Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah

Editor: Budhy Munawar-Rachman Penerbit Yayasan Paramadina Jln. Metro Pondok Indah Pondok Indah Plaza I Kav. UA 20-21 Jakarta Selatan Telp. (021) 7501969, 7501983, 7507173 Fax. (021) 7507174

TINJAUAN KRITIS ATAS SEJARAH FIQH
oleh Jalaluddin Rakhmat 1. FIQH AL-KHULAFA' AL-RASYIDIN: FIQH PENGUASA

Dari Fiqh Al-Khulafa' Al-Rasyidin Hingga Madzhab Liberalisme

Seorang laki-laki datang menemui 'Umar bin Khathab: "Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air." Maksud kedatangannya untuk menanyakan apakah ia harus shalat atau tidak. Umar menjawab, "Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air." 'Ammar bin Yasir berkata pada 'Umar bin Khathab: "Tidakkah Anda ingat. Dulu --engkau dan aku-- pernah berada dalam perjalanan. Kita dalam keadaan junub. Engkau tidak shalat, sedangkan aku berguling-guling di atas tanah. Aku sampaikan kejadian ini kepada Rasulullah saw. Dan Nabi berkata, cukuplah bagi kamu berbuat demikian." Mendengar demikian Umar menegur 'Ammar: "Ya Ammar, takutlah pada Allah", Kata Ammar, "Ya Amir al-Mu'minin, jika engkau inginkan, aku tidak akan menceritakan hadits ini selama engkau hidup." [1] "Yang dimaksud Ammar," kata Ibn Hajar, [2] "Aku melihat memang lebih baik tidak meriwayatkan hadits ini ketimbang meriwayatkannya Aku setuju denganmu, dan menahan diriku. Toh, aku sudah menyampaikannya, sehingga aku tidak bersalah." Sejak itu, 'Ammar tidak meriwayatkan peristiwa itu lagi. 'Umar tetap berpegang teguh pada pendapatnya -- orang junub, bila tidak ada air, tidak perlu shalat. "Wa hadza madzab masyhur 'an 'Umar," kata Ibn Hajar. Semua sahabat menolak pendapat Umar, kecuali Abdullah bin Mas'ud. Al-Bukhari mencatat perdebatan Abdullah bin Mas'ud dengan Abu Musa al-Asy'ari tentang kasus ini pada hadits No. 247. Abu Musa menentang pendapat Abdullah --sekaligus madzhab Umar-- dengan mengutip ayat ("jika kalian tak mendapatkan air hendaklah tayamum dengan tanah yang baik"). Menarik untuk dicatat bahwa kelak dengan merujuk ayat yang sama, mazhab Hanafi melanjutkan mazhab 'Umar. Lebih menarik lagi untuk kita catat adalah beberapa pelajaran dari riwayat di atas. Pertama, memang terjadi perbedaan paham di antara sahabat dalam masalah fiqhiyah Kedua, lewat kekuasaan, 'Umar menghendaki pembakuan paham dan mengeliminasi pendapat yang berlainan. Ketiga, terlihat ada sikap hiperkritis dalam menerima atau menyampaikan riwayat Dan keempat, perbedaan di antara para sahabat berpengaruh besar pada ikhtilaf kaum Muslim pada abad-abad berikutnya Karena itu membicarakan fiqh para sahabat menjadi sangat penting sebagai pijakan bagi pembahasan masalah fiqh mutakhir. Saya akan memulai makalah ini

dengan membahas urgensi fiqh sahabat dalam keseluruhan pemikiran fiqhiyah. Setelah itu, saya akan menjelaskan sebab-musabab timbulnya ikhtilaf fiqh di antara para sahabat, karakteristik fiqh sahabat, dan contoh-contoh fiqh al-khulafa al-rasyidin. URGENSI FIQH SAHABAT Fiqh shahabi memperoleh kedudukan yang sangat penting dalam khazanah pemikiran Islam. Pertama, sahabat --sebagaimana didefinisikan ahli hadits-adalah orang yang berjumpa dengan Rasulullah saw dan meninggal dunia sebagai orang Islam. [3] Dari makalah kita mengenal sunnah Rasulullah, karena itu, dari mereka juga kita mewarisi ikhtilaf di kalangan kaum Muslim. Kedua, zaman sahabat adalah zaman segera setelah berakhirnya masa tasyri'. Inilah embrio ilmu fiqh yang pertama. Bila pada zaman tasyri' orang memverifikasi pemahaman agamanya atau mengakhiri perbedaan pendapat dengan merujuk pada Rasulullah, pada zaman sahabat rujukan itu adalah diri sendiri. Sementara itu, perluasan kekuasaan Islam dan interaksi antara Islam dengan peradaban-peradaban lain menimbulkan masalah-masalah baru. Dan para sahabat merespon situasi ini dengan mengembangkan fiqh (pemahaman) mereka. Ketika menceritakan ijtihad pada zaman sahabat, Abu Zahrah menulis: [4] Di antara sahabat ada yang berijtihad dalam batas-batas al-Kitab dan alSunnah, dan tidak melewatinya; ada pula yang berijtihad dengan ra'yu bila tidak ada nash, dan bentuk ra'yu-nya bermacam-macam; ada yang berijtihad dengan qiyas seperti Abdullah bin Mas'ud; dan ada yang berijtihad dengan metode mashlahat, bila tidak ada nash. Dengan demikian, zaman sahabat juga melahirkan prinsip-prinsip umum dalam mengambil keputusan hukum (istinbath; al-hukm.); yang nanti diformulasikan dalam kaidah-kaidah ushul fiqh. Ketiga, ijtihad para sahabat menjadi rujukan yang harus diamalkan, perilaku mereka menjadi sunnah yang diikuti. Al-Syathibi [5] menulis, "Sunnah sahabat r.a. adalah sunnah yang harus diamalkan dan dijadikan rujukan." Dalam perkembangan ilmu fiqh, madzhab sahabat --sebagai ucapan dan perilaku yang keluar dari para sahabat-- akhirnya menjadi salah satu sumber hukum Islam di samping istihsan, qiyas, mashalih mursalah dan sebagainya. Madzhab sahabat pun menjadi hujjah. Tentang hal ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian menganggaprlya sebagai hujjah mutlak; sebagian lagi sebagai hujjah bila bertentangan dengan qiyas; sebagian lainnya hanya menganggap hujjah pada pendapat Abu Bakar dan Umar saja, berdasarkan hadits ("berpeganglah pada dua orang sesudahku, yakni Abu Bakar dan Umar"); dan sebagian yang lain, berpendapat bahwa yang menjadi hujjah hanyalah kesepakatan khulafa' al-Rasyidin. [6] Terakhir keempat, ini yang terpenting, ahl al-Sunnah sepakat menetapkan bahwa seluruh sallabat adalah baik (al-shahabiy kulluhum 'udul). Mereka tak boleh dikritik, dipersalahkan, atau dinilai sebagaimana perawi hadits lain. Imam ahli jarh dan ta'dil, Abu Hatim al-Razi dalam pengantar kitabnyamenulis: [7] Adapun sahabat Rasulullah saw, mereka adalah orang-orang yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui tafsir dar ta'wil, yang dipilih Allah untuk- menemani Nabi-Nya, untuk menolongnya, menegakkan agamanya, memenangkan ke benarannya... Allah memuliakan mereka dengan karunia-Nya menempatkan

kedudukan mereka pada tempat ikutan. Mereka dibersikkan dari keraguan, dusta, kekeliruan, keraguan kesombongan, dan celaan. Allah menamai mereka sebagai 'udul al-ummah (umat yang paling bersih)... Merekalah 'udul alummah, pemimpin-pemimpin hidayah, hujjah agama, dan pembawa al-Qur'an dan al-`Sunnah. Karena posisi sahabat begitu istimewa, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah. Tentu saja, menurut kesepakatan ahl al-sunnah, di antara para sahabat itu yang paling penting adalah khulafa al-rasyidun. Bila mereka sepakat, pendapat mereka dapat membantu memecahkan masalah fiqh; bila mereka ikhtilaf, mazhab sahabat menimbulkan kemusykilan yang sulit diatasi. Lalu mengapa mereka ikhtilaf? PENYEBAB IKHTILAF DI KALANGAN SAHABAT Salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat adalah prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah saw. Sementara itu, setelah Rasulullah wafat, putuslah masa tasyi'. Menghadapi masalah-masalah baru itu, muncul dua pandangan. [8] Kelompok pertama memandang bahwa otoritas untuk menetapkan hukumhukum Tuhan dan menjelaskan makna al-Qur'an setelah Rasulullah wafat dipegang ahl al-Bait. Hanya merekalah, menurut nash dari Rasul, yang harus dirujuk untuk menyelesaikan masalah-masalah dan menetapkan hukum-hukum Allah. Kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam masa berhentinya wahyu, karena mereka tahu betul --tugas mereka adalah mengacu pada Ma'shumun. Kelompok kedua memandang tidak ada orang tertentu yang ditunjuk rasul untuk menafsirkan dan menetapkan perintah Ilahi. Al-Qur'an dan al-Sunnah adalah sumber untuk menarik hukum-hukum berkenaan dengan masalahmasalah yang timbul di masyarakat. Kelompok ini --kelak disebut Ahl alSunnah-- ternyata tidak mudah mengambil hukum dari nash, karena banyak hal tak terjawab oleh nash. Mereka akhirnya menggunakan metode-metode ijtidah seperti qiyas atau istihsan. Semua Khalifah al-Rasyidin termasuk kelompok kedua, kecuali Ali bin Abi Thalib. Kelompok kedua lebih banyak menggunakan ra'yu, dan kelompok pertama lebih banyak merujuk nash. Kelompok kedua banyak menggunakan dalil aqly, kelompok pertama dalil naqli. Umar pernah melarang hajji tamattu', padahal al-Qur'an dan al-Sunnah sangat tegas menetapkannya. Ketika Utsman juga melarangnya, Ali secara demonstratif melakukannya di depan Utsman. Kata Utsman: Aku melarang manusia melakukan tamattu, dan engkau sendiri melakukannya. Ali menjawab: Aku tak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw. hanya karena pendapat seseorang. [9] Setelah perdebatan ini, menurut riwayat lain dari Abdullah bin Zubair, Utsman berkata: Sesungguhnya laranganku itu hanya ra'yuku saja. Siapa yang mau boleh menjalankannya; siapa yang tak mau boleh meninggalkannya. [10] Contoh lainnya adalah hukuman dera bagi peminum khamr. Rasulullah saw. menderanya 40 kali. [11] Umar --atas saran Abd al-Rahman bin Auf menderanya 80 kali. Ali kembali menderanya 40 kali. Rasulullah saw. menetapkan thalaq tiga dalam satu majlis itu dihitung satu. [12] Begitu pula Ali. Umar menetapkan thalaq tiga itu jatuh tiga sekaligus. Umar memutuskan hukuman rajam bagi orang gila yang berzina. Ali membebaskan hukum itu berdasarkan hadits. [13]

Bila contoh-contoh tadi berkenaan dengan perbedaan antara ketetapan nash dengan ra'yu, contoh-contoh berikut menunjukkan perbedaan memahami nash. Kata quru dalam wal muthalaqatu yatarabbashna bi anfusihim tsalatsatu quru' diartikan berbeda-beda. Abdullah bin Mas'ud dan Umar mengartikan "quru" itu haidh. Zaid ibn Tsabit mengartikannya masa bersuci di antara haidh dengan haidh lagi. [14] Ibn Umar menafsirkan "al-muhshanat dalam ayat wa al muhshanat min alladzina utu al-kitab sebagai wanita Muslim, karena itu Ibn Umar mengharamkan wanita ahli kitab dinikahi laki-laki Muslim. Ibn 'Abbas menganggap ayat itu sebagai pengecualian (takhshish) dari ayat wa la tankihu al-musyrikat hatta yu'minna. Utsman tampaknya sependapat dengan Ibn 'Abbas, karena ia menikah dengan Nailah, wanita Nashrani, dan Thalhah menikahi wanita Yahudi dari Syam. [15] Kadang-kadang ikhtilaf terjadi di antara para sahabat karena perbedaan pengetahuan yang mereka miiiki. Sebagian sahabat, misalnya, mengetahui nash tertentu, sebagian lain tidak mengetahuinya. Umar pernah menegur orang yang dikiranya salah ketika membaca QS al-Fath: 26. Ia memarahi orang itu. Tetapi Umar kemudian dikoreksi Ubayy bin Ka'ab. Kata Ubayy Anda tahu saya berada di dalam beserta Rasulullah saw. ketika ia membaca ayat itu. Engkau sendiri berada di pintu... Demi Allah Ya Umar, sesungguhnya Anda tahu, ketika saya hadir Anda tidak ada; ketika saya diundang, Anda tidak. [16] Al-Syaikh Muhammad Muhammad al-Madany menjelaskan ikhtilaf yang berkenaan dengan sunnah: [17] salah satu sebab

Sahabat Rasulullah saw., yang mengambil sunnah dari Nabi dan meriwayatkannya, berbeda-beda dalam kemampuan pengambilannya dan dalam menerima riwayatnya. Rasulullah saw. ditanya tentang suatu masalah. Ia menghukum dengan hukum tertentu memerintahkan atau melarang sesuatu, melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Yang hadir waktu itu dapat menyimpan peristiwa itu, yang tidak hadir tentu tidak mengetahuinya. Ketika Rasulullah saw. wafat, bertebaranlah sahabat di negeri-negeri, dan setiap penduduk negeri mengambil dari sahabat yang ada di negeri mereka. Berkata Ibn Hazm: "Orang Madinah hadir pada tempat yang tidak dihadiri orang Basrah, orang Basrah menghadiri tempat yang tidak dihadiri orang Syam; orang Syam hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Basrah; orang Basrah menghadiri yang tidak dihadiri orang Kufah; orang Kufah hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Madinah. Ini semua terjadi dalam hadits, dan pada saat kita memerlukan informasi. Padahal --seperti telah kita jelaskan--sebagian sahabat pada sebagian waktu tidak hadir di majelis Rasulullah saw., sedangkan sebagian lagi hadir. Setiap orang hanya mcngetahui apa yang ia saksikan, dan tidak mengetahui apa yang tidak ia hadiri. Ini jelas menurut akal. 'Amar dan yang lain mengetahui tentang tayamum, Umar dan Ibn Mas'ud tidak mengetahuinya, sehingga mereka berkata: Orang junub tidak tayamum, walau pun tidak menemukan air selama dua bulan. Ali Hudzaifah al-Yamani dan lain-lain mengetahui hukum mengusap tetapi 'Aisyah, Ibn 'Umar, Abu Hurairah tidak mengetahuinya walaupun mereka penduduk Madinah. Anak perempuan dari anak beserta anak perempuan mendapat waris diketahui Ibn Mas'ud tetapi tidak diketahui Abu Musa. Marilah kita berikan satu contoh lagi yang lebih ilustratif. Ketika orang sedang berkumpul di hadapan Umar bin Khathab, masuklah seorang laki-laki: "Ya Amir al-Mu'minin, ini Zaid bin sabit berfatwa di masjid dengan ra'yunya berkenaan dengan mandi janabah." Kata Umar: "Panggil dia!" Zaid pun datang dan Umar berkata: "Hai musuh dirinya sendiri!, aku dengar kau berfatwa pada manusia dengan ra'yumu sendiri? Kata Zaid: "Ya Amir al-Mu'minin. Aku tidak melakukan itu. Tetapi aku mendengar hadits dari paman-pamanku, lalu aku

saya tak akan membicarakan kelompok sahabat ini." Kata Umar: "Kalian sahabat-sahabat yang ikut Badr sudah ikhtilaf.seperti Miqdad.sampaikan – dan Abi Ayyub dari Ubbay bin Ka'ab. Seandainya pendapat mereka itu tunggal." Kata Umar: "Apakah Rasulullah saw. sempitlah manusia dibuatnya. Buat orang-orang sektarian. Kata Umar: "Panggil Rafa'ah bin Rafi'. fiqh mereka ini hanya terbatas pada qiyas. Khalifah bahkan menetapkan sangsi bagi orang yang mempunyai pendapat berbeda. Keduanya berkata: "Jika kedua khitan bertemu. Abu Dzar. Allah memberikan keluasan pada umat dengan adanya ikhtilaf furu'i di antara mereka. ijtihad mereka menggunakan tiga metode: a) menjelaskan dan menafsirkan nash. 'Umar bin Abd al-'Aziz. karena bila mereka tidak membukanya." Lalu Umar mengumpulkan Muhajirin dan Anshar. apalagi orang-orang setelah kalian!" Kata Ali. ia membuka umat untuk memasuki Rahmat-Nya. tapi akan memutuskan perhatian pada metode ijtihad kelompok sahabat yang tak merujuk ahl al-Bait." [19] KARAKTERISTIK FIQH SAHABAT Seperti telah disebutkan di muka. para mujtahid berada dalam kesempitan. Jika kita mengambil dari siapa saja di antara mereka. al-baraah al-ashliyah. almashalih al-mursalah. Artinya. Mereka adalah teladan yang diikuti. dan ijtihad dengan ra'yu seperti al-Mashalih al-Mursalah dan istihsan. mereka membuka pintu ijtihad bagi manusia. Lagi pula. Mereka boleh ikhtilaf. wajib mandi. 'Aisyah ditanya. Kata 'Aisyah: "Bila khitan sudah bertemu khitan. dari segi prosedur penetapan hukum. Dengan begitu. sadd al-dzara'i. Menurut Muhammad Salim Madkur. ikhtilaf di antara para sahabat itu dibiarkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. tokoh ukhuwah Islamiyah yang menghentikan kutukan pada Ali di mimbar. Menurut Muhammad al-Khudlari Bek. kecuali Ali dan Mu'adz. [30] Pada bagian ini. pendapat seseorang menjadi hujjah bila orang itu ma'shum. Dalam kasus-kasus yang lain. wajib mandi. ada dua cara yang dilakukan para sahabat. Ia mengutus orang bertanya pada Hafshah. Kedua cara ini melahirkan dua mazhab besar di kalangan sahabat – Madzhab 'Alawi dan Madzhab 'Umari yang akhirnya mewariskan kepada kita sekarang sebagai Syi'ah dan ahli Sunnah. Tidak juga ada larangan dari Rasulullah saw. berkata: "Aku tidak senang kalau sahabat Nabi tidak ikhtilaf. Tidak turun ayat yang mengharamkan. lalu bermusyawarah. Muhammad Ali al-Sais menyebutkan bahwa ijtihad sahabat itu meliputi qiyas. menurut mereka. Hafshah tidak tahu. Buat orang yang berjiwa terbuka. Semua orang berkata tidak perlu mandi. ikhtilaf para sahabat ini menjadi sumber perpecahan." dari Rifa'ah bin Rafi'. Ia berkata: "Apakah kalian berbuat demikian bila kalian bercampur dengan isteri kalian dan tidak keluar air mani kalian mandi?" Kata Rafa'ah: "Kami melakukan begitu pada zaman Rasulullah saw." Kata Umar: "Bila ada lagi orang berfatwa bahwa tidak wajib mandi kalau tidak keluar. Para sahabat -. mengetahuinya?" Kata Rafa'ah: "Tidak tahu." [18] Dalam kasus yang baru kita ceritakan.merujuk pada ahl al-Bait dalam menghadapi masalah-masalah baru. ikhtilaf di antara para sahabat dapat diselesaikan oleh khalifah. b) qiyas pada nash atau pada ijma'. aku akan pukul dia. Ya Amir al-Mu'minin: "tidak ada orang yang lebih tahu dalam hal ini kecuali isteri Rasulullah saw. ikhtilaf ini adalah assets bagi perkembangan pemikiran. Mereka berpendapat bahwa ada dua nash yang dengan tegas menyuruh kaum Muslim berpegang teguh pada pimpinan ahl-al-Bait. jadilah itu sunnah. 'Ammar bin Yasir. Hudzaifah dan sebagian besar Bani Hasyim -. Ah al-Bait memiliki kema'shuman berdasarkan nash al-Qur'an dan al-Sunnah. istihsan. [21] .

dan Abu Mas'ud al-Anshari." [22] 2) 'Aisyah meriwayatkan: Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Rasulullah saw. bahkan pertimbangan kepentingan umum (maslahat) didahulukan dari nash. Dalam beberapa kasus. Berikut ini contoh-contohnya. dan c) mencapai kesepakatan lewat proses perkembangan opini publik yang alamiah. Di bawah ini saya kutipkan berbagai riwayat berkenaan dengan sikap Khulafa al-Rasyidin pada Hadits (sunnah): 1) Dari Ibn Abbas: ketika Nabi menjelang wafat. berkumpul orang-orang." [27] Tradisi pelarangan hadits ini dilanjutkan para tabi'in. tampaknya lebih memusatkan perhatian pada ayat-ayat al-Qur'an (atau ruh ajaran al-Qur'an) dengan agak mengabaikan (kadang-kadang menafikan hadits). "Aku membawanya. mengharapkan bimbingan Allah dalam hal ini.. Mereka tenggelam dalam tulisan mereka dan meninggalkan Kitab Allah. menggunakan qiyas atau pertimbangan kepentingan umum. serta Rasulullah dan Abu Bakar melakukannya. "Kami tidak memberi . "Aku takut jika aku mati aku masih meninggalkan hadits-hadits ini bersamamu. Pada suatu pagi.Menurut pendapat saya. [28] Karakteristik kedua dari ijtihad sahabat. Bila al-Qur'an menetapkan bagian muallaf dari zakat. di rumah Rasulullah saw. Umar datang dan berkata. Jika ada yang bertanya kepada kalian. halalkanlah apa yang dihalalkannya. berkata: "Pergilah kamu semua dari aku. Pada tahap pertama. dan haramkanlah apa yang diharamkannya" [24] 3) Al-Zuhri meriwayatkan. Tidak layak di hadapanku bertengkar. para Khulafa al-Rasyidin selain Ali. 1. sehingga di kalangan ahl al-sunnah. aku tuliskan bagimu tulisan yang tidak akan menyesatkanmu selama-lamanya." Terjadi ikhtilaf di antara orang-orang di rumah itu. Menurut satu riwayat. Ketika terjadi banyak pertengkaran dan ikhtilaf. Abu Darda." [23] alDzahabi meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang setelah Nabi wafat dan berkata. Nanti orang-orang setelah kalian akan lebih bertikai lagi. bila tidak ada nash.Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. jawablah -. Di antara mereka ada yang mengikuti ucapan Umar./2 H. Nabi berkata: "Bawalah ke sini. Nabi saw. Ia memikirkannya selama satu bulan. Umar ibn Abd al-Aziz (meninggal 719/101) adalah orang yang pertama menginstruksikan penulisan hadits. Pada suatu pagi ia datang padaku dan berkata: "Bawalah hadits-hadits yang ada padamu itu. bila nash tidak ada atau tidak diketahui. Janganlah meriwayatkan satu Hadits pun dari Rasulullah saw. [26] Ia juga menetapkan tahanan rumah pada tiga sahabat yang banyak meriwayatkan hadits: Ibn Mas'ud. ada tiga tahap dalam ijtihad para sahabat: a) merujuk pada nash al-Qur'an dan al-Sunnah b) menggunakan metode-metode ijtihad seperti qiyas. Ia membakar dan berkata. penulisan hadits terlambat sampai abad 8 M. [25] Umar kemudian mengumpulkan haditshadits itu dan membakarnya. di antaranya Umar bin Khathab. walaupun ada nash sharih (tegas) yang bertentangan dengan itu." Umar berkata: "Nabi sedang dikuasai penyakitnya. Umar ingin menuliskan sunnah-sunnah Rasulullah saw. "Kalian meriwayatkan hadits Rasulullah saw. ia memutuskan dan menyatakan: "Aku teringat orang-orang sebelum kalian. yang kalian pertengkarkan. Khalid Muhammad Khalid menulis tentang ijtihad Umar dalam alDimuqrathiyyah: Umar bin Khattab telah meninggalkan nash-nash agama yang Suci dari al-Qur'an dan al-Sunnah ketika dituntut kemaslahatan untuk itu. Padamu ada Kitab Allah. Cukuplah bagimu Kitab Allah.

sedangkan di zaman Nabi. Amir al-Mu'minin Umar bin Khathab melihat orang telah melecehkan urusan thalaq. Ini adalah prinsip taghayyarat bihi alfatwa litaghayyur al-zaman. [35] c) melarang haji tamattu. Ali bin Abi Thalib mengharamkannya. [31] 4.. yang menunjang kaidah hukum berubah karena perubahan zaman ialah jatuhnya thalaq tiga dengan satu kalimat. thalaq tiga pada sekali ucapan dijadikan satu seperti hadits shahih dari Ibn 'Abbas. Berkembanglah berbagai penafsiran. waktu itu yang disebut sunnah ialah apa yang disebut Imam Malik sebagai al-amr al-mujtama' 'alaih. Umar meninggalkan sunnah dan menyingkirkan ijma. Seringkali yang disebut ijma' adalah konsensus yang "ditetapkan" oleh penguasa . [30] 3.. al-Dawalibi menulis hal yang sama dalam 'Ilm Ushul al-Fiqh: "Di antara kreasi Umar r. Menurut Fazlur Rahman. [32] 5. wafat. tapi menyalurkan hak itu fi sabilillah. Umar melihat ini untuk kemashlahatan umat di zamannya. jika tidak pedanglah yang memutuskan antara kamu dan kami. [40] pada zaman para sahabat. [38] f) mendahulukan khotbah sebelum shalat pada shalat 'id. Saya hampir sependapat dengan Fazlur Rahman. Dalam proses free market of ideas. [33] Utsman juga melakukan banyak "pembaharuan" dalam fiqh Islam: a) mengitmamkan shalat dalam keadaan safat di Mina.. lalu opini publik. " Lalu berlalulah apa yang diputuskan Umar. "Mereka kembali pada Abu Bakar dan berkata. Abu Bakar menyuruh Tharifah bin Hajiz untuk membawanya ke Madinah. Umar merobek surat itu dan berkata. Al-Fujaah ternyata menggunakan fasilitas Abu Bakar ini untuk merampok. Abu Bakar dan permulaan Khilafah Umar." [29] 2. setelah Rasulullah saw. Ketika talaq tiga dalam satu majelis dihitung satu menurut Sunnah dan ijma. insya Allah. "Ia. Utsman bin Affan membolehkan "menikahi" dua orang wanita bersaudara dari antara budak belian sekaligus. Jika kamu Islam (baiklah itu). Dr. Abu Bakar menghukumnya dengan membakarnya hidup-hidup. Abu Bakar memberinya bekal. Marilah kita lihat proses perkembangan pemikiran para sahabat sehubungan dengan sunnah. Ketika kelompok muallaf datang menemui Abu Bakar untuk menuntut surat. Karena itu. Umar melarangnya. [39] Saya hentikan kutipan kasus-kasus ijtihad Khulafa' al-Rasyidin di sini.kamu sedikit pun karena Islam.a. Abu Bakar dan Umar tidak memberikan hak khumus dari keluarga Rasulullah saw. [36] d) membolehkan tidak mandi bagi yang bercampur dengan isterinya tanpa mengeluarkan mani.. "Kami tidak memerlukan kalian lagi. [34] b) menambahkan adzan ketiga pada hari Jum'at ." Ketika Rasul dan Abu Bakar membolehkan penjualan Ummahat al-Awlad. Al-Fujaah pernah menyatakan diri ingin berjihad dan meminta perbekalan pada Abu Bakar. "Adakah khalifah itu atau dia? "Abu Bakar menjawab. khalifah yang berhak mengatur pembagian khumus. [37] e) mengambil zakat dari kuda.. sehingga sahabat menahan dirinya untuk tidak mudah menjatuhkan thalaq." Kata Ibn Qayyim.. kecuali dalam satu hal: Apa yang disepakati tidak selalu berkembang dari hasil persaingan pendapat yang demokratis.. orang secara bebas memberikan tafsiran pada sunnah Rasulullah saw. Mereka berpendapat. Allah sudah memenangkan Islam dan melepaskan dari kalian. mereka datang kepada Umar. Kata Umar: "Manusia terlalu terburu-buru di tempat yang seharusnya hati-hati. lalu konsesnsus. Umar ingin menghukum keteledoran ini. pendapat-pendapat tertentu kemudian berkembang menjadi opini generalis.

Suatu ketika seorang tabi'in. Ketika banyak orang marah karena 'Umar dikritik.politik waktu itu. juga --seperti kata 'Umar ibn Abdul Aziz-. Ia sedang menangis. Imam Malik meriwayatkan dari pamannya Abu Suhail bin Malik. Sebagian sahabat mulai mengeluhkan terjadinya perubahan ini. Bani Umayyah telah mengubah sunnah Nabi. KESIMPULAN Fiqh para sahabat --khususnya seperti diwakili oleh al-Khulafa. "Mengapa Anda menangis. dan perbuatan yang lain telah berubah. Hai anak saudaraku. 'Umar sendiri berkata. Ada dua sikap ekstrim terhadap sahabat yang harus dihindari: menghindari sikap kritis atau melakukan sikap hiperkritis. Anda berbaiat kepadanya di bawah pohon. "Semoga Allah meyampaikan kepadaku kesalahan-kesalahanku sebagai suatu bingkisan. Ikhtilaf di antara para sahabat. [43] Bid'ah-bid'ah ini telah mengubah sunnah Rasulullah saw. mereka tidak mengenal kamu (yang kamu amalkan) kecuali kiblat kamu". Sayang sekali. [44] Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan. Anda menjadi sahabat Rasulullah saw. [47] 'Umran bin al Husain pernah shalat di belakang Ali. laknatlah mereka. mereka sahabatku. sunnah Nabi sudah banyak diubah. Anas menjawab. kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah saw sudah diubah. sikap kritis ini telah "dimatikan" dengan vonnis zindiq oleh sebagian ahli hadits. Ini pun sudah dilalaikan orang". Tidak berubah. AlMusayyab memuji Al-Barra bin 'Azib: "Beruntunglah Anda. Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat ada rombongan manusia yang pernah menyertai Nabi diusir dari al-haudh (telaga). Ada pun shalat. dari bapaknya (seorang sahabat). "Aku sudah tidak mengenal lagi apa yang aku lihat. Ibn 'Abbas berdoa: Ya Allah. Karena pertimbangan politik. [42] Kata ma ahdatsna (apa-apa yang kami adakan) menunjukkan pada perbuatan bid'ah yang dilakukan para sahabat Nabi. Nabi saw: "Ya Rabbi. untuk itu diperlukan penelaahan kritis terhadapnya. Fiqih shahabi memberikan dua macam pola pendekatan terhadap syari'ah yang kemudian melahirkan tradisi fiqh yang berbeda." tanya Al-Zuhri. Mereka meninggalkan sunnah karena . kecuali shalat. Tidak berlebih-lebihan kalau kita simpulkan bahwa fiqih al-Khulafa al-Rasyidin adalah fiqih penguasa. Ia berkata: Aku tidak mengenal lagi apa-apa yang aku lihat dilakukan "orang" kecuali panggilan shalat. selain mewariskan kemusykilan bagi kita sekarang. engkau tidak tahu hal-hal baru yang kami adakan sepeninggal Rasulullah. Salah satu sebab utama perubahan adalah campur tangan penguasa. Ia melihat Ibn Zubair memulai shalatnya sebelum khutbah. Al-Zarqani mengomentari hadits ini: Yang dimaksud "orang" adalah sahabat. [45] Kata AlZuhri: Aku menemui Anas bin Malik di Damaskus. [46] AlHasan al-Bashri menegaskan: "Seandainya sahabat-sahabat Rasulullah saw lewat. [48] Jadi pada zaman sahabat pun. Dikatakan kepadanya: Engkau tak tahu apa-apa yang mereka ada-adakan sepeninggal kamu. sampai shalat pun. Tentu saja. tidak berganti." [41] 2.adalah fondasi utama dari seluruh bangunan fiqh Islam sepanjang zaman.menyumbangkan khazanah yang kaya untuk memperluas pemikiran. khususnya yang dijalankan secara setia oleh Ali dan para pengikutnya." Al-Barra menjawab. alRasyidun-. FIQH TABI'IN: FIQH USHUL Sejak zaman sahabat (dan ini diakui para sahabat sendiri) telah terjadi perubahan-perubahan dalam syari'at Islam. Ia mengingatkan aku pada Shalat Muhammad saw. Adzan tetap seperti dulu. waktunya telah diakhirkan. Ia memegang tangan Muthrif bin Abd Allah dan berkata: Ia telah shalat seperti shalatnya Muhammad saw.

umumaya fiqh mawali. Dari sahabat. Abu bakar meriwayatkan hanya 142 hadits. yang menjadi tradisi Rasulullah saw dan para sahabat Nabi seperti Abu Bakar. Karena fiqh lebih banyak didasarkan pada al-hadits. kita juga akan mengupas kemusykilan ijtihad sahabat. Zaid ibn Tsabit dan lain-lain di Madinah. Yang keluar kebanyakan bukan fuqaha. Ibn 'Umar. para . Secara keseluruhan. Sahabat yang terkenal punya banyak murid adalah Ibn Mas'ud di Iraq. ia mempertimbangkan alasan-alasan. Dalam pada itu. Ibn Mas'ud. Sebab itu. Hal ini disebabkan ushul adalah sandaran para tabi'in. karena itu. para tabi'in. seperti Abdullah bin Mas'ud. dan lain-lain. bahwa dalam khazanah fiqh ahl al-Sunnah para khalifah sedikit sekali memberi fatwa atau meriwayatkan al-hadits. Juga bukan sahabat senior. Sebagian lagi banyak sekali memberi fatwa. Fiqh Tab'in. umumnya bukanlah murid al-Khulafa al-Rasyidin. Abu Musa al-Asy'ari. Menarik untuk dicatat. Kedua. sujud di atas kain menjadi syi'ar Ahl al-Sunnah. Utsman 146 hadits. Fiqh tabi'in. juga mengambil ijtihad para sahabat. bahkan sedikit sekali sahabat yang keluar dari Madinah. yakni mereka yang berguru pada sahabat. Dalam kaitan ini. mungkin karena pengetahuan mereka. baik secara politik maupun administratif dalam pemerintahan. sebagai upaya menghapus jejak Ali. kecuali yang diizinkan keluar oleh Umar. membahas itu semua. kehatihatian. [51] Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana campur tangan kekuasaan politik membentuk fiqh. selain mengambil hadits sebagai sumber hukum. Abu Zahrah menulis: [52] Sebenarnya. atau karena posisinya memungkinkan untuk itu. Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa. Dalam perkembangannya. Jabir ibn Abdullah dan lain-lain. mungkin karena ketidaktahuan. ketika kekuasaan Islam meluas. dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat. Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka. sebelum Dinasti Umayyah berkuasa. orang-orang Islam bertanya pada sahabat dalam urusan hukum-hukum agama. Karena pendapat-pendapat para sahabat terbagi dua --yang berpusat pada al-hadits dan al-ra'y-. hanya sedikit para sahabat yang meninggalkan Madinah. menurut Abu Zahrah. Baru ketika Utsman memerintah. Umar bin Khatab menahan para sahabat senior di Madinah dan melarang mereka meninggalkan kota itu. Sebelum tabi'in. kita lebih banyak menelaah ushul ketimbang fiqh. Karena itu. murid-murid sahabat itu para mawali (non Arab). Abdullah ibn 'Umar serta ayahnya Al-Faroq. Pertama. Ali 586 hadits. kurang dari 27% hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah (Abu Huraiah meriwayatkan 5374 hadits). tidak banyak.benci kepada Ali. mereka diizinkan keluar. [50] Contoh yang lain adalah sujud di atas tanah. atau lagi-lagi pertimbangan politis. marilah kita lihat sedikit latar belakang fiqh APA YANG DIMAKSUD DENGAN FIQH TABI'IN Setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. Jika semua hadits mereka disatukan hanya berjumlah 1411 hadits. 'Umar ingin mengambil manfaat dari pendapat mereka. Kebanyakan. menjaharkan basmalah. Umar 537 hadits. [49] Contohnya. sedangkan sujud di atas tanah dianggap musyrik dan dihitung sebagai perbuatan zindiq". dan karenanya secara singkat ia disebut Fiqh al-ushul.kita akan membicarakan juga tradisi fiqh al-atsar dan fiqh al-ra'y. penguasa politik kemudian melakukan manipulasi hadits dengan motif politik.

Ka'ab al-Ahbar sering dimintai fatwa oleh Ibn Abbas. Sulayman ibn Yasar (wafat 100 H) dan Kharijah ibn Zaid ibn Tsabit (wafat ?). Qabus ibn Abi Zhabiyan berkata: Aku tanya ayahku. [54] Kedua. Ketika Marwan menjadi Gubernur Mu'awiyah di Hijaz. Ibrahim al-Nakh'i. Bila ada masalah baru yang tidak terdapat pada kedua hal tersebut. Dalam tarikhnya. Mu'awiyah pun mengakuinya. Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abu Bakar (Wafat 108 H). antara lain sebagai berikut. Dari situ paling tidak kita melihat petunjuk (indikator) manipulasi hadits pada zaman tabi'in. Kehormatan Khalifah dan Gubernurnya terpelihara. mengapa Anda tinggalkan sahabat dan mendatangi 'Alqamah. Pertama. al-Thabari meriwayatkan ucapan Nabi saw tentang Ali: "Inilah washihu dan khalifahku untuk kamu". Ayahku menjawab Aku menemukan sahabat-sahabat Nabi bertanya kepada 'Alqamah dan meminta fatwanya. Abidullah ibn Abdillah (wafat 99 H). Isi surat ini secara lengkap dimuat dalam Kitab Shiffin dari Nashr bin Mazahim (wafat 212 H) dan Muruj al-Dzahab tulisan al-Mas'udi (wafat 246 H). Marwan berkata: Ayat al-Qur'an: alladzi qala liwalidaihi uffin lakum turun tentang Abd alRahman. Al-Syu'bi. Tentu saja kata "washi"dan "khalifah" mempunyai konotasi yang sangat jelas. ia meminta rakyat untuk membaiat Yazid. Al-Thabari (wafat 310 H) melaporkan peristiwa itu dengan menunjuk kedua kitab di atas sebagai sumber. Muhammad ibn Abu Bakar menulis surat kepada Mu'awiyah menjelaskaan keutamaan Ali sebagai washi Nabi saw. "Kalian menginginkan kekuasaan ini seperti kekuasaan Heraclius!". [53] Dengan cara itu. kecaman kepada Mu'awiyah dan Marwan tidak diketahui. Di samping mereka ada 'Atha ibn Abi Rabah. Shahih Bukhari menghilangkan ucapan Abd al-Rahman dengan mengatakan faqaala 'Abd al-Rahman ibn 'Abi Bakar syai'an (Abd al-Rahman mengatakan sesuatu). membuang seluruh berita tentang sahabat dengan petunjuk adanya penghilangan itu." Ibn Atsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah juga menghilangkan kedua surat itu dengan mengemukakan alasan yang sama. Banyak diantara tabi'in yang mencapai faqahah (kefaqihan) begitu rupa sehingga sahabat (sic!) berguru pada mereka. Kata-kata ini dalam Tafsir al-Thabari dan Ibn Katsir diganti dengan: wa kadza wa kadza (demikianlah-demikianlah). Ia lari ke kamar 'Aisyah ra.tabi'in mengumpulkan dua hal: Hadits-hadits Nabi saw dan pendapatpendapat para sahabat (aqwal al-shahabat). [55] Ketiga. 'Alqamah dan Ka'ab keduanya tabi'in. memberikan makna lain (ta'wil) pada hadits. mereka melakukan ijtihad seperti atau dengan metode yang dilakukan para sahabat. Abu Hurairah. Ada beberapa cara manipulasi hadits. Al-Dzahabi ketika meriwayatkan biografi Al-Nasai menulis. BUKTI-BUKTI MANIPULASI HADITS Di sini tidak ditunjukkan manipulasi hadits kecuali seperti tampak pada kitabkitab hadits yang ada sekarang. dan 'Ikrimah mawla Ibn Abbas. 'Urwah ibn al-Zubair (wafat 94 H). Hamad ibn Abu Sulayman Salim mawla Ibn Umar. dan Abdullah ibn Amr. Ada tujuh orang faqih tabi'in yang terkenal (al-fuqaha al-sab'ah): Sa'id ibn Musayyab (wafat 93 H). Abd al-Rahman ibn Abu Bakar memprotes Marwan sambil berkata. Abu Bakar ibn 'Abid (wafat 94 H). Marwan marah dan menyuruh orang menangkap Abd al-Rahman. 'Aisyah menolak asbab al-nuzul ini. Contoh-contoh yang diberikan di sini difokuskan pada manipulasi yang diduga beralasan politis. saudaranya. ketika al-Nasai diminta meriwayatkan . membuang sebagian isi hadits dan menggantinya dengan kata-kata yang tidak jelas. Tetapi ia membuang semua isi surat itu dengan alasan "supaya orang banyak tidak resah mendengarkannya.

dalam Hayat Muhammad melakukan hal yang sama. Pada bukunya. Ibn Sam'an dan Ibn Abi Dzuaib. Demi Allah. Kata Al-Dzahabi: Barangkali yang dimaksudkan dengan keutamaan Mu'awiyah ini adalah ucapan Nabi saw: Ya Allah. atau orang-orang yang bodoh dalam ilmu hadits. Anda berikan . Al-Thabrani. kata al-Manshur. Ibn Abd alBarr mengomentari ucapan al-Syu'bi: Ia tidak menjelaskan apa alasan dusta untuk Al-Harits. melarang penulisan hadits Nabi saw. ia mengundang Malik ibn Anas. orang yang paling baik. tetapi Bukhari dan Muslim memang meriwayatkan hadits ini. washiku dan Khalifahku untuk kamu. Al-Thabrani memberi komentar: Ia menjadikan washi untuk keluarganya. Kelima. ya Amir al-Mu'minin. semoga Allah tidak mengenyangkan perut Mu'awiyah". siapa yang aku laknat atau aku kecam. kata Ibn Hisyam dalam pengantarnya. dan bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama masuk Islam. Ia membenci Al-Harits karena kecintaannya yang berlebihan pada Ali dan mengutamakan Ali di atas sahabat yang lain. salah seorang pendusta. mendha'ifkan hadits-hadits yang mengurangi kehormatan penguasa atau yang menunjang keutamaan lawan. Ibn Katsir mendha'ifkan riwayat Nabi tentang Ali sebagai Washi. Ibn Hisyam mendasarkan tarikhnya pada tarikh Ibn Ishaq. ia berkata. Khalifah bertanya. Beberapa tabi'in juga melarang penulisan hadits. dan khalifahku untuk kamu. yang dibuat-buat oleh orang Syi'ah. Berkenaan dengan ini bagian "Fiqh al-Khulafa' al-Rasyidin" di atas. Anda perangi musuh. [69] Ia lupa bahwa hadits ini diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi oleh Imam Ahmad. [56] Bagaimana mungkin laknat Nabi menjadi kesucian dan rahmat. jadikanlah laknat dan kecaman itu kesucian dan rahmat baginya. cetakan kedua (Tahun 1354). membuang sebagian isi hadits tanpa menyebutkan petunjuk ke situ atau alasan. ia mengutip ucapan Nabi: Siapa yang akan membantuku dalam urusan ini supaya menjadi saudaraku. Al-Syu'bi mendustakan Al-Harits. "Tetapi aku tinggalkan sebagian riwayat Ibn Ishaq yang jelek bila disebut orang". bukan untuk Khalifah. Kemudian ia melirik kepada Ibn Sam'an: "Bagaimana pendapat kamu?" Kata Ibn Sam'an: "Anda. Dalam Ibn Ishaq diriwayatkan Nabi saw berkata." "Aku maafkan Anda". ucapan Nabi saw ini dihilangkan sama sekali. cetakan pertama. Keenam. Al-Thabari. aku tawassul padamu dengan Allah swt dan aku meminta tolong padamu dengan Muhammad saw dan dengan kekeluargaanmu padanya. Lahirnya Madzhab-madzhab Fiqh Ketika al-Manshur baru saja diangkat menjadi khalifah. Ia berkata: menyampaikan padaku Al-Harits. Al-Syu'bi meriwayatkan hadits dari Al-Harits al-Hamdani. Pada Hayat Muhammad. Ia dikawal para prajurit dengan pedang-pedang terhunus. Karena itu. Anda berhaji ke Baitullah. "Inilah saudaraku. Keempat. Abu Nu'aim al-Isbahani. Ia menganggap riwayat itu sebagai dusta.keutamaan Mu'awiyah. Al-Syuibi mengutamakan Abu Bakar. "Bagaimana pendapat kalian tentang diriku? Apakah aku pemimpin adil atau zalim?" Malik bin Anas berkata: "Ya Amiral Mu'minin. 3. Ibnu 'Asakir dan lain-lain. wallahu a'lam. Setelah berbicara panjang. washiku. Di antara yang dibuang itu adalah kisah "wa andzir 'asyirataka al-aqrabin". demi Allah. maafkanlah aku untuk tidak berbicara. [57] Al-Thabrani dalam Majma' al-Zawaid meriwayatkan ucapan Rasulullah saw kepada Salman bahwa Ali adalah washi-nya. "hadits apa yang harus aku keluarkan kecuali ucapan Nabi." [58] Belakangan ini Muhammad Husayn Haykal.

Tidak pernah aku lihat ia meriwayatkan hadits dari Rasulullah kecuali dalam keadaan suci. ." Begitu pula. kita akan meninjau latar belakang historis dari tumbuhnya madzhab-madzhab fiqh. Tapi sebelum itu. Malik bin Anas kelak terkenal sebagai pendiri madzhab Maliki. tidakkah kamu lihat apa yang ada dihadapanmu?" kata alManshur. kita tahu bahwa Malik didukung para penguasa. dan ia termasuk ulama yang taat beribadah. "Menurut pendapatku. madzhab-madzhab itu akhirnya hilang dari catatan sejarah. Ketika naik haji. atau sedang membaca al-Qur'an. "Atas nama Allah bagaimana pendapatmu tentang diriku?" Yang ditanya menjawab.keamanan di jalan. Aku tidak pernah melihatnya kecuali dalam salah satu di antara tiga keadaan: sedang shalat. aku lihat pedang dan itu berarti kematian. dan orang miskin. tentu saja tidak dikenal. Malik berkata tentang Ja'far: "Aku pernah berguru pada Ja'far bin Muhammad beberapa waktu. ia bermusyawarah dengan Malik untuk menggantungkan al-Muwaththa pada Ka'bah dan memerintahkan orang untuk beramal menurut Kitab itu. Ja'far al-Shadiq. Anda manusia terjahat. Ia tak bicara sesuatu yang tak manfaat. ketika Harun al-Rasyid berkuasa. Menunjukkan posisi Malik ibn Anas dibandingkan ulama yang sezaman dengannya. Ibn Abi Dzuaib. Walau Malik menolak rencana kedua khalifah itu." Peristiwa di atas. serta saya instruksikan agar mereka mengamalkan isinya sehingga mereka tidak mengambil yang lain. Ibn Dzuaib adalah orang yang membukukan hadits di Madinah. Imam Malik menjadi terkemuka setelah al-Manshur memberikan segala kehormatan kepadanya. al-Manshur berkata kepada Malik: "Saya punya rencana untuk memperbanyak kitab yang kau susun ini. Fiqhnya "dicurigai" dan para pengamalnya dianiaya. Anda merampas harta Allah. dan umat teradil. anak yatim. demi Allah. yang hanya takut kepada Allah saja. tetapi karena tidak didukung penguasa." Sifat terakhir ini justru menyebabkan Ja'far tidak disenangi penguasa. nama lengRapnya Abu al-Harit Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn alMughirah ibn Dzuaib al-'Amiri. yaitu saya salin. Sejarah memang hanya memihak yang menang. Namun sekarang hampir tidak ada orang yang mengenalnya. yang dikisahkan Ibn Qutaybah. Anda lindungi orang yang lemah supaya tidak dimakan yang kuat. dan boleh jadi lebih faqih dari Malik. orang terbaik. adalah seorang alim yang terkenal faqih dan wara. sebetulnya banyak madzhab muncul. adalah faqih dari keluarga Rasulullah saw. "Benar." Kemudian al-Manshur melirik Ibn Abi Dzuaib. Seperti akan kita uraikan nanti. dan kepada setiap wilayah kaum Muslim saya kirim satu naskah. Ia lebih berani. Anda hancurkan yang lemah. namanya hampir tidak pernah disebut dalam buku-buku tarikh. Masih sezaman dengan Malik dan bahkan Malik pernah berguru kepadanya. Fame bestows no favors upon the losers. RasulNya. dengan para pengikut yang tersebar di berbagai bagian dunia Islam. Dalam tulisan ini kita akan mencatat beberapa orang tokoh madzhab yang terlupakan. Bagiku sama saja apakah mati itu dipercepat atau diperlambat. Pada akhir bagian ini kita akan membicarakan "pokok dan tokoh" madzhab yang masih memiliki banyak pengikut sampai sekarang. zuhud. Anda tahan harta mereka. Anda persulit orang yang kuat. Tapi. Andalah tonggak agama. sedang puasa. Menurut al-Dahlawi. Ia pun hampir tidak dikenal kecuali pada kalangan pengikutnya saja. Ibn Dzuaib. Apa alasanmu di hadapan Allah nanti?" "Celaka kamu. di samping Malik. dan bagian keluarga Rasul.

membunuh para pengikut setianya. 'Ammar bin Yasir. madrasah alKhulafa bercabang lagi ke dalam dua cabang besar: Madrasah al-Hadits dan Madrasah al-Ra'y. pusat pemerintahan berada di Syam. "Tapi Abu Hanifah dan Ahmad berkata: "Menaikkan permukaan kubur (tasnim) lebih baik. Maliki. Abu Hurairah dan lain-lain masuk kelompok kedua. Sementara itu. Aisyah. Madrasah ahl al-Bayt tumbuh "di bawah tanah" mengikuti para imam mereka. Sedangkan Abu Bakar. Miqdad. Yang kedua. Yaitu ahl al-Bayt dan para pengikutnya. Ibn Abbas. Ali dan sebagainya. Inilah yang paling kuat menurut madzhab Syaf'i. Karena walaupun meninggalkannya tidak wajib menampakkannya berarti menyerupai (tasyabbuh) mereka. sehingga sunni tidak berbeda dengan syi'ah. Para sahabat dapat dikelompokkan dalam dua besar. dan sedapat mungkin menghindari ra'yu dalam menetapkan hukum. Abu Rafi Mawla Rasulullah. Para khalifah banyak melakukan hal-hal yang melanggar sunnah Rasulullah saw b) Terputusnya hubungan antara pusat khilafah dengan pusat ilmiah. dan Hanbali-. Murtadha al-'Askary menyebut dua madzhab awal ini sebagai Madrasah alKhulafa dan Madrasah Ahl al-Bayt. bila orang berbicara tentang madzhab. Muhammad Farouq al-Nabhan menjelaskan sebabsebab berikut: a) Hubungan yang buruk antara ulama dan khulafa. Yang pertama. memandang sunnah Rasulullah. Ummi Salamah. maka yang dimaksud adalah madzhab di kalangan sahabat Nabi: Madzhab Umar. mereka mengembangkan esoterisme dan disimulasi untuk memelihara fiqh mereka. Aisyah. Waktu itu. Ibn Umar. al-Sunnah dan Ijtihad para sahabat. Utsman. melandaskan fiqhnya pada al-Qur'an. . Pada zaman sebelum itu.tumbuh pada zaman kekuasaan dinasti Abbasiyah. Dr. Abu Dzarr.SEJARAH PEMBENTUKAN MADZHAB Kelima Madzhab yang akan kita bicarakan -Ja'fari. dan mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan ahl al-Bayt. dan melakukan istinbath hukum. Ibn Taymiyyah menulis perihal tasyabbuh dengan syiah: "Dari sinilah para fuqaha berpendapat untuk meninggalkan al-mustahabbat (yang sunat) bila sudah menjadi syiar orang-orang Syi'ah. juga para sahabat di luar ahl alBayt. Banyak tokoh sahabat dan tabi'in yang menganggap daulat Umawiyyah ditegakkan di atas dasar yang batil. Karena tekanan dan penindasan. Umar. Syafi'i. Ibn Qutaybah dalam Kitab al-Ikhtilaf menceritakan bagaimana raja-raja Umawiyyat berusaha menghapuskan tradisi ahl al-Bayt dengan mengutuk Ali bin Abi Thalib di mimbar-mimbar. Kemaslahatan berbeda dengan mereka dalam rangka menjauhi dan menentang mereka lebih besar dari kemaslahatan mengamalkan yang musthab itu. madrasah-madrasah itu tidak melahirkan pemikiranpemikiran madzhab. Kedua madrasah ini berbeda dalam menafsirkan al-Qur'an." Salah satu contoh sunnah yang dijauhi orang adalah tasthih seperti diceritakan oleh Muhamamd bin 'Abd al-Rahma yang berkata: "Yang sunnah dalam membuat kubur adalah meratakan permukaan kubur (tasthith). masuk kelompok pertama. berpusat di Iraq. Hanafi. Ali dan kedua puteranya. sedikit menggunakan hadits dan lebih banyak berpijak pada penalaran rasional dengan melihat sebab hukum (illat) dan tujuan syara' (maqashid syar'iyyah). Pada zaman kekuasaan dinasti Umawiyyah." Pada periode Umawiyyah. karena tasthih sudah menjadi syi'ar sy'iah. dan sebagainya. Tidak jarang sunnah Rasulullah yang sahih ditinggalkan karena sunnah itu dipertahankan dengan teguh oleh para pengikut ahl al-Bayt. berpusat di Madinah. Hudzaifah.

Madzhab Syafi'i membesar di Mesir ketika Shalahuddin al-Ayyubi merebut negeri itu.yang justru lebih banyak pada daerah kekuasaan Islam. c) Politik diskriminasi yang mengistimewakan orang Arab di atas orang bukan Arab. Madzhab Hanbali menjadi kuat pada masa pemerintahan al-Mutawakkil. Kebijakan ini menyebabkan timbulnya rasa tidak senang pada para mawali . al-Zuhry. 2. diangkat menjadi qadhi dalam pemerintahan tiga khalifah Abbasiyah: al-Mahdi. Abu Ishaq dan lain-lain. Ia berguru pada Ja'far al-Shadiq dan meriwayatkan banyak hadits. Lahir di Kufah tahun 65 H dan wafat di Bashrah tahun 161 H. Ia memberi komentar: "Seandainya tidak ada Malik dan Ibn .membesar karena dukungan penguasa. dan al-Rasyid. Bila para pengikut madzhab itu lemah dan tidak memperoleh posisi sebagai hakim dan tidak berwewenang memberi fatwa. tetapi ia berhasil lolos. Madzhab Maliki berkembang di khilafah Timur atas dukungan al-Manshur dan di khilafah Barat atas dukungan Yahya bin Yahya ketika diangkat menjadi qadhi oleh para khalifah Andalusia. murid Abu Hanifah. al-Hadi. Banyak di antara mereka adalah para sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. ketika Ahmad menyebut dirinya hanya sebagai ahli hadits. IMAM-IMAM MADZHAB YANG TERLUPAKAN Sudah disebutkan di muka. Al-Kharaj adalah Kitab yang disusun atas permintaan alRasyid. Ayahnya termasuk perawi hadits yang ditsiqatkan Ibn Ma'in. Di Afrika. Pahamnya diikuti orang sampai abad IV Hijrah. ia melarikan diri dan meninggal di tempat pelarian. bahwa madzhab-madzhab besar yang kita kenal sekarang --kecuali mazhab Ja'fari-.sedangkan pusat-pusat ilmiah berada di Iraq dan Hijaz. Di antara yang mengambil riwayat dari padanya adalah Syafi'i. Madzhab al-Tsawri. Ketika ia diminta menjadi qadhi. Dinasti Abbasiyah disambut dengan penuh antusias baik oleh mawali maupun pengikut ahl al-Bayt. Waktu itu al-Mutawakkil tidak mengangkat seorang qadhi kecuali dengan persetujuan Imam Ahmad ibn Hanbal. Di antara mawali itu adalah Abu Hanafi dan di antara imam ahl al-Bayt adalah Ja'far bin Muhammad. Keduanya mengembangkan ajaran mereka pada zaman Abbasiyah. Ia mengambil ilmu dari Imam Ja'far. dan tulisan mereka terkenal di masyarakat. al-Mu'iz Badis mewajibkan seluruh penduduk untuk mengikuti madzhab Maliki. maka orang tak ingin mempelajari madzhabnya. Madzhab Hanafi mulai berkembang ketika Abu Yusuf. Dinasti Umawiyah memisahkan Arab dan mawali." Beberapa madzhab yang hilang itu secara singkat diuraikan sebagai berikut: 1. Syah Wali al-Dahlawi menulis: "Bila pengikut suatu madzhab menjadi masyhur dan diberi wewenang untuk menetapkan keputusan hukum dan memberikan fatwa. Madzhab Ibn 'Uyaiynah. Berkali-kali al-Manshur mau membunuhnya. Dengan begitu. Dalam menyimpulkan semua ini. Imam Ahmad menyebutnya sebagai seorang faqih. Lalu madzhab itu pun hilang setelah beberapa lama. Tokoh madzhab ini adalah Abu Abd Allah Sufyan bin Masruq al-Tsawry. Kitab ini adalah rujukan utama madzhab Hanafi. Ibn Dinar. tersebarlah madzhabnya di seluruh penjuru bumi. lalu orang mempelajari madzhab itu terang-terangan. Nama lengkapnya Abu Muhammad Sufyan ibn 'Uyaiynah wafat tahun 198 H. Karena itu pada permulaan pemerintahannya.

Selama lima belas tahun ia tinggal bersama kakeknya. pemberontakan Zaid ibn Ali. Madzhab al-Thabary. mereka segera menghukumnya. Mereka selalu cemas menghadapi mereka. Abu Zahrah menulis: Dinasti 'Abbasiyah selalu merasa terancam dalam kekuasaannya oleh para pengikut Ali. Ia juga menyaksikan bahwa para khalifah Abbasiyah tidak lebih baik dari para khalifah Umawiyah dalam kebenciannya kepada keluarga Rasul. Madzhab al-Zhahiry. yang nasikh dan yang mansukh dan paham akan pendapat para sahabat. 3. bila para penguasa 'Abbasiyah melihat ada dakwah 'Alawi. 4. 5. mengetahui betul makna al-Qur'an. Ia sempat menyaksikan kekejaman al-Hajjaj. Ia sangat dekat dengan Bani Umayyah dan juga Bani Abbas. ia diasuh oleh ayahnya Muhammad al-Baqir dan hidup bersama selama sembilan belas tahun. Abu Sulayman Dawud ibn 'Ali dilahirkan di Kufah tahun 202 H dan hidup di Baghdad sampai tahun 270 H. dapat membedakan yang sahih dan yang lemah. Madzhabnya tersisihkan hanya ketika Muhammad bin Utsman dijadikan qadhi di Damaskus dan memutuskan hukum menurut Madzhab Syafi'i Ketika Malik ditanya tentang siapa di antara yang empat (Abu Hanifah. Ali Zainal Abidin keturunan Rasul yang selamat dari pembantaian di Karbela. dan penindasan terhadap para pengikut madrasah ahl al-Bayt. Madzhabnya berkembang sampai abad VII. tetapi setelah itu hilang karena tidak ada dukungan penguasa. mereka segera mengucilkannya atau membunuhnya. Kata Ibn Khuzaymah: Ia hafal dan paham al-Qur'an. Ia diberi gelar al-Zhahiry karena berpegang secara harfiah pada teks-teks nash. Orang-orang yang menentang mereka semuanya berasal dari 'Alawiyyin. . IMAM JA'FAR IBN MUHAMMAD AL-SHIDIQ (82-140 H) Ja'far ibn Muhammad ibn Ali ibn Husain (ibn Ali) ibn Fathimah binti Rasulullah saw lahir di Madinah tahun 82 H pada masa pemerintah Abd al-Malik ibn Marwan. hilanglah ilmu Hijaz.di sini hanya disebutkan beberapa catatan kecil saja. Karena itu. Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Khalid ibn Ghalib al-Thabary lahir di Thabaristan 224 H dan wafat di Baghdad 310 H. mengetahui sunnah dan jalan-jalannya. Tidak diketahui sampai kapan madzhabnya diikuti orang. al-Awza'iy. ketika Ya'qub ibn Yusuf ibn Abd al-Mu'min meninggalkan mazhab Maliki dan mengumumkan perpindahannya ke madzhab al-Zhahiry. Malik dan al-Tsawry) yang paling benar? Malik berkata:"Al-Awza'iy. Ia juga menyaksikan naiknya al-Saffah dan al-Manshur dengan memanipulasikan kecintaan orang pada ahl al-Bayt. Setelah Ali wafat. Ia termasuk mujtahid ahl al sunnah yang tidak bertaklid kepada siapa pun.'Uyaiynah. Ia faqih. Ia berkembang di daerah Maroko. Pokok-pokok pikirannya dalam fiqh akan kita perkenalkan secara singkat. Madzhabnya diamalkan orang sampai abad IV. Madzhab al-Awza'iy." Mazhabnya diamalkan orang sampai tahun 302 H. Pendirinya Abd al-Rahman bin Amr al-Awza'iy adalah imam penduduk Syam. Salah seorang muridnya yang masyhur adalah Ibn Hazm. Inilah sebagian di antara tokoh-tokoh madzhab yang tidak lagi dianut secara resmi sekarang ini. Kaum 'Alawi menunjukkan nasab seperti mereka dan memiliki kekerabatan dengan Rasulullah yang tidak dimililki 'Abbasiy. Bila mereka melihat ada pejabat yang memuji Bani 'Ali. Karena riwayat hidup mereka sudahdisebutkan di atas --kecuali Imam Ja'far-. Berikut adalah para pemuka madzhab yang terkenal.

digunakan akal berdasarkan kaidah-kaidah tertentu. Karena Rasulullah dan para imam adalah orang yang . Mereka tidak mau menjadikan hujjah hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat yang memusuhi ahl al-Bayt. Barang siapa yang menggiyas dalam agama. yang kemudian dijawab Ia orang pintar dan mengetahui agama. Bertaqwalah kepada Allah dan jangan melakukan qiyas dalam agama." "Mana yang lebih besar kewajibannya . "Benar. Karena ketika Allah menyuruhnya bersujud kepada Adam ia berdalih: Aku lebih baik dari dia karena aku Kau buat dari api dan ia Kau buat dari tanah.membunuh atau berzinah? "Membunuh." Dari percakapan di atas kita melihat perbedaan pendekatan hukum di antara dua pemuka madzhab. Ibn 'Uyaiynah. mengapa Allah hanya menuntut dua orang saksi untuk pembunuhan dan empat orang saksi untuk zinah. al-Sunnah dan akal. dan ribuan para perawi. kita tuliskan percakapannya dengan muridnya selama dua tahun seperti diceritakan Abu Nu'aim: Abu Hanifah. ayahku memberitahukan kepadaku dari kakekku bahwa Nabi saw bersabda: Orang yang pertama menggunakan qiyas dalam agama adalah iblis. Allah akan menyertakannya bersama iblis. Imam Ja'far memusatkan perhatiannya pada penyebaran sunnah Rasulullah dan peningkatan lmu dan akhlak kaum Muslim. Bagaimana kamu menggunakan qiyasmu." Kata Ja'far sambil mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab Abu "Hai Nu'man. Tugas mujtahid adalah mengeluarkan dari al-Qur'an jawaban-jawaban umum untuk masalahmasalah yang khusus. c) Al-Qur'an dipandang telah lengkap menjawab seluruh persoalan agama. Syu'bah ibn al-Hajjaj. selain menolak qiyas adalah hal-hal berikut: a) Sumber-sumber syar'iy adalah alQur'an. Ia menanyakan Ibn Abi Layla tentang kawannya. Di antara karakteristik khas dari madzhab Ja'fari. dan Ibn Abi Layla menghadap Imam Ja'far. b) Istihsan tidak boleh dipergunakan. karena ia mengikutinya dengan qiyas." "Lalu. Termasuk ke dalam sunnah adalah sunnah ahl alBayt: yakni para imam yang ma'shum." "Aku tidak melihat Anda menguasai sedikit pun. Manakah yang lebih besar dosanya ." Ja'far bertanya kepada Abu Hanffah: "Siapa namamu?" "Nu'man. Qiyas hanya dipergunakan bila 'illat-nya manshush (terdapat dalam nash).shalat atau shawm (puasa)?" "Shalat" "Mengapa wanita yang haidh harus mengqadha shawmnya tetapi tidak harus mengqadha shalatnya. Fadhail ibn Iyadh. Pada hal-hal yang tak terdapat ketentuan nashnya. Untuk mengetahui pemikiran Imam Ja'far dalam hal fiqh. Di antara murid-muridnya adalah Imam Malik." tanya Ja'far. al-Tsawry. Ibn Syabramah. "Bukankah ia suka melakukan qiyas dalam urusan agama?. Dalam suasana seperti itulah.Mereka tak perduli membunuh orang tak berdosa karena dianggap mengancam pemerintahannya. Abu Hanifah.

Ia memberikan wewenang besar pada Malik untuk mengangkat dan memberhentikan para pejabat yang dipandangnya tidak mampu. Orang-orang ketakutan berada di majlisnya. Abu Hanifah berkata. karena diberi makanan beracun. dan pendapat para sahabat. Lalu ia menjebak Abu Hanifah dengan jabatan qadhi. b) Sumbersumber ijtihadiyah. Pokok fiqih madzhab Hanafi bersumber pada tiga hal: a) Sumber-sumber naqliyah. yang meliputi al-Qur'an. ia melihat bahwa khalifah haruslah diserahkan pada keturunan Ali dari Fathimah. Bila tidak. Jika tidak aku dapatkan dalam al-Kitab dan Sunnah Rasulullah. aku ambil Sunnah Rasulullah dan hadits-hadits yang sahih. dan Zafr ibn al-Hudzail. yang kemudian menjadi qadhi dan banyak memasukkan hadits dalam kitab-kitabnya. Ia juga boleh menghukum mati atau memenjarakan yang dipandangnya bersalah. ia dipenjarakan. di samping ingin berusaha memanfaatkan alim besar ini. meminta maaf kepada Malik atas perlakukan salah seorang penguasanya. Ia menentang setiap kezaliman. mereka berijtihad dan aku pun berijtihad.". Ketika Abu Hanifah menolaknya. karena wibawa Malik. Al-Manshur pada musim haji 153 H. Abu Hanifah bahkan mengarqurkan beramal dengan 'urif. ijma. Ia --menurut satu riwayat-. aku mengambil pendapat para sahabat yang aku kehendaki dan meninggalkan yang tidak aku kehendaki. Ia mengakhiri hidupnya. yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercaya. Tapi karena kedudukan Abu Hanifah di masyarakat. jika aku dapatkan di dalamnya. IMAM MALIK Pada zaman kekuasaan Ja'far ibn Sulayman tahun 146 H Malik dihukum cambuk. Yakni. Beberapa kali ia mengkritik al-Manshur secara terbuka. Abu Zahrah. ia dicambuk sepuluh lecutan. yang pernah berguru pada Malik dan kemudian menggabungkan madrasah hadits dengan madrasah Ra'y. IMAM ABU HANIFAH Abu Hanifah terkenal sebagai alim yang teguh pendirian. c) Al-A'raf. Bila sudah sampai pada tabi'in. ditambah hasutan Ibn Abi Layla. yakni adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan nash. Aku tidak keluar dari pendapat sahabat kepada pendapat yang lain. ketika Imam Zayd melawan penguasa. Di antaranya Abu Yusuf." Sikap Abu Hanifah itu. penafsiran al-Qur'an yang paling absah adalah yang berasal dari mereka. Ia tidak mungkin menarik Ja'far dan tidak berhasil mengambil hati Abu Hanifah. yang sangat ekstrem menggunakan qiyas. Malik menjadi sangat berwibawa. Ketika Muhammad dan Ibrahim dari ahl al-Bayt memberontak. Karena wewenangnya ini. Setiap hari. Malik memukul orang itu . Begitu pula.mengetahui rahasia-rahasia al-Qur'an. Abu Hanifah meninggalkan banyak murid. Ketika seorang murid membantah Malik perihal penguburan rambut dan kuku. Muhammad ibn Hasan al-Syaybany. Abu Hanifah berbay'at kepadanya. AlMansur tak dapat membunuhnya tanpa alasan. al-Manshur merasa bersalah. penulis biografi Abu Hanifah. terutama dalam masalah perdagangan. yaitu dengan menggunakan qiyas dan istihsan. dan bahwa para khalifah yang sezaman dengan mereka telah merampas haknya dan karena itu mereka zalim. Abu Hanifah mendukungnya. menurut satu riwayat. Setelah itu. al-Sunnah. "Aku mengambil dari al-Kitab. menulis: "Sesungguhnya Abu Hanifah itu Syi'ah dalam kecenderungan dan pendapatnya tentang penguasa di zamannya.mengeluarkan fatwa yang tidak dikehendaki penguasa. menimbulkan kemarahan Al-Manshur.

k) Syar'man qablana. Seorang alim besar di kota itu mengecam orang-orang yang menjamak shalat Zhuhur dan Ashar. IMAM SYAFI'I Pokok-pokok fiqh Syafi'i ada lima: a) Al-Qur'an dan al-Sunnah. d) Hadits mursal dan dha'if. b) Al-Sunnah: al-mutawatirah dan al-masyhurah. e) Khabar Ahad dan Qiyas. j) Istishhab. "Ini khusus untuk Rasulullah saw. Apa dalilnya? Dalilnya terdapat dalam Kitab fiqh al-Syaikh al-Kaydani. Ia mengembalikan kedua kitab itu sambil berkata. . e) Qiyas. seorang pemuda menanyakan lagi perihal shalat jamak. Madzhab Maliki mendasarkan fiqhnya pada 12 pokok: a) Al-Qur'an: zhahirnya. Ijma' sebelum terbunuhnya Utsman. g) Mashalih mursalah. Mereka menyalahi al-Qur'an yang menyatakan bahwa shalat itu bagi kaum Mukmin kewajiban yang ditetapkan waktunya. Ini sangat berpengaruh pada penyebaran madzhabnya. Anas ibn Malik dan banyak sahabat lainnya melakukan shalat jamak (bukan karena bepergian). STAGNASI PEMIKIRAN FIQH: MASA KETERTUTUPAN Dr. tetapi ia mengurungkan maksudnya. Pemuda itu mengeluarkan kedua kitab shahih tersebut dan memintanya membaca hadits-hadits tentang shalat jamak. f) Istihsan. Aku hanya melaporkan ucapan orang lain. h) Sadd al-Dzara'i. Tunisia. Ikhtilaf sahabat. d) Fatwa sahabat. "Tidak benar. e) Qiyas." Malik memanggil pengawalnya: "Ia zindiq. d) Ikhtilaf sahabat Nabi." Pemuda itu bermaksud menunjukkan bahwa Ibn Abbas. dalil-nya. Muhammad al-Tijani al-Samawi bercerita tentang kisah fanatisme di kota Qafsah. didahulukan al-sunnah.dan memenjarakannya Ketika seorang bertanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang berpendapat bahwa al-Qur'an itu makhluk?. hadirin tercengang mendengarnya. "Mereka membawa agama baru yang bukan agama Muhammad saw. c) 4. b) al-Ijma'. ijma' secara naql. Kawan shalat di sampingnya memukulnya dengan keras sehingga telunjuk itu patah." kata sang imam. IMAM HANBALI Pokok-pokok fiqh madzhab Hanbali: a) Al-Nushush. Ketika ditanya mengapa itu terjadi." Orang itu berkata: "Bukan aku yang berkata begitu. Kedua peristiwa di atas terjadi dalam rentang waktu cukup lama -menurut sebagian penulis dari abad VI Hijrah sampai abad XIII. ijma' mutaakhir: masing-masing dengan kekuatan hukum yang berbeda. Sebuah rentang waktu yang oleh para Tarikh Tasyri' disebut sebagai zaman stagnasi pemikiran fiqh ('ashr al-rukud). mafhum-nya dan illat-nya." Catatan kecil di atas menunjukkan kekuasaan Malik. i) Mura'at khilaf al-mujtahidin. c) Pendapat sahabat yang tidak ada yang menentangnya. Ketika ia membacanya. kata pemuda itu. bunuh dia. Tetapi shalat jamak ini terdapat dalam kitab hadits shahih Bukhari dan Muslim. Di Afghanistan seorang mushalli memberi isyarat dengan telunjuknya dan menggerak-gerakkannya. Bila zhahirnya sunnah bertentangan dengan al-Qur'an. b) Fatwa sahabat. ia menjawab bahwa menggerakkan telunjuk dalam tasyahud adalah haram. Ia berkata bahwa itu termasuk salah satu bid'ah orang Syi'ah. c) Ijma' penduduk Madinah." Malik menukas: "Tapi aku hanya mendengarnya dari kamu. Bila engkau sudah menjadi Rasul Allah bolehlah engkau melakukannya." Seusai shalat.

Pasal ini akan memperlihatkan karakteristik zaman ini dari segi karya-karya ilmiah yang lahir waktu itu dan dari segi kecenderungan pemikiran. sesudah sebelumnya mempelajari al-Qur'an. Pemikiran bergeser dari upaya mencari sebab-sebab dan maksud syara' dalam memahami hukum. juga berkembang tradisi munaqasyah madzhabiyah (diskusi madzhab). Penafsiran al-Qur'an. Perlahanlahan berkembanglah tradisi membuat syarah (komentar) dan matan. fiqh memasuki zaman tadwin (kodifikasi). Mereka menjelaskan kata-kata atau kalimat-kalimat secara sematik. dan fiqh para imam madzhab disusun dalam buku. Pada zaman ini. Tidak jarang syarah suatu kitab disyarahi dan disyarahi lagi. Maksudnya untuk memudahkan pembaca memahami kitab-kitab rujukan. Sebagai jawaban terhadap serangan ahl al-Sunnah. paling tidak ada tiga kitab syarah: Fath al-Bary. ilmu ushul al-fiqh. dan para mujtahid. atau menambahkan penjelasan dengan mengutip ucapan para ulama lain. KARAKTERISTIK ZAMAN STAGNASI: TRADISI MENSYARAH KITAB Setelah keempat imam madzhab ahl al-Sunnah meninggal dunia. Ulama Syi'ah membalasnya dengan menulis kitab lagi. yang setiap jilidnya seukuran satu jilid Encyclopedia Britannica. tapi di sisi lain menyebabkan para ulama merasa cukup dengan apa yang telah tersedia. Mereka tak merasa perlu melakukan penelitian ulang. Pada zaman inilah pemikiran taqlid mutlak dominan. Bersamaan dengan itu. al-mustadrakat dan sebagainya. Ibn Rouzbahan menulis bantahan pada Minhaj al-Karamah. Umdat al-Qary. Ulama ahl al-Sunnah menulis kitab yang menyerang ajaran Syi'ah.Al-Ustadz al-Zarqa melukiskan situasi umum pada waktu itu: Pada zaman tersebut pemikiran fiqh mengalami kemunduran. serta menghimpun penafsiran para sahabat. Irsyad al-Sary. di satu sisi menyimpan khazanah ilmu para ulama. Pada masa inilah berkembang al-tafsir bi al-ma'tsur. Kita akan mengakhiri dengan melacak sebab-sebab timbulnya stagnasi pemikiran ini. Gerakan tadwin. alSunnah. Berbagai ilmu Islam dibukukan dan tidak disampaikan secara lisan lagi. tarjih. Para pengikut membukukan fatwafatwa dan hasil ijthad para mujtahid tersebut. Bantahan ini dibantah lagi oleh al-Mar'asyi al-Tustary. tabi'in. menghilanglah kegiatan yang dulu merupakan gerakan takhrij. Dalam penafsiran alQur'an misalnya. baik yang lemah maupun yang kuat. Untuk Shahih al-Bukhari. al-ma'ajim. Argumentasi dikembangkan untuk membela madzhab masing masing. Dengan begitu. Para ulama madzhab Syafi'i menyerang tulisan para ulama madzhab Hanbali atau sebaliknya. Peminat fiqh hanya mempelajari kitab yang ditulis seorang faqih tertentu di antara tokoh-tokoh madzhabnya Ia tidak melihat kepada syari'at dan fiqh kecuali melalui tulisan dalam kitab itu. para ulama menghimpun hadits-hadits Nabi saw. al-masanid. pokok-pokok dan maksud-maksud syara'. Al-Amini menulis 11 jilid al-Ghadir . Sekarang bantahan itu sudah menjadi 19 jilid Ihqaq al-Haq. Hadits-hadits dibukukan dalam bentuk aljawami'. hadits. ke upaya menghapal yang sia-sia dan merasa cukup dengan menerima apa yang telah tertulis dalam kitab-kitab madzhab tanpa penelitian. al-Hilly menulis Minhaj al-Karamah. sepanjang saya ketahui. Ada pula beberapa kitab yang mensyarah al-Muwatha susunan Imam Malik. Ibn Taymiyah menulis Minhaj alSunnah untuk menolak Minhaj al-Karamah. dimulai kemandegan dan diakhiri kebekuan. walau selama masa itu muncul juga beberapa ulama fiqh dan ushul yang cemerlang. Atau sebaliknya. dibukukan pula riwayat para perawi hadits. dan tanzhim dalam madzhab fiqh. ilmu jarh wa ta'dil dan riwayat para sahabat. Mereka menulis buku-buku yang lebih merupakan ensiklopedia atau kamus dari pada analisis ilmiah.

Walau begitu. munaqasyah madzhabiyah telah menjadi benih yang menyuburkan fanatisme madzhab. supaya ia dapat mengajarkan syari'at Islam secara lengkap. "setiap ayat atau hadits yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan madzhab kami. Padahal keduanya sama-sama dibutuhkan dan tidak bisa ditinggalkan dalam menuju cita-cita kehidupan. Polemik antar madzhab ini bukanlah sesuatu yang jelek dan telah berlangsung sejak zaman para imam madzhab. Rasul Allah saw bersabda: "Ya Allah berilah petunjuk pada suku Quraiysy. katanya. Mereka heran bagaimana mungkin mengamalkan zhahirnya ayat-ayat itu. FANATISME MADZHAB Asad Haydar menyebut tahun 645 Hijrah sebagai tahun ditetapkannya empat mazhab sebagai madzhab yang diakui khilafah Islam waktu itu. Imam Syafi'i. Mengenai Imam Ahmad bin Hanbal Abdullah al-Sajastany berkata: "Aku pernah melihat Rasul Allah saw dalam mimpi. padahal ulama dari madzhab mereka terdahulu tidak pernah mengamalkannya. Nabi Hidhir mohon agar ia diizinkan tetap berguru padanya di alam kubur. Tentang Imam Syafi'i. yang patut kami ikuti di zaman kami?" Rasul Allah saw menjawab: "Aku tinggalkan bagimu Ahmad bin Hanbal. Fatwa mujtahid lebih didulukan dari ayat al-Qur'an dan al-Sunnah. siapakah yang engkau tinggalkan." Dengan berbagai "keutamaannya" itulah. Aku bertanya: "Ya Rasul Allah. para pengikutnya meriwayatkan mitos di sekitar para imam madzhabnya. Di antara karamah Abu Hanifah ialah bergurunya Nabi Khidr kepadanya. Tapi pada zaman kemandegan." Orang alim itu adalah Imam Syafi'i. Siapa yang mencintai Abu Hanifah ia mencintaiku.hanya untuk membuktikan keshahihan hadits Ghadir Khum. Aku pernah menyaksikan sekelompok faqih yang taklid. Kadang-kadang riwayat-riwayatnya dinisbahkan pada Nabi Muhammad saw. kekuasaan sangat berperan dalam menyuburkan fanatisme madzhab. misalnya. Allah mengizinkannya. gejala fanatisme madzhab dapat dilacak sejak abad IV Hijrah. karena seorang alimnya akan memenuhi seluruh bumi dengan ilmunya. pengikutnya mensakralkan fatwa para mujtahid. Itu karena hadits . Sikap ini ditunjukkan jelas oleh al-Syaykh Abu al-Hasan Abdullah alKarkhy ketika ia berkata. Setiap madzhab membela pahamnya dengan tidak lagi mengindahkan adab diskusi ilmiah. Abu Sulayman al-Khaththaby mengisahkan suasana zaman itu: Saya lihat ahli ilmu dewasa itu terbagi menjadi dua kelompok: pendukung hadits dan atsar dan ahli fiqh dan fikir. Ia belajar pada Abu Hanifah setiap waktu Subuh selama lima puluh tahun. Untuk mempertahankan keunggulan madzhabuya. harus dita'wilkan atau dimansukhkan. Mereka tidak mau menerimanya bahkan tidak mau menelitinya. Diriwayatkan oleh para pengikut Maliki bahwa pada paham Imam Malik sudah tertulis Malik Hujatullah di bumi. Ketika Abu Hanifah wafat. yang didhaifkan Ibn Taymiyah. Al-Fakhr al-Razy menceritakan pengalamannya ketika ia menafsirkan: afala yatadabbarun al-Qur'an. Seperti telah disampaikan pada tulisan terdahulu. siapa yang membenci Abu Hanifah ia membenciku. Ia kemudian menyelesaikan kuliah dari Abu Hanifah selama 25 tahun lagi. Para ulama dari keempat madzhab diundang ke istana. Konon Nabi Muhammad saw pernah berkata: "Semua nabi bangga denganku dan aku bangga dengan Abu Hanifah. memandangku dengan heran bila aku bacakan ayat-ayat al-Qur'an tentang beberapa masalah yang bertentangan dengan madzhab mereka. melakukan kritik terhadap beberapa pendapat Muhammad ibn al-Hasan alSyaybany.

namun mereka tidak ikut bertanggungjawab. keduanya menjadi ikhwan yang saling berjauhan: mereka tak menampakkan sikap saling membantu dan menolong di jalan yang hak. Sedangkan kelompok kedua. tidak memahami maknanya. mencacad mereka dan menuduhnya menyalahi sunnah. Dalam sejarah. mereka tak memperhatikan dan tak menganggapnya sebagai pendapat alSyafi'i. Setiap bangunan yang fondasinya tidak kokoh. yakni ahli fiqh dan fikir. yang bagus dan yang buruk. Demikianlah keumuman sikap setiap kelompok terhadap madzhab imam dan gurunya masing-masing. Maka pendapat yang datang dari AlHakam tidak memiliki keistimewaan di mata mereka. walau tidak didukung satu dalil pun atau tidak meyakinkan. maka akan cepat roboh. karena rasa harga diri mereka yang sangat tajam. tidak menggali rahasianya. Fanatisme madzhab bukan saja telah menghambat pemikiran. pengumpulan sanad. Bila pendapat itu datang dari al-Hasan ibn Ziyad dan pendapatnya berbeda dengan riwayat yang melalui mereka. dan tidak mengungkapkan kandungan fiqhnya. . Setiap fondasi tanpa bangunan. Begitu juga para pengikut alSyafi'i. maka akan sunyi dan lekas rusak. Kadang-kadang mereka mencela para fuqaha. Mereka hampir tidak bisa membedakan hadits yang shahih dan hadits yang dhaif. tapi juga menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslim. Mereka tidak memelihara matannya. al-Jiziy dan sebagainya. kecuali sebagian kecil. Yang demikian adalah suatu kesesatan dan penipuan ra'yu. mereka segera mencari kepercayaan umat terhadapnya. kelompok ahli hadits dan atsar rata-rata berambisi dalam periwayatan. Mereka tidak mempedulikan hadits-hadits yang dikuasai dan yang digunakan untuk mempertahankan argumentasinya di hadapan lawan bila hadits-hadits tersebut telah sesuai dengan madzhab yang mereka ikuti dan pendapat yang mereka yakini. telah terjadi beberapa kali. Kedua kelompok itu. Maka bila datang riwayat Harmalah. Mereka hanya menerima riwayat al-Muzany dan al-Raby ibn ulayman al-Murady. pertama. Apabila diriwayatkan pada mereka hasil ijtihad para tokoh madzhab mereka atau para ahli dari aliran mereka. Namun. dan para pendahulu yang setingkat dengan mereka. Mereka mau menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu Yusuf. Saya lihat para pendukung Malik tidak menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu al-Qasim (Rasul Allah). mereka saling mengkafirkan yang kemudian memuncak pada peperangan antar sesama Muslim. menghancurkan otak-otak cemerlang. mereka tidak akan menerima.bagaikan fondasi. Muhammad ibn al-Hasan dan para tokoh sahabat serta murid-muridnya yang lain. ashhab (para sahabat). kebanyakan tidak memilih-milih hadits. Mereka sepakat menerima hadits dhaif dan munqathi' bila telah masyhur di kalangan mereka dan telah membibir dalam percakapan mereka. sedangkan fiqh bagaikan bangunannya. Sebagai contoh adalah peristiwa yang terjadi di Baghdad. Saya lihat kedua kelompok ini saling berdekatan tempat tinggalnya dan sebetulnya saling membutuhkan. dan pemisahan hadit-hadits gharib dan syadz --hadits-hadits yang kebanyakan mawadhu' dan maqlub. 469 Hijrah. Mereka tidak sadar bahwa kadar keilmuannya sendiri sangat dangkal dan mereka berdosa melemparkan kata-kata kotor pada para fuqaha.

Pada ijtihad muthlaq. terjadilah pertumpahan darah antara kedua golongan. menurut Abu Zahrah.Pada madrasah Nizhamiyah. Sebalikaya. Abd al-Khaliq ibn Isa. Sementara itu menurut Maliky. Sebenarnya. Kaum Muslim mundur karena meninggalkan ijtihad sehingga mereka menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini." PENUTUPAN PINTU IJTIHAD Walau ada pembagian ijtihad yang bermacam-macam. mengecam penutupan pintu ijtihad yang mana pun: "Kita tidak menemukan manfaat apa pun dari penutupan pintu ijtihad". Namun kenyataannya. atau menafsirkan yang mujmal menjelaskan yang mubham dari ucapan imam. yang ditutup adalah ijtihad muthlaq. penutupan pintu ijtihad pada saat ini. di kalangan Syi'ah tidak pernah dikenal tertutupnya pintu ijtihad. Ibn al-Qusyayry al-Syafi'i memegang kekuasaan. tapi boleh saja menghasilkan kesimpulan furu'iyyah yang berbeda dari imam mazhabnya. lebih ditujukan pada ijtihad muthlaq. ia disebut mujtahid muntasib. setiap zaman tak boleh kosong dari mujtahid mustaqil. Lalu. Walau tak diketahui secara pasti sejak kapan. terus berkembang. Ia selalu mengecam Ahmad ibn Hanbal dan para pengikutnya sebagai penganut antropomorfisme. Sayyid Rasyid Ridha. Di sini mujtahid berpegang pada metode ijtihad imam mazhabnya. Namun sebaliknya menurut kebanyakan Hanbaly. Al-Qusyayry berkata: "Perdamaian macam apa yang harus ada diantara kami? Perdamaian terjadi di antara orang yang memperebutkan kekuasaan atau kerajaan. ia tentu saja masih menggunakan fatwa imam mazhabnya sebagai rujukan. SEBAB-SEBAB STAGNASI Dr. ijtihad mustaqil sudah tertutup. penutupan pintu ijtihad terjadi karena ada anggapan bahwa tidak ada ulama yang memenuhi persyaratan seperti keempat imam itu. Demikian catatan Abu Zahrah tentang tertutupnya pintu ijtihad. mungkin karena ia berijtihad dengan metode yang sama untuk menjawab masalah-masalah yang belum dipecahkan imam mazhabnya. mengikuti gurunya Syaikh Muhammad Abduh. Adapun ijtihad fi al-madzhab. Dengan bantuan penguasa ia menyerang pemimpin Hanbaly. kita dapat mengelompokkan dua macam ijtihad: ijtihad muthlaq dan ijtihad fi al-madzhab. Maka perdamaian macam apa yang bisa berlaku di antara kami. meski pada tiap zaman boleh saja tak ada mujtahid mustaqil. Bahayanya banyak --berakibat pada terbengkalainya akal. seorang mujtahid mengembangkan metode ijtihadnya secara mandiri dan mengeluarkan hukum-hukum berdasarkan metodenya itu. Pemerintah kemudian mengumpulkan wakil kedua belah pihak dan meminta supaya mereka berdamai. Karena itu. Muhammad Farouq al-Nabhan menyebut tiga sebab stagnasi pemikiran pada zaman ini: faktor-faktor politik. terputusnya pengembangan ilmu dan terhalangnya kemajuan pemikiran. Menurut para pengikut madzhab Syafi'iy dan kebanyakan Hanafi. di zaman kemandegan pintu ijtihad. Yang dapat melakukan ijtihad jenis ini disebut mujtahid mustaqil (mujtahid independen). campur tangan penguasa dalam kekuasaan kehakiman dan kelemahan posisi ulama dalam menghadapi umara. Sedangkan kaum ini menganggap kami kafir dan kami menganggap orang-orang yang aqidahnya tidak sama dengan kami juga kafir. Dalam hal ini. atau mentarjih (memilih yang terkuat) pendapat imam yang bermacam-macam itu. Pengikut al-Qusyayry menutup pintu-pintu pasar madrasah Nizhamiyah. . tapi tak boleh tidak harus ada mujtahid fi al-madzhab.

Ulama sangat bergantung kepada umara. Jika kita membaca kitab-kitab sejarah madzhab. Kami hanya mempunyai rumah satu. para penguasa Muslim lebih sering menindas kebebasan pendapat dari pada mengembanghannya. dan berkata: "Ya Rasul Allah.datang menemui Rasulullah saw. Ia sering masuk ke rumahku dan aku dalam keadaan fudhul (memakai busana rumah yang tidak menutup aurat). kita akan menemukan bagaimana seseorang yang berbeda madzhab atau berganti madzhab menghadapi berbagai cobaan. Contoh terakhir adalah pernyataan para ulama Rabithah yang mendukung kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab. pemikiran yang bertentangan dengan madzhab itu ditindas. maka mereka adalah saudaramu dalam agama dan mawla-mawla kamu --maka dikembalikanlah setiap orang di antara mereka itu kepada bapaknya. Abu Hudzaifah menikahkan Salim --yang dipandang sebagai anaknya itu-dengan anak saudara perempuannya Fathimah bint al-Walid bin 'Utbah bin Rabi'ah. didiskreditkan ulama dan diadukan pada penguasa. Ia berkata: 'Urwah bin Zub air mengabarkan kepadaku bahwa Hudzaifah bin 'Utbah bin Rabi'ah --salah seorang sahabat Nabi saw. dan menyebarnya penyakit akhlak seperti hasud dan egoisme di kalangan ulama. bagaimana . Umara tentu saja selalu berusaha mempertahankan status quo. Di samping itu. Maka ketika satu madzhab memperoleh kekuasaan. Itu lebih adil di sisi Allah. Karena itu. FIQH DITELAAH KEMBALI: FIQH KAUM PEMBARU "Yahya memberitakan kepadaku dari Malik dari Ibn Syihab. mengangkat Zaid ibn Haritsah sebagai anak. Bukankah ini ijtihad dan setiap ijtihad selalu mendapat pahala? Bila ijtihadnya salah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka.Untuk yang pertama. Bila tidak diketahui bapaknya. Waktu itu ia termasuk wanita muhajirat yang awal dan gadis Quraysy yang utama. Sehingga ia disebut Salim mawla Abu Hudzaifah. kita ingin menegaskan kembali bahwa madzhab berkembang karena dukungan politik. demi "ketertiban dan keamanan". yang ikut menyaksikan perang Badar-.telah mengangkat Salim sebagai anaknya. 5. Qadhi tidak ingin mengambil risiko berbeda pendapat dengan madzhabnya. Yaitu terpecahnya kekuasaan Islam menjadi negara-negara kecil hingga umat disibukkan dengan eksistensi politik. menyebarnya ulama mutathaffilin (ulama yang memberi fatwa berdasarkan petunjuk Bapak). karena ia dapat dikucilkan oleh masyarakat. Di sini harus dicatat: dalam sejarah. sebagaimana Rasulullah saw. kami menganggap anak kepada Salim. Ia ditanya tentang menyusui orang dewasa. Abd al-Wahhab Khalaf menyebutkan empat faktor yang menyebabkan kemandegan. Untuk sebab kedua. para ulama dari 70 negara Islam menyatakan bahwa Saddam sebagai mujahid Islam yang taat pada Allah dan al-Qur'an. ijtthadnya hanyalah dalam rangka memberikan legitimasi pada kebijakan penguasa. Lebih-lebih bila berbeda pendapat dengan madzhab penguasa. Dalam posisi seperti itu. ia mendapat satu pahala. Sahlan binti Suhail --istri Hudzaifah dari Bani Amir-. Ketika Allah menurunkan ayat dalam Kitab-Nya tentang Zaid ibn Haritsah --panggillah mereka dengan nama bapak-bapak mereka. para ulama yang sama menyatakan Saddam sebagai bughat dan pemimpin dhalim. posisi ulama yang lemah memperkuat fanatisme madzhab. Setelah invasi. kalau pun ulama berijtihad. dikembalikan kepada mawlanya. terbaginya para mujtahid berdasarkan madrasah tempat mereka belajar. dan bila benar dua. telah ditunjukkan bagaimana para ulama berebutan menjadi qadhi. yang paling aman adalah mengikuti pendapat para imam mazhab yang sudah dibukukan. Empat puluh tiga hari sebelum Saddam menyerbu Kuwait. Qadhi diangkat oleh penguasa.

apalagi menyusu kepadanya?). berkata kepadanya: "Susukanlah dia lima kali susuan sehingga ia menjadi muhrim dengan susunya". Orang A'raby itu berkata: Aku minum dari minumanmu. setelah orang merasa perlu membuka kembali pintu ijtihad. Aisyah mengambil cara ini bila ada lakilaki yang ingin masuk ke rumahnya Ia menyuruh saudaranya. Bukankah istri-istri Nabi saw yang lain menolaknya? Bukankah pada kitab hadits yang sama Umar ibn Khatab dan Abdullah ibn Mas'ud hanya membenarkan susuan pada waktu kecil saja? Peristiwa yang kedua dijadikan dalil oleh sebagian pengikut madzhab Hanafi untuk menghalalkan minuman keras (khususnya Nabi) bila dicampur dengan air. sebetulnya hanyalah salah satu aliran peninjauan kembali fiqh. Kesimpulan terakhir ini telah disepakati fuqaha. Dua peristiwa di atas diambil dari kitab-kitab yang menjadi rujukan dalam menjawab masalah-masalah fiqhiyah. Dengan merujuk pada hadits yang mengharamkan minuman keras --baik sedikit maupun banyak mereka telah membenarkan halalnya minuman keras karena dicampur air. Ibrahim al-Nakhti meriwayatkan hadits yang sama dari 'Umar dan berkata: 'Umar meminumnya setelah mencambuk orang A'raby itu. (Malik. yaitu aliran yang berpegang kepada teks-teks syari'at secara . Yang kemudian menjadi persoalan adalah tindakan 'Umar. Mungkinkah ini hanya fiqhnya 'Aisyah. Slogan yang di Indonesia didengungkan kaum moderis ini. Ia berkata: Siapa yang ragu untuk meminumnya. Yang dipersoalkan bukan hanya penafsiran nash-nash tetapi juga metode pengambilan keputusan. lalu mencampurkan air ke dalamnya. (Ia mabuk) dan 'Umar menetapkan hukum cambuk baginya. Dalam istilah fiqh. Bagaimana mungkin Nabi saw menghalalkan sesuatu dengan tindakan yang haram? (Bukankah bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim itu haram. tetapi juga ushul al-fiqh. (2) Tidak boleh laki-laki yang bukan muhrim memasuki rumah seorang perempuan. Aliran tersebut sebenarnya adalah skripturalisme. 'Umar meminta minumannya itu. yang harus ditinjau bukan saja al-adillat al-syar'iyat.menurut Anda? Rasulullah saw. Dari fenomena tersebut. Apakah perilaku 'Umar dapat dijadikan model dalam pengambilan kesimpulan hukum? Apakah pendapat para sahabat dapat dijadikan hujjah dalam agama? Apakah tindakan 'Umar itu suatu preseden bolehnya meninggalkan nash-nash syari'at bila kondisi berubah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan problema yang dihadapi para pembaru Islam ketika mereka menelaah kembali fiqh yang ada. Istri-istri Nabi saw yang lain menolak untuk mengizinkan laki-laki masuk ke rumah dengan susuan seperti itu. Tentu saja fuqaha mazhab-mazhab yang lain menolaknya. Mereka mempersoalkan cara menyusukan itu. kemudian meminumnya. Dari peristiwa yang pertama para faqih menyimpulkan beberapa hukum: (1) Batas susuan yang menyebabkan seorang haram dinikahi adalah lima kali susuan. (3) Dianjurkan menyusukan orang yang sudah dewasa supaya ia halal masuk ke rumah seorang perempuan. campurkan air ke dalamnya. Umu Kultsum binti Abu Bakar al-Shiddik dan anak-anak perempuan saudaranya untuk menyusukan laki-laki yang ingin masuk ke rumahnya. kecuali bila laki-laki itu saudara sepesusuan. (Al-Jashash. Al-Muwatha 2: 115-116) Contoh lain: "Seorang A'raby meminum minuman 'Umar. Setelah itu ia memandangnya sebagai anak susuan. Ahkam al-Qur'an 2:565). ternyata "Kembali kepada al-Qur'an dan al-Sunnah" tidak segampang seperti yang dibayangkan.

C. Aliran ini tak lagi terikat dengan bunyi teks. Makna ini dianggap sebagai ruh ajaran Islam.kaku. dan menolak qiyas kecuali dalam keadaan terpaksa. Raja Malik ibn Abd al-Aziz. ada dua aliran besar dalam fiqh Islam: ahl al-Ra'y dan ahl al-Hadits. Seperti Ibn Taymiyah. sekaligus merupakan fiqh baru yang dapat menjawab masalah-masalah baru akibat perubahan masyarakat. dan yang ada hanya ijtihad. Yang paling dekat dengan ahl al-ra'y adalah madzhab Hanafi. Imam Ahmad ibn Hanbal. Mazhab-mazhab fiqh terletak di antara kedua ekstrim itu. Smith. Berbagai upaya rekonstroksi fiqh di dunia Islam sekarang ini berangkat dari kedua aliran tersebut. ketika menyampaikan khutbahnya di Makkah tahun 1355.the alien intellectualism not only of philosophy but also theology" (Smith. dan yang paling dekat dengan ahl al-hadits adalah mazhab Hanbali. the introvert warmth and other wordly pety of the mystic way. Ibn Taymiyah memperkuat gerakan anti rasionalisme ini dengan menolak setiap penggunaan logika dalam khazanah ilmu-ilmu Islam dan sekaligus menolak praktek-praktek yang tidak ada dasarnya dalam teks al-Qur'an dan hadits. .. Skripturalisme dan liberalisme keduanya berusaha mendobrak kebekuan pemikiran Islam. kita harus memulai dengan menyorot kedua aliran ini secara kritis dibahas skriptularisme. bila tidak ada. maqashid syar'iyah dan sebagainya. KEGAGALAN SKRIPTURALISME ... Karena itu. Paham Ibn Taymiyah dihidupkan kembali oleh Muhammad ibn Abd al-Wahab lima abad kemudian. Ibn Qutaybah memasukkan Ahmad di antara muhadditsin dan Ibn Jarir al-Thabari menolak Ahmad sebagai ahli fiqh. yang kemudian menjadi paham resmi Arab Saudi. berkata: "Madzhab kami mengikuti dalil. Arkoun menyebut aliran ini logosentrisme yang ia gambarkan sebagai berikut: Di samping aliran ini ada aliran yang sangat menekankan rasio (akal). Pada Ibn Hazm. LATAR BELAKANG SKRIPTURALISME Seperti diketahui dalam fiqh tabi'in. dan terutama sekali pada Daud al-Zhahiri. kesetiaan pada teks sangat ekstrem. tugas ahli fiqh hanyalah mencari nash yang relevan. dan kembali kepada al-Qur'an dan hadits sebagai satu-satunya jalan untuk memecahkan segala persoalan Islam. yang mengumpulkan ribuan hadits dalam musnadnya. Muhammad ibn Abd al-Wahab menolak "the corruption and laxity of the contemporary decline. Yang pertama menekankan rasio dalam pengambilan keputusan. Paham ini. yaitu liberalisme. dalam upaya menelaah kembali fiqh. Semuanya terjadi karena Ahmad mendasarkan mazhabnya pada hadits Rasulullah saw (meski lemah). Mereka menolak ta'wil dan menerima hadits secara harfiyah. Mereka melihat masa Salaf sebagai model. memang lebih terkenal sebagai ahli hadits dari pada ahli fiqh. 1987:95). filsuf dan sufi. ia mencela kaum mutakallim. kami mengikuti ijtihad Ahmad ibn Hanbal: (Mughniyah. bila ada. makna hakiki dari teks. tema umum Islam. Jadi fiqhnya selalu merujuk pada nash-nash al-Qur'an atau hadits. tapi berusaha menangkap menurutnya. fatwa para sahabat. Dalam kalimat W. Karena itu. 1968:42). mempengaruhi banyak aliran pembaharuan di seluruh dunia. The Encyclopedia of Islam menyebut Ibn Taymiyah sebagai the bitter enemy of innovations. Yang kedua berdasarkan fiqh pada hadits walaupun lemah dan menolak penggunaan rasio.

qawaid ushul al- . membaca shalawat kepada Nabi saw. Praktek-praktek keagamaan yang tidak secara spesifik ditunjukkan dalam nash. mereka telah mematikan telaah filosofis. Para pengikutnya tidak lagi "menikmati" agama dan sebagian mengalami ketidakpuasan rohaniah. bukan tidak mengikuti sunnah. yang mencoba menangkap makna batiniyah dari nashnash. tetapi juga dikafirkan. Qunut pada shalat Subuh. tetapi tanpa aturan yang konsisten. skripturalisme tidak dapat menyelesaikan kemusykilankemusykilan yang terjadi ketika melakukan istidlal (memberikan dalil-dalil hukum) dari nash-nash. Pada saat yang sama. Kaum sufi. Wacana teologi menjadi gersang. yang disebut bid'ah adalah apa saja yang tidak merujuk pada dalil yang telah dipilihnya. makna 'urfi (kebiasaan). tapi merasa faqih. yang menolak qiyas. karena menolak wacana intelektual. Keempat. zakat emas dan perak. kelima. duduk di atas 'arasy. dan zakat perdagangan. membaca dzikir bersama. Dengan menolak ta'wil. Kedua. skripturalisme.untuk merinci dalil-dalil orang-orang yang mempraktekkan upacara-upacara agama tersebut. skriptualisme menyingkirkan pengalaman mistikal dari kehidupan beragama. Bukankah segala persoalan dapat diselesaikan dengan merujuk pada dalil-dalil al-Qur'an dan hadits. Sebagian kaum modernis di Indonesia. Ada yang mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat pertanian. dianggap bid'ah. they inevitably took a negative attitude toward the intellectual and spiritual developments that had taken place in the intervening centuries" (Rahman. Pertama. Sebagian di antara mereka akhirnya menggunakan qiyas juga. Madzhab yang lain akan dianggap menyimpang dari al-Qur'an dan sunnah. makna 'am dan khash dan sebagainya. mukhtalaf al-hadits. Selanjutnya. Filsafat bukan saja dijauhi. Salah satu contoh adalah perbincangan tentang zakat profesi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak diwajibkan zakat padanya. kaum skripturalis telah menghilangkan pengalaman beragama (religious experiences) yang emosional. menggunakannya dalam menjelaskan zakat profesi. mereka menetapkan keharusan percaya bahwa Ia turun ke langit dunia. --dan di Indonesia-menyelenggarakan upacara tahlilan dan marhabanan dianggap tidak mengikuti sunnah Rasulullah saw (dalam bahasa orang awam. mudah mendorong orang ke arah fanatisme. saya kira. Karena skriptualisme menerima teks-teks al-Qur'an dan hadits dengan apa adanya. "since the leaders of these movements were interested in negating some of the influences of the medieval school of islamic thought and law. Ketiga. mengobrol dengan ahli surga. Mereka membentuk kelompok-kelompok. orang-orang awam tidak merasa perlu lagi dengan kehadiran fuqaha. dalam aqidah. 1981:26). dianggap sesat. Muncullah para "mujtahid" yang tidak berkualifikasi. menurut Fazlur Rahman. Pada tahap institusional. mengucapkan doa yang tidak ma'tsur. tertawa dan sebagainya. skripturalisme terbukti tidak menjawab berbagai masalah kontemporer. Ada beberara kegagalan skripturalisme. Dalam skala makroskopis. paham ini melahirkan orang-orang yang wawasannya sempit. Terakhir. Al-masail al-lafzhiyah --seperti makna lughawi. Padahal.Keyakinan bahwa kesetiaan pada teks al-Qur'an dan hadits cukup untuk memecahkan persoalan ternyata hanya simplikasi. Tidak ada maksud saya --dan bukan tempatnya di sini-. Dengan menyingkirkan mistisisme. penentuan keshahihan hadits. tidak ada contohnya dari Nabi saw). yang memuncak pada fragmentasi umat. makna haqiqi dan majazi. tetapi tidak berdasarkan dalil yang disetujui mereka.

Kritik terhadap skripturalisme sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela liberalisme. Pada gilirannya. Mereka kembali secara ketat pada teks-teks al-Qur'an dan al-hadits atau mereka berusaha menemukan ruh atau semangat dari ajaran al-Qur'an dan al-hadits. orang tidak memberikan solusi terhadap segala kemusykilan ini. Apakah Nabi Muhammad saw berijtihad? Banyak para sahabat membagi perintah-perintah Nabi ke dalam dua bagian. sesudah mengutip sejarah ijtihad bi al-ra'y saya akan mengutip juga perkembangan tafsir bi al-ma'tsur. FIQH KAUM PEMBARU: MADZHAB LIBERALISME Seperti telah disebut di atas. there is a need for an effort at understanding which is based on the words. Di bawah ini saya akan mengulangi lagi akar pemikiran kaum liberalis dengan mengutip apa yang pernah saya tulis pada pengantar buku Islam dan tantangan Modernitas. pada akhirnya saya akan mengajukan kritik. Jadi ciri khas kaum liberalis ialah upaya untuk menangkap esensi wahyu. secara khusus kita akan mengambil contoh pemikiran Ibrahim Hosen dan Fazlur Rahman untuk menggambarkan pokokpokok pemikiran kaum liberalis. but the content and the meaning of revelation is not essentially verbal. keduanya menggaungkan kembali perbedaan pendapat para sahabat tentang sunnah Rasullah saw. kita sebut liberalisme. Melalui studi kritis terhadap keduanya. Walaupun saya tidak akan membahas pokok-pokok pikiran kaum liberal Islam seperti yang dipaparkan Leonard Binder.fiqh dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan penafsiran nash tidak mendapat perhatian. saya akan mengutip deskripsinya tentang kaum liberalis Islam. Setelah itu. Seperti biasa. but which goes beyond them. para pembaru mencoba mendobrak stagnasi dengan melakukan salah satu di antara dua pilihan. tapi kaum liberalis modern justru mengambil inspirasi dari tafsir bi alma'tsur. makna wahyu di luar arti lahiriah dari kata-kata. For Islamic liberals. Yang pertama kita sebut skripturalisme (sudah dibicarakan) dan kedua. dan ketika Rahman mengulas pemikiran modernis dan fundamentalis. liberalisme juga sangat rentan terhadap berbagai problem. Fiqh al-ra'y sebenarnya sejajar dengan tafsir al-Qur'an bi aldirayat. Mereka bersedia meninggalkan makna lahir dari teks untuk menemakan makna dalam dari konteks. seeking that which is represented or revealed by language. . karena berusaha secara bebas untuk menggunakan penalaran. kita dapat merumuskan kaidah-kaidah baru dalam menegakkan fiqh yang lebih relevan dan signifikan. Tulisan ini hanya ingin mengingatkan kita akan pentingnya penilaian kritis terhadap pendekatan pada fiqh. TRADISI IJTIHAD BI 'L-RA'Y Ketika [brahim Hosen berbicara tentang ta'aqquli dan ta'abbudi. Karena itu. Yaitu yang berhubungan dengan ibadah ritual (kelak disebut huquq Allah) dan yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial (kelak disebut huquq al-'ibad). SEJARAH MADZHAB LIBERALISME Fiqh kaum liberal dapat dilacak pada madzhab ahl al-ra'y di kalangan para sahabat Nabi. the language of the Qur'an is coordinate with the essence of revelation. Since the words of the Qur'an do not exhaust the meaning of revelation. Akibat kegagalan skripturalisme tersebut. 6.

" Karena Umar adalah primadona dari kelompok pertama para sahabat ini. Pada bagian kedua. dan yang kedua secara ta'aqquli. dalam kitab tarikhnya. aku akan menangis. yang berkata: "Barang siapa melakukan tamattu'.adalah madzhab Alawi. "tidak akan ada yang selamat kecuali Umar ibn Khaththab. Dalam keadaan sakit.a. Tidak ada ijtihad Nabi. yang terdiri atas sahabat-sahabat yang berkumpul di sekitar Ali ibn Abi Thalib." Abdullah ibn Mas'ud berkata seperti itu juga: "Aku . Kalau orang mau. 'Umar bertanya: "Apa yang menyebabkan Anda dan sahabat Anda menangis? Kalau ada sesuatu yang patut aku tangisi. ia sudah menjalankan kitab Allah dan sunnah NabiNya. wahyu selalu turun membenarkan Umar.merupakan justifikasi terhadap peluang menggunakan ra'yu dalam menghadapi sunnah (yang berasal dari Ijtihad Nabi). tinggalkan saja." (QS 53:3). disertai Abu Bakar pernah menangis terisak-isak menyesali kekeliruan ijtihadnya. Mereka tidak membedakan huquq al-'ibad dan huquq Allah dalam instruksiinstruksi Nabi yang bernilai tasyri'. Ibn Abi al-Hadid membenarkan kedua sahabat itu. Umar berkata. menulis: "Para sahabat r. Karena itu. dan Allah membenarkan ijtihad 'Umar. aku akan berupaya menangis seperti tangisan Anda. Dalam kasus-kasus ini. Ketika Umar dan Utsman --pada zamannya masing-masing melarang haji tamattu" Ali menentangnya. sedangkan 'Umar mengusulkan untuk membunuh mereka." kata Nabi. kemudian kita pun menyebut madzhab pemikiran mereka sebagai madzhab Umari. Ketika Abu Bakar dan Umar meninggalkan pasukan Usamah. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Nabi hendak menshalatkan 'Abdullah ibn Ubayy." Ketika Ali menegur Utsman yang melarang tamattu'. tetapi ia hanya berbicara berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya. tapi Umar melarangnya. Di tangan kalian ada kitab Allah. Cukuplah buat kita kitab Allah itu.Mereka menerima yang pertama secara ta'abbudi. Ibn Katsir. Rasulullah saw sering berijtihad. "Nabi saw dalam keadaan sakit parah." Hadits-hadits di atas --walaupun keabsahannya harus kita teliti secara kritis-. Utsman berkata: "Aku tidak melarangnya. dari Umar. Kalau benar. di sini para sahabat tidak merasa terikat dengan sunnah. Ini hanyalah ra'yu yang aku pegang. sangat takut kepada Umar dan tidak menemukan orang yang melawan pendapat Umar kecuali Ali ibn Abi Thalib. Nabi menyuruh sahabatnya mengambil dawat dan pena untuk menuliskan wasiatnya. "Seandainya azab turun." Nabi kemudian menceritakan tentang wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Nabi. Nabi menginginkan agar para tawanan Badar dibebaskan dengan tebusan. Bukankah Nabi mengatakan. dari Allah dan kalau salah." Umar juga diriwayatkan berkata: "Inilah ra'yu Umar. Kalau tidak ada tangisan. ijtihadnya boleh jadi benar atau salah. "Kamu lebih tahu urusan duniamu?" Bukhari meriwayatkan peristiwa yang oleh Ibn 'Abbas disebut sebagai "tragedi hari Kamis". padahal Nabi memerintahkan mereka untuk berada di dalamnya. Kalau tidak." Tampaknya Umar berpendapat bahwa kondisi sakit Nabi melahirkan ijtihad Nabi yang tidak perlu diikuti. "Sesungguhnya Nabi saw mengirimkan pasukan itu berdasarkan Ijtihad dan bukan berdasarkan wahyu yang diharamkan membantahnya. Sebagai lawan mereka --dalam pemikiran-. "Ia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya. silakan ambil ra'yu-ku. "Dengan ini kalian tidak akan sesat selamanya"' kata Nabi. Para ahli hadits meriwayatkan berbagai peristiwa ketika ijtihad Nabi berbeda dengan ijtihad 'Umar.

Al-Hasan ibn Abi al-Hasan --menjelang kematiannya-. daerah Hijaz. Allah dan Rasul-Nya terlepas darinya. "ambilkan hadits-hadits yang ada padamu.memerintahkan pembantunya untuk menyalakan api pembakaran. Di kalangan madzhab-madzhab ahl al-Sunnah. Abu Burdah. tetapi membentuk kontinum. Sementera itu. Konon. Fiqh al-ra'y makin diperteguh dengan kecenderungan umum madzhab Umari untuk mengabaikan penulisan hadits. tetapi mengaplikasikan nash secara baik. Janganlah meriwayatkan sesuatu pun dari Rasulullah saw. Sejarah singkat madzhab 'Umari ini menunjukkan tiga ciri khasnya: (1) madzhab ini memusatkan perhatian utamanya --dan seringkali dengan mengabaikan yang lain-. Abu Sa'id. Bila benar. dan lain-lain. Ke dalamnya. sehingga lahirlah mazhab Kufah yang menitik-beratkan Fiqh al-ra'y. ia datang menemuiku dan berkata. khusus di kalangan ahl al-Sunnah. Walaupun begitu. dan (3) madzhab ini menekankan aspek maqashid syar'iyyah atau kemaslahatan umat untuk menetapkan hukum. tak memperkenankan penggunaan ." Para tabi'in dari Kufah kelak berguru kepada Abdullah ibn Mas'ud. kecuali satu buku saja. Prinsip mereka dalam pengambilan hukum. Ibrahim al-Nakha'i. fiqh al-ra'y dan fiqh al-atsar ini tidak terpilah tegas. dan berkata: "Kalian meriwayatkan dari Rasulullah saw." Tradisi pengabaian penulisan hadits --dan sekaligus pembakarannya-dilanjutkan oleh tabi'in. Ketika Utsman melarang menggabungkan haji dengan 'umrah. penulisan hadits terlambat sekitar dua abad. ia berasal dari Allah dan bila salah ia berasal dari setan. berkembanglah madzhab Hijaz. dan kurang terikat pada zhawahir (makna tekstual) dan nash. Pada suatu pagi. (2) madzhab ini mengutamakan ra'yu ketimbang al-Sunnah. Madzhab-madzhab itu berbeda dalam intensitas penggunaan nash dan ra'yu. Umar menyuruh mengumpulkan hadits-hadits itu dan memerintahkan untuk membakarnya. manusia sesudahmu akan lebih daripada itu. sebelum ia memindahkan ibu kota ke Kufah pada masa kekhalifahannya. Akibatnya. "Hasbuna Kitab Allah. 'Aisyah melaporkan: "Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Nabi saw. Ali tetap tinggal di Madinah." Lalu saya berikan kepadanya. hadits-hadits yang kalian perselisihkan. halalkan yang halal dan haramkan yang haram. berdasarkan pemahaman yang benar akan maksud-maksud syara'. ia lemparkan semua tulisan." kata Umar. saya mati. Alasan Umar: "Aku khawatir hadits-hadits itu akan memalingkan orang dari Kitab Allah. ia menegur Ali: "Kau lakukan itu padahal aku melarangnya?" Ali menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw karena (ra'yu) salah seorang manusia. Ali Yafie melukiskannya sebagai lingkaran-lingkaran: "Lingkaran paling dalam (pertama) merupakan kelompok yang paling sedikit menggunakan ra'yunya. periwayatan hadits tetap berlangsung sampai zaman Umar. Abu Zahrah menulis: "Tidak seorang sahabat pun meninggalkan nash demi ra'yunya atau kemaslahatan yang dipandangnya. Untuk menangkis tuduhan bahwa Umar sering meninggalkan nash-nash al-Qur'an secara sengaja. Ashim. yang pertama kali melakukan tadwin hadits adalah Ibn Syihab al-Zahri atas perintah Umar ibn Abd al-Aziz. yaitu. Sa'id ibn Jubair. Nanti. jawablah: "Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. dan meninggalkan hadits-hadits itu padamu. Bila ada yang bertanya kepada kalian. yang menekankan Fiqh al-atsar." Abu Bakar juga pernah mengumpulkan orang setelah Nabi wafat. Ia membakarnya dan berkata: "Saya khawatir." Kita pun kemudian mengetahui bahwa di Madinah.mengatakan ini dengan ra'yuku. Rasul Ja'farian menyebutkan nama-nama ulama tabi'in yang melarang penulisan hadits.kepada al-Qur'an. Sesungguhnya maslahat yang difatwakan sahabat tidak bertentangan dengan nash.".

ia menjawab: "Abu Hanifah adalah orang paling pandai tentang apa yang sudah terjadi. menyebut hadist-hadist yang ditolak Abu Hanifah dan mencapai 150 hadits. ia akan mengambil banyak pendapatku. Dalam proses pengambilan hukum. Ali Hasan Abd al-Qadir: "Musuhmusuh Abu Hanifah menuduhnya tidak memberikan perhatian besar pada hadits. Abu Shalih al-Fura menuturkan." Katanya: "Rasulullah berkata. Madzhab ini banyak dilaksanakan di Saudi Arabia. Apa yang belum terjadi adalah ketetapan hukum berdasarkan qiyas. Bukankah agama itu ra'yu yang baik?" Barangkali ini penegasannya tentang keharusan nash tunduk pada analisis rasional. Kaidah mereka: la ra'yu fi al-din (tidak ada tempat rasio dalam agama)." Untuk memberikan contoh madzhab yang paling "Umari". "Sedangkan kelompok kelima. Abu Hanifah tidak tertarik untuk menemui mereka. Doktrinnya menyatakan bahwa rasio harus diperhatikan guna pertimbangan kemaslahatan." Nabi bersabda: "Dua jual beli dengan khiyar sebelum keduanya berpisah. "Lingkaran keempat adalah madzhab Syafi'i yang dipelopori Imam Syafi'i.akal. adalah mazhab yang frekuensi penggunaan akalnya lebih banyak. . terakhir. Disadari atau tidak. prajurit mendapat satu bagian. Kataku: "Berikan sebagian contohnya. kuda mendapat dua bagian. Hanya intensitas penggunaannya sangat sedikit." Rasulullah melakukan isy'ar (melukai punggung unta) sebelum menyembelih hewan kurbannya. karena diprakarsai Dawud al-Zhahiri yang dilanjutkan Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. "aku mendengar Yusuf ibn Asbath berkata.. Mazhab ini disebut mazhab Hanbali yang dipelopori Imam Ahmad ibn Hanbal. Madzhab yang menggunakan kaidah semacam ini disebut madzhab alZhahiri. madzhab ini lebih banyak menggunakan analogi atau qiyas." Ibn Abu Syaibah dalam bukunya. Abu Hanifah pernah dilaporkan berkata: "Seandainya Rasulullah berjumpa denganku. Kata Dr. Ia menolak banyak hadits demi ra'yu. Doktrin mereka menyatakan bahwa hadits dha'if harus lebih diprioritaskan daripada akal. marilah kita melihat madzhab Hanafi. Simaklah riwayat yang diceritakan Dr. Kata Abu Hanifah: "Aku tidak akan menjadikan bagian binatang lebih banyak daripada bagian seorang Mukmin. Kata Abu Hanifah: "Isy'ar adalah penganiayaan. hal itu dikarenakan Abu Hanifah sangat memperketat syarat-syarat penerimaan hadits." Yang dimaksud dengan apa yang sudah terjadi adalah hadits-hadits Nabi. tidak ada khiyar.. "Lingkaran yang kedua. Akal lebih dipentingkan dalam proses pengambilan hukum daripada hadits. merupakan madzhab yang menggunakan rasio agak lebih intens daripada kelompok pertama tadi. Kata Ibn Khaldun. Ia memprioritaskan ra'yu dalam mengeluarkan keputusan fiqh. Abu Hanifah memang hanya sedikit meriwayatkan hadits. ada empat orang sahabat. "Lingkaran ketiga. Kata Abu Hanifah: "Undian itu judi." Kata mereka: "Pada zaman Abu Hanifah. madzhab ini sebenarnya juga menggunakan rasio. . Abu Hanifah menolak 400 atau lebih hadits Nabi saw. ia menguji hadits dengan pertimbangan psikologis dan konteks sosial. pada bab khusus. kelompok yang disebut madzhab Maliki yang dipelopori Imam Malik. Kaidah mereka adalah al-Mashalih al-Mursalah. Ahmad Amin. Ketika Raqabah ibn Musqilah ditanya tentang Abu Hanifah. Madzhab ini dipelopori oleh Imam Hanafi. kurangnya hadits pada Abu Hanifah menunjukkan bahwa ia tidak merasa puas dengan menyampaikan hadits saja." Nabi mengundi istri-istrinya kalau mau bepergian." Kata Abu Hanifah: "Bila jual beli wajib.

Untuk mengapresiasi metode penafsiran Rahman.maka kita menyebutnya tafsir bi al-dirayah atau tafsir bi 'l-ra'y. kita akan terkejut menemukan bahwa klaim orisinalitas pembaruan Rahman –yang berulangkali disebut Taufik Adnan Amal dalam bukunya. Karena itu. al-Hadi dan al-Rasyid. baru tafsir al-Qur'an dengan al-Sunnah (misalnya. (Untuk menggembirakan kita semua kedua-duanya berhak disebut Syaikh al-Islam). Rupanya. Bila tafsir itu diperoleh dengan menukil penjelasan dari al-Qur'an lagi. menerima hadits dengan sikap kritis. bagi madzhab Hanafi. Kita tidak akan membicarakan pengaruh Abu Yusuf terhadap metodologi Rahman (dan juga Hosen). TAFSIR BI 'L-RIWAYAT DAN TAFSIR BI 'L-DIRAYAT Fiqh al-atsar mempunyai tandingan dalam tafsir bi al-riwayat. Kita akan membicarakan kritik pembaruan Rahman di akhir tulisan ini. Di antara kedua jenis tafsir itu. Anehnya. Tafsir --menurut Muhammad Ali al-Shabuni-. Rahman. al-Hadits. Untuk yang terakhir ini. kritik terhadap Rahman juga dapat dilacak pada kritik fuqaha al-atsar terhadap fuqaha al-ra'y. Di Mesir. Sebelum sampai ke situ. Di Pakistan. kemusykilan kedua penafsiran ini akan kita lihat. Bila tafsir itu berpijak pada ijtihad mufasir --dengan mengerahkan kemampuan nalar dan/atau intuisinya-.menyebut Abu Yusuf. Daerah-daerah madzhab Hanafi antara lain Mesir dan Pakistan. para mufasir menganggap taisir bi 'l-riwayat adalah yang paling dapat dipercaya. . Tafsir Kontekstual-hanya dapat diterima oleh orang yang tidak mempunyai dasar dalam pemikiran Islam tradisional. ketika merumuskan metodologi ijtihadnya. Fazlur Rahman dilahirkan. dari sinilah Rahman mengajak kita untuk menafsirkan al-Qur'an dengan melihat al-Qur'an secara keseluruhan dan dengan melihat "sebab-sebab pewahyuan". sebagai latar belakang teoretis dalam memahami penafsiran al-Qur'an yang dirumuskan oleh Rahman. antara lain pada masa al-Mahdi. Tidak heran kalau Fazlur Rahman sering --bahkan paling sering-. Di antara jenis-jenis tafsir bi 'l-riwayat. Ia memegang jabatan qadhi pada masa-masa kekhalifahan 'Abbasiyyah. sebagaimana fiqh al-ra'y mempunyai persamaannya dalam tafsir bi 'l-dirayat. dan menetapkan "sunnah yang dikenal baik" sebagai kriteria terhadap "semangat dan sikap kolektif" dari hadits. Muhammad saw. Rahman hampir sepenuhnya berpijak pada tafsir bi 'l-dirayat. lewat asbab al-nuzul). Ibrahim Hosen mereguk ilmunya. madzhab Hanafi tersebar ke seluruh kekuasaan Islam. Cukuplah dikatakan bahwa dengan mempelajari fiqh-fiqh klasik. sebagaimana kritik Rahman terhadap hadits (sunnah) dapat ditelusuri pada kritik fuqaha al-ra'y terhadap fuqaha al-atsar. dan menjelaskan maknanya serta menggali hukum-hukum dari hikmahnya. pendapat sahabat dan tabi'in. Sesudah itu. ada baiknya kita juga meninjau perkembangan metodologi penafsiran al-Qur'an. tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an adalah yang paling baik. Uraian di atas diberikan untuk menjelaskan dasardasar pemikiran Rahman pada perkembangan pemikiran Islam klasik. maka tafsir itu disebut tafsir bi 'l-riwayat atau tafsir bi 'l-ma'tsur.adalah ilmu untuk memahami Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Ia memuji Abu Yusuf karena memberikan penafsiran yang situasional kepada hadits yang "berdiri sendiri". Lewat tangan-tangan kekuasaan.Salah satu murid terkemuka dari Abu Hanifah adalah Abu Yusuf. tidak berbeda dari Ibn Taimiyah bagi madzhab Hanbali. tafsir bi 'l-riwayat seperti ini diambil Rahman ketika berbicara tentang hukum Islam dan ditinggalkan Rahman ketika membahas aspek teologis dan eskatologis ajaran Islam.

" Yang dimaksud dengan "khalifah" dalam surah al-Baqarah ayat 30 tidak terbatas pada Adam. Yunus ayat 14. Kedua. 7:52. Bahwa "apa yang kamu perbuat" adalah berhala-berhala itu. kita dapat membaginya ke dalam kelompok: tafsir Qur'ani yang murattab (berdasarkan urutan ayat dari al-Fatihah sampai al-Nas) dan tafsir Qur'ani maudhu'i (berdasarkan tema-tema atau topik-topik tertentu) Untuk mengetahui prosedur penafsiran qurani yang murattab. Selanjutnya. Perbedaan antara tafsir maudhu'i dengan tafsir murattab mirip dengan perbedaan antara thesaurus dengan . dan al-Qhashash ayat 88. ketika berada dalam tulang sulbi orang tua mereka. Ayat ini terdapat dalam kisah ucapan Ibrahim kepada para penyembah berhala. atau menjelaskan istilah-istilah yang dipergunakan dalam al-Qur'an. atau bersifat haliyah. kita akan melihat problematik al-Qur'an yufassir ba'dhuhu bad'dhan. padahal Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat (QS 37:96). Tafsir maudhu'i baru muncul belakangan. Setelah itu Allah mematikan mereka dan menghidupkan mereka kembali pada Hari Kiamat. dari penafsiran QS 31:14 dengan QS 46:15. kita akan melacak kemusykilan asbab al-nuzul. ayat "Dan Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat" (QS 37:96). "maka ayat-ayat al-Qur'an dilihat dari konteks ayat-ayat itu" (siyaq al-ayat). (QS 37:95). al-Najm ayat 42. dan alNaml ayat 62. kita akan menelusuri akar-akar penafsiran Rahman pada tafsir bi 'ldirayat. Bila kita teliti kitab-kitab itu. tetapi meliputi anak-cucunya. "ayat-ayat lain dipergunakan untuk memahami ayat-ayat yang mujmal atau sama." Misalnya. Yang dimaksud dengan konteks adalah "semua yang mengungkapkan ( makna) lafadz yang ingin kita pahami dari petunjukpetunjuk yang lain. Paling tidak. membedakan ketetapan legal dari sasaran dan tujuan al-Qur'an. wa lam yalbisu imanabum bi zhulm (QS 6:82) sebagai syirk berdasarkan ayat inn al-syirk la-zhulm 'azhim (QS 31:13). Yang dimaksud dengan kata al-mustaqar dalam surah alQiyamah ayat 12 adalah "tempat kembali" dengan melihat surah al-Insyiqaq ayat 6. dalam Tafsir al-Mizan. kita akan terjatuh ke dalam paham Jabbariyah. Tanpa melihat konteks ayat. yang --menurut Rahman-dapat mengungkapkan latar belakang situasional. seperti kasus-kasus atau fenomena yang menjadi petunjuk bagi topik yang dibicarakan. baik yang bersifat lafdziyah. Abd al-Karim alKhathib al-Mishri bahkan menamai kitab tafsirnya al-Tafsir al-Qur'ani li alQur'an. menafsirkan kata zhulm dalam. 2:185) dan al-Sunnah. Jadi jelas.Pertama kali. yang menjadi pijakan Rahman. Akhirnya. uraikan Pertama. Tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an mempunyai basis dalam petunjukpetunjuk al-Qur'an sendiri (QS 11:1. Tradisi Nabi ini dilanjutkan oleh para sahabat. mempermudah makna yang sulit. kita jalan yang ditempuh oleh al-Thabathaba'i. Ali ibn Abi Thalib menyimpulkan bahwa waktu minimal kehamilan adalah enam bulan. Banyak kitab tafsir mengaku menggunakan metoda ini. seperti kata-kata yang membentuk kalimat tunggal yang berkaitan dengan lafadz yang ingin kita pahami. kita akan menemukan prosedur penafsiran Qur'ani yang bermacam-macam. Semula manusia mati. Apakah kamu menyembah barang yang kamu pahat. serta menggali prinsip-prinsip universal ajaran Islam. al-'Alaq ayat 8. Nabi saw. Ibn Abbas menafsirkan dua kematian dan dua kehidupan dalam surah Ghafir ayat 11 dengan merujuk kepada surah al-Baqarah ayat 28. dengan melihat surah al-A'raf ayat 69. Kemudian Allah menghidupkan mereka di dunia.

Mengumpulkan ayat-ayat dalam hubungannya satu sama lain. (Kita) kumpulkan setiap ayat yang berkaitan dengan pengertian tertentu dan topik tertentu. dalam satu tempat. Pertama. Ja'far Subhani menulis serial mafahim al-Qur'an (sampai sekarang sudah selesai lima jilid). Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ini pernah mengajukan saran-saran bagi pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. Kelima. kita harus mengganti pendekatan ta'abbudi terhadap nash-nash dengan pendekatan ta'aqquli. bergerak dari yang khusus kepada yang umum. Dalam perkembangan pemikirannya yang kemudian. Ayat-ayat itu kemudian disusun dan dirangkai begitu rupa sehingga dihasilkan kesatuan pandangan yang lengkap dan kesatuan pemikiran yang menghimpun dan meliputi seluruh ayat tersebut." POKOK-POKOK PEMIKIRAN MADZHAB LIBERALISME Pendapat Prof. kita harus mendukung hak pemerintah untuk mentakhshish umumnya nash dan membatasi muthlaqnya. Seringkali kita mengalami kesulitan untuk memahami ayat atau mengetahui tujuannya karena jarak kita yang jauh dari zaman wahyu. kedua. Pertama. Tafsir maudhu'i dimulai dari topik. kita harus mengambil sunnah Rasul dari segi jiwanya untuk tasyri al-ahkam dan memberikan keleluasaan sepenuhnya untuk mengembangkan teknik dan pelaksanaan masalah-masalah keduniawian. Amal dan Pangabean memperincinya dalam Tafsir Kontekstual al-Qur'an.dictionary. prinsip-prinsip umum ini kita aplikasikan untuk memecahkan masalah-masalah konkret dewasa ini. kita harus sanggup menyimpulkan prinsip-prinsip umum ajaran al-Qur'an. TAFSIR KONTEKSTUAL FAZLUR RAHMAN Rahman dalam Tema Pokok al-Qur'an memperinci metodologi penafsiran alQur'an dalam tiga langkah. Dari ketiga langkah tersebut di atas. kita harus melepaskan diri dari masalikul'illah gaya lama dan mengembangkan perumusan 'illat hukum yang baru. pendekatan historis untuk menemukan makna teks.. dan karena kita tidak mengetahui konteks turunnya ayat itu atau petunjuk-petunjuk situasional yang berlaku pada masyarakat Islam saat itu. Secara operasional. kemudian dikumpulkan ayat-ayat yang berkenaan dengan topik tersebut. salah satu aspek dari topik tertentu itu. yaitu. dapat membantu kita dalam menghilangkan kekaburan dan ketidakjelasan. Nanti. kita harus meninggalkan pemahaman harfiah terhadap al-Qur'an dan menggantinya dengan pemahaman berdasarkan semangat dan jiwa al-Qur'an. Al-Qur'an menunjukkan dalam setiap surah atau setiap tempat.. Kita memperoleh manfaat lain dari pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu dengan tetap berpijak pada pandangan Qur'ani yang utuh tentang topik tersebut. pembedaan antara ketetapan legal dengan sasaran dan tujuan al-Qur'an. 26. Ibrahim Hosen. ".. KRITIK PADA FIQH IBRAHIM HOSEN . Ketiga. Pengantar pada tafsir ini –sepanjang pengetahuan saya dari kalangan kaum Muslim-. dan menjelaskan metodenya sebagai berikut: ". Kadang-kadang ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu tersebar pada surah-surah yang berbeda atau pada tempat-tempat yang berbeda dalam surah yang sama.. ketiga. ketiga langkah ini merupakan langkah pertama dalam perumusan prinsip-prinsip hukum Islam. Ia mengusulkan enam hal. Terakhir. Kedua.ditulis oleh Muhammad alBaqir al-Abthahi. pemahaman sasaran al-Qur'an dengan memperhatikan latar belakang sosiologisnya. Keempat. kita harus menggeser perhatian dari masalah pidana yang ditetapkan oleh nash kepada tujuan pemidanaan.

Islam akan dipandang hanya sebagai suplemen dan bukan sebagai alternatif. ketika kita meninggalkan makna lahir teks dan mencari jiwa atau semangat teks. Dalam situasi seperti itu puasa boleh ditinggalkan. karena justifikasi tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. Pertama. Kata "menutupkan kerudung" harus dipahami sebagai kata kiasan. Semangat ajaran Islam itu kesucian diri. Kita tidak boleh menerima teks-teks itu begitu saja (secara ta'abbudi). Kita tidak perlu mengeluarkan zakat bila pemerintah sudah melakukan kebijakan pemerataan pendapatan dan memberikan santunan pada fakir miskin. Kita masih dapat mengumpulkan pendapat-pendapat lain. Kata sebagian orang. Apakah perempuan tidak perlu memakai kerudung bila ia sudah pandai menjaga diri tidak melakukan tindakan yang "merangsang"? Kita memerlukan kriteria kapan teks harus ditinggalkan demi makna yang lebih dalam dan kapan makna yang lebih dalam itu harus diperlakukan sebagai pengayaan makna lahiriah dan bukan pengabaiannya. Rasulullah menyuruh mereka berbuka. Kita dapat menggashar shalat hanya karena kita baru saja menyelenggarakan seminar yang menguras energi. kita meninggalkan makna obyektif yang sudah jelas dan memasuki makna subyektif yang tidak jelas kriterianya. Dengan cara ini terbukalah peluang untuk memasukkan pikiran-pikiran non-islami ke dalam struktur syari'at Islam. Dengan kebebasan mencari 'illat baru. Ketiga. dahulu wanita-wanita Arab itu senang membuka dadanya untuk merangsang kaum pria. Perintah ini harus dipahami sebagai perintah untuk menahan diri dari perbuatanperbuatan yang mendorong orang ke arah pemuasaan nafsu. Makna lahiriah dari teks. KRITIK PADA FAZLUR RAHMAN . Saya yakin. kepastian hukum menjadi kabur. Tetapi yang menjadi persoalan ialah apakah berpegang pada semangat al-Qur'an atau al-Sunnah itu berarti tidak usah setia lagi pada makna lahiriahnya. Sekarang kita abaikan makna lahiriah ini. Kita tidak perlu terikat pada teks-teks lahir al-Qur'an dan Sunnah. Tanpa kriteria ini kaum liberalis dapat membawa kita ke arah tadhyi (pengabaian nash) dan tahrif (penyimpangan makna). Kita harus menggunakan akal (ta'aqquli). Mereka memerlukan tenaga dan kekuatan. ketika kita harus meninggalkan produktivitas. Apa semangat dari larangan ini? Umat Islam sedang menghadapi tugas yang berat. Kata sebagian orang. hukum-hukum syari'at dapat berubah. Sekarang. yang dimaksud ialah hendaknya wanita memelihara kesucian dirinya dengan menutup diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Pandangan ini menimbulkan beberapa kemusykilan. Fiqh menjadi alat status quo dan bukan sebagai korektor. Misal. Dalam istilah sebagian orang. pemikiran seperti ini tidak memerlukan usaha yang sungguh yang menjadi makna ijtihad. dengan mengganti 'illat qashar pada masyaqqah (kepayahan). "Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya sampai menutupi dada mereka" (QS.Esensi dari pemikiran Hosen ialah jiwa atau semangat dari al-Qur'an dan Sunnah. ketika kita memerlukan tenaga untuk membangun. berdasarkan pada 'illat baru. Kita harus mencari semangat atau ruh perintah ini. fiqh akan lebih berfungsi sebagai pemberi justifikasi daripada jurisprudensi. Kedua. bukan menutupkan kerudung. al-Nur: 31) jelas menunjukkan perintah memakai kerudung sampai menutup dada. apakah kita juga harus meninggalkan puasa. dengan menetapkan pemerintah sebagai pentakhshish dan pengtaqyid nash. qashar tidak lagi berlaku dalam perjalanan tetapi dalam situasi apapun yang membuat orang payah. Bukan semangat dari ajaran zakat ialah pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan? Ketika para sahabat bersiap diri menghadapi perang di bulan Ramadlan.

Lebih dari itu. sebagian besar tidak tahan kritik --bahkan pada tingkat kritik rawi atau sanad. Kadang-kadang sebab yang sama berkaitan dengan ayat-ayat yang berlainan (ta'addud al-nazil wa 'l-sabab wahid). Pernah orang datang kepada Rasulullah saw. Apakah meminta doa kepada Rasul itu hanya berlaku pada waktu Rasul masih hidup atau juga berlaku sekarang? Bukankah dari ayat ini dapat disimpulkan suatu prinsip umum: Bila berbuat dosa. karena jarak kita yang jauh dari masa wahyu." Dari mana kita memperoleh informasi tentang situasi masa lalu itu? Pertama. sebab itu khusus dan efek legalnya juga khusus. Di sini tampak bahwa prinsip umum yang diyakini oleh mufasir menentukan spesifikasi atau generalisasi asbab al-nuzul. sebagaimana yang telah banyak diketahui oleh para peneliti ulum al-Qur'an. Rahman menyadari pentingnya asbab al-nuzul. seperti yang dilukiskan oleh Taufik dalam buku ini (h. "terdapat jarak yang sangat jauh antara situasi sosial ketika nash-nash itu dilahirkan dengan situasi sosial dewasa ini. bila bertentangan dengan apa yang telah dipandangnya sebagai prinsip-prinsip umum ajaran alQur'an. Dalam kalimat Shadr. 224). hadist-hadist tentang asbab al-nuzul itu sangat sedikit. Di antara yang sedikit itu. tetapi mempunyai motif-motif yang patut dicurigai. Apalagi --sebagai pelanjut mazhab Umari-. datanglah kepada Rasulullah --baik dalam keadaan hidup atau mati dan mintakan agar beliau memohonkan ampunan buat kita? Kaum Wahhabi berpendapat bahwa tawassul itu syirik dan karena itu menganggap ayat ini hanya berlaku ketika Rasulullah masih hidup. Di kalangan para mufassirin terjadi ikhtilaf apakah pelajaran (al-'ibrah) itu bersifat spesifik (bi khushush al-sabab) atau umum (bi 'umum al-lafazh). Karena itu. Setiap orang juga tahu bahwa asbab al-nuzul dan tarikh sangat . Setiap orang akan setuju bahwa konteks historis sangat diperlukan untuk memahami alQur'an.berkenaan dengan hubungan antara dengan asbab al-nuzul. tetapi --pada saut yang sama-"menilai bahwa literatur asbab al-nuzul itu seringkali sangat bertentangan dengan kacau-balau" (h. sedang dalam situasi lain sebabnya khusus tetapi efek legalnya umum. Seperti dikatakan Subhani. Kemudian turun surah alNisa ayat 64. Kadang-kadang ayat yang sama dijelaskan dengan asbab al-nuzul yang berlainan (ta'addud al-asbab wa al-nazil wahid). yang terbukti seringkali ditulis oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan historiografi. tetapi hanya ahli sejarah yang dapat mengubah sejarah. dari buku-buku tarikh. sangat sukar kita memperoleh gambaran utuh mengenai situasi sosial waktu itu. Mereka berpegang pada sebab yang khusus (bi khushush al-sabab). para orientalis --lewat "analisis sosiologi" mereka-dapat "membuktikan" pengaruh-pengaruh Kristen dan Yahudi dalam al-Qur'an.Rahman seringkali tidak ragu-ragu menanggap hadisthadist sebagai "fiksi yang dirumuskan belakangan saja". 158). Terdapat juga kemusykilan dalam menentukan apakah dalam situasi tertentu.bersandar sepenuhnya pada pendekatan historis untuk memperoleh makna teks dari analisis latar sosiologis untuk memahami sasaran al-Qur'an. Tuhan dapat membuat sejarah. meminta agar beliau memohon ampun kepada Allah untuk orang itu. seperti kata sebagian orang. Yang paling musykil --dan justru di sini Rahman berpijak-. kita merumuskan situasi di zaman Nabi itu dari asbab al-nuzul.Metodologi Rahman --seperti telah disebutkan di atas-.adalah menetapkan apakah asbab al-nuzul itu hanya berkenaan dengan peristiwa atau orang yang spesifik atau dapat digeneralisasikan. Kemusykilan lainnya --yang terlalu panjang bila diuraikan di sini-. ketika nash-nash itu dijadikan rujukan. Kedua. Apalagi.

Tuhanku hanya mengharamkan kekejian. ketika Abu Jahal masih hidup. Al-A'raf termasuk surah yang turun dalam periode Makkiyah awal. Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Thabrani dari Mu'adz ibn Jabal disebutkan bahwa di antara yang pertama kali diharamkan pada permulaan kenabian adalah minuman khamr. sebagaimana ditegaskan dalam surah al-Baqarah ayat 214.al-Jashash menjelaskan: "Ayat ini menetapkan haramnya khamr. ketika manusia menjadi sebuah masyarakat (society). Mereka bertanya kepadamu tentang khmr dan judi. Abu Jahal terbunuh dalam perang Badar. Dosa semuanya diharamkan dengan firman Allah. kecuali untuk mempertegas (keharaman khamr) bagi menusia. Tetapi karena sahabat terus-menerus melakukan pelanggaran. Muhammad mengharamkan zina. juga." kata mereka.pengharaman khamr ini berlangsung secara gradual. Peristiwa ini terjadi di Makkah.penting. jauh sebelum turun surah al-Maidah. ketika umat Islam belum merupakan suatu masyarakat (society). penelitian saya tentang pengharaman menghasilkan kesimpulan yang berbeda. dan orang-orang Quraisy lainnya. Karena Allah berfirman. di Makkah. dan dosa." kata mereka lagi. tetapi akhirnya dianggap sebagai perbuatan setan (QS 5:90-91)." Inilah ratio legis haramnya alkohol. karena mereka menganggap enteng larangan ilahi ini. Allah tidak saja . Ketika ia bermaksud menyatakan Islamnya di depan Rasulullah saw. di tengah jalan ia dicegat Abu Sufyan. cukuplah ayat ini saja.. Abu Jahal. Apa prinsip umum yang dapat ditarik dari latar sosiologis ini? Kata Rahman. Dengan menggunakan metodologi Rahman. Yang pertama mengharamkan khamr sebenarnya adalah surah al-A'raf ayat 33. Marilah kita ambil kasus khamr. jika kita menyimpulkan --dari kesimpulannya-. Setelah umat Islam terbentuk sebagai masyarakat." "Abu Bashir. khamr diharamkan. "Hai Abu Bashir. Muhammad mengharamkan khamr. Menurut Thabathaba'i. "Tidak turun ayat alMa'idah. ". para ahli tafsir sepakat menyebutkan surah al-Maidah ayat 90 sebagai ayat yang terakhir. Rahman menunjukkan evolusi "sikap" al-Qur'an terhadap khamr. Dalam urutan pengharaman khamr. di dalamnya dosa besar.. bagaimana kita dapat memastikan situasi sosial dari tarikh yang dapat kita akses. Dan seterusnya. Mula-mula khamr dipandang sebagai rahmat Tuhan (QS 16:66-69). Menurut Rahman --juga kebanyakan ulama-. Kata A'sya. "Aku tidak keberatan.. Tentang surah al-Baqarah ayat 219 --yang dianggap Rahman dan kebanyakan mufassirin belum mengharamkan khamr-. al-A'raf:33).dan dosa (al-itsm) dan pembangkangan tak benar serta menyekutukan Allah. Al-Itsm dalam ayat itu adalah khamr..." Bahwa khamr telah diharamkan sejak awal bi'tsah dapat dilihat pada peristiwa masuk-Islamnya A'sya ibn Qais. tetapi hanya merupakan komunitas informal. Yang ingin diketahui orang ialah bagaimana Rahman menarik kesimpulan dari ayat-ayat yang tidak ada asbab al-nuzul-nya. Kita tidak tahu apakah Rahman setuju. maka pengharaman ditegaskan berkali-kali --dari tahrim 'am sampai tahrim khash bi tasydid albaligh (pengharaman khusus yang sangat keras). Katakanlah di dalamnya ada dosa besar (itsm kabir). Seandainya tidak turun ayat lain yang mengharamkan. Khamr sudah diharamkan sejak awal kenabian. Khamr tidak diharamkan. Kedua-duanya sangat dihajatkan terutama sekali untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai al-Qur'an ("ideal moral" alQur'an) atau sebab berlakunya hukum (ratio legis). alkohol menjadi membahayakan sehingga pengkonsumsiannya tidak diperkenankan. (QS.bahwa pengkonsumsian alkohol secara individual dalam komunitas informal tidak haram. Katakan Tuhanku hanya mengharamkan kekejian --baik yang tampak maupun yang tersembunyi-.

"Siapa saja yang mungkin salah atau lupa dan tidak tegas 'ishmahnya tidak boleh pembicaraannya menjadi hujjah. Karena itu surah al-Ma'idah 90 diakhiri dengan kata Mengapa kalian belum berhenti juga. sebagai penegas akan bahayanya. Dar al-Fikr. karena yang dimaksud manfaat itu manfaat dunia dan semua yang diharamkan ada manfaat duniawi bagi pelanggarnya. Ahmad Abu Dawud. 2. al-Ishahah fi Tamyiz al-Shahabah. al-Ghazali menolak semua pendapat itu dan berkata. yang melihatnya tetapi tidak menghadiri majelisnya. Mereka yang termasuk jumpa ini orang yang lama bergaul dengan Nabi atau yang sebentar. 1:443 al-Maktabah al-Salafiyah." Walhasil. al-Nasai. 250. Adapun kata manfaat bagi manusia tidaklah berarti menghalalkannya. Beirut. yang berperang besertanya atau tidak.. Pada halaman yang sama. tetapi (untuk khamr) mempertegasnya dengan menyebutkan dosa besar. Menurut riwayat. hal. Muslim.Riwayat ini dihimpun berdasarkan hadits Bukhari. atau yang tidak melihatnya seperti orang buta". Muhammad Taqiy al-hakim mengkritik kelemahan argumentasi al-Syatibi secara rinci. Mesir: Mustafa Muhammad. 6.Ibn Hajar mendefinisikan sahahat sebagai "orang yang berjumpa dengan Nabi saw. Karena basis metodologi Rahman adalah tarikh dan asbab al-nuzul. tanpa kota.Abu Zahrah. Bagaimana mungkin berhujjah dengan ucapan mereka dengan kemungkinan mereka salah. Mathba'ah al-Maktabah al-Tijariyah. Beirut. Pembaca yang tertarik dapat melihat M. Lihat: Fath al-Bari. Dar al-Andalus. tanpa tahun. pengharaman khamr diulangulang --makin lama makin keras-. 5.menjelaskan bahwa dosa itu haram. "Kami berhenti. al-Mustasyfa.Abu Ishaq al-Syatiby. 1974:133-143. Al-Syatibi mengutip ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits untuk menunjang pendapatnya. yang harus lebih dahulu dirumuskan adalah kritik keduanya (yang kurang diperhatikan Rahman). Ibn Majah. Bagaimana mungkin menetapkan ishmah mereka tanpa hujjah yang mutawatir? Bagaimana dapat dibayangkan adanya 'ishmah. 1:135. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'at. padahal mereka boleh ikhtilaf? Mungkinkah dua orang ma'shum ikhtilaf? Bagaimana mungkin. beriman kepadanya dan meninggal dalam Islam. padahal sahabat sepakat bolehnya bertentangan dengan sahabat yang lain? Abu Bakar dan Umar tidak mengingkari orang yang berbeda ijtihadnya .T Al-Hakim Al-Ushul al-'Ammah fi al-Fiqh al-Muqaran. Tarikh al-Madhahib al-Islamiyah.Fath al-Bari.karena sahabat masih tetap melakukannya. CATATAN 1. 1:457 3. Kami berhenti!" Ini hanyalah sebuah contoh penggunaan metodologi Rahman dengan hasil yang sama sekali berbeda dari konklusi Rahman. 4:74. tanpa tahun. Umar menjawabnya.Lihat al-Ghazali. Ibn Hajar al-Asqalani. 1:10 4.

menulis.Shahih al-Bukhari. Taysir al-Wushul 2:5. Shahih Muslim 2:52. Fath al-Bari 12:101.Taqdimah al-Ma'rifah li Kitab al-Jarh wa al-Ta'dil. 1:3. 1371. lihat juga Shahih Muslim. 14. Mengenai 'Udul-nya sahabat. dalam Kayhan-e Andisheh NO. al-Dar al-Mantsur 1:279. 1408." (Saya kutip lagi dari Muhammad 'Ajal al-Khatib. semuanya mati dalam iman. 1963. semuanya masuk surga. 4:352 dan 5:22. "Ra'y Gera'i Dar Ijtihad". hal. Bukhari meriwayatkan hadits ini tetapi dengan tidak lengkap. sebab mereka semna 'udul. 11. dalam Al-Tawhid.Abu Dawud 2:227. Kecuali untuk sahabat yang masuk Islam sesudah Bai'at al-Ridwan (sambil mereka pun tidak boleh disebut kecuali kebaikan). al-Hakim dalam al-Mubarak 2:59 dan 4:389." Begitu "sucinya" para sahabat itu sehingga Abu Zar'ah menulis.Muhammad Ibrahim Jannati. 9.Shahih Muslim 1:574. . tak ada yang menentang hal ini kecuali orang-orang bid'ah yang menyirnpang" (Al-Ishabah 1:9. ketahuilah bahwa dia itu zindiq (atheis). 12. dan kebajikan.Kupasan tentang perdebatan ini. 13. Ibn Majah 2:227.agar setiap mujtahid mengikuti ijtihadnya masing-masing. lihat Ibn Qayyim. V NO. tidak seorangpun masuk neraka. Ibn Hajar mengemukakan dalil-dalil tentang 'udul-nya sahabat secara rinci dalam kitab ini juga). Zad al-Ma'ad 1:177-225. 1:349. 57-58. Sunan al-Baihaqi. 9. Sunan al-Baihaqi 7:336. "Sepakat semua Ahl Sunnah bahwa sahabat seluruhnya 'udul. 3:69." Lihat Al-Ishabah 1:10. hal. tidak dikenai celaan. Maktabah Wahdah. Umdat al-Qari 11:151. "Seluruh sahabat itu mukmin yang saleh. Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:318. Kairo." 7. 252. hal. 395-396). bahkan mereka mewajibkan --dalam masalah ijtihad-. 5:148. Musnad Ahmad 1:314. Irsayad al-Sari 10:9. menurut Ibn Hazm. Ibn Al-Atsir dalam Usud al-Ghabah fi Ma'rifat al-Shahabah. Ibn Hajar berkata. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Mahliqa Qara'i. al-hakim 2:196. Heiderabad. pada Kitab Al-Muharibin. Sunan al-Nasa'i. Al-Sunnah qabl al-Tadwin. "Sahabat sama seperti perawi hadits yang lain kecuali satu hal --pada mereka tidak berlaku jarh dan ta'dil. "Ijtihad and the Practise of Ra'y". 8.dengan mereka.Abu Zahrah. vol. petunjuk. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:264. 2.Abu Dawud 2:242. 10. "Siapa yang mengkritik salah seorang di antara sahabat Rasulullah saw. Tarikh al-Madzahib. Kanz al-Ummal 3:102. 7-9.

Mustadrak al-Shahihain 3:109. Kanz al-Ummal 1:185. Thabaqat ibn Sa'ad 2:244. 255. 1:174. menyimpulkan dalil-dalil itu.Tadzkirat al-Huffazh. Gubahan syair dari Al-Amini al-Inhaqi dari Syiria.Al-Thabaqat al-Kubra. 20. 7:447. "Kitab al-'Ilam". 25. Tarikh Thabari 3:193.Tadzkirat al-Huffazh. 24. Tarikh al-Madzahib. 1:2-3. hadits NO.Dr.Di antara ayat-ayat yang menunjukkan keharusan mengikuti ahli bait adalah Al-Maidah 55 (Menurut banyak ahli tafsir. Saya kutip lagi dari Abu Zahrah.Al-Syatibi. Kanz al-'Ummal. Shahih al-Turmudzi 2:308. 1:22.Ibn Qayyim al-Jawziyyah. Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsah. dan hadits: "Ahli baitku adalah tempat yang aman dari ikhtilaf bagi umatku" (Mustadrak al-Shahihain 3:348). 1404. 138.Shaih al-Bukhari. 11:257. 1:5. 32-33. "I'lam al-Muqi'in. hal. Al-Ijtihad. 227-228. kamu tidak akan sesat selama-lamanya Kitab Allah den Ahli Baitku (hadits-hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Shaih Muslim dalam Kitab Fadhail al-Shahabat". turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib). 18. Al-Ijtihad: wa Mada Hajatina ilaih fi Hadza al-Ashar. Teheran: Sepahar. Tafsir al-Darr al-Mantsur 6:74. 1:7. Musa Towana. 19. 23. 1935. Shahih Muslim Bab "Tark al-Wasyiyyah" Musnad Ahmad. hal. yang jika kamu berpegang teguh. tanpa tahun. 17. 7:188. tarjamah Abu Bakr. Al-Ahzab 33 (tentang 'ishmah ahli bait). 16. 39-40.Tafsir Ibn Katsir 4:194. 27. hal. Kanz al-'Umal 1:47 dan lain-lain). dalam Limadza Ikhtartu Madzhab Ahl al-Bait.Asbab al-Ikhtilaf bain Aimmah al-Madzahib al-Islamiyah". Tarikh al-Khulafa.Al-Thabaqat al-Kubra. Mesir: Mathba'ah Sa'adah. Lihat juga Shahih Bukhari. "Al-'Itisham. tt 1:63-64. Di antara hadist-hadits tentang hal yang sama adalah hadits Tsaqalain: Aku tinggalkan bagimu dua hal. . bukan tempatnya di sini menuliskan semua riwayat yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama.Lihat Dr.Al-Thabaqat al-Kubra. Musa Towana. "Kitab al-Jihad". Al-Syura 23 (tentang keharusan mencintai ahli waris). dalam Hawl al-Wahdah al-Islamiyah. 26. Musnad Ahmad 4:366. dan Kitab al-Jizyah". 22. Al-Baihaqi 2:148. hal. 21.Tadzkirat al-Huffadz.15. tarjamah 'Umar 28.

" 40. Tasyir al-Wushul 1:282. 44. Sunan al-Baihaqi 1:472. Il-Ishabah 2:322. 33. hal. Tarikh Ibn Katsir 6:319. Tafsir al-Thabari 10:6. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 3:60 62. Musnad Ahmad 1:61. Al-Durr al-Mautsir 2:136. tetapi kemudian meng-itmam-kannya.Ibn Hazm dalam Al-Muhalla 5:227. lihat Al-Syawkani dalam Al-Awthar 3:374. Sunan al-Nasai 5:148. Shahih al-Bukhari 1:109. Bandung: Pustaka. Fath al-Bari 2:361. hal. Shahih al-Turmudzi 1:68. Sunan al-Muslim 2:260. 50. Tafsir al-Syawkani 1:418. 1988. Jakarta: Pustaka Panjimas. Al-Muhalla' 9:622. al-Baihaqi 7:164.Ibn Hajar. Lihat juga Shahih al-Bukhari 2:154. Sunan al-Nasai 3:100. Ibn Hajar memberikan komentar. 32.Al-Muwaththa'. Sunan al-Baihaqi 6:342-343. 39. Usman mula-mula shalat dua rakaat.. Al-Kamil ibn al-Katsir 2:146. Abu Bakar shalat di Mina dua rakaat. Tafsir al-Qurthubi 6:117. Musnad Ahmad 2:148 Sunan al-Baihaqi 3:126. Qum Abu Mujtaba. 30. Al-Durr al-Mantsur 3:252. dikutip lagi dari al-Nash wa al-Ijtihad. Sunan al-Baihaqi 1:429. Tafsir al-Zamahsyari 1:359.Lihat "Kontroversi sekitar Ijtihad 'Umar r. Sunan al-nasai 2:179. 38.95. sedangkan Marwan supaya orang mendengarkan khutbahnya. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 2:168. juga Al-Baladzuri dalam al-Anshab 5:26. lihat Tafsir al-Manar 10:297. 26 menulis: Kami telah menyatakan (1) bahwa sunnah dari kaum muslim di masa lampau secara konsepsional dan kurang lebih secara garis besarnya berhubungan erat dengan sunnah Nabi dan pendapat yang . hal.Tarikh al-Thabari 3:234. 3:192. Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam. 37. Mustadrak al-hakim 1:472. dalam Iqbal Abdurrauf Saimima.Shahih Muslim 1:142. 36. 10404 H. 152.Al-Jawharah al-Nayyirah. Taisir al-Khazim 1:356. 2:10.29.Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa' 1:282 dari Urwah: Rasulullah shalat dua rakaat di Mina pada shalat-shalat yang empat rakaat. Umar shalat di Mina dua rakaat. Sunan Abu Dawud 1:171.Shahih al-Bukhari 3:69. 31. 1983. "Utsman melihat kemaslahatan jamaah supaya dapat mengejar shalat. 34. ed. Shahih al-Muslim 1:349. Riwayat pelarangan bagian muallaf. 37. Sunan Ibnu Majah 1:348.Kitab al-Kharraj 24-25.a". 205. Membuka Pintu Ijtihad. Kitab al-Umm 1:173.Shahih al-Bukhari 3:69.Fazlur Rahman.

Kitab ini menunjukkan.Jami'Bayan Al-` Ilm. Jabir bin Abdillah dan lain-lain melarang sujud selain di atas tanah. Tetapi. 1:79.Lihat Ali Al-Hamady.Abu Zahrah. 49. Bandung: Pustaka. hal. Kitab Al-Fadhail. 1978. 14. hal. hadits ke 4170. Nabi saw. 267. (2) bahwa meskipun demikian. 42. 52.Catatan kaki pada hamisy kitab Sunan Al-Nasai. Ali bin Abi Thalib. kandungan yang khusus dan aktual dari sunnah kaum muslim di masa lampau tersebut sebagian besarnya adalah produk dari kaum muslim sendiri. 48. Umar Yang Agung.Syibli Nu'mani. 532.Jami' Bayan Al-`Ilm. Al-Sujud 'ala al-A'rdh.Tafsir Al-Nisabury. lihat juga Dhuha Al-Islam. 1:93-94. "Bab Ghazwat Al-Hudaibiyah. sahabat-sahabat seperti Abu Bakar. 51.menyatakan bahwa praktek-praktek muslim di masa lampau terpisah dari konsep sunnah Nabi adalah salah sekali. 2:180.Ansab Al-Asyraf. tt.Shahih Bukhari. hal. Dar Al Tarqib. Dar Al-Fikr Al-Araby. 5:263. Tidak mungkin kita menurunkan semua hadits itu di sini Cukuplah kita kutip hadits Muslim dari Khabab bin Al-Arat. 1:365.Al-Imam Al-Syafi'i. pada hamisy kitab Tafsir Al Thabari. 8:143. Kanz al-'Ummal.. tidak mengizinkan kami (sujud selain di atas . 2:244. Tarikh Al-Madzahib Al-Islamiyah. 41. Lihat Fath al-Bari.Shahih Bukhari. 43. 1404. "Bab I: Al-Hawah". 50. 2:401. 44.Syarh Al-Muwaththa'. "Kami mengeluoh kepada Rasulullah tentang udara yang sangat panas sehingga tanah menjadi sangat panas pada dahi-dahi kami. Kitab Al-Riqaq. Fath al-bari 7:449-450." Kitab Al-Maghazi. 45. (3) bahwa unsur kreatif dari kandungan ini adalah ijtihad personal yang mengalami kristalisasi menjadi ijma' berdasarkan petunjuk pokok dari sunnah nabi yang tidak dianggap sebagai sesuatu yang sangat bersifat spesifik. berdasarkan hadit-hadits yang diriwayatkan Ahl Sunnah bahwa disamping Rasulullah saw. Turmudzi 3:302. Al-Umm. 11:463-476. "Bab Itsbat". 1:221.. 1:208. Abdullah bin Mas'ud. (4) bahwa kandungan sunnah atau sunnah dengan pengertian sebagai praktek yang disepakati secara bersama adalah identik dengan ijma'. 2:244. Lihat juga Sunan al-Baihaqi 2:68. 47. 46. Shahih Muslim. Tanwir Al-Hawalik.

Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah. hal.Shahih Al-Bukhari. 58. Kitab Al-Birr wa Al-Shilah. 3:124. 3:40. Dar Ihya' Al-Turats Al-'Arabiy. 10:197-198. 8:889. Nabi saw. berkata. juz I. Tarikh Ibn Katsir. 53. 7:214 57. tetapi mereka dilarang berbuat begitu. Fath Al-Bari. Usud Al-Ghabab. Beirut. mengizinkan mereka sujud di atas pakaian mereka itu. Tarikh Dimasq. 698-701. dalam Al-Nihayah. 54. ibid.Al-Sirah Al-Nabawiyyah. . Al-Ishabah. 257.Kata Al-Dzhabi dalam Tadzkirat Al-Huffadz..Shahih Muslim. ketika menjelaskan hadits ini. Ibn Al-Atsir. Ibn Katsir. Mustadrak Al-Hakim. 4:481. 19:72-75. Ketika mereka mengadukan apa yang mereka alami. Lihat juga biografi Al-Haban bin Al-'Ash pada Al-'Isti'ab. bab "Man La Ha'arahun Naby".tanah). "Bab Walladzi Qala li Walidaihi". "Para fuqaha menyebut peristiwa ini berkenaan dengan sujud. Al-Bidayah wa Al-Nihayah. 59.Tafsir Al-Thabari. 56.Ibn Katsir. Waktu itu para sahabat meletakkan ujung baju mereka dilarang ketika akan sujud untuk menghindarkan panas yang sangat. lihat juga biografi Abdurrahman bin Abi Bakr dalam Ibn Asakir.Abu Zahrah. 55.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful