Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

pemahaman bersama tentang diakonia. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. 2. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. Tetapi pada saat yang sama. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. hl. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. 139 2 . Pengertian Gereja Secara etimologi. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. mengapa gereja harus berdiakonia. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. Kepala dari tubuh itu. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. Oleh sebab itu. 1993). Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. yaitu hakekat diakonia. Dengan menggunakan pengertian ini. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. 5:13-14). (Jakarta : BPK Gunung Mulia. persekutuan murid-murid Yesus.

pasrah. Inilah hukum dasar hidup gereja. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. 3 . harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. meskipun jumlahnya masih sedikit. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. Untunglah. terpisah. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. kita sendiri belum cukup. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. 166 dyb. hlm. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. bagaimana kita mau melayani orang lain. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. mengentaskan kemiskinan. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. karena hal itu mengandung resiko yang besar. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. 3 4 Malcolm Brownlee. 1981). Tugas Manusia … Op. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. melainkan kepada dunia. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. lebih baik kita berdiam diri saja. sekularisme pendidikan modern. Akan tetapi. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. Walter E Pilgrim.Cit. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. (Minnesota : Ausburg Publishing House. masih ada.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy).

dalam Bahasa Yunani διακονεω. Kisah Para Rasul 6:4. 302-304 4 . Pelayanan meja (Mrk.). 15:41. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. hlm. Vol. karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. 3 kali dalam Yohanes. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. 3:14-15. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. 20:24. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. 6:4) dan 2. 11:28-29. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. Kedua. 6:4.17:8. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. 4:1. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. Dalam Mark. “Dan 5 Misalnya A. yaitu: 1. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). 6:1-2). Ketiga. kebenaran. 1:31. Lukas 8:3. 4:35. Weiser. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. Kis. (Eds. Exegetical Dictionary of The New Testament. Markus 1:13. 1 kali dalam Ibrani. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 1 Tim. Luk. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. hal itu nyata. 6:1-2). Eerdmans Publishing Company. 6:3. 3:3-16). dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). perdamaian dan kesejahteraan. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. (Michigan: William B. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. 8 kali dalam tulisan Paulus. 1990). Service. 11:8). 2 Kor. 1. Kecuali arti di atas. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil.3.

Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. 4:1). 14:13-21). Dalam 2 Kor. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. Dalam Kol. Good News … Op.Cit. 20:24 dan 2 Kor. misalnya 6: a.. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. 4:17. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). Mat. iman. Dalam perkembangannya. Diakoniem berarti melayani. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. dan ketekunan. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. hlm. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan.” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. Dalam Why. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. c. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. 6:1-15. 167 5 .Cit.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. 5:18-19 . Weiser. Kata Yesus. dan diakonos berarti pelayan. persekutuan murid-murid Yesus. b. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7.. hlm. 2:19 . “διακονεω” …Op. 302-304 Walter E Pilgrim.

Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. sekedar memberi ikan. Situasi ini tidak dapat diubah. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. b. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. Diakonia Karitatif. tidak memandirikan. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. f. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. c. e. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. Oleh sebab itu. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. lalu subyek 6 . perkoperasian. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. Biasanya melengkapi program pemerintah. misalnya bencana alam. c. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. d. d.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. Diakonia Reformatif. Menimbulkan sikap ketergantungan . reformatif dan transformatif. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. e. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. Tidak menyentuh akar masalah. Setelah banjir berlalu. Terdapat hubungan subjek-objek. Adapun ciri-cirinya : a. uang. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. kesehatan. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. b. meski dibantu. Tindakan yang dilakukan misalnya. dan persediaan sembako habis.

kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. juga tidak cukup. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. ketidakadilan internasional. Pelayanan transformatif. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. tidak cukup diberi roti. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. 7 . Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. Akibatnya. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. pemberian beasiswa untuk pendidikan.

Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. 13:34). Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. 1 Yoh. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. ketidakadilan dan penindasan9. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. Roma 5:6-8). dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. “Theologies of Liberation : An Overview… Op.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. Roma 13:8. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. 361-362 8 . gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). 12:12-14).. hlm. 25:31-46. 1 Kor. Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. kelas sosial. hlm. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. 6:27). sebagai sifat Allah. kedamaian dan sukacita. keseimbangan. Keadilan. bukan kasih sejati (bnd Luk. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. 4:18-19). Mat. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). Pada satu sisi.. Guna memindahkannya ke dunianya. 22:37-40. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. Yoh. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. 361 Ibid. 3:17-18). Alkitab banyak membicarakan keadilan. Luk. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak.13:1) Akan tetapi pada sisi lain. 4. pelayanan.Cit. 10:25-37. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. kekudusan. bnd. 2:8-9. Luk. pengampunan. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya.

orang yang telanjang. yang ada dalam penjara (Mat. ras. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. agama. 90:4). Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. bukan kepada sesuatu yang lain. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. tetapi Juru Selamat dunia. semua perpecahan dipersatukan kembali. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. keadilan dan persekutuan. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. 4:37-39). masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. Ketidakadilan. kesehatan. Im. Yehz. Syalom melebihi hubungan yang baik. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. 103:6. Hubungan baik dengan sesama. semua gangguan diatasi. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. Damai Sejahtera. semua penyakit disembuhkan. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. syalom berarti kedamaian. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). 11:6-8. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. 26:4-6.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. Ef. persatuan. 34:25-29). Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. 2:14-15). Dalam Alkitab. orang asing. Mzm. golongan. Mark. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. 3:28 . antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. keselamatan. politik dan berbagai perbedaan lainnya. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. Juru Selamat umat manusia. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. 9 . 5. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. yang sakit. 25:21-46). Kepedulian ini adalah kepedulian murni. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. kesejahteraan. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup.

karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. peningkatan ekonomi masyarakat). Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. Melalui gereja. buruh. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. individualisme dan lain-lain. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Mungkin di era reformasi secara melembaga. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. itu saja yang dilanjutkan. Sama seperti Kristus melayani kita. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. demikian juga kita harus melayani sesama kita. pelestarian lingkungan hidup. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. Di wilayah minoritas kristen. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. Kristus mengasihi dan melayani dunia. tanpa mencari akar penyebabnya. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. wanita. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. so tamba ni gajingku). Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. Lainnya. penyakit dan penderitaan. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. adanya pengaruh budaya materialisme. Kristus telah mengasihi kita. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani.

maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. 2007). Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Banawiratma. (Yogyakarta : Kanisisus. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. Teologi Di Pasar Bebas. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. kini yaitu: 1) keadilan sosial. Artinya. (Pematangsiantar : L-SAPA. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. et. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. 4) kesadaran dan pilihan nilai. hlm. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. individual maupun kolektif. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. Tuntutan ini tidak berlebihan. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Misalnya sejak. bahkan. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. 6. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. al.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. 281-288 Darwin Lumbantobing. 1997). sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. 2) keadilan gender. bahkan. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Tuntutan ini tidak berlebihan. 54-55 11 . proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. hlm. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. Banawiratma.B. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya.. Iman. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis.

pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. hlm. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. politik dan teologi yang ada. terlepas dari perbedaan agama. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Op. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. budaya. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. suku. Op. program pendidikan motivator. pendidikan kesehatan dan lain-lain. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. golongan dan berbagai perbedaan lainnya.cit.cit.. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual.. hlm. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12. Karena itu program kemandirian teologi. 12 13 Darwin Lumbantobing. 10:25-37). serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. Darwin Lumbantobing. 53 Bnd. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. 48 12 . namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Rumah-rumah sakit.

aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. Artinya. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. 13 . Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. 6:2)14. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. 2007). Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. menulis di 14 15 J.. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan.VII dyb. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. serta ekonomi kerakyatan. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. informasi dan monetary. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. eko teologia serta advokasi hukum.Cit. Sementara itu.. (Jakarta : Marjin Kiri. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. hlm. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. Muhhamad Yunus.. Kedua. al. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. elit politik. Op. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. termasuk masyarakat kita. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. Fungsi kritis. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. et. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. Banawiratma.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut.B. Iman.

1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. J. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. (Jakarta : Marjin Kiri. Walter E. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. Co. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. 3. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. Memang dalam hal ini. Alan F. 2007) 14 . ketidakadilan. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. 7. 8. Daftar Pustaka Balz. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan.B. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. & Johnson. 1. 2. et.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. Kesimpulan 1. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. al. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. Gerhard (Eds. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. (Eds. Vol.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. (Michigan : William B. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. Stanley N. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. 1996 Iman.) Banawiratma. Horst & Schneider. Eerdmans Publ. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful