Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain.pemahaman bersama tentang diakonia. 2. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. 5:13-14). makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. Tetapi pada saat yang sama. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Dengan menggunakan pengertian ini. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. 1993). Oleh sebab itu. persekutuan murid-murid Yesus. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. mengapa gereja harus berdiakonia. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. yaitu hakekat diakonia. Kepala dari tubuh itu. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. Pengertian Gereja Secara etimologi. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. 139 2 . penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. hl. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap.

Inilah hukum dasar hidup gereja. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. mengentaskan kemiskinan. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. Tugas Manusia … Op. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. Untunglah. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. masih ada. Akan tetapi. meskipun jumlahnya masih sedikit. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. pasrah. 166 dyb. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. terpisah. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. 1981). melainkan kepada dunia.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. hlm. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. lebih baik kita berdiam diri saja. Walter E Pilgrim. sekularisme pendidikan modern. (Minnesota : Ausburg Publishing House.Cit. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. 3 . kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. 3 4 Malcolm Brownlee. karena hal itu mengandung resiko yang besar. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. kita sendiri belum cukup. bagaimana kita mau melayani orang lain. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya.

Pelayanan proklamasi Injil (Kis. karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). “Dan 5 Misalnya A. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. (Eds. 6:1-2). hal itu nyata. 3 kali dalam Yohanes. kebenaran. 1 kali dalam Ibrani. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. 1990). 1:31. 6:3. yaitu: 1. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. Kedua. 8 kali dalam tulisan Paulus. 1. 6:4) dan 2. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. dalam Bahasa Yunani διακονεω. Luk. 11:28-29. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. 2 Kor. (Michigan: William B. Kis. Lukas 8:3. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. Markus 1:13. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait.). sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. 6:1-2). hlm.3. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. 3:14-15. Eerdmans Publishing Company. perdamaian dan kesejahteraan. 20:24. Service. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. 3:3-16).17:8. 4:35. 6:4. Vol. Weiser. 302-304 4 . Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. 11:8). 15:41. Kecuali arti di atas. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. Dalam Mark. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). 1 Tim. Exegetical Dictionary of The New Testament. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. Kisah Para Rasul 6:4. 4:1. Pelayanan meja (Mrk. Ketiga.

” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. Dalam 2 Kor. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. 4:1). 2:19 . Mat. 14:13-21). bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7. misalnya 6: a. hlm. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya.Cit. 20:24 dan 2 Kor. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. iman. Diakoniem berarti melayani. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. persekutuan murid-murid Yesus. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. 4:17. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Dalam Kol. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. “διακονεω” …Op.Cit. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. dan diakonos berarti pelayan. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. hlm. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. 167 5 . c. Kata Yesus. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. b. dan ketekunan.. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. Good News … Op. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. Dalam perkembangannya. 5:18-19 . 302-304 Walter E Pilgrim. Weiser. Dalam Why. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. 6:1-15. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru.. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya.

f. Situasi ini tidak dapat diubah. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. Setelah banjir berlalu. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. Biasanya melengkapi program pemerintah. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. perkoperasian. lalu subyek 6 . d. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. Diakonia Karitatif. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. sekedar memberi ikan. e. tidak memandirikan. Diakonia Reformatif. Menimbulkan sikap ketergantungan . meski dibantu. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. Tindakan yang dilakukan misalnya. Tidak menyentuh akar masalah. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. reformatif dan transformatif. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. misalnya bencana alam. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. dan persediaan sembako habis. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. b. Terdapat hubungan subjek-objek. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. d. Oleh sebab itu. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. Adapun ciri-cirinya : a. b.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. kesehatan. c. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. e. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. uang. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. c.

analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. juga tidak cukup. Pelayanan transformatif. Akibatnya. 7 . muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. ketidakadilan internasional. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. pemberian beasiswa untuk pendidikan. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. tidak cukup diberi roti. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi.

Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. Keadilan. pengampunan. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. keseimbangan. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. Luk. 361-362 8 . 4:18-19). 361 Ibid. kedamaian dan sukacita. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. sebagai sifat Allah. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. 13:34).. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. Mat. “Theologies of Liberation : An Overview… Op. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. ketidakadilan dan penindasan9. Alkitab banyak membicarakan keadilan. Roma 5:6-8). 1 Kor. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. 12:12-14). 25:31-46. 22:37-40. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. Yoh. hlm. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. 2:8-9. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. 4. pelayanan. bukan kasih sejati (bnd Luk. 6:27). Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. 1 Yoh. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. 3:17-18). pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. bnd. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. kekudusan. Luk. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. kelas sosial. Roma 13:8. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. 10:25-37.. Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. Guna memindahkannya ke dunianya. Pada satu sisi. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape).13:1) Akan tetapi pada sisi lain. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. hlm.Cit.

34:25-29). golongan. semua perpecahan dipersatukan kembali. 5. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. kesehatan. 26:4-6. bukan kepada sesuatu yang lain. keselamatan. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. 9 . pihakpihak yang terpisah dipersatukan. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. 11:6-8. semua gangguan diatasi.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. Im. Yehz. 103:6. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. Dalam Alkitab. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. 4:37-39). 90:4). Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. 3:28 . orang yang telanjang. tetapi Juru Selamat dunia. kesejahteraan. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. Ketidakadilan. semua penyakit disembuhkan. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. Syalom melebihi hubungan yang baik. keadilan dan persekutuan. agama. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. syalom berarti kedamaian. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. persatuan. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. yang ada dalam penjara (Mat. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. Damai Sejahtera. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. ras. orang asing. yang sakit. Mzm. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. Ef. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. Juru Selamat umat manusia. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. 25:21-46). Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. politik dan berbagai perbedaan lainnya. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. Mark. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. Hubungan baik dengan sesama. 2:14-15).

seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). penyakit dan penderitaan. so tamba ni gajingku). kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. Kristus mengasihi dan melayani dunia. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. adanya pengaruh budaya materialisme. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. Sama seperti Kristus melayani kita. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. itu saja yang dilanjutkan. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. peningkatan ekonomi masyarakat). sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. Melalui gereja. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. buruh. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. Lainnya. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. pelestarian lingkungan hidup. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. wanita. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. tanpa mencari akar penyebabnya. Kristus telah mengasihi kita. demikian juga kita harus melayani sesama kita. Mungkin di era reformasi secara melembaga. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. Di wilayah minoritas kristen. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . individualisme dan lain-lain. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat.

1997). proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. Iman. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. individual maupun kolektif. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. 6. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. kini yaitu: 1) keadilan sosial. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. 54-55 11 . Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Banawiratma. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Tuntutan ini tidak berlebihan. 4) kesadaran dan pilihan nilai. (Pematangsiantar : L-SAPA. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. 2) keadilan gender. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. hlm. al. Artinya. Misalnya sejak. 281-288 Darwin Lumbantobing. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. hlm. et. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Tuntutan ini tidak berlebihan. bahkan. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat.B. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. 2007). istilah-istilah teologis seperti keselamatan. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. Banawiratma. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. (Yogyakarta : Kanisisus. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis.. bahkan. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Teologi Di Pasar Bebas. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya.

bahwa kita memberi karena kita telah menerima. 53 Bnd. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga. Rumah-rumah sakit. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. Darwin Lumbantobing. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. suku. 10:25-37). golongan dan berbagai perbedaan lainnya. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. pendidikan kesehatan dan lain-lain. terlepas dari perbedaan agama.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. hlm.cit. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual.cit. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia..Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. budaya. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. Karena itu program kemandirian teologi. 48 12 . program pendidikan motivator. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. politik dan teologi yang ada.. Op. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12. Op. hlm. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. 12 13 Darwin Lumbantobing. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain.

Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain.Cit.. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita.B. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. Muhhamad Yunus. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. al. 13 . hlm. 2007). dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. serta ekonomi kerakyatan. informasi dan monetary. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. Sementara itu. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. eko teologia serta advokasi hukum. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. et. termasuk masyarakat kita. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. Kedua. menulis di 14 15 J. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015... Op. elit politik. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. Artinya. Fungsi kritis. Iman. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. 6:2)14. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara.VII dyb. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. Banawiratma. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. (Jakarta : Marjin Kiri. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah.

7. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. Memang dalam hal ini. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. (Eds. 1. 2007) 14 . Eerdmans Publ. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat.B. J. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. 2. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. Horst & Schneider. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. & Johnson. Alan F. Walter E.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. Kesimpulan 1. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. Co. (Michigan : William B. Vol. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. 3. et. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. Gerhard (Eds.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. 8. (Jakarta : Marjin Kiri.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. al.) Banawiratma. Stanley N. 1996 Iman. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. Daftar Pustaka Balz. ketidakadilan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful