P. 1
Tumor Tulang

Tumor Tulang

|Views: 1,173|Likes:
Published by Abdhadi_Jafar_9138

More info:

Published by: Abdhadi_Jafar_9138 on Nov 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

NEOPLASMA TULANG

pendahuluan
y Tumor tulang atau Neoplasma tulang adalah neoplasma yang

jarang ditemukan y Insidensi neoplasma ini kurang dari 0,2 % dari keseluruhan neoplasma. y Ada beberapa neoplasma tulang berkaitan dengan usia, misalnya Osteosarkoma yang terjadi kebanyakan pada anak dan dewasa. y Lokasi anatomik juga mempunyai kekhususan, yaitu tersering terjadi pada daerah metafisis panjang, yaitu femur distal, tibia proksimal dan humerus proksimal.

Definisi
y Adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana

sel-sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. y Dengan istilah lain yang sering digunakan ´Tumor Tulangµ, yaitu pertumbuhan abnormal pada tulang yang bisa jinak atau ganas.

Klasifikasi
berdasarkan asal sel 1. Primer 2. Sekunder/Metastatik 3. Neoplasma Simulating Lesions

Osteoblastoma .Primer y Tumor yang membentuk tulang (Osteogenik) Jinak Ganas : .Parosteal Osteosarkoma .Osteosarkoma .Osteoma : .Osteoid Osteoma .

Osteokondroma : .Kondroblastoma .Enkondroma .Kondrosarkoma .Kondromiksoid Fibroma .y Tumor yang membentuk tulang rawan (Kondrogenik) Jinak Ganas : .

y Tumor jaringan ikat (Fibrogenik) Jinak Ganas : .Fibrosarkoma .Non Ossifying Fibroma : .

Sarkoma Sel Retikulum .Multiple Myeloma .y Tumor sumsum tulang (Myelogenik) Ganas : .Sarkoma Ewing .

Adamantinoma .Giant cell tumor .y Tumor lain-lain Jinak Ganas : .Kordoma : .

Fibrous dysplasia .Simple bone cyst .Neoplasma Simulating Lesions .Brown tumor/hyperparathyroidism .Eosinophilic granuloma .

Klasifikasi menurut TNM y T = Tumor induk TX tumor tidak dapat dicapai T0 tidak ditemukan tumor primer T1 tumor terbatas dalam periost T2 tumor menembus periost T3 tumor masuk dalam organ atau struktur sekitar tulang y N = Kelenjar limf regional N0 tidak ditemukan tumor di kelenjar limf N1 tumor di kelenjar limf regional y M = Metastasis jauh M1 tidak ditemukan metastasis jauh M2 ditemukan metastasis jauh .

Caput femur (tersering).Osteoid Osteoma y Terutama pada pria muda berumur antara 10-25 tahun y Keluhan utama : nyeri pada tulang yang bersangkutan y Nyeri (ringan-berat) bersifat menetap yang tidak hilang oleh istirahat dan makin terasa pada malam hari y Dapat hilangkan dengan pengobatan aspirin y Lokasi : biasanya pada tulang panjang seperti Femur danTibia. .

y Radiologi :Tampak sebagai daerah radiolusen yang dikelilingi oleh pinggir sklerotik. Lesi terletak di bagian tengah dari garis tulang. Ukuran lesi tidak lebih dari 1-2 cm .

karena dengan eksisi nidus. .Osteoid Osteoma Diagnosis Banding : y Sclerosing Osteomeilitis y Abses Brodie y Periostitis y Bone Cyst y Intracortical osteosarcoma Terapi: y Operatif . Tulang sklerotik di sekitar nidus tidak perlu dieksisi.eksisi lengkap daripada nidus. dengan sendirinya tulang skelerotik tersebut menghilang.

dengan keluhan nyeri pada tulang yang bersangkutan tetapi tidak didapat riwayat keluhan nyeri seperti osteid osteoma. y Klinis : terutama pada dewasa muda. . y Perbedaan dengan osteoid osteoma adalah osteoblastoma tidak memproduksi prostaglandin/prostacyclin yang menyebabkan reaksi jaringan. lebih jarang dan paling sering di tulang vertebra. y Lokasi : Dapat mengenai tulang panjang dan pendek dengan predileksi pada tulang vertebra.Osteoblastoma y Ukuran yang berukuran lebih besar dari osteoid Osteoma.

Gambaran mirip dengan abses tulang.Foto MRI menunjukkan lokasi yang eksentris dan ekspansi jaringan kortikal. Lesi radiolusen ditemukan matriks tipe radiodensities. .Ukuran lesi lebih besar dari 2 cm.y Radiologi : Tampak daerah osteolitik dengan pinggir yang tidak/sedikit sklerotik.

Bila lesi besar diperlukan bone graft untuk mengisi bagian tulang-tulang yang dieksisi .Osteoblastoma Terapi : y Eksisi operatif.

pada permukaan tulang. Paling banyak ditemukan di tulang tengkorak. .Osteoma y Merupakan masa tumor tulang jinak. tidak mengandung tulang rawan. Bila tidak ada keluhan tidak perlu diobati.

Didapat pula tanda-tanda keganasan umum seperti anemia. .Pria lebih banyak daripada wanita dengan perbandingan 2 : 1 . proksimal tibia dan proksimal humerus.Bersifat sangat ganas.Merupakan neoplasma tulang ganas primer yang paling sering. cepat bermetastase ke paru-paru dengan melalui aliran darah Klinis : Keluhan utama perasaan sakit pada bagian tulang yang terkena disertai adanya benjolan. berusia 10-20 tahun .Osteosarkoma/Sarkoma Osteogenik . . berat badan menurun Lokasi : Pada metafisis tulang-tulang panjang terutma pada bagian distal femur.Didapat terutama pada usia muda.

dimana proses destruksi merupakan proses utama. . Gambaran osteolitik. 3. Gambaran osteoblastik. Gambaran campuran antara proses destruksi dan proses pembentukan tumor tulang. yang diakibatkan oleh banyak pembentukan tumor tulang.Radiologi : 1. 2.

diperlukan juga terapi adjuvan berupa pemberian kemoterapi atau radio terapi. .Dengan terapi adjuvan berupa sitostatik yang agresif dan intensif yang diberikan prabedah dan pasca bedah maka Survival Rate menjadi lebih baik dapat mencapai 60-70%.Osteosarkoma/Sarkoma Osteogenik Terapi : Terapi operatif berupa amputasi. Amputasi dapat dilakukan melalui tulang daerah proksimal tumor atau melalui sendi (disartikulasi) proksimal dari tumor. Prognosis : . Selain terapi operatif.

50% dari tumor ini dapat menjadi ganas y y y y y dan sering pada umur 10-25 tahun laki-laki daripada wanita dengan perbandingan 2:1.Kondroblastoma (Codman·s Tumor) y Tumor jinak yang jarang. Pengobatan : Dilakukan kuretase diikuti bone graft . Lokasi : Kondromablastoma jinak berasal dari daerah epifisis dan berkembang ke metafisis. femur distal dan humerus proksimal. Terutama pada tulang panjang. terutama epifisis tibia proksimal. Pertumbuhan tumor ini sangat lambat Gejala : nyeri khususnya pada sendi.

Tidak ada bukti adanyanya metastasis. . Batas-batas tumor bersifat ireguler. Bentuknya eksentrik dengan korteks yang tipis tetapi penetrasi keluar jarang terjadi.y Pemeriksaan Radiologis : terlihat rekfaksi yang jelas pada tulang kanselosa yang dapat melebar di luar dari daerah garis epifisis. dan korteks intak. tidak tegas disertai dengan bintik-bintik kalsifikasi sebagai gambaran adanya deposisi kalsium.

Juga terdapat pada daerah lutut dan pelvis. terutama ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda usia kurang dari 40 tahun. Pertumbuhan tumor ini sangat lambat tetapi mempunyai potensi untuk menjadi ganas y Lokasi : Lokasi tumor terutama pada daerah metafsis tulang panjang atau tulang-tulang kecil pada tarsal dan metatarsal. y Tidak terdapat gejala-gejala yang khas pada tumor dan biasanya ditemukan secara kebetulan saja. y Pengobatan : Tumor ini berpotensi menjadi ganas sehingga tidak hanya dilakukan kuretase saja tetapi eksisi lokal .Kondromiksoid Fibroma y Kelainan ini jarang ditemukan dan merupakan suatu tumor jinak.

y Radiologis : Gambaran radiologik sangat khas berupa daerah radiolusen yang bulat/oval terletak eksentris pada metafisis dan dapat meluas sampai ke diafisis tulang panjang. . Korteks sering menipis akibat ekspansi dari tumor. berbatas tegas dan kadang-kadang dengan pinggiran sklerotik.

tibia. Pada tulang panjang ditemukan pada metafisis dan distal atau proksimal dari diafisis.Enkondroma y Merupakan neoplasma jinak yang berasal dari dalam rongga sumsum tulang yang terdiri dari kartilago hialain matur. y Enchondromatosis adalah bentuk multiple daripada enchondroma disebut juga sebagai Ollier·s Disease. Bila enchondromatosis disertai dengan adanya multipel hemangioma dijaringan lunak disebut sebagai Mafucci Syndrome. radius dan ulna. y Lokasi : Tumor ini paling sering mengenai tulang-tulang tubuler kecil (acral skeleton) pada tangan dan kaki. seperti femur. Tumor jinak ini didapat pada dewasa muda dan tidak mengakibatkan keluhan sakit. kadang-kadang pada tulang yang lebih besar. hemerus. . fibula.

kemudian rongga lesi diisi dengan bone graft. . y Dicurigai perubahan ke arah ganas bila tumornya teras sakit.Enkondroma y Terapi : Operatif. sebesar kurang lebih 20-25%. y Prognosis : ada kemungkinan terjadi degenerasi maligna terutama bila tumor didapat pada tulang panjang besar atau di pelvis. dengan melakukan kuret daripada lesi.

Hal ini menunjukkan adanya kartilago hialin yang matur. Bila ada erosi kortek pada tulang tubuler yang besar. Tidak ada pembentukan tulang reaktif baru. menandakan terjadinya degenerasi maligna .y Radiologi :Tampak sebagai lesi yang radiolusen pada zona intramedular dengan kemungkinan adanya bercak-bercak klasifikasi bentuk lingkaran..

Osteokondroma/Osteocartilagenous Exostosis y Merupakan neoplasma tulang jinak yang paling sering didapat. Keluhan karena menekan struktur didekatnya seperti tendon. proksimal tibia dan proksimal humerus (35 %). Komplikasi degenerasi ganas (menjadi Kondrosarkoma) lebih kurang 1 %. saraf. y Lokasi : Ditemukan pada bagian metafisis tulang panjang terutama pada bagian distal femur. y Klinis : Terdapat pada usia dewasa muda dengan keluhan adanya benjolan yang keras dan tidak terasa sakit. tumbuh sangat lambat. 4 . pelvis dan scapula. y Terapi : Eksisi y Prognosis : Baik.

. Bentuk lesi yang seragam. Corteks dan medulla dihubungkan oleh lesi.Radiologi : 1. kartilago dengan kalsifikasi. Bertangkai/pedunculated 2. Mempunyai dasar yang lebar (Sessile) Gambaran foto plain menunjukkan tulang yang bertangkai diluar pertumbuhan daerah metafisis.

Neoplasma ini lambat memberikan metastase. Ditemukan usia antara 30-60 tahun. Neoplasma tumbuh lambat dan hanya memberikan sedikit keluhan. kalau perlu amputasi .Kondrosarkoma y Merupakan tumor ganas tulang rawan yang dapat tumbuh spontan (Kondrosarkoma primer) atau merupakan degenerasi maligna lesi jinak seperti esteokondroma. enkondroma (kondrosarkoma sekunder). y Terapi : Operasi reseksi luas. y Lokasi : Terutama tulang ceper seperti pelvis dan skapula. y Klinis: adanya masa tumor yang menjadi besar secara perlahan-lahan. tetapi dapat juga didapat pada tulang panjang seperti femur dan humerus.

y Radiologi : Tampak sebagai lesi osteolitik ditengah metafisis tulang dengan bercak- bercak kalsifikasi yang berasal dari matriks kartilago disertai proses destruksi kortek. sehingga tumor dapat dilihat meluas ke jaringan lunak disekitarnya .

ditemukan secara kebetulan Terapi: Pada usia dewasa tumor ini akan menghilang dengan sendirinya . distal tibia dan fibula Klinis : Tiada keluhan. terutama pada distal femur. Biasanya pada metafisis atau metadiafisis dari tulang panjang. Lesi yang besar mencakup sebagian dari diameter tulang yang ditunjukkan dengan adanya fraktur patologis.Non Ossifying Fibroma/Non Osteogenik Fibroma Merupakan lesi jinak. terutama tulang-tulang ekstremitas bawah. Lesi ini bersifat self limiting didapat pada anak-anak dan dewasa muda usia antara 5 sampai 20 tahun. Lokasi: mengenai tulang panjang.

Lesi biasanya mengenai tulang bagian lateral dan mengekspansi bagian cortical secara perlahan. sehingga memberikan gambaran multikuler dengan tepi yang sklerotik. .y Radiologis : nampak sebagai daerah osteolitik dengan trabekulasi.

prognosis menjadi lebih baik. osteosarkoma dan neuroblastoma metastatik. lebih y y y y y banyak didapat pada kaum pria Klinis : Penderita mengeluh sakit dengan diseretai adanya benjolan.Operasi berupa reaksi luas atau amputasi .Kemoterapi . Akhir-akhir ini dengan terapi kombinasi radioterapi.Radioterapi Prognosis : Buruk. tibia. Disebut juga ´Small Round Blue Cellµ. kemoterapi dan operasi. Lokasi : Pada diafsisi tulang-tulang panjang. Diagnosis Banding : Gambaran klinis dan radiologis sarkoma ewing mirip dengan osteomeilitis. y Kebanyakan enyerang golongan usia muda lingkungan usia 20 tahun. berkeringat berlebih.Sarkoma Ewing y Tumor ganas yang jarang. Mortalitas pada tahun-tahun pertama setelah diagnosis ± 95%. Kemungkinan ada suhu badan yang meninggi. lekositosis dan laju endap darah meningkat. Terapi : . . paling sering pada femur. ulna dan fibula. dapat juga mengenai tulang-tulang tipis. humerus.

.y Radiologi : Tampak proses destruksi tulang dengan batas yang tidak jelas. Pembentukan tulang reaktif baru oleh periosteum bisa berlapis-lapis yang memberikan gambaran Onion Skin atau tegak lurus yang nampak sebagai Sunbrust.

Dan beberapa terapi adjuvant dengan phenol. Klinis: keluhan rasa nyeri yang terus bertambah pada bagian tulang yang mengalami lesi. Jarang terjadi pada anak-anak dan manula. Kadang-kadang juga memerlukan amputasi. cryoterapi setelah curetase. Terapi : Operasi kuret yang diikuti dengan pengisian bone graft atau bone cement. distal femur dan distal radius. Mengenai golongan y y y y umur dewasa muda terutama antara 20-35 tahun. Tempat yang paling sering terjadi adalah proksimal tibia. Dapat dilakukan reseksi tumor.Giant Cell Tumor/Osteoklastoma y Bersifat jinak tetapi secara lokal berperangai agresif.4. Lokasi : Didapat pada epifisis tulang panjang yang dapat meluas ke arah metafisis. . insersi PMMA (polymethylmetacrylate). Juga dapat ditemukan di pelvis dan sacrum. eksisi luas yang disertai tindakan rekontruksi.

Terjadi penipisan kortek .y Radiologi : Tampak daerah osteolitik di epifisis dengan batas yang jelas dan memberikan kesan multilokuler gambaran soap bubble.

Adamantinoma y Adamantinoma merupakan tulang ganas tulang yang jarang ditemukan dan sering ditemukan pada umur 20-25 tahun. y Klinis : nyeri tumpul pada tulang yang kronik. y Lokasi: terutama terletak pada diafisis tulang tibia. y Pengobatan : eksisi lokal yang luas dengan mengambil bagianbagian sekitar tulang yang normal. Tumor ini termasuk dalam tumor low grade dan bermetastasis secara lambat. juga pada tulang rahang ( mandibula). Bila lesi meluas sampai ke permukaan endosteal maka sebaiknya eksisi dilakukan pada seluruh segmen dan ruang kosong yang tertinggal diisi dengan bone graft yang bervaskularisasi. Pemeriksaan CT-scan diperlukan sebelum operasi untuk melihat dalamnya penetrasi tumor. . jaringan lunak disekitarnya terasa nyeri melingkari tulang yang nyeri.

y Radiologis : Gambaran radiologik terlihat gelembung khas berupa defek pada korteks anterior tibia. Lesi radiolusen mengelilingi bagian tulang yang sklerosis. Dengan pemeriksaan CT-scan dapat dilihat adanya penyebaran tumor ke dalam medula atau penyebaran di luar periosteum. dan terdapat juga lesi-lesi kecil dengan gambaran yang serupa. . Mungkin pula ditemukan penebalan dari tulang sekitarnya.

y Lokasi : Yang paling sering adalah pada proksimal humerus dan proksimal femur. yaitu pada metafisisnya. maka dapat diberi kan terapi berupa operasi kuret dengan pengisian bone graft atau terapi injeksi dengan kortison. Sering mengakibatkan fraktur patologis. y Terapi: sembuh spontan bila terjadi pada saat usia dimana sudah tidak ada lagi pertumbuhan badan. y Klinis: Tumbuh lambat dan tidak memberikan rasa sakit kadang pasien merasa nyeri. Lesi bersifat self limiting. Didapat pada anakanak dan usia muda.Simple Bone Cyst/Solitary Bone Cyst/Unicameral Bone Cyst y Bukan suatu neoplasma. kebanyakan di bawah usia 15 tahun. Lesi ini dibicarakan karena secara radiologis memberikan gambaran mirip suatu neoplasma tulang tetapi merupakan tumor non-neoplakstik. Sembuh spontan. Merupakan kista sejati. . tetapi jika terdapat keluhan pada saat masih terdapat pertumbuhan badan.

y Radiologi: gambaran plain lesi yang letak pada intramedular. lesi tumbuh lambat. tidak ada kerusakan cortex .

y Lesi poliostotik disertai dengan pigmentasi kulit serta menstruasi prekoks pada wanita merupakan suatu sindroma yang disebut McCunne-Albright. kelainan ini dapat menyebabkan anak-anak terlambat berjalan. tibia. tulang rahang dan lesi poliostotik terutama terjadi pada anggota gerak bawah. Pada tulang panjang dapat terjadi pada metafisis ataupun diafisis. jalan pincang atau berjalan seperti bebek (waddling gait).Fibrous Dysplasia y Kelainan ini jarang terjadi. Pada anak-anak. iga. . y Klinis: Gambaran klinis yang dapat ditemukan bervariasi dari rasa nyeri ringan sampai adanya deformitas dan kecacatan. Dilaporkan juga adanya perubahan ganas dari penyakit displasia fibrosa. y Pertumbuhan fisik penderita tergangu sehingga penderita menjadi kerdil yang disebabkan oleh osifikasi dan fusi dari epifisis lebih cepat terjadi. tetapi sangat jarang. y Lokasi : Pada lesi monostotik tempat tersering adalah femur. Bila kelainan terjadi pada daerah lutut atau daerah panggul maka akan dapat terjadi fraktur patologis. terutama ditemukan pada usia kanak-kanak dan dewasa muda ( usia 10 sampai 25 tahun) dan lebih sering pada wanita dengan perbandingan 3 : 1.

Kuretase dan grafting tulang dilakukan pada lesi di daerah tulang panjang. Kondroma soliter 3. Osteogenik sarkoma Pengobatan : Rasa nyeri dan adanya deformitas merupakan indikasi utama untuk tindakan bedah.Diagnosis banding : 1. Reseksi komplit dilakukan pada lesi yang terlokalisir misalnya pada daerah tulang iga. Enkondromatosis multipel 4. Kista soliter tulang 2. Manipulasi dan imobilisasi dilakukan untuk mencegah fraktur patologis .

jaringan fibrosa nampak lebih translusen (gambaran ground glass). korteks tulang menipis dan eksentrik dan dapat terjadi erosi pada tulang sehingga mudah terjadi fraktur patologis. .y Radiologis : Pada foto rontgen tumor terlihat opak.

Pada usia dewasa/lanjut jenis keganasan yang sering bermetastase ke tulang ialah karsinoma payudara. Dalam beberapa keadaan justru lesi metastatik ditulang yang terlebih dulu ditemukan dan didiagnosis. Pada penderita dengan kemungkinan keganasan tulang metastasik. pada penderita yang berusia lanjut. maka harus dilakukan pemeriksaan pada semua tulang misalnya dengan bone survey atau bone scan. dimana hasil pemeriksaan mikroskopik menunjukkan suatu jenis neoplasma tulang metastatik yang kadang-kadang jaringan asalnya sulit ditentukan. y Keluhan penderita yang paling menonjol ialah rasa sakit. y Sedang pada anak-anak ialah neuroblastoma. Kemungkinan tumor tulang merupakan tumor metastatik yang harus selalu difikirkan. lambung ginjal. . paru-paru. sehingga harus dicari dengan cermat lokasi daripada tumor primernya. prostat dan tiroid.Tulang Tumor Sekunder y Merupakan jenis tumor tulang ganas yang sering didapat. y Rasa sakit dapat diakibatkan oleh fraktur patologis. usus.

Kadar Calsium meninggi karena terjadi pelepasan kalsium ke dalam darah akibat proses resorpsi osteoblastik pada tulang-tulang. Terapi ditujukan pada jenis karsinoma primernya yang dapat berupa radioterapi. y Terapi : bersifat paliatif. kadar fosfatase asam meninggi.Tulang Tumor Sekunder y Radiologi : Pada umumnya tumor metastatik akan mengakibatkan gambaran osteolitik. jadi baru diperkirakan akan fraktur bila proses pada tulang dibiarkan berjalan terus (impending fracture). . Bila perlu dapat dilakukan fiksasi internal terhadap tulang-tulang ekstremitas sebelum tulang tersebut mengalami fraktur. kemoterapi ataupun hormon terapi. dari segi bedah adalah terhadap fraktur patologis yang mungkin memerlukan fiksasi secara eksternal atau internal. sedang pada metastase Ca prostat nampak gambaran osteoblatik/osteosklerosis. Adanya pembentukan tulang reaktif ditandai oleh kadar fosfatase alkali yang meningkat. agar supaya penderita dapat diimobilisasi tanpa merasa kesakitan. karena sudah berada dalam stadium lanjut. Pada metastase Ca prostat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->