Pasar derivatif adalah merupakan pasar keuangan bagi perdagangan derivatif.

Pasar derivatif ini dapat dibagi lagi menjadi 2 yaitubursa berjangka derivatif dan perdagangan derivatif di luar bursa (Overthe-counter). Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok. Derivatif digunakan oleh manajemen investasi/ manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap risiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying). Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif namun opsi / kontrak berjangka dan swap adalah yang umum dikenal.  Opsi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Opsi (keuangan) Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan di depan(strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola risiko turunnya nilai jual dari stok XXX yang dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun. Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi

nilai tukar mata uang atau indeks ( seperti indeks pasar saham. atau bahkan indeks kondisi cuaca ataupun derivatif lainnya). indeks harga konsumen (CPI-Consumer Price [2] Index ). Derivatif dapat mengacu pada pada berbagai jenis aset seperti misalnya komoditi. suku bunga. kontrak serah (forward). Bermacam-macam rentang nilai antara aset acuan dan alternatif pembayaran menghasilkan beraneka kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasaran. Sipetani mengetahui secara pasti nilai jual hasil panen yang akan . Jenis utama derivatif adalahkontrak berjangka (futures). Tampilan dari aset termaksud dapat menetapkan harga ataupun saat pembayaran. Contohnya. Si petani melakukan lindung nilai atas risiko naik atau turunnya harga panenan dan si spekulator menerima pengalihan risiko ini dengan harapan imbalan yang besar. Kegunaan utama dari derivatif ini adalah untuk mengalihkan risiko ataupun mengambil suatu risiko tergantung apakah posisinya sebagai hedger (pelaku lindung nilai) atau spekulator. petani dapat menjual kontrak berjangka atas hasil panenan kepada spekulator sebelum panen dilakukan.hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike  Swap Artikel utama untuk bagian ini adalah: Swap Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum [1]" Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan. opsi dan swap. saham atau obligasi. Kegunaan derivatif [sunting]Asuransi dan lindung nilai Salah satu kegunaan derivatif adalah sebagai suatu alat untuk mengalihkan risiko.

Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali. juga harus mengambil posisi di BEJ sehingga secara simultan mengambil posisi yang berlawanan antara di BEJ dan BES. [sunting]Spekulasi dan arbitrasi Arbitrasi atau juga dikenal dengan istilah asing "arbitrage" ini bisa diartikan sebagai suatu tindakan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan antara satu aset acuan dan aset acuan lainnya misalnya dengan memanfaatkan perbedaan antara nilai Indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Jakarta ( spot market ) dan nilai ILQ-45 pada KBIE di Bursa Efek Surabaya( futures market ). Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan.diperolehnya kelak dan si spekulator akan memperoleh keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian. .  Derivatif yang diperdagangkan di bursa atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. [sunting]Jenis kontrak derivatif Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar yaitu :  Derivatif yang ditransasikan diluar bursa atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan diluar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara para pihak).[3] spekulator dapat bertransaksi dengan spekulator lainnya juga dengan orang yang membutuhkan lindung nilai (hedger). jadi selain mengambil posisi di BES. kontrak serah nilai tukar. dan opsi eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan. Pada umumnya transaksi pasar pasar derivatif lebih didominasi oleh perdagangan spekulatif daripada perdagangan lindung nilai dalam artian yang sesungguhnya. misalnya opsi vanila[4] ) seringkali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC). Beberapa produk seperti swap.

dimana pihak yang menanggung resiko (risk taker) mendapatkan uang jasa atau fee dari pihak yang mangalihkan resiko (tertanggung) sebagai kompensasi dari penanggungan tersebut. Namun dalam hal derivatif objek pertanggungan adalah pada peristiwa tertentu yang bisa mendatangkan kerugian pada pihak tertentu. dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. 100 juta dapat membuat mereka segera tutup usaha. untuk menutup sebagian atau seluruh kerugian tersebut. cuaca. kerugian sedemikian tidaklah terlalu menggoncangkan mereka. dan dengan demikian hal tersebut menetralisir resiko penurunan harga yang bisa membuat si lemah kolaps. Demikian juga objek dari pertanggungan itu. Karena itu derivatif semula digunakan untuk tujuan hedging atau lindung nilai. Tidak demikian halnya dengan perusahaan yang memiliki aset sampai berpuluh bahkan beratus miliar. katakanlah kerugian Rp. Si lemah-tertanggung mengalihkan resikonya kepada si kuat-penanggung. dsb. Yang membedakan adalah objek pertanggungannya. inflasi. kematian. Karena itu derivatif selain digunakan untuk keperluan hedging. pada derivatif yang penting adalah peristiwa yang menimbulkan kerugian. Bagi perusahaan kecil. atau apapun juga yang dalam kondisi tertentu menimbulkan suatu resiko bagi pihak tertentu. sakit atau cidera. misalnya fluktuasi tingkat sukubunga. jika mobil tersebut tidak rusak maka dia tidak berhak untuk menerima penggantian apapun. harga. sekalipun pihak tertanggung tidak megalami kerugian. . pihak tertanggung akan mengalihkan suatu resiko tertentu kepada pihak penanggung. Tetapi pada dasarnya semua itu adalah berupa kontrak pengalihan resiko dari satu pihak kepada pihak lain dengan suatu imbalan tertentu. future. dsb. Di sisi lain pihak tertanggung akan membayar premi asuransi kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung resiko. Sebaliknya pada derivatif. Jika harga menurun terlalu tajam maka hal ini bisa menjadi bencana bagi mereka. antara pihak yang menanggung resiko dengan yang mengalihkan resiko. harga saham. Kebutuhan adanya transaksi seperti ini dikarenakan adanya pihak-pihak yang lemah dalam menanggung resiko dan pihak-pihak yang lebih kuat. Karena itu terbukalah suatu peluang usaha atau kerja sama yang saling menguntungkan. opsi. swap. atau yang biasa disebut variabel yang mendasari (underlying variable) ada bermacam-macam. Misalnya dengan suatu kontrak perjanjian bahwa si kuat akan membeli komoditi yang dijual si lemah pada suatu harga tertentu. dapat disalah gunakan untuk kegiatan spekulasi. Sebagai contoh adalah perusahaan-perusahaan kecil yang bergerak dalam perdagangan komoditi biasanya terpapar resiko ketidak pastian harga jual barang dagangan mereka. kurs mata uang asing. Jadi mereka lebih tahan menanggung resiko. Pada asuransi. jika peristiwa yang disyaratkan terjadi maka dia berhak untuk mengeksekusi apa yang menjadi haknya. kerusakan. misalnya kebakaran. Jika seseorang mempunyai polis asuransi mobil. Pada asuransi.Yang dimaksud dengan derivatif adalah suatu kontrak pemindahan resiko. Sekilas kontrak derivatif mirip dengan asuransi. misalnya forward. objek pertanggungan adalah terjadinya suatu kerugian yang menimpa kepada pihak tertentu karena suatu peristiwa tertentu. Jika pada asuransi fokusnya adalah pada kerugian yang ditimbulkan. sebagaimana pada contoh di atas. Jika kerugian yang dimaksudkan benar-benar terjadi maka pihak perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang tertentu sesuai dengan kontrak. Di pihak lain si penanggung resiko mendapat imbalan atau kompensasi sejumlah uang jasa dari pihak tertanggung. kurs mata uang. Dalam prakteknya ada berbagai macam jenis derivatif. misalnya harga komoditi. Dalam contoh di atas jenis derivatif tersebut adalah kontrak berjangka atau forward dan variabel yang mendasari adalah harga pasar komoditi. sekalipun dia megalami kecelakaan dengan mobilnya. tingkat sukubunga. cuaca.

TRANSAKSI DERIVATIF. Jika resiko tersebut tidak terjadi maka perusahaan akan meraih untung besar. Penyelesaian instrument derivative dengan jumlah nosional tertentu ditentukan oleh interaksi antara jumlah nosional dengan variable pokoknya. dimana harga tersebut tentu saja lebih rendah daripada harga yang dia prediksi.Siapapun dapat mengadakan kontrak derivatif. dan atau satuan unit lainnya yang disebutkan dalam perjanjian. Cat: jumlah nosional merupakan suatu jumlah dalam unit valuta. .com/2010/02/24/launching-buku-sosialisasi-ekonomi-gratis/ SUMBER TEORI LAIN MENGENAI TRANSAKSI DERIVATIF ADA DI : PAPI 2008 BAB VI. misalnya di BEI sekarang sudah ada derivatif opsi saham. Jika resiko tersebut terealisasi maka perusahaan akan merugi. atau berupa rumus dengan factor average atau konstanta yang lain. sekalipun dia tidak berbisnis dalam bidang yang riil. Untuk meraih bonus yang besar. Dan jika tebakannya benar dia akan meraup untung. Dan manakala derivatif sudah tidak digunakan untuk kegiatan ekonomi riil melainkan semata-mata digunakan untuk alat spekulasi seperti digambarkan dia atas. maka apa bedanya hal itu dengan judi togel atau lotere? Apalagi sekarang banyak jenis kontrak derivatif sudah dibakukan atau disekuritisasi. Dikutip dari buku “SOSIALISASI EKONOMI”. Dan dalam hal penanggung resiko adalah suatu lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat banyak. dan yang terkena kerugian paling besar adalah para nasabahnya yang menempatkan uangnya dalam lembaga tersebut. dan jika salah maka kerugian maksimalnya adalah fee yang harus dia bayar kepada pihak penanggung resiko. Jika dia memprediksi bahwa harga komoditi tertentu akan naik tajam maka dia dapat mengadakan kontrak untuk mendapatkan hak membeli suatu komoditi pada harga tertentu pada saat tertentu di masa yang akan datang (disebut opsi). maka sangat mungkin lembaga tersebut terpapar resiko yang sangat besar. saham. pengurus lembaga tersebut dapat saja mencoba meraih pendapatan fee sebesar-besarnya melalui bisnis penganggungan resiko-derivatif. yang berarti imbalan yang besar bagi para eksekutifnya. sebagaimana layaknya suatu aset finansial seperti saham dijual belikan di sana.kompasiana. buku tsb dapat diunduh dari sini :http://ekonomi. sehingga ia dapat diperjual belikan di bursa efek. Interaksi dapat berupa perkalian sederhana.

kompetensi mereka memang seyogianya hanya di aspek produksi dan pemasaran. di dalam kegiatan ekonomi dikenal adanya empat jenis risiko pasar. nasabah juga jangan pernah masuk transaksi derivatif kalau tidak memahami secara jelas risk-return-nya. dapat diserahkan kepada pihak lain yang lebih berkompeten. yang selalu terjadi adalah nasabah akan berteriak ketika mereka rugi akibat transaksi derivatif. Profil Derivatif . misalnya perbankan. Selama ini. yaitu risiko fluktuasi nilai tukar. Kasus perselisihan yang terjadi antara nasabah dan perbankan di penghujung tahun 2008 lalu. risiko fluktuasi suku bunga. munculnya instrumen derivatif pada dasarnya akibat adanya kebutuhan untuk lindung nilai (hedging). Seperti diketahui. Belum pernah terjadi sepanjang sejarah keuangan. Bagi industri yang bergerak di sektor nonkeuangan. seharusnya membangkitkan kesadaran baru bahwa selain perbankan mesti lebih tekun menjelaskan kepada nasabah soal transaksi derivatif.KASUS Derivatif Masih Perlu Heboh isu derivatif biasanya dipicu oleh adanya kegagalan bayar oleh pihak yang menganggap dirinya ”tertipu” oleh pihak lain. Jika dirunut ke belakang. dan risiko fluktuasi harga komoditas. Soal bagaimana menghadapi potensi gejolak risiko pasar. pihak yang diuntungkan menyatakan secara terbuka bahwa mereka mendapat keuntungan dari permainan derivatif. risiko fluktuasi harga saham.

77. Dengan hanya melakukan transaksi derivatif suku bunga dan valuta asing. . atau gabungan keduanya. maka peraturan yang mengikat kedua belah pihak yang bertransaksi adalah kontrak perjanjian antara mereka berdua dan pihak lain tidak mengetahui isi kontraknya.56%.8% berupa transaksi swap suku bunga. Dari jumlah tersebut. 10/2/DPD tanggal 27 November 2008. Mengingat kebutuhan lindung nilai merupakan kebutuhan inheren yang melekat di seluruh industri. maka dapat disimpulkan bahwa peran derivatif sampai saat ini sebenarnya masih fokus untuk tujuan lindung nilai dan bukan untuk trading atau spekulasi. ditegaskan bahwa perbankan dilarang melakukan transaksi derivatif yang mengandung unsur spekulasi yang dapat menambah gejolak nilai tukar rupiah. potensi menjadi transaksi spekulasi cukup menggiurkan. yang artinya tidak dilakukan di bursa. Pembatasan ini disebabkan belum mapannya bursa saham dan komoditas di Indonesia yang ditandai oleh fluktuasi harga tanpa adanya alasan yang rasional (underlying reason). karena OTC hanya didasarkan pada kesepakatan dua pihak dan tidak ada keterlibatan pihak lain.8% dari total derivatif suku bunga. OTC). Prospek Derivatif Sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 84. Produk terstruktur yang merupakan produk investasi ditempeli transaksi derivatif (seperti opsi) yang bersifat spekulatif dilarang dilakukan oleh perbankan.Jika dilihat dari jenis instrumennya. dan derivatif untuk komoditas 2.43% (lihat tabel). berarti media pertukaran yang dilakukan perbankan adalah melalui counter (over-the-counter. Selain itu. Adapun produk derivatif untuk valuta asing hanya sebesar 11. equity link 1. suku bunga. Transaksi OTC rawan terjadi perselisihan. karena di dalam pasar saham dan komoditas. 10/38/PBI/2008 tanggal 16 Desember 2008 ditegaskan lagi oleh Bank Indonesia bahwa perbankan hanya diperbolehkan melakukan transaksi derivatif khusus untuk valuta asing.14% derivatif berupa produk derivatif suku bunga. Bahkan dalam PBI No. Oleh karena medianya OTC. Sedangkan derivatif untuk saham dan komoditas tidak diperbolehkan dilakukan oleh bank. Dengan sifat OTC seperti ini. di masa depan instrumen derivatiftampaknya akan terus dibutuhkan. Dengan melihat porsi swap suku bunga yang mencapai 77.87%. juga untuk mencegah agar bank tidak masuk dalam transaksi yang berisiko tinggi.

hendaknya juga mengantisipasi risiko transaksi derivatif bukan sekadar dari risiko pasarnya. masih adanya pertanyaan nasabah mengapa bank dapat menghentikan secara sepihak sebuah transaksi derivatif dapat mengindikasikan belum pahamnya nasabah terhadap seluk-beluk dannature transaksi derivatif. nasabah yang bergerak di bidang nonkeuangan seyogianya memiliki tenaga treasury yang mumpuni untuk mengimbangi tawaran perbankan. apakah preseden kerugian derivatif yang diderita beberapa nasabah perbankan akan menyurutkan nasabah untuk membeli produk derivatif? Sesuai ketentuan Bank Indonesia. jika menggunakan American Style. . karena ilmu derivatifdianggap sudah menjadi pengetahuan umum. Guna menghindari terjadinya perselisihan di kemudian hari. tetapi juga risiko kreditnya ketika ada potensi nasabah gagal menyelesaikan kontraknya. jika posisi nasabah adalah sebagai penjual call option. maka prospek permintaan transaksi derivatif masih akan marak. Meski demikian. ada satu hal penting yang perlu menjadi perhatian calon nasabah bank. setiap saat nasabah dapat melakukan eksekusi pembelian valas sesuai harga yang paling menguntungkan. Oleh: Djoko Retnadi Penulis adalah Praktisi dan Pengamat Perbankan. Pertanyaannya. Sementara itu. Selain itu.Exit strategy harus disiapkan sejak awal. Sebagai ilustrasi. Sebagai contoh. Jika denganEuropean Style. ketika nasabah masuk dalam kontrak opsi untuk membeli valas.maka. Tidak mungkin seluruh knowledge tentang derivatif mesti dituangkan dalam perjanjian kontrak derivatif. sehingga bank tidak perlu mencadangkan 100% kerugian ketika sebuah kontrak derivatif gagal dieksekusi oleh nasabah. kedua belah pihak harus sudah memahami segala risk-returnyang mungkin timbul di kemudian hari. maka pihak bank-lah yang memiliki hak untuk dapat melakukan eksekusi setiap saat jika menggunakanAmerican Style. setiap kali terjadi kontrak. kontrak hanya dapat dieksekusi pada waktu jatuh tempo (maturity). Seluk-beluk transaksi opsi seperti itu harus sudah menjadi pengetahuan dasar bagi seluruh nasabah yang akan memasuki kontrak transaksiderivatif. di pihak perbankan. maka eksekusi untuk membeli atau tidak membeli tergantung pada execution style-nya. Sebaliknya. sepanjang untuk kepentingan lindung nilai.

Mereka mengaku menjadi korban kegiatan transaksi derivatif bersifat spekulatif dengan perbankan yang membuat mereka rugi besar. banyak nasabah bank. Puluhan pengusaha. halaman 12-13.Tulisan ini dikutip dari majalah Warta Ekonomi edisi 07/XXI/2009. namun apa yang terjadi? Gara-gara melakukan transaksi derivatif bersifat spekulatif dengan perbankan. Tak tahan dengan besarnya kerugian yang menimpa mereka. baik perusahaan maupun perorangan. permainan produk derivatif bersifat spekulatif ini menjadi risiko yang bakal meledak dan memperburuk perekonomian nasional 2009. Sebab. .” tandas Amirudin. Selasa (10/2) lalu. mereka tidak bisa membayar kerugian dari produk derivatif yang dibelinya. ketua umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia. total kerugian para eksportir ini mencapai US$15–20 miliar. yang kebanyakan merupakan eksportir. Dikhawatirkan. Kami terancam bangkrut. kerugian akan terus membengkak. kalau kontraknya diteruskan. Judul asli tulisan ini adalah “Derivatif Masih Perlu” Ketika Risiko Derivatif Mulai Makan Banyak Korban Bukannya untung. yang turut hadir dalam pertemuan itu. terutama CPO. mengungkapkan jumlah kerugian yang mereka alami akibat transaksi derivatif dengan perbankan sangat besar. mulai dari jutaan dolar AS hingga ratusan juta dolar AS. secara bersama-sama bertamu ke kantor yang terletak di gedung Summitmas. Amirudin Saud. Atau. Banyak korban yang tergoda dengan transaksi derivatif yang bersifat spekulatif dengan harapan meraup untung. Mereka datang dengan tujuan yang sama. hanya sampai akhir triwulan I saja? Kantor pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendadak ramai didatangi orang. justru buntung akibatnya. yakni menemui Hotman Paris guna meminta advis sang pengacara mengenai persoalan transaksi derivatif yang tengah mereka hadapi. Sudirman. Jakarta itu. Sementara itu. yang sekarang ini merugi besar hingga ratusan juta dolar AS. Perbankan sendiri juga rugi besar. para pengusaha itu kemudian membuka kemungkinan menempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya. Jl. “Banyak pengusaha dari berbagai daerah menjadi korban. Ditaksir.

Jika prediksi tersebut benar. Saat kontrak. Dalam hasil risetnya.575 per dolar AS. kami tidak bisa keluar. dengan perbankan adalah berupa foreign exchange forward contract.650.650 per dolar AS. para eksportir menjual mata uang dolar AS ke bank dalam jangka waktu satu tahun ke depan.100 dan perkiraan harga saat kontrak jatuh tempo paling tinggi hanya di level Rp9. tetapi begitu kami sudah masuk. tetapi bagaimana dengan yang sudah terjadi?” keluh Robert. seperti dikutip Bisnis Indonesia (11/2). eksportir tersebut tergiur karena harga setiap dolar AS masih di kisaran Rp9. memberikan perumpamaan. maka kedua belah pihak yang melakukan perjanjian wajib memenuhi isi kontrak tersebut. “Peraturan BI itu hanya untuk yang akan datang. Robert. “Pintu masuknya dibuka lebar dengan berbagai imingiming yang menggiurkan. Dalam kontrak forward ini. lembaga penelitian ekonomi ECONIT Advisory Group memperkirakan transaksi derivatif yang paling banyak dilakukan para nasabah bank. maka seharusnya nasabah tersebut akan menikmati keuntungan nilai tukar. berapa pun nilai tukar pada saat kontrak jatuh tempo. Oleh karena merupakan sebuah kontrak.Menurut Amirudin. Artinya. Akan tetapi. terutama para eksportir. Sebagai contoh. direktur utama PT Permata Hijau Sawit itu menilai peraturan tersebut hanya mengatur kegiatan transaksi derivatif yang akan dilakukan sesudah peraturan BI itu terbit dan tidak menyentuh transaksi-transaksi derivatif yang sudah terjadi sebelumnya seperti yang telah mereka alami. Akan tetapi. diawali dengan terjadinya krisis ekonomi global. menambahkan Bank Indonesia (BI) memang telah mengeluarkan peraturan baru pada Desember 2008 lalu yang telah melarang transaksi derivatif yang bersifat spekulatif. salah satu pengusaha di bidang perkebunan kelapa sawit yang juga turut menjadi korban. turunnya permintaan produk ekspor. dan anjloknya harga komoditas. mereka lantas melakukan transaksi derivatif atau transaksi spekulasi mata uang dengan risiko tinggi. maka banyak . Namun. si nasabah harus menjual dolar AS pada level Rp9. para pengusaha daerah itu sesungguhnya tidak tahu banyak tentang produk derivatif perbankan. karena terkena bujuk rayu dengan informasi yang menyesatkan dari petugas bank.” terang Amirudin. Transaksi forwardmerupakan kontrak yang dibuat pada masa sekarang untuk dieksekusi pada masa depan. seorang nasabah setuju untuk membuat sebuah kontrak penjualan dolar AS ke bank berjangka waktu satu tahun pada harga jual atau harga strike yang disepakati sebesar Rp9.

Lantaran itu.A. cabang London (Inggris). jika eksportir tersebut menjual ke pasar. Salah satu perusahaan besar yang sudah menempuh jalur hukum dalam menghadapi masalah transaksi derivatif ini adalah PT Kalbe Farma Tbk. Nilai gugatan itu terdiri dari kerugian materiil US$20 juta karena tuduhan cedera janji yang dilaporkan JP Morgan Chase ke pengadilan Inggris telah membuat turunnya harga saham Kalbe di Bursa Efek Indonesia. JP mengajukan klaim pembayaran kepada Kalbe senilai US$19.575.nasabah eksportir. terutama eksportir komoditas seperti CPO dan pertambangan. juga tengah menghadapi kasus transaksi derivatif dengan Bank Danamon. Kalbe menolak klaim itu karena Kalbe menganggap pihaknya belum pernah menyetujui dan menandatangani kontrak derivatif itu. Kalbe menuntut ganti rugi senilai US$120 juta kepada JP Morgan Chase Bank. atau Rp1.000 dan Rp9. Abdulkadir. Taruhlah kurs rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp11.425 per dolar AS. Selain itu. yang mengalami opportunity lost.18 juta. ia akan mendapatkan “keuntungan” yakni selisih antara Rp11.000/US$. Maka.. Kalau nilainya jutaan dolar AS. sempat menjelaskan Elnusa terjebak melakukan . PT Elnusa Tbk. 4 Februari lalu. Adapun nilai gugatan US$100 juta merupakan kerugian immateriil karena tindakan JP Morgan Chase itu telah membuat seolah-olah citra Kalbe adalah perusahaan buruk yang telah cedera janji. kuasa hukum PT Elnusa Tbk. dan Singapura. Sebelumnya. karena sudah terikat kontrak. belakangan Elnusa dan Bank Danamon sepakat menyelesaikan masalah transaksi derivatif berupa kontrak US$ Selling itu di luar pengadilan. Namun. Melalui Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukumnya. lumayan besar. Namun. telah menggugat Kalbe di pengadilan Inggris karena Kalbe dianggap telah cedera janji atau melakukan pelanggaran atas dua perjanjian kontrak derivatif nilai tukar. Namun. maka “hilanglah” keuntungan yang mestinya bisa didapat. JP Morgan Chase juga menuduh Kalbe tidak bersedia membayar biaya pemutusan kontrak derivatif itu lebih awal. Jakarta (Indonesia). Gugatan Kalbe ini merupakan tuntutan balik terhadap bank asing itu yang sebelumnya. N. serta empat eksekutif JP Morgan Chase Bank ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. pada pertengahan Januari lalu. Kalbe telah mengajukan gugatan perdata kepada JP Morgan Chase Bank. Perusahaan pelat merah ini sempat mencoba menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dodi S. 6 Februari lalu. Dalam berkas gugatan baliknya.

umumnya perbankan nasional hanya bisa berperan sebagai agen penjual. Pada 5 Juni 2007 lalu ia berinvestasi produk derivatif berlabel Lehman Brothers 4. tepatnya pada 16 September 2008. beberapa BUMN lainnya diketahui juga menyimpan potensi kerugian akibat melakukan kontrak transaksi derivatif ini. produk ini sangat bervariasi dan kalaupun ditawarkan kepada nasabah bank. “Selain kompleks. PT Aneka Tambang Tbk. Mereka tahunya bahwa paling . Vincent tiba-tiba ditelepon oleh petugasrelationship manager Citibank yang memberi tahu tentang kemungkinan hilangnya dana investasi yang telah ditanamkannya pada produk derivatif berkategori structured notesitu karena Lehman Brothers sebagai penjamin notes itu telah bangkrut. masalah dapat timbul jika investment bank luar negeri yang menerbitkan mengalami kebangkrutan seperti yang dialami oleh Lehman Brothers pada September 2008 lalu.” jelas Irwan Adi Ekaputra. Produk investasi yang dibeli Vincent sejatinya adalah produk derivatif yang termasuk kategori structured notes.” ujar Irwan.” ungkap Vincent. Potensi imbal hasil dari note ini dikaitkan dengan performa Hang Seng China Enterprise Index.000. tentu saja Vincent kaget luar biasa. tidak tahu produk yang sesungguhnya dibeli. Bagi perbankan nasional. dan Tokyo Stock Exchange REIT Index.transaksi US$ Selling Trade Redemption Forward (RTF) dan US$ Selling Cancellable Forward Transaction (CFT) dari salah satu bank swasta. seorang pengamat keuangan. Menurut Vincent.75 years USD One Shot Auto-call Principal Protected Note Series 3 melalui Citibank senilai US$50. ada banyak orang di berbagai kota di Indonesia yang juga bernasib buruk seperti dirinya gara-gara membeli Lehman Brothers notes lewat Citibank itu. Di antaranya. Imbal hasil investasi ini umumnya dikaitkan dengan tingkat indeks saham internasional atau harga komoditas tertentu. “Saya shocked karena itu berarti saya hampir pasti kehilangan uang tabungan saya selama puluhan tahun yang saya pakai untuk membeli produk itu. Bak disambar petir di siang hari. Akan tetapi. di Standard Chartered Bank dan PT Danareksa di PT Bank Permata Tbk. KOSPI 200 Index. tetapi lantas membelinya karena termakan bujuk rayuan petugas bank. setahun lebih kemudian. Produk ini biasanya dikeluarkan oleh investment bank dari luar negeri dan memang merupakan produk yang kompleks. “Umumnya mereka sama seperti saya. Selain Elnusa. Beda lagi dengan pengalaman pahit nasabah bank perorangan seperti Vincentius Lingga akibat menjalin kontrak derivatif dengan perbankan. “Nasabah tentu saja akan menagih kepada bank nasional yang menjadi agen penjual.

