Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah

Editor: Budhy Munawar-Rachman Penerbit Yayasan Paramadina Jln. Metro Pondok Indah Pondok Indah Plaza I Kav. UA 20-21 Jakarta Selatan Telp. (021) 7501969, 7501983, 7507173 Fax. (021) 7507174

TINJAUAN KRITIS ATAS SEJARAH FIQH
oleh Jalaluddin Rakhmat 1. FIQH AL-KHULAFA' AL-RASYIDIN: FIQH PENGUASA

Dari Fiqh Al-Khulafa' Al-Rasyidin Hingga Madzhab Liberalisme

Seorang laki-laki datang menemui 'Umar bin Khathab: "Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air." Maksud kedatangannya untuk menanyakan apakah ia harus shalat atau tidak. Umar menjawab, "Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air." 'Ammar bin Yasir berkata pada 'Umar bin Khathab: "Tidakkah Anda ingat. Dulu --engkau dan aku-- pernah berada dalam perjalanan. Kita dalam keadaan junub. Engkau tidak shalat, sedangkan aku berguling-guling di atas tanah. Aku sampaikan kejadian ini kepada Rasulullah saw. Dan Nabi berkata, cukuplah bagi kamu berbuat demikian." Mendengar demikian Umar menegur 'Ammar: "Ya Ammar, takutlah pada Allah", Kata Ammar, "Ya Amir al-Mu'minin, jika engkau inginkan, aku tidak akan menceritakan hadits ini selama engkau hidup." [1] "Yang dimaksud Ammar," kata Ibn Hajar, [2] "Aku melihat memang lebih baik tidak meriwayatkan hadits ini ketimbang meriwayatkannya Aku setuju denganmu, dan menahan diriku. Toh, aku sudah menyampaikannya, sehingga aku tidak bersalah." Sejak itu, 'Ammar tidak meriwayatkan peristiwa itu lagi. 'Umar tetap berpegang teguh pada pendapatnya -- orang junub, bila tidak ada air, tidak perlu shalat. "Wa hadza madzab masyhur 'an 'Umar," kata Ibn Hajar. Semua sahabat menolak pendapat Umar, kecuali Abdullah bin Mas'ud. Al-Bukhari mencatat perdebatan Abdullah bin Mas'ud dengan Abu Musa al-Asy'ari tentang kasus ini pada hadits No. 247. Abu Musa menentang pendapat Abdullah --sekaligus madzhab Umar-- dengan mengutip ayat ("jika kalian tak mendapatkan air hendaklah tayamum dengan tanah yang baik"). Menarik untuk dicatat bahwa kelak dengan merujuk ayat yang sama, mazhab Hanafi melanjutkan mazhab 'Umar. Lebih menarik lagi untuk kita catat adalah beberapa pelajaran dari riwayat di atas. Pertama, memang terjadi perbedaan paham di antara sahabat dalam masalah fiqhiyah Kedua, lewat kekuasaan, 'Umar menghendaki pembakuan paham dan mengeliminasi pendapat yang berlainan. Ketiga, terlihat ada sikap hiperkritis dalam menerima atau menyampaikan riwayat Dan keempat, perbedaan di antara para sahabat berpengaruh besar pada ikhtilaf kaum Muslim pada abad-abad berikutnya Karena itu membicarakan fiqh para sahabat menjadi sangat penting sebagai pijakan bagi pembahasan masalah fiqh mutakhir. Saya akan memulai makalah ini

dengan membahas urgensi fiqh sahabat dalam keseluruhan pemikiran fiqhiyah. Setelah itu, saya akan menjelaskan sebab-musabab timbulnya ikhtilaf fiqh di antara para sahabat, karakteristik fiqh sahabat, dan contoh-contoh fiqh al-khulafa al-rasyidin. URGENSI FIQH SAHABAT Fiqh shahabi memperoleh kedudukan yang sangat penting dalam khazanah pemikiran Islam. Pertama, sahabat --sebagaimana didefinisikan ahli hadits-adalah orang yang berjumpa dengan Rasulullah saw dan meninggal dunia sebagai orang Islam. [3] Dari makalah kita mengenal sunnah Rasulullah, karena itu, dari mereka juga kita mewarisi ikhtilaf di kalangan kaum Muslim. Kedua, zaman sahabat adalah zaman segera setelah berakhirnya masa tasyri'. Inilah embrio ilmu fiqh yang pertama. Bila pada zaman tasyri' orang memverifikasi pemahaman agamanya atau mengakhiri perbedaan pendapat dengan merujuk pada Rasulullah, pada zaman sahabat rujukan itu adalah diri sendiri. Sementara itu, perluasan kekuasaan Islam dan interaksi antara Islam dengan peradaban-peradaban lain menimbulkan masalah-masalah baru. Dan para sahabat merespon situasi ini dengan mengembangkan fiqh (pemahaman) mereka. Ketika menceritakan ijtihad pada zaman sahabat, Abu Zahrah menulis: [4] Di antara sahabat ada yang berijtihad dalam batas-batas al-Kitab dan alSunnah, dan tidak melewatinya; ada pula yang berijtihad dengan ra'yu bila tidak ada nash, dan bentuk ra'yu-nya bermacam-macam; ada yang berijtihad dengan qiyas seperti Abdullah bin Mas'ud; dan ada yang berijtihad dengan metode mashlahat, bila tidak ada nash. Dengan demikian, zaman sahabat juga melahirkan prinsip-prinsip umum dalam mengambil keputusan hukum (istinbath; al-hukm.); yang nanti diformulasikan dalam kaidah-kaidah ushul fiqh. Ketiga, ijtihad para sahabat menjadi rujukan yang harus diamalkan, perilaku mereka menjadi sunnah yang diikuti. Al-Syathibi [5] menulis, "Sunnah sahabat r.a. adalah sunnah yang harus diamalkan dan dijadikan rujukan." Dalam perkembangan ilmu fiqh, madzhab sahabat --sebagai ucapan dan perilaku yang keluar dari para sahabat-- akhirnya menjadi salah satu sumber hukum Islam di samping istihsan, qiyas, mashalih mursalah dan sebagainya. Madzhab sahabat pun menjadi hujjah. Tentang hal ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian menganggaprlya sebagai hujjah mutlak; sebagian lagi sebagai hujjah bila bertentangan dengan qiyas; sebagian lainnya hanya menganggap hujjah pada pendapat Abu Bakar dan Umar saja, berdasarkan hadits ("berpeganglah pada dua orang sesudahku, yakni Abu Bakar dan Umar"); dan sebagian yang lain, berpendapat bahwa yang menjadi hujjah hanyalah kesepakatan khulafa' al-Rasyidin. [6] Terakhir keempat, ini yang terpenting, ahl al-Sunnah sepakat menetapkan bahwa seluruh sallabat adalah baik (al-shahabiy kulluhum 'udul). Mereka tak boleh dikritik, dipersalahkan, atau dinilai sebagaimana perawi hadits lain. Imam ahli jarh dan ta'dil, Abu Hatim al-Razi dalam pengantar kitabnyamenulis: [7] Adapun sahabat Rasulullah saw, mereka adalah orang-orang yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui tafsir dar ta'wil, yang dipilih Allah untuk- menemani Nabi-Nya, untuk menolongnya, menegakkan agamanya, memenangkan ke benarannya... Allah memuliakan mereka dengan karunia-Nya menempatkan

kedudukan mereka pada tempat ikutan. Mereka dibersikkan dari keraguan, dusta, kekeliruan, keraguan kesombongan, dan celaan. Allah menamai mereka sebagai 'udul al-ummah (umat yang paling bersih)... Merekalah 'udul alummah, pemimpin-pemimpin hidayah, hujjah agama, dan pembawa al-Qur'an dan al-`Sunnah. Karena posisi sahabat begitu istimewa, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah. Tentu saja, menurut kesepakatan ahl al-sunnah, di antara para sahabat itu yang paling penting adalah khulafa al-rasyidun. Bila mereka sepakat, pendapat mereka dapat membantu memecahkan masalah fiqh; bila mereka ikhtilaf, mazhab sahabat menimbulkan kemusykilan yang sulit diatasi. Lalu mengapa mereka ikhtilaf? PENYEBAB IKHTILAF DI KALANGAN SAHABAT Salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat adalah prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah saw. Sementara itu, setelah Rasulullah wafat, putuslah masa tasyi'. Menghadapi masalah-masalah baru itu, muncul dua pandangan. [8] Kelompok pertama memandang bahwa otoritas untuk menetapkan hukumhukum Tuhan dan menjelaskan makna al-Qur'an setelah Rasulullah wafat dipegang ahl al-Bait. Hanya merekalah, menurut nash dari Rasul, yang harus dirujuk untuk menyelesaikan masalah-masalah dan menetapkan hukum-hukum Allah. Kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam masa berhentinya wahyu, karena mereka tahu betul --tugas mereka adalah mengacu pada Ma'shumun. Kelompok kedua memandang tidak ada orang tertentu yang ditunjuk rasul untuk menafsirkan dan menetapkan perintah Ilahi. Al-Qur'an dan al-Sunnah adalah sumber untuk menarik hukum-hukum berkenaan dengan masalahmasalah yang timbul di masyarakat. Kelompok ini --kelak disebut Ahl alSunnah-- ternyata tidak mudah mengambil hukum dari nash, karena banyak hal tak terjawab oleh nash. Mereka akhirnya menggunakan metode-metode ijtidah seperti qiyas atau istihsan. Semua Khalifah al-Rasyidin termasuk kelompok kedua, kecuali Ali bin Abi Thalib. Kelompok kedua lebih banyak menggunakan ra'yu, dan kelompok pertama lebih banyak merujuk nash. Kelompok kedua banyak menggunakan dalil aqly, kelompok pertama dalil naqli. Umar pernah melarang hajji tamattu', padahal al-Qur'an dan al-Sunnah sangat tegas menetapkannya. Ketika Utsman juga melarangnya, Ali secara demonstratif melakukannya di depan Utsman. Kata Utsman: Aku melarang manusia melakukan tamattu, dan engkau sendiri melakukannya. Ali menjawab: Aku tak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw. hanya karena pendapat seseorang. [9] Setelah perdebatan ini, menurut riwayat lain dari Abdullah bin Zubair, Utsman berkata: Sesungguhnya laranganku itu hanya ra'yuku saja. Siapa yang mau boleh menjalankannya; siapa yang tak mau boleh meninggalkannya. [10] Contoh lainnya adalah hukuman dera bagi peminum khamr. Rasulullah saw. menderanya 40 kali. [11] Umar --atas saran Abd al-Rahman bin Auf menderanya 80 kali. Ali kembali menderanya 40 kali. Rasulullah saw. menetapkan thalaq tiga dalam satu majlis itu dihitung satu. [12] Begitu pula Ali. Umar menetapkan thalaq tiga itu jatuh tiga sekaligus. Umar memutuskan hukuman rajam bagi orang gila yang berzina. Ali membebaskan hukum itu berdasarkan hadits. [13]

Bila contoh-contoh tadi berkenaan dengan perbedaan antara ketetapan nash dengan ra'yu, contoh-contoh berikut menunjukkan perbedaan memahami nash. Kata quru dalam wal muthalaqatu yatarabbashna bi anfusihim tsalatsatu quru' diartikan berbeda-beda. Abdullah bin Mas'ud dan Umar mengartikan "quru" itu haidh. Zaid ibn Tsabit mengartikannya masa bersuci di antara haidh dengan haidh lagi. [14] Ibn Umar menafsirkan "al-muhshanat dalam ayat wa al muhshanat min alladzina utu al-kitab sebagai wanita Muslim, karena itu Ibn Umar mengharamkan wanita ahli kitab dinikahi laki-laki Muslim. Ibn 'Abbas menganggap ayat itu sebagai pengecualian (takhshish) dari ayat wa la tankihu al-musyrikat hatta yu'minna. Utsman tampaknya sependapat dengan Ibn 'Abbas, karena ia menikah dengan Nailah, wanita Nashrani, dan Thalhah menikahi wanita Yahudi dari Syam. [15] Kadang-kadang ikhtilaf terjadi di antara para sahabat karena perbedaan pengetahuan yang mereka miiiki. Sebagian sahabat, misalnya, mengetahui nash tertentu, sebagian lain tidak mengetahuinya. Umar pernah menegur orang yang dikiranya salah ketika membaca QS al-Fath: 26. Ia memarahi orang itu. Tetapi Umar kemudian dikoreksi Ubayy bin Ka'ab. Kata Ubayy Anda tahu saya berada di dalam beserta Rasulullah saw. ketika ia membaca ayat itu. Engkau sendiri berada di pintu... Demi Allah Ya Umar, sesungguhnya Anda tahu, ketika saya hadir Anda tidak ada; ketika saya diundang, Anda tidak. [16] Al-Syaikh Muhammad Muhammad al-Madany menjelaskan ikhtilaf yang berkenaan dengan sunnah: [17] salah satu sebab

Sahabat Rasulullah saw., yang mengambil sunnah dari Nabi dan meriwayatkannya, berbeda-beda dalam kemampuan pengambilannya dan dalam menerima riwayatnya. Rasulullah saw. ditanya tentang suatu masalah. Ia menghukum dengan hukum tertentu memerintahkan atau melarang sesuatu, melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Yang hadir waktu itu dapat menyimpan peristiwa itu, yang tidak hadir tentu tidak mengetahuinya. Ketika Rasulullah saw. wafat, bertebaranlah sahabat di negeri-negeri, dan setiap penduduk negeri mengambil dari sahabat yang ada di negeri mereka. Berkata Ibn Hazm: "Orang Madinah hadir pada tempat yang tidak dihadiri orang Basrah, orang Basrah menghadiri tempat yang tidak dihadiri orang Syam; orang Syam hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Basrah; orang Basrah menghadiri yang tidak dihadiri orang Kufah; orang Kufah hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Madinah. Ini semua terjadi dalam hadits, dan pada saat kita memerlukan informasi. Padahal --seperti telah kita jelaskan--sebagian sahabat pada sebagian waktu tidak hadir di majelis Rasulullah saw., sedangkan sebagian lagi hadir. Setiap orang hanya mcngetahui apa yang ia saksikan, dan tidak mengetahui apa yang tidak ia hadiri. Ini jelas menurut akal. 'Amar dan yang lain mengetahui tentang tayamum, Umar dan Ibn Mas'ud tidak mengetahuinya, sehingga mereka berkata: Orang junub tidak tayamum, walau pun tidak menemukan air selama dua bulan. Ali Hudzaifah al-Yamani dan lain-lain mengetahui hukum mengusap tetapi 'Aisyah, Ibn 'Umar, Abu Hurairah tidak mengetahuinya walaupun mereka penduduk Madinah. Anak perempuan dari anak beserta anak perempuan mendapat waris diketahui Ibn Mas'ud tetapi tidak diketahui Abu Musa. Marilah kita berikan satu contoh lagi yang lebih ilustratif. Ketika orang sedang berkumpul di hadapan Umar bin Khathab, masuklah seorang laki-laki: "Ya Amir al-Mu'minin, ini Zaid bin sabit berfatwa di masjid dengan ra'yunya berkenaan dengan mandi janabah." Kata Umar: "Panggil dia!" Zaid pun datang dan Umar berkata: "Hai musuh dirinya sendiri!, aku dengar kau berfatwa pada manusia dengan ra'yumu sendiri? Kata Zaid: "Ya Amir al-Mu'minin. Aku tidak melakukan itu. Tetapi aku mendengar hadits dari paman-pamanku, lalu aku

[21] . b) qiyas pada nash atau pada ijma'. al-baraah al-ashliyah. Dengan begitu. Ia berkata: "Apakah kalian berbuat demikian bila kalian bercampur dengan isteri kalian dan tidak keluar air mani kalian mandi?" Kata Rafa'ah: "Kami melakukan begitu pada zaman Rasulullah saw. sempitlah manusia dibuatnya. [30] Pada bagian ini. Kata 'Aisyah: "Bila khitan sudah bertemu khitan. tapi akan memutuskan perhatian pada metode ijtihad kelompok sahabat yang tak merujuk ahl al-Bait. ikhtilaf para sahabat ini menjadi sumber perpecahan. berkata: "Aku tidak senang kalau sahabat Nabi tidak ikhtilaf. fiqh mereka ini hanya terbatas pada qiyas. 'Umar bin Abd al-'Aziz. mengetahuinya?" Kata Rafa'ah: "Tidak tahu. Kata Umar: "Panggil Rafa'ah bin Rafi'.sampaikan – dan Abi Ayyub dari Ubbay bin Ka'ab. Ia mengutus orang bertanya pada Hafshah. para mujtahid berada dalam kesempitan. Abu Dzar. Ya Amir al-Mu'minin: "tidak ada orang yang lebih tahu dalam hal ini kecuali isteri Rasulullah saw. ikhtilaf ini adalah assets bagi perkembangan pemikiran. kecuali Ali dan Mu'adz.seperti Miqdad." Kata Umar: "Kalian sahabat-sahabat yang ikut Badr sudah ikhtilaf. Mereka adalah teladan yang diikuti. 'Aisyah ditanya. dari segi prosedur penetapan hukum. Dalam kasus-kasus yang lain. Artinya. Seandainya pendapat mereka itu tunggal. Tidak juga ada larangan dari Rasulullah saw. Mereka berpendapat bahwa ada dua nash yang dengan tegas menyuruh kaum Muslim berpegang teguh pada pimpinan ahl-al-Bait. menurut mereka. almashalih al-mursalah. Hudzaifah dan sebagian besar Bani Hasyim -. 'Ammar bin Yasir. dan ijtihad dengan ra'yu seperti al-Mashalih al-Mursalah dan istihsan. Kedua cara ini melahirkan dua mazhab besar di kalangan sahabat – Madzhab 'Alawi dan Madzhab 'Umari yang akhirnya mewariskan kepada kita sekarang sebagai Syi'ah dan ahli Sunnah.merujuk pada ahl al-Bait dalam menghadapi masalah-masalah baru. Semua orang berkata tidak perlu mandi. Jika kita mengambil dari siapa saja di antara mereka. saya tak akan membicarakan kelompok sahabat ini. Mereka boleh ikhtilaf. wajib mandi. ikhtilaf di antara para sahabat itu dibiarkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Buat orang-orang sektarian. Hafshah tidak tahu. Muhammad Ali al-Sais menyebutkan bahwa ijtihad sahabat itu meliputi qiyas. ijtihad mereka menggunakan tiga metode: a) menjelaskan dan menafsirkan nash. Khalifah bahkan menetapkan sangsi bagi orang yang mempunyai pendapat berbeda. Buat orang yang berjiwa terbuka. Ah al-Bait memiliki kema'shuman berdasarkan nash al-Qur'an dan al-Sunnah." Lalu Umar mengumpulkan Muhajirin dan Anshar. ada dua cara yang dilakukan para sahabat. aku akan pukul dia. Tidak turun ayat yang mengharamkan. jadilah itu sunnah. ia membuka umat untuk memasuki Rahmat-Nya. Menurut Muhammad al-Khudlari Bek." [18] Dalam kasus yang baru kita ceritakan. Menurut Muhammad Salim Madkur. apalagi orang-orang setelah kalian!" Kata Ali. sadd al-dzara'i." [19] KARAKTERISTIK FIQH SAHABAT Seperti telah disebutkan di muka." Kata Umar: "Bila ada lagi orang berfatwa bahwa tidak wajib mandi kalau tidak keluar." Kata Umar: "Apakah Rasulullah saw. ikhtilaf di antara para sahabat dapat diselesaikan oleh khalifah. tokoh ukhuwah Islamiyah yang menghentikan kutukan pada Ali di mimbar. Allah memberikan keluasan pada umat dengan adanya ikhtilaf furu'i di antara mereka. lalu bermusyawarah. mereka membuka pintu ijtihad bagi manusia. pendapat seseorang menjadi hujjah bila orang itu ma'shum. Keduanya berkata: "Jika kedua khitan bertemu. Lagi pula. istihsan. Para sahabat -. karena bila mereka tidak membukanya." dari Rifa'ah bin Rafi'. wajib mandi.

penulisan hadits terlambat sampai abad 8 M. di antaranya Umar bin Khathab. Pada tahap pertama.Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. dan haramkanlah apa yang diharamkannya" [24] 3) Al-Zuhri meriwayatkan. [25] Umar kemudian mengumpulkan haditshadits itu dan membakarnya. Di bawah ini saya kutipkan berbagai riwayat berkenaan dengan sikap Khulafa al-Rasyidin pada Hadits (sunnah): 1) Dari Ibn Abbas: ketika Nabi menjelang wafat. 1. Ketika terjadi banyak pertengkaran dan ikhtilaf. bila nash tidak ada atau tidak diketahui. ia memutuskan dan menyatakan: "Aku teringat orang-orang sebelum kalian. Pada suatu pagi." [27] Tradisi pelarangan hadits ini dilanjutkan para tabi'in. Ia memikirkannya selama satu bulan. bila tidak ada nash. halalkanlah apa yang dihalalkannya. dan c) mencapai kesepakatan lewat proses perkembangan opini publik yang alamiah. Bila al-Qur'an menetapkan bagian muallaf dari zakat. menggunakan qiyas atau pertimbangan kepentingan umum. Umar ingin menuliskan sunnah-sunnah Rasulullah saw. Umar ibn Abd al-Aziz (meninggal 719/101) adalah orang yang pertama menginstruksikan penulisan hadits." [22] 2) 'Aisyah meriwayatkan: Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Rasulullah saw. aku tuliskan bagimu tulisan yang tidak akan menyesatkanmu selama-lamanya." Terjadi ikhtilaf di antara orang-orang di rumah itu. Mereka tenggelam dalam tulisan mereka dan meninggalkan Kitab Allah. Nabi berkata: "Bawalah ke sini. Jika ada yang bertanya kepada kalian. mengharapkan bimbingan Allah dalam hal ini. sehingga di kalangan ahl al-sunnah. serta Rasulullah dan Abu Bakar melakukannya.. Cukuplah bagimu Kitab Allah. Tidak layak di hadapanku bertengkar. [26] Ia juga menetapkan tahanan rumah pada tiga sahabat yang banyak meriwayatkan hadits: Ibn Mas'ud. berkata: "Pergilah kamu semua dari aku. Umar datang dan berkata. walaupun ada nash sharih (tegas) yang bertentangan dengan itu. Menurut satu riwayat." [23] alDzahabi meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang setelah Nabi wafat dan berkata./2 H. yang kalian pertengkarkan. bahkan pertimbangan kepentingan umum (maslahat) didahulukan dari nash. "Kami tidak memberi . ada tiga tahap dalam ijtihad para sahabat: a) merujuk pada nash al-Qur'an dan al-Sunnah b) menggunakan metode-metode ijtihad seperti qiyas. "Aku takut jika aku mati aku masih meninggalkan hadits-hadits ini bersamamu. dan Abu Mas'ud al-Anshari. "Kalian meriwayatkan hadits Rasulullah saw." Umar berkata: "Nabi sedang dikuasai penyakitnya. [28] Karakteristik kedua dari ijtihad sahabat. di rumah Rasulullah saw. para Khulafa al-Rasyidin selain Ali. Padamu ada Kitab Allah. Berikut ini contoh-contohnya. "Aku membawanya. Nanti orang-orang setelah kalian akan lebih bertikai lagi. Ia membakar dan berkata. Di antara mereka ada yang mengikuti ucapan Umar. Khalid Muhammad Khalid menulis tentang ijtihad Umar dalam alDimuqrathiyyah: Umar bin Khattab telah meninggalkan nash-nash agama yang Suci dari al-Qur'an dan al-Sunnah ketika dituntut kemaslahatan untuk itu. Janganlah meriwayatkan satu Hadits pun dari Rasulullah saw. berkumpul orang-orang. Dalam beberapa kasus. Nabi saw. Pada suatu pagi ia datang padaku dan berkata: "Bawalah hadits-hadits yang ada padamu itu. tampaknya lebih memusatkan perhatian pada ayat-ayat al-Qur'an (atau ruh ajaran al-Qur'an) dengan agak mengabaikan (kadang-kadang menafikan hadits). Abu Darda.Menurut pendapat saya. jawablah -.

kecuali dalam satu hal: Apa yang disepakati tidak selalu berkembang dari hasil persaingan pendapat yang demokratis. Jika kamu Islam (baiklah itu). tapi menyalurkan hak itu fi sabilillah. [39] Saya hentikan kutipan kasus-kasus ijtihad Khulafa' al-Rasyidin di sini. Kata Umar: "Manusia terlalu terburu-buru di tempat yang seharusnya hati-hati. Abu Bakar menyuruh Tharifah bin Hajiz untuk membawanya ke Madinah. Umar ingin menghukum keteledoran ini. Ini adalah prinsip taghayyarat bihi alfatwa litaghayyur al-zaman. wafat. Al-Fujaah pernah menyatakan diri ingin berjihad dan meminta perbekalan pada Abu Bakar. sedangkan di zaman Nabi. Saya hampir sependapat dengan Fazlur Rahman.." [29] 2. al-Dawalibi menulis hal yang sama dalam 'Ilm Ushul al-Fiqh: "Di antara kreasi Umar r.. Abu Bakar menghukumnya dengan membakarnya hidup-hidup. thalaq tiga pada sekali ucapan dijadikan satu seperti hadits shahih dari Ibn 'Abbas. sehingga sahabat menahan dirinya untuk tidak mudah menjatuhkan thalaq. Dr. Mereka berpendapat. mereka datang kepada Umar. "Adakah khalifah itu atau dia? "Abu Bakar menjawab. "Kami tidak memerlukan kalian lagi. [35] c) melarang haji tamattu. [34] b) menambahkan adzan ketiga pada hari Jum'at . [32] 5. Ketika kelompok muallaf datang menemui Abu Bakar untuk menuntut surat. Dalam proses free market of ideas. Menurut Fazlur Rahman. lalu opini publik. lalu konsesnsus. khalifah yang berhak mengatur pembagian khumus. Umar meninggalkan sunnah dan menyingkirkan ijma. Amir al-Mu'minin Umar bin Khathab melihat orang telah melecehkan urusan thalaq.. jika tidak pedanglah yang memutuskan antara kamu dan kami." Kata Ibn Qayyim." Ketika Rasul dan Abu Bakar membolehkan penjualan Ummahat al-Awlad. orang secara bebas memberikan tafsiran pada sunnah Rasulullah saw.. "Ia. Al-Fujaah ternyata menggunakan fasilitas Abu Bakar ini untuk merampok.. [36] d) membolehkan tidak mandi bagi yang bercampur dengan isterinya tanpa mengeluarkan mani. yang menunjang kaidah hukum berubah karena perubahan zaman ialah jatuhnya thalaq tiga dengan satu kalimat.. Ketika talaq tiga dalam satu majelis dihitung satu menurut Sunnah dan ijma. Seringkali yang disebut ijma' adalah konsensus yang "ditetapkan" oleh penguasa . "Mereka kembali pada Abu Bakar dan berkata. Berkembanglah berbagai penafsiran. Karena itu. [37] e) mengambil zakat dari kuda. Utsman bin Affan membolehkan "menikahi" dua orang wanita bersaudara dari antara budak belian sekaligus. Umar merobek surat itu dan berkata. Ali bin Abi Thalib mengharamkannya. " Lalu berlalulah apa yang diputuskan Umar. [31] 4. Abu Bakar dan permulaan Khilafah Umar. setelah Rasulullah saw. [33] Utsman juga melakukan banyak "pembaharuan" dalam fiqh Islam: a) mengitmamkan shalat dalam keadaan safat di Mina. [38] f) mendahulukan khotbah sebelum shalat pada shalat 'id. Marilah kita lihat proses perkembangan pemikiran para sahabat sehubungan dengan sunnah. Abu Bakar dan Umar tidak memberikan hak khumus dari keluarga Rasulullah saw.. Umar melarangnya. waktu itu yang disebut sunnah ialah apa yang disebut Imam Malik sebagai al-amr al-mujtama' 'alaih. [40] pada zaman para sahabat. Abu Bakar memberinya bekal.kamu sedikit pun karena Islam. pendapat-pendapat tertentu kemudian berkembang menjadi opini generalis.a. Allah sudah memenangkan Islam dan melepaskan dari kalian. Umar melihat ini untuk kemashlahatan umat di zamannya. insya Allah. [30] 3.

Suatu ketika seorang tabi'in. laknatlah mereka. Salah satu sebab utama perubahan adalah campur tangan penguasa. Ini pun sudah dilalaikan orang". Ia sedang menangis. AlMusayyab memuji Al-Barra bin 'Azib: "Beruntunglah Anda. Tidak berubah. waktunya telah diakhirkan. FIQH TABI'IN: FIQH USHUL Sejak zaman sahabat (dan ini diakui para sahabat sendiri) telah terjadi perubahan-perubahan dalam syari'at Islam." [41] 2. untuk itu diperlukan penelaahan kritis terhadapnya. Anda berbaiat kepadanya di bawah pohon. Ketika banyak orang marah karena 'Umar dikritik. mereka sahabatku. Sayang sekali. Bani Umayyah telah mengubah sunnah Nabi. [48] Jadi pada zaman sahabat pun.menyumbangkan khazanah yang kaya untuk memperluas pemikiran. Dikatakan kepadanya: Engkau tak tahu apa-apa yang mereka ada-adakan sepeninggal kamu. [43] Bid'ah-bid'ah ini telah mengubah sunnah Rasulullah saw. alRasyidun-. Sebagian sahabat mulai mengeluhkan terjadinya perubahan ini. 'Umar sendiri berkata. "Aku sudah tidak mengenal lagi apa yang aku lihat. Ada pun shalat. Nabi saw: "Ya Rabbi. Ia berkata: Aku tidak mengenal lagi apa-apa yang aku lihat dilakukan "orang" kecuali panggilan shalat. dan perbuatan yang lain telah berubah. khususnya yang dijalankan secara setia oleh Ali dan para pengikutnya. Tidak berlebih-lebihan kalau kita simpulkan bahwa fiqih al-Khulafa al-Rasyidin adalah fiqih penguasa. Mereka meninggalkan sunnah karena . [46] AlHasan al-Bashri menegaskan: "Seandainya sahabat-sahabat Rasulullah saw lewat. Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat ada rombongan manusia yang pernah menyertai Nabi diusir dari al-haudh (telaga). Ia memegang tangan Muthrif bin Abd Allah dan berkata: Ia telah shalat seperti shalatnya Muhammad saw. Ada dua sikap ekstrim terhadap sahabat yang harus dihindari: menghindari sikap kritis atau melakukan sikap hiperkritis. [47] 'Umran bin al Husain pernah shalat di belakang Ali. [42] Kata ma ahdatsna (apa-apa yang kami adakan) menunjukkan pada perbuatan bid'ah yang dilakukan para sahabat Nabi. sunnah Nabi sudah banyak diubah." Al-Barra menjawab. Imam Malik meriwayatkan dari pamannya Abu Suhail bin Malik. tidak berganti. sampai shalat pun. kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah saw sudah diubah.adalah fondasi utama dari seluruh bangunan fiqh Islam sepanjang zaman. Adzan tetap seperti dulu. "Mengapa Anda menangis. kecuali shalat. Fiqih shahabi memberikan dua macam pola pendekatan terhadap syari'ah yang kemudian melahirkan tradisi fiqh yang berbeda. Ikhtilaf di antara para sahabat. engkau tidak tahu hal-hal baru yang kami adakan sepeninggal Rasulullah. selain mewariskan kemusykilan bagi kita sekarang. sikap kritis ini telah "dimatikan" dengan vonnis zindiq oleh sebagian ahli hadits. Ia mengingatkan aku pada Shalat Muhammad saw. Ia melihat Ibn Zubair memulai shalatnya sebelum khutbah. Ibn 'Abbas berdoa: Ya Allah. mereka tidak mengenal kamu (yang kamu amalkan) kecuali kiblat kamu". Anas menjawab. Anda menjadi sahabat Rasulullah saw. dari bapaknya (seorang sahabat). [44] Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan.politik waktu itu. Hai anak saudaraku. "Semoga Allah meyampaikan kepadaku kesalahan-kesalahanku sebagai suatu bingkisan. juga --seperti kata 'Umar ibn Abdul Aziz-. [45] Kata AlZuhri: Aku menemui Anas bin Malik di Damaskus. Al-Zarqani mengomentari hadits ini: Yang dimaksud "orang" adalah sahabat. Tentu saja. Karena pertimbangan politik." tanya Al-Zuhri. KESIMPULAN Fiqh para sahabat --khususnya seperti diwakili oleh al-Khulafa.

[49] Contohnya. sujud di atas kain menjadi syi'ar Ahl al-Sunnah. marilah kita lihat sedikit latar belakang fiqh APA YANG DIMAKSUD DENGAN FIQH TABI'IN Setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. atau lagi-lagi pertimbangan politis. Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa. Sahabat yang terkenal punya banyak murid adalah Ibn Mas'ud di Iraq. Karena itu. ia mempertimbangkan alasan-alasan. para tabi'in. Juga bukan sahabat senior. Sebagian lagi banyak sekali memberi fatwa. menjaharkan basmalah. Dalam kaitan ini. orang-orang Islam bertanya pada sahabat dalam urusan hukum-hukum agama. Sebab itu. 'Umar ingin mengambil manfaat dari pendapat mereka. Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka. sebelum Dinasti Umayyah berkuasa. yang menjadi tradisi Rasulullah saw dan para sahabat Nabi seperti Abu Bakar. baik secara politik maupun administratif dalam pemerintahan. Fiqh Tab'in. karena itu. [50] Contoh yang lain adalah sujud di atas tanah. Jika semua hadits mereka disatukan hanya berjumlah 1411 hadits. mungkin karena ketidaktahuan. Abu Zahrah menulis: [52] Sebenarnya. [51] Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana campur tangan kekuasaan politik membentuk fiqh. umumnya bukanlah murid al-Khulafa al-Rasyidin. Abdullah ibn 'Umar serta ayahnya Al-Faroq. Ibn 'Umar. Abu bakar meriwayatkan hanya 142 hadits. bahkan sedikit sekali sahabat yang keluar dari Madinah. Abu Musa al-Asy'ari. ketika kekuasaan Islam meluas. kurang dari 27% hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah (Abu Huraiah meriwayatkan 5374 hadits). Karena pendapat-pendapat para sahabat terbagi dua --yang berpusat pada al-hadits dan al-ra'y-. bahwa dalam khazanah fiqh ahl al-Sunnah para khalifah sedikit sekali memberi fatwa atau meriwayatkan al-hadits. membahas itu semua. yakni mereka yang berguru pada sahabat. Menarik untuk dicatat. Baru ketika Utsman memerintah. Kebanyakan.kita akan membicarakan juga tradisi fiqh al-atsar dan fiqh al-ra'y. Fiqh tabi'in. seperti Abdullah bin Mas'ud. Sebelum tabi'in. atau karena posisinya memungkinkan untuk itu. Ali 586 hadits. Dalam perkembangannya. sebagai upaya menghapus jejak Ali. mereka diizinkan keluar. Dari sahabat. menurut Abu Zahrah. para . Jabir ibn Abdullah dan lain-lain. Umar 537 hadits. hanya sedikit para sahabat yang meninggalkan Madinah. Yang keluar kebanyakan bukan fuqaha. juga mengambil ijtihad para sahabat. sedangkan sujud di atas tanah dianggap musyrik dan dihitung sebagai perbuatan zindiq". kehatihatian. Umar bin Khatab menahan para sahabat senior di Madinah dan melarang mereka meninggalkan kota itu. tidak banyak. penguasa politik kemudian melakukan manipulasi hadits dengan motif politik. Zaid ibn Tsabit dan lain-lain di Madinah. kita lebih banyak menelaah ushul ketimbang fiqh. Karena fiqh lebih banyak didasarkan pada al-hadits. Ibn Mas'ud. dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat. kita juga akan mengupas kemusykilan ijtihad sahabat. selain mengambil hadits sebagai sumber hukum. dan lain-lain. Utsman 146 hadits. kecuali yang diizinkan keluar oleh Umar. mungkin karena pengetahuan mereka. Secara keseluruhan. dan karenanya secara singkat ia disebut Fiqh al-ushul. Kedua. Hal ini disebabkan ushul adalah sandaran para tabi'in.benci kepada Ali. umumaya fiqh mawali. Dalam pada itu. murid-murid sahabat itu para mawali (non Arab). Pertama.

Ka'ab al-Ahbar sering dimintai fatwa oleh Ibn Abbas. Sulayman ibn Yasar (wafat 100 H) dan Kharijah ibn Zaid ibn Tsabit (wafat ?). [55] Ketiga." Ibn Atsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah juga menghilangkan kedua surat itu dengan mengemukakan alasan yang sama. Mu'awiyah pun mengakuinya. Muhammad ibn Abu Bakar menulis surat kepada Mu'awiyah menjelaskaan keutamaan Ali sebagai washi Nabi saw. mengapa Anda tinggalkan sahabat dan mendatangi 'Alqamah. mereka melakukan ijtihad seperti atau dengan metode yang dilakukan para sahabat. Al-Thabari (wafat 310 H) melaporkan peristiwa itu dengan menunjuk kedua kitab di atas sebagai sumber. Banyak diantara tabi'in yang mencapai faqahah (kefaqihan) begitu rupa sehingga sahabat (sic!) berguru pada mereka. Tetapi ia membuang semua isi surat itu dengan alasan "supaya orang banyak tidak resah mendengarkannya. Isi surat ini secara lengkap dimuat dalam Kitab Shiffin dari Nashr bin Mazahim (wafat 212 H) dan Muruj al-Dzahab tulisan al-Mas'udi (wafat 246 H). Dari situ paling tidak kita melihat petunjuk (indikator) manipulasi hadits pada zaman tabi'in. Abidullah ibn Abdillah (wafat 99 H). 'Urwah ibn al-Zubair (wafat 94 H). 'Aisyah menolak asbab al-nuzul ini. Ada beberapa cara manipulasi hadits. 'Alqamah dan Ka'ab keduanya tabi'in. Ada tujuh orang faqih tabi'in yang terkenal (al-fuqaha al-sab'ah): Sa'id ibn Musayyab (wafat 93 H). Di samping mereka ada 'Atha ibn Abi Rabah. Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abu Bakar (Wafat 108 H). Marwan marah dan menyuruh orang menangkap Abd al-Rahman. Al-Dzahabi ketika meriwayatkan biografi Al-Nasai menulis. memberikan makna lain (ta'wil) pada hadits. Kata-kata ini dalam Tafsir al-Thabari dan Ibn Katsir diganti dengan: wa kadza wa kadza (demikianlah-demikianlah). antara lain sebagai berikut. Ia lari ke kamar 'Aisyah ra. [54] Kedua. Ayahku menjawab Aku menemukan sahabat-sahabat Nabi bertanya kepada 'Alqamah dan meminta fatwanya. saudaranya. dan 'Ikrimah mawla Ibn Abbas. dan Abdullah ibn Amr. membuang seluruh berita tentang sahabat dengan petunjuk adanya penghilangan itu. al-Thabari meriwayatkan ucapan Nabi saw tentang Ali: "Inilah washihu dan khalifahku untuk kamu". Bila ada masalah baru yang tidak terdapat pada kedua hal tersebut. Kehormatan Khalifah dan Gubernurnya terpelihara. Ibrahim al-Nakh'i. "Kalian menginginkan kekuasaan ini seperti kekuasaan Heraclius!". membuang sebagian isi hadits dan menggantinya dengan kata-kata yang tidak jelas. Abu Hurairah. [53] Dengan cara itu. Hamad ibn Abu Sulayman Salim mawla Ibn Umar.tabi'in mengumpulkan dua hal: Hadits-hadits Nabi saw dan pendapatpendapat para sahabat (aqwal al-shahabat). Qabus ibn Abi Zhabiyan berkata: Aku tanya ayahku. kecaman kepada Mu'awiyah dan Marwan tidak diketahui. Dalam tarikhnya. Ketika Marwan menjadi Gubernur Mu'awiyah di Hijaz. ketika al-Nasai diminta meriwayatkan . Marwan berkata: Ayat al-Qur'an: alladzi qala liwalidaihi uffin lakum turun tentang Abd alRahman. Tentu saja kata "washi"dan "khalifah" mempunyai konotasi yang sangat jelas. BUKTI-BUKTI MANIPULASI HADITS Di sini tidak ditunjukkan manipulasi hadits kecuali seperti tampak pada kitabkitab hadits yang ada sekarang. Shahih Bukhari menghilangkan ucapan Abd al-Rahman dengan mengatakan faqaala 'Abd al-Rahman ibn 'Abi Bakar syai'an (Abd al-Rahman mengatakan sesuatu). Abd al-Rahman ibn Abu Bakar memprotes Marwan sambil berkata. Contoh-contoh yang diberikan di sini difokuskan pada manipulasi yang diduga beralasan politis. Pertama. ia meminta rakyat untuk membaiat Yazid. Abu Bakar ibn 'Abid (wafat 94 H). Al-Syu'bi.

Ibn Katsir mendha'ifkan riwayat Nabi tentang Ali sebagai Washi. "hadits apa yang harus aku keluarkan kecuali ucapan Nabi. Al-Syuibi mengutamakan Abu Bakar. siapa yang aku laknat atau aku kecam. maafkanlah aku untuk tidak berbicara. Setelah berbicara panjang. tetapi Bukhari dan Muslim memang meriwayatkan hadits ini. Ia dikawal para prajurit dengan pedang-pedang terhunus. Pada bukunya. Keempat. dan bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama masuk Islam. Al-Thabrani. Dalam Ibn Ishaq diriwayatkan Nabi saw berkata. ia berkata. ucapan Nabi saw ini dihilangkan sama sekali. Anda perangi musuh. Berkenaan dengan ini bagian "Fiqh al-Khulafa' al-Rasyidin" di atas. dan khalifahku untuk kamu. Ia menganggap riwayat itu sebagai dusta. Al-Thabari. melarang penulisan hadits Nabi saw. Al-Syu'bi meriwayatkan hadits dari Al-Harits al-Hamdani. yang dibuat-buat oleh orang Syi'ah. Ibnu 'Asakir dan lain-lain. Ibn Abd alBarr mengomentari ucapan al-Syu'bi: Ia tidak menjelaskan apa alasan dusta untuk Al-Harits. salah seorang pendusta. Anda berikan . Pada Hayat Muhammad. demi Allah. cetakan pertama. mendha'ifkan hadits-hadits yang mengurangi kehormatan penguasa atau yang menunjang keutamaan lawan. kata al-Manshur. washiku dan Khalifahku untuk kamu. "Tetapi aku tinggalkan sebagian riwayat Ibn Ishaq yang jelek bila disebut orang". orang yang paling baik. [57] Al-Thabrani dalam Majma' al-Zawaid meriwayatkan ucapan Rasulullah saw kepada Salman bahwa Ali adalah washi-nya. Anda berhaji ke Baitullah. [56] Bagaimana mungkin laknat Nabi menjadi kesucian dan rahmat. Ia berkata: menyampaikan padaku Al-Harits. Lahirnya Madzhab-madzhab Fiqh Ketika al-Manshur baru saja diangkat menjadi khalifah. ia mengutip ucapan Nabi: Siapa yang akan membantuku dalam urusan ini supaya menjadi saudaraku. kata Ibn Hisyam dalam pengantarnya. Kata Al-Dzahabi: Barangkali yang dimaksudkan dengan keutamaan Mu'awiyah ini adalah ucapan Nabi saw: Ya Allah. Al-Syu'bi mendustakan Al-Harits. Karena itu. dalam Hayat Muhammad melakukan hal yang sama. 3. "Bagaimana pendapat kalian tentang diriku? Apakah aku pemimpin adil atau zalim?" Malik bin Anas berkata: "Ya Amiral Mu'minin. Al-Thabrani memberi komentar: Ia menjadikan washi untuk keluarganya. Beberapa tabi'in juga melarang penulisan hadits. [69] Ia lupa bahwa hadits ini diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi oleh Imam Ahmad." [58] Belakangan ini Muhammad Husayn Haykal. Khalifah bertanya. cetakan kedua (Tahun 1354).keutamaan Mu'awiyah. "Inilah saudaraku. Ibn Hisyam mendasarkan tarikhnya pada tarikh Ibn Ishaq. Ibn Sam'an dan Ibn Abi Dzuaib. atau orang-orang yang bodoh dalam ilmu hadits." "Aku maafkan Anda". membuang sebagian isi hadits tanpa menyebutkan petunjuk ke situ atau alasan. aku tawassul padamu dengan Allah swt dan aku meminta tolong padamu dengan Muhammad saw dan dengan kekeluargaanmu padanya. semoga Allah tidak mengenyangkan perut Mu'awiyah". Demi Allah. bukan untuk Khalifah. Ia membenci Al-Harits karena kecintaannya yang berlebihan pada Ali dan mengutamakan Ali di atas sahabat yang lain. jadikanlah laknat dan kecaman itu kesucian dan rahmat baginya. Kelima. wallahu a'lam. washiku. ya Amir al-Mu'minin. Di antara yang dibuang itu adalah kisah "wa andzir 'asyirataka al-aqrabin". ia mengundang Malik ibn Anas. Kemudian ia melirik kepada Ibn Sam'an: "Bagaimana pendapat kamu?" Kata Ibn Sam'an: "Anda. Keenam. Abu Nu'aim al-Isbahani.

namanya hampir tidak pernah disebut dalam buku-buku tarikh. Pada akhir bagian ini kita akan membicarakan "pokok dan tokoh" madzhab yang masih memiliki banyak pengikut sampai sekarang. Ja'far al-Shadiq. dan bagian keluarga Rasul. adalah seorang alim yang terkenal faqih dan wara. zuhud. madzhab-madzhab itu akhirnya hilang dari catatan sejarah. ketika Harun al-Rasyid berkuasa. Menunjukkan posisi Malik ibn Anas dibandingkan ulama yang sezaman dengannya. Dalam tulisan ini kita akan mencatat beberapa orang tokoh madzhab yang terlupakan. di samping Malik. Ia pun hampir tidak dikenal kecuali pada kalangan pengikutnya saja. Seperti akan kita uraikan nanti. Tapi. Anda hancurkan yang lemah. demi Allah. Malik berkata tentang Ja'far: "Aku pernah berguru pada Ja'far bin Muhammad beberapa waktu. dan boleh jadi lebih faqih dari Malik.keamanan di jalan. tetapi karena tidak didukung penguasa. Sejarah memang hanya memihak yang menang. Aku tidak pernah melihatnya kecuali dalam salah satu di antara tiga keadaan: sedang shalat. atau sedang membaca al-Qur'an. Andalah tonggak agama. yaitu saya salin. Fame bestows no favors upon the losers. Anda lindungi orang yang lemah supaya tidak dimakan yang kuat. anak yatim. yang hanya takut kepada Allah saja. Walau Malik menolak rencana kedua khalifah itu. Anda persulit orang yang kuat. ia bermusyawarah dengan Malik untuk menggantungkan al-Muwaththa pada Ka'bah dan memerintahkan orang untuk beramal menurut Kitab itu. dengan para pengikut yang tersebar di berbagai bagian dunia Islam. Anda tahan harta mereka. serta saya instruksikan agar mereka mengamalkan isinya sehingga mereka tidak mengambil yang lain. Tapi sebelum itu. Ibn Dzuaib adalah orang yang membukukan hadits di Madinah. kita akan meninjau latar belakang historis dari tumbuhnya madzhab-madzhab fiqh. aku lihat pedang dan itu berarti kematian. nama lengRapnya Abu al-Harit Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn alMughirah ibn Dzuaib al-'Amiri. Ibn Dzuaib. dan orang miskin. "Menurut pendapatku. Masih sezaman dengan Malik dan bahkan Malik pernah berguru kepadanya. Anda merampas harta Allah. tentu saja tidak dikenal. Ia lebih berani. Namun sekarang hampir tidak ada orang yang mengenalnya. sedang puasa." Sifat terakhir ini justru menyebabkan Ja'far tidak disenangi penguasa. kita tahu bahwa Malik didukung para penguasa." Begitu pula. Ketika naik haji." Peristiwa di atas. Menurut al-Dahlawi. Bagiku sama saja apakah mati itu dipercepat atau diperlambat. sebetulnya banyak madzhab muncul. dan kepada setiap wilayah kaum Muslim saya kirim satu naskah. "Benar. Fiqhnya "dicurigai" dan para pengamalnya dianiaya. Imam Malik menjadi terkemuka setelah al-Manshur memberikan segala kehormatan kepadanya. dan ia termasuk ulama yang taat beribadah." Kemudian al-Manshur melirik Ibn Abi Dzuaib. Tidak pernah aku lihat ia meriwayatkan hadits dari Rasulullah kecuali dalam keadaan suci. adalah faqih dari keluarga Rasulullah saw. orang terbaik. RasulNya. "Atas nama Allah bagaimana pendapatmu tentang diriku?" Yang ditanya menjawab. . Apa alasanmu di hadapan Allah nanti?" "Celaka kamu. tidakkah kamu lihat apa yang ada dihadapanmu?" kata alManshur. Ia tak bicara sesuatu yang tak manfaat. al-Manshur berkata kepada Malik: "Saya punya rencana untuk memperbanyak kitab yang kau susun ini. dan umat teradil. yang dikisahkan Ibn Qutaybah. Malik bin Anas kelak terkenal sebagai pendiri madzhab Maliki. Ibn Abi Dzuaib. Anda manusia terjahat.

Sedangkan Abu Bakar. sedikit menggunakan hadits dan lebih banyak berpijak pada penalaran rasional dengan melihat sebab hukum (illat) dan tujuan syara' (maqashid syar'iyyah). melandaskan fiqhnya pada al-Qur'an. Ibn Umar. sehingga sunni tidak berbeda dengan syi'ah. Para khalifah banyak melakukan hal-hal yang melanggar sunnah Rasulullah saw b) Terputusnya hubungan antara pusat khilafah dengan pusat ilmiah. madrasah alKhulafa bercabang lagi ke dalam dua cabang besar: Madrasah al-Hadits dan Madrasah al-Ra'y. Ibn Qutaybah dalam Kitab al-Ikhtilaf menceritakan bagaimana raja-raja Umawiyyat berusaha menghapuskan tradisi ahl al-Bayt dengan mengutuk Ali bin Abi Thalib di mimbar-mimbar. Miqdad. bila orang berbicara tentang madzhab. Yaitu ahl al-Bayt dan para pengikutnya. maka yang dimaksud adalah madzhab di kalangan sahabat Nabi: Madzhab Umar. 'Ammar bin Yasir. Kemaslahatan berbeda dengan mereka dalam rangka menjauhi dan menentang mereka lebih besar dari kemaslahatan mengamalkan yang musthab itu. pusat pemerintahan berada di Syam. madrasah-madrasah itu tidak melahirkan pemikiranpemikiran madzhab." Pada periode Umawiyyah. Umar. Ali dan kedua puteranya. Aisyah. memandang sunnah Rasulullah. Inilah yang paling kuat menurut madzhab Syaf'i.SEJARAH PEMBENTUKAN MADZHAB Kelima Madzhab yang akan kita bicarakan -Ja'fari. Ummi Salamah. mereka mengembangkan esoterisme dan disimulasi untuk memelihara fiqh mereka. Dr. juga para sahabat di luar ahl alBayt. . Hudzaifah. Tidak jarang sunnah Rasulullah yang sahih ditinggalkan karena sunnah itu dipertahankan dengan teguh oleh para pengikut ahl al-Bayt. Hanafi. dan sebagainya. Maliki. membunuh para pengikut setianya. berpusat di Madinah. dan Hanbali-. Murtadha al-'Askary menyebut dua madzhab awal ini sebagai Madrasah alKhulafa dan Madrasah Ahl al-Bayt. dan sedapat mungkin menghindari ra'yu dalam menetapkan hukum. karena tasthih sudah menjadi syi'ar sy'iah. Abu Rafi Mawla Rasulullah. masuk kelompok pertama. dan melakukan istinbath hukum. Abu Hurairah dan lain-lain masuk kelompok kedua. Utsman. Ali dan sebagainya. Banyak tokoh sahabat dan tabi'in yang menganggap daulat Umawiyyah ditegakkan di atas dasar yang batil. Karena tekanan dan penindasan. berpusat di Iraq. al-Sunnah dan Ijtihad para sahabat. Muhammad Farouq al-Nabhan menjelaskan sebabsebab berikut: a) Hubungan yang buruk antara ulama dan khulafa. Yang pertama. Pada zaman sebelum itu. Waktu itu. "Tapi Abu Hanifah dan Ahmad berkata: "Menaikkan permukaan kubur (tasnim) lebih baik. Aisyah. Para sahabat dapat dikelompokkan dalam dua besar. Yang kedua. Abu Dzarr. dan mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan ahl al-Bayt. Syafi'i. Karena walaupun meninggalkannya tidak wajib menampakkannya berarti menyerupai (tasyabbuh) mereka. Ibn Abbas.tumbuh pada zaman kekuasaan dinasti Abbasiyah." Salah satu contoh sunnah yang dijauhi orang adalah tasthih seperti diceritakan oleh Muhamamd bin 'Abd al-Rahma yang berkata: "Yang sunnah dalam membuat kubur adalah meratakan permukaan kubur (tasthith). Sementara itu. Madrasah ahl al-Bayt tumbuh "di bawah tanah" mengikuti para imam mereka. Kedua madrasah ini berbeda dalam menafsirkan al-Qur'an. Ibn Taymiyyah menulis perihal tasyabbuh dengan syiah: "Dari sinilah para fuqaha berpendapat untuk meninggalkan al-mustahabbat (yang sunat) bila sudah menjadi syiar orang-orang Syi'ah. Pada zaman kekuasaan dinasti Umawiyyah.

Karena itu pada permulaan pemerintahannya. Madzhab Hanafi mulai berkembang ketika Abu Yusuf. Madzhab Syafi'i membesar di Mesir ketika Shalahuddin al-Ayyubi merebut negeri itu. dan al-Rasyid." Beberapa madzhab yang hilang itu secara singkat diuraikan sebagai berikut: 1. Keduanya mengembangkan ajaran mereka pada zaman Abbasiyah. Madzhab al-Tsawri. Ia memberi komentar: "Seandainya tidak ada Malik dan Ibn . ia melarikan diri dan meninggal di tempat pelarian. Tokoh madzhab ini adalah Abu Abd Allah Sufyan bin Masruq al-Tsawry. Dalam menyimpulkan semua ini. diangkat menjadi qadhi dalam pemerintahan tiga khalifah Abbasiyah: al-Mahdi. al-Zuhry. lalu orang mempelajari madzhab itu terang-terangan. bahwa madzhab-madzhab besar yang kita kenal sekarang --kecuali mazhab Ja'fari-. Berkali-kali al-Manshur mau membunuhnya. tetapi ia berhasil lolos. al-Hadi. Ibn Dinar. Madzhab Hanbali menjadi kuat pada masa pemerintahan al-Mutawakkil.sedangkan pusat-pusat ilmiah berada di Iraq dan Hijaz. Nama lengkapnya Abu Muhammad Sufyan ibn 'Uyaiynah wafat tahun 198 H. Dinasti Abbasiyah disambut dengan penuh antusias baik oleh mawali maupun pengikut ahl al-Bayt. Di antara mawali itu adalah Abu Hanafi dan di antara imam ahl al-Bayt adalah Ja'far bin Muhammad. Madzhab Maliki berkembang di khilafah Timur atas dukungan al-Manshur dan di khilafah Barat atas dukungan Yahya bin Yahya ketika diangkat menjadi qadhi oleh para khalifah Andalusia. Ia berguru pada Ja'far al-Shadiq dan meriwayatkan banyak hadits. Ayahnya termasuk perawi hadits yang ditsiqatkan Ibn Ma'in. Kebijakan ini menyebabkan timbulnya rasa tidak senang pada para mawali . Lalu madzhab itu pun hilang setelah beberapa lama. Madzhab Ibn 'Uyaiynah.membesar karena dukungan penguasa. murid Abu Hanifah. Imam Ahmad menyebutnya sebagai seorang faqih.yang justru lebih banyak pada daerah kekuasaan Islam. Lahir di Kufah tahun 65 H dan wafat di Bashrah tahun 161 H. Di Afrika. dan tulisan mereka terkenal di masyarakat. 2. ketika Ahmad menyebut dirinya hanya sebagai ahli hadits. Bila para pengikut madzhab itu lemah dan tidak memperoleh posisi sebagai hakim dan tidak berwewenang memberi fatwa. Waktu itu al-Mutawakkil tidak mengangkat seorang qadhi kecuali dengan persetujuan Imam Ahmad ibn Hanbal. IMAM-IMAM MADZHAB YANG TERLUPAKAN Sudah disebutkan di muka. tersebarlah madzhabnya di seluruh penjuru bumi. Dengan begitu. maka orang tak ingin mempelajari madzhabnya. Al-Kharaj adalah Kitab yang disusun atas permintaan alRasyid. Pahamnya diikuti orang sampai abad IV Hijrah. c) Politik diskriminasi yang mengistimewakan orang Arab di atas orang bukan Arab. Ketika ia diminta menjadi qadhi. Di antara yang mengambil riwayat dari padanya adalah Syafi'i. Syah Wali al-Dahlawi menulis: "Bila pengikut suatu madzhab menjadi masyhur dan diberi wewenang untuk menetapkan keputusan hukum dan memberikan fatwa. Kitab ini adalah rujukan utama madzhab Hanafi. Ia mengambil ilmu dari Imam Ja'far. al-Mu'iz Badis mewajibkan seluruh penduduk untuk mengikuti madzhab Maliki. Banyak di antara mereka adalah para sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. Dinasti Umawiyah memisahkan Arab dan mawali. Abu Ishaq dan lain-lain.

mengetahui sunnah dan jalan-jalannya. Abu Zahrah menulis: Dinasti 'Abbasiyah selalu merasa terancam dalam kekuasaannya oleh para pengikut Ali. Ia sempat menyaksikan kekejaman al-Hajjaj. Inilah sebagian di antara tokoh-tokoh madzhab yang tidak lagi dianut secara resmi sekarang ini. mereka segera menghukumnya. Ia juga menyaksikan bahwa para khalifah Abbasiyah tidak lebih baik dari para khalifah Umawiyah dalam kebenciannya kepada keluarga Rasul. tetapi setelah itu hilang karena tidak ada dukungan penguasa. Karena riwayat hidup mereka sudahdisebutkan di atas --kecuali Imam Ja'far-. Madzhab al-Thabary. ia diasuh oleh ayahnya Muhammad al-Baqir dan hidup bersama selama sembilan belas tahun. dan penindasan terhadap para pengikut madrasah ahl al-Bayt. Karena itu. Orang-orang yang menentang mereka semuanya berasal dari 'Alawiyyin. Madzhab al-Zhahiry. Selama lima belas tahun ia tinggal bersama kakeknya. Madzhabnya tersisihkan hanya ketika Muhammad bin Utsman dijadikan qadhi di Damaskus dan memutuskan hukum menurut Madzhab Syafi'i Ketika Malik ditanya tentang siapa di antara yang empat (Abu Hanifah.di sini hanya disebutkan beberapa catatan kecil saja. Madzhab al-Awza'iy. ketika Ya'qub ibn Yusuf ibn Abd al-Mu'min meninggalkan mazhab Maliki dan mengumumkan perpindahannya ke madzhab al-Zhahiry. Pokok-pokok pikirannya dalam fiqh akan kita perkenalkan secara singkat. Setelah Ali wafat. Kata Ibn Khuzaymah: Ia hafal dan paham al-Qur'an. mengetahui betul makna al-Qur'an. Madzhabnya diamalkan orang sampai abad IV. pemberontakan Zaid ibn Ali. IMAM JA'FAR IBN MUHAMMAD AL-SHIDIQ (82-140 H) Ja'far ibn Muhammad ibn Ali ibn Husain (ibn Ali) ibn Fathimah binti Rasulullah saw lahir di Madinah tahun 82 H pada masa pemerintah Abd al-Malik ibn Marwan. Berikut adalah para pemuka madzhab yang terkenal. 5. Madzhabnya berkembang sampai abad VII. Abu Sulayman Dawud ibn 'Ali dilahirkan di Kufah tahun 202 H dan hidup di Baghdad sampai tahun 270 H. Ia juga menyaksikan naiknya al-Saffah dan al-Manshur dengan memanipulasikan kecintaan orang pada ahl al-Bayt. bila para penguasa 'Abbasiyah melihat ada dakwah 'Alawi. Ia termasuk mujtahid ahl al sunnah yang tidak bertaklid kepada siapa pun. Ali Zainal Abidin keturunan Rasul yang selamat dari pembantaian di Karbela. 3. Bila mereka melihat ada pejabat yang memuji Bani 'Ali. Ia berkembang di daerah Maroko. 4. . hilanglah ilmu Hijaz." Mazhabnya diamalkan orang sampai tahun 302 H. yang nasikh dan yang mansukh dan paham akan pendapat para sahabat. Ia sangat dekat dengan Bani Umayyah dan juga Bani Abbas. Pendirinya Abd al-Rahman bin Amr al-Awza'iy adalah imam penduduk Syam. Salah seorang muridnya yang masyhur adalah Ibn Hazm.'Uyaiynah. mereka segera mengucilkannya atau membunuhnya. Kaum 'Alawi menunjukkan nasab seperti mereka dan memiliki kekerabatan dengan Rasulullah yang tidak dimililki 'Abbasiy. Ia faqih. Malik dan al-Tsawry) yang paling benar? Malik berkata:"Al-Awza'iy. al-Awza'iy. Ia diberi gelar al-Zhahiry karena berpegang secara harfiah pada teks-teks nash. Mereka selalu cemas menghadapi mereka. dapat membedakan yang sahih dan yang lemah. Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Khalid ibn Ghalib al-Thabary lahir di Thabaristan 224 H dan wafat di Baghdad 310 H. Tidak diketahui sampai kapan madzhabnya diikuti orang.

kita tuliskan percakapannya dengan muridnya selama dua tahun seperti diceritakan Abu Nu'aim: Abu Hanifah. "Bukankah ia suka melakukan qiyas dalam urusan agama?. Abu Hanifah. Termasuk ke dalam sunnah adalah sunnah ahl alBayt: yakni para imam yang ma'shum. al-Sunnah dan akal. Karena Rasulullah dan para imam adalah orang yang . Untuk mengetahui pemikiran Imam Ja'far dalam hal fiqh." "Lalu. Barang siapa yang menggiyas dalam agama.shalat atau shawm (puasa)?" "Shalat" "Mengapa wanita yang haidh harus mengqadha shawmnya tetapi tidak harus mengqadha shalatnya. c) Al-Qur'an dipandang telah lengkap menjawab seluruh persoalan agama. karena ia mengikutinya dengan qiyas." tanya Ja'far. digunakan akal berdasarkan kaidah-kaidah tertentu. Bagaimana kamu menggunakan qiyasmu. yang kemudian dijawab Ia orang pintar dan mengetahui agama. Ibn Syabramah. Fadhail ibn Iyadh. b) Istihsan tidak boleh dipergunakan. Pada hal-hal yang tak terdapat ketentuan nashnya. "Benar. Tugas mujtahid adalah mengeluarkan dari al-Qur'an jawaban-jawaban umum untuk masalahmasalah yang khusus." Kata Ja'far sambil mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab Abu "Hai Nu'man. Karena ketika Allah menyuruhnya bersujud kepada Adam ia berdalih: Aku lebih baik dari dia karena aku Kau buat dari api dan ia Kau buat dari tanah. dan Ibn Abi Layla menghadap Imam Ja'far. Di antara murid-muridnya adalah Imam Malik. Ia menanyakan Ibn Abi Layla tentang kawannya. Allah akan menyertakannya bersama iblis. selain menolak qiyas adalah hal-hal berikut: a) Sumber-sumber syar'iy adalah alQur'an. Dalam suasana seperti itulah." "Aku tidak melihat Anda menguasai sedikit pun. Bertaqwalah kepada Allah dan jangan melakukan qiyas dalam agama." "Mana yang lebih besar kewajibannya .Mereka tak perduli membunuh orang tak berdosa karena dianggap mengancam pemerintahannya. ayahku memberitahukan kepadaku dari kakekku bahwa Nabi saw bersabda: Orang yang pertama menggunakan qiyas dalam agama adalah iblis." Dari percakapan di atas kita melihat perbedaan pendekatan hukum di antara dua pemuka madzhab. dan ribuan para perawi. Syu'bah ibn al-Hajjaj." Ja'far bertanya kepada Abu Hanffah: "Siapa namamu?" "Nu'man. Qiyas hanya dipergunakan bila 'illat-nya manshush (terdapat dalam nash). al-Tsawry. Manakah yang lebih besar dosanya . Di antara karakteristik khas dari madzhab Ja'fari. Imam Ja'far memusatkan perhatiannya pada penyebaran sunnah Rasulullah dan peningkatan lmu dan akhlak kaum Muslim. mengapa Allah hanya menuntut dua orang saksi untuk pembunuhan dan empat orang saksi untuk zinah. Mereka tidak mau menjadikan hujjah hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat yang memusuhi ahl al-Bayt.membunuh atau berzinah? "Membunuh. Ibn 'Uyaiynah.

Abu Zahrah. AlMansur tak dapat membunuhnya tanpa alasan." Sikap Abu Hanifah itu. Ia juga boleh menghukum mati atau memenjarakan yang dipandangnya bersalah. jika aku dapatkan di dalamnya. dan pendapat para sahabat. Orang-orang ketakutan berada di majlisnya. IMAM MALIK Pada zaman kekuasaan Ja'far ibn Sulayman tahun 146 H Malik dihukum cambuk.". Abu Hanifah bahkan mengarqurkan beramal dengan 'urif. ijma. ia dipenjarakan. Ketika Abu Hanifah menolaknya. Malik menjadi sangat berwibawa. karena wibawa Malik. meminta maaf kepada Malik atas perlakukan salah seorang penguasanya. Ketika seorang murid membantah Malik perihal penguburan rambut dan kuku. Bila tidak. "Aku mengambil dari al-Kitab. Abu Hanifah berbay'at kepadanya. Ia menentang setiap kezaliman. Muhammad ibn Hasan al-Syaybany. aku mengambil pendapat para sahabat yang aku kehendaki dan meninggalkan yang tidak aku kehendaki. ditambah hasutan Ibn Abi Layla. Pokok fiqih madzhab Hanafi bersumber pada tiga hal: a) Sumber-sumber naqliyah. Aku tidak keluar dari pendapat sahabat kepada pendapat yang lain. terutama dalam masalah perdagangan. menurut satu riwayat. penafsiran al-Qur'an yang paling absah adalah yang berasal dari mereka. Malik memukul orang itu . al-Sunnah. menimbulkan kemarahan Al-Manshur. karena diberi makanan beracun. Di antaranya Abu Yusuf. Al-Manshur pada musim haji 153 H. al-Manshur merasa bersalah. Bila sudah sampai pada tabi'in. ia melihat bahwa khalifah haruslah diserahkan pada keturunan Ali dari Fathimah. ia dicambuk sepuluh lecutan. Ia tidak mungkin menarik Ja'far dan tidak berhasil mengambil hati Abu Hanifah. Begitu pula. penulis biografi Abu Hanifah. Beberapa kali ia mengkritik al-Manshur secara terbuka. Tapi karena kedudukan Abu Hanifah di masyarakat. Abu Hanifah mendukungnya. di samping ingin berusaha memanfaatkan alim besar ini. menulis: "Sesungguhnya Abu Hanifah itu Syi'ah dalam kecenderungan dan pendapatnya tentang penguasa di zamannya. Ia mengakhiri hidupnya. ketika Imam Zayd melawan penguasa. Setiap hari.mengeluarkan fatwa yang tidak dikehendaki penguasa. dan Zafr ibn al-Hudzail. yang kemudian menjadi qadhi dan banyak memasukkan hadits dalam kitab-kitabnya. aku ambil Sunnah Rasulullah dan hadits-hadits yang sahih. mereka berijtihad dan aku pun berijtihad. yakni adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan nash. Yakni. Ia --menurut satu riwayat-. Lalu ia menjebak Abu Hanifah dengan jabatan qadhi. b) Sumbersumber ijtihadiyah. Karena wewenangnya ini. yang sangat ekstrem menggunakan qiyas. Ia memberikan wewenang besar pada Malik untuk mengangkat dan memberhentikan para pejabat yang dipandangnya tidak mampu. Jika tidak aku dapatkan dalam al-Kitab dan Sunnah Rasulullah. IMAM ABU HANIFAH Abu Hanifah terkenal sebagai alim yang teguh pendirian. Ketika Muhammad dan Ibrahim dari ahl al-Bayt memberontak. yang meliputi al-Qur'an. Setelah itu. Abu Hanifah berkata. c) Al-A'raf. yang pernah berguru pada Malik dan kemudian menggabungkan madrasah hadits dengan madrasah Ra'y. yaitu dengan menggunakan qiyas dan istihsan. Abu Hanifah meninggalkan banyak murid. dan bahwa para khalifah yang sezaman dengan mereka telah merampas haknya dan karena itu mereka zalim.mengetahui rahasia-rahasia al-Qur'an. yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercaya.

STAGNASI PEMIKIRAN FIQH: MASA KETERTUTUPAN Dr. "Ini khusus untuk Rasulullah saw. c) 4. ijma' secara naql. Tetapi shalat jamak ini terdapat dalam kitab hadits shahih Bukhari dan Muslim. Apa dalilnya? Dalilnya terdapat dalam Kitab fiqh al-Syaikh al-Kaydani. d) Fatwa sahabat. Seorang alim besar di kota itu mengecam orang-orang yang menjamak shalat Zhuhur dan Ashar. Bila engkau sudah menjadi Rasul Allah bolehlah engkau melakukannya. h) Sadd al-Dzara'i." Pemuda itu bermaksud menunjukkan bahwa Ibn Abbas. Di Afghanistan seorang mushalli memberi isyarat dengan telunjuknya dan menggerak-gerakkannya. Ketika ia membacanya. seorang pemuda menanyakan lagi perihal shalat jamak. Ikhtilaf sahabat. g) Mashalih mursalah. b) al-Ijma'." kata sang imam. c) Ijma' penduduk Madinah. e) Khabar Ahad dan Qiyas. . Muhammad al-Tijani al-Samawi bercerita tentang kisah fanatisme di kota Qafsah. Tunisia. tetapi ia mengurungkan maksudnya. dalil-nya." Orang itu berkata: "Bukan aku yang berkata begitu." Catatan kecil di atas menunjukkan kekuasaan Malik. hadirin tercengang mendengarnya. e) Qiyas. c) Pendapat sahabat yang tidak ada yang menentangnya. IMAM SYAFI'I Pokok-pokok fiqh Syafi'i ada lima: a) Al-Qur'an dan al-Sunnah. Bila zhahirnya sunnah bertentangan dengan al-Qur'an. Anas ibn Malik dan banyak sahabat lainnya melakukan shalat jamak (bukan karena bepergian). Ia berkata bahwa itu termasuk salah satu bid'ah orang Syi'ah. b) Al-Sunnah: al-mutawatirah dan al-masyhurah. Kawan shalat di sampingnya memukulnya dengan keras sehingga telunjuk itu patah. "Mereka membawa agama baru yang bukan agama Muhammad saw. kata pemuda itu. Ini sangat berpengaruh pada penyebaran madzhabnya. Kedua peristiwa di atas terjadi dalam rentang waktu cukup lama -menurut sebagian penulis dari abad VI Hijrah sampai abad XIII. f) Istihsan." Malik memanggil pengawalnya: "Ia zindiq. i) Mura'at khilaf al-mujtahidin. ijma' mutaakhir: masing-masing dengan kekuatan hukum yang berbeda." Seusai shalat. j) Istishhab. d) Ikhtilaf sahabat Nabi. Sebuah rentang waktu yang oleh para Tarikh Tasyri' disebut sebagai zaman stagnasi pemikiran fiqh ('ashr al-rukud). b) Fatwa sahabat. Ketika ditanya mengapa itu terjadi. Ia mengembalikan kedua kitab itu sambil berkata. Pemuda itu mengeluarkan kedua kitab shahih tersebut dan memintanya membaca hadits-hadits tentang shalat jamak. Aku hanya melaporkan ucapan orang lain." Malik menukas: "Tapi aku hanya mendengarnya dari kamu. bunuh dia. k) Syar'man qablana. Ijma' sebelum terbunuhnya Utsman. didahulukan al-sunnah. d) Hadits mursal dan dha'if. Mereka menyalahi al-Qur'an yang menyatakan bahwa shalat itu bagi kaum Mukmin kewajiban yang ditetapkan waktunya. e) Qiyas. ia menjawab bahwa menggerakkan telunjuk dalam tasyahud adalah haram. "Tidak benar. Madzhab Maliki mendasarkan fiqhnya pada 12 pokok: a) Al-Qur'an: zhahirnya.dan memenjarakannya Ketika seorang bertanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang berpendapat bahwa al-Qur'an itu makhluk?. mafhum-nya dan illat-nya. IMAM HANBALI Pokok-pokok fiqh madzhab Hanbali: a) Al-Nushush.

juga berkembang tradisi munaqasyah madzhabiyah (diskusi madzhab). di satu sisi menyimpan khazanah ilmu para ulama. Perlahanlahan berkembanglah tradisi membuat syarah (komentar) dan matan. Pada zaman inilah pemikiran taqlid mutlak dominan. sesudah sebelumnya mempelajari al-Qur'an. serta menghimpun penafsiran para sahabat. dibukukan pula riwayat para perawi hadits. Dengan begitu. ke upaya menghapal yang sia-sia dan merasa cukup dengan menerima apa yang telah tertulis dalam kitab-kitab madzhab tanpa penelitian. Untuk Shahih al-Bukhari. Pada zaman ini. al-mustadrakat dan sebagainya. Mereka menjelaskan kata-kata atau kalimat-kalimat secara sematik. menghilanglah kegiatan yang dulu merupakan gerakan takhrij. Sebagai jawaban terhadap serangan ahl al-Sunnah. Dalam penafsiran alQur'an misalnya. baik yang lemah maupun yang kuat. Peminat fiqh hanya mempelajari kitab yang ditulis seorang faqih tertentu di antara tokoh-tokoh madzhabnya Ia tidak melihat kepada syari'at dan fiqh kecuali melalui tulisan dalam kitab itu. Bersamaan dengan itu. Penafsiran al-Qur'an. walau selama masa itu muncul juga beberapa ulama fiqh dan ushul yang cemerlang. paling tidak ada tiga kitab syarah: Fath al-Bary. alSunnah. tabi'in. dimulai kemandegan dan diakhiri kebekuan. Hadits-hadits dibukukan dalam bentuk aljawami'. Ada pula beberapa kitab yang mensyarah al-Muwatha susunan Imam Malik. Ulama ahl al-Sunnah menulis kitab yang menyerang ajaran Syi'ah. Pemikiran bergeser dari upaya mencari sebab-sebab dan maksud syara' dalam memahami hukum. sepanjang saya ketahui. Pada masa inilah berkembang al-tafsir bi al-ma'tsur. dan tanzhim dalam madzhab fiqh. Ibn Rouzbahan menulis bantahan pada Minhaj al-Karamah. yang setiap jilidnya seukuran satu jilid Encyclopedia Britannica. Para ulama madzhab Syafi'i menyerang tulisan para ulama madzhab Hanbali atau sebaliknya. Argumentasi dikembangkan untuk membela madzhab masing masing. dan fiqh para imam madzhab disusun dalam buku. Ulama Syi'ah membalasnya dengan menulis kitab lagi. Atau sebaliknya. Sekarang bantahan itu sudah menjadi 19 jilid Ihqaq al-Haq. Para pengikut membukukan fatwafatwa dan hasil ijthad para mujtahid tersebut. Gerakan tadwin. Pasal ini akan memperlihatkan karakteristik zaman ini dari segi karya-karya ilmiah yang lahir waktu itu dan dari segi kecenderungan pemikiran. Tidak jarang syarah suatu kitab disyarahi dan disyarahi lagi. para ulama menghimpun hadits-hadits Nabi saw. Irsyad al-Sary. al-masanid. Al-Amini menulis 11 jilid al-Ghadir . Mereka menulis buku-buku yang lebih merupakan ensiklopedia atau kamus dari pada analisis ilmiah. Maksudnya untuk memudahkan pembaca memahami kitab-kitab rujukan. Ibn Taymiyah menulis Minhaj alSunnah untuk menolak Minhaj al-Karamah. tarjih. ilmu ushul al-fiqh. KARAKTERISTIK ZAMAN STAGNASI: TRADISI MENSYARAH KITAB Setelah keempat imam madzhab ahl al-Sunnah meninggal dunia. Umdat al-Qary. Kita akan mengakhiri dengan melacak sebab-sebab timbulnya stagnasi pemikiran ini. fiqh memasuki zaman tadwin (kodifikasi). al-Hilly menulis Minhaj al-Karamah. ilmu jarh wa ta'dil dan riwayat para sahabat. pokok-pokok dan maksud-maksud syara'. Bantahan ini dibantah lagi oleh al-Mar'asyi al-Tustary. al-ma'ajim.Al-Ustadz al-Zarqa melukiskan situasi umum pada waktu itu: Pada zaman tersebut pemikiran fiqh mengalami kemunduran. atau menambahkan penjelasan dengan mengutip ucapan para ulama lain. Mereka tak merasa perlu melakukan penelitian ulang. Berbagai ilmu Islam dibukukan dan tidak disampaikan secara lisan lagi. tapi di sisi lain menyebabkan para ulama merasa cukup dengan apa yang telah tersedia. dan para mujtahid. hadits.

Padahal keduanya sama-sama dibutuhkan dan tidak bisa ditinggalkan dalam menuju cita-cita kehidupan. harus dita'wilkan atau dimansukhkan. Allah mengizinkannya. supaya ia dapat mengajarkan syari'at Islam secara lengkap. Ia belajar pada Abu Hanifah setiap waktu Subuh selama lima puluh tahun. karena seorang alimnya akan memenuhi seluruh bumi dengan ilmunya. Untuk mempertahankan keunggulan madzhabuya. Nabi Hidhir mohon agar ia diizinkan tetap berguru padanya di alam kubur. Para ulama dari keempat madzhab diundang ke istana. Rasul Allah saw bersabda: "Ya Allah berilah petunjuk pada suku Quraiysy. padahal ulama dari madzhab mereka terdahulu tidak pernah mengamalkannya. Fatwa mujtahid lebih didulukan dari ayat al-Qur'an dan al-Sunnah. Mereka heran bagaimana mungkin mengamalkan zhahirnya ayat-ayat itu. Itu karena hadits . siapakah yang engkau tinggalkan. misalnya. siapa yang membenci Abu Hanifah ia membenciku. Imam Syafi'i. Aku bertanya: "Ya Rasul Allah. Walau begitu. Mengenai Imam Ahmad bin Hanbal Abdullah al-Sajastany berkata: "Aku pernah melihat Rasul Allah saw dalam mimpi. Diriwayatkan oleh para pengikut Maliki bahwa pada paham Imam Malik sudah tertulis Malik Hujatullah di bumi. Polemik antar madzhab ini bukanlah sesuatu yang jelek dan telah berlangsung sejak zaman para imam madzhab." Dengan berbagai "keutamaannya" itulah. Setiap madzhab membela pahamnya dengan tidak lagi mengindahkan adab diskusi ilmiah. Kadang-kadang riwayat-riwayatnya dinisbahkan pada Nabi Muhammad saw. "setiap ayat atau hadits yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan madzhab kami. para pengikutnya meriwayatkan mitos di sekitar para imam madzhabnya. katanya. Di antara karamah Abu Hanifah ialah bergurunya Nabi Khidr kepadanya. kekuasaan sangat berperan dalam menyuburkan fanatisme madzhab. Al-Fakhr al-Razy menceritakan pengalamannya ketika ia menafsirkan: afala yatadabbarun al-Qur'an. Tentang Imam Syafi'i. yang didhaifkan Ibn Taymiyah. Ia kemudian menyelesaikan kuliah dari Abu Hanifah selama 25 tahun lagi. Aku pernah menyaksikan sekelompok faqih yang taklid. Sikap ini ditunjukkan jelas oleh al-Syaykh Abu al-Hasan Abdullah alKarkhy ketika ia berkata. Mereka tidak mau menerimanya bahkan tidak mau menelitinya. munaqasyah madzhabiyah telah menjadi benih yang menyuburkan fanatisme madzhab. Tapi pada zaman kemandegan. Siapa yang mencintai Abu Hanifah ia mencintaiku. yang patut kami ikuti di zaman kami?" Rasul Allah saw menjawab: "Aku tinggalkan bagimu Ahmad bin Hanbal. FANATISME MADZHAB Asad Haydar menyebut tahun 645 Hijrah sebagai tahun ditetapkannya empat mazhab sebagai madzhab yang diakui khilafah Islam waktu itu.hanya untuk membuktikan keshahihan hadits Ghadir Khum. gejala fanatisme madzhab dapat dilacak sejak abad IV Hijrah. Ketika Abu Hanifah wafat. memandangku dengan heran bila aku bacakan ayat-ayat al-Qur'an tentang beberapa masalah yang bertentangan dengan madzhab mereka." Orang alim itu adalah Imam Syafi'i. melakukan kritik terhadap beberapa pendapat Muhammad ibn al-Hasan alSyaybany. Seperti telah disampaikan pada tulisan terdahulu. Abu Sulayman al-Khaththaby mengisahkan suasana zaman itu: Saya lihat ahli ilmu dewasa itu terbagi menjadi dua kelompok: pendukung hadits dan atsar dan ahli fiqh dan fikir. pengikutnya mensakralkan fatwa para mujtahid. Konon Nabi Muhammad saw pernah berkata: "Semua nabi bangga denganku dan aku bangga dengan Abu Hanifah.

dan pemisahan hadit-hadits gharib dan syadz --hadits-hadits yang kebanyakan mawadhu' dan maqlub. Setiap fondasi tanpa bangunan. dan para pendahulu yang setingkat dengan mereka. Maka bila datang riwayat Harmalah. Mereka tidak sadar bahwa kadar keilmuannya sendiri sangat dangkal dan mereka berdosa melemparkan kata-kata kotor pada para fuqaha. Muhammad ibn al-Hasan dan para tokoh sahabat serta murid-muridnya yang lain. Kadang-kadang mereka mencela para fuqaha. Mereka tidak memelihara matannya. pertama. Fanatisme madzhab bukan saja telah menghambat pemikiran. Mereka sepakat menerima hadits dhaif dan munqathi' bila telah masyhur di kalangan mereka dan telah membibir dalam percakapan mereka. keduanya menjadi ikhwan yang saling berjauhan: mereka tak menampakkan sikap saling membantu dan menolong di jalan yang hak. Saya lihat kedua kelompok ini saling berdekatan tempat tinggalnya dan sebetulnya saling membutuhkan. Namun. mereka segera mencari kepercayaan umat terhadapnya.bagaikan fondasi. maka akan cepat roboh. Begitu juga para pengikut alSyafi'i. namun mereka tidak ikut bertanggungjawab. menghancurkan otak-otak cemerlang. walau tidak didukung satu dalil pun atau tidak meyakinkan. 469 Hijrah. Mereka tidak mempedulikan hadits-hadits yang dikuasai dan yang digunakan untuk mempertahankan argumentasinya di hadapan lawan bila hadits-hadits tersebut telah sesuai dengan madzhab yang mereka ikuti dan pendapat yang mereka yakini. Mereka hanya menerima riwayat al-Muzany dan al-Raby ibn ulayman al-Murady. Mereka mau menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu Yusuf. mereka tidak akan menerima. maka akan sunyi dan lekas rusak. Saya lihat para pendukung Malik tidak menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu al-Qasim (Rasul Allah). al-Jiziy dan sebagainya. dan tidak mengungkapkan kandungan fiqhnya. ashhab (para sahabat). kebanyakan tidak memilih-milih hadits. Sebagai contoh adalah peristiwa yang terjadi di Baghdad. sedangkan fiqh bagaikan bangunannya. Yang demikian adalah suatu kesesatan dan penipuan ra'yu. tidak memahami maknanya. tidak menggali rahasianya. Mereka hampir tidak bisa membedakan hadits yang shahih dan hadits yang dhaif. yakni ahli fiqh dan fikir. yang bagus dan yang buruk. Setiap bangunan yang fondasinya tidak kokoh. tapi juga menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslim. Demikianlah keumuman sikap setiap kelompok terhadap madzhab imam dan gurunya masing-masing. Maka pendapat yang datang dari AlHakam tidak memiliki keistimewaan di mata mereka. kelompok ahli hadits dan atsar rata-rata berambisi dalam periwayatan. Apabila diriwayatkan pada mereka hasil ijtihad para tokoh madzhab mereka atau para ahli dari aliran mereka. mereka tak memperhatikan dan tak menganggapnya sebagai pendapat alSyafi'i. Dalam sejarah. . mencacad mereka dan menuduhnya menyalahi sunnah. mereka saling mengkafirkan yang kemudian memuncak pada peperangan antar sesama Muslim. kecuali sebagian kecil. karena rasa harga diri mereka yang sangat tajam. telah terjadi beberapa kali. Kedua kelompok itu. Sedangkan kelompok kedua. Bila pendapat itu datang dari al-Hasan ibn Ziyad dan pendapatnya berbeda dengan riwayat yang melalui mereka. pengumpulan sanad.

ijtihad mustaqil sudah tertutup. mungkin karena ia berijtihad dengan metode yang sama untuk menjawab masalah-masalah yang belum dipecahkan imam mazhabnya. mengikuti gurunya Syaikh Muhammad Abduh. Karena itu. Muhammad Farouq al-Nabhan menyebut tiga sebab stagnasi pemikiran pada zaman ini: faktor-faktor politik. Ibn al-Qusyayry al-Syafi'i memegang kekuasaan. Pada ijtihad muthlaq. penutupan pintu ijtihad pada saat ini. Sedangkan kaum ini menganggap kami kafir dan kami menganggap orang-orang yang aqidahnya tidak sama dengan kami juga kafir. Dalam hal ini. di kalangan Syi'ah tidak pernah dikenal tertutupnya pintu ijtihad. . tapi boleh saja menghasilkan kesimpulan furu'iyyah yang berbeda dari imam mazhabnya. Pemerintah kemudian mengumpulkan wakil kedua belah pihak dan meminta supaya mereka berdamai. Namun sebaliknya menurut kebanyakan Hanbaly. lebih ditujukan pada ijtihad muthlaq.Pada madrasah Nizhamiyah. atau mentarjih (memilih yang terkuat) pendapat imam yang bermacam-macam itu. Dengan bantuan penguasa ia menyerang pemimpin Hanbaly. kita dapat mengelompokkan dua macam ijtihad: ijtihad muthlaq dan ijtihad fi al-madzhab. Lalu. Sebalikaya. Abd al-Khaliq ibn Isa. menurut Abu Zahrah. ia tentu saja masih menggunakan fatwa imam mazhabnya sebagai rujukan. Demikian catatan Abu Zahrah tentang tertutupnya pintu ijtihad. Al-Qusyayry berkata: "Perdamaian macam apa yang harus ada diantara kami? Perdamaian terjadi di antara orang yang memperebutkan kekuasaan atau kerajaan. Di sini mujtahid berpegang pada metode ijtihad imam mazhabnya. Ia selalu mengecam Ahmad ibn Hanbal dan para pengikutnya sebagai penganut antropomorfisme. Yang dapat melakukan ijtihad jenis ini disebut mujtahid mustaqil (mujtahid independen). ia disebut mujtahid muntasib. Walau tak diketahui secara pasti sejak kapan. meski pada tiap zaman boleh saja tak ada mujtahid mustaqil. Menurut para pengikut madzhab Syafi'iy dan kebanyakan Hanafi. Pengikut al-Qusyayry menutup pintu-pintu pasar madrasah Nizhamiyah. Sebenarnya. mengecam penutupan pintu ijtihad yang mana pun: "Kita tidak menemukan manfaat apa pun dari penutupan pintu ijtihad". Sayyid Rasyid Ridha. Bahayanya banyak --berakibat pada terbengkalainya akal. di zaman kemandegan pintu ijtihad. seorang mujtahid mengembangkan metode ijtihadnya secara mandiri dan mengeluarkan hukum-hukum berdasarkan metodenya itu. terputusnya pengembangan ilmu dan terhalangnya kemajuan pemikiran. Maka perdamaian macam apa yang bisa berlaku di antara kami." PENUTUPAN PINTU IJTIHAD Walau ada pembagian ijtihad yang bermacam-macam. campur tangan penguasa dalam kekuasaan kehakiman dan kelemahan posisi ulama dalam menghadapi umara. Sementara itu menurut Maliky. Kaum Muslim mundur karena meninggalkan ijtihad sehingga mereka menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini. Namun kenyataannya. yang ditutup adalah ijtihad muthlaq. penutupan pintu ijtihad terjadi karena ada anggapan bahwa tidak ada ulama yang memenuhi persyaratan seperti keempat imam itu. terus berkembang. Adapun ijtihad fi al-madzhab. setiap zaman tak boleh kosong dari mujtahid mustaqil. SEBAB-SEBAB STAGNASI Dr. atau menafsirkan yang mujmal menjelaskan yang mubham dari ucapan imam. tapi tak boleh tidak harus ada mujtahid fi al-madzhab. terjadilah pertumpahan darah antara kedua golongan.

Sehingga ia disebut Salim mawla Abu Hudzaifah. kami menganggap anak kepada Salim. dan menyebarnya penyakit akhlak seperti hasud dan egoisme di kalangan ulama. Ketika Allah menurunkan ayat dalam Kitab-Nya tentang Zaid ibn Haritsah --panggillah mereka dengan nama bapak-bapak mereka. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. Umara tentu saja selalu berusaha mempertahankan status quo. Sahlan binti Suhail --istri Hudzaifah dari Bani Amir-. mengangkat Zaid ibn Haritsah sebagai anak. Abu Hudzaifah menikahkan Salim --yang dipandang sebagai anaknya itu-dengan anak saudara perempuannya Fathimah bint al-Walid bin 'Utbah bin Rabi'ah. Di sini harus dicatat: dalam sejarah. Ia sering masuk ke rumahku dan aku dalam keadaan fudhul (memakai busana rumah yang tidak menutup aurat). kita akan menemukan bagaimana seseorang yang berbeda madzhab atau berganti madzhab menghadapi berbagai cobaan.Untuk yang pertama. Qadhi diangkat oleh penguasa. Untuk sebab kedua. telah ditunjukkan bagaimana para ulama berebutan menjadi qadhi. maka mereka adalah saudaramu dalam agama dan mawla-mawla kamu --maka dikembalikanlah setiap orang di antara mereka itu kepada bapaknya. pemikiran yang bertentangan dengan madzhab itu ditindas.datang menemui Rasulullah saw. sebagaimana Rasulullah saw. Di samping itu. FIQH DITELAAH KEMBALI: FIQH KAUM PEMBARU "Yahya memberitakan kepadaku dari Malik dari Ibn Syihab. ijtthadnya hanyalah dalam rangka memberikan legitimasi pada kebijakan penguasa. Bila tidak diketahui bapaknya. karena ia dapat dikucilkan oleh masyarakat. Kami hanya mempunyai rumah satu. Abd al-Wahhab Khalaf menyebutkan empat faktor yang menyebabkan kemandegan. menyebarnya ulama mutathaffilin (ulama yang memberi fatwa berdasarkan petunjuk Bapak). Karena itu. para ulama yang sama menyatakan Saddam sebagai bughat dan pemimpin dhalim. Setelah invasi. Itu lebih adil di sisi Allah. Bukankah ini ijtihad dan setiap ijtihad selalu mendapat pahala? Bila ijtihadnya salah. yang ikut menyaksikan perang Badar-. 5. Ulama sangat bergantung kepada umara. dan berkata: "Ya Rasul Allah. bagaimana . Contoh terakhir adalah pernyataan para ulama Rabithah yang mendukung kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab. Lebih-lebih bila berbeda pendapat dengan madzhab penguasa. demi "ketertiban dan keamanan". Empat puluh tiga hari sebelum Saddam menyerbu Kuwait. Waktu itu ia termasuk wanita muhajirat yang awal dan gadis Quraysy yang utama. Yaitu terpecahnya kekuasaan Islam menjadi negara-negara kecil hingga umat disibukkan dengan eksistensi politik. yang paling aman adalah mengikuti pendapat para imam mazhab yang sudah dibukukan. Dalam posisi seperti itu. para penguasa Muslim lebih sering menindas kebebasan pendapat dari pada mengembanghannya. terbaginya para mujtahid berdasarkan madrasah tempat mereka belajar. Jika kita membaca kitab-kitab sejarah madzhab. Maka ketika satu madzhab memperoleh kekuasaan. posisi ulama yang lemah memperkuat fanatisme madzhab. para ulama dari 70 negara Islam menyatakan bahwa Saddam sebagai mujahid Islam yang taat pada Allah dan al-Qur'an. ia mendapat satu pahala.telah mengangkat Salim sebagai anaknya. kita ingin menegaskan kembali bahwa madzhab berkembang karena dukungan politik. kalau pun ulama berijtihad. Ia berkata: 'Urwah bin Zub air mengabarkan kepadaku bahwa Hudzaifah bin 'Utbah bin Rabi'ah --salah seorang sahabat Nabi saw. dan bila benar dua. didiskreditkan ulama dan diadukan pada penguasa. Ia ditanya tentang menyusui orang dewasa. dikembalikan kepada mawlanya. Qadhi tidak ingin mengambil risiko berbeda pendapat dengan madzhabnya.

lalu mencampurkan air ke dalamnya. (3) Dianjurkan menyusukan orang yang sudah dewasa supaya ia halal masuk ke rumah seorang perempuan. yaitu aliran yang berpegang kepada teks-teks syari'at secara . 'Umar meminta minumannya itu. Apakah perilaku 'Umar dapat dijadikan model dalam pengambilan kesimpulan hukum? Apakah pendapat para sahabat dapat dijadikan hujjah dalam agama? Apakah tindakan 'Umar itu suatu preseden bolehnya meninggalkan nash-nash syari'at bila kondisi berubah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan problema yang dihadapi para pembaru Islam ketika mereka menelaah kembali fiqh yang ada. Tentu saja fuqaha mazhab-mazhab yang lain menolaknya. Dengan merujuk pada hadits yang mengharamkan minuman keras --baik sedikit maupun banyak mereka telah membenarkan halalnya minuman keras karena dicampur air. Mungkinkah ini hanya fiqhnya 'Aisyah. Ibrahim al-Nakhti meriwayatkan hadits yang sama dari 'Umar dan berkata: 'Umar meminumnya setelah mencambuk orang A'raby itu. Orang A'raby itu berkata: Aku minum dari minumanmu. Setelah itu ia memandangnya sebagai anak susuan. Istri-istri Nabi saw yang lain menolak untuk mengizinkan laki-laki masuk ke rumah dengan susuan seperti itu. Ahkam al-Qur'an 2:565). Yang kemudian menjadi persoalan adalah tindakan 'Umar. apalagi menyusu kepadanya?). ternyata "Kembali kepada al-Qur'an dan al-Sunnah" tidak segampang seperti yang dibayangkan. Bukankah istri-istri Nabi saw yang lain menolaknya? Bukankah pada kitab hadits yang sama Umar ibn Khatab dan Abdullah ibn Mas'ud hanya membenarkan susuan pada waktu kecil saja? Peristiwa yang kedua dijadikan dalil oleh sebagian pengikut madzhab Hanafi untuk menghalalkan minuman keras (khususnya Nabi) bila dicampur dengan air. Slogan yang di Indonesia didengungkan kaum moderis ini. (2) Tidak boleh laki-laki yang bukan muhrim memasuki rumah seorang perempuan. sebetulnya hanyalah salah satu aliran peninjauan kembali fiqh. (Ia mabuk) dan 'Umar menetapkan hukum cambuk baginya. berkata kepadanya: "Susukanlah dia lima kali susuan sehingga ia menjadi muhrim dengan susunya". campurkan air ke dalamnya. (Malik. (Al-Jashash. Dari fenomena tersebut. Aliran tersebut sebenarnya adalah skripturalisme. Al-Muwatha 2: 115-116) Contoh lain: "Seorang A'raby meminum minuman 'Umar. Umu Kultsum binti Abu Bakar al-Shiddik dan anak-anak perempuan saudaranya untuk menyusukan laki-laki yang ingin masuk ke rumahnya. Yang dipersoalkan bukan hanya penafsiran nash-nash tetapi juga metode pengambilan keputusan. Ia berkata: Siapa yang ragu untuk meminumnya. Dua peristiwa di atas diambil dari kitab-kitab yang menjadi rujukan dalam menjawab masalah-masalah fiqhiyah. kecuali bila laki-laki itu saudara sepesusuan. kemudian meminumnya. Aisyah mengambil cara ini bila ada lakilaki yang ingin masuk ke rumahnya Ia menyuruh saudaranya. Bagaimana mungkin Nabi saw menghalalkan sesuatu dengan tindakan yang haram? (Bukankah bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim itu haram. setelah orang merasa perlu membuka kembali pintu ijtihad. Dalam istilah fiqh. tetapi juga ushul al-fiqh. Kesimpulan terakhir ini telah disepakati fuqaha.menurut Anda? Rasulullah saw. Dari peristiwa yang pertama para faqih menyimpulkan beberapa hukum: (1) Batas susuan yang menyebabkan seorang haram dinikahi adalah lima kali susuan. yang harus ditinjau bukan saja al-adillat al-syar'iyat. Mereka mempersoalkan cara menyusukan itu.

fatwa para sahabat. . yang mengumpulkan ribuan hadits dalam musnadnya. yang kemudian menjadi paham resmi Arab Saudi.. KEGAGALAN SKRIPTURALISME . Jadi fiqhnya selalu merujuk pada nash-nash al-Qur'an atau hadits. Ibn Qutaybah memasukkan Ahmad di antara muhadditsin dan Ibn Jarir al-Thabari menolak Ahmad sebagai ahli fiqh. Ibn Taymiyah memperkuat gerakan anti rasionalisme ini dengan menolak setiap penggunaan logika dalam khazanah ilmu-ilmu Islam dan sekaligus menolak praktek-praktek yang tidak ada dasarnya dalam teks al-Qur'an dan hadits. Yang paling dekat dengan ahl al-ra'y adalah madzhab Hanafi. Semuanya terjadi karena Ahmad mendasarkan mazhabnya pada hadits Rasulullah saw (meski lemah). 1987:95). bila tidak ada. Dalam kalimat W. memang lebih terkenal sebagai ahli hadits dari pada ahli fiqh. Karena itu. yaitu liberalisme. mempengaruhi banyak aliran pembaharuan di seluruh dunia. ada dua aliran besar dalam fiqh Islam: ahl al-Ra'y dan ahl al-Hadits. tugas ahli fiqh hanyalah mencari nash yang relevan.C. Seperti Ibn Taymiyah. dan kembali kepada al-Qur'an dan hadits sebagai satu-satunya jalan untuk memecahkan segala persoalan Islam. dalam upaya menelaah kembali fiqh. Berbagai upaya rekonstroksi fiqh di dunia Islam sekarang ini berangkat dari kedua aliran tersebut. Imam Ahmad ibn Hanbal. Makna ini dianggap sebagai ruh ajaran Islam. Arkoun menyebut aliran ini logosentrisme yang ia gambarkan sebagai berikut: Di samping aliran ini ada aliran yang sangat menekankan rasio (akal). 1968:42). berkata: "Madzhab kami mengikuti dalil. Skripturalisme dan liberalisme keduanya berusaha mendobrak kebekuan pemikiran Islam. filsuf dan sufi. dan terutama sekali pada Daud al-Zhahiri. dan yang ada hanya ijtihad. maqashid syar'iyah dan sebagainya.kaku. Mazhab-mazhab fiqh terletak di antara kedua ekstrim itu. bila ada. Mereka menolak ta'wil dan menerima hadits secara harfiyah. dan menolak qiyas kecuali dalam keadaan terpaksa. Raja Malik ibn Abd al-Aziz. dan yang paling dekat dengan ahl al-hadits adalah mazhab Hanbali. Aliran ini tak lagi terikat dengan bunyi teks. Yang pertama menekankan rasio dalam pengambilan keputusan. Yang kedua berdasarkan fiqh pada hadits walaupun lemah dan menolak penggunaan rasio. the introvert warmth and other wordly pety of the mystic way.. Paham ini. kesetiaan pada teks sangat ekstrem.. Paham Ibn Taymiyah dihidupkan kembali oleh Muhammad ibn Abd al-Wahab lima abad kemudian.the alien intellectualism not only of philosophy but also theology" (Smith. kita harus memulai dengan menyorot kedua aliran ini secara kritis dibahas skriptularisme. kami mengikuti ijtihad Ahmad ibn Hanbal: (Mughniyah. LATAR BELAKANG SKRIPTURALISME Seperti diketahui dalam fiqh tabi'in. Mereka melihat masa Salaf sebagai model. tapi berusaha menangkap menurutnya. tema umum Islam. The Encyclopedia of Islam menyebut Ibn Taymiyah sebagai the bitter enemy of innovations. sekaligus merupakan fiqh baru yang dapat menjawab masalah-masalah baru akibat perubahan masyarakat. Karena itu. Muhammad ibn Abd al-Wahab menolak "the corruption and laxity of the contemporary decline. ketika menyampaikan khutbahnya di Makkah tahun 1355. Pada Ibn Hazm. makna hakiki dari teks. Smith. ia mencela kaum mutakallim.

Al-masail al-lafzhiyah --seperti makna lughawi. membaca dzikir bersama. Pada saat yang sama. membaca shalawat kepada Nabi saw. menurut Fazlur Rahman. Ketiga. Dengan menyingkirkan mistisisme. mudah mendorong orang ke arah fanatisme. Bukankah segala persoalan dapat diselesaikan dengan merujuk pada dalil-dalil al-Qur'an dan hadits. mereka telah mematikan telaah filosofis. Dengan menolak ta'wil. yang disebut bid'ah adalah apa saja yang tidak merujuk pada dalil yang telah dipilihnya. Dalam skala makroskopis. Terakhir. mukhtalaf al-hadits. Salah satu contoh adalah perbincangan tentang zakat profesi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak diwajibkan zakat padanya. tapi merasa faqih. skripturalisme. yang menolak qiyas. bukan tidak mengikuti sunnah. zakat emas dan perak. makna 'urfi (kebiasaan). kaum skripturalis telah menghilangkan pengalaman beragama (religious experiences) yang emosional. dianggap bid'ah. mengucapkan doa yang tidak ma'tsur. "since the leaders of these movements were interested in negating some of the influences of the medieval school of islamic thought and law. kelima. skriptualisme menyingkirkan pengalaman mistikal dari kehidupan beragama. Muncullah para "mujtahid" yang tidak berkualifikasi. Kaum sufi. tertawa dan sebagainya. makna haqiqi dan majazi. mengobrol dengan ahli surga. 1981:26). --dan di Indonesia-menyelenggarakan upacara tahlilan dan marhabanan dianggap tidak mengikuti sunnah Rasulullah saw (dalam bahasa orang awam. Pertama. tidak ada contohnya dari Nabi saw). skripturalisme terbukti tidak menjawab berbagai masalah kontemporer. they inevitably took a negative attitude toward the intellectual and spiritual developments that had taken place in the intervening centuries" (Rahman. dalam aqidah. Sebagian di antara mereka akhirnya menggunakan qiyas juga. Kedua. tetapi tidak berdasarkan dalil yang disetujui mereka. Madzhab yang lain akan dianggap menyimpang dari al-Qur'an dan sunnah. yang mencoba menangkap makna batiniyah dari nashnash. Tidak ada maksud saya --dan bukan tempatnya di sini-. Praktek-praktek keagamaan yang tidak secara spesifik ditunjukkan dalam nash. Keempat. Ada yang mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat pertanian. qawaid ushul al- . tetapi tanpa aturan yang konsisten. Padahal. Karena skriptualisme menerima teks-teks al-Qur'an dan hadits dengan apa adanya. dan zakat perdagangan. duduk di atas 'arasy. tetapi juga dikafirkan. orang-orang awam tidak merasa perlu lagi dengan kehadiran fuqaha. menggunakannya dalam menjelaskan zakat profesi. Para pengikutnya tidak lagi "menikmati" agama dan sebagian mengalami ketidakpuasan rohaniah. Qunut pada shalat Subuh. makna 'am dan khash dan sebagainya. paham ini melahirkan orang-orang yang wawasannya sempit. saya kira. Mereka membentuk kelompok-kelompok. dianggap sesat. Pada tahap institusional. Selanjutnya. mereka menetapkan keharusan percaya bahwa Ia turun ke langit dunia. Sebagian kaum modernis di Indonesia. penentuan keshahihan hadits. Filsafat bukan saja dijauhi. Ada beberara kegagalan skripturalisme. Wacana teologi menjadi gersang. karena menolak wacana intelektual.untuk merinci dalil-dalil orang-orang yang mempraktekkan upacara-upacara agama tersebut.Keyakinan bahwa kesetiaan pada teks al-Qur'an dan hadits cukup untuk memecahkan persoalan ternyata hanya simplikasi. skripturalisme tidak dapat menyelesaikan kemusykilankemusykilan yang terjadi ketika melakukan istidlal (memberikan dalil-dalil hukum) dari nash-nash. yang memuncak pada fragmentasi umat.

orang tidak memberikan solusi terhadap segala kemusykilan ini. keduanya menggaungkan kembali perbedaan pendapat para sahabat tentang sunnah Rasullah saw. Walaupun saya tidak akan membahas pokok-pokok pikiran kaum liberal Islam seperti yang dipaparkan Leonard Binder. sesudah mengutip sejarah ijtihad bi al-ra'y saya akan mengutip juga perkembangan tafsir bi al-ma'tsur. kita dapat merumuskan kaidah-kaidah baru dalam menegakkan fiqh yang lebih relevan dan signifikan. Akibat kegagalan skripturalisme tersebut. Fiqh al-ra'y sebenarnya sejajar dengan tafsir al-Qur'an bi aldirayat. TRADISI IJTIHAD BI 'L-RA'Y Ketika [brahim Hosen berbicara tentang ta'aqquli dan ta'abbudi. saya akan mengutip deskripsinya tentang kaum liberalis Islam. pada akhirnya saya akan mengajukan kritik. SEJARAH MADZHAB LIBERALISME Fiqh kaum liberal dapat dilacak pada madzhab ahl al-ra'y di kalangan para sahabat Nabi. Since the words of the Qur'an do not exhaust the meaning of revelation. Karena itu. Apakah Nabi Muhammad saw berijtihad? Banyak para sahabat membagi perintah-perintah Nabi ke dalam dua bagian. tapi kaum liberalis modern justru mengambil inspirasi dari tafsir bi alma'tsur. dan ketika Rahman mengulas pemikiran modernis dan fundamentalis. Jadi ciri khas kaum liberalis ialah upaya untuk menangkap esensi wahyu. For Islamic liberals. there is a need for an effort at understanding which is based on the words. the language of the Qur'an is coordinate with the essence of revelation. kita sebut liberalisme. Mereka bersedia meninggalkan makna lahir dari teks untuk menemakan makna dalam dari konteks. FIQH KAUM PEMBARU: MADZHAB LIBERALISME Seperti telah disebut di atas. Yaitu yang berhubungan dengan ibadah ritual (kelak disebut huquq Allah) dan yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial (kelak disebut huquq al-'ibad). Setelah itu. secara khusus kita akan mengambil contoh pemikiran Ibrahim Hosen dan Fazlur Rahman untuk menggambarkan pokokpokok pemikiran kaum liberalis. but which goes beyond them. para pembaru mencoba mendobrak stagnasi dengan melakukan salah satu di antara dua pilihan. seeking that which is represented or revealed by language. Seperti biasa. Yang pertama kita sebut skripturalisme (sudah dibicarakan) dan kedua. . Mereka kembali secara ketat pada teks-teks al-Qur'an dan al-hadits atau mereka berusaha menemukan ruh atau semangat dari ajaran al-Qur'an dan al-hadits. karena berusaha secara bebas untuk menggunakan penalaran. but the content and the meaning of revelation is not essentially verbal. makna wahyu di luar arti lahiriah dari kata-kata. Pada gilirannya. 6. Kritik terhadap skripturalisme sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela liberalisme.fiqh dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan penafsiran nash tidak mendapat perhatian. Melalui studi kritis terhadap keduanya. Di bawah ini saya akan mengulangi lagi akar pemikiran kaum liberalis dengan mengutip apa yang pernah saya tulis pada pengantar buku Islam dan tantangan Modernitas. liberalisme juga sangat rentan terhadap berbagai problem. Tulisan ini hanya ingin mengingatkan kita akan pentingnya penilaian kritis terhadap pendekatan pada fiqh.

sangat takut kepada Umar dan tidak menemukan orang yang melawan pendapat Umar kecuali Ali ibn Abi Thalib. Umar berkata. "Kamu lebih tahu urusan duniamu?" Bukhari meriwayatkan peristiwa yang oleh Ibn 'Abbas disebut sebagai "tragedi hari Kamis"." Tampaknya Umar berpendapat bahwa kondisi sakit Nabi melahirkan ijtihad Nabi yang tidak perlu diikuti. tinggalkan saja. Ketika Abu Bakar dan Umar meninggalkan pasukan Usamah. dan yang kedua secara ta'aqquli. Cukuplah buat kita kitab Allah itu." Umar juga diriwayatkan berkata: "Inilah ra'yu Umar. "Sesungguhnya Nabi saw mengirimkan pasukan itu berdasarkan Ijtihad dan bukan berdasarkan wahyu yang diharamkan membantahnya. padahal Nabi memerintahkan mereka untuk berada di dalamnya. dari Allah dan kalau salah. Para ahli hadits meriwayatkan berbagai peristiwa ketika ijtihad Nabi berbeda dengan ijtihad 'Umar.a. ia sudah menjalankan kitab Allah dan sunnah NabiNya. silakan ambil ra'yu-ku. Kalau benar. wahyu selalu turun membenarkan Umar. menulis: "Para sahabat r. ijtihadnya boleh jadi benar atau salah. dari Umar. "tidak akan ada yang selamat kecuali Umar ibn Khaththab. Rasulullah saw sering berijtihad. dalam kitab tarikhnya. tapi Umar melarangnya.merupakan justifikasi terhadap peluang menggunakan ra'yu dalam menghadapi sunnah (yang berasal dari Ijtihad Nabi). Dalam keadaan sakit.Mereka menerima yang pertama secara ta'abbudi. Sebagai lawan mereka --dalam pemikiran-. Ketika Umar dan Utsman --pada zamannya masing-masing melarang haji tamattu" Ali menentangnya. "Nabi saw dalam keadaan sakit parah. Ini hanyalah ra'yu yang aku pegang. Utsman berkata: "Aku tidak melarangnya. kemudian kita pun menyebut madzhab pemikiran mereka sebagai madzhab Umari. Di tangan kalian ada kitab Allah. Kalau tidak ada tangisan. Ibn Abi al-Hadid membenarkan kedua sahabat itu." Karena Umar adalah primadona dari kelompok pertama para sahabat ini. Mereka tidak membedakan huquq al-'ibad dan huquq Allah dalam instruksiinstruksi Nabi yang bernilai tasyri'." (QS 53:3). Ibn Katsir. "Dengan ini kalian tidak akan sesat selamanya"' kata Nabi. Bukankah Nabi mengatakan. sedangkan 'Umar mengusulkan untuk membunuh mereka. tetapi ia hanya berbicara berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya.adalah madzhab Alawi. Dalam kasus-kasus ini. Karena itu. Nabi menyuruh sahabatnya mengambil dawat dan pena untuk menuliskan wasiatnya. dan Allah membenarkan ijtihad 'Umar." Abdullah ibn Mas'ud berkata seperti itu juga: "Aku . Pada bagian kedua." Ketika Ali menegur Utsman yang melarang tamattu'. Kalau orang mau. "Ia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya. aku akan berupaya menangis seperti tangisan Anda. 'Umar bertanya: "Apa yang menyebabkan Anda dan sahabat Anda menangis? Kalau ada sesuatu yang patut aku tangisi. Nabi menginginkan agar para tawanan Badar dibebaskan dengan tebusan. di sini para sahabat tidak merasa terikat dengan sunnah. aku akan menangis. "Seandainya azab turun. yang terdiri atas sahabat-sahabat yang berkumpul di sekitar Ali ibn Abi Thalib. yang berkata: "Barang siapa melakukan tamattu'. Nabi hendak menshalatkan 'Abdullah ibn Ubayy." kata Nabi. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Kalau tidak." Hadits-hadits di atas --walaupun keabsahannya harus kita teliti secara kritis-. disertai Abu Bakar pernah menangis terisak-isak menyesali kekeliruan ijtihadnya." Nabi kemudian menceritakan tentang wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Nabi. Tidak ada ijtihad Nabi.

berkembanglah madzhab Hijaz. Nanti. Di kalangan madzhab-madzhab ahl al-Sunnah. periwayatan hadits tetap berlangsung sampai zaman Umar. ia datang menemuiku dan berkata. Ali Yafie melukiskannya sebagai lingkaran-lingkaran: "Lingkaran paling dalam (pertama) merupakan kelompok yang paling sedikit menggunakan ra'yunya. manusia sesudahmu akan lebih daripada itu." Tradisi pengabaian penulisan hadits --dan sekaligus pembakarannya-dilanjutkan oleh tabi'in. Pada suatu pagi." kata Umar. Janganlah meriwayatkan sesuatu pun dari Rasulullah saw. sehingga lahirlah mazhab Kufah yang menitik-beratkan Fiqh al-ra'y. (2) madzhab ini mengutamakan ra'yu ketimbang al-Sunnah. dan meninggalkan hadits-hadits itu padamu. ia berasal dari Allah dan bila salah ia berasal dari setan. Ke dalamnya. tetapi membentuk kontinum. Sesungguhnya maslahat yang difatwakan sahabat tidak bertentangan dengan nash. Ashim." Para tabi'in dari Kufah kelak berguru kepada Abdullah ibn Mas'ud. yaitu. Untuk menangkis tuduhan bahwa Umar sering meninggalkan nash-nash al-Qur'an secara sengaja. Sementera itu. saya mati. dan lain-lain." Lalu saya berikan kepadanya. tetapi mengaplikasikan nash secara baik. berdasarkan pemahaman yang benar akan maksud-maksud syara'. daerah Hijaz. ia menegur Ali: "Kau lakukan itu padahal aku melarangnya?" Ali menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw karena (ra'yu) salah seorang manusia. Al-Hasan ibn Abi al-Hasan --menjelang kematiannya-. kecuali satu buku saja. jawablah: "Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. dan kurang terikat pada zhawahir (makna tekstual) dan nash. Alasan Umar: "Aku khawatir hadits-hadits itu akan memalingkan orang dari Kitab Allah. yang pertama kali melakukan tadwin hadits adalah Ibn Syihab al-Zahri atas perintah Umar ibn Abd al-Aziz. tak memperkenankan penggunaan . Fiqh al-ra'y makin diperteguh dengan kecenderungan umum madzhab Umari untuk mengabaikan penulisan hadits. Allah dan Rasul-Nya terlepas darinya. Abu Sa'id. Ketika Utsman melarang menggabungkan haji dengan 'umrah. Bila benar. Sejarah singkat madzhab 'Umari ini menunjukkan tiga ciri khasnya: (1) madzhab ini memusatkan perhatian utamanya --dan seringkali dengan mengabaikan yang lain-. "ambilkan hadits-hadits yang ada padamu. hadits-hadits yang kalian perselisihkan. sebelum ia memindahkan ibu kota ke Kufah pada masa kekhalifahannya. ia lemparkan semua tulisan. fiqh al-ra'y dan fiqh al-atsar ini tidak terpilah tegas. Abu Burdah. Walaupun begitu. khusus di kalangan ahl al-Sunnah." Kita pun kemudian mengetahui bahwa di Madinah. Umar menyuruh mengumpulkan hadits-hadits itu dan memerintahkan untuk membakarnya. penulisan hadits terlambat sekitar dua abad. Ali tetap tinggal di Madinah. "Hasbuna Kitab Allah. Abu Zahrah menulis: "Tidak seorang sahabat pun meninggalkan nash demi ra'yunya atau kemaslahatan yang dipandangnya. Konon." Abu Bakar juga pernah mengumpulkan orang setelah Nabi wafat. 'Aisyah melaporkan: "Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Nabi saw. dan (3) madzhab ini menekankan aspek maqashid syar'iyyah atau kemaslahatan umat untuk menetapkan hukum. Akibatnya. dan berkata: "Kalian meriwayatkan dari Rasulullah saw. Sa'id ibn Jubair.". Ibrahim al-Nakha'i. Rasul Ja'farian menyebutkan nama-nama ulama tabi'in yang melarang penulisan hadits. Ia membakarnya dan berkata: "Saya khawatir.memerintahkan pembantunya untuk menyalakan api pembakaran. Madzhab-madzhab itu berbeda dalam intensitas penggunaan nash dan ra'yu. Bila ada yang bertanya kepada kalian.kepada al-Qur'an. yang menekankan Fiqh al-atsar.mengatakan ini dengan ra'yuku. Prinsip mereka dalam pengambilan hukum. halalkan yang halal dan haramkan yang haram.

Madzhab ini dipelopori oleh Imam Hanafi." Kata mereka: "Pada zaman Abu Hanifah. Doktrinnya menyatakan bahwa rasio harus diperhatikan guna pertimbangan kemaslahatan. Mazhab ini disebut mazhab Hanbali yang dipelopori Imam Ahmad ibn Hanbal. Hanya intensitas penggunaannya sangat sedikit. Madzhab ini banyak dilaksanakan di Saudi Arabia. terakhir. Dalam proses pengambilan hukum. . madzhab ini lebih banyak menggunakan analogi atau qiyas. marilah kita melihat madzhab Hanafi.." Rasulullah melakukan isy'ar (melukai punggung unta) sebelum menyembelih hewan kurbannya. Bukankah agama itu ra'yu yang baik?" Barangkali ini penegasannya tentang keharusan nash tunduk pada analisis rasional." Nabi bersabda: "Dua jual beli dengan khiyar sebelum keduanya berpisah. Kataku: "Berikan sebagian contohnya. adalah mazhab yang frekuensi penggunaan akalnya lebih banyak. Abu Shalih al-Fura menuturkan. karena diprakarsai Dawud al-Zhahiri yang dilanjutkan Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. Abu Hanifah memang hanya sedikit meriwayatkan hadits. hal itu dikarenakan Abu Hanifah sangat memperketat syarat-syarat penerimaan hadits. Kata Abu Hanifah: "Aku tidak akan menjadikan bagian binatang lebih banyak daripada bagian seorang Mukmin. ada empat orang sahabat. Madzhab yang menggunakan kaidah semacam ini disebut madzhab alZhahiri. Apa yang belum terjadi adalah ketetapan hukum berdasarkan qiyas. merupakan madzhab yang menggunakan rasio agak lebih intens daripada kelompok pertama tadi." Untuk memberikan contoh madzhab yang paling "Umari". "aku mendengar Yusuf ibn Asbath berkata. "Lingkaran ketiga. pada bab khusus. "Sedangkan kelompok kelima. "Lingkaran keempat adalah madzhab Syafi'i yang dipelopori Imam Syafi'i. Ahmad Amin. Akal lebih dipentingkan dalam proses pengambilan hukum daripada hadits. Ketika Raqabah ibn Musqilah ditanya tentang Abu Hanifah." Katanya: "Rasulullah berkata. "Lingkaran yang kedua." Kata Abu Hanifah: "Bila jual beli wajib. Kaidah mereka adalah al-Mashalih al-Mursalah. madzhab ini sebenarnya juga menggunakan rasio. Ia menolak banyak hadits demi ra'yu. Kata Abu Hanifah: "Isy'ar adalah penganiayaan. ia menjawab: "Abu Hanifah adalah orang paling pandai tentang apa yang sudah terjadi. Kaidah mereka: la ra'yu fi al-din (tidak ada tempat rasio dalam agama). ia akan mengambil banyak pendapatku. prajurit mendapat satu bagian. menyebut hadist-hadist yang ditolak Abu Hanifah dan mencapai 150 hadits. kuda mendapat dua bagian. Kata Abu Hanifah: "Undian itu judi.." Yang dimaksud dengan apa yang sudah terjadi adalah hadits-hadits Nabi. Kata Dr. tidak ada khiyar." Nabi mengundi istri-istrinya kalau mau bepergian. kelompok yang disebut madzhab Maliki yang dipelopori Imam Malik. . Disadari atau tidak. Ia memprioritaskan ra'yu dalam mengeluarkan keputusan fiqh. Ali Hasan Abd al-Qadir: "Musuhmusuh Abu Hanifah menuduhnya tidak memberikan perhatian besar pada hadits. Abu Hanifah tidak tertarik untuk menemui mereka. Abu Hanifah pernah dilaporkan berkata: "Seandainya Rasulullah berjumpa denganku. Abu Hanifah menolak 400 atau lebih hadits Nabi saw. Kata Ibn Khaldun." Ibn Abu Syaibah dalam bukunya. Simaklah riwayat yang diceritakan Dr. kurangnya hadits pada Abu Hanifah menunjukkan bahwa ia tidak merasa puas dengan menyampaikan hadits saja. Doktrin mereka menyatakan bahwa hadits dha'if harus lebih diprioritaskan daripada akal.akal. ia menguji hadits dengan pertimbangan psikologis dan konteks sosial.

Fazlur Rahman dilahirkan. Kita akan membicarakan kritik pembaruan Rahman di akhir tulisan ini. bagi madzhab Hanafi. Uraian di atas diberikan untuk menjelaskan dasardasar pemikiran Rahman pada perkembangan pemikiran Islam klasik. Ia memuji Abu Yusuf karena memberikan penafsiran yang situasional kepada hadits yang "berdiri sendiri". sebagaimana fiqh al-ra'y mempunyai persamaannya dalam tafsir bi 'l-dirayat. lewat asbab al-nuzul). kita akan terkejut menemukan bahwa klaim orisinalitas pembaruan Rahman –yang berulangkali disebut Taufik Adnan Amal dalam bukunya. kritik terhadap Rahman juga dapat dilacak pada kritik fuqaha al-atsar terhadap fuqaha al-ra'y. Untuk mengapresiasi metode penafsiran Rahman. Sebelum sampai ke situ. dan menetapkan "sunnah yang dikenal baik" sebagai kriteria terhadap "semangat dan sikap kolektif" dari hadits. al-Hadits. Bila tafsir itu berpijak pada ijtihad mufasir --dengan mengerahkan kemampuan nalar dan/atau intuisinya-.maka kita menyebutnya tafsir bi al-dirayah atau tafsir bi 'l-ra'y. dan menjelaskan maknanya serta menggali hukum-hukum dari hikmahnya.Salah satu murid terkemuka dari Abu Hanifah adalah Abu Yusuf. Untuk yang terakhir ini. ada baiknya kita juga meninjau perkembangan metodologi penafsiran al-Qur'an. dari sinilah Rahman mengajak kita untuk menafsirkan al-Qur'an dengan melihat al-Qur'an secara keseluruhan dan dengan melihat "sebab-sebab pewahyuan". . madzhab Hanafi tersebar ke seluruh kekuasaan Islam. sebagai latar belakang teoretis dalam memahami penafsiran al-Qur'an yang dirumuskan oleh Rahman. Tidak heran kalau Fazlur Rahman sering --bahkan paling sering-. menerima hadits dengan sikap kritis. Rahman. (Untuk menggembirakan kita semua kedua-duanya berhak disebut Syaikh al-Islam). pendapat sahabat dan tabi'in. Lewat tangan-tangan kekuasaan. tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an adalah yang paling baik. Sesudah itu. Daerah-daerah madzhab Hanafi antara lain Mesir dan Pakistan. Bila tafsir itu diperoleh dengan menukil penjelasan dari al-Qur'an lagi. Di Mesir. al-Hadi dan al-Rasyid. Kita tidak akan membicarakan pengaruh Abu Yusuf terhadap metodologi Rahman (dan juga Hosen).menyebut Abu Yusuf. sebagaimana kritik Rahman terhadap hadits (sunnah) dapat ditelusuri pada kritik fuqaha al-ra'y terhadap fuqaha al-atsar. Di antara kedua jenis tafsir itu. tafsir bi 'l-riwayat seperti ini diambil Rahman ketika berbicara tentang hukum Islam dan ditinggalkan Rahman ketika membahas aspek teologis dan eskatologis ajaran Islam. baru tafsir al-Qur'an dengan al-Sunnah (misalnya. kemusykilan kedua penafsiran ini akan kita lihat. para mufasir menganggap taisir bi 'l-riwayat adalah yang paling dapat dipercaya. antara lain pada masa al-Mahdi. ketika merumuskan metodologi ijtihadnya. tidak berbeda dari Ibn Taimiyah bagi madzhab Hanbali. Tafsir --menurut Muhammad Ali al-Shabuni-. Rahman hampir sepenuhnya berpijak pada tafsir bi 'l-dirayat. TAFSIR BI 'L-RIWAYAT DAN TAFSIR BI 'L-DIRAYAT Fiqh al-atsar mempunyai tandingan dalam tafsir bi al-riwayat. Anehnya. Muhammad saw. Karena itu. Ibrahim Hosen mereguk ilmunya. Rupanya. maka tafsir itu disebut tafsir bi 'l-riwayat atau tafsir bi 'l-ma'tsur.adalah ilmu untuk memahami Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya. Di Pakistan. Di antara jenis-jenis tafsir bi 'l-riwayat. Ia memegang jabatan qadhi pada masa-masa kekhalifahan 'Abbasiyyah. Tafsir Kontekstual-hanya dapat diterima oleh orang yang tidak mempunyai dasar dalam pemikiran Islam tradisional. Cukuplah dikatakan bahwa dengan mempelajari fiqh-fiqh klasik.

"maka ayat-ayat al-Qur'an dilihat dari konteks ayat-ayat itu" (siyaq al-ayat). Tradisi Nabi ini dilanjutkan oleh para sahabat. seperti kasus-kasus atau fenomena yang menjadi petunjuk bagi topik yang dibicarakan. membedakan ketetapan legal dari sasaran dan tujuan al-Qur'an. baik yang bersifat lafdziyah. Kedua. Semula manusia mati. Selanjutnya. Yang dimaksud dengan konteks adalah "semua yang mengungkapkan ( makna) lafadz yang ingin kita pahami dari petunjukpetunjuk yang lain. mempermudah makna yang sulit. Ayat ini terdapat dalam kisah ucapan Ibrahim kepada para penyembah berhala. 7:52. Akhirnya. yang --menurut Rahman-dapat mengungkapkan latar belakang situasional. Banyak kitab tafsir mengaku menggunakan metoda ini. kita dapat membaginya ke dalam kelompok: tafsir Qur'ani yang murattab (berdasarkan urutan ayat dari al-Fatihah sampai al-Nas) dan tafsir Qur'ani maudhu'i (berdasarkan tema-tema atau topik-topik tertentu) Untuk mengetahui prosedur penafsiran qurani yang murattab. kita jalan yang ditempuh oleh al-Thabathaba'i. kita akan melacak kemusykilan asbab al-nuzul. dan al-Qhashash ayat 88. al-'Alaq ayat 8. ayat "Dan Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat" (QS 37:96). Ibn Abbas menafsirkan dua kematian dan dua kehidupan dalam surah Ghafir ayat 11 dengan merujuk kepada surah al-Baqarah ayat 28. uraikan Pertama. Yang dimaksud dengan kata al-mustaqar dalam surah alQiyamah ayat 12 adalah "tempat kembali" dengan melihat surah al-Insyiqaq ayat 6. "ayat-ayat lain dipergunakan untuk memahami ayat-ayat yang mujmal atau sama. Kemudian Allah menghidupkan mereka di dunia. Tanpa melihat konteks ayat. wa lam yalbisu imanabum bi zhulm (QS 6:82) sebagai syirk berdasarkan ayat inn al-syirk la-zhulm 'azhim (QS 31:13). 2:185) dan al-Sunnah. Bahwa "apa yang kamu perbuat" adalah berhala-berhala itu. Nabi saw. Perbedaan antara tafsir maudhu'i dengan tafsir murattab mirip dengan perbedaan antara thesaurus dengan . kita akan terjatuh ke dalam paham Jabbariyah. Jadi jelas. Tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an mempunyai basis dalam petunjukpetunjuk al-Qur'an sendiri (QS 11:1." Misalnya. dalam Tafsir al-Mizan. menafsirkan kata zhulm dalam. ketika berada dalam tulang sulbi orang tua mereka. al-Najm ayat 42. kita akan melihat problematik al-Qur'an yufassir ba'dhuhu bad'dhan. dengan melihat surah al-A'raf ayat 69. Paling tidak. Yunus ayat 14. Bila kita teliti kitab-kitab itu. Setelah itu Allah mematikan mereka dan menghidupkan mereka kembali pada Hari Kiamat. Ali ibn Abi Thalib menyimpulkan bahwa waktu minimal kehamilan adalah enam bulan. dan alNaml ayat 62. kita akan menemukan prosedur penafsiran Qur'ani yang bermacam-macam. Apakah kamu menyembah barang yang kamu pahat. atau bersifat haliyah. padahal Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat (QS 37:96). kita akan menelusuri akar-akar penafsiran Rahman pada tafsir bi 'ldirayat." Yang dimaksud dengan "khalifah" dalam surah al-Baqarah ayat 30 tidak terbatas pada Adam. seperti kata-kata yang membentuk kalimat tunggal yang berkaitan dengan lafadz yang ingin kita pahami. tetapi meliputi anak-cucunya. dari penafsiran QS 31:14 dengan QS 46:15. atau menjelaskan istilah-istilah yang dipergunakan dalam al-Qur'an. Tafsir maudhu'i baru muncul belakangan. yang menjadi pijakan Rahman. (QS 37:95). serta menggali prinsip-prinsip universal ajaran Islam. Abd al-Karim alKhathib al-Mishri bahkan menamai kitab tafsirnya al-Tafsir al-Qur'ani li alQur'an.Pertama kali.

kita harus meninggalkan pemahaman harfiah terhadap al-Qur'an dan menggantinya dengan pemahaman berdasarkan semangat dan jiwa al-Qur'an. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ini pernah mengajukan saran-saran bagi pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. KRITIK PADA FIQH IBRAHIM HOSEN . kemudian dikumpulkan ayat-ayat yang berkenaan dengan topik tersebut. pembedaan antara ketetapan legal dengan sasaran dan tujuan al-Qur'an.ditulis oleh Muhammad alBaqir al-Abthahi. prinsip-prinsip umum ini kita aplikasikan untuk memecahkan masalah-masalah konkret dewasa ini. Kedua. dalam satu tempat. Ketiga. kedua. Ja'far Subhani menulis serial mafahim al-Qur'an (sampai sekarang sudah selesai lima jilid). Kadang-kadang ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu tersebar pada surah-surah yang berbeda atau pada tempat-tempat yang berbeda dalam surah yang sama. Al-Qur'an menunjukkan dalam setiap surah atau setiap tempat. ketiga langkah ini merupakan langkah pertama dalam perumusan prinsip-prinsip hukum Islam. salah satu aspek dari topik tertentu itu. kita harus mengambil sunnah Rasul dari segi jiwanya untuk tasyri al-ahkam dan memberikan keleluasaan sepenuhnya untuk mengembangkan teknik dan pelaksanaan masalah-masalah keduniawian. kita harus mengganti pendekatan ta'abbudi terhadap nash-nash dengan pendekatan ta'aqquli. Pengantar pada tafsir ini –sepanjang pengetahuan saya dari kalangan kaum Muslim-. kita harus mendukung hak pemerintah untuk mentakhshish umumnya nash dan membatasi muthlaqnya.. Seringkali kita mengalami kesulitan untuk memahami ayat atau mengetahui tujuannya karena jarak kita yang jauh dari zaman wahyu.. Keempat. 26. pendekatan historis untuk menemukan makna teks. Mengumpulkan ayat-ayat dalam hubungannya satu sama lain. Tafsir maudhu'i dimulai dari topik. Ayat-ayat itu kemudian disusun dan dirangkai begitu rupa sehingga dihasilkan kesatuan pandangan yang lengkap dan kesatuan pemikiran yang menghimpun dan meliputi seluruh ayat tersebut. Ibrahim Hosen.. Nanti. dapat membantu kita dalam menghilangkan kekaburan dan ketidakjelasan. kita harus melepaskan diri dari masalikul'illah gaya lama dan mengembangkan perumusan 'illat hukum yang baru. Pertama. Ia mengusulkan enam hal. kita harus sanggup menyimpulkan prinsip-prinsip umum ajaran al-Qur'an.. dan karena kita tidak mengetahui konteks turunnya ayat itu atau petunjuk-petunjuk situasional yang berlaku pada masyarakat Islam saat itu. Kita memperoleh manfaat lain dari pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu dengan tetap berpijak pada pandangan Qur'ani yang utuh tentang topik tersebut. bergerak dari yang khusus kepada yang umum. Dalam perkembangan pemikirannya yang kemudian. Terakhir. ". kita harus menggeser perhatian dari masalah pidana yang ditetapkan oleh nash kepada tujuan pemidanaan. ketiga. Secara operasional. Amal dan Pangabean memperincinya dalam Tafsir Kontekstual al-Qur'an." POKOK-POKOK PEMIKIRAN MADZHAB LIBERALISME Pendapat Prof. (Kita) kumpulkan setiap ayat yang berkaitan dengan pengertian tertentu dan topik tertentu.dictionary. Dari ketiga langkah tersebut di atas. TAFSIR KONTEKSTUAL FAZLUR RAHMAN Rahman dalam Tema Pokok al-Qur'an memperinci metodologi penafsiran alQur'an dalam tiga langkah. pemahaman sasaran al-Qur'an dengan memperhatikan latar belakang sosiologisnya. dan menjelaskan metodenya sebagai berikut: ". Kelima. yaitu. Pertama.

Kita harus mencari semangat atau ruh perintah ini. dengan menetapkan pemerintah sebagai pentakhshish dan pengtaqyid nash. bukan menutupkan kerudung. Bukan semangat dari ajaran zakat ialah pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan? Ketika para sahabat bersiap diri menghadapi perang di bulan Ramadlan. ketika kita memerlukan tenaga untuk membangun. Islam akan dipandang hanya sebagai suplemen dan bukan sebagai alternatif. Misal. Kata "menutupkan kerudung" harus dipahami sebagai kata kiasan. Saya yakin. kita meninggalkan makna obyektif yang sudah jelas dan memasuki makna subyektif yang tidak jelas kriterianya. hukum-hukum syari'at dapat berubah. dahulu wanita-wanita Arab itu senang membuka dadanya untuk merangsang kaum pria. Tanpa kriteria ini kaum liberalis dapat membawa kita ke arah tadhyi (pengabaian nash) dan tahrif (penyimpangan makna). Kita tidak boleh menerima teks-teks itu begitu saja (secara ta'abbudi). Kedua. dengan mengganti 'illat qashar pada masyaqqah (kepayahan). Fiqh menjadi alat status quo dan bukan sebagai korektor. Pandangan ini menimbulkan beberapa kemusykilan. Ketiga. ketika kita harus meninggalkan produktivitas.Esensi dari pemikiran Hosen ialah jiwa atau semangat dari al-Qur'an dan Sunnah. Makna lahiriah dari teks. Semangat ajaran Islam itu kesucian diri. kepastian hukum menjadi kabur. yang dimaksud ialah hendaknya wanita memelihara kesucian dirinya dengan menutup diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela. KRITIK PADA FAZLUR RAHMAN . "Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya sampai menutupi dada mereka" (QS. pemikiran seperti ini tidak memerlukan usaha yang sungguh yang menjadi makna ijtihad. ketika kita meninggalkan makna lahir teks dan mencari jiwa atau semangat teks. Dengan cara ini terbukalah peluang untuk memasukkan pikiran-pikiran non-islami ke dalam struktur syari'at Islam. Kata sebagian orang. Kita harus menggunakan akal (ta'aqquli). Tetapi yang menjadi persoalan ialah apakah berpegang pada semangat al-Qur'an atau al-Sunnah itu berarti tidak usah setia lagi pada makna lahiriahnya. fiqh akan lebih berfungsi sebagai pemberi justifikasi daripada jurisprudensi. Dengan kebebasan mencari 'illat baru. al-Nur: 31) jelas menunjukkan perintah memakai kerudung sampai menutup dada. karena justifikasi tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. qashar tidak lagi berlaku dalam perjalanan tetapi dalam situasi apapun yang membuat orang payah. Dalam istilah sebagian orang. Pertama. Perintah ini harus dipahami sebagai perintah untuk menahan diri dari perbuatanperbuatan yang mendorong orang ke arah pemuasaan nafsu. Kita dapat menggashar shalat hanya karena kita baru saja menyelenggarakan seminar yang menguras energi. Rasulullah menyuruh mereka berbuka. Mereka memerlukan tenaga dan kekuatan. berdasarkan pada 'illat baru. Sekarang kita abaikan makna lahiriah ini. Kita masih dapat mengumpulkan pendapat-pendapat lain. Dalam situasi seperti itu puasa boleh ditinggalkan. apakah kita juga harus meninggalkan puasa. Apakah perempuan tidak perlu memakai kerudung bila ia sudah pandai menjaga diri tidak melakukan tindakan yang "merangsang"? Kita memerlukan kriteria kapan teks harus ditinggalkan demi makna yang lebih dalam dan kapan makna yang lebih dalam itu harus diperlakukan sebagai pengayaan makna lahiriah dan bukan pengabaiannya. Kita tidak perlu terikat pada teks-teks lahir al-Qur'an dan Sunnah. Kita tidak perlu mengeluarkan zakat bila pemerintah sudah melakukan kebijakan pemerataan pendapatan dan memberikan santunan pada fakir miskin. Sekarang. Apa semangat dari larangan ini? Umat Islam sedang menghadapi tugas yang berat. Kata sebagian orang.

Di antara yang sedikit itu.adalah menetapkan apakah asbab al-nuzul itu hanya berkenaan dengan peristiwa atau orang yang spesifik atau dapat digeneralisasikan. Di kalangan para mufassirin terjadi ikhtilaf apakah pelajaran (al-'ibrah) itu bersifat spesifik (bi khushush al-sabab) atau umum (bi 'umum al-lafazh). Kadang-kadang sebab yang sama berkaitan dengan ayat-ayat yang berlainan (ta'addud al-nazil wa 'l-sabab wahid). Dalam kalimat Shadr. Apakah meminta doa kepada Rasul itu hanya berlaku pada waktu Rasul masih hidup atau juga berlaku sekarang? Bukankah dari ayat ini dapat disimpulkan suatu prinsip umum: Bila berbuat dosa. Kedua. Kemudian turun surah alNisa ayat 64. sedang dalam situasi lain sebabnya khusus tetapi efek legalnya umum.Metodologi Rahman --seperti telah disebutkan di atas-. Seperti dikatakan Subhani. bila bertentangan dengan apa yang telah dipandangnya sebagai prinsip-prinsip umum ajaran alQur'an. 224). Tuhan dapat membuat sejarah. sebab itu khusus dan efek legalnya juga khusus. "terdapat jarak yang sangat jauh antara situasi sosial ketika nash-nash itu dilahirkan dengan situasi sosial dewasa ini. dari buku-buku tarikh. tetapi mempunyai motif-motif yang patut dicurigai. Di sini tampak bahwa prinsip umum yang diyakini oleh mufasir menentukan spesifikasi atau generalisasi asbab al-nuzul. Karena itu. para orientalis --lewat "analisis sosiologi" mereka-dapat "membuktikan" pengaruh-pengaruh Kristen dan Yahudi dalam al-Qur'an. tetapi --pada saut yang sama-"menilai bahwa literatur asbab al-nuzul itu seringkali sangat bertentangan dengan kacau-balau" (h. tetapi hanya ahli sejarah yang dapat mengubah sejarah. ketika nash-nash itu dijadikan rujukan. seperti yang dilukiskan oleh Taufik dalam buku ini (h. Setiap orang juga tahu bahwa asbab al-nuzul dan tarikh sangat . Lebih dari itu. yang terbukti seringkali ditulis oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan historiografi. Terdapat juga kemusykilan dalam menentukan apakah dalam situasi tertentu. sebagaimana yang telah banyak diketahui oleh para peneliti ulum al-Qur'an.berkenaan dengan hubungan antara dengan asbab al-nuzul. sangat sukar kita memperoleh gambaran utuh mengenai situasi sosial waktu itu. Rahman menyadari pentingnya asbab al-nuzul. karena jarak kita yang jauh dari masa wahyu. seperti kata sebagian orang. datanglah kepada Rasulullah --baik dalam keadaan hidup atau mati dan mintakan agar beliau memohonkan ampunan buat kita? Kaum Wahhabi berpendapat bahwa tawassul itu syirik dan karena itu menganggap ayat ini hanya berlaku ketika Rasulullah masih hidup.Rahman seringkali tidak ragu-ragu menanggap hadisthadist sebagai "fiksi yang dirumuskan belakangan saja". Yang paling musykil --dan justru di sini Rahman berpijak-. Kadang-kadang ayat yang sama dijelaskan dengan asbab al-nuzul yang berlainan (ta'addud al-asbab wa al-nazil wahid). Apalagi --sebagai pelanjut mazhab Umari-. meminta agar beliau memohon ampun kepada Allah untuk orang itu. Apalagi." Dari mana kita memperoleh informasi tentang situasi masa lalu itu? Pertama. sebagian besar tidak tahan kritik --bahkan pada tingkat kritik rawi atau sanad. Mereka berpegang pada sebab yang khusus (bi khushush al-sabab). hadist-hadist tentang asbab al-nuzul itu sangat sedikit. kita merumuskan situasi di zaman Nabi itu dari asbab al-nuzul. 158). Setiap orang akan setuju bahwa konteks historis sangat diperlukan untuk memahami alQur'an.bersandar sepenuhnya pada pendekatan historis untuk memperoleh makna teks dari analisis latar sosiologis untuk memahami sasaran al-Qur'an. Kemusykilan lainnya --yang terlalu panjang bila diuraikan di sini-. Pernah orang datang kepada Rasulullah saw.

Marilah kita ambil kasus khamr. Al-A'raf termasuk surah yang turun dalam periode Makkiyah awal. Dengan menggunakan metodologi Rahman. Setelah umat Islam terbentuk sebagai masyarakat.. bagaimana kita dapat memastikan situasi sosial dari tarikh yang dapat kita akses. Yang pertama mengharamkan khamr sebenarnya adalah surah al-A'raf ayat 33.pengharaman khamr ini berlangsung secara gradual. Menurut Thabathaba'i. kecuali untuk mempertegas (keharaman khamr) bagi menusia. Kata A'sya. "Tidak turun ayat alMa'idah. Katakan Tuhanku hanya mengharamkan kekejian --baik yang tampak maupun yang tersembunyi-. ketika manusia menjadi sebuah masyarakat (society). penelitian saya tentang pengharaman menghasilkan kesimpulan yang berbeda.. Apa prinsip umum yang dapat ditarik dari latar sosiologis ini? Kata Rahman. Yang ingin diketahui orang ialah bagaimana Rahman menarik kesimpulan dari ayat-ayat yang tidak ada asbab al-nuzul-nya. Abu Jahal. tetapi hanya merupakan komunitas informal. jauh sebelum turun surah al-Maidah. Khamr sudah diharamkan sejak awal kenabian. "Hai Abu Bashir. di Makkah. Mereka bertanya kepadamu tentang khmr dan judi. Dan seterusnya. Tuhanku hanya mengharamkan kekejian. Peristiwa ini terjadi di Makkah.dan dosa (al-itsm) dan pembangkangan tak benar serta menyekutukan Allah. (QS. Dosa semuanya diharamkan dengan firman Allah." "Abu Bashir. ". cukuplah ayat ini saja. ketika umat Islam belum merupakan suatu masyarakat (society). Allah tidak saja ." kata mereka. dan dosa. Mula-mula khamr dipandang sebagai rahmat Tuhan (QS 16:66-69). Tentang surah al-Baqarah ayat 219 --yang dianggap Rahman dan kebanyakan mufassirin belum mengharamkan khamr-. karena mereka menganggap enteng larangan ilahi ini. Menurut Rahman --juga kebanyakan ulama-. Ketika ia bermaksud menyatakan Islamnya di depan Rasulullah saw. Kita tidak tahu apakah Rahman setuju. Tetapi karena sahabat terus-menerus melakukan pelanggaran. Al-Itsm dalam ayat itu adalah khamr. jika kita menyimpulkan --dari kesimpulannya-. juga. para ahli tafsir sepakat menyebutkan surah al-Maidah ayat 90 sebagai ayat yang terakhir." Inilah ratio legis haramnya alkohol. tetapi akhirnya dianggap sebagai perbuatan setan (QS 5:90-91). di tengah jalan ia dicegat Abu Sufyan. sebagaimana ditegaskan dalam surah al-Baqarah ayat 214. khamr diharamkan. Muhammad mengharamkan zina. Muhammad mengharamkan khamr. di dalamnya dosa besar..." Bahwa khamr telah diharamkan sejak awal bi'tsah dapat dilihat pada peristiwa masuk-Islamnya A'sya ibn Qais. Rahman menunjukkan evolusi "sikap" al-Qur'an terhadap khamr. Khamr tidak diharamkan. "Aku tidak keberatan.penting. alkohol menjadi membahayakan sehingga pengkonsumsiannya tidak diperkenankan. Dalam urutan pengharaman khamr. Katakanlah di dalamnya ada dosa besar (itsm kabir). Abu Jahal terbunuh dalam perang Badar. maka pengharaman ditegaskan berkali-kali --dari tahrim 'am sampai tahrim khash bi tasydid albaligh (pengharaman khusus yang sangat keras)." kata mereka lagi. ketika Abu Jahal masih hidup. Karena Allah berfirman.al-Jashash menjelaskan: "Ayat ini menetapkan haramnya khamr. dan orang-orang Quraisy lainnya. Kedua-duanya sangat dihajatkan terutama sekali untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai al-Qur'an ("ideal moral" alQur'an) atau sebab berlakunya hukum (ratio legis).bahwa pengkonsumsian alkohol secara individual dalam komunitas informal tidak haram. Seandainya tidak turun ayat lain yang mengharamkan.. Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Thabrani dari Mu'adz ibn Jabal disebutkan bahwa di antara yang pertama kali diharamkan pada permulaan kenabian adalah minuman khamr. al-A'raf:33).

karena sahabat masih tetap melakukannya. atau yang tidak melihatnya seperti orang buta". Ibn Hajar al-Asqalani. karena yang dimaksud manfaat itu manfaat dunia dan semua yang diharamkan ada manfaat duniawi bagi pelanggarnya.menjelaskan bahwa dosa itu haram. Tarikh al-Madhahib al-Islamiyah. sebagai penegas akan bahayanya. Pembaca yang tertarik dapat melihat M. Beirut. Muhammad Taqiy al-hakim mengkritik kelemahan argumentasi al-Syatibi secara rinci. Dar al-Fikr.Fath al-Bari. Mesir: Mustafa Muhammad. tanpa tahun. yang harus lebih dahulu dirumuskan adalah kritik keduanya (yang kurang diperhatikan Rahman)." Walhasil. Muslim. tanpa kota. Bagaimana mungkin berhujjah dengan ucapan mereka dengan kemungkinan mereka salah. padahal mereka boleh ikhtilaf? Mungkinkah dua orang ma'shum ikhtilaf? Bagaimana mungkin. 1:135. Kami berhenti!" Ini hanyalah sebuah contoh penggunaan metodologi Rahman dengan hasil yang sama sekali berbeda dari konklusi Rahman. Menurut riwayat. 1:10 4. padahal sahabat sepakat bolehnya bertentangan dengan sahabat yang lain? Abu Bakar dan Umar tidak mengingkari orang yang berbeda ijtihadnya . al-Ishahah fi Tamyiz al-Shahabah. beriman kepadanya dan meninggal dalam Islam.Lihat al-Ghazali. 1:443 al-Maktabah al-Salafiyah. 250. 1:457 3. Mathba'ah al-Maktabah al-Tijariyah. Adapun kata manfaat bagi manusia tidaklah berarti menghalalkannya. al-Ghazali menolak semua pendapat itu dan berkata.T Al-Hakim Al-Ushul al-'Ammah fi al-Fiqh al-Muqaran. pengharaman khamr diulangulang --makin lama makin keras-. Ibn Majah. "Kami berhenti. 2.Abu Zahrah. yang berperang besertanya atau tidak. Al-Syatibi mengutip ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits untuk menunjang pendapatnya. 6. Pada halaman yang sama.. 4:74. al-Nasai.Abu Ishaq al-Syatiby. tetapi (untuk khamr) mempertegasnya dengan menyebutkan dosa besar. Karena itu surah al-Ma'idah 90 diakhiri dengan kata Mengapa kalian belum berhenti juga.Riwayat ini dihimpun berdasarkan hadits Bukhari. Dar al-Andalus. tanpa tahun. "Siapa saja yang mungkin salah atau lupa dan tidak tegas 'ishmahnya tidak boleh pembicaraannya menjadi hujjah. Umar menjawabnya. hal. Bagaimana mungkin menetapkan ishmah mereka tanpa hujjah yang mutawatir? Bagaimana dapat dibayangkan adanya 'ishmah. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'at. Karena basis metodologi Rahman adalah tarikh dan asbab al-nuzul. 1974:133-143. Beirut. Mereka yang termasuk jumpa ini orang yang lama bergaul dengan Nabi atau yang sebentar. al-Mustasyfa. Lihat: Fath al-Bari. CATATAN 1. yang melihatnya tetapi tidak menghadiri majelisnya. Ahmad Abu Dawud. 5.Ibn Hajar mendefinisikan sahahat sebagai "orang yang berjumpa dengan Nabi saw.

tidak dikenai celaan. semuanya mati dalam iman. Irsayad al-Sari 10:9. sebab mereka semna 'udul. "Ijtihad and the Practise of Ra'y".agar setiap mujtahid mengikuti ijtihadnya masing-masing. Ibn Al-Atsir dalam Usud al-Ghabah fi Ma'rifat al-Shahabah. Heiderabad. Fath al-Bari 12:101. 252. "Sepakat semua Ahl Sunnah bahwa sahabat seluruhnya 'udul. menurut Ibn Hazm. Sunan al-Baihaqi. al-hakim 2:196. Ibn Hajar berkata. hal. dalam Kayhan-e Andisheh NO. "Ra'y Gera'i Dar Ijtihad". Shahih Muslim 2:52.Taqdimah al-Ma'rifah li Kitab al-Jarh wa al-Ta'dil. 5:148. Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:318. dan kebajikan. Sunan al-Nasa'i. . "Sahabat sama seperti perawi hadits yang lain kecuali satu hal --pada mereka tidak berlaku jarh dan ta'dil. Umdat al-Qari 11:151.Kupasan tentang perdebatan ini. V NO. 1:349. tidak seorangpun masuk neraka. 1963. "Seluruh sahabat itu mukmin yang saleh. bahkan mereka mewajibkan --dalam masalah ijtihad-. al-Dar al-Mantsur 1:279. Taysir al-Wushul 2:5.Abu Dawud 2:227.Abu Zahrah. 1408. 7-9. 1:3.Abu Dawud 2:242. 9. Kecuali untuk sahabat yang masuk Islam sesudah Bai'at al-Ridwan (sambil mereka pun tidak boleh disebut kecuali kebaikan). 9. dalam Al-Tawhid. Ibn Majah 2:227.Shahih Muslim 1:574. 11. Al-Sunnah qabl al-Tadwin. hal.dengan mereka. 2. vol. 395-396). 13. lihat juga Shahih Muslim. Ibn Hajar mengemukakan dalil-dalil tentang 'udul-nya sahabat secara rinci dalam kitab ini juga). al-Hakim dalam al-Mubarak 2:59 dan 4:389. Sunan al-Baihaqi 7:336. Mengenai 'Udul-nya sahabat. 14. 10. Kairo." 7. 1371." Begitu "sucinya" para sahabat itu sehingga Abu Zar'ah menulis. Tarikh al-Madzahib. menulis. ketahuilah bahwa dia itu zindiq (atheis)." Lihat Al-Ishabah 1:10.Shahih al-Bukhari. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:264.Muhammad Ibrahim Jannati. 8. 3:69. lihat Ibn Qayyim. pada Kitab Al-Muharibin." (Saya kutip lagi dari Muhammad 'Ajal al-Khatib. hal. tak ada yang menentang hal ini kecuali orang-orang bid'ah yang menyirnpang" (Al-Ishabah 1:9. Bukhari meriwayatkan hadits ini tetapi dengan tidak lengkap. "Siapa yang mengkritik salah seorang di antara sahabat Rasulullah saw. 12. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Mahliqa Qara'i. semuanya masuk surga. 57-58. 4:352 dan 5:22. Maktabah Wahdah. Kanz al-Ummal 3:102. Zad al-Ma'ad 1:177-225. petunjuk. Musnad Ahmad 1:314.

Kanz al-Ummal 1:185. hadits NO.Ibn Qayyim al-Jawziyyah. tarjamah 'Umar 28. hal. 1:22. Saya kutip lagi dari Abu Zahrah. "Al-'Itisham. 26. menyimpulkan dalil-dalil itu. Al-Ijtihad: wa Mada Hajatina ilaih fi Hadza al-Ashar. . dan hadits: "Ahli baitku adalah tempat yang aman dari ikhtilaf bagi umatku" (Mustadrak al-Shahihain 3:348). 23. 20.Shaih al-Bukhari.Al-Thabaqat al-Kubra. Al-Ijtihad. 18. tanpa tahun. 1:2-3. 21. Shahih al-Turmudzi 2:308. 138. Al-Syura 23 (tentang keharusan mencintai ahli waris). Musa Towana. Kanz al-'Ummal. 255.Al-Thabaqat al-Kubra. Tarikh Thabari 3:193. 11:257. 22.Tadzkirat al-Huffazh. Mustadrak al-Shahihain 3:109. dalam Limadza Ikhtartu Madzhab Ahl al-Bait. 227-228. yang jika kamu berpegang teguh. Tarikh al-Madzahib.Tafsir Ibn Katsir 4:194. Tafsir al-Darr al-Mantsur 6:74. 7:188. Musnad Ahmad 4:366.Di antara ayat-ayat yang menunjukkan keharusan mengikuti ahli bait adalah Al-Maidah 55 (Menurut banyak ahli tafsir. "Kitab al-Jihad". 24. Di antara hadist-hadits tentang hal yang sama adalah hadits Tsaqalain: Aku tinggalkan bagimu dua hal. hal. Thabaqat ibn Sa'ad 2:244. Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsah.Al-Syatibi. tt 1:63-64. 27. Tarikh al-Khulafa. "I'lam al-Muqi'in. tarjamah Abu Bakr. hal.Dr. Gubahan syair dari Al-Amini al-Inhaqi dari Syiria.Al-Thabaqat al-Kubra. Lihat juga Shahih Bukhari. Al-Ahzab 33 (tentang 'ishmah ahli bait). hal. turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib). Teheran: Sepahar. 16.Asbab al-Ikhtilaf bain Aimmah al-Madzahib al-Islamiyah". 19. bukan tempatnya di sini menuliskan semua riwayat yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama. 1:5. 25. dalam Hawl al-Wahdah al-Islamiyah. 1935. 39-40.Tadzkirat al-Huffazh.Lihat Dr. 7:447.Tadzkirat al-Huffadz. 32-33. Kanz al-'Umal 1:47 dan lain-lain). 1:174. Shahih Muslim Bab "Tark al-Wasyiyyah" Musnad Ahmad. Musa Towana. "Kitab al-'Ilam". dan Kitab al-Jizyah". 1404. kamu tidak akan sesat selama-lamanya Kitab Allah den Ahli Baitku (hadits-hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Shaih Muslim dalam Kitab Fadhail al-Shahabat". Al-Baihaqi 2:148. Mesir: Mathba'ah Sa'adah. 17.15. 1:7.

Al-Durr al-Mautsir 2:136. 2:10.Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa' 1:282 dari Urwah: Rasulullah shalat dua rakaat di Mina pada shalat-shalat yang empat rakaat. 39. hal. 1983. Tasyir al-Wushul 1:282. 31. Jakarta: Pustaka Panjimas. lihat Tafsir al-Manar 10:297.Fazlur Rahman. Tafsir al-Thabari 10:6. tetapi kemudian meng-itmam-kannya. 26 menulis: Kami telah menyatakan (1) bahwa sunnah dari kaum muslim di masa lampau secara konsepsional dan kurang lebih secara garis besarnya berhubungan erat dengan sunnah Nabi dan pendapat yang .a". Sunan al-Nasai 5:148. Lihat juga Shahih al-Bukhari 2:154. Membuka Pintu Ijtihad. Usman mula-mula shalat dua rakaat. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 3:60 62. Taisir al-Khazim 1:356. Shahih al-Bukhari 1:109. 30. Musnad Ahmad 2:148 Sunan al-Baihaqi 3:126." 40. Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam. 3:192. dalam Iqbal Abdurrauf Saimima. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 2:168. dikutip lagi dari al-Nash wa al-Ijtihad. Ibn Hajar memberikan komentar. Bandung: Pustaka.Lihat "Kontroversi sekitar Ijtihad 'Umar r.Al-Muwaththa'. Tafsir al-Syawkani 1:418. 37.Shahih al-Bukhari 3:69. Il-Ishabah 2:322. 37. 33.Tarikh al-Thabari 3:234. juga Al-Baladzuri dalam al-Anshab 5:26.Shahih Muslim 1:142.Kitab al-Kharraj 24-25. Al-Durr al-Mantsur 3:252. 34. 32. Shahih al-Muslim 1:349.Ibn Hajar. Kitab al-Umm 1:173. 36. Al-Muhalla' 9:622. 44. Sunan al-Baihaqi 1:429. 152. Musnad Ahmad 1:61. 50.Al-Jawharah al-Nayyirah. Qum Abu Mujtaba. sedangkan Marwan supaya orang mendengarkan khutbahnya. Sunan Abu Dawud 1:171. Fath al-Bari 2:361. 1988. Mustadrak al-hakim 1:472. hal. hal. Sunan al-Muslim 2:260. Tarikh Ibn Katsir 6:319. Sunan al-nasai 2:179. Sunan al-Nasai 3:100.29.Shahih al-Bukhari 3:69. al-Baihaqi 7:164. ed. Tafsir al-Zamahsyari 1:359. 10404 H. Shahih al-Turmudzi 1:68. Sunan Ibnu Majah 1:348. Tafsir al-Qurthubi 6:117. Umar shalat di Mina dua rakaat.95. 38. "Utsman melihat kemaslahatan jamaah supaya dapat mengejar shalat. Sunan al-Baihaqi 6:342-343. 205.Ibn Hazm dalam Al-Muhalla 5:227. Riwayat pelarangan bagian muallaf. lihat Al-Syawkani dalam Al-Awthar 3:374.. Sunan al-Baihaqi 1:472. Al-Kamil ibn al-Katsir 2:146. Abu Bakar shalat di Mina dua rakaat.

Tidak mungkin kita menurunkan semua hadits itu di sini Cukuplah kita kutip hadits Muslim dari Khabab bin Al-Arat. 49. tt. 42.Jami' Bayan Al-`Ilm. Turmudzi 3:302. kandungan yang khusus dan aktual dari sunnah kaum muslim di masa lampau tersebut sebagian besarnya adalah produk dari kaum muslim sendiri. Kitab Al-Riqaq. Dar Al-Fikr Al-Araby. hal. Lihat juga Sunan al-Baihaqi 2:68..Abu Zahrah. 51.Tafsir Al-Nisabury. (4) bahwa kandungan sunnah atau sunnah dengan pengertian sebagai praktek yang disepakati secara bersama adalah identik dengan ijma'. 45. (2) bahwa meskipun demikian. 5:263. Tetapi.Lihat Ali Al-Hamady. 44. hadits ke 4170. Al-Umm. Ali bin Abi Thalib. 48. 41. Tanwir Al-Hawalik. sahabat-sahabat seperti Abu Bakar. "Kami mengeluoh kepada Rasulullah tentang udara yang sangat panas sehingga tanah menjadi sangat panas pada dahi-dahi kami. Kitab Al-Fadhail. 47.Shahih Bukhari. tidak mengizinkan kami (sujud selain di atas . Umar Yang Agung. Al-Sujud 'ala al-A'rdh. Abdullah bin Mas'ud.Catatan kaki pada hamisy kitab Sunan Al-Nasai. 1:208. 267. Fath al-bari 7:449-450." Kitab Al-Maghazi. Dar Al Tarqib. "Bab I: Al-Hawah". Shahih Muslim. Tarikh Al-Madzahib Al-Islamiyah. hal. 1978.. 1404. 1:221. Lihat Fath al-Bari. 11:463-476.menyatakan bahwa praktek-praktek muslim di masa lampau terpisah dari konsep sunnah Nabi adalah salah sekali.Ansab Al-Asyraf. Kitab ini menunjukkan. (3) bahwa unsur kreatif dari kandungan ini adalah ijtihad personal yang mengalami kristalisasi menjadi ijma' berdasarkan petunjuk pokok dari sunnah nabi yang tidak dianggap sebagai sesuatu yang sangat bersifat spesifik. 8:143.Syarh Al-Muwaththa'.Al-Imam Al-Syafi'i. 532. berdasarkan hadit-hadits yang diriwayatkan Ahl Sunnah bahwa disamping Rasulullah saw.Shahih Bukhari. 46. 52. hal. 2:401. lihat juga Dhuha Al-Islam.Jami'Bayan Al-` Ilm. "Bab Itsbat". 1:93-94. 2:180. Bandung: Pustaka. 2:244. Kanz al-'Ummal. 43. Nabi saw. 1:79. 50. 1:365. 14. Jabir bin Abdillah dan lain-lain melarang sujud selain di atas tanah. "Bab Ghazwat Al-Hudaibiyah. 2:244.Syibli Nu'mani. pada hamisy kitab Tafsir Al Thabari.

4:481. 698-701. Ibn Al-Atsir. Ketika mereka mengadukan apa yang mereka alami. . Mustadrak Al-Hakim. dalam Al-Nihayah. ibid. 10:197-198. Lihat juga biografi Al-Haban bin Al-'Ash pada Al-'Isti'ab. Usud Al-Ghabab. "Bab Walladzi Qala li Walidaihi". berkata. tetapi mereka dilarang berbuat begitu. Dar Ihya' Al-Turats Al-'Arabiy. juz I. 257. "Para fuqaha menyebut peristiwa ini berkenaan dengan sujud. 58.Tafsir Al-Thabari. Beirut. 54. bab "Man La Ha'arahun Naby". lihat juga biografi Abdurrahman bin Abi Bakr dalam Ibn Asakir. 3:40. Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah. Ibn Katsir. 8:889. hal.tanah). Kitab Al-Birr wa Al-Shilah.Shahih Al-Bukhari. Waktu itu para sahabat meletakkan ujung baju mereka dilarang ketika akan sujud untuk menghindarkan panas yang sangat. 7:214 57.Abu Zahrah. ketika menjelaskan hadits ini. Tarikh Dimasq. 19:72-75.Al-Sirah Al-Nabawiyyah. Tarikh Ibn Katsir. 55.Kata Al-Dzhabi dalam Tadzkirat Al-Huffadz.Ibn Katsir. 3:124. 56. 53.Shahih Muslim. Al-Bidayah wa Al-Nihayah. Al-Ishabah. mengizinkan mereka sujud di atas pakaian mereka itu.. Nabi saw. Fath Al-Bari. 59.