syariat Islam. Sehingga membuat kita mampu melakukan apapun di dunia dalam sebuah tatanan. Metode Pendidikan Ala Al-Ghazali Al Ghazali memberi perhatian yang sangat besar untuk menempatkan pemikiran Islam dalam pendidikan. hanyalah sebuah ilusi jika semua itu hanya berhubungan dan ditujukan untuk pencapaian dunia fana. adat-istiadat. Semua organ tubuh itu mendukung kita dalam proses pembelajaran demi mendapat ilmu pengetahuan. ´Kita belajar menggunakan mata. lalu tumbuh menjadi anak-anak yang membutuhkan kepribadian. Menurutnya. ilmu pengetahuan. Menurut dia. serta perkembangan sejarahnya dibangun oleh kekuasaan atau seseorang yang berkuasa. ´Bayi itu seumpama sebuah bahan mentah yang harus diberi isi yang baik supaya menjadi orang dewasa yang berguna kelak. dan tingkah laku saat hidup dan berinteraksi dengan lingkungan. Menurut dia. karena ilmu pengetahuan akan lebih mudah diperoleh manusia dengan bantuan dan ajaran gurunya.´ tutur Ibnu Khaldun. Dengan kata lain. Menurut dia. Keluarga mengajarkan anak-anak tentang bahasa. mulut. Pengetahuan tentang apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus tidak kita lakukan. metodenya. . mengajarkan ilmu pengetahuan itu sangat penting. Hal ini berkaitan dengan apa yang baik dan apa yang buruk. kaki. tujuan manusia adalah mencapai kebahagian dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. kekuasaan sosial. ilmu pengetahuan mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi dua macam. Pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang diperoleh dari kebaikan yang berasal dari pemikiran yang alami. dan hasilnya. dan semua pengaruh dari ajaran tersebut tidak mungkin lenyap hingga mereka dewasa. setiap orang mendapatkan ilmu pengetahuan melalui organorgan tubuh yang diberikan oleh Tuhan. tradisi agama. berbagai macam tujuan manusia untuk mendapatkan kekayaan.Menurut Ibnu Khaldun. ketika seorang anak baru dilahirkan. bayi lahir dalam keadaan jernih. Ibnu Khaldun juga membagi ilmu pengetahuan berdasarkan tingkat pemikiran yaitu: Pengetahuan praktis yang merupakan hasil dari memahami intelijen. Nilai-nilai tentang kebaikan dan keburukan bisa diperoleh dari intelijen empirik dan dapat diterapkan untuk menuntun kita saat berhubungan dengan orang lain. pengetahuan rasional dan pengetahuan tradisional.´ ungkapnya. yakni. Menurutnya. Ibnu Khaldun mengungkapkan. dan tangan. karakter.

Selain itu. bisa menjadi bibit yang buruk bagi jiwa seorang anak laki-laki. Selain itu. mereka merindukan menjadi pemimpin. Karena itu maafkanlah mereka. Selain itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang bertawakal kepada-Nya. Dengan memberikan pendidikan karakter yang baik maka orang tua sudah membantu anak-anaknya untuk hidup sesuai jalan yang lurus. serta jujur. pendidikan yang buruk akan membuat karakter anak-anak menjadi tidak baik dan berpikiran sempit sehingga sulit membawa mereka menuju jalan yang benar kembali. anak-anak juga harus diyakinkan bahwa mereka harus selalu mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya.´ (Ali Imran: 159). mereka harus dijaga dari puisi-puisi cinta. lalu pada usia 20 tahun. Namun jika kita telaah dengan baik. Sebab hal itu. anak-anak harus belajar di sekolah dasar sehingga pengetahuan yang diperoleh sejak masih kecil akan melekat kuat bagai ukiran di atas batu. maka bertawakkallah kepada Allah. sederhana. faktor utamanya adalah kesalahan orangtua dalam mendidik anak. seperti terlalu banyak aturan atau sikap orangtua yang terlalu keras dan kasar terhadap anak. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. pandai. Mereka juga harus diajari mematuhi nasehat orang tua. «Sikap lemah lembut dan kasih sayang adalah modal utama dan kunci keberhasilan orangtua dalam mendidik anak« . dan pada usia 40 tahun orang membutuhkan kedekatan dan kesenangan terhadap pengetahuan akan Tuhannya. Namun. Inilah cara yang diajarkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW dalam mendidik umatnya. Pada masa anak-anak. pada usia remaja mereka akan merasa tertarik dengan lawan jenis. mohonkanlah ampun bagi mereka. Orang tua merupakan mitra dalam mendidik anak-anak dan mereka harus membaginya dengan para guru anak-anak tersebut. republika-online/dya/taq Kesalahan Orang Tua Adalah Penyebab Anak Durhaka Banyak faktor yang menjadi pemicu kedurhakaan seorang anak kepada orangtua. Kesalahan tersebut bisa berupa kesalahan dalam menerapkan cara yang digunakan. Al-Ghazali menekankan pentingnya pembentukan karakter. yang paling bertanggung jawab terhadap buruk atau baiknya pendidikan seorang anak adalah orangtua mereka.Oleh karena itu. dermawan. Oleh karena itu. berkarakter baik. Selain itu mereka juga harus diajarkan menjadi orang yang jujur. dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kata dia. Anak-anak terus berkembang. gurun. Allah berfirman: ³Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. anak-anak sebaiknya memiliki teman yang bermoral baik. Sikap lemah lembut dan kasih sayang adalah modal utama dan kunci keberhasilan orangtua dalam mendidik anak. orang tua harus mengajari mereka ilmu Alquran dan hadis. serta orang-orang yang lebih tua. dan beradab.

dalam salah satu bait syairnya pernah menyatakan: Janganlah tergesa-gesa mencela sahabatmu Siapa tahu dia punya alasan Sementara kamu terlanjur mencelanya. Ibnu Khaldun. . «Ibnu Khaldun mengingatkan bahaya sikap keras dan kasar dalam pendidikan. Dengan demikian. dan memiliki kepribadian rapuh« Ibnu Khaldun melanjutkan. bab Al-Birru). Salah seorang ulama yang merupakan pakar sosiologi. Sa¶ad Karim menjelaskan. ketika seorang anak melakukan kesalahan. pernah mengingatkan bahaya sikap keras dan kasar dalam pendidikan. sambil memberikan keterangan tentang perilaku dan sikap yang benar. dan bukan pula setan yang tidak memiliki sisi kebaikan. Akhirnya. Hal itu dilakukan anak didik karena rasa takut terhadap sikap kasar dan keras sang pembimbing. Jika dia telah mengetahui cara melepaskan diri dari hukuman (baik dengan berbohong atau perilaku negatif lainnya). rusaklah potensi nilai-nilai kebaikan yang ada dalam dirinya. Prof. maka lama kelamaan sikap yang demikian akan menjadi kebiasaannya. Orangtua selayaknya memahami bahwa anaknya bukanlah malaikat yang tidak pernah berbuat salah.´ (Shahih Al-Jami¶/1455) Sikap lemah lembut dalam mendidik anak merupakan faktor yang sangat mendukung keberhasilan pendidikan anak. dan memiliki kepribadian rapuh. Muslim. yang seringkali menghasilkan manusia-manusia suka berbohong. sang anak tumbuh menjadi manusia yang malas dan tidak bersemangat dalam melakukan kebaikan.Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah bersabda. Yang harus dilakukan oleh orangtua adalah memberikan nasehat dan petunjuk. Setelah itu. jika seorang guru atau pembimbing bersikap kasar dan keras. Dari Ibnu Umar disebutkan bahwa Rasulullah bersabda. memberikan bimbingan dan arahan. Dalam bukunya Nasha`ih li Al-Abaa` Qabla µUquq Al-Abnaa`. tidak selayaknya orangtua langsung memberikan hukuman yang bert. Marwan bin Abi Hafshah. munafik. Jika telah demikian. dia akan menyandarkan segala kebaikan atas usaha orang lain dan hilanglah jiwa kemandirian dalam dirinya. munafik. ³Kelembutan adalah hiasan bagi segala sesuatu. sikap yang demikian seringkali mendorong anak didik menjadi pembohong dan suka memperlihatkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang tersimpan. menjelaskan kesalahan sang anak dengan cara yang bijak. ³Sikap lemah-lembut dalam kehidupan berumahtangga pasti menghasilkan manfaat bagi penghuninya.´ (HR. Dia menjelaskan bahwa pendidikan yang didasari oleh sikap kasar dan keras seringkali menghasilkan manusia-manusia suka berbohong.

seyogianya guru memuji hasil usaha muridnya. dan saling pengertian. Bertambah yakin aku dengan janji Allah " Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan .´ Seorang anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan kepercayaan.Mengomentari hal yang sama. pendidikan adalah seni« Pendidikan bukanlah sekadar rumus dan peraturan. Dia akan tumbuh menjadi manusia yang mengusung kepercayaan diri. teman-temannya yang tumbuh dalam situasi dan kondisi kasar dan keras. berterima kasih . Pandangan al-Ghazali Menurut al-Ghazali hendaknya para guru memberikan nasehat kepada siswanya dengan kelembutan. Dia akan menjadikan kepercayaan sebagai sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya. guru. dan bersikap curang. pendidikan adalah seni. jika anak memperlihatkan suatu kemajuan. dan para pendidik untuk bersikap lemah lembut dan menjadikan kasih sayang sebagai dasar dalam menerapkan pendidikan. berterus terang. munafik. Sikap yang demikian akan menghasilkan buah manis di kemudian hari. orangtua hendaknya mengetahui dasar-dasar pendidikan yang baik dan menerapkannya dengan cara yang bijak. Ibnu Khaldun menekankan pentingnya peran orangtua. jarang sekali bersikap khianat atau melanggar janji. baik lelaki mahupun perempuan sedang dia beriman . penuh dengan ketidakpercayaan dan keraguan akan tumbuh menjadi manusia pembohong. Amin! [ganna pryadha/voa-islam. «Seorang anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan kepercayaan.´ (Lebih lanjut lihat: Muqaddimah. Jamal Al-Kasyif menyatakan. ³Seorang guru jangan bersikap keras terhadap anak didiknya dan orangtua jangan bersikap kasar kepada anak-anaknya. Dalam penjelasannya. Oleh karena itu. ³Seorang anak yang tumbuh dalam situasi dan kondisi yang keras dan kasar akan mengalami perkembangan mental tidak sehat. dan saling pengertian." An Nisa' : 124 a. Namun lebih dari itu. Ibnu Khaldun). Guru di tuntut berperan sabagai orang tua yang dapat merasakan apa yang dirasakan anak didiknya. Namun lebih dari itu. dan jujur. jarang sekali bersikap khianat atau melanggar janji« Sebaliknya. Dalam penjelasan selanjutnya. bisa cepat bisa juga lambat. dia juga mengatakan. Pengaruh dan dampak buruknya bervariasi. Prof. «Pendidikan bukanlah sekadar rumus dan peraturan. sesuai petunjuk Al-Qur¶an dan As-Sunnah.com] Begini pemurahnya Allah menumpahkan rasa kasih dan persaudaraan antara kami yang amat berhajat pada kebaikan dari apa yang kami lakukan. cinta. maka mereka itu akan masuk ke dalam syurga dan mereka tidak dizalimi sedikitpun. suka berkhianat. cinta. Sehingga kelak akan lahir generasi yang baik.

Hendaknya guru atau orang tua menjaga kewibawaan nasehatnya. Mengungkapan rahasianya itu mungkin akan membuatnya semakin berani melanggar. kemarahan maupun hukuman fisik lain. Kelima. . Bahwa anak suka bicara ceplas-ceplos dan mementingkan diri sendiri memanglah benar. baik berupa caci maki. beliau tidak menyebutkan selain seorang pendidik harus mengetehui cara pertumbuhan akal manusia yang bertahap hingga ia mampu mensejalankan pertumbuhan itu dengan pengajarannya terhadap anak didik. Sedangkan hasil yang akan diperoleh nanti tidak bisa dijadikan patokan keberhasilannya. Beliau juga mengingatkan bahwasanya menegur dan mencela secara berkesinambungan dan mengungkit-ungkit kesalahan yang dilakukannya membuat anak menjadi pembangkang. mencubit tubuh dalam pengajaran merusak anak didik. mereka hanya khilaf atau mendapat pengaruh dari luar. tetapi itu bisa diatasi dengan beberapa kiat tertentu. distandarkan pada proses. Memberikan kepercayaan kepada anak berarti tidak menyudutkan mereka dengan kesalahan-kesalahannya. adalah merupakan lahan perjuangan yang sebenarnya. Proses pembelajaran. tegurlah dengan halus dan tunjukkan urgensi kesalahannya. selayaknya pendidik tidak membongkar dan membeberkan kesalahan-kesalahannya itu. kerap menyepelekan dan menganggap konyol celotehan anak. b. b. halal atau haram. dan mendukungnya terutama didepan teman-temannya. Prinsip-Prinsip Pemberian Sanksi Pertama.padanya. Perlakuan kasar dan keras terhadap anak kecil dapat menyebabkan kemalasan dan mendorong mereka untuk berbohong serta memalingkan diri dari ilmu dan pengajaran. Orang yang cenderung lebih mengutramakan hasil tidak terlalu mempermasalahkan apakah proses pencapaian hasil tersebut dilakukan secara benar atau salah. Keempat. bukan hasil. Pandangan Ibnu Khaldun Ibn Khaldun mengemukakan masalah imbalan dan sanksi di dalam bukunya al-Muqaddimah. dimusyawarahkan kesepakatannya. yaitu usaha yang dilakukan anak. harus dilakukan terlebih dahulu ketika anak berbuat kesalahan. Jika anak mengulangi kesalahan yang sama. Oleh karena itu pendidik harus memperlakukan anak didik dengan kelembutan dan kasih sayang serta tegas dalam waktu-waktu yang diutuhkan untuk itu. Setiap anak yang ditanya tentang hadiah yang dinginkan. Apabila pada suatu kali anak menylahi perilaku terpuji. bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil. Memberikan komentar-komentar yang mengandung kepercayaan. Guru perlu menempuh prosedur yang berjenjang dalam mendidik dan menghukum anak saat dia melakukan kesalahan. kepercayaan terlebih dahulu kemudian hukuman. Persepsi umum para orang dewasa. sudah barang tentu akan menyebutkan barang-barang yang ia sukai. Sehubungan dengan hal tersebut beliau menegaskan Jangan terlampau banyak mencela setiap saat karena erkataan tidak lagi berpengaruh dalam hatinya. Banyak orang lupa. Ia menasehatkan agar tidak kasar dalam memperlakukan anak didik yang masih kecil. tetapi sebaliknya kita memberikan pengakuan bahwa kita yakin mereka tidak berniat melakukan kesalahan tersebut. khususnya anak kecil. Metode terbaik yang tetap harus diprioritaskan adalah memberikan kepercayaan kepada anak. bahwa tidak semua keinginan kita dapat terpenuhi. Hukuman. Maka disinilah ditunutut kepandaian dan kesabaran seorang guru atau orang tua untuk mendialogkan dan memberi pengertian secara detail sesuai tahapan kemamuan berpikir anak.

. hukuman sudah disepakati. memiliki arti yang sangat besar bagi si anak. Dalam memberikan hukuman tentu harus melalui beberapa tahapan. Dalam kondisi seperti ini sangat tidak efektif jika digunakan untuk memberikan nasehat panjang lebar. Selain kesiapan menerima hukuman ketika melanggar juga suatu pembelajaran untuk menghargai orang lain karena ia dihargai oleh orang tuanya. Dalam kondisi ini. maka demikian halnya hukuman. Bahkan emosi kemarahan itulah yang menjadi penyebab timbulnya keinginan untuk menghukum. Andai pun seorang pendidik harus menjatuhkan hukuman. Kesalahan yang paling sering dilakukan orangtua dan pendidik adalah ketika mereka menghukum anak disertai dengan emosi kemarahan. menjadi tak efektif. Salah satu jenis kesalahan yang ditereangkan secara jelas tahapan hukumannya adala mengenai istri nusyuz.adalah urutan prioritas akhir setelah dilakukan berbagai cara halus dan lembut lainnya untuk memberikan pengertian kepada anak. Ketika Hukuman Harus Diberikan Dalam sebuah haditsnya Rasulullah SAW bersabda : Ajarilah anak kecil shalat ketika ia berusia 7 (tujuh) tahun dan pukullah ia bila enggan shalat ketika berusia 10(sepuluh) tahun. Kesalahan lain yang sering dilakukan seorang pendidik ketika menghukum anak didiknya dengan emosi. Difirmankan Allah dalam surat An-Nisa : 34. Mendialogkan peraturan dan hukuman dengan anak. maka begitu pula yang harus dilakukan sebelum memberikan hukuman. Ketiga. Sama seperti metode pemberian hadiah yang harus dimusyawarahkan dan didiologkan terlebih dahulu. mulai dari yang teringan hingga akhirnya jadi yang terberat. Kelima. tujuan sebenarnya dari pemberian hukuman yang menginginkan adanya penyadaran agar anak tak lagi melakukan kesalahan. itu harus diduhului dengan pembiasaan. Adalah suatu pantangan memberikan hukuman kepada anak. rasulullah SAW sama sekali tidak menganjurkan menghukum anak yang belum pernah diajari dan dibiasakan. menghukum tanpa emosi. pengajaran dan bimbingan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang dalam rentan waktu 3 (tiga) tahun. bukan pelaku nya. Dalam hadits ini rasulullah SAW menyampaikan nasehat. bahwa hukuman harus berawal dari penilaian terhadap perilaku anak. yang didalamnya terkandung cara mendidik anak yang dilandasi kasih sayang. sebab anak dalam kondisi emosi sedang labil. sehingga yang ia rasakan bukannya nasehat tetapi kecerewetan dan omelan yang menyakitkan. hukuman distandarkan pada perilaku. Untuk itu kita perlu merujuk kepada al-Qur an. Artinya. Keempat. Sekali lagi proses pengajaran dan pembiasaannya makan waktu 3 (tiga) tahun. adalah selalu disertai nasehat yang panjang lebar dan terus mengungkit-ungkit kesalahan anak. d. sehingga sangat wajar jika diberi hukuman setelah 3 (tiga) tahun pembiasaan tersebut. 3 (tahun) adalah waktu yang sudah cukup panjang untuk mendidik kebiasaan shalat anak. tahapan pemberian hukuman. Sebagaimana halnya pemberian hadiah yang harus distandarkan pada perilaku. Kedua. dalam keadaan anak tidak menyangka ia akan menerima hukuman. seperti apa konsep tahapan hukuman yang dibicarakan disana. Setiap anak bahkan orang dewasa sekalipun tidak akan pernah mau dicap jelek. meski mereka melakukan suatu kesalahan. dan ia dalam kondosi yang tidak siap. dan menomor duakan hukuman.

Saad bin Abi Waqas dan sebagainya. Perubahan yang timbul hasil dari ilmu yang diperolehi. Pembentukan adab dan budi pekerti juga perlu menjadi tunggak kepada setiap pendidik. Guru yang cemerlang akan melahirkan anak didik yang gemilang. 2. Golongan guru atau ilmuan juga pernah disebut oleh Rasulullah SAW seumpama bintang di langit yang menjadi penunjuk jalan bagi menerangi kegelapan di darat dan di lautan. Jangan mengumpat orang di hadapannya. Untuk itu. Jangan buka rahsia di hadapannya. 3. 4. Ilmu pengetahuan (pengetahuan seseorang mengenai sesuatu konsep). Penerangan yang mendalam terhadap konsep itu.Imam Ghazali di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menyatakan. ianya terbukti sebagaimana Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang pendidik yang cemerlang sehingga lahirlah di zamannya sahabat-sahabat yang hebat seperti Khulafa Ar-Rasyidin. sebagaimana sabda Rasulullah bermaksud : Muliakanlah anak-anak kamu dan perelokkanlah budi pekerti mereka. Abdul Rahman bin A uf. dikhuatiri akan hilang arah petunjuk. Jangan banyak bertanya dan bertanya bila dia bersedia untuk menjawab. Abu Hurairah. Ibnu Khaldun sangat menekankan soal adab dan dalam mendidik peribadi manusia. Apabila ia terbenam atau hilang. ini bertepatan dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang bermaksud : Sesungguhnya perumpamaan orang-orang yang berilmu pengetahuan di muka bumi ini adalah seperti bintang-bintang di langit yang menjadi petunjuk bagi menerangi kegelapan samada di darat atau di lautan. Jangan halang jika dia hendak berdiri. kasih-mengasihi sesama manusia dan segala sifat yang terpuji diamalkan oleh generasi muda masa kini dan di masa-masa yang akan datang. Saidina Ali bin Abi Talib mengatakan. 3. Hormatlah dia kerana Allah. 2. hak pendidik dan para ilmuan perlu diingati. . bahawa sifat guru itu menjadi berkesan dalam jiwa murid melalui tiga peringkat : 1. bagi memastikan budaya hormat-menghormati. 5. bahawa hak orang alim ada 7 : 1.

iaitu mengajarnya syiar-syiar agama menurut Al-Quran dan Sunnah Rasulullah. Janganlah kita hanya mementingkan matlamat kebendaan dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak. 7. Jika ada keperluan lain. Kerana matlamat akhir kita mendidik anak-anak kita ialah untuk menjadikannya manusia yang berjaya di dunia dan di akhirat. Ibu bapa mestilah peka dengan pendidikan anak-anak ini. Marilah kita mengambil contoh pendidikan Lukmanul-Hakim terhadap anaknya dalam nasihatnya yang berikut melalui firman Allah: .6. Ibnu Khaldun telah membahagikan tujuan pendidikan kepada tiga bentuk pendidikan: Pertama: Mempersiapkan seorang anak dari segi keagamaan. bahkan kejayaan di akhirat adalah menjadi keutamaan. Jangan duduk membelakanginya.ini termasuk ilmu-ilmu umum duniawi . Ini akan membina akidahnya dan membentuk keperibadian keimanannya. . Pendidik yang paling utama yang perlu diberikan ialah asas-asas agama. Kedua: Mempersiapkannya dari segi akhlak. tetapi maksudnya ialah untuk mencapai hakikat ilmu yang sebenar dan akhlak yang sempurna. utamakanlah keperluannya. dan Ketiga: Mempersiapkannya dari segi pemikiran.kerana dengan memiliki pemikiran dan ilmu yang baik dan tepat seseorang itu akan mampu berdikari dan memiliki ketrampilan untuk melaksanakan tugas dengan baik. Imam Al-Ghazali menekankan bahawa tujuan pendidikan bukanlah (semata-mata) untuk mencari rezeki di dunia.

732H Bapa: Sarjana Berpindah ke Algeria. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri´. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Perdana Menteri Bougie. Ketua Hakim Mesir Meninggal dunia: Kaherah. Duta Granada. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk halhal yang diwajibkan (oleh Allah). 87 tahun Keperibadian Ibnu Khaldun y y y Tekun Mencari Ilmu Berjiwa Pemimpin Kreatif .Yang bermaksud: ³Wahai anakku! Dirikanlah solat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. 808H. Anggota Majlis Ilmiah. Granada Setiausaha Negara. Ibnu Khaldun Tokoh Sejarawan Ulung Biodata Ibnu Khaldun y y y y y y Abdul Rahman b Muhammad b Muhammad Lahir: Tunisia. Fez. Mesir. Anggota Jabatan Setiausaha Sulit.

sosiologi. kegemilangan dan kejatuhan y Tafsiran psikologi. permulaan. Bahasa Arab. falsafah sains dan matematik Pendidikan tinggi di Fez Ibnu Khaldun Tokoh Pelbagai Bidang Tamadun y Penganalisis tamadun dari segi. search . ekonomi dan akhlak pemimpin dan rakyat y at Ta rifu bi Ibni Khaldun wa Rihlatuhu Gharban wa Sharqan Daniel Goleman From Wikipedia. alam sekitar dan geografi Negarawan Penggiat budaya dan kesusasteraan Arab Sumbangan Ibnu Khaldun dalam Bidang Ilmu dan Pemikiran Islam y y y y y Analisis aspek kemasyarakatan. judul buku dan tesis Karya Agung Ibnu Khaldun y Muqaddimah Ibnu Khaldun 4 perkara yang perlu dilakukan sejarawan dalam penelitian dan analisis y Kaedah sebab musabab y Kaji peristiwa lalu untuk iktibar sedang berlaku y Ambil kira pengaruh iklim dan alam sekitar terhadap apa yang berlaku y Ambil kira kedudukan ekonomi dan budaya terhadap apa yang berlaku Asas penting pembinaan negara ialah agama. the free encyclopedia Jump to: navigation.Pendidikan Ibnu Khaldun y y Asas agama. politik dan pendidikan dalam karya Asas pembinaan tamadun kombinasi rohani dan jasmani Pelopor kepada pemikiran moden Karyanya menjadi bahan kajian dan rujukan Pemikirannya sering menjadi wacana. ekonomi. mantiq. ekonomi. tema.

Daniel Goleman (born March 7. that spent more than one-and-a-half years on the New York Times Best Seller list. For twelve years. November 5-9. In both of these conferences Goleman has been the Scientific Coordinator. Daniel Goleman currently resides in the Berkshires. Emotional Intelligence (1995. 1946) is an author. 2000} between the Dalai Lama and neuroscientists. and promotes rigorous research on the contribution of emotional intelligence to workplace effectiveness. 1990). where he has also been a visiting lecturer. science. Social and Emotional Learning at the Yale University Child Studies Center (now at the University of Illinois at Chicago) which has a mission to help schools introduce emotional literacy courses. California. His book. He is the author of more than 10 books on psychology. [edit] Research Goleman authored the internationally best-selling book. . where his parents were college professors. psychologist. " Destructive Emotions" contains an edited selection of dialogues from The 8th Mind & Life Conference (Dharamsala. Goleman is also a member of the board of directors of the Mind and Life Institute. he wrote for The New York Times. In addition. India from March 20-24. which recommends best practices for developing emotional intelligence abilities.D. from Harvard. which fosters dialogues between scientists and contemplatives. Goleman was a co-founder of The Collaborative for Academic. India. Contents [hide] y y y y y y y y 1 Life 2 Research 3 Educational innovations 4 Awards 5 Books 6 References 7 Notes 8 External links [edit] Life Goleman was born in Stockton. specializing in psychology and brain sciences. education. while his mother taught in the Sociology department of the University of the Pacific. Goleman received his Ph. Bantam Books). The same with his book Healing Emotions which is an edited selection of dialogues from The 3rd Mind & Life Conference (Dharamsala. He is a co-chairman of The Consortium for Research on Emotional Intelligence in Organizations. and leadership. based in the Graduate School of Applied and Professional Psychology at Rutgers University. and science journalist.[1] His father taught world literature at what is now San Joaquin Delta College. Thousands of schools around the world have begun to implement such programs.

Goleman's most recent best-seller is Social Intelligence: The New Science of Human Relationships (2006. Goleman's book. Goleman suggests that in light of tragedies like Hurricane Katrina. and how we can understand other's emotions as well as our own. and Paul Ekman. The following quote is widely misattributed to R. He wrote that "the need for the meditator to retrain his attention. and is consistent with Laing's thought. In his first book. including a Career Achievement award for journalism from the American Psychological Association. an expert on the social and economic effects of Internet technologies. is the single invariant ingredient in the recipe for altering consciousness of every meditation system" (p. Goleman used sequential chapters to describe almost a dozen different meditation systems. A topic of his discussion with Ekman was how to empathize with others. The Varieties of Meditative Experience (1977). Greater Good Science Center. Jossey-Bass). These included Sufism. 24): ³Knots´ being a reference to an earlier text by Laing (1972):. Laing¶s µknots¶:´ (p. and the teachings of Krishnamurti. renowned brain researcher Richard Davidson. Laing but appears in Goleman¶s (1985) book Vital Lies. we must learn how to empathize with others in order to help them. whether through concentration or mindfulness. [edit] Awards Goleman has received many awards for his writing. the teachings of Gurdjieff.[2] [edit] Educational innovations Goleman has published a series of dialogues with More Than Sound Productions entitled "Wired to Connect" on the applications of social intelligence. Tibetan Buddhism. but it speaks to the field of conflict psychology and facilitation as well. 169). Zen. Indian Tantra and Kundalini Yoga. Simple Truths: "The range of what we think and do is limited by what we fail to notice. So it is in the form of Laing.D. Siegel. for workplace success in "Working with Emotional Intelligence" (1998." The following introduction prefaces the quote: ³To put it in the form of one of R. And because we fail to notice that we fail to notice there is little we can do to change until we notice how failing to notice shapes our thoughts and deeds. "Transparency: How Leaders Create a Culture of Candor. Berkeley. Transcendental Meditation.Q. film director and Educational innovator. world renown psychologist on emotions. It is informed by Goleman's clinical psychotherapeutic experiences. Goleman and Ekman are both contributors to Greater Good magazine. coauthored with Warren Bennis and James O'Tool. but is not by Laing. D. Patanjali's Ashtanga Yoga." (2008. He was elected a Fellow of the . republished as The Meditative Mind in 1988. 107). George Lucas. University of California. he also wrote that "powerful concentration amplifies the effectiveness of any kind of activity" (p.[2] Noting that most methods of meditation were intended to foster concentration. argues for the benefits of transparency in organizations. Those already published include conversations with Psychiatrist Daniel J. and for leadership effectiveness in "Primal Leadership" (2001. Bantam Books). Bantam Books). Clay Shirky.Goleman developed the argument that non-cognitive skills can matter as much as I. Harvard Business School Press).

ISBN 978-0385527828 Social Intelligence: The New Science of Social Relationships (2006) Bantam Books. Thomas Davenport. ISBN 9780553803525 Destructive Emotions: A Scientific Dialogue with the Dalai Lama (2003) Bantam Books. ISBN 0-470991917. Later republished as The Meditative Mind: The Varieties of Meditative Experience (1988) Tarcher. John C. ISBN 978-1590300107 Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ (1996) Bantam Books. ISBN 978-0553378580 Healing Emotions: Conversations with the Dalai Lama on Mindfulness. ISBN 978-0874778335. y y y y y y y y y y y Ecological Intelligence: How Knowing the Hidden Impacts of What We Buy Can Change Everything (2009) Broadway Business. Michael Watkins. Beck. [ed . ISBN 978-1578516377 Working with Emotional Intelligence (1998) Bantam Books. Simple Truths: The Psychology of Self Deception (1985) Bloomsbury Publishing. ISBN 978-0747534136 The Varieties of the Meditative Experience (1977) Irvington Publishers. Richard. Annie. Daniel[4][5]. He is a two-time Pulitzer Prize nominee.American Association for the Advancement of Science in recognition of his efforts to communicate the behavioral sciences to the public. Emotions. ISBN 0385527829. Dan Clampa. Harvard Business School Press. and Health (1997) Shambhala. ISBN 978-0787956905 Harvard Business Review on What Makes a Leader? (1998) Co-authors: Michael MacCoby. Harvard Business School Press. ISBN 9780553381054 Primal Leadership: The Hidden Driver of Great Performance (2001) Co-authors: Boyatzis. McKee. ISBN 9780553383713 Vital Lies. ISBN 978-1578514861 The Emotionally Intelligent Workplace (2001) Jossey-Bass.[3] [edit] Books Books authored by Goleman.