P. 1
Pengantar Ilmu Tasawuf (Kabul)

Pengantar Ilmu Tasawuf (Kabul)

|Views: 1,418|Likes:
Published by AacandeWtvr

More info:

Published by: AacandeWtvr on Nov 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2012

pdf

text

original

Ilmu Tasawuf PENDAHULUAN Sejak empat belas abad yang silam, al-Qur’an telah menginformasikan bahwa ajaran Islam

yang di bawa oleh Nabi Muhammad saw. adalah sebagai rahmat bagi semesta alam (lihat al-Qur’an surat al-An’am ayat: 107). Sayyid Qutb, Ibn Jarir al-Thabary dan Ahmad Mustafa al-Maraghy, sebagai mufassir berpendapat bahwa maksud rahmat ini adalah dapat di terima oleh seluruh umat manusia, apakah mereka dari kalangan mukmin maupun mereka yang bukan mukmin. Dalam arti lain bahwa, rahmatan li al-‘alamin bisa bermakna bahwa ajaran Islam sejak diturunkannya telah memiliki karakteristik sebagai ajaran yang abadi, sempurna dan universal. Kebanyakan kalangan muslim percaya bahwa salah satu aspek penting untuk mengetahui keuniversalan ajaran Islam tersebut adalah adanya dorongan untuk senantiasa mencari ilmu pengetahuan dimana saja dan kapan saja umat Islam berada. Dengan adanya dorongan dari ayat-ayat alQur’an maupun dalam al-Hadits yang menganjurkan umat Islam agar mencari ilmu pengetahuan inilah yang menyebabkan lahirnya beberapa disiplin ilmu pengetahuan dalam Islam, dimana salah satu di antaranya adalah lahirnya ilmu tasawuf yang akan dibahas dalam isi makalah ini. Ilmu tasawuf sesungguhnya ialah salah satu cabang dari ilmu-ilmu Islam yang utama, selain ilmu Tauhid (Ushuluddin)dan ilmu Fiqih. Yang mana dalam ilmu Tauhid bertugas membahas tentang soal-soal I’tiqad (kepercayaan) seperti I’tiqad (kepercayaan) mengenai hal Ketuhanan, kerasulan, hari ahir, ketentuan qadla’ dan qadar Allah dan sebagainya. Kemudian dalam ilmu Fiqih adalah lebih membahas tentang hal-hal ibadah yang bersifat dhahir (lahir), seperti soal shalat, puasa, zakat, ibadah haji dan sebagainya. Sedangkan dalam ilmu Tasawuf lebih membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak, budi pekerti, amalan ibadah yang bertalian dengan masalah bathin (hati), seperti: cara-cara ihlash,khusu’, taubat, tawadhu’, sabar, redhla (kerelaan), tawakkal dan yang lainnya. Sesuai dengan beban tugas yang diberikan kepada penulis untuk membahas tentang Bidang Studi Ilmu Tasawuf, maka dalam makalah ini sengaja di batasi uraian pengembangnnya hanya sekitar : Sejarah perkembangan Tasawuf yang meliputi: Tentang pengertian tasawuf, asal usul tasawuf, tokoh-tokoh tasawuf dan pokok-pokok ajarannya. SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF Pada dasarnya sejarah awal perkembangan tasawuf, adalah sudah ada sejak zaman kehidupan Nabi saw. Hal ini dapat dilihat bagaimana peristiwa dan prilaku kehidupan Nabi saw. sebelum diangkat menjadi rasul. Beliau berhari-hari pernah berkhalwat di Gua Hira’, terutama pada bulan ramadlan.

Hal itu di kuatkan oleh salah satu do’a Nabi saw. pada periode ini munculah kelompok(gerakan) tasawuf yang memisahkan diri terhadap konflik-konflik politik yang di lancarkan oleh dinasti bani Umayyah yang sedang berkuasa guna menumpas lawan-lawan politiknya. yaitu pada masa Abu Bakar al-Siddiq. zuhud dan tak pernah terpesona oleh kemewahan duniawi. beliau terkenal dengan keheningan jiwa dan kebersihan kalbunya. hidupkanlah aku dalam kemiskinan dan matikanlah aku selaku orang miskin”. ketaqwaannya. Salman al-Farisi. ia terkenal kezuhudan dan kesederhanaannya. al-Tirmizi. Ibn Majah.) ialah periode tasawuf pada masa “Khulafaurrasyidin” yakni masa kehidupan empat sahabat besar setelah Nabi saw. Abdullah bin Mas’ud. Usman ibn Affan. sangatlah sederhana. beliau pernah bermohon yang artinya: “Wahai Allah. dimana dalam kehidupan sehari-hari Nabi saw. Pengasingan diri Nabi saw. Diriwayatkan pernah suatu ketika setelah ia menjabat sebagai khalifah (Amirul Mukminin). Dalam aspek lain dari sisi prikehidupan Nabi saw. kezuhudan. Muadz bin Jabal. adalah diyakini merupakan benih-benih timbulnya tasawuf. yaitu mereka yang membersihkan diri dari apa yang pernah mereka lakukan dan yang telah mereka dukung atas kasus terbunuhnya Imam Husain bin Ali di Karbala oleh pasukan Muawiyyah. ia berpidato dengan memakai baju bertambal dua belas sobekan. karena para sahabat diyakini sebagai murid langsung Nabi saw. . Sejarah perkembangan tasawuf berikutnya (periode kedua setelah periode Nabi saw. Imran bin Husain. Perkembangan tasawuf selanjutnya adalah masuk pada periode generasi setelah sahabat yakni pada masa kehidupan para “Tabi’in (sekitar abad ke-1 dan abad ke-2 Hijriyah). terutama yang bertalian dengan keteguhan imannya. dan mereka bertaubat dengan cara mengisi kehidupan sepenuhnya dengan . budi pekerti luhur dan yang lainnya. Abdullah bin Abbas dan Huzaifah bin Yaman dan lain-lain. Gerakan tasawuf tersebut diberi nama “Tawwabun” (kaum Tawwabin). (HR. Abu Zar al-Ghiffari. adalah sahabat Umar Ibn al-Khattab. dalam segala perbuatan dan ucapan mereka jelas senantiasa mengikuti tata cara kehidupan Nabi saw. dan masa Ali ibn Abi Thalib. para ahli sufi juga merujuk pada kehidupan para “Ahlus Suffah” yaitu para sahabat Nabi saw. Abu Ubaidah bin Jarrah.Salah satu contoh sahabat yang dianggap mempunyai kemiripan hidup seperti Nabi saw.Disana Nabi saw lebih banyak berdzikir dan bertafakkur dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kehidupan para khulafaurrasyidin tersebut selalu dijadikan acuan oleh para sufi. Diantara para Ahlus Suffah itu ialah. Umar ibn al-Khattab. Selain mengacu pada kehidupan keempat khalifah di atas. dan al-Hakim). yang tinggal di masjid nabawi di Madinah dalam keadaan serba miskin namun senantiasa teguh dalam memegang akidah dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.sahabat Abu Hurairah. di Gua Hira’ inilah yang merupakan acuan utama para sufi dalam melakukan khalwat.

dimana tasawuf filsafat mengalami kemajuan kembali yang dimunculkan oleh tokoh terkenal yakni Ibnu Arabi.) dengan konsep tasawuf filsafatnya yang terkenal yakni tentang “Fana dan Baqa” (peleburan diri untuk mencapai keabadian dalam diri Ilahi). hal itu akibat meninggalnya al-Hallaj sebagai tokoh utamanya.260 H. Gerakan kaum Tawwabin ini dipimpin oleh Mukhtar bin Ubaid asSaqafi yang ahir kehidupannya terbunuh di Kuffah pada tahun 68 H. adalah pada masa Husain bin Mansur al-Hallaj (244-309 H ).578 H. seorang penentang tasawuf filsafat yang paling keras yang telah disebarluaskan oleh al-Bustani dan al-Hallaj.beribadah. . Sejarah perkembangan tasawuf berikutnya adalah memasuki abad ke3 dan abad ke-4 Hijriyah. Dan puncak kecemerlangan tasawuf suni ini adalah pada masa al-Ghazali.).). Dan pada periode ini perkembangan sejarah tasawuf sunni mengalami kejayaan pesat. Sejarah perkembangan tasawuf selanjutnya adalah memasuki periode abad ke-7. dikatakan demikian karena tasawuf telah berbaur dengan kajian filsafat metafisika. yang karena keluasan ilmu dan kedudukannya yang tinggi. serta “Ittihad” (Bersatunya hamba dengan Tuhan). adalah yang cenderung pada kajian tasawuf filsafat. Abu Ismail Abdullah bin Muhammad al-Ansari al-Harawi (396-481 H. Adapun puncak perkembangan tasawuf filsafat pada abad ke-3 dan abad ke-4. Ibnu Arabi telah berhasil menemukan teori baru dalam bidang tasawuf filsafat yakni tenyang “Wahdatul Wujud”. Tarikat Rifa’iyah yang didirikan oleh Ahmad bin Ali Abul Abbas ar-Rifa’I di Irak (W. Periode sejarah perkembangan tasawuf pada abad ke-5 Hijriyah terutama tasawuf filsafat telah mengalami kemunduran luar biasa. hal itu ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh tasawuf sunni seperti. sehingga ahirnya harus menemui ajalnya di taing gantungan. yang banyak diikuti oleh tokoh-tokoh lainnya seperti Ibnu Sab’in. Abu Ali ar-Ruzbani dan lainlain. Pertama. Pada masa ini terdapat dua kecenderungan para tokoh tasawuf. ia merupakan tokoh yang dianggap paling kontroversial dalam sejarah tasawuf.Kelompok kedua. Imam al-Ghazali. Adapun tokoh-tokoh tasawuf filsafat yang terkenal pada saat itu diantaranya: Abu Yazid al-Bustami (W. kalau toh ada hal itu hanyalah sebagai seorang pengembang ide para tokoh pendahulunya. hingga ia mendapatkan suatu gelar kehormatan sebagai “Hujjatul Islam”.) dan sebagainya. Jalaluddin ar-Rumi dan sebagainya. cenderung pada kajian tasawuf yang bersifat akhlak yang di dasarkan pada al-Qur’an dan al-Sunnah yang biasa di sebut dengan “Tasawuf Sunni” dengan tokoh-tokoh terkenalnya seperti : Haris al-Muhasibi (Basrah). Kecuali itu pada abad ke-6 dan abad ke-7 ini pula muncul beberapa aliran tasawuf amali. Dan sesudah abad ke-7 inilah tidak ada lagi tokoh-tokoh besar yang membawa ide tersendiri dalam hal pengetahuan tasawuf. Sirri as-Saqafi. yang ditandai lahirnya beberapa tokoh tarikat besar seperti: Tarikat Qadiriyah oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jailani di Bagdad (470-561 H.

diantaranya: (1)Menurut Abu Yazid al-Bustami secara luas mendefinisikan bahwa. artinya hikmat Ketuhanan. (5) Tasawuf juga berasal dari akar kata Safa atau Safw.200 H. dengan alasan karena ajaran tasawuf banyak membicarakan masalah Ketuhanan. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa yang di maksud dengan tasawuf ialah suatu ketekunan dalam beribadah. yakni melepaskan diri dari perangai yang tercela. Tasawuf ialah mengambil hakikat dan tidak tamak dari apa yang ada dalam genggaman tangan makhluk. maksudnya seorang sufi itu kehidupannya di arahkan pada pensucian batin untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. putus hubungan dengan manusia dalam menghadap Allah Swt. sedikitnya ada 7 macam asal kata Tasawuf. (6) Tasawuf yang dalam bahasa Yunani berasal dari kata Theosophi (Theo=Tuhan. memberi istilah bahwa. menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan mendekatkan diri kepada Tuhan. diantaranya: (1) Tasawuf berasal dari kata Saff. yaitu sejenis buahbuahan kecil berbulu yang banyak tumbuh di gurun pasir Saudi Arabia. Dan baginya tiada beda antara harga emas dengan pasir. yang miskin untuk bantal tidur diatas bangku batu yang terdapat di samping masjid nabawi (Madinah). Pengambilan kata ini karena kebanyakan orang-orang sufi itu memakai pakaian berbulu dan hidup dalam kegersangan fisik. artinya pelana kuda yang biasa digunakan oleh para sahabat Nabi saw. sebagai lambang kemiskinan dan kesederhanaan yang biasa dilawankan dengan pakaian sutra yang biasa di pakai oleh orang-orang kaya. Adapun pengertian Tasawuf secara Terminologi (menurut arti istilah). artinya bersih atau suci. (4) Tasawuf (Sufi) adalah merujuk pada kata Safwah. menurut Sahl at-Tustari ialah orang yang bersih dari kekeruhan . tasawuf itu mencakup tiga aspek penting. yang artinya barisan dalam shalat berjamaah. (3) Tasawuf berasal dari kata Suffah. artinya Wol atau kain kasar dari bulu domba. Disebut demikian . (3) Hamka. yang berarti sesuatu yang terpilih atau yang terbaik. berlaku zuhud terhadap yang di buru oleh kebanyakan . karena orang-orang sufi itu kebanyakan memakai pakaian yang terbuat dari bulu binatang. penuh dengan renungan. terdapat beberapa pendapat dari para tokoh. Tasawuf adalah membersihkan jiwa dari pengaruh benda atau alam. (4) Adapun yang dimaksud dengan istilah sufi. supaya dia mudah menuju pada Allah Swt. (2) Ma’ruf al-Karkhi (W.) mendefinisikan bahwa. (7) Dan Tasawuf juga berasal dari akar kata Suf.PENGERTIAN TASAWUF Secara etimologi (dari segi bahasa). (2) Tasawuf berasal dari kata Saufanah. Alasannya adalah bahwa seorang sufi itu memiliki iman yang kuat dan selalu memilih sah terdepan dalam shalat berjamaah. persembahan yang berhubungan langsung dengan Allah (sufi). menjauhkan diri dari hal kemewahan duniawi. dan Sophos=Hikmah). Karena diyakini bahwa seorang sufi itu biasa memandang dirinya sebagai orang pilihan atau oarang yang terbaik.

kalau bisa bersatu dengan Tuhan. lampu yang mereka pasang di malam hari menjadi petunjuk jalan bagi kafilah yang berlalu. Ajaran Budha Dengan Faham Nirwananya. Roh berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. ASAL-USUL TASAWUF Teori mengenai asal timbulnya tasawuf atau munculnya aliran sufisme dalam Islam terdapat beberapa perbedaan. Untuk mencapai nirwana. dan untuk dapat kembali ketempat asalnya roh harus lebih dulu di bersihkan. hal itu diyakini adalah atas pengaruh cara hidup para rahib Kristen tersebut.adalah sulit dibuktikan kebenarannya. Ajaran Hinduisme. kesenangan roh yang sebenarnya adalah di alam samawi. Badan jasmani merupakan penjara bagi roh. kemah mereka yang sederhana menjadi tempat berlindung bagi orang yang kemalaman dan kemurahan hati mereka menjadi tempat memperoleh makan bagi musafir yang kelaparan. Hampir ada kesamaan dengan Zahid dan Sufi dalam Islam. roh menjadi kotor.manusia. Teori-teori yang menyatakan bahwa ajaran tasawuf itu di pengaruhi oleh unsur-unsur asing. Dalam literatur Arab terdapat tulisan tentang “Rahib” yang mengasingkan diri di padang pasir Saudi Arabia. Falsafah Emanasi Plotinus. Menurut Harun Nasution. sebagaimana uraian keterangan di atas. inilah menurut sebagian orang yang mempengaruhi timbulnya zuhud dan sufisme dalam Islam. Faham Fana’ yang terdapat dalam sufisme hampir serupa dengan faham nirwana. Ajaran Hindu yang juga mendorong manusia untuk meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan untuk mencapai persatuan Atman dengan Brahman. Falsafah Mistik Pythagoras berpendapat. bahwa roh manusia itu bersifat kekal dan berada di dunia sebagai orang asing. untuk selanjutnya berkontemplasi. dimana mereka meninggalkan dunia. wujud ini memancar dari Zat Tuhan yang Maha Esa. yakni dengan faham menjahui dunia dan hidup mengasingkan diri dalam biara. Sebab dalam ajaran Islam sendiri terdapat ayat-ayat al-Qur’an dan al-Hadits yang . memilih hidup sederhana dan mengasingkan diri. Manusia harus membersihkan roh dengan meninggalkan kehidupan materi yaitu dengan jalan Zuhud. Falsafah Emanasi Plotinus mengatakan bahwa. diantaranya: • • • • • • Adanya pengaruh Kristen. Pengaruh Falsafah Mistik Pythagoras. Ajaran Pythagoras untuk meninggalkan dunia dan pergi berkontemplasi. orang harus meninggalkan dunia dan memasuki hidup kontemplasi. Pensucian roh ialah dengan meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan sedekat mungkin. seperti kelezatan dan harta benda dan selalu menghindarkan diri dari makhluk di dalam berkhalwat (mengasingkan diri) untuk beribadah. Tetapi dengan masuknya kealam materi.

Tasawuf falsafi . bagian pertama yakni tasawuf ilmi atau nadhari yaitu tasawuf bersifat teoritis. Tidak hanya sekedar teori belaka. tetapi menuntut adanya pengamalan dalam rangka mencapai tujuan tasawuf. guna mencapai kebahagiaan yang optimal. dunia dan akhirat. tahalli (menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji) dan tajalli (terungkap nur yang gaib bagi hati yang bersih sehingga mampu menangkap cahaya ketuhanan). Diantaranya terdapat dalam al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186 menunjukkan. Sementara ada lagi yang membagi tasawuf menjadi tiga bagian. Tasawuf yang tercakup dalam bagian ini ialah sejarah lahirnya tasawuf dan perkembangannya sehingga menjelma ilmu yang berdiri sendiri. yakni: Tasawuf akhlaki adalah ajaran tasawuf yang membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa yang diformulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku yang ketat. manusia lebih dahulu mengindentifikasikan eksistensi dirinya dengan ciri-ciri ketuhanan melalui penyucian jiwa raga yang bermula dari pembentukan pribadi yang bermoral paripurna. antara material dan spritual. Bagian kedua ialah tasawuf amali atau tathbiqi yaitu tasawuf terapan. Orang yang menjalankan ajaran tasawuf ini akan mendapat keseimbangan dalam kehidupannya. dan berakhlak mulia. Tasawuf amali berkonotasikan tarekat. yakni ajaran tasawuf yang praktis. yang dalam ilmu tasawuf terkenal dengan Takhalli (pengosongan diri dari sifat-sifat tercela). yang artinya: “Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Dalam ayat yang lain seperti al-Qur’an Surat Qaff ayat 16. Termasuk didalamnya adalah teori-teori tasawuf menurut berbagai tokoh tasawuf dan tokoh luar tasawuf yang berwujud ungkapan sistematis dan filosofis.menggambarkan tentang dekatnya manusia dengan Tuhannya. dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”. juga menyebutkan yang artinya: “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya. Tasawuf amali adalah tasawuf yang membahas tentang bagaimana cara mendekatkan diri kepada Tuhan. maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat”. PEMBAGIAN TASAWUF Secara keseluruhan ilmu tasawuf bisa dikelompokkan menjadi dua.

Sufi yang bersangkutan dikarenakan fana-nya telah tak mempunyai kesadaran lagi. alangkah Maha Agungnya keadaan-Ku”. Tasawuf falsafi . semisal Al-Qusyairi dan Al-Attar adalah peletak tasawuf dalam perkembangannya dari zuhud. Walaupun demikian tasawuf filosofis tidak bisa dipandang sebagai filsafat. Maha Suci Aku. Jadi secara garis besar ada dua model tasawuf yang berkembang di Indonesia pada saat itu. yang dikenal dengan syathahat yaitu suatu ungkapa yang sulit dipahami. yaitu suatu tingkatan tasawuf dimana di mana seorang sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan. “Tidak ada sesuatu dalam bajuku ini kecuali Allah”.yaitu tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi intuitif dan visi rasional. karena ajaran dan metodenya didasarkan pada rasa (dauq) dan tidak pula bisa dikatagorikan tasawuf (yang murni) karena sering diuangkapkan dengan bahasa filsafat. Dalam Al-Ittihad identitas telah menjadi satu. bahkan menurut Al-Jauzi dan Al-Sulami. Tasawuf sunni Tokoh yang paling menonjol dalam tasawuf sunni adalah Imam Al-Qusyairi (w. Abu Yazid Al-Busthami mempunyai teori Al-Ittihad. sehingga satu dari mereka dapat memanggil yang satu lagi dengan kata-kata: “Hai Aku”. Al-Hallaj. Tetapi sebenarnya ketiga tasawuf ini tidak bisa dipisahkan secara dikotomik. Dalam upaya mengungkapkan pengalaman rohaninya. Kemenangan ini berpengaruh kepada sosok pelopor dakwah Islam di Indonesia yang ternyata mereka adalah anak cucu Imam Ahmad Ibn Isa Al-Muhajir yang garis keturunannya melacak kepada Imam Ja’far Al-Shadiq. “Maha suci Aku. dan menimbulkan tragedi. para sufi falsafi sering menggunakan ungkapan-ungkapan yang samar-samar. dan berbicara dengan nama Tuhan. sebab dalam prakteknya ketiganya tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lainnya. tokoh yang menurut tasawuf kalasik. suatu tingkatan dimana yang mencintai dan dicintai telah menjadi satu. Imam Ja’far Al-Shadiq adalah peletak dasar-dasar al-muqomat wa al-ahwal. Tokoh-tokohnya ialah Abu Yazid Al-Busthami. maka sembahlah aku”. Ibnu Arabi dan Syech Siti Jenar. Diantara Syathatiyyat diungkapkan oleh al-Busthami ialah: “Tiada Tuhan selain dari Aku. yaitu: 1.465 H) yang berperan melapangkan jalan bagi Al-Ghazali untuk memenangkan tasawuf sunni di dunia Islam. 2. yang sering mengakibatkan kesalahpahaman pihak luar.

) Syeikh Husain bin Mansur al-Hallaj (wafat 309 H.) Syeikh Juneid al-Bagdadi (wafat 297 H. selalu menjauhi hal-hal yang tidak baik (meninggalkan segala hal yang di dalamnya terdapat “Subhat” atau keragu-raguan). Dia benar-benar berdiri pada sisi-sisi yang berlawanan dengan wali songo.) Syeikhah Rabiatul Adawiyah (wafat 135 H. telah lahir beberapa ulama dalam bidang Tasawuf.) Hujatul Islam Abu Hamid al-Ghazali (wafat 505 H.) Syeikh Abu Yazid al-Busthami (wafat…H. Sedang Wara’ dalam konsep tasawuf artinya. Adapun pokok-pokok ajaran dari para tokoh tersebut di atas. Zuhud adalah keadaan meninggalkan dunia dan hidup kematerian. Tetapi tidak bisa menutup mata adanya aliran yang berlawanan yang dipelopori oleh seorang tokoh legendaris yaitu Siti Jenar yang diantara ajaran-ajarannya tercium penyimpangan yang bertujuan melepaskan kewajiban dan ketentuan syariat.) 15. yaitu pengetahuan tentang Tuhan dengan perantaraan ucapan kalimat Syahadat.) Syeikh al-Qusyairi (wafat 465 H. mendasarkan pokok ajaran tasawufnya berdasarkan zuhud dan wara’.) Syeikh Ma’ruf al-Kharkhi (wafat 200 H. diantaranya: • • Sufyan as-Sauri.Syeikh Ibnu Arabi dan masih banyak yang lainnya.Tasawuf falsafi di Indonesia tidak mencatat keberhasilan yang berkelanjutan karena para ulama terdahulu dalam dakwah berkiblat kepada tasawuf sunni. TOKOH-TOKOH TASAWUF DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Dalam kajian ilmu tasawuf. Dalam tasawuf ia dikenal sebagai peletak dasar ajaran tentang “makrifat”. menurutnya pengetahuan tentang Tuhan itu mempunyai tiga tingkatan. Masa itu dianggap sebagai tahap pertama perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia yang dinamakan tahap pengenalan. ia juga seorang ahli kimia. adalah disamping seorang sufi. mereka diantaranya yang sangat terkenal ialah: • • • • • • • • • • • • • • • Syeikh Hasan Basri (wafat 110 H. yaitu: (1) Pengetahauan awam. dalam makalah ini hanya akan di kutip dari sebagaian pendapat saja.) Syeikh Sufyan Tsuri (wafat 161 H. seorang tokoh sufi dari kalangan tabi’in yang terkenal kealimannya. yaitu pengetahuan tentang Tuhan . (2) Pengetahuan Ulama.) Syaikh Syaqiq al-Balakhi (wafat 195 H. Dzun Nun al-Mishri.) Syeikh Ibrahim bin Adham (wafat 161 H.) Syeikh Dzun Nun al-Mishri (wafat 245 H.) Syeikh Siri Siqthi (wafat 257 H.) Syeikh Abu Thalib al-Makki (wafat 386 H.

Tepat pada malam Juan`at di awal bulan Rajab sekitar tahun 110 H. hari-harinya dihabiskan diatas tikar sajadah. budak Zaid bin Tsabit pada tahun 21 H di kota Madinah. seorang anak keluarga miskin yang hidup sebagai hamba sahaya. Prinsip ajarannya hádala khauf dan raja`. Kita harus banyak berbuat untuk kebaikan dan kemaslakhatan bersama . yaitu kemampuan hati sanubari untuk melihat Tuhan.• dengan alat logika dan akal. Dan ketika menginjak 14 tahun beliau pindah ke kota Basrah (Iraq). seorang sufi yang pernah belajar tentang ilmu kerohanian kepada sahabat Ali Bin Abi Thalib. Untuk karya-karya beliau yang berbentuk buku penulis belum bisa memaparkan akan tetapi banyak dari kitab ulama` yang membahas tentang kebijakkan. akan tetapi buat orng menanggis dan kita gembira kitika kita meninggal dunia karena amlamal sholeh kita. Hasan Al-Basri adalah Abu Sa'id Al Hasan bin Yasar. licin pada perasaan tangan. dengan pengertian merasa takut lepada siksa Allahkarena berbuat dosa dan sering melalaikan perintah Allah. karena mempunyai keyakinan bahwa bersatunya hamba dengan Tuhannya adalah terletak pada “Mahabbah” atau rasa cinta yang benar kepada . Dimana ia mendasarkan konsep zuhudnya itu dengan “Khauf” yaitu takut dengan kemurkaan Allah. Oleh sebab itu al-Basri pernah mengatakan : Jauhilah dunia ini. tetapi racunnya mematikan. karena sebaik-baiknya orang ádalah yang bermanfaat bagi yang lain. • Rabiatul Adawiyah. (3) Pengetahuan sufi (‘arif). yaitu pengetahuan tentang Tuhan dengan hati sanubari. karena ia sebenarnya serupa dengan ular. Tokoh wanita yang satu ini lebih dikenal sebagai seorang pendiri “agama cinta” (mahabbah) dan ia pun dikenang sebagai “ibu para Sufi besar” (The Mother of the Grand Master). adalah seorang yang paling masyhur dalam konsep zuhudnya. Pengetahuan sufi ini di sebut juga dengan “makrifat”. Dari sini kesimpilannya ialah bahwasanya janganlah terlena dengan kenikmatan dunia yang kenikmatannya semu dan sementara yang mana menjadikan kita terlena. Baliau dilahirkan oleh seorang perempuan yang bernama Khoiroh. Dasar pendirian yang paling utama hádala Zuhud terhadap kehidupan dunia. karena berpondasi ataupun berdasarkan Al-Quran dan Hadist Nabi. Yang mendorong Rabiah Adawiyah berlaku demikian. serta berbagai hal yang mana mengarah lepada kebesaran nama beliau. Hasan al-Basri. kezuhudan. “Biarkan orang gembira dan kita menanggis ketika kita lahir di dunia. dan “Raja’” yaitu senantiasa mengharapkan karunia Allah Swt. beliau kembali ke rahmatulloh pada usia yang ke 80 tahun. kemudian menjalani hidup zuhud. dan beliau adalah anak dari Yasaar. Dan beliau termasuk golongan sunni.

“tauhid” .• • • Tuhan. karena bersifat qadim. seperti: “Tuhanku. Abu Yazid al-Bustami. maka jauhkanlah aku dari padanya. seorang tokoh sufi filsafat yang paling berani. Husain bin Mansur al-Hallaj. Dan makrifat bagi al-Ghazali juga bisa sampai kepada memandang wajah Allah Swt. hal ini seperti tercermin dalam konsep ajarannya tentang “As-Sakr” (mabuk Ketuhanan). setelah sifat-sifat kemanusiaan yang ada di dalam tubuh itu di lenyapkan. karena memanggil Tuhan dengan cara yang demikian berarti Tuhan itu jauh berada dibelakang tabir. Dalam konsep makrifat. Ia pernah mengucapkan katakata terkenal dalam dunia tasawuf seperti. yaitu faham yang menyebutkan bahwa Tuhan itu memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya. Teori lain yang di kembangkan al-Hallaj ialah teori tentang “Hakikat al-Muhammadiyah” (Nur Muhammad). jika ku puja Engkau karena takut pada neraka. seorang yang mengembangkan konsep tasawuf dengan ajaran tentang “al-Hulul”. maka yang tinggal di dalam dirinya hanyalah sifat-sifat Ketuhanan. sebagaimana qadimnya Zat Tuhan. seorang yang mendapatkan gelar “Hujjatul Islam” karena keluasan ilmunya. sehingga seorang akan sampai pada tingkatan “fana”. : “Sesungguhnya Aku adalah Allah. pada hal seorang yang sedang duduk berhadapan dengan temannya. Ketika itulah Tuhan akan masuk di dalam diri manusia yang di sebut “al-Hulul”. Dan jika ku puja Engkau karena mengharapkan surga. mendasarkan pokok ajaran tasawufnya pada bentuk maqamat dan ahwal. Abu Hamid al-Ghazali (Imam al-Ghazali). “fana” dan “Baka” (peleburan diri untuk mencapai keabadian dalam diri Ilahi) dan konsep ajarannya tentang “Ittihad” (bersatunya dengan Tuhan). melalui tahapan-tahapan latihan jiwa dan rohaniah tertentu. maka janganlah sembunyikan kecantikan-Mu yang kekal itu dari diriku”. Tiada Tuhan kecuali Aku. “makrifat” dan “sa’adah” (kebahagiaan abadi). bila manusia telah dapat menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan dari dirinya dengan jalan fana. . dimana mereka tidak akan mengatakan dalam ucapannya itu : “Ya Allah atau Yaa Rabb”. Tetapi jika Engkau kupuja semata-mata karena Engkau. mereka tidaklah akan memanggil temannya itu. Sehingga tak ada yang tersisa lagi waktu dan ruang hatinya selain rasa cinta kepada Allah Swt. Dimana Nur Muhammad adalah tidak mengalami kematian. Ucapan demikian biasa di sebut “Syatahat” (bentuk tunggal dari kata. didalam diri manusia itu terdapat sifat-sifat kemanusiaan (an-nasut) dan sifat-sifat Ketuhanan (al-Lahut). Syatah) yaitu ucapan seorang sufi ketika ia dalam keadaan “Ekstase” (mabuk Ketuhanan). al-Ghazali menjelaskan bahwa orang yang yang mempunyai makrifat tentang Tuhan. maka sembahlah Aku”. adalah “arif”. Konsep Mahabbah (cinta) Rabiah Adawiyah ini tergambar dalam salah satu syairnya yang terkenal. maka bakarlah aku di dalamnya. Bagi al-Hallaj bahwa.

• Ibnu Arabi. dan cinta itu sendiri. ucapannya "Bahwa telah terjadi kesatuan antara pecinta dan Yang Dicinta. Ketiganya adalah satu. padahal yang umum dipakai adalah Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah). Beliau menulis kitab tentang praktek kehidupan spiritual (Ri'ayah li Huquq Allah) 4. Betapa sungguh besar Aku (Arab. Hasan al-Basri (L. 2. Kesimpulan Perbedaan pemikiran para tasawuf: 1. al Hizb al Kabir. Abu Yazid Al Bistami (L. Kitab karangannya lebih dari 15 yang populer di Indonesia diantaranya : Futuh Al Ghaib. Al Muhasibi (165H . Aurad al Jilani. . 5. Subhani. Dengan demikian pada dasarnya wujud yang sebenarnya adalah satu. yaitu wujud Allah Swt.561H) Umumnya disebut Sultan al Auliya. guru dari Al Junaed. 21 H w. Syaikh Abdul Qadir al Jailani (470 . Abdul Qasim Al-Qusyairi (376 H . 3. seorang tokoh tasawuf filsafat yang mendasarkan konsep tasawufnya tentang “Wahdatul Wujud”. beliau adalah kakek moyang dari Imam Syazili. yakni suatu teori yang memandamng bahwa wujud mutlak dan hakiki itu adalah Allah Swt. Rabiah Al Adawiyah (w.110 H) Ajaran utamanya adalah tentang Kezuhudan. 261 H) Terkenal sebagai Sufi yang mabuk.Fenomena alam yang serba ganda ini hanya merupakan wadah tajali (penampakan lahir dari) Allah Swt. 6. Beliau terkenal sebagai pendiri tharikat Qadiriyah. Sedangkan wujud “ka’inat” (alam) ini hanyalah wujud “majazi” (kiasan)yang bergantung pada wujud Tuhan.243 H) Memadukan filsafat dan teologi.465H) Sufi Persia yang menulis kitab al Risalah dan beberapa kitab yang isinya tentang doktrin sufi. 185 H) Terkenal dengan acaran cinta. Zuhud menurut Hasan Al Basri adalah khauf wa arraja (takut dan penuh pengharapan).

Kitab karangan beliau banyak populer di Indonesia. 8. diantaranya Futuhat al Makiyyah. Pada abad ke 2. Qadiriyah adalah tharekat yang pertama ada. Ibnu Arabi (l. Sepeninggal Al Ghazali perselisihan pandangan semenjak wafat Nabi Muhammad SAW agak berkurang. Al Munqid min Al Dzalal (Penyelamat dari kesesatan). teolog.505H) Seorang filosof. karya beliau lebih dari 70 kitab. bentuk tasawufnya dipagari dengan bersumber al-Quran dan al-Hadits saja. ahli hukum da Sufi. 560 H) Ibnu Arabi (L 560H) yang mengarang tak kurang dari 500 judul buku. II. Dalam kitab Tahafut al Falasifah (Sanggahan terhadap pemikiran kaum filsosof). Rabiyah al Adawiyah membuat analisis yang merupakan cikal bakal para filosof abad 3 dan 4 H. I. Fusus Al Hikam dan sebagainya. Menjauhkan diri dari dunia b.Al Ghazali adalah arsitek perkembangan Islam di masa belakangan. Al-Ghazali (450 H. Motive utama takut disusul cinta c.melaluinya lahirlah gerakan Sufi dengan guru pembimbing spiritual. Masa Pengembangan Pada abad 3 dan 4. ajaran fana mulai diperbincangkan. menjadi kesatuan atas dasar keberagaman. Menurut Abu Al Wafa. Dari 8 ajaran Sufi di atas bisa kita bagi dalam beberapa masa atau periode. . dan Tasawuf Irfani. Masa Pembentukan: Asketisme Islam pada abad I dan 2 H memiliki karakter: a. Ajaran Wahdat al-Wujud. Ghazali menyangkal filosof yang mendasarkan pada pemikiran pribadi dalam rangka menjelaskan kebenaran. tasawuf abad 3 dan 4 ada dua aliran : Pertama : Aliran Salafi. diantaranya adalah : Ihya Ulum al Din (Menghidupkan kembali ilmu-ilmu Agama. 7. dan ia berusaha mengembalikan filsafat dalam koridor teologi. Ajaran Ibnu Arabi yang populer adalah wahdat al Wujud.

India. ada istilah tasawuf irfani.309 H). azimat dan lainlain. amalan. V. ikhwanu sofa dsb. tasawuf falsafi tenggelam kemudian muncul lagi abad 6H. Masa Pemurnian Keruntuhan tasawuf mulai timbul akibat legenda tentang keajaiban dihubungkan dengan tokoh-tokoh tertentu. Akibatnya ajaran tasawuf ini bercampur dengan filsafat Yunani. 297 H). Ibn Taimiyah berpendapat bahwa wali Allah adalah yang berlaku shalih dan konsisten dengan syariat. Kemudian muncul Ibnu Taimiyah yang dengan tegas menolak khurafat dan bentuk-bentuk bidah. III. ABu Yazid al Bistami. dimana pengikutnya cenderung pada ungkapan ganjil (syatahiyat) serta bertolak dari keadaan fana menuju penyatuan (hulul). Tokoh-tokohnya : Rabiah al Adawiyah. Berbeda dengan pembagian secara dekade. ajaran tasawufnya tercampur dengan ajaran filsafat. Ajaran tasawuf al Ghazali ini mengutamakan pendidikan moral (tasawuf akhlaki) hal ini dapat disimak dalam kitab ihya ulumuddin. hakikat kebenarannya tersingkap melalui intuisi (ilham). Masa Konsolidasi Abad 5 H terjadi pertentangan antara tasawuf semi falsafi dan tasawuf Suni. Dzunnun al Misri (180 H . Junail al Baghdadi (w. Ajaran Tasawuf Falsafi ini tidak bisa dianggap sebagai filsafat karena berdasarkan pada dzauq (rasa). yang lintas batasan periode. dan Jalaluddin Rumi. AL Hallaj (244 H . Tasawuf irfani berusaha menyingkap hakikat kebenaran atau makrifat dengan tidak menggunakan logika atau pemikiran tetapi melalui penyucian hati (tasfiat al qulb). Nasrani walau ajaran tasawufnya tidaklah hilang. Persia. pembahasan term filsafat disubstitusikan pada ajaran tasawuf. Dimenangkan tasawuf sunni. Dengan hati yang suci seorang dapat berdialog dengan Tuhan secara bathiniah sehingga pengethauan makrifat disusupkan Allah ke dalam hatinya.246 H). tapi juga tidak jufa disebut tasawuf murni karena selain term yang digunakan filsafat tapi juga ajaran umumnya bercorak pantheisme.Kedua. Masa Falsafi Abad 6. IV. Aliran Tasawuf Semi Falsafi. Ibnu Arabi bisa dimasukkan ke Tasawuf . Tasawuf Al Ghazali yang berdasarkan ahlu sunnah wal jamaah demikian populernya sehingga memperngaruhi filosof islam Syiah.

selain tasawuf falsafi. Ajaran Ibn Arabi menurut pengakuannya merupakan perolehan dari Tuhan melalui intuisi.Irfani. ada juga yang didapat dari Rosulullah yang didapat melalui pertemuan yang unik Sumber: (http://meetabied.com/2010/02/20/ilmu-tasawuf/) .wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->