P. 1
Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Sejarah Fiqh)

Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Sejarah Fiqh)

|Views: 331|Likes:
Published by chai_i

More info:

Published by: chai_i on Nov 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah

Editor: Budhy Munawar-Rachman Penerbit Yayasan Paramadina Jln. Metro Pondok Indah Pondok Indah Plaza I Kav. UA 20-21 Jakarta Selatan Telp. (021) 7501969, 7501983, 7507173 Fax. (021) 7507174

TINJAUAN KRITIS ATAS SEJARAH FIQH
oleh Jalaluddin Rakhmat 1. FIQH AL-KHULAFA' AL-RASYIDIN: FIQH PENGUASA

Dari Fiqh Al-Khulafa' Al-Rasyidin Hingga Madzhab Liberalisme

Seorang laki-laki datang menemui 'Umar bin Khathab: "Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air." Maksud kedatangannya untuk menanyakan apakah ia harus shalat atau tidak. Umar menjawab, "Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air." 'Ammar bin Yasir berkata pada 'Umar bin Khathab: "Tidakkah Anda ingat. Dulu --engkau dan aku-- pernah berada dalam perjalanan. Kita dalam keadaan junub. Engkau tidak shalat, sedangkan aku berguling-guling di atas tanah. Aku sampaikan kejadian ini kepada Rasulullah saw. Dan Nabi berkata, cukuplah bagi kamu berbuat demikian." Mendengar demikian Umar menegur 'Ammar: "Ya Ammar, takutlah pada Allah", Kata Ammar, "Ya Amir al-Mu'minin, jika engkau inginkan, aku tidak akan menceritakan hadits ini selama engkau hidup." [1] "Yang dimaksud Ammar," kata Ibn Hajar, [2] "Aku melihat memang lebih baik tidak meriwayatkan hadits ini ketimbang meriwayatkannya Aku setuju denganmu, dan menahan diriku. Toh, aku sudah menyampaikannya, sehingga aku tidak bersalah." Sejak itu, 'Ammar tidak meriwayatkan peristiwa itu lagi. 'Umar tetap berpegang teguh pada pendapatnya -- orang junub, bila tidak ada air, tidak perlu shalat. "Wa hadza madzab masyhur 'an 'Umar," kata Ibn Hajar. Semua sahabat menolak pendapat Umar, kecuali Abdullah bin Mas'ud. Al-Bukhari mencatat perdebatan Abdullah bin Mas'ud dengan Abu Musa al-Asy'ari tentang kasus ini pada hadits No. 247. Abu Musa menentang pendapat Abdullah --sekaligus madzhab Umar-- dengan mengutip ayat ("jika kalian tak mendapatkan air hendaklah tayamum dengan tanah yang baik"). Menarik untuk dicatat bahwa kelak dengan merujuk ayat yang sama, mazhab Hanafi melanjutkan mazhab 'Umar. Lebih menarik lagi untuk kita catat adalah beberapa pelajaran dari riwayat di atas. Pertama, memang terjadi perbedaan paham di antara sahabat dalam masalah fiqhiyah Kedua, lewat kekuasaan, 'Umar menghendaki pembakuan paham dan mengeliminasi pendapat yang berlainan. Ketiga, terlihat ada sikap hiperkritis dalam menerima atau menyampaikan riwayat Dan keempat, perbedaan di antara para sahabat berpengaruh besar pada ikhtilaf kaum Muslim pada abad-abad berikutnya Karena itu membicarakan fiqh para sahabat menjadi sangat penting sebagai pijakan bagi pembahasan masalah fiqh mutakhir. Saya akan memulai makalah ini

dengan membahas urgensi fiqh sahabat dalam keseluruhan pemikiran fiqhiyah. Setelah itu, saya akan menjelaskan sebab-musabab timbulnya ikhtilaf fiqh di antara para sahabat, karakteristik fiqh sahabat, dan contoh-contoh fiqh al-khulafa al-rasyidin. URGENSI FIQH SAHABAT Fiqh shahabi memperoleh kedudukan yang sangat penting dalam khazanah pemikiran Islam. Pertama, sahabat --sebagaimana didefinisikan ahli hadits-adalah orang yang berjumpa dengan Rasulullah saw dan meninggal dunia sebagai orang Islam. [3] Dari makalah kita mengenal sunnah Rasulullah, karena itu, dari mereka juga kita mewarisi ikhtilaf di kalangan kaum Muslim. Kedua, zaman sahabat adalah zaman segera setelah berakhirnya masa tasyri'. Inilah embrio ilmu fiqh yang pertama. Bila pada zaman tasyri' orang memverifikasi pemahaman agamanya atau mengakhiri perbedaan pendapat dengan merujuk pada Rasulullah, pada zaman sahabat rujukan itu adalah diri sendiri. Sementara itu, perluasan kekuasaan Islam dan interaksi antara Islam dengan peradaban-peradaban lain menimbulkan masalah-masalah baru. Dan para sahabat merespon situasi ini dengan mengembangkan fiqh (pemahaman) mereka. Ketika menceritakan ijtihad pada zaman sahabat, Abu Zahrah menulis: [4] Di antara sahabat ada yang berijtihad dalam batas-batas al-Kitab dan alSunnah, dan tidak melewatinya; ada pula yang berijtihad dengan ra'yu bila tidak ada nash, dan bentuk ra'yu-nya bermacam-macam; ada yang berijtihad dengan qiyas seperti Abdullah bin Mas'ud; dan ada yang berijtihad dengan metode mashlahat, bila tidak ada nash. Dengan demikian, zaman sahabat juga melahirkan prinsip-prinsip umum dalam mengambil keputusan hukum (istinbath; al-hukm.); yang nanti diformulasikan dalam kaidah-kaidah ushul fiqh. Ketiga, ijtihad para sahabat menjadi rujukan yang harus diamalkan, perilaku mereka menjadi sunnah yang diikuti. Al-Syathibi [5] menulis, "Sunnah sahabat r.a. adalah sunnah yang harus diamalkan dan dijadikan rujukan." Dalam perkembangan ilmu fiqh, madzhab sahabat --sebagai ucapan dan perilaku yang keluar dari para sahabat-- akhirnya menjadi salah satu sumber hukum Islam di samping istihsan, qiyas, mashalih mursalah dan sebagainya. Madzhab sahabat pun menjadi hujjah. Tentang hal ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian menganggaprlya sebagai hujjah mutlak; sebagian lagi sebagai hujjah bila bertentangan dengan qiyas; sebagian lainnya hanya menganggap hujjah pada pendapat Abu Bakar dan Umar saja, berdasarkan hadits ("berpeganglah pada dua orang sesudahku, yakni Abu Bakar dan Umar"); dan sebagian yang lain, berpendapat bahwa yang menjadi hujjah hanyalah kesepakatan khulafa' al-Rasyidin. [6] Terakhir keempat, ini yang terpenting, ahl al-Sunnah sepakat menetapkan bahwa seluruh sallabat adalah baik (al-shahabiy kulluhum 'udul). Mereka tak boleh dikritik, dipersalahkan, atau dinilai sebagaimana perawi hadits lain. Imam ahli jarh dan ta'dil, Abu Hatim al-Razi dalam pengantar kitabnyamenulis: [7] Adapun sahabat Rasulullah saw, mereka adalah orang-orang yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui tafsir dar ta'wil, yang dipilih Allah untuk- menemani Nabi-Nya, untuk menolongnya, menegakkan agamanya, memenangkan ke benarannya... Allah memuliakan mereka dengan karunia-Nya menempatkan

kedudukan mereka pada tempat ikutan. Mereka dibersikkan dari keraguan, dusta, kekeliruan, keraguan kesombongan, dan celaan. Allah menamai mereka sebagai 'udul al-ummah (umat yang paling bersih)... Merekalah 'udul alummah, pemimpin-pemimpin hidayah, hujjah agama, dan pembawa al-Qur'an dan al-`Sunnah. Karena posisi sahabat begitu istimewa, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah. Tentu saja, menurut kesepakatan ahl al-sunnah, di antara para sahabat itu yang paling penting adalah khulafa al-rasyidun. Bila mereka sepakat, pendapat mereka dapat membantu memecahkan masalah fiqh; bila mereka ikhtilaf, mazhab sahabat menimbulkan kemusykilan yang sulit diatasi. Lalu mengapa mereka ikhtilaf? PENYEBAB IKHTILAF DI KALANGAN SAHABAT Salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat adalah prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah saw. Sementara itu, setelah Rasulullah wafat, putuslah masa tasyi'. Menghadapi masalah-masalah baru itu, muncul dua pandangan. [8] Kelompok pertama memandang bahwa otoritas untuk menetapkan hukumhukum Tuhan dan menjelaskan makna al-Qur'an setelah Rasulullah wafat dipegang ahl al-Bait. Hanya merekalah, menurut nash dari Rasul, yang harus dirujuk untuk menyelesaikan masalah-masalah dan menetapkan hukum-hukum Allah. Kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam masa berhentinya wahyu, karena mereka tahu betul --tugas mereka adalah mengacu pada Ma'shumun. Kelompok kedua memandang tidak ada orang tertentu yang ditunjuk rasul untuk menafsirkan dan menetapkan perintah Ilahi. Al-Qur'an dan al-Sunnah adalah sumber untuk menarik hukum-hukum berkenaan dengan masalahmasalah yang timbul di masyarakat. Kelompok ini --kelak disebut Ahl alSunnah-- ternyata tidak mudah mengambil hukum dari nash, karena banyak hal tak terjawab oleh nash. Mereka akhirnya menggunakan metode-metode ijtidah seperti qiyas atau istihsan. Semua Khalifah al-Rasyidin termasuk kelompok kedua, kecuali Ali bin Abi Thalib. Kelompok kedua lebih banyak menggunakan ra'yu, dan kelompok pertama lebih banyak merujuk nash. Kelompok kedua banyak menggunakan dalil aqly, kelompok pertama dalil naqli. Umar pernah melarang hajji tamattu', padahal al-Qur'an dan al-Sunnah sangat tegas menetapkannya. Ketika Utsman juga melarangnya, Ali secara demonstratif melakukannya di depan Utsman. Kata Utsman: Aku melarang manusia melakukan tamattu, dan engkau sendiri melakukannya. Ali menjawab: Aku tak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw. hanya karena pendapat seseorang. [9] Setelah perdebatan ini, menurut riwayat lain dari Abdullah bin Zubair, Utsman berkata: Sesungguhnya laranganku itu hanya ra'yuku saja. Siapa yang mau boleh menjalankannya; siapa yang tak mau boleh meninggalkannya. [10] Contoh lainnya adalah hukuman dera bagi peminum khamr. Rasulullah saw. menderanya 40 kali. [11] Umar --atas saran Abd al-Rahman bin Auf menderanya 80 kali. Ali kembali menderanya 40 kali. Rasulullah saw. menetapkan thalaq tiga dalam satu majlis itu dihitung satu. [12] Begitu pula Ali. Umar menetapkan thalaq tiga itu jatuh tiga sekaligus. Umar memutuskan hukuman rajam bagi orang gila yang berzina. Ali membebaskan hukum itu berdasarkan hadits. [13]

Bila contoh-contoh tadi berkenaan dengan perbedaan antara ketetapan nash dengan ra'yu, contoh-contoh berikut menunjukkan perbedaan memahami nash. Kata quru dalam wal muthalaqatu yatarabbashna bi anfusihim tsalatsatu quru' diartikan berbeda-beda. Abdullah bin Mas'ud dan Umar mengartikan "quru" itu haidh. Zaid ibn Tsabit mengartikannya masa bersuci di antara haidh dengan haidh lagi. [14] Ibn Umar menafsirkan "al-muhshanat dalam ayat wa al muhshanat min alladzina utu al-kitab sebagai wanita Muslim, karena itu Ibn Umar mengharamkan wanita ahli kitab dinikahi laki-laki Muslim. Ibn 'Abbas menganggap ayat itu sebagai pengecualian (takhshish) dari ayat wa la tankihu al-musyrikat hatta yu'minna. Utsman tampaknya sependapat dengan Ibn 'Abbas, karena ia menikah dengan Nailah, wanita Nashrani, dan Thalhah menikahi wanita Yahudi dari Syam. [15] Kadang-kadang ikhtilaf terjadi di antara para sahabat karena perbedaan pengetahuan yang mereka miiiki. Sebagian sahabat, misalnya, mengetahui nash tertentu, sebagian lain tidak mengetahuinya. Umar pernah menegur orang yang dikiranya salah ketika membaca QS al-Fath: 26. Ia memarahi orang itu. Tetapi Umar kemudian dikoreksi Ubayy bin Ka'ab. Kata Ubayy Anda tahu saya berada di dalam beserta Rasulullah saw. ketika ia membaca ayat itu. Engkau sendiri berada di pintu... Demi Allah Ya Umar, sesungguhnya Anda tahu, ketika saya hadir Anda tidak ada; ketika saya diundang, Anda tidak. [16] Al-Syaikh Muhammad Muhammad al-Madany menjelaskan ikhtilaf yang berkenaan dengan sunnah: [17] salah satu sebab

Sahabat Rasulullah saw., yang mengambil sunnah dari Nabi dan meriwayatkannya, berbeda-beda dalam kemampuan pengambilannya dan dalam menerima riwayatnya. Rasulullah saw. ditanya tentang suatu masalah. Ia menghukum dengan hukum tertentu memerintahkan atau melarang sesuatu, melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Yang hadir waktu itu dapat menyimpan peristiwa itu, yang tidak hadir tentu tidak mengetahuinya. Ketika Rasulullah saw. wafat, bertebaranlah sahabat di negeri-negeri, dan setiap penduduk negeri mengambil dari sahabat yang ada di negeri mereka. Berkata Ibn Hazm: "Orang Madinah hadir pada tempat yang tidak dihadiri orang Basrah, orang Basrah menghadiri tempat yang tidak dihadiri orang Syam; orang Syam hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Basrah; orang Basrah menghadiri yang tidak dihadiri orang Kufah; orang Kufah hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Madinah. Ini semua terjadi dalam hadits, dan pada saat kita memerlukan informasi. Padahal --seperti telah kita jelaskan--sebagian sahabat pada sebagian waktu tidak hadir di majelis Rasulullah saw., sedangkan sebagian lagi hadir. Setiap orang hanya mcngetahui apa yang ia saksikan, dan tidak mengetahui apa yang tidak ia hadiri. Ini jelas menurut akal. 'Amar dan yang lain mengetahui tentang tayamum, Umar dan Ibn Mas'ud tidak mengetahuinya, sehingga mereka berkata: Orang junub tidak tayamum, walau pun tidak menemukan air selama dua bulan. Ali Hudzaifah al-Yamani dan lain-lain mengetahui hukum mengusap tetapi 'Aisyah, Ibn 'Umar, Abu Hurairah tidak mengetahuinya walaupun mereka penduduk Madinah. Anak perempuan dari anak beserta anak perempuan mendapat waris diketahui Ibn Mas'ud tetapi tidak diketahui Abu Musa. Marilah kita berikan satu contoh lagi yang lebih ilustratif. Ketika orang sedang berkumpul di hadapan Umar bin Khathab, masuklah seorang laki-laki: "Ya Amir al-Mu'minin, ini Zaid bin sabit berfatwa di masjid dengan ra'yunya berkenaan dengan mandi janabah." Kata Umar: "Panggil dia!" Zaid pun datang dan Umar berkata: "Hai musuh dirinya sendiri!, aku dengar kau berfatwa pada manusia dengan ra'yumu sendiri? Kata Zaid: "Ya Amir al-Mu'minin. Aku tidak melakukan itu. Tetapi aku mendengar hadits dari paman-pamanku, lalu aku

ikhtilaf di antara para sahabat dapat diselesaikan oleh khalifah. dari segi prosedur penetapan hukum. 'Ammar bin Yasir. Jika kita mengambil dari siapa saja di antara mereka. Allah memberikan keluasan pada umat dengan adanya ikhtilaf furu'i di antara mereka. Ia mengutus orang bertanya pada Hafshah.sampaikan – dan Abi Ayyub dari Ubbay bin Ka'ab. Menurut Muhammad al-Khudlari Bek. Ia berkata: "Apakah kalian berbuat demikian bila kalian bercampur dengan isteri kalian dan tidak keluar air mani kalian mandi?" Kata Rafa'ah: "Kami melakukan begitu pada zaman Rasulullah saw. [30] Pada bagian ini. Semua orang berkata tidak perlu mandi. Mereka boleh ikhtilaf. Tidak turun ayat yang mengharamkan. 'Aisyah ditanya. dan ijtihad dengan ra'yu seperti al-Mashalih al-Mursalah dan istihsan. karena bila mereka tidak membukanya." Kata Umar: "Kalian sahabat-sahabat yang ikut Badr sudah ikhtilaf. Abu Dzar. Hafshah tidak tahu. tokoh ukhuwah Islamiyah yang menghentikan kutukan pada Ali di mimbar. lalu bermusyawarah. Khalifah bahkan menetapkan sangsi bagi orang yang mempunyai pendapat berbeda. aku akan pukul dia. Hudzaifah dan sebagian besar Bani Hasyim -. menurut mereka. ikhtilaf para sahabat ini menjadi sumber perpecahan.seperti Miqdad.merujuk pada ahl al-Bait dalam menghadapi masalah-masalah baru. para mujtahid berada dalam kesempitan. Para sahabat -. Artinya. ia membuka umat untuk memasuki Rahmat-Nya. Lagi pula. Tidak juga ada larangan dari Rasulullah saw. Kata 'Aisyah: "Bila khitan sudah bertemu khitan." Lalu Umar mengumpulkan Muhajirin dan Anshar. ikhtilaf ini adalah assets bagi perkembangan pemikiran. istihsan. b) qiyas pada nash atau pada ijma'. apalagi orang-orang setelah kalian!" Kata Ali. ijtihad mereka menggunakan tiga metode: a) menjelaskan dan menafsirkan nash. Ah al-Bait memiliki kema'shuman berdasarkan nash al-Qur'an dan al-Sunnah. Buat orang yang berjiwa terbuka. Kedua cara ini melahirkan dua mazhab besar di kalangan sahabat – Madzhab 'Alawi dan Madzhab 'Umari yang akhirnya mewariskan kepada kita sekarang sebagai Syi'ah dan ahli Sunnah." Kata Umar: "Apakah Rasulullah saw. 'Umar bin Abd al-'Aziz. pendapat seseorang menjadi hujjah bila orang itu ma'shum. Mereka berpendapat bahwa ada dua nash yang dengan tegas menyuruh kaum Muslim berpegang teguh pada pimpinan ahl-al-Bait. jadilah itu sunnah. wajib mandi. Dalam kasus-kasus yang lain. berkata: "Aku tidak senang kalau sahabat Nabi tidak ikhtilaf. fiqh mereka ini hanya terbatas pada qiyas. sadd al-dzara'i. Menurut Muhammad Salim Madkur. kecuali Ali dan Mu'adz. wajib mandi. Mereka adalah teladan yang diikuti. Buat orang-orang sektarian." Kata Umar: "Bila ada lagi orang berfatwa bahwa tidak wajib mandi kalau tidak keluar. [21] . sempitlah manusia dibuatnya. Ya Amir al-Mu'minin: "tidak ada orang yang lebih tahu dalam hal ini kecuali isteri Rasulullah saw. Muhammad Ali al-Sais menyebutkan bahwa ijtihad sahabat itu meliputi qiyas. mereka membuka pintu ijtihad bagi manusia. ada dua cara yang dilakukan para sahabat. mengetahuinya?" Kata Rafa'ah: "Tidak tahu. ikhtilaf di antara para sahabat itu dibiarkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Seandainya pendapat mereka itu tunggal." [18] Dalam kasus yang baru kita ceritakan." dari Rifa'ah bin Rafi'." [19] KARAKTERISTIK FIQH SAHABAT Seperti telah disebutkan di muka. tapi akan memutuskan perhatian pada metode ijtihad kelompok sahabat yang tak merujuk ahl al-Bait. Kata Umar: "Panggil Rafa'ah bin Rafi'. almashalih al-mursalah. Dengan begitu. al-baraah al-ashliyah. Keduanya berkata: "Jika kedua khitan bertemu. saya tak akan membicarakan kelompok sahabat ini.

Ia membakar dan berkata. walaupun ada nash sharih (tegas) yang bertentangan dengan itu. "Aku takut jika aku mati aku masih meninggalkan hadits-hadits ini bersamamu. dan haramkanlah apa yang diharamkannya" [24] 3) Al-Zuhri meriwayatkan. penulisan hadits terlambat sampai abad 8 M. Ia memikirkannya selama satu bulan. Mereka tenggelam dalam tulisan mereka dan meninggalkan Kitab Allah. Umar ingin menuliskan sunnah-sunnah Rasulullah saw. serta Rasulullah dan Abu Bakar melakukannya. "Aku membawanya. Umar datang dan berkata. "Kalian meriwayatkan hadits Rasulullah saw. ada tiga tahap dalam ijtihad para sahabat: a) merujuk pada nash al-Qur'an dan al-Sunnah b) menggunakan metode-metode ijtihad seperti qiyas." [22] 2) 'Aisyah meriwayatkan: Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Rasulullah saw. [25] Umar kemudian mengumpulkan haditshadits itu dan membakarnya. Padamu ada Kitab Allah. Berikut ini contoh-contohnya. dan Abu Mas'ud al-Anshari. jawablah -. Umar ibn Abd al-Aziz (meninggal 719/101) adalah orang yang pertama menginstruksikan penulisan hadits. Pada tahap pertama. Ketika terjadi banyak pertengkaran dan ikhtilaf. tampaknya lebih memusatkan perhatian pada ayat-ayat al-Qur'an (atau ruh ajaran al-Qur'an) dengan agak mengabaikan (kadang-kadang menafikan hadits). Nabi berkata: "Bawalah ke sini. bila nash tidak ada atau tidak diketahui. bila tidak ada nash. ia memutuskan dan menyatakan: "Aku teringat orang-orang sebelum kalian. dan c) mencapai kesepakatan lewat proses perkembangan opini publik yang alamiah. aku tuliskan bagimu tulisan yang tidak akan menyesatkanmu selama-lamanya. Janganlah meriwayatkan satu Hadits pun dari Rasulullah saw. para Khulafa al-Rasyidin selain Ali.Menurut pendapat saya. bahkan pertimbangan kepentingan umum (maslahat) didahulukan dari nash." Terjadi ikhtilaf di antara orang-orang di rumah itu. Nabi saw./2 H. [28] Karakteristik kedua dari ijtihad sahabat. di antaranya Umar bin Khathab. halalkanlah apa yang dihalalkannya.. di rumah Rasulullah saw. yang kalian pertengkarkan. Pada suatu pagi ia datang padaku dan berkata: "Bawalah hadits-hadits yang ada padamu itu. "Kami tidak memberi ." Umar berkata: "Nabi sedang dikuasai penyakitnya. Di antara mereka ada yang mengikuti ucapan Umar." [23] alDzahabi meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang setelah Nabi wafat dan berkata. mengharapkan bimbingan Allah dalam hal ini. menggunakan qiyas atau pertimbangan kepentingan umum. Khalid Muhammad Khalid menulis tentang ijtihad Umar dalam alDimuqrathiyyah: Umar bin Khattab telah meninggalkan nash-nash agama yang Suci dari al-Qur'an dan al-Sunnah ketika dituntut kemaslahatan untuk itu. 1. sehingga di kalangan ahl al-sunnah." [27] Tradisi pelarangan hadits ini dilanjutkan para tabi'in. Abu Darda. Di bawah ini saya kutipkan berbagai riwayat berkenaan dengan sikap Khulafa al-Rasyidin pada Hadits (sunnah): 1) Dari Ibn Abbas: ketika Nabi menjelang wafat. Menurut satu riwayat. Bila al-Qur'an menetapkan bagian muallaf dari zakat. [26] Ia juga menetapkan tahanan rumah pada tiga sahabat yang banyak meriwayatkan hadits: Ibn Mas'ud. berkata: "Pergilah kamu semua dari aku. Pada suatu pagi. berkumpul orang-orang. Dalam beberapa kasus. Jika ada yang bertanya kepada kalian. Tidak layak di hadapanku bertengkar. Nanti orang-orang setelah kalian akan lebih bertikai lagi.Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. Cukuplah bagimu Kitab Allah.

. pendapat-pendapat tertentu kemudian berkembang menjadi opini generalis. jika tidak pedanglah yang memutuskan antara kamu dan kami.. Umar merobek surat itu dan berkata. al-Dawalibi menulis hal yang sama dalam 'Ilm Ushul al-Fiqh: "Di antara kreasi Umar r. Ini adalah prinsip taghayyarat bihi alfatwa litaghayyur al-zaman. [34] b) menambahkan adzan ketiga pada hari Jum'at . orang secara bebas memberikan tafsiran pada sunnah Rasulullah saw. "Ia. [39] Saya hentikan kutipan kasus-kasus ijtihad Khulafa' al-Rasyidin di sini." Kata Ibn Qayyim. Ali bin Abi Thalib mengharamkannya. sehingga sahabat menahan dirinya untuk tidak mudah menjatuhkan thalaq. "Mereka kembali pada Abu Bakar dan berkata. [37] e) mengambil zakat dari kuda. tapi menyalurkan hak itu fi sabilillah. Umar melihat ini untuk kemashlahatan umat di zamannya..a. Dr. Marilah kita lihat proses perkembangan pemikiran para sahabat sehubungan dengan sunnah. Berkembanglah berbagai penafsiran. [35] c) melarang haji tamattu. kecuali dalam satu hal: Apa yang disepakati tidak selalu berkembang dari hasil persaingan pendapat yang demokratis.. Al-Fujaah pernah menyatakan diri ingin berjihad dan meminta perbekalan pada Abu Bakar. lalu konsesnsus. Kata Umar: "Manusia terlalu terburu-buru di tempat yang seharusnya hati-hati. Mereka berpendapat. Abu Bakar menyuruh Tharifah bin Hajiz untuk membawanya ke Madinah. setelah Rasulullah saw. sedangkan di zaman Nabi.. Al-Fujaah ternyata menggunakan fasilitas Abu Bakar ini untuk merampok. lalu opini publik. mereka datang kepada Umar.. [33] Utsman juga melakukan banyak "pembaharuan" dalam fiqh Islam: a) mengitmamkan shalat dalam keadaan safat di Mina." [29] 2. Jika kamu Islam (baiklah itu). wafat. Abu Bakar menghukumnya dengan membakarnya hidup-hidup. Seringkali yang disebut ijma' adalah konsensus yang "ditetapkan" oleh penguasa . Menurut Fazlur Rahman. Ketika kelompok muallaf datang menemui Abu Bakar untuk menuntut surat. Amir al-Mu'minin Umar bin Khathab melihat orang telah melecehkan urusan thalaq. yang menunjang kaidah hukum berubah karena perubahan zaman ialah jatuhnya thalaq tiga dengan satu kalimat. [36] d) membolehkan tidak mandi bagi yang bercampur dengan isterinya tanpa mengeluarkan mani. [32] 5. Dalam proses free market of ideas. thalaq tiga pada sekali ucapan dijadikan satu seperti hadits shahih dari Ibn 'Abbas. [30] 3. Umar melarangnya. [40] pada zaman para sahabat. "Adakah khalifah itu atau dia? "Abu Bakar menjawab." Ketika Rasul dan Abu Bakar membolehkan penjualan Ummahat al-Awlad. "Kami tidak memerlukan kalian lagi. Abu Bakar dan Umar tidak memberikan hak khumus dari keluarga Rasulullah saw. " Lalu berlalulah apa yang diputuskan Umar..kamu sedikit pun karena Islam. waktu itu yang disebut sunnah ialah apa yang disebut Imam Malik sebagai al-amr al-mujtama' 'alaih. Umar meninggalkan sunnah dan menyingkirkan ijma. insya Allah. Saya hampir sependapat dengan Fazlur Rahman. Abu Bakar dan permulaan Khilafah Umar. [38] f) mendahulukan khotbah sebelum shalat pada shalat 'id. khalifah yang berhak mengatur pembagian khumus. Abu Bakar memberinya bekal. Utsman bin Affan membolehkan "menikahi" dua orang wanita bersaudara dari antara budak belian sekaligus. Ketika talaq tiga dalam satu majelis dihitung satu menurut Sunnah dan ijma. Umar ingin menghukum keteledoran ini. [31] 4. Karena itu. Allah sudah memenangkan Islam dan melepaskan dari kalian.

engkau tidak tahu hal-hal baru yang kami adakan sepeninggal Rasulullah. Ada pun shalat. dan perbuatan yang lain telah berubah. Ia memegang tangan Muthrif bin Abd Allah dan berkata: Ia telah shalat seperti shalatnya Muhammad saw. KESIMPULAN Fiqh para sahabat --khususnya seperti diwakili oleh al-Khulafa.politik waktu itu. Bani Umayyah telah mengubah sunnah Nabi. selain mewariskan kemusykilan bagi kita sekarang. [43] Bid'ah-bid'ah ini telah mengubah sunnah Rasulullah saw. khususnya yang dijalankan secara setia oleh Ali dan para pengikutnya. mereka sahabatku. waktunya telah diakhirkan. Sebagian sahabat mulai mengeluhkan terjadinya perubahan ini. Tentu saja. sunnah Nabi sudah banyak diubah. Anda menjadi sahabat Rasulullah saw. [48] Jadi pada zaman sahabat pun. Tidak berlebih-lebihan kalau kita simpulkan bahwa fiqih al-Khulafa al-Rasyidin adalah fiqih penguasa. FIQH TABI'IN: FIQH USHUL Sejak zaman sahabat (dan ini diakui para sahabat sendiri) telah terjadi perubahan-perubahan dalam syari'at Islam. Fiqih shahabi memberikan dua macam pola pendekatan terhadap syari'ah yang kemudian melahirkan tradisi fiqh yang berbeda. kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah saw sudah diubah. Ia mengingatkan aku pada Shalat Muhammad saw. sampai shalat pun. Mereka meninggalkan sunnah karena . Anda berbaiat kepadanya di bawah pohon. Ketika banyak orang marah karena 'Umar dikritik. untuk itu diperlukan penelaahan kritis terhadapnya. [44] Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan. AlMusayyab memuji Al-Barra bin 'Azib: "Beruntunglah Anda. [42] Kata ma ahdatsna (apa-apa yang kami adakan) menunjukkan pada perbuatan bid'ah yang dilakukan para sahabat Nabi. Nabi saw: "Ya Rabbi. Adzan tetap seperti dulu. Ini pun sudah dilalaikan orang". Ada dua sikap ekstrim terhadap sahabat yang harus dihindari: menghindari sikap kritis atau melakukan sikap hiperkritis." [41] 2." tanya Al-Zuhri. Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat ada rombongan manusia yang pernah menyertai Nabi diusir dari al-haudh (telaga). "Mengapa Anda menangis. 'Umar sendiri berkata. mereka tidak mengenal kamu (yang kamu amalkan) kecuali kiblat kamu". kecuali shalat. Salah satu sebab utama perubahan adalah campur tangan penguasa. Tidak berubah. Ikhtilaf di antara para sahabat. "Semoga Allah meyampaikan kepadaku kesalahan-kesalahanku sebagai suatu bingkisan. Al-Zarqani mengomentari hadits ini: Yang dimaksud "orang" adalah sahabat. tidak berganti. Imam Malik meriwayatkan dari pamannya Abu Suhail bin Malik. Anas menjawab. Suatu ketika seorang tabi'in." Al-Barra menjawab. [46] AlHasan al-Bashri menegaskan: "Seandainya sahabat-sahabat Rasulullah saw lewat. Dikatakan kepadanya: Engkau tak tahu apa-apa yang mereka ada-adakan sepeninggal kamu. [45] Kata AlZuhri: Aku menemui Anas bin Malik di Damaskus. [47] 'Umran bin al Husain pernah shalat di belakang Ali. Sayang sekali. sikap kritis ini telah "dimatikan" dengan vonnis zindiq oleh sebagian ahli hadits. Ia melihat Ibn Zubair memulai shalatnya sebelum khutbah. Hai anak saudaraku. Ia sedang menangis. juga --seperti kata 'Umar ibn Abdul Aziz-.menyumbangkan khazanah yang kaya untuk memperluas pemikiran. Ibn 'Abbas berdoa: Ya Allah. Ia berkata: Aku tidak mengenal lagi apa-apa yang aku lihat dilakukan "orang" kecuali panggilan shalat. alRasyidun-. "Aku sudah tidak mengenal lagi apa yang aku lihat.adalah fondasi utama dari seluruh bangunan fiqh Islam sepanjang zaman. Karena pertimbangan politik. laknatlah mereka. dari bapaknya (seorang sahabat).

para tabi'in. Sahabat yang terkenal punya banyak murid adalah Ibn Mas'ud di Iraq. karena itu. atau karena posisinya memungkinkan untuk itu. [49] Contohnya. dan karenanya secara singkat ia disebut Fiqh al-ushul. Umar bin Khatab menahan para sahabat senior di Madinah dan melarang mereka meninggalkan kota itu. Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka. Yang keluar kebanyakan bukan fuqaha. yang menjadi tradisi Rasulullah saw dan para sahabat Nabi seperti Abu Bakar. Fiqh Tab'in. ia mempertimbangkan alasan-alasan. Dalam kaitan ini. baik secara politik maupun administratif dalam pemerintahan. Karena pendapat-pendapat para sahabat terbagi dua --yang berpusat pada al-hadits dan al-ra'y-. Jika semua hadits mereka disatukan hanya berjumlah 1411 hadits. kecuali yang diizinkan keluar oleh Umar. membahas itu semua.kita akan membicarakan juga tradisi fiqh al-atsar dan fiqh al-ra'y. marilah kita lihat sedikit latar belakang fiqh APA YANG DIMAKSUD DENGAN FIQH TABI'IN Setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. [51] Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana campur tangan kekuasaan politik membentuk fiqh. Secara keseluruhan. Sebelum tabi'in. ketika kekuasaan Islam meluas. kita lebih banyak menelaah ushul ketimbang fiqh. Hal ini disebabkan ushul adalah sandaran para tabi'in. seperti Abdullah bin Mas'ud. Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa. 'Umar ingin mengambil manfaat dari pendapat mereka. Menarik untuk dicatat. Sebagian lagi banyak sekali memberi fatwa. Abdullah ibn 'Umar serta ayahnya Al-Faroq. juga mengambil ijtihad para sahabat. para . Kedua. Baru ketika Utsman memerintah. tidak banyak. Kebanyakan. selain mengambil hadits sebagai sumber hukum. mungkin karena ketidaktahuan. Dari sahabat.benci kepada Ali. yakni mereka yang berguru pada sahabat. Jabir ibn Abdullah dan lain-lain. Ibn Mas'ud. Juga bukan sahabat senior. Pertama. Fiqh tabi'in. kurang dari 27% hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah (Abu Huraiah meriwayatkan 5374 hadits). penguasa politik kemudian melakukan manipulasi hadits dengan motif politik. dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat. bahkan sedikit sekali sahabat yang keluar dari Madinah. Utsman 146 hadits. dan lain-lain. mereka diizinkan keluar. Abu Zahrah menulis: [52] Sebenarnya. Abu bakar meriwayatkan hanya 142 hadits. kita juga akan mengupas kemusykilan ijtihad sahabat. Dalam perkembangannya. menjaharkan basmalah. menurut Abu Zahrah. sujud di atas kain menjadi syi'ar Ahl al-Sunnah. Ibn 'Umar. Umar 537 hadits. [50] Contoh yang lain adalah sujud di atas tanah. bahwa dalam khazanah fiqh ahl al-Sunnah para khalifah sedikit sekali memberi fatwa atau meriwayatkan al-hadits. kehatihatian. sebagai upaya menghapus jejak Ali. murid-murid sahabat itu para mawali (non Arab). Karena itu. hanya sedikit para sahabat yang meninggalkan Madinah. umumnya bukanlah murid al-Khulafa al-Rasyidin. Zaid ibn Tsabit dan lain-lain di Madinah. Karena fiqh lebih banyak didasarkan pada al-hadits. sebelum Dinasti Umayyah berkuasa. orang-orang Islam bertanya pada sahabat dalam urusan hukum-hukum agama. sedangkan sujud di atas tanah dianggap musyrik dan dihitung sebagai perbuatan zindiq". Sebab itu. atau lagi-lagi pertimbangan politis. Abu Musa al-Asy'ari. Dalam pada itu. umumaya fiqh mawali. Ali 586 hadits. mungkin karena pengetahuan mereka.

al-Thabari meriwayatkan ucapan Nabi saw tentang Ali: "Inilah washihu dan khalifahku untuk kamu". mengapa Anda tinggalkan sahabat dan mendatangi 'Alqamah. Al-Syu'bi. [54] Kedua. Sulayman ibn Yasar (wafat 100 H) dan Kharijah ibn Zaid ibn Tsabit (wafat ?). Ada beberapa cara manipulasi hadits. Mu'awiyah pun mengakuinya. Tetapi ia membuang semua isi surat itu dengan alasan "supaya orang banyak tidak resah mendengarkannya. Dari situ paling tidak kita melihat petunjuk (indikator) manipulasi hadits pada zaman tabi'in. Ia lari ke kamar 'Aisyah ra. Shahih Bukhari menghilangkan ucapan Abd al-Rahman dengan mengatakan faqaala 'Abd al-Rahman ibn 'Abi Bakar syai'an (Abd al-Rahman mengatakan sesuatu). mereka melakukan ijtihad seperti atau dengan metode yang dilakukan para sahabat. Abu Hurairah. Pertama. "Kalian menginginkan kekuasaan ini seperti kekuasaan Heraclius!". Banyak diantara tabi'in yang mencapai faqahah (kefaqihan) begitu rupa sehingga sahabat (sic!) berguru pada mereka. Ketika Marwan menjadi Gubernur Mu'awiyah di Hijaz. Abu Bakar ibn 'Abid (wafat 94 H). 'Urwah ibn al-Zubair (wafat 94 H). Marwan marah dan menyuruh orang menangkap Abd al-Rahman. ia meminta rakyat untuk membaiat Yazid. Bila ada masalah baru yang tidak terdapat pada kedua hal tersebut. Isi surat ini secara lengkap dimuat dalam Kitab Shiffin dari Nashr bin Mazahim (wafat 212 H) dan Muruj al-Dzahab tulisan al-Mas'udi (wafat 246 H). BUKTI-BUKTI MANIPULASI HADITS Di sini tidak ditunjukkan manipulasi hadits kecuali seperti tampak pada kitabkitab hadits yang ada sekarang. [53] Dengan cara itu. dan Abdullah ibn Amr. Tentu saja kata "washi"dan "khalifah" mempunyai konotasi yang sangat jelas. dan 'Ikrimah mawla Ibn Abbas. Kehormatan Khalifah dan Gubernurnya terpelihara. Abd al-Rahman ibn Abu Bakar memprotes Marwan sambil berkata. Ka'ab al-Ahbar sering dimintai fatwa oleh Ibn Abbas. Kata-kata ini dalam Tafsir al-Thabari dan Ibn Katsir diganti dengan: wa kadza wa kadza (demikianlah-demikianlah). [55] Ketiga. memberikan makna lain (ta'wil) pada hadits. antara lain sebagai berikut. Dalam tarikhnya.tabi'in mengumpulkan dua hal: Hadits-hadits Nabi saw dan pendapatpendapat para sahabat (aqwal al-shahabat). Abidullah ibn Abdillah (wafat 99 H). 'Aisyah menolak asbab al-nuzul ini. Al-Thabari (wafat 310 H) melaporkan peristiwa itu dengan menunjuk kedua kitab di atas sebagai sumber. Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abu Bakar (Wafat 108 H). Ayahku menjawab Aku menemukan sahabat-sahabat Nabi bertanya kepada 'Alqamah dan meminta fatwanya. membuang sebagian isi hadits dan menggantinya dengan kata-kata yang tidak jelas. Muhammad ibn Abu Bakar menulis surat kepada Mu'awiyah menjelaskaan keutamaan Ali sebagai washi Nabi saw. Ada tujuh orang faqih tabi'in yang terkenal (al-fuqaha al-sab'ah): Sa'id ibn Musayyab (wafat 93 H). kecaman kepada Mu'awiyah dan Marwan tidak diketahui. Ibrahim al-Nakh'i. 'Alqamah dan Ka'ab keduanya tabi'in. saudaranya. ketika al-Nasai diminta meriwayatkan . membuang seluruh berita tentang sahabat dengan petunjuk adanya penghilangan itu. Contoh-contoh yang diberikan di sini difokuskan pada manipulasi yang diduga beralasan politis. Al-Dzahabi ketika meriwayatkan biografi Al-Nasai menulis." Ibn Atsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah juga menghilangkan kedua surat itu dengan mengemukakan alasan yang sama. Marwan berkata: Ayat al-Qur'an: alladzi qala liwalidaihi uffin lakum turun tentang Abd alRahman. Qabus ibn Abi Zhabiyan berkata: Aku tanya ayahku. Di samping mereka ada 'Atha ibn Abi Rabah. Hamad ibn Abu Sulayman Salim mawla Ibn Umar.

Kemudian ia melirik kepada Ibn Sam'an: "Bagaimana pendapat kamu?" Kata Ibn Sam'an: "Anda.keutamaan Mu'awiyah. ia mengundang Malik ibn Anas. washiku dan Khalifahku untuk kamu. washiku. kata al-Manshur. Ia dikawal para prajurit dengan pedang-pedang terhunus. tetapi Bukhari dan Muslim memang meriwayatkan hadits ini. Al-Thabrani memberi komentar: Ia menjadikan washi untuk keluarganya. siapa yang aku laknat atau aku kecam. Beberapa tabi'in juga melarang penulisan hadits. Ibn Sam'an dan Ibn Abi Dzuaib. atau orang-orang yang bodoh dalam ilmu hadits. Pada bukunya. Khalifah bertanya. Al-Thabari. "hadits apa yang harus aku keluarkan kecuali ucapan Nabi. Al-Thabrani. ia mengutip ucapan Nabi: Siapa yang akan membantuku dalam urusan ini supaya menjadi saudaraku. jadikanlah laknat dan kecaman itu kesucian dan rahmat baginya. bukan untuk Khalifah. Abu Nu'aim al-Isbahani. melarang penulisan hadits Nabi saw. aku tawassul padamu dengan Allah swt dan aku meminta tolong padamu dengan Muhammad saw dan dengan kekeluargaanmu padanya. dalam Hayat Muhammad melakukan hal yang sama. Ibn Hisyam mendasarkan tarikhnya pada tarikh Ibn Ishaq." "Aku maafkan Anda". Ia menganggap riwayat itu sebagai dusta. mendha'ifkan hadits-hadits yang mengurangi kehormatan penguasa atau yang menunjang keutamaan lawan. Demi Allah. yang dibuat-buat oleh orang Syi'ah. [57] Al-Thabrani dalam Majma' al-Zawaid meriwayatkan ucapan Rasulullah saw kepada Salman bahwa Ali adalah washi-nya. Keempat. kata Ibn Hisyam dalam pengantarnya. Berkenaan dengan ini bagian "Fiqh al-Khulafa' al-Rasyidin" di atas. "Tetapi aku tinggalkan sebagian riwayat Ibn Ishaq yang jelek bila disebut orang". demi Allah. Ia membenci Al-Harits karena kecintaannya yang berlebihan pada Ali dan mengutamakan Ali di atas sahabat yang lain. Karena itu. Anda berikan . Al-Syu'bi meriwayatkan hadits dari Al-Harits al-Hamdani." [58] Belakangan ini Muhammad Husayn Haykal. Anda berhaji ke Baitullah. Setelah berbicara panjang. ya Amir al-Mu'minin. Ia berkata: menyampaikan padaku Al-Harits. membuang sebagian isi hadits tanpa menyebutkan petunjuk ke situ atau alasan. dan bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama masuk Islam. Kelima. dan khalifahku untuk kamu. cetakan kedua (Tahun 1354). salah seorang pendusta. Kata Al-Dzahabi: Barangkali yang dimaksudkan dengan keutamaan Mu'awiyah ini adalah ucapan Nabi saw: Ya Allah. Pada Hayat Muhammad. [56] Bagaimana mungkin laknat Nabi menjadi kesucian dan rahmat. Di antara yang dibuang itu adalah kisah "wa andzir 'asyirataka al-aqrabin". cetakan pertama. Al-Syuibi mengutamakan Abu Bakar. "Bagaimana pendapat kalian tentang diriku? Apakah aku pemimpin adil atau zalim?" Malik bin Anas berkata: "Ya Amiral Mu'minin. Keenam. orang yang paling baik. 3. Anda perangi musuh. "Inilah saudaraku. Ibn Katsir mendha'ifkan riwayat Nabi tentang Ali sebagai Washi. ucapan Nabi saw ini dihilangkan sama sekali. [69] Ia lupa bahwa hadits ini diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi oleh Imam Ahmad. Ibnu 'Asakir dan lain-lain. Lahirnya Madzhab-madzhab Fiqh Ketika al-Manshur baru saja diangkat menjadi khalifah. Ibn Abd alBarr mengomentari ucapan al-Syu'bi: Ia tidak menjelaskan apa alasan dusta untuk Al-Harits. semoga Allah tidak mengenyangkan perut Mu'awiyah". ia berkata. Al-Syu'bi mendustakan Al-Harits. maafkanlah aku untuk tidak berbicara. Dalam Ibn Ishaq diriwayatkan Nabi saw berkata. wallahu a'lam.

sebetulnya banyak madzhab muncul. Fame bestows no favors upon the losers. Anda persulit orang yang kuat. . Anda lindungi orang yang lemah supaya tidak dimakan yang kuat. "Menurut pendapatku. Masih sezaman dengan Malik dan bahkan Malik pernah berguru kepadanya. namanya hampir tidak pernah disebut dalam buku-buku tarikh. Imam Malik menjadi terkemuka setelah al-Manshur memberikan segala kehormatan kepadanya. anak yatim. adalah seorang alim yang terkenal faqih dan wara. Dalam tulisan ini kita akan mencatat beberapa orang tokoh madzhab yang terlupakan. Anda tahan harta mereka. Tapi sebelum itu. ia bermusyawarah dengan Malik untuk menggantungkan al-Muwaththa pada Ka'bah dan memerintahkan orang untuk beramal menurut Kitab itu." Sifat terakhir ini justru menyebabkan Ja'far tidak disenangi penguasa. Fiqhnya "dicurigai" dan para pengamalnya dianiaya. yang hanya takut kepada Allah saja. sedang puasa. Walau Malik menolak rencana kedua khalifah itu. kita tahu bahwa Malik didukung para penguasa. aku lihat pedang dan itu berarti kematian. "Benar. dan orang miskin. Malik berkata tentang Ja'far: "Aku pernah berguru pada Ja'far bin Muhammad beberapa waktu. dan umat teradil. al-Manshur berkata kepada Malik: "Saya punya rencana untuk memperbanyak kitab yang kau susun ini. dengan para pengikut yang tersebar di berbagai bagian dunia Islam. Ia pun hampir tidak dikenal kecuali pada kalangan pengikutnya saja. yang dikisahkan Ibn Qutaybah. Sejarah memang hanya memihak yang menang. Tidak pernah aku lihat ia meriwayatkan hadits dari Rasulullah kecuali dalam keadaan suci. Seperti akan kita uraikan nanti. Menurut al-Dahlawi. dan boleh jadi lebih faqih dari Malik. serta saya instruksikan agar mereka mengamalkan isinya sehingga mereka tidak mengambil yang lain. adalah faqih dari keluarga Rasulullah saw. ketika Harun al-Rasyid berkuasa. di samping Malik. tidakkah kamu lihat apa yang ada dihadapanmu?" kata alManshur. Ia lebih berani. dan ia termasuk ulama yang taat beribadah. Anda hancurkan yang lemah. Aku tidak pernah melihatnya kecuali dalam salah satu di antara tiga keadaan: sedang shalat. demi Allah. "Atas nama Allah bagaimana pendapatmu tentang diriku?" Yang ditanya menjawab. Anda merampas harta Allah. dan bagian keluarga Rasul. nama lengRapnya Abu al-Harit Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn alMughirah ibn Dzuaib al-'Amiri. Ibn Dzuaib. tetapi karena tidak didukung penguasa. yaitu saya salin. Ja'far al-Shadiq." Begitu pula. Ibn Abi Dzuaib. tentu saja tidak dikenal. orang terbaik. Andalah tonggak agama. Menunjukkan posisi Malik ibn Anas dibandingkan ulama yang sezaman dengannya. Anda manusia terjahat. Ketika naik haji. zuhud. atau sedang membaca al-Qur'an." Peristiwa di atas. dan kepada setiap wilayah kaum Muslim saya kirim satu naskah. Ibn Dzuaib adalah orang yang membukukan hadits di Madinah. Apa alasanmu di hadapan Allah nanti?" "Celaka kamu. kita akan meninjau latar belakang historis dari tumbuhnya madzhab-madzhab fiqh.keamanan di jalan. Pada akhir bagian ini kita akan membicarakan "pokok dan tokoh" madzhab yang masih memiliki banyak pengikut sampai sekarang. RasulNya." Kemudian al-Manshur melirik Ibn Abi Dzuaib. Ia tak bicara sesuatu yang tak manfaat. Bagiku sama saja apakah mati itu dipercepat atau diperlambat. Namun sekarang hampir tidak ada orang yang mengenalnya. Malik bin Anas kelak terkenal sebagai pendiri madzhab Maliki. Tapi. madzhab-madzhab itu akhirnya hilang dari catatan sejarah.

Kedua madrasah ini berbeda dalam menafsirkan al-Qur'an. dan sebagainya. membunuh para pengikut setianya. Aisyah. madrasah alKhulafa bercabang lagi ke dalam dua cabang besar: Madrasah al-Hadits dan Madrasah al-Ra'y. dan melakukan istinbath hukum. dan Hanbali-. melandaskan fiqhnya pada al-Qur'an. berpusat di Iraq. Muhammad Farouq al-Nabhan menjelaskan sebabsebab berikut: a) Hubungan yang buruk antara ulama dan khulafa. Karena tekanan dan penindasan. Ibn Umar. Kemaslahatan berbeda dengan mereka dalam rangka menjauhi dan menentang mereka lebih besar dari kemaslahatan mengamalkan yang musthab itu. Abu Dzarr. Dr. al-Sunnah dan Ijtihad para sahabat. Syafi'i. Karena walaupun meninggalkannya tidak wajib menampakkannya berarti menyerupai (tasyabbuh) mereka. Yang pertama. Yaitu ahl al-Bayt dan para pengikutnya. Sementara itu. Tidak jarang sunnah Rasulullah yang sahih ditinggalkan karena sunnah itu dipertahankan dengan teguh oleh para pengikut ahl al-Bayt. mereka mengembangkan esoterisme dan disimulasi untuk memelihara fiqh mereka. Para khalifah banyak melakukan hal-hal yang melanggar sunnah Rasulullah saw b) Terputusnya hubungan antara pusat khilafah dengan pusat ilmiah. pusat pemerintahan berada di Syam. Yang kedua. Madrasah ahl al-Bayt tumbuh "di bawah tanah" mengikuti para imam mereka. Pada zaman sebelum itu. Aisyah. Abu Rafi Mawla Rasulullah. dan sedapat mungkin menghindari ra'yu dalam menetapkan hukum. Umar. . bila orang berbicara tentang madzhab. Ali dan kedua puteranya. Hanafi." Salah satu contoh sunnah yang dijauhi orang adalah tasthih seperti diceritakan oleh Muhamamd bin 'Abd al-Rahma yang berkata: "Yang sunnah dalam membuat kubur adalah meratakan permukaan kubur (tasthith). Sedangkan Abu Bakar.SEJARAH PEMBENTUKAN MADZHAB Kelima Madzhab yang akan kita bicarakan -Ja'fari. Ibn Abbas. madrasah-madrasah itu tidak melahirkan pemikiranpemikiran madzhab. Murtadha al-'Askary menyebut dua madzhab awal ini sebagai Madrasah alKhulafa dan Madrasah Ahl al-Bayt. Miqdad. masuk kelompok pertama. karena tasthih sudah menjadi syi'ar sy'iah." Pada periode Umawiyyah. Ibn Taymiyyah menulis perihal tasyabbuh dengan syiah: "Dari sinilah para fuqaha berpendapat untuk meninggalkan al-mustahabbat (yang sunat) bila sudah menjadi syiar orang-orang Syi'ah. Banyak tokoh sahabat dan tabi'in yang menganggap daulat Umawiyyah ditegakkan di atas dasar yang batil. sedikit menggunakan hadits dan lebih banyak berpijak pada penalaran rasional dengan melihat sebab hukum (illat) dan tujuan syara' (maqashid syar'iyyah). 'Ammar bin Yasir. Waktu itu. Ummi Salamah. Para sahabat dapat dikelompokkan dalam dua besar. Pada zaman kekuasaan dinasti Umawiyyah. juga para sahabat di luar ahl alBayt. berpusat di Madinah. Ali dan sebagainya. Maliki. memandang sunnah Rasulullah. "Tapi Abu Hanifah dan Ahmad berkata: "Menaikkan permukaan kubur (tasnim) lebih baik. sehingga sunni tidak berbeda dengan syi'ah. Utsman. Hudzaifah.tumbuh pada zaman kekuasaan dinasti Abbasiyah. dan mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan ahl al-Bayt. maka yang dimaksud adalah madzhab di kalangan sahabat Nabi: Madzhab Umar. Inilah yang paling kuat menurut madzhab Syaf'i. Abu Hurairah dan lain-lain masuk kelompok kedua. Ibn Qutaybah dalam Kitab al-Ikhtilaf menceritakan bagaimana raja-raja Umawiyyat berusaha menghapuskan tradisi ahl al-Bayt dengan mengutuk Ali bin Abi Thalib di mimbar-mimbar.

Bila para pengikut madzhab itu lemah dan tidak memperoleh posisi sebagai hakim dan tidak berwewenang memberi fatwa. Nama lengkapnya Abu Muhammad Sufyan ibn 'Uyaiynah wafat tahun 198 H. Madzhab Hanbali menjadi kuat pada masa pemerintahan al-Mutawakkil. dan tulisan mereka terkenal di masyarakat. Imam Ahmad menyebutnya sebagai seorang faqih. Ayahnya termasuk perawi hadits yang ditsiqatkan Ibn Ma'in. Dinasti Abbasiyah disambut dengan penuh antusias baik oleh mawali maupun pengikut ahl al-Bayt. Al-Kharaj adalah Kitab yang disusun atas permintaan alRasyid. Kitab ini adalah rujukan utama madzhab Hanafi. lalu orang mempelajari madzhab itu terang-terangan. Dengan begitu. Ketika ia diminta menjadi qadhi.membesar karena dukungan penguasa. Banyak di antara mereka adalah para sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. Karena itu pada permulaan pemerintahannya. Pahamnya diikuti orang sampai abad IV Hijrah. maka orang tak ingin mempelajari madzhabnya. Ia mengambil ilmu dari Imam Ja'far. ia melarikan diri dan meninggal di tempat pelarian. 2. Di antara yang mengambil riwayat dari padanya adalah Syafi'i. Ia memberi komentar: "Seandainya tidak ada Malik dan Ibn . Tokoh madzhab ini adalah Abu Abd Allah Sufyan bin Masruq al-Tsawry. Berkali-kali al-Manshur mau membunuhnya. bahwa madzhab-madzhab besar yang kita kenal sekarang --kecuali mazhab Ja'fari-. Ia berguru pada Ja'far al-Shadiq dan meriwayatkan banyak hadits. Dalam menyimpulkan semua ini. Madzhab Maliki berkembang di khilafah Timur atas dukungan al-Manshur dan di khilafah Barat atas dukungan Yahya bin Yahya ketika diangkat menjadi qadhi oleh para khalifah Andalusia." Beberapa madzhab yang hilang itu secara singkat diuraikan sebagai berikut: 1. c) Politik diskriminasi yang mengistimewakan orang Arab di atas orang bukan Arab. Madzhab Syafi'i membesar di Mesir ketika Shalahuddin al-Ayyubi merebut negeri itu. Dinasti Umawiyah memisahkan Arab dan mawali. tersebarlah madzhabnya di seluruh penjuru bumi. Di antara mawali itu adalah Abu Hanafi dan di antara imam ahl al-Bayt adalah Ja'far bin Muhammad. Lahir di Kufah tahun 65 H dan wafat di Bashrah tahun 161 H. Madzhab al-Tsawri. murid Abu Hanifah. Waktu itu al-Mutawakkil tidak mengangkat seorang qadhi kecuali dengan persetujuan Imam Ahmad ibn Hanbal. al-Mu'iz Badis mewajibkan seluruh penduduk untuk mengikuti madzhab Maliki. tetapi ia berhasil lolos. al-Hadi. Syah Wali al-Dahlawi menulis: "Bila pengikut suatu madzhab menjadi masyhur dan diberi wewenang untuk menetapkan keputusan hukum dan memberikan fatwa. Ibn Dinar. Di Afrika. Abu Ishaq dan lain-lain. IMAM-IMAM MADZHAB YANG TERLUPAKAN Sudah disebutkan di muka.yang justru lebih banyak pada daerah kekuasaan Islam. Lalu madzhab itu pun hilang setelah beberapa lama. al-Zuhry. ketika Ahmad menyebut dirinya hanya sebagai ahli hadits. Madzhab Ibn 'Uyaiynah. diangkat menjadi qadhi dalam pemerintahan tiga khalifah Abbasiyah: al-Mahdi. Kebijakan ini menyebabkan timbulnya rasa tidak senang pada para mawali . Madzhab Hanafi mulai berkembang ketika Abu Yusuf. dan al-Rasyid.sedangkan pusat-pusat ilmiah berada di Iraq dan Hijaz. Keduanya mengembangkan ajaran mereka pada zaman Abbasiyah.

Setelah Ali wafat. Ia juga menyaksikan bahwa para khalifah Abbasiyah tidak lebih baik dari para khalifah Umawiyah dalam kebenciannya kepada keluarga Rasul. hilanglah ilmu Hijaz. mengetahui betul makna al-Qur'an. Bila mereka melihat ada pejabat yang memuji Bani 'Ali. pemberontakan Zaid ibn Ali. Inilah sebagian di antara tokoh-tokoh madzhab yang tidak lagi dianut secara resmi sekarang ini. mereka segera menghukumnya. 3. Ia diberi gelar al-Zhahiry karena berpegang secara harfiah pada teks-teks nash. 5. Tidak diketahui sampai kapan madzhabnya diikuti orang." Mazhabnya diamalkan orang sampai tahun 302 H. ketika Ya'qub ibn Yusuf ibn Abd al-Mu'min meninggalkan mazhab Maliki dan mengumumkan perpindahannya ke madzhab al-Zhahiry. Karena itu. Kaum 'Alawi menunjukkan nasab seperti mereka dan memiliki kekerabatan dengan Rasulullah yang tidak dimililki 'Abbasiy. IMAM JA'FAR IBN MUHAMMAD AL-SHIDIQ (82-140 H) Ja'far ibn Muhammad ibn Ali ibn Husain (ibn Ali) ibn Fathimah binti Rasulullah saw lahir di Madinah tahun 82 H pada masa pemerintah Abd al-Malik ibn Marwan. Salah seorang muridnya yang masyhur adalah Ibn Hazm. Malik dan al-Tsawry) yang paling benar? Malik berkata:"Al-Awza'iy. dapat membedakan yang sahih dan yang lemah. Ia termasuk mujtahid ahl al sunnah yang tidak bertaklid kepada siapa pun. . tetapi setelah itu hilang karena tidak ada dukungan penguasa. dan penindasan terhadap para pengikut madrasah ahl al-Bayt. Madzhab al-Awza'iy. Ia juga menyaksikan naiknya al-Saffah dan al-Manshur dengan memanipulasikan kecintaan orang pada ahl al-Bayt. Ali Zainal Abidin keturunan Rasul yang selamat dari pembantaian di Karbela. Ia faqih. ia diasuh oleh ayahnya Muhammad al-Baqir dan hidup bersama selama sembilan belas tahun. 4. Madzhab al-Thabary.'Uyaiynah. Kata Ibn Khuzaymah: Ia hafal dan paham al-Qur'an. Madzhabnya tersisihkan hanya ketika Muhammad bin Utsman dijadikan qadhi di Damaskus dan memutuskan hukum menurut Madzhab Syafi'i Ketika Malik ditanya tentang siapa di antara yang empat (Abu Hanifah. Ia sangat dekat dengan Bani Umayyah dan juga Bani Abbas. Abu Sulayman Dawud ibn 'Ali dilahirkan di Kufah tahun 202 H dan hidup di Baghdad sampai tahun 270 H. Madzhabnya berkembang sampai abad VII. Ia berkembang di daerah Maroko. mengetahui sunnah dan jalan-jalannya. Berikut adalah para pemuka madzhab yang terkenal. Pokok-pokok pikirannya dalam fiqh akan kita perkenalkan secara singkat.di sini hanya disebutkan beberapa catatan kecil saja. Ia sempat menyaksikan kekejaman al-Hajjaj. Abu Zahrah menulis: Dinasti 'Abbasiyah selalu merasa terancam dalam kekuasaannya oleh para pengikut Ali. Pendirinya Abd al-Rahman bin Amr al-Awza'iy adalah imam penduduk Syam. Karena riwayat hidup mereka sudahdisebutkan di atas --kecuali Imam Ja'far-. Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Khalid ibn Ghalib al-Thabary lahir di Thabaristan 224 H dan wafat di Baghdad 310 H. Madzhab al-Zhahiry. yang nasikh dan yang mansukh dan paham akan pendapat para sahabat. mereka segera mengucilkannya atau membunuhnya. Orang-orang yang menentang mereka semuanya berasal dari 'Alawiyyin. Selama lima belas tahun ia tinggal bersama kakeknya. Mereka selalu cemas menghadapi mereka. Madzhabnya diamalkan orang sampai abad IV. bila para penguasa 'Abbasiyah melihat ada dakwah 'Alawi. al-Awza'iy.

membunuh atau berzinah? "Membunuh. digunakan akal berdasarkan kaidah-kaidah tertentu." "Mana yang lebih besar kewajibannya . Fadhail ibn Iyadh." Kata Ja'far sambil mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab Abu "Hai Nu'man. dan Ibn Abi Layla menghadap Imam Ja'far.Mereka tak perduli membunuh orang tak berdosa karena dianggap mengancam pemerintahannya. Karena ketika Allah menyuruhnya bersujud kepada Adam ia berdalih: Aku lebih baik dari dia karena aku Kau buat dari api dan ia Kau buat dari tanah. yang kemudian dijawab Ia orang pintar dan mengetahui agama." "Aku tidak melihat Anda menguasai sedikit pun. Ibn Syabramah. Karena Rasulullah dan para imam adalah orang yang . "Bukankah ia suka melakukan qiyas dalam urusan agama?. Imam Ja'far memusatkan perhatiannya pada penyebaran sunnah Rasulullah dan peningkatan lmu dan akhlak kaum Muslim. Bertaqwalah kepada Allah dan jangan melakukan qiyas dalam agama. kita tuliskan percakapannya dengan muridnya selama dua tahun seperti diceritakan Abu Nu'aim: Abu Hanifah. Qiyas hanya dipergunakan bila 'illat-nya manshush (terdapat dalam nash). Termasuk ke dalam sunnah adalah sunnah ahl alBayt: yakni para imam yang ma'shum. Bagaimana kamu menggunakan qiyasmu. Pada hal-hal yang tak terdapat ketentuan nashnya. Dalam suasana seperti itulah. ayahku memberitahukan kepadaku dari kakekku bahwa Nabi saw bersabda: Orang yang pertama menggunakan qiyas dalam agama adalah iblis.shalat atau shawm (puasa)?" "Shalat" "Mengapa wanita yang haidh harus mengqadha shawmnya tetapi tidak harus mengqadha shalatnya. selain menolak qiyas adalah hal-hal berikut: a) Sumber-sumber syar'iy adalah alQur'an. "Benar. c) Al-Qur'an dipandang telah lengkap menjawab seluruh persoalan agama. Di antara murid-muridnya adalah Imam Malik. Tugas mujtahid adalah mengeluarkan dari al-Qur'an jawaban-jawaban umum untuk masalahmasalah yang khusus." tanya Ja'far. Manakah yang lebih besar dosanya . karena ia mengikutinya dengan qiyas. Mereka tidak mau menjadikan hujjah hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat yang memusuhi ahl al-Bayt." Ja'far bertanya kepada Abu Hanffah: "Siapa namamu?" "Nu'man. Untuk mengetahui pemikiran Imam Ja'far dalam hal fiqh. Allah akan menyertakannya bersama iblis. dan ribuan para perawi. Syu'bah ibn al-Hajjaj." "Lalu. Ia menanyakan Ibn Abi Layla tentang kawannya. al-Tsawry. Barang siapa yang menggiyas dalam agama. mengapa Allah hanya menuntut dua orang saksi untuk pembunuhan dan empat orang saksi untuk zinah. al-Sunnah dan akal. Di antara karakteristik khas dari madzhab Ja'fari. Abu Hanifah." Dari percakapan di atas kita melihat perbedaan pendekatan hukum di antara dua pemuka madzhab. b) Istihsan tidak boleh dipergunakan. Ibn 'Uyaiynah.

Ia menentang setiap kezaliman. Ketika Muhammad dan Ibrahim dari ahl al-Bayt memberontak. Yakni. b) Sumbersumber ijtihadiyah. dan pendapat para sahabat. Setiap hari. penafsiran al-Qur'an yang paling absah adalah yang berasal dari mereka. aku ambil Sunnah Rasulullah dan hadits-hadits yang sahih.mengetahui rahasia-rahasia al-Qur'an.". penulis biografi Abu Hanifah. dan Zafr ibn al-Hudzail.mengeluarkan fatwa yang tidak dikehendaki penguasa. c) Al-A'raf. karena wibawa Malik. yang pernah berguru pada Malik dan kemudian menggabungkan madrasah hadits dengan madrasah Ra'y. Al-Manshur pada musim haji 153 H. meminta maaf kepada Malik atas perlakukan salah seorang penguasanya. IMAM MALIK Pada zaman kekuasaan Ja'far ibn Sulayman tahun 146 H Malik dihukum cambuk. al-Sunnah. jika aku dapatkan di dalamnya. Ia juga boleh menghukum mati atau memenjarakan yang dipandangnya bersalah. Abu Zahrah. di samping ingin berusaha memanfaatkan alim besar ini. Abu Hanifah berbay'at kepadanya. yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercaya. Ia memberikan wewenang besar pada Malik untuk mengangkat dan memberhentikan para pejabat yang dipandangnya tidak mampu. aku mengambil pendapat para sahabat yang aku kehendaki dan meninggalkan yang tidak aku kehendaki. Ketika seorang murid membantah Malik perihal penguburan rambut dan kuku. ijma. ketika Imam Zayd melawan penguasa. menurut satu riwayat. Setelah itu. Bila tidak. Ia --menurut satu riwayat-. Abu Hanifah meninggalkan banyak murid. terutama dalam masalah perdagangan. karena diberi makanan beracun. al-Manshur merasa bersalah. Malik memukul orang itu . ia dicambuk sepuluh lecutan. menimbulkan kemarahan Al-Manshur. Pokok fiqih madzhab Hanafi bersumber pada tiga hal: a) Sumber-sumber naqliyah. Bila sudah sampai pada tabi'in. Tapi karena kedudukan Abu Hanifah di masyarakat. yaitu dengan menggunakan qiyas dan istihsan. Beberapa kali ia mengkritik al-Manshur secara terbuka. Lalu ia menjebak Abu Hanifah dengan jabatan qadhi. Abu Hanifah berkata. AlMansur tak dapat membunuhnya tanpa alasan. yakni adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan nash. yang kemudian menjadi qadhi dan banyak memasukkan hadits dalam kitab-kitabnya. Ia tidak mungkin menarik Ja'far dan tidak berhasil mengambil hati Abu Hanifah. Abu Hanifah bahkan mengarqurkan beramal dengan 'urif. dan bahwa para khalifah yang sezaman dengan mereka telah merampas haknya dan karena itu mereka zalim. "Aku mengambil dari al-Kitab. yang sangat ekstrem menggunakan qiyas. Begitu pula. Jika tidak aku dapatkan dalam al-Kitab dan Sunnah Rasulullah. Ketika Abu Hanifah menolaknya. Orang-orang ketakutan berada di majlisnya. Aku tidak keluar dari pendapat sahabat kepada pendapat yang lain. ia melihat bahwa khalifah haruslah diserahkan pada keturunan Ali dari Fathimah. Di antaranya Abu Yusuf. Muhammad ibn Hasan al-Syaybany. yang meliputi al-Qur'an. Abu Hanifah mendukungnya. ditambah hasutan Ibn Abi Layla. mereka berijtihad dan aku pun berijtihad. Malik menjadi sangat berwibawa. ia dipenjarakan. Karena wewenangnya ini. menulis: "Sesungguhnya Abu Hanifah itu Syi'ah dalam kecenderungan dan pendapatnya tentang penguasa di zamannya." Sikap Abu Hanifah itu. IMAM ABU HANIFAH Abu Hanifah terkenal sebagai alim yang teguh pendirian. Ia mengakhiri hidupnya.

Apa dalilnya? Dalilnya terdapat dalam Kitab fiqh al-Syaikh al-Kaydani. Sebuah rentang waktu yang oleh para Tarikh Tasyri' disebut sebagai zaman stagnasi pemikiran fiqh ('ashr al-rukud). Mereka menyalahi al-Qur'an yang menyatakan bahwa shalat itu bagi kaum Mukmin kewajiban yang ditetapkan waktunya. STAGNASI PEMIKIRAN FIQH: MASA KETERTUTUPAN Dr. Kedua peristiwa di atas terjadi dalam rentang waktu cukup lama -menurut sebagian penulis dari abad VI Hijrah sampai abad XIII. dalil-nya. h) Sadd al-Dzara'i. Madzhab Maliki mendasarkan fiqhnya pada 12 pokok: a) Al-Qur'an: zhahirnya. k) Syar'man qablana." Orang itu berkata: "Bukan aku yang berkata begitu." Malik memanggil pengawalnya: "Ia zindiq. "Tidak benar. e) Khabar Ahad dan Qiyas. Tunisia. didahulukan al-sunnah." Malik menukas: "Tapi aku hanya mendengarnya dari kamu." Pemuda itu bermaksud menunjukkan bahwa Ibn Abbas.dan memenjarakannya Ketika seorang bertanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang berpendapat bahwa al-Qur'an itu makhluk?. d) Fatwa sahabat. Pemuda itu mengeluarkan kedua kitab shahih tersebut dan memintanya membaca hadits-hadits tentang shalat jamak. seorang pemuda menanyakan lagi perihal shalat jamak. Kawan shalat di sampingnya memukulnya dengan keras sehingga telunjuk itu patah. c) Ijma' penduduk Madinah. Bila engkau sudah menjadi Rasul Allah bolehlah engkau melakukannya. d) Hadits mursal dan dha'if. g) Mashalih mursalah. d) Ikhtilaf sahabat Nabi." kata sang imam. Ketika ia membacanya. . Ini sangat berpengaruh pada penyebaran madzhabnya. Bila zhahirnya sunnah bertentangan dengan al-Qur'an. c) 4. kata pemuda itu. Di Afghanistan seorang mushalli memberi isyarat dengan telunjuknya dan menggerak-gerakkannya. b) al-Ijma'. c) Pendapat sahabat yang tidak ada yang menentangnya. Ikhtilaf sahabat." Catatan kecil di atas menunjukkan kekuasaan Malik. Ketika ditanya mengapa itu terjadi. Aku hanya melaporkan ucapan orang lain. mafhum-nya dan illat-nya. bunuh dia. hadirin tercengang mendengarnya. ia menjawab bahwa menggerakkan telunjuk dalam tasyahud adalah haram. j) Istishhab. ijma' mutaakhir: masing-masing dengan kekuatan hukum yang berbeda. IMAM HANBALI Pokok-pokok fiqh madzhab Hanbali: a) Al-Nushush. b) Al-Sunnah: al-mutawatirah dan al-masyhurah. e) Qiyas. b) Fatwa sahabat. "Mereka membawa agama baru yang bukan agama Muhammad saw. i) Mura'at khilaf al-mujtahidin. IMAM SYAFI'I Pokok-pokok fiqh Syafi'i ada lima: a) Al-Qur'an dan al-Sunnah. "Ini khusus untuk Rasulullah saw. Ijma' sebelum terbunuhnya Utsman. Tetapi shalat jamak ini terdapat dalam kitab hadits shahih Bukhari dan Muslim. Anas ibn Malik dan banyak sahabat lainnya melakukan shalat jamak (bukan karena bepergian)." Seusai shalat. Ia berkata bahwa itu termasuk salah satu bid'ah orang Syi'ah. f) Istihsan. tetapi ia mengurungkan maksudnya. Muhammad al-Tijani al-Samawi bercerita tentang kisah fanatisme di kota Qafsah. Seorang alim besar di kota itu mengecam orang-orang yang menjamak shalat Zhuhur dan Ashar. e) Qiyas. Ia mengembalikan kedua kitab itu sambil berkata. ijma' secara naql.

Irsyad al-Sary. al-ma'ajim. yang setiap jilidnya seukuran satu jilid Encyclopedia Britannica. sepanjang saya ketahui. tapi di sisi lain menyebabkan para ulama merasa cukup dengan apa yang telah tersedia. Argumentasi dikembangkan untuk membela madzhab masing masing. alSunnah. Sekarang bantahan itu sudah menjadi 19 jilid Ihqaq al-Haq. Maksudnya untuk memudahkan pembaca memahami kitab-kitab rujukan. dibukukan pula riwayat para perawi hadits. dimulai kemandegan dan diakhiri kebekuan. Pada zaman inilah pemikiran taqlid mutlak dominan. Para ulama madzhab Syafi'i menyerang tulisan para ulama madzhab Hanbali atau sebaliknya. juga berkembang tradisi munaqasyah madzhabiyah (diskusi madzhab). Mereka menjelaskan kata-kata atau kalimat-kalimat secara sematik. pokok-pokok dan maksud-maksud syara'. Kita akan mengakhiri dengan melacak sebab-sebab timbulnya stagnasi pemikiran ini. hadits. al-masanid. al-mustadrakat dan sebagainya. Mereka menulis buku-buku yang lebih merupakan ensiklopedia atau kamus dari pada analisis ilmiah. Dalam penafsiran alQur'an misalnya. Gerakan tadwin. Ibn Taymiyah menulis Minhaj alSunnah untuk menolak Minhaj al-Karamah. Umdat al-Qary. dan para mujtahid. Ada pula beberapa kitab yang mensyarah al-Muwatha susunan Imam Malik. KARAKTERISTIK ZAMAN STAGNASI: TRADISI MENSYARAH KITAB Setelah keempat imam madzhab ahl al-Sunnah meninggal dunia. Penafsiran al-Qur'an. al-Hilly menulis Minhaj al-Karamah. Bantahan ini dibantah lagi oleh al-Mar'asyi al-Tustary. Peminat fiqh hanya mempelajari kitab yang ditulis seorang faqih tertentu di antara tokoh-tokoh madzhabnya Ia tidak melihat kepada syari'at dan fiqh kecuali melalui tulisan dalam kitab itu. ilmu jarh wa ta'dil dan riwayat para sahabat. Dengan begitu. dan fiqh para imam madzhab disusun dalam buku. walau selama masa itu muncul juga beberapa ulama fiqh dan ushul yang cemerlang. tarjih. Untuk Shahih al-Bukhari. Mereka tak merasa perlu melakukan penelitian ulang. Tidak jarang syarah suatu kitab disyarahi dan disyarahi lagi. Pemikiran bergeser dari upaya mencari sebab-sebab dan maksud syara' dalam memahami hukum. sesudah sebelumnya mempelajari al-Qur'an. fiqh memasuki zaman tadwin (kodifikasi). tabi'in. atau menambahkan penjelasan dengan mengutip ucapan para ulama lain. serta menghimpun penafsiran para sahabat.Al-Ustadz al-Zarqa melukiskan situasi umum pada waktu itu: Pada zaman tersebut pemikiran fiqh mengalami kemunduran. di satu sisi menyimpan khazanah ilmu para ulama. Al-Amini menulis 11 jilid al-Ghadir . Sebagai jawaban terhadap serangan ahl al-Sunnah. Pasal ini akan memperlihatkan karakteristik zaman ini dari segi karya-karya ilmiah yang lahir waktu itu dan dari segi kecenderungan pemikiran. Para pengikut membukukan fatwafatwa dan hasil ijthad para mujtahid tersebut. menghilanglah kegiatan yang dulu merupakan gerakan takhrij. baik yang lemah maupun yang kuat. Bersamaan dengan itu. Hadits-hadits dibukukan dalam bentuk aljawami'. paling tidak ada tiga kitab syarah: Fath al-Bary. ke upaya menghapal yang sia-sia dan merasa cukup dengan menerima apa yang telah tertulis dalam kitab-kitab madzhab tanpa penelitian. ilmu ushul al-fiqh. Perlahanlahan berkembanglah tradisi membuat syarah (komentar) dan matan. Berbagai ilmu Islam dibukukan dan tidak disampaikan secara lisan lagi. Ulama Syi'ah membalasnya dengan menulis kitab lagi. Ibn Rouzbahan menulis bantahan pada Minhaj al-Karamah. Atau sebaliknya. para ulama menghimpun hadits-hadits Nabi saw. Ulama ahl al-Sunnah menulis kitab yang menyerang ajaran Syi'ah. Pada masa inilah berkembang al-tafsir bi al-ma'tsur. Pada zaman ini. dan tanzhim dalam madzhab fiqh.

supaya ia dapat mengajarkan syari'at Islam secara lengkap. melakukan kritik terhadap beberapa pendapat Muhammad ibn al-Hasan alSyaybany. Fatwa mujtahid lebih didulukan dari ayat al-Qur'an dan al-Sunnah. harus dita'wilkan atau dimansukhkan. "setiap ayat atau hadits yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan madzhab kami. Mereka tidak mau menerimanya bahkan tidak mau menelitinya. pengikutnya mensakralkan fatwa para mujtahid. Abu Sulayman al-Khaththaby mengisahkan suasana zaman itu: Saya lihat ahli ilmu dewasa itu terbagi menjadi dua kelompok: pendukung hadits dan atsar dan ahli fiqh dan fikir. yang patut kami ikuti di zaman kami?" Rasul Allah saw menjawab: "Aku tinggalkan bagimu Ahmad bin Hanbal. Untuk mempertahankan keunggulan madzhabuya. Aku bertanya: "Ya Rasul Allah. Polemik antar madzhab ini bukanlah sesuatu yang jelek dan telah berlangsung sejak zaman para imam madzhab. Al-Fakhr al-Razy menceritakan pengalamannya ketika ia menafsirkan: afala yatadabbarun al-Qur'an. Tentang Imam Syafi'i. Sikap ini ditunjukkan jelas oleh al-Syaykh Abu al-Hasan Abdullah alKarkhy ketika ia berkata. Allah mengizinkannya. Seperti telah disampaikan pada tulisan terdahulu. Nabi Hidhir mohon agar ia diizinkan tetap berguru padanya di alam kubur. munaqasyah madzhabiyah telah menjadi benih yang menyuburkan fanatisme madzhab. para pengikutnya meriwayatkan mitos di sekitar para imam madzhabnya. Setiap madzhab membela pahamnya dengan tidak lagi mengindahkan adab diskusi ilmiah. Aku pernah menyaksikan sekelompok faqih yang taklid. Mengenai Imam Ahmad bin Hanbal Abdullah al-Sajastany berkata: "Aku pernah melihat Rasul Allah saw dalam mimpi. FANATISME MADZHAB Asad Haydar menyebut tahun 645 Hijrah sebagai tahun ditetapkannya empat mazhab sebagai madzhab yang diakui khilafah Islam waktu itu. Itu karena hadits ." Dengan berbagai "keutamaannya" itulah. Rasul Allah saw bersabda: "Ya Allah berilah petunjuk pada suku Quraiysy. Ia belajar pada Abu Hanifah setiap waktu Subuh selama lima puluh tahun. Ia kemudian menyelesaikan kuliah dari Abu Hanifah selama 25 tahun lagi. Padahal keduanya sama-sama dibutuhkan dan tidak bisa ditinggalkan dalam menuju cita-cita kehidupan. Ketika Abu Hanifah wafat. kekuasaan sangat berperan dalam menyuburkan fanatisme madzhab. Diriwayatkan oleh para pengikut Maliki bahwa pada paham Imam Malik sudah tertulis Malik Hujatullah di bumi. yang didhaifkan Ibn Taymiyah." Orang alim itu adalah Imam Syafi'i. Konon Nabi Muhammad saw pernah berkata: "Semua nabi bangga denganku dan aku bangga dengan Abu Hanifah.hanya untuk membuktikan keshahihan hadits Ghadir Khum. katanya. Siapa yang mencintai Abu Hanifah ia mencintaiku. Di antara karamah Abu Hanifah ialah bergurunya Nabi Khidr kepadanya. padahal ulama dari madzhab mereka terdahulu tidak pernah mengamalkannya. siapakah yang engkau tinggalkan. siapa yang membenci Abu Hanifah ia membenciku. Para ulama dari keempat madzhab diundang ke istana. Tapi pada zaman kemandegan. Walau begitu. misalnya. karena seorang alimnya akan memenuhi seluruh bumi dengan ilmunya. Mereka heran bagaimana mungkin mengamalkan zhahirnya ayat-ayat itu. Kadang-kadang riwayat-riwayatnya dinisbahkan pada Nabi Muhammad saw. memandangku dengan heran bila aku bacakan ayat-ayat al-Qur'an tentang beberapa masalah yang bertentangan dengan madzhab mereka. gejala fanatisme madzhab dapat dilacak sejak abad IV Hijrah. Imam Syafi'i.

maka akan sunyi dan lekas rusak. menghancurkan otak-otak cemerlang. Mereka tidak mempedulikan hadits-hadits yang dikuasai dan yang digunakan untuk mempertahankan argumentasinya di hadapan lawan bila hadits-hadits tersebut telah sesuai dengan madzhab yang mereka ikuti dan pendapat yang mereka yakini. Saya lihat para pendukung Malik tidak menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu al-Qasim (Rasul Allah). sedangkan fiqh bagaikan bangunannya. karena rasa harga diri mereka yang sangat tajam. ashhab (para sahabat). dan pemisahan hadit-hadits gharib dan syadz --hadits-hadits yang kebanyakan mawadhu' dan maqlub. mereka tidak akan menerima. pengumpulan sanad. mereka tak memperhatikan dan tak menganggapnya sebagai pendapat alSyafi'i. Maka pendapat yang datang dari AlHakam tidak memiliki keistimewaan di mata mereka. yakni ahli fiqh dan fikir. Kadang-kadang mereka mencela para fuqaha. Maka bila datang riwayat Harmalah. Mereka hanya menerima riwayat al-Muzany dan al-Raby ibn ulayman al-Murady. Mereka mau menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu Yusuf. Apabila diriwayatkan pada mereka hasil ijtihad para tokoh madzhab mereka atau para ahli dari aliran mereka. Setiap fondasi tanpa bangunan. kecuali sebagian kecil. kelompok ahli hadits dan atsar rata-rata berambisi dalam periwayatan. maka akan cepat roboh. Mereka tidak memelihara matannya. Demikianlah keumuman sikap setiap kelompok terhadap madzhab imam dan gurunya masing-masing. dan tidak mengungkapkan kandungan fiqhnya. . Yang demikian adalah suatu kesesatan dan penipuan ra'yu. Setiap bangunan yang fondasinya tidak kokoh. Sedangkan kelompok kedua. pertama. Fanatisme madzhab bukan saja telah menghambat pemikiran. al-Jiziy dan sebagainya. Namun. keduanya menjadi ikhwan yang saling berjauhan: mereka tak menampakkan sikap saling membantu dan menolong di jalan yang hak. Sebagai contoh adalah peristiwa yang terjadi di Baghdad. Mereka tidak sadar bahwa kadar keilmuannya sendiri sangat dangkal dan mereka berdosa melemparkan kata-kata kotor pada para fuqaha. 469 Hijrah. mereka segera mencari kepercayaan umat terhadapnya. dan para pendahulu yang setingkat dengan mereka. telah terjadi beberapa kali. tapi juga menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslim. mencacad mereka dan menuduhnya menyalahi sunnah. Bila pendapat itu datang dari al-Hasan ibn Ziyad dan pendapatnya berbeda dengan riwayat yang melalui mereka. tidak memahami maknanya. Begitu juga para pengikut alSyafi'i. Mereka hampir tidak bisa membedakan hadits yang shahih dan hadits yang dhaif. Mereka sepakat menerima hadits dhaif dan munqathi' bila telah masyhur di kalangan mereka dan telah membibir dalam percakapan mereka. Dalam sejarah. kebanyakan tidak memilih-milih hadits. Saya lihat kedua kelompok ini saling berdekatan tempat tinggalnya dan sebetulnya saling membutuhkan. mereka saling mengkafirkan yang kemudian memuncak pada peperangan antar sesama Muslim. yang bagus dan yang buruk. tidak menggali rahasianya. Muhammad ibn al-Hasan dan para tokoh sahabat serta murid-muridnya yang lain. Kedua kelompok itu.bagaikan fondasi. namun mereka tidak ikut bertanggungjawab. walau tidak didukung satu dalil pun atau tidak meyakinkan.

meski pada tiap zaman boleh saja tak ada mujtahid mustaqil. . di kalangan Syi'ah tidak pernah dikenal tertutupnya pintu ijtihad. Adapun ijtihad fi al-madzhab. Pemerintah kemudian mengumpulkan wakil kedua belah pihak dan meminta supaya mereka berdamai. Bahayanya banyak --berakibat pada terbengkalainya akal. menurut Abu Zahrah. Demikian catatan Abu Zahrah tentang tertutupnya pintu ijtihad. ia disebut mujtahid muntasib. Namun sebaliknya menurut kebanyakan Hanbaly. terputusnya pengembangan ilmu dan terhalangnya kemajuan pemikiran. Yang dapat melakukan ijtihad jenis ini disebut mujtahid mustaqil (mujtahid independen). Dengan bantuan penguasa ia menyerang pemimpin Hanbaly. ia tentu saja masih menggunakan fatwa imam mazhabnya sebagai rujukan. Menurut para pengikut madzhab Syafi'iy dan kebanyakan Hanafi. Namun kenyataannya. Pada ijtihad muthlaq. Walau tak diketahui secara pasti sejak kapan. ijtihad mustaqil sudah tertutup. mengikuti gurunya Syaikh Muhammad Abduh. SEBAB-SEBAB STAGNASI Dr. lebih ditujukan pada ijtihad muthlaq. yang ditutup adalah ijtihad muthlaq. Sebenarnya. Di sini mujtahid berpegang pada metode ijtihad imam mazhabnya." PENUTUPAN PINTU IJTIHAD Walau ada pembagian ijtihad yang bermacam-macam. Sedangkan kaum ini menganggap kami kafir dan kami menganggap orang-orang yang aqidahnya tidak sama dengan kami juga kafir. Ia selalu mengecam Ahmad ibn Hanbal dan para pengikutnya sebagai penganut antropomorfisme.Pada madrasah Nizhamiyah. tapi tak boleh tidak harus ada mujtahid fi al-madzhab. Muhammad Farouq al-Nabhan menyebut tiga sebab stagnasi pemikiran pada zaman ini: faktor-faktor politik. Karena itu. atau mentarjih (memilih yang terkuat) pendapat imam yang bermacam-macam itu. di zaman kemandegan pintu ijtihad. Sayyid Rasyid Ridha. mengecam penutupan pintu ijtihad yang mana pun: "Kita tidak menemukan manfaat apa pun dari penutupan pintu ijtihad". Sebalikaya. kita dapat mengelompokkan dua macam ijtihad: ijtihad muthlaq dan ijtihad fi al-madzhab. Maka perdamaian macam apa yang bisa berlaku di antara kami. seorang mujtahid mengembangkan metode ijtihadnya secara mandiri dan mengeluarkan hukum-hukum berdasarkan metodenya itu. penutupan pintu ijtihad pada saat ini. setiap zaman tak boleh kosong dari mujtahid mustaqil. Dalam hal ini. campur tangan penguasa dalam kekuasaan kehakiman dan kelemahan posisi ulama dalam menghadapi umara. terus berkembang. penutupan pintu ijtihad terjadi karena ada anggapan bahwa tidak ada ulama yang memenuhi persyaratan seperti keempat imam itu. mungkin karena ia berijtihad dengan metode yang sama untuk menjawab masalah-masalah yang belum dipecahkan imam mazhabnya. Lalu. Ibn al-Qusyayry al-Syafi'i memegang kekuasaan. terjadilah pertumpahan darah antara kedua golongan. atau menafsirkan yang mujmal menjelaskan yang mubham dari ucapan imam. tapi boleh saja menghasilkan kesimpulan furu'iyyah yang berbeda dari imam mazhabnya. Abd al-Khaliq ibn Isa. Sementara itu menurut Maliky. Al-Qusyayry berkata: "Perdamaian macam apa yang harus ada diantara kami? Perdamaian terjadi di antara orang yang memperebutkan kekuasaan atau kerajaan. Pengikut al-Qusyayry menutup pintu-pintu pasar madrasah Nizhamiyah. Kaum Muslim mundur karena meninggalkan ijtihad sehingga mereka menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini.

para ulama dari 70 negara Islam menyatakan bahwa Saddam sebagai mujahid Islam yang taat pada Allah dan al-Qur'an. dan berkata: "Ya Rasul Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka.telah mengangkat Salim sebagai anaknya.Untuk yang pertama. Untuk sebab kedua. Ia ditanya tentang menyusui orang dewasa. Dalam posisi seperti itu. sebagaimana Rasulullah saw. Ia sering masuk ke rumahku dan aku dalam keadaan fudhul (memakai busana rumah yang tidak menutup aurat). Sehingga ia disebut Salim mawla Abu Hudzaifah. Sahlan binti Suhail --istri Hudzaifah dari Bani Amir-. dan bila benar dua. Lebih-lebih bila berbeda pendapat dengan madzhab penguasa. mengangkat Zaid ibn Haritsah sebagai anak. yang ikut menyaksikan perang Badar-. Contoh terakhir adalah pernyataan para ulama Rabithah yang mendukung kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab. Qadhi diangkat oleh penguasa. terbaginya para mujtahid berdasarkan madrasah tempat mereka belajar. Ketika Allah menurunkan ayat dalam Kitab-Nya tentang Zaid ibn Haritsah --panggillah mereka dengan nama bapak-bapak mereka. Yaitu terpecahnya kekuasaan Islam menjadi negara-negara kecil hingga umat disibukkan dengan eksistensi politik. yang paling aman adalah mengikuti pendapat para imam mazhab yang sudah dibukukan. Qadhi tidak ingin mengambil risiko berbeda pendapat dengan madzhabnya. Itu lebih adil di sisi Allah.datang menemui Rasulullah saw. demi "ketertiban dan keamanan". Umara tentu saja selalu berusaha mempertahankan status quo. kita akan menemukan bagaimana seseorang yang berbeda madzhab atau berganti madzhab menghadapi berbagai cobaan. Kami hanya mempunyai rumah satu. Waktu itu ia termasuk wanita muhajirat yang awal dan gadis Quraysy yang utama. posisi ulama yang lemah memperkuat fanatisme madzhab. kalau pun ulama berijtihad. bagaimana . Ulama sangat bergantung kepada umara. Maka ketika satu madzhab memperoleh kekuasaan. pemikiran yang bertentangan dengan madzhab itu ditindas. maka mereka adalah saudaramu dalam agama dan mawla-mawla kamu --maka dikembalikanlah setiap orang di antara mereka itu kepada bapaknya. Jika kita membaca kitab-kitab sejarah madzhab. Ia berkata: 'Urwah bin Zub air mengabarkan kepadaku bahwa Hudzaifah bin 'Utbah bin Rabi'ah --salah seorang sahabat Nabi saw. menyebarnya ulama mutathaffilin (ulama yang memberi fatwa berdasarkan petunjuk Bapak). Empat puluh tiga hari sebelum Saddam menyerbu Kuwait. Abu Hudzaifah menikahkan Salim --yang dipandang sebagai anaknya itu-dengan anak saudara perempuannya Fathimah bint al-Walid bin 'Utbah bin Rabi'ah. Bukankah ini ijtihad dan setiap ijtihad selalu mendapat pahala? Bila ijtihadnya salah. 5. para penguasa Muslim lebih sering menindas kebebasan pendapat dari pada mengembanghannya. dikembalikan kepada mawlanya. Abd al-Wahhab Khalaf menyebutkan empat faktor yang menyebabkan kemandegan. kami menganggap anak kepada Salim. ia mendapat satu pahala. Di samping itu. Setelah invasi. didiskreditkan ulama dan diadukan pada penguasa. Bila tidak diketahui bapaknya. FIQH DITELAAH KEMBALI: FIQH KAUM PEMBARU "Yahya memberitakan kepadaku dari Malik dari Ibn Syihab. kita ingin menegaskan kembali bahwa madzhab berkembang karena dukungan politik. Di sini harus dicatat: dalam sejarah. para ulama yang sama menyatakan Saddam sebagai bughat dan pemimpin dhalim. ijtthadnya hanyalah dalam rangka memberikan legitimasi pada kebijakan penguasa. Karena itu. telah ditunjukkan bagaimana para ulama berebutan menjadi qadhi. karena ia dapat dikucilkan oleh masyarakat. dan menyebarnya penyakit akhlak seperti hasud dan egoisme di kalangan ulama.

Ahkam al-Qur'an 2:565). Istri-istri Nabi saw yang lain menolak untuk mengizinkan laki-laki masuk ke rumah dengan susuan seperti itu. yang harus ditinjau bukan saja al-adillat al-syar'iyat. campurkan air ke dalamnya. Dengan merujuk pada hadits yang mengharamkan minuman keras --baik sedikit maupun banyak mereka telah membenarkan halalnya minuman keras karena dicampur air. Dalam istilah fiqh. Umu Kultsum binti Abu Bakar al-Shiddik dan anak-anak perempuan saudaranya untuk menyusukan laki-laki yang ingin masuk ke rumahnya. Setelah itu ia memandangnya sebagai anak susuan. tetapi juga ushul al-fiqh. sebetulnya hanyalah salah satu aliran peninjauan kembali fiqh. yaitu aliran yang berpegang kepada teks-teks syari'at secara . Yang dipersoalkan bukan hanya penafsiran nash-nash tetapi juga metode pengambilan keputusan. setelah orang merasa perlu membuka kembali pintu ijtihad. (2) Tidak boleh laki-laki yang bukan muhrim memasuki rumah seorang perempuan.menurut Anda? Rasulullah saw. Tentu saja fuqaha mazhab-mazhab yang lain menolaknya. kecuali bila laki-laki itu saudara sepesusuan. lalu mencampurkan air ke dalamnya. Bukankah istri-istri Nabi saw yang lain menolaknya? Bukankah pada kitab hadits yang sama Umar ibn Khatab dan Abdullah ibn Mas'ud hanya membenarkan susuan pada waktu kecil saja? Peristiwa yang kedua dijadikan dalil oleh sebagian pengikut madzhab Hanafi untuk menghalalkan minuman keras (khususnya Nabi) bila dicampur dengan air. Dari peristiwa yang pertama para faqih menyimpulkan beberapa hukum: (1) Batas susuan yang menyebabkan seorang haram dinikahi adalah lima kali susuan. Orang A'raby itu berkata: Aku minum dari minumanmu. Apakah perilaku 'Umar dapat dijadikan model dalam pengambilan kesimpulan hukum? Apakah pendapat para sahabat dapat dijadikan hujjah dalam agama? Apakah tindakan 'Umar itu suatu preseden bolehnya meninggalkan nash-nash syari'at bila kondisi berubah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan problema yang dihadapi para pembaru Islam ketika mereka menelaah kembali fiqh yang ada. Slogan yang di Indonesia didengungkan kaum moderis ini. Yang kemudian menjadi persoalan adalah tindakan 'Umar. Dua peristiwa di atas diambil dari kitab-kitab yang menjadi rujukan dalam menjawab masalah-masalah fiqhiyah. 'Umar meminta minumannya itu. ternyata "Kembali kepada al-Qur'an dan al-Sunnah" tidak segampang seperti yang dibayangkan. Mungkinkah ini hanya fiqhnya 'Aisyah. Kesimpulan terakhir ini telah disepakati fuqaha. Aliran tersebut sebenarnya adalah skripturalisme. Ia berkata: Siapa yang ragu untuk meminumnya. berkata kepadanya: "Susukanlah dia lima kali susuan sehingga ia menjadi muhrim dengan susunya". (Malik. Bagaimana mungkin Nabi saw menghalalkan sesuatu dengan tindakan yang haram? (Bukankah bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim itu haram. (3) Dianjurkan menyusukan orang yang sudah dewasa supaya ia halal masuk ke rumah seorang perempuan. (Ia mabuk) dan 'Umar menetapkan hukum cambuk baginya. Mereka mempersoalkan cara menyusukan itu. Aisyah mengambil cara ini bila ada lakilaki yang ingin masuk ke rumahnya Ia menyuruh saudaranya. Ibrahim al-Nakhti meriwayatkan hadits yang sama dari 'Umar dan berkata: 'Umar meminumnya setelah mencambuk orang A'raby itu. Al-Muwatha 2: 115-116) Contoh lain: "Seorang A'raby meminum minuman 'Umar. kemudian meminumnya. (Al-Jashash. apalagi menyusu kepadanya?). Dari fenomena tersebut.

dan terutama sekali pada Daud al-Zhahiri. Mereka menolak ta'wil dan menerima hadits secara harfiyah. dan yang ada hanya ijtihad. tugas ahli fiqh hanyalah mencari nash yang relevan. Berbagai upaya rekonstroksi fiqh di dunia Islam sekarang ini berangkat dari kedua aliran tersebut.. Mazhab-mazhab fiqh terletak di antara kedua ekstrim itu. LATAR BELAKANG SKRIPTURALISME Seperti diketahui dalam fiqh tabi'in. yang kemudian menjadi paham resmi Arab Saudi. tapi berusaha menangkap menurutnya. Seperti Ibn Taymiyah. Karena itu.. Skripturalisme dan liberalisme keduanya berusaha mendobrak kebekuan pemikiran Islam. yaitu liberalisme. fatwa para sahabat. Ibn Taymiyah memperkuat gerakan anti rasionalisme ini dengan menolak setiap penggunaan logika dalam khazanah ilmu-ilmu Islam dan sekaligus menolak praktek-praktek yang tidak ada dasarnya dalam teks al-Qur'an dan hadits. kita harus memulai dengan menyorot kedua aliran ini secara kritis dibahas skriptularisme.kaku. ada dua aliran besar dalam fiqh Islam: ahl al-Ra'y dan ahl al-Hadits. yang mengumpulkan ribuan hadits dalam musnadnya. Mereka melihat masa Salaf sebagai model. Yang pertama menekankan rasio dalam pengambilan keputusan. kesetiaan pada teks sangat ekstrem. Dalam kalimat W. bila ada. The Encyclopedia of Islam menyebut Ibn Taymiyah sebagai the bitter enemy of innovations. bila tidak ada. Karena itu. Ibn Qutaybah memasukkan Ahmad di antara muhadditsin dan Ibn Jarir al-Thabari menolak Ahmad sebagai ahli fiqh. Raja Malik ibn Abd al-Aziz. Muhammad ibn Abd al-Wahab menolak "the corruption and laxity of the contemporary decline. filsuf dan sufi. tema umum Islam. berkata: "Madzhab kami mengikuti dalil. Paham Ibn Taymiyah dihidupkan kembali oleh Muhammad ibn Abd al-Wahab lima abad kemudian. Paham ini. KEGAGALAN SKRIPTURALISME . dalam upaya menelaah kembali fiqh. kami mengikuti ijtihad Ahmad ibn Hanbal: (Mughniyah. Aliran ini tak lagi terikat dengan bunyi teks. dan menolak qiyas kecuali dalam keadaan terpaksa. Yang kedua berdasarkan fiqh pada hadits walaupun lemah dan menolak penggunaan rasio. Makna ini dianggap sebagai ruh ajaran Islam. Smith. ketika menyampaikan khutbahnya di Makkah tahun 1355. Yang paling dekat dengan ahl al-ra'y adalah madzhab Hanafi.. mempengaruhi banyak aliran pembaharuan di seluruh dunia. . Semuanya terjadi karena Ahmad mendasarkan mazhabnya pada hadits Rasulullah saw (meski lemah). 1968:42). memang lebih terkenal sebagai ahli hadits dari pada ahli fiqh. makna hakiki dari teks. dan kembali kepada al-Qur'an dan hadits sebagai satu-satunya jalan untuk memecahkan segala persoalan Islam. Imam Ahmad ibn Hanbal. Pada Ibn Hazm. Jadi fiqhnya selalu merujuk pada nash-nash al-Qur'an atau hadits. the introvert warmth and other wordly pety of the mystic way. maqashid syar'iyah dan sebagainya. Arkoun menyebut aliran ini logosentrisme yang ia gambarkan sebagai berikut: Di samping aliran ini ada aliran yang sangat menekankan rasio (akal).C.the alien intellectualism not only of philosophy but also theology" (Smith. dan yang paling dekat dengan ahl al-hadits adalah mazhab Hanbali. 1987:95). ia mencela kaum mutakallim. sekaligus merupakan fiqh baru yang dapat menjawab masalah-masalah baru akibat perubahan masyarakat.

paham ini melahirkan orang-orang yang wawasannya sempit. Al-masail al-lafzhiyah --seperti makna lughawi. Filsafat bukan saja dijauhi. skripturalisme tidak dapat menyelesaikan kemusykilankemusykilan yang terjadi ketika melakukan istidlal (memberikan dalil-dalil hukum) dari nash-nash. dalam aqidah. orang-orang awam tidak merasa perlu lagi dengan kehadiran fuqaha. menurut Fazlur Rahman. Kedua. Sebagian di antara mereka akhirnya menggunakan qiyas juga. Terakhir. Ketiga. Qunut pada shalat Subuh. karena menolak wacana intelektual. yang mencoba menangkap makna batiniyah dari nashnash. yang memuncak pada fragmentasi umat. mukhtalaf al-hadits. Ada beberara kegagalan skripturalisme. --dan di Indonesia-menyelenggarakan upacara tahlilan dan marhabanan dianggap tidak mengikuti sunnah Rasulullah saw (dalam bahasa orang awam. skripturalisme. Dengan menyingkirkan mistisisme. Ada yang mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat pertanian. dianggap sesat. skripturalisme terbukti tidak menjawab berbagai masalah kontemporer. Selanjutnya. Sebagian kaum modernis di Indonesia. zakat emas dan perak. Dalam skala makroskopis. mudah mendorong orang ke arah fanatisme. membaca shalawat kepada Nabi saw. Pada saat yang sama. mengobrol dengan ahli surga. "since the leaders of these movements were interested in negating some of the influences of the medieval school of islamic thought and law. dan zakat perdagangan. tertawa dan sebagainya. Tidak ada maksud saya --dan bukan tempatnya di sini-. Madzhab yang lain akan dianggap menyimpang dari al-Qur'an dan sunnah. Kaum sufi. saya kira.untuk merinci dalil-dalil orang-orang yang mempraktekkan upacara-upacara agama tersebut. makna 'am dan khash dan sebagainya. Muncullah para "mujtahid" yang tidak berkualifikasi. makna 'urfi (kebiasaan). mereka telah mematikan telaah filosofis. Pertama. skriptualisme menyingkirkan pengalaman mistikal dari kehidupan beragama.Keyakinan bahwa kesetiaan pada teks al-Qur'an dan hadits cukup untuk memecahkan persoalan ternyata hanya simplikasi. penentuan keshahihan hadits. bukan tidak mengikuti sunnah. dianggap bid'ah. Bukankah segala persoalan dapat diselesaikan dengan merujuk pada dalil-dalil al-Qur'an dan hadits. Pada tahap institusional. 1981:26). makna haqiqi dan majazi. Keempat. tetapi tanpa aturan yang konsisten. Salah satu contoh adalah perbincangan tentang zakat profesi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak diwajibkan zakat padanya. Para pengikutnya tidak lagi "menikmati" agama dan sebagian mengalami ketidakpuasan rohaniah. Padahal. tetapi tidak berdasarkan dalil yang disetujui mereka. Praktek-praktek keagamaan yang tidak secara spesifik ditunjukkan dalam nash. tidak ada contohnya dari Nabi saw). duduk di atas 'arasy. qawaid ushul al- . mengucapkan doa yang tidak ma'tsur. yang menolak qiyas. membaca dzikir bersama. mereka menetapkan keharusan percaya bahwa Ia turun ke langit dunia. tetapi juga dikafirkan. yang disebut bid'ah adalah apa saja yang tidak merujuk pada dalil yang telah dipilihnya. Karena skriptualisme menerima teks-teks al-Qur'an dan hadits dengan apa adanya. menggunakannya dalam menjelaskan zakat profesi. tapi merasa faqih. Dengan menolak ta'wil. they inevitably took a negative attitude toward the intellectual and spiritual developments that had taken place in the intervening centuries" (Rahman. kaum skripturalis telah menghilangkan pengalaman beragama (religious experiences) yang emosional. Wacana teologi menjadi gersang. Mereka membentuk kelompok-kelompok. kelima.

Walaupun saya tidak akan membahas pokok-pokok pikiran kaum liberal Islam seperti yang dipaparkan Leonard Binder.fiqh dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan penafsiran nash tidak mendapat perhatian. Pada gilirannya. 6. Mereka bersedia meninggalkan makna lahir dari teks untuk menemakan makna dalam dari konteks. FIQH KAUM PEMBARU: MADZHAB LIBERALISME Seperti telah disebut di atas. Tulisan ini hanya ingin mengingatkan kita akan pentingnya penilaian kritis terhadap pendekatan pada fiqh. SEJARAH MADZHAB LIBERALISME Fiqh kaum liberal dapat dilacak pada madzhab ahl al-ra'y di kalangan para sahabat Nabi. but the content and the meaning of revelation is not essentially verbal. tapi kaum liberalis modern justru mengambil inspirasi dari tafsir bi alma'tsur. Jadi ciri khas kaum liberalis ialah upaya untuk menangkap esensi wahyu. keduanya menggaungkan kembali perbedaan pendapat para sahabat tentang sunnah Rasullah saw. kita sebut liberalisme. liberalisme juga sangat rentan terhadap berbagai problem. Mereka kembali secara ketat pada teks-teks al-Qur'an dan al-hadits atau mereka berusaha menemukan ruh atau semangat dari ajaran al-Qur'an dan al-hadits. kita dapat merumuskan kaidah-kaidah baru dalam menegakkan fiqh yang lebih relevan dan signifikan. Since the words of the Qur'an do not exhaust the meaning of revelation. orang tidak memberikan solusi terhadap segala kemusykilan ini. Setelah itu. Apakah Nabi Muhammad saw berijtihad? Banyak para sahabat membagi perintah-perintah Nabi ke dalam dua bagian. para pembaru mencoba mendobrak stagnasi dengan melakukan salah satu di antara dua pilihan. Yaitu yang berhubungan dengan ibadah ritual (kelak disebut huquq Allah) dan yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial (kelak disebut huquq al-'ibad). the language of the Qur'an is coordinate with the essence of revelation. Fiqh al-ra'y sebenarnya sejajar dengan tafsir al-Qur'an bi aldirayat. TRADISI IJTIHAD BI 'L-RA'Y Ketika [brahim Hosen berbicara tentang ta'aqquli dan ta'abbudi. but which goes beyond them. saya akan mengutip deskripsinya tentang kaum liberalis Islam. karena berusaha secara bebas untuk menggunakan penalaran. secara khusus kita akan mengambil contoh pemikiran Ibrahim Hosen dan Fazlur Rahman untuk menggambarkan pokokpokok pemikiran kaum liberalis. For Islamic liberals. . seeking that which is represented or revealed by language. there is a need for an effort at understanding which is based on the words. Di bawah ini saya akan mengulangi lagi akar pemikiran kaum liberalis dengan mengutip apa yang pernah saya tulis pada pengantar buku Islam dan tantangan Modernitas. Seperti biasa. Karena itu. Melalui studi kritis terhadap keduanya. dan ketika Rahman mengulas pemikiran modernis dan fundamentalis. Kritik terhadap skripturalisme sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela liberalisme. pada akhirnya saya akan mengajukan kritik. sesudah mengutip sejarah ijtihad bi al-ra'y saya akan mengutip juga perkembangan tafsir bi al-ma'tsur. Akibat kegagalan skripturalisme tersebut. Yang pertama kita sebut skripturalisme (sudah dibicarakan) dan kedua. makna wahyu di luar arti lahiriah dari kata-kata.

Bukankah Nabi mengatakan. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Mereka tidak membedakan huquq al-'ibad dan huquq Allah dalam instruksiinstruksi Nabi yang bernilai tasyri'. "Nabi saw dalam keadaan sakit parah. Karena itu. Tidak ada ijtihad Nabi. dan Allah membenarkan ijtihad 'Umar." Nabi kemudian menceritakan tentang wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Nabi. Kalau orang mau. Dalam kasus-kasus ini. disertai Abu Bakar pernah menangis terisak-isak menyesali kekeliruan ijtihadnya. Ketika Umar dan Utsman --pada zamannya masing-masing melarang haji tamattu" Ali menentangnya. "Kamu lebih tahu urusan duniamu?" Bukhari meriwayatkan peristiwa yang oleh Ibn 'Abbas disebut sebagai "tragedi hari Kamis". Nabi menginginkan agar para tawanan Badar dibebaskan dengan tebusan. Kalau tidak. aku akan berupaya menangis seperti tangisan Anda. Dalam keadaan sakit. Kalau benar. Di tangan kalian ada kitab Allah. "Ia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya." Karena Umar adalah primadona dari kelompok pertama para sahabat ini. "Dengan ini kalian tidak akan sesat selamanya"' kata Nabi. aku akan menangis. Ini hanyalah ra'yu yang aku pegang. dari Umar. "tidak akan ada yang selamat kecuali Umar ibn Khaththab. Sebagai lawan mereka --dalam pemikiran-. dalam kitab tarikhnya. Ibn Abi al-Hadid membenarkan kedua sahabat itu. dan yang kedua secara ta'aqquli. "Sesungguhnya Nabi saw mengirimkan pasukan itu berdasarkan Ijtihad dan bukan berdasarkan wahyu yang diharamkan membantahnya. ia sudah menjalankan kitab Allah dan sunnah NabiNya.adalah madzhab Alawi." kata Nabi. yang berkata: "Barang siapa melakukan tamattu'." Ketika Ali menegur Utsman yang melarang tamattu'. silakan ambil ra'yu-ku. Kalau tidak ada tangisan. Nabi menyuruh sahabatnya mengambil dawat dan pena untuk menuliskan wasiatnya. "Seandainya azab turun. Ketika Abu Bakar dan Umar meninggalkan pasukan Usamah. 'Umar bertanya: "Apa yang menyebabkan Anda dan sahabat Anda menangis? Kalau ada sesuatu yang patut aku tangisi. Utsman berkata: "Aku tidak melarangnya.a. tapi Umar melarangnya. menulis: "Para sahabat r. dari Allah dan kalau salah. Para ahli hadits meriwayatkan berbagai peristiwa ketika ijtihad Nabi berbeda dengan ijtihad 'Umar. sedangkan 'Umar mengusulkan untuk membunuh mereka. Pada bagian kedua. wahyu selalu turun membenarkan Umar. sangat takut kepada Umar dan tidak menemukan orang yang melawan pendapat Umar kecuali Ali ibn Abi Thalib." (QS 53:3)." Umar juga diriwayatkan berkata: "Inilah ra'yu Umar." Abdullah ibn Mas'ud berkata seperti itu juga: "Aku . padahal Nabi memerintahkan mereka untuk berada di dalamnya. Umar berkata. yang terdiri atas sahabat-sahabat yang berkumpul di sekitar Ali ibn Abi Thalib." Tampaknya Umar berpendapat bahwa kondisi sakit Nabi melahirkan ijtihad Nabi yang tidak perlu diikuti.Mereka menerima yang pertama secara ta'abbudi. kemudian kita pun menyebut madzhab pemikiran mereka sebagai madzhab Umari. Ibn Katsir. Rasulullah saw sering berijtihad. tinggalkan saja. ijtihadnya boleh jadi benar atau salah. Cukuplah buat kita kitab Allah itu. Nabi hendak menshalatkan 'Abdullah ibn Ubayy. tetapi ia hanya berbicara berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya.merupakan justifikasi terhadap peluang menggunakan ra'yu dalam menghadapi sunnah (yang berasal dari Ijtihad Nabi). di sini para sahabat tidak merasa terikat dengan sunnah." Hadits-hadits di atas --walaupun keabsahannya harus kita teliti secara kritis-.

manusia sesudahmu akan lebih daripada itu. khusus di kalangan ahl al-Sunnah. Abu Zahrah menulis: "Tidak seorang sahabat pun meninggalkan nash demi ra'yunya atau kemaslahatan yang dipandangnya. yang pertama kali melakukan tadwin hadits adalah Ibn Syihab al-Zahri atas perintah Umar ibn Abd al-Aziz. Ia membakarnya dan berkata: "Saya khawatir. saya mati. Sejarah singkat madzhab 'Umari ini menunjukkan tiga ciri khasnya: (1) madzhab ini memusatkan perhatian utamanya --dan seringkali dengan mengabaikan yang lain-. Konon.memerintahkan pembantunya untuk menyalakan api pembakaran. "Hasbuna Kitab Allah. jawablah: "Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. Ali Yafie melukiskannya sebagai lingkaran-lingkaran: "Lingkaran paling dalam (pertama) merupakan kelompok yang paling sedikit menggunakan ra'yunya. tetapi mengaplikasikan nash secara baik. Fiqh al-ra'y makin diperteguh dengan kecenderungan umum madzhab Umari untuk mengabaikan penulisan hadits. 'Aisyah melaporkan: "Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Nabi saw. tak memperkenankan penggunaan . yaitu. Ibrahim al-Nakha'i. ia lemparkan semua tulisan. Ali tetap tinggal di Madinah. sehingga lahirlah mazhab Kufah yang menitik-beratkan Fiqh al-ra'y. dan berkata: "Kalian meriwayatkan dari Rasulullah saw. daerah Hijaz. dan (3) madzhab ini menekankan aspek maqashid syar'iyyah atau kemaslahatan umat untuk menetapkan hukum." Abu Bakar juga pernah mengumpulkan orang setelah Nabi wafat. Janganlah meriwayatkan sesuatu pun dari Rasulullah saw.". Prinsip mereka dalam pengambilan hukum. halalkan yang halal dan haramkan yang haram. Sesungguhnya maslahat yang difatwakan sahabat tidak bertentangan dengan nash." Kita pun kemudian mengetahui bahwa di Madinah. yang menekankan Fiqh al-atsar.mengatakan ini dengan ra'yuku. Al-Hasan ibn Abi al-Hasan --menjelang kematiannya-. Sa'id ibn Jubair. Nanti." Lalu saya berikan kepadanya. tetapi membentuk kontinum. Umar menyuruh mengumpulkan hadits-hadits itu dan memerintahkan untuk membakarnya. Akibatnya. hadits-hadits yang kalian perselisihkan.kepada al-Qur'an. ia berasal dari Allah dan bila salah ia berasal dari setan. dan meninggalkan hadits-hadits itu padamu." kata Umar. sebelum ia memindahkan ibu kota ke Kufah pada masa kekhalifahannya. (2) madzhab ini mengutamakan ra'yu ketimbang al-Sunnah. periwayatan hadits tetap berlangsung sampai zaman Umar. Ke dalamnya. Ashim. berkembanglah madzhab Hijaz. kecuali satu buku saja. Abu Burdah. penulisan hadits terlambat sekitar dua abad. Sementera itu. Ketika Utsman melarang menggabungkan haji dengan 'umrah. Madzhab-madzhab itu berbeda dalam intensitas penggunaan nash dan ra'yu. fiqh al-ra'y dan fiqh al-atsar ini tidak terpilah tegas. Walaupun begitu. "ambilkan hadits-hadits yang ada padamu. dan lain-lain. Di kalangan madzhab-madzhab ahl al-Sunnah. dan kurang terikat pada zhawahir (makna tekstual) dan nash. Untuk menangkis tuduhan bahwa Umar sering meninggalkan nash-nash al-Qur'an secara sengaja. Bila benar. Allah dan Rasul-Nya terlepas darinya. ia menegur Ali: "Kau lakukan itu padahal aku melarangnya?" Ali menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw karena (ra'yu) salah seorang manusia. Rasul Ja'farian menyebutkan nama-nama ulama tabi'in yang melarang penulisan hadits. ia datang menemuiku dan berkata. berdasarkan pemahaman yang benar akan maksud-maksud syara'. Abu Sa'id. Bila ada yang bertanya kepada kalian." Para tabi'in dari Kufah kelak berguru kepada Abdullah ibn Mas'ud. Pada suatu pagi. Alasan Umar: "Aku khawatir hadits-hadits itu akan memalingkan orang dari Kitab Allah." Tradisi pengabaian penulisan hadits --dan sekaligus pembakarannya-dilanjutkan oleh tabi'in.

Apa yang belum terjadi adalah ketetapan hukum berdasarkan qiyas. Dalam proses pengambilan hukum. Doktrin mereka menyatakan bahwa hadits dha'if harus lebih diprioritaskan daripada akal. prajurit mendapat satu bagian." Katanya: "Rasulullah berkata." Ibn Abu Syaibah dalam bukunya. Bukankah agama itu ra'yu yang baik?" Barangkali ini penegasannya tentang keharusan nash tunduk pada analisis rasional. Abu Hanifah tidak tertarik untuk menemui mereka. .akal. Mazhab ini disebut mazhab Hanbali yang dipelopori Imam Ahmad ibn Hanbal." Yang dimaksud dengan apa yang sudah terjadi adalah hadits-hadits Nabi. Disadari atau tidak. kelompok yang disebut madzhab Maliki yang dipelopori Imam Malik. "Lingkaran ketiga. Ketika Raqabah ibn Musqilah ditanya tentang Abu Hanifah." Kata Abu Hanifah: "Bila jual beli wajib. Kata Dr. Madzhab yang menggunakan kaidah semacam ini disebut madzhab alZhahiri. "Sedangkan kelompok kelima. kuda mendapat dua bagian. menyebut hadist-hadist yang ditolak Abu Hanifah dan mencapai 150 hadits. Akal lebih dipentingkan dalam proses pengambilan hukum daripada hadits. "aku mendengar Yusuf ibn Asbath berkata. Simaklah riwayat yang diceritakan Dr. Madzhab ini banyak dilaksanakan di Saudi Arabia." Kata mereka: "Pada zaman Abu Hanifah. Kaidah mereka adalah al-Mashalih al-Mursalah. Kata Abu Hanifah: "Aku tidak akan menjadikan bagian binatang lebih banyak daripada bagian seorang Mukmin. merupakan madzhab yang menggunakan rasio agak lebih intens daripada kelompok pertama tadi. Ahmad Amin. ada empat orang sahabat. Kaidah mereka: la ra'yu fi al-din (tidak ada tempat rasio dalam agama). terakhir. Ali Hasan Abd al-Qadir: "Musuhmusuh Abu Hanifah menuduhnya tidak memberikan perhatian besar pada hadits.. Abu Hanifah memang hanya sedikit meriwayatkan hadits. ia akan mengambil banyak pendapatku. ia menguji hadits dengan pertimbangan psikologis dan konteks sosial. adalah mazhab yang frekuensi penggunaan akalnya lebih banyak." Nabi bersabda: "Dua jual beli dengan khiyar sebelum keduanya berpisah. Abu Hanifah menolak 400 atau lebih hadits Nabi saw." Untuk memberikan contoh madzhab yang paling "Umari". Ia menolak banyak hadits demi ra'yu. Ia memprioritaskan ra'yu dalam mengeluarkan keputusan fiqh. tidak ada khiyar. Madzhab ini dipelopori oleh Imam Hanafi. "Lingkaran yang kedua. pada bab khusus. marilah kita melihat madzhab Hanafi. hal itu dikarenakan Abu Hanifah sangat memperketat syarat-syarat penerimaan hadits. . Kataku: "Berikan sebagian contohnya. karena diprakarsai Dawud al-Zhahiri yang dilanjutkan Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. Kata Abu Hanifah: "Undian itu judi. Kata Abu Hanifah: "Isy'ar adalah penganiayaan. kurangnya hadits pada Abu Hanifah menunjukkan bahwa ia tidak merasa puas dengan menyampaikan hadits saja. Abu Shalih al-Fura menuturkan. madzhab ini lebih banyak menggunakan analogi atau qiyas. Doktrinnya menyatakan bahwa rasio harus diperhatikan guna pertimbangan kemaslahatan. "Lingkaran keempat adalah madzhab Syafi'i yang dipelopori Imam Syafi'i.. Abu Hanifah pernah dilaporkan berkata: "Seandainya Rasulullah berjumpa denganku. ia menjawab: "Abu Hanifah adalah orang paling pandai tentang apa yang sudah terjadi. madzhab ini sebenarnya juga menggunakan rasio." Rasulullah melakukan isy'ar (melukai punggung unta) sebelum menyembelih hewan kurbannya. Hanya intensitas penggunaannya sangat sedikit." Nabi mengundi istri-istrinya kalau mau bepergian. Kata Ibn Khaldun.

Bila tafsir itu berpijak pada ijtihad mufasir --dengan mengerahkan kemampuan nalar dan/atau intuisinya-. pendapat sahabat dan tabi'in. ada baiknya kita juga meninjau perkembangan metodologi penafsiran al-Qur'an. antara lain pada masa al-Mahdi. Fazlur Rahman dilahirkan.maka kita menyebutnya tafsir bi al-dirayah atau tafsir bi 'l-ra'y. Lewat tangan-tangan kekuasaan. Ibrahim Hosen mereguk ilmunya. Daerah-daerah madzhab Hanafi antara lain Mesir dan Pakistan. dan menjelaskan maknanya serta menggali hukum-hukum dari hikmahnya. Rupanya. Kita akan membicarakan kritik pembaruan Rahman di akhir tulisan ini. al-Hadi dan al-Rasyid. Rahman hampir sepenuhnya berpijak pada tafsir bi 'l-dirayat. Di Pakistan. Ia memegang jabatan qadhi pada masa-masa kekhalifahan 'Abbasiyyah.adalah ilmu untuk memahami Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya. (Untuk menggembirakan kita semua kedua-duanya berhak disebut Syaikh al-Islam). Tafsir --menurut Muhammad Ali al-Shabuni-. sebagaimana fiqh al-ra'y mempunyai persamaannya dalam tafsir bi 'l-dirayat. dari sinilah Rahman mengajak kita untuk menafsirkan al-Qur'an dengan melihat al-Qur'an secara keseluruhan dan dengan melihat "sebab-sebab pewahyuan". Sebelum sampai ke situ. madzhab Hanafi tersebar ke seluruh kekuasaan Islam. . TAFSIR BI 'L-RIWAYAT DAN TAFSIR BI 'L-DIRAYAT Fiqh al-atsar mempunyai tandingan dalam tafsir bi al-riwayat. al-Hadits. tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an adalah yang paling baik. Di antara jenis-jenis tafsir bi 'l-riwayat. Anehnya. Untuk mengapresiasi metode penafsiran Rahman. tafsir bi 'l-riwayat seperti ini diambil Rahman ketika berbicara tentang hukum Islam dan ditinggalkan Rahman ketika membahas aspek teologis dan eskatologis ajaran Islam. para mufasir menganggap taisir bi 'l-riwayat adalah yang paling dapat dipercaya. dan menetapkan "sunnah yang dikenal baik" sebagai kriteria terhadap "semangat dan sikap kolektif" dari hadits. bagi madzhab Hanafi. Muhammad saw. Cukuplah dikatakan bahwa dengan mempelajari fiqh-fiqh klasik. Rahman. Tafsir Kontekstual-hanya dapat diterima oleh orang yang tidak mempunyai dasar dalam pemikiran Islam tradisional. kemusykilan kedua penafsiran ini akan kita lihat. Di Mesir. Uraian di atas diberikan untuk menjelaskan dasardasar pemikiran Rahman pada perkembangan pemikiran Islam klasik. Sesudah itu. menerima hadits dengan sikap kritis. Untuk yang terakhir ini. Di antara kedua jenis tafsir itu. kita akan terkejut menemukan bahwa klaim orisinalitas pembaruan Rahman –yang berulangkali disebut Taufik Adnan Amal dalam bukunya. ketika merumuskan metodologi ijtihadnya. Karena itu.Salah satu murid terkemuka dari Abu Hanifah adalah Abu Yusuf.menyebut Abu Yusuf. lewat asbab al-nuzul). baru tafsir al-Qur'an dengan al-Sunnah (misalnya. sebagaimana kritik Rahman terhadap hadits (sunnah) dapat ditelusuri pada kritik fuqaha al-ra'y terhadap fuqaha al-atsar. kritik terhadap Rahman juga dapat dilacak pada kritik fuqaha al-atsar terhadap fuqaha al-ra'y. Bila tafsir itu diperoleh dengan menukil penjelasan dari al-Qur'an lagi. Ia memuji Abu Yusuf karena memberikan penafsiran yang situasional kepada hadits yang "berdiri sendiri". Tidak heran kalau Fazlur Rahman sering --bahkan paling sering-. maka tafsir itu disebut tafsir bi 'l-riwayat atau tafsir bi 'l-ma'tsur. tidak berbeda dari Ibn Taimiyah bagi madzhab Hanbali. Kita tidak akan membicarakan pengaruh Abu Yusuf terhadap metodologi Rahman (dan juga Hosen). sebagai latar belakang teoretis dalam memahami penafsiran al-Qur'an yang dirumuskan oleh Rahman.

baik yang bersifat lafdziyah. atau bersifat haliyah. kita akan melacak kemusykilan asbab al-nuzul. kita dapat membaginya ke dalam kelompok: tafsir Qur'ani yang murattab (berdasarkan urutan ayat dari al-Fatihah sampai al-Nas) dan tafsir Qur'ani maudhu'i (berdasarkan tema-tema atau topik-topik tertentu) Untuk mengetahui prosedur penafsiran qurani yang murattab. (QS 37:95). Tafsir maudhu'i baru muncul belakangan. serta menggali prinsip-prinsip universal ajaran Islam. Ayat ini terdapat dalam kisah ucapan Ibrahim kepada para penyembah berhala. padahal Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat (QS 37:96). Kemudian Allah menghidupkan mereka di dunia. Nabi saw. wa lam yalbisu imanabum bi zhulm (QS 6:82) sebagai syirk berdasarkan ayat inn al-syirk la-zhulm 'azhim (QS 31:13). kita akan menelusuri akar-akar penafsiran Rahman pada tafsir bi 'ldirayat. yang menjadi pijakan Rahman. mempermudah makna yang sulit. kita akan terjatuh ke dalam paham Jabbariyah. al-Najm ayat 42. dalam Tafsir al-Mizan. Akhirnya. "ayat-ayat lain dipergunakan untuk memahami ayat-ayat yang mujmal atau sama. Bila kita teliti kitab-kitab itu. Tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an mempunyai basis dalam petunjukpetunjuk al-Qur'an sendiri (QS 11:1. tetapi meliputi anak-cucunya." Misalnya. "maka ayat-ayat al-Qur'an dilihat dari konteks ayat-ayat itu" (siyaq al-ayat). kita akan melihat problematik al-Qur'an yufassir ba'dhuhu bad'dhan. membedakan ketetapan legal dari sasaran dan tujuan al-Qur'an. yang --menurut Rahman-dapat mengungkapkan latar belakang situasional. Semula manusia mati. Selanjutnya. 7:52. 2:185) dan al-Sunnah." Yang dimaksud dengan "khalifah" dalam surah al-Baqarah ayat 30 tidak terbatas pada Adam. Paling tidak. Tradisi Nabi ini dilanjutkan oleh para sahabat. Perbedaan antara tafsir maudhu'i dengan tafsir murattab mirip dengan perbedaan antara thesaurus dengan . uraikan Pertama. menafsirkan kata zhulm dalam. dengan melihat surah al-A'raf ayat 69. Kedua. Tanpa melihat konteks ayat. Setelah itu Allah mematikan mereka dan menghidupkan mereka kembali pada Hari Kiamat. Ibn Abbas menafsirkan dua kematian dan dua kehidupan dalam surah Ghafir ayat 11 dengan merujuk kepada surah al-Baqarah ayat 28.Pertama kali. Yang dimaksud dengan konteks adalah "semua yang mengungkapkan ( makna) lafadz yang ingin kita pahami dari petunjukpetunjuk yang lain. dan alNaml ayat 62. kita akan menemukan prosedur penafsiran Qur'ani yang bermacam-macam. Apakah kamu menyembah barang yang kamu pahat. atau menjelaskan istilah-istilah yang dipergunakan dalam al-Qur'an. Abd al-Karim alKhathib al-Mishri bahkan menamai kitab tafsirnya al-Tafsir al-Qur'ani li alQur'an. Jadi jelas. ketika berada dalam tulang sulbi orang tua mereka. dari penafsiran QS 31:14 dengan QS 46:15. Banyak kitab tafsir mengaku menggunakan metoda ini. ayat "Dan Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat" (QS 37:96). seperti kasus-kasus atau fenomena yang menjadi petunjuk bagi topik yang dibicarakan. Yang dimaksud dengan kata al-mustaqar dalam surah alQiyamah ayat 12 adalah "tempat kembali" dengan melihat surah al-Insyiqaq ayat 6. dan al-Qhashash ayat 88. al-'Alaq ayat 8. Ali ibn Abi Thalib menyimpulkan bahwa waktu minimal kehamilan adalah enam bulan. Bahwa "apa yang kamu perbuat" adalah berhala-berhala itu. kita jalan yang ditempuh oleh al-Thabathaba'i. seperti kata-kata yang membentuk kalimat tunggal yang berkaitan dengan lafadz yang ingin kita pahami. Yunus ayat 14.

kita harus sanggup menyimpulkan prinsip-prinsip umum ajaran al-Qur'an. kita harus meninggalkan pemahaman harfiah terhadap al-Qur'an dan menggantinya dengan pemahaman berdasarkan semangat dan jiwa al-Qur'an. (Kita) kumpulkan setiap ayat yang berkaitan dengan pengertian tertentu dan topik tertentu. kita harus menggeser perhatian dari masalah pidana yang ditetapkan oleh nash kepada tujuan pemidanaan. Kita memperoleh manfaat lain dari pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu dengan tetap berpijak pada pandangan Qur'ani yang utuh tentang topik tersebut. Ketiga. Nanti.. 26. prinsip-prinsip umum ini kita aplikasikan untuk memecahkan masalah-masalah konkret dewasa ini. ". Pengantar pada tafsir ini –sepanjang pengetahuan saya dari kalangan kaum Muslim-. kemudian dikumpulkan ayat-ayat yang berkenaan dengan topik tersebut. Amal dan Pangabean memperincinya dalam Tafsir Kontekstual al-Qur'an.dictionary. Terakhir. salah satu aspek dari topik tertentu itu. ketiga. Pertama. Ia mengusulkan enam hal. Seringkali kita mengalami kesulitan untuk memahami ayat atau mengetahui tujuannya karena jarak kita yang jauh dari zaman wahyu. pembedaan antara ketetapan legal dengan sasaran dan tujuan al-Qur'an. Dari ketiga langkah tersebut di atas. Secara operasional. pemahaman sasaran al-Qur'an dengan memperhatikan latar belakang sosiologisnya.. Tafsir maudhu'i dimulai dari topik. pendekatan historis untuk menemukan makna teks. Mengumpulkan ayat-ayat dalam hubungannya satu sama lain. TAFSIR KONTEKSTUAL FAZLUR RAHMAN Rahman dalam Tema Pokok al-Qur'an memperinci metodologi penafsiran alQur'an dalam tiga langkah. kita harus mengganti pendekatan ta'abbudi terhadap nash-nash dengan pendekatan ta'aqquli. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ini pernah mengajukan saran-saran bagi pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. kita harus mengambil sunnah Rasul dari segi jiwanya untuk tasyri al-ahkam dan memberikan keleluasaan sepenuhnya untuk mengembangkan teknik dan pelaksanaan masalah-masalah keduniawian. Kelima. kita harus melepaskan diri dari masalikul'illah gaya lama dan mengembangkan perumusan 'illat hukum yang baru. bergerak dari yang khusus kepada yang umum. Keempat. Ibrahim Hosen. KRITIK PADA FIQH IBRAHIM HOSEN .ditulis oleh Muhammad alBaqir al-Abthahi. dan menjelaskan metodenya sebagai berikut: ". kedua. Pertama. dan karena kita tidak mengetahui konteks turunnya ayat itu atau petunjuk-petunjuk situasional yang berlaku pada masyarakat Islam saat itu. Al-Qur'an menunjukkan dalam setiap surah atau setiap tempat.. Kedua. Ayat-ayat itu kemudian disusun dan dirangkai begitu rupa sehingga dihasilkan kesatuan pandangan yang lengkap dan kesatuan pemikiran yang menghimpun dan meliputi seluruh ayat tersebut. Dalam perkembangan pemikirannya yang kemudian. yaitu. kita harus mendukung hak pemerintah untuk mentakhshish umumnya nash dan membatasi muthlaqnya." POKOK-POKOK PEMIKIRAN MADZHAB LIBERALISME Pendapat Prof. Kadang-kadang ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu tersebar pada surah-surah yang berbeda atau pada tempat-tempat yang berbeda dalam surah yang sama. ketiga langkah ini merupakan langkah pertama dalam perumusan prinsip-prinsip hukum Islam.. dalam satu tempat. Ja'far Subhani menulis serial mafahim al-Qur'an (sampai sekarang sudah selesai lima jilid). dapat membantu kita dalam menghilangkan kekaburan dan ketidakjelasan.

Rasulullah menyuruh mereka berbuka. fiqh akan lebih berfungsi sebagai pemberi justifikasi daripada jurisprudensi. Kata sebagian orang. ketika kita meninggalkan makna lahir teks dan mencari jiwa atau semangat teks. Tetapi yang menjadi persoalan ialah apakah berpegang pada semangat al-Qur'an atau al-Sunnah itu berarti tidak usah setia lagi pada makna lahiriahnya. ketika kita memerlukan tenaga untuk membangun. Dengan kebebasan mencari 'illat baru. Kita tidak perlu mengeluarkan zakat bila pemerintah sudah melakukan kebijakan pemerataan pendapatan dan memberikan santunan pada fakir miskin. Sekarang kita abaikan makna lahiriah ini. kita meninggalkan makna obyektif yang sudah jelas dan memasuki makna subyektif yang tidak jelas kriterianya. Kata "menutupkan kerudung" harus dipahami sebagai kata kiasan. Saya yakin. Ketiga. Dalam istilah sebagian orang. Kita harus mencari semangat atau ruh perintah ini. dengan menetapkan pemerintah sebagai pentakhshish dan pengtaqyid nash. Apakah perempuan tidak perlu memakai kerudung bila ia sudah pandai menjaga diri tidak melakukan tindakan yang "merangsang"? Kita memerlukan kriteria kapan teks harus ditinggalkan demi makna yang lebih dalam dan kapan makna yang lebih dalam itu harus diperlakukan sebagai pengayaan makna lahiriah dan bukan pengabaiannya. "Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya sampai menutupi dada mereka" (QS. Tanpa kriteria ini kaum liberalis dapat membawa kita ke arah tadhyi (pengabaian nash) dan tahrif (penyimpangan makna). Islam akan dipandang hanya sebagai suplemen dan bukan sebagai alternatif. KRITIK PADA FAZLUR RAHMAN . Kata sebagian orang. Sekarang. Makna lahiriah dari teks. Kita harus menggunakan akal (ta'aqquli). Dengan cara ini terbukalah peluang untuk memasukkan pikiran-pikiran non-islami ke dalam struktur syari'at Islam. kepastian hukum menjadi kabur. Pandangan ini menimbulkan beberapa kemusykilan. berdasarkan pada 'illat baru. dahulu wanita-wanita Arab itu senang membuka dadanya untuk merangsang kaum pria. Semangat ajaran Islam itu kesucian diri. dengan mengganti 'illat qashar pada masyaqqah (kepayahan). Misal. Kita masih dapat mengumpulkan pendapat-pendapat lain. apakah kita juga harus meninggalkan puasa. ketika kita harus meninggalkan produktivitas. Perintah ini harus dipahami sebagai perintah untuk menahan diri dari perbuatanperbuatan yang mendorong orang ke arah pemuasaan nafsu. hukum-hukum syari'at dapat berubah. yang dimaksud ialah hendaknya wanita memelihara kesucian dirinya dengan menutup diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela. karena justifikasi tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. Kita tidak boleh menerima teks-teks itu begitu saja (secara ta'abbudi). Dalam situasi seperti itu puasa boleh ditinggalkan. qashar tidak lagi berlaku dalam perjalanan tetapi dalam situasi apapun yang membuat orang payah. Kedua. Fiqh menjadi alat status quo dan bukan sebagai korektor. Bukan semangat dari ajaran zakat ialah pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan? Ketika para sahabat bersiap diri menghadapi perang di bulan Ramadlan.Esensi dari pemikiran Hosen ialah jiwa atau semangat dari al-Qur'an dan Sunnah. bukan menutupkan kerudung. Kita tidak perlu terikat pada teks-teks lahir al-Qur'an dan Sunnah. al-Nur: 31) jelas menunjukkan perintah memakai kerudung sampai menutup dada. Pertama. Apa semangat dari larangan ini? Umat Islam sedang menghadapi tugas yang berat. Mereka memerlukan tenaga dan kekuatan. pemikiran seperti ini tidak memerlukan usaha yang sungguh yang menjadi makna ijtihad. Kita dapat menggashar shalat hanya karena kita baru saja menyelenggarakan seminar yang menguras energi.

seperti yang dilukiskan oleh Taufik dalam buku ini (h. dari buku-buku tarikh. bila bertentangan dengan apa yang telah dipandangnya sebagai prinsip-prinsip umum ajaran alQur'an. Apalagi. Di antara yang sedikit itu. Kadang-kadang sebab yang sama berkaitan dengan ayat-ayat yang berlainan (ta'addud al-nazil wa 'l-sabab wahid). Apakah meminta doa kepada Rasul itu hanya berlaku pada waktu Rasul masih hidup atau juga berlaku sekarang? Bukankah dari ayat ini dapat disimpulkan suatu prinsip umum: Bila berbuat dosa. sedang dalam situasi lain sebabnya khusus tetapi efek legalnya umum. Setiap orang juga tahu bahwa asbab al-nuzul dan tarikh sangat . karena jarak kita yang jauh dari masa wahyu. kita merumuskan situasi di zaman Nabi itu dari asbab al-nuzul. Pernah orang datang kepada Rasulullah saw.Metodologi Rahman --seperti telah disebutkan di atas-. meminta agar beliau memohon ampun kepada Allah untuk orang itu. sebagian besar tidak tahan kritik --bahkan pada tingkat kritik rawi atau sanad. tetapi hanya ahli sejarah yang dapat mengubah sejarah. Setiap orang akan setuju bahwa konteks historis sangat diperlukan untuk memahami alQur'an. Dalam kalimat Shadr. Mereka berpegang pada sebab yang khusus (bi khushush al-sabab). datanglah kepada Rasulullah --baik dalam keadaan hidup atau mati dan mintakan agar beliau memohonkan ampunan buat kita? Kaum Wahhabi berpendapat bahwa tawassul itu syirik dan karena itu menganggap ayat ini hanya berlaku ketika Rasulullah masih hidup. "terdapat jarak yang sangat jauh antara situasi sosial ketika nash-nash itu dilahirkan dengan situasi sosial dewasa ini. para orientalis --lewat "analisis sosiologi" mereka-dapat "membuktikan" pengaruh-pengaruh Kristen dan Yahudi dalam al-Qur'an. Di sini tampak bahwa prinsip umum yang diyakini oleh mufasir menentukan spesifikasi atau generalisasi asbab al-nuzul.bersandar sepenuhnya pada pendekatan historis untuk memperoleh makna teks dari analisis latar sosiologis untuk memahami sasaran al-Qur'an. tetapi mempunyai motif-motif yang patut dicurigai. hadist-hadist tentang asbab al-nuzul itu sangat sedikit. Kemudian turun surah alNisa ayat 64. Kadang-kadang ayat yang sama dijelaskan dengan asbab al-nuzul yang berlainan (ta'addud al-asbab wa al-nazil wahid). Kemusykilan lainnya --yang terlalu panjang bila diuraikan di sini-. sebagaimana yang telah banyak diketahui oleh para peneliti ulum al-Qur'an. sebab itu khusus dan efek legalnya juga khusus. Karena itu. tetapi --pada saut yang sama-"menilai bahwa literatur asbab al-nuzul itu seringkali sangat bertentangan dengan kacau-balau" (h. Apalagi --sebagai pelanjut mazhab Umari-. seperti kata sebagian orang. Terdapat juga kemusykilan dalam menentukan apakah dalam situasi tertentu. Rahman menyadari pentingnya asbab al-nuzul.adalah menetapkan apakah asbab al-nuzul itu hanya berkenaan dengan peristiwa atau orang yang spesifik atau dapat digeneralisasikan. yang terbukti seringkali ditulis oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan historiografi. Yang paling musykil --dan justru di sini Rahman berpijak-. Seperti dikatakan Subhani. Tuhan dapat membuat sejarah. 224). Kedua. Di kalangan para mufassirin terjadi ikhtilaf apakah pelajaran (al-'ibrah) itu bersifat spesifik (bi khushush al-sabab) atau umum (bi 'umum al-lafazh). ketika nash-nash itu dijadikan rujukan. Lebih dari itu.Rahman seringkali tidak ragu-ragu menanggap hadisthadist sebagai "fiksi yang dirumuskan belakangan saja"." Dari mana kita memperoleh informasi tentang situasi masa lalu itu? Pertama. 158).berkenaan dengan hubungan antara dengan asbab al-nuzul. sangat sukar kita memperoleh gambaran utuh mengenai situasi sosial waktu itu.

bahwa pengkonsumsian alkohol secara individual dalam komunitas informal tidak haram.. tetapi akhirnya dianggap sebagai perbuatan setan (QS 5:90-91). Abu Jahal terbunuh dalam perang Badar. di tengah jalan ia dicegat Abu Sufyan. Muhammad mengharamkan khamr. Dan seterusnya. Khamr tidak diharamkan. Seandainya tidak turun ayat lain yang mengharamkan. Allah tidak saja . maka pengharaman ditegaskan berkali-kali --dari tahrim 'am sampai tahrim khash bi tasydid albaligh (pengharaman khusus yang sangat keras). Abu Jahal. Dalam urutan pengharaman khamr. Kita tidak tahu apakah Rahman setuju." kata mereka lagi. Al-A'raf termasuk surah yang turun dalam periode Makkiyah awal. Karena Allah berfirman. Menurut Thabathaba'i. Setelah umat Islam terbentuk sebagai masyarakat. Mereka bertanya kepadamu tentang khmr dan judi. tetapi hanya merupakan komunitas informal. "Hai Abu Bashir. Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Thabrani dari Mu'adz ibn Jabal disebutkan bahwa di antara yang pertama kali diharamkan pada permulaan kenabian adalah minuman khamr. ". Tentang surah al-Baqarah ayat 219 --yang dianggap Rahman dan kebanyakan mufassirin belum mengharamkan khamr-. al-A'raf:33). "Aku tidak keberatan. Ketika ia bermaksud menyatakan Islamnya di depan Rasulullah saw. ketika manusia menjadi sebuah masyarakat (society). Menurut Rahman --juga kebanyakan ulama-. Rahman menunjukkan evolusi "sikap" al-Qur'an terhadap khamr. sebagaimana ditegaskan dalam surah al-Baqarah ayat 214. Kedua-duanya sangat dihajatkan terutama sekali untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai al-Qur'an ("ideal moral" alQur'an) atau sebab berlakunya hukum (ratio legis). Yang pertama mengharamkan khamr sebenarnya adalah surah al-A'raf ayat 33.al-Jashash menjelaskan: "Ayat ini menetapkan haramnya khamr.pengharaman khamr ini berlangsung secara gradual. Muhammad mengharamkan zina." Inilah ratio legis haramnya alkohol. Tetapi karena sahabat terus-menerus melakukan pelanggaran. juga. Yang ingin diketahui orang ialah bagaimana Rahman menarik kesimpulan dari ayat-ayat yang tidak ada asbab al-nuzul-nya. dan orang-orang Quraisy lainnya. "Tidak turun ayat alMa'idah." Bahwa khamr telah diharamkan sejak awal bi'tsah dapat dilihat pada peristiwa masuk-Islamnya A'sya ibn Qais. Peristiwa ini terjadi di Makkah." kata mereka." "Abu Bashir. ketika umat Islam belum merupakan suatu masyarakat (society). Dosa semuanya diharamkan dengan firman Allah. karena mereka menganggap enteng larangan ilahi ini. Dengan menggunakan metodologi Rahman. Katakan Tuhanku hanya mengharamkan kekejian --baik yang tampak maupun yang tersembunyi-. di Makkah. Tuhanku hanya mengharamkan kekejian. Marilah kita ambil kasus khamr. Apa prinsip umum yang dapat ditarik dari latar sosiologis ini? Kata Rahman. Kata A'sya.dan dosa (al-itsm) dan pembangkangan tak benar serta menyekutukan Allah. jauh sebelum turun surah al-Maidah. dan dosa. Al-Itsm dalam ayat itu adalah khamr. di dalamnya dosa besar.. cukuplah ayat ini saja.. Khamr sudah diharamkan sejak awal kenabian. kecuali untuk mempertegas (keharaman khamr) bagi menusia. Mula-mula khamr dipandang sebagai rahmat Tuhan (QS 16:66-69). alkohol menjadi membahayakan sehingga pengkonsumsiannya tidak diperkenankan..penting. ketika Abu Jahal masih hidup. para ahli tafsir sepakat menyebutkan surah al-Maidah ayat 90 sebagai ayat yang terakhir.. jika kita menyimpulkan --dari kesimpulannya-. penelitian saya tentang pengharaman menghasilkan kesimpulan yang berbeda. (QS. Katakanlah di dalamnya ada dosa besar (itsm kabir). bagaimana kita dapat memastikan situasi sosial dari tarikh yang dapat kita akses. khamr diharamkan.

1:10 4. 6. 1974:133-143. tanpa kota. Mathba'ah al-Maktabah al-Tijariyah. Karena basis metodologi Rahman adalah tarikh dan asbab al-nuzul. Pada halaman yang sama. padahal mereka boleh ikhtilaf? Mungkinkah dua orang ma'shum ikhtilaf? Bagaimana mungkin. yang harus lebih dahulu dirumuskan adalah kritik keduanya (yang kurang diperhatikan Rahman).karena sahabat masih tetap melakukannya.. 250. Ibn Majah. Menurut riwayat. karena yang dimaksud manfaat itu manfaat dunia dan semua yang diharamkan ada manfaat duniawi bagi pelanggarnya. Dar al-Fikr. 1:135. 4:74.menjelaskan bahwa dosa itu haram. al-Ghazali menolak semua pendapat itu dan berkata.T Al-Hakim Al-Ushul al-'Ammah fi al-Fiqh al-Muqaran. Dar al-Andalus. hal. al-Nasai. beriman kepadanya dan meninggal dalam Islam. al-Mustasyfa. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'at. 2. Bagaimana mungkin menetapkan ishmah mereka tanpa hujjah yang mutawatir? Bagaimana dapat dibayangkan adanya 'ishmah. "Siapa saja yang mungkin salah atau lupa dan tidak tegas 'ishmahnya tidak boleh pembicaraannya menjadi hujjah. Muslim. Bagaimana mungkin berhujjah dengan ucapan mereka dengan kemungkinan mereka salah. 5. Pembaca yang tertarik dapat melihat M. Mesir: Mustafa Muhammad. tanpa tahun.Ibn Hajar mendefinisikan sahahat sebagai "orang yang berjumpa dengan Nabi saw. Ibn Hajar al-Asqalani. "Kami berhenti. yang melihatnya tetapi tidak menghadiri majelisnya. tetapi (untuk khamr) mempertegasnya dengan menyebutkan dosa besar.Abu Ishaq al-Syatiby. padahal sahabat sepakat bolehnya bertentangan dengan sahabat yang lain? Abu Bakar dan Umar tidak mengingkari orang yang berbeda ijtihadnya . Adapun kata manfaat bagi manusia tidaklah berarti menghalalkannya.Fath al-Bari. yang berperang besertanya atau tidak. Beirut.Lihat al-Ghazali. Karena itu surah al-Ma'idah 90 diakhiri dengan kata Mengapa kalian belum berhenti juga. CATATAN 1. Tarikh al-Madhahib al-Islamiyah. Mereka yang termasuk jumpa ini orang yang lama bergaul dengan Nabi atau yang sebentar. atau yang tidak melihatnya seperti orang buta". Beirut. sebagai penegas akan bahayanya. pengharaman khamr diulangulang --makin lama makin keras-.Riwayat ini dihimpun berdasarkan hadits Bukhari. Ahmad Abu Dawud.Abu Zahrah. Muhammad Taqiy al-hakim mengkritik kelemahan argumentasi al-Syatibi secara rinci. 1:457 3. tanpa tahun. Umar menjawabnya." Walhasil. al-Ishahah fi Tamyiz al-Shahabah. 1:443 al-Maktabah al-Salafiyah. Lihat: Fath al-Bari. Al-Syatibi mengutip ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits untuk menunjang pendapatnya. Kami berhenti!" Ini hanyalah sebuah contoh penggunaan metodologi Rahman dengan hasil yang sama sekali berbeda dari konklusi Rahman.

9. al-Hakim dalam al-Mubarak 2:59 dan 4:389. 1963. Taysir al-Wushul 2:5. . menulis.agar setiap mujtahid mengikuti ijtihadnya masing-masing. 13." Lihat Al-Ishabah 1:10. "Seluruh sahabat itu mukmin yang saleh. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:264.Abu Dawud 2:227. "Sepakat semua Ahl Sunnah bahwa sahabat seluruhnya 'udul. Irsayad al-Sari 10:9. Kairo. semuanya masuk surga. "Sahabat sama seperti perawi hadits yang lain kecuali satu hal --pada mereka tidak berlaku jarh dan ta'dil. "Ra'y Gera'i Dar Ijtihad". 3:69. Kecuali untuk sahabat yang masuk Islam sesudah Bai'at al-Ridwan (sambil mereka pun tidak boleh disebut kecuali kebaikan). lihat Ibn Qayyim. menurut Ibn Hazm. petunjuk. Sunan al-Baihaqi 7:336. 1408. Ibn Majah 2:227. Shahih Muslim 2:52. Sunan al-Nasa'i. 11. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Mahliqa Qara'i. Zad al-Ma'ad 1:177-225. Mengenai 'Udul-nya sahabat. Sunan al-Baihaqi.Abu Zahrah. lihat juga Shahih Muslim. Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:318.Taqdimah al-Ma'rifah li Kitab al-Jarh wa al-Ta'dil. Maktabah Wahdah. Heiderabad. hal. 9. ketahuilah bahwa dia itu zindiq (atheis). dalam Kayhan-e Andisheh NO.Shahih Muslim 1:574. Ibn Hajar berkata. vol.Shahih al-Bukhari. 12. 57-58. "Siapa yang mengkritik salah seorang di antara sahabat Rasulullah saw.Kupasan tentang perdebatan ini. V NO. Kanz al-Ummal 3:102. 10.dengan mereka. tidak dikenai celaan. Ibn Al-Atsir dalam Usud al-Ghabah fi Ma'rifat al-Shahabah." (Saya kutip lagi dari Muhammad 'Ajal al-Khatib. 7-9. hal. pada Kitab Al-Muharibin. dalam Al-Tawhid. Umdat al-Qari 11:151. 395-396).Abu Dawud 2:242." 7. 5:148. tak ada yang menentang hal ini kecuali orang-orang bid'ah yang menyirnpang" (Al-Ishabah 1:9. Bukhari meriwayatkan hadits ini tetapi dengan tidak lengkap. dan kebajikan. 1:3. Fath al-Bari 12:101. 2. 1371. Tarikh al-Madzahib. bahkan mereka mewajibkan --dalam masalah ijtihad-." Begitu "sucinya" para sahabat itu sehingga Abu Zar'ah menulis. hal.Muhammad Ibrahim Jannati. al-hakim 2:196. Al-Sunnah qabl al-Tadwin. Musnad Ahmad 1:314. tidak seorangpun masuk neraka. al-Dar al-Mantsur 1:279. 14. 4:352 dan 5:22. 252. 8. "Ijtihad and the Practise of Ra'y". Ibn Hajar mengemukakan dalil-dalil tentang 'udul-nya sahabat secara rinci dalam kitab ini juga). semuanya mati dalam iman. 1:349. sebab mereka semna 'udul.

Tarikh Thabari 3:193. 1:22. 1:7. Al-Ijtihad: wa Mada Hajatina ilaih fi Hadza al-Ashar. Musa Towana. 23.Tadzkirat al-Huffazh. 1:2-3. 227-228. Kanz al-'Umal 1:47 dan lain-lain). "I'lam al-Muqi'in. Al-Ijtihad. Al-Ahzab 33 (tentang 'ishmah ahli bait). Lihat juga Shahih Bukhari.Al-Thabaqat al-Kubra. 1404. "Al-'Itisham. 24. Mesir: Mathba'ah Sa'adah. turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib). Saya kutip lagi dari Abu Zahrah. tarjamah Abu Bakr. 27. 1935. 17.Al-Thabaqat al-Kubra. tarjamah 'Umar 28. "Kitab al-'Ilam". Mustadrak al-Shahihain 3:109.Al-Thabaqat al-Kubra. Tarikh al-Madzahib. Musnad Ahmad 4:366. Di antara hadist-hadits tentang hal yang sama adalah hadits Tsaqalain: Aku tinggalkan bagimu dua hal. 1:5. Shahih Muslim Bab "Tark al-Wasyiyyah" Musnad Ahmad. hal. hal. dalam Hawl al-Wahdah al-Islamiyah. kamu tidak akan sesat selama-lamanya Kitab Allah den Ahli Baitku (hadits-hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Shaih Muslim dalam Kitab Fadhail al-Shahabat". hal. tanpa tahun. Gubahan syair dari Al-Amini al-Inhaqi dari Syiria.Tadzkirat al-Huffazh. Al-Baihaqi 2:148. dalam Limadza Ikhtartu Madzhab Ahl al-Bait. yang jika kamu berpegang teguh. Thabaqat ibn Sa'ad 2:244. 19.Lihat Dr. 255. bukan tempatnya di sini menuliskan semua riwayat yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama.Dr.Tafsir Ibn Katsir 4:194.Di antara ayat-ayat yang menunjukkan keharusan mengikuti ahli bait adalah Al-Maidah 55 (Menurut banyak ahli tafsir. 18. dan hadits: "Ahli baitku adalah tempat yang aman dari ikhtilaf bagi umatku" (Mustadrak al-Shahihain 3:348). Musa Towana. Tafsir al-Darr al-Mantsur 6:74. 39-40.Asbab al-Ikhtilaf bain Aimmah al-Madzahib al-Islamiyah". . 138. Tarikh al-Khulafa.Tadzkirat al-Huffadz.Al-Syatibi. Kanz al-Ummal 1:185. 21. 11:257. 32-33.Ibn Qayyim al-Jawziyyah. Kanz al-'Ummal.15. Al-Syura 23 (tentang keharusan mencintai ahli waris). dan Kitab al-Jizyah". 22. 1:174. tt 1:63-64. hadits NO. 7:447. 20. menyimpulkan dalil-dalil itu. 25. Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsah. Teheran: Sepahar. "Kitab al-Jihad". hal. 7:188. Shahih al-Turmudzi 2:308.Shaih al-Bukhari. 16. 26.

95. Mustadrak al-hakim 1:472. "Utsman melihat kemaslahatan jamaah supaya dapat mengejar shalat. lihat Tafsir al-Manar 10:297. lihat Al-Syawkani dalam Al-Awthar 3:374.29. 30. Al-Kamil ibn al-Katsir 2:146. Sunan al-Baihaqi 1:472.Shahih Muslim 1:142. Sunan al-Baihaqi 6:342-343.Ibn Hazm dalam Al-Muhalla 5:227.Fazlur Rahman. Sunan al-nasai 2:179. Al-Muhalla' 9:622. Tafsir al-Zamahsyari 1:359. 205. Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam. tetapi kemudian meng-itmam-kannya.Kitab al-Kharraj 24-25. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 2:168. Sunan Ibnu Majah 1:348. Kitab al-Umm 1:173. 2:10. Tafsir al-Thabari 10:6. hal. 38. 37. Shahih al-Turmudzi 1:68. Sunan al-Baihaqi 1:429. hal. Umar shalat di Mina dua rakaat. Usman mula-mula shalat dua rakaat. Tafsir al-Syawkani 1:418. 44. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 3:60 62. Musnad Ahmad 1:61..Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa' 1:282 dari Urwah: Rasulullah shalat dua rakaat di Mina pada shalat-shalat yang empat rakaat. 26 menulis: Kami telah menyatakan (1) bahwa sunnah dari kaum muslim di masa lampau secara konsepsional dan kurang lebih secara garis besarnya berhubungan erat dengan sunnah Nabi dan pendapat yang . Sunan al-Muslim 2:260. Musnad Ahmad 2:148 Sunan al-Baihaqi 3:126. Lihat juga Shahih al-Bukhari 2:154. Taisir al-Khazim 1:356. Al-Durr al-Mantsur 3:252.Shahih al-Bukhari 3:69. 31. 34. 33." 40.Shahih al-Bukhari 3:69. 36. dikutip lagi dari al-Nash wa al-Ijtihad. al-Baihaqi 7:164. Riwayat pelarangan bagian muallaf. hal.a". Al-Durr al-Mautsir 2:136. Il-Ishabah 2:322. Fath al-Bari 2:361. Jakarta: Pustaka Panjimas. Shahih al-Bukhari 1:109.Al-Muwaththa'.Ibn Hajar. juga Al-Baladzuri dalam al-Anshab 5:26. 32. ed. Abu Bakar shalat di Mina dua rakaat. Qum Abu Mujtaba. 10404 H. Shahih al-Muslim 1:349. Tasyir al-Wushul 1:282. Ibn Hajar memberikan komentar. Tarikh Ibn Katsir 6:319. 1988. 39. Sunan al-Nasai 5:148. 3:192. 37. Sunan Abu Dawud 1:171.Lihat "Kontroversi sekitar Ijtihad 'Umar r. 50. Membuka Pintu Ijtihad. sedangkan Marwan supaya orang mendengarkan khutbahnya. 152. Tafsir al-Qurthubi 6:117. Bandung: Pustaka. 1983.Al-Jawharah al-Nayyirah. dalam Iqbal Abdurrauf Saimima.Tarikh al-Thabari 3:234. Sunan al-Nasai 3:100.

47. 267. 1:365. 14. 43. "Bab I: Al-Hawah". Tidak mungkin kita menurunkan semua hadits itu di sini Cukuplah kita kutip hadits Muslim dari Khabab bin Al-Arat. 1404." Kitab Al-Maghazi. hal. 2:180.Al-Imam Al-Syafi'i.Syibli Nu'mani.Jami' Bayan Al-`Ilm. (4) bahwa kandungan sunnah atau sunnah dengan pengertian sebagai praktek yang disepakati secara bersama adalah identik dengan ijma'. 2:244. (3) bahwa unsur kreatif dari kandungan ini adalah ijtihad personal yang mengalami kristalisasi menjadi ijma' berdasarkan petunjuk pokok dari sunnah nabi yang tidak dianggap sebagai sesuatu yang sangat bersifat spesifik.. Fath al-bari 7:449-450.Tafsir Al-Nisabury. (2) bahwa meskipun demikian. "Bab Ghazwat Al-Hudaibiyah. kandungan yang khusus dan aktual dari sunnah kaum muslim di masa lampau tersebut sebagian besarnya adalah produk dari kaum muslim sendiri. 1:208.Abu Zahrah. Lihat juga Sunan al-Baihaqi 2:68. 52. 1:221. 5:263. Turmudzi 3:302. 50.menyatakan bahwa praktek-praktek muslim di masa lampau terpisah dari konsep sunnah Nabi adalah salah sekali. 1:79.Shahih Bukhari.Shahih Bukhari. Kanz al-'Ummal. 46. 2:401. tidak mengizinkan kami (sujud selain di atas . Al-Sujud 'ala al-A'rdh. 48. hal. Umar Yang Agung. Al-Umm. 45. berdasarkan hadit-hadits yang diriwayatkan Ahl Sunnah bahwa disamping Rasulullah saw. Dar Al-Fikr Al-Araby. Jabir bin Abdillah dan lain-lain melarang sujud selain di atas tanah.Catatan kaki pada hamisy kitab Sunan Al-Nasai. Tanwir Al-Hawalik. "Bab Itsbat". 2:244. Kitab Al-Riqaq. 44. 8:143. Bandung: Pustaka. Tarikh Al-Madzahib Al-Islamiyah. Abdullah bin Mas'ud. tt. 49. lihat juga Dhuha Al-Islam. hadits ke 4170. sahabat-sahabat seperti Abu Bakar. 1:93-94. Tetapi. "Kami mengeluoh kepada Rasulullah tentang udara yang sangat panas sehingga tanah menjadi sangat panas pada dahi-dahi kami.Syarh Al-Muwaththa'. hal.Lihat Ali Al-Hamady. Ali bin Abi Thalib. 51.Ansab Al-Asyraf. Shahih Muslim. Kitab ini menunjukkan. Dar Al Tarqib. 41. 11:463-476.. 42.Jami'Bayan Al-` Ilm. Lihat Fath al-Bari. Nabi saw. pada hamisy kitab Tafsir Al Thabari. Kitab Al-Fadhail. 1978. 532.

"Bab Walladzi Qala li Walidaihi". 10:197-198. juz I. Lihat juga biografi Al-Haban bin Al-'Ash pada Al-'Isti'ab. 257. Tarikh Dimasq. 3:124. 7:214 57. Al-Bidayah wa Al-Nihayah. bab "Man La Ha'arahun Naby". Kitab Al-Birr wa Al-Shilah.Al-Sirah Al-Nabawiyyah. Tarikh Ibn Katsir. tetapi mereka dilarang berbuat begitu. Ibn Al-Atsir.Tafsir Al-Thabari. 19:72-75. Ketika mereka mengadukan apa yang mereka alami. Waktu itu para sahabat meletakkan ujung baju mereka dilarang ketika akan sujud untuk menghindarkan panas yang sangat. Dar Ihya' Al-Turats Al-'Arabiy.Shahih Al-Bukhari. Ibn Katsir. ketika menjelaskan hadits ini. 55.Shahih Muslim. dalam Al-Nihayah.Kata Al-Dzhabi dalam Tadzkirat Al-Huffadz. Fath Al-Bari. ibid. . 59. mengizinkan mereka sujud di atas pakaian mereka itu. 56.. 8:889. Mustadrak Al-Hakim. Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah. 58. "Para fuqaha menyebut peristiwa ini berkenaan dengan sujud.Abu Zahrah.Ibn Katsir. 698-701. Al-Ishabah. 4:481. Beirut. hal. Usud Al-Ghabab. lihat juga biografi Abdurrahman bin Abi Bakr dalam Ibn Asakir. 54. Nabi saw. 3:40. berkata.tanah). 53.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->