P. 1
Tugas Dan Tanggung Jawab Komite Audit

Tugas Dan Tanggung Jawab Komite Audit

|Views: 2,012|Likes:
Published by rhazre

More info:

Published by: rhazre on Nov 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT : SOSIALISASI MANUAL KOMITE AUDIT (Oleh IKAI ) Dalam rangka mensosialisasikan

peran dan tanggung jawab Komite Audit dalam proses GCG kepada pihak pengguna yaitu perusahaan-perusahaan dan juga penyamaan pandangan mengenai peranan dan keberadaan Komite Audit kepada regulator serta asosiasi terkait, Ikatan Komite Audit Indonesia akan menyelenggarakan Forum Komite Audit 14 yang akan membahas TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT DALAM PROSES GCG : SOSIALISASI MANUAL KOMITE AUDIT. Secara umum, forum ini ditujukan sebagai upaya untuk mempercepat transformasi GCG di perusahaan-perusahaan melalui pembangunan pengawasan yang efektif. LATAR BELAKANG Komite Audit sebagai salah satu Komite yang membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi oversight memiliki peranan yang sangat penting. Keberadaannya diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, Dalam kerangka dasar Good Corporate Governance (GCG), implementasi prinsip-prinsip GCG tergantung atas 3 (tiga) pilar penting, yaitu internal control yang kuat, internal audit yang independen dan eksternal audit yang memberikan feedback terhadap efektifitas dari proses internal control yang ada di dalam perusahaan. Untuk menunjang keefektifan ketiga pilar tersebut, peran Komite Audit sebagai perpanjangan tangan Dewan Komisaris juga harus efektif dan dioptimalkan. Melihat kesadaran perusahaan-perusahaan akan pentingnya kualitas penerapan prinsip-prinsip GCG yang semakin meningkat, seharusnya kebutuhan akan Komite Audit juga semakin meningkat. Namun sayangnya, pemahaman akan fungsi, tugas dan tanggung jawab Komite Audit sampai saat ini terasa masih sangat bervariasi. Beragamnya pemahaman ini dapat memicu ketidakefektifan Komite Audit dalam menjalankan fungsinya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan tidak terwujudnya kualitas penerapan prinsip-prinsip GCG secara optimal. Kondisi ini mengakibatkan keberadaan Komite Audit menjadi tidak optimal dan mendorong perusahaan membentuk Komite Audit semata-mata karena harus memenuhi peraturan GCG semata. Membentuk Komite Audit yang efektif bukanlah hal yang mudah. Komite Audit yang efektif perlu didukung oleh anggota yang berkualitas, yang dapat memahami dengan benar fungsi, tugas dan tanggung jawabnya serta mampu untuk memberikan nilai tambah. Terkait dengan keberadaan dan keefektifan Komite Audit dalam proses GCG serta pemahamannya yang sangat bervariasi, berbagai pertanyaan seringkali muncul dan mempertanyakan bagaimana posisi Komite Audit yang seharusnya dalam mekanisme oversight perusahaan ? Bagaimana kualifikasi seorang anggota Komite Audit agar dapat berfungsi secara optimal ? Bagaimana mekanisme dan hubungan kerja antara Komite Audit dengan Internal Audit dan Eksternal Audit ? Apakah Komite Audit diperkenankan melakukan audit ? Pertanyaan mendasar yang juga menjadi pertanyaan banyak pihak adalah apakah regulator (baik BAPEPAM, Bank Indonesia maupun Kementerian BUMN) sudah memahami arti penting

Komisaris Perusahaan Publik atau BUMN atau Entitas lainnya (4). Anggota Indonesian Society of Commissioners (ISICOM) (3). Memahami tugas dan tanggung jawab Komite Audit berdasarkan praktek-praktek terbaik yang ada 3. forum ini ditujukan sebagai upaya untuk mempercepat transformasi GCG di perusahaan-perusahaan melalui pembangunan pengawasan yang efektif. sebagai organisasi yang mewadahi emiten-emiten. Pihak-pihak lain yang memiliki minat untuk mengetahui praktek Komite Audit. antara lain adalah : (1). Ikatan Komite Audit Indonesia akan menyelenggarakan Forum Komite Audit 14 yang akan membahas TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT DALAM PROSES GCG : SOSIALISASI MANUAL KOMITE AUDIT.Komite Audit dan telah mengakomodasikannya dengan memberikan ruang gerak yang cukup bagi Komite Audit dalam peraturan-peraturan yang dikeluarkannya ? Bagaimana peranan AEI. Mensosialisasikan dan menyamakan paradigma mengenai Komite Audit dan signifikansi keberadaannya 4. serta mengetahui rencana strategis regulator terkait dengan penerapan GCG melalui fungsi pengawasan yang dijalankan oleh Komite Audit 5. Komisaris dan Proses GCG . Menggali ekspektasi dari regulator mengenai harapan mereka terhadap Komite Audit dan peranannya. Menggali harapan dan pemahaman dari para emiten dan BUMN terhadap keberadaan Komite Audit dan bagaimana peranan mereka dalam mendorong Komite Audit agar keberadaannya menjadi lebih optimal serta mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan PESERTA FORUM Para peserta yang diharapkan hadir dan berpartisipasi dalam acara ini. TUJUAN FORUM 1. dalam mengadvokasi emiten-emiten mengenai implementasi GCG melalui Komite Audit. Ketua dan Anggota Komite Audit Perusahaan Publik atau BUMN atau Entitas Lainnya (5). 2. Anggota Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI) (2). Dalam rangka mensosialisasikan peran dan tanggung jawab Komite Audit dalam proses GCG kepada pihak pengguna yaitu perusahaan-perusahaan dan juga penyamaan pandangan mengenai peranan dan keberadaan Komite Audit kepada regulator serta asosiasi terkait. Berbagai kondisi dan pertanyaan yang muncul inilah yang kemudian melatarbelakangi keinginan IKAI untuk menyusun sebuah Manual yang diharapkan dapat menjadi panduan dan pedoman praktis bagi para anggota Komite Audit agar dapat menjalankan fungsi oversightnya dengan efektif. Secara umum. Mensosialisasikan Manual Komite Audit yang diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai dasar bagi para anggota IKAI maupun Komite Audit lainnya dalam menjalankan aktifitasnya sebagai anggota Komite Audit di perusahaan-perusahaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->