Pasar derivatif adalah merupakan pasar keuangan bagi perdagangan derivatif.

Pasar derivatif ini dapat dibagi lagi menjadi 2 yaitubursa berjangka derivatif dan perdagangan derivatif di luar bursa (Overthe-counter). Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok. Derivatif digunakan oleh manajemen investasi/ manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap risiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying). Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif namun opsi / kontrak berjangka dan swap adalah yang umum dikenal.  Opsi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Opsi (keuangan) Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan di depan(strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola risiko turunnya nilai jual dari stok XXX yang dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun. Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi

Derivatif dapat mengacu pada pada berbagai jenis aset seperti misalnya komoditi. Kegunaan utama dari derivatif ini adalah untuk mengalihkan risiko ataupun mengambil suatu risiko tergantung apakah posisinya sebagai hedger (pelaku lindung nilai) atau spekulator. Bermacam-macam rentang nilai antara aset acuan dan alternatif pembayaran menghasilkan beraneka kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasaran. opsi dan swap. Si petani melakukan lindung nilai atas risiko naik atau turunnya harga panenan dan si spekulator menerima pengalihan risiko ini dengan harapan imbalan yang besar. suku bunga. petani dapat menjual kontrak berjangka atas hasil panenan kepada spekulator sebelum panen dilakukan. indeks harga konsumen (CPI-Consumer Price [2] Index ). nilai tukar mata uang atau indeks ( seperti indeks pasar saham. atau bahkan indeks kondisi cuaca ataupun derivatif lainnya). Kegunaan derivatif [sunting]Asuransi dan lindung nilai Salah satu kegunaan derivatif adalah sebagai suatu alat untuk mengalihkan risiko. saham atau obligasi. kontrak serah (forward). Tampilan dari aset termaksud dapat menetapkan harga ataupun saat pembayaran. Contohnya.hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike  Swap Artikel utama untuk bagian ini adalah: Swap Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum [1]" Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan. Jenis utama derivatif adalahkontrak berjangka (futures). Sipetani mengetahui secara pasti nilai jual hasil panen yang akan .

dan opsi eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan.diperolehnya kelak dan si spekulator akan memperoleh keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian.[3] spekulator dapat bertransaksi dengan spekulator lainnya juga dengan orang yang membutuhkan lindung nilai (hedger). Pada umumnya transaksi pasar pasar derivatif lebih didominasi oleh perdagangan spekulatif daripada perdagangan lindung nilai dalam artian yang sesungguhnya.  Derivatif yang diperdagangkan di bursa atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. jadi selain mengambil posisi di BES. misalnya opsi vanila[4] ) seringkali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC). [sunting]Jenis kontrak derivatif Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar yaitu :  Derivatif yang ditransasikan diluar bursa atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan diluar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara para pihak). . juga harus mengambil posisi di BEJ sehingga secara simultan mengambil posisi yang berlawanan antara di BEJ dan BES. Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali. [sunting]Spekulasi dan arbitrasi Arbitrasi atau juga dikenal dengan istilah asing "arbitrage" ini bisa diartikan sebagai suatu tindakan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan antara satu aset acuan dan aset acuan lainnya misalnya dengan memanfaatkan perbedaan antara nilai Indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Jakarta ( spot market ) dan nilai ILQ-45 pada KBIE di Bursa Efek Surabaya( futures market ). kontrak serah nilai tukar. Beberapa produk seperti swap.

untuk menutup sebagian atau seluruh kerugian tersebut. Karena itu derivatif selain digunakan untuk keperluan hedging. Tetapi pada dasarnya semua itu adalah berupa kontrak pengalihan resiko dari satu pihak kepada pihak lain dengan suatu imbalan tertentu. sebagaimana pada contoh di atas. Jika kerugian yang dimaksudkan benar-benar terjadi maka pihak perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang tertentu sesuai dengan kontrak. misalnya forward. kurs mata uang asing. cuaca. misalnya fluktuasi tingkat sukubunga. sakit atau cidera. Karena itu derivatif semula digunakan untuk tujuan hedging atau lindung nilai. misalnya harga komoditi. Kebutuhan adanya transaksi seperti ini dikarenakan adanya pihak-pihak yang lemah dalam menanggung resiko dan pihak-pihak yang lebih kuat. dan dengan demikian hal tersebut menetralisir resiko penurunan harga yang bisa membuat si lemah kolaps. Tidak demikian halnya dengan perusahaan yang memiliki aset sampai berpuluh bahkan beratus miliar. 100 juta dapat membuat mereka segera tutup usaha. harga saham. Demikian juga objek dari pertanggungan itu. kurs mata uang. dapat disalah gunakan untuk kegiatan spekulasi. kerusakan. pada derivatif yang penting adalah peristiwa yang menimbulkan kerugian. dsb. swap. Misalnya dengan suatu kontrak perjanjian bahwa si kuat akan membeli komoditi yang dijual si lemah pada suatu harga tertentu. jika peristiwa yang disyaratkan terjadi maka dia berhak untuk mengeksekusi apa yang menjadi haknya. misalnya kebakaran. opsi. Jika harga menurun terlalu tajam maka hal ini bisa menjadi bencana bagi mereka.Yang dimaksud dengan derivatif adalah suatu kontrak pemindahan resiko. dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. pihak tertanggung akan mengalihkan suatu resiko tertentu kepada pihak penanggung. Sekilas kontrak derivatif mirip dengan asuransi. Dalam prakteknya ada berbagai macam jenis derivatif. objek pertanggungan adalah terjadinya suatu kerugian yang menimpa kepada pihak tertentu karena suatu peristiwa tertentu. Sebagai contoh adalah perusahaan-perusahaan kecil yang bergerak dalam perdagangan komoditi biasanya terpapar resiko ketidak pastian harga jual barang dagangan mereka. Bagi perusahaan kecil. kerugian sedemikian tidaklah terlalu menggoncangkan mereka. Yang membedakan adalah objek pertanggungannya. jika mobil tersebut tidak rusak maka dia tidak berhak untuk menerima penggantian apapun. antara pihak yang menanggung resiko dengan yang mengalihkan resiko. tingkat sukubunga. dsb. Jadi mereka lebih tahan menanggung resiko. Di sisi lain pihak tertanggung akan membayar premi asuransi kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung resiko. sekalipun pihak tertanggung tidak megalami kerugian. Pada asuransi. harga. Karena itu terbukalah suatu peluang usaha atau kerja sama yang saling menguntungkan. Dalam contoh di atas jenis derivatif tersebut adalah kontrak berjangka atau forward dan variabel yang mendasari adalah harga pasar komoditi. katakanlah kerugian Rp. Jika pada asuransi fokusnya adalah pada kerugian yang ditimbulkan. Sebaliknya pada derivatif. future. atau yang biasa disebut variabel yang mendasari (underlying variable) ada bermacam-macam. Di pihak lain si penanggung resiko mendapat imbalan atau kompensasi sejumlah uang jasa dari pihak tertanggung. . atau apapun juga yang dalam kondisi tertentu menimbulkan suatu resiko bagi pihak tertentu. Namun dalam hal derivatif objek pertanggungan adalah pada peristiwa tertentu yang bisa mendatangkan kerugian pada pihak tertentu. inflasi. Pada asuransi. cuaca. Jika seseorang mempunyai polis asuransi mobil. Si lemah-tertanggung mengalihkan resikonya kepada si kuat-penanggung. dimana pihak yang menanggung resiko (risk taker) mendapatkan uang jasa atau fee dari pihak yang mangalihkan resiko (tertanggung) sebagai kompensasi dari penanggungan tersebut. sekalipun dia megalami kecelakaan dengan mobilnya. kematian.

dan atau satuan unit lainnya yang disebutkan dalam perjanjian. atau berupa rumus dengan factor average atau konstanta yang lain. sehingga ia dapat diperjual belikan di bursa efek. yang berarti imbalan yang besar bagi para eksekutifnya.kompasiana. Dan jika tebakannya benar dia akan meraup untung. Jika resiko tersebut tidak terjadi maka perusahaan akan meraih untung besar. sebagaimana layaknya suatu aset finansial seperti saham dijual belikan di sana.Siapapun dapat mengadakan kontrak derivatif. dimana harga tersebut tentu saja lebih rendah daripada harga yang dia prediksi. Penyelesaian instrument derivative dengan jumlah nosional tertentu ditentukan oleh interaksi antara jumlah nosional dengan variable pokoknya. pengurus lembaga tersebut dapat saja mencoba meraih pendapatan fee sebesar-besarnya melalui bisnis penganggungan resiko-derivatif. Dikutip dari buku “SOSIALISASI EKONOMI”. maka apa bedanya hal itu dengan judi togel atau lotere? Apalagi sekarang banyak jenis kontrak derivatif sudah dibakukan atau disekuritisasi. Dan manakala derivatif sudah tidak digunakan untuk kegiatan ekonomi riil melainkan semata-mata digunakan untuk alat spekulasi seperti digambarkan dia atas. maka sangat mungkin lembaga tersebut terpapar resiko yang sangat besar. dan yang terkena kerugian paling besar adalah para nasabahnya yang menempatkan uangnya dalam lembaga tersebut. Interaksi dapat berupa perkalian sederhana. dan jika salah maka kerugian maksimalnya adalah fee yang harus dia bayar kepada pihak penanggung resiko. buku tsb dapat diunduh dari sini :http://ekonomi. saham. Cat: jumlah nosional merupakan suatu jumlah dalam unit valuta.com/2010/02/24/launching-buku-sosialisasi-ekonomi-gratis/ SUMBER TEORI LAIN MENGENAI TRANSAKSI DERIVATIF ADA DI : PAPI 2008 BAB VI. . misalnya di BEI sekarang sudah ada derivatif opsi saham. TRANSAKSI DERIVATIF. Jika dia memprediksi bahwa harga komoditi tertentu akan naik tajam maka dia dapat mengadakan kontrak untuk mendapatkan hak membeli suatu komoditi pada harga tertentu pada saat tertentu di masa yang akan datang (disebut opsi). Untuk meraih bonus yang besar. Jika resiko tersebut terealisasi maka perusahaan akan merugi. sekalipun dia tidak berbisnis dalam bidang yang riil. Dan dalam hal penanggung resiko adalah suatu lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat banyak.

Jika dirunut ke belakang. Soal bagaimana menghadapi potensi gejolak risiko pasar. seharusnya membangkitkan kesadaran baru bahwa selain perbankan mesti lebih tekun menjelaskan kepada nasabah soal transaksi derivatif. kompetensi mereka memang seyogianya hanya di aspek produksi dan pemasaran. yang selalu terjadi adalah nasabah akan berteriak ketika mereka rugi akibat transaksi derivatif. Belum pernah terjadi sepanjang sejarah keuangan. Kasus perselisihan yang terjadi antara nasabah dan perbankan di penghujung tahun 2008 lalu. pihak yang diuntungkan menyatakan secara terbuka bahwa mereka mendapat keuntungan dari permainan derivatif. Seperti diketahui. munculnya instrumen derivatif pada dasarnya akibat adanya kebutuhan untuk lindung nilai (hedging). dan risiko fluktuasi harga komoditas. yaitu risiko fluktuasi nilai tukar. Bagi industri yang bergerak di sektor nonkeuangan. risiko fluktuasi harga saham. dapat diserahkan kepada pihak lain yang lebih berkompeten. Selama ini. di dalam kegiatan ekonomi dikenal adanya empat jenis risiko pasar. risiko fluktuasi suku bunga. Profil Derivatif .KASUS Derivatif Masih Perlu Heboh isu derivatif biasanya dipicu oleh adanya kegagalan bayar oleh pihak yang menganggap dirinya ”tertipu” oleh pihak lain. nasabah juga jangan pernah masuk transaksi derivatif kalau tidak memahami secara jelas risk-return-nya. misalnya perbankan.

equity link 1. . maka dapat disimpulkan bahwa peran derivatif sampai saat ini sebenarnya masih fokus untuk tujuan lindung nilai dan bukan untuk trading atau spekulasi. juga untuk mencegah agar bank tidak masuk dalam transaksi yang berisiko tinggi. dan derivatif untuk komoditas 2.Jika dilihat dari jenis instrumennya. Pembatasan ini disebabkan belum mapannya bursa saham dan komoditas di Indonesia yang ditandai oleh fluktuasi harga tanpa adanya alasan yang rasional (underlying reason). 10/38/PBI/2008 tanggal 16 Desember 2008 ditegaskan lagi oleh Bank Indonesia bahwa perbankan hanya diperbolehkan melakukan transaksi derivatif khusus untuk valuta asing. di masa depan instrumen derivatiftampaknya akan terus dibutuhkan. maka peraturan yang mengikat kedua belah pihak yang bertransaksi adalah kontrak perjanjian antara mereka berdua dan pihak lain tidak mengetahui isi kontraknya. 10/2/DPD tanggal 27 November 2008. karena OTC hanya didasarkan pada kesepakatan dua pihak dan tidak ada keterlibatan pihak lain. atau gabungan keduanya. karena di dalam pasar saham dan komoditas. Adapun produk derivatif untuk valuta asing hanya sebesar 11. Oleh karena medianya OTC. Selain itu.14% derivatif berupa produk derivatif suku bunga. Mengingat kebutuhan lindung nilai merupakan kebutuhan inheren yang melekat di seluruh industri. OTC).87%. Dengan melihat porsi swap suku bunga yang mencapai 77. berarti media pertukaran yang dilakukan perbankan adalah melalui counter (over-the-counter.43% (lihat tabel). 77. ditegaskan bahwa perbankan dilarang melakukan transaksi derivatif yang mengandung unsur spekulasi yang dapat menambah gejolak nilai tukar rupiah.8% dari total derivatif suku bunga. Dengan sifat OTC seperti ini. Dengan hanya melakukan transaksi derivatif suku bunga dan valuta asing.8% berupa transaksi swap suku bunga. yang artinya tidak dilakukan di bursa. Produk terstruktur yang merupakan produk investasi ditempeli transaksi derivatif (seperti opsi) yang bersifat spekulatif dilarang dilakukan oleh perbankan. Prospek Derivatif Sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. suku bunga.56%. Dari jumlah tersebut. potensi menjadi transaksi spekulasi cukup menggiurkan. Transaksi OTC rawan terjadi perselisihan. Sedangkan derivatif untuk saham dan komoditas tidak diperbolehkan dilakukan oleh bank. 84. Bahkan dalam PBI No.

Jika denganEuropean Style. di pihak perbankan. jika posisi nasabah adalah sebagai penjual call option. Guna menghindari terjadinya perselisihan di kemudian hari. tetapi juga risiko kreditnya ketika ada potensi nasabah gagal menyelesaikan kontraknya. jika menggunakan American Style. kedua belah pihak harus sudah memahami segala risk-returnyang mungkin timbul di kemudian hari. setiap kali terjadi kontrak. maka pihak bank-lah yang memiliki hak untuk dapat melakukan eksekusi setiap saat jika menggunakanAmerican Style. . sehingga bank tidak perlu mencadangkan 100% kerugian ketika sebuah kontrak derivatif gagal dieksekusi oleh nasabah. Seluk-beluk transaksi opsi seperti itu harus sudah menjadi pengetahuan dasar bagi seluruh nasabah yang akan memasuki kontrak transaksiderivatif. karena ilmu derivatifdianggap sudah menjadi pengetahuan umum. Sementara itu. setiap saat nasabah dapat melakukan eksekusi pembelian valas sesuai harga yang paling menguntungkan. masih adanya pertanyaan nasabah mengapa bank dapat menghentikan secara sepihak sebuah transaksi derivatif dapat mengindikasikan belum pahamnya nasabah terhadap seluk-beluk dannature transaksi derivatif. hendaknya juga mengantisipasi risiko transaksi derivatif bukan sekadar dari risiko pasarnya. Sebagai contoh. ada satu hal penting yang perlu menjadi perhatian calon nasabah bank. Sebagai ilustrasi.maka. Oleh: Djoko Retnadi Penulis adalah Praktisi dan Pengamat Perbankan. Selain itu. Pertanyaannya. maka eksekusi untuk membeli atau tidak membeli tergantung pada execution style-nya. kontrak hanya dapat dieksekusi pada waktu jatuh tempo (maturity).Exit strategy harus disiapkan sejak awal. Tidak mungkin seluruh knowledge tentang derivatif mesti dituangkan dalam perjanjian kontrak derivatif. nasabah yang bergerak di bidang nonkeuangan seyogianya memiliki tenaga treasury yang mumpuni untuk mengimbangi tawaran perbankan. Sebaliknya. Meski demikian. sepanjang untuk kepentingan lindung nilai. ketika nasabah masuk dalam kontrak opsi untuk membeli valas. maka prospek permintaan transaksi derivatif masih akan marak. apakah preseden kerugian derivatif yang diderita beberapa nasabah perbankan akan menyurutkan nasabah untuk membeli produk derivatif? Sesuai ketentuan Bank Indonesia.

permainan produk derivatif bersifat spekulatif ini menjadi risiko yang bakal meledak dan memperburuk perekonomian nasional 2009. Judul asli tulisan ini adalah “Derivatif Masih Perlu” Ketika Risiko Derivatif Mulai Makan Banyak Korban Bukannya untung. yang sekarang ini merugi besar hingga ratusan juta dolar AS. Sementara itu.” tandas Amirudin.Tulisan ini dikutip dari majalah Warta Ekonomi edisi 07/XXI/2009. terutama CPO. total kerugian para eksportir ini mencapai US$15–20 miliar. yakni menemui Hotman Paris guna meminta advis sang pengacara mengenai persoalan transaksi derivatif yang tengah mereka hadapi. Dikhawatirkan. kalau kontraknya diteruskan. kerugian akan terus membengkak. “Banyak pengusaha dari berbagai daerah menjadi korban. Puluhan pengusaha. mulai dari jutaan dolar AS hingga ratusan juta dolar AS. secara bersama-sama bertamu ke kantor yang terletak di gedung Summitmas. Sudirman. hanya sampai akhir triwulan I saja? Kantor pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendadak ramai didatangi orang. banyak nasabah bank. ketua umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia. mengungkapkan jumlah kerugian yang mereka alami akibat transaksi derivatif dengan perbankan sangat besar. Amirudin Saud. Perbankan sendiri juga rugi besar. halaman 12-13. Jl. baik perusahaan maupun perorangan. namun apa yang terjadi? Gara-gara melakukan transaksi derivatif bersifat spekulatif dengan perbankan. Atau. Tak tahan dengan besarnya kerugian yang menimpa mereka. justru buntung akibatnya. Banyak korban yang tergoda dengan transaksi derivatif yang bersifat spekulatif dengan harapan meraup untung. Jakarta itu. . Ditaksir. mereka tidak bisa membayar kerugian dari produk derivatif yang dibelinya. Sebab. Kami terancam bangkrut. Mereka datang dengan tujuan yang sama. Selasa (10/2) lalu. yang turut hadir dalam pertemuan itu. yang kebanyakan merupakan eksportir. para pengusaha itu kemudian membuka kemungkinan menempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya. Mereka mengaku menjadi korban kegiatan transaksi derivatif bersifat spekulatif dengan perbankan yang membuat mereka rugi besar.

karena terkena bujuk rayu dengan informasi yang menyesatkan dari petugas bank. “Pintu masuknya dibuka lebar dengan berbagai imingiming yang menggiurkan. Akan tetapi. memberikan perumpamaan. berapa pun nilai tukar pada saat kontrak jatuh tempo. Oleh karena merupakan sebuah kontrak. Akan tetapi. tetapi begitu kami sudah masuk. maka seharusnya nasabah tersebut akan menikmati keuntungan nilai tukar. para eksportir menjual mata uang dolar AS ke bank dalam jangka waktu satu tahun ke depan. maka banyak . Jika prediksi tersebut benar. kami tidak bisa keluar. Artinya. Saat kontrak. dengan perbankan adalah berupa foreign exchange forward contract.650. eksportir tersebut tergiur karena harga setiap dolar AS masih di kisaran Rp9. mereka lantas melakukan transaksi derivatif atau transaksi spekulasi mata uang dengan risiko tinggi.575 per dolar AS. menambahkan Bank Indonesia (BI) memang telah mengeluarkan peraturan baru pada Desember 2008 lalu yang telah melarang transaksi derivatif yang bersifat spekulatif. maka kedua belah pihak yang melakukan perjanjian wajib memenuhi isi kontrak tersebut.100 dan perkiraan harga saat kontrak jatuh tempo paling tinggi hanya di level Rp9. dan anjloknya harga komoditas. diawali dengan terjadinya krisis ekonomi global. Transaksi forwardmerupakan kontrak yang dibuat pada masa sekarang untuk dieksekusi pada masa depan.” terang Amirudin. para pengusaha daerah itu sesungguhnya tidak tahu banyak tentang produk derivatif perbankan. turunnya permintaan produk ekspor. “Peraturan BI itu hanya untuk yang akan datang. tetapi bagaimana dengan yang sudah terjadi?” keluh Robert. Dalam kontrak forward ini. salah satu pengusaha di bidang perkebunan kelapa sawit yang juga turut menjadi korban. Dalam hasil risetnya. Sebagai contoh. seorang nasabah setuju untuk membuat sebuah kontrak penjualan dolar AS ke bank berjangka waktu satu tahun pada harga jual atau harga strike yang disepakati sebesar Rp9.Menurut Amirudin.650 per dolar AS. seperti dikutip Bisnis Indonesia (11/2). direktur utama PT Permata Hijau Sawit itu menilai peraturan tersebut hanya mengatur kegiatan transaksi derivatif yang akan dilakukan sesudah peraturan BI itu terbit dan tidak menyentuh transaksi-transaksi derivatif yang sudah terjadi sebelumnya seperti yang telah mereka alami. lembaga penelitian ekonomi ECONIT Advisory Group memperkirakan transaksi derivatif yang paling banyak dilakukan para nasabah bank. si nasabah harus menjual dolar AS pada level Rp9. terutama para eksportir. Namun. Robert.

425 per dolar AS. JP mengajukan klaim pembayaran kepada Kalbe senilai US$19.000 dan Rp9. yang mengalami opportunity lost. Kalau nilainya jutaan dolar AS. Lantaran itu. Nilai gugatan itu terdiri dari kerugian materiil US$20 juta karena tuduhan cedera janji yang dilaporkan JP Morgan Chase ke pengadilan Inggris telah membuat turunnya harga saham Kalbe di Bursa Efek Indonesia. Namun. Adapun nilai gugatan US$100 juta merupakan kerugian immateriil karena tindakan JP Morgan Chase itu telah membuat seolah-olah citra Kalbe adalah perusahaan buruk yang telah cedera janji. Gugatan Kalbe ini merupakan tuntutan balik terhadap bank asing itu yang sebelumnya. serta empat eksekutif JP Morgan Chase Bank ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.A.000/US$. Sebelumnya. Kalbe menolak klaim itu karena Kalbe menganggap pihaknya belum pernah menyetujui dan menandatangani kontrak derivatif itu. juga tengah menghadapi kasus transaksi derivatif dengan Bank Danamon. Maka. 6 Februari lalu. Dalam berkas gugatan baliknya. Salah satu perusahaan besar yang sudah menempuh jalur hukum dalam menghadapi masalah transaksi derivatif ini adalah PT Kalbe Farma Tbk. Abdulkadir. telah menggugat Kalbe di pengadilan Inggris karena Kalbe dianggap telah cedera janji atau melakukan pelanggaran atas dua perjanjian kontrak derivatif nilai tukar. sempat menjelaskan Elnusa terjebak melakukan . jika eksportir tersebut menjual ke pasar. belakangan Elnusa dan Bank Danamon sepakat menyelesaikan masalah transaksi derivatif berupa kontrak US$ Selling itu di luar pengadilan. cabang London (Inggris). lumayan besar. PT Elnusa Tbk. Kalbe telah mengajukan gugatan perdata kepada JP Morgan Chase Bank. Melalui Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukumnya. 4 Februari lalu. Taruhlah kurs rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp11. N.575. Namun. Kalbe menuntut ganti rugi senilai US$120 juta kepada JP Morgan Chase Bank.18 juta. Perusahaan pelat merah ini sempat mencoba menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.. Dodi S. pada pertengahan Januari lalu.nasabah eksportir. karena sudah terikat kontrak. kuasa hukum PT Elnusa Tbk. Namun. terutama eksportir komoditas seperti CPO dan pertambangan. JP Morgan Chase juga menuduh Kalbe tidak bersedia membayar biaya pemutusan kontrak derivatif itu lebih awal. dan Singapura. atau Rp1. Selain itu. ia akan mendapatkan “keuntungan” yakni selisih antara Rp11. Jakarta (Indonesia). maka “hilanglah” keuntungan yang mestinya bisa didapat.

masalah dapat timbul jika investment bank luar negeri yang menerbitkan mengalami kebangkrutan seperti yang dialami oleh Lehman Brothers pada September 2008 lalu. “Selain kompleks. “Nasabah tentu saja akan menagih kepada bank nasional yang menjadi agen penjual. PT Aneka Tambang Tbk. seorang pengamat keuangan. setahun lebih kemudian. di Standard Chartered Bank dan PT Danareksa di PT Bank Permata Tbk. beberapa BUMN lainnya diketahui juga menyimpan potensi kerugian akibat melakukan kontrak transaksi derivatif ini. produk ini sangat bervariasi dan kalaupun ditawarkan kepada nasabah bank. umumnya perbankan nasional hanya bisa berperan sebagai agen penjual.transaksi US$ Selling Trade Redemption Forward (RTF) dan US$ Selling Cancellable Forward Transaction (CFT) dari salah satu bank swasta. ada banyak orang di berbagai kota di Indonesia yang juga bernasib buruk seperti dirinya gara-gara membeli Lehman Brothers notes lewat Citibank itu. Vincent tiba-tiba ditelepon oleh petugasrelationship manager Citibank yang memberi tahu tentang kemungkinan hilangnya dana investasi yang telah ditanamkannya pada produk derivatif berkategori structured notesitu karena Lehman Brothers sebagai penjamin notes itu telah bangkrut. tepatnya pada 16 September 2008. Menurut Vincent. Akan tetapi. Imbal hasil investasi ini umumnya dikaitkan dengan tingkat indeks saham internasional atau harga komoditas tertentu. Potensi imbal hasil dari note ini dikaitkan dengan performa Hang Seng China Enterprise Index. Produk ini biasanya dikeluarkan oleh investment bank dari luar negeri dan memang merupakan produk yang kompleks. Bagi perbankan nasional.” ungkap Vincent. KOSPI 200 Index. Pada 5 Juni 2007 lalu ia berinvestasi produk derivatif berlabel Lehman Brothers 4.000.75 years USD One Shot Auto-call Principal Protected Note Series 3 melalui Citibank senilai US$50. tidak tahu produk yang sesungguhnya dibeli. Bak disambar petir di siang hari. Selain Elnusa.” jelas Irwan Adi Ekaputra. tetapi lantas membelinya karena termakan bujuk rayuan petugas bank. Di antaranya. “Umumnya mereka sama seperti saya. Produk investasi yang dibeli Vincent sejatinya adalah produk derivatif yang termasuk kategori structured notes. Mereka tahunya bahwa paling . tentu saja Vincent kaget luar biasa.” ujar Irwan. dan Tokyo Stock Exchange REIT Index. Beda lagi dengan pengalaman pahit nasabah bank perorangan seperti Vincentius Lingga akibat menjalin kontrak derivatif dengan perbankan. “Saya shocked karena itu berarti saya hampir pasti kehilangan uang tabungan saya selama puluhan tahun yang saya pakai untuk membeli produk itu.

akibat nasabah tersebut tidak mampu menyelesaikan kontrak derivatif dengan banknya. kalau tidak dipotong dana provisi sebesar itu. Eksposur risiko produk derivatif yang seharusnya menjadi beban nasabah. kalau sampai kontrak derivatif dengan nasabah macet. Ditta Amahorseya.3 triliun pada 2008.tidak dana pokoknya pasti akan kembali pada waktu jatuh tempo.5 triliun. Pasalnya. laba Bank Danamon seharusnya mencapai Rp2. Shariq Mukhtar. Laba bank milik Temasek Holdings Pte (Singapura) dan Deutsche Bank AG (Jerman) ini pada 2008 jeblok 29% dibanding tahun sebelumnya menjadi hanya Rp1. selama 2008. Gejala perbankan turut merugi besar akibat transaksi derivatif ini terlihat jelas dari laporan kinerja PT Bank Danamon Tbk. Secara umum. maka bank harus menomboki jumlah yang macet tersebut untuk melunasi kewajiban kepada bank mitranya. Bank milik CIMB Group Malaysia ini terpaksa harus melakukan pencadangan sebesar Rp400 miliar untuk menutup potensi kerugian transaksi derivatif yang dilakukannya. dalam melakukan transaksi derivatif. Bahkan. biasanya bank-bank asing yang lebih besar. bank juga mengikat kontrak transaksi derivatif dengan bank-bank lain. Ketika dikonfirmasi Warta Ekonomi tentang masalah ini. laba bersih perbankan nasional selama 2008 merosot 13% dibanding tahun sebelumnya. ada salah satu nasabah yang telah melaporkan kasusnya ke pihak polisi dan dirinya telah dipanggil polisi untuk menjadi saksi korban. Padahal. Kerugian Bank Jika dilihat dari sisi bank. Dampaknya.” tutur pria yang bekerja di harian The Jakarta Post ini. laba Bank CIMB Niaga pada 2008 merosot 55% dibanding laba 2007 menjadi hanya Rp678 miliar. Demikian pula halnya dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Otomatis. seperti dikutip Kompas (24/9/2008). Namun. country business manager global consumer group Citibank. pihak perbankan sendiri sesungguhnya juga mengalami kerugian yang tidak kecil. ternyata tidak. . menyatakan belum dapat memberikan tanggapan.country corporate affairs head Citi Indonesia. direktur. imbuhnya. Bank Danamon harus mengalokasikan dana pencadangan hingga Rp800 miliar untuk potensi kerugian transaksi derivatif yang dilakukannya. berjanji akan membantu para nasabah Citibank yang membeli produk Lehman Brothers itu. Sesuai dengan perannya sebagai intermediary. justru berpindah menjadi beban bank.

anjloknya laba perbankan ini diperkirakan ikut dipicu oleh kerugian transaksi derivatif perbankan. padahal mereka sejatinya tidak paham dengan produk-produk derivatif. Setidaknya sudah diketahui ada 15 bank yang menjual produk-produk derivatif bersifat spekulatif. Dalam waktu setahun. lanjut Budi.” terangnya. dengan lebih mengharapkan keuntungan dari tingkat kurs. direktur investasi PT Jamsostek. pihak-pihak yang terlibat pun umumnya sudah paham betul mengenai produk-produk derivatif. transaksi derivatif perbankan tumbuh pesat (lihat tabel) dan sebagian di antaranya diperkirakan bersifat spekulasi. banyak masyarakat yang kemudian tergiur. kegiatan transaksi derivatif perbankan di negeri ini sebenarnya baru mulai marak 4–5 tahun terakhir. Dan. ketika apa yang diekspektasikan dari transaksi itu. Ungkap Elvyn Gahadi Masassya. “Nah. jumlah transaksi derivatif perbankan yang bersifat spekulatif mencapai US$3. Namun. Ditambah lagi dengan tindakan bagian pemasaran bank yang sangat gencar menawarkan dalam rangka mendapatkan keuntungan dari transaksi lewat nasabah. pada kenyataannya. yang juga patut menjadi sorotan dari transaksi derivatif bersifat spekulatif adalah masa jatuh temponya yang diperkirakan akan tiba pada pertengahan tahun ini. Selain besaran nilainya. Sebelumnya.Dan. hanya beberapa bank dan nasabah saja yang terlibat. kontrak derivatif merupakan hal yang lumrah jika hanya diterapkan sebagai perlindungan nilai mata uang (hedging) untuk keperluan aktivitas usaha riil. termasuk yang spekulatif. Celakanya. Namun. belakangan produk-produknya tumbuh berkembang makin canggih (sophisticated).5–4 miliar (sekitar Rp47 triliun) per Desember 2008 dari total transaksi derivatif perbankan sebesar US$60–70 miliar. Penerbitan produk derivatif bersifat spekulatif ini diketahui paling banyak dikeluarkan bank asing dan bank nasional milik asing. Pasalnya. Risikonya Masih Membayang Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya. kontrak tersebut sudah mengarah kepada spekulasi mata uang. misalnya pergerakan kurs. Sebenarnya. tanpa underlying yang jelas. tidak sesuai dengan yang dibayangkan. maka muncullah banyak sekali problem antara nasabah dan banknya seperti sekarang. dengan nilai transaksi yang kecil dan memang untuk keperluan hedging dengan underlying yang jelas. transaksi derivatif yang berunsur spekulasi ini telah membuat gejolak nilai tukar .

Beruntung. "Bukan hanya masyarakat yang dirugikan. Peraturan BI itu tidak berlaku surut. Rizal sungguh mencemaskan efek permainan produk derivatif bank ini terhadap perekonomian Indonesia pada 2009. . Meskipun BI sudah melarang peredaran produk derivatif yang sifatnya spekulatif itu. Ia menyebut kinerja perbankan itu sendiri. Untuk menjaga gejolak nilai tukar lebih dalam. Volatilitas nilai tukar rupiah ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga semester II-2009. Menurut catatan ekonom Rizal Ramli. Cadangan devisa Indonesia sepanjang 2008 terus merosot. structured product yang masih menjadi persoalan di perbankan tinggal Rp27 triliun.” ujar Rizal.5–4 miliar itu telah turun 40% atau sekitar Rp20 triliun. dari US$61 miliar pada Juli menjadi hanya US$52 miliar per Desember 2008. tetapi BI tidak bisa menghentikan kontrak-kontrak derivatif yang sudah berjalan sebelum pelarangan diterapkan. “Jika terjadi blunder kebijakan. seperti dikutip Tempo Interaktif (30/1). Penurunan ini disebabkan adanya penghentian kontrak derivatif sebelum jatuh tempo dan restrukturisasi kontrak. kegiatan transaksi derivatif perbankan ini. Bank Indonesia baru melarang transaksi derivatif yang bersifat spekulatif pada pertengahan Desember 2008 lalu melalui Peraturan Bank Indonesia No. restrukturisasi. dan Juli. sebagai salah satu hidden risk (risiko tersembunyi) di sektor perbankan yang dapat turut memicu memburuknya perekonomian Indonesia sepanjang 2009. kami otoritas moneter juga sangat terganggu dengan ini. Sebab.rupiah. yaitu pada Mei. nilai transaksi valuta asing yang bersifat spekulatif sebesar US$3. sementara nilai total transaksi derivatif perbankan sebesar US$60–70 miliar. bank sentral akan mengawal penyelesaian masalah produk derivatif itu. 10/37/PBI/2008 tentang Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah. Apakah kemudian BI boleh menarik napas lega? Tidak juga. BI menyerahkan penyelesaian kontrak derivatif kepada bank melalui penghentian kontrak. selama Januari 2009 lalu." tandas Budi. seiring datangnya jatuh tempo produk-produk derivatif itu. chairman ECONIT Advisory Group. Juni. sesuai hasil pemantauan BI. karena ini memberikan tekanan ke rupiah. atau dialihkan ke pembiayaan atau kredit. bukan tidak mungkin pemerintah akan kembali menginjeksikan likuiditas berskala besar sebagaimana terjadi pada BLBI tahun 1997/1998. hal itu disebabkan total cadangan devisa Indonesia saat ini jauh lebih kecil dibanding nilai total transaksi derivatif. Jadi.

penulis opsi menerima premi opsi.650 per dolar AS. Tulisan ini dikutip dari majalah Warta Ekonomi edisi 04/XXI/2009. Transaksi derivatif yang meningkat di kalangan perbankan sebagian besar merupakan transaksi forward. Transaksi Derivatif Perbankan Berdasarkan laporan keuangan perbankan kepada Bank Indonesia (BI). Nasabah tersebut tergiur untuk menandatangani kontrak karena pada saat itu nilai tukar masih sekitar Rp9. ternyata sejak September 2008 nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp10.100 dan diperkirakan selama masa kontrak paling tinggi nilai tukar hanya Rp9. dia terlalu membesar-besarkan masalah. Lonjakan tagihan derivatif tersebut sempat memicu diskusi yang hangat di berbagai media karena diduga bisa menyebabkan penurunan kinerja keuangan perbankan nasional. Sifat wajib ini berbeda dengan option (kontrak opsi) karena pemegang hak opsi tidak wajib mengeksekusi isi kontrak. “Mungkin yang tersisa tinggal pertengkaran atau negosiasi antara bank dan nasabahnya. Dengan demikian. Judul asli tulisan ini adalah “Produk Derivatif: Ketika Risiko Derivatif Mulai Makan Banyak Korban”.000 per dolar AS. Seorang nasabah setuju untuk membuat sebuah kontrak penjualan dolar Amerika Serikat (AS) ke bank berjangka waktu satu tahun pada harga strike yang disepakati yaitu Rp9. Menurut dia.” ujar seorang bankir senior yang menolak disebutkan namanya. berapa pun nilai tukar pada saat kontrak jatuh tempo. Pemegang kontrak opsi biasanya hanya mengeksekusi kontrak opsi jika kondisinya menguntungkan baginya. Sebagai imbalan menanggung risiko kerugian. Artinya. Di sisi lain. Jika prediksi itu benar. Oleh karena merupakan sebuah kontrak. huru-hara ini hanya akan berlangsung sampai akhir triwulan I-2009.575 per dolar AS. nasabah tersebut menderita kerugian karena harus menjual dolar AS dengan harga lebih rendah ketimbang harga pasar. saya menemukan satu kasus nyata yang dimuat di sebuah media massa. “penulis” opsi (pihak yang menjual hak opsi) wajib memenuhi isi kontrak jika pemegang hak memutuskan untuk mengeksekusi kontrak tersebut. Akan tetapi.” ujarnya. Sebagai contoh.“Ah. Begitu? Mari kita tunggu. Nasabah bank yang menempatkan dananya pada produk DCD biasanya memperoleh premi berupa tingkat bunga yang lebih tinggi dari tingkat bunga yang berlaku bagi mata uang acuan (base currency). Transaksi forward merupakan kontrak yang dibuat pada masa sekarang untuk dieksekusi pada masa depan. pada bulan November 2008 hampir semua bank lokal dan asing mencatatkan lonjakan tagihan derivatif.650. maka kedua belah pihak yang melakukan perjanjian wajib memenuhi isi kontrak tersebut. halaman 28-35. Salah satu produk bank yang menggunakan prinsip opsi adalah Dual Currency Deposit (DCD). si nasabah harus menjual dolar AS pada level Rp9. atau sekitar US$4 miliar. maka seharusnya si nasabah akan menikmati keuntungan nilai tukar. Total tagihan derivatif 17 bank besar mencapai lebih dari Rp43 triliun. Sebagai ilustrasi kontrak forward. Itu karena banyak kontrak yang sudah dihentikan. seorang nasabah .

umumnya perbankan nasional hanya bisa berperan sebagai agen penjual. Nasabah tentu saja akan menagih pada bank nasional yang menjadi agen penjual. ia dapat membuat kontrak forward beli dolar AS sehingga terdapat kepastian biaya impor bahan baku yang diperlukan. Selain itu. Selain kompleks.800 per dolar AS. maka secara teoretis bank dapat membeli dolar AS di pasar dan menjualnya kepada nasabah pada harga Rp9. dan kalaupun ditawarkan kepada nasabah. misalnya melebihi Rp9. Selisih bunga 2% merupakan premi bagi nasabah karena menulis opsi putkepada bank. nasabah bisa menerima bunga yang lebih tinggi. Imbal hasil investasi ini umumnya dikaitkan dengan tingkat indeks saham internasional atau harga komoditas tertentu. Bagi perbankan nasional.900 per dolar AS. Transaksi derivatif seperti forward dan optionseharusnya digunakan untuk meminimumkan risiko (hedging). Transaksi forwardsesungguhnya sangat sesuai. nasabah memiliki kewajiban membeli dolar AS jika pada saat jatuh tempo nilai tukar dolar AS menguat melebihi strike atau exercise price tertentu.600 per dolar AS. bagi eksportir yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS dan importir yang memerlukan bahan baku dari luar negeri. Sebaliknya. Alhasil. Produk perbankan lainnya yang merupakan produk derivatif adalah produk yang termasuk kategori structured notes. Seharusnya tujuan utama dari transaksi tersebut adalah untuk meminimumkan risiko. sedangkan nasabah mengalami kerugian selisih kurs sebesar Rp200 per dolar AS. Jika pada saat jatuh tempo DCD ternyata nilai tukar dolar AS di pasar menguat melebihi strike price. Sebenarnya transaksi derivatif merupakan sarana untuk melakukan lindung nilai atau hedging.800 per dolar AS. sang eksportir bisa membuat kontrak forward jual dolar AS dengan bank. dengan menulis opsi put.menempatkan DCD ketika nilai tukar yang berlaku adalah Rp10. perlu diperhatikan pula kredibilitas counterparty yang dihadapi oleh nasabah karena jangan sampai terjadi wanprestasi atas kontrak tersebut. Dengan rupiah sebagai mata uang acuan dan dolar AS sebagai mata uang alternatif. misalnya 12% per tahun. bagi importir yang memerlukan bahan baku dari luar negeri. maka bank sebagai pemegang hak opsi tidak akan mengeksekusi kontrak. Eksportir tentu memerlukan rupiah untuk menjalankan usahanya di Indonesia sehingga. misalnya menjadi Rp9. produk ini sangat bervariasi. . maka tugas utama dari nasabah tersebut adalah menjadikan dirinya sebagai sophisticated investor dengan cara mempelajari berbagai aspek potensi imbal hasil dan potensi risiko yang dihadapinya. jika pada saat jatuh tempo ternyata nilai tukar berada di atas strike price. Sebaliknya. guna menghindari gejolak nilai tukar. dan nasabah akan menerima kembali dananya dalam rupiah dengan tingkat bunga 12% per tahun. misalnya menjadi Rp9. Para nasabah yang ingin menjalin kontrak transaksi derivatif seharusnya memahami tujuan dari kontrak tersebut dan berbagai risiko yang mungkin terjadi. Namun. masalah dapat timbul jika investment bank luar negeri yang menerbitkan mengalami kebangkrutan seperti yang dialami oleh Lehman Brothers pada September 2008 lalu. Produk ini biasanya dikeluarkan oleh investment bank dari luar negeri dan memang merupakan produk yang kompleks. Seandainya nasabah hendak berspekulasi menggunakan produk derivatif. bank memperoleh keuntungan. bukan untuk memaksimumkan keuntungan (spekulasi).000 per dolar AS dan tingkat bunga rupiah 10% per tahun. bukan untuk memaksimumkan keuntungan atau spekulasi. misalnya.

Jangan sampai perbankan hanya mengejar pendapatan tanpa memperhatikanfinancial literacy dan kebutuhan nasabah. . Sampaikan semua potensi keuntungan dan kerugian dari produk derivatif yang ditawarkan secaraprudent. perbankan nasional seharusnya tetap menerapkan prinsip KYC (Know Your Customer) dalam menawarkan produk derivatif. ■ Oleh: Irwan Adi Ekaputra Penulis adalah pengamat keuangan.Meskipun secara finansial akan selalu aman karena adanya jaminan dari nasabah. Sudah terlalu sering nasabah perbankan kita merasa “tertipu” dan menjadi jera karena tidak mendapat penjelasan serta pembelajaran yang semestinya dari orang yang memang betul-betul paham tentang produk yang ditawarkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful