BATAS-BATAS PENJELAJAHAN ILMU

Ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Fungsi ilmu yakni sebagai alat pembantu manusia dalam menanggulangi masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Ilmu diharapkan membantu kita memerangi penyakit, membangun jembatan, irigasi, membangkitkan tenaga listrik, mendidik anak, memeratakan pendapatan nasional dan sebagainya. Persoalan mengenai hari kemudian tidak akan kita tanyakan kepada ilmu, melainkan kepada agama, sebab agamalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah seperti itu. Ilmu-ilmu murni kemudian berkembang menjadi ilmu-ilmu terapan, seperti contoh dibawah ini : ILMU MURNI Mekanika Hidrodinamika ILMU TERAPAN Mekanika Teknik Teknik Aeronautikal / Teknik & Desain Kapal Bunyi Cahaya & Optik Kelistrikan / Magnestisme Fisika Nuklir Teknik Akustik Teknik Iluminasi Teknik Elektronik / Teknik Kelistrikan Teknik Nuklir

Cabang utama ilmu-ilmu sosial yakni antropologi (mempelajari manusia dalam perspektif waktu dan tempat), psikologi (mempelajari proses mental dan kelakuan manusia), ekonomi (mempelajari manusia dalam memenuhi

kebutuhannya lewat proses pertukaran), sosiologi (mempelajari struktur organisasi sosial manusia) dan ilmu politik (mempelajari sistem dan proses dalam kehidupan manusia berpemerintahan dan bernegara). Cabang utama ilmu-ilniu sosial yang lainnya mempunyai cabang-cabang lagi seperti antropologi terpecah menjadi lima yakni, arkeologi, antropologi fisik, linguistik, etnologi dan antropologi sosial/kultural, semua itu kita golongkan ke dalam ilmu murni.

Banyak sekali konsep ilmu-ilmu sosil ³murni´ dapat diterapkan langsung kepada kehidupan praktis. ekonomi umpamanya. yang tidak membedakan antara berbagai jenis pengetahuan. melainkan cara berpikir deduktif. merupakan ilmu yang beruntung (Fortunate) karena dapat diterapkan langsung kepada kebijaksanaan umum (public policy). filsafat. geometri analitik. Pokoknya segala apa yang kita ketahui adalah pengetahuan. topologi. Matematika bukan merupakan ilmu. geometri. agama. teori fungsi. geometri non-Euclid. teori bilangan. bahasa dan sejarah.Ilmu murni merupakan kumpulan teori-teori ilmiah yang bersifat dasar dan teoritis yang belum dikaitkan dengan masalah kehidupan yang bersifat praktis. Ilmu terapan merupakan aplikasi ilmu murni kepada masalah-masalah kehidupan yang mempunyai manfaat praktis. aljabar. Matematika merupakan sarana yang penting dalam kegiatan berbagai disiplin keilmuan. Mulailah terdapat pembedaan yang jelas antara pengetahuan. Di samping ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial. trigonometri. yang mengakibatkan timbulnya spesialisasi pekerjaan dan konsekuensinya mengubah struktur kemasyarakatan. mungkin dapat dianggap sebagai metode yang bersifat universal pada waktu itu. meminjam perkataan Paul Samuelson. Humaniora terdiri dari seni. Dengan berkembangnya abad penalaran maka konsep dasar berubah dari kesamaan kepada pembedaan. kalkulus. pengetahuan mencakup juga humaniora dan matematika. persamaan diferensial. Metode ³ngelmu´ yang akhir-akhir ini mulai pop lagi. mencakup antara lain. Jarum Sejarah Pengetahuan Sebelum Charles Darwin menyusun teori evolusinya kita menganggap semua makhluk adalah serupa yang diciptakan dalam bentuk yang sama. Wajar saja kalau dalam kurun waktu itu tidak terdapat perbedaan antara berbagai pengetahuan. Salah satu cabang itu yang berkembang menurut jalannya sendiri adalah ilmu yang berbeda dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya terutama dalam segi . logika dan logika matematika. probabilitas dan statistika.

Secara metafisik ilmu mulai dipisahkan dengan moral. namun dengan tidak mengaburkan otonomi masing-masing disiplin keilmuan yang telah berkembang berdasarkan route-nya masing-masing. Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi). Secara Ontologis ilmu membatasi diri pada kajian obyek yang berada dalam lingkup pengalaman manusia. demikian juga ilmu dapat dibedakan dari apa yang ditelaahnya serta untuk apa ilmu itu dipergunakan. Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan tujuan untuk menjawab permasalahan kehidupan yang sehari-hari dihadapi manusia. melainkan dengan menciptakan paradigma baru.metodenya. Cara menyusun pengetahuan dalam kajian filsafati disebut epistemologi. dan landasan epistemologi ilmu disebut metode ilmiah. Metode keilmuan adalah jelas sangat berbeda dengan ngelmu yang merupakan paradigma dari abad pertengahan. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui manusia disamping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Berdasarkan obyek yang ditelaah mulai dibedakan ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial. Pengetahuan Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu. dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental. bagaimana (epistemologi). Dari cabang ilmu yang satu sekarang ini diperkirakan berkembnag lebih dari 650 ranting disiplin keilmuan. Pemecahan tersebut . Pendekatan inter-disipliner memang merupakan keharusan. dan bahasa. statistika. Paradigma ini adalah bukan ilmu melainkan sarana berfikir ilmiah seperti logika. sedangkan agama memasuki daerah penjelajahan yang bersifat trasendental yang berada di luar pengalaman kita. Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan. matematika. Perbedaan yang makin terperinci ini menimbulkan keahlian yang makin spesifik pula. termasuk ke dalamnya adalah ilmu.

pada dasarnya adalah dengan meramalkan dan mengontrol gejala alam. seperti munculnya dewa-dewa yang pemarah. maka kita harus menguasai pengetahuan yang menjelaskan peristiwa itu. mencoba mengungkapkan obyek penelaahan itu sehingga menjadi bermakna bagi pencipta dan mereka yang meresapinya. maka seni (paling tidak seni sastra). Somerset Maugham menyimpulkan bahwa manusia memuliakan dirinya justru lewat pengalaman (penderitaan) orang lain. atau mudah jatuh cinta disamping berkeampuhan yang luar biasa. pendendam. dengan harapan bahwa pencipta dan obyek yang diungkapkan mampu berkomunikasi dengan manusia yang memungkinkan dia menangkap pesan yang dibawa karya seni itu. Seni menurut Moehtar Lubis. maka berkembanglah tokoh-tokoh supra natural. Seni. Lalu berkembanglah pengetahuan yang berakar pada pengalaman berdasarkan akal sehat (Common sense) yang didukung oleh metode mencoba-coba (trial-and error). dengan memusatkan perhatiannya pada ³pengalaman hidup manusia perseorangan´. Karya seni ditujukan untuk manusia. Ilmu mencoba mencarikan penjelasan mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal. pada sisi lain pengetahuan mencoba mendeskripsikan sebuah gejala dengan sepenuh-penuhnya makna. merupakan produk dari daya inspirasi dan daya cipta manusia yang bebas dari cengkraman dan belenggu berbagai ikatan. Kalau ilmu mencoba mengembangkan sebuah model yang sederhana mengenai dunia empiris dengan mengabstraksikan realitas menjadi beberapa variabel yang terikat dalam sebuah hubungan yang rasional. Sesuai dengan pengetahuan mereka mengontrol timbulnya gejala alam yang berupa malapetaka adalah identik dengan mengarahkan kelakuan para dewa yang bersangkutan. Sebaliknya seni tetap bersifat individual dan personal. Untuk bisa meramalkan dan mengontrol sesuatu. Dengan mempelajari alam mereka mengembangkan pengetahuan yang mempunyai kegunaan praktis. Perkembangan ini menyebabkan tumbuhnya pengetahuan yang disebut seni terapan (applied arts) yang mempunyai kegunaan langsung dalam kehidupan . Gejala alam merupakan pencerminan dari kepribadian dan kelakuan manusia dan karena pada waktu itu gejala alam sukar diramalkan.

Seni terpakai ini pada hakikatnya mempunyai dua ciri yakni pertama. kedua ruang lingkup terbatas. Sedangkan karakteristik akal sehat diberikan oleh Titus sebagai berikut: (1) karena landasannya yang berakar pada adat dan tradisi maka akal sehat cenderung untuk bersifat kebiasaan dan pengulangan. Pada peradaban tertentu perkembangan seni terapan ini bersifat kuantitatif artinya perkembangannya ditandai dengan terkumpulnya lebih banyak lagi pengetahuan-pengetahuan yang sejenis. (2) karena landasannya yang berakar kurang kuat maka akal sehat cenderung untuk bersifat kabur dan samar-samar.badani sehari-hari disamping ³seni halus´ (fine arts) yang bertujuan untuk memperkaya spiritual. Dalam kaitan ini berkembanglah metode eksperimen yang merupakan jembatan antara penjelasan teoritis yang hidup di alam rasional dengan pembuktian yang dilakukan secara empiris. pada satu pihak sebagai metafisika sedangkan pada pihak lain sebagai akal sehat yang terdidik (Educated common sense). bersifat deskriptif dan fenomenologis dan. Akal sehat dan cara coba-coba mempunyai peranan penting dalam usaha manusia untuk menemukan penjelasan mengenai berbagai gejala alam. sebab tujuan analisisnya bersifat praktis. Randall dan Buchler mendefinisikan akal sehat sebagai pengetahuan yang diperoleh lewat pengalaman yang tidak disengaja yang bersifat sporadis dan kebetulan. Ilmu mempunyai dua peranan (Bentrand Russell). Sifat deskriptif ini mencerminkan proses pengkajian yang menitikberatkan kepada penyelidikan gejala-gejala yang bersifat empiris tanpa kecenderungan untuk pengembangan postulat yang bersifat teoritis atmistis. Sedangkan pada peradaban lain pengembangannya bersifat kualitatif artinya dikembangkan konsep-konsep baru yang bersifat mendasar dan teoritis. Secara konseptual metode eksperimen . (3) karena kesimpulan yang ditarik berdasarkan asumsi yang tidak dikaji lebih lanjut maka akal sehat lebih merupakan pengetahuan yang tidak teruji. Sifat terbatas dari seni terapan juga tidak menunjang berkembangnya teori-teori yang bersifat umum seperti teori gravitasi Newton dan teori medan elektromagnetik Maxwell.

Dengan berkembangnya metode ilmiah dan diterimanya metode ini sebagai paradigma oleh masyarakat keilmuan maka sejarah kemanusiaan menyaksikan perkembangan pengetahuan yang sangat pesat. kelistrikan magnetisme. panas. Kalau pada fase permulaan hanya terdapat ilmu -ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial maka sekarang ini terdapat lebih dari 650 cabang keilmuan yang kebanyakan belum dikenal oleh orang . fisika nuklir. Pengembangan metode eksperimen mempunyai pengaruh penting terhadap cara berfikir manusia sebab dengan demikian maka dapat diuji berbagai penjelasan teoritis apakah sesuai dengan kenyataan empiris atau tidak. hidrodinamika.orang awam. Dengan demikian maka berkembanglah metode ilmiah yang menggabungkan cara berfikir deduktif dan induktif. Tiap tiap cabang kemudian membuat ranting . dan kimia fisik. kimia (mempelajari substansi zat).dikembangkan oleh sarjana muslim dan secara sosiologis dimasyarakatkan oleh Francois Bacon. Sampai tahap ini maka kelompok ilmu ini termasuk ke dalam ilmu .benda langit) dan ilmu bumi (atau the earth science yang mempelajari bumi kita ini). bunyi. .ranting baru seperti fisika berkembang menjadi mekanika.cabang Ilmu Ilmu.ilmu alam membagi menjadi dua kelompok lagi yaitu ilmu alam (the phisycal science) dan ilmu hayat (the biological science).ilmu murni. cahaya. Ilmu alam bertujuan untuk mempelajari zat yang membentuk alam semesta sedangkan alam kemudian bercabang lagi menjadi fisika (mempelajari masa dan energi). . astronomi (mempelajari benda. Cabang.

. linguistik.Ilmu. etnologi. Kelebihan dan kekurangan ilmu Dibandingkan dengan pengetahuan lain maka ilmu berkembang dengan sangat cepat. jurnal.ilmu sosial ini kemudian mempunyai cabang cabang lagi.cabang ilmu-. Pada pokoknya terdapat cabang utama ilmu. Percobaan ilmiah harus selalu dapat diulang dan sekitarnya dalam pengulangan tersebut ternyata pernyataannya diduku ng oleh fakta maka kalangan ilmiah secara tuntas menerima kebenaran pengetahuan tersebut. Cabang. Suatu penemuan baru di negara yang satu segera dapat diketahui oleh ilmuan negara negara lain.ilmu sosial yaitu antropologi (mempelajari manusia dalam perspektif waktu dan tempat). Tersedianya alat komunikasi tertulis dengan komunikasi elektronik dalam bentuk majalah. psikologi (mempelajari proses mental dan kelakuan manusia). micro film. sosiologi (mempelajari struktur organisasi sosial manusia) dan ilmu politik (mempelajari sistem dan proses dalam kehidupan manusia berpemerintahan dan bernegara). buletin.ilmu sosial berkembang agak lambat dibandingkan dengan ilmu alam. antropologi fisik. telex dan sebagainya sangat menunjang intensitas komunikasi ini. seperti antropologi terpec ah menjadi lima yaitu arkeologi. dan antropologi sosial atau kultural. Penemuan ini segera diteliti kebenarannya oleh kalangan ilmiah karena prosedur untuk menilai kesahian (validity) pengetahuan tersebut sama.sama telah diketahui dan disetujui oleh seluruh kalangan ilmuan. Salah satu faktor utama yang me ndorong perkembangan ini ialah faktor sosial dari komunikasi ilmiah yang membuat penemuan individual segera diketahui dan dikaji oleh anggota masyarakat ilmuan lainnya. ekonomi (mempelajari manusia dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya lewat proses pertukaran). b.

Dengan demikian maka ilmu berkembang dengan pesat dalam dinamika yang dipercepat karena penemuan yang satu akan melahirkan penemuan. Bahkan dalam fisika. Ilmu juga bersifat konsisten karena penemuan yang satu didasarkan pada penemuan.penemuan sebelumnya. Elektrodinamika. Satu teori yang mencakup segenap dunia fisik kita belum dapat dirumuskan. telah terbukti secara nyata peranan ilmu dalam membangun perdaban tersebut. . Demikian juga dengan jalur perkembangan ini belum dapat dipastikan bahwa kebenaran yang sekarang ditemukan dan diterima oleh kalangan ilmiah akan benar pula dimasa yang akan datang. Usaha untuk menyatukan teori relatifitas umum. Sifat pragmatis inilah yang sebenarnya merupaka n kelebihan dan sekaligus kekurangan ilmu. Sejarah ilmu telah mencatat betapa banyak kebenaran ilmiah di masa lalu yang sekarang ini tidak dapat diterima lagi karena manusia telah menemukan kebenaran lain yang ternyata lebih dapat diandalkan.hipotesis selanjutnya. Karena sampai saat ini belum satu pun dari disiplin keilmuan yang berhasil menyusun suatu teori yang konsisten dan menyeluruh.Seluruh kalangan ilmiah menganggap permasalahan mengenai hal tersebut telah selesai dan ilmu mendapat pengetahuan baru yang diterima oleh masyarakat dan ilmuan. yang merupakan prototipe bidang ilmuan yang relatif paling maju. dan kuantum sampai saat ini belum dapat dilaksanakan.penemuan lainnya. Teori ilmiah masih merupakan penjelasan yang bersifat sebagian dan tentatif sesuai dngan tahap perkembangan keilmuan yang masih sedang berjalan. Sikap pragmatis dari ilmu adalah cocok dengan perkembangan peradaban manusia. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya segera menjadi teori ilmiah yang kemudian digunakan sebagai premis dalam mengembangkan hipotesis. Secara kumulatif maka teori ilmiah berkembang seperti piramida terbalik yang makin lama makin tinggi.

Walaupun demikian kekurangan . dan kapal laut. Dalam hal ini maka penilaian terhadap ilmu tidaklah terletak pada kesahian teorinya sepanjang zaman. Dalam hal ini maka ilmu tidak dapat memberikan jalan keluar dan manusia harus berpaling ke sumber yang lain. maka semua itu tidak menjadi soal karena penerapan pengetahuan kedalam masalah kehidupan kita sehari. Diluar bidang empiris tidak bisa mengatakan apa apa.Ilmu terlepas dari berbagai kekurangannya dapat memberikan jawaban yang positif terhadap permasalahan yang dihadapi manusia pada suatu waktu tertentu. Secara ontologi ilmu membatasi diri hanya dalam ruang lingkup pengalaman manusia. Kekurangan dan kelebihan ilmu harus digunakan sebagai pedoman untuk meletakkan . Seperti mobil. Sebagai sarana pengangkutan kita berdasarkan pengetahuan yang kita terima kebenarannaya saat ini. ilmu bukan tanpa cela.kekurangan ini bukan merupakan alasan untuk menolak eksistensi ilmu dalam kehidupan kita. Ilmu tidak berwenang untuk menjawabnya. antara lain karena panca indra manusia jauh dari sempurna. Sedangkan dalam batas kewenangannya pun. umpamanya agama. melainkan terletak dalam jawaban yang diberikannya terhadap pe rmasalahan manusia dalam tahap peradaban tertentu. Adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri bahwa dalam abad ke dua puluh ini kita menggunakan berbagai macam teknologi. Bagi tahap peradaban kita sekarang ini. Masalah tertentu akan lain lagi bila hal ini dihubungkan dengan pengetahua n yang bersifat mutlak yang tidak berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan peradaban manusia.hari masih dirasakan banyak manfaatnya. sebab hal itu berada diluar bidang telaahnya. Dikemudian hari mungkin saja ditemukan sarana pengangkutan lain yang lebih cocok dengan peradaban waktu itu yang pembuatannya didasarkan atas pengetahuan baru yang akan mengusangkan pengetahuan yan g sekarang kita anggap benar tersebut. pesawat terbang.

dan kekurangan ilmu.¶ Mereka yang sungguh. Batas. c.ilmu ke dalam tempat yang sewajarnya. seperti di syairkan Byron dalam Manfred. sebab hanya dengan sifat itulah kita dapat memanfaatkan kegunaannya semaksimal mungkin bagi kemaslahatan manusia. yang ditandai o leh kenyataan bahwa semua aspek kehidupan modern dipengaruhi oleh produk ilmu dan teknologi. Menolak kehadiran ilmu dengan picik berarti kita menutup mata terhadap kemajuan masa kini.batas penjelajahan ilmu Apakah nilai kebenaran dari ilmu bersifat mutlak? Apakah seluruh permasalahan manusia di dunia dapat dijawab dengan tuntas oleh pengetahuan yang d isebut ilmu pengetahuan? Inilah pertanyaan pokok yang timbul bagi setiap yang mengejar ilmu pengetahuan kapan saja dan dimana saja. dan ilmu tak lebih dari sekedar bentuk lain dari ketidaktahuan. Tanpa kesadaran itu.dewakan ilmu kitapun gagal untuk mendapatkan pengertian mengenai hakikat ilmu yang sebenarnya. Untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan .sungguh berilmu adalah mereka yang mengetahui sebagaimana kelebihan adanya. maka hanya akan kembali kepada ketidaktahuan dan kegersangan.sama pengetahuan lainnya. Bersama.pertanyaan itu. baiklah kia akan menoleh sejenak kepada apa yang telah diungkapkan oleh beberapa ahli di dunia dalam hubungan eksistensi ilmu pengetahuan itu. Sebaliknya dengan jalan mendewa . agama. bahwa pengetahuan tak membawa kita bahagia. Dan bersama pelengk ap kehidupan lainnya seperti seni. . ilmu melengkapi kehidupan dan memenuhi kebahagiaan kita. dengan dan menerimanaya serta mencintainya bijaksana. menjadikannya sebagai bagian dari kepribadian dan kehidupannya.

C Mulder menulis dalam karyanya yang berjudul Iman dan Ilmu Pengetahuan.soal yang tak dapat dipecahkan dengan melulu memakai pengetahuan vak itu sendiri. 1996:94).tiap ahli ilmu vak menghadapi soal.ilmu vak membutuhkan suatu instansi yang sedemikian itu? Ada juga. Misalnya tentang arti kematian.soal pokok atau soal. dan yuridis? Dan tentu ada lain . ³Tiap . sukses dan gagalnya cinta.Immanuel Kant (1724-1804) (dalam Burhanudin. Jelaslah untuk menjawab soal.batas lapangan yang saya selidiki ini? Dimanakah tempatnya di dalam kenyataan seluruhnya ini? Metode yang saya gunakan ini sampai dimanakah? Umpamanya soal yang sangat sulit sekali apakah causalitas kealaman (natuur causaliteit) berlaku juga atas lapangan hayat. karena ilmu pengetahuan makin lama makin mampu mengartikan hidup dan membebaskan manusia dari penderitaan. ³ Apakah pengetahuan? Ilmu . seorang filsuf ulung bangsa Jerman. Jean Paul Sartre.´ Dr. kehausan manusia a kan cinta mutlak dan abadi. tapi memiliknya tingkatnya betapapun juga jauh melebihinya dapat berharap akan memahami penghasilan rumput yang kecil sekalipun dengan sebab . sosial. ´ Dr.sebab yang sifatnya mekanis belaka. agama akan lenyap. menulis ³Dengan bagaimanapun juga tiada akal manusia (juga tiada akal yang terbatas) yan g menilik sifatnya sama dengan akal kita. Ada soal.lain lagi. dimanakah batas. menurut Marxisme. historis. Namun sesungguhnya ilmu tetap tak dapat menjawab beberapa pertanyaan yang mendasar dan terpendam dalam sanubari manusia. Frans Dahler mengemukakan. D. Dan lebih dari itu.soal semacam itu ilmu. Mr. ilmu tak dapat memenuhi kerinduan.soal dasar yang melalui kompetensi dari ilmu vak itu sendiri. psychs. seorang filsuf eksistensialis yang atheist bangsa Perancis pernah mengemukakan. yaitu ilmu filsafat. makna sengsara yang tidak dapat dihindarkan oleh ilmu yang paling maju sekalipun. Misalnya.

Begitulah selalu akan terjadi.perlengkapan yang lebih sempurna.percobaan baru yang dilakukan dengan metode. sebab kejadian itu berada di luar jangkauan pengalaman manusia (Jujun. kadang.kadang kembali mundur. tetapi seringnya lebih maju. Sekiranya ilmu memasukkan daerah di luar batas pengalaman empirisnya.ahli lainnya. yakni sebagai alat pembantu manusia dalam menanggulangi masalah yang dihadapi sehari -hari. Teori Einstein berdasarkan atas studi mengenai percobaan . Dan penemuan . Teori relati vitas Einstein terus hidup hingga 30 tahun kemudian akan disisihkan pula.pengetahuan bukanlah suatu hal yang sudah selesai terfikirkan. se bab akan selalu disisihkan oleh hasil hasil penelitian dan percobaan .´ Apakah batas yang merupakan lingkup penjelajahan ilmu? Di manakah ilmu berhenti dan meyerahkan pengkajian selanjutnya kepada pengetahuan lain? Apakah yang menjadi karakteristik oby ek ontologi ilmu yang membedakan ilmu dari pengetahuan -pengetahuan lainnya? Jawab dari semua pertanyaan itu adalah sangat sederhana: ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti pada batas pengalaman manusia.percobaan Micchelson dan Morley yang menyisihkan ketentuan fisik dari Newton.metode baru atau karena adanya perlengkapan . 1990:91) Mengapa ilmu hanya membatasi daripada hal -hal yang berbeda dalam pengalaman kita? Jawabnya terletak pada fungsi ilmu itu sendiri dalam kehidupan manusia.penemuan baru ini akan disisihkan pula oleh ahli. bagaimanakah kita melakukan suatu kontradiksi yang menghilangkan kesahihan metode ilmiah? Kalau begitu . Ilmu membatasi lingkup penjelajahannya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan metode yang dipergunakan dalam menyusun yang telah teruji kebenarannya secara empiris. Jadi ilmu tidak mempelajar i masalah surga dan neraka dan juga tidak mempelajari sebab musabab kejadian terjadinya manusia. sesuatu hal yang tidak pernah mutlak.

maka ´Ilmu adalah pendengaranmu´ begitu juga untuk indera yang lainnya. Cuma sepotong dari sekian permasalahan kehidupan. Tentang baik dan buruk. tentang indah dan jelek semua berpaling kepada pengkajian estetik. kata seorang. jawab filsuf ilmu. Pengalaman manusia pada dasarnya dapat diperoleh melalui panca inderanya. yaitu mulai dari pengalaman manusia dan berhenti pada pengalaman manusia juga.maka sempit sekali batas jelajah ilmu. ilmu hanya berwenang dalam menentukan benar atau salahnya suatu pernyataan. oleh karena itu jika pengalaman diperoleh dengan melihat maka ´ilmu adalah penglihatanmu´. Memang demikian. bahkan dalam batas pengalaman manusiapun. . jika penglaman diperoleh dengan mendengarkan. semua berpaling kepada sumber-sumber moral. Dapat disimpulkan bahwa Batas dari penjelajahan ilmu hanyalah ´Pengalaman´ manusia. Ini mengindikasikan bahwa ilmu sesorang mencapai batas ketika ia harus meninggalkan dunia ini.