Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah

Editor: Budhy Munawar-Rachman Penerbit Yayasan Paramadina Jln. Metro Pondok Indah Pondok Indah Plaza I Kav. UA 20-21 Jakarta Selatan Telp. (021) 7501969, 7501983, 7507173 Fax. (021) 7507174

TINJAUAN KRITIS ATAS SEJARAH FIQH
oleh Jalaluddin Rakhmat 1. FIQH AL-KHULAFA' AL-RASYIDIN: FIQH PENGUASA

Dari Fiqh Al-Khulafa' Al-Rasyidin Hingga Madzhab Liberalisme

Seorang laki-laki datang menemui 'Umar bin Khathab: "Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air." Maksud kedatangannya untuk menanyakan apakah ia harus shalat atau tidak. Umar menjawab, "Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air." 'Ammar bin Yasir berkata pada 'Umar bin Khathab: "Tidakkah Anda ingat. Dulu --engkau dan aku-- pernah berada dalam perjalanan. Kita dalam keadaan junub. Engkau tidak shalat, sedangkan aku berguling-guling di atas tanah. Aku sampaikan kejadian ini kepada Rasulullah saw. Dan Nabi berkata, cukuplah bagi kamu berbuat demikian." Mendengar demikian Umar menegur 'Ammar: "Ya Ammar, takutlah pada Allah", Kata Ammar, "Ya Amir al-Mu'minin, jika engkau inginkan, aku tidak akan menceritakan hadits ini selama engkau hidup." [1] "Yang dimaksud Ammar," kata Ibn Hajar, [2] "Aku melihat memang lebih baik tidak meriwayatkan hadits ini ketimbang meriwayatkannya Aku setuju denganmu, dan menahan diriku. Toh, aku sudah menyampaikannya, sehingga aku tidak bersalah." Sejak itu, 'Ammar tidak meriwayatkan peristiwa itu lagi. 'Umar tetap berpegang teguh pada pendapatnya -- orang junub, bila tidak ada air, tidak perlu shalat. "Wa hadza madzab masyhur 'an 'Umar," kata Ibn Hajar. Semua sahabat menolak pendapat Umar, kecuali Abdullah bin Mas'ud. Al-Bukhari mencatat perdebatan Abdullah bin Mas'ud dengan Abu Musa al-Asy'ari tentang kasus ini pada hadits No. 247. Abu Musa menentang pendapat Abdullah --sekaligus madzhab Umar-- dengan mengutip ayat ("jika kalian tak mendapatkan air hendaklah tayamum dengan tanah yang baik"). Menarik untuk dicatat bahwa kelak dengan merujuk ayat yang sama, mazhab Hanafi melanjutkan mazhab 'Umar. Lebih menarik lagi untuk kita catat adalah beberapa pelajaran dari riwayat di atas. Pertama, memang terjadi perbedaan paham di antara sahabat dalam masalah fiqhiyah Kedua, lewat kekuasaan, 'Umar menghendaki pembakuan paham dan mengeliminasi pendapat yang berlainan. Ketiga, terlihat ada sikap hiperkritis dalam menerima atau menyampaikan riwayat Dan keempat, perbedaan di antara para sahabat berpengaruh besar pada ikhtilaf kaum Muslim pada abad-abad berikutnya Karena itu membicarakan fiqh para sahabat menjadi sangat penting sebagai pijakan bagi pembahasan masalah fiqh mutakhir. Saya akan memulai makalah ini

dengan membahas urgensi fiqh sahabat dalam keseluruhan pemikiran fiqhiyah. Setelah itu, saya akan menjelaskan sebab-musabab timbulnya ikhtilaf fiqh di antara para sahabat, karakteristik fiqh sahabat, dan contoh-contoh fiqh al-khulafa al-rasyidin. URGENSI FIQH SAHABAT Fiqh shahabi memperoleh kedudukan yang sangat penting dalam khazanah pemikiran Islam. Pertama, sahabat --sebagaimana didefinisikan ahli hadits-adalah orang yang berjumpa dengan Rasulullah saw dan meninggal dunia sebagai orang Islam. [3] Dari makalah kita mengenal sunnah Rasulullah, karena itu, dari mereka juga kita mewarisi ikhtilaf di kalangan kaum Muslim. Kedua, zaman sahabat adalah zaman segera setelah berakhirnya masa tasyri'. Inilah embrio ilmu fiqh yang pertama. Bila pada zaman tasyri' orang memverifikasi pemahaman agamanya atau mengakhiri perbedaan pendapat dengan merujuk pada Rasulullah, pada zaman sahabat rujukan itu adalah diri sendiri. Sementara itu, perluasan kekuasaan Islam dan interaksi antara Islam dengan peradaban-peradaban lain menimbulkan masalah-masalah baru. Dan para sahabat merespon situasi ini dengan mengembangkan fiqh (pemahaman) mereka. Ketika menceritakan ijtihad pada zaman sahabat, Abu Zahrah menulis: [4] Di antara sahabat ada yang berijtihad dalam batas-batas al-Kitab dan alSunnah, dan tidak melewatinya; ada pula yang berijtihad dengan ra'yu bila tidak ada nash, dan bentuk ra'yu-nya bermacam-macam; ada yang berijtihad dengan qiyas seperti Abdullah bin Mas'ud; dan ada yang berijtihad dengan metode mashlahat, bila tidak ada nash. Dengan demikian, zaman sahabat juga melahirkan prinsip-prinsip umum dalam mengambil keputusan hukum (istinbath; al-hukm.); yang nanti diformulasikan dalam kaidah-kaidah ushul fiqh. Ketiga, ijtihad para sahabat menjadi rujukan yang harus diamalkan, perilaku mereka menjadi sunnah yang diikuti. Al-Syathibi [5] menulis, "Sunnah sahabat r.a. adalah sunnah yang harus diamalkan dan dijadikan rujukan." Dalam perkembangan ilmu fiqh, madzhab sahabat --sebagai ucapan dan perilaku yang keluar dari para sahabat-- akhirnya menjadi salah satu sumber hukum Islam di samping istihsan, qiyas, mashalih mursalah dan sebagainya. Madzhab sahabat pun menjadi hujjah. Tentang hal ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian menganggaprlya sebagai hujjah mutlak; sebagian lagi sebagai hujjah bila bertentangan dengan qiyas; sebagian lainnya hanya menganggap hujjah pada pendapat Abu Bakar dan Umar saja, berdasarkan hadits ("berpeganglah pada dua orang sesudahku, yakni Abu Bakar dan Umar"); dan sebagian yang lain, berpendapat bahwa yang menjadi hujjah hanyalah kesepakatan khulafa' al-Rasyidin. [6] Terakhir keempat, ini yang terpenting, ahl al-Sunnah sepakat menetapkan bahwa seluruh sallabat adalah baik (al-shahabiy kulluhum 'udul). Mereka tak boleh dikritik, dipersalahkan, atau dinilai sebagaimana perawi hadits lain. Imam ahli jarh dan ta'dil, Abu Hatim al-Razi dalam pengantar kitabnyamenulis: [7] Adapun sahabat Rasulullah saw, mereka adalah orang-orang yang menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui tafsir dar ta'wil, yang dipilih Allah untuk- menemani Nabi-Nya, untuk menolongnya, menegakkan agamanya, memenangkan ke benarannya... Allah memuliakan mereka dengan karunia-Nya menempatkan

kedudukan mereka pada tempat ikutan. Mereka dibersikkan dari keraguan, dusta, kekeliruan, keraguan kesombongan, dan celaan. Allah menamai mereka sebagai 'udul al-ummah (umat yang paling bersih)... Merekalah 'udul alummah, pemimpin-pemimpin hidayah, hujjah agama, dan pembawa al-Qur'an dan al-`Sunnah. Karena posisi sahabat begitu istimewa, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah. Tentu saja, menurut kesepakatan ahl al-sunnah, di antara para sahabat itu yang paling penting adalah khulafa al-rasyidun. Bila mereka sepakat, pendapat mereka dapat membantu memecahkan masalah fiqh; bila mereka ikhtilaf, mazhab sahabat menimbulkan kemusykilan yang sulit diatasi. Lalu mengapa mereka ikhtilaf? PENYEBAB IKHTILAF DI KALANGAN SAHABAT Salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat adalah prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah saw. Sementara itu, setelah Rasulullah wafat, putuslah masa tasyi'. Menghadapi masalah-masalah baru itu, muncul dua pandangan. [8] Kelompok pertama memandang bahwa otoritas untuk menetapkan hukumhukum Tuhan dan menjelaskan makna al-Qur'an setelah Rasulullah wafat dipegang ahl al-Bait. Hanya merekalah, menurut nash dari Rasul, yang harus dirujuk untuk menyelesaikan masalah-masalah dan menetapkan hukum-hukum Allah. Kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam masa berhentinya wahyu, karena mereka tahu betul --tugas mereka adalah mengacu pada Ma'shumun. Kelompok kedua memandang tidak ada orang tertentu yang ditunjuk rasul untuk menafsirkan dan menetapkan perintah Ilahi. Al-Qur'an dan al-Sunnah adalah sumber untuk menarik hukum-hukum berkenaan dengan masalahmasalah yang timbul di masyarakat. Kelompok ini --kelak disebut Ahl alSunnah-- ternyata tidak mudah mengambil hukum dari nash, karena banyak hal tak terjawab oleh nash. Mereka akhirnya menggunakan metode-metode ijtidah seperti qiyas atau istihsan. Semua Khalifah al-Rasyidin termasuk kelompok kedua, kecuali Ali bin Abi Thalib. Kelompok kedua lebih banyak menggunakan ra'yu, dan kelompok pertama lebih banyak merujuk nash. Kelompok kedua banyak menggunakan dalil aqly, kelompok pertama dalil naqli. Umar pernah melarang hajji tamattu', padahal al-Qur'an dan al-Sunnah sangat tegas menetapkannya. Ketika Utsman juga melarangnya, Ali secara demonstratif melakukannya di depan Utsman. Kata Utsman: Aku melarang manusia melakukan tamattu, dan engkau sendiri melakukannya. Ali menjawab: Aku tak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw. hanya karena pendapat seseorang. [9] Setelah perdebatan ini, menurut riwayat lain dari Abdullah bin Zubair, Utsman berkata: Sesungguhnya laranganku itu hanya ra'yuku saja. Siapa yang mau boleh menjalankannya; siapa yang tak mau boleh meninggalkannya. [10] Contoh lainnya adalah hukuman dera bagi peminum khamr. Rasulullah saw. menderanya 40 kali. [11] Umar --atas saran Abd al-Rahman bin Auf menderanya 80 kali. Ali kembali menderanya 40 kali. Rasulullah saw. menetapkan thalaq tiga dalam satu majlis itu dihitung satu. [12] Begitu pula Ali. Umar menetapkan thalaq tiga itu jatuh tiga sekaligus. Umar memutuskan hukuman rajam bagi orang gila yang berzina. Ali membebaskan hukum itu berdasarkan hadits. [13]

Bila contoh-contoh tadi berkenaan dengan perbedaan antara ketetapan nash dengan ra'yu, contoh-contoh berikut menunjukkan perbedaan memahami nash. Kata quru dalam wal muthalaqatu yatarabbashna bi anfusihim tsalatsatu quru' diartikan berbeda-beda. Abdullah bin Mas'ud dan Umar mengartikan "quru" itu haidh. Zaid ibn Tsabit mengartikannya masa bersuci di antara haidh dengan haidh lagi. [14] Ibn Umar menafsirkan "al-muhshanat dalam ayat wa al muhshanat min alladzina utu al-kitab sebagai wanita Muslim, karena itu Ibn Umar mengharamkan wanita ahli kitab dinikahi laki-laki Muslim. Ibn 'Abbas menganggap ayat itu sebagai pengecualian (takhshish) dari ayat wa la tankihu al-musyrikat hatta yu'minna. Utsman tampaknya sependapat dengan Ibn 'Abbas, karena ia menikah dengan Nailah, wanita Nashrani, dan Thalhah menikahi wanita Yahudi dari Syam. [15] Kadang-kadang ikhtilaf terjadi di antara para sahabat karena perbedaan pengetahuan yang mereka miiiki. Sebagian sahabat, misalnya, mengetahui nash tertentu, sebagian lain tidak mengetahuinya. Umar pernah menegur orang yang dikiranya salah ketika membaca QS al-Fath: 26. Ia memarahi orang itu. Tetapi Umar kemudian dikoreksi Ubayy bin Ka'ab. Kata Ubayy Anda tahu saya berada di dalam beserta Rasulullah saw. ketika ia membaca ayat itu. Engkau sendiri berada di pintu... Demi Allah Ya Umar, sesungguhnya Anda tahu, ketika saya hadir Anda tidak ada; ketika saya diundang, Anda tidak. [16] Al-Syaikh Muhammad Muhammad al-Madany menjelaskan ikhtilaf yang berkenaan dengan sunnah: [17] salah satu sebab

Sahabat Rasulullah saw., yang mengambil sunnah dari Nabi dan meriwayatkannya, berbeda-beda dalam kemampuan pengambilannya dan dalam menerima riwayatnya. Rasulullah saw. ditanya tentang suatu masalah. Ia menghukum dengan hukum tertentu memerintahkan atau melarang sesuatu, melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Yang hadir waktu itu dapat menyimpan peristiwa itu, yang tidak hadir tentu tidak mengetahuinya. Ketika Rasulullah saw. wafat, bertebaranlah sahabat di negeri-negeri, dan setiap penduduk negeri mengambil dari sahabat yang ada di negeri mereka. Berkata Ibn Hazm: "Orang Madinah hadir pada tempat yang tidak dihadiri orang Basrah, orang Basrah menghadiri tempat yang tidak dihadiri orang Syam; orang Syam hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Basrah; orang Basrah menghadiri yang tidak dihadiri orang Kufah; orang Kufah hadir di tempat yang tidak dihadiri orang Madinah. Ini semua terjadi dalam hadits, dan pada saat kita memerlukan informasi. Padahal --seperti telah kita jelaskan--sebagian sahabat pada sebagian waktu tidak hadir di majelis Rasulullah saw., sedangkan sebagian lagi hadir. Setiap orang hanya mcngetahui apa yang ia saksikan, dan tidak mengetahui apa yang tidak ia hadiri. Ini jelas menurut akal. 'Amar dan yang lain mengetahui tentang tayamum, Umar dan Ibn Mas'ud tidak mengetahuinya, sehingga mereka berkata: Orang junub tidak tayamum, walau pun tidak menemukan air selama dua bulan. Ali Hudzaifah al-Yamani dan lain-lain mengetahui hukum mengusap tetapi 'Aisyah, Ibn 'Umar, Abu Hurairah tidak mengetahuinya walaupun mereka penduduk Madinah. Anak perempuan dari anak beserta anak perempuan mendapat waris diketahui Ibn Mas'ud tetapi tidak diketahui Abu Musa. Marilah kita berikan satu contoh lagi yang lebih ilustratif. Ketika orang sedang berkumpul di hadapan Umar bin Khathab, masuklah seorang laki-laki: "Ya Amir al-Mu'minin, ini Zaid bin sabit berfatwa di masjid dengan ra'yunya berkenaan dengan mandi janabah." Kata Umar: "Panggil dia!" Zaid pun datang dan Umar berkata: "Hai musuh dirinya sendiri!, aku dengar kau berfatwa pada manusia dengan ra'yumu sendiri? Kata Zaid: "Ya Amir al-Mu'minin. Aku tidak melakukan itu. Tetapi aku mendengar hadits dari paman-pamanku, lalu aku

Artinya. Kedua cara ini melahirkan dua mazhab besar di kalangan sahabat – Madzhab 'Alawi dan Madzhab 'Umari yang akhirnya mewariskan kepada kita sekarang sebagai Syi'ah dan ahli Sunnah. Lagi pula. pendapat seseorang menjadi hujjah bila orang itu ma'shum. jadilah itu sunnah. Menurut Muhammad al-Khudlari Bek. Buat orang-orang sektarian. Buat orang yang berjiwa terbuka. Seandainya pendapat mereka itu tunggal. Keduanya berkata: "Jika kedua khitan bertemu. Menurut Muhammad Salim Madkur." Kata Umar: "Kalian sahabat-sahabat yang ikut Badr sudah ikhtilaf.seperti Miqdad. sempitlah manusia dibuatnya." [19] KARAKTERISTIK FIQH SAHABAT Seperti telah disebutkan di muka. Ia berkata: "Apakah kalian berbuat demikian bila kalian bercampur dengan isteri kalian dan tidak keluar air mani kalian mandi?" Kata Rafa'ah: "Kami melakukan begitu pada zaman Rasulullah saw. fiqh mereka ini hanya terbatas pada qiyas. Allah memberikan keluasan pada umat dengan adanya ikhtilaf furu'i di antara mereka. [30] Pada bagian ini. mengetahuinya?" Kata Rafa'ah: "Tidak tahu. wajib mandi. apalagi orang-orang setelah kalian!" Kata Ali. kecuali Ali dan Mu'adz. 'Umar bin Abd al-'Aziz. [21] . para mujtahid berada dalam kesempitan. al-baraah al-ashliyah. Ya Amir al-Mu'minin: "tidak ada orang yang lebih tahu dalam hal ini kecuali isteri Rasulullah saw. ada dua cara yang dilakukan para sahabat. dan ijtihad dengan ra'yu seperti al-Mashalih al-Mursalah dan istihsan. sadd al-dzara'i. tapi akan memutuskan perhatian pada metode ijtihad kelompok sahabat yang tak merujuk ahl al-Bait." [18] Dalam kasus yang baru kita ceritakan. lalu bermusyawarah. Ah al-Bait memiliki kema'shuman berdasarkan nash al-Qur'an dan al-Sunnah. Mereka boleh ikhtilaf. Khalifah bahkan menetapkan sangsi bagi orang yang mempunyai pendapat berbeda. mereka membuka pintu ijtihad bagi manusia.sampaikan – dan Abi Ayyub dari Ubbay bin Ka'ab." Lalu Umar mengumpulkan Muhajirin dan Anshar." dari Rifa'ah bin Rafi'. aku akan pukul dia. ijtihad mereka menggunakan tiga metode: a) menjelaskan dan menafsirkan nash. ikhtilaf di antara para sahabat itu dibiarkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dalam kasus-kasus yang lain. ikhtilaf di antara para sahabat dapat diselesaikan oleh khalifah. menurut mereka. Ia mengutus orang bertanya pada Hafshah. dari segi prosedur penetapan hukum. tokoh ukhuwah Islamiyah yang menghentikan kutukan pada Ali di mimbar. Hudzaifah dan sebagian besar Bani Hasyim -. Mereka adalah teladan yang diikuti. almashalih al-mursalah. Semua orang berkata tidak perlu mandi. istihsan. Kata 'Aisyah: "Bila khitan sudah bertemu khitan. b) qiyas pada nash atau pada ijma'. ia membuka umat untuk memasuki Rahmat-Nya. Muhammad Ali al-Sais menyebutkan bahwa ijtihad sahabat itu meliputi qiyas." Kata Umar: "Bila ada lagi orang berfatwa bahwa tidak wajib mandi kalau tidak keluar. Mereka berpendapat bahwa ada dua nash yang dengan tegas menyuruh kaum Muslim berpegang teguh pada pimpinan ahl-al-Bait. ikhtilaf para sahabat ini menjadi sumber perpecahan. Kata Umar: "Panggil Rafa'ah bin Rafi'. 'Aisyah ditanya. karena bila mereka tidak membukanya. Hafshah tidak tahu. saya tak akan membicarakan kelompok sahabat ini. wajib mandi. ikhtilaf ini adalah assets bagi perkembangan pemikiran. Para sahabat -." Kata Umar: "Apakah Rasulullah saw. Jika kita mengambil dari siapa saja di antara mereka. Dengan begitu. Abu Dzar.merujuk pada ahl al-Bait dalam menghadapi masalah-masalah baru. Tidak juga ada larangan dari Rasulullah saw. 'Ammar bin Yasir. Tidak turun ayat yang mengharamkan. berkata: "Aku tidak senang kalau sahabat Nabi tidak ikhtilaf.

Mereka tenggelam dalam tulisan mereka dan meninggalkan Kitab Allah. [26] Ia juga menetapkan tahanan rumah pada tiga sahabat yang banyak meriwayatkan hadits: Ibn Mas'ud. Umar datang dan berkata. yang kalian pertengkarkan. Menurut satu riwayat." [22] 2) 'Aisyah meriwayatkan: Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Rasulullah saw. mengharapkan bimbingan Allah dalam hal ini. Dalam beberapa kasus. jawablah -. Nabi saw. Umar ibn Abd al-Aziz (meninggal 719/101) adalah orang yang pertama menginstruksikan penulisan hadits." Umar berkata: "Nabi sedang dikuasai penyakitnya. "Aku membawanya. "Kami tidak memberi . dan c) mencapai kesepakatan lewat proses perkembangan opini publik yang alamiah." [27] Tradisi pelarangan hadits ini dilanjutkan para tabi'in. di antaranya Umar bin Khathab. 1." [23] alDzahabi meriwayatkan bahwa Abu Bakar mengumpulkan orang setelah Nabi wafat dan berkata. bila tidak ada nash. ada tiga tahap dalam ijtihad para sahabat: a) merujuk pada nash al-Qur'an dan al-Sunnah b) menggunakan metode-metode ijtihad seperti qiyas. dan Abu Mas'ud al-Anshari. serta Rasulullah dan Abu Bakar melakukannya. "Aku takut jika aku mati aku masih meninggalkan hadits-hadits ini bersamamu. Umar ingin menuliskan sunnah-sunnah Rasulullah saw. Di antara mereka ada yang mengikuti ucapan Umar. Bila al-Qur'an menetapkan bagian muallaf dari zakat. dan haramkanlah apa yang diharamkannya" [24] 3) Al-Zuhri meriwayatkan.. Tidak layak di hadapanku bertengkar. Pada suatu pagi ia datang padaku dan berkata: "Bawalah hadits-hadits yang ada padamu itu. Berikut ini contoh-contohnya." Terjadi ikhtilaf di antara orang-orang di rumah itu.Menurut pendapat saya. "Kalian meriwayatkan hadits Rasulullah saw. penulisan hadits terlambat sampai abad 8 M. di rumah Rasulullah saw. Nanti orang-orang setelah kalian akan lebih bertikai lagi. menggunakan qiyas atau pertimbangan kepentingan umum. Padamu ada Kitab Allah. [25] Umar kemudian mengumpulkan haditshadits itu dan membakarnya. Nabi berkata: "Bawalah ke sini. bila nash tidak ada atau tidak diketahui. halalkanlah apa yang dihalalkannya. Pada tahap pertama. Ia memikirkannya selama satu bulan. sehingga di kalangan ahl al-sunnah.Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. tampaknya lebih memusatkan perhatian pada ayat-ayat al-Qur'an (atau ruh ajaran al-Qur'an) dengan agak mengabaikan (kadang-kadang menafikan hadits)./2 H. ia memutuskan dan menyatakan: "Aku teringat orang-orang sebelum kalian. Pada suatu pagi. Janganlah meriwayatkan satu Hadits pun dari Rasulullah saw. walaupun ada nash sharih (tegas) yang bertentangan dengan itu. Jika ada yang bertanya kepada kalian. Khalid Muhammad Khalid menulis tentang ijtihad Umar dalam alDimuqrathiyyah: Umar bin Khattab telah meninggalkan nash-nash agama yang Suci dari al-Qur'an dan al-Sunnah ketika dituntut kemaslahatan untuk itu. bahkan pertimbangan kepentingan umum (maslahat) didahulukan dari nash. Abu Darda. berkumpul orang-orang. [28] Karakteristik kedua dari ijtihad sahabat. berkata: "Pergilah kamu semua dari aku. Di bawah ini saya kutipkan berbagai riwayat berkenaan dengan sikap Khulafa al-Rasyidin pada Hadits (sunnah): 1) Dari Ibn Abbas: ketika Nabi menjelang wafat. aku tuliskan bagimu tulisan yang tidak akan menyesatkanmu selama-lamanya. para Khulafa al-Rasyidin selain Ali. Cukuplah bagimu Kitab Allah. Ia membakar dan berkata. Ketika terjadi banyak pertengkaran dan ikhtilaf.

[30] 3. [31] 4.. kecuali dalam satu hal: Apa yang disepakati tidak selalu berkembang dari hasil persaingan pendapat yang demokratis. [32] 5. Umar merobek surat itu dan berkata. Ketika kelompok muallaf datang menemui Abu Bakar untuk menuntut surat. "Mereka kembali pada Abu Bakar dan berkata. Abu Bakar menghukumnya dengan membakarnya hidup-hidup.." Ketika Rasul dan Abu Bakar membolehkan penjualan Ummahat al-Awlad. "Kami tidak memerlukan kalian lagi. Al-Fujaah ternyata menggunakan fasilitas Abu Bakar ini untuk merampok." Kata Ibn Qayyim. Abu Bakar dan permulaan Khilafah Umar. [38] f) mendahulukan khotbah sebelum shalat pada shalat 'id. Umar melarangnya. wafat. Abu Bakar dan Umar tidak memberikan hak khumus dari keluarga Rasulullah saw. waktu itu yang disebut sunnah ialah apa yang disebut Imam Malik sebagai al-amr al-mujtama' 'alaih. [40] pada zaman para sahabat. al-Dawalibi menulis hal yang sama dalam 'Ilm Ushul al-Fiqh: "Di antara kreasi Umar r.a. Umar melihat ini untuk kemashlahatan umat di zamannya. Jika kamu Islam (baiklah itu). thalaq tiga pada sekali ucapan dijadikan satu seperti hadits shahih dari Ibn 'Abbas. sehingga sahabat menahan dirinya untuk tidak mudah menjatuhkan thalaq. Amir al-Mu'minin Umar bin Khathab melihat orang telah melecehkan urusan thalaq. [34] b) menambahkan adzan ketiga pada hari Jum'at . Saya hampir sependapat dengan Fazlur Rahman. mereka datang kepada Umar. insya Allah. Allah sudah memenangkan Islam dan melepaskan dari kalian. Umar ingin menghukum keteledoran ini. Seringkali yang disebut ijma' adalah konsensus yang "ditetapkan" oleh penguasa . Al-Fujaah pernah menyatakan diri ingin berjihad dan meminta perbekalan pada Abu Bakar. "Ia.. Berkembanglah berbagai penafsiran. Umar meninggalkan sunnah dan menyingkirkan ijma. [36] d) membolehkan tidak mandi bagi yang bercampur dengan isterinya tanpa mengeluarkan mani. sedangkan di zaman Nabi. setelah Rasulullah saw. pendapat-pendapat tertentu kemudian berkembang menjadi opini generalis. Abu Bakar menyuruh Tharifah bin Hajiz untuk membawanya ke Madinah. Abu Bakar memberinya bekal. Mereka berpendapat. Utsman bin Affan membolehkan "menikahi" dua orang wanita bersaudara dari antara budak belian sekaligus. yang menunjang kaidah hukum berubah karena perubahan zaman ialah jatuhnya thalaq tiga dengan satu kalimat. orang secara bebas memberikan tafsiran pada sunnah Rasulullah saw. Menurut Fazlur Rahman. Dr. Ketika talaq tiga dalam satu majelis dihitung satu menurut Sunnah dan ijma. Dalam proses free market of ideas.. [39] Saya hentikan kutipan kasus-kasus ijtihad Khulafa' al-Rasyidin di sini. "Adakah khalifah itu atau dia? "Abu Bakar menjawab.kamu sedikit pun karena Islam. jika tidak pedanglah yang memutuskan antara kamu dan kami. " Lalu berlalulah apa yang diputuskan Umar.. lalu konsesnsus. Ini adalah prinsip taghayyarat bihi alfatwa litaghayyur al-zaman. [35] c) melarang haji tamattu. [33] Utsman juga melakukan banyak "pembaharuan" dalam fiqh Islam: a) mengitmamkan shalat dalam keadaan safat di Mina. Karena itu. Marilah kita lihat proses perkembangan pemikiran para sahabat sehubungan dengan sunnah. [37] e) mengambil zakat dari kuda. Ali bin Abi Thalib mengharamkannya." [29] 2. khalifah yang berhak mengatur pembagian khumus. Kata Umar: "Manusia terlalu terburu-buru di tempat yang seharusnya hati-hati... lalu opini publik. tapi menyalurkan hak itu fi sabilillah.

laknatlah mereka. "Semoga Allah meyampaikan kepadaku kesalahan-kesalahanku sebagai suatu bingkisan. 'Umar sendiri berkata. Ia mengingatkan aku pada Shalat Muhammad saw. Adzan tetap seperti dulu. Anas menjawab. Diriwayatkan bahwa pada hari kiamat ada rombongan manusia yang pernah menyertai Nabi diusir dari al-haudh (telaga).politik waktu itu. Ada dua sikap ekstrim terhadap sahabat yang harus dihindari: menghindari sikap kritis atau melakukan sikap hiperkritis. Karena pertimbangan politik. Nabi saw: "Ya Rabbi. Al-Zarqani mengomentari hadits ini: Yang dimaksud "orang" adalah sahabat. kecuali shalat. "Mengapa Anda menangis. Dikatakan kepadanya: Engkau tak tahu apa-apa yang mereka ada-adakan sepeninggal kamu.adalah fondasi utama dari seluruh bangunan fiqh Islam sepanjang zaman. Imam Malik meriwayatkan dari pamannya Abu Suhail bin Malik. Ia melihat Ibn Zubair memulai shalatnya sebelum khutbah. sikap kritis ini telah "dimatikan" dengan vonnis zindiq oleh sebagian ahli hadits. Anda menjadi sahabat Rasulullah saw. Ketika banyak orang marah karena 'Umar dikritik. untuk itu diperlukan penelaahan kritis terhadapnya. Mereka meninggalkan sunnah karena . [44] Imam Syafi'i meriwayatkan dari Wahab bin Kaysan. Ia memegang tangan Muthrif bin Abd Allah dan berkata: Ia telah shalat seperti shalatnya Muhammad saw. [45] Kata AlZuhri: Aku menemui Anas bin Malik di Damaskus. Tidak berubah. Suatu ketika seorang tabi'in. Bani Umayyah telah mengubah sunnah Nabi. dari bapaknya (seorang sahabat). sunnah Nabi sudah banyak diubah." Al-Barra menjawab. Ini pun sudah dilalaikan orang".menyumbangkan khazanah yang kaya untuk memperluas pemikiran. [47] 'Umran bin al Husain pernah shalat di belakang Ali. Ikhtilaf di antara para sahabat. [46] AlHasan al-Bashri menegaskan: "Seandainya sahabat-sahabat Rasulullah saw lewat. tidak berganti. dan perbuatan yang lain telah berubah. Salah satu sebab utama perubahan adalah campur tangan penguasa. Sebagian sahabat mulai mengeluhkan terjadinya perubahan ini. selain mewariskan kemusykilan bagi kita sekarang. sampai shalat pun. Ia sedang menangis. Anda berbaiat kepadanya di bawah pohon. Ibn 'Abbas berdoa: Ya Allah. Tidak berlebih-lebihan kalau kita simpulkan bahwa fiqih al-Khulafa al-Rasyidin adalah fiqih penguasa. KESIMPULAN Fiqh para sahabat --khususnya seperti diwakili oleh al-Khulafa. [43] Bid'ah-bid'ah ini telah mengubah sunnah Rasulullah saw. khususnya yang dijalankan secara setia oleh Ali dan para pengikutnya. mereka sahabatku. Tentu saja. [42] Kata ma ahdatsna (apa-apa yang kami adakan) menunjukkan pada perbuatan bid'ah yang dilakukan para sahabat Nabi. waktunya telah diakhirkan. FIQH TABI'IN: FIQH USHUL Sejak zaman sahabat (dan ini diakui para sahabat sendiri) telah terjadi perubahan-perubahan dalam syari'at Islam. juga --seperti kata 'Umar ibn Abdul Aziz-." [41] 2. Fiqih shahabi memberikan dua macam pola pendekatan terhadap syari'ah yang kemudian melahirkan tradisi fiqh yang berbeda. mereka tidak mengenal kamu (yang kamu amalkan) kecuali kiblat kamu". AlMusayyab memuji Al-Barra bin 'Azib: "Beruntunglah Anda. Sayang sekali. Ada pun shalat." tanya Al-Zuhri. alRasyidun-. "Aku sudah tidak mengenal lagi apa yang aku lihat. Hai anak saudaraku. [48] Jadi pada zaman sahabat pun. engkau tidak tahu hal-hal baru yang kami adakan sepeninggal Rasulullah. Ia berkata: Aku tidak mengenal lagi apa-apa yang aku lihat dilakukan "orang" kecuali panggilan shalat. kemudian berkata: Semua sunnah Rasulullah saw sudah diubah.

'Umar ingin mengambil manfaat dari pendapat mereka. para . Secara keseluruhan. Karena itu. karena itu. sebagai upaya menghapus jejak Ali.kita akan membicarakan juga tradisi fiqh al-atsar dan fiqh al-ra'y. mungkin karena pengetahuan mereka. Fiqh Tab'in. para tabi'in. sebelum Dinasti Umayyah berkuasa. Kedua. Sahabat yang terkenal punya banyak murid adalah Ibn Mas'ud di Iraq. atau karena posisinya memungkinkan untuk itu. Abu Zahrah menulis: [52] Sebenarnya. kurang dari 27% hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah (Abu Huraiah meriwayatkan 5374 hadits). tidak banyak. sedangkan sujud di atas tanah dianggap musyrik dan dihitung sebagai perbuatan zindiq". Karena pendapat-pendapat para sahabat terbagi dua --yang berpusat pada al-hadits dan al-ra'y-. [51] Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana campur tangan kekuasaan politik membentuk fiqh. selain mengambil hadits sebagai sumber hukum. Ibn 'Umar. Ibn Mas'ud. mereka diizinkan keluar. dan karenanya secara singkat ia disebut Fiqh al-ushul.benci kepada Ali. Abu bakar meriwayatkan hanya 142 hadits. Zaid ibn Tsabit dan lain-lain di Madinah. Pertama. Utsman 146 hadits. Dalam pada itu. Sebelum tabi'in. Hal ini disebabkan ushul adalah sandaran para tabi'in. [50] Contoh yang lain adalah sujud di atas tanah. Dalam kaitan ini. ia mempertimbangkan alasan-alasan. Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa. Jabir ibn Abdullah dan lain-lain. Baru ketika Utsman memerintah. Ali 586 hadits. ketika kekuasaan Islam meluas. Abu Musa al-Asy'ari. orang-orang Islam bertanya pada sahabat dalam urusan hukum-hukum agama. Sebagian lagi banyak sekali memberi fatwa. Abdullah ibn 'Umar serta ayahnya Al-Faroq. kita juga akan mengupas kemusykilan ijtihad sahabat. Umar bin Khatab menahan para sahabat senior di Madinah dan melarang mereka meninggalkan kota itu. kita lebih banyak menelaah ushul ketimbang fiqh. Karena fiqh lebih banyak didasarkan pada al-hadits. bahwa dalam khazanah fiqh ahl al-Sunnah para khalifah sedikit sekali memberi fatwa atau meriwayatkan al-hadits. [49] Contohnya. membahas itu semua. menurut Abu Zahrah. juga mengambil ijtihad para sahabat. yakni mereka yang berguru pada sahabat. Yang keluar kebanyakan bukan fuqaha. Jika semua hadits mereka disatukan hanya berjumlah 1411 hadits. baik secara politik maupun administratif dalam pemerintahan. bahkan sedikit sekali sahabat yang keluar dari Madinah. umumnya bukanlah murid al-Khulafa al-Rasyidin. Juga bukan sahabat senior. murid-murid sahabat itu para mawali (non Arab). Sebab itu. Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka. sujud di atas kain menjadi syi'ar Ahl al-Sunnah. umumaya fiqh mawali. Umar 537 hadits. seperti Abdullah bin Mas'ud. menjaharkan basmalah. atau lagi-lagi pertimbangan politis. yang menjadi tradisi Rasulullah saw dan para sahabat Nabi seperti Abu Bakar. Kebanyakan. mungkin karena ketidaktahuan. dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat. Menarik untuk dicatat. kecuali yang diizinkan keluar oleh Umar. Dari sahabat. marilah kita lihat sedikit latar belakang fiqh APA YANG DIMAKSUD DENGAN FIQH TABI'IN Setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. Dalam perkembangannya. hanya sedikit para sahabat yang meninggalkan Madinah. Fiqh tabi'in. penguasa politik kemudian melakukan manipulasi hadits dengan motif politik. kehatihatian. dan lain-lain.

Ketika Marwan menjadi Gubernur Mu'awiyah di Hijaz. mengapa Anda tinggalkan sahabat dan mendatangi 'Alqamah. Banyak diantara tabi'in yang mencapai faqahah (kefaqihan) begitu rupa sehingga sahabat (sic!) berguru pada mereka. Bila ada masalah baru yang tidak terdapat pada kedua hal tersebut. Abidullah ibn Abdillah (wafat 99 H). memberikan makna lain (ta'wil) pada hadits. Dari situ paling tidak kita melihat petunjuk (indikator) manipulasi hadits pada zaman tabi'in. Marwan marah dan menyuruh orang menangkap Abd al-Rahman. Tetapi ia membuang semua isi surat itu dengan alasan "supaya orang banyak tidak resah mendengarkannya. Contoh-contoh yang diberikan di sini difokuskan pada manipulasi yang diduga beralasan politis. Al-Syu'bi. al-Thabari meriwayatkan ucapan Nabi saw tentang Ali: "Inilah washihu dan khalifahku untuk kamu". Muhammad ibn Abu Bakar menulis surat kepada Mu'awiyah menjelaskaan keutamaan Ali sebagai washi Nabi saw. Kata-kata ini dalam Tafsir al-Thabari dan Ibn Katsir diganti dengan: wa kadza wa kadza (demikianlah-demikianlah). Al-Dzahabi ketika meriwayatkan biografi Al-Nasai menulis. membuang sebagian isi hadits dan menggantinya dengan kata-kata yang tidak jelas. dan Abdullah ibn Amr. membuang seluruh berita tentang sahabat dengan petunjuk adanya penghilangan itu. Mu'awiyah pun mengakuinya. Ada tujuh orang faqih tabi'in yang terkenal (al-fuqaha al-sab'ah): Sa'id ibn Musayyab (wafat 93 H). Kehormatan Khalifah dan Gubernurnya terpelihara. Marwan berkata: Ayat al-Qur'an: alladzi qala liwalidaihi uffin lakum turun tentang Abd alRahman. Tentu saja kata "washi"dan "khalifah" mempunyai konotasi yang sangat jelas. BUKTI-BUKTI MANIPULASI HADITS Di sini tidak ditunjukkan manipulasi hadits kecuali seperti tampak pada kitabkitab hadits yang ada sekarang. Al-Thabari (wafat 310 H) melaporkan peristiwa itu dengan menunjuk kedua kitab di atas sebagai sumber. Ada beberapa cara manipulasi hadits. 'Aisyah menolak asbab al-nuzul ini.tabi'in mengumpulkan dua hal: Hadits-hadits Nabi saw dan pendapatpendapat para sahabat (aqwal al-shahabat). Isi surat ini secara lengkap dimuat dalam Kitab Shiffin dari Nashr bin Mazahim (wafat 212 H) dan Muruj al-Dzahab tulisan al-Mas'udi (wafat 246 H). [55] Ketiga. "Kalian menginginkan kekuasaan ini seperti kekuasaan Heraclius!". Abu Hurairah. Qabus ibn Abi Zhabiyan berkata: Aku tanya ayahku. 'Urwah ibn al-Zubair (wafat 94 H). ketika al-Nasai diminta meriwayatkan . saudaranya. dan 'Ikrimah mawla Ibn Abbas. kecaman kepada Mu'awiyah dan Marwan tidak diketahui. Ibrahim al-Nakh'i. 'Alqamah dan Ka'ab keduanya tabi'in. Dalam tarikhnya. Ayahku menjawab Aku menemukan sahabat-sahabat Nabi bertanya kepada 'Alqamah dan meminta fatwanya. Ka'ab al-Ahbar sering dimintai fatwa oleh Ibn Abbas. Di samping mereka ada 'Atha ibn Abi Rabah. Hamad ibn Abu Sulayman Salim mawla Ibn Umar. Abu Bakar ibn 'Abid (wafat 94 H)." Ibn Atsir dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah juga menghilangkan kedua surat itu dengan mengemukakan alasan yang sama. antara lain sebagai berikut. Pertama. Sulayman ibn Yasar (wafat 100 H) dan Kharijah ibn Zaid ibn Tsabit (wafat ?). Abd al-Rahman ibn Abu Bakar memprotes Marwan sambil berkata. ia meminta rakyat untuk membaiat Yazid. [53] Dengan cara itu. Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abu Bakar (Wafat 108 H). Shahih Bukhari menghilangkan ucapan Abd al-Rahman dengan mengatakan faqaala 'Abd al-Rahman ibn 'Abi Bakar syai'an (Abd al-Rahman mengatakan sesuatu). Ia lari ke kamar 'Aisyah ra. mereka melakukan ijtihad seperti atau dengan metode yang dilakukan para sahabat. [54] Kedua.

Kata Al-Dzahabi: Barangkali yang dimaksudkan dengan keutamaan Mu'awiyah ini adalah ucapan Nabi saw: Ya Allah. ia mengutip ucapan Nabi: Siapa yang akan membantuku dalam urusan ini supaya menjadi saudaraku. "hadits apa yang harus aku keluarkan kecuali ucapan Nabi. orang yang paling baik." [58] Belakangan ini Muhammad Husayn Haykal. Al-Thabrani memberi komentar: Ia menjadikan washi untuk keluarganya. Kemudian ia melirik kepada Ibn Sam'an: "Bagaimana pendapat kamu?" Kata Ibn Sam'an: "Anda. Lahirnya Madzhab-madzhab Fiqh Ketika al-Manshur baru saja diangkat menjadi khalifah. Keenam. ia berkata. ia mengundang Malik ibn Anas. Ibn Sam'an dan Ibn Abi Dzuaib. membuang sebagian isi hadits tanpa menyebutkan petunjuk ke situ atau alasan. ucapan Nabi saw ini dihilangkan sama sekali. Khalifah bertanya. atau orang-orang yang bodoh dalam ilmu hadits. Ia dikawal para prajurit dengan pedang-pedang terhunus. Al-Thabari. yang dibuat-buat oleh orang Syi'ah. Al-Thabrani. Keempat. Ibn Hisyam mendasarkan tarikhnya pada tarikh Ibn Ishaq. tetapi Bukhari dan Muslim memang meriwayatkan hadits ini. siapa yang aku laknat atau aku kecam. Beberapa tabi'in juga melarang penulisan hadits. washiku dan Khalifahku untuk kamu. Ia membenci Al-Harits karena kecintaannya yang berlebihan pada Ali dan mengutamakan Ali di atas sahabat yang lain. bukan untuk Khalifah. jadikanlah laknat dan kecaman itu kesucian dan rahmat baginya. aku tawassul padamu dengan Allah swt dan aku meminta tolong padamu dengan Muhammad saw dan dengan kekeluargaanmu padanya. dalam Hayat Muhammad melakukan hal yang sama. dan khalifahku untuk kamu. demi Allah. Demi Allah. melarang penulisan hadits Nabi saw. cetakan kedua (Tahun 1354).keutamaan Mu'awiyah. Al-Syu'bi meriwayatkan hadits dari Al-Harits al-Hamdani. Kelima. Karena itu. Di antara yang dibuang itu adalah kisah "wa andzir 'asyirataka al-aqrabin". Setelah berbicara panjang. kata al-Manshur. Anda berikan . maafkanlah aku untuk tidak berbicara." "Aku maafkan Anda". "Inilah saudaraku. "Bagaimana pendapat kalian tentang diriku? Apakah aku pemimpin adil atau zalim?" Malik bin Anas berkata: "Ya Amiral Mu'minin. Ia berkata: menyampaikan padaku Al-Harits. salah seorang pendusta. 3. Ia menganggap riwayat itu sebagai dusta. Anda perangi musuh. kata Ibn Hisyam dalam pengantarnya. Al-Syuibi mengutamakan Abu Bakar. Ibnu 'Asakir dan lain-lain. Pada Hayat Muhammad. [69] Ia lupa bahwa hadits ini diriwayatkan dari banyak sahabat Nabi oleh Imam Ahmad. "Tetapi aku tinggalkan sebagian riwayat Ibn Ishaq yang jelek bila disebut orang". cetakan pertama. ya Amir al-Mu'minin. Berkenaan dengan ini bagian "Fiqh al-Khulafa' al-Rasyidin" di atas. Anda berhaji ke Baitullah. Ibn Katsir mendha'ifkan riwayat Nabi tentang Ali sebagai Washi. wallahu a'lam. Dalam Ibn Ishaq diriwayatkan Nabi saw berkata. Al-Syu'bi mendustakan Al-Harits. Ibn Abd alBarr mengomentari ucapan al-Syu'bi: Ia tidak menjelaskan apa alasan dusta untuk Al-Harits. Abu Nu'aim al-Isbahani. [56] Bagaimana mungkin laknat Nabi menjadi kesucian dan rahmat. washiku. mendha'ifkan hadits-hadits yang mengurangi kehormatan penguasa atau yang menunjang keutamaan lawan. dan bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama masuk Islam. [57] Al-Thabrani dalam Majma' al-Zawaid meriwayatkan ucapan Rasulullah saw kepada Salman bahwa Ali adalah washi-nya. semoga Allah tidak mengenyangkan perut Mu'awiyah". Pada bukunya.

Malik berkata tentang Ja'far: "Aku pernah berguru pada Ja'far bin Muhammad beberapa waktu. namanya hampir tidak pernah disebut dalam buku-buku tarikh. Anda merampas harta Allah. aku lihat pedang dan itu berarti kematian." Peristiwa di atas. "Menurut pendapatku." Begitu pula. atau sedang membaca al-Qur'an. Anda hancurkan yang lemah. yang dikisahkan Ibn Qutaybah. Menunjukkan posisi Malik ibn Anas dibandingkan ulama yang sezaman dengannya. Ja'far al-Shadiq. adalah seorang alim yang terkenal faqih dan wara. dan ia termasuk ulama yang taat beribadah." Sifat terakhir ini justru menyebabkan Ja'far tidak disenangi penguasa. tetapi karena tidak didukung penguasa. Dalam tulisan ini kita akan mencatat beberapa orang tokoh madzhab yang terlupakan. nama lengRapnya Abu al-Harit Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn alMughirah ibn Dzuaib al-'Amiri. . ia bermusyawarah dengan Malik untuk menggantungkan al-Muwaththa pada Ka'bah dan memerintahkan orang untuk beramal menurut Kitab itu. Masih sezaman dengan Malik dan bahkan Malik pernah berguru kepadanya. Ibn Dzuaib adalah orang yang membukukan hadits di Madinah. Namun sekarang hampir tidak ada orang yang mengenalnya. Andalah tonggak agama." Kemudian al-Manshur melirik Ibn Abi Dzuaib. dan umat teradil. dan boleh jadi lebih faqih dari Malik. madzhab-madzhab itu akhirnya hilang dari catatan sejarah. ketika Harun al-Rasyid berkuasa. Tapi sebelum itu. Fame bestows no favors upon the losers. kita tahu bahwa Malik didukung para penguasa. Ia lebih berani. Tidak pernah aku lihat ia meriwayatkan hadits dari Rasulullah kecuali dalam keadaan suci. al-Manshur berkata kepada Malik: "Saya punya rencana untuk memperbanyak kitab yang kau susun ini. Seperti akan kita uraikan nanti. Ia pun hampir tidak dikenal kecuali pada kalangan pengikutnya saja. Anda tahan harta mereka. Aku tidak pernah melihatnya kecuali dalam salah satu di antara tiga keadaan: sedang shalat.keamanan di jalan. dengan para pengikut yang tersebar di berbagai bagian dunia Islam. dan kepada setiap wilayah kaum Muslim saya kirim satu naskah. adalah faqih dari keluarga Rasulullah saw. kita akan meninjau latar belakang historis dari tumbuhnya madzhab-madzhab fiqh. Anda manusia terjahat. Ibn Dzuaib. tentu saja tidak dikenal. dan bagian keluarga Rasul. Tapi. Menurut al-Dahlawi. di samping Malik. RasulNya. Bagiku sama saja apakah mati itu dipercepat atau diperlambat. "Benar. tidakkah kamu lihat apa yang ada dihadapanmu?" kata alManshur. Imam Malik menjadi terkemuka setelah al-Manshur memberikan segala kehormatan kepadanya. Ketika naik haji. Ia tak bicara sesuatu yang tak manfaat. Anda persulit orang yang kuat. Fiqhnya "dicurigai" dan para pengamalnya dianiaya. Walau Malik menolak rencana kedua khalifah itu. Pada akhir bagian ini kita akan membicarakan "pokok dan tokoh" madzhab yang masih memiliki banyak pengikut sampai sekarang. "Atas nama Allah bagaimana pendapatmu tentang diriku?" Yang ditanya menjawab. Ibn Abi Dzuaib. Malik bin Anas kelak terkenal sebagai pendiri madzhab Maliki. serta saya instruksikan agar mereka mengamalkan isinya sehingga mereka tidak mengambil yang lain. zuhud. Apa alasanmu di hadapan Allah nanti?" "Celaka kamu. Anda lindungi orang yang lemah supaya tidak dimakan yang kuat. demi Allah. yang hanya takut kepada Allah saja. anak yatim. orang terbaik. dan orang miskin. sebetulnya banyak madzhab muncul. Sejarah memang hanya memihak yang menang. sedang puasa. yaitu saya salin.

Waktu itu. 'Ammar bin Yasir. Abu Hurairah dan lain-lain masuk kelompok kedua. sehingga sunni tidak berbeda dengan syi'ah. madrasah alKhulafa bercabang lagi ke dalam dua cabang besar: Madrasah al-Hadits dan Madrasah al-Ra'y. karena tasthih sudah menjadi syi'ar sy'iah. Miqdad. mereka mengembangkan esoterisme dan disimulasi untuk memelihara fiqh mereka. berpusat di Madinah. . Utsman.SEJARAH PEMBENTUKAN MADZHAB Kelima Madzhab yang akan kita bicarakan -Ja'fari. berpusat di Iraq." Pada periode Umawiyyah. Aisyah. Ummi Salamah. Yang kedua. Kedua madrasah ini berbeda dalam menafsirkan al-Qur'an. Dr. Karena walaupun meninggalkannya tidak wajib menampakkannya berarti menyerupai (tasyabbuh) mereka. Ibn Taymiyyah menulis perihal tasyabbuh dengan syiah: "Dari sinilah para fuqaha berpendapat untuk meninggalkan al-mustahabbat (yang sunat) bila sudah menjadi syiar orang-orang Syi'ah. Murtadha al-'Askary menyebut dua madzhab awal ini sebagai Madrasah alKhulafa dan Madrasah Ahl al-Bayt. Sementara itu. Madrasah ahl al-Bayt tumbuh "di bawah tanah" mengikuti para imam mereka. memandang sunnah Rasulullah. Syafi'i. dan Hanbali-. Yang pertama. Ibn Umar. Ibn Qutaybah dalam Kitab al-Ikhtilaf menceritakan bagaimana raja-raja Umawiyyat berusaha menghapuskan tradisi ahl al-Bayt dengan mengutuk Ali bin Abi Thalib di mimbar-mimbar. Pada zaman sebelum itu. sedikit menggunakan hadits dan lebih banyak berpijak pada penalaran rasional dengan melihat sebab hukum (illat) dan tujuan syara' (maqashid syar'iyyah). Yaitu ahl al-Bayt dan para pengikutnya. Pada zaman kekuasaan dinasti Umawiyyah. Tidak jarang sunnah Rasulullah yang sahih ditinggalkan karena sunnah itu dipertahankan dengan teguh oleh para pengikut ahl al-Bayt. "Tapi Abu Hanifah dan Ahmad berkata: "Menaikkan permukaan kubur (tasnim) lebih baik. Ibn Abbas. Abu Dzarr. melandaskan fiqhnya pada al-Qur'an. membunuh para pengikut setianya. Ali dan kedua puteranya. Abu Rafi Mawla Rasulullah." Salah satu contoh sunnah yang dijauhi orang adalah tasthih seperti diceritakan oleh Muhamamd bin 'Abd al-Rahma yang berkata: "Yang sunnah dalam membuat kubur adalah meratakan permukaan kubur (tasthith).tumbuh pada zaman kekuasaan dinasti Abbasiyah. Umar. Inilah yang paling kuat menurut madzhab Syaf'i. Aisyah. Kemaslahatan berbeda dengan mereka dalam rangka menjauhi dan menentang mereka lebih besar dari kemaslahatan mengamalkan yang musthab itu. dan sedapat mungkin menghindari ra'yu dalam menetapkan hukum. juga para sahabat di luar ahl alBayt. Maliki. Hanafi. maka yang dimaksud adalah madzhab di kalangan sahabat Nabi: Madzhab Umar. Karena tekanan dan penindasan. dan mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan ahl al-Bayt. al-Sunnah dan Ijtihad para sahabat. Hudzaifah. dan sebagainya. Para khalifah banyak melakukan hal-hal yang melanggar sunnah Rasulullah saw b) Terputusnya hubungan antara pusat khilafah dengan pusat ilmiah. dan melakukan istinbath hukum. masuk kelompok pertama. Sedangkan Abu Bakar. madrasah-madrasah itu tidak melahirkan pemikiranpemikiran madzhab. pusat pemerintahan berada di Syam. Para sahabat dapat dikelompokkan dalam dua besar. Muhammad Farouq al-Nabhan menjelaskan sebabsebab berikut: a) Hubungan yang buruk antara ulama dan khulafa. Ali dan sebagainya. bila orang berbicara tentang madzhab. Banyak tokoh sahabat dan tabi'in yang menganggap daulat Umawiyyah ditegakkan di atas dasar yang batil.

Pahamnya diikuti orang sampai abad IV Hijrah. Di Afrika. Kebijakan ini menyebabkan timbulnya rasa tidak senang pada para mawali . 2.yang justru lebih banyak pada daerah kekuasaan Islam. tersebarlah madzhabnya di seluruh penjuru bumi. Di antara yang mengambil riwayat dari padanya adalah Syafi'i. maka orang tak ingin mempelajari madzhabnya. Bila para pengikut madzhab itu lemah dan tidak memperoleh posisi sebagai hakim dan tidak berwewenang memberi fatwa. Imam Ahmad menyebutnya sebagai seorang faqih. Madzhab al-Tsawri. ketika Ahmad menyebut dirinya hanya sebagai ahli hadits. dan al-Rasyid. Ia memberi komentar: "Seandainya tidak ada Malik dan Ibn .sedangkan pusat-pusat ilmiah berada di Iraq dan Hijaz. Di antara mawali itu adalah Abu Hanafi dan di antara imam ahl al-Bayt adalah Ja'far bin Muhammad. Lahir di Kufah tahun 65 H dan wafat di Bashrah tahun 161 H. ia melarikan diri dan meninggal di tempat pelarian. Tokoh madzhab ini adalah Abu Abd Allah Sufyan bin Masruq al-Tsawry." Beberapa madzhab yang hilang itu secara singkat diuraikan sebagai berikut: 1. Madzhab Ibn 'Uyaiynah. Karena itu pada permulaan pemerintahannya. Syah Wali al-Dahlawi menulis: "Bila pengikut suatu madzhab menjadi masyhur dan diberi wewenang untuk menetapkan keputusan hukum dan memberikan fatwa. Madzhab Hanbali menjadi kuat pada masa pemerintahan al-Mutawakkil. Dalam menyimpulkan semua ini. Banyak di antara mereka adalah para sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. IMAM-IMAM MADZHAB YANG TERLUPAKAN Sudah disebutkan di muka. Ibn Dinar. Ayahnya termasuk perawi hadits yang ditsiqatkan Ibn Ma'in. al-Zuhry. tetapi ia berhasil lolos. c) Politik diskriminasi yang mengistimewakan orang Arab di atas orang bukan Arab. Berkali-kali al-Manshur mau membunuhnya. Keduanya mengembangkan ajaran mereka pada zaman Abbasiyah. Ia berguru pada Ja'far al-Shadiq dan meriwayatkan banyak hadits. Dinasti Abbasiyah disambut dengan penuh antusias baik oleh mawali maupun pengikut ahl al-Bayt. al-Mu'iz Badis mewajibkan seluruh penduduk untuk mengikuti madzhab Maliki. Nama lengkapnya Abu Muhammad Sufyan ibn 'Uyaiynah wafat tahun 198 H. bahwa madzhab-madzhab besar yang kita kenal sekarang --kecuali mazhab Ja'fari-. Madzhab Syafi'i membesar di Mesir ketika Shalahuddin al-Ayyubi merebut negeri itu. Madzhab Maliki berkembang di khilafah Timur atas dukungan al-Manshur dan di khilafah Barat atas dukungan Yahya bin Yahya ketika diangkat menjadi qadhi oleh para khalifah Andalusia. murid Abu Hanifah. Ketika ia diminta menjadi qadhi. Lalu madzhab itu pun hilang setelah beberapa lama. diangkat menjadi qadhi dalam pemerintahan tiga khalifah Abbasiyah: al-Mahdi. Madzhab Hanafi mulai berkembang ketika Abu Yusuf. Waktu itu al-Mutawakkil tidak mengangkat seorang qadhi kecuali dengan persetujuan Imam Ahmad ibn Hanbal. Al-Kharaj adalah Kitab yang disusun atas permintaan alRasyid. Abu Ishaq dan lain-lain. Dengan begitu. Ia mengambil ilmu dari Imam Ja'far. dan tulisan mereka terkenal di masyarakat. al-Hadi. lalu orang mempelajari madzhab itu terang-terangan. Dinasti Umawiyah memisahkan Arab dan mawali.membesar karena dukungan penguasa. Kitab ini adalah rujukan utama madzhab Hanafi.

dapat membedakan yang sahih dan yang lemah. Abu Sulayman Dawud ibn 'Ali dilahirkan di Kufah tahun 202 H dan hidup di Baghdad sampai tahun 270 H. Ia juga menyaksikan naiknya al-Saffah dan al-Manshur dengan memanipulasikan kecintaan orang pada ahl al-Bayt.'Uyaiynah. hilanglah ilmu Hijaz. Tidak diketahui sampai kapan madzhabnya diikuti orang. Berikut adalah para pemuka madzhab yang terkenal. ketika Ya'qub ibn Yusuf ibn Abd al-Mu'min meninggalkan mazhab Maliki dan mengumumkan perpindahannya ke madzhab al-Zhahiry. Orang-orang yang menentang mereka semuanya berasal dari 'Alawiyyin. 5. mengetahui sunnah dan jalan-jalannya. Selama lima belas tahun ia tinggal bersama kakeknya. Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid ibn Khalid ibn Ghalib al-Thabary lahir di Thabaristan 224 H dan wafat di Baghdad 310 H. Ia berkembang di daerah Maroko. tetapi setelah itu hilang karena tidak ada dukungan penguasa. Ia sempat menyaksikan kekejaman al-Hajjaj. Setelah Ali wafat. yang nasikh dan yang mansukh dan paham akan pendapat para sahabat. 4. pemberontakan Zaid ibn Ali. Ia faqih. Kaum 'Alawi menunjukkan nasab seperti mereka dan memiliki kekerabatan dengan Rasulullah yang tidak dimililki 'Abbasiy. 3. Salah seorang muridnya yang masyhur adalah Ibn Hazm. dan penindasan terhadap para pengikut madrasah ahl al-Bayt. . Madzhab al-Thabary. Abu Zahrah menulis: Dinasti 'Abbasiyah selalu merasa terancam dalam kekuasaannya oleh para pengikut Ali. Ia juga menyaksikan bahwa para khalifah Abbasiyah tidak lebih baik dari para khalifah Umawiyah dalam kebenciannya kepada keluarga Rasul. Inilah sebagian di antara tokoh-tokoh madzhab yang tidak lagi dianut secara resmi sekarang ini. mereka segera mengucilkannya atau membunuhnya." Mazhabnya diamalkan orang sampai tahun 302 H. bila para penguasa 'Abbasiyah melihat ada dakwah 'Alawi. Kata Ibn Khuzaymah: Ia hafal dan paham al-Qur'an. al-Awza'iy. Madzhab al-Zhahiry. Pokok-pokok pikirannya dalam fiqh akan kita perkenalkan secara singkat. Malik dan al-Tsawry) yang paling benar? Malik berkata:"Al-Awza'iy. mereka segera menghukumnya. Karena itu. Madzhab al-Awza'iy. Mereka selalu cemas menghadapi mereka. Madzhabnya diamalkan orang sampai abad IV.di sini hanya disebutkan beberapa catatan kecil saja. Ia sangat dekat dengan Bani Umayyah dan juga Bani Abbas. IMAM JA'FAR IBN MUHAMMAD AL-SHIDIQ (82-140 H) Ja'far ibn Muhammad ibn Ali ibn Husain (ibn Ali) ibn Fathimah binti Rasulullah saw lahir di Madinah tahun 82 H pada masa pemerintah Abd al-Malik ibn Marwan. Bila mereka melihat ada pejabat yang memuji Bani 'Ali. mengetahui betul makna al-Qur'an. Ia diberi gelar al-Zhahiry karena berpegang secara harfiah pada teks-teks nash. Pendirinya Abd al-Rahman bin Amr al-Awza'iy adalah imam penduduk Syam. ia diasuh oleh ayahnya Muhammad al-Baqir dan hidup bersama selama sembilan belas tahun. Ali Zainal Abidin keturunan Rasul yang selamat dari pembantaian di Karbela. Madzhabnya berkembang sampai abad VII. Madzhabnya tersisihkan hanya ketika Muhammad bin Utsman dijadikan qadhi di Damaskus dan memutuskan hukum menurut Madzhab Syafi'i Ketika Malik ditanya tentang siapa di antara yang empat (Abu Hanifah. Karena riwayat hidup mereka sudahdisebutkan di atas --kecuali Imam Ja'far-. Ia termasuk mujtahid ahl al sunnah yang tidak bertaklid kepada siapa pun.

Manakah yang lebih besar dosanya . Allah akan menyertakannya bersama iblis. Barang siapa yang menggiyas dalam agama. Untuk mengetahui pemikiran Imam Ja'far dalam hal fiqh. c) Al-Qur'an dipandang telah lengkap menjawab seluruh persoalan agama. Di antara murid-muridnya adalah Imam Malik. karena ia mengikutinya dengan qiyas. Syu'bah ibn al-Hajjaj. Karena ketika Allah menyuruhnya bersujud kepada Adam ia berdalih: Aku lebih baik dari dia karena aku Kau buat dari api dan ia Kau buat dari tanah. digunakan akal berdasarkan kaidah-kaidah tertentu. mengapa Allah hanya menuntut dua orang saksi untuk pembunuhan dan empat orang saksi untuk zinah. dan ribuan para perawi. Qiyas hanya dipergunakan bila 'illat-nya manshush (terdapat dalam nash). Karena Rasulullah dan para imam adalah orang yang . Abu Hanifah. Fadhail ibn Iyadh.shalat atau shawm (puasa)?" "Shalat" "Mengapa wanita yang haidh harus mengqadha shawmnya tetapi tidak harus mengqadha shalatnya. "Benar. Ibn 'Uyaiynah." Kata Ja'far sambil mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab Abu "Hai Nu'man." "Mana yang lebih besar kewajibannya . Dalam suasana seperti itulah. yang kemudian dijawab Ia orang pintar dan mengetahui agama.membunuh atau berzinah? "Membunuh. ayahku memberitahukan kepadaku dari kakekku bahwa Nabi saw bersabda: Orang yang pertama menggunakan qiyas dalam agama adalah iblis. selain menolak qiyas adalah hal-hal berikut: a) Sumber-sumber syar'iy adalah alQur'an.Mereka tak perduli membunuh orang tak berdosa karena dianggap mengancam pemerintahannya." "Aku tidak melihat Anda menguasai sedikit pun." Dari percakapan di atas kita melihat perbedaan pendekatan hukum di antara dua pemuka madzhab. al-Sunnah dan akal. Tugas mujtahid adalah mengeluarkan dari al-Qur'an jawaban-jawaban umum untuk masalahmasalah yang khusus." "Lalu. b) Istihsan tidak boleh dipergunakan. Mereka tidak mau menjadikan hujjah hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat yang memusuhi ahl al-Bayt." Ja'far bertanya kepada Abu Hanffah: "Siapa namamu?" "Nu'man." tanya Ja'far. Pada hal-hal yang tak terdapat ketentuan nashnya. Imam Ja'far memusatkan perhatiannya pada penyebaran sunnah Rasulullah dan peningkatan lmu dan akhlak kaum Muslim. Ia menanyakan Ibn Abi Layla tentang kawannya. Termasuk ke dalam sunnah adalah sunnah ahl alBayt: yakni para imam yang ma'shum. Bagaimana kamu menggunakan qiyasmu. kita tuliskan percakapannya dengan muridnya selama dua tahun seperti diceritakan Abu Nu'aim: Abu Hanifah. Bertaqwalah kepada Allah dan jangan melakukan qiyas dalam agama. dan Ibn Abi Layla menghadap Imam Ja'far. "Bukankah ia suka melakukan qiyas dalam urusan agama?. Ibn Syabramah. Di antara karakteristik khas dari madzhab Ja'fari. al-Tsawry.

yang kemudian menjadi qadhi dan banyak memasukkan hadits dalam kitab-kitabnya. di samping ingin berusaha memanfaatkan alim besar ini. Jika tidak aku dapatkan dalam al-Kitab dan Sunnah Rasulullah. penulis biografi Abu Hanifah. Yakni. meminta maaf kepada Malik atas perlakukan salah seorang penguasanya. karena diberi makanan beracun. ia dipenjarakan.". Ia mengakhiri hidupnya. Lalu ia menjebak Abu Hanifah dengan jabatan qadhi. Ia tidak mungkin menarik Ja'far dan tidak berhasil mengambil hati Abu Hanifah. IMAM MALIK Pada zaman kekuasaan Ja'far ibn Sulayman tahun 146 H Malik dihukum cambuk. yang pernah berguru pada Malik dan kemudian menggabungkan madrasah hadits dengan madrasah Ra'y. Karena wewenangnya ini. Abu Hanifah mendukungnya. dan Zafr ibn al-Hudzail. terutama dalam masalah perdagangan. mereka berijtihad dan aku pun berijtihad. Di antaranya Abu Yusuf. al-Sunnah. al-Manshur merasa bersalah. Abu Zahrah. Ketika Abu Hanifah menolaknya.mengetahui rahasia-rahasia al-Qur'an. dan pendapat para sahabat. AlMansur tak dapat membunuhnya tanpa alasan. Malik memukul orang itu . yakni adat kebiasaan yang tidak bertentangan dengan nash. Begitu pula. ia melihat bahwa khalifah haruslah diserahkan pada keturunan Ali dari Fathimah. karena wibawa Malik. Bila sudah sampai pada tabi'in. Abu Hanifah bahkan mengarqurkan beramal dengan 'urif. Ia memberikan wewenang besar pada Malik untuk mengangkat dan memberhentikan para pejabat yang dipandangnya tidak mampu. c) Al-A'raf. Orang-orang ketakutan berada di majlisnya. aku ambil Sunnah Rasulullah dan hadits-hadits yang sahih. jika aku dapatkan di dalamnya. Muhammad ibn Hasan al-Syaybany. Beberapa kali ia mengkritik al-Manshur secara terbuka. Ketika Muhammad dan Ibrahim dari ahl al-Bayt memberontak. menulis: "Sesungguhnya Abu Hanifah itu Syi'ah dalam kecenderungan dan pendapatnya tentang penguasa di zamannya. penafsiran al-Qur'an yang paling absah adalah yang berasal dari mereka. Aku tidak keluar dari pendapat sahabat kepada pendapat yang lain. menimbulkan kemarahan Al-Manshur. Ia --menurut satu riwayat-. IMAM ABU HANIFAH Abu Hanifah terkenal sebagai alim yang teguh pendirian. dan bahwa para khalifah yang sezaman dengan mereka telah merampas haknya dan karena itu mereka zalim. ketika Imam Zayd melawan penguasa. "Aku mengambil dari al-Kitab. Al-Manshur pada musim haji 153 H.mengeluarkan fatwa yang tidak dikehendaki penguasa. Abu Hanifah meninggalkan banyak murid. ditambah hasutan Ibn Abi Layla." Sikap Abu Hanifah itu. yaitu dengan menggunakan qiyas dan istihsan. Setiap hari. aku mengambil pendapat para sahabat yang aku kehendaki dan meninggalkan yang tidak aku kehendaki. menurut satu riwayat. Setelah itu. b) Sumbersumber ijtihadiyah. Tapi karena kedudukan Abu Hanifah di masyarakat. yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercaya. Ketika seorang murid membantah Malik perihal penguburan rambut dan kuku. Bila tidak. Abu Hanifah berkata. ia dicambuk sepuluh lecutan. Abu Hanifah berbay'at kepadanya. Pokok fiqih madzhab Hanafi bersumber pada tiga hal: a) Sumber-sumber naqliyah. Malik menjadi sangat berwibawa. yang sangat ekstrem menggunakan qiyas. Ia menentang setiap kezaliman. yang meliputi al-Qur'an. Ia juga boleh menghukum mati atau memenjarakan yang dipandangnya bersalah. ijma.

e) Qiyas. Madzhab Maliki mendasarkan fiqhnya pada 12 pokok: a) Al-Qur'an: zhahirnya. Kedua peristiwa di atas terjadi dalam rentang waktu cukup lama -menurut sebagian penulis dari abad VI Hijrah sampai abad XIII. Bila zhahirnya sunnah bertentangan dengan al-Qur'an. Kawan shalat di sampingnya memukulnya dengan keras sehingga telunjuk itu patah. Ketika ia membacanya." Seusai shalat. h) Sadd al-Dzara'i. f) Istihsan." Malik memanggil pengawalnya: "Ia zindiq. c) Pendapat sahabat yang tidak ada yang menentangnya. i) Mura'at khilaf al-mujtahidin.dan memenjarakannya Ketika seorang bertanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang orang yang berpendapat bahwa al-Qur'an itu makhluk?. tetapi ia mengurungkan maksudnya. Anas ibn Malik dan banyak sahabat lainnya melakukan shalat jamak (bukan karena bepergian). Sebuah rentang waktu yang oleh para Tarikh Tasyri' disebut sebagai zaman stagnasi pemikiran fiqh ('ashr al-rukud). IMAM SYAFI'I Pokok-pokok fiqh Syafi'i ada lima: a) Al-Qur'an dan al-Sunnah. dalil-nya. bunuh dia. Seorang alim besar di kota itu mengecam orang-orang yang menjamak shalat Zhuhur dan Ashar. Ia mengembalikan kedua kitab itu sambil berkata. Mereka menyalahi al-Qur'an yang menyatakan bahwa shalat itu bagi kaum Mukmin kewajiban yang ditetapkan waktunya. didahulukan al-sunnah. d) Hadits mursal dan dha'if." Malik menukas: "Tapi aku hanya mendengarnya dari kamu. "Ini khusus untuk Rasulullah saw. b) al-Ijma'. k) Syar'man qablana. ijma' mutaakhir: masing-masing dengan kekuatan hukum yang berbeda. d) Fatwa sahabat. b) Fatwa sahabat. Ikhtilaf sahabat. "Tidak benar. Aku hanya melaporkan ucapan orang lain. STAGNASI PEMIKIRAN FIQH: MASA KETERTUTUPAN Dr. c) 4. j) Istishhab. e) Qiyas. Pemuda itu mengeluarkan kedua kitab shahih tersebut dan memintanya membaca hadits-hadits tentang shalat jamak. Muhammad al-Tijani al-Samawi bercerita tentang kisah fanatisme di kota Qafsah. mafhum-nya dan illat-nya. ijma' secara naql." Catatan kecil di atas menunjukkan kekuasaan Malik." kata sang imam. kata pemuda itu. ia menjawab bahwa menggerakkan telunjuk dalam tasyahud adalah haram. Bila engkau sudah menjadi Rasul Allah bolehlah engkau melakukannya. Tetapi shalat jamak ini terdapat dalam kitab hadits shahih Bukhari dan Muslim. Apa dalilnya? Dalilnya terdapat dalam Kitab fiqh al-Syaikh al-Kaydani. e) Khabar Ahad dan Qiyas. b) Al-Sunnah: al-mutawatirah dan al-masyhurah. Ijma' sebelum terbunuhnya Utsman. "Mereka membawa agama baru yang bukan agama Muhammad saw. Tunisia. d) Ikhtilaf sahabat Nabi. . Ketika ditanya mengapa itu terjadi." Orang itu berkata: "Bukan aku yang berkata begitu. Ini sangat berpengaruh pada penyebaran madzhabnya. g) Mashalih mursalah. IMAM HANBALI Pokok-pokok fiqh madzhab Hanbali: a) Al-Nushush. hadirin tercengang mendengarnya. Di Afghanistan seorang mushalli memberi isyarat dengan telunjuknya dan menggerak-gerakkannya. Ia berkata bahwa itu termasuk salah satu bid'ah orang Syi'ah. seorang pemuda menanyakan lagi perihal shalat jamak." Pemuda itu bermaksud menunjukkan bahwa Ibn Abbas. c) Ijma' penduduk Madinah.

paling tidak ada tiga kitab syarah: Fath al-Bary. yang setiap jilidnya seukuran satu jilid Encyclopedia Britannica. KARAKTERISTIK ZAMAN STAGNASI: TRADISI MENSYARAH KITAB Setelah keempat imam madzhab ahl al-Sunnah meninggal dunia. Pada masa inilah berkembang al-tafsir bi al-ma'tsur. Tidak jarang syarah suatu kitab disyarahi dan disyarahi lagi. baik yang lemah maupun yang kuat. alSunnah. al-masanid. Penafsiran al-Qur'an. ke upaya menghapal yang sia-sia dan merasa cukup dengan menerima apa yang telah tertulis dalam kitab-kitab madzhab tanpa penelitian. fiqh memasuki zaman tadwin (kodifikasi). Dengan begitu. Ibn Rouzbahan menulis bantahan pada Minhaj al-Karamah. dibukukan pula riwayat para perawi hadits. juga berkembang tradisi munaqasyah madzhabiyah (diskusi madzhab). Sekarang bantahan itu sudah menjadi 19 jilid Ihqaq al-Haq. di satu sisi menyimpan khazanah ilmu para ulama. Ulama ahl al-Sunnah menulis kitab yang menyerang ajaran Syi'ah. Maksudnya untuk memudahkan pembaca memahami kitab-kitab rujukan. tapi di sisi lain menyebabkan para ulama merasa cukup dengan apa yang telah tersedia. Sebagai jawaban terhadap serangan ahl al-Sunnah.Al-Ustadz al-Zarqa melukiskan situasi umum pada waktu itu: Pada zaman tersebut pemikiran fiqh mengalami kemunduran. al-ma'ajim. Irsyad al-Sary. Ulama Syi'ah membalasnya dengan menulis kitab lagi. al-Hilly menulis Minhaj al-Karamah. Mereka menulis buku-buku yang lebih merupakan ensiklopedia atau kamus dari pada analisis ilmiah. tarjih. sepanjang saya ketahui. Bersamaan dengan itu. menghilanglah kegiatan yang dulu merupakan gerakan takhrij. dan para mujtahid. atau menambahkan penjelasan dengan mengutip ucapan para ulama lain. Mereka tak merasa perlu melakukan penelitian ulang. Hadits-hadits dibukukan dalam bentuk aljawami'. dimulai kemandegan dan diakhiri kebekuan. serta menghimpun penafsiran para sahabat. Argumentasi dikembangkan untuk membela madzhab masing masing. dan fiqh para imam madzhab disusun dalam buku. Untuk Shahih al-Bukhari. Kita akan mengakhiri dengan melacak sebab-sebab timbulnya stagnasi pemikiran ini. Pada zaman ini. sesudah sebelumnya mempelajari al-Qur'an. dan tanzhim dalam madzhab fiqh. Para ulama madzhab Syafi'i menyerang tulisan para ulama madzhab Hanbali atau sebaliknya. hadits. Mereka menjelaskan kata-kata atau kalimat-kalimat secara sematik. Ibn Taymiyah menulis Minhaj alSunnah untuk menolak Minhaj al-Karamah. Umdat al-Qary. Ada pula beberapa kitab yang mensyarah al-Muwatha susunan Imam Malik. Al-Amini menulis 11 jilid al-Ghadir . al-mustadrakat dan sebagainya. Para pengikut membukukan fatwafatwa dan hasil ijthad para mujtahid tersebut. Peminat fiqh hanya mempelajari kitab yang ditulis seorang faqih tertentu di antara tokoh-tokoh madzhabnya Ia tidak melihat kepada syari'at dan fiqh kecuali melalui tulisan dalam kitab itu. Gerakan tadwin. ilmu ushul al-fiqh. Atau sebaliknya. pokok-pokok dan maksud-maksud syara'. Berbagai ilmu Islam dibukukan dan tidak disampaikan secara lisan lagi. Pada zaman inilah pemikiran taqlid mutlak dominan. para ulama menghimpun hadits-hadits Nabi saw. ilmu jarh wa ta'dil dan riwayat para sahabat. Perlahanlahan berkembanglah tradisi membuat syarah (komentar) dan matan. walau selama masa itu muncul juga beberapa ulama fiqh dan ushul yang cemerlang. tabi'in. Dalam penafsiran alQur'an misalnya. Pemikiran bergeser dari upaya mencari sebab-sebab dan maksud syara' dalam memahami hukum. Pasal ini akan memperlihatkan karakteristik zaman ini dari segi karya-karya ilmiah yang lahir waktu itu dan dari segi kecenderungan pemikiran. Bantahan ini dibantah lagi oleh al-Mar'asyi al-Tustary.

Nabi Hidhir mohon agar ia diizinkan tetap berguru padanya di alam kubur. Mereka tidak mau menerimanya bahkan tidak mau menelitinya. Mengenai Imam Ahmad bin Hanbal Abdullah al-Sajastany berkata: "Aku pernah melihat Rasul Allah saw dalam mimpi. Aku pernah menyaksikan sekelompok faqih yang taklid. Mereka heran bagaimana mungkin mengamalkan zhahirnya ayat-ayat itu. Diriwayatkan oleh para pengikut Maliki bahwa pada paham Imam Malik sudah tertulis Malik Hujatullah di bumi. misalnya. FANATISME MADZHAB Asad Haydar menyebut tahun 645 Hijrah sebagai tahun ditetapkannya empat mazhab sebagai madzhab yang diakui khilafah Islam waktu itu. Setiap madzhab membela pahamnya dengan tidak lagi mengindahkan adab diskusi ilmiah. kekuasaan sangat berperan dalam menyuburkan fanatisme madzhab. yang patut kami ikuti di zaman kami?" Rasul Allah saw menjawab: "Aku tinggalkan bagimu Ahmad bin Hanbal. Imam Syafi'i. Di antara karamah Abu Hanifah ialah bergurunya Nabi Khidr kepadanya. siapakah yang engkau tinggalkan. Ketika Abu Hanifah wafat. Sikap ini ditunjukkan jelas oleh al-Syaykh Abu al-Hasan Abdullah alKarkhy ketika ia berkata. Walau begitu. para pengikutnya meriwayatkan mitos di sekitar para imam madzhabnya. munaqasyah madzhabiyah telah menjadi benih yang menyuburkan fanatisme madzhab. memandangku dengan heran bila aku bacakan ayat-ayat al-Qur'an tentang beberapa masalah yang bertentangan dengan madzhab mereka. Kadang-kadang riwayat-riwayatnya dinisbahkan pada Nabi Muhammad saw. gejala fanatisme madzhab dapat dilacak sejak abad IV Hijrah. Padahal keduanya sama-sama dibutuhkan dan tidak bisa ditinggalkan dalam menuju cita-cita kehidupan. Fatwa mujtahid lebih didulukan dari ayat al-Qur'an dan al-Sunnah. Konon Nabi Muhammad saw pernah berkata: "Semua nabi bangga denganku dan aku bangga dengan Abu Hanifah. Untuk mempertahankan keunggulan madzhabuya. yang didhaifkan Ibn Taymiyah. padahal ulama dari madzhab mereka terdahulu tidak pernah mengamalkannya. Itu karena hadits . karena seorang alimnya akan memenuhi seluruh bumi dengan ilmunya. pengikutnya mensakralkan fatwa para mujtahid." Dengan berbagai "keutamaannya" itulah. katanya. Aku bertanya: "Ya Rasul Allah. Ia kemudian menyelesaikan kuliah dari Abu Hanifah selama 25 tahun lagi." Orang alim itu adalah Imam Syafi'i. Allah mengizinkannya. Seperti telah disampaikan pada tulisan terdahulu. Ia belajar pada Abu Hanifah setiap waktu Subuh selama lima puluh tahun. Abu Sulayman al-Khaththaby mengisahkan suasana zaman itu: Saya lihat ahli ilmu dewasa itu terbagi menjadi dua kelompok: pendukung hadits dan atsar dan ahli fiqh dan fikir. Tapi pada zaman kemandegan. Para ulama dari keempat madzhab diundang ke istana. siapa yang membenci Abu Hanifah ia membenciku. Tentang Imam Syafi'i. melakukan kritik terhadap beberapa pendapat Muhammad ibn al-Hasan alSyaybany. harus dita'wilkan atau dimansukhkan. Al-Fakhr al-Razy menceritakan pengalamannya ketika ia menafsirkan: afala yatadabbarun al-Qur'an. "setiap ayat atau hadits yang bertentangan dengan apa yang ditetapkan madzhab kami. Rasul Allah saw bersabda: "Ya Allah berilah petunjuk pada suku Quraiysy. supaya ia dapat mengajarkan syari'at Islam secara lengkap. Siapa yang mencintai Abu Hanifah ia mencintaiku.hanya untuk membuktikan keshahihan hadits Ghadir Khum. Polemik antar madzhab ini bukanlah sesuatu yang jelek dan telah berlangsung sejak zaman para imam madzhab.

mereka saling mengkafirkan yang kemudian memuncak pada peperangan antar sesama Muslim. Mereka tidak memelihara matannya.bagaikan fondasi. menghancurkan otak-otak cemerlang. namun mereka tidak ikut bertanggungjawab. Saya lihat para pendukung Malik tidak menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu al-Qasim (Rasul Allah). dan para pendahulu yang setingkat dengan mereka. mencacad mereka dan menuduhnya menyalahi sunnah. Mereka mau menerima riwayat dari padanya kecuali yang melalui Abu Yusuf. Begitu juga para pengikut alSyafi'i. Mereka hanya menerima riwayat al-Muzany dan al-Raby ibn ulayman al-Murady. Bila pendapat itu datang dari al-Hasan ibn Ziyad dan pendapatnya berbeda dengan riwayat yang melalui mereka. Maka pendapat yang datang dari AlHakam tidak memiliki keistimewaan di mata mereka. dan tidak mengungkapkan kandungan fiqhnya. Kedua kelompok itu. yang bagus dan yang buruk. Demikianlah keumuman sikap setiap kelompok terhadap madzhab imam dan gurunya masing-masing. walau tidak didukung satu dalil pun atau tidak meyakinkan. Kadang-kadang mereka mencela para fuqaha. kecuali sebagian kecil. Mereka tidak mempedulikan hadits-hadits yang dikuasai dan yang digunakan untuk mempertahankan argumentasinya di hadapan lawan bila hadits-hadits tersebut telah sesuai dengan madzhab yang mereka ikuti dan pendapat yang mereka yakini. 469 Hijrah. kebanyakan tidak memilih-milih hadits. dan pemisahan hadit-hadits gharib dan syadz --hadits-hadits yang kebanyakan mawadhu' dan maqlub. Setiap fondasi tanpa bangunan. maka akan sunyi dan lekas rusak. Sebagai contoh adalah peristiwa yang terjadi di Baghdad. ashhab (para sahabat). tidak memahami maknanya. Mereka sepakat menerima hadits dhaif dan munqathi' bila telah masyhur di kalangan mereka dan telah membibir dalam percakapan mereka. sedangkan fiqh bagaikan bangunannya. Fanatisme madzhab bukan saja telah menghambat pemikiran. Muhammad ibn al-Hasan dan para tokoh sahabat serta murid-muridnya yang lain. kelompok ahli hadits dan atsar rata-rata berambisi dalam periwayatan. mereka tak memperhatikan dan tak menganggapnya sebagai pendapat alSyafi'i. pertama. maka akan cepat roboh. Yang demikian adalah suatu kesesatan dan penipuan ra'yu. karena rasa harga diri mereka yang sangat tajam. Dalam sejarah. yakni ahli fiqh dan fikir. Saya lihat kedua kelompok ini saling berdekatan tempat tinggalnya dan sebetulnya saling membutuhkan. Maka bila datang riwayat Harmalah. Mereka tidak sadar bahwa kadar keilmuannya sendiri sangat dangkal dan mereka berdosa melemparkan kata-kata kotor pada para fuqaha. . mereka tidak akan menerima. Sedangkan kelompok kedua. al-Jiziy dan sebagainya. Mereka hampir tidak bisa membedakan hadits yang shahih dan hadits yang dhaif. keduanya menjadi ikhwan yang saling berjauhan: mereka tak menampakkan sikap saling membantu dan menolong di jalan yang hak. telah terjadi beberapa kali. tidak menggali rahasianya. Namun. Setiap bangunan yang fondasinya tidak kokoh. pengumpulan sanad. mereka segera mencari kepercayaan umat terhadapnya. tapi juga menimbulkan perpecahan di kalangan kaum Muslim. Apabila diriwayatkan pada mereka hasil ijtihad para tokoh madzhab mereka atau para ahli dari aliran mereka.

Pada ijtihad muthlaq." PENUTUPAN PINTU IJTIHAD Walau ada pembagian ijtihad yang bermacam-macam. Dalam hal ini. Di sini mujtahid berpegang pada metode ijtihad imam mazhabnya. SEBAB-SEBAB STAGNASI Dr. meski pada tiap zaman boleh saja tak ada mujtahid mustaqil. ia tentu saja masih menggunakan fatwa imam mazhabnya sebagai rujukan. Sayyid Rasyid Ridha. . Kaum Muslim mundur karena meninggalkan ijtihad sehingga mereka menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini. Yang dapat melakukan ijtihad jenis ini disebut mujtahid mustaqil (mujtahid independen). ijtihad mustaqil sudah tertutup. Sebenarnya. Dengan bantuan penguasa ia menyerang pemimpin Hanbaly. yang ditutup adalah ijtihad muthlaq. menurut Abu Zahrah. Bahayanya banyak --berakibat pada terbengkalainya akal. di kalangan Syi'ah tidak pernah dikenal tertutupnya pintu ijtihad. Pengikut al-Qusyayry menutup pintu-pintu pasar madrasah Nizhamiyah. Al-Qusyayry berkata: "Perdamaian macam apa yang harus ada diantara kami? Perdamaian terjadi di antara orang yang memperebutkan kekuasaan atau kerajaan. terputusnya pengembangan ilmu dan terhalangnya kemajuan pemikiran. seorang mujtahid mengembangkan metode ijtihadnya secara mandiri dan mengeluarkan hukum-hukum berdasarkan metodenya itu. Muhammad Farouq al-Nabhan menyebut tiga sebab stagnasi pemikiran pada zaman ini: faktor-faktor politik. Ibn al-Qusyayry al-Syafi'i memegang kekuasaan. penutupan pintu ijtihad pada saat ini. setiap zaman tak boleh kosong dari mujtahid mustaqil. Lalu. mungkin karena ia berijtihad dengan metode yang sama untuk menjawab masalah-masalah yang belum dipecahkan imam mazhabnya. tapi tak boleh tidak harus ada mujtahid fi al-madzhab. Pemerintah kemudian mengumpulkan wakil kedua belah pihak dan meminta supaya mereka berdamai. atau menafsirkan yang mujmal menjelaskan yang mubham dari ucapan imam. lebih ditujukan pada ijtihad muthlaq. ia disebut mujtahid muntasib. Adapun ijtihad fi al-madzhab. campur tangan penguasa dalam kekuasaan kehakiman dan kelemahan posisi ulama dalam menghadapi umara.Pada madrasah Nizhamiyah. Sebalikaya. kita dapat mengelompokkan dua macam ijtihad: ijtihad muthlaq dan ijtihad fi al-madzhab. Demikian catatan Abu Zahrah tentang tertutupnya pintu ijtihad. Sementara itu menurut Maliky. penutupan pintu ijtihad terjadi karena ada anggapan bahwa tidak ada ulama yang memenuhi persyaratan seperti keempat imam itu. Maka perdamaian macam apa yang bisa berlaku di antara kami. tapi boleh saja menghasilkan kesimpulan furu'iyyah yang berbeda dari imam mazhabnya. Abd al-Khaliq ibn Isa. Namun sebaliknya menurut kebanyakan Hanbaly. Ia selalu mengecam Ahmad ibn Hanbal dan para pengikutnya sebagai penganut antropomorfisme. atau mentarjih (memilih yang terkuat) pendapat imam yang bermacam-macam itu. terus berkembang. Karena itu. terjadilah pertumpahan darah antara kedua golongan. Menurut para pengikut madzhab Syafi'iy dan kebanyakan Hanafi. Walau tak diketahui secara pasti sejak kapan. Sedangkan kaum ini menganggap kami kafir dan kami menganggap orang-orang yang aqidahnya tidak sama dengan kami juga kafir. Namun kenyataannya. mengikuti gurunya Syaikh Muhammad Abduh. mengecam penutupan pintu ijtihad yang mana pun: "Kita tidak menemukan manfaat apa pun dari penutupan pintu ijtihad". di zaman kemandegan pintu ijtihad.

Karena itu. Abd al-Wahhab Khalaf menyebutkan empat faktor yang menyebabkan kemandegan. para ulama yang sama menyatakan Saddam sebagai bughat dan pemimpin dhalim. ijtthadnya hanyalah dalam rangka memberikan legitimasi pada kebijakan penguasa. Empat puluh tiga hari sebelum Saddam menyerbu Kuwait. bagaimana . kami menganggap anak kepada Salim. Waktu itu ia termasuk wanita muhajirat yang awal dan gadis Quraysy yang utama. Sahlan binti Suhail --istri Hudzaifah dari Bani Amir-. Umara tentu saja selalu berusaha mempertahankan status quo. Lebih-lebih bila berbeda pendapat dengan madzhab penguasa. sebagaimana Rasulullah saw. Bukankah ini ijtihad dan setiap ijtihad selalu mendapat pahala? Bila ijtihadnya salah. Sehingga ia disebut Salim mawla Abu Hudzaifah. Yaitu terpecahnya kekuasaan Islam menjadi negara-negara kecil hingga umat disibukkan dengan eksistensi politik. kita akan menemukan bagaimana seseorang yang berbeda madzhab atau berganti madzhab menghadapi berbagai cobaan. menyebarnya ulama mutathaffilin (ulama yang memberi fatwa berdasarkan petunjuk Bapak). Dalam posisi seperti itu.datang menemui Rasulullah saw. ia mendapat satu pahala. Di sini harus dicatat: dalam sejarah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka. Di samping itu. terbaginya para mujtahid berdasarkan madrasah tempat mereka belajar. Jika kita membaca kitab-kitab sejarah madzhab. Ulama sangat bergantung kepada umara. karena ia dapat dikucilkan oleh masyarakat. Ia berkata: 'Urwah bin Zub air mengabarkan kepadaku bahwa Hudzaifah bin 'Utbah bin Rabi'ah --salah seorang sahabat Nabi saw. Abu Hudzaifah menikahkan Salim --yang dipandang sebagai anaknya itu-dengan anak saudara perempuannya Fathimah bint al-Walid bin 'Utbah bin Rabi'ah. Maka ketika satu madzhab memperoleh kekuasaan. Qadhi diangkat oleh penguasa. posisi ulama yang lemah memperkuat fanatisme madzhab. Bila tidak diketahui bapaknya. Kami hanya mempunyai rumah satu. 5. yang paling aman adalah mengikuti pendapat para imam mazhab yang sudah dibukukan. para ulama dari 70 negara Islam menyatakan bahwa Saddam sebagai mujahid Islam yang taat pada Allah dan al-Qur'an. dikembalikan kepada mawlanya. mengangkat Zaid ibn Haritsah sebagai anak. telah ditunjukkan bagaimana para ulama berebutan menjadi qadhi. FIQH DITELAAH KEMBALI: FIQH KAUM PEMBARU "Yahya memberitakan kepadaku dari Malik dari Ibn Syihab. Qadhi tidak ingin mengambil risiko berbeda pendapat dengan madzhabnya. para penguasa Muslim lebih sering menindas kebebasan pendapat dari pada mengembanghannya. Untuk sebab kedua. Ia sering masuk ke rumahku dan aku dalam keadaan fudhul (memakai busana rumah yang tidak menutup aurat). dan berkata: "Ya Rasul Allah. Itu lebih adil di sisi Allah.telah mengangkat Salim sebagai anaknya. Setelah invasi. dan menyebarnya penyakit akhlak seperti hasud dan egoisme di kalangan ulama. didiskreditkan ulama dan diadukan pada penguasa. maka mereka adalah saudaramu dalam agama dan mawla-mawla kamu --maka dikembalikanlah setiap orang di antara mereka itu kepada bapaknya. Contoh terakhir adalah pernyataan para ulama Rabithah yang mendukung kehadiran tentara Amerika di Jazirah Arab. kalau pun ulama berijtihad. pemikiran yang bertentangan dengan madzhab itu ditindas. demi "ketertiban dan keamanan". Ia ditanya tentang menyusui orang dewasa. kita ingin menegaskan kembali bahwa madzhab berkembang karena dukungan politik. Ketika Allah menurunkan ayat dalam Kitab-Nya tentang Zaid ibn Haritsah --panggillah mereka dengan nama bapak-bapak mereka. dan bila benar dua.Untuk yang pertama. yang ikut menyaksikan perang Badar-.

Orang A'raby itu berkata: Aku minum dari minumanmu. (Al-Jashash. Istri-istri Nabi saw yang lain menolak untuk mengizinkan laki-laki masuk ke rumah dengan susuan seperti itu. ternyata "Kembali kepada al-Qur'an dan al-Sunnah" tidak segampang seperti yang dibayangkan. kemudian meminumnya. Mungkinkah ini hanya fiqhnya 'Aisyah. (Ia mabuk) dan 'Umar menetapkan hukum cambuk baginya. Ibrahim al-Nakhti meriwayatkan hadits yang sama dari 'Umar dan berkata: 'Umar meminumnya setelah mencambuk orang A'raby itu. setelah orang merasa perlu membuka kembali pintu ijtihad. Slogan yang di Indonesia didengungkan kaum moderis ini. campurkan air ke dalamnya. Tentu saja fuqaha mazhab-mazhab yang lain menolaknya. Dari fenomena tersebut. tetapi juga ushul al-fiqh. Setelah itu ia memandangnya sebagai anak susuan. Dari peristiwa yang pertama para faqih menyimpulkan beberapa hukum: (1) Batas susuan yang menyebabkan seorang haram dinikahi adalah lima kali susuan. lalu mencampurkan air ke dalamnya. Kesimpulan terakhir ini telah disepakati fuqaha. berkata kepadanya: "Susukanlah dia lima kali susuan sehingga ia menjadi muhrim dengan susunya". Apakah perilaku 'Umar dapat dijadikan model dalam pengambilan kesimpulan hukum? Apakah pendapat para sahabat dapat dijadikan hujjah dalam agama? Apakah tindakan 'Umar itu suatu preseden bolehnya meninggalkan nash-nash syari'at bila kondisi berubah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan problema yang dihadapi para pembaru Islam ketika mereka menelaah kembali fiqh yang ada. kecuali bila laki-laki itu saudara sepesusuan. Dalam istilah fiqh. Umu Kultsum binti Abu Bakar al-Shiddik dan anak-anak perempuan saudaranya untuk menyusukan laki-laki yang ingin masuk ke rumahnya. (3) Dianjurkan menyusukan orang yang sudah dewasa supaya ia halal masuk ke rumah seorang perempuan. (2) Tidak boleh laki-laki yang bukan muhrim memasuki rumah seorang perempuan. Dua peristiwa di atas diambil dari kitab-kitab yang menjadi rujukan dalam menjawab masalah-masalah fiqhiyah. yang harus ditinjau bukan saja al-adillat al-syar'iyat. Al-Muwatha 2: 115-116) Contoh lain: "Seorang A'raby meminum minuman 'Umar. 'Umar meminta minumannya itu. Bagaimana mungkin Nabi saw menghalalkan sesuatu dengan tindakan yang haram? (Bukankah bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrim itu haram. Yang kemudian menjadi persoalan adalah tindakan 'Umar. Aisyah mengambil cara ini bila ada lakilaki yang ingin masuk ke rumahnya Ia menyuruh saudaranya. Mereka mempersoalkan cara menyusukan itu. (Malik. apalagi menyusu kepadanya?). yaitu aliran yang berpegang kepada teks-teks syari'at secara . Aliran tersebut sebenarnya adalah skripturalisme. sebetulnya hanyalah salah satu aliran peninjauan kembali fiqh.menurut Anda? Rasulullah saw. Yang dipersoalkan bukan hanya penafsiran nash-nash tetapi juga metode pengambilan keputusan. Ahkam al-Qur'an 2:565). Dengan merujuk pada hadits yang mengharamkan minuman keras --baik sedikit maupun banyak mereka telah membenarkan halalnya minuman keras karena dicampur air. Bukankah istri-istri Nabi saw yang lain menolaknya? Bukankah pada kitab hadits yang sama Umar ibn Khatab dan Abdullah ibn Mas'ud hanya membenarkan susuan pada waktu kecil saja? Peristiwa yang kedua dijadikan dalil oleh sebagian pengikut madzhab Hanafi untuk menghalalkan minuman keras (khususnya Nabi) bila dicampur dengan air. Ia berkata: Siapa yang ragu untuk meminumnya.

. dan yang paling dekat dengan ahl al-hadits adalah mazhab Hanbali. maqashid syar'iyah dan sebagainya. filsuf dan sufi. Smith. yang mengumpulkan ribuan hadits dalam musnadnya. Karena itu. sekaligus merupakan fiqh baru yang dapat menjawab masalah-masalah baru akibat perubahan masyarakat. ketika menyampaikan khutbahnya di Makkah tahun 1355. tema umum Islam. Paham ini. Arkoun menyebut aliran ini logosentrisme yang ia gambarkan sebagai berikut: Di samping aliran ini ada aliran yang sangat menekankan rasio (akal). Pada Ibn Hazm. KEGAGALAN SKRIPTURALISME . Skripturalisme dan liberalisme keduanya berusaha mendobrak kebekuan pemikiran Islam. Karena itu. tapi berusaha menangkap menurutnya.kaku. Ibn Qutaybah memasukkan Ahmad di antara muhadditsin dan Ibn Jarir al-Thabari menolak Ahmad sebagai ahli fiqh. Yang paling dekat dengan ahl al-ra'y adalah madzhab Hanafi. kita harus memulai dengan menyorot kedua aliran ini secara kritis dibahas skriptularisme. mempengaruhi banyak aliran pembaharuan di seluruh dunia. kami mengikuti ijtihad Ahmad ibn Hanbal: (Mughniyah. dan yang ada hanya ijtihad. yang kemudian menjadi paham resmi Arab Saudi. LATAR BELAKANG SKRIPTURALISME Seperti diketahui dalam fiqh tabi'in. makna hakiki dari teks. dalam upaya menelaah kembali fiqh. ada dua aliran besar dalam fiqh Islam: ahl al-Ra'y dan ahl al-Hadits. Makna ini dianggap sebagai ruh ajaran Islam. Muhammad ibn Abd al-Wahab menolak "the corruption and laxity of the contemporary decline. dan terutama sekali pada Daud al-Zhahiri. dan kembali kepada al-Qur'an dan hadits sebagai satu-satunya jalan untuk memecahkan segala persoalan Islam. berkata: "Madzhab kami mengikuti dalil. Seperti Ibn Taymiyah. tugas ahli fiqh hanyalah mencari nash yang relevan. Semuanya terjadi karena Ahmad mendasarkan mazhabnya pada hadits Rasulullah saw (meski lemah). dan menolak qiyas kecuali dalam keadaan terpaksa. Aliran ini tak lagi terikat dengan bunyi teks. . The Encyclopedia of Islam menyebut Ibn Taymiyah sebagai the bitter enemy of innovations. Yang pertama menekankan rasio dalam pengambilan keputusan. ia mencela kaum mutakallim. Mereka melihat masa Salaf sebagai model. Yang kedua berdasarkan fiqh pada hadits walaupun lemah dan menolak penggunaan rasio. Jadi fiqhnya selalu merujuk pada nash-nash al-Qur'an atau hadits.. Berbagai upaya rekonstroksi fiqh di dunia Islam sekarang ini berangkat dari kedua aliran tersebut. Paham Ibn Taymiyah dihidupkan kembali oleh Muhammad ibn Abd al-Wahab lima abad kemudian.the alien intellectualism not only of philosophy but also theology" (Smith.. 1987:95). Mereka menolak ta'wil dan menerima hadits secara harfiyah. memang lebih terkenal sebagai ahli hadits dari pada ahli fiqh. Imam Ahmad ibn Hanbal. Raja Malik ibn Abd al-Aziz. Mazhab-mazhab fiqh terletak di antara kedua ekstrim itu. 1968:42). bila tidak ada. fatwa para sahabat.C. the introvert warmth and other wordly pety of the mystic way. yaitu liberalisme. bila ada. kesetiaan pada teks sangat ekstrem. Dalam kalimat W. Ibn Taymiyah memperkuat gerakan anti rasionalisme ini dengan menolak setiap penggunaan logika dalam khazanah ilmu-ilmu Islam dan sekaligus menolak praktek-praktek yang tidak ada dasarnya dalam teks al-Qur'an dan hadits.

tetapi tidak berdasarkan dalil yang disetujui mereka. 1981:26). Dalam skala makroskopis. dan zakat perdagangan. Kedua. skripturalisme tidak dapat menyelesaikan kemusykilankemusykilan yang terjadi ketika melakukan istidlal (memberikan dalil-dalil hukum) dari nash-nash. menurut Fazlur Rahman. Kaum sufi. mukhtalaf al-hadits. "since the leaders of these movements were interested in negating some of the influences of the medieval school of islamic thought and law. bukan tidak mengikuti sunnah. Pada saat yang sama. Sebagian di antara mereka akhirnya menggunakan qiyas juga. Madzhab yang lain akan dianggap menyimpang dari al-Qur'an dan sunnah. mereka telah mematikan telaah filosofis. skriptualisme menyingkirkan pengalaman mistikal dari kehidupan beragama. membaca dzikir bersama. zakat emas dan perak. yang mencoba menangkap makna batiniyah dari nashnash. mengobrol dengan ahli surga. orang-orang awam tidak merasa perlu lagi dengan kehadiran fuqaha. skripturalisme terbukti tidak menjawab berbagai masalah kontemporer. dianggap bid'ah. Praktek-praktek keagamaan yang tidak secara spesifik ditunjukkan dalam nash. yang disebut bid'ah adalah apa saja yang tidak merujuk pada dalil yang telah dipilihnya. qawaid ushul al- . Selanjutnya. tidak ada contohnya dari Nabi saw). Keempat. makna haqiqi dan majazi. Padahal. membaca shalawat kepada Nabi saw. --dan di Indonesia-menyelenggarakan upacara tahlilan dan marhabanan dianggap tidak mengikuti sunnah Rasulullah saw (dalam bahasa orang awam. Tidak ada maksud saya --dan bukan tempatnya di sini-. menggunakannya dalam menjelaskan zakat profesi. tetapi juga dikafirkan. makna 'am dan khash dan sebagainya. paham ini melahirkan orang-orang yang wawasannya sempit. penentuan keshahihan hadits. tertawa dan sebagainya.untuk merinci dalil-dalil orang-orang yang mempraktekkan upacara-upacara agama tersebut. yang menolak qiyas. Al-masail al-lafzhiyah --seperti makna lughawi. Pertama. Pada tahap institusional. Dengan menolak ta'wil. Para pengikutnya tidak lagi "menikmati" agama dan sebagian mengalami ketidakpuasan rohaniah. saya kira. Wacana teologi menjadi gersang. skripturalisme. tetapi tanpa aturan yang konsisten. Filsafat bukan saja dijauhi. dianggap sesat. Karena skriptualisme menerima teks-teks al-Qur'an dan hadits dengan apa adanya. Bukankah segala persoalan dapat diselesaikan dengan merujuk pada dalil-dalil al-Qur'an dan hadits. Ketiga. mereka menetapkan keharusan percaya bahwa Ia turun ke langit dunia. kaum skripturalis telah menghilangkan pengalaman beragama (religious experiences) yang emosional. dalam aqidah. Dengan menyingkirkan mistisisme. Ada yang mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat pertanian. kelima. Sebagian kaum modernis di Indonesia. Mereka membentuk kelompok-kelompok. makna 'urfi (kebiasaan). they inevitably took a negative attitude toward the intellectual and spiritual developments that had taken place in the intervening centuries" (Rahman. yang memuncak pada fragmentasi umat. Muncullah para "mujtahid" yang tidak berkualifikasi.Keyakinan bahwa kesetiaan pada teks al-Qur'an dan hadits cukup untuk memecahkan persoalan ternyata hanya simplikasi. Salah satu contoh adalah perbincangan tentang zakat profesi atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak diwajibkan zakat padanya. Qunut pada shalat Subuh. mengucapkan doa yang tidak ma'tsur. tapi merasa faqih. duduk di atas 'arasy. karena menolak wacana intelektual. mudah mendorong orang ke arah fanatisme. Ada beberara kegagalan skripturalisme. Terakhir.

dan ketika Rahman mengulas pemikiran modernis dan fundamentalis. Kritik terhadap skripturalisme sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela liberalisme. tapi kaum liberalis modern justru mengambil inspirasi dari tafsir bi alma'tsur. Di bawah ini saya akan mengulangi lagi akar pemikiran kaum liberalis dengan mengutip apa yang pernah saya tulis pada pengantar buku Islam dan tantangan Modernitas. secara khusus kita akan mengambil contoh pemikiran Ibrahim Hosen dan Fazlur Rahman untuk menggambarkan pokokpokok pemikiran kaum liberalis. Yaitu yang berhubungan dengan ibadah ritual (kelak disebut huquq Allah) dan yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial (kelak disebut huquq al-'ibad).fiqh dan masalah-masalah lain yang berkaitan dengan penafsiran nash tidak mendapat perhatian. SEJARAH MADZHAB LIBERALISME Fiqh kaum liberal dapat dilacak pada madzhab ahl al-ra'y di kalangan para sahabat Nabi. Karena itu. kita dapat merumuskan kaidah-kaidah baru dalam menegakkan fiqh yang lebih relevan dan signifikan. Setelah itu. Akibat kegagalan skripturalisme tersebut. Mereka bersedia meninggalkan makna lahir dari teks untuk menemakan makna dalam dari konteks. keduanya menggaungkan kembali perbedaan pendapat para sahabat tentang sunnah Rasullah saw. para pembaru mencoba mendobrak stagnasi dengan melakukan salah satu di antara dua pilihan. but which goes beyond them. orang tidak memberikan solusi terhadap segala kemusykilan ini. Pada gilirannya. there is a need for an effort at understanding which is based on the words. FIQH KAUM PEMBARU: MADZHAB LIBERALISME Seperti telah disebut di atas. Tulisan ini hanya ingin mengingatkan kita akan pentingnya penilaian kritis terhadap pendekatan pada fiqh. seeking that which is represented or revealed by language. For Islamic liberals. liberalisme juga sangat rentan terhadap berbagai problem. Mereka kembali secara ketat pada teks-teks al-Qur'an dan al-hadits atau mereka berusaha menemukan ruh atau semangat dari ajaran al-Qur'an dan al-hadits. saya akan mengutip deskripsinya tentang kaum liberalis Islam. Yang pertama kita sebut skripturalisme (sudah dibicarakan) dan kedua. pada akhirnya saya akan mengajukan kritik. Seperti biasa. Apakah Nabi Muhammad saw berijtihad? Banyak para sahabat membagi perintah-perintah Nabi ke dalam dua bagian. karena berusaha secara bebas untuk menggunakan penalaran. the language of the Qur'an is coordinate with the essence of revelation. Fiqh al-ra'y sebenarnya sejajar dengan tafsir al-Qur'an bi aldirayat. Walaupun saya tidak akan membahas pokok-pokok pikiran kaum liberal Islam seperti yang dipaparkan Leonard Binder. but the content and the meaning of revelation is not essentially verbal. sesudah mengutip sejarah ijtihad bi al-ra'y saya akan mengutip juga perkembangan tafsir bi al-ma'tsur. makna wahyu di luar arti lahiriah dari kata-kata. . kita sebut liberalisme. Jadi ciri khas kaum liberalis ialah upaya untuk menangkap esensi wahyu. Since the words of the Qur'an do not exhaust the meaning of revelation. Melalui studi kritis terhadap keduanya. 6. TRADISI IJTIHAD BI 'L-RA'Y Ketika [brahim Hosen berbicara tentang ta'aqquli dan ta'abbudi.

ijtihadnya boleh jadi benar atau salah. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Pada bagian kedua. Dalam kasus-kasus ini. Kalau tidak ada tangisan.Mereka menerima yang pertama secara ta'abbudi. Ketika Umar dan Utsman --pada zamannya masing-masing melarang haji tamattu" Ali menentangnya. Umar berkata. dan Allah membenarkan ijtihad 'Umar. Para ahli hadits meriwayatkan berbagai peristiwa ketika ijtihad Nabi berbeda dengan ijtihad 'Umar. "Nabi saw dalam keadaan sakit parah. dalam kitab tarikhnya." Abdullah ibn Mas'ud berkata seperti itu juga: "Aku ." kata Nabi. Utsman berkata: "Aku tidak melarangnya. aku akan menangis. "Kamu lebih tahu urusan duniamu?" Bukhari meriwayatkan peristiwa yang oleh Ibn 'Abbas disebut sebagai "tragedi hari Kamis". tetapi ia hanya berbicara berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya. Ibn Katsir. sangat takut kepada Umar dan tidak menemukan orang yang melawan pendapat Umar kecuali Ali ibn Abi Thalib. yang berkata: "Barang siapa melakukan tamattu'. Mereka tidak membedakan huquq al-'ibad dan huquq Allah dalam instruksiinstruksi Nabi yang bernilai tasyri'. Dalam keadaan sakit. Rasulullah saw sering berijtihad. Di tangan kalian ada kitab Allah." Nabi kemudian menceritakan tentang wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Nabi. Nabi menginginkan agar para tawanan Badar dibebaskan dengan tebusan. "tidak akan ada yang selamat kecuali Umar ibn Khaththab. Ibn Abi al-Hadid membenarkan kedua sahabat itu. Ini hanyalah ra'yu yang aku pegang.a." Ketika Ali menegur Utsman yang melarang tamattu'. Ketika Abu Bakar dan Umar meninggalkan pasukan Usamah. "Dengan ini kalian tidak akan sesat selamanya"' kata Nabi. ia sudah menjalankan kitab Allah dan sunnah NabiNya. Bukankah Nabi mengatakan." (QS 53:3). dari Umar. sedangkan 'Umar mengusulkan untuk membunuh mereka. aku akan berupaya menangis seperti tangisan Anda. Sebagai lawan mereka --dalam pemikiran-. tapi Umar melarangnya. Kalau benar." Karena Umar adalah primadona dari kelompok pertama para sahabat ini. silakan ambil ra'yu-ku. Nabi hendak menshalatkan 'Abdullah ibn Ubayy.adalah madzhab Alawi." Tampaknya Umar berpendapat bahwa kondisi sakit Nabi melahirkan ijtihad Nabi yang tidak perlu diikuti. "Sesungguhnya Nabi saw mengirimkan pasukan itu berdasarkan Ijtihad dan bukan berdasarkan wahyu yang diharamkan membantahnya. Nabi menyuruh sahabatnya mengambil dawat dan pena untuk menuliskan wasiatnya. wahyu selalu turun membenarkan Umar. yang terdiri atas sahabat-sahabat yang berkumpul di sekitar Ali ibn Abi Thalib. menulis: "Para sahabat r. Kalau tidak. padahal Nabi memerintahkan mereka untuk berada di dalamnya. tinggalkan saja." Umar juga diriwayatkan berkata: "Inilah ra'yu Umar.merupakan justifikasi terhadap peluang menggunakan ra'yu dalam menghadapi sunnah (yang berasal dari Ijtihad Nabi). "Seandainya azab turun. dari Allah dan kalau salah. Tidak ada ijtihad Nabi. dan yang kedua secara ta'aqquli. 'Umar bertanya: "Apa yang menyebabkan Anda dan sahabat Anda menangis? Kalau ada sesuatu yang patut aku tangisi. di sini para sahabat tidak merasa terikat dengan sunnah. Cukuplah buat kita kitab Allah itu. kemudian kita pun menyebut madzhab pemikiran mereka sebagai madzhab Umari. Kalau orang mau. disertai Abu Bakar pernah menangis terisak-isak menyesali kekeliruan ijtihadnya. "Ia tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya." Hadits-hadits di atas --walaupun keabsahannya harus kita teliti secara kritis-. Karena itu.

sehingga lahirlah mazhab Kufah yang menitik-beratkan Fiqh al-ra'y. Ali tetap tinggal di Madinah. tetapi mengaplikasikan nash secara baik. daerah Hijaz. saya mati. Umar menyuruh mengumpulkan hadits-hadits itu dan memerintahkan untuk membakarnya. manusia sesudahmu akan lebih daripada itu. tetapi membentuk kontinum. Abu Sa'id.memerintahkan pembantunya untuk menyalakan api pembakaran. yang pertama kali melakukan tadwin hadits adalah Ibn Syihab al-Zahri atas perintah Umar ibn Abd al-Aziz.". Konon. halalkan yang halal dan haramkan yang haram. ia datang menemuiku dan berkata. "ambilkan hadits-hadits yang ada padamu. 'Aisyah melaporkan: "Ayahku telah mengumpulkan 500 hadits Nabi saw.kepada al-Qur'an. hadits-hadits yang kalian perselisihkan. yaitu. Abu Zahrah menulis: "Tidak seorang sahabat pun meninggalkan nash demi ra'yunya atau kemaslahatan yang dipandangnya. fiqh al-ra'y dan fiqh al-atsar ini tidak terpilah tegas. (2) madzhab ini mengutamakan ra'yu ketimbang al-Sunnah. "Hasbuna Kitab Allah. khusus di kalangan ahl al-Sunnah. Alasan Umar: "Aku khawatir hadits-hadits itu akan memalingkan orang dari Kitab Allah. Ketika Utsman melarang menggabungkan haji dengan 'umrah. Pada suatu pagi.mengatakan ini dengan ra'yuku. Akibatnya. ia lemparkan semua tulisan. Di kalangan madzhab-madzhab ahl al-Sunnah. penulisan hadits terlambat sekitar dua abad." Para tabi'in dari Kufah kelak berguru kepada Abdullah ibn Mas'ud. Ibrahim al-Nakha'i. Fiqh al-ra'y makin diperteguh dengan kecenderungan umum madzhab Umari untuk mengabaikan penulisan hadits. Sesungguhnya maslahat yang difatwakan sahabat tidak bertentangan dengan nash. Sejarah singkat madzhab 'Umari ini menunjukkan tiga ciri khasnya: (1) madzhab ini memusatkan perhatian utamanya --dan seringkali dengan mengabaikan yang lain-. dan (3) madzhab ini menekankan aspek maqashid syar'iyyah atau kemaslahatan umat untuk menetapkan hukum. tak memperkenankan penggunaan . ia menegur Ali: "Kau lakukan itu padahal aku melarangnya?" Ali menjawab: "Aku tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah saw karena (ra'yu) salah seorang manusia. Ashim. dan berkata: "Kalian meriwayatkan dari Rasulullah saw." Tradisi pengabaian penulisan hadits --dan sekaligus pembakarannya-dilanjutkan oleh tabi'in. Prinsip mereka dalam pengambilan hukum." Kita pun kemudian mengetahui bahwa di Madinah. Madzhab-madzhab itu berbeda dalam intensitas penggunaan nash dan ra'yu." Abu Bakar juga pernah mengumpulkan orang setelah Nabi wafat. Walaupun begitu. Rasul Ja'farian menyebutkan nama-nama ulama tabi'in yang melarang penulisan hadits. Al-Hasan ibn Abi al-Hasan --menjelang kematiannya-. Untuk menangkis tuduhan bahwa Umar sering meninggalkan nash-nash al-Qur'an secara sengaja. yang menekankan Fiqh al-atsar. dan lain-lain. Abu Burdah." Lalu saya berikan kepadanya. berkembanglah madzhab Hijaz. dan meninggalkan hadits-hadits itu padamu. Bila ada yang bertanya kepada kalian. Ali Yafie melukiskannya sebagai lingkaran-lingkaran: "Lingkaran paling dalam (pertama) merupakan kelompok yang paling sedikit menggunakan ra'yunya. Ke dalamnya. Nanti. sebelum ia memindahkan ibu kota ke Kufah pada masa kekhalifahannya. Sementera itu. Ia membakarnya dan berkata: "Saya khawatir. berdasarkan pemahaman yang benar akan maksud-maksud syara'. dan kurang terikat pada zhawahir (makna tekstual) dan nash. Bila benar." kata Umar. Allah dan Rasul-Nya terlepas darinya. kecuali satu buku saja. Janganlah meriwayatkan sesuatu pun dari Rasulullah saw. Sa'id ibn Jubair. periwayatan hadits tetap berlangsung sampai zaman Umar. jawablah: "Di antara Anda dan kami ada Kitab Allah. ia berasal dari Allah dan bila salah ia berasal dari setan.

"Lingkaran ketiga. Ketika Raqabah ibn Musqilah ditanya tentang Abu Hanifah. Abu Hanifah tidak tertarik untuk menemui mereka. terakhir. ia menjawab: "Abu Hanifah adalah orang paling pandai tentang apa yang sudah terjadi." Katanya: "Rasulullah berkata. marilah kita melihat madzhab Hanafi." Untuk memberikan contoh madzhab yang paling "Umari". pada bab khusus. Hanya intensitas penggunaannya sangat sedikit." Kata Abu Hanifah: "Bila jual beli wajib. "aku mendengar Yusuf ibn Asbath berkata. karena diprakarsai Dawud al-Zhahiri yang dilanjutkan Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. . tidak ada khiyar. Disadari atau tidak. Kata Abu Hanifah: "Isy'ar adalah penganiayaan. adalah mazhab yang frekuensi penggunaan akalnya lebih banyak. ia akan mengambil banyak pendapatku. hal itu dikarenakan Abu Hanifah sangat memperketat syarat-syarat penerimaan hadits. kuda mendapat dua bagian." Kata mereka: "Pada zaman Abu Hanifah. Kataku: "Berikan sebagian contohnya.akal. Dalam proses pengambilan hukum. madzhab ini lebih banyak menggunakan analogi atau qiyas. Kata Dr. Madzhab yang menggunakan kaidah semacam ini disebut madzhab alZhahiri. Kata Abu Hanifah: "Undian itu judi. Ia menolak banyak hadits demi ra'yu. Madzhab ini dipelopori oleh Imam Hanafi. Bukankah agama itu ra'yu yang baik?" Barangkali ini penegasannya tentang keharusan nash tunduk pada analisis rasional. menyebut hadist-hadist yang ditolak Abu Hanifah dan mencapai 150 hadits. kelompok yang disebut madzhab Maliki yang dipelopori Imam Malik. Mazhab ini disebut mazhab Hanbali yang dipelopori Imam Ahmad ibn Hanbal. "Lingkaran keempat adalah madzhab Syafi'i yang dipelopori Imam Syafi'i. merupakan madzhab yang menggunakan rasio agak lebih intens daripada kelompok pertama tadi." Rasulullah melakukan isy'ar (melukai punggung unta) sebelum menyembelih hewan kurbannya. Kata Ibn Khaldun. "Sedangkan kelompok kelima." Ibn Abu Syaibah dalam bukunya. Ia memprioritaskan ra'yu dalam mengeluarkan keputusan fiqh. "Lingkaran yang kedua. Simaklah riwayat yang diceritakan Dr. Kaidah mereka: la ra'yu fi al-din (tidak ada tempat rasio dalam agama). Madzhab ini banyak dilaksanakan di Saudi Arabia. prajurit mendapat satu bagian. Ahmad Amin. kurangnya hadits pada Abu Hanifah menunjukkan bahwa ia tidak merasa puas dengan menyampaikan hadits saja." Yang dimaksud dengan apa yang sudah terjadi adalah hadits-hadits Nabi. Abu Hanifah memang hanya sedikit meriwayatkan hadits. . Abu Shalih al-Fura menuturkan. Apa yang belum terjadi adalah ketetapan hukum berdasarkan qiyas. Akal lebih dipentingkan dalam proses pengambilan hukum daripada hadits.. Doktrin mereka menyatakan bahwa hadits dha'if harus lebih diprioritaskan daripada akal. Abu Hanifah pernah dilaporkan berkata: "Seandainya Rasulullah berjumpa denganku. Kata Abu Hanifah: "Aku tidak akan menjadikan bagian binatang lebih banyak daripada bagian seorang Mukmin." Nabi mengundi istri-istrinya kalau mau bepergian. ada empat orang sahabat. Abu Hanifah menolak 400 atau lebih hadits Nabi saw.. Ali Hasan Abd al-Qadir: "Musuhmusuh Abu Hanifah menuduhnya tidak memberikan perhatian besar pada hadits. Kaidah mereka adalah al-Mashalih al-Mursalah." Nabi bersabda: "Dua jual beli dengan khiyar sebelum keduanya berpisah. ia menguji hadits dengan pertimbangan psikologis dan konteks sosial. Doktrinnya menyatakan bahwa rasio harus diperhatikan guna pertimbangan kemaslahatan. madzhab ini sebenarnya juga menggunakan rasio.

ketika merumuskan metodologi ijtihadnya. bagi madzhab Hanafi. antara lain pada masa al-Mahdi. Rahman hampir sepenuhnya berpijak pada tafsir bi 'l-dirayat. maka tafsir itu disebut tafsir bi 'l-riwayat atau tafsir bi 'l-ma'tsur. Untuk mengapresiasi metode penafsiran Rahman.maka kita menyebutnya tafsir bi al-dirayah atau tafsir bi 'l-ra'y. dan menjelaskan maknanya serta menggali hukum-hukum dari hikmahnya. baru tafsir al-Qur'an dengan al-Sunnah (misalnya. Tafsir --menurut Muhammad Ali al-Shabuni-. Sesudah itu. al-Hadi dan al-Rasyid. tidak berbeda dari Ibn Taimiyah bagi madzhab Hanbali. dan menetapkan "sunnah yang dikenal baik" sebagai kriteria terhadap "semangat dan sikap kolektif" dari hadits. Karena itu. Lewat tangan-tangan kekuasaan. tafsir bi 'l-riwayat seperti ini diambil Rahman ketika berbicara tentang hukum Islam dan ditinggalkan Rahman ketika membahas aspek teologis dan eskatologis ajaran Islam. Untuk yang terakhir ini. para mufasir menganggap taisir bi 'l-riwayat adalah yang paling dapat dipercaya. sebagai latar belakang teoretis dalam memahami penafsiran al-Qur'an yang dirumuskan oleh Rahman. al-Hadits. Daerah-daerah madzhab Hanafi antara lain Mesir dan Pakistan. Ia memegang jabatan qadhi pada masa-masa kekhalifahan 'Abbasiyyah. Muhammad saw. Uraian di atas diberikan untuk menjelaskan dasardasar pemikiran Rahman pada perkembangan pemikiran Islam klasik. sebagaimana kritik Rahman terhadap hadits (sunnah) dapat ditelusuri pada kritik fuqaha al-ra'y terhadap fuqaha al-atsar. Rupanya. TAFSIR BI 'L-RIWAYAT DAN TAFSIR BI 'L-DIRAYAT Fiqh al-atsar mempunyai tandingan dalam tafsir bi al-riwayat. menerima hadits dengan sikap kritis.Salah satu murid terkemuka dari Abu Hanifah adalah Abu Yusuf. Di antara jenis-jenis tafsir bi 'l-riwayat. sebagaimana fiqh al-ra'y mempunyai persamaannya dalam tafsir bi 'l-dirayat. Fazlur Rahman dilahirkan. . kritik terhadap Rahman juga dapat dilacak pada kritik fuqaha al-atsar terhadap fuqaha al-ra'y. Ia memuji Abu Yusuf karena memberikan penafsiran yang situasional kepada hadits yang "berdiri sendiri". Cukuplah dikatakan bahwa dengan mempelajari fiqh-fiqh klasik. lewat asbab al-nuzul). Anehnya. Di antara kedua jenis tafsir itu. Di Mesir. Rahman. Di Pakistan. tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an adalah yang paling baik. madzhab Hanafi tersebar ke seluruh kekuasaan Islam. Kita akan membicarakan kritik pembaruan Rahman di akhir tulisan ini. Ibrahim Hosen mereguk ilmunya. (Untuk menggembirakan kita semua kedua-duanya berhak disebut Syaikh al-Islam). kemusykilan kedua penafsiran ini akan kita lihat. pendapat sahabat dan tabi'in. Bila tafsir itu berpijak pada ijtihad mufasir --dengan mengerahkan kemampuan nalar dan/atau intuisinya-. Tafsir Kontekstual-hanya dapat diterima oleh orang yang tidak mempunyai dasar dalam pemikiran Islam tradisional.menyebut Abu Yusuf. dari sinilah Rahman mengajak kita untuk menafsirkan al-Qur'an dengan melihat al-Qur'an secara keseluruhan dan dengan melihat "sebab-sebab pewahyuan". Sebelum sampai ke situ. Bila tafsir itu diperoleh dengan menukil penjelasan dari al-Qur'an lagi. kita akan terkejut menemukan bahwa klaim orisinalitas pembaruan Rahman –yang berulangkali disebut Taufik Adnan Amal dalam bukunya. ada baiknya kita juga meninjau perkembangan metodologi penafsiran al-Qur'an. Tidak heran kalau Fazlur Rahman sering --bahkan paling sering-. Kita tidak akan membicarakan pengaruh Abu Yusuf terhadap metodologi Rahman (dan juga Hosen).adalah ilmu untuk memahami Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya.

al-Najm ayat 42. menafsirkan kata zhulm dalam.Pertama kali. kita akan melacak kemusykilan asbab al-nuzul. seperti kata-kata yang membentuk kalimat tunggal yang berkaitan dengan lafadz yang ingin kita pahami. (QS 37:95). atau menjelaskan istilah-istilah yang dipergunakan dalam al-Qur'an. Setelah itu Allah mematikan mereka dan menghidupkan mereka kembali pada Hari Kiamat." Yang dimaksud dengan "khalifah" dalam surah al-Baqarah ayat 30 tidak terbatas pada Adam. Tafsir maudhu'i baru muncul belakangan. dalam Tafsir al-Mizan." Misalnya. Yang dimaksud dengan kata al-mustaqar dalam surah alQiyamah ayat 12 adalah "tempat kembali" dengan melihat surah al-Insyiqaq ayat 6. Banyak kitab tafsir mengaku menggunakan metoda ini. yang --menurut Rahman-dapat mengungkapkan latar belakang situasional. kita akan menemukan prosedur penafsiran Qur'ani yang bermacam-macam. ayat "Dan Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat" (QS 37:96). Yunus ayat 14. tetapi meliputi anak-cucunya. serta menggali prinsip-prinsip universal ajaran Islam. Selanjutnya. ketika berada dalam tulang sulbi orang tua mereka. Kedua. atau bersifat haliyah. mempermudah makna yang sulit. Ali ibn Abi Thalib menyimpulkan bahwa waktu minimal kehamilan adalah enam bulan. Jadi jelas. Nabi saw. Bahwa "apa yang kamu perbuat" adalah berhala-berhala itu. Tradisi Nabi ini dilanjutkan oleh para sahabat. seperti kasus-kasus atau fenomena yang menjadi petunjuk bagi topik yang dibicarakan. 2:185) dan al-Sunnah. al-'Alaq ayat 8. baik yang bersifat lafdziyah. Semula manusia mati. uraikan Pertama. 7:52. Ayat ini terdapat dalam kisah ucapan Ibrahim kepada para penyembah berhala. Akhirnya. Tafsir al-Qur'an dengan al-Qur'an mempunyai basis dalam petunjukpetunjuk al-Qur'an sendiri (QS 11:1. kita akan menelusuri akar-akar penafsiran Rahman pada tafsir bi 'ldirayat. kita akan melihat problematik al-Qur'an yufassir ba'dhuhu bad'dhan. Kemudian Allah menghidupkan mereka di dunia. kita jalan yang ditempuh oleh al-Thabathaba'i. dengan melihat surah al-A'raf ayat 69. membedakan ketetapan legal dari sasaran dan tujuan al-Qur'an. "ayat-ayat lain dipergunakan untuk memahami ayat-ayat yang mujmal atau sama. wa lam yalbisu imanabum bi zhulm (QS 6:82) sebagai syirk berdasarkan ayat inn al-syirk la-zhulm 'azhim (QS 31:13). kita dapat membaginya ke dalam kelompok: tafsir Qur'ani yang murattab (berdasarkan urutan ayat dari al-Fatihah sampai al-Nas) dan tafsir Qur'ani maudhu'i (berdasarkan tema-tema atau topik-topik tertentu) Untuk mengetahui prosedur penafsiran qurani yang murattab. padahal Allah menciptakan kamu serta apa yang kamu perbuat (QS 37:96). Tanpa melihat konteks ayat. Perbedaan antara tafsir maudhu'i dengan tafsir murattab mirip dengan perbedaan antara thesaurus dengan . kita akan terjatuh ke dalam paham Jabbariyah. Yang dimaksud dengan konteks adalah "semua yang mengungkapkan ( makna) lafadz yang ingin kita pahami dari petunjukpetunjuk yang lain. Apakah kamu menyembah barang yang kamu pahat. yang menjadi pijakan Rahman. dari penafsiran QS 31:14 dengan QS 46:15. Abd al-Karim alKhathib al-Mishri bahkan menamai kitab tafsirnya al-Tafsir al-Qur'ani li alQur'an. Bila kita teliti kitab-kitab itu. Ibn Abbas menafsirkan dua kematian dan dua kehidupan dalam surah Ghafir ayat 11 dengan merujuk kepada surah al-Baqarah ayat 28. dan al-Qhashash ayat 88. Paling tidak. "maka ayat-ayat al-Qur'an dilihat dari konteks ayat-ayat itu" (siyaq al-ayat). dan alNaml ayat 62.

Terakhir. TAFSIR KONTEKSTUAL FAZLUR RAHMAN Rahman dalam Tema Pokok al-Qur'an memperinci metodologi penafsiran alQur'an dalam tiga langkah. KRITIK PADA FIQH IBRAHIM HOSEN . ketiga. Kita memperoleh manfaat lain dari pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu dengan tetap berpijak pada pandangan Qur'ani yang utuh tentang topik tersebut. kita harus mengambil sunnah Rasul dari segi jiwanya untuk tasyri al-ahkam dan memberikan keleluasaan sepenuhnya untuk mengembangkan teknik dan pelaksanaan masalah-masalah keduniawian. kita harus sanggup menyimpulkan prinsip-prinsip umum ajaran al-Qur'an. Ketiga. Kedua. dan menjelaskan metodenya sebagai berikut: ". Ibrahim Hosen. Keempat. Al-Qur'an menunjukkan dalam setiap surah atau setiap tempat.. dan karena kita tidak mengetahui konteks turunnya ayat itu atau petunjuk-petunjuk situasional yang berlaku pada masyarakat Islam saat itu.ditulis oleh Muhammad alBaqir al-Abthahi. pembedaan antara ketetapan legal dengan sasaran dan tujuan al-Qur'an. Seringkali kita mengalami kesulitan untuk memahami ayat atau mengetahui tujuannya karena jarak kita yang jauh dari zaman wahyu. 26. (Kita) kumpulkan setiap ayat yang berkaitan dengan pengertian tertentu dan topik tertentu. kita harus menggeser perhatian dari masalah pidana yang ditetapkan oleh nash kepada tujuan pemidanaan. Ja'far Subhani menulis serial mafahim al-Qur'an (sampai sekarang sudah selesai lima jilid). pemahaman sasaran al-Qur'an dengan memperhatikan latar belakang sosiologisnya.dictionary. kita harus mendukung hak pemerintah untuk mentakhshish umumnya nash dan membatasi muthlaqnya. dalam satu tempat. kita harus mengganti pendekatan ta'abbudi terhadap nash-nash dengan pendekatan ta'aqquli. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ini pernah mengajukan saran-saran bagi pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. dapat membantu kita dalam menghilangkan kekaburan dan ketidakjelasan. Ia mengusulkan enam hal. bergerak dari yang khusus kepada yang umum. Dalam perkembangan pemikirannya yang kemudian.. Pertama.. ketiga langkah ini merupakan langkah pertama dalam perumusan prinsip-prinsip hukum Islam. Amal dan Pangabean memperincinya dalam Tafsir Kontekstual al-Qur'an. kita harus melepaskan diri dari masalikul'illah gaya lama dan mengembangkan perumusan 'illat hukum yang baru. Mengumpulkan ayat-ayat dalam hubungannya satu sama lain. Dari ketiga langkah tersebut di atas. Nanti. yaitu. kedua. ". Pengantar pada tafsir ini –sepanjang pengetahuan saya dari kalangan kaum Muslim-.. Pertama. Tafsir maudhu'i dimulai dari topik. pendekatan historis untuk menemukan makna teks. Kadang-kadang ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tertentu tersebar pada surah-surah yang berbeda atau pada tempat-tempat yang berbeda dalam surah yang sama. kemudian dikumpulkan ayat-ayat yang berkenaan dengan topik tersebut. Ayat-ayat itu kemudian disusun dan dirangkai begitu rupa sehingga dihasilkan kesatuan pandangan yang lengkap dan kesatuan pemikiran yang menghimpun dan meliputi seluruh ayat tersebut. prinsip-prinsip umum ini kita aplikasikan untuk memecahkan masalah-masalah konkret dewasa ini." POKOK-POKOK PEMIKIRAN MADZHAB LIBERALISME Pendapat Prof. Secara operasional. salah satu aspek dari topik tertentu itu. Kelima. kita harus meninggalkan pemahaman harfiah terhadap al-Qur'an dan menggantinya dengan pemahaman berdasarkan semangat dan jiwa al-Qur'an.

Saya yakin. al-Nur: 31) jelas menunjukkan perintah memakai kerudung sampai menutup dada. ketika kita meninggalkan makna lahir teks dan mencari jiwa atau semangat teks. pemikiran seperti ini tidak memerlukan usaha yang sungguh yang menjadi makna ijtihad. Kita tidak perlu terikat pada teks-teks lahir al-Qur'an dan Sunnah. Semangat ajaran Islam itu kesucian diri. ketika kita harus meninggalkan produktivitas. Kita harus menggunakan akal (ta'aqquli). Kata sebagian orang. Tanpa kriteria ini kaum liberalis dapat membawa kita ke arah tadhyi (pengabaian nash) dan tahrif (penyimpangan makna). KRITIK PADA FAZLUR RAHMAN . Kata sebagian orang. Bukan semangat dari ajaran zakat ialah pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan? Ketika para sahabat bersiap diri menghadapi perang di bulan Ramadlan. Rasulullah menyuruh mereka berbuka. Sekarang. dahulu wanita-wanita Arab itu senang membuka dadanya untuk merangsang kaum pria. Ketiga. Kedua. Kita masih dapat mengumpulkan pendapat-pendapat lain. Pandangan ini menimbulkan beberapa kemusykilan. dengan mengganti 'illat qashar pada masyaqqah (kepayahan). yang dimaksud ialah hendaknya wanita memelihara kesucian dirinya dengan menutup diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Islam akan dipandang hanya sebagai suplemen dan bukan sebagai alternatif. fiqh akan lebih berfungsi sebagai pemberi justifikasi daripada jurisprudensi. kepastian hukum menjadi kabur. dengan menetapkan pemerintah sebagai pentakhshish dan pengtaqyid nash. Tetapi yang menjadi persoalan ialah apakah berpegang pada semangat al-Qur'an atau al-Sunnah itu berarti tidak usah setia lagi pada makna lahiriahnya. Mereka memerlukan tenaga dan kekuatan. Apa semangat dari larangan ini? Umat Islam sedang menghadapi tugas yang berat. Makna lahiriah dari teks. Dalam situasi seperti itu puasa boleh ditinggalkan. karena justifikasi tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. Sekarang kita abaikan makna lahiriah ini. hukum-hukum syari'at dapat berubah. Kita dapat menggashar shalat hanya karena kita baru saja menyelenggarakan seminar yang menguras energi. Apakah perempuan tidak perlu memakai kerudung bila ia sudah pandai menjaga diri tidak melakukan tindakan yang "merangsang"? Kita memerlukan kriteria kapan teks harus ditinggalkan demi makna yang lebih dalam dan kapan makna yang lebih dalam itu harus diperlakukan sebagai pengayaan makna lahiriah dan bukan pengabaiannya.Esensi dari pemikiran Hosen ialah jiwa atau semangat dari al-Qur'an dan Sunnah. apakah kita juga harus meninggalkan puasa. qashar tidak lagi berlaku dalam perjalanan tetapi dalam situasi apapun yang membuat orang payah. bukan menutupkan kerudung. Dengan kebebasan mencari 'illat baru. Kita tidak boleh menerima teks-teks itu begitu saja (secara ta'abbudi). Kita tidak perlu mengeluarkan zakat bila pemerintah sudah melakukan kebijakan pemerataan pendapatan dan memberikan santunan pada fakir miskin. Kita harus mencari semangat atau ruh perintah ini. ketika kita memerlukan tenaga untuk membangun. Perintah ini harus dipahami sebagai perintah untuk menahan diri dari perbuatanperbuatan yang mendorong orang ke arah pemuasaan nafsu. Dengan cara ini terbukalah peluang untuk memasukkan pikiran-pikiran non-islami ke dalam struktur syari'at Islam. Misal. kita meninggalkan makna obyektif yang sudah jelas dan memasuki makna subyektif yang tidak jelas kriterianya. berdasarkan pada 'illat baru. Kata "menutupkan kerudung" harus dipahami sebagai kata kiasan. "Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya sampai menutupi dada mereka" (QS. Dalam istilah sebagian orang. Pertama. Fiqh menjadi alat status quo dan bukan sebagai korektor.

datanglah kepada Rasulullah --baik dalam keadaan hidup atau mati dan mintakan agar beliau memohonkan ampunan buat kita? Kaum Wahhabi berpendapat bahwa tawassul itu syirik dan karena itu menganggap ayat ini hanya berlaku ketika Rasulullah masih hidup. tetapi --pada saut yang sama-"menilai bahwa literatur asbab al-nuzul itu seringkali sangat bertentangan dengan kacau-balau" (h. tetapi mempunyai motif-motif yang patut dicurigai. Dalam kalimat Shadr. Di antara yang sedikit itu. sebagian besar tidak tahan kritik --bahkan pada tingkat kritik rawi atau sanad. Rahman menyadari pentingnya asbab al-nuzul. yang terbukti seringkali ditulis oleh orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan historiografi. sangat sukar kita memperoleh gambaran utuh mengenai situasi sosial waktu itu. Pernah orang datang kepada Rasulullah saw. Yang paling musykil --dan justru di sini Rahman berpijak-. dari buku-buku tarikh. 224). seperti kata sebagian orang. "terdapat jarak yang sangat jauh antara situasi sosial ketika nash-nash itu dilahirkan dengan situasi sosial dewasa ini. Kadang-kadang ayat yang sama dijelaskan dengan asbab al-nuzul yang berlainan (ta'addud al-asbab wa al-nazil wahid). sebab itu khusus dan efek legalnya juga khusus. seperti yang dilukiskan oleh Taufik dalam buku ini (h. para orientalis --lewat "analisis sosiologi" mereka-dapat "membuktikan" pengaruh-pengaruh Kristen dan Yahudi dalam al-Qur'an.berkenaan dengan hubungan antara dengan asbab al-nuzul. meminta agar beliau memohon ampun kepada Allah untuk orang itu. 158). Setiap orang juga tahu bahwa asbab al-nuzul dan tarikh sangat . Karena itu. Seperti dikatakan Subhani. Di kalangan para mufassirin terjadi ikhtilaf apakah pelajaran (al-'ibrah) itu bersifat spesifik (bi khushush al-sabab) atau umum (bi 'umum al-lafazh).adalah menetapkan apakah asbab al-nuzul itu hanya berkenaan dengan peristiwa atau orang yang spesifik atau dapat digeneralisasikan. Mereka berpegang pada sebab yang khusus (bi khushush al-sabab). Kedua. Setiap orang akan setuju bahwa konteks historis sangat diperlukan untuk memahami alQur'an. Lebih dari itu. karena jarak kita yang jauh dari masa wahyu. sedang dalam situasi lain sebabnya khusus tetapi efek legalnya umum.Rahman seringkali tidak ragu-ragu menanggap hadisthadist sebagai "fiksi yang dirumuskan belakangan saja". Apalagi. Kemudian turun surah alNisa ayat 64. Di sini tampak bahwa prinsip umum yang diyakini oleh mufasir menentukan spesifikasi atau generalisasi asbab al-nuzul. ketika nash-nash itu dijadikan rujukan. Kemusykilan lainnya --yang terlalu panjang bila diuraikan di sini-.Metodologi Rahman --seperti telah disebutkan di atas-. Tuhan dapat membuat sejarah. Kadang-kadang sebab yang sama berkaitan dengan ayat-ayat yang berlainan (ta'addud al-nazil wa 'l-sabab wahid). tetapi hanya ahli sejarah yang dapat mengubah sejarah. Apalagi --sebagai pelanjut mazhab Umari-. Terdapat juga kemusykilan dalam menentukan apakah dalam situasi tertentu. sebagaimana yang telah banyak diketahui oleh para peneliti ulum al-Qur'an." Dari mana kita memperoleh informasi tentang situasi masa lalu itu? Pertama. hadist-hadist tentang asbab al-nuzul itu sangat sedikit. kita merumuskan situasi di zaman Nabi itu dari asbab al-nuzul. bila bertentangan dengan apa yang telah dipandangnya sebagai prinsip-prinsip umum ajaran alQur'an.bersandar sepenuhnya pada pendekatan historis untuk memperoleh makna teks dari analisis latar sosiologis untuk memahami sasaran al-Qur'an. Apakah meminta doa kepada Rasul itu hanya berlaku pada waktu Rasul masih hidup atau juga berlaku sekarang? Bukankah dari ayat ini dapat disimpulkan suatu prinsip umum: Bila berbuat dosa.

di tengah jalan ia dicegat Abu Sufyan. alkohol menjadi membahayakan sehingga pengkonsumsiannya tidak diperkenankan. ". Khamr tidak diharamkan. maka pengharaman ditegaskan berkali-kali --dari tahrim 'am sampai tahrim khash bi tasydid albaligh (pengharaman khusus yang sangat keras). ketika umat Islam belum merupakan suatu masyarakat (society). ketika Abu Jahal masih hidup.pengharaman khamr ini berlangsung secara gradual. Kita tidak tahu apakah Rahman setuju. Katakan Tuhanku hanya mengharamkan kekejian --baik yang tampak maupun yang tersembunyi-. cukuplah ayat ini saja." Bahwa khamr telah diharamkan sejak awal bi'tsah dapat dilihat pada peristiwa masuk-Islamnya A'sya ibn Qais. Yang ingin diketahui orang ialah bagaimana Rahman menarik kesimpulan dari ayat-ayat yang tidak ada asbab al-nuzul-nya. Tuhanku hanya mengharamkan kekejian. di Makkah. Dosa semuanya diharamkan dengan firman Allah. Apa prinsip umum yang dapat ditarik dari latar sosiologis ini? Kata Rahman. Khamr sudah diharamkan sejak awal kenabian. di dalamnya dosa besar. dan orang-orang Quraisy lainnya.penting. dan dosa. Kedua-duanya sangat dihajatkan terutama sekali untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai al-Qur'an ("ideal moral" alQur'an) atau sebab berlakunya hukum (ratio legis).. Muhammad mengharamkan khamr. kecuali untuk mempertegas (keharaman khamr) bagi menusia. Mereka bertanya kepadamu tentang khmr dan judi.al-Jashash menjelaskan: "Ayat ini menetapkan haramnya khamr.dan dosa (al-itsm) dan pembangkangan tak benar serta menyekutukan Allah. Peristiwa ini terjadi di Makkah. Katakanlah di dalamnya ada dosa besar (itsm kabir). Dengan menggunakan metodologi Rahman. juga. bagaimana kita dapat memastikan situasi sosial dari tarikh yang dapat kita akses.. Menurut Rahman --juga kebanyakan ulama-. Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Thabrani dari Mu'adz ibn Jabal disebutkan bahwa di antara yang pertama kali diharamkan pada permulaan kenabian adalah minuman khamr. Al-Itsm dalam ayat itu adalah khamr. Marilah kita ambil kasus khamr. Yang pertama mengharamkan khamr sebenarnya adalah surah al-A'raf ayat 33. para ahli tafsir sepakat menyebutkan surah al-Maidah ayat 90 sebagai ayat yang terakhir. al-A'raf:33).. Tentang surah al-Baqarah ayat 219 --yang dianggap Rahman dan kebanyakan mufassirin belum mengharamkan khamr-. jika kita menyimpulkan --dari kesimpulannya-." Inilah ratio legis haramnya alkohol. Al-A'raf termasuk surah yang turun dalam periode Makkiyah awal." kata mereka lagi. Dalam urutan pengharaman khamr. Ketika ia bermaksud menyatakan Islamnya di depan Rasulullah saw. Muhammad mengharamkan zina. Mula-mula khamr dipandang sebagai rahmat Tuhan (QS 16:66-69). "Aku tidak keberatan.bahwa pengkonsumsian alkohol secara individual dalam komunitas informal tidak haram. Seandainya tidak turun ayat lain yang mengharamkan. Menurut Thabathaba'i. Kata A'sya. Dan seterusnya. Setelah umat Islam terbentuk sebagai masyarakat. jauh sebelum turun surah al-Maidah. "Hai Abu Bashir. khamr diharamkan. Karena Allah berfirman. Abu Jahal. Rahman menunjukkan evolusi "sikap" al-Qur'an terhadap khamr. penelitian saya tentang pengharaman menghasilkan kesimpulan yang berbeda. tetapi hanya merupakan komunitas informal. ketika manusia menjadi sebuah masyarakat (society). Allah tidak saja . tetapi akhirnya dianggap sebagai perbuatan setan (QS 5:90-91). Abu Jahal terbunuh dalam perang Badar." "Abu Bashir. karena mereka menganggap enteng larangan ilahi ini." kata mereka. (QS. "Tidak turun ayat alMa'idah. sebagaimana ditegaskan dalam surah al-Baqarah ayat 214. Tetapi karena sahabat terus-menerus melakukan pelanggaran...

Ibn Hajar mendefinisikan sahahat sebagai "orang yang berjumpa dengan Nabi saw. 2. beriman kepadanya dan meninggal dalam Islam. karena yang dimaksud manfaat itu manfaat dunia dan semua yang diharamkan ada manfaat duniawi bagi pelanggarnya. 250. al-Nasai. Muhammad Taqiy al-hakim mengkritik kelemahan argumentasi al-Syatibi secara rinci. Beirut. tanpa kota. pengharaman khamr diulangulang --makin lama makin keras-. 6. tetapi (untuk khamr) mempertegasnya dengan menyebutkan dosa besar. yang harus lebih dahulu dirumuskan adalah kritik keduanya (yang kurang diperhatikan Rahman). CATATAN 1. Menurut riwayat. Muslim. 1974:133-143. Umar menjawabnya.. "Kami berhenti. Ibn Hajar al-Asqalani. tanpa tahun. Karena basis metodologi Rahman adalah tarikh dan asbab al-nuzul." Walhasil. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'at.Fath al-Bari. Kami berhenti!" Ini hanyalah sebuah contoh penggunaan metodologi Rahman dengan hasil yang sama sekali berbeda dari konklusi Rahman.menjelaskan bahwa dosa itu haram.T Al-Hakim Al-Ushul al-'Ammah fi al-Fiqh al-Muqaran. Al-Syatibi mengutip ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits untuk menunjang pendapatnya. Pada halaman yang sama. Mereka yang termasuk jumpa ini orang yang lama bergaul dengan Nabi atau yang sebentar. Dar al-Andalus. al-Ghazali menolak semua pendapat itu dan berkata. hal. Dar al-Fikr. Adapun kata manfaat bagi manusia tidaklah berarti menghalalkannya. Lihat: Fath al-Bari. 5. Bagaimana mungkin berhujjah dengan ucapan mereka dengan kemungkinan mereka salah. yang melihatnya tetapi tidak menghadiri majelisnya.Abu Ishaq al-Syatiby. yang berperang besertanya atau tidak. padahal mereka boleh ikhtilaf? Mungkinkah dua orang ma'shum ikhtilaf? Bagaimana mungkin. tanpa tahun.Abu Zahrah. 1:135. atau yang tidak melihatnya seperti orang buta". 1:443 al-Maktabah al-Salafiyah. sebagai penegas akan bahayanya.karena sahabat masih tetap melakukannya. 1:10 4. al-Ishahah fi Tamyiz al-Shahabah. 1:457 3. "Siapa saja yang mungkin salah atau lupa dan tidak tegas 'ishmahnya tidak boleh pembicaraannya menjadi hujjah. Pembaca yang tertarik dapat melihat M. 4:74. padahal sahabat sepakat bolehnya bertentangan dengan sahabat yang lain? Abu Bakar dan Umar tidak mengingkari orang yang berbeda ijtihadnya .Lihat al-Ghazali. Mathba'ah al-Maktabah al-Tijariyah.Riwayat ini dihimpun berdasarkan hadits Bukhari. Tarikh al-Madhahib al-Islamiyah. Ahmad Abu Dawud. Mesir: Mustafa Muhammad. Bagaimana mungkin menetapkan ishmah mereka tanpa hujjah yang mutawatir? Bagaimana dapat dibayangkan adanya 'ishmah. al-Mustasyfa. Karena itu surah al-Ma'idah 90 diakhiri dengan kata Mengapa kalian belum berhenti juga. Beirut. Ibn Majah.

dan kebajikan. Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:318.Kupasan tentang perdebatan ini. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Mahliqa Qara'i. "Ijtihad and the Practise of Ra'y". "Siapa yang mengkritik salah seorang di antara sahabat Rasulullah saw. 1:349. tak ada yang menentang hal ini kecuali orang-orang bid'ah yang menyirnpang" (Al-Ishabah 1:9. dalam Al-Tawhid. vol. 395-396). Sunan al-Baihaqi. Sunan al-Baihaqi 7:336. dalam Kayhan-e Andisheh NO. semuanya masuk surga. menulis. hal. al-hakim 2:196. 1:3. Bukhari meriwayatkan hadits ini tetapi dengan tidak lengkap. bahkan mereka mewajibkan --dalam masalah ijtihad-. 11. pada Kitab Al-Muharibin. Sunan al-Nasa'i. sebab mereka semna 'udul. lihat Ibn Qayyim. al-Hakim dalam al-Mubarak 2:59 dan 4:389.Muhammad Ibrahim Jannati.Shahih Muslim 1:574. petunjuk. 12. hal.dengan mereka." Lihat Al-Ishabah 1:10. menurut Ibn Hazm. 8. 57-58. ketahuilah bahwa dia itu zindiq (atheis)." (Saya kutip lagi dari Muhammad 'Ajal al-Khatib.Abu Zahrah. Ibn Al-Atsir dalam Usud al-Ghabah fi Ma'rifat al-Shahabah. Kairo.Taqdimah al-Ma'rifah li Kitab al-Jarh wa al-Ta'dil. 3:69.Abu Dawud 2:227." Begitu "sucinya" para sahabat itu sehingga Abu Zar'ah menulis. Shahih Muslim 2:52.agar setiap mujtahid mengikuti ijtihadnya masing-masing. Kanz al-Ummal 3:102. "Sepakat semua Ahl Sunnah bahwa sahabat seluruhnya 'udul. Ibn Hajar berkata. "Ra'y Gera'i Dar Ijtihad". tidak seorangpun masuk neraka. 13. semuanya mati dalam iman. 1371. lihat juga Shahih Muslim. 7-9. 252. al-Dar al-Mantsur 1:279. 9. Ibn Majah 2:227. Taysir al-Wushul 2:5. . tidak dikenai celaan. Irsayad al-Sari 10:9. hal. Kecuali untuk sahabat yang masuk Islam sesudah Bai'at al-Ridwan (sambil mereka pun tidak boleh disebut kecuali kebaikan). Tarikh al-Madzahib. 1408. Umdat al-Qari 11:151. Mengenai 'Udul-nya sahabat. 2. 10. 1963. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra 8:264. Ibn Hajar mengemukakan dalil-dalil tentang 'udul-nya sahabat secara rinci dalam kitab ini juga).Abu Dawud 2:242. Al-Sunnah qabl al-Tadwin. Heiderabad. Musnad Ahmad 1:314. Maktabah Wahdah. "Seluruh sahabat itu mukmin yang saleh. 4:352 dan 5:22. 5:148." 7. Zad al-Ma'ad 1:177-225. 14. 9. Fath al-Bari 12:101. V NO.Shahih al-Bukhari. "Sahabat sama seperti perawi hadits yang lain kecuali satu hal --pada mereka tidak berlaku jarh dan ta'dil.

255. 7:188. dalam Limadza Ikhtartu Madzhab Ahl al-Bait. 27. hal. 21. 1:174. dan Kitab al-Jizyah". 16. dan hadits: "Ahli baitku adalah tempat yang aman dari ikhtilaf bagi umatku" (Mustadrak al-Shahihain 3:348). hal. Shahih al-Turmudzi 2:308. Al-Syura 23 (tentang keharusan mencintai ahli waris). tarjamah 'Umar 28. dalam Hawl al-Wahdah al-Islamiyah. "Kitab al-'Ilam".Al-Thabaqat al-Kubra. Al-Ijtihad. Lihat juga Shahih Bukhari.Al-Syatibi. Tarikh al-Khulafa. 1:7. 227-228. Tafsir al-Darr al-Mantsur 6:74.Lihat Dr.Tadzkirat al-Huffazh. hadits NO. Teheran: Sepahar. Shahih Muslim Bab "Tark al-Wasyiyyah" Musnad Ahmad.Tadzkirat al-Huffazh. Musa Towana. 26. "Al-'Itisham. 22. 20. hal. 19. 18. Di antara hadist-hadits tentang hal yang sama adalah hadits Tsaqalain: Aku tinggalkan bagimu dua hal. Musnad Ahmad 4:366.Asbab al-Ikhtilaf bain Aimmah al-Madzahib al-Islamiyah".Tadzkirat al-Huffadz. 23. Kanz al-Ummal 1:185.Di antara ayat-ayat yang menunjukkan keharusan mengikuti ahli bait adalah Al-Maidah 55 (Menurut banyak ahli tafsir. Al-Ijtihad: wa Mada Hajatina ilaih fi Hadza al-Ashar. yang jika kamu berpegang teguh.Tafsir Ibn Katsir 4:194. Thabaqat ibn Sa'ad 2:244. 138. 1404. Kanz al-'Umal 1:47 dan lain-lain). tt 1:63-64.Dr. "Kitab al-Jihad". 1:5. 7:447. Mesir: Mathba'ah Sa'adah. Mustadrak al-Shahihain 3:109. Al-Ahzab 33 (tentang 'ishmah ahli bait). 24. hal.Al-Thabaqat al-Kubra. Tarikh al-Madzahib.Shaih al-Bukhari. 1:2-3. Tarikh Thabari 3:193. Al-Baihaqi 2:148. 11:257.Al-Thabaqat al-Kubra.Ibn Qayyim al-Jawziyyah.15. 39-40. bukan tempatnya di sini menuliskan semua riwayat yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama. 1935. Kanz al-'Ummal. 25. menyimpulkan dalil-dalil itu. 1:22. 32-33. Saya kutip lagi dari Abu Zahrah. Gubahan syair dari Al-Amini al-Inhaqi dari Syiria. 17. tarjamah Abu Bakr. turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib). "I'lam al-Muqi'in. Musa Towana. . Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsah. kamu tidak akan sesat selama-lamanya Kitab Allah den Ahli Baitku (hadits-hadits yang semakna dengan ini diriwayatkan oleh Shaih Muslim dalam Kitab Fadhail al-Shahabat". tanpa tahun.

Shahih al-Bukhari 3:69. 39. 3:192. sedangkan Marwan supaya orang mendengarkan khutbahnya. dalam Iqbal Abdurrauf Saimima. Tafsir al-Thabari 10:6. Tafsir al-Qurthubi 6:117. ed.Fazlur Rahman. Jakarta: Pustaka Panjimas. 152. Mustadrak al-hakim 1:472.Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa' 1:282 dari Urwah: Rasulullah shalat dua rakaat di Mina pada shalat-shalat yang empat rakaat.Shahih al-Bukhari 3:69.Al-Muwaththa'. Sunan al-Baihaqi 1:472. Shahih al-Bukhari 1:109." 40. lihat Tafsir al-Manar 10:297. Lihat juga Shahih al-Bukhari 2:154. Tasyir al-Wushul 1:282. Musnad Ahmad 2:148 Sunan al-Baihaqi 3:126. 31. Tarikh Ibn Katsir 6:319. Al-Muhalla' 9:622. 30.Kitab al-Kharraj 24-25. Al-Durr al-Mantsur 3:252. 33.Ibn Hazm dalam Al-Muhalla 5:227. 38.29. hal. al-Baihaqi 7:164. Abu Bakar shalat di Mina dua rakaat. 205. 10404 H. Musnad Ahmad 1:61. 50. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 2:168.Lihat "Kontroversi sekitar Ijtihad 'Umar r. 44. Sunan al-nasai 2:179. Sunan al-Nasai 3:100. Sunan al-Baihaqi 1:429. Ahkam al-Qur'an dari Al-Jahshash 3:60 62. Shahih al-Muslim 1:349. "Utsman melihat kemaslahatan jamaah supaya dapat mengejar shalat. Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam. 2:10. Sunan Abu Dawud 1:171. Taisir al-Khazim 1:356. 1988. Bandung: Pustaka. Fath al-Bari 2:361. juga Al-Baladzuri dalam al-Anshab 5:26. hal. 37. 26 menulis: Kami telah menyatakan (1) bahwa sunnah dari kaum muslim di masa lampau secara konsepsional dan kurang lebih secara garis besarnya berhubungan erat dengan sunnah Nabi dan pendapat yang . Kitab al-Umm 1:173. hal. Sunan al-Muslim 2:260.Tarikh al-Thabari 3:234. 37. tetapi kemudian meng-itmam-kannya. 36. 32. Ibn Hajar memberikan komentar. Membuka Pintu Ijtihad.. Sunan al-Nasai 5:148. Il-Ishabah 2:322. lihat Al-Syawkani dalam Al-Awthar 3:374.a". Tafsir al-Zamahsyari 1:359. Shahih al-Turmudzi 1:68. Al-Durr al-Mautsir 2:136. Riwayat pelarangan bagian muallaf. Qum Abu Mujtaba. Tafsir al-Syawkani 1:418. dikutip lagi dari al-Nash wa al-Ijtihad. 1983. 34.95. Sunan al-Baihaqi 6:342-343. Sunan Ibnu Majah 1:348.Ibn Hajar. Al-Kamil ibn al-Katsir 2:146. Usman mula-mula shalat dua rakaat.Al-Jawharah al-Nayyirah. Umar shalat di Mina dua rakaat.Shahih Muslim 1:142.

Ansab Al-Asyraf. 1:365. 49. 48. 1:93-94. 2:180. 1404. 52. 14. berdasarkan hadit-hadits yang diriwayatkan Ahl Sunnah bahwa disamping Rasulullah saw. Kitab Al-Fadhail. Nabi saw. Lihat Fath al-Bari. 46. hadits ke 4170. "Bab Ghazwat Al-Hudaibiyah. 267. Shahih Muslim.Jami'Bayan Al-` Ilm.Abu Zahrah. Ali bin Abi Thalib. hal. 2:244.Catatan kaki pada hamisy kitab Sunan Al-Nasai. "Kami mengeluoh kepada Rasulullah tentang udara yang sangat panas sehingga tanah menjadi sangat panas pada dahi-dahi kami. Abdullah bin Mas'ud. Umar Yang Agung. 43. lihat juga Dhuha Al-Islam. Jabir bin Abdillah dan lain-lain melarang sujud selain di atas tanah. 2:244. 532.Syarh Al-Muwaththa'. Dar Al Tarqib. 47.Shahih Bukhari. "Bab Itsbat". pada hamisy kitab Tafsir Al Thabari. Kitab Al-Riqaq.Jami' Bayan Al-`Ilm. Kanz al-'Ummal. (2) bahwa meskipun demikian. Tarikh Al-Madzahib Al-Islamiyah. 1:79.Tafsir Al-Nisabury. 50. sahabat-sahabat seperti Abu Bakar. (4) bahwa kandungan sunnah atau sunnah dengan pengertian sebagai praktek yang disepakati secara bersama adalah identik dengan ijma'. Kitab ini menunjukkan. tt. 1:208. hal. 44. Turmudzi 3:302.Shahih Bukhari. (3) bahwa unsur kreatif dari kandungan ini adalah ijtihad personal yang mengalami kristalisasi menjadi ijma' berdasarkan petunjuk pokok dari sunnah nabi yang tidak dianggap sebagai sesuatu yang sangat bersifat spesifik. Al-Sujud 'ala al-A'rdh." Kitab Al-Maghazi.. 41. Bandung: Pustaka.Lihat Ali Al-Hamady. 42.Al-Imam Al-Syafi'i. Tetapi. "Bab I: Al-Hawah". Dar Al-Fikr Al-Araby. 8:143. 2:401. Tanwir Al-Hawalik. Lihat juga Sunan al-Baihaqi 2:68.menyatakan bahwa praktek-praktek muslim di masa lampau terpisah dari konsep sunnah Nabi adalah salah sekali. 1978. 11:463-476. 45. hal. Tidak mungkin kita menurunkan semua hadits itu di sini Cukuplah kita kutip hadits Muslim dari Khabab bin Al-Arat. 1:221. Al-Umm. 5:263..Syibli Nu'mani. Fath al-bari 7:449-450. tidak mengizinkan kami (sujud selain di atas . kandungan yang khusus dan aktual dari sunnah kaum muslim di masa lampau tersebut sebagian besarnya adalah produk dari kaum muslim sendiri. 51.

Dar Ihya' Al-Turats Al-'Arabiy. Ibn Al-Atsir. 10:197-198.. 59. Tarikh Dimasq. 7:214 57. dalam Al-Nihayah. 19:72-75. Mustadrak Al-Hakim. Nabi saw.Ibn Katsir.tanah).Kata Al-Dzhabi dalam Tadzkirat Al-Huffadz.Al-Sirah Al-Nabawiyyah. 56. Usud Al-Ghabab.Abu Zahrah. Al-Ishabah. 698-701. "Para fuqaha menyebut peristiwa ini berkenaan dengan sujud. Waktu itu para sahabat meletakkan ujung baju mereka dilarang ketika akan sujud untuk menghindarkan panas yang sangat. Beirut. 53. 55. tetapi mereka dilarang berbuat begitu. Kitab Al-Birr wa Al-Shilah. "Bab Walladzi Qala li Walidaihi". 58. Ketika mereka mengadukan apa yang mereka alami. bab "Man La Ha'arahun Naby". mengizinkan mereka sujud di atas pakaian mereka itu. 3:40. 3:124. Al-Bidayah wa Al-Nihayah. Fath Al-Bari.Shahih Al-Bukhari. hal. Lihat juga biografi Al-Haban bin Al-'Ash pada Al-'Isti'ab. Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah. ibid. 8:889. berkata. ketika menjelaskan hadits ini. lihat juga biografi Abdurrahman bin Abi Bakr dalam Ibn Asakir. 257. Tarikh Ibn Katsir. 4:481. .Tafsir Al-Thabari. juz I.Shahih Muslim. Ibn Katsir. 54.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful