P. 1
bahan teori

bahan teori

|Views: 760|Likes:
Published by Wildan Nur Shaleh

More info:

Published by: Wildan Nur Shaleh on Nov 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2012

pdf

text

original

Teori Kerja Plat

A. Mesin Mesin Gullotine Mesin gullotine terdiri diri 2 (dua) jenis yakni mesin gullotine manual dan mesin gullotine hidrolik . Mesin gullotine manual pemotongan pelat dilakukan dengan tuas penekan yang digerakkan oleh kaki si pekerja. Mesin gullotine hidrolik proses pemotongannya digerakkan dengan sistem hidrolik, sehingga kemampuan potong mesin gullotine hidrolik ini lebih besar dari mesin gullotine manual. Mesin gullotin ini hanya mampu untuk pemotongan pelat-pelat lurus. Untuk mesin gullotine manual ketabalan pelat yang dapat dipotong di bawah 0,6 mm dan mesin gullotine hidrolik mampu memotong pelat antara 6-10 mm . Prinsip kerja mesin gullotine ini menggunakan gaya geser untuk proses pemotongan. Pelat yang dipotong diletakkan pada landasan pisau tetap dan pisau atas ditekan sampai memotong pelat. Untuk mengurai besarnya gaya geser sewaktu tejadinya proses pemotongan posisi mata pisau atas dimiringkan, sehingga luas penampang pelat yang yang dipotong mengecil .

Gambar 8.27. Posisi mesin gullotine Hasil pemotongan dari mesin gullotine ini dipengeruhi oleh kemiringan dan kelonggaran (suaian) antara kedua posisi pisau. Untuk mendapatkan hasil pemotongan yang baik tehadap pelat yang dipotang sesuai antara ke 2 mata pisau harus jenis pelat yang dipotong. Sesuai mata pisau yang diizinkan menurut pengujian Feeler Gouges untuk baja dan brass dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 8.2. Suaian pisau mesin gullotine.

Pada mesin-mesin gullotine ini juga dilengkapi dengan alat ukur untuk pengukuran pelat yang tepat.Hasil pemotongan pelat yang baik dan sesuai menurut kelonggarannya (suaian) yang diizinkan dapat dilihat pada gambar berikut. . sehingga mempermudah pada proses pemotongannya. Hasil pemotongan ini menurut pengujian feeler gauges.

Kemudian ukuran pelat yang akan dipotong diatur dengan memperhatikan ukuran yang ada pada meja.Proses pemotongan dengan mesin Gullotine manual adalah pelat diletakkan di atas meja. Gambar mesin Gullotine manual dapat dilihat pada gambar berikut: . Setelah ukuran yang diinginkan diatur dengan tepat maka tuas ditekan dengan menggunakan kaki agar pisau memotong pelat-pelat tersebut.

dengan ketebalan pemotongan maksimal 12 mm. Pelat diletakkan diantara pisau bawah yang tetap dan pisau atas yang bergerak turun.31. adalah mesin gunting pelat sebelum mengalami perkembangan sampai sekarang. Sebelum pisau atas turun menggunting pelat. maka stopper atau sepatu penahan terlebih dahulun turun menahan pelat yang akan dipotong. Biasanya kelonggaran ini dapat di atur sesuai dengan ketebalan pemotongan. Bahan pelat yang mempunyai kekerasan yang tinggi juga harus diikuti dengan penyesuaian kelonggaran antara matau pisau atas dan bawah. . Mesin gunting pelat ini mampu memotong pelat lurus.Gambar 8. Semangkin besar ketebalan pelat yang dipotong maka kelonggaran antara pisau ini juga akan menjadi lebih besar. Besarnya kelonggaran ini berbanding lurus terhadap ketebalan dan jenis bahan pelat yang dipotong. Prinsip kerja mesin potong ini menggunakan tenaga motor listrik yang dihubungkan dengan tuas penekan. Stoper atau penahan ini berfungsi untuk menahan pelat agar sewaktu terjadinya proses pengguntingan pelat tidak mengalami gaya balik. Tuas penekan ini dihubungan dengan pisau bagian atas. Antara pisau bawah dan atas mempunyai kelonggaran atau kelonggaran (clearence) tertentu. Pisau atas ini bergerak naik turun.

Artinya padadaerah netral ini pelat tidak mengalami pertambahan panjang atau perpendekkan. Daerah sisi bagian dalam pembengkokan merupakan daerah yang mengalami penekanan.Proses Tekuk/Lipat dan Mesin Tekuk Secara mekanika proses penekukan ini terdiri dari dua komponen gaya yakni: tarik dan tekan (lihat gambar). kekerasan bahan pelat dan panjang bidang membengkokkan / penekukan . dan pengkerutan. Besarnya kelebihan sudut pembengkokan ini dapat dihitung berdasarkan tebal pelat.38 posisi tuas penekuk diangkat ke atas sampai membentuk sudut melebihi sudut pembentukan yang dinginkan. dimana daerah ini mengalami pengkerutan dan penambahan ketebalan. Pada gambar memperlihatkan pelat yang mengalami proses pembengkokan ini terjadi peregangan.atau menjadi pendek akibat gaya tekan yang dialami oleh pelat. netral. Peregangan ini menyebabkan pelat mengalami pertambahan panjang. Daerah netral merupakan daerah yang tidak mengalami perobahan. . Proses ini dilakukan dengan menjepit pelat diantara landasan dan sepatu penjepit selanjutnya bilah penekuk diputar ke arah atas menekan bagian pelat yang akan mengalami penekukan Pada Gambar 9. Daerah peregangan terlihat pada sisi luar pembengkokan. hal ini disebabkan karena daerah ini mengalami perobahan panjang yakni perpendekan. dimana daerah ini terjadi deformasi plastis atau perobahan bentuk.

Sudut penekukan pada pelat dapat diatur sesuai dengan bentuk tekukan yang diinginkan. sebab apabila proses penekukan ini tidak menurut prosedurnya maka akan terjadi salah langkah. Gambar 9. Langkah penekukan ini harus diperhatikan sebelumnya. Sudut tekuk diatur sesuai dengan bentuk sudut yang direncanakan ditambah dengan faktor K .40 memperlihatkan sudut tekuk yang terbentuk pada proses pelipatan pelat. Salah langkah ini sangat ditentukan oleh sisi dari pelat yang dibengkokan dan kemampuan mesin bending/tekuk tersebut. Tujuan proses pembengkokan pada bagian tepi maupun body pelat ini diantaranya adalah untuk memberikan kekakuan pada bentangan pelat. dimana pada bagian sisi atas pelat mengalami peregangan dan bagian bawah mengalami pengkerutan. Komponen pelat yang akan dibengkokan sangat bervariasi.Langkah proses penekukan pelat dapat dilakukan dengan mempertimbangkan sisi bagian pelat yang akan dibentuk.

Proses tekukan yang dapat dilakukan pada mesin tekuk diantaranya dapat dilihat seperti pada gambar 9. Tangan kiri memegang tuas penekan dan tangan kanan menaikan tuas penekuk.sebagai faktor spring back. Pada Gambar di bawah ini adalah gambar konstruksi mesin tekuk/lipat manual dengan sistem jepitan sederhana.43 . Tenaga penekukan yang digunakan adalah dengan tuas tekuk yang digerakkan dengan tangan.

Kesalahan dalam pembentukan Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada proses pembengkokan ini adalah: 1.44.Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat sambungan lipat pada mesin pelipat terdiri dari tujuh langkah pengerjaan seperti pada gambar 9. hal ini disebabkan karena tebal pelat yang ditekuk melebihi kapasitas mesin lipat. . Hasil pembengkokan tidak merata atau pada sisi tengah pelat lebih cembung dibandingkan sisi tepi yang lain.

2. atau sepatu pembentuk. Menciptakan keadaan atau kondisi kerja yang aman. Para pekerja juga harus melakukan pemeriksaan pada peralatan sebelum dilakukannya proses pekerjaan atau penggunaan peralatan tersebut. C. Jika hal ini terjadi maka hasil pembengkokan cenderung mempunyai sudut pembengkokan yang tidak tepat atau tidak sesuai yang diharapkan. tetapi menjadi tanggung jawab antara pekerja/siswa dan instruktur serta pengelola bengkel. 7. tetapi kecelakaan kerja seharusnya dapat dicegah. dan selalu mengingatkan para pekerja agar selalu bekerja dengan cara kerja yang benar sesuai mengenai masalah-masalah yang sering menyebabkan terjadinya kecelakaan akibat pekerjaan. Kecelakaan kerja memang tidak dapat diramalkan sebelumnya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses pembengkokan pelat Hasil pembengkokan pelat yang baik dapat dihasilkan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Hampir semua peralatan yang ada dalam bengkel dapat menimbulkan kecelakaan dan dapat melukai diri pekerja maupun orang lain disekitar tempat bekerja. tetapi harus dihayati dan dilaksanakan. Akibat kecelakaan ini juga dapat merusak peralatan dan lingkungan tempat bekerja. sudut pembengkokan yang diinginkan. 3. Atur sudut pembengkokan sesuai dengan sudut pembengkokan yang dikehendaki 6. bukanlah tanggung jawab para instruktur atau pengelola bengkel saja. . Keselamatan Kerja Keselamatan kerja tidak hanya untuk dipelajari. Untuk itu secara teratur harus dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan kerja serta lingkungan tempat bekerja. Penekanan pelat pada sepatu pembentuk tidak boleh melebihi atau kurang dari batas sudut pembengkokan yang diinginkan. Mulailah proses pembengkokan dengan memperhatikan sisisisi yang akan dibengkokan. tetapi juga diperuntukkan bagi peralatan atau mesin yang digunakan untuk bekerja. Misalnya dengan jalan memberikan penjelasan secara rinci dan ringkas mengenai langkah kerja dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan tertentu. Tadailah sisi bagian tepi pelat yang akan dibengkokkan. Mempelajari bagaimana bekerja dengan baik dan berhasil. B. Bekerja dengan selamat merupakan tujuan utama dari manusia yang bekerja. serta menimbulkan kerusakan pada mesin atau peralatan yang digunakan untuk bekerja. Pekerja juga harus mengetahui langkahlangkah kerja yang aman agar tidak melakukan kesalahan dalam bekerja. 8. Sebelum melakukan proses pembengkokan pelat Mesin pembengkok harus diperiksa terlebih dahulu terutama dies. Jig ini bertujuan untuk memudahkan pekerjaan sehingga menghasilkan bentuk pembengkokan yang sama. benda kerja dan lingkungan tempat bekerja. Keselamatan kerja juga bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang bekerja saja.2. hal ini untuk menjaga agar lebih dahulu mengerjakan posisi pelat yang mudah. Jika posisi peletakan pelat tidak sejajar terhadap sepatu penjepit maka mengakibatkan hasil pembengkokan menjadi miring. Jika ingin melakukan pembengkokan dengan jumlah yang banyak buatlah jig atau alat bantu untuk memudahkan proses pembengkokan. Penjepitan pelat harus kuat 5. 3. Posisi tanda pembengkokan ini harus sejajar dengan dien pembengkok. karena keselamatan kerja adalah merupakan bagian yang sangat penting dalam bekerja di bengkel (workshop). Sesuaikan dies landasan dengan bentuk pembengkokan yang diinginkan. Para siswa atau pekerja harus belajar bagaimana bekerja tanpa menimbulkan kecelakaan/ melukai diri sendiri atau melukai orang lain yang bekerja disekitarnya. 4. harus diikuti dengan mempelajari bagaimana bekerja dengan selamat.

Sarung tangan dari bahan kulit ini dipakai untuk pengerjaan pengelasan. kurangnya penglihatan. • Sarung tangan dari bahan kulit. pendengaran. digunakan untuk melindungi tangan dari panas. digunakan untuk pekerjaan pengangkutan bahan-bahan kimia. biaya perbaikan mesin. karena semua pekerjaan seluruhnya dikerjakan dengan menggunakan tangan. Di samping sarung tangan ada bahan lain yang dapat melindungi kulit tangan dan kulit lengan dari luka pedih. • Sarung tangan dari bahan karet. Kerugian yang terjadi pada pekerja/siswa diantaranya rasa sakit yang tidak menyenangkan. Jenis sarung tangan ini fleksibel sehingga sangat enak dipakainya. sarung tangan jenis ini digunakan oleh pekerja yang selalu bekerja menggunakan pisau dan bendabenda tajam lainnya. menurunnya hasil produksi . digunakan untuk melindungi tangan dari percikan api atau keadaan benda kerja yang tidak terlalu panas. Pelindung Tangan Jari-jari tangan merupakan bagian tubuh yang sering kali mengalami luka akibat kerja.Kecelakaan akibat bekerja dapat menimbulkan berbagai kerugian. Sedangkan sarung tangan dari bahan neoprene dan vinyl digunakan untuk pengangkutan bahan-bahan minyak atau petroleum • Metal mesh gloves. neoprene dan vinyl. luka terbakar karena memegang benda panas. Baju harus dapat melindungi pekerja dari luka akibat beram. beram-beram dan benda kerja yang kasar permukaannya. tergores oleh permukaan benda kerja yang tidak halus dan masih banyak lagi bentuk luka lainnya. Di samping itu juga dapat berakibat tidak dapat bekerja seperti sedia kala. Untuk itu tangan dan jari-jari sangat perlu dilindungi dengan baik. Kerugian bagi perusahaan terutama pada biaya pengobatan. • Sarung tangan dari bahan cotton digunakan untuk melindungi tangan dari debu dan kotoran. . cacat tubuh berkelanjutan. baik kerugian pada diri sendiri atau kerugian pada perusahaan tempat bekerja. orang tua dan sekolah. digunakan oleh pekerja bagian kelistrikan • Sarung tangan yang terbuat dari bahan campuran karet. sehingga tidak ada bagian-bagian anggota badan yang terbuka atau tidak terlindungi. serpihan benda kerja. Cream ini dioleskan pada tangan dan lengan agar kulit terhindar dari bahan-bahan yang dapat melukai kulit. yaitu sejenis cream. Pakaian harus benar-benar ter-ikat atau pas dengan pemakainya. Alat pelindung tangan yang biasa digunakan adalah: • Sarung tangan dari bahan asbes. kehilangan jam kerja. Baju kerja Baju kerja atau pakaian kerja yang khusus dibuat untuk diguna-kan bekerja di dalam bengkel atau laboratorium biasanya harus cukup kuat dan bentuknya harus sesuai dengan jenis pekerjaan yang dikerjakan. Dengan pemakaian sarung tangan ini bahaya luka akibat pisau dan benda tajam lainnya bisa dihindari. baju terkancing secara sempurna. Dalam bekerja. seperti: terpotong oleh pisau. tersisih dari rekan sekerja dan timbul rasa rendah diri akibat cacat yang diderita pekerja. dan pengeluaran santunan kesehatan. Biasanya sarung tangan dari bahan kulit ini dipakai pada pekerjaan pekerjaan berat. goresangoresan dan panas. Apabila siswa yang mengalami kecelakaan dapat berakibat kerugiankerugian terhadap diri siswa.

Metode Penyambungan Metode Penyambungan Penyambungan logam adalah suatu proses yang dilakukan untuk menyambung 2 (dua) bagian logam atau lebih. .D. Setiap metoda penyambungan yang digunakan mempunyai keuntungan tersendiri dari metoda lainnya. Proses Pengerjaan Sambungan Proses pengerjaan sambungan yang dimaksud adalah bagaimana pengerjaan konstruksi sambungan itu dilakukan seperti: sambungan untuk konstruksi tangki dari bahan pelat lembaran. kekuatan sambungan. maka yang paling mendekati sesuai untuk konstruksi tangki ini adalah sambungan las. Persyaratan yang paling utama adalah tangki ini tidak boleh bocor. Persyaratan yang paling sesuai untuk kondisi tangki ini adalah sambungan las. kerapatan sambungan. Sambungan lipat akan sulit dilakukan sebab tangki yang dikerjakan cukup besar dan bahannya juga cukup tebal. Proses penyambungannya hanya dapat dilakukan dari sisi luar dan sebagainya. Sambungan las mempunyai tingkat kerapatan yang baik serta mempunyai kekuatan sambungan yang memadai. sebab metoda penyambungan yang digunakan pada suatu konstruksi sambungan harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Pemilihan metoda penyambungan yang tepat dalam suatu konstruksi sambungan harus dipertimbangkan efisiensi sambungannya. Untuk menentukan sambungan yang cocok dengan kondisi tangki ini ada beberapa alternatif persyaratan. Di samping itu segi operasional pengerjaan sambungan konstruksi las lebih sederhana dan relatif murah. Tangki harus tahan terhadap tekanan. sebab sambungan ini kecenderungan untuk bocor besar terjadi. Jika dipilih sambungan baut dan mur kurang sesuai. dengan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya: faktor proses pengerjaan sambungan. sehingga akan sulit untuk dilakukan pelipatan. hal ini mengingat efisiensi sambungan. Penyambungan bagian–bagian logam ini dapat dilakukan dengan berbagai macam metoda sesuai dengan kondisi dan bahan yang digunakan. penggunaan konstruksi sambungan dan faktor ekonomis.

Kerapatan Sambungan Tangki biasanya digunakan untuk tempat penyimpanan cairan maka pemilihan sambungan yang tahan terhadap kebocoran ini diantaranya adalah sambungan las. mesin yang digunakan juga transportasi dimana konstruksi tersebut akan di instal. Ketebalan pelat yang baik disambung berkisar di bawah 1 (satu) mm. Kemungkinan lain jika konstruksi sambungan sangat mudah bereaksi dengan bahan logam. Pencairan bahan dasar dan bahan tambah ini menjadikan sambungan las lebih rapat dan tahan terhadap kebocoran. Biaya ini sejalan dengan ketersediaan bahan-bahan. Metoda penyambungan baut dan mur Masing-masing metoda penyambungan ini mempunyai proses pengerjaan yang berbeda-beda. Metoda las busur 6. Pertimbangan pemilihan ini mengingat proses penyambungan dengan las titik ini sedehana. sebab untuk penyambungan pelat yang mempunyai ketebalan di atas 1 mm akan menyulitkan untuk proses pelipatannya. mempunyai kekuatan sambungan yang baik dan hasil penyambungannya tidak menimbulkan cacat pada plat. Besar kecilnya konstruksi sambungan dan volume kerja sambungan juga menjadi bahan pertimbangan secara keseluruhan Contoh pemilihan metoda yang tepat untuk suatu konstruksi sambumgam dapat dilihat pada perakitan file cabinet. . Faktor Ekonomis Faktor ekonomis yang dimaksud dalam pemilihan untuk konstruksi sambungan ini adalah dipertimbangkan berdasarkan biaya ke-seluruhan dari setiap proses penyambungan. Metoda perakitan file cabinet yang digunakan adalah metoda penyambungan dengan las titik. Untuk konstruksi tangki yang digunakan sebagai bahan tempat penyaluran minyak. Metoda-metoda penyambungan yang umum digunakan untuk kostruksi sambungan plat-plat tipis ini diantaranya : 1. Metoda penyambungan dengan lipatan 2. Metoda penyanmbungan dengan las titik 5. Metoda penyambungan dengan solder 4. maka sambungan las masih sesuai dengan penggunaan konstruksi tangki ini. Metoda las oksi-asetilen 7. Kriteria sambungan las ini merupakan pencairan kedua bagian bahan logam yang akan disambung ditambah dengan bahan tambah untuk mengisi celah sambungan. Dengan persyaratan seperti pada uraian di atas. Penggunaan Konstruksi Sambungan Penggunaan dimana konstruksi sambungan las itu akan digunakan juga merupakan pertimbangan yang tidak dapat diabaikan apalagi jika konstruksi tersebut bersentuhan dengan bahan makanan. maka pemilihan metoda penyambungan yang cocok untuk tangki jika ditinjau dari sisi kekuatannnya adalah sambungan las. Metoda penyambumgan dengan keling 3. Proses penyambungan pelat dengan metoda pelipatan ini dapat dilakukan secara manual di atas landasan-landasan pelat dan mesinmesin pelipat. Sambungan lipat Sambungan pelat dengan lipatan ini sangat baik digunakan untuk konstruksi sambungan pelat yang berbentuk lurus dan melingkar.Kekuatan Sambungan Contoh pertimbangan penggunaan sambungan ini adalah pembuatan tangki. Sambungan las ini mempunyai tingkat efisiensi kekuatan sambungan yang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan sambungan yang lainnya.

Jenis-jenis sambungan pelat ini diantaranya: • Sambungan berimpit (lap seam) • Sambungan berimpit dengan solder (soldered seam) • Sambungan lipat (grooved seam) • Sambungan bilah (cap strip seam) • Sambungan tegak (standing seam) • Sambungan alas luar (lap bottom seam) • Sambungan alas dalam (insert bottom seam) • Sambungan alas tunggal (sigle bottom seam) • Sambungan alas ganda (double bottom seam) • Sambungan sudut ganda (corner double seam) • Sambungan siku (elbow seam) • Sambungan siku timbal balik (reversible elbow seam) • Sambungan sudut tepi (flange dovetail seam) .

• Pelat ditekuk menjadi siku • Pelat ditekuk kembali dengan jarak tekuk setebal pelat • Sambungkan pelat tegak dengan pelat alas • Kedua pelat bersamaan ditekuk Proses pengerjaan sambungan berimpit ini dilakukan dengan tahapan berikut: • Tekuk kedua sisi pelat yang akan disambung sampai membentuk seperti lipatan • Sambungkan kedua pelat menjadi rapat • Kuatkan sambungan dengan alat pembentuk sambungan .

Skema proses penyolderan ini dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini. yakni solder lunak dan solder keras. Bentuk dan ukuran dari rivet ini telah dinormalisasikan menurut standar dan kodenya. dan bahan pelat yang disambung tidak turut mencair. sebab plat plat aluminium ini sangat sulit disolder atau dilas.5 • Rapikan dan ratakan pemukulan pada sambungan pelat yang terbentuk. Dalam melakukan proses penyolderan ini dibutuhkan fluks yang berfungsi untuk membersihkan bahan serta sebagai unsur pemadu dan pelindung sewaktu terjadinya proses penyolderan. Solder / Patri Solder adalah suatu proses penyambungan antara dua logam atau lebih dengan menggunakan panas untuk mencairkan bahan tambah sebagai penyambung. biasanya dititik beratkan pada kerapatan sambungan. Pengembangan penggunaan rivet dewasa ini umumnya digunakan untuk pelat-pelat yang sukar dilas dan dipatri dengan ukuran yang relatif kecil. masing-masing jenis mempunyai kekhususan dalam penggunaannya. . Sambungan Keling Biasa (Rivet) Riveting adalah suatu dari metoda penyambungan yang sederhana.Sambungan sudut Proses pengerjaan sambungan sudut : • Tekuk kedua sisi pelat yang akan disambung atau seperti pada proses penyambungan lipat yang sudah diberi penguatan dengan bar • Setelah sambungan terbentuk tekuk bagian yang berlebih pada sisi atas pelat lihat gambar 7. Ditinjau dari segi penggunaan panas maka proses penyolderan ini dibagi dalam dua kelompok. Setiap bentuk kepala rivet ini mempunyai kegunaan tersendiri. Penggunaan solder dari berbagai jenis bahan. Rivet atau dalam istilah sehari-hari sering disebut paku keling adalah suatu metal pin yang mempunyai kepala dan tangkai rivet. Penggunaan metoda penyambungan dengan riveting ini sangat baik digunakan untuk penyambungan pelat-pelat alumnium. Dari metoda-metoda lain yang digunakan untuk proses penyambungan aluminiu metoda riveting inilah yang sangat sesuai digunakan. dan mempunyai proses pengerjaan yang mudah dilakukan. bukan pada kekuatan sambungan terutama pada solder lunak.

-Penggunaan Penggunaan solder lunak biasanya untuk konstruksi sambungan yang tidak membutuhkan kekuatan tarik yang tinggi. -Fluks Fluks yang digunakan dari berbagai macam jenis sesuai dengan bahan atau material yang disambung. Setelah kepala solder panas. 4. tetapi dititik beratkan pada kerapatan sambungan. agar panas merata seluruhnya.Pada skema penyolderan di atas terlihat cairan timah sebagai bahan tambah bereaksi dengan bahan dasar membentuk suatu ikatan. Daerah bahan yang akan disolder dibersihkan dengan mengoleskan fluks. Temperatur yang digunakan solder lunak ini berkisar di bawah 4500. Solder Lunak Penggolongan solder lunak berdasarkan temperatur yang digunakan untuk proses penyolderan. Persiapkan peralatan solder serta membersihkan bahan yang akan disolder. Oleskanlah fluks dan bahan tambah pada daerah yang akan disambung dengan menggunakan kepala solder yang panas. letakanlah di atas bahan yang akan disolder. . Pemanasan pada daerah sambungan harus dilakukan secara merata. Celah atau jarak antara bahan plat yang disambung berkisar antara 0. -Proses Proses penyolderan dilakukan dengan beberapa langkah pengerjaan sebagai berikut : 1.13 mm.08 – 0. Hasil penyolderan yang baik dapat dilihat pada gambar di sebelah. agar cairan solder dapat rata masuk pada celah – celah sambungan. Sampai merata pada seluruh daerah bahan yang disambung. 2. 3. Pada tabel berikut ini dapat dilihat berbagai macam jenis fluks dan penggunaannya. Batang solder selanjutnya dipanaskan pada tungku pemanas atau dengan listrik. Terlihat bahan tambah masuk kecelah – celah sambungan. penyempitan celah ini bertujuan agar cairan solder dapat ditarik oleh gaya kapiler untuk membasahi sisi–sisi pelat yang akan disambung. 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->