BAB I PENDAHULUAN

I. 1. LATAR BELAKANG

Seperti diketahui bersama dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, perkembangan di segala bidang kehidupan yang membawa kesejahteraan bagi umat manusia, pada kenyataannya juga menimbulkan berbagai akibat yang tidak diharapkan. Salah satu diantara akibat yang tidak diharapkan tersebut adalah meningkatnya kuantitas maupun kualitas mengenai cara atau teknik pelaksanaan tindak pidana, khusunya yang berkaitan dengan upaya pelaku tindak pidana dalam usaha meniadakan sarana bukti, sehingga tidak jarang dijumpai kesulitan bagi para petugas hukum untuk mengetahui korban dan atau pelakunya. Dalam proses penyidikan suatu tindak pidana, mengetahui identitas korban merupakan suatu hal yang mempunyai arti sangat penting, yaitu sebagai langkah awal penyidikan yang harus dibuat jelas lebih dahulu sebelum dapat dilakukan langkah-langkah selanjutnya dalam proses penyidikan tersebut. Apabila identitas korban tidak dapat diketahui, maka sebenarnya penyidikan menjadi tidak mungkin dilakukan. Selanjutnya apabila penyidikan tidak sampai menemukan identitasnya identitas korban, maka dapat dihindari adanya kekeliruan dalam proses peradilan yang dapat berakibat fatal (ingat semboyan: “lebih baik membebaskan yang bersalah daripada menghukum yang tidak bersalah”). Selain itu untuk berbagai kehidupan sosial misalnya asuransi, pembagian dan penentuan ahli waris, akte kelahiran, pernikahan dan sebagainya keterangan identitas mempunyai arti penting pula, yaitu untuk mengetahui bahwa keterangan itu benar-benar keterangan yang dimaksud untuk memperoleh yang menjadi haknya maupun untuk memenuhi kewajibannya.

1

Bencana adalah suatu peristiwa yang terjadi secara mendadak dan tidak terencana atau secara perlahan tetapi berlanjut yang menimbulkan dampak terhadap pola kehidupan normal atau kerusakan ekosistem sehingga diperlukan tindakan darurat dan menyelamatkan korban yaitu manusia beserta lingkungannya. —-Bencana yang terjadi secara akut atau mendadak dapat berupa rusaknya rumah serta bangunan, rusaknya saluran air, terputusnya aliran listrik, jalan raya, bencana akibat tindakan manusia, dan lain sebagainya. Sedangkan bencana yang terjadi secara perlahanlahan atau slow onset disaster, misalnya perubahan kehidupan masyarakat akibat menurunnya kemampuan memperoleh kebutuhan pokok, atau akibat dari kekeringan yang berkepanjangan, kebakaran hutan dengan akibat asap atau haze yang menimbulkan masalah kesehatan.— Bencana yang terjadi dapat menimbulkan korban massal yang perlu mendapatkan pertolongan kesehatan segera, dengan menggunakan sarana, fasilitas dan tenaga yang lebih dari yang tersedia sehari-hari. Adapun bencana massal di Indonesia dapat berupa: 1. Bom Bali I (2002) 2. Peledakan hotel JW Marriott (2003) 3. Tsunami Aceh dan Nias (2004) 4. Bom di depan kedubes Australia (2004) 5. Bom Bali II (2005) 6. Kecelakaan pesawat adam air, lion air, kecelakaan kapal. 7. Gempa bumi di Bantul Yogyakarta Dalam ilmu kedokteran forensik dikenal pemeriksaan identifikasi yang merupakan bagian tugas yang mempunyai arti cukup penting. Disebutkan bahwa yang dimaksud dengan identifikasi adalah suatu usaha untuk mengetahui identitas seseorang melalui sejumlah ciri yang ada pada orang tak dikenal, sedemikian rupa sehingga dapat ditentukan bahwa orang itu

2

apakah sama dengan orang yang hilang yang diperkirakan sebelumnya juga dikenal dengan ciri-ciri itu. Disitulah semua, identifikasi mempunyai arti penting baik ditinjau dari segi untuk kepentingan forensik maupun non-forensik. Makalah ini bertujuan membahas berbagai hal mengenai identifikasi forensik ataupun identifkasi secara umum meliputi: pengertian, arti penting, macam-macam pemeriksaan dan cara atau metode serta sistem identifikasi. Hal-hal demikian diperlukan untuk memperoleh pemahaman pemahaman dalam penanganan dan pemeriksaan identifikasi yang komprehensif.

I. 2. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan maka dalam penulisan referat ini dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah pengertian dari identifikasi forensik?
2. Apa saja dasar - dasar dari pemeriksaan pada identifikasi forensik? 3. Metode apa yang dipakai dalam identifikasi-forensik?

4. Ada berapa jenis pemeriksaan identifikasi – foresik?
5. Menyadari betapa pentingnya peran dokter dalam proses identifikasi – forensik?

I. 3. TUJUAN PENELITIAN

1. Untuk mengetahui pengertian dari identifikasi forensik. 2. Untuk mengetahui pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada identifikasi forensik.
3. Mampu memahami berbagai jenis pemeriksaan identifikasi. 4. Sebagai persyaratan ujian pada kepaniteraan klinik ilmu kedokteran forensik dan

medikolegal.

3

I. 4. MANFAAT 1. Bagi Mahasiswa •

Sebagai bekal dalam menjalani profesi sebagai dokter muda.

2. Bagi Institusi Pendidikan •

Mengerti maksud dan tujuan dalam melakukan identifikasi – forensik. Sebagai media pengabdian masyarakat terutama kasus-kasus yang berkembang di masyarakat khususnya dalam bidang Kedokteran Forensik dan Medikolegal.

3. Bagi Pengadilan •

Pentingnya IDENTIFIKASI-FORENSIK bagi penyelesaian perkara pidana.

4

membusuk. Peran ilmu kedokteran forensik dalam identifikasi terutama pada jenazah tidak dikenal. 1. II. Menentukan identitas personal dengan tepat amat penting dalam penyidikan karena adanya kekeliruan dapat berakibat fatal dalam proses peradilan. bencana alam. jenazah yang rusak.Identitas seseorang yang dipastikan bila paling sedikit dua metode yang digunakan memberikan hasil positif (tidak meragukan).2 METODE IDENTIFIKASI Dalam pelayanan identifikasi forensik berbagai macam pemeriksaan dapat digunakan sebagai sarana identifikasi. Identifikasi personal sering merupakan suatu masalah dalam kasus pidana maupun perdata. Sarana identifikasi konvensional. DEFINSI Identifikasi forensik merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan membantu penyidik untuk menentukan identitas seseorang. maka sarana-sarana identifikasi dapat dikelompokkan: 1. serta potongan tubuh manusia atau kerangka. hangus terbakar dan kecelakaan masal. bayi tertukar. Berdasarkan penyelenggaraan penanganan pemeriksaannya. atau diragukan orangtua nya. huru hara yang mengakibatkan banyak korban meninggal. yaitu berbagai macam pemeriksaan identifikasi yang biasanya sudah dapat diselenggarakan penanganannya oleh pihak polisi penyidik antara lain: 5 .Selain itu identifikasi forensik juga berperan dalam berbagai kasus lain seperti penculikan anak.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.

Rhesus. yaitu berbagai macam pemeriksaan identifikasi yang diselenggarakan penanganannya oleh pihak medis. c. Keel. sepatu dan sebagainya. Karpeg. b. Pemeriksaan benda-benda milik pribadi seperti: pakaian. Pemeriksaan secara visual dan fotografi mengenali ciri-ciri muka atau sinyalemen tubuh lainnya. jenis kelamin. bekas luka atau operasi luar (sikatrik atau keloid). warna kulit. Pemeriksaan sidik jari dan lain-lain. hiperpigmentasi daerah kulit tertentu (toh). Beberapa contoh ciri non-spesifik antaralain misalnya tinggi badan. antara lain: a. Pemeriksaan golongan darah berbagai sistem: ABO. perhiasan. b. Sarana identifikasi medis. Duffy. e. bibir dan sebagainya. d. HLA dan sebagainya. bentuk-bentuk hidung. surat-surat seperti surat tugas/ jalan atau dokumen-dokumen dsb. misalnya cacat bibir sumbing atau celah palatum. Pemeriksaan ciri-ciri badan atau rangka melalui pemeriksaan antropologis. antroposkopi dan antropometri. Pemeriksaan ciri-ciri tubuh yang spesifik maupun yang non-spesifik secara medis melalui pemeriksaan luar dan dalam pada waktu otopsi. kartu mahasiswa dan sebagainya. tahi lalat. 6 . MN. warna serta bentuk rambut dan mata. bekas fraktur atau adanya pin pada bekas operasi tulang atau juga hilangnya bagian tubuh tertentu dan lain-lain. Pemeriksaan ciri-ciri gigi melalui pemeriksaan odontologis. yaitu apabila pihak polisi penyidik tidak dapat menggunakan sarana identifikasi konvensional atau kurang memperoleh hasil identifikasi yang meyakinkan.SIM. Pemeriksaan ciri-ciri biologi molekuler sidik DNA dan lain-lain.a. tato. 2. d. Pemeriksaan kartu-kartu pengenal seperti KTP. Beberapa ciri yang spesifik. c.

Untuk dapat melakukan identifikasi dengan cara membandingkan data. sehingga dengan demikian belum dapat ditentukan siapa jenasah tak dienal tersebut. maka kedua data ciri yang dibandingkan tersebut adalah data post mortem dan data ante mortem. Data ante mortem yang baik adalah berupa medical record dan dental record. bukan berarti kita tidak dapat mengidentifikasi. maka identifikasi dengan cara membandingkan tidak dapat diterapkan. Apabila demikian halnya. Hal ini karena pada identidikasi dengan cara membandingkan data. hasilnya hanya ada dua alternatif: identifikasi positif atau negatif. sehingga dapat disimpulkan bahwa jenasah yang tidak dikenali itu adalah sama dengan orang yang hilang yang diperkirakan. Identifikasi positif. yaitu apabila kedua data yang dibandingkan adalah sama. Pada penerapan penanganan identifikasi kasus korban jenasah tidak dikenal. memenuhi kriteria untuk dapat dibandingkan dengan data post mortemnya. Apabila identifikasi dengan cara membandingkan data tidak dapat diterapkan. kita masih dapat mencoba mengidentifikasi dengan cara merekonstruksi data hasil pemeriksaan post-mortem ke dalam 7 . yaitu harus tersedianya data ante mortem berupa medical atau dental record yang lengkap dan akurat serta up-to-date. yaitu dapat menunjuka siapa jenasah yang tidak dikenal tersebut. diperlukan syarat yang tidak mudah. Identifikasi negatif yaitu apabila data yang dibandingkan tidak sama. Untuk itu masih harus dicarikan data pembanding antemortem dari orang hilang lain yang diperkirakan lagi. Yang dimaksud dengan identifikasi membandingkan data adalah identifikasi yang dilakukan dengan cara membandingkan antara data ciri hasil pemeriksaan hasil orang tak dikenal dengan data ciri orang yang hilang yang diperkirakan yang pernah dibuat sebelumnya.Dikenal ada dua metode melakukan identifikasi yaitu secara membandingkan dan secara rekonstruksi. Apabila tidak dapat dipenuhi syarat tersebut. Identifikasi dengan cara membandingkan data ini berpeluang menentukan identitas sampai pada tingkat individual.

b. dapat diperkirakan jenis kelaminnya. Dengan mengamai interdigitasi dutura-sutura tengkorak dan pola waktu erupsi gigi. namun demikian perkiraan-perkiraan identitas yang dihasilkan dapat mempersempit dan memberikan arah penyidikan. Dengan perhitungan indeks-indeks dan modulus kefalometri atau kraniometri. Pola permasalahan kasusnya biasanya : kriminal.perkiraan-perkiraan mengenai jenis kelamin. e. korban tunggal. d. identifikasinya biasanya dilakukan dengan cara rekonstruksi. Dengan formula matematis. Meskipun identifikasi cara rekonstruksi ini tidak sampai menghasilkan dapat menentukan identitas sampai pada tingkat individual. dikenal ada tiga macam sistem identifikasi. tinggi dan bentuk serta ciri-ciri spesifik badan. c. 1. dapat diperhitungkan perkiraan tinggi badan individu dari ukuran barang bukti tulang-tulang panjangnya. Identifikasi sistem terbuka adalah identifikasi pada kasus yang terbuka kepada siapapun dimaksudkan sebagai si korban tidak dikenal. Dengan ciri-ciri yang spesifik. dimungkinkan diperoleh data ante mortem. 2. identifikasi dapat dilakukan dengan 8 . Identifikasi sistem tertutup adalah identifikasi pada kasus yang jumlah dan daftar korban tak dikenalnya sudah diketahui. Terhadap pola permasalahan kasusnya. Dengan mengamati lebar-sempitnya tulang panggul terhadap kriteria dan ukuran laki-laki dan perempuan. Pola permasalahan kasus biasanya: non-kriminal. korban massal. yaitu . dapat diperkirakan umurnya. Sebagai contoh: a. umur. dapat diperhitungkan perkiraan ras dan bentuk muka individu. Pada kasus infantisid dengan mengukur tinggi badan (kepala-tumit atau kepala-tulang ekor) dapat diperkirakan umur bayi dalam bulan. ras. contoh: identifikasi korban pembunuhan tidak dikenal. dapat menuntun kepada siapa individu yang memilikinya. sulit diperoleh data ante-mortem.

Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis. contoh: identifikasi korban kecelakaan pesawat terbang menabrak gunung. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. 9 . Identifikasi sistem semi terbuka atau semi tertutup adalah identifikasi pada suatu kasus yang sebagian korban tidak dikenalnya sudah diketahui dan sebagian lainnya belum diketahui sama sekali atau belum diektahui tetapi sudah tertentu. dilak dengan diberi cap jabatan yang diilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat. Dalam hal penyidik untuk membantu kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka.3 DASAR – DASAR IDENTIFIKASI FORENSIK Dasar hukum dan undang-undang bidang kesehatan yang mengatur identifikasi jenasah adalah : A.cara membandingkan data. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. contoh: identifikasi korban kecelakaan pesawat terbang di Malioboro (semi terbuka) atau di suatu perumahan (semi tertutup). Mayat yang dikirimkan kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuatkan identitas mayat. 2. 3. keracunan ataupun mati yang di duga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. 3. Berkaitan dengan kewajiban dokter dalam membantu peradilan diatur dalam KUHP pasal 133 : 1. II.

e. Identifikasi terhadap orang tak dikenal yang masing hidup meliputi : Penampilan umumm (general appearance). II. f.4 JENIS – JENIS PEMERIKSAAN IDENTIFIKASI FORENSIK Identifikasi dapat berupa orang masing hidup atau yang sudah meninggal dunia. yaitu : tinggi badan. Menghentikan penyidikan apabila tidak terdapat cukup bukti sehubungan dengan tindak pidana di bidang kesehatan. Melakukan pemeriksaan atas surat atau dokumen lain. 3. Penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berwenang : a. c. d. g. jenis kelamin. rambut dan mata. untuk melakukan penyidikan tindak pidana sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. 1. Pakaian Sidik jari 10 .B. 2. warna kulit. umur. Undang-undang Kesehatan Pasal 79 1. Selain penyidik pejabat polisi Negara Republik Indonesia juga kepada pejabat pegawai negeri sipil tertentu di Departemen Kesehatan diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam UU No 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan serta keterangan. Meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan. berat badan. Meminta keteragan dan bahan bukti dari orang atau badan usaha. b. Melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan. Kewenangan penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilaksanakan menurut UU No 8 tahun 1981 tentang HAP. 2. Melakukan pemeriksaan atau penyitaan bahan atau barang bukti.

2. 6. Dalam hal-hal tertentu dapat dimintakan bantuan dokter . analisa kertas. Saksilah diminta untuk menunjuk terdakwa. 5. Metoda yang digunakan meliputi pembesaran fotografis. misalnya pada kasus pemalsuan identitas di bidang keimigrasian atau kasus penyamaran oleh pelaku kejahatan. Dimana kesan pribadi seseorang tergantung pada corak seperti rambut. jenggot dan kumis.3. 4. 3. analisa tinta. Metoda identifikasi untuk orang hidup adalah : 1. 4. kasus penculikan. dimana kesan dapat diubah dengan mudah dengan menggunakan perawatan bedah plastik. Kelenjar keringat pada kulit menghasilkan keringat dan sebum. Kesan pribadi ( identifikasi visual) Basis identifikasi sangat sering dilakukan tetapi kadang tak dapat dipercaya. Ketika kulit 11 . Tugas melakukan identifikasi pada orang hidup tersebut menjadi tugas pihak kepolisian. Basis Identifikasi yang dimaksud adalah suatu gambaran mengenai seseorang dari gambaran saksi. Tulisan tangan Memungkinkan para tenaga ahli untuk mengidentifikasi seseorang atau mendeteksi pemalsuan. Fotografi Lebih bermanfaat dalam mengidentifikasi yang hidup dibanding yang mati. orang pikun (dementia). Jaringan parut Tatoo Kondisi mental Antropometri Contoh kasus-kasus pemeriksaan pada identifikasi orang hidup kasus anak hilang. Sidik jari ( Dactylography) Sidik jari diproduksi oleh kulit friksi yaitu telapak tangan dan tapak kaki yang membentuk suatu pola.

Jenazah yang sudah membusuk dan utuh 3. Tapi pada penyakit tertentu terjadi penghentian pertumbuhan pada kulit seperti penyakit coeliac dan infeksi kulit. Pola sidik jari dari suatu individu tidak akan berubah sepanjang hidupnya. Sidik jari dapat tersisa selama bertahun-tahun bila tidak dibersikan. Sedangkan identifikasi terhadap orang yang sudah meninggal dunia dapat dilakukan terhadap : 1. Metode visual. Sidik jari tersebut dapat dilihat baik dengan menaburkan suatu bedak. Kadang-kadang terjadi usaha untuk merusakkan sidik jari. Kerusakan permanen pada kulit terjadi pada lepra dan setelah ekspose dengan radiasi. Jenazah yang masih baru dan utuh 2. yaitu metode sederhana dan metode ilmiah. Cara ini hanya efektif pada jenazah yang belum membusuk. Metode ini hanya dapat dilakukan bila keadaan tubuh. terorisme (Bom Bali :2002. terutama wajah korban masih dalam keadaan baik dan belum terjadi pembusukan yang lanjut. FBI mempunyai lebih dari 100 juta arsip sidik jari tetapi tidak ada satupun yang sama. Metode ini dilakukan dengan memperlihatkan jenazah pada orang-orang yang merasa kehilangan anggota keluarga atau temannya. Metode sederhana dari proses identifikasi meliputi: 1. Proses identifikasi menggunakan 2 metode.menyentuh suatu permukaan akan meninggalkan suatu kesan berminyak (sidik jari). pembunuhan.). sehingga masih mungkin dikenali wajah dan bentuk tubuhnya oleh lebih dari satu orang. Bagian-bagian dari tubuh jenazah Contoh kasus-kasus pemeriksaan pada identifikasi orang mati kasus bencana massal (Tsunami Aceh dan Nias:2004. dan Bom Bali II : 2004). pelanggaran HAM. Sidik jari tersebut dapat diangkat setelah pengembangan. 12 .

seperti pakaian. Paspor) dan sejenisnya yang kebetulan ditemukan dalam dalam saku pakaian yang dikenakan akan sangat membantu mengenali jenazah tersebut. dokumen yang terdapat dalam tas atau dompet yang berada dekat jenazah belum tentu adalah milik jenazah yang bersangkutan. ukuran. tinggal satu yang tidak dapat dikenali oleh karena keadaan mayatnya sudah sedemikian rusaknya. Bila sebagian besar korban telah dapat dipastikan identitasnya dengan menggunakan metode indentifikasi yang lain.Hal ini perlu diperhatikan mengingat adanya kemungkinan faktor emosi yang turut berperan untuk membenarkan atau sebaliknya menyangkal identitas jenazah tersebut. identifikasi dipemudah oleh adanya nama serta NRP yang tertera pada kalung logam yang dipakainya 3. Metode kepemilikan. Bila dari sekian banyak korban. Metode eksklusi. maka sisa korban diindentifikasi menurut daftar penumpang. sedangkan identitas sisa korban tidak dapat ditentukan dengan metode-metode tersebut diatas. 13 . badge yang semuanya dapat membantu proses identifikasi walaupun telah terjadi pembusukan pada jenazah tersebut. kapal laut dan sebagainya. SIM. maka atas bantuan daftar korban akan dapat diketahui siapa korban tersebut. Metode ini digunakan pada kecelakaan masal yang melibatkan sejumlah orang yang dapat diketahui identitasnya. Dokumen seperti kartu identitas (KTP. inisial nama pemilik. 2. misalnya penumpang pesawat udara. Dari pakaian dan perhiasan yang dikenakan jenazah. dokumen. mungkin dapat diketahui merek atau nama pembuat. Perlu diingat pada kecelakaan masal.Khusus anggota ABRI. Metode ini sering digunakan pada kasus yang terdapat banyak korban seperti bencana. perhiasan.

kita semua sudah mempunyai sidik jari yang sangat identik dan tidak dimiliki orang lain. Benda yang dipegang tidak mudah lepas. London 14 . yang dipergunakan untuk berbagai keperluan/kebutuhan. Dari bayi pun. tanda bukti.Metode ilmiah dari proses identifikasi meliputi: 1. yang terbentuk dari satu atau lebih alur-alur yang saling berhubungan. 1. Definisi Keuntungan dari metode ini mudah dilakukan secara massal dan biaya yang murah. Detail anatomi ini memperkasar permukaan telapak tangan dan kaki hingga memperkuat cengkeraman kala memegang atau berjalan. Alur-alur kulit di ujung jari dan telapak tangan dan kaki mulai tumbuh di ujung jari sejak janin berusia empat minggu hingga sempurna saat enam bulan di dalam kandungan. Secara resmi. tanda pengenal ataupun sebagai pengganti tanda tangan (cap Jempol). Metode ini membandingkan sidik jari jenazah dengan data sidik jari antemortem. istilah sidik jari digunakan pertama kali oleh Dr. Dengan demikian harus dilakukan penanganan yang sebaik-baiknya terhadap jari tangan jenazah untuk pemeriksaan sidik jari. pemeriksaan sidik jari merupakan pemeriksaan yang diakui paling tinggi ketepatannya untuk menentukan identitas seseorang. Nehemiah Grew yang memperkenalkan pada Royal Collage of Physicians. Sidik jari adalah suatu impresi dari alur-alur lekukan yang menonjol dari epidermis pada telapak tangan dan jari-jari tangan atau telapak kaki dan jari-jari kaki. Sidik jari. Sampai saat ini. yang juga dikenal sebagai “dermal ridges” atau “dermal papillae”. Daktiloskopi adalah suatu sarana dan upaya pengenalan identitas diri seseorang melalui suatu proses pengamatan dan penelitian sidik jari. misalnya dengan melakukan pembungkusan kedua tangan jenazah dengan kantong plastik.

Pada tahun 1788. Gouard Bidloo membuat buku pertama pola sidik jari lengkap. sidik jari.pada tahun 1684 tentang tanda-tanda penting yang ditemukan di ujung-ujung jari manusia. JCA Mayer menyatakan bahwa tak ada 2 orang. walau kemudian Francis Galton berpendapat bahwa hanya ada 3 golongan utama. Setahun kemudian. Sifat – sifat Sidik Jari Biometrik merupakan cabang matematika terapan yang bidang garapnya untuk mengindentifikasi individu berdasarkan ciri atau pola yang dimiliki oleh individu tersebut. retina mata. kembar sekalipun yang memiliki sidik jari sama persis walaupun masing-masing mempunyai kemiripan individu. Gambar : Sidik jari pada manusia 2. misalnya bentuk wajah. Tahun 1823. John E Purkinje dari University of Breslau membuat klasifikasi sidik jari dalam sembilan golongan utama. selebihnya adalah variasi. dan struktur 15 . warna suara.

kemungkinan munculnya dua sidik jari manusia yang sama baru akan terjadi lagi 300 tahun kemudian. mudah. Walaupun kata “laten” berarti tersembunya atau tak tampak. Macam – Macam Sidik Jari a) Latent prints (Sidik jari Laten).DNA. lukaluka. pola ridge dibentuk embrio. 3. tanpa melihat apakah sidik 16 . terbukti cukup akurat. dan hanya setelah kematian dapat berubah sebagai hasil pembusukan. sidik jari merupakan sarana yang terpenting khususnya bagi kepolisian didalam mengetahui jati diri seseorang. penyakit atau penyebab lain yang tidak wajar. pada penggunaan modern di ilmu forensik istilah sidik laten berarti kemungkinan adanya atau impressi secara tak sengaja yang ditinggalkan dari aluralur tonjolan kulit jari pada sebuah permukaan. kecuali mendapatkan kecelakaan yang serius. pola ridge tidaklah bisa menerima warisan. Dalam hidup. Dapat dikatakan bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai sidik jari yang sama. aman. jika ada 5 juta orang di bumi. atas dasar ini. walaupun kedua orang tersebut kembar satu telur. b) Immutability. pola sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang. pola ridge hanya diubah secara kebetulan akibat. dan nyaman bila dibandingkan dengan sistem biometrik yang lainnya. yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup. Dibawah ini merupakan Sifat-sifat khusus yang dimiliki sidik jari : a) Perennial nature. c) Individuality. yaitu sidik jari seseorang tidak pernah berubah. Hal ini dapat dilihat pada sifat yang dimiliki oleh sidik jari yaitu guratanguratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup. Sidik jari merupakan salah satu pola yang sering digunakan untuk mengindentifikasi indentitas seseorang karena polanya yang unik. kebakaran. pola ridge tidak pernah berubah dalam hidup. Dalam dunia sains pernah dikemukakan.

deposit lemak pada permukaan mobil. tetapi hanya dengan difoto. Klasifikasi Sidik Jari Sebelum komputerisasi menggantikan sistem pendataan manual di operasi-operasi pemrosesan sidikjari yang besar. dan diambil bukan dengan diangkat. Sidik-sidik seperti ini dapat langsung dilihat. Karena sudah dapat langsung dilihat sidik ini tidak butuh teknik-teknik enhancement. tapi penyidik juga tak boleh mengenyampingkan kemungkinan bahwa sidik-sidik laten yang tak tampak dari sekongkolan pelaku mungkin juga terdapat pada permukaan tersebut. klasifikasi sidik jari manual digunakan untuk mengkatagorikan sidik jari berdasarkan formasi alur-alur tonjolan secara umum (seperti ada atau tak adanya pola-pola sirkular pada jari-jari). darah. sebum. dan berbagai macam lipid) walaupun impressi tersebut terkontaminasi dengan oli. Contoh umum: pada lilin cair. Usaha untuk melihat immpressi-impressi non plastik pun harus dilaksanakan. cat. oleh karena itu pendataan dan pengambilan catatan laporan dalam jumlah besar berdasarkan polapola tersebut. c) Plastic prints (Sidik jari Plastik). tinta.tersebut terlihat atau tak terlihat pada waktu tersentuh. 4. Sidik ini ialah impressi dari alur-alur tonjolan kulit dari sumber yang jak jelas yang dapat langsung terlihat mata manusia dan disababkan dari transfer materi asing pada kulit jari ke sebuah permukaan. Sidik plastik adalah impressi dari sentuhan alur- alur tonjolan kulit jari atau telapak yang tersimpan di material yang mempertahankan bentuk dari alur-alut tersebut secara detail. tanggal lahir. yang terlepas dari pertimbangan nama. dll. b) Patent prints (Sidik jari Paten). dan fisik dapat digunakan untuk melihat residu sidik laten yang tak terlihat yang ditimbulkan dari sekresi kelenjar ekrin yang berada di aluralur tonjolan kulit (yang memproduksi keringat. dan data 17 . kimiawi. Teknik memproses secara elektronik.

kemudian mulai naik di tengah. Cara Pengambilan Dan Pemeriksaan Sidik Jari Dari sembilan metode identifikasi yang dikenal hanya metode penetuan jati diri dengan sidik jari (daktiloskopi). Tipe Arch. sistem Vucetich. dan central pocket loop. Metoda yang klasik dari tinta dan menggulung jari pada suatu kartu cetakan menghasilkan suatu pola ridge yang unik bagi masing-masing digit individu. c. dan sistem Henry dikembangkan di India dan diimplementasikan di kebanyakan negaranegara berbahasa Inggris. kemudian membentuk sebuah kurva. tergantung arah ekor dari loop tersebut. Sistem Henry berasal dari pola ridge yang terpusat pola jari tangan. Sistem-sistem klasifikasi sidik jari yang paling populer diantaranya sitem Roscher. a. Pola Loop dapat berarah radial atau ulnar. dan sistem Henry. Loop (uliran). 5.Dalam sistem klasifikasi Henry. Tipe Whorl. Pola Whorl juga dibagi dalam subgrup-subgrup: plain whorl. accidental whorls. Sistem Vucetich dikemkangkan di Argentina dan diimplementasikan di seluruh Amerika Utara. dan berakhir di ujung yang lain. khusunya telunjuk. Dari sistem-sistem ini. Tipe Loop.biografis. Dari ketiga klasifikasi diatas terdapat juga klasifikasi yang lebih kompleks yang mengikutsertakan pola plain arches (lengkungan sederhana atau tented arches (lekukan yang seperti tenda) . melainkan 18 . dan menuju keluar dari sisi yang sama ketika kerutan itu muncul. dan Whorl (lingkaran). yang tidak lazim dikerjakan oleh dokter. sistem Roscher dikembangkan di Jerman dan diaplikasikan di Jerman dan Jepang. terdapat tiga pola dasar sidik jari: Arch (lengkungan). Pada patern ini kerutan berbentuk sirkuler yang mengelilingi sebuah titik pusat dari jari. Pada patern ini kerutan sidik jari muncul dari ujung. Pada patern ini kerutan muncul dari sisi jari. b. jari kaki.

dan ninhidrin. yaitu berubah wujud dari padat menjadi gas. • Cara pengangkatan sidik jari yang paling sederhana adalah dengan metode dusting (penaburan bubuk). Jika dipanaskan. Agar dapat tampak. iodin akan menyublim. misalnya stoples. Warna yang dihasilkan tidak bertahan lama sehingga harus segera dipotret agar 19 . Lem sianoakrilat digunakan untuk mengidentifikasi sidik jari dengan cara mengoleskannya pada permukaan benda aluminium yang disimpan di dalam wadah tertutup. Kemudian. Teknik pengembangan sidik jari pada jari yang keriput. kertas. semakin tampaklah sidik jari sehingga dapat diidentifikasi secara mudah. Tutup rapat stoples. gas iodin ini akan bereaksi dengan keringat atau minyak pada sidik jari. Iodin dikenal sebagai zat pengoksidasi. Semakin banyak sianoakrilat yang menempel pada permukaan berminyak. Sianoakrilat bersifat mudah menguap sehingga uapnya akan menempel pada permukaan benda berminyak yang diduga mengandung sidik jari. Sidik jari laten biasanya menempel pada lempeng aluminium. serta mencopot kulit ujung jari yang telah mengelupas dan memasangnya pada jari yang sesuai pada jari pemeriksa. perak klorida. ditaruh juga permukaan benda yang diduga mengandung sidik jari yang telah diolesi minyak. Walaupun pemeriksaan sidik jari tidak dilakukan oleh dokter. para ahli dapat menggunakan zat kimia. Dalam stoples tersebut. merupakan prosedur standar yang harus dikethui dokter. dokter masih mempunyai kewajiban yaitu untuk mengambilkan atau mencetak sidik jari. baru kemudian dilakukan pengambilan sidik jari. • Cara lainnya dengan menggunakan iodin. seperti lem (sianoakrilat).dilakukan oleh pihak kepolisian. Biasanya metode ini digunakan pada sidik jari paten / yang tampak dengan mata telanjang. iodin. Reaksi kimia ini menghasilkan warna cokelat kekuning-kuningan. khususnya sidik jari pada korban yang tewas dan keadaan mayatnya yang telah membusuk. atau permukaan kayu.

Keringat dari pelaku mengandung garam dapur (natrium klorida. Metode paling mutakhir yang digunakan untuk mengidentifikasi sidik jari adalah teknik micro-X-ray fluorescence (MXRF). teknik MXRF mempunyai beberapa kelebihan.dapat didokumentasikan. larutan perak nitrat disemprotkan ke permukaan benda yang diduga tersentuh pelaku. lalu tertempel pada permukaan benda. 6. Seperti halnya iodin. Jika perak nitrat dicampurkan dengan natrium klorida. ilmuwan asal University of California yang bekerja di Los Alamos National Laboratory. akan dihasilkan natrium nitrat yang larut dan endapan perak klorida. Lalu. Pada praktiknya. warna yang dihasilkan tidak bertahan lama sehingga harus segera dipotret agar dapat didokumentasikan. Jika jari pelaku kejahatan mengandung minyak atau keringat. permukaan benda akan kering dan perak nitrat pun terlihat. Dibandingkan dengan metode lainnya yang biasa digunakan. Alat Dan Bahan Yang Digunakan Untuk Identifikasi Dibawah ini adalah beberapa alat yang digunakan dalam pengambilan sidik jari. Ninhidrin merupakan zat kimia yang dapat bereaksi dengan minyak dan keringat menghasilkan warna ungu. Zat kimia lain yang biasa digunakan adalah perak nitrat dan larutan ninhidrin. sinar terang atau ultra violet yang disorotkan ke permukaan benda akan membuat sidik jari yang mengandung perak nitrat terlihat. NaCl) yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Proses ini dapat dipercepat dengan memanfaatkan panas lampu. Teknik ini dikembangkan oleh Christopher Worley. Setelah 5 menit. MXRF dapat mengidentifikasi sidik jari yang tidak dapat diidentifikasi metode lain. Setelah dibiarkan selama 10-20 menit. yang diantaranya adalah : 20 . akan tampak warna ungu. sidik jarinya akan terlihat dengan cara menyemprotkan larutan ninhidrin.

adalah kartu sidik jari yang spesifikasi teknisnya sudah dibakukan (standard) di seluruh wilayah R. 21 . Sidik jari mudah dirumus. d) Tinta Daktiloskopi Tinta khusus Daktiloskopi adalah sejenis tinta cetak hitam yang dicampur dengan minyak khusus sehingga tinta cepat kering. Dibuat dicetak dengan kertas karton/tebal warna putih licin dengan ukuran : 7 x 13 cm. Gunanya adalah untuk mempermudah dan mempercepat dalam proses vertifikasi kartu AK-23. Artinya setelah kartu sidik jari AK-23 tersebut sudah terisi rekaman sidik jari.I. yang sangat bermanfaat dan praktis untuk kegiatan pengambilan sidik jari di lapangan dan mudah dibawa ke TKP. Tinta yang ada di tangan mudah dicuci. b) Kartu Sidik Jari AK-23. c) Kartu Tik atau Kartu Sidik Jari AK-24 Kartu sidik jari AK-24 juga sudah dibakukan ( standard) di Polda-Polda. Kartu ini dibuat atau dicetak dengan kertas karton/tebal warna putih dan licin dengan ukuran 20×20 cm. alat penjepit kartu AK-23.a) Stamping Kit adalah seperangkat alat yang terdiri dari Roller. gunanya adalah untuk merekam kesepuluh sidik jari dan empat jari bersama kanan dan kiri. serta data-data umum dan khusus/sinyalemen serta pass photo dan tanda tangan. Hasil sidik jari yang didapat garis papilairnya terlihat jelas. Gunanya adalah untuk mengambil/merekam sidik jari. Kelebihan dari tinta ini adalah: Bila diratakan sangat mudah dan cepat kering. Tinta. harus dibubuhi rumus dan rumus dibuatkan kartu tiknya (AK-24). Plat kaca atau stenless stell.

22 .e) Roller Adalah alat yang dibuat dari sepotong karet bulat berdiameter ± 2 cm panjang ± 56 cm. Terdapat pula berbagai macam alat yang berhubungan dengan sidik jari yang digunakan dalam identifikasi dan penyidikan. 2. Cara penggunaannya adalah sebagai berikut: Loop diletakkan diatas lukissan sidik jari. f) Magnifier/Loop yaitu kaca pembesar yang digunakan untuk merumus sidik jari atau untuk memperbesar gambar garis-garis papilair sidik jari. Fingerprint Magnifier Kegunaannya adalah sebagai alat untuk melakukan proses pemeriksaan sidik jari. bisa mengenal atau menghafal dan merekam ciri-ciri pelaku. alat-alat tersebut antara lain: 1. sehingga sangat memudahkan proses perumusannya. digunakan untuk menghitung garis-garis papilair sidik jari. Forensic Comparator Type FC-281 Kegunaannya adalah sebagai alat untuk melakukan proses pemeriksaan dan perbandingan sidik jari. Kegunaannya adalah apabila seseorang mengetahui suatu tindak pidana di lapangan tau di TKP. sampai tinta rata betul. sehingga garis-garis papilairnya akan terlihat jelas dan besar. Benabg bayangan yang ada di tengah/dalam kaca diletakkan antara Delta dan Core. Kegunaannya adalah meratakan tinta pada plat kaca dengan gerakan maju mundur. bisa dijadikan bahan penyidikan untuk memberikan keterangan kepada penyidik. g) Sinyalemen Adalah ciri-ciri khusus pada seseorang yang harus dituangkan pada urutan kolom data-data kartu sidik jari AK-23.

Metode ini mempunyai nilai tinggi karena selain dilakukan oleh seorang ahli dengan menggunakan berbagai cara/modifikasi (termasuk pemeriksaan dengan sinar-X) sehingga ketepatan nya cukup tinggi. berat badan. Metode ini menggunakan data umum dan data khusus. jaringan parut. dan sinar ultraviolet. ras. tahi lalat. perkiraan umur dan tingi badan.3. gigi dan sejenisnya. Forensic Opsical Comparator Type FX-8A Kegunaannya adalah sebagai alat untuk melakukan pemeriksaan dan perbandingan sidik jari. Laser Photonics Printfinder Kegunaannya adalah sebagai alat untuk mengembangkan sidik jari latent pada permukaan yang kasar seperti kulit jeruk atau yang tidak bisa dikembangkan dengan sistem serbuk atau sistem kimia. Laboratory Fuming Cabinet Kegunaannya adalah sebagai alat untuk mengembangkan sidik jari latent pada dokumen / kertas yang berpori dengan menggunakan yodium kristal atau Super Glue. hidung. patah tulang dan sejenisnya. ninhydrin. cacat kongenital. Medik. Bahkan pada tengkorak/kerangka pun masih dapat dilakukan metode identifikasi ini.Data khusus meliputi tatto. kelainan pada tulang dan sebagainya. rambut. mata. Data umum meliputi tinggi badan. Melalui metode ini diperoleh data tentang jenis kelamin. 5. Fingerprint Development Station Kegunaannya adalah sebagai alat untuk mengembangkan sidik jari latent kertas dokumen dengan menggunakan yodium. 6. 2. 4. 23 .

prostate. payudara dan bokong Lurus. dada Tidak ada Testis. akan tetapi karena kenyataan bahwa gigi dan tulang adalah material biologis yang paling tahan terhadap perubahan lingkungan dan terlindung. Selain itu kasus kejahatan yang memakan banyak korban jiwa juga cenderung tidak berkurang dari waktu ke waktu. seminalis vagina Lebih besar. Pada kasuskasus seperti ini tidak jarang kita jumpai korban jiwa yang tidak dikenal sehingga perlu diidentifikasi.tuba fallopi. berat dan Lebih kecil. Dalam beberapa tahun terakhir. Gigi merupakan sarana identifikasi yang dapat dipercaya apabila rekaman data dibuat secara baik dan benar. hanya di mons pusar veneris Ada di wajah. tumbuh melebar Wanita Lebih lebar dari bahu Kecil Berkembang Tidak menonjol Ada. Odontologik. vesikula Ovarium. kita banyak dikejutkan oleh terjadinya bencana massal yang menyebabkan kematian banyak orang. Beberapa alasan dapat dikemukakan mengapa gigi dapat dipakai sebagai sarana identifikasi adalah sebagai berikut. pertama karena gigi bagian terkeras dari tubuh Pria Lebih kecil dari bahu Besar Jarang berkembang Menonjol Tidak ada Tebal.Perbedaan umur jenis kelamin pria dan wanita Panggul Posture Payudara Jakun Striae Rambut pubis Rambut Kelamin dalam Tengkorak Proporsi perut Paha 3. ringan dan tebal Lebih kecil Bentuk silinder tipis Lebih besar Bentuk kerucut 24 . Kehandalan teknik identifikasi ini bukan saja disebabkan karena ketepatannya yang tinggi sehingga nyaris menyamai ketepatan teknik sidik jari. Forensik odontologi adalah salah satu metode penentuan identitas individu yang telah dikenal sejak era sebelum masehi.

Odontogram memuat data tentang jumlah. tsunami. banjir dan lain-lain. letusan gunung berapi. dimana korban yang teridentifikasi berdasarkan gigi-geligi mencapai 56%. dan korban jatuhnya Pesawat Garuda di Jogyakarta mencapai 66. sinar-X dan pencetakan gigi dan rahang. dan salah satu cara mengidentifikasi korban adalah dengan metode forensik odontologi. yang dapat memakan banyak korban. korban kecelakaan lalu lintas di Situbondo mencapai 60%. Berdasarkan pengalaman di lapangan. Pada kasus Bom Bali I. protesa gigi dan sebagainya.manusia yang komposisi bahan organik dan airnya sedikit sekali dan sebagian besar terdiri atas bahan anorganik sehingga tidak mudah rusak. terletak dalam rongga mulut yang terlindungi. susunan. Kedua.bentuk. Identifikasi tersebut merupakan perwujudan HAM dan merupakan penghormatan terhadap orang yang sudah meninggal. identifikasi korban meninggal massal melalui gigigeligi mempunyai kontribusi yang tinggi dalam menentukan identitas seseorang. gempa bumi.selain itu juga merupakan menentukan apakah seseorang tersebut secara hukum sudah meninggal atau masih hidup. 25 . Oleh karena itu forensik odontologi sangat penting dipahami peranannya dalam menangani korban bencana massal. Pemeriksaan ini meliputi pencatatan data gigi (Odontogram) dan rahang yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan manual. manusia memiliki 32 gigi dengan bentuk yang jelas dan masingmasing mempunyai lima permukaan. Identifikasi korban pada kasus-kasus ini diperlukan karena status kematian korban memiliki dampak yang cukup besar pada berbagai aspek yang ditinggalkan. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia secara geografis terletak pada wilayah yang rawan terhadap bencana alam baik yang berupa tanah longsor.7%. tambalan.

antropologis. 6. 2. 5. Gigi geligi merupakan lengkungan anatomis. karena berdasarkan penelitian bahwa gigi manusia kemungkinan sama satu banding dua miliar. Karakteristik individual yang unik dalam hal susunan gigi geligi dan restorasi gigi menyebabkan identifikasi dengan ketepatan yang tinggi. Gigi merupakan jaringan keras yang resisten terhadap pembusukan dan pengaruh lingkungan yang ekstrim. Forensik odontologi adalah suatu cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari cara penanganan dan pemeriksaan benda bukti gigi serta cara evaluasi dan presentasi temuan gigi tersebut untuk kepentingan peradilan. 4. Bentuk gigi geligi di dunia ini tidak sama. dan morfologis. a. Sebagai suatu metode identifikasi pemeriksaan gigi memiliki keunggulan sebagai berikut : 1. maka setiap individu memiliki susunan gigi yang khas. sehingga apabila terjadi trauma akan mengenai otot-otot tersebut terlebih dahulu.Seperti hal nya dengan sidik jari. Definisi Forensik Odontologi Ilmu kedokteran gigi forensik memiliki nama lain yaitu forensic dentistry dan odontology forensic. 3. Dengan demikian dapat dilakukan indentifikasi dengan cara membandingkan data temuan dengan data pembanding antemortem. yang mempunyai letak yang terlindung dari otot-otot bibir dan pipi. 26 . Gigi geligi tahan panas sampai suhu kira-kira 400ºC. Kemungkinan tersedianya data antemortem gigi dalam bentuk catatan medis gigi (dental record) dan data radiologis.

rahang dan kraniofasial. Batasan dari forensik odontologi terdiri dari identifikasi dari mayat yang tidak dikenal melalui gigi. Penentuan ras dari gigi. Gambar : identifikasi gigi pada jenazah Pada gambar diatas menunjukkan bahwa gigi tetap dalam keadaan utuh pada suhu yang tinggi. 1. sedangkan giginya masih utuh. jaringan ikatnya hancur. b. terbukti pada peristiwa Haigh yang terbunuh dan direndam dalam asam pekat. Sejarah Forensik Odontologi 27 . Dental jurisprudence berupa keterangan saksi ahli. 5. Gigi geligi tahan terhadap asam keras. 6. 2. 4.7. Analisis dari trauma oro-fasial yang berhubungan dengan tindakan 3. Pemeriksaan jejas gigit (bite-mark). Peranan pemeriksaan DNA dari bahan gigi dalam identifikasi personal. walaupun tubuh telah rusak. kekerasan. Penentuan umur dari gigi. tetapi gigi masih dapat diidentifikasi.

—-Pada tahun 1776. kepala Lollia dibawa dan ditunjukkan kepada Agrippina. Karena kepala tersebut telah rusak parah mukanya. 28 . Sejarah forensik odontologi sudah ada sejak sebelum masehi (SM) yaitu pada masa pemerintahan Kaisar Roma Claudius pada tahun 49 SM. Tanpa setahu Kaisar. akan tetapi baru mulai mendapatkan perhatian pada akhir abad 19 ketika banyak artikel tentang forensik odontologi ditulis dalam jurnal kedokteran gigi pada saat itu. Sebagai bukti telah melaksanakan perintahnya.Forensik odontologi telah ada sejak jaman prasejarah. yaitu gigi depan yang berwarna kehitaman. Pada tahun 1887 Godon dari Paris merekomendasikan penggunaan gigi untuk identifikasi orang yang hilang. Agrippina ( yang kelak akan menjadi ibu Kaisar Nero) membuat rencana untuk mengamankan posisinya. maka ia membujuk Kaisar untuk mengusir wanita tersebut dari Roma. Adanya ciri tersebut pada gigi mayat membuat Agrippina yakin bahwa kepala tersebut adalah benar kepala Lollia. oleh drg. Untuk mengenalinya Agrippina menyingkap bibir mayat tersebut dan memeriksa giginya yang mempunyai ciri khas. Paul Revere dapat dikatakan dokter gigi pertama yang menggunakan ilmu kedokteran gigi forensik dalam pembuktian. untuk berjaga-jaga kalau-kalau kelak data tersebut diperlukan sebagai data pembanding. ia mengirim seorang serdadu untuk membunuh wanita tersebut. maka Agrippina tidak dapat mengenalinya lagi dari bentuk mukanya. Janda kaya Lollia Paulina merupakan saingannya dalam menarik perhatian Kaisar. Untuk itu ia menganjurkan agar para dokter gigi menyimpan data gigi para pasiennya. Paul Revere dapat dibuktikan bahwa melalui gigi palsu yang dibuatnya yaitu berupa Bridge Work gigi depan dari taring kiri ke taring kanan yang ia buat sehingga drg. dalam suatu perang Bukker Hill terdapat korban Jenderal Yoseph Warren. Akan tetapi hal itu rupanya masih dianggapnya kurang dan ia menginginkan kematian wanita tersebut.

Braul untuk melakukan pemeriksaan gigi-geligi para korban kemudian ternyata mereka berhasil mengidentifikasi korban-korban ini. Dr. Peranan Forensik Odontologi Dalam menangani bencana Massal 29 . Nathan Cooley Keep. Davenport dan Dr. Pada kasus ini korban dibunuh. George Parkman. Sekitar tahun 1960 ketika program instruksional formal kedokteran gigi forensik pertama dibuat oleh Armed Force Institute of Pathology. Pada tanggal 4 Mei 1897. Para korban sulit diidentifikasi secara visual karena umumnya dalam keadaan terbakar luas dan termutilasi. lalu tubuhnya dipotong-potong lalu dibakar di perapian. Polisi mendapatkan satu blok gigi palsu dari porselin yang melekat pada potongan tulang. Pada tahun 1917 di dermaga Brooklyn ditemukan mayat yang kemudian dipastikan sebagai seorang wanita yang telah menghilang 8 bulan sebelumnya. c. Berdasarkan pemeriksaan Dr. Identifikasi pada kasus ini ditegakkan berdasarkan temuan bridge pada gigi geliginya.Kasus identifikasi personal yang terkenal adalah kasus pembunuhan Dr. seorang dokter dari Aberdeen. sejumlah 126 orang Farisi dibakar sampai meninggal di Bazaar de la Charite. Oscar Amoedo (dokter gigi Kuba yang berpraktek di Paris) dan dua orang dokter gigi Perancis. oleh Professor JW Webster. sejak saat itu banyak kasus penerapan forensik odontologi dilaporkan dalam literatur sehingga forensik odontologi mulai banyak dikenal bukan saja di kalangan dokter gigi. tetapi juga di kalangan penegak hukum dan ahli-ahli forensik. Dr. seorang dokter bedah mulut memberikan kesaksian bahwa gigi palsu itu adalah bagian dari gigi palsu buatannya pada tahun 1846 untuk Dr. Parkman yang rahang bawahnya amat protrusi.

Kematian yang tidak wajar atau tidak terduga. karena menyangkut masalah kemanusiaan dan hukum. seseorang yang tidak teridentifiksi karena hilang. 2. Struktur Gigi 30 . Mengenai masalah hukum. sehingga sangat diperlukan rekaman gigi setiap orang sebelum dia meninggal. Mahkota gigi yaitu bagian gigi yang berada diatas ginggiva. Identifikasi dalam kematian penting dilakukan. yang berfungsi menopang gigi dan merupakan bagian gigi yang terletak didalam tulang rahang. asuransi. dan adanya kepentingan untuk menentukan pemakaman berdasarkan agama dan permintaan keluarga. serta masalah status pernikahan menjadi tidak berlaku lagi. 3. d. atau dalam kondisi bencana massal. Masalah kemanusian menyangkut hak bagi yang meninggal. Anatomi Gigi Gigi manusia terdiri dari tiga 1. Dalam kondisi inilah forensik odontologi diperlukan walaupun tubuh korban sudah tidak dikenali lagi. Anatomi dan Morfologi Gigi Manusia d. kerusakan fisik yang direncanakan. dan keterlambatan dalam penemuan jenazah. masalah pekerjaan dan hukum yang perlu diselesaikan.1. bisa mengganggu identifikasi. Akar gigi. yaitu bagian yang menghubungkan akar gigi dengan mahkota gigi. tidak dipersoalkan lagi apabila telah mencapai 7 tahun atau lebih. d. Dengan demikian surat wasiat.2. Sebelum sebab kematian ditemukan atau pemeriksa medis berhasil menentukan jenazah yang sulit diidentifikasi. Leher gigi. harus diingat bahwa kegagalan menemukan rekaman gigi dapat mengakibatkan hambatan dalam identifikasi dan menghilangkan semua harapan keluarga.

Email. merupakan jaringan gigi yang mengalami kalsifikasi dan menutup akar gigi. merupakan jaringan ikat longgar yang menempati bagian ruang tengah pulpa dan akar gigi. Dentin terdiri dari 70 % bahan organic. Dentin bersifat lebih keras dari pada tulang tetapi lebih lunak dari email. Gigi susu Gigi susu berjumlah 20 buah dan mulai tumbuh pada umur 6 -9 bulan dan lengkap pada umur 2 – 2. Menurut masa pertumbuhan gigi manusia terbagi menjadi dua. 1 gigi taring. zat organic dan air.3. 2. Sementum berfungsi sebagai tempat melekatnya jaringan ikat yang memperkuat akar gigi pada alveolus. Dentin. Pulpa berisi nutrisi dan berfungsi sebagai sensorik. terutama Kalsium dan fosfor serta 30 % bahan organic dan air. Pada pulpa terkandung pembuluh darah. Gigi susu terdiri dari 5 gigi pada setiap daerah rahang masing – masing adalah : 2 gigi seri (incicivus). 2. Gigi permanen 31 . Morfologi gigi.5 tahun. Sementum. merupakan jaringan keras yang mengelilingi mahkota gigi dan berfungsi membentuk struktur luar mahkota gigi dan membuat gigi tahan terhadap tekanan dan abrasi. merupakan bagian dalam struktur gigi yang terbanyak dan berwarna kekuningan. d.Badan dari gigi terdiri dari : 1. Pulpa. Email tersusun dari mineral anorganik terutama kalsium dan fosfor. dan sel pembentuk dentin. 3. yaitu : 1. Sementum lebih lunak dari dentin dan terdiri dari 50% bahan organic berupa Kalsium dan Fosfor dan 50% bahan organic. syaraf. 4.

Antara umur 6 – 14 tahun 20 gigi susu diganti gigi permanen. 2 gigi premolar. Cara Palmer 12345678 12345678 I II III IV V I II III IV V Gigi susu EDCBA EDCBA Gigi tetap 8764321 8764321 Contoh penulisan : 12345678 12345678 E l : gigi susu m2 kanan atas ABCDE ABCDE 32 . Gigi molar 1 dan 2 mulai erupsi pada umur 6 – 12 tahun sedangkan gigi molar 3 mulai erupsi pada umur 17 – 21 tahun.Gigi permanen berjumlah 28 – 32 terdiri dari 2 gigi seri.4. dan 3 gigi molar pada setiap daerah rahang. Gigi permanen menggantikan gigi susu. Cara Zsigmondy Gigi susu V IV III II I V IV III II I Gigi tetap 8764321 8764321 Contoh penulisan : Vl : gigi susu m2 kanan atas 2. 1 gigi taring. Nomenklatur Gigi Nomenklatur yang biasa dipakai adalah : 1. d.

dan ligament periodontal. Embriologi Dan Perkembangan Gigi Manusia Gigi memiliki tiga periode pertumbuhan yaitu : 1. Tonjolan gigi berasal dari invaginasi proliferatif dari ectoderm epitel mulut dan diikuti difernsiasi dari mesenkial mesoderm berdekatan. kemudian berdiferensiasi menjadi dentin. Cara FID ( Federation Internationale Dentaire ) Dengan menggunakan sstem 2 angka : Gigi Tetap : 1- 24321 22 23 24 25 26 27 28 31 32 33 34 35 36 37 38 18 17 16 15 14 13 12 11 48 47 46 45 44 43 42 41 Gigi Susu 587- 6- 55 54 53 52 51 85 84 83 82 81 Contoh penulisan : 55 36 : gigi susu m2 kanan atas : gigi tetap M1 kiri bawah 71 72 73 74 75 61 62 63 64 65 e. Diferensiasi pertumbuhan gigi berkembang dari ectoderm dan mesoderm. Pembentukan gigi diawali dari pembentukan enamel.3. sementum. Periode Proliferasi Pertumbuhan gigi mulai bulan keenam dari kehidupan embrio ( 11 mm embrio ) dengan bentukan tonjolan gigi primordial. pulpa. Epitel mulut 33 .

▪ Multiplikasi dari jaringan pulpa. Untuk gigi M2 atas dan bawah sampai dengan usia 3 tahun. ▪ Deposisi dari jaringan baru jaringan cement. begitu pula untuk gigi M1 atas dan gigi M2 bawah. mulai 4 bulan intrauterine sampai dengan usia 3 tahun setelah lahir untuk gigi susu.5 tahun setelah lahir. 2. sedangkan untuk gigi incicivus lateralis sampai dengan stadium II kehamilan. • Gigi I2 mulai 6 bulan intrauterine sampai dengan usia 2 atau 3 tahun. mandibula. sedangkan untuk gigi tetap. tergantung dari beberapa faktor antara lain : ▪ Pertumbuhan memanjang dari gigi. sedang untuk gigi tetap antara lain : • Gigi I1 mulai 4 bulan intrauterine sampai dengan usia 1. gigi belakang ( premolar dan molar ) sampai dengan stadium III kehamilan.berdiferensiasi menjadi enamel yang memproduksi ameloklast dan dentin yang memproduksi odontoblast yang muncul dari mesoderm. Periode erupsi Periode erupsi ini sangat bervariasi. Invaginasi Tonjolan gigi berpisah dari tonjolan epitel mulut dan terus berkembang secara bertahap dan diikuti pembentukan tulang maxilla.5 tahun. Gigi susu terbentuk sampai umur 3 – 4 bulan (fetus). gigi seri. gigi taring. 34 . Periode kalsifikasi Kalsifikasi jaringan email dan dentin merupakan aposisi. Sedangkan untuk gigi caninus atas dan bawah sampai dengan usia 3. 3. Pulpa gigi terdiri dari jaringan ikat mesoderm. pembuluh darah dan saraf yang berkembang secara sentral dalam cangkang luar gigi yang membentuk dentin dan enamel.

3. Untuk penentuan umur penggunaannyajustru melihat gigi ayng sudah ada didalam mulut dan menentukan umurnya dengan bantuan table Schour dan Massler. pertumbuhan ke dalam mulut sapai pada penutupan foramen apicalis. mulai dari pembentukan. sejak dalam kandungan hingga umur 16 tahun. Tabel Gustaffson dan Koch Pada prinsipnya sama dengan sChour dan Massler. Metode Gustaffson Penentuan umur berdasarkan table Gustaffson – Koch pada umumnya bermanfaat selama gigi masih dalam masa pertumbuhan. Penentuan Umur Berdasarkan Pemeriksaan Gigi Metode yang sering digunakan untuk seseorang berdasar pemeriksaan gigi antara lain: a. Untuk memperkirakan umur seseorang setelah masa itu digunakan 6 metode dari Gustaffson. 2. Gigi dapat memberi informasi apakah seseorang itu anak – anak atau remaja. atrisi 35 . mineralisasi. Metode Schour dan Massler Schour dan Massler membuat table tentang gambaran pertumbuhan gigi mulai dari lahir sampai dengan umur 21 tahun.▪ Pertumbuhan jaringan tulang rawan. yang banyak digunakan dalam ilmu kedokteran gigi klinis khususnya ordontis untuk merencanakan atau mengevaluasi perawatan gigi. f. Tabel ini biasa dibunakan untuk mempelajari gigi geligi dimana yang sudah seharusnya tanggal atau seharusnya sudah tumbuh pada umur tertentu. hanya pada table Gustaffson untuk setiap gigi ini diberikan perkiraan jadwal yang lebih lengakap. a.

Pada gigi susu dan Molar 1 (yaitu gigi-gigi yang ada pada waktu kelahiran). dapat dilihat pada gigi yang telah disiapkan dalam bentuk sediaan asahan dengan ketebalan 30-40 mikron. e. Ginggiva attachment Pertambahan usia juga ditandai dengan besarnya jarak antara perlekatan gusi dan gigi. c. f. Sekunder dentin Sejalan dengan adanya atrisi. 4. Transfarasi akar gigi Semakin tua usia seseorang maka akar giginya semakin bening. Dengan bertambahnya usia ketebalan sement pada ujung akar gigi juga semakin bertambah. sehingga semakin bertambah usia maka sekunder dentin akan semakin tebal. b. hal ini dipengaruhi oleh mineralisasi yang terjadi selama kehidupan. Selanjutnya juga akan ditemukan garis-garis 36 . Pembentukan foramen apikalis Semakin lanjut usia. Neonatal dan Von Ebner Lines Garis-garis incremental Von Ebner dan Neonatal. d.Penggunaan gigi setiap hari membuat gigi mengalami keausan yang sesuai dengan bertambahnya usia. akan ditemukan neonatal line berupa garis demarkasi yang memisahkan bagian dalam email (yang terbentuk sebelum kelahiran) dengan bagian luar enamel (yang terbentuk setelah lahir). semakin kecil juga foramen apikalis. maka di dalam ruang pulpa akan dibentuk sekunder dentin untuk melindungi gigi. Sekunder sement Ketebalan semen sangat berhubungan dengan usia.

Asam aspartat mempunyai kemampuan penghapusan paling tinggi dari semua asam amino. melaporkan adanya asam aspartat pada dentin untuk menentukan usia pada orang yang telah meninggal. Komponen protein terbanyak pada tubuh manusia berbentuk L-amino Acid. D-amino acid dipercaya mempunyai proses metabolisme yang lambat dan tiap bagiannya mempunyai laju pemecahan yang lebih lambat dan mempunyai ratio dekomposisi yang lebih lambat juga. D-amino acid yang ditemukan pada tulang. Pada tahun 1990 Ritz et al. Pada 1976 Helfman dan Bada menggunakan informasi ini untuk mempelajari perkiraan umur dengan membandingkan rasio D-Laspartat acid dengan 20 subyek dengan hasil bagus (r = 0.979) rasio yang tinggi pada D/L rasio banyak ditemukan pada usia muda dan menurun akibat pertambahan usia dan perubahan lingkungan. gigi. otak dan lensa mata. Jarak rata-rata antara garis ini adalah 4 mikron yang merupakan kecepatan deposisi dentin dalam 24 jam. Untuk penentuan usia digunakan persamaan linier sebagai berikut : 37 . 5. Metode Asam Aspartat Hapusan asam aspartat telah digunakan untuk menentukan usia berdasarkan pada terdapatnya bahan tersebut pada dentin manusia. perhitungan garis Von Ebner dari neonatal line dapat membantu penentuan umur.incremental Von Ebner yang merupakan transisi antara periode pertumbuhan cepat dan pertumbuhan lambat yang berselang-seling. Apabila pembentukan gigi belum selesai. berdasarkan hal tersebut metode ini dapat menyediakan informasi yang lebih akurat tentang penentuan usia dibandingkan dengan parameter yang lain.

g. Ketika ditemukan mayat bayi. Pembentukan enamel dan dentin ini umumnya secara kasar berdasarkan teori dapat digunakan 38 . Trauma pada bayi dapat merangsang stress metabolik yang mempengaruhi pembentukan sel gigi. Penentuan Usia Perkembangan gigi secara regular terjadi sampai usia 15 tahun. Kelainan sel ini akan mengakibatkan garis tipis yang memisahkan enamel dan dentin di sebut sebagai neonatal line. mempunyai konsentrasi glutamine dan asam aspartat yang lebih tinggi. Neonatal line ini akan tetap ada walaupun seluruh enamel dan dentin telah dibentuk. Identifikasi Forensik Odontologi Ketika tidak ada yang dapat diidentifikasi. Mereka menemukan perkiraan umur yang lebih baik dari fraksi total asam amino dengan membagi menjadi fraksi kolagen yang tidak larut dan fraksi peptide. Hal ini dapat membantu untuk membatasi korban yang sedang dicari atau untuk membenarkan/memperkuat identitas korban. Identifikasi melalui pertumbuhan gigi ini memberikan hasil yang yang lebih baik daripada pemeriksaan antropologi lainnya pada masa pertumbuhan. jenis kelamin. gigi dapat membantu untuk membedakan usia seseorang. dan ditemukan garis ini menunjukkan bahwa mayat sudah pernah dilahirkan sebelumnya. Mineralisasi gigi dimulai saat 12 – 16 minggu dan berlanjut setelah bayi lahir. Dibandingkan dengan total asam amino. Pertumbuhan gigi desidua diawali pada minggu ke 6 intra uteri.1.Ln (1 + D/L) / (1 – D/L) = 2k (aspartat)t + konstanta K : first order kinetik t : actual age Gigi yang digunakan dalam kasus ini adalah gigi seri tengah bagian bawah dan premolar pertama. fraksi kolagen yang tidak larut dan fraksi peptide yang terlarut.dan ras. g.

Pertumbuhan gigi permanen diikuti dengan penyerapan kalsium.dengan melihat ketebalan dari struktur di atas neonatal line. Gambar : x ray gigi pada anak . (a) Gambaran yang menunjukkan suatu pola pertumbuhan gigi dan perkembangan pada usia 9 tahun (pada usia 6 tahun terjadi erupsi dari akar gigi molar atau gigi 6 tapi belum tumbuh secara utuh). Penentuan usia antara 15 dan 22 tahun tergantung dari perkembangan gigi molar tiga yang pertumbuhannya bervariasi. terjadi 39 . Setelah melebihi usia 22 tahun. (b) Dibandingkan dengan diagram yang diambil dari Schour dan Massler pada gambar (b) menunjukkan pertumbuhan gigi pada anak usia 9 tahun. Ini bukan referensi standar yang dapat digunakan untuk menentukan umur. dimulai dari gigi molar pertama dan dilanjutkan sampai akar dan gigi molar kedua yang menjadi lengkap pada usia 14 – 16 tahun. penentuan secara klinis dan radiografi juga dapat digunakan untuk penentuan perkembangan gigi.anak Gambar diatas memperlihatkan gambaran panoramic X ray pada anak-anak.

Gigi geligi menunjukkan jenis kelamin berdasarkan kaninus mandibulanya. sedangkan pada pria lebih dari 7 mm. 2. Akar distal tambahan pada molar 1 mandibula ditemukan pada 20% mongoloid. Insisivus berbentuk sekop. Lengkungan palatum berbentuk elips. Penentuan Jenis Kelamin Ukuran dan bentuk gigi juga digunakan untuk penentuan jenis kelamin. 2 sampai 9 % ras kaukasoid dan 12 % ras negroid memperlihatkan adanya bentuk seperti sekop walaupun tidak terlalu jelas.degenerasi dan perubahan pada gigi melalui terjadinya proses patologis yang lambat dan hal seperti ini dapat digunakan untuk aplikasi forensik. 40 . Aksesoris berbentuk tuberkel pada permukaan oklusal premolar bawah pada 1-4% ras mongoloid.3. Insisivus pada maksila menunjukkan nyata berbentuk sekop pada 85-99% ras mongoloid. 4. mesio distal pada wanita berdiameter kurang dari 6.7 mm. Anderson mencatat bahwa pada 75% kasus. g. Dens evaginatus. Batas bagian bawah mandibula berbentuk lurus.2. Penentuan Ras Gambaran gigi untuk ras mongoloid adalah sebagai berikut: 1. Saat ini sering dilakukan pemeriksaan DNA dari gigi untuk membedakan jenis kelamin. 3. g. 5.

3.Gambar : gigi untuk Ras Kaukasoid Gambaran gigi untuk Ras kaukasoid adalah sebagai berikut: 1. Gambar : gigi untuk Ras Negroid Gambaran gigi untuk ras negroid adalah sebagai berikut: 1. 4. 2. Di bawah ini merupakan contoh gambar open bite: 41 . 5. Palatum berbentuk lebar. Cusp carabelli. Protrusi bimaksila. Dagu menonjol. berbentuk lengkungan parabola. Sering terdapat open bite. yakni berupa tonjolan pada molar 1. Pendataran daerah sisi bucco-lingual pada gigi premolar kedua dari mandibula. 3. 4. Maloklusi pada gigi anterior. 2. Pada gigi premolar 1 dari mandibula terdapat dua sampai tiga tonjolan. Palatum sempit. mengalami elongasi.

sosial dan pengembangan lingkungan manusia. Antropologi Forensik adalah pemeriksaan pada sisa-sisa rangka. sains. Antropologik 4. prilaku. Antropologi forensik merupakan bidang ilmu untuk physical anthropologists yang mengaplikasikan ilmunya dalam bidang biologi. 1. fisik. 42 . Definisi Antropologi merupakan bidang studi sains tentang asal usul. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai langkah pertama untuk menentukan apakah sisa-sisa tersebut berasal dari manusia.Gambar : gambaran open bite 4. dan budaya dalam proses hukum.

Identifikasi dari kerangka. 43 . Forensik antropologi mengaplikasikan tehnik sains sederhana yang berdasarkan antropologi fisik untuk mengidentifikasi sisa – sisa jasad manusia dan mengungkap tindak kejahatan. atau sediaan lain dari sisa – sisa jasad (dugaan manusia) yang tidak teridentifikasi penting untuk alasan hukum maupun alasan kemanusiaan. forensik antropologi adalah aplikasi ilmu pengetahuan dari antropologi fisik untuk proses hukum.Gambar : Anatomi Rangka Manusia Menurut American Board of Forensic Anthropology.

pada pelaksanaannya forensik antropologi terutama untuk menentukan identitas jasad berdasar bukti yang tersedia.Antropologi forensik meliputi penggalian arkeologis. 2. penentuan waktu kematian. plant materials dan jejak kaki. Ruang Lingkup pemeriksaan Forensik Faktor utama yang digunakan pada pemeriksaan forensik adalah: a. dan pertalian ras. perkiraan usia. 4. Gambar : Wire yang digunakan pada penyatuan fraktur. Tengkorak merupakan bagian dari rangka manusia yang paling informatif. 44 . merupakan satu dari teknik yang paling bermakna pada pemeriksaan antropologi forensik. jenis kelamin. Namun. detection of anatomical variants. Osteologi Osteologi. dan analisa mengenai cedera masa lalu dan penanganan medis. yaitu menentukan jenis kelamin. serangga. tampilan fisik saat hidup. pemeriksaan rambut. facial reproduction. pertalian ras. bentuk tubuh. karena antropologi forensik berhubungan dengan pemeriksaan sisa – sisa tulang maupun tulang yang utuh. Namun. Oleh karena itu osteologis harus dapat memanfaatkan apapun tulang yang tersedia. Pemeriksa dapat menentukan perkiraan usia. photographic superimposition. jarang sekali tengkorak ditemukan dalam keadaan utuh ataupun baik.

45 . Sifat nonmetrik adalah perbedaan antara tulang – tulang seseorang yang tidak dapat diukur. Tipe metrik adalah variasi ukuran tulang. Contohnya panjang dari humerus pada seseorang dapat lebih panjang dari orang lain yang mempunyai tinggi badan yang sama. Penentuan spesies akan sangat sulit jika tulang yang ditemukan berupa pecahan – pecahan. namun terdapat persamaan-persamaan umum pada setiap spesies. Ada dua tipe sifat yang dapat ditemukan dari sisa – sisa rangka yaitu metrik dan nonmetrik. Contohnya penyatuan pada tulang seseorang dapat berbeda dengan orang lainnya. ukuran dan perbedaan densitas tulang. Jika tengkorak tidak ditemukan.Gambar : Alat – alat Ukur Pemeriksaan Osteologi Osteologi harus mengerti mengenai kerangka manusia. tulang manusia dapat dibedakan dari hewan berdasarkan bentuk. Walaupun banyak sekali variasi yang terdapat pada manusia atau hewan. Langkah pertama pertama dari osteologi menentukan sisa rangka yang ditemukan apakah dari manusia atau bukan.

4. pada rahang atas dan bawah terdapat dua insisivus. jenis kelamin dan diet. 3. satu kaninus. c. Pada orang dewasa terdapat 32 gigi yang pada masing – masing sisinya. Suatu cakar beruang. Merupakan suatu hal yang biasa bahwa tulang atau komponen binatang menjadi perhatian hukum bagi para agen penyelidik forensik. kuku binatang dan ruas jari yang koyak.Gambar : Penentuan jenis Kelamin Berdasar Metode Non Metrik b. Dentisi Dentisi merupakan ilmu yang mempelajari sisa – sisa gigi. bulu binatang dan kulit yang dipisahkan oleh pengulitan pisau 46 . Digunakan bersama dengan osteologi untuk menentukan usia. Manfaat Pemeriksaan Antropologi Forensik Dapat mengidentifikasi Manusia atau Bukan Manusia dari Kerangka. Etnobotani Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang serbuk sari dan tanaman dari masa lalu. Ini berguna untuk menentukan waktu sejak kematian dan menentukan diet dari sisi arkeologi. Pada anak – anak terdapat dua puluh gigi dengan dua insisivus dan satu kaninus serta dua molar pada masing – masing kuadran. dan dua atau tiga molar. Biasanya para ilmuwan forensik dapat dengan mudah menentukan spesimen nonhuman. Analisa dari sisa – sisa gigi dapat digunakan untuk menentukan beberapa aspek pada antropologi forensik.

Chilvarquer et al. dan bentuk dari tulang binatang yang utuh. Sisa tulang dari binatang menyusui besar kemungkinan dapat mengacaukan para penemu yang tak terlatih. dan ahli antropologi tidak akan mempunyai kesukaran dalam mendeteksi karakteristik nonhuman baik dari segi ukuran. roentgenography dapat sangat menolong. Tulang. Zone transisi tersebut lebarnya kirakira 1-3 mm. pembusukan. mungkin perbedaan tersebut dapat hilang oleh karena aktivitas carnivoral. arsitektur. atau epiphyses tulang yang belum mature. Pola tulang manusia berbentuk saluran spongiosa dan medullary yang reguler. Gambar yang dihasilkan oleh sinar X dapat dengan tepat mengungkapkan perbedaan tersebut. memiliki ruang ovoid antar trabeculae utama yang agak kasar dan trabeculae sekunder yang lebih halus. biasa menyerupai manusia. Seseorang yang terlatih dalam ilmu tulang atau anatomi manusia seperti dokter. dan proses eksresi yang berhubungan dengan organ dan perlekatan ototberbeda antara manusia dan binatang. zona transisi tersebut lebih lebar karena adanya reduksi osteomalacia yang menghancurkan corticomedullary. Gambar : Cakar beruang biasa salah dikira suatu tangan manusia 47 . Pada penyakit osteoporosis.atau oleh pembusukan. Yang paling membedakan bagian-bagian tulang manusia dan binatang adalah articular permukaan (gambaran makroskopis). proses pembentukan tulang. menunjukan perbedaan dalam penampilan roentgenographic antara midshafts manusia dengan tulang binatang. dokter gigi. Seandainya sisa tulang cuma berupa fragmen diaphysis.

Saluran spongiosa lebih sedikit dan berisi butiran-butiran kecil homogen. fusi ini terjadi saat ukuran tulang belum begitu panjang. Tulang manusia lebih banyak trabekulanya sehingga lebih padat. dan pertalian ras. Terdapat selaput Spicules atau invaginations yang meluas ke dalam saluran medullary dari endosteum. dan dugaan penyebab kematian. Penentuan Jenis Kelamin Jenis kelamin dapat ditentukan dengan beberapa cara dari bagian – bagian yang berbeda pada rangka. Antropologi forensik juga dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin. Pada hewan. Salah satu cara yang umum dilakukan yaitu dengan mengukur ukuran 48 .Pada binatang corticomedullary terlihat sangat jelas. Pada manusia fusi terjadi pada usia dewasa dimana panjang tulang sudah maximal. Pemeriksaan juga dapat digunakan untuk memperkirakan waktu kematian. Pada gambaran mikroskopik perlu juga dilihat fusi epiphysis dan metaphysis serta ukuran tulang. mikroskopik dan pemeriksaan serologik berupa reaksi antigen-antibodi (reaksi presipitin). Gambar : Ruang Lingkup Pemeriksaan Antropologi Forensik a. tinggi badan. Untuk memastikan bahwa potongan tubuh berasal dari manusia dapat digunakan beberapa pemeriksaan seperti pengamatan jaringan secara makroskopik. Penentuan jenis kelamin hanya mungkin pada rangka orang dewasa. perkiraan umur.

Gambar : Perbedaan Pelvis Pria dan Wanita Pelvis adalah tulang yang paling umum digunakan untuk menentukan jenis kelamin. 49 . biasanya lebih dari 900. Acetabulum. Dagu pada pria cendrung lebih petak dan lebih lancip pada wanita. Pria juga lebih cenderung memiliki area lebih luas untuk perlekatan otot. yang merupakan tempat perlekatan kepala femur dengan os pubis. Sudut subpubis pada wanita lebih besar. Sakrum lebih lurus pada wanita dan lebih lengkung pada pria. Gambar : Perbedaan Tengkorak Pria dan Wanita Kranium atau tengkorak merupakan tulang yang juga berguna untuk menentukan jenis kelamin. dimana pada pria ukuran rangka lebih besar. khasnya lebih besar dan dalam pada pria dibandingkan wanita. Pintu atas panggul pada wanita lebih luas daripada pria.tulang.

halus dan berat Lebih melengkung Terpisah jarak tidak lebar Tidak lebar. sempit dan Lebih dangkal. ringan Kurang melengkung Terpisah jarak lebar Lebih lebar dan sempit dan tidak begitu melengkung Arkus pubis b. kurang menonjol Lebih besar Lebih kecil Lebih menonjol Kurang menonjol Lebih menonjol Kurang menonjol Lebih menonjol Kurang menonjol Lebih lebar Lebih kecil Panjang Pendek lebar Lebih dalam. Pria memiliki lengkungan alis yang lebih tinggi daripada wanita. panjang. berat dan Lebih kecil. ringan dan kasar Lebih berat dan menonjol halus Lebih ringan.Dahi pada pria cendrung lebih landai sedangkan pada wanita dahinya lebih lurus. Perkiraan Umur melengkung Lebih sempit Lebih besar 50 . Perbedaan Tulang Pria dan Wanita Tulang Tengkorak Tulang wajah Supra orbital Zigomatikus Oksiput Sinus frontalis Toraks Pelvis Ilium SIAS Cekungan sacrum Pria Wanita Lebih besar.

bagian yang berbeda dari rangka lebih berguna untuk menentukan perkiraan usia pada range usia yang berbeda. dapat ditentukan dari ukuran tulang. bayi dan anak kecil. artritis pada spinal dan pemeriksaan mikroskopis dari tulang dan gigi memberikan informasi yang mendekati perkiraan umur. usia kanak-kanak lanjut.Walaupun umur sebenarnya tidak dapat ditentukan dari tulang. Gambar : Penutupan Sutura Tengkorak Usia perinatal. Ini karena faktor luar seperti malnutrisi pada ibu tidak akan mempengaruhi pertumbuhan fetus secara berarti. Untuk memperkirakan usia. Range usia meliputi usia perinatal. neonatus. namun perkiraan umur seseorang dapat ditentukan. usia remaja. yaitu bayi yang belum lahir. Umur dalam tiga tahapan : 1. sakroiliac joint. cranium. tubuh ibu akan memberi nutrisi pada fetus. Biasanya pemeriksaan dari os pubis. dewasa muda dan dewasa tua. Dalam periode intake makanan yang kurang. mengambil nutrien ibu. Bayi baru dilahirkan 51 .

