1

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Terdapat minat besar dalam manajemen pendidikan di bagian awal abad 21. Hal ini karena kualitas kepemimpinan dipercaya secara luas membuat perbedaan yang signifikan kepada sekolah dan siswa. Di banyak bagian dunia, ada pengakuan bahwa sekolah membutuhkan pemimpin dan manajer yang efektif jika mereka ingin memberikan pendidikan yang terbaik kepada pelajar mereka. Ketika ekonomi global mengalami resesi, pemerintah lebih menyadari bahwa aset utama mereka adalah orang-orang yang kompetitif dan semakin tergantung pada sebuah sistem pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja terampil. Hal ini memerlukan guru-guru yang terlatih dan berkomitmen, dan pada gilirannya, memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang sangat efektif dan dukungan lain manajer senior dan menengah (Bush, in press). Bidang manajemen pendidikan adalah pluralis, dengan banyaknya kekurangan perspektif dan kesepakatan yang tak terelakkan mengenai definisinya. Salah satu kunci perdebatan apakah manajemen pendidikan telah menjadi bidang yang berbeda atau hanya sebuah cabang studi yang lebih luas dari manajemen. Sementara pendidikan dapat belajar dari manajemen lain, manajemen pendidikan harus terpusat tujuan pendidikan. Tujuan ini memberikan arti penting arah untuk mendukung manajemen sekolah. Kecuali keterkaitan antara tujuan dan manajemen pendidikan yang jelas dan dekat, ada bahaya ‘Managerialism’, “Penekanan pada prosedur dengan mengorbankan tujuan pendidikan serta nilai-nilai “ (Bush, 1999:240). (http://www.kompasiana.com/pengembanganilmupendidikan) Manajemen pendidikan merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan keluaran yang diinginkan. Kenyataannya, banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya. Manajemen yang digunakan masih konvensional, sehingga kurang bisa menjawab tantangan zaman dan terkesan tertinggal dari modernitas. Hal ini mengakibatkan sasaransasaran ideal pendidikan yang seharusnya bisa dipenuhi ternyata tidak bisa diwujudkan. Parahnya, terkadang para pengelola pendidikan tidak menyadari hal itu, Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan,

2

laboratorium, dan sebagainya untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. ( http://www.anneahira.com/artikel-umum/manjemen-pendidikan.htm) Para ahli pendidikan telah sepakat bahwa suatu sistem pendidikan dapat dikatakan berkualitas, apabila proses kegiatan belajar-mengajar berjalan secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak dan sebaik mungkin melalu proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan menghasilkan hasli yang bermutu serta relevan dengan perkembangan zaman. Agar terwujud sebuah pendidikan yang bermutu dan efisien, maka perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidiakn yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan mutu pedidikan yang optimal, diharapkan akan menghasilkan keungugulan smber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang secara pesat. Untuk dapat mencapai sebuah pendidikan yang berkualitas diperlukan manajemen pedidikan yang mampu memobilisasi segala sumber daya pendidikan. (http://nadhirin.blogspot.com/2009/03/manajemen-perserta-didik-dalam.html) 1.2. Batasan Masalah Adapun yang menjadi batasan masalah dalam makalah ini, yaitu:
• • • • •

Manajemen pengajaran dan contoh penerapannya Manjemen media dan contoh penerapannya Manajemen laboratorium dan contoh penerapannya Manajemen sistem IT dan contoh penerapannya Manajemen loyalitas dan contoh penerapannya

1.3. Tujuan Penulisan Tujuan penyusunan makalah ini adalah : • Untuk mengetahui definisi manajemen pengajaran, manajemen media, manajemen laboratorium, manajemen sistem IT, dan manajemen loyalitas.

3 •

Untuk mengetahui penerapan manjemen lingkungan sekolah.

pengajaran, manajemen media,

manajemen laboratorium, manajemen sistem IT, dan manajemen loyalitas di

1.4. Manfaat Penulisan Manfaat penyusunan makalah ini adalah : • • Sebagai tambahan referensi mengenai manajemen pengelolaan pendidikan. Memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai penerapan manajemen pendidikan di sekolah.

mengatur. dan pengawasan. Pengertian Manajemen 1. Adapun dari segi istilah banyak para ahli telah memberikan pengertian manajemen. pengorganisasian. Manajemen itu adalah pengendalian dan pemanfaatan daripada semua faktor dan sumberdaya. Definisi Manajemen Dari segi bahasa. Cyril O’Donnel:3) (George R. kata ‘manage’ diartikan “Mengurus. Kamus Inggris Indonesia) . to direct” (Webster Super New School and Office Dictionary). The most comprehensive definition views management as an integrating process by which authorized individual create. Siagian.1982 : 124) ( Boone& Kurtz.. Oxford Advanced Learner’s Dictionary mengartikan ‘to manage’ sebagai “to succed in doing something especially something difficult…. manajemen berasal dari kata manage (to manage) yang berarti “to conduct or to carry on. Management is the use of people and other resources to accomplish objective 4. dalam Kamus Inggris Indonesia. 1986:4) (Sondang P. Dengan demikian dapat pula dikatakan Pendapat (Lester Robert Bittel (Ed). 1997 : 5) . diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta atau tujuan kerja yang tertentu 3. Management the act of running and controlling business or similar organization” sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘manajemen’ diartikan sebagai “Prose penggunaan sumberdaya secara efektif untuk mencapai sasaran” (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Manajemen dapat didefinisikan sebagai ‘kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain’. yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia serta sumber-sumber lain 6. melaksanakan. . Manajemen merupakan sebuah proses yang khas.. yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan. Terry. and operate an organization in the selection an accomplishment of its aims 2.4 BAB II LANDASAN TEORI 2. management-the function of getting things done through people 5. Echols. maintain. dengan formulasi yang berbeda-beda. 1978 : 640) (Prajudi Atmosudirdjo. yang menurut suatu perencanaan (planning).1. 1984 : 4) (Harold Koontz. berikut ini akan dikemukakan beberapa pengertian manajemen guna memperoleh pemahaman yang lebih jelas. menggerakkan. mengelola” (John M. No. Hasan Shadily.

seperti sekolah. Kegiatan manajemen diarahkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen menggunakan atau memanfaatkan pihak-pihak lain.5 7.R Terry menambahkan dengan proses kegiatannya. sementara itu definisi nomor empat yang dikemukakan oleh G. sedangkan definisi nomor lima dari Sondang P Siagian menambah penegasan tentang posisi manajemen hubungannya dengan administrasi. Kamus Bahasa Indonesia. . maka nampak jelas bahwa setiap organisasi termasuk organisasi pendidikan. tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern. Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. yakni bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan adalah dalam rangka mencapai suatu tujuan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada. 3. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. akan sangat memerlukan manajemen untuk mengatur atau mengelola kerjasama yang terjadi agar dapat berjalan dengan baik dalam pencapaian tujuan. 2. bahwa manajemen merupakan alat pelaksana utama administrasi Manajemen is the process of efficiently achieving the De Cenzo&Robbin 1999:5 objectives of the organization with and through people Dengan memperhatikan beberapa definisi di atas. untuk itu pengelolaannya mesti berjalan secara sistematis melalui tahapan-tahapan dengan diawali oleh suatu rencana sampai tahapan berikutnya dengan menunjukan suatu keterpaduan dalam prosesnya. 2. pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara mengungkapkan konsep dan teori pendidikan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Definisi Pendidikan Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir pendidik. terdapat beberapa prinsip yang nampaknya menjadi benang merah tentang pengertian manajemen yakni : 1. Manajemen merupakan suatu kegiatan. Terlepas dari perbedaan tersebut. Menyikapi hal tersebut. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran. nampak jelas bahwa perbedaan formulasi hanya dikarenakan titik tekan yang berbeda namun prinsip dasarnya sama. Pendidikan berasal dari kata "didik".2. 1991:232. Setelah melihat pengertian manajemen.

melibatkan instruksi diikuti dengan latihan. pengendalian diri. (http://www.htm) Pendidikan erat kaitannya dengan pengajaran. kepribadian.6 Menurut UU No. murid dan gabungan guru murid serta berpusatkan sumber.com/artikel-pendidikan/pengertian-pendidikan. melibatkan proses pemikiran dan penggunaan bahasa atau simbol. pengendalian diri. kepribadian. menggalak dan memotivasikan murid supaya mengambil inisiatif untuk belajar. Pengajaran ini adalah dirancangkan guru secara sisitematik dan teliti untuk melaksanakannya dengan kaedah dan teknik mengajar yang sesuai. Dari pernyataan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kecerdasan. bangsa dan negara. ada unsur sains dan seni. ada kaitan dengan tugasan dan pencapaian. akhlak mulia. Pengajaran ialah suatu tugas dan aktivitas yang diusahakan bersama oleh guru dan muridnya. guru sebagai pengajar dan murid sebagai pembelajar. hanya bermakna apabila ada pembelajaran. kecerdasan.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional. membimbing. demi memperolehi ilmu pengetahuan dan menguasai kemahiran yang diperlukan.anneahira. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Adapun ciri-ciri pengajaran.com/2009/07/definisi-pengajaran-danpembelajaran. • • boleh dijalankan dengan kegiatan berpusat pada guru. masyarakat. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.html) . akhlak mulia. • (http://sarinapraktikum. emosional. yaitu : • • • • • guru dan murid. • • meliputi rancangan mengajar (KOPI).blogspot. proses yang melibatkan interaksi dua arah.

dan (3) manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu. pendidikan dan pelatihan. Sebagai alat. Meski ditemukan pengertian manajemen atau administrasi yang beragam. metode. bahwa : (1) manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. Manajemen pendidikan merupakan salah satu faktor yang turut menentukan proses dan hasil pendidikan. Kemampuan sosial. Kemampuan tersebut jika dikaji secara mendalam akan diperoleh tiga kemampuan dasar yang harus ditampilkan selama memanej sistem pendidikan.7 2. 1989 : 6) : 1. yang mencakup pemahaman tentang motivasi dan penerapan kepemimpinan yang efektif. Ketiga kemempuan tersebut adalah (Hersey dan Blanchard. Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”. baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan. namun secara esensial dapat ditarik kesimpulan tentang pengertian manajemen pendidikan. pelaksananya dituntut memiliki sejumlah kemampuan. Manajemen pendidikan dilihat dari sistem pendidikan menempati unsur input instrumental. 2. teknik. Kemampuan konseptual. yakni kemampuan dan kata putus (judgment) dalam bekerja sama dengan orang lain. dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas tertentu yang diperoleh dari pengalaman. Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”.3. yakni kemampuan menggunakan pengetahuan. (2) manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya. dan agar manajemen pendidikan tersebut berjalan dengan baik. Kemampuan ini dapat memungkinkan . Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai sejumlah komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam menjalankan fungsinya yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan pendidikan. yakni kemampuan untuk memahami kompleksitas organisasi (pendidikan) dan penyesuaian gerak unit kerja masing-masing ke dalam bidang operasi organisasi scara memyeluruh. manajemen pendidikan harus benar-benar dilaksnakan dengan baik. 3. Sementara itu. Kemampuan teknis. Definisi Manajemen Pendidikan Secara khusus dalam konteks pendidikan.

prestasi dan perilaku siswa mereka. atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan. ‘perantara’. sedangkan pembelajaran lebih kepada kegiatan individu dan tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama atau dengan cara yang sama. Manajemen kelas merupakan bagian integral pengajaran efektif yang mencegah masalah perilaku melalui perencanaan. Lingkungan fisik di kelas. Pengajaran pada umumnya adalah kegiatan kelompok. pengelolaan. dan penataan kegiatan belajar yang lebih baik. level kenyamanan emosi yang dialami siswa dan kualitas komunikasi antar guru dan siswa merupakan faktor penting yang bisa memampukan atau menghambat pembelajaran yang optimal. fotografis. Secara lebih khusus. media adalah ‘perantara’ atau ‘pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan’. 2. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Garis-garis Besar Program Pengajaran juga termasuk kedalam bagian manajemen pengajaran. materi. 2.8 seseorang bertindak selaras dengan tujuan organisiasi secara menyeluruh daripada hanya atas dasar tujuan dan kebutuhan kelompoknya sendiri. Perilaku di kelas dan hasil belajar banyak dipengaruhi oleh kualitas pengajaran. keterampialn. memproses. Dalam bahasa Arab. Guru perlu mempertimbangkan berapa banyak kebijakan dan praktek yang mengarah pada labelling siswa.4. atau sikap. Manajemen Pengajaran Bagaimana guru-guru memahami kedisiplinan dan bentuk-bentuk manajemen perilaku lain. tergantung pada bagaimana mereka melihat pekerjaan mereka sebagai seorang guru dan sejauh mana mereka meyakini bahwa semua anak dapat belajar.5. atau ‘penghantar’. atau elektronis untuk menangkap. Guru menguasai banyak faktor yang mempengaruhi motivasi. pemberian materi pengajaran yang lebih baik. Manajemen Media Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’. dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. dan interaksi guru siswa yang lebih baik. membidik pada mengoptimalan keterlibatan dan kerjasama siswa dalam belajar. Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia. . pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis.

evaluasi media juga termasuk bagian dari manajemen media. Selain itu. khususnya dalam pembelajaran sains. Apabila media yang digunakan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan.6. Keseluruhan media tersebut harus dapat dikelola dengan baik sehingga dalam pemanfaatannya akan lebih terjaga sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama. visual. Manajemen Laboratorium Laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Ada banyak media yang digunakan dalam pembelajaran sains. Manajemen media pembelajaran di sekolah dapat dilakukan dengan mengelompokkan masing-masing media sesuai dengan klasifikasinya. Media yang dibuat. 2.9 Adapun manajemen media disini adalah mengenai pengelolaan media-media pembelajaran yang umum digunakan di sekolah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa. apakah grafis. seperti kita ketahui adalah alat bantu guru untuk lebih dapat mengabstrakkan konsep-konsep yang dipelajari sehingga siswa dapat menerimanya dengan baik dan menghasilkan pemahaman yang baik pula. harus dievaluasi terlebih dahulu apakah telah memenuhi kriteria yang ditetapkan atau tidak. maka tidak ada salahnya bagi pendidik untuk mampu mengelola suatu media baru yang lebih sederhana namun tetap dapat menjadi penyampai informasi yang baik kepada siswa. maka akan dapat terjadi kesalahan konsep pada siswa. Pemilihan media sesuai dengan materi pembelajaran juga termasuk bagian dari manajemen media. maupun audiovisual. Dalam pengertian sempit laboratorium sering diartikan sebagai tempat yang berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap yang didalamnya terdapat sejumlah alat dan bahan praktikum. visual. Media. baik grafis. Apabila media yang telah ada ternyata belum mencukupi kuota yang diperlukan dalam proses pembelajaran. . maupun audio-visual. jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Bertitik tolak dari pendapat tersebut.

pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran IPA secara praktek yang memerlukan peralatan khusus yang tidak mudah dihadirkan di ruang kelas.10 Laboratorium (disingkat lab) juga merupakan tempat riset ilmiah. kegiatan dilakukan di dalam laboratorium. bangunan atau ruang yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan penelitian ilmiah ataupun praktek pembelajaran bidang sains. Laboratorium tradisional memiliki perabot (kursi. eksperimen. • Laboratorium tradisional Laboratorium tradisional. tempat kerja untuk melangsungkan penelitian ilmiah. dahulu dinamakan praktikum. dst. Kegiatan laboratorium merupakan penerapan teori yang sudah dibahas di dalam kelas sebelum melakukan percobaan di laboratorium. Ataupun suatu tempat berupa bangunan yang dilengkapi sejumlah peralatan untuk tempat kegiatan belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa pengertian laboratorium yaitu: (a) tempat yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan eksperimen di dalam sains atau melakukan pengujian dan analisis. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Kemudian cara pandang yang kedua atau disebut juga dengan pandangan modern (laboratorium modern) dimana fungsi laboratorium adalah untuk membantu siswa dalam belajar atau dengan kata lain siswa membangun atau mengkonstruksi ilmu dari stimulus yang menjadi perhatiannya. Selain fungsi diatas ada dua fungsi lain berdasarkan pada dua cara pandang. Keuntungan utama dari laboratorium jenis ini adalah sekolah tidak perlu menyediakan perangkat percobaan yang banyak jumlahnya untuk tiap jenis . Praktikum adalah kegiatan laboratorium yang dilakukan pada jam khusus. yaitu: cara pandang yang pertama atau disebut juga dengan pandangan tradisional (laboratorium tradisional) menyebutkan bahwa laboratorium berfungsi memberi pelajaran kepada siswa dimana ilmu seakan-akan dituangkan kepikiran siswa. (c) (d) (b) tempat memproduksi bahan kimia atau obat. Sehingga siswa menerima dan menyimpan ilmu itu menjadi miliknya. Dalam pengertian terbatas laboratorium ialah suatu ruangan yang tertutup dimana percobaan dan penelitian dilakukan. meja) yang tidak dapat dipindahpindahkan dan tetap letaknya.

mendengar informasi melakukan percobaan. Sedang kerugiannya adalah siswa tidak langsung bertindak terhadap konsep atau prinsip yang dipelajarinya. melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data. Manajemen pada laboratorium meliputi susunan pengelola laboratorium. dapat dilakukan percobaan oleh siswa. dan video. mengamati gejala. IT (Information Technology). Sedangkan kerugiannya adalah diperlukan jumlah alat yang banyak. . pembagian laboratorium sesuai jenis dan fungsinya. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras atau lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi. Ruang laboratorium modern harus ruang yang bersifat fleksibel dengan kata lain tata letak prabot mudah diubah-ubah. Martin (1999). atau infotech. sehingga berbagai jenis kegiatan dapat dilakukan dalam ruangan itu. Sehingga siswa cenderung mengambil hasil pengamatan atau pengukuran dengan mengarang untuk mendapatkan nilai yang baik. percobaan demonstrasi oleh guru atau oleh siswa. Keuntungan laboratorium modern adalah pelajaran dengan mudah dapat dibuat variasi dengan memvariasikan jenis kegiatan seperti. Manajemen Sistem Teknologi Informasi Teknologi Informasi biasa disebut TI. belajar sendiri dan lainnya. teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. diantaranya : Haag den Keen (1996). Berbagai definisi teknologi informasi telah diutarakan oleh bebrapa ahli.11 percobaan. diskusi dalam kelompok kecil. 2. Dalam hal ini gagasan siswa belajar aktif mudah diterapkan. suara. dan diskusi kelas dibimbing oleh guru. Williams dan Swayer (2003).7. serta kelengkapan administratif lainnya. berdiskusi. • Laboratorium Modern Dalam laboratorium modern dapat berlangsung pemberian informasi oleh guru.

sebagian guru-guru sudah memiliki usaha sampingan di luar sekolah. radio. (http://www. tidak sekedar berupa teknologi komputer. yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi.com/doc/24946950/Pengertian-Teknologi-Informasi) Manajemen sistem teknologi informasi biasanya meliputi pengelolaan website sekolah. Tetapi guru-guru sekarang secara umum kebalikannya. Singkat cerita. termasuk peralatan yang berhubungan dengan komputer.12 Dari definisi di atas terlihat bahwa teknologi informasi. Hidup sederhana dan tidak neko-neko. dan seterusnya. Mau dibujuk dengan pangkat (kredit poin) banyak guru-guru sekarang sudah mulai tidak peduli dengan iming-iming pangkat. pembelajaran online. dan televisi. Manajemen Loyalitas Kondisi guru-guru saat ini berbeda dengan kondisi guru-guru tempo dulu. Dan bahkan CR-ROM. Termasuk dalam kategori kelompok ini adalah telepon. digunakan untuk mengolah data menjadi informasi. • Teknologi Komunikasi Teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. berbagai senjata motivasi yang ampuh untuk guru-guru dulu tampaknya sudah tidak mempan lagi untuk mendongkrak gairah pengabdian guru-guru sekarang. pembaca sidik jari. Komputer adalah mesin serbaguna yang dapat dikontrol dan diprogram. Penjelasan atas dua teknologi yang mendasari adalah sebagai berikut : • Teknologi Komputer Teknologi komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer. Guru-guru dulu hampir merata sangat loyal dan tulus terhadap pekerjaannya. Yang penting gaji tetap diterima dan tidak dipotong. atau huruf. Mau dibujuk dengan honor tugas tambahan. Karena toh selisih gaji setelah naik pangkat tidak begitu berarti dibanding beban tugas dan waktu yang dikuras karena jabatan ini itu.8.scribd. Data adalah bahan mentah bagi komputer yang dapat berupa angka. bahkan penghasilan tambhannya ada yang . sedangkan informasi adalah bentuk data yang telah diolah sehingga dapat menjadi bahan yang berguna untuk pengambilan keputusan. Dengan kata lain. tetapi juga teknologi komunikasi. seperti printer. 2. atau symbol. Program adalah deretan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer hingga komputer dapat melakukan tugasnya sesuai yang dikehendaki oleh pembuat program. baik secara implicit maupun eksplisit.

Akhirnya guru-guru masa bodoh: “Buat apa susah-susah. toh orang-orang di atas enak-enak saja korupsi”. Ada pula yang berpendapat karena murid-murid yang masuk umumnya memang tidak punya kemauan untuk belajar. sudah hampir merata guru-guru sekarang tidak takut lagi dengan seruan-seruan moral seperti itu. Kemudian kalau dibujuk dengan tugas adalah sebuah amal atau pengabdian. sehingga guru-guru pun kurang termotivasi oleh kondisi siswa-siswa yang demikian. yaitu : . Beragam pendapat bermunculan kenapa loyalitas guru semakin hari semakin menurun. Ada yang berpendapat (ini pendapat yang paling banyak terdengar) karena gaji guru masih kurang. Apalagi motivasi mereka masuk ke sekolah ini hanya sebagai pelarian karena tidak diterima di sekolah lain.A. Adapun contohnya. PPMI Assalam Sukoharjo. Artinya honor yang ditawarkan tugas tambahan sekolah sangat tidak menggiurkan. Sebaik dan sebagus apa pun sebuah sistem. BAB III CONTOH-CONTOH A. Terakhir yang tidak kalah penting ada yang berpendapat bahwa semuanya adalah gara-gara keruntuhan moral. termasuk juga ke sekolahsekolah. selagi moral orang-orangnya tidak beres maka hasilnya tetap saja tidak beres. Kemudian ada lagi yang berpendapat karena korupsi sudah merajalela dimana-mana. tidak mencukupi.13 melebihi gajinya sebagai guru. Manajemen Pengajaran Contoh manajemen pengajaran yang kami tampilkan pada makalah ini adalah contoh GBPP dari sekolah dan RPP dari sekolah M. Bagaimanapun kuncinya adalah moral.

dan cara pengendaliannya secara tepat dan efisien.5 5 Mahasiswa dapat Tipe-tipe : menjelaskan .4. 3. Reproduksi dan deskripsinya secara biologis.Kompetisi 2 X 50 .Amensalime Gulma (C2) .3.Eksperimental di rumah kaca Berdasarkan : .habitat .Secara Generatif . Penggolongan. 5 Dasar-dasar Teori dan metode .keganasannya .14 GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Mata Kuliah (MK) : GULMA Kode MK/SKS : MBPL 631 / 3 (2/1) Deskripsi Singkat : Menjelaskan tentang tumbuhan pengganggu (gulma) Pengaruh kehadirannya di lahan pertanian atau tanaman pokok. 5 2 Penggolong an/ Pengelompo kan Gulma 2 X 50 Menit 1.3.Netralisme akan .Protokooperat cara if perkembangbi . 5 3 Perkembngbi akan Gulma 4 Asosiasi pada Gulma 2 X 50 Menit 2.2.Reproduksinya .Analisis Vegetasi untuk pengamatan di lapangan. Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa dapat mengetahui konsep dan pengertian Gulma dan masalah yang ditimbulkannya pada tanaman pokok. N o Tujuan Instruksional Khusus Estim asi Daftar Pusta ka Pokok Bahasa n Pendahuluan Sub Pokok Bahasan/Konsep Waktu 2X 50 menit 1 Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dan penger-tian guma (C2) Mahasiswa dapat menjelaskan dasarteori yang dipakaipada penelitian (C3) Mahasiswa dapat menjelaskan pengelompok an gulma (C2) Terminologi gulma Pengertian/ konsep Dan batasan gulma 1. .4.Secara Vegetatif 2 X 50 Menit 1.3.4 2 X 50 Menit 3.

Jenis-jenis gulma yang ada Alelopati 3.78 1 2 Pengendalia n/ Pemberantas an Gulma Alelopati 5.4.6.6.Secara Mekanik -Secara Kimiawi -Secara Biologis -Kapan terjadinya peristiwa alelopati .5.Jenis jenis gulma Tanman karet .6.6 Menit 1 1 1X2 X 50 Menit 2X 50 menit 5.Jenis jenis gulma Tanaman coklat . 7 1X2 X 50 Menit 1.6.5.3.Deskripsi dan identifikasi gulma .Gulma pada tanaman palawija . 6. 2 X 59 6 Menit 4.Gulma terganas di Dunia .7 1.4.Gulma tidak ganas .4.15 Masa kritis tanaman bersaing dengan gulma 6 Ekologi dan Penyebaran Gulma 7 Gulma-gulma Ganas/ rakus di dunia Taksonomi dan Identifikasi gulma Menit Mahasiswa dapat mnjelaskan asosiasi yang penting pd gulma (C2) Mahasiswa dapat menjelaskan kapan masamasa kritis tanaman bila berkompetisi dengan gulma (C2) Mahasiswa dapat menjelaskan Ekologi Gulma dan cara penyebarannya (C2) Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis gulma ganas di duni (C2) Mahasiswa dapat menjelaskan cara mengidentifik asi Gulma (C2) Mahasiswa dapat menjelaskan gulma yang terdapat pada tanaman pertanian Mahasiswa dapat menjelaskan Pengaruh waktu lamanya bersaing.6 2 X 50 Menit 3.Gulma yang sering Pada Padi .5. 7 .2.8 8 9 1 0 Gulma pada tanaman pertanian Gulma Perkebunan 2 X 50 4. Kapan terjadi persaingan Jumlah dan jarak dengan gulma Ekologi Gulma Cara-cara penyebaranGulma 2 X 50 Menit .Dasar-dasar taksonomi gulma .

al. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS / SEMESTER ALOKASI WAKTU : : : : MA PPMI ASSALAAM SUKOHARJO FISIKA X/1 4 x 40 MENIT Standar Kompetensi Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Kompetensi Dasar Mengukur besaran fisika ( massa. 2001. Philippines. Kuntohartono. The University Press of Hawai. 2. N. Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma. ITB. Weed Science Principles. Moenandir. Ekologi Gulma. Bandung. 1990. 2000.R.16 jenis Gulma pada perkebunan (C2) Mahasiswa dapat menjelaskan caracara pengendalian Gulma (C2) Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Alelopati dan pengaruhnya (C3) Daftar Pustaka 1. Jakarta. Dkk. Jakarta. Holm. 1994.Y. Jakarta 7. W. The World Worst Weed. Weed Control. John Willey and Sons. 1992. 6.P. Sastro Utomo. 2003. IKAPI. N. 1992. 4. Dasar-Dasar Ilmu Gulma. G. J. Mumu Sutisna. 1987. Searca Publication. Balai Pustaka. 8. .Y. Gulma Perkebunan. IKAPI. Klingman. Weed of Rice in Indonesia. Jakarta. panjang dan waktu ) . 3.C.W. Jilid 1 &2. Anderson. G. London. et.L. 5. Koesterman.

00. 100. panjang dan waktu dengan menggunakan alat yang sesuai Materi Pokok Besaran dan Satuan Metode Pembelajaran Inkuiri. Menginformasikan cara mengukur panjang dengan mistar beserta ketelitiannya.100. Kegiatan Inti Besaran Pokok a. misalnya pengukuran tebal uang logam Rp. Memberikan contoh pengukuran dengan menggunakan alat ukur yg tepat dan tidak tepat. b. g. e.00. c. Menginformasikan cara mengukur panjang dengan jangka sorong. Siswa dapat membaca hasil pengukuran massa. misalnya mengukur diameter uang Rp. Mengingatkan tentang besaran pokok dan besaran turunan yg sudah dipelajari di SMP.17 Indikator Membandingkan besaran pokok dan besaran turunan serta dapat memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari Menerapkan satuan besaran pokok dalam Sistem Internasional Menentukan dimensi suatu besaran pokok Menerapkan analisis dimensional dalam pemecahan masalah Menyiapkan instrumen secara tepat serta melakukan pengukuran dengan benar berkaitan dengan besaran pokok panjang. Pendahuluan a. . kesalahan matematis yang memerlukan kaliberasi. Menginformasikan cara mengukur panjang dengan micrometer sekrup. Menjelaskan bagian-bagian micrometer sekrup dan batas ketelitiannya. f. ketelitian ( presisi ) dan kepekaan ( sensitivitas ) Menjelaskan pengertian kesalahan sistematik dan acak serta memberi contoh Menghitung kesalahan sistematik dalam pengukuran Tujuan Pembelajaran Siswa dapat membedakan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya dalam SI. Siswa dapat menurunkan dimensi besaran turunan dari besaran pokok. Memberitahukan cara menimbang dengan neraca Ohauss dua lengan. Tanya jawab Penugasan Skenario Pembelajaran 1. Menginformasikan 7 besaran pokok beserta symbol dan satuannya. Menjelaskan bagian-bagian jangka sorong dan batas ketelitiannya. b. d. misalnya mengukur diameter cincin dengan meteran dan jangka sorong 2. massa dan waktu dengan mempertimbangkan aspek ketepatan (akurasi).

massa jenis 8. Beberapa alat ukur waktu Penilaian Jenis tagihan Tugas : Instrumen : Uraian Uji Kompetensi : Uraian Instrumen 6. Menginformasikan beberapa alat ukur waktu Besaran Turunan Menginformasikan beberapa besaran turunan. d. Sebutkan alat untuk mengukur : diameter cincin c. Diturunkan dari besaran pokok apa saja besaran-besaran berikut ini : a. Penutup a. tebal kertas b. c. LKS fisika kelas X 3. b. Memberikan beberapa contoh penurunan dimensi dari beberapa besaran turunan. Mengevaluasi pemahaman siswa untuk menurunkan dimensi dari beberapa besaran turunan. kecepatan b. percepatan c.18 h. Buku pegangan fisika kelas X 2. misalnya : massa jenis = ρ = m/V Dimensi a. c. e. Menjelaskan ketidakpastian pengukuran tunggal dan pengukuran berulang 3. d. suhu tubuh b. Beberapa alat ukur massa 5. berat benda 4. Tentukan dimensi dari besaran-besaran berikut ini : a. Laporkan hasil pengukuran panjang : a. Menjelaskan beberapa kesalahan sistematik dalam pengukuran. a. Siswa mencoba mengerjakan mini kuis mengenai beberapa alat ukur dan dimensi B. energi kinetik . Menginformasikan materi pengayaan dimensi. Beberapa alat ukur panjang 4. 5. Menginformasikan dimensi dari beberapa besaran turunan. b. Sumber Pembelajaran 1. berat d. Menginformasikan dimensi dari besaran pokok. Sebutkan masing-masing 5 contoh besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya dalam SI ! 7. gaya b.

Media Audio dan Video dalam Pembelajaran Fisika Dalam kegiatan ini telah ditunjukkan beberapa media audio dan video yang dapat digunakan dalam pembelajaran fisika.. dan sumber tampilan yang berasal dari komputer. mematikan.. dan cermin. Kemudian dengan kombinasi OHP dapat digunakan untuk memproyeksikan tidak hanya bahan transparansi.. OHP selain dapat dioperasikan secara tunggal... dan mengatur fokus...Si . bahan bisa disiapkan di rumah dan dapat digunakan untuk menampilkan objek yang diam maupun bergerak..19 Sukoharjo. VCD instruksional.. reflektor. OHP dapat mempunyai fungsi antara lain sebagai pengganti papan tulis beserta perlengkapannya.. Selain itu OHP memiliki komponen pokok di antaranya adalah lensa kondensor. lensa proyektor. S...... . 2007 Mengetahui Kepala Sekolah Pelajaran 01 Juni Guru Mata Sigit Rahardja. Sedangkan yang lain disebut komponen pendukung. dapat juga digunakan secara kombinasi. Beberapa media itu adalah TV instruksional. Berdasarkan sifat dan sistem kombinasinya.2. slide instruksional. penyajian materi menjadi lebih praktis. objek 3 dimensi. misalnya dikombinasikan dengan ATF. 3.. dan film strip.. video instruksional.... Manajemen Media OHP (Overhad Projector) merupakan suatu media yang dapat digunakan untuk memproyeksikan suatu objek melalui bahan transparan atau bening.. landasan kaca... Sebuah OHP minimal akan dilengkapi tombol atau panel untuk menghidupkan. tetapi juga dapat digunakan untuk memproyeksikan bahan cetakan.. CPP dan sebagainya.

dan musik. Bahasa pemrograman tingkat tinggi menggunakan kata-kata yang diper-gunakan dalam percakapan sehari-hari. semua perintah atau pernyataan dinyatakan dengan deretan bit. Video instruksional telah dapat diwujudkan sebagai program saluran terbatas yang menggunakan sumber tayangan dari kaset video. yakni machine language dan assembly language. melainkan sandi yang berupa singkatan-singkatan yang disebut mnemonic sehingga lebih mudah diingat. Program Fisika Komputasi Program komputer adalah serangkaian perintah dalam bahasa yang dapat diterima komputer. dalam menjalankan suatu tugas sehingga mendapatkan hasil tertentu. IPS. Penayangan untuk sebuah slide atau film strip diperlukan satu kali proyeksi. sedangkan bahasa tingkat tinggi ramah terhadap manusia sehingga mudah dipahami oleh orang awam. Pada dasarnya ada dua bahasa untuk pemrograman komputer. dan diusahakan cara-cara untuk yang menampilkan prinsip dalam instalasi/perlengkapan mengoperasikannya. Bahasa tingkat rendah berorientasi pada mesin sehingga sulit dipahami oleh orang awam. maka biaya pembuatan slide akan lebih mahal dibandingkan dengan film strip. Ada dua jenis program penerjemah dari bahasa tingkat tinggi ke bahasa diperlukan . Ada dua macam bahasa (language) pemrograman tingkat rendah. Berbeda dengan assembly language. Program TV instruksional dapat digunakan sebagai media pelengkap maupun media pengayaan. Walaupun dalam modul ini dibahas adanya program radio instruksional. Karena slide bersifat tunggal dan untuk penayangannya diperlukan bingkai. Dilihat dari segi fungsinya program video dapat dinyatakan identik dengan program TV instruksional maupun VCD instruksional. sumber tayangan diperoleh dari disc atau piringan. yakni bahasa tingkat rendah dan bahasa tingkat tinggi. yakni 0 dan 1. ternyata media ini dapat kita pandang sebagai media yang kurang dapat memberi konstribusi dalam suatu pembelajaran sains (fisika merupakan bagian dari sains). Dalam machine language. Khusus untuk VCD. Penyajian setiap media yang pada kegiatan ini. karena media ini lebih tepat untuk mata pembelajaran bahasa. namun pada umumnya masih dalam bahasa Inggris.20 Penggunaan media dalam suatu pembelajaran fisika yang terpenting adalah bahwa materi yang disajikan melalui media tersebut menjadi lebih menarik bagi para siswa. Kemudian dua media yang hampir sama dalam tampilannya. tetapi berbeda dalam sistemnya adalah slide dan film strip. tidak menggunakan deretan bit.

diperlukan kemampuan membuat program yang lebih kompleks. . Bahasa Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman yang bersifat terstruktur. yakni program pembantu standar (yang disediakan oleh Turbo Pascal) dan program pembantu tidak standar (yang dibuat oleh pemrogram). Komputer berperan untuk menyampaikan isi pelajaran. CAI (Computer Assisted Instruction) Komputer memberikan beberapa kelebihan untuk memproduksi media audio visual menyebabkan piranti ini banyak digunakan dalam kegiatan instruksional. Langkah-langkah pembuatan program diawali dengan pemilihan materi yang relevan. yaitu DNS (Sistem Jaringan Tujuan Tunggal). mungkin sebelum program utama). menampilkan latihan dan tes. Program pembantu standar maupun tidak standar terbagi lagi dalam dua kelompok yakni program pembantu PROSEDUR (banyaknya keluaran yang dihasilkan lebih dari satu). yakni interpreter dan compiler. Langkah berikutnya adalah menampilkan isi materi. membuat simulasi (berupa animasi gejala fisis dan perhitungannya). ada dua kelompok program pembantu. latihan dan tes mengenai kemajuan belajar siswa. dan menampilkan kunci tes dan jawaban siswa.1. Sistem komputer instruksional dapat digolongkan menjadi tiga kategori.21 mesin. Baik PROSEDUR maupun FUNGSI dapat berada pada satu file dengan program utama. untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu secara tuntas. Para pengajar dapat menggunakan CMI untuk mengerjakan fungsi-fungsi administratif. artinya program dapat disusun dari bagian-bagian kecil yang disebut blok. SNS (Sistem Jaringan Gabungan). Sistem komputer instruksional dalam proses belajar dapat digunakan untuk tujuan kognitif. dan program pembantu FUNGSI (banyaknya keluaran hanya satu). simulasi. dan SAS (Sistem Berdiri Sendiri). hanya letaknya yang mungkin berbeda ( mungkin sesudah program utama. Program pembantu tidak dapat dijalankan tanpa adanya program utama. Ketiga sistem tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Penerapan CAI dalam Pembelajaran Fisika Model pembelajaran fisika dengan CAI meliputi perancangan: isi materi. Untuk Turbo Pascal 5. afektif maupun psikomotorik. CAI adalah suatu model instruksional yang melibatkan siswa dengan komputer secara langsung. Untuk mengembangkan program fisika komputasi dalam pembelajaran fisika. memberikan latihan-latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. yang terdiri dari program utama dan program pembantu. dan dapat pula berada pada file yang berbeda dengan program utama. CMI sering dianggap sebagai pendukung dari CAI.

Manajemen Laboratorium Ruang lingkup manajemen laboratorium terdiri atas: 1. lebih fleksibel dan mudah persiapannya 3.22 Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan simulasi dalam pembelajaran fisika bila dibandingkan dengan pembelajaran melalui eksperimen. Manajemen fasilitas laboratorium • Pengelola laboratorium mendata seluruh fasilitas yang dimiliki serta menyediakan informasi berkenaan dengan fasilitas laboratorium yang dapat diakses oleh pengguna laboratorium. Perangkat-perangkat laboratorium pada tingkat sekolah: Kepala Sekolah Wakakur Koordinator Wakasar Penanggung Jawab Lab ….3. Beberapa keuntungan tersebut. . antara lain biaya lebih rendah. Guru Laboratorium Penanggung Penanggung Jawab Lab Jawab Lab Biologi Kimia z Guru Guru Penanggung Jawab Lab Fisika Guru Laboran Laboran Laboran Laboran 2. Pengelola laboratorium Contoh: Dalam manajemen laboratorium terdapat pengelola laboratorium yang disebut perangkat laboratorium.

membuat laporan tertulis tentang kegiatan laboratorium setiap semester. dan menyerahkannya kepada kepala sekolah. 3. Buku kendali dokumen berisi antara lain nomor urut. data akademik mahasiswa. Judul dokumen. Pengelola laboratorium mempertanggungjawabkan laporan keuangan dalam rapat setiap semester. Jenis dokumen (SK. Keuangan laboratorium • • Pengelola laboratorium mengajukan usulan dana untuk pelaksanaan kegiatan dan pengembangan laboratorium kepada kepala sekolah. dokumen dosen. Pengelola laboratorium mengatur jadwal penggunaan laboratorium setiap semester. Pengelola laboratorium menyusun petunjuk penggunaan peralatan laboratorium dengan jelas dan mudah diakses. Pengelola laboratorium mengawasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan.).23 • • • Pengelola laboratorium memelihara fasilitas untuk menjamin keberlangsungan laboratorium. Kode dokumen (merujuk pada pengkodean penyimpanan dokumen). Pengelola laboratorium menyusun rencana pengembangan fasilitas laboratorium secara berkala. dan menyerahkannya kepada kepala sekolah. Manajemen kegiatan laboratorium • • • • Pengelola laboratorium menyusun tata tertib/persyaratan penggunaan laboratorium. Data dan dokumen • Setiap dokumen yang dimiliki dan atau diterima Laboratorium harus jelas tanggalnya dan dicatat dalam buku kendali dokumen. 5. Pengelola laboratorium membuat laporan tertulis tentang fasilitas laboratorium setiap semester dan menyerahkannya ke ketua jurusan. makalah. . dsb. 4. jurnal.

4.kamadeva. • Dokumen laboratorium dapat disimpan baik secara manual (salinan tertulis) dan atau secara digital. inventaris laboratorium. SISKO dibuat dan dikembangkan untuk membantu sekolah – sekolah guna membangun sistem informasi manajemen pendidikan yang terpadu serta dapat digunakan sebagai media komunikasi dan penyebaran informasi kepada stakeholder -nya. Manajemen Sistem Teknologi Informasi Sistem Informasi Sekolah (SISKO) Sistem Informasi Sekolah adalah salah satu bentuk keperdulian Kamadeva terhadap dunia pendidikan di Indonesia. SISKO dirancang sebagai pusat manajemen kegiatan pendidikan di sekolah – sekolah dalam kesatuan sistem yang terintegrasi dan terstruktur. di tahun 2008 Indosat telah menghadirkan program Indosat Science & Multimedia School (ISMS) untuk sekolah-sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia yang merupakan bagian dari kegiatan TanggungJawab Sosial (CSR).sekolah lokal di Indonesia. Teknik pengkodean dokumen laboratorium diserahkan kepada laboratorium. (http://www.com/index-menu-news-newsid-sisko. sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan dapat diakses dengan mudah dan cepat. terutama sekolah. Kelengkapan feature SISKO dalam merepresentasikan kinerja dalam sistem manajemen kegiatan di sekolah menjadi solusi yang tegas bagi dunia pendidikan tanah air. dokumen dan data dosen. dll.htm) Internet School Management System (ISMS) oleh Indosat Bila sebelumnya. • Kode pengarsipan dokumen dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan penyimpanan dan pemanggilan kembali dokumen dan data tersebut. SISKO adalah integritas dari kinerja unit – unit di sekolah – sekolah. 3.24 • Setiap dokumen yang dimiliki dan atau diterima Laboratorium harus tersimpan pada file dokumen sesuai dengan kode pengarsipan dokumen. laboratorium. dimana seluruh kegiatan pendidikan terangkum dalam sirkulasi pencatatan data yang sistematis. maka di tahun 2010 Indosat . Inilah bentuk keperdulian Kamadeva untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Dokumen yang perlu diarsipkan di laboratorium meliputi dokumen administrasi laboratorium.

kegiatan ekstrakurikuler. sistem absensi. record disiplin siswa dan masih banyak lagi.25 menghadirkan inovasi teknologi dalam program Internet School Management System (ISMS). Program Internet School Management System (ISMS) Indosat terintegrasikan dalam 2 layanan. Aplikasi yang telah tersedia dalam ISMS ini antara lain profil siswa.facebook. Adapun keunggulan dari aplikasi sistem manajemen informasi ISMS adalah sistem ini dapat diakses baik melalui website maupun SMS dengan menggunakan kartu prabayar dan paskabayar Indosat. (http://www. orang tua. dan pelajar. Lingkup pelayanan perencanaan yang dilaksanakan dalam implementasi SITS di sekolah antara lain : • • • • Survey ( User Requitment) Alokasi staff dan aktivitas Pembuatan Master Plan Konsultasi dalam hal penerapan Sistem Informasi Terpadu Sekolah Pelatihan kepada user Supervisi (pendampingan) dalam Implementasikan sistem Informasi Sekolah • • . yaitu melalui sistem manajemen internet sekolah dan juga program bantuan perangkat multimedia untuk pembelajaran sains agar lebih mudah dan menyenangkan. sehingga memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi pengguna.php?note_id=381572409217) Sistem Informasi Terpadu Sekolah (SITS) di SMP N I Menggala Sistem Informasi Terpadu Sekolah (SITS) adalah suatu usaha untuk meningkatkan keberhasilan penerapan Sistem Informasi di sekolah bergantung dari komitmen seluruh personil yang ada didalam manajemen sekolah.com/note. Internet School Management System (ISMS) merupakan perpaduan dari akses internet yang diintegrasikan dengan berbagai aplikasi yang mampu menyediakan informasi kegiatan belajar mengajar bagi manajemen sekolah. Seluruh aplikasi dan perangkat penunjang yang diperlukan untuk system informasi ini disediakan oleh Indosat sebagai satu kesatuan paket untuk lembaga pendidikan (SD. dan untuk itu akan melibatkan sekolah dalam pembuatan sistem informasi manajemen tersebut sehingga Sistem Informasi Manajemen tersebut akan sesuai dengan kondisi kebutuhan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Manjemen Sekolah (SITS) yang dikembangkan secara bertahap. SMP dan SMA) dengan sistem berlangganan. nilai ujian siswa. pembayaran sekolah.

Arsitektur Tumbuh dan berkembang SITS mengunakan arsitektur berbasis obyek (OPP) yang mengganggap setiap entitas adalah obyek sehingga penambahan setiapobyek menjadi lebih mudah dan sederhana. 4. 3. Multi instalasi. modul baru. Selain itu juga setiap sifat dari setiap entitas dapat ditentukan sehingga setiap entitas memiliki sifat (atau kondisi sifat) yang sesuai dengan kebutuhan. Masing-masing tingkat memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda dan hak akses sistem SITS yang berbeda sehingga pelatihannya pun akan berbeda. Laporan yang fleksibel. Guru. bentuk laporan SITS dapat mudah Training bertingkat untuk pengguna SITS : Tingkat User/Operator disesuaikan dengan bentuk form sekolah. biaya implementasi untuk SITS yang memudahkan pengguna untuk lebih memahami cara penggunaan SITS.26 • Maintenance (pemeliharaan) Keunggulan yang dimiliki oleh Sistem Informasi Terpadu Sekolah (SITS) adalah sebagai berikut : 1. 3. terjangkau untuk sekolah karena SITS memang didesain dengan standarisasi untuk kebutuhan sekolah secara generik. Aplikasi yang berbasis Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar Biaya implementasi yang terjangkau. Kepala Sekolah) dan Supervisor. Staf. Fleksibel Arsitektur SITS adalah fleksibel dalam arti dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan sekolah. 2. Penambahan feature yang spesifik terhadap kebutuhan sekolah dapat dengan cepat dan mudah dilakukan. 2. Sistem yang terintergrasi Semua modul SITS adalah modul yang sudah diintegrisasi sehingga dapat menghindari double entry yang biasa sering terjadi pada komputerisasi manual. Fasilitas dan Keunggulan 1. SITS diciptakan dengan kumudahan penambahan . 5. (Siswa.

System yang mempunyai manfaat dan keuntungan sbb : a. Modul Kesiswaan Modul Absen (Barcode System) Modul Kesiswaan Modul Kurikulum Modul BP/BK Modul Keuangan (UDB dan DSP) Modul Perpustakaan Modul Kepegawaian Modul Asset Modul Raport/ Laporan . indek prestasi. User friendy dalam penggunaan dan simple. Hasil rekapitulasi absensi dapat dikelompokan berdasrkan waktu (hari. 6. Hasil rekapitulasi absensi dapat dilihat secara cepat. 7. Guru. user atau operator yang tidak memiliki latar belakang pengetahuan komputer (IT) dapat menjalankan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Sekolah (SITS) mempunyai beberapa modul-modul utama seperti berikut : 1. Sistem Informasi Terpadu Sekolah secara otomatis dapat mengetahui siswa yang tidak masuk kelas. f. c. 1. guru dan staf dilakukan secara otomatis (digital) b. 8. e. Modul Absen Modul Absen adalah modul yang digunakan untuk melayani absensi Siswa. Sistem Absensi akan berhenti setelah waktu toleransi keterlambatan masuk sekolah yang ditentukan. tahun ajaran. 9. Modul absensi menggunakan teknologi Barcode. 2. Absensi siswa. 5. bulanan. semester dan tahunan) dan kelompok siswa (kelas. dll) 2. siswa yang masuknya terlambat sehingga akan mempermudah dalam pengawasan. tepat dan akurat). SITS. 3. minggu. Menghemat waktu bagi guru dalam mengolah absensi siswa. d. Staff.27 6. 4.

Penyusunan daftar siswa per kelas / per jurusan c. Modul guru dibagi dalam 2 kategori. seperti : a. jumlah siswa masuk/baru) d. Pencarian data siswa secara cepat. Modul Guru sebagai Guru Mata Pelajaran Modul ini berfungsi untuk : • • • Data Entry Nilai Ujian (praktek. tepat dan akurat (siswa dan siswi alumni) Modul Kurikulum Modul guru adalah sebuah modul yang berfungsi untuk mengolah data data siswa yang bermanfaat dan penting bagi guru.28 Modul kesiswaan adalah sebuah modul yang berfungsi untuk mengolah seluruh data siswa seperti : a. bulanan. 3. Membuat surat undangan untuk orang tua siswa ke sekolah untuk melakukan konsultasi (mencari jalan keluar terbaik) tentang siswa yang sudah . tertulis) siswa Menganalisis hasil ujian siswa Membuat rekapitulasi nilai ujian siswa 4. Modul Guru sebagai Wali Kelas Modul ini berfungsi untuk : • • • • • Mengolah data absensi siswa Mengetahui persentase kehadiran siswa Rekapitulasi absensi siswa (mingguan. Jumlah siswa yang bermasalah c. Data enty absensi siswa terlambat datang ke sekolah secara manual setelah siswa tersebut membuat laporan (alasan) secara rinci dan jelas. Jumlah alpa (tidak masuk tanpa berita) siswa yang melebihi batas minimum. jumlah siswa keluar. Rekapitulasi Jumlah Siswa (jumlah siswa aktif. b. yaitu : a. Registrasi siswa baru berdasarkan Nomor Induk Siswa b. Penyusunan data alumni secara otomatis e. d. semester dan tahunan) Mengoreksi absensi siswa (yang salah secara manual) Melihat hasil nilai siswa (per mata pelajaran) b. Modul BP/ BK (Bidang Penyuluhan/Bimbingan dan Konseling) Modul ini berfungsi untuk mengolah data siswa yang perlu layanan khusus.

d. Modul Keuangan (Pembayaran UDB dan DSP) Modul ini berfungsi untuk melakukan transaksi pembayaran UDB siswa dengan menggunakan teknologi Brocde System yang mengacu pada nomor induk siswa. Modul Perpustakaan Modul ini berfungsi untuk melakukan transaksi perpustakaan seperti : a. Akses cepat. 7. mingguan. Modul Administrasi Modul ini berfungsi untuk melakukan kegiatan administrasi yang berhubungan dengan kegiatan siswa. seperti : a. Transaksi Peminjaman Buku b. Membuat rekapitulasi SPP siswa (harian. b. semester dan tahunan) secara otomatis. Dan mengunakan teknologi ini adalah sbb : a. Modul Kepegawaian . Data Entry siswa berprestasi 5. semester dan tahunan) 8. Data Entry peringatan untuk siswa f. Pencarian Buku d. bulanan. c. Membuat Surat Panggilan untuk siswa dan orang tua siswa Membuat Surat Pemberitahuan untuk siswa dan orang tua siswa Dll 6. tepat dan akurat untuk mengetahui status terakhir pembayaran SPP siswa. Laporan Rekapitulasi (harian. Transaksi Pengembalian Buku c. bulanan. Menghindari kesalahan dalam proses pembayaran UDB yang akan berakibat kerugian baik pihak sekolah maupun di pihak siswa. Data Entry Buku Baru f. Stock Inventory Perpustakaan e. Mencetak slip pembayaran SPP siswa dengan cepat c.29 melakukan kesalahan. Misalnya siswa yang 3 hari berturut-turut tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak jelas e. b. mingguan.

d 5 setiap bulannya LKS berisi beberapa informasi tentang kegiatan siswa selama sebualan terakhir. antara lain : a. Modul laporan ini dibagi atas beberapa jenis laporan. seleksi dan penempatan pegawai b. Nilai Asset (depresiasi) 10. Modul kategori Asset d. Modul Raport / Laporan Modul raport ini berfungsi untuk laporan.30 Modul ini berfungsi untuk memudahkan dalam pengelolaan seluruh data pegawai sekolah. Penilaian Prestasi. Pencarian data Asset b. Modul status e. Perencanaan Pegawai e. administrasi penggajihan dan Insentif 9. Penggolongan jabatan. seperti: • • • • Kehadiran Siswa (persentase kehadiran) Nilai-nilai Uji Kompetensi (baik praktek maupun tulisan) Status Pembayaran DSP dan UDB Catatan Wali kelas/ Guru Bidang Studi . Penyusunan data Asset c. Pencarian Pegawai. Modul Supplier/ Vendor f. Penyusunan Program Pelatihan c. seperti : a. mutasi dan promosi g. seperti : a. Perencanaan Organisasi f. Perbaikan Kondisi Kerja d. Laporan untuk Orang Tua Siswa/ Wali Murid (LKS) Laporan Kegiatan Siswa (LKS) untuk orang tua siswa diberikan/ dikirimkan kepada orang tua via kurir (POS) antara tanggal 1 s. Modul Manajemen Aset Sekolah Modul ini berfungsi untuk memudahkan dalm pengolahan seluruh data asset sekolah.

praktek lab komputer. lab bahasa. Laporan Untuk Guru Laporan bulanan untuk guru ada 2 (dua) macam. kimia. Laporan untuk Kepala Sekolah Laporan bulanan untuk kepala sekolah mencakup beberapa hal. Dan laporan ini dibuat dalam bentuk from laporan khusus siswa yang dapat di akses oleh siwa dengan sistem pengamam sbb : Login : Nomor Induk Siswa Password : ……… (rahasia dan min 6 karakter) Sehingga informasi siswa hanya dapat di akses oleh siswa yang bersangkutan (bersifat pribadi). Laporan Untuk Siswa Laporan ini berisi beberapa informasi tentang kegiatan siswa dan informasi penting lainnya yang harus diketahui oleh siswa. b.31 Laporan kegiatan siswa yang dikirimkan ke orang tua siswa seperti Biling Kartu Kredit Bank via jasa kurir (POS) atau langsung (tergantung permintaan) setiap bulannya sehingga orang tua siswa atau wali murid dapat mengetahui kondisi sesungguhnya (real) tentang kegiatan siswa (anaknya) secara cepat.dll. Tepat dan akurat sehingga apabila menemukan penyimpangan/ kesalahan dapat dilakukan koreksi / perbaikan dengan cepat dan tepat. seperti : • • • • Status Kehadiran Nilai – nilai ulangan /Ujian Status Pembayaran SPP Jadwal kegiatan seperti extrakulikuler. mengoreksi dan mengingkatkan mutu pendidikan anaknya. yaitu : • • • • Laporan berbentuk digital (from dalam program SITS) Laporan tertulis (cetakan) dikirim dari tanggal 1 s.d 5 setiap bulanya Rekapitulasi absensi siswa selama 1 bulan terakhir (wali kelas) Rekapitulasi nilai ujian / ulangan siswa selama 1 bulan terkhir (guru mata pelajaran) d. Sehingga diharapkan dengan LKS ini orang tua dapat ikut berperan aktif untuk mengawasi. seperti : Kedua laporan tersebut berisi berupa laporan tentang : . c.

Reward pun tidak mesti diwujudkan dalam bentuk uang. Dan kepala sekolah/madrasah yang baru harus memberikan kepercayaan sekaligus tantangan kepada guru-guru agar menunjukkan kemampuannya untuk mencobakan gagasan-gagasan pembaharuan atau inovasi. kepada mereka seharusnya diberikan reward untuk yang telah bekerja keras. Lebih sempurna lagi bila mereka saling terikat dan menyatu dalam karakter positif. idealnya setelah pimpinan lama digantikan oleh yang baru. yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan. Namun.5. Manajemen Loyalitas Loyalitas Guru terhadap Kepala Sekolah Dalam satuan pendidikan mana pun. siapa yang berhasil membuat inovasi dan siapa yang tidak. agar mereka tidak takut gagal atau tidak dicemooh kalau gagal. bahwa upaya seperti ini sering mengalami resistensi dari mereka yang memunculkan sikap kurang puas atas pergantian kepala sekolah/madrasah .net/blog/?p=815) 3. guru-guru sebagai bawahan membutuhkan motivasi kuat dari kepala sekolah/madrasah yang baru.32 • • • • • • Laporan keuangan (pembayaran UDB dan DSP) Rekapitulasi Bulanan Absensi Guru Rekapitulasi Jumlah Siswa Persentase Kehadiran Siswa Hasil analisis data siswa Dll (sesuai dengan kebutuhan) (http://syopian. Untuk itu. sehingga kepala sekolah/madrasah yang baru dapat membedakan siapa guru yang bersungguh-sungguh dan siapa yang tidak. komitmen terhadap kebersamaan dan loyalitas guru itu baru bisa terwujud setelah kepala sekolah/madrasah yang baru bersedia memberikan dukungan dan dorongan demi perbaikan dan peningkatan kinerja mereka. Tentunya ini terjadi setelah masing-masing mampu menyadari. Berhasil atau tidak berhasil dalam melaksanakan program. atau antara guru dengan kepala sekolah/madrasah yang baru bisa berjalan dengan semakin baik. yaitu karakter yang terbentuk dari internalisasi dan implementasi nilai-nilai komitmen terhadap kebersamaan dan loyalitas. bahwa kesalahan-kesalahan dapat saja dilakukan baik oleh guru maupun kepala sekolah/madrasah sebelumnya di masa lalu. interaksi di antara para guru. Hanya saja perlu diingat. Ini harus dilaksanakan secara berkeadilan.

Oleh karena itu. Dan sekolah/madrasah akan mengalami masa-masa yang paling gawat selama berlangsung masa transisi. karena mengalami kenaikan jabatan. Memang. maka keadaan sekolah/madrasah menjadi tidak kondusif lagi. semua pihak harus benar-benar menyadari. mereka yang diuntungkan oleh datangnya perubahan itu. atau karena mereka bisa lebih dekat kepada atasan. otoritas tidak lagi memberikan makna positif. melainkan secara tiba-tiba melejit ke puncak. Dan inilah tanda-tanda awal rusaknya perekat komitmen terhadap kebersamaan dan loyalitas yang membuat kondisi masa transisi di sekolah/madrasah berjalan tidak normal. atau pembuat keputusan. penghasilannya menurun seiring dengan hilangnya tunjangan jabatan.33 tersebut. jabatan. ketika terjadi perubahan kepala sekolah/madrasah. karier. ada kelompok guru yang merasa kalah. tiba- . yang terdiri atas guru-guru lainnya dan karyawan. atau pemegang kekuasaan. di mana sangat mungkin karakter positif sebagai pengikat kebersamaan dan loyalitas jadi terkontaminasi oleh nilai-nilai negatif. fasilitas. sampai akhirnya semua pihak harus legowo menerima dan mengakui hadirnya perubahan di sekolah/madrasah tersebut. Jika yang demikian dibiarkan. yaitu mereka yang dikurangi hak-haknya. dan sebagainya. Yaitu. yaitu ketika perubahan menyebabkan seseorang dipromosikan tidak mengikuti jalur karier tradisional. Di sisi lain. Sebab. sehingga nasibnya menjadi lebih baik. bahwa semuanya dilakukan atas alasan otoritas. atau dianggap lebih yunior. karena perubahan bisa mengakibatkan rasa tidak pasti dan kurang nyaman bagi mereka yang tidak lagi memegang kendali kebijakan. Ini wajar. secara otomatis akan kehilangan kepercayaan dan rasa hormatnya atas tindakan pimpinan yang mengedepankan urusan-urusannya sendiri dan kelompoknya. seperti posisi. Di sisi lain. bahwa penyebab ketidaklancaran untuk membuat kestabilan sekolah/madrasah ini terkendala oleh sikap guru-guru yang memanfaatkan situasi secara serakah. atau pengendali kebijakan. dan akan berupaya mengamankan kepentingan-kepentingan yang melekat pada dirinya. orang-orang yang lebih mengedepankan kepentingan pribadinya. ada lagi ancaman terhadap kestabilan masa transisi kepemimpinan kepala sekolah/madrasah baru. serta tidak jarang mesti melewati dahulu suatu siklus panjang untuk bisa pulih kembali. ia bisa saja berkilah. Para bawahan. Mereka yang tadinya dianggap tidak cakap dan kurang berpengalaman. Lebihlebih bila yang melakukan justeru para guru yang dekat dengan kepala sekolah/madrasah tersebut. Tapi. tanpa kepercayaan bawahan. alias di-lengser-kan dari jabatan. dan dijauhkan dari para pengambil keputusan. selalu ada kelompok guru yang merasa sebagai pemenang.

sebagai pertanda bahwa mereka kurang menyukai situasi sekarang. sebab pola hubungan atasan-bawahan menjadi sedikit kacau. tidak jelas lagi. tidak ada yang terabaikan. para karyawan.com/2008/09/04/hello-world/) Loyalitas Butet Manurung terhadap Pendidikan Saur Marlina Manurung (lahir di Jakarta. Lebih-lebih lagi bila berlanjut. Mereka merasa segala sesuatu yang sudah biasa di masa lalu tiba-tiba menjadi gelap. Tindakan melibas senioritas ini akan lebih menyakitkan lagi bagi mereka. tidak saja terhadap nilai-nilai dan karakter sekolah/madrasah tersebut. umur 38 tahun) adalah perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi masyarakat terasing dan terpencil di Indonesia. sehingga perlu waktu banyak untuk menormalkan kembali. seperti menghapus jejak di pasir pantai. Timbul perasaan tidak senang mereka sebagai para bawahan. antara guru senior dengan kepala sekolah/madrasah pasti terjadi ketak-sepahaman. Mereka akan mengungkapkannya dalam berbagai bentuk. Jambi. tetapi juga terhadap perilaku warganya yang dibentuk oleh sejarah sepanjang usia sekolah/madrasah itu sendiri. Jika menginginkan komitmen guru terhadap kebersamaan dan loyalitasnya.34 tiba bisa menjadi atasan para seniornya. Sebagaimana gadis Batak lainnya. ia biasa dipanggil "Butet" dan kini namanya lebih dikenal sebagai Butet Manurung. dan berhitung dilakukan . atau tidak jelas di mana berada. jika terjadi seiring dengan masuknya guru-guru baru yang langsung menduduki posisi puncak. inilah yang menjadi pertimbangan bagi para kepala sekolah/madrasah baru dalam mengambil langkah kebijakan yang menyangkut promosi karier seseorang. Metode yang diterapkannya bersifat setengah antropologis. jangan hanya pandai mengancam mereka agar tidak melubangi tempat duduknya di kapal itu. dan ke mana mereka akan dibawa dalam kapal harapan yang dinahkodai kepala sekolah/madrasah baru. Sejarah masa lalu dari sekolah/madrasah itu tidak dapat dihapus begitu saja. menulis. bahkan dari rekan-rekannya sejawat. 21 Februari 1972. Sekolah rintisan pertama kali ia terapkan bagi masyarakat Orang Rimba (Suku Kubu) yang mendiami Taman Nasional Bukit Dua Belas. Pengajaran membaca. sehingga guruguru. Oleh karena itu. kepala sekolah/madrasah baru seyogianya tetap menghargai sejarah.wordpress. Jadi. maka seharusnya sejarah masa lalu juga diakui sebagai salah satu sumber kekuatan perekat. (http://masedlolur. Ketak-sepahaman tersebut jelas akan merugikan kinerja kepemimpinan kepala sekolah/madrasah baru. dan siapa pun warga sekolah/madrasah. Akibatnya. Mestinya.

Azhar.php?note_id=381572409217 http://syopian. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Fattah. Sistem Informasi manajemen Pendidikan..blogspot. Sistem ini dikombinasi dengan mempertimbangkan pola kehidupan sehari-hari masyarakatnya. 2003.com/note.. 2007. Pemerintah RI berencana mengadopsi sistem ini untuk dikembangkan pada masyarakat dengan kondisi khusus.html http://www.com/2009/03/manajemen-perserta-didik-dalam.anneahira. Bandung : PT. 2006. N.wordpress. dkk. Aceh. Remaja Rosdakarya. Rochaety.com/artikel-umum/manjemen-pendidikan. Media Pembelajaran. salah satu dialek bahasa Melayu). Makassar. E.htm http://sarinapraktikum. Klaten dan Kampung Dukuh.com/pengembanganilmupendidikan http://www.blogspot.htm http://www.kamadeva. Selain Jambi. Medan : LPTK UNIMED.com/index-menu-news-newsid-sisko.anneahira. http://www. DAFTAR PUSTAKA Arsyad.net/blog/?p=815 http://masedlolur. seperti di Halmahera dan Flores.com/artikel-pendidikan/pengertian-pendidikan. Prof. Setelah tersusun secara sistematis. Tim Penyusun. Sistem Sokola Rimba kemudian diterapkan pula di berbagai tempat terpencil lainnya di Indonesia.com/2008/09/04/hello-world/ http://tonggo.kompasiana. Halmahera.com/doc/24946950/Pengertian-Teknologi-Informasi http://www. beberapa wilayah yang telah dijangkau di antaranya Flores.facebook. Landasan Manajemen Pendidikan.htm http://nadhirin.35 sambil tinggal bersama masyarakat didiknya selama beberapa bulan.2007. Jakarta : Bumi Aksara.com/2009/07/definisi-pengajaran-dan-pembelajaran. Dr.com/2008/02/13/butet-manurung-dan-%E2%80%9Csokola-rimba %E2%80%9D/ .html http://www. Diktat Perkuliahan Profesi Kependidikan.scribd. Yogyakarta.wordpress. Bulukumba. ia mengembangkan sistem Sokola Rimba (diambil dari bahasa yang digunakan orang Rimba. Yayasan “SOKOLA” merupakan wadah pendidikan alternatif yang mencoba menjangkau komunitas-komunitas di Indonesia yang tidak terjangkau sekolah formal.