Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah

Editor: Budhy Munawar-Rachman Penerbit Yayasan Paramadina Jln. Metro Pondok Indah Pondok Indah Plaza I Kav. UA 20-21 Jakarta Selatan Telp. (021) 7501969, 7501983, 7507173 Fax. (021) 7507174

TINJAUAN KRITIS ATAS SEJARAH FIQH
oleh Jalaluddin Rakhmat 1. FIQH AL-KHULAFA' AL-RASYIDIN: FIQH PENGUASA

Dari Fiqh Al-Khulafa' Al-Rasyidin Hingga Madzhab Liberalisme

Seorang laki-laki datang menemui 'Umar bin Khathab: "Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air." Maksud kedatangannya untuk menanyakan apakah ia harus shalat atau tidak. Umar menjawab, "Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air." 'Ammar bin Yasir berkata pada 'Umar bin Khathab: "Tidakkah Anda ingat. Dulu --engkau dan aku-- pernah berada dalam perjalanan. Kita dalam keadaan junub. Engkau tidak shalat, sedangkan aku berguling-guling di atas tanah. Aku sampaikan kejadian ini kepada Rasulullah saw. Dan Nabi berkata, cukuplah bagi kamu berbuat demikian." Mendengar demikian Umar menegur 'Ammar: "Ya Ammar, takutlah pada Allah", Kata Ammar, "Ya Amir al-Mu'minin, jika engkau inginkan, aku tidak akan menceritakan hadits ini selama engkau hidup." [1] "Yang dimaksud Ammar," kata Ibn Hajar, [2] "Aku melihat memang lebih baik tidak meriwayatkan hadits ini ketimbang meriwayatkannya Aku setuju denganmu, dan menahan diriku. Toh, aku sudah menyampaikannya, sehingga aku tidak bersalah." Sejak itu, 'Ammar tidak meriwayatkan peristiwa itu lagi. 'Umar tetap berpegang teguh pada pendapatnya -- orang junub, bila tidak ada air, tidak perlu shalat. "Wa hadza madzab masyhur 'an 'Umar," kata Ibn Hajar. Semua sahabat menolak pendapat Umar, kecuali Abdullah bin Mas'ud. Al-Bukhari mencatat perdebatan Abdullah bin Mas'ud dengan Abu Musa al-Asy'ari tentang kasus ini pada hadits No. 247. Abu Musa menentang pendapat Abdullah --sekaligus madzhab Umar-- dengan mengutip ayat ("jika kalian tak mendapatkan air hendaklah tayamum dengan tanah yang baik"). Menarik untuk dicatat bahwa kelak dengan merujuk ayat yang sama, mazhab Hanafi melanjutkan mazhab 'Umar. Lebih menarik lagi untuk kita catat adalah beberapa pelajaran dari riwayat di atas. Pertama, memang terjadi perbedaan paham di antara sahabat dalam masalah fiqhiyah Kedua, lewat kekuasaan, 'Umar menghendaki pembakuan paham dan mengeliminasi pendapat yang berlainan. Ketiga, terlihat ada sikap hiperkritis dalam menerima atau menyampaikan riwayat Dan keempat, perbedaan di antara para sahabat berpengaruh besar pada ikhtilaf kaum Muslim pada abad-abad berikutnya Karena itu membicarakan fiqh para sahabat menjadi sangat penting sebagai pijakan bagi pembahasan masalah fiqh mutakhir. Saya akan memulai makalah ini

dengan membahas urgensi fiqh sahabat dalam keseluruhan pemikiran fiqhiyah. Setelah itu, saya akan menjelaskan sebab-musabab timbulnya ikhtilaf fiqh di antara para sahabat, karakteristik fiqh sahabat, dan contoh-contoh fiqh al-khulafa al-rasyidin. URGENSI FIQH SAHABAT Fiqh shahabi memperoleh kedudukan yang sangat penting dalam khazanah pemikiran Islam. Pertama, sahabat --sebagaimana didefinisikan ahli hadits-adalah orang yang berjumpa dengan Rasulullah saw dan meninggal dunia sebagai orang Islam. [3] Dari makalah kita mengenal sunnah Rasulullah, karena itu, dari mereka juga kita mewarisi ikhtilaf di kalangan kaum Muslim. Kedua, zaman sahabat adalah zaman segera setelah berakhirnya masa tasyri'. Inilah embrio ilmu fiqh yang pertama. Bila pada zaman tasyri' orang memverifikasi pemahaman agamanya atau mengakhiri perbedaan pendapat dengan merujuk pada Rasulullah, pada zaman sahabat rujukan itu adalah diri sendiri. Sementara itu, perluasan kekuasaan Islam dan interaksi antara Islam dengan peradaban-peradaban lain menimbulkan masalah-masalah baru. Dan para sahabat merespon situasi ini dengan mengembangkan fiqh (pemahaman) mereka. Ketika menceritakan ijtihad pada zaman sahabat, Abu Zahrah menulis: [4] Di antara sahabat ada yang berijtihad dalam batas-batas al-Kitab dan alSunnah, dan tidak melewatinya; ada pula yang berijtihad dengan ra'yu bila tidak ada nash, dan bentuk ra'yu-nya bermacam-macam; ada yang berijtihad dengan qiyas seperti Abdullah bin Mas'ud; dan ada yang berijtihad dengan metode mashlahat, bila tidak ada nash. Dengan demikian, zaman sahabat juga melahirkan prinsip-prinsip umum dalam mengambil keputusan hukum (istinbath; al-hukm.); yang nanti diformulasikan dalam kaidah-kaidah ushul fiqh. Ketiga, ijtihad para sahabat menjadi rujukan yang harus diamalkan, perilaku mereka menjadi sunnah yang diikuti. Al-Syathibi [5] menulis, "Sunnah sahabat r.a. adalah sunnah yang harus diamalkan dan dijadikan rujukan." Dalam perkembangan ilmu fiqh, madzhab sahabat --sebagai ucapan dan perilaku yang keluar dari para sahabat-- akhirnya menjadi salah satu sumber hukum Islam di samping istihsan, qiyas, mashalih mursalah dan sebagainya. Madzhab sahabat pun menjadi hujjah. Tentang hal ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian menganggaprlya sebagai hujjah mutlak; sebagian lagi sebagai hujjah bila bertentangan dengan qiyas; sebagian lainnya hanya menganggap hujjah pada pendapat Abu Bakar dan Umar saja, berdasarkan hadits ("berpeganglah pada dua orang sesudahku, yakni Abu Bakar dan Umar"); dan sebagian yang lain, berpendapat bahwa yang menjadi hujjah hanyalah kesepakatan khulafa' al-Rasyidin. [6] Terakhir keempat, ini yang terpenting, ahl al-Sunnah sepakat menetapkan bahwa seluruh sallabat adalah baik (al-shahabiy kulluhum 'udul). Mereka tak boleh dikritik, dipersalahkan, atau dinilai sebagaimana perawi hadits lain. Imam ahli jarh dan ta'dil, Abu Hatim al-Razi dalam pengantar kitabnyamenulis: [7] Adapun sahabat Rasulullah saw, mereka adalah orang-orang yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui tafsir dar ta'wil, yang dipilih Allah untuk- menemani Nabi-Nya, untuk menolongnya, menegakkan agamanya, memenangkan ke benarannya... Allah memuliakan mereka dengan karunia-Nya menempatkan

kedudukan mereka pada tempat ikutan. Mereka dibersikkan dari keraguan, dusta, kekeliruan, keraguan kesombongan, dan celaan. Allah menamai mereka sebagai 'udul al-ummah (umat yang paling bersih)... Merekalah 'udul alummah, pemimpin-pemimpin hidayah, hujjah agama, dan pembawa al-Qur'an dan al-`Sunnah. Karena posisi sahabat begitu istimewa, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah. Tentu saja, menurut kesepakatan ahl al-sunnah, di antara para sahabat itu yang paling penting adalah khulafa al-rasyidun. Bila mereka sepakat, pendapat mereka dapat membantu memecahkan masalah fiqh; bila mereka ikhtilaf, mazhab sahabat menimbulkan kemusykilan yang sulit diatasi. Lalu mengapa mereka ikhtilaf? PENYEBAB IKHTILAF DI KALANGAN SAHABAT Salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat adalah prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah saw. Sementara itu, setelah Rasulullah wafat, putuslah masa tasyi'. Menghadapi masalah-masalah baru itu, muncul dua pandangan. [8] Kelompok pertama memandang bahwa otoritas untuk menetapkan hukumhukum Tuhan dan menjelaskan makna al-Qur'an setelah Rasulullah wafat dipegang ahl al-Bait. Hanya merekalah, menurut nash dari Rasul, yang harus dirujuk untuk menyelesaikan masalah-masalah dan menetapkan hukum-hukum Allah. Kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam masa berhentinya wahyu, karena mereka tahu betul --tugas mereka adalah mengacu pada Ma'shumun. Kelompok kedua memandang tidak ada orang tertentu yang ditunjuk rasul untuk menafsirkan dan menetapkan perintah Ilahi. Al-Qur'an dan al-Sunnah adalah sumber untuk menarik hukum-hukum berkenaan dengan masalahmasalah yang timbul di masyarakat. Kelompok ini --kelak disebut Ahl alSunnah-- ternyata tidak mudah mengambil hukum dari nash, karena banyak hal tak terjawab oleh nash. Mereka akhirnya menggunakan metode-metode ijtidah seperti qiyas atau istihsan. Semua Khalifah al-Rasyidin termasuk kelompok kedua, kecuali Ali bin Abi Thalib. Kelompok kedua lebih banyak menggunakan ra'yu, dan kelompok pertama lebih banyak merujuk nash. Kelompok kedua banyak menggunakan dalil aqly, kelompok pertama dalil naqli. Umar pernah melarang hajji tamattu', padahal al-Qur'an dan al-Sunnah sangat tegas menetapkannya. Ketika Utsman juga melarangnya, Ali secara demonstratif melakukannya di depan Utsman. Kata Utsman: Aku melarang manusia melakukan tamattu, dan engkau sendiri melakukannya. Ali menjawab: Aku tak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw. hanya karena pendapat seseorang. [9] Setelah perdebatan ini, menurut riwayat lain dari Abdullah bin Zubair, Utsman berkata: Sesungguhnya laranganku itu hanya ra'yuku saja. Siapa yang mau boleh menjalankannya; siapa yang tak mau boleh meninggalkannya. [10] Contoh lainnya adalah hukuman dera bagi peminum khamr. Rasulullah saw. menderanya 40 kali. [11] Umar --atas saran Abd al-Rahman bin Auf menderanya 80 kali. Ali kembali menderanya 40 kali. Rasulullah saw. menetapkan thalaq tiga dalam satu majlis itu dihitung satu. [12] Begitu pula Ali. Umar menetapkan thalaq tiga itu jatuh tiga sekaligus. Umar memutuskan hukuman rajam bagi orang gila yang berzina. Ali membebaskan hukum itu berdasarkan hadits. [13]

Bila contoh-contoh tadi berkenaan dengan perbedaan antara ketetapan nash dengan ra'yu, contoh-contoh berikut menunjukkan perbedaan memahami nash. Kata quru dalam wal muthalaqatu yatarabbashna bi anfusihim tsalatsatu quru' diartikan berbeda-beda. Abdullah bin Mas'ud dan Umar mengartikan "quru" itu haidh. Zaid ibn Tsabit mengartikannya masa bersuci di antara haidh dengan haidh lagi. [14] Ibn Umar menafsirkan "al-muhshanat dalam ayat wa al muhshanat min alladzina utu al-kitab sebagai wanita Muslim, karena itu Ibn Umar mengharamkan wanita ahli kitab dinikahi laki-laki Muslim. Ibn 'Abbas menganggap ayat itu sebagai pengecualian (takhshish) dari ayat wa la tankihu al-musyrikat hatta yu'minna. Utsman tampaknya sependapat dengan Ibn 'Abbas, karena ia menikah dengan Nailah, wanita Nashrani, dan Thalhah menikahi wanita Yahudi dari Syam. [15] Kadang-kadang ikhtilaf terjadi di antara para sahabat karena perbedaan pengetahuan yang mereka miiiki. Sebagian sahabat, misalnya, mengetahui nash tertentu, sebagian lain tidak mengetahuinya. Umar pernah menegur orang yang dikiranya salah ketika membaca QS al-Fath: 26. Ia memarahi orang itu. Tetapi Umar kemudian dikoreksi Ubayy bin Ka'ab. Kata Ubayy Anda tahu saya berada di dalam beserta Rasulullah saw. ketika ia membaca ayat itu. Engkau sendiri berada di pintu... Demi Allah Ya Umar, sesungguhnya Anda tahu, ketika saya hadir Anda tidak ada; ketika saya diundang, Anda tidak. [16] Al-Syaikh Muhammad Muhammad al-Madany menjelaskan ikhtilaf yang berkenaan dengan sunnah: [17] salah satu sebab

Sahabat Rasulullah saw., yang mengambil sunnah dari Nabi dan meriwayatkannya, berbeda-beda dalam kemampuan pengambilannya dan dalam menerima riwayatnya. Rasulullah saw. ditanya tentang suatu masalah. Ia menghukum dengan hukum tertentu memerintahkan atau melarang sesuatu, melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Yang hadir waktu itu dapat menyimpan peristiwa itu, yang tidak hadir tentu tidak mengetahuinya. Ketika Rasulullah saw. wafat, bertebaranlah sahabat di negeri-negeri, dan setiap penduduk negeri mengambil dari sahabat yang ada di negeri mereka. Berkata Ibn Hazm: "Orang Madinah hadir pada tempat yang tidak dihadiri orang Basrah, orang Basrah menghadiri tempat yang tidak dihadiri orang Syam; orang Syam hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Basrah; orang Basrah menghadiri yang tidak dihadiri orang Kufah; orang Kufah hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Madinah. Ini semua terjadi dalam hadits, dan pada saat kita memerlukan informasi. Padahal --seperti telah kita jelaskan--sebagian sahabat pada sebagian waktu tidak hadir di majelis Rasulullah saw., sedangkan sebagian lagi hadir. Setiap orang hanya mcngetahui apa yang ia saksikan, dan tidak mengetahui apa yang tidak ia hadiri. Ini jelas menurut akal. 'Amar dan yang lain mengetahui tentang tayamum, Umar dan Ibn Mas'ud tidak mengetahuinya, sehingga mereka berkata: Orang junub tidak tayamum, walau pun tidak menemukan air selama dua bulan. Ali Hudzaifah al-Yamani dan lain-lain mengetahui hukum mengusap tetapi 'Aisyah, Ibn 'Umar, Abu Hurairah tidak mengetahuinya walaupun mereka penduduk Madinah. Anak perempuan dari anak beserta anak perempuan mendapat waris diketahui Ibn Mas'ud tetapi tidak diketahui Abu Musa. Marilah kita berikan satu contoh lagi yang lebih ilustratif. Ketika orang sedang berkumpul di hadapan Umar bin Khathab, masuklah seorang laki-laki: "Ya Amir al-Mu'minin, ini Zaid bin sabit berfatwa di masjid dengan ra'yunya berkenaan dengan mandi janabah." Kata Umar: "Panggil dia!" Zaid pun datang dan Umar berkata: "Hai musuh dirinya sendiri!, aku dengar kau berfatwa pada manusia dengan ra'yumu sendiri? Kata Zaid: "Ya Amir al-Mu'minin. Aku tidak melakukan itu. Tetapi aku mendengar hadits dari paman-pamanku, lalu aku

'Ammar bin Yasir. [21] . Kata 'Aisyah: "Bila khitan sudah bertemu khitan. apalagi orang-orang setelah kalian!" Kata Ali. almashalih al-mursalah. aku akan pukul dia. Seandainya pendapat mereka itu tunggal. tapi akan memutuskan perhatian pada metode ijtihad kelompok sahabat yang tak merujuk ahl al-Bait. dari segi prosedur penetapan hukum." Lalu Umar mengumpulkan Muhajirin dan Anshar." Kata Umar: "Apakah Rasulullah saw. 'Aisyah ditanya.sampaikan – dan Abi Ayyub dari Ubbay bin Ka'ab. 'Umar bin Abd al-'Aziz. b) qiyas pada nash atau pada ijma'. mengetahuinya?" Kata Rafa'ah: "Tidak tahu. kecuali Ali dan Mu'adz. Ya Amir al-Mu'minin: "tidak ada orang yang lebih tahu dalam hal ini kecuali isteri Rasulullah saw. Dengan begitu. Ia mengutus orang bertanya pada Hafshah. mereka membuka pintu ijtihad bagi manusia. Mereka boleh ikhtilaf. Tidak turun ayat yang mengharamkan. ikhtilaf para sahabat ini menjadi sumber perpecahan." Kata Umar: "Bila ada lagi orang berfatwa bahwa tidak wajib mandi kalau tidak keluar. Allah memberikan keluasan pada umat dengan adanya ikhtilaf furu'i di antara mereka. al-baraah al-ashliyah. Hudzaifah dan sebagian besar Bani Hasyim -. ada dua cara yang dilakukan para sahabat." [18] Dalam kasus yang baru kita ceritakan. Buat orang yang berjiwa terbuka. Tidak juga ada larangan dari Rasulullah saw. Muhammad Ali al-Sais menyebutkan bahwa ijtihad sahabat itu meliputi qiyas. ia membuka umat untuk memasuki Rahmat-Nya. ikhtilaf ini adalah assets bagi perkembangan pemikiran. Ah al-Bait memiliki kema'shuman berdasarkan nash al-Qur'an dan al-Sunnah.seperti Miqdad. [30] Pada bagian ini. jadilah itu sunnah. Lagi pula." [19] KARAKTERISTIK FIQH SAHABAT Seperti telah disebutkan di muka. ikhtilaf di antara para sahabat itu dibiarkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. fiqh mereka ini hanya terbatas pada qiyas. dan ijtihad dengan ra'yu seperti al-Mashalih al-Mursalah dan istihsan. sadd al-dzara'i. karena bila mereka tidak membukanya. para mujtahid berada dalam kesempitan." dari Rifa'ah bin Rafi'.merujuk pada ahl al-Bait dalam menghadapi masalah-masalah baru. menurut mereka. lalu bermusyawarah. Artinya. wajib mandi. Kedua cara ini melahirkan dua mazhab besar di kalangan sahabat – Madzhab 'Alawi dan Madzhab 'Umari yang akhirnya mewariskan kepada kita sekarang sebagai Syi'ah dan ahli Sunnah. Buat orang-orang sektarian. Khalifah bahkan menetapkan sangsi bagi orang yang mempunyai pendapat berbeda. Jika kita mengambil dari siapa saja di antara mereka. Abu Dzar. Keduanya berkata: "Jika kedua khitan bertemu. Ia berkata: "Apakah kalian berbuat demikian bila kalian bercampur dengan isteri kalian dan tidak keluar air mani kalian mandi?" Kata Rafa'ah: "Kami melakukan begitu pada zaman Rasulullah saw. Mereka adalah teladan yang diikuti. Kata Umar: "Panggil Rafa'ah bin Rafi'. ijtihad mereka menggunakan tiga metode: a) menjelaskan dan menafsirkan nash. Semua orang berkata tidak perlu mandi. Hafshah tidak tahu. Menurut Muhammad Salim Madkur. saya tak akan membicarakan kelompok sahabat ini. wajib mandi. Dalam kasus-kasus yang lain. pendapat seseorang menjadi hujjah bila orang itu ma'shum. istihsan. sempitlah manusia dibuatnya. Mereka berpendapat bahwa ada dua nash yang dengan tegas menyuruh kaum Muslim berpegang teguh pada pimpinan ahl-al-Bait. tokoh ukhuwah Islamiyah yang menghentikan kutukan pada Ali di mimbar. ikhtilaf di antara para sahabat dapat diselesaikan oleh khalifah." Kata Umar: "Kalian sahabat-sahabat yang ikut Badr sudah ikhtilaf. berkata: "Aku tidak senang kalau sahabat Nabi tidak ikhtilaf. Para sahabat -. Menurut Muhammad al-Khudlari Bek.

Khalid Muhammad Khalid menulis tentang ijtihad Umar dalam alDimuqrathiyyah: Umar bin Khattab telah meninggalkan nash-nash agama yang Suci dari al-Qur'an dan al-Sunnah ketika dituntut kemaslahatan untuk itu. ia memutuskan dan menyatakan: "Aku teringat orang-orang sebelum kalian. Nabi saw. "Kami tidak memberi ." [23] alDzahabi meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang setelah Nabi wafat dan berkata. halalkanlah apa yang dihalalkannya. Mereka tenggelam dalam tulisan mereka dan meninggalkan Kitab Allah. dan haramkanlah apa yang diharamkannya" [24] 3) Al-Zuhri meriwayatkan. menggunakan qiyas atau pertimbangan kepentingan umum. serta Rasulullah dan Abu Bakar melakukannya. [26] Ia juga menetapkan tahanan rumah pada tiga sahabat yang banyak meriwayatkan hadits: Ibn Mas'ud. penulisan hadits terlambat sampai abad 8 M. berkumpul orang-orang. Abu Darda. berkata: "Pergilah kamu semua dari aku. mengharapkan bimbingan Allah dalam hal ini. Pada tahap pertama. Umar ibn Abd al-Aziz (meninggal 719/101) adalah orang yang pertama menginstruksikan penulisan hadits. [28] Karakteristik kedua dari ijtihad sahabat. Menurut satu riwayat. Ia memikirkannya selama satu bulan. jawablah -. Janganlah meriwayatkan satu Hadits pun dari Rasulullah saw. Bila al-Qur'an menetapkan bagian muallaf dari zakat. walaupun ada nash sharih (tegas) yang bertentangan dengan itu. Padamu ada Kitab Allah. Ketika terjadi banyak pertengkaran dan ikhtilaf. tampaknya lebih memusatkan perhatian pada ayat-ayat al-Qur'an (atau ruh ajaran al-Qur'an) dengan agak mengabaikan (kadang-kadang menafikan hadits). Di antara mereka ada yang mengikuti ucapan Umar. di rumah Rasulullah saw." Umar berkata: "Nabi sedang dikuasai penyakitnya. Ia membakar dan berkata. "Aku takut jika aku mati aku masih meninggalkan hadits-hadits ini bersamamu. yang kalian pertengkarkan. Umar ingin menuliskan sunnah-sunnah Rasulullah saw. Cukuplah bagimu Kitab Allah." [22] 2) 'Aisyah meriwayatkan: Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Rasulullah saw.. Pada suatu pagi. Nanti orang-orang setelah kalian akan lebih bertikai lagi.Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. Di bawah ini saya kutipkan berbagai riwayat berkenaan dengan sikap Khulafa al-Rasyidin pada Hadits (sunnah): 1) Dari Ibn Abbas: ketika Nabi menjelang wafat. sehingga di kalangan ahl al-sunnah. ada tiga tahap dalam ijtihad para sahabat: a) merujuk pada nash al-Qur'an dan al-Sunnah b) menggunakan metode-metode ijtihad seperti qiyas. bila tidak ada nash. Tidak layak di hadapanku bertengkar. 1. Umar datang dan berkata. aku tuliskan bagimu tulisan yang tidak akan menyesatkanmu selama-lamanya. Dalam beberapa kasus. bahkan pertimbangan kepentingan umum (maslahat) didahulukan dari nash." [27] Tradisi pelarangan hadits ini dilanjutkan para tabi'in. Nabi berkata: "Bawalah ke sini. Berikut ini contoh-contohnya." Terjadi ikhtilaf di antara orang-orang di rumah itu. di antaranya Umar bin Khathab.Menurut pendapat saya. para Khulafa al-Rasyidin selain Ali. dan Abu Mas'ud al-Anshari. "Kalian meriwayatkan hadits Rasulullah saw. [25] Umar kemudian mengumpulkan haditshadits itu dan membakarnya. bila nash tidak ada atau tidak diketahui. Jika ada yang bertanya kepada kalian./2 H. dan c) mencapai kesepakatan lewat proses perkembangan opini publik yang alamiah. "Aku membawanya. Pada suatu pagi ia datang padaku dan berkata: "Bawalah hadits-hadits yang ada padamu itu.

Marilah kita lihat proses perkembangan pemikiran para sahabat sehubungan dengan sunnah. al-Dawalibi menulis hal yang sama dalam 'Ilm Ushul al-Fiqh: "Di antara kreasi Umar r.kamu sedikit pun karena Islam." [29] 2. setelah Rasulullah saw. Ali bin Abi Thalib mengharamkannya. Abu Bakar dan Umar tidak memberikan hak khumus dari keluarga Rasulullah saw.. [38] f) mendahulukan khotbah sebelum shalat pada shalat 'id. wafat. Seringkali yang disebut ijma' adalah konsensus yang "ditetapkan" oleh penguasa . khalifah yang berhak mengatur pembagian khumus. Saya hampir sependapat dengan Fazlur Rahman. Abu Bakar menghukumnya dengan membakarnya hidup-hidup." Ketika Rasul dan Abu Bakar membolehkan penjualan Ummahat al-Awlad.. pendapat-pendapat tertentu kemudian berkembang menjadi opini generalis. [35] c) melarang haji tamattu. sehingga sahabat menahan dirinya untuk tidak mudah menjatuhkan thalaq. Al-Fujaah ternyata menggunakan fasilitas Abu Bakar ini untuk merampok. thalaq tiga pada sekali ucapan dijadikan satu seperti hadits shahih dari Ibn 'Abbas. [30] 3. Al-Fujaah pernah menyatakan diri ingin berjihad dan meminta perbekalan pada Abu Bakar. tapi menyalurkan hak itu fi sabilillah." Kata Ibn Qayyim. "Mereka kembali pada Abu Bakar dan berkata. "Ia. lalu konsesnsus... orang secara bebas memberikan tafsiran pada sunnah Rasulullah saw. [33] Utsman juga melakukan banyak "pembaharuan" dalam fiqh Islam: a) mengitmamkan shalat dalam keadaan safat di Mina. [34] b) menambahkan adzan ketiga pada hari Jum'at . Menurut Fazlur Rahman. lalu opini publik. Allah sudah memenangkan Islam dan melepaskan dari kalian. Jika kamu Islam (baiklah itu). Abu Bakar dan permulaan Khilafah Umar.a. sedangkan di zaman Nabi. jika tidak pedanglah yang memutuskan antara kamu dan kami. "Adakah khalifah itu atau dia? "Abu Bakar menjawab.. Amir al-Mu'minin Umar bin Khathab melihat orang telah melecehkan urusan thalaq. Ketika talaq tiga dalam satu majelis dihitung satu menurut Sunnah dan ijma. Dalam proses free market of ideas. Dr. Karena itu. Umar melarangnya. Abu Bakar menyuruh Tharifah bin Hajiz untuk membawanya ke Madinah. "Kami tidak memerlukan kalian lagi.. kecuali dalam satu hal: Apa yang disepakati tidak selalu berkembang dari hasil persaingan pendapat yang demokratis. Utsman bin Affan membolehkan "menikahi" dua orang wanita bersaudara dari antara budak belian sekaligus. waktu itu yang disebut sunnah ialah apa yang disebut Imam Malik sebagai al-amr al-mujtama' 'alaih. Abu Bakar memberinya bekal. [31] 4. [36] d) membolehkan tidak mandi bagi yang bercampur dengan isterinya tanpa mengeluarkan mani. [40] pada zaman para sahabat. [32] 5. insya Allah. Mereka berpendapat. [39] Saya hentikan kutipan kasus-kasus ijtihad Khulafa' al-Rasyidin di sini. Umar merobek surat itu dan berkata.. yang menunjang kaidah hukum berubah karena perubahan zaman ialah jatuhnya thalaq tiga dengan satu kalimat. Umar melihat ini untuk kemashlahatan umat di zamannya. Ketika kelompok muallaf datang menemui Abu Bakar untuk menuntut surat. " Lalu berlalulah apa yang diputuskan Umar. Umar ingin menghukum keteledoran ini. Kata Umar: "Manusia terlalu terburu-buru di tempat yang seharusnya hati-hati. Ini adalah prinsip taghayyarat bihi alfatwa litaghayyur al-zaman. Berkembanglah berbagai penafsiran. mereka datang kepada Umar. Umar meninggalkan sunnah dan menyingkirkan ijma. [37] e) mengambil zakat dari kuda.

menyumbangkan khazanah yang kaya untuk memperluas pemikiran. [42] Kata ma ahdatsna (apa-apa yang kami adakan) menunjukkan pada perbuatan bid'ah yang dilakukan para sahabat Nabi. Anas menjawab. Sayang sekali. juga --seperti kata 'Umar ibn Abdul Aziz-. Ia sedang menangis. 'Umar sendiri berkata. Ini pun sudah dilalaikan orang". Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat ada rombongan manusia yang pernah menyertai Nabi diusir dari al-haudh (telaga). mereka tidak mengenal kamu (yang kamu amalkan) kecuali kiblat kamu". tidak berganti. [47] 'Umran bin al Husain pernah shalat di belakang Ali. laknatlah mereka. FIQH TABI'IN: FIQH USHUL Sejak zaman sahabat (dan ini diakui para sahabat sendiri) telah terjadi perubahan-perubahan dalam syari'at Islam. Adzan tetap seperti dulu.politik waktu itu. "Aku sudah tidak mengenal lagi apa yang aku lihat. sikap kritis ini telah "dimatikan" dengan vonnis zindiq oleh sebagian ahli hadits. dan perbuatan yang lain telah berubah. [48] Jadi pada zaman sahabat pun. dari bapaknya (seorang sahabat). engkau tidak tahu hal-hal baru yang kami adakan sepeninggal Rasulullah. Hai anak saudaraku. Ia mengingatkan aku pada Shalat Muhammad saw. Sebagian sahabat mulai mengeluhkan terjadinya perubahan ini. Ada dua sikap ekstrim terhadap sahabat yang harus dihindari: menghindari sikap kritis atau melakukan sikap hiperkritis. Fiqih shahabi memberikan dua macam pola pendekatan terhadap syari'ah yang kemudian melahirkan tradisi fiqh yang berbeda. KESIMPULAN Fiqh para sahabat --khususnya seperti diwakili oleh al-Khulafa. AlMusayyab memuji Al-Barra bin 'Azib: "Beruntunglah Anda.adalah fondasi utama dari seluruh bangunan fiqh Islam sepanjang zaman. Bani Umayyah telah mengubah sunnah Nabi. Dikatakan kepadanya: Engkau tak tahu apa-apa yang mereka ada-adakan sepeninggal kamu. waktunya telah diakhirkan. untuk itu diperlukan penelaahan kritis terhadapnya." Al-Barra menjawab. Imam Malik meriwayatkan dari pamannya Abu Suhail bin Malik. Tidak berlebih-lebihan kalau kita simpulkan bahwa fiqih al-Khulafa al-Rasyidin adalah fiqih penguasa. [44] Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan. kecuali shalat. Tentu saja. alRasyidun-. Karena pertimbangan politik. "Semoga Allah meyampaikan kepadaku kesalahan-kesalahanku sebagai suatu bingkisan. Ia berkata: Aku tidak mengenal lagi apa-apa yang aku lihat dilakukan "orang" kecuali panggilan shalat." [41] 2. Al-Zarqani mengomentari hadits ini: Yang dimaksud "orang" adalah sahabat. Ketika banyak orang marah karena 'Umar dikritik. Nabi saw: "Ya Rabbi. Tidak berubah. Suatu ketika seorang tabi'in. selain mewariskan kemusykilan bagi kita sekarang. Ada pun shalat. Anda berbaiat kepadanya di bawah pohon. [43] Bid'ah-bid'ah ini telah mengubah sunnah Rasulullah saw. Ibn 'Abbas berdoa: Ya Allah." tanya Al-Zuhri. [46] AlHasan al-Bashri menegaskan: "Seandainya sahabat-sahabat Rasulullah saw lewat. Anda menjadi sahabat Rasulullah saw. Ia memegang tangan Muthrif bin Abd Allah dan berkata: Ia telah shalat seperti shalatnya Muhammad saw. sampai shalat pun. "Mengapa Anda menangis. Ikhtilaf di antara para sahabat. khususnya yang dijalankan secara setia oleh Ali dan para pengikutnya. Salah satu sebab utama perubahan adalah campur tangan penguasa. [45] Kata AlZuhri: Aku menemui Anas bin Malik di Damaskus. kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah saw sudah diubah. Mereka meninggalkan sunnah karena . Ia melihat Ibn Zubair memulai shalatnya sebelum khutbah. sunnah Nabi sudah banyak diubah. mereka sahabatku.

Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa. Fiqh Tab'in. bahkan sedikit sekali sahabat yang keluar dari Madinah. tidak banyak. sebagai upaya menghapus jejak Ali. umumaya fiqh mawali. Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka. Dari sahabat. Ibn 'Umar. murid-murid sahabat itu para mawali (non Arab). Baru ketika Utsman memerintah. hanya sedikit para sahabat yang meninggalkan Madinah. Abdullah ibn 'Umar serta ayahnya Al-Faroq. ia mempertimbangkan alasan-alasan. Umar 537 hadits. kecuali yang diizinkan keluar oleh Umar. kehatihatian. Secara keseluruhan. atau karena posisinya memungkinkan untuk itu. sujud di atas kain menjadi syi'ar Ahl al-Sunnah. dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat.benci kepada Ali. [49] Contohnya. Zaid ibn Tsabit dan lain-lain di Madinah. kita lebih banyak menelaah ushul ketimbang fiqh. 'Umar ingin mengambil manfaat dari pendapat mereka. menurut Abu Zahrah. penguasa politik kemudian melakukan manipulasi hadits dengan motif politik. Hal ini disebabkan ushul adalah sandaran para tabi'in. Pertama. juga mengambil ijtihad para sahabat. Umar bin Khatab menahan para sahabat senior di Madinah dan melarang mereka meninggalkan kota itu. yang menjadi tradisi Rasulullah saw dan para sahabat Nabi seperti Abu Bakar. atau lagi-lagi pertimbangan politis. menjaharkan basmalah. karena itu. Sebagian lagi banyak sekali memberi fatwa. Juga bukan sahabat senior. Kedua. baik secara politik maupun administratif dalam pemerintahan. kita juga akan mengupas kemusykilan ijtihad sahabat. Abu bakar meriwayatkan hanya 142 hadits. yakni mereka yang berguru pada sahabat. seperti Abdullah bin Mas'ud. orang-orang Islam bertanya pada sahabat dalam urusan hukum-hukum agama. dan lain-lain. Ali 586 hadits. para . Karena pendapat-pendapat para sahabat terbagi dua --yang berpusat pada al-hadits dan al-ra'y-. Fiqh tabi'in. marilah kita lihat sedikit latar belakang fiqh APA YANG DIMAKSUD DENGAN FIQH TABI'IN Setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. Karena itu. ketika kekuasaan Islam meluas. Sebelum tabi'in. dan karenanya secara singkat ia disebut Fiqh al-ushul. Dalam perkembangannya. umumnya bukanlah murid al-Khulafa al-Rasyidin. selain mengambil hadits sebagai sumber hukum. Menarik untuk dicatat. sedangkan sujud di atas tanah dianggap musyrik dan dihitung sebagai perbuatan zindiq". mungkin karena pengetahuan mereka. membahas itu semua. Jabir ibn Abdullah dan lain-lain. Yang keluar kebanyakan bukan fuqaha. Ibn Mas'ud. Abu Zahrah menulis: [52] Sebenarnya. bahwa dalam khazanah fiqh ahl al-Sunnah para khalifah sedikit sekali memberi fatwa atau meriwayatkan al-hadits. sebelum Dinasti Umayyah berkuasa. Sebab itu.kita akan membicarakan juga tradisi fiqh al-atsar dan fiqh al-ra'y. mungkin karena ketidaktahuan. [50] Contoh yang lain adalah sujud di atas tanah. Kebanyakan. Karena fiqh lebih banyak didasarkan pada al-hadits. Jika semua hadits mereka disatukan hanya berjumlah 1411 hadits. para tabi'in. Dalam pada itu. [51] Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana campur tangan kekuasaan politik membentuk fiqh. Dalam kaitan ini. Utsman 146 hadits. Sahabat yang terkenal punya banyak murid adalah Ibn Mas'ud di Iraq. mereka diizinkan keluar. Abu Musa al-Asy'ari. kurang dari 27% hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah (Abu Huraiah meriwayatkan 5374 hadits).

Abidullah ibn Abdillah (wafat 99 H). Al-Syu'bi. Sulayman ibn Yasar (wafat 100 H) dan Kharijah ibn Zaid ibn Tsabit (wafat ?). BUKTI-BUKTI MANIPULASI HADITS Di sini tidak ditunjukkan manipulasi hadits kecuali seperti tampak pada kitabkitab hadits yang ada sekarang. kecaman kepada Mu'awiyah dan Marwan tidak diketahui. Muhammad ibn Abu Bakar menulis surat kepada Mu'awiyah menjelaskaan keutamaan Ali sebagai washi Nabi saw. membuang seluruh berita tentang sahabat dengan petunjuk adanya penghilangan itu. Hamad ibn Abu Sulayman Salim mawla Ibn Umar. [53] Dengan cara itu. Ayahku menjawab Aku menemukan sahabat-sahabat Nabi bertanya kepada 'Alqamah dan meminta fatwanya. dan 'Ikrimah mawla Ibn Abbas.tabi'in mengumpulkan dua hal: Hadits-hadits Nabi saw dan pendapatpendapat para sahabat (aqwal al-shahabat). 'Alqamah dan Ka'ab keduanya tabi'in. Ibrahim al-Nakh'i. Abu Bakar ibn 'Abid (wafat 94 H). Ka'ab al-Ahbar sering dimintai fatwa oleh Ibn Abbas. al-Thabari meriwayatkan ucapan Nabi saw tentang Ali: "Inilah washihu dan khalifahku untuk kamu". [54] Kedua. saudaranya. ketika al-Nasai diminta meriwayatkan . Banyak diantara tabi'in yang mencapai faqahah (kefaqihan) begitu rupa sehingga sahabat (sic!) berguru pada mereka. Tetapi ia membuang semua isi surat itu dengan alasan "supaya orang banyak tidak resah mendengarkannya. mereka melakukan ijtihad seperti atau dengan metode yang dilakukan para sahabat. Isi surat ini secara lengkap dimuat dalam Kitab Shiffin dari Nashr bin Mazahim (wafat 212 H) dan Muruj al-Dzahab tulisan al-Mas'udi (wafat 246 H). mengapa Anda tinggalkan sahabat dan mendatangi 'Alqamah. Ia lari ke kamar 'Aisyah ra. Dari situ paling tidak kita melihat petunjuk (indikator) manipulasi hadits pada zaman tabi'in. Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abu Bakar (Wafat 108 H)." Ibn Atsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah juga menghilangkan kedua surat itu dengan mengemukakan alasan yang sama. 'Aisyah menolak asbab al-nuzul ini. Tentu saja kata "washi"dan "khalifah" mempunyai konotasi yang sangat jelas. Pertama. [55] Ketiga. Mu'awiyah pun mengakuinya. Qabus ibn Abi Zhabiyan berkata: Aku tanya ayahku. dan Abdullah ibn Amr. Abu Hurairah. Marwan marah dan menyuruh orang menangkap Abd al-Rahman. membuang sebagian isi hadits dan menggantinya dengan kata-kata yang tidak jelas. Ada tujuh orang faqih tabi'in yang terkenal (al-fuqaha al-sab'ah): Sa'id ibn Musayyab (wafat 93 H). Ada beberapa cara manipulasi hadits. Contoh-contoh yang diberikan di sini difokuskan pada manipulasi yang diduga beralasan politis. memberikan makna lain (ta'wil) pada hadits. Marwan berkata: Ayat al-Qur'an: alladzi qala liwalidaihi uffin lakum turun tentang Abd alRahman. Al-Thabari (wafat 310 H) melaporkan peristiwa itu dengan menunjuk kedua kitab di atas sebagai sumber. Di samping mereka ada 'Atha ibn Abi Rabah. "Kalian menginginkan kekuasaan ini seperti kekuasaan Heraclius!". ia meminta rakyat untuk membaiat Yazid. Shahih Bukhari menghilangkan ucapan Abd al-Rahman dengan mengatakan faqaala 'Abd al-Rahman ibn 'Abi Bakar syai'an (Abd al-Rahman mengatakan sesuatu). Abd al-Rahman ibn Abu Bakar memprotes Marwan sambil berkata. antara lain sebagai berikut. Bila ada masalah baru yang tidak terdapat pada kedua hal tersebut. Kata-kata ini dalam Tafsir al-Thabari dan Ibn Katsir diganti dengan: wa kadza wa kadza (demikianlah-demikianlah). Kehormatan Khalifah dan Gubernurnya terpelihara. Dalam tarikhnya. Al-Dzahabi ketika meriwayatkan biografi Al-Nasai menulis. Ketika Marwan menjadi Gubernur Mu'awiyah di Hijaz. 'Urwah ibn al-Zubair (wafat 94 H).

Anda berhaji ke Baitullah. 3. "Bagaimana pendapat kalian tentang diriku? Apakah aku pemimpin adil atau zalim?" Malik bin Anas berkata: "Ya Amiral Mu'minin. demi Allah. Al-Thabari. melarang penulisan hadits Nabi saw. semoga Allah tidak mengenyangkan perut Mu'awiyah". atau orang-orang yang bodoh dalam ilmu hadits. Abu Nu'aim al-Isbahani. Ia menganggap riwayat itu sebagai dusta. Setelah berbicara panjang. [57] Al-Thabrani dalam Majma' al-Zawaid meriwayatkan ucapan Rasulullah saw kepada Salman bahwa Ali adalah washi-nya. Lahirnya Madzhab-madzhab Fiqh Ketika al-Manshur baru saja diangkat menjadi khalifah. ia mengundang Malik ibn Anas." "Aku maafkan Anda". maafkanlah aku untuk tidak berbicara. dan khalifahku untuk kamu.keutamaan Mu'awiyah. wallahu a'lam. [56] Bagaimana mungkin laknat Nabi menjadi kesucian dan rahmat. Al-Thabrani. Berkenaan dengan ini bagian "Fiqh al-Khulafa' al-Rasyidin" di atas. cetakan kedua (Tahun 1354). washiku dan Khalifahku untuk kamu. mendha'ifkan hadits-hadits yang mengurangi kehormatan penguasa atau yang menunjang keutamaan lawan. kata al-Manshur. Al-Syuibi mengutamakan Abu Bakar. Ibnu 'Asakir dan lain-lain. Beberapa tabi'in juga melarang penulisan hadits. siapa yang aku laknat atau aku kecam. yang dibuat-buat oleh orang Syi'ah. Karena itu. Keenam. Pada bukunya. Ibn Abd alBarr mengomentari ucapan al-Syu'bi: Ia tidak menjelaskan apa alasan dusta untuk Al-Harits. membuang sebagian isi hadits tanpa menyebutkan petunjuk ke situ atau alasan. ya Amir al-Mu'minin. Ibn Katsir mendha'ifkan riwayat Nabi tentang Ali sebagai Washi. ia berkata. Anda perangi musuh. "hadits apa yang harus aku keluarkan kecuali ucapan Nabi. Kata Al-Dzahabi: Barangkali yang dimaksudkan dengan keutamaan Mu'awiyah ini adalah ucapan Nabi saw: Ya Allah. Kelima. Keempat. cetakan pertama. Al-Thabrani memberi komentar: Ia menjadikan washi untuk keluarganya. aku tawassul padamu dengan Allah swt dan aku meminta tolong padamu dengan Muhammad saw dan dengan kekeluargaanmu padanya. ucapan Nabi saw ini dihilangkan sama sekali. dalam Hayat Muhammad melakukan hal yang sama. dan bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama masuk Islam. Dalam Ibn Ishaq diriwayatkan Nabi saw berkata. salah seorang pendusta. Ia dikawal para prajurit dengan pedang-pedang terhunus. Al-Syu'bi meriwayatkan hadits dari Al-Harits al-Hamdani. "Inilah saudaraku. Di antara yang dibuang itu adalah kisah "wa andzir 'asyirataka al-aqrabin". Ibn Sam'an dan Ibn Abi Dzuaib." [58] Belakangan ini Muhammad Husayn Haykal. "Tetapi aku tinggalkan sebagian riwayat Ibn Ishaq yang jelek bila disebut orang". Al-Syu'bi mendustakan Al-Harits. Anda berikan . Demi Allah. Ia membenci Al-Harits karena kecintaannya yang berlebihan pada Ali dan mengutamakan Ali di atas sahabat yang lain. [69] Ia lupa bahwa hadits ini diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi oleh Imam Ahmad. Ibn Hisyam mendasarkan tarikhnya pada tarikh Ibn Ishaq. Pada Hayat Muhammad. jadikanlah laknat dan kecaman itu kesucian dan rahmat baginya. kata Ibn Hisyam dalam pengantarnya. Ia berkata: menyampaikan padaku Al-Harits. Kemudian ia melirik kepada Ibn Sam'an: "Bagaimana pendapat kamu?" Kata Ibn Sam'an: "Anda. bukan untuk Khalifah. ia mengutip ucapan Nabi: Siapa yang akan membantuku dalam urusan ini supaya menjadi saudaraku. tetapi Bukhari dan Muslim memang meriwayatkan hadits ini. Khalifah bertanya. washiku. orang yang paling baik.

Tidak pernah aku lihat ia meriwayatkan hadits dari Rasulullah kecuali dalam keadaan suci." Peristiwa di atas. sedang puasa. dan boleh jadi lebih faqih dari Malik. Ibn Abi Dzuaib. kita tahu bahwa Malik didukung para penguasa. "Menurut pendapatku. madzhab-madzhab itu akhirnya hilang dari catatan sejarah. atau sedang membaca al-Qur'an. ia bermusyawarah dengan Malik untuk menggantungkan al-Muwaththa pada Ka'bah dan memerintahkan orang untuk beramal menurut Kitab itu. dan orang miskin. zuhud. Ia tak bicara sesuatu yang tak manfaat. Seperti akan kita uraikan nanti. yaitu saya salin. "Atas nama Allah bagaimana pendapatmu tentang diriku?" Yang ditanya menjawab. di samping Malik. nama lengRapnya Abu al-Harit Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn alMughirah ibn Dzuaib al-'Amiri. tentu saja tidak dikenal.keamanan di jalan. Aku tidak pernah melihatnya kecuali dalam salah satu di antara tiga keadaan: sedang shalat. Anda lindungi orang yang lemah supaya tidak dimakan yang kuat. orang terbaik. Ia lebih berani. adalah faqih dari keluarga Rasulullah saw. kita akan meninjau latar belakang historis dari tumbuhnya madzhab-madzhab fiqh. Menunjukkan posisi Malik ibn Anas dibandingkan ulama yang sezaman dengannya. serta saya instruksikan agar mereka mengamalkan isinya sehingga mereka tidak mengambil yang lain. ketika Harun al-Rasyid berkuasa. "Benar. Masih sezaman dengan Malik dan bahkan Malik pernah berguru kepadanya. Malik berkata tentang Ja'far: "Aku pernah berguru pada Ja'far bin Muhammad beberapa waktu. Fame bestows no favors upon the losers. demi Allah. Ibn Dzuaib adalah orang yang membukukan hadits di Madinah. dan kepada setiap wilayah kaum Muslim saya kirim satu naskah. Dalam tulisan ini kita akan mencatat beberapa orang tokoh madzhab yang terlupakan. Ia pun hampir tidak dikenal kecuali pada kalangan pengikutnya saja. Ja'far al-Shadiq. Tapi sebelum itu. Anda tahan harta mereka. Ibn Dzuaib. Walau Malik menolak rencana kedua khalifah itu. Anda merampas harta Allah. Tapi. Andalah tonggak agama." Begitu pula. dan ia termasuk ulama yang taat beribadah. Namun sekarang hampir tidak ada orang yang mengenalnya. Anda hancurkan yang lemah. Menurut al-Dahlawi. Anda manusia terjahat. tidakkah kamu lihat apa yang ada dihadapanmu?" kata alManshur. adalah seorang alim yang terkenal faqih dan wara. Sejarah memang hanya memihak yang menang. Pada akhir bagian ini kita akan membicarakan "pokok dan tokoh" madzhab yang masih memiliki banyak pengikut sampai sekarang. Fiqhnya "dicurigai" dan para pengamalnya dianiaya. al-Manshur berkata kepada Malik: "Saya punya rencana untuk memperbanyak kitab yang kau susun ini. yang dikisahkan Ibn Qutaybah." Kemudian al-Manshur melirik Ibn Abi Dzuaib. . RasulNya. sebetulnya banyak madzhab muncul. yang hanya takut kepada Allah saja. dan umat teradil. tetapi karena tidak didukung penguasa. anak yatim. Bagiku sama saja apakah mati itu dipercepat atau diperlambat. Imam Malik menjadi terkemuka setelah al-Manshur memberikan segala kehormatan kepadanya." Sifat terakhir ini justru menyebabkan Ja'far tidak disenangi penguasa. dengan para pengikut yang tersebar di berbagai bagian dunia Islam. namanya hampir tidak pernah disebut dalam buku-buku tarikh. Apa alasanmu di hadapan Allah nanti?" "Celaka kamu. Ketika naik haji. dan bagian keluarga Rasul. Malik bin Anas kelak terkenal sebagai pendiri madzhab Maliki. Anda persulit orang yang kuat. aku lihat pedang dan itu berarti kematian.

. Pada zaman kekuasaan dinasti Umawiyyah. Aisyah. madrasah alKhulafa bercabang lagi ke dalam dua cabang besar: Madrasah al-Hadits dan Madrasah al-Ra'y. madrasah-madrasah itu tidak melahirkan pemikiranpemikiran madzhab. Ibn Umar. memandang sunnah Rasulullah. Yang kedua.tumbuh pada zaman kekuasaan dinasti Abbasiyah. berpusat di Madinah. Muhammad Farouq al-Nabhan menjelaskan sebabsebab berikut: a) Hubungan yang buruk antara ulama dan khulafa. Ali dan kedua puteranya. sedikit menggunakan hadits dan lebih banyak berpijak pada penalaran rasional dengan melihat sebab hukum (illat) dan tujuan syara' (maqashid syar'iyyah). dan sedapat mungkin menghindari ra'yu dalam menetapkan hukum. sehingga sunni tidak berbeda dengan syi'ah. Maliki. Para sahabat dapat dikelompokkan dalam dua besar." Salah satu contoh sunnah yang dijauhi orang adalah tasthih seperti diceritakan oleh Muhamamd bin 'Abd al-Rahma yang berkata: "Yang sunnah dalam membuat kubur adalah meratakan permukaan kubur (tasthith). pusat pemerintahan berada di Syam. Utsman. Aisyah. mereka mengembangkan esoterisme dan disimulasi untuk memelihara fiqh mereka. "Tapi Abu Hanifah dan Ahmad berkata: "Menaikkan permukaan kubur (tasnim) lebih baik. Sedangkan Abu Bakar. Banyak tokoh sahabat dan tabi'in yang menganggap daulat Umawiyyah ditegakkan di atas dasar yang batil. Inilah yang paling kuat menurut madzhab Syaf'i. dan Hanbali-. Umar. juga para sahabat di luar ahl alBayt. Kemaslahatan berbeda dengan mereka dalam rangka menjauhi dan menentang mereka lebih besar dari kemaslahatan mengamalkan yang musthab itu. dan sebagainya. melandaskan fiqhnya pada al-Qur'an. Ibn Qutaybah dalam Kitab al-Ikhtilaf menceritakan bagaimana raja-raja Umawiyyat berusaha menghapuskan tradisi ahl al-Bayt dengan mengutuk Ali bin Abi Thalib di mimbar-mimbar. Murtadha al-'Askary menyebut dua madzhab awal ini sebagai Madrasah alKhulafa dan Madrasah Ahl al-Bayt. Waktu itu. Karena tekanan dan penindasan. Ummi Salamah. membunuh para pengikut setianya. Pada zaman sebelum itu. Kedua madrasah ini berbeda dalam menafsirkan al-Qur'an.SEJARAH PEMBENTUKAN MADZHAB Kelima Madzhab yang akan kita bicarakan -Ja'fari. Abu Rafi Mawla Rasulullah. berpusat di Iraq. Yaitu ahl al-Bayt dan para pengikutnya. Dr. Para khalifah banyak melakukan hal-hal yang melanggar sunnah Rasulullah saw b) Terputusnya hubungan antara pusat khilafah dengan pusat ilmiah. Syafi'i. Ali dan sebagainya. Abu Dzarr. Tidak jarang sunnah Rasulullah yang sahih ditinggalkan karena sunnah itu dipertahankan dengan teguh oleh para pengikut ahl al-Bayt. Hanafi. maka yang dimaksud adalah madzhab di kalangan sahabat Nabi: Madzhab Umar. Ibn Taymiyyah menulis perihal tasyabbuh dengan syiah: "Dari sinilah para fuqaha berpendapat untuk meninggalkan al-mustahabbat (yang sunat) bila sudah menjadi syiar orang-orang Syi'ah. dan mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan ahl al-Bayt. Miqdad. bila orang berbicara tentang madzhab. Madrasah ahl al-Bayt tumbuh "di bawah tanah" mengikuti para imam mereka. masuk kelompok pertama. Ibn Abbas. Yang pertama. karena tasthih sudah menjadi syi'ar sy'iah. Hudzaifah. al-Sunnah dan Ijtihad para sahabat. dan melakukan istinbath hukum. Karena walaupun meninggalkannya tidak wajib menampakkannya berarti menyerupai (tasyabbuh) mereka. Abu Hurairah dan lain-lain masuk kelompok kedua. 'Ammar bin Yasir. Sementara itu." Pada periode Umawiyyah.

Dinasti Umawiyah memisahkan Arab dan mawali. Al-Kharaj adalah Kitab yang disusun atas permintaan alRasyid. dan al-Rasyid. Ia memberi komentar: "Seandainya tidak ada Malik dan Ibn . c) Politik diskriminasi yang mengistimewakan orang Arab di atas orang bukan Arab. bahwa madzhab-madzhab besar yang kita kenal sekarang --kecuali mazhab Ja'fari-. Lahir di Kufah tahun 65 H dan wafat di Bashrah tahun 161 H. lalu orang mempelajari madzhab itu terang-terangan. Tokoh madzhab ini adalah Abu Abd Allah Sufyan bin Masruq al-Tsawry. Ayahnya termasuk perawi hadits yang ditsiqatkan Ibn Ma'in. Dengan begitu. Kebijakan ini menyebabkan timbulnya rasa tidak senang pada para mawali . Karena itu pada permulaan pemerintahannya.membesar karena dukungan penguasa. Waktu itu al-Mutawakkil tidak mengangkat seorang qadhi kecuali dengan persetujuan Imam Ahmad ibn Hanbal. Madzhab Hanbali menjadi kuat pada masa pemerintahan al-Mutawakkil. dan tulisan mereka terkenal di masyarakat. Banyak di antara mereka adalah para sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. Lalu madzhab itu pun hilang setelah beberapa lama. Imam Ahmad menyebutnya sebagai seorang faqih. maka orang tak ingin mempelajari madzhabnya. al-Zuhry. Di Afrika. tersebarlah madzhabnya di seluruh penjuru bumi. Keduanya mengembangkan ajaran mereka pada zaman Abbasiyah. Di antara yang mengambil riwayat dari padanya adalah Syafi'i." Beberapa madzhab yang hilang itu secara singkat diuraikan sebagai berikut: 1. Madzhab al-Tsawri. Ia mengambil ilmu dari Imam Ja'far. Madzhab Ibn 'Uyaiynah. Kitab ini adalah rujukan utama madzhab Hanafi. Syah Wali al-Dahlawi menulis: "Bila pengikut suatu madzhab menjadi masyhur dan diberi wewenang untuk menetapkan keputusan hukum dan memberikan fatwa.yang justru lebih banyak pada daerah kekuasaan Islam. tetapi ia berhasil lolos. IMAM-IMAM MADZHAB YANG TERLUPAKAN Sudah disebutkan di muka. Madzhab Syafi'i membesar di Mesir ketika Shalahuddin al-Ayyubi merebut negeri itu. Ibn Dinar. al-Hadi. Di antara mawali itu adalah Abu Hanafi dan di antara imam ahl al-Bayt adalah Ja'far bin Muhammad. ia melarikan diri dan meninggal di tempat pelarian. Pahamnya diikuti orang sampai abad IV Hijrah. ketika Ahmad menyebut dirinya hanya sebagai ahli hadits.sedangkan pusat-pusat ilmiah berada di Iraq dan Hijaz. Madzhab Hanafi mulai berkembang ketika Abu Yusuf. Ketika ia diminta menjadi qadhi. diangkat menjadi qadhi dalam pemerintahan tiga khalifah Abbasiyah: al-Mahdi. murid Abu Hanifah. Berkali-kali al-Manshur mau membunuhnya. al-Mu'iz Badis mewajibkan seluruh penduduk untuk mengikuti madzhab Maliki. 2. Dalam menyimpulkan semua ini. Ia berguru pada Ja'far al-Shadiq dan meriwayatkan banyak hadits. Nama lengkapnya Abu Muhammad Sufyan ibn 'Uyaiynah wafat tahun 198 H. Abu Ishaq dan lain-lain. Bila para pengikut madzhab itu lemah dan tidak memperoleh posisi sebagai hakim dan tidak berwewenang memberi fatwa. Madzhab Maliki berkembang di khilafah Timur atas dukungan al-Manshur dan di khilafah Barat atas dukungan Yahya bin Yahya ketika diangkat menjadi qadhi oleh para khalifah Andalusia. Dinasti Abbasiyah disambut dengan penuh antusias baik oleh mawali maupun pengikut ahl al-Bayt.

tetapi setelah itu hilang karena tidak ada dukungan penguasa. Mereka selalu cemas menghadapi mereka. dan penindasan terhadap para pengikut madrasah ahl al-Bayt. Pendirinya Abd al-Rahman bin Amr al-Awza'iy adalah imam penduduk Syam. pemberontakan Zaid ibn Ali. Salah seorang muridnya yang masyhur adalah Ibn Hazm. Malik dan al-Tsawry) yang paling benar? Malik berkata:"Al-Awza'iy. al-Awza'iy. 3. bila para penguasa 'Abbasiyah melihat ada dakwah 'Alawi. Bila mereka melihat ada pejabat yang memuji Bani 'Ali. Madzhabnya tersisihkan hanya ketika Muhammad bin Utsman dijadikan qadhi di Damaskus dan memutuskan hukum menurut Madzhab Syafi'i Ketika Malik ditanya tentang siapa di antara yang empat (Abu Hanifah. Abu Sulayman Dawud ibn 'Ali dilahirkan di Kufah tahun 202 H dan hidup di Baghdad sampai tahun 270 H. Pokok-pokok pikirannya dalam fiqh akan kita perkenalkan secara singkat. mengetahui sunnah dan jalan-jalannya. Madzhab al-Thabary. 5. Abu Zahrah menulis: Dinasti 'Abbasiyah selalu merasa terancam dalam kekuasaannya oleh para pengikut Ali. 4. Karena itu. Inilah sebagian di antara tokoh-tokoh madzhab yang tidak lagi dianut secara resmi sekarang ini. IMAM JA'FAR IBN MUHAMMAD AL-SHIDIQ (82-140 H) Ja'far ibn Muhammad ibn Ali ibn Husain (ibn Ali) ibn Fathimah binti Rasulullah saw lahir di Madinah tahun 82 H pada masa pemerintah Abd al-Malik ibn Marwan. dapat membedakan yang sahih dan yang lemah. ia diasuh oleh ayahnya Muhammad al-Baqir dan hidup bersama selama sembilan belas tahun. Madzhab al-Awza'iy. Madzhab al-Zhahiry. Ia faqih. Karena riwayat hidup mereka sudahdisebutkan di atas --kecuali Imam Ja'far-. Ia sangat dekat dengan Bani Umayyah dan juga Bani Abbas. Ali Zainal Abidin keturunan Rasul yang selamat dari pembantaian di Karbela. mereka segera mengucilkannya atau membunuhnya. Madzhabnya diamalkan orang sampai abad IV. Madzhabnya berkembang sampai abad VII. Ia diberi gelar al-Zhahiry karena berpegang secara harfiah pada teks-teks nash. mereka segera menghukumnya. Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Khalid ibn Ghalib al-Thabary lahir di Thabaristan 224 H dan wafat di Baghdad 310 H. Ia termasuk mujtahid ahl al sunnah yang tidak bertaklid kepada siapa pun. yang nasikh dan yang mansukh dan paham akan pendapat para sahabat. Tidak diketahui sampai kapan madzhabnya diikuti orang. Kaum 'Alawi menunjukkan nasab seperti mereka dan memiliki kekerabatan dengan Rasulullah yang tidak dimililki 'Abbasiy." Mazhabnya diamalkan orang sampai tahun 302 H. hilanglah ilmu Hijaz. Ia sempat menyaksikan kekejaman al-Hajjaj. Ia juga menyaksikan naiknya al-Saffah dan al-Manshur dengan memanipulasikan kecintaan orang pada ahl al-Bayt. Berikut adalah para pemuka madzhab yang terkenal. ketika Ya'qub ibn Yusuf ibn Abd al-Mu'min meninggalkan mazhab Maliki dan mengumumkan perpindahannya ke madzhab al-Zhahiry. . Ia juga menyaksikan bahwa para khalifah Abbasiyah tidak lebih baik dari para khalifah Umawiyah dalam kebenciannya kepada keluarga Rasul. Selama lima belas tahun ia tinggal bersama kakeknya. Kata Ibn Khuzaymah: Ia hafal dan paham al-Qur'an.di sini hanya disebutkan beberapa catatan kecil saja. mengetahui betul makna al-Qur'an. Ia berkembang di daerah Maroko. Setelah Ali wafat.'Uyaiynah. Orang-orang yang menentang mereka semuanya berasal dari 'Alawiyyin.

" "Mana yang lebih besar kewajibannya . digunakan akal berdasarkan kaidah-kaidah tertentu.Mereka tak perduli membunuh orang tak berdosa karena dianggap mengancam pemerintahannya. "Benar. selain menolak qiyas adalah hal-hal berikut: a) Sumber-sumber syar'iy adalah alQur'an. Dalam suasana seperti itulah. yang kemudian dijawab Ia orang pintar dan mengetahui agama. Syu'bah ibn al-Hajjaj. Di antara karakteristik khas dari madzhab Ja'fari. Tugas mujtahid adalah mengeluarkan dari al-Qur'an jawaban-jawaban umum untuk masalahmasalah yang khusus. ayahku memberitahukan kepadaku dari kakekku bahwa Nabi saw bersabda: Orang yang pertama menggunakan qiyas dalam agama adalah iblis. Ia menanyakan Ibn Abi Layla tentang kawannya. kita tuliskan percakapannya dengan muridnya selama dua tahun seperti diceritakan Abu Nu'aim: Abu Hanifah. Ibn 'Uyaiynah. Barang siapa yang menggiyas dalam agama.membunuh atau berzinah? "Membunuh. Di antara murid-muridnya adalah Imam Malik. b) Istihsan tidak boleh dipergunakan. al-Sunnah dan akal. Allah akan menyertakannya bersama iblis. c) Al-Qur'an dipandang telah lengkap menjawab seluruh persoalan agama. Pada hal-hal yang tak terdapat ketentuan nashnya." Ja'far bertanya kepada Abu Hanffah: "Siapa namamu?" "Nu'man. "Bukankah ia suka melakukan qiyas dalam urusan agama?." "Aku tidak melihat Anda menguasai sedikit pun. Mereka tidak mau menjadikan hujjah hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat yang memusuhi ahl al-Bayt." tanya Ja'far. Untuk mengetahui pemikiran Imam Ja'far dalam hal fiqh. dan ribuan para perawi. dan Ibn Abi Layla menghadap Imam Ja'far. Abu Hanifah. Ibn Syabramah." Kata Ja'far sambil mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab Abu "Hai Nu'man. Manakah yang lebih besar dosanya ." Dari percakapan di atas kita melihat perbedaan pendekatan hukum di antara dua pemuka madzhab. karena ia mengikutinya dengan qiyas. Karena Rasulullah dan para imam adalah orang yang . Bertaqwalah kepada Allah dan jangan melakukan qiyas dalam agama. Fadhail ibn Iyadh.shalat atau shawm (puasa)?" "Shalat" "Mengapa wanita yang haidh harus mengqadha shawmnya tetapi tidak harus mengqadha shalatnya. Imam Ja'far memusatkan perhatiannya pada penyebaran sunnah Rasulullah dan peningkatan lmu dan akhlak kaum Muslim. mengapa Allah hanya menuntut dua orang saksi untuk pembunuhan dan empat orang saksi untuk zinah. Termasuk ke dalam sunnah adalah sunnah ahl alBayt: yakni para imam yang ma'shum. al-Tsawry. Karena ketika Allah menyuruhnya bersujud kepada Adam ia berdalih: Aku lebih baik dari dia karena aku Kau buat dari api dan ia Kau buat dari tanah." "Lalu. Qiyas hanya dipergunakan bila 'illat-nya manshush (terdapat dalam nash). Bagaimana kamu menggunakan qiyasmu.

al-Sunnah. Ia tidak mungkin menarik Ja'far dan tidak berhasil mengambil hati Abu Hanifah. Bila tidak. Ia juga boleh menghukum mati atau memenjarakan yang dipandangnya bersalah. dan Zafr ibn al-Hudzail.". terutama dalam masalah perdagangan. aku mengambil pendapat para sahabat yang aku kehendaki dan meninggalkan yang tidak aku kehendaki. Malik memukul orang itu . Abu Hanifah mendukungnya. c) Al-A'raf. yang meliputi al-Qur'an. menimbulkan kemarahan Al-Manshur. Ketika Abu Hanifah menolaknya. ia melihat bahwa khalifah haruslah diserahkan pada keturunan Ali dari Fathimah. meminta maaf kepada Malik atas perlakukan salah seorang penguasanya. Ia memberikan wewenang besar pada Malik untuk mengangkat dan memberhentikan para pejabat yang dipandangnya tidak mampu. Abu Hanifah berkata. b) Sumbersumber ijtihadiyah. yang pernah berguru pada Malik dan kemudian menggabungkan madrasah hadits dengan madrasah Ra'y. Karena wewenangnya ini. mereka berijtihad dan aku pun berijtihad. di samping ingin berusaha memanfaatkan alim besar ini. Ia --menurut satu riwayat-. Abu Hanifah bahkan mengarqurkan beramal dengan 'urif. "Aku mengambil dari al-Kitab. Malik menjadi sangat berwibawa.mengeluarkan fatwa yang tidak dikehendaki penguasa. Abu Hanifah berbay'at kepadanya. penulis biografi Abu Hanifah. Ketika Muhammad dan Ibrahim dari ahl al-Bayt memberontak. Beberapa kali ia mengkritik al-Manshur secara terbuka. dan pendapat para sahabat. Pokok fiqih madzhab Hanafi bersumber pada tiga hal: a) Sumber-sumber naqliyah. karena wibawa Malik. Orang-orang ketakutan berada di majlisnya. menurut satu riwayat. aku ambil Sunnah Rasulullah dan hadits-hadits yang sahih. Setelah itu. Ia mengakhiri hidupnya. ia dipenjarakan. Setiap hari. Jika tidak aku dapatkan dalam al-Kitab dan Sunnah Rasulullah. AlMansur tak dapat membunuhnya tanpa alasan.mengetahui rahasia-rahasia al-Qur'an. Ia menentang setiap kezaliman. IMAM ABU HANIFAH Abu Hanifah terkenal sebagai alim yang teguh pendirian. Yakni. Muhammad ibn Hasan al-Syaybany. menulis: "Sesungguhnya Abu Hanifah itu Syi'ah dalam kecenderungan dan pendapatnya tentang penguasa di zamannya. ia dicambuk sepuluh lecutan. Al-Manshur pada musim haji 153 H. Lalu ia menjebak Abu Hanifah dengan jabatan qadhi. Begitu pula. yaitu dengan menggunakan qiyas dan istihsan. penafsiran al-Qur'an yang paling absah adalah yang berasal dari mereka. yang kemudian menjadi qadhi dan banyak memasukkan hadits dalam kitab-kitabnya. al-Manshur merasa bersalah. Di antaranya Abu Yusuf. Abu Zahrah. jika aku dapatkan di dalamnya. ketika Imam Zayd melawan penguasa. Aku tidak keluar dari pendapat sahabat kepada pendapat yang lain. ditambah hasutan Ibn Abi Layla. Bila sudah sampai pada tabi'in. Ketika seorang murid membantah Malik perihal penguburan rambut dan kuku. Abu Hanifah meninggalkan banyak murid. IMAM MALIK Pada zaman kekuasaan Ja'far ibn Sulayman tahun 146 H Malik dihukum cambuk. Tapi karena kedudukan Abu Hanifah di masyarakat. karena diberi makanan beracun. yakni adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan nash. yang sangat ekstrem menggunakan qiyas. dan bahwa para khalifah yang sezaman dengan mereka telah merampas haknya dan karena itu mereka zalim. ijma. yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercaya." Sikap Abu Hanifah itu.

" Orang itu berkata: "Bukan aku yang berkata begitu. Madzhab Maliki mendasarkan fiqhnya pada 12 pokok: a) Al-Qur'an: zhahirnya. Mereka menyalahi al-Qur'an yang menyatakan bahwa shalat itu bagi kaum Mukmin kewajiban yang ditetapkan waktunya." kata sang imam. Ikhtilaf sahabat." Pemuda itu bermaksud menunjukkan bahwa Ibn Abbas. Ijma' sebelum terbunuhnya Utsman. Anas ibn Malik dan banyak sahabat lainnya melakukan shalat jamak (bukan karena bepergian). e) Khabar Ahad dan Qiyas." Catatan kecil di atas menunjukkan kekuasaan Malik. j) Istishhab. d) Fatwa sahabat. Sebuah rentang waktu yang oleh para Tarikh Tasyri' disebut sebagai zaman stagnasi pemikiran fiqh ('ashr al-rukud). ijma' mutaakhir: masing-masing dengan kekuatan hukum yang berbeda. c) 4. Muhammad al-Tijani al-Samawi bercerita tentang kisah fanatisme di kota Qafsah. IMAM SYAFI'I Pokok-pokok fiqh Syafi'i ada lima: a) Al-Qur'an dan al-Sunnah. kata pemuda itu. i) Mura'at khilaf al-mujtahidin. Aku hanya melaporkan ucapan orang lain. Apa dalilnya? Dalilnya terdapat dalam Kitab fiqh al-Syaikh al-Kaydani. "Tidak benar. bunuh dia. c) Ijma' penduduk Madinah. b) Fatwa sahabat. mafhum-nya dan illat-nya. e) Qiyas. b) al-Ijma'. ia menjawab bahwa menggerakkan telunjuk dalam tasyahud adalah haram." Malik memanggil pengawalnya: "Ia zindiq. Tunisia. IMAM HANBALI Pokok-pokok fiqh madzhab Hanbali: a) Al-Nushush. Kawan shalat di sampingnya memukulnya dengan keras sehingga telunjuk itu patah. g) Mashalih mursalah. Pemuda itu mengeluarkan kedua kitab shahih tersebut dan memintanya membaca hadits-hadits tentang shalat jamak. "Ini khusus untuk Rasulullah saw. b) Al-Sunnah: al-mutawatirah dan al-masyhurah. Bila zhahirnya sunnah bertentangan dengan al-Qur'an. Bila engkau sudah menjadi Rasul Allah bolehlah engkau melakukannya. "Mereka membawa agama baru yang bukan agama Muhammad saw. c) Pendapat sahabat yang tidak ada yang menentangnya. Ketika ia membacanya." Malik menukas: "Tapi aku hanya mendengarnya dari kamu. didahulukan al-sunnah." Seusai shalat. Di Afghanistan seorang mushalli memberi isyarat dengan telunjuknya dan menggerak-gerakkannya. dalil-nya. STAGNASI PEMIKIRAN FIQH: MASA KETERTUTUPAN Dr. Kedua peristiwa di atas terjadi dalam rentang waktu cukup lama -menurut sebagian penulis dari abad VI Hijrah sampai abad XIII. Ia mengembalikan kedua kitab itu sambil berkata. ijma' secara naql. Tetapi shalat jamak ini terdapat dalam kitab hadits shahih Bukhari dan Muslim. f) Istihsan. Seorang alim besar di kota itu mengecam orang-orang yang menjamak shalat Zhuhur dan Ashar. k) Syar'man qablana. d) Hadits mursal dan dha'if. Ini sangat berpengaruh pada penyebaran madzhabnya. h) Sadd al-Dzara'i. seorang pemuda menanyakan lagi perihal shalat jamak.dan memenjarakannya Ketika seorang bertanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang berpendapat bahwa al-Qur'an itu makhluk?. Ia berkata bahwa itu termasuk salah satu bid'ah orang Syi'ah. hadirin tercengang mendengarnya. e) Qiyas. d) Ikhtilaf sahabat Nabi. tetapi ia mengurungkan maksudnya. . Ketika ditanya mengapa itu terjadi.

Para ulama madzhab Syafi'i menyerang tulisan para ulama madzhab Hanbali atau sebaliknya. dan para mujtahid. Al-Amini menulis 11 jilid al-Ghadir . Pasal ini akan memperlihatkan karakteristik zaman ini dari segi karya-karya ilmiah yang lahir waktu itu dan dari segi kecenderungan pemikiran. Pada zaman ini. Maksudnya untuk memudahkan pembaca memahami kitab-kitab rujukan. walau selama masa itu muncul juga beberapa ulama fiqh dan ushul yang cemerlang. juga berkembang tradisi munaqasyah madzhabiyah (diskusi madzhab). Para pengikut membukukan fatwafatwa dan hasil ijthad para mujtahid tersebut. paling tidak ada tiga kitab syarah: Fath al-Bary. Ulama Syi'ah membalasnya dengan menulis kitab lagi. Kita akan mengakhiri dengan melacak sebab-sebab timbulnya stagnasi pemikiran ini. Ibn Rouzbahan menulis bantahan pada Minhaj al-Karamah. Bantahan ini dibantah lagi oleh al-Mar'asyi al-Tustary. al-masanid. Pada zaman inilah pemikiran taqlid mutlak dominan. fiqh memasuki zaman tadwin (kodifikasi). al-Hilly menulis Minhaj al-Karamah. Perlahanlahan berkembanglah tradisi membuat syarah (komentar) dan matan. Sebagai jawaban terhadap serangan ahl al-Sunnah. yang setiap jilidnya seukuran satu jilid Encyclopedia Britannica. Argumentasi dikembangkan untuk membela madzhab masing masing. atau menambahkan penjelasan dengan mengutip ucapan para ulama lain. Dalam penafsiran alQur'an misalnya. Gerakan tadwin. Sekarang bantahan itu sudah menjadi 19 jilid Ihqaq al-Haq. serta menghimpun penafsiran para sahabat. Dengan begitu. Bersamaan dengan itu. Berbagai ilmu Islam dibukukan dan tidak disampaikan secara lisan lagi. Tidak jarang syarah suatu kitab disyarahi dan disyarahi lagi. Umdat al-Qary. al-mustadrakat dan sebagainya. Untuk Shahih al-Bukhari. di satu sisi menyimpan khazanah ilmu para ulama. ilmu jarh wa ta'dil dan riwayat para sahabat. alSunnah. Penafsiran al-Qur'an. pokok-pokok dan maksud-maksud syara'. para ulama menghimpun hadits-hadits Nabi saw. Ada pula beberapa kitab yang mensyarah al-Muwatha susunan Imam Malik. sepanjang saya ketahui. dan fiqh para imam madzhab disusun dalam buku. Ibn Taymiyah menulis Minhaj alSunnah untuk menolak Minhaj al-Karamah. Pada masa inilah berkembang al-tafsir bi al-ma'tsur. Irsyad al-Sary. Atau sebaliknya. baik yang lemah maupun yang kuat. Ulama ahl al-Sunnah menulis kitab yang menyerang ajaran Syi'ah. KARAKTERISTIK ZAMAN STAGNASI: TRADISI MENSYARAH KITAB Setelah keempat imam madzhab ahl al-Sunnah meninggal dunia. menghilanglah kegiatan yang dulu merupakan gerakan takhrij. Peminat fiqh hanya mempelajari kitab yang ditulis seorang faqih tertentu di antara tokoh-tokoh madzhabnya Ia tidak melihat kepada syari'at dan fiqh kecuali melalui tulisan dalam kitab itu. ilmu ushul al-fiqh. tarjih. tabi'in. Pemikiran bergeser dari upaya mencari sebab-sebab dan maksud syara' dalam memahami hukum. hadits. al-ma'ajim. dibukukan pula riwayat para perawi hadits. ke upaya menghapal yang sia-sia dan merasa cukup dengan menerima apa yang telah tertulis dalam kitab-kitab madzhab tanpa penelitian. Mereka menulis buku-buku yang lebih merupakan ensiklopedia atau kamus dari pada analisis ilmiah.Al-Ustadz al-Zarqa melukiskan situasi umum pada waktu itu: Pada zaman tersebut pemikiran fiqh mengalami kemunduran. dimulai kemandegan dan diakhiri kebekuan. sesudah sebelumnya mempelajari al-Qur'an. Mereka menjelaskan kata-kata atau kalimat-kalimat secara sematik. tapi di sisi lain menyebabkan para ulama merasa cukup dengan apa yang telah tersedia. dan tanzhim dalam madzhab fiqh. Hadits-hadits dibukukan dalam bentuk aljawami'. Mereka tak merasa perlu melakukan penelitian ulang.

melakukan kritik terhadap beberapa pendapat Muhammad ibn al-Hasan alSyaybany. Allah mengizinkannya. Nabi Hidhir mohon agar ia diizinkan tetap berguru padanya di alam kubur. Mereka tidak mau menerimanya bahkan tidak mau menelitinya. para pengikutnya meriwayatkan mitos di sekitar para imam madzhabnya. Para ulama dari keempat madzhab diundang ke istana. yang didhaifkan Ibn Taymiyah. munaqasyah madzhabiyah telah menjadi benih yang menyuburkan fanatisme madzhab. Di antara karamah Abu Hanifah ialah bergurunya Nabi Khidr kepadanya. karena seorang alimnya akan memenuhi seluruh bumi dengan ilmunya. katanya. padahal ulama dari madzhab mereka terdahulu tidak pernah mengamalkannya. siapakah yang engkau tinggalkan. Padahal keduanya sama-sama dibutuhkan dan tidak bisa ditinggalkan dalam menuju cita-cita kehidupan. siapa yang membenci Abu Hanifah ia membenciku. kekuasaan sangat berperan dalam menyuburkan fanatisme madzhab. Mereka heran bagaimana mungkin mengamalkan zhahirnya ayat-ayat itu. pengikutnya mensakralkan fatwa para mujtahid. Abu Sulayman al-Khaththaby mengisahkan suasana zaman itu: Saya lihat ahli ilmu dewasa itu terbagi menjadi dua kelompok: pendukung hadits dan atsar dan ahli fiqh dan fikir. Imam Syafi'i. Al-Fakhr al-Razy menceritakan pengalamannya ketika ia menafsirkan: afala yatadabbarun al-Qur'an. Ketika Abu Hanifah wafat. Tentang Imam Syafi'i. Itu karena hadits .hanya untuk membuktikan keshahihan hadits Ghadir Khum. Untuk mempertahankan keunggulan madzhabuya. Rasul Allah saw bersabda: "Ya Allah berilah petunjuk pada suku Quraiysy." Orang alim itu adalah Imam Syafi'i." Dengan berbagai "keutamaannya" itulah. memandangku dengan heran bila aku bacakan ayat-ayat al-Qur'an tentang beberapa masalah yang bertentangan dengan madzhab mereka. Diriwayatkan oleh para pengikut Maliki bahwa pada paham Imam Malik sudah tertulis Malik Hujatullah di bumi. "setiap ayat atau hadits yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan madzhab kami. Konon Nabi Muhammad saw pernah berkata: "Semua nabi bangga denganku dan aku bangga dengan Abu Hanifah. Fatwa mujtahid lebih didulukan dari ayat al-Qur'an dan al-Sunnah. Ia belajar pada Abu Hanifah setiap waktu Subuh selama lima puluh tahun. Mengenai Imam Ahmad bin Hanbal Abdullah al-Sajastany berkata: "Aku pernah melihat Rasul Allah saw dalam mimpi. Seperti telah disampaikan pada tulisan terdahulu. Tapi pada zaman kemandegan. supaya ia dapat mengajarkan syari'at Islam secara lengkap. harus dita'wilkan atau dimansukhkan. Aku bertanya: "Ya Rasul Allah. Siapa yang mencintai Abu Hanifah ia mencintaiku. yang patut kami ikuti di zaman kami?" Rasul Allah saw menjawab: "Aku tinggalkan bagimu Ahmad bin Hanbal. Walau begitu. Polemik antar madzhab ini bukanlah sesuatu yang jelek dan telah berlangsung sejak zaman para imam madzhab. FANATISME MADZHAB Asad Haydar menyebut tahun 645 Hijrah sebagai tahun ditetapkannya empat mazhab sebagai madzhab yang diakui khilafah Islam waktu itu. Kadang-kadang riwayat-riwayatnya dinisbahkan pada Nabi Muhammad saw. Aku pernah menyaksikan sekelompok faqih yang taklid. Setiap madzhab membela pahamnya dengan tidak lagi mengindahkan adab diskusi ilmiah. misalnya. gejala fanatisme madzhab dapat dilacak sejak abad IV Hijrah. Sikap ini ditunjukkan jelas oleh al-Syaykh Abu al-Hasan Abdullah alKarkhy ketika ia berkata. Ia kemudian menyelesaikan kuliah dari Abu Hanifah selama 25 tahun lagi.

kecuali sebagian kecil. Saya lihat para pendukung Malik tidak menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu al-Qasim (Rasul Allah). Muhammad ibn al-Hasan dan para tokoh sahabat serta murid-muridnya yang lain. mereka saling mengkafirkan yang kemudian memuncak pada peperangan antar sesama Muslim. Sebagai contoh adalah peristiwa yang terjadi di Baghdad. al-Jiziy dan sebagainya. dan para pendahulu yang setingkat dengan mereka. karena rasa harga diri mereka yang sangat tajam. Mereka tidak mempedulikan hadits-hadits yang dikuasai dan yang digunakan untuk mempertahankan argumentasinya di hadapan lawan bila hadits-hadits tersebut telah sesuai dengan madzhab yang mereka ikuti dan pendapat yang mereka yakini. Apabila diriwayatkan pada mereka hasil ijtihad para tokoh madzhab mereka atau para ahli dari aliran mereka. tidak menggali rahasianya. Demikianlah keumuman sikap setiap kelompok terhadap madzhab imam dan gurunya masing-masing. tapi juga menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslim. telah terjadi beberapa kali. ashhab (para sahabat). menghancurkan otak-otak cemerlang. Mereka hanya menerima riwayat al-Muzany dan al-Raby ibn ulayman al-Murady. 469 Hijrah. Sedangkan kelompok kedua. Fanatisme madzhab bukan saja telah menghambat pemikiran. Mereka tidak sadar bahwa kadar keilmuannya sendiri sangat dangkal dan mereka berdosa melemparkan kata-kata kotor pada para fuqaha. pertama. Setiap bangunan yang fondasinya tidak kokoh. sedangkan fiqh bagaikan bangunannya. mereka segera mencari kepercayaan umat terhadapnya. maka akan sunyi dan lekas rusak. kebanyakan tidak memilih-milih hadits. Namun. maka akan cepat roboh. kelompok ahli hadits dan atsar rata-rata berambisi dalam periwayatan. Mereka mau menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu Yusuf. Setiap fondasi tanpa bangunan. dan pemisahan hadit-hadits gharib dan syadz --hadits-hadits yang kebanyakan mawadhu' dan maqlub. namun mereka tidak ikut bertanggungjawab. mencacad mereka dan menuduhnya menyalahi sunnah. Bila pendapat itu datang dari al-Hasan ibn Ziyad dan pendapatnya berbeda dengan riwayat yang melalui mereka. Saya lihat kedua kelompok ini saling berdekatan tempat tinggalnya dan sebetulnya saling membutuhkan. . Begitu juga para pengikut alSyafi'i. Yang demikian adalah suatu kesesatan dan penipuan ra'yu. Mereka hampir tidak bisa membedakan hadits yang shahih dan hadits yang dhaif. Kedua kelompok itu. Maka pendapat yang datang dari AlHakam tidak memiliki keistimewaan di mata mereka. tidak memahami maknanya.bagaikan fondasi. yang bagus dan yang buruk. mereka tidak akan menerima. Mereka tidak memelihara matannya. yakni ahli fiqh dan fikir. keduanya menjadi ikhwan yang saling berjauhan: mereka tak menampakkan sikap saling membantu dan menolong di jalan yang hak. Kadang-kadang mereka mencela para fuqaha. dan tidak mengungkapkan kandungan fiqhnya. Mereka sepakat menerima hadits dhaif dan munqathi' bila telah masyhur di kalangan mereka dan telah membibir dalam percakapan mereka. Dalam sejarah. pengumpulan sanad. mereka tak memperhatikan dan tak menganggapnya sebagai pendapat alSyafi'i. walau tidak didukung satu dalil pun atau tidak meyakinkan. Maka bila datang riwayat Harmalah.

penutupan pintu ijtihad terjadi karena ada anggapan bahwa tidak ada ulama yang memenuhi persyaratan seperti keempat imam itu. Adapun ijtihad fi al-madzhab. mungkin karena ia berijtihad dengan metode yang sama untuk menjawab masalah-masalah yang belum dipecahkan imam mazhabnya. Namun sebaliknya menurut kebanyakan Hanbaly. menurut Abu Zahrah. di zaman kemandegan pintu ijtihad. ijtihad mustaqil sudah tertutup. atau menafsirkan yang mujmal menjelaskan yang mubham dari ucapan imam. Dalam hal ini. campur tangan penguasa dalam kekuasaan kehakiman dan kelemahan posisi ulama dalam menghadapi umara. Sedangkan kaum ini menganggap kami kafir dan kami menganggap orang-orang yang aqidahnya tidak sama dengan kami juga kafir." PENUTUPAN PINTU IJTIHAD Walau ada pembagian ijtihad yang bermacam-macam. yang ditutup adalah ijtihad muthlaq. kita dapat mengelompokkan dua macam ijtihad: ijtihad muthlaq dan ijtihad fi al-madzhab. atau mentarjih (memilih yang terkuat) pendapat imam yang bermacam-macam itu. Demikian catatan Abu Zahrah tentang tertutupnya pintu ijtihad. Menurut para pengikut madzhab Syafi'iy dan kebanyakan Hanafi. Sementara itu menurut Maliky. setiap zaman tak boleh kosong dari mujtahid mustaqil. Abd al-Khaliq ibn Isa.Pada madrasah Nizhamiyah. Maka perdamaian macam apa yang bisa berlaku di antara kami. Al-Qusyayry berkata: "Perdamaian macam apa yang harus ada diantara kami? Perdamaian terjadi di antara orang yang memperebutkan kekuasaan atau kerajaan. Bahayanya banyak --berakibat pada terbengkalainya akal. terus berkembang. tapi tak boleh tidak harus ada mujtahid fi al-madzhab. Walau tak diketahui secara pasti sejak kapan. SEBAB-SEBAB STAGNASI Dr. ia disebut mujtahid muntasib. Karena itu. Kaum Muslim mundur karena meninggalkan ijtihad sehingga mereka menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini. Yang dapat melakukan ijtihad jenis ini disebut mujtahid mustaqil (mujtahid independen). lebih ditujukan pada ijtihad muthlaq. terputusnya pengembangan ilmu dan terhalangnya kemajuan pemikiran. di kalangan Syi'ah tidak pernah dikenal tertutupnya pintu ijtihad. mengikuti gurunya Syaikh Muhammad Abduh. Ibn al-Qusyayry al-Syafi'i memegang kekuasaan. terjadilah pertumpahan darah antara kedua golongan. Sayyid Rasyid Ridha. Sebalikaya. penutupan pintu ijtihad pada saat ini. seorang mujtahid mengembangkan metode ijtihadnya secara mandiri dan mengeluarkan hukum-hukum berdasarkan metodenya itu. Dengan bantuan penguasa ia menyerang pemimpin Hanbaly. Sebenarnya. . meski pada tiap zaman boleh saja tak ada mujtahid mustaqil. Namun kenyataannya. Pada ijtihad muthlaq. Di sini mujtahid berpegang pada metode ijtihad imam mazhabnya. tapi boleh saja menghasilkan kesimpulan furu'iyyah yang berbeda dari imam mazhabnya. Pemerintah kemudian mengumpulkan wakil kedua belah pihak dan meminta supaya mereka berdamai. Lalu. Pengikut al-Qusyayry menutup pintu-pintu pasar madrasah Nizhamiyah. ia tentu saja masih menggunakan fatwa imam mazhabnya sebagai rujukan. Ia selalu mengecam Ahmad ibn Hanbal dan para pengikutnya sebagai penganut antropomorfisme. Muhammad Farouq al-Nabhan menyebut tiga sebab stagnasi pemikiran pada zaman ini: faktor-faktor politik. mengecam penutupan pintu ijtihad yang mana pun: "Kita tidak menemukan manfaat apa pun dari penutupan pintu ijtihad".

Umara tentu saja selalu berusaha mempertahankan status quo. ijtthadnya hanyalah dalam rangka memberikan legitimasi pada kebijakan penguasa. telah ditunjukkan bagaimana para ulama berebutan menjadi qadhi. posisi ulama yang lemah memperkuat fanatisme madzhab. ia mendapat satu pahala. Di samping itu.datang menemui Rasulullah saw. Sahlan binti Suhail --istri Hudzaifah dari Bani Amir-. Dalam posisi seperti itu. maka mereka adalah saudaramu dalam agama dan mawla-mawla kamu --maka dikembalikanlah setiap orang di antara mereka itu kepada bapaknya. Sehingga ia disebut Salim mawla Abu Hudzaifah. yang ikut menyaksikan perang Badar-. dan menyebarnya penyakit akhlak seperti hasud dan egoisme di kalangan ulama. Karena itu. Empat puluh tiga hari sebelum Saddam menyerbu Kuwait. kita ingin menegaskan kembali bahwa madzhab berkembang karena dukungan politik. Ia ditanya tentang menyusui orang dewasa. Ia berkata: 'Urwah bin Zub air mengabarkan kepadaku bahwa Hudzaifah bin 'Utbah bin Rabi'ah --salah seorang sahabat Nabi saw. Di sini harus dicatat: dalam sejarah. Waktu itu ia termasuk wanita muhajirat yang awal dan gadis Quraysy yang utama. kami menganggap anak kepada Salim. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. Qadhi diangkat oleh penguasa. FIQH DITELAAH KEMBALI: FIQH KAUM PEMBARU "Yahya memberitakan kepadaku dari Malik dari Ibn Syihab. Contoh terakhir adalah pernyataan para ulama Rabithah yang mendukung kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab. bagaimana . Itu lebih adil di sisi Allah. 5. kalau pun ulama berijtihad.telah mengangkat Salim sebagai anaknya.Untuk yang pertama. Ulama sangat bergantung kepada umara. Ketika Allah menurunkan ayat dalam Kitab-Nya tentang Zaid ibn Haritsah --panggillah mereka dengan nama bapak-bapak mereka. Bukankah ini ijtihad dan setiap ijtihad selalu mendapat pahala? Bila ijtihadnya salah. karena ia dapat dikucilkan oleh masyarakat. Kami hanya mempunyai rumah satu. Setelah invasi. pemikiran yang bertentangan dengan madzhab itu ditindas. Lebih-lebih bila berbeda pendapat dengan madzhab penguasa. Abu Hudzaifah menikahkan Salim --yang dipandang sebagai anaknya itu-dengan anak saudara perempuannya Fathimah bint al-Walid bin 'Utbah bin Rabi'ah. dan berkata: "Ya Rasul Allah. dan bila benar dua. dikembalikan kepada mawlanya. yang paling aman adalah mengikuti pendapat para imam mazhab yang sudah dibukukan. terbaginya para mujtahid berdasarkan madrasah tempat mereka belajar. menyebarnya ulama mutathaffilin (ulama yang memberi fatwa berdasarkan petunjuk Bapak). Maka ketika satu madzhab memperoleh kekuasaan. didiskreditkan ulama dan diadukan pada penguasa. Ia sering masuk ke rumahku dan aku dalam keadaan fudhul (memakai busana rumah yang tidak menutup aurat). Qadhi tidak ingin mengambil risiko berbeda pendapat dengan madzhabnya. demi "ketertiban dan keamanan". Abd al-Wahhab Khalaf menyebutkan empat faktor yang menyebabkan kemandegan. para penguasa Muslim lebih sering menindas kebebasan pendapat dari pada mengembanghannya. kita akan menemukan bagaimana seseorang yang berbeda madzhab atau berganti madzhab menghadapi berbagai cobaan. Untuk sebab kedua. Yaitu terpecahnya kekuasaan Islam menjadi negara-negara kecil hingga umat disibukkan dengan eksistensi politik. Bila tidak diketahui bapaknya. mengangkat Zaid ibn Haritsah sebagai anak. sebagaimana Rasulullah saw. Jika kita membaca kitab-kitab sejarah madzhab. para ulama dari 70 negara Islam menyatakan bahwa Saddam sebagai mujahid Islam yang taat pada Allah dan al-Qur'an. para ulama yang sama menyatakan Saddam sebagai bughat dan pemimpin dhalim.

sebetulnya hanyalah salah satu aliran peninjauan kembali fiqh. lalu mencampurkan air ke dalamnya. yaitu aliran yang berpegang kepada teks-teks syari'at secara . kecuali bila laki-laki itu saudara sepesusuan. yang harus ditinjau bukan saja al-adillat al-syar'iyat. tetapi juga ushul al-fiqh. Dari fenomena tersebut. (Al-Jashash. Ibrahim al-Nakhti meriwayatkan hadits yang sama dari 'Umar dan berkata: 'Umar meminumnya setelah mencambuk orang A'raby itu. ternyata "Kembali kepada al-Qur'an dan al-Sunnah" tidak segampang seperti yang dibayangkan. Aisyah mengambil cara ini bila ada lakilaki yang ingin masuk ke rumahnya Ia menyuruh saudaranya. Al-Muwatha 2: 115-116) Contoh lain: "Seorang A'raby meminum minuman 'Umar. Mereka mempersoalkan cara menyusukan itu. Yang dipersoalkan bukan hanya penafsiran nash-nash tetapi juga metode pengambilan keputusan. Setelah itu ia memandangnya sebagai anak susuan. kemudian meminumnya. (Malik. Kesimpulan terakhir ini telah disepakati fuqaha. Mungkinkah ini hanya fiqhnya 'Aisyah. Aliran tersebut sebenarnya adalah skripturalisme. setelah orang merasa perlu membuka kembali pintu ijtihad. Bagaimana mungkin Nabi saw menghalalkan sesuatu dengan tindakan yang haram? (Bukankah bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim itu haram. berkata kepadanya: "Susukanlah dia lima kali susuan sehingga ia menjadi muhrim dengan susunya". Ahkam al-Qur'an 2:565). Dengan merujuk pada hadits yang mengharamkan minuman keras --baik sedikit maupun banyak mereka telah membenarkan halalnya minuman keras karena dicampur air. Umu Kultsum binti Abu Bakar al-Shiddik dan anak-anak perempuan saudaranya untuk menyusukan laki-laki yang ingin masuk ke rumahnya. apalagi menyusu kepadanya?). 'Umar meminta minumannya itu.menurut Anda? Rasulullah saw. (Ia mabuk) dan 'Umar menetapkan hukum cambuk baginya. Istri-istri Nabi saw yang lain menolak untuk mengizinkan laki-laki masuk ke rumah dengan susuan seperti itu. Slogan yang di Indonesia didengungkan kaum moderis ini. Dalam istilah fiqh. Tentu saja fuqaha mazhab-mazhab yang lain menolaknya. Orang A'raby itu berkata: Aku minum dari minumanmu. Ia berkata: Siapa yang ragu untuk meminumnya. Yang kemudian menjadi persoalan adalah tindakan 'Umar. (2) Tidak boleh laki-laki yang bukan muhrim memasuki rumah seorang perempuan. Dari peristiwa yang pertama para faqih menyimpulkan beberapa hukum: (1) Batas susuan yang menyebabkan seorang haram dinikahi adalah lima kali susuan. Dua peristiwa di atas diambil dari kitab-kitab yang menjadi rujukan dalam menjawab masalah-masalah fiqhiyah. (3) Dianjurkan menyusukan orang yang sudah dewasa supaya ia halal masuk ke rumah seorang perempuan. Bukankah istri-istri Nabi saw yang lain menolaknya? Bukankah pada kitab hadits yang sama Umar ibn Khatab dan Abdullah ibn Mas'ud hanya membenarkan susuan pada waktu kecil saja? Peristiwa yang kedua dijadikan dalil oleh sebagian pengikut madzhab Hanafi untuk menghalalkan minuman keras (khususnya Nabi) bila dicampur dengan air. Apakah perilaku 'Umar dapat dijadikan model dalam pengambilan kesimpulan hukum? Apakah pendapat para sahabat dapat dijadikan hujjah dalam agama? Apakah tindakan 'Umar itu suatu preseden bolehnya meninggalkan nash-nash syari'at bila kondisi berubah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan problema yang dihadapi para pembaru Islam ketika mereka menelaah kembali fiqh yang ada. campurkan air ke dalamnya.

KEGAGALAN SKRIPTURALISME . kesetiaan pada teks sangat ekstrem. Seperti Ibn Taymiyah. dalam upaya menelaah kembali fiqh. tema umum Islam.. filsuf dan sufi.. sekaligus merupakan fiqh baru yang dapat menjawab masalah-masalah baru akibat perubahan masyarakat. Dalam kalimat W. bila tidak ada. Karena itu. Jadi fiqhnya selalu merujuk pada nash-nash al-Qur'an atau hadits. Mereka menolak ta'wil dan menerima hadits secara harfiyah. Paham ini. kita harus memulai dengan menyorot kedua aliran ini secara kritis dibahas skriptularisme. Raja Malik ibn Abd al-Aziz. Pada Ibn Hazm. Mazhab-mazhab fiqh terletak di antara kedua ekstrim itu.the alien intellectualism not only of philosophy but also theology" (Smith. The Encyclopedia of Islam menyebut Ibn Taymiyah sebagai the bitter enemy of innovations. Makna ini dianggap sebagai ruh ajaran Islam. dan terutama sekali pada Daud al-Zhahiri. fatwa para sahabat. Mereka melihat masa Salaf sebagai model. Muhammad ibn Abd al-Wahab menolak "the corruption and laxity of the contemporary decline. Semuanya terjadi karena Ahmad mendasarkan mazhabnya pada hadits Rasulullah saw (meski lemah). ada dua aliran besar dalam fiqh Islam: ahl al-Ra'y dan ahl al-Hadits. dan yang paling dekat dengan ahl al-hadits adalah mazhab Hanbali. maqashid syar'iyah dan sebagainya. dan menolak qiyas kecuali dalam keadaan terpaksa. mempengaruhi banyak aliran pembaharuan di seluruh dunia. dan kembali kepada al-Qur'an dan hadits sebagai satu-satunya jalan untuk memecahkan segala persoalan Islam. yaitu liberalisme. Berbagai upaya rekonstroksi fiqh di dunia Islam sekarang ini berangkat dari kedua aliran tersebut. . Aliran ini tak lagi terikat dengan bunyi teks. Ibn Qutaybah memasukkan Ahmad di antara muhadditsin dan Ibn Jarir al-Thabari menolak Ahmad sebagai ahli fiqh. Yang kedua berdasarkan fiqh pada hadits walaupun lemah dan menolak penggunaan rasio. dan yang ada hanya ijtihad. memang lebih terkenal sebagai ahli hadits dari pada ahli fiqh. Imam Ahmad ibn Hanbal. Yang paling dekat dengan ahl al-ra'y adalah madzhab Hanafi. bila ada. Yang pertama menekankan rasio dalam pengambilan keputusan. Smith. yang kemudian menjadi paham resmi Arab Saudi. LATAR BELAKANG SKRIPTURALISME Seperti diketahui dalam fiqh tabi'in.. Arkoun menyebut aliran ini logosentrisme yang ia gambarkan sebagai berikut: Di samping aliran ini ada aliran yang sangat menekankan rasio (akal). kami mengikuti ijtihad Ahmad ibn Hanbal: (Mughniyah. ia mencela kaum mutakallim. berkata: "Madzhab kami mengikuti dalil. tapi berusaha menangkap menurutnya.C. Ibn Taymiyah memperkuat gerakan anti rasionalisme ini dengan menolak setiap penggunaan logika dalam khazanah ilmu-ilmu Islam dan sekaligus menolak praktek-praktek yang tidak ada dasarnya dalam teks al-Qur'an dan hadits.kaku. makna hakiki dari teks. 1968:42). tugas ahli fiqh hanyalah mencari nash yang relevan. Skripturalisme dan liberalisme keduanya berusaha mendobrak kebekuan pemikiran Islam. the introvert warmth and other wordly pety of the mystic way. 1987:95). ketika menyampaikan khutbahnya di Makkah tahun 1355. yang mengumpulkan ribuan hadits dalam musnadnya. Paham Ibn Taymiyah dihidupkan kembali oleh Muhammad ibn Abd al-Wahab lima abad kemudian. Karena itu.

tetapi tanpa aturan yang konsisten. membaca shalawat kepada Nabi saw. Para pengikutnya tidak lagi "menikmati" agama dan sebagian mengalami ketidakpuasan rohaniah. makna haqiqi dan majazi. mengucapkan doa yang tidak ma'tsur. Sebagian kaum modernis di Indonesia. penentuan keshahihan hadits. Wacana teologi menjadi gersang. Sebagian di antara mereka akhirnya menggunakan qiyas juga. skripturalisme terbukti tidak menjawab berbagai masalah kontemporer. Dengan menolak ta'wil.Keyakinan bahwa kesetiaan pada teks al-Qur'an dan hadits cukup untuk memecahkan persoalan ternyata hanya simplikasi. yang memuncak pada fragmentasi umat. Al-masail al-lafzhiyah --seperti makna lughawi. tapi merasa faqih. Ada yang mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat pertanian. Keempat. skripturalisme. Karena skriptualisme menerima teks-teks al-Qur'an dan hadits dengan apa adanya. tertawa dan sebagainya. menggunakannya dalam menjelaskan zakat profesi. 1981:26). --dan di Indonesia-menyelenggarakan upacara tahlilan dan marhabanan dianggap tidak mengikuti sunnah Rasulullah saw (dalam bahasa orang awam. dan zakat perdagangan. Pertama. Tidak ada maksud saya --dan bukan tempatnya di sini-. kelima. dianggap bid'ah. dalam aqidah. Terakhir. dianggap sesat. Kedua. Filsafat bukan saja dijauhi. yang menolak qiyas. menurut Fazlur Rahman. Ada beberara kegagalan skripturalisme. Qunut pada shalat Subuh. Pada saat yang sama. Ketiga. skripturalisme tidak dapat menyelesaikan kemusykilankemusykilan yang terjadi ketika melakukan istidlal (memberikan dalil-dalil hukum) dari nash-nash. Pada tahap institusional. Bukankah segala persoalan dapat diselesaikan dengan merujuk pada dalil-dalil al-Qur'an dan hadits. kaum skripturalis telah menghilangkan pengalaman beragama (religious experiences) yang emosional. Dengan menyingkirkan mistisisme. mereka telah mematikan telaah filosofis. Padahal. Dalam skala makroskopis. qawaid ushul al- . mukhtalaf al-hadits. Praktek-praktek keagamaan yang tidak secara spesifik ditunjukkan dalam nash. zakat emas dan perak. makna 'am dan khash dan sebagainya. tetapi juga dikafirkan. mudah mendorong orang ke arah fanatisme. karena menolak wacana intelektual. saya kira. yang disebut bid'ah adalah apa saja yang tidak merujuk pada dalil yang telah dipilihnya. Madzhab yang lain akan dianggap menyimpang dari al-Qur'an dan sunnah. Salah satu contoh adalah perbincangan tentang zakat profesi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak diwajibkan zakat padanya. skriptualisme menyingkirkan pengalaman mistikal dari kehidupan beragama. orang-orang awam tidak merasa perlu lagi dengan kehadiran fuqaha. Kaum sufi. tetapi tidak berdasarkan dalil yang disetujui mereka. duduk di atas 'arasy. tidak ada contohnya dari Nabi saw). Selanjutnya. yang mencoba menangkap makna batiniyah dari nashnash. paham ini melahirkan orang-orang yang wawasannya sempit. bukan tidak mengikuti sunnah. they inevitably took a negative attitude toward the intellectual and spiritual developments that had taken place in the intervening centuries" (Rahman.untuk merinci dalil-dalil orang-orang yang mempraktekkan upacara-upacara agama tersebut. makna 'urfi (kebiasaan). Muncullah para "mujtahid" yang tidak berkualifikasi. membaca dzikir bersama. mereka menetapkan keharusan percaya bahwa Ia turun ke langit dunia. Mereka membentuk kelompok-kelompok. "since the leaders of these movements were interested in negating some of the influences of the medieval school of islamic thought and law. mengobrol dengan ahli surga.

Tulisan ini hanya ingin mengingatkan kita akan pentingnya penilaian kritis terhadap pendekatan pada fiqh. Fiqh al-ra'y sebenarnya sejajar dengan tafsir al-Qur'an bi aldirayat. . Jadi ciri khas kaum liberalis ialah upaya untuk menangkap esensi wahyu. tapi kaum liberalis modern justru mengambil inspirasi dari tafsir bi alma'tsur. Melalui studi kritis terhadap keduanya. For Islamic liberals. Karena itu. SEJARAH MADZHAB LIBERALISME Fiqh kaum liberal dapat dilacak pada madzhab ahl al-ra'y di kalangan para sahabat Nabi. Kritik terhadap skripturalisme sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela liberalisme. Mereka kembali secara ketat pada teks-teks al-Qur'an dan al-hadits atau mereka berusaha menemukan ruh atau semangat dari ajaran al-Qur'an dan al-hadits. kita sebut liberalisme. Di bawah ini saya akan mengulangi lagi akar pemikiran kaum liberalis dengan mengutip apa yang pernah saya tulis pada pengantar buku Islam dan tantangan Modernitas. dan ketika Rahman mengulas pemikiran modernis dan fundamentalis. keduanya menggaungkan kembali perbedaan pendapat para sahabat tentang sunnah Rasullah saw. saya akan mengutip deskripsinya tentang kaum liberalis Islam. liberalisme juga sangat rentan terhadap berbagai problem. Walaupun saya tidak akan membahas pokok-pokok pikiran kaum liberal Islam seperti yang dipaparkan Leonard Binder. Mereka bersedia meninggalkan makna lahir dari teks untuk menemakan makna dalam dari konteks. FIQH KAUM PEMBARU: MADZHAB LIBERALISME Seperti telah disebut di atas. karena berusaha secara bebas untuk menggunakan penalaran. Since the words of the Qur'an do not exhaust the meaning of revelation. sesudah mengutip sejarah ijtihad bi al-ra'y saya akan mengutip juga perkembangan tafsir bi al-ma'tsur. Yang pertama kita sebut skripturalisme (sudah dibicarakan) dan kedua. Akibat kegagalan skripturalisme tersebut. Yaitu yang berhubungan dengan ibadah ritual (kelak disebut huquq Allah) dan yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial (kelak disebut huquq al-'ibad).fiqh dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan penafsiran nash tidak mendapat perhatian. Setelah itu. orang tidak memberikan solusi terhadap segala kemusykilan ini. Seperti biasa. Pada gilirannya. but the content and the meaning of revelation is not essentially verbal. secara khusus kita akan mengambil contoh pemikiran Ibrahim Hosen dan Fazlur Rahman untuk menggambarkan pokokpokok pemikiran kaum liberalis. but which goes beyond them. makna wahyu di luar arti lahiriah dari kata-kata. there is a need for an effort at understanding which is based on the words. TRADISI IJTIHAD BI 'L-RA'Y Ketika [brahim Hosen berbicara tentang ta'aqquli dan ta'abbudi. 6. Apakah Nabi Muhammad saw berijtihad? Banyak para sahabat membagi perintah-perintah Nabi ke dalam dua bagian. the language of the Qur'an is coordinate with the essence of revelation. para pembaru mencoba mendobrak stagnasi dengan melakukan salah satu di antara dua pilihan. kita dapat merumuskan kaidah-kaidah baru dalam menegakkan fiqh yang lebih relevan dan signifikan. seeking that which is represented or revealed by language. pada akhirnya saya akan mengajukan kritik.

"Sesungguhnya Nabi saw mengirimkan pasukan itu berdasarkan Ijtihad dan bukan berdasarkan wahyu yang diharamkan membantahnya. silakan ambil ra'yu-ku. Dalam keadaan sakit." Tampaknya Umar berpendapat bahwa kondisi sakit Nabi melahirkan ijtihad Nabi yang tidak perlu diikuti. Di tangan kalian ada kitab Allah.merupakan justifikasi terhadap peluang menggunakan ra'yu dalam menghadapi sunnah (yang berasal dari Ijtihad Nabi). Kalau tidak ada tangisan. Kalau benar." Karena Umar adalah primadona dari kelompok pertama para sahabat ini. padahal Nabi memerintahkan mereka untuk berada di dalamnya. 'Umar bertanya: "Apa yang menyebabkan Anda dan sahabat Anda menangis? Kalau ada sesuatu yang patut aku tangisi. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. ijtihadnya boleh jadi benar atau salah. tinggalkan saja. Ibn Abi al-Hadid membenarkan kedua sahabat itu. tapi Umar melarangnya. Utsman berkata: "Aku tidak melarangnya. "tidak akan ada yang selamat kecuali Umar ibn Khaththab." kata Nabi.a. "Seandainya azab turun. disertai Abu Bakar pernah menangis terisak-isak menyesali kekeliruan ijtihadnya. Ini hanyalah ra'yu yang aku pegang.adalah madzhab Alawi. tetapi ia hanya berbicara berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya. Rasulullah saw sering berijtihad. Nabi menginginkan agar para tawanan Badar dibebaskan dengan tebusan. Tidak ada ijtihad Nabi. "Kamu lebih tahu urusan duniamu?" Bukhari meriwayatkan peristiwa yang oleh Ibn 'Abbas disebut sebagai "tragedi hari Kamis". di sini para sahabat tidak merasa terikat dengan sunnah. Pada bagian kedua. Umar berkata. dari Umar. sedangkan 'Umar mengusulkan untuk membunuh mereka. Sebagai lawan mereka --dalam pemikiran-. Cukuplah buat kita kitab Allah itu. dan yang kedua secara ta'aqquli. Mereka tidak membedakan huquq al-'ibad dan huquq Allah dalam instruksiinstruksi Nabi yang bernilai tasyri'. "Dengan ini kalian tidak akan sesat selamanya"' kata Nabi. Nabi menyuruh sahabatnya mengambil dawat dan pena untuk menuliskan wasiatnya. Kalau tidak. wahyu selalu turun membenarkan Umar. Dalam kasus-kasus ini. kemudian kita pun menyebut madzhab pemikiran mereka sebagai madzhab Umari. aku akan menangis. aku akan berupaya menangis seperti tangisan Anda. Nabi hendak menshalatkan 'Abdullah ibn Ubayy. menulis: "Para sahabat r. Ketika Umar dan Utsman --pada zamannya masing-masing melarang haji tamattu" Ali menentangnya. "Nabi saw dalam keadaan sakit parah." (QS 53:3). dan Allah membenarkan ijtihad 'Umar. dalam kitab tarikhnya. Ibn Katsir. Karena itu. ia sudah menjalankan kitab Allah dan sunnah NabiNya. Ketika Abu Bakar dan Umar meninggalkan pasukan Usamah." Nabi kemudian menceritakan tentang wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Nabi. "Ia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya. Bukankah Nabi mengatakan." Abdullah ibn Mas'ud berkata seperti itu juga: "Aku .Mereka menerima yang pertama secara ta'abbudi. yang terdiri atas sahabat-sahabat yang berkumpul di sekitar Ali ibn Abi Thalib." Umar juga diriwayatkan berkata: "Inilah ra'yu Umar. sangat takut kepada Umar dan tidak menemukan orang yang melawan pendapat Umar kecuali Ali ibn Abi Thalib. yang berkata: "Barang siapa melakukan tamattu'." Hadits-hadits di atas --walaupun keabsahannya harus kita teliti secara kritis-. Para ahli hadits meriwayatkan berbagai peristiwa ketika ijtihad Nabi berbeda dengan ijtihad 'Umar." Ketika Ali menegur Utsman yang melarang tamattu'. Kalau orang mau. dari Allah dan kalau salah.

Allah dan Rasul-Nya terlepas darinya. Abu Sa'id. Pada suatu pagi. Ketika Utsman melarang menggabungkan haji dengan 'umrah. Sesungguhnya maslahat yang difatwakan sahabat tidak bertentangan dengan nash. Walaupun begitu. halalkan yang halal dan haramkan yang haram. manusia sesudahmu akan lebih daripada itu. Ibrahim al-Nakha'i. Ashim. yaitu. tetapi membentuk kontinum. Bila benar. sehingga lahirlah mazhab Kufah yang menitik-beratkan Fiqh al-ra'y. hadits-hadits yang kalian perselisihkan. ia menegur Ali: "Kau lakukan itu padahal aku melarangnya?" Ali menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw karena (ra'yu) salah seorang manusia. jawablah: "Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. dan (3) madzhab ini menekankan aspek maqashid syar'iyyah atau kemaslahatan umat untuk menetapkan hukum. Fiqh al-ra'y makin diperteguh dengan kecenderungan umum madzhab Umari untuk mengabaikan penulisan hadits. khusus di kalangan ahl al-Sunnah. periwayatan hadits tetap berlangsung sampai zaman Umar. Untuk menangkis tuduhan bahwa Umar sering meninggalkan nash-nash al-Qur'an secara sengaja.". ia lemparkan semua tulisan." Tradisi pengabaian penulisan hadits --dan sekaligus pembakarannya-dilanjutkan oleh tabi'in. Ali tetap tinggal di Madinah. Sejarah singkat madzhab 'Umari ini menunjukkan tiga ciri khasnya: (1) madzhab ini memusatkan perhatian utamanya --dan seringkali dengan mengabaikan yang lain-. Sementera itu. tak memperkenankan penggunaan . tetapi mengaplikasikan nash secara baik. Abu Burdah.memerintahkan pembantunya untuk menyalakan api pembakaran." Para tabi'in dari Kufah kelak berguru kepada Abdullah ibn Mas'ud. Prinsip mereka dalam pengambilan hukum. fiqh al-ra'y dan fiqh al-atsar ini tidak terpilah tegas. Nanti. penulisan hadits terlambat sekitar dua abad. Umar menyuruh mengumpulkan hadits-hadits itu dan memerintahkan untuk membakarnya. Ali Yafie melukiskannya sebagai lingkaran-lingkaran: "Lingkaran paling dalam (pertama) merupakan kelompok yang paling sedikit menggunakan ra'yunya." kata Umar." Abu Bakar juga pernah mengumpulkan orang setelah Nabi wafat. yang pertama kali melakukan tadwin hadits adalah Ibn Syihab al-Zahri atas perintah Umar ibn Abd al-Aziz. ia datang menemuiku dan berkata. dan lain-lain. Konon. dan meninggalkan hadits-hadits itu padamu. Ia membakarnya dan berkata: "Saya khawatir. 'Aisyah melaporkan: "Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Nabi saw. Akibatnya. Madzhab-madzhab itu berbeda dalam intensitas penggunaan nash dan ra'yu." Kita pun kemudian mengetahui bahwa di Madinah. Sa'id ibn Jubair. daerah Hijaz.kepada al-Qur'an.mengatakan ini dengan ra'yuku. Alasan Umar: "Aku khawatir hadits-hadits itu akan memalingkan orang dari Kitab Allah. yang menekankan Fiqh al-atsar. Rasul Ja'farian menyebutkan nama-nama ulama tabi'in yang melarang penulisan hadits." Lalu saya berikan kepadanya. kecuali satu buku saja. Bila ada yang bertanya kepada kalian. Janganlah meriwayatkan sesuatu pun dari Rasulullah saw. ia berasal dari Allah dan bila salah ia berasal dari setan. Al-Hasan ibn Abi al-Hasan --menjelang kematiannya-. Abu Zahrah menulis: "Tidak seorang sahabat pun meninggalkan nash demi ra'yunya atau kemaslahatan yang dipandangnya. "Hasbuna Kitab Allah. Di kalangan madzhab-madzhab ahl al-Sunnah. Ke dalamnya. sebelum ia memindahkan ibu kota ke Kufah pada masa kekhalifahannya. berdasarkan pemahaman yang benar akan maksud-maksud syara'. saya mati. dan kurang terikat pada zhawahir (makna tekstual) dan nash. "ambilkan hadits-hadits yang ada padamu. (2) madzhab ini mengutamakan ra'yu ketimbang al-Sunnah. berkembanglah madzhab Hijaz. dan berkata: "Kalian meriwayatkan dari Rasulullah saw.

merupakan madzhab yang menggunakan rasio agak lebih intens daripada kelompok pertama tadi. madzhab ini lebih banyak menggunakan analogi atau qiyas." Untuk memberikan contoh madzhab yang paling "Umari". karena diprakarsai Dawud al-Zhahiri yang dilanjutkan Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. Madzhab yang menggunakan kaidah semacam ini disebut madzhab alZhahiri. pada bab khusus. Ahmad Amin. ia menjawab: "Abu Hanifah adalah orang paling pandai tentang apa yang sudah terjadi. kelompok yang disebut madzhab Maliki yang dipelopori Imam Malik. Hanya intensitas penggunaannya sangat sedikit. Dalam proses pengambilan hukum. ia akan mengambil banyak pendapatku. Ali Hasan Abd al-Qadir: "Musuhmusuh Abu Hanifah menuduhnya tidak memberikan perhatian besar pada hadits. . Apa yang belum terjadi adalah ketetapan hukum berdasarkan qiyas. kuda mendapat dua bagian.. adalah mazhab yang frekuensi penggunaan akalnya lebih banyak. Kataku: "Berikan sebagian contohnya. kurangnya hadits pada Abu Hanifah menunjukkan bahwa ia tidak merasa puas dengan menyampaikan hadits saja. "Lingkaran yang kedua. Abu Hanifah pernah dilaporkan berkata: "Seandainya Rasulullah berjumpa denganku." Kata Abu Hanifah: "Bila jual beli wajib. Kata Ibn Khaldun. Madzhab ini dipelopori oleh Imam Hanafi. Kaidah mereka adalah al-Mashalih al-Mursalah." Nabi mengundi istri-istrinya kalau mau bepergian. "Lingkaran ketiga. Kata Abu Hanifah: "Aku tidak akan menjadikan bagian binatang lebih banyak daripada bagian seorang Mukmin.akal. Abu Hanifah tidak tertarik untuk menemui mereka." Kata mereka: "Pada zaman Abu Hanifah. Kata Abu Hanifah: "Undian itu judi. "Sedangkan kelompok kelima. Abu Hanifah menolak 400 atau lebih hadits Nabi saw. Doktrinnya menyatakan bahwa rasio harus diperhatikan guna pertimbangan kemaslahatan. Disadari atau tidak. tidak ada khiyar. Ia menolak banyak hadits demi ra'yu. Kata Dr." Nabi bersabda: "Dua jual beli dengan khiyar sebelum keduanya berpisah. Ketika Raqabah ibn Musqilah ditanya tentang Abu Hanifah." Katanya: "Rasulullah berkata. Simaklah riwayat yang diceritakan Dr. Abu Shalih al-Fura menuturkan. "Lingkaran keempat adalah madzhab Syafi'i yang dipelopori Imam Syafi'i. "aku mendengar Yusuf ibn Asbath berkata. ia menguji hadits dengan pertimbangan psikologis dan konteks sosial. Bukankah agama itu ra'yu yang baik?" Barangkali ini penegasannya tentang keharusan nash tunduk pada analisis rasional." Yang dimaksud dengan apa yang sudah terjadi adalah hadits-hadits Nabi." Rasulullah melakukan isy'ar (melukai punggung unta) sebelum menyembelih hewan kurbannya. prajurit mendapat satu bagian. marilah kita melihat madzhab Hanafi. Madzhab ini banyak dilaksanakan di Saudi Arabia. terakhir. Ia memprioritaskan ra'yu dalam mengeluarkan keputusan fiqh. Kata Abu Hanifah: "Isy'ar adalah penganiayaan. Mazhab ini disebut mazhab Hanbali yang dipelopori Imam Ahmad ibn Hanbal. ada empat orang sahabat.. hal itu dikarenakan Abu Hanifah sangat memperketat syarat-syarat penerimaan hadits." Ibn Abu Syaibah dalam bukunya. Akal lebih dipentingkan dalam proses pengambilan hukum daripada hadits. Doktrin mereka menyatakan bahwa hadits dha'if harus lebih diprioritaskan daripada akal. . Kaidah mereka: la ra'yu fi al-din (tidak ada tempat rasio dalam agama). madzhab ini sebenarnya juga menggunakan rasio. Abu Hanifah memang hanya sedikit meriwayatkan hadits. menyebut hadist-hadist yang ditolak Abu Hanifah dan mencapai 150 hadits.

tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an adalah yang paling baik. tidak berbeda dari Ibn Taimiyah bagi madzhab Hanbali. dari sinilah Rahman mengajak kita untuk menafsirkan al-Qur'an dengan melihat al-Qur'an secara keseluruhan dan dengan melihat "sebab-sebab pewahyuan". Lewat tangan-tangan kekuasaan. Tafsir --menurut Muhammad Ali al-Shabuni-.Salah satu murid terkemuka dari Abu Hanifah adalah Abu Yusuf. ketika merumuskan metodologi ijtihadnya. Kita akan membicarakan kritik pembaruan Rahman di akhir tulisan ini. Untuk yang terakhir ini. bagi madzhab Hanafi. al-Hadi dan al-Rasyid. sebagaimana fiqh al-ra'y mempunyai persamaannya dalam tafsir bi 'l-dirayat. Di Mesir. Muhammad saw. Untuk mengapresiasi metode penafsiran Rahman. Karena itu. ada baiknya kita juga meninjau perkembangan metodologi penafsiran al-Qur'an. maka tafsir itu disebut tafsir bi 'l-riwayat atau tafsir bi 'l-ma'tsur.menyebut Abu Yusuf. kemusykilan kedua penafsiran ini akan kita lihat. lewat asbab al-nuzul). tafsir bi 'l-riwayat seperti ini diambil Rahman ketika berbicara tentang hukum Islam dan ditinggalkan Rahman ketika membahas aspek teologis dan eskatologis ajaran Islam. kritik terhadap Rahman juga dapat dilacak pada kritik fuqaha al-atsar terhadap fuqaha al-ra'y. Anehnya.maka kita menyebutnya tafsir bi al-dirayah atau tafsir bi 'l-ra'y. antara lain pada masa al-Mahdi. Bila tafsir itu diperoleh dengan menukil penjelasan dari al-Qur'an lagi. Ia memegang jabatan qadhi pada masa-masa kekhalifahan 'Abbasiyyah. sebagaimana kritik Rahman terhadap hadits (sunnah) dapat ditelusuri pada kritik fuqaha al-ra'y terhadap fuqaha al-atsar. para mufasir menganggap taisir bi 'l-riwayat adalah yang paling dapat dipercaya. Cukuplah dikatakan bahwa dengan mempelajari fiqh-fiqh klasik. Di antara kedua jenis tafsir itu. .adalah ilmu untuk memahami Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya. kita akan terkejut menemukan bahwa klaim orisinalitas pembaruan Rahman –yang berulangkali disebut Taufik Adnan Amal dalam bukunya. Sesudah itu. Uraian di atas diberikan untuk menjelaskan dasardasar pemikiran Rahman pada perkembangan pemikiran Islam klasik. Bila tafsir itu berpijak pada ijtihad mufasir --dengan mengerahkan kemampuan nalar dan/atau intuisinya-. dan menetapkan "sunnah yang dikenal baik" sebagai kriteria terhadap "semangat dan sikap kolektif" dari hadits. Rupanya. madzhab Hanafi tersebar ke seluruh kekuasaan Islam. dan menjelaskan maknanya serta menggali hukum-hukum dari hikmahnya. Kita tidak akan membicarakan pengaruh Abu Yusuf terhadap metodologi Rahman (dan juga Hosen). Rahman hampir sepenuhnya berpijak pada tafsir bi 'l-dirayat. Ia memuji Abu Yusuf karena memberikan penafsiran yang situasional kepada hadits yang "berdiri sendiri". Di antara jenis-jenis tafsir bi 'l-riwayat. Sebelum sampai ke situ. sebagai latar belakang teoretis dalam memahami penafsiran al-Qur'an yang dirumuskan oleh Rahman. pendapat sahabat dan tabi'in. Daerah-daerah madzhab Hanafi antara lain Mesir dan Pakistan. baru tafsir al-Qur'an dengan al-Sunnah (misalnya. Tafsir Kontekstual-hanya dapat diterima oleh orang yang tidak mempunyai dasar dalam pemikiran Islam tradisional. (Untuk menggembirakan kita semua kedua-duanya berhak disebut Syaikh al-Islam). Di Pakistan. Fazlur Rahman dilahirkan. Ibrahim Hosen mereguk ilmunya. menerima hadits dengan sikap kritis. TAFSIR BI 'L-RIWAYAT DAN TAFSIR BI 'L-DIRAYAT Fiqh al-atsar mempunyai tandingan dalam tafsir bi al-riwayat. al-Hadits. Rahman. Tidak heran kalau Fazlur Rahman sering --bahkan paling sering-.

Bahwa "apa yang kamu perbuat" adalah berhala-berhala itu. atau menjelaskan istilah-istilah yang dipergunakan dalam al-Qur'an. (QS 37:95). "ayat-ayat lain dipergunakan untuk memahami ayat-ayat yang mujmal atau sama. Banyak kitab tafsir mengaku menggunakan metoda ini. al-'Alaq ayat 8." Yang dimaksud dengan "khalifah" dalam surah al-Baqarah ayat 30 tidak terbatas pada Adam. dan al-Qhashash ayat 88.Pertama kali. Kemudian Allah menghidupkan mereka di dunia. kita akan menelusuri akar-akar penafsiran Rahman pada tafsir bi 'ldirayat. Yang dimaksud dengan konteks adalah "semua yang mengungkapkan ( makna) lafadz yang ingin kita pahami dari petunjukpetunjuk yang lain. Akhirnya. atau bersifat haliyah. wa lam yalbisu imanabum bi zhulm (QS 6:82) sebagai syirk berdasarkan ayat inn al-syirk la-zhulm 'azhim (QS 31:13). Ibn Abbas menafsirkan dua kematian dan dua kehidupan dalam surah Ghafir ayat 11 dengan merujuk kepada surah al-Baqarah ayat 28." Misalnya. Selanjutnya. ayat "Dan Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat" (QS 37:96). ketika berada dalam tulang sulbi orang tua mereka. kita akan melihat problematik al-Qur'an yufassir ba'dhuhu bad'dhan. kita dapat membaginya ke dalam kelompok: tafsir Qur'ani yang murattab (berdasarkan urutan ayat dari al-Fatihah sampai al-Nas) dan tafsir Qur'ani maudhu'i (berdasarkan tema-tema atau topik-topik tertentu) Untuk mengetahui prosedur penafsiran qurani yang murattab. mempermudah makna yang sulit. Yang dimaksud dengan kata al-mustaqar dalam surah alQiyamah ayat 12 adalah "tempat kembali" dengan melihat surah al-Insyiqaq ayat 6. Setelah itu Allah mematikan mereka dan menghidupkan mereka kembali pada Hari Kiamat. kita akan melacak kemusykilan asbab al-nuzul. seperti kasus-kasus atau fenomena yang menjadi petunjuk bagi topik yang dibicarakan. kita akan terjatuh ke dalam paham Jabbariyah. dalam Tafsir al-Mizan. dengan melihat surah al-A'raf ayat 69. Tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an mempunyai basis dalam petunjukpetunjuk al-Qur'an sendiri (QS 11:1. baik yang bersifat lafdziyah. Perbedaan antara tafsir maudhu'i dengan tafsir murattab mirip dengan perbedaan antara thesaurus dengan . dan alNaml ayat 62. padahal Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat (QS 37:96). Kedua. "maka ayat-ayat al-Qur'an dilihat dari konteks ayat-ayat itu" (siyaq al-ayat). seperti kata-kata yang membentuk kalimat tunggal yang berkaitan dengan lafadz yang ingin kita pahami. serta menggali prinsip-prinsip universal ajaran Islam. uraikan Pertama. yang --menurut Rahman-dapat mengungkapkan latar belakang situasional. membedakan ketetapan legal dari sasaran dan tujuan al-Qur'an. Nabi saw. Jadi jelas. Semula manusia mati. Paling tidak. kita akan menemukan prosedur penafsiran Qur'ani yang bermacam-macam. Ali ibn Abi Thalib menyimpulkan bahwa waktu minimal kehamilan adalah enam bulan. kita jalan yang ditempuh oleh al-Thabathaba'i. Bila kita teliti kitab-kitab itu. 2:185) dan al-Sunnah. Tanpa melihat konteks ayat. Ayat ini terdapat dalam kisah ucapan Ibrahim kepada para penyembah berhala. Tafsir maudhu'i baru muncul belakangan. 7:52. Abd al-Karim alKhathib al-Mishri bahkan menamai kitab tafsirnya al-Tafsir al-Qur'ani li alQur'an. tetapi meliputi anak-cucunya. Tradisi Nabi ini dilanjutkan oleh para sahabat. menafsirkan kata zhulm dalam. yang menjadi pijakan Rahman. Apakah kamu menyembah barang yang kamu pahat. Yunus ayat 14. al-Najm ayat 42. dari penafsiran QS 31:14 dengan QS 46:15.

ketiga langkah ini merupakan langkah pertama dalam perumusan prinsip-prinsip hukum Islam. Ja'far Subhani menulis serial mafahim al-Qur'an (sampai sekarang sudah selesai lima jilid). Kita memperoleh manfaat lain dari pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu dengan tetap berpijak pada pandangan Qur'ani yang utuh tentang topik tersebut. kita harus mendukung hak pemerintah untuk mentakhshish umumnya nash dan membatasi muthlaqnya. pemahaman sasaran al-Qur'an dengan memperhatikan latar belakang sosiologisnya. pembedaan antara ketetapan legal dengan sasaran dan tujuan al-Qur'an. ".. Kelima. Mengumpulkan ayat-ayat dalam hubungannya satu sama lain. salah satu aspek dari topik tertentu itu... kita harus meninggalkan pemahaman harfiah terhadap al-Qur'an dan menggantinya dengan pemahaman berdasarkan semangat dan jiwa al-Qur'an. Dalam perkembangan pemikirannya yang kemudian. dan karena kita tidak mengetahui konteks turunnya ayat itu atau petunjuk-petunjuk situasional yang berlaku pada masyarakat Islam saat itu. Kadang-kadang ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu tersebar pada surah-surah yang berbeda atau pada tempat-tempat yang berbeda dalam surah yang sama. kita harus mengambil sunnah Rasul dari segi jiwanya untuk tasyri al-ahkam dan memberikan keleluasaan sepenuhnya untuk mengembangkan teknik dan pelaksanaan masalah-masalah keduniawian. Seringkali kita mengalami kesulitan untuk memahami ayat atau mengetahui tujuannya karena jarak kita yang jauh dari zaman wahyu. prinsip-prinsip umum ini kita aplikasikan untuk memecahkan masalah-masalah konkret dewasa ini. Ia mengusulkan enam hal. kita harus mengganti pendekatan ta'abbudi terhadap nash-nash dengan pendekatan ta'aqquli. dan menjelaskan metodenya sebagai berikut: ". Pengantar pada tafsir ini –sepanjang pengetahuan saya dari kalangan kaum Muslim-. kedua.dictionary. Secara operasional. Terakhir. TAFSIR KONTEKSTUAL FAZLUR RAHMAN Rahman dalam Tema Pokok al-Qur'an memperinci metodologi penafsiran alQur'an dalam tiga langkah. pendekatan historis untuk menemukan makna teks. kemudian dikumpulkan ayat-ayat yang berkenaan dengan topik tersebut. dalam satu tempat. bergerak dari yang khusus kepada yang umum. ketiga. Tafsir maudhu'i dimulai dari topik.ditulis oleh Muhammad alBaqir al-Abthahi. yaitu.. Kedua. Ayat-ayat itu kemudian disusun dan dirangkai begitu rupa sehingga dihasilkan kesatuan pandangan yang lengkap dan kesatuan pemikiran yang menghimpun dan meliputi seluruh ayat tersebut. Nanti. dapat membantu kita dalam menghilangkan kekaburan dan ketidakjelasan. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ini pernah mengajukan saran-saran bagi pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. KRITIK PADA FIQH IBRAHIM HOSEN . Pertama. kita harus sanggup menyimpulkan prinsip-prinsip umum ajaran al-Qur'an. Amal dan Pangabean memperincinya dalam Tafsir Kontekstual al-Qur'an. Dari ketiga langkah tersebut di atas. Keempat. Ibrahim Hosen. (Kita) kumpulkan setiap ayat yang berkaitan dengan pengertian tertentu dan topik tertentu. Pertama." POKOK-POKOK PEMIKIRAN MADZHAB LIBERALISME Pendapat Prof. kita harus menggeser perhatian dari masalah pidana yang ditetapkan oleh nash kepada tujuan pemidanaan. Ketiga. 26. Al-Qur'an menunjukkan dalam setiap surah atau setiap tempat. kita harus melepaskan diri dari masalikul'illah gaya lama dan mengembangkan perumusan 'illat hukum yang baru.

Perintah ini harus dipahami sebagai perintah untuk menahan diri dari perbuatanperbuatan yang mendorong orang ke arah pemuasaan nafsu. Apakah perempuan tidak perlu memakai kerudung bila ia sudah pandai menjaga diri tidak melakukan tindakan yang "merangsang"? Kita memerlukan kriteria kapan teks harus ditinggalkan demi makna yang lebih dalam dan kapan makna yang lebih dalam itu harus diperlakukan sebagai pengayaan makna lahiriah dan bukan pengabaiannya. fiqh akan lebih berfungsi sebagai pemberi justifikasi daripada jurisprudensi. Fiqh menjadi alat status quo dan bukan sebagai korektor. Kata sebagian orang. Tanpa kriteria ini kaum liberalis dapat membawa kita ke arah tadhyi (pengabaian nash) dan tahrif (penyimpangan makna). ketika kita harus meninggalkan produktivitas. bukan menutupkan kerudung. kita meninggalkan makna obyektif yang sudah jelas dan memasuki makna subyektif yang tidak jelas kriterianya. qashar tidak lagi berlaku dalam perjalanan tetapi dalam situasi apapun yang membuat orang payah. pemikiran seperti ini tidak memerlukan usaha yang sungguh yang menjadi makna ijtihad. Saya yakin. Kita tidak boleh menerima teks-teks itu begitu saja (secara ta'abbudi). Makna lahiriah dari teks. "Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya sampai menutupi dada mereka" (QS. Sekarang kita abaikan makna lahiriah ini. al-Nur: 31) jelas menunjukkan perintah memakai kerudung sampai menutup dada. apakah kita juga harus meninggalkan puasa.Esensi dari pemikiran Hosen ialah jiwa atau semangat dari al-Qur'an dan Sunnah. Kita tidak perlu mengeluarkan zakat bila pemerintah sudah melakukan kebijakan pemerataan pendapatan dan memberikan santunan pada fakir miskin. Kita harus menggunakan akal (ta'aqquli). Pertama. Kata sebagian orang. berdasarkan pada 'illat baru. ketika kita meninggalkan makna lahir teks dan mencari jiwa atau semangat teks. Pandangan ini menimbulkan beberapa kemusykilan. KRITIK PADA FAZLUR RAHMAN . Kedua. dahulu wanita-wanita Arab itu senang membuka dadanya untuk merangsang kaum pria. ketika kita memerlukan tenaga untuk membangun. Kita dapat menggashar shalat hanya karena kita baru saja menyelenggarakan seminar yang menguras energi. Semangat ajaran Islam itu kesucian diri. Bukan semangat dari ajaran zakat ialah pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan? Ketika para sahabat bersiap diri menghadapi perang di bulan Ramadlan. kepastian hukum menjadi kabur. Misal. dengan menetapkan pemerintah sebagai pentakhshish dan pengtaqyid nash. Dalam istilah sebagian orang. Apa semangat dari larangan ini? Umat Islam sedang menghadapi tugas yang berat. yang dimaksud ialah hendaknya wanita memelihara kesucian dirinya dengan menutup diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Islam akan dipandang hanya sebagai suplemen dan bukan sebagai alternatif. Dengan cara ini terbukalah peluang untuk memasukkan pikiran-pikiran non-islami ke dalam struktur syari'at Islam. Kita tidak perlu terikat pada teks-teks lahir al-Qur'an dan Sunnah. dengan mengganti 'illat qashar pada masyaqqah (kepayahan). Dengan kebebasan mencari 'illat baru. Kata "menutupkan kerudung" harus dipahami sebagai kata kiasan. Ketiga. hukum-hukum syari'at dapat berubah. Tetapi yang menjadi persoalan ialah apakah berpegang pada semangat al-Qur'an atau al-Sunnah itu berarti tidak usah setia lagi pada makna lahiriahnya. Rasulullah menyuruh mereka berbuka. Kita masih dapat mengumpulkan pendapat-pendapat lain. Kita harus mencari semangat atau ruh perintah ini. karena justifikasi tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. Dalam situasi seperti itu puasa boleh ditinggalkan. Mereka memerlukan tenaga dan kekuatan. Sekarang.

Kedua. Lebih dari itu. sebab itu khusus dan efek legalnya juga khusus. para orientalis --lewat "analisis sosiologi" mereka-dapat "membuktikan" pengaruh-pengaruh Kristen dan Yahudi dalam al-Qur'an. Kadang-kadang ayat yang sama dijelaskan dengan asbab al-nuzul yang berlainan (ta'addud al-asbab wa al-nazil wahid). Dalam kalimat Shadr.berkenaan dengan hubungan antara dengan asbab al-nuzul. Karena itu. Apakah meminta doa kepada Rasul itu hanya berlaku pada waktu Rasul masih hidup atau juga berlaku sekarang? Bukankah dari ayat ini dapat disimpulkan suatu prinsip umum: Bila berbuat dosa. hadist-hadist tentang asbab al-nuzul itu sangat sedikit. karena jarak kita yang jauh dari masa wahyu. Tuhan dapat membuat sejarah. datanglah kepada Rasulullah --baik dalam keadaan hidup atau mati dan mintakan agar beliau memohonkan ampunan buat kita? Kaum Wahhabi berpendapat bahwa tawassul itu syirik dan karena itu menganggap ayat ini hanya berlaku ketika Rasulullah masih hidup. "terdapat jarak yang sangat jauh antara situasi sosial ketika nash-nash itu dilahirkan dengan situasi sosial dewasa ini. bila bertentangan dengan apa yang telah dipandangnya sebagai prinsip-prinsip umum ajaran alQur'an. seperti yang dilukiskan oleh Taufik dalam buku ini (h.adalah menetapkan apakah asbab al-nuzul itu hanya berkenaan dengan peristiwa atau orang yang spesifik atau dapat digeneralisasikan. kita merumuskan situasi di zaman Nabi itu dari asbab al-nuzul. sebagaimana yang telah banyak diketahui oleh para peneliti ulum al-Qur'an. Di antara yang sedikit itu.bersandar sepenuhnya pada pendekatan historis untuk memperoleh makna teks dari analisis latar sosiologis untuk memahami sasaran al-Qur'an. Pernah orang datang kepada Rasulullah saw. Terdapat juga kemusykilan dalam menentukan apakah dalam situasi tertentu. Kemudian turun surah alNisa ayat 64. Apalagi --sebagai pelanjut mazhab Umari-. tetapi --pada saut yang sama-"menilai bahwa literatur asbab al-nuzul itu seringkali sangat bertentangan dengan kacau-balau" (h. dari buku-buku tarikh. sangat sukar kita memperoleh gambaran utuh mengenai situasi sosial waktu itu. Apalagi. sebagian besar tidak tahan kritik --bahkan pada tingkat kritik rawi atau sanad. Yang paling musykil --dan justru di sini Rahman berpijak-. Mereka berpegang pada sebab yang khusus (bi khushush al-sabab). ketika nash-nash itu dijadikan rujukan. yang terbukti seringkali ditulis oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan historiografi. Rahman menyadari pentingnya asbab al-nuzul.Metodologi Rahman --seperti telah disebutkan di atas-. meminta agar beliau memohon ampun kepada Allah untuk orang itu. Kadang-kadang sebab yang sama berkaitan dengan ayat-ayat yang berlainan (ta'addud al-nazil wa 'l-sabab wahid). Setiap orang akan setuju bahwa konteks historis sangat diperlukan untuk memahami alQur'an. Setiap orang juga tahu bahwa asbab al-nuzul dan tarikh sangat . Seperti dikatakan Subhani. seperti kata sebagian orang.Rahman seringkali tidak ragu-ragu menanggap hadisthadist sebagai "fiksi yang dirumuskan belakangan saja"." Dari mana kita memperoleh informasi tentang situasi masa lalu itu? Pertama. tetapi hanya ahli sejarah yang dapat mengubah sejarah. Kemusykilan lainnya --yang terlalu panjang bila diuraikan di sini-. 224). Di sini tampak bahwa prinsip umum yang diyakini oleh mufasir menentukan spesifikasi atau generalisasi asbab al-nuzul. tetapi mempunyai motif-motif yang patut dicurigai. sedang dalam situasi lain sebabnya khusus tetapi efek legalnya umum. Di kalangan para mufassirin terjadi ikhtilaf apakah pelajaran (al-'ibrah) itu bersifat spesifik (bi khushush al-sabab) atau umum (bi 'umum al-lafazh). 158).

Dosa semuanya diharamkan dengan firman Allah. Khamr tidak diharamkan. Al-Itsm dalam ayat itu adalah khamr. al-A'raf:33). Allah tidak saja . Ketika ia bermaksud menyatakan Islamnya di depan Rasulullah saw. Khamr sudah diharamkan sejak awal kenabian.. Karena Allah berfirman. Kita tidak tahu apakah Rahman setuju. Seandainya tidak turun ayat lain yang mengharamkan. bagaimana kita dapat memastikan situasi sosial dari tarikh yang dapat kita akses. ketika manusia menjadi sebuah masyarakat (society). Dengan menggunakan metodologi Rahman. Kata A'sya. di dalamnya dosa besar. Rahman menunjukkan evolusi "sikap" al-Qur'an terhadap khamr. tetapi akhirnya dianggap sebagai perbuatan setan (QS 5:90-91). Katakanlah di dalamnya ada dosa besar (itsm kabir). "." Bahwa khamr telah diharamkan sejak awal bi'tsah dapat dilihat pada peristiwa masuk-Islamnya A'sya ibn Qais. juga. cukuplah ayat ini saja. kecuali untuk mempertegas (keharaman khamr) bagi menusia. Dalam urutan pengharaman khamr. jauh sebelum turun surah al-Maidah." kata mereka lagi. di tengah jalan ia dicegat Abu Sufyan." Inilah ratio legis haramnya alkohol. Menurut Rahman --juga kebanyakan ulama-.. "Aku tidak keberatan. dan orang-orang Quraisy lainnya. karena mereka menganggap enteng larangan ilahi ini.al-Jashash menjelaskan: "Ayat ini menetapkan haramnya khamr. "Tidak turun ayat alMa'idah. Tetapi karena sahabat terus-menerus melakukan pelanggaran. Mereka bertanya kepadamu tentang khmr dan judi. penelitian saya tentang pengharaman menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Tentang surah al-Baqarah ayat 219 --yang dianggap Rahman dan kebanyakan mufassirin belum mengharamkan khamr-. para ahli tafsir sepakat menyebutkan surah al-Maidah ayat 90 sebagai ayat yang terakhir. Abu Jahal. Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Thabrani dari Mu'adz ibn Jabal disebutkan bahwa di antara yang pertama kali diharamkan pada permulaan kenabian adalah minuman khamr. Setelah umat Islam terbentuk sebagai masyarakat.penting. Tuhanku hanya mengharamkan kekejian. (QS. Muhammad mengharamkan zina.. sebagaimana ditegaskan dalam surah al-Baqarah ayat 214. di Makkah. Apa prinsip umum yang dapat ditarik dari latar sosiologis ini? Kata Rahman. ketika Abu Jahal masih hidup. Mula-mula khamr dipandang sebagai rahmat Tuhan (QS 16:66-69). Abu Jahal terbunuh dalam perang Badar. ketika umat Islam belum merupakan suatu masyarakat (society).bahwa pengkonsumsian alkohol secara individual dalam komunitas informal tidak haram. maka pengharaman ditegaskan berkali-kali --dari tahrim 'am sampai tahrim khash bi tasydid albaligh (pengharaman khusus yang sangat keras). jika kita menyimpulkan --dari kesimpulannya-." kata mereka. tetapi hanya merupakan komunitas informal. Menurut Thabathaba'i. Yang ingin diketahui orang ialah bagaimana Rahman menarik kesimpulan dari ayat-ayat yang tidak ada asbab al-nuzul-nya. Muhammad mengharamkan khamr. Katakan Tuhanku hanya mengharamkan kekejian --baik yang tampak maupun yang tersembunyi-. Yang pertama mengharamkan khamr sebenarnya adalah surah al-A'raf ayat 33. Al-A'raf termasuk surah yang turun dalam periode Makkiyah awal. Marilah kita ambil kasus khamr. "Hai Abu Bashir. alkohol menjadi membahayakan sehingga pengkonsumsiannya tidak diperkenankan.. Dan seterusnya.dan dosa (al-itsm) dan pembangkangan tak benar serta menyekutukan Allah. khamr diharamkan. dan dosa. Peristiwa ini terjadi di Makkah. Kedua-duanya sangat dihajatkan terutama sekali untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai al-Qur'an ("ideal moral" alQur'an) atau sebab berlakunya hukum (ratio legis).pengharaman khamr ini berlangsung secara gradual." "Abu Bashir..

Bagaimana mungkin menetapkan ishmah mereka tanpa hujjah yang mutawatir? Bagaimana dapat dibayangkan adanya 'ishmah. 1974:133-143.Fath al-Bari. Ibn Hajar al-Asqalani. "Siapa saja yang mungkin salah atau lupa dan tidak tegas 'ishmahnya tidak boleh pembicaraannya menjadi hujjah. Beirut. yang berperang besertanya atau tidak. Dar al-Fikr. Muhammad Taqiy al-hakim mengkritik kelemahan argumentasi al-Syatibi secara rinci.karena sahabat masih tetap melakukannya. beriman kepadanya dan meninggal dalam Islam. Muslim. Pada halaman yang sama.Ibn Hajar mendefinisikan sahahat sebagai "orang yang berjumpa dengan Nabi saw. tetapi (untuk khamr) mempertegasnya dengan menyebutkan dosa besar. yang melihatnya tetapi tidak menghadiri majelisnya.T Al-Hakim Al-Ushul al-'Ammah fi al-Fiqh al-Muqaran. al-Ishahah fi Tamyiz al-Shahabah. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'at. Pembaca yang tertarik dapat melihat M.Lihat al-Ghazali. atau yang tidak melihatnya seperti orang buta". tanpa tahun. padahal mereka boleh ikhtilaf? Mungkinkah dua orang ma'shum ikhtilaf? Bagaimana mungkin. karena yang dimaksud manfaat itu manfaat dunia dan semua yang diharamkan ada manfaat duniawi bagi pelanggarnya. Tarikh al-Madhahib al-Islamiyah. hal. 5. Beirut. 1:10 4. "Kami berhenti. Ibn Majah.. Mesir: Mustafa Muhammad. Kami berhenti!" Ini hanyalah sebuah contoh penggunaan metodologi Rahman dengan hasil yang sama sekali berbeda dari konklusi Rahman. Dar al-Andalus. Lihat: Fath al-Bari. pengharaman khamr diulangulang --makin lama makin keras-.Abu Zahrah. Ahmad Abu Dawud. 2. Menurut riwayat. tanpa kota. sebagai penegas akan bahayanya. 1:443 al-Maktabah al-Salafiyah. 250. Karena itu surah al-Ma'idah 90 diakhiri dengan kata Mengapa kalian belum berhenti juga. al-Nasai. Al-Syatibi mengutip ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits untuk menunjang pendapatnya. 6.menjelaskan bahwa dosa itu haram. Karena basis metodologi Rahman adalah tarikh dan asbab al-nuzul. 4:74. padahal sahabat sepakat bolehnya bertentangan dengan sahabat yang lain? Abu Bakar dan Umar tidak mengingkari orang yang berbeda ijtihadnya . Umar menjawabnya. Mereka yang termasuk jumpa ini orang yang lama bergaul dengan Nabi atau yang sebentar. Adapun kata manfaat bagi manusia tidaklah berarti menghalalkannya. tanpa tahun. Mathba'ah al-Maktabah al-Tijariyah. al-Ghazali menolak semua pendapat itu dan berkata.Abu Ishaq al-Syatiby. yang harus lebih dahulu dirumuskan adalah kritik keduanya (yang kurang diperhatikan Rahman). 1:135. 1:457 3. al-Mustasyfa. Bagaimana mungkin berhujjah dengan ucapan mereka dengan kemungkinan mereka salah. CATATAN 1.Riwayat ini dihimpun berdasarkan hadits Bukhari." Walhasil.

Shahih Muslim 1:574. 1:3." Begitu "sucinya" para sahabat itu sehingga Abu Zar'ah menulis. semuanya masuk surga. "Sepakat semua Ahl Sunnah bahwa sahabat seluruhnya 'udul. al-hakim 2:196." 7.dengan mereka. Ibn Majah 2:227. hal." (Saya kutip lagi dari Muhammad 'Ajal al-Khatib. Kairo. "Ra'y Gera'i Dar Ijtihad". ketahuilah bahwa dia itu zindiq (atheis). tak ada yang menentang hal ini kecuali orang-orang bid'ah yang menyirnpang" (Al-Ishabah 1:9. "Seluruh sahabat itu mukmin yang saleh. 1408. menurut Ibn Hazm. "Siapa yang mengkritik salah seorang di antara sahabat Rasulullah saw. Umdat al-Qari 11:151. dalam Al-Tawhid. Irsayad al-Sari 10:9.Muhammad Ibrahim Jannati. 14. petunjuk. pada Kitab Al-Muharibin.agar setiap mujtahid mengikuti ijtihadnya masing-masing. 57-58. 5:148. Mengenai 'Udul-nya sahabat. hal. Bukhari meriwayatkan hadits ini tetapi dengan tidak lengkap. menulis. Sunan al-Baihaqi 7:336. 252. lihat Ibn Qayyim. semuanya mati dalam iman. tidak seorangpun masuk neraka.Kupasan tentang perdebatan ini. Taysir al-Wushul 2:5. Maktabah Wahdah. Kanz al-Ummal 3:102. 1963. Musnad Ahmad 1:314. 7-9. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:264. tidak dikenai celaan. dan kebajikan.Taqdimah al-Ma'rifah li Kitab al-Jarh wa al-Ta'dil. 1371. 3:69. al-Dar al-Mantsur 1:279. 12.Abu Dawud 2:227. 9. . 4:352 dan 5:22.Shahih al-Bukhari. 9. Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:318. 10.Abu Dawud 2:242. 1:349. sebab mereka semna 'udul. Tarikh al-Madzahib. Shahih Muslim 2:52. bahkan mereka mewajibkan --dalam masalah ijtihad-." Lihat Al-Ishabah 1:10. hal. "Ijtihad and the Practise of Ra'y". 11. Sunan al-Nasa'i. Fath al-Bari 12:101. lihat juga Shahih Muslim. Zad al-Ma'ad 1:177-225. vol. al-Hakim dalam al-Mubarak 2:59 dan 4:389. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Mahliqa Qara'i. dalam Kayhan-e Andisheh NO. "Sahabat sama seperti perawi hadits yang lain kecuali satu hal --pada mereka tidak berlaku jarh dan ta'dil. 13. 8. Kecuali untuk sahabat yang masuk Islam sesudah Bai'at al-Ridwan (sambil mereka pun tidak boleh disebut kecuali kebaikan). Ibn Hajar mengemukakan dalil-dalil tentang 'udul-nya sahabat secara rinci dalam kitab ini juga). Ibn Al-Atsir dalam Usud al-Ghabah fi Ma'rifat al-Shahabah. 2. Sunan al-Baihaqi.Abu Zahrah. V NO. Al-Sunnah qabl al-Tadwin. Ibn Hajar berkata. Heiderabad. 395-396).

1:2-3.Tadzkirat al-Huffazh. Al-Syura 23 (tentang keharusan mencintai ahli waris). hal. "Kitab al-Jihad". 255.Al-Thabaqat al-Kubra. 1:22.Al-Thabaqat al-Kubra. Kanz al-'Ummal. Al-Ijtihad: wa Mada Hajatina ilaih fi Hadza al-Ashar. Tarikh al-Khulafa. "Al-'Itisham. Shahih al-Turmudzi 2:308.Lihat Dr. Thabaqat ibn Sa'ad 2:244. dalam Hawl al-Wahdah al-Islamiyah. Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsah. Lihat juga Shahih Bukhari. 32-33. 1:7. Al-Ijtihad. 16. Tarikh Thabari 3:193. 227-228. Musnad Ahmad 4:366. Al-Ahzab 33 (tentang 'ishmah ahli bait).15. tarjamah 'Umar 28. 17. 25. Gubahan syair dari Al-Amini al-Inhaqi dari Syiria. bukan tempatnya di sini menuliskan semua riwayat yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama. Musa Towana. Al-Baihaqi 2:148. "I'lam al-Muqi'in. "Kitab al-'Ilam". 1:174. Tarikh al-Madzahib. kamu tidak akan sesat selama-lamanya Kitab Allah den Ahli Baitku (hadits-hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Shaih Muslim dalam Kitab Fadhail al-Shahabat". 1404. 23.Al-Syatibi. . Shahih Muslim Bab "Tark al-Wasyiyyah" Musnad Ahmad. hal. menyimpulkan dalil-dalil itu. Mustadrak al-Shahihain 3:109. 26. Musa Towana. tanpa tahun. 138. tarjamah Abu Bakr. hal. 39-40.Ibn Qayyim al-Jawziyyah. Mesir: Mathba'ah Sa'adah. hadits NO. Saya kutip lagi dari Abu Zahrah.Tafsir Ibn Katsir 4:194.Dr. Kanz al-'Umal 1:47 dan lain-lain). yang jika kamu berpegang teguh.Tadzkirat al-Huffadz. 7:188.Tadzkirat al-Huffazh. 21. 22. dan hadits: "Ahli baitku adalah tempat yang aman dari ikhtilaf bagi umatku" (Mustadrak al-Shahihain 3:348). Teheran: Sepahar. 1935. 27. hal. tt 1:63-64. 18. 20. 24. 7:447. 19. turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib). dalam Limadza Ikhtartu Madzhab Ahl al-Bait. 11:257. Di antara hadist-hadits tentang hal yang sama adalah hadits Tsaqalain: Aku tinggalkan bagimu dua hal. Kanz al-Ummal 1:185.Shaih al-Bukhari.Al-Thabaqat al-Kubra.Asbab al-Ikhtilaf bain Aimmah al-Madzahib al-Islamiyah". dan Kitab al-Jizyah".Di antara ayat-ayat yang menunjukkan keharusan mengikuti ahli bait adalah Al-Maidah 55 (Menurut banyak ahli tafsir. Tafsir al-Darr al-Mantsur 6:74. 1:5.

Shahih Muslim 1:142. 38. Usman mula-mula shalat dua rakaat.Al-Jawharah al-Nayyirah. juga Al-Baladzuri dalam al-Anshab 5:26. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 2:168. 39. Sunan Ibnu Majah 1:348. 30. lihat Al-Syawkani dalam Al-Awthar 3:374. Shahih al-Turmudzi 1:68.Lihat "Kontroversi sekitar Ijtihad 'Umar r. 205. Qum Abu Mujtaba. dalam Iqbal Abdurrauf Saimima. 1988. Umar shalat di Mina dua rakaat. Tafsir al-Zamahsyari 1:359.a".Al-Muwaththa'. 10404 H.Fazlur Rahman. 34. lihat Tafsir al-Manar 10:297. Membuka Pintu Ijtihad. Sunan al-Baihaqi 6:342-343. al-Baihaqi 7:164. Il-Ishabah 2:322. Sunan al-Baihaqi 1:472. 37. Taisir al-Khazim 1:356. 31. Shahih al-Bukhari 1:109.95. 44." 40. Sunan al-nasai 2:179.Ibn Hazm dalam Al-Muhalla 5:227. Al-Durr al-Mantsur 3:252.Ibn Hajar. 2:10. Musnad Ahmad 1:61. Sunan al-Nasai 3:100.Shahih al-Bukhari 3:69.Tarikh al-Thabari 3:234. Tasyir al-Wushul 1:282. hal. 1983. dikutip lagi dari al-Nash wa al-Ijtihad. ed. Abu Bakar shalat di Mina dua rakaat. Musnad Ahmad 2:148 Sunan al-Baihaqi 3:126. 26 menulis: Kami telah menyatakan (1) bahwa sunnah dari kaum muslim di masa lampau secara konsepsional dan kurang lebih secara garis besarnya berhubungan erat dengan sunnah Nabi dan pendapat yang . Jakarta: Pustaka Panjimas. Bandung: Pustaka. Kitab al-Umm 1:173.Shahih al-Bukhari 3:69. Sunan al-Nasai 5:148. Al-Kamil ibn al-Katsir 2:146. Tafsir al-Qurthubi 6:117. Mustadrak al-hakim 1:472. Tafsir al-Thabari 10:6. 152. Riwayat pelarangan bagian muallaf. Fath al-Bari 2:361. hal. Sunan Abu Dawud 1:171. hal. Tarikh Ibn Katsir 6:319. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 3:60 62. Sunan al-Baihaqi 1:429. Lihat juga Shahih al-Bukhari 2:154. Al-Muhalla' 9:622. 3:192. 33. 36. sedangkan Marwan supaya orang mendengarkan khutbahnya. 37.. Tafsir al-Syawkani 1:418. Shahih al-Muslim 1:349.Kitab al-Kharraj 24-25. tetapi kemudian meng-itmam-kannya. Al-Durr al-Mautsir 2:136.29. 50. Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam. Sunan al-Muslim 2:260. 32. Ibn Hajar memberikan komentar.Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa' 1:282 dari Urwah: Rasulullah shalat dua rakaat di Mina pada shalat-shalat yang empat rakaat. "Utsman melihat kemaslahatan jamaah supaya dapat mengejar shalat.

kandungan yang khusus dan aktual dari sunnah kaum muslim di masa lampau tersebut sebagian besarnya adalah produk dari kaum muslim sendiri. 42. Kitab ini menunjukkan. 49.menyatakan bahwa praktek-praktek muslim di masa lampau terpisah dari konsep sunnah Nabi adalah salah sekali. tidak mengizinkan kami (sujud selain di atas . "Bab I: Al-Hawah". 1:208.Abu Zahrah. (2) bahwa meskipun demikian. pada hamisy kitab Tafsir Al Thabari. 1:79. Tarikh Al-Madzahib Al-Islamiyah. (3) bahwa unsur kreatif dari kandungan ini adalah ijtihad personal yang mengalami kristalisasi menjadi ijma' berdasarkan petunjuk pokok dari sunnah nabi yang tidak dianggap sebagai sesuatu yang sangat bersifat spesifik. 1:365. Kitab Al-Riqaq. 46. Ali bin Abi Thalib. 52..Shahih Bukhari. lihat juga Dhuha Al-Islam. Lihat Fath al-Bari.Ansab Al-Asyraf. 2:244. Abdullah bin Mas'ud.Lihat Ali Al-Hamady. Shahih Muslim. 11:463-476.Shahih Bukhari. 43. 51. 8:143.. Turmudzi 3:302.Al-Imam Al-Syafi'i. 45.Syibli Nu'mani. 5:263. Tidak mungkin kita menurunkan semua hadits itu di sini Cukuplah kita kutip hadits Muslim dari Khabab bin Al-Arat. 50. Fath al-bari 7:449-450. (4) bahwa kandungan sunnah atau sunnah dengan pengertian sebagai praktek yang disepakati secara bersama adalah identik dengan ijma'. hal. Tetapi. Jabir bin Abdillah dan lain-lain melarang sujud selain di atas tanah. 48. 1978.Catatan kaki pada hamisy kitab Sunan Al-Nasai.Jami' Bayan Al-`Ilm. hadits ke 4170. Bandung: Pustaka. hal. "Bab Ghazwat Al-Hudaibiyah. 1:221. Kitab Al-Fadhail. 2:180. 1404.Tafsir Al-Nisabury. 532. tt. 2:244. Dar Al-Fikr Al-Araby. Lihat juga Sunan al-Baihaqi 2:68. "Bab Itsbat". sahabat-sahabat seperti Abu Bakar. 14. Al-Sujud 'ala al-A'rdh. hal.Jami'Bayan Al-` Ilm. 44. Tanwir Al-Hawalik. 41. 47. 267. Nabi saw. "Kami mengeluoh kepada Rasulullah tentang udara yang sangat panas sehingga tanah menjadi sangat panas pada dahi-dahi kami." Kitab Al-Maghazi.Syarh Al-Muwaththa'. Umar Yang Agung. 2:401. berdasarkan hadit-hadits yang diriwayatkan Ahl Sunnah bahwa disamping Rasulullah saw. Al-Umm. Dar Al Tarqib. 1:93-94. Kanz al-'Ummal.

Ibn Katsir. 56. hal. Mustadrak Al-Hakim. Ibn Al-Atsir. Ketika mereka mengadukan apa yang mereka alami.Shahih Muslim. 53. 8:889. Tarikh Ibn Katsir. ketika menjelaskan hadits ini. lihat juga biografi Abdurrahman bin Abi Bakr dalam Ibn Asakir. Al-Ishabah. ibid. 7:214 57..tanah). bab "Man La Ha'arahun Naby". 4:481. Al-Bidayah wa Al-Nihayah. dalam Al-Nihayah. Tarikh Dimasq. berkata. Dar Ihya' Al-Turats Al-'Arabiy. Waktu itu para sahabat meletakkan ujung baju mereka dilarang ketika akan sujud untuk menghindarkan panas yang sangat. Ibn Katsir.Al-Sirah Al-Nabawiyyah.Kata Al-Dzhabi dalam Tadzkirat Al-Huffadz. 3:124. 54. . 55. mengizinkan mereka sujud di atas pakaian mereka itu. Nabi saw. Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah. tetapi mereka dilarang berbuat begitu. "Para fuqaha menyebut peristiwa ini berkenaan dengan sujud. 59.Tafsir Al-Thabari. Usud Al-Ghabab. "Bab Walladzi Qala li Walidaihi". 698-701. Fath Al-Bari. juz I. 58. 3:40.Abu Zahrah. Beirut. 19:72-75. Lihat juga biografi Al-Haban bin Al-'Ash pada Al-'Isti'ab.Shahih Al-Bukhari. 257. 10:197-198. Kitab Al-Birr wa Al-Shilah.