Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah

Editor: Budhy Munawar-Rachman Penerbit Yayasan Paramadina Jln. Metro Pondok Indah Pondok Indah Plaza I Kav. UA 20-21 Jakarta Selatan Telp. (021) 7501969, 7501983, 7507173 Fax. (021) 7507174

TINJAUAN KRITIS ATAS SEJARAH FIQH
oleh Jalaluddin Rakhmat 1. FIQH AL-KHULAFA' AL-RASYIDIN: FIQH PENGUASA

Dari Fiqh Al-Khulafa' Al-Rasyidin Hingga Madzhab Liberalisme

Seorang laki-laki datang menemui 'Umar bin Khathab: "Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air." Maksud kedatangannya untuk menanyakan apakah ia harus shalat atau tidak. Umar menjawab, "Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air." 'Ammar bin Yasir berkata pada 'Umar bin Khathab: "Tidakkah Anda ingat. Dulu --engkau dan aku-- pernah berada dalam perjalanan. Kita dalam keadaan junub. Engkau tidak shalat, sedangkan aku berguling-guling di atas tanah. Aku sampaikan kejadian ini kepada Rasulullah saw. Dan Nabi berkata, cukuplah bagi kamu berbuat demikian." Mendengar demikian Umar menegur 'Ammar: "Ya Ammar, takutlah pada Allah", Kata Ammar, "Ya Amir al-Mu'minin, jika engkau inginkan, aku tidak akan menceritakan hadits ini selama engkau hidup." [1] "Yang dimaksud Ammar," kata Ibn Hajar, [2] "Aku melihat memang lebih baik tidak meriwayatkan hadits ini ketimbang meriwayatkannya Aku setuju denganmu, dan menahan diriku. Toh, aku sudah menyampaikannya, sehingga aku tidak bersalah." Sejak itu, 'Ammar tidak meriwayatkan peristiwa itu lagi. 'Umar tetap berpegang teguh pada pendapatnya -- orang junub, bila tidak ada air, tidak perlu shalat. "Wa hadza madzab masyhur 'an 'Umar," kata Ibn Hajar. Semua sahabat menolak pendapat Umar, kecuali Abdullah bin Mas'ud. Al-Bukhari mencatat perdebatan Abdullah bin Mas'ud dengan Abu Musa al-Asy'ari tentang kasus ini pada hadits No. 247. Abu Musa menentang pendapat Abdullah --sekaligus madzhab Umar-- dengan mengutip ayat ("jika kalian tak mendapatkan air hendaklah tayamum dengan tanah yang baik"). Menarik untuk dicatat bahwa kelak dengan merujuk ayat yang sama, mazhab Hanafi melanjutkan mazhab 'Umar. Lebih menarik lagi untuk kita catat adalah beberapa pelajaran dari riwayat di atas. Pertama, memang terjadi perbedaan paham di antara sahabat dalam masalah fiqhiyah Kedua, lewat kekuasaan, 'Umar menghendaki pembakuan paham dan mengeliminasi pendapat yang berlainan. Ketiga, terlihat ada sikap hiperkritis dalam menerima atau menyampaikan riwayat Dan keempat, perbedaan di antara para sahabat berpengaruh besar pada ikhtilaf kaum Muslim pada abad-abad berikutnya Karena itu membicarakan fiqh para sahabat menjadi sangat penting sebagai pijakan bagi pembahasan masalah fiqh mutakhir. Saya akan memulai makalah ini

dengan membahas urgensi fiqh sahabat dalam keseluruhan pemikiran fiqhiyah. Setelah itu, saya akan menjelaskan sebab-musabab timbulnya ikhtilaf fiqh di antara para sahabat, karakteristik fiqh sahabat, dan contoh-contoh fiqh al-khulafa al-rasyidin. URGENSI FIQH SAHABAT Fiqh shahabi memperoleh kedudukan yang sangat penting dalam khazanah pemikiran Islam. Pertama, sahabat --sebagaimana didefinisikan ahli hadits-adalah orang yang berjumpa dengan Rasulullah saw dan meninggal dunia sebagai orang Islam. [3] Dari makalah kita mengenal sunnah Rasulullah, karena itu, dari mereka juga kita mewarisi ikhtilaf di kalangan kaum Muslim. Kedua, zaman sahabat adalah zaman segera setelah berakhirnya masa tasyri'. Inilah embrio ilmu fiqh yang pertama. Bila pada zaman tasyri' orang memverifikasi pemahaman agamanya atau mengakhiri perbedaan pendapat dengan merujuk pada Rasulullah, pada zaman sahabat rujukan itu adalah diri sendiri. Sementara itu, perluasan kekuasaan Islam dan interaksi antara Islam dengan peradaban-peradaban lain menimbulkan masalah-masalah baru. Dan para sahabat merespon situasi ini dengan mengembangkan fiqh (pemahaman) mereka. Ketika menceritakan ijtihad pada zaman sahabat, Abu Zahrah menulis: [4] Di antara sahabat ada yang berijtihad dalam batas-batas al-Kitab dan alSunnah, dan tidak melewatinya; ada pula yang berijtihad dengan ra'yu bila tidak ada nash, dan bentuk ra'yu-nya bermacam-macam; ada yang berijtihad dengan qiyas seperti Abdullah bin Mas'ud; dan ada yang berijtihad dengan metode mashlahat, bila tidak ada nash. Dengan demikian, zaman sahabat juga melahirkan prinsip-prinsip umum dalam mengambil keputusan hukum (istinbath; al-hukm.); yang nanti diformulasikan dalam kaidah-kaidah ushul fiqh. Ketiga, ijtihad para sahabat menjadi rujukan yang harus diamalkan, perilaku mereka menjadi sunnah yang diikuti. Al-Syathibi [5] menulis, "Sunnah sahabat r.a. adalah sunnah yang harus diamalkan dan dijadikan rujukan." Dalam perkembangan ilmu fiqh, madzhab sahabat --sebagai ucapan dan perilaku yang keluar dari para sahabat-- akhirnya menjadi salah satu sumber hukum Islam di samping istihsan, qiyas, mashalih mursalah dan sebagainya. Madzhab sahabat pun menjadi hujjah. Tentang hal ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian menganggaprlya sebagai hujjah mutlak; sebagian lagi sebagai hujjah bila bertentangan dengan qiyas; sebagian lainnya hanya menganggap hujjah pada pendapat Abu Bakar dan Umar saja, berdasarkan hadits ("berpeganglah pada dua orang sesudahku, yakni Abu Bakar dan Umar"); dan sebagian yang lain, berpendapat bahwa yang menjadi hujjah hanyalah kesepakatan khulafa' al-Rasyidin. [6] Terakhir keempat, ini yang terpenting, ahl al-Sunnah sepakat menetapkan bahwa seluruh sallabat adalah baik (al-shahabiy kulluhum 'udul). Mereka tak boleh dikritik, dipersalahkan, atau dinilai sebagaimana perawi hadits lain. Imam ahli jarh dan ta'dil, Abu Hatim al-Razi dalam pengantar kitabnyamenulis: [7] Adapun sahabat Rasulullah saw, mereka adalah orang-orang yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui tafsir dar ta'wil, yang dipilih Allah untuk- menemani Nabi-Nya, untuk menolongnya, menegakkan agamanya, memenangkan ke benarannya... Allah memuliakan mereka dengan karunia-Nya menempatkan

kedudukan mereka pada tempat ikutan. Mereka dibersikkan dari keraguan, dusta, kekeliruan, keraguan kesombongan, dan celaan. Allah menamai mereka sebagai 'udul al-ummah (umat yang paling bersih)... Merekalah 'udul alummah, pemimpin-pemimpin hidayah, hujjah agama, dan pembawa al-Qur'an dan al-`Sunnah. Karena posisi sahabat begitu istimewa, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah. Tentu saja, menurut kesepakatan ahl al-sunnah, di antara para sahabat itu yang paling penting adalah khulafa al-rasyidun. Bila mereka sepakat, pendapat mereka dapat membantu memecahkan masalah fiqh; bila mereka ikhtilaf, mazhab sahabat menimbulkan kemusykilan yang sulit diatasi. Lalu mengapa mereka ikhtilaf? PENYEBAB IKHTILAF DI KALANGAN SAHABAT Salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat adalah prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah saw. Sementara itu, setelah Rasulullah wafat, putuslah masa tasyi'. Menghadapi masalah-masalah baru itu, muncul dua pandangan. [8] Kelompok pertama memandang bahwa otoritas untuk menetapkan hukumhukum Tuhan dan menjelaskan makna al-Qur'an setelah Rasulullah wafat dipegang ahl al-Bait. Hanya merekalah, menurut nash dari Rasul, yang harus dirujuk untuk menyelesaikan masalah-masalah dan menetapkan hukum-hukum Allah. Kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam masa berhentinya wahyu, karena mereka tahu betul --tugas mereka adalah mengacu pada Ma'shumun. Kelompok kedua memandang tidak ada orang tertentu yang ditunjuk rasul untuk menafsirkan dan menetapkan perintah Ilahi. Al-Qur'an dan al-Sunnah adalah sumber untuk menarik hukum-hukum berkenaan dengan masalahmasalah yang timbul di masyarakat. Kelompok ini --kelak disebut Ahl alSunnah-- ternyata tidak mudah mengambil hukum dari nash, karena banyak hal tak terjawab oleh nash. Mereka akhirnya menggunakan metode-metode ijtidah seperti qiyas atau istihsan. Semua Khalifah al-Rasyidin termasuk kelompok kedua, kecuali Ali bin Abi Thalib. Kelompok kedua lebih banyak menggunakan ra'yu, dan kelompok pertama lebih banyak merujuk nash. Kelompok kedua banyak menggunakan dalil aqly, kelompok pertama dalil naqli. Umar pernah melarang hajji tamattu', padahal al-Qur'an dan al-Sunnah sangat tegas menetapkannya. Ketika Utsman juga melarangnya, Ali secara demonstratif melakukannya di depan Utsman. Kata Utsman: Aku melarang manusia melakukan tamattu, dan engkau sendiri melakukannya. Ali menjawab: Aku tak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw. hanya karena pendapat seseorang. [9] Setelah perdebatan ini, menurut riwayat lain dari Abdullah bin Zubair, Utsman berkata: Sesungguhnya laranganku itu hanya ra'yuku saja. Siapa yang mau boleh menjalankannya; siapa yang tak mau boleh meninggalkannya. [10] Contoh lainnya adalah hukuman dera bagi peminum khamr. Rasulullah saw. menderanya 40 kali. [11] Umar --atas saran Abd al-Rahman bin Auf menderanya 80 kali. Ali kembali menderanya 40 kali. Rasulullah saw. menetapkan thalaq tiga dalam satu majlis itu dihitung satu. [12] Begitu pula Ali. Umar menetapkan thalaq tiga itu jatuh tiga sekaligus. Umar memutuskan hukuman rajam bagi orang gila yang berzina. Ali membebaskan hukum itu berdasarkan hadits. [13]

Bila contoh-contoh tadi berkenaan dengan perbedaan antara ketetapan nash dengan ra'yu, contoh-contoh berikut menunjukkan perbedaan memahami nash. Kata quru dalam wal muthalaqatu yatarabbashna bi anfusihim tsalatsatu quru' diartikan berbeda-beda. Abdullah bin Mas'ud dan Umar mengartikan "quru" itu haidh. Zaid ibn Tsabit mengartikannya masa bersuci di antara haidh dengan haidh lagi. [14] Ibn Umar menafsirkan "al-muhshanat dalam ayat wa al muhshanat min alladzina utu al-kitab sebagai wanita Muslim, karena itu Ibn Umar mengharamkan wanita ahli kitab dinikahi laki-laki Muslim. Ibn 'Abbas menganggap ayat itu sebagai pengecualian (takhshish) dari ayat wa la tankihu al-musyrikat hatta yu'minna. Utsman tampaknya sependapat dengan Ibn 'Abbas, karena ia menikah dengan Nailah, wanita Nashrani, dan Thalhah menikahi wanita Yahudi dari Syam. [15] Kadang-kadang ikhtilaf terjadi di antara para sahabat karena perbedaan pengetahuan yang mereka miiiki. Sebagian sahabat, misalnya, mengetahui nash tertentu, sebagian lain tidak mengetahuinya. Umar pernah menegur orang yang dikiranya salah ketika membaca QS al-Fath: 26. Ia memarahi orang itu. Tetapi Umar kemudian dikoreksi Ubayy bin Ka'ab. Kata Ubayy Anda tahu saya berada di dalam beserta Rasulullah saw. ketika ia membaca ayat itu. Engkau sendiri berada di pintu... Demi Allah Ya Umar, sesungguhnya Anda tahu, ketika saya hadir Anda tidak ada; ketika saya diundang, Anda tidak. [16] Al-Syaikh Muhammad Muhammad al-Madany menjelaskan ikhtilaf yang berkenaan dengan sunnah: [17] salah satu sebab

Sahabat Rasulullah saw., yang mengambil sunnah dari Nabi dan meriwayatkannya, berbeda-beda dalam kemampuan pengambilannya dan dalam menerima riwayatnya. Rasulullah saw. ditanya tentang suatu masalah. Ia menghukum dengan hukum tertentu memerintahkan atau melarang sesuatu, melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Yang hadir waktu itu dapat menyimpan peristiwa itu, yang tidak hadir tentu tidak mengetahuinya. Ketika Rasulullah saw. wafat, bertebaranlah sahabat di negeri-negeri, dan setiap penduduk negeri mengambil dari sahabat yang ada di negeri mereka. Berkata Ibn Hazm: "Orang Madinah hadir pada tempat yang tidak dihadiri orang Basrah, orang Basrah menghadiri tempat yang tidak dihadiri orang Syam; orang Syam hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Basrah; orang Basrah menghadiri yang tidak dihadiri orang Kufah; orang Kufah hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Madinah. Ini semua terjadi dalam hadits, dan pada saat kita memerlukan informasi. Padahal --seperti telah kita jelaskan--sebagian sahabat pada sebagian waktu tidak hadir di majelis Rasulullah saw., sedangkan sebagian lagi hadir. Setiap orang hanya mcngetahui apa yang ia saksikan, dan tidak mengetahui apa yang tidak ia hadiri. Ini jelas menurut akal. 'Amar dan yang lain mengetahui tentang tayamum, Umar dan Ibn Mas'ud tidak mengetahuinya, sehingga mereka berkata: Orang junub tidak tayamum, walau pun tidak menemukan air selama dua bulan. Ali Hudzaifah al-Yamani dan lain-lain mengetahui hukum mengusap tetapi 'Aisyah, Ibn 'Umar, Abu Hurairah tidak mengetahuinya walaupun mereka penduduk Madinah. Anak perempuan dari anak beserta anak perempuan mendapat waris diketahui Ibn Mas'ud tetapi tidak diketahui Abu Musa. Marilah kita berikan satu contoh lagi yang lebih ilustratif. Ketika orang sedang berkumpul di hadapan Umar bin Khathab, masuklah seorang laki-laki: "Ya Amir al-Mu'minin, ini Zaid bin sabit berfatwa di masjid dengan ra'yunya berkenaan dengan mandi janabah." Kata Umar: "Panggil dia!" Zaid pun datang dan Umar berkata: "Hai musuh dirinya sendiri!, aku dengar kau berfatwa pada manusia dengan ra'yumu sendiri? Kata Zaid: "Ya Amir al-Mu'minin. Aku tidak melakukan itu. Tetapi aku mendengar hadits dari paman-pamanku, lalu aku

Ah al-Bait memiliki kema'shuman berdasarkan nash al-Qur'an dan al-Sunnah. menurut mereka. 'Aisyah ditanya. istihsan. fiqh mereka ini hanya terbatas pada qiyas. Menurut Muhammad al-Khudlari Bek. tapi akan memutuskan perhatian pada metode ijtihad kelompok sahabat yang tak merujuk ahl al-Bait. ikhtilaf ini adalah assets bagi perkembangan pemikiran. dari segi prosedur penetapan hukum. Mereka boleh ikhtilaf. pendapat seseorang menjadi hujjah bila orang itu ma'shum. tokoh ukhuwah Islamiyah yang menghentikan kutukan pada Ali di mimbar. kecuali Ali dan Mu'adz. Ia mengutus orang bertanya pada Hafshah. dan ijtihad dengan ra'yu seperti al-Mashalih al-Mursalah dan istihsan. Tidak turun ayat yang mengharamkan." [19] KARAKTERISTIK FIQH SAHABAT Seperti telah disebutkan di muka. Keduanya berkata: "Jika kedua khitan bertemu." Kata Umar: "Kalian sahabat-sahabat yang ikut Badr sudah ikhtilaf. [21] . Menurut Muhammad Salim Madkur. Dengan begitu. wajib mandi. Muhammad Ali al-Sais menyebutkan bahwa ijtihad sahabat itu meliputi qiyas. mereka membuka pintu ijtihad bagi manusia. 'Ammar bin Yasir. ada dua cara yang dilakukan para sahabat. Dalam kasus-kasus yang lain. Jika kita mengambil dari siapa saja di antara mereka. 'Umar bin Abd al-'Aziz. Mereka adalah teladan yang diikuti. sempitlah manusia dibuatnya. berkata: "Aku tidak senang kalau sahabat Nabi tidak ikhtilaf. Para sahabat -. Seandainya pendapat mereka itu tunggal. Ya Amir al-Mu'minin: "tidak ada orang yang lebih tahu dalam hal ini kecuali isteri Rasulullah saw. Buat orang-orang sektarian.merujuk pada ahl al-Bait dalam menghadapi masalah-masalah baru." Kata Umar: "Apakah Rasulullah saw." [18] Dalam kasus yang baru kita ceritakan. Mereka berpendapat bahwa ada dua nash yang dengan tegas menyuruh kaum Muslim berpegang teguh pada pimpinan ahl-al-Bait. wajib mandi. ikhtilaf di antara para sahabat dapat diselesaikan oleh khalifah." Lalu Umar mengumpulkan Muhajirin dan Anshar. lalu bermusyawarah. Khalifah bahkan menetapkan sangsi bagi orang yang mempunyai pendapat berbeda.sampaikan – dan Abi Ayyub dari Ubbay bin Ka'ab. aku akan pukul dia. ijtihad mereka menggunakan tiga metode: a) menjelaskan dan menafsirkan nash. Kata Umar: "Panggil Rafa'ah bin Rafi'. [30] Pada bagian ini. b) qiyas pada nash atau pada ijma'. jadilah itu sunnah. almashalih al-mursalah. ikhtilaf para sahabat ini menjadi sumber perpecahan. Ia berkata: "Apakah kalian berbuat demikian bila kalian bercampur dengan isteri kalian dan tidak keluar air mani kalian mandi?" Kata Rafa'ah: "Kami melakukan begitu pada zaman Rasulullah saw. Hudzaifah dan sebagian besar Bani Hasyim -. mengetahuinya?" Kata Rafa'ah: "Tidak tahu. Artinya. Kedua cara ini melahirkan dua mazhab besar di kalangan sahabat – Madzhab 'Alawi dan Madzhab 'Umari yang akhirnya mewariskan kepada kita sekarang sebagai Syi'ah dan ahli Sunnah.seperti Miqdad. para mujtahid berada dalam kesempitan. Hafshah tidak tahu. Buat orang yang berjiwa terbuka. Kata 'Aisyah: "Bila khitan sudah bertemu khitan. Abu Dzar. sadd al-dzara'i." Kata Umar: "Bila ada lagi orang berfatwa bahwa tidak wajib mandi kalau tidak keluar. ia membuka umat untuk memasuki Rahmat-Nya. karena bila mereka tidak membukanya. al-baraah al-ashliyah. Semua orang berkata tidak perlu mandi." dari Rifa'ah bin Rafi'. ikhtilaf di antara para sahabat itu dibiarkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Lagi pula. apalagi orang-orang setelah kalian!" Kata Ali. Allah memberikan keluasan pada umat dengan adanya ikhtilaf furu'i di antara mereka. saya tak akan membicarakan kelompok sahabat ini. Tidak juga ada larangan dari Rasulullah saw.

penulisan hadits terlambat sampai abad 8 M. walaupun ada nash sharih (tegas) yang bertentangan dengan itu. ada tiga tahap dalam ijtihad para sahabat: a) merujuk pada nash al-Qur'an dan al-Sunnah b) menggunakan metode-metode ijtihad seperti qiyas.. Janganlah meriwayatkan satu Hadits pun dari Rasulullah saw. jawablah -. 1. halalkanlah apa yang dihalalkannya. Di antara mereka ada yang mengikuti ucapan Umar. "Kalian meriwayatkan hadits Rasulullah saw. dan Abu Mas'ud al-Anshari." [23] alDzahabi meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang setelah Nabi wafat dan berkata. Pada suatu pagi ia datang padaku dan berkata: "Bawalah hadits-hadits yang ada padamu itu. Umar datang dan berkata. menggunakan qiyas atau pertimbangan kepentingan umum. Nabi berkata: "Bawalah ke sini. [28] Karakteristik kedua dari ijtihad sahabat. [25] Umar kemudian mengumpulkan haditshadits itu dan membakarnya. bahkan pertimbangan kepentingan umum (maslahat) didahulukan dari nash. serta Rasulullah dan Abu Bakar melakukannya. Umar ibn Abd al-Aziz (meninggal 719/101) adalah orang yang pertama menginstruksikan penulisan hadits. Dalam beberapa kasus. Pada tahap pertama. Umar ingin menuliskan sunnah-sunnah Rasulullah saw. mengharapkan bimbingan Allah dalam hal ini. dan c) mencapai kesepakatan lewat proses perkembangan opini publik yang alamiah.Menurut pendapat saya. yang kalian pertengkarkan. Jika ada yang bertanya kepada kalian. Ia memikirkannya selama satu bulan. aku tuliskan bagimu tulisan yang tidak akan menyesatkanmu selama-lamanya. di antaranya Umar bin Khathab./2 H. "Aku membawanya. bila tidak ada nash. di rumah Rasulullah saw.Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah." [27] Tradisi pelarangan hadits ini dilanjutkan para tabi'in. Cukuplah bagimu Kitab Allah. "Kami tidak memberi . Bila al-Qur'an menetapkan bagian muallaf dari zakat." Umar berkata: "Nabi sedang dikuasai penyakitnya. Ia membakar dan berkata. Mereka tenggelam dalam tulisan mereka dan meninggalkan Kitab Allah. Khalid Muhammad Khalid menulis tentang ijtihad Umar dalam alDimuqrathiyyah: Umar bin Khattab telah meninggalkan nash-nash agama yang Suci dari al-Qur'an dan al-Sunnah ketika dituntut kemaslahatan untuk itu. Berikut ini contoh-contohnya. Tidak layak di hadapanku bertengkar. Ketika terjadi banyak pertengkaran dan ikhtilaf. bila nash tidak ada atau tidak diketahui. tampaknya lebih memusatkan perhatian pada ayat-ayat al-Qur'an (atau ruh ajaran al-Qur'an) dengan agak mengabaikan (kadang-kadang menafikan hadits). Pada suatu pagi. berkata: "Pergilah kamu semua dari aku. sehingga di kalangan ahl al-sunnah. Di bawah ini saya kutipkan berbagai riwayat berkenaan dengan sikap Khulafa al-Rasyidin pada Hadits (sunnah): 1) Dari Ibn Abbas: ketika Nabi menjelang wafat. Padamu ada Kitab Allah. para Khulafa al-Rasyidin selain Ali." Terjadi ikhtilaf di antara orang-orang di rumah itu. [26] Ia juga menetapkan tahanan rumah pada tiga sahabat yang banyak meriwayatkan hadits: Ibn Mas'ud. dan haramkanlah apa yang diharamkannya" [24] 3) Al-Zuhri meriwayatkan. Abu Darda. "Aku takut jika aku mati aku masih meninggalkan hadits-hadits ini bersamamu. Nanti orang-orang setelah kalian akan lebih bertikai lagi. Nabi saw. Menurut satu riwayat. ia memutuskan dan menyatakan: "Aku teringat orang-orang sebelum kalian." [22] 2) 'Aisyah meriwayatkan: Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Rasulullah saw. berkumpul orang-orang.

.. [33] Utsman juga melakukan banyak "pembaharuan" dalam fiqh Islam: a) mengitmamkan shalat dalam keadaan safat di Mina. Al-Fujaah ternyata menggunakan fasilitas Abu Bakar ini untuk merampok. pendapat-pendapat tertentu kemudian berkembang menjadi opini generalis. Abu Bakar menyuruh Tharifah bin Hajiz untuk membawanya ke Madinah. Abu Bakar dan Umar tidak memberikan hak khumus dari keluarga Rasulullah saw. [39] Saya hentikan kutipan kasus-kasus ijtihad Khulafa' al-Rasyidin di sini. tapi menyalurkan hak itu fi sabilillah. Umar ingin menghukum keteledoran ini. " Lalu berlalulah apa yang diputuskan Umar. "Kami tidak memerlukan kalian lagi. mereka datang kepada Umar. Umar meninggalkan sunnah dan menyingkirkan ijma. Ketika talaq tiga dalam satu majelis dihitung satu menurut Sunnah dan ijma.. Abu Bakar dan permulaan Khilafah Umar.kamu sedikit pun karena Islam. orang secara bebas memberikan tafsiran pada sunnah Rasulullah saw. Abu Bakar menghukumnya dengan membakarnya hidup-hidup. Utsman bin Affan membolehkan "menikahi" dua orang wanita bersaudara dari antara budak belian sekaligus." Ketika Rasul dan Abu Bakar membolehkan penjualan Ummahat al-Awlad. yang menunjang kaidah hukum berubah karena perubahan zaman ialah jatuhnya thalaq tiga dengan satu kalimat. Karena itu. Dalam proses free market of ideas. [35] c) melarang haji tamattu. [31] 4. Berkembanglah berbagai penafsiran. Seringkali yang disebut ijma' adalah konsensus yang "ditetapkan" oleh penguasa . khalifah yang berhak mengatur pembagian khumus. insya Allah." Kata Ibn Qayyim. Amir al-Mu'minin Umar bin Khathab melihat orang telah melecehkan urusan thalaq. al-Dawalibi menulis hal yang sama dalam 'Ilm Ushul al-Fiqh: "Di antara kreasi Umar r. [36] d) membolehkan tidak mandi bagi yang bercampur dengan isterinya tanpa mengeluarkan mani. Ini adalah prinsip taghayyarat bihi alfatwa litaghayyur al-zaman." [29] 2.. Menurut Fazlur Rahman. Allah sudah memenangkan Islam dan melepaskan dari kalian. [34] b) menambahkan adzan ketiga pada hari Jum'at . [37] e) mengambil zakat dari kuda. Umar melarangnya. setelah Rasulullah saw. thalaq tiga pada sekali ucapan dijadikan satu seperti hadits shahih dari Ibn 'Abbas. sedangkan di zaman Nabi. Umar merobek surat itu dan berkata. lalu konsesnsus.a. "Adakah khalifah itu atau dia? "Abu Bakar menjawab.. Dr. "Mereka kembali pada Abu Bakar dan berkata. Kata Umar: "Manusia terlalu terburu-buru di tempat yang seharusnya hati-hati. [38] f) mendahulukan khotbah sebelum shalat pada shalat 'id. jika tidak pedanglah yang memutuskan antara kamu dan kami. Marilah kita lihat proses perkembangan pemikiran para sahabat sehubungan dengan sunnah. Jika kamu Islam (baiklah itu). sehingga sahabat menahan dirinya untuk tidak mudah menjatuhkan thalaq. [40] pada zaman para sahabat.. wafat. Mereka berpendapat. waktu itu yang disebut sunnah ialah apa yang disebut Imam Malik sebagai al-amr al-mujtama' 'alaih. Saya hampir sependapat dengan Fazlur Rahman. kecuali dalam satu hal: Apa yang disepakati tidak selalu berkembang dari hasil persaingan pendapat yang demokratis. Umar melihat ini untuk kemashlahatan umat di zamannya.. [30] 3. Abu Bakar memberinya bekal. "Ia. Ketika kelompok muallaf datang menemui Abu Bakar untuk menuntut surat. Ali bin Abi Thalib mengharamkannya. lalu opini publik. [32] 5. Al-Fujaah pernah menyatakan diri ingin berjihad dan meminta perbekalan pada Abu Bakar.

laknatlah mereka. Ibn 'Abbas berdoa: Ya Allah. Karena pertimbangan politik." [41] 2. Nabi saw: "Ya Rabbi. Ini pun sudah dilalaikan orang". [46] AlHasan al-Bashri menegaskan: "Seandainya sahabat-sahabat Rasulullah saw lewat. Anda menjadi sahabat Rasulullah saw. Anas menjawab. Tidak berubah. 'Umar sendiri berkata.adalah fondasi utama dari seluruh bangunan fiqh Islam sepanjang zaman. Fiqih shahabi memberikan dua macam pola pendekatan terhadap syari'ah yang kemudian melahirkan tradisi fiqh yang berbeda. kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah saw sudah diubah. Sayang sekali. Ikhtilaf di antara para sahabat. Ia berkata: Aku tidak mengenal lagi apa-apa yang aku lihat dilakukan "orang" kecuali panggilan shalat. Suatu ketika seorang tabi'in. [43] Bid'ah-bid'ah ini telah mengubah sunnah Rasulullah saw. dari bapaknya (seorang sahabat). kecuali shalat. Tentu saja. Ada pun shalat. untuk itu diperlukan penelaahan kritis terhadapnya. [48] Jadi pada zaman sahabat pun. sampai shalat pun. sunnah Nabi sudah banyak diubah. Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat ada rombongan manusia yang pernah menyertai Nabi diusir dari al-haudh (telaga). Ia melihat Ibn Zubair memulai shalatnya sebelum khutbah. "Semoga Allah meyampaikan kepadaku kesalahan-kesalahanku sebagai suatu bingkisan. Ia sedang menangis. Ia mengingatkan aku pada Shalat Muhammad saw. Sebagian sahabat mulai mengeluhkan terjadinya perubahan ini. khususnya yang dijalankan secara setia oleh Ali dan para pengikutnya. Tidak berlebih-lebihan kalau kita simpulkan bahwa fiqih al-Khulafa al-Rasyidin adalah fiqih penguasa. tidak berganti. Anda berbaiat kepadanya di bawah pohon. AlMusayyab memuji Al-Barra bin 'Azib: "Beruntunglah Anda. [44] Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan. mereka tidak mengenal kamu (yang kamu amalkan) kecuali kiblat kamu"." Al-Barra menjawab.menyumbangkan khazanah yang kaya untuk memperluas pemikiran. selain mewariskan kemusykilan bagi kita sekarang. engkau tidak tahu hal-hal baru yang kami adakan sepeninggal Rasulullah. Salah satu sebab utama perubahan adalah campur tangan penguasa.politik waktu itu. Al-Zarqani mengomentari hadits ini: Yang dimaksud "orang" adalah sahabat. mereka sahabatku. [42] Kata ma ahdatsna (apa-apa yang kami adakan) menunjukkan pada perbuatan bid'ah yang dilakukan para sahabat Nabi. Ketika banyak orang marah karena 'Umar dikritik. sikap kritis ini telah "dimatikan" dengan vonnis zindiq oleh sebagian ahli hadits. Adzan tetap seperti dulu. juga --seperti kata 'Umar ibn Abdul Aziz-." tanya Al-Zuhri. waktunya telah diakhirkan. Imam Malik meriwayatkan dari pamannya Abu Suhail bin Malik. KESIMPULAN Fiqh para sahabat --khususnya seperti diwakili oleh al-Khulafa. dan perbuatan yang lain telah berubah. Mereka meninggalkan sunnah karena . alRasyidun-. Bani Umayyah telah mengubah sunnah Nabi. [47] 'Umran bin al Husain pernah shalat di belakang Ali. Ia memegang tangan Muthrif bin Abd Allah dan berkata: Ia telah shalat seperti shalatnya Muhammad saw. FIQH TABI'IN: FIQH USHUL Sejak zaman sahabat (dan ini diakui para sahabat sendiri) telah terjadi perubahan-perubahan dalam syari'at Islam. [45] Kata AlZuhri: Aku menemui Anas bin Malik di Damaskus. "Mengapa Anda menangis. Hai anak saudaraku. "Aku sudah tidak mengenal lagi apa yang aku lihat. Dikatakan kepadanya: Engkau tak tahu apa-apa yang mereka ada-adakan sepeninggal kamu. Ada dua sikap ekstrim terhadap sahabat yang harus dihindari: menghindari sikap kritis atau melakukan sikap hiperkritis.

atau karena posisinya memungkinkan untuk itu.benci kepada Ali. atau lagi-lagi pertimbangan politis. selain mengambil hadits sebagai sumber hukum. bahwa dalam khazanah fiqh ahl al-Sunnah para khalifah sedikit sekali memberi fatwa atau meriwayatkan al-hadits. Umar 537 hadits. Sebelum tabi'in. hanya sedikit para sahabat yang meninggalkan Madinah. dan karenanya secara singkat ia disebut Fiqh al-ushul. sedangkan sujud di atas tanah dianggap musyrik dan dihitung sebagai perbuatan zindiq". yang menjadi tradisi Rasulullah saw dan para sahabat Nabi seperti Abu Bakar. sujud di atas kain menjadi syi'ar Ahl al-Sunnah. membahas itu semua. Secara keseluruhan. [50] Contoh yang lain adalah sujud di atas tanah. Jika semua hadits mereka disatukan hanya berjumlah 1411 hadits. ketika kekuasaan Islam meluas. yakni mereka yang berguru pada sahabat. Jabir ibn Abdullah dan lain-lain. Karena pendapat-pendapat para sahabat terbagi dua --yang berpusat pada al-hadits dan al-ra'y-. [51] Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana campur tangan kekuasaan politik membentuk fiqh. Fiqh Tab'in. Dalam perkembangannya. Ali 586 hadits. Ibn Mas'ud. Dalam kaitan ini. mungkin karena ketidaktahuan. Sebagian lagi banyak sekali memberi fatwa. Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka. bahkan sedikit sekali sahabat yang keluar dari Madinah. Dari sahabat. umumaya fiqh mawali. Abu bakar meriwayatkan hanya 142 hadits. menurut Abu Zahrah. para tabi'in. para . dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat. marilah kita lihat sedikit latar belakang fiqh APA YANG DIMAKSUD DENGAN FIQH TABI'IN Setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. Ibn 'Umar. menjaharkan basmalah. mungkin karena pengetahuan mereka. Yang keluar kebanyakan bukan fuqaha. ia mempertimbangkan alasan-alasan. Menarik untuk dicatat. kurang dari 27% hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah (Abu Huraiah meriwayatkan 5374 hadits). juga mengambil ijtihad para sahabat. tidak banyak. Pertama. Utsman 146 hadits. Kedua. penguasa politik kemudian melakukan manipulasi hadits dengan motif politik. seperti Abdullah bin Mas'ud. Karena itu. baik secara politik maupun administratif dalam pemerintahan. kita lebih banyak menelaah ushul ketimbang fiqh. kehatihatian. Abu Zahrah menulis: [52] Sebenarnya. Sebab itu. Karena fiqh lebih banyak didasarkan pada al-hadits. Juga bukan sahabat senior. orang-orang Islam bertanya pada sahabat dalam urusan hukum-hukum agama. Kebanyakan. umumnya bukanlah murid al-Khulafa al-Rasyidin. Abu Musa al-Asy'ari. 'Umar ingin mengambil manfaat dari pendapat mereka.kita akan membicarakan juga tradisi fiqh al-atsar dan fiqh al-ra'y. dan lain-lain. kecuali yang diizinkan keluar oleh Umar. sebelum Dinasti Umayyah berkuasa. sebagai upaya menghapus jejak Ali. karena itu. [49] Contohnya. Sahabat yang terkenal punya banyak murid adalah Ibn Mas'ud di Iraq. Baru ketika Utsman memerintah. Umar bin Khatab menahan para sahabat senior di Madinah dan melarang mereka meninggalkan kota itu. Zaid ibn Tsabit dan lain-lain di Madinah. Hal ini disebabkan ushul adalah sandaran para tabi'in. mereka diizinkan keluar. Abdullah ibn 'Umar serta ayahnya Al-Faroq. Fiqh tabi'in. Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa. Dalam pada itu. murid-murid sahabat itu para mawali (non Arab). kita juga akan mengupas kemusykilan ijtihad sahabat.

Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abu Bakar (Wafat 108 H). Sulayman ibn Yasar (wafat 100 H) dan Kharijah ibn Zaid ibn Tsabit (wafat ?).tabi'in mengumpulkan dua hal: Hadits-hadits Nabi saw dan pendapatpendapat para sahabat (aqwal al-shahabat). memberikan makna lain (ta'wil) pada hadits. Dari situ paling tidak kita melihat petunjuk (indikator) manipulasi hadits pada zaman tabi'in. Bila ada masalah baru yang tidak terdapat pada kedua hal tersebut. saudaranya. Abu Bakar ibn 'Abid (wafat 94 H). 'Urwah ibn al-Zubair (wafat 94 H). Al-Dzahabi ketika meriwayatkan biografi Al-Nasai menulis. ia meminta rakyat untuk membaiat Yazid. Kata-kata ini dalam Tafsir al-Thabari dan Ibn Katsir diganti dengan: wa kadza wa kadza (demikianlah-demikianlah). membuang sebagian isi hadits dan menggantinya dengan kata-kata yang tidak jelas. Ayahku menjawab Aku menemukan sahabat-sahabat Nabi bertanya kepada 'Alqamah dan meminta fatwanya. Ibrahim al-Nakh'i. al-Thabari meriwayatkan ucapan Nabi saw tentang Ali: "Inilah washihu dan khalifahku untuk kamu". Shahih Bukhari menghilangkan ucapan Abd al-Rahman dengan mengatakan faqaala 'Abd al-Rahman ibn 'Abi Bakar syai'an (Abd al-Rahman mengatakan sesuatu). antara lain sebagai berikut. "Kalian menginginkan kekuasaan ini seperti kekuasaan Heraclius!". [54] Kedua. [55] Ketiga. Marwan marah dan menyuruh orang menangkap Abd al-Rahman. Hamad ibn Abu Sulayman Salim mawla Ibn Umar. Muhammad ibn Abu Bakar menulis surat kepada Mu'awiyah menjelaskaan keutamaan Ali sebagai washi Nabi saw. BUKTI-BUKTI MANIPULASI HADITS Di sini tidak ditunjukkan manipulasi hadits kecuali seperti tampak pada kitabkitab hadits yang ada sekarang. Tentu saja kata "washi"dan "khalifah" mempunyai konotasi yang sangat jelas. Marwan berkata: Ayat al-Qur'an: alladzi qala liwalidaihi uffin lakum turun tentang Abd alRahman. Ada tujuh orang faqih tabi'in yang terkenal (al-fuqaha al-sab'ah): Sa'id ibn Musayyab (wafat 93 H). Abidullah ibn Abdillah (wafat 99 H). Di samping mereka ada 'Atha ibn Abi Rabah. Isi surat ini secara lengkap dimuat dalam Kitab Shiffin dari Nashr bin Mazahim (wafat 212 H) dan Muruj al-Dzahab tulisan al-Mas'udi (wafat 246 H). kecaman kepada Mu'awiyah dan Marwan tidak diketahui. [53] Dengan cara itu. Ada beberapa cara manipulasi hadits. Banyak diantara tabi'in yang mencapai faqahah (kefaqihan) begitu rupa sehingga sahabat (sic!) berguru pada mereka. dan Abdullah ibn Amr. Tetapi ia membuang semua isi surat itu dengan alasan "supaya orang banyak tidak resah mendengarkannya. Abd al-Rahman ibn Abu Bakar memprotes Marwan sambil berkata. mereka melakukan ijtihad seperti atau dengan metode yang dilakukan para sahabat. dan 'Ikrimah mawla Ibn Abbas. Ketika Marwan menjadi Gubernur Mu'awiyah di Hijaz. Qabus ibn Abi Zhabiyan berkata: Aku tanya ayahku. 'Alqamah dan Ka'ab keduanya tabi'in. Mu'awiyah pun mengakuinya. Ia lari ke kamar 'Aisyah ra. Ka'ab al-Ahbar sering dimintai fatwa oleh Ibn Abbas." Ibn Atsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah juga menghilangkan kedua surat itu dengan mengemukakan alasan yang sama. membuang seluruh berita tentang sahabat dengan petunjuk adanya penghilangan itu. ketika al-Nasai diminta meriwayatkan . Pertama. Abu Hurairah. Al-Thabari (wafat 310 H) melaporkan peristiwa itu dengan menunjuk kedua kitab di atas sebagai sumber. 'Aisyah menolak asbab al-nuzul ini. Kehormatan Khalifah dan Gubernurnya terpelihara. Dalam tarikhnya. mengapa Anda tinggalkan sahabat dan mendatangi 'Alqamah. Contoh-contoh yang diberikan di sini difokuskan pada manipulasi yang diduga beralasan politis. Al-Syu'bi.

"hadits apa yang harus aku keluarkan kecuali ucapan Nabi. aku tawassul padamu dengan Allah swt dan aku meminta tolong padamu dengan Muhammad saw dan dengan kekeluargaanmu padanya. siapa yang aku laknat atau aku kecam. kata al-Manshur. Pada bukunya. washiku dan Khalifahku untuk kamu. demi Allah. "Bagaimana pendapat kalian tentang diriku? Apakah aku pemimpin adil atau zalim?" Malik bin Anas berkata: "Ya Amiral Mu'minin. Al-Thabrani memberi komentar: Ia menjadikan washi untuk keluarganya. Karena itu. "Tetapi aku tinggalkan sebagian riwayat Ibn Ishaq yang jelek bila disebut orang". Kelima. Anda perangi musuh. Ibnu 'Asakir dan lain-lain. Beberapa tabi'in juga melarang penulisan hadits. cetakan kedua (Tahun 1354). Ia menganggap riwayat itu sebagai dusta. ya Amir al-Mu'minin. Keenam. ia mengundang Malik ibn Anas. 3. washiku. Ia dikawal para prajurit dengan pedang-pedang terhunus. melarang penulisan hadits Nabi saw. Al-Thabrani. salah seorang pendusta. Al-Syu'bi meriwayatkan hadits dari Al-Harits al-Hamdani. dan bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama masuk Islam. Anda berikan . maafkanlah aku untuk tidak berbicara. cetakan pertama. semoga Allah tidak mengenyangkan perut Mu'awiyah". Pada Hayat Muhammad. Demi Allah. Setelah berbicara panjang. Al-Syuibi mengutamakan Abu Bakar. Ia berkata: menyampaikan padaku Al-Harits. jadikanlah laknat dan kecaman itu kesucian dan rahmat baginya. membuang sebagian isi hadits tanpa menyebutkan petunjuk ke situ atau alasan. Ibn Katsir mendha'ifkan riwayat Nabi tentang Ali sebagai Washi. dan khalifahku untuk kamu. [56] Bagaimana mungkin laknat Nabi menjadi kesucian dan rahmat. Al-Thabari.keutamaan Mu'awiyah. Keempat. Dalam Ibn Ishaq diriwayatkan Nabi saw berkata. Ia membenci Al-Harits karena kecintaannya yang berlebihan pada Ali dan mengutamakan Ali di atas sahabat yang lain. bukan untuk Khalifah. Khalifah bertanya. ia mengutip ucapan Nabi: Siapa yang akan membantuku dalam urusan ini supaya menjadi saudaraku." "Aku maafkan Anda". atau orang-orang yang bodoh dalam ilmu hadits. [57] Al-Thabrani dalam Majma' al-Zawaid meriwayatkan ucapan Rasulullah saw kepada Salman bahwa Ali adalah washi-nya. [69] Ia lupa bahwa hadits ini diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi oleh Imam Ahmad. "Inilah saudaraku. Anda berhaji ke Baitullah. Ibn Hisyam mendasarkan tarikhnya pada tarikh Ibn Ishaq." [58] Belakangan ini Muhammad Husayn Haykal. mendha'ifkan hadits-hadits yang mengurangi kehormatan penguasa atau yang menunjang keutamaan lawan. Abu Nu'aim al-Isbahani. orang yang paling baik. Di antara yang dibuang itu adalah kisah "wa andzir 'asyirataka al-aqrabin". Al-Syu'bi mendustakan Al-Harits. ia berkata. Lahirnya Madzhab-madzhab Fiqh Ketika al-Manshur baru saja diangkat menjadi khalifah. ucapan Nabi saw ini dihilangkan sama sekali. wallahu a'lam. Ibn Abd alBarr mengomentari ucapan al-Syu'bi: Ia tidak menjelaskan apa alasan dusta untuk Al-Harits. Ibn Sam'an dan Ibn Abi Dzuaib. Kata Al-Dzahabi: Barangkali yang dimaksudkan dengan keutamaan Mu'awiyah ini adalah ucapan Nabi saw: Ya Allah. kata Ibn Hisyam dalam pengantarnya. dalam Hayat Muhammad melakukan hal yang sama. Berkenaan dengan ini bagian "Fiqh al-Khulafa' al-Rasyidin" di atas. yang dibuat-buat oleh orang Syi'ah. Kemudian ia melirik kepada Ibn Sam'an: "Bagaimana pendapat kamu?" Kata Ibn Sam'an: "Anda. tetapi Bukhari dan Muslim memang meriwayatkan hadits ini.

Malik berkata tentang Ja'far: "Aku pernah berguru pada Ja'far bin Muhammad beberapa waktu. Andalah tonggak agama. Imam Malik menjadi terkemuka setelah al-Manshur memberikan segala kehormatan kepadanya. kita tahu bahwa Malik didukung para penguasa." Kemudian al-Manshur melirik Ibn Abi Dzuaib. nama lengRapnya Abu al-Harit Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn alMughirah ibn Dzuaib al-'Amiri. Anda persulit orang yang kuat. ." Begitu pula. Ibn Abi Dzuaib. Tidak pernah aku lihat ia meriwayatkan hadits dari Rasulullah kecuali dalam keadaan suci. dan kepada setiap wilayah kaum Muslim saya kirim satu naskah. RasulNya. Ja'far al-Shadiq. al-Manshur berkata kepada Malik: "Saya punya rencana untuk memperbanyak kitab yang kau susun ini." Sifat terakhir ini justru menyebabkan Ja'far tidak disenangi penguasa. Pada akhir bagian ini kita akan membicarakan "pokok dan tokoh" madzhab yang masih memiliki banyak pengikut sampai sekarang. Walau Malik menolak rencana kedua khalifah itu. tidakkah kamu lihat apa yang ada dihadapanmu?" kata alManshur. namanya hampir tidak pernah disebut dalam buku-buku tarikh. anak yatim. Menurut al-Dahlawi. Anda lindungi orang yang lemah supaya tidak dimakan yang kuat. adalah faqih dari keluarga Rasulullah saw. Anda hancurkan yang lemah. orang terbaik. dan bagian keluarga Rasul. Ia pun hampir tidak dikenal kecuali pada kalangan pengikutnya saja. madzhab-madzhab itu akhirnya hilang dari catatan sejarah. dan umat teradil. Seperti akan kita uraikan nanti. tetapi karena tidak didukung penguasa. Aku tidak pernah melihatnya kecuali dalam salah satu di antara tiga keadaan: sedang shalat. atau sedang membaca al-Qur'an. Ibn Dzuaib adalah orang yang membukukan hadits di Madinah. demi Allah. kita akan meninjau latar belakang historis dari tumbuhnya madzhab-madzhab fiqh. adalah seorang alim yang terkenal faqih dan wara. Anda tahan harta mereka. Masih sezaman dengan Malik dan bahkan Malik pernah berguru kepadanya. dengan para pengikut yang tersebar di berbagai bagian dunia Islam. serta saya instruksikan agar mereka mengamalkan isinya sehingga mereka tidak mengambil yang lain.keamanan di jalan. Malik bin Anas kelak terkenal sebagai pendiri madzhab Maliki. Sejarah memang hanya memihak yang menang. ketika Harun al-Rasyid berkuasa. yang hanya takut kepada Allah saja. tentu saja tidak dikenal. zuhud. dan boleh jadi lebih faqih dari Malik. Fiqhnya "dicurigai" dan para pengamalnya dianiaya. sebetulnya banyak madzhab muncul. sedang puasa. Tapi sebelum itu. Fame bestows no favors upon the losers. Ibn Dzuaib. Anda merampas harta Allah. ia bermusyawarah dengan Malik untuk menggantungkan al-Muwaththa pada Ka'bah dan memerintahkan orang untuk beramal menurut Kitab itu. "Menurut pendapatku. Tapi. "Atas nama Allah bagaimana pendapatmu tentang diriku?" Yang ditanya menjawab. Menunjukkan posisi Malik ibn Anas dibandingkan ulama yang sezaman dengannya." Peristiwa di atas. aku lihat pedang dan itu berarti kematian. Bagiku sama saja apakah mati itu dipercepat atau diperlambat. dan ia termasuk ulama yang taat beribadah. Ia lebih berani. yaitu saya salin. Ketika naik haji. Apa alasanmu di hadapan Allah nanti?" "Celaka kamu. yang dikisahkan Ibn Qutaybah. di samping Malik. Ia tak bicara sesuatu yang tak manfaat. "Benar. Dalam tulisan ini kita akan mencatat beberapa orang tokoh madzhab yang terlupakan. dan orang miskin. Anda manusia terjahat. Namun sekarang hampir tidak ada orang yang mengenalnya.

Abu Rafi Mawla Rasulullah. berpusat di Madinah. sehingga sunni tidak berbeda dengan syi'ah. Pada zaman kekuasaan dinasti Umawiyyah. Aisyah. . membunuh para pengikut setianya. Ibn Taymiyyah menulis perihal tasyabbuh dengan syiah: "Dari sinilah para fuqaha berpendapat untuk meninggalkan al-mustahabbat (yang sunat) bila sudah menjadi syiar orang-orang Syi'ah. Umar. Abu Hurairah dan lain-lain masuk kelompok kedua. Hanafi.tumbuh pada zaman kekuasaan dinasti Abbasiyah. Muhammad Farouq al-Nabhan menjelaskan sebabsebab berikut: a) Hubungan yang buruk antara ulama dan khulafa. Ummi Salamah. dan mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan ahl al-Bayt. Para khalifah banyak melakukan hal-hal yang melanggar sunnah Rasulullah saw b) Terputusnya hubungan antara pusat khilafah dengan pusat ilmiah. Aisyah. Dr. memandang sunnah Rasulullah. dan Hanbali-. Ali dan kedua puteranya. Ibn Umar. Tidak jarang sunnah Rasulullah yang sahih ditinggalkan karena sunnah itu dipertahankan dengan teguh oleh para pengikut ahl al-Bayt. Yang pertama. Karena tekanan dan penindasan. sedikit menggunakan hadits dan lebih banyak berpijak pada penalaran rasional dengan melihat sebab hukum (illat) dan tujuan syara' (maqashid syar'iyyah). dan melakukan istinbath hukum. dan sedapat mungkin menghindari ra'yu dalam menetapkan hukum. madrasah alKhulafa bercabang lagi ke dalam dua cabang besar: Madrasah al-Hadits dan Madrasah al-Ra'y. Para sahabat dapat dikelompokkan dalam dua besar. "Tapi Abu Hanifah dan Ahmad berkata: "Menaikkan permukaan kubur (tasnim) lebih baik. Sementara itu. melandaskan fiqhnya pada al-Qur'an. Yaitu ahl al-Bayt dan para pengikutnya.SEJARAH PEMBENTUKAN MADZHAB Kelima Madzhab yang akan kita bicarakan -Ja'fari." Pada periode Umawiyyah. bila orang berbicara tentang madzhab. dan sebagainya. Sedangkan Abu Bakar. Murtadha al-'Askary menyebut dua madzhab awal ini sebagai Madrasah alKhulafa dan Madrasah Ahl al-Bayt. Miqdad. Kedua madrasah ini berbeda dalam menafsirkan al-Qur'an. Banyak tokoh sahabat dan tabi'in yang menganggap daulat Umawiyyah ditegakkan di atas dasar yang batil. Waktu itu. Yang kedua. Madrasah ahl al-Bayt tumbuh "di bawah tanah" mengikuti para imam mereka. Karena walaupun meninggalkannya tidak wajib menampakkannya berarti menyerupai (tasyabbuh) mereka. Ali dan sebagainya. Kemaslahatan berbeda dengan mereka dalam rangka menjauhi dan menentang mereka lebih besar dari kemaslahatan mengamalkan yang musthab itu. karena tasthih sudah menjadi syi'ar sy'iah. mereka mengembangkan esoterisme dan disimulasi untuk memelihara fiqh mereka. masuk kelompok pertama. Maliki. maka yang dimaksud adalah madzhab di kalangan sahabat Nabi: Madzhab Umar. al-Sunnah dan Ijtihad para sahabat. berpusat di Iraq. Utsman." Salah satu contoh sunnah yang dijauhi orang adalah tasthih seperti diceritakan oleh Muhamamd bin 'Abd al-Rahma yang berkata: "Yang sunnah dalam membuat kubur adalah meratakan permukaan kubur (tasthith). Hudzaifah. Ibn Abbas. Syafi'i. Ibn Qutaybah dalam Kitab al-Ikhtilaf menceritakan bagaimana raja-raja Umawiyyat berusaha menghapuskan tradisi ahl al-Bayt dengan mengutuk Ali bin Abi Thalib di mimbar-mimbar. pusat pemerintahan berada di Syam. Inilah yang paling kuat menurut madzhab Syaf'i. juga para sahabat di luar ahl alBayt. madrasah-madrasah itu tidak melahirkan pemikiranpemikiran madzhab. 'Ammar bin Yasir. Abu Dzarr. Pada zaman sebelum itu.

Nama lengkapnya Abu Muhammad Sufyan ibn 'Uyaiynah wafat tahun 198 H. Lahir di Kufah tahun 65 H dan wafat di Bashrah tahun 161 H. Imam Ahmad menyebutnya sebagai seorang faqih. Syah Wali al-Dahlawi menulis: "Bila pengikut suatu madzhab menjadi masyhur dan diberi wewenang untuk menetapkan keputusan hukum dan memberikan fatwa. Lalu madzhab itu pun hilang setelah beberapa lama. Dengan begitu. dan al-Rasyid. Banyak di antara mereka adalah para sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. Ia berguru pada Ja'far al-Shadiq dan meriwayatkan banyak hadits. Di antara yang mengambil riwayat dari padanya adalah Syafi'i. Madzhab Hanafi mulai berkembang ketika Abu Yusuf. maka orang tak ingin mempelajari madzhabnya. Ia memberi komentar: "Seandainya tidak ada Malik dan Ibn . Ketika ia diminta menjadi qadhi. tersebarlah madzhabnya di seluruh penjuru bumi. Madzhab Ibn 'Uyaiynah. al-Zuhry." Beberapa madzhab yang hilang itu secara singkat diuraikan sebagai berikut: 1. 2. Dinasti Abbasiyah disambut dengan penuh antusias baik oleh mawali maupun pengikut ahl al-Bayt. al-Hadi. Ayahnya termasuk perawi hadits yang ditsiqatkan Ibn Ma'in. Al-Kharaj adalah Kitab yang disusun atas permintaan alRasyid. diangkat menjadi qadhi dalam pemerintahan tiga khalifah Abbasiyah: al-Mahdi. Madzhab Hanbali menjadi kuat pada masa pemerintahan al-Mutawakkil. Berkali-kali al-Manshur mau membunuhnya. Karena itu pada permulaan pemerintahannya. Abu Ishaq dan lain-lain. tetapi ia berhasil lolos. Ia mengambil ilmu dari Imam Ja'far. al-Mu'iz Badis mewajibkan seluruh penduduk untuk mengikuti madzhab Maliki. Tokoh madzhab ini adalah Abu Abd Allah Sufyan bin Masruq al-Tsawry. Di antara mawali itu adalah Abu Hanafi dan di antara imam ahl al-Bayt adalah Ja'far bin Muhammad. Dalam menyimpulkan semua ini. Kebijakan ini menyebabkan timbulnya rasa tidak senang pada para mawali . Madzhab Syafi'i membesar di Mesir ketika Shalahuddin al-Ayyubi merebut negeri itu. Kitab ini adalah rujukan utama madzhab Hanafi.membesar karena dukungan penguasa. ketika Ahmad menyebut dirinya hanya sebagai ahli hadits. c) Politik diskriminasi yang mengistimewakan orang Arab di atas orang bukan Arab. Pahamnya diikuti orang sampai abad IV Hijrah.sedangkan pusat-pusat ilmiah berada di Iraq dan Hijaz. lalu orang mempelajari madzhab itu terang-terangan. IMAM-IMAM MADZHAB YANG TERLUPAKAN Sudah disebutkan di muka. dan tulisan mereka terkenal di masyarakat. Di Afrika. Ibn Dinar. Waktu itu al-Mutawakkil tidak mengangkat seorang qadhi kecuali dengan persetujuan Imam Ahmad ibn Hanbal. Madzhab al-Tsawri. Dinasti Umawiyah memisahkan Arab dan mawali. murid Abu Hanifah. Bila para pengikut madzhab itu lemah dan tidak memperoleh posisi sebagai hakim dan tidak berwewenang memberi fatwa. bahwa madzhab-madzhab besar yang kita kenal sekarang --kecuali mazhab Ja'fari-.yang justru lebih banyak pada daerah kekuasaan Islam. ia melarikan diri dan meninggal di tempat pelarian. Madzhab Maliki berkembang di khilafah Timur atas dukungan al-Manshur dan di khilafah Barat atas dukungan Yahya bin Yahya ketika diangkat menjadi qadhi oleh para khalifah Andalusia. Keduanya mengembangkan ajaran mereka pada zaman Abbasiyah.

. tetapi setelah itu hilang karena tidak ada dukungan penguasa. Selama lima belas tahun ia tinggal bersama kakeknya. mengetahui betul makna al-Qur'an.'Uyaiynah. dan penindasan terhadap para pengikut madrasah ahl al-Bayt. mengetahui sunnah dan jalan-jalannya. Salah seorang muridnya yang masyhur adalah Ibn Hazm. Berikut adalah para pemuka madzhab yang terkenal. ia diasuh oleh ayahnya Muhammad al-Baqir dan hidup bersama selama sembilan belas tahun. mereka segera menghukumnya. Setelah Ali wafat. Mereka selalu cemas menghadapi mereka. Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Khalid ibn Ghalib al-Thabary lahir di Thabaristan 224 H dan wafat di Baghdad 310 H. Ia diberi gelar al-Zhahiry karena berpegang secara harfiah pada teks-teks nash. Kata Ibn Khuzaymah: Ia hafal dan paham al-Qur'an. Madzhabnya diamalkan orang sampai abad IV. Ia sangat dekat dengan Bani Umayyah dan juga Bani Abbas. Tidak diketahui sampai kapan madzhabnya diikuti orang. Orang-orang yang menentang mereka semuanya berasal dari 'Alawiyyin. 5. Pendirinya Abd al-Rahman bin Amr al-Awza'iy adalah imam penduduk Syam. Inilah sebagian di antara tokoh-tokoh madzhab yang tidak lagi dianut secara resmi sekarang ini. 3. Kaum 'Alawi menunjukkan nasab seperti mereka dan memiliki kekerabatan dengan Rasulullah yang tidak dimililki 'Abbasiy. 4. Malik dan al-Tsawry) yang paling benar? Malik berkata:"Al-Awza'iy. Pokok-pokok pikirannya dalam fiqh akan kita perkenalkan secara singkat. bila para penguasa 'Abbasiyah melihat ada dakwah 'Alawi. Madzhab al-Awza'iy. dapat membedakan yang sahih dan yang lemah.di sini hanya disebutkan beberapa catatan kecil saja. ketika Ya'qub ibn Yusuf ibn Abd al-Mu'min meninggalkan mazhab Maliki dan mengumumkan perpindahannya ke madzhab al-Zhahiry. IMAM JA'FAR IBN MUHAMMAD AL-SHIDIQ (82-140 H) Ja'far ibn Muhammad ibn Ali ibn Husain (ibn Ali) ibn Fathimah binti Rasulullah saw lahir di Madinah tahun 82 H pada masa pemerintah Abd al-Malik ibn Marwan. Karena riwayat hidup mereka sudahdisebutkan di atas --kecuali Imam Ja'far-. Abu Zahrah menulis: Dinasti 'Abbasiyah selalu merasa terancam dalam kekuasaannya oleh para pengikut Ali. Ia berkembang di daerah Maroko. Ia sempat menyaksikan kekejaman al-Hajjaj. Abu Sulayman Dawud ibn 'Ali dilahirkan di Kufah tahun 202 H dan hidup di Baghdad sampai tahun 270 H. Ia juga menyaksikan naiknya al-Saffah dan al-Manshur dengan memanipulasikan kecintaan orang pada ahl al-Bayt." Mazhabnya diamalkan orang sampai tahun 302 H. Madzhabnya tersisihkan hanya ketika Muhammad bin Utsman dijadikan qadhi di Damaskus dan memutuskan hukum menurut Madzhab Syafi'i Ketika Malik ditanya tentang siapa di antara yang empat (Abu Hanifah. Ia juga menyaksikan bahwa para khalifah Abbasiyah tidak lebih baik dari para khalifah Umawiyah dalam kebenciannya kepada keluarga Rasul. pemberontakan Zaid ibn Ali. Ali Zainal Abidin keturunan Rasul yang selamat dari pembantaian di Karbela. Madzhab al-Thabary. Bila mereka melihat ada pejabat yang memuji Bani 'Ali. mereka segera mengucilkannya atau membunuhnya. al-Awza'iy. Ia faqih. Ia termasuk mujtahid ahl al sunnah yang tidak bertaklid kepada siapa pun. Madzhab al-Zhahiry. Madzhabnya berkembang sampai abad VII. yang nasikh dan yang mansukh dan paham akan pendapat para sahabat. hilanglah ilmu Hijaz. Karena itu.

dan Ibn Abi Layla menghadap Imam Ja'far. al-Tsawry. selain menolak qiyas adalah hal-hal berikut: a) Sumber-sumber syar'iy adalah alQur'an. Ibn Syabramah. Karena Rasulullah dan para imam adalah orang yang . Pada hal-hal yang tak terdapat ketentuan nashnya. Mereka tidak mau menjadikan hujjah hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat yang memusuhi ahl al-Bayt.Mereka tak perduli membunuh orang tak berdosa karena dianggap mengancam pemerintahannya. Qiyas hanya dipergunakan bila 'illat-nya manshush (terdapat dalam nash). c) Al-Qur'an dipandang telah lengkap menjawab seluruh persoalan agama. Termasuk ke dalam sunnah adalah sunnah ahl alBayt: yakni para imam yang ma'shum. Ibn 'Uyaiynah. Bertaqwalah kepada Allah dan jangan melakukan qiyas dalam agama. Tugas mujtahid adalah mengeluarkan dari al-Qur'an jawaban-jawaban umum untuk masalahmasalah yang khusus. Ia menanyakan Ibn Abi Layla tentang kawannya. Dalam suasana seperti itulah. Untuk mengetahui pemikiran Imam Ja'far dalam hal fiqh. Syu'bah ibn al-Hajjaj. Di antara murid-muridnya adalah Imam Malik. ayahku memberitahukan kepadaku dari kakekku bahwa Nabi saw bersabda: Orang yang pertama menggunakan qiyas dalam agama adalah iblis. Allah akan menyertakannya bersama iblis." "Mana yang lebih besar kewajibannya . yang kemudian dijawab Ia orang pintar dan mengetahui agama. Manakah yang lebih besar dosanya . kita tuliskan percakapannya dengan muridnya selama dua tahun seperti diceritakan Abu Nu'aim: Abu Hanifah. Abu Hanifah." Kata Ja'far sambil mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab Abu "Hai Nu'man.membunuh atau berzinah? "Membunuh. Di antara karakteristik khas dari madzhab Ja'fari." Dari percakapan di atas kita melihat perbedaan pendekatan hukum di antara dua pemuka madzhab. "Benar. "Bukankah ia suka melakukan qiyas dalam urusan agama?. mengapa Allah hanya menuntut dua orang saksi untuk pembunuhan dan empat orang saksi untuk zinah. Bagaimana kamu menggunakan qiyasmu. dan ribuan para perawi." "Lalu. Barang siapa yang menggiyas dalam agama. Imam Ja'far memusatkan perhatiannya pada penyebaran sunnah Rasulullah dan peningkatan lmu dan akhlak kaum Muslim. digunakan akal berdasarkan kaidah-kaidah tertentu." Ja'far bertanya kepada Abu Hanffah: "Siapa namamu?" "Nu'man. Fadhail ibn Iyadh. b) Istihsan tidak boleh dipergunakan." tanya Ja'far.shalat atau shawm (puasa)?" "Shalat" "Mengapa wanita yang haidh harus mengqadha shawmnya tetapi tidak harus mengqadha shalatnya. karena ia mengikutinya dengan qiyas." "Aku tidak melihat Anda menguasai sedikit pun. Karena ketika Allah menyuruhnya bersujud kepada Adam ia berdalih: Aku lebih baik dari dia karena aku Kau buat dari api dan ia Kau buat dari tanah. al-Sunnah dan akal.

Malik memukul orang itu . Ia --menurut satu riwayat-. ia dicambuk sepuluh lecutan. meminta maaf kepada Malik atas perlakukan salah seorang penguasanya. Abu Hanifah berbay'at kepadanya. Ia tidak mungkin menarik Ja'far dan tidak berhasil mengambil hati Abu Hanifah. terutama dalam masalah perdagangan. IMAM MALIK Pada zaman kekuasaan Ja'far ibn Sulayman tahun 146 H Malik dihukum cambuk. yakni adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan nash. Pokok fiqih madzhab Hanafi bersumber pada tiga hal: a) Sumber-sumber naqliyah. penafsiran al-Qur'an yang paling absah adalah yang berasal dari mereka. Bila sudah sampai pada tabi'in. Karena wewenangnya ini." Sikap Abu Hanifah itu. AlMansur tak dapat membunuhnya tanpa alasan. Tapi karena kedudukan Abu Hanifah di masyarakat. penulis biografi Abu Hanifah. ijma. dan bahwa para khalifah yang sezaman dengan mereka telah merampas haknya dan karena itu mereka zalim. aku ambil Sunnah Rasulullah dan hadits-hadits yang sahih. Ia menentang setiap kezaliman. Al-Manshur pada musim haji 153 H. Malik menjadi sangat berwibawa. menimbulkan kemarahan Al-Manshur. Ia memberikan wewenang besar pada Malik untuk mengangkat dan memberhentikan para pejabat yang dipandangnya tidak mampu. di samping ingin berusaha memanfaatkan alim besar ini. Ketika seorang murid membantah Malik perihal penguburan rambut dan kuku. Lalu ia menjebak Abu Hanifah dengan jabatan qadhi. Setiap hari. Abu Hanifah mendukungnya. ia melihat bahwa khalifah haruslah diserahkan pada keturunan Ali dari Fathimah. Abu Hanifah berkata. ditambah hasutan Ibn Abi Layla. Jika tidak aku dapatkan dalam al-Kitab dan Sunnah Rasulullah.". yang sangat ekstrem menggunakan qiyas. menulis: "Sesungguhnya Abu Hanifah itu Syi'ah dalam kecenderungan dan pendapatnya tentang penguasa di zamannya. Muhammad ibn Hasan al-Syaybany. Ketika Abu Hanifah menolaknya. "Aku mengambil dari al-Kitab. Bila tidak. menurut satu riwayat. Abu Zahrah. dan pendapat para sahabat. Aku tidak keluar dari pendapat sahabat kepada pendapat yang lain. Di antaranya Abu Yusuf. al-Sunnah. karena wibawa Malik.mengeluarkan fatwa yang tidak dikehendaki penguasa. mereka berijtihad dan aku pun berijtihad. yang meliputi al-Qur'an. Begitu pula. Setelah itu. Beberapa kali ia mengkritik al-Manshur secara terbuka. yang kemudian menjadi qadhi dan banyak memasukkan hadits dalam kitab-kitabnya. jika aku dapatkan di dalamnya. yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercaya. Ia juga boleh menghukum mati atau memenjarakan yang dipandangnya bersalah. yaitu dengan menggunakan qiyas dan istihsan. ketika Imam Zayd melawan penguasa. Yakni. Abu Hanifah bahkan mengarqurkan beramal dengan 'urif. yang pernah berguru pada Malik dan kemudian menggabungkan madrasah hadits dengan madrasah Ra'y. aku mengambil pendapat para sahabat yang aku kehendaki dan meninggalkan yang tidak aku kehendaki. al-Manshur merasa bersalah. b) Sumbersumber ijtihadiyah. dan Zafr ibn al-Hudzail. karena diberi makanan beracun. ia dipenjarakan. Abu Hanifah meninggalkan banyak murid. Ketika Muhammad dan Ibrahim dari ahl al-Bayt memberontak. IMAM ABU HANIFAH Abu Hanifah terkenal sebagai alim yang teguh pendirian.mengetahui rahasia-rahasia al-Qur'an. Orang-orang ketakutan berada di majlisnya. c) Al-A'raf. Ia mengakhiri hidupnya.

e) Qiyas. Anas ibn Malik dan banyak sahabat lainnya melakukan shalat jamak (bukan karena bepergian). e) Khabar Ahad dan Qiyas. "Mereka membawa agama baru yang bukan agama Muhammad saw. Kedua peristiwa di atas terjadi dalam rentang waktu cukup lama -menurut sebagian penulis dari abad VI Hijrah sampai abad XIII. Di Afghanistan seorang mushalli memberi isyarat dengan telunjuknya dan menggerak-gerakkannya. h) Sadd al-Dzara'i. Pemuda itu mengeluarkan kedua kitab shahih tersebut dan memintanya membaca hadits-hadits tentang shalat jamak." Seusai shalat. kata pemuda itu. ijma' secara naql. STAGNASI PEMIKIRAN FIQH: MASA KETERTUTUPAN Dr. c) 4. hadirin tercengang mendengarnya. Bila engkau sudah menjadi Rasul Allah bolehlah engkau melakukannya. b) Al-Sunnah: al-mutawatirah dan al-masyhurah. Ijma' sebelum terbunuhnya Utsman. b) al-Ijma'. Ia berkata bahwa itu termasuk salah satu bid'ah orang Syi'ah. ia menjawab bahwa menggerakkan telunjuk dalam tasyahud adalah haram. i) Mura'at khilaf al-mujtahidin." Malik menukas: "Tapi aku hanya mendengarnya dari kamu. d) Fatwa sahabat." kata sang imam. Ini sangat berpengaruh pada penyebaran madzhabnya. Kawan shalat di sampingnya memukulnya dengan keras sehingga telunjuk itu patah. Ketika ia membacanya. Ikhtilaf sahabat." Orang itu berkata: "Bukan aku yang berkata begitu. "Tidak benar. c) Pendapat sahabat yang tidak ada yang menentangnya. j) Istishhab. Apa dalilnya? Dalilnya terdapat dalam Kitab fiqh al-Syaikh al-Kaydani. IMAM SYAFI'I Pokok-pokok fiqh Syafi'i ada lima: a) Al-Qur'an dan al-Sunnah. tetapi ia mengurungkan maksudnya. Mereka menyalahi al-Qur'an yang menyatakan bahwa shalat itu bagi kaum Mukmin kewajiban yang ditetapkan waktunya. d) Hadits mursal dan dha'if. b) Fatwa sahabat. d) Ikhtilaf sahabat Nabi. Ia mengembalikan kedua kitab itu sambil berkata. ijma' mutaakhir: masing-masing dengan kekuatan hukum yang berbeda. ." Pemuda itu bermaksud menunjukkan bahwa Ibn Abbas. f) Istihsan. Tunisia. Muhammad al-Tijani al-Samawi bercerita tentang kisah fanatisme di kota Qafsah. e) Qiyas. "Ini khusus untuk Rasulullah saw. Bila zhahirnya sunnah bertentangan dengan al-Qur'an. g) Mashalih mursalah. didahulukan al-sunnah. mafhum-nya dan illat-nya." Catatan kecil di atas menunjukkan kekuasaan Malik. bunuh dia. Aku hanya melaporkan ucapan orang lain. Ketika ditanya mengapa itu terjadi. k) Syar'man qablana. Sebuah rentang waktu yang oleh para Tarikh Tasyri' disebut sebagai zaman stagnasi pemikiran fiqh ('ashr al-rukud)." Malik memanggil pengawalnya: "Ia zindiq. IMAM HANBALI Pokok-pokok fiqh madzhab Hanbali: a) Al-Nushush. Seorang alim besar di kota itu mengecam orang-orang yang menjamak shalat Zhuhur dan Ashar. c) Ijma' penduduk Madinah. dalil-nya.dan memenjarakannya Ketika seorang bertanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang berpendapat bahwa al-Qur'an itu makhluk?. Tetapi shalat jamak ini terdapat dalam kitab hadits shahih Bukhari dan Muslim. Madzhab Maliki mendasarkan fiqhnya pada 12 pokok: a) Al-Qur'an: zhahirnya. seorang pemuda menanyakan lagi perihal shalat jamak.

tarjih. Atau sebaliknya. Para ulama madzhab Syafi'i menyerang tulisan para ulama madzhab Hanbali atau sebaliknya. para ulama menghimpun hadits-hadits Nabi saw. Penafsiran al-Qur'an. Tidak jarang syarah suatu kitab disyarahi dan disyarahi lagi. serta menghimpun penafsiran para sahabat. Mereka tak merasa perlu melakukan penelitian ulang. al-ma'ajim. sesudah sebelumnya mempelajari al-Qur'an. Peminat fiqh hanya mempelajari kitab yang ditulis seorang faqih tertentu di antara tokoh-tokoh madzhabnya Ia tidak melihat kepada syari'at dan fiqh kecuali melalui tulisan dalam kitab itu. tapi di sisi lain menyebabkan para ulama merasa cukup dengan apa yang telah tersedia. dan tanzhim dalam madzhab fiqh. Pada zaman inilah pemikiran taqlid mutlak dominan.Al-Ustadz al-Zarqa melukiskan situasi umum pada waktu itu: Pada zaman tersebut pemikiran fiqh mengalami kemunduran. al-mustadrakat dan sebagainya. Ibn Taymiyah menulis Minhaj alSunnah untuk menolak Minhaj al-Karamah. juga berkembang tradisi munaqasyah madzhabiyah (diskusi madzhab). Al-Amini menulis 11 jilid al-Ghadir . Maksudnya untuk memudahkan pembaca memahami kitab-kitab rujukan. Bersamaan dengan itu. Sebagai jawaban terhadap serangan ahl al-Sunnah. Irsyad al-Sary. menghilanglah kegiatan yang dulu merupakan gerakan takhrij. Gerakan tadwin. al-masanid. yang setiap jilidnya seukuran satu jilid Encyclopedia Britannica. Pada masa inilah berkembang al-tafsir bi al-ma'tsur. fiqh memasuki zaman tadwin (kodifikasi). Perlahanlahan berkembanglah tradisi membuat syarah (komentar) dan matan. walau selama masa itu muncul juga beberapa ulama fiqh dan ushul yang cemerlang. sepanjang saya ketahui. Untuk Shahih al-Bukhari. Mereka menjelaskan kata-kata atau kalimat-kalimat secara sematik. Argumentasi dikembangkan untuk membela madzhab masing masing. Pemikiran bergeser dari upaya mencari sebab-sebab dan maksud syara' dalam memahami hukum. Dalam penafsiran alQur'an misalnya. tabi'in. paling tidak ada tiga kitab syarah: Fath al-Bary. ke upaya menghapal yang sia-sia dan merasa cukup dengan menerima apa yang telah tertulis dalam kitab-kitab madzhab tanpa penelitian. al-Hilly menulis Minhaj al-Karamah. Para pengikut membukukan fatwafatwa dan hasil ijthad para mujtahid tersebut. Ibn Rouzbahan menulis bantahan pada Minhaj al-Karamah. dan fiqh para imam madzhab disusun dalam buku. hadits. Dengan begitu. dibukukan pula riwayat para perawi hadits. ilmu ushul al-fiqh. Kita akan mengakhiri dengan melacak sebab-sebab timbulnya stagnasi pemikiran ini. Berbagai ilmu Islam dibukukan dan tidak disampaikan secara lisan lagi. Pada zaman ini. atau menambahkan penjelasan dengan mengutip ucapan para ulama lain. Ulama Syi'ah membalasnya dengan menulis kitab lagi. Sekarang bantahan itu sudah menjadi 19 jilid Ihqaq al-Haq. pokok-pokok dan maksud-maksud syara'. dimulai kemandegan dan diakhiri kebekuan. Ulama ahl al-Sunnah menulis kitab yang menyerang ajaran Syi'ah. Ada pula beberapa kitab yang mensyarah al-Muwatha susunan Imam Malik. di satu sisi menyimpan khazanah ilmu para ulama. Bantahan ini dibantah lagi oleh al-Mar'asyi al-Tustary. Umdat al-Qary. Mereka menulis buku-buku yang lebih merupakan ensiklopedia atau kamus dari pada analisis ilmiah. dan para mujtahid. alSunnah. Pasal ini akan memperlihatkan karakteristik zaman ini dari segi karya-karya ilmiah yang lahir waktu itu dan dari segi kecenderungan pemikiran. ilmu jarh wa ta'dil dan riwayat para sahabat. Hadits-hadits dibukukan dalam bentuk aljawami'. baik yang lemah maupun yang kuat. KARAKTERISTIK ZAMAN STAGNASI: TRADISI MENSYARAH KITAB Setelah keempat imam madzhab ahl al-Sunnah meninggal dunia.

yang patut kami ikuti di zaman kami?" Rasul Allah saw menjawab: "Aku tinggalkan bagimu Ahmad bin Hanbal. Walau begitu. padahal ulama dari madzhab mereka terdahulu tidak pernah mengamalkannya. Seperti telah disampaikan pada tulisan terdahulu. Para ulama dari keempat madzhab diundang ke istana. Setiap madzhab membela pahamnya dengan tidak lagi mengindahkan adab diskusi ilmiah. Itu karena hadits . misalnya. Sikap ini ditunjukkan jelas oleh al-Syaykh Abu al-Hasan Abdullah alKarkhy ketika ia berkata. "setiap ayat atau hadits yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan madzhab kami. Nabi Hidhir mohon agar ia diizinkan tetap berguru padanya di alam kubur. supaya ia dapat mengajarkan syari'at Islam secara lengkap." Dengan berbagai "keutamaannya" itulah. Padahal keduanya sama-sama dibutuhkan dan tidak bisa ditinggalkan dalam menuju cita-cita kehidupan. melakukan kritik terhadap beberapa pendapat Muhammad ibn al-Hasan alSyaybany. Tentang Imam Syafi'i. siapakah yang engkau tinggalkan. yang didhaifkan Ibn Taymiyah. Rasul Allah saw bersabda: "Ya Allah berilah petunjuk pada suku Quraiysy. Ketika Abu Hanifah wafat. harus dita'wilkan atau dimansukhkan. FANATISME MADZHAB Asad Haydar menyebut tahun 645 Hijrah sebagai tahun ditetapkannya empat mazhab sebagai madzhab yang diakui khilafah Islam waktu itu. Fatwa mujtahid lebih didulukan dari ayat al-Qur'an dan al-Sunnah. munaqasyah madzhabiyah telah menjadi benih yang menyuburkan fanatisme madzhab. kekuasaan sangat berperan dalam menyuburkan fanatisme madzhab. Tapi pada zaman kemandegan. Al-Fakhr al-Razy menceritakan pengalamannya ketika ia menafsirkan: afala yatadabbarun al-Qur'an. Aku pernah menyaksikan sekelompok faqih yang taklid. para pengikutnya meriwayatkan mitos di sekitar para imam madzhabnya. memandangku dengan heran bila aku bacakan ayat-ayat al-Qur'an tentang beberapa masalah yang bertentangan dengan madzhab mereka. Di antara karamah Abu Hanifah ialah bergurunya Nabi Khidr kepadanya. katanya. Konon Nabi Muhammad saw pernah berkata: "Semua nabi bangga denganku dan aku bangga dengan Abu Hanifah. Siapa yang mencintai Abu Hanifah ia mencintaiku. Untuk mempertahankan keunggulan madzhabuya. siapa yang membenci Abu Hanifah ia membenciku. Mereka heran bagaimana mungkin mengamalkan zhahirnya ayat-ayat itu. Aku bertanya: "Ya Rasul Allah. karena seorang alimnya akan memenuhi seluruh bumi dengan ilmunya. pengikutnya mensakralkan fatwa para mujtahid." Orang alim itu adalah Imam Syafi'i. Ia kemudian menyelesaikan kuliah dari Abu Hanifah selama 25 tahun lagi. Abu Sulayman al-Khaththaby mengisahkan suasana zaman itu: Saya lihat ahli ilmu dewasa itu terbagi menjadi dua kelompok: pendukung hadits dan atsar dan ahli fiqh dan fikir. Imam Syafi'i. Kadang-kadang riwayat-riwayatnya dinisbahkan pada Nabi Muhammad saw. Mereka tidak mau menerimanya bahkan tidak mau menelitinya. Mengenai Imam Ahmad bin Hanbal Abdullah al-Sajastany berkata: "Aku pernah melihat Rasul Allah saw dalam mimpi.hanya untuk membuktikan keshahihan hadits Ghadir Khum. gejala fanatisme madzhab dapat dilacak sejak abad IV Hijrah. Polemik antar madzhab ini bukanlah sesuatu yang jelek dan telah berlangsung sejak zaman para imam madzhab. Ia belajar pada Abu Hanifah setiap waktu Subuh selama lima puluh tahun. Allah mengizinkannya. Diriwayatkan oleh para pengikut Maliki bahwa pada paham Imam Malik sudah tertulis Malik Hujatullah di bumi.

Setiap bangunan yang fondasinya tidak kokoh. yang bagus dan yang buruk. Bila pendapat itu datang dari al-Hasan ibn Ziyad dan pendapatnya berbeda dengan riwayat yang melalui mereka. pertama. Mereka tidak memelihara matannya. dan pemisahan hadit-hadits gharib dan syadz --hadits-hadits yang kebanyakan mawadhu' dan maqlub. dan tidak mengungkapkan kandungan fiqhnya.bagaikan fondasi. keduanya menjadi ikhwan yang saling berjauhan: mereka tak menampakkan sikap saling membantu dan menolong di jalan yang hak. yakni ahli fiqh dan fikir. pengumpulan sanad. dan para pendahulu yang setingkat dengan mereka. 469 Hijrah. Kedua kelompok itu. tidak menggali rahasianya. Sebagai contoh adalah peristiwa yang terjadi di Baghdad. Apabila diriwayatkan pada mereka hasil ijtihad para tokoh madzhab mereka atau para ahli dari aliran mereka. Mereka hampir tidak bisa membedakan hadits yang shahih dan hadits yang dhaif. Maka pendapat yang datang dari AlHakam tidak memiliki keistimewaan di mata mereka. Mereka mau menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu Yusuf. Yang demikian adalah suatu kesesatan dan penipuan ra'yu. mereka saling mengkafirkan yang kemudian memuncak pada peperangan antar sesama Muslim. kecuali sebagian kecil. . Mereka sepakat menerima hadits dhaif dan munqathi' bila telah masyhur di kalangan mereka dan telah membibir dalam percakapan mereka. Mereka hanya menerima riwayat al-Muzany dan al-Raby ibn ulayman al-Murady. al-Jiziy dan sebagainya. Maka bila datang riwayat Harmalah. maka akan cepat roboh. Kadang-kadang mereka mencela para fuqaha. sedangkan fiqh bagaikan bangunannya. menghancurkan otak-otak cemerlang. mereka tidak akan menerima. mencacad mereka dan menuduhnya menyalahi sunnah. Muhammad ibn al-Hasan dan para tokoh sahabat serta murid-muridnya yang lain. Dalam sejarah. tapi juga menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslim. mereka tak memperhatikan dan tak menganggapnya sebagai pendapat alSyafi'i. kebanyakan tidak memilih-milih hadits. maka akan sunyi dan lekas rusak. tidak memahami maknanya. telah terjadi beberapa kali. mereka segera mencari kepercayaan umat terhadapnya. Mereka tidak sadar bahwa kadar keilmuannya sendiri sangat dangkal dan mereka berdosa melemparkan kata-kata kotor pada para fuqaha. Mereka tidak mempedulikan hadits-hadits yang dikuasai dan yang digunakan untuk mempertahankan argumentasinya di hadapan lawan bila hadits-hadits tersebut telah sesuai dengan madzhab yang mereka ikuti dan pendapat yang mereka yakini. kelompok ahli hadits dan atsar rata-rata berambisi dalam periwayatan. namun mereka tidak ikut bertanggungjawab. Namun. Demikianlah keumuman sikap setiap kelompok terhadap madzhab imam dan gurunya masing-masing. Setiap fondasi tanpa bangunan. Fanatisme madzhab bukan saja telah menghambat pemikiran. Sedangkan kelompok kedua. Saya lihat para pendukung Malik tidak menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu al-Qasim (Rasul Allah). karena rasa harga diri mereka yang sangat tajam. walau tidak didukung satu dalil pun atau tidak meyakinkan. Begitu juga para pengikut alSyafi'i. Saya lihat kedua kelompok ini saling berdekatan tempat tinggalnya dan sebetulnya saling membutuhkan. ashhab (para sahabat).

Sebenarnya. ia disebut mujtahid muntasib. meski pada tiap zaman boleh saja tak ada mujtahid mustaqil. ia tentu saja masih menggunakan fatwa imam mazhabnya sebagai rujukan.Pada madrasah Nizhamiyah. penutupan pintu ijtihad terjadi karena ada anggapan bahwa tidak ada ulama yang memenuhi persyaratan seperti keempat imam itu. terus berkembang. Pengikut al-Qusyayry menutup pintu-pintu pasar madrasah Nizhamiyah. atau mentarjih (memilih yang terkuat) pendapat imam yang bermacam-macam itu. kita dapat mengelompokkan dua macam ijtihad: ijtihad muthlaq dan ijtihad fi al-madzhab. SEBAB-SEBAB STAGNASI Dr. Dalam hal ini. . mengikuti gurunya Syaikh Muhammad Abduh. Di sini mujtahid berpegang pada metode ijtihad imam mazhabnya. menurut Abu Zahrah. yang ditutup adalah ijtihad muthlaq. Al-Qusyayry berkata: "Perdamaian macam apa yang harus ada diantara kami? Perdamaian terjadi di antara orang yang memperebutkan kekuasaan atau kerajaan. Maka perdamaian macam apa yang bisa berlaku di antara kami. Ibn al-Qusyayry al-Syafi'i memegang kekuasaan. Dengan bantuan penguasa ia menyerang pemimpin Hanbaly. terputusnya pengembangan ilmu dan terhalangnya kemajuan pemikiran. Menurut para pengikut madzhab Syafi'iy dan kebanyakan Hanafi. lebih ditujukan pada ijtihad muthlaq. Namun kenyataannya." PENUTUPAN PINTU IJTIHAD Walau ada pembagian ijtihad yang bermacam-macam. tapi boleh saja menghasilkan kesimpulan furu'iyyah yang berbeda dari imam mazhabnya. Namun sebaliknya menurut kebanyakan Hanbaly. Yang dapat melakukan ijtihad jenis ini disebut mujtahid mustaqil (mujtahid independen). terjadilah pertumpahan darah antara kedua golongan. Sedangkan kaum ini menganggap kami kafir dan kami menganggap orang-orang yang aqidahnya tidak sama dengan kami juga kafir. Abd al-Khaliq ibn Isa. seorang mujtahid mengembangkan metode ijtihadnya secara mandiri dan mengeluarkan hukum-hukum berdasarkan metodenya itu. tapi tak boleh tidak harus ada mujtahid fi al-madzhab. penutupan pintu ijtihad pada saat ini. di kalangan Syi'ah tidak pernah dikenal tertutupnya pintu ijtihad. mungkin karena ia berijtihad dengan metode yang sama untuk menjawab masalah-masalah yang belum dipecahkan imam mazhabnya. setiap zaman tak boleh kosong dari mujtahid mustaqil. Ia selalu mengecam Ahmad ibn Hanbal dan para pengikutnya sebagai penganut antropomorfisme. Sayyid Rasyid Ridha. ijtihad mustaqil sudah tertutup. mengecam penutupan pintu ijtihad yang mana pun: "Kita tidak menemukan manfaat apa pun dari penutupan pintu ijtihad". di zaman kemandegan pintu ijtihad. Pada ijtihad muthlaq. Sebalikaya. atau menafsirkan yang mujmal menjelaskan yang mubham dari ucapan imam. Kaum Muslim mundur karena meninggalkan ijtihad sehingga mereka menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini. Muhammad Farouq al-Nabhan menyebut tiga sebab stagnasi pemikiran pada zaman ini: faktor-faktor politik. campur tangan penguasa dalam kekuasaan kehakiman dan kelemahan posisi ulama dalam menghadapi umara. Demikian catatan Abu Zahrah tentang tertutupnya pintu ijtihad. Karena itu. Adapun ijtihad fi al-madzhab. Pemerintah kemudian mengumpulkan wakil kedua belah pihak dan meminta supaya mereka berdamai. Bahayanya banyak --berakibat pada terbengkalainya akal. Lalu. Walau tak diketahui secara pasti sejak kapan. Sementara itu menurut Maliky.

didiskreditkan ulama dan diadukan pada penguasa.Untuk yang pertama. terbaginya para mujtahid berdasarkan madrasah tempat mereka belajar. Bila tidak diketahui bapaknya. Ia sering masuk ke rumahku dan aku dalam keadaan fudhul (memakai busana rumah yang tidak menutup aurat). menyebarnya ulama mutathaffilin (ulama yang memberi fatwa berdasarkan petunjuk Bapak). Waktu itu ia termasuk wanita muhajirat yang awal dan gadis Quraysy yang utama. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. Qadhi tidak ingin mengambil risiko berbeda pendapat dengan madzhabnya. Untuk sebab kedua. Dalam posisi seperti itu. Abd al-Wahhab Khalaf menyebutkan empat faktor yang menyebabkan kemandegan. mengangkat Zaid ibn Haritsah sebagai anak. kita akan menemukan bagaimana seseorang yang berbeda madzhab atau berganti madzhab menghadapi berbagai cobaan. para ulama yang sama menyatakan Saddam sebagai bughat dan pemimpin dhalim. para ulama dari 70 negara Islam menyatakan bahwa Saddam sebagai mujahid Islam yang taat pada Allah dan al-Qur'an. Setelah invasi.datang menemui Rasulullah saw. para penguasa Muslim lebih sering menindas kebebasan pendapat dari pada mengembanghannya. ijtthadnya hanyalah dalam rangka memberikan legitimasi pada kebijakan penguasa. dan bila benar dua. kami menganggap anak kepada Salim. telah ditunjukkan bagaimana para ulama berebutan menjadi qadhi. Umara tentu saja selalu berusaha mempertahankan status quo. Kami hanya mempunyai rumah satu. Empat puluh tiga hari sebelum Saddam menyerbu Kuwait. kalau pun ulama berijtihad. demi "ketertiban dan keamanan". FIQH DITELAAH KEMBALI: FIQH KAUM PEMBARU "Yahya memberitakan kepadaku dari Malik dari Ibn Syihab. karena ia dapat dikucilkan oleh masyarakat. kita ingin menegaskan kembali bahwa madzhab berkembang karena dukungan politik. dan menyebarnya penyakit akhlak seperti hasud dan egoisme di kalangan ulama. yang paling aman adalah mengikuti pendapat para imam mazhab yang sudah dibukukan. Ia berkata: 'Urwah bin Zub air mengabarkan kepadaku bahwa Hudzaifah bin 'Utbah bin Rabi'ah --salah seorang sahabat Nabi saw. pemikiran yang bertentangan dengan madzhab itu ditindas. Ketika Allah menurunkan ayat dalam Kitab-Nya tentang Zaid ibn Haritsah --panggillah mereka dengan nama bapak-bapak mereka. dan berkata: "Ya Rasul Allah. Karena itu. 5. dikembalikan kepada mawlanya. Bukankah ini ijtihad dan setiap ijtihad selalu mendapat pahala? Bila ijtihadnya salah. Qadhi diangkat oleh penguasa. sebagaimana Rasulullah saw. posisi ulama yang lemah memperkuat fanatisme madzhab. Itu lebih adil di sisi Allah. Sehingga ia disebut Salim mawla Abu Hudzaifah. Lebih-lebih bila berbeda pendapat dengan madzhab penguasa. maka mereka adalah saudaramu dalam agama dan mawla-mawla kamu --maka dikembalikanlah setiap orang di antara mereka itu kepada bapaknya. Maka ketika satu madzhab memperoleh kekuasaan. Contoh terakhir adalah pernyataan para ulama Rabithah yang mendukung kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab. ia mendapat satu pahala. bagaimana . Abu Hudzaifah menikahkan Salim --yang dipandang sebagai anaknya itu-dengan anak saudara perempuannya Fathimah bint al-Walid bin 'Utbah bin Rabi'ah. Yaitu terpecahnya kekuasaan Islam menjadi negara-negara kecil hingga umat disibukkan dengan eksistensi politik. Sahlan binti Suhail --istri Hudzaifah dari Bani Amir-. Di sini harus dicatat: dalam sejarah. yang ikut menyaksikan perang Badar-. Jika kita membaca kitab-kitab sejarah madzhab. Ia ditanya tentang menyusui orang dewasa. Ulama sangat bergantung kepada umara.telah mengangkat Salim sebagai anaknya. Di samping itu.

Apakah perilaku 'Umar dapat dijadikan model dalam pengambilan kesimpulan hukum? Apakah pendapat para sahabat dapat dijadikan hujjah dalam agama? Apakah tindakan 'Umar itu suatu preseden bolehnya meninggalkan nash-nash syari'at bila kondisi berubah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan problema yang dihadapi para pembaru Islam ketika mereka menelaah kembali fiqh yang ada. Yang dipersoalkan bukan hanya penafsiran nash-nash tetapi juga metode pengambilan keputusan. Aisyah mengambil cara ini bila ada lakilaki yang ingin masuk ke rumahnya Ia menyuruh saudaranya. setelah orang merasa perlu membuka kembali pintu ijtihad. Dari fenomena tersebut. Yang kemudian menjadi persoalan adalah tindakan 'Umar. Mereka mempersoalkan cara menyusukan itu. Mungkinkah ini hanya fiqhnya 'Aisyah. (Al-Jashash. Ahkam al-Qur'an 2:565). (Malik. Ia berkata: Siapa yang ragu untuk meminumnya.menurut Anda? Rasulullah saw. Ibrahim al-Nakhti meriwayatkan hadits yang sama dari 'Umar dan berkata: 'Umar meminumnya setelah mencambuk orang A'raby itu. Umu Kultsum binti Abu Bakar al-Shiddik dan anak-anak perempuan saudaranya untuk menyusukan laki-laki yang ingin masuk ke rumahnya. (3) Dianjurkan menyusukan orang yang sudah dewasa supaya ia halal masuk ke rumah seorang perempuan. Dari peristiwa yang pertama para faqih menyimpulkan beberapa hukum: (1) Batas susuan yang menyebabkan seorang haram dinikahi adalah lima kali susuan. lalu mencampurkan air ke dalamnya. kecuali bila laki-laki itu saudara sepesusuan. yang harus ditinjau bukan saja al-adillat al-syar'iyat. Istri-istri Nabi saw yang lain menolak untuk mengizinkan laki-laki masuk ke rumah dengan susuan seperti itu. Orang A'raby itu berkata: Aku minum dari minumanmu. Tentu saja fuqaha mazhab-mazhab yang lain menolaknya. Dalam istilah fiqh. berkata kepadanya: "Susukanlah dia lima kali susuan sehingga ia menjadi muhrim dengan susunya". tetapi juga ushul al-fiqh. Bagaimana mungkin Nabi saw menghalalkan sesuatu dengan tindakan yang haram? (Bukankah bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim itu haram. ternyata "Kembali kepada al-Qur'an dan al-Sunnah" tidak segampang seperti yang dibayangkan. Bukankah istri-istri Nabi saw yang lain menolaknya? Bukankah pada kitab hadits yang sama Umar ibn Khatab dan Abdullah ibn Mas'ud hanya membenarkan susuan pada waktu kecil saja? Peristiwa yang kedua dijadikan dalil oleh sebagian pengikut madzhab Hanafi untuk menghalalkan minuman keras (khususnya Nabi) bila dicampur dengan air. kemudian meminumnya. sebetulnya hanyalah salah satu aliran peninjauan kembali fiqh. Kesimpulan terakhir ini telah disepakati fuqaha. apalagi menyusu kepadanya?). (Ia mabuk) dan 'Umar menetapkan hukum cambuk baginya. (2) Tidak boleh laki-laki yang bukan muhrim memasuki rumah seorang perempuan. Dengan merujuk pada hadits yang mengharamkan minuman keras --baik sedikit maupun banyak mereka telah membenarkan halalnya minuman keras karena dicampur air. Setelah itu ia memandangnya sebagai anak susuan. Dua peristiwa di atas diambil dari kitab-kitab yang menjadi rujukan dalam menjawab masalah-masalah fiqhiyah. yaitu aliran yang berpegang kepada teks-teks syari'at secara . 'Umar meminta minumannya itu. campurkan air ke dalamnya. Aliran tersebut sebenarnya adalah skripturalisme. Al-Muwatha 2: 115-116) Contoh lain: "Seorang A'raby meminum minuman 'Umar. Slogan yang di Indonesia didengungkan kaum moderis ini.

sekaligus merupakan fiqh baru yang dapat menjawab masalah-masalah baru akibat perubahan masyarakat. kesetiaan pada teks sangat ekstrem. yaitu liberalisme. KEGAGALAN SKRIPTURALISME . Semuanya terjadi karena Ahmad mendasarkan mazhabnya pada hadits Rasulullah saw (meski lemah). Aliran ini tak lagi terikat dengan bunyi teks. ia mencela kaum mutakallim. Karena itu. bila ada. yang mengumpulkan ribuan hadits dalam musnadnya. tema umum Islam. Yang pertama menekankan rasio dalam pengambilan keputusan. Skripturalisme dan liberalisme keduanya berusaha mendobrak kebekuan pemikiran Islam. maqashid syar'iyah dan sebagainya. tugas ahli fiqh hanyalah mencari nash yang relevan. mempengaruhi banyak aliran pembaharuan di seluruh dunia. bila tidak ada.kaku. Yang kedua berdasarkan fiqh pada hadits walaupun lemah dan menolak penggunaan rasio. Paham ini. makna hakiki dari teks. fatwa para sahabat. tapi berusaha menangkap menurutnya. Ibn Taymiyah memperkuat gerakan anti rasionalisme ini dengan menolak setiap penggunaan logika dalam khazanah ilmu-ilmu Islam dan sekaligus menolak praktek-praktek yang tidak ada dasarnya dalam teks al-Qur'an dan hadits.C. dan yang ada hanya ijtihad. 1968:42). memang lebih terkenal sebagai ahli hadits dari pada ahli fiqh. ketika menyampaikan khutbahnya di Makkah tahun 1355. Makna ini dianggap sebagai ruh ajaran Islam. Raja Malik ibn Abd al-Aziz. The Encyclopedia of Islam menyebut Ibn Taymiyah sebagai the bitter enemy of innovations. dan terutama sekali pada Daud al-Zhahiri. . kita harus memulai dengan menyorot kedua aliran ini secara kritis dibahas skriptularisme. kami mengikuti ijtihad Ahmad ibn Hanbal: (Mughniyah. ada dua aliran besar dalam fiqh Islam: ahl al-Ra'y dan ahl al-Hadits. dan kembali kepada al-Qur'an dan hadits sebagai satu-satunya jalan untuk memecahkan segala persoalan Islam. the introvert warmth and other wordly pety of the mystic way. 1987:95). Imam Ahmad ibn Hanbal. berkata: "Madzhab kami mengikuti dalil. Smith.the alien intellectualism not only of philosophy but also theology" (Smith. Pada Ibn Hazm.. Mereka melihat masa Salaf sebagai model. Ibn Qutaybah memasukkan Ahmad di antara muhadditsin dan Ibn Jarir al-Thabari menolak Ahmad sebagai ahli fiqh. Karena itu. filsuf dan sufi. Seperti Ibn Taymiyah. yang kemudian menjadi paham resmi Arab Saudi. dan menolak qiyas kecuali dalam keadaan terpaksa. Mazhab-mazhab fiqh terletak di antara kedua ekstrim itu. Dalam kalimat W. dalam upaya menelaah kembali fiqh. Muhammad ibn Abd al-Wahab menolak "the corruption and laxity of the contemporary decline. Mereka menolak ta'wil dan menerima hadits secara harfiyah. Arkoun menyebut aliran ini logosentrisme yang ia gambarkan sebagai berikut: Di samping aliran ini ada aliran yang sangat menekankan rasio (akal).. Paham Ibn Taymiyah dihidupkan kembali oleh Muhammad ibn Abd al-Wahab lima abad kemudian. Jadi fiqhnya selalu merujuk pada nash-nash al-Qur'an atau hadits.. dan yang paling dekat dengan ahl al-hadits adalah mazhab Hanbali. Berbagai upaya rekonstroksi fiqh di dunia Islam sekarang ini berangkat dari kedua aliran tersebut. Yang paling dekat dengan ahl al-ra'y adalah madzhab Hanafi. LATAR BELAKANG SKRIPTURALISME Seperti diketahui dalam fiqh tabi'in.

qawaid ushul al- . Filsafat bukan saja dijauhi. Kedua. tetapi tidak berdasarkan dalil yang disetujui mereka. mengucapkan doa yang tidak ma'tsur. dianggap sesat. dalam aqidah. Wacana teologi menjadi gersang. tertawa dan sebagainya. paham ini melahirkan orang-orang yang wawasannya sempit. Praktek-praktek keagamaan yang tidak secara spesifik ditunjukkan dalam nash. yang disebut bid'ah adalah apa saja yang tidak merujuk pada dalil yang telah dipilihnya. Pada tahap institusional. membaca dzikir bersama. Mereka membentuk kelompok-kelompok. skripturalisme terbukti tidak menjawab berbagai masalah kontemporer. skripturalisme tidak dapat menyelesaikan kemusykilankemusykilan yang terjadi ketika melakukan istidlal (memberikan dalil-dalil hukum) dari nash-nash. Sebagian kaum modernis di Indonesia. they inevitably took a negative attitude toward the intellectual and spiritual developments that had taken place in the intervening centuries" (Rahman. menurut Fazlur Rahman. Para pengikutnya tidak lagi "menikmati" agama dan sebagian mengalami ketidakpuasan rohaniah. Terakhir. skripturalisme.Keyakinan bahwa kesetiaan pada teks al-Qur'an dan hadits cukup untuk memecahkan persoalan ternyata hanya simplikasi. yang memuncak pada fragmentasi umat. mukhtalaf al-hadits. yang menolak qiyas. penentuan keshahihan hadits. Pertama. mengobrol dengan ahli surga. Qunut pada shalat Subuh. Selanjutnya. karena menolak wacana intelektual.untuk merinci dalil-dalil orang-orang yang mempraktekkan upacara-upacara agama tersebut. Karena skriptualisme menerima teks-teks al-Qur'an dan hadits dengan apa adanya. zakat emas dan perak. --dan di Indonesia-menyelenggarakan upacara tahlilan dan marhabanan dianggap tidak mengikuti sunnah Rasulullah saw (dalam bahasa orang awam. Bukankah segala persoalan dapat diselesaikan dengan merujuk pada dalil-dalil al-Qur'an dan hadits. Ada beberara kegagalan skripturalisme. Dalam skala makroskopis. saya kira. membaca shalawat kepada Nabi saw. tapi merasa faqih. Sebagian di antara mereka akhirnya menggunakan qiyas juga. Keempat. bukan tidak mengikuti sunnah. dan zakat perdagangan. Dengan menolak ta'wil. tetapi juga dikafirkan. Dengan menyingkirkan mistisisme. makna haqiqi dan majazi. Padahal. makna 'urfi (kebiasaan). Muncullah para "mujtahid" yang tidak berkualifikasi. kaum skripturalis telah menghilangkan pengalaman beragama (religious experiences) yang emosional. tetapi tanpa aturan yang konsisten. Al-masail al-lafzhiyah --seperti makna lughawi. orang-orang awam tidak merasa perlu lagi dengan kehadiran fuqaha. Pada saat yang sama. menggunakannya dalam menjelaskan zakat profesi. mereka telah mematikan telaah filosofis. duduk di atas 'arasy. skriptualisme menyingkirkan pengalaman mistikal dari kehidupan beragama. yang mencoba menangkap makna batiniyah dari nashnash. Kaum sufi. Ketiga. dianggap bid'ah. tidak ada contohnya dari Nabi saw). Ada yang mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat pertanian. makna 'am dan khash dan sebagainya. mereka menetapkan keharusan percaya bahwa Ia turun ke langit dunia. 1981:26). Tidak ada maksud saya --dan bukan tempatnya di sini-. mudah mendorong orang ke arah fanatisme. Madzhab yang lain akan dianggap menyimpang dari al-Qur'an dan sunnah. kelima. Salah satu contoh adalah perbincangan tentang zakat profesi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak diwajibkan zakat padanya. "since the leaders of these movements were interested in negating some of the influences of the medieval school of islamic thought and law.

Melalui studi kritis terhadap keduanya. kita sebut liberalisme. there is a need for an effort at understanding which is based on the words. Setelah itu. Seperti biasa. Since the words of the Qur'an do not exhaust the meaning of revelation. sesudah mengutip sejarah ijtihad bi al-ra'y saya akan mengutip juga perkembangan tafsir bi al-ma'tsur. karena berusaha secara bebas untuk menggunakan penalaran. para pembaru mencoba mendobrak stagnasi dengan melakukan salah satu di antara dua pilihan. secara khusus kita akan mengambil contoh pemikiran Ibrahim Hosen dan Fazlur Rahman untuk menggambarkan pokokpokok pemikiran kaum liberalis. For Islamic liberals. but the content and the meaning of revelation is not essentially verbal. orang tidak memberikan solusi terhadap segala kemusykilan ini. Apakah Nabi Muhammad saw berijtihad? Banyak para sahabat membagi perintah-perintah Nabi ke dalam dua bagian. kita dapat merumuskan kaidah-kaidah baru dalam menegakkan fiqh yang lebih relevan dan signifikan. Di bawah ini saya akan mengulangi lagi akar pemikiran kaum liberalis dengan mengutip apa yang pernah saya tulis pada pengantar buku Islam dan tantangan Modernitas. Walaupun saya tidak akan membahas pokok-pokok pikiran kaum liberal Islam seperti yang dipaparkan Leonard Binder. Yang pertama kita sebut skripturalisme (sudah dibicarakan) dan kedua. Pada gilirannya. but which goes beyond them. Tulisan ini hanya ingin mengingatkan kita akan pentingnya penilaian kritis terhadap pendekatan pada fiqh. Mereka kembali secara ketat pada teks-teks al-Qur'an dan al-hadits atau mereka berusaha menemukan ruh atau semangat dari ajaran al-Qur'an dan al-hadits. 6. Yaitu yang berhubungan dengan ibadah ritual (kelak disebut huquq Allah) dan yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial (kelak disebut huquq al-'ibad). Mereka bersedia meninggalkan makna lahir dari teks untuk menemakan makna dalam dari konteks. keduanya menggaungkan kembali perbedaan pendapat para sahabat tentang sunnah Rasullah saw. Kritik terhadap skripturalisme sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela liberalisme. .fiqh dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan penafsiran nash tidak mendapat perhatian. dan ketika Rahman mengulas pemikiran modernis dan fundamentalis. tapi kaum liberalis modern justru mengambil inspirasi dari tafsir bi alma'tsur. FIQH KAUM PEMBARU: MADZHAB LIBERALISME Seperti telah disebut di atas. pada akhirnya saya akan mengajukan kritik. SEJARAH MADZHAB LIBERALISME Fiqh kaum liberal dapat dilacak pada madzhab ahl al-ra'y di kalangan para sahabat Nabi. seeking that which is represented or revealed by language. the language of the Qur'an is coordinate with the essence of revelation. saya akan mengutip deskripsinya tentang kaum liberalis Islam. Karena itu. TRADISI IJTIHAD BI 'L-RA'Y Ketika [brahim Hosen berbicara tentang ta'aqquli dan ta'abbudi. Jadi ciri khas kaum liberalis ialah upaya untuk menangkap esensi wahyu. Akibat kegagalan skripturalisme tersebut. Fiqh al-ra'y sebenarnya sejajar dengan tafsir al-Qur'an bi aldirayat. makna wahyu di luar arti lahiriah dari kata-kata. liberalisme juga sangat rentan terhadap berbagai problem.

Ibn Abi al-Hadid membenarkan kedua sahabat itu. Ketika Abu Bakar dan Umar meninggalkan pasukan Usamah. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Tidak ada ijtihad Nabi. "Nabi saw dalam keadaan sakit parah. "Seandainya azab turun. yang terdiri atas sahabat-sahabat yang berkumpul di sekitar Ali ibn Abi Thalib." Ketika Ali menegur Utsman yang melarang tamattu'. Ini hanyalah ra'yu yang aku pegang. aku akan menangis. "Kamu lebih tahu urusan duniamu?" Bukhari meriwayatkan peristiwa yang oleh Ibn 'Abbas disebut sebagai "tragedi hari Kamis". Para ahli hadits meriwayatkan berbagai peristiwa ketika ijtihad Nabi berbeda dengan ijtihad 'Umar." Umar juga diriwayatkan berkata: "Inilah ra'yu Umar. dan Allah membenarkan ijtihad 'Umar. Nabi menginginkan agar para tawanan Badar dibebaskan dengan tebusan. "Dengan ini kalian tidak akan sesat selamanya"' kata Nabi.Mereka menerima yang pertama secara ta'abbudi. Karena itu. silakan ambil ra'yu-ku.adalah madzhab Alawi. Sebagai lawan mereka --dalam pemikiran-. Ibn Katsir. sedangkan 'Umar mengusulkan untuk membunuh mereka. yang berkata: "Barang siapa melakukan tamattu'. Umar berkata. Nabi menyuruh sahabatnya mengambil dawat dan pena untuk menuliskan wasiatnya. ia sudah menjalankan kitab Allah dan sunnah NabiNya. dalam kitab tarikhnya. Pada bagian kedua. sangat takut kepada Umar dan tidak menemukan orang yang melawan pendapat Umar kecuali Ali ibn Abi Thalib. Cukuplah buat kita kitab Allah itu. dari Allah dan kalau salah. kemudian kita pun menyebut madzhab pemikiran mereka sebagai madzhab Umari." Tampaknya Umar berpendapat bahwa kondisi sakit Nabi melahirkan ijtihad Nabi yang tidak perlu diikuti. dari Umar." Nabi kemudian menceritakan tentang wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Nabi. ijtihadnya boleh jadi benar atau salah." Abdullah ibn Mas'ud berkata seperti itu juga: "Aku .a. Rasulullah saw sering berijtihad. menulis: "Para sahabat r." (QS 53:3). Utsman berkata: "Aku tidak melarangnya. tapi Umar melarangnya. di sini para sahabat tidak merasa terikat dengan sunnah. Bukankah Nabi mengatakan." Hadits-hadits di atas --walaupun keabsahannya harus kita teliti secara kritis-. Ketika Umar dan Utsman --pada zamannya masing-masing melarang haji tamattu" Ali menentangnya. tetapi ia hanya berbicara berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya. dan yang kedua secara ta'aqquli. Kalau benar. padahal Nabi memerintahkan mereka untuk berada di dalamnya. Di tangan kalian ada kitab Allah. Mereka tidak membedakan huquq al-'ibad dan huquq Allah dalam instruksiinstruksi Nabi yang bernilai tasyri'." kata Nabi. Nabi hendak menshalatkan 'Abdullah ibn Ubayy. Kalau orang mau.merupakan justifikasi terhadap peluang menggunakan ra'yu dalam menghadapi sunnah (yang berasal dari Ijtihad Nabi). 'Umar bertanya: "Apa yang menyebabkan Anda dan sahabat Anda menangis? Kalau ada sesuatu yang patut aku tangisi. "Sesungguhnya Nabi saw mengirimkan pasukan itu berdasarkan Ijtihad dan bukan berdasarkan wahyu yang diharamkan membantahnya. "Ia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya. disertai Abu Bakar pernah menangis terisak-isak menyesali kekeliruan ijtihadnya. wahyu selalu turun membenarkan Umar." Karena Umar adalah primadona dari kelompok pertama para sahabat ini. Dalam kasus-kasus ini. Kalau tidak ada tangisan. Dalam keadaan sakit. Kalau tidak. aku akan berupaya menangis seperti tangisan Anda. tinggalkan saja. "tidak akan ada yang selamat kecuali Umar ibn Khaththab.

dan kurang terikat pada zhawahir (makna tekstual) dan nash. (2) madzhab ini mengutamakan ra'yu ketimbang al-Sunnah. Ali Yafie melukiskannya sebagai lingkaran-lingkaran: "Lingkaran paling dalam (pertama) merupakan kelompok yang paling sedikit menggunakan ra'yunya." Abu Bakar juga pernah mengumpulkan orang setelah Nabi wafat. dan (3) madzhab ini menekankan aspek maqashid syar'iyyah atau kemaslahatan umat untuk menetapkan hukum. yang menekankan Fiqh al-atsar. saya mati." Tradisi pengabaian penulisan hadits --dan sekaligus pembakarannya-dilanjutkan oleh tabi'in. 'Aisyah melaporkan: "Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Nabi saw. Al-Hasan ibn Abi al-Hasan --menjelang kematiannya-. Abu Sa'id." Kita pun kemudian mengetahui bahwa di Madinah. penulisan hadits terlambat sekitar dua abad. Ashim. Rasul Ja'farian menyebutkan nama-nama ulama tabi'in yang melarang penulisan hadits. hadits-hadits yang kalian perselisihkan. Madzhab-madzhab itu berbeda dalam intensitas penggunaan nash dan ra'yu. Walaupun begitu. Sejarah singkat madzhab 'Umari ini menunjukkan tiga ciri khasnya: (1) madzhab ini memusatkan perhatian utamanya --dan seringkali dengan mengabaikan yang lain-. Sesungguhnya maslahat yang difatwakan sahabat tidak bertentangan dengan nash. Ia membakarnya dan berkata: "Saya khawatir. manusia sesudahmu akan lebih daripada itu. Alasan Umar: "Aku khawatir hadits-hadits itu akan memalingkan orang dari Kitab Allah. tetapi mengaplikasikan nash secara baik. kecuali satu buku saja." Para tabi'in dari Kufah kelak berguru kepada Abdullah ibn Mas'ud. Akibatnya. Abu Zahrah menulis: "Tidak seorang sahabat pun meninggalkan nash demi ra'yunya atau kemaslahatan yang dipandangnya. Umar menyuruh mengumpulkan hadits-hadits itu dan memerintahkan untuk membakarnya. yang pertama kali melakukan tadwin hadits adalah Ibn Syihab al-Zahri atas perintah Umar ibn Abd al-Aziz. "ambilkan hadits-hadits yang ada padamu. Nanti. ia menegur Ali: "Kau lakukan itu padahal aku melarangnya?" Ali menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw karena (ra'yu) salah seorang manusia. Konon. Prinsip mereka dalam pengambilan hukum. Pada suatu pagi. Janganlah meriwayatkan sesuatu pun dari Rasulullah saw.memerintahkan pembantunya untuk menyalakan api pembakaran." kata Umar. Ketika Utsman melarang menggabungkan haji dengan 'umrah. jawablah: "Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. dan lain-lain.kepada al-Qur'an. halalkan yang halal dan haramkan yang haram. dan berkata: "Kalian meriwayatkan dari Rasulullah saw. khusus di kalangan ahl al-Sunnah.". periwayatan hadits tetap berlangsung sampai zaman Umar. ia datang menemuiku dan berkata. yaitu. sehingga lahirlah mazhab Kufah yang menitik-beratkan Fiqh al-ra'y. "Hasbuna Kitab Allah. tak memperkenankan penggunaan . ia lemparkan semua tulisan. Ke dalamnya. Sa'id ibn Jubair. daerah Hijaz. Di kalangan madzhab-madzhab ahl al-Sunnah." Lalu saya berikan kepadanya. ia berasal dari Allah dan bila salah ia berasal dari setan.mengatakan ini dengan ra'yuku. dan meninggalkan hadits-hadits itu padamu. Untuk menangkis tuduhan bahwa Umar sering meninggalkan nash-nash al-Qur'an secara sengaja. berdasarkan pemahaman yang benar akan maksud-maksud syara'. Abu Burdah. Allah dan Rasul-Nya terlepas darinya. fiqh al-ra'y dan fiqh al-atsar ini tidak terpilah tegas. tetapi membentuk kontinum. berkembanglah madzhab Hijaz. Bila benar. Ali tetap tinggal di Madinah. Bila ada yang bertanya kepada kalian. sebelum ia memindahkan ibu kota ke Kufah pada masa kekhalifahannya. Sementera itu. Ibrahim al-Nakha'i. Fiqh al-ra'y makin diperteguh dengan kecenderungan umum madzhab Umari untuk mengabaikan penulisan hadits.

Apa yang belum terjadi adalah ketetapan hukum berdasarkan qiyas. kelompok yang disebut madzhab Maliki yang dipelopori Imam Malik. ia menguji hadits dengan pertimbangan psikologis dan konteks sosial. "aku mendengar Yusuf ibn Asbath berkata. Kaidah mereka: la ra'yu fi al-din (tidak ada tempat rasio dalam agama). madzhab ini sebenarnya juga menggunakan rasio. kurangnya hadits pada Abu Hanifah menunjukkan bahwa ia tidak merasa puas dengan menyampaikan hadits saja. karena diprakarsai Dawud al-Zhahiri yang dilanjutkan Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. Akal lebih dipentingkan dalam proses pengambilan hukum daripada hadits. Simaklah riwayat yang diceritakan Dr. hal itu dikarenakan Abu Hanifah sangat memperketat syarat-syarat penerimaan hadits." Rasulullah melakukan isy'ar (melukai punggung unta) sebelum menyembelih hewan kurbannya." Nabi bersabda: "Dua jual beli dengan khiyar sebelum keduanya berpisah." Nabi mengundi istri-istrinya kalau mau bepergian. Kata Dr. Madzhab ini dipelopori oleh Imam Hanafi. prajurit mendapat satu bagian." Kata mereka: "Pada zaman Abu Hanifah. Bukankah agama itu ra'yu yang baik?" Barangkali ini penegasannya tentang keharusan nash tunduk pada analisis rasional." Ibn Abu Syaibah dalam bukunya. Madzhab yang menggunakan kaidah semacam ini disebut madzhab alZhahiri. Hanya intensitas penggunaannya sangat sedikit. Disadari atau tidak. "Lingkaran yang kedua. Kata Ibn Khaldun. Abu Hanifah pernah dilaporkan berkata: "Seandainya Rasulullah berjumpa denganku. ada empat orang sahabat. "Sedangkan kelompok kelima. Ali Hasan Abd al-Qadir: "Musuhmusuh Abu Hanifah menuduhnya tidak memberikan perhatian besar pada hadits. pada bab khusus. merupakan madzhab yang menggunakan rasio agak lebih intens daripada kelompok pertama tadi. Kata Abu Hanifah: "Isy'ar adalah penganiayaan. madzhab ini lebih banyak menggunakan analogi atau qiyas. . Ahmad Amin." Katanya: "Rasulullah berkata. menyebut hadist-hadist yang ditolak Abu Hanifah dan mencapai 150 hadits. Abu Hanifah menolak 400 atau lebih hadits Nabi saw. Mazhab ini disebut mazhab Hanbali yang dipelopori Imam Ahmad ibn Hanbal. tidak ada khiyar. Dalam proses pengambilan hukum. Kaidah mereka adalah al-Mashalih al-Mursalah. Kataku: "Berikan sebagian contohnya. Doktrin mereka menyatakan bahwa hadits dha'if harus lebih diprioritaskan daripada akal. "Lingkaran ketiga. adalah mazhab yang frekuensi penggunaan akalnya lebih banyak. Doktrinnya menyatakan bahwa rasio harus diperhatikan guna pertimbangan kemaslahatan. ia menjawab: "Abu Hanifah adalah orang paling pandai tentang apa yang sudah terjadi. Ia memprioritaskan ra'yu dalam mengeluarkan keputusan fiqh. Kata Abu Hanifah: "Aku tidak akan menjadikan bagian binatang lebih banyak daripada bagian seorang Mukmin. . ia akan mengambil banyak pendapatku. Abu Shalih al-Fura menuturkan. Madzhab ini banyak dilaksanakan di Saudi Arabia. Abu Hanifah tidak tertarik untuk menemui mereka. terakhir. Abu Hanifah memang hanya sedikit meriwayatkan hadits. "Lingkaran keempat adalah madzhab Syafi'i yang dipelopori Imam Syafi'i." Kata Abu Hanifah: "Bila jual beli wajib. Ia menolak banyak hadits demi ra'yu. kuda mendapat dua bagian." Yang dimaksud dengan apa yang sudah terjadi adalah hadits-hadits Nabi. Kata Abu Hanifah: "Undian itu judi." Untuk memberikan contoh madzhab yang paling "Umari".. Ketika Raqabah ibn Musqilah ditanya tentang Abu Hanifah.akal. marilah kita melihat madzhab Hanafi..

ketika merumuskan metodologi ijtihadnya. Untuk mengapresiasi metode penafsiran Rahman. Di antara kedua jenis tafsir itu. Tafsir --menurut Muhammad Ali al-Shabuni-. Di Pakistan. TAFSIR BI 'L-RIWAYAT DAN TAFSIR BI 'L-DIRAYAT Fiqh al-atsar mempunyai tandingan dalam tafsir bi al-riwayat. dan menjelaskan maknanya serta menggali hukum-hukum dari hikmahnya. Bila tafsir itu berpijak pada ijtihad mufasir --dengan mengerahkan kemampuan nalar dan/atau intuisinya-. maka tafsir itu disebut tafsir bi 'l-riwayat atau tafsir bi 'l-ma'tsur.maka kita menyebutnya tafsir bi al-dirayah atau tafsir bi 'l-ra'y. Bila tafsir itu diperoleh dengan menukil penjelasan dari al-Qur'an lagi. Rupanya. para mufasir menganggap taisir bi 'l-riwayat adalah yang paling dapat dipercaya. sebagaimana kritik Rahman terhadap hadits (sunnah) dapat ditelusuri pada kritik fuqaha al-ra'y terhadap fuqaha al-atsar. Anehnya. Untuk yang terakhir ini. sebagai latar belakang teoretis dalam memahami penafsiran al-Qur'an yang dirumuskan oleh Rahman. tidak berbeda dari Ibn Taimiyah bagi madzhab Hanbali. Rahman hampir sepenuhnya berpijak pada tafsir bi 'l-dirayat.Salah satu murid terkemuka dari Abu Hanifah adalah Abu Yusuf. ada baiknya kita juga meninjau perkembangan metodologi penafsiran al-Qur'an. kemusykilan kedua penafsiran ini akan kita lihat. Muhammad saw. baru tafsir al-Qur'an dengan al-Sunnah (misalnya. tafsir bi 'l-riwayat seperti ini diambil Rahman ketika berbicara tentang hukum Islam dan ditinggalkan Rahman ketika membahas aspek teologis dan eskatologis ajaran Islam.menyebut Abu Yusuf. pendapat sahabat dan tabi'in. al-Hadits.adalah ilmu untuk memahami Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Di antara jenis-jenis tafsir bi 'l-riwayat. Daerah-daerah madzhab Hanafi antara lain Mesir dan Pakistan. sebagaimana fiqh al-ra'y mempunyai persamaannya dalam tafsir bi 'l-dirayat. Di Mesir. tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an adalah yang paling baik. Uraian di atas diberikan untuk menjelaskan dasardasar pemikiran Rahman pada perkembangan pemikiran Islam klasik. dan menetapkan "sunnah yang dikenal baik" sebagai kriteria terhadap "semangat dan sikap kolektif" dari hadits. Sebelum sampai ke situ. Tafsir Kontekstual-hanya dapat diterima oleh orang yang tidak mempunyai dasar dalam pemikiran Islam tradisional. Lewat tangan-tangan kekuasaan. kita akan terkejut menemukan bahwa klaim orisinalitas pembaruan Rahman –yang berulangkali disebut Taufik Adnan Amal dalam bukunya. Ia memegang jabatan qadhi pada masa-masa kekhalifahan 'Abbasiyyah. Fazlur Rahman dilahirkan. al-Hadi dan al-Rasyid. bagi madzhab Hanafi. kritik terhadap Rahman juga dapat dilacak pada kritik fuqaha al-atsar terhadap fuqaha al-ra'y. Kita tidak akan membicarakan pengaruh Abu Yusuf terhadap metodologi Rahman (dan juga Hosen). Tidak heran kalau Fazlur Rahman sering --bahkan paling sering-. lewat asbab al-nuzul). Kita akan membicarakan kritik pembaruan Rahman di akhir tulisan ini. antara lain pada masa al-Mahdi. madzhab Hanafi tersebar ke seluruh kekuasaan Islam. Ibrahim Hosen mereguk ilmunya. Cukuplah dikatakan bahwa dengan mempelajari fiqh-fiqh klasik. Rahman. dari sinilah Rahman mengajak kita untuk menafsirkan al-Qur'an dengan melihat al-Qur'an secara keseluruhan dan dengan melihat "sebab-sebab pewahyuan". (Untuk menggembirakan kita semua kedua-duanya berhak disebut Syaikh al-Islam). Karena itu. menerima hadits dengan sikap kritis. . Ia memuji Abu Yusuf karena memberikan penafsiran yang situasional kepada hadits yang "berdiri sendiri". Sesudah itu.

kita dapat membaginya ke dalam kelompok: tafsir Qur'ani yang murattab (berdasarkan urutan ayat dari al-Fatihah sampai al-Nas) dan tafsir Qur'ani maudhu'i (berdasarkan tema-tema atau topik-topik tertentu) Untuk mengetahui prosedur penafsiran qurani yang murattab. Ali ibn Abi Thalib menyimpulkan bahwa waktu minimal kehamilan adalah enam bulan. Banyak kitab tafsir mengaku menggunakan metoda ini. Perbedaan antara tafsir maudhu'i dengan tafsir murattab mirip dengan perbedaan antara thesaurus dengan . ketika berada dalam tulang sulbi orang tua mereka. Ibn Abbas menafsirkan dua kematian dan dua kehidupan dalam surah Ghafir ayat 11 dengan merujuk kepada surah al-Baqarah ayat 28. Bahwa "apa yang kamu perbuat" adalah berhala-berhala itu. Kemudian Allah menghidupkan mereka di dunia. al-Najm ayat 42. dengan melihat surah al-A'raf ayat 69. Yunus ayat 14. serta menggali prinsip-prinsip universal ajaran Islam. Selanjutnya. Abd al-Karim alKhathib al-Mishri bahkan menamai kitab tafsirnya al-Tafsir al-Qur'ani li alQur'an. al-'Alaq ayat 8. Tradisi Nabi ini dilanjutkan oleh para sahabat. kita akan melihat problematik al-Qur'an yufassir ba'dhuhu bad'dhan. "maka ayat-ayat al-Qur'an dilihat dari konteks ayat-ayat itu" (siyaq al-ayat). atau bersifat haliyah. baik yang bersifat lafdziyah. Nabi saw. menafsirkan kata zhulm dalam. dan al-Qhashash ayat 88. Yang dimaksud dengan kata al-mustaqar dalam surah alQiyamah ayat 12 adalah "tempat kembali" dengan melihat surah al-Insyiqaq ayat 6. Jadi jelas. Paling tidak. Ayat ini terdapat dalam kisah ucapan Ibrahim kepada para penyembah berhala. Semula manusia mati." Yang dimaksud dengan "khalifah" dalam surah al-Baqarah ayat 30 tidak terbatas pada Adam. "ayat-ayat lain dipergunakan untuk memahami ayat-ayat yang mujmal atau sama. dalam Tafsir al-Mizan. Akhirnya. yang menjadi pijakan Rahman. 7:52. kita akan menelusuri akar-akar penafsiran Rahman pada tafsir bi 'ldirayat. (QS 37:95). mempermudah makna yang sulit. uraikan Pertama. wa lam yalbisu imanabum bi zhulm (QS 6:82) sebagai syirk berdasarkan ayat inn al-syirk la-zhulm 'azhim (QS 31:13)." Misalnya. seperti kata-kata yang membentuk kalimat tunggal yang berkaitan dengan lafadz yang ingin kita pahami. kita jalan yang ditempuh oleh al-Thabathaba'i. membedakan ketetapan legal dari sasaran dan tujuan al-Qur'an. seperti kasus-kasus atau fenomena yang menjadi petunjuk bagi topik yang dibicarakan.Pertama kali. kita akan terjatuh ke dalam paham Jabbariyah. tetapi meliputi anak-cucunya. kita akan melacak kemusykilan asbab al-nuzul. yang --menurut Rahman-dapat mengungkapkan latar belakang situasional. Tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an mempunyai basis dalam petunjukpetunjuk al-Qur'an sendiri (QS 11:1. dan alNaml ayat 62. Tafsir maudhu'i baru muncul belakangan. ayat "Dan Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat" (QS 37:96). Setelah itu Allah mematikan mereka dan menghidupkan mereka kembali pada Hari Kiamat. Apakah kamu menyembah barang yang kamu pahat. Bila kita teliti kitab-kitab itu. Kedua. Tanpa melihat konteks ayat. padahal Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat (QS 37:96). atau menjelaskan istilah-istilah yang dipergunakan dalam al-Qur'an. Yang dimaksud dengan konteks adalah "semua yang mengungkapkan ( makna) lafadz yang ingin kita pahami dari petunjukpetunjuk yang lain. kita akan menemukan prosedur penafsiran Qur'ani yang bermacam-macam. 2:185) dan al-Sunnah. dari penafsiran QS 31:14 dengan QS 46:15.

. kita harus mendukung hak pemerintah untuk mentakhshish umumnya nash dan membatasi muthlaqnya.ditulis oleh Muhammad alBaqir al-Abthahi. Ketiga. 26. salah satu aspek dari topik tertentu itu. Keempat. KRITIK PADA FIQH IBRAHIM HOSEN . kita harus menggeser perhatian dari masalah pidana yang ditetapkan oleh nash kepada tujuan pemidanaan. Kelima. Ibrahim Hosen. kita harus mengganti pendekatan ta'abbudi terhadap nash-nash dengan pendekatan ta'aqquli. Nanti. Mengumpulkan ayat-ayat dalam hubungannya satu sama lain. TAFSIR KONTEKSTUAL FAZLUR RAHMAN Rahman dalam Tema Pokok al-Qur'an memperinci metodologi penafsiran alQur'an dalam tiga langkah. kedua. Al-Qur'an menunjukkan dalam setiap surah atau setiap tempat." POKOK-POKOK PEMIKIRAN MADZHAB LIBERALISME Pendapat Prof. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ini pernah mengajukan saran-saran bagi pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. (Kita) kumpulkan setiap ayat yang berkaitan dengan pengertian tertentu dan topik tertentu. kita harus sanggup menyimpulkan prinsip-prinsip umum ajaran al-Qur'an. Dari ketiga langkah tersebut di atas. kita harus melepaskan diri dari masalikul'illah gaya lama dan mengembangkan perumusan 'illat hukum yang baru. dapat membantu kita dalam menghilangkan kekaburan dan ketidakjelasan. yaitu. dalam satu tempat. kita harus meninggalkan pemahaman harfiah terhadap al-Qur'an dan menggantinya dengan pemahaman berdasarkan semangat dan jiwa al-Qur'an. dan menjelaskan metodenya sebagai berikut: ". kita harus mengambil sunnah Rasul dari segi jiwanya untuk tasyri al-ahkam dan memberikan keleluasaan sepenuhnya untuk mengembangkan teknik dan pelaksanaan masalah-masalah keduniawian.. ketiga langkah ini merupakan langkah pertama dalam perumusan prinsip-prinsip hukum Islam. Ayat-ayat itu kemudian disusun dan dirangkai begitu rupa sehingga dihasilkan kesatuan pandangan yang lengkap dan kesatuan pemikiran yang menghimpun dan meliputi seluruh ayat tersebut. Pengantar pada tafsir ini –sepanjang pengetahuan saya dari kalangan kaum Muslim-.dictionary. Ia mengusulkan enam hal.. dan karena kita tidak mengetahui konteks turunnya ayat itu atau petunjuk-petunjuk situasional yang berlaku pada masyarakat Islam saat itu. Seringkali kita mengalami kesulitan untuk memahami ayat atau mengetahui tujuannya karena jarak kita yang jauh dari zaman wahyu. Kita memperoleh manfaat lain dari pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu dengan tetap berpijak pada pandangan Qur'ani yang utuh tentang topik tersebut. pendekatan historis untuk menemukan makna teks. Kedua. Secara operasional. pembedaan antara ketetapan legal dengan sasaran dan tujuan al-Qur'an. ". prinsip-prinsip umum ini kita aplikasikan untuk memecahkan masalah-masalah konkret dewasa ini. kemudian dikumpulkan ayat-ayat yang berkenaan dengan topik tersebut. Terakhir. Kadang-kadang ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu tersebar pada surah-surah yang berbeda atau pada tempat-tempat yang berbeda dalam surah yang sama. pemahaman sasaran al-Qur'an dengan memperhatikan latar belakang sosiologisnya. ketiga. Dalam perkembangan pemikirannya yang kemudian. Amal dan Pangabean memperincinya dalam Tafsir Kontekstual al-Qur'an. Pertama. Ja'far Subhani menulis serial mafahim al-Qur'an (sampai sekarang sudah selesai lima jilid).. bergerak dari yang khusus kepada yang umum. Tafsir maudhu'i dimulai dari topik. Pertama.

Kita harus mencari semangat atau ruh perintah ini. Kita tidak boleh menerima teks-teks itu begitu saja (secara ta'abbudi). dahulu wanita-wanita Arab itu senang membuka dadanya untuk merangsang kaum pria. Dengan kebebasan mencari 'illat baru. KRITIK PADA FAZLUR RAHMAN . kita meninggalkan makna obyektif yang sudah jelas dan memasuki makna subyektif yang tidak jelas kriterianya. Kedua. apakah kita juga harus meninggalkan puasa. qashar tidak lagi berlaku dalam perjalanan tetapi dalam situasi apapun yang membuat orang payah. Kita tidak perlu mengeluarkan zakat bila pemerintah sudah melakukan kebijakan pemerataan pendapatan dan memberikan santunan pada fakir miskin. Kita tidak perlu terikat pada teks-teks lahir al-Qur'an dan Sunnah. berdasarkan pada 'illat baru. al-Nur: 31) jelas menunjukkan perintah memakai kerudung sampai menutup dada. Kita harus menggunakan akal (ta'aqquli). Kata sebagian orang. Dengan cara ini terbukalah peluang untuk memasukkan pikiran-pikiran non-islami ke dalam struktur syari'at Islam. Sekarang. Saya yakin. pemikiran seperti ini tidak memerlukan usaha yang sungguh yang menjadi makna ijtihad. Fiqh menjadi alat status quo dan bukan sebagai korektor. yang dimaksud ialah hendaknya wanita memelihara kesucian dirinya dengan menutup diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Pandangan ini menimbulkan beberapa kemusykilan. Kata sebagian orang. karena justifikasi tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. "Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya sampai menutupi dada mereka" (QS. Kita masih dapat mengumpulkan pendapat-pendapat lain. Sekarang kita abaikan makna lahiriah ini. ketika kita harus meninggalkan produktivitas. Rasulullah menyuruh mereka berbuka. Kita dapat menggashar shalat hanya karena kita baru saja menyelenggarakan seminar yang menguras energi. Dalam situasi seperti itu puasa boleh ditinggalkan. bukan menutupkan kerudung. Misal. Apa semangat dari larangan ini? Umat Islam sedang menghadapi tugas yang berat. Tanpa kriteria ini kaum liberalis dapat membawa kita ke arah tadhyi (pengabaian nash) dan tahrif (penyimpangan makna). Apakah perempuan tidak perlu memakai kerudung bila ia sudah pandai menjaga diri tidak melakukan tindakan yang "merangsang"? Kita memerlukan kriteria kapan teks harus ditinggalkan demi makna yang lebih dalam dan kapan makna yang lebih dalam itu harus diperlakukan sebagai pengayaan makna lahiriah dan bukan pengabaiannya. Pertama. dengan menetapkan pemerintah sebagai pentakhshish dan pengtaqyid nash. Bukan semangat dari ajaran zakat ialah pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan? Ketika para sahabat bersiap diri menghadapi perang di bulan Ramadlan. ketika kita memerlukan tenaga untuk membangun. Kata "menutupkan kerudung" harus dipahami sebagai kata kiasan. Ketiga. Islam akan dipandang hanya sebagai suplemen dan bukan sebagai alternatif. Perintah ini harus dipahami sebagai perintah untuk menahan diri dari perbuatanperbuatan yang mendorong orang ke arah pemuasaan nafsu. Makna lahiriah dari teks. dengan mengganti 'illat qashar pada masyaqqah (kepayahan). Dalam istilah sebagian orang. ketika kita meninggalkan makna lahir teks dan mencari jiwa atau semangat teks. fiqh akan lebih berfungsi sebagai pemberi justifikasi daripada jurisprudensi.Esensi dari pemikiran Hosen ialah jiwa atau semangat dari al-Qur'an dan Sunnah. Tetapi yang menjadi persoalan ialah apakah berpegang pada semangat al-Qur'an atau al-Sunnah itu berarti tidak usah setia lagi pada makna lahiriahnya. kepastian hukum menjadi kabur. hukum-hukum syari'at dapat berubah. Semangat ajaran Islam itu kesucian diri. Mereka memerlukan tenaga dan kekuatan.

seperti yang dilukiskan oleh Taufik dalam buku ini (h. Tuhan dapat membuat sejarah. Apalagi. ketika nash-nash itu dijadikan rujukan. Terdapat juga kemusykilan dalam menentukan apakah dalam situasi tertentu. Kemusykilan lainnya --yang terlalu panjang bila diuraikan di sini-. Apalagi --sebagai pelanjut mazhab Umari-. Mereka berpegang pada sebab yang khusus (bi khushush al-sabab). Karena itu. sebagian besar tidak tahan kritik --bahkan pada tingkat kritik rawi atau sanad. Setiap orang juga tahu bahwa asbab al-nuzul dan tarikh sangat . meminta agar beliau memohon ampun kepada Allah untuk orang itu.Rahman seringkali tidak ragu-ragu menanggap hadisthadist sebagai "fiksi yang dirumuskan belakangan saja". dari buku-buku tarikh. Lebih dari itu. Yang paling musykil --dan justru di sini Rahman berpijak-. "terdapat jarak yang sangat jauh antara situasi sosial ketika nash-nash itu dilahirkan dengan situasi sosial dewasa ini. para orientalis --lewat "analisis sosiologi" mereka-dapat "membuktikan" pengaruh-pengaruh Kristen dan Yahudi dalam al-Qur'an. tetapi --pada saut yang sama-"menilai bahwa literatur asbab al-nuzul itu seringkali sangat bertentangan dengan kacau-balau" (h. tetapi mempunyai motif-motif yang patut dicurigai. Kedua. Kadang-kadang sebab yang sama berkaitan dengan ayat-ayat yang berlainan (ta'addud al-nazil wa 'l-sabab wahid). seperti kata sebagian orang. hadist-hadist tentang asbab al-nuzul itu sangat sedikit. Kadang-kadang ayat yang sama dijelaskan dengan asbab al-nuzul yang berlainan (ta'addud al-asbab wa al-nazil wahid). Setiap orang akan setuju bahwa konteks historis sangat diperlukan untuk memahami alQur'an. karena jarak kita yang jauh dari masa wahyu. 224). Di sini tampak bahwa prinsip umum yang diyakini oleh mufasir menentukan spesifikasi atau generalisasi asbab al-nuzul. Di kalangan para mufassirin terjadi ikhtilaf apakah pelajaran (al-'ibrah) itu bersifat spesifik (bi khushush al-sabab) atau umum (bi 'umum al-lafazh). Kemudian turun surah alNisa ayat 64. Apakah meminta doa kepada Rasul itu hanya berlaku pada waktu Rasul masih hidup atau juga berlaku sekarang? Bukankah dari ayat ini dapat disimpulkan suatu prinsip umum: Bila berbuat dosa. sebagaimana yang telah banyak diketahui oleh para peneliti ulum al-Qur'an. bila bertentangan dengan apa yang telah dipandangnya sebagai prinsip-prinsip umum ajaran alQur'an. datanglah kepada Rasulullah --baik dalam keadaan hidup atau mati dan mintakan agar beliau memohonkan ampunan buat kita? Kaum Wahhabi berpendapat bahwa tawassul itu syirik dan karena itu menganggap ayat ini hanya berlaku ketika Rasulullah masih hidup. sedang dalam situasi lain sebabnya khusus tetapi efek legalnya umum. sangat sukar kita memperoleh gambaran utuh mengenai situasi sosial waktu itu." Dari mana kita memperoleh informasi tentang situasi masa lalu itu? Pertama.bersandar sepenuhnya pada pendekatan historis untuk memperoleh makna teks dari analisis latar sosiologis untuk memahami sasaran al-Qur'an. kita merumuskan situasi di zaman Nabi itu dari asbab al-nuzul. tetapi hanya ahli sejarah yang dapat mengubah sejarah.Metodologi Rahman --seperti telah disebutkan di atas-. Dalam kalimat Shadr.adalah menetapkan apakah asbab al-nuzul itu hanya berkenaan dengan peristiwa atau orang yang spesifik atau dapat digeneralisasikan. Seperti dikatakan Subhani. Pernah orang datang kepada Rasulullah saw. sebab itu khusus dan efek legalnya juga khusus. yang terbukti seringkali ditulis oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan historiografi. Rahman menyadari pentingnya asbab al-nuzul. 158).berkenaan dengan hubungan antara dengan asbab al-nuzul. Di antara yang sedikit itu.

dan dosa (al-itsm) dan pembangkangan tak benar serta menyekutukan Allah. ketika manusia menjadi sebuah masyarakat (society).pengharaman khamr ini berlangsung secara gradual. Yang pertama mengharamkan khamr sebenarnya adalah surah al-A'raf ayat 33. alkohol menjadi membahayakan sehingga pengkonsumsiannya tidak diperkenankan. di dalamnya dosa besar. "Tidak turun ayat alMa'idah. jauh sebelum turun surah al-Maidah. Dosa semuanya diharamkan dengan firman Allah. karena mereka menganggap enteng larangan ilahi ini. di Makkah. cukuplah ayat ini saja. Mula-mula khamr dipandang sebagai rahmat Tuhan (QS 16:66-69). Mereka bertanya kepadamu tentang khmr dan judi." "Abu Bashir. Dalam urutan pengharaman khamr.al-Jashash menjelaskan: "Ayat ini menetapkan haramnya khamr. Apa prinsip umum yang dapat ditarik dari latar sosiologis ini? Kata Rahman. di tengah jalan ia dicegat Abu Sufyan." kata mereka lagi. Menurut Thabathaba'i. Abu Jahal terbunuh dalam perang Badar. Dengan menggunakan metodologi Rahman. Khamr sudah diharamkan sejak awal kenabian. Katakan Tuhanku hanya mengharamkan kekejian --baik yang tampak maupun yang tersembunyi-. kecuali untuk mempertegas (keharaman khamr) bagi menusia. Tentang surah al-Baqarah ayat 219 --yang dianggap Rahman dan kebanyakan mufassirin belum mengharamkan khamr-. sebagaimana ditegaskan dalam surah al-Baqarah ayat 214. Tuhanku hanya mengharamkan kekejian. Kedua-duanya sangat dihajatkan terutama sekali untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai al-Qur'an ("ideal moral" alQur'an) atau sebab berlakunya hukum (ratio legis). Marilah kita ambil kasus khamr. penelitian saya tentang pengharaman menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Tetapi karena sahabat terus-menerus melakukan pelanggaran. Setelah umat Islam terbentuk sebagai masyarakat. Kita tidak tahu apakah Rahman setuju. Yang ingin diketahui orang ialah bagaimana Rahman menarik kesimpulan dari ayat-ayat yang tidak ada asbab al-nuzul-nya. dan dosa. Menurut Rahman --juga kebanyakan ulama-.. Rahman menunjukkan evolusi "sikap" al-Qur'an terhadap khamr. Abu Jahal. Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Thabrani dari Mu'adz ibn Jabal disebutkan bahwa di antara yang pertama kali diharamkan pada permulaan kenabian adalah minuman khamr.penting.. Dan seterusnya.bahwa pengkonsumsian alkohol secara individual dalam komunitas informal tidak haram. Al-A'raf termasuk surah yang turun dalam periode Makkiyah awal. Kata A'sya." Inilah ratio legis haramnya alkohol. "Hai Abu Bashir. bagaimana kita dapat memastikan situasi sosial dari tarikh yang dapat kita akses. Allah tidak saja . Ketika ia bermaksud menyatakan Islamnya di depan Rasulullah saw. ketika umat Islam belum merupakan suatu masyarakat (society). maka pengharaman ditegaskan berkali-kali --dari tahrim 'am sampai tahrim khash bi tasydid albaligh (pengharaman khusus yang sangat keras). al-A'raf:33). para ahli tafsir sepakat menyebutkan surah al-Maidah ayat 90 sebagai ayat yang terakhir. Muhammad mengharamkan zina.. ". khamr diharamkan. dan orang-orang Quraisy lainnya. "Aku tidak keberatan. Katakanlah di dalamnya ada dosa besar (itsm kabir)." kata mereka. Muhammad mengharamkan khamr." Bahwa khamr telah diharamkan sejak awal bi'tsah dapat dilihat pada peristiwa masuk-Islamnya A'sya ibn Qais. Peristiwa ini terjadi di Makkah... juga. Karena Allah berfirman. tetapi hanya merupakan komunitas informal. tetapi akhirnya dianggap sebagai perbuatan setan (QS 5:90-91). ketika Abu Jahal masih hidup. jika kita menyimpulkan --dari kesimpulannya-. Al-Itsm dalam ayat itu adalah khamr. Khamr tidak diharamkan. (QS. Seandainya tidak turun ayat lain yang mengharamkan.

Muhammad Taqiy al-hakim mengkritik kelemahan argumentasi al-Syatibi secara rinci. padahal sahabat sepakat bolehnya bertentangan dengan sahabat yang lain? Abu Bakar dan Umar tidak mengingkari orang yang berbeda ijtihadnya . Umar menjawabnya. atau yang tidak melihatnya seperti orang buta". 2. Bagaimana mungkin menetapkan ishmah mereka tanpa hujjah yang mutawatir? Bagaimana dapat dibayangkan adanya 'ishmah.Fath al-Bari. pengharaman khamr diulangulang --makin lama makin keras-. 1:443 al-Maktabah al-Salafiyah. tanpa kota." Walhasil. CATATAN 1. yang harus lebih dahulu dirumuskan adalah kritik keduanya (yang kurang diperhatikan Rahman). Karena basis metodologi Rahman adalah tarikh dan asbab al-nuzul.. 5. beriman kepadanya dan meninggal dalam Islam. "Kami berhenti.T Al-Hakim Al-Ushul al-'Ammah fi al-Fiqh al-Muqaran. Mathba'ah al-Maktabah al-Tijariyah. tanpa tahun. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'at. tanpa tahun. Ibn Hajar al-Asqalani. padahal mereka boleh ikhtilaf? Mungkinkah dua orang ma'shum ikhtilaf? Bagaimana mungkin. al-Ghazali menolak semua pendapat itu dan berkata. al-Ishahah fi Tamyiz al-Shahabah. Karena itu surah al-Ma'idah 90 diakhiri dengan kata Mengapa kalian belum berhenti juga. Beirut. 1974:133-143. 250.Abu Ishaq al-Syatiby. Beirut. 6. al-Mustasyfa. Dar al-Andalus. yang berperang besertanya atau tidak. Kami berhenti!" Ini hanyalah sebuah contoh penggunaan metodologi Rahman dengan hasil yang sama sekali berbeda dari konklusi Rahman. "Siapa saja yang mungkin salah atau lupa dan tidak tegas 'ishmahnya tidak boleh pembicaraannya menjadi hujjah. al-Nasai. Bagaimana mungkin berhujjah dengan ucapan mereka dengan kemungkinan mereka salah. Menurut riwayat. Pada halaman yang sama. sebagai penegas akan bahayanya. 1:457 3.Lihat al-Ghazali. Mesir: Mustafa Muhammad. karena yang dimaksud manfaat itu manfaat dunia dan semua yang diharamkan ada manfaat duniawi bagi pelanggarnya. Lihat: Fath al-Bari. Tarikh al-Madhahib al-Islamiyah. Ahmad Abu Dawud.Riwayat ini dihimpun berdasarkan hadits Bukhari. yang melihatnya tetapi tidak menghadiri majelisnya. 1:135. hal. Pembaca yang tertarik dapat melihat M.menjelaskan bahwa dosa itu haram.karena sahabat masih tetap melakukannya. Muslim. Mereka yang termasuk jumpa ini orang yang lama bergaul dengan Nabi atau yang sebentar. 1:10 4. Adapun kata manfaat bagi manusia tidaklah berarti menghalalkannya.Ibn Hajar mendefinisikan sahahat sebagai "orang yang berjumpa dengan Nabi saw. Dar al-Fikr. Al-Syatibi mengutip ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits untuk menunjang pendapatnya. tetapi (untuk khamr) mempertegasnya dengan menyebutkan dosa besar. 4:74.Abu Zahrah. Ibn Majah.

Ibn Al-Atsir dalam Usud al-Ghabah fi Ma'rifat al-Shahabah. Shahih Muslim 2:52. "Ijtihad and the Practise of Ra'y". lihat Ibn Qayyim. 9. Maktabah Wahdah. Bukhari meriwayatkan hadits ini tetapi dengan tidak lengkap. "Ra'y Gera'i Dar Ijtihad". "Siapa yang mengkritik salah seorang di antara sahabat Rasulullah saw. bahkan mereka mewajibkan --dalam masalah ijtihad-.dengan mereka. hal. 12. hal. Taysir al-Wushul 2:5. sebab mereka semna 'udul. petunjuk.Shahih al-Bukhari. al-Dar al-Mantsur 1:279. 14. Mengenai 'Udul-nya sahabat. 1371. 1963. 1408. Ibn Hajar mengemukakan dalil-dalil tentang 'udul-nya sahabat secara rinci dalam kitab ini juga).Taqdimah al-Ma'rifah li Kitab al-Jarh wa al-Ta'dil. "Seluruh sahabat itu mukmin yang saleh. 5:148. V NO. Kecuali untuk sahabat yang masuk Islam sesudah Bai'at al-Ridwan (sambil mereka pun tidak boleh disebut kecuali kebaikan).Abu Dawud 2:227." 7. dalam Kayhan-e Andisheh NO.Muhammad Ibrahim Jannati. menulis. 10. hal. tak ada yang menentang hal ini kecuali orang-orang bid'ah yang menyirnpang" (Al-Ishabah 1:9. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Mahliqa Qara'i. 7-9. Irsayad al-Sari 10:9. 9." (Saya kutip lagi dari Muhammad 'Ajal al-Khatib. tidak seorangpun masuk neraka. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:264. lihat juga Shahih Muslim. Zad al-Ma'ad 1:177-225. 4:352 dan 5:22. 2. Fath al-Bari 12:101. Al-Sunnah qabl al-Tadwin. 8. 252. 1:349.Shahih Muslim 1:574. tidak dikenai celaan. 13. ketahuilah bahwa dia itu zindiq (atheis). Sunan al-Baihaqi. Sunan al-Baihaqi 7:336. Sunan al-Nasa'i. al-hakim 2:196. al-Hakim dalam al-Mubarak 2:59 dan 4:389. semuanya masuk surga. pada Kitab Al-Muharibin. Ibn Hajar berkata. 11. "Sepakat semua Ahl Sunnah bahwa sahabat seluruhnya 'udul. 57-58. Musnad Ahmad 1:314. dan kebajikan. Kairo. vol. Ibn Majah 2:227. Tarikh al-Madzahib. semuanya mati dalam iman. 1:3. "Sahabat sama seperti perawi hadits yang lain kecuali satu hal --pada mereka tidak berlaku jarh dan ta'dil. Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:318. Umdat al-Qari 11:151.Abu Zahrah. menurut Ibn Hazm.Kupasan tentang perdebatan ini. Kanz al-Ummal 3:102. dalam Al-Tawhid.agar setiap mujtahid mengikuti ijtihadnya masing-masing.Abu Dawud 2:242." Begitu "sucinya" para sahabat itu sehingga Abu Zar'ah menulis. 3:69. 395-396)." Lihat Al-Ishabah 1:10. . Heiderabad.

"Kitab al-Jihad".Dr. kamu tidak akan sesat selama-lamanya Kitab Allah den Ahli Baitku (hadits-hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Shaih Muslim dalam Kitab Fadhail al-Shahabat". Shahih al-Turmudzi 2:308. Tafsir al-Darr al-Mantsur 6:74. tarjamah 'Umar 28. dan hadits: "Ahli baitku adalah tempat yang aman dari ikhtilaf bagi umatku" (Mustadrak al-Shahihain 3:348). hal. yang jika kamu berpegang teguh. 11:257. Saya kutip lagi dari Abu Zahrah. 1:22. Tarikh al-Khulafa. 227-228. tt 1:63-64. Mesir: Mathba'ah Sa'adah. Lihat juga Shahih Bukhari.Al-Thabaqat al-Kubra. 7:188. turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib). Kanz al-Ummal 1:185. tanpa tahun. 1:174. 255. 32-33. dalam Limadza Ikhtartu Madzhab Ahl al-Bait.Al-Syatibi. 7:447. 39-40. hal. Gubahan syair dari Al-Amini al-Inhaqi dari Syiria. Al-Syura 23 (tentang keharusan mencintai ahli waris). hal.Tadzkirat al-Huffadz. 1:2-3.Tadzkirat al-Huffazh.Lihat Dr. Di antara hadist-hadits tentang hal yang sama adalah hadits Tsaqalain: Aku tinggalkan bagimu dua hal. 1404. 1:5. dan Kitab al-Jizyah". 1:7.Di antara ayat-ayat yang menunjukkan keharusan mengikuti ahli bait adalah Al-Maidah 55 (Menurut banyak ahli tafsir. Al-Ahzab 33 (tentang 'ishmah ahli bait). Tarikh Thabari 3:193. Tarikh al-Madzahib. Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsah. 24. Musa Towana. dalam Hawl al-Wahdah al-Islamiyah. 17. 19. 27. tarjamah Abu Bakr. menyimpulkan dalil-dalil itu. 23. Shahih Muslim Bab "Tark al-Wasyiyyah" Musnad Ahmad. Mustadrak al-Shahihain 3:109. bukan tempatnya di sini menuliskan semua riwayat yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama. "Kitab al-'Ilam". hal. Thabaqat ibn Sa'ad 2:244.Ibn Qayyim al-Jawziyyah. 20. 138. Teheran: Sepahar. . 1935.Shaih al-Bukhari. 25. 22. Kanz al-'Ummal. 18. hadits NO. Kanz al-'Umal 1:47 dan lain-lain). Musa Towana.Tafsir Ibn Katsir 4:194. Musnad Ahmad 4:366.15.Asbab al-Ikhtilaf bain Aimmah al-Madzahib al-Islamiyah". 26.Al-Thabaqat al-Kubra.Tadzkirat al-Huffazh. "Al-'Itisham. "I'lam al-Muqi'in. Al-Ijtihad. Al-Baihaqi 2:148. Al-Ijtihad: wa Mada Hajatina ilaih fi Hadza al-Ashar.Al-Thabaqat al-Kubra. 16. 21.

37. Sunan al-Nasai 5:148.Al-Jawharah al-Nayyirah. 10404 H. Jakarta: Pustaka Panjimas. Taisir al-Khazim 1:356. 38." 40. 31. juga Al-Baladzuri dalam al-Anshab 5:26. Tarikh Ibn Katsir 6:319. dalam Iqbal Abdurrauf Saimima. Shahih al-Turmudzi 1:68. lihat Al-Syawkani dalam Al-Awthar 3:374.29. hal. hal. 39. "Utsman melihat kemaslahatan jamaah supaya dapat mengejar shalat. tetapi kemudian meng-itmam-kannya. Tafsir al-Thabari 10:6. Sunan al-Baihaqi 1:472. Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam. Musnad Ahmad 2:148 Sunan al-Baihaqi 3:126.Ibn Hajar. hal. Fath al-Bari 2:361. Tafsir al-Syawkani 1:418. al-Baihaqi 7:164. Sunan al-nasai 2:179. Al-Durr al-Mautsir 2:136.a". 50. Sunan al-Muslim 2:260.Ibn Hazm dalam Al-Muhalla 5:227. Mustadrak al-hakim 1:472. Il-Ishabah 2:322. Tafsir al-Qurthubi 6:117.Shahih al-Bukhari 3:69. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 2:168. 1988.Kitab al-Kharraj 24-25.Tarikh al-Thabari 3:234.. 32. 1983. Tafsir al-Zamahsyari 1:359. Qum Abu Mujtaba.Al-Muwaththa'. Ibn Hajar memberikan komentar. Riwayat pelarangan bagian muallaf. 205. 30. Al-Kamil ibn al-Katsir 2:146. Umar shalat di Mina dua rakaat.Shahih Muslim 1:142.Fazlur Rahman. Abu Bakar shalat di Mina dua rakaat.Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa' 1:282 dari Urwah: Rasulullah shalat dua rakaat di Mina pada shalat-shalat yang empat rakaat. Musnad Ahmad 1:61. 33. Sunan Ibnu Majah 1:348. Shahih al-Muslim 1:349. 3:192. sedangkan Marwan supaya orang mendengarkan khutbahnya.95. Usman mula-mula shalat dua rakaat. Al-Muhalla' 9:622. 26 menulis: Kami telah menyatakan (1) bahwa sunnah dari kaum muslim di masa lampau secara konsepsional dan kurang lebih secara garis besarnya berhubungan erat dengan sunnah Nabi dan pendapat yang . 152. 36. Sunan al-Nasai 3:100. Bandung: Pustaka. 37. Sunan al-Baihaqi 6:342-343. ed. Lihat juga Shahih al-Bukhari 2:154. lihat Tafsir al-Manar 10:297. Sunan Abu Dawud 1:171. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 3:60 62. Membuka Pintu Ijtihad. dikutip lagi dari al-Nash wa al-Ijtihad. Sunan al-Baihaqi 1:429. 2:10. Kitab al-Umm 1:173. 44.Shahih al-Bukhari 3:69.Lihat "Kontroversi sekitar Ijtihad 'Umar r. 34. Shahih al-Bukhari 1:109. Al-Durr al-Mantsur 3:252. Tasyir al-Wushul 1:282.

2:244. 267. Tanwir Al-Hawalik. Al-Sujud 'ala al-A'rdh. 14. tidak mengizinkan kami (sujud selain di atas .Jami'Bayan Al-` Ilm. 2:180. "Bab Ghazwat Al-Hudaibiyah. Tidak mungkin kita menurunkan semua hadits itu di sini Cukuplah kita kutip hadits Muslim dari Khabab bin Al-Arat. Al-Umm. Kitab Al-Riqaq. hal.Shahih Bukhari. 50. 48. 532. Abdullah bin Mas'ud. 44. (2) bahwa meskipun demikian. Fath al-bari 7:449-450. 1:365.Tafsir Al-Nisabury. Tetapi. "Bab I: Al-Hawah". 1978. Lihat juga Sunan al-Baihaqi 2:68.Syibli Nu'mani.. 11:463-476. Lihat Fath al-Bari. Kitab ini menunjukkan. 1:221. 5:263. 52. (4) bahwa kandungan sunnah atau sunnah dengan pengertian sebagai praktek yang disepakati secara bersama adalah identik dengan ijma'. 1404. Kitab Al-Fadhail.Syarh Al-Muwaththa'. 47.. tt. Nabi saw. 45. Kanz al-'Ummal. 1:93-94. 51. "Bab Itsbat"." Kitab Al-Maghazi. Jabir bin Abdillah dan lain-lain melarang sujud selain di atas tanah. 46. Shahih Muslim. hal.Jami' Bayan Al-`Ilm. 43. Bandung: Pustaka. berdasarkan hadit-hadits yang diriwayatkan Ahl Sunnah bahwa disamping Rasulullah saw.menyatakan bahwa praktek-praktek muslim di masa lampau terpisah dari konsep sunnah Nabi adalah salah sekali. kandungan yang khusus dan aktual dari sunnah kaum muslim di masa lampau tersebut sebagian besarnya adalah produk dari kaum muslim sendiri. Dar Al Tarqib.Catatan kaki pada hamisy kitab Sunan Al-Nasai. 41. Dar Al-Fikr Al-Araby. pada hamisy kitab Tafsir Al Thabari.Ansab Al-Asyraf. Ali bin Abi Thalib. "Kami mengeluoh kepada Rasulullah tentang udara yang sangat panas sehingga tanah menjadi sangat panas pada dahi-dahi kami. 2:244. (3) bahwa unsur kreatif dari kandungan ini adalah ijtihad personal yang mengalami kristalisasi menjadi ijma' berdasarkan petunjuk pokok dari sunnah nabi yang tidak dianggap sebagai sesuatu yang sangat bersifat spesifik.Lihat Ali Al-Hamady. 1:79. sahabat-sahabat seperti Abu Bakar. 1:208. 2:401.Abu Zahrah. hadits ke 4170. lihat juga Dhuha Al-Islam.Shahih Bukhari. 49. Turmudzi 3:302. Umar Yang Agung. 42. Tarikh Al-Madzahib Al-Islamiyah.Al-Imam Al-Syafi'i. 8:143. hal.

mengizinkan mereka sujud di atas pakaian mereka itu. Waktu itu para sahabat meletakkan ujung baju mereka dilarang ketika akan sujud untuk menghindarkan panas yang sangat.tanah). bab "Man La Ha'arahun Naby". 19:72-75.Tafsir Al-Thabari. 59. tetapi mereka dilarang berbuat begitu. ibid. hal. 10:197-198.Ibn Katsir. 3:40. "Para fuqaha menyebut peristiwa ini berkenaan dengan sujud. 4:481. Al-Bidayah wa Al-Nihayah. 257. 3:124. dalam Al-Nihayah. 54. Mustadrak Al-Hakim.Abu Zahrah.. 698-701. Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah. "Bab Walladzi Qala li Walidaihi". Usud Al-Ghabab. lihat juga biografi Abdurrahman bin Abi Bakr dalam Ibn Asakir.Al-Sirah Al-Nabawiyyah.Shahih Al-Bukhari. 55. Dar Ihya' Al-Turats Al-'Arabiy. Beirut. 7:214 57. . Nabi saw. Ibn Al-Atsir. ketika menjelaskan hadits ini. 58. berkata. juz I. Tarikh Dimasq.Kata Al-Dzhabi dalam Tadzkirat Al-Huffadz. 8:889. Ibn Katsir. 56. Al-Ishabah. Kitab Al-Birr wa Al-Shilah. Ketika mereka mengadukan apa yang mereka alami. Tarikh Ibn Katsir. Fath Al-Bari. 53.Shahih Muslim. Lihat juga biografi Al-Haban bin Al-'Ash pada Al-'Isti'ab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful