Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. 5:13-14). Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. Oleh sebab itu. Pengertian Gereja Secara etimologi. 2.pemahaman bersama tentang diakonia. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. hl. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. 139 2 . ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. Dengan menggunakan pengertian ini. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Kepala dari tubuh itu. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. Tetapi pada saat yang sama. gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. mengapa gereja harus berdiakonia. yaitu hakekat diakonia. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. 1993). persekutuan murid-murid Yesus.

Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. Inilah hukum dasar hidup gereja. meskipun jumlahnya masih sedikit. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. 3 4 Malcolm Brownlee. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. sekularisme pendidikan modern. melainkan kepada dunia. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. Akan tetapi. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. lebih baik kita berdiam diri saja. Untunglah. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. kita sendiri belum cukup. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. pasrah. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. masih ada. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. bagaimana kita mau melayani orang lain. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. mengentaskan kemiskinan. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. 3 . Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. Walter E Pilgrim. Tugas Manusia … Op. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. karena hal itu mengandung resiko yang besar. hlm. 1981). 166 dyb. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. terpisah. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen.Cit. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. (Minnesota : Ausburg Publishing House.

hal itu nyata. 6:4. Kedua. yaitu: 1. 4:1. 6:3. 3 kali dalam Yohanes. 11:28-29. “Dan 5 Misalnya A. (Eds. 6:1-2). 1990). 1:31. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). 20:24. 8 kali dalam tulisan Paulus. hlm. 2 Kor.). karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. Dalam Mark. Kis. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. 6:4) dan 2. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. 3:3-16). Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. 11:8). Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik.3. Vol. 15:41. 302-304 4 . 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 1 kali dalam Ibrani.17:8. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. 1. (Michigan: William B. perdamaian dan kesejahteraan. Service. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. 4:35. Kisah Para Rasul 6:4. dalam Bahasa Yunani διακονεω. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. Ketiga. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. 3:14-15. Weiser. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. Exegetical Dictionary of The New Testament. Kecuali arti di atas. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. Markus 1:13. kebenaran. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Pelayanan meja (Mrk. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. Lukas 8:3. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. Eerdmans Publishing Company. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). 1 Tim. 6:1-2). Luk. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44.

“διακονεω” …Op.” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid.. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. iman. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. 4:17. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. Mat. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. Dalam 2 Kor. 302-304 Walter E Pilgrim. 5:18-19 . Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. Good News … Op. 20:24 dan 2 Kor. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya.. Diakoniem berarti melayani.Cit. c. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. 14:13-21). dan ketekunan. 6:1-15.Cit. 4:1). b. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. persekutuan murid-murid Yesus. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. Kata Yesus. 167 5 . misalnya 6: a. Weiser. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. Dalam Kol. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. hlm. 2:19 . Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. dan diakonos berarti pelayan. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. Dalam perkembangannya. hlm. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. Dalam Why.

Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. Tidak menyentuh akar masalah. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Oleh sebab itu. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. perkoperasian. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. f. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Terdapat hubungan subjek-objek. Adapun ciri-cirinya : a. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. Diakonia Reformatif. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. Diakonia Karitatif. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. d. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. e. Menimbulkan sikap ketergantungan . Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. Situasi ini tidak dapat diubah. c. Biasanya melengkapi program pemerintah. b.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. reformatif dan transformatif. meski dibantu. b. sekedar memberi ikan. Setelah banjir berlalu. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. c. Tindakan yang dilakukan misalnya. uang. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. e. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. tidak memandirikan. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. dan persediaan sembako habis. misalnya bencana alam. d. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. kesehatan. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. lalu subyek 6 . dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan.

Pelayanan transformatif. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. juga tidak cukup. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. tidak cukup diberi roti. pemberian beasiswa untuk pendidikan. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. ketidakadilan internasional. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. Akibatnya. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. 7 . dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul.

Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. 4:18-19).13:1) Akan tetapi pada sisi lain. 13:34). “Theologies of Liberation : An Overview… Op. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. 361-362 8 . dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. Roma 13:8. 3:17-18).. Pada satu sisi. 10:25-37. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. 22:37-40. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. 361 Ibid. 1 Kor. kedamaian dan sukacita. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. 25:31-46. Guna memindahkannya ke dunianya. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. 2:8-9. pelayanan. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. bnd. ketidakadilan dan penindasan9. kekudusan.. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. hlm.Cit. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. bukan kasih sejati (bnd Luk. 6:27). karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. 1 Yoh. keseimbangan. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. Yoh. 4. Roma 5:6-8). Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. 12:12-14). dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. Keadilan. hlm. Luk. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. Alkitab banyak membicarakan keadilan. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. sebagai sifat Allah. pengampunan. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). Mat. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. kelas sosial. Luk. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn.

bukan kepada sesuatu yang lain. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. Mark. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. Yehz. syalom berarti kedamaian. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. politik dan berbagai perbedaan lainnya. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. orang asing.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. semua perpecahan dipersatukan kembali. Syalom melebihi hubungan yang baik. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. persatuan. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. 3:28 . tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. Im. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. Dalam Alkitab. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. Hubungan baik dengan sesama. kesejahteraan. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. 103:6. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. Mzm. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). yang sakit. 9 . golongan. keselamatan. semua gangguan diatasi. 90:4). semua penyakit disembuhkan. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. 11:6-8. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. ras. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. kesehatan. 25:21-46). Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. Juru Selamat umat manusia. 2:14-15). 34:25-29). Ef. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. Damai Sejahtera. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. keadilan dan persekutuan. 26:4-6. orang yang telanjang. yang ada dalam penjara (Mat. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. 4:37-39). Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. Ketidakadilan. agama. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. tetapi Juru Selamat dunia. 5.

tanpa mencari akar penyebabnya. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. Lainnya. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. peningkatan ekonomi masyarakat). karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. Mungkin di era reformasi secara melembaga. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . adanya pengaruh budaya materialisme. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. Melalui gereja. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. Kristus telah mengasihi kita. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. penyakit dan penderitaan. Sama seperti Kristus melayani kita. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. Di wilayah minoritas kristen. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. pelestarian lingkungan hidup. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. so tamba ni gajingku). Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. itu saja yang dilanjutkan. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. buruh. demikian juga kita harus melayani sesama kita. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. Kristus mengasihi dan melayani dunia. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. wanita. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. individualisme dan lain-lain.

Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. Tuntutan ini tidak berlebihan. hlm. 4) kesadaran dan pilihan nilai. et. bahkan. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. Teologi Di Pasar Bebas. bahkan. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. individual maupun kolektif. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. al. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Artinya. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. Iman. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. (Yogyakarta : Kanisisus. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. 1997). hlm. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. kini yaitu: 1) keadilan sosial. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Tuntutan ini tidak berlebihan. (Pematangsiantar : L-SAPA.B. 6. Misalnya sejak. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. 2) keadilan gender. Banawiratma.. 54-55 11 . Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. 281-288 Darwin Lumbantobing. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. 2007). jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. Banawiratma.

pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan.cit. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. 53 Bnd. Karena itu program kemandirian teologi. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. 12 13 Darwin Lumbantobing. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. hlm.cit.. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. politik dan teologi yang ada. Op. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. terlepas dari perbedaan agama. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. hlm. 10:25-37). Op. program pendidikan motivator. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga. pendidikan kesehatan dan lain-lain. Rumah-rumah sakit. Darwin Lumbantobing. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. golongan dan berbagai perbedaan lainnya.. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. suku. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. 48 12 . Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. budaya.

Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. et. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. termasuk masyarakat kita. 13 . (Jakarta : Marjin Kiri. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. Op. serta ekonomi kerakyatan. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015.B. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan.. al. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. informasi dan monetary. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. elit politik.VII dyb. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas.Cit. Kedua. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. Banawiratma. eko teologia serta advokasi hukum. menulis di 14 15 J. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. Muhhamad Yunus.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. Artinya. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. 6:2)14.. Sementara itu. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. Iman. 2007). aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. Fungsi kritis. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis.. hlm. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian.

Eerdmans Publ. (Jakarta : Marjin Kiri. Co. J. 7. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. al. Memang dalam hal ini. 1996 Iman. (Michigan : William B. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. 8. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. 1.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. Vol. (Eds. Horst & Schneider. Walter E. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Alan F. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. 2. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. & Johnson. Stanley N. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry.B. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. et. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Daftar Pustaka Balz.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. 2007) 14 . Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. Gerhard (Eds.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. ketidakadilan. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. 3. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee.) Banawiratma. Kesimpulan 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful