P. 1
Kalor Dan Perubahan Wujud Zat

Kalor Dan Perubahan Wujud Zat

|Views: 1,337|Likes:
Published by Lii Ajah

More info:

Published by: Lii Ajah on Nov 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

Kalor dan Perubahan Wujud zat

Posted on November 11, 2008 - Filed Under SUHU DAN KALOR | Pengertian Kalor Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 fakto r massa zat jenis zat (kalor jenis) perubahan suhu Sehingga secara matematis dapat dirumuskan : Q = m.c.(t2 - t1) Dimana : Q adalah kalor yang dibutuhkan (J) m adalah massa benda (kg) c adalah kalor jenis (J/kgC) (t2-t1) adalah perubahan suhu (C) Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten), persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor l ebur (J/kg) Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu kapasitas kalor (H) dan kalor jenis (c) Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius. H = Q/(t2-t1) Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter. c = Q/m.(t2-t1) Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbentuk persamaan baru H = m.c Analisis grafik perubahan wujud pada es yang dipanaskan sampai menjadi uap. Dalam grafik ini dapat dilihat semua persamaan kalor digunakan. Keterangan : Pada Q1 es mendapat kalo r dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 0 C kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadi air barulah terjadi kenaikan suhu air (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 100 C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap (Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali (Q5)

W=Q Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai berikut : W = P. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh : Q lepas = Q terima m1. Secara matematis dapat dirumuskan : Q lepas = Q terima Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu re ndah.(t1 .c. .(ta-t2) Catatan yang harus selalu diingat jika menggunakan asasa Black adalah pada benda yang bersuhu tinggi digunakan (t1 .c1. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan.t = m.t Keterangan : W adalah ener gi listrik (J) P adalah daya listrik (W) t adalah waktu yang diperlukan (s) Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m. pemanas listrik.ta) dan untuk benda yang bersuhu rendah digunakan (ta-t2). Alat yang digunakan mengubah energi listrik menjadi energi kalor adalah ketel listrik. Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan besar kalor yang dihasilkan.c2.(t2 .c.Untuk mencoba kemampuan silakan kkerjakan latihan soal dengan cara klik disini.(t2 . Dalam pembahasan ini hanya akan diulas tentang hubungan energi listrik dengan energi kalor. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangan termal (suhu kedua benda sama).t1) maka diperoleh persamaan . Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik. Dan rumus kalor yang digunakan tidak selalu yang ada diatas bergantung pada soal yang dikerjakan. Hubungan antara kalor dengan energi listrik Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain. Asas Black Menurut asas Black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah.t1) Yang perlu diperhatikan adalah rumus Q disini dapat berubah -ubah sesuai dengan soal. dll. P.ta) = m2.

semua yang dapat menempati ruang dan memiliki massa adalah zat. dan lain-lain? Tanpa kita sadari apa yang kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari banyak yang mengalami perubahan. Sifat ini adalah sifat yang didasari atas jumlah dan ukurannya atau sifat zat yang dapat dibedakan menurut . Perubahan wujud ini hanya bersifat sementara dan dapat kembali ke sifat dasarnya atau diubah kembali ke zat dasarnya. 2010 Pernahkah kita memperhatikan segelas kopi. lilin yang menyala. yakni: Sifat fisika. zat diklasifikasikan menjadi dua sifat yaitu: Sifat ekstensif. secangkir tes manis. Saat suatu zat berubah menjadi zat bentuk lain. Dengan kata lain. es batu. zat memiliki 2 sifat utama. Sifat kimia adalah sifat zat dimana zat itu mengalami perubahan kekal. Sifat fisika adalah sifat zat dimana zat itu tidak mengalami perubahan abadi. Misalnya air mendidih menjadi uap setelah dingin kembali lagi menjadi air. Benda-benda yang mengalami perubahan ini adalah suatu zat (materi).AT DAN PERUBAHAN WUJUD on March 26. air mendidih. Sifat kimia zat juga menjadikan zat itu menjadi zat yang baru yang berbeda sifat zat asalnya. Berdasarkan sifat fisika. Sifat kimia. tentu memiliki sifat-sifat tertentu dan memiliki energi. misalnya besi berkarat. zat tersebut tidak dapat dikembalikan ke zat semula. Selain menempati ruang dan memiliki massa. Dilihat dari akibat perubahan wujudnya. Sifat fisika ini juga tidak mengubah sifat keadaan zat. Apakah zat atau materi itu? Zat (materi) adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa.

Jika ukuran zat berubah maka panjangnya juga berubah. Di atas telah disebutkan bahwa zat itu juga memiliki energi. jenisnya juga tidak berubah. Perubahan fisika )". begitu pula dengan volumenya. Dengan tenaga suatu benda dapat melakukan kerja (Akan dibahas secara rinci pada bahasan tentang Usaha dan Energi pada Materi Fisika). yaitu perubahan wujud dari cair menjadi gas Contohnya air yang dipanaskan akan mendidih (menguap) Pengembunan. Sifat intensif. Dalam bahasa Italia dikenal dengan kata "Energia" sedangkan dalam bahasa Yunani dikenal dengan kata "Energeia ( Dalam bahasa Indonesia. dan lain-lain. Apakah energi itu. massanya tidak berubah. Perubahan fisika dibagi beberapa kategori antara lain: Penguapan. volume zat. yaitu perubahan wujud dari gas menjadi cair. Jadi dapat dikatakan bahwa energi (tenaga) itu adalah kemampuan suatu benda/zat melakukan kerja atau usaha. Misalnya massa zat. Contohnya air yang telah panas jika dibiarkan akan menjadi dingin (mengembun) . Perubahan fisika adalah perubahan suatu zat tanpa menghasilkan zat baru. Dalam bahasa dikenal dengan kata "Energy". Sebesar dan sebanyak berapapun zat itu.jumlah dan ukurannya. kata energi bersinonim dengan kata tenaga. Suatu zat dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain (perubahan wujud) baik perubahan fisika (sifat fisika) maupun perubahan kimia (sifat kimia). jenis zat dan lain-lain. Sifat ini tidak dipengaruhi oleh jumlah dan ukurannya. Misalnya panjang zat. Contoh perubahan wujud zat yaitu sebagai berikut: 1.

. yaitu perubahan wujud dari padat menjadi cair. Contohnya es yakni dari air menjadi beku (membeku). 2. Penyubliman. dan lain-lain.Pembekuan. Contoh-contoh perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari adalah: Kertas yang dibakar menjadi abu Minyak goreng yeng telah teroksidasi dan menjadi tengik Besi yang ditaruh di tanah menjadi berkarat Kayu yang dibakar untuk memasak Barang-barang yang telah kadaluwarsa. Contohnya pembuatan amonium sulfat (gas) menjadi bahan dasar untuk pembuatan pupuk (padat). Pencairan. Selain hal di atas contoh-contoh perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut: Gula yang larut dalam teh Garam yang larut dalam air Pembuatan gula merah dari air nira Pembuatan gula pasir dari tebu Penyuliangan minyak bumi Pembuatan minyak kepala. Contohnya adalah es yang beku jika dibiarkan akan menjadi air kembali (mencair). dan lain-lain. Perubahan kimia juga disebut perubahan wujud yang terjadi karena reaksi kimia. yaitu perubahan wujud dari gas menjadi padat. sifat fisika amonium sulfat dalam pupuk tetap ada (menghablur). Perubahan kimia Perubahan kimia adalah perubahan suatu zat yang menghasilkan zat baru yang berbeda dengan sifat zat asalnya. yaitu perubahan wujud dari cair menjadi padat. Penghabluran. yaitu perubahan wujud dari padat menjadi gas. Contohnya adalah kapur barus yang disimpan dalam lemari pakaian akan menghasilkan bau yang harum (menyublim).

massa zat tidak pernah berubah (tetap). Hukum Lavoisier ini dikenal dengan hukum kekekalan massa. .Yang perlu digarisbawahi dalam perubahan kimia (reaksi kimia). massa zat-zat yang bereaksi sebelum dan sesudah reaksi terjadi tidak berubah. Menurut pandangan fisika modern hukum kekekalan massa tidak berlaku jika kecepatan zat mendekati kecepatan cahaya (akan dibahas pada materi fisika modern). Menurut Antonie Laurent de Lavoisier* (1743-1794).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->