Pasar derivatif

Pasar derivatif adalah merupakan pasar keuangan bagi perdagangan derivatif.

Pasar derivatif ini dapat dibagi lagi menjadi 2 yaitubursa berjangka derivatif dan perdagangan derivatif di luar bursa (Overthe-counter). Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok. Derivatif digunakan oleh manajemen investasi/ manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap risiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying). Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif namun opsi / kontrak berjangka dan swap adalah yang umum dikenal.  Opsi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Opsi (keuangan) Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan di depan(strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola risiko turunnya nilai jual dari stok XXX yang dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun. Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi

indeks harga konsumen (CPI-Consumer Price [2] Index ). opsi dan swap. Jenis utama derivatif adalahkontrak berjangka (futures). saham atau obligasi.hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike  Swap Artikel utama untuk bagian ini adalah: Swap Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum [1]" Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan. Kegunaan utama dari derivatif ini adalah untuk mengalihkan risiko ataupun mengambil suatu risiko tergantung apakah posisinya sebagai hedger (pelaku lindung nilai) atau spekulator. petani dapat menjual kontrak berjangka atas hasil panenan kepada spekulator sebelum panen dilakukan. kontrak serah (forward). suku bunga. Sipetani mengetahui secara pasti nilai jual hasil panen yang akan . Contohnya. atau bahkan indeks kondisi cuaca ataupun derivatif lainnya). Kegunaan derivatif [sunting]Asuransi dan lindung nilai Salah satu kegunaan derivatif adalah sebagai suatu alat untuk mengalihkan risiko. Bermacam-macam rentang nilai antara aset acuan dan alternatif pembayaran menghasilkan beraneka kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasaran. Si petani melakukan lindung nilai atas risiko naik atau turunnya harga panenan dan si spekulator menerima pengalihan risiko ini dengan harapan imbalan yang besar. Derivatif dapat mengacu pada pada berbagai jenis aset seperti misalnya komoditi. nilai tukar mata uang atau indeks ( seperti indeks pasar saham. Tampilan dari aset termaksud dapat menetapkan harga ataupun saat pembayaran.

.[3] spekulator dapat bertransaksi dengan spekulator lainnya juga dengan orang yang membutuhkan lindung nilai (hedger). Beberapa produk seperti swap. misalnya opsi vanila[4] ) seringkali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC). jadi selain mengambil posisi di BES. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan. dan opsi eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan.diperolehnya kelak dan si spekulator akan memperoleh keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian.  Derivatif yang diperdagangkan di bursa atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. [sunting]Jenis kontrak derivatif Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar yaitu :  Derivatif yang ditransasikan diluar bursa atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan diluar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara para pihak). juga harus mengambil posisi di BEJ sehingga secara simultan mengambil posisi yang berlawanan antara di BEJ dan BES. Pada umumnya transaksi pasar pasar derivatif lebih didominasi oleh perdagangan spekulatif daripada perdagangan lindung nilai dalam artian yang sesungguhnya. kontrak serah nilai tukar. [sunting]Spekulasi dan arbitrasi Arbitrasi atau juga dikenal dengan istilah asing "arbitrage" ini bisa diartikan sebagai suatu tindakan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan antara satu aset acuan dan aset acuan lainnya misalnya dengan memanfaatkan perbedaan antara nilai Indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Jakarta ( spot market ) dan nilai ILQ-45 pada KBIE di Bursa Efek Surabaya( futures market ). Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali.

Jika seseorang mempunyai polis asuransi mobil. misalnya fluktuasi tingkat sukubunga. Pada asuransi. antara pihak yang menanggung resiko dengan yang mengalihkan resiko. tingkat sukubunga. cuaca. kerusakan. Sebagai contoh adalah perusahaan-perusahaan kecil yang bergerak dalam perdagangan komoditi biasanya terpapar resiko ketidak pastian harga jual barang dagangan mereka. Sekilas kontrak derivatif mirip dengan asuransi. swap. misalnya forward. Demikian juga objek dari pertanggungan itu. Pada asuransi. dsb. misalnya harga komoditi. katakanlah kerugian Rp. Dalam prakteknya ada berbagai macam jenis derivatif. sebagaimana pada contoh di atas. Jadi mereka lebih tahan menanggung resiko. Jika kerugian yang dimaksudkan benar-benar terjadi maka pihak perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang tertentu sesuai dengan kontrak. Kebutuhan adanya transaksi seperti ini dikarenakan adanya pihak-pihak yang lemah dalam menanggung resiko dan pihak-pihak yang lebih kuat. jika peristiwa yang disyaratkan terjadi maka dia berhak untuk mengeksekusi apa yang menjadi haknya. dapat disalah gunakan untuk kegiatan spekulasi. Di pihak lain si penanggung resiko mendapat imbalan atau kompensasi sejumlah uang jasa dari pihak tertanggung. kurs mata uang. sekalipun pihak tertanggung tidak megalami kerugian. Namun dalam hal derivatif objek pertanggungan adalah pada peristiwa tertentu yang bisa mendatangkan kerugian pada pihak tertentu. . opsi. Di sisi lain pihak tertanggung akan membayar premi asuransi kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung resiko.Yang dimaksud dengan derivatif adalah suatu kontrak pemindahan resiko. dan dengan demikian hal tersebut menetralisir resiko penurunan harga yang bisa membuat si lemah kolaps. Karena itu terbukalah suatu peluang usaha atau kerja sama yang saling menguntungkan. sakit atau cidera. pihak tertanggung akan mengalihkan suatu resiko tertentu kepada pihak penanggung. Dalam contoh di atas jenis derivatif tersebut adalah kontrak berjangka atau forward dan variabel yang mendasari adalah harga pasar komoditi. kematian. Yang membedakan adalah objek pertanggungannya. Karena itu derivatif selain digunakan untuk keperluan hedging. dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. dsb. kerugian sedemikian tidaklah terlalu menggoncangkan mereka. dimana pihak yang menanggung resiko (risk taker) mendapatkan uang jasa atau fee dari pihak yang mangalihkan resiko (tertanggung) sebagai kompensasi dari penanggungan tersebut. harga. Misalnya dengan suatu kontrak perjanjian bahwa si kuat akan membeli komoditi yang dijual si lemah pada suatu harga tertentu. pada derivatif yang penting adalah peristiwa yang menimbulkan kerugian. kurs mata uang asing. sekalipun dia megalami kecelakaan dengan mobilnya. Tetapi pada dasarnya semua itu adalah berupa kontrak pengalihan resiko dari satu pihak kepada pihak lain dengan suatu imbalan tertentu. Jika pada asuransi fokusnya adalah pada kerugian yang ditimbulkan. objek pertanggungan adalah terjadinya suatu kerugian yang menimpa kepada pihak tertentu karena suatu peristiwa tertentu. harga saham. Karena itu derivatif semula digunakan untuk tujuan hedging atau lindung nilai. inflasi. Sebaliknya pada derivatif. 100 juta dapat membuat mereka segera tutup usaha. jika mobil tersebut tidak rusak maka dia tidak berhak untuk menerima penggantian apapun. untuk menutup sebagian atau seluruh kerugian tersebut. atau apapun juga yang dalam kondisi tertentu menimbulkan suatu resiko bagi pihak tertentu. Si lemah-tertanggung mengalihkan resikonya kepada si kuat-penanggung. atau yang biasa disebut variabel yang mendasari (underlying variable) ada bermacam-macam. Jika harga menurun terlalu tajam maka hal ini bisa menjadi bencana bagi mereka. Bagi perusahaan kecil. misalnya kebakaran. Tidak demikian halnya dengan perusahaan yang memiliki aset sampai berpuluh bahkan beratus miliar. cuaca. future.

kompasiana. maka sangat mungkin lembaga tersebut terpapar resiko yang sangat besar. yang berarti imbalan yang besar bagi para eksekutifnya. Dan jika tebakannya benar dia akan meraup untung. Interaksi dapat berupa perkalian sederhana. saham. maka apa bedanya hal itu dengan judi togel atau lotere? Apalagi sekarang banyak jenis kontrak derivatif sudah dibakukan atau disekuritisasi. Penyelesaian instrument derivative dengan jumlah nosional tertentu ditentukan oleh interaksi antara jumlah nosional dengan variable pokoknya. Jika resiko tersebut terealisasi maka perusahaan akan merugi. buku tsb dapat diunduh dari sini :http://ekonomi. Untuk meraih bonus yang besar. Jika dia memprediksi bahwa harga komoditi tertentu akan naik tajam maka dia dapat mengadakan kontrak untuk mendapatkan hak membeli suatu komoditi pada harga tertentu pada saat tertentu di masa yang akan datang (disebut opsi). misalnya di BEI sekarang sudah ada derivatif opsi saham. TRANSAKSI DERIVATIF. atau berupa rumus dengan factor average atau konstanta yang lain. sekalipun dia tidak berbisnis dalam bidang yang riil. sebagaimana layaknya suatu aset finansial seperti saham dijual belikan di sana. dan atau satuan unit lainnya yang disebutkan dalam perjanjian. . dimana harga tersebut tentu saja lebih rendah daripada harga yang dia prediksi. Jika resiko tersebut tidak terjadi maka perusahaan akan meraih untung besar.Siapapun dapat mengadakan kontrak derivatif. sehingga ia dapat diperjual belikan di bursa efek. dan yang terkena kerugian paling besar adalah para nasabahnya yang menempatkan uangnya dalam lembaga tersebut. Cat: jumlah nosional merupakan suatu jumlah dalam unit valuta. Dikutip dari buku “SOSIALISASI EKONOMI”.com/2010/02/24/launching-buku-sosialisasi-ekonomi-gratis/ SUMBER TEORI LAIN MENGENAI TRANSAKSI DERIVATIF ADA DI : PAPI 2008 BAB VI. Dan dalam hal penanggung resiko adalah suatu lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat banyak. dan jika salah maka kerugian maksimalnya adalah fee yang harus dia bayar kepada pihak penanggung resiko. pengurus lembaga tersebut dapat saja mencoba meraih pendapatan fee sebesar-besarnya melalui bisnis penganggungan resiko-derivatif. Dan manakala derivatif sudah tidak digunakan untuk kegiatan ekonomi riil melainkan semata-mata digunakan untuk alat spekulasi seperti digambarkan dia atas.

yaitu risiko fluktuasi nilai tukar. di dalam kegiatan ekonomi dikenal adanya empat jenis risiko pasar. Seperti diketahui. Kasus perselisihan yang terjadi antara nasabah dan perbankan di penghujung tahun 2008 lalu. risiko fluktuasi suku bunga. Belum pernah terjadi sepanjang sejarah keuangan. yang selalu terjadi adalah nasabah akan berteriak ketika mereka rugi akibat transaksi derivatif. nasabah juga jangan pernah masuk transaksi derivatif kalau tidak memahami secara jelas risk-return-nya. dan risiko fluktuasi harga komoditas. Profil Derivatif . Soal bagaimana menghadapi potensi gejolak risiko pasar. kompetensi mereka memang seyogianya hanya di aspek produksi dan pemasaran. misalnya perbankan. Bagi industri yang bergerak di sektor nonkeuangan. Jika dirunut ke belakang. Selama ini. risiko fluktuasi harga saham. munculnya instrumen derivatif pada dasarnya akibat adanya kebutuhan untuk lindung nilai (hedging). seharusnya membangkitkan kesadaran baru bahwa selain perbankan mesti lebih tekun menjelaskan kepada nasabah soal transaksi derivatif. dapat diserahkan kepada pihak lain yang lebih berkompeten.KASUS Derivatif Masih Perlu Heboh isu derivatif biasanya dipicu oleh adanya kegagalan bayar oleh pihak yang menganggap dirinya ”tertipu” oleh pihak lain. pihak yang diuntungkan menyatakan secara terbuka bahwa mereka mendapat keuntungan dari permainan derivatif.

10/2/DPD tanggal 27 November 2008. OTC). 84. Sedangkan derivatif untuk saham dan komoditas tidak diperbolehkan dilakukan oleh bank. potensi menjadi transaksi spekulasi cukup menggiurkan. suku bunga. Dengan sifat OTC seperti ini. berarti media pertukaran yang dilakukan perbankan adalah melalui counter (over-the-counter. Bahkan dalam PBI No.8% dari total derivatif suku bunga. Dengan hanya melakukan transaksi derivatif suku bunga dan valuta asing. Adapun produk derivatif untuk valuta asing hanya sebesar 11. karena di dalam pasar saham dan komoditas. ditegaskan bahwa perbankan dilarang melakukan transaksi derivatif yang mengandung unsur spekulasi yang dapat menambah gejolak nilai tukar rupiah. Pembatasan ini disebabkan belum mapannya bursa saham dan komoditas di Indonesia yang ditandai oleh fluktuasi harga tanpa adanya alasan yang rasional (underlying reason). equity link 1. dan derivatif untuk komoditas 2. . juga untuk mencegah agar bank tidak masuk dalam transaksi yang berisiko tinggi. Dari jumlah tersebut. yang artinya tidak dilakukan di bursa. Dengan melihat porsi swap suku bunga yang mencapai 77.8% berupa transaksi swap suku bunga. maka peraturan yang mengikat kedua belah pihak yang bertransaksi adalah kontrak perjanjian antara mereka berdua dan pihak lain tidak mengetahui isi kontraknya. Produk terstruktur yang merupakan produk investasi ditempeli transaksi derivatif (seperti opsi) yang bersifat spekulatif dilarang dilakukan oleh perbankan. Oleh karena medianya OTC.87%. Mengingat kebutuhan lindung nilai merupakan kebutuhan inheren yang melekat di seluruh industri. Selain itu. Transaksi OTC rawan terjadi perselisihan.43% (lihat tabel). Prospek Derivatif Sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. karena OTC hanya didasarkan pada kesepakatan dua pihak dan tidak ada keterlibatan pihak lain.56%. di masa depan instrumen derivatiftampaknya akan terus dibutuhkan. 10/38/PBI/2008 tanggal 16 Desember 2008 ditegaskan lagi oleh Bank Indonesia bahwa perbankan hanya diperbolehkan melakukan transaksi derivatif khusus untuk valuta asing. atau gabungan keduanya. 77.14% derivatif berupa produk derivatif suku bunga.Jika dilihat dari jenis instrumennya. maka dapat disimpulkan bahwa peran derivatif sampai saat ini sebenarnya masih fokus untuk tujuan lindung nilai dan bukan untuk trading atau spekulasi.

setiap saat nasabah dapat melakukan eksekusi pembelian valas sesuai harga yang paling menguntungkan. Sebagai contoh. Oleh: Djoko Retnadi Penulis adalah Praktisi dan Pengamat Perbankan. . maka eksekusi untuk membeli atau tidak membeli tergantung pada execution style-nya. maka pihak bank-lah yang memiliki hak untuk dapat melakukan eksekusi setiap saat jika menggunakanAmerican Style. Meski demikian. sepanjang untuk kepentingan lindung nilai. kedua belah pihak harus sudah memahami segala risk-returnyang mungkin timbul di kemudian hari. tetapi juga risiko kreditnya ketika ada potensi nasabah gagal menyelesaikan kontraknya.Exit strategy harus disiapkan sejak awal. masih adanya pertanyaan nasabah mengapa bank dapat menghentikan secara sepihak sebuah transaksi derivatif dapat mengindikasikan belum pahamnya nasabah terhadap seluk-beluk dannature transaksi derivatif.maka. sehingga bank tidak perlu mencadangkan 100% kerugian ketika sebuah kontrak derivatif gagal dieksekusi oleh nasabah. kontrak hanya dapat dieksekusi pada waktu jatuh tempo (maturity). jika menggunakan American Style. Guna menghindari terjadinya perselisihan di kemudian hari. hendaknya juga mengantisipasi risiko transaksi derivatif bukan sekadar dari risiko pasarnya. Seluk-beluk transaksi opsi seperti itu harus sudah menjadi pengetahuan dasar bagi seluruh nasabah yang akan memasuki kontrak transaksiderivatif. setiap kali terjadi kontrak. ketika nasabah masuk dalam kontrak opsi untuk membeli valas. Sebaliknya. Pertanyaannya. maka prospek permintaan transaksi derivatif masih akan marak. ada satu hal penting yang perlu menjadi perhatian calon nasabah bank. karena ilmu derivatifdianggap sudah menjadi pengetahuan umum. Selain itu. Jika denganEuropean Style. nasabah yang bergerak di bidang nonkeuangan seyogianya memiliki tenaga treasury yang mumpuni untuk mengimbangi tawaran perbankan. Tidak mungkin seluruh knowledge tentang derivatif mesti dituangkan dalam perjanjian kontrak derivatif. Sementara itu. di pihak perbankan. Sebagai ilustrasi. jika posisi nasabah adalah sebagai penjual call option. apakah preseden kerugian derivatif yang diderita beberapa nasabah perbankan akan menyurutkan nasabah untuk membeli produk derivatif? Sesuai ketentuan Bank Indonesia.

yang turut hadir dalam pertemuan itu. Kami terancam bangkrut. Tak tahan dengan besarnya kerugian yang menimpa mereka. Jakarta itu. baik perusahaan maupun perorangan. Selasa (10/2) lalu. secara bersama-sama bertamu ke kantor yang terletak di gedung Summitmas.” tandas Amirudin. Perbankan sendiri juga rugi besar. total kerugian para eksportir ini mencapai US$15–20 miliar. halaman 12-13. mengungkapkan jumlah kerugian yang mereka alami akibat transaksi derivatif dengan perbankan sangat besar. Mereka datang dengan tujuan yang sama. yang kebanyakan merupakan eksportir. para pengusaha itu kemudian membuka kemungkinan menempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya. Sebab. hanya sampai akhir triwulan I saja? Kantor pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendadak ramai didatangi orang. Ditaksir. “Banyak pengusaha dari berbagai daerah menjadi korban. banyak nasabah bank. kerugian akan terus membengkak. permainan produk derivatif bersifat spekulatif ini menjadi risiko yang bakal meledak dan memperburuk perekonomian nasional 2009. mulai dari jutaan dolar AS hingga ratusan juta dolar AS.Tulisan ini dikutip dari majalah Warta Ekonomi edisi 07/XXI/2009. kalau kontraknya diteruskan. . Judul asli tulisan ini adalah “Derivatif Masih Perlu” Ketika Risiko Derivatif Mulai Makan Banyak Korban Bukannya untung. Mereka mengaku menjadi korban kegiatan transaksi derivatif bersifat spekulatif dengan perbankan yang membuat mereka rugi besar. namun apa yang terjadi? Gara-gara melakukan transaksi derivatif bersifat spekulatif dengan perbankan. yakni menemui Hotman Paris guna meminta advis sang pengacara mengenai persoalan transaksi derivatif yang tengah mereka hadapi. Banyak korban yang tergoda dengan transaksi derivatif yang bersifat spekulatif dengan harapan meraup untung. Sementara itu. Dikhawatirkan. Sudirman. Puluhan pengusaha. mereka tidak bisa membayar kerugian dari produk derivatif yang dibelinya. Atau. ketua umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia. justru buntung akibatnya. terutama CPO. yang sekarang ini merugi besar hingga ratusan juta dolar AS. Amirudin Saud. Jl.

Sebagai contoh. Artinya. Dalam kontrak forward ini. direktur utama PT Permata Hijau Sawit itu menilai peraturan tersebut hanya mengatur kegiatan transaksi derivatif yang akan dilakukan sesudah peraturan BI itu terbit dan tidak menyentuh transaksi-transaksi derivatif yang sudah terjadi sebelumnya seperti yang telah mereka alami. lembaga penelitian ekonomi ECONIT Advisory Group memperkirakan transaksi derivatif yang paling banyak dilakukan para nasabah bank. Robert.” terang Amirudin. Akan tetapi. berapa pun nilai tukar pada saat kontrak jatuh tempo. Namun. si nasabah harus menjual dolar AS pada level Rp9. terutama para eksportir. salah satu pengusaha di bidang perkebunan kelapa sawit yang juga turut menjadi korban. para pengusaha daerah itu sesungguhnya tidak tahu banyak tentang produk derivatif perbankan.Menurut Amirudin. Oleh karena merupakan sebuah kontrak. maka kedua belah pihak yang melakukan perjanjian wajib memenuhi isi kontrak tersebut. dan anjloknya harga komoditas. Dalam hasil risetnya. mereka lantas melakukan transaksi derivatif atau transaksi spekulasi mata uang dengan risiko tinggi. turunnya permintaan produk ekspor. seorang nasabah setuju untuk membuat sebuah kontrak penjualan dolar AS ke bank berjangka waktu satu tahun pada harga jual atau harga strike yang disepakati sebesar Rp9.100 dan perkiraan harga saat kontrak jatuh tempo paling tinggi hanya di level Rp9. para eksportir menjual mata uang dolar AS ke bank dalam jangka waktu satu tahun ke depan. diawali dengan terjadinya krisis ekonomi global. maka seharusnya nasabah tersebut akan menikmati keuntungan nilai tukar.650 per dolar AS. kami tidak bisa keluar. maka banyak . tetapi begitu kami sudah masuk.575 per dolar AS. menambahkan Bank Indonesia (BI) memang telah mengeluarkan peraturan baru pada Desember 2008 lalu yang telah melarang transaksi derivatif yang bersifat spekulatif. dengan perbankan adalah berupa foreign exchange forward contract. tetapi bagaimana dengan yang sudah terjadi?” keluh Robert. Transaksi forwardmerupakan kontrak yang dibuat pada masa sekarang untuk dieksekusi pada masa depan. seperti dikutip Bisnis Indonesia (11/2). Akan tetapi. Saat kontrak. karena terkena bujuk rayu dengan informasi yang menyesatkan dari petugas bank. “Pintu masuknya dibuka lebar dengan berbagai imingiming yang menggiurkan. Jika prediksi tersebut benar. “Peraturan BI itu hanya untuk yang akan datang.650. eksportir tersebut tergiur karena harga setiap dolar AS masih di kisaran Rp9. memberikan perumpamaan.

Abdulkadir. PT Elnusa Tbk. Taruhlah kurs rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp11. Namun. karena sudah terikat kontrak. Lantaran itu. pada pertengahan Januari lalu. serta empat eksekutif JP Morgan Chase Bank ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 4 Februari lalu.000 dan Rp9. Salah satu perusahaan besar yang sudah menempuh jalur hukum dalam menghadapi masalah transaksi derivatif ini adalah PT Kalbe Farma Tbk.A. belakangan Elnusa dan Bank Danamon sepakat menyelesaikan masalah transaksi derivatif berupa kontrak US$ Selling itu di luar pengadilan. yang mengalami opportunity lost. Perusahaan pelat merah ini sempat mencoba menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. N. terutama eksportir komoditas seperti CPO dan pertambangan. ia akan mendapatkan “keuntungan” yakni selisih antara Rp11. Kalbe menolak klaim itu karena Kalbe menganggap pihaknya belum pernah menyetujui dan menandatangani kontrak derivatif itu. Jakarta (Indonesia). Namun. kuasa hukum PT Elnusa Tbk. JP mengajukan klaim pembayaran kepada Kalbe senilai US$19. lumayan besar. Selain itu. Gugatan Kalbe ini merupakan tuntutan balik terhadap bank asing itu yang sebelumnya. sempat menjelaskan Elnusa terjebak melakukan . Kalau nilainya jutaan dolar AS. telah menggugat Kalbe di pengadilan Inggris karena Kalbe dianggap telah cedera janji atau melakukan pelanggaran atas dua perjanjian kontrak derivatif nilai tukar. atau Rp1. Sebelumnya. Dalam berkas gugatan baliknya. maka “hilanglah” keuntungan yang mestinya bisa didapat. Kalbe menuntut ganti rugi senilai US$120 juta kepada JP Morgan Chase Bank.575. JP Morgan Chase juga menuduh Kalbe tidak bersedia membayar biaya pemutusan kontrak derivatif itu lebih awal.nasabah eksportir. Nilai gugatan itu terdiri dari kerugian materiil US$20 juta karena tuduhan cedera janji yang dilaporkan JP Morgan Chase ke pengadilan Inggris telah membuat turunnya harga saham Kalbe di Bursa Efek Indonesia.425 per dolar AS. Adapun nilai gugatan US$100 juta merupakan kerugian immateriil karena tindakan JP Morgan Chase itu telah membuat seolah-olah citra Kalbe adalah perusahaan buruk yang telah cedera janji. dan Singapura. Namun. Dodi S.. jika eksportir tersebut menjual ke pasar. 6 Februari lalu. Kalbe telah mengajukan gugatan perdata kepada JP Morgan Chase Bank. Maka.18 juta. Melalui Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukumnya.000/US$. juga tengah menghadapi kasus transaksi derivatif dengan Bank Danamon. cabang London (Inggris).

Produk investasi yang dibeli Vincent sejatinya adalah produk derivatif yang termasuk kategori structured notes. produk ini sangat bervariasi dan kalaupun ditawarkan kepada nasabah bank. Vincent tiba-tiba ditelepon oleh petugasrelationship manager Citibank yang memberi tahu tentang kemungkinan hilangnya dana investasi yang telah ditanamkannya pada produk derivatif berkategori structured notesitu karena Lehman Brothers sebagai penjamin notes itu telah bangkrut. PT Aneka Tambang Tbk. Mereka tahunya bahwa paling . Bagi perbankan nasional. dan Tokyo Stock Exchange REIT Index. KOSPI 200 Index.transaksi US$ Selling Trade Redemption Forward (RTF) dan US$ Selling Cancellable Forward Transaction (CFT) dari salah satu bank swasta. Produk ini biasanya dikeluarkan oleh investment bank dari luar negeri dan memang merupakan produk yang kompleks. tentu saja Vincent kaget luar biasa. beberapa BUMN lainnya diketahui juga menyimpan potensi kerugian akibat melakukan kontrak transaksi derivatif ini. ada banyak orang di berbagai kota di Indonesia yang juga bernasib buruk seperti dirinya gara-gara membeli Lehman Brothers notes lewat Citibank itu.” ujar Irwan. tidak tahu produk yang sesungguhnya dibeli. Di antaranya.” ungkap Vincent. Akan tetapi. “Nasabah tentu saja akan menagih kepada bank nasional yang menjadi agen penjual. umumnya perbankan nasional hanya bisa berperan sebagai agen penjual. setahun lebih kemudian. “Saya shocked karena itu berarti saya hampir pasti kehilangan uang tabungan saya selama puluhan tahun yang saya pakai untuk membeli produk itu. Bak disambar petir di siang hari. Selain Elnusa. “Selain kompleks.” jelas Irwan Adi Ekaputra. tetapi lantas membelinya karena termakan bujuk rayuan petugas bank. tepatnya pada 16 September 2008. Pada 5 Juni 2007 lalu ia berinvestasi produk derivatif berlabel Lehman Brothers 4.000. “Umumnya mereka sama seperti saya. Menurut Vincent. di Standard Chartered Bank dan PT Danareksa di PT Bank Permata Tbk. masalah dapat timbul jika investment bank luar negeri yang menerbitkan mengalami kebangkrutan seperti yang dialami oleh Lehman Brothers pada September 2008 lalu. Imbal hasil investasi ini umumnya dikaitkan dengan tingkat indeks saham internasional atau harga komoditas tertentu. Potensi imbal hasil dari note ini dikaitkan dengan performa Hang Seng China Enterprise Index. seorang pengamat keuangan. Beda lagi dengan pengalaman pahit nasabah bank perorangan seperti Vincentius Lingga akibat menjalin kontrak derivatif dengan perbankan.75 years USD One Shot Auto-call Principal Protected Note Series 3 melalui Citibank senilai US$50.

bank juga mengikat kontrak transaksi derivatif dengan bank-bank lain. Dampaknya. Ketika dikonfirmasi Warta Ekonomi tentang masalah ini. Ditta Amahorseya. country business manager global consumer group Citibank. maka bank harus menomboki jumlah yang macet tersebut untuk melunasi kewajiban kepada bank mitranya. Otomatis. Pasalnya. pihak perbankan sendiri sesungguhnya juga mengalami kerugian yang tidak kecil. kalau tidak dipotong dana provisi sebesar itu. Laba bank milik Temasek Holdings Pte (Singapura) dan Deutsche Bank AG (Jerman) ini pada 2008 jeblok 29% dibanding tahun sebelumnya menjadi hanya Rp1. berjanji akan membantu para nasabah Citibank yang membeli produk Lehman Brothers itu. Demikian pula halnya dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. ternyata tidak. biasanya bank-bank asing yang lebih besar. Bank milik CIMB Group Malaysia ini terpaksa harus melakukan pencadangan sebesar Rp400 miliar untuk menutup potensi kerugian transaksi derivatif yang dilakukannya.3 triliun pada 2008. kalau sampai kontrak derivatif dengan nasabah macet. . laba bersih perbankan nasional selama 2008 merosot 13% dibanding tahun sebelumnya. Namun. seperti dikutip Kompas (24/9/2008). selama 2008.tidak dana pokoknya pasti akan kembali pada waktu jatuh tempo. menyatakan belum dapat memberikan tanggapan. Bahkan. laba Bank Danamon seharusnya mencapai Rp2. direktur. imbuhnya. justru berpindah menjadi beban bank. dalam melakukan transaksi derivatif. Eksposur risiko produk derivatif yang seharusnya menjadi beban nasabah. Secara umum.5 triliun. Kerugian Bank Jika dilihat dari sisi bank. Bank Danamon harus mengalokasikan dana pencadangan hingga Rp800 miliar untuk potensi kerugian transaksi derivatif yang dilakukannya. Sesuai dengan perannya sebagai intermediary. Gejala perbankan turut merugi besar akibat transaksi derivatif ini terlihat jelas dari laporan kinerja PT Bank Danamon Tbk.” tutur pria yang bekerja di harian The Jakarta Post ini. Shariq Mukhtar.country corporate affairs head Citi Indonesia. akibat nasabah tersebut tidak mampu menyelesaikan kontrak derivatif dengan banknya. Padahal. ada salah satu nasabah yang telah melaporkan kasusnya ke pihak polisi dan dirinya telah dipanggil polisi untuk menjadi saksi korban. laba Bank CIMB Niaga pada 2008 merosot 55% dibanding laba 2007 menjadi hanya Rp678 miliar.

hanya beberapa bank dan nasabah saja yang terlibat. transaksi derivatif yang berunsur spekulasi ini telah membuat gejolak nilai tukar . Namun. Sebenarnya. “Nah. transaksi derivatif perbankan tumbuh pesat (lihat tabel) dan sebagian di antaranya diperkirakan bersifat spekulasi. anjloknya laba perbankan ini diperkirakan ikut dipicu oleh kerugian transaksi derivatif perbankan.5–4 miliar (sekitar Rp47 triliun) per Desember 2008 dari total transaksi derivatif perbankan sebesar US$60–70 miliar. Sebelumnya. Namun. kontrak tersebut sudah mengarah kepada spekulasi mata uang. kegiatan transaksi derivatif perbankan di negeri ini sebenarnya baru mulai marak 4–5 tahun terakhir. lanjut Budi. dengan lebih mengharapkan keuntungan dari tingkat kurs. Dan. jumlah transaksi derivatif perbankan yang bersifat spekulatif mencapai US$3. padahal mereka sejatinya tidak paham dengan produk-produk derivatif. tanpa underlying yang jelas. Setidaknya sudah diketahui ada 15 bank yang menjual produk-produk derivatif bersifat spekulatif. belakangan produk-produknya tumbuh berkembang makin canggih (sophisticated). pihak-pihak yang terlibat pun umumnya sudah paham betul mengenai produk-produk derivatif. Dalam waktu setahun. pada kenyataannya. yang juga patut menjadi sorotan dari transaksi derivatif bersifat spekulatif adalah masa jatuh temponya yang diperkirakan akan tiba pada pertengahan tahun ini. Risikonya Masih Membayang Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya. Ungkap Elvyn Gahadi Masassya. Pasalnya.” terangnya. kontrak derivatif merupakan hal yang lumrah jika hanya diterapkan sebagai perlindungan nilai mata uang (hedging) untuk keperluan aktivitas usaha riil. dengan nilai transaksi yang kecil dan memang untuk keperluan hedging dengan underlying yang jelas. Ditambah lagi dengan tindakan bagian pemasaran bank yang sangat gencar menawarkan dalam rangka mendapatkan keuntungan dari transaksi lewat nasabah. direktur investasi PT Jamsostek. Celakanya. Penerbitan produk derivatif bersifat spekulatif ini diketahui paling banyak dikeluarkan bank asing dan bank nasional milik asing.Dan. maka muncullah banyak sekali problem antara nasabah dan banknya seperti sekarang. Selain besaran nilainya. misalnya pergerakan kurs. tidak sesuai dengan yang dibayangkan. banyak masyarakat yang kemudian tergiur. ketika apa yang diekspektasikan dari transaksi itu. termasuk yang spekulatif.

BI menyerahkan penyelesaian kontrak derivatif kepada bank melalui penghentian kontrak. Meskipun BI sudah melarang peredaran produk derivatif yang sifatnya spekulatif itu. Beruntung. seperti dikutip Tempo Interaktif (30/1). Jadi. Sebab. “Jika terjadi blunder kebijakan. dari US$61 miliar pada Juli menjadi hanya US$52 miliar per Desember 2008.rupiah. chairman ECONIT Advisory Group. bukan tidak mungkin pemerintah akan kembali menginjeksikan likuiditas berskala besar sebagaimana terjadi pada BLBI tahun 1997/1998. 10/37/PBI/2008 tentang Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah.” ujar Rizal." tandas Budi. bank sentral akan mengawal penyelesaian masalah produk derivatif itu. selama Januari 2009 lalu. Juni. atau dialihkan ke pembiayaan atau kredit. sesuai hasil pemantauan BI. Peraturan BI itu tidak berlaku surut. Rizal sungguh mencemaskan efek permainan produk derivatif bank ini terhadap perekonomian Indonesia pada 2009. structured product yang masih menjadi persoalan di perbankan tinggal Rp27 triliun. karena ini memberikan tekanan ke rupiah. seiring datangnya jatuh tempo produk-produk derivatif itu. Menurut catatan ekonom Rizal Ramli. sementara nilai total transaksi derivatif perbankan sebesar US$60–70 miliar.5–4 miliar itu telah turun 40% atau sekitar Rp20 triliun. . Untuk menjaga gejolak nilai tukar lebih dalam. hal itu disebabkan total cadangan devisa Indonesia saat ini jauh lebih kecil dibanding nilai total transaksi derivatif. nilai transaksi valuta asing yang bersifat spekulatif sebesar US$3. Cadangan devisa Indonesia sepanjang 2008 terus merosot. "Bukan hanya masyarakat yang dirugikan. Penurunan ini disebabkan adanya penghentian kontrak derivatif sebelum jatuh tempo dan restrukturisasi kontrak. Volatilitas nilai tukar rupiah ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga semester II-2009. sebagai salah satu hidden risk (risiko tersembunyi) di sektor perbankan yang dapat turut memicu memburuknya perekonomian Indonesia sepanjang 2009. Bank Indonesia baru melarang transaksi derivatif yang bersifat spekulatif pada pertengahan Desember 2008 lalu melalui Peraturan Bank Indonesia No. yaitu pada Mei. Apakah kemudian BI boleh menarik napas lega? Tidak juga. Ia menyebut kinerja perbankan itu sendiri. dan Juli. restrukturisasi. tetapi BI tidak bisa menghentikan kontrak-kontrak derivatif yang sudah berjalan sebelum pelarangan diterapkan. kami otoritas moneter juga sangat terganggu dengan ini. kegiatan transaksi derivatif perbankan ini.

Sebagai ilustrasi kontrak forward. Judul asli tulisan ini adalah “Produk Derivatif: Ketika Risiko Derivatif Mulai Makan Banyak Korban”. Lonjakan tagihan derivatif tersebut sempat memicu diskusi yang hangat di berbagai media karena diduga bisa menyebabkan penurunan kinerja keuangan perbankan nasional. Pemegang kontrak opsi biasanya hanya mengeksekusi kontrak opsi jika kondisinya menguntungkan baginya. saya menemukan satu kasus nyata yang dimuat di sebuah media massa.100 dan diperkirakan selama masa kontrak paling tinggi nilai tukar hanya Rp9. Begitu? Mari kita tunggu.“Ah. Akan tetapi. seorang nasabah . Artinya. Sifat wajib ini berbeda dengan option (kontrak opsi) karena pemegang hak opsi tidak wajib mengeksekusi isi kontrak. berapa pun nilai tukar pada saat kontrak jatuh tempo. Oleh karena merupakan sebuah kontrak. atau sekitar US$4 miliar. Seorang nasabah setuju untuk membuat sebuah kontrak penjualan dolar Amerika Serikat (AS) ke bank berjangka waktu satu tahun pada harga strike yang disepakati yaitu Rp9.000 per dolar AS. Sebagai imbalan menanggung risiko kerugian. Salah satu produk bank yang menggunakan prinsip opsi adalah Dual Currency Deposit (DCD).” ujarnya. maka kedua belah pihak yang melakukan perjanjian wajib memenuhi isi kontrak tersebut. Jika prediksi itu benar. Nasabah bank yang menempatkan dananya pada produk DCD biasanya memperoleh premi berupa tingkat bunga yang lebih tinggi dari tingkat bunga yang berlaku bagi mata uang acuan (base currency). Di sisi lain. penulis opsi menerima premi opsi.” ujar seorang bankir senior yang menolak disebutkan namanya. nasabah tersebut menderita kerugian karena harus menjual dolar AS dengan harga lebih rendah ketimbang harga pasar. Transaksi Derivatif Perbankan Berdasarkan laporan keuangan perbankan kepada Bank Indonesia (BI). Transaksi forward merupakan kontrak yang dibuat pada masa sekarang untuk dieksekusi pada masa depan. dia terlalu membesar-besarkan masalah. Dengan demikian. “Mungkin yang tersisa tinggal pertengkaran atau negosiasi antara bank dan nasabahnya. Total tagihan derivatif 17 bank besar mencapai lebih dari Rp43 triliun. “penulis” opsi (pihak yang menjual hak opsi) wajib memenuhi isi kontrak jika pemegang hak memutuskan untuk mengeksekusi kontrak tersebut. Tulisan ini dikutip dari majalah Warta Ekonomi edisi 04/XXI/2009. maka seharusnya si nasabah akan menikmati keuntungan nilai tukar.575 per dolar AS. Menurut dia. si nasabah harus menjual dolar AS pada level Rp9. Itu karena banyak kontrak yang sudah dihentikan. huru-hara ini hanya akan berlangsung sampai akhir triwulan I-2009.650. pada bulan November 2008 hampir semua bank lokal dan asing mencatatkan lonjakan tagihan derivatif. ternyata sejak September 2008 nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp10. Sebagai contoh.650 per dolar AS. Nasabah tersebut tergiur untuk menandatangani kontrak karena pada saat itu nilai tukar masih sekitar Rp9. halaman 28-35. Transaksi derivatif yang meningkat di kalangan perbankan sebagian besar merupakan transaksi forward.

sedangkan nasabah mengalami kerugian selisih kurs sebesar Rp200 per dolar AS. nasabah memiliki kewajiban membeli dolar AS jika pada saat jatuh tempo nilai tukar dolar AS menguat melebihi strike atau exercise price tertentu. Eksportir tentu memerlukan rupiah untuk menjalankan usahanya di Indonesia sehingga.800 per dolar AS. Seandainya nasabah hendak berspekulasi menggunakan produk derivatif. maka secara teoretis bank dapat membeli dolar AS di pasar dan menjualnya kepada nasabah pada harga Rp9. umumnya perbankan nasional hanya bisa berperan sebagai agen penjual. dan nasabah akan menerima kembali dananya dalam rupiah dengan tingkat bunga 12% per tahun. jika pada saat jatuh tempo ternyata nilai tukar berada di atas strike price. Transaksi forwardsesungguhnya sangat sesuai. Selain kompleks. Dengan rupiah sebagai mata uang acuan dan dolar AS sebagai mata uang alternatif. perlu diperhatikan pula kredibilitas counterparty yang dihadapi oleh nasabah karena jangan sampai terjadi wanprestasi atas kontrak tersebut. dan kalaupun ditawarkan kepada nasabah. misalnya melebihi Rp9. Transaksi derivatif seperti forward dan optionseharusnya digunakan untuk meminimumkan risiko (hedging). Imbal hasil investasi ini umumnya dikaitkan dengan tingkat indeks saham internasional atau harga komoditas tertentu. Nasabah tentu saja akan menagih pada bank nasional yang menjadi agen penjual. Alhasil. misalnya menjadi Rp9. produk ini sangat bervariasi. Seharusnya tujuan utama dari transaksi tersebut adalah untuk meminimumkan risiko. bank memperoleh keuntungan. .menempatkan DCD ketika nilai tukar yang berlaku adalah Rp10. misalnya. maka bank sebagai pemegang hak opsi tidak akan mengeksekusi kontrak. misalnya menjadi Rp9.000 per dolar AS dan tingkat bunga rupiah 10% per tahun. sang eksportir bisa membuat kontrak forward jual dolar AS dengan bank. bukan untuk memaksimumkan keuntungan (spekulasi). Namun. dengan menulis opsi put. masalah dapat timbul jika investment bank luar negeri yang menerbitkan mengalami kebangkrutan seperti yang dialami oleh Lehman Brothers pada September 2008 lalu. bukan untuk memaksimumkan keuntungan atau spekulasi. Jika pada saat jatuh tempo DCD ternyata nilai tukar dolar AS di pasar menguat melebihi strike price. Produk perbankan lainnya yang merupakan produk derivatif adalah produk yang termasuk kategori structured notes. Selisih bunga 2% merupakan premi bagi nasabah karena menulis opsi putkepada bank. misalnya 12% per tahun.800 per dolar AS. nasabah bisa menerima bunga yang lebih tinggi.900 per dolar AS.600 per dolar AS. Produk ini biasanya dikeluarkan oleh investment bank dari luar negeri dan memang merupakan produk yang kompleks. guna menghindari gejolak nilai tukar. Sebenarnya transaksi derivatif merupakan sarana untuk melakukan lindung nilai atau hedging. ia dapat membuat kontrak forward beli dolar AS sehingga terdapat kepastian biaya impor bahan baku yang diperlukan. Selain itu. Sebaliknya. bagi importir yang memerlukan bahan baku dari luar negeri. Bagi perbankan nasional. maka tugas utama dari nasabah tersebut adalah menjadikan dirinya sebagai sophisticated investor dengan cara mempelajari berbagai aspek potensi imbal hasil dan potensi risiko yang dihadapinya. Sebaliknya. Para nasabah yang ingin menjalin kontrak transaksi derivatif seharusnya memahami tujuan dari kontrak tersebut dan berbagai risiko yang mungkin terjadi. bagi eksportir yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS dan importir yang memerlukan bahan baku dari luar negeri.

Meskipun secara finansial akan selalu aman karena adanya jaminan dari nasabah. Sampaikan semua potensi keuntungan dan kerugian dari produk derivatif yang ditawarkan secaraprudent. Jangan sampai perbankan hanya mengejar pendapatan tanpa memperhatikanfinancial literacy dan kebutuhan nasabah. . Sudah terlalu sering nasabah perbankan kita merasa “tertipu” dan menjadi jera karena tidak mendapat penjelasan serta pembelajaran yang semestinya dari orang yang memang betul-betul paham tentang produk yang ditawarkan. perbankan nasional seharusnya tetap menerapkan prinsip KYC (Know Your Customer) dalam menawarkan produk derivatif. ■ Oleh: Irwan Adi Ekaputra Penulis adalah pengamat keuangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful