DAMPAK PERGAULAN BEBAS BAGI REMAJA

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS. Sekarang ini zaman globalisasi. Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. Sehingga banyak kebudayaankebudayaan yang asing yang masuk. Sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak cocok dengan kebudayaan kita. Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus

Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya. dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. kata Boyke. sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. sabar. ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. dan bijaksana kepada para remaja. Bahkan di pulau Palu. orangtua hendaknya bersikap seimbang. Demikian pula dengan pacaran. Bila tidak berhasil. Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia. Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka. Sulawesi Tenggara. Kisaran angka tersebut. sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua. Celakanya. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan.sekolah karena hamil. Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita. remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Palu dan Banjarmasin. Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia. gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Dengan demikian. Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini. Oleh karena itu. perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. dalam masa pacaran. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Namun. Berilah pengertian sebaik-baiknya. orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat. seperti Jakarta. Surabaya. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an. Apabila usia makin meningkat. Semakin muda usia anak. pada tahun . Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan. Misalnya. Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta. tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan.

Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini.2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29. juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan. Selain itu. Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat. anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan anak-anaknya. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut. terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas. dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi. Diantaranya. seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Dari sisi kesehatan. Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’. tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya.9 persen. namun bukan pendidikan seks secara vulgar. risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2. Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang kuat. Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk tipe “jarum super” alias jarang di rumah suka pergi. dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Video klip lagu dangdut saja. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri. Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini. kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol. Seks pranikah. juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam memilih teman-teman. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan . Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Dengan demikian. lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun. lebih senang menitipkan anaknya di babby sitter. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal tapi miskin nilai-nilai agama. tetapi bahaya akibat pergaulan bebas. sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun. apabila ibunya sudah tidak menghendaki.3 juta. saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dek-dekan jantung para lelaki. anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas.

Remaja biasanya memiliki semangat.13 13 komentar KEKERASAN BUKAN SEBUAH SOLUSI Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. alias sekitar wilayah dada. ikut tawuran antar pelajar. meminum-minuman keras atau beralkohol. pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak. Konyolnya. emosi. Sehingga kalau tidak disalurkan kepada perbuatan-perbuatan positif maka dikhawatirkan energi tersebut akan disalahgunakan untuk perbuatan yang . Kalau tidak memiliki benteng pertahanan diri yang kuat dan pengendalian diri yang baik. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. dan energi yang berlebih atau besar. penyalahgunaan narkoba. dan gambar “bupati”. dan lain sebagainya. maka remaja tersebut akan mudah terpengaruh bahkan terjerumus kepada hal-hal yang negatif. Ditambah lagi. Masa remaja adalah masa yang paling indah dan sekaligus masa yang penuh dengan tantangan. melakukan pergaulan bebas. Diposkan oleh Abdul Rauf di 08. alias buka paha tinggitinggi. maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar “sekwilda”. namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa.pesan sesatnya. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Perbuatan atau tindakan yang negatif ini misalnya melakukan perkelahian.

Sebuah geng biasanya beranggotakan antara 4-7 orang. salah satunya adalah memiliki sikap asertif. . Sikap asertif perlu dikembangkan agar remaja mempunyai rasa percaya diri. Sikap asertif adalah pengungkapan perasaan dan pengaduan secara terus terang tanpa merendahkan harga diri dan menyakitkan orang lain. Hubungan diantara anggota geng sangatlah dekat. serta berani meminta bantuan kepada orang lain jika memang membutuhkan. karena banyak diantara mereka yang dapat membawa ke hal-hal yang kurang baik. Remaja agar berhati-hati dalam memilih teman. misalnya suka berkelahi dan tawuran dengan remaja lain. remaja dituntut untuk memiliki sikap yang bijaksana dalam menghadapinya. kontrol diri dan mempunyai keberanian mengatakan “tidak” tanpa merasa bersalah dalam menolak ajakan teman sebaya untuk melakukan tindakan kekerasan atau perkelahian. Untuk tetap bisa diterima sebagai anggota kelompok. Remaja dapat mengalami perubahan perilaku ke arah negatif akibat pengaruh teman.negatif. Mereka juga bertindak atau melakukan sesuatu bukan memprioritaskan akal sehat tetapi cenderung mengutamakan emosi dan kemauan diri mereka sendiri. Kalau seorang remaja memiliki masalah maka ia biasanya memilih teman untuk membantu menyelesaikan masalah daripada orangtuanya. Karena adanya rasa solidaritas yang tinggi itulah maka sebagian remaja membentuk suatu kelompok atau dikenal dengan istilah “geng”.

Banyak kasus menunjukkan bahwa remaja itu terjerumus ke dalam perkelahian atau tawuran dengan sesama pelajar lainnya hanya karena demi persahabatan. Ada banyak jenis olah raga bela diri yang dapat menyalurkannya seperti silat. dan lain sebagainya. tari. Padahal. Sebenarnya masih ada jalan atau cara lainnya yang lebih bijaksana dan baik. ikut serta dalam bidang olah raga. Ingatlah. Kalau seorang remaja memang memiliki bakat dalam bidang olah raga bela diri. karate. seperti ikut ekstrakurikuler di sekolah.Sebagian remaja tidak mampu menyatakan tidak untuk menolak ajakan teman. tetapi justru memperparah masalahnya. belajar kelompok. musik. permasalahannya hanya sepele tetapi mereka biasanya memilih untuk berkelahi atau menyelesaikannya dengan jalan kekerasan. Jadi bukan menyalahgunakan bakat atau keahlian bela dirinya dengan berkelahi dengan remaja lainnya. judo dan lain-lain. Pada kehidupan remaja sering terjadi pertikaian dan pertentangan antara sesamanya. Ada banyak hal yang bisa mereka lakukan. Seperti kata pepatah “Menang Jadi Arang Kalah Jadi Abu”. Remaja hendaknya mengisi waktu luangnya dengan hal-hal atau perbuatan yang bermanfaat. dengan alasan demi persahabatan diantara mereka. dengan menggunakan kepala dingin dan hati yang lapang. seni. Kekerasan bukan menyelesaikan masalah. Tindakan kekerasan dapat merugikan kedua belah pihak yang bertikai. Tentunya. tinju. .

mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain. ingin menunjukkan keberanian. mengalahkan kesetiaan dan kepatuhan terhadap orang tua dan gurunya. mampu mengatasi hambatan atau masalah. Diposkan oleh Abdul Rauf di 08. Masa remaja merupakan masa pencaharian identitas diri. Jiwa remaja penuh gejolak dan pemberontakan. kepatuhan dan solidaritas tinggi terhadap kelompok sebaya. Gejolak ingin mendapatkan pengakuan atas keberadaannya. Dalam proses pencarian jati diri ini. Gejolak kejiwaan remaja tersebut seringkali diperparah oleh sikap dan perlakuan orang tua dan orang dewasa disekitarnya yang tidak memahaminya. remaja membutuhkan kemandirian yang meliputi: perilaku mampu berinisiatif. ingin mendapatkan kepercayaan. ingin jadi anak gaul yang diterima di dalam lingkungannya dan mulai mencari identitas dirinya. Remaja juga ditandai oleh kekompakan. ingin mendapatkan penghargaan.12 0 komentar SIKAP PENGENDALIAN DIRI MENCEGAH TINDAKAN KEKERASAN Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak kepada masa dewasa. . Pada masa-masa ini remaja lebih senang bergaul dengan teman-teman sebayanya.kekerasan bukan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah tetapi malahan dapat menambah masalah baru. kesetiaan. ingin mengambil resiko atau nekad dan ingin mendapatkan kebebasan dan kemandirian.

Ketika remaja kosong dengan tujuan hidup yang benar. Tawuran sering menimbulkan berbagai akibat yang menyedihkan. karena cenderung berulang dari tahun ke tahun. Bahkan ia akan berusaha untuk melerai temannya yang melakukan kekerasan dan menasehatinya dengan cara yang lembut dan sopan. Diposkan oleh Abdul Rauf di 08. Hal ini disebabkan oleh lemahnya sikap pengendalian diri yang mereka miliki. diharapkan kepada setiap remaja agar dapat menumbuhkan sikap pengendalian diri yang baik sehingga tidak mudah terjemurus kepada halhal yang negatif. Oleh sebab itu. Namun potensi ini harus diimbangi dengan kejelasan arah dan tujuan hidupnya.10 0 komentar . Sehingga temannya tidak jadi melakukan tindakan kekerasan.Secara kejiwaan remaja mempunyai energi yang berpotensi menghasilkan kecermelangan berfikir dalam menemukan ide dan inovasi baru yang penuh kedinamisan. adalah tawuran antar pelajar. Hal yang sering mencemaskan para pendidik dan orang tua. Kalau seorang remaja memiliki sikap pengendalian diri yang bagus maka ia tidak mudah terpengaruh oleh ajakan temannya untuk melakukan perbuatan kekerasan atau tawuran. pemanfaatan potensi ini akan beralih pada keadaan yang justru merugikan bahkan menghancurkan kehidupannya. Remaja juga mudah terprovokasi atau terpancing untuk melakukan tindakan kekerasan atau tawuran. Mereka kebanyakan hanya ikut-ikutan untuk melakukan kekerasan atau perkelahian dengan remaja lainnya.

Yang dimaksud dengan kepandaian membaca tidak hanya menginterpretasikan huruf-huruf. Membaca merupakan kemampuan dan keterampilan untuk membuat suatu penafsiran terhadap bahan yang dibaca. sikap. dalam hal ini perpustakaan sangat berperan dalam menumbuh kembangkan minat untuk membaca buku. Dari pengertian tersebut. Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan berperilaku tertentu untuk mencapai . dan tindakan yang positif. membaca sebenarnya tidak hanya memahami kata-kata yang terdapat dalam bacaan. Karena itulah membaca merupakan kegiatan intelektual yang dapat mendatangkan pandangan. dan jumlah buku bacaan yang pernah dibaca. gambar-gambar. Manusia akan terdorong untuk melakukan sesuatu bila dirasakan kebutuhan yang ada pada dirinya belum terpenuhi (menuntut pemenuhan). 10 September 2008 MENUMBUHKAN MINAT BACA BAGI SISWA Membaca diartikan melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). namun membaca merupakan suatu upaya menangkap atau menyerap konsep yang dituangkan pengarang sehingga memperoleh penguasaan bahkan mengkritisi bahan bacaan. Akan tetapi minat baca harus dipupuk sejak dini. akan tetapi yang lebih luas daripada itu ialah kemampuan seseorang untuk dapat memahami makna dari sesuatu yang dibacanya. dan angka-angka saja. frekuensi membaca. pengetahuan kita menjadi bertambah banyak sehingga menjadi manusia yang tidak picik. Fungsi dari membaca itu sendiri adalah dapat membuka cakrawala pengetahuan menjadi lebih luas. Secara bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia minat berarti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.Rabu. Minat juga diartikan gambaran sifat dan sikap ingin memiliki kecenderungan tertentu. Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca. Motivasi itu merupakan daya yang dapat merangsang atau mendorong manusia untuk mengadakan kegiatan dalam memenuhi kebutuhan guna mencapai tujuan yang diharapkan. kesadaran akan manfaat membaca. Minat baca bukanlah sesuatu yang lahir begitu saja pada diri seseorang.

maupun tinggi. Rendahnya kemampuan membaca . Motif menghasilkan mobilisasi energi (semangat) dan menguatkan perilaku seseorang. Dalam pembinaan minat baca. Hasil survei Unesco tahun 1992 menyebutkan. Dalam hal ini perpustakaan harus menstimulisasi dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk belajar. sebanyak 57 persen pembaca dinilai sekadar membaca. tingkat minat baca rakyat Indonesia menempati urutan 27 dari 32 negara. Perlunya peningkatan minat baca ini dilatari oleh kemampuan membaca (Reading Literacy) anak-anak Indonesia sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Rata-rata siswa melakukan kegiatan membaca pada saat belajar saja. bahkan dalam kawasan ASEAN sekali pun. Sedangkan survei yang dilakukan Departemen Pendidikan Nasional tahun 1995 menyatakan. International Association for Evaluation of Educational (IEA) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid Sekolah Dasar Kelas IV pada 30 negara di dunia. fungsi motivasi lebih menekankan kepada pemberian dorongan atau motivasi yang sifatnya datang dari lingkungan luar. tanpa memahami dan menghayati apa yang dibacanya. menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke 29 setingkat di atas Venezuela yang menempati peringkat terakhir pada urutan ke 30. Namun di sisi lain. menengah. setelah Malaysia. Minat baca masyarakat Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara menduduki peringkat keempat. baik di tingkat dasar. Thailand. dan Singapura. di luar itu sedikit sekali yang suka membaca buku lain. minat baca siswa khususnya di negara kita masih terhitung sangat rendah. diakui atau tidak. motif yang ada pada diri seseorang perlu dibina sedini mungkin. Karena kegiatan membaca merupakan salah satu proses tranformasi ilmu melalui cara melihat dan memahami isi yang tertulis di dalam buku pengetahuan maupun pelajaran. dalam hal ini pustakawan harus dapat menstimulisasi agar motif untuk membaca yang ada pada diri seseorang dapat bekerja dengan efektif untuk mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu. Membaca adalah salah satu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Ada juga yang tidak membaca sama sekali.tujuan.

3%) dan membaca koran (23. dan oleh karena itu isyarat baik bagi sebuah kerja perbaikan mutu perikehidupan suatu masyarakat. Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85. Ada banyak faktor yang menyebabkan kemampuan membaca anak-anak Indonesia tergolong rendah.5%). bagaimana aktivitas membaca dapat dilakukan tanpa adanya buku-buku bermutu. penguasaan bahasa. secara langsung atau tidak langsung berpengaruhi terhadap kualitas sumber daya manusia.0). Bisa dibayangkan. Implikasinya. ketiadaan sarana dan prasarana. Salah satu sebab etimologisnya yaitu lemahnya minat baca mereka. Menurut data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. semenjak tahun 1998 kebiasaan membaca anak-anak Indonesia berada pada peringkat paling rendah (skor 51. Dari situlah.1). membaca bagi masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi. Thailand (65. menggali.9%) dan mendengarkan radio (40. taraf kecerdasan masyarakat akan kian meningkat. Rendahnya minat baca di kalangan siswa.6). cenderung memiliki intelegensi. Inilah yang perlu dicermati perkembangannnya serta diupayakan alternatif solusinya. menemukan. Untuk itulah. khususnya perpustakaan dengan buku-buku bermutu menjadi suatu keniscayaan bagi kita. ketersediaan bahan bacaan memungkinkan setiap orang atau siswa untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kepentingannya. Oleh sebab itu. mengolah. karena membaca secara signifikan dapat melahirkan kecakapan. dan Singapura (74. Dengan kata lain. dan keterampilan berkomunikasi. memanfaatkan dan mengembangkan informasi. di negara-negara maju pengembangan minat . khususnya perpustakaan dengan buku-buku yang bermutu dan memadai. ketiadaan sarana dan prasarana. tumbuh harapan bahwa masyarakat kita akan semakin mencintai bahan bacaan.ini dilatari oleh suatu kondisi pasif tentang kurangnya gairah dan kemampuan para peserta didik untuk mencari. Skor ini di bawah Filipina (52. Sedangkan BPS tahun 2006 mempublikasikan. Pertama.7).

perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pemberdayaan perpustakaan sebagai pusat informasi yang menyimpan berbagai sumber informasi. diharapkan siswa tertarik untuk membaca atau membelinya. Bekerjasama dengan pihak sekolah agar menggadakan proses pembelajaran di perpustakaan. Membuat iklan layanan masyarakat di media cetak dan elektronik. Secara berkala mengganti susunan rak-rak buku sehingga memberikan kesan yang lebih menarik dan fantastis. terutama koleksi pustaka yang banyak diminati warga sekolah. Dengan memberikan potongan harga. Ada banyak kiat yang dapat dilakukan oleh perpustakaan untuk menumbuhkan minat baca siswa antara lain sebagai berikut : 1. pemberdayaan perpustakaan perlu dilakukan agar dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Berupaya menambah koleksi perpustakaan. menumbuhkan minat baca. 5. Menggadakan pameran buku. 2. 3. Budaya membaca yang meningkat merupakan cermin kemajuan suatu bangsa. Eksistensi perpustakaan seharusnya dapat dijadikan tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar. 6. dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. Pameran buku dapat dilaksanakan dengan bekerjasama dengan penerbit. Diupayakan media internet di perpustakaan sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan siswa. 4.baca masyarakat sangat diperhatikan dan difasilitasi. baik buku fiksi maupun non fiksi. . Dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan berbangsa. Untuk meningkatkan minat baca warga sekolah.

Buku adalah sahabat setia kita dalam mencapai ilmu pengetahuan. fungsi rekreasi dan fungsi budaya. fungsinya juga tidak hanya sebatas sebagai tempat penyimpanan melainkan sebagai tempat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Sayangnya. Bahkan. antara perpustakaan dan masyarakat cenderung masih berjarak. Hasil jajak pendapat terhadap responden pada kota-kota besar di Indonesia ditemukan bahwa lebih dari separuh responden. dengan buku kita dapat mengetahui segala bentuk informasi yang ada di dunia ini. . mulai dari teknologi. yang nantinya dapat digunakan dan diaplikasikan di dalam masyarakat. Sebagai gudangnya ilmu pengetahuan dan informasi. Buku juga sebagai suatu sarana dalam menuangkan segala macam bentuk aspek rasa yang tentunya telah kita olah dan kita hasilkan dalam sebuah buku. dalam kondisi sekarang ini. masa sekarang. Bila dicermati lebih jauh sebenarnya keberadaan perpustakaan setidaknya menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan akses informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ikatan mereka dengan perpustakaan semata-mata karena buku atau bahan bacaan. sosial sampai dengan budaya. tidak mudah bagi para petugas perpustakaan untuk membantu atau mengajak mereka agar bisa membaca. perpustakaan merupakan salah satu sarana favorit bagi masyarakat negara-negara maju. ekonomi. Dengan buku pula kita dapat melihat gambaran kondisi masa lampau. mencapai 55 persen mengaku belum pernah sekalipun mendatangi atau mengunjungi perpustakaan. Oleh karena itu. perpustakaan dituntut untuk lebih peka dalam memahami kebutuhan dan permintaan masyarakat akan akses informasi tersebut. fungsi pendidikan. Sehingga sangat penting keberadaan suatu tempat untuk menyimpan buku yaitu perpustakaan. Setiap pemakai perpustakaan yang menggunakan bahan perpustakaan tertentu mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Pemakai perpustakaan adalah masyarakat umum. di Indonesia. politik. fungsi informasi. sampai masa depan. Secara umum fungsi dari perpustakaan terdiri dari fungsi pelestarian.

Untuk mencapai suatu tingkat kepuasan akan pemahaman suatu informasi dibutuhkan suatu cara belajar yang kreatif agar tercapai suatu cara belajar yang efektif. Fungsi perpustakaan bagi masyarakat adalah untuk memperdalam dan menelusuri berbagai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya. Produk belajar yang kreatif pada akhirnya adalah suatu pengembangan pembawaan dan penggunaan akal budi secara penuh dari masyarakat yang lambat laun melalui membaca menyadari. Fungsi perpustakaan menjadi berkembang sebagai tempat pemupuk minat baca. sikap kritis. Tuntutan itu sebenarnya tidak berlebihan mengingat perpustakaan dalam era informasi memang harus ''bersaing'' dengan media lain yang bernuansa hiburan. dan objektif. Fungsi perpustakaan bagi masyarakat lainnya adalah untuk meningkatkan apresiasi seni dan sastra serta seni budaya lainnya melalui cara membaca di perpustakaan.Perpustakaan yang berada di tengah-tengah masyarakat mempunyai tujuan dan fungsi yang bermacam-macam. daya kreatif. seperti bioskop. rasional. bahwa salah satu potensi yang dimilikinya harus dikembangkan untuk mencapai suatu hasil belajar. Media cetak berfungsi sebagai individu kalau individu tersebut dapat membaca. Belajar di perpustakaan merupakan suatu bentuk belajar melalui pengalaman. Belajar melalui pengalaman sering timbul karena adanya ketidakpuasan akan informasi yang diperoleh. Salah satu tujuan belajar adalah mengakumulasi ilmu pengetahuan. supermarket dan lain sebagainya. Ilmu pengetahuan pada umumnya dihimpun. taman hiburan. Kemampuan membaca merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh masyarakat yang sedang belajar. di antaranya adalah sebagai sarana pendidikan dan bahkan sering disebut sebagai “Universitas Masyarakat”. dan dilestarikan dalam media cetak. Sejalan dengan kedudukan perpustakaan itu sendiri maka terdapat implikasi lebih jauh bahwa perpustakaan sebagai tempat untuk mengembangkan proses belajar melalui membaca yang bermanfaat bagi masyarakat. Penguasaan konsep dasar yang baik memudahkan masyarakat untuk mengaplikasikan ilmunya pada situasi dan kondisi yang lebih berkembang yang akhirnya masyarakat akan memiliki inisiatif. Maraknya tempat-tempat hiburan tersebut sanggup meninabobokan masyarakat di tengah dunia yang dipenuhi dengan . dicetak.

Membaca memiliki manfaat dan makna. Masa remaja merupakan masa pencaharian identitas diri. layanan perpustakaan berbasis komputer. rauf Minggu.rutinitas yang cenderung menjemukan. Dengan banyak membaca. tidaklah mengherankan jika tempat-tempat yang bernuansa pendidikan. abdulrauf. museum. Dengan membuat kegiatan yang bersifat rekreatif dan edukatif diharapkan dapat membangun minat baca di kalangan siswa sekolah. seperti perpustakaan. menumbuhkan. penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Begitu pentingnya membaca bagi siswa sehingga masyarakat yang mempunyai peradaban maju adalah masyarakat yang gemar untuk mengetahui sesuatu dengan membaca kemudian menuliskan pengetahuannya. Dalam konteks ini memang sangat diperlukan suatu terobosan baru dan serius serta berkelanjutan untuk menjadikan perpustakaan sebagai rumah belajar yang dekat dengan masyarakat. Latar Belakang Masalah Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak kepada masa dewasa. Mewajibkan semua siswa. 10 Agustus 2008 Karya Tulis By Abdul Rauf SMAN 8 Pekanbaru BAB I PENDAHULUAN A. “Gunakan waktu luang untuk membaca”. dan membuat slogan-slogan di kelas seperti “Tiada Hari Tanpa Membaca”.32 0 komentar Label: abdul. Oleh sebab itu. masih kalah pengunjungnya dibandingkan dengan tempat-tempat yang bersifat hiburan. dan karyawan sekolah untuk membudayakan membaca. dan pemberian layanan prima kepada setiap pengunjung perpustakaan. dan “Buku adalah jendela ilmu pengetahuan”. baca. Diposkan oleh Abdul Rauf di 01. taman bacaan. kita akan memperoleh pengalaman dan pelajaran dari orang lain. Jiwa remaja penuh gejolak dan . Terobosan dapat berupa penyediaan berbagai jenis bahan bacaan. guru. minat.

Akan tetapi. sekolah dan teman sebaya. mempunyai pengaruh yang besar bagi anak. Psikotropika dan zat (bahan adiktif) lainnya. Sekalipun lingkungan seperti keluarga. hilangnya rasa. Hasil riset ini diharapkan dapat menambah dan memperdalam khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai narkoba. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka permasalahannya adalah sebagai berikut: 1. tetapi apabila orang tua dapat melaksanakan peran dan tanggung jawabnya. ingin mendapatkan penghargaan. Tujuan Penelitian a. Berdasarkan uraian dan keterangan di atas maka penulis tertarik menelitinya lebih lanjut. c. Oleh sebab itu. ingin menunjukkan keberanian. ingin berprestasi. Gejolak ingin mendapatkan pengakuan atas keberadaannya. B.pemberontakan. Kecenderungan anak melakukan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilepaskan dari peran dan tanggung jawab orang tua. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat . b. Penelitian ini berjudul "PERANAN ORANG TUA DALAM PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PELAJAR". Pengertian lebih jelasnya adalah sebagai berikut: 1. mengembangkan bakat dan minatnya agar tidak terjemurus kepada penyalahgunaan narkoba. Apa faktor-faktor yang menyebabkan pelajar melakukan penyalahgunaan narkoba ? 2. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Remaja dalam rangka menyambut hari hari Ulang Tahun Pekanbaru MX yang ke-2. Kegunaan Penelitian a. BAB II PEMBAHASAN A. Apa saja upaya yang harus dilakukan oleh orang tua agar pelajar terhindar dari penyalahgunaan narkoba ? C. b. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Sekolah merupakan tempat yang tepat bagi para pelajar untuk melakukan berbagai kegiatan yang positif. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pelajar melakukan penyalahgunaan narkoba. Narkotika Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. 2. tentunya pelajar jauh lebih lama berada di keluarganya dibandingkan dengan berada di sekolah. Untuk mengetahui upaya yang harus dilakukan oleh orang tua agar pelajar terhindar dari penyalahgunaan narkoba. maka pengaruh lingkungan tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Sebagai kontribusi bagi penulis kepada para pelajar agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba. dan mengawasi anaknya agar tidak terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba. dan ingin mendapatkan kebebasan dan kemandirian. ingin mendapatkan kepercayaan. Definisi Narkoba Istilah Narkoba adalah singkatan dari Narkotika. orang tua jauh lebih berperan untuk menjaga.

Orang tua menjadi tempat bertanya Orang tua perlu mengikuti perkembangan remaja dan permasalahannya. ingin mencoba. Orang tua tidak acuh dan tidak mengadakan pengawasan 8. 3. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Peranan Dan Tanggung Jawab Orang Tua Yang Dapat Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Pada Pelajar Peranan dan tanggung jawab orang tua yang dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak/pelajar adalah sebagai berikut: 1. ingin meniru dan ingin berpetualang 4. Tidak memikirkan akan bahaya narkoba 5. Orang tua dapat berperan sebagai pembimbing bagi anak Peranan sebagai pembimbing anak terutama dalam membantu anak mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan mengembangkan alternatif penyelesaian masalah. Bahan/Zat Adiktif lainnya Adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. Misalnya orang tua menghendaki anak tidak merokok. Psikotropika Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. termasuk masalah narkoba. Dorongan ingin tahu. C. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Pelajar Melakukan Penyalahgunaan Narkoba Faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan penyalahgunaan narkoba adalah sebagai berikut: 1. sehingga dapat memberikan penjelasan bila anak bertanya. Tidak ada perhatian. kehangatan. Orang tua perlu mengontrol kegiatan anak Setiap anak hendak pergi. 2. kapan pulang. Orang tua (ayah dan ibu) tidak harmonis 6. 5. 4. bila tidak ikut melakukan penyalahgunaan narkoba dianggap tidak setia kepada kelompoknya. Ketidakmampuan mengendalikan diri 3. Paksaan dan tekanan kelompok sebaya. B. dengan siapa mereka pergi dan lain-lain yang dirasakan perlu. 3. Orang tua perlu menggali potensi anak untuk dikembangkan melalui berbagai macam kegiatan Pengembangan potensi ini dapat menumbuhkan prestasi bagi anak sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri. termasuk dalam mengatasi tekanan dan pengaruh negatif teman sebayanya. Orang tua menjadi panutan Melihat dan menyerap pola atau perilaku dan nilai-nilai yang ditampilkan orang tua. kasih sayang dan kemesraan dalam keluarga 9. Orang tua kurang/tidak ada komunikasi dan keterbukaan 7. maka orang tua jangan merokok.menimbulkan ketergantungan. harga diri yang positif dan akhirnya anak akan memiliki jati diri yang stabil. 2. orang tua perlu bertanya dengan rinci kemana tujuan. Kepribadian yang lemah 2. Kontrol di sini . Adanya anggota kelompok sebaya yang menjadi pengedar narkoba 10.

kemukakan apa yang anda ketahui. dan aturan-aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat. janganlah menampilkan reaksi marah. Orang tua menjadi teman diskusi Apa pun yang disampaikan anak. jagalah kerahasiaan anak. b. 2. perhatikan segala ekspresi wajah dan tingkah laku anak. Penyalahgunaan narkoba tidak sesuai dengan nilai. Orang tua perlu bersyukur bahwa anak mau bersikap jujur. terkena berbagai macam penyakit. Berusaha tenang Kendalikan emosi. dan lain-lain. serta jagalah emosi anda. Orang tua perlu menumbuhkan kesadaran kepada anak bahwa: a. 4. tersinggung atau rasa bersalah tidak ada gunanya. marah. ajak kerjasama menghadapi masalah. tidak bisa bekerja dengan baik. 7. dan tidak membiarkan anak untuk bertindak semaunya sendiri. jangan menuduh pada saat anak berada dalam pengaruh narkoba. perlu didengarkan dengan baik dan kemudian mengajak anak untuk berdialog secara lebih terbuka dan mendalam. terlibat tindak kekerasan dan mengganggu ketertiban umum. 6. Menyalahgunakan narkoba dapat mengakibatkan putus sekolah. Sikap Orang Tua Jika Mengetahui Anaknya Menyalahgunakan Narkoba Sikap orang tua jika mengetahui anaknya menyalahgunakan narkoba adalah sebagai berikut: 1. norma. Hargai kejujuran Bila anak sudah mengaku menggunakan narkoba. berita baik maupun buruk. Untuk itu pilihlah waktu yang tepat. D. . adakan dialog terbuka dengan anak. 3. Pendekatan kepada orang tua teman anak pemakai narkoba Kunjungi orang tua teman anak yang menggunakan narkoba ungkapkan dengan hati-hati dan bijaksana apa yang anda ketahui. Jangan tunda masalah Hadapi kenyataan.untuk menunjukkan bahwa orang tua punya perhatian khusus kepada anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful