P. 1
Skripsi New 2010 - Pius

Skripsi New 2010 - Pius

|Views: 235|Likes:
Published by a12ig4to

More info:

Published by: a12ig4to on Nov 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Tujuan nasional sebagaimana ditegaskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, diwujudkan melalui pelaksanaan penyelenggaraan negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam segala aspek kehidupan oleh penyelenggara negara yaitu lembaga tertinggi dan lembaga tinggi negara bersama-sama segenap rakyat Indonesia di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. Pembangunan pada dasarnya merupakan upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperbaiki keterbelakangan dan ketertinggalan dalam semua bidang kehidupan menuju suatu keadaan yang lebih baik dari pada keadaan sebelumnya. Tujuan pembangunan nasional bangsa Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik material maupun spiritual. Pencapaian tujuan nasional di atas dilakukan dengan rangkaian upaya pembangunan berkesinambungan meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah menuju terwujudkan masyarakat adil dan makmur. Keberhasilan pembangunan nasional tidak lepas dari peran dan fungsi organisasi pemerintah yang mengemban tugas-tugas pemerintah karena keberhasilan organisasi pemerintah dalam mencapai tujuan sangat mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional. Dalam rangka pencapaian tujuan nasional dan tujuan pembangunan
1

nasional tersebut diperlukan peran serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang tugasnya adalah untuk melaksanakan pemerintahan dan tugas pembangunan. Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, pada Bab II, Pasal 3 ayat 1 ditegaskan bahwa : “Pegawai Negeri berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan, dan pembangunan.” Dengan demikian output dari pelaksanaan tugas adalah berupa jasa pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan dikatakan efektif apabila aparat berhasil dalam melaksanakan tugasnya. Dengan kata lain keberhasilan tugas pemerintah dalam pembangunan nasional banyak tergantung pada kerja dan kemampuan pegawai negeri. Dari penjelasan tersebut kita dapat melihat bahwa kedudukan dan peranan Pegawai Negeri Sipil sangat penting dan menentukan keberhasilan pembangunan nasional. Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk dapat menjadi motor penggerak pembangunan karena Pegawai Negeri Sipil bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga akan lebih memahami keadaan dan kondisi masyarakat. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang PokokPokok Kepegawaian dinyatakan bahwa kelancaran menyelenggarakan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan nasional, terutama tergantung dari kesempurnaan aparatur negara, dan kesempurnaan aparatur negara tergantung dari kesempurnaan Pegawai Negeri Sipil. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa kesempurnaan birokrasi tergantung dari kesempurnaan aparatur negara sehingga kualitas birokrasi kita tercermin dari kualitas aparatur negara.

Untuk dapat membentuk sosok Pegawai Negeri Sipil seperti tersebut diatas perlu dilakukan suatu pembinaan yang sifatnya berkelanjutan terhadap Pegawai Negeri Sipil yakni dari sejak pertama diangkat sebagai Calon PNS sampai menjelang pensiun. Salah satu bentuk pembinaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil adalah melalui program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Negeri Sipil. Yang dimaksud dengan Diklat Pegawai Negeri Sipil adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil. Diklat yang diberikan kepada pegawai negeri sipil ini bertujuan untuk :1 a. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi; b. Menciptakan aparatur negara yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa; c. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat; d. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik. Sedangkan sasaran daripada Diklat adalah terwujudnya Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan jabatan masing-masing. Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Negeri Sipil ini terbagi kedalam beberapa jenis, yaitu:2
1 Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 2 Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan

3

b. . Diklat Teknis. Diklatpim Tingkat III adalah Diklatpim untuk jabatan struktural Eselon III. Diklatpim Tingkat I adalah Diklatpim untuk jabatan struktural Eselon I.a. yang terdiri dari : • Diklat Prajabatan Golongan I merupakan syarat pengangkatan CPNS untuk menjadi PNS Golongan I. Diklatpim Tingkat II adalah Diklatpim untuk jabatan struktural Eselon II. Diklat Dalam Jabatan. terdiri dari : Diklatpim Tingkat IV adalah Diklatpim untuk jabatan struktural Eselon IV. • Diklat PNS Golongan III merupakan syarat pengangkatan CPNS untuk menjadi PNS Golongan III. kepribadian dan etika PNS serta memberikan Pegawai Negeri Sipil. yang terdiri dari : • • • • • Diklat Kepemimpinan. Adapun yang dimaksud dengan Pendidikan dan Pendidikan (Diklat) Prajabatan adalah diklat untuk membentuk wawasan kebangsaan. • Diklat Prajabatan Golongan II merupakan syarat pengangkatan CPNS untuk menjadi PNS Golongan II. Diklat Prajabatan. • • Diklat Fungsional. Dalam penulisan tugas akhir atau skripsi ini penulis lebih terfokus pada Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan I dan II.

keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi. Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. c. keahlian. dan peserta diharuskan lulus Diklat Prajabatan Golongan II untuk dapat diangkat menjadi PNS Golongan II. d. dan pemberdayaan masyarakat. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat perstuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan sasaran Diklat Prajabatan ini adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS Golongan II. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Peserta Diklat Prajabatan ini adalah semua CPNS yang selambat-lambatnya dua tahun telah diangkat sebagai CPNS.3 Menurut hasil wawancara penulis dengan peserta pelatihan pasca pelatihan terdapat indikasi ketidakpuasan peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II terhadap Program 3 Peraturan Pemerintah No. Diklat Prajabatan CPNS Golongan II ini merupakan bagian dari persyaratan pengangkatan Calon PNS menjadi Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan bersifat wajib untuk diikuti oleh setiap CPNS. Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II ini bertujuan : a. Meningkatkan pengetahuan. 5 . Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara dan tentang bidang tugas serta budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas jabatan PNS. b. pengayoman.

A. fasilitas-fasilitas diklat seperti perpustakaan dan internet yang waktu penggunaannya terbatas. yaitu pengajar/widyaiswara dalam menyampaikan materi pelatihan di kelas kurang menarik minat peserta. masalah dalam materi dan isinya. maka dapat dirumuskan suatu 4 H. waktu perkuliahan di kelas yang dirasakan terlalu lama oleh peserta.pg. sarana yang disediakan seperti ATK kurang memadai. waktu istirahat yang terbatas.Inc ).192 . menyangkut pendapat peserta pelatihan terhadap tingkat sejauh mana mereka merasa puas dengan terhadap pelatih. makanan.Human Resource Management : An experimental approach 2nd edition ( The McGraw-Hill Companies.Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II. pamflet. pengajar/widyaiswara dalam memberikan contoh-contoh terkadang kurang relevan dengan materi yang sedang diberikan.2.Russell. dan modul sering terlambat diterima oleh peserta pada saat pelaksanaan Diklat Prajabatan. selebaran ). Berdasarkan uraian yang disampaikan pada latar belakang sebelumnya. temparatur). maka penulis bermaksud mengadakan penelitian mengenai “Kepuasan Peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II Pemerintah Propinsi Jawa-Barat Angkatan V dan VI Tahun 2009 Terhadap Program Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Golongan I dan II Pemerintah Propinsi Jawa-Barat Angkatan V dan VI Tahun 2009” 1. serta menu makanan yang kurang variatif. dan lingkungan ( ruangan.John Bernardin Russel and Joyce E. istirahat. Sedangkan menurut Bernardin Russell4 bahwa peserta pelatihan harus menunjukkan kepuasan terhadap program pelatihan sehingga dalam mengevaluasi pelatihan perlu diperhatikan yaitu : • Reaksi. bahan – bahan ( buku. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah diatas.

4. Kegunaan Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperoleh wawasan pengetahuan yang lebih mendalam tentang Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II sehingga dapat memberikan 7 .1.3. Kegunaan Penelitian 1. Tujuan penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : • Untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta tentang pemahaman materi yang diberikan dalam pelaksanaan Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II sehingga mereka memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan serta keterampilan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai PNS Golongan I dan II ? • Untuk mengetahui tingkat kepuasaan peserta terhadap sarana dan prasarana pelatihan sehingga mereka mencapai tujuan pelatihan ? 1.4.perumusan masalah sebagai berikut : • Bagaimana tingkat kepuasan peserta tentang pemahaman materi yang diberikan dalam pelaksanaan Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II sehingga mereka memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan serta keterampilan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai PNS Golongan I dan II ? • Bagaimana tingkat kepuasaan peserta terhadap sarana dan prasarana pelatihan sehingga mereka mencapai tujuan pelatihan ? 1.

2. 1. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa Barat dalam meningkatkan Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II. BAB II KERANGKA TEORI .4.sumbangan bagi pengembangan teori ilmu-ilmu sosial khususnya Ilmu Administrasi Publik.

De Cenzo and Stephen P Robbins.2. Pengertian Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil adalah proses belajar mengajar guna meningkatkan kompetensi Pegawai Negeri Sipil. kepribadian dan etika PNS serta memberikan pengetahuan 5 David A. Pelatihan adalah alat untuk membantu para pegawai agar menjadi lebih cakap. (Singapore : John Willey and Sons Inc. 9 . Pengertian Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil Pelatihan merupakan salah satu faktor yang penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.1. focusing on individuals current job. Diungkapkan oleh De Cenzo-Robins. 2. pelatihan adalah sebagai berikut : “Training is learning experience in that it seeks a relatively permanent change in an individual that will improve the ability to perform on the job. Human Resouces Management.1996).hal. Pengertian Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pegawai Negeri Sipil adalah Diklat untuk membentuk wawasan kebangsaan.6 2.3. lebih berguna.237 6 Peraturan Pemerintah No. Pelatihan dilaksanakan bagi pegawai baru maupun pegawai lama. Employee training is present oriented training. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil..5 Definisi diatas menjelaskan bahwa pelatihan adalah pengalaman pembelajaran yang bertujuan untuk melakukan perubahan yang relatif permanen pada individu yang dapat meningkatkan kemampuan untuk melakukan pekerjaan. dan lebih bernilai dengan menggunakan bakat dan kemampuan yang sudah dimilikinya semaksimal mungkin.2.5th edition.

Tujuan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Adapun tujuan diselenggarakannya Diklat Prajabatan PNS. Evaluasi Pelatihan Dalam penelitian ini peneliti ingin mengukur kepuasan peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.4. adalah sebagai berikut : a. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat perstuan dan kesatuan bangsa. 2. b.7 2. Meningkatkan pengetahuan. c.dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara dan tentang bidang tugas serta budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas jabatan Pegawai Negeri Sipil. keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi. keahlian. khususnya melihat pada kepuasan peserta Diklat terhadap program Diklat 7 Peraturan Pemerintah No. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan. d. dan pemberdayaan masyarakat.5. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. pengayoman. .

masalah dalam materi dan isinya. bahan – bahan ( buku. untuk memberikan tanggapannya terhadap program pelatihan tersebut. Peserta pelatihan seharusnya diberi waktu pada bagian akhir.Werther and Keith Davis.A Russell. makanan. temparatur).pg.hal.Prajabatan CPNS Golongan I dan II. Bagaimanapun sangat penting mengumpulkan data reaksi. yaitu : • Reaksi ( Reaction ). dan lingkungan ( ruangan. (2) Untuk membuat revisi yang dibutuhkan dalam program pelatihan.Inc).. Human Resource Management:An experimental approach 2nd edition ( The McGraw-Hill Companies. pada akhir pelatihan peserta pelatihan diminta untuk mengindikasikan derajat sejauh mana mereka puas terhadap pelatih. (3) Untuk memastikan bahwa peserta pelatihan yang lain mau menghadiri program pelatihan tersebut.cit. Tanggapan yang positif terhadap program pelatihan tidak menjamin bahwa pelajaran yang telah berlangsung ataupun perilaku akan sesuai.192 11 . menyatakan bahwa terdapat salah satu kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan peserta Diklat terhadap program Diklat dari 4 kriteria evaluasi keefektifan program suatu pelatihan.John Bernardin and Joyce E. pamflet.mengungkapkan 1 kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan peserta diklat terhadap program diklat dari 4 kriteria evaluasi keefektifan suatu program pelatihan.322 9 H. Manajemen sumber daya manusia yang professional perlu menilai reaksi peserta pelatihan beberapa bulan setelah program pelatihan untuk menentukan 8 William B. Werther dan Keith Davis. William B. pengukuran reaksi didesain untuk mengetahui pendapat peserta pelatihan mengenai program pelatihan. selebaran ). Dengan menggunakan kuesioner. istirahat. sehingga dapat diterapkan. untuk beberapa alasan : (1) Untuk mengetahui bagaimana kepuasan peserta pelatihan terhadap program pelatihan.op. yaitu8 : • The reaction by trainees to the training content and process Bernardin Russell9.

Adapun materi yang diberikan dalam Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II adalah : a.bagaimana relevansi peserta pelatihan terhadap pekerjaan mereka. yang meliputi kepuasan terhadap pelatih. c. bahan – bahan pelatihan ( buku. 2. Materi Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II terhadap Program Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II.6. pamflet. Saling menghargai antar anggota dalam tim. Mampu menyelesaikan masalah berdasarkan prinsip win-win solution. Menunjukkan integritas moral sebagai PNS. selebaran ) dan materi pelatihan. Saling percaya antar anggota dalam tim. Membangun Kerjasama Tim (Team Building) Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • • • • • Mendemonstrasikan strategi kerjasama dalam kelompok. Dinamika Kelompok Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • • • • Mengidentifikasi diri sebagai PNS. Reaksi peserta terhadap program pelatihan. Menunjukkan etos kerja sebagai PNS. Menunjukkan disiplin diri sebagai PNS. b. Menerapkan kerjasama dalam membangun kerjasama tim. Pola Pikir (Mind Setting) PNS Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • Memiliki pola piker dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat dan pembentukan birokrasi pemerintah yang kuat. .

Menjelaskan pengertian Character Building dan hal-hal yang melemahkan ketahanan bangsa. Kepemerintahan yang Baik Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • Menerapkan pekerjaannya. Menjelaskan pengertian Wawasan Kebangsaan dalam kerangka NKRI. Menjelaskan peran dan fungsi organisasi Pemerintah RI. f. Menjelaskan peran dan fungsi organisasi pemerintah RI. • Menganalisis masalah Wawasan Kebangasaan dalam Wawasan Kebangsaan sebagai kekuatan kerangka NKRI. • • • Menjelaskan pengertian dan konsep Integritas Nasional. prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dalam 13 . Menjelaskan penyelenggaraan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Menjelaskan hubungan-hubungan antar lembaga-lembaga RI. • Menjelaskan nasional. e. Wawasan Kebangsaan dalam Kerangka NKRI Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • • Menjelaskan pengertian dan konsep Negara dan Bangsa. Sistem Penyelenggaraan Pemerintah NKRI Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • • • • • Menjelaskan asas-asas penyelenggaraan Negara RI. Menerapkan nilai-nilai kejuangan dan saling Nasional.d.

strategi dan implementasi percepatan pemberantasan korupsi di Indonesia. peraturan. fungsi.g. Menjelaskan system karir dan Diklat PNS. tugas dan fungsi PNS. • • • • • • Menjelaskan pengertian PNS. Percepatan Pemberantasan Korupsi Mata diklat ini diarahkan pada konsep. Manajemen Perkantoran Modern Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • • • • • • Menjelaskan pengertian perkantoran modern. Manajemen Kepegawaian Negara Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • Memahami ketentuan-ketentuan kepegawaian berkaitan dengan tugas. h. Budaya Kerja Organisasi Setelah mengiktui pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : . i. Menguraikan system penggajian dan penghargaan PNS. Menerangkan system perekrutan dan penempatan PNS. Teknik mengarsip surat. hak dan kewajiban PNS. Teknik-teknik korespondensi. Teknologi informasi untuk perkantoran. j. Menguraikan kedudukan. Tata cara pembuatan laporan. serta penyebab dan permasalahanpermasalahan seputar korupsi. Tata cara kerjasama. Menjelaskan system pemberhentian PNS.

Mengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan etika organisasi pemerintah. Menjelaskan prinsip-prinsip pelayanan prima. Menjelaskan budaya kerja dalam organisasi. Menjelaskan prinsip-prinsip kerja. Etika organisasi Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • • • Menjelaskan pengertian etika dan moralitas. • Menerapkan pemerintah.• • • • • • Menjelaskan pengertian kerja dan budaya kerja. Menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi. cara-cara meningkatkan standar etika organisasi m. Menjelaskan hambatan-hambatan komunikasi. 15 . l. Menjelaskan tujuan dan manfaat budaya kerja. Pelayanan Prima Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • • Menjelaskan pengertian pelayanan prima. k. Menjelaskan cara kerja yang berkualitas. Mengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan budaya kerja organisasi pemerintah. Menjelaskan dimensi etika organisasi. Komunikasi Efektif Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu : • • • Menjelaskan pengertian komunikasi.

Mengidentifikasi karakteristik pihak yang dilayani.  Baris-berbaris. .• • • • Merumuskan mutu pelayanan prima dan indikatornya.7. Menerapkan analisis masalah pelayanan prima di instansi masingmasing. 2. n.  Ceramah umum / Muatan teknis substantive lembaga.  Ceramah tentang kesehatan mental. Menjelaskan konsep masyarakat sebagai pelanggan.  Tata upacara sipil. Program Ko-Kurikuler  Latihan Kesegaran Jasmani. Model Penelitian Kepuasan Peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II terhadap Program Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II Pemerintah Propinsi Jawa-Barat Angkatan V dan VI Tahun 2009.  Pengarahan program.

(2002). atau oleh. Evaluasi sumatif memberikan penilaian tentang sebuah program.Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian evaluasi. yaitu penelitian yang dilakukan dengan membandingkan kejadian. dan pengembangan dari sebuah program.1. 31 17 . yaitu evaluasi yang dikaitkan dengan pemberian informasi untuk menjalankan keputusan-keputusan atau membantu membuat penilaian mengenai penggunaan. Metode Pnelitian. hlm.10 Salah satu jenis dalam penelitian evaluasi yaitu evaluasi sumatif. kegiatan dan produk dengan standard an program yang telah ditetapkan.BAB III METODE PENELITIAN 3. setiap peninjau-peninjau atau pembuat keputusan (sebagai pembanding terhadap pembuat kebijakan) yang memerlukan 10 Sedarmayanti dan Syaifudin Hidayat. Bandung: Penerbit Mandar Madju. kelanjutan. Scriven (1991a) mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai : “Evaluasi yang dilakukan untuk.

”11 valuatif sebagai bahan pertimbangan daripada Menurut William N.. Oleh karena itu. Jody L. hlm. Program Evaluation: Alternative Approach and Practical Guidelines. Boston: Pearson Education Inc. Variabel yang berposisi disebelah kiri disebut sebagai Variabel Independen (bebas). (2000).12 Sehingga dalam penelitian ini. Sanders.2. James R. Variabel independen dalam hubungan kausal merupakan variabel sebab (cause variable) atau sesuatu yang mengkondisikan terjadinya perubahan dalam variabel lain.. Identifikasi Variabel Dalam sebuah diagram hubungan antar-variabel. Variabel dependen adalah variabel yang merespon perubahan dalam 11 Fitzpatrick. variabel dependen atau terikat bergantung pada variabel independen atau bebas. hlm. sedangkan variabel yang berposisi disebelah kanan sesudah variabel independen disebut variabel Dependen. Dunn. Worthen. evaluasi sumatif meliputi usaha untuk memantau pencapaian tujuan dan target formal setelah suatu kebijakan atau program diterapkan untuk jangka waktu tertentu.1. Blaine R. Pengantar Analisis Kebijakan Publik (Edisi Kedua). Angkatan V dan VI. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Evaluasi sumatif diciptakan untuk menilai produk-produk kebijakan dan program publik yang stabil dan mantap.kesimpulan-kesimpulan pengembangan. 3. (2004). Tahun 2009 telah mencapai tujuan diklat seperti yang telah ditetapkan dalam peraturan.17. 12 Dunn.2. 608 . William N.Pengukuran Variabel 3. peneliti ingin mengetahui apakah penyelenggaraan diklat prajabatan CPNS golongan I dan II. Variabel dependen merupakan variabel merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel endependen. variabel sebab berposisi pada sebelah kiri dan variabel akibat berposisi di sebelah kanan. Pemerintah Propinsi Jawa-Barat.

13 Silalahi. Sementara yang merupakan variabel independen dalam penelitian ini adalah 4 kriteria pelatihan efektif yang di kemukakan oleh Kirkpatrick yaitu Reaksi.46 19 . Metode Penelitian Sosial.14 Dalam penelitian ini terdapat satu variabel yang dijadikan objek penelitian yaitu efektivitas diklat.2. Untuk memperjelas dan mengarahkan pembahasan maka peneliti mengemukakan definisi operasional sebagai berikut: 1. (1995). Indikator : Tingkat kepuasan.(2006). Semua variabel independen tersebut diukur dalam penilaian efektivitas diklat tersebut.13 Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tujuan Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II. Perubahan perilaku dan Hasil. Ulber. Metode Penelitian Survai. hlm. 122 14 Masri Singarimbun dan Sofian Effemdi.variabel independen. Operasional Variabel Operasionalisasi variabel adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel. Pembelajaran. Bandung: Unpar Press. Reaksi Definisi Teoritis : Tingkat kepuasan peserta terhadap program pelatihan yang meliputi fasilitas. dan materi pelatihan. pengajar.2. pelatih. dan materi pelatihan. Penerbit LP3ES. hlm. 3. Definisi operasional : Tingkat kepuasan peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan II terhadap fasilitas diklat. Definisi operasional efektivitas diklat yaitu tercapainya tujuan khusus Diklat Prajabatan CPNS Golongan II. definisi operasionalisasi variabel adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana mengukur suatu variabel. Dengan kata lain.

15 Silalahi. Pemerintah Propinsi Jawa-barat. Skor 2 untuk menunjukkan puas. Skala Pengukuran Variabel Dalam penelitian ini. Bandung: Bina Budhaya. Ulber. hlm. Skor 5 untuk menunjukkan sangat tidak puas. Tahun 2009 yang dilaksanakan. 4.3. Metode dan Metodologi Penelitian. kinerja penyelenggara adalah sebagai berikut : 1. pendapat atau persepsi seseorang tentang dirinya. 2. hlm.15 Dalam penelitian ini.3. Skor 4 untuk menunjukkan tidak puas. kemampuan pengajar/widyaiswara. Skor 3 untuk menunjukkan ragu-ragu. 3. Angkatan V dan VI. atau sekelompok orang yang berhubungan dengan sesuatu hal.16 Skala tersebut ditetapkan untuk menunjukkan tingkat efektivitas Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II. peneliti menggunakan skala pengukuran ordinal. metode pelatihan. Skor 1 untuk menunjukkan sangat puas. Urutan skor jawaban untuk penilaian yang berhubungan dengan reaksi peserta terhadap materi pelatihan. yaitu pengukuran sikap. sarana dan prasarana. 171 . (1999). mulai dari yang ”terendah” ke tingkat yang ”tertinggi” menurut suatu urutan atau orde tertentu. Skala pengukuran ordinal adalah pengukuran yang mengurutkan kategori respon dari tingkat tertentu. 161 16 Ibid. peneliti juga menggunakan pedoman pengukuran berdasarkan skala likert. 5. kelompoknya.

jika pelaksana penelitian hanya seorang sementara jumlah responden banyak maka penggunaan instrumen kuisioner adalah tepat. yaitu satu mekanisme prngumpulan data yang efisien bila peneliti mengetahui secara jelas apa yang disyaratkan dan bagaiman mengukur variabel yang di minati. Yogyakarta: CV. hlm.3. 1. 234 19 Ibid.Populasi dan Sampel Populasi merupakan jumlah total dari keseluruhan elemen yang dianalisis atau dipelajari. Pemerintah Propinsi Jawa-Barat. Andi Offset.5. dan Tesis.Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah :. 3. (2006). h.20 17 Ulber Silalahi. sebanyak 100 orang. h. Satu kuisioner atau angket adalah satu set tulisan tentang pertanyaan yang diformulasikan supaya responden mencatat jawabannya. biasanya secara terbuka alternatif jawaban ditentukan.36. hlm. 21 . Angkatan V dan VI Tahun 2009.272 20 Made Wirartha. Skripsi. 233 18 Ibid. op cit. Kuisioner.17 Sampel adalah merupakan bagian tertentu yang dipilih dari populasi.18 Dalam penelitian ini yang akan dijadikan populasi dari keseluruhan elemen yang akan dianalisis adalah seluruh peserta diklat prjabatan CPNS Golongan I dan II.4. Pedoman Penulisan Usulan Penelitian.19 Dalam sebuah penelitian.

Research Methods for Business: A Skill Building Approach. yaitu menguji sebaik apa hasil yang diperoleh dari penggunaan alat ukur yang sesuai dengan teori yang telah ada. yaitu satu metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam metode penelitian survei dengan melakukan percakapan yang berlangsung secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan oleh peneliti sebagai pewawancara dengan sejumlah orang sebagai responden atau yang diwawancara untuk mendapatkan sejumlah informasi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. rumus yang digunakan : rxy = n ΣΧiYi – (ΣΧi)(ΣYi) √{nΣΧi² – (ΣΧi)²}{nΣYi – (ΣY)²} dimana : n = banyak responden yang akan diuji 21 Silalahi. Singapore: John Wiley & Sons. Metode dan Metodologi Penelitian. Wawancara. Fourth Edition.2. Bandung.22 Dalam mengukur validitas digunakan rumus koefisien korelasi pearson (Product Moment). Pengujian Validitas Pengujian validitas penelitian ini bersifat construct validity. (1999). 3.21 Sehingga untuk menggali kemungkinan yang terjadi digunakan. Inc. 287 22 Uma Sekaran.Pengujian Alat Pengumpulan Data 3..207. Bina Budhaya. Ulber.1. hlm. p. peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh kelengkapan data.6.6. . (2003).

Bandung. (1999). Agar memperoleh reabilitas yang baik.6.361 (n=30. hlm. Metode dan Metodologi Penelitian. 161 24 Ibid. α=5%) dan bernilai positif maka dikatakan valid.224 23 . Keandalan adalah ketepatan atau akurasi instrumen pengukur.24 Dengan rumus Spearman-Brown :25 rn = n rn 1 + (n-1) rn 23Silalahi. Pengujian Reliabilitas Realibilitas atau keandalan suatu pengukuran bisa dilihat jika alat ukur tersebut memberikan hasil yang sama setelah melakukan pengukuran secara berulang-ulang pada suatu objek.223 25 Ibid. h. Ulber. Metode korelasi belah dua disebut metode korelasi sub sampel atau koefisien konsistensi internal digunakan untuk menguji konsistensi keandalan alat pengukur dengan menggunakan satu alat pengukur untuk mengukur objek yang sama pada waktu yang sama. Bina Budhaya.23 Untuk menguji realiabel atau tidaknya alat ukur. indikator-indikator alat pengukur yang mengukur aspek yang sama harus disusun sebanyak mungkin sebab makin banyak jumlah item yang digunakan untuk mengukur suatu aspek.X = jawaban responden dari pertanyaan yang akan diuji Y = total jawaban responden dari seluruh pertanyaan dalam dimensi yang diuji r hitung > dari r table yaitu 0. semakin dapat diperoleh reliabilitas dari suatu alat ukur yang digunakan.2. peneliti menggunakan metode splithalf. h. 3.

adalah aktivitas yang dituntun secara sadar oleh disiplin kecermatan dan ketelitian. metode.27 Analisa data kuantitaif dengan menggunakan bantuan Tabel Induk dan SPSS. (1995). kinerja penyelenggara. 263 27 Ulber Silalahi. data penelitian yang telah dikumpulkan dianalisa dengan menggunakan teknik analisa data kuantitatif. perubahan perilaku. bagaimanapun. Analisa data dilakukan melalui Statistik Deskriptif. dan rn adalah the already obtained reliability 3. peneliti menganalisis data kuantitatif dengan menggunakan : 1. Dalam penelitian ini. Metode Penelitian Sosial. dan hasil kerja 26 Masri Singarimbun dan Sofian Efendi. hlm.26 Dalam upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Bandung: Unpar Press. hlm. Analisis kuantitatif mampu memperlihatkan hasil-hasil pengukuran yang cermat karena perhitungan dan analisis matematis.7. hasil ujian peserta. sarana dan prasarana. kemampuan pengajar/widyaiswara. Tabel Distribusi Frekwensi dan Kecenderungan Pusat dengan alat ukur median untuk mengetahui kecenderungan peserta mengenai materi.Analisis Data Analisis data adalah proses penyederhanaan dan penyajian data dengan mengelompokkannya dalam suatu bentuk yang berarti agar mudah dibaca dan di interpretasikan. Penerbit LP3ES.305 .Dimana n adalah rasio dari length of the desire test to the length of the present test (length didefinisikan sebagai jumlah item-item uji). yaitu alat untuk menggambarkan efektivitas pelatihan. (2006). Metode Penelitian Survai.

2. Meningkatkan kompetensi aparatur Bandiklatda.BARAT 4. Uji Beda Rata-rata dengan npaired wilcoxon melalui program SPSS untuk mengetahui apakah ada perbedaan pemahaman antara peserta yang berasal dari golongan I dengan peserta yang berasal dari golongan II.peerta pelatihan. Visi Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa-Barat Visi dari Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa-Barat adalah : “Badan Diklat unggul dan professional di dibdang pelayanan diklat Tahun 2013”. 25 . 2. maka ditetapkan Misi Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa-Barat. Gambaran Umum Organisasi 4.1. sebagai berikut : 1.2. 4. Visi dan Misi Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa-Barat 4. BAB IV BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH PROPINSI JAWA .1.2. Misi Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa-Barat Untuk merealisasikan visi tersebut.2.

Fungsi a. 4. Meningkatkan pembinaan. 3. pengembangan diklat. Penyelenggaraan pengkoordinasian dan . Penyelenggaraan pengkajian dan penetapan kebijakan teknis bidang Pendidikan dan Pelatihan daerah.3. b. Penyelenggaraan pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah bidang aparatur daerah meliputi kesekretariatan Badan. Meningkatkan profesionalitas manajemen kediklatan. 4. fasilitasi dan jejaring kerja dalam bidang kediklatan.2. Tugas Pokok Menyelenggarakan pengkajian dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang pendidikan dan pelatihan daerah.3.2. Meningkatkan kepuasan pelanggan. diklat kepemimpinan dan fungsional serta diklat teknis. c. Meningkatkan kualitas kegiatan belajar dan mengajar. 5.1.3. 4. Tugas Pokok dan Fungsi Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa-Barat 4.

Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II ini bertujuan : a. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil. keahlian. Menciptakan yang mampu aparatur berperan sebagai pembaharu dan perekat perstuan dan kesatuan bangsa. keterampilan dan sikap untuk melaksanakan dapat tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi. 4.pembinaan UPTB. d. Meningkatkan pengetahuan. b. Tujuan Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. Memantapkan sikap dan 27 . c.4. Pelaksanaan tugas lain dari Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1. Persyaratan Peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II. Pemerintah Propinsi JawaBarat. Dinamika Kelompok. d. Tahun 2009 Peserta Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II Pemerintah Propinsi Jawa Barat Angkatan V dan VI Tahun 2009 adalah CPNS Golongan I dan II yang berasal dari Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Propinsi Jawa-Barat.2. Tahun 2009 4. Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II. Materi Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II. Pemerintah Propinsi Jawa-Barat. pengayoman.semangat yang pengabdian berorientasi pada pelayanan. 4. dan pemberdayaan masyarakat. Angkatan V dan VI. Pemerintah Propinsi Jawa-Barat.5. Angkatan V dan VI. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya yang kepemerintahan baik.5.5. Tahun 2009 1. 4. . Angkatan V dan VI.

7. Manajemen Perkantoran Modern. Komunikasi Yang Efektif. Sistem Penyelenggaraan Pemerintah NKRI. Etika Organisasi Pemerintahan. Baris-Berbaris. d. 13. 6. 5. 4. Jam Pimpinan. 14. Membangun Kerjasama Tim (Team Building). Program Ko-Kurikuler : a. Manajemen Kepegawaian Negara. 3. Ceramah Kesehatan Mental. 12. f. Wawasan Kebangsaan dalam Kerangka NKRI. Pengarahan Program. Budaya Kerja Organisasi. 8. 11. Pola Pikir (Mind Setting) Pegawai Negeri Sipil. 29 . 10. b.2. Ujian Komprehensif. Good Governance. Pelayanan Prima. Tata Upacara Sipil. e. 9. c. Pemberantasan Korupsi.

Kesjastal. Angkatan V dan VI. 26 Bandung. Jl.g. . Evaluasi. h. 4. Pemerintah Propinsi JawaBarat.3. Windu No. Tahun 2009 Penyelenggaran Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II Pemerintah Propinsi Jawa-Barat Angkatan V dan VI Tahun 2009 bertempat di Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa-Barat. Lokasi Diklat Prajabatan CPNS Golongan I dan II.5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->