P. 1
Tri Tugas Gerja

Tri Tugas Gerja

|Views: 699|Likes:
Published by thomas purba

More info:

Published by: thomas purba on Nov 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2011

pdf

text

original

Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

Kepala dari tubuh itu. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2.pemahaman bersama tentang diakonia. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Dengan menggunakan pengertian ini. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. 2. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. 5:13-14). gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. hl. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. 139 2 . Tetapi pada saat yang sama. yaitu hakekat diakonia. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. 1993). Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. mengapa gereja harus berdiakonia. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. Pengertian Gereja Secara etimologi. persekutuan murid-murid Yesus. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. Oleh sebab itu. (Jakarta : BPK Gunung Mulia.

pasrah. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. meskipun jumlahnya masih sedikit. Tugas Manusia … Op. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. 166 dyb. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. 3 . Untunglah. Walter E Pilgrim. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. Inilah hukum dasar hidup gereja. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. sekularisme pendidikan modern. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. masih ada. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. 3 4 Malcolm Brownlee. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. Akan tetapi. lebih baik kita berdiam diri saja. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. (Minnesota : Ausburg Publishing House. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. hlm. melainkan kepada dunia. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. terpisah. kita sendiri belum cukup. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. karena hal itu mengandung resiko yang besar.Cit. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. 1981).berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. bagaimana kita mau melayani orang lain. mengentaskan kemiskinan. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3.

Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. yaitu: 1.3. 3:14-15. Eerdmans Publishing Company. kebenaran. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. 20:24. Ketiga. 6:4. hlm. 1 kali dalam Ibrani. 1. 11:8). Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Kisah Para Rasul 6:4. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 6:3. 6:1-2). Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. 1990). 6:1-2). Vol. 8 kali dalam tulisan Paulus. 4:35. (Michigan: William B. 1:31. (Eds. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. hal itu nyata. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 3:3-16). perdamaian dan kesejahteraan. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. 4:1. 3 kali dalam Yohanes. dalam Bahasa Yunani διακονεω. Exegetical Dictionary of The New Testament. 6:4) dan 2. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. 11:28-29. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. Service. “Dan 5 Misalnya A. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. 1 Tim. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. 302-304 4 . Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. Markus 1:13. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. 15:41. Kedua.). Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. Pelayanan meja (Mrk. Kis. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). 2 Kor. Kecuali arti di atas. Dalam Mark. Lukas 8:3. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil.17:8. Weiser. Luk.

“Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Dalam 2 Kor. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. hlm.Cit. Good News … Op. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. b. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. Weiser. 4:1). Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. Mat. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya..” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. iman. Dalam Why. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. persekutuan murid-murid Yesus. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. 6:1-15. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7. dan ketekunan. dan diakonos berarti pelayan. 14:13-21). Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. “διακονεω” …Op. hlm. 5:18-19 . Diakoniem berarti melayani. 20:24 dan 2 Kor. c. 302-304 Walter E Pilgrim. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. 4:17.Cit. Dalam Kol.. Dalam perkembangannya. 2:19 . melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. 167 5 . misalnya 6: a. Kata Yesus.

Orientasi pelayan dibidang pendidikan. Tidak menyentuh akar masalah. meski dibantu. d. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. Diakonia Karitatif. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. sekedar memberi ikan. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. c. b. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. d. Setelah banjir berlalu. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. f. Biasanya melengkapi program pemerintah. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Adapun ciri-cirinya : a. lalu subyek 6 . tidak memandirikan. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. kesehatan. Menimbulkan sikap ketergantungan .Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. dan persediaan sembako habis. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. e. reformatif dan transformatif. misalnya bencana alam. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. e. Oleh sebab itu. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. perkoperasian. Situasi ini tidak dapat diubah. Tindakan yang dilakukan misalnya. Terdapat hubungan subjek-objek. c. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. uang. b. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. Diakonia Reformatif.

ketidakadilan internasional. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. juga tidak cukup. pemberian beasiswa untuk pendidikan. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. Akibatnya. Pelayanan transformatif. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. 7 . Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. tidak cukup diberi roti. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan).

keseimbangan. Keadilan. 361 Ibid. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. 4. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. Luk. Mat. 6:27). 12:12-14). Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. 361-362 8 . Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. 3:17-18). Roma 13:8. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. bnd. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. kelas sosial. 13:34).Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. pengampunan. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. bukan kasih sejati (bnd Luk. 25:31-46. “Theologies of Liberation : An Overview… Op.Cit. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. Roma 5:6-8). 2:8-9. hlm. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. kedamaian dan sukacita.13:1) Akan tetapi pada sisi lain. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. 22:37-40. 4:18-19). sebagai sifat Allah. hlm. Pada satu sisi. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). Luk. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. Yoh. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. 1 Kor. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. Guna memindahkannya ke dunianya. kekudusan.. 1 Yoh. ketidakadilan dan penindasan9. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. pelayanan. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. Alkitab banyak membicarakan keadilan.. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. 10:25-37.

keselamatan. agama. syalom berarti kedamaian. politik dan berbagai perbedaan lainnya. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. 2:14-15). 103:6. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. semua perpecahan dipersatukan kembali. Damai Sejahtera. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). Mark. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. 5. 90:4). kesehatan. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. Syalom melebihi hubungan yang baik. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. yang ada dalam penjara (Mat. golongan. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. orang asing. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. 34:25-29). yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. Hubungan baik dengan sesama. tetapi Juru Selamat dunia. 26:4-6. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. bukan kepada sesuatu yang lain. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. ras.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. Juru Selamat umat manusia. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. kesejahteraan. 4:37-39). Dalam Alkitab. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. Ef. yang sakit. 9 . tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. Yehz. orang yang telanjang. 3:28 . Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. keadilan dan persekutuan. persatuan. semua penyakit disembuhkan. Ketidakadilan. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. 25:21-46). Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. semua gangguan diatasi. Im. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. 11:6-8. Mzm. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat.

Mungkin di era reformasi secara melembaga. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. buruh. demikian juga kita harus melayani sesama kita. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. penyakit dan penderitaan. peningkatan ekonomi masyarakat). itu saja yang dilanjutkan. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). Sama seperti Kristus melayani kita. Lainnya. pelestarian lingkungan hidup. so tamba ni gajingku). Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. individualisme dan lain-lain. Kristus telah mengasihi kita. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. Melalui gereja. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. Di wilayah minoritas kristen. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. adanya pengaruh budaya materialisme. tanpa mencari akar penyebabnya. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. wanita. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. Kristus mengasihi dan melayani dunia.

hlm. al. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Tuntutan ini tidak berlebihan.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. 1997). Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. bahkan. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Tuntutan ini tidak berlebihan. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. 2007). 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Teologi Di Pasar Bebas. 281-288 Darwin Lumbantobing. 4) kesadaran dan pilihan nilai. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. individual maupun kolektif. Artinya. Banawiratma. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Misalnya sejak. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis.. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. 2) keadilan gender. 54-55 11 . Iman. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. bahkan. et. (Pematangsiantar : L-SAPA. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. (Yogyakarta : Kanisisus. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. 6. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. hlm. kini yaitu: 1) keadilan sosial. Banawiratma.B.

Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. Op. 48 12 . terlepas dari perbedaan agama. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. Karena itu program kemandirian teologi. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. budaya. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. pendidikan kesehatan dan lain-lain. 10:25-37).cit. politik dan teologi yang ada. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. suku. 53 Bnd. Op. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan.. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. hlm. program pendidikan motivator. Darwin Lumbantobing.. Rumah-rumah sakit. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. hlm. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya.cit. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. 12 13 Darwin Lumbantobing.

Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan.Cit. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. Banawiratma. Artinya. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela.. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. menulis di 14 15 J. hlm. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral.VII dyb. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. serta ekonomi kerakyatan. Muhhamad Yunus. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. al. Kedua. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. informasi dan monetary. 6:2)14. (Jakarta : Marjin Kiri. 2007). Op. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. termasuk masyarakat kita. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. Sementara itu. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. Fungsi kritis. Iman. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu..B. eko teologia serta advokasi hukum. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa.. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. et. 13 . Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. elit politik. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin.

Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. Co. Horst & Schneider. Gerhard (Eds. 2.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara.) Banawiratma. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. Stanley N. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. 8. 1.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. 3. Walter E.B. 7. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. J. & Johnson. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. Vol. Alan F. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. 1996 Iman. (Michigan : William B.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. Eerdmans Publ. al. Memang dalam hal ini. et. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. Daftar Pustaka Balz. (Jakarta : Marjin Kiri. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Kesimpulan 1. (Eds. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. 2007) 14 . ketidakadilan. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->