P. 1
cerita dewasa

cerita dewasa

1.0

|Views: 11,628|Likes:
Published by indra_lq_javanese

More info:

Published by: indra_lq_javanese on Nov 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

Tuesday, December 23rd, 2008

Namaku Yani, seorang istri berumur 25 tahun. Selama dua tahun perkawinanku dgn Awang,
28 tahun penuh dengan kebahagiaan dan ketentraman hati, apalagi setelah lahir buah cinta
kami menambah suka cita bagi kami. Namun kebahagiaan yang sampai sebelum itu terjadi
adalah milik kami berdua, harus terbagi antara suami dengan Tatang yang tak lain adalah
teman suamiku semenjak kuliah di suatu perguruan tinggi negeri ternama di kota malang.
Kejadian itu bermula dari keisengan suamiku yang suatu ketika mengajukan ide yang
sekiranya membuatku terhenyak. Disuatu malam disaat setelah menidurkan si kecil, kami
berbincang-bincang ringan dengan tangannya yang sambil memeluk pinggangku dengan
hangatnya.
“ Sayang, kamu punya obsesi liar ndak” Tanya suamiku suatu ketika dengan tiba-tiba.
“ Obsesi liar apa nih maksudnya, Mas?” Heran dengan penuh selidik dariku.

“ Maksudku obsesi liar ya…yang pastinya berhubungan dengan Sex” Jawabnya seketika itu
juga.
“ Ndak juga tuh, semua yg udah kuterima darimu sangatlah sempurna bagiku” Bantahku saat
itu .
“ Ehm…bagaimana kalo km mendapatkan dari orang lain, bukan dari aku?”Tanyanya
kemudian.
“ Maksudnya, apa mas. Km kok aneh gini sih?” Sungguh, pertanyaan itu sangat
menggelitikku untuk tahu.
“ Yach..itu, aku kok punya obsesi terpendam dari dulu. Aku merasa bernafsu sekali tiap
memikirkan kamu, seandainya aku melihat km disetubuhi oleh orang lain. Kalau seumpama
kita wujudkan bagaimana menurutmu?” Ucapnya dengan tatapan memilu kepadaku.
Setelah mendengar itu, kuberdiam beberapa saat sambil mengira-ngira apakah ini benar-
benar ucapan dari suamiku tercinta. Sungguh tidak kukira andai suamiku memintaku untuk
selingkuh. Uh..sungguh jauh sekali dari yang aku kira, selama ini dihatiku ga da yang mampu
mengalahkan cintaku ke suamiku. Ga terbersitpun dari diriku tuk berniat selingkuh. Namun
setelah kucoba mencerna kegelisahan hatiku, aku pun bertanya padanya dengan pelan-pelan.
“ Mas, apakah km bercanda tentang hal ini?” Apakah kamu sadar dah memintaku tuk
selingkuh?” sungutku menandakan tak setuju atas tawarannya.

“ Iya sayang, aku menyadari apa yang barusan aku tawarin kekamu. Sungguh, aku merasa
bergairah banget bila membayangkan hal itu. Please, andai kusuruh milih kamu pingin sama
siapa sayang?” tekatnya semakin menjadi-jadi.
Terus terang, secara iseng dengan tujuan mengikuti canda suamiku dan ingin menguji
seberapa kuatnya dia mencoba mewujudkan ide gilanya itu, kujawab sekenanya. Disatu
pikiranku hanya terbersit nama Tatang, yach selama aku dan suamiku berpacaran seringkali
aku melihat sosok yang cukup tampan dan atletis ditempat kosnya, yang pada akhirnya
kuketahui dari suamiku dia bernama Tatang, teman sekampus suamiku saat itu. Aku merasa
ada rasa sedikit suka padanya, bagaimana tidak dengan postur tegap ditunjang tampan juga
kelihatan tidak sombong. Terlihat dari sikapnya yang kerapkali menyapaku meskipun aku
tidak melihatnya suatu ketika saat ketemu disuatu tempat. Hal itulah yang terkadang
membuatku sedikit banyak merasa kagum kepadanya.
“ Ehm, boleh aja wujudin ide km asal cowoknya Tatang” ujarku dengan mantap sambil
mewaspadai perubahan ekspresi dari suamiku.

Ternyata benar-benar terlihat perubahan ekspresinya” Apa, Tatang…Maksudmu Tatang
temen sekampusku dulu?” tanyanya dengan rasa kaget.
“Hehehe, rasain tuh gimana kalo aku ikutin permainanmu sayang” ujarku dalam hati
menyambut kemenangan.
“ Iya betul, Tatang teman sekampusmu itu mas, kalau ama dia aku mau aja, tapi mainnya
satu-satu ya”Jawabku seketika itu. Kulihat agak diam sesaat suamiku sebelum menjawab.
Aku kira dia bakalan ga setuju, apalagi setelah dia mengetahui saat dulu Tatang terlihat
sering mencuri pandang padaku. “Wah, akhirnya selesai juga neh permainan ini” batinku
sambil berdoa. Namun ternyata pikiranku salah.
“ Ok, baik aku coba deh menghubungi dia” Jawabnya dengan seketika memupuskan
kemenanganku.
“Oh tidak, kenapa dia menyutujui gurauanku ini ?” sesalku dalam hati. Sungguh meskipun
dalam batinku aku menolaknya, namun pada dasarnya ada juga sedikit kesenangan atau lebih
tepatnya rasa penasaran yang aku rasakan andai aku bisa mewujudkan obsesi itu.
“Wah tampaknya aku mulai terhanyut ama perasaan ini.” “Oh Tuhan, kenapa aku jadi
bimbang begini”batinku saat itu juga.
“Kamu serius sayang, mau wujudkan obsesi ini?”ujarnya tuk menyakinkan pernyataanku
barusan.
Dengan agak ragu-ragu kuiyakan pertanyaanya. “Iya, benar tapi apa dia mau juga?” tanyaku.
Mengingat aku dah pernah melahirkan anak kami, pastinya bodiku sedikit banyak pasti
berubah. Memang sih sebelum si kecil lahir, bodiku terbilang montok menggairahkan, itu
kata suamiku lho hehehe.., dengan tinggi 160 cm, berat 48 kg, Bra 34C pastinya terlihat asyik
tuk melihatnya. Namun saat ini yang sedikit berbeda adalah ukuran Bra-ku yang semakin
besar dengan ukuran 38A makin menambah ,montok dadaku ini. Tetapi yang sedikit
bermasalah adalah berat badanku yang masih berkisar 53 kg, membuatku kawatir akan hal ini
terasa jauh dari ideal.
Tetapi secepat kilat suamiku mengetahui kekawatiranku, dan langsung menenangkanku
dengan berujar “Jangan kuatir akan penampilanmu, menurutku km jauh lebih mempesona
sekarang dibanding saat kita pacaran dulu”. Ujarnya berusaha menyakinkanku.

“Masak seh?”bantahku. “Aku khan tambah gendut, coba liat nih perutku”yakinku berulang
kali. Namun setiap kali ku debatin mengenai penampilanku, tiap kali itu pula suamiku
menenangkanku, dan memang benar akupun akhirnya merasa tenang dan PD. Mungkin
karena itu juga, akhirnya pelabuhan terakhirku ke suamiku ini, dia adalah tipe cowok yang
sangat mampu menyenangkan perempuan. Yang akhirnya perdebatanku ditutup dengan

percumbuan yang hangat dengan persetubuhan alami yang mungkin bisa dikatakan terakhir
kalinya kita melakukannya berdua.
Beberapa hari berikutnya semenjak percakapan malam itu, tepatnya saat sepulang kantor
suamiku, aku diberitahukan tuk siap-siap weekend di Hotel Santika Malang keesokan
harinya. “ Memangnya ada kepentingan apa Mas, kok tumben kita weekend di hotel?” ujarku
penuh tanda tanya.
“Masak sih lupa ama obsesiku?” jawabnya dengan singkat.
“Oh..tidak dalam hatiku, jadi benar dia mau mewujudkan hal itu.” Batinku dalam hati.” Jadi
km serius Mas, ngelakuin itu?”. “Memangnya dengan siapa cowoknya itu?”tanyaku
kemudian.
“Ya..sesuai dengan permintaanmu kemarin sayang”ujarnya dengan sambil lalu memasukkan
beberapa bajunya ke dalam koper.
“Maksudmu dengan Tatang,Mas?”tanyaku penuh dengan selidik. Sungguh perasaan dihatiku
sangat kacau, antara mengharap kehadiran Tatang dengan menjaga keutuhanku sebagai
wanita bersuami. Namun dalam benakku apakah perselingkuhan ini dinilai wajar dimana
suamiku sendiri yang memperbolehkannya. “Ini bener-bener gila, rasanya sungguh
membingungkan”Jeritku dalam hati. Namun apa daya, aku ingin melihat seberapa kuatnya
suamiku melihat istrinya sendiri digauli oleh orang lain didepan matanya sendiri. Dengan
harapan, disaat sebelum melakukan suamiku bakal langsung membatalkan hal itu. “Uh..ok
akan kubuat km menyesal Mas?”ujarku dalam hati.

Dengan wajah yang berseri-seri suamiku berkata” Ya pastilah dengan Tatang, memangnya
kamu minta yang laen?”. “Ya sudah pokoknya malem ini km persiapkan baju tidurmu, pilih
lingerie hitam ama merah saja ya sayang” tambahnya dengan penuh semangat.
Malem itu kulalui dengan perasaan yang tidak tenang, banyak sekali yang berkecamuk dalam
batinku antara mengikuti nafsu suamiku, nafsuku sendiri yang sedikit banyak agak
terpengaruh, serta menolak ajakan itu. Pikirku kemudian toh ini hal ini bakal menyenangkan
suamiku dan terjadi sekali aja. Namun ternyata aku keliru…
Paginya, setelah aku menitipkan anakku pada kedua orangtuaku, segera saja kubergegas
memasukkan tas ke mobil Sidekick ’99 warna hijau metalik. “Mengenang honey
moon,Ma”ujarku singkat ke orangtuaku disaat ditanya alasanku menginap dihotel. Kemudian
mobilpun mengantarkan kami ke tempat itu. Tak berapa lama kemudian kami sampai dilobi
hotel buat reservasi kamar, yang ternyata suamiku dah memesannya sebelumnya.
Dalam perjalanan menuju kamar, tangan suamiku melingkarkan ke pinggangku sambil
berujar “Kamu siap khan sayang, ini pasti menjadi pengalaman yang mengasyikkan buat
kita”.
” Uh..kok dia ga membatalkan ini ya..apakah memang dia dah siap melihat istrinya
disetubuhi oleh Tatang” dalam batinku berharap. Yang pasti akan kulihat seberapa jauh
permainan ini.
Sekitar 45 menit berlalu aku dan suamiku menunggu di kamar hotel itu. Selama itu pula tak
henti-hentinya Awang, suamiku melihat arloji yang terpasang dipergelangan tangan kanannya
seraya berharap Tatang bisa cepat datang.
“Mas, kamu yakin Tatang akan datang, jangan-jangan dia hanya mempermainkanmu saja”
tanyaku ke dia dengan harapan bisa segera dibatalkan. Namun ternyata tak berapa lama
kemudian ada dering telepon ke hanphone suamiku, dan ternyata yang telpon adalah Tatang,
dan dia sudah ada dilobi hotel. “Oh, Tuhan akhirnya hal itu akan terjadi disini”batinku dalam
hati. Rasa deg-degan semakin kencang mana kala Tatang segera menuju ke kamar ini.
Tak berapa lama kemudian, suara bel kamar berbunyi. Langsung saja Awang,suamiku
beringsut menuju pintu tuk membuka dan memastikan kalo yang datang adalah Tatang.

Benar juga, dilihat dari teriakan gembira kecil suamiku, aku pastikan kalau itu adalah Tatang.
Deg..dadaku terasa semakin tidak berirama dan semakin cepat manakala Tatang mulai
memasuki kamar ini. Kulihat dia melemparkan senyum manisnya kediriku sambil menyapa
“Bagaimana kabarmu,Yan? ujarnya ramah.
“Baik,bagaimana denganmu?”balasku ke dia.
“Baik juga, oh ya kamu terlihat sexy ya sama seperti terakhir kita ketemu dulu”ujarnya
merayuku.
“Ah,..kamu ada-ada saja, biasa aja lagi” ujarku dengan tersipu malu. Jujur, rasanya aku mulai
menikmati permainan ini. Yach, bisa dibilang Tatang sekarang lebih terlihat tampan daripada
dulu, aku sungguh-sungguh dibuatnya panas dingin dengan penuh rasa tidak percaya bakal
bertemu dengannya lagi. Namun, itu tak berlangsung lama setelah suamiku memecahkan
kebisuanku dengan memintaku tuk berganti baju. Segera saja kupenuhi dengan menuju kamar
mandi. Disana aku memilih lingerie yang warna hitam, dengan kainnya yang tipis sehingga
apapun yang ditutupi akan tersetak dan terlihat jelas, ditambah jenis celana dalamnya yang
sangat mini, bisa dikatakan hanyalah penghias karena celana itu ga sepenuhnya menutupi
vaginaku ini.
Segera saja, dengan perasaan berdebar-debar keberanikan diriku melangkah menuju Tatang
dan suamiku yang sedang berbincang-bincang. Saat mereka menyadari kehadiranku dengan
pakaian ini, terlihat sekali ekspresi Tatang yang telihat kaget penuh nafsu memandangku.
Serta merta dia beringsut dari tempat duduknya menujuku. Dengan pelan dan penuh
penghayatan, dia memberanikan diriku memelukku dengan hangatnya. Kulirik suamiku,
ternyata dia memperhatikan kami dengan seksama. Tak kulihat ada raut muka ketidak
setujuannya terhadap perlakuan tatang kepadaku. Hal itu memberiku keberanian tuk
mencium bibir Tatang. “ehm..muach…oohh..” rintihku disaat bibirku dibalas dengan
pagutannya yang melumat bibirku ini dengan ganasnya. “Kamu sungguh sexy sekali
yani”ujarnya kepadaku. Tak Cuma itu saja, kedua tangannya yang semula memelukku mulai
berani mempermainkan buah dada dan vaginaku. Gesekan demi gesekan yang dilakukannya
padaku menambah birahiku semakin tinggi. Aku sangat menikmatinya, sampai ta kusadari
aku berdesis penuh kenikmatan. Oh, Tatang..ehmm..ohh enak Tang..”ujarku lirih disaat dia
mulai memainkan bibir dan lidahnya ke payudaraku. Sungguh ga kukira aku bisa
menikmatinya seperti ini. Satu persatu bajunya dia copot dengan ta sabarnya tuk ingin
merengkuhku lebih. Segera saja dia mulai menuntunku ke tempat tidur dengan menyisakan
celana dalam saja yang dia pakai. Kemudian dengan pintarnya sambil mengulum payudaraku,
tangan satunya telah memainkan klitorisku dengan hebatnya. “oh..Tatang,
sayang..hmm..oochh..enak sekali, terusss..sayaaang”pintaku tuk jangan menghentikan
aktivitasnya. Terasa bawah vaginaku telah mengalir cairan bening dengan derasnya. Sambil
bersungkut dan senyum kepadaku, dia melepaskan celana dalamku. “Oh..apakah
persetubuhan ini akan terjadi”batinku dalam hati.

Antara menikmati dan bimbang aku beranikan diri memegang penisnya yang sudah dari tadi
tegak berdiri. Kuelus-elus batang penis itu. “Oh tuhan, inikah penis Tatang?”ujarku dalam
hati. Sungguh penisnya sangat kokoh, keras, dan kulihat sangat menabjubkan. Meskipun
kurang lebih sama dengan punya suamiku, namun penis tatang punya kekhasan yaitu agak
bengkok kesamping dengan kepala penisnya yang besar dan merah saat kulihat seksama.
Dengan naluriah kucium dan kukulum penisnya sambil kujilati scrotum-nya. “Oh..enak
banget Yan, aku dah memimpikan hal ini sejak lama”ujarnya kepadaku. Ternyata semenjak
aku pacaran ama suamiku dulu, aku adalah fantasi sex baginya. Kurang lebih 5 menit aku
mengulum penisnya sampai akhirnya dia mendorongku tuk berbaring di tempat tidur.
Kemudian giliran dia yang meng-oral vagina ini. Sangat ga kusangka, dia belajar dimana bisa
mengoral seenak ini. Pertama dia sapukan lidahnya dari bawah ke atas, kemudian
memutar2kan beberapa saat dibagian atas yang kemudian dilanjutkan ketengah. Begitu saja
terus menerus dia lakukan hal itu. Sampai akhirnya..”ochh..Tang..aku mau KELUAAARR”

erangku sambil menggapit kepalanya dengan kedua pahaku sambil menjambak rambutnya.
“OOhh…sstttss..ohh enaknya sayang…”erangku lagi mengiringi orgasmeku yang pertama.
Beberapa lamanya aku dibiarkannya tuk menikmati orgasmeku, yang kemudian dengan
lembutnya dia membuka pahaku kesamping. Oh..rasanya persetubuhan ini akan terjadi. Saat
kulirik ke suamiku, tampak dia dah mulai menggosok-gosokkan penisnya dengan tangan.
Ada rasa kagum tersendiri dan begitu sexy sekali diriku disaat bisa orgasme didepan suami
dan tentunya Tatang pastinya.
Kemudian mulai Tatang menindihku dengan menggosok-gosokkan penisnya ke vaginaku.
Wah, sensasi ini sungguh amat sangat menyiksa batinku. Belum usai kenikmatan atas
orgasme yang barusan kudapatkan harus merasakan kenikmatan gesekannya.
“OOcchh..Ach..Hmm..Achh.enak banget..masukin cepat Tang..Achh?!”ujarku ta sabar
menerima penisnya dalam vaginaku. Segera setelah itu, dia mengarahkan penisnya ke
vaginaku. Bless..Ochh, enak banget apalagi disaat dia mulai memaju mundurkan penisnya
itu. Tangannyapun ta ketinggalan dengan meremas-remas kedua payudaaraku ini sungguh ta
terbayangkan rasanya.Ta berapa lama kemudian”Occhhh..ahh..Ochhh..aku kellluuaaarr
laagiii”. “ Achhh..”jeritku sambil merengkuh tubuh Tatang dengan eratnya. Benar-benar
nikmatnya, ternyata benar adanya hal ini membuat kenangan tersendiri buat kami. Segera
sesudahnya Tatang memintaku tuk posisi jongkok. Disini aku dah tau apa yang dimauinya,
karena aku dan suamiku sering melakukan posisi ini. Kemudian mulai lagi pergulatan kami,
dengan nafas dan keringat yang bercucuran pada diri kami masing-masing, Tatang tetap
mempertahankan posisi itu dengan menyodok berulang-ulang. Tampak terlihat dari mukanya
dia begitu suka dengan posisi ini. Begitu juga denganku, bagi para wanita posisi ini
memberikan stimulasi maksimum pada liang vagina yang sudah dalam fase nikmat. Hingga
akhirnyaa…” Acchh..aku keluar Yani…OOchh…..crott..croot..crott..” dia muntahkan
spermanya di pantatku. Hingga beberapa lamanya dia diam membisu dengan mata terpejam
coba menikmati semaksimum mungkin orgasmenya itu.
Posted in Cerita Dewasa | No Comments »

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->