P. 1
Sutra Karangan Bunga

Sutra Karangan Bunga

|Views: 298|Likes:
Published by A.ARIEF.MADROMI
Avamtasaka Sutra - Kitab Dua Puluh Enam (Sutra Karangan Bunga),Pelajaran Sepuluh Tingkat bagi para Bodhisattva
Avamtasaka Sutra - Kitab Dua Puluh Enam (Sutra Karangan Bunga),Pelajaran Sepuluh Tingkat bagi para Bodhisattva

More info:

Published by: A.ARIEF.MADROMI on Nov 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2014

pdf

text

original

WWW.SCRIBD.

COM/MADROMI

Buddha P i t a k a N o . 1 AVATAMSAKA KITAB D G A SUTRA ENAM

PC1LGH

Penerjemah : lr. Hudaya Kandahjaya, M.S. Penerbit : Yayasan Penerbit Karaniya (anggota IKAP1) Cetakan pertama Mei 1993

Penerbitan perdana kitab suci ini dalam rangka peringatan empat puluh t a h u n upacara hari Trisuci Waisak secara nasional yang pertama di Borobudur ( 2 2 Mei 1953)

uhtu k Tara Inilah Jalan ke Kesempumaan jenguklah juga Borobudur

Honolutu; l&Juli 1992 Hudaya Kandahjaya

AVATAMSAKA SUTRA
KITAB DCIA PCJLC1H ENAM

SEPGLCIH TINGKAT
DEMIKIANLAH TELAH KODENGAR. Pada suatu ketika Yang Terberkahi sedar.g singgah di stirga pencjendalian pancarari yang lainhya. Tidak lama setelah pencapaian pencerahan sempurnanya - minggu kedua - ia berada di istana raja surga itu, gudang harta suci permata bersinar gemilang, bersama dengan sekumpulan besar para bodhisattva, semuanya tak mungkin merosot lagi dari pasti akan menjadi buddha sempurna dalam satu kehidupan, yang datang dari alam-alam berlainan. Para bodhisattva itu berdiam di alam pengetahuan semua bodhisattva; kawasan kegiatan mereka adaiah penembusan tanpa henti masuk ke dalam alam pengetahuan semua y a n g telah tercerahkan; mereka terampii dalam memperlihatkan kehebatan semua kekuatan yang cocok waktunya untuk bimbingan pengembangan dan pembebasan semua makhluk berindria; agar dapat memenuhi semua sumpah luhur para bodhisattva, di semua alam dan waktu, s e m u a abad, dan semua kawasan, mereka m e m u p u k pengamalan tanpa henti dengan tekun; mereka telah menyempurnakan gudang kebajikan, pengetahuan, dan kekuatan gaib semua bodhisattva yang tak ada habisnya, untuk kepentingan semua makhluk duniawi; setelah memperoleh kesempurnaan pengetahuan supraduniawi paling tinggi dan keterampilan cara pembebasan para bodhisattva, mereka memperlihatkan bagaimana mereka m a s u k ke dalam kehidupan duniawi dan nirwana, tanpa mengganggu p e n e r a p a n cara-cara pengamalan para bodhisattva; melaksanakan dengan bebas meditasi, pembebasan, konsentrasi, pencapaian, sepuluh lipat pengetahuan mistik para bodhisattva, mereka terampii dalam mempertunjukkan semua kehebatan pengetahuan mistik; setelah memperoleh kekuatan gaib dan penguasaan para bodhisattva, pergi tanpa perlu mengeluarkan upaya dalam satu saat pikiran ke kalangan semua buddha, rnereka berlaku sebagai teman-teman bicara u t a m a ; menggenggam roda-roda ajaran-ajaran semua Buddha, mereka telah pergi membuat banyak persembahan kepada dan melayani banyak buddha; mereka telah membuat tubuh-tubuh di semua alam melaksanakan berbagai pekerjaan para bodhisattva; suara-suara mereka berdengung di s e m u a alam tanpa rintangan, dan kawasan pengetahuan batin tak terhalangi di 1 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

semua tempat dan waktu terungkapkan bagi mereka; mereka telah sepenuhnya menyempurnakan perolehan sifat-sifat semua bodhisattva, dan sifat-sifat mereka tak akan pernah habis diceritakan bahkan dalam kalpa-kalpa yang banyaknya tak terkatakan. Nama-nama mereka adalah Matriks Intan, Matriks Permata, Matriks Teratai, Matriks Kemuliaan, Matriks Keindahan Seperti-teratai, Matriks Tata-surya, Matriks Matahari, Matriks Bumi, Matriks Kesucian Bulan, Matriks Perwujudan Semua Cintaian Perhiasan, Matriks Penerangan Pengetahuan, Matriks Sinar, Matriks kemuliaan Mekar, Matriks Keindahan Teratai Biru, Matriks Kualitas Surga wi, Matriks Keindahan Kebajikan, Matriks Kesucian Pengetahuan Tak-terhalangi, Matriks Keagungan Seperti-dewa, Matriks Kesucian, Matriks Tanpa-noda, Matriks Perhiasan Beragam Kefasihan, Matriks Sinar Jaring-Jaring Besar Sorotan Cahaya, Matriks Sinar Kekuatan Keindahan Cahaya Tanpa-noda, Matriks Sinar Murni Tumpukan Etnas, Matriks Keindahan Murni Terhias oleh Semua Ciri Bodhisattva, Matriks Perhiasan Mulia Api Intan, Matriks Keindahan Api Cahaya, Matriks Cahaya Keagungan Bintang-Bintang, Matriks Pengetahuan Tak-terintangi Harta Langit, Matriks Suara Merdu dengan Kawasan Gema Tak-terhalangi, Matriks Mantra Mendukung Citacita Semua Makhluk, Matriks Perhiasan Samudera, Matriks Keagungan G u n u n g Kutub, Matriks Kesucian Semua Kualitas, Matriks Keindahan Mereka Yang Menyelami Kedemikianan, Matriks Keagungan Yang Tercerahkan, dan Bulan Kebebasan. Buddha sedang bersama banyak sekali bodhisattva yangterhimpun dariberbagaikawasan-buddha, dipimpin oleh Matriks Intan, mereka adalah yang utama. Pada waktu itu Matriks Intan, dengan kekuatan Buddha, memasuki konsentrasi yang disebut Cahaya Mahayana, dan segera setelah ia mengerjakan ini muncul di hadapannya banyak buddha sebanyak atom di sepuluh milyar kawasan-buddha dari aiam yang banyaknya sebanyak atom di sepuluh kawasan-buddha di masing-masing penjuru dari sepuluh penjuru, semuanya menyerupai Matriks Intan. Buddha-buddha itu berkata, "Sangatlah baik anda telah m e m a s u k i konsentrasi bodhisattva Cahaya Mahayana ini Di dalam sini a n d a didukung oleh para Buddha yang banyaknya sebanyak atom di sspuluh milyar kawasan-buddha dari aiam yang banyaknya sebanyak atom di sepuluh milyar kawasan-buddha di sepuluh penjuru, dan dengan kekuatan tekad jpurba Vairocana Buddha, dan juga berkat keistimewaan kebajikan dan pengetahuan anda, sedemikian sehingga semua bodhisattva dapat masuk ke tingkat-tingkat pengetahuan kekuatan menerangkan ajaran-ajaran Buddha yang tak terbayangkan, untuk memperoleh semua akar kebaikan, untuk keterampilan dalam menganalisa s e m u a ajaran Buddha, untuk keluasan

2

Sutra Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

pengetahuan segala sesuatu, untuk pembabaran ajaran yang tersusun dengan baik, untuk penyucian pengetahuan sempurna, sedemikian agar tak terkotori oleh hal-hal duniawi, untuk penyucian akar-akar kebaikan supraduniawi, untuk penemuan kekhususan kawasan pengetahuan yang tak terbayangkan, dan untuk pencapaian kawasan pengetahuan serbatahu: yaitu, demi kepentingan p e l a k s a n a a n dan perolehan sepuluh tingkat para bodhisattva, demi penjelasan y a n g benar tentang keterampilan membangun tingkat-tingkat para bodhisattva, demi pemerhatian yang tepat terhadap ajaran-ajaran para b u d d h a , untuk membedakan fenomena tanpanoda, untuk keterampilan d e n g a n cahaya kebijaksanaan agung yang mengetahui pembedaan, u n t u k masuk ke dalam pengetahuan adaptif tertentu yang lengkap, untuk cahaya kefasihan menerangkan tanpa keraguan atau halangan sesuai dengan perbedaan-perbedaan dalam kemampuan dan keadaan, u n t u k menyempumakan tingkat pengetahuan pembicaraan luhur, untuk t a k pernah melupakan tekad mencapai pencerahan, untuk m e n g e m b a n g k a n semua makhluk ke kesempurnaan, dan untuk memperoleh keterampilan dalam membedakan semua situasi. Lebih lanjut, anda seharusnya menerangkan ajaran ini, keterampilan dalam membedakan cara-cara mengungkapkan kebenaran, dengan kekuatan Buddha, dengan bantuan c a h a y a pengetahuan Buddha, untuk kesucian sempurna akar-akar kebaikan a n d a sendiri, untuk kesucian keseluruhan aiam semesta, untuk melindungi makhluk-makhluk berindria, untuk tubuh pengetahuan dari tubuh realitas, untuk menerima penahbisan dari semua buddha, untuk pewujudan m a k h l u k paling luhur di semua aiam, untuk mengatasi selengkapnya s e m u a jalan duniawi, untuk menyucikan jalan ke supraduniawi, untuk mencapai keserbatahuan." Kemudian buddha-buddha itu memberi bodhisattva Matriks Intan jasmani tak-terkalahkan, k e m a m p u a n mengajar dengan batin tak terhalangi, pengetahuan suci percabangan, kekuatan mengingat yang tak pernah gagal, terampil dengan kecerdasan tertentu, pemahaman segala situasi yang tak pernah gagal, kekuatan tak terkalahkan dari buddha sempurna, kegigihan kekuatan dan keahlian buddha, pencapaian ketajaman dan ajaran melalui uraian pengetahuan seorang yang serbatahu, dan memberi kepadaiiya jajaran perhiasan-perhiasan jasmani, ucapan, dan batin semua buddha. Mengapa? Karena pencapaian realitas dari konsentrasi ini sesuai dengan namanya; karena hasi! dari tekad terdahulunya; karena tekadnya yang sepenuhnya suci; karena kesucian kawasan pengetahuannya; karena ia telah menumpuk perlengkapan dengan baik untuk memasuki Jalan; karena telah berhasil m e l a k s a n a k a n apa yang harus dikerjakan; karena telah menjadi bahtera ingatan y a n g tak terukur; karena telah menyucikan

3 Sutra

Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

kejernihah keyakiharthya; katena telah mehcjuasai hnetode konseritreisi mantra tanpa cacat; karena teiah ditandai secara sempurna dengan cap pengetahuaH-seHdiri; dari karena telaH ditahdai secara sempui"na dengan cap pengetahuan dari alam realitas. K e m u d i a n buddha-bUddha itu, dengan kekuatan gaib mereka, mengulurkan tangan kanan mereka dari tempat mereka berada dan mengusap kep>aia Matrikslntan, yang lalu membuat bodhisattva ini bangun -dari konseittrasinya dan berkata kepada para bodhisattva yang lain, "Sangatlah sempurna keyakinan, O keturunan terberkahi dari J i n a , tekad para bodhisattva, tak bercartipur-baur, tak mungkin terlihat keseluruhannya, lega seperti alamsemesta, termasuk semua ruang, kekat, menolong semua m a k h l u k , hanya dengan cara demikiari para bodhisattva yang terberkahi memasuki tingkatan pengetahuan para buddha silam, memasuki tingkatan pengetahuan para buddha mendatang, dan memasuki tingkatan pengetahuan para buddha sekarang. Ada sepulUh tingkat para bodhisattva yang memasuki tingkataii pengetahuan para buddha. Dan apakah sepuluh tingkat para bodhisattva yang telah, akan, dan sedang dijelaskan cleh para buddha silam, mendatang, dan kini? Setelah bermeditasi atas mereka, saya sekarang akan menceritakan k e p a d a anda. Di sana ada tingkat bodhisattva yang disebut Kegembiraan Luarbiasa, yang disebut Kesucian, yang disebut Bersinar, yang disebut Berkobar, yang disebut Sulit Ditaklukkan, yang disebut Kehadiran, yang disebut Berjalan-jauh. yang disebut Tak-tergoyahkan, y a n g disebut Batin Baik, dan tingkat bodhisattva yang disebut Mega Dharma. ini adalah sepuluh tingkat para bodhisattva, yang telah, akan, dan sedang dijelaskan oleh para buddha masa silam, mendatang, dan kini. Saya tak pernah melihat satu pun kawasan-buddha dimana para buddha tidak menguraikan sepuluh tingkat bodhisattva ini. Mengapa? Ini adalah metode pengajarancahaya agung untuk menyucikanjalan bodhisattva - yaitu rumusan mengenai hal-hal khusus dari sepulub tingkat tadi. Begitu tak terbayangkan alam pengetahuan sepuluh tingkat ini." Kemudian Matrikslntan, setelah menyebutkan nama-nama sepuluh tingkat itu, berdiam diri dan tidak memberi penjelasan lebih lanjut. Karenanv3 pasamuan para bodhisattva menjadi sangat ingin tahu, sebab mereka hanya mendengar nama-nama tingkatannya saja, tetapi penjelasannya tidak diterangkan. Mereka bertanya-tanya mengapa Matriks Intan tetap berdiam diri setelah menyebutkan hanya nama-nama sepuluh tingkat itu d a n tidak melanjutkan dengan uraiannya. Pada waktu itu di antara pasamuan para bodhisattva, seorang bodhisattva bernama Bulan Kebebasan yang mengetahui apa yang ada

4

Sutra Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

dalam benak para bodhisattva, bertanya kepada Matriks Intan dengan bersajak, 0 andg yang memiliki maksud, perhatian, pengetahuan, dan kebajikan suci, Setelah menyebutkan tingkat-tingkat agung tadi, m e n g a p a anda tidak menjelaskannya? Semua bodhisattva yang terhormat ini memiliki keyakinan penuh; Mengapa, sete|ah menyebutkan tingkat-tingkat itu, anda tidak merumuskannya? Keturunan para buddha yang berpengalaman ini ingin mendengar Sudilah menjela'skan maknanya dan cara-cara yang benar untuk mencapai tingkat-tingkat itu. Pasamuan ini tenang, bebas dari kemalasan, suci; Sesudah disucikan, teguh, penuh dengan kebajikan ngetahuan.

dan pe-

Semua berdiri di sana menatap dengan hormat, Penuh kerinduan, seperti lebah akan madu, akan santapan batin sejati.

Setelah mendengar ini, Matriks Intan, yang bijaksana, dan berpengalaman, berbicara untuk menyenangkan pasamuan: Sukar, begitu agung, langka, pengungkapan pengamalan bodhisattva |ni. Begitu istimewa ketajaman pengamalan tingkat-tingkac ini yang membuat kebuddhaan dapat diperoleh. Lembut, sukar dilihat, di luar jangkauan pikiran, di luar jangkauan landasan batin, sulit didekati, Ini adalah aiam dari para bijaksana dengan batin tanpa noda, mendengarnya membuat bingung yang duniawi. Memehhara batin kemantapan seperti intan, yakin akan keunggu|an pengetahuan-buddha:

5 Sutra Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

Mengetahui landasan-batin adalah tanpa-diri, maka seseorang dapat mendengar pengetahuan yang lembut ini. Seperti warna-warna dilukis di langit, seperti angin di angkasa Begitu pun pengetahuan Buddha yang tak bercacat ini sukar dilihat, walaupun ia dirumuskan. Begitulah pengertian saya tentang ini - sulit menemukan seseorang di dunia yang memahaminya, Atau bahkan meyakininya - karenanya saya tak dapat menjelaskan hakekat ini.

Setelah ini dikatakan, bodhisattva Bulan Kebebasan berkata kepada Matriks Intan, "Begitu belum suci pasamuan yang berkumpul di sini, para bodhisattva dengan cita-cita suci sepenuhnya, berkemauansuci sepenuhnya, yang telah melaksanakan pekerjaan mereka dengan baik, yang telah mengunjungi ratusan ribu milyar buddha, yang telah mengumpulkan perlengkapan untuk Jalan, yang telah memperoleh pengetahuan dan kebajikan yang tak terukur, yang bebas dari kedunguan dan kebingungan, bebas dari penderitaan, kotoran, dan keterikatan, yang mantap tekad dan keyakinannya, y a n g perhatian tak terpecahkannya ada pada ajaran-ajaran para buddha. Karenanya, jelaskanlah agar para bodhisattva ini dapat menyaksikan aiam ini secara langsung ." Matriks Intan berkata, "Ya walaupun pasamuan pars bodhisattva ini suci, dengan cita-cita dan kemauan suci sepenuhnya, telah melaksanakan pekerjaan mereka dengan baik, telah mengunjungi tak terhitung banyaknya buddha, telah memperoleh kebajikan dan pengetahuan tak terukur, bebas dari kedunguan d a n kebingungan, tanpa noda, dengan tekad dan semangat berkembang penuh, dengan perhatian tak terpecahkan terhadap ajaranajaran para buddha, tetapi karena kurangnya manfaat dan penderitaan sepanjang malam ketidaktahuan pada mereka yang boleh jadi akan menimbulkan pertentangan dan keraguan begitu mendengar tingkattingkat yang tak terbayangkan ini, maka oleh kasih sayang kepada merekalah saya tetap berdiam diri." Kemudian Bulan Kebebasan bertanya lagi kepada Matriks Intan tentang ajaran ini: "Baiklah, jelaskanlah melalui kekuatan Buddha - tingkattingkat yang tak terbayangkan ini akan dijaga dan diyakini dengan baik. Mengapa? Karena itu akan terjadi secara alarm ketika tingkat-tingkat ini sedang dijelaskan: ini adalah yang semua buddha selalu perhatikan, dan

6

Sutra

Karangan

Baraga : Kitab Dua- Puluh

Enam

semua bodhisattva bersungguh-sungguh untuk melindungi pengetahuan ini. Mengapa? Ini adalah pengamalan mendasar, d a n inilahyang membuat ajaran-ajaran Buddha lengkap. Ini seperti instruksi dari gabungan hurufhuruf - ia mulai dan berakhir dengan huruf-huruf dasar; tak ada yang dinyatakan oleh gabungan huruf-huruf tanpa menyertakan huruf-huruf dasar. Begitu pula halnya pada semua ajaran Buddha yang berdasarkan tingkat-tingkat d a n pengamalannya d i s e m p u r n a k a n m e l a l u i n y a . Penyempurnaan tingkat-tingkat ini membawa k e perolehan pengetahuan kebebasan. Karenanya berbicaralah; yang telah menyelami, yang suci, yang sempurna pencerahannya akan melindungi dan mendukung anda." Pada keadaan itu semua bodhisattva lalu melantunkan sajak dalam suara yang menyatu memohon kepada Matriks Intan untuk memberi ajaran: O anda yang memiliki kebijaksanaan.agung dan kefasihan tanpa batas, Ucapkanlah kata-kata terbaik, sesuai dengan kebenaran sejati. Dengan ingatan, ketabahan, pengetahuan suci, tekad suci untuk memperoleh sepuluh kekuatan, Dan ketajaman kecerdasan, jelaskanlah sepuluh tingkat agung ini. Tenang, berdisiplin, dengan tumpukan kemauan baik, bebas dari penderitaan, khayalan, kecongkakan, dan pandangan keliru, Bebas dari keraguan. pasamuan ini mengharap penjelasan anda. Seperti yang haus merindukan air sejuk, y a n g laparmakanan, yang sakit obat-obatan, Dan lebah merindukan madu, begitu pula pasamuan ini merindukan kata-kata anda. Karenanya, anda yang memiliki pengetahuan suci, berbicaralah tentang tingkat-tingkat luhur, yang bebas dari noda, Bergabung dengan sepuluh kekuatan, tak terhalangi, menghasiikan semua tingkat-tingkat yang, baik.

Pada waktu itu seberkas sinar yang disebut "cahaya kekuatan para bodhisattva" terpancar dari lingkaran rambut di antara alis Sakyamuni Buddha, diiringi oleh sinar-sinar cahaya yang t a k terbilang banyaknya, menerangi semua a l a m di seluruh sepuluh penjuru, menghentikan semua kejahatan dan penderitaan, memudarkan s e m u a alam setan, menerangi 7 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

kalangan para buddha yang tak terbiiang banyaknya, mengungkapkan keistimewan-keistimewaan, kekuatan-kekuatan gaib, dan perubahanperubahan wujud secara mistik di a l a m para buddha yang tak terbayangkan, menerangi para bodhisattva yang mendapat penguatan untuk mengajar di kalangan-kalangan semua b u d d h a di semua dHnia di sepuluh penjuru; setejah memperlihatkan kekuatan mistik Buddha yan_; tak terbayangkan, ia membentuk sebuah menara besar jaringan mega cahaya di jangit dan tinggal menetap di sana. Dengan cara yang sama, cahaya-cafiaya yang disebut "cahaya kekuatan para bodhisattva" terpancar dari lingkaran rambut di antara alisalis para buddha yang lain, d'urincji oleh sorotan cahaya yang tak terbiiang banyaknya, menerangi semiia dunia di sepujuh penjuru, menghentikan semua kejahatan dan penderitaan, memudarkan semua alam setan, menerangi kalangan-kalangan para buddha yang tak terbiiang banyaknya, mengungkapkan keistimewaan-keistimewaannya, kekuatan-kekuatan gaib, dan perubahan-perubahan wujud secara mistik yang tak terbayangkan di alam para buddha, menerangi para bodhisattva yang mendapat penguatan untuk mengajar di kalangan-kajangan semua buddha di semua dunia di sepuluh penjuru; setelah mengungkapkan kekuatan mistik para buddha yang tak terbayangkan ini, dan setelah menerangi kalangan Sakyamuni Buddha dan tubuh bodhisattva Matriks Intan, dengan cara yang sama sorotan-sorotan itu membentuk sebuah menara besar jaringan mega cahaya di langit dan tinggal m e n e t a p di sana. Begitulah rr.elalui sorotan-sorotan cahaya yang terpancar dari lingkaran rambut di antara alis Sakyamuni Buddha, dunia-dunia itu dan kalangan-kalangan para buddha jtu dan tubuh-tubuh dan tempat-tempat duduk para bodhisattva-nya menjadi tersinarj dengan jelas. Melalui cahayacahaya yang terpancar dari para buddha yang lain, sistem dunia ini, kalangan Sakyamuni Buddha, d a n tubuh dan tempat duduk Matriks Intan tersinari dengan jelas. Kemudian, dari menara b ^ a r jaringan mega cahaya, kekuatan Buddha, keluar suara ini: dengan

Pada mereka yang memiliki sepuluh kekuatan, tiada taranya, sama seperti angkasa , d e n g a n kebajikan tanpa batas, Oleh ajaran-ajaran Sakyamuni, oleh mereka yang melampaui semua manusia dan dewa, pagelaran keajaiban ini dibuat. Dengan kekuatan para b u d d h a , menribuka gudang Raja Kepenaran 8 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

Dan mengungkap pengamalan ngetahuan .yang berbeda.

agung dan tingkat-tingkat pe-

Mereka yang mendengar ajaran agung ini juga akan Mendapatpenguatandan didukung oleh para buddha danbodhisattva, Yang akan membuat mereka mencapai kebuddhaan begitu mereka memperoleh sepuluh kekuatan, Setelah secara bertahap memenuhi sepuluh tingkat tak bernoda. Tenggelam dalam samudera atau terlempar ke dalam kobaran api sekalipun, Mereka akan mampu mendengar ajaran ini, tanpa keraguan. Tetapi mereka yang melekat pada kedunguan, curiga dan tak menerima, Tak akan pernah berkesempatan mendengarnya. Jalan pengetahuan tingkat-tingkat, agung, sejak masuk, tinggal, dan meraihnya, Sudilah menjelaskan secara beraturan, termasuk pengamalan dan lingkup kegiatannya. Kemudian Matriks Intan, memandang ke sepuluh penjuru, untuk meningkatkan kesucian pasamuan ini, pada saat itu lalu bersajak: Lembut dan sukar untuk diketahui jalan para bijaksana yang agung, Tak-terkonsepkan, melampaui konsepsi, sangat sulit disentuh. la suci, hanya diketahui oleh yang bijaksana, Hakekatnya tak bergerak, tanpa kepunahan atau asal. Hakekatnya kosong, sama sekali tenang, tak mendua, tak-kenalhabis, Terbebas dari semua keadaan, tak memihak mencapai nirwana, Tanpa ujung atau tengah, tak terungkapkan kata-kata, Di luar waktu, seperti langit, Tak bergerak, hakekatnya senyap, disadari oleh buddha, Sangat sukar untuk diungkapkan melaluicara pembicaraan manapun: Begitulah tingkat-tingkat itu dan pengamalannya Sangat sukar untuk dibicarakan, lebih sulit lagi untuk didengar. Di luar jangkauan pikiran d a n jalan berpikir, 9 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh E n a m

Didapatkan melalui pengetahuan, diselami oleh para bijaksana paling luhur, Tak diungkapkan oleh unsur-unsur materi dan indria, Tak tergapai oleh pikiran, secara intelektual tak terbayangkan: Seperti halnya jalur burung-burung di angkasa Tak dapat diuraikan atau dilihat bahkan oleh buddha, Dengan cara yang sama semua tingkatan Tak dapat diceritakan, lebih lagi didengarkan. Saya hanya akan menceritakan awalnya, kemudian, Bepdasar kasih sayang, belas kasihan, ikatan janji: Saya akan menceritakan mereka secara berurutan; tetapi tidak melalui kawasan pikiran Melainkan melalui pengetahuan seharusnya mereka dicapai bila seseorang menginginkannya. Aiam demikian sukar dilihat, tak mungkin diceritakan Hanya tinggal dalam batin sendiri; Tetapi saya akan berbicara dengan kekuatan Buddha Ini harus didengar dengan penuh konsentrasi dan hormat. Jalan m a s u k pengetahuan ini, sedemikian, Tak dapat diterangkan bahkan dalam berkalpa-kalpa: Sekarang saya akan memberikan ringkasannya, Sesuai d e n g a n makna ajaran itu sebagaimana adanya. Simaklah dengan penuh hormat, yang terberkahi; Saya akan berbicara dengan kekuatan Buddha. Saya akan melantunkan suara ajaran tertinggi, Dalam kata-kata yang tepat, dengan teladan. Walaupun sulit dinyatakan dalam ucapan, Namun saya memiliki kekuatan untuk melakukannya, Dengan kekuatan Buddha yang tak terukur dan kekuatan tubuh cahaya Yang telah masuk ke dalam saya.

"Sekarang selanjutnya, pada makhluk-makhluk yang telah mengembangkan akar-akar kebaikan dengan baik, yang telah mengerjakan tugas-tugasnya d e n g a n baik, yang telah menumpuk perlengkapan10 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh E n a m

perlengkapan untuk J a l a n , yang telah melayani para buddha di dunia, y a n g telah menggabung pengamalan-pengamalan suci, yang berada d a l a m lingkungan kalyanamitra, yang telah sepenuhnya menyucikan niat-niat mereka, yang memiliki tekad luhur, y a n g diberkahi dengan s e m a n g a t agung, dan yang melaksanakan belas kasihan dan kasih sayang, cita-cita untuk penceranan terbangkit, untuk mencari pengetahuan pencerahan, untuk pencapaian sepuluh kekuatan, untuk pencapaian keahlian luhur, untuk pencapaian kualitas keseimbangan tercerahkan, untuk penyelamatan semua makhluk, untuk penyucian belas kasihan dan kasih sayang luhur, untuk pencapaian pengetahuan bagi semua di sepuluh penjuru, u n t u k penyucian tak terhalangi dari semua kawasan-buddha, untuk kesadaran silam, kini, dan mendatang dalam satu kejap, dan untuk keahlian d a l a m memutar roda Dharma agung." "Lebih lanjut, niat para bodhisattva ini, dibangkitkan dan dituntun oleh belas kasihan luhur, dikendalikan oleh kebijaksanaan dan pengetahuan, dipertahankan oleh keterampilan dalam cara, dimantapkan oleh k e m a u a n dan tekad, tak terukur seperti kekuatan para buddha, dengan jelas membedakan kekuatan makhluk-makhluk berindria dan kekuatan B u d d h a , terpusat pada pengetahuan yang tak terkeping-keping, bersesuaian d e n g a n pengetahuan s p o n t a n , sepenuhnya terbuka terhadap b i m b i n g a n kebijaksanaan dan pengetahuan semua ajaran Buddha; ia pada hakekatnya sama seperti aiam semesta, sama ketahanannya seperti angkasa, kekal selamanya." "Dengan bangkitnya ini batin bodhisattva yang melampaui tingkat makhluk-makhluk duniawi, telah memasuki peringkat para bodhisattva, terlahir dalam keluarga buddha, tak akan terfitnah oleh cercaan rasial manapun, telah meninggalkan semua jalan duniawi dan telah m e m a s u k i Jalan supraduniawi, tinggal dalam realitas para bodhisattva, m e n e t a p dengan baik di kediaman para bodhisattva, telah mencapai keseimbangan, masuk ke dalam silsilah para buddha silam, kini, dan mendatang, pasti menjadi buddha sempurna. Matang dalam hal-hal ini, bodhisattva itu m a s u k ke dalam tingkat pertama para bodhisattva, Kegembiraan Luar-biasa, dengan diperolehnya keadaan tak tergoyahkan." "Di sini, berdiri di tingkat Kegembiraan Luar-biasa para bodhisattva, seseorang menjadi terisi penuh dengan kegembiraan luar-biasa, p e n u h dengan ketenangan, p e n u h dengan kebahagiaan, penuh dengan s e m a n g a t meluap-luap, penuh dengan kemuliaan, penuh dengan keriangan, sangat segar, sangat tenteram, sangat sentosa, dan bebas dari angkara rriurka." "Begitulah bodhisattva ini bergembira luar-biasa sewaktu tinggal 11 Sutra Karangan Baraga : KitabD u a -Puluh Enam

di tingkat kegembiraan para bodhisattva; seseorang menjadi sangat bergembira merenungkan para buddha, akan ajaran-ajaran Buddha, akan para bodhisattva, akan pengamalan-pengamalan para bodhisattva, akan penyucian jalan-jalan luhur, akan keunggulan tingkat-tingkat para bodhisattva, akan ketakhancurannya para bodhisattva, akan ajaran-ajaran para buddha, dan akan kemampuan memberi manfaat kepada makhlukm a k h l u k ; dan, merenungkan cara-cara masuk ke dalam pengetahuan semua buddha, bodhisattva ini dikaruniai dengan kegembiraan luar-biasa. 'Lepaslah saya dari s e m u a objek duniawi; saya memasuki lingkungan kebuddhaan; saya telah meninggalkan tingkat ketidaktahuan kekanakk a n a k a n dan semakin mendekat ke tingkat pengetahuan; saya terlepas dari s e m u a kejahatan d a n keadaan menyedihkan; saya menjadi pelindung bagi s e m u a makhluk; saya dekat ke pandangan semua buddha; saya lahir di a l a m semua buddha; saya telah mencapai kesamaan dengan semua bodhisattva; sudah lepas dari saya semua ketakutan dan teror - merenung demikian, bodhisattva ini bangkit kegembiraan luar-biasanya. Mengapa? Karena begitulah yang terjadi pada semua ketakutan ketika bodhisattva ini mencapai tingkat kegembiraan - ketakutan-ketakutan seperti ketakutan tidak dapat melanjutkan kehidupan, ketakutan mendapat reputasi tidak baik, ketakutan akan kematian, ketakutan akan keadaan menyedihkan, ketakutan akan ditakut-takuti oleh kelompok manapun - semua ketakutan ' ini pergi. Mengapa demikian? Begitu konsep diri pergi, tak ada lagi cintadiri, apalagi kecintaan a k a n benda-benda materi; sehingga karenanya tak akan ada ketakutan tidak dapat melanjutkan hidup. Seseorang tidak lagi mencari kehormatan dari yang lain, melainkan akan berpikir bahwa ia seharusnya menyediakan yang lain dengan bekal yang cukup untuk bertahan, sehingga karenanya tak akan ada ketakutan mendapat reputasi tak baik. Dan karena seseorang tak memiliki pandangan tentang suatu diri, ia tak memiliki konsep tentang diri dan karenanya tidak takut menghadapi kematian. Ia berpikir bahwa bila seseorang mati, ia pasti tidak akan berpisah dari para buddha dan bodhisattva, karenanya ia tidak memiliki ketakutan akan keadaan menyedihkan. Ia berpikir bahwa tak ada cita-cita di dunia manapun yang sama, apalagi lebih besar daripada, citacitanya untuk mencapai pencerahan, maka tak ada ketakutan untuk ditakut-takuti oleh kelompok manapun. Dengan cara demikian semua ketakutan dan teror lenyap." "Lebih lanjut, bodhisattva ini, karena telah mengutamakan belas kasihan luhur, berjuang lebih keras lagi dengan kemauan luar-biasa yang tak terhancurkan, untuk kesempurnaan semua akar kebaikan, melalui penguasaan keyakinan sempurna, melalui kesucian niat, melalui kekayaan

12

Sutra

Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

pengertian sejati, melalui pengembangan kasih sayang dan belas kasihan, melalui pencapaian cinta kasih luhur, melalui batin y a n g tak kenal lelah, melalui perhiasan suara hati, melalui pencapaian kegembiraan dalam toleransi, melalui penghargaan dan rasa hormat terhadap ajaran-ajaran para b u d d h a sempurna, melalui pengumpulan secara tak kenal lelah akarakar kebaikan siang dan malam, :r.e!a!ui pelayanan terhadap kalyanamita, melalui pengenyaman ajaran sejati, melalui usaha belajar yang tak kenal puas, melalui pefenungan benar terhadap ajaran sehagaimana didengar, melalui ketakterikatan batin, melalui ketiadaan keinginan akan laba, penghormatan, kemasyhuran, melalui ketiadaan keinginan akan benda-benda, melalui penciptaan tak kenal lelah batin seperti-permata, melalui pencarian tingkat serbatahu, melalui konsentrasi pada kekuatan-kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat buddha yang unik pada semua buddha, melalui pencarian jalan supraduniawi yang tak terikat, melalui penyingkiran semua tipuan dan ketakjujuran, melalui perbuatan yang sesuai dengan kata-kata, melalui pelestarian ucapan benar terus menerus, dengan tak membiarkan keluarga buddha punah, dengan tak menyingkirkan ajaran-ajaran para bodhisattva, melalui ketakgoyahan batin seperti-gunung, melalui pengetahuan pemilahan terhadap semua perbuatan duniawi, melalui pencapaian jalan supraduniawi yang membebaskan, melalui pencarian terus menerus terhadap hakekat yang agung." "Dikaruniai dengan cara-cara menyucikan tingkat-tingkat ini, para bodhisattva menjadi m a t a n a di tingkat Kegembiraan Luar-biasa. Begitu berada di tingkat ini, para bodhisattva melaksanakan sumpah luhur, tekad luhur, pekerjaan luhur sebagai berikut: Mereka melaksanakan sumpah luhur pertama untuk membuat persembahan kepada tiap-tiap dan semua buddha, dalam bentuk yang terbaik, dengan keyakinan suci yang tertinggi, sama Iuasnya seperti aiam semesta, sampai ke j a n g k a u a n ruang paling jauh, p a d a semua masa. Mereka melaksanakan sumpah luhur kedua untuk mernelihara mata dari ajaran-ajaran yang diucapkan s e m u a buddha, untuk berhubungan dengan semua buddha dan bodhisattva, untuk melestarikan ajaran-ajaran semua buddha sempurna, untuk m e m a h a m i semua kebenaran, seluas aiam semesta, sampai ke jangkauan ruang paling jauh, pada s e m u a masa, tanpa henti, dalam semua kalpa untuk sebanyak buddha yang m u n c u l di dunia. Mereka melaksanakan sumpah luhur ketiga untuk mengunjungi semua tempat di semua dunia dimana para buddha muncul - mulai dari kehidupan di surga kenikmatan, turun ke d a l a m dunia manusia, masuk ke dalam rahim, tinggal di dalam rahim, terlahir, pengenyaman masa remaja, kehidupan pernikahan, pelepasan, pelatihan keras, penaklukkan setan-setan, pencerahan, dimohon untuk meng^jar, pemutaran roda ajaran

13 Sutra

Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

mulia, dan masuk ke dalam maha-parinirwana - pergi ke semua tempat sekaligus, memimpin dalam membuat persembahan, menerima ajaran, dan menerapkannya dalam pengamalan, seluas alam semesta, sampai ke jangkauan ruang paling jauh, pada semua masa, tanpa henti dalam semua kalpa untuk sebanyak buddha yang m u n c u l di dunia, hingga tercapainya maha-parinirwana. Mereka melaksanakan sumpah luhur keempat untuk membangkitkan tekad untuk menyebarluaskan petunjuk tentang pelaksanaan cara-cara penyucian jalan-jalan supraduniawi, penjelasan yang cermat tentang jalan tingkat-tingkat, pengamalan semua bodhisattva, pembangkitan segi-segi keseluruhan m a u p u n khususnya, dengan turut mempertimbangkan juga keistimewaan-keistimewaan Umum maupun yang khas, sebagaimana mereka terbentuk dan melebur, pengamalanpengamalan menyeluruh tak terukur yang demikian banyak dari semua buddha dan bodhisattva yang terkandung dalam jalan-jalan supraduniawi, menyucikan semua tingkat-tingkat bodhisattva, bersumpah untuk membangkitkan cita-cita ini seluas alam semesta, sampai ke jangkauan ruang paling jauh, pada semua masa. Mereka melaksanakan sumpah luhur kelima untuk sepenuhnya mengembangkan semua makhluk, bertubuh atau tak bermateri, berpikir, tak berpikir, atau bukan kedua-duanya, terlahir dari telur, rahim, kelembaban, atau spontan, di semua alam yang ada di dalam alam kenikmatan indria, berbentuk, tak berbentuk, terikat pada enam jalan kehidupan duniawi di semua ternpat kelahiran, terperangkap dalam batin dan jasmani - untuk mengembangkan mereka, untuk membimbing mereka ke ajaran Buddha, untuk membebaskan mereka dari semua pengelompokan duniawi, untuk membuat mereka bangkit menuju keserbatahuan, untuk mengembangkan dan mematangkan s e m u a makhluk selamanya, seluas alam semesta, sampai ke jangkauan ruang paling jauh, pada semua masa, untuk sebanyak kalpa dan makhluk y a n g ada di sana. Mereka melaksanakan sumpah luhur keenam untuk meraih pengetahuan langsung tentang perbedaan-perbedaan yang tak terbiiang banyaknya di semua dunia di sepuluh penjuru, secara beragam menjadi cermin bagi yang satu dan lainnya, lembut dan kasar, jungkir-balik, terbalik, dan tegak, kemunculan dan penggabungannya - mereka bersumpah untuk memahami perbedaan-perbedaan dunia-dunia, seluas alam semesta, sampai ke jangkauan ruang paling jauh, pada semua waktu. Mereka melaksanakan sumpah luhur ketujuh, untuk memperlihatkan kepada semua makhluk penyucian semua kawasan di satu kawasan dan satu kawasan di semua kawasan, perhiasan tak terbiiang banyaknya kawasan-buddha dengan untaian cahaya, memasuki alam agung para buddha - sumber yang membuat semua penderitaan lenyap, tersucikan sempurna dan terisi dengan makhluk-makhluk bijaksana, memperlihatkan ini kepada semua 14 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

makhluk untuk membuat mereka s e n a n g sesuai dengan sikap batin mereka, bersumpah untuk sepenuhnya menyucikan semua kawasanbuddha, seluas aiam semesta, sampai k e jangkauan ruang paling jauh, pada semua masa, tanpa henti untuk sebanyak kalpa-kalpa d a n kawasankawasan buddha yang ada di sana. Mereka melaksanakan sumpah luhur kedelapan, untuk berusaha dengan satu tekad yang sama yang ada pada semua bodhisattva, untuk membangun akar-akar kebaikan tanpa perlawanan, untuk sama-sama memusatkan perhatian pada objek yang sama seperti pada semua bodhisattva, untuk selaras dengan semua bodhisattva, untuk mewujndkan kemunculan Buddha bila diinginkan, untuk mencapai pengetahuan kekuatan-kekuatan B u d d h a menurut k e m a u a n , untuk mencapai pengetahuan mistik yang selalu hadir, untuk berkelana ke semua aiam, untuk muncul di kalangan semua buddha, untuk menyesuaikan diri pada semua situasi, untuk meraih realisasi mahayana yang tak terbayangkan, untukmelanjutkanpelaksanaanpengamalan-pengamalan para bodhisattva, bersumpah untuk masuk ke dalam m a h a y a n a , seluas a i a m semesta, sampai ke jangkauan ruang paling j a u h , pada semua masa, tanpa henti untuk sebanyak kaipa dan pengamalan yang ada di sana. Mereka melaksanakan sumpah luhur kesembilan untuk melanjutkan pengamalanpengamalan para bodhisattva, mengendarai roda yang tak pernah berputar mundur, melalui kata-kata, pikiran, d a n perbuatan yang bermanfaat, sehingga mereka yang melihatnya pasti akan mencapai kebuddhaan, mereka yang mendengar apa yang m e r e k a katakan akan memperoleh pengetahuan, dan begitu juga mereka y a n g memiliki keyakinan suci akan terbebas dari penderitaan - mereka bersumpah untuk mencapai tingkat seperti dokter yang mujarab, untuk mencapai pengejawantahan terpenuhinya cita-cita secara gaib, untuk melanjutkan pengamalan-pengamalan para bodhisattva seluas aiam semesta, s a m p a i ke jangkauan ruang paling jauh, pada semua masa, tanpa henti sebanyak kalpa dan sebanyak pengamalan yang ada di sana, yang m e m b u a t perbuatan mereka tidak sia-sia. Mereka melaksanakan s u m p a h luhur k e s e p u l u h , untuk membangkitkan sepenuhnya pencerahan sempurna yang tiada taranya di semua aiam, untuk memperlihatkan pada setiaptahap- tanpa mengabaikan satu tempat pun - kelahiran, meninggalkan rumah, perubahan bentuk, pelatihan keras, penakiukan setan, d u d u k pada puncak pencerahan, pemutaran roda ajaran, dan rrsahaparinirwana, untuk memperoleh pengetahuan kekuatan aiam kebuddhaan yang luas dan p a d a setiap saat memperlihatkan kepada semua m a k h l u k berindria kemunculan buddha sesuai dengan sikap batin mereka sedemikian sehingga mereka dapat mencapai pencerahan dan kedamaian sempurna, untuk secara semesta meiigalami nirwana pada semua f e n o m e n a melalui satu pencerahan 15 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

sempurna, untuk menyenangkan semua makhluk sesuai dengan sikap batin mereka melalui satu ucapan, untuk memperlihatkan mahaparinirwana tanpa memutuskan kekuatan pengamalan, untuk memperlihatkan konstruksi semua ajaran dari tingkat-tingkat pengetahuan luhur, untuk meliputi semua alam dengan kekuatan mistik pengetahuan kebenaran dan pengetahuan mistik tentang kekhayalan, bersumpah untuk melahirkan pengetahuan seluas alam semesta, sampai ke jangkauan ruang paling jauh, pada semua masa, tanpa henti untuk se'mua kalpa, untuk semua pencerahari sejati." "Demikianlah, setelah mengetengahkan cita-cita yang demikian agung, niat-niat yang agung, pekerjaan-pekerjaan luhur, melalui sepuluh sumpah luhur, para bodhisattva menetap di tingkat Kegembiraan Luarbiasa melaksanakan tak terhitung banyaknya sumpah-sumpah secara sempurna, yang mereka laksanakan dalam sepuluh pengertian utuh: yaitu, untuk segenap-genapnya makhluk-makhluk, untuk segenap-genapnya duniadunia, untuk seluas-luasnya ruang, untuk seluas-luasnya alam semesta, untuk seluas-luasnya alam nirwana, untuk sebanyak-banyaknya kemunculan para buddha, untuk seluas-luasnya pengetahuan tercerahkan, untuk seluas-luasnya alam objek batin, untuk seluas-luasnya jalan masuk pengetahuan ke dalam alam para buddha, untuk sebanyak-banyaknya jalannya dunia, jalannya ajaran, danjalannya pengetahuan. Para bodhisattva bertekad bahwa usaha-usaha mereka akan bermuara pada semua makhluk hidup, dunia, ruang, alam semesta, nirwana, kemunculan para buddha, pengetahuan pencerahan, objek-objekbatin, jalan-jalan masuk pengetahuan ke dalam alam para buddha, jalannya dunia, jalannya ajaran, dan jalannya pengetahuan; dan sebagaimana semua ini tanpa akhir, begitu pula akarakar kebaikan para bodhisattva juga tanpa akhir." "Pada mereka yang melaksanakan sumpah-sumpah tersebut, batin yang bekerja dan batin yang lembut suci seutuhnya. Para bodhisattva memiliki keyakinan pada pencapaian pengamalan silam para buddha yang tercerahkan sempurna, terealisasinya jalan-jalan supraduniawi, pencapaian tingkat-tingkat secara sempurna, pencapaian kekuatan-kekuatan secara sempurna, tercapainya keahlian secara lengkap, takterhancurkannya sifatsifat unik kebuddhaan, tak terbayangkannya kebuddhaan, pencapaian alam para buddha, yang beragam tak terhingga, pencapaian pengetahuan yang tak terukur, penembusan secara sempurna ke dalam alam pada mereka yang telah tiba pada Kedemikianan. Para bodhisattva percaya akan kesempurnaan buah-buah; secara ringkas, mereka percaya p a d a pengamalan para bodhisattva, termasuk semua yang menjadi dasar bagi ajaran tentang tingkat pengetahuan para buddha." .

16

Sutra

Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

"Lebih lanjut, dapat dipaharni oleh para bodhisattva bahwa sifatsifat kebuddhaan ini begitu dalam, begitu lepas, begitu damai, begitu kosong, begitu tanpa-tanda, begitu tanpa-keinginan, begitu tanpa-noda, begitu lega, begitu tak-terukur, begitu agung, begitu sukar untuk didekati." "Lebih-lebih lagi, para bodhisattva merenung, makhluk-makhluk yang tidak tahu, karena terus menerus terpeleset ke dalam pandangan keliru, karena batin diselimuti aleh kegelapan ketidaktahuan, karena menjadi besar kepala oleh kecongkakan, karena konsepsi-konsepsi, karena kemeleka'an batin pada nafsu-nafsu sehingga terperangkap dalam jala keinginan, karena harapan- harapan yang diikuti dengan perbuatan-perbuatan dalam kekacauan kepalsuan dan kebohongan, karena perbuatan-perbuatan yang berkaitan dengan iri hati dan kecemburuan yang menciptakan keadaan duniawi, karena tumpukankegiatan penuh dengan nafsu, kebencian, dan kebodohan, karena api batin yang disulut oleh kemarahan dan kejengkelan, karena pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan diselubungi oleh pandangan khayal, karena benih-benih dalam batin, kecerdasan, dan kesadaranterseretoleh arus nafsu, kehidupan, dan ketidaktahuan, sehingga menciptakan kecambah-kecambah bagi kehidupan selanjutnya dalam dunia. Dengan kata lain, batin dan jasmani terlahir berbarengan, tak terpisahkan; dan dengan berkembang-nya batin dan jasmani, rakitan enam landasan indria terjadi; begitu landasan terbentuk, dari kontak timbal balik kesan-kesan muncul; dan ketika kesan-kesan ini semakin dinikmati dan dicari terus, kerja keinginan pun tumbuh; dengan berkembangnya keinginan, kehidupan menjelma; begitu muncul kehidupan, kelahiran, kematiar., kedukaan, kepiluan, penderitaan, kesedihan, dan kekhawatir-an muncul. Dengan cara demikian t u m p u k a n penderitaan makhluk-makhluk berindria muncul. Melihat k e t a k m a m p u a n makhluk-makhluk ini untuk lolos dari tumpukan penderitaan ini - t a k menyadari bahwa itu semua tanpa diri atau apa pun juga yang berkaitan dengan diri, bahwa itu tidak nyata, tanpa inti, kosong, tak bergerak, t a k efektif, tak berindria seperti kayu dan batu, seperti pantulan - para bodhisattva mengembangkan belas kasihan luhur untuk menyelamatkan mereka dan membebaskan mereka dari kesusahan mereka, dan mengembangkan kasih sayang luhur untuk membawa mereka ke dalam kebahagiaan t a n p a akhir dan nirwana." "Demikianlah, sewaktu menetap di tingkat pertama, dengan simpati dan kasih sayang dan dengan kemauan luhur para bodhisattva, melepaskan segala sesuatu dengan batin seimbang, melatih pelepasan agung dalam desakan semangat mencari pengetahuan pencerahan. Pelepasan ini adalah: pelepasan terhadap barang-barang, makanan, bekal, rumah, emas, 17 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

intan, semua jenis harta dan uang, permata dan perhiasan, hewan dan kendaraan, kolam pelesiran, t a m a n , hutan pertapaan dan biara, pembantu dan pegawai, pasangan hidup d a n anak-anak, rumah tangga, kota, dusun, masyarakat, tanah air, kota besar, dan semua bagian tubuh. Demikianlah, dengan tidak membeda-bedakan semua ini, pikiran .yang rajin mencari pengetahuan pencerahan meiepaskan bcgala sesuatu. Begitulah pelepasan agung pada mereka yang berada di tingkat pertama para bodhisattva terjadi." "Demikianlah, berdasarkan belas kasihan, kasih sayang, dan pelepasan, para bodhisattva, demi keselamatan dan kebebasan semua makhluk, terus berusaha menambah manfaat duniawi m a u p u n supraduniawi bagi mereka, dan sambil mencari berupaya membangkitkan batin yang tak kenal lelah. Dengan cara demikian para bodhisattva menjadi tidak kenal lelah, d a n karena tidak kenal lelah, menjadi ahli dalam'semua jenis ajaran. Dengan memiliki ajaran, melalui pertimbangan yang pandai akan apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dikerjakan, para bodhisattva tiba pada a p a saja yang cocok bagi makhluk-makhluk yang bertingkatan lemah, sedang, dan unggul, menurut kekuatan dan berkah mereka, dan karenanya memperoleh pengetahuan tentang dunia dan kemanusiaan. Dan para bodhisattva, dengan m e m a h a m i dunia, bertindak sesuai dengan waktu dan ukuran, dihiasi dengan kesederhanaan dan hati-nurani yang mantap, berjuang d e m i kepentingan dirinya dan yang lainnya. Dengan cara demikian, para bodhisattva menjadi rendah hati dan berhati-hati. Dan dalam upaya ini para bodhisattva tidak menjadi tertarik oleh kepuasan duniawi dan mencapai kekuatan yang tak surut dantakberkurang; sehingga dengan demikian bangkitlah landasan kekuatan para bodhisattva yang mantap. Lalu dengan penguatan yang m a n t a p ini, para bodhisattva bekerja melayani para buddha dan menerima petunjuk-petunjuk dari mereka. Dari sini bangkit unsur-unsur pada para bodhisattva yang menyucikan sepuluh tingkat - keyakinan, belas kasihan, kasih sayang, pelepasan, tak kenal lelah, pengetahuan akan ajaran-ajaran, pengetahuan a k a n dunia dan kemanusiaan, kesederhanaan dan hati-nurani, kekuatan mantap, dan pelayanan p a d a para buddha." "Para bodhisattva dalam tingkat Kegembiraan ini melihat banyak buddha, melalui pandangan luas dan kekuatan sumpah-sumpah luhur melihat ratusan buddha, ribuan buddha, ratusan ribu buddha, jutaan, milyaran, triliunan buddha. Setelah melihat banyak b u d d h a itu, mereka yang suci, mereka yang telah tercerahkan sempurna, melalui pandangan luas dan kekuatan sumpah-sumpah luhur, para bodhisattva menghormati dan melayani mereka dengan semangat tuhur, menyajikan bagi mereka 18 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

kebutuhan hidup, seperti m a k a n a n , pakaian, minuman, mangkuk, pembaringan, dan obat-obatan, dan mereka juga memberi kenyamanan kepada para bodhisattva, dan mereka juga menghormati dan mendukurig pasamuan suci. Para bodhisattva persembahkan akar-akar kebaikan agung ini untuk pencerahan sempurna." "Melalui pelayanan kepada para buddha ini bangkit cara-cara untuk mengembangkan makhluk-makhluk, dan para bodhisattva mengembangkan makhluk-makhluk berindria sampai menjadi matang dengan memberi dan dengan u c a p a n penuh kasih sayang, dua cara lain untuk menolong dengan kekuatan keyakinan, walaupun belum dengan pengetahuan dan pencapaian sempurna. Dari sepuluh jalan supraduniawi, jalan supraduniawi melaksanakan derma adalah yang paling utama; bukan berarti bahwa yang lain tidak dikembangkan, tetapi mereka diamalkan sesuai dengan kekuatan dan berkah y a n g ada pada masing-masing bodhisattva. Dan begitu para bodhisattva melayani para buddha dan bekerja untuk perkembangan makhluk-makhluk berindria, beramal untuk menumpuk unsur-unsur ini yang menyucikan tingkat-tingkat, begitu juga akar-akar kebaikan para bodhisattva, diabdikan untuk pengetahuan semesta, menjadi semakin suci dan m a m p u diterapkan sebagaimana diinginkan. Seperti halnya emasbila dimasukkan k e dalam api terus menerus oleh pandai emas, ia menjadi semakin murni dan mudah ditempa dan dapat dibuat meniadi berbagai perhiasan sebagaimanadiinginkan, dengan cara yang sama para bodhisattva yang melayani para buddha dan bekerja untuk kesempurnaan makhlukmakhluk berindria dan mengembangkan faktor-faktor yang menyucikan tingkat-tingkat, maka akar-akar kebaikan mereka akan menjadi semakin suci dan berguna." "Kemudian para bodhisattva pada tingkat ini hendaknya bertanya kepada para buddha, para bodhisattva, dan kalyanamitta tentang ciri-ciri dan perolehan pada tingkat pertama dan hendaknya tanpa kenal lelah berupaya memenuhi komponen-komponen tingkat ini. Dengan cara yang sama, untuk memenuhi semua komponen. tingkat-tingkat bodhisattva hingga tingkat kesepuluh, para bodhisattva haruslah terampil dalam mengenali masalah-masalah d a n jawaban-jawaban pada masing-masing tingkat, d a l a m hal pembentukan dan peleburan tiap-tiap tingkat, dalam hal bentuk-bentuk dan kegiatan-kegiatan tiap tingkat, dalam hal perolehan dan p e m u p u k a n tingkat-tingkat, dalam hai penyucian unsur-unsur tiap tingkat, dalam hal kemajuan dari satu tingkat ke tingkat berikutnya, dalam hal perolehan tiap tingkat tanpa kemerosotan, dalam hal penyucian semua tingkat pencerahan, dan dalam hal kenaikan ke tingkat pengetahuan pencerahan." 19 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

"Tiada henti untuk kenaikan para bodhisattva yang terampii dalam memajukan bentuk-bentuk pengamalan tingkat-tingkat menuju ke tingkat kesepuluh; melalui kemajuan tanpa henti d a l a m Jalan dan dengan cahaya pengetahuan tingkat-tingkat, para bodhisattva memperoleh cahaya pengetahuan-buddha. Ini seperti pemimpin kafilah yang terampii, yar.g berniat memimpin serombongan besar kafilah menuju suatu kota besar, pertama-tama pasti akan mencari tahu tentang kualitas jalan yang akan dilalui, cacat-cacat dalam jalan, tempat-tempat terbaik untuk berhenti sepanjang perjalanan, tempat-tempat bukan perhentian, dan a p a yang harus dilakukan untuk mempersiapkan perjalanan, sehingga dengan demikian mengetahui dengan baik b a g a i m a n a mencapai kota besar tersebut, mulai dari awal hingga akhir perjalanan. Secara demikian, dengan mempersiapkan perjalanan selengkapnya melalui pertimbangan yang pandai, pemimpin kafilah pada akhimya a k a n mencapai kota besar bersama-sama dengan kafilahnya, tanpa membiarkan kafilah atau dirinya ditimpa kesukaran di tempat terpencil. D e n g a n cara yang s a m a para bodhisattva, seperti pemimpin kafilah yang pandai, sewaktu memasuki tingkat pertama para bodhisattva, menjadi maklum akan persoalanpersoalan dan jawaban-jawaban pada tingkat-tingkat, pembentukan dan peleburan tingkat-tingkat, aspek-aspek pengamalan dari tingkat-tingkat, perolehan dan pemupukan tingkat-tingkat, penyucian unsur-unsur dari tingkat-tingkat, kemajuan dari satu tingkat ke tingkat lainnya, konsolidasi tiap tingkat, pengetahuan khusus tiap tingkat, perolehan tiap tingkat tanpa kemerosotan, dan kenaikan ke tingkat pengetahuan-buddha melalui penyucian berrnutu semua tingkat-tingkat bodhisattva. Secara demikian para bodhisattva, setelah mendapatkan semua perlengkapan kebajikan dan pengetahuan luhur, dan setelah mematangkan gudang pengetahuan dengan baik, berharap dapat memimpin kafilah besar makhluk-makhluk berindria menuju kota keserbatahuan, pertama-tama bertanya tentang dan mencari tahu tentang kualitas jalan tingkat-tingkat, simpangan dari jalan tingkat-tingkat, kesalahan pada jalan tingkat-tingkat, tempat-tempat berhenti terbaik sepanjang jalan tingkat-tingkat, dan a p a yang harus dilakukan terhadap perlengkapan kebajikan dan pengetahuan untuk jalan tingkattingkat, bertanya kepada para buddha, para bodhisattva, dan para kalyanamitta tentang hal ini agar menjadi benar-benar tahu mengenai bagaimana mencapai kota besar keserbatahuan ini. Secara demikian, dengan pandai-pandai menimbang jalan sebelum melangkah dan setelah secara seksama mempersiapkan perlengkapan kebajikan dan pengetahuan, para bodhisattva memimpin kafilah besar makhluk-makhluk berindria sesuai dengan kemetangannya menyeberangi tempat sampah kepusingan duniawi menuju ke kota besar keserbatahuan, tanpa membuat entah 20 Sutra Karangan Baraga : Kitab Dua- Puluh Enam

kafilahnya atau bodhisattvanya tertimpa penyakit dari tempat sampah. Secara demikian para bodhisattva hendaknya bekerja tak mengenal ielah dalam memupuk tingkat-tingkat." "Ini adalah keterangan singkat tentang masuknya para bodhisattva ke dalam tingkat pertama Kegembiraan Luar-biasa. Para bodhisattva pada tingkat ini kebanyakan adalah raja-raja suatu benua, yang memiliki kekuatan dan kekuasaan besar, penjaga h a k , bijaksana dan cakap, merawat makhluk-makhluk dengan kemurah-hatian yang besar, melaksanakan tak terhingga banyaknya kegiatan kedermawanan untuk membersihkan makhluk-makhluk dari n o d a kecemburuan d a n ketidakpuasan. Dan apapun kegiatan yang para bodhisattva laksanakan, baik melalui derma, atau ucapan penuh kasih sayang, atau tindakanbermanfaat, atau kerja sama, semua kegiatan itu tak pernah lepas dari pikiran akan Buddha, Dharma, Sangha, bodhisattva, pengamalan para bodhisattva, jalan supraduniawi, tingkat-tingkat, keahlian dan sifat-sifat unik para buddha, keserbatahuanyang sempurna dalam segala hal. CIntukmaksud apa? Untuk menjadi yang terbaik dari makhluk-makhluk, pemimpin dan pembimbing yang tiada taranya, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Mereka yang berniat menjadi demikian akan melaksanakan upaya yang cocok, dengan melepaskan semua kenyamanan dan meninggalkan keduniawian sesuai dengan ajaran Buddha. Setelah meninggalkan keduniawian, para bodhisattva dalam sekejap mencapai ratusan konsentrasi dan melihat ratusan buddha dan menyadari kekuatan mereka; mereka menggerakkan seratus dunia, pergi ke seratus kawasan, menerangi seratus dunia, mematangkan seratus makhluk, hidup seratus kalpa, menembus seratus kalpa silam dan mendatang, merenungkan seratus ajaran, dan mewujudkan seratus tubuh, setiap tubuh mewujudkan sekumpulan seratus bodhisattva. Kemudian para bodhisattva dengan kekuatan unggul sumpahsumpahnya, dengan keistimewaan sumpah-sumpahnya, mengubah tubuhtubuh, aura, kekuatan mistik, pandangan, kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dan penampilan mereka ke dalam berbagai bentuk yang tak terhitung banyaknya." Kemudian Matriks Intan bersajak menerangkan makna tingkat ini: Setelah menumpuk sifat-sifat suci dan memperoleh kebajikan, Menjalankan pengabdian, mengikuti kasih sayang dan belas kasihan pencerahan, Mengejawantahkan keyakinan agung d a n kemauan baik suci, Mereka menghasilkan batin yang tiada bandingnya bagi pe ngetahuan pencerahan. 21 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

Bersungguh-sungguh untuk mendapatkan kekuatan, kesucian, dan semangat para b u d d h a yang maha-tahu, Untuk mencapai tingkat J i n a dan menolong dunia, Kemauan agung bangkit untuk mengembangkan belas kasihan luhur, Memutar roda ajaran, dan menyucikan kawasan-kawasan buddha. Untuk mengetahui semua m a s a dalam sekejap tanpa pikiran yang membedakan, Untuk menjelaskan waktu yang tepat di dunia dengan keanekaragamannya, Secara singkat, mencari semua sifat Pembimbing, Pikiran mulia ini, tak terukur seperti ruang, lahir. Diperintah oleh kebijaksanaan, dituntun oleh belas kasihan, diberkahi keterampilan dalam cara, Suci dalam tekad dan niat, tak terukur dalam kekuatan, Tak terintangi, langsung, tak mengandalkan bimbingan yang lain, Pengetahuan batin agung setara dengan buddha, Dengan lahirnya permata-batin para bodhisattva ini Seseorang mengatasi kawasan ketidaktahuan dan menjangkau kawasan para buddha, Terlahir dalam keluarga buddha, tanpa cela, Mencapai kesetaraan d e n g a n para buddha, pasti mencapai pencerahan tertinggi. Begitu seseorang menghasilkan batin demikian, seseorang mencapai tingkat ini, Kemauannya tak tergoyahkan bak sebuah gunung, Gembira dan bahagia, tenang, penuh tekad, dan kuat, Dengan batin ringan, Tanpa kekerasan, tanpa kejahatan, bebas dari angkara, Sederhana dan patut dihormati, dengan kejujuran istimewa, penuh kendali-diri; Seseorang ingat akan pengetahuan tak terukur yang menolong dunia Dan menjadi gembira d a l a m menyongsong tingkat tersebut. Bilamaoa seseorang m e n c a p a i tingkat ini, lima ketakutan lenyap 22 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

Tak mampu memperoleh nafkah, kematian, reputasi, kesusahan, takut akan kelompok-kelompok Ketakutan itu lenyap: mengapa? Karena tidak ada lagi keterikatan akan diri. Mereka yang bebas dari ketakutan dan penuh dengan belas kasihan dan kasih sayang, Dengan keyakinan, kehormatan, dan kesederhanaan, kaya dalam kebajikan, Mengamalkan kebaikan siang maupun m a l a m , mencari ajaran untuk kepentingan kebenaran, Dan tidak untuk kenikmatan duniawi. Merenungkan dengan baik ajaran-ajaran yang mereka dengar dengan pikiran tak terikat, Kemauan mereka untuk pencerahan diarahkan tanpa nafsu meraih keuntungan, Mencari pengetahuan dan kekuatan, ajaran para buddha yang menyucikan, Mereka bekerja di jalan supraduniawi, bebas dari khayalan dan kecongkakan. Beriaku sesuai dengan kata-kata, teguh dalam ucapan benar, Mereka tidak menodai keluarga para buddha, tekun mempelajari pencerahan; Tidak terikat terhadap perbuatan duniawi, mengharapkan kebaikan bagi dunia, Tak kenal lelah dalam pekerjaan mulia,.mereka menanjak semakin tinggi. Begitulah mencari kebenaran, bersungguh-sungguh dalam mencari kebajikan, Mereka melaksanakan s u m p a h untuk melihat para buddha; Cintuk melestarikan ajaran sejati dan mendekati para pelihat, Mereka melaksanakan sumpah-sumpah dari mereka yang perbuatannya agung. Cintuk mengembangkan makhluk-makhluk dan menyucikan

kawasan-buddha, Cintuk memenuhikawasan mereka dengan bodhisattva-bodhisattva, Dengan satu maksud, tidak sia-sia,

23 Sutra

Karangan

Bung a : Kitab

Dua

Piiluh

Enam

Mereka mencari pencerahan di mana-mana. Mereka melaksanakan banyak sumpah demikian, yang tak terhingga banyaknya, Abadi seperti ruang, makhluk-makhluk, waktu, tabiatsegala sesuatu, nirwana, Dunia, kemunculan para buddha, Dan landasan pengetahuan. Mereka akan memelihara sumpah-sumpah mereka sepanjang masih ada objek-objek mental Dan menjangkau pengetahuan, tanpa akhir di dunia sepanjang ia masih bekerja: "Bila ini berakhir, semoga upaya saya berakhir juga Semoga saya dapat beramal abadi seperti ini." Begitu penuh pengabdiannya, dengan batin yang luwes dan serasi, Mereka menaruh keyakinan pada kebajikan para b u d d h a dan mengamati makhluk-makhluk berindria: Mengetahui makhluk-makhluk terkondisikan, atas dasar belas kasihan mereka merasa Mereka harus menolong makhluk-makhluk yang menderita karena samsara. Untuk maksud itu mereka melaksanakan berbagai m a c a m derma Kerajaan, segala jenis harta, kuda-kuda dan gajah-gajah, Kepala, tangan, kaki, mata, bahkan darah dan daging mereka Semua mereka berikan, tanpa membuat batin tertekan. Mereka mencari berbagai ajaran, tak kenal lelah; Setelah mengetahui, mereka berlaku sesuai dengan tabiatnya dunia. Mengetahui dunia, sederhana dan teguh, Mereka melayani tak terhitung banyaknya buddha dengan penuh hormat dan sujud. Begitulah mereka berlatih secara tetap, siang dan m a l a m , Kebajikan mereka tertempa seperti emas dalam api; Begitulah setelah membuat persiapan untuk sepuluh tingkat, Mereka memperoleh kebebasan dari halangan, setelah menghancurkan berbagai rintangan.

30

Sutra

Karangan

Bung a : Kitab

Dua Piiluh

Enam

Seperti p e m i m p i n kafilah, untuk kepentingan kafilah yang besar, Bertanya tentang ciri-ciri jalan dan kemudian melaluinya dengan selamat, Begitu pula para bodhisattva ketika memulainya di tingkat pertama Mencapai pencerahan tak terhalangi, melalui sepuluh tingkat. Berhenti di sini, mereka menjadi raja bijak, Membimbing secara benar, tanpa kekerasan dan per.uh kebaikan; Pemimpin s e m u a benua, mereka membawa semua orang Ke kebebasan dan pengetahuan-buddha tertinggi. Setelah berani membuang kekuasaan untuk mencari kebenaran, Mereka pergi ke ajaran Buddha dan mulai mengamalkannya; Memperoleh seratus konsentrasi dan melihat seratus buddha, Mereka mengguncang seratus kawasan dan mengembara sebagai penerang. Mereka menyucikan seratus makhluk, mencari seratus pintu kebenaran, Dan m e n e m b u s seratus kalpa, mewujudkan seratus tubuh; Mereka mewujudkan seratus bodhisattva, bahkan lebih, Kekuatan sumpah-sumpah agung mereka tak terukur. "Ini adalah penjelasan bagi tingkat pertama para bodhisattva y a n g istimewa yang mencari manfaat untuk semua dunia. Demikianlah tingkat pertama para bodhisattva, yang disebut Kegembiraan Luar-biasa." Setelah mendengar tentang keadaan alam yang sangat baik p a d a tingkat ini, para bodhisattva merasa sangat senang, hati dan pikiran mereka menjadi suci: bangkit dari tempat duduk mereka dan naik ke angkasa, mereka menebar bunga-bunga ke segala penjuru, sambil melantunkan kata-kata pujia'n: Istimewa, Matriks Intan, penuh dengan kebijaksanaan agung d a n keahlian; Anda telah menjelaskan dengan baik tingkat yang diamalkan para bodhisattva ini. Pasamuan suci batinnya, Bulan Kebebasan bertanya Untuk mendengar tentang tingkat berikutnya yang lebih tinggi, tingkat kedua.

25 Sutra

Karangan

Bung a : Kitab Dua

Piiluh

Enam

Bagaimana seharusnya batin diarahkan untuk menampak tingkat kedua? Bicaralah, yang bijaksana - para bodhisattva ingin mendengarnya.

Bodhisattva Matriks Intan berkata, "Para bodhisattva yang telah berhasil menyempurnakan tingkat pertama dan mencari tingkat kedua harus membangkitkan sepuluh kecondongan batin: kejujuran, kelembutan, kecakapan, kepatuhan, ketenangan, kebaikan, ketanpa-nodaan, ketakterikatan, keluasan pikiran, dan keluhuran budi. Bilamana sepuluh kecondongan batin ini sudah bekerja, seseorang m a s u k ke dalam tingkat kedua oara bodhisattva, tingkat Kesucian." "Para bodhisattva di tingkat Kesucian ini secara alami dikaruniai dengan sepuluh kebajikan dalam bertindak: mereka menghindari pemb u n u h a n , mereka menjauhi senjata dan permusuhan, mereka memiliki hatinurani dan simpati dan belas kasihan dan kasih sayang kepada semua m a k h l u k hidup, mengharapkan kesejahteraan mereka. Mereka tidak merugikan makhluk-makhluk hidup bahkan tidak d a l a m bayangan pikiran mereka, apalagi melukai makhluk-makhluk lain dengan menganiaya secara fisik dengan memiliki konsepsi makhluk seperti itu." "Para bodhisattva juga menghindari mengambil apa yang tidak diberikan. Mereka puas dengan apa yang mereka punyai dan tidak menginginkanmilik orang lain. Dengan berpikir bahwa barang-barang y a n g menjadi milik yang lain sebagai milik yang lain, mereka sedikit pun tidak membiarkan timbulnya niat untuk mencuri dan b a h k a n tidak berkeinginan mengambil sehelai rumput atau daun pun yang tak diberikan kepadanya, apalagi mengambil kebutuhan hidup dari yang lain." "Para bodhisattva juga menghindari tindakan sanggama yang keliru. Mereka puas dengan pasangan hidup mereka sendiri dan tidak menginginkan pasangan hidup yang lain. Mereka tidak membiarkan timbulnya keinginan untuk mendapatkan pasangan hidup y a n g lain, apalagi melakukan sanggama dengan mereka." "Para bodhisattva juga menghindari ucapan salah, selalu berbicara benar, sesuai dengan yang sebenarnya, yang cocok dengan waktunya, dan bertindak sesuai dengannya. Bahkan dalam mimpi mereka tidak berbicara keliru untuk maksud menipu dengan cara menutupi a p a yang mereka lihat, percaya, harapkan, maksudkan, atau inginkan; mereka tidak menceritakan kebohongan bahkan dalam mimpi, apalagi secara sadar." "Para bodhisattva juga menghindari ucapan jahat dan tidak me26 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

mecah belah atau menjengkelkan makhluk-makhluk h i d u p . Mereka tidak bergosip atau menceritakan kisah di sini dan di sana yang membuat perpecahan; mereka tidak memecah mereka yang bersama-sama atau m e n a m b a h kerenggangan di antara mereka yang terpecah. Mereka tidak menikmati ketidak-bersatuan, tidak bergembira atas perpecahan, dan tidak mengucapkan kata-kata yang menyebabkan perpecahan, baik itu benar m a u p u n tidak." "Para bodhisattva juga menghindari kata-kata kasar d a n meninggalkan pembicaraan yang tidak pada tempatnya, keras, kotor, menusuk yang lain, secara terbuka atau tertutup menjengkelkan yang lain, tidak sopan, jorok atau mesum, tak menyenangkan untuk didengar, provokatif, mengesalkan, menyakitkan hati, menyebalkan, menimbulkan tentangan, tak menyenangkan, merusak bagi diri sendiri m a u p u n yang lain. Setelah meninggalkan pembicaraan yang demikian, para bodhisattva berbicara dengan kata-kata yang tidak melukai dan lembut, dapat diterima, manis, membuatnikmat, menyenangkan, bermanfaat, suci, menyenangkan bagi telinga, cocok, disukai, elok dan jelas, mudah dipahami, berharga untuk didengarkan, tak bercampur aduk, disukai banyak orang, diinginkan banyak orang, menyenangkan bagi banyak orang, dapat diterima banyak orang, mencerahkan, bermanfaat dan menyenangkan bagi semua makhluk, meringankan batin, menyucikan diri sendiri dan yang lain." "Para bodhisattva juga menghindari pembicaraan tak bermanfaat; mereka berbicara secara bijaksana, cocok dengan waktunya, benar, bermakna, sepantasnya, masuk akal, mengandung pelajaran. Mereka mengucapkan kata-kata berisi, dengan hati-hati mempertimbangkan dan menjaga pembicaraan mereka, cocok dengan k e a d a a n , beraturan, direnungkan dahulu bahkan sebelum menceritakan kelakar, dan tidak pernah, tentunya, omong-omong sekenanya." "Para bodhisattva juga bebas dari iri hati, bahkan tidak mempunyai rasa t a m a k atas harta, kesenangan, kenikmatan, barang-barang, dan milik orang lain, apalagi berkeinginan untuk memiliki apa yang menjadi hak yang lain; mereka tidakmencari atau berharap atau menginginkan keuntungan." "Para bodhisattva juga bebas dari kejahatan d a n kemarahan; mereka mencintai semua makhluk, mengharapkan kesejahteraan mereka, bersimpati, cemas akan, sayang akan melindungi semua, memperhatikan akan a p a yang baik bagi mereka. Meninggalkan semua yang membawa cela karena angkara, kebencian, dan ketakramahan, perlawanan, dan penyerangan yang dibakar oleh kemauan jahat dan permusuhan, para

27 Sutra

Karangan

Bung a : Kitab Dua Piiluh

Enam

bodhisattva harus merenungkan a p a yang bermanfaat, dengan mempertimbangkan apa yang diperlukan dalam memberikan kasih sayang untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semua makhluk." "Para bodhisattva juga mencapai pandangan benar dan mengikuti Jalan benar. Mereka meninggalkan peramalan dan berbagai pandangan keliru, melihat dengan benar, tidak melakukanpenipuan, dan mengarahkan batinnya kepada Buddha, Dharma, d a n Sangha." "Karena para bodhisattva terus menerus memelihara sepuluh kebajikan ini, mereka membangkitkan niat ini: 'Keburukan, kesengsaraan, dan kesukaran apapun yang menimpa makhluk-makhluk berindria, semua disebabkan oleh kelakuan yang tidak bajik, karenanya saya sendiri akan tetap patuh pada perilaku benar dan juga membimbing yang lain ke kelakuan yang benar. Mengapa? Tidaklah mungkin membawa yang lain mematuhi perilaku benar bila diri sendiri tidak patuh menjalankan perilaku benar."' "Mereka juga berpikir demikian: alam neraka, binatang, dan setan terjadi karena pelaksanaan perbuatan tidak baik, dan tingkatan manusia hingga ke alam kehidupan tertinggi terjadi karena pelaksanaan perbuatan baik. Sepuluh perbuatan baik di tingkat lebih tinggi yang dilatih dengan kebijaksanaan, tetapi berdasar pada kesempitan, takut akan dunia, kurang kasih sayang luhur, dan mendengarkan kata-kata yang lain, akan berkembang menuju ke kendaraan para sravaka. Bila disucikan di tingkat yang lebih tinggi lagi, karena bukan dibimbing oleh yang lain, tetapi karena pencapaian-sendiri tanpa mengikuti y a n g lain, karena pencerahan-sendiri tanpa mencarinya dari yang lain, karena kurang kasih sayang luhur dan keterampilan dalam cara, dan karena pengertian mendalam tentang kebersyaratan, mereka mengembangkan kendaraan para pratyeka. Bila disucikan bahkan di tingkat lebih tinggi lagi, dengan pikiran luas tak terukur, simpati dan kasih sayang tak terukur, penyerapanketerampilan dalamcara, melaksanakan sumpah-sumpah luhur, tidak menjauhi makhluk-makhluk berindria, dan memusatkan perhatian p a d a pengetahuan kebuddhaan yang luas, mereka menjalankan pengamalan meluas untuk menyucikan tingkattingkat bodhisattva dan jalan-jalan supraduniawi. Bila disucikan bahkan di tingkat lebih tinggi lagi, mereka menghasilkan kesempurnaan semua ciri-ciri pencerahan, hingga diberkahi dengan sepuluh kekuatan dan kesadaran penuh akan semua ciri-ciri kebuddhaan. Oleh karenanya, melalui perbuatan-perbuatan baik ini, setelah melaksanakan itu semua secara mcrata, upaya perlu dikerahkan untuk mencapai penyucian lengkap terhadap semua aspek-aspek mereka."

28

Sutra

Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

"Mereka juga menyadari ini: perbuatan tidak baik pada tingkat yang terburuk, bila dikembangkan dan dijalankan seringkali, menjadi penyebab untuk masuk ke aiam neraka; pada tingkat menengah, mereka menjadi penyebab untuk masuk ke aiam binatang; pada tingkat teringan mereka menjadi penyebab untuk masuk ke aiam setan. Membunuh membimbjng ke aiam neraka, ke aiam binatang, ke a i a m setan. tetapi bila seseorang dilahirkan sebagai manusia, ini membawa d u a konsekuensi: hidup pendek dan banyak penyakit. Mencuri m e m b i m b i n g ke aiam neraka, ke aiam binatang, ke a i a m setan, tetapi bila seseorang dilahirkan sebagai manusia, ini membawa dua konsekuensi: kemiskinan akan harta benda dan hanya dapat memiliki yang menjadi milik bersama. Tindakan asusila membimbing ke aiam neraka, ke aiam binatang, ke a i a m setan, tetapi bila seseorang dilahirkan sebagai manusia, ini m e m b a w a dua konsekuensi: masuk ke dalam masyarakat yang kacau dan pasangan hidup yang tak setia. Membohong membimbing ke aiam neraka, ke aiam binatang, ke aiam setan, tetapi bila seseorang dilahirkan sebagai manusia, ini membawa dua konsekuensi: banyak fitnah dantakdipercaya. Pembicaraan yang memecahbelah membimbing ke aiam neraka, ke alarm binatang, ke aiam setan, tetapi bila seseorang diiahirkan sebagai manusia, ini membawa dua konsekuensi: rumah tangga yang berantakan dan keluarga yang terpecah-pecah. (Jcapan kasar membimbing ke aiam neraka, ke a i a m binatang, ke aiam setan, tetapi bila seseorang dilahirkan sebagai manusia, ini membawa dua konsekuensi: mendengar hal-hal yang tak menyenangkan, dan silang sengketa. Pembicaraan yang membingungkan dan tak berarti membimbing ke aiam neraka, ke a i a m binatang, ke aiam setan, tetapi bila seseorang dilahirkan sebagai manusia, ini membawa dua konsekuensi: kata-katanya tak dipercaya d a n pembicaraannya tak jelas. Iri hati membimbing ke aiam neraka, ke a i a m binatang, ke aiam setan, tetapi bila seseorang dilahirkan sebagai rnanusia, ini membawa dua konsekuensi: ketidakpuasan dan ambisi. Kemarahan membimbing ke aiam neraka, ke aiam binatang, ke aiam setan, tetapi bila seseorang dilahirkan sebagai manusia, ini membawa dua konsekuensi: terperosok ke dalam pandangan kelirudan menjadi penuh tipu daya dan kecurangan. Jadi sepuluh perilaku tidak baik ini cenderung membawa ke pembentukan tumpukan kesengsaraan yang tak terukur besarnya - sehingga karenanya tinggalkanlah sepuluh perilaku tidak baik ini dan nikmati kesenangan dalam t a m a n kebajikan." "Setelah menyingkirkan sepuluh perilaku tidak baik ini, mereka melaksanakan sepuluh perilaku baik dalam kehidupan dan juga membimbing yang lainnya agar meriiru mereka. Lebih daripada itu para bodhisattva membangkitkan dalam diri makhluk-rnakhluk beriridria keinginan untuk 29 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan mereka, dengan kasih sayang, simpati, belas kasihan, dan keinginanuntuk merawat mereka dan melindungi mereka, dengan berpikir bahwa semua makhluk adalah sama seperti mereka sendiri, dengan berpikir mereka sebagai teladan dan guru." "Ini adalah apa yang para bodhisattva pikir: 'Ah, makhluk-makhluk ini telah terperosok ke dalam pandangan salah; pikiran dan kecondongan dalam batin mereka keliru: berjalan di jalan yang salah, terbelit-belit, mereka perlu diarahkan ke jalan yangbenar, jalan pandangan benar, sesuai dengan realitas. Ah, makhluk-makhluk ini sedang berselisih, bersilang sengketa, dalam pertikaian, selalu terbakar oleh amarah dan kebencian - kita harus membina mereka dalam pelatihan kasih sayang luhur yang tiada taranya. Ah, makhluk-makhluk ini tak pernah puas, mengiri barang orang lain, menjalani cara tidak baik dalam mencari nafkah - kita harus membina mereka dalam perbuatan, ucapan, pikiran, dan pencaharian benar. Patut disayangkan, makhluk-makhluk ini mengikuti dorongan nafsu, kebencian, dan pandangan khayal, terbakar oleh api berbagai kesusahan, dan tidak mencari jalan keluar sejati dari semua ini - kita harus membimbing mereka ke nirwana, dimana semua penderitaan lenyap dan tak ada kesakitan lagi. Patut disesalkan, makhluk-makhluk ini diselubungi oleh kegelapan dan ketidakjelasan karena pandangan khayal dan ditutupi oleh kegelapan ketidaktahuan; mereka telah masuk ke dalam kekusutan kegelapan yang luas sekali, telah jauh terasing dari alam kebijaksanaan dan terperosok ke dalam kegelapan yang luar biasa, masuk ke dalam rimba pandangan sesat - kita harus menjernihkan mata kebijaksanaan tak terhalangi mereka, sehingga mereka dapat mengetahui segala sesuatu sebagaimana adanya tanpa terpengaruh oleh yang lainnya. Ah, makhlukmakhluk ini berkelana di gurun kehidupan rutin; mereka dalam kesulitan, gundah, terperosok ke dalam perangkap besar, menghadapi kemungkinan jatuh ke alam neraka, alam binatang, atau alam setan; mereka terjerat dalam jala pandangan salah yang berbahaya, terbelit oleh pandangan khayal; mereka telah m a s u k ke jalan yang salah, buta, kurang bimbingan, dan berpikir tentang yang bukan penyelamatan sebagai penyelamatan; terikat oleh tali setan-setan, mereka tertipu oleh objek-objek indria curian, tanpa bimbingan yang baik, dan telah m a s u k ke dalam semak belukar watak setarw, menjadi terasing jauh dari batin tercerahkan: kita harus menyelamatkan mereka dari kesukaran di gurun pusaran duniawi dan harus menempatkan mereka di kota tanpa -ketakutan, di kota semua pengetahuan, dimana tidak ada penderitaan atati kesakitan. Makhluk-makhluk ini, malangnya, tenggelam dalam gelombang yang dahsyat, terjun ke dalam airus keinginan, kehidupan, keiidaktcfhtiart; dafrt pandangan keliru, terseret

30

Sutra

Karangan

Bung a : Kitab Dua Piiluh

Enam

r

oleh aliran pusaran duniawi, terperosok ke d a l a m sungai keinginan, ke dalam arus deras, tak m a m p u melihat secara objektif, menuruti jalan pikiran bernafsu, dengki, dan jahat, terjerat oleh setan pandangan keberadaan nyata badan jasmani, terjun ke dalam jurang pusaran keinginan, ketengah nafsu kenikmatan, m e m a n d a n g tinggi kawasan kecongkakan-diri, busuk di dalam oleh perilaku buruk dan tidak baik, t a k mampu menghindar dari bahaya kampung enam indria, tanpa seorang p u n menolong mereka, tanpa penolong atau pelindung, t a n p a perlindungan: kita harus menyajikan belas kasihan luhur, kebajikan, d a n kekuatan, dan membawa mereka ke pulau intan serbatahu, bebas dari kesulitan, bebas dari nafsu, damai, bahagia, bebas dari bahaya, jauh dari ketakutan. Makhluk-makhluk ini malangnya terkurung oleh banyak penderitaan, kesedihan, dan kejengkelan, oleh ikatan cinta dan benci, suka dan tidak suka, d a l a m kesedihan dan dukacita, dalam belenggu keinginan, dalam kekusutan pandangan khayal, kecongkakan, dan ketidaktahuan, dalam penjara tig§__alam: kita harus membimbing mereka ke nirwana, terlepas dari tiga aiam, kota tanpa ketakutan, dimana semua penderitaan lenyap, bebas dari rintangan. Ah, makhluk-makhluk ini terikat pada diri dan rnilik-miliknya, tak mampu melepaskan diri dari keterikatan pada unsur-unsur jasmani dan batin, berlaku mengikuti khayalan, tinggal di dalam kampung indria-indria yang terpencil, terserang ular-ular pembentuk j a s m a n i yang berbisa, terkepung oleh bandit-bandit kelompok batin-jasmaniyang ganas, mengalamikesakitan yang tak terhingga: kita harus membawa mereka ke kebahagiaan luhur, bebas dari semua ikatan - yaitu, ke nirwana yang kosong dari semua halangan. Sangat disayangkan bahwa cita-cita para makhluk ini rendah dan sempit dan mereka kekurangankemauan untuk mencapai keserbatahuan tertiriggi; bahkan jika mereka ingin melolcskan diri, mereka hanya membayangkan kendaraan-kendaraan yang mengarah ke pencerahan dan pembebasan pribadi saja - kita harus mengarahkan mereka ke Kendaraan Agung (Mahayana) pembebasan semesta y a n g tiada taranya yang sesuai dengan tujuan tekad luhur untuk mencapai kebuddhaan teragung dan kecerdasan keserbatahuan." "Demikianlah b a n y a k buddha menjadi tampak dalam wilayah pencerapan para bodhisattva yang mampu mempertahankan kekuatan moralitasnya, yang telah terampi! mengaktifkan simpati, belas kasihan, dan kasih sayang, yang t a n p a diminfa menjadi sahabat baik bagi semua makhluk, yang telah t'dak menjauhi makhfuk-makhluk berindria, yaftg terampil menyelesaikan a p a yang harus dikerjakan, yaftg berdiam di tingkat kestielari para bodhisattva, dafam pandartejart d a n kekuatan kemauah fubuf para bodhisattva; para bodhisattva mencerap banyak sekali buddha,

Sutra kardtigan

Bunga

: Kitab titia Puluh

Mtiaiii

beratus-ratus, beribu-ribu, berjuta-juta, bermilyar-milyar, bertriliun-triliun buddha, melalui pandangan dan kekuatan sumpah mereka y a n g luar biasa. Setelah melihat begitu banyak buddha, mereka menghormati dan menjunjung tinggi dan bersujud ke hadapan mereka dengan pikiran mulia, dan mempersembahkan semuakeperluan mereka - pakaian, makanan d a n minuman, pembaringan, dan obat-obatan; mereka juga menyajikan keny amanan bagi para bodhisattva dan menjunjung tinggi pasamuan suci. Mereka mengabdikan akar-akar kebaikan ini bagi pencerahan sempurna yang tiada taranya. Mereka juga melayani para buddha dan dengan hormat belajar dari mereka tentang sepuluh kebajikan dan tak pernah melupakannya begitu mereka mempelajarinya; selama berkalpa-kalpa mengatasi noda-noda cemburu dan perilaku buruk, mereka karenanya mencapai kesucian kedermawanan dan moralitas." "Seperti halnya emas akan menjadi semakin bebas dari segala hal yang membuatnya tidak murni bila ditempatkan dalam a s a m belerang, begitu pula para bodhisattva dalam tingkat Kesucian, berkat pembersihan dari kotoran kecemburuan dan perilaku buruk, mencapai kesucian kedermawanan dan moralitas. Di antara empat cara pembebasan, ucapan penuh kasih sayang paling unggul di antaranya; di antara sepuluh jalan supraduniawi, moralitas adalah yang terunggul. Ini tidak berarti mereka tidak mengamalkan yang lainnya - mereka melakukan yang terbaik yang mereka bisa, sebagaimana seharusnya." "Ini adalah keterangansingkat tentang tingkat kedua para bodhisattva, tingkat Kesucian. Kebanyakan para bodhisattva tingkat ini adalah para penguasa, raja-raja empat benua dan guru-guru Dharma.yang kompeten, penuh kekuasaan, mampu menjauhkan makhluk-makhluk dari kotoran perilaku buruk, mengarahkan mereka ke sepuluh jalan perbuatan bajik. Apapun tindakan yang para bodhisattva lakukan, entah dengan jalan memberi, atau ucapan penuh kasih sayang, tindakan bermanfaat, atau kerja sama, semua itu dikerjakan tidak dengan pikiran lain dalam hatinya melainkan hanya dengan pikiran akan Buddha, Dharma, dan Sangha, para bodhisattva, pengamalan para bodhisattva, jalan supraduniawi, tingkattingkat, kekuatan-kekuatan, keahlian-keahlian, sifat-sifat unik para buddha, dan semua aspek keserbatahuan. Mengapa? Untuk menjadi makhluk yang terbaik, p e m i m p i n dan pembimbing yang tiada taranya, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Mereka yang ingin menjadi demikian menjalankan upaya yang cocok, d e n g a n melepaskan semua kesenangan dan meninggalkan

32

Sutra Karangan

Bung a : Kitab Dua

Piiluh

Enam

keduniawian untuk masuk ke dalam ajaran Buddha. Setelah meninggalkan keduniawian, dalam sekejap mereka mencapai ribuan konsentrasi, melihat seribu buddha d a n mengenali kekuatan mereka, menggoyang seribu dunia, pergi ke seribu lapangan, menerangi seribu dunia, mematangkan seribu makhluk, h i d u p untuk seribu kalpa, menembus seribu kalpa silam dan mendatang, merenungkan seribu ajaran, dan mewujudkan seribu tubuh, setiap tubuh mewujudkan rombongan seribu bodhisattva. Kemudian para bodhisattva d e n g a n keunggulan kekuatan ikatan janjinya, dengan kualitas sumpah-sumpahnya yang tiada taranya, rnengubah tubuh, aura, kekuatan mistik, p a n d a n g a n , kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dan penampilan mereka melalui tak terhitung banyaknya cara." K e m u d i a n Matriks Intan bersajak menerangkan makna tingkat ini: Mereka lembut, jujur, tulus, berkemampuan, Berkemauan baik, jinak, murni, tak terikat, penuh kesadaran; Dengan pikiran luas mereka memasuki tingkat kedua. Di sini, mereka adalah penjunjung kebajikan, dikaruniai kebaikan. Menghindari pembunuhan, batin mereka bebas dari kejahatan. Mereka tidak mengambil apa yang tak diberikan atau mengambil pasangan hidup orang lain. Mereka penuh kebenaran, tidak memfitnah, tidak kasar dalam bicara, Mereka tak menginginkan milik orang lain, berhati penuh kasih \sayang, Mengikuti Jalan benar, dan tidak memiliki pikiran curang. Dengan tubuh-tubuh tiruan, terhias indah, Mereka menghormati Guru dan selalu tekun. Kesakitan neraka dan aiam binatang, H u k u m a n di aiam setan, dibakar dan lapar abadi, S e m u a dihasilkan oleh perbuatan jahat; Dengan menolak mereka, marilah kita mencapai kebenaran. Sejak kelahiran di aiam manusia seperti diinginkan, Hingga ke puncak kehidupan, bebas dari perselisihan, dengan berkah meditasi, Kendaraan pratyeka, kendaraan-kendaraan para sravaka dan para buddha, S e m u a terjadi dari sepuluh jalan kebajikan.
' /

33 Sutra Karangan

Bung a : Kitab

Dua Piiluh

Enam

Mengetahui ini, para bodhisattva selalu tekun, Dengan teguh melaksanakan etika d a n juga mengimbas yang lain untuk berbuat yang sama. Lebih lanjut, diberkahi dengan belas kasihan, Mengetahui makhluk-makhluk menderita, bangkit simpati mereka. "Terperosok ke dalam pandangan salah begitulah mereka yang diliputi ketidaktahuan, Dengan batin lekas marah, membenci, dan menentang, Selalu tidak puas, mencari objek y a n g lebih Makhluk-makhluk ini didorong oleh keinginan, kebencian, dan khayalan haruslah dibebaskan." "Mereka diselubungi kegelapan luar biasa, terperosok ke dalam pandangan khayal, Di jalan buruk di tengah kebuasan, d a l a m jala besar pandangan salah;
Dalam kurungan kehidupan duniawi, musuh-musuh menyerang mereka -

Kita harus membebaskan mereka y a n g ada dalam kurungan iblis. "Digulung ombak samsara, tenggelam dalam badai, Mereka tersiksa ratusan kesusahan di tiga alam, Terbungkus dalam kelompok-kelompok, memandang sebagai diri -

mereka

Untuk kepentingan mereka kita berjuang, membebaskan mereka dari kesakitan. "Setelah melepaskan kendaraan kebuddhaan yang agung ini, Walaupun mereka mengarah agar bisa meloloskan diri, cita-cita mereka rendah; Kita akan membawa mereka ke pengetahuan buddha yang tanpa cela." Begitulah para bodhisattva membangkitkan semangat yang tiada taranya menuju pencerahan. Dalam tingkat ini para bijaksana, setelah mengumpulkan ratusan kebajikan, Melihat banyak buddha dart menghormati mereka dengan memberikan persembahan. Kebajikan mereka semakin mengkilap selama berkalpa-kalpa, Seperti emas masuk ke dalam a s a m beferang.

34

Sutra Karahgalt

Biirtga

• Kitab Dua Patuh

Enam.

Di sini para bodhisattva menjadi raja-raja, Membimbing makhluk-makhluk berindria melalui sepuluh kebajikan: Dengan semua kebajikan yang telah mereka tumpuk, Mereka akan menjadi juru selamat dunia, kaya dalam sepuluh kekuatan. Disertai niat melepaskan kesenangan sebagai raja, Meninggalkan keduniawian untuk mengejar Dharma mulia, dengan teguh, Penuh dengan semangat, mereka meraih konsentrasi agung Dan dalam sekejap melihat seribu b u d d h a . Para bodhisattva dalam tingkat ini juga menampilkan Banyak kekuatan batin, dengan maksud-maksud mulia; Di luar ini, diberkahi dengan kekuatan s u m p a h dan pengetahuan, Mereka membimbing makhluk-makhluk melalui berbagai jenis keajaiban. "Demikianlah telah diterangkan tingkat kedua para bodhisattva yang mulia, yang bekerja untuk kesejahteraan semua aiam." Setelah mendengar tingkat-tingkat pengamalan agung di kawasan para bodhisattva, yang tak terbayangkan, para bodhisattva yang menjadi pendengar, bergembira, menebarkan beraneka r a g a m bunga-bungaan dari langit, berkata, "Istimewa! Anda telah menjelaskan begitu baik, atas dasar belas kasihan kepada semua makhluk, batang tubuh perilaku para bijaksana, kawasan tingkattertinggi kedua. Dengan benar, tanpa kebohongan atau perubahan, anda telah menerangkan pengamalan para bodhisattva yang menggembirakan, dengan kejelasan istimewa, untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semua makhluk. Teruskanlah bicara tentang tingkat istimewaketiga - buatlah agaralam luhur ini dapat diceritakan sebagaimana adanya, dikaitkan dengan pengetahuan dan perbuatan benar. Ceritakan jalan perilaku para Jina, pengamalan kedermawanan dan moralitas para bijaksana, kesabaran, semangat, ketenangan, kebijaksanaan, keterampilan, belas kasihan dan kasih sayang Fuhur - ceritakan semuanya, tanpa mengabaikan apa p u n juga." Bulan Kebebasan berkata, "Oh Matriks Intan, ceritakan watak mereka yang mendekati tingkat ketiga." Matriks Itt&ti berkata, badhissrttva yang tSfah seperitihnya menyucikan batin di tingkat kedua naik ke tingkat ketiga. Seseorang m a s u k ke tingkat ketiga rweMui sepuluh pemusatan pe¥ftatiahf batin secara sadar 35 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

"Pats

terhadap: kesucian, kestabilan, ketanpa-khayalan, ketanpa-nafsuan, ketakmerosotan, keteguhan, semangat, ketak-kenal-lelahan, keluhuran budi, dan kebesaran jiwa. Dengan memusatkanperhatian batin terhadap sepuluh hal ini, seseorang masuk ke tingkat ketiga. "Lebih lanjut, para bodhisattva di tingkat ketiga ini memeriksa ketidakkekalan semua yang bersyarat, sebagai hal yang benar; dan mereka memeriksa kesakitan, ketaksucian, ketakterandalan, keterhancuran, ketakstabilan, kemunculari dan kemusnahan dalam sekejap, tak-akan-menjadisebelumnya, tak-menjangkau-masa-silamjketaktahanandihadapan semua y a n g bersyarat. Melihat semua hal yang bersyarat dengan cara ini, para bodhisattva, melihat mereka sendiri tanpa perlindungan, tanpa penjagaan, dalam dukacita, kesedihan, kesukaran, terbelenggu oleh kesukaan dan ketidaksukaan, dengan banyak penderitaan, kekesalan, kekacauan, tanpa sumberdaya, terbakar oleh api nafsu, kebencian, dan khayalan, dipenuhi oleh banyak penyakit, yang m e m b u a t batin mereka semakin ingin bebas dari semua hal yang bersyarat dan mengarahkan batin mereka ke pengetahuan pencerahan. Para bodhisattva juga mengenali ketakterbayangkannya pengetahuan pencerahandan mengenali ketiadataraannya, ketakterukurannya, kesulitan menjangkaunya, ketakbergantungannya, kebebasannya dari penderitaan, kebebasannya dari kesukaran, dan bagaimana ini menuntun ke kota tanpa ketakutan dan tak pernah kembali lagi dari sana, dan bagaimana ini menolong banyak orang." "Begitulah setelah mengamati ketakterukuran pengetahuan pencerah a n , dan mengamati penuhnya penderitaan pada semua keadaan bersyarat, para bodhisattva lebih lanjut mengembangkan sepuluh perasaan terhadap makhluk-makhluk berindria: perasaan bahwa mereka berada tanpa pemimpin dan pelindung; perasaan bahwa mereka selalu dalam keadaan miskin; perasaan bahwa mereka terbakar oleh api nafsu, permusuhan, dan kebodohan; perasaan bahwa mereka terkurung dalam penjara kehidupan; perasaan bahwa mereka selalu terselubung dalam tidur nyenyak dalam semak-semak penderitaan; perasaan bahwa mereka tak m a m p u memandang segala sesuatu secara objektif; perasaan bahwa mereka telah menjaiihi keinginan untuk menjadi baik; perasaan bahwa mereka telah kehilangan jejak ke pencerahan; perasaan bahwa mereka terseret arus keduniawian; perasaan bahwa mereka telah kehilangan caracara untuk meraih kebebasan." "Dengan melihat dunia makhluk berindria begitu penuh dengan penderitaan, para bodhisattva bangkit semangatnya, berpikir, 'Saya harus menolong dan rnembebaskan makhluk-makhluk ini; saya harus me36 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - P u l u h Enam

nyucikan dan menenangkan mereka; saya harus membimbing mereka, mengarahkan mereka, membuat mereka bahagia, mengembangkan mereka, dan membuat mereka mencapai kedamaian sempurna.'" "Demikianlah tanpa tertipu oleh semua yang bersyarat, penuh pertimbangan terhadap semua makhli'k berindria, melihat manfaat keserbatahuan, berlindung dalam pengetahuan pencerahan, mengabdi untuk penyelamatan semua makhluk, para bodhisattva merenung demikian: 'Melalui cara apa makhluk-makhluk ini, yang terperosok ke dalam begitu banyak kesusahan seperti keadaan mereka sekarang, dapat diangkat dan dikembangkan menuju kebahagiaan nirwana sejati dan dibuat memperoleh kebebasan dari semua keraguan akan semua hal?' Muncul dalam benak para bodhisattva, 'Cara-cara untuk melakukan ini bukan lain ada dalam kawasan pengetahuan kebebasan tak terintangi; dan pengetahuan kebebasan tak terintangi bukan lain ada dalam kesadaran akan segala sesuatu sebagaimana adanya; dan kesadaran akan segala sesuatu sebagaimana adanya bukan lain ada dalam pengetahuan supraduniawi tentang yang tak bersyarat dan tak dilahirkan; dan cahaya pengetahuan itu bukan lain ada dalam perenungan melalui kecerdasan analitisyang terlatih dalam meditasi; dan kecerdasan analitis yang terlatih dalam meditasi bukan lain ada dalam keterampilan belajar.'" "Para bodhisattva lalu menerapkan pengetahuan perenungan ini dalam pencarian Jalan Buddha, siang dan malam asyik mendengarkan Dharma, menginginkan Dharma, menikmati Dharma, bergembira dalam Dharma, mengandalkan Dharma, mengabdi untuk Dharma, memusatkan perhatian pada Dharma, asyik d a l a m Dharma, berlindung dalam Dharma, menetap dalam Dharma, diselamatkan oleh Dharma, bertindak sesuai dengan Dharma." "Sewaktu para bodhisattya sedang berupaya penuh mencari Jalan Buddha, tiada yang mereka tidak Iepaskan - barang-barang, persediaan, tempat tinggal, barang-barang berharga, bahkan tubuh mereka sendiri dan karena besarnya kerinduan mereka akan kebenaran mereka tidak m e m a n d a n g ini sebagai hal yang sulit untuk dikerjakan; mereka hanya m e m a n d a n g sulit mendapatkan orang yang dapat mengungkapkan kebenaran, yang mengajarkan bahkan sekadar sepatah kata kebenaran. (Jntuk kepentingan Buddha D h a r m a tak ada benda luar apa pun yang melekat pada mereka yang mereka tidak tinggalkan, dan tak ada apa pun yang ada di dalam diri mereka yang tidak mereka Iepaskan. Tidak ada layanan bagi guru-guru yang mereka tidak kerjakan; tidak ada kebanggaan atau kecongkakan yang mereka tidak Iepaskan dan tak ada tindakan rendah

37 Sutra

Karangan

Bung a : Kitab

Dua Piiluh

Enam

hati yang mereka tidak terima; tak ada penderitaan jasmani yang mereka tidak tanggung. Mereka lebih senang mendengar sepotong sajak D h a r m a yang belum pernah mereka dengar daripada mendapatkan satu galaksi penuh dengan permata; mereka lfebih senang mendengar sepotong sajak yang baik daripada mendapatkan kerajaan; mereka lebih senang mendengar sepatah kata ajaran baru yang diucapkan oleh buddha sempurna yang menyucikan pengamalan pencerahan daripada memperoleh status kedewataan untuk selama beratus-ratus ribu kalpa. Jika seseorang menyatakan kepada para bodhisattva, 'Saya juga mempunyai sepatah kata ajaran yang diucapkan oleh buddha yang tercerahkan sempurna yang menyucikan pengamalan para bodhisattva, yang akan saya katakan jika anda melempar diri anda sendiri ke dalam lubang api yang berkobar dan menahan sakitnya di situ,' para bodhisattva berpikir, 'Bahkan untuk kepentingan sepatah kata ajaran yang diucapkan oleh buddha yang tercerahkan sempurna saya dapat menanggung untuk melempar diri saya sendiri dari surga k e dalam sebuah galaksi penuh api, apalagi h a n y a ke dalam sebuah lubang api biasa. Sesungguhnyalah, kita harus berani mencari Buddha Dharma bahkan melalui semua penderitaan dan kesakitan neraka, apalagi c u m a sekadar kesakitan kehidupan dalam alam manusia.' Mereka mencari ajaran dengan semangat dahsyat seperti ini; dan mereka merenungkan ajaran secara benar sebagaimana mereka mendengarnya. Lebih lanjut, setelah mendengar ajaran-ajaran ini, dengan meditasi luhur dalam batin mereka, sendiri dalam tempat-tempat sunyi, mereka berpikir, 'Hanya melalui penembusan dan pelatihan Dharma dengan menggunakan metode yang tepat sajalah ajaran Buddha dijalani - mereka tidak dapat dijelaskan hanya dengan omong-omong."' "Para bodhisattva di tingkat Bersinar meninggalkan nafsu dan kejahatan dan hal-hal yang tidak baik untuk kepentingan realisasi Dharma dan penerapan pengamalannya: dengan pikiran dan perenungan, menyendiri, penuh kegembiraan dan kebahagiaan, mereka mencapai tingkat pertama meditasi dan tinggal di sana. Dengan berhentinya pikiran dan perenungan, kesucian dalam, penguasaan penunggalan perhatian, bebas dari pikiran dan proses berpikir, perhatian terpusat, bergembira dan berbahagia, mereka mencapai tingkat kedua meditasi. Dengan bebas dari nafsu untuk kesenangan mereka tinggal dalam keseimbangan; dengan perhatian dan pengetahuan yang tepat, mereka mengalami kebahagiaan fisik: seperti para bijaksana berkata, mereka yang tanpa nafsu, perhatian penuh, berbahagia, dan lepas dari kegembiraan mencapai dan tinggal dalam tingkat ketiga meditasi. Dengan melepaskan kenikmatan dan kesakitan, dan dengan hilangnya kejengkelan dan kegembiraan sebelumnya, bebas dari kenikmatan

38

Sutra Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

dan kesakitan, seimbang, dengan perhatian murni, mereka mencapai d a n tinggal dalam tingkat keempat meditasi." "Dengan mengatasi semua pencerapan terhadap bentuk-bentuk, dengan hilangnya s e m u a pencerapan terhadap objek-objek, dengan tidak meletakkan perhatian pada berbagai pencerapan, mereka mencapai d a n tinggal dalam aiam ruang tanpa batas, sadar akan ruang tanpa batas. Dengan mengatasi secara total aiam ruang tanpa batas, mereka mencapai dan tinggal dalam a i a m kesadaran tanpa batas, sadar akan kesadaran t a n p a batas. Dengan mengatasi secara total a i a m kesadaran tanpa batas, mereka mencapai dan tinggal dalam aiam kekosongan, sadar akan ketiadaan segala apa pun juga. Dengan mengatasi secara total aiam kekosongan, mereka mencapai d a n tinggal dalam aiam bukan pencerapan m a u p u n bukan-pencerapan. Ini dikerjakan berlandaskan bukan pada kesenangan, tetapi hanya untuk keperluan pencapaian penerapan pengamalan Dharma." "Dengan pikiran terberkahi dengan kasih sayang, pikiran luas, jiwa besar, tak-mendua, tak-terukur, bebas dari permusuhan dan kebencian, tanpa rintangan, t a n p a penderitaan, meluas ke-mana-mana, mereka mengembara ke tempat terjauh di aiam semesta, menjangkau semua a i a m di seluruh ruang. Dengan cara yang s a m a , dengan batin dipenuhi d e n g a n kasih sayang, keriangan, dan keseimbangan, pikiran luas, jiwa besar, takmendua, bebas dari permusuhan dan kebencian, tanpa halangan atau penderitaan, menjangkau ke-mana-mar.a, mereka menjelajah ke seluruh aiam semesta, ke s e m u a aiam dalam ruang. Mereka mengalami beraneka ragam kegiatan ajaib, bahkan mengguncang bumi; dari satu, mereka menjadi banyak, dan setelah menjadi banyak, mereka menjadi satu; mereka bisa muncul dan menghilang; mereka berjalan melalui dinding dan b a h k a n melalui pegunungan, seperti melalui ruang kosong; mereka berkelana duduk di angkasa seperti burung-burung; mereka muncul dari d a n menembus ke dalam tanah tak terintangi seolah-olah seperti di air, berjalan di atas air seperti 6'. atas tanah; mereka menciptakan asap dan api seperti api unggun dan mencurahkan air dari tubuh mereka seperti awan besar, yang membanjiri sistem dunia ini, atau dibuat berkobar-kobar, d a n dipadamkan; bahkan matahari dan bulan di sini, begitu kuat dan berkuasa, mereka raih dengan tangan, dan kekuatan mereka bahkan menjangkau surga Brahma; dengan telinga batin, suci, melebihi manusia biasa, mereka mendengar baik suara manusia maupun dewa, entah halus atau pun keras, jauh atau dekat, mendengar bahkan suara serangga; mereka mengetahui batin makhluk-makhluk lain, orang-orang lain, sebagaimana adanya mereka mengetahui bilamana mereka iri hati atau tanpa nafsu, bila mereka

39 Sutra

Karangan

Bung a : Kitab Dua

Piiluh

Enam

penuh kebencian atau tidak, bila mereka berkhayal atau tidak, bila mereka menderita atau tidak, bila mereka berpikiran sempit atau luas,-bila mereka berjiwa besar, bila mereka tak terukur, bila mereka bingung atau tidak, bila mereka terpusat perhatiannya atau tidak, bila mereka bebas atau tidak, bila mereka bernoda atau tidak, bila batin mereka kasar atau tidak - semua ini mereka ketahui sebagaimana adanya; dengan ca. a ini mereka mengetahui batin orang-orang lain sebagaimana adanya. Mereka ingat kediamankediaman yang lalu: mereka ingat satu kehidupan, d u a , tiga, empat, lima, sepuluh, seratus, dua ratus, tiga ratus, empat ratus, lima ratus - mereka ingat ratusan kehidupan, beratus-ratus kehidupan, beribu-ribu kehidupan, beratus-ribu kehidupan, beratus-ribu-milyar-triliun kehidupan; mereka ingat masa menjadi, masa melebur, masa menjadi d a n melebur, dan ingat banyak masa menjadi dan melebur, ratusan masa, ribuan masa, ratusan ribu masa, ratusan juta masa, ratusan milyar masa, hingga ratusan milyar triliun masa - mereka tahu, 'Saya berada di suatu tempat yang demikian bernama demikian, di keluarga demikian, di kasta demikian, dengan m a k a n a n demikian, dengan masa kehidupan demikian, tinggal selama demikian, mengalami kesenangan dan kesakitan demikian; saya meninggal di' sana dan dilahirkan di sini, meninggal di sini d a n dilahirkan di sana' - mereka tahu banyak jenis kediaman lalu, termasuk ciri-ciri mereka, penampakan, dan pembicaraan di sana. Dengan m a t a batin mereka, suci, melebihi manusia biasa, mereka melihat makhluk-makhluk, meninggal, dilahirkan, berwatak baik, berwatak buruk, dalam keadaan baik, dalam keadaan jelek, lemah, unggul, mengikuti daya perbuatan mereka; mereka mengetahui makhluk-makhluk sebagaimana sebenarnya: 'Makhluk-makhluk ini berperilaku buruk dalam berpikir, berucap, dan bertindak, mereka memfitnah parabijaksana, mereka mengikuti pandangan salah; disebabkan oleh perbuatan-perbuatan yang berdasarkan pandangan salah, oleh sebab itu, syarat itu, setelah berurainya tubuh dan kematian, mereka jatuh ke dalam keadaan menyedihkan dan terlahir di neraka. Makhluk-makhluk yang lain baik dalam pikiran, ucapan, dan tindakan, mereka t ; dak memfitnah parabijaksana, mereka melihat dengan benar; kar-ena perbuatan dan usaha menjalankan kewajiban sesuai dengan pandangan benar, setelah mereka meninggal mereka dilahirkan dalam keadaan yang menyenangkan di surga.' Dengan demikian, dengan mata batin, suci, melebihi manusia biasa, mereka melihat makhluk-makhluk, ciri-^iri mereka, penampakan, dan ucapan, kematian, kelahiran, berwatak dan berpenampilan baik dan buruk, dalam keadaan baik dan jelek, lemah dan unggul, sesuai dengan perbuatan mereka - mereka mengetahui mereka sebagaimana sebenarnya. Mereka masuk dan bangkit dari meditasi ini, kebebasan, konsentrasi, dan pencapaian ini, tak dilahirkan dengan daya mereka sendiri. Jika mereka 40 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

melihat di suatu tempat ada unsur-unsur pencerahan yang dapat disempurnakan, mereka dengan sengaja lahir di sana dengan kekuatan k e m a u a n n y a karena demikianlah kekonsistenan batin para bodhisattva, setelah mencapai keterampilan dalam cara." "Para bodhisattva dalam tingkat Bersinar ini melihat banyak buddha, dengan pandangan dan kekuatan kemauan luhur - mereka melihat beratusratus buddha, beratus-ribu, berjuta-juta, bermilyar-milyar, bertriliun-triliun buddha, dengan pandangan dan kekuatan kemauan luhur. Setelah melihat buddha-buddha itu, yang telah tercerahkan sempurna, mereka menghormati dan membuat persembahan bagi mereka dengan penuh kesungguhan, melengkapinya dengan makanan, pakaian, obat-obatan, tempat duduk dan pembaringan. Mereka juga memberikan kenyamanan bagi para bodhisattva dan menghormati pasamuan suci. Mereka mengabdikan akar-akar kebaikan ini untuk mewujudkan pencerahan. Mereka juga melayani buddha-buddha itu, dengan penuh hormat mendengarkan ajaran-ajaran mereka, memungutdan memelihara ajarannya, membuatnya dilafalkan berulang-kali, dan menerapkan dan mengamalkannya sesuai dengan kemampuan mereka. Mereka mengamati ketidakhadjran proses dan ketakpunahan dan kebersyaratan segala sesuatu; semua belenggu nafsu mereka menjadi lemah, semua belenggu terhadap bentuk, semua belenggu terhadap kehidupan, semua belenggu ketidaktahuan menjadi lemah, dan belenggu-belenggu mereka yang disebabkan oleh pandangan keliru telah dienyahkan. Keinginan jelek lenyap dari para bodhisattva di tingkat Bersinar karena tak ditumpuk selama berkalpa-kalpa yang tak terhitung lamanya, dan begitu juga kebencian yang keliru dan pandangan khayal yang menyesatkan, karena mereka tidak membuat ataupun rnenumpuknya. Akar-akar kebaikan mereka menjadi jernih, suci, dan berguna. Seperti halnya emas di tangan tukang yang ahli akan tetap sama bobotnya, begitu pula nafsu jelek, kebencian, dan pandangan khayal lenyap dari para bodhisattva di tingkat Bersinar, tak pernah diturnpuk selama berabad-abad, sementara akar-akar kebaikan mereka menjadi jernih dan suci d a n berguna." "Lebih lanjut, kesabaran dan kelembutan mereka suci, begitu pula keakraban, bebas dari amarah, ketaktergangguan, ketenangan, bebas dari kesombongan dan kerendah-dirian, bebas dari keinginan untuk dihormati, bebas dari keinginan untuk memperoleh penghargaan atas apa yang mereka perbuat, kejujuran, dan ketak-terlibatan - semuanya suci. Bagi mereka, di antaraempat cara penyelamatan, perbuatan bermanfaat adalah yang paling utama, dan di antara sepuluh cara supraduniawi, toleransi supraduniawi adalah yang terunggul, sedangkan yang lainnya mereka latih 41 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

sesuai dengan kekuatan mereka." "Ini adalah ringkasan dari tingkat ketiga para bodhisattva, tingkat Bersinar. Kebanyakan dari para bodhisattva di tingkat ini adalah para Indra, pemimpin makhluk-makhluk surga dari surga tigapuluhtiga, cakap, berkuasa, menyediakan sarana untuk melepaskan makhluk-makhluk dari nafsu jasmani dan keinginan, terampii dalam membebaskan makhluk-makhluk dari lumpur keinginan. Apapun yang para bodhisattva kerjakan - entah derma, ucapan penuh kasih sayang, perbuatan bermanfaat, atau kerjasama - pikiran mereka selalu tertuju kepada Buddha, Dharma, Sangha, para bodhisattva, pengamalan para bodhisattva, jalan-jalan supraduniawi, tingkat-tingkat, keahlian dan sifat-sifat unik para buddha, termasuk keserbatahuan sempurna. Untuk maksud apa? Untuk menjadi yang terbaik dari semua makhluk, pemimpin dan pembimbing yang tiada taranya, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Mereka yang mencari yang demikian menempuh upaya yang cocok, yang membuatnya dapat dengan segera memperoleh seratus ribu konsentrasi, melihat seratus ribu buddha dan mengenali kekuatan mereka, mengguncang seratus ribu dunia, pergi ke seratus ribu kawasan, menerangi seratus ribu alam, mematangkan seratus ribu makhluk, hidup seratus ribu kalpa, menembus seratus ribu kalpa silam dan mendatang, merenung seratus ribu ajaran, dan mewujudkan seratus ribu tubuh, setiap tubuh diiringi oieh seratus ribu bodhisattva. Kemudian para bodhisattva dengan kekuatan sumpah-sumpahnya menampilkan, dengan keistimewaan sumpahsumpahnya, tak terhitung banyaknya pengubahan tubuh-tubuh mereka, aura, kekuatan mistik, pandangan, kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dan penampiian." Kemudian Matriks Intan bersajak menerangkan m a k n a tingkat ini: Dengan batin suci, penuh kebajikan, ketekunan batin, Tak bernafsu dan tak merosot, Teguh, rajin, kokoh, bersemangat, berjiwa-besar, Mereka memasuki tingkat ketiga. Di tingkat ketigc/ Bersinar, mereka merenung Azas derita, tak kekal, tak suci, Berurai, sementara, sesaat, t a k efisien, Dan tanpa kedatangan dan kepergian, bagi semua yang bersyarat. Mereka melihat yang bersyarat sebagai penyakit, diiringi oleh dukacita dan kepiluan, 42 Sutra Karangan Baraga : Kitab Dua- Puluh Enam

Penderitaan, terbelenggu oleh ketertarikan dan keengganan, Tempat penderitaan dan ketidakbahagiaan, sepertiapi yang berkobar, Semua ini bangkit berbarengan tiada hentinya. Kecewa akan semua keadaan m a k h l u k , tak terikat, Dengan pikiran terpusat mencari pengetahuan pencerahan, Mereka mencari pengetahuan para buddha yang tak terbayangkan, Tak terpikirkan, tiada taranya, bebas dari penderitaan. Melihat pengetahuan-buddha bebas dari semua kesakitan, Mereka kasihan akan mereka yang tanpa-daya, selamanya melarat, Terbakar oleh api nafsu dan kebodohan, Batin terikat oleh ratusan kesusahan dalam kehidupan seperti neraka. Mereka mengerahkan upaya teguh untuk menolong mereka yang diselimuti penderitaan, Mereka yang tanpa pandangan terang, yang memiliki sedikit kemauan, Yang kehilangan permata jalan pencerahan, Mengikuti arus pusaran duniawi, takut akan kebebasan. Mencari pengetahuan, tak terikat, berbuat untuk kepentingan dunia, Mereka memikirkan bagaimana m e m b u a t pembebasan dunia Itu bukan di mana-mana melainkan d a l a m pengetahuan pencerahan yang tanpa rintangan, Dan pengetahuan para Buddha yang tak kenal akhir lahir dari kebijaksanaan. Merenung bahwa kebijaksanaan berasal dari pelajaran, Para bodhisattva berjuang dengan tekun sebagai pelajar; Siang dan malam, untuk kemajuan belajar, tak mengerjakan lainnya, Mereka mencari kebenaran sebagai tujuan akhir. Kumpulan permata dan mutiara, keluarga yang dicintai, Kekuasaan, beraneka ienis kota d a n tempat tinggal yang tak berhingga, Pasangan hidup dan anak-anak, handai-taulan Semua mereka Iepaskan tanpa ikatan untuk kepentingan kebenaran. 43 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

\

Kepala, tangan, kaki, mata, daging, lidah, gigi, telinga, Hati, darah, tulang, sumsum, Mereka relakan dengan gembira, tak memandangnya berat, Hanya memandang berat untuk bisa mendengar kebenaran. Jika seseorang memberitahu mereka Ia akan memberi permata ajaran Buddha Kepada mereka yang siap terjun. ke dalam kobaran api, Mereka akan terjun tanpa kegelisahan. Cintuk sepatah kata Dharma mereka akan melompat Dari surga ke dalam galaksi api: Berapa sukarkah memperoleh pencerahan agung para buddha ini, Yang didapatkan melalui penderitaan manusia? Me:reka akan menahan kesakitan nereka yang tak kunjung padam Sepanjang itu akan membuatnya memperoleh pengetahuan para pelihat, Apalagi hanya sekadar tumpukan kesakitan di dunia manusia Mereka akan menanggung kesakitan untuk kepentingan Dharma yang agung. D a n setelah mendengar Dharma, mereka memikirkannya dengan akal sehat Dan meraih erripat meditasi, batin yang tak terukur, Penunggalan tanpa-bentuk, dan lima pengetahuan mistik agung, Tetapi, setelah menguasai mereka, tak terlahir di bawah kekuasaan mereka. Di sini pemikul kebajikan memberi hormat kepada jutaan buddha Dan dengan batin bebas-keraguan mendengarkan Dharma; Dalam tingkatan ini mereka menjadi bebas dari kesalahan, suci, Seperti emas bebas dari kotoran, tak meiosot. Di sini yang bajik menjalankan kepemimpinan surgawi, Berkuasa, bebas dari nafsu, Membuat banyak kelompok orang menjadi bajik dan tanpa nafsu, Bersungguh-sungguh mencari sifat-sifat kebuddhaan. Di sini para bodhisattva menjalankan upaya keras; Setelah memperoleh ratusan ribu konsentrasi dengan lengkap, Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Pululi Enam

Mereka melihat berbagai ciri unggul 'tubuh-tubuh' para buddha, Dan lebih banyak lagi sifat-sifat yang tak terhitung jumlahnya, ! dengan kemauan luar biasa. "Ini adalah penjelasan tentang tingkat ketiga para bodhisattva, yang mencari manfaat bagi s e m u a orang." "Begitulah setelah mendengar pengamalan yang jauh jangkauannya ini, dari tingkat yang unggul d a n mulia ini, para bodhisattva menjadi senang dan menghujani Buddha dengan bunga-bungaan. Ketika ajaran ini diucapkan, samudera-samudera dan b u m i bergetar; para dewi jelita yang penuh pengabdian bersukaria d a l a m Dharma dengan nyanyian, sedangkan para dewa, yang penuh sukacita, menghujani Buddha dengan permata surgawi dan berkata, "Jina yang berbicara penuh manfaat telah bangkit, setelah mencapai kesejahteraan dan kebajikan. Kita sekarang telah mendengar jalan paling istimewa, perilaku agung para bodhisattva, tingkat para bijaksana, yang sukar didengar bahkan dalam seratus kalpa. Bicaralah terus, O yang bijaksana, untuk kepentingan surga dan dunia, tentang pengamalan istimewa para bodhisattva. Kumpulan makhluk surgawi ini ingin mendengar semua kebenaran sejati." Bulan Kebebasan berkata kepada Matriks Intan, "Pembicara yang gagah, ceritakan kepada para bodhisattva keadaan luhur bagi mereka yang memasuki tingkat keempat." Matrikslntanberkata, "Siapapunyangtelah menyucikan pandangan di tingkat ketiga masuk ke tingkat keempat. Seseorang masuk ke dalam tingkat ini melalui sepuluh jalan masuk ke dalarn cahaya Dharma: dengan menggunakan jalan masuk k e dalam cahaya melalui perenungan terhadap aiam makhluk-makhluk; dengan menggunakan jalan masuk ke dalam cahaya melalui p e r e n u n g a n terhadap alam-alam dunia; dengan menggunakan jalan masuk ke dalam cahaya melal"' perenungan terhadap alam-alam fenomena dan prinsip-prinsip; dengan menggunakan jalan masuk ke dalam cahaya melalui perenungan terhadap aiam ruang; dengan menggunakan jalan masuk k e dalam cahaya melaiui perenungan terhadap aiam kesadaran; dengan menggunakan jalan masuk ke dalam cahaya melalui perenungan terhadap aiam nafsu; dengan menggunakan jalan masuk ke dalam cahaya melaiui perenungan terhadap aiam berbentuk; dengan menggunakan jalan masuk ke dalam cahaya melalui perenungan terhadap aiam tak-berbentuk; dengan menggunakan jalan masuk ke dalam cahaya melalui perenungan terhadap aiam pengabdian batin-luhur; dan dengan menggunakan jalan masuk ke dalam cahaya melalui perenungan 45 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

terhadap a i a m kecondongan batin jiwa-besar." "Di sini, di tingkat keempat, yang disebut Berkobar, bersamaan dengan pencapaian tingkat ini para bodhisattva dilahirkan d a l a m keluarga para buddha, sedemikian agar dapat memperoleh sifat-sifat yang cocok untuk itu melalui sepuluh hal yang mengembangkan dan mematangkan pengetahuan: dengan kemauan yang tak merosot; dengan kepercayaan yang sama sekali taktergoyahkan terhadaptiga permata; dengan perenungan terhadapkejadiandankehancuransegalayang bersyarat; dengan perenungan -terhadap ketiadaan asal pada hakekat sebenarnya;-dengan perenungan terhadap pembentukan dan penghancuran dunia; dengan perenungan terhadap terjadinya kehidupan disebabkan oleh perbuatan; dengan perenungan terhadap pusaran duniawi dan nirwana; dengan perenungan terhadap perbuatan makhluk-makhluk dan kawasan-kawasan; dengan perenungan terhadapmasa silam dan mendatang; dan dengan perenungan terhadap ketiadaan dan ketakhancuran. Setelah mengejawantahkan sepuluh hal ini yang mematangkan pengetahuan, para bodhisattva dilahirkan di keluarga para buddha dengan memiliki prinsip-prinsip yang cocok dengan itu." "Lebih lanjut, para bodhisattva di tingkat Berkobar ini melanjutkan pemeriksaan terhadap tubuh d a l a m dengan bersemangat, dengan kesadaran seksama d a n penuh perhatian, mengatasi nafsu dan kekecewaan duniawi. Mereka melanjutkan pemeriksaan terhadap tubuh luar dengan bersemangat, dengan kesadaran seksama d a n penuh perhatian, mengatasi nafsu dan kekecewaan duniawi. Mereka melakukan hal yang sama terhadap perasaan dalam, perasaan luar, dan perasaan dalam dan luar, terhadap batin dalam, batin luar, d a n batin dalam d a n luar. Mereka melanjutkan pemeriksaan terhadap fenomena dalam, dengan kesadaran seksama dan p e n u h perhatian, mengatasi nafsu dan kekecewaan duniawi. Mereka melanjutkan pemeriksaan terhadap fenomena luar, dengan kesadaran seksama dan p e n u h perhatian, mengatasi nafsu dan kekecewaan duniawi. Mereka melanjutkan pemeriksaan terhadap fenomena dalam dan luar, dengan kesadaran seksama dan penuh perhatian, mengatasi nafsu d a n kekecewaan duniawi." "Para bodhisattva akan d a n berjuang mencegah munculnya keadaan yang jelek d a n tidak baik yang belum muncul; mereka memprakarsaiupaya bersemangat, memerintah batin dan mengaturnya secara tepat. Mereka akan dan berjuang untuk menghancurkan keadaan yang jelek dan tidak baik yang telah muncul, memprakarsai upaya bersemangat, memerintah batin dan mengaturnya secara tepat. Mereka akan dan berjuang untuk kemantapan, mencegah kehilangan, penambahan, menrngkatkan hasil dan 46 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

pemUpukan, d a n menyempurnakan p e n c a p a i a n keadaan b a i k y a n g telah muncul, merriprakarsai upaya bersemangat, memerintah batin dan mengatumya s e c a r a tepat."

"Mereka mengembangkan landasan bagi kekuatan mistik kemauan digabungkan dengan konsentrasi dan usaha, berdasarkari ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan: landasan bagi kekuatan mistik semangat digabungkan dengan konsentrasi dan usaha, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan k e p a d a m a n , untuk. keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan landasan bagi kekuatan mistik perhatian digabungkan dengan konsentrasi dan usaha, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkafi kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan landasan bagi kekuatan mistik perenungan digabungkan dengan konsentrasi dan usaha, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan." "Mereka mengembangkan kemampuan keyakinan, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan kemampuan semangat, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan k e m a m p u a n perhatian, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan kemampuan konsentrasi, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan k e m a m p u a n kebijaksanaan, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan." "Mereka mengembangkan kekuatan keyakinan, berdasarkan ketakterika'can, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan kekuatan semangat, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan kekuatan perhatian, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, u n t u k keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan kekuatan konsentrasi, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan kekuatan kebijaksanaan, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk 53 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

keperluan pelepasan." "Mereka mengembangkan faktorpencerahan perhatian, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka m e n g e m b a n g k a n faktor pencerahan penyelidikan segala sesuatu, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan faktorpencerahan semangat, berdasarkanketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan faktor pencerahan kegembiraan, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan faktor pencerahan ketenangan, berdasarkan ketidakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan faktor pencerahan konsentrasi, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka m e n g e m b a n g k a n faktor pencerahan keseimbangan, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan." "Mereka mengembangkan pikiran benar, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan pandangan benar, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan ucapan benar, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka m e n g e m b a n g k a n perbuatan benar, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan pencaharian benar, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan k e p a d a m a n , untuk k e p e r l u a n pelepasan. Mereka mengembangkan upaya benar, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan perhatian benar, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan. Mereka mengembangkan meditasi benar, berdasarkan ketakterikatan, berdasarkan ketenangan, berdasarkan kepadaman, untuk keperluan pelepasan." "Lebih lanjut, semua ini disebabkan oleh keprihatinan terhadap semua makhluk, disebabkan oleh usaha untuk menyempurnakan sumpahsumpah dulu, disebabkan oleh tuntunan belas kasihan luhur, disebabkan oleh kesadaran akan kasih sayang luhur, disebabkan secara prinsip sedang

48

Sutra Karangan

Baraga

: Kitab D u a - Puluh

Enam

terpusat kepada keserbatahuan, disebabkan oleh kesibukan dalam penggunaan secara lengkap kekuatan-kekuatan, keahlian-keahlian, sifatsifat unik, tanda-tanda, perhiasan-perhiasan, d a n suara semua buddha, disebabkan sedang dalam pencarian kebenaran agung sejati, disebabkan mengikutipelajaran tentang kebebasan dari ajaran mulia para buddha , dan disebabkan oleh perenungan akan kekuatan a g u n g keterampilan dalam cara-cara membebaskan." "Lebih lanjut, para bodhisattva di tingkat Berkobar initerbebas dari segala keterikatan - terhadap apa yang dipandang sebagai kekayaan, apa yang dipandang sebagai milik seseorang, apa y a n g dijaga dan disimpan, a p a yangdipikirkan, apa yang direnungkan, apa y a n g dibayangkan, muncul dan menghiiang yang dibangkitkan oleh keterikatan terhadap gagasan tentang tubuh nyata, diri, makhluk, kehidupan, pertumbuhan, orang, kepribadian, kelompok jasmani dan batin, unsur-unsur, dan landasanlandasanindria. A p a pun perbuatan yang tidak seharusnya dikerjakan, tidak disetujui oleh para buddha sempurna, dan membangkitkan penderitaan, para bodhisattva mengatasinya; apa pun perbuatan yang seharusnya dikerjakan, disetujui oleh para buddha sempurna, dan cocok menjadi perlengkapan bagi Jalan pencerahan, para bodhisattva menjalankannya." "Selagi para bodhisattva semakin mengembangkan unsur-unsur J a l a n yang dicapai melalui keterampilan dalam cara dan kebijaksanaan untuk memperoleh Jalan, batin mereka semakin lembut, halus, m u d a h diatur, dan altruistik, tak menderita, mencari kesempurnaan akhir sejati, mencari pengetahuan luhur, membebaskan s e m u a makhluk, mematuhi dan menghormati para guru mereka, mengamalkan ajaran-ajaran yang telah mereka pelajari. Mereka juga menjadi penuh rasa terima kasih dan menghargai terhadap apa yang sudah terjadi p a d a mereka, dan mereka menjadi sangat penuh keberanian, mudah dilayani, jujur, lembut, tidak rumit, tidak menipu, bebas dari kecongkakan, mudah diajak bicara, terampil dalam menangkap maksud pembicara. Dengan begitu para bodhisattva mencapai kesabaran, kendali diri, dan ketenangan." "Dalam kesabaran, penuh kendali diri, dan ketenangan, mereka merenungkan unsur-unsur Jalan menyucikan tingkat-tingkat lebih luhur dengan semangat yang tak kunjung padam, dengan semangat tak kenal susah, dengan semangat pantang mundur, dengan semangat besar luar biasa, dengan semangat tak kenal akhir, dengan semangat berkobar-kobar, dengan semangat tiada taranya, dengan semangat tak terkalahkan, bersemangat dalam mengembangkan semua makhluk agar menjadi matang, bersemangat dalam membedakan apa yang baik diajarkan dan 49 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

apa yang tidak. Dan batin mereka menjadi semakin suci, kenriauan mereka tidak pernah melemah, dan unsur semangat mereka menyala-nyala; akarakar kebaikan luhur mereka tercipta, dan mereka berhasil menghancurkan kotoran duniawi. Semua keraguan dan ketidakpastian mereka tanggal, dan mereka berhasil menghadirkan batin bebas dari keraguan. Mereka juga mer.capai kegembiraan dan kefenteraman. Mereka muncul di kalangan kekuatan buddha dan mencapai kemauan tak terukur." "Bagi para bodhisattva di tingkat Berkobar ini, banyak buddha menjadi iampak, melalui pandangan dan kekuatan kemauan luar biasa: ratusan buddha, ribuan buddha, ratusan ribu buddha, jutaan buddha, ratusan juta buddha, milyaran buddha, triliunan buddha menjadi kelihatan pada para bodhisattva melalui pandangan dan kekuatan kemauan luar biasa. Setelah melihat para buddha itu, mereka menghormati dan memberi persembahan kepada mereka dengan semangat luhur, melengkapi mereka dengan barang-barang berguna seperti pakaian, makanan dan minuman, pembaringan, alas duduk, dan obat-obatan; mereka juga memberi kenyamanan kepada para bodhisattva dan memberi penghormatan kepada pasamuan suci. Akar-akar kebaikan ini mereka abdikan bagi pencerahan sempurna yang tiada taranya." "Mereka juga melayani buddha-buddha itu dan dengan penuh hormat mendengar ajaran mereka, mempelajarinya, mengingatnya, dan mengamalkan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan mereka. Dalam banyak hal para bodhisattva pergi meninggalkan rumah tangga untuk mendapat pembinaan dari buddha-buddha itu. Kemauan, niat, pengabdian, dan keseimbangan mereka disucikan lebih lanjut. Di tingkat Berkobar ini para bodhisattva menegakkan kesucian kemauan, niat, pengabdian, dan keseimbangan untuk banyak kalpa, ratusan dan ribuan dan jutaan dan milyaran dan triliunan kalpa, dan akar-akar kebaikan mereka menjadi bersinar terang. Sebagaimana halnya emas yang ditempa oleh pandai emas yang ahli menjadi perhiasan tak mungkin dikalahkan sinarnya oleh emas yang belum ditempa, demikian juga akar-akar kebaikan para bodhisattva di tingkat Berkobar ini tak akan terkalahkan sinarnya oleh akar-akar kebaikan di tingkat yang lebih rendah. Dan seperti halnya cahaya yang dihasilkan oleh sebuah permata, cahaya yang memancar dari kawasan bersinar murni sempurna, tak akan terkalahkan terangnya oleh cahayacahaya murni lainnya yang dihasilkan oleh permata-permata, dan cahaya tersebut tidak dapat dihapuskan oleh angin, air, atau hujan, demikian juga para bodhisattva di tingkat Berkobar ini tak akan terkalahkan terangnya oleh para bodhisattva di tingkat lebih rendah, dan pengetahuan mereka

50

Sutra

Karangan

Baraga : Kitab D u a - Puluh

Enam

tak dapat dihancurkan oleh perbuatan setan m a n a pun atau penderitaan." "Dari empat cara penyelamatan, kerja sama adalah yang paling menonjol pada para bodhisattva ini, dan di antara sepuluh jalan supraduniawi, semangat adalah yang paling menonjol - walaupun mereka tetap juga melatih yang lainnya sebaik-baiknya sesuai kemampuan mereka." "Ini adalah ringkasan dari tingkat keempat para bodhisattva, tingkat yang disebut -Berkobar_Kebanyakan para bodhisattva di tingkat ini adalah para penguasa surga dari surga bagian tepat waktu, kuat, mampu mengenyahkan pandangan keliru makhluk-makhluk tentang keberadaan tubuh nyata dan menempatkan mereka di pandangan benar. Apa pun perbuatan yang dilaksanakan para bodhisattva di tingkat ini, entah melalui derma, melalui ucapan penuh kasih sayang, melalui perbuatan bermanfaat, atau melalui kerja sama, semuanya tak pernah lepas dari pikiran akan Buddha, Dharma, Sangha, para bodhisattva, pengamalan para bodhisattva, jalan supraduniawi, kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik para buddha, hingga ke keserbatahuan sempurna dalam segala hal. Mengapa? Untuk menjadi yang terbaik dari s e m u a makhluk, pemimpin dan pembimbing tiada tara, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Mereka yang mencari yang demikian menjalankan upaya yang cocok, yang membuat m e r e k a secara tetap memperoleh semilyar konsentrasi, melihat semilyar buddha dan mengenali kekuatan mereka, mengguncang semilyar dunia, mengunjungi semilyar kawasan, menerangi semilyardunia, mematangkan semilyar makhluk, menegakkannya semilyar kalpa, menembus semilyar kalpa silam dan mendatang, merenungkan semilyar ajaran, dan mewujudkan semilyar tubuh, masing-masing dikelilingi Oleh semilyar bodhisattva. Kemudian para bodhisattva dengan kekuatan sumpah-sumpahnya, dengan keistimewaan sumpah-sumpah mereka, mempergelarkan tak terhitung bany akny apengubah an tubuh, aura, kekuatan mistik, kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dan penampilan." Kemudian Matrikslntan bersajak untuk menguraikan makna tingkat ini:

Mereka yang telah menyelesaikan tingkat ketiga, Bersinar, Merenungkan perbuatan makhluk-makhluk, dunia, dan fenomena, Dengan kesucian tekad dan kemauan, mereka memasuki Aiam ruang, aiam batin, dan tiga aiam. Begitu mereka yang berkekuatan luhur mencapai tingkat Berkobar, 51 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

Mereka dilahirkan di keluarga Guru, tak pernah merosot lagi, Tak terpisahkan dari Buddha, Dharma, dan Sangha, Mengamati kelembaman kesinambungan kelahiran dan kematian. Merenungkan terjadinya perbuatan yang membuat dunia berkembang, Pada lingkaran kehidupan, nirwana, kawasan-kawasan, dan makhlukmakhluk, Juga fenomena, silam dan mendatang, tak musnah dan tak berasal, Mereka tumbuh dalam keluarga Guru, berlaku selaras. Setelah menyadari prinsip-prinsip ini, dengan kasih sayang dan belas kasihan, Mereka merenungkan fenomena jasmani dan batin mereka, Mereka merenungkan y a n g dalam, luar, dan kedua-duanya, Merenungkan empat pokok perhatian, bebas dari keterikatan. Sejak penghancuran kejahatan, setelah mengembangkan sifat-sifat baik, Mereka menjalankan e m p a t upaya benar: Mereka mengembangkan empat landasan kekuatan mistik, kek u a t a n dan kemampuan, Cahaya permata faktor-faktor pencerahan, dan juga Jalan mulia. Mereka mengembangkan ini untuk kepentingan makhluk-makhluk, memusatkan batin mereka pada hal ini, S u m p a h mereka mendukung mereka, dengan didahului belas kasihan, Mencari pengetahuan keserbatahuan, lapangan para buddha, Memikirkan kekuatan a g u n g dan jalan terluhur. J u g a teguh dalam mencari tingkat kebijaksanaan yang tak tergoyahkan Dan G u r u bersuara-buddha agung, Permata jalan muiia dan kediaman kebebasan, Mereka mengembangkan cara-cara mU'ia. Bebas dari pandangan keliru tentang tubuh nyata dan semua pandangan keliru, Bebas dari keakuan dan kemilikan, dari kehidupan dan keuntungan, Di tingkat keempat ini noda keterikatan Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam

Hingga ke kelompok-kelompok, landasan indria, dan unsur-unsur ditanggalkan. Apa pun perbuatan yang dipantangkan oleh para buddha Karena mengundang penderitaan dan tak bermanfaat Para bodhisattva menghindarinya dan dengan niat suci Menjalankan perbuatan baik untuk kepentingan dunia. Mereka menjadi lembut dalam batinnya, Berhati-hati, sejuk, ramah, jujur, penuh kasih sayang, mudah dilayani; Tak menderita, mereka mencari jalan terluhur dalam pencarian pengetahuan tertinggi, Bertindak untuk kepentingan dunia. Dengan penuh hormat menghampiri yang mulia, berharap untuk belajar, Mereka penuh terima kasih, mudah diajar, tidak munafik. Bebas dari kebanggaan dan tipu muslihat, tenang dan berani, Mereka membangkitkan semangat pantang m u n d u r dalam pemupukan. Mereka yang masuk ke dalam keindahan tingkat ini Batinnya mengarah ke kebenaran sejati; Semangatnya menyala, mereka meningkatkan sifat-sifat baik Semua noda, kotoran, ketakpedulian, dan keraguan lenyap. Para bodhisattva di sini, orang-orang yang terbaik, Menghormat kepada milyaran buddha, mendengar ajaran mereka, Dan tak melekat kepada dunia yang dimasukinya, Tak mungkin membusuk, seperti perhiasan emas. Tingkat y a n g bajik dari batin, pengetahuan, pengamalan bijaksana, Dan jalan kesucian para bijaksana di tingkat ini Tak dapat diputar balik bahkan oleh milyaran setan, Seperti halnya sinar permata tak dapat luluh oleh air hujan. Mereka y a n g di tingkat ini, patut dimuliakan manusia d a n dewa, Menjadi penguasa surga bagian tepat waktu, menjalankan keadilan surgawi; 53 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

Mereka menjauhi makhluk-makhluk dari jeratan pandangan keliru dan menumpuk kebaikan Cintuk kepentingan pengetahuan pencerahan. Penuh dengan semangat, mereka melihat semilyar buddha, Karena konsentrasi, penunggalan perhatian: Setelah itu untuk banyak kalpa mereka menjalankan perbuatan bermanfaat, Pekerjaan-pekerjaan mulia dicirikan oleh pengetahuan. "Anak-anak Buddha, saya telah menjelaskan tingkat keempat para bodhisattva, yang disebut Berkobar, yang suci dan melibatkan perbuatanperbuatan suci dari mereka yang penuh kebajikan dan pengetahuan." Setelah mendengar pengamalan tingkat istimewa dari yang bijaksana ini, para bodhisattva merasa puas, senang oleh ajaran ini. Dengan hati yang ringan, mereka mencurahkan hujan bunga-bunga di langit, sambil berkata, "Sangat baik yang telah anda ucapkan, sangat mencerahkan!" Raja para dewa, dengan sekelompok dewa, berdiri di langit untuk menghormati Buddha, batin mereka terangkat: senang, bahagia, mereka membuat mega-mega beraneka warna untuk Buddha, dengan cahayacahaya yang menyenangkan. Para dewi berpadu suara dan memainkan musik untuk dipersembahkan kepada Guru; mewujudkan kekuatan para bodhisattva, mereka mengucapkan kata-kata berikut:

Setelah begitu lama kemauan Yang Bijaksana terpenuhi; Setelah begitu lama Jina mencapai tingkatan pencerahan. Setelah begitu lama Sakyamuni terlihat di kota surgawi, Setelah menyempurnakan kesejahteraan manusia dan para dewa. Setelah begitu lama air samudera teraduk, Setelah begitu lama cahaya suci Jina terpancar; Setelah begitu lama makhluk-makhluk menderita menjadi bahagia, Setelah begitu lama Ajaran dari Yang Penuh Belas Kasihan terdengar. Setelah begitu lama Guru agung dijumpai Yang telah mencapai kesempumaan semua kebajikan, Setelah menghancurkan kegelapan kecongkakan dan ketakpedulian, Pengembara agung, patut dimuliakan, dihormati. Mereka yang telah menghormatinya pergi ke surga. 54 Sutra Karangan Baraga : Kitab D u a - Puluh Enam

Menikmati beraneka ragam kebahagiaan; Mereka yang telah menghormatinya menghentikan semua penderitaan Dan memperoleh pengetahuan mulia. Jina suci seperti angkasa, Tak ternoda oleh dunia, seperti teratai di air, Seperti gunung kutub muncul dari lautan Begitu juga menghormati Buddha muncul kegembiraan batin.

dalam

Kemudian Bulan Kebebasan yang bijaksana berkata kepada Matriks Intan, "Tolong ceritakan kepada kami ciri-ciri tingkat kelima." Matriks Intan berkata, "Siapa pun yang telah menyempurnakan tingkat keempat masuk ke tingkat kelima; seseorang masuk ke tingkat kelima dengan keseimbangan dengan kesucian sebagai pusat perhatian batin: dengan perhatian seimbang terhadap kesucian ajaran para buddha m a s a silam, dengan perhatian seimbang terhadap kesucian ajaran para b u d d h a masa mendatang, dengan perhatian seimbang terhadap kesucian ajaran para buddha sekarang, dengan perhatian seimbang terhadap kesucian perilaku, dengan perhatian seimbang terhadap kesucian batin, dengan perhatian seimbang terhadap kesucian penanggalan pandangan keliru dan keraguan dan ketidakpastian dan kebingungan, dengan perhatian seimbang terhadap kesucian pengetahuan penerapan dan pelepasan, dengan perhatian seimbang terhadap kesucian pemilahan sejati dan penembu-san semua unsur pencerahan, dan dengan perhatian seimbang terhadap kesucian penyempurnaan semua m a k h l u k . " "Lebih lanjut, para bodhisattva yang telah mencapai tingkat kelima, sejak menumbuhkan unsur-unsur pencerahan d a n jalur-jalur jalan, dan setelah secara menyeluruh menyucikan niat mereka - mengamalkan a p a y a n g diperlukan untuk pencarian jalan yang lebih tinggi di masa mendatang, didukung oleh kekuatan sumpah-sumpah, dengan belas kasihan dan kasih sayang tidak menjauhi makhluk-makhluk, m e n u m p u k perlengkapan kebajikan dan pengetahuan, tak pernah berhenti, menjalankan keterampilan d a l a m cara, melihat cahaya tingkat-tingkat lebih lanjut, mencari kekuatan Buddha, didukung oleh kekuatan kecerdasan dan tindakan dan kesadaran dan perhatian - mencapai konsentrasi yang tak tergoyahkan; dan dengan berbuat demikian, secara seksama mereka tahu sebagaimana sebenarnya apa yang dikenali sebagai kebenaran tentang derita oleh para bijaksana, kebenaran tentang sebab derita, pemusnahan derita, dan kebenaran 55 Sutra Karangan Bung a : Kitab Dua Piiluh Enam

tentang pencapaian. Mereka menjadi sangat pandai dalam kebenaran konvensional, dalam kebenaran sejati, dalam kebenaran tentang ciri-ciri, kebenaran tentang pembedaan, kebenaran tentang struktur, kebenaran tentang substansi, kebenaran tentang tumimbal lahir, kebenaran tentang pengetahuan kemusnahan dan ketanpa-asaian, kebenaran jalan nnasuk ke dalam pengetahuan tentang jalan; dan seteiah mencapai kesinambungan kenaikan ke tingkat-tingkat para bodhisattva, mereka menjadi pandai dalam kebenaran tentang penumpukan pengetahuan buddha." "Mereka mengetahui kebenaran berdasarkan kesepakatan dengan memuaskan makhluk-makhluk lain sesuai dengan kecondongan mereka. Mereka mengetahui kebenaran sejati dengan memahami azas semua daiam satu. Mereka mengetahui kebenaran tentang ciri-ciri melalui kesadaran tentang individu dan ciri-ciri umum. Mereka mengetahui kebenaran tentang pembedaan dengan mempelajari definisi pembedaan Mereka Mereka mengetahui mengetahui kebenaran tentang kebenaran tentang daiam Dharma. mempelajari menyadari struktur dengan substansi dengan

definisi tentang kelompok-kelompok, unsur-unsur, dan landasan indria. tekanan pada jasmani dan batin. Mereka mengetahui kebenaran tentang tumimbal lahir melalui kesinambungan alam-alam kehidupan. Mereka mengetahui kebenaran tentang pengetahuan kemusnahan dan ketanpaasaian melalui pemusnahan akhir terhadap semua siksaan yang dahsyat. Mereka mengetahui kebenaran tentang jalan masuk k e dalam pengetahuan tentang jalan melalui pencapaian ketak-menduaan. Melalui penyelesaian kesinambungan kenaikan ke tingkat-tingkat para bodhisattva melalui kesadaran sempurna akan semua keistimewaan mereka, pada akhirnya mereka mengetahui kebenaran penumpukan pengetahuan buddha. Meskipun demikian,iniberdasar pada kekuatan pengetahuan dalam proses penerapan, bukan melalui pengetahuan sejati habis-habisan." "Melalui kesadaran yang diakibatkan oleh pengetahuan akan

kebenaran-kebenaran ini, mereka mengetahui dalam kenyataannya semua yang bersyarat adalah kosong, tidak nyata, menyesatkan, mempedaya, niengelabui yang tidak tahu. Mereka semua menjadi lebih berbelas kasihan terhadap makhluk-makhluk, dan c a h a y a kemauan baik memancar keluar. Didukung oleh kekuatan pengeiahuan, dengan keprihatinan terhadap semua Mereka makhluk, selagi mencari berdasarkan pengetahuan kenyataan pencerahan, bagaimana mereka memeriksa semua kejadian bersyarat, yang silam maupun mendatang. mengetahui tumpukan penderitaan makhluk-makhluk, berkecambah sepanjang terseret arus

lingkaran kehidupan, tak pernah bebas dari kediaman yang berbentuk kelompok jasmani dan batin, semakin meningkat, dan bahwa itu tidak 56 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

memiliki diri, tiada makhluk, tiada kehidupan, tiada jiwa, tiada kepribadian, tiada milik diri maupun pribadi. Mereka juga mengetahui dalam kebenaran apakah ada ujung atau tidak, batas, atau jalan lolos dari harapan mereka yang menyesatkan untuk nnasa mendatang yang belum terjadi." "Muncul dalam diri para bodhisattva, 'Amat mengherankan dari patut disayangkan makhluk-makhluk y a n g tidak tahu dan tersesat ini, yang tak terhitung banyaknya tubuh m e r e k a telah hancur, akan hancur, dan sedang hancur, yang bahkan sewaktu meninggal dunia mereka tidak melepaskan kerinduannya akan tubuh mereka; mereka menambah rintangan penderitaan, terseret arus pusaran duniawi, tidak berpaling dari kesukaran dan b a h a y a besar, tak melepas kediaman kelornpok batin-jasmani: mereka tidak m e n o l a k ular berbisa berupa unsur-unsur, mereka tidak menyadari penjara keserakahan bagi kebahagiaan; mereka tidak menanggalkan panah kebanggaan dan pandangan keliru, mereka tidak memadamkan api nafsu, kebencian, dan pandangan khayal; mereka tidak mengenyahkan kegelapan ketidaktahuan; mereka tidak menguapkan banjir keinginan; mereka tidak mencari bimbingan pencerahan; menuruti kegilaan, mereka berenang-renang di lautan pusaran duniawi, d a l a m kebingungan m e n g g e n g g a m berbagai pikiran jelek. Tanpa pelindung, mereka jatuh k e dalam bahaya besar dan secara individu mengalami banyak kesakitan, seperti kelahiran, usia tua, sakit, mati, dukacita, kepiluan, kekesalan, gangguan mental.Untukkepentingan makhluk-makhluk ini, yangmenderita kesusahan, tanpa pemimpin, tanpa penyelamat, tanpa pelindung, tanpa kepercayaan, tanpa pulau keselamatan, tanpa arah, dalam kegelapan, terbungkus dalam kulit ketidaktahuan, terkungkung oleh ketidaktahuan, kitalah y a n g akan mengumpulkan gudang-gudang kebijaksanaan dan pengetahuan yang akan membuat makhluk-makhluk ini pada akhirnya dapat disucikan, dan kemudian tiba di tingkat pengetahuan tak terintangi seperti p a d a mereka yang memiliki sepuluh kekuatan.'" "Kebaikan apa pun yang para bodhisattva usahakan dengan pikiran yang telah menembus pengetahuan pencerahan ini, mereka melaksanakan semua itu untuk penyelamatan semua makhluk, untuk kepentingan semua makhluk, untuk kebahagiaan semua makhluk, atas dasar belas kasihan kepada semua makhluk, sehingga s e m u a makhluk dapat bebas dari kesulitan, untuk kebebasan semua makhluk, untuk memperhatikan semua makhluk, untuk kesucian semua makhluk, untuk membimbing semua makhluk k e kebebasan, untuk parinirwana bagi semua makhluk." "Para bodhisattva di tingkat k e l i m a ini, tingkat Sulit Ditaklukkan, menjadi lebih penuh perhatian, d e n g a n tidak melupakan hakekat segala sesuatu; mereka menjadi bijaksana, melalui pengetahuan tertentu; mereka 57 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

menjadi musafir, d e n g a n menyadari makna tersembuny i yang dimaksudkan oleh kitab suci; mereka menjadi berhati-hati karena meUndungi dirinya d a n yang lainnya; mereka menjadi teguh, dengan memelihara perilaku disiplin; mereka bangun karena menimbang dengan hati-hati apa yang benar dan apa yang tidak; m e r e k a menjadi pengikut pengetahuan karena tidak terbawa oleh yang lainnya; mereka menjadi pengikut kebijaksanaan karena terampil dalam mengungkapkan apa yang berarti dan yang tidak berarti; mereka menjadi terampil dalam mematangkan makhluk-makhluk karena terampil dalam menjadikan pengetahuan lebih luhur; mereka menjadi cakap dalam pengetahuan mistik karena terampil dalam menyempurnakan meditasi; mereka menjadi terampil dalam cara-cara karena beradaptasi terhadap dunia; m e r e k a mencari pengetahuan; menjadi tak kenal lelah karena menumpuk dalam kebajikan; mereka menjadi tak putus-putusnya bersemangat karena terus mereka menjadi tak kenal putus asa melaksanakan tekad karena telah menumpuk kasih sayang dan b e l a s kasihan luhur; mereka menjadi penuh pengabdian terhadap pencarian y a n g tak kenal lelah karena sedang mencari sepuluh kekuatan, keahlian y a n g sempurna, dan sifat-sifat unik para buddha; mereka menjadi dikaruniai dengan perhatian sempurna karena telah menyempurnakan karena telah menumpuk ciri-ciri dan perhiasan khusus perhiasan kawasan-buddha; m e r e k a menjadi sibuk dalam berbagai pekerjaan baik kebuddhaan; mereka menjadi tetap sibuk dalam upaya benar karena mencari perhiasan jasmani, ucapan, dan pikiran buddha; mereka menjadi paling terhormat dalam perilaku karena mendengarkan semua bodhisattva dan m e n j a d i pengungkap kebenaran; mereka menjadi tak terintangi dalam batin karena secara berkesinambungan mengembara ke seluruh dunia menggunakan keterampilan dalam cara para bodhisattva; mereka menjaditakterpecahkan perhatiannya pada semua masa karena penerapan upaya untuk pengembangan s e m u a makhluk secara lengkap." "Dalam kesibukan itu, para bodhisattva mengembangkan o r a n g orang dengan cara d e r m a , ucapan penuh kasih sayang, tindakan bermanfaat, dan kerja sama; mereka mengembangkan dengan jelas orang-orang rahasia buddha, dengan tindakan dengan memperlihatkan pencerahan, pengetahuan memperlihatkan bentuk-bentuk, membuat keburukan membuka kebesaran duniawi,

dengan para

pusaran

dengan

menyanjung perwujudan-

buddha, dan

dengan

menghasilkan

perwujudan spiritual yang luar biasa dan menerapkannya pada b e r b a g a i pengamalan dan pekerjaan." "Fara bodhisattva, yang sibuk mengembangkan makhluk-makhluk berindria, dengan batin terus menerus mengikuti pengetahuan-buddha, 58 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

terlibat dalam perbuatan baik yangtakkenal merosot, bersungguh-sungguh dalam mencari kebenaran mulia, mengamalkan apa pun juga di dunia y a n g bermanfaat bagi makhluk-makhluk berindria, seperti menulis, mengajar, matematika, ilmu-ilmuberanekaalamatauunsur; pengetahuan kedokteran; pencegahan konsumsi, epilepsi, dan pemilikan; menangkal racun, m a y a t hidup, dan guna-guna; lagu dan tarian, drama, musik, cerita, dan hiburan; pembangunan desa-desa, kota, taman, kanal, wadug, kolam penuh teratai, semak menghasilkan bunga-bungaan, buah-buahan, dan obat-obatan; penemuan emas, permata, dan barang berharga lainnya; metode untuk menunjukkantandamatahari, bulan;planet, bintang, konstelasi, pergerakan bumi, pertanda, mimpi, dan ciri-ciri koordinasi kegiatan umum dan k h a s dan bentuk-bentuk persambungan dan bagian-bagian tubuh; butir-butir pemupukan disiplin, meditasi, pengetahuan mistik, keadaan keadaan t a k terukur dan tak berbentuk - apa pun juga yang lainnya yang tak membahayakan atau melukai, yang mengundang manfaat dan kesejahteraan bagi semua makhluk, y a n g para bodhisattva jalankan, dituntun oleh b e l a s kasihan, untuk menempatkan mereka di jalan para buddha." "Untuk para bodhisattva di tingkat ini, Sulit Ditaklukkan, nampak banyak buddha, melalui pandangan dan kekuatan kemauan luhur - ratusan buddha, ribuan, ratusan ribu, jutaan, milyaran, triliunan buddha. Setelah melihat buddha-buddha itu, para bodhisattva menghormati dan melayani mereka dengan tekad luhur, melengkapinya dengan keperluan hidup, j u g a menyediakan kenyamanan bagi para bodhisattva dan menghormati pasamuan suci, dan mengabdikan akar-akar kebaikan ini untuk pencerahan sempurna yanglengkap dan tiada taranya. Para bodhisattva juga melayani buddha-buddha itu dan dengan penuh hormat dan sujud mendengarkan, mempelajari, dan mengingat ajaran-ajaran mereka dan, setelah mendengarkan mereka, menerapkannya sebanyak mungkin." "Banyak bodhisattva pergi meninggalkan masyarakat untuk masuk ke dalam lingkungan pembinaan para buddha itu dan, setelah meninggalkan keduniawian, menjadi pemelihara pelajaran dan pengkhotbah Dharma. Lebih lanjut, mereka menjadi pengkhotbah yang telah memperoleh penguasaan berdasarkan pengamalan yang telah mereka pelajari, karena tidak melupakan apa y a n g telah mereka pelajari dari milyaran buddha selama milyaran kalpa." "Di tingkat ini akar-akar kebaikan para bodhisattva dalam banyak kalpa diperhalus, disucikan seluruhnya, dan menjadi semakin bersinar, lebih dari ratusan dan ribuan dan jutaan dan milyaran kalpa, seperti halnya emas dihiasi dengan permata menjadi lebih terang, murni, dan lebih bersinar. Oleh sebab penyempurnaan kemuliaan penerapan pengetahuan, 59 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

mereka j u g a menjadi tanpa cela dalam perilaku. Seperti halnya cahaya matahari, bulan, planet, dan bintang-bintang tidak dapat disimpangkan oleh angin dan tidak sekelas dengan angin, demikian juga halnya akar-akar kebaikan para bodhisattva di tingkat Sulit Ditaklukkan, bersesuaian dengan pikiran batin yang terampil, bijak, mengetahui, tidak dapat dilampaui oleh para sravaka dan pratyeka mana pun, dan tidak sama kelasnya dengan yang masih duniawi." "(Jntuk para bodhisattva di tingkat int. cara meditasi supraduniawi adaiah y a n g paling utama, sedangkan pengamalan yang lainnya dilakukan sebaik mereka bisa. Inilah tingkat para bodhisattva y a n g disebut Sulit Ditaklukkan. Kebanyakan para bodhisattva di tingkat ini menjadi penguasa surga dari surga yang sempurna kepuasannya, cakap, kuat, mampu untuk memisahkan makhluk-makhluk dari semua guru keliru dan menempatkan mereka di kebenaran. A p a pun tindakan yang mereka laksanakan, entah melalui derma, ucapan penuh kasih sayang, tindakan bermanfaat, atau kerja s a m a , semuanya tidak pernah lepas dari pikiran akan Buddha, Dharma, Sangha, para bodhisattva, perilaku para bodhisattva, jalan supraduniawi, tingkat-tingkat, kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik para buddha, termasuk keserbatahuan lengkap dalam segala hal. Mengapa? Karena mereka inginmenjadi yangterbaik dari makhluk-makhluk, pemimpin dan pembina tiada taranya, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Mereka yang mencari yang demikian akari melaksanakan upaya yang c o c o k , melalui semangat ini mereka dengan segera mencapai setriliun konsentrasi, melihat setriliun buddha dan mencerap kekuatan mereka, mengguncang setriliun dunia, pergi ke setriliun kawasan, menerangi setriliun alam, mematangkan setriliun makhluk, tinggal selama setriliun kalpa, menembus setriliun kalpa silam dan mendatang, dikelilingi oleh setriliun bodhisattva." "Di luaritu.para bodhisattva dengan kekuatan sumpah-sumpahnya, dengan keistimewaan sumpah-sumpahnya, mempergelarkan pengubahan tubuh y a n g tak terbilang, aura, kekuatan mistik, pandangan, kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dan penampilan." Kemudian Matriks Intan bersajak menjdaskan tingkat ini: merenungkan setriliun ajaran, danmewujudkan setriliun tubuh, masing-masing perwujudan

Setelah disucikan melalui pengamalan istimewa di tingkat keempat, Mereka merenungkan kesetaraan para buddha masa silam, kini, dan mendatang D a l a m perilaku, pencapaian batin, kesucian Jalan, 60 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

Dan kebebasan dari keraguan - dan masuk ke tingkat kelima. Busur mereka adalah perhatian, anak panahnya kemampuan batin, tak berbelok; Kuda-kuda mereka upaya benar, landasan kekuatan mistik mereka menjadi kereta perangnya, Lima kekuatan senjata manapun juga; G a g a h , pantang mundur, mereka masuk ke tingkat kelima. Mengenakankesederhanaandan kerendahhatian, bijaksana, dengan wewangian perilaku suci, D e n g a n karangan unsur-unsur pencerahan, terolesi meditasitinggi, D e n g a n metode-metode istimewa berhiaskan kebijaksanaan dan perhatian, Memasuki taman kemampuan batin, mereka tiba di tingkat kelima ini. E m p a t landasankekuatan mistik kaki mereka, perhatian murnileher mereka, Kasih sayang dan belas kasihan termulia mata m e r e k a , kebijaksanaan agung gigi mereka, Raungan ketanpa-akuan mengatasi penderitaan y a n g mencuri-curi, Singa-singa manusia, penuh ketenangan, bijaksana, masuk ke tingkat kelima ini. Setelah mencapai tingkat kelima yang istimewa ini, Mereka melanjutkan memupuk keharuman jalan suci: D e n g a n niat suci, mencapai kebuddhaan, Mereka memikirkan belas kasihan dan kasih sayang, tanpa kesukaran. D e n g a n mengumpulkan gudang-gudangkebajikan dan pengetahuan luhur, D e n g a n barbagai cara mereka mengamati wilayah tingkat-tingkat. Penuh perhatian akan kekuatan Buddha, dikaruniai kecerdasan dan akal, Mereka merenungkan empat kebenaran secara lengkap. Mereka menyelami kebenaran sejati, kebenaran berdasarkan mereka, yang tak terkalahkan bandit

kesepakatan, 61 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

Kebenaran ciri-ciri, perbedaan, dan struktur, Kebenaran substansi, noda dan penghapusan, Kebenaran Jalan, hingga ke kebenaran yang tak terintangi. Walaupun telah memiliki ketajaman halus mereka masih mencari kebenaran Mereka belum mencapai kebebasan tak terintangi yang tertinggi; Namun, dengan pengetahuan dan penerapan luhur mereka melebihi Semua kebajikan yang mampu dibuat oleh yang masih terikat pada dunia. Begitulah setelah mengembangkan nyata, Mereka tahu yang bersyarat itu hakekatnya tidak nyata dan tak berharga. Mereka memperoleh cahaya belas kasihan dan kasih sayang para buddha, bahkan Mencari pengetahuan pencerahan untuk kepentingan makhlukmakhluk berindria. Mereka mengamati masa silam dan mendatang dari yang bersyarat, Mereka yang diselubungi kegelapan pandangankhayal, terbelenggu dalam penderitaan, Dan menolong yang masih terikat pada dunia dari belenggu tumpukan penderitaan ini, Walaupun mereka tanpa diri atau jiwa dan setara dengan rumput dan pepohonan. "Karena dua penderitaan yang berbarengan anda dilahirkan, Dulu, kini, dan akan datang; anda dapati tiada akhir bagi penderitaan." Mereka melihat orang-orang ini kehilangan arah, tak bisa kembali Dari pusaran duniawi, walaupun itu bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Tinggal dalam kelompok-kelompok, dengan ular-ular indria, Dirundung pandangan keliru, hati terbakar oleh api, diselubungi oleh kegelapan, T e n g g e l a m dalam banjir keinginan karena kekurangan pandangan terang, Tanpa birnbingan Buddha, mereka tersesat dalam iautan penderitaan. 7 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m , ketajaman kebenaran yang

Mengetahui ini, para bodhisattva b e r j u a n g semakin tekun, Mengusahakan kebebasan semua makhluk berindria; Mereka menjadi penuh perhatian, t a j a m , penuh niat, teguh; Mereka menjadi penuh kesungguhan, karenanya bangun dan penuh kebijaksanaan. Mereka tidak beihenti menumpuk kebajikan dan pengetahuan luhur; Tanpa kekhawatiran atau kemalasan mencari kekuatan, Mereka mengembangkan kawasan, ciri-ciri, dan suara para buddha Tanpa henti, semua perbuatan m e r e k a untuk kesejahteraan yang hidup. Untuk mematangkan orang-orang, mereka mengembangkan

kesenian dan keterampilan Menulis, mencetak, matematika, pengetahuan kedokteran, Pengusiran setan, penangkalan, penyembuhan, Menumbuhkan pendidikan istimewa, penuh belas kasihan, kasih sayang, kecerdasan. Lucu dalam lagu dan tarian halus, m e r e k a membangun tempattempat menyenangkan Kar.al, taman dengan bunga-bungaan dan buah-buahan, tempat duduk, Mengerjakan banyak hal untuk k e s e n a n g a n makhluk-makhluk, Bahkan menyingkapkan berbagai j e n i s harta karun terpendam. Menguasai pengamatan pergerakan benda-benda langit dan bumi Maupun ilmu firasat, Mereka menamatkan meditasi-meditasi tanpa bentuk, pengetahuanpengetahuan mistik, dan yang tak terukur, Menginginkan kesejahteraan dan kebahagiaan dunia. Tiba di tingkat Sulit Ditaklukkan, para pengamal kebijaksanaan luhur Melayani milyaran buddha dan mendengarkan ajaran mereka: Kebaikan dan hati mereka menjadi semakin bersinar, Seperti e m a s bertaburkan permata. Seperti istana-istana permata konstelasi Tak tersapu angin, begitu pula para bodhisattva 63 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

Tak terpengaruh sewaktu bekerja di dunia untuk kepentingan makhluk-makhluk, Seperti teratai yang tak dilekati air. Ditingkat ini, mereka y a n g penguasa kepuasan yang berpengalaman Menghancurkan kegiatan-kegiatan guru-guru ysr.g palsu, kediaman berbagai pandangan keliru. Semua kebaikan yang mereka keijakan adalah untuk pengetahuan pencerahan, BerTiarap menjadi penyelamat makhluk-makhluk, kaya akan sepuluh kekuatan. Membangkitkan semangat unggul, tak kunjung padam, Mereka melayani setriliun buddha; Setelah mencapai konsentrasi, mereka mengguncang setriliun dunia, Memikul pekerjaan-pekerjaan para budiman. "Begitulah para bodhisattva, penjaga yang hidup, telah diceritakan tentang tingkat kelima, disebut Sulit Ditaklukkan, dalam begitu banyak cara." Setelah mendengar pengamalan unggul dari tingkat luhur para bijak, rombongan para bodhisattva, senang, mencurahkan bunga-bungaan dan menabur Buddha dengan permata-permata mulia memancarkan cahaya suci, menyenandungkan puji-pujian. Seratus ribu dewa di langit, puas, menebarkan serbuk permata surgawi beraneka warna kepada Buddha, mempersembahkan dupa, karangan bunga, parfum, payung, benderabendera dan panji-panji berhias, bulan sabit perhiasan. Pemimpin surgasurga yangberkuasa.beserta semua rombongan surgawi, melayang-layang di Akanista, penuh kepuasan dan ketenteraman, menghujankan awanawan permata sebagai persembahan bagi Jina, memohon para bodhisattva , untuk bicara. Seribu dewi-dewi di langit menyanyi menawan hati dan memainkan musik, menyanyi dalam satu suara memuji Buddha, penghancur api penderitaan:

Hakekat kosong tenang, segala sesuatu tanpa tanda, Setara dengan ruang, di luar jangkauan pikiran yang membedakan, suci sepenuhnya; Di luar jangkauan gerak atau diam, di luar jangkauan filsafat, semua setara dalam kedemikianan, 64 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

Melalui kedemikianan, hakekat segala jangkauan pikiran.

sesuatu adalah di luar

Mereka yang memahami segala sesuatu demikian Tak tergoyahkan oleh keberadaan atau ketakberadaan: Dengan belas kasihan terhadap dunia, berjuang untuk kebebasan, Mereka adalah keturunan Buddha, terlahir dari Dharma. Mereka mengamalkan kedermawanan tanpa khawatir akan penampilan, Dengan batin penuh-disiplin, secara mendasar seimbang, sangat tenang: Mereka tahan sabar menghadapi apa yang terjadi di dunia, karena mengetahui kebenaran yang tak dapat hancur; Mereka dikaruniai s e m a n g a t dan kekuatan, lepas dari segala sesuatu. Setelah masuk sepenuhnya ke dalam meditasi, menghabiskan penderitaan, mereka menjadi suci; Mengetahui segala sesuatu, mereka terpusat dalam kekosongan asal. Kaya dalam pengetahuan dan kekuatan amal, mereka selalu mengabdi bagi kesejahteraan dunia, Karena mereka adalah makhluk-makhluk utama, keturunan Buddha, setelah memadamkan semua kejahatan. Setelah menyenandungkan seribu lagu semacam itu, dewi-dewi yang cantik itu melayang di langit dengan heniny memandang Buddha, tenteram, mempesona dengan Dharma y a n g mengagumkan. Bulan Kebebasan berkata, melanjutkan, kepada Matriks Intan, "Apakah ciri-ciri pencapaian tingkat berikutnya setelah y a n g kelima ini?" Bodhisattva Matriks Intan berkata, "Mereka yang telah sepenuhnya menyempurnakan jalan tingkat kelima para bodhisattva masuk ke tingkat k e e n a m . Mereka masuk melalui sepuluh kesetaraan segala sesuatu; melalui kesetaraan ketiadatandaan s e g a l a sesuatu; melalui kesetaraan ketanpaasaian segala sesuatu; melalui kesetaraan ketiadaan tanda ciri segala sesuatu; melalui kesetaraan tanpa kelahiran segala sesuatu; melalui kesetaraaan ketakterikatan s e g a l a sesuatu; melalui kesetaraan kesucian awal segala sesuatu; melalui kesetaraan ketanpakonsepan segala sesuatu; melalui kesetaraan tanpa kedatangan atau kepergian segala sesuatu;

65 Sutra

Karangan

Bunga : Kitab

Dua Puluh E n a m ,

melalui kesetaraan segala sesuatu seperti khayalan, mimpi, pantulan, gema, citra bulan di air, atau bayangan; dan melalui kesetaraan ketakmenduaan keberadaan dan ketakberadaan segala sesuatu. Dengan demikian d e n g a n mengamati segala sesuatu dalam pengertian hakekat sebenarnya dan sesuai dengannya tanpa perlawanan, mereka mencapai tingkat k e e n a m para bodhisattva, tingkat Kehadiran. Tetapi ini baru pada menembus toleransi konformatif; mereka belum mencapai toleransi ketanpaasalan segala sesuatu." "Begitulah dengan memahami segala sesuatu sesuai dengan

hakekat sebenarnya, para bodhisattva, semuanya semakin dituntun oleh belas kasihan, dituntun oleh belas kasihan luhur, untuk menyempurnakan belas kasihah luhur secaralengkap, mengamati pembentukan dan peleburan dunia. Sewaktu mengamati pembentukan dan peleburan dunia, muncul dalam diri m e r e k a , 'Asal mula semua yang duniawi disebabkan oleh keterikatan terhadap diri. Pada mereka yang tidak terikat terhadap diri perkembangan hal-hal duniawi tak akan terjadi.'" "Juga muncul dalam diri mereka, "Makhluk-makhluk ini, secara intelektual masih seperti kanak-kanak, terikat pada diri m e r e k a sendiri, terselubung oleh kebutaan ketidaktahuan, mencari keberadaan dan ketakberadaan, berpikir secara tak masuk akal, berjalan di jalan y a n g salah, melakukan kejahatan, menumpuk keadaan bersyarat yang baik, buruk, maupun yang tak bergerak. Benih mental yang dikandung dan ditanam oleh keadaan-keadaan bersyarat itu, disertai dengan noda dan kemelekatan, membimbing k e kelahiran di masa mendatang, usia tua, dan kematian, bertumimbal lahir kembali menjadi makhluk sebagai akibat keberadaan yang diperbarui. Dalam ladarig kegiatan, dalam kegelapan ketidaktahuan, dengan k e l e m b a b a n keinginan dan arus keakuan, jala pandangan keliru tumbuh, k e c a m b a h batin dan jasmani muncul. Setelah muncul, mereka tumbuh, dan batin dan jasmani setelah berkembang, lima indria mulai bekerja. Dari gabungan indria yang bekerja muncul kontak. Dari gabungan kontak muncul kesan. Setelah kcsan muncul kerinduan; lalu keinginan dan kemelekatan tumbuh. Begitu kemelekatan berkembang, penjelmaan menjadi kehidupan. Begitu penjelmaan telah menjadi kehidupan, lima kelompok muncul ke permukaan. Setelah lima kelompok muncul ke permukaan, mereka secara progresif melapuk dalam lima masa kehidupan. Setelah melapuk, m e r e k a hancur. Dari pelapukan dan penghancuran ada penderitaan yang hebat. Disebabkan oleh penderitaan yang hebat, semua gangguan berupa kesedihan, kepiluan, kesakitan, tak dan ada kekecewaan seorang pun muncul yang spontan Enam, berbarengan. Meskipun demikian

mengumpulkannya. Berdasarkan 66

hakekatnya

sendiri, secara

Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh

mereka melapuk; tak seorang pun melapukkan mereka."' "Dengan cara ini para bodhisattva memeriksa kejadian bersyarat mengikuti urutan perkembangannya. Mereka berpikir: 'Tak mengetahui kebenaran dalam arti yang paling luhur disebut ketidaktahuan. Buah dari perbuatan yang diciptakan oleh ketidaktahuan menumbuhkan bentukbentuk mental. Kegiatan awai mental yang berdasar pada bentuk-bentuk mental adalah kesadaran. Empat kelompok kemelekatan yang muncul berbarengan dengan kesadaran adalah batin dan jasmani. Pengembangan selanjutnya dari batin dan jasmani adalah enam landasan indria. Qabungan dari peralatan indria, objek, dan kesadaran adalah kontak bernoda. Dilahirkan bersamaan dengan kontak adalah kesan. Berkait dengan kesan adalah keinginan. Keinginanberkembang menjadi kemelekatan. Perbuatan bernoda yang muncul dari kemelekatan adalah kemenjadian. Hasil dari perbuatan adalah kelahiran, kemunculan kelompok-kelompok. adalah usia Petua. ngembangan selanjutnya dari kelompok-kelompok

Pelapukan kelompok-kelompok yang menua adalah kematian. Penderitaan mental pada proses sekarat, pelapukan, pada mereka yang berkhayal dan terikat, adalah dukacita; menangis dalam dukacita adalah kepiluan; dalam lima indria adalah kesakitan; dalam pandangan batin adalah kekecewaan. Bertumimbal lahir menjadi makhluk penuh kesakitan dan kekecewaan merupakan siksaan. Begitulah seluruh tumpukan penderitaan ini, pohon penderitaan ini, tumbuh, tanpa ada pelaku atau yang mengetahui.'" "Mereka juga berpikir, 'Dari keterikatan terhadap pelaku, perbuatan disadari - dimana tak ada pelaku, dalam. pengertian sesungguhnya, perbuatan tidak dapat ditemukan juga.' Mereka juga berpikir, 'Semua yang ada di dunia hanyalah pikiran. Duabelas mata rantai tumimbal lahir yang diurai dan diterangkan oleh Buddha semuanya juga berdasar p a d a satu pikiran. Mengapa? Bilamana pikiran bangkit dengan keinginan pada sesuatu, itu adalah kesadaran, dan "sesuatu" adalah syarat. Pandangan keliru tentang syarat ini adalah ketidaktahuan. Batin dan jasmani terlahir bersamaan dengan batin penuh ketidaktahuan. Pengembangan selanjutnya dari batin dan jasmani adalah enam landasan indria. Berkaitan dengan enam landasan indria ini adalah kontak. Terlahir bersamaan dengan kontak adalah kesan. Kerinduan akan kesan adalah keinginan. Pengejaran tiada henti terhadap apa y a n g diinginkan adalah kemelekatan. Gabungan unsurunsur keberadaan ini adalah kemenjadian. Kemunculan kemenjadian adalah kelahiran. Pengembangan sepenuhnya dari kelahiran adalah usia tua. Akhir dari usia tua adalah kematian."' "Ketidaktahuan cenderung menghasilkan dua jenis akibat: sebagai 67 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

suatu objek, ia membingungkan makhluk-makhluk, dan ia menjadi s e b a b b a g i pengembangan bentuk-bentuk mental. Bentuk-bentuk mental j u g a cenderung menghasilkan dua jenis akibat: m e r e k a mewujudkan pengembangan lebih lanjut dan menjadi sebab bagi munculnya kesadaran. Kesadaran juga cenderung menghasilkan dua jenis akibat: ia membentuk kesinambungan keberadaan dan juga menjadi s e b a b bagi pengembangan batin dan jasmani. Batin dan jasmani juga cenderung menghasilkan dua jenis akibat: mereka membentuk jalinan saling mendukung dan juga menjadi sebab bagi pengembangan enam landasan indria. Enam landasan indria juga cenderung menghasilkan dua akibat: mereka memperlihatkan percabangan kawasan mereka masing-masing dan menjadi sebab bagi munculnya kontak. Kontak juga cenderung menghasilkan dua jenis akibat: ia menghubungkan objek dan juga menjadi sebab bagi munculnya kesan. K e s a n juga bisa menghasilkan dua jenis akibat: ia mengakibatkan penerimaan terhadap yang diinginkan, yang tak diinginkan, dan yang tak tergolong dua-duanya, dan juga menjadi sebab bagi munculnya keinginan. Keinginan juga bisa menghasilkan dua jenis akibat: ia menciptakan keinginan kuat terhadap hal-hal yang dirindukan dan menjadi sebab bagi munculnya kemelekatan. Kemelekatan juga bisa menghasilkan dua jenis akibat: ia menciptakan belenggu penderitaan dan menjadi sebab bagi munculnya kemenjadian. Kemenjadian juga bisa menghasilkan dua akibat: ia menciptakan kecenderungan menuju bentuk keberadaan yang lain dan menjadi sebab bagi munculnya kelahiran. Kelahiran juga bisa menghasilkan dua akibat: ia menghasilkan kemunculan kelompok-kelompok dan menjadi s e b a b bagi usia tua. Clsia tua juga bisa menghasilkan dua akibat: ia menghasilkan perubahan dalam kemampuan dan menjadi sebab bagi tercapainya kematian. Kematian juga bisa menghasilkan dua akibat: ia menghancurkan y a n g tergabung dan menyebabkan kesadaran berlanjut karena kekurangan pengetahuan sempurna." "Di sana, 'bentuk-bentuk mental bertumpu pada ketidaktahuan' berarti kelanjutan dan dukungan terhadap bentuk-bentuk mental oleh ketidaktahuan s e b a g a i penyebab yang bekerja s a m a . 'Kesadaran bertumpu p a d a bentuk-bentuk mental' berarti kelanjutan dan dukungan terhadap kesadaran oleh bentuk-bentuk mental sebagai penyebab yang bekerja s a m a . 'Batin dan jasmani bertumpu pada kesadaran' berarti kelanjutan dan dukungan terhadap batin dan jasmani oleh kesadaran sebagai p e n y e b a b y a n g bekerja s a m a . 'Enam landasan indria bertumpu pada batin dan jasmani' berarti kelanjutan dan dukungan terhadap enam landasan indria o l e h batin dan jasmani sebagai penyebab yang bekerja sama. 'Kontak bertumpu pada e n a m landasan indria' berarti kelanjutan dan dukungan

68

Sutra Karangan

Bunga : Kitab

Dua Puluh E n a m ,

terhadap kontak oleh e n a m landasan indria sebagai penyebabyang bekerja s a m a . 'Kesan bertumpu pada kontak' berarti kelanjutan dan dukungan terhadap hadap kesan oleh kontak sebagai penyebab kesan sebagai penyebab yang yang bekerja bekerja sama. sama. 'Keinginan bertumpu p a d a kesan' berarti kelanjutan dan dukungan terkeinginan oleh 'Kemelekatan bertumpu pada keinyinan' berarti kelanjutan dan dukungan terhadap kemelekatan oleh keinginan sebagai p e n y e b a b yang bekerja sama, 'Kemenjadian bertumpu pada kemelekatan' berarti kelanjutan dan dukungan terhadap kemenjadian oleh kemelekatan sebagai penyebab y a n g bekerja sama. 'Kelahiran bertumpu pada kemenjadian' berarti keianjutan dan dukungan terhadap kelahiran oleh kemenjadian sebagai penyebab yang bekerja sama. 'Cisia tua dan kematian bertumpu pada kelahiran' berarti kelanjutan dan dukungan terhadap usia tua dan kematian oleh kelahiran sebagai penyebab y a n g bekerja sama." "Padamnya bentuk-bentuk mental oleh karena tidaktahuan berarti penenangan dan tak terbentuknya padamnya ke-

bentuk-bentuk

mental disebabkan oleh ketiadaan ketidaktahuan s e b a g a i penyebab y a n g bekerja sama. Padamnya kesadaran oleh karena p a d a m n y a bentuk-bentuk mental berarti tanpa bentuk-bentuk mental sebagai penyebab yang bekerja sama, kesadaran menjadi tenang, tanpa dukungan. Padamnya batin dan jasmani oleh karena padamnya kesadaran berarti tanpa kesadaran sebagai p e n y e b a b yang bekerja sama, batin dan jasmani menjadi tenang, tanpa dukungan. Padamnya e n a m iandasan indria oleh karena padamnya batin dan jasmani berarti tanpa batin dan jasmani sebagai penyebabyang bekerja sama, enam landasan indria menjadi tenang, tanpa dukungan. Padamnya kontak oleh karena padamnya enam landasan indria berarti tanpa e n a m landasan indria sebagai penyebab yang bekerja s a m a , kontak menjadi tenang, tanpa dukungan. Padamnya kesan-kesan oleh karena padamnya kontak berarti tanpa kontak sebagai penyebab yang bekerja sama, kesankesan menjadi tenang, tanpa dukungan. Padamnya keinginan oleh karena p a d a m n y a kontak berarti tanpa kontak sebagai p e n y e o a b yang bekerja sama, keinginan menjadi tenang, tanpa dukungan. Padamnya kemelekatan oleh karena padamnya keinginan berarti tanpa keinginan sebagai penyebab yang bekerja sama, kemelekatan menjadi tenang, tanpa dukungan. P a d a m n y a kemenjadian oleh karena padamnya kemelekatan berarti tanpa kemelekatan sebagai penyebab yang bekerja sama, kemenjadian menjadi tenang, tanpa dukungan. Padamnya kelahiran oieh karena padamnya kemenjadian berarti tanpa kemenjadian sebagai p e n y e b a b yang bekerja sama, kelahiran menjadi tenang, tanpa dukungan. Padamnya usia tua dan kematian oleh karena padamnya kelahiran berarti tanpa kelahiran sebagai

69 Sutra

Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh E n a m ,

penyebab yang bekerja sama, usia tua dan kematian menjadi tenang, tanpa dukungan."" "Ketidaktahuan, keinginan, dan kemelekatan adalah kelanjutan jalannya samsara. Bentuk-bentuk mental dan kemenjadian adalah kelanjutan jalannya perbuatan. Yang lainnya adalah kelanjutan jalannya penderitaan. Yang sebelumnya dan yang sesudahnya terhapus oleh analisis, jalan-jalan ini terputus. Begitulah ketiga jalan ini - samsara, perbuatan, dan penderitaan - tak memiliki diri dan tak ada hubungan apa pun dengan diri; kemenjadian dan peleburan, semuanya pada dasarnya seperti rongga buluh." "Juga, apa yang disebut bentuk-bentuk mental yang bertumpu pada ketidaktahuan berhubungan dengan masa lalu; kesadaran hingga kesankesan berhubungan dengan masa sekarang; keinginan hingga kemenjadian berhubungan dengan masa mendatang. Dari sini dan seterusnya adalah kelanjutan ini. Padamnya bentuk-bentuk mental oleh karena padamnya ketidaktahuan adalah pemutusan hubungan mereka berlaku untuk yang lainnya." "Lebih lanjut, keadaan tiga lapis penderitaan ini disebabkan oleh duabelas mata rantai tumimbal lahir. Di sana, ketidaktahuan, bentukbentuk mental, hingga enam landasan indria adalah penderitaan yang disebabkan oleh kebersyaratan; kontak dan kesan adalah penderitaan yang disebabkan oleh kesakitan; mata rantai tumimbal lahir lainnya adalah penderitaan yang disebabkan oleh pelapukan. Padamnya bentuk-bentuk mental oleli karena padamnya ketidaktahuan adalah pemutusan tiga lapis penderitaan. Hal yang sama berlaku untuk yang lainnya. 'Bentuk-bentuk mental bertumpu pada ketidaktahuan' berarti hakekat bentuk-bentuk mental dihasilkan oleh hubungan kausal; hal yang sama untuk yang lainnya. Padamnya bentuk-bentuk mental oleh karena padamnya ketidaktahuan berarti ketiadaan bentuk-bentuk mental; hal yang sama juga untuk yang lainnya. 'Bentuk-bentuk mental bertumpu pada ketidaktahuan' berarti keterikatan terhadap asal; 'padamnya bentuk-bentuk mental oleh karena padamnya ketidaktahuan' berarti keterikatan terhadap penghapusan. Ini juga demikian untuk yang lainnya. 'Bentuk-bentuk mental bertumpu pada ketidaktahuan' adalah melihatnya sesuai dengan keberadaan, dan ini pun demikian untuk yang lainnya. 'Padamnya bentuk-bentuk mental oleh karena padamnya ketidaktahuan' adalah melihatnya sesuai dengan penghapusan, dan demikian pula dengan yang lainnya." "Para bodhisattva merenungkan kejadian bersyarat dalam sepuluh polaini, maju dan mundur: yaltu, d a l a m pengertian salirig keterkaitan unsurunsur kelahiran kembali, dalam pengertian semuanya ada dalam satu 70 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam, - ha! yang sama

pikiran,

dalam pengertian p e r c a b a n g a n

perbuatan

seseorang,

dalam

pengertian takterpisahkan, dalam pengertian iring-iringan tiga jalan samsara, perbuatan, dan penderitaan, dalam pengertian hubungan dengan masa lalu, sekarang, pengertian dan mendatang, dalam dalam pengertian keterikatan terhadap pengertian penumpukan tiga jenis dalam dalam dan penghapusan, dan penderitaan, penciptaan oleh sebab-sebab, asal

pengertian perenungan kemenjadian dan penghapusan." "Begitulah para bodhisattva merenungkan kejadian bersyarat dalam sepuluh pola; oleh karena merenungkannya dalam pengertian tanpa diri, tanpa makhluk, tanpa jiwa, tanpa o r a n g , hakekatnya k o s o n g , tanpa pelaku atau subjek, pintu kekosongan dan k e b e b a s a n terwujud dalam diri mereka. Oleh karena kekosongan dari diri p a d a diri m e r e k a . Pada mereka yang telah unsur-unsur kemenjadian ini, memasuki kekosongan dan sewaktu menghadapi kebebasan akhir, tiada tanda apa pun muncul dalam ketanpatandaan, tak akan ada keinginan muncul, kecuali, yang didorong oleh belas kasihan luhur, untuk pengembangan sepenuhnya makhlukmakhluk berindria: dengan demikian pintu kebebasan ketakberharapan terwujud dalam diri mereka. Dengan membuat tiga pintu kebebasan ini berwujud, mereka meninggalkan g a g a s a n diri dan yang lainnya, tentang pelaku dan pencerap, tentang makhluk dan bukanmakhluk. Lebih daripada itu, dipenuhi dengan belas kasihan, m e r e k a bekerja untuk meraih dengan sempurna unsur-unsur pencerahan, y a n g belum mereka peroleh." "Para bodhisattva berpikir, ' Y a n g saling jalin-menjalin itu terus berlangsung karena keterkaitan - tanpa keterkaitan ia tak akan berlanjut; yang saling jalin-menjalin terus berlangsung karena terakit - tanpa rakitan ia tak akan berlanjut. Setelah mengenali banyak kesakitan dan akibat buruk dari keadaan bersyarat keterjalinan, kita harus memotong keterkaitan ini, rakitan ini. Tetapikitahendaknya tidak mencapaipenghentian akhir ciptaan inidulu, untuk kepentingan p e n g e m b a n g a n sepenuhnya makhluk-makhluk berindria.' KeJiaman kebijaksanaan supraduniawi ini, y a n g dihadapi para bodhisattva sewaktu memeriksa b a n y a k kesakitan keadaan bersyarat keterjalinan, pada tabiatnya tanpa h a k e k a t keberadaan, tak dilahirkan dan tak terhapus, disebut kehadiran pengetahuan tak terikat; dicapai melalui upaya belas kasihan luhur dan tak meninggalkan kewajiban terhadap makhluk-makhluk hidup, dengan menggabungkannya dengan cahayanya. Diberkahi dengan pengetahuan d e m i k i a n , diterangi oleh kebijaksanaan supraduniawi, mereka mengumpulkan sebab-sebab yang bekerja sama yang mendorong munculnya unsur-unsur pencerahan, tetapi mereka tidak tinggal dalam keadaan ciptaan. Mereka j u g a mengamati hakekat kekosongan dari keadaan bersyarat, tetapi mereka tidak berdiamdi sana, karena mereka 71 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

belum menyempurnakan unsur-unsur pencerahan secara lengkap." "Para bodhisattva di tingkat ini, tingkat Kehadiran, mencapai

konsentrasi bodhisattva yang disebut 'masuk ke dalam kekosongan realitas sejati, kekosongan

kekosongan.' luhur,

Mereka mencapai penunggalan dalam kekosongan hakekat sebenarnya, agung, kekosongan kekosongan kesatuan, kekosongan produksi, kekosongan bukan-konsep sesuai dengan realitas, kekosongan kepentingan, kekosongan pemutusan hubungan dan bukan-pemutusan-hubungan. Dengan sepuluh pintu konsentrasi kekosongan di muka, seratus ribu pintu konsentrasi k e k o s o n g a n terwujud dalam diri mereka, dan begitu juga seratus ribu pintu konsentrasi ketanpatandaan dan seratus ribu pintu konsentrasi ketakberharapan." "Lebih lanjut, para bodhisattva di tingkat Kehadiran ini sepenuhnya mengembangkan niat tak terurungkan, niat pasti, niat baik, niat mulia, niat pantang mundur, niat tak kenal henti, niat suci, niat tak kenal akhir, niat untuk mencari pengetahuan, niat untuk menggabung secara sempurna cara-cara dan kebijaksanaan. Sepuluh niat para bodhisattva ini menuntun ke pencerahan para buddha; para bodhisattva menjadi berani dan p a n t a n g mundur hanya oleh ucapan menentang; mereka masuk ke tingkat menjadi pengetahuan; mereka melepaskan tingkat-tingkat sravaka dan pratyeka, sepenuhnya mengarah ke pengetahuan-buddha. Mereka juga kebal terhadap kerja setan-setan dan penderitaan, secara kokoh tumbuh dalam cahaya para bodhisattva. Mereka juga sepenuhnya dikaruniai d e n g a n pengamalan-pengamalan azas-a/as kekosongan, ketanpatandaan, dan ketakberharapan, dan mereka menjadi satu dengan perenungan cara-cara dan kebijaksanaan, dan mereka dipenuhi dengan unsur-unsur pencerahan." "Pada para bodhisattva di tingkat Kehadiran ini, kediaman

kebijaksanaan supraduniawi menjadi utama, dan mereka dengan mengikuti m e r e k a tanpa perlawanan."

memperoleh

penerimaan ketiga dari azas-azas ini, yaitu berkemauan sungguh-sungguh,

"Bagi para bodhisattva di tingkat ini banyak buddha

menjadi

tampak, melalui pandangan dan kemauan luhur - ratusan buddha, ribuan, ratusan ribu, jutaan, milyaran, triliunan buddha. Setelah melihat buddhabuddha ini, dengan semangat luhur mereka memberi hormat dan sujud kepada mereka, melengkapi mereka memberi kenyamanan dengan persembahan makanan, pakaian, pembaringan, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya, dan j u g a bagi para bodhisattva, dan juga menghormati dan pasamuan suci. Mereka mengabdikan semua akar-akar kebaikan ini untuk pencerahan sempurna. Mereka juga melayani buddha-buddha itu mendengar ajaran-ajaran mereka secara pribadi dengan penuh hormat dan 72 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

penghargaan akan kelangkaan mereka, mempelajari ajaran-ajaran itu dan mengingatnya. Setelah mendengarajaran-ajaran, mereka mengamalkanny a melalui penerapan, kebijaksanaan, pengetahuan, dan penerangan sejati, dan secara efektif melestarikan mereka dalam perbuatan. Mereka menjangkau lebih dalam k e dalam gudang ajaran buddha." "Akar-akar kebaikan para bodhisattva di tingkat Kehadiran ini menjadi semakin bersinar selamabanyak kalpa, sepanjang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, triliunan kalpa. Seperti halnya emas dilapisi dengan permata-permata menjadi semakin bersinar, demikian pula akar-akar kebaikan menjadi para bodhisattva semakin tenang di tingkat ini, dipupuk melalui dan tak tergoyahkan. Seperti cara-cara sinar bijaksana dan kebijaksanaan, menjadi semakin bersinar. Mereka juga halnya rembulan menyegarkan dan menyenangkan orang-orang dan tak dapat disimpangkan oleh empat jenis angin, begitu pula akar-akar kebaikan para bodhisattva di tingkat Kehadiran ini memadamkan api-api penderitaan tak terhitung banyaknya makhluk-makhluk dan membuat mereka segar dan bahagia, dan akar-akar kebaikan ini tak dapat disimpangkan oleh empat jenis setan." "Di antara sepuluh jalan supraduniawi, kebijaksanaan supraduniawi menjadi yang utama pada bodhisattva-bodhisattva ini, tetapi mereka juga melatih yang lainnya sebaik mereka bisa. Ini adalah ringkasan tingkat keenam para bodhisattva, disebut tingkat Kehadiran, kebanyakan para bodhisattva di sini adalah para guru pemancaran, pakar dan penuh kuasa dalam menghentikankecongkakanorang-orang, terampil dalam menjauhkan orang-orang dari kondisi kebanggaan dan kesombongan. Mereka tidak dapat diatihkan perhatiannya oleh pertanyaan-pertanyaan para sravaka. Mereka terampil dalam memperkenalkan makhluk-makhluk pada kejadian bersyarat. Apa pun perbuatan yang mereka lakukan, entah melalui derma, atau ucapan penuh kasih sayang, atau pun perbuatan bermanfaat, atau juga kerja sama, semua itu tak pemah lepas dari pikiran terhadap Buddha, Dharma, Sangha, para bodhisattva, pengamalan para bodhisattva, jalan supraduniawi, tingkat-tingkat, kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik para buddha, termasuk keserbatahuan lengkap dalam segala hal. fAengapa? Untuk menjadi yang terbaik dari semua makhluk, pemimpin dan pembina yang tiada taranya, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Mereka yang mencari yang demikian melaksanakan upaya yang cocok, dengan usaha itu mereka dalam s e k e j a p mencapai seratus triliun konsentrasi, mereka, melihat seratus triliun buddha dan mengenali kekuatan mengguncang seratus triliun dunia, pergi k e : Kitab Dua Puluh Enam, seratus triliun

73 Sutra Karangan

Bunga

kawasari, menerangi seratus triliun dunia, mematangkan seratus triliun makhluk, tinggal selama seratus triliun kalpa, menembus seratus triliun kalpa silam dan mendatang, merenungkan seratus triliun ajaran, mewujudkan seratus triliun tubuh, setiap tubuh mewujudkan rombongan seratus triliun bodhisattva. Di luar itu, para bodhisattva dengan kekuatan sumpahsumpahnya mempergelarkan, melalui keistimewaan sumpah-sumpah mereka, tak terhitung banyaknya perubahan tubuh, aura, kekuatan mistik, pandangan, kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dan penampilan." Kemudian mahabodhisattva Matriks Intan bersajak menguraikan tingkat ini: Setelah menyempurnakan pengamalan jalan tingkat kelima, Menembus pengetahuan ketanpatandaan, ketanpabentukan, dan ketanpakelahiranan segala sesuatu, Pengetahuan ketanpaasalan, kesucian awal, dan ketakterungkapan mereka, Begitulah para bodhisattva memasuki tingkat k e e n a m . Mata objektif menelusuri fenomena secara tetap Tanpa penolakan atau pun keterikatan, tanpa gagasan palsu, Tahu semuanya berhakekat semu, lepas dari ada dan tiada, Para bodhisattva nriasuk ke tingkat lebih tinggi tingkat keenam. Mantap dalam kemauan sungguh-sungguh, periuh dengan pengetahuan dan kekuatan, Mereka mengamati kemenjadian dan pelapukan di semua dunia, Kemenjadian dunia pada hakekatnya kemenjadian kegelapan pandangan khayal; Ketika pandangan khayal ini dihancurkan, kemenjadian tak berada. Mereka merenungkan kejadian bersyarat, pada hakekatnya kosong Tanpa mempertentangkan hubungan kausal perbuatan atau fungsi . nama-nama; Tahu pada hakekatnya perbuatan tak memiliki pelaku, Mereka memandang kemauan. T a k mengetahui kebenaran dalam arti terluhur adalah ketidaktahuan; Perbuatan dan kesadaran adalah akibat daripadanya; 74 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m , yang terjalin sebagai awan pekat, tanpa

Kemudian, dilahirkan berbarengan berdasar pada kesadaran adalah batin dan jasmani; Begitulah semuanya muncul, seluruh tumpukan penderitaan. Mereka menyadari tiga alam hanyalah pikiran belaka Dan duabelas mata rantai tumimbal lahir ada dalam satu pikiran, Terlahir dari keinginan dan diciptakan oleh pikiran; Begitulah pemadaman dan kemenjadian, juga, adalah pembedaan dari pikiran. Fungsi ketidaktahuan adalah ganda; ia menciptakan pandangan semu, Dan dalam pandangan semu tersedia sebab bagi kesan-kesan; Dan seterusnya, hingga ke usia tua, pelapukan, dan kematian Terciptanya semua penderitaan dari ini tak kenal akhir. Ia tak dapat dihentikan di bawah kondisi ketidaktahuan, Tetapi setelah menyetop penciptaan terus menerus ini, semua berhenti seluruhnya Pandangan semu, keinginan, dan kemelekatan adalah jalannya samsara; Bentuk-bentuk mental dan kemenjadian adalah jalannya perbuatan, selebihnya adalah penderitaan. Dari pandangan semu ke landasan indria adalah penderitaan oleh karena kebersyaratan, Kontak dan munculnya kesan adalah penderitaan oleh karena kesakitan, Selebihnya dari mata rantai ini adalah penderitaan oleh karena pelapukan; Jika perkembangan mereka disetop, penderitaan itu tak memiliki diri. Pendahulunya adalah ketidaktahuan dan bentuk-bentuk mental; Kesadaran dan kesan-kesan bekerja pada masa sekarang; Keinginan, kemenjadian, dan penderitaan berlangsung di masa mendatang: Mereka yang mengamati tak terikat memutuskan pembenihan dan pertumbuhannya. Kondisi pandangan semu menciptakan belenggu; 75 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

Akhir dari belenggu adalah padamnya syarat-syarat. Penciptaan akibat oleh sebab tidak terjadi tanpa sebab: Pengetahuan pencerahan melihatnya beradaan hakiki. Mengikuti pandangan menjadian; Melawannya, semua kemenjadian akan terputus oleh pembatalan sebab. Mereka yang berbatin tak terikat mengamatinya dalam sepuluh cara Saling keterkaitan luhur antara satu hal dan yang lainnya. Niat, mata rantai kemenjadian, dan pusat perbuatan T a k terpisahkan di muka tiga jalan: T a k dilahirkan dan tak lebur adalah runtunan syarat, Penyebab dan penghancuran tiga bentuk penderitaan, permulaan dan pemadaman. Begitulah para bodhisattva memahami kejadian bersyarat Seperti khayalan, tak nyata, tidak mengetahui atau mengerjakan, Seperti mimpi, seperti pantulan, kosong dari keberadaan hakiki, Seperti bayangan dari ketidaktahuan dan pandangan semu. Siapa pun yang bermeditasi pada yang demikian berdiam dalam kekosongan para bijaksana; Mereka menyadari ketanpatandaan syarat-syarat: Tahu mereka seluruhnya tidak nyata, mereka tak berharap, Tetapi mereka tetap melanjutkan kehidupan atas dasar belas kasihan k e p a d a makhluk-makhluk. semu adalah sebab dan daya bagi kesebagai kosong dari ke-

Begitulah setelah berhasil mencapai pintu kebebasan ini, para mahasattva Bahkan semakin berbelas kasihan dalam hati dan mencari sifatsifat kebuddhaan. Mengamati yang terjalin sebagai hanyalah keberbarengan Mereka menjadi semakin rajin, penuh dengan berbagai kebajikan. Setelah memenuhi banyak sekali konsentrasi daiam kekosongan, Juga kebebasan tanpa tanda dan tanpa berharap, Kebijaksanaan dan penerimaan konformatif mereka meningkat, Dan kebebasan dan pengetahuan mereka menjadi matang. Mereka juga melayani banyak buddha dengan penuh tekad 21 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

Dan mengamalkan Jalan di bawah bimbingan para buddha. Beroleh harta ajaran Buddha, mereka memperbanyak akar-akar kebaikan Seperti emas dihiasi dengan beraneka permata. Seperti sinar rembulan menyegaikan pikiran orang-orang di dunia Tak tersimpangkan oleh empat jenis angin, Cahaya para bodhisattva, mengatasi jalan para setan, Memadamkan kobaran kesakitan. Setelah mencapai tingkat ini, mereka menjadi penguasa surgawi, Ahli dalam pemancaran, penghancur kecongkakan. Apa pun yang mereka kerjakan dalam jalan pengetahuan Adalah tak tertandingi, teguh, di luar jangkauan para sravaka. Mencari, para bodhisattva, dikaruniai dengan semangat, Setelah mencapai seratus triliun konsentrasi sempurna, Dalam sekejap melihat para buddha di sepuluh penjuru Membara seperti matahari di langit pertengahan musim panas. "Sampai di sini saya telah menceritakan tingkat keenam para mahasattva, tingkat Kehadiran, yang mulia, sukar untuk dilihat, sukar bagi para sravaka dan pratyeka untuk mengetahuinya." Sekarang kumpulan para dewa, bernafas lega, mencurahkan awanawan beraneka cahaya dan menyenandungkan kata-kata merdu penuh dengan kegembiraan mumi y a n g agung, memuji batin yang sangat haius mulia, yang menguasai pengetahuan, dikaruniai dengan seratus kebajikan, istimewa dalam perilaku, penuh kebahagiaan, penderma dunia, salah satu teratai kemanusiaan. Para d e w a agung melintasi langit mencurahkan cahaya mulia tak terukur pada manusia-manusia terbaik, dan awan-awan wewangian Rombongan yang para luar biasa dewa indah, untuk menghancurkan dalam suara-suara yang bagaimana mereka samsara. merdu, berbicara samsara pada mereka yang menderita

menyenangkan, indah tentang

telah memperoleh

manfaat agung dengan mendengarkan penjelasan mengenai tingkat ini. Para dewi bersukacita, memainkan musik indah, mengucapkan pujian atas pengamalan istimewa ini, melalui kekuatan Buddha: Yang terbaik dalam perilaku di antara para bijaksana, Penjinak dari yang terjinakkan, penderma dunia, Setelah mengatasi dunia, 77 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

M e r e k a bertindak di dunia, memperlihatkan yang lembut. M e r e k a mewujudkan beraneka tubuh, S e m u a tubuh menyatu dengan hakekat segala sesuatu; Penuh kedamaian, tak suka bertengkar, Miereka berkata tanpa gagasan telah mengatakan bahkan sepotong suku kata sekalipun. M e r e k a pergi ke seratus ka wasan dan memberi hormat kepada Pembimbing, M e r e k a yang paling patut diberi penghargaan, Setelah melepaskan k o n s e p mereka tentang kawasan, S e b a g a i penguasa pengetahuan. Mereka mengembangkan makhluk-makhluk sepenuhnya, T e t a p i tanpa konsep tentang diri atau yang lainnya, Mereka menumpuk kebaikan luhur, T e t a p i tak terikat terhadap tumpukan yang baik. Setelah melihat dunia membara Oleh keinginan, kebencian, dan pandangan semu, M e r e k a menanggalkan semua konsep Dan atas dasar belas kasihan melaksanakan upaya luhur. Para dewa dan aewi, setelah mempersembahkan lagu yang istimewa, m e n y i m a k , penuh gairah, semua memandang keistimewaan tingkat ketujuh, kediaman kebajikan." Bodhisattva Matriks Intan berkata, "Setiap bodhisattva yang telah menyempurnakan jalan tingkat keenam secara lengkap naik ke tingkat ketujuh. M e r e k a bisa masuk k e tingkat ketujuh melalui sepuluh jenis pekerjaan khusus dalam Jalan y a n g dihasilkan melalui keterampilan dalam cara, kebijaksanaan supraduniawi, dan pengetahuan. Apakah yang sepuluh ini? Mereka mengembangkan batin yang terlatih baik untuk memusat pada kekosongan, ketanpatandaan, ketakberharapan, tetapi mereka mengumpulkan perlengkapan luhur berupa kebajikan dan pengetahuan. Mereka m a s u k ke dalam ketanpadirian, tanpa makhluk, tanpa jiwa, tanpa pribadi, dan tanpa pribadidalam segala hal, tetapi mereka tidak melepaskan penciptaan e m p a t hal yang tak terukur - cinta kasih, belas kasihan, simpati, dan k e s e i m b a n g a n tak terukur. Mereka menjalankan pengamalan pada Buddha. "Pasamuan ini tenang," mereka berkata kepada bodhisattva; "ceritakan

78

Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua

Puluh Enam,

supraduniawi untuk meningkatkan jalan-jalan kebajikan, tetapi mereka tidak terikat p a d a apa pun juga. Mereka terlepas dari segala hal yang ada di dunia, m e s k i p u n mereka menghasilkan serangkaian perhiasan bagi dunia. Mereka sangat hening dan tenang karena bebas dari api samsara, meskipun m e r e k a menjalankan pekerjaan untuk memadamkan api-api samsara nafsu, kebencian, dan pandangan semu pada semua makhluk. Mereka menyadari ketakmenduaan hakekat keberadaan dan ketakberadaan, segala hal seperti khayalan, bayang-bayang, mimpi, pantulan, perbuatan dan pekerjaan. Mereka telah memupuk pencerapan gema, bahwa hakekat bayangan hantu, tetapi mereka sungguh-sungguh menjadikan beraneka semua kawasan dan jalan adalah sama dengan ruang, meskipun mereka membuat perhiasan kawasan-buddha. Mereka telah tiba pada semua buddha y a n g pada dasarnya dan hakekatnya adalah tubuh-realitas, meskipun m e r e k a mengerjakan pembuatan hiasan-hiasan tanda-tanda keistim'ewaan dan perhiasan-perhiasan tubuh jasmani buddha. Mereka mengakui b a h w a suara buddha tak terucapkan, bebas dari bunyi, dan pada hakekatnya hening, tetapi mereka mengerjakan pembuatan serangkaian berbagai jenis nada yang berlainan untuk berkomunikasi d e n g a n semua makhluk. D a l a m sekejap mereka masuk ke dalam kesadaran buddha masa silam, kini, dan mendatang, tetapi mereka juga masuk ke dalam bermacammacam penampilan, usia, dan perhitungan dari batin makhluk-makhluk yang berlainan. Melalui sepuluh jenis pekerjaan khusus di dalam Jalan ini, dicapai melalui keterampilan dalam cara, kebijaksanaan, dan pengetahuan, para bodhisattva masuk ke tingkat ketujuh; dan mereka dikatakan berada di tingkat ini o l e h kemuliaan pewujudan pengamalan pekerjaan-pekerjaan ini." "Para bodhisattva di tingkat ketujuh ini menembus tak terhingga banyaknya alam-alam makhluk-makhluk, tak terbatas banyaknya kegiatan membimbing y a n g digunakan para buddha untuk mengembangkan makhlukmakhluk, tak terhingga banyaknya jaringan dunia, tak terhingga banyaknya penyucian kawasan-buddha oleh para buddha, tak terhingga banyaknya ragam f e n o m e n a , tak terhingga banyaknya pencapaian pengetahuan para buddha, tak terbatas banyaknya m e t o d e menghitung masa, kesadaran tak terukur para buddha masa silam, kini, dan mendatang, tak terhingga banyaknya perbedaan minat makhluk-makhluk, tak terhingga banyaknya ragam perwujudan tubuh jasmani para buddha, tak terhingga banyaknya ragam bentuk-bentuk mental dan kemampuan makhluk-makhluk, tak terhingga banyaknya penggembiraan kelompok makhluk-makhluk oleh ucapan para buddha, tak terhingga banyaknya ragam kegiatan mental makhluk-makhluk, tak terhingga banyaknya pemerhatiap para buddha

79 Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

terhadap kemajuan pengetahuan, tak terhingga banyaknya ragam penerapan menuju jalan pembebasan melalui kereta para sravaka, tak terhingga banyaknya pewujudan ajaran-ajaran di Jalan para buddha, tak terhingga banyaknya penyempurnaan pencapaian melalui kereta para pratyeka, tak terhingga banyaknya ajaran tentang cara-cara untuk masuk k e dalam pengetahuan luhur para buddha, tak terhingga banyaknya penerapan para bodhisattva untuk.perilaku para bodhisattva, dan tak terhingga banyaknya ajaran para buddha tentang jalan masuk ke d a l a m pasaffiuan Mahayana."" "Muncul d a l a m diri para bodhisattva b a h w a kawasan para buddha, mereka yang telah menyelami yang Demikian, para buddha sempurna, tak terhingga dan tak dapat dihitung bahkan dalam ratusan juta milyar triliun kalpa, dan bahwa mereka sendiri harus mengembangkan kawasankawasan para buddha ini dan menyempurnakannya, tanpa perlu berupaya, tanpa pikiran sia-sia, tanpa pembedaan y a n g keliru." "Begitulah dengan pengetahuan mistik y a n g tajam, penerapan yang berkesinambungan, penuh dengan keterampilan dalam cara dan kebijaksanaan, m e r e k a menjadi matang betul dalam pekerjaan-pekerjaan khusus di Jalan ini, dengan penerapan yang tak tergoyahkan. Sewaktu melaksanakan pekerjaan penyelesaian di Jalan ini, mereka tidak meninggaikannya barang sekejap pun; bahkan sewaktu berjalan, berdiri, duduk, rnerebahkan diri, dan bahkan sewaktu tidur sekalipun mereka mengabdikan sepenuhnya bagi kesempurnaan pengetahuan. Mereka bebas dari segala m a c a m rintangan, mereka memelihara perilaku pantas, dan rnereka mempertahankan pikiran demikian, melalui cita-cita mereka menumpuk demikian penyempurnaan sepuluh jalan supraduniawi para

bodhisattva. M e n g a p a ? Dengan cara demikian para bodhisattva mengabdikan setiap pikirannya, dituntun oleh belas kasihan luhur, ke pencapaian kebuddhaan dan pengetahuan pencerahan." "Memberikan akar-akar kebaikan m e r e k a sendiri kepada makhlukmakhluk pada m e r e k a yang melayani makhluk-makhluk hidup dengan penuh belas kasihan sewaktu mencari pengetahuan pencerahan merupakan kedermawanan luhur mereka. Pemadaman api segala jenis penderitaan rnerupakan disiplin luhur mereka. Toleransi terhadap semua makhluk atas dasar kasih sayang dan belas kasihan rherupakan kesabaran luhur mereka. Kekuatan dalam mengerjakan pengamalan tanpa kenal lelah y a n g pada hakekatnya baik merupakan semangat luhur mereka. Maju terus menuju pengetahuan serbatahu tanpa gangguan merupakan meditasi luhur mereka. Toleransi dalam menghadapi hakekat tanpa-asal pada segala hal merupakan kebijaksanaan luhur mereka. Menyempurnakan pengetahuan tanpa batas 80 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

merupakan keterampilan

luhur mereka

dalam

cara-cara.

Realisasi

penembusan pengetahuan tentang hakekat pengerjaan merupakan sumpah luhur mereka. Tak mengakibatkan kerusakan p a d a jalan mereka bila dipotong oleh lawan atau kumpulan setan mana pun merupakan kekuatan luhur mereka. Kesempurnaan pengetahuan tentang segala sesuatu sebagaimana adanya merupakan pengetahuan luhur mereka. Begitulah sepuluh jalan supraduniawi para bodhisattva disempurnakan pada setiap saat di tingkat ini, y a n g disebut Berjalan-Jauh. D e n g a n cara yang s a m a empat cara penyelamatan, empat kekuatan, tigapuluh tujuh unsur pencerahan, tiga pintu kebebasan - secara keseluruhan semua a s p e k pencerahan - dipenuhi dari saat ke saat." Ketika Matriks Intan telah berkata demikian, bodhisattva Kebebasan berkata kepadanya, "Apakah semua Bulan

unsur pencerahan

disempurnakan dari saat ke saat hanya oleh para bodhisattva di tingkat ketujuh, atau pada keseluruhan sepuluh tingkat?" Matriks Intan berkata, "Semua unsur pencerahan disempurnakan dari saat ke saat oleh para bodhisattva di seluruh sepuluh tingkat, tetapi pada khususnya di tingkat ketujuh ini. Mengapa? Tingkat bodhisattva ini menyempurnakan pengamalan yang meliputi usaha yang cocok dan meningkat ke pengamalan pengetahuan dan pengetahuan mistik. Begini, di tingkat pertama para bodhisattva unsur-unsurpencerahan disempurnakan pada bodhisattva dari saat ke saat melalui pemusatan terhadap semua sumpah; di tingkat kedua, dengan menghilangkan kotoran-kotoran batin, di tingkat ketiga, dengan meningkatkan ikatan janji dan pencapaian penerangan Dharma; di tingkat keempat, dengan masuk. ke dalam Jalan; di tingkat kelima, melalui keikutsertaan dalam pekerjaan-pekerjaan duniawi; di tingkat keenam, dengan masuk ke dalam pintu ajaran yang dalam; dan tingkat ketujuh semua unsur pencerahan disempurnakan dari saat k e saat d e n g a n menumbuhkan semua sifat-sifat kebuddhaan. Apakah alasannya? Semua unsur upaya untuk membangkitkan pengetahuan yang telah berhasil dicapai oleh para bodhisattva di tingkat pertama hingga ketujuh dicapai tanpa menggunakan upaya mulai tingkat kedelapan, dan seterusnya hingga tingkat terakhir." "Ini seolah-olah seperti ada dua dunia!, satu bernoda dan kotor, dan satu lagi seluruhnya suci; sangatlah sulit untuk menjembatani kesenjangan di antara ke dua dunia ini, kecuali melalui kekuatan besar pengetahuan luhur; dengan cara yang sama sangatlah sukar untuk menjembatani kesenjangan di antara pengamalan campuran dan murni para bodhisattva, dan tidaklah mungkin melakukan yang demikian kecuali melalui kekuatan sumpah luhur, keterampilan dalam cara, dan pengetahuan mistik luhur." 81 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

Bulan Kebebasan berkata, "Kalau dennikian apakah pengamalan para bodhisattva di tingkat ketujuh boleh dipandang sebagai tercampur dengan penderitaan, ataukah murni?" Matriks Intan berkata, " S e j a k tingkat pertama pencerahan, semua pengamalan para bodhisattva harus dipandang bebas dari pencemaran penderitaan, oleh karena dikuasai oleh pengabdian bagi pencerahan, tetapi karena sekadar berada bersesuaian dengan jalan yang cocok dengan tingkatnya, hingga ke tingkat ketujuh tidaklah berarti ia dapat dikatakan sebagai pengamalan yang telah sepenuhnya mengatasi penderitaan. Ini seperti seorang raja yang sedang berkeliling mengendarai gajah, melihat kesengsaraan orang-orang yang mengalami penderitaan dan kemiskinan tanpa dirinya sendiri terpengaruh oleh karenanya - tetapi dia belumlah berjalan jauh melewati kondisi manusia. Lalu bila ia terlahir di alam Brahma, setelah melepaskan tubuh manusianya, dannaik ke istana Brahma, dengan sedikit upaya ia pergi berkeliling mengamati alam semesta dan memperlihatkan sinar Brahma, m a k a ia tak dapat disebut manusia. Dengan cara yang sama, sejak tingkat pertama para bodhisattva, duduk dalam kereta jalan supraduniawi, berjalan melalui semua dunia, melihat kesakitan kesengsaraan, tetapi tidak terpengaruh olehnya karena berada di Jalan yang benar, tetapi sebegitu jauh tidak dapat dikatakan telah sepenuhnya melewati jangkauan kesakitan y a n g menyengsarakan semua makhluk. Setelah melepaskan pengamalan tingkat ketujuh, mereka masuk ke tingkat kedelapan, dan kemudian, duduk sepenuhnya suci, mengembara ke di dalam kereta semua dunia, bodhisattva mereka yang mengenali

kesakitan yang menyengsarakan semua makhluk duniawi, tetapi mereka tidak terpengaruh oleh kesakitan-kesakitan itu, karena telah mengatasi kegiatan duniawi secara keseluruhan." "Meskipun demikian para bodhisattva di tingkat ketujuh ini telah mengatasi sebagian besar tumpukan semua samsara, mulai dari keserakahan; para bodhisattva y a n g mengamalkan tingkat ketujuh ini, Berjalan-Jauh, tidak dapat dikatakan dicemari oleh samsara atau bebas dari samsara. Mengapa? Karena mereka tidak memerankan samsara apa pun, mereka tidak tidak dapat dikatakan menderita; karena mereka mencari pengetahuan-buddha dan belum sepenuhnya menyempurnakan cita-cita mereka, mereka tidak dapat dikatakan tanpa samsara." "Para bodhisattva di tingkat ketujuh ini diberkahi dengan perbuatan jasmani, ucapan, dan pikiran y a n g suci niatnya; dan mereka sudah melampaui semua bentuk perbuatan buruk yang tidak disetujui oleh buddha, dan terus menerus bertindak sesuai dengan perilaku bajik yang

82

Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

diakui oleh buddha. Juga, seni dan kerajinan dan usaha apa pun yang mereka kerjakan di tingkat kelima semua berlangsung tanpa perlu menggunakan upaya di tingkat ketujuh ini. Mereka diterima secara semesta sebagai guru, kecuali sebagai buddha sempurna dan para bodhisattva tingkat kedelapan, yang tak memiliki tandingan, baik dalam pengertian kemauan maupun pengamalan. S e m u a meditasi, konsentrasi, pencapaian, pengetahuan mistik, dan kebebasan mereka hadir dalam diri mereka, daiam hal pemupukan, tetapi belum s e b a g a i pencapaian yang matang, seperti halnya di tingkat kedelapan kekuatan pemupukan kebijaksanaan dan caracara pada tiap pikiran oleh para bodhisattva di tingkat ketujuh disempurnakan. Mereka memperoleh semua unsur pencerahan pada derajat yang bahkan lebih tinggi daripada sebelumnya." "Di tingkat ketujuh ini para bodhisattva memperoleh konsentrasi pencerahan yang disebut pemastian sadar sempurna, satu disebut penimbangan makna berhati-hati, satu disebut kecerdasan unggul, satu disebut gudang pembedaan makna, satu disebut pemastian semua makna, satu disebut pemastian makna sesuatu sebagaimana adanya, satu disebut akar y a n g bertumbuh kokoh, satu disebut pintu pengetahuan dan kekuatan mistik, satu disebut penyucian dan perhiasan alam fenomena, satu disebut pujian bagi buddha, dan suatu konsentrasi yang disebut pintu kehidupan dan nirwana menutupi beraneka m a k n a . Dengan cara ini, dimulai dengan ini, menyempurnakan cara-cara untuk masuk ke dalam pengetahuan mistik luhur, mereka memperoleh seratus ribu gugus yang terdiri dari sepuluh konsentrasi disucikan, dengan yang membersihkan dan melalui kekuatan tingkat-tingkat. Dengan pencapaian konsentrasi-konser.trasi ini yang di dalamnya cara-cara dan kebijaksanaan belas kasihan luhur, mereka pergi kebijaksanaan dan pengetahuan. melampaui tingkat-tingkat para sravaka dan pfatyeka, dan berhadapan tingkat perenungan dengan Perbuatan-perbuatan para bodhisattva yang tak terbatas di tingkat ketujuh berlanjut terus tanpa tanda-tanda khusus, seperti halnya ucapan dan pikiran mereka yang tak terbatas. Perwujudan penerimaan ketanpa-asaian segala sesuatu sepenuhnya tersucikan."
1

Bulan Kebebasan berkata, "Bukankah perbuatan-perbuatan jasmani, ucapan, dan batin para bodhisattva yang tak terbatas di tingkat pertama melampaui pengamalan para sravaka dan pratyeka?" Matriks Intan berkata, "Ya begitulah, tetapi itu karena besarnya derajat pemusatan perhatian mereka terhadap Jalan Buddha, bukan karena kesadaran perenungan mereka sendiri. Tetapi di tingkat ketujuh para bodhisattva ini mereka menjadi tak tertandingi karena realisasi melalui

83 Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua

Puluh E n a m ,

perenungan dalam kawasan kesadaran mereka sendiri. Ini seperti seorang pangeran yang lahir dari seorang raja dan ratu, yang mewarisi kerajaan dan begitu terlahir ia lebih unggul dari para menteri - karena kekuasaan dari raja, bukan karena pikiran yang dihasilkan dari kekuatan kecerdasannya sendiri. Lalu bila ia dewasa, ia dapat melampaui karya semua menteri karena kekuatan kecerdasannya sendiri. Dengan cara yang sama, para bodhisattva lebih unggul dari para sravaka dan pratyeka begitu m e r e k a bercita-cita demikian, karena keluhuran dari tekadTnereka, bukan karena perenungan oleh kekuatan batin mereka sendiri. Tetapi para bodhisattva di tingkat ketujuh ini melampaui semua sravaka dan pratyeka dengan bertumbuh mereka dalam keluhuran sendiri. Lebih dan keunggulan pengetahuan pengalaman ini lanjut, para bodhisattva di tingkat ketujuh

mencapai perbuatan jasmani, ucapan, dan batin yang mulia, tak terikat, dan tak menonjol, meskipun demikian mereka tidak melepaskan u p a y a mencari keunggulan yang lebih luhur lagi, dengan upaya mencari tersebut mereka mencapai penghentian tetapi mereka tidak membuat itu sebagai akhir realisasi." Bulan Kebebasan berkata, "Mulai tingkat ke berapa para bodhisattva mencapai penghentian?" Matriks Intan berkata, "Mereka mencapai penghentian sejak tingkat keenam. Di tingkat ketujuh mereka masuk dan muncul dari penghentian pada setiap saat batin, tetapi mereka tidak bisa dikatakan betul-betul mengalami penghentian. Oleh karena itu mereka dikatakan memiliki perbuatan jasmani, ucapan, dan batin yang tak terbayangkan. Sungguh mengagumkan menyaksikan bagaimana para bodhisattva tinggaj dalam realitas sejati tanpa mengalami penghentian sebenarnya. Seperti halnya seseorang yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai perilaku air di samudera, terpelajar, bijaksana, dan pandai, penuh pertimbangan d a l a m segala hal, selagi menumpang kapal di samudera mengenai dengan baik angin dan arus dan terhindar dari cedera oleh air samudera, dengan cara yang sama para bodhisattva di tingkat ketujuh, setelah memasuki samudera keserbatahuan mahayana menumpang bahtera jalan supraduniawi, tinggal dalam realitas sejati, batas kehidupan, tetapi tidak mengalami penghentian, dan tidak terpengaruh oleh penyakit memikirkan penghentian akhir sempurna terhadap yang tergabung." "Setelah memperoleh kekuatan dan dukungan pengetahuan ini, melalui kesadaran luhur yang membuat konsentrasi, pengetahuan, dan kekuatan berkembang, melalui kekuatan keterampilan dalam cara dan kebijaksanaan, mereka juga memperlihatkan muka kehidupan duniawi,

84

Sutra Karangan Bunga

: Kitab Dua Puluh E n a m ,

sementara batin m e r e k a menuju nirwana. Mereka juga dikelilingi o l e h rombongan besar, tetapi mereka telah mencapai ketakterikatan batin y a n g tetap. Mereka menempuh kelahiran di dunia melalui kekuatan k e m a u a n demi kepentingan pengembangan makhluk-makhluk, tetapi mereka tidak dicemari oleh penyakit dunia. Mereka juga tenang, sangat hening dan sejuk, tetapi dalam cara-cara bijaksana mereka 'berkobar,' meskipun demikian tak membuat mereka kebakaran oleh kobaran itu. Mereka terlahir d a l a m pengetahuan para buddha dan meninggalkan tingkat-tingkat para sravaka dan pratyeka. Sewaktu mereka mencapai gudang alam pengetahuanbuddha, mereka sebaliknya nampak seperti telah memasuki alam para setan. Walaupun m e r e k a telah sepenuhnya mengatasi jalan empat jenis setan, mereka memperlihatkan kawasan kegiatan para setan. Mereka nampak mengamalkan jalan-jalan non-Buddha, tetapi batin mereka tidak meninggalkan Buddha Dharma. Mereka nampak mengikuti pekerjaanpekerjaan duniawi, tetapi mereka mencapai jalan mengatasi dunia. M e r e k a mendapalkan perhiasan-perhiasan yang ataupun melampaui semua makhluk, tidak manusia, dewa, yang menakjubkan, tetapi mereka

mengalihkan perhatian dari kegembiraan dalam jalan buddha." "Bagi para bodhisattva di tingkat ketujuh Berjalan-Jauh ini, b a n y a k buddha menjadi t a m p a k , melalui pandangan dan kemauan luhur - ratusan buddha, ribuan, ratusan ribu, ratusan ribu juta, ratusan ribu milyar, ratusan ribu triliun buddha. Setelah melihat buddha-buddha ini, dengan semangat luhur mereka memberi penghargaan dan hormat kepada mereka, melengkapi mereka dengan persembahan makanan, pakaian, pembaringan, para bodhisattva, dan juga menghormati pasamuan sucL obatobatan, dan perlengkapan lainnya, dan juga memberi kenyamanan b a g i Mereka mengabdikan semua akar-akar kebaikan ini untuk pencerahan sempurna. Mereka juga melayani buddha-buddha itu dan mendengar ajaran-ajaran mereka, melalui mempelajari cahaya ajaran-ajaran icu dan mengingatnya. dan Setelah mendengar ajaran-ajaran, mereka melatihnya, mereka mengamalkannya pencapaian sejati, kebijaksanaan, pengetahuan, melindunginya dengan menyempurnakan mereka, dan menjadi pelestari ajaran-ajaran buddha, tak menjadi khawatir oleh pertanyaan-pertanyaan cerdik para sravaka maupun pratyeka. Penerimaan mereka terhadap ajaran mulia, untuk penyelamatan makhluk-makhluk, menjadi semakip murni." "Akar-akar kebaikan para bodhisattva di tingkat Berjalan-Jauh ditempa selama banyak kalpa, semakin suci, dan semakin dapat dipakai bekerja; mereka suci tak bernoda sepanjang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, triliunan k a l p a . Seperti halnya emas ditatah dengan permatapermata menjadi s e m a k i n bersinar,' semakin bercahaya, dan semakin 85 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

melampaui semua jenis perhiasan, demikian pula akar-akar kebaikan para bodhisattva di tingkat ketujuh Berjalan-Jauh ini, dihasilkan oleh keterampilan dalam cara, kebijaksanaan, dan pengetahuan, menjadi semakin bersinar, bercahaya, dan bersih tak bernoda, dan tak dapat dikalahkan sinarnya oleh para sravaka dan pratyeka. Seperti halnya cahaya matahari tak dapat dikalahkan sinarnya oleh bintang-bintang dan bulan, mengeringkan banyak rawa-rawa dan memasakkan tanaman, begitu pula akar-akar kebaikan para bodhisattva di tingkat Berjalan-Jauh ini tak dapat dikalahkan sinarnya oleh para sravaka dan pratyeka, dan mengeringkan banyak pandangan semu dan rawa-rawa penderitaan mereka, dan membuat tubuh-tubuh dicemari samsara menjadi mulia." "Bagi para bodhisattva ini, di antara sepuluh jalan supraduniawi, keterampilan luhur dalam cara-cara menjadi yang utama, sementara mereka juga mengamalkan yang lainnya sebaik m e r e k a bisa." "Ini adalah ringkasan tingkat ketujuh para bodhisattva, disebut Berjalan-Jauh, kebanyakan para bodhisattva di sini adalah para penguasa surga dengan kecakapan mengatur pancaran y a n g lainnya, ahli, dan para berkuasa, tak kenal letih dalam membangkitkan pengertian jernih pada makhluk-makhluk, dan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan sravaka dan pratyeka, terampil dalam membimbing makhluk-makhluk ke dalam kepastian. Apa pun perbuatan yang mereka lakukan, entah meialui derma, atau ucapan penuh kasih sayang, atau pun perbuatan bermanfaat, atau juga kerja sama, semua itu tak pernah lepas dari pikiran terhadap Buddha, Dharma.Sangha, para.bodhisattva, pengamalan para bodhisattva, jalan supraduniawi, tingkat-tingkat, kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik para buddha, termasukkeserbatahuan lengkapdalam segala hal.Mengapa? Karena mereka ingin menjadi yang tf,rbaik dari semua makhluk, pemimpin dan pembina yang tiada taranya, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Mereka yang mencari yang demikian melaksanakan upaya yang yang

c o c o k , dengan semangat itu mereka dalam sekejap mencapai kuadriliun konsentrasi, melihat kuadriliun buddha dan mengenali kekuatan mereka, mengguncang kuadriliun dunia, pergi ke kuadriliun kawasan, menerangi kuadriliun dunia, mengembangkan kuadriliun makhluk, hidup selama dan mendatang, kuadriliun kalpa, menembus kuadriliun kalpa silam

merenungkan kuadriliun ajaran, mewujudkan kuadriliun tubuh, setiap tubuh mewujudkan rombongan kuadriliun bodhisattva. Di luar itu, para bodhisattva dengan kekuatan sumpah-sumpahnya dapat, melalui keistimewaan sumpahsumpah mereka, mempergelarkan tak terhitung banyaknya perubahan tubuh, aura, kekuatan mistik, pandangan, kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dan penampilan." 86 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

Kemudian Matriks Intan bersajak menguraikan tingkat ini: Dengan pengetahuan mendalam mengikuti jejak kebenaran sejati, Batin dimantapkan di tingkat keenam, berkonsentrasi sempurna, Berhasil mencapai penggabungan kebijaksanaan dan upaya, Mereka masuk ke tingkat ketujuh yang lebih unggul pengamalannya. Kosong, tanpa tanda, tanpa berharap, tetapi penuh dengan belas kasihan dan kasih sayang, Fergi menuju keadaan penuh kebahagiaan, sambil menghormati para buddha, T a k kenal lelah dalam kebajikan dan kekuatan, sementara tahu mereka kosong belaka, Mereka masuk ke alam tingkat ketujuh. Di dunia, dengan kesabaran luhur, mereka telah memperoleh ketakterikatan, Memadamkan api samsara dan mendiamkan keinginan duniawi, Mengalir di antara hal-hal yang tak mendua khayalan, mimpi, T e t a p i mereka memperlihatkan belas kasihan, dan masuk ketingkat ketujuh. Mereka menyucikan kawasan, sementara batin mereka sendiri, seimbang, tanpa pikiran membedakan; Mereka diberkahi dengan tanda-tanda seorang buddha, sementara tak tergeserkan dalam hakekat kebenaran. Mereka bicara demi kepentingan dunia, sementara terlepas dari bunyi; D a n dalam sekejap memasuki batin pengetahuan para buddha. Terterangi, mereka merenungkan ajaran-ajaran ini. Memasuki tingkat lebih tinggi menginginkan m a n f a a t bagi dunia. Di tingkat ini mereka bekerja tanpa henti demi makhluk-makhluk hidup, Mengerjakan pekerjsan-pekerjaan para buddha, tak terukur. Mereka memahami kawasan-kawasan, beraneka tatanan dan usia mereka, Kecondongan, niat, beraneka keadaan batin, D a n mengajar tanpa akhir, dengan penuh pengabdian, 87 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m , seperti pantulan,

Untuk mengembangkan semua k e kematangan. Mereka yang telah mencapai Jalan agung melalui upaya dalam segala batin pe-

ngetahuan ini, Menggabung kebijaksanaan dan mereka, Setelah memperoleh dalam seti^p saat pikiran kemuliaan Jalan, Menyempumakan sepuluh keadaan supraduniawi. Pencarian kebaikan bagi semua makhluk adalah derma; Disiplin adalah penghentian samsara, toleransi adalah tak melukai; Semangat adalah keteguhan y a n g laksanaan mereka; Ketaktergangguan yang bajik. Penerimaan akan ketanpa-asalan, tak memihak, adalah kedalam Jalan adalah meditasi terhadap hal-hal terus membesar dalam pekegiatan

bijaksanaan agung; Pengabdian adalah keterampilan dalam cara, bersumpah adalah mencari keberhasilan yang lebih besar; Di sini ketakhancuran adalah kekuatan, pengetahuan adalah kegembiraan dalam bimbingan: Begitulah mereka memperoleh sifat-sifat pencerahan dari saat k e saat. Di tingkat pertama kebajikan disempurnakan melalui pemusatan batin terhadap mereka; Di tingkat kedua, dengan m e m b u a h g kotoran; di tingkat ketiga, memotong belenggu; Di tingkat keempat, Jalan; di tingkat kelima, kegiatan tak memihak; Di tingkat keenam, pengetahuan kerja ketanpa-asalan. Di sini, begitu mereka tiba di tingkat ketujuh, Mereka memulai pekerjaan-pekerjaan bajik yang beraneka jenis; Mengapa? Pengetahuan~dan perbuatan yang mereka capai di sini Menyucikan semua yang berkembang ke tingkat kedelapan. Berjalan-Jauh sukar dilalui; melalui banyak sekali pengamalan p e ngembangan Mereka berlalu, seperti seseorang melalui jalan di antara dua kawasan. 33 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

Menempuh jalan di tingkat ketujuh, mereka tak bernoda, seperti raja-raja; Selagi berada dalam Jalan, mereka tentu masih belum mengatasi semuanya. Ketika mereka mencapai pengetahuan tingkat kedelapan, lebih lanjut, Mereka mengatasi objek-objek mental, tumbuh dalam kegiatan pengetahuan. Sebagaimana halnya dewa tidak memandang dunia seperti cara manusia, Begitu pula laku mereka, seperti teratai tak tercemarkan. Di tingkat ini mereka melampaui bermacam penderitaan Penderitaan-penderitaan Berada mereka tidak tidak aktif tetapi juga bertindak belum seluruhnya terhancurkan. di dalam Jalan, mereka berdasarkan penderitaan, Tetapi, disempurnakan dengan semangat untuk pengetahuan agung, penderitaan mereka belum berakhir. Mereka mengetahui berbagai seni dan kerajinanduniawi, penggunaan obat-obatan dan mantra, Dan sangat cakap serta memiliki landasan yang kokoh pada semua jenis ilmu pengetahuan. Mereka memperoleh meditasi, pengetahuan mistik, dan kekuatan, melalui pemupukan, Dan selanjutnya berhasil mencapai beraneka konsentrasi. Setelah mengatasi pengamalan para sravaka dan pratyeka, Mereka tumbuh dalam pengamalan tak terbatas para bodhisattva, Sebelumnya berdasarkan tekad, mulai sekarang berdasarkan pengetahuan; Mereka seperti anak-anak raja, penuh kekuasaan ketika dewasa. Setelah mencapai pengetahuan m e n d a l a m , mereka masih maju terus; Menjangkau penghentian batin, tetapi mereka tidak membuat itu menjadi bagian pengalarnan m e r e k a , Seperti berlayar ke samudera di atas kapal yang baik,

89 Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh

Enam,

Melihat air laut di hadapan mereka tetapi tidak dihancurkan oleh mereka. Selanjutriya diberkahi dengan upaya, kebijaksanaan, dan kekuatan terbaik, Kaya dengan keluhuran pengetahuan dan perbuatan, sukar untuk diketahui dunia, Mereka melayani jutaan buddha, menjadi semakin suci, Seperti emas dihiasi dengan permata. Sinar kebijaksanaan unggul para bijak di tingkat ini Menguapkan basah keinginan, seperti sinar matahari, Setelah mencapai tingkat ini, mereka menjadi pemimpin, Cakap, terampil dalam mengajar buah pengetahuan. Dalam mencari, dikaruniai dengan kemantapan, semangat, dan kekuatan, Mereka menampak kuadriliun buddha Di semua penjuru, melalui konsentrasi, Dan bahkan lebih lagi, kemauan yang unggul dan tak terukur. "Ini adalah tingkat ketujuh, disebut Berjalan-Jauh, menyucikan upaya dan kebijaksanaan, sukar bagi semua yang masih terikat pada dunia dan mereka mengetahui." Setelah mendengar tentang pengamalan istimewa para bijaksana, para dewa dan rombongan surgawi bergembira dan membuat persembahan kepada Buddha dan tak terhitung banyaknya bodhisattva, penderma dunia - mereka memberi karangan bunga, bendera dan panji-panji, serbuk wangi, pakaian berharga, bermacam payung istimewa bertatahkan permata, dan awan indah kalung-kalung permata. Para dewi mengeluarkan beraneka musik, dengan suara sangat merdu, menyenangkan, dan indah, sewaktu menyajikan persembahan kepada Buddha dan para bodhisattva, para bijaksana dengan watak-watak unggul; mereka berkata, yang m e n g a m a l hanya bagi diri mereka sendiri untuk

Maha-melihat, maha-kuasa, maha-unggul dan maha-baik, yang memperlihatkan alam para buddha untuk kepentingan dunia, Andalah yang membangkitkan musik ini, dengan petikan pada beraneka peralatan.

90

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh E n a m ,

Di ujung rambut lebih banyak buddha daripada butiran pasir di triliunan sungai G a n g g a Penuh kedamaie iada tara, mengajar ajaran suci, mulia, agung. Dalam sebuah pori-pori ada tak terhitung banyaknya kawasan, masing-masing dengan empat benua dan samudera-samudera, Juga gunung-gunung kutub dan pendamping, semua terlihat di sana, tak berhimpitan. Di titik seukuran ujung rambut ada semua alam makhluk-makhluk Setan, binatang, iblis, manusia dan dewa, hantu dan ular-ular, menempuh bermacam-macam alam kegiatan. Di semua kawasan alam-alam roda agung Penyuci diputar, Selagi para buddha mengajar sambil menyesuaikannya dengan batin dan pikiran makhluk-makhluk. Di tubuh setiap makhluk ada beraneka kawasan, di kawasankawasan, makhluk-makhluk; Mereka yang telah berkembang lebih tinggi adalah manusia dan makhluk surgawi Mengetahui keberagaman mereka, Buddha mengajar mereka. Sebuah kawasan yang besar terlihat seperti kecil, setitikdebu seperti bongkahan besar Ini dan lebih banyak lagi adalah kekuatan batin Buddha, yang semua makhluk tak dapat habis menceritakannya.

Ketika kata-kata luar biasa ini telah diucapkan, pasamuan, hening, menatap bahagia pada yang Terbaik di antara Pembicara. Melihat pasamuan terdiam, Bulan Kebebasan berkata lagi: "Tolong ceritakan jalan menuju pengamalan tingkat kedelapan." Matriks Intan berkata, "Mereka yang telah menyempurnakan

penyelidikan tingkat ketujuh para bodhisattva dengan baik, yang telah menyucikan jalan dengan kebijaksanaan dan keterampiian dalam cara, telah menumpuk cukup perlengkapan kebajikan dan pengetahuan, telah secara penuh mengabdikan diri mereka pSda sumpah luhur, pasti akan didukung dengan penguatan o l e h kekuatan Buddha, telah mendapatkan 91 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

dukungan kekuatan akar-akar kebaikan mereka sendiri, memusatkari perhatian mereka pada kekuatan, keahlian, dan sifat-sifatunik para buddha, telah menyucikan niat dan pikiran mereka, telah memperoleh kekuatan kebajikan dan pengetahuan, berusaha dengan penuh belas kasihan dan mengikuti Jalan pengetahuan tanp>a-batas, menyelami ketanpa-asalan awal segala sesuatu sebagaimana adanya, dan juga menyelami tanpakelahiran, ketanpa-tandaan, tanpa-kemenjadian atau pun penghapusan, tanpa-perwujudan, tanpa-kemajuan, tanpa-kemunduran, hakekat tanpakeberadaan, kesamaan awal, pertengahan, dan akhir, dan ketanpakonsepan segala sesuatu, menjangkau ke pengetahuan semesta tanpakonsep, setara dengan kedemikianan - mereka menyelami sifat-sifat segala sesuatu ini sebagaimana adanya. Mereka sepenuhnya lepas dari batin, kecerdasan, kesadaran, pikiran, dan pembentukan gagasan. T a k terikat, tak melekat, setara dengan ruang, setelah masuk ke. d a l a m keterbukaan - ini disebut telah mencapai penerimaan segala sesuatu." "Kemudian, dikaruniai dengan penerimaan ini, begitu para bodhisattva mencapaitingkatkedelapan.Tak-tergoyahkan, mereka menca paikediaman mulia para bodhisattva, yang sukar diketahui, tak bercampuran, tak terjamah oleh gagasan apa pun, tak berasal, tak berukuran, tak tertaklukan oleh para sravaka atau pratyeka, menyendiri, menghadapi pelepasan total. Sebagaimana halnya seorang bhikkhu dengan kekuatan batin dan pengendalian batin sejatitelah, melalui tingkat-tingkatberturutan, mencapai perolehan tingkat kesembilan, pemadaman, ia menjadi bebas dari semua kekacauan kenangan dan aliran pikiran, dengan cara yang s a m a para bodhisattva, begitu mereka mencapai tingkat kedelapan, Tak-tergoyahkan, menjadi terbebas dari segala upaya-upaya dan memperoleh tingkat ketanpa-upayaan, terbebas dari usaha jasmani, ucapan, dan batin, terbebas dari kekacauan kenangan dan aliran pikiran, dan menjadi m a n t a p dalam tingkat alami pengembangan." "Ini seperti bila seseorang dalam mimpi melihat dirinya d a l a m badai, ia akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk keluar dari sini, dan karena upaya yang besar dan kegigihan ini ia akan terbangun, dan begitu bangun ia akan terbebas dari semua upaya dan kegigihan tadi. Dengan cara yang s a m a para bodhisattva, melihat makhluk yang mortal berada dalam empat jenis badai, berkeinginan untuk memberi menempuh upaya luhur dan bergigih untuk bangun pertolongan, semuadalam hakekat ketanpa-asalan

pengetahuan, berbuat dengan semangat luhur; begitu mereka mencapai tingkat Tak-tergoyahkan, mereka menjadi terbebas dari s e m u a upaya."

92

Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh

Enam,

"Dalam diri bodhisattva ini tak ada perbuatan terwujud berdasar pada pandangan keliru, nafsu, atau niatan. Seperti halnya d a l a m surga Brahma tak ada penderitaan dari alam nafsu indria berlangsung, begitu juga para bodhisattva di tingkat Tak-tergoyahkan ini tidak m e m b a w a serta perbuatan batin, kecerdasan, atau kesadaran. Mereka bahkan tidak pula menjalankan periiaku para Buddha, pencerahan, para bodhisattva, nirwana, atau para sravaka dan pratyeka - apalagi menjalankan perilaku y a n g masih terikat pada dunia." "Lebih lanjut, bagi para bodhisattva yang telah mencapai tingkat Tak-tergoyahkan, yang mantap p l e h dukungan kekuatan s u m p a h silam mereka, para buddha, melalui cara-cara untuk menjangkau D h a r m a tadi, secara ajaib mempengaruhipelimpahan pengetahuan realitas dan berkata, 'Bagus, bagus! Ini adalah penerimaan kebenaran sejati, yang sesuai dengan ajaran para buddha. Namun demikian, anda masih belum memiliki sepuluh kekuatan kami, keahlian, dansifat-sifat unik kebuddhaan yang berkembang penuh. 01ehkarenanya,bekerjalah dengan bersemangat untuk memperoleh pengembangan kebuddhaan sepenuhnya. Jangan biarkan penerimaan ini lepas; meskipun demikian walaupun anda telah memperoleh kediaman damai dan b e b a s ini, anda hendaknya tetap memperhatikan makhlukmakhluk yang resah, dan kacau karena ketidaktahuan, y a n g bekerja berdasar pada beraneka penderitaan dan porak poranda karena bermacammacam pikiran. Juga, ingatlah selalu akan sumpah silam anda, manfaat bagi makhluk-makhluk, dan ketakterbayangkannya sumber pengetahuan. Lebih lanjut, h a k e k a t dari semua fenomena tetap sama entah para buddha muncul atau tidak; alam realitas dari yang hakiki adalah kekal, karena ia merupakan kekosongan dan ketakterjamahan segala sesuatu. Bukan hanya oleh ini para buddha terungkap demikian - bahkan para sravaka dan pratyeka sekalipun juga mencapai hakekat ketanpa-konsepan ini. Tetapi anda hendaknya mengamati ketakhinggaan tubuh k a m i para buddha, ketakhinggaan pengetahuan kami, ketakhinggaan k a w a s a n para buddha, ketakhinggaan kesempurnaan pengetahuan, ketakhinggaan alamalam cahaya, dan ketakhinggaan kesucian suara, dan berjuanglah untuk mendapatkan y a n g sama. Lebih lanjut, anda hanya m e m p u n y a i satu penerangan ini, yaitu penerangan tentang ketakhadiran g a g a s a n palsu mengenai segala sesuatu. Tetapi penerangan para buddha yang demikian tak berujung luasnya, tak kenal henti dalam perbuatan, tak k e n a l akhir dalam perwujudan, jumlahnya tak terhitung dan tak terukur; anda hendaknya berjuang untuk memperoleh m e r e k a . Juga, amatilah ketakhinggaan kawasan-kawasan di sepuluh penjuru, ketakhinggaan makhluk-makhluk, dan ketakhinggaan pembedaan fenomena, dan berusahalah m e m a h a m i

93 Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua

Puluh E n a m ,

mereka sebagaimana adanya.' Begitulah para buddha memberikan kepada para bodhisattva cara-cara menyempumakan pengetahuan yang tak terukur dan tak terhitung jumlahnya, mulai d e n g a n ini. Melalui cara-cara menyempumakan pengetahuan ini, para bodhisattva, melalui pembedaan pengetahuan yang tak hingga, membuat karya-karya yang kaya akan pengetahuan menjadi sempurna." "Saya beritahu anaa, jika para buddha tidak memperkenalkan kepada para bodhisattva dengan cara ini mengenai cara-cara yang menimbulkan pengetahuan serbatahu, para bodhisattva akan sepenuhnya p a d a m pada parinirwana dan akan menghentikan semua pekerjaan bagi makhluk-makhluk berindria. Oleh karenanya, para buddha memberi para bodhisattva tugas-tugas yang tak hingga banyaknya ini untuk mengembangkan pengetahuan, perbuatan-perbuatan yang menghasilkan pengetahuan yang dapat terjadi dalam s e k e j a p yang tak terukur, tak terhitung banyaknya, jauh lebih banyak daripada semua pekerjaan yang dilakukansebelumnya sejak munculnya cita-cita pertama hingga tercapainya kemantapan di tingkat ketujuh. Mengapa? Karena pengamalan sebelumnya tersebut dilakukan dengan satu tubuh, sedangkan setelah naik k e tingkat ini kekuatan pengamalan para bodhisattva dilaksanakan melalui tubuhtubuh berbeda y a n g tak hingga banyaknya. melalui penciptaan banyak suara yang tak hingga, melalui penyempurnaan tak hingga banyaknya pengetahuan, melalui penyempurnaan tak hingga banyaknya perwujudan, melalui penyucian tak hingga banyaknya kawasan, melalui pengembangan tak hingga banyaknya makhluk, melalui layanan tak hingga banyaknya buddha, melalui realisasi tak hingga banyaknya prinsip-prinsip kebuddhaan, melalui penyempurnaan pencapaian tak hingga perbedaan kalangan dari pasamuan-pasamuan; banyaknya kekuatan hingga pengetahuan mistik, melalui realisasi tak hingga banyaknya perbedaanmelalui tak banyaknya pencapaian perbuatan jasmani, ucapan, dan batin, kekuatan pengamalan para bodhisattva sepenuhnya direalisasi melalui penerapan y a n g tak tergoyahkan." "Seperti sebuah perahu berlayar menuju samudera - sebelum ia mencapai samudera, ia perlu dikayuh dengan banyak mengeluarkan tenaga, tetapi begitu ia mencapai samudera ia terdorong oleh angin tanpa perlu menggunakan tenaga. Jarak yang dapat ditempuh di samudera dalam sehari jauh lebih banyak daripada yang tercapai dengan menggunakan tenaga untuk mengayuhnya bahkan selama seratus tahun. Dengan cara y a n g sama, para bodhisattva, setelah menumpuk perlengkapan akar-akar kebaikan dan menumpang kapal Mahayana, mencapai samudera luas pengamalan para bodhisattva, tiba pada keserbatahuan dalam sekejap 94 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

melalui pengetahuan yang tanpa usaha, yang tak dapat dicapai bahkan d a l a m tak terhitung banyaknya kalpa melalui pengamalan sebelumnya y a n g menggunakan banyak usaha." "Kemudian ketika para bodhisattva telah meraih tingkat kedelapan, melalui kesadaran tanpa usaha yang dihasilkan o l e h keterampilan d a l a m cara dan pengetahuan, mereka merenungkan alam keserbatahuan, merenungkan penjelmaan dan peleburan dunia. Ketika dunia terbentuk, m e r e k a mengetahuinya, dan ketika dunia melebur m e r e k a mengetahuinya. M e r e k a tahu melalui penumpukan perbuatan apa dunia terbentuk, dan m e r e k a tahu dengan mengakhiri perbuatan apa dunia melebur. M e r e k a tahu berapa lama dunia terbentuk dan mereka tahu berapa lama dunia melebur. Mereka tahu berapa lama dunia bertahan setelah terbentuk, dan m e r e k a tahu berapa lama dunia dalam keadaan terlebur. Dimana-mana, tanpa kecuali, mereka tahu keterbatasan unsur tanah, mereka tahu keluasannya, ketakhinggaannya, dan percabangannya. Mereka tahu keterbatasan unsur air, mereka tahu keluasannya, ketakhinggaannya, dan percabangan unsur air. Mereka tahu keterbatasan, keluasan, ketakhinggaan, dan percabangan unsur api. Mereka tahu keterbatasan, keluasan, ketakhinggaan, dan percabangan dan percabangan unsur angin. Mereka tahu kecilnya juga tahu keterampilan dalam

partikel-partikel atom, mereka tahu besarnya, ketak-berukuran mereka, mereka. Mereka membedakan partikel-partikel atom yang tak berukuran itu. Mereka tahu berapa banyak partikel atom dalam setiap unsur y a n g ada di dunia ini; m e r e k a tahu ada berapa macam zat berharga dan berapa banyak partikel a t o m zat berharga ada di dalamnya. Mereka tahu berapa banyak partikel a t o m dalam tubuh makhluk-makhluk. Mereka tahu total banyaknya partikel tumpukan kawasan. Mereka tahu kekasaran tubuh-tubuh makhluk-makhluk, kelembutan tubuh-tubuh mereka, dan percabangan tubuh-tubuh m e r e k a . Mereka tahu berapa banyak partikel yang membentuk tubuh-tubuh makhluk di neraka, berapa banyak ke dalam tubuh-tubuh binatang, setan, raksasa, makhluk-makhluk surga, dan manusia." "Setelah menembus pengetahuan pembedaan partikel-partikel

a t o m , mereka tahu pembentukan alam nafsu sebagaimana adanya; m e r e k a tahu pembentukan alam berbentuk sebagaimana a d a n y a , danrnereka tahu pembentukan alam tak berbentuk sebagaimana adanya. Mereka tahu d e n g a n sesungguhnya peleburan alam nafsu, peleburan alam berbentuk, dan peleburan alam tak berbentuk. Mereka tahu dengan sesungguhnya keterbatasan, keluasan, ketakhinggaan, dan. percabangan alam nafsu, a l a m berbentuk. dan alam tak berbentuk. Mereka tahu apa sesungguhnya ketiga a l a m ini. Lebih lanjut, diterangi oleh pengetahuan y a n g berkembang penuh, 95 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

• fasih dalam pengetahuan beraneka tubuh makhluk-makhluk, fasih dalam pengetahuan perbedaan tubuh makhluk-makhluk, dan fasih dalam sebagai pengetahuan pembedaan tumpukan kawasan-kawasan, mereka menerapkan kepandaian mereka untuk menciptakan medium makhluk-makhluk; dalam bentuk-bentuk apa terlahir aan mencapai pemuasan makhluk ke kematangan." "Meresap k e dalamsemilyar-dunia alam semesta, para bodhisattva menampilkan perwujudan sesuai d e n g a n bentuk makhluk-makhluk di sana, sesuai dengan berbagai macam kecondongan mereka, bekerja demikian dengan mengikuti pengetahuan bagaimana caranya muncul sebagai pantulan, yang sesuai dengan cara membuat makhluk-makhluk menjadi matang bagi pencerahan dan kebebasan sempurna. Dengan cara yang sama mereka meliputi dua, tiga, e m p a t , lima,sepuluh, duapuluh, tigapuluh, empatpuluh, limapuluh, hingga tak terucapkan banyaknya alam semesta dan menampilkan perwujudan d a l a m bentuk makhluk-makhluk di sana sesuai dengan beraneka k e c o n d o n g a n mereka, melalui pengetahuan bagaimana caranya muncul s e b a g a i pantulan." "Dikaruniai dengan pengetahuan demikian, tumbuh dengan baik di tingkat ini, sementara tak b e r g e s e r dari satu kawasan-buddha, mereka muncul pada sebagai pantulan di kalangan para buddha daiam kawasanstatus, kawasan buddha yang tak terceritakan. Sesuai dengan perbedaan-perbedaan ciri-ciri jasmani makhluk-makhluk, warna, penampilan, ukuran jasmani, kecondongan, dan bentuk-bentuk mental mereka, dalam berbagai kalangan di banyak kawasan-buddha, di setiap ini para bodhisattva mewujudkan bentuk yang c o c o k . muncul sebagai pengemis; d a l a m Dalam kalangan pengemis mereka mereka muncul kalangan pendeta perwujudan pun makhluk-makhluk

keinginan mereka, para bodhisattva

mengambil bentuk-bentuk ini untuk maksud mengembangkan makhluk-

sebagai pendeta; dalam kalangan ksatria dan administrator mereka muncul sebagai ksatria dan administrator; dalam kalangan petani mereka muncul sebagai petani; dalam kalangan dalam pembantu mereka mereka muncul muncul sebagai sebagai pembantu; kalangan -perumahtangga

perumahtangga; dalam kalangan beraneka kelas makhluk surga mereka muncul seperti tipe makhluk-makhluk surga tersebut; dan dalam kalangan setan mereka muncul sebagai setan. Bagi makhluk-makhluk yang harus diajar oleh pengikut Buddha, m e r e k a muncul sebagai pengikut Buddha. Bagi mereka yang harus diajar oleh para pratyeka, mereka muncul sebagai pratyeka. Bagi mereka yang harus diajar oleh para bodhisattva, mereka muncul sebagai bodhisattva. Bagi mereka yang harus diajar oleh para buddha, mereka muncul sebagai buddha. Begitulah, seiuas alam bentuk 96 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

kehidupan makhluk-makhluk, indria, dan kecondongan, dalam alam-alam kawasan-buddha yang takterceritakan, para bodhisattva muncul berlainan sesuai dengan setiap dari mereka. M e r e k a bebas dari semua konsepsi tubuh yang berbeda-beda dan telah merealisasi kesamaan tubuh-tubuh; perwujudan tubuh-tubuh mereka, tak kenal akhir dan tidak sia-sia, adalah untuk pengembangan dan pendidikan s e m u a . " "Mereka tahu tubuh makhluk-makhluk berindria, mereka tahu tubuh kawasan-kawasan, mereka tahu tubuh buah perbuatan, mereka tahu tubuh para pengikut Buddha, mereka tahu -tubuh para pratyeka, mereka tahu tubuh para bodhisattva, tubuh para buddha, tubuh pengetahuan, tubuh realitas, dan tubuh ruang. Mengetahui harapan makhluk-makhluk, sesuai dengan waktu, perkembangan, pendidikan, kemajuan, dan keinginan, para bodhisattva membuat tubuh makhluk-makhluk menjadi tubuh mereka sendiri. Dengan cara yang sama mereka membuat tubuh kawasankawasan, tubuh buah perbuatan, tubuh para pengikut Euddha, tubuh para pratyeka, tubuh para bodhisattva, tubuh para buddha, tubuh pengetahuan, tubuh realitas, dan tubuh ruang menjadi tubuh mereka sendiri. Mengetahui keinginan dalam hati makhluk-makhluk, sesuai dengan keinginan mereka, para bodhisattva membuat tubuh m e r e k a sendiri menjadi tubuh makhlukmakhluk berindria. Dengan cara y a n g sama mereka membuat tubuh makhluk-makhluk menjadi tubuh kawasan-kawasan, tubuh buah Dharma, tubuh buah perbuatan, tubuh para pengikut Buddha, tubuh para pratyeka, tubuh para bodhisattva, tubuh para buddha, tubuh pengetahuan, tubuh realitas, tubuh ruang. Mengetahui kecondongan makhluk-makhluk berindria, para bodhisattva membuat tubuh m e r e k a sendiri menjadi tubuh apa pun yang mereka inginkan." "Para bodhisattva tahu pengejawantahan tubuh makhluk-makhluk sebagai tumpukan perbuatan, sebagai tumpukan akibat, sebagai tumpukan penderitaan, sebagai tumpukan bentuk, dan mereka tahu pengejawantahan tak berbentuk. Mereka tahu kecilnya dan besarnya tubuh-tubuh kawasan, ketak-berukuran mereka, noda-noda dan kesucian m e r e k a , kebingungan mereka, keterbalikan mereka, ketak-memihakanmereka, interaksi mereka, dan percabangan mereka terhadap tempat dan waktu. Mereka tahu pembedaan berdasarkan kesepakatan terhadap tubuh buah perbuatan; dengan cara yang sama mereka tahu kesepakatan pembedaan realisasi tubuh-tubuh para pengikut Buddha, para pratyeka, dan para bodhisattva. Mereka tahu tubuh-tubuh para buddha sebagai pengejawantahan pencerahan sempurna, sebagai pengejawantahan sumpah, sebagai tubuh pancaran, sebagai pengejawantahan kekuatan, sebagai \ubuh bertabur tanda-tanda dan perhiasan kebesaran, sebagai tubuh cahaya, sebagai tubuh yang 97 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

diciptakan secara mental, sebagai pengejawantahan kebajikan, s e b a g a i tubuh realitas, dan sebagai tubuh pengetahuan. Mereka tahu hakekat tubuhtubuh pengetahuan yang sudah penuh dipertimbangkan, penurunan mereka dari kebenaran, penyertaan mereka dalam pembuahan dan u p a y a , pembagian mereka menjadi duniawi dan supraduniawi, keberadaan m e r e k a dalam Triyana, ke-umum-an dan keunikan mereka, sifat membebaskan dan tak-membebaskan mereka, entah mereka cocok bagi mereka y a n g sedang menjalani pelatihan atau bagi mereka yang telah melampauinya. Mereka tahu kesetaraan tubuh-tubuh realitas, ketakhancuran definisi berdasarkan kesepakatan mereka mereka, dan sesuai dengan situasi

pemakaian yang disepakati, definisi mereka dalam pengertian animasi dan bukan-animasi, dan definisi mereka dalam pengertian realitas Buddha dan realitas pasamuan suci. Mereka tahu ketakhinggaan tubuh-tubuh ruang, keserba-liputan m e r e k a , ketergabungan mereka, ketak-palsuan m e r e k a , dan pengungkapan tubuh-tubuh berbentuk mereka." "Setelah menyelami pengetahuan tubuh-tubuh yang demikian, para bodhisattva menjadi berkuasa; mereka memperoleh kendali atas j a n g k a hidup di antara semua makhluk, berkat kekuatan untuk hidup tanpa akhir, untuk selama berkalpa-kalpa yang tak terceritakan. Mereka memperoleh kendali atas batin, berkat membenam k e dalam pengetahuan konsentrasi dan perenungan yang tak berukuran dan tak terhitung. Mereka memperoleh kendali kendali atas pelaksanaan, dalam pengertian pertunjukan atas perbuatan, dalam pengertian memperlihatkan penciptaan kekuatan banyak tempat terhias sangat indah di semua dunia. Mereka memperoleh pembuahan perbuatan sesuai dengan waktunya. Mereka memperoleh

kendali atas kelahiran, dalam pengertian mewujudkan kelahiran di semua dunia. Mereka memperoleh kendali atas kecondongan, dalam pengertian memperlihatkan semua dunia terisi para buddha. Mereka memperoleh kendali atas sumpah, dalam pengertian mewujudkan pencerahan sempurna di kawasan-buddha manapun pada setiap saat diinginkan. Mereka memperoleh kendali atas kekuatan mistik, dalam pengertian memperlihatkan keajaiban dengan kekuatan mistik di semua kawasan-buddha. Mereka memperoleh kendali atas Dharma, dalam pengertian memperlihatkan cahaya Dharma pada aspek-aspek yang tak hingga. Mereka memperoleh kendali atas pengetahuan, dalam pengertian memperlihatkan kekuatan, keahlian, sifat-sifat unik, tanda-tanda dan perlambangah khusus, pewujudan pencerahan pengetahuan kalahkan." 98 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m , tak sempurna para buddha. Dengan tiada dan pencapaian

sepuluh kekuatan kendali para bodhisattva ini, mereka dikaruniai d e n g a n terbayangkan, pengetahuan tandingannya, pengetahuan tak terukur, pengetahuan sangat luas, pengetahuan tak ter-

"Pada para bodhisattva yang telah dikaruniai dengan pengetahuan demikian,

mencapai tingkat ini pada hakekatnya

dan

bekerja

perilaku jasmani, ucapan, dan batin bekerja tanpa cela, dituntun o l e h pengetahuan, mengikuti pengetahuan, diatur oleh sepuluh jalan supraduniawi, dengan belas kasihan berjalan di paling depan, keterampilan dalam cara yang terkuasai penuh, keteguhan tekad yang berkembang sempurna, sepenuhnya dimantapkan oleh kekuatan Buddha, tanpa henti m e n g e j a r pengetahuan demi kepentingari makhluk-makhluk, sadar akan perbedaan yang tak habis-habisnya di antara alam-alam dalam dunia-dunia. S e c a r a keseluruhan, perbuatan jasmani, ucapan, dan batin para bodhisattva y a n g telah mencapai tingkat Tak-tergoyahkan ini bekerja untuk keserasian perkembangan pada semua aspek kebuddhaan." "Begitulah setelah mencapai tingkat Tak-tergoyahkan ini, para bodhisattva menjadi m a t a n g dalam kekuatan kemauan, melalui kebebasan akan kegiatan yang berdasar pada penderitaan; mereka menjadi m a t a n g dalam kekuatan tekad, tak pernah menyimpang dari Jalan; mereka menjadi matang dalam kekuatan belas kasihan luhur, tak meninggalkan m a n f a a t bagi makhluk-makhluk berindria; mereka menjadi matang dalam kekuatan kasih sayang luhur, menjadi penyelamat mereka menjadi m a t a n g dalam kekuatan melupakan makhluk-makhluk matang dalam berindria; tak kekuatan pepengendalian ingatan,

ajaran-ajaran; mereka menjadi

membabar, melalui keterampilan dalam memeriksa perbedaan-perbedaan semua ajaran Buddha; mereka menjadi matang dalam kekuatan ngetahuan mistik, melalui pengenalan kegiatan-kegiatan dalam a l a m - a l a m duniawi yang tak habis-habisnya; mereka menjadi matang dalam kekuatan sumpah, tak pernah menyerah pada semua pengamalan bodhisattva; mereka menjadi matang dalam kekuatan jalan-jalan supraduniawi, melalui pemupukan semua ajaran Buddha secara seraSi; mereka menjadi m a t a n g dalam kekuatan dukungan para b;iddha, berhadapan dengan pengetahuan serbatahu dalam segala aspeknya. Setelah memperoleh dukungan kuatan-kekuatan pengetahuan ini, mereka memperlihatkan semua giatan, tanpa cela dan tanpa noda dalam semua perbuatan." "Tingkat kedelapan para bodhisattva ini disebut Tak-tergoyahkan karena para bodhisattva tak dapat disimpangkan dari jalur perjalanannya; ini disebut tingkat tak-merosot karena pengetahuan tak-merosot; ini disebut tingkat sukar dijangkau karena sulit bagi yang masih menduniawi untuk mengetahuinya; ini disebut tingkat pemuda, karena naif; ini disebut tingkat kelahiran, karena kekuatan untuk menjadikan apa pun yang dikehendaki; ini disebut tingkat kesempurnaan, karena tak ada idgi yang harus sedikerjakan; ini disebut tingkat kelengkapan karena teia'n berhasil 99 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam, keke-

penuhnya mencapai kepastian melalui pengetahuan; ini disebut tingkat nirwana karena telah sepenuhnya berhasil menyempumakan sumpah; ini disebut tingkat kuat karena kebal terhadap yang lainnya; ini disebut tingkat ketanpa-usahaan karena telah dibuatjadi oleh apa yang dibuat sebelumnya." "Lebih lanjut, setelah mengembangkan pengetahuan demikian, para bodhisattva memasuki keluarga para buddha, diterangi oleh cahaya kemuliaan para buddha, bersesuaian dengan perilaku para buddha, berhadapan langsung dengan alam kebuddhaan, dan selalu dipertahankan oleh kekuatan para buddha. Mereka diterima dengan baik oleh Indra, Brahma, dan para penjaga dunia, selalu dilayani oleh para pemikul petir; mereka tidak pernah tanpa kekuatan konsentrasi, m a m p u menghasilkan pengejawantahanberlainan yang tak hingga, dikaruniai kekuatan bertindak dalam semua tubuh, sempurna dalam pengembangan pengetahuan mistik luhur, dalam kendali penuh atas konsentrasi yang tak kenal habis, penerima pertanda berindria." "Setelah memperoleh pengetahuan demikian di tingkat ini dan masuk k e dalam kalangan Mahayana, dengan kebijaksanaan dan pengetahuan mistik pencerahan, selalu memancarkan c a h a y a kebijaksanaan, setelah masuk ke dalam jalan tak terintangi dari alam realitas, mampu membedakan banyak jalan dalam dunia, memperlihatkan semua aspek kebajikan, dalam kendali penuh atas tekad-tekad m e r e k a , dengan pengetahuan tajam tentang masa silam dan mendatang, diberkahi dengan pengetahuan untuk memalingkan semua setan, setelah memasuki alam dan kawasan semua buddha, mereka menjalankan perilaku para bodhisattva di tempat-tempat yang tak kenal habis di alam-alam d a l a m dunia, dengan penerapan yangtak-merosot; begitulah mereka dikatakan telah mencapai tingkat kedelapan para bodhisattva ini, Tak-tergoyahkan." "Kemudian, setelah mencapai tingkat Tak-tergoyahkan para pencerahan y a n g tak hingga, dan demonstrator pencapaian sempurna sesuai dengan kematangan makhluk-makhluk pencerahan

bodhisattva, mereka tak pernah tanpa pandangan tetap akan tak habishabisnya buddha, karena kesempurnaan dalam kekuatan konsentrasi. Dan mereka tak pernah meninggalkan pertemuan ekstensif dan pelayanan pada para buddha: di setiap masa, di setiap dunia, m e r e k a menghormati, menghargai, melayani, dan melengkapi dalam segala cara untuk banyak buddha, ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, triliunan, kuadriliunan buddha; mereka melayani buddha-buddha itu dan menerima dari mereka perlengkapan penerangan melalui ajaran-ajaran mereka, mulai dengan cahaya pembedaan alam-alam duniawi. Selanjutnya mereka memperoleh harta

100

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua

Puluh E n a m ,

ajaran para buddha, dan menjadi tak terlihat dalam m e n j a w a b pertanyaanpertanyaan di dunia." "Akar-akar kebaikan mereka, ditempa dan disucikan selama

banyak kalpa, menjadi semakin bersinar; sepanjang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, triliunan, kuadriliunan kalpa akar-akar kebaikan mereka ditempa dan disucikan iebih lanjut, dan menjadi semakin bersinar. Sebagaimana halnya e m a s yang ditempa dengan baik oleh pandai e m a s y a n g ahli menjadi perhiasan dan dilekatkan di leher atau di kepala seorang kaisar tak dapat dikalahkan sinarnya oleh perhiasan-perhiasan semua o r a n g dalam alam tersebut, dengan cara yang sama akar-akar kebaikan para bodhisattva di tingkat Tak-tergoyahkan ini tak dapat dikalahkan sinarnya oleh para sravaka, para pratyeka, dan para bodhisattva hingga tingkat ketujuh." " C a h a y a kebijaksanaan dan pengetahuan para bodhisattva yang telah m e n c a p a i tingkat ini menghapus kegelapan samsara para makhluk berindria, melalui kesempurnaan pembedaan yang c e r m a t tentang caracara pengetahuan. Seperti Brahma agung, dewa seribu dunia, meliputi seribu dunia dengan kedermawanan, menerangi mereka dengan cahaya, begitu pula para bodhisattva di tingkat Tak-tergoyahkan ini, meliputi duniadunia sebanyak atomdi sejuta kawasan-buddha dengan cahaya kemauan baik, secara bertahapmemadamkan api-api penderitaan makhluk-makhluk dan mendinginkan mereka." "Di antara sepuluh jalan supraduniawi, tekad supraduniawi menjadi yang paling utama pada para bodhisattva ini, sementara mereka mengamalkan y a n g lainnya sebaik mereka bisa." "Ini adalah ringkasan tingkat kedelapan para bodhisattva, disebut Tak-tergoyahkan, rinciannya akan memakan waktu yang tak ada habisnya untuk diterangkan. Kebanyakan para bodhisattva di tingkat ini menjadi para Brahma agung, para penguasa seribu dunia, agung, tak terlihat, melihat apa yang bermanfaat, dikaruniai dengan kekuatan mengendalikan, cakap, berkuasa, terampil dalam menyajikan keterangan tentang jalan-jalan supraduniawi bagi para sravaka, pratyeka, dan bodhisattva, tak terkalahkan dalam m e n j a w a b pertanyaan-pertanyaan mengenai percabangan alamalam duniawi. Apa pun yang mereka lakukan, entah melalui derma, atau ucapan penuh kasih sayang, atau perbuatan bermanfaat, atau kerja sama, tak pernah bodhisattva, buddha, dan lepas dari pikiran akan Buddha, Dharma, pengamalan para bodhisattva, jalan-jalan Sangha, para supraduniawi, aspeknya.

tingkat-tingkat, kekuatan-kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik para pada akhirnya keserbatahuan dalam segala Mengapa? Karena mereka ingin menjadi yang terbaik dari makhluk-

101 Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

makhluk, pemimpin dan pembina yang tiada taranya, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Sejalan dengan itu, mereka menerbitkan semangat, yang membuat mereka dalam sekejap dapat memperoleh konsentrasi sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyar-dunia, melihat banyak buddha sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyar-dunia dan mengakui kekuatan mereka, mengguncang banyak kawasan sebanyak atom di dalam sistem sejutamilyar-dunia, menerangi banyak dunia sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyar dunia, mematangkan b a n y a k makhluk sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyar-dunia, tinggal selama banyak kalpa sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyar-dunia, menembus banyak kalpa di masa silam dan mendatang sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyardunia, memastikan banyak jalan masuk k e dalam Dharma sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyar-dunia, dan mewujudkan banyak tubuh sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyar-dunia, mewujudkan setiap tubuh disertai dengan serombongan bodhisattva sebanyak atom di dalam sistem sejuta-milyar-dunia; di luar itu, para bodhisattva dengan kekuatan sumpah-sumpahnya, dengan keistimewaan sumpah-sumpah mereka, menghasilkan tak terhitung banyaknya pengubahan tubuh, aura, cahaya, kekuatan mistik, pandangan, kawasan kegiatan, suara, kegiatan, perhiasan, kekuatan, tekad, atau penampilan." Kemudian Matriks Intan bersajak menguraikan tingkat ini: Setelah menyucikan kebijaksanaan dan upaya di tingkat ketujuh, Penuh kesiapan untuk Jalan, mengikat diri sepenuhnya pada sumpah luhur, Matang, yang terbaik di antara manusia, dikaruniai kebaikan, Mencari pengetahuan, mereka masuk ke tingkat kedelapan. Dengan kebajikan dan pengetahuan, belas kasihan , yang tak hingga, dengan dan ke-

dermawanan, Berjalan di atas jalan pengetahuan kesadaran seperti ruang,

Dengan kekuatan pengertian y a n g pasti mengenai ajaran yang mereka dengar, Para bijaksana yang agung memperoleh penerimaan asalan, tenang dan lembut. Asalnya tak dilahirkan, tak berawal, tanpa tanda, semuanya Tak terhancurkan, tak menjadi, tak dihasiikan, ketanpa-

102

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh E n a m ,

Kosong dari hakekat makhluk, demikian, di luar konsepsi; Begitulah mereka terbebas dari pikiran dan proses batin, seperti ruang. Menerima segala sesuatu seperti demikian, bebas dari khayalan hampa, Secara mendalam tak tergoyahkan, mereka tiba pada kedamaian batin. Sukar diketahui oleh yang masih terikat pada dunia, melalui pemikiran analitis mereka, Karena ini di luar konsep yang melekati bayangan mental. Mantap secara demikian, tiada pikiran dalam batin mereka, Seperti seorang bhikkhu yang telah tiba pada keberhentian dan mencapai tanpa-pikiran, Seperti seseorang bermimpi berada dalam sungai terbebas dari keinginan untuk bangun, Seperti berada dalam surga suci, penuh dengan keterikatan pada kesenangan. Berdasar pada tekad mereka sebelumnya, para buddha selanjutnya mendesak mereka: "Toleransi ini lebih tinggi daripada pemahkotaanoleh para buddha, Tetapi pengetahuan kami yang luas dan kebuddhaan yang agung Belum lagi menjadi bagian anda, karenanya mulailah perjuangan gigih." "Walaupun anda telah memadamkan kobaran api samsara, Telah melihat dunia masih menderita, ingatlah sumpah anda yang duiu; Setelah memikirkan kesejahteraan dunia, bekerjalah "mencari Dasar pengetahuan, untuk kebebasan dunia." "Hakekat sejati segala jangkauan pikiran, Dalam semua buddha, siswa-siswa buddha, dan pratyeka Bukan karena ini para buddha muncul di dunia dengan sepuluh kekuatan, Tetapi hanya karena pengetahuan luas, tak terikat pada masa silam, kini, dan mendatang." sesuatu adalah kekal, demikian, di luar

103 Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

Begitulah yang tak terbandingkan, berharga untuk dihormati semua manusia dan para dewa, Pada para bodhisattva membangkitkan pikiran tentang banyak aspek dari pengetahuan, Jalan masuk yang tak ada habisnya ke dalam penyempurnaan ajaran-ajaran Buddha, Dalam hal ini pengamalan pencerahan yang dulu tidak ada sebagian kecilnya sekalipun. Setelah mencapai tingkat pengetahuan ini, orang-orang mulia ini Meliput semua t e m p a t dalam sekejap, setelah memperoleh jalan masuk ke d a l a m pengetahuan Dan setelah mencapai pengetahuan mistik lebih tinggi, Seperti kapal di samudera berlayar dengan kekuatan angin. Bebas dari usaha mental, matang dalam pekerjaan pengetahuan, Mereka membedakan penjelmaan, pelapukan, dan keberlangsungan kawasan-kawasan Dan menembus pembedaan unsur-unsur, Kelembutannya, kekasarannya, dan perbedaan-perbedaannya. Mereka pergi ke d a l a m setiap atom dalam sistem semilyar-dunia, Perbedaan unsur-unsur dan tubuh-tubuh makhluk-makhluk Percabangan dan partikel-partikel zat berharga dalam alam-alam kebahagiaan: Mengetahui ini, melalui wilayah pengetahuannya mereka menghitung itu s e m u a . Batin-batin mereka berkembang dalam pengetahuan, mereka

membawa s e m u a tubuh Masuk ke dalam tubuh mereka sendiri, demi kepentingan makhlukmakhluk; Meliputi semilyar dunia dengan beraneka bentuk, Mereka mewujudkan berbagai m a c a m tubuh dalam tak habishabisnya dunia. Sebagaimana matahari dan bulan, selagi ada di langit, Muncul sebagai pantulan di air, Tetap berada dalam pengetahuan tertinggi tentang ketakgerakan hakekat Kedemikianan,

104

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh Enam,

Para bodhisattva muncul, sebagai pantulan, berniat menyucikan dunia. Sesuai dengan bentuk-bentuk mental makhluk-makhluk, dan

perbedaan dalarn bentuk-bentuk mereka, Para bodhisattva muncul dalam semua kelompok, dalam semua dunia: Mereka muncul s e b a g a i sravaka, sebagai pratyeka, sebagai bodhisattva, Dan dalam bentuk mulia para buddha. Makhluk-makhluk, perbuatan, Beraneka tubuh - realitas, pengetahuan - tubuh-tubuh para bijaksana, Tubuh ruang, kemuliaan, semua setara, Mereka mewujud, dengan berbagai kekuatan mistik, untuk memuaskan dunia. Dengan sepuluh iipat pengendalian dan perhatian berdasarkan pengetahuan murni, Berlaku sesuai derigan pengetahuan, mengikuti kasih sayang dan belas kasihan, Mengerjakan apa pun y a n g menghasilkan sifat-sifat semua buddha, Secara jasmani, ucapan, batin, mereka mantap seperti sebuah gunung. Semua sepuluh'kekuatan para bodhisattva, tak tergoyangkan, Mereka mempevolehnya, kebal terhadap semua setan. Diperkuat oleh para buddha, mereka dihormati para dewa Dan selalu dilayani oleh para pemikul petir. Kebajikan mereka yang telah mencapai tingkat ini tak ada habisnya Dan tak akan habis d a l a m semilyar kalpa. Lebih lanjut, mereka berhubungan dengan jutaan buddha Dan menjadi bersinar seperti mahkota-mahkota raja. Para bodhisattva yang telah mencapai tingkat ini Menjadi Brahma-Brahma dalam kebajikan. Mampu mengungkapkan triyana tak habis-habisnya, agung, penguasa seribu dunia, kaya kawasan-kawasan, serta tubuh-tubuh buah

105 Sutra Karangan

Bunga : Kitab

Dua Puluh E n a m ,

Cahaya kebajikan suci mereka menghancurkan penderitaan dunia. Dalam sekejap mereka memperoleh banyak konsentrasi Sebanyak atom dalam sistem sejuta dunia, kokoh, Dan melihat penjuru; Dan m e r e k a yang unggul bahkan berjalan melampaui ini. "Ini adalah ringkasan tingkat kedelapan para bodhisattva, rinciannya akan tak ada habisnya diceritakan." Ketika tingkat ini telah dijelaskan, kekuatan Buddha mengguncang jutaan kawasan, tak terhitung, tak terpikirkan. Cahaya kemilau memancar dari tubuh Y a n g Maha Melihat; kawasan-kawasan terterangi oleh cahaya, makhluk-makhluk di sana bersukacita. Seribu bodhisattva melayanglayang di langit mempersembahkan kepada Buddha hadiah yang melebihi persembahan para dewa.Para dewa dari surga-surga lebih tinggi, bergembira, menghormati Samudera Kebajikan dengan berbagai persembahan. Kemudian seribu dewi.tersentuh, mereka semua bergembira, menghormati Guru dengan lagu surgawi: banyak kediaman makhluk-makhluk di sepuluh

Para bodhisattva ini semua bebas dari cacat dan noda, Tanpa cela mengamalkan tingkat dimana mereka berada; Mempertimbangkan kesejahteraan dunia, mereka pergi k e semua wilayah, Memperlihatkan jalan Jina, batin mereka setara dengan ruang. Dalam alam manusia, d e w a , dan raja-raja naga, Perhiasan di sepuluh penjuru dicap dengan berkah luhur; Lebih luhur lagi, takterbandingkan, adalah apa yang para bodhisattva perlihatkan Mereka menghasilkan permata-permata jalan pengetahuan. Dalam satu kawasan tak bergerak, tak terikat d a l a m semua

kawasan, Menjangkau semua dunia seperti cahaya sejuk bulan, Batin mereka telah menghentikan semua pikiran yang berbunyi; Ucapan mereka seperti g e m a dari pegunungan. Bagi m e r e k a yang Iemah-pikirannya dan mudah k e c e w a Mereka mengajar pengamalan para sravaka. 106 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

\

Mereka y a n g tajam pikirannya condong menganalisa syarat-syarat Mereka perlihatkan pengetahuan jalan para pratyeka. Mereka y a n g condong berlaku bajik, untuk kebaikan s e m u a , Mereka perlihatkan pengamalan para bodhisattva, Bagi m e r e k a dengan kebijaksanaan unggul Mereka perlihatkan tubuh tiada tara Buddha.

Seperti ahli sulap mempergelarkan sulap, mereka perlihatkan jutaan tubuh berlainan Gntuk kepentingan makhluk-makhluk berindria, mereka tanpa keberadaan nyata. Begitulah para bodhisattva, terlibat dalam sulap pengetahuan, Memperlihatkan semua pengamalan, semua tanpa nyata. Setelah mengucapkan kata-kata indah ini dari apa y a n g mereka dengar, para dewi, menampak Buddha, terus hening. "Pasamuan ini -tenang dan jernih," berkata Bulan Kebebasan; "katakanlah pengamalan setelah tingkat kedelapan, dari raja ajaran sejati." Matriks Intan berkata, "Para bodhisattva yang, melalui batin yang telah memperhatikan tak hingga banyaknya kemungkinan-kemungkinan pengetahuan, bermaksud untuk meraih ketenangan dan kebebasan yang bahkan lebih tinggi lagi, berpikir untuk menyempurnakan pencapaian pengetahuan pencerahan yang lebih tinggi lagi, memasuki rahasia para buddha, memastikan kebesaran pengetahuan yang tak terbayangkan, menyucikan pemastian mantra-konsentrasi, meluaskan pengetahuan mistik, berlaku sesuai dengan perbedaan-perbedaan dunia, menumbuhkan meninggalkan keunggulan kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik para buddha, mengikuti kekuasaan pemutaran roda Dharma tingkat kesembilan para bodhisattva." "Para bodhisattva ditingkat Batin Baik ini dengan cermat mengetahui penampilan dari hal-hal yang baik, buruk, dan netral, penampilan dari halhal yang duniawi dan supraduniawi, penampilan dari hal-hal yang terbayangkan dan tak terbayangkan, penampilan dari hal-hal y a n g bernoda dan tak bernoda, penampilan dari hal-hal yang beraturan dan tak beraturan, penampilan dari hal-hal yang dikerjakan para sravaka dan pratyeka, penampilan dari hal-hal yang berkaitan dengan kebuddhaan, dan penampilan pars buddha, tak pencapaian penguatan belas kasihan luhur, dengan cara demikian tiba di telah keberadaan semua

107 Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

dari

hal-hal yang

terjalin dan tak terjalin - s e m u a ini mereka

tahu

sebagaimana adanya." "Melalui kesadaran mengetahui ini, m e r e k a tahu dengan cermat bagaimana semua makhluk masuk ke dalam belitan batin, bagaimana mereka masuk ke dalam belitan samsara, belitan perbuatan, belitan indria, belitan tekad, belitan bentuk-bentuk mental, belitan kecondongan dan kecenderungan, belitan kelahiran, belitan kesinambungan tenaga kebiasaan, dan bagaimana mereka masuk ke dalam belitan definisi tentang apa yang bermanfaat, apa y a n g tak bermanfaat, dan apa y a n g adanya." "Mereka juga tahu pengkotakan batin makhluk-makhluk berindria - mereka dengan cermat tahu kerumitan batin mereka, keleburan dan ketakleburan dalam kegiatan batin sekejap, ketergabungan batin, ketanpaakhiran, dan batin yang di mana-mana meliputi-semua, kemilau cahaya batin, batin bernoda atau tanpa noda, keterbelengguan atau kebebasan batin, penciptaan oleh khayalan batin, pewujudan batin sesuai dengan keadaan; mereka dengan cermat tahu ratusan ribu perbedaan batin." "Mereka juga yang batin, tahu dengan cermat seberapa jauh jangkauan keberbarengan mereka bagi bukan bermanfaat dan bukan pula tak bermanfaat - semua ini mereka ketahui sebagaimana

samsara, ketanpa-akhiran penerapan mereka, tak terpisahkan, keadaan penampilan mereka

sebagai satu-satunya penyebab dengan taraf makhluk

munculnya kecondongan, keterkaitan dan keterlepasan mereka terhadap sesuai dalam kesinambungan kelahiran, perbedaannya pada makhluk-makhluk di alam nafsu, bentuk, atau tak berbentuk, patut dipersalahkannya kesombongan yang dilekati ketidaktahuan keinginan dan pandangan keliru, kesinambungan kausalitas perbuatan jasmani, ucapan, dan batin; secara keseluruhan, mereka dengan cermat tahu keserbaliputan kegiatan-kegiatan hingga ke delapanpuluh-empat ribu penderitaan." "Mereka juga keberdampingan dengan cermat tahu kebaikan, keburukan, atau entah terbukti atau tidak; ketakterlepasan pembuahan

kenetralan perbuatan;

mereka terhadap batin; kesinambungan

melalui penumpukan alih-alih hakekat mereka sendiri yang dalam sekejap mengurai; entah mereka memiliki perkembangan atau tidak; keberagaman perbedaan dalam ganjaran terhadap perbuatan suci, kotor, dan campuran; ketakhinggaan lapangan perbuatan; perbedaan dalam kesucian dan keduniawian; bagaimana yang dihasilkan dalam taraf sekarang dialami pada waktu lainnya; entah perbuatan itu merupakan cara untuk lolos atau bukan; dan entah mereka yakin atau tidak - secara keseluruhan, mereka 108 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

d e n g a n cermat mengetahui sebanyak delapanpuluh empat ribu aspek perbuatan, juga bagaimana memastikan perbedaan-perbedaan s e c a r a terampil," "Mereka juga tahu dengan cermat kelemahan, kesedangan, dan kekuatan kemampuan-kemampuan; kelemahan mereka; ketaklepasan keterputusan dan kesinambungan m a s a silam terhadap masa mendatang mereka; keunggulan, kesedangan, keberdampingan mereka terhadap s a m s a r a ; entah mereka merupakan kereta kebebasan atau bukan, yakin atau tidak yakin; kepantasan mereka sebagai pembimbing, sesuai dengan kematangan atau ketidakmatangan; tabiat kemelekatan mereka terhadap penampilan dalam penguraian cepat yang berulang d a l a m jalakemampuankemampuan; ketaknampakan kemaharajaan kemampuan-kemampuan; p e r b e d a a n dalam kemerosotan dan ketakmerosotan kemampuankemampuan; keanekaragaman perbedaan-perbedaan jangkauan dan keberbarengan mereka - secara keseluruhan, mereka dengan cermat tahu s e b a n y a k delapanpuluh empat ribu aspek berlainan dari kemampuankemampuan." "Mereka juga tahu kelemahan, kesedangan, dan kekuatan niat-niat; keterputusan atau kesinambungan masa silam dan mendatang mereka; keunggulan, kesedangan, dan kelemahan mereka; keberdampingan mereka t e r h a d a p samsara; entah mereka adalah kereta kebebasan, yakin atau tidak; tabiat kemelekatan terhadap penampilan d a l a m penguraian c e p a t y a n g berulang dalam jala niat-niat; ketaknampakan kemaharajaan niat; perbedaan dalam kemerosotan dan ketakmerosotan niat; perbedaan d a l a m jangkauan dan keberbarengan - secara keseluruhan, mereka tahu sebanyak delapanpuluh empat ribu macam aspek niat." "Mereka juga dengan cermat tahu kelemahan, kesedangan, atau kekuatan bentuk-bentuk mental; keterputusan atau kesinambungan m a s a silam dan mendatang mereka; keunggulan, kesedangan, atau kelemahan moreka; keberbarengan mereka terhadap samsara; kualitas mereka s e b a g a i kereta kebebasan atau bukan, yakin atau tidak; kepastian atau ketidakpastian kematangan mereka; tabiat kemelekatan mereka terhadap penampilan dalam penguraian cepat yang berulang dalam jala bentukbentuk mental; ketaknampakan kemaharajaan bentuk-bentuk mental; ketahanan dan percabangan mereka, perbedaan d a l a m jangkauan dan keberbarengan - secara keseluruhan, mereka tahu d e n g a n cermat sebanyak delapanpuluh empat ribu aspek berlainan dari kecondongan dan ribuan a s p e k berlainan dari bentuk-bentuk mental." "Mereka juga dengan cermat tahu kelemahan, kesedangan, atau 109 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m , mereka

kekuatan kemauan; keterputusan atau kesinambungan mereka terhadap masa silam dan mendatang; keunggulan, kesedangan, atau kelemahan mereka; keberbarengan mereka terhadap samsara; kualitas mereka sebagai kereta kebebasan atau bukan, yakin atau tidak; kepastian atau ketidakpastian mereka akan kematangan; kemelekatan mereka terhadap penampilan dalam penguraian copat yang berulang dalam jala keinginankeinginan; ketaknampakan kemaharajaan kemauan; ketahanan dan keberagaman mereka; jangkauan dan keberbarengan mereka - mereka dengan cermat tahu sebanyak delapanpuluh empat ribu aspek berlainan dari kemauan juga ribuan cara berpikir." "Mereka tahu dengan c e r m a t bagaimana kecenderungan lahir

bersamaan dengan maksud dan pikiran; keterkaitannya dengan batin; ketakterkaitannya, pembagian, dan jangkauannya; mereka tak pernah ditumbangkan dan dihalau sejak waktu yang tak berawal; ketidakcocokan mereka dengan semua meditasi, kebebasan, konsentrasi, penunggalan, dan pengetahuan mistik; ikatan m e r e k a dalam kesinambungan kehidupan di dunia; kegiatan mengikat batin sejak waktu yang tak berawal; tabiat mereka dalam mewujudkan tambahan dalam alam indria; keadaan mereka sebagai sesuatu yang harus dipadamkan; kehadiran atau ketakhadiran mereka dalam tingkat-tingkat pencerahan; keadaan mereka yang hanya dapat disuling oleh jalan para bijaksana - semua ini para bodhisattva mengetahuinya dengan cermat. "Mereka juga dengan cermat tahu keragaman kelahiran; kelahiran sesuai dengan perbuatan; percabangan alam neraka, binatang, setan, dan raksasa, manusia dan dewa; kelahiran dalam alam berbentuk dan tak berbentuk; kelahiran dalam alam perkecambahan kelembaban kesadaran; penjelmaan dengan pikiran dari dan tanpa dan pikiran; mendatang lapangan perbuatan, benih-benih yang

keinginan, k e g e l a p a n keberbarengan batin

ketidaktahuan,

dan jasmani; kesinambungan

disebabkan oleh keinginan menjelma yang dipenuhi ketidaktahuan; ketanpaawalan dan ketanpa-akhiran keinginan untuk kesenangan, keinginan untuk kehidupan, dan kesukaan makhluk-makhluk berindria; dan bagaimana kelahiran dimunculkan oleh kemelekatan terhadap benda-benda dunia semua ini mereka ketahui sebagaimana adanya." "Mereka juga tahu entah t e n a g a kebiasaan-sedang aktif atau tidak; penyerapan oleh kesan-kesan sesuai dengan kcterlibatannya; pembiasaan sesuai dengan kegiatan makhluk-makhluk; pembiasaan sesuai dengan perbuatan, penderitaan, dan adat; pembiasaan terhadap adat baik, buruk, dan netral; pembiasaan yang menguasai Derjalanan hidup kehidupan selanjutnya; pembiasaan 110 yang secara bertahap menjadi dominan;

Sutra Karangan

Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

pembiasaan yang di dalamnya bertahan penyelewengan y a n g menghasilkan penderitaan yang panjang; pembiasaan yang nyata dan tak nyata; dan perembesan oleh kesan-kesan melihat dan mendengar dari para sravaka, pratyeka, bodhisattva, dan para buddha sebagaimana adanya." "Mereka juga tahu dengan cermat pemantapan yang betul melalui yang betul, - semua ini mereka ketahui

pemantapan yang salah, dan pemantapan yang betul dan salah terhadap sekelompok orang-orang; pemantapan pandangan benar, pemantapan yang salah melalui pandangan salah, ketidakmantapan mereka tanpa apa pun, pemantapan y a n g salah oleh satu di antara lima perbuatan terkutuk yang membawa akibat segera, pemantapan yang betul melalui lima kemampuan religius, kekurangan kemantapan mereka tanpa kemampuan-kemampuan ini, pemantapan yang salah dalam delapan penyimpangan, pemantapan yang betul dalam jalan benar berjalur delapan, kekurangan keterlibatan mereka selanjutnya- dengan ini, ketidakpastian mereka tanpa yang mana pun, pemantapan yang salah terhadap kedengkian, keirihatian, dan kurangnya simpati, pemantapan terhadap pengamalan yang benar tentang Jalan mulia para bijaksana, dan ketidakpastian kelompok-kelompok yang terpisah dari kedua hal ini - mereka tahu semua ini sebagaimana adanya. Para bodhisattva yang telah mencapai pengetahuan demikian dikatakan matang dalam tingkat kesembilan, Batin Baik." "Para bodhisattva di tingkat Batin Baik ini, mengetahui perbedaanperbedaan pada perilaku makhluk-makhluk berindria, dengan sendirinya berusaha memperoleh kebebasan m e r e k a . Mereka sungguh-sungguh tahu kematangan makhluk-makhluk berindria juga disiplin mereka; mereka sungguh-sungguh tahu ajaran-ajaran kereta sravaka, ajaran-ajaran kereta pratyeka, ajaran-ajaran kereta bodhisattva, dan ajaran-ajaran tingkat kebuddhaan." "Mengetahui semua ini, m e r e k a mengungkapkan ajaran-ajaran

kepada makhluk-makhluk agar mereka dapat menyelami Kedemikianan. Mereka mengungkapkan ajaran-ajaran sesuai dengan perbedaan-perbedaan dalam bentuk-bentuk mental, sesuai dengan perbedaan kecenderungan, sesuai dengan perbedaan k e m a m p u a n , sesuai d e n g a n perbedaan kecondongan, dengan mendekati pengetahuan sesuai dengan perbedaan kawasan perbuatan, dengan maju sesuai dengan pengetahuan semua kawasan perbuatan, dengan maju sesuai dengan kecenderungan menuju belitan y a n g sesuai dengan bentuk-bentuk mental, dengan beradaptasi terhadap penderitaan, perbuatan, dan kebiasaanberbagai keadaan makhluk, dengan mengikuti struktur kelompok-kelompok, sesuai dengan penerapan cara m a n a pun yang memungkinkah tercapainya kebebasan, dengan 111 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam,

muncul dalam bentuk-bentuk yang tak ada habisnya, dengan muncul di semua dunia dengan cara-cara yang c o c o k dengan makhluk-makhluk di sana, dengan mengetahui bagaimana rnengatakan segala sesuatu, dan dengan keterampilan dalam memastikan semua pengetahuan spesifik y a n g perlu untuk menguraikan ajaran-ajaran." "Para bodhisattva yang berada di tingkat Batin Baik beriaku sebagai pengkhotbah Dharma dan melestarikan harta ajaran Buddha. Pada para bodhisattva ini e m p a t jenis pengetahuan khas bodhisattva yang pengetahuan spesial tentang azas-azas, makna-makna, tak bercampur baur selalu bekerja. Apakah yang empat itu? Mereka adalah ungkapanungkapan, dan pembabaran. Melalui pengetahuan azas-azas mereka tahu ciri-ciri khas azas-azas; melalui pengetahuan makna-makna mereka tahu percabangan azas-azas; melalui pengetahuan ungkapan mereka mereka tahu keterjalinan kesinambungan azas-azas." "Juga, d e n g a n pengetahuan khas azas-azas mereka tahu ketakberadaan tubuh segaia sesuatu. A\elalui pengetahuan khas m a k n a makna, mereka tahu awal dan akhir segala sesuatu. Dengan pengetahuan khas ungkapan mereka mengungkapkan Dharma melalui keterkaitan ujudujud segala sesuatu. dengan pengetahuan khas membabar mereka dapat mengungkapkan Dharma tanpa batas tanpa menghancurkan ujud-ujud sebagaimana adanya." "Juga, dengan pengetahuan khas azas-azas mereka tahu segala tahu ajaran azas-azas yang tak membingungkan; melalui pengetahuan membabar

percabangan sekarang segala sesuatu. Dengan pengetahuan khas m a k n a makna mereka tahu percabangan m a s a silam dan mendatang sesuatu; Dengan pengetahuan khas ungkapan mereka mengungkapkan Dharma tanpa mencampuradukan masa silam, mendatang, dan sekarang. Dengan pengetahuan khas membabar mereka mengungkapkan Dharma dalam tiapmasa silam, mendatang, dan sekarang dalam cahaya kebenaran tanpa awal dan tanpa akhir." "Juga, dengan pengetahuan khas azas-azas mereka tahu keragaman fenomena mereka dan azas-azas. Dengan pengetahuan Dengan khas makna-makna khas tahu k e r a g a m a n makna-makna. pengetahuan

ungkapan mereka mengungkapkan Dharma sesuai dengan bahasa setempat. Dengan pengetahuan khas membabar mereka mengungkapkan Dharma sesuai dengan bentuk-bentuk mental dan pengetahuan." "Juga, dengan pengetahuan khas azas-azas mereka tahu

keterampilan m e m b e d a k a n pengetahuan langsung segala sesuatu tanpa bercampuraduk. D e n g a n pengetahuan khas makna-makna mereka tahu 112 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a m ,

susunan kedemikianan melalui pengetahuan induksi. Dengan pengetahuan khas ungkapan mereka khas membabar m e r e k a mengajar dengan menggunakan pengetahuan mengungkapkan Dharma melalui pengertian berdasarkan kesepakatan tanpa bercampuraduk. Dengan pengetahuan mendalam mengenai pengetahuan kebenaran sejati." "Juga, melalui pengetahuan khas azas-azas, mereka tahu satu a z a s tak terhancurkan pada segala sesuatu. Dengan pengetahuan khas m a k n a makna, mereka masuk k e dalam realisasi pengertian saling ketergantungan antara materi dan batin, indria, data indria, dan kesadaran indria, dan kebenaran. Dengan pengetahuan khas ungkapan mereka mengajar d a l a m kata-kata menyenangkan dan mudah dipahami bagi semua makhluk. Dengan pengetahuan k h a s membabar mereka mengajar melalui penerangan Dharma yang semakin tak kenal akhir." "Juga, dengan pengetahuan khas azas-azas mereka mengetahui keragaman jalan masuk ke dalam Ekayana. Dengan pengetahuan k h a s makna-makna mereka mengetahui perbedaan-perbedaan di antara keretakereta. Dengan pengetahuan khas ungkapan mereka mengajar s e m u a kereta tanpa kebingungan. Dengan pengetahuan khas membabar m e r e k a mengajar tiap kereta d e n g a n penerangan azas-azas yang tak kenal akhir." "Juga, dengan pengetahuan khas azas-azas mereka masuk ke

dalam perbuatan yang sesuai dengan semua pengamalan para bodhisattva, pengamalan pengetahuan danpengamalan azas-azas. Dengan pengetahuan khas makna-makna mereka memahami percabangan ajaran tentang susunan sepuluh tingkat. Dengan pengetahuan khas ungkapan m e r e k a mengajar menyajik'arijalan sesuai dengan tingkatannya tanpa kebingungan. Dengan pengetahuan k h a s membabar mereka mengajar setiap tingkat dalam pengertian aspek-aspeknya yang tak kenal akhir." "Juga, dengan pengetahuan khas azas-azas mereka m e m a h a m i semua pencapaian pencerahan buddha dalam sekejap. Dengan pengetahuan khas makna-makna m e r e k a mengetahui kesesuaiannya dengan b e r a g a m ' perbedaan dalam waktu, fenomena, dan ciri-ciri. Dengan pengetahuan ungkapan mereka m e n g a j a r dengan pengucapan berlainan sesuai d e n g a n pencapaian pencerahan yang benar. Dengan' pengetahuan untuk selama berkalpa-kalpa yang tak kenal akhir." "Juga, dengan pengetahuan azas-azas mereka tahu perbuatan y a n g sesuai dengan semua ucapan, kekuatan, keahlian, sifat-sifat kebuddhaan, belas kasihan luhur, pengetahuan serbatahu 113 Sutra Karangan pengetahuan analitis, penerapan, ajaran, dan buddha. Dengan pengetahuan makna-makna membabar mereka mengungkapkan setiap kalimat Dharma secara terus menerus

Bunga

: Kitab Dua Puluh Enam,

mereka tahu delapanpuluh empat ribu ucapan para buddha sesuai dengan bentuk-bentuk mental, kemampuan, dan kecondongan yang berlainan dari makhluk-makhluk berindria. Dengan pengetahuan u n g k a p a n mereka mengajar kata-kata buddha sesuai dengan perbedaan perbuatan semua makhluk. Denganpengetahuanmembabarmereka mengungkapkan Dharma dengan memusatkannya p a d a kawasan pengamalan yang mencerminkan pengetahuan buddha." "Para bodhisattva yang begitu terampil dalam menjadikan ilmu pengetahuan dari pengetahuan analitis khas ini, setelah meraih tingkat kesembilan, setelah mencapai harta ajaran-ajaran buddha, berlaku sebagai pengkhotbah Dharma yang agung, datang untuk memperoleh mantra konsentrasi yang mengandung makna-makna, mantra konsentrasi yang m e n g a n d u n g azas-azas, mantra konsentrasi y a n g mengandung pembangkitan pengetahuan, mantra konsentrasi yang mengandung penerangan, mantra konsentrasi yang mengandung kecerdasan baik, mantra konsentrasi yang mengandung harta-harta, mantra konsentrasi yang mengandung tenaga vital, mantra konsentrasi yang membimbing ke ketakterikatan dan ketakterintangan, mantra konsentrasi ketakhinggaan, dan mantra konsentrasi yang mengandung gudang beraneka makna. Mereka mencapai jutaan jenis mantra konsentrasi yang tak terhitung banyaknya terisi dengan rumusan mantra seperti ini. Mereka mengungkapkan Dharma melalui jutaan tak terhitung banyaknya ucapan y a n g teradaptasi secara terampil dan cara-cara pengungkapan analisis teradaptasi yang tak terbatas. Melalui jutaan tak terhitung banyaknya mantra konsentrasi sebagai pintu masuk, mereka mendengar Dharma secara langsung dari tak terhitung banyaknya buddha^di sepuluh penjurudan, setelah mendengar Dharma, tidak melupakannya, dan juga mengungkapkannya, dengan percabangan yang tak terhitung banyaknya, sebagaimana yang telah mereka dengar. Mereka mempelajari ajaran-ajaran dengan lengkap dari satu b u d d h a melalui media jutaan tak terhitung banyaknya mantra konsentrasi, dan seperti dari yang satu, begitu juga dari tak habis-habisnya buddha, dengan mengukur kemauan mereka, hingga ke jangkauan yang lebih luas mereka cnenerima cahaya cara-cara menjangkau Dharma, sedemikian yang tak dapat dicapai oleh kekuatan mengingat sebagian besar siswa-siswa yang pandai yang mempelajarinya dan melaksanakan apa yang mereka pelajari, bahkan dalam seratus ribu k a l p a . " "Begitulah setelah memperoleh penguasaan mental melalui mantra konsentrasi, setelah memperoleh kemampuan membabar, d u d u k dibangku pengajaran, mereka meliputi semilyardunia dan mengungkapkan Dharma kepada makhluk-makhluk sesuai dengan perbedaan-perbedaan dalam

114

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua

PuluhE n a r n115

watak makhluk-makhluk. Begitu mereka duduk di b a n g k u pengajaran, bangku pengajaran mereka menjadijauh lebih istimewa secara tak terukur daripada y a n g lainnya kecuali yang dipakai para b u d d h a dan para bodhisattva yang telah mencapai tingkat mahkota. D u d u k di bangku pengajaran, menuruti kemauannya mereka membuat satu ucapan yang membuat semua pasamuan mencerapnya sebagai b e r a g a m ucapan. yang berlainan. Menuruti kemauannya mereka menyampaikan pengetahuan melalui beraneka ucapan dan nuansa yang berlainan. Menuruti kemauannya mereka menunjukkan jalan-jalan masuk ke dalam D h a r m a dengan memancarkan sorotancahaya. Menui utikemauannya mereka memancarkan suara-suara dari semua pori-pori mereka. Menuruti k e m a u a n n y a mereka mengemukakan suara-suara ajaran dari semua bentuk y a n g berwujud di alam semesta. Menuruti kemauannya mereka menyampaikan pengetahuan tentang s e m u a fenomena melalui satu ucapan. Menuruti kemauannya mereka mengemukakan suara Dharma dari lagu dan m u s i k semua alam duniawi. Menuruti kemauannya mereka mengeluarkan s e m u a ungkapan berlainan tentang Dharma dari satu suku kata. Menuruti kemauannya mereka mengeluarkan jalan-jalan masuk yang tak terceritakan ke dalam Dharma dari setiap dan masing-masing atom dalam k u m p u l a n unsur-unsur tanah, air, api, dan angin di dunia-dunia yang tak terceritakan." " B a h k a n jika makhluk-makhluk semilyar dunia hadir, semuanya pada saat yang bersamaan, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, setiap dari mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan nuansanuansa y a n g tak terhitung banyaknya, setiap m a k h l u k menanyakan pertanyaan yang berbeda, para bodhisattva akan mengambil tiap-tiapnada dan n u a n s a , dan dengan satu ucapan akan memuaskan semua batin makhluk-makhluk tadi. Bahkan jika makhluk-makhluk dari dunia-dunia yang tak terceritakan hadir pada saat yang bersamaan d a n mengajukan pertanyaan-pertanyaan, masing-masing dengan tak terhitung banyaknya nuansa, masing-masing berbeda, para bodhisattva a k a n mengambil semuanya dalam sekejap dan n.emperbaiki mereka s e m u a dengan satu ucapan. Mel iputi tak terceritakan banyaknya dunia, mereka mengungkapkan Dharma sesuai dengan bentuk-bentuk mental, k e m a m p u a n , dan kecondongan makhluk-makhluk. Duduk membabarkan D h a r m a , menerima penguatan para buddha, mereka secara berbarengan menghadapi semua makhluk, mengerjakan pekerjaan kebuddhaan." "Lebih-lebih lagi mereka berusaha menyerap c a h a y a pengetahuan dengan cara ini: 'Bahkan jika pada satu titik ada banyak b u d d h a sebanyak atom di dunia-dunia yang tak terceritakan banyaknya mengajar pada tak terukur banyaknya pasamuan, setiap buddha mengajar sesuai dengan Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enarn

115

perbedaan-perbedaan pada tak terhitung banyaknya makhluk-makhluk, menyajikan kepada setiap bentuk-bentuk mental makhluk juga tak terukur banyaknya ajaran, dan seperti yang satu buddha kerjakan pada satu pasamuan, begitu juga semua buddha, dan seperti pada satu titik begitu pula dalam seluruh alam semesta, di sana kita harus menghasilkan ingatan yang begitu luas dan menerima pembabaran Dharma sekaligus dr r i semua buddha tanpa kehilangan satu patah kata p u n . Kita harus menyucikan kemampuan untuk menyatakan dengan pasti pembabaran kebijaksanaan demikian yang akan memuaskan semua makhluk dalam pasamuanpasamuan yang disebutkan terdahulu, d e n g a n beragam kelompoknya, jalannya, dan kecondongannya, juga bagi makhluk-makhluk di begitu banyak dunia.'" "Para bodhisattva yang telah m e n c a p a i tingkat Batin Baik ini, menjadi semakin memusat perhatianbatinnya, siangdanmalam. memasuki kawasan para buddha, menggabungkan diri dengan rombongan para buddha, meraih kebebasan mendalam para bodhisattva. Para bodhisattva berlaku sesuai dengan pengetahuan demikian tak pernahb.erhenti menampak para buddha dalam konsentrasi - dalam setiap masa melihat tak terhitung banyaknya buddha, mereka menghargai, menghormati, dan menyembah mereka. Dengan melihat para buddha d a l a m jumlah besar mereka tak pernah berhenti melayani mereka dengan p e n u h hormat dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para b u d d h a . Mereka memperoleh penguasaan batin atas Dharma dan dapat mengungkapkannya." "Akar-akar kebaikan suci para bodhisattva menjadi semakin melampaui perbandingan.' Sebagaimana halnya ernas ditatah menjadi perhiasan, disempurnakan oleh pandai e m a s yang ahli dan diletakkan di kepala atau leher raja semesta, tak dapat dikalahkan sinamya oleh perhiasan-perhiasan semua raja-raja kecil dan orang-orang di empat benua, dengan cara yang sama akar-akar kebaikan para bodhisattva d; tingkat Batin Baik, dirangkai dengan baik oleh cahaya pengetahuan luhur, begitu suci sehjngga mereka tak dapat dikalahkan sinarnya oleh semua sravaka, pratyeka, dan bodhisattva dari tingkat yang lebih rendah. Cahaya akarakar kebaikan mereka, menyinari kekusutan batin penderitaan makhlukmakhluk berindria, mengakhiri mereka. Seperti halnya Brahma-Brahma agung dari sistem sejuta-dunia menerangi belukar dan lembah di semua dunia dalam sistem sejuta-dunia, dengan cara yang sama cahaya akarakar kebaikan para bodhisattva di tingkat Batin Baik menyinari belukar batin penderitaan makhluk-makhluk berindria d a n mengakhiri mereka. Dari sepuluh jalan supraduniawi, kekuatan supraduniawi adalah yang paling utama pada para bodhisattva ini, sementara mereka mengamalkan yang

116

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua PuluhE n a r n115

lainnya sebaik mereka bisa." "Ini adalah ringkasan penjelasan mengenai tingkatkesembilan para bodhisattva, disebut Batin Baik, rincian penuhnya akan mengambil waktu yang tak ada habisnya untuk diterangkan. Kebanyakan bodhisattva di tingkat ini menjadi Brahma-Brahma agung berkekuatan besar sekali, penguasasejuta dunia.unggul, takterkalahkan, pelihatapayang bermanfaat, sangat menguasai, mampu dan hebat d a l a m membabarkan jalan-jalan supraduniawi para sravaka, pratyeka, dan bodhisattva, tak n a m p a k dalam menjawab pertanyaan-pertanyaar. sesuai dengan bentuk-bentuk mental makhluk. Apa pun usaha yang mereka lakukan, entah dengan berderma, ucapan penuh kasih sayang, perbuatan bermanfaat, atau kerja sama, ini tak pernah lepas dari pikiran akan Buddha, Dharma, S a n g h a , para bodhisattva, pengamalan para bodhisattva, jalan-jalan supraduniawi, tingkat-tingkat, kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik Buddha, dan pada akhirnya keserbatahuan dalam segala aspeknya. Mengapa? Karena mereka ingin menjadi yang terbaik dari makhluk-makhluk, p e m i m p i n dan pembimbing y a n g tiada taranya, dan pada akhirnya pelindung serbatahu." "Dengan keinginan ini mereka mengeluarkan tenaga, melalui pengeluarantenaga ini mereka memperoleh dalam sekejapbanyak konsentrasi sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan buddha, melihat banyak buddha sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha dan menjadi sadar akan kekuatan mereka, mengguncang banyak dunia sebanyak atom di dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha, pergi ke banyak kawasanbuddha sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha, menerangi banyak kawasan sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha, mematangkan banyakmakhluk sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha, tinggal selama banyak k-alpa sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha, menembus banyak kalpa masa silam dan mendatang sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha, memastikan banyak jalan masuk ke dalam D h a r m a sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya k,awasan-buddha, dan mewujudkan banyak tubuh sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha, mewujudkan setiap tubuh diirinni dengan b a n y a k bodhisattva sebanyak atom dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya kawasan-buddha. Di luar itu, para b o d h i s a t t v a d e n g a n k e k u a t a n sumpah-sumpahnya mempergelarkan, melajui keistimewaan sumpah-sumpah mereka, tak terhitung banyaknya pengubahan, terhadap tubuh, aura, kekuatan mistik, Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

pandangan, kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dari penampilan." Kemudian Matriks Intan bersajak menguraikan tingkat ini:

Merenung dengan kecerdasan sangat kuat tak terukur, Dengan pengetahuan sangat lembut, pengetahuan memecah-atom, Secara demikian m a s u k ke dalam kediaman rahasia para buddha, Mereka menjangkau tingkat kesembilan, penderma dunia. Penguasaan batin d a n konsentrasi mereka sangat besar, Pengetahuan mistik yang jauh-jangkauannya memasuki semua kawasan. Dengan kepastian pengetahuan dan kekuatan, ini adalah kediaman kekokohan para jina Yang bijaksana dengan ikatan janji dan belas kasihan memasuki tingkat kesembilan ini. Mereka yangtelah mencapaitingkat ini, penjaga harta para buddha, Mengetahui apa yang baik, apa yang jelek, dan apa yang netral, Apa yang bernoda d a n duniawi, dan a p a yang supraduniawi, Apa yang terbayangkan dan apa yang tak terbayangkan. Mereka memeriksa a p a yang pasti dan apa yang tidak pasti, Mengembangkan pengamalan mencapai Triyana. Ajaran-ajaran tfngkat-tingkat, sesuai dengan kecondongan dan perilaku, Mereka persiapkan d a n kemudian m a s u k ke dunia. Dengan kecerdasan lembut yang unggul mengikuti pengetahuan demikian, Mereka menyelusuri beiukar batin makhluk-makhluk berindria: Mereka menyelusuri beraneka belukar pikiran Dan memahami siapa yang dapat diajar, apa akhir dan awalnya. Mereka memahami penderitaan yang tak berawal, dalam keterjalinan penerapan mereka, Juga kesinambungan perjalanan mereka melalui kecenderungan yang impulsif, Dan dalam pengertian beraneka perbedaan dalam proses perbuatan,

118

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua PuluhE n a r n115

Dan memudamya akibat dengan padamnya sebab. Mereka memahami k e m a m p u a n mana yang lemah, sedang, dan kuat. Dan kesinambungan antara masa silam dan mendatang: Kecondongan berbagai m a c a m , dan entah mereka suci atau tidak, Mereka memahami, s e m u a , delapanpuluh empat ribu. Makhluk-makhluk duniawi berkembang ke bentuk-bentuk mental yang berlainan, Masuk ke dalam belukar penderitaan dan pandangan keliru, tanpa awal, tanpa akhir, tak pernah putus, Secara terus menerus membelenggu batin Terlahir berbarengan dengan dan melekat pada kecondongan dan kecenderungan. Kecondongan dan kecenderungan itu bukan sesuatu yang nyata, Mereka tak memiiiki lokasi dan bukan bagian batin; Sukar diketahui, tak terkalahkan oleh taraf-taraf meditasi, Mereka hanya dapat dipotong oleh petir intan Jalan. Memasuki beragam e n a m perjalanan perpindahan kehidupan, Keinginan menjadi kelembaban, ketidaktahuan peneduhnya, perbuatan ladangnya, Kesadaran benihnya, batin dan jasmani kecambah berbarengannya Begitulah mereka melihat makhluk-makhluk di dunia, tanpa awal dan tanpa akhir. Batin makhluk-makhluk itu pgnuh dengan perbuatan penderitaan, sesuai dengan pola kebiasaannya Terlepas dari ini mereka tak memiiiki keinginan untuk melanjutkan tumimbal lahir. Para bodhisattva tahu siapa yang mantap dalam kebenaran, dalam kekeliruan, dan tak dapat ditentukan, Siapa yang tenggelam d a l a m pandangan keliru, dan siapa yang memiiiki pengetahuan. Denyan pantulan-pantulan ini, berdiam di tingkat ini, Para bodhisattva mengungkapkan Dharma dalam berbagai cara

Sutra

Karangan

Bunga : Kitab

Dua Puluh E n a r n

115

Sesuai dengan bentuk-bentuk mental, kemampuan, dan kecondongan orang-orang, Fasih d a l a m pengetahuan analitis, makna-makna, pembabaran, dan ungkapan. Mereka Seperti Mereka Seperti a d a di tempat pengkhotbah Dharma, singa, seperti banteng, seperti gunung mulia; mencurahkan hujan madu obat tanpa-kematian, makhluk halus air mengisi lautan.

Terampil dalam mencari makna-makn'a, juga hakekat segala sesuatu, Memahami semua ungkapan, mereka telah menguasai pembabaran; Setelah mencapai berjuta-juta tak terhitung banyaknya dekade mantra konsentrasi, Mereka menampung Dharma seperti samudera rrienampung hujan. Begitulah setelah mencapai konsentrasi melalui penyucian mantramantra, Mereka melihat ribuan b u d d h a dalam sekejap; Dan setelah mendapatkan harta Dharma, mereka mengungkapkannyg, Menjangkau setiap dan masing-masing kawasan dengan suara yang menyucikan. Mereka m e m b u a t beragam makhluk semilyar dunia Bebas melalui tiga permata, Memuaskan semua sesuai dengan kemampuan dan bentuk-bentuk mental mereka, Seperti m a k h l u k halus air mengisi samudera. Bahkan dengan kebajikan lebih besar lagi mereka mengeluarkan tenaga Dan berpikir bagaimana, d a l a m sebuah titik kecil, Ada tak terpikirkan banyaknya ajaran buddha, dan beragam makhluk; Mendengarkanajaran-ajaran, merekamenggenggam mereka seperti tanah menggenggam benih-benih. Sebanyak makhluk di sepuluh penjuru,

120

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab

Dua Puluh

Enarn 115

Semua duduk dalam sebuah lingkaran pasamuan: Muncul k e hadapan mereka dalam sekejap, para bodhisattva Akan memuaskan mereka semua dengan sepatah u c a p a n . Berdiam di sini, pakar-pakar Dharma, yang tertinggi di antara m a n u s i a dan para dewa, Mereka menjadi anak-anak para buddha, tergerak oleh ajaranajaran: Siang dan malam mereka mengiringi para buddha, Matang d a l a m ketenangan mendalam, kokoh dalam pengetahuan dan kebebasan. Mereka melayani jutaan buddha Dan m e n j a d i suci, seperti perhiasan raja-raja; Cahaya mereka mengatasi keremangan samsara Seperti cahaya Brahma menerangi sejuta dunia. Di tingkat ini mereka menjadi dewa-dewa Brahma, dikaruniai dengan kebajikan, Dan memuaskan makhluk-makhluk dengan ajaran-ajaran Triyana. Apa yang mereka lakukan adalah untuk kebaikan semua makhluk; Mengikuti pengetahuan pencerahan, mereka memperoleh kebajikan dan pengetahuan. Dalam sekejap mereka memperoleh banyak konsentrasi Seperti atom-atom dalam kawasan-kawasan tak terukur, teguh: Melihat para buddha di sepuluh penjuru, mereka mendengar Dharma, Dan di Iuar itu, dengan kekuatan kemauan, mereka mempertunjukkan tak terhitung banyaknya keajaiban. "Demikianlah telah diceritakan tingkat kesembilan bagi mereka yang merenungkan pengetahuan luhur, mendalam, sukar dilihat, lembut, tingkat kesembilan para bodhisattva, disebut Batin Baik." Begitulah setelah mendengar pengamalan yang tiada taranya, milyaran dewa dari KediamanSuci menjadi senang; mereka berdiri di langit, perasaan mereka ringan, dan memberi penghormatan kepada B u d d h a . Tak habis-habisnya berjuta-juta bodhisattva melayang-layang di langit menjadi bersukacita; m e r e k a membakar awan-awan dupa, tak terbandingkan kegembiraannya, menghancurkan penderitaan dunia. Raja surga kekuatan, senang, berada di langit dengan rombongan satu triliun, semua dengan Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

h o r m a t menghujani j u b a h , indah, istimewa, beratus-ratus. Ada juga b a n y a k dewi-dewi, perasaan mereka bergembira, m e n y e m b a h kepada Buddha dengan penuh hormat, memainkan bertriliun peralatan musik, menyenandungkan kata-kata sebagai berikut: Buddha, duduk di satu kawasan, Nampak terpantul di semua kawasan; Tubuh-tubuh berjuta-juta ragam, menyenangkan, Meliputi j a n g k a u a n alam semesta. Dari satu helai rambut Buddha cahaya m e n y o r o t Muncul, m e n g h a p u s penderitaan dunia; Partikel-partikel paling kecil di kawasan d a p a t dihitung, Tetapi jumlah sorotan cahaya itu tak dapat diketahui. Kadang-kadang mereka memperlihatkan para buddha yang

dikaruniai dengan ciri-ciri agung Memutar roda ajaran tertinggi; Kadang-kadang tenang, Dengan perilaku lainnya. Pe^nbimbing terlihat di kediaman kebahagiaan, Mati di sana d a n datang ke bumi, Daiam rahim, j a d i dalam jutaan kawasan, Atau terlihat iahir di sana di kawasan tertentu. Pembimbing, meninggalkan keduniawian untuk kepentingan dunia Dan menjadi y a n g tercerahkan sempurna, Memutar roda Dharma, Terlihat dalam jutaan kawasan. Seperti tukang sulap fasih dalam seni sulap Memperlihatkan banyak objek kepada orang-orang, Begitu juga Guru, fasih dalam pengetahuari. agung, Memperlihatkan semua tubuh kepada orang-orang. Kosong, hening, hakekatnya tanpa tanda, Hakekat segala sesuatu sama dengan ruang Guru yang tercerahkan, dengan kebenaran sejati, paling istimewa, tak tertandingi, di kawasan muncul penguasa-penguasa manusia, suci dan

122

Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam

Memperlihatkan kawasan mulia para buddha. Seperti hakekat para buddha, Begitu pula para makhluk berindria - d a p a t hakekat segala sesuatu. Tanda-tanda dan ketanpatandaan adalah s a m a dalam hal itu Segala sesuatu pada hakekatnya tanpa t a n d a . Mereka yang mencari pengetahuan p e n c e r a h a n Meninggalkan anggapan, gagasan, bayangan; Sadar bahwa ada dan tiada adalah sama p a d a hakekatnya, Mereka akan segera menjadi pemimpin-pemimpin manusia y a n g agung. Setelah mengatakan ribuan kata-kata indah demikian, para dewi, m e m a n d a n g Buddha, terus diam dan tetap hening. Mengetahui pasamuan telah tenang, Bulan Kebebasan yang tak kenal takut bertanya k e p a d a Matriks Intan, bodhisattva yang berani, "Ceritakanlah k e p a d a kami, secara berurutan, semua ciri, sifat, dan kawasan untuk m e r e k a yang telah tiba di tingkat kesepuluh, juga tanda-tanda dan keajaiban mereka." Matriks Intan berkata, "Bodhisattva-bodhisattva kesembilan, telah membuat penyelidikan yang itu yang, setelah menyeluruh dan ditemukan dalam

merenungkan kemungkinan-kemungkinan pengetahuan hingga ke tingkat m e m b e d a k a n , telah menyempurnakan pengamalan suei secara lengkap, telah mengumpulkan tak habis-habisnya.per!engkapan, telah memperoleh g u d a n g besar kebajikan dan pengetahuan, telah m e n c a p a i belas kasihan luhur y a n g jauh jangkauannya, kenal dengan baik dengan perbedaanp e r b e d a a n dan percabangan alam-alam duniawi, telah memasuki belukarbelukar alam-alam makhluk berindria, memusatkan pencerapan dan perhatian mereka pada usaha mendekati jalan m a s u k k e kawasan para buddha, dan bersunggun-sungguh dengan kekuatan ; keahlian, dan sifatsifat lain kebuddhaan, dikatakan telah mencapai t i n g k a t mahkota d e n g a n keserbatahuan dalam segala aspeknya." "Lebih lanjut, para bodhisattva yang sesuai d e n g a n pengetahuan ini dan telah mencapai tingkat mahkota merealisasi konsentrasi yang disebut tak-bernoda, satu disebut jalan masuk ke dalam analisispercabangan alam semesta, satu disebut jajaran perhiasan p u n c a k pencerahan, satu disebut bunga cahaya semua penampilan, satu disebut penampung s a m u d e r a , satu disebut ruah samudera, satu disebut l e g a seperti ruang, satu disebut pemastian hakekat sebenamya segala sesuatu, satu disebut

122 Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enam

menyesuaikan dengan perilaku mental semua makhluk, dan satu disebut hadir di hadapan semua buddha. Mulai dari sini, mereka merealiasi berjutajuta tak terhitung banyaknya konsentrasi." "Mereka masuk dan muncul dari semua konsentrasi ini, dan, setelah mencapai keterampilan dalam konsentrasi, mereka mengalami semua pengaruh konsentrasi. Pada akhir dari berjuta-juta tak terhitung banyaknya konsentrasi, ia merealisasi konsentrasi para bodhisattva yang disebut rnelahirkan mahkota melalui sifat khusus pengetahuan serbatahu. Pada saat ia merealisasi konsentrasi ini, m u n c u l di hadapannya teratai yang tak terukur besarnya terbuat dari permata-permata paling mulia, sebesar alam semesta sepuluh milyar-dunia, bertatahkan berbagai permata, di luar jangkauan semua dunia, muncul dari akar-akar kebaikan supraduniawi, ada di dalam alam hakekat khayalan, muncul berdasar pada alam semesta, di luar jangkauan surga-surga, dengan pokok dari permata, kulit buah dari cendana yang tiada bandingannya, pinggiran darizamrud yang besar sekali, dedaunan dari emas berkilauan, tubuhnya berbunga dengan sinar-sinar cahaya yang tak terhingga banyaknya, dalamnya bensi semua permata indah, ditutupi dengan jala permata yang tak terbatas luasnya, dikelilingi dengan banyak sekali teratai permata sebanyak atom di dalam alam semesta sepuluh milyar-dunia." "Bodhisattva, dalam bentuk padanannya, berdiri di samping dan segera begitu dicapainya konsentrasi yang rnelahirkan mahkota dengan sifat-sifat khusus keserbatahuan, n a m p a k duduk di teratai permata yang agung. Begitu bodhisattva duduk di teratai permata agung, sebanyak bodhisattva yang mengelilingi teratai-teratai permata berdatangan dari sepuluh penjuru, melingkari bodhisattva itu, dan duduk mengitari terataiteratai permata yang agung itu, dantiap-tiap mereka masuk ke dalam sejuta konsentrasi, sambil menatap bodhisattva yang di tengah. Segera begitu semua masuk ke dalam konsentrasi, semua dunia bergempa, semua kesakitan berhenti, seluruh alam semesta diliputi dengan cahaya yang, mengungkapkan, semua dunia jadi suci, nama-nama semua kawasanbuddha disuarakan, semua bodhisattva dengan pengamalan yang setara berkumpul, semua nyanyian dan m u s i k dewa dan manusia melagu, semua maKhluk berbahagia, pelayanan dan penghormatan yang tak terbayangkan terhadap para buddha sempurna mulai, dan lihgkaran semua buddha menjadi maklum." "Apakah alasannya untuk ini? Begitu bodhisattva duduk di teratai permata agung ini, dari telapak kaki bodhisattva keluar berjuta-juta sinar cahaya yang tak terhitung banyaknya, yang menerangi neraka-neraka besar yang tak putus-putusnya di sepuluh penjuru dan memadamkan

124

Sutra

Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh

Enarn 115

siksaan makhluk-makhluk di neraka. Dari lingkaran di lutut bodhisattva keluar berjuta-juta sinar yang tak terhitung banyaknya yang menerangi semua a l a m binatang di sepuluh penjuru dan memadamkan penderitaan semua binatang. Dari sekitar pusar keluar berjuta-juta tak terhitung banyaknya cahaya yang menerangi s e m u a alam setan di sepuluh penjuru dan m e m a d a m k a n semua kesakitan s e m u a makhluk di a l a m setan. Dari sisi kiri d a n kanan bodhisattva keluar berjuta-juta tak terhitung banyaknya cahaya y a n g menerangi manusia di sepuluh penjuru dan memadamkan penderitaan manusia. Dari kedua belah tangan keluar berjuta-juta tak terhitung banyaknya sinar cahaya yang-menerangi kediaman-dewa-dan raksasa, memadamkan kesakitan mereka. Dari bahunya keluar berjutajuta tak terhitung banyaknya sinar c a h a y a yang menerangi semua yang ada di kereta sravaka, pengikut ajaran dasar di sepuluh penjuru, dan menyajikan kepada mereka jalan untuk masuk ke dalam cahaya Dharma. Dari punggung dan leher keluar berjuta-juta tak terhitung banyaknya sinar cahaya y a n g menerangi semua para pratyeka di sepuluh penjuru dan menyajikan kepada mereka metode konsentrasi tanpa gerak. Dari wajah keluar berjuta-juta sinar cahaya y a n g menerangi para bodhisattva di sepuluh penjuru, mulai dari mereka yang baru saja mulai bercita-cita hingga mereka yang teteh mencapai tingkat kesembilan, dan menyajikan kepada mereka prinsip kebijaksanaan dan keterampilan dalam cara. Dari lingkaran rambut di antara alis mata bodhisattva keluar berjuta-juta sinar cahaya yang menyinari kediaman para setan di sepuluh penjuru dan memudarkan mereka, dan kemudian menerangi para bodhisattva yang telah mencapai tingkat mahkota dan menghilang m a s u k ke dalam tubuh mereka. Dari ubun-ubun kepala keluar banyak sinar cahaya sebanyak atom di dalam berjuta-juta tak terhitung banyaknya alam semesta semilyar-dunia, menerangi tempat-tempat pasamuan semua buddha yang terjangkau dalam ruang alam semesta, kemudian mengitari dunia ke arah kanan sepuluh kali, Ialu berhenti di langit d a n membentuk jaringan lingkaran cahaya yang besar sekali, dan selanjutnya membuat persembahan besar yang disebut 'cahaya kemilau' kepada semua buddha. Persembahan itu sedemikian sehingga persembahan-persembahan semua bodhisattva dari tingkat cita-cita pertama hingga ke tingkat kesembilan tak dapat menandinginya bahkan hanya untuk sebagian kecilnya sekalipun." "Lebih lanjut, dari jaringan besar lingkaran cahaya tercurah keluar, di semua alam semesta di sepuluh penjuru, perwujuaan dari bunga-bunga, dupa, karangan-karangan bunga, parfum, serbuk-wangi, jubah, payung, bendera, panji, pakaian, perhiasan, permata, dan lain-lainnya lagi, semua melampaui lingkupan semua dunia, dihasilkanolehpengaruh gudang akarakar kebaikan supraduniawi, lengkap d a l a m semuakeistimewaan dan sifatSutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh Enarn

115

sifatnya, dipertahankan oleh kekuatan nirwana tak terbayangkan - hujan beraneka jajaran t u m p a h a n kaya seperti dari awan besar di tempat-tempat pasamuan tiap-tiap d a n masing-masing buddha. Dan siapa pun mencerap persembahan ini menjadi yakin akan pencerahan sempurna." "Kemudian cahaya-cahaya ini, setelah membuat persembahan tersebut, sekali lagi menerangi lingkaran-lingkaran pasamuan semua buddha, Ulu mengitari dunia ke arah k a n a n sepuluh kali, dan menghilang ke dalam telapak kaki buddha-buddha itu. Kemudian para buddha d a n bodhisattva itu menjadi maklum bahwa di dunia ini, di alam ini, di tempat ini, bodhisattva yang mengikuti pengamalan demikian telah mencapai waktu pemahkotaan. Lalu, dari kawasan-kawasan yang tak terhitung banyaknya di sepuluh penjuru, para bodhisattva mulai dari tingkat kesembilan berdatangan ke bodhisattva itu, mengelilingi bodhisattva itu, membuat persembahan besar, dan sambil menatap bodhisattva itu, m a s u k ke dalam sejuta konsentrasi." "Dari Iambang-lambang petir kesejahteraan terhias indah p a d a tubuh-tubuh para bodhisattva yang telah mencapai tingkat pemahkotaan keluar sinar cahaya a g u n g disebut penakluk-setan, setiap sinar diiringi oleh berjuta-juta sinar cahaya yang tak terhitung banyaknya; setelah menerangi sepuluh penjuru dan memperlihatkan tak terhitung banyaknya keajaiban, sinar-sinar cahaya ini sekali lagi menghilang ke dalam Iambang-lambang petir kesejahteraan para bodhisattva. Begitu sinar-sinar cahaya yang ratusan ribu lebih luhur kualitasnya menghilang, muncul peningkatan kekuatan dan daya p a d a bodhisattva tadi." "•Lalu keluar dari lingkaran rambut di antara alis mata para buddha sorotan cahaya yang disebut pemilik pengetahuan-Iuhur serbatahu, diiringi dengan tak terhitung banyaknya sorotan cahaya; menerangi semua dunia di sepuluh penjuru, mengitari dunia sepuluh kali ke kanan, mengilhami ratusan kuadriliun bodhisattva, menyebabkan semua kawasan-buddha bergempa dalam e n a m cara, me.ighentikan semua kematian dan kelahiran kembali dalam kondisi jelek, memudarkan semua kediaman para setan, memperlihatkan latar pencerahan semua buddha, dan menerangi s e m u a dunia di seluruh alam semesta hingga ke jangkauan terjauh dalam ruang, falu kembali lagi, mengitari semua pasamuan para bodhisattva ke k a n a n dan mewujudkan jajaran yang besar, sorotan cahaya itu lalu menghilang ke dalam ubun-ubun kepaia bodhisattva. Sorotan cahaya yang mengiringi dengan cara yang s a m a juga masuk ke dalam kepaia para bodhisattva yang berkumpul di sekitar bodhisattva tadi yang telah mencapai tingkat kesepuluh, bersama-sama mereka mencapai sejuta konsentrasi y a n g belum pernah mereka peroleh sebelumnya,"

126

Sutra

Karangan

Bunga:

f

Kitab Dua

Puluh

Enam

"Pada waktu yang sama ketika sorotan cahaya memasuki kepala bodhisattva, bodhisattva itu dikatakan dimahkotai; di alam para buddha sempurna, setelah menyempurnakansepuluh kekuatan, bodhisattva m a s u k ke peringkat para buddha sempurna. Ini seperti putra penguasa semesta, putra mahkota, dilahirkan oleh permaisuri, dikaruniai dengan ciri-ciri penguasa semesta: penguasa semesta mendudukkannya pada tahta gajah emas yang luar biasa dan, membawakan air dari empat lautan, menataletak istana dengan jajaran istimewa bunga-bungaan, dupa, lampu, karangankarangan bunga, parfum, serbuk wangi, pakaian, payung, bendera, panji, musik dan lagu, ia mengambil kendi emas berisi air dari empat samudera dan mengurapi kepala anaknya dengan air, sehingga anak itu masuk k e peringkat penguasa y a n g telah ditahbiskan. Lalu, bilamana ia telah menyempurnakan jalan perbuatan baik berjalur sepuluh, ia mendapat sebutan sebagai penguasa semesta, ia yang memutar roda hukum. Dengan cara yang sama, begitu bodhisattva tadi dimahkotai oleh para buddha y a n g terberkah, bodhisattva itu dikatakan terurapi dengan pengetahuan agung. Dan setelah mendapat sepuluh kekuatan melalui pengurapan oleh para buddha sempurna, bodhisattva itu memasuki peringkat para buddha y a n g telah seluruhnya sempurna. Ini adalah pengurapan atau pemahkotaan bodhisattva dengan pengetahuan agung, yang ditempuh oleh bodhisattva melalui ratusan ribu pengamalan yang sulit. Setelah dimahkotai, m a t a n g dalam kebajikan dan pengetahuan yang tak terukur, bodhisattva ini disebut telah tiba di tingkat kesepuluh, yang disebut Mega Dharma." "Para bodhisattva di tingkat ini memiiiki pengetahuan cermat tentang keseluruhan a l a m realitas, alam nafsu, alam berbentuk, alam t a k berbentuk, alam dunia-dur.ia, alam semua makhluk, alam kesadaran, alamalam yang diciptakan dan tak diciptakan, a l a m ruang, dan ajaran tentang ada dan tiada; mereka memiiiki pengetahuan cermat tentang keseluruhan alam nirwana, dan tentang penderitaan yang tercipta oleh pandanganpandangan keliru; mereka memiiiki pengetahuan cermat mengenai keseluruhan penjelmaan dan pelapukan dunia-dunia, tentang pengamalan para pengikut ajaran-ajaran dasar Buddha, tentang pengamalan para pratyeka, tentang pengamalan para bodhisattva, tentang kekuatan, keahlian, sifat-sifat unik kebuddhaan, dan tubuh-tubuh jasmani dan batin, tentang keserbatahuan dalam segala aspeknya, tentang demonstrasi pencapaian pencerahan dan pemutaran roda ajaran - secara keseluruhan, mereka memiiiki pengetahuan cermat tentang penyempurnaan semua jalanberlainan untuk menjangkau kebenaran. Mereka juga memiiiki pengetahuan cermat tentang proyeksi dunia, proyeksi alam semesta, proyeksi para pengikut Buddha, proyeksi para pratyeka, proyeksi para bodhisattva, proyeksi para

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh E n a r n

115

buddha, d a n kelayakan dan ketaklayakan semua proyeksi." "Mereka juga tahu Iandasan semua sebagaimana adanya; mereka tahu, juga, Iandasan Dharma, Iandasan Sangha, Iandasan perbuatan, Iandasan penderitaan, Iandasan waktu, Iandasan ikatan janji, Iandasan penghormatan, Iandasan perilaku, Iandasan masa-masa, d a n Iandasan pengetahuan, semuanya sebagaimana mereka sebenarnya." J u g a , semua penget-ahuanpara buddha yang memasuki yangrenik - pengetahuan tentang rincian pengamalan, tentang kematian di surga dan kelahiran kembali dibumi.tentang'kelahiran,tentang meninggalkanrumah, tentang mencapai pencerahan, tentang keajaiban, tentang memutar roda Dharma, tentang mengkhotbah kebenaran, tentang rincian lengkap Dharma, tentang dukungan jangka hidup, tentang pewujudan tubuh berbentuk mulia, tentang bimbingan secara teratur bagi semua makhluk, tentang pewujudan di semua dunia, tentang mengamati perilaku mental s e m u a makhluk, tentang mengamati masa silam, kini, dan mendatang d a l a m sekejap, tentang seluruh masa silam dan mendatang, tentang keseluruhan kegiatan mental makhluk-makhluk dalam keserbanekaannya, tentang kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat khusus buddha yang tak terbayangkan, tentang nirwana akhir para buddha, tentang kekekalan Dharma sejati berdasar petunjuk - mulai dari sini, mereka secara cermat tahu semua pengetahuan yang tak terhitung banyaknya dari para buddha yang m e m a s u k i ke halhal renik." "Mereka tahu semua hal rahasia para buddha, seperti rahasia tubuh, rahasia u c a p a n , rahasia batin, rahasia pertimbangan waktu benar dan salah, rahasia memberi ramaian pencerahan kepada bodhisattva, rahasia memelihara makhluk-makhluk berindria, rahasia mendorong d a n membatasi sebagai alat untuk membimbing, rahasia kemerataan pemberian teguran dan petunjuk tepat waktu, rahasia membangun beragam kereta kebebasan, rahasia perbedaan perilaku dan kemampuan makhluk-makhluk, rahasia menembus kegiatan dan perbuatan makhluk-makhluk, rahasia perbedaan kemampuan dan pengamalan para bodhisattva, rahasia pencerahan melalui pengamalan dan realisasi kekuatan hakiki, rahasia dasar realisasi hakekat sebenarnya, rahasia pewujudan dan kebebasan, rahasia menarik dan menolak, rahasia memperlihatkan sikap berdiri, berjalan, duduk, dan merebah, rahasia menyediakan makanan dan keperluan jasmani, rahasia memperlihatkan ucapan, diam, meditasi, kebebasan, konsentrasi, dan pencapaian; mereka tahu semua hal-hal rahasia para buddha sebagaimana adanya." "Mereka juga dengan cermat menyadari semua pengetahuan para
H

128

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua PuluhE n a r n115

buddha teritang abad-abad yang saling-menembus, seperti satu abad berisi abad-abad y a n g tak terhitung lamanya, abad-abad y a n g tak terhitung lamanya berisi satu abad, abad-abad yang terhitung l a m a n y a berisi abadabad yang t a k terhitung lamanya, abad-abad yang tak terhitung lamanya berisi abad-abad yang terhitung lamanya, satu saat pikiran berisi abadabad, abad-abad berisi saat-saat pil.iran, abad-abad berisi tiada abad-abad, tiada abad-abad berisi abad-abad, abad-abad dengan buddha-buddha berisi abad-abad tanpa buddha, abad-abad tanpa buddha berisi abad-abad dengan buddha-buddha, abad-abad silam berisi abad-abad mendatang dan kini, abad-abad kini berisi abad-abad silam dan mendatang, abad-abad mendatang berisi abad-abad silam dan kini, abad-abad p a n j a n g berisi abadabad pendek, abad-abad pendek berisi abad-abad panjang, pengurungan terhadap s e m u a yang terbuat dari pencerapan dalam semua abad, pengurungan abad-abad dalam semua yang terbuat dari pencerapan." "Mereka juga dengan cermat mengetahui semua pengetahuan penembusan buddha sempurna, seperti pengetahuan m e n e m b u s sebuah titik seukuran ujung rambut, pengetahuan menembus partikel-partikel atom, pengetahuan menembus realisasi pencerahan dalam tubuh dan kawasan buddha, pengetahuan menembus realisasi pencerahan d e n g a n tubuh dan batin m a k h l u k berindria, pengetahuan menembus realisasi pencerahan di semua t e m p a t , pengetahuan menembus demonstrasi kegiatan gila-gilaan, pengetahuan menembus demonstrasi perilaku konformis, pengetahuan menembus demonstrasi perilaku tidak umum, pengetahuan menembus demonstrasi perbuatan terbayangkan dan tak terbayangkan, perbuatanperbuatan y a n g dapat dikenali dan tak dapat dikenali dunia, pengetahuan menembus demonstrasi perbuatan-perbuatan yang dapat dipahami para siswa b u d d h a , perbuatan-perbuatan yang dapat dipahami oleh para pratyeka, perbuatan-perbuatan yang dapat dipahami oleh para bodhisattva, dan perbuatan-perbuatan yang dapat dipahami oleh para b u d d h a . Sebegitu luasnya pengetahuan para buddha sehingga tak terukur, begitu pula pengetahuan penembusan para bodhisattva di tingkat ini juga t a k terhingga." "Lebih lanjut, para bodhisattva yang berada di tingkat ini mendapat kebebasan para bodhisattva yang disebut tak terbayangkan, d a n kebebasan yang disebut tak terintangi, pemilahan murni, penerangan serba-muka, harta realisasi kedemikianan, mengikuti roda tak terhalangi, memahami masa silam, sekarang, dan mendatang, matriks alam semesta, sinar lingkaran kebebasan, dan pencapaian alam totalitas. Mulai dengan ini, para bodhisattva di tingkat kesepuluh memperoleh ratusan ribu tak terhitung banyaknya pintu kebebasan, dan dengan cara yang s a m a mereka memperoleh ratusan ribu konsentrasi, kendali mental, pengetahuan super, Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

dan kekuatan batin; mereka memperoleh ratusan ribu cahaya pengetahuan, transformasi mistik, kesempurnaan pengetahuan analitis, penguasaan upaya dan kebijaksanaan, banjir belas kasihan luhur, dan jalan masuk ke dalam kekuatan pengendalian para bodhisattva." "Melalui kecerdasan yang sesuai dengan pengetahuan demikian, mereka menjadi terkaruniai dengan k e m a m p u a n tak terhingga untuk mengingat segala hal. Mereka mampu menerima, megangkap, dan • menggenggam tak terhingga banyaknya pengungkapan agung, penjelasan, dan mega-mega ajaran dari para buddha di sepuluh penjuru d a l a m sekejap. Seperti halnya tiada tempat di bumi kecuali samudera yang dapat menampung, menerima, menangkap, menggenggam air dalam jumlah besaryang dicurahkan oleh awan-awan m a k h l u k halus air samudera, begitu juga jalan-jalan masuk ke dalam misteri para buddha - pengungkapan agung,penjelasan agung, mega-mega ajaran agung - tak dapat ditanggung, diterima, ditangkap, digenggam oleh makhluk-makhluk m a n a pun, para sravaka, para pratyeka, atau bahkan para bodhisattva dari tingkat pertama hingga kesembilan. Hanya para bodhisattva di tingkat kesepuluh, Mega Dharma, y a n g dapat m e n a m p u n g , m e n e r i m a , m e n a n g k a p , dan menggenggam itu semua. Seperti halnya samudera menampung, menerima, menangkap, d a n menggenggam, awan-awan besar satu makhluk halus air, atau dua, atau tiga, hingga tak terhitung banyaknya awan-awan besar dari tak terhitung banyaknya makhluk halus air dalam satu saat, karena tak terukurnya samudera yang begitu luas. Dengan cara yang sama, para bodhisattva di tingkat kesepuluh ini, Mega D h a r m a , menampung, menerima, menangkap, d a n menggenggam, dalam sekejap, tak terukur besainya pengungkapan agung, penjelasan, dan mega-mega ajaran agung dari dua, tiga, hingga t a k terhingga jumiahnya buddha-buddha. Begitulah tingkat ini disebut M e g a Dharma." Bodhisattva Bulan Kebebasan berkata, "Apakah mungkin untuk membilang berapa banyak pengungkapan agung, penjelasan, dan megamega ajaran y a n g bodhisattva terirr.a dan genggam dari para buddha dalam sekejap?" Matriks Intan berkata, "Tidaklah mungkin untuk menyebutkan jumlah bilangan berapa banyak ajaran yang para bodhisattva terima dari para buddha dalam sekejap. Walaupun derrvkiein, saya akan membuat perumpamaan. Anggaplah pada setiap dari sepuluh penjuru, di dunia-dunia yang banyaknya sebanyak atom dalam kuintiliun kawasan-buddha, dan semua alam-aiam makhluk-makhluk dapat ditemukan di sana, ada satu makhluk d e n g a n penguasaan mental m a m p u mengingat a p a pun yang pernah didengarnya, pelayan para buddha, seorang siswa agung, utama

130

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua PuluhE n a r n115

di antara para penggenggam ajaran, dan m a k h l u k tadi terberkahi dengan kekuatan keterampilan dalambelajar. Sekarang, anggaplah semua makhluk di semua dunia itu memiiiki berkah serupa, d a n apa yang dipelajari oleh yang satu tidak dipelajari oleh yang lainnya. Bagaimana pikiran anda apakah kemampuan belajar semua m a k h l u k itu tak terukur?" Bulan Kebebasan berkata, "Bagus, tentu tak terukur kemampuan belajar makhlukmakhluk itu." Matriks Intan berkata, "Saya .katakan kepada anda, dalam sekejap para bodhisattva di tingkat Mega Dharma ini menampung, menerima, menangkap, dan menggenggam dari seorang buddha awan besar cahaya pengungkapan ajaran yang disebut 'harta m a s a silam, sekarang, dan mendatang alam semesta' - kemampuan belajar yang disebutduluan tak dapatmenandingibahkan bagianterkecildari kemampuan untuk menggenggam awan cahaya pengungkapan ajaran ini. Dan seperti yang mereka terima dari satu buddha, begitu pula mereka menerima dan menggenggam awan cahaya-cahaya pengungkapan ajaran-ajaran luhur yang disebut 'harta masa silam, sekarang, d a n mendatang alam semesta' dari buddha-buddha yang banyaknya sebanyak atom di semua dunia di sepuluh penjuru, dan bahkan terlebih lagi, dari tak terhingga banyaknya buddha, semuanya dalam sekejap. ltulah sebabnya tingkat ini disebut Mega Dharma." "Lebih lanjut, para bodhisattva di tingkat ini, dengan kekuatan sumpah mereka sendiri, membuat awan-awan belas kasihan muncul, mewujudkan halilintar Dharma agung, menyalakan kilat pengetahuan mistik, ilmu pengetahuan, dan keahlian, mencambuk angin besar sinar, menutupi semua dengan awan pekat kebajikan dan pengetahuan, memperlihatkan pusingan pekat beraneka tubuh, mengucspkan proklamasi Dharma agung, mengatur jalan gerombolan setan; dan, dalam sekejap, di segenap dunia yang banyaknya sebanyak atom di kuadriliun dunia di sepuluh peniuruyang disebut di d e p a n , dan di segenap lebih banyak lagi dunia, ratusan kuadriliun dunia yang tak terhitung banyaknya, mereka memperlihatkan hujan besar obat tanpa-kematian pembawa-kebaikan dan menenangkan dan memadamkan semua debu dan api penderitaan makhluk-makhluk yang disebabkan oleh ketidaktahuan. Itu sebabnya tingkat ini disebut Mega Dharma." "Lebih lanjut, para bodhisattva di tingkat Mega Dharma ini mewujudkan semua pekerjaan buddha di satu dunia, mulai dengan tinggal di surga kenikmatan, lalu turun ke bumi, tinggal dalam rahim, lahir, meninggalkan rumah, mencapai pencerahan, diminta untuk mengajar, memutar roda Dharma, dan tingkat mahaparinirwana, mewujudkan semua ini untuk makhluk-makhluk sesuai dengan bentuk-bentuk mental dan Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

kemampuan mereka untuk dibimbing. Seperti yang mereka lakukan dalam satu dunia, begitu pula yang mereka lakukan di dua dunia, hingga ke jumlah dunia yang tak terkatakan, tak terceritakan. Setelah mencapai kendali pengetahuan demikian, dengan penuh kepastian akan pengetahuan agung d a n pengetahuan mistik, menuruti kemauannya mereka memperlihatkan dunia bernoda sebagai suci, memperlihatkan dunia suci sebagai bernoda, memperlihatkan dunia sempit sebagai lega, memperlihatkan dunia lega sebagai sempit; dengan cara ini, melalui kekuatan mistik, mereka memperlihatkan transformasi gaib terhadap semua dunia - lega, tak berukuran, kecil, keliru, gila, terbalik, tegaklurus, dan sebagainya. Jika mereka mau mereka dapat meletakkan seluruh dunia, termasuk gunungg u n u n g dan lautan yang menyertainya, ke dalam sebuah atom, tetapi tanpa meluaskan atom atau mengecilkan dunia, mempergelarkan semua fungsi y a n g ada di dalamnya. Mereka dapat meletakkan dua, tiga, empat, lima, hingga ke jumlah dunia yang tak terkatakan ke dalam satu atom, tetapi t a n p a meluaskan atom, dan tetap mempergelarkan semua fungsi dalam dunia. Menuruti kemauannya mereka memperlihatkan dalam satu dunia jajaran dua dunia atau, sesuai kemauan mereka, memperlihatkan jajaran hingga ke jumlah dunia yang tak terkatakan. Menuruti kemauannya mereka memperlihatkan jajaran satu dunia dalam dua dunia, atau hingga kejumlah dunia yang tak terkatakan. Menuruti kemauannya mereka memperlihatkan d a l a m satu dunia makhluk-makhluk yang ada di dalamnya hingga jumlah dunia yang tak terkatakan tetapi tanpa melukai atau mengganggu makhlukmakhluk itu. Menuruti kemauannya mereka memperlihatkan makhlukmakhluk dari satu dunia hingga ke jumlah dunia yang tak terkatakan tanpa melukai atau mengganggu makhluk-makhluk ini. Menuruti kemauannya mereka memperlihatkan jajaran penuh alam-buddha dalam satu titik seukuran ujung rambut; jika mereka mau mereka memperlihatkan jajaranjajaran penuh alam-alam buddha yang tak terkatakan dalam satu titik. Menuruti kemauannya mereka d a l a m sekejap memancarkan banyak tubuh sebanyak atom dalam dunia-dunia yang tak terkatakan jumlahnya, mewujudkan banyak tangan pada setiap tubuh, dan membuat persembahan kepada para buddha di sepuluh penjuru dengan tangan-tangan tadi; melalui tiap tangan mereka menabur b a n y a k sekali keranjang bunga kepada para buddha itu yang banyaknya sebanyak butiran pasir di Sungai Gangga, dan begitu pula dengan wewangian, karangan bunga, parfum, serbuk wangi, j u b a h , payung, bendera, dan panji-panji. Mereka juga mewujudkan banyak kepaia pada setiap tubuh, dan mewujudkan banyak lidah di setiap kepaia, y a n g menceritakan kemuliaan para buddha." "Pada munculnya pikiran mereka pergi ke segenap sepuluh penjuru, p a d a setiap saat pikiran m e m b u a t penampilan tak terhingga banyaknya

132

Sutra Karangan

Bunga : Kitab

Dua PuluhE n a r n115

rangkaian proses pencapaian pencerahan hingga ke mahaparinirwana. Mereka juga mewujudkan tak terhingga banyaknya pengejawantahan dalam semua waktu, dan juga membuattampil dalam tubuh mereka sendiri jajaran-jajaran yang tak terukur banyaknya sifat-sifat kawasan buddhabuddha yang tak terhingga banyaknya. Mereka juga membuat penjelmaan dan penguraian semua dunia tampil dalam tubuh mereka sendiri. Mereka j u g a mengeluarkan semua angin puyuh dari satu pori-pori, tetapi tanpa melukai atau mengganggu makhluk-makhluk berindria. Dan, jika mereka m a u , mereka dapat membuat tak ada habisnya dunia menjadi satu tubuh air dan sekumpulan teratai a g u n g di dalamnya; jajaran cahaya dari teratai agung ini meliputi tak ada habisnya dunia, memperlihatkan di dalamnya cabang-cabang pohon-pohon pencerahan dan semua aspek keserbatahuan." "Dalam tubuh mereka sendiri mereka mewujudkan cahaya-cahaya sepuluh penjuru, termasuk sinar-sinar permata, kilat, cahaya-cahaya matahari dan bulan, dan cahaya-cahaya semua dewa cahaya. Dengan satu helaan napas mereka mengguncang tak ada habisnya dunia, tetapi tanpa menakuti makhluk-makhluk berindria di dalamnya. Mereka juga mewujudkan penghancuran dengan badai, api, dan banjir dalam sepuluh penjuru. Juga mereka membuat munculnya perhiasan-perhiasan jasmani sesuai dengan harapan makhluk-makhluk: mereka mewujudkan tubuh Buddha dalam tubuh mereka sendiri; mereka mewujudkan tubuh mereka sendiri dalam tubuh Buddha; mereka mewujudkan kawasan-buddha mereka sendiri dalam tubuh Buddha; mereka mewujudkan tubuh Buddha dalam kawasanbuddha mereka sendiri." "Begitulah para bodhisattva di tingkat Mega Dharma ini memperlihatkan semua ini dan lebih banyak lagi transformasi gaib yang banyaknya tak terhingga." Pada tingkat ini muncul pada para bodhisattva di pasamuan itu, j u g a pada para makhluk halus, hantu, peri, raksasa, dan berbagai dewa, "Jika kisaran pagelaran kekuatan mistik para bodhisattva ini begitu tak terukur, seperti apakah yang para buddha miliki?" Lalu Bulan Kebebasan, mengetahui apa yang sedang dipikirkan dalam batin mereka yang berkumpul dalam pasamuan ini, berkata kepada Matriks Intan, "Pasamuan ini dalam keraguan; perlihatkan semacam keajaiban para bodhisattva untuk menghentikan keraguan mereka." Kemudian Matriks Intan m a s u k ke dalam konsentrasi para bodhisattva yang disebut "pengungkapan hakekat tubuh semua kawasan-buddha," dimana semua makhluk dalam pasamuan mencerap diri mereka sendiri sebagai bagian tubuh bodhisattva Matriks Intan, dan di sana mereka Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

mencerap pembentukan kawasan-buddha, jajaran keistimewaannya di dalamnya tak d a p a t habis diceritakan semuanya bahkan dalam jutaan kalpa. Di sana p o h o n pencerahan lebar sekali selebar alam semesta sejuta milyar-dunia, puncaknya yang megah dari cabang-cabangnya yang tak terhitung jumlahnya cukup lebar untuk mengisi sepuluh juta alam semesta semilyar-dunia. Pada teras pohon pencerahan ada singgasana lebar, dengan ciri-ciri y a n g bersesuaian dengan pohonnya, di atasnya terlihat buddha bernama Raja dengan Batin Diberkahi Semua Pengetahuan Mistik, pada tempat pencerahan yang agung. Begitulah mereka melihat jajaran perhiasan yang begitu istimewa yang tak dapat habis diceritakan bahkan dalam sejuta kalpa. Kemudian, setelah mempergel&rkan keajaiban ini, Matriks Intan meletakan semua bodhisattva, dewa, naga, hantu, peri, raksasa, bidadari, dan makhluk-makhluk lainnya kembali ke tempatnya masing-masing. Pada saat itu mereka semua terdiam dalam ketakjuban luar biasa dan berdiri di sana memandang Matriks Intan." Kemudian Bulan Kebebasan berkata kepada Matriks Intan, "Kisaran penciptaan jajaran-jajaran istimewa dari konsentrasi yang hampir tak terbayangkan ini sungguh luar biasa - apakah nama konsentrasi ini?" Matriks Intan berkata, "Ini disebut 'pengungkapan hakekat tubuh semua kawasan-buddha.'" Bulan Kebebasan berkata, kegiatan konsentrasi ini?" "Bagaimanakah susunan kawasan

Matriks Intan berkata, "Melalui pemupukan yang berhasil terhadapkonsentrasi ini, para bodhisattva dapat, menurut kemauannya, memperlihatkan dalam tubuh.mereka sendiri banyak sekali kawasan-buddha sebanyak atom di dalam banyak dunia sebanyak butiran pasir di Sungai Gangga, dan b a h k a n lebih banyak lagi. Anda tahu, para bodhisattva di tingkat Mega D h a r m a ini mencapai ratusan ribu konsentrasi pencerahan semacam ini. Karena para bodhisattva yang bahkan telah mencapai tingkat 'putra m a h k o t a Dharma' dan matang di tingkat kesembilan, Batin Baik, tak dapat mengetahui tubuh atau kegiatan jasmani para bodhisattva di tingkat kesepuluh, tak dapat mengetahui kegiatan bicara atau ucapan mereka, tak dapat merigetahui kegiatan batin atau pikiran mereka, tak dapat mengetahui kekuatan batin mereka, tak dapat mengetahui pengamatan masa silam, sekarang, d a n mendatang mereka, tak dapat mengetahui jalan masuk mereka ke dalam tingkat konsentrasi, tak dapat mengetahui k a w a s a n pengetahuan mereka, tak dapat mengetahui kebebasan dan kemerdekaan mereka, tak dapat mengetahui kegiatan pemancaran mereka, kekuatan mistik, dan sinar mereka, bahkan tak dapat

134

Sutra Karangan

Bunga : Kitab

Dua PuluhE n a r n115

mengetahui, secara keseluruhan, bahkan naik dan turunnya kaki mereka sewaktu berjalan. Beginilah tak terhingganya tingkat bodhisattva Mega Dharma ini. Ini adalah ringkasan penjelasan singkatriya; rincian lengkapnya tak pernah dapat diceritakan semua." Bulan Kebebasan berkata, "Seperti apakah pintu masuk ke dalam wilayah kawasan buddha itu, jika alam dan kekuatan pengamalan 4 bodhisattva begitu tak terhingga?" Matriks Intan berkata, "Pertanyaan anda bagi saya nampaknya seperti seseorang y a n g mengambil beberapa butir batu kerikil dan berkata, 'Manakah yang lebih besar, alam-alam dalam bumi yang tak ada akhirnya atau kerikil-kerikil ini?' Bagaimana mungkin anda membandingkan keadaan pada para bodhisattva dengan yang ada pada para buddha, yang tercerahkan sempurna, yang memiliki pengetahuan tak terukur? Yang dapat diambil dengan tangan dari tanah adalah kecil, sedangkan selebihnya dari bumi ini tak terukur: dengan cara yang sama, bahkan tingkat. Mega Dharma dari para bodhisattva ini hanya akan dapat diterangkan sedikit saja bahkan bila itu dilakukan selama berkalpa-kalpa yang tak terhitung banyaknya - apalagi tingkat kebuddhaan!" "Sekarang saya akan menceritakan kepada anda tentang kebuddhaan, agar anda tahu; dan para buddha berdiri di hadapan saya untuk menjadi saksi. Anggaplah dalam setiap dari sepuluh penjuru ada banyak kawasan-buddha sebanyak atom di dunia-dunia yang tak terhingga banyaknya terisi dengan para bodhisattva yang telah mencapai tingkat ini: kesempurnaan para bodhisativa itu berlaku selama berkalpa-kalpa yang tiada akhirnya sama sekali, tidak dapat mencapai sebagian kecil sekaiipun, tidak dapat menandingi sama sekali, terhadap lingkup satu saat pengetahuan Buddha. Mengikuti pengetahuan ini, para bodhisattva, dengan tubuh, ucapan, dan batin bukan lain daripada seperti yang dimiliki Buddha, tidak meninggalkan kekuatan konsentrasi para bodhisattva, mereka tetap mengunjungi dan melayani para buddha, dan memberi hormat kepada masing-masing melalui berbagai cara selama berkalpa-kalpa yang t a k ada habisnya. Oleh sebab pelayanan mereka yang begitu besar mereka menerima dari para buddha penerangan penguatan, dan menjadi lebih tabah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang beragam-ragam sebanyak alam semesta, selama berjuta-juta dan berjuta-juta kalpa." "Seperti sebuah perhiasan besar, ditatah dengan permata-permata indah, dibentuk oleh pengrajin surgawi, dilekatkan pada kepaia atau leher raja para dewa yang berkekuatan kendali, tak dapat dikalahkan sinarnya oleh perhiasan-perhiasan para dewa atau manusia lainnya, dengan cara Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

y a n g sama perhiasan pengetahuan yang diperoleh para bodhisattva di tingkat kesepuluh Mega Dharma ini tak dapat dikalahkan sinarnya oleh s e m u a makhluk berindria, para sravaka, para pratyeka, atau para bodhisattva dari tingkatkesatu hingga kesembilan. Cahaya pengetahuan para bodhisattva di tingkat ini membangkitkan pengenalan bagi para makhluk berindria ke keserbatahuan, dan tak dapat dikalahkan sinarnya oleh cahaya-canaya pengetahuan lainnya. Seperti halnya cahaya mahabrahma di luarjangkauan s e m u a alam kelahiran dan menyenangkan tubuh-tubuh makhluk hidup, dengan cara yang s a m a cahaya para bodhisattva di tingkat Mega Dharma tak dapat dipudarkan oleh semua sravaka, pratyeka, dan para bodhisattva dari tingkat pertama hingga kesembilan, dan bahkan pada akhirnya menuntun makhluk-makhluk ke keadaan serbatahu/' "Lebih lanjut, para bodhisattva yang mengikuti pengetahuan ini diberitahu oleh pengetahuan para buddha masa silam, sekarang, dan mendatang, pengetahuan percabangan alam semesta, pengetahuan keserbaliputan dunia-dunia, pengetahuan kekuatan penerangan semua dunia, pengetahuan menyeluruh semua makhluk, kawasan, dan fenomena, pengetahuan perilaku mental semua makhluk, pengetahuan bagaimana mengembangkan semua makhluk ke kematangan sesuai dengan waktunya, dengan disiplin tanpa cela dan keterampilan dalam pengetahuan analitis tentang segala sesuatu; secara keseluruhan mereka diberitahu pengungkapan pengetahuan serbatahu yang tak terhingga. Pada para bodhisattva ini jalan supraduniawi pengetahuan adalah yang u t a m a , sementara mereka mengamalkan pengamalan jalan-jalan supraduniawi lainnya sesuai dengan kekuatan dan bagiannya." "Ini adalah ringkasan tingkat kesepuluh para bodhisattva, yang disebut Mega Dharma; ia akan mengambil waktu yang tak ada habisnya untuk menceritakan semua rinciannya secara lengkap. Kebanyakan para bodhisattva di tingkat ini adalah para mahabrahma, yang m a m p u , berkuasa, dalam mengajar makhluk-makhluk jalan-jalan supraduniawi para sravaka, pratyeka, dan bodhisattva, tak menjadi khawatir dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang percabangan alam semesta. A p a pun kegiatan yang mereka tempuh, entah melalui derma, atau u c a p a n p e n u h kasih sayang, atau perbuatan bermanfaat, atau kerja s a m a , semuanya tak pernah lepas dari pikiran akan Buddha, Dharma, Sangha, para bodhisattva, pengamalan para bodhisattva, jalan-jalan supraduniawi, tingkat-tingkat, kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik kebuddhaan, dan p a d a akhirnya keserbatahuan dalam segala aspeknya. Mengapa? Karena mereka hendak menjadi yang terbaik dari makhluk-makhluk, pemimpin d a n pembimbing tiada taranya, dan-pada akhirnya pelindung serbatahu."

136

Sutra

Karangan

Bunga : Kitab

Dua PuluhE n a r n115

"Sesuai dengan itu, mereka mengawali u p a y a demikian, dengan ledakan tenaga itu mereka dalam sekejap mencapai banyak konsentrasi sebanyak atom di sepuluh kuintiliun banyaknya kawasan-buddha yang tak terucapkan, melihat banyak buddha dan menyadari kekuatan mereka, mengguncangbanyak dunia, pergi ke banyak kawasan-buddha, menerangi banyak dunia, mematar.gkan banyak makhluk, tinggal selama banyak kalpa, menembus banyak kalpa masa lalu dan mendatang, memastikan bahwa ada banyak jalan untuk menjangkau kebenaran, dan memperlihatkan banyak tubuh, setiap tubuh dikelilingi oleh banyak bodhisattva. Di luar itu, para bodhisattva dengan kekuatan sumpah-sumpahnya, dengan keistimewaan sumpah-sumpahnya, mempergelarkan tak terhitung banyaknya pengubahan tubuh-tubuh mereka, aura, kekuatan mistik, pandangan, kawasan kegiatan, suara, perilaku, perhiasan, kekuatan, tekad, dan penampilan."

Warisan Secara keseluruhan, ini adalah tingkat-tingkat para bodhisattva, yang rinciannya akan mengambil waktu yang tak a d a habisnya untuk diceritakan. Ini adalah tingkat-tingkat yang telah, akan, dan sedang diungkapkan oleh para buddha masa silam, mendatang, dan sekarang. Lebih lanjut, sepuluh tingkat para bodhisattva ini harus dilihat sesuai dengan keserbatahuan dalam segala aspeknya, sebagaimana ia muncul secara bertahap. Ini seperti air mengalir dari danauTanpa-panas; melalui aliran empat sungai besar ia mencukupi benua, tak ada habis-habisnya, selalu bert a m b a h , bermanfaat bagi para makhluk yang tak terhingga banyaknya, dan p a d a akhirnya tumpah ke samudera; air itu sejak semula mengarah ke samudera. Dengan cara yang sama, air dari akar-akar kebaikan mengalir dari d a n a u besar kemauan untuk pencerahan, melalui aliran empat sumpah luhur d a n metode-metode terpadu penyelamatan, mencukupi semua a l a m makhluk-makhluk, tak ada habisnya, selalu bertambah, bermanfaat bagi para makhluk yang tak terhingga banyaknya, dan p a d a akhirnya tumpah ke d a l a m samudera besar pengetahuan serbatahu sempurna: air akar-akar kebaikan itu sejak semula mengarah ke samudera keserbatahiiah." Lebih lanjut, sepuluh tingkat bodhisattva ini terwujud berdasar p a d a pengetahuan pencerahan. Ini seperti sepuluh g u n u n g besar terwujud berdasar pada bumi. Mereka seperti Pegunungan Salju, Gunung Mabuk oleh Wewangian, Gunung Kristal, Gunung Sihir, G u n u n g Penahan-Gandar,

Sutra

Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh E n a r n

115

Gunung Telinga Kuda, Gunung Penggenggam-Ikan, Pegunungan Pagar Melingkar, Gunung Diberkahi dengan Kecemerlangan, dart gunung kutub Istimewa Tinggi. Seperti halnya Pegunungan Salju adalah tambang untuk segala jenis tumbuhan obat-obatan, yang dapat dikumpulkan tanpa menghabiskan mereka, dengan cara yang sama bodhisattva di tingkat Kegembiraan menjadi tambang bagi semua sajak, tulisan, dan ilmu pengetahuan mantra gaib yang duniawi, yang dapat diterapkan tanpa kenal akhir. Seperti halnya Gunung Mabuk oleh Wewangian adalah tambang bagi segala jenis wewangian, dimana segala jenis wewangian dapat dikumpulkan tak kenal habis, bodhisattva di tjngkat Kesucian menjadi tambang wewangian bagi semua perilaku etis para bodhisattva, dimana wewangian semua perilaku etis para bodhisattva dapat dikumpulkan tanpa kenal habis. Seperti halnya Gunung Kristal adalah tambang yang terdiri dari permatapermata murni, dimana segala jenis permata dapat diambil tanpa kenal habis, dengan cara yang sama para bodhisattva di tingkat Bersinar ini menjadi tambang bagi semua meditasi, pengetahuan mistik, kebebasan, konsentrasi, dan pencapaian yang duniawi, tak ada habisnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang semua meditasi, pengetahuan mistik, kebebasan, konsentrasi, dan pencapaian di dunia. Seperti halnya Gunung Sihir adalah kediaman permata murni para ahli sihir dengan lima pengetahuan mistik, dimana ada tak terhitung banyaknya ahli sihir demikian, dengan cara yang sama bodhisattva di tingkat Berkobar ini menjadi tambang bagi pengetahuan lebih tinggi untuk penembusan dan penjelasan tentang semua jalan ke kebebasan dan jalan-jalan yang tak menuju ke kebebasan, tak ada habisnya dalam menjawab pertanyaanpertanyaan dengan pengetahuan lebih tinggi tentang kesenjangan antara jalan-jalan yang membebaskan dan yang tidak membebaskan. Seperti halnya Gunung Penahan-Gandar adalah kediaman permata murni bagi para makhluk halus dengan kekuatan g a i b besar, dimana ada tak terhitung banyaknya makhluk halus demikian, dengan cara yang sama bodhisattva di tingkat Sulit Ditaklukkan meniadi tambang bagi pengetahuan mistik, kekuatan batin, transformasi gaib, dan efek-efek ajaib, mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang fenomena ini tanpa kenal habis. Seperti halnya Gunung Telinga Kuda adalah tambang permata murni bagi segala jenis buah-buahan, dimana segala jenis buah dapat dikumpulkan tanpa ada habisnya, bodhisattva di tingkat Kehadirah menjadi tambang bagi penembusan dan.penjelasan mengenai kejadianbersy arat, tak ada habisnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang realisasi buah-buah para sravaka. Seperti halnya Gunung Penggenggam-lkan adalah kediaman permata murni bagi semua makhluk halus air dengan kekuatan gaib besar, dimana ada tak terhitung banyaknya makhluk halus air, serupa dengan

138

Sutra

Karangan

Bunga : Kitab

Dua

PuluhE n a r n115

itu bodhisattva di tingkat Berjalan-Jauh ini menjadi t a m b a n g bagi ajaran tentang upaya dan kebijaksanaan, tak ada habisnya dal.am menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang realisasi buah-buah para pratyeka. Seperti halnya Gunung Pagar Melingkar adalah kediaman permata murni bagi mereka yang terberkahi dengan kekuatan, dimana ada tak terhitung banyaknya makhluk-makhluk yang kuat, serupa dengan itu bodhisattva di tingkat Tak-tergoyahkan menjadi tambang bagi efek-efek kekuatan bodhisattva, tak ada habisnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang percabangari dunia. Seperti halnya Gunung Diberkahi dengan Kecemerlangan adalah kediaman permata murni bagi raksasa-raksasa dengan kekuatan gaib besar, dimana a d a tak terhitung banyaknya raksasa, serupa dengan itu bodhisattva di tingkat Batin Baik ini menjadi tambang bagi penerapan pengetahuan penjelmaan dan meninggalnya semua makhluk, tak ada habisnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang pembentukan dan penguraian semua dunia. Seperti halnya Gunung Istimewa Tinggi adalah kediaman permata murni bagi dewa-dewa dengan kekuatan besar, dimana ada tak terhitung banyaknya dewa-dewa, serupa dengan itu bodhisattva di tingkat Mega Dharma ini menjadi tambang bagi kekuatan, keahlian, dan sifat-sifat unik para buddha, tak ada habisnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang pewujudan karya-karya para buddha. Seperti halnya sepuluh g u n u n g besar ini berada di samudera dan muncul dari samudera, dengan cara yang sama sepuluh tingkat bodhisattva ini berada dalam keserbatahuan dan muncul dari keserbatahuan." Seperti halnya sebuah samudera tak terbantahkan terhitung sebagai sebuah samudera karena memiliki sepuluh ciri - yaitu, karena secara bertahap menjadi semakin dalam, karena tak menjadi huuian jenarah, karena air yang lainnya kehilangan identitasnya di dalam samudera, karena keseragam3n rasa, karena mengandung banyak yang berharga, karena kedalamannya sukar dicapai, karena luasnya tak terukur, karena menjadi kediaman makhluk-makhluk besar luar biasa, karena gelombangnya tak dapat melampaui batas-batasnya, d a n karena menerima semua hujan dari awan-awan tanpa menjadi penuh - d e n g a n cara yang s a m a pengamalan para bodhisattva tak terbantahkan terhitung demikian karena memiliki sepuluh ciri: karena secara bertahap berhasil menyempurnakan sumpahsumpah semakin dalam, di tingkat Kegembiraan; karena tak menjadi hunian jenazah perilaku buruk, di tingkat Kesucian; karena pelepasan tanda-tanda keduniawian, di tingkat Bersinar; karena keseragaman rasa dalam keyakinan murni yang tak terpatahkan terhadap Buddha, di tingkat Berkobar; karena tak terhitung b a n y a k n y a kesempurnaan yang berharga dalam karya-karya di dunia dengan pengetahuan lebih tinggi dan upayaSutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

upaya bijaksana, di tingkat Sulit Ditaklukkan; karena sulit-diukur kedalaman pemeriksaan kejadian bersyarat, di tingkat Kehadiran; karena keluasan tak terukur dalam keterampilan memilah, di tingkat BerjalanJauh; karena menjadi kediaman penayangan kolosal hasil pewujudan surgawi, di tingkat Tak-tergoyahkan; karena pengertian cermat tentang kebebasan luhur dan perbuatan uuniawi tanpa melewati perbatasan, di tingkat Batin Baik; karena menerima air awan-awan besar pengungkapan ajaran-ajaran semua buddha tanpa menjadi penuh, di tingkat Mega Dharma. Bilamana sebuah permata besar, melampaui sepuluh kelas permata, diambil, dibakar oleh pengrajin yang terampil, sangat ahli, suci, digosok dengan sempurna, dilubangi dengan baik, diuntai pada kalung berharga, dipasang di atas panji pada tiang permata, memancarkan s e m u a jenis cahaya dan kelihatan oleh raja, maka ia menjadi dasar untuk pengumpulan semua benda berharga oleh semua makhluk. Dengan cara yang sama, bilamana tekad para bodhisattva untuk keserbatahuan, melampaui sepuluh kelompok suci, bangkit, dibakar oleh kerja keras, kesederhanaan, disiplin, dan pelatihan, disempurnakan oleh meditasi d a n konsentrasi serta penunggalan, disucikan oleh pengamalan Jalan, digosok oleh cara-cara bijaksana dan pengetahuan luhur, ditembus oleh kejadian bersyarat, diuntai p a d a kalung berharga beranekaragam upaya d a n kebijaksanaan, dipasang pada puncak panji dari tiang permata besar kekuatan batin, memancarkan cahaya pengetahuan pengamatan perilaku makhluk-makhluk hidup, dan tiba pada pemahkotaan dengan pengetahuan pencerahan oleh B u d d h a ; maka ia menjadi dasar bagi pengumpulan permata-permata s e m u a karya Buddha oleh semua makhluk. Lebih lanjut, kitab tentang jalan menuju ajaran kumpulan pengamalan para bodhisattva dan tumpukan sifat-sifat keserbatahuan ini tak akan terdengar oleh mereka yang tidak pernah menanam akar-akar kebaikan. Bodhisattva Bulan Kebebasan berkata, " D e n t i n berapa banyak kebajikan mereka menjadi terkaruniai pada yang mendengarkan kitab tentang jalan menuju k e ajaran tumpukan sifat-sifat keserbatahuan?" Bodhisattva Matriks Intan berkata, "Sebanyak yang dapat diturunkan dari keserbatahuan, sebanyak itu pula kebajikan yang diperoleh, sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dalam tekad menuju keserbatahuan. Sebanyak kebajikan yang dapat diraih dari tujuan y a n g hendak dicapai dalam tekad menuju keserbatahuan, sebanyak itu pula kebajikan yang dapat diperoleh dengan berpaling ke ajaran ini. Mengapa? Tidak ada yang lainnya kecuali para bodhisattva dapat mendengarkan kitab

140

Sutra

Karangan

Bunga

: Kitab Dua PuluhE n a r n115

tentang jalan menuju ajaran penumpukan sifat-sifat keserbatahuan, atau mengabdikan diri mereka untuk ini, atau suka dengan ini, atau mempelajari ini, atau menggenggam ini, atau melestarikan ini, lebih sedikit lagi yarig memupuk ini, berlaku sesuai dengan ini, menerapkan ini, mendorong pengembangan ini, atau mencapai ini. Dengan demikian hanya mereka yang mengikuti jalan ke keserbatahuan yang dapat melestarikan ini, mereka yang mendengar kitab tentang jalan menumpuk sifat-sifat keserbatahuan, dan setelah mendengar ini, mengabdikan diri mereka untuk itu, melestarikannya, dan menerapkannya melalui pengamalan." Kemudian, melalui kekuatan batin Buddha, dan sebagai akibat dari keteraturan alam, dunia-dunia di sepuluh penjuru, sebanyak atom di seratus juta kawasan-buddha, bergempa dalam e n a m cara, dengan delapanbelas ciri-ciri - mereka bergetar, bergetar seluruhnya, bergetar seluruhnya k e segala arah, berguncang, berguncang seluruhnya, berguncang seluruhnya ke segala arah, bergempa, bergempa seluruhnya, bergempa seluruhnya ke segala arah, bergaung, bergaung seluruhnya, bergaung seluruhnya k e segala arah, berpusing, berpusing seluruhnya, berpusing seluruhnya k e segala arah, bergemuruh, bergemuruh seluruhnya, bergemuruh seluruhnya ke segala arah. Dengan kekuatan Buddha, d a n dengan keteraturan alam, awan-awan surgawi bunga-bungaan dan karangan bunga, jubah, payung, permata, perhiasan, bendera, danpanjibercurahan. Juga awan-awan surga luhur luar biasa terdiri dari permata bola matahari tercurah, dan awanawan tinggi luar biasa terdiri dari permata-permata musik dan awan-awan bola-bola emas murni bercurahan, dan nyanyian serta musik surgawi kedengaran bersenandung. Juga awan-awan lagu pujian terhadap tingkat keserbatahuan, melampaui surga-surga, terdengar dinyanyikan. Seperti di dunia ini, di surga kendali pemancaran lainnya, di istana pemimpin dewa, pada bangku tambang permata ajaran ini diucapkan, begitu pula di seluruh dunia di sepuluh penjuru. Dengan kekuatan Buddha, dan dengan keteraturan a l a m , dari sepuluh penjuru, dari lebih banyak dunia daripada atom di seratus juta kawasan-buddha, berdatangan dan berkumpul banyak bodhisattva sebanyak a t o m di seratus juta kawasanbuddha; setelah tiba, meliputi sepuluh penjuru, mereka berkata, "Sangatlah baik, Keturunan Buddha, begitu baik anda menyatakan hakekat sebenarnya para bodhisattva. Kami j u g a mempunyai n a m a yang sama, Matriks Intan, dan telah datang ke sini dari dunia-dunia yang disebut Intan Istimewa, dari hadapan para buddha y a n g disebut Panji Intan; di semua dunia-dunia itu ajaran ini juga diajarkan, dengan penguatan dari para buddha, dalam pasamuan-pasamuan seperti ini, dengan ungkapan-ungkapan dan pernyataan-pernyataan serupa yang menuju ke makna yang sama, tanpa Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

tambahan atau pun pengurangan. Kami telah datang ke sini sebagai saksi melalui kekuatan para buddha. Sebagaimana halnya k a m i telah tiba di dunia ini, kami pun telah mendatangi tahta tambang permata di istana raja dewa di surga kendali pemancaran yang lainnya di empat benua dari setiap dan masing-masing dunia di sepuluh penjuru." Kemudian bodhisattva Matriks Intan, setelah memandang sepuluh penjuru d a n pasamuanyang ada di mana-mana, mengamatialam semesta, ^arhbil memuji tekad untuk mencapai keserbatahuan, mengungkapkan kawasan para bodhisattva, menyucikan kekuatan pengamalan, membabarkan penunggalan keserbatahuan, menghapuskan semua kotoran dunia, menyajikan pengetahuan keserbatahuan, memperlihatkan puncak pengetahuan tak terbayangkan, dan mengungkapkan sifat-sifat para bodhisattva, bersajak dengan kekuatan Buddha, menguraikan makna tingkat-tingkat ini:

Dengarlah pengamalan-pengamalan istimewa para bodhisattva, Yang mengamalkan ketenangan dan kendali-diri, hening dan damai dalam batin, Yang seperti langit, serupa dengan angkasa, Yang telah menanggalkan semua kotoran dan tinggal dalam pengetahuan tentang Jalan. Setelah memupuk kebaikan selama berkalpa-kalpa yang tak terhitung banyaknya D a n melayani ratusan ribu buddha D a n menghormati banyak jina dan orang suci, Kemauan untuk pencerahan dilahirkan untuk kebaikan dunia. Lahirnya kemauan untuk pencerahan, setara dengan Pencerahan, Pad.? mereka dimuliakan melalui disiplin dan kerja keras, yang telah mencapai kesabaran sejati, Yang berlaku penuh kesederhanaan dan kehormatan, penuh kebajikan dan pengetahuan, Yang berpikiran-luas dan bersungguh-sungguh mencapai pengetahuan pencerahan. Untuk menghormati semua buddha masa silam, sekarang, dan mendatang, Menyucikan semua kawasan di seluruh ruang,

142

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab Dua

PuluhE n a r n115

M e m a h a m i betul-betul semua kebenaran dan makhluk-makhluk, K e m a u a n untuk pencerahan terlahir.

membebaskan

Untuk berbuat baik bagi semua adalah lahirnya k e m a u a n untuk pencerahan Dalam kegembiraan dan kedermawanan pada mereka yang mengamalkan derma, Yang selalu bertekad demi kemanfaatan semua makhluk, Yang menerapkan kebajikan para buddha dan beijanji untuk melindungi yang hidup. Lahirnya kemauan untuk pencerahan, untuk kesejahteraan semua makhluk, Pada mereka yang bercerai dari kejahatan, yang perilakunya suci, Yang mengamalkan kendali-airi, yang indrianya tenang dan sejuk, Yang telah berlindung pada Buddha, bersungguh-sungguh dalam pengamalan pencerahan. Lahirnya kemauan untuk pencerahan, demi kemanfaatan semua, Pada mereka yang mengamalkan kebaikan, bahtera kesabaran dan kesejukan, Yang mengetahui rasa kebajikan, telah meninggalkan kesombonga n dan keangkuhan, Dengan batin lepas dan suci, tenang dan sejuk. Mengawali perbuatan suci, mempertahankannya dengan keteguhan d a n semangat, Singa-singa manusia berjuang bagi kesejahteraan semua orang, Setelah menaklukkan penderitaan dengan kegigihan dalam kebajikan, Dalam tingkat batin ini kemauan bagi pencerahan terlahir. Dengan batin penuh-konsentrasi, kegelapan p a n d a n g a n khayal lebur, Kesombongan pergi, mereka telah meninggalkan jalan-jalan kotor; Menikmati kebahagiaan kedamaian, mereka telah menanggalkan keterikatan pada kehidupan rutin Dalam tingkat batin ini kemauan bagi pencerahan terlahir.

Sutra Karangan

Bunga : Kitab

Dua Puluh E n a r n

115

Dengan batin jernih seperti langit, dengan pengetahuan, abstrak dan diterapkan, Setelah membinasakan setan-setan, menjatuhkan penderitaan dan kecongkakan, Tinggal berlindung pada Buddha, menemukan kebenaran, keinginan mereka, Dalam tingkat batin ini kemauan bagi pencerahan mereka terlahir. Kokoh dalam upaya dan kecerdasan untuk mencapai kebebasan dari alam-alam makhluk, Diberkahi dengan teknik, ilmu pengetahuan, dan kekuatan batin untuk lolos dari kejahatan, Mencari sifat-sifat kebuddhaan, menginginkan kebajikan, Dalam tingkat batin ini kemauan bagi pencerahan mereka terlahir. o Mengharapkan semua makhluk sejahtera, setelah menyempurnakan perlengkapan bagi pencerahan, Dengan batin penuh tekad, mereka bahkan mengerjakan hal-hal yang boleh jadi sukar dilakukan, Para bodhisattva tak pernah menyerah dalam melaksanakan niat mereka berbuat baik; Dalam tingkat batin ini kemauan bagi pencerahan mereka terlahir. Begitulah mereka harus menjalankan pengamalan pencerahan dengan kebajikan berlipat-lipat; Bersumpah mengikutijejak Buddha, mereka mestilah mendapatkan kebenaran dan kekuatan batin; Setelah menyucikan tiga alam m a k h l u k , mereka mestilah mendapatkan kemauan Bagi pencerahan; Setelah menyucikan tiga perlindungan, mereka mestilah menjadi para bodhisattva. Ini akan diulang secara keseluruhan, dengarkanlah; Bilamana kemauan bagi pencerahan sudah diperoleh, mereka yang mengamalkan derma Kemudian, setelah mencapai Kegembiraan lluarbiasa, akan menjadi penguasa-penguasa kawasan. Di sana, melindungi makhluk-makhluk dengan melengkapi apa yang mereka butuhkan,

144

Sutra Karangan

Bunga

: Kitab

Dua PuluhE n a r n115

Setelah matang dalam derma mereka, mereka dapat membuat yang lainnya berbuat yang serupa. Setelah memantapkan semua dalam pencerahan, mereka akan mencapai kesempurnaan derma; Dengan mengikuti prinsip ini mereka tiba pada disiplin. Setelah mencapai perilaku benar, mereka akan menjadi berperilaku baik; Kemudian setelah mencapai Kesucian, mereka akan menjadi para penguasa empat benua. Berdiam di sana, melindungi makhluk-makhluk dengan menghentikan kejahatan, Berdiam dalam perilaku moral m e r e k a , mereka dapat membuat yang lainnya berbuat serupa j u g a . Setelah memantapkan semua dalam pencerahan, mereka akan menyempurnakan moralitas; Dengan matangnya pengamalan ini, mereka akan tiba pada pengamalan menahan diri. Memelihara pengamalan penahanan diri benar, mereka akan menjadi penanggung kesabaran yang baik; Kemudian setelah mencapai Bersinar, mereka akan menjadi para penguasa surga tigapuluh-tiga. Di sana, melindungi makhluk-makhluk dengan menghentikan perjalanan penderitaan, Tinggal dalam pengamalan penahanan diri mereka sendiri, mereka dapat membuat yang lainnya berbuat serupa juga. Setelah memantapkan semua dalam pencerahan, mereka akan menyempurnakan kesabaran; Dengan matangnya kebajikan ini, mereka akan tiba pada pengamalan semangat. Setelah memusatkan semangat benar, mereka akan menjadi pandai dalam memelihara semangat; Kemudian setelah mencapai Berkobar, mereka akan menjadi para penguasa surga bagian tepat-waktu.

Sutra

Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh E n a r n

115

Di sana melindungi makhluk-makhluk dengan menghentikan pandangan salah, Mereka akan mematangkan pandangan benar dan mendorong pencerahan melalui upaya. Mantap dalam pengamalan semangat mereka, mereka dapat mengarahkan yang lainnya juga; . Setelah jnemantapkan semua dalam . pencerahan, mereka akan menyempurnakan semangat. Melalui hasil-hasil dari kebajikan ini mereka akan tiba pada pengamalan meditasi; Setelah menaklukkan s e m u a penderitaan mereka akan menjadi mantap dalam konsentrasi. Setelah memusatkan p a d a meditasi benar, mereka akan menjadi terampil dalam konsentrasi; Kemudian setelah mencapai Sulit Ditaklukkan, mereka akan menjadi para penguasa surga kepuasan. Di sana melindungi makhluk-makhluk dengan menghentikan jalanjalan salah, Setelah mematangkan ajaran benar dan mendorong pencerahan melalui upaya. Tinggal dalam pengamalan meditasi mereka sendiri, mereka dapat mendorong yang lainnya untuk berbuat yang sama juga; Setelah mematangkan semua dalam pencerahan, mereka akan menyempurnakan meditasi. Dengan hasil-hasil kebajikan ini mereka akan tiba pada pengamalan kebijaksanaan;' Setelah menaklukkan semua setan, mereka akan memiiiki kebijaksanaan, pengetahuan luhur, dan kekuatan batin. Setelah menyempurnakan kebijaksanaan sejati, mereka akan menjadi terampil d a l a m pengetahuan mistik; Kemudian setelah mencapai Kehadiran, mereka akan menjadi para penguasa surga pancaran menyenangkan, Di sana melindungi makhluk-makhluk dengan menghentikan kecor.gkakan,

146

Sutra Karangan

Bunga : Kitab

Dua PuluhE n a r n115

Setelah memantapkan mereka dalam kekosongan dan mendorong pencerahan secara tekun. Tinggal dalam pengamalan kebajikan mereka sendiri, mereka dapat mengundang yang lainnya untuk berbuat yang sama; Setelah memantapkan semua dalam pencerahan, mereka akan menyempurnakan kebijaksanaan. Dengan hasil-hasil kebajikan ini mereka akan mengamalkan upayaupaya benar; Setelah menaklukkan s e m u a pandangan keliru, mereka akan terampil dalam pengajaran benar. Dengan pelaksanaan upaya-upaya benar mereka akan membimbing makhluk-makhluk ke dalam pencerahan; Kemudian setelah mencapai Berjalan-Jauh, mereka akan menjadi para penguasa surga kendali, Di sana melindungi makhluk-makhluk dengan membangkitkan • realisasi, Mencerahkan mereka setelah mengatur mereka dalam jalan para bodhisattva. Tinggal dalam keterampilan dalam cara mereka sendiri, mereka akan juga mengarahkan yang lainnya; Setelah memantapkan semua dalam pencerahan, mereka akan menyempurnakan upaya-upaya. Dengan kekuatan kebajikan ini mereka akan tiba pada sumpah baik; Setelah menaklukkan pandangan keliru, mereka akan menjadi bijak, setelah memperoleh pandangan terang. Mantap dalam pencerahan sejati melalui batin bertekad benar, Kemudian setelah memperoleh Tak-tergoyahkan, mereka akan menjadi penguasa-penguasa Brahma dari seribu dunia. Di sana melindungi makhluk-makhluk dengan mengajar Triyana, Mencerahkan mereka dengan mematangkan mereka dalam pengertian tentang dunia. Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Putuh Enam

147

Tinggal dalam sumpah-sumpah mereka sendiri, mereka a k a n juga mengundang yang lainnya; Setelah memantapkan semua dalam pencerahan, mereka akan menyempurnakan ikatan janji. Dengan kekuatan kebajikan ini, mereka akan tiba pada pengamalan kekuatan, Pasti a k a n pencerahan sempurna, begitu semua pandangan ditaklukkan. Dengan gabungan pengerahan kekuatan benar, mereka akan mengatasi semua yang keliru; Kemudian setelah mencapai Batin Baik, mereka akan menjadi Mahabrahma, penuh kuasa. Di sana mereka akan melindungi makhluk-makhluk dengan mengajar Buddhayana, Mencerahkan mereka dengan mematangkan mereka d a l a m pengetahuan batin makhluk-makhluk. Teguh d a l a m kekuatan mereka sendiri, mereka akan juga mengu n d a n g yang lainnya; Setelah memantapkan semua dalam pencerahan, rriereka akan menyempurnakan kekuatan. Dengan hasil-hasil kebajikan ini mereka akan tiba pada pengamalan pengetahuan, Para bodhisattva, tamban'g-tambang kebajikan setelah menaklukkan empat jenis setan. Setelah memperoleh pengetahuan benar, mereka akan menjadi terampil dalam ajaran sejati; Kemudian setelah mencapai Mega Dharma, mereka akan menjadi para penguasa agung, pakar. Di sana mereka akan melindungi makhluk-makhluk dengan mencerahkan mereka melalui segala cara, Mencerahkan mereka dengan mematangkan mereka d a l a m keserbatahuan tertinggi.

148

Sutra Karangan

Bunga : Kitab

Dua PuluhE n a r n115

Mantap dalam pengetahuan mereka sendiri, mereka akan juga membimbing yang lainnya; Bilamana mereka telah memantapkan semua dalam pencerahan, mereka akan menyempurnakan pengetahuan. Dengan kekuatan kebajikan ini, mereka akan menjadi para pemenang, para penguasa sepuluh kekuatan, Diberkahi dengan semua kebajikan, serbatahu, dalam jalannya alam. Setelah merenungkan ini, yang mulia mestilah melatihnya dengan batin terkonsentrasi, Untuk mencapai keadaan pencerahan sempurna, setelah menyempurnakan sepuluh jalan supraduniawi. Begitulah setelah mencapai pencerahan dan kebebasan, dan menaklukkan empat jenis setan, Setelah memantapkan semua dalam pencerahan, anda akan mencapai kedamaian sempurna. Setelah mendengar ini dan mengetahui seluruhnya upaya-upaya dan kesempurnaan para bodhisattva, Anda akan memperoleh pencerahan yang tak terhalangi, keadaan Sangat-Baik. "Ini adalah ringkasanpembabaran sepuluh tingkat para bodhisattva, sesuai dengan keserbatahuan sempurna dalam segala. aspeknya." Pada tingkat itu alam semesta semilyar-dunia gempa dalam e n a m cara, semua jenis bunga-bungaan tercurah terus menerus, musik m a n u s i a dan dewata berbunyi, dan suara memabukan terdengar hingga ke p u n c a k kehidupan tertinggi. Kemudian Buddha berkata, kepada Bulan Kebebasan dan s e m u a bodhisattva lainnya, "Orang-orang baik, pencerahan lengkap sempurna ini, dikembangkan selama berkalpa-kalpa tak terhitung banyaknya, saya pujikan bagi anda, percayakan kepada anda, dengan tuntutan akhir anda akan memelihara ajaran ini dan juga menguraikannya secara lengkap kepada yang lainnya. Secara singkat, jika Buddha tetap hidup selama satu kalpa membabarkan kemuliaan ajaran ini siang dan malam, tak akan" pernah kemuliaan ajaran ini berakhir atau pun pembabaran Buddha menjadi habis. Seperti halnya perilaku, konsentiasi, kebijaksanaan, kebebasan, Sutra Karangan Bunga : Kitab Dua Puluh E n a r n

115

pengetahuan, dan pandangan Buddha adalah tak berukuran dan tak berakhir, begitu pula mereka yang mempelajari ajaran ini, melestarikannya, melafalkannya, menuliskannya, membuatnya ditulis, menguasainya, menjalankannya, dan membabarkannya secara lengkap dalam masyarakat, yang akan menceritakan kepada orang-orang dengan penuh keyakinan dan hormat dengan pertimbangan orang-orang ini juga mungkin memperoleh ajaran mulia ini, dan merenungkannya secara sehat, yang akan menuliskannya dalam sebuah kitab dan menjaganya, menghormatinya, merawatnya, dan menghargainya di rumah, yang akan menceritakan kemuliaan ajaran ini tanpa kedengkian dan mengatakannya sedemikian sehingga ia dapat ditulis, diceritakan, dilafalkan, dihormati, dan diungkapkan: kebajikan mereka tak akan berakhir." Kemudian Buddha, kembali untuk menegaskan pewarisan ajaran ini, bersajak sebagai berikut:

Jika makhluk-makhluk saya lihat melalui pandangan pencerahan saya Orang-orang suci setara dengan Sariputra, Dan seseorang mestilah menghormatinya untuk berjuta-juta abad, Sebanyak butiran pasir di Sungai Gangga; Dan jika seseorang menghormati seorang pratyeka Siang dan m a l a m , dengan penuh keriangan, Dengan karangan bunga terbaik dan sejenisnya, Dan karenanya menciptakah kebajikan istimewa; Dan jika semua adalah para pratyeka, Jika seseorang menghormati mereka dengan tekun Dengan bunga-bungaan dan dupa, makanan dan minuman, Selama banyak kalpa, Bahkan jika seseorang membuat sebuah sujud kepada satu buddha Dan dengan batin suci menyatakan kepatuhan, Kebajikannya akan lebih besar daripada semua itu.
«

Jika semua makhluk menjadi para buddha, Dan seseorang akan menghormati mereka seperti disebutkan di depan, Dengan beraneka ragarn bunga-bungaan manusia dan dewata selama banyak kalpa, Seseorang yang, pada waktu padamnya ajaran sejati, Setelah menanggalkan tubuh dan kehidupan, memberikan sutra ini, siang d a n malam,

150

Sutra

Karangan

Bunga : Kitab

Dua PuluhE n a r n115

Akan unggul dalam kebajikan. Siapa pun yang ingin menghormati para buddha, Atau para pratyeka atau sravaka, Mestilah membangkitkan tekad kokoh untuk pencerahan Dan selalu memberi sutra mulia ini. Karena ini adalah raja semua pesan baik; Ini muncul dari semua buddha. Buddha berada di rumah Dimana permata-sutra ini diletakkan. Yang menyampaikannya bahkan satu baris dari sutra ini Akan memperoleh kesucian dan cahaya t a n p a akhir; Seseorang yang memberikan sutra ini kepada yang lainnya Tak akan tercabut satu suku kata, satu m a k n a . Sungguh agung ini di antara pembimbing kemanusiaan; Tiada makhluk dapat ditemukan seperti y a n g satu ini; Setelah mendengar dan menyempurnakan ajaran ini, Seseorang akan menjadi tiada habisnya bak samudera. Ketika Buddha berkata demikian, Bulan Kebebasan dan semua bodhisattva, para dewa, para sravaka, dan orang-orang lain, dan seluruh p a s a m u a n semuanya terangkat bergembira begitu Buddha menyatakan persetujuannya akan apa yang dikatakan- Matriks Intan.

TAMAT

Sutra

Karangan

Bunga

: Kitab Dua Puluh

Enarn

115

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->