Neonatus, bayi yg belum mempunyai gigi, sangat sulit untuk menentukan usianya karena pengaruh proses pengembangan yang berbeda pada masingmasing individu. Bayi dan anak kecil biasanya telah memiliki gigi. Pembentukan gigi sering kali digunakan untuk memperkirakan usia. Gigi permanen mulai terbentuk saat kelahiran, dengan demikian pembentukan dari gigi permanen merupakan indikator yang baik untuk menentukan usia. Beberapa proses penulangan mulai terbentuk pada usia ini, ini berarti bagianbagian yang lunak dari tulang mulai menjadi keras. Namun, ini bukan faktor penentuan yg baik. Pengukuran tinggi badan diukur :
 Streeter : tinggi badan dari puncak kepala sampai tulang ekor

 Haase : tinggi badan diukur dari puncak kepala sampai tumit Umur 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan Panjang 1 cm 4 cm 9 cm 16 cm 25 cm Umur 6 bulan 7 bulan 8 bulan 9 bulan 10 bulan Panjang 30 cm 35 cm 40 cm 45 cm 50 cm

2. Anak dan dewasa sampai umur 30 tahun Masa kanak-kanak lanjut dimulai saat gigi permanen mulai tumbuh. Semakin banyak tulang yang mulai mengeras. Masa remaja menunjukkan pertumbuhan tulang panjang dan penyatuan pada ujungnya. Penyatuan ini merupakan teknik yang berguna dalam penentuan usia. Masing-massing epifisis akan menyatu pada diafisis pada usia-usia tertentu. Dewasa muda dan dewasa tua mempunyai metode-metode yang berbeda dalam penentuan usia; penutupan sutura cranium; morfologi dari ujung iga, permukaan aurikula dan simfisis pubis; struktur mikro dari tulang dan gigi.  Persambungan speno-oksipital terjadi pada umur 17 – 25 tahun.

52

 Tulang selangka merupakan tulang panjang terakhir unifikasi.  Unifikasi dimulai umur 18 – 25 tahun.  Unifikasi lengkap 25 – 30 tahun, usia lebih dari 31 tahun sudah lengkap  Tulang belakang sebelum 30 tahun menunjukkan alur yang dalam dan radier pada permukaan atas dan bawah. 3. Dewasa > 30 tahun Sutura kranium (persendian non-moveable pada kepala) perlahan-perlahan menyatu. Walaupun ini sudah diketahui sejak lama, namun hubungan penyatuan sutura dengan penentuan umur kurang valid. Morfologi pada ujung iga berubah sesuai dengan umur. Iga berhubungan dengan sternum melalui tulang rawan. Ujung iga saat mulai terbentuk tulang rawan awalnya berbentuk datar, namun selama proses penuaan ujung iga mulai menjadi kasar dan tulang rawan menjadi berbintik-bintik. Iregularitas dari ujung iga mulai ditemukan saat usia menua.

Gambar : Perkembangan Tengkorak Berdasar Umur Pemeriksaan tengkorak :  Pemeriksaan sutura, penutupan tabula interna mendahului eksterna
 Sutura sagitalis, koronarius dan sutura lambdoideus mulai menutup umur

20 – 30 tahun  Sutura parieto-mastoid dan squamaeus 25 – 35 tahun tetapi dapat tetap terbuka sebagian pada umur 60 tahun.

53

 Sutura spheno-parietal umumnya tidak akan menutup sampai umur 70 tahun. c. Perkiraan Tinggi Badan Tinggi merupakan persamaan linear dari berbagai panjang tulang, yaitu humerus (lengan atas), femur (paha), radius (pengumpil) dan tibia (kering) dengan rumusan Trotter dan Gleser, Stevenson, Karl pearson, Dupertus dan Hadden Kepentingan pengukurang tinggi badan dari tulang panjang adalah penting pada keadaan tubuh sudah terpotong atau yang didapatkan rangka atau sebagai tulang. Perkiraan tinggi badan dengan pengukuran tulang panjang :  Tulang lengan atas…………….35%TB  Tulang paha……………………27%TB  Tulang kering………………….22%TB  Tulang belakang……………….35%YB Perhatikan dengan pengukuran osteometrik board : tulang harus dalam keadaan kering. Rumus TB (tinggi badan) 1. Stevenson

 TB = 61,7207 + 2,4378 X F + 2,1756 (F = Femur)  TB = 81,5115 + 2,8131X H + 2,8903 (H = Humerus)  TB = 59,2256 + 3,0263 X T + 1,8916 (T = Tibia)  TB =80,0276 + 3,7384 X R + 2,6791 (R = Radius) 2.

Trotter dan Gleser (untuk ras mongoloid)

 TB =1, 22 (Femur + Fibula) + 70,24 (3,18 cm)  TB =1, 22 (Femur + Tibia) + 70,37 (3,24 cm)  TB =2,40 (Fibula) + 80,56 (3,24 cm)

54

 TB =2,39 (Tibia) + 81,45 (3,27 cm)  TB =2,15(Femur) + 72,57 (3,80cm)  TB =1, 68 (Humerus+ Ulna 71,18) + (4,14 cm)  TB =1, 67(Humerus+ Radius ) + 74,83 (4,16 cm)  TB =2,68 (Humerus) + 83,19 (4,25 cm)  TB =3,54 (Radius) + 82,00 (4,60 cm)  TB =3,48(Ulna) + 77,45(4,66 cm)

Pengukuran sebaiknya dengan kedua formula tersebut diatas agar mendekati tinggi badan sebenarnya. Rumus antropoloogi Ragawi UGM pria dan dewasa (Jawa)  TB = 897 + 1,74 y (femur kanan)
 TB = 822 + 1,90 y (femur kiri)

 TB = 879 + 2,12 y (Tibia kanan)  TB = 847 + 2,22 y (Tibia kiri)  TB = 867+ 2,19 y (fibula kanan)  TB = 883 + 2,14 y (fibula kiri)  TB = 847 + 2,60 y (humerus kanan)  TB = 805 + 2,74 y (humerus kiri)  TB = 842 + 3,45 y (radius kanan)  TB = 862 + 3,15 y (radius kiri)  TB = 819 + 3,15 y (ulna kanan)  TB = 847+ 3,06 y (radius kiri) Melalui suatu penelitian, Djaja Surya Atmadja menemukan rumus untuk populasi dewasa muda di Indeonesia :

55

bau busuk. tubuh akan menjadi kerangka komplit dalam waktu 1 sampai 2 tahun dan pada daerah yang kering dapat terjadi mumifikasi.9800 + 2. Terpisah-pisahnya tulang penting bagi seorang antropologis forensik untuk menentukan perkiraan waktu kematian atau waktu penguburan.6186 cm) b) Wanita : TB = 71. kelembapan. Perkiraan Interval Waktu Kematian Memperkirakan waktu kematian sangat sulit.0459 (Fibula) (± 4.3572 cm) TB = 80.3922 (Tibia) (± 4.8684cm) TB = 77.7545 (Fibula) (± 4. dan dalam 8 bulan akan menjadi kerangka secara komplit. Ketika mayat ditinggalkan di permukaan. luka tusuk. dan aktivitas karnivora maupun serangga pada jasad.. Jumlah dan tipe tulang yang masih dapat ditemukan memberikan 56 .3346 (Tibia) + 1. dan ligamen.2772 + 2. kulit. Penghancuran tulang memakan waktu bertahun-tahun.2961 cm) TB = 75. Semakin lama waktu kematian semakin sulit menentukan interval waktu kematian.0226 cm) d.2522 (Fibula) (± 5.4717 + 2. keadaan tulang yang masih baik.8078 + 2. seperti suhu saat kematian. Biasanya diperkirakan berdasarkan jumlah dan kondisi dari jaringan lunak seperti otot. aktivitas serangga segera dimulai dan dalam 2 minggu tubuh tersebut akan telah menjadi kerangka.1889 (Tibia) (± 4. keasaman tanah mempercepat proses ini. dan kadar air.a) Pria : TB = 72. luas yang berhubungan dengan pertumbuhan akar tanaman.9526 cm) TB = 76.9912 + 1.7227 (Tibia) + 0.2817 + 1. Namun banyak variabel yang harus dipertimbangkan. ph tanah.2788 (Fibula) (± 4. Jika dikubur.

sering menunjukkan ras individual. 2-4 tahun: sebagian tulang rusak. 4 bulan : tulang terpisah-pisah. tetap didasari dari hubungan sosial. Namun. dapat terkubur oleh daun. erosi. Pada ras kulit putih memiliki wajah yang menyempit dengan hidung yang agak meninggi dan dagu yang menonjol. beberapa rincian anatomis. 1 tahun: tulang-tulang kecil hilang. terutama di wajah.gambaran berapa lama tubuh tersebut sudah berada disana. terjadi disartikulasi komplit. Perkiraan waktu kematian berdasarkan penelitian di Universitas Tennessee sebagai berikut: • • • • • • • 3 minggu: tulang dengan sendi masih utuh. contoh. e. sebagian sendi masih utuh. tulang yang lebih kecil lebih cepat hilang. 5 minggu : sebagian tulang terpisah. 15-20 tahun : tidak ada bukti. sebagian tulang besar hilang. Ras kulit hitam memiliki hidung yang lebar dan subnasal yang berlekuk. badai. >12 tahun: tulang hancur. Gambar : Variasi Rangka Manusia Berdasarkan Ras 57 . Pertalian Ras Pertanyaan mengenai pertalian ras sulit untuk dijawab karena walaupun klasifikasi ras memiliki komponen biologis yang sama. Indian Amerika dan Asia memilki bentuk tulang pipi yang menonjol dan tekstur gigi yang khas.

Sutura zygomaticomaxillaris cenderung membelok. Tulang zygomaticus cenderung mundur terhadap tulang fasial. Sutura zygomaticomaxillaris cenderung membentuk huruf S. 58 . Ras dari pemilik tulang dapat diidentifikasi menjadi :  Ras kaukasoid (semua kulit putih) Morfologi kranium pada ras ini sebagai berikut : • • • • • • • Tipe kranium dolichocephalic (panjang).  • • Negroid (semua kilit hitam/ Negro Afrika. Tipe kranium mesocephalic (sedang). Persentase sutura metopika cenderung lebih tinggi dibanding 2 ras lainnya. • • • • Apertura nasalis sangat lebar dan tepi bawah tulang nasalis tumpul.Seorang antropologis memiliki banyak metode yang rumit untuk dapat menentukan ras atau nenek moyang suatu populasi melalui tulang. • • Sering didapati depresi coronal posterior pada sutura coronaria. Tulang palatum cenderung sangat lebar dan agak persegi empat. Palatum relatif sempit dan cenderung berbentuk segitiga. Alveolus anterior pada maksilla dan mandibula cenderung sangat prognathis. Apertura nasalis sangat sempit dan tajam tepi bawahnya. Amerika dan Indian Barat). Dasar tulang orbita cenderung miring ke bawah. Tulang zygomaticus tidak begitu menjorok ke depan relatif terhadap tulang fasial. Tulang orbita cenderung persegi empat dan jarak interorbital lebar.

Indian Amerika) Kranium cenderung memiliki tulang zygomaticus yang menonjol. sudut intercondylus. Tulang orbita cenderung sirkulair. Tulang palatum lebarnya sedang. • • • • • Mongoloid (Cina. Lebar apertura nasalis sedang dan tepi bawah nasal agak runcing. akan tetapi kadang kala dapat dikelirukan dengan pencampuran ras. 59 . Sutura zygomaticomaxillaris cenderung lurus Penentuan ras dapat dilakukan melalui pemeriksaan terhadap tengkorak. Jepang. dan tulang panjang :  Tengkorak Tengkorak dapat memberikan gambaran yang dapat diandalkan mengenai karakteristik tertentu dari nenek moyang suatu populasi.

prosesus mentalis ++ - + 60 .Gambar : Gambar menunjukkan perbedaan karakteristik tulang tengkorak dari berbagai nenek moyang populasi Tabel : Memperlihatkan gambaran morfologi tengkorak dan mandibula untuk menentukan ras. Ciri Kaukasoid Negroid Dolichocephalic Datar atau takik 0 Prognatik Prognatik Oval Lebar Bulat Mongoloid Brachycephalic Lengkung +++ Sejajar Datar Bulat Lebar Bulat dengan gully inferior Spina nasalis inferior Tulang nasal Intermediet Tajam Pendek atau berbentuk palung Pendek Sedikit ramping Menonjol Menyolok dengan penonjolan inferior Tumpul Konfigurasi umum Mesocephalic Kontur sagital Parietal Gigi Wajah Orbita Jarang interorbital Apertura nasal Bulat +-++ Sedikit overbite Panjang. oval Arkus zygomatikus Ramping dan prominensia malar Sudut mandibular Sedikit tumpul Tumpul Hampir menyerupai sudut Dagu. sempit Persegi Intermediet Sempit.

 Tulang panjang Pada ras kulit hitam. Metode ini memerlukan penempatan distal femur pada posisi lateral. tibia relatif lebih panjang daripada femur dan radius relatif lebih panjang daripada humerus. femur lebih melengkung ke anterior bila dibandingkan dengan populasi kulit hitam. Sudut intercondylar shelf Menentukan ras dari sudut intercondylus dapat digunakan bila yang tersisa hanya kerangka saja. 61 . Pada populasi kulit putih dan Mongoloid. Femur ras kulit hitam cenderung lebih lurus. Gambar : Gambaran foto Rontgen lateral lutut memperlihatkan metode untuk mengukur sudut intercondylar shelf.

5. dapat dilaksanakan metode superimposisi.f. kuku dan tulang. dan analisis DNA. Pemeriksaan serologik betujuan untuk menentukan golongan darah jenazah. Bila terdapat foto terakhir wajah orang tersebut semasa hidup. 62 .Penentuan golongan darah pada jenazah yang telah membusuk dapat dilakukan dengan memeriksa rambut. maka jejas trauma yang halus sekalipun. Perkiraan saat kematian dilakukan dengan memeperhatikan kekeringan tulang. maka dilakukan identifikasi dengan membandingkan data antemortem. Dicari pula tanda-tanda kekerasan pada tulang dan memperkirakan sebab kematian. akan terlihat. Bagian dari suatu kromosom yang mendikte suatu sifat khusus disebut “ gen “. a) Definisi DNA Asam deoksi-ribonukleat ( Deoxyribonucleic Acid = DNA ) adalah suatu senyawa kimiawi yang membentuk “ kromosom “. yaitu dengan jalan menumpukkan foto Rontgen tulang tengkorak diatas foto wajah orang tersebut yang dibuat berukuran sama dan diambil dari sudut pengambilan yang sama. Struktur DNA adalah “ untaian ganda” (double helix). Bukti Trauma Setelah tanah dan kotoran lainnya dibersihkan dari tulang dengan menggunakan air dan sikat yang halus. Dengan demikian dapat dicari adanya titik-titik persamaan. Serologik. Bila terdapat dugaan berasal dari seseorang tertentu. Saat ini telah dapat dilakukan pemeriksaan sidik DNA yang akurasi nya sangat tinggi. yaitu dua untai bahan genetik yang membentuk spiral satu sama lain. Metode serologik meliputi penentuan golongan darah.

untaian diurut dari arah yang berlawanan : 5’ A . Basa dimaksud adalah salah satu dari keempat senyawa kimiawi berikut : Adenin.T .C .C .G .T .T .A .T .T .C 5’ Struktur kimia dari DNA adalah sebagai berikut : 63 .Setiap untaian terdiri dari satu deretan basa ( juga disebut nukleotida ). Guanin.A .T .A .T .A .A .C .A .A .G . Kedua untai DNA berhubungan pada setiap basa. dari puncak atas (disebut 5’ atau ujung “ lima utama “) atau dari dasar (disebut ujung 3’ atau ujung “ tiga utama).G 3’ 3’ T .G .T . Cytosine dan thymine.G .G . Setiap basa hanya akan berikatan dengan satu basa lainnya.C . Pada suatu untaian ganda.A . Contoh dari satu untaian DNA terlihat seperti ini : A-A-C-T-G-A-T-A-G-G-T-C-T-A-G Untaian DNA yang dapat terikat pada untaian DNA di atas adalah T-T-G-A-C-T-A-T-C-C-A-G-A-T-C dan gabungan dari keduanya menjadi : A-A-C-T-G-A-T-A-G-G-T-C-T-A-G T-T-G-A-C-T-A-T-C-C-A-G-A-T-C Untaian DNA dibaca dari arah yang khusus. dengan aturan sebagai berikut : Adenin (A) hanya akan berikatan dengan thymine (T). dan guanine (G) hanya akan berikatan dengan Cytosine (C) .C .

Namun demikian. yang berbeda hanyalah urutan/susunan dari pasangan basa yang membentuk DNA tersebut. 64 . karena ada jutaan pasangan basa.Gambar : Pasangan basa DNA Struktur kimiawi DNA dari setiap orang adalah sama. pekerjaan tersebut akan membutuhkan waktu yang lama. di mana urutan/susunan basa-basa tersebut berbeda untuk setiap orang. yaitu berdasarkan adanya pola pengulangan urutan/deretan basa dalam DNA setiap orang. para ahli dapat menggunakan metode yang lebih pendek. Berdasarkan perbedaan urutan/susunan basa-basa dalam DNA tersebut. Ada jutaan pasangan basa yang yang terkandung dalam DNA setiap orang. Sebagai penggantinya. setiap orang dapat diidentifikasi.

(3). DNA dimasukkan ke dalam gel ( seperti agarose ). dengan menerapkan tekanan tinggi untuk melepaskan DNA dari bahan-bahan sel lainnya. yang dipermasalahkan yang berasal dari sisa-sisa bahan sel di dalam inti sel.Namun demikian. Para ahli menggunakan sejumlah kecil deretan DNA yang diketahui bervariasi di antara sekian banyak individu. dan muatan listrik diterapkan pada gel tersebut. atau mereka sama sekali tidak mempunyai hubungan keluarga. dan menganalisisnya untuk memperoleh tingkat kemungkinan kecocokan tertentu. dengan muatan positif pada dasar wadah gel. tetapi dapat digunakan untuk menentukan apakah dua contoh DNA yang dianalisis berasal dari orang yang sama. (2). Penyortiran potongan DNA berdasarkan ukurannnya. Pekerjaan ini dapat dilakukan secara kimiawi. Suatu proses di mana dilakukan pemisahan berdasarkan ukuran atau “ fraksinasi ukuran “ dengan menggunakan cara yang disebut “ elektroforesis gel “ ( gel electrophoresis ). atau orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga satu satu sama lain. Tahapan-tahapan pekerjaan “ Southern Blot “. pola ini tidak dapat memberikan suatu “ sidik jari “ secara individu. b) Cara Melakukan Pemetaan Sidik Jari DNA “ Southern Blot “ adalah salah satu cara untuk menganalisis pola-pola genetik yang muncul dalam DNA seseorang. maka 65 . atau secara mekanis. meliputi : (1). Pemotongan DNA menjadi beberapa potongan dengan ukuran yang berbeda. Karena DNA bermuatan negatif. yaitu dengan menggunakan detergent khusus untuk mencuci bahan ekstra dari DNA. Isolasi DNA. Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan satu atau lebih “ enzim pemotong “ ( restriction enzymes ). dan muatan negatif pada puncak wadah.

yang disebut “ introns “. (5). Jika suatu sinar-X dikenakan pada “ southern blot” setelah “ probe-radioaktif “ dibiarkan berikatan dengan DNA yang telah terdenaturasi pada kertas. Sekarang “ southern blot “ sudah siap dianalisis. Denaturasi DNA. Lembaran ini disebut “ Southern blot ). Berdasarkan prinsip di atas. agar semua DNA berubah menjadi untai tunggal. Namun 66 . Untuk menganalisis suatu “ southern blot “ digunakan suatu “ probe “ genetik radioaktif yang akan melakukan reaksi hibridisasi dengan DNA yang dipertanyakan. Blotting DNA. c) Apa itu VNTRs Setiap untaian DNA mempunyai bagian yang membawa informasi genetik yang menginformasikan pertumbuhan suatu organisme. potongan yang lebih kecil lebih dekat ke dasar. dan bagian yang tidak membawa informasi genetik. Gel dengan DNA yang sudah terfraksinasi berdasarkan ukurannya diterapkan pada lembaran kertas nitrosellulosa sehingga DNA tersebut dapat melekat secara tetap pada lembaran tersebut. bagian ini disebut “ exons “. hanya area di mana “ probe radioaktif “ berikatan yang terlihat pada film. Namun demikian.potongan DNA akan tertarik ke arah dasar gel. potongan DNA dengan ukuran yang berbeda akan terpisah. (4). Keadaan ini yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi DNA seseorang dari kejadian dan frekwensi pemunculan pola genetik khusus yang terkandung pada probe. dan potongan yang lebih besar lebih dekat ke puncak. potonganpotongan kecil dari DNA akan dapat bergerak lebih cepat. dan karenanya berada lebih jauh dari dasar dibandingkan dengan potongan-potongan yang lebih besar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pemanasan atau dengan perlakukan kimiawi terhadap DNA yang terdapat di dalam gel (lihat poin 4 ).

Kantor Keimmigrasian Inggeris ( United Kingdom Home Office and Foreign Commonwealth ) meratifikasi penggunaan pencetakan sidik jari DNA 67 . Setiap manusia mempunyai beberapa VNTRs. tetapi mustahil tidak ada dari keduanya. Untuk menentukan apakah seseorang mempunyai VNTR khusus. Dia dapat memiliki VNTRs yang diwariskan dari bapaknya atau dari ibunya. maka rekonstruksi akan lebih benar ). demikian pula untuk kasus-kasus yang lebih kompleks. Begitu khas-nya pola VNTR tersebut. Pola yang dihasilkan dari proses ini dianggap sebagai sidik jari DNA. kedudukan sebagai orang tua kandung. atau kombinasi dari keduanya. sehingga pola VNTR yang diwarisi dari orang tua hanya dapat direkontruksi jika pola VNTR dari si anak diketahui ( lebih banyak anak yang diuji. selanjutnya melalui reaksi hibridisasi dengan suatu versi radioaktif dari VNTR yang dipertanyakan. Pada tahun 1988. introns bukanlah sesuatu yang tidak berguna. Analisis pola VNTR dari orang tuaanak telah digunakan sebagai standar penyelesaian kasus identifikasi-ayah. Deretan ini disebut “ Variable Number Tandem Repeats “ ( VNTRs ) yang dapat tersusun dari dua-puluh hingga seratus pasangan basa. Penentuan Ke-bapak-an dan Ke-ibu-an ( Paternity and Maternity ) Karena seseorang mewarisi VNTRS dari orang tuanya. dibuat suatu “ southern blot “.demikian. dalam hal adopsi. maka pola VNTRs dapat digunakan untuk menentukan ke-bapak-an dan ke-ibu-an. seperti penegasan kewarganegaraan. kemudian southern blot tersebut di-probe-kan. telah ditemukan bahwa introns mengandung ” deretan pasangan basa terulang “. VNTRs seseorang berasal dari informasi genetik yang diwariskan oleh kedua orang tuanya ( ibu dan bapak ). d) Penggunaan Praktis dari Pencetakan Sidik Jari DNA (Suatu Tinjauan Aksiologi) i.

kemudian menganalisis jutaan pola VNTR yang sangat khas merupakan hal yang mahal dan tidak praktis. untuk menentukan bersalah atau tidaknya si tersangka tersebut. dan banyak lagi yang lain. Identifikasi Perorangan Gagasan untuk menggunakan sidik jari DNA sebagai suatu jenis “ bar-code” genetik untuk mengidentifikasi individu telah dibahas. rambut. Identifikasi Penjahat dan Forensik DNA yang diisolasi dari darah. maupun yang sudah lahir. iii. Bidang Kesehatan Sidik jari DNA telah digunakan pada beberapa bidang penelitian perawatan kesehatan. menyimpan di dalam file.untuk pemecahan perdebatan keimmigrasian yang bergantung pada hubungan keluarga. Deteksi awal dari dari penyakit-penyakit semacam ini 68 . Banyaknya penerapan dari pencetakan sidik jari DNA dalam bidang ini telah menjadikan metode pembuktian ini sebagai metode yang tak terhingga nilainya di dalam lapangan forensik. air mani (semen). meliputi : cystic fibrosis. Teknologi yang dibutuhkan untuk mengisolasi. juga dari DNA yang ditemukan sebagai barang bukti atau dari mayat itu sendiri. demikian pula pada sistem peradilan. hemophilia. atau barang bukti genetik lainnya yang ditemukan di tempat kejadian perkara dapat dibandingkan (melalui pola VNTR) dengan DNA dari tersangka pelaku kejahatan. tetapi hal ini kurang disukai. Penyakit keturunan dimaksud. ii. baik pada bayi-bayi yang belum lahir. Pola VNTR juga berguna dalam menetapkan identitas dari korban pembunuhan. Sidik jari DNA digunakan untuk mendiagnosa penyakit keturunan. sickle cell anemia. familial Alzheimer’s. iv. sel-sel kulit. Hutington’s disease.

khususnya dalam pembuktian kasus-kasus kriminil.memungkinkan dokter dan orang tua si anak untuk mempersiapkan diri terhadap pengobatan yang cocok untuk sang bayi. atau dari sumber lainnya ). Dengan menggunakan 69 . pencetakan sidik jari DNA tidak dapat dijamin 100 %. Istilah “ sidik jari DNA” kurang tepat karena menyiratkan pengertian bahwa pola VNTR dari seseorang mempunyai sifat khas yang sempurna untuk orang tersebut. Sidik jari DNA juga penting dalam pengembangan metode pengobatan terhadap penyakit keturunan. Pada beberapa program. Hal ini menimbulkan keraguan yang besar mengenai identitas khas dari pemilik pola VNTR. dengan peluang 1 dalam 20 milyar. bukti-bukti kriminil. Sebenarnya semua pola VNTR dapat menyajikan peluang bahwa seseorang yang dipersoalkan adalah sungguh-sungguh pemilik pola VNTR tersebut ( dari anak. penasehat genetik menggunakan informasi sidik jari DNA untuk membantu calon orang tua untuk memahami resiko mempunyai anak yang cacat. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan hasil analisis sidik jari DNA sangat ditentukan oleh besar kecilnya peluang kecocokan (matches) dari sidik jari DNA yang dipersoalkan dengan sidik jari DNA pembanding. Mengupayakan Peluang yang Tinggi Diperlukan peluang kesamaan yang tinggi yang dapat mendukung bahwa suatu sidik jari DNA betul-betul adalah milik seseorang. Program penelitian untuk menemukan gen-gen penyebab penyakit keturunan sangat tergantung pada informasi yang tergantung pada informasi yang terkandung di dalam kenampakan (profile ) DNA. Hal ini dimaksudkan untuk membantu dalam menetapkan apakah seorang tersangka bersalah atau tidak bersalah. i. e) Masalah-masalah Seputar Pencetakan Sidik Jari DNA (Suatu tinjauan teleologi) Sama halnya dengan topik-topik lain dalam dunia ilmu pengetahuan.

karena ide-ide untuk mengidentifikasi orang melalui anomali-anomali genetik sepanjang garis rasial dikhawatirkan berhubungan dengan “ gerakan pemurnian etnis “ yang baru saja terjadi . tidak ada pengetahuan yang cukup tentang distribusi frekwensi VNTR di antara kelompok-kelompok etnis yang dapat digunakan dalam penentuan peluang secara tepat terhadap individu-individu dalam kelompok tersebut. Permasalahan dalam Penentuan Peluang • Genetika Populasi Karena VNTRs merupakan faktor genetik yang diwariskan.VNTRs yang langka atau kombinasi VNTRs untuk memperoleh pola VNTR yang dapat meningkatkan peluang kecocokan ( agar terhindar dari penafsiran yang keliru di mana pola-pola VNTR yang dibandingkan kelihatannya sama padahal pola-pola VNTR tersebut berasal dari orang yang berbeda. 70 . suatu VNTR tertentu tidak mempunyai peluang kemunculan yang stabil. Penelitian lanjutan dalam bidang ini yang dikenal sebagai “ genetika populasi “ telah terhalang oleh banyaknya pertentangan (kontroversi). Beberapa VNTRs yang paling sering muncul (ditemukan) pada ras Hispanic akan jarang muncul pada ras Caucasian atau ras African-American. justru menyajikan serangkaian pertanyaan baru. ii. yang jumlahnya semakin meningkat. Peluang kemunculan tersebut tergantung pada latar belakang genetik individu. seperti orang tua dan anak ). Oleh karena itu. Komposisi genetik yang heterogen dari individu-individu antar-rasial (ras paduan). Hingga saat ini. Perbedaan peluang ini khususnya tampak pada kelompok ras yang berbeda. atau dari orang-orang yang mempunyai hubungan darah. sehingga VNTR tidak terdistribusi secara merata pada semua populasi manusia.

khususya jika analisis DNA harus melibatkan proses “ pelipatgandaan” (amplifikasi )( memperbanyak contoh DNA dengan cara melipatgandakan contoh DNA yang ada dengan metode Polimerase Chain Reactions = PCR ). hal ini menyebabkan banyaknya protes keras dari masyarakat. f) Contoh Kasus (Kasus O. belum ada standar yang bersifat universal untuk penentukan kecocokan sidik jari DNA dan untuk keamanan dan ketepatan laboratorium yang adapat meminimalkan kesalahan. Hingga sekarang ini. Secara sederhana dapat digambarkan bahwa kesalahan yang timbul akibat kurang telitiya teknisi laboratorium dalam melaksanakan tugasnya ( dalam pencetakan sidik jari DNA ) dapat menyebabkan dipenjaranya orang-orang yang tidak bersalah. Simpson Majalah Time memberitakan mengenai putusan bersalah dalam pengadilan kasus pembunuhan dengan tersangka O. dan seringkali gagasan tentang kesalahan tidak dapat diterima secara sederhana. • Kesulitan-kesulitan Teknis Kesalahan dalam proses “ hibridisasi “ dan “ probing “ juga harus dihitung dalam bentuk peluang. Jika yang diaplifikasi adalah DNA yang salah (misalnya DNA dari sel-sel kulit teknisi laboratorium).J.serta argumen lain yang menyatakan bahwa upaya tersebut dapat memberikan dasar ilmiah untuk membangkitkan diskriminasi rasial. Simpson. pada tanggal 2 Oktober 1995. 71 . dan hilangnya hak-hak sah seorang ibu untuk memelihara anaknya.J. maka akibatnya akan sangat merusak hasil analisis. dibebaskannya orang-orang yang bersalah. Suatu perhatian khusus juga harus diberikan terhadap contoh DNA dalam jumlah yang sangat sedikit. Simpson) i.J. Kasus O. serta akibat-akibat fatal lainnya.

dan Simpson. Potongan barang 72 . ii. rambut Brown dan Goldman. Namun demikian.Simpson didakwa melakukan kejahatan yang sangat keji. Pada sarung tangan itu ditemukan juga serat yang serupa dengan serat bahan baju Goldman. pemetaan sidik jari DNA yang memberikan bukti penting dalam kasus tersebut mendapat perhatian yang sangat besar. modelnya sama dengan model sarung tangan yang biasa dia pakai. Barang Bukti yang Ditemukan Penuntutan kasus Simpson ini secara esensial didasarkan pada barang bukti DNA. Brown.Salah satu bagian terpenting dari barang bukti adalah sarung tangan yang berlumuran darah yang ditemukan di perkebunan milik Simpson di Rockingham. sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada akhirnya barang bukti sidik jari DNA dalam kasus ini tidak dapat mengarahkan kepada penghukuman tersangka. namun pada kenyataanya bukti-bukti tersebut tidak bermanfaat. Kasus Simpson merupakan pertunjukan yang menakjubkan bagi publik Amerika yang tergoda oleh kemasyhuran seseorang ( celebrity ).J. Sebagai bagian dari kegilaan media massa. Keadaan dari kasus tersebut merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan bersalah tidaknya tersangka tanpa memperhatikan bukti-bukti sidik jari DNA. Akibat dari kegemparan yang ditimbulkan oleh media massa.Belum ada dalam sejarah seseorang yang seterkenal O. Sarung tangan ini sesuai dengan ukuran Simpson. dan ditemukan juga pasangan dari sarung tangan tersebut di tempat kejadian perkara. yaitu menggorok bekas isterinya ( Nicole Brown Simpson ). pandangan masyarakat adalah bahwa penuntutan dalam kasus Simpson mempunyai banyak bukti yang didasarkan pada sidik jari DNA. mencekik dan menikam hingga mati temannya ( Ronald Goldman ). dan bulu badan laki-laki kulit hitam. Darah pada sarung tangan tersebut cocok cocok dengan darah Goldman.

dan darah yang ditemukan pada pintu belakang di tempat kejadian perkara DNA-nya cocok dengan DNA Simpson. dan Goldman. Kesalahan Pada Penanganan Barang Bukti Ini adalah suatu kasus dengan dukungan barang bukti yang sangat kuat. Selain itu. Namun demikian. Jika semua bukti di atas telah diterima oleh hakim sebagai sesuatu yang otentik (asli). serta darah yang ditemukan di mobil Ford-Bronco milik Simpson DNA-nya cocok dengan DNA Simpson. Kesalahan itu meliputi : • Penugasan peserta latihan (siswa) untuk mengumpulkan barang bukti darah. DNA dari noda darah pada kaos kaki tersebut cocok dengan DNA Simpson dan Brown.bukti penting lainnya adalah kaos kaki yang mengandung noda darah yang ditemukan pada lantai kamar tidur Simpson. 73 . pengujian DNA dan serologi-konvensional menghubungkan Simpson dengan tetesan darah di dekat korban pada tempat kejadian perkara. maka sudah cukup kuat dalam mengarahkan hakim untuk menghukum Simpson. iii. Brown. Akhirnya ketahuan bahwa penuntut dan Departemen Kepolisian Los Angeles ( Los Angeles Police Department = LAPD ) telah membuat kekeliruan serius dalam penanganan barang bukti DNA selama tahap awal penyelidikan. yaitu tentang cara pengumpulan barang bukti tersebut. di mana yang bersangkutan sebelumnya belum pernah diberi tanggungjawab melakukan pengumpulan barang bukti darah di tempat kejadian perkara. Penyelidikan yang lebih mendalam menunjukkan bahwa pihak penuntuk tidak mungkin dapat mengumpulkan barang bukti sebanyak itu tanpa adanya kesalahan dan kekurangan. bagian lain dari cerita ini menjadi lebih penting dari buktibukti DNA.

Implikasi Etika dan Moral Tuntutan pembela pada kasus O. Mereka menyatakan bahwa tingkat kesalahan hasil laboratorium mencapai 2% ( 1 kesalahan dalam 50 pengujian ). iv.J. Pemeriksaan barang bukti di pengadilan memungkinkan pembela untuk membantah bahwa barang bukti darah 1. dan pergi minum kopi sebelum membawa barang bukti tersebut ke laboratorium pemeriksaan. sehingga tindakan 74 . Hal ini menciptakan keraguan yang kuat pada para hakim. O. Akibat dari kesalahan besar dalam penanganan barang bukti DNA oleh pihak penuntut maka pembela dapat memenangkan perdebatan. Pembela mengasumsikan bahwa darah tersebut telah dimasukkan oleh Vannetter.• Hal yang lebih memberatkan lagi adalah kenyataan bahwa Vannatter (seorang detektif LAPD) membawa berkeliling barang bukti darah O. pada pengujian silang. Simpson di dalam vial yang disimpan dalam amplop terbuka selama tiga jam.5 cc tersebut tidak dapat diperhitungkan dalam penuntutan. Simpson bukan satu-satunya orang yang diadili. Sebenarnya pengujian yang dilakukan oleh kedua lembaga tersebut di atas tidak relevan karena mengubah protokol pengujian yang digunakan untuk memperoleh hasil-hasil pengujian yang dipersoalkan . Simpson mengabaikan perasaan banyak orang yang curiga terhadap kekeliruan laboratorium yang mempersalahkan hasil-hasil uji DNA. Selain itu. dimana ribuan pengujian telah sukses dilakukan dengan protokol itu. Pihak pembela juga membawa hasil uji tahun 1987 yang dilakukan oleh Cellmark dan Forensic Science Associate yang melaporkan hasil-hasil laboratorium yang salah . karena darah yang ditemukan pada pintu di TKP tidak ditemukan selama tahap awal penyelidikan. J. ahli kriminil Dennis Fung menyerah terhadap kesalahan prosedural tersebut. J.

pembela tetap memenangkan perdebatan dan Sipson dibebaskan. Pertama. akibatnya masa depan dari pengujian DNA dalam sistem peradilan menjadi tidak menentu. banyak issue moral dan etika yang terlibat dalam hal ini. Namun demikian. Dalam kasus Simpson. Salah satu efek yang muncul kemudian dari kasus Simpson adalah bahwa para pembela dari kasus-kasus kriminil yang melibatkan bukti-bukti DNA akan melakukan penelitian yang lebih cermat terhadap hasil-hasil uji DNA yang diajukan pihak penuntut. issue apakah bukti-bukti DNA menghalangi terdakwa untuk memperoleh pengadilan yang adil. meskipun bukti-bukti DNA yang sangat banyak melawan Simpson. kecukupan prosedur-prosedur laboratorium dan kemampuan/wewenang dari ahliahli yang melaksanakan pengujian tersebut harus terbuka untuk diperiksa. Sebaliknya.mempersalahkan hasil-hasil uji DNA sangat merugikan bagi masa depan diterimanya uji sidik jari DNA di pengadilan. Kualitas dan keandalan dari laboratorium-laboratorium forensik hanyalah salah satu dari banyak hal yang terkait dengan pencetakan sidik jari DNA. Banyak orang berharap bahwa penghukuman pembunuh-pembunuh orang-orang terkenal (selebrity) yang didasarkan pada pemetaan sidik jari DNA akan membuka pintu untuk diterimanya pengujian tersebut sebagai alat pembuktian di pengadilan. pembela pada dasarnya meletakkan Laboratorium Kriminil sebagai obyek yang diadili. Hal lainnya adalah tentang penerimaan uji tersebut oleh pengadilan. Laporan dari National Research Council (NRC) dengan judul “ Teknologi dalam Ilmu Pengetahuan Forensik “. menyatakan tidak ada perselisihan penting tentang prinsip-prinsip ilmu yang mendasari uji-DNA-forensik. Pengacara Robert Brower sangat yakin bahwa bukti-bukti DNA mengancam hak-hak konstitusional untuk suatu peradilan yang adil Dia menyatakan bahwa “ dalam 75 .

maka anda tidak membutuhkan hakim lagi “. Hanya sekitar separuh dari kasus pemerkosaan yang dilaporkan yang menghasilkan penahanan.5 PERAN DOKTER DALAM PROSES IDENTIFIKASI FORENSIK Bantuan yang dapat diberikan oleh dokter pada proses identifikasi meliputi : 1. hamper mirip bentuknya dengan tangan 76 . yang secara tradisional paling sulit diungkapkan dan kebanyakan tidak dilaporkan. dan peluang bahwa barang bukti tersebut berasal dari orang lain adalah 33 milyar berbanding 1 . Menentukan manusia atau bukan Jika ditemukan tulang-tulang maka kadang-kadang tulang dari beberapa binatang tertentu mirip manusia. Uji DNA telah membuat banyak kemajuan yang berarti dalam penghukuman terhadap pelaku-pelaku kejahatan seksual terhadap wanita. legal. Tentu saja sisi lain dari issu ini adalah bahwa DNA dapat memberikan bukti yang menyakinkan bahwa seseorang tersangka melakukan suatu tindak kriminil. II. bila barang bukti air mani (semen) yang ditemukan cocok dengan kepunyaan terdakwa . Pengujian DNA bukan hanya terkait dengan persoalan etika. atau kebijakan publik. dan kurang dari separuh pelaku yang ditahan yang dijatuhi hukuman di pengadilan. Pengujian ini sangat bermanfaat dalam mengungkapkan kasus-kasus kejahatan seksual. Cakar dari beruang misalnya.kasus pemerkosaan. pengujian ini juga berkaitan dengan permasalahan wanita. Sembilan puluh persen (90 %) dari korban kriminil yang melibatkan identifikasi DNA adalah perempuan. dan orang lain mengatakan bahwa ini adalah suatu halangan terhadap peradilan dan merupakan hal yang tidak konstitusional bila tidak menghadirkan bukti-bukti tersebut di pengadilan .

Tulang. Dari jaringan lunak juga dapat dilakukan pemeriksaan sex chromatin untuk menentukan jenis kelamin. b. terutama jaringan kulit dan tulang rawan. 2. Tulang-tulang tertentu : Pada orang dewasa.denngan pemeriksaan teliti akan dapat dibedakan apakah tulang yang ditemukan berasal dari manusia atau binatng. Metode ini juga berguna bagi penentuan jenis kelamin pada mayat yang terpotong-potong. pelvis. rahang dan gigi.manusia. Jaringan tertentu : uterus dan prostat merupakan jaringan lunak yang lebih tahan terhadap pembusukan dan dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin. Menentukan jenis kelamin Pada korban kebakaran atau pada mayat yang sudah membusuk di mana penentuan jenis kelamin tidak mungkin di lakukan dengan pemeriksaan luar maka penentuan jenis kelamin dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada: a. Yang agak sulit adalah jika yang ditemukan itu berupa tukang yang khas (unidentifiable bones) atau jaringan lunak. 77 .tulang itu antara lain tengkorak. beberapa tulang tertentu bentuknya berbeda antara laki-laki dan wanita. Dalam hal ini pemeriksaan yang diperlukan untuk menentukan manusia atau binatang adalah pemeriksaan imunologi (precipitin test). tulang panjang.

Menentukan Umur Tulang manusia dan gigi juga dapat memberikan informasi penting bagi perkiraan umur manusia.Tengkorak : Dahi Tepi orbital Orbital Tonjolan mastoid Rigi (muscle-ridges) Laki-laki : rendah lebih menonjol persegi empat besar kasar (nyata) wanita: tinggi kurang menonjol bulat kecil halus Pelvis : Bentuk Arcus pubis Foramen ischiadica Incisura ischiadica Os sacrum laki-laki: sempit dan panjang <90 derajat oval lebih dalam kurang lebar wanita: lebar dan pendek >90 derajat segitiga lebih dangkal lebih lebar Tulang panjang pada laki-laki lebih massive ( terutama di sekitar sendi ) dan rigi perlekatan otot lebih nyata. Gigi dan akar gigi permanen pada laki-laki lebih besar dari pada wanita. 78 . Bentuk rahang dan gigi antara laki-laki dan wanita juga berbeda sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan identifikasi jenis kelamin. Rahang pada laki-laki umumnya seperti huruf V sedangkan pada wanita seperti huruf U. anak-anak. 3. adolescen dan dewasa. neonatus. Namun signifikasi dari pemeriksaan tulang bergantung pada besarnya penyebaran kelompok umur sehingga perlu dikelompokkan secara terpisah menjjadi kelompok fetus.

Gustafson telah menyusun rumus yang dapat digunakan untuk membantu menentukanumur melalui pemeriksaan gigi. 4. Jika yang diperiksa jenasah yang tidak utuh maka penentuan tinggi badan dapat dilakukan dengan menggunakan tulang-tulang panjang. Seperti diketahui bawha penutupan epifise juga mengikutti urutan kronologik. Memang tidak mudah mendapatkan tinggi badan yang tepat dari pemeriksan yang dilakukan sesudah mati. Menentukan Tinggi Badan Salah satu informasi penting yang dapat digunakan untuk melacak identitas seseorang adalah informasi tentang tinggi badan. erupsi gigi dan resorbsi apicalis. mulai dari kehidupan intra uterine sampai pada kehidupan di luar kandungan. pembentukan mahkota gigi.Pada fetus dan neonates.5 cm) dari pada tinggi badan waktu hidup. Penentuan umur dengan menganalisa jaringan yang akan tumbuh menjadi gigi pada bayi di dalam kandungan mempunyai derajat kecermatan yang tinggi. yang paling berguna bagi penentuan umur adalah penutupan epifise. Perlu diketahui bahwa ukuran orang yang sudah mati biasanya sedikit lebih panjang (sekitar 2. Oleh para ahli telah disusun table pembentukan inti penulangan dari berbagai tulang. Memang tingkat ketelitiannya rendah sehingga perlu dikoombinasikan dengan pemeriksaan lain. penutupan sutura. Pada kelompok dewasa (yaitu sesudah berumur 20 tahun). Hanya dengan sepotong tulang 79 . perkiraan umur dengan menggunakan tulang menjadi lebih sulit. meskipun yang diperiksa itu jenasah yang utuh.dengan menggunakan formula matematik. Pada anak-anak dan adolescen sampai umur 20 tahun. perkiraan didasarkan pada inti penulangan yang dapat dilihat melalui pemeriksaan ronsenologik atau otopsi. perubahan sudut rahang dan adanya proses penyakit. Beberapa petunjuk yang dapat dipakai antara lain. Sesudah dilahirkan penentuan umur dapat dilakukan dengan mendasarkan pada mineralisasi. Oleh sebab itu pada pemeriksaan jenasah yang tak diketahui identitasnya perlu diperiksa tinggi badanya.

80 . Untuk kepentingan dari perhitungan tersebut ada banyak rumus yang dapat dipakai dan salah satunya adalah rumus Karl Pearson. tetapi hasil yang lebih akurat dapat diperoleh jika tersedia beberapa jenis dari tulang panjang.panjang yang utuh umur pemiliknya dapat diperkirakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful