Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. 1993). Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). Dengan menggunakan pengertian ini. hl. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. 139 2 . mengapa gereja harus berdiakonia. Oleh sebab itu. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar.pemahaman bersama tentang diakonia. Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. Tetapi pada saat yang sama. 2. yaitu hakekat diakonia. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. Kepala dari tubuh itu. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. 5:13-14). Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. Pengertian Gereja Secara etimologi. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. persekutuan murid-murid Yesus. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja.

Untunglah. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. bagaimana kita mau melayani orang lain. sekularisme pendidikan modern. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. melainkan kepada dunia. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. 166 dyb. pasrah. masih ada. kita sendiri belum cukup. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. 1981). mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. 3 . Walter E Pilgrim. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. Akan tetapi. terpisah. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. (Minnesota : Ausburg Publishing House. Inilah hukum dasar hidup gereja. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. mengentaskan kemiskinan. 3 4 Malcolm Brownlee. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. meskipun jumlahnya masih sedikit. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. Tugas Manusia … Op. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. hlm. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen.Cit. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. karena hal itu mengandung resiko yang besar. lebih baik kita berdiam diri saja.

“διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). 6:1-2). 1. 8 kali dalam tulisan Paulus. Ketiga. Kecuali arti di atas. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. Weiser. (Eds. 2 Kor. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. Lukas 8:3. Luk. 6:3. hlm.). 20:24. 11:28-29. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). 6:4. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. 1 Tim. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. 15:41. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). hal itu nyata. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. Kisah Para Rasul 6:4. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. Kedua. Pelayanan meja (Mrk. Kis. Vol. Service. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. 1:31. 6:4) dan 2. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. 11:8). “Dan 5 Misalnya A.3. 3:3-16). 3:14-15. kebenaran. (Michigan: William B. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. 1990). 4:1. 302-304 4 . 6:1-2). Eerdmans Publishing Company. karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Markus 1:13. Exegetical Dictionary of The New Testament. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. yaitu: 1. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. Dalam Mark. 4:35. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. 1 kali dalam Ibrani. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. dalam Bahasa Yunani διακονεω.17:8. perdamaian dan kesejahteraan. 3 kali dalam Yohanes. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini.

Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). dan ketekunan. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7.” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. Mat. hlm. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. Dalam Why. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh.Cit. 5:18-19 .supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman.. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. misalnya 6: a. 20:24 dan 2 Kor. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. 2:19 . Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. Good News … Op. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. 302-304 Walter E Pilgrim. b. c. 14:13-21). Dalam 2 Kor. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia.Cit. “διακονεω” …Op. persekutuan murid-murid Yesus. 6:1-15. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. iman. hlm. Kata Yesus. Dalam perkembangannya. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. Weiser. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. 4:1). Dalam Kol. Diakoniem berarti melayani.. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. 4:17. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. dan diakonos berarti pelayan. 167 5 .

Adapun ciri-cirinya : a. Diakonia Karitatif. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. Biasanya melengkapi program pemerintah. uang. f. Menimbulkan sikap ketergantungan . pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. dan persediaan sembako habis. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. c.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. Diakonia Reformatif. tidak memandirikan. perkoperasian. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. Setelah banjir berlalu. Situasi ini tidak dapat diubah. c. reformatif dan transformatif. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. b. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. misalnya bencana alam. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. d. Tindakan yang dilakukan misalnya. Tidak menyentuh akar masalah. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. sekedar memberi ikan. meski dibantu. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. e. Terdapat hubungan subjek-objek. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. b. lalu subyek 6 . Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. d. e. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. kesehatan. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. Oleh sebab itu. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan.

Pelayanan transformatif. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. tidak cukup diberi roti. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. juga tidak cukup. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. pemberian beasiswa untuk pendidikan. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. Akibatnya. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. ketidakadilan internasional. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. 7 . Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan.

Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. kekudusan. Roma 13:8. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. “Theologies of Liberation : An Overview… Op. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. 12:12-14). melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8.. sebagai sifat Allah. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. bnd. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. 25:31-46. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. Luk.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. 361-362 8 . pengampunan. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. 361 Ibid. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). pelayanan. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd.. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). 13:34). Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. 1 Kor. Yoh. bukan kasih sejati (bnd Luk. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk.13:1) Akan tetapi pada sisi lain. 2:8-9. 10:25-37. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. kedamaian dan sukacita. hlm. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. Roma 5:6-8). 4:18-19). Keadilan. 3:17-18). Alkitab banyak membicarakan keadilan. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah.Cit. Mat. Guna memindahkannya ke dunianya. ketidakadilan dan penindasan9. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. keseimbangan. 6:27). Luk. Pada satu sisi. 1 Yoh. 22:37-40. 4. hlm. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. kelas sosial.

Kepedulian ini adalah kepedulian murni. semua penyakit disembuhkan. Mark. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. yang ada dalam penjara (Mat. tetapi Juru Selamat dunia. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. bukan kepada sesuatu yang lain. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. 90:4). oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. ras. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. 11:6-8. kesejahteraan. yang sakit. 25:21-46). Im. kesehatan. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. Ef. 26:4-6. politik dan berbagai perbedaan lainnya. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. Syalom melebihi hubungan yang baik. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. 34:25-29). orang asing. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. Yehz. 103:6. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). syalom berarti kedamaian. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. Damai Sejahtera. 3:28 . Hubungan baik dengan sesama. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. golongan. orang yang telanjang. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. Dalam Alkitab. agama. 9 . Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. semua gangguan diatasi. Ketidakadilan. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. 2:14-15). Mzm. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. 4:37-39). Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. keadilan dan persekutuan. persatuan. Juru Selamat umat manusia. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. 5. semua perpecahan dipersatukan kembali. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. keselamatan.

Melalui gereja. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. pelestarian lingkungan hidup. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. buruh. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. Lainnya. itu saja yang dilanjutkan. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. tanpa mencari akar penyebabnya. individualisme dan lain-lain. Di wilayah minoritas kristen. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. Kristus mengasihi dan melayani dunia. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. demikian juga kita harus melayani sesama kita. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. wanita. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. Kristus telah mengasihi kita. Sama seperti Kristus melayani kita. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. so tamba ni gajingku). gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. peningkatan ekonomi masyarakat). adanya pengaruh budaya materialisme. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. penyakit dan penderitaan. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. Mungkin di era reformasi secara melembaga. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri.

Artinya. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. 2007). (Yogyakarta : Kanisisus. (Pematangsiantar : L-SAPA. bahkan. Banawiratma. 4) kesadaran dan pilihan nilai. hlm. individual maupun kolektif. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. Misalnya sejak. al. bahkan. 281-288 Darwin Lumbantobing. 54-55 11 . penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Iman. Tuntutan ini tidak berlebihan. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. Teologi Di Pasar Bebas. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Sesuatu yang hidup pasti berkembang.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. et. hlm. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. 6. Banawiratma. kini yaitu: 1) keadilan sosial. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. 2) keadilan gender. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya.B. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi.. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Tuntutan ini tidak berlebihan. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. 1997).

suku. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. 12 13 Darwin Lumbantobing..Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. 53 Bnd. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. hlm. Op. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. 48 12 . budaya. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain. terlepas dari perbedaan agama. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja.cit. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. Rumah-rumah sakit. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12.cit. hlm. pendidikan kesehatan dan lain-lain. program pendidikan motivator.. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. Darwin Lumbantobing. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. 10:25-37). Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. politik dan teologi yang ada. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. Op. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. Karena itu program kemandirian teologi. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain.

Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. elit politik. et. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. (Jakarta : Marjin Kiri. Sementara itu.. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan.B. Artinya. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. 2007). menulis di 14 15 J. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara.Cit. informasi dan monetary. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. 6:2)14. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. termasuk masyarakat kita. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. al. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. eko teologia serta advokasi hukum. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa.. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. Kedua. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. hlm. Muhhamad Yunus. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. Iman. Banawiratma. 13 . Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. serta ekonomi kerakyatan.. Fungsi kritis. Op.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan.VII dyb.

Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. (Jakarta : Marjin Kiri. 8. 1. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. Horst & Schneider. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. (Michigan : William B. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas.) Banawiratma. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. Alan F. Gerhard (Eds. 3. 1996 Iman. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. Eerdmans Publ.B. (Eds. 7. 2. ketidakadilan. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Kesimpulan 1. al. J. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. Vol. & Johnson. Walter E. Stanley N. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. Memang dalam hal ini. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. et. Daftar Pustaka Balz. 2007) 14 . Co. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament.