Minggu, 21 Maret 2010 Tinjauan Yuridis Kasus PT.

Sarijaya Permana Sekuritas BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pasar modal Indonesia dengan kegiatan jual-beli saham dan obligasi dimulai pada abad ke-19. Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan oleh Verreniging voor den Effectenhandel pada tahun 1939, jual beli efek telah berlangsung sejak 1880. Pada tanggal 14 Desember 1912, Amserdamse Effectenbueurs mendirikan cabang bursa efek di Batavia. Di tingkat Asia, bursa Batavia tersebut merupakan yang tertua ke-empat setelah Bombay, Hongkong, dan Tokyo. Kegiatan jual-beli saham dan obligasi pada sekitar awal abad ke-19 tersebut diawali dari kegiatan pemerintah kolonial Belanda yang mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salah satu sumber dana yang digunakan untuk membiayai pembangunan tersebut adalah menggunakan dana dari para penabung yang telah dikerahkan sebaik-baiknya. Para penabung merupakan orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang penghasilannya sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi. Atas dasar itu kemudian pemerintahan kolonial mendirikan pasar modal. Setelah mengadakan persiapan, maka berdirilah secara resmi pasar modal di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912 dan bernama Vereniging voor de Effectenhandel (bursa efek) dan langsung memulai perdagangan saat itu juga. Awal berdirinya pasar modal di Indonesia (Batavia) hanya terdapat 13 anggota bursa yang aktif (lebih bersifat seperti makelar), antara lain : 1. Fa. Dunlop & Kolf; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. Monod & Co.; 4. Fa. Adree Witansi & Co.; 5. Fa. A.W. Deeleman; 6. Fa. H. Jul Joostensz; 7. Fa. Jeannette Walen; 8. Fa. Wiekert & V.D. Linden;

9. Fa. Walbrink & Co; Wieckert & V.D. Linden; 10. Fa. Vermeys & Co; 11. Fa. Cruyff; dan 12. Fa. Gebroeders. Sedangkan Efek yang diperjual-belikan, antara lain : 1. Saham dan obligasi perusahaan atau perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia; 2. Obligasi yang diterbitkan pemerintah (propinsi dan kotapraja); 3. Sertifikat saham perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda; dan 4. Efek perusahaan Belanda lainnya. Perkembangan pasar modal di Batavia tersebut begitu pesat sehingga menarik masyarakat kota lainnya untuk bergabung. Untuk menampung minat tersebut, maka pemerintah kolonial juga resmi mendirikan bursa pada tanggal 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di kota Semarang. Anggota bursa di Surabaya pada waktu itu, antara lain : 1. Fa. Dunlop & Koff; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. V. Van Velsen; 4. Fa. Beaukkerk & Cop; dan 5. N. Koster. Sedangkan anggota bursa di Semarang pada waktu itu, antara lain : 1. Fa. Dunlop & Koff; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. Monad & Co, Fa. Companien & Co; dan 4. Fa. P.H. Soeters & Co. Perkembangan pasar modal di Indonesia pada waktu itu cukup menggembirakan. Hal tersebut terlihat dari nilai efek yang tercatat yang mencapai NIF 1,4 milyar (jika di indeks dengan harga beras yang disubsidi pada tahun 1982, nilainya adalah sekitar 7 triliun Rupiah) yang berasal dari 250 macam efek. Namun kondisi tersebut tidak dapat dipertahankan pada permulaan tahun 1939 ketika keadaan politik di Eropa sedang menghangat dengan semakin memuncaknya kekuasaan Adolf Hitler di Jerman dan

Pada tahun 1987-1988. Pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Paket Desember 1988 (Pakdes 88). pemerintah membentuk Badan Pembina Pasar Modal (Bapepam) dan PT. antara lain : 1. pada tanggal 17 Mei 1940 secara keseluruhan kegiatan perdagangan efek ditutup dan dikeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa semua efek-efek harus disimpan dalam bank yang ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda. dan pengawasan pasar modal. Dampak dari adanya ketiga kebijakan tersebut adalah pasar modal Indonesia menjadi aktif hingga sekarang. Penerbitan paket deregulasi di atas menandai lahirnya liberalisasi ekonomi Indonesia. Paket deregulasi ini. Paket Desember 1988 (Pakto 88). Kondisi tersebut juga tidak berlangsung lama. dapat dikatakan bahwa pecahnya Perang Dunia II menandai berakhirnya aktivitas pasar modal pada zaman penjajahan Belanda. pada tahun 1950 pemerintah Indonesia mengeluarkan obligasi Republik Indonesia. terjadi kelesuan dan kemunduran perdagangan di bursa sebagai akibat konfrontasi pemerintah Indonesia dengan Belanda. Hal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk membentuk pasar uang dan pasar modal. Pada tahun 1976. Penyelenggaraan bursa tersebut kemudian diserahkan kepada Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-Efeknya (PPUE). pasar modal diaktifkan kembali. Di Indonesia. 2. dan 3. menyulitkan para pemilik efek. bursa efek di Jakarta (pada zaman penjajahan merupakan bursa efek Batavia) dibuka kembali. pemerintah menerbitkan paket-paket deregulasi.sebagian wilayah Eropa. adil. Pada tanggal 10 Agustus 1977. 52 Tahun 1976. Selain itu juga mengakibatkan banyak perusahaan dan perseorangan enggan menanam modal di Indonesia. Namun pada tahun 1958. Struktur pasar modal di Indonesia pada tingkat tertinggi berada pada Menteri Keuangan yang menunjuk Bapepam sebagai lembaga pemerintah yang melakukan pembinaan. Perkembangan pasar modal selama tahun 1977 1987 mengalami kelesuan. hal tersebut menandakan mulai aktifnya pasar modal Indonesia. hukum pasar modal harus mengatur segala segi yang berkenaan dengan pasar modal. berdasarkan Keppres RI No. Marak dan rumitnya kegiatan pasar modal menuntut adanya perangkat hukum yang mengatur agar pasar dapat lebih teratur. Pemerintahan di masa Orde Baru kemudian berusaha untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap nilai mata uang Rupiah. dan tidak merugikan para pihak. Pemerintah melakukan persiapan khusus untuk membentuk pasar modal kembali. Dengan demikian. dan berakibat pula pada penutupan kantor-kantor pialang serta pemutusan hubungan kerja. terdapat Undang- . Dengan demikian. Danareksa. Penutupan ketiga bursa efek tersebut sangat mengganggu likuiditas efek. Paket Desember 1987 (Pakdes 87). Sedangkan bursa efek bertindak sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak lain dengan tujuan untuk memperdagangkan efek di antara mereka. pengaturan. Melihat keadaan tersebut. pemerintah Hindia Belanda kemudian mengambil kebijaksanaan untuk memusatkan perdagangan efeknya di Batavia dan menutup bursa efek di Surabaya dan Semarang. Pada tanggal 31 Juni 1952.

yang masing-masing dijalankan oleh perseroan terbatas. Bapapem diberi kewenangan sebagai pengawas dan memiliki otoritas penyelidikan serta penyidikan. karena produk investasi ditawarkan dalam satu atap yaitu BEI. perusahaan efek. Pada September 2007. Pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. wajib menjalankan prinsip-prinsip keterbukaan informasi dalam segala aspek ekonomis yang berlangsung di pasar. Keuntungan yang diperoleh melalui penggabungan tersebut adalah. BEJ dan BES digabungkan (merger) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). pasar modal di Indonesia masih didominasi oleh pemodal asing. Sedangkan bagi anggota bursa. Namun sayangnya. hal ini kemudian mengakibatkan peningkatan fluktuasi dan merugikan investor minoritas. dengan menjadi anggota bursa atau pemegang saham BEI mereka dapat langsung menembus pasar. dengan adanya peraturan tersebut diharapkan pasar modal Indonesia dapat berkembang dalam iklim yang lebih kondusif. Aktivitas pasar modal Indonesia dewasa ini telah menjadi salah satu potensi perekonomian nasional dan memiliki peranan yang penting dalam menumbuh-kembangkan perekonomian nasional. Implementasi keberpihakan hukum atas kepentingan investor. artinya keberpihakan hukum itu tidak lain untuk melindungi kepentingan investor di pasar modal dari praktek curang dan kejahatan pasar modal pada umumnya. Beberapa pihak di Indonesia juga masih menganalogikan pasar modal dengan arena judi. karena hanya mencatatkan saham secara single listing. biaya pencatatan menjadi lebih murah. Indonesia dulu memiliki dua bursa efek. Melalui merger ini diharapkan dapat makin memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk bergabung dan meramaikan pasar modal Indonesia. Di bidang ekonomi sasaran pembangunan jangka panjang kedua adalah terciptanya perekonomian yang mandiri dan handal. bukan sebagai sarana investasi. yaitu Undang-Undang No. Dukungan sektor swasta juga telah menjadi kekuatan nasional sebagai dinamisator aktivitas perekonomian nasional. Idealnya dalam pasar modal perlu ada keseimbangan antara pemodal asing dengan pemodal dalam negeri. dan pelaku pasar yang lain. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. pelaku pasar seperti emiten.Undang Pasar Modal. sudah terakreditasi pada BEI. karena tidak ada lagi pembedaan pasar BES dan BEJ. yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Oleh karena itu peranan dari Bapepam sebagai satu-satunya lembaga otoritas di pasar modal menjadi sangat penting untuk memberikan efektifitas dalam pengawasan di bidang pasar modal. dalam rangka mencapai sasaran tersebut diperlukan berbagai sarana penunjang antara lain berupa tatanan hukum yang mendorong menggerakkan dan mengandalkan berbagai kegiatan pembangunan di bidang ekonomi. Menurut undangundang tersebut. . Bagi investor penggabungan ini menjadikan makin banyaknya pilihan investasi. diantaranya adalah ketentuan di bidang pasar modal yang pada saat ini masih didasarkan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995.

Untuk mengantisipasi adanya pelanggaran dan kejahatan tersebut.700 nasabahnya sebesar 245 milyar Rupiah untuk membeli saham dan memberi pinjaman dana melalui 17 rekening baru yang fiktif. Yang teramat sayang untuk dikatakan adalah bahwa Sarijaya Sekuritas merupakan salah satu broker besar yang dipercaya nasabah/investor selama ini. dana nasabah yang seharusnya dibelikan saham sesuai instruksi para nasabah dan dicatat oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) justru digunakan oleh pemilik Sarijaya Sekuritas untuk melakukan transaksi pribadinya. Selain itu pelaku pasar dalam bertransaksi juga wajib menjalankan prinsip-prinsip keterbukaan informasi dalam segala aspek ekonomis yang berlangsung dipasar. termasuk kaitan dengan reksadana Antaboga dan lain-lain. Bahkan dalam beberapa milis yang ada. sehingga adanya kepastian hukum tidak lain adalah untuk melindungi kepentingan investor di pasar modal agar terhindar dari praktek curang dan kejahatan pasar modal pada umumnya. upaya-upaya apakah yang perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap kepentingan investor dari pelanggaran dan kejahatan pasar modal di Indonesia? Transaksi efek cukup rentan terhadap tindakan pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab serta hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa memperhatikan prinsip fairness dalam berbisnis. Berikut juga muncul dugaan jika pemilik meminjamkan dana tersebut dengan jaminan saham. Sarijaya Sekuritas merupakan broker yang cukup banyak direkomendasikan oleh para investor yang sudah terlebih dahulu berinvestasi di pasar saham. maka diperlukan pembaruan peraturan perundang-undangan dan ketegasan dalam penegakan hukum serta peningkatan fungsi pengawasan. Sedangkan kasus Sarijaya Sekuritas bermula dari tindakan penggelapan dana nasabah dengan cara pembuatan rekening gelap yang dilakukan untuk bertransaksi saham. Kasus penggelapan yang dilakukan oleh Bank Century dan Sarijaya Sekuritas telah merugikan konsumen serta menciderai kepercayaan nasabah bank dan investor di Indonesia. apalagi dalam keadaan sistem perbankan dan pasar saham global yang sedang terpuruk. tetapi ada beberapa hal yang ditanyakan investor. Hal tersebut kemudian . Terkait dengan kejahatan di bidang pasar modal. Kasus Bank Century bermula dari kalah kliringnya bank tersebut di Bank Indonesia. Pada intinya. pada awal tahun 2009 muncul dua berita ekonomi terhangat di Indonesia yang memuat informasi adanya bank terkenal dan broker saham di Indonesia yang melakukan penggelapan dana nasabahnya. pemerintah akhirnya mengambil alih Bank Century melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). maka berbagai masalah yang ada untuk kemudian diselesaikan salah satunya adalah. Sarijaya Permana Sekuritas) awalnya terjadi dari tindakan presiden komisaris dan pemilik tunggalnya yang secara ilegal menggunakan dana yang dimiliki oleh 8.Berdasarkan hal tersebut. dimana hal tersebut sangat dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi. terutama dalam krisis finansial. Karena Bank Century mengalami kesulitan likuiditas. walaupun masalah likuiditas merupakan hal yang wajar. yaitu kasus Bank Century dan Sarijaya Sekuritas. Komisaris utama sekaligus pemiliknya adalah yang dituduh oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebagai dalang dibalik penggelapan ini. Kasus Sarijaya Sekuritas (secara lebih lengkap disebut dengan PT. karena keberadaan pasar modal yang didasarkan atas undangundang yang baik diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

Bagaimanakah peran Bapepam-LK dalam menyelesaikan kasus Sarijaya Sekuritas? . Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dan Bapepam-LK memiliki pendapat yang berbeda untuk kasus Sarijaya Sekuritas. karena hingga saat ini Bapepam dan otoritas bursa lainnya tengah berupaya keras mendorong perkembangan investor ritel lokal. Terjadinya kasus Sarijaya Sekuritas sungguh disesalkan. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas. para perusahaan sekuritas lain bekerja keras untuk meyakinkan para nasabahnya agar tetap berinvestasi dan tidak menarik dananya.berakibat panjang ketika pasar saham sedang terpuruk peminjam dana justru menunggak dan pemilik Sarijaya Sekuritas mengalami kerugian besar karena nilai saham yang dijamin merosot tajam. apakah masuk kedalam kejahatan pasar modal atau pidana umum. Perlu diingat juga bahwa komisaris utama sekaligus pemilik tunggal Sarijaya Sekuritas adalah orang yang sudah cukup lama di pasar modal. Sedangkan Bapepam-LK menganggap kasus ini bukan termasuk kejahatan pasar modal. Apakah kasus sarijaya sekuritas termasuk dalam kejahatan di bidang pasar modal? 2. maka dapat dirumuskan dua permasalahan sebagai berikut : 1. Mabes Polri menyatakan bahwa kasus ini masuk kedalam kejahatan pasar modal sehingga perlu ditindak sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal. dengan adanya kasus ini investor mudah pergi dari pasar modal. sehingga banyak pihak yang tidak menyangka dan menyesalkan kenapa yang bersangkutan melakukan hal tersebut. maka akan sangat sulit dan butuh waktu yang lama untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat untuk kembali berinvestasi di pasar modal. yaitu penggelapan dan pencucian uang. melainkan pidana umum. Jika kepercayaan para investor pasar modal sudah hancur. Kasus penggelapan dana nasabah Sarijaya Sekuritas oleh komisaris utama sekaligus pemilik tunggalnya telah menghancurkan kepercayaan para investor lokal pasar modal terhadap perusahaan sekuritas. Karena kasus ini. B.

Rincian Tugas Bappepam Versi Undang-Undang Pasar Modal Undang.(2) pengaturan terperinci. yaitu secara (1) pengaturan umum. BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN 1. 1.undang Pasar Modal memformulasikan kedudukan dan fungsi Bappepam secara multi formasi.BAB II PEMBAHASAN A. Pengaturan Umum Secara umum. Undang undang Pasar Modal mengatur kewengan dan tugas Bapepam sebagai: (a) Lembaga Pembina (b) Lembaga Pengatur (c) Lembaga Pengawas Ketiga kewenangan tersebut haruslah dilaksanakan oleh Bapepam dengan tujuan terciptanya suatu asar modal yang: (a) Teratur (b) Wajar (c) Efisien .dan (3) pengaturan sporadis.

aturan main untuk pasar modal. yang membuatnya menjadi semacam polisi khusus. pedoman. yakni dalam bentuk aturan. dan Wakil Manajer Investasi. seperti juga SEC di USA itu.Enforcemant. penyidikan dan penerapa sanksi-sanksi.fungsinya seperti ini juga disebut fungsi Quasi Legislative Power. (2) Fungsi Adjudicatory. c. b. lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sampai dengan dipilihnya komisaris dan/atau direksi yang baru.konsultan hukum. selalu mempunyai 3 fungsi utama yaitu : (1) Fungsi Rule Making. Wkil Perantara. yalni dalam bentuk pemeriksaan.jadi meru[pakan kewenangaqn judicial seperti yang dilakuka oleh suatu badan peradilan.(d) Melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat Sementara itu. sebenarnya memang sudah sesuai dengan prinsip prinsip hukum pasar modal secara global. (3) Menetapkan persyaratan dan ata cara pencalonan dan memberhentikan untuk sementara komisaris dan/atau direksiserta menunjuk manajemen sementara Bursa Efek. (3) Fungsi Investigatory. Termasuk ke dalam fungsi ini misalnya megadili dan memecat atau mencabut ijin ataupun melarang pihak-pihak tertentu di pasar modal untuk ikut berpartisipasi dalam keiatan-kegiatan pasar modal. Fungsi ini membuat otoritas pengawas mempunai wewenang investigasi dan enforcement. Perusahaan Efek.8 tahun 1995. (2) Mewajibkan pendaftaran profesi penunjang pasar modal ( notaries. Fungsi Bapepam sepeti tersebut apabila dapat dilaksanakan dengan benar. Dalam hal ini otoritas pengawas dapat membuat aturan. Sebab. Izin orang perseorangan bagi wakil Penjamin Emisi Efek. Lembaga Penyipanan dan Penyelesaian m. Reksa Dana. dalam hal ini kepada : a. . Bursa Efek.akuntan dan penilai) dan Wali Amanat. bimbingan dan pengarahan. 2. Jadi merupakan kewenangan legislative. dimana-mana yang namanya otoritas pasar modal.dan Biro Administrasi Efek. yaitu sebagai berikut: (1) Memberikan izin usaha kepada para pelaku pasar modal. dan (b) Represif. Dan ini dilakukan dengan memberikan kepada Bapepam kewenangan penyelidikan dan penyidikan. Lembagfa Kliring dan Penjaminan. Pengaturan Terperinci Pengaturan tentang kewenangaqn Bapepam secara terperinci dapat diketemukan dalam pasal 5 UUPM no. pelaksanaan kewenangan Bapepam sebagai lembaga pengawas dapat dolakukan secara: (a) Preventif. penasihat Investasi.Pedagang Efek. Persetujuan bagi Bank Kustodian. Ini merupakan fungsi otoritaspengawas untuk melakukan funfgsinya sebagai quasi judicial power.

Izin orang perseorangan. atau pendaftaran profesi berdasarkan Undang undang ini. setiap emiten atau perusahaan public yang telah atau diwajibkan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam. (5) Melakukan pemeriksaan dan penyelidkan terhadapsetia[p pihak dalam hal terjadinya peristiwa yang diduga merupakan pelanggaraqn terhadap UUPM atau peraturan perUU pelaksanaan lainnya. Lembaga Kliring dan Penjaminan. (13) Menetapkan biaya perijinan . b. (7) Melakukan pemeriksaan terhadap: a. (8) Menunjuk pihak lain untuk melakukan pemerksaan tertantu dalam rangka pelaksanaan wewenang Bapepam sebagaimana dimaksud dalam poin (7) tersebut di atas. pendaftaran. Pihak yang dipersyaratkan mempunyai izin usaha. (6) Mewajibkan setiap pihak yang bersangkutan untuk: a. membatalkan dan membekukan pencatatan suatuefek pada suatu bursa efek atau menghentikan transaksi Bursa Efek tertentu untuk jangka waktu tertentu. (12) Memeriksa keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksioleh Bursa Efek. pemeriksaan dan penelitian serta biaya lain dalam rangfka kegiatan pasar modal. . menunda ataumembatalkan efektifnya pernyataan pendaftaran. menghentikan aatau memperbaiki iklan atau promosi yang berhubungan dengan kegiatan pasar modal: atau. atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian serta memberikan keputusan membatalkan atau menguatkan pengenaan sanksi dimaksud.(4) Menentukan persyaratan dan prosedur pernyataan pendaftarn serta menyertakan . persetujuan . persetujuan. (9) Mengumumkan hasil pemeriksaan. (15) Memberikan penjelasan lebih lanjut yang bersifat teknis atas perundang-undangan pasar modal. (11) Menghentikan kegiatan perdagangan Bursa Efek untuk jangka waktu tertentu dalam hal keadaan darurat. b. (14) Melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian masyarakatsebagai akibat pelanggaran aas ketentuan dibidang pasar modal. Mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk mengatasi akibat yang mnculdari iklan atau promrsi tersebut. (10) Guna kepentingan pemodal.

baik milik pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam peelanggaran perundang-undangan di bidang pasar modal. (4) Memeriksa dan/atau membuat salinan terhadap catatan . Saham.KOnrak Berjangka atas Efek. pembukuan . yang pada prinsipnya merupakan penegasan atau pengejawantahanlebih lanjut dari kwewenangan Bapepam seperti yang telah disebutkan diatas. Suatu pemeriksaan oleh Bapepam baru dapat dilakukan jika: (a) Terdapat laporan.Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif. Surat Berharga Komersial. Pengaturan Secara Sporadis Selain kewenangan Bapepam seperti diatas. masih ada lagi kewenangan Bapepam yang lainyang tersebar secara sporadisnbaik diberikan UUPM. 46 Tahun 1995 tentang tata cara pemeriksaan di Bidang Pasar Modal. dan setiap Derivatif dari efek. Yakni pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap UUPM. (17) Melakukan hal-hal lain yang diberikan berdasarkan UUPM. 2. .(16) Menetapkan instrument lain sebagai efek selain dari Surat Pengakuan Utang. (5) Menentukan syarat dan/atau mengizinkan pihakyang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundang-undangan di pasar modal untuk melakukan tindakan tertentu yang diperlukan dalam rangka penyelesaian kerugian yang timbul. bahwa yang dimaksud pemeriksaan adalah kegiatan mencari. Obligasi. (3) Mewajibkan pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundangundangan di bidang pasar modal untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan tertentu. Atau seperti yang dijelaskan dalam PP No. Bapepam dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: (2) Meminta keterangan dan/atau konfirmasi dari pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundang-undangan di pasar modal atau pihak lain jika dianggap perlu. dan/atau dokumen lain. pemberitahuan atau pengaduan dari pihak tertentu tentang adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. damn mengolah data dan/atau keterangan lain yang dilakukan oleh pemeriksa untuk membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran atas perundangundangan di bidang pasar modal. Tanda Bukti Utang. ataupun pihak lain jika dianggap perlu. Kewenangan Bapepam Sebagai Lembaga Pemeriksa Sebagai salah satu bentuk konkretisasi dari peran Bapepam sebagai lembaga pengawas adalah kewenangan Bapepam untuk melakukan pemeriksaan. Maka dalam rangka pelaksanaan tugasnya selaku lembaga pemeriksa tersebut. mengumpulkan . yaknibkewenangan yang bersifat umum dan kewenangan terperinci.

dan meminta keterangan dan barang bukti dari setiap pihak yang disangka melakukan . kewenangan penyidikan dari Bapepam ini dapat di perincikan sebagai berikut: (1) Menerima laporan. Mereka inilah yang dalam praktek sering disebut Polisi Khusus (Polsus). pemberitahuan. Kewenangan Bapepam Sebagai Penyidik Salah satu kewenangan Bapepam yang cukup spektakuler dan fantastis adalah kewenangan untuk melakukan penyidikan di pasar modal. (2) Melakukan penelitian atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak pidana dibidang pasar modal (3) Melakukan penelitian terhaqdap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam tindak pidana di bidang pasar modal (4) Memanggil. Kewenangan penyidikan ini juga merupakan pengejawantahan dari peran Bapepam sebagai suatu lembaga pengawas. sesuai dalam keentuan KUHAP.. Kewenangan penyidikan ini dapat digunakan oleh Bapepam apabila menurut pendapatnya telah terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang di bidang apasar modal.(3) norma pemeriksaan yang menyangkut dengan pera pihak yang diperiksa. yang mengakibatkan kerugian bagi kepentingan pasar modal atau kepentingan masyarakat. Selanjutnya . atau sebagai saksi dalam tindak pidana dibidang pasar modal. .(b) Tidak dipenuhinya kewajiban yang harus dilakukan oleh pihak-pihak yang memperoleh perizinan. yang memang dimungkinkan oleh KUHAP. Dalam melakukan pemeriksaan . melainkan merupakan kewenangan yang mandiri. dalam hal ini. oleh Undang-undang Pasar Modal dibereikanlah wewenang khusus sebagai penyidik terhadap pejabat pegawai negeri tertentu di lingkungan Bapepam. Maka . yang terdiri dari (1) norma pemeriksa yang menyangkut dengan pemeriksa. atau pengaduan dari seseorang tentang adanya trindak pidana di bidang pasar modal. karena itu. Kedudukan dan kewenangannya sebagai lembaga penyidik bukanlah terusan dari kedudukannya sebagai lembaga pemeriksa. dapat saja Bapepam langsung menggunakan kewenangan penyidikan (jika ada alas an untuk itu) tanpa harus sebelumnya melakukan tindakan yang tergolong kedalam kewenangan pemeriksaan. atau (c) Terdapat petunjuk tentang terjadinya pelanggaran atas perundan-undangan di bidang pasar modal. persetujuan atau pendaftaran dari Bapepam atau pihak lain yang dipersyaratkan untuk menyampaikan laporan kepada Bapepam .(2) norma pemeriksaan yang menyangkut dengan pelaksanaan pemeriksaan. 3. Pasal 6 ayat (1) hurup b dari KUHAP menentukan bahwa pejabat pegawai negeri sipil tertentu dapat diberi wewenang khusus oleh unfdang-undang untuk menjadi penyidik. haruslah dipenuhi norma-norma yang disebut dengan norma pemeriksaan . memeriksa.

com. . (8) Meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang pasar modal. B.Undang No. (7) Memblokir rekening pada bank atau lembaga keuangan lain dari pihak yang diduga melakukan atau terlibat tindak pidana di bidang pasar modal. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). (www. berdasarkan UUPM maka PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) didirikan untuk menyediakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa yang teratur. Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) adalah pihak yang menyelenggarakan jasa kiring dan penyelesaian Transaksi Bursa. dan dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap barang yang dapat dijadikan barang bukti dalam perkara pidana di bidang pasar modal. (10) Mengajukan permohonan ijin kepada meteri untuk memperoleh keterangan dari bank tentang keadaan keuangan dari tersangka pada bank sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perbankan. LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN (LKP) Menurut Pasal 1 angka 8 Undang . (11) Memberitahukan dimulainya penyidikan dan penyampaian hasil penyidikan kepada penuntut umu sesuai dengan KUHAP. (6) Melakukan pemeriksaan di setiap tempat tertentu yang diduga terdapat setiap barang bukti pembukuan . KPEI didirikan sebagai perseroan terbatas berdasarkan akte pendirian No. Pada tanggal 1 Juni 1998. LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN (LKP) DAN LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN (LPP) 1. KPEI memperoleh status sebagai badan hukum pada tanggal 24 September 1996 dengan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia. 8 tanggal 5 Agustus 1996 di Jakarta oleh PT Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan 100% dari total saham pendiri senilai Rp 15 miliar. (12) Meminta bantuan aparat penegak hukum lainnya. pencatatan. wajar dan efisien.(5) Melakukan pemeriksaan atas pembukuan . 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM). dan dokumenlain berkenaan dengan tindak pidana dibidang pasar modal. Kep-26/PM/1998. KPEI mendapat izin usaha sebagai LKP berdasarkan Surat Keputusan Bapepam No. catatan. (9) Menyatakan saat dimulai dan dihentikannya penyidikan.kpei.

Melaksanakan kegiatan kliring atas semua transaksi Bursa untuk produk Ekuitas. Memberikan kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban bagi Anggota Kliring yang timbul dari transaksi bursa. Dengan demikian proses kliring. Sekilas tentang Layanan KPEI 1. 2. berkewajiban untuk menerapkan standard-standard internasional dalam proses otomatisasi proses kliring dan penyelesaian transaksi bursa. Derivatif dan Obligasi pada Bursa Efek di Indonesia.com. (www. penyelesaian transaksi. Dengan demikian risiko dari masing-masing Anggota Kliring diserap oleh KPEI sehingga tidak menimbulkan gangguan lebih jauh terhadap pasar. Melaksanakan proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Klirng yang timbul di Transaksi Bursa 4. Jasa penjaminan adalah jasa untuk memberikan kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul dari Transaksi Bursa. Jasa Penjaminan KPEI menyediakan jasa penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa bagi Anggota Kliring yang bertransaksi di BEI. Melaksanakan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa untuk produk ekuitas dan produk derivatif. Hal tersebut dimungkinkan dengan kliring secara netting dengan novasi. penurunan frekuensi kegagalan penyelesaian transaksi. teratur. kepastian waktu penyelesaian.kpei. Jasa Kliring Transaksi Bursa KPEI sebagai mitra pengimbang sentral (central counterparty) dalam kegiatan kliring dan penyelesaian transaksi terhadap lebih dari 120 perusahaan Efek yang terdaftar di Bursa. Proses kliring adalah suatu proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul dari Transaksi Efek yang dilakukannya di Bursa Efek dengan agar masing-masing Anggota Kliring mengetahui hak dan kewajiban baik berupa Efek maupun uang yang harus diselesaikan pada tanggal penyelesaian Transaksi Bursa. 4. . KPEI bertindak sebagai mitra pengimbang / lawan (counterparty) bagi seluruh Anggota Kliring yang bertransaksi di Bursa. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor untuk bertransaksi di pasar modal Indonesia. Dalam fungsi penjaminan. dan penjaminan dapat berjalan dengan lebih wajar. b. efisien sehingga dapat meminimisasi risiko penyelesaian transaksi bursa baik saham maupun derivatif.Adapun ruang lingkup kegiatan KPEI adalah sebagai berikut . Dengan kata lain fungsi penjaminan bertujuan memberi kepastian terselenggaranya Transaksi Bursa bagi Anggota Kliring yang sudah memenuhi kewajibannya. Ruang Lingkup Kegiatan Kliring a. Ruang Lingkup Kegiatan Penjaminan a. sehingga masing-masing Anggota Kliring hanya berhubungan dengan KPEI dalam penyelesaian Transaksi Bursanya. b.

Penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa adalah kewajiban KPEI untuk seketika dan langsung mengambil alih tanggung jawab Anggota Kliring yang gagal memenuhi kewajiban yang terkait dengan Transaksi Bursa yang dilakukannya.ksei.com. KPEI mengendalikan risiko-risiko yang berpotensi mengakibatkan kegagalan Transaksi Bursa. bunga.com. KSEI berfungsi untuk menyediakan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek yang teratur. Pemantauan Modal Kerja Bersih disesuaikan (MKBD) 3. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). (www.Adapun kegiatan pengendalian risiko yang dilakukan oleh KPEI tersebut meliputi: 1. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1997 dan pada tanggal 11 November 1998 KSEI memperoleh izin usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). menyelesaikan transaksi Efek. KPEI wajib menyelesaikan setiap kegagalan Anggota Kliring dalam melakukan transaksi Bursa. dan Pihak Lain. Perusahaan Efek. yang menyebutkan bahwa Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain. Melalui sistem e-CLEARS(r) (Electronic Clearing & Guarantee System) dan ARMS (Automated Risk Monitoring System). Pemantauan Profil Risiko Keanggotaan 2. LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN (LPP) Pasal 1 angka 10 UU PM memberikan pengertian bahwa LPP adalah pihak yang meyelenggarakan kegiata Kustodian sentral bagi Bank Kustodian. dan efisien. dan hak-hak lain. dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. . (www. Penilaian & Pemantauan Agunan 4. 2. Sesuai dengan ketentuan UUPM. 4. wajar. Pengelolaan Dana Jaminan Jasa Pinjam Meminjam Efek Hal ini bertujuan membantu Anggota Kliring untuk memenuhi kebutuhan Efek sementara untuk menghindari terjadinya kegagalan penyelesaian Transaksi Bursa.kpei. Penentuan & Pemantauan Pembatasan Perdagangan (Trading Limit) 5. Pengertian Kustodian sendiri secara Otentik ditafsirkan oleh Pasal 1 angka 8 UUPM. KPEI dapat menawarkan jasa lain di lingkungan pasar modal. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). Jasa Terkait Pasar Modal Lain Sesuai dengan ketentuan di dalam UUPM. termasuk menerima deviden.

Melalui sistem ini. Untuk mendukung layanan jasa KSEI yang semakin variatif. total aset yang tercatat di C-BEST (data per 31 Desember 2007) sebesar Rp 1. Sejak diluncurkan pada bulan Juli 2000. aman dan efisien. keterlibatan manusia dalam pengiriman dan penerimaan message akan semakin berkurang.com. antara lain: meningkatkan faktor keamanan. Rencana implementasi The Central Fund Settlement System (C-TRUST) juga tidak lepas dari fokus KSEI. KSEI juga terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan terhadap sistem teknologi informasi. KSEI memperkenalkan The Central Depository and Book Entry Settlement System atau lebih dikenal dengan C-BEST. KSEI bersama-sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjadi bagian dari suatu tatanan komprehensif dan terpadu yang berfungsi sebagai lembaga yang memberikan fasilitas untuk transaksi Efek yang transparan. Bersama-sama dengan Bursa Efek serta Lembaga Kliring dan Penjaminan. (www.com. C-BEST mampu berkomunikasi secara host to host connection dengan sistem back office Pemegang Rekening.Hingga 31 Desember 2007. dan Biro Administrasi Efek 4%. Perusahaan Efek 33. Selain itu. Sistem ini merupakan platform elektronik terpadu yang mendukung penyimpanan Efek tanpa warkat dan penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan di pasar modal Indonesia. diakses pada tanggal 13 Januari 2010).298. Melalui fasilitas ini. yang diartikan bahwa teknologi dalam pasar modal memegang peranan penting. Misalnya. Sehingga.25 triliun. dikenal jargon technology creates its own market.ksei. efisien dan andal.5%. SRO (BEI dan KPEI) sebanyak 26. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). (www. saham KSEI dimiliki oleh Bank Kustodian sebesar 36%. Melalui peranan C-BEST. sejak 17 Juli 2000 KSEI berhasil melakukan terobosan baru dengan mengimplementasikan perdagangan Efek tanpa warkat (scripless trading) di pasar modal Indonesia. proses transaksi Reksa Dana bisa dilakukan dengan cepat. Dalam transaksi keuangan. untuk menciptakan efisiensi di pasar modal dan mengantisipasi perkembangan pasar modal yang sangat dinamis. manajemen KSEI senantiasa melakukan pengembangan teknologi terhadap sektor ini. mengurangi biaya dan mempermudah serta mempercepat pendistribusian corporate action. Sebagai salah satu fasilitator dalam aktivitas di pasar modal Indonesia. Mekanisme Transaksi Efek di Bursa (Bahan Kuliah Mata Kuliah Hukum Pasar Modal Prof. mengurangi beban penyelesaian transaksi. implementasi Real Time Straight Through Processing Connection. Nindyo Pramono) Perusahaan Efek Bank Kustodian Perusahaan Efek Bank Kustodian .5%.ksei. Scripless trading ini sangat bermanfaat bagi para pelaku pasar modal.

Wali Amanat . 45 Tahun 1995. STRUKTUR KELEMBAGAAN PASAR MODAL berdasarkan UU no. 654 Tahun 1995 ( M. Menkeu No. 2008 : 114) LPP (KSEI) Bursa Efek Indonesia LKP (KPEI) Perusahaan Efek Penjamin Emisi (under writer) Perantara/ Pedagang (broker) Manajer Investasi (Investment Manajer) Profesi Penunjang Lembaga Penunjang Akuntan. Konsultan Hukum. 8 Tahun 1995. Penanggung. Pemeringkat Efek.3. Penasehat Investasi Kustodian. dan Kep. dkk. PP No. Notaris. Penilai. Irsan Nasarudin. Badan Administrasi Efek.

Dengan demikian perangkat . Pedoman melakukan kegiatan di bidang pasar modal diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Persoalan terjadinya kejahatan dan pelanggaran di pasar modal diasumsikan berdasarkan beberapa alasan. antara lain: kesalahan pelaku.C. serta kelemahan peraturan. Bapepam memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan. yaitu sebagai lembaga perantara (intermediary) yang menghubungkan kepentingan pemakai dana dan para pemilik dana. kelemahan aparat yang mencakup integritas dan profesionalisme. antara lain dengan menertibkan dan membina pelaku pasar modal sebagai tindakan preventif. Bapepam berkewajiban untuk selalu melakukan penelaahan hukum yang menyangkut perlindungan dan penegakan hukum yang semakin penting. Undang-Undang Darurat tersebut diganti karena materinya sangat sumir dan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pengembangan pasar modal dewasa ini. oleh karena itu Bapepam diberi kewenangan untuk melakukan penyelidikan. Pemerintah Indonesia melalui Bapepam berupaya keras untuk mengatasi dan mencegah kejahatan di bidang pasar modal dengan berbagai cara. Undang-undang tersebut menggantikan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1952 yang menetapkan berlakunya Undang-Undang Darurat Nomor 13 Tahun 1951 sebagai Undang-Undang. pemeriksaan. penyidikan. penyidikan. Dikatakan penting karena. Untuk kasus pelanggaran. dan menuntaskan kejahatan di bidang pasar modal sebagai tindakan represif. KEJAHATAN DI BIDANG PASAR MODAL Kejahatan di bidang pasar modal adalah kejahatan yang khas dilakukan oleh pelaku pasar modal dalam kegiatan pasar modal. sampai meneruskan penuntutan kepada kejaksaan atas dugaan terjadinya kejahatan. sampai pemberian sanksi administratif. Tugas yang diemban Bapepam sangat berat. lembaga pasar modal merupakan lembaga kepercayaan.

perundang-undangan yang mengatur mengenai pasar modal diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi penegakan hukum di dalam memberi jaminan dan kepastian hukum kepada pelaku pasar modal. yaitu terbatas dalam kegiatan perdagangan efek yang meliputi kegiatan penawaran. (2) Memakai nama palsu atau martabat palsu. dan/atau penjualan efek yang terjadi dalam rangka penawaran umum. bahkan turut serta melakukan penipuan pun tak lepas dari jerat pasal ini. dan perdagangan orang dalam. seperti penipuan. pembelian. atau terjadi di bursa efek maupun diluar bursa atas efek emiten atau perusahaan publik. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi. Larangan tersebut ditujukan kepada semua pihak yang terlibat dalam perdagangan efek. (4) Rangkaian kebohongan. Mengenai pengertian tipu muslihat atau rangkaian kebohongan sebagaimana ditentukan dalam KUHP. namun akibat yang ditimbulkan dapat fatal dan luas. Jenis-jenis tindak pidana yang dikenal dibidang pasar modal. adalah: membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek. yaitu barang yang menjadi obyek adalah informasi. antara lain: 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. selain itu pelaku tindak pidana tidak mengandalkan kemampuan fisik. tetapi kemampuan untuk memahami dan membaca situasi pasar untuk kepentingan pribadi. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga memberikan beberapa spesifikasi mengenai pengertian penipuan. disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara: (1) Melawan hukum. manipulasi pasar. (3) Tipu muslihat. Penipuan Penipuan menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 90 huruf c. Pembuktian tindak pidana pasar modal juga sangat sulit. Tindak pidana dibidang pasar modal memiliki karekteristik yang khas. (5) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 menegaskan bahwa hal tersebut . Terkait dengan pengertian KUHP tentang penipuan. Selain menetapkan jenisjenis tindak pidana dibidang pasar modal.

Misalnya. Transaksi yang dapat menimbulkan gambaran semu adalah transaksi efek yang tidak mengakibatkan perubahan kepemilikan atau penawaran jual/beli efek pada harga tertentu dimana pihak tertentu telah bersekongkol dengan pihak lain yang melakukan penawaran jual/beli efek yang sama pada harga yang kurang lebih sama. antara lain: (1) Menyebarkan informasi palsu mengenai emiten dengan tujuan mempengaruhi harga efek perusahaan yang dimaksud di bursa efek (false information). atau harga efek di bursa efek. akibatnya harga efek bisa naik atau turun. menurunkan. keadaan pasar. Otoritas pasar modal mengantisipasi setiap pihak yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam hal modal dan teknologi atau sarana yang kemungkinan bisa melakukan penggambaran sedemikian rupa sehingga pasar memahami dan merespon gambaran tersebut sebagai suatu hal yang benar. Begitu telah ada konfirmasi bahwa informasi itu benar. Motif dari manipulasi pasar antara lain untuk meningkatkan. (2) Painting the Tape . tindakan yang dilakukan oleh setiap pihak secara langsung maupun tidak dengan maksud untuk menciptakan gambaran semu atau menyesatkan mengenai perdagangan. Informasi merupakan pedoman pokok para pemodal untuk mengambil keputusan terhadap suatu efek. padahal emiten B termasuk yang diambil alih oleh pemerintah. 2. (2) Menyebarkan informasi yang menyesatkan atau tidak lengkap (misinformation). maka gejolak pasar akan berhenti dan berjalan normal kembali. Misalnya.termasuk membuat pernyataan yang tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta yang material. bagaimana kegiatan perdaganyan pasar modal bisa berjalan? Informasi yang dihembuskan oleh pihak tertentu dapat menimbulkan dampak pada pasar. baik secara langsung maupun tidak dengan efek tersebut. Harga efek di pasar modal sangat sensitif terhadap suatu peristiwa dan informasi yang berkaitan. pasar merespon kemudian harga efeknya jatuh tajam di bursa. Beberapa pola manipulasi pasar. Dalam praktik perdagangan efek internasional dikenal beberapa kegiatan yang dapat digolongkan sebagai manipulasi pasar. yaitu: (1) Marking the Close Marking the close adalah. Jika informasi tersebut tidak dilindungi oleh hukum sebagai informasi yang benar. merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada saat atau mendekati penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau harga pembukaan yang lebih tinggi pada hari berikutnya. suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten B tidak termasuk perusahaan yang akan dilikuidasi oleh pemerintah. suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten A akan segera dilikuidasi. Manipulasi Pasar Manipulasi pasar menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 91 adalah. atau mempertahankan harga efek.

(5) Pools Pools merupakan penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh sekelompok investor dimana dana tersebut dikelola oleh broker atau seseorang yang memahami kondisi pasar. konsolidasi. konsolidasi. Jika penjual gagal menyerahkan efek pada T+3. Hal ini dapat dilakukan karena bursa efek menetapkan jangka waktu penyelesaian transaksi T+3 (penjual wajib menyerahkan efeknya pada hari ke-3 setelah transaksi). yaitu menjual efek dimana pihak penjual belum memiliki efeknya. . (7) Perdagangan Orang Dalam (Insider Trading) Pelaku perdagangan orang dalam dapat dibedakan menjadi dua jenis. pemegang saham yang tidak menyetujui rencana merger.Painting the tape adalah. Manager dari pools tersebut membeli saham suatu perusahaan dan menjualnya kepada anggota kelompok investor tersebut untuk mendorong frekuansi jual-beli efek sehingga dapat meningkatkan harga efek tersebut. Pada dasarnya painting the tape mirip dengan marking the close. yaitu: pihak pertama yang mengemban kepercayaan secara langsung maupun tidak dari emiten atau perusahaan publik atau disebut juga pihak yang berada dalam fiduciary position. dan pihak kedua yang menerima informasi orang dalam dari pihak pertama (disebut juga tippees). atau akuisisi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas menentukan bahwa. (4) Cornering the Market Cornering the market adalah. namun dapat dilakukan setiap saat. Praktiknya dapat dilakukan dengan short selling. Manipulasi tersebut dilakukan dengan maksud bahwa mereka membuat gambaran dari aktivitas pasar dimana tidak terjadi penjualan atau pembelian yang sesungguhnya. Pelaku dapat mengambil keuntungan dari situasi tersebut dengan melakukan cornering the market. Pemegang saham dapat memanfaatkan ketentuan ini untuk kepentingan pribadi melalui tindakan manipulasi pasar. (3) Pembentukan harga berkaitan dengan merger. (6) Wash Sales Order beli dan jual antara anggota asosiasi dilakukan pada saat yang sama dimana tidak terjadi perubahan kepemilikan manfaat atas efek. membeli efek dalam jumlah yang besar sehingga dapat menguasai atau menyudutkan pasar. kegiatan perdagangan antara rekening efek satu dengan rekening efek lain yang masih berada dalam penguasaan satu pihak atau memiliki keterkaitan sedemikian rupa sehingga tercipta perdagangan semu. yaitu membeli dalam jumlah besar efek tertentu dan menahannya sehingga akan banyak penjual yang mengalami gagal serah efek dan terpaksa membeli di pasar tunai yang sudah dikuasai oleh pelaku. atau akuisisi berhak meminta kepada perseroan untuk membeli saham dengan harga yang wajar. maka yang bersangkutan harus membeli efek tersebut di pasar tunai yang biasanya lebih mahal dari harga di pasar regular.

bedanya bila pada pencurian konvensional yang menjadi obyek adalah materi milik orang lain. direktur. maka pada perdagangan orang dalam obyek pencurian tetap milik orang lain tapi dengan menggunakan informasi yang seharusnya milik umum. Adanya perdagangan efek. b. Kasus Posisi Terdakwa Herman Ramli bersama dua Direksi PT Sarijaya Permana Sekuritas dianggap penuntut umum telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan. Kasus perdagangan orang dalam diidentikkan dengan kasus pencurian.074 nasabah menderita kerugian sebesar Rp. Perdagangan orang dalam memiliki beberapa unsur. Akibat ulah ketiga terdakwa. dan pencucian uang. Perdagangan dimotivasi oleh informasi itu. Dilakukan oleh orang dalam perusahaan. D. sudah terhimpun 17 nasabah nominee . f. 235. Adanya inside information. d. antara lain: a. orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesi atau hubungan usahanya dengan emiten memungkinkan orang tersebut memperoleh informasi orang dalam. Sampai tahun 2008. Berawal dari perbuatan Herman yang secara bertahap memerintahkan stafnya. maka kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal juga akan pudar. untuk mencari nasabah nominee pada tahun 2002. Setya Ananda. antara lain: komisaris. sehingga pelaku memperoleh keuntungan dari tindakannya. sedangkan pada kasus perdagangan orang dalam. Informasi itu belum diungkap dan dibuka untuk umum. c. yang menderita kerugian begitu banyak dan luas. Kalau kredibilitas pudar. 13. pemegang saham utama emiten atau perusahaan publik. mulai dari lawan transaksi hingga kepada pudarnya kewibawaan regulator dan kredibilitas pasar modal. e. Selain itu dapat pula dideteksi dari adanya peningkatan harga dan volume perdagangan efek sebelum diumumkanya informasi material kepada publik terkait dengan terjadinya peningkatan atau penurunan perdagangan yang tidak wajar.Pihak yang termasuk golongan pertama. Pada pencurian konvensional yang menderita kerugian adalah pihak pemilik barang. Kemungkinan terjadinya perdagangan dengan menggunakan informasi orang dalam dapat dideteksi dari ada atau tidaknya orang dalam yang melakukan transaksi atas efek perusahaan dimana yang bersangkutan menjadi orang dalam. pegawai. Bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.6 milyar.

yang sebagian besar adalah pegawai grup perusahaan Sarijaya. 17 Rekenaing Fiktif itu dibuka oleh Herman Ramli sebagai Komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas dan sebagai pemegang saham terbesar . termasuk di dalamnya modal perusahaan sebesar Rp5. karena dana dalam rekening 17 nasabah nominee ini tidak mencukupi untuk melakukan transaksi. maka Herman meminta Lanny Setiono (stafnya) untuk menaikkan batas transaksi atau Trading Available (TA). Herman medebet dana 13074 nasabah yang tersimpan di main account Sarijaya Apabila diakumulasikan. Polri menyatakan kasus Sarijaya masuk dalam ranah pasar modal. sebelumnya harus mendapat persetujuan dari para direksi Sarijaya. Walau mengetahui dana yang terdapat pada rekening ketujubelas nasabah nominee tidak mencukupi. Sedangkan Bapepam-LK menganggap kasus ini bukan pelanggaran pasar modal. Selama kurang lebih enam tahun. Sarijaya Permana Sekuritas 2. Analisa Hukum Atas Kasus Posisi Dari Kasus Posisi diatas maka adapun fakta hukum yang bisa disimpulkan yakni : 1. Mabes Polri dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mempunyai pendapat yang berbeda untuk kasus ini. melainkan kategori pidana umum. Zulfian. Herman dianggap telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan. Oleh karena itu. Dan untuk membayar transaksi itu. transaksi yang dilakukan Herman. Namun.4 miliar. Direktur Utama Sarijaya. para direksi tetap memberikan persetujuan untuk menaikkan TA. dan perlu ditindak sesuai dengan UU Pasar Modal. untuk menaikkan TA. Rekening itu digunakan Herman untuk melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. Lanny menindak-lanjutinya dengan memerintahkan bagian informasi dan teknologi (IT) untuk memproses kenaikan TA 17 nasabah nominee tersebut. E. yakni penggelapan dan pencucian uang.6 miliar. Lalu. Herman dapat melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. Herman melakukan transaksi jual/beli saham dengan menggunakan rekening ketujuhbelas nasabah nominee. Kemudian. dan Yusuf Ramli. Adanya 17 Rekenening Fiktif yang terdapat di PT. pemilik 60 persen saham perusahaan sekuritas (Sarijaya) ini telah mempergunakan dana sekitar Rp214. Sehingga. Tapi.77 miliar. Padahal. dibukakanlah ketujuhbelas nasabah nominee ini rekening. dan pencucian uang yang merugikan 13074 nasabah Sarijaya sekitar Rp235. yaitu Teguh. tanpa sepengetahuan atau order dari para nasabah.

Unsur Kegiatan Perdagangan Efek Dalam penjelasan pasal 90 dikatakan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan perdagangan Efek dalam Pasal ini adalah kegiatan yangmeliputi kegiatan penawaran. Dari beberapa jenis kejahatan pasar modal sebagaimana diutarakan diatas maka jika kita hubungkan dengan kasus yang dialami oleh PT Sarijaya Permana Sekuritas maka akan lebih mengarah ke kejahatan pasar moda yang berupa penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 90 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1995 yang isinya atara lain : Dalam kegiatan perdagangan Efek. dan perdagangan orang dalam.3. menipu atau mengelabui Pihak lain dengan menggunakan sarana dan atau cara apa pun. Dana yang dimasukan dalam 17 rekening fiktif itu berasal dari dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas dengan cara mendebet 13074 rekening nasabah 4. dan c. b. Seperti diutarakan sebelumnya bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenisjenis tindak pidana dibidang pasar modal. Adanya persetujuan dari direksi untuk menaikkan batas tarnsaksi tersebut Permasalahan yang muncul dalam kasus PT Sarjaya Permana Sekuritas ini yakni bahwa oleh BAPEPAMLK dianggap sebagai kejahatan Pidana Umum dan bukan kajahatan pasar modal sehingga kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan. Dari kenyataan diatas maka alangkah baiknya jika permasalahan PT Sarijaya Permana Sekuritas ini coba kami tinjau dari sudut pandang Undang-Undang Pasar Modal khususnya yang menyangkut Kejahatan Pasar Modal. membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta yang material atau tidak mengungkapkan fakta yang material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau Pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi Pihak lain untuk membeli atau menjual Efek. Adanya perintah dari Herman Ramli kepada stafnya untuk menaikkan batas transaksi agar bisa melakukan transaksi 5. seperti penipuan. Namun seperti kita ketahui dalam sistem pembuktian pidana maka suatu kejahatn atau tindak pidana dapat terbukti jika memenuhi unsur-unsur pidana selain itu mengingat jika dikaji maka pasal ini merupakan delik materiil maka perlu untuk dijelaskan unsur-unsur pidana ang terkandung dalam pasal 90 tersebut. setiap Pihak dilarang secara langsung atau tidak langsung: a. turut serta menipu atau mengelabui Pihak lain. dan atau penjualan Efek yang . Selain menetapkan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi. manipulasi pasar. Menurut hemat kami maka ada beberpa unsur dalam pasal 90 diatas yakni : 1. pembelian.

Unsur Setiap Pihak Yang dimaksud dengan pihak dalam undang-undang pasar modal khususnya pasal 1 angka 23 yakni orang perseorangan. Unsur menipu atau mengelabui pihak lain Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan. adapun oleh beberapa ahli yang memberikan pendapatnya bahwa yang dimaksud dengan penipuan di bidang pasar modal yakni sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf c yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek Unsur kegiatan perdagangan efek yang terjadi dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni Tindakan Herman Remli sebagai komsaris PT Sarijaya Permana Sekuritas yang melakukan transaksi efek . asosiasi atau keompok terorganisasi. 4. (10) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang. atau terjadi di Bursa Efek. Unsur dengan menggunakan cara atau sarana apapun Cara yang dimaksudkan jalan untuk melakukan sesuatu sedangkan sarana yang dimaksudkan yakni segala sesuatu yg dapat dipakai sbg alat dl mencapai maksud atau tujuan Dari unsur-unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 maka akan kita analisa lebih lanjut dihubungkan dengan fakta hukum yang terdapat dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni : 1. pembelian dan ataupenjualan Efek di luar Bursa Efek atas Efek Emiten atau Perusahaan Publik 2.terjadi dalam rangkaPenawaran Umum. (9) Rangkaian kebohongan. perusahaan usaha bersama. disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara: (6) Melawan hukum. (7) Memakai nama palsu atau martabat palsu. maupun kegiatan penawaran. 3. (8) Tipu muslihat. Selain pengertian penipuan dalam pasal 378 KUHP.

jika berkas penyidikan telah lengkap maka bisa dilimpahkan kepada kejaksaan untuk melakukan penuntutan. Dalam kasus PT. dengan demikian unsur setiap pihak telah terbukti 3. Unsur menipu atau mengelabui pihak lain Unsur menipu atau mengelabui pihak lain yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material yang berupa 17 rekening fiktif dan melakukan transaksi saham untuk dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Selain itu Herman Ramli juga menggunakan sarana yakni memanfaatkan jabatannya sebagai komisaris dan pemegang saham terbesar pada PT. . Dengan demikian unsur kegiatan perdagangan efek telah terbukti 2. Sebagai salah satu bentuk konkretisasi dari peran Bapepam sebagai lembaga pengawas adalah kewenangan Bapepam untuk melakukan pemeriksaan. Yakni pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap UUPM. Dengan demikian nsur menipu atau mengelabui pihak lain telah terbukti. Dengan demikian unsur menggunakan cara atau sarana apapun telah terbukti. 4.baik penjualan maupun pembelian efek dengan menggunakan dana nasabah yang didebet dalam 17 rekening fiktif. Pihak-pihak lain yang ditipu yakni BAPEPAM-LK sebagai pengawas maupun Para SRO dan pihak nasabah sendiri yang dananya telah didebet pada 17 Rekening Fiktif tersebut. Unsur menggunakan cara atau sarana apapun Adapun cara yang digunakan Herman Ramli untuk melakukan tindak pidana pasar modal ini yakni dengan membuka 17 rekening fiktif dan mendebet dana 13074 rekening nasabah PT sarijaya permana sekuritas dan menaikkan batas transaksi untuk dapat melakukan transaksi sebagaimana mestinya. Unsur setiap pihak Unsur setiap pihak yang dimaksudkan dalam kasus ini yakni Herman Ramli sebagai orang perorangan. Sarijaya Permana Sekuritas indikasi kejahatan yang dilakukan oleh komisaris Herman Ramli sehingga peran bapepam harus diawali dengan melakukan tindakan pemeriksaan berupa meminta konfirmasi dari pihak pihak terkait yag diduga melakukan pelanggaran terhadap undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksananya selanjutnya dari tahap itu dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni penyidikan. Sarijaya Permana Sekuritas untuk memerintahkan stafnya menaikkan batas transaksi dan meminta direksi untuk menyetujui penaikkan batas transaksi tersebut.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan diatas yakni : .

Kencana. LKP. dan Bursa Efek Indonesia). Bahwa dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas ini Bapepam-LK bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun SRO (LPP. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia.1. Saran 1. 2. Buku-buku Nasarudin. Bahwa Peran Bapepam-LK dalam penyelesaian kasus ini yakni harus melakukan tindakan pemeriksaan dan penyidikan serta memberikan sanksi administratif. Bahwa Bapepam-LK seharusnya bisa melakukan pengawasan yang lebih ketat mengingat kejahatan yang dilakukan oleh komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas telah berlangsung lama namun baru diketahui akhir tahun 2008. Bahwa Kasus PT. 2. 2008. et all. Sarijaya Permana Sekuritas dapat dikategorikan sebagai kejahatan pasar modal yakni penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. B. DAFTAR PUSTAKA A. namun kewenangan pemeriksaan dan penyidikan tetap berada pada Bapepam-LK. Jakarta .

C.bapepam. tentang Pasar Modal.com www.com .go.id www. Peraturan Perundang-undangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Internet www.go.id.ksei.kabarindonesia.com www. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995.vibizdaily. www.B.bphn.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful