P. 1
Latar Belakang Kasus Sarijaya Sekuritas

Latar Belakang Kasus Sarijaya Sekuritas

4.0

|Views: 1,717|Likes:
Published by adie_moodz

More info:

Published by: adie_moodz on Nov 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2015

pdf

text

original

Minggu, 21 Maret 2010 Tinjauan Yuridis Kasus PT.

Sarijaya Permana Sekuritas BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pasar modal Indonesia dengan kegiatan jual-beli saham dan obligasi dimulai pada abad ke-19. Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan oleh Verreniging voor den Effectenhandel pada tahun 1939, jual beli efek telah berlangsung sejak 1880. Pada tanggal 14 Desember 1912, Amserdamse Effectenbueurs mendirikan cabang bursa efek di Batavia. Di tingkat Asia, bursa Batavia tersebut merupakan yang tertua ke-empat setelah Bombay, Hongkong, dan Tokyo. Kegiatan jual-beli saham dan obligasi pada sekitar awal abad ke-19 tersebut diawali dari kegiatan pemerintah kolonial Belanda yang mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salah satu sumber dana yang digunakan untuk membiayai pembangunan tersebut adalah menggunakan dana dari para penabung yang telah dikerahkan sebaik-baiknya. Para penabung merupakan orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang penghasilannya sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi. Atas dasar itu kemudian pemerintahan kolonial mendirikan pasar modal. Setelah mengadakan persiapan, maka berdirilah secara resmi pasar modal di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912 dan bernama Vereniging voor de Effectenhandel (bursa efek) dan langsung memulai perdagangan saat itu juga. Awal berdirinya pasar modal di Indonesia (Batavia) hanya terdapat 13 anggota bursa yang aktif (lebih bersifat seperti makelar), antara lain : 1. Fa. Dunlop & Kolf; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. Monod & Co.; 4. Fa. Adree Witansi & Co.; 5. Fa. A.W. Deeleman; 6. Fa. H. Jul Joostensz; 7. Fa. Jeannette Walen; 8. Fa. Wiekert & V.D. Linden;

9. Fa. Walbrink & Co; Wieckert & V.D. Linden; 10. Fa. Vermeys & Co; 11. Fa. Cruyff; dan 12. Fa. Gebroeders. Sedangkan Efek yang diperjual-belikan, antara lain : 1. Saham dan obligasi perusahaan atau perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia; 2. Obligasi yang diterbitkan pemerintah (propinsi dan kotapraja); 3. Sertifikat saham perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda; dan 4. Efek perusahaan Belanda lainnya. Perkembangan pasar modal di Batavia tersebut begitu pesat sehingga menarik masyarakat kota lainnya untuk bergabung. Untuk menampung minat tersebut, maka pemerintah kolonial juga resmi mendirikan bursa pada tanggal 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di kota Semarang. Anggota bursa di Surabaya pada waktu itu, antara lain : 1. Fa. Dunlop & Koff; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. V. Van Velsen; 4. Fa. Beaukkerk & Cop; dan 5. N. Koster. Sedangkan anggota bursa di Semarang pada waktu itu, antara lain : 1. Fa. Dunlop & Koff; 2. Fa. Gijselman & Steup; 3. Fa. Monad & Co, Fa. Companien & Co; dan 4. Fa. P.H. Soeters & Co. Perkembangan pasar modal di Indonesia pada waktu itu cukup menggembirakan. Hal tersebut terlihat dari nilai efek yang tercatat yang mencapai NIF 1,4 milyar (jika di indeks dengan harga beras yang disubsidi pada tahun 1982, nilainya adalah sekitar 7 triliun Rupiah) yang berasal dari 250 macam efek. Namun kondisi tersebut tidak dapat dipertahankan pada permulaan tahun 1939 ketika keadaan politik di Eropa sedang menghangat dengan semakin memuncaknya kekuasaan Adolf Hitler di Jerman dan

Perkembangan pasar modal selama tahun 1977 1987 mengalami kelesuan. Penyelenggaraan bursa tersebut kemudian diserahkan kepada Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-Efeknya (PPUE). Pada tanggal 10 Agustus 1977. Paket deregulasi ini. Selain itu juga mengakibatkan banyak perusahaan dan perseorangan enggan menanam modal di Indonesia. Dampak dari adanya ketiga kebijakan tersebut adalah pasar modal Indonesia menjadi aktif hingga sekarang. Struktur pasar modal di Indonesia pada tingkat tertinggi berada pada Menteri Keuangan yang menunjuk Bapepam sebagai lembaga pemerintah yang melakukan pembinaan. Penerbitan paket deregulasi di atas menandai lahirnya liberalisasi ekonomi Indonesia. terdapat Undang- . Penutupan ketiga bursa efek tersebut sangat mengganggu likuiditas efek. adil. Melihat keadaan tersebut. Hal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk membentuk pasar uang dan pasar modal. Dengan demikian. hukum pasar modal harus mengatur segala segi yang berkenaan dengan pasar modal. Pemerintahan di masa Orde Baru kemudian berusaha untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap nilai mata uang Rupiah. dan tidak merugikan para pihak. Paket Desember 1988 (Pakdes 88). pemerintah menerbitkan paket-paket deregulasi. berdasarkan Keppres RI No. dan pengawasan pasar modal. Pada tanggal 31 Juni 1952. antara lain : 1. Di Indonesia. Pada tahun 1976. Paket Desember 1988 (Pakto 88). pada tahun 1950 pemerintah Indonesia mengeluarkan obligasi Republik Indonesia.sebagian wilayah Eropa. Kondisi tersebut juga tidak berlangsung lama. Marak dan rumitnya kegiatan pasar modal menuntut adanya perangkat hukum yang mengatur agar pasar dapat lebih teratur. pemerintah membentuk Badan Pembina Pasar Modal (Bapepam) dan PT. dan 3. dan berakibat pula pada penutupan kantor-kantor pialang serta pemutusan hubungan kerja. pada tanggal 17 Mei 1940 secara keseluruhan kegiatan perdagangan efek ditutup dan dikeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa semua efek-efek harus disimpan dalam bank yang ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda. Danareksa. Namun pada tahun 1958. dapat dikatakan bahwa pecahnya Perang Dunia II menandai berakhirnya aktivitas pasar modal pada zaman penjajahan Belanda. hal tersebut menandakan mulai aktifnya pasar modal Indonesia. pasar modal diaktifkan kembali. 52 Tahun 1976. terjadi kelesuan dan kemunduran perdagangan di bursa sebagai akibat konfrontasi pemerintah Indonesia dengan Belanda. Pada tahun 1987-1988. bursa efek di Jakarta (pada zaman penjajahan merupakan bursa efek Batavia) dibuka kembali. Sedangkan bursa efek bertindak sebagai pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak lain dengan tujuan untuk memperdagangkan efek di antara mereka. Dengan demikian. pemerintah Hindia Belanda kemudian mengambil kebijaksanaan untuk memusatkan perdagangan efeknya di Batavia dan menutup bursa efek di Surabaya dan Semarang. menyulitkan para pemilik efek. 2. Paket Desember 1987 (Pakdes 87). Pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah melakukan persiapan khusus untuk membentuk pasar modal kembali. pengaturan.

8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Namun sayangnya. karena hanya mencatatkan saham secara single listing. Aktivitas pasar modal Indonesia dewasa ini telah menjadi salah satu potensi perekonomian nasional dan memiliki peranan yang penting dalam menumbuh-kembangkan perekonomian nasional. BEJ dan BES digabungkan (merger) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). pelaku pasar seperti emiten. Di bidang ekonomi sasaran pembangunan jangka panjang kedua adalah terciptanya perekonomian yang mandiri dan handal. Implementasi keberpihakan hukum atas kepentingan investor. dalam rangka mencapai sasaran tersebut diperlukan berbagai sarana penunjang antara lain berupa tatanan hukum yang mendorong menggerakkan dan mengandalkan berbagai kegiatan pembangunan di bidang ekonomi. karena tidak ada lagi pembedaan pasar BES dan BEJ. bukan sebagai sarana investasi. Bapapem diberi kewenangan sebagai pengawas dan memiliki otoritas penyelidikan serta penyidikan. Idealnya dalam pasar modal perlu ada keseimbangan antara pemodal asing dengan pemodal dalam negeri. Menurut undangundang tersebut. dengan adanya peraturan tersebut diharapkan pasar modal Indonesia dapat berkembang dalam iklim yang lebih kondusif. perusahaan efek. yaitu Undang-Undang No. wajib menjalankan prinsip-prinsip keterbukaan informasi dalam segala aspek ekonomis yang berlangsung di pasar. biaya pencatatan menjadi lebih murah. Sedangkan bagi anggota bursa. dengan menjadi anggota bursa atau pemegang saham BEI mereka dapat langsung menembus pasar. . artinya keberpihakan hukum itu tidak lain untuk melindungi kepentingan investor di pasar modal dari praktek curang dan kejahatan pasar modal pada umumnya. hal ini kemudian mengakibatkan peningkatan fluktuasi dan merugikan investor minoritas.Undang Pasar Modal. Beberapa pihak di Indonesia juga masih menganalogikan pasar modal dengan arena judi. karena produk investasi ditawarkan dalam satu atap yaitu BEI. diantaranya adalah ketentuan di bidang pasar modal yang pada saat ini masih didasarkan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. Bagi investor penggabungan ini menjadikan makin banyaknya pilihan investasi. Indonesia dulu memiliki dua bursa efek. Dukungan sektor swasta juga telah menjadi kekuatan nasional sebagai dinamisator aktivitas perekonomian nasional. yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. dan pelaku pasar yang lain. pasar modal di Indonesia masih didominasi oleh pemodal asing. Melalui merger ini diharapkan dapat makin memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk bergabung dan meramaikan pasar modal Indonesia. Pada September 2007. sudah terakreditasi pada BEI. Keuntungan yang diperoleh melalui penggabungan tersebut adalah. yang masing-masing dijalankan oleh perseroan terbatas. Oleh karena itu peranan dari Bapepam sebagai satu-satunya lembaga otoritas di pasar modal menjadi sangat penting untuk memberikan efektifitas dalam pengawasan di bidang pasar modal.

karena keberadaan pasar modal yang didasarkan atas undangundang yang baik diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Untuk mengantisipasi adanya pelanggaran dan kejahatan tersebut.Berdasarkan hal tersebut. tetapi ada beberapa hal yang ditanyakan investor. maka berbagai masalah yang ada untuk kemudian diselesaikan salah satunya adalah. Berikut juga muncul dugaan jika pemilik meminjamkan dana tersebut dengan jaminan saham. Kasus penggelapan yang dilakukan oleh Bank Century dan Sarijaya Sekuritas telah merugikan konsumen serta menciderai kepercayaan nasabah bank dan investor di Indonesia. Bahkan dalam beberapa milis yang ada. Sarijaya Sekuritas merupakan broker yang cukup banyak direkomendasikan oleh para investor yang sudah terlebih dahulu berinvestasi di pasar saham. Selain itu pelaku pasar dalam bertransaksi juga wajib menjalankan prinsip-prinsip keterbukaan informasi dalam segala aspek ekonomis yang berlangsung dipasar. termasuk kaitan dengan reksadana Antaboga dan lain-lain. dimana hal tersebut sangat dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi. apalagi dalam keadaan sistem perbankan dan pasar saham global yang sedang terpuruk. maka diperlukan pembaruan peraturan perundang-undangan dan ketegasan dalam penegakan hukum serta peningkatan fungsi pengawasan. Hal tersebut kemudian . Pada intinya.700 nasabahnya sebesar 245 milyar Rupiah untuk membeli saham dan memberi pinjaman dana melalui 17 rekening baru yang fiktif. Terkait dengan kejahatan di bidang pasar modal. Sedangkan kasus Sarijaya Sekuritas bermula dari tindakan penggelapan dana nasabah dengan cara pembuatan rekening gelap yang dilakukan untuk bertransaksi saham. Yang teramat sayang untuk dikatakan adalah bahwa Sarijaya Sekuritas merupakan salah satu broker besar yang dipercaya nasabah/investor selama ini. upaya-upaya apakah yang perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap kepentingan investor dari pelanggaran dan kejahatan pasar modal di Indonesia? Transaksi efek cukup rentan terhadap tindakan pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab serta hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa memperhatikan prinsip fairness dalam berbisnis. walaupun masalah likuiditas merupakan hal yang wajar. Kasus Bank Century bermula dari kalah kliringnya bank tersebut di Bank Indonesia. dana nasabah yang seharusnya dibelikan saham sesuai instruksi para nasabah dan dicatat oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) justru digunakan oleh pemilik Sarijaya Sekuritas untuk melakukan transaksi pribadinya. terutama dalam krisis finansial. pada awal tahun 2009 muncul dua berita ekonomi terhangat di Indonesia yang memuat informasi adanya bank terkenal dan broker saham di Indonesia yang melakukan penggelapan dana nasabahnya. pemerintah akhirnya mengambil alih Bank Century melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sarijaya Permana Sekuritas) awalnya terjadi dari tindakan presiden komisaris dan pemilik tunggalnya yang secara ilegal menggunakan dana yang dimiliki oleh 8. Komisaris utama sekaligus pemiliknya adalah yang dituduh oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebagai dalang dibalik penggelapan ini. yaitu kasus Bank Century dan Sarijaya Sekuritas. Kasus Sarijaya Sekuritas (secara lebih lengkap disebut dengan PT. Karena Bank Century mengalami kesulitan likuiditas. sehingga adanya kepastian hukum tidak lain adalah untuk melindungi kepentingan investor di pasar modal agar terhindar dari praktek curang dan kejahatan pasar modal pada umumnya.

dengan adanya kasus ini investor mudah pergi dari pasar modal. Bagaimanakah peran Bapepam-LK dalam menyelesaikan kasus Sarijaya Sekuritas? . Kasus penggelapan dana nasabah Sarijaya Sekuritas oleh komisaris utama sekaligus pemilik tunggalnya telah menghancurkan kepercayaan para investor lokal pasar modal terhadap perusahaan sekuritas. maka dapat dirumuskan dua permasalahan sebagai berikut : 1. maka akan sangat sulit dan butuh waktu yang lama untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat untuk kembali berinvestasi di pasar modal. B. Terjadinya kasus Sarijaya Sekuritas sungguh disesalkan. sehingga banyak pihak yang tidak menyangka dan menyesalkan kenapa yang bersangkutan melakukan hal tersebut. Mabes Polri menyatakan bahwa kasus ini masuk kedalam kejahatan pasar modal sehingga perlu ditindak sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal. karena hingga saat ini Bapepam dan otoritas bursa lainnya tengah berupaya keras mendorong perkembangan investor ritel lokal. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas. Perlu diingat juga bahwa komisaris utama sekaligus pemilik tunggal Sarijaya Sekuritas adalah orang yang sudah cukup lama di pasar modal. Apakah kasus sarijaya sekuritas termasuk dalam kejahatan di bidang pasar modal? 2. para perusahaan sekuritas lain bekerja keras untuk meyakinkan para nasabahnya agar tetap berinvestasi dan tidak menarik dananya. apakah masuk kedalam kejahatan pasar modal atau pidana umum. yaitu penggelapan dan pencucian uang. Sedangkan Bapepam-LK menganggap kasus ini bukan termasuk kejahatan pasar modal.berakibat panjang ketika pasar saham sedang terpuruk peminjam dana justru menunggak dan pemilik Sarijaya Sekuritas mengalami kerugian besar karena nilai saham yang dijamin merosot tajam. melainkan pidana umum. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dan Bapepam-LK memiliki pendapat yang berbeda untuk kasus Sarijaya Sekuritas. Jika kepercayaan para investor pasar modal sudah hancur. Karena kasus ini.

Undang undang Pasar Modal mengatur kewengan dan tugas Bapepam sebagai: (a) Lembaga Pembina (b) Lembaga Pengatur (c) Lembaga Pengawas Ketiga kewenangan tersebut haruslah dilaksanakan oleh Bapepam dengan tujuan terciptanya suatu asar modal yang: (a) Teratur (b) Wajar (c) Efisien . 1. Pengaturan Umum Secara umum.dan (3) pengaturan sporadis. Rincian Tugas Bappepam Versi Undang-Undang Pasar Modal Undang.BAB II PEMBAHASAN A.undang Pasar Modal memformulasikan kedudukan dan fungsi Bappepam secara multi formasi. yaitu secara (1) pengaturan umum. BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN 1.(2) pengaturan terperinci.

lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sampai dengan dipilihnya komisaris dan/atau direksi yang baru. Ini merupakan fungsi otoritaspengawas untuk melakukan funfgsinya sebagai quasi judicial power.Enforcemant. Perusahaan Efek. dan Wakil Manajer Investasi. c. Izin orang perseorangan bagi wakil Penjamin Emisi Efek. Dan ini dilakukan dengan memberikan kepada Bapepam kewenangan penyelidikan dan penyidikan.8 tahun 1995. Lembaga Penyipanan dan Penyelesaian m. pedoman. (3) Menetapkan persyaratan dan ata cara pencalonan dan memberhentikan untuk sementara komisaris dan/atau direksiserta menunjuk manajemen sementara Bursa Efek.jadi meru[pakan kewenangaqn judicial seperti yang dilakuka oleh suatu badan peradilan. (3) Fungsi Investigatory.konsultan hukum. Fungsi Bapepam sepeti tersebut apabila dapat dilaksanakan dengan benar. selalu mempunyai 3 fungsi utama yaitu : (1) Fungsi Rule Making. Termasuk ke dalam fungsi ini misalnya megadili dan memecat atau mencabut ijin ataupun melarang pihak-pihak tertentu di pasar modal untuk ikut berpartisipasi dalam keiatan-kegiatan pasar modal. yakni dalam bentuk aturan.dan Biro Administrasi Efek. Dalam hal ini otoritas pengawas dapat membuat aturan. dimana-mana yang namanya otoritas pasar modal. bimbingan dan pengarahan. Reksa Dana. yang membuatnya menjadi semacam polisi khusus.fungsinya seperti ini juga disebut fungsi Quasi Legislative Power. dan (b) Represif. Bursa Efek. pelaksanaan kewenangan Bapepam sebagai lembaga pengawas dapat dolakukan secara: (a) Preventif. yalni dalam bentuk pemeriksaan. Jadi merupakan kewenangan legislative.akuntan dan penilai) dan Wali Amanat. Persetujuan bagi Bank Kustodian. dalam hal ini kepada : a. (2) Fungsi Adjudicatory. Sebab. Lembagfa Kliring dan Penjaminan. penasihat Investasi.Pedagang Efek.(d) Melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat Sementara itu. Pengaturan Terperinci Pengaturan tentang kewenangaqn Bapepam secara terperinci dapat diketemukan dalam pasal 5 UUPM no. . yaitu sebagai berikut: (1) Memberikan izin usaha kepada para pelaku pasar modal. seperti juga SEC di USA itu.aturan main untuk pasar modal. sebenarnya memang sudah sesuai dengan prinsip prinsip hukum pasar modal secara global. Fungsi ini membuat otoritas pengawas mempunai wewenang investigasi dan enforcement. b. Wkil Perantara. (2) Mewajibkan pendaftaran profesi penunjang pasar modal ( notaries. penyidikan dan penerapa sanksi-sanksi. 2.

atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian serta memberikan keputusan membatalkan atau menguatkan pengenaan sanksi dimaksud. (10) Guna kepentingan pemodal. (12) Memeriksa keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksioleh Bursa Efek.(4) Menentukan persyaratan dan prosedur pernyataan pendaftarn serta menyertakan . Izin orang perseorangan. setiap emiten atau perusahaan public yang telah atau diwajibkan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam. Lembaga Kliring dan Penjaminan. pendaftaran. (5) Melakukan pemeriksaan dan penyelidkan terhadapsetia[p pihak dalam hal terjadinya peristiwa yang diduga merupakan pelanggaraqn terhadap UUPM atau peraturan perUU pelaksanaan lainnya. Mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk mengatasi akibat yang mnculdari iklan atau promrsi tersebut. persetujuan . persetujuan. (15) Memberikan penjelasan lebih lanjut yang bersifat teknis atas perundang-undangan pasar modal. (11) Menghentikan kegiatan perdagangan Bursa Efek untuk jangka waktu tertentu dalam hal keadaan darurat. menunda ataumembatalkan efektifnya pernyataan pendaftaran. (6) Mewajibkan setiap pihak yang bersangkutan untuk: a. b. (7) Melakukan pemeriksaan terhadap: a. (13) Menetapkan biaya perijinan . atau pendaftaran profesi berdasarkan Undang undang ini. menghentikan aatau memperbaiki iklan atau promosi yang berhubungan dengan kegiatan pasar modal: atau. (8) Menunjuk pihak lain untuk melakukan pemerksaan tertantu dalam rangka pelaksanaan wewenang Bapepam sebagaimana dimaksud dalam poin (7) tersebut di atas. pemeriksaan dan penelitian serta biaya lain dalam rangfka kegiatan pasar modal. (14) Melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian masyarakatsebagai akibat pelanggaran aas ketentuan dibidang pasar modal. (9) Mengumumkan hasil pemeriksaan. . b. Pihak yang dipersyaratkan mempunyai izin usaha. membatalkan dan membekukan pencatatan suatuefek pada suatu bursa efek atau menghentikan transaksi Bursa Efek tertentu untuk jangka waktu tertentu.

(3) Mewajibkan pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundangundangan di bidang pasar modal untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan tertentu. Maka dalam rangka pelaksanaan tugasnya selaku lembaga pemeriksa tersebut. Bapepam dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: (2) Meminta keterangan dan/atau konfirmasi dari pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundang-undangan di pasar modal atau pihak lain jika dianggap perlu. 46 Tahun 1995 tentang tata cara pemeriksaan di Bidang Pasar Modal. (5) Menentukan syarat dan/atau mengizinkan pihakyang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap perundang-undangan di pasar modal untuk melakukan tindakan tertentu yang diperlukan dalam rangka penyelesaian kerugian yang timbul.(16) Menetapkan instrument lain sebagai efek selain dari Surat Pengakuan Utang. (17) Melakukan hal-hal lain yang diberikan berdasarkan UUPM. pembukuan . (4) Memeriksa dan/atau membuat salinan terhadap catatan . Tanda Bukti Utang. Kewenangan Bapepam Sebagai Lembaga Pemeriksa Sebagai salah satu bentuk konkretisasi dari peran Bapepam sebagai lembaga pengawas adalah kewenangan Bapepam untuk melakukan pemeriksaan. Suatu pemeriksaan oleh Bapepam baru dapat dilakukan jika: (a) Terdapat laporan. yang pada prinsipnya merupakan penegasan atau pengejawantahanlebih lanjut dari kwewenangan Bapepam seperti yang telah disebutkan diatas. baik milik pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam peelanggaran perundang-undangan di bidang pasar modal. Obligasi. yaknibkewenangan yang bersifat umum dan kewenangan terperinci. mengumpulkan . Saham. pemberitahuan atau pengaduan dari pihak tertentu tentang adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. . bahwa yang dimaksud pemeriksaan adalah kegiatan mencari.KOnrak Berjangka atas Efek. dan setiap Derivatif dari efek. dan/atau dokumen lain. Atau seperti yang dijelaskan dalam PP No. 2. ataupun pihak lain jika dianggap perlu. masih ada lagi kewenangan Bapepam yang lainyang tersebar secara sporadisnbaik diberikan UUPM. Pengaturan Secara Sporadis Selain kewenangan Bapepam seperti diatas. damn mengolah data dan/atau keterangan lain yang dilakukan oleh pemeriksa untuk membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran atas perundangundangan di bidang pasar modal. Yakni pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap UUPM. Surat Berharga Komersial.Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif.

Maka . haruslah dipenuhi norma-norma yang disebut dengan norma pemeriksaan . sesuai dalam keentuan KUHAP.(2) norma pemeriksaan yang menyangkut dengan pelaksanaan pemeriksaan. karena itu. yang memang dimungkinkan oleh KUHAP. Kedudukan dan kewenangannya sebagai lembaga penyidik bukanlah terusan dari kedudukannya sebagai lembaga pemeriksa. Kewenangan penyidikan ini dapat digunakan oleh Bapepam apabila menurut pendapatnya telah terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang di bidang apasar modal. kewenangan penyidikan dari Bapepam ini dapat di perincikan sebagai berikut: (1) Menerima laporan. atau pengaduan dari seseorang tentang adanya trindak pidana di bidang pasar modal. Pasal 6 ayat (1) hurup b dari KUHAP menentukan bahwa pejabat pegawai negeri sipil tertentu dapat diberi wewenang khusus oleh unfdang-undang untuk menjadi penyidik. melainkan merupakan kewenangan yang mandiri. yang terdiri dari (1) norma pemeriksa yang menyangkut dengan pemeriksa. (2) Melakukan penelitian atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak pidana dibidang pasar modal (3) Melakukan penelitian terhaqdap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam tindak pidana di bidang pasar modal (4) Memanggil. dan meminta keterangan dan barang bukti dari setiap pihak yang disangka melakukan . atau sebagai saksi dalam tindak pidana dibidang pasar modal.(3) norma pemeriksaan yang menyangkut dengan pera pihak yang diperiksa.. dapat saja Bapepam langsung menggunakan kewenangan penyidikan (jika ada alas an untuk itu) tanpa harus sebelumnya melakukan tindakan yang tergolong kedalam kewenangan pemeriksaan. . Mereka inilah yang dalam praktek sering disebut Polisi Khusus (Polsus). yang mengakibatkan kerugian bagi kepentingan pasar modal atau kepentingan masyarakat. oleh Undang-undang Pasar Modal dibereikanlah wewenang khusus sebagai penyidik terhadap pejabat pegawai negeri tertentu di lingkungan Bapepam. pemberitahuan. atau (c) Terdapat petunjuk tentang terjadinya pelanggaran atas perundan-undangan di bidang pasar modal. dalam hal ini. 3. Selanjutnya . memeriksa. persetujuan atau pendaftaran dari Bapepam atau pihak lain yang dipersyaratkan untuk menyampaikan laporan kepada Bapepam . Kewenangan penyidikan ini juga merupakan pengejawantahan dari peran Bapepam sebagai suatu lembaga pengawas.(b) Tidak dipenuhinya kewajiban yang harus dilakukan oleh pihak-pihak yang memperoleh perizinan. Dalam melakukan pemeriksaan . Kewenangan Bapepam Sebagai Penyidik Salah satu kewenangan Bapepam yang cukup spektakuler dan fantastis adalah kewenangan untuk melakukan penyidikan di pasar modal.

diakses pada tanggal 13 Januari 2010). pencatatan. wajar dan efisien.com. B.(5) Melakukan pemeriksaan atas pembukuan . KPEI mendapat izin usaha sebagai LKP berdasarkan Surat Keputusan Bapepam No. LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN (LKP) Menurut Pasal 1 angka 8 Undang .kpei. (12) Meminta bantuan aparat penegak hukum lainnya. Pada tanggal 1 Juni 1998. (7) Memblokir rekening pada bank atau lembaga keuangan lain dari pihak yang diduga melakukan atau terlibat tindak pidana di bidang pasar modal. (6) Melakukan pemeriksaan di setiap tempat tertentu yang diduga terdapat setiap barang bukti pembukuan . Kep-26/PM/1998. . 8 tanggal 5 Agustus 1996 di Jakarta oleh PT Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan 100% dari total saham pendiri senilai Rp 15 miliar. (9) Menyatakan saat dimulai dan dihentikannya penyidikan. (www. KPEI memperoleh status sebagai badan hukum pada tanggal 24 September 1996 dengan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia. (10) Mengajukan permohonan ijin kepada meteri untuk memperoleh keterangan dari bank tentang keadaan keuangan dari tersangka pada bank sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perbankan. dan dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap barang yang dapat dijadikan barang bukti dalam perkara pidana di bidang pasar modal.Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM). KPEI didirikan sebagai perseroan terbatas berdasarkan akte pendirian No. Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) adalah pihak yang menyelenggarakan jasa kiring dan penyelesaian Transaksi Bursa. LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN (LKP) DAN LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN (LPP) 1. (8) Meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang pasar modal. catatan. (11) Memberitahukan dimulainya penyidikan dan penyampaian hasil penyidikan kepada penuntut umu sesuai dengan KUHAP. dan dokumenlain berkenaan dengan tindak pidana dibidang pasar modal. berdasarkan UUPM maka PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) didirikan untuk menyediakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa yang teratur.

dan penjaminan dapat berjalan dengan lebih wajar. efisien sehingga dapat meminimisasi risiko penyelesaian transaksi bursa baik saham maupun derivatif. Dengan demikian risiko dari masing-masing Anggota Kliring diserap oleh KPEI sehingga tidak menimbulkan gangguan lebih jauh terhadap pasar. Derivatif dan Obligasi pada Bursa Efek di Indonesia. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). Melaksanakan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa untuk produk ekuitas dan produk derivatif. b. Jasa Kliring Transaksi Bursa KPEI sebagai mitra pengimbang sentral (central counterparty) dalam kegiatan kliring dan penyelesaian transaksi terhadap lebih dari 120 perusahaan Efek yang terdaftar di Bursa. Ruang Lingkup Kegiatan Kliring a. Jasa Penjaminan KPEI menyediakan jasa penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa bagi Anggota Kliring yang bertransaksi di BEI. 4. Hal tersebut dimungkinkan dengan kliring secara netting dengan novasi. penyelesaian transaksi. Dengan kata lain fungsi penjaminan bertujuan memberi kepastian terselenggaranya Transaksi Bursa bagi Anggota Kliring yang sudah memenuhi kewajibannya. penurunan frekuensi kegagalan penyelesaian transaksi. 2.Adapun ruang lingkup kegiatan KPEI adalah sebagai berikut . Jasa penjaminan adalah jasa untuk memberikan kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul dari Transaksi Bursa. berkewajiban untuk menerapkan standard-standard internasional dalam proses otomatisasi proses kliring dan penyelesaian transaksi bursa. Dengan demikian proses kliring. Dalam fungsi penjaminan. Proses kliring adalah suatu proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul dari Transaksi Efek yang dilakukannya di Bursa Efek dengan agar masing-masing Anggota Kliring mengetahui hak dan kewajiban baik berupa Efek maupun uang yang harus diselesaikan pada tanggal penyelesaian Transaksi Bursa. b. Memberikan kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban bagi Anggota Kliring yang timbul dari transaksi bursa. kepastian waktu penyelesaian. (www. dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor untuk bertransaksi di pasar modal Indonesia. . Ruang Lingkup Kegiatan Penjaminan a.com. sehingga masing-masing Anggota Kliring hanya berhubungan dengan KPEI dalam penyelesaian Transaksi Bursanya. teratur.kpei. KPEI bertindak sebagai mitra pengimbang / lawan (counterparty) bagi seluruh Anggota Kliring yang bertransaksi di Bursa. Sekilas tentang Layanan KPEI 1. Melaksanakan kegiatan kliring atas semua transaksi Bursa untuk produk Ekuitas. Melaksanakan proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Klirng yang timbul di Transaksi Bursa 4.

(www. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). termasuk menerima deviden. Jasa Terkait Pasar Modal Lain Sesuai dengan ketentuan di dalam UUPM.Penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa adalah kewajiban KPEI untuk seketika dan langsung mengambil alih tanggung jawab Anggota Kliring yang gagal memenuhi kewajiban yang terkait dengan Transaksi Bursa yang dilakukannya. Melalui sistem e-CLEARS(r) (Electronic Clearing & Guarantee System) dan ARMS (Automated Risk Monitoring System).ksei. KPEI mengendalikan risiko-risiko yang berpotensi mengakibatkan kegagalan Transaksi Bursa.com. Penilaian & Pemantauan Agunan 4. bunga. menyelesaikan transaksi Efek. LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN (LPP) Pasal 1 angka 10 UU PM memberikan pengertian bahwa LPP adalah pihak yang meyelenggarakan kegiata Kustodian sentral bagi Bank Kustodian. 4. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1997 dan pada tanggal 11 November 1998 KSEI memperoleh izin usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Pemantauan Modal Kerja Bersih disesuaikan (MKBD) 3. KPEI wajib menyelesaikan setiap kegagalan Anggota Kliring dalam melakukan transaksi Bursa.Adapun kegiatan pengendalian risiko yang dilakukan oleh KPEI tersebut meliputi: 1. Perusahaan Efek. yang menyebutkan bahwa Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain. . dan Pihak Lain. wajar. KSEI berfungsi untuk menyediakan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek yang teratur. 2. Pemantauan Profil Risiko Keanggotaan 2. dan hak-hak lain. Penentuan & Pemantauan Pembatasan Perdagangan (Trading Limit) 5. Sesuai dengan ketentuan UUPM. Pengertian Kustodian sendiri secara Otentik ditafsirkan oleh Pasal 1 angka 8 UUPM. KPEI dapat menawarkan jasa lain di lingkungan pasar modal. diakses pada tanggal 13 Januari 2010).com. (www. dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Pengelolaan Dana Jaminan Jasa Pinjam Meminjam Efek Hal ini bertujuan membantu Anggota Kliring untuk memenuhi kebutuhan Efek sementara untuk menghindari terjadinya kegagalan penyelesaian Transaksi Bursa. dan efisien.kpei.

dan Biro Administrasi Efek 4%. Nindyo Pramono) Perusahaan Efek Bank Kustodian Perusahaan Efek Bank Kustodian .com. Bersama-sama dengan Bursa Efek serta Lembaga Kliring dan Penjaminan.Hingga 31 Desember 2007. mengurangi biaya dan mempermudah serta mempercepat pendistribusian corporate action. Selain itu. yang diartikan bahwa teknologi dalam pasar modal memegang peranan penting. efisien dan andal. untuk menciptakan efisiensi di pasar modal dan mengantisipasi perkembangan pasar modal yang sangat dinamis. Sehingga. dikenal jargon technology creates its own market. Perusahaan Efek 33. diakses pada tanggal 13 Januari 2010).ksei.298. Misalnya. Dalam transaksi keuangan. KSEI memperkenalkan The Central Depository and Book Entry Settlement System atau lebih dikenal dengan C-BEST. KSEI bersama-sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjadi bagian dari suatu tatanan komprehensif dan terpadu yang berfungsi sebagai lembaga yang memberikan fasilitas untuk transaksi Efek yang transparan.5%. proses transaksi Reksa Dana bisa dilakukan dengan cepat. (www. Melalui sistem ini. mengurangi beban penyelesaian transaksi. SRO (BEI dan KPEI) sebanyak 26. total aset yang tercatat di C-BEST (data per 31 Desember 2007) sebesar Rp 1.com. Sejak diluncurkan pada bulan Juli 2000.ksei. Melalui peranan C-BEST.25 triliun. Untuk mendukung layanan jasa KSEI yang semakin variatif.5%. C-BEST mampu berkomunikasi secara host to host connection dengan sistem back office Pemegang Rekening. implementasi Real Time Straight Through Processing Connection. antara lain: meningkatkan faktor keamanan. Scripless trading ini sangat bermanfaat bagi para pelaku pasar modal. Sebagai salah satu fasilitator dalam aktivitas di pasar modal Indonesia. keterlibatan manusia dalam pengiriman dan penerimaan message akan semakin berkurang. saham KSEI dimiliki oleh Bank Kustodian sebesar 36%. Sistem ini merupakan platform elektronik terpadu yang mendukung penyimpanan Efek tanpa warkat dan penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan di pasar modal Indonesia. sejak 17 Juli 2000 KSEI berhasil melakukan terobosan baru dengan mengimplementasikan perdagangan Efek tanpa warkat (scripless trading) di pasar modal Indonesia. (www. Melalui fasilitas ini. Rencana implementasi The Central Fund Settlement System (C-TRUST) juga tidak lepas dari fokus KSEI. aman dan efisien. Mekanisme Transaksi Efek di Bursa (Bahan Kuliah Mata Kuliah Hukum Pasar Modal Prof. KSEI juga terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan terhadap sistem teknologi informasi. diakses pada tanggal 13 Januari 2010). manajemen KSEI senantiasa melakukan pengembangan teknologi terhadap sektor ini.

3. dkk. Penanggung. Menkeu No. Wali Amanat . Penasehat Investasi Kustodian. Notaris. 8 Tahun 1995. 45 Tahun 1995. Irsan Nasarudin. STRUKTUR KELEMBAGAAN PASAR MODAL berdasarkan UU no. Konsultan Hukum. Badan Administrasi Efek. dan Kep. Penilai. 654 Tahun 1995 ( M. PP No. 2008 : 114) LPP (KSEI) Bursa Efek Indonesia LKP (KPEI) Perusahaan Efek Penjamin Emisi (under writer) Perantara/ Pedagang (broker) Manajer Investasi (Investment Manajer) Profesi Penunjang Lembaga Penunjang Akuntan. Pemeringkat Efek.

penyidikan. kelemahan aparat yang mencakup integritas dan profesionalisme. Bapepam berkewajiban untuk selalu melakukan penelaahan hukum yang menyangkut perlindungan dan penegakan hukum yang semakin penting. Persoalan terjadinya kejahatan dan pelanggaran di pasar modal diasumsikan berdasarkan beberapa alasan. penyidikan. Pedoman melakukan kegiatan di bidang pasar modal diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. yaitu sebagai lembaga perantara (intermediary) yang menghubungkan kepentingan pemakai dana dan para pemilik dana. Tugas yang diemban Bapepam sangat berat. KEJAHATAN DI BIDANG PASAR MODAL Kejahatan di bidang pasar modal adalah kejahatan yang khas dilakukan oleh pelaku pasar modal dalam kegiatan pasar modal. pemeriksaan. Pemerintah Indonesia melalui Bapepam berupaya keras untuk mengatasi dan mencegah kejahatan di bidang pasar modal dengan berbagai cara. sampai meneruskan penuntutan kepada kejaksaan atas dugaan terjadinya kejahatan. serta kelemahan peraturan. Dikatakan penting karena. Bapepam memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan. Dengan demikian perangkat . sampai pemberian sanksi administratif. Undang-undang tersebut menggantikan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1952 yang menetapkan berlakunya Undang-Undang Darurat Nomor 13 Tahun 1951 sebagai Undang-Undang. lembaga pasar modal merupakan lembaga kepercayaan.C. antara lain dengan menertibkan dan membina pelaku pasar modal sebagai tindakan preventif. oleh karena itu Bapepam diberi kewenangan untuk melakukan penyelidikan. Undang-Undang Darurat tersebut diganti karena materinya sangat sumir dan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pengembangan pasar modal dewasa ini. Untuk kasus pelanggaran. dan menuntaskan kejahatan di bidang pasar modal sebagai tindakan represif. antara lain: kesalahan pelaku.

manipulasi pasar. selain itu pelaku tindak pidana tidak mengandalkan kemampuan fisik. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga memberikan beberapa spesifikasi mengenai pengertian penipuan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. Terkait dengan pengertian KUHP tentang penipuan. dan perdagangan orang dalam. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 menegaskan bahwa hal tersebut . yaitu terbatas dalam kegiatan perdagangan efek yang meliputi kegiatan penawaran. Jenis-jenis tindak pidana yang dikenal dibidang pasar modal. dan/atau penjualan efek yang terjadi dalam rangka penawaran umum. (2) Memakai nama palsu atau martabat palsu. pembelian. bahkan turut serta melakukan penipuan pun tak lepas dari jerat pasal ini. (4) Rangkaian kebohongan. seperti penipuan. (3) Tipu muslihat. tetapi kemampuan untuk memahami dan membaca situasi pasar untuk kepentingan pribadi. disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara: (1) Melawan hukum. Selain menetapkan jenisjenis tindak pidana dibidang pasar modal.perundang-undangan yang mengatur mengenai pasar modal diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi penegakan hukum di dalam memberi jaminan dan kepastian hukum kepada pelaku pasar modal. atau terjadi di bursa efek maupun diluar bursa atas efek emiten atau perusahaan publik. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan. Larangan tersebut ditujukan kepada semua pihak yang terlibat dalam perdagangan efek. Mengenai pengertian tipu muslihat atau rangkaian kebohongan sebagaimana ditentukan dalam KUHP. yaitu barang yang menjadi obyek adalah informasi. antara lain: 1. Tindak pidana dibidang pasar modal memiliki karekteristik yang khas. Penipuan Penipuan menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 90 huruf c. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi. (5) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang. namun akibat yang ditimbulkan dapat fatal dan luas. Pembuktian tindak pidana pasar modal juga sangat sulit. adalah: membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek.

2. merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada saat atau mendekati penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau harga pembukaan yang lebih tinggi pada hari berikutnya. Harga efek di pasar modal sangat sensitif terhadap suatu peristiwa dan informasi yang berkaitan. akibatnya harga efek bisa naik atau turun. Transaksi yang dapat menimbulkan gambaran semu adalah transaksi efek yang tidak mengakibatkan perubahan kepemilikan atau penawaran jual/beli efek pada harga tertentu dimana pihak tertentu telah bersekongkol dengan pihak lain yang melakukan penawaran jual/beli efek yang sama pada harga yang kurang lebih sama. Dalam praktik perdagangan efek internasional dikenal beberapa kegiatan yang dapat digolongkan sebagai manipulasi pasar. baik secara langsung maupun tidak dengan efek tersebut. Misalnya. yaitu: (1) Marking the Close Marking the close adalah. padahal emiten B termasuk yang diambil alih oleh pemerintah. Beberapa pola manipulasi pasar. pasar merespon kemudian harga efeknya jatuh tajam di bursa. atau harga efek di bursa efek. menurunkan. antara lain: (1) Menyebarkan informasi palsu mengenai emiten dengan tujuan mempengaruhi harga efek perusahaan yang dimaksud di bursa efek (false information). atau mempertahankan harga efek.termasuk membuat pernyataan yang tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta yang material. (2) Painting the Tape . Manipulasi Pasar Manipulasi pasar menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 91 adalah. suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten B tidak termasuk perusahaan yang akan dilikuidasi oleh pemerintah. (2) Menyebarkan informasi yang menyesatkan atau tidak lengkap (misinformation). bagaimana kegiatan perdaganyan pasar modal bisa berjalan? Informasi yang dihembuskan oleh pihak tertentu dapat menimbulkan dampak pada pasar. Informasi merupakan pedoman pokok para pemodal untuk mengambil keputusan terhadap suatu efek. Misalnya. Jika informasi tersebut tidak dilindungi oleh hukum sebagai informasi yang benar. keadaan pasar. maka gejolak pasar akan berhenti dan berjalan normal kembali. tindakan yang dilakukan oleh setiap pihak secara langsung maupun tidak dengan maksud untuk menciptakan gambaran semu atau menyesatkan mengenai perdagangan. Motif dari manipulasi pasar antara lain untuk meningkatkan. Otoritas pasar modal mengantisipasi setiap pihak yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam hal modal dan teknologi atau sarana yang kemungkinan bisa melakukan penggambaran sedemikian rupa sehingga pasar memahami dan merespon gambaran tersebut sebagai suatu hal yang benar. suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten A akan segera dilikuidasi. Begitu telah ada konfirmasi bahwa informasi itu benar.

konsolidasi. Praktiknya dapat dilakukan dengan short selling. Pemegang saham dapat memanfaatkan ketentuan ini untuk kepentingan pribadi melalui tindakan manipulasi pasar. Pada dasarnya painting the tape mirip dengan marking the close. Pelaku dapat mengambil keuntungan dari situasi tersebut dengan melakukan cornering the market. (6) Wash Sales Order beli dan jual antara anggota asosiasi dilakukan pada saat yang sama dimana tidak terjadi perubahan kepemilikan manfaat atas efek. Manipulasi tersebut dilakukan dengan maksud bahwa mereka membuat gambaran dari aktivitas pasar dimana tidak terjadi penjualan atau pembelian yang sesungguhnya. kegiatan perdagangan antara rekening efek satu dengan rekening efek lain yang masih berada dalam penguasaan satu pihak atau memiliki keterkaitan sedemikian rupa sehingga tercipta perdagangan semu.Painting the tape adalah. namun dapat dilakukan setiap saat. maka yang bersangkutan harus membeli efek tersebut di pasar tunai yang biasanya lebih mahal dari harga di pasar regular. (5) Pools Pools merupakan penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh sekelompok investor dimana dana tersebut dikelola oleh broker atau seseorang yang memahami kondisi pasar. yaitu menjual efek dimana pihak penjual belum memiliki efeknya. konsolidasi. (7) Perdagangan Orang Dalam (Insider Trading) Pelaku perdagangan orang dalam dapat dibedakan menjadi dua jenis. atau akuisisi berhak meminta kepada perseroan untuk membeli saham dengan harga yang wajar. Jika penjual gagal menyerahkan efek pada T+3. . (4) Cornering the Market Cornering the market adalah. dan pihak kedua yang menerima informasi orang dalam dari pihak pertama (disebut juga tippees). Hal ini dapat dilakukan karena bursa efek menetapkan jangka waktu penyelesaian transaksi T+3 (penjual wajib menyerahkan efeknya pada hari ke-3 setelah transaksi). pemegang saham yang tidak menyetujui rencana merger. Manager dari pools tersebut membeli saham suatu perusahaan dan menjualnya kepada anggota kelompok investor tersebut untuk mendorong frekuansi jual-beli efek sehingga dapat meningkatkan harga efek tersebut. yaitu: pihak pertama yang mengemban kepercayaan secara langsung maupun tidak dari emiten atau perusahaan publik atau disebut juga pihak yang berada dalam fiduciary position. (3) Pembentukan harga berkaitan dengan merger. yaitu membeli dalam jumlah besar efek tertentu dan menahannya sehingga akan banyak penjual yang mengalami gagal serah efek dan terpaksa membeli di pasar tunai yang sudah dikuasai oleh pelaku. atau akuisisi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas menentukan bahwa. membeli efek dalam jumlah yang besar sehingga dapat menguasai atau menyudutkan pasar.

Adanya inside information. Perdagangan dimotivasi oleh informasi itu. Dilakukan oleh orang dalam perusahaan. 235. sudah terhimpun 17 nasabah nominee . orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesi atau hubungan usahanya dengan emiten memungkinkan orang tersebut memperoleh informasi orang dalam. Kasus perdagangan orang dalam diidentikkan dengan kasus pencurian. mulai dari lawan transaksi hingga kepada pudarnya kewibawaan regulator dan kredibilitas pasar modal. dan pencucian uang. b. Pada pencurian konvensional yang menderita kerugian adalah pihak pemilik barang. antara lain: a. sedangkan pada kasus perdagangan orang dalam. c. maka kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal juga akan pudar. e. Perdagangan orang dalam memiliki beberapa unsur. sehingga pelaku memperoleh keuntungan dari tindakannya. 13. Bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Berawal dari perbuatan Herman yang secara bertahap memerintahkan stafnya. Setya Ananda.6 milyar. Kalau kredibilitas pudar. pemegang saham utama emiten atau perusahaan publik. pegawai. Kemungkinan terjadinya perdagangan dengan menggunakan informasi orang dalam dapat dideteksi dari ada atau tidaknya orang dalam yang melakukan transaksi atas efek perusahaan dimana yang bersangkutan menjadi orang dalam. antara lain: komisaris. untuk mencari nasabah nominee pada tahun 2002. D. Selain itu dapat pula dideteksi dari adanya peningkatan harga dan volume perdagangan efek sebelum diumumkanya informasi material kepada publik terkait dengan terjadinya peningkatan atau penurunan perdagangan yang tidak wajar. maka pada perdagangan orang dalam obyek pencurian tetap milik orang lain tapi dengan menggunakan informasi yang seharusnya milik umum. d.Pihak yang termasuk golongan pertama. Akibat ulah ketiga terdakwa. f. Adanya perdagangan efek. bedanya bila pada pencurian konvensional yang menjadi obyek adalah materi milik orang lain. Sampai tahun 2008.074 nasabah menderita kerugian sebesar Rp. yang menderita kerugian begitu banyak dan luas. direktur. Informasi itu belum diungkap dan dibuka untuk umum. Kasus Posisi Terdakwa Herman Ramli bersama dua Direksi PT Sarijaya Permana Sekuritas dianggap penuntut umum telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan.

yang sebagian besar adalah pegawai grup perusahaan Sarijaya. Lalu. karena dana dalam rekening 17 nasabah nominee ini tidak mencukupi untuk melakukan transaksi. Herman dianggap telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan. Sedangkan Bapepam-LK menganggap kasus ini bukan pelanggaran pasar modal. Padahal. termasuk di dalamnya modal perusahaan sebesar Rp5. E. Lanny menindak-lanjutinya dengan memerintahkan bagian informasi dan teknologi (IT) untuk memproses kenaikan TA 17 nasabah nominee tersebut. melainkan kategori pidana umum. yakni penggelapan dan pencucian uang.77 miliar. tanpa sepengetahuan atau order dari para nasabah. 17 Rekenaing Fiktif itu dibuka oleh Herman Ramli sebagai Komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas dan sebagai pemegang saham terbesar . Kemudian. dan pencucian uang yang merugikan 13074 nasabah Sarijaya sekitar Rp235. Mabes Polri dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mempunyai pendapat yang berbeda untuk kasus ini. Sarijaya Permana Sekuritas 2. Selama kurang lebih enam tahun. Herman dapat melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek.4 miliar. maka Herman meminta Lanny Setiono (stafnya) untuk menaikkan batas transaksi atau Trading Available (TA). dan Yusuf Ramli. Zulfian. yaitu Teguh. Direktur Utama Sarijaya. Polri menyatakan kasus Sarijaya masuk dalam ranah pasar modal. Analisa Hukum Atas Kasus Posisi Dari Kasus Posisi diatas maka adapun fakta hukum yang bisa disimpulkan yakni : 1. sebelumnya harus mendapat persetujuan dari para direksi Sarijaya. Walau mengetahui dana yang terdapat pada rekening ketujubelas nasabah nominee tidak mencukupi. Herman melakukan transaksi jual/beli saham dengan menggunakan rekening ketujuhbelas nasabah nominee. untuk menaikkan TA. transaksi yang dilakukan Herman. para direksi tetap memberikan persetujuan untuk menaikkan TA.6 miliar. dan perlu ditindak sesuai dengan UU Pasar Modal. Oleh karena itu. Sehingga. Tapi. Namun. Adanya 17 Rekenening Fiktif yang terdapat di PT. Herman medebet dana 13074 nasabah yang tersimpan di main account Sarijaya Apabila diakumulasikan. pemilik 60 persen saham perusahaan sekuritas (Sarijaya) ini telah mempergunakan dana sekitar Rp214. Dan untuk membayar transaksi itu. dibukakanlah ketujuhbelas nasabah nominee ini rekening. Rekening itu digunakan Herman untuk melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek.

dan perdagangan orang dalam. Namun seperti kita ketahui dalam sistem pembuktian pidana maka suatu kejahatn atau tindak pidana dapat terbukti jika memenuhi unsur-unsur pidana selain itu mengingat jika dikaji maka pasal ini merupakan delik materiil maka perlu untuk dijelaskan unsur-unsur pidana ang terkandung dalam pasal 90 tersebut. b. Selain menetapkan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. Dari kenyataan diatas maka alangkah baiknya jika permasalahan PT Sarijaya Permana Sekuritas ini coba kami tinjau dari sudut pandang Undang-Undang Pasar Modal khususnya yang menyangkut Kejahatan Pasar Modal. pembelian. Seperti diutarakan sebelumnya bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenisjenis tindak pidana dibidang pasar modal. seperti penipuan. Dana yang dimasukan dalam 17 rekening fiktif itu berasal dari dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas dengan cara mendebet 13074 rekening nasabah 4.3. Adanya perintah dari Herman Ramli kepada stafnya untuk menaikkan batas transaksi agar bisa melakukan transaksi 5. dan atau penjualan Efek yang . Adanya persetujuan dari direksi untuk menaikkan batas tarnsaksi tersebut Permasalahan yang muncul dalam kasus PT Sarjaya Permana Sekuritas ini yakni bahwa oleh BAPEPAMLK dianggap sebagai kejahatan Pidana Umum dan bukan kajahatan pasar modal sehingga kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan. membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta yang material atau tidak mengungkapkan fakta yang material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau Pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi Pihak lain untuk membeli atau menjual Efek. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi. Menurut hemat kami maka ada beberpa unsur dalam pasal 90 diatas yakni : 1. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek Dalam penjelasan pasal 90 dikatakan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan perdagangan Efek dalam Pasal ini adalah kegiatan yangmeliputi kegiatan penawaran. manipulasi pasar. Dari beberapa jenis kejahatan pasar modal sebagaimana diutarakan diatas maka jika kita hubungkan dengan kasus yang dialami oleh PT Sarijaya Permana Sekuritas maka akan lebih mengarah ke kejahatan pasar moda yang berupa penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 90 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1995 yang isinya atara lain : Dalam kegiatan perdagangan Efek. setiap Pihak dilarang secara langsung atau tidak langsung: a. dan c. menipu atau mengelabui Pihak lain dengan menggunakan sarana dan atau cara apa pun. turut serta menipu atau mengelabui Pihak lain.

Unsur dengan menggunakan cara atau sarana apapun Cara yang dimaksudkan jalan untuk melakukan sesuatu sedangkan sarana yang dimaksudkan yakni segala sesuatu yg dapat dipakai sbg alat dl mencapai maksud atau tujuan Dari unsur-unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 maka akan kita analisa lebih lanjut dihubungkan dengan fakta hukum yang terdapat dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni : 1.terjadi dalam rangkaPenawaran Umum. Selain pengertian penipuan dalam pasal 378 KUHP. perusahaan usaha bersama. 4. 3. disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara: (6) Melawan hukum. Unsur menipu atau mengelabui pihak lain Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan. atau terjadi di Bursa Efek. adapun oleh beberapa ahli yang memberikan pendapatnya bahwa yang dimaksud dengan penipuan di bidang pasar modal yakni sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf c yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek. asosiasi atau keompok terorganisasi. (9) Rangkaian kebohongan. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek Unsur kegiatan perdagangan efek yang terjadi dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni Tindakan Herman Remli sebagai komsaris PT Sarijaya Permana Sekuritas yang melakukan transaksi efek . (8) Tipu muslihat. maupun kegiatan penawaran. Unsur Setiap Pihak Yang dimaksud dengan pihak dalam undang-undang pasar modal khususnya pasal 1 angka 23 yakni orang perseorangan. (10) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang. pembelian dan ataupenjualan Efek di luar Bursa Efek atas Efek Emiten atau Perusahaan Publik 2. (7) Memakai nama palsu atau martabat palsu.

Unsur menipu atau mengelabui pihak lain Unsur menipu atau mengelabui pihak lain yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material yang berupa 17 rekening fiktif dan melakukan transaksi saham untuk dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Sarijaya Permana Sekuritas indikasi kejahatan yang dilakukan oleh komisaris Herman Ramli sehingga peran bapepam harus diawali dengan melakukan tindakan pemeriksaan berupa meminta konfirmasi dari pihak pihak terkait yag diduga melakukan pelanggaran terhadap undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksananya selanjutnya dari tahap itu dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni penyidikan. jika berkas penyidikan telah lengkap maka bisa dilimpahkan kepada kejaksaan untuk melakukan penuntutan.baik penjualan maupun pembelian efek dengan menggunakan dana nasabah yang didebet dalam 17 rekening fiktif. Unsur setiap pihak Unsur setiap pihak yang dimaksudkan dalam kasus ini yakni Herman Ramli sebagai orang perorangan. Dengan demikian unsur menggunakan cara atau sarana apapun telah terbukti. Sarijaya Permana Sekuritas untuk memerintahkan stafnya menaikkan batas transaksi dan meminta direksi untuk menyetujui penaikkan batas transaksi tersebut. Dengan demikian unsur kegiatan perdagangan efek telah terbukti 2. Yakni pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap UUPM. 4. Selain itu Herman Ramli juga menggunakan sarana yakni memanfaatkan jabatannya sebagai komisaris dan pemegang saham terbesar pada PT. Sebagai salah satu bentuk konkretisasi dari peran Bapepam sebagai lembaga pengawas adalah kewenangan Bapepam untuk melakukan pemeriksaan. Dengan demikian nsur menipu atau mengelabui pihak lain telah terbukti. Pihak-pihak lain yang ditipu yakni BAPEPAM-LK sebagai pengawas maupun Para SRO dan pihak nasabah sendiri yang dananya telah didebet pada 17 Rekening Fiktif tersebut. Dalam kasus PT. dengan demikian unsur setiap pihak telah terbukti 3. . Unsur menggunakan cara atau sarana apapun Adapun cara yang digunakan Herman Ramli untuk melakukan tindak pidana pasar modal ini yakni dengan membuka 17 rekening fiktif dan mendebet dana 13074 rekening nasabah PT sarijaya permana sekuritas dan menaikkan batas transaksi untuk dapat melakukan transaksi sebagaimana mestinya.

Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan diatas yakni : .BAB III PENUTUP A.

Bahwa Peran Bapepam-LK dalam penyelesaian kasus ini yakni harus melakukan tindakan pemeriksaan dan penyidikan serta memberikan sanksi administratif. Bahwa dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas ini Bapepam-LK bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun SRO (LPP. dan Bursa Efek Indonesia). Bahwa Kasus PT. Kencana. B. Jakarta .1. et all. Sarijaya Permana Sekuritas dapat dikategorikan sebagai kejahatan pasar modal yakni penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. namun kewenangan pemeriksaan dan penyidikan tetap berada pada Bapepam-LK. LKP. 2. Saran 1. Bahwa Bapepam-LK seharusnya bisa melakukan pengawasan yang lebih ketat mengingat kejahatan yang dilakukan oleh komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas telah berlangsung lama namun baru diketahui akhir tahun 2008. Buku-buku Nasarudin. DAFTAR PUSTAKA A. 2008. 2. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia.

bphn.ksei. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995.go. tentang Pasar Modal.com www.go.id www. www.vibizdaily. C.id.com www.B. Peraturan Perundang-undangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.com .kabarindonesia. Internet www.bapepam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->