Padahal. dalam melakukan transaksi derivatif. menyatakan belum dapat memberikan tanggapan. kalau tidak dipotong dana provisi sebesar itu. Otomatis. ternyata tidak. selama 2008. Bank Danamon harus mengalokasikan dana pencadangan hingga Rp800 miliar untuk potensi kerugian transaksi derivatif yang dilakukannya. imbuhnya. bank juga mengikat kontrak transaksi derivatif dengan bank-bank lain. country business manager global consumer group Citibank. berjanji akan membantu para nasabah Citibank yang membeli produk Lehman Brothers itu. kalau sampai kontrak derivatif dengan nasabah macet. laba bersih perbankan nasional selama 2008 merosot 13% dibanding tahun sebelumnya. direktur. Gejala perbankan turut merugi besar akibat transaksi derivatif ini terlihat jelas dari laporan kinerja PT Bank Danamon Tbk. Ditta Amahorseya. . laba Bank Danamon seharusnya mencapai Rp2.5 triliun. Sesuai dengan perannya sebagai intermediary. Bank milik CIMB Group Malaysia ini terpaksa harus melakukan pencadangan sebesar Rp400 miliar untuk menutup potensi kerugian transaksi derivatif yang dilakukannya. Eksposur risiko produk derivatif yang seharusnya menjadi beban nasabah. Shariq Mukhtar.3 triliun pada 2008. Demikian pula halnya dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk.” tutur pria yang bekerja di harian The Jakarta Post ini.country corporate affairs head Citi Indonesia. akibat nasabah tersebut tidak mampu menyelesaikan kontrak derivatif dengan banknya. Ketika dikonfirmasi Warta Ekonomi tentang masalah ini. maka bank harus menomboki jumlah yang macet tersebut untuk melunasi kewajiban kepada bank mitranya.tidak dana pokoknya pasti akan kembali pada waktu jatuh tempo. Bahkan. Kerugian Bank Jika dilihat dari sisi bank. pihak perbankan sendiri sesungguhnya juga mengalami kerugian yang tidak kecil. ada salah satu nasabah yang telah melaporkan kasusnya ke pihak polisi dan dirinya telah dipanggil polisi untuk menjadi saksi korban. Namun. biasanya bank-bank asing yang lebih besar. justru berpindah menjadi beban bank. laba Bank CIMB Niaga pada 2008 merosot 55% dibanding laba 2007 menjadi hanya Rp678 miliar. Laba bank milik Temasek Holdings Pte (Singapura) dan Deutsche Bank AG (Jerman) ini pada 2008 jeblok 29% dibanding tahun sebelumnya menjadi hanya Rp1. Dampaknya. Secara umum. seperti dikutip Kompas (24/9/2008). Pasalnya.

Ungkap Elvyn Gahadi Masassya. hanya beberapa bank dan nasabah saja yang terlibat. Dan. dengan nilai transaksi yang kecil dan memang untuk keperluan hedging dengan underlying yang jelas.5–4 miliar (sekitar Rp47 triliun) per Desember 2008 dari total transaksi derivatif perbankan sebesar US$60–70 miliar. pihak-pihak yang terlibat pun umumnya sudah paham betul mengenai produk-produk derivatif.Dan. transaksi derivatif perbankan tumbuh pesat (lihat tabel) dan sebagian di antaranya diperkirakan bersifat spekulasi. yang juga patut menjadi sorotan dari transaksi derivatif bersifat spekulatif adalah masa jatuh temponya yang diperkirakan akan tiba pada pertengahan tahun ini. “Nah. maka muncullah banyak sekali problem antara nasabah dan banknya seperti sekarang. padahal mereka sejatinya tidak paham dengan produk-produk derivatif. misalnya pergerakan kurs.” terangnya. jumlah transaksi derivatif perbankan yang bersifat spekulatif mencapai US$3. pada kenyataannya. tanpa underlying yang jelas. tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Selain besaran nilainya. Setidaknya sudah diketahui ada 15 bank yang menjual produk-produk derivatif bersifat spekulatif. direktur investasi PT Jamsostek. Pasalnya. banyak masyarakat yang kemudian tergiur. Risikonya Masih Membayang Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya. kegiatan transaksi derivatif perbankan di negeri ini sebenarnya baru mulai marak 4–5 tahun terakhir. Namun. termasuk yang spekulatif. Namun. belakangan produk-produknya tumbuh berkembang makin canggih (sophisticated). anjloknya laba perbankan ini diperkirakan ikut dipicu oleh kerugian transaksi derivatif perbankan. lanjut Budi. dengan lebih mengharapkan keuntungan dari tingkat kurs. Penerbitan produk derivatif bersifat spekulatif ini diketahui paling banyak dikeluarkan bank asing dan bank nasional milik asing. transaksi derivatif yang berunsur spekulasi ini telah membuat gejolak nilai tukar . kontrak tersebut sudah mengarah kepada spekulasi mata uang. Dalam waktu setahun. kontrak derivatif merupakan hal yang lumrah jika hanya diterapkan sebagai perlindungan nilai mata uang (hedging) untuk keperluan aktivitas usaha riil. Ditambah lagi dengan tindakan bagian pemasaran bank yang sangat gencar menawarkan dalam rangka mendapatkan keuntungan dari transaksi lewat nasabah. Celakanya. ketika apa yang diekspektasikan dari transaksi itu. Sebelumnya. Sebenarnya.

10/37/PBI/2008 tentang Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah. Penurunan ini disebabkan adanya penghentian kontrak derivatif sebelum jatuh tempo dan restrukturisasi kontrak. selama Januari 2009 lalu. Meskipun BI sudah melarang peredaran produk derivatif yang sifatnya spekulatif itu. seiring datangnya jatuh tempo produk-produk derivatif itu. Beruntung. Cadangan devisa Indonesia sepanjang 2008 terus merosot. Sebab. . kami otoritas moneter juga sangat terganggu dengan ini. Peraturan BI itu tidak berlaku surut. dan Juli. structured product yang masih menjadi persoalan di perbankan tinggal Rp27 triliun. Rizal sungguh mencemaskan efek permainan produk derivatif bank ini terhadap perekonomian Indonesia pada 2009." tandas Budi. sementara nilai total transaksi derivatif perbankan sebesar US$60–70 miliar. dari US$61 miliar pada Juli menjadi hanya US$52 miliar per Desember 2008. nilai transaksi valuta asing yang bersifat spekulatif sebesar US$3. "Bukan hanya masyarakat yang dirugikan. chairman ECONIT Advisory Group.5–4 miliar itu telah turun 40% atau sekitar Rp20 triliun. Bank Indonesia baru melarang transaksi derivatif yang bersifat spekulatif pada pertengahan Desember 2008 lalu melalui Peraturan Bank Indonesia No. tetapi BI tidak bisa menghentikan kontrak-kontrak derivatif yang sudah berjalan sebelum pelarangan diterapkan. Jadi. bukan tidak mungkin pemerintah akan kembali menginjeksikan likuiditas berskala besar sebagaimana terjadi pada BLBI tahun 1997/1998. karena ini memberikan tekanan ke rupiah. Apakah kemudian BI boleh menarik napas lega? Tidak juga.rupiah. Untuk menjaga gejolak nilai tukar lebih dalam. restrukturisasi. sesuai hasil pemantauan BI. BI menyerahkan penyelesaian kontrak derivatif kepada bank melalui penghentian kontrak. hal itu disebabkan total cadangan devisa Indonesia saat ini jauh lebih kecil dibanding nilai total transaksi derivatif. seperti dikutip Tempo Interaktif (30/1). Volatilitas nilai tukar rupiah ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga semester II-2009. yaitu pada Mei. Juni. Ia menyebut kinerja perbankan itu sendiri. “Jika terjadi blunder kebijakan. atau dialihkan ke pembiayaan atau kredit. Menurut catatan ekonom Rizal Ramli. bank sentral akan mengawal penyelesaian masalah produk derivatif itu.” ujar Rizal. kegiatan transaksi derivatif perbankan ini. sebagai salah satu hidden risk (risiko tersembunyi) di sektor perbankan yang dapat turut memicu memburuknya perekonomian Indonesia sepanjang 2009.

dia terlalu membesar-besarkan masalah. Dengan demikian. Begitu? Mari kita tunggu. Sifat wajib ini berbeda dengan option (kontrak opsi) karena pemegang hak opsi tidak wajib mengeksekusi isi kontrak. Menurut dia. ternyata sejak September 2008 nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp10.650. nasabah tersebut menderita kerugian karena harus menjual dolar AS dengan harga lebih rendah ketimbang harga pasar. “Mungkin yang tersisa tinggal pertengkaran atau negosiasi antara bank dan nasabahnya. Di sisi lain. atau sekitar US$4 miliar.100 dan diperkirakan selama masa kontrak paling tinggi nilai tukar hanya Rp9.” ujar seorang bankir senior yang menolak disebutkan namanya. Akan tetapi. Nasabah tersebut tergiur untuk menandatangani kontrak karena pada saat itu nilai tukar masih sekitar Rp9. Sebagai ilustrasi kontrak forward. Transaksi forward merupakan kontrak yang dibuat pada masa sekarang untuk dieksekusi pada masa depan. maka kedua belah pihak yang melakukan perjanjian wajib memenuhi isi kontrak tersebut. Salah satu produk bank yang menggunakan prinsip opsi adalah Dual Currency Deposit (DCD). Nasabah bank yang menempatkan dananya pada produk DCD biasanya memperoleh premi berupa tingkat bunga yang lebih tinggi dari tingkat bunga yang berlaku bagi mata uang acuan (base currency). Artinya. Pemegang kontrak opsi biasanya hanya mengeksekusi kontrak opsi jika kondisinya menguntungkan baginya. penulis opsi menerima premi opsi. saya menemukan satu kasus nyata yang dimuat di sebuah media massa. Itu karena banyak kontrak yang sudah dihentikan. Transaksi derivatif yang meningkat di kalangan perbankan sebagian besar merupakan transaksi forward. maka seharusnya si nasabah akan menikmati keuntungan nilai tukar. Lonjakan tagihan derivatif tersebut sempat memicu diskusi yang hangat di berbagai media karena diduga bisa menyebabkan penurunan kinerja keuangan perbankan nasional.575 per dolar AS. Oleh karena merupakan sebuah kontrak.650 per dolar AS. pada bulan November 2008 hampir semua bank lokal dan asing mencatatkan lonjakan tagihan derivatif. Judul asli tulisan ini adalah “Produk Derivatif: Ketika Risiko Derivatif Mulai Makan Banyak Korban”. berapa pun nilai tukar pada saat kontrak jatuh tempo. halaman 28-35. Total tagihan derivatif 17 bank besar mencapai lebih dari Rp43 triliun. “penulis” opsi (pihak yang menjual hak opsi) wajib memenuhi isi kontrak jika pemegang hak memutuskan untuk mengeksekusi kontrak tersebut. Tulisan ini dikutip dari majalah Warta Ekonomi edisi 04/XXI/2009. Seorang nasabah setuju untuk membuat sebuah kontrak penjualan dolar Amerika Serikat (AS) ke bank berjangka waktu satu tahun pada harga strike yang disepakati yaitu Rp9. huru-hara ini hanya akan berlangsung sampai akhir triwulan I-2009.” ujarnya. Sebagai imbalan menanggung risiko kerugian. Transaksi Derivatif Perbankan Berdasarkan laporan keuangan perbankan kepada Bank Indonesia (BI). si nasabah harus menjual dolar AS pada level Rp9. Sebagai contoh. seorang nasabah .000 per dolar AS. Jika prediksi itu benar.“Ah.

600 per dolar AS. Bagi perbankan nasional. ia dapat membuat kontrak forward beli dolar AS sehingga terdapat kepastian biaya impor bahan baku yang diperlukan. misalnya. Para nasabah yang ingin menjalin kontrak transaksi derivatif seharusnya memahami tujuan dari kontrak tersebut dan berbagai risiko yang mungkin terjadi. bank memperoleh keuntungan. nasabah bisa menerima bunga yang lebih tinggi. Produk ini biasanya dikeluarkan oleh investment bank dari luar negeri dan memang merupakan produk yang kompleks. Produk perbankan lainnya yang merupakan produk derivatif adalah produk yang termasuk kategori structured notes. dengan menulis opsi put. misalnya melebihi Rp9.900 per dolar AS. umumnya perbankan nasional hanya bisa berperan sebagai agen penjual. misalnya menjadi Rp9. bukan untuk memaksimumkan keuntungan atau spekulasi. maka tugas utama dari nasabah tersebut adalah menjadikan dirinya sebagai sophisticated investor dengan cara mempelajari berbagai aspek potensi imbal hasil dan potensi risiko yang dihadapinya. Selisih bunga 2% merupakan premi bagi nasabah karena menulis opsi putkepada bank. perlu diperhatikan pula kredibilitas counterparty yang dihadapi oleh nasabah karena jangan sampai terjadi wanprestasi atas kontrak tersebut. Sebaliknya. Alhasil. nasabah memiliki kewajiban membeli dolar AS jika pada saat jatuh tempo nilai tukar dolar AS menguat melebihi strike atau exercise price tertentu. dan kalaupun ditawarkan kepada nasabah. Nasabah tentu saja akan menagih pada bank nasional yang menjadi agen penjual. Imbal hasil investasi ini umumnya dikaitkan dengan tingkat indeks saham internasional atau harga komoditas tertentu. Jika pada saat jatuh tempo DCD ternyata nilai tukar dolar AS di pasar menguat melebihi strike price. Eksportir tentu memerlukan rupiah untuk menjalankan usahanya di Indonesia sehingga. maka secara teoretis bank dapat membeli dolar AS di pasar dan menjualnya kepada nasabah pada harga Rp9. misalnya menjadi Rp9.800 per dolar AS. sedangkan nasabah mengalami kerugian selisih kurs sebesar Rp200 per dolar AS. dan nasabah akan menerima kembali dananya dalam rupiah dengan tingkat bunga 12% per tahun.menempatkan DCD ketika nilai tukar yang berlaku adalah Rp10. Dengan rupiah sebagai mata uang acuan dan dolar AS sebagai mata uang alternatif. guna menghindari gejolak nilai tukar.000 per dolar AS dan tingkat bunga rupiah 10% per tahun. bagi eksportir yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS dan importir yang memerlukan bahan baku dari luar negeri. bagi importir yang memerlukan bahan baku dari luar negeri. Sebaliknya. bukan untuk memaksimumkan keuntungan (spekulasi). jika pada saat jatuh tempo ternyata nilai tukar berada di atas strike price.800 per dolar AS. Seharusnya tujuan utama dari transaksi tersebut adalah untuk meminimumkan risiko. Seandainya nasabah hendak berspekulasi menggunakan produk derivatif. sang eksportir bisa membuat kontrak forward jual dolar AS dengan bank. produk ini sangat bervariasi. Selain itu. maka bank sebagai pemegang hak opsi tidak akan mengeksekusi kontrak. Selain kompleks. masalah dapat timbul jika investment bank luar negeri yang menerbitkan mengalami kebangkrutan seperti yang dialami oleh Lehman Brothers pada September 2008 lalu. Namun. Transaksi derivatif seperti forward dan optionseharusnya digunakan untuk meminimumkan risiko (hedging). . Sebenarnya transaksi derivatif merupakan sarana untuk melakukan lindung nilai atau hedging. misalnya 12% per tahun. Transaksi forwardsesungguhnya sangat sesuai.

Sudah terlalu sering nasabah perbankan kita merasa “tertipu” dan menjadi jera karena tidak mendapat penjelasan serta pembelajaran yang semestinya dari orang yang memang betul-betul paham tentang produk yang ditawarkan. . ■ Oleh: Irwan Adi Ekaputra Penulis adalah pengamat keuangan.Meskipun secara finansial akan selalu aman karena adanya jaminan dari nasabah. perbankan nasional seharusnya tetap menerapkan prinsip KYC (Know Your Customer) dalam menawarkan produk derivatif. Sampaikan semua potensi keuntungan dan kerugian dari produk derivatif yang ditawarkan secaraprudent. Jangan sampai perbankan hanya mengejar pendapatan tanpa memperhatikanfinancial literacy dan kebutuhan nasabah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful