Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. 1993). 5:13-14). Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. yaitu hakekat diakonia. mengapa gereja harus berdiakonia. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. 2. 139 2 . hl.pemahaman bersama tentang diakonia. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Oleh sebab itu. Pengertian Gereja Secara etimologi. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. persekutuan murid-murid Yesus. Kepala dari tubuh itu. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. Dengan menggunakan pengertian ini. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. Tetapi pada saat yang sama. Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus.

Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. kita sendiri belum cukup. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. 166 dyb. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). Akan tetapi. bagaimana kita mau melayani orang lain. meskipun jumlahnya masih sedikit. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. melainkan kepada dunia. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. (Minnesota : Ausburg Publishing House. sekularisme pendidikan modern. terpisah. 3 4 Malcolm Brownlee. hlm. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. karena hal itu mengandung resiko yang besar.Cit. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. Tugas Manusia … Op. 1981). Walter E Pilgrim. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. lebih baik kita berdiam diri saja. mengentaskan kemiskinan. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. Inilah hukum dasar hidup gereja. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. masih ada. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. pasrah. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. 3 . Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. Untunglah.

Dalam Mark. 1 kali dalam Ibrani. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. dalam Bahasa Yunani διακονεω. 11:28-29. Kis. Pelayanan meja (Mrk. hal itu nyata. Eerdmans Publishing Company. 4:1. Markus 1:13. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry.17:8. “Dan 5 Misalnya A. Kedua. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). Ketiga.). sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. yaitu: 1. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). 6:1-2). 302-304 4 . 2 Kor. 4:35. 1 Tim. Lukas 8:3. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. hlm. 8 kali dalam tulisan Paulus. Weiser. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. 3:3-16). (Eds. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. 1:31. 20:24. 6:4. (Michigan: William B. 11:8). Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. kebenaran. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. perdamaian dan kesejahteraan. 6:4) dan 2. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. Service. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. Luk. 6:3. 3:14-15. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. Vol. 3 kali dalam Yohanes.3. 6:1-2). 1990). Kisah Para Rasul 6:4. karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. Exegetical Dictionary of The New Testament. 15:41. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. Kecuali arti di atas. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. 1. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. Pelayanan proklamasi Injil (Kis.

Cit. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. misalnya 6: a. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. 302-304 Walter E Pilgrim. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya. persekutuan murid-murid Yesus.” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. Kata Yesus. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. dan diakonos berarti pelayan. hlm. iman. Good News … Op. 4:17. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. 167 5 . Weiser. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. Dalam perkembangannya. 20:24 dan 2 Kor. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. 2:19 . Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. c.. Diakoniem berarti melayani. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia.. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. 4:1). Dalam Why. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. “διακονεω” …Op. Dalam 2 Kor. 14:13-21). bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. hlm. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. b. 5:18-19 . Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. 6:1-15. dan ketekunan. Dalam Kol. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Mat. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu.Cit.

Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. tidak memandirikan. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. Setelah banjir berlalu. perkoperasian. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. d. Menimbulkan sikap ketergantungan . Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. Terdapat hubungan subjek-objek. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. meski dibantu. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. d. e. kesehatan. dan persediaan sembako habis. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. Diakonia Reformatif. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. b.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. misalnya bencana alam. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. b. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. sekedar memberi ikan. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. c. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. Oleh sebab itu. Tidak menyentuh akar masalah. Biasanya melengkapi program pemerintah. uang. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. reformatif dan transformatif. e. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. Situasi ini tidak dapat diubah. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. lalu subyek 6 . f. Tindakan yang dilakukan misalnya. Diakonia Karitatif. Adapun ciri-cirinya : a. c.

sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. ketidakadilan internasional. 7 . Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. Pelayanan transformatif. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. juga tidak cukup. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. tidak cukup diberi roti. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. pemberian beasiswa untuk pendidikan. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. Akibatnya. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat.

gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. bnd. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. 6:27). sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. hlm. Roma 5:6-8)..13:1) Akan tetapi pada sisi lain.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. kelas sosial. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. Guna memindahkannya ke dunianya. 10:25-37. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. 1 Yoh. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. sebagai sifat Allah. pelayanan. Yoh. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. Luk. kedamaian dan sukacita. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. bukan kasih sejati (bnd Luk. Pada satu sisi. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. Roma 13:8. 4:18-19). 13:34). Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape).. Luk. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. 2:8-9. 25:31-46. Alkitab banyak membicarakan keadilan. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. Mat. Keadilan. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. 3:17-18). kekudusan. 4. ketidakadilan dan penindasan9. 361 Ibid. 361-362 8 .Cit. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. 1 Kor. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. “Theologies of Liberation : An Overview… Op. 22:37-40. keseimbangan. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. pengampunan. hlm. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. 12:12-14). Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama.

Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. Im. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. tetapi Juru Selamat dunia. 90:4). keadilan dan persekutuan. persatuan. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. 26:4-6.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. 103:6. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. semua perpecahan dipersatukan kembali. golongan. politik dan berbagai perbedaan lainnya. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. 34:25-29). Damai Sejahtera. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). Hubungan baik dengan sesama. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. semua gangguan diatasi. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. yang sakit. 9 . orang asing. 3:28 . agama. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. 4:37-39). ras. kesejahteraan. 2:14-15). kesehatan. Ketidakadilan. semua penyakit disembuhkan. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. 5. 25:21-46). Mark. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. Mzm. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. Syalom melebihi hubungan yang baik. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. bukan kepada sesuatu yang lain. Dalam Alkitab. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. 11:6-8. orang yang telanjang. Yehz. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. Ef. yang ada dalam penjara (Mat. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. syalom berarti kedamaian. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. Juru Selamat umat manusia. keselamatan.

Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. Di wilayah minoritas kristen. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. tanpa mencari akar penyebabnya. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. individualisme dan lain-lain. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. Kristus telah mengasihi kita. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. wanita. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. Kristus mengasihi dan melayani dunia. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. peningkatan ekonomi masyarakat). Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. Mungkin di era reformasi secara melembaga. demikian juga kita harus melayani sesama kita. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. so tamba ni gajingku). Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. adanya pengaruh budaya materialisme. pelestarian lingkungan hidup. Melalui gereja. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. buruh. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. penyakit dan penderitaan. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. Sama seperti Kristus melayani kita. Lainnya. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. itu saja yang dilanjutkan.

al. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. 2) keadilan gender. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. 281-288 Darwin Lumbantobing. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. bahkan. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. bahkan. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. et. (Yogyakarta : Kanisisus. Misalnya sejak.B. 1997). kini yaitu: 1) keadilan sosial. Teologi Di Pasar Bebas. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. 54-55 11 . Iman. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Artinya. hlm. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Tuntutan ini tidak berlebihan. 4) kesadaran dan pilihan nilai. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. hlm. 2007). Banawiratma. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. (Pematangsiantar : L-SAPA. individual maupun kolektif. Banawiratma. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis.. 6. Tuntutan ini tidak berlebihan. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat.

Op. terlepas dari perbedaan agama. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. program pendidikan motivator. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. budaya. Op.cit.cit. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. Karena itu program kemandirian teologi. 53 Bnd. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga.. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. hlm. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. pendidikan kesehatan dan lain-lain. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. hlm. 10:25-37). Rumah-rumah sakit. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. 48 12 . pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. suku. politik dan teologi yang ada. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut.. 12 13 Darwin Lumbantobing. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Darwin Lumbantobing. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain.

Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. Muhhamad Yunus. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. 6:2)14. Iman. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin.. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. Op. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting.Cit. al. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. et. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. menulis di 14 15 J. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. informasi dan monetary. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin.. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. serta ekonomi kerakyatan. (Jakarta : Marjin Kiri. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. eko teologia serta advokasi hukum.B. Fungsi kritis. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. elit politik. Artinya. hlm. 13 . Kedua.VII dyb.. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. Banawiratma. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. termasuk masyarakat kita. 2007). Sementara itu.

B. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. al. & Johnson. Co. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. Horst & Schneider. (Jakarta : Marjin Kiri. 1996 Iman. et. 1. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. (Eds. Walter E. Alan F. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. 2007) 14 . Vol. 8.) Banawiratma. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. Daftar Pustaka Balz. 7. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. ketidakadilan. (Michigan : William B. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. Eerdmans Publ. J. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. 2. Memang dalam hal ini. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. Kesimpulan 1. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. Stanley N. Gerhard (Eds. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful