Minggu, 21 Maret 2010 Tinjauan Yuridis Kasus PT.

Sarijaya Permana Sekuritas BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pasar modal Indonesia dengan kegiatan jual-beli saham dan obligasi dimulai pada abad ke-19. Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan oleh Verreniging voor den Effectenhandel pada tahun 1939, jual beli efek telah berlangsung sejak 1880. Pada tanggal 14 Desember 1912, Amserdamse Effectenbueurs mendirikan cabang bursa efek di Batavia. Di tingkat Asia, bursa Batavia tersebut merupakan yang tertua ke-empat setelah Bombay, Hongkong, dan Tokyo. Kegiatan jual-beli saham dan obligasi pada sekitar awal abad ke-19 tersebut diawali dari kegiatan pemerintah kolonial Belanda yang mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salah satu sumber dana yang digunakan untuk membiayai pembangunan tersebut adalah menggunakan dana dari para penabung yang telah dikerahkan sebaik-baiknya. Para penabung merupakan orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang penghasilannya sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi. Atas dasar itu kemudian pemerintahan kolonial mendirikan pasar modal. Setelah mengadakan persiapan, maka berdirilah secara resmi pasar modal di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912 dan bernama Vereniging voor de Effectenhandel (bursa efek) dan langsung memulai perdagangan saat itu juga. Awal berdirinya pasar modal di Indonesia (Batavia) hanya terdapat 13 anggota bursa yang aktif (lebih bersifat seperti makelar), antara lain : 1. Fa. Dunlop & Kolf; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. Monod & Co.; 4. Fa. Adree Witansi & Co.; 5. Fa. A.W. Deeleman; 6. Fa. H. Jul Joostensz; 7. Fa. Jeannette Walen; 8. Fa. Wiekert & V.D. Linden;

9. Fa. Walbrink & Co; Wieckert & V.D. Linden; 10. Fa. Vermeys & Co; 11. Fa. Cruyff; dan 12. Fa. Gebroeders. Sedangkan Efek yang diperjual-belikan, antara lain : 1. Saham dan obligasi perusahaan atau perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia; 2. Obligasi yang diterbitkan pemerintah (propinsi dan kotapraja); 3. Sertifikat saham perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda; dan 4. Efek perusahaan Belanda lainnya. Perkembangan pasar modal di Batavia tersebut begitu pesat sehingga menarik masyarakat kota lainnya untuk bergabung. Untuk menampung minat tersebut, maka pemerintah kolonial juga resmi mendirikan bursa pada tanggal 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di kota Semarang. Anggota bursa di Surabaya pada waktu itu, antara lain : 1. Fa. Dunlop & Koff; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. V. Van Velsen; 4. Fa. Beaukkerk & Cop; dan 5. N. Koster. Sedangkan anggota bursa di Semarang pada waktu itu, antara lain : 1. Fa. Dunlop & Koff; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. Monad & Co, Fa. Companien & Co; dan 4. Fa. P.H. Soeters & Co. Perkembangan pasar modal di Indonesia pada waktu itu cukup menggembirakan. Hal tersebut terlihat dari nilai efek yang tercatat yang mencapai NIF 1,4 milyar (jika di indeks dengan harga beras yang disubsidi pada tahun 1982, nilainya adalah sekitar 7 triliun Rupiah) yang berasal dari 250 macam efek. Namun kondisi tersebut tidak dapat dipertahankan pada permulaan tahun 1939 ketika keadaan politik di Eropa sedang menghangat dengan semakin memuncaknya kekuasaan Adolf Hitler di Jerman dan

Paket Desember 1987 (Pakdes 87). Di Indonesia. Penerbitan paket deregulasi di atas menandai lahirnya liberalisasi ekonomi Indonesia. Selain itu juga mengakibatkan banyak perusahaan dan perseorangan enggan menanam modal di Indonesia. pada tanggal 17 Mei 1940 secara keseluruhan kegiatan perdagangan efek ditutup dan dikeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa semua efek-efek harus disimpan dalam bank yang ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda. menyulitkan para pemilik efek. 2. terdapat Undang- . Paket Desember 1988 (Pakdes 88). dapat dikatakan bahwa pecahnya Perang Dunia II menandai berakhirnya aktivitas pasar modal pada zaman penjajahan Belanda. dan 3. dan pengawasan pasar modal. pemerintah Hindia Belanda kemudian mengambil kebijaksanaan untuk memusatkan perdagangan efeknya di Batavia dan menutup bursa efek di Surabaya dan Semarang. pengaturan. Pada tahun 1987-1988. Sedangkan bursa efek bertindak sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak lain dengan tujuan untuk memperdagangkan efek di antara mereka.sebagian wilayah Eropa. Pada tanggal 31 Juni 1952. pada tahun 1950 pemerintah Indonesia mengeluarkan obligasi Republik Indonesia. Paket deregulasi ini. berdasarkan Keppres RI No. adil. Danareksa. Namun pada tahun 1958. Paket Desember 1988 (Pakto 88). dan berakibat pula pada penutupan kantor-kantor pialang serta pemutusan hubungan kerja. bursa efek di Jakarta (pada zaman penjajahan merupakan bursa efek Batavia) dibuka kembali. pemerintah membentuk Badan Pembina Pasar Modal (Bapepam) dan PT. 52 Tahun 1976. pasar modal diaktifkan kembali. Marak dan rumitnya kegiatan pasar modal menuntut adanya perangkat hukum yang mengatur agar pasar dapat lebih teratur. Pemerintahan di masa Orde Baru kemudian berusaha untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap nilai mata uang Rupiah. Hal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk membentuk pasar uang dan pasar modal. terjadi kelesuan dan kemunduran perdagangan di bursa sebagai akibat konfrontasi pemerintah Indonesia dengan Belanda. Pada tahun 1976. Struktur pasar modal di Indonesia pada tingkat tertinggi berada pada Menteri Keuangan yang menunjuk Bapepam sebagai lembaga pemerintah yang melakukan pembinaan. Penyelenggaraan bursa tersebut kemudian diserahkan kepada Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-Efeknya (PPUE). Pemerintah melakukan persiapan khusus untuk membentuk pasar modal kembali. Pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan demikian. hukum pasar modal harus mengatur segala segi yang berkenaan dengan pasar modal. Perkembangan pasar modal selama tahun 1977 1987 mengalami kelesuan. antara lain : 1. Dampak dari adanya ketiga kebijakan tersebut adalah pasar modal Indonesia menjadi aktif hingga sekarang. Melihat keadaan tersebut. dan tidak merugikan para pihak. Pada tanggal 10 Agustus 1977. Penutupan ketiga bursa efek tersebut sangat mengganggu likuiditas efek. hal tersebut menandakan mulai aktifnya pasar modal Indonesia. Dengan demikian. pemerintah menerbitkan paket-paket deregulasi. Kondisi tersebut juga tidak berlangsung lama.

dengan menjadi anggota bursa atau pemegang saham BEI mereka dapat langsung menembus pasar. karena hanya mencatatkan saham secara single listing. . BEJ dan BES digabungkan (merger) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada September 2007. Pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. diantaranya adalah ketentuan di bidang pasar modal yang pada saat ini masih didasarkan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. perusahaan efek. Di bidang ekonomi sasaran pembangunan jangka panjang kedua adalah terciptanya perekonomian yang mandiri dan handal. Oleh karena itu peranan dari Bapepam sebagai satu-satunya lembaga otoritas di pasar modal menjadi sangat penting untuk memberikan efektifitas dalam pengawasan di bidang pasar modal. Sedangkan bagi anggota bursa. Aktivitas pasar modal Indonesia dewasa ini telah menjadi salah satu potensi perekonomian nasional dan memiliki peranan yang penting dalam menumbuh-kembangkan perekonomian nasional. Dukungan sektor swasta juga telah menjadi kekuatan nasional sebagai dinamisator aktivitas perekonomian nasional. Namun sayangnya. Bagi investor penggabungan ini menjadikan makin banyaknya pilihan investasi. biaya pencatatan menjadi lebih murah. hal ini kemudian mengakibatkan peningkatan fluktuasi dan merugikan investor minoritas. pelaku pasar seperti emiten. karena tidak ada lagi pembedaan pasar BES dan BEJ.Undang Pasar Modal. sudah terakreditasi pada BEI. pasar modal di Indonesia masih didominasi oleh pemodal asing. dan pelaku pasar yang lain. Melalui merger ini diharapkan dapat makin memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk bergabung dan meramaikan pasar modal Indonesia. yang masing-masing dijalankan oleh perseroan terbatas. Bapapem diberi kewenangan sebagai pengawas dan memiliki otoritas penyelidikan serta penyidikan. Keuntungan yang diperoleh melalui penggabungan tersebut adalah. Beberapa pihak di Indonesia juga masih menganalogikan pasar modal dengan arena judi. artinya keberpihakan hukum itu tidak lain untuk melindungi kepentingan investor di pasar modal dari praktek curang dan kejahatan pasar modal pada umumnya. Idealnya dalam pasar modal perlu ada keseimbangan antara pemodal asing dengan pemodal dalam negeri. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Indonesia dulu memiliki dua bursa efek. dengan adanya peraturan tersebut diharapkan pasar modal Indonesia dapat berkembang dalam iklim yang lebih kondusif. wajib menjalankan prinsip-prinsip keterbukaan informasi dalam segala aspek ekonomis yang berlangsung di pasar. yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). dalam rangka mencapai sasaran tersebut diperlukan berbagai sarana penunjang antara lain berupa tatanan hukum yang mendorong menggerakkan dan mengandalkan berbagai kegiatan pembangunan di bidang ekonomi. yaitu Undang-Undang No. Menurut undangundang tersebut. karena produk investasi ditawarkan dalam satu atap yaitu BEI. Implementasi keberpihakan hukum atas kepentingan investor. bukan sebagai sarana investasi.

pemerintah akhirnya mengambil alih Bank Century melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sedangkan kasus Sarijaya Sekuritas bermula dari tindakan penggelapan dana nasabah dengan cara pembuatan rekening gelap yang dilakukan untuk bertransaksi saham. maka berbagai masalah yang ada untuk kemudian diselesaikan salah satunya adalah. maka diperlukan pembaruan peraturan perundang-undangan dan ketegasan dalam penegakan hukum serta peningkatan fungsi pengawasan. dana nasabah yang seharusnya dibelikan saham sesuai instruksi para nasabah dan dicatat oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) justru digunakan oleh pemilik Sarijaya Sekuritas untuk melakukan transaksi pribadinya. yaitu kasus Bank Century dan Sarijaya Sekuritas. termasuk kaitan dengan reksadana Antaboga dan lain-lain. Sarijaya Permana Sekuritas) awalnya terjadi dari tindakan presiden komisaris dan pemilik tunggalnya yang secara ilegal menggunakan dana yang dimiliki oleh 8. sehingga adanya kepastian hukum tidak lain adalah untuk melindungi kepentingan investor di pasar modal agar terhindar dari praktek curang dan kejahatan pasar modal pada umumnya. Kasus penggelapan yang dilakukan oleh Bank Century dan Sarijaya Sekuritas telah merugikan konsumen serta menciderai kepercayaan nasabah bank dan investor di Indonesia. pada awal tahun 2009 muncul dua berita ekonomi terhangat di Indonesia yang memuat informasi adanya bank terkenal dan broker saham di Indonesia yang melakukan penggelapan dana nasabahnya. Kasus Sarijaya Sekuritas (secara lebih lengkap disebut dengan PT. Terkait dengan kejahatan di bidang pasar modal. Bahkan dalam beberapa milis yang ada. Selain itu pelaku pasar dalam bertransaksi juga wajib menjalankan prinsip-prinsip keterbukaan informasi dalam segala aspek ekonomis yang berlangsung dipasar. Hal tersebut kemudian . Pada intinya. Sarijaya Sekuritas merupakan broker yang cukup banyak direkomendasikan oleh para investor yang sudah terlebih dahulu berinvestasi di pasar saham. walaupun masalah likuiditas merupakan hal yang wajar. Komisaris utama sekaligus pemiliknya adalah yang dituduh oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebagai dalang dibalik penggelapan ini. Karena Bank Century mengalami kesulitan likuiditas. karena keberadaan pasar modal yang didasarkan atas undangundang yang baik diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. apalagi dalam keadaan sistem perbankan dan pasar saham global yang sedang terpuruk. terutama dalam krisis finansial. Yang teramat sayang untuk dikatakan adalah bahwa Sarijaya Sekuritas merupakan salah satu broker besar yang dipercaya nasabah/investor selama ini. tetapi ada beberapa hal yang ditanyakan investor. dimana hal tersebut sangat dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi.Berdasarkan hal tersebut. Kasus Bank Century bermula dari kalah kliringnya bank tersebut di Bank Indonesia. upaya-upaya apakah yang perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap kepentingan investor dari pelanggaran dan kejahatan pasar modal di Indonesia? Transaksi efek cukup rentan terhadap tindakan pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab serta hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa memperhatikan prinsip fairness dalam berbisnis.700 nasabahnya sebesar 245 milyar Rupiah untuk membeli saham dan memberi pinjaman dana melalui 17 rekening baru yang fiktif. Untuk mengantisipasi adanya pelanggaran dan kejahatan tersebut. Berikut juga muncul dugaan jika pemilik meminjamkan dana tersebut dengan jaminan saham.

maka dapat dirumuskan dua permasalahan sebagai berikut : 1. Jika kepercayaan para investor pasar modal sudah hancur. maka akan sangat sulit dan butuh waktu yang lama untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat untuk kembali berinvestasi di pasar modal. Bagaimanakah peran Bapepam-LK dalam menyelesaikan kasus Sarijaya Sekuritas? . Terjadinya kasus Sarijaya Sekuritas sungguh disesalkan. melainkan pidana umum. apakah masuk kedalam kejahatan pasar modal atau pidana umum. para perusahaan sekuritas lain bekerja keras untuk meyakinkan para nasabahnya agar tetap berinvestasi dan tidak menarik dananya. dengan adanya kasus ini investor mudah pergi dari pasar modal. Kasus penggelapan dana nasabah Sarijaya Sekuritas oleh komisaris utama sekaligus pemilik tunggalnya telah menghancurkan kepercayaan para investor lokal pasar modal terhadap perusahaan sekuritas. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas. Apakah kasus sarijaya sekuritas termasuk dalam kejahatan di bidang pasar modal? 2. Mabes Polri menyatakan bahwa kasus ini masuk kedalam kejahatan pasar modal sehingga perlu ditindak sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal. karena hingga saat ini Bapepam dan otoritas bursa lainnya tengah berupaya keras mendorong perkembangan investor ritel lokal. sehingga banyak pihak yang tidak menyangka dan menyesalkan kenapa yang bersangkutan melakukan hal tersebut. Sedangkan Bapepam-LK menganggap kasus ini bukan termasuk kejahatan pasar modal. Perlu diingat juga bahwa komisaris utama sekaligus pemilik tunggal Sarijaya Sekuritas adalah orang yang sudah cukup lama di pasar modal. Karena kasus ini. yaitu penggelapan dan pencucian uang. B. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dan Bapepam-LK memiliki pendapat yang berbeda untuk kasus Sarijaya Sekuritas.berakibat panjang ketika pasar saham sedang terpuruk peminjam dana justru menunggak dan pemilik Sarijaya Sekuritas mengalami kerugian besar karena nilai saham yang dijamin merosot tajam.

yaitu secara (1) pengaturan umum.BAB II PEMBAHASAN A. Pengaturan Umum Secara umum. Undang undang Pasar Modal mengatur kewengan dan tugas Bapepam sebagai: (a) Lembaga Pembina (b) Lembaga Pengatur (c) Lembaga Pengawas Ketiga kewenangan tersebut haruslah dilaksanakan oleh Bapepam dengan tujuan terciptanya suatu asar modal yang: (a) Teratur (b) Wajar (c) Efisien .undang Pasar Modal memformulasikan kedudukan dan fungsi Bappepam secara multi formasi. 1. BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN 1.(2) pengaturan terperinci.dan (3) pengaturan sporadis. Rincian Tugas Bappepam Versi Undang-Undang Pasar Modal Undang.

2. (3) Menetapkan persyaratan dan ata cara pencalonan dan memberhentikan untuk sementara komisaris dan/atau direksiserta menunjuk manajemen sementara Bursa Efek. Dalam hal ini otoritas pengawas dapat membuat aturan. Lembagfa Kliring dan Penjaminan. Termasuk ke dalam fungsi ini misalnya megadili dan memecat atau mencabut ijin ataupun melarang pihak-pihak tertentu di pasar modal untuk ikut berpartisipasi dalam keiatan-kegiatan pasar modal. (2) Fungsi Adjudicatory. seperti juga SEC di USA itu. Sebab.aturan main untuk pasar modal. Ini merupakan fungsi otoritaspengawas untuk melakukan funfgsinya sebagai quasi judicial power. Perusahaan Efek. pelaksanaan kewenangan Bapepam sebagai lembaga pengawas dapat dolakukan secara: (a) Preventif. penyidikan dan penerapa sanksi-sanksi. dan (b) Represif. yakni dalam bentuk aturan. pedoman. Pengaturan Terperinci Pengaturan tentang kewenangaqn Bapepam secara terperinci dapat diketemukan dalam pasal 5 UUPM no.Pedagang Efek. Wkil Perantara. dalam hal ini kepada : a. selalu mempunyai 3 fungsi utama yaitu : (1) Fungsi Rule Making. Jadi merupakan kewenangan legislative. Reksa Dana.akuntan dan penilai) dan Wali Amanat.Enforcemant. penasihat Investasi.dan Biro Administrasi Efek. Dan ini dilakukan dengan memberikan kepada Bapepam kewenangan penyelidikan dan penyidikan.fungsinya seperti ini juga disebut fungsi Quasi Legislative Power. yaitu sebagai berikut: (1) Memberikan izin usaha kepada para pelaku pasar modal. c. (3) Fungsi Investigatory. . Lembaga Penyipanan dan Penyelesaian m. lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sampai dengan dipilihnya komisaris dan/atau direksi yang baru. Izin orang perseorangan bagi wakil Penjamin Emisi Efek. dan Wakil Manajer Investasi. Bursa Efek. bimbingan dan pengarahan.8 tahun 1995. dimana-mana yang namanya otoritas pasar modal.jadi meru[pakan kewenangaqn judicial seperti yang dilakuka oleh suatu badan peradilan. yang membuatnya menjadi semacam polisi khusus. (2) Mewajibkan pendaftaran profesi penunjang pasar modal ( notaries. Fungsi ini membuat otoritas pengawas mempunai wewenang investigasi dan enforcement. yalni dalam bentuk pemeriksaan.konsultan hukum. sebenarnya memang sudah sesuai dengan prinsip prinsip hukum pasar modal secara global. Fungsi Bapepam sepeti tersebut apabila dapat dilaksanakan dengan benar. Persetujuan bagi Bank Kustodian. b.(d) Melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat Sementara itu.

Pihak yang dipersyaratkan mempunyai izin usaha. setiap emiten atau perusahaan public yang telah atau diwajibkan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam. (9) Mengumumkan hasil pemeriksaan. (14) Melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian masyarakatsebagai akibat pelanggaran aas ketentuan dibidang pasar modal. atau pendaftaran profesi berdasarkan Undang undang ini. pemeriksaan dan penelitian serta biaya lain dalam rangfka kegiatan pasar modal. (12) Memeriksa keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksioleh Bursa Efek. Mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk mengatasi akibat yang mnculdari iklan atau promrsi tersebut. atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian serta memberikan keputusan membatalkan atau menguatkan pengenaan sanksi dimaksud. (11) Menghentikan kegiatan perdagangan Bursa Efek untuk jangka waktu tertentu dalam hal keadaan darurat. pendaftaran. (15) Memberikan penjelasan lebih lanjut yang bersifat teknis atas perundang-undangan pasar modal. Lembaga Kliring dan Penjaminan. b. (10) Guna kepentingan pemodal. (5) Melakukan pemeriksaan dan penyelidkan terhadapsetia[p pihak dalam hal terjadinya peristiwa yang diduga merupakan pelanggaraqn terhadap UUPM atau peraturan perUU pelaksanaan lainnya. b.(4) Menentukan persyaratan dan prosedur pernyataan pendaftarn serta menyertakan . Izin orang perseorangan. menunda ataumembatalkan efektifnya pernyataan pendaftaran. (13) Menetapkan biaya perijinan . (6) Mewajibkan setiap pihak yang bersangkutan untuk: a. membatalkan dan membekukan pencatatan suatuefek pada suatu bursa efek atau menghentikan transaksi Bursa Efek tertentu untuk jangka waktu tertentu. (8) Menunjuk pihak lain untuk melakukan pemerksaan tertantu dalam rangka pelaksanaan wewenang Bapepam sebagaimana dimaksud dalam poin (7) tersebut di atas. persetujuan. . persetujuan . (7) Melakukan pemeriksaan terhadap: a. menghentikan aatau memperbaiki iklan atau promosi yang berhubungan dengan kegiatan pasar modal: atau.

Kewenangan Bapepam Sebagai Lembaga Pemeriksa Sebagai salah satu bentuk konkretisasi dari peran Bapepam sebagai lembaga pengawas adalah kewenangan Bapepam untuk melakukan pemeriksaan. . bahwa yang dimaksud pemeriksaan adalah kegiatan mencari. Saham. (5) Menentukan syarat dan/atau mengizinkan pihakyang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundang-undangan di pasar modal untuk melakukan tindakan tertentu yang diperlukan dalam rangka penyelesaian kerugian yang timbul. mengumpulkan . dan/atau dokumen lain. (17) Melakukan hal-hal lain yang diberikan berdasarkan UUPM. Yakni pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap UUPM. Atau seperti yang dijelaskan dalam PP No. Suatu pemeriksaan oleh Bapepam baru dapat dilakukan jika: (a) Terdapat laporan. (3) Mewajibkan pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundangundangan di bidang pasar modal untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan tertentu. Pengaturan Secara Sporadis Selain kewenangan Bapepam seperti diatas. 46 Tahun 1995 tentang tata cara pemeriksaan di Bidang Pasar Modal. yaknibkewenangan yang bersifat umum dan kewenangan terperinci. Surat Berharga Komersial. pemberitahuan atau pengaduan dari pihak tertentu tentang adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. 2. (4) Memeriksa dan/atau membuat salinan terhadap catatan . Obligasi.Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif. Bapepam dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: (2) Meminta keterangan dan/atau konfirmasi dari pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundang-undangan di pasar modal atau pihak lain jika dianggap perlu. baik milik pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam peelanggaran perundang-undangan di bidang pasar modal. masih ada lagi kewenangan Bapepam yang lainyang tersebar secara sporadisnbaik diberikan UUPM.KOnrak Berjangka atas Efek.(16) Menetapkan instrument lain sebagai efek selain dari Surat Pengakuan Utang. ataupun pihak lain jika dianggap perlu. dan setiap Derivatif dari efek. yang pada prinsipnya merupakan penegasan atau pengejawantahanlebih lanjut dari kwewenangan Bapepam seperti yang telah disebutkan diatas. pembukuan . Maka dalam rangka pelaksanaan tugasnya selaku lembaga pemeriksa tersebut. damn mengolah data dan/atau keterangan lain yang dilakukan oleh pemeriksa untuk membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran atas perundangundangan di bidang pasar modal. Tanda Bukti Utang.

oleh Undang-undang Pasar Modal dibereikanlah wewenang khusus sebagai penyidik terhadap pejabat pegawai negeri tertentu di lingkungan Bapepam. Kewenangan Bapepam Sebagai Penyidik Salah satu kewenangan Bapepam yang cukup spektakuler dan fantastis adalah kewenangan untuk melakukan penyidikan di pasar modal. Dalam melakukan pemeriksaan .. Pasal 6 ayat (1) hurup b dari KUHAP menentukan bahwa pejabat pegawai negeri sipil tertentu dapat diberi wewenang khusus oleh unfdang-undang untuk menjadi penyidik.(3) norma pemeriksaan yang menyangkut dengan pera pihak yang diperiksa. pemberitahuan. dalam hal ini. melainkan merupakan kewenangan yang mandiri. sesuai dalam keentuan KUHAP. Maka . Kewenangan penyidikan ini juga merupakan pengejawantahan dari peran Bapepam sebagai suatu lembaga pengawas. atau sebagai saksi dalam tindak pidana dibidang pasar modal. Kewenangan penyidikan ini dapat digunakan oleh Bapepam apabila menurut pendapatnya telah terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang di bidang apasar modal. yang memang dimungkinkan oleh KUHAP. dapat saja Bapepam langsung menggunakan kewenangan penyidikan (jika ada alas an untuk itu) tanpa harus sebelumnya melakukan tindakan yang tergolong kedalam kewenangan pemeriksaan. Kedudukan dan kewenangannya sebagai lembaga penyidik bukanlah terusan dari kedudukannya sebagai lembaga pemeriksa. haruslah dipenuhi norma-norma yang disebut dengan norma pemeriksaan . Selanjutnya . dan meminta keterangan dan barang bukti dari setiap pihak yang disangka melakukan . karena itu. atau pengaduan dari seseorang tentang adanya trindak pidana di bidang pasar modal. 3. (2) Melakukan penelitian atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak pidana dibidang pasar modal (3) Melakukan penelitian terhaqdap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam tindak pidana di bidang pasar modal (4) Memanggil. atau (c) Terdapat petunjuk tentang terjadinya pelanggaran atas perundan-undangan di bidang pasar modal. kewenangan penyidikan dari Bapepam ini dapat di perincikan sebagai berikut: (1) Menerima laporan.(2) norma pemeriksaan yang menyangkut dengan pelaksanaan pemeriksaan. memeriksa. yang mengakibatkan kerugian bagi kepentingan pasar modal atau kepentingan masyarakat. Mereka inilah yang dalam praktek sering disebut Polisi Khusus (Polsus). . yang terdiri dari (1) norma pemeriksa yang menyangkut dengan pemeriksa. persetujuan atau pendaftaran dari Bapepam atau pihak lain yang dipersyaratkan untuk menyampaikan laporan kepada Bapepam .(b) Tidak dipenuhinya kewajiban yang harus dilakukan oleh pihak-pihak yang memperoleh perizinan.

pencatatan. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). (6) Melakukan pemeriksaan di setiap tempat tertentu yang diduga terdapat setiap barang bukti pembukuan . catatan. Pada tanggal 1 Juni 1998. dan dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap barang yang dapat dijadikan barang bukti dalam perkara pidana di bidang pasar modal. KPEI mendapat izin usaha sebagai LKP berdasarkan Surat Keputusan Bapepam No. Kep-26/PM/1998. (11) Memberitahukan dimulainya penyidikan dan penyampaian hasil penyidikan kepada penuntut umu sesuai dengan KUHAP. (10) Mengajukan permohonan ijin kepada meteri untuk memperoleh keterangan dari bank tentang keadaan keuangan dari tersangka pada bank sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perbankan. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM). LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN (LKP) DAN LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN (LPP) 1. (9) Menyatakan saat dimulai dan dihentikannya penyidikan. (8) Meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang pasar modal.(5) Melakukan pemeriksaan atas pembukuan . KPEI didirikan sebagai perseroan terbatas berdasarkan akte pendirian No. .kpei. (www. wajar dan efisien.Undang No. 8 tanggal 5 Agustus 1996 di Jakarta oleh PT Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan 100% dari total saham pendiri senilai Rp 15 miliar. Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) adalah pihak yang menyelenggarakan jasa kiring dan penyelesaian Transaksi Bursa. (12) Meminta bantuan aparat penegak hukum lainnya. KPEI memperoleh status sebagai badan hukum pada tanggal 24 September 1996 dengan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia. B. LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN (LKP) Menurut Pasal 1 angka 8 Undang .com. berdasarkan UUPM maka PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) didirikan untuk menyediakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa yang teratur. (7) Memblokir rekening pada bank atau lembaga keuangan lain dari pihak yang diduga melakukan atau terlibat tindak pidana di bidang pasar modal. dan dokumenlain berkenaan dengan tindak pidana dibidang pasar modal.

com.kpei. 2. teratur. b. 4. penurunan frekuensi kegagalan penyelesaian transaksi. Jasa penjaminan adalah jasa untuk memberikan kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul dari Transaksi Bursa. b. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor untuk bertransaksi di pasar modal Indonesia. Proses kliring adalah suatu proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul dari Transaksi Efek yang dilakukannya di Bursa Efek dengan agar masing-masing Anggota Kliring mengetahui hak dan kewajiban baik berupa Efek maupun uang yang harus diselesaikan pada tanggal penyelesaian Transaksi Bursa. Sekilas tentang Layanan KPEI 1. Melaksanakan kegiatan kliring atas semua transaksi Bursa untuk produk Ekuitas. Jasa Penjaminan KPEI menyediakan jasa penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa bagi Anggota Kliring yang bertransaksi di BEI. . berkewajiban untuk menerapkan standard-standard internasional dalam proses otomatisasi proses kliring dan penyelesaian transaksi bursa. Ruang Lingkup Kegiatan Kliring a. penyelesaian transaksi. Hal tersebut dimungkinkan dengan kliring secara netting dengan novasi. Ruang Lingkup Kegiatan Penjaminan a. Melaksanakan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa untuk produk ekuitas dan produk derivatif. Melaksanakan proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Klirng yang timbul di Transaksi Bursa 4. Dengan demikian risiko dari masing-masing Anggota Kliring diserap oleh KPEI sehingga tidak menimbulkan gangguan lebih jauh terhadap pasar. KPEI bertindak sebagai mitra pengimbang / lawan (counterparty) bagi seluruh Anggota Kliring yang bertransaksi di Bursa. sehingga masing-masing Anggota Kliring hanya berhubungan dengan KPEI dalam penyelesaian Transaksi Bursanya. Dengan demikian proses kliring. kepastian waktu penyelesaian. efisien sehingga dapat meminimisasi risiko penyelesaian transaksi bursa baik saham maupun derivatif. Jasa Kliring Transaksi Bursa KPEI sebagai mitra pengimbang sentral (central counterparty) dalam kegiatan kliring dan penyelesaian transaksi terhadap lebih dari 120 perusahaan Efek yang terdaftar di Bursa. Memberikan kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban bagi Anggota Kliring yang timbul dari transaksi bursa.Adapun ruang lingkup kegiatan KPEI adalah sebagai berikut . dan penjaminan dapat berjalan dengan lebih wajar. Derivatif dan Obligasi pada Bursa Efek di Indonesia. Dengan kata lain fungsi penjaminan bertujuan memberi kepastian terselenggaranya Transaksi Bursa bagi Anggota Kliring yang sudah memenuhi kewajibannya. (www. Dalam fungsi penjaminan.

2. dan hak-hak lain.com. dan efisien. Penentuan & Pemantauan Pembatasan Perdagangan (Trading Limit) 5. .Adapun kegiatan pengendalian risiko yang dilakukan oleh KPEI tersebut meliputi: 1. wajar. LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN (LPP) Pasal 1 angka 10 UU PM memberikan pengertian bahwa LPP adalah pihak yang meyelenggarakan kegiata Kustodian sentral bagi Bank Kustodian. KSEI berfungsi untuk menyediakan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek yang teratur. yang menyebutkan bahwa Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain. Sesuai dengan ketentuan UUPM.Penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa adalah kewajiban KPEI untuk seketika dan langsung mengambil alih tanggung jawab Anggota Kliring yang gagal memenuhi kewajiban yang terkait dengan Transaksi Bursa yang dilakukannya. dan Pihak Lain. bunga. dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. termasuk menerima deviden. 4. Perusahaan Efek. KPEI wajib menyelesaikan setiap kegagalan Anggota Kliring dalam melakukan transaksi Bursa. Melalui sistem e-CLEARS(r) (Electronic Clearing & Guarantee System) dan ARMS (Automated Risk Monitoring System).com.kpei. Pengelolaan Dana Jaminan Jasa Pinjam Meminjam Efek Hal ini bertujuan membantu Anggota Kliring untuk memenuhi kebutuhan Efek sementara untuk menghindari terjadinya kegagalan penyelesaian Transaksi Bursa.ksei. KPEI mengendalikan risiko-risiko yang berpotensi mengakibatkan kegagalan Transaksi Bursa. (www. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). Pemantauan Profil Risiko Keanggotaan 2. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). Pemantauan Modal Kerja Bersih disesuaikan (MKBD) 3. Pengertian Kustodian sendiri secara Otentik ditafsirkan oleh Pasal 1 angka 8 UUPM. menyelesaikan transaksi Efek. Penilaian & Pemantauan Agunan 4. Jasa Terkait Pasar Modal Lain Sesuai dengan ketentuan di dalam UUPM. (www. KPEI dapat menawarkan jasa lain di lingkungan pasar modal. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1997 dan pada tanggal 11 November 1998 KSEI memperoleh izin usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Sehingga. Melalui sistem ini.com.com.ksei. Untuk mendukung layanan jasa KSEI yang semakin variatif. yang diartikan bahwa teknologi dalam pasar modal memegang peranan penting. KSEI juga terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan terhadap sistem teknologi informasi. untuk menciptakan efisiensi di pasar modal dan mengantisipasi perkembangan pasar modal yang sangat dinamis. dan Biro Administrasi Efek 4%. efisien dan andal.25 triliun. dikenal jargon technology creates its own market. Sistem ini merupakan platform elektronik terpadu yang mendukung penyimpanan Efek tanpa warkat dan penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan di pasar modal Indonesia. Melalui peranan C-BEST. (www. keterlibatan manusia dalam pengiriman dan penerimaan message akan semakin berkurang. Scripless trading ini sangat bermanfaat bagi para pelaku pasar modal. sejak 17 Juli 2000 KSEI berhasil melakukan terobosan baru dengan mengimplementasikan perdagangan Efek tanpa warkat (scripless trading) di pasar modal Indonesia. KSEI memperkenalkan The Central Depository and Book Entry Settlement System atau lebih dikenal dengan C-BEST. Misalnya.Hingga 31 Desember 2007. Selain itu. aman dan efisien. total aset yang tercatat di C-BEST (data per 31 Desember 2007) sebesar Rp 1. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). implementasi Real Time Straight Through Processing Connection.5%. KSEI bersama-sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjadi bagian dari suatu tatanan komprehensif dan terpadu yang berfungsi sebagai lembaga yang memberikan fasilitas untuk transaksi Efek yang transparan. C-BEST mampu berkomunikasi secara host to host connection dengan sistem back office Pemegang Rekening. (www. saham KSEI dimiliki oleh Bank Kustodian sebesar 36%. Mekanisme Transaksi Efek di Bursa (Bahan Kuliah Mata Kuliah Hukum Pasar Modal Prof. manajemen KSEI senantiasa melakukan pengembangan teknologi terhadap sektor ini. SRO (BEI dan KPEI) sebanyak 26. Sejak diluncurkan pada bulan Juli 2000. Dalam transaksi keuangan.5%.ksei. Nindyo Pramono) Perusahaan Efek Bank Kustodian Perusahaan Efek Bank Kustodian . mengurangi biaya dan mempermudah serta mempercepat pendistribusian corporate action. Bersama-sama dengan Bursa Efek serta Lembaga Kliring dan Penjaminan. proses transaksi Reksa Dana bisa dilakukan dengan cepat. Perusahaan Efek 33. Sebagai salah satu fasilitator dalam aktivitas di pasar modal Indonesia. antara lain: meningkatkan faktor keamanan. mengurangi beban penyelesaian transaksi. Rencana implementasi The Central Fund Settlement System (C-TRUST) juga tidak lepas dari fokus KSEI. diakses pada tanggal 13 Januari 2010).298. Melalui fasilitas ini.

3. Irsan Nasarudin. dkk. Wali Amanat . Pemeringkat Efek. Notaris. Penasehat Investasi Kustodian. 8 Tahun 1995. PP No. Konsultan Hukum. Badan Administrasi Efek. Penilai. 654 Tahun 1995 ( M. Penanggung. 2008 : 114) LPP (KSEI) Bursa Efek Indonesia LKP (KPEI) Perusahaan Efek Penjamin Emisi (under writer) Perantara/ Pedagang (broker) Manajer Investasi (Investment Manajer) Profesi Penunjang Lembaga Penunjang Akuntan. Menkeu No. STRUKTUR KELEMBAGAAN PASAR MODAL berdasarkan UU no. dan Kep. 45 Tahun 1995.

lembaga pasar modal merupakan lembaga kepercayaan. Bapepam berkewajiban untuk selalu melakukan penelaahan hukum yang menyangkut perlindungan dan penegakan hukum yang semakin penting. antara lain dengan menertibkan dan membina pelaku pasar modal sebagai tindakan preventif. kelemahan aparat yang mencakup integritas dan profesionalisme. Undang-undang tersebut menggantikan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1952 yang menetapkan berlakunya Undang-Undang Darurat Nomor 13 Tahun 1951 sebagai Undang-Undang. sampai meneruskan penuntutan kepada kejaksaan atas dugaan terjadinya kejahatan. Bapepam memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan. sampai pemberian sanksi administratif. Undang-Undang Darurat tersebut diganti karena materinya sangat sumir dan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pengembangan pasar modal dewasa ini. Persoalan terjadinya kejahatan dan pelanggaran di pasar modal diasumsikan berdasarkan beberapa alasan. yaitu sebagai lembaga perantara (intermediary) yang menghubungkan kepentingan pemakai dana dan para pemilik dana. oleh karena itu Bapepam diberi kewenangan untuk melakukan penyelidikan. Pemerintah Indonesia melalui Bapepam berupaya keras untuk mengatasi dan mencegah kejahatan di bidang pasar modal dengan berbagai cara. antara lain: kesalahan pelaku. Untuk kasus pelanggaran. penyidikan. pemeriksaan. KEJAHATAN DI BIDANG PASAR MODAL Kejahatan di bidang pasar modal adalah kejahatan yang khas dilakukan oleh pelaku pasar modal dalam kegiatan pasar modal. Pedoman melakukan kegiatan di bidang pasar modal diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Dikatakan penting karena. serta kelemahan peraturan. dan menuntaskan kejahatan di bidang pasar modal sebagai tindakan represif. penyidikan. Tugas yang diemban Bapepam sangat berat. Dengan demikian perangkat .C.

Selain menetapkan jenisjenis tindak pidana dibidang pasar modal. antara lain: 1. (2) Memakai nama palsu atau martabat palsu. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga memberikan beberapa spesifikasi mengenai pengertian penipuan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. selain itu pelaku tindak pidana tidak mengandalkan kemampuan fisik. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi. Pembuktian tindak pidana pasar modal juga sangat sulit. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan. atau terjadi di bursa efek maupun diluar bursa atas efek emiten atau perusahaan publik. Larangan tersebut ditujukan kepada semua pihak yang terlibat dalam perdagangan efek. disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara: (1) Melawan hukum. seperti penipuan. Mengenai pengertian tipu muslihat atau rangkaian kebohongan sebagaimana ditentukan dalam KUHP. (5) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang. namun akibat yang ditimbulkan dapat fatal dan luas. tetapi kemampuan untuk memahami dan membaca situasi pasar untuk kepentingan pribadi. Terkait dengan pengertian KUHP tentang penipuan. yaitu barang yang menjadi obyek adalah informasi. (4) Rangkaian kebohongan. bahkan turut serta melakukan penipuan pun tak lepas dari jerat pasal ini. dan perdagangan orang dalam. Penipuan Penipuan menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 90 huruf c. adalah: membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek. (3) Tipu muslihat. Tindak pidana dibidang pasar modal memiliki karekteristik yang khas. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 menegaskan bahwa hal tersebut . pembelian. dan/atau penjualan efek yang terjadi dalam rangka penawaran umum. yaitu terbatas dalam kegiatan perdagangan efek yang meliputi kegiatan penawaran. Jenis-jenis tindak pidana yang dikenal dibidang pasar modal. manipulasi pasar.perundang-undangan yang mengatur mengenai pasar modal diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi penegakan hukum di dalam memberi jaminan dan kepastian hukum kepada pelaku pasar modal.

akibatnya harga efek bisa naik atau turun. antara lain: (1) Menyebarkan informasi palsu mengenai emiten dengan tujuan mempengaruhi harga efek perusahaan yang dimaksud di bursa efek (false information). Misalnya. yaitu: (1) Marking the Close Marking the close adalah.termasuk membuat pernyataan yang tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta yang material. Beberapa pola manipulasi pasar. suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten A akan segera dilikuidasi. Transaksi yang dapat menimbulkan gambaran semu adalah transaksi efek yang tidak mengakibatkan perubahan kepemilikan atau penawaran jual/beli efek pada harga tertentu dimana pihak tertentu telah bersekongkol dengan pihak lain yang melakukan penawaran jual/beli efek yang sama pada harga yang kurang lebih sama. suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten B tidak termasuk perusahaan yang akan dilikuidasi oleh pemerintah. (2) Menyebarkan informasi yang menyesatkan atau tidak lengkap (misinformation). Motif dari manipulasi pasar antara lain untuk meningkatkan. Dalam praktik perdagangan efek internasional dikenal beberapa kegiatan yang dapat digolongkan sebagai manipulasi pasar. menurunkan. padahal emiten B termasuk yang diambil alih oleh pemerintah. pasar merespon kemudian harga efeknya jatuh tajam di bursa. atau mempertahankan harga efek. Misalnya. (2) Painting the Tape . Harga efek di pasar modal sangat sensitif terhadap suatu peristiwa dan informasi yang berkaitan. keadaan pasar. Begitu telah ada konfirmasi bahwa informasi itu benar. Otoritas pasar modal mengantisipasi setiap pihak yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam hal modal dan teknologi atau sarana yang kemungkinan bisa melakukan penggambaran sedemikian rupa sehingga pasar memahami dan merespon gambaran tersebut sebagai suatu hal yang benar. bagaimana kegiatan perdaganyan pasar modal bisa berjalan? Informasi yang dihembuskan oleh pihak tertentu dapat menimbulkan dampak pada pasar. Jika informasi tersebut tidak dilindungi oleh hukum sebagai informasi yang benar. maka gejolak pasar akan berhenti dan berjalan normal kembali. merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada saat atau mendekati penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau harga pembukaan yang lebih tinggi pada hari berikutnya. tindakan yang dilakukan oleh setiap pihak secara langsung maupun tidak dengan maksud untuk menciptakan gambaran semu atau menyesatkan mengenai perdagangan. Manipulasi Pasar Manipulasi pasar menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 91 adalah. Informasi merupakan pedoman pokok para pemodal untuk mengambil keputusan terhadap suatu efek. atau harga efek di bursa efek. 2. baik secara langsung maupun tidak dengan efek tersebut.

(3) Pembentukan harga berkaitan dengan merger. Pada dasarnya painting the tape mirip dengan marking the close. atau akuisisi berhak meminta kepada perseroan untuk membeli saham dengan harga yang wajar. Praktiknya dapat dilakukan dengan short selling. maka yang bersangkutan harus membeli efek tersebut di pasar tunai yang biasanya lebih mahal dari harga di pasar regular. konsolidasi. konsolidasi. (7) Perdagangan Orang Dalam (Insider Trading) Pelaku perdagangan orang dalam dapat dibedakan menjadi dua jenis. (6) Wash Sales Order beli dan jual antara anggota asosiasi dilakukan pada saat yang sama dimana tidak terjadi perubahan kepemilikan manfaat atas efek. namun dapat dilakukan setiap saat. pemegang saham yang tidak menyetujui rencana merger. yaitu: pihak pertama yang mengemban kepercayaan secara langsung maupun tidak dari emiten atau perusahaan publik atau disebut juga pihak yang berada dalam fiduciary position. membeli efek dalam jumlah yang besar sehingga dapat menguasai atau menyudutkan pasar. yaitu menjual efek dimana pihak penjual belum memiliki efeknya. kegiatan perdagangan antara rekening efek satu dengan rekening efek lain yang masih berada dalam penguasaan satu pihak atau memiliki keterkaitan sedemikian rupa sehingga tercipta perdagangan semu. atau akuisisi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas menentukan bahwa. Manipulasi tersebut dilakukan dengan maksud bahwa mereka membuat gambaran dari aktivitas pasar dimana tidak terjadi penjualan atau pembelian yang sesungguhnya. . Pelaku dapat mengambil keuntungan dari situasi tersebut dengan melakukan cornering the market. dan pihak kedua yang menerima informasi orang dalam dari pihak pertama (disebut juga tippees). Hal ini dapat dilakukan karena bursa efek menetapkan jangka waktu penyelesaian transaksi T+3 (penjual wajib menyerahkan efeknya pada hari ke-3 setelah transaksi). (4) Cornering the Market Cornering the market adalah. Jika penjual gagal menyerahkan efek pada T+3. (5) Pools Pools merupakan penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh sekelompok investor dimana dana tersebut dikelola oleh broker atau seseorang yang memahami kondisi pasar. Pemegang saham dapat memanfaatkan ketentuan ini untuk kepentingan pribadi melalui tindakan manipulasi pasar.Painting the tape adalah. yaitu membeli dalam jumlah besar efek tertentu dan menahannya sehingga akan banyak penjual yang mengalami gagal serah efek dan terpaksa membeli di pasar tunai yang sudah dikuasai oleh pelaku. Manager dari pools tersebut membeli saham suatu perusahaan dan menjualnya kepada anggota kelompok investor tersebut untuk mendorong frekuansi jual-beli efek sehingga dapat meningkatkan harga efek tersebut.

Kemungkinan terjadinya perdagangan dengan menggunakan informasi orang dalam dapat dideteksi dari ada atau tidaknya orang dalam yang melakukan transaksi atas efek perusahaan dimana yang bersangkutan menjadi orang dalam. sudah terhimpun 17 nasabah nominee . Bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. direktur. antara lain: komisaris. Kasus Posisi Terdakwa Herman Ramli bersama dua Direksi PT Sarijaya Permana Sekuritas dianggap penuntut umum telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan. Pada pencurian konvensional yang menderita kerugian adalah pihak pemilik barang. Adanya perdagangan efek. pegawai. Dilakukan oleh orang dalam perusahaan. maka pada perdagangan orang dalam obyek pencurian tetap milik orang lain tapi dengan menggunakan informasi yang seharusnya milik umum. Kasus perdagangan orang dalam diidentikkan dengan kasus pencurian.074 nasabah menderita kerugian sebesar Rp. 235. Akibat ulah ketiga terdakwa. sehingga pelaku memperoleh keuntungan dari tindakannya. Berawal dari perbuatan Herman yang secara bertahap memerintahkan stafnya. orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesi atau hubungan usahanya dengan emiten memungkinkan orang tersebut memperoleh informasi orang dalam. d. e. Setya Ananda.Pihak yang termasuk golongan pertama. f. c. mulai dari lawan transaksi hingga kepada pudarnya kewibawaan regulator dan kredibilitas pasar modal. Informasi itu belum diungkap dan dibuka untuk umum. antara lain: a. pemegang saham utama emiten atau perusahaan publik. b. dan pencucian uang. Kalau kredibilitas pudar. sedangkan pada kasus perdagangan orang dalam. Perdagangan orang dalam memiliki beberapa unsur. untuk mencari nasabah nominee pada tahun 2002. yang menderita kerugian begitu banyak dan luas. Perdagangan dimotivasi oleh informasi itu. Sampai tahun 2008. Adanya inside information.6 milyar. maka kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal juga akan pudar. Selain itu dapat pula dideteksi dari adanya peningkatan harga dan volume perdagangan efek sebelum diumumkanya informasi material kepada publik terkait dengan terjadinya peningkatan atau penurunan perdagangan yang tidak wajar. bedanya bila pada pencurian konvensional yang menjadi obyek adalah materi milik orang lain. 13. D.

pemilik 60 persen saham perusahaan sekuritas (Sarijaya) ini telah mempergunakan dana sekitar Rp214. Rekening itu digunakan Herman untuk melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. Adanya 17 Rekenening Fiktif yang terdapat di PT. maka Herman meminta Lanny Setiono (stafnya) untuk menaikkan batas transaksi atau Trading Available (TA). Sedangkan Bapepam-LK menganggap kasus ini bukan pelanggaran pasar modal. dan perlu ditindak sesuai dengan UU Pasar Modal. Dan untuk membayar transaksi itu. karena dana dalam rekening 17 nasabah nominee ini tidak mencukupi untuk melakukan transaksi. dan pencucian uang yang merugikan 13074 nasabah Sarijaya sekitar Rp235. Selama kurang lebih enam tahun.4 miliar. yakni penggelapan dan pencucian uang. Herman dianggap telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan. tanpa sepengetahuan atau order dari para nasabah. Kemudian. Zulfian. Herman dapat melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. sebelumnya harus mendapat persetujuan dari para direksi Sarijaya. Sehingga. Herman melakukan transaksi jual/beli saham dengan menggunakan rekening ketujuhbelas nasabah nominee. Walau mengetahui dana yang terdapat pada rekening ketujubelas nasabah nominee tidak mencukupi. Herman medebet dana 13074 nasabah yang tersimpan di main account Sarijaya Apabila diakumulasikan. 17 Rekenaing Fiktif itu dibuka oleh Herman Ramli sebagai Komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas dan sebagai pemegang saham terbesar . Namun. Direktur Utama Sarijaya. Oleh karena itu. Lanny menindak-lanjutinya dengan memerintahkan bagian informasi dan teknologi (IT) untuk memproses kenaikan TA 17 nasabah nominee tersebut. para direksi tetap memberikan persetujuan untuk menaikkan TA. melainkan kategori pidana umum. E. Lalu. Padahal. dibukakanlah ketujuhbelas nasabah nominee ini rekening.6 miliar.77 miliar. untuk menaikkan TA. termasuk di dalamnya modal perusahaan sebesar Rp5. Analisa Hukum Atas Kasus Posisi Dari Kasus Posisi diatas maka adapun fakta hukum yang bisa disimpulkan yakni : 1. Sarijaya Permana Sekuritas 2. transaksi yang dilakukan Herman. dan Yusuf Ramli. Tapi. Polri menyatakan kasus Sarijaya masuk dalam ranah pasar modal. yaitu Teguh. Mabes Polri dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mempunyai pendapat yang berbeda untuk kasus ini.yang sebagian besar adalah pegawai grup perusahaan Sarijaya.

Seperti diutarakan sebelumnya bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenisjenis tindak pidana dibidang pasar modal. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi. seperti penipuan. pembelian. Namun seperti kita ketahui dalam sistem pembuktian pidana maka suatu kejahatn atau tindak pidana dapat terbukti jika memenuhi unsur-unsur pidana selain itu mengingat jika dikaji maka pasal ini merupakan delik materiil maka perlu untuk dijelaskan unsur-unsur pidana ang terkandung dalam pasal 90 tersebut. turut serta menipu atau mengelabui Pihak lain. dan perdagangan orang dalam. Dari kenyataan diatas maka alangkah baiknya jika permasalahan PT Sarijaya Permana Sekuritas ini coba kami tinjau dari sudut pandang Undang-Undang Pasar Modal khususnya yang menyangkut Kejahatan Pasar Modal. setiap Pihak dilarang secara langsung atau tidak langsung: a. dan c. b. Menurut hemat kami maka ada beberpa unsur dalam pasal 90 diatas yakni : 1. membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta yang material atau tidak mengungkapkan fakta yang material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau Pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi Pihak lain untuk membeli atau menjual Efek. Adanya persetujuan dari direksi untuk menaikkan batas tarnsaksi tersebut Permasalahan yang muncul dalam kasus PT Sarjaya Permana Sekuritas ini yakni bahwa oleh BAPEPAMLK dianggap sebagai kejahatan Pidana Umum dan bukan kajahatan pasar modal sehingga kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan. manipulasi pasar. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek Dalam penjelasan pasal 90 dikatakan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan perdagangan Efek dalam Pasal ini adalah kegiatan yangmeliputi kegiatan penawaran. Adanya perintah dari Herman Ramli kepada stafnya untuk menaikkan batas transaksi agar bisa melakukan transaksi 5. Dana yang dimasukan dalam 17 rekening fiktif itu berasal dari dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas dengan cara mendebet 13074 rekening nasabah 4. Dari beberapa jenis kejahatan pasar modal sebagaimana diutarakan diatas maka jika kita hubungkan dengan kasus yang dialami oleh PT Sarijaya Permana Sekuritas maka akan lebih mengarah ke kejahatan pasar moda yang berupa penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 90 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1995 yang isinya atara lain : Dalam kegiatan perdagangan Efek. dan atau penjualan Efek yang . menipu atau mengelabui Pihak lain dengan menggunakan sarana dan atau cara apa pun. Selain menetapkan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal.3.

Unsur menipu atau mengelabui pihak lain Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan. pembelian dan ataupenjualan Efek di luar Bursa Efek atas Efek Emiten atau Perusahaan Publik 2. (10) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang. (9) Rangkaian kebohongan. atau terjadi di Bursa Efek. 3. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek Unsur kegiatan perdagangan efek yang terjadi dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni Tindakan Herman Remli sebagai komsaris PT Sarijaya Permana Sekuritas yang melakukan transaksi efek . 4. disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara: (6) Melawan hukum. (7) Memakai nama palsu atau martabat palsu. asosiasi atau keompok terorganisasi. Unsur Setiap Pihak Yang dimaksud dengan pihak dalam undang-undang pasar modal khususnya pasal 1 angka 23 yakni orang perseorangan. maupun kegiatan penawaran. Unsur dengan menggunakan cara atau sarana apapun Cara yang dimaksudkan jalan untuk melakukan sesuatu sedangkan sarana yang dimaksudkan yakni segala sesuatu yg dapat dipakai sbg alat dl mencapai maksud atau tujuan Dari unsur-unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 maka akan kita analisa lebih lanjut dihubungkan dengan fakta hukum yang terdapat dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni : 1. perusahaan usaha bersama.terjadi dalam rangkaPenawaran Umum. Selain pengertian penipuan dalam pasal 378 KUHP. adapun oleh beberapa ahli yang memberikan pendapatnya bahwa yang dimaksud dengan penipuan di bidang pasar modal yakni sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf c yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek. (8) Tipu muslihat.

4. Dengan demikian unsur menggunakan cara atau sarana apapun telah terbukti. Sebagai salah satu bentuk konkretisasi dari peran Bapepam sebagai lembaga pengawas adalah kewenangan Bapepam untuk melakukan pemeriksaan. dengan demikian unsur setiap pihak telah terbukti 3. . Dengan demikian unsur kegiatan perdagangan efek telah terbukti 2. Dengan demikian nsur menipu atau mengelabui pihak lain telah terbukti. Selain itu Herman Ramli juga menggunakan sarana yakni memanfaatkan jabatannya sebagai komisaris dan pemegang saham terbesar pada PT. Yakni pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap UUPM. Sarijaya Permana Sekuritas untuk memerintahkan stafnya menaikkan batas transaksi dan meminta direksi untuk menyetujui penaikkan batas transaksi tersebut. jika berkas penyidikan telah lengkap maka bisa dilimpahkan kepada kejaksaan untuk melakukan penuntutan. Dalam kasus PT.baik penjualan maupun pembelian efek dengan menggunakan dana nasabah yang didebet dalam 17 rekening fiktif. Unsur menipu atau mengelabui pihak lain Unsur menipu atau mengelabui pihak lain yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material yang berupa 17 rekening fiktif dan melakukan transaksi saham untuk dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Pihak-pihak lain yang ditipu yakni BAPEPAM-LK sebagai pengawas maupun Para SRO dan pihak nasabah sendiri yang dananya telah didebet pada 17 Rekening Fiktif tersebut. Unsur setiap pihak Unsur setiap pihak yang dimaksudkan dalam kasus ini yakni Herman Ramli sebagai orang perorangan. Unsur menggunakan cara atau sarana apapun Adapun cara yang digunakan Herman Ramli untuk melakukan tindak pidana pasar modal ini yakni dengan membuka 17 rekening fiktif dan mendebet dana 13074 rekening nasabah PT sarijaya permana sekuritas dan menaikkan batas transaksi untuk dapat melakukan transaksi sebagaimana mestinya. Sarijaya Permana Sekuritas indikasi kejahatan yang dilakukan oleh komisaris Herman Ramli sehingga peran bapepam harus diawali dengan melakukan tindakan pemeriksaan berupa meminta konfirmasi dari pihak pihak terkait yag diduga melakukan pelanggaran terhadap undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksananya selanjutnya dari tahap itu dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni penyidikan.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan diatas yakni : .

namun kewenangan pemeriksaan dan penyidikan tetap berada pada Bapepam-LK. Bahwa Bapepam-LK seharusnya bisa melakukan pengawasan yang lebih ketat mengingat kejahatan yang dilakukan oleh komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas telah berlangsung lama namun baru diketahui akhir tahun 2008. Buku-buku Nasarudin. B. et all. Bahwa Kasus PT. Bahwa Peran Bapepam-LK dalam penyelesaian kasus ini yakni harus melakukan tindakan pemeriksaan dan penyidikan serta memberikan sanksi administratif. DAFTAR PUSTAKA A.1. Jakarta . Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia. 2008. Sarijaya Permana Sekuritas dapat dikategorikan sebagai kejahatan pasar modal yakni penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. dan Bursa Efek Indonesia). Kencana. Saran 1. 2. Bahwa dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas ini Bapepam-LK bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun SRO (LPP. LKP. 2.

ksei.kabarindonesia. C. tentang Pasar Modal.bapepam.go. Internet www.com www.id www.go.bphn.B.com www. www.id. Peraturan Perundang-undangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.vibizdaily. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful