Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah

Editor: Budhy Munawar-Rachman Penerbit Yayasan Paramadina Jln. Metro Pondok Indah Pondok Indah Plaza I Kav. UA 20-21 Jakarta Selatan Telp. (021) 7501969, 7501983, 7507173 Fax. (021) 7507174

TINJAUAN KRITIS ATAS SEJARAH FIQH
oleh Jalaluddin Rakhmat 1. FIQH AL-KHULAFA' AL-RASYIDIN: FIQH PENGUASA

Dari Fiqh Al-Khulafa' Al-Rasyidin Hingga Madzhab Liberalisme

Seorang laki-laki datang menemui 'Umar bin Khathab: "Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air." Maksud kedatangannya untuk menanyakan apakah ia harus shalat atau tidak. Umar menjawab, "Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air." 'Ammar bin Yasir berkata pada 'Umar bin Khathab: "Tidakkah Anda ingat. Dulu --engkau dan aku-- pernah berada dalam perjalanan. Kita dalam keadaan junub. Engkau tidak shalat, sedangkan aku berguling-guling di atas tanah. Aku sampaikan kejadian ini kepada Rasulullah saw. Dan Nabi berkata, cukuplah bagi kamu berbuat demikian." Mendengar demikian Umar menegur 'Ammar: "Ya Ammar, takutlah pada Allah", Kata Ammar, "Ya Amir al-Mu'minin, jika engkau inginkan, aku tidak akan menceritakan hadits ini selama engkau hidup." [1] "Yang dimaksud Ammar," kata Ibn Hajar, [2] "Aku melihat memang lebih baik tidak meriwayatkan hadits ini ketimbang meriwayatkannya Aku setuju denganmu, dan menahan diriku. Toh, aku sudah menyampaikannya, sehingga aku tidak bersalah." Sejak itu, 'Ammar tidak meriwayatkan peristiwa itu lagi. 'Umar tetap berpegang teguh pada pendapatnya -- orang junub, bila tidak ada air, tidak perlu shalat. "Wa hadza madzab masyhur 'an 'Umar," kata Ibn Hajar. Semua sahabat menolak pendapat Umar, kecuali Abdullah bin Mas'ud. Al-Bukhari mencatat perdebatan Abdullah bin Mas'ud dengan Abu Musa al-Asy'ari tentang kasus ini pada hadits No. 247. Abu Musa menentang pendapat Abdullah --sekaligus madzhab Umar-- dengan mengutip ayat ("jika kalian tak mendapatkan air hendaklah tayamum dengan tanah yang baik"). Menarik untuk dicatat bahwa kelak dengan merujuk ayat yang sama, mazhab Hanafi melanjutkan mazhab 'Umar. Lebih menarik lagi untuk kita catat adalah beberapa pelajaran dari riwayat di atas. Pertama, memang terjadi perbedaan paham di antara sahabat dalam masalah fiqhiyah Kedua, lewat kekuasaan, 'Umar menghendaki pembakuan paham dan mengeliminasi pendapat yang berlainan. Ketiga, terlihat ada sikap hiperkritis dalam menerima atau menyampaikan riwayat Dan keempat, perbedaan di antara para sahabat berpengaruh besar pada ikhtilaf kaum Muslim pada abad-abad berikutnya Karena itu membicarakan fiqh para sahabat menjadi sangat penting sebagai pijakan bagi pembahasan masalah fiqh mutakhir. Saya akan memulai makalah ini

dengan membahas urgensi fiqh sahabat dalam keseluruhan pemikiran fiqhiyah. Setelah itu, saya akan menjelaskan sebab-musabab timbulnya ikhtilaf fiqh di antara para sahabat, karakteristik fiqh sahabat, dan contoh-contoh fiqh al-khulafa al-rasyidin. URGENSI FIQH SAHABAT Fiqh shahabi memperoleh kedudukan yang sangat penting dalam khazanah pemikiran Islam. Pertama, sahabat --sebagaimana didefinisikan ahli hadits-adalah orang yang berjumpa dengan Rasulullah saw dan meninggal dunia sebagai orang Islam. [3] Dari makalah kita mengenal sunnah Rasulullah, karena itu, dari mereka juga kita mewarisi ikhtilaf di kalangan kaum Muslim. Kedua, zaman sahabat adalah zaman segera setelah berakhirnya masa tasyri'. Inilah embrio ilmu fiqh yang pertama. Bila pada zaman tasyri' orang memverifikasi pemahaman agamanya atau mengakhiri perbedaan pendapat dengan merujuk pada Rasulullah, pada zaman sahabat rujukan itu adalah diri sendiri. Sementara itu, perluasan kekuasaan Islam dan interaksi antara Islam dengan peradaban-peradaban lain menimbulkan masalah-masalah baru. Dan para sahabat merespon situasi ini dengan mengembangkan fiqh (pemahaman) mereka. Ketika menceritakan ijtihad pada zaman sahabat, Abu Zahrah menulis: [4] Di antara sahabat ada yang berijtihad dalam batas-batas al-Kitab dan alSunnah, dan tidak melewatinya; ada pula yang berijtihad dengan ra'yu bila tidak ada nash, dan bentuk ra'yu-nya bermacam-macam; ada yang berijtihad dengan qiyas seperti Abdullah bin Mas'ud; dan ada yang berijtihad dengan metode mashlahat, bila tidak ada nash. Dengan demikian, zaman sahabat juga melahirkan prinsip-prinsip umum dalam mengambil keputusan hukum (istinbath; al-hukm.); yang nanti diformulasikan dalam kaidah-kaidah ushul fiqh. Ketiga, ijtihad para sahabat menjadi rujukan yang harus diamalkan, perilaku mereka menjadi sunnah yang diikuti. Al-Syathibi [5] menulis, "Sunnah sahabat r.a. adalah sunnah yang harus diamalkan dan dijadikan rujukan." Dalam perkembangan ilmu fiqh, madzhab sahabat --sebagai ucapan dan perilaku yang keluar dari para sahabat-- akhirnya menjadi salah satu sumber hukum Islam di samping istihsan, qiyas, mashalih mursalah dan sebagainya. Madzhab sahabat pun menjadi hujjah. Tentang hal ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian menganggaprlya sebagai hujjah mutlak; sebagian lagi sebagai hujjah bila bertentangan dengan qiyas; sebagian lainnya hanya menganggap hujjah pada pendapat Abu Bakar dan Umar saja, berdasarkan hadits ("berpeganglah pada dua orang sesudahku, yakni Abu Bakar dan Umar"); dan sebagian yang lain, berpendapat bahwa yang menjadi hujjah hanyalah kesepakatan khulafa' al-Rasyidin. [6] Terakhir keempat, ini yang terpenting, ahl al-Sunnah sepakat menetapkan bahwa seluruh sallabat adalah baik (al-shahabiy kulluhum 'udul). Mereka tak boleh dikritik, dipersalahkan, atau dinilai sebagaimana perawi hadits lain. Imam ahli jarh dan ta'dil, Abu Hatim al-Razi dalam pengantar kitabnyamenulis: [7] Adapun sahabat Rasulullah saw, mereka adalah orang-orang yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui tafsir dar ta'wil, yang dipilih Allah untuk- menemani Nabi-Nya, untuk menolongnya, menegakkan agamanya, memenangkan ke benarannya... Allah memuliakan mereka dengan karunia-Nya menempatkan

kedudukan mereka pada tempat ikutan. Mereka dibersikkan dari keraguan, dusta, kekeliruan, keraguan kesombongan, dan celaan. Allah menamai mereka sebagai 'udul al-ummah (umat yang paling bersih)... Merekalah 'udul alummah, pemimpin-pemimpin hidayah, hujjah agama, dan pembawa al-Qur'an dan al-`Sunnah. Karena posisi sahabat begitu istimewa, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah. Tentu saja, menurut kesepakatan ahl al-sunnah, di antara para sahabat itu yang paling penting adalah khulafa al-rasyidun. Bila mereka sepakat, pendapat mereka dapat membantu memecahkan masalah fiqh; bila mereka ikhtilaf, mazhab sahabat menimbulkan kemusykilan yang sulit diatasi. Lalu mengapa mereka ikhtilaf? PENYEBAB IKHTILAF DI KALANGAN SAHABAT Salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat adalah prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah saw. Sementara itu, setelah Rasulullah wafat, putuslah masa tasyi'. Menghadapi masalah-masalah baru itu, muncul dua pandangan. [8] Kelompok pertama memandang bahwa otoritas untuk menetapkan hukumhukum Tuhan dan menjelaskan makna al-Qur'an setelah Rasulullah wafat dipegang ahl al-Bait. Hanya merekalah, menurut nash dari Rasul, yang harus dirujuk untuk menyelesaikan masalah-masalah dan menetapkan hukum-hukum Allah. Kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam masa berhentinya wahyu, karena mereka tahu betul --tugas mereka adalah mengacu pada Ma'shumun. Kelompok kedua memandang tidak ada orang tertentu yang ditunjuk rasul untuk menafsirkan dan menetapkan perintah Ilahi. Al-Qur'an dan al-Sunnah adalah sumber untuk menarik hukum-hukum berkenaan dengan masalahmasalah yang timbul di masyarakat. Kelompok ini --kelak disebut Ahl alSunnah-- ternyata tidak mudah mengambil hukum dari nash, karena banyak hal tak terjawab oleh nash. Mereka akhirnya menggunakan metode-metode ijtidah seperti qiyas atau istihsan. Semua Khalifah al-Rasyidin termasuk kelompok kedua, kecuali Ali bin Abi Thalib. Kelompok kedua lebih banyak menggunakan ra'yu, dan kelompok pertama lebih banyak merujuk nash. Kelompok kedua banyak menggunakan dalil aqly, kelompok pertama dalil naqli. Umar pernah melarang hajji tamattu', padahal al-Qur'an dan al-Sunnah sangat tegas menetapkannya. Ketika Utsman juga melarangnya, Ali secara demonstratif melakukannya di depan Utsman. Kata Utsman: Aku melarang manusia melakukan tamattu, dan engkau sendiri melakukannya. Ali menjawab: Aku tak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw. hanya karena pendapat seseorang. [9] Setelah perdebatan ini, menurut riwayat lain dari Abdullah bin Zubair, Utsman berkata: Sesungguhnya laranganku itu hanya ra'yuku saja. Siapa yang mau boleh menjalankannya; siapa yang tak mau boleh meninggalkannya. [10] Contoh lainnya adalah hukuman dera bagi peminum khamr. Rasulullah saw. menderanya 40 kali. [11] Umar --atas saran Abd al-Rahman bin Auf menderanya 80 kali. Ali kembali menderanya 40 kali. Rasulullah saw. menetapkan thalaq tiga dalam satu majlis itu dihitung satu. [12] Begitu pula Ali. Umar menetapkan thalaq tiga itu jatuh tiga sekaligus. Umar memutuskan hukuman rajam bagi orang gila yang berzina. Ali membebaskan hukum itu berdasarkan hadits. [13]

Bila contoh-contoh tadi berkenaan dengan perbedaan antara ketetapan nash dengan ra'yu, contoh-contoh berikut menunjukkan perbedaan memahami nash. Kata quru dalam wal muthalaqatu yatarabbashna bi anfusihim tsalatsatu quru' diartikan berbeda-beda. Abdullah bin Mas'ud dan Umar mengartikan "quru" itu haidh. Zaid ibn Tsabit mengartikannya masa bersuci di antara haidh dengan haidh lagi. [14] Ibn Umar menafsirkan "al-muhshanat dalam ayat wa al muhshanat min alladzina utu al-kitab sebagai wanita Muslim, karena itu Ibn Umar mengharamkan wanita ahli kitab dinikahi laki-laki Muslim. Ibn 'Abbas menganggap ayat itu sebagai pengecualian (takhshish) dari ayat wa la tankihu al-musyrikat hatta yu'minna. Utsman tampaknya sependapat dengan Ibn 'Abbas, karena ia menikah dengan Nailah, wanita Nashrani, dan Thalhah menikahi wanita Yahudi dari Syam. [15] Kadang-kadang ikhtilaf terjadi di antara para sahabat karena perbedaan pengetahuan yang mereka miiiki. Sebagian sahabat, misalnya, mengetahui nash tertentu, sebagian lain tidak mengetahuinya. Umar pernah menegur orang yang dikiranya salah ketika membaca QS al-Fath: 26. Ia memarahi orang itu. Tetapi Umar kemudian dikoreksi Ubayy bin Ka'ab. Kata Ubayy Anda tahu saya berada di dalam beserta Rasulullah saw. ketika ia membaca ayat itu. Engkau sendiri berada di pintu... Demi Allah Ya Umar, sesungguhnya Anda tahu, ketika saya hadir Anda tidak ada; ketika saya diundang, Anda tidak. [16] Al-Syaikh Muhammad Muhammad al-Madany menjelaskan ikhtilaf yang berkenaan dengan sunnah: [17] salah satu sebab

Sahabat Rasulullah saw., yang mengambil sunnah dari Nabi dan meriwayatkannya, berbeda-beda dalam kemampuan pengambilannya dan dalam menerima riwayatnya. Rasulullah saw. ditanya tentang suatu masalah. Ia menghukum dengan hukum tertentu memerintahkan atau melarang sesuatu, melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Yang hadir waktu itu dapat menyimpan peristiwa itu, yang tidak hadir tentu tidak mengetahuinya. Ketika Rasulullah saw. wafat, bertebaranlah sahabat di negeri-negeri, dan setiap penduduk negeri mengambil dari sahabat yang ada di negeri mereka. Berkata Ibn Hazm: "Orang Madinah hadir pada tempat yang tidak dihadiri orang Basrah, orang Basrah menghadiri tempat yang tidak dihadiri orang Syam; orang Syam hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Basrah; orang Basrah menghadiri yang tidak dihadiri orang Kufah; orang Kufah hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Madinah. Ini semua terjadi dalam hadits, dan pada saat kita memerlukan informasi. Padahal --seperti telah kita jelaskan--sebagian sahabat pada sebagian waktu tidak hadir di majelis Rasulullah saw., sedangkan sebagian lagi hadir. Setiap orang hanya mcngetahui apa yang ia saksikan, dan tidak mengetahui apa yang tidak ia hadiri. Ini jelas menurut akal. 'Amar dan yang lain mengetahui tentang tayamum, Umar dan Ibn Mas'ud tidak mengetahuinya, sehingga mereka berkata: Orang junub tidak tayamum, walau pun tidak menemukan air selama dua bulan. Ali Hudzaifah al-Yamani dan lain-lain mengetahui hukum mengusap tetapi 'Aisyah, Ibn 'Umar, Abu Hurairah tidak mengetahuinya walaupun mereka penduduk Madinah. Anak perempuan dari anak beserta anak perempuan mendapat waris diketahui Ibn Mas'ud tetapi tidak diketahui Abu Musa. Marilah kita berikan satu contoh lagi yang lebih ilustratif. Ketika orang sedang berkumpul di hadapan Umar bin Khathab, masuklah seorang laki-laki: "Ya Amir al-Mu'minin, ini Zaid bin sabit berfatwa di masjid dengan ra'yunya berkenaan dengan mandi janabah." Kata Umar: "Panggil dia!" Zaid pun datang dan Umar berkata: "Hai musuh dirinya sendiri!, aku dengar kau berfatwa pada manusia dengan ra'yumu sendiri? Kata Zaid: "Ya Amir al-Mu'minin. Aku tidak melakukan itu. Tetapi aku mendengar hadits dari paman-pamanku, lalu aku

Muhammad Ali al-Sais menyebutkan bahwa ijtihad sahabat itu meliputi qiyas.merujuk pada ahl al-Bait dalam menghadapi masalah-masalah baru. Dengan begitu. jadilah itu sunnah. 'Umar bin Abd al-'Aziz. sadd al-dzara'i. b) qiyas pada nash atau pada ijma'. Seandainya pendapat mereka itu tunggal. apalagi orang-orang setelah kalian!" Kata Ali. ia membuka umat untuk memasuki Rahmat-Nya." Kata Umar: "Kalian sahabat-sahabat yang ikut Badr sudah ikhtilaf. ikhtilaf di antara para sahabat itu dibiarkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kata 'Aisyah: "Bila khitan sudah bertemu khitan. Mereka adalah teladan yang diikuti." Kata Umar: "Bila ada lagi orang berfatwa bahwa tidak wajib mandi kalau tidak keluar. Menurut Muhammad Salim Madkur. tokoh ukhuwah Islamiyah yang menghentikan kutukan pada Ali di mimbar. dari segi prosedur penetapan hukum. Menurut Muhammad al-Khudlari Bek. Mereka berpendapat bahwa ada dua nash yang dengan tegas menyuruh kaum Muslim berpegang teguh pada pimpinan ahl-al-Bait. wajib mandi. Semua orang berkata tidak perlu mandi. Tidak juga ada larangan dari Rasulullah saw. aku akan pukul dia. lalu bermusyawarah. ikhtilaf para sahabat ini menjadi sumber perpecahan." [18] Dalam kasus yang baru kita ceritakan. saya tak akan membicarakan kelompok sahabat ini. 'Ammar bin Yasir." dari Rifa'ah bin Rafi'. ijtihad mereka menggunakan tiga metode: a) menjelaskan dan menafsirkan nash. ikhtilaf di antara para sahabat dapat diselesaikan oleh khalifah. Dalam kasus-kasus yang lain. dan ijtihad dengan ra'yu seperti al-Mashalih al-Mursalah dan istihsan. Ya Amir al-Mu'minin: "tidak ada orang yang lebih tahu dalam hal ini kecuali isteri Rasulullah saw. Ah al-Bait memiliki kema'shuman berdasarkan nash al-Qur'an dan al-Sunnah. Buat orang-orang sektarian. karena bila mereka tidak membukanya. [30] Pada bagian ini. ikhtilaf ini adalah assets bagi perkembangan pemikiran. Para sahabat -. Kedua cara ini melahirkan dua mazhab besar di kalangan sahabat – Madzhab 'Alawi dan Madzhab 'Umari yang akhirnya mewariskan kepada kita sekarang sebagai Syi'ah dan ahli Sunnah. Ia mengutus orang bertanya pada Hafshah. pendapat seseorang menjadi hujjah bila orang itu ma'shum. 'Aisyah ditanya. almashalih al-mursalah. ada dua cara yang dilakukan para sahabat.seperti Miqdad. al-baraah al-ashliyah. Jika kita mengambil dari siapa saja di antara mereka. Kata Umar: "Panggil Rafa'ah bin Rafi'. berkata: "Aku tidak senang kalau sahabat Nabi tidak ikhtilaf. [21] . sempitlah manusia dibuatnya. istihsan. tapi akan memutuskan perhatian pada metode ijtihad kelompok sahabat yang tak merujuk ahl al-Bait. Hafshah tidak tahu. mereka membuka pintu ijtihad bagi manusia. mengetahuinya?" Kata Rafa'ah: "Tidak tahu.sampaikan – dan Abi Ayyub dari Ubbay bin Ka'ab. Khalifah bahkan menetapkan sangsi bagi orang yang mempunyai pendapat berbeda. Hudzaifah dan sebagian besar Bani Hasyim -. kecuali Ali dan Mu'adz. para mujtahid berada dalam kesempitan." [19] KARAKTERISTIK FIQH SAHABAT Seperti telah disebutkan di muka. Ia berkata: "Apakah kalian berbuat demikian bila kalian bercampur dengan isteri kalian dan tidak keluar air mani kalian mandi?" Kata Rafa'ah: "Kami melakukan begitu pada zaman Rasulullah saw. wajib mandi. Tidak turun ayat yang mengharamkan. Abu Dzar. Buat orang yang berjiwa terbuka. Allah memberikan keluasan pada umat dengan adanya ikhtilaf furu'i di antara mereka. Mereka boleh ikhtilaf." Kata Umar: "Apakah Rasulullah saw. Artinya." Lalu Umar mengumpulkan Muhajirin dan Anshar. fiqh mereka ini hanya terbatas pada qiyas. Keduanya berkata: "Jika kedua khitan bertemu. menurut mereka. Lagi pula.

Abu Darda. bila tidak ada nash. walaupun ada nash sharih (tegas) yang bertentangan dengan itu." [27] Tradisi pelarangan hadits ini dilanjutkan para tabi'in. dan haramkanlah apa yang diharamkannya" [24] 3) Al-Zuhri meriwayatkan. Ia memikirkannya selama satu bulan. Di bawah ini saya kutipkan berbagai riwayat berkenaan dengan sikap Khulafa al-Rasyidin pada Hadits (sunnah): 1) Dari Ibn Abbas: ketika Nabi menjelang wafat. Nabi saw. di antaranya Umar bin Khathab. jawablah -. "Kalian meriwayatkan hadits Rasulullah saw. serta Rasulullah dan Abu Bakar melakukannya. Jika ada yang bertanya kepada kalian. ada tiga tahap dalam ijtihad para sahabat: a) merujuk pada nash al-Qur'an dan al-Sunnah b) menggunakan metode-metode ijtihad seperti qiyas. Mereka tenggelam dalam tulisan mereka dan meninggalkan Kitab Allah. "Aku takut jika aku mati aku masih meninggalkan hadits-hadits ini bersamamu. Di antara mereka ada yang mengikuti ucapan Umar." Umar berkata: "Nabi sedang dikuasai penyakitnya. Bila al-Qur'an menetapkan bagian muallaf dari zakat. para Khulafa al-Rasyidin selain Ali. penulisan hadits terlambat sampai abad 8 M. menggunakan qiyas atau pertimbangan kepentingan umum. Janganlah meriwayatkan satu Hadits pun dari Rasulullah saw. [28] Karakteristik kedua dari ijtihad sahabat. dan Abu Mas'ud al-Anshari. dan c) mencapai kesepakatan lewat proses perkembangan opini publik yang alamiah. yang kalian pertengkarkan.. ia memutuskan dan menyatakan: "Aku teringat orang-orang sebelum kalian. Cukuplah bagimu Kitab Allah. bahkan pertimbangan kepentingan umum (maslahat) didahulukan dari nash. Umar ingin menuliskan sunnah-sunnah Rasulullah saw." [23] alDzahabi meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang setelah Nabi wafat dan berkata. di rumah Rasulullah saw. Pada tahap pertama. Menurut satu riwayat. Pada suatu pagi ia datang padaku dan berkata: "Bawalah hadits-hadits yang ada padamu itu. halalkanlah apa yang dihalalkannya." [22] 2) 'Aisyah meriwayatkan: Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Rasulullah saw. Umar datang dan berkata.Menurut pendapat saya. Padamu ada Kitab Allah. Pada suatu pagi. Berikut ini contoh-contohnya. Nabi berkata: "Bawalah ke sini. Dalam beberapa kasus." Terjadi ikhtilaf di antara orang-orang di rumah itu. [26] Ia juga menetapkan tahanan rumah pada tiga sahabat yang banyak meriwayatkan hadits: Ibn Mas'ud. "Aku membawanya. berkumpul orang-orang./2 H. berkata: "Pergilah kamu semua dari aku. tampaknya lebih memusatkan perhatian pada ayat-ayat al-Qur'an (atau ruh ajaran al-Qur'an) dengan agak mengabaikan (kadang-kadang menafikan hadits). Ia membakar dan berkata. sehingga di kalangan ahl al-sunnah. aku tuliskan bagimu tulisan yang tidak akan menyesatkanmu selama-lamanya. "Kami tidak memberi . bila nash tidak ada atau tidak diketahui. [25] Umar kemudian mengumpulkan haditshadits itu dan membakarnya. Umar ibn Abd al-Aziz (meninggal 719/101) adalah orang yang pertama menginstruksikan penulisan hadits.Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. Tidak layak di hadapanku bertengkar. Khalid Muhammad Khalid menulis tentang ijtihad Umar dalam alDimuqrathiyyah: Umar bin Khattab telah meninggalkan nash-nash agama yang Suci dari al-Qur'an dan al-Sunnah ketika dituntut kemaslahatan untuk itu. Ketika terjadi banyak pertengkaran dan ikhtilaf. mengharapkan bimbingan Allah dalam hal ini. Nanti orang-orang setelah kalian akan lebih bertikai lagi. 1.

Al-Fujaah pernah menyatakan diri ingin berjihad dan meminta perbekalan pada Abu Bakar. pendapat-pendapat tertentu kemudian berkembang menjadi opini generalis. "Ia. lalu konsesnsus. Umar meninggalkan sunnah dan menyingkirkan ijma. [33] Utsman juga melakukan banyak "pembaharuan" dalam fiqh Islam: a) mengitmamkan shalat dalam keadaan safat di Mina. [35] c) melarang haji tamattu. Jika kamu Islam (baiklah itu). Utsman bin Affan membolehkan "menikahi" dua orang wanita bersaudara dari antara budak belian sekaligus. Menurut Fazlur Rahman. Abu Bakar menghukumnya dengan membakarnya hidup-hidup. Umar melihat ini untuk kemashlahatan umat di zamannya. "Kami tidak memerlukan kalian lagi. thalaq tiga pada sekali ucapan dijadikan satu seperti hadits shahih dari Ibn 'Abbas. lalu opini publik.. Karena itu. Mereka berpendapat. Abu Bakar menyuruh Tharifah bin Hajiz untuk membawanya ke Madinah. Kata Umar: "Manusia terlalu terburu-buru di tempat yang seharusnya hati-hati. orang secara bebas memberikan tafsiran pada sunnah Rasulullah saw. Ini adalah prinsip taghayyarat bihi alfatwa litaghayyur al-zaman. wafat. "Adakah khalifah itu atau dia? "Abu Bakar menjawab. Ketika kelompok muallaf datang menemui Abu Bakar untuk menuntut surat.. Umar ingin menghukum keteledoran ini. Umar melarangnya.kamu sedikit pun karena Islam. mereka datang kepada Umar. [34] b) menambahkan adzan ketiga pada hari Jum'at ." Kata Ibn Qayyim. [32] 5.... setelah Rasulullah saw. Ali bin Abi Thalib mengharamkannya. Dr. al-Dawalibi menulis hal yang sama dalam 'Ilm Ushul al-Fiqh: "Di antara kreasi Umar r. Allah sudah memenangkan Islam dan melepaskan dari kalian. tapi menyalurkan hak itu fi sabilillah. Abu Bakar memberinya bekal. Saya hampir sependapat dengan Fazlur Rahman. Al-Fujaah ternyata menggunakan fasilitas Abu Bakar ini untuk merampok.. waktu itu yang disebut sunnah ialah apa yang disebut Imam Malik sebagai al-amr al-mujtama' 'alaih. yang menunjang kaidah hukum berubah karena perubahan zaman ialah jatuhnya thalaq tiga dengan satu kalimat." [29] 2.. insya Allah. Amir al-Mu'minin Umar bin Khathab melihat orang telah melecehkan urusan thalaq. [30] 3. [37] e) mengambil zakat dari kuda. Marilah kita lihat proses perkembangan pemikiran para sahabat sehubungan dengan sunnah. khalifah yang berhak mengatur pembagian khumus. Abu Bakar dan permulaan Khilafah Umar. [40] pada zaman para sahabat. sehingga sahabat menahan dirinya untuk tidak mudah menjatuhkan thalaq. [39] Saya hentikan kutipan kasus-kasus ijtihad Khulafa' al-Rasyidin di sini. Ketika talaq tiga dalam satu majelis dihitung satu menurut Sunnah dan ijma. Abu Bakar dan Umar tidak memberikan hak khumus dari keluarga Rasulullah saw.a. Dalam proses free market of ideas. "Mereka kembali pada Abu Bakar dan berkata. Seringkali yang disebut ijma' adalah konsensus yang "ditetapkan" oleh penguasa . Umar merobek surat itu dan berkata. jika tidak pedanglah yang memutuskan antara kamu dan kami. [31] 4. [38] f) mendahulukan khotbah sebelum shalat pada shalat 'id. kecuali dalam satu hal: Apa yang disepakati tidak selalu berkembang dari hasil persaingan pendapat yang demokratis." Ketika Rasul dan Abu Bakar membolehkan penjualan Ummahat al-Awlad. Berkembanglah berbagai penafsiran. sedangkan di zaman Nabi. " Lalu berlalulah apa yang diputuskan Umar. [36] d) membolehkan tidak mandi bagi yang bercampur dengan isterinya tanpa mengeluarkan mani.

politik waktu itu. Ia berkata: Aku tidak mengenal lagi apa-apa yang aku lihat dilakukan "orang" kecuali panggilan shalat. Ia sedang menangis. Ada pun shalat. Anas menjawab." [41] 2. Dikatakan kepadanya: Engkau tak tahu apa-apa yang mereka ada-adakan sepeninggal kamu. sunnah Nabi sudah banyak diubah. Ia memegang tangan Muthrif bin Abd Allah dan berkata: Ia telah shalat seperti shalatnya Muhammad saw. Tidak berubah.menyumbangkan khazanah yang kaya untuk memperluas pemikiran. kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah saw sudah diubah. Tentu saja. Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat ada rombongan manusia yang pernah menyertai Nabi diusir dari al-haudh (telaga). Anda menjadi sahabat Rasulullah saw. "Aku sudah tidak mengenal lagi apa yang aku lihat. Ikhtilaf di antara para sahabat. Ibn 'Abbas berdoa: Ya Allah. [43] Bid'ah-bid'ah ini telah mengubah sunnah Rasulullah saw. tidak berganti. sampai shalat pun. dari bapaknya (seorang sahabat). mereka sahabatku. 'Umar sendiri berkata." Al-Barra menjawab. untuk itu diperlukan penelaahan kritis terhadapnya. Ketika banyak orang marah karena 'Umar dikritik. kecuali shalat. Tidak berlebih-lebihan kalau kita simpulkan bahwa fiqih al-Khulafa al-Rasyidin adalah fiqih penguasa. Anda berbaiat kepadanya di bawah pohon. [47] 'Umran bin al Husain pernah shalat di belakang Ali. Karena pertimbangan politik. Ia mengingatkan aku pada Shalat Muhammad saw. [42] Kata ma ahdatsna (apa-apa yang kami adakan) menunjukkan pada perbuatan bid'ah yang dilakukan para sahabat Nabi. engkau tidak tahu hal-hal baru yang kami adakan sepeninggal Rasulullah. juga --seperti kata 'Umar ibn Abdul Aziz-. Fiqih shahabi memberikan dua macam pola pendekatan terhadap syari'ah yang kemudian melahirkan tradisi fiqh yang berbeda. Adzan tetap seperti dulu." tanya Al-Zuhri. KESIMPULAN Fiqh para sahabat --khususnya seperti diwakili oleh al-Khulafa. waktunya telah diakhirkan. dan perbuatan yang lain telah berubah. selain mewariskan kemusykilan bagi kita sekarang. Salah satu sebab utama perubahan adalah campur tangan penguasa. mereka tidak mengenal kamu (yang kamu amalkan) kecuali kiblat kamu". Hai anak saudaraku. "Mengapa Anda menangis. sikap kritis ini telah "dimatikan" dengan vonnis zindiq oleh sebagian ahli hadits. Al-Zarqani mengomentari hadits ini: Yang dimaksud "orang" adalah sahabat. khususnya yang dijalankan secara setia oleh Ali dan para pengikutnya. Mereka meninggalkan sunnah karena . Nabi saw: "Ya Rabbi. Ia melihat Ibn Zubair memulai shalatnya sebelum khutbah. [48] Jadi pada zaman sahabat pun. "Semoga Allah meyampaikan kepadaku kesalahan-kesalahanku sebagai suatu bingkisan. Imam Malik meriwayatkan dari pamannya Abu Suhail bin Malik.adalah fondasi utama dari seluruh bangunan fiqh Islam sepanjang zaman. Ada dua sikap ekstrim terhadap sahabat yang harus dihindari: menghindari sikap kritis atau melakukan sikap hiperkritis. [44] Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan. laknatlah mereka. [46] AlHasan al-Bashri menegaskan: "Seandainya sahabat-sahabat Rasulullah saw lewat. FIQH TABI'IN: FIQH USHUL Sejak zaman sahabat (dan ini diakui para sahabat sendiri) telah terjadi perubahan-perubahan dalam syari'at Islam. Ini pun sudah dilalaikan orang". Suatu ketika seorang tabi'in. alRasyidun-. Sayang sekali. Sebagian sahabat mulai mengeluhkan terjadinya perubahan ini. Bani Umayyah telah mengubah sunnah Nabi. [45] Kata AlZuhri: Aku menemui Anas bin Malik di Damaskus. AlMusayyab memuji Al-Barra bin 'Azib: "Beruntunglah Anda.

menurut Abu Zahrah. yang menjadi tradisi Rasulullah saw dan para sahabat Nabi seperti Abu Bakar. umumnya bukanlah murid al-Khulafa al-Rasyidin. sedangkan sujud di atas tanah dianggap musyrik dan dihitung sebagai perbuatan zindiq". Pertama. Umar 537 hadits. ia mempertimbangkan alasan-alasan. Zaid ibn Tsabit dan lain-lain di Madinah. para tabi'in. kecuali yang diizinkan keluar oleh Umar. hanya sedikit para sahabat yang meninggalkan Madinah. menjaharkan basmalah. kita juga akan mengupas kemusykilan ijtihad sahabat. Dalam perkembangannya. Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka. mereka diizinkan keluar. Sebab itu. mungkin karena ketidaktahuan. sebelum Dinasti Umayyah berkuasa.benci kepada Ali. umumaya fiqh mawali. Sahabat yang terkenal punya banyak murid adalah Ibn Mas'ud di Iraq. Sebagian lagi banyak sekali memberi fatwa. Abu Zahrah menulis: [52] Sebenarnya. Dalam kaitan ini. Abu bakar meriwayatkan hanya 142 hadits. Abu Musa al-Asy'ari. Ibn Mas'ud. Abdullah ibn 'Umar serta ayahnya Al-Faroq. bahwa dalam khazanah fiqh ahl al-Sunnah para khalifah sedikit sekali memberi fatwa atau meriwayatkan al-hadits. yakni mereka yang berguru pada sahabat. bahkan sedikit sekali sahabat yang keluar dari Madinah. Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa. Karena itu. Dari sahabat. seperti Abdullah bin Mas'ud. Dalam pada itu. selain mengambil hadits sebagai sumber hukum. Yang keluar kebanyakan bukan fuqaha. Fiqh Tab'in. murid-murid sahabat itu para mawali (non Arab). kehatihatian. Utsman 146 hadits. penguasa politik kemudian melakukan manipulasi hadits dengan motif politik. [50] Contoh yang lain adalah sujud di atas tanah. sebagai upaya menghapus jejak Ali. atau karena posisinya memungkinkan untuk itu. tidak banyak. Ali 586 hadits. Kedua. orang-orang Islam bertanya pada sahabat dalam urusan hukum-hukum agama. marilah kita lihat sedikit latar belakang fiqh APA YANG DIMAKSUD DENGAN FIQH TABI'IN Setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. kita lebih banyak menelaah ushul ketimbang fiqh. [49] Contohnya. [51] Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana campur tangan kekuasaan politik membentuk fiqh. Kebanyakan. Karena pendapat-pendapat para sahabat terbagi dua --yang berpusat pada al-hadits dan al-ra'y-. ketika kekuasaan Islam meluas. Sebelum tabi'in. Umar bin Khatab menahan para sahabat senior di Madinah dan melarang mereka meninggalkan kota itu. mungkin karena pengetahuan mereka. Menarik untuk dicatat. Fiqh tabi'in. membahas itu semua. para . Secara keseluruhan.kita akan membicarakan juga tradisi fiqh al-atsar dan fiqh al-ra'y. baik secara politik maupun administratif dalam pemerintahan. dan karenanya secara singkat ia disebut Fiqh al-ushul. Ibn 'Umar. atau lagi-lagi pertimbangan politis. Jika semua hadits mereka disatukan hanya berjumlah 1411 hadits. juga mengambil ijtihad para sahabat. 'Umar ingin mengambil manfaat dari pendapat mereka. Baru ketika Utsman memerintah. Karena fiqh lebih banyak didasarkan pada al-hadits. Juga bukan sahabat senior. karena itu. dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat. dan lain-lain. Hal ini disebabkan ushul adalah sandaran para tabi'in. Jabir ibn Abdullah dan lain-lain. sujud di atas kain menjadi syi'ar Ahl al-Sunnah. kurang dari 27% hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah (Abu Huraiah meriwayatkan 5374 hadits).

Ada tujuh orang faqih tabi'in yang terkenal (al-fuqaha al-sab'ah): Sa'id ibn Musayyab (wafat 93 H). Hamad ibn Abu Sulayman Salim mawla Ibn Umar. Banyak diantara tabi'in yang mencapai faqahah (kefaqihan) begitu rupa sehingga sahabat (sic!) berguru pada mereka. 'Alqamah dan Ka'ab keduanya tabi'in. Al-Thabari (wafat 310 H) melaporkan peristiwa itu dengan menunjuk kedua kitab di atas sebagai sumber. Marwan berkata: Ayat al-Qur'an: alladzi qala liwalidaihi uffin lakum turun tentang Abd alRahman. Qabus ibn Abi Zhabiyan berkata: Aku tanya ayahku. 'Urwah ibn al-Zubair (wafat 94 H). Ia lari ke kamar 'Aisyah ra. Tetapi ia membuang semua isi surat itu dengan alasan "supaya orang banyak tidak resah mendengarkannya. Shahih Bukhari menghilangkan ucapan Abd al-Rahman dengan mengatakan faqaala 'Abd al-Rahman ibn 'Abi Bakar syai'an (Abd al-Rahman mengatakan sesuatu). Contoh-contoh yang diberikan di sini difokuskan pada manipulasi yang diduga beralasan politis. ia meminta rakyat untuk membaiat Yazid.tabi'in mengumpulkan dua hal: Hadits-hadits Nabi saw dan pendapatpendapat para sahabat (aqwal al-shahabat). kecaman kepada Mu'awiyah dan Marwan tidak diketahui. "Kalian menginginkan kekuasaan ini seperti kekuasaan Heraclius!"." Ibn Atsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah juga menghilangkan kedua surat itu dengan mengemukakan alasan yang sama. saudaranya. al-Thabari meriwayatkan ucapan Nabi saw tentang Ali: "Inilah washihu dan khalifahku untuk kamu". Bila ada masalah baru yang tidak terdapat pada kedua hal tersebut. 'Aisyah menolak asbab al-nuzul ini. [55] Ketiga. Marwan marah dan menyuruh orang menangkap Abd al-Rahman. dan Abdullah ibn Amr. [54] Kedua. Dari situ paling tidak kita melihat petunjuk (indikator) manipulasi hadits pada zaman tabi'in. Dalam tarikhnya. Abu Hurairah. Mu'awiyah pun mengakuinya. ketika al-Nasai diminta meriwayatkan . Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abu Bakar (Wafat 108 H). Tentu saja kata "washi"dan "khalifah" mempunyai konotasi yang sangat jelas. Ibrahim al-Nakh'i. membuang sebagian isi hadits dan menggantinya dengan kata-kata yang tidak jelas. Ayahku menjawab Aku menemukan sahabat-sahabat Nabi bertanya kepada 'Alqamah dan meminta fatwanya. mengapa Anda tinggalkan sahabat dan mendatangi 'Alqamah. Sulayman ibn Yasar (wafat 100 H) dan Kharijah ibn Zaid ibn Tsabit (wafat ?). mereka melakukan ijtihad seperti atau dengan metode yang dilakukan para sahabat. Ada beberapa cara manipulasi hadits. Abidullah ibn Abdillah (wafat 99 H). Pertama. antara lain sebagai berikut. BUKTI-BUKTI MANIPULASI HADITS Di sini tidak ditunjukkan manipulasi hadits kecuali seperti tampak pada kitabkitab hadits yang ada sekarang. Abu Bakar ibn 'Abid (wafat 94 H). Isi surat ini secara lengkap dimuat dalam Kitab Shiffin dari Nashr bin Mazahim (wafat 212 H) dan Muruj al-Dzahab tulisan al-Mas'udi (wafat 246 H). Al-Dzahabi ketika meriwayatkan biografi Al-Nasai menulis. Di samping mereka ada 'Atha ibn Abi Rabah. Ka'ab al-Ahbar sering dimintai fatwa oleh Ibn Abbas. Muhammad ibn Abu Bakar menulis surat kepada Mu'awiyah menjelaskaan keutamaan Ali sebagai washi Nabi saw. Abd al-Rahman ibn Abu Bakar memprotes Marwan sambil berkata. Kehormatan Khalifah dan Gubernurnya terpelihara. dan 'Ikrimah mawla Ibn Abbas. memberikan makna lain (ta'wil) pada hadits. Kata-kata ini dalam Tafsir al-Thabari dan Ibn Katsir diganti dengan: wa kadza wa kadza (demikianlah-demikianlah). Ketika Marwan menjadi Gubernur Mu'awiyah di Hijaz. [53] Dengan cara itu. Al-Syu'bi. membuang seluruh berita tentang sahabat dengan petunjuk adanya penghilangan itu.

kata Ibn Hisyam dalam pengantarnya. jadikanlah laknat dan kecaman itu kesucian dan rahmat baginya. cetakan pertama. dalam Hayat Muhammad melakukan hal yang sama. cetakan kedua (Tahun 1354). Ibnu 'Asakir dan lain-lain. ya Amir al-Mu'minin. mendha'ifkan hadits-hadits yang mengurangi kehormatan penguasa atau yang menunjang keutamaan lawan. melarang penulisan hadits Nabi saw. kata al-Manshur. bukan untuk Khalifah. membuang sebagian isi hadits tanpa menyebutkan petunjuk ke situ atau alasan. wallahu a'lam. Berkenaan dengan ini bagian "Fiqh al-Khulafa' al-Rasyidin" di atas. aku tawassul padamu dengan Allah swt dan aku meminta tolong padamu dengan Muhammad saw dan dengan kekeluargaanmu padanya. Pada bukunya. ia mengutip ucapan Nabi: Siapa yang akan membantuku dalam urusan ini supaya menjadi saudaraku. Di antara yang dibuang itu adalah kisah "wa andzir 'asyirataka al-aqrabin". "hadits apa yang harus aku keluarkan kecuali ucapan Nabi. Kelima. 3. yang dibuat-buat oleh orang Syi'ah. Ia berkata: menyampaikan padaku Al-Harits. dan khalifahku untuk kamu. [56] Bagaimana mungkin laknat Nabi menjadi kesucian dan rahmat. salah seorang pendusta. "Inilah saudaraku. tetapi Bukhari dan Muslim memang meriwayatkan hadits ini. Ia menganggap riwayat itu sebagai dusta. ia berkata. Anda berikan . Ibn Hisyam mendasarkan tarikhnya pada tarikh Ibn Ishaq." [58] Belakangan ini Muhammad Husayn Haykal. Keenam. Kata Al-Dzahabi: Barangkali yang dimaksudkan dengan keutamaan Mu'awiyah ini adalah ucapan Nabi saw: Ya Allah. washiku. washiku dan Khalifahku untuk kamu. atau orang-orang yang bodoh dalam ilmu hadits. Pada Hayat Muhammad.keutamaan Mu'awiyah. "Bagaimana pendapat kalian tentang diriku? Apakah aku pemimpin adil atau zalim?" Malik bin Anas berkata: "Ya Amiral Mu'minin. semoga Allah tidak mengenyangkan perut Mu'awiyah". Al-Thabari. orang yang paling baik. Setelah berbicara panjang. [57] Al-Thabrani dalam Majma' al-Zawaid meriwayatkan ucapan Rasulullah saw kepada Salman bahwa Ali adalah washi-nya. Ia membenci Al-Harits karena kecintaannya yang berlebihan pada Ali dan mengutamakan Ali di atas sahabat yang lain. Kemudian ia melirik kepada Ibn Sam'an: "Bagaimana pendapat kamu?" Kata Ibn Sam'an: "Anda. Dalam Ibn Ishaq diriwayatkan Nabi saw berkata. [69] Ia lupa bahwa hadits ini diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi oleh Imam Ahmad. Beberapa tabi'in juga melarang penulisan hadits. Ibn Katsir mendha'ifkan riwayat Nabi tentang Ali sebagai Washi. dan bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama masuk Islam. Al-Syu'bi mendustakan Al-Harits. demi Allah. Keempat. Ibn Sam'an dan Ibn Abi Dzuaib. Anda perangi musuh." "Aku maafkan Anda". "Tetapi aku tinggalkan sebagian riwayat Ibn Ishaq yang jelek bila disebut orang". Ibn Abd alBarr mengomentari ucapan al-Syu'bi: Ia tidak menjelaskan apa alasan dusta untuk Al-Harits. Karena itu. Ia dikawal para prajurit dengan pedang-pedang terhunus. Anda berhaji ke Baitullah. Al-Syuibi mengutamakan Abu Bakar. Al-Thabrani memberi komentar: Ia menjadikan washi untuk keluarganya. ucapan Nabi saw ini dihilangkan sama sekali. Khalifah bertanya. Al-Syu'bi meriwayatkan hadits dari Al-Harits al-Hamdani. maafkanlah aku untuk tidak berbicara. Al-Thabrani. Abu Nu'aim al-Isbahani. ia mengundang Malik ibn Anas. siapa yang aku laknat atau aku kecam. Demi Allah. Lahirnya Madzhab-madzhab Fiqh Ketika al-Manshur baru saja diangkat menjadi khalifah.

yang hanya takut kepada Allah saja. yang dikisahkan Ibn Qutaybah. Fame bestows no favors upon the losers. Anda tahan harta mereka. demi Allah. Anda hancurkan yang lemah. zuhud. yaitu saya salin. dan orang miskin. "Benar.keamanan di jalan. Ketika naik haji. Anda manusia terjahat. Malik bin Anas kelak terkenal sebagai pendiri madzhab Maliki. Ibn Abi Dzuaib. aku lihat pedang dan itu berarti kematian. Menurut al-Dahlawi. Masih sezaman dengan Malik dan bahkan Malik pernah berguru kepadanya. Pada akhir bagian ini kita akan membicarakan "pokok dan tokoh" madzhab yang masih memiliki banyak pengikut sampai sekarang. adalah seorang alim yang terkenal faqih dan wara. Walau Malik menolak rencana kedua khalifah itu. ia bermusyawarah dengan Malik untuk menggantungkan al-Muwaththa pada Ka'bah dan memerintahkan orang untuk beramal menurut Kitab itu. Apa alasanmu di hadapan Allah nanti?" "Celaka kamu. Tidak pernah aku lihat ia meriwayatkan hadits dari Rasulullah kecuali dalam keadaan suci. Anda merampas harta Allah. dan ia termasuk ulama yang taat beribadah. di samping Malik." Sifat terakhir ini justru menyebabkan Ja'far tidak disenangi penguasa. dan bagian keluarga Rasul. Dalam tulisan ini kita akan mencatat beberapa orang tokoh madzhab yang terlupakan. Namun sekarang hampir tidak ada orang yang mengenalnya. Tapi. Malik berkata tentang Ja'far: "Aku pernah berguru pada Ja'far bin Muhammad beberapa waktu. kita tahu bahwa Malik didukung para penguasa. tidakkah kamu lihat apa yang ada dihadapanmu?" kata alManshur." Begitu pula. Ibn Dzuaib adalah orang yang membukukan hadits di Madinah. . sebetulnya banyak madzhab muncul. nama lengRapnya Abu al-Harit Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn alMughirah ibn Dzuaib al-'Amiri. Fiqhnya "dicurigai" dan para pengamalnya dianiaya." Kemudian al-Manshur melirik Ibn Abi Dzuaib. "Atas nama Allah bagaimana pendapatmu tentang diriku?" Yang ditanya menjawab. kita akan meninjau latar belakang historis dari tumbuhnya madzhab-madzhab fiqh. anak yatim. Ja'far al-Shadiq. Ia tak bicara sesuatu yang tak manfaat. Aku tidak pernah melihatnya kecuali dalam salah satu di antara tiga keadaan: sedang shalat. atau sedang membaca al-Qur'an. orang terbaik. dan umat teradil. dan boleh jadi lebih faqih dari Malik. Ia lebih berani. Menunjukkan posisi Malik ibn Anas dibandingkan ulama yang sezaman dengannya. Sejarah memang hanya memihak yang menang. Tapi sebelum itu. namanya hampir tidak pernah disebut dalam buku-buku tarikh. Anda lindungi orang yang lemah supaya tidak dimakan yang kuat. madzhab-madzhab itu akhirnya hilang dari catatan sejarah. tentu saja tidak dikenal. adalah faqih dari keluarga Rasulullah saw. serta saya instruksikan agar mereka mengamalkan isinya sehingga mereka tidak mengambil yang lain. Anda persulit orang yang kuat. dengan para pengikut yang tersebar di berbagai bagian dunia Islam. Ia pun hampir tidak dikenal kecuali pada kalangan pengikutnya saja. sedang puasa. Imam Malik menjadi terkemuka setelah al-Manshur memberikan segala kehormatan kepadanya. Seperti akan kita uraikan nanti. ketika Harun al-Rasyid berkuasa. "Menurut pendapatku. Bagiku sama saja apakah mati itu dipercepat atau diperlambat. tetapi karena tidak didukung penguasa. RasulNya. dan kepada setiap wilayah kaum Muslim saya kirim satu naskah. Andalah tonggak agama. Ibn Dzuaib." Peristiwa di atas. al-Manshur berkata kepada Malik: "Saya punya rencana untuk memperbanyak kitab yang kau susun ini.

Para sahabat dapat dikelompokkan dalam dua besar. masuk kelompok pertama. Murtadha al-'Askary menyebut dua madzhab awal ini sebagai Madrasah alKhulafa dan Madrasah Ahl al-Bayt. "Tapi Abu Hanifah dan Ahmad berkata: "Menaikkan permukaan kubur (tasnim) lebih baik. madrasah alKhulafa bercabang lagi ke dalam dua cabang besar: Madrasah al-Hadits dan Madrasah al-Ra'y. madrasah-madrasah itu tidak melahirkan pemikiranpemikiran madzhab. dan melakukan istinbath hukum. dan sebagainya. pusat pemerintahan berada di Syam. juga para sahabat di luar ahl alBayt. Kemaslahatan berbeda dengan mereka dalam rangka menjauhi dan menentang mereka lebih besar dari kemaslahatan mengamalkan yang musthab itu. sedikit menggunakan hadits dan lebih banyak berpijak pada penalaran rasional dengan melihat sebab hukum (illat) dan tujuan syara' (maqashid syar'iyyah). membunuh para pengikut setianya.tumbuh pada zaman kekuasaan dinasti Abbasiyah. Inilah yang paling kuat menurut madzhab Syaf'i. dan Hanbali-. al-Sunnah dan Ijtihad para sahabat. Tidak jarang sunnah Rasulullah yang sahih ditinggalkan karena sunnah itu dipertahankan dengan teguh oleh para pengikut ahl al-Bayt. berpusat di Madinah. melandaskan fiqhnya pada al-Qur'an. Syafi'i. Dr. Karena tekanan dan penindasan." Salah satu contoh sunnah yang dijauhi orang adalah tasthih seperti diceritakan oleh Muhamamd bin 'Abd al-Rahma yang berkata: "Yang sunnah dalam membuat kubur adalah meratakan permukaan kubur (tasthith). Miqdad. Banyak tokoh sahabat dan tabi'in yang menganggap daulat Umawiyyah ditegakkan di atas dasar yang batil. Pada zaman sebelum itu. dan mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan ahl al-Bayt. Ali dan kedua puteranya. Maliki. berpusat di Iraq. Muhammad Farouq al-Nabhan menjelaskan sebabsebab berikut: a) Hubungan yang buruk antara ulama dan khulafa. Ibn Umar. Karena walaupun meninggalkannya tidak wajib menampakkannya berarti menyerupai (tasyabbuh) mereka." Pada periode Umawiyyah. Para khalifah banyak melakukan hal-hal yang melanggar sunnah Rasulullah saw b) Terputusnya hubungan antara pusat khilafah dengan pusat ilmiah. Ummi Salamah.SEJARAH PEMBENTUKAN MADZHAB Kelima Madzhab yang akan kita bicarakan -Ja'fari. Umar. Ali dan sebagainya. Yang pertama. Aisyah. Sementara itu. Ibn Taymiyyah menulis perihal tasyabbuh dengan syiah: "Dari sinilah para fuqaha berpendapat untuk meninggalkan al-mustahabbat (yang sunat) bila sudah menjadi syiar orang-orang Syi'ah. Abu Dzarr. Aisyah. Yaitu ahl al-Bayt dan para pengikutnya. Abu Rafi Mawla Rasulullah. Abu Hurairah dan lain-lain masuk kelompok kedua. Ibn Abbas. Pada zaman kekuasaan dinasti Umawiyyah. Madrasah ahl al-Bayt tumbuh "di bawah tanah" mengikuti para imam mereka. 'Ammar bin Yasir. Yang kedua. bila orang berbicara tentang madzhab. mereka mengembangkan esoterisme dan disimulasi untuk memelihara fiqh mereka. Ibn Qutaybah dalam Kitab al-Ikhtilaf menceritakan bagaimana raja-raja Umawiyyat berusaha menghapuskan tradisi ahl al-Bayt dengan mengutuk Ali bin Abi Thalib di mimbar-mimbar. Hanafi. Utsman. . Sedangkan Abu Bakar. memandang sunnah Rasulullah. Waktu itu. Hudzaifah. Kedua madrasah ini berbeda dalam menafsirkan al-Qur'an. karena tasthih sudah menjadi syi'ar sy'iah. dan sedapat mungkin menghindari ra'yu dalam menetapkan hukum. maka yang dimaksud adalah madzhab di kalangan sahabat Nabi: Madzhab Umar. sehingga sunni tidak berbeda dengan syi'ah.

Madzhab Hanafi mulai berkembang ketika Abu Yusuf. al-Mu'iz Badis mewajibkan seluruh penduduk untuk mengikuti madzhab Maliki. Dalam menyimpulkan semua ini. Dengan begitu." Beberapa madzhab yang hilang itu secara singkat diuraikan sebagai berikut: 1. Madzhab Syafi'i membesar di Mesir ketika Shalahuddin al-Ayyubi merebut negeri itu. Ayahnya termasuk perawi hadits yang ditsiqatkan Ibn Ma'in. Syah Wali al-Dahlawi menulis: "Bila pengikut suatu madzhab menjadi masyhur dan diberi wewenang untuk menetapkan keputusan hukum dan memberikan fatwa. tersebarlah madzhabnya di seluruh penjuru bumi. Lalu madzhab itu pun hilang setelah beberapa lama. Dinasti Umawiyah memisahkan Arab dan mawali. bahwa madzhab-madzhab besar yang kita kenal sekarang --kecuali mazhab Ja'fari-. Madzhab al-Tsawri. Lahir di Kufah tahun 65 H dan wafat di Bashrah tahun 161 H. Kitab ini adalah rujukan utama madzhab Hanafi. Ia mengambil ilmu dari Imam Ja'far. Ibn Dinar. 2. Ketika ia diminta menjadi qadhi.sedangkan pusat-pusat ilmiah berada di Iraq dan Hijaz. maka orang tak ingin mempelajari madzhabnya. Bila para pengikut madzhab itu lemah dan tidak memperoleh posisi sebagai hakim dan tidak berwewenang memberi fatwa. dan tulisan mereka terkenal di masyarakat. murid Abu Hanifah. Madzhab Hanbali menjadi kuat pada masa pemerintahan al-Mutawakkil. Pahamnya diikuti orang sampai abad IV Hijrah. Madzhab Maliki berkembang di khilafah Timur atas dukungan al-Manshur dan di khilafah Barat atas dukungan Yahya bin Yahya ketika diangkat menjadi qadhi oleh para khalifah Andalusia. tetapi ia berhasil lolos. al-Zuhry. Di Afrika. Al-Kharaj adalah Kitab yang disusun atas permintaan alRasyid. ia melarikan diri dan meninggal di tempat pelarian. Ia berguru pada Ja'far al-Shadiq dan meriwayatkan banyak hadits. Banyak di antara mereka adalah para sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. Keduanya mengembangkan ajaran mereka pada zaman Abbasiyah. Imam Ahmad menyebutnya sebagai seorang faqih. IMAM-IMAM MADZHAB YANG TERLUPAKAN Sudah disebutkan di muka.yang justru lebih banyak pada daerah kekuasaan Islam. Waktu itu al-Mutawakkil tidak mengangkat seorang qadhi kecuali dengan persetujuan Imam Ahmad ibn Hanbal. al-Hadi. lalu orang mempelajari madzhab itu terang-terangan. Karena itu pada permulaan pemerintahannya. Kebijakan ini menyebabkan timbulnya rasa tidak senang pada para mawali . dan al-Rasyid. diangkat menjadi qadhi dalam pemerintahan tiga khalifah Abbasiyah: al-Mahdi. Dinasti Abbasiyah disambut dengan penuh antusias baik oleh mawali maupun pengikut ahl al-Bayt.membesar karena dukungan penguasa. Ia memberi komentar: "Seandainya tidak ada Malik dan Ibn . Berkali-kali al-Manshur mau membunuhnya. ketika Ahmad menyebut dirinya hanya sebagai ahli hadits. Di antara mawali itu adalah Abu Hanafi dan di antara imam ahl al-Bayt adalah Ja'far bin Muhammad. Tokoh madzhab ini adalah Abu Abd Allah Sufyan bin Masruq al-Tsawry. Nama lengkapnya Abu Muhammad Sufyan ibn 'Uyaiynah wafat tahun 198 H. Abu Ishaq dan lain-lain. Madzhab Ibn 'Uyaiynah. c) Politik diskriminasi yang mengistimewakan orang Arab di atas orang bukan Arab. Di antara yang mengambil riwayat dari padanya adalah Syafi'i.

Kaum 'Alawi menunjukkan nasab seperti mereka dan memiliki kekerabatan dengan Rasulullah yang tidak dimililki 'Abbasiy. Kata Ibn Khuzaymah: Ia hafal dan paham al-Qur'an. Ia sempat menyaksikan kekejaman al-Hajjaj. Madzhab al-Thabary. Madzhabnya diamalkan orang sampai abad IV." Mazhabnya diamalkan orang sampai tahun 302 H. al-Awza'iy. Madzhabnya tersisihkan hanya ketika Muhammad bin Utsman dijadikan qadhi di Damaskus dan memutuskan hukum menurut Madzhab Syafi'i Ketika Malik ditanya tentang siapa di antara yang empat (Abu Hanifah. bila para penguasa 'Abbasiyah melihat ada dakwah 'Alawi. Malik dan al-Tsawry) yang paling benar? Malik berkata:"Al-Awza'iy. Mereka selalu cemas menghadapi mereka. ketika Ya'qub ibn Yusuf ibn Abd al-Mu'min meninggalkan mazhab Maliki dan mengumumkan perpindahannya ke madzhab al-Zhahiry. Salah seorang muridnya yang masyhur adalah Ibn Hazm. Karena itu. ia diasuh oleh ayahnya Muhammad al-Baqir dan hidup bersama selama sembilan belas tahun. Selama lima belas tahun ia tinggal bersama kakeknya. Madzhab al-Zhahiry. Madzhab al-Awza'iy. dapat membedakan yang sahih dan yang lemah. Orang-orang yang menentang mereka semuanya berasal dari 'Alawiyyin. Ia juga menyaksikan naiknya al-Saffah dan al-Manshur dengan memanipulasikan kecintaan orang pada ahl al-Bayt. Pendirinya Abd al-Rahman bin Amr al-Awza'iy adalah imam penduduk Syam. 3. Berikut adalah para pemuka madzhab yang terkenal. Ia berkembang di daerah Maroko. Pokok-pokok pikirannya dalam fiqh akan kita perkenalkan secara singkat. IMAM JA'FAR IBN MUHAMMAD AL-SHIDIQ (82-140 H) Ja'far ibn Muhammad ibn Ali ibn Husain (ibn Ali) ibn Fathimah binti Rasulullah saw lahir di Madinah tahun 82 H pada masa pemerintah Abd al-Malik ibn Marwan. Tidak diketahui sampai kapan madzhabnya diikuti orang. Madzhabnya berkembang sampai abad VII. pemberontakan Zaid ibn Ali. Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Khalid ibn Ghalib al-Thabary lahir di Thabaristan 224 H dan wafat di Baghdad 310 H.di sini hanya disebutkan beberapa catatan kecil saja. mengetahui betul makna al-Qur'an. Abu Sulayman Dawud ibn 'Ali dilahirkan di Kufah tahun 202 H dan hidup di Baghdad sampai tahun 270 H. Ia faqih. dan penindasan terhadap para pengikut madrasah ahl al-Bayt. Ia sangat dekat dengan Bani Umayyah dan juga Bani Abbas. Ia termasuk mujtahid ahl al sunnah yang tidak bertaklid kepada siapa pun. mereka segera menghukumnya. 4. tetapi setelah itu hilang karena tidak ada dukungan penguasa. hilanglah ilmu Hijaz. . mengetahui sunnah dan jalan-jalannya. mereka segera mengucilkannya atau membunuhnya. Ia diberi gelar al-Zhahiry karena berpegang secara harfiah pada teks-teks nash. Karena riwayat hidup mereka sudahdisebutkan di atas --kecuali Imam Ja'far-. Setelah Ali wafat.'Uyaiynah. yang nasikh dan yang mansukh dan paham akan pendapat para sahabat. Abu Zahrah menulis: Dinasti 'Abbasiyah selalu merasa terancam dalam kekuasaannya oleh para pengikut Ali. Ali Zainal Abidin keturunan Rasul yang selamat dari pembantaian di Karbela. Ia juga menyaksikan bahwa para khalifah Abbasiyah tidak lebih baik dari para khalifah Umawiyah dalam kebenciannya kepada keluarga Rasul. Bila mereka melihat ada pejabat yang memuji Bani 'Ali. 5. Inilah sebagian di antara tokoh-tokoh madzhab yang tidak lagi dianut secara resmi sekarang ini.

Karena Rasulullah dan para imam adalah orang yang . "Bukankah ia suka melakukan qiyas dalam urusan agama?. Bagaimana kamu menggunakan qiyasmu. al-Tsawry. selain menolak qiyas adalah hal-hal berikut: a) Sumber-sumber syar'iy adalah alQur'an. Ibn Syabramah.membunuh atau berzinah? "Membunuh. Manakah yang lebih besar dosanya . Tugas mujtahid adalah mengeluarkan dari al-Qur'an jawaban-jawaban umum untuk masalahmasalah yang khusus." Dari percakapan di atas kita melihat perbedaan pendekatan hukum di antara dua pemuka madzhab." tanya Ja'far. b) Istihsan tidak boleh dipergunakan. Pada hal-hal yang tak terdapat ketentuan nashnya." Kata Ja'far sambil mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab Abu "Hai Nu'man. yang kemudian dijawab Ia orang pintar dan mengetahui agama." Ja'far bertanya kepada Abu Hanffah: "Siapa namamu?" "Nu'man. Bertaqwalah kepada Allah dan jangan melakukan qiyas dalam agama. dan Ibn Abi Layla menghadap Imam Ja'far.Mereka tak perduli membunuh orang tak berdosa karena dianggap mengancam pemerintahannya. Barang siapa yang menggiyas dalam agama. Syu'bah ibn al-Hajjaj. Di antara karakteristik khas dari madzhab Ja'fari. "Benar. Mereka tidak mau menjadikan hujjah hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat yang memusuhi ahl al-Bayt. digunakan akal berdasarkan kaidah-kaidah tertentu. Di antara murid-muridnya adalah Imam Malik." "Aku tidak melihat Anda menguasai sedikit pun. karena ia mengikutinya dengan qiyas. kita tuliskan percakapannya dengan muridnya selama dua tahun seperti diceritakan Abu Nu'aim: Abu Hanifah. al-Sunnah dan akal. Ibn 'Uyaiynah. Imam Ja'far memusatkan perhatiannya pada penyebaran sunnah Rasulullah dan peningkatan lmu dan akhlak kaum Muslim. c) Al-Qur'an dipandang telah lengkap menjawab seluruh persoalan agama. Karena ketika Allah menyuruhnya bersujud kepada Adam ia berdalih: Aku lebih baik dari dia karena aku Kau buat dari api dan ia Kau buat dari tanah. mengapa Allah hanya menuntut dua orang saksi untuk pembunuhan dan empat orang saksi untuk zinah. Dalam suasana seperti itulah. Fadhail ibn Iyadh. ayahku memberitahukan kepadaku dari kakekku bahwa Nabi saw bersabda: Orang yang pertama menggunakan qiyas dalam agama adalah iblis." "Lalu. Abu Hanifah. dan ribuan para perawi. Qiyas hanya dipergunakan bila 'illat-nya manshush (terdapat dalam nash). Ia menanyakan Ibn Abi Layla tentang kawannya.shalat atau shawm (puasa)?" "Shalat" "Mengapa wanita yang haidh harus mengqadha shawmnya tetapi tidak harus mengqadha shalatnya. Allah akan menyertakannya bersama iblis. Termasuk ke dalam sunnah adalah sunnah ahl alBayt: yakni para imam yang ma'shum." "Mana yang lebih besar kewajibannya . Untuk mengetahui pemikiran Imam Ja'far dalam hal fiqh.

dan Zafr ibn al-Hudzail. Pokok fiqih madzhab Hanafi bersumber pada tiga hal: a) Sumber-sumber naqliyah. menimbulkan kemarahan Al-Manshur. Jika tidak aku dapatkan dalam al-Kitab dan Sunnah Rasulullah.mengeluarkan fatwa yang tidak dikehendaki penguasa. Ia tidak mungkin menarik Ja'far dan tidak berhasil mengambil hati Abu Hanifah. Aku tidak keluar dari pendapat sahabat kepada pendapat yang lain.". ditambah hasutan Ibn Abi Layla. terutama dalam masalah perdagangan. Malik memukul orang itu . IMAM MALIK Pada zaman kekuasaan Ja'far ibn Sulayman tahun 146 H Malik dihukum cambuk. yang kemudian menjadi qadhi dan banyak memasukkan hadits dalam kitab-kitabnya. Abu Hanifah meninggalkan banyak murid. menurut satu riwayat. Bila tidak. Ia juga boleh menghukum mati atau memenjarakan yang dipandangnya bersalah. jika aku dapatkan di dalamnya. Ia memberikan wewenang besar pada Malik untuk mengangkat dan memberhentikan para pejabat yang dipandangnya tidak mampu. Abu Hanifah mendukungnya. yang meliputi al-Qur'an. di samping ingin berusaha memanfaatkan alim besar ini. Ia mengakhiri hidupnya. Tapi karena kedudukan Abu Hanifah di masyarakat. b) Sumbersumber ijtihadiyah. Di antaranya Abu Yusuf. Lalu ia menjebak Abu Hanifah dengan jabatan qadhi. Abu Hanifah berkata. dan pendapat para sahabat. dan bahwa para khalifah yang sezaman dengan mereka telah merampas haknya dan karena itu mereka zalim. Setiap hari. ketika Imam Zayd melawan penguasa. Karena wewenangnya ini. karena diberi makanan beracun. ia dipenjarakan.mengetahui rahasia-rahasia al-Qur'an. al-Manshur merasa bersalah. Ia --menurut satu riwayat-. IMAM ABU HANIFAH Abu Hanifah terkenal sebagai alim yang teguh pendirian. yakni adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan nash. Abu Hanifah berbay'at kepadanya. Begitu pula. penafsiran al-Qur'an yang paling absah adalah yang berasal dari mereka. karena wibawa Malik. Setelah itu. aku ambil Sunnah Rasulullah dan hadits-hadits yang sahih. mereka berijtihad dan aku pun berijtihad. Abu Zahrah. Beberapa kali ia mengkritik al-Manshur secara terbuka. Yakni. Muhammad ibn Hasan al-Syaybany. Ketika seorang murid membantah Malik perihal penguburan rambut dan kuku. c) Al-A'raf. yang pernah berguru pada Malik dan kemudian menggabungkan madrasah hadits dengan madrasah Ra'y. meminta maaf kepada Malik atas perlakukan salah seorang penguasanya. menulis: "Sesungguhnya Abu Hanifah itu Syi'ah dalam kecenderungan dan pendapatnya tentang penguasa di zamannya. AlMansur tak dapat membunuhnya tanpa alasan. ia melihat bahwa khalifah haruslah diserahkan pada keturunan Ali dari Fathimah. ia dicambuk sepuluh lecutan. Ketika Abu Hanifah menolaknya." Sikap Abu Hanifah itu. Ketika Muhammad dan Ibrahim dari ahl al-Bayt memberontak. "Aku mengambil dari al-Kitab. Al-Manshur pada musim haji 153 H. Malik menjadi sangat berwibawa. yang sangat ekstrem menggunakan qiyas. penulis biografi Abu Hanifah. ijma. aku mengambil pendapat para sahabat yang aku kehendaki dan meninggalkan yang tidak aku kehendaki. al-Sunnah. yaitu dengan menggunakan qiyas dan istihsan. Abu Hanifah bahkan mengarqurkan beramal dengan 'urif. yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercaya. Ia menentang setiap kezaliman. Orang-orang ketakutan berada di majlisnya. Bila sudah sampai pada tabi'in.

Apa dalilnya? Dalilnya terdapat dalam Kitab fiqh al-Syaikh al-Kaydani. g) Mashalih mursalah. hadirin tercengang mendengarnya. j) Istishhab. ia menjawab bahwa menggerakkan telunjuk dalam tasyahud adalah haram. f) Istihsan. Ia berkata bahwa itu termasuk salah satu bid'ah orang Syi'ah. tetapi ia mengurungkan maksudnya. didahulukan al-sunnah. mafhum-nya dan illat-nya. "Mereka membawa agama baru yang bukan agama Muhammad saw. b) Fatwa sahabat." Malik menukas: "Tapi aku hanya mendengarnya dari kamu. ijma' secara naql." Catatan kecil di atas menunjukkan kekuasaan Malik. Pemuda itu mengeluarkan kedua kitab shahih tersebut dan memintanya membaca hadits-hadits tentang shalat jamak." Seusai shalat. b) al-Ijma'. STAGNASI PEMIKIRAN FIQH: MASA KETERTUTUPAN Dr." Malik memanggil pengawalnya: "Ia zindiq. IMAM SYAFI'I Pokok-pokok fiqh Syafi'i ada lima: a) Al-Qur'an dan al-Sunnah. d) Hadits mursal dan dha'if. k) Syar'man qablana.dan memenjarakannya Ketika seorang bertanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang berpendapat bahwa al-Qur'an itu makhluk?. Anas ibn Malik dan banyak sahabat lainnya melakukan shalat jamak (bukan karena bepergian). Kedua peristiwa di atas terjadi dalam rentang waktu cukup lama -menurut sebagian penulis dari abad VI Hijrah sampai abad XIII. Di Afghanistan seorang mushalli memberi isyarat dengan telunjuknya dan menggerak-gerakkannya. d) Ikhtilaf sahabat Nabi. Seorang alim besar di kota itu mengecam orang-orang yang menjamak shalat Zhuhur dan Ashar. Mereka menyalahi al-Qur'an yang menyatakan bahwa shalat itu bagi kaum Mukmin kewajiban yang ditetapkan waktunya. IMAM HANBALI Pokok-pokok fiqh madzhab Hanbali: a) Al-Nushush. Bila engkau sudah menjadi Rasul Allah bolehlah engkau melakukannya. c) Ijma' penduduk Madinah. c) Pendapat sahabat yang tidak ada yang menentangnya. i) Mura'at khilaf al-mujtahidin. Kawan shalat di sampingnya memukulnya dengan keras sehingga telunjuk itu patah. e) Qiyas. e) Qiyas. Ketika ditanya mengapa itu terjadi. kata pemuda itu. Sebuah rentang waktu yang oleh para Tarikh Tasyri' disebut sebagai zaman stagnasi pemikiran fiqh ('ashr al-rukud)." Pemuda itu bermaksud menunjukkan bahwa Ibn Abbas. ijma' mutaakhir: masing-masing dengan kekuatan hukum yang berbeda. Madzhab Maliki mendasarkan fiqhnya pada 12 pokok: a) Al-Qur'an: zhahirnya. c) 4. h) Sadd al-Dzara'i. Ikhtilaf sahabat. "Tidak benar." Orang itu berkata: "Bukan aku yang berkata begitu." kata sang imam. Muhammad al-Tijani al-Samawi bercerita tentang kisah fanatisme di kota Qafsah. e) Khabar Ahad dan Qiyas. Ini sangat berpengaruh pada penyebaran madzhabnya. Tunisia. seorang pemuda menanyakan lagi perihal shalat jamak. d) Fatwa sahabat. Aku hanya melaporkan ucapan orang lain. . bunuh dia. "Ini khusus untuk Rasulullah saw. b) Al-Sunnah: al-mutawatirah dan al-masyhurah. Ketika ia membacanya. dalil-nya. Bila zhahirnya sunnah bertentangan dengan al-Qur'an. Ia mengembalikan kedua kitab itu sambil berkata. Tetapi shalat jamak ini terdapat dalam kitab hadits shahih Bukhari dan Muslim. Ijma' sebelum terbunuhnya Utsman.

dimulai kemandegan dan diakhiri kebekuan. sesudah sebelumnya mempelajari al-Qur'an. Maksudnya untuk memudahkan pembaca memahami kitab-kitab rujukan. Argumentasi dikembangkan untuk membela madzhab masing masing. Penafsiran al-Qur'an. hadits. sepanjang saya ketahui. dan fiqh para imam madzhab disusun dalam buku. dan para mujtahid. Gerakan tadwin. tapi di sisi lain menyebabkan para ulama merasa cukup dengan apa yang telah tersedia. serta menghimpun penafsiran para sahabat. Mereka menjelaskan kata-kata atau kalimat-kalimat secara sematik. ilmu ushul al-fiqh. para ulama menghimpun hadits-hadits Nabi saw. ke upaya menghapal yang sia-sia dan merasa cukup dengan menerima apa yang telah tertulis dalam kitab-kitab madzhab tanpa penelitian. Ulama Syi'ah membalasnya dengan menulis kitab lagi. Kita akan mengakhiri dengan melacak sebab-sebab timbulnya stagnasi pemikiran ini. yang setiap jilidnya seukuran satu jilid Encyclopedia Britannica. Para ulama madzhab Syafi'i menyerang tulisan para ulama madzhab Hanbali atau sebaliknya. KARAKTERISTIK ZAMAN STAGNASI: TRADISI MENSYARAH KITAB Setelah keempat imam madzhab ahl al-Sunnah meninggal dunia. al-mustadrakat dan sebagainya. paling tidak ada tiga kitab syarah: Fath al-Bary. Pasal ini akan memperlihatkan karakteristik zaman ini dari segi karya-karya ilmiah yang lahir waktu itu dan dari segi kecenderungan pemikiran. Mereka menulis buku-buku yang lebih merupakan ensiklopedia atau kamus dari pada analisis ilmiah. Bantahan ini dibantah lagi oleh al-Mar'asyi al-Tustary. Mereka tak merasa perlu melakukan penelitian ulang. walau selama masa itu muncul juga beberapa ulama fiqh dan ushul yang cemerlang. al-masanid. Para pengikut membukukan fatwafatwa dan hasil ijthad para mujtahid tersebut. Sekarang bantahan itu sudah menjadi 19 jilid Ihqaq al-Haq. Pada zaman inilah pemikiran taqlid mutlak dominan. alSunnah. menghilanglah kegiatan yang dulu merupakan gerakan takhrij. Sebagai jawaban terhadap serangan ahl al-Sunnah. Ulama ahl al-Sunnah menulis kitab yang menyerang ajaran Syi'ah. Peminat fiqh hanya mempelajari kitab yang ditulis seorang faqih tertentu di antara tokoh-tokoh madzhabnya Ia tidak melihat kepada syari'at dan fiqh kecuali melalui tulisan dalam kitab itu. Ada pula beberapa kitab yang mensyarah al-Muwatha susunan Imam Malik.Al-Ustadz al-Zarqa melukiskan situasi umum pada waktu itu: Pada zaman tersebut pemikiran fiqh mengalami kemunduran. Perlahanlahan berkembanglah tradisi membuat syarah (komentar) dan matan. Dengan begitu. atau menambahkan penjelasan dengan mengutip ucapan para ulama lain. baik yang lemah maupun yang kuat. fiqh memasuki zaman tadwin (kodifikasi). dan tanzhim dalam madzhab fiqh. Berbagai ilmu Islam dibukukan dan tidak disampaikan secara lisan lagi. Atau sebaliknya. tabi'in. Al-Amini menulis 11 jilid al-Ghadir . Pada zaman ini. juga berkembang tradisi munaqasyah madzhabiyah (diskusi madzhab). Hadits-hadits dibukukan dalam bentuk aljawami'. ilmu jarh wa ta'dil dan riwayat para sahabat. dibukukan pula riwayat para perawi hadits. Ibn Taymiyah menulis Minhaj alSunnah untuk menolak Minhaj al-Karamah. Dalam penafsiran alQur'an misalnya. Tidak jarang syarah suatu kitab disyarahi dan disyarahi lagi. Irsyad al-Sary. Pemikiran bergeser dari upaya mencari sebab-sebab dan maksud syara' dalam memahami hukum. pokok-pokok dan maksud-maksud syara'. Bersamaan dengan itu. al-ma'ajim. Ibn Rouzbahan menulis bantahan pada Minhaj al-Karamah. tarjih. di satu sisi menyimpan khazanah ilmu para ulama. Untuk Shahih al-Bukhari. Umdat al-Qary. Pada masa inilah berkembang al-tafsir bi al-ma'tsur. al-Hilly menulis Minhaj al-Karamah.

Al-Fakhr al-Razy menceritakan pengalamannya ketika ia menafsirkan: afala yatadabbarun al-Qur'an. Siapa yang mencintai Abu Hanifah ia mencintaiku. Sikap ini ditunjukkan jelas oleh al-Syaykh Abu al-Hasan Abdullah alKarkhy ketika ia berkata. melakukan kritik terhadap beberapa pendapat Muhammad ibn al-Hasan alSyaybany. Ketika Abu Hanifah wafat. Aku bertanya: "Ya Rasul Allah. karena seorang alimnya akan memenuhi seluruh bumi dengan ilmunya. misalnya. yang patut kami ikuti di zaman kami?" Rasul Allah saw menjawab: "Aku tinggalkan bagimu Ahmad bin Hanbal. padahal ulama dari madzhab mereka terdahulu tidak pernah mengamalkannya. supaya ia dapat mengajarkan syari'at Islam secara lengkap. Kadang-kadang riwayat-riwayatnya dinisbahkan pada Nabi Muhammad saw. munaqasyah madzhabiyah telah menjadi benih yang menyuburkan fanatisme madzhab. Aku pernah menyaksikan sekelompok faqih yang taklid. Imam Syafi'i. para pengikutnya meriwayatkan mitos di sekitar para imam madzhabnya. Konon Nabi Muhammad saw pernah berkata: "Semua nabi bangga denganku dan aku bangga dengan Abu Hanifah. Abu Sulayman al-Khaththaby mengisahkan suasana zaman itu: Saya lihat ahli ilmu dewasa itu terbagi menjadi dua kelompok: pendukung hadits dan atsar dan ahli fiqh dan fikir. Allah mengizinkannya. Walau begitu. Di antara karamah Abu Hanifah ialah bergurunya Nabi Khidr kepadanya." Dengan berbagai "keutamaannya" itulah. Diriwayatkan oleh para pengikut Maliki bahwa pada paham Imam Malik sudah tertulis Malik Hujatullah di bumi." Orang alim itu adalah Imam Syafi'i. Seperti telah disampaikan pada tulisan terdahulu. Tentang Imam Syafi'i. Mereka tidak mau menerimanya bahkan tidak mau menelitinya. Padahal keduanya sama-sama dibutuhkan dan tidak bisa ditinggalkan dalam menuju cita-cita kehidupan. Rasul Allah saw bersabda: "Ya Allah berilah petunjuk pada suku Quraiysy. Tapi pada zaman kemandegan. Ia kemudian menyelesaikan kuliah dari Abu Hanifah selama 25 tahun lagi. Itu karena hadits .hanya untuk membuktikan keshahihan hadits Ghadir Khum. memandangku dengan heran bila aku bacakan ayat-ayat al-Qur'an tentang beberapa masalah yang bertentangan dengan madzhab mereka. gejala fanatisme madzhab dapat dilacak sejak abad IV Hijrah. Para ulama dari keempat madzhab diundang ke istana. Setiap madzhab membela pahamnya dengan tidak lagi mengindahkan adab diskusi ilmiah. FANATISME MADZHAB Asad Haydar menyebut tahun 645 Hijrah sebagai tahun ditetapkannya empat mazhab sebagai madzhab yang diakui khilafah Islam waktu itu. Ia belajar pada Abu Hanifah setiap waktu Subuh selama lima puluh tahun. Polemik antar madzhab ini bukanlah sesuatu yang jelek dan telah berlangsung sejak zaman para imam madzhab. Mereka heran bagaimana mungkin mengamalkan zhahirnya ayat-ayat itu. katanya. siapakah yang engkau tinggalkan. Nabi Hidhir mohon agar ia diizinkan tetap berguru padanya di alam kubur. Untuk mempertahankan keunggulan madzhabuya. yang didhaifkan Ibn Taymiyah. harus dita'wilkan atau dimansukhkan. kekuasaan sangat berperan dalam menyuburkan fanatisme madzhab. Mengenai Imam Ahmad bin Hanbal Abdullah al-Sajastany berkata: "Aku pernah melihat Rasul Allah saw dalam mimpi. Fatwa mujtahid lebih didulukan dari ayat al-Qur'an dan al-Sunnah. pengikutnya mensakralkan fatwa para mujtahid. "setiap ayat atau hadits yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan madzhab kami. siapa yang membenci Abu Hanifah ia membenciku.

telah terjadi beberapa kali. namun mereka tidak ikut bertanggungjawab.bagaikan fondasi. al-Jiziy dan sebagainya. Mereka mau menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu Yusuf. Begitu juga para pengikut alSyafi'i. Mereka tidak sadar bahwa kadar keilmuannya sendiri sangat dangkal dan mereka berdosa melemparkan kata-kata kotor pada para fuqaha. pertama. yang bagus dan yang buruk. . Setiap fondasi tanpa bangunan. mereka tidak akan menerima. Mereka tidak mempedulikan hadits-hadits yang dikuasai dan yang digunakan untuk mempertahankan argumentasinya di hadapan lawan bila hadits-hadits tersebut telah sesuai dengan madzhab yang mereka ikuti dan pendapat yang mereka yakini. mereka tak memperhatikan dan tak menganggapnya sebagai pendapat alSyafi'i. Maka bila datang riwayat Harmalah. karena rasa harga diri mereka yang sangat tajam. tidak memahami maknanya. walau tidak didukung satu dalil pun atau tidak meyakinkan. maka akan sunyi dan lekas rusak. keduanya menjadi ikhwan yang saling berjauhan: mereka tak menampakkan sikap saling membantu dan menolong di jalan yang hak. Sebagai contoh adalah peristiwa yang terjadi di Baghdad. dan tidak mengungkapkan kandungan fiqhnya. menghancurkan otak-otak cemerlang. maka akan cepat roboh. mencacad mereka dan menuduhnya menyalahi sunnah. sedangkan fiqh bagaikan bangunannya. yakni ahli fiqh dan fikir. dan para pendahulu yang setingkat dengan mereka. kecuali sebagian kecil. Fanatisme madzhab bukan saja telah menghambat pemikiran. tapi juga menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslim. mereka segera mencari kepercayaan umat terhadapnya. kebanyakan tidak memilih-milih hadits. Saya lihat para pendukung Malik tidak menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu al-Qasim (Rasul Allah). Kadang-kadang mereka mencela para fuqaha. Muhammad ibn al-Hasan dan para tokoh sahabat serta murid-muridnya yang lain. dan pemisahan hadit-hadits gharib dan syadz --hadits-hadits yang kebanyakan mawadhu' dan maqlub. Mereka hanya menerima riwayat al-Muzany dan al-Raby ibn ulayman al-Murady. Apabila diriwayatkan pada mereka hasil ijtihad para tokoh madzhab mereka atau para ahli dari aliran mereka. Bila pendapat itu datang dari al-Hasan ibn Ziyad dan pendapatnya berbeda dengan riwayat yang melalui mereka. Kedua kelompok itu. Maka pendapat yang datang dari AlHakam tidak memiliki keistimewaan di mata mereka. Sedangkan kelompok kedua. Saya lihat kedua kelompok ini saling berdekatan tempat tinggalnya dan sebetulnya saling membutuhkan. Mereka hampir tidak bisa membedakan hadits yang shahih dan hadits yang dhaif. 469 Hijrah. Dalam sejarah. Mereka tidak memelihara matannya. Yang demikian adalah suatu kesesatan dan penipuan ra'yu. Setiap bangunan yang fondasinya tidak kokoh. Namun. Mereka sepakat menerima hadits dhaif dan munqathi' bila telah masyhur di kalangan mereka dan telah membibir dalam percakapan mereka. pengumpulan sanad. mereka saling mengkafirkan yang kemudian memuncak pada peperangan antar sesama Muslim. Demikianlah keumuman sikap setiap kelompok terhadap madzhab imam dan gurunya masing-masing. ashhab (para sahabat). kelompok ahli hadits dan atsar rata-rata berambisi dalam periwayatan. tidak menggali rahasianya.

Dalam hal ini." PENUTUPAN PINTU IJTIHAD Walau ada pembagian ijtihad yang bermacam-macam. atau mentarjih (memilih yang terkuat) pendapat imam yang bermacam-macam itu. ia tentu saja masih menggunakan fatwa imam mazhabnya sebagai rujukan. Maka perdamaian macam apa yang bisa berlaku di antara kami. Pemerintah kemudian mengumpulkan wakil kedua belah pihak dan meminta supaya mereka berdamai. di zaman kemandegan pintu ijtihad. tapi tak boleh tidak harus ada mujtahid fi al-madzhab. Abd al-Khaliq ibn Isa. Pada ijtihad muthlaq. . Ibn al-Qusyayry al-Syafi'i memegang kekuasaan. mungkin karena ia berijtihad dengan metode yang sama untuk menjawab masalah-masalah yang belum dipecahkan imam mazhabnya. SEBAB-SEBAB STAGNASI Dr. atau menafsirkan yang mujmal menjelaskan yang mubham dari ucapan imam. Namun kenyataannya. Bahayanya banyak --berakibat pada terbengkalainya akal. Di sini mujtahid berpegang pada metode ijtihad imam mazhabnya. lebih ditujukan pada ijtihad muthlaq. mengikuti gurunya Syaikh Muhammad Abduh. seorang mujtahid mengembangkan metode ijtihadnya secara mandiri dan mengeluarkan hukum-hukum berdasarkan metodenya itu. Sebalikaya. Ia selalu mengecam Ahmad ibn Hanbal dan para pengikutnya sebagai penganut antropomorfisme. Karena itu. Lalu. Pengikut al-Qusyayry menutup pintu-pintu pasar madrasah Nizhamiyah. Muhammad Farouq al-Nabhan menyebut tiga sebab stagnasi pemikiran pada zaman ini: faktor-faktor politik. meski pada tiap zaman boleh saja tak ada mujtahid mustaqil. terjadilah pertumpahan darah antara kedua golongan. campur tangan penguasa dalam kekuasaan kehakiman dan kelemahan posisi ulama dalam menghadapi umara. Demikian catatan Abu Zahrah tentang tertutupnya pintu ijtihad. Dengan bantuan penguasa ia menyerang pemimpin Hanbaly. Sedangkan kaum ini menganggap kami kafir dan kami menganggap orang-orang yang aqidahnya tidak sama dengan kami juga kafir. menurut Abu Zahrah. terputusnya pengembangan ilmu dan terhalangnya kemajuan pemikiran. Walau tak diketahui secara pasti sejak kapan. kita dapat mengelompokkan dua macam ijtihad: ijtihad muthlaq dan ijtihad fi al-madzhab. tapi boleh saja menghasilkan kesimpulan furu'iyyah yang berbeda dari imam mazhabnya. Kaum Muslim mundur karena meninggalkan ijtihad sehingga mereka menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini.Pada madrasah Nizhamiyah. mengecam penutupan pintu ijtihad yang mana pun: "Kita tidak menemukan manfaat apa pun dari penutupan pintu ijtihad". Sayyid Rasyid Ridha. Sementara itu menurut Maliky. Namun sebaliknya menurut kebanyakan Hanbaly. penutupan pintu ijtihad pada saat ini. Sebenarnya. Al-Qusyayry berkata: "Perdamaian macam apa yang harus ada diantara kami? Perdamaian terjadi di antara orang yang memperebutkan kekuasaan atau kerajaan. yang ditutup adalah ijtihad muthlaq. setiap zaman tak boleh kosong dari mujtahid mustaqil. ia disebut mujtahid muntasib. penutupan pintu ijtihad terjadi karena ada anggapan bahwa tidak ada ulama yang memenuhi persyaratan seperti keempat imam itu. ijtihad mustaqil sudah tertutup. di kalangan Syi'ah tidak pernah dikenal tertutupnya pintu ijtihad. Adapun ijtihad fi al-madzhab. terus berkembang. Menurut para pengikut madzhab Syafi'iy dan kebanyakan Hanafi. Yang dapat melakukan ijtihad jenis ini disebut mujtahid mustaqil (mujtahid independen).

Waktu itu ia termasuk wanita muhajirat yang awal dan gadis Quraysy yang utama. Jika kita membaca kitab-kitab sejarah madzhab. sebagaimana Rasulullah saw. para ulama yang sama menyatakan Saddam sebagai bughat dan pemimpin dhalim. posisi ulama yang lemah memperkuat fanatisme madzhab. ijtthadnya hanyalah dalam rangka memberikan legitimasi pada kebijakan penguasa.Untuk yang pertama. yang ikut menyaksikan perang Badar-. Ia sering masuk ke rumahku dan aku dalam keadaan fudhul (memakai busana rumah yang tidak menutup aurat). yang paling aman adalah mengikuti pendapat para imam mazhab yang sudah dibukukan. Di samping itu. pemikiran yang bertentangan dengan madzhab itu ditindas. Umara tentu saja selalu berusaha mempertahankan status quo. dikembalikan kepada mawlanya. Setelah invasi. Sahlan binti Suhail --istri Hudzaifah dari Bani Amir-. terbaginya para mujtahid berdasarkan madrasah tempat mereka belajar. didiskreditkan ulama dan diadukan pada penguasa. Kami hanya mempunyai rumah satu. Maka ketika satu madzhab memperoleh kekuasaan. demi "ketertiban dan keamanan". Dalam posisi seperti itu. Contoh terakhir adalah pernyataan para ulama Rabithah yang mendukung kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab. Ulama sangat bergantung kepada umara. dan berkata: "Ya Rasul Allah. Di sini harus dicatat: dalam sejarah. maka mereka adalah saudaramu dalam agama dan mawla-mawla kamu --maka dikembalikanlah setiap orang di antara mereka itu kepada bapaknya. Abu Hudzaifah menikahkan Salim --yang dipandang sebagai anaknya itu-dengan anak saudara perempuannya Fathimah bint al-Walid bin 'Utbah bin Rabi'ah.telah mengangkat Salim sebagai anaknya. para penguasa Muslim lebih sering menindas kebebasan pendapat dari pada mengembanghannya. menyebarnya ulama mutathaffilin (ulama yang memberi fatwa berdasarkan petunjuk Bapak). kami menganggap anak kepada Salim.datang menemui Rasulullah saw. Untuk sebab kedua. Lebih-lebih bila berbeda pendapat dengan madzhab penguasa. Qadhi tidak ingin mengambil risiko berbeda pendapat dengan madzhabnya. Empat puluh tiga hari sebelum Saddam menyerbu Kuwait. Ketika Allah menurunkan ayat dalam Kitab-Nya tentang Zaid ibn Haritsah --panggillah mereka dengan nama bapak-bapak mereka. Ia ditanya tentang menyusui orang dewasa. kita akan menemukan bagaimana seseorang yang berbeda madzhab atau berganti madzhab menghadapi berbagai cobaan. Sehingga ia disebut Salim mawla Abu Hudzaifah. dan menyebarnya penyakit akhlak seperti hasud dan egoisme di kalangan ulama. Itu lebih adil di sisi Allah. Ia berkata: 'Urwah bin Zub air mengabarkan kepadaku bahwa Hudzaifah bin 'Utbah bin Rabi'ah --salah seorang sahabat Nabi saw. FIQH DITELAAH KEMBALI: FIQH KAUM PEMBARU "Yahya memberitakan kepadaku dari Malik dari Ibn Syihab. Abd al-Wahhab Khalaf menyebutkan empat faktor yang menyebabkan kemandegan. kalau pun ulama berijtihad. Bila tidak diketahui bapaknya. kita ingin menegaskan kembali bahwa madzhab berkembang karena dukungan politik. karena ia dapat dikucilkan oleh masyarakat. Bukankah ini ijtihad dan setiap ijtihad selalu mendapat pahala? Bila ijtihadnya salah. bagaimana . 5. mengangkat Zaid ibn Haritsah sebagai anak. para ulama dari 70 negara Islam menyatakan bahwa Saddam sebagai mujahid Islam yang taat pada Allah dan al-Qur'an. telah ditunjukkan bagaimana para ulama berebutan menjadi qadhi. Yaitu terpecahnya kekuasaan Islam menjadi negara-negara kecil hingga umat disibukkan dengan eksistensi politik. Karena itu. dan bila benar dua. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. ia mendapat satu pahala. Qadhi diangkat oleh penguasa.

Mungkinkah ini hanya fiqhnya 'Aisyah. Orang A'raby itu berkata: Aku minum dari minumanmu. Aisyah mengambil cara ini bila ada lakilaki yang ingin masuk ke rumahnya Ia menyuruh saudaranya. Yang kemudian menjadi persoalan adalah tindakan 'Umar. campurkan air ke dalamnya. sebetulnya hanyalah salah satu aliran peninjauan kembali fiqh. yaitu aliran yang berpegang kepada teks-teks syari'at secara . berkata kepadanya: "Susukanlah dia lima kali susuan sehingga ia menjadi muhrim dengan susunya". (2) Tidak boleh laki-laki yang bukan muhrim memasuki rumah seorang perempuan. Ia berkata: Siapa yang ragu untuk meminumnya. setelah orang merasa perlu membuka kembali pintu ijtihad. Al-Muwatha 2: 115-116) Contoh lain: "Seorang A'raby meminum minuman 'Umar. ternyata "Kembali kepada al-Qur'an dan al-Sunnah" tidak segampang seperti yang dibayangkan. Tentu saja fuqaha mazhab-mazhab yang lain menolaknya. Dari peristiwa yang pertama para faqih menyimpulkan beberapa hukum: (1) Batas susuan yang menyebabkan seorang haram dinikahi adalah lima kali susuan. Dua peristiwa di atas diambil dari kitab-kitab yang menjadi rujukan dalam menjawab masalah-masalah fiqhiyah. Dalam istilah fiqh. apalagi menyusu kepadanya?). Kesimpulan terakhir ini telah disepakati fuqaha. Apakah perilaku 'Umar dapat dijadikan model dalam pengambilan kesimpulan hukum? Apakah pendapat para sahabat dapat dijadikan hujjah dalam agama? Apakah tindakan 'Umar itu suatu preseden bolehnya meninggalkan nash-nash syari'at bila kondisi berubah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan problema yang dihadapi para pembaru Islam ketika mereka menelaah kembali fiqh yang ada. Bagaimana mungkin Nabi saw menghalalkan sesuatu dengan tindakan yang haram? (Bukankah bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim itu haram. kecuali bila laki-laki itu saudara sepesusuan. Aliran tersebut sebenarnya adalah skripturalisme. (Malik. Setelah itu ia memandangnya sebagai anak susuan. lalu mencampurkan air ke dalamnya. Ibrahim al-Nakhti meriwayatkan hadits yang sama dari 'Umar dan berkata: 'Umar meminumnya setelah mencambuk orang A'raby itu. Umu Kultsum binti Abu Bakar al-Shiddik dan anak-anak perempuan saudaranya untuk menyusukan laki-laki yang ingin masuk ke rumahnya. Ahkam al-Qur'an 2:565).menurut Anda? Rasulullah saw. Dari fenomena tersebut. Istri-istri Nabi saw yang lain menolak untuk mengizinkan laki-laki masuk ke rumah dengan susuan seperti itu. (3) Dianjurkan menyusukan orang yang sudah dewasa supaya ia halal masuk ke rumah seorang perempuan. Yang dipersoalkan bukan hanya penafsiran nash-nash tetapi juga metode pengambilan keputusan. Mereka mempersoalkan cara menyusukan itu. Bukankah istri-istri Nabi saw yang lain menolaknya? Bukankah pada kitab hadits yang sama Umar ibn Khatab dan Abdullah ibn Mas'ud hanya membenarkan susuan pada waktu kecil saja? Peristiwa yang kedua dijadikan dalil oleh sebagian pengikut madzhab Hanafi untuk menghalalkan minuman keras (khususnya Nabi) bila dicampur dengan air. Slogan yang di Indonesia didengungkan kaum moderis ini. (Al-Jashash. kemudian meminumnya. 'Umar meminta minumannya itu. yang harus ditinjau bukan saja al-adillat al-syar'iyat. tetapi juga ushul al-fiqh. Dengan merujuk pada hadits yang mengharamkan minuman keras --baik sedikit maupun banyak mereka telah membenarkan halalnya minuman keras karena dicampur air. (Ia mabuk) dan 'Umar menetapkan hukum cambuk baginya.

. Karena itu. The Encyclopedia of Islam menyebut Ibn Taymiyah sebagai the bitter enemy of innovations. 1968:42). Semuanya terjadi karena Ahmad mendasarkan mazhabnya pada hadits Rasulullah saw (meski lemah). Smith. Pada Ibn Hazm. tapi berusaha menangkap menurutnya. the introvert warmth and other wordly pety of the mystic way. dalam upaya menelaah kembali fiqh. fatwa para sahabat. yaitu liberalisme. Yang paling dekat dengan ahl al-ra'y adalah madzhab Hanafi. dan kembali kepada al-Qur'an dan hadits sebagai satu-satunya jalan untuk memecahkan segala persoalan Islam. 1987:95). tema umum Islam. kesetiaan pada teks sangat ekstrem. makna hakiki dari teks. Paham ini. Makna ini dianggap sebagai ruh ajaran Islam. sekaligus merupakan fiqh baru yang dapat menjawab masalah-masalah baru akibat perubahan masyarakat. dan menolak qiyas kecuali dalam keadaan terpaksa. Ibn Taymiyah memperkuat gerakan anti rasionalisme ini dengan menolak setiap penggunaan logika dalam khazanah ilmu-ilmu Islam dan sekaligus menolak praktek-praktek yang tidak ada dasarnya dalam teks al-Qur'an dan hadits. bila ada. Berbagai upaya rekonstroksi fiqh di dunia Islam sekarang ini berangkat dari kedua aliran tersebut. . Yang pertama menekankan rasio dalam pengambilan keputusan. Mazhab-mazhab fiqh terletak di antara kedua ekstrim itu. dan terutama sekali pada Daud al-Zhahiri. Paham Ibn Taymiyah dihidupkan kembali oleh Muhammad ibn Abd al-Wahab lima abad kemudian. Yang kedua berdasarkan fiqh pada hadits walaupun lemah dan menolak penggunaan rasio. ia mencela kaum mutakallim. Imam Ahmad ibn Hanbal. dan yang paling dekat dengan ahl al-hadits adalah mazhab Hanbali. dan yang ada hanya ijtihad. Raja Malik ibn Abd al-Aziz. Arkoun menyebut aliran ini logosentrisme yang ia gambarkan sebagai berikut: Di samping aliran ini ada aliran yang sangat menekankan rasio (akal). Mereka melihat masa Salaf sebagai model. bila tidak ada.C. memang lebih terkenal sebagai ahli hadits dari pada ahli fiqh. ada dua aliran besar dalam fiqh Islam: ahl al-Ra'y dan ahl al-Hadits. Skripturalisme dan liberalisme keduanya berusaha mendobrak kebekuan pemikiran Islam. filsuf dan sufi.the alien intellectualism not only of philosophy but also theology" (Smith. yang mengumpulkan ribuan hadits dalam musnadnya. Mereka menolak ta'wil dan menerima hadits secara harfiyah. Muhammad ibn Abd al-Wahab menolak "the corruption and laxity of the contemporary decline. Dalam kalimat W. tugas ahli fiqh hanyalah mencari nash yang relevan. kita harus memulai dengan menyorot kedua aliran ini secara kritis dibahas skriptularisme. mempengaruhi banyak aliran pembaharuan di seluruh dunia. Ibn Qutaybah memasukkan Ahmad di antara muhadditsin dan Ibn Jarir al-Thabari menolak Ahmad sebagai ahli fiqh. Aliran ini tak lagi terikat dengan bunyi teks. Jadi fiqhnya selalu merujuk pada nash-nash al-Qur'an atau hadits. Karena itu. kami mengikuti ijtihad Ahmad ibn Hanbal: (Mughniyah. yang kemudian menjadi paham resmi Arab Saudi. LATAR BELAKANG SKRIPTURALISME Seperti diketahui dalam fiqh tabi'in. KEGAGALAN SKRIPTURALISME .kaku. ketika menyampaikan khutbahnya di Makkah tahun 1355. berkata: "Madzhab kami mengikuti dalil.. Seperti Ibn Taymiyah. maqashid syar'iyah dan sebagainya..

yang mencoba menangkap makna batiniyah dari nashnash. dianggap bid'ah. 1981:26). Bukankah segala persoalan dapat diselesaikan dengan merujuk pada dalil-dalil al-Qur'an dan hadits. mukhtalaf al-hadits. paham ini melahirkan orang-orang yang wawasannya sempit. bukan tidak mengikuti sunnah. Salah satu contoh adalah perbincangan tentang zakat profesi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak diwajibkan zakat padanya. makna haqiqi dan majazi. makna 'am dan khash dan sebagainya. Para pengikutnya tidak lagi "menikmati" agama dan sebagian mengalami ketidakpuasan rohaniah. Pada saat yang sama. skripturalisme tidak dapat menyelesaikan kemusykilankemusykilan yang terjadi ketika melakukan istidlal (memberikan dalil-dalil hukum) dari nash-nash.untuk merinci dalil-dalil orang-orang yang mempraktekkan upacara-upacara agama tersebut. tertawa dan sebagainya. Ada beberara kegagalan skripturalisme.Keyakinan bahwa kesetiaan pada teks al-Qur'an dan hadits cukup untuk memecahkan persoalan ternyata hanya simplikasi. Mereka membentuk kelompok-kelompok. membaca dzikir bersama. Padahal. Pada tahap institusional. makna 'urfi (kebiasaan). Ketiga. karena menolak wacana intelektual. Dalam skala makroskopis. Karena skriptualisme menerima teks-teks al-Qur'an dan hadits dengan apa adanya. Selanjutnya. Filsafat bukan saja dijauhi. Madzhab yang lain akan dianggap menyimpang dari al-Qur'an dan sunnah. skripturalisme. orang-orang awam tidak merasa perlu lagi dengan kehadiran fuqaha. Qunut pada shalat Subuh. yang memuncak pada fragmentasi umat. Keempat. Wacana teologi menjadi gersang. Tidak ada maksud saya --dan bukan tempatnya di sini-. dalam aqidah. tapi merasa faqih. membaca shalawat kepada Nabi saw. Dengan menolak ta'wil. tetapi tanpa aturan yang konsisten. tidak ada contohnya dari Nabi saw). duduk di atas 'arasy. yang disebut bid'ah adalah apa saja yang tidak merujuk pada dalil yang telah dipilihnya. Al-masail al-lafzhiyah --seperti makna lughawi. mengucapkan doa yang tidak ma'tsur. Terakhir. "since the leaders of these movements were interested in negating some of the influences of the medieval school of islamic thought and law. skriptualisme menyingkirkan pengalaman mistikal dari kehidupan beragama. saya kira. tetapi tidak berdasarkan dalil yang disetujui mereka. tetapi juga dikafirkan. Pertama. menurut Fazlur Rahman. Kedua. penentuan keshahihan hadits. mudah mendorong orang ke arah fanatisme. mengobrol dengan ahli surga. --dan di Indonesia-menyelenggarakan upacara tahlilan dan marhabanan dianggap tidak mengikuti sunnah Rasulullah saw (dalam bahasa orang awam. Dengan menyingkirkan mistisisme. Kaum sufi. kaum skripturalis telah menghilangkan pengalaman beragama (religious experiences) yang emosional. dan zakat perdagangan. yang menolak qiyas. Ada yang mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat pertanian. zakat emas dan perak. qawaid ushul al- . Praktek-praktek keagamaan yang tidak secara spesifik ditunjukkan dalam nash. mereka telah mematikan telaah filosofis. they inevitably took a negative attitude toward the intellectual and spiritual developments that had taken place in the intervening centuries" (Rahman. skripturalisme terbukti tidak menjawab berbagai masalah kontemporer. mereka menetapkan keharusan percaya bahwa Ia turun ke langit dunia. Sebagian di antara mereka akhirnya menggunakan qiyas juga. Muncullah para "mujtahid" yang tidak berkualifikasi. menggunakannya dalam menjelaskan zakat profesi. Sebagian kaum modernis di Indonesia. dianggap sesat. kelima.

Yang pertama kita sebut skripturalisme (sudah dibicarakan) dan kedua. seeking that which is represented or revealed by language. Pada gilirannya. Di bawah ini saya akan mengulangi lagi akar pemikiran kaum liberalis dengan mengutip apa yang pernah saya tulis pada pengantar buku Islam dan tantangan Modernitas. Walaupun saya tidak akan membahas pokok-pokok pikiran kaum liberal Islam seperti yang dipaparkan Leonard Binder. TRADISI IJTIHAD BI 'L-RA'Y Ketika [brahim Hosen berbicara tentang ta'aqquli dan ta'abbudi. Jadi ciri khas kaum liberalis ialah upaya untuk menangkap esensi wahyu. secara khusus kita akan mengambil contoh pemikiran Ibrahim Hosen dan Fazlur Rahman untuk menggambarkan pokokpokok pemikiran kaum liberalis. liberalisme juga sangat rentan terhadap berbagai problem. pada akhirnya saya akan mengajukan kritik. Kritik terhadap skripturalisme sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela liberalisme. there is a need for an effort at understanding which is based on the words. Tulisan ini hanya ingin mengingatkan kita akan pentingnya penilaian kritis terhadap pendekatan pada fiqh. keduanya menggaungkan kembali perbedaan pendapat para sahabat tentang sunnah Rasullah saw. Apakah Nabi Muhammad saw berijtihad? Banyak para sahabat membagi perintah-perintah Nabi ke dalam dua bagian. karena berusaha secara bebas untuk menggunakan penalaran. sesudah mengutip sejarah ijtihad bi al-ra'y saya akan mengutip juga perkembangan tafsir bi al-ma'tsur. Yaitu yang berhubungan dengan ibadah ritual (kelak disebut huquq Allah) dan yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial (kelak disebut huquq al-'ibad). but the content and the meaning of revelation is not essentially verbal. kita dapat merumuskan kaidah-kaidah baru dalam menegakkan fiqh yang lebih relevan dan signifikan. kita sebut liberalisme. Setelah itu. the language of the Qur'an is coordinate with the essence of revelation. Melalui studi kritis terhadap keduanya. para pembaru mencoba mendobrak stagnasi dengan melakukan salah satu di antara dua pilihan. Akibat kegagalan skripturalisme tersebut. dan ketika Rahman mengulas pemikiran modernis dan fundamentalis. but which goes beyond them. For Islamic liberals. Seperti biasa. . FIQH KAUM PEMBARU: MADZHAB LIBERALISME Seperti telah disebut di atas. Mereka bersedia meninggalkan makna lahir dari teks untuk menemakan makna dalam dari konteks. Mereka kembali secara ketat pada teks-teks al-Qur'an dan al-hadits atau mereka berusaha menemukan ruh atau semangat dari ajaran al-Qur'an dan al-hadits. tapi kaum liberalis modern justru mengambil inspirasi dari tafsir bi alma'tsur.fiqh dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan penafsiran nash tidak mendapat perhatian. makna wahyu di luar arti lahiriah dari kata-kata. Karena itu. Since the words of the Qur'an do not exhaust the meaning of revelation. orang tidak memberikan solusi terhadap segala kemusykilan ini. 6. saya akan mengutip deskripsinya tentang kaum liberalis Islam. Fiqh al-ra'y sebenarnya sejajar dengan tafsir al-Qur'an bi aldirayat. SEJARAH MADZHAB LIBERALISME Fiqh kaum liberal dapat dilacak pada madzhab ahl al-ra'y di kalangan para sahabat Nabi.

"Dengan ini kalian tidak akan sesat selamanya"' kata Nabi. Dalam kasus-kasus ini. Dalam keadaan sakit. silakan ambil ra'yu-ku. "Sesungguhnya Nabi saw mengirimkan pasukan itu berdasarkan Ijtihad dan bukan berdasarkan wahyu yang diharamkan membantahnya. padahal Nabi memerintahkan mereka untuk berada di dalamnya. tetapi ia hanya berbicara berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya. "tidak akan ada yang selamat kecuali Umar ibn Khaththab. "Ia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya. "Kamu lebih tahu urusan duniamu?" Bukhari meriwayatkan peristiwa yang oleh Ibn 'Abbas disebut sebagai "tragedi hari Kamis". tinggalkan saja. "Seandainya azab turun.adalah madzhab Alawi. aku akan menangis. Nabi menginginkan agar para tawanan Badar dibebaskan dengan tebusan." Abdullah ibn Mas'ud berkata seperti itu juga: "Aku . Kalau tidak. Kalau tidak ada tangisan. sedangkan 'Umar mengusulkan untuk membunuh mereka." kata Nabi." (QS 53:3). yang berkata: "Barang siapa melakukan tamattu'. wahyu selalu turun membenarkan Umar. dan Allah membenarkan ijtihad 'Umar. Tidak ada ijtihad Nabi. Sebagai lawan mereka --dalam pemikiran-. tapi Umar melarangnya. disertai Abu Bakar pernah menangis terisak-isak menyesali kekeliruan ijtihadnya. Para ahli hadits meriwayatkan berbagai peristiwa ketika ijtihad Nabi berbeda dengan ijtihad 'Umar. Kalau orang mau. Ketika Abu Bakar dan Umar meninggalkan pasukan Usamah. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Ibn Abi al-Hadid membenarkan kedua sahabat itu.Mereka menerima yang pertama secara ta'abbudi. Bukankah Nabi mengatakan. Nabi menyuruh sahabatnya mengambil dawat dan pena untuk menuliskan wasiatnya. sangat takut kepada Umar dan tidak menemukan orang yang melawan pendapat Umar kecuali Ali ibn Abi Thalib. Rasulullah saw sering berijtihad. dari Allah dan kalau salah. ia sudah menjalankan kitab Allah dan sunnah NabiNya. di sini para sahabat tidak merasa terikat dengan sunnah." Karena Umar adalah primadona dari kelompok pertama para sahabat ini. Mereka tidak membedakan huquq al-'ibad dan huquq Allah dalam instruksiinstruksi Nabi yang bernilai tasyri'. yang terdiri atas sahabat-sahabat yang berkumpul di sekitar Ali ibn Abi Thalib. menulis: "Para sahabat r." Nabi kemudian menceritakan tentang wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Nabi. aku akan berupaya menangis seperti tangisan Anda. dalam kitab tarikhnya. Cukuplah buat kita kitab Allah itu. Utsman berkata: "Aku tidak melarangnya. ijtihadnya boleh jadi benar atau salah. Nabi hendak menshalatkan 'Abdullah ibn Ubayy. 'Umar bertanya: "Apa yang menyebabkan Anda dan sahabat Anda menangis? Kalau ada sesuatu yang patut aku tangisi." Umar juga diriwayatkan berkata: "Inilah ra'yu Umar." Ketika Ali menegur Utsman yang melarang tamattu'.merupakan justifikasi terhadap peluang menggunakan ra'yu dalam menghadapi sunnah (yang berasal dari Ijtihad Nabi). kemudian kita pun menyebut madzhab pemikiran mereka sebagai madzhab Umari." Tampaknya Umar berpendapat bahwa kondisi sakit Nabi melahirkan ijtihad Nabi yang tidak perlu diikuti." Hadits-hadits di atas --walaupun keabsahannya harus kita teliti secara kritis-. Ini hanyalah ra'yu yang aku pegang. Ketika Umar dan Utsman --pada zamannya masing-masing melarang haji tamattu" Ali menentangnya. "Nabi saw dalam keadaan sakit parah. Umar berkata. Di tangan kalian ada kitab Allah. Kalau benar.a. Pada bagian kedua. dan yang kedua secara ta'aqquli. dari Umar. Karena itu. Ibn Katsir.

(2) madzhab ini mengutamakan ra'yu ketimbang al-Sunnah. Sa'id ibn Jubair. yang pertama kali melakukan tadwin hadits adalah Ibn Syihab al-Zahri atas perintah Umar ibn Abd al-Aziz. ia lemparkan semua tulisan. ia datang menemuiku dan berkata." Para tabi'in dari Kufah kelak berguru kepada Abdullah ibn Mas'ud." Lalu saya berikan kepadanya. "Hasbuna Kitab Allah. tetapi membentuk kontinum. dan berkata: "Kalian meriwayatkan dari Rasulullah saw. Ibrahim al-Nakha'i. fiqh al-ra'y dan fiqh al-atsar ini tidak terpilah tegas. daerah Hijaz. Fiqh al-ra'y makin diperteguh dengan kecenderungan umum madzhab Umari untuk mengabaikan penulisan hadits. dan kurang terikat pada zhawahir (makna tekstual) dan nash. Ketika Utsman melarang menggabungkan haji dengan 'umrah. Sesungguhnya maslahat yang difatwakan sahabat tidak bertentangan dengan nash. 'Aisyah melaporkan: "Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Nabi saw.mengatakan ini dengan ra'yuku. Ali tetap tinggal di Madinah." Kita pun kemudian mengetahui bahwa di Madinah. dan lain-lain. Sementera itu. hadits-hadits yang kalian perselisihkan. Akibatnya. Alasan Umar: "Aku khawatir hadits-hadits itu akan memalingkan orang dari Kitab Allah. Madzhab-madzhab itu berbeda dalam intensitas penggunaan nash dan ra'yu. berdasarkan pemahaman yang benar akan maksud-maksud syara'.memerintahkan pembantunya untuk menyalakan api pembakaran. tetapi mengaplikasikan nash secara baik. Di kalangan madzhab-madzhab ahl al-Sunnah. Ashim. Abu Zahrah menulis: "Tidak seorang sahabat pun meninggalkan nash demi ra'yunya atau kemaslahatan yang dipandangnya. berkembanglah madzhab Hijaz.". tak memperkenankan penggunaan . Sejarah singkat madzhab 'Umari ini menunjukkan tiga ciri khasnya: (1) madzhab ini memusatkan perhatian utamanya --dan seringkali dengan mengabaikan yang lain-. jawablah: "Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. ia berasal dari Allah dan bila salah ia berasal dari setan. periwayatan hadits tetap berlangsung sampai zaman Umar." Tradisi pengabaian penulisan hadits --dan sekaligus pembakarannya-dilanjutkan oleh tabi'in. dan (3) madzhab ini menekankan aspek maqashid syar'iyyah atau kemaslahatan umat untuk menetapkan hukum. Abu Burdah. Ali Yafie melukiskannya sebagai lingkaran-lingkaran: "Lingkaran paling dalam (pertama) merupakan kelompok yang paling sedikit menggunakan ra'yunya. yang menekankan Fiqh al-atsar. yaitu. Janganlah meriwayatkan sesuatu pun dari Rasulullah saw. Rasul Ja'farian menyebutkan nama-nama ulama tabi'in yang melarang penulisan hadits. sehingga lahirlah mazhab Kufah yang menitik-beratkan Fiqh al-ra'y. kecuali satu buku saja. manusia sesudahmu akan lebih daripada itu. Umar menyuruh mengumpulkan hadits-hadits itu dan memerintahkan untuk membakarnya. Bila benar.kepada al-Qur'an. Untuk menangkis tuduhan bahwa Umar sering meninggalkan nash-nash al-Qur'an secara sengaja. Bila ada yang bertanya kepada kalian. Abu Sa'id. dan meninggalkan hadits-hadits itu padamu. penulisan hadits terlambat sekitar dua abad. Nanti." Abu Bakar juga pernah mengumpulkan orang setelah Nabi wafat. Walaupun begitu. sebelum ia memindahkan ibu kota ke Kufah pada masa kekhalifahannya." kata Umar. "ambilkan hadits-hadits yang ada padamu. Prinsip mereka dalam pengambilan hukum. Al-Hasan ibn Abi al-Hasan --menjelang kematiannya-. saya mati. Allah dan Rasul-Nya terlepas darinya. Ia membakarnya dan berkata: "Saya khawatir. ia menegur Ali: "Kau lakukan itu padahal aku melarangnya?" Ali menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw karena (ra'yu) salah seorang manusia. Ke dalamnya. halalkan yang halal dan haramkan yang haram. khusus di kalangan ahl al-Sunnah. Pada suatu pagi. Konon.

madzhab ini sebenarnya juga menggunakan rasio. Kata Abu Hanifah: "Undian itu judi." Untuk memberikan contoh madzhab yang paling "Umari".. Abu Hanifah menolak 400 atau lebih hadits Nabi saw. Doktrin mereka menyatakan bahwa hadits dha'if harus lebih diprioritaskan daripada akal. . Kata Dr. Ia memprioritaskan ra'yu dalam mengeluarkan keputusan fiqh. Abu Hanifah memang hanya sedikit meriwayatkan hadits. madzhab ini lebih banyak menggunakan analogi atau qiyas. Ahmad Amin. Doktrinnya menyatakan bahwa rasio harus diperhatikan guna pertimbangan kemaslahatan. Kaidah mereka: la ra'yu fi al-din (tidak ada tempat rasio dalam agama). Dalam proses pengambilan hukum. adalah mazhab yang frekuensi penggunaan akalnya lebih banyak. kuda mendapat dua bagian. Apa yang belum terjadi adalah ketetapan hukum berdasarkan qiyas. Ia menolak banyak hadits demi ra'yu." Yang dimaksud dengan apa yang sudah terjadi adalah hadits-hadits Nabi. "Lingkaran keempat adalah madzhab Syafi'i yang dipelopori Imam Syafi'i. Abu Hanifah pernah dilaporkan berkata: "Seandainya Rasulullah berjumpa denganku." Kata mereka: "Pada zaman Abu Hanifah. Kaidah mereka adalah al-Mashalih al-Mursalah. prajurit mendapat satu bagian. Kata Abu Hanifah: "Aku tidak akan menjadikan bagian binatang lebih banyak daripada bagian seorang Mukmin. karena diprakarsai Dawud al-Zhahiri yang dilanjutkan Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. Ali Hasan Abd al-Qadir: "Musuhmusuh Abu Hanifah menuduhnya tidak memberikan perhatian besar pada hadits. ia akan mengambil banyak pendapatku. ia menguji hadits dengan pertimbangan psikologis dan konteks sosial. Kata Ibn Khaldun. Bukankah agama itu ra'yu yang baik?" Barangkali ini penegasannya tentang keharusan nash tunduk pada analisis rasional. menyebut hadist-hadist yang ditolak Abu Hanifah dan mencapai 150 hadits.. pada bab khusus. . "Sedangkan kelompok kelima. Madzhab yang menggunakan kaidah semacam ini disebut madzhab alZhahiri. "Lingkaran ketiga. Akal lebih dipentingkan dalam proses pengambilan hukum daripada hadits." Nabi mengundi istri-istrinya kalau mau bepergian. hal itu dikarenakan Abu Hanifah sangat memperketat syarat-syarat penerimaan hadits." Ibn Abu Syaibah dalam bukunya. Kata Abu Hanifah: "Isy'ar adalah penganiayaan. Hanya intensitas penggunaannya sangat sedikit. Disadari atau tidak. terakhir. Abu Shalih al-Fura menuturkan. Ketika Raqabah ibn Musqilah ditanya tentang Abu Hanifah. kelompok yang disebut madzhab Maliki yang dipelopori Imam Malik. Abu Hanifah tidak tertarik untuk menemui mereka." Katanya: "Rasulullah berkata. "Lingkaran yang kedua." Nabi bersabda: "Dua jual beli dengan khiyar sebelum keduanya berpisah. Kataku: "Berikan sebagian contohnya. Simaklah riwayat yang diceritakan Dr. marilah kita melihat madzhab Hanafi. "aku mendengar Yusuf ibn Asbath berkata." Rasulullah melakukan isy'ar (melukai punggung unta) sebelum menyembelih hewan kurbannya. kurangnya hadits pada Abu Hanifah menunjukkan bahwa ia tidak merasa puas dengan menyampaikan hadits saja. ia menjawab: "Abu Hanifah adalah orang paling pandai tentang apa yang sudah terjadi. tidak ada khiyar." Kata Abu Hanifah: "Bila jual beli wajib. ada empat orang sahabat. Madzhab ini banyak dilaksanakan di Saudi Arabia. Madzhab ini dipelopori oleh Imam Hanafi. Mazhab ini disebut mazhab Hanbali yang dipelopori Imam Ahmad ibn Hanbal. merupakan madzhab yang menggunakan rasio agak lebih intens daripada kelompok pertama tadi.akal.

Rahman hampir sepenuhnya berpijak pada tafsir bi 'l-dirayat. pendapat sahabat dan tabi'in. Ibrahim Hosen mereguk ilmunya. Di antara jenis-jenis tafsir bi 'l-riwayat. Fazlur Rahman dilahirkan. Untuk yang terakhir ini. maka tafsir itu disebut tafsir bi 'l-riwayat atau tafsir bi 'l-ma'tsur. kita akan terkejut menemukan bahwa klaim orisinalitas pembaruan Rahman –yang berulangkali disebut Taufik Adnan Amal dalam bukunya. Tidak heran kalau Fazlur Rahman sering --bahkan paling sering-.Salah satu murid terkemuka dari Abu Hanifah adalah Abu Yusuf. Kita akan membicarakan kritik pembaruan Rahman di akhir tulisan ini.maka kita menyebutnya tafsir bi al-dirayah atau tafsir bi 'l-ra'y. Di antara kedua jenis tafsir itu. Lewat tangan-tangan kekuasaan. bagi madzhab Hanafi. Karena itu. tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an adalah yang paling baik. dan menjelaskan maknanya serta menggali hukum-hukum dari hikmahnya. ketika merumuskan metodologi ijtihadnya. Tafsir Kontekstual-hanya dapat diterima oleh orang yang tidak mempunyai dasar dalam pemikiran Islam tradisional. Tafsir --menurut Muhammad Ali al-Shabuni-. Rahman. para mufasir menganggap taisir bi 'l-riwayat adalah yang paling dapat dipercaya. Sebelum sampai ke situ. dari sinilah Rahman mengajak kita untuk menafsirkan al-Qur'an dengan melihat al-Qur'an secara keseluruhan dan dengan melihat "sebab-sebab pewahyuan". Di Mesir. TAFSIR BI 'L-RIWAYAT DAN TAFSIR BI 'L-DIRAYAT Fiqh al-atsar mempunyai tandingan dalam tafsir bi al-riwayat. Bila tafsir itu diperoleh dengan menukil penjelasan dari al-Qur'an lagi. Di Pakistan. Uraian di atas diberikan untuk menjelaskan dasardasar pemikiran Rahman pada perkembangan pemikiran Islam klasik. ada baiknya kita juga meninjau perkembangan metodologi penafsiran al-Qur'an. al-Hadi dan al-Rasyid. sebagaimana kritik Rahman terhadap hadits (sunnah) dapat ditelusuri pada kritik fuqaha al-ra'y terhadap fuqaha al-atsar. Untuk mengapresiasi metode penafsiran Rahman.menyebut Abu Yusuf. sebagai latar belakang teoretis dalam memahami penafsiran al-Qur'an yang dirumuskan oleh Rahman. Cukuplah dikatakan bahwa dengan mempelajari fiqh-fiqh klasik. Muhammad saw. baru tafsir al-Qur'an dengan al-Sunnah (misalnya. menerima hadits dengan sikap kritis. kemusykilan kedua penafsiran ini akan kita lihat. . sebagaimana fiqh al-ra'y mempunyai persamaannya dalam tafsir bi 'l-dirayat. al-Hadits.adalah ilmu untuk memahami Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya. tafsir bi 'l-riwayat seperti ini diambil Rahman ketika berbicara tentang hukum Islam dan ditinggalkan Rahman ketika membahas aspek teologis dan eskatologis ajaran Islam. lewat asbab al-nuzul). Anehnya. Kita tidak akan membicarakan pengaruh Abu Yusuf terhadap metodologi Rahman (dan juga Hosen). madzhab Hanafi tersebar ke seluruh kekuasaan Islam. kritik terhadap Rahman juga dapat dilacak pada kritik fuqaha al-atsar terhadap fuqaha al-ra'y. antara lain pada masa al-Mahdi. dan menetapkan "sunnah yang dikenal baik" sebagai kriteria terhadap "semangat dan sikap kolektif" dari hadits. tidak berbeda dari Ibn Taimiyah bagi madzhab Hanbali. Daerah-daerah madzhab Hanafi antara lain Mesir dan Pakistan. Bila tafsir itu berpijak pada ijtihad mufasir --dengan mengerahkan kemampuan nalar dan/atau intuisinya-. Rupanya. Ia memegang jabatan qadhi pada masa-masa kekhalifahan 'Abbasiyyah. Sesudah itu. (Untuk menggembirakan kita semua kedua-duanya berhak disebut Syaikh al-Islam). Ia memuji Abu Yusuf karena memberikan penafsiran yang situasional kepada hadits yang "berdiri sendiri".

"maka ayat-ayat al-Qur'an dilihat dari konteks ayat-ayat itu" (siyaq al-ayat). (QS 37:95). kita akan menemukan prosedur penafsiran Qur'ani yang bermacam-macam. dari penafsiran QS 31:14 dengan QS 46:15. Akhirnya. yang menjadi pijakan Rahman. baik yang bersifat lafdziyah. tetapi meliputi anak-cucunya. Apakah kamu menyembah barang yang kamu pahat. Tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an mempunyai basis dalam petunjukpetunjuk al-Qur'an sendiri (QS 11:1. Setelah itu Allah mematikan mereka dan menghidupkan mereka kembali pada Hari Kiamat. kita jalan yang ditempuh oleh al-Thabathaba'i. al-Najm ayat 42. membedakan ketetapan legal dari sasaran dan tujuan al-Qur'an. 7:52. mempermudah makna yang sulit. 2:185) dan al-Sunnah. Kedua. dengan melihat surah al-A'raf ayat 69. Perbedaan antara tafsir maudhu'i dengan tafsir murattab mirip dengan perbedaan antara thesaurus dengan . kita akan menelusuri akar-akar penafsiran Rahman pada tafsir bi 'ldirayat. Selanjutnya. Abd al-Karim alKhathib al-Mishri bahkan menamai kitab tafsirnya al-Tafsir al-Qur'ani li alQur'an. kita akan melacak kemusykilan asbab al-nuzul." Yang dimaksud dengan "khalifah" dalam surah al-Baqarah ayat 30 tidak terbatas pada Adam. dan alNaml ayat 62. ketika berada dalam tulang sulbi orang tua mereka. Semula manusia mati. Nabi saw. kita dapat membaginya ke dalam kelompok: tafsir Qur'ani yang murattab (berdasarkan urutan ayat dari al-Fatihah sampai al-Nas) dan tafsir Qur'ani maudhu'i (berdasarkan tema-tema atau topik-topik tertentu) Untuk mengetahui prosedur penafsiran qurani yang murattab. padahal Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat (QS 37:96). Ali ibn Abi Thalib menyimpulkan bahwa waktu minimal kehamilan adalah enam bulan. atau bersifat haliyah. atau menjelaskan istilah-istilah yang dipergunakan dalam al-Qur'an. menafsirkan kata zhulm dalam. Kemudian Allah menghidupkan mereka di dunia. Jadi jelas. seperti kata-kata yang membentuk kalimat tunggal yang berkaitan dengan lafadz yang ingin kita pahami. kita akan melihat problematik al-Qur'an yufassir ba'dhuhu bad'dhan. al-'Alaq ayat 8. seperti kasus-kasus atau fenomena yang menjadi petunjuk bagi topik yang dibicarakan. Bila kita teliti kitab-kitab itu. wa lam yalbisu imanabum bi zhulm (QS 6:82) sebagai syirk berdasarkan ayat inn al-syirk la-zhulm 'azhim (QS 31:13). dalam Tafsir al-Mizan. Ayat ini terdapat dalam kisah ucapan Ibrahim kepada para penyembah berhala. Paling tidak. ayat "Dan Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat" (QS 37:96). Yang dimaksud dengan konteks adalah "semua yang mengungkapkan ( makna) lafadz yang ingin kita pahami dari petunjukpetunjuk yang lain. dan al-Qhashash ayat 88.Pertama kali. kita akan terjatuh ke dalam paham Jabbariyah. uraikan Pertama. Tradisi Nabi ini dilanjutkan oleh para sahabat. Ibn Abbas menafsirkan dua kematian dan dua kehidupan dalam surah Ghafir ayat 11 dengan merujuk kepada surah al-Baqarah ayat 28. Yang dimaksud dengan kata al-mustaqar dalam surah alQiyamah ayat 12 adalah "tempat kembali" dengan melihat surah al-Insyiqaq ayat 6. Tafsir maudhu'i baru muncul belakangan. Bahwa "apa yang kamu perbuat" adalah berhala-berhala itu." Misalnya. yang --menurut Rahman-dapat mengungkapkan latar belakang situasional. Yunus ayat 14. Tanpa melihat konteks ayat. "ayat-ayat lain dipergunakan untuk memahami ayat-ayat yang mujmal atau sama. serta menggali prinsip-prinsip universal ajaran Islam. Banyak kitab tafsir mengaku menggunakan metoda ini.

Dalam perkembangan pemikirannya yang kemudian. Keempat.." POKOK-POKOK PEMIKIRAN MADZHAB LIBERALISME Pendapat Prof. Kelima. kedua. dan karena kita tidak mengetahui konteks turunnya ayat itu atau petunjuk-petunjuk situasional yang berlaku pada masyarakat Islam saat itu. Ia mengusulkan enam hal. salah satu aspek dari topik tertentu itu. Nanti. Kita memperoleh manfaat lain dari pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu dengan tetap berpijak pada pandangan Qur'ani yang utuh tentang topik tersebut. dalam satu tempat. prinsip-prinsip umum ini kita aplikasikan untuk memecahkan masalah-masalah konkret dewasa ini.. Pertama. ketiga. kita harus menggeser perhatian dari masalah pidana yang ditetapkan oleh nash kepada tujuan pemidanaan. pendekatan historis untuk menemukan makna teks. ketiga langkah ini merupakan langkah pertama dalam perumusan prinsip-prinsip hukum Islam. yaitu. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ini pernah mengajukan saran-saran bagi pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. kita harus mendukung hak pemerintah untuk mentakhshish umumnya nash dan membatasi muthlaqnya. Ja'far Subhani menulis serial mafahim al-Qur'an (sampai sekarang sudah selesai lima jilid). Al-Qur'an menunjukkan dalam setiap surah atau setiap tempat. Dari ketiga langkah tersebut di atas. Seringkali kita mengalami kesulitan untuk memahami ayat atau mengetahui tujuannya karena jarak kita yang jauh dari zaman wahyu. ". Ayat-ayat itu kemudian disusun dan dirangkai begitu rupa sehingga dihasilkan kesatuan pandangan yang lengkap dan kesatuan pemikiran yang menghimpun dan meliputi seluruh ayat tersebut. dapat membantu kita dalam menghilangkan kekaburan dan ketidakjelasan. Secara operasional. kita harus mengambil sunnah Rasul dari segi jiwanya untuk tasyri al-ahkam dan memberikan keleluasaan sepenuhnya untuk mengembangkan teknik dan pelaksanaan masalah-masalah keduniawian. Ibrahim Hosen. (Kita) kumpulkan setiap ayat yang berkaitan dengan pengertian tertentu dan topik tertentu. pembedaan antara ketetapan legal dengan sasaran dan tujuan al-Qur'an. Pengantar pada tafsir ini –sepanjang pengetahuan saya dari kalangan kaum Muslim-. Kedua. Ketiga. kita harus melepaskan diri dari masalikul'illah gaya lama dan mengembangkan perumusan 'illat hukum yang baru. 26.ditulis oleh Muhammad alBaqir al-Abthahi.. pemahaman sasaran al-Qur'an dengan memperhatikan latar belakang sosiologisnya.. kemudian dikumpulkan ayat-ayat yang berkenaan dengan topik tersebut. bergerak dari yang khusus kepada yang umum. kita harus mengganti pendekatan ta'abbudi terhadap nash-nash dengan pendekatan ta'aqquli. dan menjelaskan metodenya sebagai berikut: ". Mengumpulkan ayat-ayat dalam hubungannya satu sama lain.dictionary. Pertama. Amal dan Pangabean memperincinya dalam Tafsir Kontekstual al-Qur'an. kita harus sanggup menyimpulkan prinsip-prinsip umum ajaran al-Qur'an. TAFSIR KONTEKSTUAL FAZLUR RAHMAN Rahman dalam Tema Pokok al-Qur'an memperinci metodologi penafsiran alQur'an dalam tiga langkah. Kadang-kadang ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu tersebar pada surah-surah yang berbeda atau pada tempat-tempat yang berbeda dalam surah yang sama. Terakhir. Tafsir maudhu'i dimulai dari topik. kita harus meninggalkan pemahaman harfiah terhadap al-Qur'an dan menggantinya dengan pemahaman berdasarkan semangat dan jiwa al-Qur'an. KRITIK PADA FIQH IBRAHIM HOSEN .

Kata sebagian orang. Pertama. al-Nur: 31) jelas menunjukkan perintah memakai kerudung sampai menutup dada. "Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya sampai menutupi dada mereka" (QS. ketika kita memerlukan tenaga untuk membangun. berdasarkan pada 'illat baru. Dengan kebebasan mencari 'illat baru. Kita harus mencari semangat atau ruh perintah ini. KRITIK PADA FAZLUR RAHMAN . karena justifikasi tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. Kita dapat menggashar shalat hanya karena kita baru saja menyelenggarakan seminar yang menguras energi. Mereka memerlukan tenaga dan kekuatan. Sekarang kita abaikan makna lahiriah ini. kepastian hukum menjadi kabur. ketika kita harus meninggalkan produktivitas. Rasulullah menyuruh mereka berbuka. dahulu wanita-wanita Arab itu senang membuka dadanya untuk merangsang kaum pria. Makna lahiriah dari teks. Dalam situasi seperti itu puasa boleh ditinggalkan. dengan mengganti 'illat qashar pada masyaqqah (kepayahan). bukan menutupkan kerudung. Kata sebagian orang. Kita tidak perlu mengeluarkan zakat bila pemerintah sudah melakukan kebijakan pemerataan pendapatan dan memberikan santunan pada fakir miskin. qashar tidak lagi berlaku dalam perjalanan tetapi dalam situasi apapun yang membuat orang payah. Semangat ajaran Islam itu kesucian diri. Kita tidak boleh menerima teks-teks itu begitu saja (secara ta'abbudi). Tetapi yang menjadi persoalan ialah apakah berpegang pada semangat al-Qur'an atau al-Sunnah itu berarti tidak usah setia lagi pada makna lahiriahnya. Misal. Sekarang. Apa semangat dari larangan ini? Umat Islam sedang menghadapi tugas yang berat. Bukan semangat dari ajaran zakat ialah pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan? Ketika para sahabat bersiap diri menghadapi perang di bulan Ramadlan. Kita harus menggunakan akal (ta'aqquli). Fiqh menjadi alat status quo dan bukan sebagai korektor. Kita tidak perlu terikat pada teks-teks lahir al-Qur'an dan Sunnah.Esensi dari pemikiran Hosen ialah jiwa atau semangat dari al-Qur'an dan Sunnah. Pandangan ini menimbulkan beberapa kemusykilan. apakah kita juga harus meninggalkan puasa. Dalam istilah sebagian orang. Tanpa kriteria ini kaum liberalis dapat membawa kita ke arah tadhyi (pengabaian nash) dan tahrif (penyimpangan makna). ketika kita meninggalkan makna lahir teks dan mencari jiwa atau semangat teks. Ketiga. Kita masih dapat mengumpulkan pendapat-pendapat lain. Kedua. kita meninggalkan makna obyektif yang sudah jelas dan memasuki makna subyektif yang tidak jelas kriterianya. hukum-hukum syari'at dapat berubah. Saya yakin. yang dimaksud ialah hendaknya wanita memelihara kesucian dirinya dengan menutup diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela. dengan menetapkan pemerintah sebagai pentakhshish dan pengtaqyid nash. pemikiran seperti ini tidak memerlukan usaha yang sungguh yang menjadi makna ijtihad. Perintah ini harus dipahami sebagai perintah untuk menahan diri dari perbuatanperbuatan yang mendorong orang ke arah pemuasaan nafsu. fiqh akan lebih berfungsi sebagai pemberi justifikasi daripada jurisprudensi. Apakah perempuan tidak perlu memakai kerudung bila ia sudah pandai menjaga diri tidak melakukan tindakan yang "merangsang"? Kita memerlukan kriteria kapan teks harus ditinggalkan demi makna yang lebih dalam dan kapan makna yang lebih dalam itu harus diperlakukan sebagai pengayaan makna lahiriah dan bukan pengabaiannya. Dengan cara ini terbukalah peluang untuk memasukkan pikiran-pikiran non-islami ke dalam struktur syari'at Islam. Kata "menutupkan kerudung" harus dipahami sebagai kata kiasan. Islam akan dipandang hanya sebagai suplemen dan bukan sebagai alternatif.

seperti yang dilukiskan oleh Taufik dalam buku ini (h. sedang dalam situasi lain sebabnya khusus tetapi efek legalnya umum. datanglah kepada Rasulullah --baik dalam keadaan hidup atau mati dan mintakan agar beliau memohonkan ampunan buat kita? Kaum Wahhabi berpendapat bahwa tawassul itu syirik dan karena itu menganggap ayat ini hanya berlaku ketika Rasulullah masih hidup. Setiap orang juga tahu bahwa asbab al-nuzul dan tarikh sangat . Dalam kalimat Shadr. Yang paling musykil --dan justru di sini Rahman berpijak-. sebagaimana yang telah banyak diketahui oleh para peneliti ulum al-Qur'an. Setiap orang akan setuju bahwa konteks historis sangat diperlukan untuk memahami alQur'an. Terdapat juga kemusykilan dalam menentukan apakah dalam situasi tertentu. "terdapat jarak yang sangat jauh antara situasi sosial ketika nash-nash itu dilahirkan dengan situasi sosial dewasa ini. Apakah meminta doa kepada Rasul itu hanya berlaku pada waktu Rasul masih hidup atau juga berlaku sekarang? Bukankah dari ayat ini dapat disimpulkan suatu prinsip umum: Bila berbuat dosa. ketika nash-nash itu dijadikan rujukan. yang terbukti seringkali ditulis oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan historiografi. 224). Tuhan dapat membuat sejarah. Kadang-kadang sebab yang sama berkaitan dengan ayat-ayat yang berlainan (ta'addud al-nazil wa 'l-sabab wahid). Di antara yang sedikit itu. Apalagi. dari buku-buku tarikh.adalah menetapkan apakah asbab al-nuzul itu hanya berkenaan dengan peristiwa atau orang yang spesifik atau dapat digeneralisasikan. tetapi --pada saut yang sama-"menilai bahwa literatur asbab al-nuzul itu seringkali sangat bertentangan dengan kacau-balau" (h. tetapi hanya ahli sejarah yang dapat mengubah sejarah. Kedua. Lebih dari itu. Pernah orang datang kepada Rasulullah saw. bila bertentangan dengan apa yang telah dipandangnya sebagai prinsip-prinsip umum ajaran alQur'an. Kemudian turun surah alNisa ayat 64. Mereka berpegang pada sebab yang khusus (bi khushush al-sabab). Apalagi --sebagai pelanjut mazhab Umari-. Kemusykilan lainnya --yang terlalu panjang bila diuraikan di sini-. sebab itu khusus dan efek legalnya juga khusus. Di kalangan para mufassirin terjadi ikhtilaf apakah pelajaran (al-'ibrah) itu bersifat spesifik (bi khushush al-sabab) atau umum (bi 'umum al-lafazh). sebagian besar tidak tahan kritik --bahkan pada tingkat kritik rawi atau sanad. sangat sukar kita memperoleh gambaran utuh mengenai situasi sosial waktu itu. 158). meminta agar beliau memohon ampun kepada Allah untuk orang itu.berkenaan dengan hubungan antara dengan asbab al-nuzul." Dari mana kita memperoleh informasi tentang situasi masa lalu itu? Pertama. tetapi mempunyai motif-motif yang patut dicurigai.Rahman seringkali tidak ragu-ragu menanggap hadisthadist sebagai "fiksi yang dirumuskan belakangan saja". Kadang-kadang ayat yang sama dijelaskan dengan asbab al-nuzul yang berlainan (ta'addud al-asbab wa al-nazil wahid). Di sini tampak bahwa prinsip umum yang diyakini oleh mufasir menentukan spesifikasi atau generalisasi asbab al-nuzul. Karena itu.bersandar sepenuhnya pada pendekatan historis untuk memperoleh makna teks dari analisis latar sosiologis untuk memahami sasaran al-Qur'an. Rahman menyadari pentingnya asbab al-nuzul. para orientalis --lewat "analisis sosiologi" mereka-dapat "membuktikan" pengaruh-pengaruh Kristen dan Yahudi dalam al-Qur'an.Metodologi Rahman --seperti telah disebutkan di atas-. seperti kata sebagian orang. Seperti dikatakan Subhani. karena jarak kita yang jauh dari masa wahyu. hadist-hadist tentang asbab al-nuzul itu sangat sedikit. kita merumuskan situasi di zaman Nabi itu dari asbab al-nuzul.

jika kita menyimpulkan --dari kesimpulannya-.. para ahli tafsir sepakat menyebutkan surah al-Maidah ayat 90 sebagai ayat yang terakhir. maka pengharaman ditegaskan berkali-kali --dari tahrim 'am sampai tahrim khash bi tasydid albaligh (pengharaman khusus yang sangat keras).. "Tidak turun ayat alMa'idah. Kata A'sya. ketika manusia menjadi sebuah masyarakat (society)." "Abu Bashir. karena mereka menganggap enteng larangan ilahi ini. juga.dan dosa (al-itsm) dan pembangkangan tak benar serta menyekutukan Allah. Tuhanku hanya mengharamkan kekejian. Allah tidak saja . al-A'raf:33).al-Jashash menjelaskan: "Ayat ini menetapkan haramnya khamr. Seandainya tidak turun ayat lain yang mengharamkan.bahwa pengkonsumsian alkohol secara individual dalam komunitas informal tidak haram. "Aku tidak keberatan. alkohol menjadi membahayakan sehingga pengkonsumsiannya tidak diperkenankan.. Abu Jahal. "Hai Abu Bashir. tetapi hanya merupakan komunitas informal.. Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Thabrani dari Mu'adz ibn Jabal disebutkan bahwa di antara yang pertama kali diharamkan pada permulaan kenabian adalah minuman khamr.pengharaman khamr ini berlangsung secara gradual. khamr diharamkan. Tetapi karena sahabat terus-menerus melakukan pelanggaran. Khamr tidak diharamkan." kata mereka lagi." Inilah ratio legis haramnya alkohol. di tengah jalan ia dicegat Abu Sufyan. jauh sebelum turun surah al-Maidah. Apa prinsip umum yang dapat ditarik dari latar sosiologis ini? Kata Rahman. kecuali untuk mempertegas (keharaman khamr) bagi menusia. Ketika ia bermaksud menyatakan Islamnya di depan Rasulullah saw. ketika umat Islam belum merupakan suatu masyarakat (society). Khamr sudah diharamkan sejak awal kenabian. Muhammad mengharamkan zina. Katakan Tuhanku hanya mengharamkan kekejian --baik yang tampak maupun yang tersembunyi-. Katakanlah di dalamnya ada dosa besar (itsm kabir). ". Dan seterusnya. Yang pertama mengharamkan khamr sebenarnya adalah surah al-A'raf ayat 33. Dengan menggunakan metodologi Rahman. Setelah umat Islam terbentuk sebagai masyarakat. Karena Allah berfirman.penting. Menurut Thabathaba'i. Marilah kita ambil kasus khamr. Mereka bertanya kepadamu tentang khmr dan judi. sebagaimana ditegaskan dalam surah al-Baqarah ayat 214. Kita tidak tahu apakah Rahman setuju." Bahwa khamr telah diharamkan sejak awal bi'tsah dapat dilihat pada peristiwa masuk-Islamnya A'sya ibn Qais. ketika Abu Jahal masih hidup. Muhammad mengharamkan khamr. Al-Itsm dalam ayat itu adalah khamr. Abu Jahal terbunuh dalam perang Badar. tetapi akhirnya dianggap sebagai perbuatan setan (QS 5:90-91). (QS." kata mereka. Peristiwa ini terjadi di Makkah. cukuplah ayat ini saja. dan orang-orang Quraisy lainnya. Mula-mula khamr dipandang sebagai rahmat Tuhan (QS 16:66-69). Dalam urutan pengharaman khamr.. dan dosa. bagaimana kita dapat memastikan situasi sosial dari tarikh yang dapat kita akses. Dosa semuanya diharamkan dengan firman Allah. Al-A'raf termasuk surah yang turun dalam periode Makkiyah awal. Yang ingin diketahui orang ialah bagaimana Rahman menarik kesimpulan dari ayat-ayat yang tidak ada asbab al-nuzul-nya. di dalamnya dosa besar. di Makkah. Tentang surah al-Baqarah ayat 219 --yang dianggap Rahman dan kebanyakan mufassirin belum mengharamkan khamr-. Kedua-duanya sangat dihajatkan terutama sekali untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai al-Qur'an ("ideal moral" alQur'an) atau sebab berlakunya hukum (ratio legis). Rahman menunjukkan evolusi "sikap" al-Qur'an terhadap khamr. Menurut Rahman --juga kebanyakan ulama-. penelitian saya tentang pengharaman menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

Ibn Hajar mendefinisikan sahahat sebagai "orang yang berjumpa dengan Nabi saw. al-Ghazali menolak semua pendapat itu dan berkata. Beirut. 250. Ahmad Abu Dawud.Fath al-Bari. Dar al-Fikr. atau yang tidak melihatnya seperti orang buta". Mereka yang termasuk jumpa ini orang yang lama bergaul dengan Nabi atau yang sebentar. Ibn Majah. Tarikh al-Madhahib al-Islamiyah. Karena basis metodologi Rahman adalah tarikh dan asbab al-nuzul. Al-Syatibi mengutip ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits untuk menunjang pendapatnya. al-Mustasyfa. 1:10 4. karena yang dimaksud manfaat itu manfaat dunia dan semua yang diharamkan ada manfaat duniawi bagi pelanggarnya. 1:443 al-Maktabah al-Salafiyah. Bagaimana mungkin menetapkan ishmah mereka tanpa hujjah yang mutawatir? Bagaimana dapat dibayangkan adanya 'ishmah. "Siapa saja yang mungkin salah atau lupa dan tidak tegas 'ishmahnya tidak boleh pembicaraannya menjadi hujjah. padahal mereka boleh ikhtilaf? Mungkinkah dua orang ma'shum ikhtilaf? Bagaimana mungkin." Walhasil. 1974:133-143. 2. CATATAN 1. tanpa tahun. Muslim. Mathba'ah al-Maktabah al-Tijariyah. Pada halaman yang sama. tanpa kota. "Kami berhenti. tetapi (untuk khamr) mempertegasnya dengan menyebutkan dosa besar. al-Ishahah fi Tamyiz al-Shahabah. yang harus lebih dahulu dirumuskan adalah kritik keduanya (yang kurang diperhatikan Rahman).karena sahabat masih tetap melakukannya. Lihat: Fath al-Bari. 4:74.Lihat al-Ghazali.Abu Zahrah. al-Nasai. 1:457 3. 1:135. yang berperang besertanya atau tidak. Beirut. yang melihatnya tetapi tidak menghadiri majelisnya. padahal sahabat sepakat bolehnya bertentangan dengan sahabat yang lain? Abu Bakar dan Umar tidak mengingkari orang yang berbeda ijtihadnya . Pembaca yang tertarik dapat melihat M. 6. Muhammad Taqiy al-hakim mengkritik kelemahan argumentasi al-Syatibi secara rinci. Kami berhenti!" Ini hanyalah sebuah contoh penggunaan metodologi Rahman dengan hasil yang sama sekali berbeda dari konklusi Rahman. Menurut riwayat.Abu Ishaq al-Syatiby. tanpa tahun. Karena itu surah al-Ma'idah 90 diakhiri dengan kata Mengapa kalian belum berhenti juga. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'at. hal.Riwayat ini dihimpun berdasarkan hadits Bukhari. Ibn Hajar al-Asqalani. Bagaimana mungkin berhujjah dengan ucapan mereka dengan kemungkinan mereka salah. Dar al-Andalus. beriman kepadanya dan meninggal dalam Islam.menjelaskan bahwa dosa itu haram. Mesir: Mustafa Muhammad. pengharaman khamr diulangulang --makin lama makin keras-.T Al-Hakim Al-Ushul al-'Ammah fi al-Fiqh al-Muqaran. sebagai penegas akan bahayanya.. 5. Adapun kata manfaat bagi manusia tidaklah berarti menghalalkannya. Umar menjawabnya.

Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Mahliqa Qara'i. Musnad Ahmad 1:314. "Siapa yang mengkritik salah seorang di antara sahabat Rasulullah saw. 7-9. 57-58. al-Hakim dalam al-Mubarak 2:59 dan 4:389.dengan mereka. 2. Heiderabad. menulis. Ibn Hajar mengemukakan dalil-dalil tentang 'udul-nya sahabat secara rinci dalam kitab ini juga). ketahuilah bahwa dia itu zindiq (atheis). tak ada yang menentang hal ini kecuali orang-orang bid'ah yang menyirnpang" (Al-Ishabah 1:9.Abu Dawud 2:227. tidak dikenai celaan. Zad al-Ma'ad 1:177-225. 1963. "Ijtihad and the Practise of Ra'y".Taqdimah al-Ma'rifah li Kitab al-Jarh wa al-Ta'dil. 252.Kupasan tentang perdebatan ini.Shahih al-Bukhari. Sunan al-Baihaqi 7:336. semuanya mati dalam iman.Muhammad Ibrahim Jannati. Kanz al-Ummal 3:102." Begitu "sucinya" para sahabat itu sehingga Abu Zar'ah menulis. hal. Sunan al-Nasa'i. Umdat al-Qari 11:151. pada Kitab Al-Muharibin. Ibn Majah 2:227. Mengenai 'Udul-nya sahabat. 1:3. "Sahabat sama seperti perawi hadits yang lain kecuali satu hal --pada mereka tidak berlaku jarh dan ta'dil. dalam Al-Tawhid. 11. 3:69. hal. Maktabah Wahdah.Shahih Muslim 1:574. hal. "Seluruh sahabat itu mukmin yang saleh. bahkan mereka mewajibkan --dalam masalah ijtihad-." (Saya kutip lagi dari Muhammad 'Ajal al-Khatib. al-Dar al-Mantsur 1:279. Sunan al-Baihaqi.Abu Dawud 2:242. Al-Sunnah qabl al-Tadwin. Bukhari meriwayatkan hadits ini tetapi dengan tidak lengkap. Taysir al-Wushul 2:5. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:264. Kairo. menurut Ibn Hazm. Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:318. tidak seorangpun masuk neraka. 395-396). 10. 14. V NO. 1371." Lihat Al-Ishabah 1:10. semuanya masuk surga. al-hakim 2:196. lihat juga Shahih Muslim. 9.agar setiap mujtahid mengikuti ijtihadnya masing-masing. "Sepakat semua Ahl Sunnah bahwa sahabat seluruhnya 'udul. 4:352 dan 5:22. dalam Kayhan-e Andisheh NO. vol. Irsayad al-Sari 10:9. Fath al-Bari 12:101. Ibn Hajar berkata." 7. Kecuali untuk sahabat yang masuk Islam sesudah Bai'at al-Ridwan (sambil mereka pun tidak boleh disebut kecuali kebaikan). lihat Ibn Qayyim. . petunjuk. Ibn Al-Atsir dalam Usud al-Ghabah fi Ma'rifat al-Shahabah. Shahih Muslim 2:52. "Ra'y Gera'i Dar Ijtihad". 13. 1408. 9. 8.Abu Zahrah. sebab mereka semna 'udul. Tarikh al-Madzahib. dan kebajikan. 1:349. 5:148. 12.

Al-Syura 23 (tentang keharusan mencintai ahli waris). 18. Lihat juga Shahih Bukhari. 227-228. 17. Di antara hadist-hadits tentang hal yang sama adalah hadits Tsaqalain: Aku tinggalkan bagimu dua hal. Gubahan syair dari Al-Amini al-Inhaqi dari Syiria. 21. 23. dalam Limadza Ikhtartu Madzhab Ahl al-Bait. 39-40.Tadzkirat al-Huffadz. Tarikh Thabari 3:193. 1:5. Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsah.Al-Thabaqat al-Kubra.Lihat Dr. Thabaqat ibn Sa'ad 2:244. 11:257. turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib).Ibn Qayyim al-Jawziyyah. 27. Teheran: Sepahar. 24. Al-Ahzab 33 (tentang 'ishmah ahli bait). 20. Mustadrak al-Shahihain 3:109. dalam Hawl al-Wahdah al-Islamiyah.15. . kamu tidak akan sesat selama-lamanya Kitab Allah den Ahli Baitku (hadits-hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Shaih Muslim dalam Kitab Fadhail al-Shahabat". "I'lam al-Muqi'in. Shahih al-Turmudzi 2:308. 7:188. 1404. Al-Baihaqi 2:148. Musnad Ahmad 4:366. Shahih Muslim Bab "Tark al-Wasyiyyah" Musnad Ahmad. dan hadits: "Ahli baitku adalah tempat yang aman dari ikhtilaf bagi umatku" (Mustadrak al-Shahihain 3:348). 16.Shaih al-Bukhari. 1:2-3. hal. hal. 255. Tarikh al-Madzahib. Al-Ijtihad: wa Mada Hajatina ilaih fi Hadza al-Ashar.Al-Syatibi. Kanz al-'Ummal. "Al-'Itisham. dan Kitab al-Jizyah". tarjamah Abu Bakr. 19. hal. Tarikh al-Khulafa. hadits NO. "Kitab al-Jihad". 1:7.Dr. 7:447. 25. tanpa tahun. tt 1:63-64. Kanz al-'Umal 1:47 dan lain-lain). Mesir: Mathba'ah Sa'adah.Tadzkirat al-Huffazh. tarjamah 'Umar 28. 32-33. Musa Towana.Al-Thabaqat al-Kubra. Al-Ijtihad. Saya kutip lagi dari Abu Zahrah. bukan tempatnya di sini menuliskan semua riwayat yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama. yang jika kamu berpegang teguh. 1935. "Kitab al-'Ilam". 26.Di antara ayat-ayat yang menunjukkan keharusan mengikuti ahli bait adalah Al-Maidah 55 (Menurut banyak ahli tafsir. hal. Musa Towana. 22. 1:22. 138.Asbab al-Ikhtilaf bain Aimmah al-Madzahib al-Islamiyah".Tafsir Ibn Katsir 4:194. menyimpulkan dalil-dalil itu.Tadzkirat al-Huffazh. Kanz al-Ummal 1:185. 1:174. Tafsir al-Darr al-Mantsur 6:74.Al-Thabaqat al-Kubra.

dalam Iqbal Abdurrauf Saimima. 32.29.95.a".Shahih al-Bukhari 3:69. Shahih al-Muslim 1:349.Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa' 1:282 dari Urwah: Rasulullah shalat dua rakaat di Mina pada shalat-shalat yang empat rakaat. Sunan al-nasai 2:179. Umar shalat di Mina dua rakaat. Kitab al-Umm 1:173. 1983. lihat Al-Syawkani dalam Al-Awthar 3:374. "Utsman melihat kemaslahatan jamaah supaya dapat mengejar shalat. 2:10. Sunan al-Baihaqi 6:342-343.Ibn Hazm dalam Al-Muhalla 5:227. juga Al-Baladzuri dalam al-Anshab 5:26. 31. ed. Musnad Ahmad 2:148 Sunan al-Baihaqi 3:126. al-Baihaqi 7:164. 33. Usman mula-mula shalat dua rakaat. 26 menulis: Kami telah menyatakan (1) bahwa sunnah dari kaum muslim di masa lampau secara konsepsional dan kurang lebih secara garis besarnya berhubungan erat dengan sunnah Nabi dan pendapat yang ." 40. Riwayat pelarangan bagian muallaf. Tafsir al-Qurthubi 6:117. Sunan Ibnu Majah 1:348.Tarikh al-Thabari 3:234. Sunan al-Muslim 2:260. sedangkan Marwan supaya orang mendengarkan khutbahnya.Al-Jawharah al-Nayyirah. Fath al-Bari 2:361. Tarikh Ibn Katsir 6:319.Ibn Hajar. Tafsir al-Syawkani 1:418. 205. Al-Durr al-Mautsir 2:136. 38. Sunan al-Nasai 5:148. Tafsir al-Zamahsyari 1:359. Shahih al-Bukhari 1:109. 1988. Abu Bakar shalat di Mina dua rakaat. 3:192. Shahih al-Turmudzi 1:68. Al-Kamil ibn al-Katsir 2:146. 50. 37. dikutip lagi dari al-Nash wa al-Ijtihad. Jakarta: Pustaka Panjimas.Shahih al-Bukhari 3:69. Lihat juga Shahih al-Bukhari 2:154. 44. Sunan Abu Dawud 1:171. Musnad Ahmad 1:61. Sunan al-Baihaqi 1:472.. 36. Il-Ishabah 2:322. Sunan al-Baihaqi 1:429.Lihat "Kontroversi sekitar Ijtihad 'Umar r. hal. Ibn Hajar memberikan komentar.Fazlur Rahman. 30. 39.Shahih Muslim 1:142. hal. 10404 H. 34.Kitab al-Kharraj 24-25. Tasyir al-Wushul 1:282.Al-Muwaththa'. Bandung: Pustaka. 152. Al-Muhalla' 9:622. Al-Durr al-Mantsur 3:252. Sunan al-Nasai 3:100. Taisir al-Khazim 1:356. hal. Mustadrak al-hakim 1:472. 37. Membuka Pintu Ijtihad. Qum Abu Mujtaba. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 2:168. Tafsir al-Thabari 10:6. lihat Tafsir al-Manar 10:297. tetapi kemudian meng-itmam-kannya. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 3:60 62. Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam.

2:244.Tafsir Al-Nisabury. 43. 14. "Bab Itsbat". tidak mengizinkan kami (sujud selain di atas . Al-Sujud 'ala al-A'rdh. 2:180. 1978. lihat juga Dhuha Al-Islam. 48. 47. (2) bahwa meskipun demikian. 1:93-94.Syarh Al-Muwaththa'. Tarikh Al-Madzahib Al-Islamiyah. hal. 532. tt. Kitab ini menunjukkan. 1404. Dar Al Tarqib. Turmudzi 3:302.Abu Zahrah. hal. Shahih Muslim. berdasarkan hadit-hadits yang diriwayatkan Ahl Sunnah bahwa disamping Rasulullah saw.Ansab Al-Asyraf. (4) bahwa kandungan sunnah atau sunnah dengan pengertian sebagai praktek yang disepakati secara bersama adalah identik dengan ijma'. Nabi saw.Jami'Bayan Al-` Ilm. 44. Kitab Al-Fadhail. 267.Shahih Bukhari. Lihat juga Sunan al-Baihaqi 2:68. Bandung: Pustaka. Al-Umm. 11:463-476. 46." Kitab Al-Maghazi. Umar Yang Agung.Jami' Bayan Al-`Ilm. 49. 5:263. Tidak mungkin kita menurunkan semua hadits itu di sini Cukuplah kita kutip hadits Muslim dari Khabab bin Al-Arat. Ali bin Abi Thalib. Jabir bin Abdillah dan lain-lain melarang sujud selain di atas tanah. 52. 1:208. Abdullah bin Mas'ud. Lihat Fath al-Bari. kandungan yang khusus dan aktual dari sunnah kaum muslim di masa lampau tersebut sebagian besarnya adalah produk dari kaum muslim sendiri. 2:401.Shahih Bukhari. "Bab Ghazwat Al-Hudaibiyah.menyatakan bahwa praktek-praktek muslim di masa lampau terpisah dari konsep sunnah Nabi adalah salah sekali. Dar Al-Fikr Al-Araby. 2:244.Catatan kaki pada hamisy kitab Sunan Al-Nasai. 51. Tanwir Al-Hawalik. sahabat-sahabat seperti Abu Bakar.Al-Imam Al-Syafi'i. 1:221. hal.. "Bab I: Al-Hawah". (3) bahwa unsur kreatif dari kandungan ini adalah ijtihad personal yang mengalami kristalisasi menjadi ijma' berdasarkan petunjuk pokok dari sunnah nabi yang tidak dianggap sebagai sesuatu yang sangat bersifat spesifik. hadits ke 4170. 8:143. Kanz al-'Ummal. Kitab Al-Riqaq. "Kami mengeluoh kepada Rasulullah tentang udara yang sangat panas sehingga tanah menjadi sangat panas pada dahi-dahi kami. Fath al-bari 7:449-450.Lihat Ali Al-Hamady.Syibli Nu'mani. Tetapi.. 1:79. pada hamisy kitab Tafsir Al Thabari. 42. 1:365. 41. 45. 50.

Abu Zahrah. dalam Al-Nihayah. Mustadrak Al-Hakim. "Bab Walladzi Qala li Walidaihi". Waktu itu para sahabat meletakkan ujung baju mereka dilarang ketika akan sujud untuk menghindarkan panas yang sangat. bab "Man La Ha'arahun Naby". Al-Bidayah wa Al-Nihayah. Dar Ihya' Al-Turats Al-'Arabiy.Tafsir Al-Thabari.Shahih Al-Bukhari. Tarikh Dimasq. ketika menjelaskan hadits ini. Usud Al-Ghabab. Nabi saw. 56. 4:481. Tarikh Ibn Katsir. 59.tanah).Ibn Katsir. Lihat juga biografi Al-Haban bin Al-'Ash pada Al-'Isti'ab. ibid. 58. hal. 3:124. Ketika mereka mengadukan apa yang mereka alami. 3:40. 8:889. berkata.Shahih Muslim. juz I. 257. Kitab Al-Birr wa Al-Shilah. "Para fuqaha menyebut peristiwa ini berkenaan dengan sujud. 55. 698-701. Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah. Fath Al-Bari. Ibn Al-Atsir. tetapi mereka dilarang berbuat begitu.Kata Al-Dzhabi dalam Tadzkirat Al-Huffadz. 10:197-198. 54. 7:214 57. 19:72-75. Ibn Katsir. Beirut. mengizinkan mereka sujud di atas pakaian mereka itu. lihat juga biografi Abdurrahman bin Abi Bakr dalam Ibn Asakir. Al-Ishabah.. 53. .Al-Sirah Al-Nabawiyyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful