DAMPAK PERGAULAN BEBAS BAGI REMAJA

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS. Sekarang ini zaman globalisasi. Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. Sehingga banyak kebudayaankebudayaan yang asing yang masuk. Sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak cocok dengan kebudayaan kita. Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus

Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia.sekolah karena hamil. sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan. remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Bahkan di pulau Palu. dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Demikian pula dengan pacaran. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita. Sulawesi Tenggara. Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. pada tahun . kata Boyke. gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Namun. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Bila tidak berhasil. orangtua hendaknya bersikap seimbang. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya. Surabaya. tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. sabar. dalam masa pacaran. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan. dan bijaksana kepada para remaja. Palu dan Banjarmasin. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Celakanya. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua. Dengan demikian. Oleh karena itu. Apabila usia makin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an. seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. Semakin muda usia anak. Kisaran angka tersebut. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. Misalnya. seperti Jakarta. Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan. perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak.

lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim.2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29. seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara. serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas. terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol. juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam memilih teman-teman. Diantaranya. Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat. lebih senang menitipkan anaknya di babby sitter. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal tapi miskin nilai-nilai agama. Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini. Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk tipe “jarum super” alias jarang di rumah suka pergi. anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan anak-anaknya. apabila ibunya sudah tidak menghendaki. dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Dengan demikian. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi. Video klip lagu dangdut saja. Dari sisi kesehatan. risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini. juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi.3 juta. Seks pranikah. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun. dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. namun bukan pendidikan seks secara vulgar. Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang kuat. tetapi bahaya akibat pergaulan bebas. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2. saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dek-dekan jantung para lelaki.9 persen. Selain itu. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut. Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan .

Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak. maka remaja tersebut akan mudah terpengaruh bahkan terjerumus kepada hal-hal yang negatif. alias buka paha tinggitinggi. emosi. Kalau tidak memiliki benteng pertahanan diri yang kuat dan pengendalian diri yang baik. dan lain sebagainya. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. dan gambar “bupati”. alias sekitar wilayah dada. Ditambah lagi. dan energi yang berlebih atau besar. meminum-minuman keras atau beralkohol.13 13 komentar KEKERASAN BUKAN SEBUAH SOLUSI Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Konyolnya. melakukan pergaulan bebas. pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif.pesan sesatnya. ikut tawuran antar pelajar. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Masa remaja adalah masa yang paling indah dan sekaligus masa yang penuh dengan tantangan. Diposkan oleh Abdul Rauf di 08. Remaja biasanya memiliki semangat. penyalahgunaan narkoba. Perbuatan atau tindakan yang negatif ini misalnya melakukan perkelahian. Sehingga kalau tidak disalurkan kepada perbuatan-perbuatan positif maka dikhawatirkan energi tersebut akan disalahgunakan untuk perbuatan yang . maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar “sekwilda”. namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun.

Hubungan diantara anggota geng sangatlah dekat. Sebuah geng biasanya beranggotakan antara 4-7 orang. remaja dituntut untuk memiliki sikap yang bijaksana dalam menghadapinya. karena banyak diantara mereka yang dapat membawa ke hal-hal yang kurang baik. serta berani meminta bantuan kepada orang lain jika memang membutuhkan. Untuk tetap bisa diterima sebagai anggota kelompok. Karena adanya rasa solidaritas yang tinggi itulah maka sebagian remaja membentuk suatu kelompok atau dikenal dengan istilah “geng”. kontrol diri dan mempunyai keberanian mengatakan “tidak” tanpa merasa bersalah dalam menolak ajakan teman sebaya untuk melakukan tindakan kekerasan atau perkelahian. Kalau seorang remaja memiliki masalah maka ia biasanya memilih teman untuk membantu menyelesaikan masalah daripada orangtuanya. misalnya suka berkelahi dan tawuran dengan remaja lain.negatif. Remaja dapat mengalami perubahan perilaku ke arah negatif akibat pengaruh teman. Remaja agar berhati-hati dalam memilih teman. Sikap asertif adalah pengungkapan perasaan dan pengaduan secara terus terang tanpa merendahkan harga diri dan menyakitkan orang lain. Mereka juga bertindak atau melakukan sesuatu bukan memprioritaskan akal sehat tetapi cenderung mengutamakan emosi dan kemauan diri mereka sendiri. Sikap asertif perlu dikembangkan agar remaja mempunyai rasa percaya diri. . salah satunya adalah memiliki sikap asertif.

Ada banyak jenis olah raga bela diri yang dapat menyalurkannya seperti silat. Padahal. ikut serta dalam bidang olah raga. seperti ikut ekstrakurikuler di sekolah. Tindakan kekerasan dapat merugikan kedua belah pihak yang bertikai. dengan alasan demi persahabatan diantara mereka. Seperti kata pepatah “Menang Jadi Arang Kalah Jadi Abu”. tari. Ingatlah. Pada kehidupan remaja sering terjadi pertikaian dan pertentangan antara sesamanya. Jadi bukan menyalahgunakan bakat atau keahlian bela dirinya dengan berkelahi dengan remaja lainnya.Sebagian remaja tidak mampu menyatakan tidak untuk menolak ajakan teman. Banyak kasus menunjukkan bahwa remaja itu terjerumus ke dalam perkelahian atau tawuran dengan sesama pelajar lainnya hanya karena demi persahabatan. dengan menggunakan kepala dingin dan hati yang lapang. Kekerasan bukan menyelesaikan masalah. tinju. Kalau seorang remaja memang memiliki bakat dalam bidang olah raga bela diri. Remaja hendaknya mengisi waktu luangnya dengan hal-hal atau perbuatan yang bermanfaat. karate. belajar kelompok. tetapi justru memperparah masalahnya. Ada banyak hal yang bisa mereka lakukan. judo dan lain-lain. dan lain sebagainya. . seni. permasalahannya hanya sepele tetapi mereka biasanya memilih untuk berkelahi atau menyelesaikannya dengan jalan kekerasan. Sebenarnya masih ada jalan atau cara lainnya yang lebih bijaksana dan baik. Tentunya. musik.

ingin menunjukkan keberanian. Dalam proses pencarian jati diri ini. Pada masa-masa ini remaja lebih senang bergaul dengan teman-teman sebayanya. ingin mendapatkan penghargaan. ingin mengambil resiko atau nekad dan ingin mendapatkan kebebasan dan kemandirian.kekerasan bukan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah tetapi malahan dapat menambah masalah baru. mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain. kepatuhan dan solidaritas tinggi terhadap kelompok sebaya. . Remaja juga ditandai oleh kekompakan.12 0 komentar SIKAP PENGENDALIAN DIRI MENCEGAH TINDAKAN KEKERASAN Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak kepada masa dewasa. Jiwa remaja penuh gejolak dan pemberontakan. ingin mendapatkan kepercayaan. remaja membutuhkan kemandirian yang meliputi: perilaku mampu berinisiatif. mengalahkan kesetiaan dan kepatuhan terhadap orang tua dan gurunya. ingin jadi anak gaul yang diterima di dalam lingkungannya dan mulai mencari identitas dirinya. Gejolak kejiwaan remaja tersebut seringkali diperparah oleh sikap dan perlakuan orang tua dan orang dewasa disekitarnya yang tidak memahaminya. mampu mengatasi hambatan atau masalah. Masa remaja merupakan masa pencaharian identitas diri. kesetiaan. Gejolak ingin mendapatkan pengakuan atas keberadaannya. Diposkan oleh Abdul Rauf di 08.

Mereka kebanyakan hanya ikut-ikutan untuk melakukan kekerasan atau perkelahian dengan remaja lainnya.10 0 komentar . adalah tawuran antar pelajar. karena cenderung berulang dari tahun ke tahun. Namun potensi ini harus diimbangi dengan kejelasan arah dan tujuan hidupnya. Hal ini disebabkan oleh lemahnya sikap pengendalian diri yang mereka miliki. Remaja juga mudah terprovokasi atau terpancing untuk melakukan tindakan kekerasan atau tawuran. Tawuran sering menimbulkan berbagai akibat yang menyedihkan. Sehingga temannya tidak jadi melakukan tindakan kekerasan. Ketika remaja kosong dengan tujuan hidup yang benar.Secara kejiwaan remaja mempunyai energi yang berpotensi menghasilkan kecermelangan berfikir dalam menemukan ide dan inovasi baru yang penuh kedinamisan. Bahkan ia akan berusaha untuk melerai temannya yang melakukan kekerasan dan menasehatinya dengan cara yang lembut dan sopan. Kalau seorang remaja memiliki sikap pengendalian diri yang bagus maka ia tidak mudah terpengaruh oleh ajakan temannya untuk melakukan perbuatan kekerasan atau tawuran. pemanfaatan potensi ini akan beralih pada keadaan yang justru merugikan bahkan menghancurkan kehidupannya. Diposkan oleh Abdul Rauf di 08. Oleh sebab itu. diharapkan kepada setiap remaja agar dapat menumbuhkan sikap pengendalian diri yang baik sehingga tidak mudah terjemurus kepada halhal yang negatif. Hal yang sering mencemaskan para pendidik dan orang tua.

pengetahuan kita menjadi bertambah banyak sehingga menjadi manusia yang tidak picik. dan tindakan yang positif. Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan berperilaku tertentu untuk mencapai . akan tetapi yang lebih luas daripada itu ialah kemampuan seseorang untuk dapat memahami makna dari sesuatu yang dibacanya. Secara bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia minat berarti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. dalam hal ini perpustakaan sangat berperan dalam menumbuh kembangkan minat untuk membaca buku. Manusia akan terdorong untuk melakukan sesuatu bila dirasakan kebutuhan yang ada pada dirinya belum terpenuhi (menuntut pemenuhan). Yang dimaksud dengan kepandaian membaca tidak hanya menginterpretasikan huruf-huruf.Rabu. 10 September 2008 MENUMBUHKAN MINAT BACA BAGI SISWA Membaca diartikan melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). namun membaca merupakan suatu upaya menangkap atau menyerap konsep yang dituangkan pengarang sehingga memperoleh penguasaan bahkan mengkritisi bahan bacaan. dan jumlah buku bacaan yang pernah dibaca. Motivasi itu merupakan daya yang dapat merangsang atau mendorong manusia untuk mengadakan kegiatan dalam memenuhi kebutuhan guna mencapai tujuan yang diharapkan. membaca sebenarnya tidak hanya memahami kata-kata yang terdapat dalam bacaan. gambar-gambar. Karena itulah membaca merupakan kegiatan intelektual yang dapat mendatangkan pandangan. Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca. Fungsi dari membaca itu sendiri adalah dapat membuka cakrawala pengetahuan menjadi lebih luas. Membaca merupakan kemampuan dan keterampilan untuk membuat suatu penafsiran terhadap bahan yang dibaca. kesadaran akan manfaat membaca. Dari pengertian tersebut. Akan tetapi minat baca harus dipupuk sejak dini. Minat baca bukanlah sesuatu yang lahir begitu saja pada diri seseorang. dan angka-angka saja. Minat juga diartikan gambaran sifat dan sikap ingin memiliki kecenderungan tertentu. frekuensi membaca. sikap.

Membaca adalah salah satu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. bahkan dalam kawasan ASEAN sekali pun. minat baca siswa khususnya di negara kita masih terhitung sangat rendah. Minat baca masyarakat Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara menduduki peringkat keempat. motif yang ada pada diri seseorang perlu dibina sedini mungkin. Motif menghasilkan mobilisasi energi (semangat) dan menguatkan perilaku seseorang. diakui atau tidak. di luar itu sedikit sekali yang suka membaca buku lain. International Association for Evaluation of Educational (IEA) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid Sekolah Dasar Kelas IV pada 30 negara di dunia. Namun di sisi lain. sebanyak 57 persen pembaca dinilai sekadar membaca.tujuan. Sedangkan survei yang dilakukan Departemen Pendidikan Nasional tahun 1995 menyatakan. fungsi motivasi lebih menekankan kepada pemberian dorongan atau motivasi yang sifatnya datang dari lingkungan luar. Thailand. Ada juga yang tidak membaca sama sekali. Rata-rata siswa melakukan kegiatan membaca pada saat belajar saja. tingkat minat baca rakyat Indonesia menempati urutan 27 dari 32 negara. menengah. maupun tinggi. Rendahnya kemampuan membaca . Hasil survei Unesco tahun 1992 menyebutkan. tanpa memahami dan menghayati apa yang dibacanya. Perlunya peningkatan minat baca ini dilatari oleh kemampuan membaca (Reading Literacy) anak-anak Indonesia sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Dalam hal ini perpustakaan harus menstimulisasi dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk belajar. dalam hal ini pustakawan harus dapat menstimulisasi agar motif untuk membaca yang ada pada diri seseorang dapat bekerja dengan efektif untuk mencapai suatu tujuan. menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke 29 setingkat di atas Venezuela yang menempati peringkat terakhir pada urutan ke 30. dan Singapura. Oleh karena itu. Karena kegiatan membaca merupakan salah satu proses tranformasi ilmu melalui cara melihat dan memahami isi yang tertulis di dalam buku pengetahuan maupun pelajaran. Dalam pembinaan minat baca. setelah Malaysia. baik di tingkat dasar.

3%) dan membaca koran (23. bagaimana aktivitas membaca dapat dilakukan tanpa adanya buku-buku bermutu. dan oleh karena itu isyarat baik bagi sebuah kerja perbaikan mutu perikehidupan suatu masyarakat. Pertama. ketersediaan bahan bacaan memungkinkan setiap orang atau siswa untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kepentingannya. khususnya perpustakaan dengan buku-buku yang bermutu dan memadai. dan keterampilan berkomunikasi. menemukan. Skor ini di bawah Filipina (52.9%) dan mendengarkan radio (40. ketiadaan sarana dan prasarana.6). ketiadaan sarana dan prasarana. Dari situlah. Implikasinya. menggali.0). Salah satu sebab etimologisnya yaitu lemahnya minat baca mereka. secara langsung atau tidak langsung berpengaruhi terhadap kualitas sumber daya manusia.ini dilatari oleh suatu kondisi pasif tentang kurangnya gairah dan kemampuan para peserta didik untuk mencari. Bisa dibayangkan.7). taraf kecerdasan masyarakat akan kian meningkat. mengolah. Rendahnya minat baca di kalangan siswa. di negara-negara maju pengembangan minat . membaca bagi masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi. Ada banyak faktor yang menyebabkan kemampuan membaca anak-anak Indonesia tergolong rendah. Untuk itulah. Oleh sebab itu. penguasaan bahasa. dan Singapura (74.1). karena membaca secara signifikan dapat melahirkan kecakapan.5%). semenjak tahun 1998 kebiasaan membaca anak-anak Indonesia berada pada peringkat paling rendah (skor 51. Inilah yang perlu dicermati perkembangannnya serta diupayakan alternatif solusinya. memanfaatkan dan mengembangkan informasi. khususnya perpustakaan dengan buku-buku bermutu menjadi suatu keniscayaan bagi kita. Menurut data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Sedangkan BPS tahun 2006 mempublikasikan. cenderung memiliki intelegensi. Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85. tumbuh harapan bahwa masyarakat kita akan semakin mencintai bahan bacaan. Dengan kata lain. Thailand (65.

diharapkan siswa tertarik untuk membaca atau membelinya. menumbuhkan minat baca. Berupaya menambah koleksi perpustakaan. 3. Pameran buku dapat dilaksanakan dengan bekerjasama dengan penerbit. Budaya membaca yang meningkat merupakan cermin kemajuan suatu bangsa. Ada banyak kiat yang dapat dilakukan oleh perpustakaan untuk menumbuhkan minat baca siswa antara lain sebagai berikut : 1. dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. Dengan memberikan potongan harga. Secara berkala mengganti susunan rak-rak buku sehingga memberikan kesan yang lebih menarik dan fantastis. Menggadakan pameran buku. 6. . Dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan berbangsa.baca masyarakat sangat diperhatikan dan difasilitasi. perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pemberdayaan perpustakaan sebagai pusat informasi yang menyimpan berbagai sumber informasi. Eksistensi perpustakaan seharusnya dapat dijadikan tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar. pemberdayaan perpustakaan perlu dilakukan agar dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. 5. 2. Untuk meningkatkan minat baca warga sekolah. terutama koleksi pustaka yang banyak diminati warga sekolah. Bekerjasama dengan pihak sekolah agar menggadakan proses pembelajaran di perpustakaan. Diupayakan media internet di perpustakaan sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan siswa. Membuat iklan layanan masyarakat di media cetak dan elektronik. 4. baik buku fiksi maupun non fiksi.

mencapai 55 persen mengaku belum pernah sekalipun mendatangi atau mengunjungi perpustakaan. Setiap pemakai perpustakaan yang menggunakan bahan perpustakaan tertentu mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. ekonomi. di Indonesia. sosial sampai dengan budaya. Secara umum fungsi dari perpustakaan terdiri dari fungsi pelestarian. Sehingga sangat penting keberadaan suatu tempat untuk menyimpan buku yaitu perpustakaan. mulai dari teknologi. tidak mudah bagi para petugas perpustakaan untuk membantu atau mengajak mereka agar bisa membaca. politik. fungsinya juga tidak hanya sebatas sebagai tempat penyimpanan melainkan sebagai tempat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. sampai masa depan. . dengan buku kita dapat mengetahui segala bentuk informasi yang ada di dunia ini. Dengan buku pula kita dapat melihat gambaran kondisi masa lampau. yang nantinya dapat digunakan dan diaplikasikan di dalam masyarakat. perpustakaan merupakan salah satu sarana favorit bagi masyarakat negara-negara maju.Buku adalah sahabat setia kita dalam mencapai ilmu pengetahuan. dalam kondisi sekarang ini. masa sekarang. Sayangnya. perpustakaan dituntut untuk lebih peka dalam memahami kebutuhan dan permintaan masyarakat akan akses informasi tersebut. Pemakai perpustakaan adalah masyarakat umum. fungsi rekreasi dan fungsi budaya. Bila dicermati lebih jauh sebenarnya keberadaan perpustakaan setidaknya menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan akses informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai gudangnya ilmu pengetahuan dan informasi. fungsi informasi. Oleh karena itu. Ikatan mereka dengan perpustakaan semata-mata karena buku atau bahan bacaan. Buku juga sebagai suatu sarana dalam menuangkan segala macam bentuk aspek rasa yang tentunya telah kita olah dan kita hasilkan dalam sebuah buku. antara perpustakaan dan masyarakat cenderung masih berjarak. fungsi pendidikan. Hasil jajak pendapat terhadap responden pada kota-kota besar di Indonesia ditemukan bahwa lebih dari separuh responden. Bahkan.

rasional. dan objektif. Fungsi perpustakaan bagi masyarakat lainnya adalah untuk meningkatkan apresiasi seni dan sastra serta seni budaya lainnya melalui cara membaca di perpustakaan. supermarket dan lain sebagainya. Fungsi perpustakaan bagi masyarakat adalah untuk memperdalam dan menelusuri berbagai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya.Perpustakaan yang berada di tengah-tengah masyarakat mempunyai tujuan dan fungsi yang bermacam-macam. Maraknya tempat-tempat hiburan tersebut sanggup meninabobokan masyarakat di tengah dunia yang dipenuhi dengan . Tuntutan itu sebenarnya tidak berlebihan mengingat perpustakaan dalam era informasi memang harus ''bersaing'' dengan media lain yang bernuansa hiburan. Ilmu pengetahuan pada umumnya dihimpun. Penguasaan konsep dasar yang baik memudahkan masyarakat untuk mengaplikasikan ilmunya pada situasi dan kondisi yang lebih berkembang yang akhirnya masyarakat akan memiliki inisiatif. dan dilestarikan dalam media cetak. Salah satu tujuan belajar adalah mengakumulasi ilmu pengetahuan. Produk belajar yang kreatif pada akhirnya adalah suatu pengembangan pembawaan dan penggunaan akal budi secara penuh dari masyarakat yang lambat laun melalui membaca menyadari. seperti bioskop. di antaranya adalah sebagai sarana pendidikan dan bahkan sering disebut sebagai “Universitas Masyarakat”. dicetak. Kemampuan membaca merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh masyarakat yang sedang belajar. bahwa salah satu potensi yang dimilikinya harus dikembangkan untuk mencapai suatu hasil belajar. daya kreatif. Belajar melalui pengalaman sering timbul karena adanya ketidakpuasan akan informasi yang diperoleh. Media cetak berfungsi sebagai individu kalau individu tersebut dapat membaca. Sejalan dengan kedudukan perpustakaan itu sendiri maka terdapat implikasi lebih jauh bahwa perpustakaan sebagai tempat untuk mengembangkan proses belajar melalui membaca yang bermanfaat bagi masyarakat. Belajar di perpustakaan merupakan suatu bentuk belajar melalui pengalaman. Untuk mencapai suatu tingkat kepuasan akan pemahaman suatu informasi dibutuhkan suatu cara belajar yang kreatif agar tercapai suatu cara belajar yang efektif. sikap kritis. Fungsi perpustakaan menjadi berkembang sebagai tempat pemupuk minat baca. taman hiburan.

dan pemberian layanan prima kepada setiap pengunjung perpustakaan. guru. Mewajibkan semua siswa. Dengan membuat kegiatan yang bersifat rekreatif dan edukatif diharapkan dapat membangun minat baca di kalangan siswa sekolah. dan membuat slogan-slogan di kelas seperti “Tiada Hari Tanpa Membaca”. Dengan banyak membaca. “Gunakan waktu luang untuk membaca”.rutinitas yang cenderung menjemukan. museum. taman bacaan. dan karyawan sekolah untuk membudayakan membaca. Dalam konteks ini memang sangat diperlukan suatu terobosan baru dan serius serta berkelanjutan untuk menjadikan perpustakaan sebagai rumah belajar yang dekat dengan masyarakat. Jiwa remaja penuh gejolak dan . Latar Belakang Masalah Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak kepada masa dewasa. Begitu pentingnya membaca bagi siswa sehingga masyarakat yang mempunyai peradaban maju adalah masyarakat yang gemar untuk mengetahui sesuatu dengan membaca kemudian menuliskan pengetahuannya. minat. dan “Buku adalah jendela ilmu pengetahuan”. seperti perpustakaan. Masa remaja merupakan masa pencaharian identitas diri. Membaca memiliki manfaat dan makna. menumbuhkan. rauf Minggu. masih kalah pengunjungnya dibandingkan dengan tempat-tempat yang bersifat hiburan. abdulrauf. Diposkan oleh Abdul Rauf di 01. Oleh sebab itu. penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.32 0 komentar Label: abdul. baca. 10 Agustus 2008 Karya Tulis By Abdul Rauf SMAN 8 Pekanbaru BAB I PENDAHULUAN A. kita akan memperoleh pengalaman dan pelajaran dari orang lain. Terobosan dapat berupa penyediaan berbagai jenis bahan bacaan. tidaklah mengherankan jika tempat-tempat yang bernuansa pendidikan. layanan perpustakaan berbasis komputer.

Apa faktor-faktor yang menyebabkan pelajar melakukan penyalahgunaan narkoba ? 2. Definisi Narkoba Istilah Narkoba adalah singkatan dari Narkotika. c. Gejolak ingin mendapatkan pengakuan atas keberadaannya. Oleh sebab itu. Pengertian lebih jelasnya adalah sebagai berikut: 1. Sekalipun lingkungan seperti keluarga. orang tua jauh lebih berperan untuk menjaga. dan ingin mendapatkan kebebasan dan kemandirian. dan mengawasi anaknya agar tidak terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba. Sekolah merupakan tempat yang tepat bagi para pelajar untuk melakukan berbagai kegiatan yang positif. sekolah dan teman sebaya. Hasil riset ini diharapkan dapat menambah dan memperdalam khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai narkoba. maka pengaruh lingkungan tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. b. Berdasarkan uraian dan keterangan di atas maka penulis tertarik menelitinya lebih lanjut. Akan tetapi. b. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pelajar melakukan penyalahgunaan narkoba. mengembangkan bakat dan minatnya agar tidak terjemurus kepada penyalahgunaan narkoba. Apa saja upaya yang harus dilakukan oleh orang tua agar pelajar terhindar dari penyalahgunaan narkoba ? C. ingin berprestasi. tentunya pelajar jauh lebih lama berada di keluarganya dibandingkan dengan berada di sekolah. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Remaja dalam rangka menyambut hari hari Ulang Tahun Pekanbaru MX yang ke-2. tetapi apabila orang tua dapat melaksanakan peran dan tanggung jawabnya. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. B. Kegunaan Penelitian a. hilangnya rasa. BAB II PEMBAHASAN A. ingin menunjukkan keberanian. Narkotika Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.pemberontakan. ingin mendapatkan penghargaan. Penelitian ini berjudul "PERANAN ORANG TUA DALAM PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PELAJAR". Tujuan Penelitian a. ingin mendapatkan kepercayaan. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat . Psikotropika dan zat (bahan adiktif) lainnya. Kecenderungan anak melakukan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilepaskan dari peran dan tanggung jawab orang tua. mempunyai pengaruh yang besar bagi anak. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka permasalahannya adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui upaya yang harus dilakukan oleh orang tua agar pelajar terhindar dari penyalahgunaan narkoba. 2. Sebagai kontribusi bagi penulis kepada para pelajar agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

sehingga dapat memberikan penjelasan bila anak bertanya. Orang tua menjadi panutan Melihat dan menyerap pola atau perilaku dan nilai-nilai yang ditampilkan orang tua. Orang tua tidak acuh dan tidak mengadakan pengawasan 8. Kepribadian yang lemah 2. Orang tua menjadi tempat bertanya Orang tua perlu mengikuti perkembangan remaja dan permasalahannya. 2.menimbulkan ketergantungan. Psikotropika Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. dengan siapa mereka pergi dan lain-lain yang dirasakan perlu. Misalnya orang tua menghendaki anak tidak merokok. ingin meniru dan ingin berpetualang 4. Adanya anggota kelompok sebaya yang menjadi pengedar narkoba 10. Orang tua perlu mengontrol kegiatan anak Setiap anak hendak pergi. Peranan Dan Tanggung Jawab Orang Tua Yang Dapat Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Pada Pelajar Peranan dan tanggung jawab orang tua yang dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak/pelajar adalah sebagai berikut: 1. Paksaan dan tekanan kelompok sebaya. kasih sayang dan kemesraan dalam keluarga 9. Orang tua (ayah dan ibu) tidak harmonis 6. 2. 4. kapan pulang. termasuk masalah narkoba. Tidak memikirkan akan bahaya narkoba 5. ingin mencoba. C. 3. termasuk dalam mengatasi tekanan dan pengaruh negatif teman sebayanya. 5. Orang tua dapat berperan sebagai pembimbing bagi anak Peranan sebagai pembimbing anak terutama dalam membantu anak mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan mengembangkan alternatif penyelesaian masalah. Tidak ada perhatian. maka orang tua jangan merokok. 3. Ketidakmampuan mengendalikan diri 3. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. orang tua perlu bertanya dengan rinci kemana tujuan. Orang tua kurang/tidak ada komunikasi dan keterbukaan 7. kehangatan. harga diri yang positif dan akhirnya anak akan memiliki jati diri yang stabil. Orang tua perlu menggali potensi anak untuk dikembangkan melalui berbagai macam kegiatan Pengembangan potensi ini dapat menumbuhkan prestasi bagi anak sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri. B. bila tidak ikut melakukan penyalahgunaan narkoba dianggap tidak setia kepada kelompoknya. Kontrol di sini . Dorongan ingin tahu. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Pelajar Melakukan Penyalahgunaan Narkoba Faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan penyalahgunaan narkoba adalah sebagai berikut: 1. Bahan/Zat Adiktif lainnya Adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.

b. D. Penyalahgunaan narkoba tidak sesuai dengan nilai. kemukakan apa yang anda ketahui. Pendekatan kepada orang tua teman anak pemakai narkoba Kunjungi orang tua teman anak yang menggunakan narkoba ungkapkan dengan hati-hati dan bijaksana apa yang anda ketahui. 4. 7. dan aturan-aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat. ajak kerjasama menghadapi masalah. serta jagalah emosi anda. . 3. Jangan tunda masalah Hadapi kenyataan. 6. norma.untuk menunjukkan bahwa orang tua punya perhatian khusus kepada anak. janganlah menampilkan reaksi marah. berita baik maupun buruk. Orang tua perlu bersyukur bahwa anak mau bersikap jujur. perlu didengarkan dengan baik dan kemudian mengajak anak untuk berdialog secara lebih terbuka dan mendalam. dan tidak membiarkan anak untuk bertindak semaunya sendiri. terkena berbagai macam penyakit. Orang tua menjadi teman diskusi Apa pun yang disampaikan anak. tersinggung atau rasa bersalah tidak ada gunanya. jangan menuduh pada saat anak berada dalam pengaruh narkoba. 2. jagalah kerahasiaan anak. Orang tua perlu menumbuhkan kesadaran kepada anak bahwa: a. dan lain-lain. perhatikan segala ekspresi wajah dan tingkah laku anak. Berusaha tenang Kendalikan emosi. Hargai kejujuran Bila anak sudah mengaku menggunakan narkoba. Sikap Orang Tua Jika Mengetahui Anaknya Menyalahgunakan Narkoba Sikap orang tua jika mengetahui anaknya menyalahgunakan narkoba adalah sebagai berikut: 1. Menyalahgunakan narkoba dapat mengakibatkan putus sekolah. marah. Untuk itu pilihlah waktu yang tepat. terlibat tindak kekerasan dan mengganggu ketertiban umum. tidak bisa bekerja dengan baik. adakan dialog terbuka dengan anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful